BAGAIMANA MENJADI GURU PROFESIONAL?

*

I.

PENDAHULUAN Kata Profesi diartikan sebagai bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian (ketrampilan, kejuruan, dsb) tertentu. Di dalam profesi dituntut adanya keahlian dan etika khusus serta standar layanan. Pengertian ini mengandung implikasi bahwa profesi hanya dapat dilakukan oleh orang-orang secara khusus di persiapkan untuk itu. Dengan kata lain profesi bukan pekerjaan yang dilakukan oleh mereka yang karena tidak memperoleh pekerjaan lain. Suatu profesi memerlukan kompetensi khusus yaitu kemampuan dasar berupa ketrampilan menjalankan rutinitas sesuai dengan petunjuk, aturan, dan prosedur teknis. Untuk memudahkan pembahasan, maka pada tulisan ini akan dibahas tentang : 1. Apa konsep profesi? 2. Persyaratan apa yang diperlukan untuk menjadi profesional? 3. Strategi yang bagaimana agar profesi guru dapat meningkat? KONSEP PROFESI A. Pengertian Profesi Pernahkah anda mendengar istilah profesi? Bukankankah kita sering mendengar istilah profesi dalam kehidupan sehari-hari? Kita sering mendengar orang bertanya: "apa profesi dia?". Atau ada perkataan: "dia berprofesi sebagai dokter", profesinya sebagai arsitek", "profesi ayah saya pengusaha", profesi saya guru", dan sebagainya. Terkesan profesi itu sama artinya dengan pekerjaan atau jabatan. Betulkah demikian? Jika tidak, lantas apa yang membedakannya? Marilah kita cermati istilah profesi secara baik agar kita tidak keliru menafsirkannya Profesi sebagai kata benda berarti bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian tertentu. Profesional sebagai kata sifat berarti memerlukan kepandaian khusus untuk melaksanakannya. Secara etimologi, profesi berasal dari istilah bahasa Inggris profession atau bahasa Latin profecus yang artinya mengakui, pengakuan, menyatakan mampu atau ahli dalam melaksanakan pekerjaan tertentu (Sudarwan Danin, 2002:20). Mengutip pendapat Ornstein dan Levine, Soetjipto (2004;15) mengemukakan bahwa profesi adalah memerlukan bidang ilmu dan keterampilan tertentu diluar jangkauan khalayak ramai (tidak semua orang dapat melakukannya) dan memerlukan pelatihan khusus dengan waktu yang panjang. Selanjutnya Nana Sudjana (Uzer Usman, 2001:14) pekerjaan yang bersifat profesional adalah pekerjaan yang hanya dapat dilakukan oleh mereka yang khusus dipersiapkan untuk itu dan bukan pekerjaan yang dilakukan oleh mereka yang karena tidak dapat memperoleh pekerjaan lain. Dari beberapa pendapat para ahli diatas tentang pengertian profesional, maka dapatlah diambil suatu kesimpulan bahwa profesi adalah orang yang terdidik dan terlatih dengan baik serta memiliki pengalaman yang kaya dibidangnya.

II.

B. Syarat-syarat Profesi Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia I pada tahuan 1988 (Made Pidarta, 2000:266) menentukan syarat-syarat suatu pekerjaan profesional sebagai berikut : (1) atas dasar panggilan hidup yang dilakukan sepenuh waktu serta untuk jangka waktu yang lama, (2)

telah memiliki pengetahuan dan keterampilan khusus. (4) memerlukan pendidikan atau pelatihan yang panjang. dapatlah disimpulkan pernyataannya hampir sama dan saling melengkapi. (3) keahlian yang diperlukan dikembangkan berdasarkan disiplin ilmu yang jelas dan sistematik. Berhak mendapat imbalan yang layak Jika syarat tersebut diatas dijadikan acuan. pengetahuan. pengetahuan. (7) memiliki organisasi profesi yang merupakan tempat pemegang profesi berasosiasi dan mengembangkan profesi tersebut. Dengan demikian bahwa persyaratan profesi yang dimaksud adalah sebagai berikut : 1. (3) dilakukan menurut teori. (4) sebagai pengabdian kepada masyarakat. Menjadi anggota organisi profesi 8. bukan mencari keuntungan finansial. (2) memerlukan keahlian dan keterampilan tertentu yang tidak dapat dijangkau oleh masyarakat awam pada umumnya. Profesi guru harus memiliki berbagai kompetensi seperti kompetensi . prinsip. (6) dilakukan secara otonom yang bisa diuji oleh rekan-rekan seprofesi. mengawasi prilaku anggota. Pilihan terhadap jabatan itu didasari oleh motivasi yang kuat dan merupakan panggilan hidup orang bersangkutan 2. sebelum seseorang mampu memangku profesi tersebut. sepertinya tidak semua jenis pekerjaan atau jabatan dapat dikategorikan sebagai profesi III. Telah memiliki ilmu. Tidak mengadvertensikan keahliannya untuk mendapatkan klien 7. namun sebenarnya lebih dari itu. Memiliki kode etik profesi 10. (5) memiliki otonomi dalam membuat keputusan yang terkait dengan ruang lingkup tugasnya. prosedur. Pada dasarnya profesi guru adalah profesi yang sedang tumbuh. Organisasi tersebut menentukan persyaratan penerimaan anggota. bukan untuk mendapatkan keuntungan finansial semata 6. Punya otonomi dalam bertindak ketika melayani klien 5. Mengabdi kepada masyarakat atau berorientasi kepada layanan sosial. Bila