This is Google's cache of http://filsafatindonesia1001.wordpress.com/page/4/.

It is a snapshot of the page as it appeared on 12 Jan 2012 17:24:37 GMT. The current page could have changed in the meantime. Learn more Text-only version These search terms are highlighted: rasulullah pernah bersabda

Filsafat Berfikir
MENGAWALI MENGHIDUPKAN PESANTREN
Juni 19, 2010 Tinggalkan sebuah Komentar MENGAWALI MENGHIDUPKAN PESANTREN Oleh: Ading Nashrulloh A.Dz Alhamdulillah, sejak malam pertama saya mondok di Kampung ini, saya langsung laporan kepada Bapak RT selaku aparat pemerintah dan tokoh masyarakat. Di malam itu juga saya bertemu dengan tokoh masyarakat dan tokoh pemudanya. Saya telah mengungkapkan maksud, tujuan, visi dan misi kedatangan Kami dari Bandung ke tempat ini. Yaitu akan membangun pesantren di tanah wakaf dari Bapak Ir. Loka Sangganegra. Pesantren yang didedikasikan untuk anak-anak yatim dan dhuafa serta anak-anak yang tidak dhuafa. Besar harapan saya, tokoh-tokoh yang terhormat memberikan persetujuan, dukungan dan pernyataan untuk memberikan bantuan dalam wujud apapun untuk upaya kami itu. Respon mereka yang terhormat waktu itu adalah sangat positif. Sebab itu hilanglah rasa takut, hilang rasa sedih, muncul rasa gembira dalam dada kami. Menambah semangat dan tekad bagi kami untuk membangun pesantren tersebut. Pondok pesantren, sebagaimana umumnya pesantren, bertujuan untuk mencetak anak-anak menjadi orang-orang yang taat kepada agamanya dan menjadi penggerak keagamaan di masyarakatnya di masa depannya. Begitupun Baladil Amiin, mengikuti konsep yang telah dikenal secara umum tentang pesantren, hendak mewujudkan cita-cita tersebut. Saya atas nama pribadi, para pemrakarsa serta pendiri pondok pesantren Baladil Amiin mengucapkan terimakasih atas dukungan bapak-bapak sekalian. Ini merupakan kelanjutan langkah pertama kami ke sini dalam memulai membangun pesantren Baladil Amiin. Atas dukungan dan keberlangsungan upaya membangun Pondok Pesantren ini semoga menjadi cahaya keberkahan bagi masyarakat yang ada di sekitarnya. Menjadi salah satu sebab masyarakat di sini dihilangkan rasa khawatir dan takutnya dari hal-hal yang tidak diinginkan, dijauhkan dari rasa sedih karena kekurangan, dan senantiasa digembirakan oleh berbagai kemajuan di bidang apapun. Semoga Allah Swr mengabulkan harapan kita ini. Moga kami bisa menjadi menjadi kekuatan Bapak RT dalam membina masyarakat khususnya di bidang spiritualnya. Kami belum punya gambaran untuk bidang-bidang lainnya seperti bidang ekonomi untuk membantu kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat di sekitar ini.

Moga pula PP BA dapat mendampingi Yayasan Al-Ihsan dalam kerangka Syiar Islam. Atas kebaikan Bapak RT, Bapak Khaerul Anwar dan rekan Arif, Kami sekali lagi mengucapkan banyak-banyak terimakasih. Wassalamu’alaikum Wr.Wb. Disampaikan di Mesjid Bakda Pengajian Shubuh, Leuwiliang Bogor 15 Juni 2010, 2 Rajab 1431 H. Ditulis dalam Uncategorized Tags: motivasi

HARGA HIDUP
Juni 19, 2010 Tinggalkan sebuah Komentar HARGA HIDUP Oleh: Ading Nashrulloh A.Dz Pernahkan engkau bertanya, berapakah harga untuk sehari hidup di dunia? Saat mata terbuka melepas tidur lelap di malam yang suntuk, kita dibangunkan Allah untuk memulai hari. Banyak sekali pilihan yang mengikuti waktu demi waktu hingga kita kembali tertidur di malam berikutnya. Saat kita bangun, badan kembali segar, fikiran jernih, pandangan mata tajam, nafas lancar, dan detak kehidupan begemuruh di dada. Tak sedikit pun kekuatan pada diri kita untuk bisa kembali bangun dari tidur, Allah lah yang membangunkan kita kembali di hari ini. Dan andaikan di hargakan hidup sehari ini, berapakah biaya yang harus dikeluarkan? Tidakkah kita merasa sayang, bila perjalanan waktu hidup ini kita isi dengan perbuatan sia-sia atau malah perbuatan yang mendatangkan murka Allah dan kesengsaraan hidup di dunia dan akhirat? Marilah kita tafakuri semua hal yang pernah kita lakukan, betapa banyak ketololannya ketimbang kecerdasannya, akibat dari menuruti nafsu dan melupakan besarnya nikmat dari sisi Allah Swt. Alangkah besarnya nilai nikmat yang Allah berikan kepada kita di setiap waktu yang pernah kita jalani. Dengan mata yang indah kita bisa melihat, dengan melihat kita menatap dan memandang keindahan dunia beserta isinya. Dengan telinga kita mendengar dan dengan mendengar kita menjadi tahu kebenaran dan kebaikan, juga kesyahduan setiap bunyi-bunyian di alam ini. Kaki pun melangkah mengantarkan raga ke tempat-tempat di mana kita beroleh hikmah dan pelajaran. Tangan bekerja membuat barang-barang berharga. Tuhanlah yang mengkuasakan engkau semacam itu, dan sungguh lucu hidupmu jika akhirnya semua titipan yang berpotensi besar itu engkau pergunakan untuk durhaka kepadaNya. Seharusnya engkau bersyukur kepada Allah, berterimakasih atas semua anugrahNya, kini yang engkau perbuat adalah melalaikan semua perintah dan melalaikan dirimu sendiri mengenalNya.

Dirimu dan kehidupanmu sungguh amat mahal harganya, engkau harus tahu itu. Engkau harus menghargai hidupmu sendiri. Dan jalan satu-satunya agar engkau lurus dalam menimbang harga hidupmu adalah menyadari bahwa engkau diciptakan dari keadaan yang sangat lemah, lalu dikuatkan tubuh dan dibaguskan susunannya, lalu diperintahkan kepadamu untuk mengabdi kepadaNya. Jangan sia-siakan waktu-waktumu, karena akhirnya semua akan ada perhitungan dan pertanggungjawabannya. Allah yang menciptakanmu adalah Zat satu-satunya yang punya hal untuk engkau sembah. Engkau harus mau menyembahNya dengan segenap pengabdian dan keikhlasan melalui kesetiaanmu menjalankan apa-apa yang telah diajarkan kepadamu. Allah telah mengajarkan kepada umat manusia Dinul Islam. Tak perlu susah payah untuk memahami dan menjalankan Islam, sebab cikal bakal ajarannya telah ada dalam dadamu sendiri yaitu fitrah dan kekuatan untuk menjalaninya telah tersedia pada dirimu sendiri yaitu jiwa dan harta. Engkau hanya tinggal mengubah haluan hidupmu: kembalilah ke jalan Tuhanmu yang hak dan tinggalkan penyembahan kepada syaithan dan hawa nafsu. Itu adalah cara memberikan harga yang pantas bagi hidupmu di dunia. Bila aku menakar hidupku dengan nafsu, maka hidup akan dihargakan dengan nilai yang sangat murah. Aku akan menilai hidup ini menjadi sedikit saja nilainya, aku tidak lagi memberikan penghargaan terhadap hidupku sendiri. Aku rendahkan hidup dan aku celupkan hidup dalam kerendahan-kerendahan. Aku merasa telah mendapatkan kenikmatan yang besar dari perbuatan merendahkan hidupku, padahal yang benar adalah aku telah mendapatkan kesia-siaan yang luar biasa. Saat aku mengikuti nafsu dan setiap bisikan syaithan yang terkutuk, menilai ketika aku melakukan perbuatan-perbuatan rendah dan hina, aku telah melakukan hal-hal yang patut dan terpuji. Nanti di hari berikutnya aku kembali melakukan kerendahan demi kerendahan. Jangan sampai perkara yang demikian itu menimpa dirimu dan diriku. Hidup manusia bisa seharga neraka, bisa juga seharga surga. Untuk membeli surga telah ada alat tukarnya. Untuk membeli neraka telah pula ada alat tukarnya. Manusia hanya tinggal memilih mana yang ia minati. Adapun seluruh umat Islam akan masuk ke surga, kecuali yang tidak mau. Kenapa Umat Islam dijanjikan surga seluruhnya? Karena mereka adalah umat manusia yang pandai mengadakan perniagaan dengan Tuhannya. Mereka serahkan harta dan jiwanya di jalan Allah, yaitu dengan berjihad, berdakwah dan beramal sholeh dalam kerangka meninggikan kalimat Allah yaitu Islam. Mereka hidup di dalam ketaatan dan mati di dalam ketaatan pula. Adakah umat Islam yang enggan masuk surga? Ada jawabnya, yaitu orang Islam yang tidak mau taat kepada ajaran Nabi Muhammad Saw. Mereka hanya mengaku saja sebagai beragama Islam, tetapi sesungguhnya tidak menjalankan Islam. Ia hidup tidak taat pada Islam, dan meninggal pun dalam keadaan tidak taat kepada Islam. Hidup adalah sangat berharga. Alat untuk mengukur harga hidup adalah Islam. Jadi berapa harga hidupmu? Jawabnya seharga Islam. Berapa harga Islam? Seharga surga dan neraka. Maksudnya bila seseorang meninggalkan Islam, maka baginya neraka. Dan bila ia melaksanakan Islam, maka baginya surga. Kepahitan neraka adalah abadi dan kemanisan surga juga abadi. Hidupmu adalah abadi, di neraka atau surga tergantung kepada sikapmu kepada dan di dalam Islam. Betapa berharganya hidup manusia dan Islam yang harus jadi pegangannya. Andaikan manusia menyia-nyiakan hidup dan Islam, maka betapa ia telah merendahkan makna kehidupannya. Leuwiliang, Bogor, 30 Rabiul Akhir 1431 H

Penghinaan terkadang memiliki arti yang penting dan mengandung pelajaran yang berharga. Sadarilah semua itu mungkin timbul dari benci yang menggantikan kedudukan cinta.Dz Marilah sekali-kali berfikir secara mendalam mengapa ada orang yang menghina orang. Sebab itu memiliki pengetahuan tentang perkara baik dan buruk. dan menyayangimu lantaran kebaikan-kebaikanmu selama ini kepadanya. Jangan bersedih hati dengan penghinaan yang dialamatkan kepadamu. Sebaliknya orang akan menghina engkau. Kita terkadang terjebak dalam perbuatan nista dan dusta. Saat kita dihina kita tersadar bahwa memang selama ini. Pertama. Ketika engkau dihina dan dicaci maki. Maka tergantikanlah rasa cintanya menjadi kebenciannya yang luar biasa. Tidak guna membela diri. Mengapa orang menghina Israel? Sesungguhnya timbulnya penghinaan itu oleh dua sebab. di mana-mana. yang tak luput dari kesalahan. 2010 Tinggalkan sebuah Komentar PENGHINAAN Oleh: Ading Nashrulloh A. ada yang salah dengan langkah kehidupan kita. Penghinaan memiliki kaitan erat dengan konsep benci dan buruk. Perasaan kita melakukan segala sesuatunya dengan baik-baik saja. perlu ditanamkan dan dibiasakan dalam hidupmu. yang menjadi alasan mereka melancarkan penghinaan adalah faktafakta kebenaran. saat engkau dibenci dan perbuatanmu buruk. apalagi jika fakta-fakta yang diberikan kepadamu. Bahwa hidup ini tak selamanya mulus. dikutuk. jika memang perbuatan kita salah. mengagumimu. Yang harus kita lakukan saat itu segera mengubah sikap dan kebiasaan yang buruk tersebut. yang dihina memiliki sifat yang dibenci oleh yang menghina. Kedua. Artinya awalnya seseorang yang menghina dirimu selama ini adalah seseorang yang mencintaimu. Namun ternyata mengandung keburukan. . Terkadang orang berlebihan kata dan ucapan dalam mengungkapkan penghinaannya kepadamu. Sehingga ia muntahkan rasa bencinya itu menjadi kata-kata penghinaan yang tiada tara. Engkau akan menghina seseorang apabila engkau membenci dia karena sifatnya yang dalam takaranmu buruk. Jadi pada intinya penghinaan adalah ungkapan kebencian seseorang kepada orang lain lantaran ia membenci orang lain tersebut sehubungan dengan sifat dan perbuatan orang yang dibencinya itu. yang menghina memiliki rasa kebencian kepada yang dihina. maka jalan terbaiknya adalah instrospeksi diri. Artinya fakta yang membeberkan kesalahan-kesalahanmu. dan upaya untuk mengamalkan kebaikan serta menjauhi keburukan. Kita ini adalah manusia biasa. Israel dicacimaki. Namun akhirnya ia tahu bahwa dirimu ternyata penuh dengan dosa dan kemunafikkan.Ditulis dalam Uncategorized Tags: motivasi PENGHINAAN Juni 19.

2010 Tinggalkan sebuah Komentar KEADAAN Oleh: Ading Nashrulloh A. Jika alasanmu karena ia telah melakukan keburukan dan kejahatan. karena kesalahan orang lain kepada dirimu.Jangan berharap maaf dari orang lain. Sekalipun suatu ketika engkau berada di depan. belum tentu disadarinya sebagai kesalahan. Adapun langit dan bumi beserta segenap isinya akan menjadi saksi atas apapun yang engkau perbuat. Karena boleh jadi penghinaannya menjadikan dirimu tersadar dan bangun dari kekhilafan yang selama ini engkau perbuat. Atau agar orang tidak mengatakan engkau seorang yang buruk perilakunya. Bila engkau dihina oleh seseorang. Leuwiliang.Dz Setiap keadaan dan kemanapun kita melangkahkan kaki. di kala engkau bermaksiat kepadaNya ataupun tatkala . Dan jika engkau berada di belakang. Dimana engkau seharusnya bersikap lembut dan santun kepadanya. Dan Allah yang menciptakanmu akan tetap menjaga dan memperhatikan apa yang engkau butuhan selama hidup. Namun di sisi lain engkau harus memiliki sifat pemaaf seluas-luasnya. maka sadarilah sedini mungkin. syaithan yang terkutuk selalu menyertai langkah kita untuk menggoda kita. Sebagaimana kini orang rame-rame menghina Israel. engkau harus menjadi pendorong dalam kebaikan. Berbuatlah yang wajar-wajar saja. 29 Jumadil Akhir 1431 H Ditulis dalam Uncategorized Tags: motivasi KEADAAN Juni 19. Sehingga engkau tidak melanjutkan ke sikap menghina dirinya. maka semua harus didasarkan pada kriteria yang Allah Swt tetapkan. bila kita mau berlapang dada dan pandai dalam memaafkan dan memaklumi kesalahan orang lain. janganlah membalas penghinaan itu dengan penghinaan lagi. bahwa seseorang yang engkau benci selama ini. Agar engkau tidak jadi sasaran kebencian manusia. mungkin memiliki perhatian dan kebaikan kepada dirimu. Akibatnya adalah engkau akan membenci banyak orang. maka siapakah manusia yang tidak pernah berbuat salah dan jahat kecuali para Nabi dan orangorang yang sholeh. Malaikat akan senantiasa mencatat setiap gerak dan lintasan matamu. Namun bila terlanjur engkau ingin menghina orang lain. Bogor. Bahwa kehinaannya adalah memang apa adanya. Sehingga penghinaan itu boleh dikatakan suatu hadiah gratis yang engkau dapatkan dengan manfaat yang besar. Padahal dunia akan menjadi damai. jangan engkau terlalu menonjolkan diri. agar engkau sebisa mungkin menghindari perbuatan yang salah dan hina. karena dalam kenyataannya Israel telah berbuat keburukan yang banyak yang dibenci oleh segenap umat manusia. juga jangan engkau berada di belakang. Bila engkau membenci seseorang. jadilah seseorang yang berwatak memberi teladan sebaik-baiknya.

Banyak kawan dan rekan kerja tak bisa kita temui. Dunia menjadi lebih sepi dibanding ketika kita sehat dan bertubuh kuat. dikarenakan ia jauh dari ilmu. Tetapi yang sementara ini bisa kita buat memiliki makna yang amat luas dan langgeng. kemuliaan atau kehinaannya diukur bukan dari ukuran materinya. Sungguh tiada hal patut disesali dan ditangisi. Boleh saja suatu masa nanti jasad kita terbujur kaku. Setiap keadaan kita. lihatlah kelebihan apa yang Allah berikan kepadamu. Jika engkau hari ini bekerja sebagai petani. Ketika orang kaya atau miskin tersebut menjadikan setiap keadaan dirinya menjadi sarana untuk lebih dekat kepada Allah Swt. Jangan menyangka bahwa hidup mewah dengan penghasilan besar adalah lebih baik dibanding dengan hidup miskin. ibadah dan keberkahan. Banyak saudara tak bisa kita santuni lagi. Betapa banyak manusia yang tertipu dengan keadaannya. maka beruntunglah. Apa yang sedang engkau perbuat hari ini? Apakah suatu kebaikan ataukah kejahatan? Bila yang kau ukir adalah kebaikan. banyak hal yang menjadi terbengkalai dan tidak terurus. tulangpun hancur lebur. Karena hidup bagi manusia adalah perjuangan. Hati nuranimu akan selalu memberitahumu jika langkahmu akan tersesat. sehat. Ketika kita sakit. Namun hidup kaya juga sesungguhnya lebih baik dari hidup miskin. tetapi diukur dari kapasitas spiritualnya. Perjuangan atau jihad. maka ia sedang mencari kematiannya sendiri dalam keadaan hina dan tidak berharga. maka itu lebih mulia keadaannya dibanding dengan ketika engkau bekerja di kantoran namun membuatmu jauh dari Allah Swt. tiada bandingannya. Sehingga ia pun jauhdari rahmat Allah Swt. Sementara ada juga yang sakit tadi. Keadaan hidup ini sungguh indah dan luar biasa. Memang kehidupan itu beraneka ragam. Siapa yang meninggalkan perjuangan. tetapi di saat yang sama dengan bertani itu engkau lebih dekat kepada Allah Swt. Ada yang diberi kesempatan oleh Allah hingga ia menjadi orang yang kuat. Leuwiliang. kaya dan berkeinginan tinggi untuk melanglang buana. jangan tanggungtanggung. Betul hidup ini adalah sementara. Engkau bila miskin tetaplah tersemyum. adalah alam kehidupannya manusia. Bogor. Sungguh bila kita mengingat tentang makna nikmat hidup ini. Engkau yang kaya tetaplah tersenyum sekalipun mungkin hari ini sedang dililit utang dan tagihan segala macam. maka kenyataan bahwa hidup kita memberikan arti yang besar bagi orang-orang yang masih hidup dapat kita usahakan selagi hidup ini. sekalipun engkau harus menderita dalam menjalaninya. Di keadaan mana pun engkau dikondisikan Allah. Ditulis dalam Uncategorized TUHAN KAMI ALLAH DAN KAMI BERTEGUH HATI . tetapi cobalah untuk berbuat selalu hal yang dapat menjadikan dirimu dekat kepada Allah dan menjauhi setiap bisikan syaithan yang terkutuk. 29 Rabiul Akhir 1431 H. bukan soal apakah itu sakit atau lemah. Berbuatlah yang besar-besar. dimakan cacing tanah.engkau taat kepada syariatNya.

sadar bahwa keberadaannya di muka bumi memiliki tugas sebagai hamba Tuhan. Tabiat manusia yang merugi dan celaka tersebut dalam kaitannya dengan usaha-usaha mereka dilihat dari urusan dunia dan agama. Dan ada lagi golongan manusia yang termasuk golongan yang celaka. Seharusnya prasangka yang baik harus disertai dengan rasa takut kepadaNya yang mendorong ia taat kepadaNya. Ia sadar bahwa dirinya diciptakan Allah. Ia tidak mau beribadah kepadaNya. maka Allah adalah Dzat yang berhak di sembahnya. Mudah memang diucapkan. mengukur segala-galanya dari sudut duniawi.Juni 19. Siapa mereka? Mereka adalah manusia yang memiliki keyakinan bahwa keberadaannya di muka bumi ini ada dengan sendirinya. Ketiga ciri tersebut diungkapkan dalam al-Quran surat Ibrohim ayat 3. menghalangi manusia dari Islam 3. 2010 Tinggalkan sebuah Komentar TUHAN KAMI ALLAH DAN KAMI BERTEGUH HATI Oleh Ading Nashrulloh A. Tidak mudah untuk menyatakan sikap ini dan tidak mudah pula untuk tetap pada sikap ini. percaya dan ingat pun mereka sama sekali tidak. Ini akibat dari perbuatan yang tidak memenuhi konsekuensi kesadaran bahwa dirinya diciptakan. namun akhirnya ia malah mendapat siksa dariNya. namun sesungguhnya ia tertipu dengan prasangkanya itu. meyakinkan bahwa manhaj mereka benar sedangkan Islam buruk. Bahwa Tuhan itu tiada. Orang yang rugi adalah orang yang menyangka ia telah berbuat baik dalam kehidupannya dan berharap Tuhan akan memberikan balasan pahala.Dz Bila kita bertanya. Di antara manusia ada yang sadar bahwa dirinya di ciptakan dari ketiadaan menjadi ada. Maka sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang sadar akan jati dirinya dan memenuhi konsekuensi kesadaran tersebut. Mereka adalah adalah golongan manusia yang tertutup mata hatinya. Manusia yang sadar dan patuh pada konsekuensi kesadaran adalah manusia yang paling beruntung. Maka bagaimana mereka mempersiapkan diri untuk kehidupannya di akhirat kelak? Jangankan mempersiapkan. Maka tak perlu beragama atau menyembah Tuhan. Itulah manusia yang rugi. Namun ia enggan untuk memenuhi konsekuensi kesadaran itu. Bagaimana halnya orang-orang yang beruntung akan tabiatnya? Pada intinya mereka menyatakan Tuhan kami adalah Allah kemudian mereka berpegang teguh pada pendiriannya tersebut. dapat kita perhatikan sebagai berikut: 1. Banyak contoh manusia yang gagal dalam mempertahankan prinsipnya yang demikian itu. Inilah golongan manusia yang beruntung di kehidupannya nanti. mereka sangat cinta dunia. bahwa mereka adalah makhluk. Mereka adalah golongan orang-orang yang tidak memiliki kesadaran tentang jati diri mereka yang sebenarnya. 2. Setiap seruan kepada keimanan mereka menolak secara terang-terangan. keinginan siapakah kita hidup di dunia? Jawaban orang-orang yang beriman adalah keinginan dan kehendak Tuhan. Tuhanlah yang berkuasa atas hidup dan mati kita. Ia mengikuti agama itu dengan melaksanakan setiap perintah agama dengan keikhlasan. dan ia pun melakukan penyembahan tersebut dengan mengikuti agamaNya. Sering manusia semacam ini memiliki prasangka yang baik kepada Tuhan. namun sulit untuk dijadikan sikap .

Sementara ketika pandangan mereka diarahkan kepada jalan hidup yang lurus. Adakah fikiran miring itu ada guna dan manfaatnya? Mengapa ada istilah fikiran miring? Konsep yang serupa dengan fikiran miring adalah fikiran gila. dan orang yang patut ditertawakan. fikiran miring itu artinya fikiran yang dianggap memiliki kecenderungan mengarah kepada jalan yang sesat dan menjauh dari kebenaran yang selama ini dipegang oleh umumnya manusia di sekitarnaya. namun mereka sendiri merasa dan berfikiran bahwa jalan hidupnya lurus dan penuh dengan kebajikan. Di awal dakwahnya. maka berarti ini menyangkut urusan hari dan corak kehidupan yang akan kita bangun dengan segala bagian dan fase-fasenya. ketika ia sukses di MLM itu. Ketika ia memulai usaha itu. agar hidupmu bahagia dan engkau mau bersyukur kepadaNya. 2010 Tinggalkan sebuah Komentar MIRING Oleh: Ading Nashrulloh A. Leuwiliang Bogor 3 Rajab 1431 H Ditulis dalam Uncategorized Tags: istiqomah MIRING Juni 19. Kepada kita yang muslim sering diceritakan kisah para Nabi yang mengalami ejekan dan hinaan dari kaumnya. keuntungan dan kelimpahan harta. Ia dikatakan demikian sebab ia melakukan perkara yang waktu itu masyarakat tidak memiliki pemahaman tentang MLM. kaumnya mengatakan beliau SAW adalah almajnun. majnun. Sikap adalah pilihan hidup dan memiliki konsekuensi yang mengikutinya. Dalam hidup kita dituntut untuk menentukan sikap. Salah satunya adalah Nabi Muhammad Saw. Secara umum.Dz Sukakah kamu bila aku panggil engkau orang yang berfikiran miring? Maukah engkau aku bangunkan rumah dengan tiang-tiang yang miring? Sukakah kamu bila aku tawarkan barang dengan harga miring? Bidang miring banyak manfaatnya. ahli sihir. pendusta. Bagian bumi ini.hidup dan dasar nilai kehidupan. mareka yang mentertawakan itu mengakui akan kehebatan dan kebenaran Nabi Muhammad Saw. ada yang curam. orang-orang di sekitarnya mengatakan bahwa ia seorang yang berfikiran miring. Dahulu saya pernah mendengar penuturan dari seorang pengusaha MLM. semua ada guna dan manfaatnya. crazy. ada yang miring. Sampai akhirnya. ada yang datar. edan. Ketika kita mejadikan ucapan ini sebagai sikap dan prinsip. Nabi-nabi yang lain pun . orang-orang pun berhenti mengatakan ia berfikiran miring. ia ada diciptakan Allah untuk memudahkan hidup manusia. Zaman edan adalah zaman di mana manusia memilih cara hidup miring. Perjalanan sejarah akhirnya menunjukkan. mereka malah mengatakan jalan itu bengkok dan sesat.

Agar dirimu tidak berfikiran miring dalam arti yang hakiki menurut ukuran keimanan dan keislaman. Ibaratnya jadilah santri seorang diri sebelum engkau menjadi kiyai bagi santri-santri yang akan datang kepadamu. Jangan heran bila engkau dikatakan kurang akal dan penipu. Kau harus membiasakan diri diejek dan dihina oleh mereka yang tidak berilmu dan enggan mengabdi kepadaNya. ini sudah merupakan tabiat dan sunah kehidupan di muka bumi. pertama-tama janganlah kamu berfikiran bahwa kamu sudah berbuat kebaikan. kita pun harus secara konsisten mengatakan bahwa pemikirannya adalah miring. dan selamanya yang sesat tidak akan pernah bisa seiring sejalan dengan yang benar. Bukan hanya ejekan dan hinaan. sebelum engkau menjadi seorang pengajar. sedangkan dirimu suka mengajak kepada orang lain berbuat baik. Artinya ia harus membenarkan dan mengamalkannya tanpa reserve. merasa dan yakin bahwa kita sudah berada di jalan yang benar. Dalam kenyataannya belum tentu seperti yang kita harapkan. maka terlebih dahulu engkau pun melakukan perbuatan bajik juga. maka kita akan melihat jalan pikiran selain Islam adalah sesat. Sebaliknya jangan heran bila engkau dikatakan berfikiran miring pula oleh orang-orang yang tidak menjadikan Islam sebagai landasan cara berfikirnya. Jika engkau dibenci dan dikatakan berpikiran miring. Itulah sebabnya Rasululloh sempat menangis ketika sahabatnya diminta membacakan ayat tentang betapa ruginya manusia yang menolak dakwahnya yang akan menyelamatkan hidupnya di dunia dan akhirat. Dan siapa yang menyimpang sedikit saja dari ajaran Islam. Tetapi katakanlah mudah-mudahan apa yang aku lakukan adalah kebaikan yang diridoi Allah Swt mengingat apa yang aku lakukan mengikuti petunjukNya. Ketika kita menempatkan diri sebagai orang yang membenarkan dan menjalankan Islam sebagai jalan kehidupan. Apa yang engkau lakukan bisa jadi belum berupa kebaikan. malah siksaan dan pengusiran. Seharusnya bilamana engkau ingin mengajak manusia berbuat kebajikan. semestinya kita pun tahu yang salah. . tetapi hanya baru sebatas mendekati. Untuk menjadi benar. hanya karena engkau memuja Allah dan mengikuti syariatNya. jalan kehidupan dan cara pandang kehidupan adalah sudah jelas. Sebaik-baiknya sikap orang-orang yang beriman adalah berperilaku postif atas ajaran Islam ini. tanpa harus menunggu ada orang yang menyertaimu atau tidak. itu adalah hal biasa. Bila engkau melakukan perbuatan buruk. yakni Islam. Menjadi sosok yang baik dan benar dalam arti yang sebenarnya bukan perkara mudah. Seringkali manusia. Bagaimana konsep Islam tentang kehidupan. Terkadang kita hanya merasa benar saja dan menyandarkan diri kepada argumen-argumen yang dianggap benar oleh kita sendiri. yakni kita ini. Kita harus memiliki kemauan mempelajari berbagai corak cara pandang manusia terhadap kehidupan. Jadilah engkau sebagai pembelajar yang aktif. engkau pun akan dikatakan orang yang berfikiran miring. realitas hakiki dan apa yang seharusnya dilakukan manusia telah dijelaskan dengan seterang-terangnya dalam ajarannya.mengalami hal yang sama. Bagi orang-orang muslim. Setiap orang akan ditanya oleh Tuhan di akhirat kelak mengapa ia mengikuti suatu jalan kehidupan. Tetaplah belajar dan berbuat kebajikan selama-lamanya sampai tutup usia. Selain Islam adalah sesat.

pada saat yang sama. kita sama saja manusia seperti dirinya yang juga tak lepas dari kesalahan. 2010 1 Komentar KESALAHAN Oleh: Ading Nashrulloh A. Tetapi yang lebih anggun lagi adalah mengetahui sebab-sebab seseorang melakukan kesalahan. agar ketika kita berbuat suatu dosa.Leuwiliang. Kita hanya boleh menegur pada saat ketika hatinya sudah mendekat dengan diri kita. hanya menjadi tidak wajar kalau terus menerus berbuat dosa. yakni Allah swt. Bogor. padahal belum tentu salah. apakah yang dilaporkannya itu benar-benar berupa kesalahan. Begitupun jalan menuju surga tak satupun terlewat disampaikan Rasulullah Saw. Syaithan harus .Dz Jangan memperlakukan kesalahan orang lain dengan kejahatan dan kelicikan karena itu berarti kita sama saja. Jika datang kepadamu laporan bahwa ada seseorang telah berbuat salah. sebab hal yang demikian menunjukkan tabiat seseorang yang jahil atau bodoh. artinya orang yang tidak mau mempergunakan akal fikirannya. Agar kata-kata yang kita ungkapkan kepadanya disertai dengan sikap yang lemah lembut. Terkadang manusia melaporkan suatu kedustaan. kita bukanlah malaikat. atau melaporkan suatu hal yang menurut pandangannya adalah salah. Kita sering ingin meluruskan kesalahan orang lain dengan hati yang penuh dendam. Pertama. Hendaklah kita menyadari bahwa pada saat kita mengatakan bahwa seseorang salah. Kedua. Kenapa taubat itu perlu? Karena ada Zat yang memiliki sifat dan hak untuk mengampuni. hendaknya ditahan dulu jangan sampai menegurnya di waktu itu. dan terdorong jiwa kita untuk bertaubat kepadaNya. Sehingga orang yang salah semakin membenci kebenaran. apakah orang yang melaporkan itu benar dengan laporannya. Akibatnya adalah cacian dan makian yang keluar. tidak benar-benar salah. Berbuat dosa adalah wajar dalam kehidupan manusia. 30 Rabiul Akhir 1431 H Ditulis dalam Uncategorized KESALAHAN Juni 19. Maka untuk itulah kita harus menjadi orang yang berilmu. maka ada dua hal yang harus diverifikasi. dosanya terampuni. Semua jalan ke neraka sudah dijelaskan oleh agama. Artinya sekalipun ia tidak bertaubat. kita tahu bahwa itu dosa. Bila kita menemukan orang lain berbuat salah. Sebab Allah pun memaafkan kesalahan orang yang berbuat salah karena kejahilannya. sehingga ia termaafkan dengan sendirinya. Terkadang orang yang kita pandang salah. Sesungguhna keanggunan seseorang dalam menyikapi kesalahan manusia adalah memaafkan dan memberikan kesempatan kepadanya untuk memperbaiki diri. Yang memiliki kemampuan menilai suatu kesalahan hanyalah orang-orang yang berilmu. Belajarlah terus untuk berpengetahuan.

Jadi manusia berbuat salah bisa karena ia jahil. Bogor. nasihat dan teguran dari orang lain tatkala kita salah langkah. Kita adalah seperti juga orang lain. Takut kepada Allah artinya takut terhadap azab yang telah menjadi ketetapanNya. taat kepadaNya dan keadaan bersih hati. Dan sebagai wujud solidaritas kita kepada sesama manusia yang terperosok berbuat kesalahan adalah mengingatkan dirinya sebelum ajal atau kiamat tiba. Untuk urusan apa? Untuk menjerumuskan manusia kepada perbuatan-perbuatan yang salah. yaitu bahwa takwa mengandung arti bersih hati. Leuwiliang. Bahkan ketika manusia itu sedang beramal sholeh sekalipun. syaithan tak pernah patang mundur mendekati manusia. Sebab hati yang bersih itu pertama kali syaratnya harus jauh dari pelanggaran atas segala larangan Allah. mengindikasikan bahwa takwa itu mengandung arti takut. ketika manusia tunduk kepada syaitan. 2010 Tinggalkan sebuah Komentar TAKUT KEPADA ALLOH Oleh: Ading Nashrulloh Dan barang siapa yang taat kepada Allah dan rasul-Nya dan takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya. agar kita bisa mengikuti langkah-langkah amal sholehnya. Definisi takwa berikutnya adalah menjauhi segala larangan Allah. agar kita bisa menghindari jalan-jalannya. maka mereka adalah orang-orang yang mendapat kemenangan (24:52) Mengacu kepada definisi takwa yaitu mengadakan perlindungan dari azab Allah. Para ulama dan wali harus kita dekati. Amal sholeh bisa berubah menjadi amal salah. Allah bukanlah Zat yang Zhalim terhadap hamba-hambaNya. ke mana pun manusia melangkah. Syaithan itu adalah makhluk Allah yang memiliki tabiat paten untuk senantiasa menyertai manusia. yang memilih jalan kebodohan. 28 Rabiul Awal 1431 H Ditulis dalam Uncategorized TAKUT KEPADA ALLAH Mei 7. sementara ia menyangka bahwa dirinya akan selamat dengan kebodohannya itu. ini mengindikasikan bahwa takwa itu mengandung arti taat. bisa karena ia tergoda oleh syaithan dan kesenganan mengikuti hawa nafsunya. agar diri kita selamat dari ketertipuan hidup ini. perlu dan membutuhkan suatu peringatan.dikenali dengan jeli. tetapi hamba itulah yang zhalim terhadap dirinya sendiri sehingga menyebabkan dirinya masuk ke dalam kategori manusia yang dimurkai Allah dan kategori manusia yang menempuh jalan yang sesat. Begitu setianya syaithan dekat dengan manusia di kala apapun yang dilakukan manusia. Dengan demikian inti sari takwa adalah takut kepada Allah. Sedangkan balasan bagi mereka . Selanjutnya definisi takwa adalah menjalankan segala perintah Allah. Jangan kita seperti orang dungu. ini mengindikasikan hal lain lagi.

PERINTAH TAKUT KEPADA ALLAH Sesungguhnya Allah memerintahkan kepada kaum mukminin agar mereka takut kepada-Nya. Karena takut adalah perintah maka takut itu wajib dan memiliki konsekuensi penting. Dan ketika ia bertaubat dan terus berusaha menjaga diri dari perbuatan dosa. tentu dia akan berusaha untuk membebaskan dirinya dari laknat dan kemarahanNya dan caranya adalah dengan mendekat kepadaNya. Hatinya putih bersih tanpa noda. Sedangkan bagi yang mengabaikannya. berusaha menjaga diri agar sampai melanggar larangan Allah. bukan menjauhiNya. Takwa adalah bersih hati. (2:186) 1.yang dimurkaiNya dan sesat jalannya adalah tiada lain azabNya di dunia dan di akhirat kelak. Takwa mengandung arti bersih hati.” Banyak sekali ayat al-Quran dan Hadits yang menunjukkan tentang wajibnya takut kepada Allah Swt. Karena takwa adalah usaha untuk terus menerus menjauhi larangan Allah. “Karena itu janganlah kalian takut kepada mereka tetapi takutlah kepada-Ku jika kalian benarbenar orang yang beriman. “Orang-orang yang menyampaikan risalah Allah mereka takut kepada-Nya dan mereka tidak . Perintah Allah yang paling besar adalah Tauhid dan Islam. “Maka janganlah kalian takut kepada manusia dan takutlah kalian kepada-Ku. Takwa adalah menjauhi segala larangan Allah. maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku. Bagi yang melaksanakan perintah tersebut maka ketakwaannya akan bertambah dan karena itu ia akan memperoleh kemuliaan dan ditujukiNya ke arah kebaikan. Bersih hati adalah gambaran seorang yang baru lahir ke dunia. ini merupakan konsekuensi dari perasaan takut kepada Allah. Lawan dari tauhid adalah syirik dan lawan dari Islam adalah kafir. maka hati itu bersih lagi. Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku. Taat kepada Allah bukanlah untuk kepentingan Dia yang Maha Kuasa. maka itulah dosa di hati. Islam didirikan di atas pondasi yang bernama tauhid. Ketika seorang hamba berbuat zhalim atau dosa. maka (jawablah).” (Ali Imran: 175). maka dosanya makin bertambah dan bertambah pula kehinaannya dan ia bergelimang dalam lautan dosa dan kemaksiatan. taat kepadaNya dan jauh dari perbuatan dosa yang menghasilkan keadaan hati yang bersih senantiasa. tetapi untuk kepentingan hamba itu sendiri. maka mereka adalah hamba-hamba Allah yang dekat denganNya dan memiliki kedudukan yang mulia di sisiNya. Sesungguhnya Allah itu dekat bagi hamba-hambaNya yang sholeh. Berikut adalah di antara ayat-ayat Al-Quran yang menjelaskan wajibnya takut kepada Allah. Seseorang jika takut kepada Allah. Yang ada pada dirinya adalah fitrah. Jika larangan Allah dilanggar. Takwa mengandung arti taat. Cara mendekati Allah adalah dengan melaksanakan apa yang diwajibkanNya kepada hamba-hambaNya. bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku. maka terkotorilah hati itu bagai noktah hitam di kaca yang bersih. Orang yang takut kepada Allah. agar mereka selalu berada dalam kebenaran. Asy-Syaikh Abdurrahman bin Hasan bin Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah dalam kitab beliau Fathul Majid mengatakan: “Takut berkedudukan tinggi dan mulia di dalam agama dan termasuk jenis ibadah yang banyak cakupannya yang wajib hanya diberikan kepada Allah subhanahu wa ta’ala.” (Al-Maidah: 44).

lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya dan gugurlah kandungan segala wanita yang hamil. aku tidak akan menghimpun pada diri hamba-hamba-Ku dua rasa aman dan dua rasa takut. Dan jika dia takut kepada-Ku di dunia maka Aku akan berikan rasa aman pada hari Aku menghimpun hamba-hamba-Ku. Dari Abu Hurairah r. bertakwalah kepada Tuhanmu. maka Allah menjadikannya takut kepada segala sesuatu. padahal sebenarnya mereka tidak mabuk. Abu Nu’aim dan dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani di dalam Ash-Shahihah no. dan mata yang menjaga serta mengawasi Islam dan umatnya dari (gangguan) kaum kafir. Dan cukuplah Allah sebagai pembuat perhitungan. (HR. maka Aku akan beri rasa takut pada hari Aku menghimpun hambahamba-Ku. beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tujuh golongan orang yang akan mendapatkan perlindungan pada hari yang tidak ada perlindungan kecuali perlindungan dari Allah.” (HR. Al-Baihaqi). … (Qs. Al-Bukhari no. arRahman[55]: 46). Rasulullah bersabda: “Dua mata yang diharamkan dari api neraka. HR. Tiap perkara yang akan datang adalah dekat. (Ingatlah) pada hari (ketika) kamu melihat kegoncangan itu. 742).a.” (Al-Ahzab: 39). Al-Baihaqi) Rasulullah. yaitu Pemimpin yang adil. Seorang lelaki yang diajak oleh seorang perempuan yang cantik dan berkedudukan untuk berzina tetapi dia . Keragu-raguan (dalam beriman) termasuk kekufuran. akan tetapi azab Allah itu sangat keras” (Qs. maka Allah menjadikan segala sesuatu takut kepadanya. Barangsiapa tidak takut kepada Allah. ia berkata. Orang bahagia adalah yang dapat mengambil pelajaran dari (peristiwa) orang lain. Kepemudaan termasuk kelompok kegilaan (radikal). Bukhari) Rasulullah bersabda: “Puncak kebijaksanaan ialah takut kepada Allah. 1031 dari hadits Abu Hurairah) Syaddad bin Aus radiallahuanhu berkata: telah berkata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: “Demi kemuliaan dan keagunganku. di antaranya seorang hamba yang “diajak” oleh seorang wanita yang memiliki kedudukan dan kecantikan. Orang yang hatinya senantiasa terpaut dengan masjid. Jika dia merasa aman dari-Ku di dunia.” (Shahih.” (Al-Baqarah:150). dan orang yang sengsara ialah yang sengsara sejak dalam kandungan ibunya. Sebaik-baik yang tertanam dalam hati adalah keyakinan. al-Anfaal [8]: 2). “Hai manusia. (HR. sesungguhnya kegoncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat). yaitu mata yang menangis karena takut kepada Allah.” (Qs. Rasululullah bersabda: “Barangsiapa takut kepada Allah. al-Haj [22]: 1-2). aku mendengar Rasulullah Saw bersabda: Ada tujuh golongan yang akan dinaungi Allah di bawah naungan-Nya. Pemuda yang senantiasa beribadah kepada Allah semasa hidupnya. dan dia mengatakan: ‘Aku takut kepada Allah’. (HR.629 dan Muslim no.” (An-Nahl: 50) “Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka. pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya. “Mereka (malaikat) takut kepada Rabb mereka dan melakukan apa yang diperintahkan kepada mereka. “Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua surga.merasa takut kepada seorang pun selain kepada Allah. “Maka janganlah kalian takut kepada mereka dan takutlah kalian kepada-Ku. Dua orang yang saling mencintai kerena Allah. keduanya berkumpul dan berpisah kerena Allah. dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk.

“Wahai anak muda ucapkanlah: ‘Tidak ada Tuhan selain Allah’”. “Wahai Rasulullah.” Dari ‘Adiy bin Hatim r. dari Nabi Saw. ia menshahihkannya dan disepakati oleh Adz-Dzahabi].berkata. ia berkata. Ia pun menengok ke kiri. dan ternyata masih berdetak jantungnya. Karena itu jagalah diri kalian dari Neraka meski dengan sebutir kurma. maka Aku akan bemberikannya rasa aman di Hari Kiamat..a. Allah berfirman: Demi kemulian-Ku. apakah kalian tidak mendengar firman Allah: Yang demikian itu (adalah untuk) orang-orang yang takut (akan menghadap) ke hadirat-Ku dan yang takut kepada ancaman-Ku. Rasulullah Saw bersabda: Tidak ada seorang pun di antara kalian kecuali akan diajak bicara oleh Allah tanpa penerjemah. ketika Allah menurunkan ayat ini kepada Nabi-Nya: Wahai orang-orang yang beriman jagalah diri dan keluarga kalian dari Neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan bebatuan. Jika seorang mukmin mengetahui siksaan yang ada di sisi Allah. [HR. maka mereka melanggaranya. Al-Kinani penulis buku Mishbah Al-Zujajah berkata. Tsauban berkata. membacakan ayat ini kepada para sahabat. dari Nabi Saw. Kemudian Nabi Saw bersabda. Pada suatu hari Rasulullah saw. [Mutafaq ‘alaih]. “Aku takut kepada Allah!”. Ibnu Majah. Dari Tsauban r. Hakim. “Ingatlah!. beliau bersabda: Aku akan memberitahukan beberapa kaum dari umatku. [HR. maka pemuda itu pun mengucapkannya.a. Dari Abu Hurairah r. Di hari kiamat mereka datang dengan membawa kebaikan seperti gunung Tihamah yang putih.a. Para sahabat berkata. “Wahai Rasulullah!. dan seseorang yang mengingat Allah di waktu sunyi sehingga bercucuran air matanya. Ibnu Hibban dalam kitab shahihnya]. maka ia tidak melihat kecuali apa yang pernah dilakukannya (di dunia). Mereka suka bangun malam sebagaimana kalian. niscaya tidak ada seorang pun yang putus asa dari rahmat-Nya. Tapi Allah menjadikannya bagaikan debu yang bertebarkan. Orang yang memberi sedekah tetapi dia merahsiakannya seolah-olah tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diberikan oleh tangan kanannya. niscaya tidak ada seorang pun yang tidak mengharapkan surga-Nya. para perawinya terpercaya]. apakah pemuda itu termasuk golongan kita?” Rasulullah bersabda. tentang perkara yang diriwayatkan beliau dari Tuhannya. [HR. (Qs.. tapi mereka adalah kaum yang jika tidak dilihat oleh siapa pun ketika menghadapi perkara yang diharamkan Allah. Muslim]. ia berkata. at-Tahrim [66]: 6). Lalu ia melihat ke depan maka ia tidak melihat kecuali Neraka ada di depan wajahnya.. Isnad hadits ini shahih. Dari Ibnu Abas. Kemudian beliau memberikan kabar gembira kepadanya dengan surga. mereka adalah bagian dari saudara kalian dan dari ras kalian. Kemudian ia menengok ke kanan. maka ia tidak melihat kecuali apa yang pernah dilakukannya (di dunia).” Rasulullah Saw bersabda. semoga Allah meridhai keduanya. Jika ia merasa aman dari-Ku di dunia. tiba-tiba ada seorang pemuda yang terjungkal pingsan. maka Aku akan memberikan rasa takut kepadanya di Hari Kiamat. . sebutkanlah sifat mereka dan jelaskanlah keadaan mereka agar kami kami tidak termasuk bagian dari mereka sementara kami tidak mengetahuinya.” [HR. Jika orang kafir mengetahui rahmat yang ada di sisi Allah. Kemudian Nabi Saw meletakkan tangan beliau di atas hatinya. Jika ia takut kepada-Ku di dunia. Aku tidak akan menghimpun dua rasa takut dan dua rasa aman pada diri seorang hamba.

Takut merupakan bentuk ibadah hati yang memiliki kedudukan agung dan mulia di dalam agama bahkan mencakup seluruh jenis ibadah. dan iri. “Seperti inikah?” Abu Syihab berkata dengan tangannya –yang diletakkan– di atas hidungnya. Sedangkan orang yang jahat akan melihat dosa-dosanya seperti lalat yang menghampiri hidungnya. . Ditanyakan kepada Rasulullah Saw manusia manakah yang paling utama? Rasulullah Saw bersabda. “Orang yang bening hatinya dan jujur lisannya. dan mereka merasa takut akan (tibanya) hari kiamat. Merekalah yang bersegera dalam kebaikan. takut jikalau kita tidak mendapatkan ridha Allah.” [Al-Kinani berkata. sholat. Di dalamnya tidak ada dosa. Dan orang-orang yang telah memberikan apa yang telah mereka berikan. dengan hati yang takut. kemudia ia berkata mengenai dosanya. Tetapi mereka orang-orang yang berpuasa. Selain itu.(karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Rabb mereka. berzina dan mencuri?” Rasululloh saw menjawab. Ia takut (dosa itu) jatuh menimpanya. “Bukan begitu. Rasa takut adalah pilar yang mesti ada dalam ibadah seorang muslim. “Wahai Rasulullah!. kedengkian. rasa takut inilah yang juga dapat mencegah keinginan seseorang untuk berbuat maksiat. “(Yaitu) orang-orang yang takut akan (azab) Tuhan mereka. Mereka itulah orang-orang yang bersegera untuk berbuat kebaikan. artinya ialah takut jikalau ibadah kita tidak sempurna. namun apa yang dimaksud dengan ‘bening hatinya’?” Rasulullah Saw bersabda. salah satunya berasal dari Nabi Saw dan satu lagi dari dirinya sendiri ia berkata: Sesungguhnya orang yang beriman akan melihat dosa-dosanya seolah-olah ada di atas gunung. Takut adalah salah satu dari rukun ibadah dan merupakan syarat iman. dan merekalah orang-orang yang pertama-tama memperolehnya. Dimana dengan adanya rasa takut. al-Hakim at-Tafsir II/393 menyatakannya shohih dan disepakati oleh adz-Dzahabiy). sifat jahat. “Adalah hati yang takut (kepada Allah) dan bersih. takut jukalau dosa-dosa kita tidak diampuni. Dan orangorang yang beriman kepada ayat-ayat Rabb mereka. Mereka takut hal-hal yang dulu mereka lakukan dalam rangka mengabdi kepada Allah hilang begitu saja karena suatu kemaksiatan sekecil apapun.” Para shahabat berkata. apakah yang dimaksud disini orang-orang yang meminum arak. Mereka takut jika amalannya tidak diterima. “Sesungguhnya orang-orang yang berhati-hati karena takut kepada Robb mereka. Aisyah berkata.” (Hadits shohih riwayat at-Tirmidiy Kitaabut-tafsir IX/19. “Sanad hadits ini shahih”. wahai putri as-Shiddiq. mereka tidak akan terjerumus ke dalam jurang kemaksiatan yang mengotori hati. [HR.” Aku pernah bertanya kepada Rasulullah tentang ayat ini. sedang mereka tidak melihat-Nya. Al-Baihaki meriwayatkannya dalam kitab sunannya dari arah tersebut]. Kami sudah mengetahui maksud ‘jujur lisannya’.” (Qs. seorang hamba akan termotivasi untuk rajin mencari ilmu dan beribadah kepada Alloh semata agar bebas dari murka dan adzab-Nya. al-Mukmin [23]: 60) Imam Tirmidziy meriwayatkan. Bukhari].Abdullah bin Mas’ud menceritakan kepada kami dua hadits. dan bersedekah. Beribadah dengan penuh rasa takut (khauf).” (Al Anbiya: 49). Dan orang-orang yang tidak menyekutukan Rabb mereka (sesuatu pun). Oleh karena itu orang yang beribadah dengan rasa takut ini.

Takut itu ada tiga macam : Khouf thabi’I. dengan begitu ia adalah khouf yang diiringi amalan. takut tenggelam.” (QS. “Adapun aku. dan Rohbah. yaitu takut kepada hal-hal yang bisa membahayakan jiwa seseorang seperti halnya orang takut hewan buas. memohon perlindungan dari azabNya dan memohon petunjukNya agar kita berada dalam rahmatNya. Ar Raaghib berkata: Khosyah adalah khouf yang tercampuri dengan pengagungan. PENGERTIAN TAKUT KEPADA ALLAH Definisi takut kepada Allah Takut adalah kesadaran bahwa diri kita lemah di hadapan Allah. “Sesungguhnya yang merasa takut kepada Allah hanyalah orang-orang yang berilmu. demi Allah… sesungguhnya aku adalah orang yang paling khosyah kepada Allah di antara kalian dan paling bertakwa kepada-Nya. Ada tiga konsep utama yang berkaitan dengan takut kepada Allah. akan tetapi apabila rasa takut ini. yaitu: khouf thabi’i. Khouf ibadah. sesungguhnya para wali Allah itu tidak ada rasa takut dan sedih yang akan menyertai mereka.” (HR.” (QS.” (Al-Qashash: 21) . sedangkan Dia Maha Kuat dan Kuasa atas diri kita. berbahaya atau mengganggu . Yunus: 62) Syaikh Al ‘Utsaimin menjelaskan. Yaitu Khauf . Khosyah. maka rasa takut semacam ini tidak membuat orangnya dicel. takut api. Khouf sir. “Ketahuilah. Bukhari Muslim). Oleh sebab itu khosyah adalah rasa takut yang diiringi ma’rifatullah. Berfirman menceritakan kisah Nabi Musa alaihisallam: “Dia keluar dari negerinya dalam keadaan takut yang sangat. Takut jenis ini dibolehkan selama tidak melampaui batas. Penjelasannya sebagai berikut ini: Khouf artinya perasaan takut yang muncul terhadap sesuatu yang mencelakakan.2. Faathir: 28). Sedangkan makna khouf secara istilah adalah rasa takut dengan berbagai macam jenisnya. Khosyah serupa maknanya dengan khouf walaupun sebenarnya ia memiliki makna yang lebih khusus daripada khouf karena khosyah diiringi oleh ma’rifatullah ta’ala. yang menjadi sebab kita tidak berbuat durhaka padaNya. Rohbah adalah khouf yang diikuti dengan tindakan meninggalkan sesuatu yang ditakuti. menjadi sebab dia meninggalkan kewajiban atau melakukan yang diharamkan maka hal itu haram. Rasa takut itu nanti akan lenyap di akhirat bagi orang yang masuk surga. Hal itu muncul didasarkan pada pengetahuan terhadap sesuatu yang ditakuti. takut yang bersifat tabiat. Karena itulah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

dan menghalalkan darah dan hartanya. yaitu memberikan takut ibadah kepada selain Allah. Khouf sirr. Apabila (takut) itu melewati batas. Kemudian bahwa takut kepada Allah yang sebenarnya dan yang terpuji adalah takut yang menghalangi pemiliknya dari apa-apa yang diharamkan oleh Allah dan mendorongnya untuk melaksanakan perintah-perintah-Nya. rasa takut terhadap siksa neraka. sebagaimana pernah terjadi pada Kaliimullah (Nabi yangdiajak bicara oleh Allah. yang mendorongmu untuk . (Thaahaa: 67) Dan seperti takutnya seseorang terhadap serigala yang akan memangsa kambingnya. rasa takut akan adzab kubur. Seorang mukmin itu tidak takut kepada siapapun kecuali kepada Allah. Rasulullah bersabda: Barangsiapa takut niscaya dia berangkat di waktu akhir malam. Hal itu dikecualikan takut secara naluri (maka ini tidak terlarang).Khouf ibadah. namun takutnya seorang mukmin ialah takut akan pedihnya sakaratul maut.” Syeikh Muhammad bin Shalih al ‘Utsaimin hazhahullah berkata: “Dan takut kepada Allah ada yang terpuji dan ada yang tidak terpuji. yaitu takut yang diiringi dengan penghinaan diri. sebagaimana tersebut di dalam hadits Khabab bin al-Arat dalam Shahih Bukhari. Rasa takut ada bermacam-macam sebagaimana dijelaskan di atas. mengeluarkannya dari Islam. Rasa takut semacam inilah yang harus ada dalam hati seorang hamba. (lihat Syarh Tsalatsatul Ushul. yaitu Nabi Musa). Yang terpuji adalah yang tujuannya / akhirnya akan menghalangimu maksiat terhadap Allah.” (Al-Maidah: 44). takut yang bernilai ibadah. dan sesungguhnya takut yang terpuji dan yang sebenarnya adalah yang menghalangi pemiliknya dari apa-apa yang diharamkan oleh Allah. 57) Perbuatan ini akan mengekalkan pelakunya di dalam neraka. Ketahuilah sesungguhnya barang dagangan Allah itu mahal. rasa takut akan mati dalam keadaan yang buruk (mati dalam keadaan sedang bermaksiat kepada Alloh). maka takut yang seperti ini tidak boleh ada kecuali ditujukan kepada Allah ta’ala. “Janganlah kalian takut kepada manusia dan takutlah kalian kepada-Ku. seperti halnya orang takut kepada penghuni kubur atau wali yang berada di kejauhan serta tidak bisa mendatangkan pengaruh baginya akan tetapi dia merasa takut kepadanya maka para ulama pun menyebutnya sebagai bagian dari syirik. dikhawatirkan dia terjatuh pada sikap putus asa. Allah berfirman. pengagungan. hal. takut yang bernilai syirik. rasa takut akan hilangnya iman dan lain sebagainya. Adapun menujukannya kepada selain Allah adalah syirik akbar. dan ketundukan diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala. seperti seseorangyang takut terhadap ular. ketahuilah sesungguhnya barang dagangan Allah itu adalah surga. dan barangsiapa berangkat di waktu akhir malam niscaya dia mencapai tempat tujuan. Imam Ibnu Abil `Izzi al-Hanaberkata: “Seorang hamba wajib untuk takut dan berharap (kepada Allah). Maka Musa merasa takut dalam hatinya.

bisa jadi dia terusmenerus menjalankan kemaksiatan karena keputus-asaannya yang kuat. setan itu balik ke belakang seraya berkata:”Sesungguhnya saya berlepas diri dari kamu. akan tetapi mereka adalah orang-orang yang berpuasa. Karena setan itu juga takut kepada Allah. dan mengatakan:”Tidak ada seorang manusiapun yang dapat menang terhadap kamu pada hari ini dan sesungguhnya saya ini adalah pelindungmu”. serta mereka takut (seandainya amalan-amalan mereka) ditolak. (Al-Mukminun: 57-61) Di dalam kitab Musnad Imam Ahmad dan Sunan at-Tirmidzi dari Aisyah yang berkata: Aku bertanya kepada Rasulullah tentang ayat ini. Sesungguhnya seorang mukmin itu menggabungkan antara berbuat baik dengan takut (tidak . Allah memuji kepada orang yang mempunyai rasa takut semacam ini. (Dan orang-orang yang memberihan apa yang telah mereka berikan. “Dan ketika setan menjadikan mereka memandang baik pekerjaan mereka. Beliau menjawab: “Tidak wahai (Aisyah) anak ashShidiiq. bershadagah dan mereka khawatir (amalan mereka) tidak diterima.Maka tatkala kedua pasukan itu telah dapat sating lihat-melihat (berhadapan pada perang Badar-pen). apabila engkau takut terhadapnya. dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya. karena sesungguhnyaapabila engkau takut terhadap-Nya. yang mendorong untuk menjalankan perintahperintah-Nya. tetap takutnya tidak mendorongnya untuk tunduk dan taat kepada-Nya. sehingga di saat itu hamba tadi menyesali(dirinya) dan patah semangat. apakah mereka adalah orang-orang yang berzina. (Al. sesungguhnya saya dapat melihat apa yang kalian tidak dapat melihat.”Dan Allah sangat keras siksaNya.mengerjakan kewajiban-kewajiban dan meninggalkan apa-apa yang diharamkan.Anfal: 48) Demikianlah takut yang sebenarnya kepada Allah. Dan orang-orang yang tidak mempersekutukan (sesuatupun) dengan Rabb mereka.melaksanakan shalat. Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan. minum khamr dan mencuri?”.” Sehingga takut seorang hamba yang sebenarnya kepada Allah itu tidak sebagaimana takutnya Iblis/setan kepada Allah. dia lari dari Rabbnya menuju Rabbnya.” Imam Ibnu Abil `Izzi al-Hanajuga berkata:”Dan setiap orang. bahkan dia enggan dan sombong/takabbur untuk taat kepada-Nya. Dan orangorang yang beriman terhadap ayat-ayat Rabb mereka. kecuali (takut) terhadap Allah Ta’ala. Sedangkan yang tidak terpuji adalah yang membawa seorang hamba menjadi putus asa dari rahmat Allah. Maka seseorang yang takut (kepada Allah) itu.dengan semua ketaatan-ketaatandan mereka telah bersunggah-sungguh padanya. dengan hati yang takut (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Rabb mereka. sesungguhnya saya takut kepada Allah. niscaya engkau lari darinya. Mereka itu bersegera untuk mendapat kebaikankebaikan. “Sesungguhnya orang yang berhati-hati karena takut (terhadap siksa) Rabb mereka. dengan hati yang takut)(Al-Mukminun: 60).” Al-Hasan berkata: “Mereka telah beramal -demi Allah. niscaya engkau lari kepada-Nya. meninggalkan larangan-larangan-Nya dan bersegera menjalankan berbagai kebaikan.

bahkan termasuk syirik akbar (syirik besar) yang mengeluarkan seseorang dari agama Islam. thaghut. dan (dari) mendirikan shalat. berhala. Mereka takut kepadanya dan mereka menakut-nakuti dengannya kepada para ahlu tauhid tatkala para ahlu tauhid itu memperingatkan peribadahan mereka yang batil dan memerintahkan untuk mengikhlaskan ibadah hanya kepada Allah saja. dan saksikanlah olehmu sekalian bahwa sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan dari selain-Nya. orang yang telah mati. (An-Nur: 37) Takut Yang Tidak Benar Khauf sirri (i’tiqadi) Yaitu seseorang takut kepada selain Allah -baik kepada patung. Yaitu seseorang meninggalkan sesuatu / amalan yang wajib atau melakukan sesuatu / amalan yang haram karena takut kepada manusia. mayat yang dikubur. dan lain-lain. Rasa takut seperti ini dewasa ini terjadi di kalangan para penyembah kubur. Sebagaimana firman Allah yang menghikayatkan perkataan kaum Nabi Huud Kami tidak mengatakan melainkan bahwa sebagian sesembahan kami telah menimpakan penyakit gila atas dirimu.diterima amalannya). tempat-tempat/barang.barang keramat dan lainnya. karena itu takutlah kepada mereka”. Khauf ‘amali. Hal ini termasuk jenis syirik ashghar (syirik kecil) yang meniadakan kesempurnaan tauhid. Dan mereka takut terhadap suatu hari yang (pada hart itu) hati dan penglihatan menjadi goncang. maka .akan menimpakan bencana (kesusahan/sesuatu yang tidak disakai) secara sirr (rahasia). Dan siapa yang disesatkan Allah maka tidak ada seorangpan pemberi petunjuk baginya. makhluk yang tidak ada di hadapannya dari jin ataupun manusia. dan(dari) membayarkan zakat. sedangkan orang munafik menggabungkan antara berbuat buruk dengan (merasa) aman (dari siksa Allah).” (Az-Zumar: 36) Khauf sirr ini termasuk dosa yang besar. Dan inilah yang menyebabkan turunnya firman Allah : “(Yang mendapatkan pahala yang besar yaitu orang-orang yang mentaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan-Sesungguhnya manusia (yaitu orang Quraisy) telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu. tempat-tempat/barang-barang yang dikeramatkan.” (Huud: 54-55). sebab itu jalankanlah tipudayamu semnanya terhadapku dan janganlah kamu memberi tangguh kepadaku. Huud menjawab: “Sesungguhnya aku menjadikan Allah sebagai saksiku. Juga firman-Nya tentang sikap orang-orang kar terhadap Rasulullah Bukankah Allah cukup untuk melindungi hamba-hamba-Nya? Dan mereka (orang-orang kar) mempertakuti kamu dengan (sesembahan-sesembahan) yang selain Allah.” Dan firman-Nya: “Orang-orang laki-Iaki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak pulaoleh jual-beli dari mengingat Allah.

seraya berkata: “Kami takut akan mendapat bencana. maka ini adalah takut yang tercela. Sebenarnya mereka tidak takut kepada negeri akhirat.perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: “Cukuplah Allah menjadi penalong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung”. Takutnya orang kafir kepada Allah hanya terjadi pada saat terjadi pada hari kiamat dan itu menyebabkan mereka ingin dikembalikan ke dunia. Ahmad III/27. (74:53) . dishahihkan oleh al-Albani di dalam Shahih al-Jami’ no: 1814.29. yaitu jika dia melihat satu perkara yang menjadi hak Allah dan menjadi kewajibannya dibicarakan. yang menjadikan pelakunya termasuk orang-orang yang penakut. Syeikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di berkata: 2HSR.”(5:52) c. Maka berilah mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia. (24:50) Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (orang-orang munafik) bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani). Hati manusia pada waktu itu sangat takut Pandangannya tunduk. tetapi sebagai peringatan bagi orang yang takut (kepada Allah). karena termasuk akhlaq yang buruk. (Orang-orang kafir) berkata: “Apakah sesungguhnya kami benar-benar dikembalikan kepada kehidupan semula? (79:8-10) Sekali-kali tidak. TAKUT KEPADA ALLAH DALAM AL-QURAN a. seperti takut tanpa sebab mendasar atau takut dengan sebab yang lemah. kemudian dia akan menjawab: “Rabbku. Ibnu Hibban no:1845 dan Ibnu Majah no: 4008. “Dan jika takut itu adalah takut secara khayalan.77. Maka Allah akan bertanya( kepadanya pada hari Kiamat): “Apa yang menghalangimu antuk mengatakannya?”. atau (karena) mereka ragu-ragu ataukah (karena) takut kalau-kalau Allah dan rasul-Nya berlaku zalim kepada mereka? Sebenarnya. Rasulullah telah mohon perlindungan kepada Allah dari sifat penakut ini. (Ali ‘Imran: 173) Juga Rasulullah bersabda: “Janganlah salah seorang dari kalian menghinakan dirinya. mereka itulah orang-orang yang zalim. Sesungguhnya kamu hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikuti peringatan dan yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah walaupun dia tidak melihatnya. kemudian dia tidak mengatakannya. Al-Quran itu peringatan bagi orang yang takut kepada Allah Thaahaa Kami tidak menurunkan Al Quran ini kepadamu agar kamu menjadi susah. (20”1-3). Maka Allah barkata: “Hanya Akulah yang paling berhak engkaai takuti”. tawakkal dan sifat pemberani akan menolak jenis sifat penakut ini. (36:11) b. Takutnya orang munafik adalah kalau-kalau Allah berbuat zhalim Apakah (ketidak datangan mereka itu karena) dalam hati mereka ada penyakit. aku takut kepada manusia”. Takut secara khayalan.” 3. Dengan demikian keimanan yang sempurna.

(98:8) g.an)ku. (72:24) d. Sesungguhnya aku takut kepada Allah. Takut kepada Allah berpengaruh pada jiwa sehingga jiwa itu tergerak untuk tidak berbuat zhalim “Sungguh kalau kamu menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku. (87:911) h. Perbuatan dosa secara naluri menimbulkan rasa takut akan akibatnya Musa berkata: “Ya Tuhanku sesungguhnya aku. sesungguhnya aku khawatir mereka akan mendustakanku. Dan saudaraku Harun dia lebih fasih lidahnya daripadaku. maka aku takut mereka akan membunuhku. Takut kepada Allah adalah pintu untuk mendapatkan pelajaran yang banyak oleh sebab itu berikanlah peringatan karena peringatan itu bermanfaat orang yang takut (kepada Allah) akan mendapat pelajaran. maka utuslah dia bersamaku sebagai pembantuku untuk membenarkan (perkata. karena sesungguhnya aku takut kepada Allah. (28:33). Orang yang takut kepada Allah akan mendapat keridoan Allah Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah syurga ‘Adn yang mengalir di bawahnya sungaisungai. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepadaNya.” (28:35) e. maka tatkala manusia itu telah kafir.” (5:28) f. (9:13) i. aku sekali-kali tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu. maka ia berkata: “Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu. mereka kekal di dalamnya selama-lamanya.Sehingga apabila mereka melihat azab yang diancamkan kepada mereka. Tuhan seru sekalian alam. telah membunuh seorang manusia dari golongan mereka. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya. Syaithan menyembunyikan rasa takutnya tatkala masih menggoda manusia untuk kafir dan menyatakannya setelah manusia berhasil dijadikannya kafir (Bujukan orang-orang munafik itu adalah) seperti (bujukan) shaitan ketika dia berkata kepada manusia: “Kafirlah kamu”. Allah-lah yang berhak untuk kamu takuti dan itu sumber dari sifat berani melawan orangorang kafir Mengapakah kamu tidak memerangi orang-orang yang merusak sumpah (janjinya). padahal mereka telah keras kemauannya untuk mengusir Rasul dan merekalah yang pertama mulai memerangi kamu? Mengapakah kamu takut kepada mereka padahal Allah-lah yang berhak untuk kamu takuti. maka mereka akan mengetahui siapakah yang lebih lemah penolongnya dan lebih sedikit bilangannya. dan orang-orang yang celaka (kafir) akan menjauhinya.” (59:16) . Rabb semesta Alam. jika kamu benar-benar orang yang beriman.

Buah dari takut kepada Allah: ampunan dan pahala Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Tuhannya Yang tidak nampak oleh mereka. pasti Allah menolong. ketika dua golongan dari padamu ingin (mundur) karena takut. dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku. dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.(3:175) “orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu. karena takut kepada Allah.angsur pergi di antara kamu dengan berlindung (kepada kawannya).” (3:173) Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah syaitan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya (orang-orang musyrik Quraisy). (2:74) n. (5:3) m. padahal Allah adalah penolong bagi kedua golongan itu. Karena itu bertakwalah kepada Allah. Beri peringatan bagi yang takut pada Allah agar mereka bertakwa Dan berilah peringatan dengan apa yang diwahyukan itu kepada orang-orang yang takut akan dihimpunkan kepada Tuhannya (pada hari kiamat). sedang bagi mereka tidak ada seorang pelindung dan pemberi syafa’atpun selain daripada Allah. Hati manusia pembangkang lebih keras dari batu tatapi batu takut kepada Allah Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu. karena itu takutlah kepada mereka”. karena itu janganlah kamu takut kepada mereka. jika kamu benar-benar orang yang beriman. (6:51) Kamu hanyalah pemberi peringatan bagi siapa yang takut kepadanya (79:45) k. agar mereka bertakwa. padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah. mereka akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar.j. (24:63) l. Sungguh Allah telah menolong kamu dalam peperangan Badar. Agar tidak takut kepada selain Allah maka bertawakkallah padaNya. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu. Dan Allah sekali-sekali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan. Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakkal. Padahal diantara batu-batu itu sungguh ada yang mengalir sungai-sungai dari padanya dan diantaranya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air dari padanya dan diantaranya sungguh ada yang meluncur jatuh. supaya kamu mensyukuri-Nya. maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih. bahkan lebih keras lagi. Takut: berhati-hatilah menyalahi Rasul Sesungguhnya Allah telah mengetahui orang-orang yang berangsur. sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. tetapi takutlah kepadaKu. (67:12) Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua syurga (55:46) . (3:122-123) (Yaitu) orang-orang (yang mentaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: “Sesungguhnya manusia[250] telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu. maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung.

diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendakiNya. “Maka Musa merasa takut dalam hatinya.” Allah berfirman: “Jangan takut (mereka tidak akan dapat membunuhmu). 2). (79 :17-26). dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. (5:44) p.” Maka Allah mengazabnya dengan azab di akhirat dan azab di dunia. Marilah kita kaji bagian ini. Hal-hal yang tidak boleh ditakuti orang-orang mukmin 1). (5:54). Seraya) berkata:”Akulah tuhanmu yang paling tinggi. Itulah karunia Allah. s.” Dan kamu akan kupimpin ke jalan Tuhanmu agar supaya kamu takut kepada-Nya?” Lalu Musa memperlihatkan kepadanya mukjizat yang besar. yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin. maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir. Jika Takut pada Allah. r. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang yang takut (kepada Tuhannya). Tetapi Fir´aun mendustakan dan mendurhakai. Maka dia mengumpulkan (pembesar-pembesarnya) lalu berseru memanggil kaumnya. supaya kamu mendapat rahmat. sebab mengandung pesan-pesan yang penting. Perbaiki hubungan persaudaraan Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sampaikan apa yang mesti disampaikan Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia. Kami berkata: “janganlah kamu takut. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah.o. Takutnya Nabi Musa dalam menghadapi Firaun Dalam al-Quran beberapa kali disingungg tentang rasa takutnya Nabi Musa ketika hendak menghadapi Firaun. sesungguhnya dia telah melampaui batas. yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir. dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya). Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah. (49:10) q. Kisah mengajak Firaun agar takut kepada Allah untuk orang yang takut kepada Allah “Pergilah kamu kepada Fir’aun. (26:14-15). lagi Maha Mengetahui. Jika Takut pada Allah. sesungguhnya kamulah yang paling unggul (menang). Dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. yang berjihad dijalan Allah. (tetapi) takutlah kepada-Ku. dan katakanlah (kepada Fir’aun): “Adakah keinginan bagimu untuk membersihkan diri (dari kesesatan). sesungguhnya Kami bersamamu mendengarkan (apa-apa yang mereka katakan). maka aku takut mereka akan membunuhku. barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya. maka pergilah kamu berdua dengan membawa ayat-ayat Kami (mukjizat-mukjizat). maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya. Tidak takut akan kemiskinan . Tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela Hai orang-orang yang beriman. (20: 67-68) Dan aku berdosa terhadap mereka.

(5:44) 4). Kamilah yang akan memberi rezki kepada mereka dan juga kepadamu. disebabkan mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab Allah dan mereka menjadi saksi terhadapnya. jika kamu benar-benar orang yang beriman. Rasa Takut akan hilang ketika orang mukmin memasuki surga . masuklah ke tanah suci (Palestina) yang telah ditentukan Allah bagimu. dan janganlah kamu mendekati perbuatanperbuatan yang keji. Dan agar Kusempurnakan nikmat-Ku atasmu. Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah. berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapa. Tidak takut pada ancaman orang-orang kafir Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah syaitan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya (orang-orang musyrik Quraisy). (5:3) u. baik yang nampak di antaranya maupun yang tersembunyi. sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar.” Demikian itu yang diperintahkan kepadamu supaya kamu memahami(nya). Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu. (6:151) Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu. (tetapi) takutlah kepada-Ku. maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir. Tidak takut kepada manusia Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi). (3:175) 5). Tidak takut menghadapi musuh Hai kaumku. (2:150). Kami akan memberi rezki kepadamu dan kepada mereka. yang dengan Kitab itu diputuskan perkara orang-orang Yahudi oleh nabi-nabi yang menyerah diri kepada Allah. Takut kepada Allah menyempurnakan Nikmat serta Hidayah Maka janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku (saja). dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku. dan supaya kamu mendapat petunjuk. (5:21) t. oleh orang-orang alim mereka dan pendeta-pendeta mereka. Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia. karena itu janganlah kamu takut kepada mereka. dan janganlah kamu lari kebelakang (karena takut kepada musuh). dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan. dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar[518]. (17:31) 3). maka kamu menjadi orang-orang yang merugi.Katakanlah: “Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu yaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia. tetapi takutlah kepadaKu.

Di dunia yaitu kemenangan atas orang-orang kafir dan di akhirat kemenangan berupa masuk ke dalam surga. ruku’lah kamu. tenggelam dalam kemaksiatan dan kesesatan. maka mereka adalah orang. masukilah syurga itu dengan aman. “Hai orang-orang yang beriman. dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu. Kemenangan yang besar itu adalah kemenangan di dunia dan kemenangan di akhirat kelak. Kemenangan yang besar akan diberikan kepada mereka yang takut kepada Allah Swt. Juga kepada orang-orang yang berbuat kebajikan. dan Dia-lah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar (34:23) v. (78:31) . maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih. sehingga apabila telah dihilangkan ketakutan dari hati mereka. Orang-orang yang memiliki sifat-sifat yang lahir dari rasa takut kepada Allah itu akhirnya akan sampai kepada apa yang telah dijanjikan oleh Allah yaitu surga yang penuh kenikmatan di akhirat kelak. yang taat kepadaNya dan RasulNya. itulah hari kekekalan. keistiqomahan dalam beribadah. adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah. Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan. (50:33-34) “Sesungguhnya orang-orang yang berhati-hati karena takut akan (azab) Tuhan mereka. dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan. “Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa mendapat kemenangan.Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka. juga kepada orang-orang yang berjihad di jalanNya “orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta. sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan. Semua itu merupakan pilar-pilar kemuliaan. (9:20). Dan di dunia kenikmatan yang akan diberikan kepada orang-orang yang takut kepada Allah adalah ketentraman batin. sujudlah kamu. Takut kepada Allah melahirkan sifat taat dan enggan melakukan kedurhakaan kepadaNya Sementara orang-orang yang tidak memiliki rasa takut kepada Allah. hilangnya rasa sedih dan turunnya pertolongan dari sisiNya. Dan orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Tuhan mereka Dan orang-orang yang tidak mempersekutukan dengan Tuhan mereka (sesuatu apapun).” (41:30) Dan tiadalah berguna syafa’at di sisi Allah melainkan bagi orang yang telah diizinkan-Nya memperoleh syafa’at itu. (22:77). (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka mereka itu bersegera untuk mendapat kebaikan-kebaikan. supaya kamu mendapat kemenangan. dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya” (23:57-61) w. “(Yaitu) orang yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah sedang Dia tidak kelihatan (olehnya) dan dia datang dengan hati yang bertaubat. benda dan diri mereka. dengan hati yang takut. mereka berkata “Apakah yang telah difirmankan oleh Tuhan-mu?” Mereka menjawab: (Perkataan) yang benar”.orang yang mendapat kemenangan (24:52) Orang yang takut kepada Allah akan mendapatkan kemenangan yang besar dari sisi Allah Swt. Mendapatkan kemenangan yang besar “Dan barang siapa yang taat kepada Allah dan rasul-Nya dan takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya.

menunggu panggilan Tuhan semesta alam. bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar. c. Tetapi jika kita mengkaji lagi hadits di atas rupanya seseorang masuk ke neraka juga karena sudah ditakdirkan Allah bahwa dia memang telah dicatat. niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosadosamu. sehingga jarak antara dia dengan neraka hanya sehasta. sebatas pusarnya. maka tiba-tiba ia melakukan amalan ahli neraka. sebatas kedua lututnya. dan saya belum pernah mendengar khutbah yang seperti itu. 4. Takutlah kepada siksa neraka dan beratnya hari kiamat Dari Nu’man bin Basyir ra. Dari Samurah bin Jundub ra. Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya. namun karena ia telah tercatat sebagai ahli neraka. b. Beliau bersabda : “Seandaimya kamu mengetahui apa yang . Sedangkan ia berpendapat bahwa tidak ada seorang pun yang lebih berat siksaannya daripada itu. Takut membuat kita berhati-hati dalam beramal Rasulullah SAW bersabda: Demi Zat yang tiada Tuhan selain Dia.” (HR Bukhari dan Muslim) Seseorang memperoleh Surga atau Neraka adalah akibat dari perbuatannya. ada salah seorang di antara mereka yang terbenam dalam keringatnya sampai pada kedua daun telinganya. dan ada pula yang disiksa dengan api sebatas bahunya. Kita pun harus memohon kepada Allah agar kita dicatat menjadi ahli surga. padahal itu adalah siksaan yang paling ringan bagi ahli neraka.x. ia berkata : Nabi SAW bersabda : “Di antara ahli neraka ada yang disiksa dengan api sebatas pada kedua mata kakinya. ialah seseorang yang di bawah kedua tumitnya diletakkan dua bara api yang dapat mendidihkan otaknya. Oleh karena itulah. maka tiba-tiba dia mengamalkan amalan ahli surga sampai akhirnya ia masuk surga. Dari Ibnu Umar ra.. maka tibatiba ia melakukan amalan ahli neraka.. TAKUT KEPADA ALLAH DALAM AL-HADITS a. sampai ia akhirnya ia masuk neraka. sehingga jarak antara dia dengan surga hanya sehasta. sampai ia akhirnya ia masuk neraka”... Takut kepada Allah akan membuat kita banyak menangis dan sedikit tertawa Dari Anas ra. Diperbaiki amalan-amalan dan diampuni dosa-dosanya “Hai orang-orang yang beriman. sesungguhnya salah seorang di antara kamu beramal dengan amalnya ahli surga. ia berkata : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya seringan-ringan siksa ahli neraka pada hari kiamat. maka kita tidak bisa mengandalkan perbuatan kita semata untuk menghindari siksa neraka dan beroleh surgaNya.” (HR Muslim).” (HR Bukhari dan Muslim).” (HR Bukhari dan muslim). Dan salah seorang di antara kamu sekalian beramal dengan amalnya ahli neraka. ia berkata : “Rasulullah SAW pernah berkhutbah. (33:70-71). maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar. Sebagaimana diungkapkan dalam hadits di atas “namun karena ia telah tercatat sebagai ahli neraka. ditetapkan sebagai ahli neraka. ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : “Di kala manusia berdiri. tetapi karena ia telah tercatat sebagai ahli surga.

” (HR. Dan tentang badannya. Langit itu berkeriat-keriut .aku ketahui.” Kemudian para sahabat Rasulullah SAW menutup wajah mereka sambil menangis terisak-isak. Bukhari dan Muslim) Dari Abu Zarr ra.R.” (H.. Demi Allah. berkata : “Demi Allah. dan kamu tidak akan bersuka ria dengan istrimu diperaduan. ia berkata : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : “Pada hari kiamat matahari didekatkan kepada para makhluk. Di antara mereka ada yang terbenam sebatas kedua mata kakinya.” Dari Al-Miqdad ra. adalah bumi menjadi saksi terhadap semua perbuatan manusia.. darimana ia peroleh dan untuk apa ia belanjakan. ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : “Seorang di antara kalian akan berbicara langsung dengan Tuhannya. Tentang ilmunya.” Sulaim bin ‘Amir yang meriwayatkan dari Al-miqdad. Takut kepada Allah dorongan untuk membentengi diri dari siksaNya dengan berbuat amalan baik Dari ‘Adiy bin Halim ra. tiada terlihat kecuali amal yang pernah diperbuatnya. Jika Takut kepada Allah maka berhai-hatilah dengan umur. niscaya kalian akan sedikit sekali tertawa dan pasti akan benyak menangis. niscaya kalian akan sedikit sekali tertawa dan pasti akan banyak menangis. padahal di antara dia dengan tuhannya tidak ada juru bahasa. Kemudian beliau bertanya: “Tahukah kalian. ia melihat ke kiri. untuk apa ia pergunakan. sebelum ditanya tentang umurnya. Takutlah kepada Allah. apa yang diberitakan oleh bumi?” Para sahabat menjawab : “Allah dan rasul-Nya yang lebih tahu. ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya aku melihat apa yang tidak kamu lihat. saya tidak mengerti yang dimaksud oleh Rasulullah dengan mil itu. kalian akan keluar ke tempattempat yang ramai untuk mohon pertolongan kepada Allah Ta’ala.” Beliau bersabda : “Sesungguhnya berita bumi. tiada terlihat kecuali amal yang pernah diperbuatnya. ilmu.” Rasulullah SAW memberikan isyarat dengan tangan ke arah mulut beliau. untuk apa ia rusakkan.” (HR Muslim) d. bumi akan menjadi saksi atas seluruh perbuatan kita Dari Abu Hurairah ra.” Rasulullah SAW bersabda lagi : “Manusia tenggelam dalam keringat sesuai dengan amal perbuatannya. kemudian ia melihat ke kanan. dan ada pula yang terbenam sampai pada mulutnya. apakah ukuran jarak pada perjalanan ataukah mil yang biasa dipakai untuk mencelaki mata. sehingga jaraknya kira-kira hanya satu mil. tiada yang terlihat kecuali api yang tepat di depannya. Tentang hartanya.” (HR Bukhari dan Muslim) e. Maka takutlah kalian terhadap neraka walaupun hanya bersedekah dengan separuh biji kurma.. sebatas pusarnya.R Tirmidzi) .Tirmidzi) f. Ia berkata : Rasulullah SAW Membaca ayat “YAUMAIDZIN TUHADDITSU AKHBAARAHAA” (Pada hari itu bumi menceritakan beritanya). untuk apa ia habiskan. seandainya kalian mengetahui apa yang aku ketahui. dan ia melihat ke depan. yang mereka perbuat di atasnya. di situ tidak ada tempat untuk bisa menyisipkan empat jari-jari melainkan ada malaikat yang meletakkan dahinya untuk bersujud kepada Allah Ta’ala. harta dan badan kita Dari Abu Barzah Nadlah bin `Ubaid Al –Aslamy ra. Bahkan. baik laki-laki maupun perempuan. Bumi itu akan berkata : “Ia telah berbuat begini dan begitu pada hari ini dan hari itu : “Inilah yang diberitakan oleh bumi” (H. Ia berkata : Rasulullah SAW Bersabda : “Kedua kaki seseorang tidak akan bergerak.

kemudian beliau bersabda “Sesungguhnya orang ini telah menghunus pedangku sewaktu aku tertidur. Tiba-tiba Rasulullah SAW memanggil kami. sehingga mereka tidak sempat memperhatikan hal-hal demikian itu. kemudian beliau bersabda : “Ucapkanlah “HASBUNALLAAHU WANI`MAL WAKIIL” (Allah yang mencukupi kami dan Ia sebaik-baik yang menjamin)” (H.” Lalu orang ini berkata : “Siapakah yang dapat mencegah kamu dari seranganku ?” Aku menjawab : “Allah” (tiga kali)..g. maka berlindunglah kepadaNya Dari Abu Sa`id Al-Khudriy ra.R Tirmidzi).R Bukhari dan Muslim) i. mereka dapat saling memandang kepada yang lain?” Beliau menjawab : “Wahai `Aisyah. Tatkala Rasulullah kembali kami pun ikut kembali. pada saat itu urusannya sangat berat. Bukhari dan Muslim) j. (HR. kapan ia diperintah untuk meniup sangkakalanya. waktu itu laki-laki dan perempuan berkumpul.” (Ya Allah.. kepada-Mu karena mengharap dan takut kepada-Mu. ia harus berangkat lebih pagi. saya menyerahkan diri kepada-Mu. Ingatlah bahwa dagangan Allah itu mahal. Saya hadapkan wajahku kehadirat-Mu. Tidak ada tempat kembali dan tidak ada tempat berlindung kecuali hanya kepada- . Dari `Aisyah ra. sedangkan di dekat beliau ada seorang Badui. ia berkata : “Rasulullah SAW bersabda : “Hai fulan apabila kau hendak tidur maka bacalah “ALLAHUMMA ASLAMTU NAFSII ILAIKA WAWAJJAHTU WAJHII ILAIKA WAFAWWADTU AMRII ILAIKA WA ALJA’TU DHAHRII ILAIKA RAGHBATAN WARAHBATAN ILAIKA LAA MALJA’A WALAA MANJAA MINKA ILLAA ILAIKA AAMANTU BIKITAABIKAL LADZII ANZALTA WA NABIYYIKAL LADZII ARSALTA. saya menyerahkan segala urusanku kepada-Mu dan saya menyandarkan punggungku. Ia berkata : Rasulullah SAW Bersabda : “Bagaimana aku bisa bersenang-senang padahal malaikat peniup sangkakala telah memasukkannya ke dalam mulut dan ia hanya menunggu ijin. Ia berkata : “Rasulullah SAW Bersabda : “Siapa saja yang takut. Kita bersandar sepenuhnya kepada Allah dengan sepenuh harapan kepadaNya Dari Umarah Al-Barra’ bin ‘Azib ra.” Berita ini terasa berat sekali oleh para sahabat. kami merasa payah dan mengantuk.” (H. setelah aku terbangun pedang itu sedang terhunus di tangannya. Takut kepada Allah. Kemudian orang itu tidak melakukan apa-apa dan langsung duduk. Ingatlah bahwa dagangan Allah itu Surga. Rasulullah SAW pun turun dan berpencar untuk berteduh di bawah pohon. kemudian beliau menggantungkan pedangnya. Takut kepada Allah berkonsekuensi untuk bersegera berbuat kebaikan Dari Abu Hurairah ra. dan siapa saja yang berangkat lebih pagi. sedangkan kami semua tertidur.” (H. Di suatu lembah yang banyak pohon berduri. ia berkata : “Saya berperang bersama Nabi SAW menuju ke arah Najd..” Saya bertanya : “Wahai Rasulullah. ia berkata : “Saya mendengar Rasulullah SAW Bersabda : “Manusia akan dikumpulkan nanti pada hari kiamat dalam keadaan tidak beralas kaki dan telanjang bulat.R Tirmidzi) h. Menjadikan Allah sebagai tempat berlindung Dari Jabir ra. ia pasti akan lebih cepat sampai pada tempat tujuan.

Saya percaya dengan sepenuh hati terhadap Kitab-Mu yang telah Engkau turunkan dan terhadap Nabi-Mu yang telah engkau utus. kemudian saya berkata : “Wahai Rasulullah. dan takutlah kamu pada kekikiran sebab orang-orang sebelum kalian binasa karena kekikiran. Menghindari kekikiran dan kezhaliman Dari Jabir ra. ia berkata : “Tatkala kami berada di gua Tsur. Hurairah ra. apakah yang kamu cemaskan terhadap dua orang sedangkan Allah ketiganya ?” (HR.” (HR. padahal harta itu sudah menjadi hak si fulan (ahli warisnya). Bukhari dan Muslim) l.” Beliau menjawab : “Wahai Abu Bakar.Bukhari dan Muslim) m.” (HR.. Tidak berbuat aniaya pada orang lain. ia berkata : Ada seseorang yang datang kepada Nabi SAW bertanya : “Wahai Rasulullah. maka matinya dalam keadaan bersih dari dosa.. Takut kepada Allah Berbuah Mendapatkan naungan di akhirat kelak. takut miskin dan masih berkeinginan kaya.Mu. apabila kalian mati pada malam itu. Bukhari dan Muslim) k. maka kamu baru berkata : “Untuk fulan sekian dan untuk fulan sekian. seandainya salah seorang di antara mereka melihat ke bawah telapak kakinya dia pasti akan melihat kita.. (4) Dua orang yang saling mencintai karena Allah.) Dengan membaca doa ini. keduanya berkumpul dan berpisah karena Allah. ia ayah dan ibunya termasuk sahabat Nabi.” (HR. (5) Seorang laki- . “Takutlah kamu terhadap doa orang yang teraniaya karena tidak ada tirai yang menghalangi antara doanya dengan Allah. dan jika kamu masih hidup sampai pagi harinya maka kamu akan memperoleh kebaikan. suka harta. saya melihat kaki-kaki orang musyrik berada di atas kepala kami. yaitu : (1) Pemimpin yang adil.Muslim) n. Tidak perlu ada rasa khawatir terhadap ancaman yang datang dari selainNya Dari Abu Bakar As Shiddiq Abdullah bin Utsman bin Amir bin ‘Amr bin Ka’ab bin Sa’ad bin Taim bin Murrah bin Ka’ab bin Luay bin Ghalib Al-Quraisy At-Taimiy ra. dan hal itulah yang menyebabkan mereka mengadakan pertumpahan darah dan menghalalkan yang haram. Takut miskin adalah hal yang wajar dalam batas-batas tertentu.. sedekah apakah yang paling besar pahalanya ?” Beliau menjawab : “Bersedekahlah selama kamu masih sehat. Dan janganlah kamu menunda-nunda. (3) Seorang yang hatinya selalu digantungkan (dipertautkan) dengan masjid. bahkan itu merupakan kesempatan untuk bersedekah Dari Abu Hurairah ra. (2) Pemuda yang senantiasa beribadah kepada Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Agung. dari Nabi SAW beliu bersabda : “Ada tujuh kelompok yang akan mendapat naungan Allah pada hari yang tiada naungan kecuali naungan-Nya. sehingga apabila nyawa sudah sampai di tenggorokan.Bukhari dan Muslim) o. ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : “Takutlah kalian pada kezaliman karena kezaliman itu merupakan kegelapan pada hari kiamat.” (HR.

[4] dua orang yang saling mencintai karena Allah.” (HR.” (6) Seseorang yang mengelurkan sedekah. [5] seorang lelaki yang diajak oleh seorang perempuan kerkedudukan dan cantik [untuk berzina] akan tetapi dia mengatakan. “Tidak akan masuk neraka seseorang yang menangis karena merasa takut kepada Allah sampai susu [yang telah diperah] bisa masuk kembali ke tempat keluarnya. disahihkan Syaikh al-Albani dalam Sahih Sunan at-Tirmidzi [1338]). . secara sembunyi-sembunyi. [3] seorang lelaki yang hatinya bergantung di masjid. ia berkata : “HASBUNALLAH WANIKMAL WAKIL. Allah pasti akan mengembangkan agama Islam ini hingga merata di Shan’a sampai ke Hadramaut dan masing-masing dari mereka tidak takut melainkan hanya kepada Allah. s. [6] seorang yang bersedekah secara sembunyi-sumbunyi sampai-sampai tangan kirinya tidak tahu apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya. [2] seorang pemuda yang tumbuh dalam [ketaatan] beribadah kepada Allah ta’ala.” Akan tetapi perkataan itu malah menambah keimanan mereka serta mereka mengucapkan “HASBUNALLAAHU WANIKMAL WAKIIL. Oleh karena itu. Mendapat naungan dari Allah di Hari Kiamat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda.” (HR. Tirmidzi [1633]). mereka berkumpul dan berpisah karena-Nya. Bukhari dan Muslim) p. Ancaman yang dilancarkan orang-orang kafir malah menambah keyakinan orang mukmin akan kekuatan Allah Swt Dari Ibnu Abbas ra. dan mata yang berjaga-jaga di malam hari karena menjaga pertahanan kaum muslimin dalam [jihad] di jalan Allah. Tidak akan masuk neraka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda. sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diberikn oleh tangan kanannya.” (HR. Bukhari [629] dan Muslim [1031]). melebihi takutnya kambing terhadap serigala. Bukhari) r. “Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah pada hari ketika tidak ada naungan kecuali naungan-Nya. Takut kepada Allah Jalan menuju Kejayaan Islam “Demi Allah. dan juga dibaca oleh Nabi Muhammad SAW ketika orang-orang kafir mengatakan : “Sesungguhnya orang-orang Quraisy telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kalian. Ketika beliau dilemparkan ke dalam api. ‘Sesungguhnya aku takut kepada Allah’. (7) Dan seseorang yang mengingat Allah di tempat sunyi dan kedua matanya bercucuran air mata.” (HR. mata yang menangis karena merasa takut kepada Allah. “Ada dua buah mata yang tidak akan tersentuh api neraka. [1] seorang pemimpin yang adil. takutlah kalian kepada mereka. dan [7] seorang yang mengingat Allah di kala sendirian sehingga kedua matanya mengalirkan air mata (menangis). Bukhari) q. Tirmidzi [1639]. laliu ia berkata : “Sesungguhnya aku takut kepada Allah.” (HR.laki ketika dirayu untuk berzina oleh wanita bangsawan yang berwajah cantik rupawan. kalimat ini pernah dibaca oleh Nabi Ibrahim as.” (HR.

Sampai akhirnya ketika aku telah sampai ayat ini (yang artinya). Yahya bin Mu’adz berkata. ia pasti menindaklanjutinya dengan salah satu dari dua hal yang akan menghantarkannya ke surga. “Alloh ridla terhadap mereka dan mereka pun ridla kepadaNya. jika kalian benar-benar beriman. Maka beliau berkata. dan keridhoan bagi hamba yang khauf kepadaNya. “Cukup. sesungguhnya saya sangat senang dekat dengan anda. beliau (nabi) berkata. Tirmidzi [1669] disahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Sahih Sunan at-Tirmidzi [1363]) u. Demikian itu bagi siapa saja yang takut kepada RabbNya (QS. Teladan Takut kepada Allah Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu mengatakan. dan menjadikannya syarat iman.’ Maka aku katakan. bekas/luka pada tubuh yang terjadi akibat bertempur di jalan Allah dan bekas pada tubuh yang terjadi karena mengerjakan salah satu kewajiban yang diberikan oleh Allah. sampai di sini saja. “Dan takutlah kalian kepadaKu.” Maka kukatakan kepada beliau. Bukhari [4763] dan Muslim [800]). rahmat. ‘Demi Allah. takut akan siksa dan harapan akan ampunan. Maka ‘Asiyah pun terdiam lalu mengatakan. “Bacakanlah al-Qur’an kepadaku. Alloh berfirman.” (QS. Maka beliau menjawab. “Jika seorang mukmin melakukan suatu kemaksiatan. Dari Ubaidullah bin Umair rahimahullah. “Kabarkanlah kepada kami tentang sesuatu yang pernah engkau lihat yang paling membuatmu kagum pada diri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam?”. menangis karena takut kepada Allah itu jauh lebih aku sukai daripada berinfak uang seribu dinar!”. Dicintai Allah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. ilmu. Ka’ab bin al-Ahbar rahimahullah mengatakan. yaitu tetesan air mata karena perasaan takut kepada Allah. “Sesungguhnya aku senang mendengarnya dibaca oleh selain diriku. suatu saat dia pernah bertanya kepada Aisyah radhiyallahu’anha. dan tetesan darah yang mengalir karena berjuang [berjihad] di jalan Allah. “Lalu bagaimanakah ketika Kami datangkan saksi bagi setiap umat dan Kami jadikan engkau sebagai saksi atas mereka.” Lalu aku pun menoleh kepada beliau dan ternyata kedua mata beliau mengalirkan air mata. apakah saya bacakan al-Qur’an kepada anda sementara al-Qur’an itu diturunkan kepada anda?”. Ali Imran: 175). Namun saya juga merasa senang .t. “Sungguh.” v. “petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang takut kepada Rabb mereka (QS. Al-Bayyinah:8) Alloh memerintahkan khauf . “Pada suatu malam. ‘Wahai Aisyah.! (QS. Al-A’raf : 156). “Tidak ada yang lebih dicintai oleh Allah selain dua jenis tetesan air dan dua bekas [pada tubuh]. suatu ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadaku.” (HR.” Alloh swt menyediakan petunjuk. “Sesungguhnya mengalirnya air mataku sehingga membasahi kedua pipiku karena takut kepada Allah itu lebih aku sukai daripada aku berinfak emas yang besarnya seukuran tubuhku.” Maka akupun mulai membacakan kepadanya surat an-Nisaa’. Adapun dua bekas itu adalah.” (HR. “Wahai Rasulullah. biarkanlah malam ini aku sendirian untuk beribadah kepada Rabbku. Lebih disukai Abdullah bin Umar radhiyallahu’anhuma mengatakan. an-Nisaa’ : 40).

Disahihkan Syaikh al-Albani dalam Sahih at-Targhib [1468] dan ash-Shahihah [68]). Mu’adz radhiyallahu’anhu pun suatu ketika pernah menangis tersedu-sedu.” Abu Bakr as-Shiddieq berkata. ‘Kemudian beliau terus menangis sampai-sampai tanah [tempat beliau shalat] pun menjadi ikut basah [karena tetesan air mata]!”. Suatu malam al-Hasan al-Bashri rahimahullah terbangun dari tidurnya lalu menangis sampaisampai tangisannya membuat segenap penghuni rumah kaget dan terbangun. Ali Imran : 190). sungguh celaka orang yang tidak membacanya dan tidak merenungi kandungannya! Yaitu ayat (yang artinya). Maka beliau menjawab. ‘Kemudian beliau bangkit lalu bersuci dan kemudian mengerjakan shalat.” (HR. maka aku pun menangis.” Adalah beliau bila berdiri sholat. Maka ditanyakan kepadanya. “Apa yang membuatmu menangis?”. ‘Apakah aku tidak ingin menjadi hamba yang pandai bersyukur?! Sesungguhnya tadi malam telah turun sebuah ayat kepadaku. sementara bisa jadi nanti sore aku harus mendaki jalan ke surga atau neraka. ‘Ketika beliau duduk [dalam shalat] maka beliau masih terus menangis sampai-sampai jenggotnya pun basah oleh air mata!’. Sedangkan aku tidak tahu akan termasuk golongan manakah aku di antara kedua golongan itu?”. “Apa yang membuatmu menangis?”. Maka Nabi pun menjawab. “Apa yang membuatmu menangis?!”. Maka beliau pun menangis sampai-sampai air matanya membasahi mimbar! Dan pada hari itu orang-orang (yang mendengarkan) pun menangis dengan tangisan yang amat dalam. Aisyah mengatakan. dan aku tidak tahu akan ke manakah digiring diriku nanti?”. . Maka mereka pun bertanya mengenai keadaan dirinya.’ Aisyah menceritakan.apa yang membuat anda senang. Namun. dan di dalam khutbahnya dia bercerita tentang neraka. al-Hasan al-Bashri rahimahullah pun pernah menangis. “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi…. dan ditanyakan kepadanya. Maka beliau menjawab. Maka beliau menjawab.” Abu Musa al-Asya’ri radhiyallahu’anhu suatu ketika memberikan khutbah di Bashrah. Abu Hurairah radhiyallahu’anhu menangis pada saat sakitnya [menjelang ajal]. seandainya aku adalah sehelai rambut yang tumbuh di tubuh seorang mukmin. “Karena Allah ‘azza wa jalla hanya mencabut dua jenis nyawa. “Aku bukan menangis gara-gara dunia kalian [yang akan kutinggalkan] ini. “Duhai. anda menangis? Padahal Allah telah mengampuni dosa anda yang telah berlalu maupun yang akan datang?!’.dst sampai selesai” (QS. Kemudian ditanyakan kepadanya. ‘Beliau terus menerus menangis sampaisampai basahlah bagian depan pakaian beliau!’. Ketika dia melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menangis. Bilal pun berkata. tak ubahnya seperti sebatang kayu (tidak bergerak) karena takut kepada Alloh swt. Yang satu akan masuk surga dan satunya akan masuk ke dalam neraka. “Aku khawatir besok Allah akan melemparkan diriku ke dalam neraka dan tidak memperdulikanku lagi. Ibnu Hiban [2/386] dan selainnya. Aisyah melanjutkan. Lalu datanglah Bilal untuk mengumandangkan adzan shalat (Subuh). ‘Wahai Rasulullah. dia menjawab. aku menangis karena jauhnya perjalanan yang akan aku lalui sedangkan bekalku teramat sedikit. “Aku teringat akan sebuah dosaku.’ Aisyah berkata.

Gerakan mereka hanyalah antara kening dan kaki.adz-Dzahabiy I/109). Mereka menghabiskan malam dengan bersujud dab berdiri membaca ayat-ayat Alloh swt. Zurarah bin Abu Aufa pernah mengimami orang-orang sholat shubuh. dan ternyata masih berdetak jantungnya.” Mendengar itu Umar berkata. maka pemuda itu pun mengucapkannya. ‘Ali bin Abu Thalib berkata. bergemuruh seperti pepohonan tertiup angin yang kencang. Bila pagi tiba mereka pun berdzikir kepada alloh swt. Seseorang menggambarkan keadaan Hasan al-Bashriy. adzab Rabbmu pasti benar-benar terjadi. semoga Allah meridhai keduanya. Kemudian Nabi Saw bersabda. Ketika sampai pada ayat :” apabila sangkakala telah ditiup. dengan bermuran durja dan membolak-balikkan telapak tangannya. Mata mereka bercucuran air mata sampai-samaoai pakaian mereka basah karenanya. pucat dan berdebu. Al-Muddatstsir : 8-9) Beliau terisak-isak dan lalu meninggal dunia. Ketika sampai pada ayat:”Sungguh. apakah pemuda itu termasuk golongan kita?” Rasulullah bersabda. “jika ia datang. Abdullah bin Amr bin ‘Ash bertutur. dan akan sholat sampai patah tulang punggungnya.Umar bin Khatthab pernah membaca surat at-Thuur. (lihat al-‘ibar. (Qs. Kemudian Nabi Saw meletakkan tangan beliau di atas hatinya. dan orang-orang pun menjenguk beliau. Kepadanya Abdullah bin ‘Abbas pernah berkata. at-Tahrim [66]: 6). ketika Allah menurunkan ayat ini kepada Nabi-Nya: Wahai orang-orang yang beriman jagalah diri dan keluarga kalian dari Neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan bebatuan. Jika berbicara tentang neraka. seakan-akan neraka ada di sekitar kami. “Aku ingin kalau bisa meninggalkan dunia ini tanpa pahala dan tanpa dosa. “Menangislah! Jika tidak bisa maka usahakan untuk menangis. Demi Alloh. membacakan ayat ini kepada para sahabat. Pada hari ini aku tidak melihat sesuatu pun yang nenyerupai mereka. Musa bin Mas’ud berkisah. “Wahai anak muda ucapkanlah: ‘Tidak ada Tuhan selain Allah’”. (QS Ath-Thuur : 7) Beliau menangis dan semakin menghebat tangis beliau sampai beliau sakit. Jika ia duduk. seakan-akan ia datang dari menguburkan teman karibnya. “ Alloh telah meramaikan berbagai kota dan membukakan berbagai negri dengan tanganmu. apakah kalian tidak mendengar firman Allah: Yang demikian itu (adalah untuk) orang-orang yang takut (akan . Para sahabat berkata. Di pagi hari mereka nampak kusut. pastilah ia akan berteriak sekeras-kerasnya sampai hilang suaranya. “Sungguh aku pernah melihat para sahabat Nabi. seusai melaksanakan sholat shubuh. tiba-tiba ada seorang pemuda yang terjungkal pingsan.” Suatu pagi. Kla kami bermajlis dengan Sufyan ats-Tsauriy. “Wahai Rasulullah!. seakan-akan ia adalah seorang tawanan yang akan dipenggal lehernya.” Lantas beliau berdiri dan sejak itu beliau tidak pernah kelihatan tertawa sampai dibunuh oleh Ibnu Muljam. ia berkata. Pada suatu hari Rasulullah saw. Kemudian beliau memberikan kabar gembira kepadanya dengan surga. Dari Ibnu Abas. (QS. Beliau membaca surat alMuddatstsir. Adalah pada wajah beliau ada dua gais hitam lantaran banyak menangis. Demi alloh hari-hari ini sepertinya aku menghabiskan malam bersama kaum ini dalam keadaanlalai. Di antara dua mata mereka seperti ada lutut kambing. jika salah seorang di antara kalian benar-benar mengerti. Hari itulah hari yang teramat susah. Yang demikian itu karena kami melihat beapa takut dan khawatirnya ia. seakan-akan neraka itu hanya diciptakan untuknya.

[HR. niscaya tidak ada seorang pun yang putus asa dari rahmat-Nya. Empat konsep ini dikandung dalam definisi di atas. Realisasi dari ketundukkan kepada Allah adalah beribadah kepadaNya dengan sepenuh kecintaan dan pengagungan dengan mengikuti syariat yang telah ditetapkanNya. Munculnya kesadaran ini adalah buah dari makrifatullah dan mengenal diri yang diciptakanNya. hidayah dan alam semesta ini. tidak ada seorang pun manusia yang tidak mendatangi negeri akhirat yang di sana itu mereka dimintai pertanggung jawabannya atas seluruh perbuatannya.menghadap) ke hadirat-Ku dan yang takut kepada ancaman-Ku. 5. Dahulu manusia diciptakan dari tanah. dan senantiasa ingat akan adanya pengawasan dari Allah. ia menshahihkannya dan disepakati oleh Adz-Dzahabi]. tidak seperti di dunia. yang menjadi sebab kita tidak berbuat durhaka padaNya. Ini merupakan sebab utama dari munculnya rasa takut kepada Allah yang menimbulkan ketundukkan padaNya dan menghinakan diri di hadapanNya. niscaya tidak ada seorang pun yang tidak mengharapkan surga-Nya. Jika kita perhatikan dari ayat-ayat al-Quran dan Hadits maka dapatlah kita simpulkan bahwa esensi takut kepada Allah ialah dalam kaitannya dengan dahsyatnya azab api neraka yang Allah sediakan bagi manusia yang berbuat zhalim dan aniaya. namun di hadapan Rabbnya. Pertama. sekalipun mereka telah menyatakan keyakinannya akan adanya negeri akhirat itu. kesadaran bahwa diri kita lemah di hadapan Allah. memohon perlindungan dari azabNya dan memohon petunjukNya agar kita berada dalam rahmatNya. Mereka tidak memiliki suatu kekuatan pun untuk menghindar dari pertanyaan yang akan diajukan oleh Allah di sana. “Bukankah Kami menciptakan kamu dari air yang hina” (77:20) Keberadaan manusia di muka bumi tidak bisa melepaskan nasib akhirnya yaitu akhirat. Manusia lemah dihadapan Allah. Kenyataannya memang kebanyakan manusia itu amat lalai dengan dirinya sendiri dan melupakan akan masa depannya di akhirat kelak. sungguh manusia itu hina dan lemah bahkan merugi. sedangkan Dia Maha Kuat dan Kuasa atas diri kita. Diberitakannya keadaan neraka dan siksaan-siksaan yang terdapat di dalamnya adalah agar manusia bersungguh-sungguh dalam hidup ini. kemudian keturunannya dari air yang hina. sesungguhnya Rasulullah Saw bersabda:Jika seorang mukmin mengetahui siksaan yang ada di sisi Allah. Jika orang kafir mengetahui rahmat yang ada di sisi Allah. INTISARI TAKUT KEPADA ALLAH Takut adalah kesadaran bahwa diri kita lemah di hadapan Allah. Muslim]. Manusia betapapun mulia dan tingginya ketika dibandingkan dengan makhluk Allah yang lainnya. . kesadaran bahwa Allah adalah tempat kembali kita. Inilah empat konsep yang merupakan intisari takut kepada Allah Swt. takut akan azabNya. Hakim.a. Dari Abu Hurairah r. disebabkan diberinya akal. tidak bermain-main dan bersenda gurau.. Takut adalah kesadaran bahwa diri kita lemah di hadapan Allah. buktinya ialah ia diciptakan. [HR.

manusia masih bisa berkelit dari tanggung jawab atas perbuatannya dengan kekuatan politik dan logikanya. “Sesungguhnya orang-orang yang menentang Allah dan RasulNya. tidak berharta. Semua ini mengakibatkan penderitaan bagi manusia. peperangan.” (58:20) Lihatlah pula bagaimana nasib manusia di muka bumi. kondisi aman. manusia akan mengenal Keagungan. kecerdasan. maka bagaimanakah dengan nasib bangsa-bangsa terdahulu yang dihancurkan Allah Swt. sedangkan orang-orang itu adalah lebih besar kekuatannya dari mereka? . telanjang. maka jasad yang semula indah pun menjadi benar-benar busuk dan hancur menjadi tanah. saling cela dan hina. karena mereka merasa kuat dan perkasa dengan senjata. kebakaran. namun mereka sama sekali tidak berdaya di hadapan azab Allah Swt. “Dan Allah-lah yang Maha Kaya sedangkan kamulah orang-orang yang berkehendak (kepadaNya)” (47:8) Dan apakah mereka tidak berjalan di muka bumi. Dan janganlah kamu merugikan manusia pada hak-haknya dan janganlah kamu merajalela di muka bumi dengan membuat kerusakan. darat dan udara. yang akan memiliki rasa takut kepada Allah. Hanya saja mereka yang sadar akan kelemahan dirinya dan juga mengenal Tuhannya dengan baik. jika kamu melarikan diri dari kematian atau pembunuhan. Sebab dengan makrifatullah. Kehinaan sejati di dunia maupun di akhirat. perampokan. bukankah mereka juga kaum yang kuat. (26:183) Manusia banyak sekali memiliki kelemahan dan kehinaan di hadapan Allah Swt. Kekuatan Allah Swt yang membuatnya tertunduk dan tersungkur menyaksikan KebesaranNya melalui ayat-ayatNya. berharta dan terhormat tanpa suatu usaha dan ikhtiar. mereka termasuk orangorang yang sangat hina. Kekuasaan. tanah longsor. lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang yang sebelum mereka.” (33:16) Kesenangan dunia itu terasa saat badan sehat. Setelah kematian tiba. Ini merupakan suatu kelemahan terbesar dari manusia. Penyakit. gedung runtuh. Tetapi perhatikanlah nasib manusia di muka bumi ini. makanan ada. ada pada orang-orang yang tidak beriman. dan jika (kamu terhindar dari kematian) kamu tidak juga akan mengecap kesenangan kecuali sebentar saja. dan hubungan dengan sesama harmonis. Katakanlah: “Lari itu sekali-kali tidaklah berguna bagimu. harta mencukupi. Seandainya manusia tidak merasa takut kepada Allah . ilmu dan teknologinya. tidak berilmu. Bukankah ini merupakan perkara yang melengkapi kelemahan dan ketidakberdayaan manusia terhadap tabiat dirinya sendiri dan alam tempat tinggalnya. sebagian bahkan ada yang cacat secara fisik dan mental. mereka mula-mula lahir dalam keadaan lemah. ketidakadilan sosial. kemudian melewati masa muda dengan penuh perjuangan agar memiliki ilmu dan harta serta dihormati sesamanya dan akhirnya tua dengan kepikunan dan penutupnya adalah kematian yang tak seorang pun berdaya untuk menghindar darinya. Dan keadaan mereka itu lebih kuat daripada manusia zaman sekarang ini. kecelakaan di laut. bencana. banjir. pembunuhan. Tidak ada seorang pun yang berilmu. tentara.

hati mereka mengingkari (keesaaan Allah). Orang-orang yang telah mengenal dahsyatnya azab Allah akan bergetarlah hatinya bila disebut nama Allah. alam semesta dan diri kita sendiri. Munculnya rasa takut kepada azab Allah adalah dari kesadaran atas peringatan dan pengajaran yang Allah berikan melalui ayat-ayatNya. dan sungguh telah nyata bagi kamu (kehancuran mereka) dari (puing-puing) tempat tinggal mereka.” (21:49) “…supaya Allah mengetahui orang yang takut kepada-Nya. Maka orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat. (16:22) Kedua. (29:38-39) Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa. Oleh karena itu salah satu bahan dasar ketakwaan kepada Allah adalah pengetahuan dan keimanan kepada azab Allah yang melahirkan sikap takut kepada Allah dan berhati-hati dari perbuatan yang dapat menjerumuskan manusia ke dalam azab-Nya itu. Begitu pula apabila disebut dengan dahsyatnya azab Allah baik berupa siksaan yang ditimpakan kepada orang-orang kafir di dunia ataupun azab berupa neraka di akhirat yang diberitakanNya dalam al-Quran. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah). Realisasi dari takut kepada Azab Allah adalah bertaubat dari dosa dan meninggalkan maksiat seraya meneguhkan ketaatan dan ketundukkan kepada Allah. dan (juga) Karun. dan mereka merasa takut akan (tibanya) hari kiamat. sedang mereka tidak melihat-Nya. (35:44) Dan apakah tidak menjadi petunjuk bagi mereka. Barang siapa yang melanggar batas sesudah itu. baik berupa al-Quran. takut akan azabNya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka Musa dengan (membawa bukti-bukti) keteranganketerangan yang nyata. (17:57) “(Orang yang bertakwa itu yaitu) orang-orang yang takut akan (azab) Tuhan mereka. “sesungguhnya azab Tuhanmu adalah suatu yang (harus) ditakuti. juga sebab utama kita tidak mendurhakaiNya. biarpun ia tidak dapat melihat-Nya. sedangkan mereka sendiri adalah orangorang yang sombong. Ini merupakan sebab utama kita berlindung kepadaNya dari hal-hal yang menjerumuskan diri kita kepada murkaNya. jika aku mendurhakai Tuhanku.” (11:103) “Sesungguhnya yang dapat kamu beri peringatan hanya orang-orang yang takut kepada azab Tuhannya (sekalipun) mereka tidak melihatNya” (35:18) “…dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. berapa banyak umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan sedangkan mereka sendiri berjalan di tempat-tempat kediaman mereka itu.” (6:15) “Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang takut kepada azab akhirat. Dan syaitan menjadikan mereka memandang baik perbuatan-perbuatan mereka. Fir’aun dan Haman.Dan tiada sesuatupun yang dapat melemahkan Allah baik di langit maupun di bumi. Karena setiap kedurhakaan adalah sebab datangnya azab. Kemudian kepada . maka baginya azab yang pedih. Maka apakah mereka tidak mendengarkan? (32:26) Dan (juga) kaum ‘Aad dan Tsamud. Akan tetapi mereka berlaku sombong di (muka) bumi. dan tiadalah mereka orang-orang yang luput (dari kehancuran itu).(5:94) “Katakanlah: “Sesungguhnya aku takut akan azab hari yang besar (hari kiamat). lalu ia menghalangi mereka dari jalan (Allah). sedangkan mereka adalah orang-orang berpandangan tajam.

kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih. tentu kita tidak akan pernah berani melakukan hal- . Oleh karena itu timbullah rasa khawatir yang mendalam jikalau ia mendapatkan dirinya tidak membawa bekal ke negeri akhirat itu. Bahkan kesadaran ini merupakan inti dari orientasi hidup orang-orang yang beriman dan ahli ibadah. maka takutlah kepada-Nya.” (76:9) “Mereka menunaikan nazar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana. (2:45-46). Ini merupakan kekuatan yang mencegah kita untuk melakukan hal yang dilarangNya setiap datang godaan dan bisian syaithanb. Ini adalah penumbuh utama takut akan azabNya. kesadaran bahwa Allah adalah tempat kembali kita. Sebagai mana dalam firman Allah Swt: “Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. bahwa mereka akan menemui Tuhannya. Bila rasa takut kepada Allah telah tumbuh di hati dan kemudian diikuti oleh perasaan diawasiNya. Kesadaran ini juga menumbuhkan cinta dan harap. dan (dari) membayarkan zakat. “Dan ketahuilah bahwasanya Allah mengetahui apa yang ada dalam hatimu. dan (dari) mendirikan sembahyang. Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang. dan padang mahsyar digelar. Sehingga mengiringi ketundukkan kepada Allah dengan semangat untuk mencapai RahmatNya. Realisasi dari kesadaran ini adalah sikap berupaya untuk terus mencari tambahan hidayah dan iman dan sikap mengikuti setiap petunjuk Allah dan RasulNya. Bahwa setelah kematian tiba. dan akan diberitakan-Nya kepadamu apa yang kamu perselisihkan (6:164) Ketiga.” (76:7) “laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingati Allah. Merasakan akan Pengawasan Allah di Setiap Waktu. Sehingga perkara ini menimbulkan sikap sabar dan istiqomah. (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka” (23:60) “Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang.Tuhanmulah kamu kembali.” (24:37) “Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah. Seseorang yang pandangan hidupnya telah dibentuk oleh worldview Islam meyakini bahwa suatu saat ia akan bertemu dan kembali kepada Tuhannya. dan ketahuilah bahwa Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun. Kesadaran bahwa Allah adalah tempat kembali merupakan kekuatan untuk melakukan hal-hal yang berat dalam hidup manusia. dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya. maka seluruh perbuatannya akan dimintai pertanggungjawabannya nanti di hadapan Allah. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat. (2:235) “Dan adalah Allah Maha Mengawasi segala sesuatu” (33:52). kecuali bagi orang-orang yang khusyu’. “Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan.” (24:37 Keempat. dengan hati yang takut. karena kesadaran ini berkedudukan sebagai peringatan dan pengajaran paling besar. yaitu orang-orang yang meyakini.

“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari syaitan. Orang yang takut kepada Allah. lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah?” (3:135) Orang tidaklah akan merasakan suatu pengawasan dari Allah. Bahkan kita pun tidak akan pernah melakukan kelalaian dalam melaksanakan apa yang telah diwajibkanNya atas diri kita. jika ia seorang yang melupakan Allah. Namun kita yakin Dia Melihat kita. Mereka itulah contoh orang-orang yang tidak takut kepada Allah. “Sesungguhnya yang dapat kamu beri peringatan hanya orang-orang yang takut kepada azab Tuhannya (sekalipun) mereka tidak melihatNya. Maka berilah mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia. Dia bahkan mengetahui apa yang kita sembunyikan di hati apalagi yang kita lahirkan. Namun bukan berarti ia bisa melepaskan diri dari dosa. bukan hanya dalam hubungannya dengan rasa takut.” (5:94) Keutamaan yang dimiliki orang-orang yang takut kepada Allah. maka efeknya banyak sekali. mereka kemudian melupakanNya. “Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri. maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya. mereka ingat kepada Allah. biarpun ia tidak dapat melihat-Nya. tetapi takut bila dunianya berkurang. Karena itu orang-orang beriman akan senantiasa pula melakukan . namun ketika hilang musibah itu. sebagaimana diungkapkan dalam al-Quran.” (35:18) “Sesungguhnya kamu hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikuti peringatan dan yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah walaupun dia tidak melihatnya. Oleh Karena itu kunci utama untuk merasakan pengawasan dari sisi Allah adalah dengan cara memperbanyak mengingatiNya dan menyebut namaNya. tetapi juga dengan ikhlas dan cinta serta harap kepadaNya. padahal mereka tidak melihatNya adalah bahwa merekalah yang akan dapat menerima peringatan dari sisi Allah Swt. agar dirinya tercegah dari melakukan suatu perbuatan yang dilarangNya sekaligus merasakan suatu pengawasanNya bahwa Dia selalu memberikan bimbingan kepadanya untuk melakukan ketaatan dan menyelesaikan persoalan yang tengah di hadapinya.hal yang telah dilarangNya. padahal ia tidak bisa melihatNya memiliki banyak keutamaan. ia akan segera bertaubat kepadaNya. Allah adalah Zat yang kita tidak bisa melihatNya. saat ia melakukan dosa. Seorang mukmin yang merasakan suatu muaqobah atau pengawasan Allah akan mencegah dirinya dari melakukan suatu dosa. Adapun orang-orang yang takut kepada Allah adalah orang yang senantiasa mengingat Allah. mereka ingat akan Allah. Tetapi sekalipun demikian karena ia memiliki rasa takut kepada Allah. lewat pengajaran dan peringatan yang disampaikan oleh Rasul.” (36:11) “supaya Allah mengetahui orang yang takut kepada-Nya.(7:201) Orang-orang yang beriman saat merasakan suatu pengawasan dari sisi Allah. Menyebut nama Allah dan mengingatiNya jangan hanya ketika kita ditimpa suatu musibah seperti kebanyakan manusia.

dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. yakni melalui RahmatNya. Menjadikan Allah sebagai tempat berlindung. mesti di dalamnya terkandung rasa takut kepada Allah Swt ketika kita memulai. maka akan munculah hakikat-hakikat berikut ini : Pertama. kita akan merasakan suatu kemanfaatan yang besar dalam hidup ini. takut akan azabNya. melaksanakan dan mengakhirinya. dan dengan tidak mengeraskan suara. sebab ia adalah pilar keimanan dan pilar ibadah. senantiasa ingat bahwa Allah adalah tempat kita kembali dan merasakan akan pengawasan Allah di setiap waktu. Takut kepada Allah artinya kita menjadikan Allah sebagai tempat berlindung. lagi mempunyai rahmat. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain. di waktu pagi dan petang. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu. Oleh karena itu orangorang mukmin tidak menjadikan apapun dan siapapun untuk dijadikan tempat dia berlindung melainkan Allah. Orang mukmin wajib memiliki rasa takut semacam itu. sebab Allah yang akan membalas kebajikannya itu. dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai. takut akan azabNya. (18:58). Keempat hal itu akan menopang dan jadi bukti bahwa kita takut kepada Allah Swt. Seperti apakah gambaran karakter perasaan takut kepada Allah yang akan timbul pada diri orang-orang mukmin itu? Mengikuti konsepsi intisari takut kepada Allah. (4:1). (7:205) Intisari takwa ada 4 yaitu tahu kita lemah di hadapan Allah. Tetapi bagi mereka ada waktu yang tertentu (untuk mendapat azab) yang mereka sekali-kali tidak akan menemukan tempat berlindung dari padanya. sadar bahwa Allah tempat kembali dan ingat Allah senantiasa mengawasi. 6. Haklikat perasaan takut kepada Allah adalah sikap berlindung kepada Allah. Orang yang takut kepada Allah adalah orang yang sadar akan besarnya azab Allah. HAKIKAT PERASAAN TAKUT KEPADA ALLAH Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut. Sehingga tempat berlindung manusia dari azab Allah adalah Allah sendiri. tentu Dia akan menyegerakan azab bagi mereka.berbagai kebajikan. karena amalannya tidak akan sia-sia. Dalam setiap bagian atau cabang iman dan setiap bentuk ibadah kepada Allah berupa kewaijban-kewajiban syariat. “Dan Tuhanmulah yang Maha Pengampun. Jika Dia mengazab mereka karena perbuatan mereka. Itulah empat intisari takut kepada Allah Swt yang apabila ada di dada kita. . Bahkan pada dasarnya rasa takut itu harus senantiasa menyertai setiap langkah dan waktu-waktu kita. Takut yang intisarinya harus menjadi kekayaan rohaniah orang-orang mukmin. dan juga sadar bahwa Allah pula yang memiliki Rahmat bagi hambaNya.

Begitu pula seorang hamba tidak ada yang dapat melindunginya saat azabNya. kejahatan tukang sihir. mengikuti apapun yang dititahkanNya. Dan orang-orang yang kafir. karena di sana tak ada tempat untuk berlari dan meminta pertolongan. tidak hanya dari azabNya yang dahsyat. karena kita memang lemah dan hina. berkorban di jalanNya untuk meninggikan kalimatNya. mereka kekal di dalamnya. “Patuhilah seruan Tuhanmu sebelum datang dari Allah suatu hari yang tidak dapat ditolak kedatangannya. . Di akhirat kelak manusia tidak memiliki pelindung dan tidak bisa pula mengingkari dosa-dosa yang pernah dilakukan. Manusia tidak akan menemukan pelindung selain Allah (lihat 18:27). penjaga. Kamu tidak memperoleh tempat berlindung pada hari itu dan tidak (pula) dapat mengingkari (dosa-dosamu). pemberi petunjuk dan kemudahan. jika ia mendurhakaiNya. sedangkan Allah adalah zat yang Maha Kuasa atas segenap makhlukNya termasuk diri kita.Ketika orang mukmin menjadikan Allah sebagai tempat berlindung. bahkan Rasul pun tidak bisa menolong umatnya yang terkena azab itu. bisikan syaithan (lihat 23:97-98). Kita berlindung kepada Allah dari sikap sombong manusia yang tidak beriman kepada negeri akhirat (lihat:40:27). Itulah beberapa kandungan yang merupakan konsekuensi jika menjadikan Allah sebagai tempat kita berlindung. kejahatan malam. Menyadari akan kelemahan ini dan Kekuasaan Allah. Allah Pelindung orang-orang yang beriman. Yakni taat kepadaNya. Apa arti menjadikan Allah sebagai pelindung? Pelindung artinya adalah penolong. berarti kita berusaha menjadi hamba yang memenuhi kriteria untuk dilindungiNya. “Musa menjawab: “Aku berlindung kepada Allah agar tidak menjadi salah seorang dari orang-orang yang jahil”. Mereka itu adalah penghuni neraka. dan Dia diyakininya sebagai sebaik-baiknya tempat berlindung. Kita berlindung kepada Allah di akhirat kelak. Jadi orang yang takut kepada Allah akan menjadikan Allah sebagai tempat perlindungannya. Ibadah. Hal ini terjadi karena pada saat seseorang menjadikan Allah sebagai tempat berlindung dan meminta pertolongan. Dan dari sikapnya itu Allah mendatangkan ketentraman ke dalam hati orang-orang mukmin. pembimbing. melakukan ibadah kepadaNya dengan tulus ikhlas.(42:47). dan untuk itu harus mengabdi kepadaNya. yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan (kekafiran). dan berjanji untuk tidak menyimpang dari jalanNya. Seperti itulah kita harus menjadikan Allah. (2:67). (10:30) Kita menjadikan Allah sebagai tempat berlindung. Kita berlindung kepada Allah dari kejahatan makhlukNya. Setia dalam menjalankan perintah-perintahNya. tiap-tiap diri merasakan pembalasan dari apa yang telah dikerjakannya dahulu dan mereka dikembalikan kepada Allah Pelindung mereka yang sebenarnya dan lenyaplah dari mereka apa yang mereka ada-adakan. maka kita berlindung kepada Allah. ada persyaratan yang harus dipenuhinya. Menjadikan Allah sebagai pelindung. dan pengawas. Oleh karena itu sebelum datang negeri akhrat yang di mana semua manusia akan dikumpulkan maka jadikanlah Allah sebagai tempat berlindung semenjak di dunia ini. yaitu ibadah. (2:257) Di tempat itu (padang Mahsyar). “. pengarah. ketaatan dan kesetiaan kepada Allah akhirnya akan membuahkan ketenangan batin dan hilangnya perasaan sedih dan khawatir yang tidak beralasan. pemimpin. Tidak ada yang dapat menolong manusia jika azab telah datang kepada mereka. maka tidaklah lagi ada dalam dadanya rasa kesedihan dan khawatir yang berlebihan. Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). pelindung-pelindungnya ialah syaitan.

Orang Mukmin yakin bahwa Allah Maha Mengetahui atas seluruh perbuatan manusia baik yang mukmin ataupun yang kafir. berhenti dan bertaubat dari maksiat dan kelalaian serta memperbaiki akhlak serta ibadah kita kepadaNya. tidak luput dari gangguan dan fitnah orang-orang kafir. Rasa takut kepada Allah adalah kesadaran bahwa tidak ada jalan keselamatan dari azab Allah melainkan Rahmat Allah. lalu kita memenuhi konsekuensinya dengan mentaati Allah. Orang yang takut kepada Allah menyadari akan besarnya dan dahsyatnya azab Allah dan mengetahui sebab-sebab manusia ditimpa azabNya itu. Namun akhirnya Allah akan memberikan kepada umat Islam berupa hilangnya rasa sedih. ada persaratan yang harus dipenuhi yakni. Orang yang takut kepada Allah belum dikatakan demikian keadaannya sebelum ia bersikap meninggalkan perkara yang mendatangkan kemurkaanNya. “Bersabarlah (hai Muhammad) dan tiadalah kesabaranmu itu melainkan dengan pertolongan Allah dan janganlah kamu bersedih hati terhadap (kekafiran) mereka dan janganlah kamu bersempit dada terhadap apa yang mereka tipu dayakan. menghilangkan rasa kahwatir dan sedih dalam menghadapi beratnya medan jihad dan dakwah. tidak melalaikan apalagi mengabaikannya.” (43:68). keselamatan. Allah Maha Mengetahui siapa saja di antara hamba-hambaNya yang taat dan mengetahui pula siapa yang durhaka padaNya. Sifat manusia dalam mengabdi kepada Allah terbagi atas tiga kelas. menggapai RahmatNya. Bagaimana gambaran orang-orang yang memiliki perasaan takut kepada Allah dalam hubungannya dengan kewajiban-kewajiban yang harus ditunaikannya kepada Tuhannya? Jawabnya jelas. “Hai hamba-hamba-Ku. Meninggalkan perkara yang mendatangkan kemurkaanNya. Ini merupakan hakikat yang menyatu dengan perasaan takut kepada Allah. ketenangan dan kebaikan di dunia ini dan juga di akhirat kelak melainkan dengan mencari RahmatNya melalui ketundukan kepada agamaNya dengan ikhlas. ia akan bersegera untuk menunaikanya. Inilah hakikat yang muncul dari rasa takut kepada Allah Swt. tiada kekhawatiran terhadapmu pada hari ini dan tidak pula kamu bersedih hati.JIka kita menjadikan Allah sebagai pelindung. Dan buah dari kesadaran ini ialah Ia meninggalkan perkara yang mendatangkan kemurkaanNya walaupun ketika sendirian. yang lalai dan yang mengabaikannya sama sekali. Kedua. Yakni yang bersegera. maka Allah akan menurunkan ketentraman ke dalam jiwa kita.” (16:127). menjauhi dosa dan laranganNya. Ketiga. Dan juga cobaan yang datang dari Allah sebagai ujian keimanan. dan tidak ada jalan menuju Rahmat Allah melainkan . Sikap bersegera menunaikan kewajiban kepada Allah merupakan suatu upaya manusiawi untuk menggapai Rahmat Allah. Tidak ada jalan lain bagi manusia untuk beroleh keberkahan hidup. Allah akan menghilangkan rasa sedih pada diri orang-orang yang beriman karena keimanan dan amal sholehnya. Di sini orang mukmin memilki dua kesadaran sekaligus. Pada bagian pertama telah disebutkan bahwa untuk memperoleh perlindungan dan pertolongan dari sisi Allah. mengabdi kepadaNya. Serta menjadikan orang-orang mukmin itu sebagai orang-orang yang mulia di muka bumi atau pun di akhirat kelak. Kehidupan kaum muslimin di dalam menjalankan dan mendakwahkan Islam. pertolongan dan kemenangan yang besar. yakni kesadaran berupa keyakinan bahwa Allah murka terhadap hambaNya yang durhaka padaNya dan kesadaran berupa keyakinan bahwa Allah senantiasa mengawasi perbuatan hamba-hambaNya. bersegera melakukan perkara apa saja yang mendekatkan dirinya kepada RahmatNya.

menjalankan agama dengan iklash. Kesadaran itu selanjutnya menjadi cambuk dan tarikan untuk menunaikan apa saja yang diperintahkan Allah dengan segera. Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar. (9:100) Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah syurga ‘Adn yang mengalir di bawahnya sungaisungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepadaNya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya. (98:8) Keempat, Ia berusaha keras menyediakan penunjang-penunjang. Baik lahir maupun batin dalam mencapai upaya-upaya di atas. Pada bagian pertama takut kepada Allah menitikberatkan pada persoalan akidah, yakni menjadikan Allah sebagai tempat berlindung. Bagian kedua, menitikberatkan tindakan meninggalkan, yakni meninggalkan perbuatan yang dapat mendatangkan kemurkaan Allah. Sedangkan bagian ketiga menitikberatkan tindakkan melakukan, yakni melakukan hal yang dapat mendatangkan RahmatNya yakni ketaatan. Perjalanan hidup manusia tidak diam di satu titik derajat atau martabat, hal ini berhubungan dengan tabiat dunia serta jiwa manusai itu sendiri. Tabiat yang demikian menyebabkan manusia mengalami naik turun dalam berbagai hal. Keimanan manusia pun demikian. Terkadang naik, di lain waktu turun. Adapun orang-orang yang takut kepada Allah, memiliki karakter yang berusaha mengatasi tabiat ini. Mereka akan senantiasa meningkatkan keimanannya. Ia tidak membiarkan iman itu diam dalam satu derajat yang stagnan, apalagi membiarkannya turun. Tentu tidak demikian sifat orang yang takut kepada Allah. Dia akan senantiasa mengusahakan agar keimanannya menguat. Dan untuk itu ia menyiapkan penunjang-penunjangnya. Apa penunjang dari semua hal yang baru saja kita sebutkan di atas? Sepanjang yang dapat dikemukakan penulis dalam kesempatan kali ini, ada tiga perkara penting: ilmu, iman dan amal. Secara lahir ilmu adalah proses belajar, membaca, menyimak. Sedangkah secara batin ilmu adalah pemahaman. Iman secara lahir adalah ibadah, sedangkan secara batin adalah keyakinan kepada Allah. Amal secara lahir adalah gerak jasad, sedangkan secara batin adalah ikhlas. Hal-hal itulah yang harus kita persiapkan untuk menunjang akidah, perbuatan taat dan perbuatan meninggalkan maksiat itu. Kelima, ia senantiasa bertaubat atas dosa-dosa dan kemaksiatannya. Orang yang takut kepada Allah adalah hamba Allah yang senantiasa sadar bahwa dirinya tidaklah mungkin bisa melepaskan diri dari dosa. Dosa akan senantiasa menyertai perjalanan hidupnya, sekalipun diri telah bertekad kuat untuk menghindarinya. Karena itu ia akan senantiasa bertaubat dan beristighfar kepada Allah Swt. Sesungguhnya perbuatan dosa adalah perkara yang biasa dalam pandangan Allah, sebab Dia adalah Zat pemilik pemberi taubat kepada hambahambaNya. Perbuatan dosa bagi orang-orang yang beriman dalam suatu perkara hanya boleh terjadi satu kali saja, karena untuk berikutnya ia telah menyadari dan bertaubat atasnya. Ada dua

jenis dosa yang dilakukan manusia. Pertama, dosa yang dilatarbelakangi oleh sombong, ini sulit mendapat ampunan Allah Swt, contoh dosa ini adalah dosa yang dilakukan syaithan dan orangorang kafir. Mereka berbuat dosa karena sombong, yakni menolak kebenaran dan merendahkan orang lain. Kedua, dosa yang dilakukan karena dorongan nafsu, ini merupakan dosa yang sebagaimana pernah dilakukan oleh Nabi Adam dahulu ketik masih di surga. Dosa ini akan diampuni Allah, ketika manusia bertaubat kepadaNya. Ada satu jenis dosa lagi yang sulit ditaubati oleh pelakunya karena ia merasa melakukan sesuatu yang benar, yaitu para pelaku bid’ah. Salah satu dari ketiga jenis dosa ini, yakni dosa karena nafsu, tidak mungkin dihindari orang-orang mukmin. Sadar akan masalah ini, maka seorang mukmin akan senantiasa memohon ampun kepada Allah dalam sehari-harinya. Nabi Muhammad Saw membaca istighfar dalam sehari lebih dari enam puluh kali. Keenam, ia berprasangka yang baik bahwa Allah akan memberinya Rahmat dan AmpunanNya. Orang yang takut kepada Allah adalah orang yang tetap taat kepada Allah dan meninggalkan perbuatan dosa serta bertaubat kepadaNya, tentu dalam perkara ini ada hal lain yang mengiringinya selain takut (khauf), itulah roja. Orang yang takut kepada Allah adalah juga orang yang memiliki harap atau roja kepada Allah Swt. Ketika seseorang melakukan suatu ketaatan kepada Allah, bukankah ia sadar bahwa ketaatan itu banyak kekurangannya namun ia berprasangka baik bahwa Allah akan menerima amalannya dan memberinya RahmatNya. Dan ketika ia bertaubat atas dosa dan meniggalkan dosa-dosa, bukankah ia berharap Allah akan memberinya ampunan. Seorang hamba, ketika berdoa kepada Allah, tidak hanya meminta agar dijauhkan dari neraka, tetapi juga meminta kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Doa ini berangkat dari prasangka yang baik kepada Allah, bahwa sementara kebanyakan manusia hidup putus asa, diazab dan dimasukkan ke neraka karena ia bermaksiat kepada Allah dan menolak untuk taat padaNya, ia berharap Allah mencurahkan RahmatNya kepadanya dan orang-orang yang beramal sholeh. Dengan adanya harapan kepada Allah dan juga takut serta cinta kepadaNya, seseorang akan terdorong melakukan ketaatan kepadaNya dan menjauhi laranganNya. 7. PENGARUH TAKUT KEPADA ALLAH Takut hanya akan memiliki arti apabila disertai dengan sifat hati-hati. Begitu pun takut kepada Allah akan memiliki arti apabila disertai sifat berhati-hati dari hal yang dapat mendatangkan murka Allah Swt. Karena itu takut kepada Allah adalah takut dalam kaitannya dengan azabNya, murkaNya dan NerakaNya. Namun yang paling utama takut kepada Allah adalah takut akan KekuasaanNya. Sehingga takut kepada Allah itu menyangkut pula takut akan hari kiamat, takut akan shu’ul khatimah, takut akan azab kubur, takut akan fitnah. Sekalipun demikian takut kepada Allah pengaruhnya dalam sikap adalah menjauhi murkaNya yang berkonsekuensi mendekati RahmatNya. Menjauhi murka Allah artinya menjauhi perkara-perkara yang dapat mendatangkan murka dan azab Allah Swt. Berkaitan dengan sikap menjauhi murka Allah, ada tiga hal yang saling berkaitan, yakni pengetahuan, keimanan dan perbuatan. Seorang mukmin hendaknya mengetahui perkara-perkara yang dapat menimbulkan murka Allah, yang dapat menyeret seorang hamba ke

nerakaNya dan menjauhkan dari keridhaanNya. Setelah mengetahui hal-hal demikian maka berikutnya adalah menyesuaikan jiwa dan perasaan kita yakni dengan sikap membenarkan pengetahuan tersebut dan mempersiapkan kesungguhan untuk meninggalkan dan membersihkan perkara tersebut. Dan selanjutnya seseorang mesti memiliki sikap yang jelas dalam menghadapi perkara-perkara tersebut baik yang timbul dari dalam dirinya maupun lingkungannya. a. Menjauhi Perkara yang dapat mendatangkan Murka Allah Swt Perkara-perkara yang dapat mendatangkan kemurkaan Allah secara global adalah perbuatan syirik, kafir dan membuat kerusakan di muka bumi. Adapun secara terinci adalah berikut ini. Menjual diri dengan kekafiran Alangkah buruknya (hasil perbuatan) mereka yang menjual dirinya sendiri dengan kekafiran kepada apa yang telah diturunkan Allah, karena dengki bahwa Allah menurunkan karunia-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya diantara hamba-hamba-Nya. Karena itu mereka mendapat murka sesudah (mendapat) kemurkaan. Dan untuk orang-orang kafir siksaan yang menghinakan. (2:90). Sesungguhnya orang-orang yang menukar iman dengan kekafiran, sekali-kali mereka tidak dapat memberi mudharat kepada Allah sedikitpun; dan bagi mereka azab yang pedih. (3:177) Apakah kamu menghendaki untuk meminta kepada Rasul kamu seperti Bani Israil meminta kepada Musa pada jaman dahulu? Dan barangsiapa yang menukar iman dengan kekafiran, maka sungguh orang itu telah sesat dari jalan yang lurus. (2:108). Mereka itulah orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk, maka tidaklah beruntung perniagaan mereka dan tidaklah mereka mendapat petunjuk. (2:16) Itulah orang-orang yang membeli kehidupan dunia dengan (kehidupan) akhirat, maka tidak akan diringankan siksa mereka dan mereka tidak akan ditolong. (2:86) Mereka itulah orang-orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk dan siksa dengan ampunan. Maka alangkah beraninya mereka menentang api neraka! (2:175) Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. (2:217) Dan adapun orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit, maka dengan surat itu bertambah kekafiran mereka, disamping kekafirannya (yang telah ada) dan mereka mati dalam keadaan kafir. (9:125) Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, dan bermaksud memperbedakan antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya, dengan mengatakan: “Kami beriman kepada yang sebahagian dan kami kafir terhadap sebahagian (yang lain)”, serta bermaksud (dengan perkataan itu) mengambil jalan (tengah) di antara yang demikian (iman atau kafir), (4:150) Dan Al Quran yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu sungguh-sungguh akan menambah kedurhakaan dan kekafiran bagi kebanyakan di antara mereka. Dan Kami telah timbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka sampai hari kiamat. (5:64) akan tetapi Allah mengutuk mereka, karena kekafiran mereka. Mereka tidak beriman kecuali

dan mereka kembali mendapat kemurkaan dari Allah dan mereka diliputi kerendahan. Katakanlah: “Bersenang-senanglah kamu. (4:93). Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi yang memamg tak dibenarkan dan membunuh orang-orang yang menyuruh manusia berbuat adil. membunuh nabi dan mendustakannya Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada. Yang demikian itu disebabkan mereka durhaka dan melampaui batas. karena sesungguhnya tempat kembalimu ialah neraka. bukan karena orang itu (membunuh) orang lain. dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya. (10:4) Dan jika kamu kafir. (4:170). (3:112) Hal itu (terjadi) karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para Nabi yang memang tidak dibenarkan. disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. (3:21) Dan tidak ada yang mendustakan hari pembalasan itu melainkan setiap orang yang melampaui batas lagi berdosa yang apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami.iman yang sangat tipis. maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. maka gembirakanlah mereka bahwa mereka akan menerima siksa yg pedih. (2:61) Telah dila’nati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan Isa putera Maryam. bahwa: barangsiapa yang membunuh seorang manusia. kecuali jika mereka berpegang kepada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia. atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi. (maka kekafiran itu tidak merugikan Allah sedikitpun) karena sesungguhnya apa yang di langit dan di bumi itu adalah kepunyaan Allah. Yang demikian itu. mereka masuk kedalamnya. Demikian itu (terjadi) karena mereka selalu berbuat durhaka dan melampaui batas. maka gembirakanlah mereka bahwa mereka akan menerima siksa yg pedih. (3:21) Durhaka dan Melampaui batas. (5:32). (4:46) Dan untuk orang-orang kafir disediakan minuman air yang panas dan azab yang pedih disebabkan kekafiran mereka. (5:78) Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi yang memamg tak dibenarkan dan membunuh orang-orang yang menyuruh manusia berbuat adil. Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil. dan itulah seburuk-buruk tempat kediaman. Orang-orang kafir itu telah menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah supaya mereka menyesatkan (manusia) dari jalan-Nya. kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya. Yang demikian itu karena mereka kafir kepada ayatayat Allah dan membunuh para nabi tanpa alasan yang benar. ia berkata: “Itu adalah dongengan orang-orang yang dahulu” (83:12-13) Mendustakan Rasul . Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang telah menukar nikmat Allah dengan kekafiran dan menjatuhkan kaumnya ke lembah kebinasaan? yaitu neraka jahannam.” (14:28-30) Membunuh Seorang Mukmin Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya ialah Jahannam. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Demikianlah Allah mengunci mati hati orang yang sombong dan sewenang-wenang. kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa). Maka alangkah hebatnya kemurkaan-Ku. maka mintalah perlindungan kepada Allah. (2:217) Hai orang-orang yang beriman. Karena itu berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul). Karena itu janganlah pulang balik mereka dengan bebas dari suatu kota ke kota yang lain memperdayakan kamu. dan mereka itulah penghuni neraka. Kami utus beberapa rasul kepada kaum mereka (masing-masing). (40:35) Sesungguhhnya orang-orang yang memperdebatkan tentang ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai kepada mereka tidak ada dalam dada mereka melainkan hanyalah (keinginan akan) kebesaran yang mereka sekali-kali tiada akan mencapainya. (Yaitu) orang-orang yang memperdebatkan ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai kepada mereka. (34:45) Sesungguhnya telah berlalu sebelum kamu sunnah-sunnah Allah. tetapi mereka tidak hendak beriman karena mereka dahulu telah (biasa) mendustakannya. Demikianlah Kami mengunci mati hati orang-orang yang melampaui batas. (40:4) Demikianlah Allah menyesatkan orang-orang yang melampaui batas dan ragu-ragu. (40:58) Tidak ada yang memperdebatkan tentang ayat-ayat Allah. maka kemurkaan Allah menimpanya dan baginya azab yang besar. mereka kekal di dalamnya.orang kafir Mekah itu belum sampai menerima sepersepuluh dari apa yang telah Kami berikan kepada orang-orang dahulu itu lalu mereka mendustakan rasul-rasul-Ku. (16:106) Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya. (67:18). (10:74) Murtad dari Islam Barangsiapa yang kafir kepada Allah sesudah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah). Amat besar kemurkaan (bagi mereka) di sisi Allah dan di sisi orang-orang yang beriman. yang berjihad dijalan Allah. Dan orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan sedang orang. maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat. akan tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran. . kecuali orang-orang yang kafir. lalu dia mati dalam kekafiran. Maka alangkah hebatnya akibat kemurkaanKu. dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya). diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendakiNya. barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya. yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin. maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya. (5:54) Memperdebatkan Ayat-ayat Allah (Yaitu) orang-orang yang memperdebatkan ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai kepada mereka. Itulah karunia Allah. (3:137) Kemudian sesudah Nuh. maka rasul-rasul itu datang kepada mereka dengan membawa keterangan-keterangan yang nyata.Dan sesungguhnya orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (rasul-rasul-Nya). Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat. lagi Maha Mengetahui. dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir.

dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut. (5:60) Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu ? Mereka hendak berhakim kepada thaghut. (40:34-35) Menjauhi KeridhaanNya Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka mengikuti apa yang menimbulkan kemurkaan Allah dan karena mereka membenci keridhaan-Nya.” Mereka itu lebih buruk tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yang lurus. yaitu orang-orang yang dikutuki dan dimurkai Allah. (4:60) Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah. sesungguhnya telah jelas jalan yang benar .Amat besar kemurkaan (bagi mereka) di sisi Allah dan di sisi orang-orang yang beriman. maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. tetapi berkasih sayang sesama mereka. mereka menjadikannya buah ejekan dan permainan. (4:76) Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja). Maka berjalanlah kamu dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orangorang yang mendustakan (rasul-rasul). dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya. Kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya. di antara mereka (ada) yang dijadikan kera dan babi dan (orang yang) menyembah thaghut?. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya. (10:100) Dan apabila kamu menyeru (mereka) untuk (mengerjakan) sembahyang. (3:162) Tidak Mempergunakan Akal Dan tidak ada seorangpun akan beriman kecuali dengan izin Allah. dan jauhilah Thaghut itu”. (16:36) Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam). Demikianlah Allah mengunci mati hati orang yang sombong dan sewenang-wenang. sebab itu perangilah kawan-kawan syaitan itu. Yang demikian itu adalah karena mereka benar-benar kaum yang tidak mau mempergunakan akal. karena sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah. tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud (48:29) Apakah orang yang mengikuti keridhaan Allah sama dengan orang yang kembali membawa kemurkaan (yang besar) dari Allah dan tempatnya adalah Jahannam? Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali. padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. (5:58) Dan bahwasanya: orang yang kurang akal daripada kami selalu mengatakan (perkataan) yang melampaui batas terhadap Allah (72:4) Mengikuti Thaghut Katakanlah: “Apakah akan aku beritakan kepadamu tentang orang-orang yang lebih buruk pembalasannya dari (orang-orang fasik) itu disisi Allah. (47:28) Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir. sebab itu Allah menghapus (pahala) amal-amal mereka.

Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat). mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Allah tidak menurunkan suatu keteranganpun tentang nama-nama itu. (22:3) Dan di antara manusia ada orang-orang yang membantah tentang Allah tanpa ilmu pengetahuan. Dan .” Dan aku tidak takut kepada (malapetaka dari) sembahan-sembahan yang kamu persekutukan dengan Allah. Keputusan itu hanyalah kepunyaan Allah. maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. sebab itu sampaikanlah berita itu kepada hamba. padahal sesungguhnya Allah telah memberi petunjuk kepadaku. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut[162] dan beriman kepada Allah. (2:256) Dan orang-orang yang menjauhi thaghut (yaitu) tidak menyembah. Itulah agama yang lurus.nya dan kembali kepada Allah. Pengetahuan Tuhanku meliputi segala sesuatu. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal). di sisi Tuhan mereka.” Katakanlah: “Apakah kamu mengabarkan kepada Allah apa yang tidak diketahui-Nya baik di langit dan tidak (pula) dibumi?” Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dan apa yang mereka mempersekutukan (itu).daripada jalan yang sesat. kecuali di kala Tuhanku menghendaki sesuatu (dari malapetaka) itu. Dan bagi orang-orang yang zalim sekali-kali tidak ada seorang penolongpun. bagi mereka berita gembira. dan apa yang mereka sendiri tiada mempunyai pengetahuan terhadapnya. (22:71) Membantah Allah Dan orang-orang yang membantah (agama) Allah sesudah agama itu diterima maka bantahan mereka itu sia-sia saja. Dia berkata: “Apakah kamu hendak membantah tentang Allah. (31:20) Dan dia dibantah oleh kaumnya. Mereka mendapat kemurkaan (Allah) dan bagi mereka azab yang sangat keras. (2:165) Kamu tidak menyembah yang selain Allah kecuali hanya (menyembah) nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu membuat-buatnya. dan mereka berkata: “Mereka itu adalah pemberi syafa’at kepada kami di sisi Allah.hamba-Ku. bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya. Maka apakah kamu tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) ?” (6:80) (Mereka Kami utus) selaku rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar supaya tidak ada alasan bagi manusia membantah Allah sesudah diutusnya rasul-rasul itu. (42:16) Di antara manusia ada orang yang membantah tentang Allah tanpa ilmu pengetahuan dan mengikuti setiap syaitan yang jahat. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. tanpa petunjuk dan tanpa kitab (wahyu) yang bercahaya (22:8) Dan di antara manusia ada yang membantah tentang (keesaan) Allah tanpa ilmu pengetahuan atau petunjuk dan tanpa Kitab yang memberi penerangan. apa yang Allah tidak menurunkan keterangan tentang itu. (39:17) Memyembah selain Allah dan Berbuat syirik Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah. (10:18) Dan mereka menyembah selain Allah.” (12:40) Dan mereka menyembah selain daripada Allah apa yang tidak dapat mendatangkan kemudharatan kepada mereka dan tidak (pula) kemanfaatan.

janganlah kamu jadikan penolongmu kaum yang dimurkai Allah. dan mereka akan kekal dalam siksaan. yaitu kemurkaan Allah kepada mereka. Sesungguhnya mereka telah putus asa terhadap negeri akhirat sebagaimana orang-orang kafir yang telah berada dalam kubur berputus asa. (4:165) Apakah kamu tidak melihat kepada orang-orang yang membantah ayat-ayat Allah? Bagaimanakah mereka dapat dipalingkan? ketika belenggu dan rantai dipasang di leher mereka.. (5:80) Hai orang-orang yang beriman. maka sesungguhnya orang itu kembali dengan membawa kemurkaan dari Allah.dan supaya Dia mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan yang mereka itu berprasangka buruk terhadap Allah. Bagaimanakah manusia dapat menghindari perkara-perkara yang dimurkai Allah Swt? Menyadari bahwa pelanggaran terhadap apa yang diharamkan dan dimurkai Allah itu dapat mengakibatkan kecelakaan baik di dunia dan di akhirat. maka janganlah kamu membelakangi mereka (mundur). kemudian mereka dibakar dalam api. kecuali berbelok untuk (sisat) perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan yang lain. ke dalam air yang sangat panas. Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka. sedang mereka mengetahui. (48:6) Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang menjadikan suatu kaum yang dimurkai Allah sebagai teman? Orang-orang itu bukan dari golongan kamu dan bukan (pula) dari golongan mereka. Dan mereka bersumpah untuk menguatkan kebohongan. Mereka akan mendapat giliran (kebinasaan) yang amat buruk dan Allah memurkai dan mengutuk mereka serta menyediakan bagi mereka neraka Jahannam. (58:14) Mundur dari Medan Tempur Barangsiapa yang membelakangi mereka (mundur) di waktu itu. dan tempatnya ialah neraka Jahannam. (8:16) Hai orang-orang yang beriman.” Dan adalah perjanjian dengan Allah akan diminta pertanggungan jawabnya. Dan (neraka Jahannam) itulah sejahat-jahat tempat kembali. . Dan amat buruklah tempat kembalinya. (8:15) Dan sesungguhnya mereka sebelum itu telah berjanji kepada Allah: “Mereka tidak akan berbalik ke belakang (mundur). seraya mereka diseret. (40:69-73) Munafik dan Berprasangka buruk terhadap Allah “. (60:13) Itulah beberapa hal yang dapat mendatangkan kemurkaan Allah yang harus kita jauhi. apabila kamu bertemu dengan orang-orang yang kafir yang sedang menyerangmu. Mengetahui akibat-akibat buruk di dunia dapat kita teliti pada masyarakat manusia pernah hidup pada zaman dahulu ataupun sekarang. Bagaimana akibat ketika mereka tidak mengindahkan perintah-perintah Allah Swt.adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (33:15) Tolong-menolong dengan orang-orang yang kafir Kamu melihat kebanyakan dari mereka (musyrik).

Manusia tinggal memilihnya. gangguan jiwa dan keruhnya hati dan wajah. Menyadari bahwa barang. Lebih dari itu sifat hati-hati lahir berbarengan dengan sifat wara’.Menyadari bahwa tujuan dari diharamkannya perkara-perkara tersebut merupakan wujud penyelamatan Allah bagi manusia. Sebab perasaan itu malah membuat ia tidak memiliki takut yang disyariatkan. dan qonaah merupakan salah satu sifat syukur atas limpahan rizki. Apabila seseorang terhalang dari mendekat pada Allah Swt dan ia merasa takut untuk melakukan keutamaan yang dianjurkan Allah. Sesungguhnya takut kepada Allah itu timbul dari taat dan taat timbul dari bersih hati. Perbuatan baik menggandeng sifat hati-hati dan takut. Allah telah menjelaskan jalan menuju surga dan jalan menuju neraka. sebab tidak dapat dipungkiri. b. pola pembinaan generasi. waro. dan sifat sabar atas kekurangan. sehingga dengannya ia mampu menunaikan ibadah bahkan tetap berinfak. Begitu pun takut kepada Allah akan memiliki arti apabila disertai sifat berhati-hati dari hal yang dapat mendatangkan murka Allah Swt. dan ia bersabar diwaktu kekurangan. bersegera melakukan kebaikan Takut hanya akan memiliki arti apabila disertai dengan sifat hati-hati. maka seyogyanya perasaan takut semacam itu harus dibuang. Di tengah masyarakat Islam. tawadlu dan qona’ah. dan ia tidak memiliki rasa takut kepada Allah. Dalam hal ini qonaah artinya adalah merasa cukup dengan rizki yang ada. karena merasa dirinya selama ini kotor dan banyak berbuat dosa. Sifat hati-hati merupakan sebuah kesadaran yang amat mendukung sifat takut kepada Allah Swt. orang yang banyak dosa dan gemar berbuat maksiat akan terhalang dirinya dari Allah. Selalu perbuatan haram itu bila dilakukan manusia menyebabkan manusia mengalami kelainan psikologis. istiqomah. Menghidupkan sistem bermasyarakat yang berbasis amar makruf nahyi munkar. Takut kepada Allah itu sebangun dengan sifat taat dan bersih hati. ikhlash. Sehingga takut kepada Allah tidak akan muncul tanpa dibarengi dengan sifat-sifat kebaikan. Wara’ artinya hati-hati secara cerdas sehingga ia tegas dalam menjauhi keharaman. Takut kepada Allah bukanlah takut yang menghalangi seseorang untuk dekat dengan Allah Swt. khusyu’ dan sabar. Takut kepada Allah dalam kaitannya dengan kebaikan ialah takut yang menariknya . sebab itu jika seseorang takut kepada Allah maka takutnya itu akan mendorong timbulnya tawadlu. Bahkan bisa merusak tatanan masyarakat dan menimbulkan kezhaliman serta kerusakan. tawadlu artinya tunduk pada kebenaran secara konsisten sehingga ia berpihak dan mencintai orang-orang yang taat kepada Allah Swt. Maka orang yang mengikuti hawa nafsunya dan melanggar aturan Allah berarti telah memilih jalan menuju neraka. syubhat dan ajakan hawa nafsu. Tidak ada masyarakat yang akan menerapkan sistem ini melainkan masyarakat Islam yang memilih dan berpihak kepada hukum Islam. keluarga dan komponen kemasyarakatan senantiasa mengacu kepada terbentuknya masyarakat yang taat kepada hukum dan undang-undang Islam. sifat dan perbuatan yang diharamkan Allah tersebut merupakan suatu ujian bagi manusia apakah manusia mau menghindarinya ataukan ia akan terus mengikuti hawa nafsunya. Sedangkan bersih hati timbul dari dijauhinya perbuatan dosa dan keharaman dan diikat hati itu dengan berbagai perbuatan yang baik.

Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendakiNya di antara hamba-hamba-Nya dan Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (39:10). Takut kepada Allah juga berarti takut kalau kebaikan yang selama ini dilakukannya tidak diterimaNya. Takut kepada Allah adalah pengikat jiwa dengan kebaikan. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas. Katakanlah: “Hai manusia.untuk bersegera melakukan kebaikan. maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Namun tidak berhenti sampai di situ. (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka. Sehingga takut kepada Allah dalam kaitannya dengan amalan baik yang telah dilakukan adalah menjadi kekuatan untuk senantiasa mengevaluasi kualitas amalanamalannya. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat kebaikan. Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan. (52:15-16) Balasan kebaikan adalah kebaikan Dan siapa yang mengerjakan kebaikan akan Kami tambahkan baginya kebaikan pada kebaikannya itu. Sedangkan rahmat Allah hanya bisa dikejar dengan berbuat amal kebaikan yakni amal sholeh. dengan hati yang takut.” Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Mereka itu bersegera untuk mendapat kebaikan-kebaikan. Rasa takut kepada Allah hakikatnya mendorong seseorang berlari ke arah rahmat Allah. Takwa dan Takut bahwa mereka akan kembali kepada Allah menjadi pendorong untuk melakukan kebaikan. tetapi karena berfikir bahwa amal kebaikannya selama ini masih banyak kekurangan dan cacatnya. Bukan karena buruk sangka padaNya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri (42:23) Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula). sambil menerima segala pemberian Rabb mereka. (13:22) Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang beriman. secara sembunyi atau terangterangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan. dan menafkahkan sebagian rezki yang Kami berikan kepada mereka. dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya (23:61) Takut kepada Allah akan menjadi sebab turunnya Karunia Allah Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam taman-taman (syurga) dan mata airmata air. mendirikan shalat. orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik). Dan bumi Allah itu adalah luas. maka tak ada yang dapat menolak kurniaNya. Takut kepada Allah adalah takut yang mendorong jiwa senantiasa merasa khawatir akan amalan jika masih banyak kekurangan dan banyak diselimuti dosa. Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Tuhannya. Kunci kebaikan adalah mengikuti petunjuk Allah Swt Jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu. bertakwalah kepada Tuhanmu. (55:60). sesungguhnya teIah datang kepadamu kebenaran (Al Quran) dari .

ia bahkan merasa melihat dirinya banyak melakukan dosa-dosa dan merasa khawatir Allah belum mengampuninya. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik. dilarang Allah. . Dan barangsiapa yang sesat. dan pengecut. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya). kitab-kitab. (35:32) Kebaikan dapat menyatukan hati manusia Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. maka bukan sebab yang dicarinya. cinta dunia. kesabaran Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan. orang-orang miskin. dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji. tetapi taubat kepadaNya Takut kepada Allah adalah takut yang mendorong jiwa senantiasa merasa khawatir kalau dosadosa tidak diampuniNya.107108) Inti kebaikan adalah keimanan. dimurkai Allah. anak-anak yatim. Keburukan adalah sesuatu yang dibenci Allah. bersegera meninggalkan keburukan Takut itu pula yang meredam sifat sombong. Sehingga orang yang takut kepada Allah akan senantiasa menjaga diri dari keburukan. sebab itu barangsiapa yang mendapat petunjuk maka sesungguhnya (petunjuk itu) untuk kebaikan dirinya sendiri. nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya. maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia. Tetapi tidak berhenti sampai di sana saja. dan (memerdekakan) hamba sahaya. dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan. pengorbanan. Takut kepada Allah adalah benteng jiwa dari keburukan.Tuhanmu. Dan aku bukanlah seorang penjaga terhadap dirimu. (2:177) Kemampuan untuk berbuat kebaikan adalah karunia yang amat besar Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami. (41:34) c. dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa. ibadah. Maka sekalipun ia telah berusaha sekuat tenaga untuk menjauhi dosa. dan menunaikan zakat. Dan apabila ia terlanjur melakukan perbuatan buruk itu oleh suatu sebab. sehingga perbuatan dosanya berkurang. dengki.” (1. musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta. penderitaan dan dalam peperangan. Takut kepada Allah dalam kaitannya dengan perbuatan yang buruk ialah takut yang mendorongnya untuk meninggalkan keburukan. dilaknat Allah. akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah. maka sesungguhnya kesesatannya itu mencelakakan dirinya sendiri. dendam. marah. lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan dan diantara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang amat besar. mendirikan shalat. hari kemudian. malaikat-malaikat. maka tentu saja orang yang takut kepadaNya akan bersegera meninggalkan perbuatan buruk tersebut. Manusia tidak mungkin lepas dari kesalahan dan dosa. Ini disadari oleh orang-orang yang beriman. disebabkan belum sempurnanya taubat kepadaNya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda. Terlebih lagi apabila dia sedang menginginkan sesuatu yang gagal diraihnya. aku akan memberi jaminan kepadanya syurga”. Dan siapa saja yang dimasukkan ke neraka maka itulah orang yang paling merugi. maka hendaklah seorang mukmin itu takut dan benar-benar menjaga lisannya. “Allah mengetahui segala sesuatu yang dihadapan mereka (malaikat) dan yang di belakang mereka. ghibah (bergosip) dan perkataan yang berlebih-lebihan dan tidak bermanfaat. sesungguhnya seseorang itu akan memetik hasil ucapan lisannya. dengan bacaan Al Qur’an. Al Bukhari dan Muslim). Begitulah. dan mereka itu selalu berhati-hati karena takut kepada-Nya. Bahkan selalu berusaha agar lisannya senantiasa basah dan sibuk dengan berdzikir kepada Allah. At Tirmidzi). Syaikhul Islam berkata: “Apabila seorang insan tidak merasa takut kepada Allah maka dia akan memperturutkan hawa nafsunya. Di akhirat kelak tempat tinggal manusia hanya ada dua yakni surga dan neraka. Mereka yang masuk ke dalam surga adalah mereka yang amat beruntung. Sehingga dia menjaganya dari perkataan dusta. artinya: “Barangsiapa yang dapat menjaga (menjamin) untukku mulut dan kemaluannya. Al Bukhari). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda: “Tanda sempurnanya Islam seseorang adalah meninggalkan sesuatu (perkataan) yang tidak berguna”.(HR.Takut kepada Allah adalah takut yang mendorong jiwa untuk meninggalkan ajakan nafsu dan syahwat. Karena nafsunya menuntutnya memperoleh sesuatu yang bisa menyenangkan diri serta menyingkirkan gundah gulana dan kesedihannya. . meminum khamr dan berkata dusta…” Takut kepada Allah adalah takut kalau dirinya dimasukkan ke dalam nerakaNya dan dijauhkan dari SurgaNya. atau (kalau tidak bisa) maka agar ia diam”. dan mereka tiada memberi syafaat melainkan kepada orang yang diridhai Allah.” (21:28) 1).(HR. Karena itu orang yang takut kepada Allah akan sangat takut apabila dirinya digolongkan ke dalam golongan orang-orang dicalonkan masuk ke neraka. Kemudian dalam riwayat lain disebutkan. artinya: “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia berbicara yang baik. dan mudzakarah ilmu. Pada lisannya Seseorang yang takut kepada Allah mempunyai kekhawatiran atau ketakutan sekiranya lisannya mengucapkan perkataan yang mendatangkan murka Allah. Dan ternyata hawa nafsunya tidak bisa merasa senang dan puas dengan cara berdzikir dan beribadah kepada Allah maka dia pun memilih mencari kesenangan dengan hal-hal yang diharamkan yaitu berbuat keji. (HR.

setiap jasad (daging) yang tumbuh dari harta haram maka neraka lebih pantas untuknya. taruhan dan lainnya. menolong orang lain (dengan tangannya) karena dia takut di akhirat nanti tangannya akan berbicara di hadapan Allah tentang apa yang pernah dilakukan-nya. dan memakannya hanya terbatas pada kebutuhannya saja. Sufyan Ats-Tsauri menjelaskan: “Barangsiapa menginfaq kan harta haram (di jalan Allah) adalah seperti seseorang mencuci pakaiannya dengan air kencing. mencuri. Jadi. Sebagaimana firman Allah Ta’ala: Artinya: “Pada hari ini Kami tutup mulut mereka. aniaya. Bahkan dijelaskan dalam riwayat yang shahih bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyatakan. Ibnu Abbas menjelaskan. Pada perutnya Orang mukmin yang baik tidak akan memasuk kan makanan ke dalam perutnya kecuali dari yang halal.(Yasin: 65). sedangkan anggota badannya yang lain menjadi saksi atasnya. Kedua dengan jalan permainan seperti berjudi. menipu. memakan dengan cara batil ini ada dua jalan yaitu.berbuat zhalim. Pertama dengan cara zhalim seperti merampas. Pada tangannya Orang mukmin yang takut kepada Allah akan menjaga tangannya agar jangan sampai dijulurkan kepada hal-hal yang diharamkan Allah seperti: (sengaja) menyentuh wanita yang bukan muhrim. Orang mukmin selalu menggunakan tangannya untuk melakukan ketaatan. Harta yang diperoleh dengan cara haram selamanya tidak akan menjadi baik/suci sekalipun diinfaqkan di jalan Allah.(Al Baqarah: 188). seperti bershadaqah. dan dosa itu tidak bisa dihapus kecuali dengan cara yang baik”. Firman Allah Ta’ala: Artinya: “Dan janganlah sebagian kamu memakan harta sebagian lain diantara kamu dengan jalan yang batil”. Dan tidak bermain dengan alat-alat permainan syetan seperti alat perjudian. itulah urgensi memperhatikan jalan mencari harta. dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan”. . Sudahkah kita takut kepada Allah dengan menjaga agar jangan sampai perut kita dimasuki harta yang diharamkan Allah ? 3). dll.2).

sehingga seorang mukmin akan selalu menjaga pendengarannya untuk tidak mendengarkan sesuatu yang diharamkan Allah. dan memelihara kemaluannya. Jika kita teliti banyaknya kemaksiatan dan kemungkaran yang merajalela.”Sekiranya kulit saya ditempeli bara api yang panas.(An Nur: 30). tidak memandang dunia dengan pandangan yang rakus namun me-mandangnya hanya untuk ibrah (pelajaran) semata. Allah berfirman: “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman. sekali seseorang memandang. sudahkah kita menjadi orang yang takut kepada Allah dengan menahan pandangan kepada sesuatu yang diharamkanNya? 5). seperti. Dan seorang mukmin akan menggunakan pendengarannya untuk hal-hal yang bermanfaat. lebih dari sepuluh kali hati membayangkan. semuanya itu akan dimintai tanggung jawabnya”. salah satu penyebabnya adalah ketidak mampuan seseorang menahan pandangannya. Maka bagaimanakah dengan kita? 4). Dan takut untuk melangkahkan kakinya ke tempat-tempat maksiat serta menyesal bila terlanjur melakukannya karena ingat . Pandangan merupakan panah api yang dilepaskan oleh iblis dari busurnya. seperti mendatangi shalat jama’ah.maka itu lebih aku sukai daripada saya harus menyentuh perempuan yang bukan muhrim”. penglihatan dan hati.”Hendaklah mereka menahan pandangan-nya. maka berbahagialah bagi siapa saja yang mampu menahannya. Sebab. Orang yang takut kepada Allah selalu menjaga pandangannya dan merasa takut apabila memandang sesuatu yang diharamkan Allah. Pada pendengarannya Ini perlu kita renungi bersama.Bahkan salah seorang ulama salaf berkata. dll. maka musuh Allah yaitu syetan tidak senang kalau nikmat ini digunakan sesuai kehendak-Nya. Pada kakinya Seseorang yang takut kepada Allah akan melangkahkan kakinya ke arah ketaatan. Maka. Yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Firman Allah Ta’ala: “Sesungguhnya pendengaran. perzinaan dan pemerkosaan. 6). seperti nyanyian yang mengundang birahi beserta irama musiknya. sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”. Itulah gambaran orang mukmin sejati yang takut kepada Allah di dalam menggunakan tangannya. (Al Israa’: 36). majlis ta’lim dan majlis dzikir. Pada penglihatannya Penglihatan merupakan nikmat Allah Ta’ala yang amat besar.

. Ia merasa aman ketika melanggar laranganNya dan merasa nyaman ketika meninggalkan kewajiban kepadaNya. Takut kepada Allah dalam kaitannya dengan perintah dan laranganNya membuat hati bergetar saat melalaikan kewajibannya kepada Tuhannya dan saat ia melanggar laranganNya dilanggar.bahwa di hari kiamat kelak kaki akan berbicara di hadapan Allah. Seorang mukmin akan takut jika dalam hatinya muncul sifat jahat seperti buruk sangka. Ini semua tidak lepas dari kaki yang dilangkahkan. apabila ia baik maka akan baik seluruh anggota tubuh. Hal ini berbeda keadaannya dengan orang yang tidak memiliki rasa takut kepada Allah. tetapi apabila ia jelek maka akan jeleklah semuanya. Karena itu semua telah dilarang Allah dan RasulNya dalam rangka menjaga kesucian hati. Jika baik maka baiklah balasannya. dan tidak ada yang tertinggal karena bumi yang diinjaknya akan mengabarkan kepada Allah tentang apa. Pada hatinya Seorang mukmin akan selalu menjaga hatinya dengan selalu berzikir dan istighfar supaya hatinya tetap bersih. tetapi jika buruk maka buruk pula balasannya. Dan hati pun bergetar ketika melihat kedahsyatan Kemahakuasaan Allah yang terdapat di alam. maka ke manakah kaki kita banyak dilangkahkan ? 7). Bergetarnya hati saat dibacakan ayat-ayat Allah adalah tanda dari keimanan. Firman Allah Ta’ala: “Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan”. sedang bumi yang dipijaknya akan menjadi saksi. dan menjaganya dari racun-racun hati. Orang yang takut kepada Allah akan senantiasa bergetar tanda adanya rasa khawatir apabila ia mengingat dosa yang belum bertaubat atasnya sehingga mendorongnya untuk bersegera bertaubat. Hati adalah penentu. dan di mana seseorang melakukan suatu perbuatan. hasad dan lain sebagainya kepada mukmin yang lain. ke mana saja kaki melangkah. Ia pun bergetar hatinya ketika mengingat bahwa dahulu ia sering melalaikan kewajiban-kewajibannya sehingga ia mencari jalan untuk menambah kebaikan dan amalan-amalannya di masa sekarang. Asbabun nuzul ayat ini adalah : bahwa seorang dari Bani Salamah yang tinggal di pinggir Madinah (jauh dari masjid) merencanakan untuk pindah ke dekat masjid. Semua bekas langkah kaki akan dicatat oleh Allah ke mana dilangkahkan. (Yaasin: 12). Hati yang mudah bergetar ini penting artinya dalam hal keimanan. maka turunlah ayat ini yang kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan bahwa bekas langkah (telapak) menuju masjid dicatat oleh Allah sebagai amal shaleh. kapan. sebab mudah mengingatkan akan sesuatu apabila terjadi kesalahan. permusuhan. baik dalam wujud yang membuat umumnya manusia takjub ataupun dalam wujud yang membuat manusia umumnya menjadi takut dan lemah tak berdaya. kebencian.

[HR. salah satunya berasal dari Nabi Saw dan satu lagi dari dirinya sendiri ia berkata: Sesungguhnya orang yang beriman akan melihat dosa-dosanya seolah-olah ada di atas gunung.”Jika kamu ditanya. melanggar aturan dan ketetapanNya akan mendapatkan kemurkaan dan sanksi yang amat berat. ‘Apakah kamu takut kepada Alloh?’. Ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati”. maka mereka melanggaranya. Orang yang beriman kepada qadar akan Anda jumpai senantiasa takut kepada Allah dan suul khaatimah (akhir kematian yang buruk). Berhati-hati dalam menghadapi kematian. beliau bersabda: Aku akan memberitahukan beberapa kaum dari umatku. Isnad hadits ini shahih.Hati yang selalu bergetar adalah hati yang senantiasa mengingat Allah bahwa Dia Maha Keras Siksa dan AzabNya. “Ingatlah!. Abdullah bin Mas’ud menceritakan kepada kami dua hadits. kemudia ia berkata mengenai dosanya. Melihat dosa bagai gunung yang siap menimpa. Mereka suka bangun malam sebagaimana kalian. Riwayat Al Bukhari dan Muslim). Ia takut (dosa itu) jatuh menimpanya. Sedangkan jika kamu jawab ‘tidak’. maka kamu telah kafir . dari Nabi Saw. maka akan baiklah seluruh tubuhnya. Bukhari] Tidak melanggar larangan Allah sekalipun tidak ada orang yang melihatnya.a. apabila segumpal daging itu baik. para perawinya terpercaya]. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda “Ketahuilah bahwa dalam jasad ini ada segumpal daging. “Wahai Rasulullah.” [HR. Tapi Allah menjadikannya bagaikan debu yang bertebarkan. sebutkanlah sifat mereka dan jelaskanlah keadaan mereka agar kami kami tidak termasuk bagian dari mereka sementara kami tidak mengetahuinya. jangan menjawab! Sebab jika kamu jawab ‘ya’. Di hari kiamat mereka datang dengan membawa kebaikan seperti gunung Tihamah yang putih. dan apabila ia jelek maka jeleklah seluruh tubuhnya.(HR. “Seperti inikah?” Abu Syihab berkata dengan tangannya –yang diletakkan– di atas hidungnya. Dari Tsauban r. Sedangkan orang yang jahat akan melihat dosa-dosanya seperti lalat yang menghampiri hidungnya.” Rasulullah Saw bersabda. Ibnu Majah. maka diamlah. Rasa takut harus menghiasi perjuangan kita sebab rasa itulah yang akan membentengi diri kita dari terjatuh ke lubang yang penuh dengan duri dan mengokohkan kita agar tidak terseret hawa nafsu yang dikendarai oleh Iblis dan tentara-tentaranya. Takut Kepada Allah menjaga pemiliknya untuk tidak berbuat maksiat kepada-Nya. Di mana manusia tidak memiliki sedikit pun kekuatan untuk menahan beratnya siksa yang datang dari sisi Allah. Al-Kinani penulis buku Mishbah Al-Zujajah berkata. Tsauban berkata. kamu telah berdusta. Siapapun yang bersikap durhaka. sebab dia tidak tahu apa yang akan terjadi padanya dan tidak juga merasa aman dari makar Allah. tapi mereka adalah kaum yang jika tidak dilihat oleh siapa pun ketika menghadapi perkara yang diharamkan Allah. Fudlail bin ‘Iyadl berujar. mereka adalah bagian dari saudara kalian dan dari ras kalian..

Ia tidak tahu apakah binatang itu lengah sehingga ia bisa melepaskan diri. dan kalimat yang keluar dari dirinya. niscaya tidak seorangpan berputus asa dari surga-Nya. niscaya tidak seorangpan berharap terhadap surga-Nya. Bahkan ia mampu menguasi segala kegundahan dan tahu bahayanya. Beginilah keadaan orang yang diliputi khauf. Seperti madu. langkah. dan sesungguhnya Dia adalahMaha Pengampun lagi Maha Penyayang. dan memperhitungkan setiap desah nafas dan waktunya. Maka ia tidak pernah pindah kepada selainNya. jauh dari kesombongan. Lahir dan batinnya disibukkan oleh sesuatu yang ia takutkan.Khauf akan membakar syahwat yang diharamkan. muhasabah. Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya(mereka mengerjakan shalat malam -pen). Dan hati pun diliputi rasa khusyu’ dan tenang.” . dan dengki. mereka menyungkur sujud dan bertasbih serta memuji Rabbnya. mujahadah. sedang mereka berdoa kepadaRabb mereka dengan rasa takut dan harap. Ia selalu waspada terhadap segala pikiran. Syahwat terbakar oleh khauf. (Al-A’raf: 167) Dalam ayat ini Allah memberitakan bahwa Dia amat cepat siksa-Nya terhadap siapa yang bermaksiat kepada-Nya dan menyelisihi syari’at-Nya. dan bahwa Dia sesungguhnya Maha Pengampun lagi Maha Penyayang terhadap siapa yang bertaubat dan kembali kepada-Nya. adalahorang-orang yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat Kami. sedangdia takut terhadap (siksa) akhirat dan mengharapkan rahmat Rabbnya?(Az-Zumar: 9) “Sesungguhnya orang-orang yang beriman terhadap ayat-ayat Kami. Maka ayat ini menggabungkan antara rahmat-Nya dan siksaan-Nya dan antara targhib (dorongan/anjuran untuk taat) dan tarhib (menakut-nakuti dari maksiat)supaya manusia tidak berputus asa dan supaya jiwa manusia itu selalu berada diantara khauf dan raja’. di saat berdiri dihadapan mahkamah Rabbul `Alamin dan takut apabila amalan-amalan kebaikannya tidak diterima oleh Allah itu juga harus diiringi dengan raja’ (berharap) terhadap rahmat dan ampunan-Nya serta diterimanya amalan-amalannya di sisi Allah.16) “Sesungguhnya Rabbmu amat cepat siksa-Nya. atau sebaliknya ia justru menerkamnya maka hancurlah ia. tidak ada tempat bagi yang lain disana. Dan seandainya orang kafir mengetahui rahmat yang ada di sisi Allah. sedang merekatidak menyombongkan diri. “(Apakah kamu hai orangng masyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri. Keadaannya seperti dalam cengkeraman binatang buas. (As-Sajdah: 15. Anggota badan pun jadi beradab. dan mereka menafkahkansebagian dari rizki yang Kami berikan kepada mereka. Tiada lagi kesibukannya selain usaha mendekatkan diri. Demikianlah bahwa khauf (takut) terhadap siksa Allah di akhirat. Sebagaimana banyak sekali nash-nash yang menggabungkan antara khauf dan raja’ didalam kitab Allah dan sunnah Rasul-Nya. Sedangkan di antara hadits-hadits yang menggabungkan antara keduanya antara lain: Sabda Rasulullah: “Seandainya seorang mukmin mengetahui siksaan yang ada di sisi Allah. sehingga kemaksiatan yang dulu disukai menjadi di benci. orang yang suka pun menjadi tidak suka jika tahu madu itu mengandung racun. iri.

takut kepada Allah harus didampingi oleh kesadaran pendampingnya yaitu CINTA dan HARAP. Oleh sebab itu. Al-’ibadah asal maknanya juga dzull. Namun ketika azab itu telah tampak di hadapan dirinya. jadilah orang itu benar-benar berputus asa dan rugi. kemana mereka akan membawanya (jasadku)?” Segala sesuatu mendengar suaranya kecuali manusia.12Syarh al-Aqidah ath-Thahawiyah: 371. lalu dia menjadikan . Pada mulanya mereka tidak merasa khawatir dan takut akan kerasnya siksa Allah yang menyebabkan mereka berbuat jahat dan zhalim sekehendak hatinya. Akan tetapi ibadah yang diperintahkan (oleh Allah) mengandung makna dzull dan makna hubb (mahabbah/kecintaan). dan jika dia tidak baik dia berkata: “Aduh. dan neraka seperti itu juga”. Dan apabila satu dari kedua (sayap)nya kurang. jadilah burung itu di ambang kematian. maka terjadilah kekurangan padanya. Sesungguhnya cinta dan harap adalah bagian dari intisari ketakwaan kepada Allah.“Apabila jenazah telah diletakkan dan dipikul oleh orang-orang laki-laki diatas pundak-pundak mereka. Puncak dari rasa takut itu hampir berdekatan dengan putus asa. Adapun bagi orang yang beriman dan beramal sholeh mereka takut kepada Allah dan sekaligus menjadikannya sebagai tempat berlindung. seandainya manusia mendengarnya niscaya dia pingsan. Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata di dalam kitabnya yang sangat berharga. dan wajib pula Allah itu menjadi yang paling besar/ agung padanya dari segala sesuatu. Bahkan tidak ada yang berhak mendapatkan mahabbah dan dzull yang sempurna/mutlak kecuali Allah. jika dia baik dia berkata: “Segerakanlah aku. Karena itu semua adalah sifat-sifat yang harus ada di dalam ibadah dan tidak boleh dipisah-pisahkan. yaituAl-’Ubudiyah:”Dan ad-dien (agama) mengandung makna al-khudhu (ketundukan) dandzull (merendahkan/ menghinakan diri). apabila keduanya sempurna. Dan apabila kedua (sayap)nya tiada. Wajiblah Allah itu menjadi yang paling dicintai pada seorang hamba dari segala sesuatu. disebabkan tidak ada yang dapat dijadikannya sebagai tempat berlindung. (HR. sedang zat untuk berlindung dari azab Allah tidak ada lagi melainkan Allah itu sendiri melalui rahmatNya. Mereka pantas berkeadaan demikian disebabkan mereka mengabaikan dakwah Allah. takhrij Syeikh Muammad Nashiruddin al-Albani) Abu Ali ar-Rudzabari berkata: “Khauf (takut) dan raja’ (berharap) seumpama dua sayap burung. sehingga ibadah yang diperintahkan itu mengandung puncak merendahkan diri kepada Allah dengan puncak kecintaan kepada-Nya. ( Muslim dari Abu Hurairah) Sabda beliau SAW : “Surga itu lebih dekat kepada salah seorang dari kalian dari pada tali sandalnya. maka mereka sangat takut dan sekaligus juga berputus asa. maka ketika dia tidak menjadikan Allah sebagai tumpuan harapannya. maka sempurnalah burung itu dan sempurnalah terbangnya. al-Bukhari dari Ibnu Mas’ud.” Kemudian tidak boleh terlupakan bahwa khauf dan raja’ yang membawa kepada khudhu’ (ketundukkan) dan tadzallul (merendahkan/ menghinakan diri) kepada Allah itu harus pula disertai dengan mahabbah kecintaan) kepada-Nya. Ini dialami oleh orang-orang kafir ketika mereka melihat azab Allah itu dengan mata kepalanya sendiri baik di dunia maupun di akhirat kelak. dikatakan thariiq mu’abbad artinya adalah (jalan) yang menjadi rendah karena telah dipijak oleh telapak kaki. Seseorang yang takut akan azab Allah. Seseorang yang takut akan azab Allah. segerakanlah aku”.

Inilah rasa takut kepada Allah yang dimiliki orang-orang beriman dan bertakwa. Takwa terdiri dari takut kepada Allah. Dan sesungguhnya. adalah ditujukan kepada orang yang berzina dan minum khamr. Pembahasan tentang cinta dan harap ada pada intisari takwa sub taat kepada Allah. “Bukan”.” [HR. Allah pernah berfirman Allah: Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan.” (3:147) Merasa khawatir ibadahnya tidak diterima Dari ‘Aisyah r. ia akan menyesali diri bila tidak sempat melakukan kebaikan-kebaikan di masa lalu. Yakni takut amlannya tidak mendapat pahala karena banyak kekurangannya dan takut mendapat murkaNya lantaran kelalainnya dalam melakukan kebaikan di masa lalu. Yakni harapan mendapat pahala karena meninggalkan dosa dan harapan mendapat ampunan karena taubat-taubatnya. Dalam dua jenis usaha itu sesungguhnya terdapat rasa takut. Kedua. Al-Baihaki dalam Asy-Sya’by. shalat. tapi ia adalah orang yang menunaikan shaum. dan minum khamr. tapi meski begitu dia takut kepada Allah?” Rasulullah Saw bersabda. “Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi. Dalam dua jenis usaha itu sesungguhnya terdapat harapan. insya Allah “Tidak ada doa mereka selain ucapan: “Ya Tuhan kami. al-Mukmin [23]: 60). Dalam riwayat Ibnu Sabiq dikatakan. Bagi hamba yang hanya tunduk kepada Allah dan takut kepada-Nya adalah mereka yang mengetahui kebesaran-Nya dan menunaikan hak-hak-Nya .. dan ia merasa khawatir ibadahnya tersebut tidak diterima.” (7:56) Biasanya takut itu dalam hubungannya dengan perbuatan dosa. Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik. ia akan bertaubat dari dosa-dosa yang dilakukannya. sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Benarkan demikian? Orang yang beriman karena rasa takutnya kepada Allah maka dalam hubungannya dengan dosa ada dua: pertama ia akan berusaha untuk menjauhi dosa-dosa. (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka (Qs. Qana’ah (merasa cukup) dengan sesuatu yang sedikit dan mempersiapkan bekal untuk menghadapi hari akhirat. Wahai Putri Abu Bakar AshShiddiq. Sedangkan harapan dalam hubungannya dengan perbuatan bajik. dan sedekah. mencuri. orang itu tidak sampai berputus asa. dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir. Orang yang beriman karena harapnya kepada Allah maka dalam hubungannya dengan perbuatan bajik ada dua pula: pertama ia akan berusaha untuk mengerjakan kebajikan sesegera mungkin. “Apakah ditujukan pada orang yang berzina. Kedua. ia menshahihkannya dan disetujui oleh Adz-Dzahabi]. Allah memiliki azab yang sangat keras namun Allah pulalah tempat manusia berlindung dari azabNya melalui rahmatNya. Jadi ternyata harapan pun memiliki kaitan dengan dosa.Allah sebagai tumpuan harapannya. Al-Hakim dalam Al-Mustadrak. ia berkata.a. “Bukan. Wahai Rasulullah Saw!. Yakni rasa takut yang dibarengi harap dan cinta kepadaNya. Jadi ternyata takut pun memiliki kaitan dengan kebajikan. mengamalkan Kitabullah (Al-Qur’an). takut kepada Allah Azza Wa Jalla adalah pangkal hikmah dan intisari iman . ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami dan tetapkanlah pendirian kami. Dalam riwayat Waki dikatakan. dengan hati yang takut.

Jika anda takut kepada Allah. apakah itu membuat anda merasa diawasi oleh Allah dan dapat merasakan kehadiran-Nya Dengan takut pada Allah yang cukup kuat. hari akhirat dan bertemu dengan Allah. Takut pada Allah adalah takut yang terpuji yang dapat menghantarkan pada tercapainya kesuksesan dan kesempurnaan memenuhi hak Allah. Dan ia amat berharap tidak bertemu dengannya. Bukankah sebaik-baik iman yang dilakukan oleh seorang hamba adalah amalan yang dilakukan berdasarkan ketetapan yang diturunkan Allah Ta’ala yang berpedoman kepada rambu-rambunya. Dan mereka berhasil dengan gemilang. Dunia tidak dapat melenakan mereka. baik ketika bersembunyi maupun tampak. berlaku zuhud. dan berpisah dengan dunia. hendaknya kita mengetahui . Hal inilah yang membuat seseorang dapat melaksanakan kewajiban-kewajiban-Nya. baik ketika malam ataupun siang. batasan-batasannya. beramal kebajikan dan takut kepada Allah dengan sebenar-benarnya takut. semua akan terlihat segala amalan dihadapan Allah yang akan diberikan ganjaran bagi seorang hamba untuk masuk kedalam surga atau neraka. dan baik ketika senang maupun berduka. Kebanyakan manusia pada saat ini. lalu mengalihnya pada waktu yang panjang di akhirat. Jika anda takut kepada Allah. bersandar pada-Nya. dan akan semakin mendekati-Nya. Seorang hamba seharusnya dapat pula mengetahui bagaimana cara beribadah kepada-Nya dan berusaha untuk mendapatkan keridhaan-Nya. Dan pada hari perhitungan. menjauhi larangan-larangan-Nya dan senantiasa merasa diawasi oleh Allah dan dapat merasakan kehadiran-Nya. selalu bertakwa kepada Allah. Merekalah orang yang sebenar-benarnya takut kepada Allah. Para Salafush Sholih Radhiyallahu’anhum.1). Jika anda takut kepada Allah. menangis karena kurang memenuhi hak-Nya. Akan tetapi sebaliknya. tidak memperdulikannya apalagi mengambil pelajaran darinya. tatkala mendengar nasehat atau peringatan tentang kematian. Inilah hakikat mempersiapkan diri menghadapi hari untuk menempuh perjalanan yang panjang hari kematian. dan juga telapak kaki mereka pecah-pecah karena lamanya mereka berdiri (untuk melakukan sholat malam). maka ia akan kembali menaatinya. akhirat. yang dapat memanfaatkan waktu yang sedikit di dunia dengan sebaik-baiknya. Maka dari itu. kubur. dan jalur-jalur dari Kitabullah Azza Wa Jalla dan Sunnah Nabi-Nya. apakah itu menjadi pendorong untuk melakukan amalan? 2). berlindung pada-Nya. jika ia merasa takut terhadap makhluk. maka ia akan lari darinya dan takut bertemu dengannya. dan selalu merasa diawasi oleh Allah dalam segala keadaan. Tentu hal ini terjadi karena telah hilangnya rasa takut kepada Allah. Manusia dengan tabiat fitrahnya. Ketakutan pada Allah ialah takut terhadap neraka. hendaklah seorang hamba mengetahui bagaimana cara bertakwa kepada Allah dan takut terhadap-Nya. Bahkan dua kata “surga dan neraka” sudah tidak lagi menarik perhatian. akan mampu mendorongnya untuk melakukan amalan. Oleh karena itulah. jika seseorang takut terhadap Sang Pencipta. sehingga air mata merekapun berlinangan. serta beramal untuk menghadapi hari akhir. apakah itu menjadi pendorong untuk menjauhi laranganlarangan-Nya? 3).

tetapi bagi mereka yang kafir. “Jika ia mendudukkan dirinya sebagai orang sakit yang menahan diri (dari berbagai hal) khawatir jika sakitnya berkepanjangan. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata: “Amalan hati seperti tawakkal. wanita Sholihah kepada Allah. Khouf inilah yang mencegah diri dari perbuatan maksiat dan mengikatnya dengan bentuk-bentuk ketaatan. Sedangkan orang kafir tidak memiliki apa-apa untuk membentengi diri dari azabNya. cinta. dirinya tidak seperti itu.bagaimana cara bertakwa kepada Allah dan takut terhadap-Nya seperti kadar takut para Sahabat. Sesungguhnya dari definisi takut kepada Allah sebagaimana diungkapkan oleh penulis di atas di dalamnya terdapat dimensi harap. Takut kepada Allah itu berdampak pada semakin menguatkan kebaikan diri kita dan berkurangnya kemaksiatan atau kejahatan diri kita. Telah menjadi ketetapan Allah bahwa azab itu diperuntukkan bukan untuk orang-orang yang bertakwa. Inilah ajaibnya rasa takut yang ada pada dada kaum Muslimin. Takut itu menimbulkan rasa khawatir dan kesedihan pada diri seseorang. takut. memohon perlindungan dari azabNya dan memohon petunjukNya agar senantiasa berada dalam limpahan rahmatNya. Artinya seseorang yang takut kepada Allah sewajarnya juga memiliki jiwa yang penuh harap. dan taat kepada Allah Swt. Mereka malah merasakan ketenangan batin dan kegembiraan yang luar biasa. Dzun Nun al-Mishriy pernah ditanya. Disamping itu dampak dari takut kepada Allah adalah menguatnya keberanian kita untuk membela kebenaran Islam dan hilangnya rasa khawatir atas kezhaliman orang-orang kafir. Sedangkan orang-orang kafir yakni yang hatinya dipenuhi rasa khawatir dan kesedihan dalam hidupnya itu justru adalah orang-orang yang tidak memiliki rasa takut kepadaNya. dan sejenisnya serta sabar adalah wajib menurut kesepakatan para ulama. dan taat kepada Allah. Maka rasa khawatir dan kesedihan hanya akan dialami orang-orang kafir saja. Kita harus takut kepada Allah dengan cara kita menghindari perbuatan yang dapat membuat Dia murka. Takut kepada Allah itu merupakan tiang penyangga perilaku kita yang baik. Akhirnya takut kepada Allah itu akan berdampak pada keyakinan bahwa kemenangan dunia dan akhirat akan berada di tangan kita. bila apa yang ditakuti telah ada di hadapan mata dan sedang di arahkan kepadanya. Dan ini berarti bahwa takut kepada Allah mengundang dan diundang oleh harap. “Kapankah seorang hamba itu takut kepada Alloh?” Ia menjawab. Hal ini disebabkan karena mereka menjadikan Rahmat Allah sebagai benteng dari azabNya. cinta. dan taat kepada Allah Swt. Tabi’in. Sedangkan orang-orang mukmin yang hak. padahal mereka adalah orang-orang yang memiliki rasa takut kepada Allah. sedangkan Dia Maha Kuat dan Kuasa atas diri kita yang menjadi sebab kita tidak berbuat durhaka padaNya.” Abul . Khouf adalah cambuk Alloh swt untuk menggiring hamba-hambaNya menuju ilmu dan amal agar mereka mendapatkan kedekatan dengan Alloh swt. Inilah sasaran dari perintah Allah agar kita takut kepadaNya. cinta.” Takut adalah kesadaran bahwa diri kita lemah di hadapan Allah. Bukan takut kepada Allah yang tidak memiliki dampak apa-apa pada perbuatan baik kita tersebut sebagaimana yang terdapat pada dada orang-orang kafir dan munafik atau syaithan. berharap. Orang yang takut kepada Alloh swt adalah orang yang meninggalkan perbuatanperbuatan yang ia khawatirkan hukumannya.

Sebab tidak ada setelah kemurkaan Allah itu melainkan keridoanNya. menguatkan sifat-sifat mulia pada jiwa Takut kepada Allah adalah takut yang melahirkan sifat berani. dari siapa yang menciptakannya dan seperti bagaimana lingkungannya membesarkannya. Sehingga upaya untuk sampai kepada sifat-sifat yang mulia jalan-jalannya sesungguhnya banyak sekali dan terjal. hina dan rendah. Bagaimanakah mekanisme rasa takut kepada Allah dapat menguatkan sifat-sifat mulia pada diri manusia? Orang yang takut kepada Allah Swt berhati-hati dari setiap perkara yang dapat mendatangkan murka Allah Swt. maka sejalan dengan itu mereka pun mencari keridoanNya. Taat kepada Allah mesti lahir dari hati yang bersih. Sedangkan faktor dari luar tiada lain itulah thoghut. Hati manusia tidak mungkin mengumpulkan dua sifat yang bertolak belakang. Manusia diciptakan dari tanah. pada saat itu pula ia mencintai sifat-sifat mulia. Faktor dari dalam ialah mengikuti hawa nafsu. Pada dasarnya manusia memiliki sifat-sifat mulia dan mencintainya disamping memiliki pula sifat-sifat buruk dan membencinya. Seperti apa sifat-sifat mulia? Sifat-sifat mulia pada diri manusia diturunkan dari sifat-sifat dari apa ia diciptakan. dan mengaitkan hati kepada Allah Swt. sedangkan keridoanNya adalah bagi mereka yang taat kepadaNya. Hati yang bersih adalah hati yang memiliki tiga ciri. Manusia senang dengan suatu proses . Tanah memiliki sifat-sifat istimewa yang banyak sekali disamping ada juga tanah yang berkarakter buruk. Jika mereka menghindari murka Allah. Salah satu thoghut adalah kekuatan lingkungan yang menolak Islam sebagai sumber acuan aturan kehidupan.Qasim al-Hakim bertutur. di saat hati membenci sifat-sifat buruk. “Siapa yang takut terhadap sesuatu ia akan lari darinya. mengisinya dengan berbagai sifat yang baik. Kemurkaan Allah adalah bagi mereka yang durhaka padaNya. Manusia bisa memiliki sifat-sifat yang mulia dengan diawali. dan harapan. Seseorang yang takut kepada Allah akan termotivasi untuk mengganti sifat-sifat buruk yang jadi sebab manusia masuk neraka dan menggantinya dengan upaya menanamkan sifat-sifat mulia dalam dirinya. Jadi rasa takut kepada Allah itu sejalan dengan upaya taat kepada Allah Swt. Rasa takut kepada Allah dapat menguatkan sifat-sifat mulia. Thoghut yang lainnya adalah musuh-musuh Islam. Takut adalah takut yang menjaga dari keburukan dan mengikat pada kebaikan. Penyebab penyimpangan adalah karena faktor dari dalam dan dari luar. Diantaranya tanah itu bersifat menghidupkan tumbuhan atas seizin Allah Swt. Manusia diciptakan Allah dari tanah melalui proses kelahiran dari kedua orang tuanya. menjaga kesucian diri.” d. selanjutnya ia tumbuh besar di lingkungan peradabannya. Tetapi siapa yang takut kepada Alloh ia justru lari untuk mendekatinya. Hal yang menyebabkan manusia mau mengikuti sifat-sifat buruk dan tidak peduli dengan sifat-sifat baik adalah hati yang kotor. salah satunya. Penyebab hati menjadi kotor tidak lain adalah pemikiran dan perbuatan yang menyimpang dari Islam. Upaya-upaya untuk meraih ketiga sifat ini tidak lepas dengan tertanamnya sifat-sifat mulia. Allah yang menciptakan manusia menurunkan sifat-sifatNya pada diri manusia sesuai dalam kadar kemanusiaan dan kemakhlukan. menanamkan rasa takut kepada Allah. yaitu membuang darinya segala sifat yang buruk. maka pada gilirannya takut kepada Allah akan semakin menguatkan jiwa pada sifat-sifat mulia dan menjauhkannya dari sifat-sifat buruk.

dan yang tidak bertakwa itulah orang yang hina. kecuali satu hal saja yang membedakannya. namun hendaknya umat Islam harus sadar bahwa segala sifat yang baik dan mulia pernah diberikan contoh dan teladannya oleh Rasulullah SAW dan para Sahabatnya lebih dari pada sifat-sifat yang dimiliki oleh orang-orang kafir.pertumbuhan dan membenci suatu kemandegan. orang-orang musyrik Qiraisy jahiliah. Apakah orang-orang yang tidak bertakwa sama sekali tidak memiliki sifat-sifat mulia? Orang-orang yang tidak bertakwa secara totalitas dan garis besarnya tidak memiliki kemuliaan. dan emosi. sedangkan orang yang takut kepada Allah adalah orang yang sangat takut kepada azab neraka. keindahannya. maka upaya apapun akan ditempuh dengan sekuat tenaga untuk menghindari sifat-sifat hina itu atau membuangnya dari dada. sopan santunnya. Sebaliknya sifat-sifat mulia itu menunjukkan jalan ke surga. Setiap orang adalah istimewa dan memiliki minimal satu keistimewaan yang tidak dimiliki oleh manusia manapun di muka bumi. kemakamurannya. Baik yang baik ataupun yang buruk. dan menjadi pelindung diri dari sifat-sifat buruk dan hina. yaitu ketakwaannya. disamping tentu keburukannya. Sesungguhnya sifat-sifat mulia yang telah sampai pada puncak-puncaknya pada manusia pernah ditampilkan pada diri para Nabi sebelum Nabi terakhir. semangat heroiknya. cita-cita kekuasaannya. kekuatannya. Semua manusia dengan segala kemuliaan dan keburukannya adalah sama dalam pandangan Allah Swt. Nabi Muhammad SAW. para sahabatnya dan generasi penerusnya yang setia. sejak dulu hingga sekarang dan masa yang akan datang. agama yang ada pada suatu peradaban memiliki pengaruh yang besar pada jiwa manusia yang dengannya dalam diri mereka terbentuk karakter-karakter. keyakinan yang menghujam ke dalam dada. Baik tentang keberaniannya. Masing-masing dari ketiga hal tersebut memiliki sifat-sifat mulia. Orang yang bertakwa itulah yang mulia. Semua itu merupakan pancaran dari ketakwaan yang ada pada dada mereka sebagai buah dari keimanan yang mendalam. moral. Dalam hal ini peradaban ikut serta menanamkan siat-sifat yang baik dan mulia pada manusia. Norma. Boleh jadi orang-orang kafir memiliki beberapa sifat mulia yang menonjol. kedermawanannya. Tetapi mereka tentu saja memilliki beberapa sifat mulia yang tidak akan bertukar dengan sifat-sifat buruk yang juga ada pada mereka. disiplinnya. hukum. Katakanlah satu jasad dan ruh manusia memililki satu kemuliaan yang tidak dimiliki oleh jasad lainnya. bahkan boleh dikatakan jumlahnya sebanyak jumlah manusia. Sebagai contoh. Maka seseorang yang takut kepada Allah akan memiliki motivasi yang kuat untuk meraih sifat-sifat mulia. Rasa takut kepada Allah Swt mematrikan sifat-sifat mulia pada pemikiran dan tingkah laku. . kemajuan pemikirannya. kewibawaannya dan lain sebagainya. Manusia dibesarkan di tengah peradaban. Selanjutnya Allah menanamkan pula pada diri manusia berupa potensi akal. secara garis besar mereka adalah hina disebabkan oleh penolakannya terhadap dakwah Rasulullah SAW. Bila manusia berusaha untuk takut kepada Allah dengan sungguh-sungguh maka ia akan mengikatkan dirinya dengan sifat-sifat mulia. Setiap peradaban memiliki keistimewaan. kelembutannya. ketekunan dan kesabarannya. hati nurani. Sifat-sifat hina itu adalah menunjukkan pada jalan ke neraka. adat. dan didikan dari Allah Swt melalui Dinul Islam. disamping juga sifatsiat buruk. Namun dalam beberapa hal tentu saja punya. Jika kita membuat daftar tentang sifat-sifat mulia maka jumlahnya akan sangat banyak sekali.

alJamaah.Sifat mulia memiliki kaitan yang erat dengan amal sholeh atau kebaikan. Sesungguhnya kamu hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikuti peringatan dan yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah walaupun dia tidak melihatnya. menambatkan hati dengan Hidayah Takut kepada Allah adalah takut yang mendorong jiwa tertambat dengan hidayah dan senantiasa merasa khawatir kalau Allah menjauhkan dirinya dari hidayahNya. Itulah dasar dari obat penyakit hati. Keduanya saling menguatkan dan melahirkan. Abu Uzair mengatakan orang yang takut kepada Allah akan merasa khawatir apabila ia terlempar jauh dari hidayahNya. sebab tanpa hidayah. Untuk melakukan itu semua seseorang mesti membuat suatu kebiasaan. ia mesti terlebih dahulu meninggalkannya dan mencari lingkungan yang tepat untuknya. Dan pengokohnya adalah melaksanakan shaum sunat. Apalagi apabila lingkungannya adalah lingkungan jahiliah dan kufur. Bagimana cara kita menambatkan hati dengan hidayah ? Caranya adalah: 1). Bagaimana manusia dapat meraih peningkatan keimanan setiap hari. Sifat Rabbaniyun adalah kegemaran untuk belajar dan mengajarkan Al-Quran dan As-Sunnah. Dengan cara mengobati hati. Penyakit yang paling parah adalah kekufuran. Kekufuran hanya akan terobati oleh keimanan. Orang yang takut kepada Allah tentu saja rindu . Dan penguat obat itu adalah memiliki sifat Rabbaniyun. dan melaksanakan shalat tahajud. setiap waktu? Caranya adalah dengan melaksanakan shalat. dan seterusnya harus berjuang keras untuk sampai kepada sifat-sifat tersebut. Karena pasangan yang paling cocok untuk manusia bagi hatinya adalah iman. RahmatNya dan BerkahNya. maka hati telah siap dan sedang berada dalam hidayah Allah Swt. latihan. Sedangkan rasa takut yang diharapkan adalah yang bisa menahan dan mencegah supaya (hamba) tidak melenceng dari jalan kebenaran. maka tidak ada jalan menuju upaya menggapai RahmatNya. Orang yang dijauhkan dari hidayah Allah adalah orang yang sedang diarahkan menuju kemurkaan Allah dan kesesatan. Yang ada adalah kegelapan dan kesesatan. Dengan mengobati penyakit hati Obat hati yang paling mujarab adalah iman. Orang-orang yang hidup di lingkungan pesantren. pabrik. e. Karena apabila kita jauh dari petunjuk dan tidak pernah diuji. Hati-hati pula apabila kita tidak pernah diuji oleh Allah Swt. hendaklah kita menambatkan hati kita kepadanya. (36:11) Orang yang dijauhkan dari hidayah Allah adalah orang yang sedang diarahkan menuju kemurkaan Allah dan kesesatan. pertanda hidup jauh dari kasih sayang Allah Swt dan tipisnya keimanan. pengkondisian dan lingkungan yang menunjang. bersilaturahmi dengan para ulama dan orang-orang sholeh. mudah untuk melakukan itu semua. membaca al-Quran dan berdzikir serta menahan setiap ajakan hawa nafsu dan godaan syaithan. Hati-hatilah apabila kita jauh dari al-Quran dan as-Sunnah. Sebaliknya terhadap petunjuk agama. Maka berilah mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia. Tetapi bagi orang-orang yang hidupnya di perkantoran.

Berapa . inilalah yang melahirkan sifat muhasabah. muaqobah. taat ibadah berdasar ilmu. inilah yang melahirkan sifat wara’ atau hati-hati. Seorang hamba yang taat adalah seorang yang beriman. mereka masih berkesempatan untuk meraih karunia dan rido Allah Swt. (barulah) ia mengatakan : “Sesungguhnya saya bertaubat sekarang. dilakukan dengan ikhlas dan dengan jasad yang kuat lagi halal. dan sadar akan pengawasan dari Allah dalam setiap waktu. Berjuang keras untuk meningkatkan kualitas ibadah 4). ikhlas dan kehalalan. yakin bahwa Allah adalah tempat kembali inilah yang melahirkan sifat qonaah. sabar dan khusyu’. Hati yang demikian itulah yang pantas untuk mendapatkan tambahan hidayah dari sisi Allah Swt. Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka. Empat ciri ini memiliki sifat yang sama yaitu mengekang diri dari perbuatan yang dapat mengudang kemurkaannya dan sifat-sifat buruk dan lecutan untuk mengikatkan diri dengan perbuatan baik dan sifat-sifat mulia. Takut akan azab Allah baik di dunia ataupun di akhirat disamping melahirkan sifat wara’ atau hati-hati juga melahirkan suatu kemauan yang kuat untuk senantiasa bertaubat. 3). takut akan azab Allah baik di dunia ataupun di akhirat. (4:18) Muhammad Ash-Shayim (2000. Tetapi sesungguhnya sekalipun manusia berbuat dosa dan menzhalimi dirinya sendiri. Bertaubat dari Dosa Orang yang takut kepada Allah memiliki empat ciri utama: yakni sadar bahwa dirinya lemah di hadapan Allah inilah yang melahirkan sifat tawadlu. muhasabah. Dengan suatu metode yang disebut dengan taubat. Taubat itu sendiri memiliki suatu metode. dan mengikatkan diri dengan kebaikan. Menghukum diri apabila berbuat lalai 5). Kedua hal itu meminta syarat seperti ilmu. Manusia banyak yang berbuat durhaka kepada Tuhannya yang menyebabkan mereka dimurkai Allah dan dimasukkan ke neraka. 20) mengatakan: taubat adalah suatu rahmat Allah yang diberikan kepada hambaNya dan merupakan pintu keselamatan bagi orang-orang yang berbuat maksiat agar terhindar dari kebinasaan. salah satunya yang amat terkenal adalah taubat itu dilakukan sebelum ajal tiba atau matahari terbit dari barat. Berdoa kepada Allah untuk dijaga atas keimanannya f. 2).kepada hati yang bersih dan terbebas dari berbagai penyakit. Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan siksa yang pedih. Memposisikan diri sebagai hamba yang taat Sesungguhnya perintah Allah itu berpusat pada Keimanan dan Ibadah.” Dan tidak (pula diterima taubat) orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran.

Namun taubat itu sama sekali tidak bermanfaat. Menyia-nyiakan shalat 4).banyak orang-orang yang berdosa yang telah bertaubat dengan sebenar-benarnya taubat (taubat nashuha) mengalami hidup tentram dan digantikan kejahatan-kejahatan mereka oleh Allah dengan kebaikan-kebaikan. Dalam paragraph-paragraf berikut ini akan dituliskan 19 perbuatan yang mengundang rasa penyesalan manusia di akhirat kelak yang saya rangkum dari buku 19 orang yang menyesal pada hari kiamat. karangan Muhammad Ash-Shayim. bertaubat atasnya apabila kita telah terlanjur melakukannya dan berhati-hati godaan syaithan yang bisa menjerumuskan kepada perbuatan-perbuatan tersebut. Mengkhianati janji 3). Hakikat taubat ialah kembali kepada kebenaran dan ketaatan kepada Allah. Kekufuran 2). Dosa juga dihubungkan dengan perbuatan yang dicintai Allah Swt. Penyesalan akan bermanfaat apabila dilakukan di dunia ini sebelum ajal datang. Seluruh perkara yang mendatangkan kemurkaan Allah berbuah dosa apabila dilakukan dan berpahala apabila dijauhi karena rasa ketaatan dan kecintaan kepadaNya. Dosa adalah konsep yang erat kaitannya dengan perbuatan yang mengundang kemurkaan Allah Swt. Mengurangi timbangan . (25:70) Tubat itu berarti penyelasan atas apa telah terjadi di masa lampau lalu dan bertekad untuk tidak mengulanginya serta meninggalkan segala bentuk dosa. 1). Dan adalah Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Berlari dari medan tempur 6). Menerima Sogok 5). Tukang sihir 8). Alloh berfirman “kecuali orang-orang yang bertaubat. maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Sebab di akhirat yang ada adalah perhitungan amal dan pembalasan atas amal perbuatan manusia. Di negeri akhirat manusia tidak lagi memiliki beban untuk beribadah atau melakukan ketaatan kepadaNya sebagaimana yang diwajibkanNya selama manusia hidup di dunia. berdasar ilmu dan ikhlas. Berbuat kerusakan di muka bumi 7). Ada tiga hal yang seyogyanya kita lakukan berkaitan dengan apa yang akan diterangkan tersebut yaitu: mengetahui dan memahaminya. Obyek taubat kita adalah perbuatan dosa. Taubat adalah suatu penyesalan. beriman dan mengerjakan amal saleh. Manusia akan berdosa apabila meninggalkan kewajiban ibadah tersebut dan berpahala apabila melakukaannya dengan sungguh-sungguh. Durhaka kepada kedua orang tua 9). Perbuatan yang dicintai Allah adalah ibadahnya manusia kepadaNya sebagai suatu kewajibannya yang utama. Orang-orang yang berbuat dosa yang tidak sempat bertaubat akan bertaubat di akhirat kelak.

maka tatkala manusia itu telah kafir.” (2:212) . maka ia berkata: “Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu. Penjudi 18). guruh dan kilat. dan mereka memandang hina orang-orang yang beriman. (4:77) “Dan mereka (orang-orang munafik) bersumpah dengan (nama) Allah. bahwa sesungguhnya mereka termasuk golonganmu. seperti takutnya kepada Allah. tiba-tiba sebahagian dari mereka (golongan munafik) takut kepada manusia (musuh). Dan Allah memberi rezki kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya tanpa batas. Suka memfitnah 17).” (59:16) “Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang kafir. karena itu kita harus segera bertaubat kepada Allah atas segala kesalahan tersebut. mereka menyumbat telinganya dengan anak jarinya. dan itulah seburuk-buruk tempat tinggal orang-orang yang zalim.10). Dan Allah meliputi orang-orang yang kafir” (2:19). Katakanlah kepada mereka: “Teruskanlah ejekan-ejekanmu (terhadap Allah dan rasul-Nya). Dendam dan dengki 11). Rabb semesta Alam. Riya’ 12). Menyakiti tetangga 13). disebabkan mereka mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah sendiri tidak menurunkan keterangan tentang itu. karena (mendengar suara) petir.” (9:64) “Akan Kami masukkan ke dalam hati orang-orang kafir rasa takut. RASA TAKUT PADA DIRI ORANG-ORANG KAFIR Alloh Swtr berfirman: “Orang-orang yang munafik itu takut akan diturunkan terhadap mereka sesuatu surat yang menerangkan apa yang tersembunyi dalam hati mereka. Bakhil 16). padahal mereka bukanlah dari golonganmu. Padahal orang-orang yang bertakwa itu lebih mulia daripada mereka di hari kiamat. Menyekap pembantu dan merendahkan budak 14). Suka Melaknat dan Mengumpat 19).” (9:56) (Bujukan orang-orang munafik itu adalah) seperti (bujukan) shaitan ketika dia berkata kepada manusia: “Kafirlah kamu”. Menyakiti manusia 15). “Setelah diwajibkan kepada mereka berperang. 8.” Sesungguhnya Allah akan menyatakan apa yang kamu takuti itu. bahkan lebih sangat dari itu takutnya.sebab takut akan mati[28]. akan tetapi mereka adalah orang-orang yang sangat takut (kepadamu). Meratapi Kematian Itulah perbuatan-perbuatan yang sering dilakukan manusia yang mungkin kita pulalah pelakunya. karena sesungguhnya aku takut kepada Allah. Tempat kembali mereka ialah neraka.” (3:151) “(Orang munafik itu) atau seperti (orang-orang yang ditimpa) hujan lebat dari langit disertai gelap gulita.

Keempat. Orang-orang kafir merasakan suatu ketakutan kepada Allah hanya ketika azab atau siksa Allah sudah ada di hadapan matanya. tetapi jika tetap membangkang dan menebarkan fitnah di tengah-tengah umat Islam.Orang-orang kafir adalah contoh nyata manusia yang tidak memiliki rasa takut kepada Allah. tanpa suatu balasan berupa kebaikan dari sisi Allah. Mereka bergelimang dalam kesesatan. menjadi teman syaithan di neraka. Penyebab utama orang-orang kafir tidak memiliki rasa takut kepada Allah adalah karena mereka tidak mengenal Allah dengan sebenarnya. bertambah-tambah dosa. Pertama. Orang yang kafir. diliputi perasaan dendam. tidak memperhatikan negeri akhirat. sebab waktu itu tidak ada lagi kesempatan untuk meminta pertolongan kepada Allah Swt. memandang rendah iman. Terkait dosa-dosa mereka banyak hal berkonsekuensi atas orang-orang kafir itu. memusuhi orang yang seharusnya dijadikan teman (Nabi) dan berteman dengan yang seharusnya dijadikan musuh (syaithan). Itulah liciknya iblis. Akhirnya mereka tidak memiliki apapun untuk kehidupannya di akhirat melainkan amalan buruk dan neraka yang menantinya. dan kalaupun mereka di dunia diberikan kehidupan yang berkecukupan dan kaya atas harta dan kesenangan. itu justru supaya betambah-tambah dosanya (lihat 3:178). mereka lebih memilih kekayaan dunia dari pada menyampaikan isi taurat dan injil yang benar. syaithan memiliki rasa takut kepada Allah. Di antara ahli kitab. Ketiga. Sedangkan pada saat ia menggoda manusia. mereka usahakan dan mereka berkorban atasnya akan sia-sia belaka. Orang munafik juga memiliki rasa takut kepada Allah. karena tidak memiliki rasa takut kepada Allah. karena ditipu oleh kehidupan dunia. sombong dan dengki. diganjar dengan neraka. Orang kafir tidak menyadari akan kelemahan diri mereka sebagai makhluk. Hendaknya bagi orang-orang mukmin. Sementara apapun yang mereka perjuangkan. dan orang kafir merupakan golongan . memandang indah perbuatan buruk mereka. keras terhadap orang-orang mukmin. setiap orang telah mendapatkan dakwah Islam. dendam dan kekikiran. kemaksiatan yang menyebabkan mereka terhalang dari ketaatan. dosa mereka bisa saja dihapus kalau mereka bertaubat. Akibatnya adalah mereka berada dalam keadaan terus menerus berbuat dosa. kenyataan yang melingkupi orang-orang kafir yang penjelasannya telah dimuat dalam al-Quran dan Sunnah RasulNya menjadi bahan pelajaran dan peringatan yang terbaik. kehidupan yang sempit. memandang sepele pada dosa dan tidak bertaubat atas perbuatan dosanya. bergelimang dalam kesesatan. seakan-akan dia tidak memiliki rasa takut itu. yakni kalau Allah menurunkan wahyu yang menerangkan tentang keadaan hati mereka yang penuh dengan penyakit. tentu mereka akan mengalami azab (lihat 8:38). namun itu tidak menolongnya. orang-orang kafir dengan segenap perbuatan dosanya akan mendapatkan balasan yang telah pasti. Pengaruh dari ketiadaan rasa takut kepada Allah yang muncul dari sebab-sebab tadi adalah mendustakan Allah. dia memberitahukannya kepada manusia ketika manusia telah berhasil disesatkannya. tidak ada ampunan bagi orang kafir yang berbuat kezhaliman dan mereka semakin mudah saja melakukan kezhaliman yang semakin mendekatkan diri mereka ke neraka (lihat 4:168). karena memperturutkan hawa nafsu dan bisikan syaithan dan mengikuti warisan orang tuanya yang tidak memiliki rasa takut pada Allah. Mereka tidak berfikir kalau penolakan mereka atas dakwah Islam merupakan suatu kerugian yang besar. Mereka melupakan jika perbuatan maksiat mereka akan berujung di neraka kelak. Demikian pula syaithan. Akibat dari sifat-sifat diatas adalah tidak mampu melihat peringatan dan pelajaran dari Tuhan mereka. Kedua. merasa tidak memiliki dosa. hidayah dan kenikmatan serta keindahan hidup. karena tidak memiliki rasa takut kepada Allah.

seraya memandang agung atas kebatilan dan neraka dan mengagungkah nafsu dan syaithan. mereka mempergunakan logika untuk membenarkan tindakannya dalam menyalahi aturan Allah sehingga mereka dibantu syaithan untuk melihat kesalahan mereka sebagai sesuatu yang patut. Jadilah orang-orang kafir itu adalah musuh bagi kaum muslimin yang berada di dalam kebenaran (lihat 4:101). Ucapan itu tentu saja dusta belaka. maka mereka takut mati. siksa.” (59:16). Pertama. . Maka mereka rela membeli hidayah dengan kesesatan (lihat 2:16). benar dan terpuji (lihat:9:37). dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah untuk menghubungkannya dan membuat kerusakan di muka bumi (lihat 2:27). karena itu mereka takut bila Islam dan umatnya menjadi besar dan kuat. (lihat 29:13). yaitu melanggar perjanjian Allah sesudah perjanjian itu teguh. Mereka senang dengan kebatilan. sebab hakikatnya ia tidak memiliki kekuatan untuk menahan akibat dari dosa itu. (lihat 29:12). yakni siksa dan azabNya. Allah sendiri menancapkan rasa takut ke dalam hati orang-orang kafir (lihat 8:12) atas kebesaran Islam (lihat: 5:3) dan kekuatan kaum mukminin (lihat 8:60). itu akibat dari nafsu dan kesombongan mereka (lihat 45:32). dan karena perbuatan zhalim mereka berupa perbuatan syirik (lihat 3:151).manusia yang menolaknya. Itulah sebabnya orang-orang kafir itu adalah musuh Islam dan umatnya. Berbagai upaya mereka lakukan untuk membendung dakwah Islam. Orang-orang kafir memiliki perasaan sangat cinta atas kehidupan dunia. akibatnya mereka terjebak untuk memilih perbuatan-perbuatan yang justru membuat harkat dan derajat mereka terjatuh ke lembah kehinaan (lihat 23:62-64). yaitu: azabNya baik di dunia maupun di akhirat. Kedua. “(Bujukan orang-orang munafik itu adalah) seperti (bujukan) shaitan ketika dia berkata kepada manusia: “Kafirlah kamu”. takut miskin karena itu mereka amat kikir dan pendengki. Karena itu ketika ia mengajak orang untuk durhaka kepada Allah. mereka tidak melihat bahwa kewajiban yang dibebankan pada manusia dari sisi Allah adalah sesuai dengan kadar kemampuan manusia itu sendiri dan untuk kemuliaan manusia itu sendiri. yakni dosanya ditambah dosa orang yang diajaknya kedalam kesesatan. Orang kafir merasa dan meyakini bahwa dosa itu tidak ada. maka tatkala manusia itu telah kafir. Orang-orang kafir pada dasarnya adalah orang-orang yang berdosa kepada Tuhannya. lahir pula beberapa resultan akibat dari ketiadaaan rasa takut kepada Allah. karena sesungguhnya aku takut kepada Allah. Keempat. Azab hanya diturunkan kepada kaum yang kepada mereka diturunkan wahyu (lihat 26:208). Maka itulah alasan azab ditimpakan pada mereka. mengintimidasi umat Islam dan menebarkan fitnah atas Islam kepada segenap manusia. Kesimpulannya: akibat tiadanya rasa takut kepada Allah. orang kafir larut dalam dosa dan mereka akan menemui akibat dari perbuatan dosa mereka. Kesimpulannya: akibat dari tiadanya rasa takut kepada Allah. maka ia berkata: “Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu. Ketiga. itu artinya mereka memandang rendah kebenaran dan surga: mereka tidak menghargai Allah. dan laknat dari sisi Allah Swt. Perasaan takut muncul pada mereka saat melihat azab dari Allah itu turun. artinya orang-orang yang pasti akan ditimpa azab. Akibat dari ucapan itu ialah dosanya bertambah-tambah. Terkait dengan kesesatan mereka. tetapi mereka memiliki rasa takut. mereka senang dengan perbuatan fasik. orang kafir lebih senang dengan kebatilan dan mereka akan terus membelanya dengan berbagai cara termasuk menyerang kebenaran yang datang dari sisi Allah. dengan mengatakan bahwa ia berani menanggung dosa orang yang diajaknya. Orang-orang kafir itu tidak takut kepada Allah seperti yang kita definisikan. Rabb semesta Alam. mereka memandang rendah iman dan memandang tinggi kekafiran (lihat 2:108). karena tiadanya rasa takut kepada Allah.

sedangkan Dia Maha Kuat dan Kuasa atas diri kita. Sehingga ia pun nantinya boleh berharap bahwa Allah akan membalasnya dengan kebaikan dan menolongnya dari setiap kesulitan yang akan dihadapinya di dunia maupun di akhirat. Untuk selanjutnya dijadikan timbangan keadilan untuk dibalas dengan surga atau neraka. ALASAN TAKUT KEPADA ALLAH Takut adalah kesadaran bahwa diri kita lemah di hadapan Allah. Tidak ada suatu waktu dan tempat bagi manusia untuk bersembunyi dari pandangan Allah. perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu. dan mereka mencerca agamamu. Sesungguhnya kesadaran ini cukup sebagai alasan mengapa kita harus takut kepada Allah. 99:12) Hai orang-orang yang beriman. a. (9:123). Harapan . (4:76) Jika mereka merusak sumpah (janji)nya sesudah mereka berjanji. karena sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah. Allah Maha teliti atas setiap perbuatan manusia Takut kepada Allah adalah takut berkenaan karena Dia Maha teliti atas setiap perbuatan manusia dan senantiasa mengawasi setiap langkah-langkahnya. sebab itu perangilah kawan-kawan syaitan itu. perangilah orang-orang kafir dan orang-orang munafik dan bersikap keraslah terhadap mereka. dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut. maka perangilah pemimpin-pemimpin orang-orang kafir itu. bahwasanya Allah bersama orang-orang yang bertakwa. Allah yang senantiasa memperhatikan seluruh gerak-geriknya adalah Dia yang telah menetapkan azab bagi hamba-hambaNya yang durhaka. Dan modal keberanian untuk berperang melawan orang kafir adalah rasa takut kepada Allah. sedangkan Allah adalah Pencipta kita. Allah senantias mengawasi dan mencatat apa saja yang dilakukakannya. Tempat mereka adalah jahannam dan itu adalah seburuk-buruknya tempat kembali. Orang yang merasa takut kepada Allah tidak mudah tergoda untuk melakukan kemaksiatan dan keharaman karena ia tahu. (66:9) 9. agar supaya mereka berhenti. Maka pengaruh dari rasa takut itu adalah sikap berhati-hati dalam seluruh waktu dan tempat serta keadaan. Hai Nabi. Allah akan memberikan catatan atas seluruh perbuatan manusia yang akan menjadi saksi nanti di negeri akhirat. jangan sampai dirinya melakukan suatu pelanggaran atau kelalaian. karena sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang (yang tidak dapat dipegang) janjinya. dan ketahuilah. Kita diciptakan.Oleh karena itu kekafiran harus diperangi. Inilah pengaruh dari rasa takut kepada Allah. Orang-orang yang takut kepada Allah akan bersungguh-sungguh menjadikan setiap waktu dan tempatnya untuk melakukan kebaikan-kebaikan dan berusaha sekeras mungkin untuk menjauhi perkara-perkara yang melanggar laranganNya. Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah. dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu.

maka takutlah kepada-Nya” (2:235) b. umat. Allah adalah Dzat yang Maha Kuasa Allah Swt adalah Zat yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. dan sadar akan hakikat keberadaan mereka di dunia. .ini cukup beralasan. Allah telah menetapkan adanya Azab dan Neraka Allah SWT telah menetapkan pula azab dan neraka untuk manusia dan jin ketika kedua makhluk itu tidak mengindahkan aturan.manusia. Allah telah menetapkan azab dunia bagi mereka yang terus menerus bergelimang dalam kesesatan. termasuk pada diri manusia berada dalam genggamanNya dan KekuasaanNya. Bukti dan dalil tentang adanya azab Allah itu dapat kita baca dalam Al-Quran dan pada negerinegeri yang diazab Allah. Ketika seruan iman telah sampai pada mereka dan bagi mereka ada azab neraka pula di akhirat. sebab orang yang beriman melakukan amalan kebaikan adalah karena mengharap RahmatNya dan meninggalkan keburukan karena mengharap ampunanNya. ternyata secanggih apapun hasil pemikiran dan peradaban mereka tak mampu menahannya. Sekuat apapun kekuatan yang dimiliki ala semesta. memelihara dan mengendalikannya. jin. Kekuatan yang mereka miliki itu bahkan asalnya dari sisi Allah Swt. c. memohon perlindunganNya melalui ibadah dan taqorub serta doa dan ikhtiar.bukan bangsa yang terbelakang dalam cara hidup dan berpikirnya. Mereka adalah bangsa-bangsa yang berfikir maju. maka akan hancurlah jadinya. Jika Allah berkehendak diri kita. tanah yang kita injak. “Dan ketahuilah bahwasanya Allah mengetahui apa yang ada dalam hatimu. atau rumah yang kita bernaung di dalamnya hancur. Karena itu Allah Swt adalah Zat yang sepantasnya manusia takut hanya kepadaNya. dan malaikat. kehendak. Takut kita kepada Allah dibangkitkan bukan dengan cara menjauhiNya sebab tidak ada lagi tempat berlindung dari pengamatanNya. Betapa besar kekuasaan Allah atas dunia dan pada diri manusia maka seyogyanya manusia berserah diri dan pasrah kepadaNya melalui ketundukkan kita kepada agamaNya sepenuh kesadaran diri dan tidak banyak membantah terhadapNya. ketetapan dan hukum Allah Swt. tak akan cukup untukmenyamai atau mengalahkan kekuatan Allah SWT. Tetapi seharusnya kita mendekat kepadaNya. Tidak ada satu pun kekuatan di muka bumi atau di langit juga di alam ghaib yang dapat mematahkan kekuatan. Pada garis besarnya. ketika ditimpakan pada mereka. etnis yang dihancurkan itu bukanlah golongan manusia yang bodoh secara teknologi dan sains serta peradaban. Apapun yang sedang berlangsung di alam semesta ini. berkarakter modern pada zamannya. Amcaman Allah erupa azab. ketetapanNya yang harus dipenuhi oleh kedua makhluk itu. Mereka tertutup dengan kesombomgan dan kedzaliman (27:24). bangsa. sebab Dialah yang menciptakan.ketimbang kepada makhlukNya. Tetapi mereka yang cerdas-cerdas itu tidak lagi membuka hatinya dan akal pikiranya utuk memahami dan menerima wahyu dan kedatangan para nabi.

Manusia tidak cukup kuat dengan akal dan buminya Manusia mestinya merasa takut jika hidupnya di dunia tidak bahagia. Tetapi mengapa aturanNya tidak kita laksanakan? Padahal aturan Allah itu sendiri untuk kebaikan dan kemudahan hidup manusia sendiri. Jasadnya kian lama kian tua. Manusia hendaknya mulai menyadari bahwa kecerdasan akal yang melahirkan sains dan teknologi serta pemikiran. Keadaan-keadaan semacam ini seyogyanya menyadarkan kita akan kebesaran Allah. diri telah diberi tiga hal: akal. umat. sedangkan wahyu. berteknologi dan mengembangkan sains. Di sinilah kita harus berhati-hati dari sikap sombong dan zhalim. kita yang hidup di zaman teknologi serba maju sepesat sekarang ini. Dan di akhirat masuk neraka. jangan sampai akal dan karunia kita rengkuh. Semakin banyak karunia Allah yang dapat kita nikmati di situ pula akal memahami akan kebesaran Allah yang Maha Pencipta. Memiliki tetapi selalu dirundung rasa khawatir. dan untuk itu mereka telah diberi akal dan waktu untuk memikirkan wahyu tersebut. ikuti wahyunya.Oleh karena itu. e. akal. lemah dan akhirnya mati. lalu disampaikanlah kepada mereka wahyu agar mereka tunduk dan bersyukur. gelisah. Karena keduanya jadi sebab kita menolak dan terhalang dari wahyu. Wahyu. d. Padahal manusia tak memiliki kehebatan apa-apa sekalipun atas jasadnya sendiri. Yang dapat melindungi diri dari azabNya adalah RahmatNya. Allah Swt telah memberi kita sehingga dapat berfikir. maka disaat itulah azab turun. Kita tak punya kekuatan apa-apa karena itu mestilah kita takut kepada Allah Swt atas kekuasaanNya. tak cukup sudah untuk mengantarkan kepada kebahagiaan dan kemuliaan sejati. dan karunia telah sampai kepada kita. Takutlah kepada Allah. Tapi di dalam waktu yang sama juga sombong. maka diberilah bangsa itu kemampuan berfikir yang maju sehingga dapat mengelola dunia sehingga makmur. Allah telah memberikan wahyu. Bila Allah hendak mengazab suatu negeri. wahyu. kesenangan nafsu dan syahwat serta perut dan kendaraan yang terpenuhi. . dan putus asa. dan karunia. Sikap seperti ini telah lama berkembang di setiap zaman kehidupan manusia. Apakah artinya kota yang gemerlap. Bukankah suatu hal yang sia-sia memiliki tapi tak menikmati. Sedangkan dari wahyu ia terhalang. Dan bangsa kita berada pada urutan yang mengikutinya. juga bumi yang indah lengkap dan sempurna ini. belajar. tak akan dapat melindungi diri dari azabNya. akal dan dunia pada manusia Allah Swt tidak akan menurukan azabNya kecuali apabila suatu bangsa. merasa kuat dan memandang rendah pada kebenaran wahyu. Namun mereka menolaknya. namun hati gersang dan selalu gelisah akibat dari ketiadaan iman dan kehampaan dari bimbingan wahyu. kita campakkan. takut. mengerti.

. JanjiNya. akibatnya dan kenyataannya . manusia harus taat pada wahyu. Kesengsaraan jiwa yang terus menerus .KekuatanNya. ancamanNya dan sifat-sifatNya yang memaksa yang tak dapat ditahan oleh manusia di mana pun dan siapapun. kaya. bahwa siapa yang merasa cukup dengan akal dan alam semata dengan tujuan untuk menempuh jalan yang sehat . maka penyakit-penyakit batiniah akan terus merenggut hidup manusia. Alloh tidak akan mengubah ancamanNya. sebagaiman Dia telah mencazab Firaun. Lepasnya azab Allah dari suatu kaum bukan karena jumlah tapi karena kualitas keimanannya dan ketaatannya kepada wahyu. Jika tidak. Sesungguhnya wahyu turun untuk menyempurnakan karunia Allah pada manusia setelah manusia diberinya akal dan alam. di mana pun dan kapan pun. Dan tidak ada tempat bagi manusia untuk mencari aman jika azabNya telah turun. bukanlah kesenangan yang mereka dapat. Bangsa ‘Aad. cerdas. Tsamud dan Madyan. Begitu pula jangan mengira bangsa kita pun dapat lepas dari azab Allah. g. Allah akan tetap mengazab manusia yang menempuh jalan sesat. Dan kenyataan bahwa dia dibentuk untuk beribadah kepada Allah. Dan janji Alloh itu pasti. Dan pula senantiasa menurunkan azab kepada orang-orang yang memilih kesesatan. Manusia lebih patut merasa takut oleh keadaan-keadaan yang membuatnya terperosok dalam kehampaan dan ketidakjelasan arti dan tujuan hidupnya. Alloh tidak akan merubah janji-Nya itu . hanya karena seorang yang berdosa seorang raja. Jika selama ini. Manusia itu anehnya menginginkan rahmat tetapi senang menempuh kesesatan. dia menurunkan azabNya. Dua kenyataan ini hanya dapat terpenuhi kebutuhannya oleh wahyu . jika mereka tidak mau bertaubat. Manusia akan senantiasa dikepung oleh berbagai keanehan dan keganjilan. kita mengira bahwa azab belum turun mungkin itulah alat untuk menimpakan azabNya yang terberat. Jadilah mereka ditimpa azab dari sisiNya berupa azab batiniyah. dapat melepaskan diri dari azab Allah. Dan siapa yang tunduk pada-Nya. Azab Batiniah telah turun di sepanjang masa Allah senantiasa menurunkan rahmat bagi orang-orang yang mengikuti hidayahNya. Janji Allah adalah pasti dan tiada perubahan Alloh swt telah membuat bukti atas ketetapan yang telah dibuatNya dan diberitahukan kepada manusia. hanya karena jumlah umat Islamnya banyak. yang telah lama menempuh jalan kesesatan dan banyak berbuat zhalim kepada umat Islam. f. Ketika manuia merasa cukup hanya dengan akal dan alam untuk menikmati hidupnya di dunia. Oleh karena itu dalam hidup. Ancaman Allah ini berlaku untuk bangsa apa pun. rupawan dan banyak amal sosialnya. dia menurunkan Rahmat-Nya. Qorun. yakni oleh Islam . tapi justru kepayahan kelelahan dan ketidak menentuan hidup. Janganlah mengira bahwa bangsa Amerika misalnya. Mengapa? Sebab manusia terkait dengan dua kenyataan yang tak dapat dipuaskan oleh akal dan alam.

jahat. menipu pada diri kita. yakni menjadikan selain Allah sebagai perlindungannya. Kita tidak dapat berlindung kepada apapun dari azab Allah. kedudukannya amat lemah dan tidak memiliki apapun untuk memberikan perlindungan sekalipun banyak manusia bersikap aneh dan tidak wajar. mereka yang masih hidup sedang bergerak menuju hari kiamat. fujur dan siat membangkang. Dan itulah sebabnya mengapa kita mesti menggantungkan seluruh urusan hidup kita kepadaNya. Jika tidak maka kita bergantung kepada ketiadaan. Selama di dunia kita selalu menghendaki agar orang lain yang pernah berbuat zhalim. dan kita curangi. berdusta. dosa.h. Bertambahnya usia berarti dunia semakin menjauhi dan akhirat semakin mendekat. hendaklah perkara itu menjadi bahan renungan bagi kita supaya kita takut kepada Allah. kita fitnah. Umat-umat yang kuat dahulu pun hancur binasa . Takut kepada Allah Sang Raja di Hari Kiamat hendaknya menyelusup ke dalam jiwa kita. maksiat. Dan itu artinya mereka telah memperosokkan diri kepada golongan sesat yang pantas mendapat azabNya. aniaya. curang. Manusia akan memasuki negeri akhirat Allah adalah raja di hari kiamat. Manusia bagaiamana pun keadaannya sekarang. Dan Allah Sang Khalik yang Maha Adil itu akan menghukum mereka dan juga kita atas segala dosa dan kecurangan. permusuhan. Tidak ada tempat bergantung dan berlindung selain Allah Kepada siapakah manusia meminta perlindungan jika Allah telah menetapkan siksa baginya? Tidak ada tempat meminta perlindungan dari siksa Allah Swt. Dan implementasinya kita harus mengurangi dendam. Begitu pun pikiran orang lain terhadap diri kita yang pernah kita zhalimi. Alasan ini mestinya menjadi kekuatan kesadaran bagi kita untuk tidak mencari tempat berlindung selain Allah Swt. kesalahan. yang akan mengadili seluruh manusia atas segala amal perbuatannya yang telah mereka buat selama di dunia. pengabdian dan tujuan sehinga mengakibatkan mereka tidak mau menerima kebenaran dari sisi Allah Swt. sandaran. tidaklah patut dijadikan alasan untuk membenarkan tindakan tersebut. i. Al-Hakiim yang Maha Adil. kita khianati. Azab Allah turun itu karena manusia memilih selain Allah sebagai tandingan dalam keyakinan. Dan bahwa apapun selain Allah yang hendak kita jadikan sebagai pelindung. selain kepada Allah sendiri melalui sikap taat kita kepadaNya. Dan kedatangan hari kiamat itu ialah sebagai tempat di mana amal diperhitungkan dan dibalas dengan seadil-adilnya. dia diberi hukuman dengan seadil-adilnya dan seberat-beratnya. kejahatan. Janganlah kita merasa ragu akan kenyataan bahwa Allah merupakan tempat berlindung. j.

dan pergaulannya buruk. Apakah bagi kita yang lemah ini. Tetapi manusia boleh memilih. . dan peradabannya. Apapun yang kita usahakan untuk melawan ketetapan Allah.” (13:34) 10. Tetapi akibat dari perbuatan mereka. Ketika seseorang telah tertanam di dadanya rasa takut kepada Allah maka itu karena dalam dirinya telah bekerja akal yang cerdas. Bahwa rahmatlah yang turun pada mereka ketika mereka taat kepadaNya. akhirnya terkalahkan. lebih lemah dari mereka. maka tidak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada perlindungan bagi mereka selain Dia. Seandainya umat-umat terdahulu itu mau mengikuti dahwah para Nabi dan membelanya dengan segenap kemampuan yang ada tentu mereka pun akan terhindar dari azabNya yang keras. pemikiran. Seseorang tidak akan meninggalkan akhlak yang buruk selama akalnya lemah. Jadi peluang untuk mendapat rahmat dan terhindar dari azabNya terbuka lebar dan begitu pula jalan-jalannya telah disediakan.” (QS 13:11) “Berhala-berhala yang mereka sembah selain Allah tidak dapat mengabulkan apapun bagi mereka. cerdas fikirannya. dan azab akhirat pasti lebih keras. Apakah mau azab atau rahmat. Akhlak yang baik tidak akan sempurna tanpa diawali oleh upaya menghilankan akhlak yang buruk. MANFAAT TAKUT KEPADA ALLAH Manfaat takut kepada Allah Swt pada intinya adalah mencegah diri kita dari melakukan perbuatan fujur dan terdorong untuk melakukan ketaatan yang sempurna kepada-Nya a. Sesungguhnya suatu kesempurnaan terjadi setelah terlebih dahulu dihilangkan darinya kekurangan. keburukan dan cacat.Mengapa kita harus takut kepada Allah Swt? Karena kita ini amatlah lemah untuk mengadakan suatu makar terhadapNya. mestinya kita lebih takut lagi pada Allah Swt. berdaya. dan maju teknologinya tetap saja mereka hancur binasa. Kita mengetahui bahwa akhlak yang buruk pada dasarnya adalah akhlak yang tidak dibenarkan oleh wahyu. Manusia hanya tinggal melaksanakan dengan kemampuan dan kemauan yang ada. imannya tipis. Umat-umat terdahulu yang kuat-kuat itu hancur bukan karena dizhalimi oleh Allah Swt. Kaum muslimin hendaklah menjadi contoh bagi manusia dalam pembelaannya pada kebenaran dan menunjukkan ketinggian ajaran Islam lewat perilaku. tidak disukai oleh akal dan tidak disetujui oleh adat.” (QS 13:14) “Dan orang-orang kafir senantiasa ditimpa bencana disebabkan perbuatan mereka sendiri.” (Qs 13:31) “Mereka mendapatkan siksaan dalam kehidupan dunia. “Dan apabila Allah menghendaki kebenaran terhadap suatu kaum. Padahal mereka adalah umat yang amat kuat. Berapa banyak umat terdahulu yang tampil menjadi penentang para Nabi untuk menolak wahyu dan menolak mengabdi. Menguatkan akhlak yang mulia Takut kepada Allah Swt akan menguatkan akhlak yang baik melalui dihindarinya akhlak-akhlak yang buruk dan rendah. Memang Allah yang membuat ketetapan azab itu. sama sekali tidak akan mampu mengatasiNya.

kesalahan. dan matang pengalamannya dalam memahami liku-liku kehidupan. Mereka seharusnya tidak menjadi penakut hanya karena kekuatan orang kafir itu lebih besar dari mereka. Dengan cara itu terdapat harapan dihapusnya dosa akibat perbuatan buruk di masa lalu. maka ia akan berusaha beralih dari keadaan sesat dan pantas dimurkai kepada sifat-sifat tunduk dan mengikuti jalan-jalan yang lurus. Bila seseorang menyadari bahwa azab Allah akan menimpa orang-orang yang dimurkaiNya dan menempuh jalan yang sesat. Di saat itulah ia mulai akhlak-akhlak buruk. Karena Dialah pemilik kekuatan yang tidak terkalahkan dan telah menetapkan azab bagi yang mendustakanNya. tidak patut ditakuti. demikian pula halnya orang-orang mukmin tak perlu merasa takut dan gentar oleh kekuatan yang dimiliki orang-orang kafir. . sebab ia takut akan akibatnya yang buruk. akan mendorong seseorang melakukan kebaikan untuk menutupi berbagai kekurangan. di tangan siappun. Tak sepatutnya orang Islam takut kepada orang kafir. Sebab cara tersebut merupakan upaya untuk menghindari azabNya. Adapun selain Allah. maka akhlak yang baik itu menjadi samar. Ia akan berusaha mengisi hari-harinya dengan melakukan berbagaia kebaikan dan ketakwaan sehingga ia terhindar dari azab yang pedih. Akhlak yang buruk selama masih bersanding dan bercampur dengan akhlak yangbaik. dan menolak propaganda yang diserukan orang-orang kafir dalam kejahatan. dan kelalaian yang telah lalu. Dan bagaimana mekanisme seseorang mau bertaubat. Dengan upaya yang membersihkan akhlak yang buruk.iman yang kuat. Dia mengendalikan apapun yang ada di negeri mananpun. pergaulan yang matang dengan orang-orang sholeh. Memang sepatutnya manusia takut hanya kepada Allah. dan tidak berpengaruh. Tidak gentar menghadapi serangan musuh Orang takut kepada Allah. Allah patut manusia takut padaNya. Dengan takut kepada Allah. c. Takut kepada Allah harus ditanamkan sebagai pendekatan agar manusia tunduk kepada aturanNya. Takut kepada Allah merupakan kekuatan untuk menghentikan perbuatan buruk dan menggantinya denga perbuatan yang baik. maka seseorang akan menghindari akhlak yang buruk. ialah dengan menanamkan rasa takut kepadaNya. rasa takut kepada Allah. maka akhlak yang baik akan menguat. telah menempatkan urusannya secara adil. b. terkotori. Dialah yang menguasai segenap yang ada di bumi dan di langit. apabila ia bersegera bertaubat dan menggantinya dengan amalan bajik. Menggiatkan amal kebaikan Sejalan dengan dengan menguatnya akhlak yang baik. Seyogyanya kaum muslimin memiliki mental berani dalam menegakkan kebenaran. Azab Allah Swt bisa tidak terjadi pada seseorang yang berbuat dosa.

Maka tidak ada kehendak lagi untuk membangkang padaNya ketika rasa takut telah menyelusup ke dalam jiwa. Tetapi jika hati telah benar-benar merasa takut kepada Allah semata. maka selain Allah tak patut ditakutinya. cinta. air matanya mudah terurai. Takut kepada Allah Swt menggambarkan makrifat kita atas besarnya dan dahsyatnya siksa Allah atas hambaNya yang durhaka. maka pada saat yang sama. Seseorang yang benar-benar takut kepada Allah.Memang orang-orang kafir memiliki kekuatan yang besar untuk mengalahkan dan menyerang kaum muslimin di negeri manapun. Sebab dunia yang indah. dan harapan kepadaNya untuk beroleh perlindungan dariNya dari azabNya dan dari segala hal yang dapat menyeretnya kepada azabNya. dan dengan rasa takut kepada Allah. yakni mengabdi kepada Allah dan menjalankan syariat agama. Dia akan memfokuskan hidupnya hanya untuk dunia semata. Dan dia akan senantiasa bersungguh-sungguh menjauhi laranganNya dan menunaikan perintahperintahNya dengan penuh rasa khusyu’ dan penjagaan. maka semakin ia mengokohkan ketaatan. e. Sebab bagi manusia dan segenap makhluk. Pada gilirannya takut kepada Allah itu menjaga diri kita dari terperosok pada kelalaian. tidak ada tempat untuk berlindung diri dari azabNya selain Allah itu sendiri. Semakin besar rasa takut manusia kepada Tuhannya. ia pun akan mendekat kepadaNya. termasuk betapapun kuatnya kafir. membuat kita bersandar padaNya. bisa berubah menjadi siksa. ia takut kalau dunia memenjarakannya dan takut jika akhirat menjadi masa suramnya. Allah lah yang mesti kita takuti atas KemahakuasaanNya. dan harapan pada-Nya Ketika manusia takut kepada Allah. dia akan segera akan bersujud dan menangis ketika ayat-ayat Allah dibacakan. Sebab ia memandang agama adalah penghalang dari kemajuan dan kesenangan dunia. hatinya mudah bergetar. Senantiasa waspada dari kelalaian dan kesenangan dunia Lalai terhadap urusan akhirat dan senang dengan urusan duniawi merupakan keadaan terparah dari penyakit jiwa manusia. maka hal itu tidak akan terjadi sifat lalai terhadap akhirat. . Dan akhirat yang berat. Manusia hanya dapat menempuh satu jalan untuk melindungi dirinya dari azab Allah. ia akan menghalang-halangi manusia dari agama. Mengokohkan ketaatan. Tidak akan terjadi sikap cinta pada dunia. Maka tak layak ditakuti. dan berharap hanya kepadaNya semata. Dan untuk itu ia harus mendekatiNya dengan cara taat. yaitu dengan meminta perlindungan dariNya. Orang yang lalai terhadap urusan akhirat akan melupakan tugasnya yang utama saat ini. Untuk itulah maka ia akan senantiasa banyak mengingat dan berorientasi hidup pada akhirat dan tidak menjadikan dunia sebagai tumpuan rasa cinta dan kerinduannya. cinta. karena kekuasaan dan ketetapan azabNya. bisa menjadi berubah menjadi negeri yang lebih baik. kecintaan. Dan ketika ia telah terjebak oleh kesenangan dunia. seiring dengan rasa takut kepada Allah. d. Ketika di dalam lubuk hati seseorang telah tertanam rasa takut kepada Allah Swt.

Ketika itu. Kita akan memiliki keberanian untuk membela agama dan melawan penghalang agama. f. dunia. Kehilangan iman dan pahala amal sholeh sama artinya dengan mengikuti kekafiran dan berbuat kefasikan selama hidup di dunia. maka harus membela kebenaran yang diturunkanNya dan tidak membiarkan manusia menyalahi kebenaran tersebut. Kejahatan akan berkurang dan kehidupan agama akan bergairah jika kita banyak yang tampil sebagai penegak dan pembela kebenaran dan pemberantas kezhaliman dan kebatilan. diawasi. Dunia. Sebab kita tahu tunduk pada ketiganya bertentangan dengan kesadaran rasa takut kepada Allah Swt. Berani membela kebenaran dan memberantas kebaikan Takut kepada Allah akan membuat kita tidak takut kepada selain Allah dalam kebenaran. syahwat. Jika keadaannya terbalik. syahwat dan nafsu itulah yang harus tunduk kepada hal yang sejalan dengan konsep takut kepada Allah. Dengan cara seperti itu maka seseorang tetap berdampingan dengan dunia. maka itulah saat-saat iman semakin tipis dan saat-saat pahala dari amal kebaikan menjadi terhapus. Takut kepada Allah Swt akan menjadi benteng agar kita tidak sekali-kali tunduk pada dunia. Dan tidak ada yang dapat memalingkan diri kita dari itu kecuali kesenangan terhadap perhiasan dunia. lebih banyak yang pro kejahatan dan kontra terhadap agama. Maka hal itu tidak akan terjadi pada orang-orang yang di dadanya terdapat rasa takut kepada Allah. Sebab ia tahu dua keadaan itu adalah sebab turunnya siksa pada suatu kaum. dan nafsu dalam koridor iman dan tetap dapat memetik pahala dan memilikinya dan mengaturnya. Takut kehilangan iman dan pahala amalannya Ketika manusia terpaku oleh perhiasan dunia dan jatuh cinta kepadanya seraya memenuhi panggilan syahwat yang lepas dari bimbingan agama. Dia tidak akan berdiam diri melihat Islam dicampakkan dan melihat manusia lalai dari kewajibannya. Seseorang yang takut kepada Allah tentu akan senantiasa tampil sebagai seorang dai yang selalu mengajak manusia kepada kebenaran dan melarang mereka berbuat keji. Takut kepada Allah Swt akan memancarkan suatu tindakan yang mengokohkan ketaatan dan tindakan mengingatkan manusia.Takut kepada Allah itulah yang parallel dengan kewaspadaan terhadap hal-hal yang dapat memalingkan orientasi akhirat. diatur mengikuti pada ketaatan kepada syariat agamanya. Takut kepada Allah artinya khawatir kalau diri kita mendapat kemurkaan dariNya. . Kekafiran dan kefasikan. syahwat dan nafsu. Dan itu berarti suatu proses lain menuju datangnya kemurkaan dan siksaan. tentu itu suatu tanda bahwa kita tidak merasa takut terhadap azab Allah. Bagaimana kita akan merasa aman dari siksaNya tanpa sikap berpihak padaNya. Dan agar kita tidak dimurkaiNya. syahwat dan nafsu tidak dihindari tetapi dikendalikan. Ia tidak ingin diri dan kaumnya terkena siksa tersebut. kesenangan syahwat dan nafsu. Azab Allah hanya akan ditimpakan kepada orang yang tidak memiliki iman dan tidak memiliki amal kebaikan. merupakan sebab utama turunnya azab Allahg Swt. g.

Tidak banyak manusia yang dapat mengambil hikmah dari suatu bencana. Dengan memperhatikan. Bencana merupakan salah satu sumber hikmah bagi orang-orang yang beriman. Senantiasa berlindung dari godaan syetan yang dilaknat Manusia mengapa ada yang menjerumuskan diri ke dalam kesesatan dan perbuatan yang dimurkaiNya. Hanya mereka yang telah tertanam di dadanya rasa takutlah yang dapat menyelami makna bencana. sekaligus sebagai hal yang dapat membuat hati orang kafir semakin keras dan membangkang. pengalaman. Jadi hikmah bisa di dapat melalui tafakur atas alam. . rahmat. maka hal itu semakin menguatkan imannya. mentafakuri bencana apapun yang menimpa manusia. Senantiasa mengingat dahsyatnya siksa siksa neraka Sejalan dengan hidup berorientasi akhirat. tafakur. Bahkan mengingat neraka itu ada pada doa ketika kita hendak memulai makan. membaca al-Quran akan turut membantu untuk hal demikian itu. Manakala hidup telah dicanangkan untuk nafsu dan syaithan. j. dan berkah dari sisi Allah Swt. ialah karena memperturutkan nafsu dan bisikan syaithan. i. pengaturan dan kekuasaan Allah Swt sebagai suatu hikmah bagi orang-orang yang beriman. dan berkah dari sisi Allah Swt. Mengambil Hikmah dari banyaknya bencana Hikmah adalah ilmu yang menunjukkan jalan menuju kehidupan yang dilimpahi keselamatan. Dan ibadah. Bencana dapat menjadi petunjuk menuju keselamatan. sakit menimpa dirinya. Bagaiamana cara kita banyak mengingat neraka tergantung kepada konsentrasi hidup kita selama ini. Hikmah merupakan ilmu khusus yang diberikan kepada orang-orang yang beriman melalui penjelasan al-Quran dan Hadits RasulNya juga melalui intuisi dan akal suatu indra yang telah tercelup oleh didikan al-Quran dan Hadits. musibah. beramal sholeh dan tidak mengulangi perbuatan yang buruk. Takut kepada Allah adalah takut pula kepada siksaNya. sehingga kita pun berdoa untuk memohon agar dihidarkan dari siksa neraka. Orang yang melupakan negeri akhirat tentu melupakan pula akan pertemuannya dengan Tuhannya dan lupa akan dahsyatnya siksa neraka. bagi orang yang takut kepada Tuhannya. takut kepada Allah juga mendorong seseorang untuk senantiasa mengingat dahsyatnya siksa api neraka. dan peristiwa kehidupan manusia. rahmat. Mengingat dahysatnya siksa api neraka harulah menjadi awal kita untuk senantiasa bertaubat. maka tidak akan ada yang dapat diperolehnya melainkan azab Allah Swt. Bencana yang turun ke dunia ini selamanya senantiasa dalam pengawasan. akan dijadikannya sebagai peringatan agar ia tambah dekat denganNya. Mengingat siksa api neraka itu penting dan itu sejalan dengan penjelasan-penjelasan Allah melalui al-Quran tentang kepedihan dan kengerian neraka di akhirat. padahal semua itu sia-sia belaka. Karena itu ia akan melakuka perbuatan apapun yang dipandangnya baik dan menyangka telah banyak beramal.h. Bahkan ia cenderung melakukan perbuatan yang bertentangan dengan agama. Sehingga ketika suatu bencana.

kesadran diri. Sehingga akhirnya mereka tertimpa siksaan dunia dan akhirat itu ialah karena begitu kuatnya pengaruh dari nafsu dan syaithan. Yang utama adalah bahwa iman harus disertai iman dan iman harus disertai ilmu. maka takut kepada Allah itu menjadi tidak ada. maka terjagalah diri dan keluarga kita dari kesesatan. hanyalah ulama” (35:28) Jadi orang yang paling berilmu adalah orang yang paling memahami al-Quran dan mengetahui kebesaran Allah dan paling mengetahui akan keras dan pedihnya siksa dari sisi Allah melalui informasi dari al-Quran sehingga berbarengan dengan iman yang kian mendalam. Jika tidak ada salah satunya. iman. harus selalu kita waspadai dengan cara meminta perlindungan dari sisi Allah Swt. Ilmu dan Iman sumber makrifat yang benar Kita mesti mengetahui terlebih dahulu bahwa takut kepada Allah hanya akan terjadi jika seseorang itu beriman dan berilmu sekaligus. Betapa saat ini manusia yang banyak yang lalai dalam membentengi diri dari kedua hal tersebut. ia pun semakin besar rasa takutnya pada Allah Swt.Sekalipun banyak manusia yang menghendaki keselamatan. yang senantiasa menyertai kita kemanapun kita melangkah. Bila kita senantiasa berlindung kepadaNya dari nafsu dan syaithan dan berusaha sungguh-sunggh untuk tidak mengikutinya. kejahatan. “Untuk mengingatkan akan siksa yang sangat pedih pada sisiNya. dan kesadaran. . dirinya dan kehidupannya serta alam semesta ini. atau beriman karena ilmu adalah sama saja halnya. Manakala rasa takut kepada Allah telah menghujam karena ilmu. Apa tujuan al-Quran diturunkan? Di antaranya adalah untuk mengingatkan manusia dari azabNya. tetapi anehnya mereka tetap mengikuti nafsu dan syaithan itu. Dengan makrifat tersimpul berbagai hikmah. ilmu dalam wujud memahami atas kandungan al-Quran dan As-Sunnah. ORANG YANG BERILMU PALING TAKUT KEPADA ALLAH Ilmu adalah apa-apa yang berasal dari al-Quran dan as-Sunnah. a. dan kejahiliahan. Dengan perpaduan antara ilmu dan iman maka akan sampailah seseorang pada makrifat pada Tuhannya. Inilah makrifatullah yang akan senantiasa menjadi pengingat orang-orang yang berilmu dan beriman akan dahsyatnaya siksa Allah. Diantara hikmah yang terbesar yang dapat dicapai oleh orang yang beriman lagi berilmu ialah tentang kenyataan yang tak terpatahkan tentang Kemahakuasaan Allah-azabNya dan nerakaNya serta sifatNya Yang Maha Cermat dan Maha Adil. maka kita akan senantiasa berlindung kepada Allah dan hal yang menyebabkan kita terjerumus pada kesesatan dan perbuatan yang dimurkaiNya. itu karena mereka lupa akan kedudukan dirinya dan kedudukan Tuhannya. Dan sebab-sebab itu. 11. Sehingga pantaslah Allah menganjurkan manusia untuk berlindung dari syaithan dan berhati-hati dari nafsu.”(18:2) “Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya. Seseorang yang berilmu karena iman. dan petunjuk untuk berbuat yang bermanfaat bagi kehidupan dirinya. yakni nafsu dan syaithan. Orang yang berilmu adalah orang yang paling memahami al-Quran dan as-Sunnah.

c. Iman. b. alam maka akan timbullah berbagai hikmah. ia akan tak merasa takut. Manusia yang hanya fokus menjaga diri dari kemiskinan. kematian dan ketertindasan. karena menempuh suatu jalan yang menjerumuskan dirinya pada ancaman tersebut. Ilmu membuat kita pandai berhitung Barangkali kita sering melupakan dua hal dalam hidup yang seharusnya kita pandai berhitung atas keduanya. Semakin luas pengetahuan tentang petunjuk hidup dan diri oleh kesadaran oleh kesadaran tentang realitas sejati dan segala yang ada tentu akan menjadi sumber utama dan penjagaan diri yang lebih berkualitas dan itu memiliki arti yang besar dalam hubungannya dengan kenyataan dengan azab Allah Swt.menghisab nikmat. Petunjuk dan kesadaran hakikatnya adalah apa-apa yang dapat mengantarkan kita pada penjagaan diri dan sesuatu yang mencelakakan.Memang orang tak sadar akan ancamannya apa yang sedang yang mengintai dirinya. Ilmu sumber petunjuk dan kesadaran Ilmu membuat segala sesuatu menjadi berkualitas. orang-orang yang sadar akan dahsyatnya azab Allah akan senantiasa berhati-hati dari hal yang jadi sebab ia ditimpa bencana dan siksa. Seiring dengan bertambahnya pengalaman. dan loyalitas juga kemajuan peradaban berkembang secara berkualitas berkat adanya ilmu. Ketika ilmu berfungsi sebagai petunjuk dan kesadaran dikaitkan dengan konsepsi Tuhan. usia dan kematangan ruhiyah maka orang-orang yang berilmu senantiasa semakin sering memandang perbuatannya dan nikmat dari sisi Allah. azab dan keburukan. belumlah sampai kepada kategori berilmu yang bermanfaat. Dan amal perbuatan yang selama ini ia lakukan dari perkara yang buruknya tak sempat ia bertaubat atasnya. Sebaliknya dari itu. Ilmu merupakan kekayaan manusia yang akan senantiasa jadi pendongkrak martabat dan derajatnya. Sehingga orang tidak salah melangkah dalam berbuat. Kedua perkara ini harus kita hitung agar yang pertama agar menjadikan kita pandai bersyukur dan yang kedua membuat kita sering bertaubat. Ilmu memberi kesadaran kepada kita tentang arti perbuatan dan makna karunia hidup ini. Orang yang berilmu karennya akan selalu takut kepada Allah melalui perasaan takut jika ia tak termasuk golongan orang-orang yang pandai bersyukur dan bertaubat. tetapi ia tetap saja bodoh. Kedua hal itu adalah nikmat dan amal perbuatan kita. baik hikmah yang mengantarakan manusia pada kekeaguman dan kecintaan kepada Tuhan atupun yang mengantarkannya kepada rasa takut dan taat padaNya. . Ilmu membuat seseorang menyadari dua perkara di atas dan ia akan senantiasa khawatir ketika nikmat Allah yang selama ia rasakan tak mampu ia syukuri. manusia. Ilmu adalah sumber petunjuk dan kesadaran diri tentang realitas hakiki. berharap dan berucap. Betapa tinggi kedudukan ilmu dan orang yang memiliki ilmu. Ilmu adalah jembatan penghubung antara diri kita dengan perilaku yang senantias menghisab amal. ketaatan.

Siapakah diantara manusia yang terkuat sekalipun yang dapat mencegah. Ketika ia melihat perilaku manusia yang menyimpang dari jalan Allah. Karena itu orang yang berilmu akan senantiasa takut kepada Tuhannya mengingat dirinya yang sering berbuat salah sementara siksa itu pasti adanya. Ilmu membuat manusia melihat kelemahan diri Orang yang berilmu adalah orang yang mengetahui tentang betapa lemahnya manusia dalam banyak sisi dan hal. bukti. teguh dan menghilangkan keraguan. sekalipun ia termasuk orangorang yang cerdas. Dan Betapa banyak kelakuan yang harus ditaubatinya. Ilmu ibarat cahaya. Sementara kenyataan-kenyataan yang tampak banyak yang telah menunjukkan bahwa manusia tidak bisa lari dari siksaan ketika manusia membangkang Tuhannya. Orang yang paling berilmu berarti orang yang paling menyaksikan bukti-bukti tentang azab yang menimpa orang-orang yang tidak bersyukur dan tetap menempuh jalan kesesatan. mengalihkan siksa Tuhannya jika siksa itu sudah tiba? Tentu tidak ada. Tetapi mengapa sekalipun pengajaran. dengan ilmu kita melihat kebenaran dan menjadikan keyakinan semakin mantap. kebodohan terbesar umat manusia. dan lewat itulah kita mengetahui secara yakin. peringatan.Dengan demikian pantaslah orang yang berilmu akan semakin takut kepada Allah atas kenyataan bahwa betapa besar karunia yang harus disyukurinya. karena rasa khawatirnya yang luar biasa. nashihat tentang kerasnya azab dan sebab-sebab yang telah menimpa kaumkaum terdahulu telah berulangkali disampaikan dan ditunjukkan. jika Allah menurunkan azabNya. Keyakinan orang yang berilmu akan semakin menjadikan dirinya lebih takut kepada Allah. Ilmu banyak membuktikan tentang kenyataan ini. Sebab itu orang yang berilmu mudah dan cepat merasa berdosa apabila meninggalkan kewajiban sekalipun tampaknya kewajiban itu kecil dan sepele. Orang yang berilmu sangat besar keyakinannya bahwa azab Allah adalah pasti akan menimpa suatu kaum yang terus menerus melakukan pelanggaran terhadap syariat Allah. dan berkuasa. orang yang berilmu akan tidak henti-hentinya meminta perlindungan dari sisi Allah. manusia tetap saja banyak yang memilih tetap kufur? Inilah kelemahan terbesar manusia. e. maka hatinya tergerak untuk seera mencegah dan memberantasnya. berilmu. kebodohan. Cahaya merupakan unsur terpenting untuk melihat. Dan juga bersegera bertaubat sekalipun ia tidak melakukan kesalahan kecuali tampak kecil dalam pandangan umum. Inilah sebabnya orang yang berilmu dan beriman takut kepada keadaan yang dapat menjerumuskan pada kemurkaan Allah. Dan dengan melihat maka citra akan tampak jelas. supaya dirinya dijaga dari godaan syaithan yang terkutuk. kepandiran ini bisa menimpa siapa saja. Kelemahan. . menahan. Ilmu membuktikan kebenaran azab Azab itu menimpa manusia tatkala mereka tidak mau bersyukur dan melakukan perbuatan keliru terus menerus. d. Demikian pula ilmu. Oleh karenanya.

Ilmu melihat maksiat sebagai bencana Hidup manusia tak dapat dipisahkan dengan amal baik dan amal buruk. berkat ilmu dan makrifatnya. h. Hal ini berbeda jauh dengan orang yang bodoh atau orang yang kafir terhadap Tuhannya ketika ia melakukan kemungkaran dan kedurhakaan. Sehingga bilamana disebutkan dalam al-Quran tatkala ia membacanya. maka ia aman. Dalam takutnya ia takut menjadi orang yang terhapus amal kebaikannya dan takut menjadi orang yang tak sempat bertaubat atas dosadosanya. Allah akan berjanji akan memberikan pahala kepada yang beriman dan beramal sholeh dan Allah berjanji akan memberi siksa kepada yang kufur atau malas beramal sholeh. sebenarnya. ia jatuh tersungkur dan menangis mengingat dosa-dosa atas kelalaian dan kekuragannya dalam beramal selama ini. Ilmu meyakinkan akan janji Allah Janji Allah ada dua macam sehubungan dengan amal perbuatan manusia. terhadap Rasul tak mau beriman. maka orang yang berilmu lagi beriman. ia sudah merasakan dan membayangkan dahsyatnya neraka tersebut. hendak bagaimanakah tindakah orang-orang yang berilmu? Apakah mereka akan membiarkan saja ataukah tampil untuk memberikan peringatan? Dalam kenyataannya tidak sedikit orang yang berilmu tetapi enggan menjadi pembela kebenaran. Inilah sikap dan keyakinan orang yang berilmu lagi beriman. yang berkaitan dengan neraka. Azab Allah itu turun kepada umat manusia yang menyimpang jalan hidupnya yang telah diberinya dua perkara penting berupa karunia yang besar dan Rasul yang menyampaikan wahyu. Tetapi sikap mereka terhadap karunia tak mau bersyukur. Dan ia harus menjadi pembela dari yang hak serta menjadi pemberi peringatan bagi yang batil. bila pahal aamalnya terhapus. Ia yakin betul. g. tetapi begitulah ia semakin takut bila dirinya dilemparkan ke neraka. ataupun mencegah penyimpangan umat manusia. Ilmu membuat tanggung jawab jadi berat Orang yang paling berilmu akan menyadari bahwa ia memiliki tanggung jawab yang besar baik dalam mengabdi. mereka tidak menempuh jalan yang tidak konsisten dengan kebenaran. Jika tidak ia celaka. Baik amal itu termasuk amal yang baik ataupun berupa amal yang . Sementara banyak manusia sekalipun telah berilmu. sangat besar rasa takutnya jika ia termasuk golongan orang-orang yang menjual ayat-ayat Allah.f. Ia termasuk orang yang beramal baik. berbakti. ia jeli melihat antara yang hak dengan yang batil. sekalipun mereka adalah orang-orang yang beriman. tidak sedikit pun terbetik rasa takut kepada siksa api neraka. yang menyebabkan dirinya pasti akan menemukan kerugian yang besar. Terhadap janji Allah ini orang yang berilmu bersikap harap dan takut. Orang yang berilmu dan beriman terhadap siksa api neraka sekalipun mata kepalanya belum melihatnya. karena ia berilmu. Nanti di saat manusia banyak yang memperturutkan penyimpangan dan kesesatan. Bila ia berusaha ke arah itu. Pertama. atau dosa tidak terhapus ia akan mendapat siksa.

Maka ia selamanya tidak akan pernah berdiam diri melihat suatu kemaksiatan merajalela di kampungnya. Adapun orang yang berilmu secara luas dan benar. yang melihatnya sebagai bencana. Oleh karena itu sekecil apapun dosa yang telah diperbuat. j. Ia melihat bukan pada amal buruknya itu sendiri tetapi melihat kepada siapa ia telah berbuat maksiat. Orang yang dewasa dalam ilmunya. kemaslahatan. Sekalipun demikian. ia tetap tawadlu dan merendahkan diri terhadap sesame orang-orang mukmin. orang yang berilmu justru merasa khawatir jika ilmunya tidak bermanfaat akibat berbagai sifat yang biasa menyertai orang yang berilmu umumnya. Juga tidak pernah membangga-banggakan amal baiknya. Terhadap maksiat baik yang ia lakukan ataupun dilakukan oleh manusia. Dan ia senantiasa memohon agar ilmunya bermanfaat bagi dirinya dan masyarakatnya. orang yang berilmu akan menganggapmya sebagai urusan yang berat dan besar. Ia tidak terlena dengan karena kecilnya atau sedikitnya dosa. tidak pernah sombong dengan ilmunya. i.buruk memiliki manfaat masing-masing jika amal yang baik dijaga dari hal yang merusaknya dan amal yang buruk ditaubati dan diambilnya sebagai pelajaran dan peringatan. Dalam menyikapi amal yang buruk. yakni Alloh. Lalu menghendaki manusia memuliakan dan menundukkan kepala kepadanya. Orang yang berilmu adalah orang yang memiliki ilmu dan yakin ilmunya itu akan dimintai pertanggungjawabannya oleh Allah apakah ia mempergunakannya sebagai landasan amalannya sendiri ataukah amalannya tidak mengikuti pada ilmunya? . Ulama merasa khawatir jika ia tidak bisa beramal Allah akan meminta pertanggungjawaban kepada manusia atas ilmu yang dimiliki. Bahkan ilmu menjadi sesuatu yang amat berbahaya dan mencelakakan ketika berada di tangan orang-orang yang jahat. Sifat dan keadaan ini menimpa banyak manusia yang berilmu. Adakalanya orang yang berilmu. dan keselamatan. sekalipun mereka di bawah dirinya dalam hal keilmuan. Ia membanyangkan dosa atas amal yang buruk itu ibarat gunung yang siap menimpa dirinya. Ia akan menggunakan ilmu untuk menipu manusia dan memperdaya dirinya. Ilmu bisa tidak memiliki manfaat ketika ilmu itu tidak diamalkan. orang yang berilmu akan cepat-cepat meminta ampunan dari sisi Tuhannya. Ulama khawatir ilmunya tidak bermanfaat bagi dirinya Orang yang berilmu meyakini bahwa ilmu itu sangat besar manfaatnya bagi manusia untuk kebaikan. karena ilmunya ia terperangkap pada sifat sombong dan merasa paling sempurna. Ia menjadi orang yang tertipu dan berbalik menjadi pembela kebatilan. sebab amal baiknya tak sebanding dengan karunia Alloh yang dia terima.

iman. Iman inilah yang akan memunculkan keyakinan semacam itu. Ia khawatir menjadi sosok yang tidak takut kepada Allah tetapi takut kepada semua makhluknya. Ia berfikir tidak ada konsep tentang balasan amal dan hari kiamat. Penguasa dan Pengatur alam semesta serta dirinya. tentang Allah maka ia termasuk orang-orang yang beriman. dan ilmu serta apa-apa yang akan diterangkan pada halaman-halaman berikut ini. Sehingga apapun perbuatan yang dia lahirkan sema sekali tanpa beban rasa takut kepada Allah Swt. KUNCI-KUNCI UNTUK TAKUT KEPADA ALLAH Tidak setiap orang memiliki rasa takut kepada Allah. bukan orang yang banyak dosanya. Bukannya mereka yang banyak dosanya? Di dunia orang yang taat takut padaNya dan nanti di akhirat orang berdosalah yang takut padaNya. sekalipun . Orang-orang yang taat. agar kita menjadi hamba Tuhan yang takut kepadaNya. Sehingga kunci-kunci untuk merasa takut kepada Allah adalah taat. a. Allah nanti di hari akhirat menyediakan dan meminta pertanggungjawaban pada manusia atas segala amal perbuatannya. Ia bukan menjadi pembela kehormatan agama dan umat. Iman Iman kepada Allah dan hari kiamat merupakan kunci utama takut kepada Allah Swt.Di kalangan orang-orang yang berilmu. Tapi takut mereka itu tak membawa manfaat. Beriman kepada Allah berarti beriman bahwa Dia adalah Pencipta. yakni sebagai orang yang berserah diri kepada Allah. takut kepada Allah dikarenaka iman. Ia merasa aman saja. Itulah tabiat orang-orang berilmu yang tidak beramal sesuai ilmunya. malah menjadi pencaci maki kebenaran dan hak seraya membela kesesatan dan kebatilan. membenerkan. dan ilmu serta perbuatan. Orang yang berilmu sangat memperhitungkan dirinya agar senantiasa menjadi orang yang pertama-tama mengamalkan ilmunya. ada sebagian yang menyembunyikan kebenaran. Beriman artinya meyakini dan membenarkan. Bagian dari iman pada Allah yang berkaitan dengan rasa takut padaNya. yang takut padaNya. Yang memiliki rasa takut kepada Allah hanyalah milik mereka yang taat kepadaNya.Oleh sebab itu ia merasa khawatir jika dirinya termasuk golongan orang-orang yang berilmu tapi hanya sekedar jadi tontonan manusia. sebab mereka akan disiksa di neraka. Bila seseorang telah meyakini. Inilah keistimewaan hikmah ini. sesuai dengan pengetahuan yang hak. ialah iman kepada sifatNya yang Maha Adil dan ketetapanNya tentang azab yang telah disediakan bagi orang-orang yang ingkar. Orang yang takut kepada Allah adalah orang yang taat. ia sadar akan suatu pertanggungjawaban yang akan diminta Allah nanti di akhirat. Dan dengan iman semacam itulah munculnya rasa takut kepadaNya. Mengapa justru orang yang taat pada Allah. 12. Adapun orang yang berilmu yang lurus dalam berilmunya itu. Jadilah orang yang berilmu. Orang yang beriman meyakini dan membenarkan bahwa dengan sifat-sifatnya yang Maha Adil itu. Kenyataan ini terjadi atas orang-orang yang berilmu. menjualnya untuk kepentingan dunia dan bersikap tidak konsisten terhadap ilmu yang dia miliki. Adapun orang-orang yang tidak beriman maka ia mengingkari Allah dan hari kiamat.

implementasi dari rasa iman dan ilmu. Takut kepada Allah atas azabNya yang keras hisabNya yang teliti hanya akan terjadi setelah ada iman dan ilmu yang menjelaskan perkara itu dari wahyu. neraka dan azab. taat dapat melahirkan rasa takut pada-Nya. . Maka di saat itu pun Rasul datang kepada mereka sebagai pemberi peringatan. menguatkan kejelasan tentang segala sesuatu yang hak dan yang batil. Mereka tetap menempuh kesesatan sekalipun telah datang penjelasan. wawasan dan pengamalannya tentang tanda-tanda kebesaran dan keadilan Tuhan hendaknya ia meneliti tentang bencana yang selama ini turun. “Sesungguhnya yang alim itu hanyalah yang takut kepada Alloh. Bila seseorang ternyata tidak menjalankan islam secara kaffah dan justru ia mengikuti langkah-langkah syetan. c. As-Sya’biy perbah diseru “Hai alim (orang yang berilmu)!”. bukti dan dalil yang menjelaskan tentang kebenaran. b. Ilmu Ilmu itu menguatkan keyakinan. Ilmu memberikan kejelasan tentang hakikat-hakikat hari kiamat. Sebesar besarnya dan seluas luasnya perintah Allah adalah islam kaffah. Dan sebesar besarnya dan seluas luasnya apa yang Allah larang adlah langkah-langkah syetan. Juga terkadang khouf lahir dari keduanya. Jadi iman itu penting. Dan meneliti tentang sikap-sikap sesat yang terjadi dan bagaimana akibatnya. maka dari itu datanglah Rasul sebagai pemberi penjelasan tentang jalan menuju kebenaran dan hakikat-hakikat yang layak diketahui oleh manusia. Dalam kaitannya dengan rasa takut pada Allah. maka ia telah menjadi bagian dari orang-orang yang kufur dan termasuk temannya syetan. Kebanyakan manusia yang tersesat itu ialah karena mereka tidak memiliki ilmu. Taat Taat merupakan inti dari takwa. Jadi ilmu dan iman memang merupakan pokok. Pangkal dari kesadaran diri atas hal yang dilakukan dan dikondisikan.setiap hari pekerjaannya menumpuk-numpuk dosa yang akan mengundang siksa yang amat pedih. Hal itu karena Alloh berfirman. Maka dengan kejelasan itu menjadi teguhlah sikap yang hendak diambil. maka ia telah nmengikuti. Manusia tersesat karena mereka mengikuti hawa nafsunya.”Hanyasanya yang takut kepada Alloh di antara hambahambaNya adalah para ulama”. dan rasa takut pada-Nya dapat melahirkan taat pada-Nya. (QS : Fathir : 28). Karena begitu pentingnya ilmu sebagai kunci untuk menanamkan rasa takut kepada Allah SWT. naka seseorang pentinglah memiliki ilmu pengetahuan. Khouf bisa juga lahir dari perasan banyaknya dosa yang telah diperbuat oleh seorang hamba. Bagaimana penjelasan bahwa taat dapat melahirkan rasa takut padaNya? Taat artinya melaksanakan apa yang Allah perintahkan dan meninggalkan apa yang Allah larang. Khouf kepada Alloh swt bisa lahir dari ma’rifah kepada Alloh swt dan ma’rifah kepada sifatsifatNya. beliau berkata.

Ketika seseorang melakukan ketaatan berarti ia harus menyediakn dua kekuatan sekaligus. Kekuatan untuk menjalankan Islam dan kekuatan untuk melawan syaithan. Jika ia gagal mengadakan dua kekuatan itu, maka inilah hal yang dia takuti dan ia yakin akibatnya adalah kemurkaan dari sisi Allah. Lemahnya iman dan lemahnya ilmu adalah pokok pangkal dari lemahnya ketaatan. Seyogyanya manusia memperkuat iman yang ada dengan ilmu, dengan menambah ilmu. Kemudian diperkuat lagi iman itu dengan ketaatan itu sesuai dengan batas ilmu yang ada. Nanti pada gilirannya iman pun memperkuat ilmu dan ketaatan yang telah ada. d. Meneliti Perilaku Maksiat dan Kedurhakaan Jika manusia tidak segera bertaubat dan enggan melakukan ketaatan, ia terus melanggar ketentuan agama dan terus mengikuti setiap bisikan syaithan, maka dipastikan ia mendapatkan kerugian kecelakaan dan laknat. Kita akan menemukan bahwa pada orang-orang yang gemar bermaksiat dan durhaka, kerusakan pada roman wajahnya, tutur katanya, tindakan-tindakanya, makanannya, pola hidupnya, rumah tangganya, masyarakatnya dan cara ia bernegara. Jiwanya sakit, raganya rapuh. Mula-mula ia kehilangan keberkahan atas apa yang dia miliki dari harta dan jabatannya. Kemudian ia pun kehilangan rahmat Allah atas banyak perkara dalam hidupnya. Dan terakhir ia kehilangan keselamatan hidupnya sendiri di dunia maupun di akhirat. Ini adalah gambaran umum akibat dari maksiat dan kedurhakaan, yang dapat kita teliti sebagiannya pada kenyataan di lapangan dan kita yakini sebagiannya sebagaimana penjelasan dari wahyu. Kita akan banyak menemukan kebenaran janji Allah, bahwa atas orang-orang yang ahli maksiat dan durhaka, Allah akan menjadikannya berwajah hitam dan ia terhalang dari memahami AlQuran. Dua hal ini akan menimpa siapa saja bilamana ia menolak untuk taat pada Islam dan gemar mengikuti syaitan. Dengan penelitian ini maka seseorang yang telah taat, berilmu dan beriman akan merasakan pahitnya berbuat dosa dan terhadang dari Al-Quran, ia takut jika ia berbuat dosa. e. Meneliti bencana Fisik dan Psikis yang menimpa Manusia Dalam kehidupan sehari-hari ditengah manusia kita dewasa ini akan sering menemukan dua hal yang amat menonjol: perilaku maksiat dan bencana yang menghancurkan. Banyak manusia yang tertipu dalam memandang dua perkara ini. Mereka memandang antara keduanya tidak berkaitan. Maksiat ya maksiat bencana ya bencana padahal sebenarnya setiap bencana timbul akibat maksiat. Dan setiap maksiat pasti mengundang bencana. Bencana tidak datang tanpa adanya maksiat. Dan maksiat tidak mungkin tanpa diikuti bencana. Allah menetapkan perkara ini, sebagaimana ketetapanNya tentang gaya gravitasi, gaya aksi dan reaksi. Maksiat itu hanya disikapi dengan taubat, bila tak ingin bencana datang. Dan bencana yang telah datang harus disikapi dengan kembali pada kebenaran dan menghentikan kemaksiatan. Sikap ini hanya akan terjadi pada orang-orang yang telah memiliki dasar keimanan, ilmu dan ketaatan. Maksiat dan bencana terbesar pada diri manusia, ialah tatkala mereka tetap terhalang dari taubat

dan dari kembali pada kebenaran secara total. Dan inilah bencana fisika dan psikis yang paling nyata. Begitu banyak manusia semacam itu. Dan dari kita pun tak tertutup kemungkinan masuk kedalam golongannya sewaktu-waktu. Maka dari itu, betapa besar rasa khawatir kita. Dan dari sinilah semestinya kita takut padaNya semata. f. Makrifat atas Negri Akhirat dan Neraka Marifat artinya mengetahui secara hak yang disertai sikap membenarkan mmiliki konsekuensinya, dan tida ada keraguan atas kebenarannya. Kebalikan dari marifat adalah dusta. Meyakini sesuatu, menyatakan sesuatu tanpa atas dasar keterangan yang hak. Contoh suatu kedustaan adalah dogmatisme. Dengan makrifat, hidup menjadi logis, rasional, wajar, indah, lurus dan terarah. Dengan dogmatisme maka hidup digiring pada kegilaan. Segala-galanya menjadi brutal dan gila. Makrifat kepada akhirat dan neraka berarati meyakini adanya neraka dan surga berdasarkan ilmu dan keterangan yang hak, seraya membenarkan, memenuhi konsekuensinya, sehingga hidup pun benar-benar menjadi lurus dan indah. Makrifat pada akhirat dan neraka akan membawa kesadaran manusia pada rasa takut. Lalu bagaiamana rasa takut berbuat hidup yang lurus dan indah? Ternyata ketika kita benar-benar takut pada kegoncangan hari kiamat dan kedahsyatan neraka, maka rasa takut ini menjadi semacam rem bagi gejolak nafsu, syahwat dan setiap bisikan menuju kemaksiatan. Orang yang takut karena makriatnya pada akhirat dan neraka, akan selalu menjaga diri dari maksiat. Ia yakin sepenuh hati bahwa neraka itu ada sebagai tempat paling buruk bagi manusia yang dilalaikan oleh dunia. g. Makrifat atas Negeri yang Dihancurkan Banyaknya negeri terdahulu yang telah di hancurkan Allah. Mengetahuinya dapat menumbuhkan rasa takut padanya negri-negri yang dihancurkan itu menggambarkan betapa Allah tidak bersendagurau dengan ancamanNya. Atas orang-orang yang selalu ingkar kepadaNya. Hal ini seyogyanya menjadi cerminan bagi kita yang hidup di negeri Indonesia ini. Bila kita ingkar nasibnya akan sama dengan mereka. Bencana fisik dan psikis itu senantiasa berlangsung sampai hari ini atas orang-orang yang ingkar padaNya. Dalam pandangan orang-orang yang tidak beriman tampaknya bencana dan kehancuran itu tak memiliki kaitannya dengan Tuhan. Padahal alam ini Tuhanlah penguasanya. Dia menurunkan azabNya kepada orang-orang terdahulu, sebagai suatu pelajaran dan peringatan bagi orang-orang masa kini. Betapa bodohnya manusia yang tidak pandai mengambil pelajaran, perkara yang amat penting dalam hidupnya.

Memang kenyataannya manusia lebih banyak yang memilih melupakan dan pura-pura tidak tahu tentang perkara tersebut. Dan tenggelam dalam hayalan tentang kehidupan yang baik tanpa sautu bimbingan dari sisi Allah. Boleh jadi secara fisik dan materi, dalam beberapa masa mereka tangguh dalam peradaban, budaya, kota dan bangunan tapi sesungguhnya telah hancur, mental dan fikiran mereka akibat lupa peringatan. h. Makrifat atas Nasib dan Syaithan dan Orang-orang Kafir Syaithan dan orang-orang kafir tempat tinggalnya kelak adalah neraka. Apakah di dunia mereka mendapat azab atau tidak, di akhirat mereka telah pasti tempat tinggalnya di neraka yang amat mengerikan dan menyakitkan. DI neraka itu, tidak ada hal saat, sifat yang mengenakkan bagi penghuninya. Para penghuninya bahkan tidak ada seorang pun yang betah tinggal di sana. Sebab beratnya siksaan yang tiada terkira. Tapi aneh manusia sedang berlomba menuju barisan yang sedang digiring ke neraka. Ada apa wahai manusia ? Mengetahui tentang tabiat dan ujung kehidupan syaithan dan orang-orang kafir adalah penting untuk mengokohkan rasa takut kita kepada Allah Swt. Janji Allah dan siksaan yang akan menimpa syaihan dan orang kafir adalah pasti. Maka tak ada alasan bagi kita untuk mengikuti syaithan dan orang kafir jika menghendaki keselamatan di akhirat kelak. Antara Syaithan dan orang kafir dengan kita adalah sama dalam hal kedudukan sebagai makhluk Allah dan sebagai pengemban amanah untuk beribadah kepadaNya. Hanya saja syaithan dan orang kafir itu telah memilih untuk hidup menentang perintahNya. Jadi siapapun memiliki potensi dan kemungkinan untuk menjadi orang kafir dan syaithan. Untuk menjadi penghuni neraka kelak. Oleh sebab itu maka rasa takut kepada Allah akan semakin besar dengan kesadaran dan makrifat semacam ini. i. Makrifat atas Jalan Hidup yang Sesat Syaithan dan orang kafir itu sedang menempuh jalan yang sesat dan senantiasa mengajak manusia dan jin untuk bersama-same menempuh jalan tersebut. Apa jalan yang sesat itu? Jalan yang sesat adalah jalan yang menentang dan keluar dari petunjuk Allah Swt. Tidak ada jalan yang lain bagi manusia selain jalan Allah. Dan jalan Allah itu adalah Islam. Selain Islam adalah bukan jalan Allah karenanya jalan itu sesat. Di jalan itulah syaithan dan orang kafir berada dan bergerak. Makrifat atas agama-agama dan faham-faham dan filsafat-filsafat dan keyakinan-keyakinan selain Islam akan menyimpulkan bahwa agama yang benar adalah Islam. Dan pengikut selain Islam adalah orang-orang yang sesat dan pasti akan mendapat siksaan dari Allah. Agama-agama selain Islam adalah batil, sesat, menyimpang dan menggiring manusia menjadi pengikut syaithan. Dan jadilah mereka sebagai orang kafir, nanti di akhirat kelak akan memasuki neraka. Seorang mukmin yakin tentang perkara ini berdasarkan iman dan ilmu yang dia peroleh dari wahyu dan fakta. Dapatkah pengetahuan ini menngembangkan rasa takut kepada Allah? Ya, yakni melalui keyakinan bahwa hidup yang sesat tidaklah akan membawa akibatnya bagi

Ia menyangka telah banyak beramal bajik. Begitulah nasib orang yang taat beragama tapi agamanya bukan Islam.” Maka Allah memberikan karunia kepada kami dan memelihara kami dari azab neraka. Ayat-ayat al-Quran tentang hukum dicampakkan. Sesungguhnya kami dahulu menyembah-Nya. diberikannya KEHIDUPAN YANG SEMPIT DI DUNIA. amal yang baik pun akhirnya menjadi sia-sia. akan berusaha semaksimal mungkin untuk menjauhi murkaNya. (39:61) Dan barang siapa yang taat kepada Allah dan rasul-Nya dan takut kepada Allah dan bertakwa . Ketika manusia dijauhkan dari api neraka. hukm-hukum buatan akal dijunjung setinggi langit. hina. dan di AKHIRAT MASUK NERAKA. Dan Allah menyelamatkan orang-orang yang bertakwa karena kemenangan mereka. sebagaimana dalam firmanNya: Mereka berkata: “Sesungguhnya kami dahulu. sebab tidak mendapat balasan dari sisi Allah.manusia melainkan suatu kecelakaan dan dijerumuskannya ke neraka. dengan sebenar-benarnya rasa takut. Wujud murka Allah secara global ada tiga yaitu: dijauhkannya dari HIDAYAH. j. ini merupakan kesombongan. Kita tentu merasa takut jika amal kita sia-sia karena kesombongan. Sesungguhnya Dia-lah yang melimpahkan kebaikan lagi Maha Penyayang. KEMENANGAN DAN KEMULIAAN BAGI ORANG-ORANG YANG TAKUT KEPADA ALLAH Orang yang takut kepada Allah. Dan mengikuti petunjuknya. Makrifat atas Amal Perbuatan yang Sia-sia Amal yang baik pasti dibalas oleh kebaikan dari sisi Allah. Disebabkan oleh usahanya yang demikian itu maka dipeliharalah dirinya oleh Allah dari Azab api neraka. jika dirinya termasuk orang yang mengaku beriman dan banyak melakukan kebajikan tetapi hakikatnya ia termasuk orang yang mendustakan agama dan wahyu. Kalau dua syarat ini tidak dipenuhi. mereka tiada disentuh oleh azab (neraka dan tidak pula) mereka berduka cita. Banyak manusia yang memilih kezhaliman semacam ini. Ini bisa terjadi terutama pada manusia yang mengambil sebagian ayat dan mengingkari ayat yang lainnya. sewaktu berada di tengah-tengah keluarga kami merasa takut (akan diazab). maka yang demikian itu merupakan kemenangan yang hakiki. Pahala dan surga hanyalah Allah yang punya. Kita membayangkan betapa sangat pedih. 13. Pantaslah kita merasa khawatir dengan keadaan masyarakat yang seperti ini. dan menyakitkannya siksa itu. Tapi syaratnya harus dipenuhi. Orang-orang yang takut kepada Allah akan berusaha keras untuk menjauhi perkara-perkara yang dapat mengantarkannya kepada Azab Allah tesebut. Mengingat akan perkara itu orang yang beriman akan takut kepada Allah. Merasa bahwa hukum Tuhan tidak diperlukan lagi karena alasan bahwa tingkat pemikiran manusia telah maju. tapi tidak ada yang memberinya pahala dan surga. (52:27-29). dan bukan untuk mereka yang di luar Islam. Syaratnya amal itu dilakukan atas dasar iman kepadaNya.

ular. Menyayangi binatang adalah dengan memperhatikan keberlangsungan kehidupan mereka dan menjaga lingkungannya. sehingga menimbulkan kerugian yang amat besar. malah mudah dikuasainya. Banyak sekali manfaat yang dapat kita raih dengan adanya binatang. Semua binatang dapat ditundukkan oleh tangan manusia. ikan dan lain sebagainya. Jangan kita termasuk orang yang rajin ibadah kepada Allah. Binatang terkadang menimbulkan hama dan kerusakan pada tanaman yang kita tanam. Andaikan hewan diberi akal seperti manusia. lebih disiplin. Dalam beberapa hal jauh lebih cerdas. sembelihlah dengan pisau yang tajam. Dia tidak memberikan akal pada hewan. disertainya kita banyak sekali hiasan kehidupan. entog. Ular itu berbahaya bagi manusia. Sebagai sifat yang baik dari diri kita. Ada ayam.orang yang mendapat kemenangan. Memang tidak semua binatang halal dan aman bagi manusia. ambillah sekedar kebutuhan saja. HIKMAH Allah Swt sungguh Maha Membuat Perhitungan. Diantara binatang itu ada yang kita ambil bulunya. Semua atas bimbingan langsung dari . 2010 Tinggalkan sebuah Komentar MENYAYANGI BINATANG Oleh: ADING NASHRULLOH BINATANG Binatang adalah bagian dari isi bumi yang diciptakan Allah untuk manusia. angsa. Bagaimanakah seharusnya kita memperlakukan binatang-binatang? Kita pun ternyata mesti mau menyayanginya. (24:52). harimau. di negeri Indonesia ataupun bukan. macan. Binatang itu akan jadi saksi perilaku kita di hari kiamat kelak. tetapi tidak serta merta wajib dibunuh dan dimusnahkan. dan semua itu adalah perintah agama. Hewan-hewan seluruhnya adalah anugrah dari sisi Allah yang patut disyukuri.kepada-Nya. Ditulis dalam Uncategorized MENYAYANGI BINATANG Mei 7. maka mereka adalah orang. Hewan-hewan yang ada di sekitar kita merupakan makhlukmakhluk yang unik dan menarik. Babi. cacing. Hal ini pun jangan membuat kita berbuat tidak adil. lebih taat. namun demikian jangan sampai kita berbuat aniaya terhadapnya. Sebab binatang lebih banyak jumlahnya. Jika hendak menyembelih hewan ternak yang halal dimakan. dagingnya. Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa mendapat kemenangan (78:31). MENYAYANGI BINATANG Wajar jika manusia bersikap menyayangi binatang. lebih tabah. manusia tidak akan bisa menguasai hewan. Di kebun binatang kita pun bisa melihat gajah. contohnya adalah haram untuk dimakan. Apabila kita hendak mengambil manfaat darinya. tetapi berakhlak buruk kepada binatang. lebih kuat. tenaganya dan lain sebagainya. BINATANG DI SEKITAR KITA Di manapun kita dihidupkan Allah Swt. Banyak sekali contoh-contoh yang baik darinya yang bisa kita ambil hikmah dan nilainya.

maka hewan pun menjadi pelayan bagi manusia. apalagi jika ia menduduki jabatan atau mengajar di lembaga pendidikan. khususnya pendengaran merupakan pintu gerbang dari ilmu. Setiap perhatian yang kita arahkan kepada hewan dan makhluk lainnya semacam pepohonan dan benda-benda tak hidup. belum lagi jika hendak meraih gelar doktor. Hal lainnya yang tak terpisahkan dari ilmu adalah guru dan indra. ILMU YANG BENAR Semua ilmu pada dasarnya memiliki keutamaan dan manfaat masing-masing. Perbuatan merupakan gambaran kadar ilmu seseorang. Manusia diberi akal. Sedangkan indra. Akal harus cerdas. perbuatan dan sumber ilmu. Pada dasarnya tempat belajar adalah baik untuk proses belajar. hendaknya menjadi suatu acuan agar kita menjadi orang yang lebih bersyukur kepadaNya. tanpa mengecilkan peranan ilmu-ilmu yang lainnya. Bandung Barat 4 Mei 2010 Ditulis dalam Uncategorized MENJADI ORANG YANG BERILMU Mei 7. Sekalipun demikian menjadi orang yang berilmu dan terus belajar adalah perkara yang menyenangkan. orang-orang menghabiskan hampir seperempat umurnya untuk sekolah hingga mencapai gelar sarjana. Orang yang berfikir realistis adalah orang yang berfikir dan bertindak cerdas dalam menyikapi kenyataan hidup yang sebenarnya. statusnya relatif lebih tinggi dari orang kebanyakan. 2010 Tinggalkan sebuah Komentar MENJADI ORANG YANG BERILMU Oleh: ADING NASHRULLOH ILMU Ilmu merupakan salah satu alat bagi manusia hidup di muka bumi. hewan tidak. untuk menentukan ilmu mana yang mesti kita utamakan terlebih dahulu. Namun hendaknya kita harus berfikir realistis. pesantren. dan sumber ilmu berupa buku mesti banyak. ataupun dengan cara merusak lingkungan hidupnya. KEBUTUHAN TERHADAP ILMU Ilmu merupakan suatu kebutuhan yang sangat besar peranannya dalam meningkatkan karir dan kehidupan seseorang. Sumber ilmu merupakan rujukan seseorang memiliki ilmu. Status sosial orang berilmu. Ilmu memiliki kaitan erat dengan akal. Allah mengatakan dalam firmanNya bahwa seluruh isi muka bumi ini untuk manusia semata. Akal merupakan alat untuk mengikat ilmu. madrasah. Cisarua. Apa kenyataan hidup yang sebenarnya? Jawabnya adalah bahwa hidup akan berakhir dengan . Semua itu mesti diperhatikan. Alangkah kejinya orang-orang yang senang menyiksa binatang. Baik yang menyiksanya secara langsung. kursus adalah tempattempat yang sangat baik sekali untuk belajar. Guru adalah orang yang memberikan kepada kita ilmu. Guru harus banyak dan indra mesti tajam.Allah Swt. perbuatan mesti menunjang. Sekolah. sehingga dari sanalah ilmu diperoleh dengan relatif mudah bagi orang yang mampu bertahan di lembaga tersebut hingga mendapatkan ijazah. Begitu pentingnya ilmu.

6 Mei 2010 Ditulis dalam Uncategorized « Halaman Sebelumnya — Halaman Berikutnya » Tentang penulis The author does not say much about himself Cari þÿ Navigasi • • Home Tentang Kategori: • • • • • artikel filsafat Artikel pendidikan Filsafat filsafat Islam Uncategorized Tautan: • • • bekal menuju akhirat e-Quran filsafat serius . Orang yang realistis akan mengutamakan ilmu yang akan memberikan kepadanya petunjuk yang benar sehingga kehidupannya di dunia ini akan membuahkan bekal untuk di kehidupan yang abadi itu. Oleh sebab itu tanda menjadi orang yang berilmu adalah tidak pernah sombong dengan ilmu yang telah dimilikinya dan tidak pernah enggan untuk terus belajar pada siapapun. TAFAKUR Ilmu yang diberikan Allah kepada manusia amatlah sedikit dan itupun dibagi-bagikan kepada setiap manusia. Ilmu agama yang benar pada diri seseorang adalah ilmu yang menjadi nilai dan kepribadian dirinya sehingga ia menjadi seorang yang berperilaku sholeh. Tentu saja belajar kepada para ahli adalah yang sebaik-baiknya cara. namun dirinya pun lebih nyata tidak memiliki ilmu yang dimiliki orang lain.kematian dan setelah kematian akan disusul oleh kehidupan abadi. Cisarua. Ilmu itu adalah ilmu tentang agama. Carilah guru yang bisa membimbing hidup lebih cerdas. Sehingga seseorang memiliki ilmu yang mungkin tidak dimiliki yang lainnya.

• • • • • • • • • • • • • • • • • Ilmupedia Insan sejati Islam kampus Islam kamus filsafat kamus filsafat kaskus P asep Tamim Panjang Pisan Pemikir persis Qosidah Islam radio Islam tempat bertanya tv Quran WordPress. Blog pada WordPress. .org Arsip: • • • • • • • • • • • • • • Oktober 2011 Agustus 2011 Juli 2011 Mei 2011 April 2011 Agustus 2010 Juni 2010 Mei 2010 Maret 2010 Desember 2009 November 2009 Oktober 2009 Agustus 2009 Juli 2009 Feed • • RSS RSS Komentar Theme: Supposedly Clean by Alvin Woon.com. Ikuti Follow Filsafat Berfikir Get every new post delivered to your Inbox.com WordPress.

þÿ Powered by WordPress.com .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful