P. 1
Bagaimana Menjadi Guru Profesional

Bagaimana Menjadi Guru Profesional

|Views: 222|Likes:

More info:

Published by: Rafiqah Dini Parinduri on Jan 17, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/29/2014

pdf

text

original

BAGAIMANA MENJADI GURU PROFESIONAL?

*

I.

PENDAHULUAN Kata Profesi diartikan sebagai bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian (ketrampilan, kejuruan, dsb) tertentu. Di dalam profesi dituntut adanya keahlian dan etika khusus serta standar layanan. Pengertian ini mengandung implikasi bahwa profesi hanya dapat dilakukan oleh orang-orang secara khusus di persiapkan untuk itu. Dengan kata lain profesi bukan pekerjaan yang dilakukan oleh mereka yang karena tidak memperoleh pekerjaan lain. Suatu profesi memerlukan kompetensi khusus yaitu kemampuan dasar berupa ketrampilan menjalankan rutinitas sesuai dengan petunjuk, aturan, dan prosedur teknis. Untuk memudahkan pembahasan, maka pada tulisan ini akan dibahas tentang : 1. Apa konsep profesi? 2. Persyaratan apa yang diperlukan untuk menjadi profesional? 3. Strategi yang bagaimana agar profesi guru dapat meningkat? KONSEP PROFESI A. Pengertian Profesi Pernahkah anda mendengar istilah profesi? Bukankankah kita sering mendengar istilah profesi dalam kehidupan sehari-hari? Kita sering mendengar orang bertanya: "apa profesi dia?". Atau ada perkataan: "dia berprofesi sebagai dokter", profesinya sebagai arsitek", "profesi ayah saya pengusaha", profesi saya guru", dan sebagainya. Terkesan profesi itu sama artinya dengan pekerjaan atau jabatan. Betulkah demikian? Jika tidak, lantas apa yang membedakannya? Marilah kita cermati istilah profesi secara baik agar kita tidak keliru menafsirkannya Profesi sebagai kata benda berarti bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian tertentu. Profesional sebagai kata sifat berarti memerlukan kepandaian khusus untuk melaksanakannya. Secara etimologi, profesi berasal dari istilah bahasa Inggris profession atau bahasa Latin profecus yang artinya mengakui, pengakuan, menyatakan mampu atau ahli dalam melaksanakan pekerjaan tertentu (Sudarwan Danin, 2002:20). Mengutip pendapat Ornstein dan Levine, Soetjipto (2004;15) mengemukakan bahwa profesi adalah memerlukan bidang ilmu dan keterampilan tertentu diluar jangkauan khalayak ramai (tidak semua orang dapat melakukannya) dan memerlukan pelatihan khusus dengan waktu yang panjang. Selanjutnya Nana Sudjana (Uzer Usman, 2001:14) pekerjaan yang bersifat profesional adalah pekerjaan yang hanya dapat dilakukan oleh mereka yang khusus dipersiapkan untuk itu dan bukan pekerjaan yang dilakukan oleh mereka yang karena tidak dapat memperoleh pekerjaan lain. Dari beberapa pendapat para ahli diatas tentang pengertian profesional, maka dapatlah diambil suatu kesimpulan bahwa profesi adalah orang yang terdidik dan terlatih dengan baik serta memiliki pengalaman yang kaya dibidangnya.

II.

B. Syarat-syarat Profesi Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia I pada tahuan 1988 (Made Pidarta, 2000:266) menentukan syarat-syarat suatu pekerjaan profesional sebagai berikut : (1) atas dasar panggilan hidup yang dilakukan sepenuh waktu serta untuk jangka waktu yang lama, (2)