kita bandingkan persyaratan yang dikemukakan oleh beberapa ahli tersebut. dan anggaan-anggapan dasar yang sudah baku sebagai pedoman dalam melayani klien. dan keterampilan khusus tersebut diatas diperoleh melalui studi dalam jangka waktu lama 4. (6) memiliki kode etik jabatan yang menjelaskan bagaimana profesi itu harus dilaksanakan oleh orang-orang yang memegangnya. dan keterampilan khusus yang bersifat dinamis dan terus berkembang 3. dan memperjuangkan kesejahteraan anggota. dan (8) pekerjaan yang dilakukan untuk melayani mereka yang membutuhkan Muchlas Samani dkk (2003:3-4) mengemukakan syarat-syarat profesi meliputi: (1) memiliki fungsi yang signifikan dalam kehidupan masyarakat dimana profesi berada. Usaha profesionalisasi merupakan hal yang tidak perlu ditawar-tawar lagi karena uniknya profesi guru. (5) memiliki kecakapan diagnostik dan kompetensi aplikatif dalam melayani klien. STRATEGI MENJADI GURU PROFESIONAL Apakah jabatan guru dapat disebut sebagai suatu profesi?. 9. Walaupun ada yang berpendapat bahwa guru adalah jabatan semiprofesional. (7) mempunyai kode etik yang dijunjung tinggi oleh masyarakat. memberi sanksi. Punya kekuatan dan status yang tinggi sebagai eksper yang diakui oleh masyarakat 11. Ilmu. memmbina profesi anggota.

Tujuan utama dari kegiatan pertemuan ilmiah adalah menyajikan berbagai informasi dan inovasi terbaru di dalam suatu bidang tertentu. guru dapat melakukan dalam bentuk penulisan artikel/makalah karya ilmiah yang sangat bermanfaat bagi pengembangan profesionalisme guru yang bersangkutan maupun orang lain. Dalam hal ini guru diberdayakan untuk mengambil berbagai prakarsa . B. independent (bebas dari tekanan pihak luar).profesional. Sejalan dengan hal di atas. dan keterampilan untuk dapat hidup berdampingan dengan sesama secara harmonis (learning to live together). tepat (efektif). Pertemuan ilmiah memberikan makna penting untuk menjaga kemutakhiran (up to date) hal-hal yang berkaitan dengan profesi guru. Melakukan penelitian seperti PTK. dan memperbaiki kondisi dimana praktek pembelajaran berlangsung akan bermanfaat sebagai inovasi pendidikan. mencakup keterampilan dalam memperoleh pengetahuan (learning to know). kewenangan profesional. keterampilan dalam pelaksanaan tugas-tugas tertentu (learning to do). karena penekanannya lebih kepada evaluasi performan nyata suatu kompetensi tertentu dari peserta pelatihan. memperdalam pemahaman terhadap tindakan yang dilakukan dalam melaksanakan tugasnya. Partisipasi guru pada kegiatan tersebut akan memberikan kontribusi yang berharga dalam membangun profesionalisme guru dalam melaksanakan tanggung jawabnya. pelatihan ataupun upaya pengembangan dan belajar secara mandiri. Model pelatihan ini berbeda dengan pendekatan pelatihan yang konvensional. Berbagai kajian yang bersifat reflektif oleh guru yang dilakukan untuk meningkatkan kemantapan rasional. Membaca dan menulis jurnal atau makalah ilmiah lainnya. Bentuk pelatihan yang fokusnya adalah keterampilan tertentu yang dibutuhkan oleh guru untuk melaksanakan tugasnya secara efektif. keterampilan dalam pengembangan jati diri (learning to be). seorang guru harus terus meningkatkan profesionalismenya melalui berbagai kegiatan yang dapat mengembangkan kemampuannya dalam mengelola pembelajaran maupun kemampuan lain dalam upaya menjadikan peserta didik memiliki keterampilan belajar. Penelitian tindakan kelas yang merupakan studi sistematik yang dilakukan guru melalui kerjasama atau tidak dengan guru lain dalam rangka merefleksikan dan sekaligus meningkatkan praktek pembelajaran secara terus menerus juga merupakan strategi yang tepat untuk meningkatkan profesionalisme guru. efisien dan inovatif serta didasarkan pada prinsip-prinsip pelayanan prima yang didasarkan pada unsur-unsur ilmu atau teori yang sistematis. maka guru dengan sendirinya dapat mengembangkan profesionalisme dirinya. Pengembangan wawasan dapat dilakukan melalui forum pertemuan profesi. Berangkat dari makna dan syarat-syarat profesi sebagaimana dijelaskan pada bagian terdahulu. D. Selanjutnya untuk dapat memberikan kontribusi kepada orang lain. personal. maka dalam rangka pengembangan profesionalisme guru secara berkelanjutan dapat dilakukan dengan berbagai strategi antara lain : A. Dengan membaca dan memahami banyak jurnal atau makalah ilmiah lainnya dalam bidang pendidikan yang terkait dengan profesi guru. cepat (produktif). Seseorang dianggap profesional apabila mampu mengerjakan tugasnya dengan selalu berpegang teguh pada etika kerja. pengakuan masyarakat dan kode etik yang regulatif. Pelatihan ini cocok dilaksanakan pada salah satu bentuk pelatihan pre-service atau in-service. Berpartisipasi di dalam kegiatan pertemuan ilmiah. dan sosial. C. Berpartisipasi didalam pelatihan atau in servie training.

