This is Google's cache of http://filsafatindonesia1001.wordpress.com/page/4/.

It is a snapshot of the page as it appeared on 12 Jan 2012 17:24:37 GMT. The current page could have changed in the meantime. Learn more Text-only version These search terms are highlighted: rasulullah pernah bersabda

Filsafat Berfikir
MENGAWALI MENGHIDUPKAN PESANTREN
Juni 19, 2010 Tinggalkan sebuah Komentar MENGAWALI MENGHIDUPKAN PESANTREN Oleh: Ading Nashrulloh A.Dz Alhamdulillah, sejak malam pertama saya mondok di Kampung ini, saya langsung laporan kepada Bapak RT selaku aparat pemerintah dan tokoh masyarakat. Di malam itu juga saya bertemu dengan tokoh masyarakat dan tokoh pemudanya. Saya telah mengungkapkan maksud, tujuan, visi dan misi kedatangan Kami dari Bandung ke tempat ini. Yaitu akan membangun pesantren di tanah wakaf dari Bapak Ir. Loka Sangganegra. Pesantren yang didedikasikan untuk anak-anak yatim dan dhuafa serta anak-anak yang tidak dhuafa. Besar harapan saya, tokoh-tokoh yang terhormat memberikan persetujuan, dukungan dan pernyataan untuk memberikan bantuan dalam wujud apapun untuk upaya kami itu. Respon mereka yang terhormat waktu itu adalah sangat positif. Sebab itu hilanglah rasa takut, hilang rasa sedih, muncul rasa gembira dalam dada kami. Menambah semangat dan tekad bagi kami untuk membangun pesantren tersebut. Pondok pesantren, sebagaimana umumnya pesantren, bertujuan untuk mencetak anak-anak menjadi orang-orang yang taat kepada agamanya dan menjadi penggerak keagamaan di masyarakatnya di masa depannya. Begitupun Baladil Amiin, mengikuti konsep yang telah dikenal secara umum tentang pesantren, hendak mewujudkan cita-cita tersebut. Saya atas nama pribadi, para pemrakarsa serta pendiri pondok pesantren Baladil Amiin mengucapkan terimakasih atas dukungan bapak-bapak sekalian. Ini merupakan kelanjutan langkah pertama kami ke sini dalam memulai membangun pesantren Baladil Amiin. Atas dukungan dan keberlangsungan upaya membangun Pondok Pesantren ini semoga menjadi cahaya keberkahan bagi masyarakat yang ada di sekitarnya. Menjadi salah satu sebab masyarakat di sini dihilangkan rasa khawatir dan takutnya dari hal-hal yang tidak diinginkan, dijauhkan dari rasa sedih karena kekurangan, dan senantiasa digembirakan oleh berbagai kemajuan di bidang apapun. Semoga Allah Swr mengabulkan harapan kita ini. Moga kami bisa menjadi menjadi kekuatan Bapak RT dalam membina masyarakat khususnya di bidang spiritualnya. Kami belum punya gambaran untuk bidang-bidang lainnya seperti bidang ekonomi untuk membantu kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat di sekitar ini.

Moga pula PP BA dapat mendampingi Yayasan Al-Ihsan dalam kerangka Syiar Islam. Atas kebaikan Bapak RT, Bapak Khaerul Anwar dan rekan Arif, Kami sekali lagi mengucapkan banyak-banyak terimakasih. Wassalamu’alaikum Wr.Wb. Disampaikan di Mesjid Bakda Pengajian Shubuh, Leuwiliang Bogor 15 Juni 2010, 2 Rajab 1431 H. Ditulis dalam Uncategorized Tags: motivasi

HARGA HIDUP
Juni 19, 2010 Tinggalkan sebuah Komentar HARGA HIDUP Oleh: Ading Nashrulloh A.Dz Pernahkan engkau bertanya, berapakah harga untuk sehari hidup di dunia? Saat mata terbuka melepas tidur lelap di malam yang suntuk, kita dibangunkan Allah untuk memulai hari. Banyak sekali pilihan yang mengikuti waktu demi waktu hingga kita kembali tertidur di malam berikutnya. Saat kita bangun, badan kembali segar, fikiran jernih, pandangan mata tajam, nafas lancar, dan detak kehidupan begemuruh di dada. Tak sedikit pun kekuatan pada diri kita untuk bisa kembali bangun dari tidur, Allah lah yang membangunkan kita kembali di hari ini. Dan andaikan di hargakan hidup sehari ini, berapakah biaya yang harus dikeluarkan? Tidakkah kita merasa sayang, bila perjalanan waktu hidup ini kita isi dengan perbuatan sia-sia atau malah perbuatan yang mendatangkan murka Allah dan kesengsaraan hidup di dunia dan akhirat? Marilah kita tafakuri semua hal yang pernah kita lakukan, betapa banyak ketololannya ketimbang kecerdasannya, akibat dari menuruti nafsu dan melupakan besarnya nikmat dari sisi Allah Swt. Alangkah besarnya nilai nikmat yang Allah berikan kepada kita di setiap waktu yang pernah kita jalani. Dengan mata yang indah kita bisa melihat, dengan melihat kita menatap dan memandang keindahan dunia beserta isinya. Dengan telinga kita mendengar dan dengan mendengar kita menjadi tahu kebenaran dan kebaikan, juga kesyahduan setiap bunyi-bunyian di alam ini. Kaki pun melangkah mengantarkan raga ke tempat-tempat di mana kita beroleh hikmah dan pelajaran. Tangan bekerja membuat barang-barang berharga. Tuhanlah yang mengkuasakan engkau semacam itu, dan sungguh lucu hidupmu jika akhirnya semua titipan yang berpotensi besar itu engkau pergunakan untuk durhaka kepadaNya. Seharusnya engkau bersyukur kepada Allah, berterimakasih atas semua anugrahNya, kini yang engkau perbuat adalah melalaikan semua perintah dan melalaikan dirimu sendiri mengenalNya.

Dirimu dan kehidupanmu sungguh amat mahal harganya, engkau harus tahu itu. Engkau harus menghargai hidupmu sendiri. Dan jalan satu-satunya agar engkau lurus dalam menimbang harga hidupmu adalah menyadari bahwa engkau diciptakan dari keadaan yang sangat lemah, lalu dikuatkan tubuh dan dibaguskan susunannya, lalu diperintahkan kepadamu untuk mengabdi kepadaNya. Jangan sia-siakan waktu-waktumu, karena akhirnya semua akan ada perhitungan dan pertanggungjawabannya. Allah yang menciptakanmu adalah Zat satu-satunya yang punya hal untuk engkau sembah. Engkau harus mau menyembahNya dengan segenap pengabdian dan keikhlasan melalui kesetiaanmu menjalankan apa-apa yang telah diajarkan kepadamu. Allah telah mengajarkan kepada umat manusia Dinul Islam. Tak perlu susah payah untuk memahami dan menjalankan Islam, sebab cikal bakal ajarannya telah ada dalam dadamu sendiri yaitu fitrah dan kekuatan untuk menjalaninya telah tersedia pada dirimu sendiri yaitu jiwa dan harta. Engkau hanya tinggal mengubah haluan hidupmu: kembalilah ke jalan Tuhanmu yang hak dan tinggalkan penyembahan kepada syaithan dan hawa nafsu. Itu adalah cara memberikan harga yang pantas bagi hidupmu di dunia. Bila aku menakar hidupku dengan nafsu, maka hidup akan dihargakan dengan nilai yang sangat murah. Aku akan menilai hidup ini menjadi sedikit saja nilainya, aku tidak lagi memberikan penghargaan terhadap hidupku sendiri. Aku rendahkan hidup dan aku celupkan hidup dalam kerendahan-kerendahan. Aku merasa telah mendapatkan kenikmatan yang besar dari perbuatan merendahkan hidupku, padahal yang benar adalah aku telah mendapatkan kesia-siaan yang luar biasa. Saat aku mengikuti nafsu dan setiap bisikan syaithan yang terkutuk, menilai ketika aku melakukan perbuatan-perbuatan rendah dan hina, aku telah melakukan hal-hal yang patut dan terpuji. Nanti di hari berikutnya aku kembali melakukan kerendahan demi kerendahan. Jangan sampai perkara yang demikian itu menimpa dirimu dan diriku. Hidup manusia bisa seharga neraka, bisa juga seharga surga. Untuk membeli surga telah ada alat tukarnya. Untuk membeli neraka telah pula ada alat tukarnya. Manusia hanya tinggal memilih mana yang ia minati. Adapun seluruh umat Islam akan masuk ke surga, kecuali yang tidak mau. Kenapa Umat Islam dijanjikan surga seluruhnya? Karena mereka adalah umat manusia yang pandai mengadakan perniagaan dengan Tuhannya. Mereka serahkan harta dan jiwanya di jalan Allah, yaitu dengan berjihad, berdakwah dan beramal sholeh dalam kerangka meninggikan kalimat Allah yaitu Islam. Mereka hidup di dalam ketaatan dan mati di dalam ketaatan pula. Adakah umat Islam yang enggan masuk surga? Ada jawabnya, yaitu orang Islam yang tidak mau taat kepada ajaran Nabi Muhammad Saw. Mereka hanya mengaku saja sebagai beragama Islam, tetapi sesungguhnya tidak menjalankan Islam. Ia hidup tidak taat pada Islam, dan meninggal pun dalam keadaan tidak taat kepada Islam. Hidup adalah sangat berharga. Alat untuk mengukur harga hidup adalah Islam. Jadi berapa harga hidupmu? Jawabnya seharga Islam. Berapa harga Islam? Seharga surga dan neraka. Maksudnya bila seseorang meninggalkan Islam, maka baginya neraka. Dan bila ia melaksanakan Islam, maka baginya surga. Kepahitan neraka adalah abadi dan kemanisan surga juga abadi. Hidupmu adalah abadi, di neraka atau surga tergantung kepada sikapmu kepada dan di dalam Islam. Betapa berharganya hidup manusia dan Islam yang harus jadi pegangannya. Andaikan manusia menyia-nyiakan hidup dan Islam, maka betapa ia telah merendahkan makna kehidupannya. Leuwiliang, Bogor, 30 Rabiul Akhir 1431 H

Jadi pada intinya penghinaan adalah ungkapan kebencian seseorang kepada orang lain lantaran ia membenci orang lain tersebut sehubungan dengan sifat dan perbuatan orang yang dibencinya itu. Sadarilah semua itu mungkin timbul dari benci yang menggantikan kedudukan cinta. Sehingga ia muntahkan rasa bencinya itu menjadi kata-kata penghinaan yang tiada tara. 2010 Tinggalkan sebuah Komentar PENGHINAAN Oleh: Ading Nashrulloh A. . Ketika engkau dihina dan dicaci maki. Terkadang orang berlebihan kata dan ucapan dalam mengungkapkan penghinaannya kepadamu. Bahwa hidup ini tak selamanya mulus. saat engkau dibenci dan perbuatanmu buruk. dan menyayangimu lantaran kebaikan-kebaikanmu selama ini kepadanya. Namun ternyata mengandung keburukan. apalagi jika fakta-fakta yang diberikan kepadamu. Yang harus kita lakukan saat itu segera mengubah sikap dan kebiasaan yang buruk tersebut. Kita terkadang terjebak dalam perbuatan nista dan dusta. mengagumimu. Saat kita dihina kita tersadar bahwa memang selama ini. maka jalan terbaiknya adalah instrospeksi diri. Engkau akan menghina seseorang apabila engkau membenci dia karena sifatnya yang dalam takaranmu buruk. Perasaan kita melakukan segala sesuatunya dengan baik-baik saja. Jangan bersedih hati dengan penghinaan yang dialamatkan kepadamu. di mana-mana. perlu ditanamkan dan dibiasakan dalam hidupmu. ada yang salah dengan langkah kehidupan kita. yang dihina memiliki sifat yang dibenci oleh yang menghina. dikutuk. yang tak luput dari kesalahan. Sebab itu memiliki pengetahuan tentang perkara baik dan buruk. dan upaya untuk mengamalkan kebaikan serta menjauhi keburukan. Artinya awalnya seseorang yang menghina dirimu selama ini adalah seseorang yang mencintaimu. Tidak guna membela diri. yang menghina memiliki rasa kebencian kepada yang dihina. Penghinaan terkadang memiliki arti yang penting dan mengandung pelajaran yang berharga. Kita ini adalah manusia biasa. Sebaliknya orang akan menghina engkau. Penghinaan memiliki kaitan erat dengan konsep benci dan buruk. Israel dicacimaki. Namun akhirnya ia tahu bahwa dirimu ternyata penuh dengan dosa dan kemunafikkan. jika memang perbuatan kita salah. yang menjadi alasan mereka melancarkan penghinaan adalah faktafakta kebenaran. Artinya fakta yang membeberkan kesalahan-kesalahanmu. Pertama. Kedua. Maka tergantikanlah rasa cintanya menjadi kebenciannya yang luar biasa. Mengapa orang menghina Israel? Sesungguhnya timbulnya penghinaan itu oleh dua sebab.Ditulis dalam Uncategorized Tags: motivasi PENGHINAAN Juni 19.Dz Marilah sekali-kali berfikir secara mendalam mengapa ada orang yang menghina orang.

Namun bila terlanjur engkau ingin menghina orang lain. engkau harus menjadi pendorong dalam kebaikan. karena kesalahan orang lain kepada dirimu. Bila engkau dihina oleh seseorang. Sebagaimana kini orang rame-rame menghina Israel. maka sadarilah sedini mungkin. jangan engkau terlalu menonjolkan diri. Leuwiliang. bila kita mau berlapang dada dan pandai dalam memaafkan dan memaklumi kesalahan orang lain. Bogor. mungkin memiliki perhatian dan kebaikan kepada dirimu. Bahwa kehinaannya adalah memang apa adanya. janganlah membalas penghinaan itu dengan penghinaan lagi. Sehingga penghinaan itu boleh dikatakan suatu hadiah gratis yang engkau dapatkan dengan manfaat yang besar. Bila engkau membenci seseorang. Padahal dunia akan menjadi damai. 29 Jumadil Akhir 1431 H Ditulis dalam Uncategorized Tags: motivasi KEADAAN Juni 19. 2010 Tinggalkan sebuah Komentar KEADAAN Oleh: Ading Nashrulloh A. syaithan yang terkutuk selalu menyertai langkah kita untuk menggoda kita. Adapun langit dan bumi beserta segenap isinya akan menjadi saksi atas apapun yang engkau perbuat. Dimana engkau seharusnya bersikap lembut dan santun kepadanya. Atau agar orang tidak mengatakan engkau seorang yang buruk perilakunya. Berbuatlah yang wajar-wajar saja. Jika alasanmu karena ia telah melakukan keburukan dan kejahatan.Dz Setiap keadaan dan kemanapun kita melangkahkan kaki. Dan Allah yang menciptakanmu akan tetap menjaga dan memperhatikan apa yang engkau butuhan selama hidup. agar engkau sebisa mungkin menghindari perbuatan yang salah dan hina. juga jangan engkau berada di belakang. di kala engkau bermaksiat kepadaNya ataupun tatkala . belum tentu disadarinya sebagai kesalahan. Akibatnya adalah engkau akan membenci banyak orang. maka siapakah manusia yang tidak pernah berbuat salah dan jahat kecuali para Nabi dan orangorang yang sholeh. Namun di sisi lain engkau harus memiliki sifat pemaaf seluas-luasnya. Dan jika engkau berada di belakang. Malaikat akan senantiasa mencatat setiap gerak dan lintasan matamu. maka semua harus didasarkan pada kriteria yang Allah Swt tetapkan. Karena boleh jadi penghinaannya menjadikan dirimu tersadar dan bangun dari kekhilafan yang selama ini engkau perbuat. Agar engkau tidak jadi sasaran kebencian manusia. jadilah seseorang yang berwatak memberi teladan sebaik-baiknya. Sehingga engkau tidak melanjutkan ke sikap menghina dirinya.Jangan berharap maaf dari orang lain. bahwa seseorang yang engkau benci selama ini. karena dalam kenyataannya Israel telah berbuat keburukan yang banyak yang dibenci oleh segenap umat manusia. Sekalipun suatu ketika engkau berada di depan.

Berbuatlah yang besar-besar. Ada yang diberi kesempatan oleh Allah hingga ia menjadi orang yang kuat. Namun hidup kaya juga sesungguhnya lebih baik dari hidup miskin. Engkau bila miskin tetaplah tersemyum. Sehingga ia pun jauhdari rahmat Allah Swt. tiada bandingannya. Hati nuranimu akan selalu memberitahumu jika langkahmu akan tersesat. ibadah dan keberkahan. tetapi cobalah untuk berbuat selalu hal yang dapat menjadikan dirimu dekat kepada Allah dan menjauhi setiap bisikan syaithan yang terkutuk. Engkau yang kaya tetaplah tersenyum sekalipun mungkin hari ini sedang dililit utang dan tagihan segala macam. Betapa banyak manusia yang tertipu dengan keadaannya. 29 Rabiul Akhir 1431 H. Di keadaan mana pun engkau dikondisikan Allah. lihatlah kelebihan apa yang Allah berikan kepadamu. Ketika orang kaya atau miskin tersebut menjadikan setiap keadaan dirinya menjadi sarana untuk lebih dekat kepada Allah Swt. Apa yang sedang engkau perbuat hari ini? Apakah suatu kebaikan ataukah kejahatan? Bila yang kau ukir adalah kebaikan. Leuwiliang. dimakan cacing tanah. tetapi diukur dari kapasitas spiritualnya. Boleh saja suatu masa nanti jasad kita terbujur kaku. jangan tanggungtanggung. dikarenakan ia jauh dari ilmu. Betul hidup ini adalah sementara. tulangpun hancur lebur. Sungguh bila kita mengingat tentang makna nikmat hidup ini. Siapa yang meninggalkan perjuangan. Sementara ada juga yang sakit tadi. Ketika kita sakit. kemuliaan atau kehinaannya diukur bukan dari ukuran materinya. Sungguh tiada hal patut disesali dan ditangisi. adalah alam kehidupannya manusia. Memang kehidupan itu beraneka ragam. Tetapi yang sementara ini bisa kita buat memiliki makna yang amat luas dan langgeng. sehat. sekalipun engkau harus menderita dalam menjalaninya. Bogor. Setiap keadaan kita. tetapi di saat yang sama dengan bertani itu engkau lebih dekat kepada Allah Swt. Keadaan hidup ini sungguh indah dan luar biasa. maka itu lebih mulia keadaannya dibanding dengan ketika engkau bekerja di kantoran namun membuatmu jauh dari Allah Swt. kaya dan berkeinginan tinggi untuk melanglang buana. banyak hal yang menjadi terbengkalai dan tidak terurus. Ditulis dalam Uncategorized TUHAN KAMI ALLAH DAN KAMI BERTEGUH HATI . Dunia menjadi lebih sepi dibanding ketika kita sehat dan bertubuh kuat. Karena hidup bagi manusia adalah perjuangan. Jika engkau hari ini bekerja sebagai petani. maka beruntunglah. Perjuangan atau jihad. Jangan menyangka bahwa hidup mewah dengan penghasilan besar adalah lebih baik dibanding dengan hidup miskin. Banyak saudara tak bisa kita santuni lagi.engkau taat kepada syariatNya. maka kenyataan bahwa hidup kita memberikan arti yang besar bagi orang-orang yang masih hidup dapat kita usahakan selagi hidup ini. Banyak kawan dan rekan kerja tak bisa kita temui. maka ia sedang mencari kematiannya sendiri dalam keadaan hina dan tidak berharga. bukan soal apakah itu sakit atau lemah.

Ia sadar bahwa dirinya diciptakan Allah. Banyak contoh manusia yang gagal dalam mempertahankan prinsipnya yang demikian itu. dapat kita perhatikan sebagai berikut: 1. menghalangi manusia dari Islam 3. Di antara manusia ada yang sadar bahwa dirinya di ciptakan dari ketiadaan menjadi ada. Bagaimana halnya orang-orang yang beruntung akan tabiatnya? Pada intinya mereka menyatakan Tuhan kami adalah Allah kemudian mereka berpegang teguh pada pendiriannya tersebut. bahwa mereka adalah makhluk. Mereka adalah adalah golongan manusia yang tertutup mata hatinya. Maka bagaimana mereka mempersiapkan diri untuk kehidupannya di akhirat kelak? Jangankan mempersiapkan. maka Allah adalah Dzat yang berhak di sembahnya. Siapa mereka? Mereka adalah manusia yang memiliki keyakinan bahwa keberadaannya di muka bumi ini ada dengan sendirinya.Juni 19. meyakinkan bahwa manhaj mereka benar sedangkan Islam buruk. namun sulit untuk dijadikan sikap . percaya dan ingat pun mereka sama sekali tidak. Tabiat manusia yang merugi dan celaka tersebut dalam kaitannya dengan usaha-usaha mereka dilihat dari urusan dunia dan agama. 2010 Tinggalkan sebuah Komentar TUHAN KAMI ALLAH DAN KAMI BERTEGUH HATI Oleh Ading Nashrulloh A. Mudah memang diucapkan. Ia tidak mau beribadah kepadaNya. Seharusnya prasangka yang baik harus disertai dengan rasa takut kepadaNya yang mendorong ia taat kepadaNya. mereka sangat cinta dunia. Maka sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang sadar akan jati dirinya dan memenuhi konsekuensi kesadaran tersebut. mengukur segala-galanya dari sudut duniawi. namun akhirnya ia malah mendapat siksa dariNya. Inilah golongan manusia yang beruntung di kehidupannya nanti. Setiap seruan kepada keimanan mereka menolak secara terang-terangan.Dz Bila kita bertanya. Namun ia enggan untuk memenuhi konsekuensi kesadaran itu. Mereka adalah golongan orang-orang yang tidak memiliki kesadaran tentang jati diri mereka yang sebenarnya. Dan ada lagi golongan manusia yang termasuk golongan yang celaka. sadar bahwa keberadaannya di muka bumi memiliki tugas sebagai hamba Tuhan. Itulah manusia yang rugi. 2. dan ia pun melakukan penyembahan tersebut dengan mengikuti agamaNya. Tuhanlah yang berkuasa atas hidup dan mati kita. Manusia yang sadar dan patuh pada konsekuensi kesadaran adalah manusia yang paling beruntung. Sering manusia semacam ini memiliki prasangka yang baik kepada Tuhan. Maka tak perlu beragama atau menyembah Tuhan. keinginan siapakah kita hidup di dunia? Jawaban orang-orang yang beriman adalah keinginan dan kehendak Tuhan. Ini akibat dari perbuatan yang tidak memenuhi konsekuensi kesadaran bahwa dirinya diciptakan. Bahwa Tuhan itu tiada. Ketiga ciri tersebut diungkapkan dalam al-Quran surat Ibrohim ayat 3. Orang yang rugi adalah orang yang menyangka ia telah berbuat baik dalam kehidupannya dan berharap Tuhan akan memberikan balasan pahala. Tidak mudah untuk menyatakan sikap ini dan tidak mudah pula untuk tetap pada sikap ini. namun sesungguhnya ia tertipu dengan prasangkanya itu. Ia mengikuti agama itu dengan melaksanakan setiap perintah agama dengan keikhlasan.

ahli sihir. edan. Salah satunya adalah Nabi Muhammad Saw. ada yang miring. Sampai akhirnya. namun mereka sendiri merasa dan berfikiran bahwa jalan hidupnya lurus dan penuh dengan kebajikan. mereka malah mengatakan jalan itu bengkok dan sesat. ia ada diciptakan Allah untuk memudahkan hidup manusia. Dalam hidup kita dituntut untuk menentukan sikap. Perjalanan sejarah akhirnya menunjukkan. Di awal dakwahnya.hidup dan dasar nilai kehidupan. semua ada guna dan manfaatnya. Sementara ketika pandangan mereka diarahkan kepada jalan hidup yang lurus. Ia dikatakan demikian sebab ia melakukan perkara yang waktu itu masyarakat tidak memiliki pemahaman tentang MLM. crazy. Sikap adalah pilihan hidup dan memiliki konsekuensi yang mengikutinya. Adakah fikiran miring itu ada guna dan manfaatnya? Mengapa ada istilah fikiran miring? Konsep yang serupa dengan fikiran miring adalah fikiran gila. Leuwiliang Bogor 3 Rajab 1431 H Ditulis dalam Uncategorized Tags: istiqomah MIRING Juni 19. keuntungan dan kelimpahan harta. ketika ia sukses di MLM itu. orang-orang di sekitarnya mengatakan bahwa ia seorang yang berfikiran miring. Nabi-nabi yang lain pun . mareka yang mentertawakan itu mengakui akan kehebatan dan kebenaran Nabi Muhammad Saw. Ketika ia memulai usaha itu. kaumnya mengatakan beliau SAW adalah almajnun. 2010 Tinggalkan sebuah Komentar MIRING Oleh: Ading Nashrulloh A. dan orang yang patut ditertawakan. pendusta. Ketika kita mejadikan ucapan ini sebagai sikap dan prinsip. fikiran miring itu artinya fikiran yang dianggap memiliki kecenderungan mengarah kepada jalan yang sesat dan menjauh dari kebenaran yang selama ini dipegang oleh umumnya manusia di sekitarnaya. orang-orang pun berhenti mengatakan ia berfikiran miring. majnun. agar hidupmu bahagia dan engkau mau bersyukur kepadaNya. maka berarti ini menyangkut urusan hari dan corak kehidupan yang akan kita bangun dengan segala bagian dan fase-fasenya. ada yang curam. ada yang datar.Dz Sukakah kamu bila aku panggil engkau orang yang berfikiran miring? Maukah engkau aku bangunkan rumah dengan tiang-tiang yang miring? Sukakah kamu bila aku tawarkan barang dengan harga miring? Bidang miring banyak manfaatnya. Zaman edan adalah zaman di mana manusia memilih cara hidup miring. Kepada kita yang muslim sering diceritakan kisah para Nabi yang mengalami ejekan dan hinaan dari kaumnya. Bagian bumi ini. Dahulu saya pernah mendengar penuturan dari seorang pengusaha MLM. Secara umum.

Seharusnya bilamana engkau ingin mengajak manusia berbuat kebajikan. Artinya ia harus membenarkan dan mengamalkannya tanpa reserve. Apa yang engkau lakukan bisa jadi belum berupa kebaikan. Selain Islam adalah sesat. Dalam kenyataannya belum tentu seperti yang kita harapkan. dan selamanya yang sesat tidak akan pernah bisa seiring sejalan dengan yang benar. Sebaliknya jangan heran bila engkau dikatakan berfikiran miring pula oleh orang-orang yang tidak menjadikan Islam sebagai landasan cara berfikirnya. Ketika kita menempatkan diri sebagai orang yang membenarkan dan menjalankan Islam sebagai jalan kehidupan. merasa dan yakin bahwa kita sudah berada di jalan yang benar. jalan kehidupan dan cara pandang kehidupan adalah sudah jelas.mengalami hal yang sama. engkau pun akan dikatakan orang yang berfikiran miring. Bukan hanya ejekan dan hinaan. Kau harus membiasakan diri diejek dan dihina oleh mereka yang tidak berilmu dan enggan mengabdi kepadaNya. Terkadang kita hanya merasa benar saja dan menyandarkan diri kepada argumen-argumen yang dianggap benar oleh kita sendiri. Agar dirimu tidak berfikiran miring dalam arti yang hakiki menurut ukuran keimanan dan keislaman. hanya karena engkau memuja Allah dan mengikuti syariatNya. Bila engkau melakukan perbuatan buruk. maka terlebih dahulu engkau pun melakukan perbuatan bajik juga. yakni kita ini. Tetapi katakanlah mudah-mudahan apa yang aku lakukan adalah kebaikan yang diridoi Allah Swt mengingat apa yang aku lakukan mengikuti petunjukNya. Bagaimana konsep Islam tentang kehidupan. Untuk menjadi benar. Kita harus memiliki kemauan mempelajari berbagai corak cara pandang manusia terhadap kehidupan. sebelum engkau menjadi seorang pengajar. Setiap orang akan ditanya oleh Tuhan di akhirat kelak mengapa ia mengikuti suatu jalan kehidupan. Dan siapa yang menyimpang sedikit saja dari ajaran Islam. Itulah sebabnya Rasululloh sempat menangis ketika sahabatnya diminta membacakan ayat tentang betapa ruginya manusia yang menolak dakwahnya yang akan menyelamatkan hidupnya di dunia dan akhirat. Ibaratnya jadilah santri seorang diri sebelum engkau menjadi kiyai bagi santri-santri yang akan datang kepadamu. tetapi hanya baru sebatas mendekati. malah siksaan dan pengusiran. . Bagi orang-orang muslim. semestinya kita pun tahu yang salah. itu adalah hal biasa. ini sudah merupakan tabiat dan sunah kehidupan di muka bumi. pertama-tama janganlah kamu berfikiran bahwa kamu sudah berbuat kebaikan. Menjadi sosok yang baik dan benar dalam arti yang sebenarnya bukan perkara mudah. Jadilah engkau sebagai pembelajar yang aktif. realitas hakiki dan apa yang seharusnya dilakukan manusia telah dijelaskan dengan seterang-terangnya dalam ajarannya. maka kita akan melihat jalan pikiran selain Islam adalah sesat. Tetaplah belajar dan berbuat kebajikan selama-lamanya sampai tutup usia. Jika engkau dibenci dan dikatakan berpikiran miring. Seringkali manusia. Sebaik-baiknya sikap orang-orang yang beriman adalah berperilaku postif atas ajaran Islam ini. kita pun harus secara konsisten mengatakan bahwa pemikirannya adalah miring. yakni Islam. Jangan heran bila engkau dikatakan kurang akal dan penipu. tanpa harus menunggu ada orang yang menyertaimu atau tidak. sedangkan dirimu suka mengajak kepada orang lain berbuat baik.

apakah orang yang melaporkan itu benar dengan laporannya. agar ketika kita berbuat suatu dosa. dan terdorong jiwa kita untuk bertaubat kepadaNya. Terkadang manusia melaporkan suatu kedustaan. kita bukanlah malaikat. Sesungguhna keanggunan seseorang dalam menyikapi kesalahan manusia adalah memaafkan dan memberikan kesempatan kepadanya untuk memperbaiki diri. kita tahu bahwa itu dosa. Pertama. Tetapi yang lebih anggun lagi adalah mengetahui sebab-sebab seseorang melakukan kesalahan. Belajarlah terus untuk berpengetahuan. Yang memiliki kemampuan menilai suatu kesalahan hanyalah orang-orang yang berilmu. Kenapa taubat itu perlu? Karena ada Zat yang memiliki sifat dan hak untuk mengampuni. hanya menjadi tidak wajar kalau terus menerus berbuat dosa. atau melaporkan suatu hal yang menurut pandangannya adalah salah. Kita sering ingin meluruskan kesalahan orang lain dengan hati yang penuh dendam. Terkadang orang yang kita pandang salah. Kedua. Hendaklah kita menyadari bahwa pada saat kita mengatakan bahwa seseorang salah. Sehingga orang yang salah semakin membenci kebenaran. Bogor. kita sama saja manusia seperti dirinya yang juga tak lepas dari kesalahan. Bila kita menemukan orang lain berbuat salah. 30 Rabiul Akhir 1431 H Ditulis dalam Uncategorized KESALAHAN Juni 19. padahal belum tentu salah. pada saat yang sama. sebab hal yang demikian menunjukkan tabiat seseorang yang jahil atau bodoh. artinya orang yang tidak mau mempergunakan akal fikirannya. Kita hanya boleh menegur pada saat ketika hatinya sudah mendekat dengan diri kita. Berbuat dosa adalah wajar dalam kehidupan manusia. Akibatnya adalah cacian dan makian yang keluar. yakni Allah swt. Jika datang kepadamu laporan bahwa ada seseorang telah berbuat salah. apakah yang dilaporkannya itu benar-benar berupa kesalahan. dosanya terampuni. tidak benar-benar salah. Agar kata-kata yang kita ungkapkan kepadanya disertai dengan sikap yang lemah lembut.Dz Jangan memperlakukan kesalahan orang lain dengan kejahatan dan kelicikan karena itu berarti kita sama saja. Sebab Allah pun memaafkan kesalahan orang yang berbuat salah karena kejahilannya.Leuwiliang. sehingga ia termaafkan dengan sendirinya. hendaknya ditahan dulu jangan sampai menegurnya di waktu itu. 2010 1 Komentar KESALAHAN Oleh: Ading Nashrulloh A. Syaithan harus . maka ada dua hal yang harus diverifikasi. Artinya sekalipun ia tidak bertaubat. Semua jalan ke neraka sudah dijelaskan oleh agama. Maka untuk itulah kita harus menjadi orang yang berilmu. Begitupun jalan menuju surga tak satupun terlewat disampaikan Rasulullah Saw.

yaitu bahwa takwa mengandung arti bersih hati. Syaithan itu adalah makhluk Allah yang memiliki tabiat paten untuk senantiasa menyertai manusia. Jangan kita seperti orang dungu. 28 Rabiul Awal 1431 H Ditulis dalam Uncategorized TAKUT KEPADA ALLAH Mei 7. Para ulama dan wali harus kita dekati. Sedangkan balasan bagi mereka . taat kepadaNya dan keadaan bersih hati. Untuk urusan apa? Untuk menjerumuskan manusia kepada perbuatan-perbuatan yang salah. 2010 Tinggalkan sebuah Komentar TAKUT KEPADA ALLOH Oleh: Ading Nashrulloh Dan barang siapa yang taat kepada Allah dan rasul-Nya dan takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya. Dan sebagai wujud solidaritas kita kepada sesama manusia yang terperosok berbuat kesalahan adalah mengingatkan dirinya sebelum ajal atau kiamat tiba. ini mengindikasikan hal lain lagi. Selanjutnya definisi takwa adalah menjalankan segala perintah Allah. Allah bukanlah Zat yang Zhalim terhadap hamba-hambaNya. yang memilih jalan kebodohan. Amal sholeh bisa berubah menjadi amal salah. agar diri kita selamat dari ketertipuan hidup ini. nasihat dan teguran dari orang lain tatkala kita salah langkah. Jadi manusia berbuat salah bisa karena ia jahil. agar kita bisa menghindari jalan-jalannya. ketika manusia tunduk kepada syaitan. sementara ia menyangka bahwa dirinya akan selamat dengan kebodohannya itu. mengindikasikan bahwa takwa itu mengandung arti takut. Leuwiliang. Bahkan ketika manusia itu sedang beramal sholeh sekalipun. perlu dan membutuhkan suatu peringatan. maka mereka adalah orang-orang yang mendapat kemenangan (24:52) Mengacu kepada definisi takwa yaitu mengadakan perlindungan dari azab Allah. Takut kepada Allah artinya takut terhadap azab yang telah menjadi ketetapanNya. Bogor. agar kita bisa mengikuti langkah-langkah amal sholehnya. syaithan tak pernah patang mundur mendekati manusia. tetapi hamba itulah yang zhalim terhadap dirinya sendiri sehingga menyebabkan dirinya masuk ke dalam kategori manusia yang dimurkai Allah dan kategori manusia yang menempuh jalan yang sesat. ini mengindikasikan bahwa takwa itu mengandung arti taat. bisa karena ia tergoda oleh syaithan dan kesenganan mengikuti hawa nafsunya. Definisi takwa berikutnya adalah menjauhi segala larangan Allah.dikenali dengan jeli. Begitu setianya syaithan dekat dengan manusia di kala apapun yang dilakukan manusia. Dengan demikian inti sari takwa adalah takut kepada Allah. Kita adalah seperti juga orang lain. Sebab hati yang bersih itu pertama kali syaratnya harus jauh dari pelanggaran atas segala larangan Allah. ke mana pun manusia melangkah.

maka (jawablah). bukan menjauhiNya. Takwa mengandung arti taat.yang dimurkaiNya dan sesat jalannya adalah tiada lain azabNya di dunia dan di akhirat kelak. maka mereka adalah hamba-hamba Allah yang dekat denganNya dan memiliki kedudukan yang mulia di sisiNya. Bagi yang melaksanakan perintah tersebut maka ketakwaannya akan bertambah dan karena itu ia akan memperoleh kemuliaan dan ditujukiNya ke arah kebaikan. Orang yang takut kepada Allah. “Karena itu janganlah kalian takut kepada mereka tetapi takutlah kepada-Ku jika kalian benarbenar orang yang beriman. maka dosanya makin bertambah dan bertambah pula kehinaannya dan ia bergelimang dalam lautan dosa dan kemaksiatan.” (Al-Maidah: 44). Ketika seorang hamba berbuat zhalim atau dosa. Takwa adalah bersih hati. ini merupakan konsekuensi dari perasaan takut kepada Allah. Lawan dari tauhid adalah syirik dan lawan dari Islam adalah kafir. (2:186) 1. maka hati itu bersih lagi. tetapi untuk kepentingan hamba itu sendiri. Karena takut adalah perintah maka takut itu wajib dan memiliki konsekuensi penting. Yang ada pada dirinya adalah fitrah.” Banyak sekali ayat al-Quran dan Hadits yang menunjukkan tentang wajibnya takut kepada Allah Swt.” (Ali Imran: 175). maka itulah dosa di hati. agar mereka selalu berada dalam kebenaran. Perintah Allah yang paling besar adalah Tauhid dan Islam. Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku. Berikut adalah di antara ayat-ayat Al-Quran yang menjelaskan wajibnya takut kepada Allah. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku. Bersih hati adalah gambaran seorang yang baru lahir ke dunia. Sedangkan bagi yang mengabaikannya. “Maka janganlah kalian takut kepada manusia dan takutlah kalian kepada-Ku. berusaha menjaga diri agar sampai melanggar larangan Allah. maka terkotorilah hati itu bagai noktah hitam di kaca yang bersih. “Orang-orang yang menyampaikan risalah Allah mereka takut kepada-Nya dan mereka tidak . Cara mendekati Allah adalah dengan melaksanakan apa yang diwajibkanNya kepada hamba-hambaNya. Karena takwa adalah usaha untuk terus menerus menjauhi larangan Allah. Jika larangan Allah dilanggar. Taat kepada Allah bukanlah untuk kepentingan Dia yang Maha Kuasa. Sesungguhnya Allah itu dekat bagi hamba-hambaNya yang sholeh. Takwa mengandung arti bersih hati. bahwasanya Aku adalah dekat. Dan ketika ia bertaubat dan terus berusaha menjaga diri dari perbuatan dosa. Islam didirikan di atas pondasi yang bernama tauhid. Seseorang jika takut kepada Allah. PERINTAH TAKUT KEPADA ALLAH Sesungguhnya Allah memerintahkan kepada kaum mukminin agar mereka takut kepada-Nya. Asy-Syaikh Abdurrahman bin Hasan bin Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah dalam kitab beliau Fathul Majid mengatakan: “Takut berkedudukan tinggi dan mulia di dalam agama dan termasuk jenis ibadah yang banyak cakupannya yang wajib hanya diberikan kepada Allah subhanahu wa ta’ala. tentu dia akan berusaha untuk membebaskan dirinya dari laknat dan kemarahanNya dan caranya adalah dengan mendekat kepadaNya. maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku. taat kepadaNya dan jauh dari perbuatan dosa yang menghasilkan keadaan hati yang bersih senantiasa. Hatinya putih bersih tanpa noda. Takwa adalah menjauhi segala larangan Allah.