mengawasi prilaku anggota. Profesi guru harus memiliki berbagai kompetensi seperti kompetensi . (4) memerlukan pendidikan atau pelatihan yang panjang. (7) memiliki organisasi profesi yang merupakan tempat pemegang profesi berasosiasi dan mengembangkan profesi tersebut. Memiliki kode etik profesi 10. (5) memiliki kecakapan diagnostik dan kompetensi aplikatif dalam melayani klien. Bila kita bandingkan persyaratan yang dikemukakan oleh beberapa ahli tersebut. Ilmu. (5) memiliki otonomi dalam membuat keputusan yang terkait dengan ruang lingkup tugasnya. Pilihan terhadap jabatan itu didasari oleh motivasi yang kuat dan merupakan panggilan hidup orang bersangkutan 2. dan anggaan-anggapan dasar yang sudah baku sebagai pedoman dalam melayani klien. (6) memiliki kode etik jabatan yang menjelaskan bagaimana profesi itu harus dilaksanakan oleh orang-orang yang memegangnya. STRATEGI MENJADI GURU PROFESIONAL Apakah jabatan guru dapat disebut sebagai suatu profesi?. (6) dilakukan secara otonom yang bisa diuji oleh rekan-rekan seprofesi. prosedur. (4) sebagai pengabdian kepada masyarakat. (3) dilakukan menurut teori. bukan untuk mendapatkan keuntungan finansial semata 6. Tidak mengadvertensikan keahliannya untuk mendapatkan klien 7. 9. Punya otonomi dalam bertindak ketika melayani klien 5.telah memiliki pengetahuan dan keterampilan khusus. dan memperjuangkan kesejahteraan anggota. dapatlah disimpulkan pernyataannya hampir sama dan saling melengkapi. memberi sanksi. dan keterampilan khusus tersebut diatas diperoleh melalui studi dalam jangka waktu lama 4. dan (8) pekerjaan yang dilakukan untuk melayani mereka yang membutuhkan Muchlas Samani dkk (2003:3-4) mengemukakan syarat-syarat profesi meliputi: (1) memiliki fungsi yang signifikan dalam kehidupan masyarakat dimana profesi berada. prinsip. pengetahuan. (7) mempunyai kode etik yang dijunjung tinggi oleh masyarakat. sebelum seseorang mampu memangku profesi tersebut. Walaupun ada yang berpendapat bahwa guru adalah jabatan semiprofesional. pengetahuan. Organisasi tersebut menentukan persyaratan penerimaan anggota. sepertinya tidak semua jenis pekerjaan atau jabatan dapat dikategorikan sebagai profesi III. Menjadi anggota organisi profesi 8. namun sebenarnya lebih dari itu. Mengabdi kepada masyarakat atau berorientasi kepada layanan sosial. (2) memerlukan keahlian dan keterampilan tertentu yang tidak dapat dijangkau oleh masyarakat awam pada umumnya. Berhak mendapat imbalan yang layak Jika syarat tersebut diatas dijadikan acuan. Usaha profesionalisasi merupakan hal yang tidak perlu ditawar-tawar lagi karena uniknya profesi guru. Dengan demikian bahwa persyaratan profesi yang dimaksud adalah sebagai berikut : 1. Telah memiliki ilmu. bukan mencari keuntungan finansial. Pada dasarnya profesi guru adalah profesi yang sedang tumbuh. memmbina profesi anggota. dan keterampilan khusus yang bersifat dinamis dan terus berkembang 3. (3) keahlian yang diperlukan dikembangkan berdasarkan disiplin ilmu yang jelas dan sistematik. Punya kekuatan dan status yang tinggi sebagai eksper yang diakui oleh masyarakat 11.

keterampilan dalam pengembangan jati diri (learning to be). pelatihan ataupun upaya pengembangan dan belajar secara mandiri. Berpartisipasi didalam pelatihan atau in servie training. maka guru dengan sendirinya dapat mengembangkan profesionalisme dirinya. tepat (efektif). guru dapat melakukan dalam bentuk penulisan artikel/makalah karya ilmiah yang sangat bermanfaat bagi pengembangan profesionalisme guru yang bersangkutan maupun orang lain. Pelatihan ini cocok dilaksanakan pada salah satu bentuk pelatihan pre-service atau in-service. pengakuan masyarakat dan kode etik yang regulatif.profesional. Pengembangan wawasan dapat dilakukan melalui forum pertemuan profesi. Berpartisipasi di dalam kegiatan pertemuan ilmiah. Partisipasi guru pada kegiatan tersebut akan memberikan kontribusi yang berharga dalam membangun profesionalisme guru dalam melaksanakan tanggung jawabnya. D. Dalam hal ini guru diberdayakan untuk mengambil berbagai prakarsa . independent (bebas dari tekanan pihak luar). cepat (produktif). Berbagai kajian yang bersifat reflektif oleh guru yang dilakukan untuk meningkatkan kemantapan rasional. Bentuk pelatihan yang fokusnya adalah keterampilan tertentu yang dibutuhkan oleh guru untuk melaksanakan tugasnya secara efektif. karena penekanannya lebih kepada evaluasi performan nyata suatu kompetensi tertentu dari peserta pelatihan. dan keterampilan untuk dapat hidup berdampingan dengan sesama secara harmonis (learning to live together). B. keterampilan dalam pelaksanaan tugas-tugas tertentu (learning to do). Sejalan dengan hal di atas. Selanjutnya untuk dapat memberikan kontribusi kepada orang lain. dan memperbaiki kondisi dimana praktek pembelajaran berlangsung akan bermanfaat sebagai inovasi pendidikan. Berangkat dari makna dan syarat-syarat profesi sebagaimana dijelaskan pada bagian terdahulu. Model pelatihan ini berbeda dengan pendekatan pelatihan yang konvensional. personal. Penelitian tindakan kelas yang merupakan studi sistematik yang dilakukan guru melalui kerjasama atau tidak dengan guru lain dalam rangka merefleksikan dan sekaligus meningkatkan praktek pembelajaran secara terus menerus juga merupakan strategi yang tepat untuk meningkatkan profesionalisme guru. Membaca dan menulis jurnal atau makalah ilmiah lainnya. Pertemuan ilmiah memberikan makna penting untuk menjaga kemutakhiran (up to date) hal-hal yang berkaitan dengan profesi guru. mencakup keterampilan dalam memperoleh pengetahuan (learning to know). Tujuan utama dari kegiatan pertemuan ilmiah adalah menyajikan berbagai informasi dan inovasi terbaru di dalam suatu bidang tertentu. memperdalam pemahaman terhadap tindakan yang dilakukan dalam melaksanakan tugasnya. C. kewenangan profesional. seorang guru harus terus meningkatkan profesionalismenya melalui berbagai kegiatan yang dapat mengembangkan kemampuannya dalam mengelola pembelajaran maupun kemampuan lain dalam upaya menjadikan peserta didik memiliki keterampilan belajar. Dengan membaca dan memahami banyak jurnal atau makalah ilmiah lainnya dalam bidang pendidikan yang terkait dengan profesi guru. dan sosial. maka dalam rangka pengembangan profesionalisme guru secara berkelanjutan dapat dilakukan dengan berbagai strategi antara lain : A. Melakukan penelitian seperti PTK. efisien dan inovatif serta didasarkan pada prinsip-prinsip pelayanan prima yang didasarkan pada unsur-unsur ilmu atau teori yang sistematis. Seseorang dianggap profesional apabila mampu mengerjakan tugasnya dengan selalu berpegang teguh pada etika kerja.