mementingkan layanan. KESIMPULAN 1.profesional secara mandiri dengan penuh percaya diri. mempunyai batang tubuh ilmu yang khusus. merupakan karier hidup dan keanggotaan yang permanen. Jika proses ini berlangsung secara terus menerus. mempunyai organisasi profesional. 4. memiliki kode etik. Suatu pekerjaan yang bersifat profesional memerlukan beberapa bidang ilmu yang secara sengaja harus dipelajari dan kemudian diaplikasikan bagi kepentingan umum. dan mempunyai kode etik yang diataati oleh anggotanya. melaksanakan. Berpartisipasi di dalam berbagai kegiatan tersebut dapat menjaga keaktifan pikiran dan membuka wawasan yang memungkinkan guru untuk terus memperoleh informasi yang diperlukannya dan sekaligus membuat perencanaan untuk mendapatkannya. maka dalam rangka pengembangan profesionalisme guru secara berkelanjutan dapat dilakukan dengan berbagai strategi antara lain berpartisipasi didalam pelatihan atau in servie training. Pertemuan secara formal maupun informal untuk mendiskusikan berbagai isu atau permasalahan pendidikan termasuk bekerjasama berbagai kegiatan lain (misalnya merencanakan. maka akan berdampak pada peningkatan profesionalisme guru. . kerjasama dengan tenaga profesional lainnya di sekolah. memerlukan persiapan lama untuk memangkunya. melakukan penelitian seperti PTK. memerlukan latihan dalam jabatan yang bersinambungan. partisipasi di dalam organisasi/komunitas profesional. pengabdian. IV. Partisipasi di dalam organisasi/komunitas profesional. berpartisipasi di dalam kegiatan pertemuan ilmiah. dan semakin guru merasakan akuntabel maka ia semakin termotivasi untuk mengembangkan dirinya. Atas dasar pengertian ini ternyata pekerjaan profesional berbeda dengan pekerjaan lainnya karena suatu profesi memerlukan kemampuan dan keahlian khusus dalam melaksanakan profesinya 2. pemegangnya harus memenuhi kualifikasi tertentu. orang tua peserta didik (komite sekolah). memiliki pengetahuan dan keterampilan. Dalam hal ini yang terpenting adalah guru harus pandai memilih suatu bentuk organisasi profesional yang dapat memberi manfaat utuh bagi dirinya melalui bentuk investasi waktu dan tenaga. dan sebagai jabatan profesional. Organisasi profesional biasanya akan melayani anggotanya untuk selalu mengembangkan dan memelihara profesionalismenya dengan membangun hubungan yang erat dengan masyarakat. E. F. Ikut serta menjadi anggota orgnisasi profesional juga akan meningkatkan profesionalisme seorang guru. Berangkat dari makna dan syarat-syarat profesi sebagaimana dijelaskan pada bagian terdahulu. Karena itu diperlukan syarat-syarat diantaranya adanya motivasi yang kuat. Semakin guru terlibat dalam prolehan informasi. membaca dan menulis jurnal atau makalah ilmiah lainnya. Kriteria jabatan profesional antara lain bahwa jabatan itu melibatkan kegiatan intelektual. Kerjasama dengan tenaga profesional lainnya di sekolah Seseorang cenderung untuk berpikir dari pada keluar untuk memperoleh pertolongan atau informasi mutakhir akan lebih mudah jika berkomunikasi dengan orang-orang di dalam tempat kerja yang sama. Jabatan guru merupakan jabatan profesional.menentukan baku prilakunya. dan mengevaluasi program-program sekolah) dengan kepala sekolah. guru dan staf lain yang profesional dapat menolong guru dalam memutakhirkan pengetahuannnya. dan berhak mendapatkan imbalan 3. Pilih secara bijak organisasi yang dapat memberikan kesempatan bagi guru untuk meningkatkan profesionalismenya. maka guru semakin merasakan akuntabel.

