P. 1
arsitektur topologi jaringan

arsitektur topologi jaringan

|Views: 213|Likes:
Published by Rizal Part II

More info:

Published by: Rizal Part II on Jan 17, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/10/2015

pdf

text

original

ARSITEKTUR TOPOLOGI JARINGAN

2. Arsitektur topologi jaringan
Arsitektur topologi merupakan bentuk koneksi fisik untuk menghubungkan setiap node pada
sebuah jaringan. Pada sistem LAN terdapat tiga topologi utama yang paling sering digunakan: bus,
star, dan ring. Topologi jaringan ini kemudian berkembang menjadi topologi tree dan mesh yang
merupakan kombinasi dari star, mesh, dan bus. Dengan populernya teknologi nirkabel dewasa ini
maka lahir pula satu topologi baru yaitu topologi wireless. Berikut topologi-topologi yang dimaksud:
Topologi Bus
Topologi Ring (Cincin)
Topologi Star (Bintang)
Topologi Tree (Pohon)
Topologi Mesh (Tak beraturan)
Topologi Wireless (Nirkabel)
AǤ Topologi Bus
Topologi bus ini sering juga disebut sebagai topologi backbone, dimana ada sebuah kabel
coaxial yang dibentang kemudian beberapa komputer dihubungkan pada kabel tersebut.
y Secara sederhana pada topologi bus, satu kabel media transmisi dibentang dari ujung
ke ujung, kemudian kedua ujung ditutup dengan ³terminator´ atau terminating-
resistance (biasanya berupa tahanan listrik sekitar 60 ohm).

GAMBAR: Prinsip Topologi Bus
y Pada titik tertentu diadakan sambungan (tap) untuk setiap terminal.
y Wujud dari tap ini bisa berupa ³kabel transceiver´ bila digunakan ³thick coax´
sebagai media transmisi.
y Atau berupa ³BNC T-connector´ bila digunakan ³thin coax´ sebagai media transmisi.
y Atau berupa konektor ³RJ-45´ dan ³hub´ bila digunakan kabel UTP.
y Transmisi data dalam kabel bersifat ³full duplex´, dan sifatnya ³broadcast´, semua
terminal bisa menerima transmisi data.


GAMBAR: Koneksi kabel-transceiver pada topologi Bus
y Suatu protokol akan mengatur transmisi dan penerimaan data, yaitu Protokol Ethernet
atau CSMA/CD.
y Pemakaian kabel coax (10Base5 dan 10Base2) telah distandarisasi dalam IEEE 802.3,
yaitu sbb:
TABEL: Karakteritik Kabel Coaxial
10Base5 10Base2
Rate Data 10 Mbps 10 Mbps
Panjang / segmen 500 m 185 m
Rentang Max 2500 m 1000 m
Tap / segmen 100 30
Jarak per Tap 2.5 m 0.5 m
Diameter kabel 1 cm 0.5 cm
y Melihat bahwa pada setiap segmen (bentang) kabel ada batasnya maka diperlukan
³Repeater´ untuk menyambungkan segmen-segmen kabel.

GAMBAR: Perluasan topologi Bus menggunakan Repeater
Kelebihan topologi Bus adalah:
y Instalasi relatif lebih murah
y Kerusakan satu komputer client tidak akan mempengaruhi komunikasi antar client
lainnya
y Biaya relatif lebih murah
Kelemahan topologi Bus adalah:
y Jika kabel utama (bus) atau backbone putus maka komunikasi gagal
y Bila kabel utama sangat panjang maka pencarian gangguan menjadi sulit
y Kemungkinan akan terjadi tabrakan data(data collision) apabila banyak client yang
mengirim pesan dan ini akan menurunkan kecepatan komunikasi.
BǤ Topologi Ring ሺCincinሻ
Topologi ring biasa juga disebut sebagai topologi cincin karena bentuknya seperti cincing
yang melingkar. Semua komputer dalam jaringan akan di hubungkan pada sebuah cincin.
Cincin ini hampir sama fungsinya dengan concenrator pada topologi star yang menjadi pusat
berkumpulnya ujung kabel dari setiap komputer yang terhubung.
y Secara lebih sederhana lagi topologi cincin merupakan untaian media transmisi dari
satu terminal ke terminal lainnya hingga membentuk suatu lingkaran, dimana jalur
transmisi hanya ³satu arah´.
Tiga fungsi yang diperlukan dalam topologi cincin : penyelipan data, penerimaan data, dan
pemindahan data.

