P. 1
Warta DPRD Ngada_Edisi 3_Juli-September 2011

Warta DPRD Ngada_Edisi 3_Juli-September 2011

|Views: 260|Likes:
Published by itukngael

More info:

Published by: itukngael on Jan 18, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/20/2014

pdf

text

original

Warta DPRD NGADA

http://dprdngadantt.blogspot.com

Kritis, Aspiratif, Responsif
Edisi 3, Juli - September 2011

Mencermati Pidato LKPJ Bupati Ngada
Rapat Panitia Kerja DPRD Ngada

Suara Redaksi
Pembaca yang budiman, elamat bersua kembali dengan Buletin Warta DPRD Ngada. Kami hadir kembali di tangan Pembaca sekalian untuk menyampaikan aneka informasi dan berbagai kegiatan yang terjadi di Lembaga DPRD Kabupaten Ngada selama kurun waktu tiga bulan terakhir. Kami memohon maaf, karena kami sedikit terlambat menyapa Pembaca sekalian melalui edisi ketiga kali ini. Tanpa bermaksud apa pun, kami berpikir lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Dalam edisi ketiga, kami menyuguhkan tema utama: Mencermati Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Kepala Daerah dalam hal ini Bupati Ngada. LKPJ merupakan bentuk pertanggung jawaban pemerintah atas penyelenggaraan kebijakan, program dan kegiatan serta anggaran daerah selama kurun waktu setahun. Salah satu bentuk pertanggung jawaban itu adalah dengan menyampaikan laporan kepada DPRD Ngada sebagai representasi seluruh rakyat Kabupaten Ngada. Namun jamak diketahui bahwa selama ini laporan seperti ini hanya diketahui oleh mereka yang tekun mengikuti sidang terbuka di DPRD Ngada. Tidak semua masyarakat mengetahui apa isi LKPJ Bupati. Atas dasar pemikiran inilah kami menurunkan secara lengkap isi LKPJ Bupati Ngada yang tergambar dengan sangat gamblang dalam Pidato Pengantar LKPJ Bupati Ngada. Selanjutnya, keseluruhan isi LKPJ Pemerintah ini dibedah dan dicermati secara mendalam oleh Anggota DPRD Ngada guna menemukan kesesuaian antara kebijakan yang diputuskan dengan anggaran yang dikeluarkan dan sejauh mana pengelolaan keuangan daerah dapat berpengaruh positip terhadap kehidupan masyarakat Ngada. Kami menyadari, masih banyak hal dalam sajian kami yang mungkin tidak sesuai harapan dan keinginan Pembaca sekalian. Untuk itu, kritik dan saran yang membangun demi terciptanya komunikasi yang efektif di antara Pembaca dan lembaga dewan sebagai wakil rakyat, sangat kami nantikan. Akhirnya selamat menikmati sajian kami. Redaksi

Warta DPRD Ngada
Hubungi: Sekretariat DPRD Kabupaten Ngada Telp. (0384) 21622 Email:dprdngada@yahoo.com Atau Contact Person: 081237704214 (Klitus) 085238480454 (Ivon)

S

PELINDUNG/PENASIHAT: PimpinanDPRD Kabupaten Ngada PENANGGUNGJAWAB UMUM: Sekretaris Dewan PEMIMPIN REDAKSI: Kabag Humas Sekretariat DPRD Kabupaten Ngada REDAKTUR PELAKSANA: Klitus Ngael Carly Siwemole Pice Soro REDAKSI: Emmy R Albert Noo Corry Djawa Ansel Mere Vivi Doi Maria G. Mona DESIGN/LAYOUT: Klitus Ngael VIGNET/KARIKATUR: Carly Siwemole DISTRIBUTOR: Ivon Djangga PERCETAKAN: CV. Karya Guna, Kupang (0380) 821493

DAFTAR ISI
Warta Utama ................................................................................... 6 Alat Kelengkapan DPRD Ngada .................................................... 19 Hasil Rapat Panitia Kerja I DPRD Ngada ..................................... 23 Hasil Rapat Panitia Kerja II DPRD Ngada .................................... 29 Opini: Deocletianus ....................................................................... 37 Lensa DPRD Ngada ....................................................................... 39

Warta DPRD Ngada, Edisi 3, Juli - September 2011

Dari Meja Ketua
Sidang Paripurna Laporan Keterangan Pertanggung jawaban Pemerintah yang sering kita sebut dengan LKPJ Pemerintah adalah suatu mekanisme dalam penyelenggaraan pemerintahan yang telah digariskan di dalam undang-undang. Apa yang akan kita geluti selama beberapa pekan ke depan merupakan bukti konkrit kepatuhan kita pada undang-undang. Akan tetapi hal yang paling pokok dari keseluruhan pelaksanaan Sidang Paripurna dalam rangka pembahasan LKPJ Bupati adalah bahwa kita tidak sekedar memenuhi tuntutan undang-undang sehingga kita tidak dinilai mengangkangi undang-undang, tetapi kita hendak menelusuri lebih dalam hasil dari apa yang telah kita rencanakan pada awal tahun anggaran 2010 yang lalu. Spirit atau roh utama dari sebuah LKPJ adalah kemampuan menelaah secara kritis pelaksanaan program dan kegiatan yang telah disepakati lalu merumuskan formula terbaik ketika kita menemukan kegagalan dalam menjalankan program-program itu. Hal ini berarti kita hendak melakukan evaluasi kritis atas kinerja dan program serta kebijakan yang telah dijabarkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah kabupaten Ngada Tahun 2010. Jika spiritnya adalah evaluasi kinerja dan program kerja, maka maksim atau tuntutan utama yang harus dimiliki oleh anggota dewan terhormat sebagai representasi dari seluruh rakyat Kabupaten Ngada adalah kemampuan untuk selalu mempertanyakan dan mencurigai setiap laporan pertanggung jawaban pemerintah yang dibalut dalam polesan bahasa pemerintah. Dalam konteks inilah, kita memberi nilai dan memberi arti atas kerja kita selama beberapa pekan ke depan. Kita dituntut untuk mampu membuka diri guna mengakui kegagalan kita, walau itu menyakitkan. Ibarat menyembuhkan luka, kita harus mampu membersihkan luka itu sendiri dengan mengoreknya lalu menabur obat penyembuh di atasnya. Terasa sakit, tetapi luka itu akan sembuh. Penilaian kritis atas pelaksanaan APBD yang diselenggarakan oleh pemerintah tidak dalam kerangka berpikir 'mengadili' atau memvonis siapa yang paling bersalah dalam kegagalan pelaksanaan program dan kebijakan yang telah kita sepakati bersama. Akan tetapi lebih pada ikhtiar menemukan akar permasalahan mengapa kegagalan itu terjadi, lalu menemukan jalan keluar atas permasalahan yang dialami. Kita bersyukur bahwa dalam dokumen LKPJ yang disampaikan pemerintah kepada lembaga dewan terhormat, terdapat beberapa kemajuan dan keberhasilan yang signifikan namun juga terdapat beberapa agenda pembangunan dan program kerja yang belum tuntas diselesaikan dan bahkan gagal dilaksanakan. Terhadap semua keberhasilan dan kesuksesan pemerintah, lembaga dewan terhormat menyampaikan apresiasi yang tinggi. Terhadap kegagalan dan ketertunda-an beberapa program kerja, mari kita samasama berpikir, bergelut dalam diskusi kritis untuk mencari akar permasalahannya lalu menemukan jalan keluar pemecahannya. Hal yang perlu kita pahami bersama adalah bahwa penyampaian Laporan Keterangan Pertanggung jawaban Pemerintah merupakan sebuah post factum assesment, yaitu mekanisme penilaian terhadap kinerja kerja yang dilakukan pasca pelaksanaan program dan kebijakan yang telah ditetapkan. Maka, sekali lagi, ekspektasi intinya adalah kemampuan menelaah secara kritis, membuat komparasi logis antara program yang satu dan program yang lain dan selalu mempertanyakan setiap realita yang kita temui dalam rumusan bahasa laporan keterangan pemerintah. Semua ini merupakan bentuk paling nyata dari pelaksanaan tugas kepengawasan kita sebagai wakil rakyat. Bajawa, Agustus 2011 Pimpinan DPRD Ngada Paulinus No Watu, S.Sos Wakil Ketua

3

Warta DPRD Ngada, Edisi 3, Juli - September 2011

Editorial

Pisau Hermeneutika
Laporan Keterangan PertanggungJawaban Pemerintah (LKPJ) adalah bentuk pertanggung jawaban kepada masyarakat atas berbagai program, kegiatan dan kebijakan yang telah disepakati bersama antara pemerintah dengan masyarakat yang terwakili melalui lembaga DPRD. Laporan itu berisi tentang kesesuaian antara kebijakan dengan program dan kegiatan pembangunan yang berdampak pada seberapa besar rupiah yang harus dikeluarkan untuk mengeksekusi program dan kegiatan tersebut di lapangan. Konsekuensi logisnya adalah setiap Laporan kegiatan pembangunan secara inheren menyertakan juga pertanggung jawaban atas penggunaan anggaran. dan program serta kebijakan yang telah dijabarkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah kabupaten Ngada Tahun 2010. Jika spiritnya adalah evaluasi kinerja dan program kerja, maka maksim atau tuntutan utama yang harus dimiliki oleh anggota dewan terhormat sebagai representasi dari seluruh rakyat Kabupaten Ngada adalah kemampuan untuk selalu mempertanyakan dan mencurigai setiap laporan pertanggung jawaban pemerintah yang dibalut dalam polesan bahasa pemerintah. Demikian yang ditandaskan Paulinus No dalam sambutannya. Perdebatan, diskusi, argumentasi dan silang pendapat dalam menilai suatu formulasi laporan adalah sebuah bentuk penilaian. Pekerjaan memberi nilai atas sebuah laporan yang terformulasi dalam bahasa sebuah laporan sesungguhnya merupakan bentuk paling nyata dari aktivitas kognitif manusia. Berbagai kegiatan pembangunan di tengah masyarakat, misalnya, tentu tidak bisa diraba secara nyata dalam ruang rapat. Ia hanya dapat 'diraba' dalam bahasa sebuah laporan. Dalam bingkai pemikiran seperti ini, maka pisau “hermeneutika kecurigaan” mesti dipakai. Karena itu filsafat bahasa atau penilaian kritis atas formulasi bahasa laporan niscaya diperlukan sebagai ikhtiar untuk dapat benar-benar menyandingkan kesesuaian antara realita lapangan dengan apa yang digambarkan dalam bahasa laporan. Bahasa memiliki sifat vagueness karena makna yang terkandung dalam suatu ungkapan bahasa pada dasarnya hanya mewakili realitas yang diacunya. Misalnya, penjelasan secara verbal tentang aneka warna bunga mawar, tidak akan setepat dan sejelas pengamatan secara langsung tentang aneka bunga mawar tersebut. Dalam konteks ini maka Anggota Dewan harus bersikap kritis dengan mengedepankan hermeneutika kecurigaan, sebab hermeneutika adalah hulu dari sebuah pemikiran kritis. Misi dan tujuan utama dari Hermeneutika kecurigaan adalah upaya untuk menelanjangi patologipatologi sosial, melakukan demistifikasi dan berupaya untuk mengungkap yang real dari segala yang sifatnya tampilan saja. Hermeneutika

4

Jika hal yang dituntut adalah menilai kesesuaian antara kebijakan, program, kegiatan dan anggaran yang telah disepakati bersama dengan kondisi riil di tengah masyarakat, maka pemikiran kritis menjadi tuntutan yang harus dimiliki oleh ‘tim penilai’. Siapa tim penilai itu? Dalam konteks ini, kita bisa menempatkan anggota DPRD sebagai ‘tim penilai’ atas LKPJ Bupati. Karena itu benar adanya ketika Wakil Ketua DPRD Ngada, Paulinus No Watu, S.Sos sudah sejak dini ‘mewanti-wanti’ seluruh Anggota DPRD Ngada ketika membuka Sidang Paripurna LKPJ Bupati Ngada pada tanggal 24 Agustus 2011 yang lalu. Hal yang paling pokok dari keseluruhan pelaksanaan Sidang Paripurna dalam rangka pembahasan LKPJ Bupati yang kita mulai hari ini adalah bahwa kita tidak sekedar memenuhi tuntutan undang-undang sehingga kita tidak dinilai mengangkangi undang-undang, tetapi kita hendak menelusuri lebih dalam hasil dari apa yang telah kita rencanakan pada awal tahun anggaran 2010 yang lalu. Spirit atau roh utama dari sebuah LKPJ adalah kemampuan menelaah secara kritis pelaksanaan program dan kegiatan yang telah disepakati lalu merumuskan formula terbaik ketika kita menemukan kegagalan dalam menjalankan program-program itu. Hal ini berarti kita hendak melakukan evaluasi kritis atas kinerja

Warta DPRD Ngada, Edisi 3, Juli - September 2011

Editorial
kecurigaan membersihkan cara pandang kita agar kita menjadi lebih otentik, lebih mengenal realitas dan fakta lapangan dan dengan itu kita mengenal kebenaran. Caranya bukan hanya lewat kritik-kritik yang destruktif tetapi melalui seni dalam menafsirkan setiap rumusan kata dalam bahasa. Itulah hermeneutika: seni atau ilmu menafsirkan baik teks maupun konteks. Hermeneutika kecurigaan bertujuan untuk membongkar, melakukan dekonstruksi, mencurigai setiap pengalaman yang sudah begitu saja kita terima sebagai benar dan wajar. Akan tetapi untuk dapat menggunakan ‘pisau hermeneutika’ anggota dewan mesti terlebih dahulu menelanjangi segalanya agar tidak terkontaminasi oleh aspek di luar diri yang bisa mempengaruhi originalitas penilaian. Kepentingan politik, sosial, keluarga, kelompok tertentu dan lain-lain mesti disingkirkan dari area pemikiran kritis agar penilaian atas LKPJ dapat benar-benar orisinil dan berimbang. Jika tidak, maka akan ada ambiguitas nilai di akhir sebuah evaluasi kerja. Akan ada ‘wilayah abu-abu’ ketika harus memberi nilai atas sebuah kinerja kerja. Akan ada ‘ketegasan sikap yang terkebiri’ ketika harus memberi pendapat akhir atas kinerja penyelenggaran pemerintahan. Mudahmudahan tidak! Klitus Ngael

5

Bung Centil
Riung Harmonis mendesak Pemerintah segera selesaikan tapal batas Ngada-Manggarai

Warta DPRD Ngada, Edisi 3, Juli - September 2011

Warta Utama

Mencermati Pidato LKPJ Bupati Ngada
Catatan Redaksi: Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati dilaksanakan pada setiap tahun. Ini merupakan bentuk pertanggungjawaban pemerintah kepada masyarakat melalui lembaga DPRD. Pada Warta DPRD Ngada Edisi kali kami menurunkan kembali Pidato Pengantar LKPJ Bupati Ngada. Sajian ini telah mengalami beberapa editan, tanpa mengurangi substansi LKPJ itu sendiri. Tujuannya adalah agar Anda dapat memahami secara komprehensif isi LKPJ Kepala Daerah untuk nanti disandingkan dengan hasil Panitia Kerja DPRD Ngada atas LKPJ Bupati. Berikut adalah inti sari Pidato LKPJ Bupati Ngada.

6

Bupati Ngada, Marianus Sae, ketika membaca Pidato Pengantar LKPJ di depan Sidang Paripurna DPRD Kabupaetn Ngada. Foto: Humas DPRD Ngada

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Ngada, merupakan wujud akuntabilitas Pemerintah dan wujud pengawasan DPRD yang pada dasarnya memuat gambaran tentang kinerja yang telah dicapai selama kurun waktu 1 (satu) tahun, mencakup pelaksanaan arah kebijakan umum pemerintahan daerah; pengelolaan keuangan daerah secara makro, termasuk pendapatan dan belanja daerah;

penyelenggaraan urusan desentralisasi; penyelenggaraan tugas pembantuan; dan penyelenggaraan tugas umum pemerintahan sebagai wujud pelaksanaan otonomi daerah. Esensinya adalah Kepala Daerah mendeskripsikan kinerja yang telah dicapai sebagai wujud pelaksanaan kehendak rakyat sebagaimana tertuang dalam APBD tahun 2010. Hasilnya

menjadi landasan bagi upaya perbaikan dan koreksi bagi praktek pemerintahan di masa yang akan datang. Dalam konteks ini perlu dibangun suatu persepsi yang sama akan pentingnya semangat kemitraan dalam keseluruhan penyelenggaraan Pemerintahan di Kabupaten Ngada sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat N g a d a . Wu j u d k o m i t m e n memelihara kemitraan adalah melalui pengelolaan pemerintahan

Warta DPRD Ngada, Edisi 3, Juli - September 2011

Warta Utama
daerah yang sejak awal telah diusahakan seoptimal mungkin melalui interpretasi serta agregasi kebutuhan masyarakat, yang telah diterjemahkan dalam dokumen perencanaan daerah. Pada dasarnya hasil-hasil yang telah dicapai bersama oleh pemerintah dan masyarakat Ngada selama tahun 2010 merupakan akumulasi dari hasil pelaksanaan program-program dan kegiatankegiatan pembangunan dari tahuntahun sebelumnya yang merujuk pada dokumen perencanaan berupa Dokumen Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP), Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Kebijakan Umum Anggaran yang dilakukan secara sinergis, koordinatif, integratif dan berkelanjutan melalui pemanfaatan potensi/kekuatan (Strength), peluang (Opportunity) dan eliminasi kelemahan (weakness) dan tantangan (threats) yang dihadapi dalam pembangunan. Penyampaian LKPJ Tahun 2010 merupakan progress report pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Bupati untuk memberikan gambaran kepada Dewan yang terhormat berbagai pencapaian yang merupakan hasil karya dan kerja keras semua pihak, baik pemerintah maupun seluruh komponen pembangunan. Lebih jauh, tujuan penyusunan dan penyampaian LKPJ ini adalah mengungkapkan secara transparan pelaksanaan program/kegiatan yang telah ditetapkan dalam APBD tahun 2010. Dengan demikian pengungkapan kinerja program dan kegiatan selama tahun 2010 tetap merujuk pada Kebijakan Umum Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (KU-APBD) yang berfokus pada sebuah kerangka kerja bersama untuk mewujudkan Visi Kabupaten Ngada, yakni: “Terwujudnya Masyarakat Ngada Yang Maju, Sejahtera Berbasis Keunggulan Dan Kemandirian.” Dalam kerangka Visi Kabupaten Ngada inilah, Pemerintah Kabupaten Ngada pada tahun 2010 t e l a h m e n e t a p k a n Te m a Pembangunan Daerah Kabupaten Ngada Tahun Anggaran 2010, yakni: Meningkatkan Keunggulan Dan Kemandirian Daerah Melalui Pembangunan Masyarakat Agribisnis, Pengembangan Infrastruktur Sosial, Ekonomi, Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia

7

Anggota DPRD Ngada serius menyimak Pidato LKPJ Bupati Ngada pada Rapat Paripurna LKPJ Bupati Ngada di Ruang Rapat DPRD Kabupaten Ngada. Foto: Humas DPRD Ngada

Warta DPRD Ngada, Edisi 3, Juli - September 2011

Warta Utama
Para Pimpinan OPD se-Kabupaten Ngada pun turut serius menyimak Pidato LKPJ Bupati Ngada pada Rapat Paripurna LKPJ Bupati Ngada di Ruang Rapat DPRD Kabupaten Ngada. Foto: Humas DPRD Ngada

8

Dan Sukses Menyelenggarakan Pemilu Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah. Tema pembangunan tersebut diterjemahkan ke dalam empat prioritas pembangunan yang meliputi: Pertama, Peningkatan Kualitas Layanan Pendidikan dan Kesehatan; Kedua, Penuntasan Pembangunan Infrastruktur Sosial Ekonomi di Perdesaan dan Perkotaan, Penanggulangan Bencana Alam, Pengembangan Wilayah serta Upaya Pelestarian Lingkungan Hidup; Ketiga, Pengembangan Agribisnis yang dilakukan melalui Pemberdayaan Masyarakat pada Sektor Pertanian, Perikanan dan Kelautan, Kehutanan, Koperasi, Lingkungan Hidup, Industri Kecil-Menengah, Penanggulangan Kemiskinan dan Pemberdayaan Perempuan; dan Keempat, Penyelenggaraan

PEMILU KADA yang LUBER dan JURDIL dan Percepatan Pelaksanaan Reformasi Birokrasi Pemerintah serta Penegakan Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM). Berbagai hasil dari pelaksanaan akselerasi pemerintahan, p e m b a n g u n a n d a n kemasyarakatan telah kita capai, walaupun diakui masih terdapat beberapa kekurangan yang memerlukan peningkatan kinerja pemerintahan di berbagai bidang. Beberapa kendala yang masih dihadapi pada tahun 2010, pada dasarnya tidak lepas dari perubahan lingkungan strategis penyelenggaraan pemerintahan daerah. Berkaitan dengan kondisi dimaksud, Kepala Daerah memberikan apresiasi yang sangat

tinggi atas pemahaman, kerjasama kemitraan dan dukungan dari DPRD, untuk saling berinteraksi, dengan semangat kebersamaan yang elegan dan harmonis, dalam menyusun berbagai upaya antisipasi, terhadap perubahan lingkungan strategis pemerintahan, yang telah terjadi sepanjang tahun 2010. Berbekal sinergitas kemitraan yang intens antara pemerintah daerah dan DPRD, disertai dengan dukungan partisipasi masyarakat daerah, Bupati memberikan gambaran informasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah, yang telah dicapai sepanjang tahun 2010, baik berupa keberhasilan maupun permasalahannya, yang memerlukan perhatian semua pihak. Harapannya, penyampaian kinerja pemerintahan daerah tahun

Warta DPRD Ngada, Edisi 3, juli - September 2011

Warta Utama
2010 ini sekaligus merupakan pelaksanaan berbagai rekomendasi, dari yang terhormat Anggota DPRD, yang telah disampaikan kepada pemerintah. Berikut ini disampaikan gambaran kinerja penyelenggaraan urusan pemerintahan selama tahun 2010 berdasarkan standar pelayanan minimal bagi pelaksanaan urusan pendidikan dan kesehatan serta menurut Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang P e d o m a n E v a l u a s i Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah yang dirinci menurut prioritas pembangunan daerah Kabupaten Ngada tahun 2010. Prioritas pertama: Peningkat-an kualitas layanan pendidikan dan kesehatan. Pertama, peningkatkan derajat pendidikan, perluasan kesempatan belajar pada semua jenjang p e n d i d ik a n , p e r b a i k a n d a n penyebaran sarana pendidikan, peningkatan kualitas guru, pengembangan materi pendidikan berbasis kompetensi, pengembangan kelembagaan pendidikan, pengembangan dan penyebaran teknologi tepat guna. Arah kebijakan ini selanjutnya diuraikan ke dalam berbagai program, antara lain: Program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD); Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun; Program Pendidikan Menengah; Program Pendidikan Non Formal; Program Peningkatan Mutu P e n d i d i k d a n Te n a g a Kependidikan; Program Manajemen Pelayanan Pendidikan; Program Peningkatan Peran serta Kepemudaan; Program Pengembangan Kebijakan dan Manajemen Olahraga; Program Pembinaan dan Pemasyarakatan Olahraga; Program Peningkatan Kualitas Pelayanan Informasi; serta Program Pengembangan Budaya Baca dan Pembinaan Perpustakaan. Pelaksanaan program-program dimaksud telah menghasilkan b e b e r a p a c a p a i a n . Penyelenggaraan pendidikan anak usia dini (PAUD) mengalami peningkatan sebesar 25.8%, dibanding pada tahun 2009 sebesar 21.5%. Angka Partisipasi Murni(/APM) SD/MI/Paket A sebesar 92,37% . Angka Partisipasi Murni (APM) SMP/MTs/Paket B sebesar 82,81%. Angka Partisipasi M u r n i ( A P M ) SMA/SMK/MA/Paket C sebesar 50.16% Angka Putus Sekolah (APS) SD/MI sebesar 0,22% Hal ini mengalami penurunan dari tahun 2009 sebesar 0,7%. Angka Putus Sekolah (APS) S M P / M Ts s e b e s a r 2 , 3 6 % , mengalami penurunan dari tahun 2009 dengan persentase 3,7%. Angka Putus Sekolah (APS)

9

Ini salah satu SD di perbatasan Ngada - Manggarai Timur, tepatnya di Desa Benteng Tawa. Jangkauan layanan pendidikan sudah seharusnya menerobos sampai ke titik batas. Ngada. Foto: Humas DPRD Ngada