maka dalam rangka pengembangan profesionalisme guru secara berkelanjutan dapat dilakukan dengan berbagai strategi antara lain berpartisipasi didalam pelatihan atau in servie training. merupakan karier hidup dan keanggotaan yang permanen. Kriteria jabatan profesional antara lain bahwa jabatan itu melibatkan kegiatan intelektual. mempunyai organisasi profesional. Organisasi profesional biasanya akan melayani anggotanya untuk selalu mengembangkan dan memelihara profesionalismenya dengan membangun hubungan yang erat dengan masyarakat. F. maka guru semakin merasakan akuntabel. Atas dasar pengertian ini ternyata pekerjaan profesional berbeda dengan pekerjaan lainnya karena suatu profesi memerlukan kemampuan dan keahlian khusus dalam melaksanakan profesinya 2. IV. E. Semakin guru terlibat dalam prolehan informasi. 4. Pilih secara bijak organisasi yang dapat memberikan kesempatan bagi guru untuk meningkatkan profesionalismenya. membaca dan menulis jurnal atau makalah ilmiah lainnya. mementingkan layanan. berpartisipasi di dalam kegiatan pertemuan ilmiah. maka akan berdampak pada peningkatan profesionalisme guru. memiliki kode etik. memerlukan persiapan lama untuk memangkunya. dan sebagai jabatan profesional. pemegangnya harus memenuhi kualifikasi tertentu. melakukan penelitian seperti PTK. dan mempunyai kode etik yang diataati oleh anggotanya. Ikut serta menjadi anggota orgnisasi profesional juga akan meningkatkan profesionalisme seorang guru.menentukan baku prilakunya. kerjasama dengan tenaga profesional lainnya di sekolah. Jika proses ini berlangsung secara terus menerus. orang tua peserta didik (komite sekolah). memiliki pengetahuan dan keterampilan. melaksanakan. mempunyai batang tubuh ilmu yang khusus. . Karena itu diperlukan syarat-syarat diantaranya adanya motivasi yang kuat.profesional secara mandiri dengan penuh percaya diri. Dalam hal ini yang terpenting adalah guru harus pandai memilih suatu bentuk organisasi profesional yang dapat memberi manfaat utuh bagi dirinya melalui bentuk investasi waktu dan tenaga. Berpartisipasi di dalam berbagai kegiatan tersebut dapat menjaga keaktifan pikiran dan membuka wawasan yang memungkinkan guru untuk terus memperoleh informasi yang diperlukannya dan sekaligus membuat perencanaan untuk mendapatkannya. KESIMPULAN 1. memerlukan latihan dalam jabatan yang bersinambungan. dan semakin guru merasakan akuntabel maka ia semakin termotivasi untuk mengembangkan dirinya. Pertemuan secara formal maupun informal untuk mendiskusikan berbagai isu atau permasalahan pendidikan termasuk bekerjasama berbagai kegiatan lain (misalnya merencanakan. Berangkat dari makna dan syarat-syarat profesi sebagaimana dijelaskan pada bagian terdahulu. Suatu pekerjaan yang bersifat profesional memerlukan beberapa bidang ilmu yang secara sengaja harus dipelajari dan kemudian diaplikasikan bagi kepentingan umum. Kerjasama dengan tenaga profesional lainnya di sekolah Seseorang cenderung untuk berpikir dari pada keluar untuk memperoleh pertolongan atau informasi mutakhir akan lebih mudah jika berkomunikasi dengan orang-orang di dalam tempat kerja yang sama. Partisipasi di dalam organisasi/komunitas profesional. guru dan staf lain yang profesional dapat menolong guru dalam memutakhirkan pengetahuannnya. dan mengevaluasi program-program sekolah) dengan kepala sekolah. pengabdian. dan berhak mendapatkan imbalan 3. Jabatan guru merupakan jabatan profesional. partisipasi di dalam organisasi/komunitas profesional.