yaitu Pemimpin yang adil. padahal sebenarnya mereka tidak mabuk. lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya dan gugurlah kandungan segala wanita yang hamil. Keragu-raguan (dalam beriman) termasuk kekufuran. dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk. akan tetapi azab Allah itu sangat keras” (Qs. Pemuda yang senantiasa beribadah kepada Allah semasa hidupnya. Al-Baihaqi). Dua orang yang saling mencintai kerena Allah. “Hai manusia. 1031 dari hadits Abu Hurairah) Syaddad bin Aus radiallahuanhu berkata: telah berkata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: “Demi kemuliaan dan keagunganku.” (HR. Al-Baihaqi) Rasulullah. aku tidak akan menghimpun pada diri hamba-hamba-Ku dua rasa aman dan dua rasa takut. dan mata yang menjaga serta mengawasi Islam dan umatnya dari (gangguan) kaum kafir. (HR. Tiap perkara yang akan datang adalah dekat. di antaranya seorang hamba yang “diajak” oleh seorang wanita yang memiliki kedudukan dan kecantikan. Orang bahagia adalah yang dapat mengambil pelajaran dari (peristiwa) orang lain. bertakwalah kepada Tuhanmu. dan orang yang sengsara ialah yang sengsara sejak dalam kandungan ibunya. maka Allah menjadikan segala sesuatu takut kepadanya. maka Aku akan beri rasa takut pada hari Aku menghimpun hambahamba-Ku. (HR. arRahman[55]: 46). 742). “Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua surga. Rasululullah bersabda: “Barangsiapa takut kepada Allah. Kepemudaan termasuk kelompok kegilaan (radikal). sesungguhnya kegoncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat). “Maka janganlah kalian takut kepada mereka dan takutlah kalian kepada-Ku.” (Al-Baqarah:150). “Mereka (malaikat) takut kepada Rabb mereka dan melakukan apa yang diperintahkan kepada mereka.” (Al-Ahzab: 39). maka Allah menjadikannya takut kepada segala sesuatu. Dan cukuplah Allah sebagai pembuat perhitungan. Barangsiapa tidak takut kepada Allah. Dan jika dia takut kepada-Ku di dunia maka Aku akan berikan rasa aman pada hari Aku menghimpun hamba-hamba-Ku. (Ingatlah) pada hari (ketika) kamu melihat kegoncangan itu. (HR. Jika dia merasa aman dari-Ku di dunia.” (Shahih. pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya. beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tujuh golongan orang yang akan mendapatkan perlindungan pada hari yang tidak ada perlindungan kecuali perlindungan dari Allah.merasa takut kepada seorang pun selain kepada Allah. Abu Nu’aim dan dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani di dalam Ash-Shahihah no. Orang yang hatinya senantiasa terpaut dengan masjid. dan dia mengatakan: ‘Aku takut kepada Allah’. HR.” (Qs. Seorang lelaki yang diajak oleh seorang perempuan yang cantik dan berkedudukan untuk berzina tetapi dia . aku mendengar Rasulullah Saw bersabda: Ada tujuh golongan yang akan dinaungi Allah di bawah naungan-Nya. Sebaik-baik yang tertanam dalam hati adalah keyakinan. al-Anfaal [8]: 2). ia berkata. yaitu mata yang menangis karena takut kepada Allah.” (An-Nahl: 50) “Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka. Bukhari) Rasulullah bersabda: “Puncak kebijaksanaan ialah takut kepada Allah.a. keduanya berkumpul dan berpisah kerena Allah. Dari Abu Hurairah r. … (Qs. al-Haj [22]: 1-2). Al-Bukhari no.629 dan Muslim no. Rasulullah bersabda: “Dua mata yang diharamkan dari api neraka.

maka mereka melanggaranya. “Wahai anak muda ucapkanlah: ‘Tidak ada Tuhan selain Allah’”. maka pemuda itu pun mengucapkannya. sebutkanlah sifat mereka dan jelaskanlah keadaan mereka agar kami kami tidak termasuk bagian dari mereka sementara kami tidak mengetahuinya.a. Ibnu Hibban dalam kitab shahihnya]. Dari Ibnu Abas. mereka adalah bagian dari saudara kalian dan dari ras kalian. tiba-tiba ada seorang pemuda yang terjungkal pingsan. Di hari kiamat mereka datang dengan membawa kebaikan seperti gunung Tihamah yang putih. Jika ia takut kepada-Ku di dunia. Mereka suka bangun malam sebagaimana kalian. “Aku takut kepada Allah!”. para perawinya terpercaya]. Kemudian Nabi Saw bersabda. [Mutafaq ‘alaih].a. Muslim]. dari Nabi Saw. dan seseorang yang mengingat Allah di waktu sunyi sehingga bercucuran air matanya. [HR. ia berkata. Aku tidak akan menghimpun dua rasa takut dan dua rasa aman pada diri seorang hamba. Allah berfirman: Demi kemulian-Ku. Tapi Allah menjadikannya bagaikan debu yang bertebarkan. Jika ia merasa aman dari-Ku di dunia. Al-Kinani penulis buku Mishbah Al-Zujajah berkata. maka ia tidak melihat kecuali apa yang pernah dilakukannya (di dunia). tapi mereka adalah kaum yang jika tidak dilihat oleh siapa pun ketika menghadapi perkara yang diharamkan Allah. membacakan ayat ini kepada para sahabat. “Wahai Rasulullah!.. “Ingatlah!.berkata. Kemudian ia menengok ke kanan. “Wahai Rasulullah. Lalu ia melihat ke depan maka ia tidak melihat kecuali Neraka ada di depan wajahnya. (Qs.” [HR. Dari Abu Hurairah r.a. maka Aku akan bemberikannya rasa aman di Hari Kiamat. semoga Allah meridhai keduanya. Para sahabat berkata.” Rasulullah Saw bersabda.. . apakah pemuda itu termasuk golongan kita?” Rasulullah bersabda. ketika Allah menurunkan ayat ini kepada Nabi-Nya: Wahai orang-orang yang beriman jagalah diri dan keluarga kalian dari Neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan bebatuan. tentang perkara yang diriwayatkan beliau dari Tuhannya. Jika orang kafir mengetahui rahmat yang ada di sisi Allah. beliau bersabda: Aku akan memberitahukan beberapa kaum dari umatku. dari Nabi Saw. Ibnu Majah. maka ia tidak melihat kecuali apa yang pernah dilakukannya (di dunia). Kemudian beliau memberikan kabar gembira kepadanya dengan surga. [HR. ia menshahihkannya dan disepakati oleh Adz-Dzahabi]. Orang yang memberi sedekah tetapi dia merahsiakannya seolah-olah tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diberikan oleh tangan kanannya. Ia pun menengok ke kiri. Pada suatu hari Rasulullah saw. Dari Tsauban r. Kemudian Nabi Saw meletakkan tangan beliau di atas hatinya. Rasulullah Saw bersabda: Tidak ada seorang pun di antara kalian kecuali akan diajak bicara oleh Allah tanpa penerjemah. niscaya tidak ada seorang pun yang tidak mengharapkan surga-Nya.” Dari ‘Adiy bin Hatim r. ia berkata. Karena itu jagalah diri kalian dari Neraka meski dengan sebutir kurma. Hakim.. [HR. maka Aku akan memberikan rasa takut kepadanya di Hari Kiamat. at-Tahrim [66]: 6). Jika seorang mukmin mengetahui siksaan yang ada di sisi Allah. Isnad hadits ini shahih. dan ternyata masih berdetak jantungnya. apakah kalian tidak mendengar firman Allah: Yang demikian itu (adalah untuk) orang-orang yang takut (akan menghadap) ke hadirat-Ku dan yang takut kepada ancaman-Ku. Tsauban berkata. niscaya tidak ada seorang pun yang putus asa dari rahmat-Nya.

Di dalamnya tidak ada dosa. sholat. Dimana dengan adanya rasa takut. seorang hamba akan termotivasi untuk rajin mencari ilmu dan beribadah kepada Alloh semata agar bebas dari murka dan adzab-Nya. kedengkian. . sedang mereka tidak melihat-Nya. Mereka itulah orang-orang yang bersegera untuk berbuat kebaikan.” (Hadits shohih riwayat at-Tirmidiy Kitaabut-tafsir IX/19. Beribadah dengan penuh rasa takut (khauf). “Bukan begitu. Al-Baihaki meriwayatkannya dalam kitab sunannya dari arah tersebut]. Merekalah yang bersegera dalam kebaikan. “Sanad hadits ini shahih”. apakah yang dimaksud disini orang-orang yang meminum arak. Mereka takut hal-hal yang dulu mereka lakukan dalam rangka mengabdi kepada Allah hilang begitu saja karena suatu kemaksiatan sekecil apapun. Ditanyakan kepada Rasulullah Saw manusia manakah yang paling utama? Rasulullah Saw bersabda.” Aku pernah bertanya kepada Rasulullah tentang ayat ini. Dan orang-orang yang telah memberikan apa yang telah mereka berikan. al-Mukmin [23]: 60) Imam Tirmidziy meriwayatkan. berzina dan mencuri?” Rasululloh saw menjawab. kemudia ia berkata mengenai dosanya. Bukhari].” (Qs. “(Yaitu) orang-orang yang takut akan (azab) Tuhan mereka. dan iri. namun apa yang dimaksud dengan ‘bening hatinya’?” Rasulullah Saw bersabda. “Seperti inikah?” Abu Syihab berkata dengan tangannya –yang diletakkan– di atas hidungnya.” Para shahabat berkata. Rasa takut adalah pilar yang mesti ada dalam ibadah seorang muslim. wahai putri as-Shiddiq. Mereka takut jika amalannya tidak diterima. takut jukalau dosa-dosa kita tidak diampuni. Kami sudah mengetahui maksud ‘jujur lisannya’. dan merekalah orang-orang yang pertama-tama memperolehnya. [HR.Abdullah bin Mas’ud menceritakan kepada kami dua hadits. rasa takut inilah yang juga dapat mencegah keinginan seseorang untuk berbuat maksiat. Aisyah berkata.” (Al Anbiya: 49). takut jikalau kita tidak mendapatkan ridha Allah. Ia takut (dosa itu) jatuh menimpanya. Takut merupakan bentuk ibadah hati yang memiliki kedudukan agung dan mulia di dalam agama bahkan mencakup seluruh jenis ibadah. al-Hakim at-Tafsir II/393 menyatakannya shohih dan disepakati oleh adz-Dzahabiy). Takut adalah salah satu dari rukun ibadah dan merupakan syarat iman. Sedangkan orang yang jahat akan melihat dosa-dosanya seperti lalat yang menghampiri hidungnya.” [Al-Kinani berkata. Oleh karena itu orang yang beribadah dengan rasa takut ini. dan bersedekah. dan mereka merasa takut akan (tibanya) hari kiamat.(karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Rabb mereka. dengan hati yang takut. mereka tidak akan terjerumus ke dalam jurang kemaksiatan yang mengotori hati. Dan orang-orang yang tidak menyekutukan Rabb mereka (sesuatu pun). artinya ialah takut jikalau ibadah kita tidak sempurna. sifat jahat. Dan orangorang yang beriman kepada ayat-ayat Rabb mereka. “Sesungguhnya orang-orang yang berhati-hati karena takut kepada Robb mereka. “Wahai Rasulullah!. “Adalah hati yang takut (kepada Allah) dan bersih. Tetapi mereka orang-orang yang berpuasa. salah satunya berasal dari Nabi Saw dan satu lagi dari dirinya sendiri ia berkata: Sesungguhnya orang yang beriman akan melihat dosa-dosanya seolah-olah ada di atas gunung. Selain itu. “Orang yang bening hatinya dan jujur lisannya.

Rohbah adalah khouf yang diikuti dengan tindakan meninggalkan sesuatu yang ditakuti. sesungguhnya para wali Allah itu tidak ada rasa takut dan sedih yang akan menyertai mereka. Hal itu muncul didasarkan pada pengetahuan terhadap sesuatu yang ditakuti. akan tetapi apabila rasa takut ini. Yunus: 62) Syaikh Al ‘Utsaimin menjelaskan.” (QS. Karena itulah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. “Ketahuilah.” (Al-Qashash: 21) . Oleh sebab itu khosyah adalah rasa takut yang diiringi ma’rifatullah.” (QS. Khouf ibadah. takut tenggelam.2. demi Allah… sesungguhnya aku adalah orang yang paling khosyah kepada Allah di antara kalian dan paling bertakwa kepada-Nya.” (HR. Khouf sir. Bukhari Muslim). yaitu takut kepada hal-hal yang bisa membahayakan jiwa seseorang seperti halnya orang takut hewan buas. berbahaya atau mengganggu . Faathir: 28). maka rasa takut semacam ini tidak membuat orangnya dicel. Penjelasannya sebagai berikut ini: Khouf artinya perasaan takut yang muncul terhadap sesuatu yang mencelakakan. Ar Raaghib berkata: Khosyah adalah khouf yang tercampuri dengan pengagungan. Takut itu ada tiga macam : Khouf thabi’I. Berfirman menceritakan kisah Nabi Musa alaihisallam: “Dia keluar dari negerinya dalam keadaan takut yang sangat. “Sesungguhnya yang merasa takut kepada Allah hanyalah orang-orang yang berilmu. Yaitu Khauf . Khosyah. menjadi sebab dia meninggalkan kewajiban atau melakukan yang diharamkan maka hal itu haram. Takut jenis ini dibolehkan selama tidak melampaui batas. yaitu: khouf thabi’i. Sedangkan makna khouf secara istilah adalah rasa takut dengan berbagai macam jenisnya. takut api. takut yang bersifat tabiat. sedangkan Dia Maha Kuat dan Kuasa atas diri kita. dengan begitu ia adalah khouf yang diiringi amalan. Ada tiga konsep utama yang berkaitan dengan takut kepada Allah. Khosyah serupa maknanya dengan khouf walaupun sebenarnya ia memiliki makna yang lebih khusus daripada khouf karena khosyah diiringi oleh ma’rifatullah ta’ala. memohon perlindungan dari azabNya dan memohon petunjukNya agar kita berada dalam rahmatNya. “Adapun aku. yang menjadi sebab kita tidak berbuat durhaka padaNya. Rasa takut itu nanti akan lenyap di akhirat bagi orang yang masuk surga. PENGERTIAN TAKUT KEPADA ALLAH Definisi takut kepada Allah Takut adalah kesadaran bahwa diri kita lemah di hadapan Allah. dan Rohbah.

dan ketundukan diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala. namun takutnya seorang mukmin ialah takut akan pedihnya sakaratul maut. Yang terpuji adalah yang tujuannya / akhirnya akan menghalangimu maksiat terhadap Allah. sebagaimana tersebut di dalam hadits Khabab bin al-Arat dalam Shahih Bukhari. Khouf sirr. Rasa takut ada bermacam-macam sebagaimana dijelaskan di atas. yaitu takut yang diiringi dengan penghinaan diri. yaitu Nabi Musa). seperti halnya orang takut kepada penghuni kubur atau wali yang berada di kejauhan serta tidak bisa mendatangkan pengaruh baginya akan tetapi dia merasa takut kepadanya maka para ulama pun menyebutnya sebagai bagian dari syirik. (lihat Syarh Tsalatsatul Ushul. yaitu memberikan takut ibadah kepada selain Allah. rasa takut akan adzab kubur. Seorang mukmin itu tidak takut kepada siapapun kecuali kepada Allah. yang mendorongmu untuk . Allah berfirman. Imam Ibnu Abil `Izzi al-Hanaberkata: “Seorang hamba wajib untuk takut dan berharap (kepada Allah). Rasulullah bersabda: Barangsiapa takut niscaya dia berangkat di waktu akhir malam. Rasa takut semacam inilah yang harus ada dalam hati seorang hamba. Maka Musa merasa takut dalam hatinya. takut yang bernilai syirik.” Syeikh Muhammad bin Shalih al ‘Utsaimin hazhahullah berkata: “Dan takut kepada Allah ada yang terpuji dan ada yang tidak terpuji. dikhawatirkan dia terjatuh pada sikap putus asa. maka takut yang seperti ini tidak boleh ada kecuali ditujukan kepada Allah ta’ala. Apabila (takut) itu melewati batas. seperti seseorangyang takut terhadap ular. hal. mengeluarkannya dari Islam. rasa takut terhadap siksa neraka. dan menghalalkan darah dan hartanya. pengagungan. rasa takut akan hilangnya iman dan lain sebagainya. rasa takut akan mati dalam keadaan yang buruk (mati dalam keadaan sedang bermaksiat kepada Alloh). ketahuilah sesungguhnya barang dagangan Allah itu adalah surga. Hal itu dikecualikan takut secara naluri (maka ini tidak terlarang).” (Al-Maidah: 44). (Thaahaa: 67) Dan seperti takutnya seseorang terhadap serigala yang akan memangsa kambingnya. 57) Perbuatan ini akan mengekalkan pelakunya di dalam neraka. dan barangsiapa berangkat di waktu akhir malam niscaya dia mencapai tempat tujuan. takut yang bernilai ibadah.Khouf ibadah. “Janganlah kalian takut kepada manusia dan takutlah kalian kepada-Ku. sebagaimana pernah terjadi pada Kaliimullah (Nabi yangdiajak bicara oleh Allah. Kemudian bahwa takut kepada Allah yang sebenarnya dan yang terpuji adalah takut yang menghalangi pemiliknya dari apa-apa yang diharamkan oleh Allah dan mendorongnya untuk melaksanakan perintah-perintah-Nya. dan sesungguhnya takut yang terpuji dan yang sebenarnya adalah yang menghalangi pemiliknya dari apa-apa yang diharamkan oleh Allah. Ketahuilah sesungguhnya barang dagangan Allah itu mahal. Adapun menujukannya kepada selain Allah adalah syirik akbar.

sehingga di saat itu hamba tadi menyesali(dirinya) dan patah semangat. yang mendorong untuk menjalankan perintahperintah-Nya.”Dan Allah sangat keras siksaNya. minum khamr dan mencuri?”. Sedangkan yang tidak terpuji adalah yang membawa seorang hamba menjadi putus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya seorang mukmin itu menggabungkan antara berbuat baik dengan takut (tidak . bahkan dia enggan dan sombong/takabbur untuk taat kepada-Nya. bisa jadi dia terusmenerus menjalankan kemaksiatan karena keputus-asaannya yang kuat. “Dan ketika setan menjadikan mereka memandang baik pekerjaan mereka. (Dan orang-orang yang memberihan apa yang telah mereka berikan. Maka seseorang yang takut (kepada Allah) itu. akan tetapi mereka adalah orang-orang yang berpuasa. dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya.” Imam Ibnu Abil `Izzi al-Hanajuga berkata:”Dan setiap orang. Dan orangorang yang beriman terhadap ayat-ayat Rabb mereka. Dan orang-orang yang tidak mempersekutukan (sesuatupun) dengan Rabb mereka.Anfal: 48) Demikianlah takut yang sebenarnya kepada Allah.” Sehingga takut seorang hamba yang sebenarnya kepada Allah itu tidak sebagaimana takutnya Iblis/setan kepada Allah. setan itu balik ke belakang seraya berkata:”Sesungguhnya saya berlepas diri dari kamu. serta mereka takut (seandainya amalan-amalan mereka) ditolak.dengan semua ketaatan-ketaatandan mereka telah bersunggah-sungguh padanya. dengan hati yang takut)(Al-Mukminun: 60). sesungguhnya saya takut kepada Allah. karena sesungguhnyaapabila engkau takut terhadap-Nya. dia lari dari Rabbnya menuju Rabbnya. (Al. sesungguhnya saya dapat melihat apa yang kalian tidak dapat melihat. Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan.” Al-Hasan berkata: “Mereka telah beramal -demi Allah. Karena setan itu juga takut kepada Allah. Beliau menjawab: “Tidak wahai (Aisyah) anak ashShidiiq. niscaya engkau lari darinya. bershadagah dan mereka khawatir (amalan mereka) tidak diterima. tetap takutnya tidak mendorongnya untuk tunduk dan taat kepada-Nya.Maka tatkala kedua pasukan itu telah dapat sating lihat-melihat (berhadapan pada perang Badar-pen). apakah mereka adalah orang-orang yang berzina. dan mengatakan:”Tidak ada seorang manusiapun yang dapat menang terhadap kamu pada hari ini dan sesungguhnya saya ini adalah pelindungmu”. Allah memuji kepada orang yang mempunyai rasa takut semacam ini. dengan hati yang takut (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Rabb mereka. kecuali (takut) terhadap Allah Ta’ala. Mereka itu bersegera untuk mendapat kebaikankebaikan. meninggalkan larangan-larangan-Nya dan bersegera menjalankan berbagai kebaikan.mengerjakan kewajiban-kewajiban dan meninggalkan apa-apa yang diharamkan. “Sesungguhnya orang yang berhati-hati karena takut (terhadap siksa) Rabb mereka. apabila engkau takut terhadapnya.melaksanakan shalat. niscaya engkau lari kepada-Nya. (Al-Mukminun: 57-61) Di dalam kitab Musnad Imam Ahmad dan Sunan at-Tirmidzi dari Aisyah yang berkata: Aku bertanya kepada Rasulullah tentang ayat ini.

Dan mereka takut terhadap suatu hari yang (pada hart itu) hati dan penglihatan menjadi goncang. orang yang telah mati. Rasa takut seperti ini dewasa ini terjadi di kalangan para penyembah kubur. thaghut. makhluk yang tidak ada di hadapannya dari jin ataupun manusia. tempat-tempat/barang-barang yang dikeramatkan. berhala.” Dan firman-Nya: “Orang-orang laki-Iaki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak pulaoleh jual-beli dari mengingat Allah. mayat yang dikubur. Hal ini termasuk jenis syirik ashghar (syirik kecil) yang meniadakan kesempurnaan tauhid.barang keramat dan lainnya. bahkan termasuk syirik akbar (syirik besar) yang mengeluarkan seseorang dari agama Islam.” (Huud: 54-55). dan(dari) membayarkan zakat.” (Az-Zumar: 36) Khauf sirr ini termasuk dosa yang besar. dan (dari) mendirikan shalat. sedangkan orang munafik menggabungkan antara berbuat buruk dengan (merasa) aman (dari siksa Allah). Huud menjawab: “Sesungguhnya aku menjadikan Allah sebagai saksiku. sebab itu jalankanlah tipudayamu semnanya terhadapku dan janganlah kamu memberi tangguh kepadaku. maka . karena itu takutlah kepada mereka”. Khauf ‘amali. tempat-tempat/barang.diterima amalannya). Yaitu seseorang meninggalkan sesuatu / amalan yang wajib atau melakukan sesuatu / amalan yang haram karena takut kepada manusia. (An-Nur: 37) Takut Yang Tidak Benar Khauf sirri (i’tiqadi) Yaitu seseorang takut kepada selain Allah -baik kepada patung. Dan siapa yang disesatkan Allah maka tidak ada seorangpan pemberi petunjuk baginya. dan lain-lain. Sebagaimana firman Allah yang menghikayatkan perkataan kaum Nabi Huud Kami tidak mengatakan melainkan bahwa sebagian sesembahan kami telah menimpakan penyakit gila atas dirimu. Mereka takut kepadanya dan mereka menakut-nakuti dengannya kepada para ahlu tauhid tatkala para ahlu tauhid itu memperingatkan peribadahan mereka yang batil dan memerintahkan untuk mengikhlaskan ibadah hanya kepada Allah saja. Juga firman-Nya tentang sikap orang-orang kar terhadap Rasulullah Bukankah Allah cukup untuk melindungi hamba-hamba-Nya? Dan mereka (orang-orang kar) mempertakuti kamu dengan (sesembahan-sesembahan) yang selain Allah. dan saksikanlah olehmu sekalian bahwa sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan dari selain-Nya. Dan inilah yang menyebabkan turunnya firman Allah : “(Yang mendapatkan pahala yang besar yaitu orang-orang yang mentaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan-Sesungguhnya manusia (yaitu orang Quraisy) telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu.akan menimpakan bencana (kesusahan/sesuatu yang tidak disakai) secara sirr (rahasia).

77. atau (karena) mereka ragu-ragu ataukah (karena) takut kalau-kalau Allah dan rasul-Nya berlaku zalim kepada mereka? Sebenarnya. TAKUT KEPADA ALLAH DALAM AL-QURAN a. seperti takut tanpa sebab mendasar atau takut dengan sebab yang lemah. (24:50) Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (orang-orang munafik) bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani). seraya berkata: “Kami takut akan mendapat bencana. Maka berilah mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia. Takut secara khayalan. (36:11) b. tawakkal dan sifat pemberani akan menolak jenis sifat penakut ini.29. Syeikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di berkata: 2HSR. Ahmad III/27. Maka Allah barkata: “Hanya Akulah yang paling berhak engkaai takuti”. (74:53) . karena termasuk akhlaq yang buruk.”(5:52) c. Takutnya orang munafik adalah kalau-kalau Allah berbuat zhalim Apakah (ketidak datangan mereka itu karena) dalam hati mereka ada penyakit. Sesungguhnya kamu hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikuti peringatan dan yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah walaupun dia tidak melihatnya.” 3.perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: “Cukuplah Allah menjadi penalong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung”. (Ali ‘Imran: 173) Juga Rasulullah bersabda: “Janganlah salah seorang dari kalian menghinakan dirinya. (20”1-3). Maka Allah akan bertanya( kepadanya pada hari Kiamat): “Apa yang menghalangimu antuk mengatakannya?”. maka ini adalah takut yang tercela. kemudian dia akan menjawab: “Rabbku. (Orang-orang kafir) berkata: “Apakah sesungguhnya kami benar-benar dikembalikan kepada kehidupan semula? (79:8-10) Sekali-kali tidak. Takutnya orang kafir kepada Allah hanya terjadi pada saat terjadi pada hari kiamat dan itu menyebabkan mereka ingin dikembalikan ke dunia. tetapi sebagai peringatan bagi orang yang takut (kepada Allah). Hati manusia pada waktu itu sangat takut Pandangannya tunduk. dishahihkan oleh al-Albani di dalam Shahih al-Jami’ no: 1814. Sebenarnya mereka tidak takut kepada negeri akhirat. Rasulullah telah mohon perlindungan kepada Allah dari sifat penakut ini. kemudian dia tidak mengatakannya. Ibnu Hibban no:1845 dan Ibnu Majah no: 4008. yaitu jika dia melihat satu perkara yang menjadi hak Allah dan menjadi kewajibannya dibicarakan. aku takut kepada manusia”. mereka itulah orang-orang yang zalim. Dengan demikian keimanan yang sempurna. “Dan jika takut itu adalah takut secara khayalan. yang menjadikan pelakunya termasuk orang-orang yang penakut. Al-Quran itu peringatan bagi orang yang takut kepada Allah Thaahaa Kami tidak menurunkan Al Quran ini kepadamu agar kamu menjadi susah.

” (28:35) e.an)ku. padahal mereka telah keras kemauannya untuk mengusir Rasul dan merekalah yang pertama mulai memerangi kamu? Mengapakah kamu takut kepada mereka padahal Allah-lah yang berhak untuk kamu takuti. aku sekali-kali tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu. Takut kepada Allah berpengaruh pada jiwa sehingga jiwa itu tergerak untuk tidak berbuat zhalim “Sungguh kalau kamu menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku. (87:911) h. Sesungguhnya aku takut kepada Allah. (9:13) i. maka mereka akan mengetahui siapakah yang lebih lemah penolongnya dan lebih sedikit bilangannya. Perbuatan dosa secara naluri menimbulkan rasa takut akan akibatnya Musa berkata: “Ya Tuhanku sesungguhnya aku. dan orang-orang yang celaka (kafir) akan menjauhinya. jika kamu benar-benar orang yang beriman. telah membunuh seorang manusia dari golongan mereka. maka tatkala manusia itu telah kafir. Takut kepada Allah adalah pintu untuk mendapatkan pelajaran yang banyak oleh sebab itu berikanlah peringatan karena peringatan itu bermanfaat orang yang takut (kepada Allah) akan mendapat pelajaran. maka aku takut mereka akan membunuhku. Allah-lah yang berhak untuk kamu takuti dan itu sumber dari sifat berani melawan orangorang kafir Mengapakah kamu tidak memerangi orang-orang yang merusak sumpah (janjinya). maka ia berkata: “Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu.” (5:28) f. Tuhan seru sekalian alam. Orang yang takut kepada Allah akan mendapat keridoan Allah Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah syurga ‘Adn yang mengalir di bawahnya sungaisungai. (98:8) g.” (59:16) . maka utuslah dia bersamaku sebagai pembantuku untuk membenarkan (perkata. Rabb semesta Alam. (28:33). (72:24) d. karena sesungguhnya aku takut kepada Allah. mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Dan saudaraku Harun dia lebih fasih lidahnya daripadaku. Syaithan menyembunyikan rasa takutnya tatkala masih menggoda manusia untuk kafir dan menyatakannya setelah manusia berhasil dijadikannya kafir (Bujukan orang-orang munafik itu adalah) seperti (bujukan) shaitan ketika dia berkata kepada manusia: “Kafirlah kamu”. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepadaNya.Sehingga apabila mereka melihat azab yang diancamkan kepada mereka. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya. sesungguhnya aku khawatir mereka akan mendustakanku.

karena takut kepada Allah.angsur pergi di antara kamu dengan berlindung (kepada kawannya). (2:74) n. sedang bagi mereka tidak ada seorang pelindung dan pemberi syafa’atpun selain daripada Allah.j. Padahal diantara batu-batu itu sungguh ada yang mengalir sungai-sungai dari padanya dan diantaranya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air dari padanya dan diantaranya sungguh ada yang meluncur jatuh. ketika dua golongan dari padamu ingin (mundur) karena takut.(3:175) “orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu. padahal Allah adalah penolong bagi kedua golongan itu. bahkan lebih keras lagi. Agar tidak takut kepada selain Allah maka bertawakkallah padaNya. (5:3) m. mereka akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar. karena itu janganlah kamu takut kepada mereka. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu. padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah. jika kamu benar-benar orang yang beriman. agar mereka bertakwa. Buah dari takut kepada Allah: ampunan dan pahala Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Tuhannya Yang tidak nampak oleh mereka. Dan Allah sekali-sekali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan. dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku. tetapi takutlah kepadaKu. supaya kamu mensyukuri-Nya. (3:122-123) (Yaitu) orang-orang (yang mentaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: “Sesungguhnya manusia[250] telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu. (6:51) Kamu hanyalah pemberi peringatan bagi siapa yang takut kepadanya (79:45) k. maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih. Sungguh Allah telah menolong kamu dalam peperangan Badar.” (3:173) Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah syaitan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya (orang-orang musyrik Quraisy). karena itu takutlah kepada mereka”. dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Takut: berhati-hatilah menyalahi Rasul Sesungguhnya Allah telah mengetahui orang-orang yang berangsur. Beri peringatan bagi yang takut pada Allah agar mereka bertakwa Dan berilah peringatan dengan apa yang diwahyukan itu kepada orang-orang yang takut akan dihimpunkan kepada Tuhannya (pada hari kiamat). pasti Allah menolong. Hati manusia pembangkang lebih keras dari batu tatapi batu takut kepada Allah Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu. Karena itu bertakwalah kepada Allah. Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakkal. maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung. (67:12) Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua syurga (55:46) . sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. (24:63) l.

maka pergilah kamu berdua dengan membawa ayat-ayat Kami (mukjizat-mukjizat).” Allah berfirman: “Jangan takut (mereka tidak akan dapat membunuhmu). 2). yang berjihad dijalan Allah. yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir. Seraya) berkata:”Akulah tuhanmu yang paling tinggi. (79 :17-26). Marilah kita kaji bagian ini. Jika Takut pada Allah. (5:44) p. dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya).o. dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. s. Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah. (5:54). Sampaikan apa yang mesti disampaikan Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia. Dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. dan katakanlah (kepada Fir’aun): “Adakah keinginan bagimu untuk membersihkan diri (dari kesesatan). yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin. maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya. Hal-hal yang tidak boleh ditakuti orang-orang mukmin 1). Tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela Hai orang-orang yang beriman. Kisah mengajak Firaun agar takut kepada Allah untuk orang yang takut kepada Allah “Pergilah kamu kepada Fir’aun. sesungguhnya kamulah yang paling unggul (menang). Takutnya Nabi Musa dalam menghadapi Firaun Dalam al-Quran beberapa kali disingungg tentang rasa takutnya Nabi Musa ketika hendak menghadapi Firaun. “Maka Musa merasa takut dalam hatinya. Maka dia mengumpulkan (pembesar-pembesarnya) lalu berseru memanggil kaumnya. (26:14-15). Itulah karunia Allah. lagi Maha Mengetahui. supaya kamu mendapat rahmat. maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir.” Dan kamu akan kupimpin ke jalan Tuhanmu agar supaya kamu takut kepada-Nya?” Lalu Musa memperlihatkan kepadanya mukjizat yang besar. r. barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya. (tetapi) takutlah kepada-Ku. sesungguhnya Kami bersamamu mendengarkan (apa-apa yang mereka katakan). Jika Takut pada Allah. maka aku takut mereka akan membunuhku. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang yang takut (kepada Tuhannya). sesungguhnya dia telah melampaui batas. (49:10) q. (20: 67-68) Dan aku berdosa terhadap mereka. Kami berkata: “janganlah kamu takut. sebab mengandung pesan-pesan yang penting. Tidak takut akan kemiskinan .” Maka Allah mengazabnya dengan azab di akhirat dan azab di dunia. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah. diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendakiNya. Perbaiki hubungan persaudaraan Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Tetapi Fir´aun mendustakan dan mendurhakai.

Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu. Tidak takut pada ancaman orang-orang kafir Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah syaitan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya (orang-orang musyrik Quraisy). Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar. karena itu janganlah kamu takut kepada mereka. Kamilah yang akan memberi rezki kepada mereka dan juga kepadamu. Dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. oleh orang-orang alim mereka dan pendeta-pendeta mereka. dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar[518]. berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapa. maka kamu menjadi orang-orang yang merugi. Tidak takut menghadapi musuh Hai kaumku. jika kamu benar-benar orang yang beriman. dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku. Kami akan memberi rezki kepadamu dan kepada mereka. maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir. (17:31) 3). Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia. sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Tidak takut kepada manusia Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi). (3:175) 5).” Demikian itu yang diperintahkan kepadamu supaya kamu memahami(nya). (tetapi) takutlah kepada-Ku.Katakanlah: “Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu yaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia. (5:44) 4). Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu. Takut kepada Allah menyempurnakan Nikmat serta Hidayah Maka janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku (saja). (5:21) t. masuklah ke tanah suci (Palestina) yang telah ditentukan Allah bagimu. dan supaya kamu mendapat petunjuk. (6:151) Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. yang dengan Kitab itu diputuskan perkara orang-orang Yahudi oleh nabi-nabi yang menyerah diri kepada Allah. Dan agar Kusempurnakan nikmat-Ku atasmu. (2:150). tetapi takutlah kepadaKu. (5:3) u. dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. baik yang nampak di antaranya maupun yang tersembunyi. dan janganlah kamu mendekati perbuatanperbuatan yang keji. Rasa Takut akan hilang ketika orang mukmin memasuki surga . dan janganlah kamu lari kebelakang (karena takut kepada musuh). disebabkan mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab Allah dan mereka menjadi saksi terhadapnya. dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan. Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah.

Juga kepada orang-orang yang berbuat kebajikan. Orang-orang yang memiliki sifat-sifat yang lahir dari rasa takut kepada Allah itu akhirnya akan sampai kepada apa yang telah dijanjikan oleh Allah yaitu surga yang penuh kenikmatan di akhirat kelak. (22:77). Kemenangan yang besar itu adalah kemenangan di dunia dan kemenangan di akhirat kelak. keistiqomahan dalam beribadah. dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan. Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan. “Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa mendapat kemenangan. maka mereka adalah orang.orang yang mendapat kemenangan (24:52) Orang yang takut kepada Allah akan mendapatkan kemenangan yang besar dari sisi Allah Swt. supaya kamu mendapat kemenangan. sujudlah kamu. adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah. dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu. Dan di dunia kenikmatan yang akan diberikan kepada orang-orang yang takut kepada Allah adalah ketentraman batin.” (41:30) Dan tiadalah berguna syafa’at di sisi Allah melainkan bagi orang yang telah diizinkan-Nya memperoleh syafa’at itu. “Hai orang-orang yang beriman. “(Yaitu) orang yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah sedang Dia tidak kelihatan (olehnya) dan dia datang dengan hati yang bertaubat. (50:33-34) “Sesungguhnya orang-orang yang berhati-hati karena takut akan (azab) Tuhan mereka. sehingga apabila telah dihilangkan ketakutan dari hati mereka. (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka mereka itu bersegera untuk mendapat kebaikan-kebaikan. mereka berkata “Apakah yang telah difirmankan oleh Tuhan-mu?” Mereka menjawab: (Perkataan) yang benar”. Mendapatkan kemenangan yang besar “Dan barang siapa yang taat kepada Allah dan rasul-Nya dan takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya. juga kepada orang-orang yang berjihad di jalanNya “orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta. (78:31) . Di dunia yaitu kemenangan atas orang-orang kafir dan di akhirat kemenangan berupa masuk ke dalam surga. hilangnya rasa sedih dan turunnya pertolongan dari sisiNya. dan Dia-lah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar (34:23) v. benda dan diri mereka. dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya” (23:57-61) w. yang taat kepadaNya dan RasulNya. Semua itu merupakan pilar-pilar kemuliaan. Dan orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Tuhan mereka Dan orang-orang yang tidak mempersekutukan dengan Tuhan mereka (sesuatu apapun).Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka. dengan hati yang takut. ruku’lah kamu. itulah hari kekekalan. sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan. masukilah syurga itu dengan aman. tenggelam dalam kemaksiatan dan kesesatan. Takut kepada Allah melahirkan sifat taat dan enggan melakukan kedurhakaan kepadaNya Sementara orang-orang yang tidak memiliki rasa takut kepada Allah. Kemenangan yang besar akan diberikan kepada mereka yang takut kepada Allah Swt. (9:20). maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih.

4.” (HR Bukhari dan Muslim) Seseorang memperoleh Surga atau Neraka adalah akibat dari perbuatannya. sesungguhnya salah seorang di antara kamu beramal dengan amalnya ahli surga. niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosadosamu. Tetapi jika kita mengkaji lagi hadits di atas rupanya seseorang masuk ke neraka juga karena sudah ditakdirkan Allah bahwa dia memang telah dicatat. maka tibatiba ia melakukan amalan ahli neraka. (33:70-71). Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya. namun karena ia telah tercatat sebagai ahli neraka. ia berkata : Nabi SAW bersabda : “Di antara ahli neraka ada yang disiksa dengan api sebatas pada kedua mata kakinya. dan saya belum pernah mendengar khutbah yang seperti itu. Kita pun harus memohon kepada Allah agar kita dicatat menjadi ahli surga.x. ia berkata : “Rasulullah SAW pernah berkhutbah. Dan salah seorang di antara kamu sekalian beramal dengan amalnya ahli neraka. Sedangkan ia berpendapat bahwa tidak ada seorang pun yang lebih berat siksaannya daripada itu. sehingga jarak antara dia dengan surga hanya sehasta. Oleh karena itulah. ada salah seorang di antara mereka yang terbenam dalam keringatnya sampai pada kedua daun telinganya.” (HR Bukhari dan muslim). Beliau bersabda : “Seandaimya kamu mengetahui apa yang . ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : “Di kala manusia berdiri. Takut membuat kita berhati-hati dalam beramal Rasulullah SAW bersabda: Demi Zat yang tiada Tuhan selain Dia. b.. Diperbaiki amalan-amalan dan diampuni dosa-dosanya “Hai orang-orang yang beriman. bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar. TAKUT KEPADA ALLAH DALAM AL-HADITS a. c. sebatas pusarnya. Dari Ibnu Umar ra. ialah seseorang yang di bawah kedua tumitnya diletakkan dua bara api yang dapat mendidihkan otaknya. menunggu panggilan Tuhan semesta alam. maka tiba-tiba dia mengamalkan amalan ahli surga sampai akhirnya ia masuk surga. maka kita tidak bisa mengandalkan perbuatan kita semata untuk menghindari siksa neraka dan beroleh surgaNya.. Dari Samurah bin Jundub ra. ia berkata : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya seringan-ringan siksa ahli neraka pada hari kiamat. Sebagaimana diungkapkan dalam hadits di atas “namun karena ia telah tercatat sebagai ahli neraka.. maka tiba-tiba ia melakukan amalan ahli neraka. tetapi karena ia telah tercatat sebagai ahli surga. sehingga jarak antara dia dengan neraka hanya sehasta.” (HR Muslim). dan ada pula yang disiksa dengan api sebatas bahunya.” (HR Bukhari dan Muslim). sampai ia akhirnya ia masuk neraka.. sebatas kedua lututnya. maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar. Takutlah kepada siksa neraka dan beratnya hari kiamat Dari Nu’man bin Basyir ra. sampai ia akhirnya ia masuk neraka”. Takut kepada Allah akan membuat kita banyak menangis dan sedikit tertawa Dari Anas ra. ditetapkan sebagai ahli neraka. padahal itu adalah siksaan yang paling ringan bagi ahli neraka.

kemudian ia melihat ke kanan. Bukhari dan Muslim) Dari Abu Zarr ra. Takut kepada Allah dorongan untuk membentengi diri dari siksaNya dengan berbuat amalan baik Dari ‘Adiy bin Halim ra. untuk apa ia rusakkan. padahal di antara dia dengan tuhannya tidak ada juru bahasa.” Rasulullah SAW memberikan isyarat dengan tangan ke arah mulut beliau.. ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : “Seorang di antara kalian akan berbicara langsung dengan Tuhannya. di situ tidak ada tempat untuk bisa menyisipkan empat jari-jari melainkan ada malaikat yang meletakkan dahinya untuk bersujud kepada Allah Ta’ala.” (HR Bukhari dan Muslim) e. apakah ukuran jarak pada perjalanan ataukah mil yang biasa dipakai untuk mencelaki mata. Ia berkata : Rasulullah SAW Bersabda : “Kedua kaki seseorang tidak akan bergerak.” Sulaim bin ‘Amir yang meriwayatkan dari Al-miqdad.Tirmidzi) f. kalian akan keluar ke tempattempat yang ramai untuk mohon pertolongan kepada Allah Ta’ala. seandainya kalian mengetahui apa yang aku ketahui. sehingga jaraknya kira-kira hanya satu mil. Takutlah kepada Allah. niscaya kalian akan sedikit sekali tertawa dan pasti akan benyak menangis. untuk apa ia habiskan.” (HR. Tentang ilmunya..” Beliau bersabda : “Sesungguhnya berita bumi. berkata : “Demi Allah.R. ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya aku melihat apa yang tidak kamu lihat. Tentang hartanya. yang mereka perbuat di atasnya. dan ada pula yang terbenam sampai pada mulutnya. Langit itu berkeriat-keriut . Jika Takut kepada Allah maka berhai-hatilah dengan umur. dan kamu tidak akan bersuka ria dengan istrimu diperaduan. sebelum ditanya tentang umurnya. Di antara mereka ada yang terbenam sebatas kedua mata kakinya. ilmu. bumi akan menjadi saksi atas seluruh perbuatan kita Dari Abu Hurairah ra. niscaya kalian akan sedikit sekali tertawa dan pasti akan banyak menangis. apa yang diberitakan oleh bumi?” Para sahabat menjawab : “Allah dan rasul-Nya yang lebih tahu.” Rasulullah SAW bersabda lagi : “Manusia tenggelam dalam keringat sesuai dengan amal perbuatannya. Bumi itu akan berkata : “Ia telah berbuat begini dan begitu pada hari ini dan hari itu : “Inilah yang diberitakan oleh bumi” (H. untuk apa ia pergunakan.aku ketahui.” Kemudian para sahabat Rasulullah SAW menutup wajah mereka sambil menangis terisak-isak. darimana ia peroleh dan untuk apa ia belanjakan. adalah bumi menjadi saksi terhadap semua perbuatan manusia. Kemudian beliau bertanya: “Tahukah kalian. baik laki-laki maupun perempuan. Maka takutlah kalian terhadap neraka walaupun hanya bersedekah dengan separuh biji kurma. tiada terlihat kecuali amal yang pernah diperbuatnya. Dan tentang badannya.” (H. dan ia melihat ke depan. harta dan badan kita Dari Abu Barzah Nadlah bin `Ubaid Al –Aslamy ra. Bahkan. saya tidak mengerti yang dimaksud oleh Rasulullah dengan mil itu. sebatas pusarnya. Demi Allah.. tiada yang terlihat kecuali api yang tepat di depannya. tiada terlihat kecuali amal yang pernah diperbuatnya. ia melihat ke kiri.” (HR Muslim) d. ia berkata : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : “Pada hari kiamat matahari didekatkan kepada para makhluk.R Tirmidzi) .” Dari Al-Miqdad ra. Ia berkata : Rasulullah SAW Membaca ayat “YAUMAIDZIN TUHADDITSU AKHBAARAHAA” (Pada hari itu bumi menceritakan beritanya).

sehingga mereka tidak sempat memperhatikan hal-hal demikian itu. kemudian beliau bersabda “Sesungguhnya orang ini telah menghunus pedangku sewaktu aku tertidur. Kemudian orang itu tidak melakukan apa-apa dan langsung duduk. Bukhari dan Muslim) j. Ia berkata : “Rasulullah SAW Bersabda : “Siapa saja yang takut. Kita bersandar sepenuhnya kepada Allah dengan sepenuh harapan kepadaNya Dari Umarah Al-Barra’ bin ‘Azib ra.R Tirmidzi). Takut kepada Allah. Ingatlah bahwa dagangan Allah itu Surga. Di suatu lembah yang banyak pohon berduri.R Tirmidzi) h. setelah aku terbangun pedang itu sedang terhunus di tangannya.” Saya bertanya : “Wahai Rasulullah.” (H. sedangkan kami semua tertidur. kapan ia diperintah untuk meniup sangkakalanya. dan siapa saja yang berangkat lebih pagi. ia berkata : “Saya mendengar Rasulullah SAW Bersabda : “Manusia akan dikumpulkan nanti pada hari kiamat dalam keadaan tidak beralas kaki dan telanjang bulat.R Bukhari dan Muslim) i.” (Ya Allah. Tiba-tiba Rasulullah SAW memanggil kami. pada saat itu urusannya sangat berat. (HR.” Lalu orang ini berkata : “Siapakah yang dapat mencegah kamu dari seranganku ?” Aku menjawab : “Allah” (tiga kali). Rasulullah SAW pun turun dan berpencar untuk berteduh di bawah pohon. saya menyerahkan diri kepada-Mu. ia harus berangkat lebih pagi.” (H. Tatkala Rasulullah kembali kami pun ikut kembali. Takut kepada Allah berkonsekuensi untuk bersegera berbuat kebaikan Dari Abu Hurairah ra. waktu itu laki-laki dan perempuan berkumpul.” Berita ini terasa berat sekali oleh para sahabat. Dari `Aisyah ra. Saya hadapkan wajahku kehadirat-Mu.. Ingatlah bahwa dagangan Allah itu mahal. kepada-Mu karena mengharap dan takut kepada-Mu. ia berkata : “Saya berperang bersama Nabi SAW menuju ke arah Najd. kemudian beliau bersabda : “Ucapkanlah “HASBUNALLAAHU WANI`MAL WAKIIL” (Allah yang mencukupi kami dan Ia sebaik-baik yang menjamin)” (H.. sedangkan di dekat beliau ada seorang Badui. Menjadikan Allah sebagai tempat berlindung Dari Jabir ra..g. ia pasti akan lebih cepat sampai pada tempat tujuan. kami merasa payah dan mengantuk. ia berkata : “Rasulullah SAW bersabda : “Hai fulan apabila kau hendak tidur maka bacalah “ALLAHUMMA ASLAMTU NAFSII ILAIKA WAWAJJAHTU WAJHII ILAIKA WAFAWWADTU AMRII ILAIKA WA ALJA’TU DHAHRII ILAIKA RAGHBATAN WARAHBATAN ILAIKA LAA MALJA’A WALAA MANJAA MINKA ILLAA ILAIKA AAMANTU BIKITAABIKAL LADZII ANZALTA WA NABIYYIKAL LADZII ARSALTA. kemudian beliau menggantungkan pedangnya. Tidak ada tempat kembali dan tidak ada tempat berlindung kecuali hanya kepada- . Ia berkata : Rasulullah SAW Bersabda : “Bagaimana aku bisa bersenang-senang padahal malaikat peniup sangkakala telah memasukkannya ke dalam mulut dan ia hanya menunggu ijin. saya menyerahkan segala urusanku kepada-Mu dan saya menyandarkan punggungku. mereka dapat saling memandang kepada yang lain?” Beliau menjawab : “Wahai `Aisyah. maka berlindunglah kepadaNya Dari Abu Sa`id Al-Khudriy ra.

ia berkata : Ada seseorang yang datang kepada Nabi SAW bertanya : “Wahai Rasulullah. Bukhari dan Muslim) l. apabila kalian mati pada malam itu. ia ayah dan ibunya termasuk sahabat Nabi. keduanya berkumpul dan berpisah karena Allah.. maka matinya dalam keadaan bersih dari dosa. dan hal itulah yang menyebabkan mereka mengadakan pertumpahan darah dan menghalalkan yang haram. maka kamu baru berkata : “Untuk fulan sekian dan untuk fulan sekian. dari Nabi SAW beliu bersabda : “Ada tujuh kelompok yang akan mendapat naungan Allah pada hari yang tiada naungan kecuali naungan-Nya.. seandainya salah seorang di antara mereka melihat ke bawah telapak kakinya dia pasti akan melihat kita. Tidak perlu ada rasa khawatir terhadap ancaman yang datang dari selainNya Dari Abu Bakar As Shiddiq Abdullah bin Utsman bin Amir bin ‘Amr bin Ka’ab bin Sa’ad bin Taim bin Murrah bin Ka’ab bin Luay bin Ghalib Al-Quraisy At-Taimiy ra. ia berkata : “Tatkala kami berada di gua Tsur. apakah yang kamu cemaskan terhadap dua orang sedangkan Allah ketiganya ?” (HR.” (HR. sedekah apakah yang paling besar pahalanya ?” Beliau menjawab : “Bersedekahlah selama kamu masih sehat. ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : “Takutlah kalian pada kezaliman karena kezaliman itu merupakan kegelapan pada hari kiamat. (3) Seorang yang hatinya selalu digantungkan (dipertautkan) dengan masjid. (4) Dua orang yang saling mencintai karena Allah.” (HR.” (HR. Takut kepada Allah Berbuah Mendapatkan naungan di akhirat kelak. Dan janganlah kamu menunda-nunda. (5) Seorang laki- . suka harta. Menghindari kekikiran dan kezhaliman Dari Jabir ra. Takut miskin adalah hal yang wajar dalam batas-batas tertentu..Muslim) n.Bukhari dan Muslim) o. (2) Pemuda yang senantiasa beribadah kepada Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Agung. Hurairah ra.Bukhari dan Muslim) m.) Dengan membaca doa ini.. bahkan itu merupakan kesempatan untuk bersedekah Dari Abu Hurairah ra. saya melihat kaki-kaki orang musyrik berada di atas kepala kami. dan jika kamu masih hidup sampai pagi harinya maka kamu akan memperoleh kebaikan. kemudian saya berkata : “Wahai Rasulullah.” Beliau menjawab : “Wahai Abu Bakar. padahal harta itu sudah menjadi hak si fulan (ahli warisnya).Mu. yaitu : (1) Pemimpin yang adil. “Takutlah kamu terhadap doa orang yang teraniaya karena tidak ada tirai yang menghalangi antara doanya dengan Allah. Tidak berbuat aniaya pada orang lain. dan takutlah kamu pada kekikiran sebab orang-orang sebelum kalian binasa karena kekikiran.” (HR. takut miskin dan masih berkeinginan kaya. sehingga apabila nyawa sudah sampai di tenggorokan. Saya percaya dengan sepenuh hati terhadap Kitab-Mu yang telah Engkau turunkan dan terhadap Nabi-Mu yang telah engkau utus. Bukhari dan Muslim) k.

Ancaman yang dilancarkan orang-orang kafir malah menambah keyakinan orang mukmin akan kekuatan Allah Swt Dari Ibnu Abbas ra. dan mata yang berjaga-jaga di malam hari karena menjaga pertahanan kaum muslimin dalam [jihad] di jalan Allah. Mendapat naungan dari Allah di Hari Kiamat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda.” (HR. [1] seorang pemimpin yang adil. “Tidak akan masuk neraka seseorang yang menangis karena merasa takut kepada Allah sampai susu [yang telah diperah] bisa masuk kembali ke tempat keluarnya. Bukhari dan Muslim) p. sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diberikn oleh tangan kanannya. Tirmidzi [1639]. (7) Dan seseorang yang mengingat Allah di tempat sunyi dan kedua matanya bercucuran air mata. kalimat ini pernah dibaca oleh Nabi Ibrahim as.” (HR. Bukhari) r. [6] seorang yang bersedekah secara sembunyi-sumbunyi sampai-sampai tangan kirinya tidak tahu apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya. “Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah pada hari ketika tidak ada naungan kecuali naungan-Nya.” (HR. Ketika beliau dilemparkan ke dalam api.” (6) Seseorang yang mengelurkan sedekah.” Akan tetapi perkataan itu malah menambah keimanan mereka serta mereka mengucapkan “HASBUNALLAAHU WANIKMAL WAKIIL. s. Takut kepada Allah Jalan menuju Kejayaan Islam “Demi Allah. mereka berkumpul dan berpisah karena-Nya.” (HR. .laki ketika dirayu untuk berzina oleh wanita bangsawan yang berwajah cantik rupawan. [2] seorang pemuda yang tumbuh dalam [ketaatan] beribadah kepada Allah ta’ala. Bukhari) q. mata yang menangis karena merasa takut kepada Allah. ‘Sesungguhnya aku takut kepada Allah’. dan [7] seorang yang mengingat Allah di kala sendirian sehingga kedua matanya mengalirkan air mata (menangis). [4] dua orang yang saling mencintai karena Allah.” (HR. Tirmidzi [1633]). [5] seorang lelaki yang diajak oleh seorang perempuan kerkedudukan dan cantik [untuk berzina] akan tetapi dia mengatakan. melebihi takutnya kambing terhadap serigala.” (HR. Oleh karena itu. Allah pasti akan mengembangkan agama Islam ini hingga merata di Shan’a sampai ke Hadramaut dan masing-masing dari mereka tidak takut melainkan hanya kepada Allah. “Ada dua buah mata yang tidak akan tersentuh api neraka. disahihkan Syaikh al-Albani dalam Sahih Sunan at-Tirmidzi [1338]). ia berkata : “HASBUNALLAH WANIKMAL WAKIL. Bukhari [629] dan Muslim [1031]). secara sembunyi-sembunyi. [3] seorang lelaki yang hatinya bergantung di masjid. dan juga dibaca oleh Nabi Muhammad SAW ketika orang-orang kafir mengatakan : “Sesungguhnya orang-orang Quraisy telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kalian. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda. laliu ia berkata : “Sesungguhnya aku takut kepada Allah. Tidak akan masuk neraka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. takutlah kalian kepada mereka.

Maka ‘Asiyah pun terdiam lalu mengatakan. Maka beliau berkata. “Kabarkanlah kepada kami tentang sesuatu yang pernah engkau lihat yang paling membuatmu kagum pada diri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam?”. “Lalu bagaimanakah ketika Kami datangkan saksi bagi setiap umat dan Kami jadikan engkau sebagai saksi atas mereka.” Lalu aku pun menoleh kepada beliau dan ternyata kedua mata beliau mengalirkan air mata. jika kalian benar-benar beriman. Maka beliau menjawab. Dicintai Allah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.t. Lebih disukai Abdullah bin Umar radhiyallahu’anhuma mengatakan.” Maka kukatakan kepada beliau. “Sesungguhnya aku senang mendengarnya dibaca oleh selain diriku.” (HR.” (QS. an-Nisaa’ : 40). rahmat.” (HR. menangis karena takut kepada Allah itu jauh lebih aku sukai daripada berinfak uang seribu dinar!”. “Alloh ridla terhadap mereka dan mereka pun ridla kepadaNya. “Sesungguhnya mengalirnya air mataku sehingga membasahi kedua pipiku karena takut kepada Allah itu lebih aku sukai daripada aku berinfak emas yang besarnya seukuran tubuhku. Al-Bayyinah:8) Alloh memerintahkan khauf . “Jika seorang mukmin melakukan suatu kemaksiatan. dan tetesan darah yang mengalir karena berjuang [berjihad] di jalan Allah. “Bacakanlah al-Qur’an kepadaku. Tirmidzi [1669] disahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Sahih Sunan at-Tirmidzi [1363]) u. ‘Demi Allah. Sampai akhirnya ketika aku telah sampai ayat ini (yang artinya).” Maka akupun mulai membacakan kepadanya surat an-Nisaa’. Al-A’raf : 156). Ali Imran: 175). apakah saya bacakan al-Qur’an kepada anda sementara al-Qur’an itu diturunkan kepada anda?”. “Pada suatu malam. Demikian itu bagi siapa saja yang takut kepada RabbNya (QS. sesungguhnya saya sangat senang dekat dengan anda. “Wahai Rasulullah. yaitu tetesan air mata karena perasaan takut kepada Allah. ‘Wahai Aisyah. “Cukup. ilmu.! (QS. “Dan takutlah kalian kepadaKu. sampai di sini saja. Bukhari [4763] dan Muslim [800]). “Tidak ada yang lebih dicintai oleh Allah selain dua jenis tetesan air dan dua bekas [pada tubuh]. suatu ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadaku. Dari Ubaidullah bin Umair rahimahullah. Ka’ab bin al-Ahbar rahimahullah mengatakan. dan keridhoan bagi hamba yang khauf kepadaNya. bekas/luka pada tubuh yang terjadi akibat bertempur di jalan Allah dan bekas pada tubuh yang terjadi karena mengerjakan salah satu kewajiban yang diberikan oleh Allah. “Sungguh. Alloh berfirman.” v.’ Maka aku katakan. biarkanlah malam ini aku sendirian untuk beribadah kepada Rabbku. takut akan siksa dan harapan akan ampunan. Adapun dua bekas itu adalah. dan menjadikannya syarat iman. Teladan Takut kepada Allah Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu mengatakan. “petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang takut kepada Rabb mereka (QS. ia pasti menindaklanjutinya dengan salah satu dari dua hal yang akan menghantarkannya ke surga. Yahya bin Mu’adz berkata. beliau (nabi) berkata. suatu saat dia pernah bertanya kepada Aisyah radhiyallahu’anha.” Alloh swt menyediakan petunjuk. Namun saya juga merasa senang .

’ Aisyah menceritakan.” Abu Musa al-Asya’ri radhiyallahu’anhu suatu ketika memberikan khutbah di Bashrah. Ketika dia melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menangis. “Apa yang membuatmu menangis?”. Maka beliau pun menangis sampai-sampai air matanya membasahi mimbar! Dan pada hari itu orang-orang (yang mendengarkan) pun menangis dengan tangisan yang amat dalam. aku menangis karena jauhnya perjalanan yang akan aku lalui sedangkan bekalku teramat sedikit. Yang satu akan masuk surga dan satunya akan masuk ke dalam neraka. Ali Imran : 190). Mu’adz radhiyallahu’anhu pun suatu ketika pernah menangis tersedu-sedu. dan aku tidak tahu akan ke manakah digiring diriku nanti?”. Suatu malam al-Hasan al-Bashri rahimahullah terbangun dari tidurnya lalu menangis sampaisampai tangisannya membuat segenap penghuni rumah kaget dan terbangun.apa yang membuat anda senang. ‘Apakah aku tidak ingin menjadi hamba yang pandai bersyukur?! Sesungguhnya tadi malam telah turun sebuah ayat kepadaku. Ibnu Hiban [2/386] dan selainnya. Kemudian ditanyakan kepadanya. seandainya aku adalah sehelai rambut yang tumbuh di tubuh seorang mukmin. “Karena Allah ‘azza wa jalla hanya mencabut dua jenis nyawa. Bilal pun berkata.” Abu Bakr as-Shiddieq berkata. Aisyah melanjutkan. Namun. Sedangkan aku tidak tahu akan termasuk golongan manakah aku di antara kedua golongan itu?”. ‘Kemudian beliau terus menangis sampai-sampai tanah [tempat beliau shalat] pun menjadi ikut basah [karena tetesan air mata]!”. Lalu datanglah Bilal untuk mengumandangkan adzan shalat (Subuh). Maka beliau menjawab. ‘Beliau terus menerus menangis sampaisampai basahlah bagian depan pakaian beliau!’. sungguh celaka orang yang tidak membacanya dan tidak merenungi kandungannya! Yaitu ayat (yang artinya). al-Hasan al-Bashri rahimahullah pun pernah menangis. ‘Ketika beliau duduk [dalam shalat] maka beliau masih terus menangis sampai-sampai jenggotnya pun basah oleh air mata!’. Aisyah mengatakan. tak ubahnya seperti sebatang kayu (tidak bergerak) karena takut kepada Alloh swt. “Apa yang membuatmu menangis?!”. Maka mereka pun bertanya mengenai keadaan dirinya. dan ditanyakan kepadanya.” (HR. Maka Nabi pun menjawab. sementara bisa jadi nanti sore aku harus mendaki jalan ke surga atau neraka. Maka beliau menjawab. “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi…. “Aku khawatir besok Allah akan melemparkan diriku ke dalam neraka dan tidak memperdulikanku lagi. “Duhai. “Aku teringat akan sebuah dosaku. Abu Hurairah radhiyallahu’anhu menangis pada saat sakitnya [menjelang ajal].’ Aisyah berkata. . Maka ditanyakan kepadanya. ‘Wahai Rasulullah. anda menangis? Padahal Allah telah mengampuni dosa anda yang telah berlalu maupun yang akan datang?!’. dan di dalam khutbahnya dia bercerita tentang neraka. Disahihkan Syaikh al-Albani dalam Sahih at-Targhib [1468] dan ash-Shahihah [68]). ‘Kemudian beliau bangkit lalu bersuci dan kemudian mengerjakan shalat. “Apa yang membuatmu menangis?”. “Aku bukan menangis gara-gara dunia kalian [yang akan kutinggalkan] ini. dia menjawab.dst sampai selesai” (QS. Maka beliau menjawab.” Adalah beliau bila berdiri sholat. maka aku pun menangis.

Mata mereka bercucuran air mata sampai-samaoai pakaian mereka basah karenanya. seakan-akan ia adalah seorang tawanan yang akan dipenggal lehernya. Mereka menghabiskan malam dengan bersujud dab berdiri membaca ayat-ayat Alloh swt. “Menangislah! Jika tidak bisa maka usahakan untuk menangis. jika salah seorang di antara kalian benar-benar mengerti.” Lantas beliau berdiri dan sejak itu beliau tidak pernah kelihatan tertawa sampai dibunuh oleh Ibnu Muljam. semoga Allah meridhai keduanya. seusai melaksanakan sholat shubuh. “ Alloh telah meramaikan berbagai kota dan membukakan berbagai negri dengan tanganmu. Bila pagi tiba mereka pun berdzikir kepada alloh swt. “Aku ingin kalau bisa meninggalkan dunia ini tanpa pahala dan tanpa dosa. tiba-tiba ada seorang pemuda yang terjungkal pingsan. Al-Muddatstsir : 8-9) Beliau terisak-isak dan lalu meninggal dunia. Para sahabat berkata. Zurarah bin Abu Aufa pernah mengimami orang-orang sholat shubuh. Demi Alloh. Kemudian beliau memberikan kabar gembira kepadanya dengan surga. Ketika sampai pada ayat:”Sungguh. Kemudian Nabi Saw meletakkan tangan beliau di atas hatinya. Pada suatu hari Rasulullah saw. dan ternyata masih berdetak jantungnya. Ketika sampai pada ayat :” apabila sangkakala telah ditiup. apakah kalian tidak mendengar firman Allah: Yang demikian itu (adalah untuk) orang-orang yang takut (akan . Di pagi hari mereka nampak kusut. Seseorang menggambarkan keadaan Hasan al-Bashriy. dan akan sholat sampai patah tulang punggungnya. at-Tahrim [66]: 6). (QS Ath-Thuur : 7) Beliau menangis dan semakin menghebat tangis beliau sampai beliau sakit. ‘Ali bin Abu Thalib berkata. “Sungguh aku pernah melihat para sahabat Nabi. “Wahai Rasulullah!. “Wahai anak muda ucapkanlah: ‘Tidak ada Tuhan selain Allah’”. Kemudian Nabi Saw bersabda. (lihat al-‘ibar. Beliau membaca surat alMuddatstsir. Abdullah bin Amr bin ‘Ash bertutur.Umar bin Khatthab pernah membaca surat at-Thuur. Di antara dua mata mereka seperti ada lutut kambing. Kepadanya Abdullah bin ‘Abbas pernah berkata. pastilah ia akan berteriak sekeras-kerasnya sampai hilang suaranya. “jika ia datang.” Mendengar itu Umar berkata. ia berkata. Jika ia duduk. (Qs.adz-Dzahabiy I/109). Yang demikian itu karena kami melihat beapa takut dan khawatirnya ia. seakan-akan ia datang dari menguburkan teman karibnya. adzab Rabbmu pasti benar-benar terjadi. Dari Ibnu Abas. apakah pemuda itu termasuk golongan kita?” Rasulullah bersabda. bergemuruh seperti pepohonan tertiup angin yang kencang. dan orang-orang pun menjenguk beliau. ketika Allah menurunkan ayat ini kepada Nabi-Nya: Wahai orang-orang yang beriman jagalah diri dan keluarga kalian dari Neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan bebatuan. seakan-akan neraka ada di sekitar kami. Kla kami bermajlis dengan Sufyan ats-Tsauriy. Musa bin Mas’ud berkisah. Jika berbicara tentang neraka. Demi alloh hari-hari ini sepertinya aku menghabiskan malam bersama kaum ini dalam keadaanlalai. Pada hari ini aku tidak melihat sesuatu pun yang nenyerupai mereka. pucat dan berdebu. membacakan ayat ini kepada para sahabat. maka pemuda itu pun mengucapkannya. Gerakan mereka hanyalah antara kening dan kaki. Adalah pada wajah beliau ada dua gais hitam lantaran banyak menangis. seakan-akan neraka itu hanya diciptakan untuknya. dengan bermuran durja dan membolak-balikkan telapak tangannya. Hari itulah hari yang teramat susah.” Suatu pagi. (QS.

. . dan senantiasa ingat akan adanya pengawasan dari Allah. yang menjadi sebab kita tidak berbuat durhaka padaNya. niscaya tidak ada seorang pun yang tidak mengharapkan surga-Nya. ia menshahihkannya dan disepakati oleh Adz-Dzahabi]. Ini merupakan sebab utama dari munculnya rasa takut kepada Allah yang menimbulkan ketundukkan padaNya dan menghinakan diri di hadapanNya. [HR. tidak bermain-main dan bersenda gurau. Manusia lemah dihadapan Allah. kemudian keturunannya dari air yang hina. “Bukankah Kami menciptakan kamu dari air yang hina” (77:20) Keberadaan manusia di muka bumi tidak bisa melepaskan nasib akhirnya yaitu akhirat. takut akan azabNya. namun di hadapan Rabbnya. [HR. memohon perlindungan dari azabNya dan memohon petunjukNya agar kita berada dalam rahmatNya. Mereka tidak memiliki suatu kekuatan pun untuk menghindar dari pertanyaan yang akan diajukan oleh Allah di sana. Pertama. Munculnya kesadaran ini adalah buah dari makrifatullah dan mengenal diri yang diciptakanNya. Dahulu manusia diciptakan dari tanah. INTISARI TAKUT KEPADA ALLAH Takut adalah kesadaran bahwa diri kita lemah di hadapan Allah. niscaya tidak ada seorang pun yang putus asa dari rahmat-Nya. Jika kita perhatikan dari ayat-ayat al-Quran dan Hadits maka dapatlah kita simpulkan bahwa esensi takut kepada Allah ialah dalam kaitannya dengan dahsyatnya azab api neraka yang Allah sediakan bagi manusia yang berbuat zhalim dan aniaya. disebabkan diberinya akal. Empat konsep ini dikandung dalam definisi di atas. tidak seperti di dunia. Muslim]. hidayah dan alam semesta ini. 5. Realisasi dari ketundukkan kepada Allah adalah beribadah kepadaNya dengan sepenuh kecintaan dan pengagungan dengan mengikuti syariat yang telah ditetapkanNya. sungguh manusia itu hina dan lemah bahkan merugi. Manusia betapapun mulia dan tingginya ketika dibandingkan dengan makhluk Allah yang lainnya. kesadaran bahwa diri kita lemah di hadapan Allah. sesungguhnya Rasulullah Saw bersabda:Jika seorang mukmin mengetahui siksaan yang ada di sisi Allah. Takut adalah kesadaran bahwa diri kita lemah di hadapan Allah. kesadaran bahwa Allah adalah tempat kembali kita. buktinya ialah ia diciptakan. sedangkan Dia Maha Kuat dan Kuasa atas diri kita. Kenyataannya memang kebanyakan manusia itu amat lalai dengan dirinya sendiri dan melupakan akan masa depannya di akhirat kelak.menghadap) ke hadirat-Ku dan yang takut kepada ancaman-Ku. Jika orang kafir mengetahui rahmat yang ada di sisi Allah. Dari Abu Hurairah r. sekalipun mereka telah menyatakan keyakinannya akan adanya negeri akhirat itu. Diberitakannya keadaan neraka dan siksaan-siksaan yang terdapat di dalamnya adalah agar manusia bersungguh-sungguh dalam hidup ini. Hakim.a. Inilah empat konsep yang merupakan intisari takut kepada Allah Swt. tidak ada seorang pun manusia yang tidak mendatangi negeri akhirat yang di sana itu mereka dimintai pertanggung jawabannya atas seluruh perbuatannya.

dan jika (kamu terhindar dari kematian) kamu tidak juga akan mengecap kesenangan kecuali sebentar saja.” (58:20) Lihatlah pula bagaimana nasib manusia di muka bumi. banjir. Dan janganlah kamu merugikan manusia pada hak-haknya dan janganlah kamu merajalela di muka bumi dengan membuat kerusakan. ilmu dan teknologinya. ketidakadilan sosial. pembunuhan. namun mereka sama sekali tidak berdaya di hadapan azab Allah Swt. gedung runtuh. Hanya saja mereka yang sadar akan kelemahan dirinya dan juga mengenal Tuhannya dengan baik. darat dan udara. “Dan Allah-lah yang Maha Kaya sedangkan kamulah orang-orang yang berkehendak (kepadaNya)” (47:8) Dan apakah mereka tidak berjalan di muka bumi. Seandainya manusia tidak merasa takut kepada Allah . Dan keadaan mereka itu lebih kuat daripada manusia zaman sekarang ini. kecelakaan di laut. harta mencukupi. Kehinaan sejati di dunia maupun di akhirat. ada pada orang-orang yang tidak beriman. Tetapi perhatikanlah nasib manusia di muka bumi ini. berharta dan terhormat tanpa suatu usaha dan ikhtiar. Semua ini mengakibatkan penderitaan bagi manusia.manusia masih bisa berkelit dari tanggung jawab atas perbuatannya dengan kekuatan politik dan logikanya.” (33:16) Kesenangan dunia itu terasa saat badan sehat. mereka mula-mula lahir dalam keadaan lemah. kemudian melewati masa muda dengan penuh perjuangan agar memiliki ilmu dan harta serta dihormati sesamanya dan akhirnya tua dengan kepikunan dan penutupnya adalah kematian yang tak seorang pun berdaya untuk menghindar darinya. kondisi aman. (26:183) Manusia banyak sekali memiliki kelemahan dan kehinaan di hadapan Allah Swt. mereka termasuk orangorang yang sangat hina. Kekuatan Allah Swt yang membuatnya tertunduk dan tersungkur menyaksikan KebesaranNya melalui ayat-ayatNya. Setelah kematian tiba. maka bagaimanakah dengan nasib bangsa-bangsa terdahulu yang dihancurkan Allah Swt. “Sesungguhnya orang-orang yang menentang Allah dan RasulNya. makanan ada. sedangkan orang-orang itu adalah lebih besar kekuatannya dari mereka? . tanah longsor. sebagian bahkan ada yang cacat secara fisik dan mental. lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang yang sebelum mereka. Bukankah ini merupakan perkara yang melengkapi kelemahan dan ketidakberdayaan manusia terhadap tabiat dirinya sendiri dan alam tempat tinggalnya. tentara. Kekuasaan. kebakaran. dan hubungan dengan sesama harmonis. bencana. peperangan. telanjang. Ini merupakan suatu kelemahan terbesar dari manusia. Penyakit. tidak berilmu. saling cela dan hina. manusia akan mengenal Keagungan. Katakanlah: “Lari itu sekali-kali tidaklah berguna bagimu. perampokan. tidak berharta. karena mereka merasa kuat dan perkasa dengan senjata. Sebab dengan makrifatullah. kecerdasan. Tidak ada seorang pun yang berilmu. jika kamu melarikan diri dari kematian atau pembunuhan. bukankah mereka juga kaum yang kuat. maka jasad yang semula indah pun menjadi benar-benar busuk dan hancur menjadi tanah. yang akan memiliki rasa takut kepada Allah.