GAMBAR: Prinsip Koneksi Topologi Ring
y Penyelipan data adalah proses dimana data dimasukkan kedalam saluran transmisi
oleh terminal pengirim setelah diberi alamat dan bit-bit tambahan lainnya.
y Penerimaan data adalah proses ketika terminal yang dituju telah mengambil data dari
saluran, yaitu dengan cara membandingkan alamat yang ada pada paket data dengan
alamat terminal itu sendiri. Apabila alamat tersebut sama maka data kiriman disalin.
y Pemindahan data adalah proses dimana kiriman data diambil kembali oleh terminal
pengirim karena tidak ada terminal yang menerimanya (mungkin akibat salah alamat).
Jika data tidak diambil kembali maka data ini akan berputar-putar dalama saluran.
Pada jaringan bus hal ini tidak akan terjadi karena kiriman akan diserap oleh
³terminator´.
y Pada hakekatnya setiap terminal dalam jaringan cincin adalah ³repeater´, dan mampu
melakukan ketiga fungsi dari topologi cincin.
y Sistem yang mengatur bagaimana komunikasi data berlangsung pada jaringan cincin
sering disebut token-ring.
y Kemungkinan permasalahan yang bisa timbul dalam jaringan cincin adalah:
o Kegagalan satu terminal / repeater akan memutuskan komunikasi ke semua
terminal.
o Pemasangan terminal baru menyebabkan gangguan terhadap jaringan, terminal
baru harus mengenal dan dihubungkan dengan kedua terminal tetangganya.
CǤ Topologi Stai ሺBintangሻ
Disebut topologi star karena bentuknya seperti bintang, sebuah alat yang disebut concentrator
bisa berupa hub atau switch menjadi pusat, dimana semua komputer dalam jaringan
dihubungkan ke concentrator ini.
y Pada topologi Bintang (Star) sebuah terminal pusat bertindak sebagai pengatur dan
pengendali semua komunikasi yang terjadi. Terminal-terminal lainnya melalukan
komunikasi melalui terminal pusat ini.
y Terminal kontrol pusat bisa berupa sebuah komputer yang difungsikan sebagai
pengendali tetapi bisa juga berupa ³HUB´ atau ³MAU´ (Multi Accsess Unit).

GAMBAR: Prinsip Koneksi Topologi Star
y Terdapat dua alternatif untuk operasi simpul pusat.
o Simpul pusat beroperasi secara ³broadcast´ yang menyalurkan data ke seluruh
arah. Pada operasi ini walaupun secara fisik kelihatan sebagai bintang namun
secara logik sebenarnya beroperasi seperti bus. Alternatif ini menggunakan
HUB.
o Simpul pusat beroperasi sebagai ³switch´, data kiriman diterima oleh simpul
kemudian dikirim hanya ke terminal tujuan (bersifat point-to-point), akternatif
ini menggunakan MAU sebagai pengendali.
y Bila menggunakan HUB maka secara fisik sebenarnya jaringan berbentuk topologi
Bintang namun secara logis bertopologi Bus. Bila menggunakan MAU maka baik
fisik maupun logis bertopologi Bintang.
y Kelebihan topologi bintang :
o Karena setiap komponen dihubungkan langsung ke simpul pusat maka
pengelolaan menjadi mudah, kegagalan komunikasi mudah ditelusuri.
o Kegagalan pada satu komponen/terminal tidak mempengaruhi komunikasi
terminal lain.
y Kelemahan topologi bintang:
o Kegagalan pusat kontrol (simpul pusat) memutuskan semua komunikasi
o Bila yang digunakan sebagai pusat kontrol adalah HUB maka kecepatan akan
berkurang sesuai dengan penambahan komputer, semakin banyak semakin
lambat.
Ǥ Topologi Tiee ሺPohonሻ
y Topologi pohon adalah pengembangan atau generalisasi topologi bus. Media
transmisi merupakan satu kabel yang bercabang namun loop tidak tertutup.