Warta DPRD Ngada, Edisi 3, Juli - September 2011

Warta Utama
SMA/SMK/MA sebesar 0,70%. Angka ini berkurang dari tahun sebelumnya yakni sebesar 6,1%. Angka Kelulusan SD/MI sebesar 96,52%, meningkat dari tahun sebelumnya yakni 94,57%. Angka Kelulusan (AL) SMP/MTs sebesar 40,72%. Angka Kelulusan SMA sederajat 44.34%. Angka Melanjutkan dari SD/MI ke SMP/MTs sebanyak 98,85%. Angka Melanjutkan (AM) dari SMP/MTs ke SMA sederajat 66,1% . Sedangkan berkaitan dengan indikator Guru yang Memenuhi Kualifikasi S1/D-IV sebesar 39,0% dengan jumlah guru berijasah kualifikasi S1/D-IV 637 orang dari jumlah Guru SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA 1.635 orang. Kedua, perluasan dan pemerataan jangkauan layanan kesehatan dasar, pengembangan sistem layanan kesehatan yang terjangkau masyarakat. Kebijakan ini difokuskan pada: Peningkatan kualitas Kesehatan Ibu dan Anak; Pengurangan angka kematian Ibu dan Bayi; dan Perluasan dan penyebaran sarana kesehatan, penambahan tenaga medis dan paramedis serta pemberantasan penyakit laten dalam masyarakat. Pencapaian programnya dapat dijelaskan sebagai berikut: Cakupan Komplikasi Kebidanan yang ditangani 99,80% dengan jumlah komplikasi kebidanan yang mendapat penanganan definitif 505 orang dan jumlah ibu dengan komplikasi kebidanan 506 orang. Cakupan komplikasi kebidanan ini telah melampaui target Indonesia Sehat 2015 yakni dengan target 80%. Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan sebesar 91,36 % dengan jumlah ibu bersalin yang ditolong oleh tenaga kesehatan di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu 2.613 orang dan jumlah seluruh sasaran ibu bersalin 2.860 orang. Cakupan ini telah sesuai dengan target nasional yakni 90%. Cakupan Desa/Kelurahan Universal Child Immunization sebesar 44,68% dengan jumlah Desa/Kelurahan UCI 42 dari jumlah seluruh Desa/Kelurahan 94. Sedangkan target nasional sebesar 100%. Dengan demikian belum mencapai taget. Cakupan balita gizi buruk

10

Bapak Marselinus D. Nau, SE, Anggota DPRD dari Partai Hanura bersama Anggota DPRD Ngada yang lain tekun menelaah LKPJ Bupati Ngada ketika Bupati membaca Pidato Pengantar LKPJ Tahun Anggaran 2010. Ngada. Foto: Humas DPRD Ngada

Warta DPRD Ngada, Edisi 3, Juli - September 2011

Warta Utama
mendapat perawatan sebesar 100% dari jumlah balita gizi buruk yang mendapat perawatan di sarana pelayanan kesehatan 22 orang. Capaian ini telah sesuai dengan target nasional. Cakupan penemuan dan penanganan penderita penyakit TBC BTA+ sebesar 100% dari jumlah penderita baru TBC BTA+ yang ditemukan dan diobati sebanyak 96 orang. Capaian ini telah sesuai dengan target nasional. Cakupan Penemuan dan Penanganan Penderita Penyakit DBD sebesar 99,05%. Dengan jumlah penderita DBD yang ditangani sebanyak 104 orang dari jumlah penderita DBD 105 orang. Capaian ini belum sesuai target nasional. Cakupan Pelayanan Kesehatan Dasar Pasien Masyarakat Miskin sebesar 89,62%, dengan jumlah kunjungan pasien miskin di Sarana Kesehatan Strata 1 54.174 kali dan jumlah seluruh masyarakat miskin 60.452 orang. Capaian ini belum sesuai dengan target nasional sebesar 100%. Cakupan kunjungan bayi sebesar 77,32%, dengan jumlah kunjungan bayi memperoleh pelayanan kesehatan sesuai standar 2.189 bayi dan jumlah seluruh bayi lahir hidup sebanyak 2.831 bayi. Sedangkan target nasional sebesar 90%. Prioritas Kedua: Penuntasan pembangunan infrastruktur sosial ekonomi di perdesaan dan perkotaan, penanggu-langan bencana alam, pengembangan wilayah serta upaya pelestarian lingkungan hidup. Sasaran pembangunan diarahkan untuk: Menuntaskan pembangunan serta peningkatan jalan dan jembatan yang dapat mempercepat pengembangan aksesibilitas wilayah; Membuka keterisolasian fisik daerah atau wilayah tertinggal, akses jalan ke sarana kesehatan dan pendidikan, dan mengembangkan sentra-sentra produksi ke arah yang lebih dekat dengan pusat pemasaran serta pembukaan kawasan cepat tumbuh yang berwawasan lingkungan. Selain itu juga diarahkan untuk menata pemanfaatan ruang dan mengembangkan jenis-jenis k a w a s a n s e r t a mengkonsolidasikan orde-orde kota dalam wilayah pembangunan. Mengembangkan Project channeling system dengan kegiatan-kegiatan PNPM perkotaan yang difokuskan pada T R I D AYA y a i t u : A s p e k Lingkungan hidup, Aspek pengembangan ekonomi, dan Aspek sosial (pendidikan, kesehatan dan kesra). Pencapaiannya dilaksanakan melalui berbagai program, yakni: Program Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup; Program Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Alam; Program Peningkatan Kualitas dan Akses Informasi Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup; Program Pengembangan Jalan dan Jembatan; Program Pembangunan Saluran Drainase/GorongGorong; Program Inspeksi Kondisi Jalan dan Jembatan; Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Kebinamargaan; Program Pengembangan dan Pengelolaan Jaringan Irigasi, Rawa dan Jaringan Pengairan lainnya. Kabupaten Ngada juga mendapat alokasi dana tugas pembantuan dari Ditjen Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum berupa Pembangunan Infrastruktur Permukiman Kabupaten Ngada dengan total dana 3 milyar lebih. Dari Kementrian Pembangunan Daerah Tertinggal, dengan total dana 1,9 milyar. Pencapaian ini dilakukan pula melalui kerjasama dengan Voluntary Service Overseas (VSO); Australian Development Scholarships (ADS); BPS Ngada; PT. Trans Nusa Air Service; Konsultan Psikologi Terapan ”Tirta Kupang.” Prioritas Ketiga: Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat di Sektor Pertanian, Perikanan dan Kelautan, Kehutanan, Koperasi, Lingkungan Hidup, Industri K e c i l - M e n e n g a h , Penanggulangan Kemiskinan dan Pemberdayaan Perempuan. Sasaran pembangunan diarahkan untuk: Pertama, memperkuat basis perekonomian masyarakat dan daerah dalam rangka mempercepat pertumbuhan dan perubahan struktur ekonomi, peningkatan pendapatan dan perluasan lapangan kerja/usaha produktif. Kedua, memperkuat kelembagaan sosial kemasyarakatan sebagai modal sosial untuk menunjang peningkatan partisipasi masyarakat dan keberlangsungan pembangunan.Ketiga,: memperluas kesempatan bagi perempuan dan pemuda untuk mengembangkan kemampuannya dan terlibat secara aktif dalam proses pembangunan, Keempat, memberdayakan institusi-institusi kepemilikan tanah seperti pemilik tanah, petani penggarap, buruhtani dan penyewah tanah. Kelima, mendistribusikan pemanfaatan kepemilikan tanah yang dapat memberikan nilai tambah bagi pengembangan, kemajuan dan kesejahteraan masyarakat dan daerah dengan prioritas pembangunan yang diletakan pada mendorong keikutsertaan lembaga kepemilikan atau penguasaan

11

Warta DPRD Ngada, Edisi 2, April - Juni 2011

Warta Utama
Selain Soa sebagai lumbung padi Kabupaten Ngada, salah satu tempat yang potensial untuk lumbun pangan Ngada adalah wialayah Kecamatan Bajawa Utara. Seperti yang tampak pada gambar, daerah ini sangat potensial untuk menjadi daerah penghasil padi, asalkan jaringan irigasinya ada dan tertata dengan baik. Foto: Humas DPRD Ngada

12
Foto: Asry Moi, dkk

tanah/lahan sebagai salah satu investor dalam pengembangan investasi daerah. Keenam, Melanjutkan skema pendanaan yang telah dikembangkan oleh lembaga keuangan mikro di pedesaan. Program yang dilaksanakan yakni Program Pengembangan Pemasaran Pariwisata; Program Pengembangan Destinasi Pariwisata; Program Pengembangan Kemitraan; Program Peningkatan Keberdayaan Masyarakat Perdesaan; Program Pengembangan Lembaga Ekonomi Perdesaan; Program Peningkatan Partisipasi Masyarakat dalam Membangun Desa; Program Pemberdayaan Fakir Miskin, Komunitas Adat Terpencil (KAT) dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) lainnya; Program

Pelayanan dan Rehabilitasi Kesejahteraan Sosial; Program Pembinaan Anak Terlantar; Program Pemberdayaan Kelembagaan dan Kesejahteraan Sosial; Program Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengawasan dan Pengendalian Sumber Daya Kelautan; Program Pengembangan Budidaya Perikanan; Program Pengembangan Perikanan Tangkap; Program Pengembangan Sistem Penyuluhan Perikanan; Program Optimalisasi Pengelolaan dan Pemasaran Produksi Perikanan; Program Peningkatan Kesejahteraan Petani; Program Peningkatan Ketahanan Pangan; Program Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Pertanian/ Perkebunan; Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Ternak; Program Peningkatan Produksi

Hasil Peternakan; Program Pemanfaatan Potensi Sumber Daya Hutan; Program Perlindungan Konsumen dan Pengamanan Perdagangan; Program Peningkatan Efisiensi Perdagangan dalam Negeri. Selain itu, terdapat tugas pembantuan yang diterima dari Departemen Pertanian Republik Indonesia dengan total dana 2.677 milyar dan Tugas pembantuan dari Departemen Pertanian Republik Indonesia, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian dengan Program Peningkatan Kesejahteraan Petani serta Program Peningkatan Ketahanan Pangan dengan total dana 3,007 milyar. Juga ada alokasi dana dari Tugas pembantuan Departemen Sosial RI berupa bantuan yang diberikan kepada penderita cacat permanen

Warta DPRD Ngada, Edisi 3, Juli - September 2011

Warta Utama
Penyuluhan Pertanian/ Perkebunan dan Program Peningkatan Ketahanan Pangan dengan total dana 213,5 juta. Dalam rangka memberdayakan potensi dan sumber daya ekonomi, sosial dan budaya masyarakat perdesaan serta penanggulangan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja di perdesaan, Pemerintah menyampaikan terima kasih kepada Lembaga Dewan terhormat yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Program Pengembangan Sistem Pembangunan Partisipatif (P2SPP), Program Nasional Pembangunan MasyarakatMandiri Perdesaan (PNPM-MP), Program Nasional Pembangunan Masyarakat-Mandiri Pedesaan Provinsi NTT (PNPM-MP Provinsi NTT) serta Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Daerah (PNPM-MD), yang tersebar di 9 kecamatan se-Kabupaten Ngada dan telah memberikan gambaran pencapaian yang baik. Beberapa pencapaian berdasarkan indikator makro yang telah diraih sebagai berikut: Dalam upaya pemberdayaan perkoperasian, prosentase Koperasi Aktif sebesar 82,26% dengan jumlah koperasi aktif 51 dari jumlah seluruh koperasi 62 unit. Angka ini meningkat sebesar 0,26% dari tahun sebelumnya sebesar 82%. Bidang kependudukan dan catatan sipil, kepemilikan KTP sebesar 85,70%, meningkat dari tahun sebelumnya yakni sebesar 76,33%. Kepemilikan Akta Kelahiran Penduduk sebesar 42,80%, meningkat dari tahun sebelumnya. Dalam bidang ketenagakerjaan, tingkat partisipasi angkatan kerja sebesar 1,8%. Pencapaian tingkat partisipasi angkatan kerja relatif stabil bila dibandingkan dengan

13

Bupati Ngada, Marianus Sae didampingi Wakil Bupati dan Ketua DPRD Ngada mengangkat trophy Kejuaraan PNPM Integrasi atas keberhasilan Kabupaten Ngada sebagai Juara I Nasional Pengelolaan PNPM Integrasi Tahun 2010. Foto: Humas DPRD Ngada.

berupa uang sebesar Rp.300.000/bulan/orang selama satu tahun, dengan jumlah dana keseluruhan sebesar 648 juta. Tugas pembantuan dari Departemen Kehutanan Republik Indonesia (melalui Balai Pengolahan Daerah Aliran Sungai Benain Kupang) melalui kegiatan berupa Rehabilitasi Lahan Kritis dan DAS Prioritas, total dana 1.403 milyar. Tugas pembantuan dari

Pemerintah Provinsi NTT dengan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat-Mandiri Perdesaan (PNPM-MP) Provinsi NTT; Program Pemugaran Pemukiman dan Lingkungan Desa Terpadu (P2LDT) serta Program Penanggulangan Pekerja Anak Desa Tertinggal (P2ADT) dengan total dana 386 juta. Selanjutnya, tugas pembantuan dari Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Provinsi NTT melalui Program Pemberdayaan

Warta DPRD Ngada, Edisi 3, Juli - September 2011

Warta Utama
Priorotas Keempat dalam pembangunan Kabupaten Ngada adalah Penyelenggaraan Pemilu Kada yang LUBER dan JURDIL. Pemilu Kada dapat menjadi media pencerahan politik bagi masyarakat. Inilah Baliho para kandidat Bupati dan Wakil Bupati Ngada pada Pemilu Kada 2009 yang lalu. Foto: Dok. BLH Kab. Ngada