Maka orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat. dan sungguh telah nyata bagi kamu (kehancuran mereka) dari (puing-puing) tempat tinggal mereka. baik berupa al-Quran. Ini merupakan sebab utama kita berlindung kepadaNya dari hal-hal yang menjerumuskan diri kita kepada murkaNya. Realisasi dari takut kepada Azab Allah adalah bertaubat dari dosa dan meninggalkan maksiat seraya meneguhkan ketaatan dan ketundukkan kepada Allah.” (6:15) “Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang takut kepada azab akhirat. takut akan azabNya. Begitu pula apabila disebut dengan dahsyatnya azab Allah baik berupa siksaan yang ditimpakan kepada orang-orang kafir di dunia ataupun azab berupa neraka di akhirat yang diberitakanNya dalam al-Quran. Oleh karena itu salah satu bahan dasar ketakwaan kepada Allah adalah pengetahuan dan keimanan kepada azab Allah yang melahirkan sikap takut kepada Allah dan berhati-hati dari perbuatan yang dapat menjerumuskan manusia ke dalam azab-Nya itu. hati mereka mengingkari (keesaaan Allah). sedangkan mereka sendiri adalah orangorang yang sombong. Dan syaitan menjadikan mereka memandang baik perbuatan-perbuatan mereka. Fir’aun dan Haman.(5:94) “Katakanlah: “Sesungguhnya aku takut akan azab hari yang besar (hari kiamat). maka baginya azab yang pedih. Karena setiap kedurhakaan adalah sebab datangnya azab. Maka apakah mereka tidak mendengarkan? (32:26) Dan (juga) kaum ‘Aad dan Tsamud. alam semesta dan diri kita sendiri.” (11:103) “Sesungguhnya yang dapat kamu beri peringatan hanya orang-orang yang takut kepada azab Tuhannya (sekalipun) mereka tidak melihatNya” (35:18) “…dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain.Dan tiada sesuatupun yang dapat melemahkan Allah baik di langit maupun di bumi. lalu ia menghalangi mereka dari jalan (Allah). juga sebab utama kita tidak mendurhakaiNya. Munculnya rasa takut kepada azab Allah adalah dari kesadaran atas peringatan dan pengajaran yang Allah berikan melalui ayat-ayatNya. “sesungguhnya azab Tuhanmu adalah suatu yang (harus) ditakuti. sedang mereka tidak melihat-Nya. Orang-orang yang telah mengenal dahsyatnya azab Allah akan bergetarlah hatinya bila disebut nama Allah. dan tiadalah mereka orang-orang yang luput (dari kehancuran itu). dan (juga) Karun. dan mereka merasa takut akan (tibanya) hari kiamat. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka Musa dengan (membawa bukti-bukti) keteranganketerangan yang nyata. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah). (35:44) Dan apakah tidak menjadi petunjuk bagi mereka. Kemudian kepada . (29:38-39) Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa. biarpun ia tidak dapat melihat-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa. Akan tetapi mereka berlaku sombong di (muka) bumi. (16:22) Kedua.” (21:49) “…supaya Allah mengetahui orang yang takut kepada-Nya. jika aku mendurhakai Tuhanku. berapa banyak umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan sedangkan mereka sendiri berjalan di tempat-tempat kediaman mereka itu. (17:57) “(Orang yang bertakwa itu yaitu) orang-orang yang takut akan (azab) Tuhan mereka. Barang siapa yang melanggar batas sesudah itu. sedangkan mereka adalah orang-orang berpandangan tajam.

Bila rasa takut kepada Allah telah tumbuh di hati dan kemudian diikuti oleh perasaan diawasiNya. kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih. dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.” (24:37) “Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah. Seseorang yang pandangan hidupnya telah dibentuk oleh worldview Islam meyakini bahwa suatu saat ia akan bertemu dan kembali kepada Tuhannya. kecuali bagi orang-orang yang khusyu’. kesadaran bahwa Allah adalah tempat kembali kita. dan (dari) membayarkan zakat.Tuhanmulah kamu kembali. bahwa mereka akan menemui Tuhannya. maka takutlah kepada-Nya. Realisasi dari kesadaran ini adalah sikap berupaya untuk terus mencari tambahan hidayah dan iman dan sikap mengikuti setiap petunjuk Allah dan RasulNya. (2:235) “Dan adalah Allah Maha Mengawasi segala sesuatu” (33:52). (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka” (23:60) “Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang.” (76:9) “Mereka menunaikan nazar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana. karena kesadaran ini berkedudukan sebagai peringatan dan pengajaran paling besar. Sehingga perkara ini menimbulkan sikap sabar dan istiqomah. Sehingga mengiringi ketundukkan kepada Allah dengan semangat untuk mencapai RahmatNya. dan padang mahsyar digelar. Merasakan akan Pengawasan Allah di Setiap Waktu. “Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan. Oleh karena itu timbullah rasa khawatir yang mendalam jikalau ia mendapatkan dirinya tidak membawa bekal ke negeri akhirat itu. dan akan diberitakan-Nya kepadamu apa yang kamu perselisihkan (6:164) Ketiga. Sebagai mana dalam firman Allah Swt: “Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. maka seluruh perbuatannya akan dimintai pertanggungjawabannya nanti di hadapan Allah. yaitu orang-orang yang meyakini. Kesadaran ini juga menumbuhkan cinta dan harap. dan ketahuilah bahwa Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun. Ini merupakan kekuatan yang mencegah kita untuk melakukan hal yang dilarangNya setiap datang godaan dan bisian syaithanb. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat. Kesadaran bahwa Allah adalah tempat kembali merupakan kekuatan untuk melakukan hal-hal yang berat dalam hidup manusia. tentu kita tidak akan pernah berani melakukan hal- . (2:45-46).” (24:37 Keempat. “Dan ketahuilah bahwasanya Allah mengetahui apa yang ada dalam hatimu. dan (dari) mendirikan sembahyang. Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang. Bahkan kesadaran ini merupakan inti dari orientasi hidup orang-orang yang beriman dan ahli ibadah.” (76:7) “laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingati Allah. Ini adalah penumbuh utama takut akan azabNya. Bahwa setelah kematian tiba. dengan hati yang takut.

Maka berilah mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia. Tetapi sekalipun demikian karena ia memiliki rasa takut kepada Allah. Bahkan kita pun tidak akan pernah melakukan kelalaian dalam melaksanakan apa yang telah diwajibkanNya atas diri kita. Karena itu orang-orang beriman akan senantiasa pula melakukan . padahal ia tidak bisa melihatNya memiliki banyak keutamaan. lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah?” (3:135) Orang tidaklah akan merasakan suatu pengawasan dari Allah. Namun bukan berarti ia bisa melepaskan diri dari dosa. Orang yang takut kepada Allah. saat ia melakukan dosa. tetapi takut bila dunianya berkurang. Dia bahkan mengetahui apa yang kita sembunyikan di hati apalagi yang kita lahirkan. biarpun ia tidak dapat melihat-Nya. namun ketika hilang musibah itu. “Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri.hal yang telah dilarangNya. Allah adalah Zat yang kita tidak bisa melihatNya. sebagaimana diungkapkan dalam al-Quran. jika ia seorang yang melupakan Allah. agar dirinya tercegah dari melakukan suatu perbuatan yang dilarangNya sekaligus merasakan suatu pengawasanNya bahwa Dia selalu memberikan bimbingan kepadanya untuk melakukan ketaatan dan menyelesaikan persoalan yang tengah di hadapinya.(7:201) Orang-orang yang beriman saat merasakan suatu pengawasan dari sisi Allah. padahal mereka tidak melihatNya adalah bahwa merekalah yang akan dapat menerima peringatan dari sisi Allah Swt. mereka kemudian melupakanNya. Oleh Karena itu kunci utama untuk merasakan pengawasan dari sisi Allah adalah dengan cara memperbanyak mengingatiNya dan menyebut namaNya. Menyebut nama Allah dan mengingatiNya jangan hanya ketika kita ditimpa suatu musibah seperti kebanyakan manusia. Namun kita yakin Dia Melihat kita. Mereka itulah contoh orang-orang yang tidak takut kepada Allah. maka efeknya banyak sekali. maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya. ia akan segera bertaubat kepadaNya. “Sesungguhnya yang dapat kamu beri peringatan hanya orang-orang yang takut kepada azab Tuhannya (sekalipun) mereka tidak melihatNya. Seorang mukmin yang merasakan suatu muaqobah atau pengawasan Allah akan mencegah dirinya dari melakukan suatu dosa. mereka ingat kepada Allah. bukan hanya dalam hubungannya dengan rasa takut.” (36:11) “supaya Allah mengetahui orang yang takut kepada-Nya.” (5:94) Keutamaan yang dimiliki orang-orang yang takut kepada Allah. mereka ingat akan Allah. lewat pengajaran dan peringatan yang disampaikan oleh Rasul. Adapun orang-orang yang takut kepada Allah adalah orang yang senantiasa mengingat Allah. “Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari syaitan.” (35:18) “Sesungguhnya kamu hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikuti peringatan dan yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah walaupun dia tidak melihatnya. tetapi juga dengan ikhlas dan cinta serta harap kepadaNya.

Tetapi bagi mereka ada waktu yang tertentu (untuk mendapat azab) yang mereka sekali-kali tidak akan menemukan tempat berlindung dari padanya. lagi mempunyai rahmat. takut akan azabNya. sebab ia adalah pilar keimanan dan pilar ibadah.berbagai kebajikan. Seperti apakah gambaran karakter perasaan takut kepada Allah yang akan timbul pada diri orang-orang mukmin itu? Mengikuti konsepsi intisari takut kepada Allah. Orang yang takut kepada Allah adalah orang yang sadar akan besarnya azab Allah. tentu Dia akan menyegerakan azab bagi mereka. karena amalannya tidak akan sia-sia. Oleh karena itu orangorang mukmin tidak menjadikan apapun dan siapapun untuk dijadikan tempat dia berlindung melainkan Allah. senantiasa ingat bahwa Allah adalah tempat kita kembali dan merasakan akan pengawasan Allah di setiap waktu. dan juga sadar bahwa Allah pula yang memiliki Rahmat bagi hambaNya. dan dengan tidak mengeraskan suara. Itulah empat intisari takut kepada Allah Swt yang apabila ada di dada kita. dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Keempat hal itu akan menopang dan jadi bukti bahwa kita takut kepada Allah Swt. Bahkan pada dasarnya rasa takut itu harus senantiasa menyertai setiap langkah dan waktu-waktu kita. Sehingga tempat berlindung manusia dari azab Allah adalah Allah sendiri. maka akan munculah hakikat-hakikat berikut ini : Pertama. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu. mesti di dalamnya terkandung rasa takut kepada Allah Swt ketika kita memulai. Haklikat perasaan takut kepada Allah adalah sikap berlindung kepada Allah. (7:205) Intisari takwa ada 4 yaitu tahu kita lemah di hadapan Allah. Takut kepada Allah artinya kita menjadikan Allah sebagai tempat berlindung. . di waktu pagi dan petang. “Dan Tuhanmulah yang Maha Pengampun. Menjadikan Allah sebagai tempat berlindung. Dalam setiap bagian atau cabang iman dan setiap bentuk ibadah kepada Allah berupa kewaijban-kewajiban syariat. Takut yang intisarinya harus menjadi kekayaan rohaniah orang-orang mukmin. Orang mukmin wajib memiliki rasa takut semacam itu. melaksanakan dan mengakhirinya. sebab Allah yang akan membalas kebajikannya itu. takut akan azabNya. (18:58). dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai. Jika Dia mengazab mereka karena perbuatan mereka. sadar bahwa Allah tempat kembali dan ingat Allah senantiasa mengawasi. yakni melalui RahmatNya. HAKIKAT PERASAAN TAKUT KEPADA ALLAH Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain. kita akan merasakan suatu kemanfaatan yang besar dalam hidup ini. 6. (4:1).

sedangkan Allah adalah zat yang Maha Kuasa atas segenap makhlukNya termasuk diri kita. ada persyaratan yang harus dipenuhinya. Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman).(42:47). (2:257) Di tempat itu (padang Mahsyar). Ibadah. Kamu tidak memperoleh tempat berlindung pada hari itu dan tidak (pula) dapat mengingkari (dosa-dosamu). mereka kekal di dalamnya. jika ia mendurhakaiNya. mengikuti apapun yang dititahkanNya. dan berjanji untuk tidak menyimpang dari jalanNya. dan Dia diyakininya sebagai sebaik-baiknya tempat berlindung. “Patuhilah seruan Tuhanmu sebelum datang dari Allah suatu hari yang tidak dapat ditolak kedatangannya. Setia dalam menjalankan perintah-perintahNya. Begitu pula seorang hamba tidak ada yang dapat melindunginya saat azabNya. berarti kita berusaha menjadi hamba yang memenuhi kriteria untuk dilindungiNya. Jadi orang yang takut kepada Allah akan menjadikan Allah sebagai tempat perlindungannya. berkorban di jalanNya untuk meninggikan kalimatNya. . kejahatan tukang sihir. bahkan Rasul pun tidak bisa menolong umatnya yang terkena azab itu. Oleh karena itu sebelum datang negeri akhrat yang di mana semua manusia akan dikumpulkan maka jadikanlah Allah sebagai tempat berlindung semenjak di dunia ini. pelindung-pelindungnya ialah syaitan. tiap-tiap diri merasakan pembalasan dari apa yang telah dikerjakannya dahulu dan mereka dikembalikan kepada Allah Pelindung mereka yang sebenarnya dan lenyaplah dari mereka apa yang mereka ada-adakan. Allah Pelindung orang-orang yang beriman. pengarah. Dan orang-orang yang kafir. bisikan syaithan (lihat 23:97-98). tidak hanya dari azabNya yang dahsyat. pemberi petunjuk dan kemudahan. Seperti itulah kita harus menjadikan Allah. Yakni taat kepadaNya. (10:30) Kita menjadikan Allah sebagai tempat berlindung. (2:67). melakukan ibadah kepadaNya dengan tulus ikhlas. dan pengawas. “Musa menjawab: “Aku berlindung kepada Allah agar tidak menjadi salah seorang dari orang-orang yang jahil”. Dan dari sikapnya itu Allah mendatangkan ketentraman ke dalam hati orang-orang mukmin. Kita berlindung kepada Allah di akhirat kelak. Manusia tidak akan menemukan pelindung selain Allah (lihat 18:27). Kita berlindung kepada Allah dari kejahatan makhlukNya. Itulah beberapa kandungan yang merupakan konsekuensi jika menjadikan Allah sebagai tempat kita berlindung. yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan (kekafiran). karena kita memang lemah dan hina. Mereka itu adalah penghuni neraka. Menyadari akan kelemahan ini dan Kekuasaan Allah. maka tidaklah lagi ada dalam dadanya rasa kesedihan dan khawatir yang berlebihan. Kita berlindung kepada Allah dari sikap sombong manusia yang tidak beriman kepada negeri akhirat (lihat:40:27). kejahatan malam. Hal ini terjadi karena pada saat seseorang menjadikan Allah sebagai tempat berlindung dan meminta pertolongan. Menjadikan Allah sebagai pelindung. “. Apa arti menjadikan Allah sebagai pelindung? Pelindung artinya adalah penolong. penjaga. pemimpin. karena di sana tak ada tempat untuk berlari dan meminta pertolongan. Tidak ada yang dapat menolong manusia jika azab telah datang kepada mereka. yaitu ibadah. Di akhirat kelak manusia tidak memiliki pelindung dan tidak bisa pula mengingkari dosa-dosa yang pernah dilakukan. pembimbing. dan untuk itu harus mengabdi kepadaNya. maka kita berlindung kepada Allah. ketaatan dan kesetiaan kepada Allah akhirnya akan membuahkan ketenangan batin dan hilangnya perasaan sedih dan khawatir yang tidak beralasan.Ketika orang mukmin menjadikan Allah sebagai tempat berlindung.

menghilangkan rasa kahwatir dan sedih dalam menghadapi beratnya medan jihad dan dakwah. Orang yang takut kepada Allah belum dikatakan demikian keadaannya sebelum ia bersikap meninggalkan perkara yang mendatangkan kemurkaanNya. Serta menjadikan orang-orang mukmin itu sebagai orang-orang yang mulia di muka bumi atau pun di akhirat kelak. pertolongan dan kemenangan yang besar. dan tidak ada jalan menuju Rahmat Allah melainkan . yang lalai dan yang mengabaikannya sama sekali. lalu kita memenuhi konsekuensinya dengan mentaati Allah. menggapai RahmatNya. maka Allah akan menurunkan ketentraman ke dalam jiwa kita. ada persaratan yang harus dipenuhi yakni. Namun akhirnya Allah akan memberikan kepada umat Islam berupa hilangnya rasa sedih. Rasa takut kepada Allah adalah kesadaran bahwa tidak ada jalan keselamatan dari azab Allah melainkan Rahmat Allah.” (16:127). keselamatan. tidak melalaikan apalagi mengabaikannya. Ini merupakan hakikat yang menyatu dengan perasaan takut kepada Allah. tidak luput dari gangguan dan fitnah orang-orang kafir. tiada kekhawatiran terhadapmu pada hari ini dan tidak pula kamu bersedih hati. mengabdi kepadaNya. Meninggalkan perkara yang mendatangkan kemurkaanNya. Tidak ada jalan lain bagi manusia untuk beroleh keberkahan hidup. Dan buah dari kesadaran ini ialah Ia meninggalkan perkara yang mendatangkan kemurkaanNya walaupun ketika sendirian. Di sini orang mukmin memilki dua kesadaran sekaligus. yakni kesadaran berupa keyakinan bahwa Allah murka terhadap hambaNya yang durhaka padaNya dan kesadaran berupa keyakinan bahwa Allah senantiasa mengawasi perbuatan hamba-hambaNya. Bagaimana gambaran orang-orang yang memiliki perasaan takut kepada Allah dalam hubungannya dengan kewajiban-kewajiban yang harus ditunaikannya kepada Tuhannya? Jawabnya jelas.JIka kita menjadikan Allah sebagai pelindung. Kedua. menjauhi dosa dan laranganNya. ketenangan dan kebaikan di dunia ini dan juga di akhirat kelak melainkan dengan mencari RahmatNya melalui ketundukan kepada agamaNya dengan ikhlas. Dan juga cobaan yang datang dari Allah sebagai ujian keimanan. Orang yang takut kepada Allah menyadari akan besarnya dan dahsyatnya azab Allah dan mengetahui sebab-sebab manusia ditimpa azabNya itu. Sifat manusia dalam mengabdi kepada Allah terbagi atas tiga kelas. berhenti dan bertaubat dari maksiat dan kelalaian serta memperbaiki akhlak serta ibadah kita kepadaNya. Inilah hakikat yang muncul dari rasa takut kepada Allah Swt. Allah Maha Mengetahui siapa saja di antara hamba-hambaNya yang taat dan mengetahui pula siapa yang durhaka padaNya. Ketiga. Sikap bersegera menunaikan kewajiban kepada Allah merupakan suatu upaya manusiawi untuk menggapai Rahmat Allah. bersegera melakukan perkara apa saja yang mendekatkan dirinya kepada RahmatNya. “Hai hamba-hamba-Ku.” (43:68). Allah akan menghilangkan rasa sedih pada diri orang-orang yang beriman karena keimanan dan amal sholehnya. Yakni yang bersegera. “Bersabarlah (hai Muhammad) dan tiadalah kesabaranmu itu melainkan dengan pertolongan Allah dan janganlah kamu bersedih hati terhadap (kekafiran) mereka dan janganlah kamu bersempit dada terhadap apa yang mereka tipu dayakan. Orang Mukmin yakin bahwa Allah Maha Mengetahui atas seluruh perbuatan manusia baik yang mukmin ataupun yang kafir. Kehidupan kaum muslimin di dalam menjalankan dan mendakwahkan Islam. ia akan bersegera untuk menunaikanya. Pada bagian pertama telah disebutkan bahwa untuk memperoleh perlindungan dan pertolongan dari sisi Allah.

menjalankan agama dengan iklash. Kesadaran itu selanjutnya menjadi cambuk dan tarikan untuk menunaikan apa saja yang diperintahkan Allah dengan segera. Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar. (9:100) Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah syurga ‘Adn yang mengalir di bawahnya sungaisungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepadaNya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya. (98:8) Keempat, Ia berusaha keras menyediakan penunjang-penunjang. Baik lahir maupun batin dalam mencapai upaya-upaya di atas. Pada bagian pertama takut kepada Allah menitikberatkan pada persoalan akidah, yakni menjadikan Allah sebagai tempat berlindung. Bagian kedua, menitikberatkan tindakan meninggalkan, yakni meninggalkan perbuatan yang dapat mendatangkan kemurkaan Allah. Sedangkan bagian ketiga menitikberatkan tindakkan melakukan, yakni melakukan hal yang dapat mendatangkan RahmatNya yakni ketaatan. Perjalanan hidup manusia tidak diam di satu titik derajat atau martabat, hal ini berhubungan dengan tabiat dunia serta jiwa manusai itu sendiri. Tabiat yang demikian menyebabkan manusia mengalami naik turun dalam berbagai hal. Keimanan manusia pun demikian. Terkadang naik, di lain waktu turun. Adapun orang-orang yang takut kepada Allah, memiliki karakter yang berusaha mengatasi tabiat ini. Mereka akan senantiasa meningkatkan keimanannya. Ia tidak membiarkan iman itu diam dalam satu derajat yang stagnan, apalagi membiarkannya turun. Tentu tidak demikian sifat orang yang takut kepada Allah. Dia akan senantiasa mengusahakan agar keimanannya menguat. Dan untuk itu ia menyiapkan penunjang-penunjangnya. Apa penunjang dari semua hal yang baru saja kita sebutkan di atas? Sepanjang yang dapat dikemukakan penulis dalam kesempatan kali ini, ada tiga perkara penting: ilmu, iman dan amal. Secara lahir ilmu adalah proses belajar, membaca, menyimak. Sedangkah secara batin ilmu adalah pemahaman. Iman secara lahir adalah ibadah, sedangkan secara batin adalah keyakinan kepada Allah. Amal secara lahir adalah gerak jasad, sedangkan secara batin adalah ikhlas. Hal-hal itulah yang harus kita persiapkan untuk menunjang akidah, perbuatan taat dan perbuatan meninggalkan maksiat itu. Kelima, ia senantiasa bertaubat atas dosa-dosa dan kemaksiatannya. Orang yang takut kepada Allah adalah hamba Allah yang senantiasa sadar bahwa dirinya tidaklah mungkin bisa melepaskan diri dari dosa. Dosa akan senantiasa menyertai perjalanan hidupnya, sekalipun diri telah bertekad kuat untuk menghindarinya. Karena itu ia akan senantiasa bertaubat dan beristighfar kepada Allah Swt. Sesungguhnya perbuatan dosa adalah perkara yang biasa dalam pandangan Allah, sebab Dia adalah Zat pemilik pemberi taubat kepada hambahambaNya. Perbuatan dosa bagi orang-orang yang beriman dalam suatu perkara hanya boleh terjadi satu kali saja, karena untuk berikutnya ia telah menyadari dan bertaubat atasnya. Ada dua

jenis dosa yang dilakukan manusia. Pertama, dosa yang dilatarbelakangi oleh sombong, ini sulit mendapat ampunan Allah Swt, contoh dosa ini adalah dosa yang dilakukan syaithan dan orangorang kafir. Mereka berbuat dosa karena sombong, yakni menolak kebenaran dan merendahkan orang lain. Kedua, dosa yang dilakukan karena dorongan nafsu, ini merupakan dosa yang sebagaimana pernah dilakukan oleh Nabi Adam dahulu ketik masih di surga. Dosa ini akan diampuni Allah, ketika manusia bertaubat kepadaNya. Ada satu jenis dosa lagi yang sulit ditaubati oleh pelakunya karena ia merasa melakukan sesuatu yang benar, yaitu para pelaku bid’ah. Salah satu dari ketiga jenis dosa ini, yakni dosa karena nafsu, tidak mungkin dihindari orang-orang mukmin. Sadar akan masalah ini, maka seorang mukmin akan senantiasa memohon ampun kepada Allah dalam sehari-harinya. Nabi Muhammad Saw membaca istighfar dalam sehari lebih dari enam puluh kali. Keenam, ia berprasangka yang baik bahwa Allah akan memberinya Rahmat dan AmpunanNya. Orang yang takut kepada Allah adalah orang yang tetap taat kepada Allah dan meninggalkan perbuatan dosa serta bertaubat kepadaNya, tentu dalam perkara ini ada hal lain yang mengiringinya selain takut (khauf), itulah roja. Orang yang takut kepada Allah adalah juga orang yang memiliki harap atau roja kepada Allah Swt. Ketika seseorang melakukan suatu ketaatan kepada Allah, bukankah ia sadar bahwa ketaatan itu banyak kekurangannya namun ia berprasangka baik bahwa Allah akan menerima amalannya dan memberinya RahmatNya. Dan ketika ia bertaubat atas dosa dan meniggalkan dosa-dosa, bukankah ia berharap Allah akan memberinya ampunan. Seorang hamba, ketika berdoa kepada Allah, tidak hanya meminta agar dijauhkan dari neraka, tetapi juga meminta kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Doa ini berangkat dari prasangka yang baik kepada Allah, bahwa sementara kebanyakan manusia hidup putus asa, diazab dan dimasukkan ke neraka karena ia bermaksiat kepada Allah dan menolak untuk taat padaNya, ia berharap Allah mencurahkan RahmatNya kepadanya dan orang-orang yang beramal sholeh. Dengan adanya harapan kepada Allah dan juga takut serta cinta kepadaNya, seseorang akan terdorong melakukan ketaatan kepadaNya dan menjauhi laranganNya. 7. PENGARUH TAKUT KEPADA ALLAH Takut hanya akan memiliki arti apabila disertai dengan sifat hati-hati. Begitu pun takut kepada Allah akan memiliki arti apabila disertai sifat berhati-hati dari hal yang dapat mendatangkan murka Allah Swt. Karena itu takut kepada Allah adalah takut dalam kaitannya dengan azabNya, murkaNya dan NerakaNya. Namun yang paling utama takut kepada Allah adalah takut akan KekuasaanNya. Sehingga takut kepada Allah itu menyangkut pula takut akan hari kiamat, takut akan shu’ul khatimah, takut akan azab kubur, takut akan fitnah. Sekalipun demikian takut kepada Allah pengaruhnya dalam sikap adalah menjauhi murkaNya yang berkonsekuensi mendekati RahmatNya. Menjauhi murka Allah artinya menjauhi perkara-perkara yang dapat mendatangkan murka dan azab Allah Swt. Berkaitan dengan sikap menjauhi murka Allah, ada tiga hal yang saling berkaitan, yakni pengetahuan, keimanan dan perbuatan. Seorang mukmin hendaknya mengetahui perkara-perkara yang dapat menimbulkan murka Allah, yang dapat menyeret seorang hamba ke

nerakaNya dan menjauhkan dari keridhaanNya. Setelah mengetahui hal-hal demikian maka berikutnya adalah menyesuaikan jiwa dan perasaan kita yakni dengan sikap membenarkan pengetahuan tersebut dan mempersiapkan kesungguhan untuk meninggalkan dan membersihkan perkara tersebut. Dan selanjutnya seseorang mesti memiliki sikap yang jelas dalam menghadapi perkara-perkara tersebut baik yang timbul dari dalam dirinya maupun lingkungannya. a. Menjauhi Perkara yang dapat mendatangkan Murka Allah Swt Perkara-perkara yang dapat mendatangkan kemurkaan Allah secara global adalah perbuatan syirik, kafir dan membuat kerusakan di muka bumi. Adapun secara terinci adalah berikut ini. Menjual diri dengan kekafiran Alangkah buruknya (hasil perbuatan) mereka yang menjual dirinya sendiri dengan kekafiran kepada apa yang telah diturunkan Allah, karena dengki bahwa Allah menurunkan karunia-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya diantara hamba-hamba-Nya. Karena itu mereka mendapat murka sesudah (mendapat) kemurkaan. Dan untuk orang-orang kafir siksaan yang menghinakan. (2:90). Sesungguhnya orang-orang yang menukar iman dengan kekafiran, sekali-kali mereka tidak dapat memberi mudharat kepada Allah sedikitpun; dan bagi mereka azab yang pedih. (3:177) Apakah kamu menghendaki untuk meminta kepada Rasul kamu seperti Bani Israil meminta kepada Musa pada jaman dahulu? Dan barangsiapa yang menukar iman dengan kekafiran, maka sungguh orang itu telah sesat dari jalan yang lurus. (2:108). Mereka itulah orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk, maka tidaklah beruntung perniagaan mereka dan tidaklah mereka mendapat petunjuk. (2:16) Itulah orang-orang yang membeli kehidupan dunia dengan (kehidupan) akhirat, maka tidak akan diringankan siksa mereka dan mereka tidak akan ditolong. (2:86) Mereka itulah orang-orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk dan siksa dengan ampunan. Maka alangkah beraninya mereka menentang api neraka! (2:175) Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. (2:217) Dan adapun orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit, maka dengan surat itu bertambah kekafiran mereka, disamping kekafirannya (yang telah ada) dan mereka mati dalam keadaan kafir. (9:125) Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, dan bermaksud memperbedakan antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya, dengan mengatakan: “Kami beriman kepada yang sebahagian dan kami kafir terhadap sebahagian (yang lain)”, serta bermaksud (dengan perkataan itu) mengambil jalan (tengah) di antara yang demikian (iman atau kafir), (4:150) Dan Al Quran yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu sungguh-sungguh akan menambah kedurhakaan dan kekafiran bagi kebanyakan di antara mereka. Dan Kami telah timbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka sampai hari kiamat. (5:64) akan tetapi Allah mengutuk mereka, karena kekafiran mereka. Mereka tidak beriman kecuali

disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. maka gembirakanlah mereka bahwa mereka akan menerima siksa yg pedih. (4:170). (3:112) Hal itu (terjadi) karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para Nabi yang memang tidak dibenarkan. Katakanlah: “Bersenang-senanglah kamu. atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi. membunuh nabi dan mendustakannya Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada. (5:78) Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi yang memamg tak dibenarkan dan membunuh orang-orang yang menyuruh manusia berbuat adil. Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang telah menukar nikmat Allah dengan kekafiran dan menjatuhkan kaumnya ke lembah kebinasaan? yaitu neraka jahannam. Demikian itu (terjadi) karena mereka selalu berbuat durhaka dan melampaui batas. maka gembirakanlah mereka bahwa mereka akan menerima siksa yg pedih. Orang-orang kafir itu telah menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah supaya mereka menyesatkan (manusia) dari jalan-Nya. kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya. Yang demikian itu. (10:4) Dan jika kamu kafir.iman yang sangat tipis. bahwa: barangsiapa yang membunuh seorang manusia. (3:21) Durhaka dan Melampaui batas. ia berkata: “Itu adalah dongengan orang-orang yang dahulu” (83:12-13) Mendustakan Rasul . (2:61) Telah dila’nati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan Isa putera Maryam. dan mereka kembali mendapat kemurkaan dari Allah dan mereka diliputi kerendahan. (4:93). (maka kekafiran itu tidak merugikan Allah sedikitpun) karena sesungguhnya apa yang di langit dan di bumi itu adalah kepunyaan Allah. Yang demikian itu disebabkan mereka durhaka dan melampaui batas. kecuali jika mereka berpegang kepada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia. maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi yang memamg tak dibenarkan dan membunuh orang-orang yang menyuruh manusia berbuat adil. karena sesungguhnya tempat kembalimu ialah neraka. mereka masuk kedalamnya. dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (14:28-30) Membunuh Seorang Mukmin Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya ialah Jahannam. bukan karena orang itu (membunuh) orang lain. dan itulah seburuk-buruk tempat kediaman. (5:32). Yang demikian itu karena mereka kafir kepada ayatayat Allah dan membunuh para nabi tanpa alasan yang benar. (4:46) Dan untuk orang-orang kafir disediakan minuman air yang panas dan azab yang pedih disebabkan kekafiran mereka. (3:21) Dan tidak ada yang mendustakan hari pembalasan itu melainkan setiap orang yang melampaui batas lagi berdosa yang apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami. Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil.

kecuali orang-orang yang kafir. (3:137) Kemudian sesudah Nuh. (40:35) Sesungguhhnya orang-orang yang memperdebatkan tentang ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai kepada mereka tidak ada dalam dada mereka melainkan hanyalah (keinginan akan) kebesaran yang mereka sekali-kali tiada akan mencapainya. maka rasul-rasul itu datang kepada mereka dengan membawa keterangan-keterangan yang nyata. yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir. (10:74) Murtad dari Islam Barangsiapa yang kafir kepada Allah sesudah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah). akan tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran. Karena itu janganlah pulang balik mereka dengan bebas dari suatu kota ke kota yang lain memperdayakan kamu. Demikianlah Kami mengunci mati hati orang-orang yang melampaui batas. Karena itu berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul). (34:45) Sesungguhnya telah berlalu sebelum kamu sunnah-sunnah Allah. maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat. maka kemurkaan Allah menimpanya dan baginya azab yang besar. maka mintalah perlindungan kepada Allah. Maka alangkah hebatnya kemurkaan-Ku.orang kafir Mekah itu belum sampai menerima sepersepuluh dari apa yang telah Kami berikan kepada orang-orang dahulu itu lalu mereka mendustakan rasul-rasul-Ku.Dan sesungguhnya orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (rasul-rasul-Nya). lalu dia mati dalam kekafiran. dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. (Yaitu) orang-orang yang memperdebatkan ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai kepada mereka. dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya). yang berjihad dijalan Allah. kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa). (2:217) Hai orang-orang yang beriman. Kami utus beberapa rasul kepada kaum mereka (masing-masing). (5:54) Memperdebatkan Ayat-ayat Allah (Yaitu) orang-orang yang memperdebatkan ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai kepada mereka. lagi Maha Mengetahui. mereka kekal di dalamnya. . yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin. Dan orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan sedang orang. (16:106) Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya. Itulah karunia Allah. barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya. tetapi mereka tidak hendak beriman karena mereka dahulu telah (biasa) mendustakannya. Amat besar kemurkaan (bagi mereka) di sisi Allah dan di sisi orang-orang yang beriman. (67:18). (40:58) Tidak ada yang memperdebatkan tentang ayat-ayat Allah. diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendakiNya. Demikianlah Allah mengunci mati hati orang yang sombong dan sewenang-wenang. dan mereka itulah penghuni neraka. Maka alangkah hebatnya akibat kemurkaanKu. maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (40:4) Demikianlah Allah menyesatkan orang-orang yang melampaui batas dan ragu-ragu.

(5:58) Dan bahwasanya: orang yang kurang akal daripada kami selalu mengatakan (perkataan) yang melampaui batas terhadap Allah (72:4) Mengikuti Thaghut Katakanlah: “Apakah akan aku beritakan kepadamu tentang orang-orang yang lebih buruk pembalasannya dari (orang-orang fasik) itu disisi Allah. tetapi berkasih sayang sesama mereka. (4:60) Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah. sebab itu Allah menghapus (pahala) amal-amal mereka. Kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya. tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud (48:29) Apakah orang yang mengikuti keridhaan Allah sama dengan orang yang kembali membawa kemurkaan (yang besar) dari Allah dan tempatnya adalah Jahannam? Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali. di antara mereka (ada) yang dijadikan kera dan babi dan (orang yang) menyembah thaghut?. (40:34-35) Menjauhi KeridhaanNya Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka mengikuti apa yang menimbulkan kemurkaan Allah dan karena mereka membenci keridhaan-Nya. yaitu orang-orang yang dikutuki dan dimurkai Allah.Amat besar kemurkaan (bagi mereka) di sisi Allah dan di sisi orang-orang yang beriman. dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya. sesungguhnya telah jelas jalan yang benar . Maka berjalanlah kamu dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orangorang yang mendustakan (rasul-rasul). (10:100) Dan apabila kamu menyeru (mereka) untuk (mengerjakan) sembahyang. (5:60) Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu ? Mereka hendak berhakim kepada thaghut. padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. dan jauhilah Thaghut itu”. (4:76) Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja). Yang demikian itu adalah karena mereka benar-benar kaum yang tidak mau mempergunakan akal. sebab itu perangilah kawan-kawan syaitan itu. mereka menjadikannya buah ejekan dan permainan. (16:36) Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam). maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Demikianlah Allah mengunci mati hati orang yang sombong dan sewenang-wenang. (47:28) Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir. dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut. karena sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah.” Mereka itu lebih buruk tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yang lurus. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya. (3:162) Tidak Mempergunakan Akal Dan tidak ada seorangpun akan beriman kecuali dengan izin Allah.