GAMBAR: Prinsip Koneksi Topologi Tree
y Topologi pohon dimulai dari suatu titik yang disebut ³headend´. Dari headend
beberapa kabel ditarik menjadi cabang, dan pada setiap cabang terhubung beberapa
terminal dalam bentuk bus, atau dicabang lagi hingga menjadi rumit.
y Ada dua kesulitan pada topologi ini:
o Karena bercabang maka diperlukan cara untuk menunjukkan kemana data
dikirim, atau kepada siapa transmisi data ditujukan.
o Perlu suatu mekanisme untuk mengatur transmisi dari terminal terminal dalam
jaringan.
Ǥ Topologi Nesh ሺTak beiatuianሻ
y Topologi Mesh adalah topologi yang tidak memiliki aturan dalam koneksi. Topologi
ini biasanya timbul akibat tidak adanya perencanaan awal ketika membangun suatu
jaringan.
y Karena tidak teratur maka kegagalan komunikasi menjadi sulit dideteksi, dan ada
kemungkinan boros dalam pemakaian media transmisi.

GAMBAR: Prinsip Koneksi Topologi Mesh
Ǥ Topologi Wiieless ሺNiikabelሻ
y Jaringan nirkabel menjadi trend sebagai alternatif dari jaringan kabel, terutama untuk
pengembangan LAN tradisional karena bisa mengurangi biaya pemasangan kabel dan
mengurangi tugas-tugas relokasi kabel apabila terjadi perubahan dalam arsitektur
bangunan dsb. Topologi ini dikenal dengan berbagai nama, misalnya WLAN,
WaveLAN, HotSpot, dsb.
y Model dasar dari LAN nirkabel adalah sbb:

GAMBAR: Prinsip LAN Nirkabel
y Blok terkecil dari LAN Nirkabel disebut Basic Service Set (BSS), yang terdiri atas
sejumlah station / terminal yang menjalankan protokol yang sama dan berlomba
dalam hal akses menuju media bersama yang sama.
y Suatu BSS bisa terhubung langsung atau terpisah dari suatu sistem distribusi
backbone melalui titik akses (Access Point).
y Protokol MAC bisa terdistribusikan secara penuh atau terkontrol melalui suatu fungsi
kordinasi sentral yang berada dalam titik akses.
y Suatu Extended Service Set (ESS) terdiri dari dua atau lebih BSS yang dihubungkan
melalui suatu sistem distribusi.
y Interaksi antara LAN nirkabel dengan jenis LAN lainnya digambarkan sebagai
berikut:

GAMBAR: Koneksi Jaringan Nirkabel
y Pada suatu jaringan LAN bisa terdapat LAN berkabel backbone, seperti ³Ethernet´
yang mendukung server, workstation, dan satu atau lebih bridge / router untuk
dihubungkan dengan jaringan lain. Selain itu terdapat modul kontrol (CM) yang
bertindak sebagai interface untuk jaringan LAN nirkabel. CM meliputi baik fungsi
bridge ataupun fungsi router untuk menghubungkan LAN nirkabel dengan jaringan
induk. Selain itu terdapat Hub dan juga modul pemakai (UM) yang mengontrol
sejumlah stasiun LAN berkabel.
y Penggunaan teknologi LAN nirkabel lainnya adalah untuk menghubungkan LAN
pada bangunan yang berdekatan.
y Syarat-syarat LAN nirkabel :
o Laju penyelesaian: protokol medium access control harus bisa digunakan se-
efisien mungkin oleh media nirkabel untuk memaksimalkan kapasitas.
o Jumlah simpul: LAN nirkabel perlu mendukung ratusan simpul pada sel-sel
multipel.
o Koneksi ke LAN backbone: modul kontrol (CM) harus mampu
menghubungkan suatu jaringan LAN ke jaringan LAN lainnya atau suatu
jaringan ad-hoc nirkabel.
o Daerah layanan: daerah jangkauan untuk LAN nirkabel biasanya memiliki
diameter 100 hingga 300 meter.
o Kekokohan dan keamanan transmisi: sistem LAN nirkabel harus handal dan
mampu menyediakan sistem pengamanan terutama penyadapan.
y Teknologi LAN nirkabel:
o LAN infrared (IR) : terbatas dalam sebuah ruangan karena IR tidak mampu
menembus dinding yang tidak tembus cahaya.
o LAN gelombang radio : terbatas dalam sebuah kompleks gedung, seperti
bluetooth, WiFi, dan HomeRF.
o LAN spektrum penyebaran: beroperasi pada band-band ISM (industrial,
scientific, medical) yang tidak memerlukan lisensi.
o Gelombang mikro narrowband : beroperasi pada frekuensi gelombang mikro
yang tidak termasuk dalam spektrum penyebaran.