kecakapan. keadaan berwenang. Jadi kompetensi adalah karakteristik dasar seseorang yang berkaitan dengan kinerja berkriteria efektif dan atau unggul dalam suatu pekerjaan dan situasi tertentu. Depdiknas (2004:7) merumuskan definisi kompetensi sebagai pengetahuan. kompetensi dikatakan underlying characteristic karena karakteristik merupakan bagian yang mendalam dan melekat pada kepribadian seseorang dan dapat memprediksi berbagai situasi dan jenis pekerjaan. karena kompetensi menyebabkan atau memprediksi perilaku dan kinerja. Sifat tanggung jawab harus ditunjukkan sebagai kebenaran tindakan baik dipandang dari sudut ilmu pengetahuan. karena kompetensi itu benarbenar memprediksi siapa-siapa saja yang kinerjanya baik atau buruk. sehingga ia dapat melakukan perilaku-perilaku kognitif. kompetensi yang diperlukan oleh seseorang tersebut dapat diperoleh baik melalui pendidikan formal maupun pengalaman. sikap.Sofo (1999:123) mengemukakan “A competency is composed of skill. berdasarkan kriteria atau standar tertentu. dan sikap yang diperlukan tersebut dalam pekerjaan.A. kecekatan. keterampilan dan sikap. McAhsan (1981:45). affective. sebagaimana dikutip oleh Mulyasa (2003:38) mengemukakan bahwa kompetensi: “…is a knowledge. keterampilan. Dengan kata lain kompetensi tidak hanya mengandung pengetahuan. Sejalan dengan itu Finch & Crunkilton (1979:222). dan kemampuan yang dikuasai oleh seseorang yang telah menjadi bagian dari dirinya. and psychomotor behaviors”. ketetapan. knowledge. yaitu kapasitas seseorang individu untuk mengerjakan berbagai tugas dalam suatu pekerjaan. Selanjutnya dikatakan bahwa kemampuan individu dibentuk oleh dua faktor. but in particular the consistent applications of those skill. dan psikomotorik dengan sebaik-baiknya. Kompetensi tersebut akan terwujud dalam bentuk penguasaan pengetahuan dan profesional dalam menjalankan fungsinya sebagai guru. dan keterampilan. baik yang kualitatif maupun yang kuantitatif. Dikatakan criterion-referenced. knowledge. Selanjutnya Spencer & Spencer menjelaskan. keterampilan.Muhaimin (2004:151) menjelaskan kompetensi adalah seperangkat tindakan intelegen penuh tanggung jawab yang harus dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dianggap mampu melaksankan tugas-tugas dalam bidang pekerjaan tertentu. Robbins (2001:37) menyebut kompetensi sebagai ability. and attitude. skills. “kompetensi” adalah kemampuan. Pengertian Kompetensi Guru Majid (2005:6) menjelaskan kompetensi yang dimiliki oleh setiap guru akan menunjukkan kualitas guru dalam mengajar. Syah (2000:229) mengemukakan pengertian dasar kompetensi adalah kemampuan atau kecakapan. Diyakini Robotham (1996:27). keterampilan. dan apresiasi yang diperlukan untuk menunjang keberhasilan. dan keberhasilan bertindak. which become part of his or her being to the extent he or she can satisfactorily perform particular cognitive.Spencer & Spencer (1993:9) mengatakan “Competency is underlying characteristic of an individual that is causally related to criterion-reference effective and/or superior performance in a job or situation”. Usman (1994:1) mengemukakan kompentensi berarti suatu hal yang menggambarkan kualifikasi atau kemampuan seseorang. and abilities or capabilities that a person achieves. yaitu faktor kemampuan intelektual dan kemampuan fisik.Menurut Syah (2000:230). teknologi maupun etika. sebagaimana dikutip oleh Mulyasa (2003:38) mengartikan kompetensi sebagai penguasaan terhadap suatu tugas. Sifat intelegen harus ditunjukan sebagai kemahiran. afektif. Dikatakan causally related. namun yang penting adalah penerapan dari pengetahuan. keterampilan. Kemampuan intelektual adalah kemampuan yang diperlukan untuk melakukan kegiatan mental sedangkan kemampuan fisik adalah kemampuan yang di perlukan untuk melakukan tugas-tugas yang menuntut stamina. and attitude to the standard of performance required in employment”. kekuatan. dan nilainilai dasar yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak. kompetensi diartikan sebagai pengetahuan. atau memenuhi syarat menurut . Dalam hal ini.

kemampuan merencanakan program belajar mengajar mencakup kemampuan: (1) merencanakan pengorganisasian bahan-bahan pengajaran. Guru harus dapat mengambil keputusan atas dasar penilaian yang tepat. (2) merencanakan pengelolaan kegiatan belajar mengajar. apakah kegiatan belajar mengajar dicukupkan. Pada tahap ini disamping pengetahuan teori belajar mengajar. apakah kegiatan yang lalu perlu diulang. Kompetensi Melaksanakan Proses Belajar Mengajar Melaksanakan proses belajar mengajar merupakan tahap pelaksanaan program yang telah disusun. Kompetensi Menyusun Rencana Pembelajaran Menurut Joni (1984:12). (4) merencanakan penggunaan media dan sumber pengajaran. Dalam kegiatan ini kemampuan yang di tuntut adalah keaktifan guru menciptakan dan menumbuhkan kegiatan siswa belajar sesuai dengan rencana yang telah disusun. pengetahuan tentang siswa. kompetensi sosial. (3) mampu mengorganisir materi. dikemukakan bahwa kompetensi guru adalah kemampuan seorang guru dalam melaksanakan kewajiban-kewajibannya secara bertanggung jawab dan layak. kompetensi kepribadian. Selanjutnya masih menurut Syah. manakala siswa belum dapat mencapai tujuan-tujuan pembelajaran. . nilai dan sikap yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak dalam menjalankan profesi sebagai guru.Berdasarkan uraian di atas.Depdiknas (2004:9) mengemukakan kompetensi penyusunan rencana pembelajaran meliputi (1) mampu mendeskripsikan tujuan. apakah metodenya diubah. Kompetensi ini dapat dilihat dari kemampuan merencanakan program belajar mengajar. (2) mampu memilih materi. memilih berbagai media dan sumber belajar. diperlukan pula kemahiran dan keterampilan teknik belajar.Berdasarkan uraian di atas kompetensi guru dapat didefinisikan sebagai penguasaan terhadap pengetahuan. (7) mampu menentukan teknik penilaian. dan (8) mampu mengalokasikan waktu. misalnya: prinsip-prinsip mengajar.14 tahun 2005 tentang Guru Dan Dosen pasal 10 ayat (1) kompetensi guru meliputi kompetensi pedagogik. Guru yang kompeten dan profesional adalah guru piawi dalam melaksanakan profesinya. dan (5) merencanakan penilaian prestasi siswa untuk kepentingan pengajaran. Depdiknas (2004:9) menyebut kompetensi ini dengan “kompetensi pengelolaan pembelajaran. merancang kegiatan belajar mengajar. (4) mampu menentukan metode/strategi pembelajaran. dan merencanakan penilaian penguasaan tujuan. b. kemampuan melaksanakan interaksi atau mengelola proses belajar mengajar. (5) mampu menentukan sumber belajar/media/alat peraga pembelajaran. merencanakan program belajar mengajar merupakan proyeksi guru mengenai kegiatan yang harus dilakukan siswa selama pembelajaran berlangsung. (6) mampu menyusun perangkat penilaian. dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi. menguraikan deskripsi satuan bahasan. B. dan kemampuan melakukan penilaian. a. (3) merencanakan pengelolaan kelas. keterampilan. Dimensi-dimensi Kompetensi Guru Menurut Undang-undang No.ketentuan hukum. yang mencakup: merumuskan tujuan. 1. Kompetensi Pedagogik Dalam Undang-undang No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen dikemukakan kompetensi pedagogik adalah “kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik”. Jadi kompetensi profesional guru dapat diartikan sebagai kemampuan dan kewenangan guru dalam menjalankan profesi keguruannya.

(10) memberikan umpan balik. (3) berkomunikasi dengan siswa. (5) mampu mengklasifikasi hasil-hasil penilaian. (3) mampu memperbaiki soal yang tidak valid. (9) mampu mengidentifikasi tingkat variasi hasil penilaian.Yutmini (1992:13) mengemukakan. (3) menyajikan bahan pelajaran dengan metode yang relevan dengan tujuan pengajaran. (6) mampu mengolah dan menganalisis hasil penilaian. kemudian mendiagnosis. sehingga tindak lanjut hasil belajar akan dapat diupayakan dan dilaksanakan. (5) menggunakan alat-alat bantu pengajaran dengan baik dan benar. (6) melaksanakan layanan bimbingan penyuluhan. dalam menyampaikan materi pelajaran harus dilakukan secara terencana dan sistematis. penilaian proses belajar mengajar dilaksanakan untuk mengetahui keberhasilan perencanaan kegiatan belajar mengajar yang telah disusun dan dilaksanakan. (8) mampu menentukan korelasi soal berdasarkan hasil penilaian. dapat dikatakan bahwa melaksanakan proses belajar mengajar merupakan sesuatu kegiatan dimana berlangsung hubungan antara manusia.Depdiknas (2004:9) mengemukakan kompetensi melaksanakan proses belajar mengajar meliputi (1) membuka pelajaran. c.penggunaan alat bantu pengajaran. dan (12) menggunakan waktu. dan keterampilan menilai hasil belajar siswa. (7) memperbaiki program belajar mengajar. Kompetensi Melaksanakan Penilaian Proses Belajar Mengajar Menurut Sutisna (1993:212). (5) menggunakan bahasa yang komunikatif. Pada dasarnya melaksanakan proses belajar mengajar adalah menciptakan lingkungan dan suasana yang dapat menimbulkan perubahan struktur kognitif para siswa. (11) melaksanakan penilaian.Dengan demikian.Hal serupa dikemukakan oleh Harahap (1982:32) yang menyatakan. Commite dalam Wirawan (2002:22) menjelaskan. persyaratan kemampuan yang harus di miliki guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar meliputi kemampuan: (1) menggunakan metode belajar. (4) melakukan pemantapan belajar. dan (8) melaksanakan hasil penilaian belajar. dan bahan latihan yang sesuai dengan tujuan pelajaran. evaluasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari setiap upaya manusia. (9) menyimpulkan pelajaran. Dengan demikian. (8) berinteraksi dengan siswa secara komunikatif.Tujuan utama melaksanakan evaluasi dalam proses belajar mengajar adalah untuk mendapatkan informasi yang akurat mengenai tingkat pencapaian tujuan instruksional oleh siswa. (7) mampu membuat interpretasi kecenderungan hasil penilaian. meliputi (1) mampu memilih soal berdasarkan tingkat kesukaran. kemampuan yang harus dimiliki guru dalam melaksanakan program mengajar adalah mencakup kemampuan: (1) memotivasi siswa belajar sejak saat membuka sampai menutup pelajaran. evaluasi yang baik akan menyebarkan pemahaman dan perbaikan pendidikan. (2) mampu memilih soal berdasarkan tingkat pembeda. (10) mampu menyimpulkan dari hasil penilaian .Depdiknas (2004:9) mengemukakan kompetensi penilaian belajar peserta didik. (4) mampu memeriksa jawab. sehingga dapat diupayakan tindak lanjut hasil belajar siswa. (4) menggunakan alat peraga. media pelajaran. (7) mengorganisasi kegiatan. (2) menyajikan materi. (4) mendemonstrasikan berbagai metode mengajar. Kemampuan-kemampuan yang harus dimiliki guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar terlihat dalam mengidentifikasi karakteristik dan kemampuan awal siswa. penggunaan metode mengajar. melaksanakan penilaian proses belajar mengajar merupakan bagian tugas guru yang harus dilaksanakan setelah kegiatan pembelajaran berlangsung dengan tujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa mencapai tujuan pembelajaran. (2) mendemonstrasikan penguasaan mata pelajaran dan perlengkapan pengajaran. (2) mengarahkan tujuan pengajaran. Penilaian diartikan sebagai proses yang menentukan betapa baik organisasi program atau kegiatan yang dilaksanakan untuk mencapai maksud-maksud yang telah ditetapkan. sehingga tujuan pengajaran dapat dikuasai oleh siswa secara efektif dan efisien. menilai dan merespon setiap perubahan perilaku siswa. (3) menggunakan media dan metode. dan (5) melaksanakan evaluasi proses belajar mengajar. dengan tujuan membantu perkembangan dan menolong keterlibatan siswa dalam pembelajaran.Dalam pelaksanaan proses belajar mengajar menyangkut pengelolaan pembelajaran. sedangkan evaluasi yang salah akan merugikan pendidikan. (6) memotivasi siswa.

kompetensi kepribadian guru tercermin dari indikator (1) sikap. berwibawa. (12) mengklasifikasi kemampuan siswa.Kepribadian guru merupakan faktor terpenting bagi keberhasilan belajar anak didik. penghayatan dan penampilan nilai-nilai yang seyogyanya dianut oleh seorang guru. sikap hidup ditampilkan dalam upaya untuk menjadikan dirinya sebagai panutan dan teladan bagi para siswanya. dan (2) keteladanan. yaitu kemampuan pribadi seorang guru yang diperlukan agar dapat menjadi guru yang baik. (7) setia terhadap harkat dan martabat manusia. Johnson sebagaimana dikutip Anwar (2004:63) mengemukakan kemampuan personal guru. (11) mampu menyusun program tindak lanjut hasil penilaian. bertanggung jawab dan mampu menilai diri pribadi.Berdasarkan uraian di atas kompetensi pedagogik tercermin dari indikator (1) kemampuan merencanakan program belajar mengajar.Dalam Undang-undang Guru dan Dosen dikemukakan kompetensi kepribadian adalah “kemampuan kepribadian yang mantap. nilai. ia memiliki resistensi atau daya tahan terhadap ketertutupan ranah cipta yang prematur dalam pengamatan dan pengenalan. Kompetensi personal ini mencakup kemampuan pribadi yang berkenaan dengan pemahaman diri. (3) pengetahuan tentang inti demokrasi.secara jelas dan logis. ataukah akan menjadi perusak atau penghancur bagi masa depan anak didiknya terutama bagi anak didik yang masih kecil (tingkat dasar) dan mereka yang sedang mengalami kegoncangan jiwa (tingkat menengah). dan terhadap keseluruhan situasi pendidikan beserta unsur-unsurnya. Gumelar dan Dahyat (2002:127) merujuk pada pendapat Asian Institut for Teacher Education. (15) mampu mengevaluasi hasil tindak lanjut. 2. (2) pemahaman. arif. (14) mampu melaksanakan tindak lanjut. dan (3) kemampuan melakukan penilaian. (5) memiliki apresiasi dan kesadaran sosial. dan perwujudan diri. penerimaan diri. (6) memiliki sikap yang benar terhadap pengetahuan dan pekerjaan. Fleksibilitas kognitif atau keluwesan ranah cipta merupakan kemampuan berpikir yang diikuti dengan tindakan secara simultan dan memadai dalam situasi tertentu. Kepribadian yang mantap dari sosok seorang guru akan memberikan teladan yang baik terhadap anak didik maupun masyarakatnya. (4) pengetahuan tentang estetika. dan patut diteladani oleh siswa. Arikunto (1993:239) mengemukakan kompetensi personal mengharuskan guru memiliki kepribadian yang mantap sehingga menjadi sumber inspirasi bagi subyek didik.Berdasarkan uraian di atas. Dalam kaitan ini. memiliki karakteristik kepribadian yang sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pengembangan sumber daya manusia. Zakiah Darajat dalam Syah (2000:225-226) menegaskan bahwa kepribadian itulah yang akan menentukan apakah ia menjadi pendidik dan pembina yang baik bagi anak didiknya. Surya (2003:138) menyebut kompetensi kepribadian ini sebagai kompetensi personal. dan (16) mampu menganalisis hasil evaluasi program tindak lanjut hasil penilaian. Karakteristik kepribadian yang berkaitan dengan keberhasilan guru dalam menggeluti profesinya adalah meliputi fleksibilitas kognitif dan keterbukaan psikologis. (2) kemampuan melaksanakan interaksi atau mengelola proses belajar mengajar. pengarahan diri. (13) mampu mengidentifikasi kebutuhan tindak lanjut hasil penilaian. Sedangkan kompetensi guru secara lebih khusus lagi adalah bersikap empati. (2) pengetahuan tentang budaya dan tradisi. Selain itu. sehingga guru akan tampil sebagai sosok yang patut “digugu” (ditaati nasehat/ucapan/perintahnya) dan “ditiru” (di contoh sikap dan perilakunya). Kompetensi Kepribadian Guru sebagai tenaga pendidik yang tugas utamanya mengajar. (3) kepribadian. mengemukakan kompetensi pribadi meliputi (1) pengetahuan tentang adat istiadat baik sosial maupun agama. . Guru yang fleksibel pada umumnya ditandai dengan adanya keterbukaan berpikir dan beradaptasi. terbuka. berakhlak mulia. mencakup (1) penampilan sikap yang positif terhadap keseluruhan tugasnya sebagai guru. dan berwibawa serta menjadi teladan peserta didik”.

keguruan dan pembelajaran siswa. (2) mengerti dan menerapkan teori belajar sesuai dengan tingkat perkembangan perilaku peserta didik. (14) mengikuti pendidikan kualifikasi. (7) mampu melaksanakan evaluasi belajar dan (8) mampu menumbuhkan motivasi peserta didik. (3) menguasai substansi kekuasaan sesuai dengan jenis pelayanan yang dibutuhkan siswa. Surya (2003:138) mengemukakan kompetensi profesional adalah berbagai kemampuan yang diperlukan agar dapat mewujudkan dirinya sebagai guru profesional. (4) memahami fungsi sekolah.Berdasarkan uraian di atas. mengemukakan kompetensi profesional guru mencakup kemampuan dalam hal (1) mengerti dan dapat menerapkan landasan pendidikan baik filosofis.3. Gumelar dan Dahyat (2002:127) merujuk pada pendapat Asian Institut for Teacher Education. (8) menulis karya ilmiah. (3) penguasaan proses-proses kependidikan. psikologis. (2) penguasaan dan penghayatan atas landasan dan wawasan kependidikan dan keguruan. (6) menulis buku pelajaran. Dalam kompetensi sosial ini termasuk keterampilan dalam interaksi sosial dan . (3) kemampuan pengembangan profesi. (4) mengerti dan dapat menerapkan metode mengajar yang sesuai. Arikunto (1993:239) mengemukakan kompetensi profesional mengharuskan guru memiliki pengetahuan yang luas dan dalam tentang subject matter (bidang studi) yang akan diajarkan serta penguasaan metodologi yaitu menguasai konsep teoretik. kompetensi profesional adalah “kemampuan penguasaan materi pelajaran secara luas dan mendalam”. Johnson sebagaimana dikutip Anwar (2004:63) mengemukakan kemampuan profesional mencakup (1) penguasaan pelajaran yang terkini atas penguasaan bahan yang harus diajarkan. dan konsep-konsep dasar keilmuan bahan yang diajarkan tersebut.Depdiknas (2004:9) mengemukakan kompetensi profesional meliputi (1) pengembangan profesi.Pemahaman wawasan meliputi (1) memahami visi dan misi. Kompetensi Profesional Menurut Undang-undang No. kompetensi profesional guru tercermin dari indikator (1) kemampuan penguasaan materi pelajaran. dan (4) pemahaman terhadap wawasan dan landasan pendidikan 4. orangtua/wali peserta didik. 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. (5) menulis/menyusun diktat pelajaran. (9) melakukan penelitian ilmiah (action research). Kompetensi Sosial Guru yang efektif adalah guru yang mampu membawa siswanya dengan berhasil mencapai tujuan pengajaran. (10) menemukan teknologi tepat guna. Menurut Undang-undang Guru dan Dosen kompetensi sosial adalah “kemampuan guru untuk berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan efisien dengan peserta didik. (13) mengikuti pelatihan terakreditasi. Surya (2003:138) mengemukakan kompetensi sosial adalah kemampuan yang diperlukan oleh seseorang agar berhasil dalam berhubungan dengan orang lain. (5) mengidentifikasi permasalahan umum pendidikan dalam hal proses dan hasil belajar. (6) mampu mengorganisasikan dan melaksanakan program pengajaran. (3) memahami konsep pendidikan dasar dan menengah. (7) menulis modul. Kompetensi profesional meliputi kepakaran atau keahlian dalam bidangnya yaitu penguasaan bahan yang harus diajarkannya beserta metodenya. Mengajar di depan kelas merupakan perwujudan interaksi dalam proses komunikasi. dan sebagainya. maupun memilih metode yang tepat dan mampu menggunakannya dalam proses belajar mengajar. (11) membuat alat peraga/media. (3) mampu menangani mata pelajaran atau bidang studi yang ditugaskan kepadanya. (2) mengalihbahasakan buku pelajaran/karya ilmiah. (4) menulis makalah. dan masyarakat sekitar”.Pengembangan profesi meliputi (1) mengikuti informasi perkembangan iptek yang mendukung profesi melalui berbagai kegiatan ilmiah. (6) membangun sistem yang menunjukkan keterkaitan pendidikan dan luar sekolah. dan penguasaan bahan kajian akademik. (5) mampu menggunakan berbagai alat pelajaran dan media serta fasilitas belajar lain. (2) menguasai substansi materi. (2) kemampuan penelitian dan penyusunan karya ilmiah.Penguasaan bahan kajian akademik meliputi (1) memahami struktur pengetahuan. rasa tanggung jawab akan tugasnya dan rasa kebersamaan dengan sejawat guru lainnya. pemahaman wawasan. (2) memahami hubungan pendidikan dengan pengajaran. (3) mengembangkan berbagai model pembelajaran. sesama guru. (12) menciptakan karya seni. dan (15) mengikuti kegiatan pengembangan kurikulum.

(2) interaksi guru dengan kepala sekolah. kompetensi sosial guru tercermin melalui indikator (1) interaksi guru dengan siswa.Berdasarkan uraian di atas. (3) interaksi guru dengan rekan kerja. bahkan dengan anggota masyarakat. dan (5) interaksi guru dengan masyarakat. pegawai tata usaha. membimbing masyarakat dalam menghadapi kehidupan di masa yang akan datang. tetapi juga harus beritikad baik sehingga hal ini bertautan dengan norma yang dijadikan landasan dalam melaksanakan tugasnya.Gumelar dan Dahyat (2002:127) merujuk pada pendapat Asian Institut for Teacher Education. kecerdasan. dan (3) mempunyai program yang menjurus untuk meningkatkan kemajuan masyarakat dan kemajuan pendidikan. yaitu untuk menjadi guru yang baik tidak cukup digantungkan kepada bakat. sesama guru. Arikunto (1993:239) mengemukakan kompetensi sosial mengharuskan guru memiliki kemampuan komunikasi sosial baik dengan peserta didik. Untuk dapat melaksanakan peran sosial kemasyarakatan. guru harus memiliki kompetensi (1) aspek normatif kependidikan. Johnson sebagaimana dikutip Anwar (2004:63) mengemukakan kemampuan sosial mencakup kemampuan untuk menyesuaikan diri kepada tuntutan kerja dan lingkungan sekitar pada waktu membawakan tugasnya sebagai guru. . kepala sekolah. (2) pertimbangan sebelum memilih jabatan guru. dan kecakapan saja. (4) interaksi guru dengan orang tua siswa.melaksanakan tanggung jawab sosial. menjelaskan kompetensi sosial guru adalah salah satu daya atau kemampuan guru untuk mempersiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang baik serta kemampuan untuk mendidik.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful