This is Google's cache of http://filsafatindonesia1001.wordpress.com/page/4/.

It is a snapshot of the page as it appeared on 12 Jan 2012 17:24:37 GMT. The current page could have changed in the meantime. Learn more Text-only version These search terms are highlighted: rasulullah pernah bersabda

Filsafat Berfikir
MENGAWALI MENGHIDUPKAN PESANTREN
Juni 19, 2010 Tinggalkan sebuah Komentar MENGAWALI MENGHIDUPKAN PESANTREN Oleh: Ading Nashrulloh A.Dz Alhamdulillah, sejak malam pertama saya mondok di Kampung ini, saya langsung laporan kepada Bapak RT selaku aparat pemerintah dan tokoh masyarakat. Di malam itu juga saya bertemu dengan tokoh masyarakat dan tokoh pemudanya. Saya telah mengungkapkan maksud, tujuan, visi dan misi kedatangan Kami dari Bandung ke tempat ini. Yaitu akan membangun pesantren di tanah wakaf dari Bapak Ir. Loka Sangganegra. Pesantren yang didedikasikan untuk anak-anak yatim dan dhuafa serta anak-anak yang tidak dhuafa. Besar harapan saya, tokoh-tokoh yang terhormat memberikan persetujuan, dukungan dan pernyataan untuk memberikan bantuan dalam wujud apapun untuk upaya kami itu. Respon mereka yang terhormat waktu itu adalah sangat positif. Sebab itu hilanglah rasa takut, hilang rasa sedih, muncul rasa gembira dalam dada kami. Menambah semangat dan tekad bagi kami untuk membangun pesantren tersebut. Pondok pesantren, sebagaimana umumnya pesantren, bertujuan untuk mencetak anak-anak menjadi orang-orang yang taat kepada agamanya dan menjadi penggerak keagamaan di masyarakatnya di masa depannya. Begitupun Baladil Amiin, mengikuti konsep yang telah dikenal secara umum tentang pesantren, hendak mewujudkan cita-cita tersebut. Saya atas nama pribadi, para pemrakarsa serta pendiri pondok pesantren Baladil Amiin mengucapkan terimakasih atas dukungan bapak-bapak sekalian. Ini merupakan kelanjutan langkah pertama kami ke sini dalam memulai membangun pesantren Baladil Amiin. Atas dukungan dan keberlangsungan upaya membangun Pondok Pesantren ini semoga menjadi cahaya keberkahan bagi masyarakat yang ada di sekitarnya. Menjadi salah satu sebab masyarakat di sini dihilangkan rasa khawatir dan takutnya dari hal-hal yang tidak diinginkan, dijauhkan dari rasa sedih karena kekurangan, dan senantiasa digembirakan oleh berbagai kemajuan di bidang apapun. Semoga Allah Swr mengabulkan harapan kita ini. Moga kami bisa menjadi menjadi kekuatan Bapak RT dalam membina masyarakat khususnya di bidang spiritualnya. Kami belum punya gambaran untuk bidang-bidang lainnya seperti bidang ekonomi untuk membantu kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat di sekitar ini.

Moga pula PP BA dapat mendampingi Yayasan Al-Ihsan dalam kerangka Syiar Islam. Atas kebaikan Bapak RT, Bapak Khaerul Anwar dan rekan Arif, Kami sekali lagi mengucapkan banyak-banyak terimakasih. Wassalamu’alaikum Wr.Wb. Disampaikan di Mesjid Bakda Pengajian Shubuh, Leuwiliang Bogor 15 Juni 2010, 2 Rajab 1431 H. Ditulis dalam Uncategorized Tags: motivasi

HARGA HIDUP
Juni 19, 2010 Tinggalkan sebuah Komentar HARGA HIDUP Oleh: Ading Nashrulloh A.Dz Pernahkan engkau bertanya, berapakah harga untuk sehari hidup di dunia? Saat mata terbuka melepas tidur lelap di malam yang suntuk, kita dibangunkan Allah untuk memulai hari. Banyak sekali pilihan yang mengikuti waktu demi waktu hingga kita kembali tertidur di malam berikutnya. Saat kita bangun, badan kembali segar, fikiran jernih, pandangan mata tajam, nafas lancar, dan detak kehidupan begemuruh di dada. Tak sedikit pun kekuatan pada diri kita untuk bisa kembali bangun dari tidur, Allah lah yang membangunkan kita kembali di hari ini. Dan andaikan di hargakan hidup sehari ini, berapakah biaya yang harus dikeluarkan? Tidakkah kita merasa sayang, bila perjalanan waktu hidup ini kita isi dengan perbuatan sia-sia atau malah perbuatan yang mendatangkan murka Allah dan kesengsaraan hidup di dunia dan akhirat? Marilah kita tafakuri semua hal yang pernah kita lakukan, betapa banyak ketololannya ketimbang kecerdasannya, akibat dari menuruti nafsu dan melupakan besarnya nikmat dari sisi Allah Swt. Alangkah besarnya nilai nikmat yang Allah berikan kepada kita di setiap waktu yang pernah kita jalani. Dengan mata yang indah kita bisa melihat, dengan melihat kita menatap dan memandang keindahan dunia beserta isinya. Dengan telinga kita mendengar dan dengan mendengar kita menjadi tahu kebenaran dan kebaikan, juga kesyahduan setiap bunyi-bunyian di alam ini. Kaki pun melangkah mengantarkan raga ke tempat-tempat di mana kita beroleh hikmah dan pelajaran. Tangan bekerja membuat barang-barang berharga. Tuhanlah yang mengkuasakan engkau semacam itu, dan sungguh lucu hidupmu jika akhirnya semua titipan yang berpotensi besar itu engkau pergunakan untuk durhaka kepadaNya. Seharusnya engkau bersyukur kepada Allah, berterimakasih atas semua anugrahNya, kini yang engkau perbuat adalah melalaikan semua perintah dan melalaikan dirimu sendiri mengenalNya.

Dirimu dan kehidupanmu sungguh amat mahal harganya, engkau harus tahu itu. Engkau harus menghargai hidupmu sendiri. Dan jalan satu-satunya agar engkau lurus dalam menimbang harga hidupmu adalah menyadari bahwa engkau diciptakan dari keadaan yang sangat lemah, lalu dikuatkan tubuh dan dibaguskan susunannya, lalu diperintahkan kepadamu untuk mengabdi kepadaNya. Jangan sia-siakan waktu-waktumu, karena akhirnya semua akan ada perhitungan dan pertanggungjawabannya. Allah yang menciptakanmu adalah Zat satu-satunya yang punya hal untuk engkau sembah. Engkau harus mau menyembahNya dengan segenap pengabdian dan keikhlasan melalui kesetiaanmu menjalankan apa-apa yang telah diajarkan kepadamu. Allah telah mengajarkan kepada umat manusia Dinul Islam. Tak perlu susah payah untuk memahami dan menjalankan Islam, sebab cikal bakal ajarannya telah ada dalam dadamu sendiri yaitu fitrah dan kekuatan untuk menjalaninya telah tersedia pada dirimu sendiri yaitu jiwa dan harta. Engkau hanya tinggal mengubah haluan hidupmu: kembalilah ke jalan Tuhanmu yang hak dan tinggalkan penyembahan kepada syaithan dan hawa nafsu. Itu adalah cara memberikan harga yang pantas bagi hidupmu di dunia. Bila aku menakar hidupku dengan nafsu, maka hidup akan dihargakan dengan nilai yang sangat murah. Aku akan menilai hidup ini menjadi sedikit saja nilainya, aku tidak lagi memberikan penghargaan terhadap hidupku sendiri. Aku rendahkan hidup dan aku celupkan hidup dalam kerendahan-kerendahan. Aku merasa telah mendapatkan kenikmatan yang besar dari perbuatan merendahkan hidupku, padahal yang benar adalah aku telah mendapatkan kesia-siaan yang luar biasa. Saat aku mengikuti nafsu dan setiap bisikan syaithan yang terkutuk, menilai ketika aku melakukan perbuatan-perbuatan rendah dan hina, aku telah melakukan hal-hal yang patut dan terpuji. Nanti di hari berikutnya aku kembali melakukan kerendahan demi kerendahan. Jangan sampai perkara yang demikian itu menimpa dirimu dan diriku. Hidup manusia bisa seharga neraka, bisa juga seharga surga. Untuk membeli surga telah ada alat tukarnya. Untuk membeli neraka telah pula ada alat tukarnya. Manusia hanya tinggal memilih mana yang ia minati. Adapun seluruh umat Islam akan masuk ke surga, kecuali yang tidak mau. Kenapa Umat Islam dijanjikan surga seluruhnya? Karena mereka adalah umat manusia yang pandai mengadakan perniagaan dengan Tuhannya. Mereka serahkan harta dan jiwanya di jalan Allah, yaitu dengan berjihad, berdakwah dan beramal sholeh dalam kerangka meninggikan kalimat Allah yaitu Islam. Mereka hidup di dalam ketaatan dan mati di dalam ketaatan pula. Adakah umat Islam yang enggan masuk surga? Ada jawabnya, yaitu orang Islam yang tidak mau taat kepada ajaran Nabi Muhammad Saw. Mereka hanya mengaku saja sebagai beragama Islam, tetapi sesungguhnya tidak menjalankan Islam. Ia hidup tidak taat pada Islam, dan meninggal pun dalam keadaan tidak taat kepada Islam. Hidup adalah sangat berharga. Alat untuk mengukur harga hidup adalah Islam. Jadi berapa harga hidupmu? Jawabnya seharga Islam. Berapa harga Islam? Seharga surga dan neraka. Maksudnya bila seseorang meninggalkan Islam, maka baginya neraka. Dan bila ia melaksanakan Islam, maka baginya surga. Kepahitan neraka adalah abadi dan kemanisan surga juga abadi. Hidupmu adalah abadi, di neraka atau surga tergantung kepada sikapmu kepada dan di dalam Islam. Betapa berharganya hidup manusia dan Islam yang harus jadi pegangannya. Andaikan manusia menyia-nyiakan hidup dan Islam, maka betapa ia telah merendahkan makna kehidupannya. Leuwiliang, Bogor, 30 Rabiul Akhir 1431 H