. dan ring. star. Berikut topologi-topologi yang dimaksud:       Topologi Bus Topologi Ring (Cincin) Topologi Star (Bintang) Topologi Tree (Pohon) Topologi Mesh (Tak beraturan) Topologi Wireless (Nirkabel)  ‘’‘Ž‘‰‹—• Topologi bus ini sering juga disebut sebagai topologi backbone. Pada sistem LAN terdapat tiga topologi utama yang paling sering digunakan: bus. dan bus. Dengan populernya teknologi nirkabel dewasa ini maka lahir pula satu topologi baru yaitu topologi wireless. dimana ada sebuah kabel coaxial yang dibentang kemudian beberapa komputer dihubungkan pada kabel tersebut. mesh. Arsitektur topologi jaringan Arsitektur topologi merupakan bentuk koneksi fisik untuk menghubungkan setiap node pada sebuah jaringan. y Secara sederhana pada topologi bus. kemudian kedua ujung ditutup dengan ³terminator´ atau terminatingresistance (biasanya berupa tahanan listrik sekitar 60 ohm). Topologi jaringan ini kemudian berkembang menjadi topologi tree dan mesh yang merupakan kombinasi dari star.2. satu kabel media transmisi dibentang dari ujung ke ujung.

yaitu sbb: TABEL: Karakteritik Kabel Coaxial 10Base5 Rate Data Panjang / segmen Rentang Max Tap / segmen 10 Mbps 500 m 2500 m 100 10Base2 10 Mbps 185 m 1000 m 30 . Transmisi data dalam kabel bersifat ³full duplex´. GAMBAR: Koneksi kabel-transceiver pada topologi Bus y y Suatu protokol akan mengatur transmisi dan penerimaan data. Atau berupa konektor ³RJ-45´ dan ³hub´ bila digunakan kabel UTP.3. semua terminal bisa menerima transmisi data. dan sifatnya ³broadcast´.GAMBAR: Prinsip Topologi Bus y y y y y Pada titik tertentu diadakan sambungan (tap) untuk setiap terminal. Atau berupa ³BNC T-connector´ bila digunakan ³thin coax´ sebagai media transmisi. Pemakaian kabel coax (10Base5 dan 10Base2) telah distandarisasi dalam IEEE 802. Wujud dari tap ini bisa berupa ³kabel transceiver´ bila digunakan ³thick coax´ sebagai media transmisi. yaitu Protokol Ethernet atau CSMA/CD.

dimana jalur transmisi hanya ³satu arah´.Jarak per Tap Diameter kabel y 2.5 cm Melihat bahwa pada setiap segmen (bentang) kabel ada batasnya maka diperlukan ³Repeater´ untuk menyambungkan segmen-segmen kabel. y Secara lebih sederhana lagi topologi cincin merupakan untaian media transmisi dari satu terminal ke terminal lainnya hingga membentuk suatu lingkaran. Semua komputer dalam jaringan akan di hubungkan pada sebuah cincin. Cincin ini hampir sama fungsinya dengan concenrator pada topologi star yang menjadi pusat berkumpulnya ujung kabel dari setiap komputer yang terhubung.5 m 1 cm 0.  ‘’‘Ž‘‰‹‹‰ ‹…‹  Topologi ring biasa juga disebut sebagai topologi cincin karena bentuknya seperti cincing yang melingkar.5 m 0. GAMBAR: Perluasan topologi Bus menggunakan Repeater Kelebihan topologi Bus adalah: y y y Instalasi relatif lebih murah Kerusakan satu komputer client tidak akan mempengaruhi komunikasi antar client lainnya Biaya relatif lebih murah Kelemahan topologi Bus adalah: y y y Jika kabel utama (bus) atau backbone putus maka komunikasi gagal Bila kabel utama sangat panjang maka pencarian gangguan menjadi sulit Kemungkinan akan terjadi tabrakan data(data collision) apabila banyak client yang mengirim pesan dan ini akan menurunkan kecepatan komunikasi. .