14
tahun sebelumnya yakni 1,97%. Untuk bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, partisipasi perempuan di lembaga pemerintah 74,16% dengan jumlah pekerja perempuan di lembaga pemerintah 1.441 orang dari jumlah seluruh pekerja perempuan 1.943 orang. Selanjutnya, berkaitan dengan jumlah Keluarga Pra Sejahtera dan Keluarga Sejahtera I mengalami penurunan dari yang sebelumnya 77,92% menjadi 76,11% pada tahun ini. Dalam hal produksi pertanian/perkebunan, produksi Padi pada tahun 2009 sebesar 32.874 Ton. Pada tahun 2010 meningkat menjadi 36.741,47 Ton. Produksi Jagung pada tahun 2009 sebesar 18.690 Ton, tahun 2010 menurun menjadi 11.342,38 Ton. Produksi Kedele tahun 2009 sebesar 238 Ton, tahun 2010 meningkat menjadi 637,59 Ton. Produksi Kacang Tanah dan Kacang Hijau pada tahun 2009 masing-masing sebesar 513 Ton dan 393 Ton, pada tahun 2010 mengalami penurunan masingmasing 169,24 Ton dan 63,94 Ton. Prioritas Keempat: Penyelenggaraan Pemilu Kada yang Luber dan Jurdil serta Percepatan Pelaksanaan Reformasi Birokrasi Pemerintah serta Penegakkan Hukum dan HAM. Prioritas pembangunan ini diarahkan untuk: Pertama, Menyelenggarakan Pemilihan Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah (PILKADA) yang LUBER dan JURDIL. Kedua, menciptakan aparatur dan birokrasi pemerintah yang bersih, efisien, berakuntabilitas tinggi serta peduli terhadap kepentingan masyarakat. Ketiga, menciptakan supermasi hukum dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan, sehingga terwujudnya kepastian hukum, rasa adil, penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan berwibawa, kesadaran masyarakat yang tinggi dan pengakuan serta penghargaan terhadap HAM. Program yang dilaksanakan yakni Program Pendidikan Politik kepada Masyarakat; Program Pencegahan Dini dan Penanggulangan Korban Bencana Alam; Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Ikhtisar Realisasi Kinerja SKPD; Program Peningkatan Kapasitas Lembaga Perwakilan Rakyat Daerah; Program Penataan Daerah Otonomi Baru; Program Peningkatan Komunikasi dan Informasi serta Penggunaan Media Massa. Capaian kinerja berdasarkan data dan informasi hasil pengukuran terhadap Indikator Kinerja Kunci adalah adanya kegiatan pembinaan politik daerah berupa kegiatan pembinaan terhadap LSM, Ormas

Warta DPRD Ngada, Edisi 3, Juli - September 2011

Warta Utama
serta OKP sebanyak 2 kegiatan, meningkat dari tahun sebelumnya 1 kegiatan. Jumlah PNS Kabupaten Ngada pada tahun 2010 sebanyak 4,291 orang. Sedangkan jumlah penduduk Kabupaen Ngada tahun 2010 adalah 142.254 jiwa. Sehingga ratio PNS terhadap jumlah penduduk adalah 3,02. Selanjutnya, penyebaran informasi Pemerintah Daerah kepada publik selama ini berjalan dengan baik. Hal ini karena Pemerintah Kabupaten Ngada didukung satu media informasi yang dapat diakses oleh berbagai kalangan masyarakat yakni Radio Siaran Pemerintah Daerah (RSPD) Ngada, yang secara legitimasi diperkuat dengan Peraturan Bupati Ngada Nomor 10 Tahun 2010 tentang Pembentukan Lembaga Penyiaran Publik Lokal Radio Siaran Pemerintahan Daerah Kabupaten Ngada. Mengenai efektivitas perencanaan, penyusunan, pelaksanaan tata usaha, pertanggungjawaban dan pengawasan APBD, jumlah Temuan BPK RI sampai dengan akhir tahun 2009 sebanyak 118 temuan sedangkan temuan BPK RI yang ditindaklanjuti sampai dengan akhir Tahun 2010, sebanyak 201 temuan. Sehingga persentase ratio temuan BPK RI yang ditindaklanjuti sampai dengan akhir tahun 2010 adalah 170,34%. Dalam bidang terobosan/inovasi dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah, pada tahun 2010 terdapat satu penghargaan yang diterima oleh Pemerintah Daerah dari Pemerintah. Penghargaan dimaksud adalah Penghargaan Tokoh Gerakan K o p e r a s i . P e n g h a rg a a n i n i diberikan berkaitan dengan meningkatnya pengembangan perkoperasian di Kabupaten Ngada. Dalam hal pengelolaan keuangan dan asset daerah, seluruh OPD telah membuat Laporan Keuangan seperti Laporan Realisasi Anggaran (LRA), Laporan Neraca dan CaLK. Sedangkan manajemen aset yang dititikberatkan pada pelaksanaan inventarisasi aset oleh OPD, telah dilaksanakan oleh seluruh OPD. Berkaitan dengan responsivitas terhadap partisipasi masyarakat, Organisasi Perangkat Daerah di Kabupaten Ngada yang telah mempunyai fasilitas atau sarana untuk melakukan survei kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik yang dilakukan adalah R S U D Ti p e C d a n D i n a s Kesehatan. Survey kepuasan masyarakat yang dilakukan oleh RSUD berupa kotak saran dan kuesioner. Pada Dinas Kesehatan berupa survey keluhan masyarakat di Puskesmas Riung.

15

Suasana Ruang Siaran RSPD Ngada. Inilah satu-satunya sarana elektronik yang menyebarkan berbagai informasi pembangunan di Kabupaten Ngada. Jangkauan frekuensinya dinilai masih belum maksimal sehingga belum bisa menjangkau semua wilayah di Kabupaten ngada. Foto: Humas DPRD Ngada

Warta DPRD Ngada, Edisi 3, Juli - September 2011

Warta Utama
Pendapatan, Belanja dan Pembiayaan Daerah Kinerja Pemerintah Kabupaten di dalam pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Ngada Tahun Anggaran 2010, yang tercermin pada Ringkasan Realisasi Anggaran di Bidang Pendapatan, Belanja dan Pembiayaan dapat diuraikan sebagai berikut: Pendapatan Daerah Realisasi keseluruhan Anggaran Pendapatan yang diperoleh dalam tahun anggaran 2010 adalah sebesar 394 milyar lebih dari target sebesar 411 milyar lebih atau mencapai 95,83%. Jika dibandingkan dengan realisasi tahun anggaran 2009, maka terlihat adanya peningkatan pendapatan yang cukup signifikan sebesar 41 milyar lebih atau meningkat sebesar 11.72%. Kontribusi dari masing-masing kelompok Pendapatan Daerah adalah sebagai berikut : Pendapatan Asli Daerah. Pendapatan Asli Daerah merupakan pendapatan yang diperoleh dari Pajak Daerah, Retribusi Daerah, Pendapatan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan dan Lainlain Pendapatan Asli Daerah yang Sah, dengan realisasi secara keseluruhan sebesar 16,6 milyar lebih dari target sebesar 22,9 milyar atau mencapai 72.38%. Walaupun demikian, terhadap realisasi penerimaan PAD tersebut di atas, bila dibandingkan dengan tahun anggaran 2009 terdapat adanya peningkatan sebesar 5.5% dibandingkan tahun 2009. Pendapatan Transfer Pendapatan transfer merupakan pendapatan yang diperoleh dari transfer pemerintah pusat/dana perimbangan, transfer pemerintah pusat - lainnya serta transfer pemerintah provinsi dan pemerintah daerah lainnya. Realisasi untuk kelompok pendapatan ini adalah sebesar 377 milyar dari target sebesar 388 milyar atau mencapai 97.21%, meningkat sebesar 12.01%dibandingkan tahun 2009. Rincian dari masing-masing komponen pendapatan transfer sebagai berikut: Transfer pemerintah pusat/dana perimbangan, dengan realisasi 305 Untuk tahun 2009 sebesar 240 milyar atau mengalami kenaikan sebesar 3.04%. Ketiga, Dana Alokasi Khusus, realisasi 100% sebesar 41 milyar, mengalami penurunan sebesar 41.25% dari tahun 2009. Transfer pemerintah pusatlainnya, realisasi sebesar 66 milyar dari target 72 milyar atau 91.49%. Pendapatan ini diperoleh dari Dana Penyesuaian yang mengalami peningkatan sebesar 58 milyar atau sebesar 778.16% dari tahun 2009. Transfer pemerintah provinsi dan

Suasana Rapat Panitia Kerja membahas LKPJ Bupati Ngada bersama Pemerintah yang diikuti oleh Pimpinan dan Staf OPD-OPD Ngada. Foto: Humas DPRD Ngada

16

milyar lebih dari target sebesar 310 milyar atau 98.42%. Realisasi tahun 2009 sebesar 325 milyar, mengalami penurunan sebesar 6.16% pada tahun 2010. Pendapatan ini meliputi: Pertama, Dana Bagi Hasil Pajak, realisasi sebesar 16 milyar dari target 21 milyar atau 77.13%. Pendapatan ini mengalami peningkatan sebanyak 13.26% dibanding pendapatan pada tahun 2009. Kedua, Dana Alokasi Umum, realisasi sebesar 100% dengan nilai perolehan sebesar 247 milyar.

pemerintah daerah lainnya, realisasi sebesar 6,2 milyar dari target 6 milyar lebih atau 103.54%, yang terdiri atas: Pertama, Dana Bagi Hasil Pajak Dari Provinsi, realisasi 4 milyar dari target sebesar 3,8 milyar atau 105.56%, mengalami kenaikan sebsar 104,77% dibandingkan pada tahun 2009. Kedua, Bantuan keuangan dari provinsi atau pemerintah lainnya, realisasi 100% dari target sebesar 2,1 milyar.

Warta DPRD Ngada, Edisi 3, Juli - September 2011

Warta Utama
Belanja Daerah Realisasi Belanja Daerah Kabupaten Ngada Tahun Anggaran 2010 adalah sebesar 374 milyar lebih dari target sebesar 430 milyar lebih atau mencapai 86.92%. Dibandingkan dengan tahun anggaran 2009, keseluruhan realisasi belanja daerah tahun anggaran 2010 mengalami peningkatan sebesar 4.70% yakni dari 357 milyar lebih menjadi 374 milyar lebih. Rincian alokasi belanja daerah Keempat, Belanja Hibah dengan realisasi sebesar 10 milyar lebih dari target sebesar 12 milyar atau mencapai 86,38%. Kelima, Belanja Bantuan sosial dengan realisasi sebesar 8 milyar dari target sebesar 8 milyar atau mencapai 98,39%. Belanja Modal Total belanja modal untuk membiayai seluruh program kegiatan yang tersebar pada SKPD adalah sebesar 107 milyar lebih dari target sebesar 150 milyar atau Lainnya, dengan realisasi sebesar 1 milyar lebih dari target sebesar 12 milyar lebih atau mencapai 13%. Belanja Tidak Terduga Total belanja tidak terduga sebesar 965 milyar lebih dari target sebesar 1,360 milyar atau mencapai 70,92%. Transfer Bagi Hasil Ke Desa Berupa Bagi Hasil Pendapatan Lainnya sebesar 22 milyar lebih dari target sebesar 23 milyar lebih atau mencapai 97,11%. Pembiayaan
Bapak Kristo Sape dan Ibu Maria Lele, Anggota Panja DPRD Ngada serius menyimak penjelasan pemerintah saat Rapat Panja. Foto: Humas DPRD Ngada

Penerimaan Pembiayaan Total penerimaan pembiayaan adalah sebesar 15,394 milyar lebih dari target sebesar 25,869 milyar atau mencapai 59.51% yang terdiri dari: Pertama, Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) sebesar 14,311 milyar dari target sebesar 19,591 milyar atau mencapai 73.05%. Kedua, Penerimaan Kembali Pemberian Pinjaman Daerah sebesar 1,082 milyar dari target sebesar 2,336 milyar atau mencapai 46,34%. Ketiga, Penerimaan Piutang Daerah, realisasi 0% dari target sebesar 3,940 milyar.

17

dapat diuraikan sebagai berikut: Pertama, Belanja Operasi, ditargetkan sebesar 256 milyar dengan realisasi sebesar 243 milyar atau mencapai 94,88%, terdiri atas: Kedua, Belanja Pegawai, dengan realisasi sebesar 177 milyar lebih dari target sebesar 183 milyar lebih atau mencapai 96,69%. Ketiga, Belanja Barang dan Jasa, dengan realisasi sebesar 46,9 milyar lebih dari target sebesar 52,1 milyar lebih atau mencapai 89,93%.

mencapai 71,90%, dengan rincian sebagai berikut : Pertama, Belanja Peralatan dan Mesin dengan realisasi sebesar 11 milyar dari target sebesar 12 milyar atau mencapai 97,05%. Kedua, Belanja Gedung dan Bangunan dengan realisasi sebesar 16 milyar dari target sebesar 25 milyar atau mencapai 64,81%. Ketiga, Belanja Jalan, Irigasi dan Jaringan, dengan realisasi sebesar 77 milyar dari target sebesar 99 milyar atau mencapai 78,03%. Keempat, Belanja Aset Tetap

Pengeluaran Pembiayaan Total pengeluaran pembiayaan adalah sebesar 6,484 milyar dari target sebesar 6,750 milyar atau mencapai 96,06%, dengan peruntukan sebagai berikut : Pertama, Penyertaan Modal (Investasi) Pemerintah Daerah dengan realisasi sebesar 5 milyar atau mencapai 100%. Kedua, Pemberian Pinjaman Daerah sebesar 1,484 milyar dari target sebesar 1,750 milyar atau mencapai 84,80%.

Warta DPRD Ngada, Edisi 3, Juli - September 2011

Warta Utama

Bupati Ngada menyerahkan Dokumen LKPJ kepada Pimpinan DPRD Ngada untuk selanjutnya dibahas dalam Rapat Panitia Kerja DPRD Ngada. Foto: Humas DPRD Ngada

18

Dengan demikian SILPA tahun anggaran berkenaan (2010) adalah sebesar 28,954 milyar. Keseluruhan kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah sepanjang tahun 2010 yang kita laksanakan, telah kita capai bersama. Berbagai capaian, disadari masih belum sepenuhnya berhasil mencapai target sesuai yang telah kita harapkan bersama, baik pada tataran indikator makro maupun kinerja program kegiatan. Kondisi demikian, sesungguhnya merupakan catatan kita bersama, dalam kerangka mengoptimalkan peran pemerintahan di masa mendatang. Beberapa catatan penting yang perlu terus kita tingkatkan di masa mendatang

adalah sebagai berikut: Pertama, Peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penuntasan kemiskinan sebagai pokok persoalan di daerah ini perlu dilakukan melalui langkahlangkah kritis, tepat dan komprehensif, melibatkan seluruh komponen penyelenggara pemerintahan daerah. Kedua, Hasil audit BPK terhadap pengelolaan keuangan dan asset daerah tahun 2010 menunjukan perlunya kerja keras kita bersama di masa yang akan datang dalam upaya meningkatkan manejemen pengelolaannya demi tercapainya berbagai sasaran pembangunan. Keempat, Pemerintah sepantasnya memberikan apresiasi atas kerja-

kerja yang telah dilakukan serta semangat kemitraan segenap komponen terkait baik legislatif, LSM maupun unsur sosial kemasyarakatan lainnya. Sebagai sesama pelayan masyarakat, marilah kita menyamakan persepsi guna mengambil langkah-langkah terobosan baru demi pengembangan kapasitas daerah serta kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Ngada secara berkelanjutan.***

Warta DPRD Ngada, Edisi 2, April - Juni 2011

Alat Kelengkapan DPRD

Badan Anggaran DPRD Ngada

Kristoforus Loko,S.Fil Ketua

Paulinus No Watu,S.Sos Wakil Ketua

Moses J. Mogo, BcSW Wakil Ketua

Kua Vinsensius, SM Anggota

19
Syrilus Patiwuli, S.Ag Anggota Paulus D. Maku, A.Md Anggota Marselinus D. Nau, SE Anggota Yohanes Ngai Luna Anggota

Dorothea Dhone, S.Sos Anggota

Herman E. Bay Anggota

Yulius H. Killa Moi, S.Sos Anggota

Muchlis Manepo Anggota

Bernadinus D. Ngebu, SP Anggota

Drs. Kristoforus Sape Anggota

Warta DPRD Ngada, Edisi 2, April - Juni 2011

Alat Kelengkapan DPRD

Badan Musyawarah DPRD Ngada

Kristoforus Loko,S.Fil Ketua

Paulinus No Watu,S.Sos Wakil Ketua

Moses J. Mogo, BcSW Wakil Ketua

Maria Lele Vale, A.Md Anggota

Paulus D. Maku, A.Md Anggota

Helmut Waso Anggota

Bernadinus D. Ngebu, SP Anggota

Laja Fransiskus, SH Anggota

Yohanes Lape Anggota

Liu Aloysius, A.Md.Pd Anggota

Raymundus Bena, SS.M.Hum Anggota

Drs. Felix Japang Anggota

Drs. Bengu Laurensius Anggota

Warta DPRD Ngada, Edisi 2, April - Juni 2011

Alat Kelengkapan DPRD

Badan Legislasi DPRD Ngada

Yulius H. Killa Moi, S.Sos Ketua

Lalu Paskalis, SH Wakil Ketua

Yosep Dopo, S.Pd Anggota

Urbanus Nono Dizi,SE Anggota

Moses J. Mogo, BcSW Anggota

Marselinus D. Nau, SE Anggota

Donatus Madhu, S.Sos Anggota

Laja Fransiskus, SH Anggota

Dorothea Dhone, S.Sos Anggota

Todius Y. Tuba Lobo Anggota

Helmut Waso Anggota

Petrus Ngabi Anggota

Badan Kehormatan DPRD Ngada

Syrilus Patiwuli, S.Ag Ketua

Yohanes Ngai Luna Wakil Ketua

Drs. Felix Japang Anggota

Warta DPRD Ngada, Edisi 3, Juli - September 2011

Catatan HUT Kedua Pelantikan Anggota DPRD Ngada
Perayaan memeperingati Hari Ulang Tahun Kedua Pelantikan Anggota DPRD Ngada dirayakan pada tanggal 27 Agustus 2011 yang lalu. Seyogyanya perayaan ini dilaksanakan tepat pada tanggal 29 Agustus sesuai dengan tanggal pelantikan mereka dua tahun lalu. Namun karena hari itu bertepatan dengan cuti bersama dalam rangka Idul Fitri, maka perayaannya dimajukan dua hari sebelumnya. Guna memaknai hari ulang tahun pelantikan ini, Ketua DPRD Ngada, Kristoforus Loko, S.Fil berinisiatif untuk mengadakan sebuah acara penting dan mendidik yakni Pencerahan Politik yang menghadirkan pembicara handal P. Dr. Paul Budi Kleden, SVD. Pater Budi membawakan makalah dengan judul Membangun Etika Politik Demi Terwujudnya Bonum Commune: Tanggung Jawab dan Komitmen DPRD. Mengawali penyampaian makalahnya, P. Budi mengisahkan bahwa dari pengalaman dan pengamatannya, tidak ada DPRD Kabupaten lain yang menyelenggarakan hari ulang tahun pelantikannya seperti yang diselenggarakan DPRD Ngada. Sepantasnya sebuah lembaga perwakilan rakyat memperingati hari pengambilan sumpahnya dengan refleksi bersama demi penguatan komitmen sebagai bukti tanggung jawab dalam membangun etika politik demi terwujudnya bonum commune. Menurut Budi, ketika pertama kali diangkat dan dilantik sebagai seorang wakil raykat, Anggota DPRD itu bersumpah. Dalam Sumpah Anggota DPRD, terkandung empat poin penting yakni para anggota DPRD bersumpah untuk melaksanakan tugasnya dengan sebaik-baiknya dan seadiladilnya, para anggota DPRD bersumpah untuk memegang teguh perangkat undang-undang, mereka bersumpah untuk menegakan demokrasi
Bersambung ke hal 36

Ketua DPRD Ngada, Kristo Loko, S.Fil ketika memandu acara Pencerahan Politik oleh P. Dr. Paul Budi Kleden, SVD dalam rangka memperingati HUT Kedua Pelantikan Anggota DPRD Ngada. Foto: Humas DPRD Ngada

Warta DPRD Ngada, Edisi 3, Juli - September 2011

Berita DPRD

Pembahasan Panitia Kerja I DPRD Ngada Terhadap LKPJ Bupati Ngada
Setelah Bupati Ngada, Marianus Sae menyampaikan materi LKPJ di depan Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Ngada, selanjutnya Anggota DPRD Ngada melakukan pembahasan untuk membedah isi dan substansi LKPJ dimaksud. Untuk itu maka dibentuk Panitia Kerja yang khusus membahas tentang LKPJ Bupati. Dalam pembahasan materi LKPJ Bupati, Panitia Kerja terbagi dalam dua sub kelompok. Sub kelompok I membahas tentang Kebijakan Umum Pengelolaan Keuangan Daerah, Belanja Daerah, Pembiayaan Daerah dengan OPD seperti: Dinas PU, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Bagian Umum Setda Ngada, Badan Penanaman Modal, Badan Pertanahan, Dinas P2KI, Dinas ESDM, Badan Kesbangpol dan Linmas, Administrasi Umum, BKDiklat, Bagian Perekonomian, Bagian Hukum, Bagian Administrasi Kemasyarakatan, Bagian Organisasi, Sekretariat DPRD, Inspektorat, Dinas P P K A D , S I N TA P, D i n a s Nakertrans dan Kecamatan dan Kelurahan. Sementara itu, sub kelompok II membahas tentang Kebijakan Umum Pengelolaan Keuangan Daerah, Belanja Daerah, Pembiayaan Daerah dengan OPD seperti: Dinas P3, Dinas K e h u t a n a n , B P 3 K P, D i n a s Kelautan Dan Perikanan, Dinas Koperasi, UMKM dan Perindag, Dinas Sosnakertrans, Badan Lingkungan Hidup, Dinas PKPO, Dinas Kesehatan, RSUD Bajawa, Kantor Perpustakaan dan Kearsipan, Bagian Kesra pada Setda Ngada. Rapat Panitia Kerja berjalan sangat dinamis dengan melibatkan Pimpinan dan Staf dari setiap OPD. Namun tidak jarang juga ada kekesalan di kalangan Anggota Dewan karena ada Pimpinan OPD yang mangkir mengikuti Rapat Panja. Akan tetapi ketika membahas selama lima hari, Panitia Kerja Pembahasan LKPJ Bupati Ngada akhirnya sampai pada titik akhir pembahasan. Beberapa catatan kritis dan rekomendasi penting berhasil diracik Panitia Kerja DPRD Ngada untuk disampaikan kepada pemerintah pada Rapat Paripurna Penutupan Sidang

23

Komisi A bersama Mitra Kerjanya mengadakan rapat komisi guna membahas berbagai program dan kegiatan pada OPDOPD yang menjadi mitra kerja Komisi A DPRD Ngada. Foto: Humas DPRD Ngada

Warta DPRD Ngada, Edisi 3, Juli - September 2011

Berita DPRD

24

Suasana Rapat Kerja Komisi B bersama Pemerintah di Ruang Rapat Komisi B. Foto: Humas DPRD Ngada

Pembahasan LKPJ Bupati Ngada Tahun Anggaran 2010. Apa saja catatan kritis dan rekomendasi yang berhasil ditemukan oleh Panitia Kerja? Berikut kami menurunkannya secara utuh kepada Anda. Hasil Pembahasan Panitia Kerja Sub-kelompok I Dari sisi Pendapatan Daerah, Panitia Kerja menemukan bahwa ketergantungan fisikal daerah terhadap Pemerintah Pusat sangat tinggi. Panja juga mencermati bahwa belum ada kebijakan Pemda yang riil dalam upaya peningkatan PAD. Catatan penting lainnya di bidang Pendapatan Daerah adalah bahwa tidak ada transparansi dalam proses penerimaan danadana pusat setelah penetapan APBD, khususnya jenis-jenis dana yang dikategorikan sebagai Dana Transfer Daerah. Pada pos Belanja Daerah, Panja menemukan beberapa poin penting yakni: pertama, tidak terserapnya

belanja secara optimal yang disebabkan karena tingkat kemampuan sumber daya aparatur yang kurang memadai sehingga terjadi SILPA yang cukup besar. Kedua, belanja daerah yang disusun dengan pendekatan prestasi kerja yang berorientasi pada pencapaian hasil belum sesuai dengan input yang direncanakan. Sementara pada pos Pembiayaan Daerah, Panja menemukan bahwa telah terjadi penyimpangan dalam proses pencatatan keuangan dimana SILPA Tahun 2009 yang adalah secara aturan harus dicatat sebagai penerimaan atau pendapatan pada tahun 2010, namun telah digunakan untuk pembayaran PFK sebelum dicatat sebagai penerimaan/pendapatan tahun 2010. Bagaimanakah kinerja pemerintah dalam Penyelenggaraan Urusan Pemerintah Daerah? Panitia Kerja menilai bahwa secara umum telah banyak hal yang dilakukan secara

teknis oleh OPD baik urusan wajib maupun urusan pilihan. Namun tidak sedikit penyelenggaraan urusan pemerintahan yang belum mampu dilaksanakan secara optimal oleh beberapa OPD. Rincian permasalahan dan rekomendasi yang dihasilkan oleh Panja dapat dicermati dalam beberapa poin penting berikut ini. Dinas Pekerjaan Umum Permasalahan: Pertama, proses pelelangan barang dan jasa di Dinas PU terlihat lambat dan tidak tepat waktu pelaksanaannya dan tidak sesuai dengan waktu yang telah disepakati bersama yakni tiga bulan setelah penetapan APBD. Kedua, perencanaan kegiatan yang tidak komprehensif mengakibatkan dalam pelaksanaan sering ditemukan hambatan dan masalah. Ketiga, tingkat pengawasan yang kurang profesional mengakibatkan