kompetensi yang diperlukan oleh seseorang tersebut dapat diperoleh baik melalui pendidikan formal maupun pengalaman. kecekatan. sebagaimana dikutip oleh Mulyasa (2003:38) mengemukakan bahwa kompetensi: “…is a knowledge. keadaan berwenang. teknologi maupun etika. Jadi kompetensi adalah karakteristik dasar seseorang yang berkaitan dengan kinerja berkriteria efektif dan atau unggul dalam suatu pekerjaan dan situasi tertentu. kekuatan. karena kompetensi itu benarbenar memprediksi siapa-siapa saja yang kinerjanya baik atau buruk.Sofo (1999:123) mengemukakan “A competency is composed of skill. Kemampuan intelektual adalah kemampuan yang diperlukan untuk melakukan kegiatan mental sedangkan kemampuan fisik adalah kemampuan yang di perlukan untuk melakukan tugas-tugas yang menuntut stamina. kompetensi dikatakan underlying characteristic karena karakteristik merupakan bagian yang mendalam dan melekat pada kepribadian seseorang dan dapat memprediksi berbagai situasi dan jenis pekerjaan. skills. sebagaimana dikutip oleh Mulyasa (2003:38) mengartikan kompetensi sebagai penguasaan terhadap suatu tugas. “kompetensi” adalah kemampuan. keterampilan.A. Dikatakan criterion-referenced. and attitude to the standard of performance required in employment”. dan keberhasilan bertindak. and attitude. Sejalan dengan itu Finch & Crunkilton (1979:222). affective. knowledge. sehingga ia dapat melakukan perilaku-perilaku kognitif. yaitu faktor kemampuan intelektual dan kemampuan fisik. sikap. dan keterampilan. atau memenuhi syarat menurut . but in particular the consistent applications of those skill. Sifat intelegen harus ditunjukan sebagai kemahiran. kompetensi diartikan sebagai pengetahuan. Pengertian Kompetensi Guru Majid (2005:6) menjelaskan kompetensi yang dimiliki oleh setiap guru akan menunjukkan kualitas guru dalam mengajar. Usman (1994:1) mengemukakan kompentensi berarti suatu hal yang menggambarkan kualifikasi atau kemampuan seseorang. keterampilan dan sikap.Muhaimin (2004:151) menjelaskan kompetensi adalah seperangkat tindakan intelegen penuh tanggung jawab yang harus dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dianggap mampu melaksankan tugas-tugas dalam bidang pekerjaan tertentu. Robbins (2001:37) menyebut kompetensi sebagai ability. berdasarkan kriteria atau standar tertentu. Sifat tanggung jawab harus ditunjukkan sebagai kebenaran tindakan baik dipandang dari sudut ilmu pengetahuan. and psychomotor behaviors”. afektif. and abilities or capabilities that a person achieves. Diyakini Robotham (1996:27). keterampilan. kecakapan. keterampilan. dan sikap yang diperlukan tersebut dalam pekerjaan. dan apresiasi yang diperlukan untuk menunjang keberhasilan. keterampilan. namun yang penting adalah penerapan dari pengetahuan. which become part of his or her being to the extent he or she can satisfactorily perform particular cognitive. Dalam hal ini. Syah (2000:229) mengemukakan pengertian dasar kompetensi adalah kemampuan atau kecakapan. dan nilainilai dasar yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak. Dengan kata lain kompetensi tidak hanya mengandung pengetahuan. Depdiknas (2004:7) merumuskan definisi kompetensi sebagai pengetahuan. karena kompetensi menyebabkan atau memprediksi perilaku dan kinerja. Dikatakan causally related. McAhsan (1981:45). dan kemampuan yang dikuasai oleh seseorang yang telah menjadi bagian dari dirinya. dan psikomotorik dengan sebaik-baiknya. Selanjutnya dikatakan bahwa kemampuan individu dibentuk oleh dua faktor. baik yang kualitatif maupun yang kuantitatif. yaitu kapasitas seseorang individu untuk mengerjakan berbagai tugas dalam suatu pekerjaan.Spencer & Spencer (1993:9) mengatakan “Competency is underlying characteristic of an individual that is causally related to criterion-reference effective and/or superior performance in a job or situation”. knowledge. Selanjutnya Spencer & Spencer menjelaskan. ketetapan. Kompetensi tersebut akan terwujud dalam bentuk penguasaan pengetahuan dan profesional dalam menjalankan fungsinya sebagai guru.Menurut Syah (2000:230).