dan pemindahan data. Kemungkinan permasalahan yang bisa timbul dalam jaringan cincin adalah: o Kegagalan satu terminal / repeater akan memutuskan komunikasi ke semua terminal. GAMBAR: Prinsip Koneksi Topologi Ring y y y y y y Penyelipan data adalah proses dimana data dimasukkan kedalam saluran transmisi oleh terminal pengirim setelah diberi alamat dan bit-bit tambahan lainnya. Pada jaringan bus hal ini tidak akan terjadi karena kiriman akan diserap oleh ³terminator´. . Pemindahan data adalah proses dimana kiriman data diambil kembali oleh terminal pengirim karena tidak ada terminal yang menerimanya (mungkin akibat salah alamat). sebuah alat yang disebut concentrator bisa berupa hub atau switch menjadi pusat. Penerimaan data adalah proses ketika terminal yang dituju telah mengambil data dari saluran. Jika data tidak diambil kembali maka data ini akan berputar-putar dalama saluran. penerimaan data.  ‘’‘Ž‘‰‹–ƒ” ‹–ƒ‰  Disebut topologi star karena bentuknya seperti bintang. terminal baru harus mengenal dan dihubungkan dengan kedua terminal tetangganya. Sistem yang mengatur bagaimana komunikasi data berlangsung pada jaringan cincin sering disebut token-ring. Pada hakekatnya setiap terminal dalam jaringan cincin adalah ³repeater´. dan mampu melakukan ketiga fungsi dari topologi cincin. yaitu dengan cara membandingkan alamat yang ada pada paket data dengan alamat terminal itu sendiri. Apabila alamat tersebut sama maka data kiriman disalin.Tiga fungsi yang diperlukan dalam topologi cincin : penyelipan data. o Pemasangan terminal baru menyebabkan gangguan terhadap jaringan. dimana semua komputer dalam jaringan dihubungkan ke concentrator ini.

Alternatif ini menggunakan HUB. Terminal kontrol pusat bisa berupa sebuah komputer yang difungsikan sebagai pengendali tetapi bisa juga berupa ³HUB´ atau ³MAU´ (Multi Accsess Unit). Bila menggunakan MAU maka baik fisik maupun logis bertopologi Bintang. Bila menggunakan HUB maka secara fisik sebenarnya jaringan berbentuk topologi Bintang namun secara logis bertopologi Bus. semakin banyak semakin lambat. kegagalan komunikasi mudah ditelusuri. Kelemahan topologi bintang: o Kegagalan pusat kontrol (simpul pusat) memutuskan semua komunikasi o Bila yang digunakan sebagai pusat kontrol adalah HUB maka kecepatan akan berkurang sesuai dengan penambahan komputer. Pada operasi ini walaupun secara fisik kelihatan sebagai bintang namun secara logik sebenarnya beroperasi seperti bus. o Simpul pusat beroperasi secara ³broadcast´ yang menyalurkan data ke seluruh arah. Kelebihan topologi bintang : o Karena setiap komponen dihubungkan langsung ke simpul pusat maka pengelolaan menjadi mudah. o Simpul pusat beroperasi sebagai ³switch´.y y Pada topologi Bintang (Star) sebuah terminal pusat bertindak sebagai pengatur dan pengendali semua komunikasi yang terjadi. Media transmisi merupakan satu kabel yang bercabang namun loop tidak tertutup. akternatif ini menggunakan MAU sebagai pengendali. o Kegagalan pada satu komponen/terminal tidak mempengaruhi komunikasi terminal lain.  ‘’‘Ž‘‰‹”‡‡ ‘Š‘  y Topologi pohon adalah pengembangan atau generalisasi topologi bus. Terminal-terminal lainnya melalukan komunikasi melalui terminal pusat ini. GAMBAR: Prinsip Koneksi Topologi Star y y y y Terdapat dua alternatif untuk operasi simpul pusat. data kiriman diterima oleh simpul kemudian dikirim hanya ke terminal tujuan (bersifat point-to-point). .