Warta DPRD Ngada, Edisi 3, Juli - September 2011

Berita DPRD
kualitas pekerjaan tidak sesuai harapan dan perencanaan awal. Keempat, penyebaran kegiatan fisik tidak proporsional untuk semua wilayah. Kelima, Pemerintah Kabupaten Ngada terkesan lemah dalam memperjuangkan 9 ruas jalan yang melewati kawasan cagar alam dan hutan lindung ke Pemerintah Pusat. Keenam, ada beberapa ruas jalan yang telah dilakukan tetapi tidak ada realisasi kegiatannya. Ketujuh, ada kecenderungan untuk memindahkan lokasi kegiatan setelah penetapan APBD. Rekomendasi: Pertama, dalam melakukan proses pelelangan barang dan jasa pemerintah harus lebih konsisten dengan waktu yang telah disepakati, yaitu tiga bulan setelah penetapan APBD. Kedua, pemerintah harus profesional dalam pengawasan kegiatan dengan menempatkan aparatur yang kompeten baik di bidang perencanaan maupun pengawasan. Ketiga, dokumen Musrenbang hendaknya menjadi acuan dalam penyusunan program dan terutama dalam penyebaran kegiatan fisik sehingga menjangkau semua wilayah. Keempat, pemerintah harus lebih proaktif dalam memperjuangkan tujuh ruas jalan yang melewati kawasan cagar alam dan hutan lindung. Kelima, diharapkan agar pemerintah harus konsisten dengan perencanaan yang telah ditetapkan dalam APBD. Ruas-ruas jalan yang telah dilakukan survey dan pengukuran diharapkan ditindaklanjuti dengan program kegiatan. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Permasalahan: Pertama, masih banyak penduduk yang belum memiliki KTP yang disebabkan oleh tidak adanya kesadaran masyarakat akan pentingnya KTP. Kedua, masih terdapat petugas yang melakukan pungutan liar dalam pelayanan KTP maupun Kartu Keluarga di luar ketentuan Perda.

25

Para Pimpinan OPD se-kabupaten Ngada memberikan penjelasan dan keterangan dalam Rapat Panitia Kerja bersama Anggota DPRD Ngada. Foto: Humas DPRD Ngada

Warta DPRD Ngada, Edisi 3, Juli - September 2011

Berita DPRD

26

Tenda Baja milik Pemda Ngada sering dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan. Kondisinya yang semakin uzur mendorong Panja DPRD mendesak Pemda Ngada agar memperbaiki tenda ini demi meningkatkan PAD. Foto: Humas DPRD Ngada

Rekomendasi: Pertama, perlu terus dilakukan sosialisasi tentang kesadaran akan pentingnya KTP. Kedua, perlu ada pengendalian dan pembinaan dalam pelayanan tentang administrasi kependudukan pada setiap perangkat daerah, khususnya di kecamatan sehingga dapat menghindari pungutan liar di luar regulasi yang ada. Bagian-Bagian Pada Setda Ngada Permasalahan dan Rekomendasi: Pertama, pada Bagian Umum, ditengarai bahwa sarana tenda rangka baja yang sudah ada tidak layak untuk digunakan atau disewakan karena tidak dikelola secara profesional. Karena itu Panja merekomendasikan agar

pemerintah perlu mengalokasikan anggaran untuk pembelian tendatenda baru dan dikelola secara profesional sehingga dapat menjadi sumber PAD yang baru. Kedua, pada Bagian Perekonomian, masih ada ego sektoral yang mengakibatkan sering terhambatnya pola koordinasi dalam menangani berbagai masalah. Panja merekomendasikan agar pemerintah segera mengeluarkan Instruksi Bupati berkaitan dengan pelaksanaan koordinasi. Ketiga, pada Bagian Administrasi Kemasyarakatan dan Bagian Hukum dan Bagian Organisasi, ditemukan bahwa sarana dan prasarana untuk mendukung kinerja pada dua Bagian ini sangat terbatas dan tidak memadai. Panja merekomendasikan agar

pemerintah segera menyiapkan personil, menempatkan pegawai untuk mengatasi kekurangan staf dan fasilitas pendukung lainnya. Keempat, pada Sekretariat DPRD, terdapat dua jabatan struktural yang lowong. Selain itu terdapat keterbatasan sarana dan prasarana seperti gedung, mobil dan peralatan sound system untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas-tugas dan fungsi DPRD. Karena itu Panja merekomendasikan agar pemerintah segera mengisi jabatan struktural yang lowong dan melakukan kajian analisis tentang kebutuhan yang mendesak di Sekretariat DPRD Ngada. Badan Penanaman Modal, Badan Pertanahan dan BKDiklat Ngada Permasalahan yang ditemukan

Warta DPRD Ngada, Edisi 3, Juli - September 2011

Berita DPRD
pada ketiga Badan ini adalah, pertama, belum tersedianya infrastruktur yang memadai untuk penanaman modal di lokasi investasi seperti jalan, listrik, telepon, air bersih dan pelabuhan laut. Kedua, belum banyak masyarakat yang mengetahui program Larasati pada Badan Pertanahan. Ketiga, kegiatan pelatihan dan kepemimpinan tidak bisa dilaksanakan karena tidak ada alokasi anggaran untuk kegiatan tersebut. Selain itu, penempatan personil atau pegawai/PNS pada Dinas, Kantor, Badan maupun Kecamatan kurang proporsional. Terhadap berbagai permasalahan ini, Panja merekomendasikan agar; Pertama, pemerintah perlu melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk dapat menyediakan sarana dan prasarana umum di lokasi investasi. Kedua, sosialisasi tentang program Larasati perlu terus dilakukan sampai ke tingkat desa-desa. Ketiga, pemerintah perlu menyediakan anggaran untuk kegiatan Diklat PIM dan penempatan personil pada Dinas, Kantor, Badan dan Kecamatan harus berdasarkan analisis jabatan dan beban kerja. Dinas Pariwisata, Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Permasalahan: Pertama, fasilitas tempat wisata Mengeruda sudah tidak layak digunakan karena tidak dirawat dan ditata secara profesional. Kedua, kurangnya petugas pengelola pada tempat wisata Mengeruda Ketiga, belum tersedianya gedung museum untuk menyimpan bendabenda purbakala (fosil-fosil) yang ditemukan di Matamenge, Kecamatan Soa Keempat, penggunaan Terminal Kota tidak sesuai dengan peruntukan awalnya sehingga menciptakan pemandangan yang kumuh dan tidak terawat. Kelima, penataan lalu-lintas kendaraan masuk dan keluar di Bandara Soa kurang bagus. Keenam, sarana dan prasarana perhubungan laut yang sudah tersedia belum difungsikan secara optimal. Rekomendasi: Pertama, pemerintah diminta untuk segeran melakukan penataan ulang lokasi Terminal Kota dan mengembalikan fungsinya sesuai perencanaan awal. Kedua, perlu dipikirkan untuk sesegera mungkin menambah personil di tempat wisata Mengeruda untuk meningkatkan pelayanan dan membantu meningkatkan PAD. Ketiga, pemerintah segera menyiapkan gedung museum yang nyaman dan dibuka untuk umum

27

Inilah Terminal Kota Bajawa. Terminal ini memang tampaknya telah memiliki banyak fungsi. Tidak hanya sebagai terminal kendaraan, tetapi juga menjadi tempat bagi pedagang ikan dan pedagang kaki lima. Foto: Humas DPRD Ngada

Warta DPRD Ngada, Edisi 3, Juli - September 2011

Berita DPRD

28
Loket Pintu Masuk Pemandian Air Panas Soa. Inilah salah satu sarana yang harus segera diperbaiki Agar wisatawan merasa nyaman ketika memasuki kawasan wisata ini. Foto: Dok. Dinas P2KI Kabupaten Ngada

sehingga dapat dijadikan sebagai obyek wisata alternatif bagi para wisatawan. Keempat, pemerintah harus segera membenahi beberapa fasilitas yang ada di taman wisata Mengeruda. Kelima, pemerintah diminta untuk menata kembali fungsi pintu masuk dan keluar kendaraan yang dilengkapi dengan struk parkir yang baik sehingga dapat meningkatkan PAD kita. Keenam, pemerintah diminta untuk segera mengoptimalkan sarana dan prasarana perhubungan laut secara baik. Dinas ESDM, Nakertrans dan Dinas PPKAD. Pada Dinas ESDM, Panja menemukan bahwa ada keterbatasan kemampuan sumber daya aparatur dalam mengelola potensi sumber daya mineral. Terutama kurangnya data-data dalam memberikan informasi yang

akurat dan kemampuan dalam menyelesaikan persoalan yang ada. Karena itu Panja merekomendasikan agar pemerintah harus menempatkan aparatur sesuai kompetensi dan keahlian yang dimiliki. Sementara itu pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi ditemukan bahwa sarana transportasi untuk menyalurkan bantuan bencana pada daerah yang sulit dijangkau belum tersedia. Panja mendesak pemerintah agar berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan provinsi guna untuk menyediakan sarana transportasi dimaksud. Pada dinas PPKAD, Panja mencermati bahwa telah terjadi kesalahan prosedural pembayaran PFK Tahun 2009 yang bersumber dari SILPA Tahun 2009. Hal ini menyebabkan adanya temuan oleh BPK akibat kesalahan mekanisme pembayaran. Selain itu Panja juga menemukan bahwa penyusunan

target pajak tidak sesuai dengan potensi pajak dan retribusi yang ada di Kabupaten Ngada. Terhadap dua permasalahan ini, Panja merekomendasikan agar SILPA tahun berjalan harus dimasukkan dalam pos pendapatan di tahun berikutnya. Selain itu, Dinas PPKAD tidak saja hanya mencatat pajak maupun retribusi tetapi juga melakukan koordinasi sehingga target yang diharapkan dapat tercapai sesuai dengan potensi pajak dan retribusi.***

Warta DPRD Ngada, Edisi 3, Juli - September 2011

Berita DPRD

Pembahasan Panitia Kerja II DPRD Ngada Terhadap LKPJ Bupati Ngada

Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Ngada Pertama , dinas melaksanakan fungsi teknis bidang pertanian, perkebunan dan peternakan dalam pelayanan teknis mencakup seluruh masyarakat yang tersebar di wilayah Kabupaten Ngada. Karena itu kiranya perlu pengalokasian anggaran dengan memperhatikan perimbangan masing-masing bidang karena bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat. Kedua, pada bidang tanaman pangan dan hortikultura, selain berorientasi pada ketersediaan dalam memperkuat ketahanan pangan masyarakat, perlu juga mendorong dan menciptakan

pusat-pusat pertumbuhan baru melalui pengembangan sentrasentra produksi hortikultura (sayur-sayuran) agar Kabupaten Ngada benar-benar menjadi Kabupaten penghasil sayuran untuk memenuhi kebutuhan dalam daerah maupun luar daerah. Ketiga, pada bidang perkebunan, perlu didorong terus upaya yang telah dilakukan yaitu pengembangan dan pengelolaan kopi Arabika Flores Bajawa (AFB) sampai pada perolehan hak paten. Perlu juga memperhatikan pengembangan komoditi-komoditi lain sesuai dengan potensi agroklimat di setiap kecamatan. Keempat, pada bidang peternakan, perlu lebih memperhatikan penanganan kesehatan hewan di

setiap wilayah agar tidak beresiko pada kerugian secara ekonomi bagi masyarakat. Kelima, dalam rangka optimalisasi PAD, maka direkomendasikan agar perlu dilakukan pengawasan ketat terhadap pengeluaran ternak atau hasil ternak ke wilayah lain. Keenam, dalam rangka peningkatan PAD, ke depan diharapkan agar mengembangkan kiat-kiat dengan menggali dan menciptakan sumber-sumber pendapatan baru dengan tetap memperhatikan fungsi pelayanan kepada masyarakat. BP3KP Pertama , Pemerintah Pusat melalui APBN telah mengalokasikan sejumlah dana

29

Ini adalah salah satu bentuk kegiatan perluasan areal hortikultura pisang di Kecamatan Golewa. Areal ini sangat potensial untuk pengembangan tanaman hortikultura dan ternak sapi. Beberapa kelompok telah dibentuk dan mulai memanfaatkan areal ini untuk kebutuhan ekonomi mereka.
Foto: Humas DPRD Ngada