nilai dan sikap yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak dalam menjalankan profesi sebagai guru. Dalam kegiatan ini kemampuan yang di tuntut adalah keaktifan guru menciptakan dan menumbuhkan kegiatan siswa belajar sesuai dengan rencana yang telah disusun. kemampuan merencanakan program belajar mengajar mencakup kemampuan: (1) merencanakan pengorganisasian bahan-bahan pengajaran. .Berdasarkan uraian di atas. Kompetensi Pedagogik Dalam Undang-undang No. Jadi kompetensi profesional guru dapat diartikan sebagai kemampuan dan kewenangan guru dalam menjalankan profesi keguruannya. (6) mampu menyusun perangkat penilaian. Dimensi-dimensi Kompetensi Guru Menurut Undang-undang No. dan merencanakan penilaian penguasaan tujuan. (4) mampu menentukan metode/strategi pembelajaran. Guru yang kompeten dan profesional adalah guru piawi dalam melaksanakan profesinya. merancang kegiatan belajar mengajar. menguraikan deskripsi satuan bahasan. Kompetensi ini dapat dilihat dari kemampuan merencanakan program belajar mengajar. diperlukan pula kemahiran dan keterampilan teknik belajar. a. keterampilan. (3) mampu mengorganisir materi. kompetensi sosial. apakah kegiatan yang lalu perlu diulang. misalnya: prinsip-prinsip mengajar. (3) merencanakan pengelolaan kelas. dan (8) mampu mengalokasikan waktu. yang mencakup: merumuskan tujuan.Depdiknas (2004:9) mengemukakan kompetensi penyusunan rencana pembelajaran meliputi (1) mampu mendeskripsikan tujuan. apakah kegiatan belajar mengajar dicukupkan. merencanakan program belajar mengajar merupakan proyeksi guru mengenai kegiatan yang harus dilakukan siswa selama pembelajaran berlangsung. memilih berbagai media dan sumber belajar. Guru harus dapat mengambil keputusan atas dasar penilaian yang tepat. dan kemampuan melakukan penilaian. (4) merencanakan penggunaan media dan sumber pengajaran. manakala siswa belum dapat mencapai tujuan-tujuan pembelajaran. B.ketentuan hukum. apakah metodenya diubah. Depdiknas (2004:9) menyebut kompetensi ini dengan “kompetensi pengelolaan pembelajaran. 1. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen dikemukakan kompetensi pedagogik adalah “kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik”. Pada tahap ini disamping pengetahuan teori belajar mengajar.Berdasarkan uraian di atas kompetensi guru dapat didefinisikan sebagai penguasaan terhadap pengetahuan. b. (7) mampu menentukan teknik penilaian. Kompetensi Melaksanakan Proses Belajar Mengajar Melaksanakan proses belajar mengajar merupakan tahap pelaksanaan program yang telah disusun. dan (5) merencanakan penilaian prestasi siswa untuk kepentingan pengajaran. Selanjutnya masih menurut Syah. dikemukakan bahwa kompetensi guru adalah kemampuan seorang guru dalam melaksanakan kewajiban-kewajibannya secara bertanggung jawab dan layak. dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi. (2) mampu memilih materi. Kompetensi Menyusun Rencana Pembelajaran Menurut Joni (1984:12). (2) merencanakan pengelolaan kegiatan belajar mengajar. (5) mampu menentukan sumber belajar/media/alat peraga pembelajaran.14 tahun 2005 tentang Guru Dan Dosen pasal 10 ayat (1) kompetensi guru meliputi kompetensi pedagogik. pengetahuan tentang siswa. kompetensi kepribadian. kemampuan melaksanakan interaksi atau mengelola proses belajar mengajar.