Mereka mendapat kemurkaan (Allah) dan bagi mereka azab yang sangat keras. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. di sisi Tuhan mereka.nya dan kembali kepada Allah.” Katakanlah: “Apakah kamu mengabarkan kepada Allah apa yang tidak diketahui-Nya baik di langit dan tidak (pula) dibumi?” Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dan apa yang mereka mempersekutukan (itu). mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. (22:3) Dan di antara manusia ada orang-orang yang membantah tentang Allah tanpa ilmu pengetahuan. (2:165) Kamu tidak menyembah yang selain Allah kecuali hanya (menyembah) nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu membuat-buatnya. Itulah agama yang lurus. Dan bagi orang-orang yang zalim sekali-kali tidak ada seorang penolongpun. bagi mereka berita gembira. Maka apakah kamu tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) ?” (6:80) (Mereka Kami utus) selaku rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar supaya tidak ada alasan bagi manusia membantah Allah sesudah diutusnya rasul-rasul itu.daripada jalan yang sesat. apa yang Allah tidak menurunkan keterangan tentang itu. (10:18) Dan mereka menyembah selain Allah.” Dan aku tidak takut kepada (malapetaka dari) sembahan-sembahan yang kamu persekutukan dengan Allah. bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya. Keputusan itu hanyalah kepunyaan Allah. (2:256) Dan orang-orang yang menjauhi thaghut (yaitu) tidak menyembah. maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat). (31:20) Dan dia dibantah oleh kaumnya. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. Dan . dan apa yang mereka sendiri tiada mempunyai pengetahuan terhadapnya. padahal sesungguhnya Allah telah memberi petunjuk kepadaku.” (12:40) Dan mereka menyembah selain daripada Allah apa yang tidak dapat mendatangkan kemudharatan kepada mereka dan tidak (pula) kemanfaatan. dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal). sebab itu sampaikanlah berita itu kepada hamba. dan mereka berkata: “Mereka itu adalah pemberi syafa’at kepada kami di sisi Allah.hamba-Ku. (22:71) Membantah Allah Dan orang-orang yang membantah (agama) Allah sesudah agama itu diterima maka bantahan mereka itu sia-sia saja. Allah tidak menurunkan suatu keteranganpun tentang nama-nama itu. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut[162] dan beriman kepada Allah. (42:16) Di antara manusia ada orang yang membantah tentang Allah tanpa ilmu pengetahuan dan mengikuti setiap syaitan yang jahat. Dia berkata: “Apakah kamu hendak membantah tentang Allah. tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. (39:17) Memyembah selain Allah dan Berbuat syirik Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Pengetahuan Tuhanku meliputi segala sesuatu. tanpa petunjuk dan tanpa kitab (wahyu) yang bercahaya (22:8) Dan di antara manusia ada yang membantah tentang (keesaan) Allah tanpa ilmu pengetahuan atau petunjuk dan tanpa Kitab yang memberi penerangan. kecuali di kala Tuhanku menghendaki sesuatu (dari malapetaka) itu.

Dan mereka bersumpah untuk menguatkan kebohongan. Bagaimana akibat ketika mereka tidak mengindahkan perintah-perintah Allah Swt. maka janganlah kamu membelakangi mereka (mundur). kemudian mereka dibakar dalam api. apabila kamu bertemu dengan orang-orang yang kafir yang sedang menyerangmu. dan mereka akan kekal dalam siksaan. yaitu kemurkaan Allah kepada mereka. Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka. Dan (neraka Jahannam) itulah sejahat-jahat tempat kembali.adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (33:15) Tolong-menolong dengan orang-orang yang kafir Kamu melihat kebanyakan dari mereka (musyrik). dan tempatnya ialah neraka Jahannam. maka sesungguhnya orang itu kembali dengan membawa kemurkaan dari Allah.” Dan adalah perjanjian dengan Allah akan diminta pertanggungan jawabnya. . Dan amat buruklah tempat kembalinya.. (58:14) Mundur dari Medan Tempur Barangsiapa yang membelakangi mereka (mundur) di waktu itu. seraya mereka diseret. Sesungguhnya mereka telah putus asa terhadap negeri akhirat sebagaimana orang-orang kafir yang telah berada dalam kubur berputus asa. (4:165) Apakah kamu tidak melihat kepada orang-orang yang membantah ayat-ayat Allah? Bagaimanakah mereka dapat dipalingkan? ketika belenggu dan rantai dipasang di leher mereka.dan supaya Dia mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan yang mereka itu berprasangka buruk terhadap Allah. Bagaimanakah manusia dapat menghindari perkara-perkara yang dimurkai Allah Swt? Menyadari bahwa pelanggaran terhadap apa yang diharamkan dan dimurkai Allah itu dapat mengakibatkan kecelakaan baik di dunia dan di akhirat. (8:15) Dan sesungguhnya mereka sebelum itu telah berjanji kepada Allah: “Mereka tidak akan berbalik ke belakang (mundur). janganlah kamu jadikan penolongmu kaum yang dimurkai Allah. (5:80) Hai orang-orang yang beriman. sedang mereka mengetahui. (60:13) Itulah beberapa hal yang dapat mendatangkan kemurkaan Allah yang harus kita jauhi. (48:6) Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang menjadikan suatu kaum yang dimurkai Allah sebagai teman? Orang-orang itu bukan dari golongan kamu dan bukan (pula) dari golongan mereka. Mereka akan mendapat giliran (kebinasaan) yang amat buruk dan Allah memurkai dan mengutuk mereka serta menyediakan bagi mereka neraka Jahannam. kecuali berbelok untuk (sisat) perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan yang lain. (40:69-73) Munafik dan Berprasangka buruk terhadap Allah “. (8:16) Hai orang-orang yang beriman. Mengetahui akibat-akibat buruk di dunia dapat kita teliti pada masyarakat manusia pernah hidup pada zaman dahulu ataupun sekarang. ke dalam air yang sangat panas.

Di tengah masyarakat Islam. Sifat hati-hati merupakan sebuah kesadaran yang amat mendukung sifat takut kepada Allah Swt. bersegera melakukan kebaikan Takut hanya akan memiliki arti apabila disertai dengan sifat hati-hati. Wara’ artinya hati-hati secara cerdas sehingga ia tegas dalam menjauhi keharaman. Menghidupkan sistem bermasyarakat yang berbasis amar makruf nahyi munkar. Selalu perbuatan haram itu bila dilakukan manusia menyebabkan manusia mengalami kelainan psikologis. b. istiqomah. sifat dan perbuatan yang diharamkan Allah tersebut merupakan suatu ujian bagi manusia apakah manusia mau menghindarinya ataukan ia akan terus mengikuti hawa nafsunya. dan ia bersabar diwaktu kekurangan. tawadlu artinya tunduk pada kebenaran secara konsisten sehingga ia berpihak dan mencintai orang-orang yang taat kepada Allah Swt. khusyu’ dan sabar. syubhat dan ajakan hawa nafsu. dan sifat sabar atas kekurangan. Allah telah menjelaskan jalan menuju surga dan jalan menuju neraka. Apabila seseorang terhalang dari mendekat pada Allah Swt dan ia merasa takut untuk melakukan keutamaan yang dianjurkan Allah. sehingga dengannya ia mampu menunaikan ibadah bahkan tetap berinfak.Menyadari bahwa tujuan dari diharamkannya perkara-perkara tersebut merupakan wujud penyelamatan Allah bagi manusia. karena merasa dirinya selama ini kotor dan banyak berbuat dosa. sebab tidak dapat dipungkiri. Manusia tinggal memilihnya. Sesungguhnya takut kepada Allah itu timbul dari taat dan taat timbul dari bersih hati. Sehingga takut kepada Allah tidak akan muncul tanpa dibarengi dengan sifat-sifat kebaikan. Takut kepada Allah bukanlah takut yang menghalangi seseorang untuk dekat dengan Allah Swt. Tidak ada masyarakat yang akan menerapkan sistem ini melainkan masyarakat Islam yang memilih dan berpihak kepada hukum Islam. maka seyogyanya perasaan takut semacam itu harus dibuang. ikhlash. Bahkan bisa merusak tatanan masyarakat dan menimbulkan kezhaliman serta kerusakan. tawadlu dan qona’ah. Sedangkan bersih hati timbul dari dijauhinya perbuatan dosa dan keharaman dan diikat hati itu dengan berbagai perbuatan yang baik. gangguan jiwa dan keruhnya hati dan wajah. Begitu pun takut kepada Allah akan memiliki arti apabila disertai sifat berhati-hati dari hal yang dapat mendatangkan murka Allah Swt. keluarga dan komponen kemasyarakatan senantiasa mengacu kepada terbentuknya masyarakat yang taat kepada hukum dan undang-undang Islam. Dalam hal ini qonaah artinya adalah merasa cukup dengan rizki yang ada. Perbuatan baik menggandeng sifat hati-hati dan takut. Sebab perasaan itu malah membuat ia tidak memiliki takut yang disyariatkan. Lebih dari itu sifat hati-hati lahir berbarengan dengan sifat wara’. Takut kepada Allah itu sebangun dengan sifat taat dan bersih hati. orang yang banyak dosa dan gemar berbuat maksiat akan terhalang dirinya dari Allah. sebab itu jika seseorang takut kepada Allah maka takutnya itu akan mendorong timbulnya tawadlu. pola pembinaan generasi. waro. Maka orang yang mengikuti hawa nafsunya dan melanggar aturan Allah berarti telah memilih jalan menuju neraka. dan qonaah merupakan salah satu sifat syukur atas limpahan rizki. Menyadari bahwa barang. dan ia tidak memiliki rasa takut kepada Allah. Takut kepada Allah dalam kaitannya dengan kebaikan ialah takut yang menariknya .

(13:22) Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang beriman. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendakiNya di antara hamba-hamba-Nya dan Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. sesungguhnya teIah datang kepadamu kebenaran (Al Quran) dari . Sehingga takut kepada Allah dalam kaitannya dengan amalan baik yang telah dilakukan adalah menjadi kekuatan untuk senantiasa mengevaluasi kualitas amalanamalannya.untuk bersegera melakukan kebaikan. Takut kepada Allah adalah takut yang mendorong jiwa senantiasa merasa khawatir akan amalan jika masih banyak kekurangan dan banyak diselimuti dosa. orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik). Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri (42:23) Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula). Bukan karena buruk sangka padaNya.” Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Kunci kebaikan adalah mengikuti petunjuk Allah Swt Jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu. bertakwalah kepada Tuhanmu. (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka. secara sembunyi atau terangterangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan. mendirikan shalat. dan menafkahkan sebagian rezki yang Kami berikan kepada mereka. dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya (23:61) Takut kepada Allah akan menjadi sebab turunnya Karunia Allah Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam taman-taman (syurga) dan mata airmata air. Sedangkan rahmat Allah hanya bisa dikejar dengan berbuat amal kebaikan yakni amal sholeh. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu. dengan hati yang takut. maka tak ada yang dapat menolak kurniaNya. Namun tidak berhenti sampai di situ. Rasa takut kepada Allah hakikatnya mendorong seseorang berlari ke arah rahmat Allah. sambil menerima segala pemberian Rabb mereka. (52:15-16) Balasan kebaikan adalah kebaikan Dan siapa yang mengerjakan kebaikan akan Kami tambahkan baginya kebaikan pada kebaikannya itu. Mereka itu bersegera untuk mendapat kebaikan-kebaikan. (39:10). Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas. Takut kepada Allah adalah pengikat jiwa dengan kebaikan. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat kebaikan. Takut kepada Allah juga berarti takut kalau kebaikan yang selama ini dilakukannya tidak diterimaNya. Takwa dan Takut bahwa mereka akan kembali kepada Allah menjadi pendorong untuk melakukan kebaikan. tetapi karena berfikir bahwa amal kebaikannya selama ini masih banyak kekurangan dan cacatnya. Dan bumi Allah itu adalah luas. (55:60). Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Tuhannya. Katakanlah: “Hai manusia. Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan.

Dan barangsiapa yang sesat. Maka sekalipun ia telah berusaha sekuat tenaga untuk menjauhi dosa. lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan dan diantara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya). sehingga perbuatan dosanya berkurang. nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya. penderitaan dan dalam peperangan. marah. dendam. maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia. Tetapi tidak berhenti sampai di sana saja. ibadah. Takut kepada Allah dalam kaitannya dengan perbuatan yang buruk ialah takut yang mendorongnya untuk meninggalkan keburukan. mendirikan shalat. dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa. Sehingga orang yang takut kepada Allah akan senantiasa menjaga diri dari keburukan. . tetapi taubat kepadaNya Takut kepada Allah adalah takut yang mendorong jiwa senantiasa merasa khawatir kalau dosadosa tidak diampuniNya. dengki.” (1.107108) Inti kebaikan adalah keimanan. (35:32) Kebaikan dapat menyatukan hati manusia Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Dan apabila ia terlanjur melakukan perbuatan buruk itu oleh suatu sebab. maka tentu saja orang yang takut kepadaNya akan bersegera meninggalkan perbuatan buruk tersebut. dilaknat Allah. (2:177) Kemampuan untuk berbuat kebaikan adalah karunia yang amat besar Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami. akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah. Ini disadari oleh orang-orang yang beriman. cinta dunia.Tuhanmu. dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji. sebab itu barangsiapa yang mendapat petunjuk maka sesungguhnya (petunjuk itu) untuk kebaikan dirinya sendiri. musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta. bersegera meninggalkan keburukan Takut itu pula yang meredam sifat sombong. maka bukan sebab yang dicarinya. kitab-kitab. dilarang Allah. (41:34) c. anak-anak yatim. dan menunaikan zakat. kesabaran Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan. dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan. Yang demikian itu adalah karunia yang amat besar. Keburukan adalah sesuatu yang dibenci Allah. orang-orang miskin. pengorbanan. maka sesungguhnya kesesatannya itu mencelakakan dirinya sendiri. Manusia tidak mungkin lepas dari kesalahan dan dosa. malaikat-malaikat. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik. Dan aku bukanlah seorang penjaga terhadap dirimu. dan (memerdekakan) hamba sahaya. ia bahkan merasa melihat dirinya banyak melakukan dosa-dosa dan merasa khawatir Allah belum mengampuninya. dimurkai Allah. hari kemudian. dan pengecut. Takut kepada Allah adalah benteng jiwa dari keburukan. disebabkan belum sempurnanya taubat kepadaNya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda: “Tanda sempurnanya Islam seseorang adalah meninggalkan sesuatu (perkataan) yang tidak berguna”.” (21:28) 1). Karena itu orang yang takut kepada Allah akan sangat takut apabila dirinya digolongkan ke dalam golongan orang-orang dicalonkan masuk ke neraka. Di akhirat kelak tempat tinggal manusia hanya ada dua yakni surga dan neraka. dan mudzakarah ilmu. Dan siapa saja yang dimasukkan ke neraka maka itulah orang yang paling merugi. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda. dengan bacaan Al Qur’an. Dan ternyata hawa nafsunya tidak bisa merasa senang dan puas dengan cara berdzikir dan beribadah kepada Allah maka dia pun memilih mencari kesenangan dengan hal-hal yang diharamkan yaitu berbuat keji. . Al Bukhari dan Muslim).(HR. Karena nafsunya menuntutnya memperoleh sesuatu yang bisa menyenangkan diri serta menyingkirkan gundah gulana dan kesedihannya. atau (kalau tidak bisa) maka agar ia diam”. At Tirmidzi). Sehingga dia menjaganya dari perkataan dusta. meminum khamr dan berkata dusta…” Takut kepada Allah adalah takut kalau dirinya dimasukkan ke dalam nerakaNya dan dijauhkan dari SurgaNya. Pada lisannya Seseorang yang takut kepada Allah mempunyai kekhawatiran atau ketakutan sekiranya lisannya mengucapkan perkataan yang mendatangkan murka Allah. Bahkan selalu berusaha agar lisannya senantiasa basah dan sibuk dengan berdzikir kepada Allah. Begitulah. Mereka yang masuk ke dalam surga adalah mereka yang amat beruntung.(HR. ghibah (bergosip) dan perkataan yang berlebih-lebihan dan tidak bermanfaat. Syaikhul Islam berkata: “Apabila seorang insan tidak merasa takut kepada Allah maka dia akan memperturutkan hawa nafsunya. artinya: “Barangsiapa yang dapat menjaga (menjamin) untukku mulut dan kemaluannya. maka hendaklah seorang mukmin itu takut dan benar-benar menjaga lisannya. Al Bukhari). (HR. dan mereka itu selalu berhati-hati karena takut kepada-Nya. “Allah mengetahui segala sesuatu yang dihadapan mereka (malaikat) dan yang di belakang mereka. Terlebih lagi apabila dia sedang menginginkan sesuatu yang gagal diraihnya. artinya: “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia berbicara yang baik. sesungguhnya seseorang itu akan memetik hasil ucapan lisannya. aku akan memberi jaminan kepadanya syurga”.Takut kepada Allah adalah takut yang mendorong jiwa untuk meninggalkan ajakan nafsu dan syahwat. Kemudian dalam riwayat lain disebutkan. dan mereka tiada memberi syafaat melainkan kepada orang yang diridhai Allah.

dan dosa itu tidak bisa dihapus kecuali dengan cara yang baik”.(Al Baqarah: 188). Pertama dengan cara zhalim seperti merampas. Sebagaimana firman Allah Ta’ala: Artinya: “Pada hari ini Kami tutup mulut mereka. . memakan dengan cara batil ini ada dua jalan yaitu. aniaya. Jadi. Pada tangannya Orang mukmin yang takut kepada Allah akan menjaga tangannya agar jangan sampai dijulurkan kepada hal-hal yang diharamkan Allah seperti: (sengaja) menyentuh wanita yang bukan muhrim. Kedua dengan jalan permainan seperti berjudi. Ibnu Abbas menjelaskan. Pada perutnya Orang mukmin yang baik tidak akan memasuk kan makanan ke dalam perutnya kecuali dari yang halal. Sufyan Ats-Tsauri menjelaskan: “Barangsiapa menginfaq kan harta haram (di jalan Allah) adalah seperti seseorang mencuci pakaiannya dengan air kencing. Firman Allah Ta’ala: Artinya: “Dan janganlah sebagian kamu memakan harta sebagian lain diantara kamu dengan jalan yang batil”. setiap jasad (daging) yang tumbuh dari harta haram maka neraka lebih pantas untuknya. itulah urgensi memperhatikan jalan mencari harta. dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan”. Sudahkah kita takut kepada Allah dengan menjaga agar jangan sampai perut kita dimasuki harta yang diharamkan Allah ? 3).(Yasin: 65). dan memakannya hanya terbatas pada kebutuhannya saja. Dan tidak bermain dengan alat-alat permainan syetan seperti alat perjudian. dll. Bahkan dijelaskan dalam riwayat yang shahih bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyatakan. sedangkan anggota badannya yang lain menjadi saksi atasnya. Harta yang diperoleh dengan cara haram selamanya tidak akan menjadi baik/suci sekalipun diinfaqkan di jalan Allah. menipu.berbuat zhalim. mencuri. seperti bershadaqah. menolong orang lain (dengan tangannya) karena dia takut di akhirat nanti tangannya akan berbicara di hadapan Allah tentang apa yang pernah dilakukan-nya.2). taruhan dan lainnya. Orang mukmin selalu menggunakan tangannya untuk melakukan ketaatan.

salah satu penyebabnya adalah ketidak mampuan seseorang menahan pandangannya.maka itu lebih aku sukai daripada saya harus menyentuh perempuan yang bukan muhrim”. semuanya itu akan dimintai tanggung jawabnya”. Sebab. Pada pendengarannya Ini perlu kita renungi bersama. Itulah gambaran orang mukmin sejati yang takut kepada Allah di dalam menggunakan tangannya. Firman Allah Ta’ala: “Sesungguhnya pendengaran.”Sekiranya kulit saya ditempeli bara api yang panas.”Hendaklah mereka menahan pandangan-nya. dll. seperti. Orang yang takut kepada Allah selalu menjaga pandangannya dan merasa takut apabila memandang sesuatu yang diharamkan Allah. Yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. perzinaan dan pemerkosaan. 6). seperti nyanyian yang mengundang birahi beserta irama musiknya. Dan takut untuk melangkahkan kakinya ke tempat-tempat maksiat serta menyesal bila terlanjur melakukannya karena ingat . Pada kakinya Seseorang yang takut kepada Allah akan melangkahkan kakinya ke arah ketaatan. sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”. Pandangan merupakan panah api yang dilepaskan oleh iblis dari busurnya. Allah berfirman: “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman. sehingga seorang mukmin akan selalu menjaga pendengarannya untuk tidak mendengarkan sesuatu yang diharamkan Allah. dan memelihara kemaluannya. Maka. sekali seseorang memandang. tidak memandang dunia dengan pandangan yang rakus namun me-mandangnya hanya untuk ibrah (pelajaran) semata.Bahkan salah seorang ulama salaf berkata. penglihatan dan hati. Dan seorang mukmin akan menggunakan pendengarannya untuk hal-hal yang bermanfaat. maka musuh Allah yaitu syetan tidak senang kalau nikmat ini digunakan sesuai kehendak-Nya. majlis ta’lim dan majlis dzikir. maka berbahagialah bagi siapa saja yang mampu menahannya. Maka bagaimanakah dengan kita? 4). Jika kita teliti banyaknya kemaksiatan dan kemungkaran yang merajalela.(An Nur: 30). Pada penglihatannya Penglihatan merupakan nikmat Allah Ta’ala yang amat besar. (Al Israa’: 36). lebih dari sepuluh kali hati membayangkan. seperti mendatangi shalat jama’ah. sudahkah kita menjadi orang yang takut kepada Allah dengan menahan pandangan kepada sesuatu yang diharamkanNya? 5).

(Yaasin: 12). baik dalam wujud yang membuat umumnya manusia takjub ataupun dalam wujud yang membuat manusia umumnya menjadi takut dan lemah tak berdaya. maka ke manakah kaki kita banyak dilangkahkan ? 7). Dan hati pun bergetar ketika melihat kedahsyatan Kemahakuasaan Allah yang terdapat di alam. Firman Allah Ta’ala: “Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan”. Asbabun nuzul ayat ini adalah : bahwa seorang dari Bani Salamah yang tinggal di pinggir Madinah (jauh dari masjid) merencanakan untuk pindah ke dekat masjid. Hal ini berbeda keadaannya dengan orang yang tidak memiliki rasa takut kepada Allah. Bergetarnya hati saat dibacakan ayat-ayat Allah adalah tanda dari keimanan. Ia pun bergetar hatinya ketika mengingat bahwa dahulu ia sering melalaikan kewajiban-kewajibannya sehingga ia mencari jalan untuk menambah kebaikan dan amalan-amalannya di masa sekarang. sedang bumi yang dipijaknya akan menjadi saksi. dan tidak ada yang tertinggal karena bumi yang diinjaknya akan mengabarkan kepada Allah tentang apa. dan menjaganya dari racun-racun hati. Orang yang takut kepada Allah akan senantiasa bergetar tanda adanya rasa khawatir apabila ia mengingat dosa yang belum bertaubat atasnya sehingga mendorongnya untuk bersegera bertaubat. Seorang mukmin akan takut jika dalam hatinya muncul sifat jahat seperti buruk sangka.bahwa di hari kiamat kelak kaki akan berbicara di hadapan Allah. permusuhan. hasad dan lain sebagainya kepada mukmin yang lain. ke mana saja kaki melangkah. dan di mana seseorang melakukan suatu perbuatan. Semua bekas langkah kaki akan dicatat oleh Allah ke mana dilangkahkan. maka turunlah ayat ini yang kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan bahwa bekas langkah (telapak) menuju masjid dicatat oleh Allah sebagai amal shaleh. Jika baik maka baiklah balasannya. Hati yang mudah bergetar ini penting artinya dalam hal keimanan. Ini semua tidak lepas dari kaki yang dilangkahkan. Takut kepada Allah dalam kaitannya dengan perintah dan laranganNya membuat hati bergetar saat melalaikan kewajibannya kepada Tuhannya dan saat ia melanggar laranganNya dilanggar. tetapi jika buruk maka buruk pula balasannya. kapan. Karena itu semua telah dilarang Allah dan RasulNya dalam rangka menjaga kesucian hati. kebencian. Hati adalah penentu. tetapi apabila ia jelek maka akan jeleklah semuanya. . Ia merasa aman ketika melanggar laranganNya dan merasa nyaman ketika meninggalkan kewajiban kepadaNya. Pada hatinya Seorang mukmin akan selalu menjaga hatinya dengan selalu berzikir dan istighfar supaya hatinya tetap bersih. sebab mudah mengingatkan akan sesuatu apabila terjadi kesalahan. apabila ia baik maka akan baik seluruh anggota tubuh.

Ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati”. dari Nabi Saw. jangan menjawab! Sebab jika kamu jawab ‘ya’. maka kamu telah kafir . Tsauban berkata. Berhati-hati dalam menghadapi kematian. Tapi Allah menjadikannya bagaikan debu yang bertebarkan. Dari Tsauban r. Sedangkan orang yang jahat akan melihat dosa-dosanya seperti lalat yang menghampiri hidungnya. para perawinya terpercaya]. Sedangkan jika kamu jawab ‘tidak’. mereka adalah bagian dari saudara kalian dan dari ras kalian. salah satunya berasal dari Nabi Saw dan satu lagi dari dirinya sendiri ia berkata: Sesungguhnya orang yang beriman akan melihat dosa-dosanya seolah-olah ada di atas gunung. apabila segumpal daging itu baik. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda “Ketahuilah bahwa dalam jasad ini ada segumpal daging. Siapapun yang bersikap durhaka. maka akan baiklah seluruh tubuhnya. kemudia ia berkata mengenai dosanya. Fudlail bin ‘Iyadl berujar. Di hari kiamat mereka datang dengan membawa kebaikan seperti gunung Tihamah yang putih. “Ingatlah!. “Seperti inikah?” Abu Syihab berkata dengan tangannya –yang diletakkan– di atas hidungnya. [HR. sebutkanlah sifat mereka dan jelaskanlah keadaan mereka agar kami kami tidak termasuk bagian dari mereka sementara kami tidak mengetahuinya.(HR. Ia takut (dosa itu) jatuh menimpanya. Riwayat Al Bukhari dan Muslim). “Wahai Rasulullah.a. Rasa takut harus menghiasi perjuangan kita sebab rasa itulah yang akan membentengi diri kita dari terjatuh ke lubang yang penuh dengan duri dan mengokohkan kita agar tidak terseret hawa nafsu yang dikendarai oleh Iblis dan tentara-tentaranya. tapi mereka adalah kaum yang jika tidak dilihat oleh siapa pun ketika menghadapi perkara yang diharamkan Allah. Bukhari] Tidak melanggar larangan Allah sekalipun tidak ada orang yang melihatnya. Di mana manusia tidak memiliki sedikit pun kekuatan untuk menahan beratnya siksa yang datang dari sisi Allah. Orang yang beriman kepada qadar akan Anda jumpai senantiasa takut kepada Allah dan suul khaatimah (akhir kematian yang buruk). dan apabila ia jelek maka jeleklah seluruh tubuhnya. maka diamlah. melanggar aturan dan ketetapanNya akan mendapatkan kemurkaan dan sanksi yang amat berat. ‘Apakah kamu takut kepada Alloh?’. sebab dia tidak tahu apa yang akan terjadi padanya dan tidak juga merasa aman dari makar Allah.. Abdullah bin Mas’ud menceritakan kepada kami dua hadits.” Rasulullah Saw bersabda. Ibnu Majah.Hati yang selalu bergetar adalah hati yang senantiasa mengingat Allah bahwa Dia Maha Keras Siksa dan AzabNya. maka mereka melanggaranya. kamu telah berdusta. beliau bersabda: Aku akan memberitahukan beberapa kaum dari umatku. Melihat dosa bagai gunung yang siap menimpa. Al-Kinani penulis buku Mishbah Al-Zujajah berkata.” [HR.”Jika kamu ditanya. Takut Kepada Allah menjaga pemiliknya untuk tidak berbuat maksiat kepada-Nya. Isnad hadits ini shahih. Mereka suka bangun malam sebagaimana kalian.

Demikianlah bahwa khauf (takut) terhadap siksa Allah di akhirat.16) “Sesungguhnya Rabbmu amat cepat siksa-Nya. Beginilah keadaan orang yang diliputi khauf. tidak ada tempat bagi yang lain disana. Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya(mereka mengerjakan shalat malam -pen). Maka ayat ini menggabungkan antara rahmat-Nya dan siksaan-Nya dan antara targhib (dorongan/anjuran untuk taat) dan tarhib (menakut-nakuti dari maksiat)supaya manusia tidak berputus asa dan supaya jiwa manusia itu selalu berada diantara khauf dan raja’. dan sesungguhnya Dia adalahMaha Pengampun lagi Maha Penyayang. sedang mereka berdoa kepadaRabb mereka dengan rasa takut dan harap. di saat berdiri dihadapan mahkamah Rabbul `Alamin dan takut apabila amalan-amalan kebaikannya tidak diterima oleh Allah itu juga harus diiringi dengan raja’ (berharap) terhadap rahmat dan ampunan-Nya serta diterimanya amalan-amalannya di sisi Allah. langkah. Dan hati pun diliputi rasa khusyu’ dan tenang. orang yang suka pun menjadi tidak suka jika tahu madu itu mengandung racun. (Al-A’raf: 167) Dalam ayat ini Allah memberitakan bahwa Dia amat cepat siksa-Nya terhadap siapa yang bermaksiat kepada-Nya dan menyelisihi syari’at-Nya. (As-Sajdah: 15. atau sebaliknya ia justru menerkamnya maka hancurlah ia. mujahadah. adalahorang-orang yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat Kami. dan mereka menafkahkansebagian dari rizki yang Kami berikan kepada mereka. dan dengki. sedangdia takut terhadap (siksa) akhirat dan mengharapkan rahmat Rabbnya?(Az-Zumar: 9) “Sesungguhnya orang-orang yang beriman terhadap ayat-ayat Kami. sehingga kemaksiatan yang dulu disukai menjadi di benci. Dan seandainya orang kafir mengetahui rahmat yang ada di sisi Allah. dan kalimat yang keluar dari dirinya. jauh dari kesombongan. Ia tidak tahu apakah binatang itu lengah sehingga ia bisa melepaskan diri. sedang merekatidak menyombongkan diri. Syahwat terbakar oleh khauf. Sedangkan di antara hadits-hadits yang menggabungkan antara keduanya antara lain: Sabda Rasulullah: “Seandainya seorang mukmin mengetahui siksaan yang ada di sisi Allah. muhasabah. niscaya tidak seorangpan berharap terhadap surga-Nya. dan memperhitungkan setiap desah nafas dan waktunya. Tiada lagi kesibukannya selain usaha mendekatkan diri.Khauf akan membakar syahwat yang diharamkan. niscaya tidak seorangpan berputus asa dari surga-Nya. Sebagaimana banyak sekali nash-nash yang menggabungkan antara khauf dan raja’ didalam kitab Allah dan sunnah Rasul-Nya. “(Apakah kamu hai orangng masyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri. Seperti madu.” . Anggota badan pun jadi beradab. dan bahwa Dia sesungguhnya Maha Pengampun lagi Maha Penyayang terhadap siapa yang bertaubat dan kembali kepada-Nya. Bahkan ia mampu menguasi segala kegundahan dan tahu bahayanya. Keadaannya seperti dalam cengkeraman binatang buas. iri. Lahir dan batinnya disibukkan oleh sesuatu yang ia takutkan. Maka ia tidak pernah pindah kepada selainNya. mereka menyungkur sujud dan bertasbih serta memuji Rabbnya. Ia selalu waspada terhadap segala pikiran.

maka mereka sangat takut dan sekaligus juga berputus asa. Sesungguhnya cinta dan harap adalah bagian dari intisari ketakwaan kepada Allah. ( Muslim dari Abu Hurairah) Sabda beliau SAW : “Surga itu lebih dekat kepada salah seorang dari kalian dari pada tali sandalnya. Bahkan tidak ada yang berhak mendapatkan mahabbah dan dzull yang sempurna/mutlak kecuali Allah. sehingga ibadah yang diperintahkan itu mengandung puncak merendahkan diri kepada Allah dengan puncak kecintaan kepada-Nya. Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata di dalam kitabnya yang sangat berharga. Akan tetapi ibadah yang diperintahkan (oleh Allah) mengandung makna dzull dan makna hubb (mahabbah/kecintaan). Dan apabila satu dari kedua (sayap)nya kurang. jadilah burung itu di ambang kematian. takhrij Syeikh Muammad Nashiruddin al-Albani) Abu Ali ar-Rudzabari berkata: “Khauf (takut) dan raja’ (berharap) seumpama dua sayap burung. Wajiblah Allah itu menjadi yang paling dicintai pada seorang hamba dari segala sesuatu. Mereka pantas berkeadaan demikian disebabkan mereka mengabaikan dakwah Allah. Ini dialami oleh orang-orang kafir ketika mereka melihat azab Allah itu dengan mata kepalanya sendiri baik di dunia maupun di akhirat kelak. maka ketika dia tidak menjadikan Allah sebagai tumpuan harapannya. maka sempurnalah burung itu dan sempurnalah terbangnya. sedang zat untuk berlindung dari azab Allah tidak ada lagi melainkan Allah itu sendiri melalui rahmatNya. yaituAl-’Ubudiyah:”Dan ad-dien (agama) mengandung makna al-khudhu (ketundukan) dandzull (merendahkan/ menghinakan diri). (HR. Karena itu semua adalah sifat-sifat yang harus ada di dalam ibadah dan tidak boleh dipisah-pisahkan. lalu dia menjadikan . seandainya manusia mendengarnya niscaya dia pingsan. maka terjadilah kekurangan padanya. Seseorang yang takut akan azab Allah. al-Bukhari dari Ibnu Mas’ud. Dan apabila kedua (sayap)nya tiada. apabila keduanya sempurna. Adapun bagi orang yang beriman dan beramal sholeh mereka takut kepada Allah dan sekaligus menjadikannya sebagai tempat berlindung. Al-’ibadah asal maknanya juga dzull. dikatakan thariiq mu’abbad artinya adalah (jalan) yang menjadi rendah karena telah dipijak oleh telapak kaki. Puncak dari rasa takut itu hampir berdekatan dengan putus asa. kemana mereka akan membawanya (jasadku)?” Segala sesuatu mendengar suaranya kecuali manusia.” Kemudian tidak boleh terlupakan bahwa khauf dan raja’ yang membawa kepada khudhu’ (ketundukkan) dan tadzallul (merendahkan/ menghinakan diri) kepada Allah itu harus pula disertai dengan mahabbah kecintaan) kepada-Nya. Seseorang yang takut akan azab Allah. jika dia baik dia berkata: “Segerakanlah aku. dan wajib pula Allah itu menjadi yang paling besar/ agung padanya dari segala sesuatu. Oleh sebab itu. dan neraka seperti itu juga”. Pada mulanya mereka tidak merasa khawatir dan takut akan kerasnya siksa Allah yang menyebabkan mereka berbuat jahat dan zhalim sekehendak hatinya. disebabkan tidak ada yang dapat dijadikannya sebagai tempat berlindung. dan jika dia tidak baik dia berkata: “Aduh.“Apabila jenazah telah diletakkan dan dipikul oleh orang-orang laki-laki diatas pundak-pundak mereka. Namun ketika azab itu telah tampak di hadapan dirinya.12Syarh al-Aqidah ath-Thahawiyah: 371. takut kepada Allah harus didampingi oleh kesadaran pendampingnya yaitu CINTA dan HARAP. segerakanlah aku”. jadilah orang itu benar-benar berputus asa dan rugi.

ia berkata. dan ia merasa khawatir ibadahnya tersebut tidak diterima. Dalam riwayat Waki dikatakan.Allah sebagai tumpuan harapannya. Allah pernah berfirman Allah: Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan. Dalam riwayat Ibnu Sabiq dikatakan. insya Allah “Tidak ada doa mereka selain ucapan: “Ya Tuhan kami. tapi ia adalah orang yang menunaikan shaum. Inilah rasa takut kepada Allah yang dimiliki orang-orang beriman dan bertakwa. Orang yang beriman karena harapnya kepada Allah maka dalam hubungannya dengan perbuatan bajik ada dua pula: pertama ia akan berusaha untuk mengerjakan kebajikan sesegera mungkin. “Apakah ditujukan pada orang yang berzina. Al-Hakim dalam Al-Mustadrak. Jadi ternyata harapan pun memiliki kaitan dengan dosa. dan minum khamr. Allah memiliki azab yang sangat keras namun Allah pulalah tempat manusia berlindung dari azabNya melalui rahmatNya. mengamalkan Kitabullah (Al-Qur’an). Dalam dua jenis usaha itu sesungguhnya terdapat harapan. Jadi ternyata takut pun memiliki kaitan dengan kebajikan. (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka (Qs. Pembahasan tentang cinta dan harap ada pada intisari takwa sub taat kepada Allah. Bagi hamba yang hanya tunduk kepada Allah dan takut kepada-Nya adalah mereka yang mengetahui kebesaran-Nya dan menunaikan hak-hak-Nya . Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik. Al-Baihaki dalam Asy-Sya’by. adalah ditujukan kepada orang yang berzina dan minum khamr. Yakni harapan mendapat pahala karena meninggalkan dosa dan harapan mendapat ampunan karena taubat-taubatnya.” [HR. Kedua.” (7:56) Biasanya takut itu dalam hubungannya dengan perbuatan dosa. takut kepada Allah Azza Wa Jalla adalah pangkal hikmah dan intisari iman . dan sedekah. Qana’ah (merasa cukup) dengan sesuatu yang sedikit dan mempersiapkan bekal untuk menghadapi hari akhirat. Yakni takut amlannya tidak mendapat pahala karena banyak kekurangannya dan takut mendapat murkaNya lantaran kelalainnya dalam melakukan kebaikan di masa lalu. Yakni rasa takut yang dibarengi harap dan cinta kepadaNya. mencuri. Sedangkan harapan dalam hubungannya dengan perbuatan bajik. “Bukan. Dan sesungguhnya. sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). “Bukan”. Wahai Rasulullah Saw!. Benarkan demikian? Orang yang beriman karena rasa takutnya kepada Allah maka dalam hubungannya dengan dosa ada dua: pertama ia akan berusaha untuk menjauhi dosa-dosa. shalat. Dalam dua jenis usaha itu sesungguhnya terdapat rasa takut. Kedua. “Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi. orang itu tidak sampai berputus asa. ia menshahihkannya dan disetujui oleh Adz-Dzahabi]. ia akan bertaubat dari dosa-dosa yang dilakukannya. tapi meski begitu dia takut kepada Allah?” Rasulullah Saw bersabda. al-Mukmin [23]: 60).” (3:147) Merasa khawatir ibadahnya tidak diterima Dari ‘Aisyah r. dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir. Takwa terdiri dari takut kepada Allah. ia akan menyesali diri bila tidak sempat melakukan kebaikan-kebaikan di masa lalu. Wahai Putri Abu Bakar AshShiddiq.. ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami dan tetapkanlah pendirian kami.a. dengan hati yang takut.

berlaku zuhud. Inilah hakikat mempersiapkan diri menghadapi hari untuk menempuh perjalanan yang panjang hari kematian. sehingga air mata merekapun berlinangan. Oleh karena itulah. baik ketika malam ataupun siang. dan baik ketika senang maupun berduka. jika ia merasa takut terhadap makhluk. Ketakutan pada Allah ialah takut terhadap neraka. kubur. jika seseorang takut terhadap Sang Pencipta. Manusia dengan tabiat fitrahnya. Dan mereka berhasil dengan gemilang. akhirat. beramal kebajikan dan takut kepada Allah dengan sebenar-benarnya takut. dan juga telapak kaki mereka pecah-pecah karena lamanya mereka berdiri (untuk melakukan sholat malam). Merekalah orang yang sebenar-benarnya takut kepada Allah. Tentu hal ini terjadi karena telah hilangnya rasa takut kepada Allah. Bukankah sebaik-baik iman yang dilakukan oleh seorang hamba adalah amalan yang dilakukan berdasarkan ketetapan yang diturunkan Allah Ta’ala yang berpedoman kepada rambu-rambunya. Kebanyakan manusia pada saat ini. Para Salafush Sholih Radhiyallahu’anhum. Bahkan dua kata “surga dan neraka” sudah tidak lagi menarik perhatian. apakah itu menjadi pendorong untuk melakukan amalan? 2). berlindung pada-Nya. bersandar pada-Nya. selalu bertakwa kepada Allah. batasan-batasannya. yang dapat memanfaatkan waktu yang sedikit di dunia dengan sebaik-baiknya. hari akhirat dan bertemu dengan Allah. maka ia akan kembali menaatinya. hendaknya kita mengetahui . dan berpisah dengan dunia. Jika anda takut kepada Allah. Dunia tidak dapat melenakan mereka. apakah itu menjadi pendorong untuk menjauhi laranganlarangan-Nya? 3). baik ketika bersembunyi maupun tampak. Dan pada hari perhitungan. Dan ia amat berharap tidak bertemu dengannya. Akan tetapi sebaliknya. tidak memperdulikannya apalagi mengambil pelajaran darinya. tatkala mendengar nasehat atau peringatan tentang kematian. Jika anda takut kepada Allah. semua akan terlihat segala amalan dihadapan Allah yang akan diberikan ganjaran bagi seorang hamba untuk masuk kedalam surga atau neraka. Hal inilah yang membuat seseorang dapat melaksanakan kewajiban-kewajiban-Nya. serta beramal untuk menghadapi hari akhir.1). dan akan semakin mendekati-Nya. lalu mengalihnya pada waktu yang panjang di akhirat. Maka dari itu. Jika anda takut kepada Allah. dan jalur-jalur dari Kitabullah Azza Wa Jalla dan Sunnah Nabi-Nya. hendaklah seorang hamba mengetahui bagaimana cara bertakwa kepada Allah dan takut terhadap-Nya. menangis karena kurang memenuhi hak-Nya. dan selalu merasa diawasi oleh Allah dalam segala keadaan. akan mampu mendorongnya untuk melakukan amalan. Takut pada Allah adalah takut yang terpuji yang dapat menghantarkan pada tercapainya kesuksesan dan kesempurnaan memenuhi hak Allah. apakah itu membuat anda merasa diawasi oleh Allah dan dapat merasakan kehadiran-Nya Dengan takut pada Allah yang cukup kuat. menjauhi larangan-larangan-Nya dan senantiasa merasa diawasi oleh Allah dan dapat merasakan kehadiran-Nya. Seorang hamba seharusnya dapat pula mengetahui bagaimana cara beribadah kepada-Nya dan berusaha untuk mendapatkan keridhaan-Nya. maka ia akan lari darinya dan takut bertemu dengannya.

padahal mereka adalah orang-orang yang memiliki rasa takut kepada Allah. cinta. dan taat kepada Allah. dirinya tidak seperti itu. Sedangkan orang-orang mukmin yang hak. Sedangkan orang kafir tidak memiliki apa-apa untuk membentengi diri dari azabNya. dan taat kepada Allah Swt. Disamping itu dampak dari takut kepada Allah adalah menguatnya keberanian kita untuk membela kebenaran Islam dan hilangnya rasa khawatir atas kezhaliman orang-orang kafir. Inilah ajaibnya rasa takut yang ada pada dada kaum Muslimin. cinta. “Kapankah seorang hamba itu takut kepada Alloh?” Ia menjawab. tetapi bagi mereka yang kafir. Bukan takut kepada Allah yang tidak memiliki dampak apa-apa pada perbuatan baik kita tersebut sebagaimana yang terdapat pada dada orang-orang kafir dan munafik atau syaithan. Dzun Nun al-Mishriy pernah ditanya. Mereka malah merasakan ketenangan batin dan kegembiraan yang luar biasa. bila apa yang ditakuti telah ada di hadapan mata dan sedang di arahkan kepadanya. dan sejenisnya serta sabar adalah wajib menurut kesepakatan para ulama. Sedangkan orang-orang kafir yakni yang hatinya dipenuhi rasa khawatir dan kesedihan dalam hidupnya itu justru adalah orang-orang yang tidak memiliki rasa takut kepadaNya. Telah menjadi ketetapan Allah bahwa azab itu diperuntukkan bukan untuk orang-orang yang bertakwa. wanita Sholihah kepada Allah. Hal ini disebabkan karena mereka menjadikan Rahmat Allah sebagai benteng dari azabNya. sedangkan Dia Maha Kuat dan Kuasa atas diri kita yang menjadi sebab kita tidak berbuat durhaka padaNya. Sesungguhnya dari definisi takut kepada Allah sebagaimana diungkapkan oleh penulis di atas di dalamnya terdapat dimensi harap.” Takut adalah kesadaran bahwa diri kita lemah di hadapan Allah. Takut kepada Allah itu berdampak pada semakin menguatkan kebaikan diri kita dan berkurangnya kemaksiatan atau kejahatan diri kita. takut. Akhirnya takut kepada Allah itu akan berdampak pada keyakinan bahwa kemenangan dunia dan akhirat akan berada di tangan kita. cinta. Kita harus takut kepada Allah dengan cara kita menghindari perbuatan yang dapat membuat Dia murka. Takut itu menimbulkan rasa khawatir dan kesedihan pada diri seseorang. Maka rasa khawatir dan kesedihan hanya akan dialami orang-orang kafir saja.bagaimana cara bertakwa kepada Allah dan takut terhadap-Nya seperti kadar takut para Sahabat. “Jika ia mendudukkan dirinya sebagai orang sakit yang menahan diri (dari berbagai hal) khawatir jika sakitnya berkepanjangan.” Abul . Khouf adalah cambuk Alloh swt untuk menggiring hamba-hambaNya menuju ilmu dan amal agar mereka mendapatkan kedekatan dengan Alloh swt. berharap. Khouf inilah yang mencegah diri dari perbuatan maksiat dan mengikatnya dengan bentuk-bentuk ketaatan. Orang yang takut kepada Alloh swt adalah orang yang meninggalkan perbuatanperbuatan yang ia khawatirkan hukumannya. Artinya seseorang yang takut kepada Allah sewajarnya juga memiliki jiwa yang penuh harap. Inilah sasaran dari perintah Allah agar kita takut kepadaNya. memohon perlindungan dari azabNya dan memohon petunjukNya agar senantiasa berada dalam limpahan rahmatNya. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata: “Amalan hati seperti tawakkal. Dan ini berarti bahwa takut kepada Allah mengundang dan diundang oleh harap. dan taat kepada Allah Swt. Takut kepada Allah itu merupakan tiang penyangga perilaku kita yang baik. Tabi’in.

mengisinya dengan berbagai sifat yang baik. Kemurkaan Allah adalah bagi mereka yang durhaka padaNya. Allah yang menciptakan manusia menurunkan sifat-sifatNya pada diri manusia sesuai dalam kadar kemanusiaan dan kemakhlukan. menguatkan sifat-sifat mulia pada jiwa Takut kepada Allah adalah takut yang melahirkan sifat berani. hina dan rendah. Jadi rasa takut kepada Allah itu sejalan dengan upaya taat kepada Allah Swt. Hati yang bersih adalah hati yang memiliki tiga ciri. Jika mereka menghindari murka Allah. di saat hati membenci sifat-sifat buruk. yaitu membuang darinya segala sifat yang buruk. maka pada gilirannya takut kepada Allah akan semakin menguatkan jiwa pada sifat-sifat mulia dan menjauhkannya dari sifat-sifat buruk. Hati manusia tidak mungkin mengumpulkan dua sifat yang bertolak belakang. Takut adalah takut yang menjaga dari keburukan dan mengikat pada kebaikan. dari siapa yang menciptakannya dan seperti bagaimana lingkungannya membesarkannya. Upaya-upaya untuk meraih ketiga sifat ini tidak lepas dengan tertanamnya sifat-sifat mulia. menanamkan rasa takut kepada Allah. dan mengaitkan hati kepada Allah Swt. Pada dasarnya manusia memiliki sifat-sifat mulia dan mencintainya disamping memiliki pula sifat-sifat buruk dan membencinya. sedangkan keridoanNya adalah bagi mereka yang taat kepadaNya. Sehingga upaya untuk sampai kepada sifat-sifat yang mulia jalan-jalannya sesungguhnya banyak sekali dan terjal.” d. Manusia senang dengan suatu proses . salah satunya. Penyebab penyimpangan adalah karena faktor dari dalam dan dari luar. Seseorang yang takut kepada Allah akan termotivasi untuk mengganti sifat-sifat buruk yang jadi sebab manusia masuk neraka dan menggantinya dengan upaya menanamkan sifat-sifat mulia dalam dirinya. Diantaranya tanah itu bersifat menghidupkan tumbuhan atas seizin Allah Swt. Manusia bisa memiliki sifat-sifat yang mulia dengan diawali.Qasim al-Hakim bertutur. Seperti apa sifat-sifat mulia? Sifat-sifat mulia pada diri manusia diturunkan dari sifat-sifat dari apa ia diciptakan. Sedangkan faktor dari luar tiada lain itulah thoghut. menjaga kesucian diri. Tanah memiliki sifat-sifat istimewa yang banyak sekali disamping ada juga tanah yang berkarakter buruk. selanjutnya ia tumbuh besar di lingkungan peradabannya. Rasa takut kepada Allah dapat menguatkan sifat-sifat mulia. Manusia diciptakan Allah dari tanah melalui proses kelahiran dari kedua orang tuanya. Penyebab hati menjadi kotor tidak lain adalah pemikiran dan perbuatan yang menyimpang dari Islam. Manusia diciptakan dari tanah. pada saat itu pula ia mencintai sifat-sifat mulia. Faktor dari dalam ialah mengikuti hawa nafsu. Bagaimanakah mekanisme rasa takut kepada Allah dapat menguatkan sifat-sifat mulia pada diri manusia? Orang yang takut kepada Allah Swt berhati-hati dari setiap perkara yang dapat mendatangkan murka Allah Swt. Salah satu thoghut adalah kekuatan lingkungan yang menolak Islam sebagai sumber acuan aturan kehidupan. Tetapi siapa yang takut kepada Alloh ia justru lari untuk mendekatinya. Hal yang menyebabkan manusia mau mengikuti sifat-sifat buruk dan tidak peduli dengan sifat-sifat baik adalah hati yang kotor. maka sejalan dengan itu mereka pun mencari keridoanNya. Sebab tidak ada setelah kemurkaan Allah itu melainkan keridoanNya. “Siapa yang takut terhadap sesuatu ia akan lari darinya. Thoghut yang lainnya adalah musuh-musuh Islam. Taat kepada Allah mesti lahir dari hati yang bersih. dan harapan.

Nabi Muhammad SAW. ketekunan dan kesabarannya. Jika kita membuat daftar tentang sifat-sifat mulia maka jumlahnya akan sangat banyak sekali. Norma. Rasa takut kepada Allah Swt mematrikan sifat-sifat mulia pada pemikiran dan tingkah laku. Dalam hal ini peradaban ikut serta menanamkan siat-sifat yang baik dan mulia pada manusia. dan didikan dari Allah Swt melalui Dinul Islam. kecuali satu hal saja yang membedakannya. kelembutannya. Tetapi mereka tentu saja memilliki beberapa sifat mulia yang tidak akan bertukar dengan sifat-sifat buruk yang juga ada pada mereka. kedermawanannya. Setiap peradaban memiliki keistimewaan. kemakamurannya. Orang yang bertakwa itulah yang mulia. Sebaliknya sifat-sifat mulia itu menunjukkan jalan ke surga. . disiplinnya. keindahannya. cita-cita kekuasaannya. para sahabatnya dan generasi penerusnya yang setia. kekuatannya. dan menjadi pelindung diri dari sifat-sifat buruk dan hina. Semua manusia dengan segala kemuliaan dan keburukannya adalah sama dalam pandangan Allah Swt. Boleh jadi orang-orang kafir memiliki beberapa sifat mulia yang menonjol. keyakinan yang menghujam ke dalam dada. sedangkan orang yang takut kepada Allah adalah orang yang sangat takut kepada azab neraka. maka upaya apapun akan ditempuh dengan sekuat tenaga untuk menghindari sifat-sifat hina itu atau membuangnya dari dada. Baik tentang keberaniannya. disamping tentu keburukannya. kemajuan pemikirannya. Namun dalam beberapa hal tentu saja punya. kewibawaannya dan lain sebagainya. agama yang ada pada suatu peradaban memiliki pengaruh yang besar pada jiwa manusia yang dengannya dalam diri mereka terbentuk karakter-karakter. hukum. bahkan boleh dikatakan jumlahnya sebanyak jumlah manusia. Bila manusia berusaha untuk takut kepada Allah dengan sungguh-sungguh maka ia akan mengikatkan dirinya dengan sifat-sifat mulia. secara garis besar mereka adalah hina disebabkan oleh penolakannya terhadap dakwah Rasulullah SAW. sejak dulu hingga sekarang dan masa yang akan datang. Sesungguhnya sifat-sifat mulia yang telah sampai pada puncak-puncaknya pada manusia pernah ditampilkan pada diri para Nabi sebelum Nabi terakhir. adat. semangat heroiknya. Baik yang baik ataupun yang buruk. Maka seseorang yang takut kepada Allah akan memiliki motivasi yang kuat untuk meraih sifat-sifat mulia. Semua itu merupakan pancaran dari ketakwaan yang ada pada dada mereka sebagai buah dari keimanan yang mendalam. Apakah orang-orang yang tidak bertakwa sama sekali tidak memiliki sifat-sifat mulia? Orang-orang yang tidak bertakwa secara totalitas dan garis besarnya tidak memiliki kemuliaan. Katakanlah satu jasad dan ruh manusia memililki satu kemuliaan yang tidak dimiliki oleh jasad lainnya. orang-orang musyrik Qiraisy jahiliah. moral. Selanjutnya Allah menanamkan pula pada diri manusia berupa potensi akal. disamping juga sifatsiat buruk. dan emosi. Sifat-sifat hina itu adalah menunjukkan pada jalan ke neraka. sopan santunnya. namun hendaknya umat Islam harus sadar bahwa segala sifat yang baik dan mulia pernah diberikan contoh dan teladannya oleh Rasulullah SAW dan para Sahabatnya lebih dari pada sifat-sifat yang dimiliki oleh orang-orang kafir.pertumbuhan dan membenci suatu kemandegan. Setiap orang adalah istimewa dan memiliki minimal satu keistimewaan yang tidak dimiliki oleh manusia manapun di muka bumi. Manusia dibesarkan di tengah peradaban. Masing-masing dari ketiga hal tersebut memiliki sifat-sifat mulia. Sebagai contoh. yaitu ketakwaannya. hati nurani. dan yang tidak bertakwa itulah orang yang hina.

membaca al-Quran dan berdzikir serta menahan setiap ajakan hawa nafsu dan godaan syaithan. Itulah dasar dari obat penyakit hati. Apalagi apabila lingkungannya adalah lingkungan jahiliah dan kufur. Dan pengokohnya adalah melaksanakan shaum sunat. Sifat Rabbaniyun adalah kegemaran untuk belajar dan mengajarkan Al-Quran dan As-Sunnah. Bagimana cara kita menambatkan hati dengan hidayah ? Caranya adalah: 1). Sedangkan rasa takut yang diharapkan adalah yang bisa menahan dan mencegah supaya (hamba) tidak melenceng dari jalan kebenaran. RahmatNya dan BerkahNya. Sebaliknya terhadap petunjuk agama. dan melaksanakan shalat tahajud. dan seterusnya harus berjuang keras untuk sampai kepada sifat-sifat tersebut. hendaklah kita menambatkan hati kita kepadanya. Abu Uzair mengatakan orang yang takut kepada Allah akan merasa khawatir apabila ia terlempar jauh dari hidayahNya. Keduanya saling menguatkan dan melahirkan. pengkondisian dan lingkungan yang menunjang. Untuk melakukan itu semua seseorang mesti membuat suatu kebiasaan. pabrik. Orang yang dijauhkan dari hidayah Allah adalah orang yang sedang diarahkan menuju kemurkaan Allah dan kesesatan. Sesungguhnya kamu hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikuti peringatan dan yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah walaupun dia tidak melihatnya. Yang ada adalah kegelapan dan kesesatan. Karena pasangan yang paling cocok untuk manusia bagi hatinya adalah iman. Bagaimana manusia dapat meraih peningkatan keimanan setiap hari. setiap waktu? Caranya adalah dengan melaksanakan shalat. bersilaturahmi dengan para ulama dan orang-orang sholeh. Tetapi bagi orang-orang yang hidupnya di perkantoran. ia mesti terlebih dahulu meninggalkannya dan mencari lingkungan yang tepat untuknya. Kekufuran hanya akan terobati oleh keimanan. pertanda hidup jauh dari kasih sayang Allah Swt dan tipisnya keimanan. alJamaah.Sifat mulia memiliki kaitan yang erat dengan amal sholeh atau kebaikan. latihan. Orang yang takut kepada Allah tentu saja rindu . maka tidak ada jalan menuju upaya menggapai RahmatNya. (36:11) Orang yang dijauhkan dari hidayah Allah adalah orang yang sedang diarahkan menuju kemurkaan Allah dan kesesatan. Hati-hatilah apabila kita jauh dari al-Quran dan as-Sunnah. Penyakit yang paling parah adalah kekufuran. Maka berilah mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia. mudah untuk melakukan itu semua. e. Dan penguat obat itu adalah memiliki sifat Rabbaniyun. Dengan mengobati penyakit hati Obat hati yang paling mujarab adalah iman. Dengan cara mengobati hati. Orang-orang yang hidup di lingkungan pesantren. maka hati telah siap dan sedang berada dalam hidayah Allah Swt. Karena apabila kita jauh dari petunjuk dan tidak pernah diuji. menambatkan hati dengan Hidayah Takut kepada Allah adalah takut yang mendorong jiwa tertambat dengan hidayah dan senantiasa merasa khawatir kalau Allah menjauhkan dirinya dari hidayahNya. Hati-hati pula apabila kita tidak pernah diuji oleh Allah Swt. sebab tanpa hidayah.

muaqobah. 2). Empat ciri ini memiliki sifat yang sama yaitu mengekang diri dari perbuatan yang dapat mengudang kemurkaannya dan sifat-sifat buruk dan lecutan untuk mengikatkan diri dengan perbuatan baik dan sifat-sifat mulia.” Dan tidak (pula diterima taubat) orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran. takut akan azab Allah baik di dunia ataupun di akhirat. Hati yang demikian itulah yang pantas untuk mendapatkan tambahan hidayah dari sisi Allah Swt. Takut akan azab Allah baik di dunia ataupun di akhirat disamping melahirkan sifat wara’ atau hati-hati juga melahirkan suatu kemauan yang kuat untuk senantiasa bertaubat. inilalah yang melahirkan sifat muhasabah. dan sadar akan pengawasan dari Allah dalam setiap waktu. 3). Dengan suatu metode yang disebut dengan taubat. yakin bahwa Allah adalah tempat kembali inilah yang melahirkan sifat qonaah. Memposisikan diri sebagai hamba yang taat Sesungguhnya perintah Allah itu berpusat pada Keimanan dan Ibadah. sabar dan khusyu’. Berjuang keras untuk meningkatkan kualitas ibadah 4). Menghukum diri apabila berbuat lalai 5). dilakukan dengan ikhlas dan dengan jasad yang kuat lagi halal. 20) mengatakan: taubat adalah suatu rahmat Allah yang diberikan kepada hambaNya dan merupakan pintu keselamatan bagi orang-orang yang berbuat maksiat agar terhindar dari kebinasaan. Berapa . (4:18) Muhammad Ash-Shayim (2000. taat ibadah berdasar ilmu.kepada hati yang bersih dan terbebas dari berbagai penyakit. Kedua hal itu meminta syarat seperti ilmu. Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan siksa yang pedih. inilah yang melahirkan sifat wara’ atau hati-hati. ikhlas dan kehalalan. mereka masih berkesempatan untuk meraih karunia dan rido Allah Swt. Bertaubat dari Dosa Orang yang takut kepada Allah memiliki empat ciri utama: yakni sadar bahwa dirinya lemah di hadapan Allah inilah yang melahirkan sifat tawadlu. Seorang hamba yang taat adalah seorang yang beriman. Taubat itu sendiri memiliki suatu metode. Berdoa kepada Allah untuk dijaga atas keimanannya f. (barulah) ia mengatakan : “Sesungguhnya saya bertaubat sekarang. Manusia banyak yang berbuat durhaka kepada Tuhannya yang menyebabkan mereka dimurkai Allah dan dimasukkan ke neraka. Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka. dan mengikatkan diri dengan kebaikan. muhasabah. Tetapi sesungguhnya sekalipun manusia berbuat dosa dan menzhalimi dirinya sendiri. salah satunya yang amat terkenal adalah taubat itu dilakukan sebelum ajal tiba atau matahari terbit dari barat.

maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Taubat adalah suatu penyesalan. Seluruh perkara yang mendatangkan kemurkaan Allah berbuah dosa apabila dilakukan dan berpahala apabila dijauhi karena rasa ketaatan dan kecintaan kepadaNya. Menyia-nyiakan shalat 4). karangan Muhammad Ash-Shayim. Dalam paragraph-paragraf berikut ini akan dituliskan 19 perbuatan yang mengundang rasa penyesalan manusia di akhirat kelak yang saya rangkum dari buku 19 orang yang menyesal pada hari kiamat. 1).banyak orang-orang yang berdosa yang telah bertaubat dengan sebenar-benarnya taubat (taubat nashuha) mengalami hidup tentram dan digantikan kejahatan-kejahatan mereka oleh Allah dengan kebaikan-kebaikan. Ada tiga hal yang seyogyanya kita lakukan berkaitan dengan apa yang akan diterangkan tersebut yaitu: mengetahui dan memahaminya. Durhaka kepada kedua orang tua 9). Namun taubat itu sama sekali tidak bermanfaat. Penyesalan akan bermanfaat apabila dilakukan di dunia ini sebelum ajal datang. (25:70) Tubat itu berarti penyelasan atas apa telah terjadi di masa lampau lalu dan bertekad untuk tidak mengulanginya serta meninggalkan segala bentuk dosa. Berbuat kerusakan di muka bumi 7). Obyek taubat kita adalah perbuatan dosa. Menerima Sogok 5). Orang-orang yang berbuat dosa yang tidak sempat bertaubat akan bertaubat di akhirat kelak. Sebab di akhirat yang ada adalah perhitungan amal dan pembalasan atas amal perbuatan manusia. Dan adalah Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Tukang sihir 8). beriman dan mengerjakan amal saleh. Dosa adalah konsep yang erat kaitannya dengan perbuatan yang mengundang kemurkaan Allah Swt. Berlari dari medan tempur 6). Kekufuran 2). Perbuatan yang dicintai Allah adalah ibadahnya manusia kepadaNya sebagai suatu kewajibannya yang utama. bertaubat atasnya apabila kita telah terlanjur melakukannya dan berhati-hati godaan syaithan yang bisa menjerumuskan kepada perbuatan-perbuatan tersebut. berdasar ilmu dan ikhlas. Di negeri akhirat manusia tidak lagi memiliki beban untuk beribadah atau melakukan ketaatan kepadaNya sebagaimana yang diwajibkanNya selama manusia hidup di dunia. Mengurangi timbangan . Alloh berfirman “kecuali orang-orang yang bertaubat. Hakikat taubat ialah kembali kepada kebenaran dan ketaatan kepada Allah. Dosa juga dihubungkan dengan perbuatan yang dicintai Allah Swt. Manusia akan berdosa apabila meninggalkan kewajiban ibadah tersebut dan berpahala apabila melakukaannya dengan sungguh-sungguh. Mengkhianati janji 3).

Meratapi Kematian Itulah perbuatan-perbuatan yang sering dilakukan manusia yang mungkin kita pulalah pelakunya.” Sesungguhnya Allah akan menyatakan apa yang kamu takuti itu. bahwa sesungguhnya mereka termasuk golonganmu. karena sesungguhnya aku takut kepada Allah. disebabkan mereka mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah sendiri tidak menurunkan keterangan tentang itu. mereka menyumbat telinganya dengan anak jarinya. Menyekap pembantu dan merendahkan budak 14). Penjudi 18). Dan Allah memberi rezki kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya tanpa batas. Menyakiti tetangga 13). Suka Melaknat dan Mengumpat 19). seperti takutnya kepada Allah. Riya’ 12). dan mereka memandang hina orang-orang yang beriman. 8.” (9:64) “Akan Kami masukkan ke dalam hati orang-orang kafir rasa takut. (4:77) “Dan mereka (orang-orang munafik) bersumpah dengan (nama) Allah. Katakanlah kepada mereka: “Teruskanlah ejekan-ejekanmu (terhadap Allah dan rasul-Nya). Rabb semesta Alam.sebab takut akan mati[28]. karena (mendengar suara) petir.” (9:56) (Bujukan orang-orang munafik itu adalah) seperti (bujukan) shaitan ketika dia berkata kepada manusia: “Kafirlah kamu”. Menyakiti manusia 15).” (59:16) “Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang kafir.” (3:151) “(Orang munafik itu) atau seperti (orang-orang yang ditimpa) hujan lebat dari langit disertai gelap gulita. Tempat kembali mereka ialah neraka. maka ia berkata: “Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu. Padahal orang-orang yang bertakwa itu lebih mulia daripada mereka di hari kiamat. padahal mereka bukanlah dari golonganmu. tiba-tiba sebahagian dari mereka (golongan munafik) takut kepada manusia (musuh). “Setelah diwajibkan kepada mereka berperang. guruh dan kilat.10). maka tatkala manusia itu telah kafir. Suka memfitnah 17). dan itulah seburuk-buruk tempat tinggal orang-orang yang zalim.” (2:212) . Dan Allah meliputi orang-orang yang kafir” (2:19). karena itu kita harus segera bertaubat kepada Allah atas segala kesalahan tersebut. RASA TAKUT PADA DIRI ORANG-ORANG KAFIR Alloh Swtr berfirman: “Orang-orang yang munafik itu takut akan diturunkan terhadap mereka sesuatu surat yang menerangkan apa yang tersembunyi dalam hati mereka. bahkan lebih sangat dari itu takutnya. akan tetapi mereka adalah orang-orang yang sangat takut (kepadamu). Bakhil 16). Dendam dan dengki 11).

dia memberitahukannya kepada manusia ketika manusia telah berhasil disesatkannya. setiap orang telah mendapatkan dakwah Islam. tentu mereka akan mengalami azab (lihat 8:38). Demikian pula syaithan. memandang indah perbuatan buruk mereka. kenyataan yang melingkupi orang-orang kafir yang penjelasannya telah dimuat dalam al-Quran dan Sunnah RasulNya menjadi bahan pelajaran dan peringatan yang terbaik. tanpa suatu balasan berupa kebaikan dari sisi Allah. karena tidak memiliki rasa takut kepada Allah. Itulah liciknya iblis. kehidupan yang sempit. Sementara apapun yang mereka perjuangkan. memusuhi orang yang seharusnya dijadikan teman (Nabi) dan berteman dengan yang seharusnya dijadikan musuh (syaithan). memandang sepele pada dosa dan tidak bertaubat atas perbuatan dosanya. Mereka melupakan jika perbuatan maksiat mereka akan berujung di neraka kelak. Keempat. menjadi teman syaithan di neraka. itu justru supaya betambah-tambah dosanya (lihat 3:178). merasa tidak memiliki dosa. dosa mereka bisa saja dihapus kalau mereka bertaubat. tetapi jika tetap membangkang dan menebarkan fitnah di tengah-tengah umat Islam. Akhirnya mereka tidak memiliki apapun untuk kehidupannya di akhirat melainkan amalan buruk dan neraka yang menantinya. Orang munafik juga memiliki rasa takut kepada Allah. sombong dan dengki. Hendaknya bagi orang-orang mukmin. keras terhadap orang-orang mukmin. karena ditipu oleh kehidupan dunia.Orang-orang kafir adalah contoh nyata manusia yang tidak memiliki rasa takut kepada Allah. mereka usahakan dan mereka berkorban atasnya akan sia-sia belaka. Penyebab utama orang-orang kafir tidak memiliki rasa takut kepada Allah adalah karena mereka tidak mengenal Allah dengan sebenarnya. Akibatnya adalah mereka berada dalam keadaan terus menerus berbuat dosa. namun itu tidak menolongnya. dan kalaupun mereka di dunia diberikan kehidupan yang berkecukupan dan kaya atas harta dan kesenangan. memandang rendah iman. kemaksiatan yang menyebabkan mereka terhalang dari ketaatan. Di antara ahli kitab. Kedua. bertambah-tambah dosa. karena tidak memiliki rasa takut kepada Allah. sebab waktu itu tidak ada lagi kesempatan untuk meminta pertolongan kepada Allah Swt. Orang kafir tidak menyadari akan kelemahan diri mereka sebagai makhluk. tidak ada ampunan bagi orang kafir yang berbuat kezhaliman dan mereka semakin mudah saja melakukan kezhaliman yang semakin mendekatkan diri mereka ke neraka (lihat 4:168). Orang yang kafir. Terkait dosa-dosa mereka banyak hal berkonsekuensi atas orang-orang kafir itu. Mereka tidak berfikir kalau penolakan mereka atas dakwah Islam merupakan suatu kerugian yang besar. diganjar dengan neraka. Akibat dari sifat-sifat diatas adalah tidak mampu melihat peringatan dan pelajaran dari Tuhan mereka. Sedangkan pada saat ia menggoda manusia. yakni kalau Allah menurunkan wahyu yang menerangkan tentang keadaan hati mereka yang penuh dengan penyakit. mereka lebih memilih kekayaan dunia dari pada menyampaikan isi taurat dan injil yang benar. bergelimang dalam kesesatan. hidayah dan kenikmatan serta keindahan hidup. syaithan memiliki rasa takut kepada Allah. dendam dan kekikiran. orang-orang kafir dengan segenap perbuatan dosanya akan mendapatkan balasan yang telah pasti. karena memperturutkan hawa nafsu dan bisikan syaithan dan mengikuti warisan orang tuanya yang tidak memiliki rasa takut pada Allah. diliputi perasaan dendam. Pertama. Orang-orang kafir merasakan suatu ketakutan kepada Allah hanya ketika azab atau siksa Allah sudah ada di hadapan matanya. tidak memperhatikan negeri akhirat. Pengaruh dari ketiadaan rasa takut kepada Allah yang muncul dari sebab-sebab tadi adalah mendustakan Allah. dan orang kafir merupakan golongan . Mereka bergelimang dalam kesesatan. Ketiga. seakan-akan dia tidak memiliki rasa takut itu.

Itulah sebabnya orang-orang kafir itu adalah musuh Islam dan umatnya. Terkait dengan kesesatan mereka. Berbagai upaya mereka lakukan untuk membendung dakwah Islam. dan karena perbuatan zhalim mereka berupa perbuatan syirik (lihat 3:151). yaitu: azabNya baik di dunia maupun di akhirat. karena sesungguhnya aku takut kepada Allah. benar dan terpuji (lihat:9:37). mereka tidak melihat bahwa kewajiban yang dibebankan pada manusia dari sisi Allah adalah sesuai dengan kadar kemampuan manusia itu sendiri dan untuk kemuliaan manusia itu sendiri. Jadilah orang-orang kafir itu adalah musuh bagi kaum muslimin yang berada di dalam kebenaran (lihat 4:101). Pertama. Akibat dari ucapan itu ialah dosanya bertambah-tambah. mereka memandang rendah iman dan memandang tinggi kekafiran (lihat 2:108). yaitu melanggar perjanjian Allah sesudah perjanjian itu teguh. Rabb semesta Alam. dan laknat dari sisi Allah Swt. maka tatkala manusia itu telah kafir. Maka mereka rela membeli hidayah dengan kesesatan (lihat 2:16). Azab hanya diturunkan kepada kaum yang kepada mereka diturunkan wahyu (lihat 26:208). Mereka senang dengan kebatilan. orang kafir lebih senang dengan kebatilan dan mereka akan terus membelanya dengan berbagai cara termasuk menyerang kebenaran yang datang dari sisi Allah. lahir pula beberapa resultan akibat dari ketiadaaan rasa takut kepada Allah.” (59:16). . akibatnya mereka terjebak untuk memilih perbuatan-perbuatan yang justru membuat harkat dan derajat mereka terjatuh ke lembah kehinaan (lihat 23:62-64). Kesimpulannya: akibat tiadanya rasa takut kepada Allah. Orang-orang kafir memiliki perasaan sangat cinta atas kehidupan dunia. seraya memandang agung atas kebatilan dan neraka dan mengagungkah nafsu dan syaithan.manusia yang menolaknya. siksa. (lihat 29:12). orang kafir larut dalam dosa dan mereka akan menemui akibat dari perbuatan dosa mereka. “(Bujukan orang-orang munafik itu adalah) seperti (bujukan) shaitan ketika dia berkata kepada manusia: “Kafirlah kamu”. sebab hakikatnya ia tidak memiliki kekuatan untuk menahan akibat dari dosa itu. mengintimidasi umat Islam dan menebarkan fitnah atas Islam kepada segenap manusia. yakni siksa dan azabNya. mereka mempergunakan logika untuk membenarkan tindakannya dalam menyalahi aturan Allah sehingga mereka dibantu syaithan untuk melihat kesalahan mereka sebagai sesuatu yang patut. karena tiadanya rasa takut kepada Allah. Allah sendiri menancapkan rasa takut ke dalam hati orang-orang kafir (lihat 8:12) atas kebesaran Islam (lihat: 5:3) dan kekuatan kaum mukminin (lihat 8:60). tetapi mereka memiliki rasa takut. Kesimpulannya: akibat dari tiadanya rasa takut kepada Allah. dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah untuk menghubungkannya dan membuat kerusakan di muka bumi (lihat 2:27). artinya orang-orang yang pasti akan ditimpa azab. karena itu mereka takut bila Islam dan umatnya menjadi besar dan kuat. Ucapan itu tentu saja dusta belaka. mereka senang dengan perbuatan fasik. yakni dosanya ditambah dosa orang yang diajaknya kedalam kesesatan. Perasaan takut muncul pada mereka saat melihat azab dari Allah itu turun. maka ia berkata: “Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu. takut miskin karena itu mereka amat kikir dan pendengki. dengan mengatakan bahwa ia berani menanggung dosa orang yang diajaknya. itu akibat dari nafsu dan kesombongan mereka (lihat 45:32). Orang-orang kafir pada dasarnya adalah orang-orang yang berdosa kepada Tuhannya. Ketiga. itu artinya mereka memandang rendah kebenaran dan surga: mereka tidak menghargai Allah. Keempat. Orang-orang kafir itu tidak takut kepada Allah seperti yang kita definisikan. Karena itu ketika ia mengajak orang untuk durhaka kepada Allah. (lihat 29:13). Orang kafir merasa dan meyakini bahwa dosa itu tidak ada. Maka itulah alasan azab ditimpakan pada mereka. Kedua. maka mereka takut mati.

karena sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang (yang tidak dapat dipegang) janjinya. maka perangilah pemimpin-pemimpin orang-orang kafir itu. dan ketahuilah. a. karena sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah. Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah. Allah yang senantiasa memperhatikan seluruh gerak-geriknya adalah Dia yang telah menetapkan azab bagi hamba-hambaNya yang durhaka. (66:9) 9. dan mereka mencerca agamamu. 99:12) Hai orang-orang yang beriman. jangan sampai dirinya melakukan suatu pelanggaran atau kelalaian. Untuk selanjutnya dijadikan timbangan keadilan untuk dibalas dengan surga atau neraka. Allah senantias mengawasi dan mencatat apa saja yang dilakukakannya. (9:123). (4:76) Jika mereka merusak sumpah (janji)nya sesudah mereka berjanji. Hai Nabi. Allah akan memberikan catatan atas seluruh perbuatan manusia yang akan menjadi saksi nanti di negeri akhirat. dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut. agar supaya mereka berhenti. sebab itu perangilah kawan-kawan syaitan itu. perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu.Oleh karena itu kekafiran harus diperangi. Dan modal keberanian untuk berperang melawan orang kafir adalah rasa takut kepada Allah. Maka pengaruh dari rasa takut itu adalah sikap berhati-hati dalam seluruh waktu dan tempat serta keadaan. Sesungguhnya kesadaran ini cukup sebagai alasan mengapa kita harus takut kepada Allah. perangilah orang-orang kafir dan orang-orang munafik dan bersikap keraslah terhadap mereka. ALASAN TAKUT KEPADA ALLAH Takut adalah kesadaran bahwa diri kita lemah di hadapan Allah. Tempat mereka adalah jahannam dan itu adalah seburuk-buruknya tempat kembali. Sehingga ia pun nantinya boleh berharap bahwa Allah akan membalasnya dengan kebaikan dan menolongnya dari setiap kesulitan yang akan dihadapinya di dunia maupun di akhirat. Tidak ada suatu waktu dan tempat bagi manusia untuk bersembunyi dari pandangan Allah. Orang yang merasa takut kepada Allah tidak mudah tergoda untuk melakukan kemaksiatan dan keharaman karena ia tahu. bahwasanya Allah bersama orang-orang yang bertakwa. sedangkan Allah adalah Pencipta kita. Inilah pengaruh dari rasa takut kepada Allah. Harapan . Orang-orang yang takut kepada Allah akan bersungguh-sungguh menjadikan setiap waktu dan tempatnya untuk melakukan kebaikan-kebaikan dan berusaha sekeras mungkin untuk menjauhi perkara-perkara yang melanggar laranganNya. sedangkan Dia Maha Kuat dan Kuasa atas diri kita. dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu. Kita diciptakan. Allah Maha teliti atas setiap perbuatan manusia Takut kepada Allah adalah takut berkenaan karena Dia Maha teliti atas setiap perbuatan manusia dan senantiasa mengawasi setiap langkah-langkahnya.

sebab Dialah yang menciptakan. “Dan ketahuilah bahwasanya Allah mengetahui apa yang ada dalam hatimu. sebab orang yang beriman melakukan amalan kebaikan adalah karena mengharap RahmatNya dan meninggalkan keburukan karena mengharap ampunanNya.ketimbang kepada makhlukNya. berkarakter modern pada zamannya. maka takutlah kepada-Nya” (2:235) b. Allah telah menetapkan adanya Azab dan Neraka Allah SWT telah menetapkan pula azab dan neraka untuk manusia dan jin ketika kedua makhluk itu tidak mengindahkan aturan. dan malaikat. Allah telah menetapkan azab dunia bagi mereka yang terus menerus bergelimang dalam kesesatan. jin. ketetapan dan hukum Allah Swt. Amcaman Allah erupa azab. tanah yang kita injak. Sekuat apapun kekuatan yang dimiliki ala semesta. Betapa besar kekuasaan Allah atas dunia dan pada diri manusia maka seyogyanya manusia berserah diri dan pasrah kepadaNya melalui ketundukkan kita kepada agamaNya sepenuh kesadaran diri dan tidak banyak membantah terhadapNya. memohon perlindunganNya melalui ibadah dan taqorub serta doa dan ikhtiar. Mereka adalah bangsa-bangsa yang berfikir maju. Tetapi seharusnya kita mendekat kepadaNya. memelihara dan mengendalikannya.bukan bangsa yang terbelakang dalam cara hidup dan berpikirnya. Allah adalah Dzat yang Maha Kuasa Allah Swt adalah Zat yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. umat.manusia. tak akan cukup untukmenyamai atau mengalahkan kekuatan Allah SWT. . maka akan hancurlah jadinya. Tetapi mereka yang cerdas-cerdas itu tidak lagi membuka hatinya dan akal pikiranya utuk memahami dan menerima wahyu dan kedatangan para nabi. Karena itu Allah Swt adalah Zat yang sepantasnya manusia takut hanya kepadaNya. ketetapanNya yang harus dipenuhi oleh kedua makhluk itu. etnis yang dihancurkan itu bukanlah golongan manusia yang bodoh secara teknologi dan sains serta peradaban. Mereka tertutup dengan kesombomgan dan kedzaliman (27:24). Kekuatan yang mereka miliki itu bahkan asalnya dari sisi Allah Swt. dan sadar akan hakikat keberadaan mereka di dunia. atau rumah yang kita bernaung di dalamnya hancur. Apapun yang sedang berlangsung di alam semesta ini. termasuk pada diri manusia berada dalam genggamanNya dan KekuasaanNya. Ketika seruan iman telah sampai pada mereka dan bagi mereka ada azab neraka pula di akhirat. c. Tidak ada satu pun kekuatan di muka bumi atau di langit juga di alam ghaib yang dapat mematahkan kekuatan. Jika Allah berkehendak diri kita. Takut kita kepada Allah dibangkitkan bukan dengan cara menjauhiNya sebab tidak ada lagi tempat berlindung dari pengamatanNya. ternyata secanggih apapun hasil pemikiran dan peradaban mereka tak mampu menahannya. bangsa. Pada garis besarnya. ketika ditimpakan pada mereka.ini cukup beralasan. Bukti dan dalil tentang adanya azab Allah itu dapat kita baca dalam Al-Quran dan pada negerinegeri yang diazab Allah. kehendak.

dan putus asa. Tetapi mengapa aturanNya tidak kita laksanakan? Padahal aturan Allah itu sendiri untuk kebaikan dan kemudahan hidup manusia sendiri. Tapi di dalam waktu yang sama juga sombong. Dan bangsa kita berada pada urutan yang mengikutinya. takut. gelisah. Dan di akhirat masuk neraka. mengerti. merasa kuat dan memandang rendah pada kebenaran wahyu. Yang dapat melindungi diri dari azabNya adalah RahmatNya. . Apakah artinya kota yang gemerlap. dan karunia. Karena keduanya jadi sebab kita menolak dan terhalang dari wahyu. tak akan dapat melindungi diri dari azabNya. Keadaan-keadaan semacam ini seyogyanya menyadarkan kita akan kebesaran Allah. Bukankah suatu hal yang sia-sia memiliki tapi tak menikmati. namun hati gersang dan selalu gelisah akibat dari ketiadaan iman dan kehampaan dari bimbingan wahyu. berteknologi dan mengembangkan sains. dan untuk itu mereka telah diberi akal dan waktu untuk memikirkan wahyu tersebut.Oleh karena itu. Wahyu. Padahal manusia tak memiliki kehebatan apa-apa sekalipun atas jasadnya sendiri. e. sedangkan wahyu. juga bumi yang indah lengkap dan sempurna ini. Di sinilah kita harus berhati-hati dari sikap sombong dan zhalim. Sedangkan dari wahyu ia terhalang. kita campakkan. kesenangan nafsu dan syahwat serta perut dan kendaraan yang terpenuhi. dan karunia telah sampai kepada kita. akal. akal dan dunia pada manusia Allah Swt tidak akan menurukan azabNya kecuali apabila suatu bangsa. lalu disampaikanlah kepada mereka wahyu agar mereka tunduk dan bersyukur. Namun mereka menolaknya. wahyu. maka diberilah bangsa itu kemampuan berfikir yang maju sehingga dapat mengelola dunia sehingga makmur. Manusia tidak cukup kuat dengan akal dan buminya Manusia mestinya merasa takut jika hidupnya di dunia tidak bahagia. kita yang hidup di zaman teknologi serba maju sepesat sekarang ini. belajar. Takutlah kepada Allah. Bila Allah hendak mengazab suatu negeri. Memiliki tetapi selalu dirundung rasa khawatir. tak cukup sudah untuk mengantarkan kepada kebahagiaan dan kemuliaan sejati. jangan sampai akal dan karunia kita rengkuh. umat. lemah dan akhirnya mati. maka disaat itulah azab turun. Semakin banyak karunia Allah yang dapat kita nikmati di situ pula akal memahami akan kebesaran Allah yang Maha Pencipta. ikuti wahyunya. Allah Swt telah memberi kita sehingga dapat berfikir. Jasadnya kian lama kian tua. Sikap seperti ini telah lama berkembang di setiap zaman kehidupan manusia. diri telah diberi tiga hal: akal. Kita tak punya kekuatan apa-apa karena itu mestilah kita takut kepada Allah Swt atas kekuasaanNya. Manusia hendaknya mulai menyadari bahwa kecerdasan akal yang melahirkan sains dan teknologi serta pemikiran. d. Allah telah memberikan wahyu.

dapat melepaskan diri dari azab Allah. Ketika manuia merasa cukup hanya dengan akal dan alam untuk menikmati hidupnya di dunia. Janganlah mengira bahwa bangsa Amerika misalnya. yang telah lama menempuh jalan kesesatan dan banyak berbuat zhalim kepada umat Islam.KekuatanNya. Lepasnya azab Allah dari suatu kaum bukan karena jumlah tapi karena kualitas keimanannya dan ketaatannya kepada wahyu. cerdas. Dan tidak ada tempat bagi manusia untuk mencari aman jika azabNya telah turun. yakni oleh Islam . Ancaman Allah ini berlaku untuk bangsa apa pun. Manusia itu anehnya menginginkan rahmat tetapi senang menempuh kesesatan. akibatnya dan kenyataannya . g. Allah akan tetap mengazab manusia yang menempuh jalan sesat. Azab Batiniah telah turun di sepanjang masa Allah senantiasa menurunkan rahmat bagi orang-orang yang mengikuti hidayahNya. sebagaiman Dia telah mencazab Firaun. ancamanNya dan sifat-sifatNya yang memaksa yang tak dapat ditahan oleh manusia di mana pun dan siapapun. Jika selama ini. Dan kenyataan bahwa dia dibentuk untuk beribadah kepada Allah. Dua kenyataan ini hanya dapat terpenuhi kebutuhannya oleh wahyu . Jadilah mereka ditimpa azab dari sisiNya berupa azab batiniyah. bahwa siapa yang merasa cukup dengan akal dan alam semata dengan tujuan untuk menempuh jalan yang sehat . di mana pun dan kapan pun. tapi justru kepayahan kelelahan dan ketidak menentuan hidup. Dan pula senantiasa menurunkan azab kepada orang-orang yang memilih kesesatan. jika mereka tidak mau bertaubat. Begitu pula jangan mengira bangsa kita pun dapat lepas dari azab Allah. Bangsa ‘Aad. Mengapa? Sebab manusia terkait dengan dua kenyataan yang tak dapat dipuaskan oleh akal dan alam. Jika tidak. f. Janji Allah adalah pasti dan tiada perubahan Alloh swt telah membuat bukti atas ketetapan yang telah dibuatNya dan diberitahukan kepada manusia. kita mengira bahwa azab belum turun mungkin itulah alat untuk menimpakan azabNya yang terberat. maka penyakit-penyakit batiniah akan terus merenggut hidup manusia. Tsamud dan Madyan. dia menurunkan Rahmat-Nya. JanjiNya. Dan janji Alloh itu pasti. kaya. Manusia akan senantiasa dikepung oleh berbagai keanehan dan keganjilan. Sesungguhnya wahyu turun untuk menyempurnakan karunia Allah pada manusia setelah manusia diberinya akal dan alam. hanya karena seorang yang berdosa seorang raja. Oleh karena itu dalam hidup. dia menurunkan azabNya. rupawan dan banyak amal sosialnya. Kesengsaraan jiwa yang terus menerus . bukanlah kesenangan yang mereka dapat. manusia harus taat pada wahyu. Manusia lebih patut merasa takut oleh keadaan-keadaan yang membuatnya terperosok dalam kehampaan dan ketidakjelasan arti dan tujuan hidupnya. Alloh tidak akan mengubah ancamanNya. Qorun. Alloh tidak akan merubah janji-Nya itu . . Dan siapa yang tunduk pada-Nya. hanya karena jumlah umat Islamnya banyak.

Umat-umat yang kuat dahulu pun hancur binasa . kita khianati. aniaya. i. Alasan ini mestinya menjadi kekuatan kesadaran bagi kita untuk tidak mencari tempat berlindung selain Allah Swt. Dan implementasinya kita harus mengurangi dendam. kedudukannya amat lemah dan tidak memiliki apapun untuk memberikan perlindungan sekalipun banyak manusia bersikap aneh dan tidak wajar. j. dosa. hendaklah perkara itu menjadi bahan renungan bagi kita supaya kita takut kepada Allah. Dan itulah sebabnya mengapa kita mesti menggantungkan seluruh urusan hidup kita kepadaNya. Manusia akan memasuki negeri akhirat Allah adalah raja di hari kiamat. sandaran. dia diberi hukuman dengan seadil-adilnya dan seberat-beratnya. jahat. curang. berdusta. Jika tidak maka kita bergantung kepada ketiadaan. maksiat. dan kita curangi. Begitu pun pikiran orang lain terhadap diri kita yang pernah kita zhalimi. Dan bahwa apapun selain Allah yang hendak kita jadikan sebagai pelindung. Kita tidak dapat berlindung kepada apapun dari azab Allah. mereka yang masih hidup sedang bergerak menuju hari kiamat. permusuhan. Dan Allah Sang Khalik yang Maha Adil itu akan menghukum mereka dan juga kita atas segala dosa dan kecurangan. kita fitnah. menipu pada diri kita. Janganlah kita merasa ragu akan kenyataan bahwa Allah merupakan tempat berlindung. kejahatan. fujur dan siat membangkang. pengabdian dan tujuan sehinga mengakibatkan mereka tidak mau menerima kebenaran dari sisi Allah Swt. selain kepada Allah sendiri melalui sikap taat kita kepadaNya. Dan itu artinya mereka telah memperosokkan diri kepada golongan sesat yang pantas mendapat azabNya.h. Tidak ada tempat bergantung dan berlindung selain Allah Kepada siapakah manusia meminta perlindungan jika Allah telah menetapkan siksa baginya? Tidak ada tempat meminta perlindungan dari siksa Allah Swt. yakni menjadikan selain Allah sebagai perlindungannya. Azab Allah turun itu karena manusia memilih selain Allah sebagai tandingan dalam keyakinan. Bertambahnya usia berarti dunia semakin menjauhi dan akhirat semakin mendekat. tidaklah patut dijadikan alasan untuk membenarkan tindakan tersebut. yang akan mengadili seluruh manusia atas segala amal perbuatannya yang telah mereka buat selama di dunia. Manusia bagaiamana pun keadaannya sekarang. Dan kedatangan hari kiamat itu ialah sebagai tempat di mana amal diperhitungkan dan dibalas dengan seadil-adilnya. Al-Hakiim yang Maha Adil. kesalahan. Selama di dunia kita selalu menghendaki agar orang lain yang pernah berbuat zhalim. Takut kepada Allah Sang Raja di Hari Kiamat hendaknya menyelusup ke dalam jiwa kita.

Jadi peluang untuk mendapat rahmat dan terhindar dari azabNya terbuka lebar dan begitu pula jalan-jalannya telah disediakan. Seandainya umat-umat terdahulu itu mau mengikuti dahwah para Nabi dan membelanya dengan segenap kemampuan yang ada tentu mereka pun akan terhindar dari azabNya yang keras. dan peradabannya. lebih lemah dari mereka. mestinya kita lebih takut lagi pada Allah Swt. sama sekali tidak akan mampu mengatasiNya. Tetapi manusia boleh memilih. dan maju teknologinya tetap saja mereka hancur binasa. maka tidak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada perlindungan bagi mereka selain Dia. Umat-umat terdahulu yang kuat-kuat itu hancur bukan karena dizhalimi oleh Allah Swt. Seseorang tidak akan meninggalkan akhlak yang buruk selama akalnya lemah. Memang Allah yang membuat ketetapan azab itu.Mengapa kita harus takut kepada Allah Swt? Karena kita ini amatlah lemah untuk mengadakan suatu makar terhadapNya. pemikiran. Bahwa rahmatlah yang turun pada mereka ketika mereka taat kepadaNya. Tetapi akibat dari perbuatan mereka. berdaya. tidak disukai oleh akal dan tidak disetujui oleh adat. akhirnya terkalahkan.” (13:34) 10.” (Qs 13:31) “Mereka mendapatkan siksaan dalam kehidupan dunia. Apakah mau azab atau rahmat. Kaum muslimin hendaklah menjadi contoh bagi manusia dalam pembelaannya pada kebenaran dan menunjukkan ketinggian ajaran Islam lewat perilaku. . cerdas fikirannya.” (QS 13:11) “Berhala-berhala yang mereka sembah selain Allah tidak dapat mengabulkan apapun bagi mereka. Apapun yang kita usahakan untuk melawan ketetapan Allah. Berapa banyak umat terdahulu yang tampil menjadi penentang para Nabi untuk menolak wahyu dan menolak mengabdi. Akhlak yang baik tidak akan sempurna tanpa diawali oleh upaya menghilankan akhlak yang buruk. imannya tipis. Menguatkan akhlak yang mulia Takut kepada Allah Swt akan menguatkan akhlak yang baik melalui dihindarinya akhlak-akhlak yang buruk dan rendah. Ketika seseorang telah tertanam di dadanya rasa takut kepada Allah maka itu karena dalam dirinya telah bekerja akal yang cerdas. keburukan dan cacat.” (QS 13:14) “Dan orang-orang kafir senantiasa ditimpa bencana disebabkan perbuatan mereka sendiri. Apakah bagi kita yang lemah ini. Padahal mereka adalah umat yang amat kuat. “Dan apabila Allah menghendaki kebenaran terhadap suatu kaum. dan pergaulannya buruk. MANFAAT TAKUT KEPADA ALLAH Manfaat takut kepada Allah Swt pada intinya adalah mencegah diri kita dari melakukan perbuatan fujur dan terdorong untuk melakukan ketaatan yang sempurna kepada-Nya a. Sesungguhnya suatu kesempurnaan terjadi setelah terlebih dahulu dihilangkan darinya kekurangan. Kita mengetahui bahwa akhlak yang buruk pada dasarnya adalah akhlak yang tidak dibenarkan oleh wahyu. Manusia hanya tinggal melaksanakan dengan kemampuan dan kemauan yang ada. dan azab akhirat pasti lebih keras.

dan matang pengalamannya dalam memahami liku-liku kehidupan. pergaulan yang matang dengan orang-orang sholeh. ialah dengan menanamkan rasa takut kepadaNya. Azab Allah Swt bisa tidak terjadi pada seseorang yang berbuat dosa. demikian pula halnya orang-orang mukmin tak perlu merasa takut dan gentar oleh kekuatan yang dimiliki orang-orang kafir. maka ia akan berusaha beralih dari keadaan sesat dan pantas dimurkai kepada sifat-sifat tunduk dan mengikuti jalan-jalan yang lurus. Ia akan berusaha mengisi hari-harinya dengan melakukan berbagaia kebaikan dan ketakwaan sehingga ia terhindar dari azab yang pedih. Tidak gentar menghadapi serangan musuh Orang takut kepada Allah. Memang sepatutnya manusia takut hanya kepada Allah.iman yang kuat. Mereka seharusnya tidak menjadi penakut hanya karena kekuatan orang kafir itu lebih besar dari mereka. telah menempatkan urusannya secara adil. terkotori. Dan bagaimana mekanisme seseorang mau bertaubat. tidak patut ditakuti. maka akhlak yang baik akan menguat. . Dengan cara itu terdapat harapan dihapusnya dosa akibat perbuatan buruk di masa lalu. maka akhlak yang baik itu menjadi samar. Karena Dialah pemilik kekuatan yang tidak terkalahkan dan telah menetapkan azab bagi yang mendustakanNya. Takut kepada Allah merupakan kekuatan untuk menghentikan perbuatan buruk dan menggantinya denga perbuatan yang baik. sebab ia takut akan akibatnya yang buruk. dan kelalaian yang telah lalu. b. Di saat itulah ia mulai akhlak-akhlak buruk. kesalahan. c. akan mendorong seseorang melakukan kebaikan untuk menutupi berbagai kekurangan. apabila ia bersegera bertaubat dan menggantinya dengan amalan bajik. maka seseorang akan menghindari akhlak yang buruk. Allah patut manusia takut padaNya. rasa takut kepada Allah. di tangan siappun. Dengan upaya yang membersihkan akhlak yang buruk. dan tidak berpengaruh. Bila seseorang menyadari bahwa azab Allah akan menimpa orang-orang yang dimurkaiNya dan menempuh jalan yang sesat. Seyogyanya kaum muslimin memiliki mental berani dalam menegakkan kebenaran. Akhlak yang buruk selama masih bersanding dan bercampur dengan akhlak yangbaik. Dengan takut kepada Allah. Adapun selain Allah. Sebab cara tersebut merupakan upaya untuk menghindari azabNya. Tak sepatutnya orang Islam takut kepada orang kafir. Dialah yang menguasai segenap yang ada di bumi dan di langit. dan menolak propaganda yang diserukan orang-orang kafir dalam kejahatan. Menggiatkan amal kebaikan Sejalan dengan dengan menguatnya akhlak yang baik. Dia mengendalikan apapun yang ada di negeri mananpun. Takut kepada Allah harus ditanamkan sebagai pendekatan agar manusia tunduk kepada aturanNya.

Tidak akan terjadi sikap cinta pada dunia. Senantiasa waspada dari kelalaian dan kesenangan dunia Lalai terhadap urusan akhirat dan senang dengan urusan duniawi merupakan keadaan terparah dari penyakit jiwa manusia. Tetapi jika hati telah benar-benar merasa takut kepada Allah semata. hatinya mudah bergetar. tidak ada tempat untuk berlindung diri dari azabNya selain Allah itu sendiri. ia takut kalau dunia memenjarakannya dan takut jika akhirat menjadi masa suramnya. termasuk betapapun kuatnya kafir. bisa berubah menjadi siksa. Dan dia akan senantiasa bersungguh-sungguh menjauhi laranganNya dan menunaikan perintahperintahNya dengan penuh rasa khusyu’ dan penjagaan. Dan akhirat yang berat. bisa menjadi berubah menjadi negeri yang lebih baik. yaitu dengan meminta perlindungan dariNya. air matanya mudah terurai. dan harapan kepadaNya untuk beroleh perlindungan dariNya dari azabNya dan dari segala hal yang dapat menyeretnya kepada azabNya. Pada gilirannya takut kepada Allah itu menjaga diri kita dari terperosok pada kelalaian. maka selain Allah tak patut ditakutinya. maka pada saat yang sama. . Seseorang yang benar-benar takut kepada Allah. Sebab bagi manusia dan segenap makhluk. cinta. Dia akan memfokuskan hidupnya hanya untuk dunia semata. Mengokohkan ketaatan. kecintaan. dia akan segera akan bersujud dan menangis ketika ayat-ayat Allah dibacakan. ia akan menghalang-halangi manusia dari agama. Sebab dunia yang indah. seiring dengan rasa takut kepada Allah. cinta. Maka tidak ada kehendak lagi untuk membangkang padaNya ketika rasa takut telah menyelusup ke dalam jiwa. Semakin besar rasa takut manusia kepada Tuhannya. Maka tak layak ditakuti. yakni mengabdi kepada Allah dan menjalankan syariat agama. Takut kepada Allah Swt menggambarkan makrifat kita atas besarnya dan dahsyatnya siksa Allah atas hambaNya yang durhaka.Memang orang-orang kafir memiliki kekuatan yang besar untuk mengalahkan dan menyerang kaum muslimin di negeri manapun. membuat kita bersandar padaNya. dan berharap hanya kepadaNya semata. Allah lah yang mesti kita takuti atas KemahakuasaanNya. Dan ketika ia telah terjebak oleh kesenangan dunia. dan dengan rasa takut kepada Allah. e. d. maka semakin ia mengokohkan ketaatan. Manusia hanya dapat menempuh satu jalan untuk melindungi dirinya dari azab Allah. ia pun akan mendekat kepadaNya. dan harapan pada-Nya Ketika manusia takut kepada Allah. Untuk itulah maka ia akan senantiasa banyak mengingat dan berorientasi hidup pada akhirat dan tidak menjadikan dunia sebagai tumpuan rasa cinta dan kerinduannya. Orang yang lalai terhadap urusan akhirat akan melupakan tugasnya yang utama saat ini. Sebab ia memandang agama adalah penghalang dari kemajuan dan kesenangan dunia. karena kekuasaan dan ketetapan azabNya. Dan untuk itu ia harus mendekatiNya dengan cara taat. maka hal itu tidak akan terjadi sifat lalai terhadap akhirat. Ketika di dalam lubuk hati seseorang telah tertanam rasa takut kepada Allah Swt.

Berani membela kebenaran dan memberantas kebaikan Takut kepada Allah akan membuat kita tidak takut kepada selain Allah dalam kebenaran. g. Kehilangan iman dan pahala amal sholeh sama artinya dengan mengikuti kekafiran dan berbuat kefasikan selama hidup di dunia. maka itulah saat-saat iman semakin tipis dan saat-saat pahala dari amal kebaikan menjadi terhapus. diawasi. . Takut kepada Allah Swt akan memancarkan suatu tindakan yang mengokohkan ketaatan dan tindakan mengingatkan manusia. syahwat dan nafsu. Ketika itu. Bagaimana kita akan merasa aman dari siksaNya tanpa sikap berpihak padaNya. Jika keadaannya terbalik. Kekafiran dan kefasikan. syahwat dan nafsu itulah yang harus tunduk kepada hal yang sejalan dengan konsep takut kepada Allah. Takut kehilangan iman dan pahala amalannya Ketika manusia terpaku oleh perhiasan dunia dan jatuh cinta kepadanya seraya memenuhi panggilan syahwat yang lepas dari bimbingan agama. syahwat dan nafsu tidak dihindari tetapi dikendalikan. Kejahatan akan berkurang dan kehidupan agama akan bergairah jika kita banyak yang tampil sebagai penegak dan pembela kebenaran dan pemberantas kezhaliman dan kebatilan. merupakan sebab utama turunnya azab Allahg Swt. Dengan cara seperti itu maka seseorang tetap berdampingan dengan dunia. kesenangan syahwat dan nafsu. tentu itu suatu tanda bahwa kita tidak merasa takut terhadap azab Allah. dan nafsu dalam koridor iman dan tetap dapat memetik pahala dan memilikinya dan mengaturnya. Dan tidak ada yang dapat memalingkan diri kita dari itu kecuali kesenangan terhadap perhiasan dunia. Seseorang yang takut kepada Allah tentu akan senantiasa tampil sebagai seorang dai yang selalu mengajak manusia kepada kebenaran dan melarang mereka berbuat keji. lebih banyak yang pro kejahatan dan kontra terhadap agama. Dunia. dunia. diatur mengikuti pada ketaatan kepada syariat agamanya. Dan itu berarti suatu proses lain menuju datangnya kemurkaan dan siksaan. Dan agar kita tidak dimurkaiNya. f. Maka hal itu tidak akan terjadi pada orang-orang yang di dadanya terdapat rasa takut kepada Allah. Sebab kita tahu tunduk pada ketiganya bertentangan dengan kesadaran rasa takut kepada Allah Swt. Azab Allah hanya akan ditimpakan kepada orang yang tidak memiliki iman dan tidak memiliki amal kebaikan. Dia tidak akan berdiam diri melihat Islam dicampakkan dan melihat manusia lalai dari kewajibannya. syahwat. Sebab ia tahu dua keadaan itu adalah sebab turunnya siksa pada suatu kaum. Ia tidak ingin diri dan kaumnya terkena siksa tersebut. Takut kepada Allah Swt akan menjadi benteng agar kita tidak sekali-kali tunduk pada dunia. maka harus membela kebenaran yang diturunkanNya dan tidak membiarkan manusia menyalahi kebenaran tersebut.Takut kepada Allah itulah yang parallel dengan kewaspadaan terhadap hal-hal yang dapat memalingkan orientasi akhirat. Takut kepada Allah artinya khawatir kalau diri kita mendapat kemurkaan dariNya. Kita akan memiliki keberanian untuk membela agama dan melawan penghalang agama.

Bencana yang turun ke dunia ini selamanya senantiasa dalam pengawasan. i. rahmat. dan berkah dari sisi Allah Swt. Sehingga ketika suatu bencana. pengaturan dan kekuasaan Allah Swt sebagai suatu hikmah bagi orang-orang yang beriman. Manakala hidup telah dicanangkan untuk nafsu dan syaithan. mentafakuri bencana apapun yang menimpa manusia. ialah karena memperturutkan nafsu dan bisikan syaithan. Bencana merupakan salah satu sumber hikmah bagi orang-orang yang beriman. pengalaman. Hikmah merupakan ilmu khusus yang diberikan kepada orang-orang yang beriman melalui penjelasan al-Quran dan Hadits RasulNya juga melalui intuisi dan akal suatu indra yang telah tercelup oleh didikan al-Quran dan Hadits. dan berkah dari sisi Allah Swt. Senantiasa mengingat dahsyatnya siksa siksa neraka Sejalan dengan hidup berorientasi akhirat. sakit menimpa dirinya. musibah. padahal semua itu sia-sia belaka. maka tidak akan ada yang dapat diperolehnya melainkan azab Allah Swt. Orang yang melupakan negeri akhirat tentu melupakan pula akan pertemuannya dengan Tuhannya dan lupa akan dahsyatnya siksa neraka. Bahkan mengingat neraka itu ada pada doa ketika kita hendak memulai makan. bagi orang yang takut kepada Tuhannya. Bagaiamana cara kita banyak mengingat neraka tergantung kepada konsentrasi hidup kita selama ini. . Mengambil Hikmah dari banyaknya bencana Hikmah adalah ilmu yang menunjukkan jalan menuju kehidupan yang dilimpahi keselamatan. maka hal itu semakin menguatkan imannya.h. Mengingat dahysatnya siksa api neraka harulah menjadi awal kita untuk senantiasa bertaubat. Dan ibadah. tafakur. rahmat. j. takut kepada Allah juga mendorong seseorang untuk senantiasa mengingat dahsyatnya siksa api neraka. membaca al-Quran akan turut membantu untuk hal demikian itu. Bencana dapat menjadi petunjuk menuju keselamatan. Tidak banyak manusia yang dapat mengambil hikmah dari suatu bencana. dan peristiwa kehidupan manusia. beramal sholeh dan tidak mengulangi perbuatan yang buruk. Mengingat siksa api neraka itu penting dan itu sejalan dengan penjelasan-penjelasan Allah melalui al-Quran tentang kepedihan dan kengerian neraka di akhirat. Karena itu ia akan melakuka perbuatan apapun yang dipandangnya baik dan menyangka telah banyak beramal. Bahkan ia cenderung melakukan perbuatan yang bertentangan dengan agama. sekaligus sebagai hal yang dapat membuat hati orang kafir semakin keras dan membangkang. Senantiasa berlindung dari godaan syetan yang dilaknat Manusia mengapa ada yang menjerumuskan diri ke dalam kesesatan dan perbuatan yang dimurkaiNya. Dengan memperhatikan. Takut kepada Allah adalah takut pula kepada siksaNya. Jadi hikmah bisa di dapat melalui tafakur atas alam. Hanya mereka yang telah tertanam di dadanya rasa takutlah yang dapat menyelami makna bencana. sehingga kita pun berdoa untuk memohon agar dihidarkan dari siksa neraka. akan dijadikannya sebagai peringatan agar ia tambah dekat denganNya.

Bila kita senantiasa berlindung kepadaNya dari nafsu dan syaithan dan berusaha sungguh-sunggh untuk tidak mengikutinya. Dengan makrifat tersimpul berbagai hikmah. dirinya dan kehidupannya serta alam semesta ini. Yang utama adalah bahwa iman harus disertai iman dan iman harus disertai ilmu. maka kita akan senantiasa berlindung kepada Allah dan hal yang menyebabkan kita terjerumus pada kesesatan dan perbuatan yang dimurkaiNya. dan kejahiliahan. a. Manakala rasa takut kepada Allah telah menghujam karena ilmu. tetapi anehnya mereka tetap mengikuti nafsu dan syaithan itu. Dan sebab-sebab itu. Sehingga pantaslah Allah menganjurkan manusia untuk berlindung dari syaithan dan berhati-hati dari nafsu. atau beriman karena ilmu adalah sama saja halnya. dan kesadaran. harus selalu kita waspadai dengan cara meminta perlindungan dari sisi Allah Swt. Dengan perpaduan antara ilmu dan iman maka akan sampailah seseorang pada makrifat pada Tuhannya. Seseorang yang berilmu karena iman. hanyalah ulama” (35:28) Jadi orang yang paling berilmu adalah orang yang paling memahami al-Quran dan mengetahui kebesaran Allah dan paling mengetahui akan keras dan pedihnya siksa dari sisi Allah melalui informasi dari al-Quran sehingga berbarengan dengan iman yang kian mendalam. . Inilah makrifatullah yang akan senantiasa menjadi pengingat orang-orang yang berilmu dan beriman akan dahsyatnaya siksa Allah. Apa tujuan al-Quran diturunkan? Di antaranya adalah untuk mengingatkan manusia dari azabNya. Sehingga akhirnya mereka tertimpa siksaan dunia dan akhirat itu ialah karena begitu kuatnya pengaruh dari nafsu dan syaithan. kesadran diri. “Untuk mengingatkan akan siksa yang sangat pedih pada sisiNya. iman. yang senantiasa menyertai kita kemanapun kita melangkah. Diantara hikmah yang terbesar yang dapat dicapai oleh orang yang beriman lagi berilmu ialah tentang kenyataan yang tak terpatahkan tentang Kemahakuasaan Allah-azabNya dan nerakaNya serta sifatNya Yang Maha Cermat dan Maha Adil. maka takut kepada Allah itu menjadi tidak ada. Jika tidak ada salah satunya. kejahatan.”(18:2) “Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya.Sekalipun banyak manusia yang menghendaki keselamatan. maka terjagalah diri dan keluarga kita dari kesesatan. itu karena mereka lupa akan kedudukan dirinya dan kedudukan Tuhannya. ORANG YANG BERILMU PALING TAKUT KEPADA ALLAH Ilmu adalah apa-apa yang berasal dari al-Quran dan as-Sunnah. yakni nafsu dan syaithan. ilmu dalam wujud memahami atas kandungan al-Quran dan As-Sunnah. ia pun semakin besar rasa takutnya pada Allah Swt. Betapa saat ini manusia yang banyak yang lalai dalam membentengi diri dari kedua hal tersebut. dan petunjuk untuk berbuat yang bermanfaat bagi kehidupan dirinya. Orang yang berilmu adalah orang yang paling memahami al-Quran dan as-Sunnah. Ilmu dan Iman sumber makrifat yang benar Kita mesti mengetahui terlebih dahulu bahwa takut kepada Allah hanya akan terjadi jika seseorang itu beriman dan berilmu sekaligus. 11.

Ilmu adalah sumber petunjuk dan kesadaran diri tentang realitas hakiki. ketaatan. orang-orang yang sadar akan dahsyatnya azab Allah akan senantiasa berhati-hati dari hal yang jadi sebab ia ditimpa bencana dan siksa. tetapi ia tetap saja bodoh. usia dan kematangan ruhiyah maka orang-orang yang berilmu senantiasa semakin sering memandang perbuatannya dan nikmat dari sisi Allah. c. Ilmu membuat kita pandai berhitung Barangkali kita sering melupakan dua hal dalam hidup yang seharusnya kita pandai berhitung atas keduanya. Ilmu merupakan kekayaan manusia yang akan senantiasa jadi pendongkrak martabat dan derajatnya. azab dan keburukan. Ilmu sumber petunjuk dan kesadaran Ilmu membuat segala sesuatu menjadi berkualitas. manusia. Seiring dengan bertambahnya pengalaman. b. karena menempuh suatu jalan yang menjerumuskan dirinya pada ancaman tersebut. belumlah sampai kepada kategori berilmu yang bermanfaat. . Petunjuk dan kesadaran hakikatnya adalah apa-apa yang dapat mengantarkan kita pada penjagaan diri dan sesuatu yang mencelakakan. Orang yang berilmu karennya akan selalu takut kepada Allah melalui perasaan takut jika ia tak termasuk golongan orang-orang yang pandai bersyukur dan bertaubat. alam maka akan timbullah berbagai hikmah. Ketika ilmu berfungsi sebagai petunjuk dan kesadaran dikaitkan dengan konsepsi Tuhan. Semakin luas pengetahuan tentang petunjuk hidup dan diri oleh kesadaran oleh kesadaran tentang realitas sejati dan segala yang ada tentu akan menjadi sumber utama dan penjagaan diri yang lebih berkualitas dan itu memiliki arti yang besar dalam hubungannya dengan kenyataan dengan azab Allah Swt. Sehingga orang tidak salah melangkah dalam berbuat. Ilmu membuat seseorang menyadari dua perkara di atas dan ia akan senantiasa khawatir ketika nikmat Allah yang selama ia rasakan tak mampu ia syukuri. Kedua perkara ini harus kita hitung agar yang pertama agar menjadikan kita pandai bersyukur dan yang kedua membuat kita sering bertaubat. Ilmu memberi kesadaran kepada kita tentang arti perbuatan dan makna karunia hidup ini. Sebaliknya dari itu. berharap dan berucap. Manusia yang hanya fokus menjaga diri dari kemiskinan. Iman.menghisab nikmat. baik hikmah yang mengantarakan manusia pada kekeaguman dan kecintaan kepada Tuhan atupun yang mengantarkannya kepada rasa takut dan taat padaNya. dan loyalitas juga kemajuan peradaban berkembang secara berkualitas berkat adanya ilmu.Memang orang tak sadar akan ancamannya apa yang sedang yang mengintai dirinya. Betapa tinggi kedudukan ilmu dan orang yang memiliki ilmu. Kedua hal itu adalah nikmat dan amal perbuatan kita. Dan amal perbuatan yang selama ini ia lakukan dari perkara yang buruknya tak sempat ia bertaubat atasnya. Ilmu adalah jembatan penghubung antara diri kita dengan perilaku yang senantias menghisab amal. ia akan tak merasa takut. kematian dan ketertindasan.

e. Sementara kenyataan-kenyataan yang tampak banyak yang telah menunjukkan bahwa manusia tidak bisa lari dari siksaan ketika manusia membangkang Tuhannya. maka hatinya tergerak untuk seera mencegah dan memberantasnya. Ilmu banyak membuktikan tentang kenyataan ini. kebodohan terbesar umat manusia. kebodohan. dan berkuasa. .Dengan demikian pantaslah orang yang berilmu akan semakin takut kepada Allah atas kenyataan bahwa betapa besar karunia yang harus disyukurinya. menahan. berilmu. Sebab itu orang yang berilmu mudah dan cepat merasa berdosa apabila meninggalkan kewajiban sekalipun tampaknya kewajiban itu kecil dan sepele. supaya dirinya dijaga dari godaan syaithan yang terkutuk. sekalipun ia termasuk orangorang yang cerdas. Dan juga bersegera bertaubat sekalipun ia tidak melakukan kesalahan kecuali tampak kecil dalam pandangan umum. Siapakah diantara manusia yang terkuat sekalipun yang dapat mencegah. jika Allah menurunkan azabNya. mengalihkan siksa Tuhannya jika siksa itu sudah tiba? Tentu tidak ada. orang yang berilmu akan tidak henti-hentinya meminta perlindungan dari sisi Allah. Tetapi mengapa sekalipun pengajaran. manusia tetap saja banyak yang memilih tetap kufur? Inilah kelemahan terbesar manusia. Ilmu membuktikan kebenaran azab Azab itu menimpa manusia tatkala mereka tidak mau bersyukur dan melakukan perbuatan keliru terus menerus. kepandiran ini bisa menimpa siapa saja. teguh dan menghilangkan keraguan. Ilmu ibarat cahaya. Orang yang berilmu sangat besar keyakinannya bahwa azab Allah adalah pasti akan menimpa suatu kaum yang terus menerus melakukan pelanggaran terhadap syariat Allah. Dan Betapa banyak kelakuan yang harus ditaubatinya. Ilmu membuat manusia melihat kelemahan diri Orang yang berilmu adalah orang yang mengetahui tentang betapa lemahnya manusia dalam banyak sisi dan hal. Karena itu orang yang berilmu akan senantiasa takut kepada Tuhannya mengingat dirinya yang sering berbuat salah sementara siksa itu pasti adanya. Keyakinan orang yang berilmu akan semakin menjadikan dirinya lebih takut kepada Allah. Oleh karenanya. Dan dengan melihat maka citra akan tampak jelas. peringatan. dengan ilmu kita melihat kebenaran dan menjadikan keyakinan semakin mantap. dan lewat itulah kita mengetahui secara yakin. Demikian pula ilmu. Ketika ia melihat perilaku manusia yang menyimpang dari jalan Allah. Inilah sebabnya orang yang berilmu dan beriman takut kepada keadaan yang dapat menjerumuskan pada kemurkaan Allah. Orang yang paling berilmu berarti orang yang paling menyaksikan bukti-bukti tentang azab yang menimpa orang-orang yang tidak bersyukur dan tetap menempuh jalan kesesatan. karena rasa khawatirnya yang luar biasa. Cahaya merupakan unsur terpenting untuk melihat. Kelemahan. bukti. d. nashihat tentang kerasnya azab dan sebab-sebab yang telah menimpa kaumkaum terdahulu telah berulangkali disampaikan dan ditunjukkan.

tidak sedikit pun terbetik rasa takut kepada siksa api neraka. hendak bagaimanakah tindakah orang-orang yang berilmu? Apakah mereka akan membiarkan saja ataukah tampil untuk memberikan peringatan? Dalam kenyataannya tidak sedikit orang yang berilmu tetapi enggan menjadi pembela kebenaran. ia jatuh tersungkur dan menangis mengingat dosa-dosa atas kelalaian dan kekuragannya dalam beramal selama ini. mereka tidak menempuh jalan yang tidak konsisten dengan kebenaran. Sehingga bilamana disebutkan dalam al-Quran tatkala ia membacanya. Ilmu membuat tanggung jawab jadi berat Orang yang paling berilmu akan menyadari bahwa ia memiliki tanggung jawab yang besar baik dalam mengabdi. Terhadap janji Allah ini orang yang berilmu bersikap harap dan takut. Inilah sikap dan keyakinan orang yang berilmu lagi beriman. Ia termasuk orang yang beramal baik. Dalam takutnya ia takut menjadi orang yang terhapus amal kebaikannya dan takut menjadi orang yang tak sempat bertaubat atas dosadosanya. h. sekalipun mereka adalah orang-orang yang beriman. sangat besar rasa takutnya jika ia termasuk golongan orang-orang yang menjual ayat-ayat Allah. ataupun mencegah penyimpangan umat manusia. tetapi begitulah ia semakin takut bila dirinya dilemparkan ke neraka. Nanti di saat manusia banyak yang memperturutkan penyimpangan dan kesesatan. Bila ia berusaha ke arah itu. Azab Allah itu turun kepada umat manusia yang menyimpang jalan hidupnya yang telah diberinya dua perkara penting berupa karunia yang besar dan Rasul yang menyampaikan wahyu. Hal ini berbeda jauh dengan orang yang bodoh atau orang yang kafir terhadap Tuhannya ketika ia melakukan kemungkaran dan kedurhakaan. Allah akan berjanji akan memberikan pahala kepada yang beriman dan beramal sholeh dan Allah berjanji akan memberi siksa kepada yang kufur atau malas beramal sholeh. Ia yakin betul. ia jeli melihat antara yang hak dengan yang batil. Sementara banyak manusia sekalipun telah berilmu. maka ia aman. yang menyebabkan dirinya pasti akan menemukan kerugian yang besar. Jika tidak ia celaka. terhadap Rasul tak mau beriman. berbakti. karena ia berilmu. maka orang yang berilmu lagi beriman. Dan ia harus menjadi pembela dari yang hak serta menjadi pemberi peringatan bagi yang batil. bila pahal aamalnya terhapus. berkat ilmu dan makrifatnya. Baik amal itu termasuk amal yang baik ataupun berupa amal yang . Ilmu melihat maksiat sebagai bencana Hidup manusia tak dapat dipisahkan dengan amal baik dan amal buruk. Ilmu meyakinkan akan janji Allah Janji Allah ada dua macam sehubungan dengan amal perbuatan manusia.f. yang berkaitan dengan neraka. Tetapi sikap mereka terhadap karunia tak mau bersyukur. atau dosa tidak terhapus ia akan mendapat siksa. Pertama. g. Orang yang berilmu dan beriman terhadap siksa api neraka sekalipun mata kepalanya belum melihatnya. sebenarnya. ia sudah merasakan dan membayangkan dahsyatnya neraka tersebut.

Juga tidak pernah membangga-banggakan amal baiknya. Ulama merasa khawatir jika ia tidak bisa beramal Allah akan meminta pertanggungjawaban kepada manusia atas ilmu yang dimiliki. Bahkan ilmu menjadi sesuatu yang amat berbahaya dan mencelakakan ketika berada di tangan orang-orang yang jahat. kemaslahatan. dan keselamatan. Orang yang dewasa dalam ilmunya. Adapun orang yang berilmu secara luas dan benar. orang yang berilmu akan menganggapmya sebagai urusan yang berat dan besar. Sifat dan keadaan ini menimpa banyak manusia yang berilmu. Ia melihat bukan pada amal buruknya itu sendiri tetapi melihat kepada siapa ia telah berbuat maksiat. sekalipun mereka di bawah dirinya dalam hal keilmuan. Ia tidak terlena dengan karena kecilnya atau sedikitnya dosa. Ia membanyangkan dosa atas amal yang buruk itu ibarat gunung yang siap menimpa dirinya. yang melihatnya sebagai bencana. Dalam menyikapi amal yang buruk. tidak pernah sombong dengan ilmunya. sebab amal baiknya tak sebanding dengan karunia Alloh yang dia terima. i. Maka ia selamanya tidak akan pernah berdiam diri melihat suatu kemaksiatan merajalela di kampungnya. Ia menjadi orang yang tertipu dan berbalik menjadi pembela kebatilan. orang yang berilmu akan cepat-cepat meminta ampunan dari sisi Tuhannya. j. karena ilmunya ia terperangkap pada sifat sombong dan merasa paling sempurna. orang yang berilmu justru merasa khawatir jika ilmunya tidak bermanfaat akibat berbagai sifat yang biasa menyertai orang yang berilmu umumnya. Terhadap maksiat baik yang ia lakukan ataupun dilakukan oleh manusia. Ilmu bisa tidak memiliki manfaat ketika ilmu itu tidak diamalkan.buruk memiliki manfaat masing-masing jika amal yang baik dijaga dari hal yang merusaknya dan amal yang buruk ditaubati dan diambilnya sebagai pelajaran dan peringatan. Adakalanya orang yang berilmu. Dan ia senantiasa memohon agar ilmunya bermanfaat bagi dirinya dan masyarakatnya. Oleh karena itu sekecil apapun dosa yang telah diperbuat. ia tetap tawadlu dan merendahkan diri terhadap sesame orang-orang mukmin. Orang yang berilmu adalah orang yang memiliki ilmu dan yakin ilmunya itu akan dimintai pertanggungjawabannya oleh Allah apakah ia mempergunakannya sebagai landasan amalannya sendiri ataukah amalannya tidak mengikuti pada ilmunya? . Ia akan menggunakan ilmu untuk menipu manusia dan memperdaya dirinya. Lalu menghendaki manusia memuliakan dan menundukkan kepala kepadanya. yakni Alloh. Ulama khawatir ilmunya tidak bermanfaat bagi dirinya Orang yang berilmu meyakini bahwa ilmu itu sangat besar manfaatnya bagi manusia untuk kebaikan. Sekalipun demikian.

Ia merasa aman saja. Yang memiliki rasa takut kepada Allah hanyalah milik mereka yang taat kepadaNya.Oleh sebab itu ia merasa khawatir jika dirinya termasuk golongan orang-orang yang berilmu tapi hanya sekedar jadi tontonan manusia. agar kita menjadi hamba Tuhan yang takut kepadaNya. ialah iman kepada sifatNya yang Maha Adil dan ketetapanNya tentang azab yang telah disediakan bagi orang-orang yang ingkar. a. Ia khawatir menjadi sosok yang tidak takut kepada Allah tetapi takut kepada semua makhluknya. bukan orang yang banyak dosanya. ada sebagian yang menyembunyikan kebenaran. Beriman artinya meyakini dan membenarkan. dan ilmu serta perbuatan. Tapi takut mereka itu tak membawa manfaat. 12. Kenyataan ini terjadi atas orang-orang yang berilmu. ia sadar akan suatu pertanggungjawaban yang akan diminta Allah nanti di akhirat. tentang Allah maka ia termasuk orang-orang yang beriman. Jadilah orang yang berilmu. Beriman kepada Allah berarti beriman bahwa Dia adalah Pencipta. Iman Iman kepada Allah dan hari kiamat merupakan kunci utama takut kepada Allah Swt. malah menjadi pencaci maki kebenaran dan hak seraya membela kesesatan dan kebatilan. menjualnya untuk kepentingan dunia dan bersikap tidak konsisten terhadap ilmu yang dia miliki. KUNCI-KUNCI UNTUK TAKUT KEPADA ALLAH Tidak setiap orang memiliki rasa takut kepada Allah. Bagian dari iman pada Allah yang berkaitan dengan rasa takut padaNya. dan ilmu serta apa-apa yang akan diterangkan pada halaman-halaman berikut ini. Orang-orang yang taat. Bila seseorang telah meyakini. Sehingga kunci-kunci untuk merasa takut kepada Allah adalah taat. Sehingga apapun perbuatan yang dia lahirkan sema sekali tanpa beban rasa takut kepada Allah Swt. sesuai dengan pengetahuan yang hak. Inilah keistimewaan hikmah ini. Ia berfikir tidak ada konsep tentang balasan amal dan hari kiamat. takut kepada Allah dikarenaka iman. Penguasa dan Pengatur alam semesta serta dirinya. Allah nanti di hari akhirat menyediakan dan meminta pertanggungjawaban pada manusia atas segala amal perbuatannya. Itulah tabiat orang-orang berilmu yang tidak beramal sesuai ilmunya. Adapun orang yang berilmu yang lurus dalam berilmunya itu. Iman inilah yang akan memunculkan keyakinan semacam itu. Ia bukan menjadi pembela kehormatan agama dan umat. membenerkan. iman. Orang yang berilmu sangat memperhitungkan dirinya agar senantiasa menjadi orang yang pertama-tama mengamalkan ilmunya. Bukannya mereka yang banyak dosanya? Di dunia orang yang taat takut padaNya dan nanti di akhirat orang berdosalah yang takut padaNya. Mengapa justru orang yang taat pada Allah.Di kalangan orang-orang yang berilmu. sebab mereka akan disiksa di neraka. Dan dengan iman semacam itulah munculnya rasa takut kepadaNya. yang takut padaNya. Adapun orang-orang yang tidak beriman maka ia mengingkari Allah dan hari kiamat. yakni sebagai orang yang berserah diri kepada Allah. Orang yang beriman meyakini dan membenarkan bahwa dengan sifat-sifatnya yang Maha Adil itu. sekalipun . Orang yang takut kepada Allah adalah orang yang taat.

Taat Taat merupakan inti dari takwa. Khouf bisa juga lahir dari perasan banyaknya dosa yang telah diperbuat oleh seorang hamba. wawasan dan pengamalannya tentang tanda-tanda kebesaran dan keadilan Tuhan hendaknya ia meneliti tentang bencana yang selama ini turun. Ilmu memberikan kejelasan tentang hakikat-hakikat hari kiamat. menguatkan kejelasan tentang segala sesuatu yang hak dan yang batil. maka ia telah nmengikuti. Maka dengan kejelasan itu menjadi teguhlah sikap yang hendak diambil. Manusia tersesat karena mereka mengikuti hawa nafsunya. Sebesar besarnya dan seluas luasnya perintah Allah adalah islam kaffah. neraka dan azab. Takut kepada Allah atas azabNya yang keras hisabNya yang teliti hanya akan terjadi setelah ada iman dan ilmu yang menjelaskan perkara itu dari wahyu. Dalam kaitannya dengan rasa takut pada Allah. maka ia telah menjadi bagian dari orang-orang yang kufur dan termasuk temannya syetan. Hal itu karena Alloh berfirman.”Hanyasanya yang takut kepada Alloh di antara hambahambaNya adalah para ulama”. Juga terkadang khouf lahir dari keduanya. c. dan rasa takut pada-Nya dapat melahirkan taat pada-Nya. Bagaimana penjelasan bahwa taat dapat melahirkan rasa takut padaNya? Taat artinya melaksanakan apa yang Allah perintahkan dan meninggalkan apa yang Allah larang. Dan meneliti tentang sikap-sikap sesat yang terjadi dan bagaimana akibatnya. implementasi dari rasa iman dan ilmu. Ilmu Ilmu itu menguatkan keyakinan. . maka dari itu datanglah Rasul sebagai pemberi penjelasan tentang jalan menuju kebenaran dan hakikat-hakikat yang layak diketahui oleh manusia. beliau berkata. Kebanyakan manusia yang tersesat itu ialah karena mereka tidak memiliki ilmu. Mereka tetap menempuh kesesatan sekalipun telah datang penjelasan.setiap hari pekerjaannya menumpuk-numpuk dosa yang akan mengundang siksa yang amat pedih. Dan sebesar besarnya dan seluas luasnya apa yang Allah larang adlah langkah-langkah syetan. Jadi ilmu dan iman memang merupakan pokok. Bila seseorang ternyata tidak menjalankan islam secara kaffah dan justru ia mengikuti langkah-langkah syetan. Khouf kepada Alloh swt bisa lahir dari ma’rifah kepada Alloh swt dan ma’rifah kepada sifatsifatNya. naka seseorang pentinglah memiliki ilmu pengetahuan. Karena begitu pentingnya ilmu sebagai kunci untuk menanamkan rasa takut kepada Allah SWT. “Sesungguhnya yang alim itu hanyalah yang takut kepada Alloh. b. taat dapat melahirkan rasa takut pada-Nya. bukti dan dalil yang menjelaskan tentang kebenaran. Maka di saat itu pun Rasul datang kepada mereka sebagai pemberi peringatan. Pangkal dari kesadaran diri atas hal yang dilakukan dan dikondisikan. (QS : Fathir : 28). As-Sya’biy perbah diseru “Hai alim (orang yang berilmu)!”. Jadi iman itu penting.

Ketika seseorang melakukan ketaatan berarti ia harus menyediakn dua kekuatan sekaligus. Kekuatan untuk menjalankan Islam dan kekuatan untuk melawan syaithan. Jika ia gagal mengadakan dua kekuatan itu, maka inilah hal yang dia takuti dan ia yakin akibatnya adalah kemurkaan dari sisi Allah. Lemahnya iman dan lemahnya ilmu adalah pokok pangkal dari lemahnya ketaatan. Seyogyanya manusia memperkuat iman yang ada dengan ilmu, dengan menambah ilmu. Kemudian diperkuat lagi iman itu dengan ketaatan itu sesuai dengan batas ilmu yang ada. Nanti pada gilirannya iman pun memperkuat ilmu dan ketaatan yang telah ada. d. Meneliti Perilaku Maksiat dan Kedurhakaan Jika manusia tidak segera bertaubat dan enggan melakukan ketaatan, ia terus melanggar ketentuan agama dan terus mengikuti setiap bisikan syaithan, maka dipastikan ia mendapatkan kerugian kecelakaan dan laknat. Kita akan menemukan bahwa pada orang-orang yang gemar bermaksiat dan durhaka, kerusakan pada roman wajahnya, tutur katanya, tindakan-tindakanya, makanannya, pola hidupnya, rumah tangganya, masyarakatnya dan cara ia bernegara. Jiwanya sakit, raganya rapuh. Mula-mula ia kehilangan keberkahan atas apa yang dia miliki dari harta dan jabatannya. Kemudian ia pun kehilangan rahmat Allah atas banyak perkara dalam hidupnya. Dan terakhir ia kehilangan keselamatan hidupnya sendiri di dunia maupun di akhirat. Ini adalah gambaran umum akibat dari maksiat dan kedurhakaan, yang dapat kita teliti sebagiannya pada kenyataan di lapangan dan kita yakini sebagiannya sebagaimana penjelasan dari wahyu. Kita akan banyak menemukan kebenaran janji Allah, bahwa atas orang-orang yang ahli maksiat dan durhaka, Allah akan menjadikannya berwajah hitam dan ia terhalang dari memahami AlQuran. Dua hal ini akan menimpa siapa saja bilamana ia menolak untuk taat pada Islam dan gemar mengikuti syaitan. Dengan penelitian ini maka seseorang yang telah taat, berilmu dan beriman akan merasakan pahitnya berbuat dosa dan terhadang dari Al-Quran, ia takut jika ia berbuat dosa. e. Meneliti bencana Fisik dan Psikis yang menimpa Manusia Dalam kehidupan sehari-hari ditengah manusia kita dewasa ini akan sering menemukan dua hal yang amat menonjol: perilaku maksiat dan bencana yang menghancurkan. Banyak manusia yang tertipu dalam memandang dua perkara ini. Mereka memandang antara keduanya tidak berkaitan. Maksiat ya maksiat bencana ya bencana padahal sebenarnya setiap bencana timbul akibat maksiat. Dan setiap maksiat pasti mengundang bencana. Bencana tidak datang tanpa adanya maksiat. Dan maksiat tidak mungkin tanpa diikuti bencana. Allah menetapkan perkara ini, sebagaimana ketetapanNya tentang gaya gravitasi, gaya aksi dan reaksi. Maksiat itu hanya disikapi dengan taubat, bila tak ingin bencana datang. Dan bencana yang telah datang harus disikapi dengan kembali pada kebenaran dan menghentikan kemaksiatan. Sikap ini hanya akan terjadi pada orang-orang yang telah memiliki dasar keimanan, ilmu dan ketaatan. Maksiat dan bencana terbesar pada diri manusia, ialah tatkala mereka tetap terhalang dari taubat

dan dari kembali pada kebenaran secara total. Dan inilah bencana fisika dan psikis yang paling nyata. Begitu banyak manusia semacam itu. Dan dari kita pun tak tertutup kemungkinan masuk kedalam golongannya sewaktu-waktu. Maka dari itu, betapa besar rasa khawatir kita. Dan dari sinilah semestinya kita takut padaNya semata. f. Makrifat atas Negri Akhirat dan Neraka Marifat artinya mengetahui secara hak yang disertai sikap membenarkan mmiliki konsekuensinya, dan tida ada keraguan atas kebenarannya. Kebalikan dari marifat adalah dusta. Meyakini sesuatu, menyatakan sesuatu tanpa atas dasar keterangan yang hak. Contoh suatu kedustaan adalah dogmatisme. Dengan makrifat, hidup menjadi logis, rasional, wajar, indah, lurus dan terarah. Dengan dogmatisme maka hidup digiring pada kegilaan. Segala-galanya menjadi brutal dan gila. Makrifat kepada akhirat dan neraka berarati meyakini adanya neraka dan surga berdasarkan ilmu dan keterangan yang hak, seraya membenarkan, memenuhi konsekuensinya, sehingga hidup pun benar-benar menjadi lurus dan indah. Makrifat pada akhirat dan neraka akan membawa kesadaran manusia pada rasa takut. Lalu bagaiamana rasa takut berbuat hidup yang lurus dan indah? Ternyata ketika kita benar-benar takut pada kegoncangan hari kiamat dan kedahsyatan neraka, maka rasa takut ini menjadi semacam rem bagi gejolak nafsu, syahwat dan setiap bisikan menuju kemaksiatan. Orang yang takut karena makriatnya pada akhirat dan neraka, akan selalu menjaga diri dari maksiat. Ia yakin sepenuh hati bahwa neraka itu ada sebagai tempat paling buruk bagi manusia yang dilalaikan oleh dunia. g. Makrifat atas Negeri yang Dihancurkan Banyaknya negeri terdahulu yang telah di hancurkan Allah. Mengetahuinya dapat menumbuhkan rasa takut padanya negri-negri yang dihancurkan itu menggambarkan betapa Allah tidak bersendagurau dengan ancamanNya. Atas orang-orang yang selalu ingkar kepadaNya. Hal ini seyogyanya menjadi cerminan bagi kita yang hidup di negeri Indonesia ini. Bila kita ingkar nasibnya akan sama dengan mereka. Bencana fisik dan psikis itu senantiasa berlangsung sampai hari ini atas orang-orang yang ingkar padaNya. Dalam pandangan orang-orang yang tidak beriman tampaknya bencana dan kehancuran itu tak memiliki kaitannya dengan Tuhan. Padahal alam ini Tuhanlah penguasanya. Dia menurunkan azabNya kepada orang-orang terdahulu, sebagai suatu pelajaran dan peringatan bagi orang-orang masa kini. Betapa bodohnya manusia yang tidak pandai mengambil pelajaran, perkara yang amat penting dalam hidupnya.

Memang kenyataannya manusia lebih banyak yang memilih melupakan dan pura-pura tidak tahu tentang perkara tersebut. Dan tenggelam dalam hayalan tentang kehidupan yang baik tanpa sautu bimbingan dari sisi Allah. Boleh jadi secara fisik dan materi, dalam beberapa masa mereka tangguh dalam peradaban, budaya, kota dan bangunan tapi sesungguhnya telah hancur, mental dan fikiran mereka akibat lupa peringatan. h. Makrifat atas Nasib dan Syaithan dan Orang-orang Kafir Syaithan dan orang-orang kafir tempat tinggalnya kelak adalah neraka. Apakah di dunia mereka mendapat azab atau tidak, di akhirat mereka telah pasti tempat tinggalnya di neraka yang amat mengerikan dan menyakitkan. DI neraka itu, tidak ada hal saat, sifat yang mengenakkan bagi penghuninya. Para penghuninya bahkan tidak ada seorang pun yang betah tinggal di sana. Sebab beratnya siksaan yang tiada terkira. Tapi aneh manusia sedang berlomba menuju barisan yang sedang digiring ke neraka. Ada apa wahai manusia ? Mengetahui tentang tabiat dan ujung kehidupan syaithan dan orang-orang kafir adalah penting untuk mengokohkan rasa takut kita kepada Allah Swt. Janji Allah dan siksaan yang akan menimpa syaihan dan orang kafir adalah pasti. Maka tak ada alasan bagi kita untuk mengikuti syaithan dan orang kafir jika menghendaki keselamatan di akhirat kelak. Antara Syaithan dan orang kafir dengan kita adalah sama dalam hal kedudukan sebagai makhluk Allah dan sebagai pengemban amanah untuk beribadah kepadaNya. Hanya saja syaithan dan orang kafir itu telah memilih untuk hidup menentang perintahNya. Jadi siapapun memiliki potensi dan kemungkinan untuk menjadi orang kafir dan syaithan. Untuk menjadi penghuni neraka kelak. Oleh sebab itu maka rasa takut kepada Allah akan semakin besar dengan kesadaran dan makrifat semacam ini. i. Makrifat atas Jalan Hidup yang Sesat Syaithan dan orang kafir itu sedang menempuh jalan yang sesat dan senantiasa mengajak manusia dan jin untuk bersama-same menempuh jalan tersebut. Apa jalan yang sesat itu? Jalan yang sesat adalah jalan yang menentang dan keluar dari petunjuk Allah Swt. Tidak ada jalan yang lain bagi manusia selain jalan Allah. Dan jalan Allah itu adalah Islam. Selain Islam adalah bukan jalan Allah karenanya jalan itu sesat. Di jalan itulah syaithan dan orang kafir berada dan bergerak. Makrifat atas agama-agama dan faham-faham dan filsafat-filsafat dan keyakinan-keyakinan selain Islam akan menyimpulkan bahwa agama yang benar adalah Islam. Dan pengikut selain Islam adalah orang-orang yang sesat dan pasti akan mendapat siksaan dari Allah. Agama-agama selain Islam adalah batil, sesat, menyimpang dan menggiring manusia menjadi pengikut syaithan. Dan jadilah mereka sebagai orang kafir, nanti di akhirat kelak akan memasuki neraka. Seorang mukmin yakin tentang perkara ini berdasarkan iman dan ilmu yang dia peroleh dari wahyu dan fakta. Dapatkah pengetahuan ini menngembangkan rasa takut kepada Allah? Ya, yakni melalui keyakinan bahwa hidup yang sesat tidaklah akan membawa akibatnya bagi

Kalau dua syarat ini tidak dipenuhi. Orang-orang yang takut kepada Allah akan berusaha keras untuk menjauhi perkara-perkara yang dapat mengantarkannya kepada Azab Allah tesebut. mereka tiada disentuh oleh azab (neraka dan tidak pula) mereka berduka cita. Pantaslah kita merasa khawatir dengan keadaan masyarakat yang seperti ini. sewaktu berada di tengah-tengah keluarga kami merasa takut (akan diazab). sebagaimana dalam firmanNya: Mereka berkata: “Sesungguhnya kami dahulu.manusia melainkan suatu kecelakaan dan dijerumuskannya ke neraka. Dan Allah menyelamatkan orang-orang yang bertakwa karena kemenangan mereka. Kita tentu merasa takut jika amal kita sia-sia karena kesombongan. amal yang baik pun akhirnya menjadi sia-sia. hina. hukm-hukum buatan akal dijunjung setinggi langit. jika dirinya termasuk orang yang mengaku beriman dan banyak melakukan kebajikan tetapi hakikatnya ia termasuk orang yang mendustakan agama dan wahyu. dengan sebenar-benarnya rasa takut. 13. Mengingat akan perkara itu orang yang beriman akan takut kepada Allah. maka yang demikian itu merupakan kemenangan yang hakiki. (39:61) Dan barang siapa yang taat kepada Allah dan rasul-Nya dan takut kepada Allah dan bertakwa . Kita membayangkan betapa sangat pedih. Makrifat atas Amal Perbuatan yang Sia-sia Amal yang baik pasti dibalas oleh kebaikan dari sisi Allah. diberikannya KEHIDUPAN YANG SEMPIT DI DUNIA. Begitulah nasib orang yang taat beragama tapi agamanya bukan Islam.” Maka Allah memberikan karunia kepada kami dan memelihara kami dari azab neraka. Syaratnya amal itu dilakukan atas dasar iman kepadaNya. j. Ini bisa terjadi terutama pada manusia yang mengambil sebagian ayat dan mengingkari ayat yang lainnya. Wujud murka Allah secara global ada tiga yaitu: dijauhkannya dari HIDAYAH. Ayat-ayat al-Quran tentang hukum dicampakkan. sebab tidak mendapat balasan dari sisi Allah. Merasa bahwa hukum Tuhan tidak diperlukan lagi karena alasan bahwa tingkat pemikiran manusia telah maju. Disebabkan oleh usahanya yang demikian itu maka dipeliharalah dirinya oleh Allah dari Azab api neraka. Sesungguhnya kami dahulu menyembah-Nya. (52:27-29). Pahala dan surga hanyalah Allah yang punya. Dan mengikuti petunjuknya. Tapi syaratnya harus dipenuhi. Ketika manusia dijauhkan dari api neraka. ini merupakan kesombongan. dan di AKHIRAT MASUK NERAKA. Banyak manusia yang memilih kezhaliman semacam ini. akan berusaha semaksimal mungkin untuk menjauhi murkaNya. tapi tidak ada yang memberinya pahala dan surga. dan bukan untuk mereka yang di luar Islam. Sesungguhnya Dia-lah yang melimpahkan kebaikan lagi Maha Penyayang. KEMENANGAN DAN KEMULIAAN BAGI ORANG-ORANG YANG TAKUT KEPADA ALLAH Orang yang takut kepada Allah. Ia menyangka telah banyak beramal bajik. dan menyakitkannya siksa itu.

disertainya kita banyak sekali hiasan kehidupan. Menyayangi binatang adalah dengan memperhatikan keberlangsungan kehidupan mereka dan menjaga lingkungannya. manusia tidak akan bisa menguasai hewan. lebih disiplin. Dalam beberapa hal jauh lebih cerdas. Binatang terkadang menimbulkan hama dan kerusakan pada tanaman yang kita tanam. dagingnya.kepada-Nya. angsa. entog. Sebagai sifat yang baik dari diri kita. lebih taat. Apabila kita hendak mengambil manfaat darinya. namun demikian jangan sampai kita berbuat aniaya terhadapnya. Banyak sekali manfaat yang dapat kita raih dengan adanya binatang. Dia tidak memberikan akal pada hewan. tenaganya dan lain sebagainya. Sebab binatang lebih banyak jumlahnya. ular. Hewan-hewan yang ada di sekitar kita merupakan makhlukmakhluk yang unik dan menarik. (24:52). Ular itu berbahaya bagi manusia. Banyak sekali contoh-contoh yang baik darinya yang bisa kita ambil hikmah dan nilainya. maka mereka adalah orang. tetapi berakhlak buruk kepada binatang. Diantara binatang itu ada yang kita ambil bulunya. HIKMAH Allah Swt sungguh Maha Membuat Perhitungan. harimau. Memang tidak semua binatang halal dan aman bagi manusia. lebih kuat. ikan dan lain sebagainya. di negeri Indonesia ataupun bukan. Binatang itu akan jadi saksi perilaku kita di hari kiamat kelak. Semua binatang dapat ditundukkan oleh tangan manusia. Di kebun binatang kita pun bisa melihat gajah. Hewan-hewan seluruhnya adalah anugrah dari sisi Allah yang patut disyukuri. cacing. Bagaimanakah seharusnya kita memperlakukan binatang-binatang? Kita pun ternyata mesti mau menyayanginya. contohnya adalah haram untuk dimakan. Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa mendapat kemenangan (78:31). BINATANG DI SEKITAR KITA Di manapun kita dihidupkan Allah Swt. MENYAYANGI BINATANG Wajar jika manusia bersikap menyayangi binatang. Semua atas bimbingan langsung dari . tetapi tidak serta merta wajib dibunuh dan dimusnahkan. Jangan kita termasuk orang yang rajin ibadah kepada Allah. sembelihlah dengan pisau yang tajam. Hal ini pun jangan membuat kita berbuat tidak adil. macan. lebih tabah. Babi. 2010 Tinggalkan sebuah Komentar MENYAYANGI BINATANG Oleh: ADING NASHRULLOH BINATANG Binatang adalah bagian dari isi bumi yang diciptakan Allah untuk manusia. Ditulis dalam Uncategorized MENYAYANGI BINATANG Mei 7. dan semua itu adalah perintah agama. sehingga menimbulkan kerugian yang amat besar.orang yang mendapat kemenangan. Jika hendak menyembelih hewan ternak yang halal dimakan. malah mudah dikuasainya. Andaikan hewan diberi akal seperti manusia. Ada ayam. ambillah sekedar kebutuhan saja.

untuk menentukan ilmu mana yang mesti kita utamakan terlebih dahulu. perbuatan mesti menunjang. 2010 Tinggalkan sebuah Komentar MENJADI ORANG YANG BERILMU Oleh: ADING NASHRULLOH ILMU Ilmu merupakan salah satu alat bagi manusia hidup di muka bumi. ataupun dengan cara merusak lingkungan hidupnya. Begitu pentingnya ilmu. dan sumber ilmu berupa buku mesti banyak. Manusia diberi akal. Semua itu mesti diperhatikan.Allah Swt. perbuatan dan sumber ilmu. Baik yang menyiksanya secara langsung. khususnya pendengaran merupakan pintu gerbang dari ilmu. tanpa mengecilkan peranan ilmu-ilmu yang lainnya. Sedangkan indra. Guru harus banyak dan indra mesti tajam. Cisarua. maka hewan pun menjadi pelayan bagi manusia. Apa kenyataan hidup yang sebenarnya? Jawabnya adalah bahwa hidup akan berakhir dengan . sehingga dari sanalah ilmu diperoleh dengan relatif mudah bagi orang yang mampu bertahan di lembaga tersebut hingga mendapatkan ijazah. Hal lainnya yang tak terpisahkan dari ilmu adalah guru dan indra. KEBUTUHAN TERHADAP ILMU Ilmu merupakan suatu kebutuhan yang sangat besar peranannya dalam meningkatkan karir dan kehidupan seseorang. Status sosial orang berilmu. apalagi jika ia menduduki jabatan atau mengajar di lembaga pendidikan. Sekalipun demikian menjadi orang yang berilmu dan terus belajar adalah perkara yang menyenangkan. orang-orang menghabiskan hampir seperempat umurnya untuk sekolah hingga mencapai gelar sarjana. Pada dasarnya tempat belajar adalah baik untuk proses belajar. hendaknya menjadi suatu acuan agar kita menjadi orang yang lebih bersyukur kepadaNya. belum lagi jika hendak meraih gelar doktor. ILMU YANG BENAR Semua ilmu pada dasarnya memiliki keutamaan dan manfaat masing-masing. Akal harus cerdas. kursus adalah tempattempat yang sangat baik sekali untuk belajar. Sekolah. Alangkah kejinya orang-orang yang senang menyiksa binatang. Guru adalah orang yang memberikan kepada kita ilmu. Namun hendaknya kita harus berfikir realistis. hewan tidak. Akal merupakan alat untuk mengikat ilmu. pesantren. Orang yang berfikir realistis adalah orang yang berfikir dan bertindak cerdas dalam menyikapi kenyataan hidup yang sebenarnya. Sumber ilmu merupakan rujukan seseorang memiliki ilmu. Setiap perhatian yang kita arahkan kepada hewan dan makhluk lainnya semacam pepohonan dan benda-benda tak hidup. Bandung Barat 4 Mei 2010 Ditulis dalam Uncategorized MENJADI ORANG YANG BERILMU Mei 7. madrasah. statusnya relatif lebih tinggi dari orang kebanyakan. Perbuatan merupakan gambaran kadar ilmu seseorang. Ilmu memiliki kaitan erat dengan akal. Allah mengatakan dalam firmanNya bahwa seluruh isi muka bumi ini untuk manusia semata.

TAFAKUR Ilmu yang diberikan Allah kepada manusia amatlah sedikit dan itupun dibagi-bagikan kepada setiap manusia. namun dirinya pun lebih nyata tidak memiliki ilmu yang dimiliki orang lain. Ilmu itu adalah ilmu tentang agama. Cisarua. Carilah guru yang bisa membimbing hidup lebih cerdas. Sehingga seseorang memiliki ilmu yang mungkin tidak dimiliki yang lainnya. Oleh sebab itu tanda menjadi orang yang berilmu adalah tidak pernah sombong dengan ilmu yang telah dimilikinya dan tidak pernah enggan untuk terus belajar pada siapapun. 6 Mei 2010 Ditulis dalam Uncategorized « Halaman Sebelumnya — Halaman Berikutnya » Tentang penulis The author does not say much about himself Cari þÿ Navigasi • • Home Tentang Kategori: • • • • • artikel filsafat Artikel pendidikan Filsafat filsafat Islam Uncategorized Tautan: • • • bekal menuju akhirat e-Quran filsafat serius . Orang yang realistis akan mengutamakan ilmu yang akan memberikan kepadanya petunjuk yang benar sehingga kehidupannya di dunia ini akan membuahkan bekal untuk di kehidupan yang abadi itu.kematian dan setelah kematian akan disusul oleh kehidupan abadi. Tentu saja belajar kepada para ahli adalah yang sebaik-baiknya cara. Ilmu agama yang benar pada diri seseorang adalah ilmu yang menjadi nilai dan kepribadian dirinya sehingga ia menjadi seorang yang berperilaku sholeh.

Blog pada WordPress.• • • • • • • • • • • • • • • • • Ilmupedia Insan sejati Islam kampus Islam kamus filsafat kamus filsafat kaskus P asep Tamim Panjang Pisan Pemikir persis Qosidah Islam radio Islam tempat bertanya tv Quran WordPress. Ikuti Follow Filsafat Berfikir Get every new post delivered to your Inbox. .com.com WordPress.org Arsip: • • • • • • • • • • • • • • Oktober 2011 Agustus 2011 Juli 2011 Mei 2011 April 2011 Agustus 2010 Juni 2010 Mei 2010 Maret 2010 Desember 2009 November 2009 Oktober 2009 Agustus 2009 Juli 2009 Feed • • RSS RSS Komentar Theme: Supposedly Clean by Alvin Woon.

com .þÿ Powered by WordPress.