Warta DPRD Ngada, Edisi 3, Juli - September 2011

Berita DPRD

30

Beberapa waktu lalu, ribuan masyarakat yang tergabung dalam Persatuan Masyarakat Watu Ata (PERMATA) berdemonstrasi di halaman Kantor Bupati Ngada. Mereka mendesak Pemerintah Ngada untuk mencabut Kemenhut tentang Revisi Kawasan Hutan di Kabupaten Ngada. Foto: Humas DPRD Ngada

untuk membiayai Honorarium bagi Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THL TP PP) di Kabupaten Ngada sebanyak 38 orang selama 8 bulan dan diharapkan 4 bulan yang tersisa menjadi kebijakan Pemerintah Daerah. Untuk maksud tersebut dan dalam rangka mempertahankan serta meningkatkan penyelenggaraan penyuluhan pertanian di daerah, maka Panja mengusulkan agar honorarium bagi THL TP PP selama 4 bulan yang tersisa dapat ditampung dalam APBD Perubahan Tahun Anggaran 2011. Kedua, perlu ditempatkan tenaga teknis akuntansi di BP3KP untuk meningkatkan manajemen pengelolaan keuangan daerah. Ketiga, perlu dilakukan pendampingan dan pembinaan

kepada kelompok pengelola lumbung pangan, agar lumbung pangan yang ada dapat dimanfaatkan secara maksimal. Keempat, pendistribusian dana kepada Kelompok Tani dan GAPOKTAN perlu dilakukan secara baik agar pemanfaatannya tepat sasaran. Dinas Kehutanan Pertama, pemerintah telah mengusulkan perubahan peruntukan, status dan fungsi kawasan hutan seluas 54,012 ha atau 30,40 persen dari luas wilayah Administrasi Kabupaten Ngada dalam Rancangan Peraturan Daerah Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Ngada. Hal ini merujuk pada persetujuan substansi kehutanan oleh Menteri Kehutanan RI dan Peraturan

Daerah Provinsi NTT. Dalam rangka persetujuan substansi, perlu diawali dengan kajian teknis. Kedua, dalam rangka percepatan persetujuan substansi kehutanan, maka perlu dilakukan koordinasi dan konsultasi ke Provinsi dan Menteri Kehutanan oleh Pemerintah Daerah dan DPRD Kabupaten Ngada. Ketiga, guna menjamin keutuhan dan keamanan hutan, maka perlu pelayanan yang optimal terkait ijin penebangan kayu rakyat kepada masyarakat. Untuk itu perlu penambahan personil Polisi Kehutanan dan staf di Kecamatan (KPRH) mengingat saat ini hanya ada 6 Polisi Kehutanan yang mengawasi 91 ribu hektar kawasan hutan, dan 6 Polisi Kehutanan itu merangkap menjadi KPRH. Berdasarkan regulasi yang ada,

Warta DPRD Ngada, Edisi 3, Juli - September 2011

Berita DPRD
satu Polisi Kehutanan mengawasi 300 hektar kawasan hutan. Keempat, penanaman pohon oleh masyarakat dalam kawasan hutan lebih diperuntukan kepada fungsi produksi, sementara penanaman pohon pada lahan milik diperuntukkan kepada fungsi ekologis dan fungsi ekonomis, sehingga dapat diberikan ijin penebangan. Pada kawasan produksi dapat dipungut hasil hutan kayu dan bukan oleh masyarakat setelah mendapatkan ijin pemungutan dari Menteri Kehutanan. Untuk kawasan hutan dapat dipungut hasil hutan bukan kayu oleh masyarakat setelah mendapat ijin pemungutan dari Menteri Kehutanan dan untuk kawasan cagar alam tidak diperkenankan untuk melakukan pungutan hasil hutan. Dinas Kelautan dan Perikanan Pertama, terhadap bantuan sarana penangkapan ikan yang telah disalurkan kepada masyarakat agar selalu dilakukan monitoring, evaluasi dan pendampingan sehingga bantuan itu bermanfaat bagi nelayan terutama dalam meningkatkan pendapatan keluarga. Kedua, untuk peningkatan produksi perikanan tangkap di masyarakat diharapkan dinas selalu memberikan pelatihan kepada nelayan terutama penggunaan alat penangkapan ikan. Ketiga, paket pekerjaan dari tahun 2009 yang belum selesai dan diluncurkan kembali pada Tahun Anggaran 2011 agar dilaksanakan sesuai perencanaan awal. Apabila dalam perhitungan tim teknis terjadi perubahan design agar berkonsultasi lebih lanjut dengan Inspektorat Kabupaten Ngada. Keempat, perlu dilaksanakan penguatan kelembagaan kepada kelompok nelayan. Dinas Koperasi, UMKM dan Perindag Pertama, dalam rangka mendukung Kabupaten Ngada sebagai Kabupaten Koperasi, maka semua kelompok pemberdayaan yang ada di tingkat SKPD terkait diharapkan menjadi koperasi sehingga memperoleh kemudahan dalam mengakses modal dan pendampingan secara terpadu. Kedua, perlu ditingkatkan terus pendampingan dan sosialisasi untuk pemberdayaan koperasi dan menumbuhkembangkan minat masyarakat Ngada menjadi anggota koperasi. Ketiga, perlu penanganan lintas SKPD untuk menyelesaikan pembangunan pasar baru Bobou guna mengatasi permasalahan di Pasar Inpres Bajawa. Keempat, perlu dialokasikan sejumlah dana melalui APBD Perubahan Tahun Anggaran 2011 untuk pemasangan instalasi listrik

31

Potensi perikanan tangkap daerah kita sesungguhnya tidak sedikit. Namun potensi ini menjadi tidak maksimal karena para nelayan kita masih menggunakan cara tradisional dalam melaut. Foto: Humas DPRD Ngada

Warta DPRD Ngada, Edisi 3, Juli - September 2011

Berita DPRD

32

Gerakan Menanam Pohon Berbasis Masyarakat menjadi pilihan strategis agar masyarakat semakin menyadari pentingnya hutan demi anak cucu di masa mendatang. Foto: Dok. BLH Ngada

serta jaringan air bersih di Pasa Bobou agar pasar tersebut dapat dimanfaatkan oleh para pelaku usaha. Kelima, secara terus-menerus melakukan promosi dan memperluas jaringan pemasaran bagi produk-produk unggulan daerah (chips, kopi, jahe, dan lainlain) untuk mendapatkan nilai tambah dan pendapatan bagi kelompok atau masyarakat umum. Badan Lingkungan Hidup Pertama, Kota Bajawa dan ibu kota kecamatan sebagai pusat pelayanan pemerintahan, kemasyarakatan dan pembangunan serta merupakan pusat pengembangan ekonomi

masyarakat perlu ditata dengan baik agar menjadi pemikat bagi masyarakat yang menghuninya. Oleh karena itu tata ruang yang menjadi dasar pembangunan wilayah harus diperhatikan oleh semua komponen masyarakat. Hal-hal yang harus diperhatikan ke depan adalah Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), Armroll, Mobil Pengangkut Sampah, Alat Pengelola Sampah dan Tenaga Pengolah Sampah. Kedua, lahan kritis di Kabupaten Ngada sangat luas. Untuk itu perlu dukungan dana untuk menanam pohon melalui Gerakan Penanaman Pohon Berbasis Masyarakat (GPMB), juga penanaman pohon dalam kota

sebagai ruang terbuka hijau. Selain itu perlu dirancang alun-alun kota di lapangan Kartini dan dikelola secara baik. Ketiga, tingkatkan konsevasi pada sumber mata air melalui pembuatan jebakan dan penanaman pohon untuk mempertahankan debit air dan kualitas air di Kabupaten Ngada serta lingkungan hidup pada umumnya. Keempat, dalam rangka pengamanan sumber mata air, sebaiknya pada sumber mata air diupayakan pembebasan tanah dan menjadi tempat yang dikuasai oleh negara atau pemerintah daerah. Kelima, pemantauan kualitas

Warta DPRD Ngada, Edisi 3, Juli - September 2011

Berita DPRD
lingkungan yaitu kualitas tanah, air dan udara harus senantiasa dilakukan untuk mengetahui mutu lingkungan yang ada di Kabupaten Ngada dan sebagai informasi publik. Keenam, untuk mengatasi dan mencegah terjadinya kerusakan pantai, maka perlu dilakukan upaya konservasi pantai melalui kegiatan pantai dan laut lestari. Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Jebakan air membantu mengatasi kesulitan air terutama di lahan-lahan kritis. Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Ngada secara berkala membuat jebakan air pada lahan kritis di beberapa Transmigrasi
wilayah mata air di Kabupaten Ngada. Foto: Dok. BLH Ngada

Pertama, resiko sosial ekonomi yang ditanggulangi oleh program Jamsostek terbatas saat terjadi kecelakaan, sakit, hamil, bersalin, cacat, hari tua dan meninggal dunia. Hal ini berakibat pada terputusnya penghasilan tenaga kerja dan atau ketiadaan biaya bagi mereka yang mengalami sakit. Dengan demikian sangat diharapkan agar pembayaran iuran Jamsostek bagi tenaga kerja harian lepas, borongan dan perjanjian kerja waktu tertentu pada sektor jasa konstruksi, dapat dibayar selambat-lambatnya 14 hari sebelum kegiatan berlangsung. Kedua, pelatihan keterampilan bagi pencar kerja sangat dibutuhkan untuk meningkatkan pelayanan bagi masyarakat yang belum mendapat pekerjaan. Hal ini dilakukan untuk mengatasi masalah pengangguran. Ketiga, dalam rangka peningkatan keterampilan bagi calon tenaga kerja dan sebagai upaya pengangguran, maka perlu dilakukan pelatihan keterampilan bagi calon tenaga kerja dan angkatan kerja penganggur dengan

fasilitas yang memadai. Keempat, sehubungan dengan belum adanya Balai Latihan Kerja (BLK) maka direkomendasikan untuk meningkatkan fungsi Sanggar Kerja Bersama (SKB) dengan menambah sarana dan prasarana pelatihan secara bertahap. Dinas PKPO Ngada Pertama, perlu terus dilakukan kegiatan atau pelatihan dalam rangka peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan untuk mengoptimalkan sarana dan prasarana pendidikan yang telah disediakan melalui DAK pendidikan misalnya peningkatan kompetensi pustakawan untuk mengelola perpustakaan yang sudah dibangun dan juga peningkatan kompetensi guru atau laboran yang mengelola alat peraga. Kedua, petunjuk teknis untuk Luncuran DAK diharapkan dikoordinasikan dengan Pemerintah Pusat agar dilakukan pada semester pertama. Ketiga, perlu ada alokasi anggaran

untuk pelatihan guru bagi para guru pada semua jenjang dan semua mata pelajaran. Keempat, perlu direncanakan pembangunan USB SMA dalam kota Bajawa mengingat daya tampung SMA yang sudah ada melebihi kapasitas, bahkan pada saat ini di SMA Negeri I Bajawa kegiatan pembelajaran dilakukan secara shift pagi dan sore. Kelima, permasalahan Cabang Dinas PKPO, perlu segera diisi personalia yang defenitif dalam struktur UPTD yang ada. Selain itu perlu dialokasikan anggaran untuk penyelesaian pembangungan UPTD Cabang Dinas yang sudah ada. Keenam, pengawasan pembangunan pendidikan perlu ditingkatkan baik aspek perencanaan, kepengawasan, kemampuan personalia, mekanisme pengawasan dan alokasi anggaran pengawasan. Ketujuh, pembagunan 33 ruang perpustakaan SD yang belum tuntas di Tahun Anggaran 2010 agar dilanjutkan sehingga dapat

33

Warta DPRD Ngada, Edisi 3, Juli - September 2011

Berita DPRD
berfungsi sebagai perpustakaan, bukan sebagai gudang. Dinas Kesehatan. Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Puskesmas dan jaringannya maka perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut: Pertama, dari aspek perilaku pemberi pelayanan, hal-hal paling penting yang dilakukan adalah meningkatkan mentalitas para petugas kesehatan pada saat dibutuhkan dan pada saat memberikan pelayanan. Selain itu, perlu melakukan pembinaan secara berjenjang terhadap perilaku petugas pemberi pelayanan. Kedua, dari aspek penyediaan sarana dan prasarana kesehatan, Panja mencermati bahwa perlu ada peningkatan dan perbaikan sarana dan prasarana kesehatan serta segera memfungsikan sarana kesehatan yang telah dibangun dan menyediakan peralatan kesehatan di dalamnya. Guna pemenuhan ketersediaan air serta peralatan penunjang pada sarana kesehatan, maka perlu melakukan koordinasi dengan dinas atau instansi terkait seperti Dinas PU dan BPMD-PP. Selain itu, dalam rangka pemenuhan rasa aman dan kelancaran pelayanan kesehatan di Puskesmas Riung dan Puskesmas Aimere, maka dipandang perlu membangun selasar penghubung antara sarana yang ada. Ketiga, dari aspek ketersediaan tenaga kesehatan, Panja memberikan beberapa rekomendasi antara lain: segera mendapatkan dan menempatkan tenaga kesehatan pada sarana kesehatan yang telah dibangun dengan tetap memperhatikan prioritas program dan kebutuhan. Juga perlu terus dilakukan upaya pembinaan dan peningkatan kualitas dan etos kerja tenaga kesehatan melalui pendidikan dan pelatihan demi menunjang peningkatan kualitas tenaga kerja kesehatan. Terkait denga Program Jaminan Kesehatan Masyarakat Ngada (JKMN) sebagai salah satu program unggulan pemerintah, Panja mendesak pemerintah agar perlu terus melakukan sosialisasi JKMN yang benar kepada masyarakat sehingga masyarakat dapat benar-benar memahami apa sesungguhnya maksud terdalam dari program ini. Kepada para pemberi layanan JKMN diharapkan agar melakukan pengklaiman sesuai aturan yang berlaku. Salah satu persoalan krusial yang