(4) menggunakan alat peraga. Kompetensi Melaksanakan Penilaian Proses Belajar Mengajar Menurut Sutisna (1993:212). (7) mengorganisasi kegiatan. persyaratan kemampuan yang harus di miliki guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar meliputi kemampuan: (1) menggunakan metode belajar. (9) mampu mengidentifikasi tingkat variasi hasil penilaian. sehingga dapat diupayakan tindak lanjut hasil belajar siswa. (2) mampu memilih soal berdasarkan tingkat pembeda.Dalam pelaksanaan proses belajar mengajar menyangkut pengelolaan pembelajaran. dan (8) melaksanakan hasil penilaian belajar. sehingga tujuan pengajaran dapat dikuasai oleh siswa secara efektif dan efisien. dalam menyampaikan materi pelajaran harus dilakukan secara terencana dan sistematis.Depdiknas (2004:9) mengemukakan kompetensi melaksanakan proses belajar mengajar meliputi (1) membuka pelajaran. sehingga tindak lanjut hasil belajar akan dapat diupayakan dan dilaksanakan. (6) memotivasi siswa.penggunaan alat bantu pengajaran. (10) mampu menyimpulkan dari hasil penilaian . (11) melaksanakan penilaian. (2) mendemonstrasikan penguasaan mata pelajaran dan perlengkapan pengajaran. meliputi (1) mampu memilih soal berdasarkan tingkat kesukaran. (10) memberikan umpan balik. menilai dan merespon setiap perubahan perilaku siswa. (6) melaksanakan layanan bimbingan penyuluhan. (8) berinteraksi dengan siswa secara komunikatif. (3) mampu memperbaiki soal yang tidak valid. melaksanakan penilaian proses belajar mengajar merupakan bagian tugas guru yang harus dilaksanakan setelah kegiatan pembelajaran berlangsung dengan tujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa mencapai tujuan pembelajaran. (2) mengarahkan tujuan pengajaran. dan (5) melaksanakan evaluasi proses belajar mengajar. (8) mampu menentukan korelasi soal berdasarkan hasil penilaian. (4) melakukan pemantapan belajar. dan (12) menggunakan waktu. Kemampuan-kemampuan yang harus dimiliki guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar terlihat dalam mengidentifikasi karakteristik dan kemampuan awal siswa. (6) mampu mengolah dan menganalisis hasil penilaian.Hal serupa dikemukakan oleh Harahap (1982:32) yang menyatakan. dan keterampilan menilai hasil belajar siswa. Pada dasarnya melaksanakan proses belajar mengajar adalah menciptakan lingkungan dan suasana yang dapat menimbulkan perubahan struktur kognitif para siswa. Commite dalam Wirawan (2002:22) menjelaskan. dan bahan latihan yang sesuai dengan tujuan pelajaran. (7) mampu membuat interpretasi kecenderungan hasil penilaian. (5) menggunakan alat-alat bantu pengajaran dengan baik dan benar. (9) menyimpulkan pelajaran. media pelajaran. (2) menyajikan materi. (3) menggunakan media dan metode. (5) menggunakan bahasa yang komunikatif. penilaian proses belajar mengajar dilaksanakan untuk mengetahui keberhasilan perencanaan kegiatan belajar mengajar yang telah disusun dan dilaksanakan.Dengan demikian. sedangkan evaluasi yang salah akan merugikan pendidikan. kemudian mendiagnosis. Penilaian diartikan sebagai proses yang menentukan betapa baik organisasi program atau kegiatan yang dilaksanakan untuk mencapai maksud-maksud yang telah ditetapkan. c. (3) menyajikan bahan pelajaran dengan metode yang relevan dengan tujuan pengajaran. penggunaan metode mengajar. dapat dikatakan bahwa melaksanakan proses belajar mengajar merupakan sesuatu kegiatan dimana berlangsung hubungan antara manusia. Dengan demikian. dengan tujuan membantu perkembangan dan menolong keterlibatan siswa dalam pembelajaran. kemampuan yang harus dimiliki guru dalam melaksanakan program mengajar adalah mencakup kemampuan: (1) memotivasi siswa belajar sejak saat membuka sampai menutup pelajaran. (7) memperbaiki program belajar mengajar. evaluasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari setiap upaya manusia. (5) mampu mengklasifikasi hasil-hasil penilaian. evaluasi yang baik akan menyebarkan pemahaman dan perbaikan pendidikan.Tujuan utama melaksanakan evaluasi dalam proses belajar mengajar adalah untuk mendapatkan informasi yang akurat mengenai tingkat pencapaian tujuan instruksional oleh siswa. (3) berkomunikasi dengan siswa. (4) mendemonstrasikan berbagai metode mengajar.Depdiknas (2004:9) mengemukakan kompetensi penilaian belajar peserta didik. (4) mampu memeriksa jawab.Yutmini (1992:13) mengemukakan.