o Perlu suatu mekanisme untuk mengatur transmisi dari terminal terminal dalam jaringan.  ‘’‘Ž‘‰‹‡•Š ƒ„‡”ƒ–—”ƒ  y y Topologi Mesh adalah topologi yang tidak memiliki aturan dalam koneksi. Topologi ini biasanya timbul akibat tidak adanya perencanaan awal ketika membangun suatu jaringan. dan ada kemungkinan boros dalam pemakaian media transmisi. atau dicabang lagi hingga menjadi rumit. Dari headend beberapa kabel ditarik menjadi cabang. Ada dua kesulitan pada topologi ini: o Karena bercabang maka diperlukan cara untuk menunjukkan kemana data dikirim. Karena tidak teratur maka kegagalan komunikasi menjadi sulit dideteksi. atau kepada siapa transmisi data ditujukan. dan pada setiap cabang terhubung beberapa terminal dalam bentuk bus. .GAMBAR: Prinsip Koneksi Topologi Tree y y Topologi pohon dimulai dari suatu titik yang disebut ³headend´.

GAMBAR: Prinsip Koneksi Topologi Mesh ‘’‘Ž‘‰‹‹”‡Ž‡•• ‹”ƒ„‡Ž  y y Jaringan nirkabel menjadi trend sebagai alternatif dari jaringan kabel. Model dasar dari LAN nirkabel adalah sbb: GAMBAR: Prinsip LAN Nirkabel . dsb. misalnya WLAN. HotSpot. WaveLAN. Topologi ini dikenal dengan berbagai nama. terutama untuk pengembangan LAN tradisional karena bisa mengurangi biaya pemasangan kabel dan mengurangi tugas-tugas relokasi kabel apabila terjadi perubahan dalam arsitektur bangunan dsb.

Penggunaan teknologi LAN nirkabel lainnya adalah untuk menghubungkan LAN pada bangunan yang berdekatan. Selain itu terdapat modul kontrol (CM) yang bertindak sebagai interface untuk jaringan LAN nirkabel. dan satu atau lebih bridge / router untuk dihubungkan dengan jaringan lain. CM meliputi baik fungsi bridge ataupun fungsi router untuk menghubungkan LAN nirkabel dengan jaringan induk. Suatu BSS bisa terhubung langsung atau terpisah dari suatu sistem distribusi backbone melalui titik akses (Access Point). Selain itu terdapat Hub dan juga modul pemakai (UM) yang mengontrol sejumlah stasiun LAN berkabel. Syarat-syarat LAN nirkabel : o Laju penyelesaian: protokol medium access control harus bisa digunakan seefisien mungkin oleh media nirkabel untuk memaksimalkan kapasitas. Protokol MAC bisa terdistribusikan secara penuh atau terkontrol melalui suatu fungsi kordinasi sentral yang berada dalam titik akses. o Jumlah simpul: LAN nirkabel perlu mendukung ratusan simpul pada sel-sel multipel. seperti ³Ethernet´ yang mendukung server.y y y y Blok terkecil dari LAN Nirkabel disebut Basic Service Set (BSS). . yang terdiri atas sejumlah station / terminal yang menjalankan protokol yang sama dan berlomba dalam hal akses menuju media bersama yang sama. Interaksi antara LAN nirkabel dengan jenis LAN lainnya digambarkan sebagai berikut: y GAMBAR: Koneksi Jaringan Nirkabel y y y Pada suatu jaringan LAN bisa terdapat LAN berkabel backbone. workstation. Suatu Extended Service Set (ESS) terdiri dari dua atau lebih BSS yang dihubungkan melalui suatu sistem distribusi.

scientific. o Daerah layanan: daerah jangkauan untuk LAN nirkabel biasanya memiliki diameter 100 hingga 300 meter. o . medical) yang tidak memerlukan lisensi. o Gelombang mikro narrowband : beroperasi pada frekuensi gelombang mikro yang tidak termasuk dalam spektrum penyebaran. dan HomeRF. Teknologi LAN nirkabel: o LAN infrared (IR) : terbatas dalam sebuah ruangan karena IR tidak mampu menembus dinding yang tidak tembus cahaya. o LAN spektrum penyebaran: beroperasi pada band-band ISM (industrial. WiFi.y Koneksi ke LAN backbone: modul kontrol (CM) harus mampu menghubungkan suatu jaringan LAN ke jaringan LAN lainnya atau suatu jaringan ad-hoc nirkabel. seperti bluetooth. o Kekokohan dan keamanan transmisi: sistem LAN nirkabel harus handal dan mampu menyediakan sistem pengamanan terutama penyadapan. o LAN gelombang radio : terbatas dalam sebuah kompleks gedung.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->