34

Anggota Komisi C DPRD Ngada pernah melakukan kunjungan ke Desa Wae Wea Kecamatan Bajawa Utara. Dewan menemukan bahwa sarana prasarana kesehatan seperti yang tampak pada gamabar ini tidak dimanfaatkan secara maksimal. Foto: Humas DPRD Ngada

Warta DPRD Ngada, Edisi 3, Juli - September 2011

Berita DPRD
disoroti oleh Panja adalah masalah ketersediaan obat di tempat pelayanan kesehatan. Panja mendesak pemerintah agar perlu menyiapkan dan menyediakan obat dan bahan penunjang di rumah sakit dan puskesmaspuskesmas dengan memperhatikan jumlah kunjungan dan jenis penyakit yang diidap pasien dalam kurun waktu tertentu. Selain itu, upaya promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat perlu terus dilakukan dan diupayakan agar ada tenaga khusus penyuluh bidang kesehatan sampai ke tingkat desa. RSUD Bajawa Pertama, membiayai atau menyekolahkan dokter-dokter umum putra-putri daerah maupun luar daerah yang bersedia menetap di Ngada ke jenjang spesialis. Kedua, membiayai para calon dokter umum untuk menyelesaikan pendidikan kedokteran dan profesi. Ketiga, menambah pagu anggaran untuk pengadaan obat-obatan, reagen dan alat kesehatan habis pakai. Keempat, mengurus semua kelengkapan dan persyaratan untuk penetapan tipe rumah sakit seperti IMB, Surat Ijin Operasional, pengembangan sarana-prasarana dan lain-lain untuk mendukung peningkatan tipe rumah sakit. Kelima, perlu adanya alokasi dan pengadaan tanah untuk pengembangan rumah sakit karena rumah sakit yang ada sekarang sudah tidak layak. Titik simpul Setelah mencermati LKPJ Bupati Tahun Anggaran 2010 maka Panitia Kerja mengambil kesimpulan bahwa dalam melaksanakan suatu program diharapkan pemerintah benarbenar memperhatikan proses perencanaan yang matangkomprehensif, dilaksanakan tepat waktu, diawasi secara optimal dan dilakukan evaluasi secara periodik sehingga tidak terkesan mubazir . Beberapa catatan penting yang telah dicermati dan ditemukan oleh Panitia Kerja dan rekomendasirekomendasi yang disarankan hendaknya menjadi perhatian pemerintah untuk diperhatikan dalam tahun anggaran berikutnya.

35

Gerbang masuk RSUD Bajawa. Perlu kerja keras untuk meningkatkan pelayanan di rumah sakit ini agar menjadi semakin lebih baik. Foto: Humas DPRD Ngada

Warta DPRD Ngada, Edisi 3, Juli - September 2011

Berita DPRD
dan anggota DPRD bersumpah untuk memperjuangkan aspirasi rakyat. Guna menjalankan sumpah ini dengan baik dan benar, maka etika politik dan seni berpolitik yang etis mutlak menjadi pegangan. Politik yang baik adalah politik yang bermoral. Menyitir pernyataan filsuf Immanuel Kant, Budi menegaskan bahwa Kant menggunakan ungkapan dalam kitab suci tentang merpati dan ular untuk menunjukkan relasi antara moralitas dan politik. Kant menulis: Politik berkata, 'karena itu jadilah cerdik seperti ular'; namun moral menambahkan sebagai syarat yang membatasi, 'dan tulus seperti merpati'. Celakanya, demikian Budi melanjutkan, masih terdapat persoalan-persoalan utama moralitas dalam dunia politik kita. Persoalan itu adalah pragmatisme, dominasi pola pikir konkrit dan kolektivisme. Karena itu, Budi menawarkan pemahaman politik sebagai panggilan untuk bisa mengeliminir persoalan-persoalan dalam moralitas politik. Politik sebagai panggilan membantu seorang politisi untuk menegakkan prinsip salus populi suprema lex. Kegiatan pencerahan politik yang dipandu langsung oleh Ketua DPRD Ngada, Kristo Loko ini berjalan dengan sangat dinamis. Walau terkesan sedikit agak lama, namun antusiasme anggota dewan untuk bertanya dan mengadakan curah gagasan dalam sesi diskusi sangatlah besar. kegiatan perayaan memperingati hari ulang tahun pelantikan ini dilanjutkan dengan perayaan ekaristi syukur dan resepsi bersama. Turut hadir pada kesempatan ini Bupati Ngada, Marianus Sae, Wakil Bupati, Drs. Paulus Soliwoa, Pimpinan OPD dan undangan lainnya.***

36

Pameran Lukisan

Bapak Marsel Nau, SE ketika memberikan pemikiran, pendapat dan pertanyaan saat Pencerahan Politik oleh Pater Budi Kleden, SVD di Ruang Rapat Utama Gedung DPRD Ngada. Foto: Humas DPRD Ngada

Warta DPRD Ngada, Edisi 3, Juli - September 2011

OPINI

Diocletianus
P. Vincent Betu, OCD*

Ia memanggil dirinya sendiri D o m i n u s ( Tu h a n ) . I a menyebarkan desas desus bahwa dia adalah sang maha raja titisan Jupiter. Ia bahkan mengenakan mahkota yang tak pernah dipakai kaisarkaisar Romawi sebelumnya. Pita putih bertahtakan Mutiara. Dan dia katakan inilah simbol kemutlakan. Dia gagah, dia berani, dia juga cerdas. Dan karena itu ia dipuja-puji, entah oleh paksaan entah oleh lingkaran yang mengambil untung dari kedekatan. Namanya lengkapnya seperti sejarah singkat keturunan, Gaius Aurelius Valerianus Diocletianus. Dia berkuara di kurun waktu 284-305 Masehi. Namanya tercantum dalam buku sejarah sebagai pribadi pencetus “sosialisme” di imperium yang luas itu. Empat tahun sebelum menutup mata, ia gelisah dengan nasib bangsa. Dalam kegelisahannya ia berujar, “Aku ternyata tak berarti disaat tahta membuat aku buta dan tak mampu melihat rakyatku dalam duka”. Maka ia mengeluarkan maklumat yang sangat terkenal, Edictum de pretiis. Edit tentang keadilan sosial. Ia membagi-bagi makanan bagi orang miskin. Ia melaksanakan proyek-proyek pemerintahan pro rakyat. Ia meletakkan industri di bawah kendali pemerintah, agar tak ada pengusaha apalagi pejabat istana yang bermainmain dengan laba. Untuk maksud itu aturan diperbanyak dan dibuat semendetail mungkin, agar semakin jelas dengan konsekuensi tindakan tegas. Sepintas di atas meja semua kelihatan disiplin namun ternyata di bawah meja cerita itu berbanding terbalik. Masing-masing pihak memasang perangkap mematikan, suasana mencekam karna sulit diduga mana lawan mana kawan. Birokrasi dikerahkan untuk mematahkan

permainan tetapi justru sebaliknya dalam birokrasi itulah perangkap-perangkap terpasang rapi di semua tikungan. Birokrasi berjejal dengan jumlah yang melebihi angka normal. Sejarawan Lactansius mungkin berlebihan saat ia katakan bahwa jumlah birokrasi masa Diocletianus mencapai separuh jumlah penduduk. Berlebihan memang catatan itu. Namun pasti ada pesan dibalik angka p e r s e n t a s i y a n g mencengangkan. Dan itu bisa dibuktikan dengan akibat lanjut sebagai ikutannya. Jumlah anggaran tersedot habis untuk urusan birokrasi dan rakyat hanyalah judul manis sebuah cerita tentang pengorbanan para birokrat dan “politisi” kala itu. Malang memang nasib “Tuan dan atau Ketua” demikianlah rakyat disebut. Dialah Tuan atas negaranya dan Ketua atas wakil-wakilnya. Sampai di sini kisah tentang Diocletianus. Indonesia sebagai sebuah Nation, hari-hari ini seolah sedang berbenah. Presiden mengumumkan tambahan pekerja di lingkup birokrasi dan pergantian menteri yang menuai pro dan kontra. Makin hari kegalauan itu tumbuh makin pesat, tetapi berhentilah mengatakan bangsa ini bobrok. Hentikan tudingan dalam bentuk apapun. Lihatlah rakyat di sana-sini, bangun sebelum pagi, penuhi pasar rakyat, di pinggir jalan dan di lorong-lorong, demi sesuap nasi untuk menyambung hidupnya. Di sisi akademis kita optimis karena ruang-rung kelas penuh sesak dengan pelajar, demikianpun geliat semangat mendirikan perguruan tinggi bahkan menjamur sampai ke tingkat kabupaten/kota. Semuanya demi masa depan menyongsong kehidupan. Di malam hari para pedagang kaki lima dengan

37

Warta DPRD Ngada, Edisi 3, Juli - September 2011

OPINI
lampu pelita seadanya bergadang demi lembaran rupiah yang semakin hari semakin melorot nilainya di pentas ekonomi global. Petani, guru, nelayan, pedagang, atau tentara di tepian Republik jalani hidup berat penuh tanggung jawab. Di tengah kepulan polusi pekat, rakyat kota menyelempit mencari masa depan. Mereka rebut peluang, jalani segala kesulitan tanpa pidato keprihatinan. Rakyat yang tegar dan tangguh. Denyut geraknya membanggakan. Mungkin sudah saatnya kita saling menatap dengan mata bening dan hati putih seperti pita Diocletianus, yang punya hati putih seputih cintanya pada rakyat yang diibaratkan seperti mutiara. Ya kesadaran Diocletianus memang terjadi saat hari-hari akhir hidupnya, meski terlambat namun berarti. Meski singkat tetapi dia pantas disebut bangsawan. Karena tahta raja adalah Rakyat.
* Penulis adalah seorang imam dan pemerhati masalah sosial, budaya dan politik. Tinggal di Seminari Sintang Mataloko - Ngada.

38

Warta DPRD Ngada, Edisi 3, Juli - September 2011

Lensa DPRD

Beberapa anggota DPRD Ngada ketika melakukan kunjungan kerja ke Desa Wae Wea Kecamatan Bajawa Utara beberapa waktu lalu.

Ini kondisi sebuah deker di Desa Waebela Kecamatan Aimere. Deker ini bari dikerjakan tahun 2010 yang lalu, tetapi sudah kembali rusak.

Memperingati HUT ke-2 Pelantikan, Anggota DPRD Ngada menyelenggarakan pencerahan politik dengan pembicara P. Dr. Paul Budi Kleden, SVD. Tampak Pater Budi sedang membawakan materi didampingi Ketua DPRD Ngada, Kristo Loko, S.Fil

Bapak Marsel Nau, SE anggota DPRD Ngada mengajukan pertanyaan dalam pencerahan politik oleh P. Budi Kleden, SVD. Acara ini diakhiri dengan misa syukur di Ruang Rapat Utama DPRD Kabupaten Ngada.

Dalam rangka memperingati HUT RI ke 65 yang lalu, diadakan Tata Upacara Sipil (TUS) Kenegaraan di Ruang Rapat Utama Gedung DPRD Ngada. Tampak Bupati Ngada dan Wakil Ketua DPRD Ngada bersulang bersama ketika memulai acara TUS Kenegaraan itu.

Anggota Paskibraka Tingkat Kabupaten Ngada ketika mengikuti acara TUS Kenegaraan di Gedung DPRD Kabupaten Ngada tanggal 17 Agustus 2011 yang lalu.

Warta DPRD Ngada, Edisi 3, Juli - September 2011

Lensa DPRD

Sebagian dari ratusan pelayar internasional yang mengikuti ajang Sail Indonesia Riung ketika pertama kali berlabuh di RiungKabupaten Ngada.

Wakil Ketua DPRD Ngada, Bpk. Moses Mogo, BcSW melakukan pukulan penghormatan tarian caci pada acara Sail Indonesia di Riung bulan Agustus yang lalu.

Pak Moses Mogo memberikan kata sambutan dalam bahasa Inggris pada acara penyambutan para tamu Sail Indonesia Riung. “Ini Bahasa Inggris dialek Ngada” selorohnya, disambut derai tawa para tamu dan undangan yang hadir.

Tampak para peserta Sail Indonesia menyimak isi sambutan Pak Wakil. Tampaknya mereka memahami dengan baik apa yang disampaikan Pak Wakil.

Inilah dua kapal layar peserta Sail Indonesia yang singgah di Pantai Riung Kabupaten Ngada. Acara Sail Indonesia diikuti oleh 80-an kapal layar dari berbagai negara.

Pulau Pasir Putih di Riung menjadi salah satu destinasi wisata unggulan wisatawan ketika berkunjung ke Riung. Pasir putih yang eksotis dan air laut yang jernih menyimpan daya pikat yang luar biasa.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->