kompetensi kepribadian guru tercermin dari indikator (1) sikap. Dalam kaitan ini. mencakup (1) penampilan sikap yang positif terhadap keseluruhan tugasnya sebagai guru. arif. (3) kepribadian. (2) pemahaman. dan perwujudan diri. (5) memiliki apresiasi dan kesadaran sosial. (12) mengklasifikasi kemampuan siswa. (3) pengetahuan tentang inti demokrasi. (14) mampu melaksanakan tindak lanjut. Karakteristik kepribadian yang berkaitan dengan keberhasilan guru dalam menggeluti profesinya adalah meliputi fleksibilitas kognitif dan keterbukaan psikologis. Johnson sebagaimana dikutip Anwar (2004:63) mengemukakan kemampuan personal guru.Kepribadian guru merupakan faktor terpenting bagi keberhasilan belajar anak didik. Zakiah Darajat dalam Syah (2000:225-226) menegaskan bahwa kepribadian itulah yang akan menentukan apakah ia menjadi pendidik dan pembina yang baik bagi anak didiknya. yaitu kemampuan pribadi seorang guru yang diperlukan agar dapat menjadi guru yang baik. (2) pengetahuan tentang budaya dan tradisi. Guru yang fleksibel pada umumnya ditandai dengan adanya keterbukaan berpikir dan beradaptasi. (15) mampu mengevaluasi hasil tindak lanjut. dan (16) mampu menganalisis hasil evaluasi program tindak lanjut hasil penilaian. Fleksibilitas kognitif atau keluwesan ranah cipta merupakan kemampuan berpikir yang diikuti dengan tindakan secara simultan dan memadai dalam situasi tertentu. (2) kemampuan melaksanakan interaksi atau mengelola proses belajar mengajar. terbuka.Berdasarkan uraian di atas kompetensi pedagogik tercermin dari indikator (1) kemampuan merencanakan program belajar mengajar. dan (3) kemampuan melakukan penilaian. pengarahan diri. Arikunto (1993:239) mengemukakan kompetensi personal mengharuskan guru memiliki kepribadian yang mantap sehingga menjadi sumber inspirasi bagi subyek didik. penghayatan dan penampilan nilai-nilai yang seyogyanya dianut oleh seorang guru. memiliki karakteristik kepribadian yang sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pengembangan sumber daya manusia. berakhlak mulia.Dalam Undang-undang Guru dan Dosen dikemukakan kompetensi kepribadian adalah “kemampuan kepribadian yang mantap. 2. Surya (2003:138) menyebut kompetensi kepribadian ini sebagai kompetensi personal. bertanggung jawab dan mampu menilai diri pribadi. ataukah akan menjadi perusak atau penghancur bagi masa depan anak didiknya terutama bagi anak didik yang masih kecil (tingkat dasar) dan mereka yang sedang mengalami kegoncangan jiwa (tingkat menengah). Selain itu. Sedangkan kompetensi guru secara lebih khusus lagi adalah bersikap empati. nilai. berwibawa. Kompetensi Kepribadian Guru sebagai tenaga pendidik yang tugas utamanya mengajar. (6) memiliki sikap yang benar terhadap pengetahuan dan pekerjaan. ia memiliki resistensi atau daya tahan terhadap ketertutupan ranah cipta yang prematur dalam pengamatan dan pengenalan. penerimaan diri. (7) setia terhadap harkat dan martabat manusia. (13) mampu mengidentifikasi kebutuhan tindak lanjut hasil penilaian. mengemukakan kompetensi pribadi meliputi (1) pengetahuan tentang adat istiadat baik sosial maupun agama. Kepribadian yang mantap dari sosok seorang guru akan memberikan teladan yang baik terhadap anak didik maupun masyarakatnya. (11) mampu menyusun program tindak lanjut hasil penilaian. dan patut diteladani oleh siswa. (4) pengetahuan tentang estetika. dan terhadap keseluruhan situasi pendidikan beserta unsur-unsurnya. sehingga guru akan tampil sebagai sosok yang patut “digugu” (ditaati nasehat/ucapan/perintahnya) dan “ditiru” (di contoh sikap dan perilakunya). dan berwibawa serta menjadi teladan peserta didik”. Kompetensi personal ini mencakup kemampuan pribadi yang berkenaan dengan pemahaman diri.secara jelas dan logis. dan (2) keteladanan. sikap hidup ditampilkan dalam upaya untuk menjadikan dirinya sebagai panutan dan teladan bagi para siswanya.Berdasarkan uraian di atas. . Gumelar dan Dahyat (2002:127) merujuk pada pendapat Asian Institut for Teacher Education.

Depdiknas (2004:9) mengemukakan kompetensi profesional meliputi (1) pengembangan profesi.Berdasarkan uraian di atas. Johnson sebagaimana dikutip Anwar (2004:63) mengemukakan kemampuan profesional mencakup (1) penguasaan pelajaran yang terkini atas penguasaan bahan yang harus diajarkan. (2) kemampuan penelitian dan penyusunan karya ilmiah. (4) menulis makalah. (3) mampu menangani mata pelajaran atau bidang studi yang ditugaskan kepadanya. Mengajar di depan kelas merupakan perwujudan interaksi dalam proses komunikasi. Kompetensi profesional meliputi kepakaran atau keahlian dalam bidangnya yaitu penguasaan bahan yang harus diajarkannya beserta metodenya. (3) kemampuan pengembangan profesi. (12) menciptakan karya seni. (5) menulis/menyusun diktat pelajaran. (9) melakukan penelitian ilmiah (action research). (6) mampu mengorganisasikan dan melaksanakan program pengajaran. Surya (2003:138) mengemukakan kompetensi profesional adalah berbagai kemampuan yang diperlukan agar dapat mewujudkan dirinya sebagai guru profesional.Penguasaan bahan kajian akademik meliputi (1) memahami struktur pengetahuan. (2) penguasaan dan penghayatan atas landasan dan wawasan kependidikan dan keguruan. (14) mengikuti pendidikan kualifikasi. Menurut Undang-undang Guru dan Dosen kompetensi sosial adalah “kemampuan guru untuk berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan efisien dengan peserta didik. (3) menguasai substansi kekuasaan sesuai dengan jenis pelayanan yang dibutuhkan siswa. (2) menguasai substansi materi. Kompetensi Sosial Guru yang efektif adalah guru yang mampu membawa siswanya dengan berhasil mencapai tujuan pengajaran. (11) membuat alat peraga/media. 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. maupun memilih metode yang tepat dan mampu menggunakannya dalam proses belajar mengajar. Kompetensi Profesional Menurut Undang-undang No. (2) mengalihbahasakan buku pelajaran/karya ilmiah. (6) membangun sistem yang menunjukkan keterkaitan pendidikan dan luar sekolah. (2) memahami hubungan pendidikan dengan pengajaran. (4) mengerti dan dapat menerapkan metode mengajar yang sesuai. keguruan dan pembelajaran siswa. dan masyarakat sekitar”. dan konsep-konsep dasar keilmuan bahan yang diajarkan tersebut. (7) mampu melaksanakan evaluasi belajar dan (8) mampu menumbuhkan motivasi peserta didik. (5) mengidentifikasi permasalahan umum pendidikan dalam hal proses dan hasil belajar.Pengembangan profesi meliputi (1) mengikuti informasi perkembangan iptek yang mendukung profesi melalui berbagai kegiatan ilmiah. (5) mampu menggunakan berbagai alat pelajaran dan media serta fasilitas belajar lain. Surya (2003:138) mengemukakan kompetensi sosial adalah kemampuan yang diperlukan oleh seseorang agar berhasil dalam berhubungan dengan orang lain.3.Pemahaman wawasan meliputi (1) memahami visi dan misi. kompetensi profesional adalah “kemampuan penguasaan materi pelajaran secara luas dan mendalam”. dan penguasaan bahan kajian akademik. (3) mengembangkan berbagai model pembelajaran. (3) memahami konsep pendidikan dasar dan menengah. rasa tanggung jawab akan tugasnya dan rasa kebersamaan dengan sejawat guru lainnya. sesama guru. (10) menemukan teknologi tepat guna. (13) mengikuti pelatihan terakreditasi. orangtua/wali peserta didik. dan (4) pemahaman terhadap wawasan dan landasan pendidikan 4. dan (15) mengikuti kegiatan pengembangan kurikulum. (3) penguasaan proses-proses kependidikan. psikologis. Dalam kompetensi sosial ini termasuk keterampilan dalam interaksi sosial dan . (6) menulis buku pelajaran. (7) menulis modul. dan sebagainya. Gumelar dan Dahyat (2002:127) merujuk pada pendapat Asian Institut for Teacher Education. mengemukakan kompetensi profesional guru mencakup kemampuan dalam hal (1) mengerti dan dapat menerapkan landasan pendidikan baik filosofis. (8) menulis karya ilmiah. kompetensi profesional guru tercermin dari indikator (1) kemampuan penguasaan materi pelajaran. (2) mengerti dan menerapkan teori belajar sesuai dengan tingkat perkembangan perilaku peserta didik. pemahaman wawasan. Arikunto (1993:239) mengemukakan kompetensi profesional mengharuskan guru memiliki pengetahuan yang luas dan dalam tentang subject matter (bidang studi) yang akan diajarkan serta penguasaan metodologi yaitu menguasai konsep teoretik. (4) memahami fungsi sekolah.

(3) interaksi guru dengan rekan kerja. (2) pertimbangan sebelum memilih jabatan guru. kecerdasan. dan (5) interaksi guru dengan masyarakat. yaitu untuk menjadi guru yang baik tidak cukup digantungkan kepada bakat. dan kecakapan saja. guru harus memiliki kompetensi (1) aspek normatif kependidikan.melaksanakan tanggung jawab sosial. pegawai tata usaha. dan (3) mempunyai program yang menjurus untuk meningkatkan kemajuan masyarakat dan kemajuan pendidikan.Berdasarkan uraian di atas. . (2) interaksi guru dengan kepala sekolah. menjelaskan kompetensi sosial guru adalah salah satu daya atau kemampuan guru untuk mempersiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang baik serta kemampuan untuk mendidik. kompetensi sosial guru tercermin melalui indikator (1) interaksi guru dengan siswa. membimbing masyarakat dalam menghadapi kehidupan di masa yang akan datang. bahkan dengan anggota masyarakat. (4) interaksi guru dengan orang tua siswa. Johnson sebagaimana dikutip Anwar (2004:63) mengemukakan kemampuan sosial mencakup kemampuan untuk menyesuaikan diri kepada tuntutan kerja dan lingkungan sekitar pada waktu membawakan tugasnya sebagai guru. Untuk dapat melaksanakan peran sosial kemasyarakatan.Gumelar dan Dahyat (2002:127) merujuk pada pendapat Asian Institut for Teacher Education. kepala sekolah. tetapi juga harus beritikad baik sehingga hal ini bertautan dengan norma yang dijadikan landasan dalam melaksanakan tugasnya. Arikunto (1993:239) mengemukakan kompetensi sosial mengharuskan guru memiliki kemampuan komunikasi sosial baik dengan peserta didik. sesama guru.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->