Jadi pada intinya penghinaan adalah ungkapan kebencian seseorang kepada orang lain lantaran ia membenci orang lain tersebut sehubungan dengan sifat dan perbuatan orang yang dibencinya itu. Penghinaan terkadang memiliki arti yang penting dan mengandung pelajaran yang berharga. 2010 Tinggalkan sebuah Komentar PENGHINAAN Oleh: Ading Nashrulloh A. Namun ternyata mengandung keburukan. perlu ditanamkan dan dibiasakan dalam hidupmu. saat engkau dibenci dan perbuatanmu buruk. Kedua. Ketika engkau dihina dan dicaci maki. mengagumimu. yang menjadi alasan mereka melancarkan penghinaan adalah faktafakta kebenaran. Penghinaan memiliki kaitan erat dengan konsep benci dan buruk. Perasaan kita melakukan segala sesuatunya dengan baik-baik saja. Kita ini adalah manusia biasa. . Tidak guna membela diri. Maka tergantikanlah rasa cintanya menjadi kebenciannya yang luar biasa. Mengapa orang menghina Israel? Sesungguhnya timbulnya penghinaan itu oleh dua sebab. yang dihina memiliki sifat yang dibenci oleh yang menghina. apalagi jika fakta-fakta yang diberikan kepadamu. ada yang salah dengan langkah kehidupan kita. yang tak luput dari kesalahan. Artinya fakta yang membeberkan kesalahan-kesalahanmu. di mana-mana. yang menghina memiliki rasa kebencian kepada yang dihina. Sebaliknya orang akan menghina engkau. Sehingga ia muntahkan rasa bencinya itu menjadi kata-kata penghinaan yang tiada tara. Jangan bersedih hati dengan penghinaan yang dialamatkan kepadamu. Sadarilah semua itu mungkin timbul dari benci yang menggantikan kedudukan cinta. Terkadang orang berlebihan kata dan ucapan dalam mengungkapkan penghinaannya kepadamu.Dz Marilah sekali-kali berfikir secara mendalam mengapa ada orang yang menghina orang. maka jalan terbaiknya adalah instrospeksi diri.Ditulis dalam Uncategorized Tags: motivasi PENGHINAAN Juni 19. Yang harus kita lakukan saat itu segera mengubah sikap dan kebiasaan yang buruk tersebut. dan menyayangimu lantaran kebaikan-kebaikanmu selama ini kepadanya. Namun akhirnya ia tahu bahwa dirimu ternyata penuh dengan dosa dan kemunafikkan. dan upaya untuk mengamalkan kebaikan serta menjauhi keburukan. Kita terkadang terjebak dalam perbuatan nista dan dusta. jika memang perbuatan kita salah. Sebab itu memiliki pengetahuan tentang perkara baik dan buruk. Israel dicacimaki. Pertama. Bahwa hidup ini tak selamanya mulus. Engkau akan menghina seseorang apabila engkau membenci dia karena sifatnya yang dalam takaranmu buruk. dikutuk. Saat kita dihina kita tersadar bahwa memang selama ini. Artinya awalnya seseorang yang menghina dirimu selama ini adalah seseorang yang mencintaimu.

karena kesalahan orang lain kepada dirimu. Sekalipun suatu ketika engkau berada di depan. Leuwiliang. Malaikat akan senantiasa mencatat setiap gerak dan lintasan matamu. Padahal dunia akan menjadi damai. karena dalam kenyataannya Israel telah berbuat keburukan yang banyak yang dibenci oleh segenap umat manusia. Sebagaimana kini orang rame-rame menghina Israel. Jika alasanmu karena ia telah melakukan keburukan dan kejahatan. 29 Jumadil Akhir 1431 H Ditulis dalam Uncategorized Tags: motivasi KEADAAN Juni 19. bila kita mau berlapang dada dan pandai dalam memaafkan dan memaklumi kesalahan orang lain. maka sadarilah sedini mungkin. juga jangan engkau berada di belakang. Bogor. maka semua harus didasarkan pada kriteria yang Allah Swt tetapkan. di kala engkau bermaksiat kepadaNya ataupun tatkala . Sehingga penghinaan itu boleh dikatakan suatu hadiah gratis yang engkau dapatkan dengan manfaat yang besar.Dz Setiap keadaan dan kemanapun kita melangkahkan kaki. Bila engkau dihina oleh seseorang. engkau harus menjadi pendorong dalam kebaikan. Bila engkau membenci seseorang. jadilah seseorang yang berwatak memberi teladan sebaik-baiknya. Berbuatlah yang wajar-wajar saja. Dan jika engkau berada di belakang. 2010 Tinggalkan sebuah Komentar KEADAAN Oleh: Ading Nashrulloh A. Namun bila terlanjur engkau ingin menghina orang lain. Akibatnya adalah engkau akan membenci banyak orang. syaithan yang terkutuk selalu menyertai langkah kita untuk menggoda kita. Bahwa kehinaannya adalah memang apa adanya. janganlah membalas penghinaan itu dengan penghinaan lagi. Dimana engkau seharusnya bersikap lembut dan santun kepadanya. Sehingga engkau tidak melanjutkan ke sikap menghina dirinya. belum tentu disadarinya sebagai kesalahan. mungkin memiliki perhatian dan kebaikan kepada dirimu. Dan Allah yang menciptakanmu akan tetap menjaga dan memperhatikan apa yang engkau butuhan selama hidup. Agar engkau tidak jadi sasaran kebencian manusia.Jangan berharap maaf dari orang lain. maka siapakah manusia yang tidak pernah berbuat salah dan jahat kecuali para Nabi dan orangorang yang sholeh. Karena boleh jadi penghinaannya menjadikan dirimu tersadar dan bangun dari kekhilafan yang selama ini engkau perbuat. Adapun langit dan bumi beserta segenap isinya akan menjadi saksi atas apapun yang engkau perbuat. agar engkau sebisa mungkin menghindari perbuatan yang salah dan hina. bahwa seseorang yang engkau benci selama ini. Namun di sisi lain engkau harus memiliki sifat pemaaf seluas-luasnya. Atau agar orang tidak mengatakan engkau seorang yang buruk perilakunya. jangan engkau terlalu menonjolkan diri.

ibadah dan keberkahan. tulangpun hancur lebur. Engkau bila miskin tetaplah tersemyum. Keadaan hidup ini sungguh indah dan luar biasa. Tetapi yang sementara ini bisa kita buat memiliki makna yang amat luas dan langgeng. adalah alam kehidupannya manusia. kemuliaan atau kehinaannya diukur bukan dari ukuran materinya. maka itu lebih mulia keadaannya dibanding dengan ketika engkau bekerja di kantoran namun membuatmu jauh dari Allah Swt. 29 Rabiul Akhir 1431 H. Betapa banyak manusia yang tertipu dengan keadaannya. sekalipun engkau harus menderita dalam menjalaninya. Siapa yang meninggalkan perjuangan. Apa yang sedang engkau perbuat hari ini? Apakah suatu kebaikan ataukah kejahatan? Bila yang kau ukir adalah kebaikan. Jika engkau hari ini bekerja sebagai petani. Di keadaan mana pun engkau dikondisikan Allah. Perjuangan atau jihad.engkau taat kepada syariatNya. Sehingga ia pun jauhdari rahmat Allah Swt. jangan tanggungtanggung. Banyak kawan dan rekan kerja tak bisa kita temui. Engkau yang kaya tetaplah tersenyum sekalipun mungkin hari ini sedang dililit utang dan tagihan segala macam. Memang kehidupan itu beraneka ragam. Ketika kita sakit. Ditulis dalam Uncategorized TUHAN KAMI ALLAH DAN KAMI BERTEGUH HATI . banyak hal yang menjadi terbengkalai dan tidak terurus. dimakan cacing tanah. Karena hidup bagi manusia adalah perjuangan. Setiap keadaan kita. Boleh saja suatu masa nanti jasad kita terbujur kaku. Hati nuranimu akan selalu memberitahumu jika langkahmu akan tersesat. Banyak saudara tak bisa kita santuni lagi. Namun hidup kaya juga sesungguhnya lebih baik dari hidup miskin. bukan soal apakah itu sakit atau lemah. Ketika orang kaya atau miskin tersebut menjadikan setiap keadaan dirinya menjadi sarana untuk lebih dekat kepada Allah Swt. tetapi di saat yang sama dengan bertani itu engkau lebih dekat kepada Allah Swt. dikarenakan ia jauh dari ilmu. tetapi cobalah untuk berbuat selalu hal yang dapat menjadikan dirimu dekat kepada Allah dan menjauhi setiap bisikan syaithan yang terkutuk. Sungguh bila kita mengingat tentang makna nikmat hidup ini. tiada bandingannya. Dunia menjadi lebih sepi dibanding ketika kita sehat dan bertubuh kuat. Berbuatlah yang besar-besar. maka kenyataan bahwa hidup kita memberikan arti yang besar bagi orang-orang yang masih hidup dapat kita usahakan selagi hidup ini. Sementara ada juga yang sakit tadi. maka ia sedang mencari kematiannya sendiri dalam keadaan hina dan tidak berharga. lihatlah kelebihan apa yang Allah berikan kepadamu. Ada yang diberi kesempatan oleh Allah hingga ia menjadi orang yang kuat. kaya dan berkeinginan tinggi untuk melanglang buana. Betul hidup ini adalah sementara. sehat. Leuwiliang. Jangan menyangka bahwa hidup mewah dengan penghasilan besar adalah lebih baik dibanding dengan hidup miskin. maka beruntunglah. tetapi diukur dari kapasitas spiritualnya. Sungguh tiada hal patut disesali dan ditangisi. Bogor.

Dz Bila kita bertanya. Sering manusia semacam ini memiliki prasangka yang baik kepada Tuhan. percaya dan ingat pun mereka sama sekali tidak. Bagaimana halnya orang-orang yang beruntung akan tabiatnya? Pada intinya mereka menyatakan Tuhan kami adalah Allah kemudian mereka berpegang teguh pada pendiriannya tersebut. maka Allah adalah Dzat yang berhak di sembahnya. Di antara manusia ada yang sadar bahwa dirinya di ciptakan dari ketiadaan menjadi ada. Inilah golongan manusia yang beruntung di kehidupannya nanti. dapat kita perhatikan sebagai berikut: 1. Maka sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang sadar akan jati dirinya dan memenuhi konsekuensi kesadaran tersebut. mereka sangat cinta dunia. Seharusnya prasangka yang baik harus disertai dengan rasa takut kepadaNya yang mendorong ia taat kepadaNya. 2. mengukur segala-galanya dari sudut duniawi. Tabiat manusia yang merugi dan celaka tersebut dalam kaitannya dengan usaha-usaha mereka dilihat dari urusan dunia dan agama. Ia tidak mau beribadah kepadaNya. 2010 Tinggalkan sebuah Komentar TUHAN KAMI ALLAH DAN KAMI BERTEGUH HATI Oleh Ading Nashrulloh A. Ini akibat dari perbuatan yang tidak memenuhi konsekuensi kesadaran bahwa dirinya diciptakan. Maka tak perlu beragama atau menyembah Tuhan. bahwa mereka adalah makhluk. Mudah memang diucapkan. Setiap seruan kepada keimanan mereka menolak secara terang-terangan. Dan ada lagi golongan manusia yang termasuk golongan yang celaka. Tidak mudah untuk menyatakan sikap ini dan tidak mudah pula untuk tetap pada sikap ini. Ia sadar bahwa dirinya diciptakan Allah. Manusia yang sadar dan patuh pada konsekuensi kesadaran adalah manusia yang paling beruntung. Siapa mereka? Mereka adalah manusia yang memiliki keyakinan bahwa keberadaannya di muka bumi ini ada dengan sendirinya. Ketiga ciri tersebut diungkapkan dalam al-Quran surat Ibrohim ayat 3. Orang yang rugi adalah orang yang menyangka ia telah berbuat baik dalam kehidupannya dan berharap Tuhan akan memberikan balasan pahala. Namun ia enggan untuk memenuhi konsekuensi kesadaran itu. dan ia pun melakukan penyembahan tersebut dengan mengikuti agamaNya. Mereka adalah adalah golongan manusia yang tertutup mata hatinya. Maka bagaimana mereka mempersiapkan diri untuk kehidupannya di akhirat kelak? Jangankan mempersiapkan. namun sulit untuk dijadikan sikap . Mereka adalah golongan orang-orang yang tidak memiliki kesadaran tentang jati diri mereka yang sebenarnya. Itulah manusia yang rugi. Tuhanlah yang berkuasa atas hidup dan mati kita. namun akhirnya ia malah mendapat siksa dariNya. keinginan siapakah kita hidup di dunia? Jawaban orang-orang yang beriman adalah keinginan dan kehendak Tuhan. Bahwa Tuhan itu tiada. Banyak contoh manusia yang gagal dalam mempertahankan prinsipnya yang demikian itu. menghalangi manusia dari Islam 3. Ia mengikuti agama itu dengan melaksanakan setiap perintah agama dengan keikhlasan. sadar bahwa keberadaannya di muka bumi memiliki tugas sebagai hamba Tuhan. meyakinkan bahwa manhaj mereka benar sedangkan Islam buruk. namun sesungguhnya ia tertipu dengan prasangkanya itu.Juni 19.

ia ada diciptakan Allah untuk memudahkan hidup manusia. ahli sihir. Sikap adalah pilihan hidup dan memiliki konsekuensi yang mengikutinya. majnun. Leuwiliang Bogor 3 Rajab 1431 H Ditulis dalam Uncategorized Tags: istiqomah MIRING Juni 19. Perjalanan sejarah akhirnya menunjukkan. Ia dikatakan demikian sebab ia melakukan perkara yang waktu itu masyarakat tidak memiliki pemahaman tentang MLM. Nabi-nabi yang lain pun . Salah satunya adalah Nabi Muhammad Saw. Di awal dakwahnya. ketika ia sukses di MLM itu. Bagian bumi ini. ada yang curam. orang-orang pun berhenti mengatakan ia berfikiran miring. Zaman edan adalah zaman di mana manusia memilih cara hidup miring. Kepada kita yang muslim sering diceritakan kisah para Nabi yang mengalami ejekan dan hinaan dari kaumnya. Ketika ia memulai usaha itu. Sementara ketika pandangan mereka diarahkan kepada jalan hidup yang lurus.Dz Sukakah kamu bila aku panggil engkau orang yang berfikiran miring? Maukah engkau aku bangunkan rumah dengan tiang-tiang yang miring? Sukakah kamu bila aku tawarkan barang dengan harga miring? Bidang miring banyak manfaatnya. Dahulu saya pernah mendengar penuturan dari seorang pengusaha MLM. fikiran miring itu artinya fikiran yang dianggap memiliki kecenderungan mengarah kepada jalan yang sesat dan menjauh dari kebenaran yang selama ini dipegang oleh umumnya manusia di sekitarnaya. namun mereka sendiri merasa dan berfikiran bahwa jalan hidupnya lurus dan penuh dengan kebajikan.hidup dan dasar nilai kehidupan. ada yang datar. Sampai akhirnya. Ketika kita mejadikan ucapan ini sebagai sikap dan prinsip. pendusta. Adakah fikiran miring itu ada guna dan manfaatnya? Mengapa ada istilah fikiran miring? Konsep yang serupa dengan fikiran miring adalah fikiran gila. mareka yang mentertawakan itu mengakui akan kehebatan dan kebenaran Nabi Muhammad Saw. keuntungan dan kelimpahan harta. 2010 Tinggalkan sebuah Komentar MIRING Oleh: Ading Nashrulloh A. ada yang miring. Dalam hidup kita dituntut untuk menentukan sikap. semua ada guna dan manfaatnya. mereka malah mengatakan jalan itu bengkok dan sesat. agar hidupmu bahagia dan engkau mau bersyukur kepadaNya. orang-orang di sekitarnya mengatakan bahwa ia seorang yang berfikiran miring. dan orang yang patut ditertawakan. edan. kaumnya mengatakan beliau SAW adalah almajnun. Secara umum. crazy. maka berarti ini menyangkut urusan hari dan corak kehidupan yang akan kita bangun dengan segala bagian dan fase-fasenya.

Bukan hanya ejekan dan hinaan. Dalam kenyataannya belum tentu seperti yang kita harapkan. realitas hakiki dan apa yang seharusnya dilakukan manusia telah dijelaskan dengan seterang-terangnya dalam ajarannya. . Jangan heran bila engkau dikatakan kurang akal dan penipu. Itulah sebabnya Rasululloh sempat menangis ketika sahabatnya diminta membacakan ayat tentang betapa ruginya manusia yang menolak dakwahnya yang akan menyelamatkan hidupnya di dunia dan akhirat. tanpa harus menunggu ada orang yang menyertaimu atau tidak. yakni Islam. Terkadang kita hanya merasa benar saja dan menyandarkan diri kepada argumen-argumen yang dianggap benar oleh kita sendiri. Seringkali manusia. Bila engkau melakukan perbuatan buruk. Ibaratnya jadilah santri seorang diri sebelum engkau menjadi kiyai bagi santri-santri yang akan datang kepadamu. maka terlebih dahulu engkau pun melakukan perbuatan bajik juga. ini sudah merupakan tabiat dan sunah kehidupan di muka bumi. pertama-tama janganlah kamu berfikiran bahwa kamu sudah berbuat kebaikan. semestinya kita pun tahu yang salah. Seharusnya bilamana engkau ingin mengajak manusia berbuat kebajikan. Untuk menjadi benar.mengalami hal yang sama. sebelum engkau menjadi seorang pengajar. Selain Islam adalah sesat. merasa dan yakin bahwa kita sudah berada di jalan yang benar. Apa yang engkau lakukan bisa jadi belum berupa kebaikan. Sebaik-baiknya sikap orang-orang yang beriman adalah berperilaku postif atas ajaran Islam ini. Kita harus memiliki kemauan mempelajari berbagai corak cara pandang manusia terhadap kehidupan. Menjadi sosok yang baik dan benar dalam arti yang sebenarnya bukan perkara mudah. malah siksaan dan pengusiran. Jika engkau dibenci dan dikatakan berpikiran miring. dan selamanya yang sesat tidak akan pernah bisa seiring sejalan dengan yang benar. sedangkan dirimu suka mengajak kepada orang lain berbuat baik. Setiap orang akan ditanya oleh Tuhan di akhirat kelak mengapa ia mengikuti suatu jalan kehidupan. Dan siapa yang menyimpang sedikit saja dari ajaran Islam. tetapi hanya baru sebatas mendekati. Bagaimana konsep Islam tentang kehidupan. engkau pun akan dikatakan orang yang berfikiran miring. Tetaplah belajar dan berbuat kebajikan selama-lamanya sampai tutup usia. itu adalah hal biasa. Tetapi katakanlah mudah-mudahan apa yang aku lakukan adalah kebaikan yang diridoi Allah Swt mengingat apa yang aku lakukan mengikuti petunjukNya. kita pun harus secara konsisten mengatakan bahwa pemikirannya adalah miring. yakni kita ini. Agar dirimu tidak berfikiran miring dalam arti yang hakiki menurut ukuran keimanan dan keislaman. Sebaliknya jangan heran bila engkau dikatakan berfikiran miring pula oleh orang-orang yang tidak menjadikan Islam sebagai landasan cara berfikirnya. hanya karena engkau memuja Allah dan mengikuti syariatNya. Artinya ia harus membenarkan dan mengamalkannya tanpa reserve. Kau harus membiasakan diri diejek dan dihina oleh mereka yang tidak berilmu dan enggan mengabdi kepadaNya. jalan kehidupan dan cara pandang kehidupan adalah sudah jelas. maka kita akan melihat jalan pikiran selain Islam adalah sesat. Bagi orang-orang muslim. Ketika kita menempatkan diri sebagai orang yang membenarkan dan menjalankan Islam sebagai jalan kehidupan. Jadilah engkau sebagai pembelajar yang aktif.

sehingga ia termaafkan dengan sendirinya. yakni Allah swt. Semua jalan ke neraka sudah dijelaskan oleh agama. Kita sering ingin meluruskan kesalahan orang lain dengan hati yang penuh dendam. Bila kita menemukan orang lain berbuat salah. atau melaporkan suatu hal yang menurut pandangannya adalah salah. Pertama. Sesungguhna keanggunan seseorang dalam menyikapi kesalahan manusia adalah memaafkan dan memberikan kesempatan kepadanya untuk memperbaiki diri. apakah orang yang melaporkan itu benar dengan laporannya. Tetapi yang lebih anggun lagi adalah mengetahui sebab-sebab seseorang melakukan kesalahan. Kedua. Terkadang manusia melaporkan suatu kedustaan. hanya menjadi tidak wajar kalau terus menerus berbuat dosa. Yang memiliki kemampuan menilai suatu kesalahan hanyalah orang-orang yang berilmu. Syaithan harus . Sehingga orang yang salah semakin membenci kebenaran. Artinya sekalipun ia tidak bertaubat. Kenapa taubat itu perlu? Karena ada Zat yang memiliki sifat dan hak untuk mengampuni. dan terdorong jiwa kita untuk bertaubat kepadaNya. Berbuat dosa adalah wajar dalam kehidupan manusia. pada saat yang sama. 2010 1 Komentar KESALAHAN Oleh: Ading Nashrulloh A. Maka untuk itulah kita harus menjadi orang yang berilmu. 30 Rabiul Akhir 1431 H Ditulis dalam Uncategorized KESALAHAN Juni 19. Hendaklah kita menyadari bahwa pada saat kita mengatakan bahwa seseorang salah. Belajarlah terus untuk berpengetahuan. Terkadang orang yang kita pandang salah. Kita hanya boleh menegur pada saat ketika hatinya sudah mendekat dengan diri kita. Begitupun jalan menuju surga tak satupun terlewat disampaikan Rasulullah Saw. apakah yang dilaporkannya itu benar-benar berupa kesalahan. maka ada dua hal yang harus diverifikasi. Bogor. padahal belum tentu salah. Sebab Allah pun memaafkan kesalahan orang yang berbuat salah karena kejahilannya. kita tahu bahwa itu dosa. dosanya terampuni. kita bukanlah malaikat. kita sama saja manusia seperti dirinya yang juga tak lepas dari kesalahan.Leuwiliang. hendaknya ditahan dulu jangan sampai menegurnya di waktu itu. tidak benar-benar salah. Jika datang kepadamu laporan bahwa ada seseorang telah berbuat salah.Dz Jangan memperlakukan kesalahan orang lain dengan kejahatan dan kelicikan karena itu berarti kita sama saja. Akibatnya adalah cacian dan makian yang keluar. agar ketika kita berbuat suatu dosa. sebab hal yang demikian menunjukkan tabiat seseorang yang jahil atau bodoh. artinya orang yang tidak mau mempergunakan akal fikirannya. Agar kata-kata yang kita ungkapkan kepadanya disertai dengan sikap yang lemah lembut.

Takut kepada Allah artinya takut terhadap azab yang telah menjadi ketetapanNya. nasihat dan teguran dari orang lain tatkala kita salah langkah. ini mengindikasikan hal lain lagi. Syaithan itu adalah makhluk Allah yang memiliki tabiat paten untuk senantiasa menyertai manusia. Leuwiliang. Allah bukanlah Zat yang Zhalim terhadap hamba-hambaNya. mengindikasikan bahwa takwa itu mengandung arti takut. Dan sebagai wujud solidaritas kita kepada sesama manusia yang terperosok berbuat kesalahan adalah mengingatkan dirinya sebelum ajal atau kiamat tiba. ini mengindikasikan bahwa takwa itu mengandung arti taat. Bahkan ketika manusia itu sedang beramal sholeh sekalipun. Begitu setianya syaithan dekat dengan manusia di kala apapun yang dilakukan manusia. 2010 Tinggalkan sebuah Komentar TAKUT KEPADA ALLOH Oleh: Ading Nashrulloh Dan barang siapa yang taat kepada Allah dan rasul-Nya dan takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya. ketika manusia tunduk kepada syaitan. perlu dan membutuhkan suatu peringatan. Bogor. Sebab hati yang bersih itu pertama kali syaratnya harus jauh dari pelanggaran atas segala larangan Allah. Amal sholeh bisa berubah menjadi amal salah. Jangan kita seperti orang dungu. bisa karena ia tergoda oleh syaithan dan kesenganan mengikuti hawa nafsunya. agar kita bisa mengikuti langkah-langkah amal sholehnya. Definisi takwa berikutnya adalah menjauhi segala larangan Allah. maka mereka adalah orang-orang yang mendapat kemenangan (24:52) Mengacu kepada definisi takwa yaitu mengadakan perlindungan dari azab Allah. Jadi manusia berbuat salah bisa karena ia jahil. Selanjutnya definisi takwa adalah menjalankan segala perintah Allah. Untuk urusan apa? Untuk menjerumuskan manusia kepada perbuatan-perbuatan yang salah. sementara ia menyangka bahwa dirinya akan selamat dengan kebodohannya itu. taat kepadaNya dan keadaan bersih hati. yang memilih jalan kebodohan. agar kita bisa menghindari jalan-jalannya. syaithan tak pernah patang mundur mendekati manusia. Sedangkan balasan bagi mereka . Dengan demikian inti sari takwa adalah takut kepada Allah. tetapi hamba itulah yang zhalim terhadap dirinya sendiri sehingga menyebabkan dirinya masuk ke dalam kategori manusia yang dimurkai Allah dan kategori manusia yang menempuh jalan yang sesat. Kita adalah seperti juga orang lain. ke mana pun manusia melangkah. yaitu bahwa takwa mengandung arti bersih hati.dikenali dengan jeli. agar diri kita selamat dari ketertipuan hidup ini. Para ulama dan wali harus kita dekati. 28 Rabiul Awal 1431 H Ditulis dalam Uncategorized TAKUT KEPADA ALLAH Mei 7.

Bersih hati adalah gambaran seorang yang baru lahir ke dunia. Sedangkan bagi yang mengabaikannya. Perintah Allah yang paling besar adalah Tauhid dan Islam. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku. bahwasanya Aku adalah dekat. maka mereka adalah hamba-hamba Allah yang dekat denganNya dan memiliki kedudukan yang mulia di sisiNya. Yang ada pada dirinya adalah fitrah. Orang yang takut kepada Allah. Karena takwa adalah usaha untuk terus menerus menjauhi larangan Allah.” (Ali Imran: 175). agar mereka selalu berada dalam kebenaran. maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku.yang dimurkaiNya dan sesat jalannya adalah tiada lain azabNya di dunia dan di akhirat kelak. “Maka janganlah kalian takut kepada manusia dan takutlah kalian kepada-Ku. Jika larangan Allah dilanggar. Taat kepada Allah bukanlah untuk kepentingan Dia yang Maha Kuasa. “Orang-orang yang menyampaikan risalah Allah mereka takut kepada-Nya dan mereka tidak . Hatinya putih bersih tanpa noda. Karena takut adalah perintah maka takut itu wajib dan memiliki konsekuensi penting.” (Al-Maidah: 44). Dan ketika ia bertaubat dan terus berusaha menjaga diri dari perbuatan dosa. maka hati itu bersih lagi. Seseorang jika takut kepada Allah. maka dosanya makin bertambah dan bertambah pula kehinaannya dan ia bergelimang dalam lautan dosa dan kemaksiatan. Cara mendekati Allah adalah dengan melaksanakan apa yang diwajibkanNya kepada hamba-hambaNya. “Karena itu janganlah kalian takut kepada mereka tetapi takutlah kepada-Ku jika kalian benarbenar orang yang beriman. Takwa adalah menjauhi segala larangan Allah. maka terkotorilah hati itu bagai noktah hitam di kaca yang bersih. Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku. Lawan dari tauhid adalah syirik dan lawan dari Islam adalah kafir. maka itulah dosa di hati. Sesungguhnya Allah itu dekat bagi hamba-hambaNya yang sholeh. Asy-Syaikh Abdurrahman bin Hasan bin Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah dalam kitab beliau Fathul Majid mengatakan: “Takut berkedudukan tinggi dan mulia di dalam agama dan termasuk jenis ibadah yang banyak cakupannya yang wajib hanya diberikan kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Ketika seorang hamba berbuat zhalim atau dosa. Islam didirikan di atas pondasi yang bernama tauhid. tentu dia akan berusaha untuk membebaskan dirinya dari laknat dan kemarahanNya dan caranya adalah dengan mendekat kepadaNya.” Banyak sekali ayat al-Quran dan Hadits yang menunjukkan tentang wajibnya takut kepada Allah Swt. (2:186) 1. Takwa mengandung arti taat. taat kepadaNya dan jauh dari perbuatan dosa yang menghasilkan keadaan hati yang bersih senantiasa. bukan menjauhiNya. Takwa adalah bersih hati. PERINTAH TAKUT KEPADA ALLAH Sesungguhnya Allah memerintahkan kepada kaum mukminin agar mereka takut kepada-Nya. Berikut adalah di antara ayat-ayat Al-Quran yang menjelaskan wajibnya takut kepada Allah. maka (jawablah). Bagi yang melaksanakan perintah tersebut maka ketakwaannya akan bertambah dan karena itu ia akan memperoleh kemuliaan dan ditujukiNya ke arah kebaikan. tetapi untuk kepentingan hamba itu sendiri. Takwa mengandung arti bersih hati. berusaha menjaga diri agar sampai melanggar larangan Allah. ini merupakan konsekuensi dari perasaan takut kepada Allah.

(Ingatlah) pada hari (ketika) kamu melihat kegoncangan itu. sesungguhnya kegoncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat).” (An-Nahl: 50) “Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka. beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tujuh golongan orang yang akan mendapatkan perlindungan pada hari yang tidak ada perlindungan kecuali perlindungan dari Allah. keduanya berkumpul dan berpisah kerena Allah.” (Al-Ahzab: 39). maka Allah menjadikan segala sesuatu takut kepadanya. HR. padahal sebenarnya mereka tidak mabuk. Sebaik-baik yang tertanam dalam hati adalah keyakinan.” (Al-Baqarah:150). al-Anfaal [8]: 2). ia berkata.merasa takut kepada seorang pun selain kepada Allah. dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk. Rasulullah bersabda: “Dua mata yang diharamkan dari api neraka. maka Aku akan beri rasa takut pada hari Aku menghimpun hambahamba-Ku. Dan jika dia takut kepada-Ku di dunia maka Aku akan berikan rasa aman pada hari Aku menghimpun hamba-hamba-Ku. maka Allah menjadikannya takut kepada segala sesuatu. Al-Baihaqi).” (Shahih.” (HR. Barangsiapa tidak takut kepada Allah. yaitu mata yang menangis karena takut kepada Allah. Jika dia merasa aman dari-Ku di dunia. (HR. Dari Abu Hurairah r. “Hai manusia.a. dan mata yang menjaga serta mengawasi Islam dan umatnya dari (gangguan) kaum kafir. Dan cukuplah Allah sebagai pembuat perhitungan. Bukhari) Rasulullah bersabda: “Puncak kebijaksanaan ialah takut kepada Allah. Al-Baihaqi) Rasulullah. “Mereka (malaikat) takut kepada Rabb mereka dan melakukan apa yang diperintahkan kepada mereka. “Maka janganlah kalian takut kepada mereka dan takutlah kalian kepada-Ku. (HR. yaitu Pemimpin yang adil. Rasululullah bersabda: “Barangsiapa takut kepada Allah. Seorang lelaki yang diajak oleh seorang perempuan yang cantik dan berkedudukan untuk berzina tetapi dia . dan orang yang sengsara ialah yang sengsara sejak dalam kandungan ibunya. (HR. 1031 dari hadits Abu Hurairah) Syaddad bin Aus radiallahuanhu berkata: telah berkata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: “Demi kemuliaan dan keagunganku. Dua orang yang saling mencintai kerena Allah. “Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua surga. lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya dan gugurlah kandungan segala wanita yang hamil. aku tidak akan menghimpun pada diri hamba-hamba-Ku dua rasa aman dan dua rasa takut. … (Qs. Keragu-raguan (dalam beriman) termasuk kekufuran. Tiap perkara yang akan datang adalah dekat. al-Haj [22]: 1-2). 742). Orang yang hatinya senantiasa terpaut dengan masjid. akan tetapi azab Allah itu sangat keras” (Qs. Pemuda yang senantiasa beribadah kepada Allah semasa hidupnya. dan dia mengatakan: ‘Aku takut kepada Allah’. Kepemudaan termasuk kelompok kegilaan (radikal). pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya.” (Qs. Abu Nu’aim dan dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani di dalam Ash-Shahihah no. Al-Bukhari no. Orang bahagia adalah yang dapat mengambil pelajaran dari (peristiwa) orang lain.629 dan Muslim no. bertakwalah kepada Tuhanmu. arRahman[55]: 46). aku mendengar Rasulullah Saw bersabda: Ada tujuh golongan yang akan dinaungi Allah di bawah naungan-Nya. di antaranya seorang hamba yang “diajak” oleh seorang wanita yang memiliki kedudukan dan kecantikan.

Pada suatu hari Rasulullah saw. maka pemuda itu pun mengucapkannya. Dari Abu Hurairah r. Ibnu Hibban dalam kitab shahihnya]. mereka adalah bagian dari saudara kalian dan dari ras kalian. [HR. (Qs. Tapi Allah menjadikannya bagaikan debu yang bertebarkan. semoga Allah meridhai keduanya. .” Dari ‘Adiy bin Hatim r. apakah pemuda itu termasuk golongan kita?” Rasulullah bersabda. Dari Tsauban r. ia berkata.” [HR. “Aku takut kepada Allah!”. Jika ia takut kepada-Ku di dunia. Ibnu Majah. [Mutafaq ‘alaih]. dari Nabi Saw. membacakan ayat ini kepada para sahabat. apakah kalian tidak mendengar firman Allah: Yang demikian itu (adalah untuk) orang-orang yang takut (akan menghadap) ke hadirat-Ku dan yang takut kepada ancaman-Ku. [HR. niscaya tidak ada seorang pun yang tidak mengharapkan surga-Nya. Hakim. Al-Kinani penulis buku Mishbah Al-Zujajah berkata. ketika Allah menurunkan ayat ini kepada Nabi-Nya: Wahai orang-orang yang beriman jagalah diri dan keluarga kalian dari Neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan bebatuan. Ia pun menengok ke kiri.a. “Wahai Rasulullah.. Allah berfirman: Demi kemulian-Ku.. ia berkata. Rasulullah Saw bersabda: Tidak ada seorang pun di antara kalian kecuali akan diajak bicara oleh Allah tanpa penerjemah. Tsauban berkata. Orang yang memberi sedekah tetapi dia merahsiakannya seolah-olah tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diberikan oleh tangan kanannya. maka Aku akan memberikan rasa takut kepadanya di Hari Kiamat. maka mereka melanggaranya. Kemudian ia menengok ke kanan. sebutkanlah sifat mereka dan jelaskanlah keadaan mereka agar kami kami tidak termasuk bagian dari mereka sementara kami tidak mengetahuinya. “Wahai Rasulullah!. niscaya tidak ada seorang pun yang putus asa dari rahmat-Nya. dan ternyata masih berdetak jantungnya. Muslim]. Jika seorang mukmin mengetahui siksaan yang ada di sisi Allah. Kemudian Nabi Saw meletakkan tangan beliau di atas hatinya. “Ingatlah!. maka ia tidak melihat kecuali apa yang pernah dilakukannya (di dunia). tentang perkara yang diriwayatkan beliau dari Tuhannya. ia menshahihkannya dan disepakati oleh Adz-Dzahabi].berkata. Lalu ia melihat ke depan maka ia tidak melihat kecuali Neraka ada di depan wajahnya. Jika ia merasa aman dari-Ku di dunia. Para sahabat berkata. at-Tahrim [66]: 6). “Wahai anak muda ucapkanlah: ‘Tidak ada Tuhan selain Allah’”. maka ia tidak melihat kecuali apa yang pernah dilakukannya (di dunia). Dari Ibnu Abas. Mereka suka bangun malam sebagaimana kalian. dari Nabi Saw. [HR. maka Aku akan bemberikannya rasa aman di Hari Kiamat. tiba-tiba ada seorang pemuda yang terjungkal pingsan. para perawinya terpercaya]. Kemudian beliau memberikan kabar gembira kepadanya dengan surga.a. Aku tidak akan menghimpun dua rasa takut dan dua rasa aman pada diri seorang hamba.. Jika orang kafir mengetahui rahmat yang ada di sisi Allah. Kemudian Nabi Saw bersabda.a. dan seseorang yang mengingat Allah di waktu sunyi sehingga bercucuran air matanya. Di hari kiamat mereka datang dengan membawa kebaikan seperti gunung Tihamah yang putih.” Rasulullah Saw bersabda. beliau bersabda: Aku akan memberitahukan beberapa kaum dari umatku. tapi mereka adalah kaum yang jika tidak dilihat oleh siapa pun ketika menghadapi perkara yang diharamkan Allah. Isnad hadits ini shahih. Karena itu jagalah diri kalian dari Neraka meski dengan sebutir kurma.

Merekalah yang bersegera dalam kebaikan. Ia takut (dosa itu) jatuh menimpanya. dan bersedekah. [HR. sholat.” (Qs. Rasa takut adalah pilar yang mesti ada dalam ibadah seorang muslim. Oleh karena itu orang yang beribadah dengan rasa takut ini. artinya ialah takut jikalau ibadah kita tidak sempurna. Tetapi mereka orang-orang yang berpuasa. Ditanyakan kepada Rasulullah Saw manusia manakah yang paling utama? Rasulullah Saw bersabda. Takut adalah salah satu dari rukun ibadah dan merupakan syarat iman. “Orang yang bening hatinya dan jujur lisannya. Mereka itulah orang-orang yang bersegera untuk berbuat kebaikan. “Sanad hadits ini shahih”. Di dalamnya tidak ada dosa. Selain itu. kedengkian. Beribadah dengan penuh rasa takut (khauf). Dan orangorang yang beriman kepada ayat-ayat Rabb mereka. rasa takut inilah yang juga dapat mencegah keinginan seseorang untuk berbuat maksiat. dengan hati yang takut.” (Hadits shohih riwayat at-Tirmidiy Kitaabut-tafsir IX/19. Bukhari]. Dimana dengan adanya rasa takut. . dan mereka merasa takut akan (tibanya) hari kiamat. Dan orang-orang yang telah memberikan apa yang telah mereka berikan.” (Al Anbiya: 49). Al-Baihaki meriwayatkannya dalam kitab sunannya dari arah tersebut]. sedang mereka tidak melihat-Nya. al-Hakim at-Tafsir II/393 menyatakannya shohih dan disepakati oleh adz-Dzahabiy). Mereka takut jika amalannya tidak diterima. salah satunya berasal dari Nabi Saw dan satu lagi dari dirinya sendiri ia berkata: Sesungguhnya orang yang beriman akan melihat dosa-dosanya seolah-olah ada di atas gunung.” Para shahabat berkata.Abdullah bin Mas’ud menceritakan kepada kami dua hadits.” [Al-Kinani berkata. dan merekalah orang-orang yang pertama-tama memperolehnya. berzina dan mencuri?” Rasululloh saw menjawab. “Wahai Rasulullah!. “Bukan begitu. “(Yaitu) orang-orang yang takut akan (azab) Tuhan mereka. wahai putri as-Shiddiq. dan iri. Dan orang-orang yang tidak menyekutukan Rabb mereka (sesuatu pun). “Sesungguhnya orang-orang yang berhati-hati karena takut kepada Robb mereka. mereka tidak akan terjerumus ke dalam jurang kemaksiatan yang mengotori hati. Sedangkan orang yang jahat akan melihat dosa-dosanya seperti lalat yang menghampiri hidungnya. sifat jahat. “Adalah hati yang takut (kepada Allah) dan bersih. Takut merupakan bentuk ibadah hati yang memiliki kedudukan agung dan mulia di dalam agama bahkan mencakup seluruh jenis ibadah. kemudia ia berkata mengenai dosanya. seorang hamba akan termotivasi untuk rajin mencari ilmu dan beribadah kepada Alloh semata agar bebas dari murka dan adzab-Nya. takut jikalau kita tidak mendapatkan ridha Allah. “Seperti inikah?” Abu Syihab berkata dengan tangannya –yang diletakkan– di atas hidungnya. takut jukalau dosa-dosa kita tidak diampuni.(karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Rabb mereka. namun apa yang dimaksud dengan ‘bening hatinya’?” Rasulullah Saw bersabda. Mereka takut hal-hal yang dulu mereka lakukan dalam rangka mengabdi kepada Allah hilang begitu saja karena suatu kemaksiatan sekecil apapun. apakah yang dimaksud disini orang-orang yang meminum arak. Aisyah berkata.” Aku pernah bertanya kepada Rasulullah tentang ayat ini. Kami sudah mengetahui maksud ‘jujur lisannya’. al-Mukmin [23]: 60) Imam Tirmidziy meriwayatkan.

maka rasa takut semacam ini tidak membuat orangnya dicel. Oleh sebab itu khosyah adalah rasa takut yang diiringi ma’rifatullah.” (QS. Ar Raaghib berkata: Khosyah adalah khouf yang tercampuri dengan pengagungan. Ada tiga konsep utama yang berkaitan dengan takut kepada Allah. sedangkan Dia Maha Kuat dan Kuasa atas diri kita. Khosyah.” (QS. dan Rohbah. dengan begitu ia adalah khouf yang diiringi amalan. “Adapun aku. Berfirman menceritakan kisah Nabi Musa alaihisallam: “Dia keluar dari negerinya dalam keadaan takut yang sangat. Khosyah serupa maknanya dengan khouf walaupun sebenarnya ia memiliki makna yang lebih khusus daripada khouf karena khosyah diiringi oleh ma’rifatullah ta’ala. menjadi sebab dia meninggalkan kewajiban atau melakukan yang diharamkan maka hal itu haram. “Ketahuilah. Yunus: 62) Syaikh Al ‘Utsaimin menjelaskan. “Sesungguhnya yang merasa takut kepada Allah hanyalah orang-orang yang berilmu. Khouf sir. takut api. yang menjadi sebab kita tidak berbuat durhaka padaNya. Faathir: 28). yaitu takut kepada hal-hal yang bisa membahayakan jiwa seseorang seperti halnya orang takut hewan buas. Sedangkan makna khouf secara istilah adalah rasa takut dengan berbagai macam jenisnya. Rasa takut itu nanti akan lenyap di akhirat bagi orang yang masuk surga.2.” (HR. memohon perlindungan dari azabNya dan memohon petunjukNya agar kita berada dalam rahmatNya. Rohbah adalah khouf yang diikuti dengan tindakan meninggalkan sesuatu yang ditakuti. demi Allah… sesungguhnya aku adalah orang yang paling khosyah kepada Allah di antara kalian dan paling bertakwa kepada-Nya. akan tetapi apabila rasa takut ini. takut yang bersifat tabiat. Penjelasannya sebagai berikut ini: Khouf artinya perasaan takut yang muncul terhadap sesuatu yang mencelakakan. Takut jenis ini dibolehkan selama tidak melampaui batas. Khouf ibadah. Takut itu ada tiga macam : Khouf thabi’I. sesungguhnya para wali Allah itu tidak ada rasa takut dan sedih yang akan menyertai mereka. Karena itulah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. takut tenggelam. yaitu: khouf thabi’i. PENGERTIAN TAKUT KEPADA ALLAH Definisi takut kepada Allah Takut adalah kesadaran bahwa diri kita lemah di hadapan Allah. Yaitu Khauf . Bukhari Muslim). berbahaya atau mengganggu .” (Al-Qashash: 21) . Hal itu muncul didasarkan pada pengetahuan terhadap sesuatu yang ditakuti.

sebagaimana pernah terjadi pada Kaliimullah (Nabi yangdiajak bicara oleh Allah. yaitu memberikan takut ibadah kepada selain Allah. Allah berfirman. Apabila (takut) itu melewati batas. Rasulullah bersabda: Barangsiapa takut niscaya dia berangkat di waktu akhir malam. Yang terpuji adalah yang tujuannya / akhirnya akan menghalangimu maksiat terhadap Allah. seperti halnya orang takut kepada penghuni kubur atau wali yang berada di kejauhan serta tidak bisa mendatangkan pengaruh baginya akan tetapi dia merasa takut kepadanya maka para ulama pun menyebutnya sebagai bagian dari syirik. ketahuilah sesungguhnya barang dagangan Allah itu adalah surga. takut yang bernilai syirik. dan barangsiapa berangkat di waktu akhir malam niscaya dia mencapai tempat tujuan.” (Al-Maidah: 44). dan sesungguhnya takut yang terpuji dan yang sebenarnya adalah yang menghalangi pemiliknya dari apa-apa yang diharamkan oleh Allah.” Syeikh Muhammad bin Shalih al ‘Utsaimin hazhahullah berkata: “Dan takut kepada Allah ada yang terpuji dan ada yang tidak terpuji. rasa takut terhadap siksa neraka. (Thaahaa: 67) Dan seperti takutnya seseorang terhadap serigala yang akan memangsa kambingnya. takut yang bernilai ibadah. (lihat Syarh Tsalatsatul Ushul. hal. dan menghalalkan darah dan hartanya. Rasa takut ada bermacam-macam sebagaimana dijelaskan di atas. Seorang mukmin itu tidak takut kepada siapapun kecuali kepada Allah. Adapun menujukannya kepada selain Allah adalah syirik akbar. dikhawatirkan dia terjatuh pada sikap putus asa. “Janganlah kalian takut kepada manusia dan takutlah kalian kepada-Ku. pengagungan. dan ketundukan diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Ketahuilah sesungguhnya barang dagangan Allah itu mahal. yaitu takut yang diiringi dengan penghinaan diri. Rasa takut semacam inilah yang harus ada dalam hati seorang hamba. Khouf sirr. namun takutnya seorang mukmin ialah takut akan pedihnya sakaratul maut. mengeluarkannya dari Islam. Hal itu dikecualikan takut secara naluri (maka ini tidak terlarang). Imam Ibnu Abil `Izzi al-Hanaberkata: “Seorang hamba wajib untuk takut dan berharap (kepada Allah). sebagaimana tersebut di dalam hadits Khabab bin al-Arat dalam Shahih Bukhari. maka takut yang seperti ini tidak boleh ada kecuali ditujukan kepada Allah ta’ala.Khouf ibadah. seperti seseorangyang takut terhadap ular. Kemudian bahwa takut kepada Allah yang sebenarnya dan yang terpuji adalah takut yang menghalangi pemiliknya dari apa-apa yang diharamkan oleh Allah dan mendorongnya untuk melaksanakan perintah-perintah-Nya. yaitu Nabi Musa). rasa takut akan hilangnya iman dan lain sebagainya. rasa takut akan adzab kubur. 57) Perbuatan ini akan mengekalkan pelakunya di dalam neraka. rasa takut akan mati dalam keadaan yang buruk (mati dalam keadaan sedang bermaksiat kepada Alloh). yang mendorongmu untuk . Maka Musa merasa takut dalam hatinya.

dengan hati yang takut)(Al-Mukminun: 60).Anfal: 48) Demikianlah takut yang sebenarnya kepada Allah.melaksanakan shalat. apakah mereka adalah orang-orang yang berzina. akan tetapi mereka adalah orang-orang yang berpuasa.” Sehingga takut seorang hamba yang sebenarnya kepada Allah itu tidak sebagaimana takutnya Iblis/setan kepada Allah. dengan hati yang takut (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Rabb mereka. karena sesungguhnyaapabila engkau takut terhadap-Nya. Allah memuji kepada orang yang mempunyai rasa takut semacam ini. “Dan ketika setan menjadikan mereka memandang baik pekerjaan mereka. yang mendorong untuk menjalankan perintahperintah-Nya. Maka seseorang yang takut (kepada Allah) itu. sesungguhnya saya dapat melihat apa yang kalian tidak dapat melihat. Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan. Sesungguhnya seorang mukmin itu menggabungkan antara berbuat baik dengan takut (tidak . setan itu balik ke belakang seraya berkata:”Sesungguhnya saya berlepas diri dari kamu. kecuali (takut) terhadap Allah Ta’ala. Karena setan itu juga takut kepada Allah. apabila engkau takut terhadapnya. (Al. sehingga di saat itu hamba tadi menyesali(dirinya) dan patah semangat. (Dan orang-orang yang memberihan apa yang telah mereka berikan.Maka tatkala kedua pasukan itu telah dapat sating lihat-melihat (berhadapan pada perang Badar-pen). bisa jadi dia terusmenerus menjalankan kemaksiatan karena keputus-asaannya yang kuat. (Al-Mukminun: 57-61) Di dalam kitab Musnad Imam Ahmad dan Sunan at-Tirmidzi dari Aisyah yang berkata: Aku bertanya kepada Rasulullah tentang ayat ini.” Al-Hasan berkata: “Mereka telah beramal -demi Allah.”Dan Allah sangat keras siksaNya. sesungguhnya saya takut kepada Allah. dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya. minum khamr dan mencuri?”.” Imam Ibnu Abil `Izzi al-Hanajuga berkata:”Dan setiap orang. bershadagah dan mereka khawatir (amalan mereka) tidak diterima. dan mengatakan:”Tidak ada seorang manusiapun yang dapat menang terhadap kamu pada hari ini dan sesungguhnya saya ini adalah pelindungmu”. bahkan dia enggan dan sombong/takabbur untuk taat kepada-Nya. dia lari dari Rabbnya menuju Rabbnya. Dan orangorang yang beriman terhadap ayat-ayat Rabb mereka. serta mereka takut (seandainya amalan-amalan mereka) ditolak. Sedangkan yang tidak terpuji adalah yang membawa seorang hamba menjadi putus asa dari rahmat Allah.dengan semua ketaatan-ketaatandan mereka telah bersunggah-sungguh padanya. Dan orang-orang yang tidak mempersekutukan (sesuatupun) dengan Rabb mereka. Mereka itu bersegera untuk mendapat kebaikankebaikan. niscaya engkau lari darinya. niscaya engkau lari kepada-Nya. meninggalkan larangan-larangan-Nya dan bersegera menjalankan berbagai kebaikan. Beliau menjawab: “Tidak wahai (Aisyah) anak ashShidiiq. tetap takutnya tidak mendorongnya untuk tunduk dan taat kepada-Nya. “Sesungguhnya orang yang berhati-hati karena takut (terhadap siksa) Rabb mereka.mengerjakan kewajiban-kewajiban dan meninggalkan apa-apa yang diharamkan.

” (Huud: 54-55). maka . Sebagaimana firman Allah yang menghikayatkan perkataan kaum Nabi Huud Kami tidak mengatakan melainkan bahwa sebagian sesembahan kami telah menimpakan penyakit gila atas dirimu. Khauf ‘amali. sebab itu jalankanlah tipudayamu semnanya terhadapku dan janganlah kamu memberi tangguh kepadaku.akan menimpakan bencana (kesusahan/sesuatu yang tidak disakai) secara sirr (rahasia). Huud menjawab: “Sesungguhnya aku menjadikan Allah sebagai saksiku. Rasa takut seperti ini dewasa ini terjadi di kalangan para penyembah kubur. karena itu takutlah kepada mereka”. dan lain-lain. thaghut. dan (dari) mendirikan shalat. mayat yang dikubur.” Dan firman-Nya: “Orang-orang laki-Iaki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak pulaoleh jual-beli dari mengingat Allah.” (Az-Zumar: 36) Khauf sirr ini termasuk dosa yang besar. (An-Nur: 37) Takut Yang Tidak Benar Khauf sirri (i’tiqadi) Yaitu seseorang takut kepada selain Allah -baik kepada patung. Yaitu seseorang meninggalkan sesuatu / amalan yang wajib atau melakukan sesuatu / amalan yang haram karena takut kepada manusia. makhluk yang tidak ada di hadapannya dari jin ataupun manusia. bahkan termasuk syirik akbar (syirik besar) yang mengeluarkan seseorang dari agama Islam. tempat-tempat/barang. Dan inilah yang menyebabkan turunnya firman Allah : “(Yang mendapatkan pahala yang besar yaitu orang-orang yang mentaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan-Sesungguhnya manusia (yaitu orang Quraisy) telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu. Dan siapa yang disesatkan Allah maka tidak ada seorangpan pemberi petunjuk baginya. Dan mereka takut terhadap suatu hari yang (pada hart itu) hati dan penglihatan menjadi goncang. berhala. dan saksikanlah olehmu sekalian bahwa sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan dari selain-Nya. tempat-tempat/barang-barang yang dikeramatkan. Hal ini termasuk jenis syirik ashghar (syirik kecil) yang meniadakan kesempurnaan tauhid. sedangkan orang munafik menggabungkan antara berbuat buruk dengan (merasa) aman (dari siksa Allah). orang yang telah mati. Mereka takut kepadanya dan mereka menakut-nakuti dengannya kepada para ahlu tauhid tatkala para ahlu tauhid itu memperingatkan peribadahan mereka yang batil dan memerintahkan untuk mengikhlaskan ibadah hanya kepada Allah saja.barang keramat dan lainnya.diterima amalannya). dan(dari) membayarkan zakat. Juga firman-Nya tentang sikap orang-orang kar terhadap Rasulullah Bukankah Allah cukup untuk melindungi hamba-hamba-Nya? Dan mereka (orang-orang kar) mempertakuti kamu dengan (sesembahan-sesembahan) yang selain Allah.

(20”1-3).29. karena termasuk akhlaq yang buruk. TAKUT KEPADA ALLAH DALAM AL-QURAN a. Rasulullah telah mohon perlindungan kepada Allah dari sifat penakut ini. mereka itulah orang-orang yang zalim. tetapi sebagai peringatan bagi orang yang takut (kepada Allah). kemudian dia akan menjawab: “Rabbku. (Orang-orang kafir) berkata: “Apakah sesungguhnya kami benar-benar dikembalikan kepada kehidupan semula? (79:8-10) Sekali-kali tidak. tawakkal dan sifat pemberani akan menolak jenis sifat penakut ini. atau (karena) mereka ragu-ragu ataukah (karena) takut kalau-kalau Allah dan rasul-Nya berlaku zalim kepada mereka? Sebenarnya. (24:50) Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (orang-orang munafik) bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani). Syeikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di berkata: 2HSR.perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: “Cukuplah Allah menjadi penalong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung”. maka ini adalah takut yang tercela. (36:11) b. Takutnya orang munafik adalah kalau-kalau Allah berbuat zhalim Apakah (ketidak datangan mereka itu karena) dalam hati mereka ada penyakit. (Ali ‘Imran: 173) Juga Rasulullah bersabda: “Janganlah salah seorang dari kalian menghinakan dirinya. Ahmad III/27. Takutnya orang kafir kepada Allah hanya terjadi pada saat terjadi pada hari kiamat dan itu menyebabkan mereka ingin dikembalikan ke dunia. Maka Allah akan bertanya( kepadanya pada hari Kiamat): “Apa yang menghalangimu antuk mengatakannya?”. yang menjadikan pelakunya termasuk orang-orang yang penakut. Takut secara khayalan. Ibnu Hibban no:1845 dan Ibnu Majah no: 4008. dishahihkan oleh al-Albani di dalam Shahih al-Jami’ no: 1814. Sesungguhnya kamu hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikuti peringatan dan yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah walaupun dia tidak melihatnya.77. seraya berkata: “Kami takut akan mendapat bencana.”(5:52) c. Maka berilah mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia. (74:53) . yaitu jika dia melihat satu perkara yang menjadi hak Allah dan menjadi kewajibannya dibicarakan. Al-Quran itu peringatan bagi orang yang takut kepada Allah Thaahaa Kami tidak menurunkan Al Quran ini kepadamu agar kamu menjadi susah. “Dan jika takut itu adalah takut secara khayalan. Maka Allah barkata: “Hanya Akulah yang paling berhak engkaai takuti”. kemudian dia tidak mengatakannya. Sebenarnya mereka tidak takut kepada negeri akhirat. seperti takut tanpa sebab mendasar atau takut dengan sebab yang lemah. Dengan demikian keimanan yang sempurna. Hati manusia pada waktu itu sangat takut Pandangannya tunduk. aku takut kepada manusia”.” 3.

mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepadaNya. Rabb semesta Alam. (28:33). (98:8) g. Tuhan seru sekalian alam.Sehingga apabila mereka melihat azab yang diancamkan kepada mereka. Syaithan menyembunyikan rasa takutnya tatkala masih menggoda manusia untuk kafir dan menyatakannya setelah manusia berhasil dijadikannya kafir (Bujukan orang-orang munafik itu adalah) seperti (bujukan) shaitan ketika dia berkata kepada manusia: “Kafirlah kamu”.an)ku. Perbuatan dosa secara naluri menimbulkan rasa takut akan akibatnya Musa berkata: “Ya Tuhanku sesungguhnya aku. Takut kepada Allah adalah pintu untuk mendapatkan pelajaran yang banyak oleh sebab itu berikanlah peringatan karena peringatan itu bermanfaat orang yang takut (kepada Allah) akan mendapat pelajaran. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya. aku sekali-kali tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu. maka aku takut mereka akan membunuhku. padahal mereka telah keras kemauannya untuk mengusir Rasul dan merekalah yang pertama mulai memerangi kamu? Mengapakah kamu takut kepada mereka padahal Allah-lah yang berhak untuk kamu takuti.” (5:28) f. sesungguhnya aku khawatir mereka akan mendustakanku. maka mereka akan mengetahui siapakah yang lebih lemah penolongnya dan lebih sedikit bilangannya.” (28:35) e.” (59:16) . maka ia berkata: “Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu. jika kamu benar-benar orang yang beriman. Orang yang takut kepada Allah akan mendapat keridoan Allah Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah syurga ‘Adn yang mengalir di bawahnya sungaisungai. (87:911) h. Dan saudaraku Harun dia lebih fasih lidahnya daripadaku. karena sesungguhnya aku takut kepada Allah. (72:24) d. dan orang-orang yang celaka (kafir) akan menjauhinya. Takut kepada Allah berpengaruh pada jiwa sehingga jiwa itu tergerak untuk tidak berbuat zhalim “Sungguh kalau kamu menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku. maka utuslah dia bersamaku sebagai pembantuku untuk membenarkan (perkata. maka tatkala manusia itu telah kafir. (9:13) i. Sesungguhnya aku takut kepada Allah. telah membunuh seorang manusia dari golongan mereka. Allah-lah yang berhak untuk kamu takuti dan itu sumber dari sifat berani melawan orangorang kafir Mengapakah kamu tidak memerangi orang-orang yang merusak sumpah (janjinya).

dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu. (5:3) m. Agar tidak takut kepada selain Allah maka bertawakkallah padaNya. Beri peringatan bagi yang takut pada Allah agar mereka bertakwa Dan berilah peringatan dengan apa yang diwahyukan itu kepada orang-orang yang takut akan dihimpunkan kepada Tuhannya (pada hari kiamat). Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakkal.j. karena itu janganlah kamu takut kepada mereka. karena takut kepada Allah. Padahal diantara batu-batu itu sungguh ada yang mengalir sungai-sungai dari padanya dan diantaranya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air dari padanya dan diantaranya sungguh ada yang meluncur jatuh. (6:51) Kamu hanyalah pemberi peringatan bagi siapa yang takut kepadanya (79:45) k. supaya kamu mensyukuri-Nya. tetapi takutlah kepadaKu. ketika dua golongan dari padamu ingin (mundur) karena takut. padahal Allah adalah penolong bagi kedua golongan itu. (24:63) l. Takut: berhati-hatilah menyalahi Rasul Sesungguhnya Allah telah mengetahui orang-orang yang berangsur. (3:122-123) (Yaitu) orang-orang (yang mentaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: “Sesungguhnya manusia[250] telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu. padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah. agar mereka bertakwa. dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. mereka akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar.(3:175) “orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu. Dan Allah sekali-sekali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan.” (3:173) Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah syaitan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya (orang-orang musyrik Quraisy). sedang bagi mereka tidak ada seorang pelindung dan pemberi syafa’atpun selain daripada Allah. (2:74) n. Buah dari takut kepada Allah: ampunan dan pahala Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Tuhannya Yang tidak nampak oleh mereka.angsur pergi di antara kamu dengan berlindung (kepada kawannya). Sungguh Allah telah menolong kamu dalam peperangan Badar. maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung. bahkan lebih keras lagi. maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih. karena itu takutlah kepada mereka”. Hati manusia pembangkang lebih keras dari batu tatapi batu takut kepada Allah Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu. jika kamu benar-benar orang yang beriman. Karena itu bertakwalah kepada Allah. pasti Allah menolong. (67:12) Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua syurga (55:46) .

maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya. maka aku takut mereka akan membunuhku. (5:44) p. (26:14-15). 2). Sampaikan apa yang mesti disampaikan Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia. Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah. (49:10) q. dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya). r. Tetapi Fir´aun mendustakan dan mendurhakai. Takutnya Nabi Musa dalam menghadapi Firaun Dalam al-Quran beberapa kali disingungg tentang rasa takutnya Nabi Musa ketika hendak menghadapi Firaun. lagi Maha Mengetahui. yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin. (20: 67-68) Dan aku berdosa terhadap mereka. (tetapi) takutlah kepada-Ku. barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya. s.” Allah berfirman: “Jangan takut (mereka tidak akan dapat membunuhmu). Marilah kita kaji bagian ini. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah. supaya kamu mendapat rahmat. Jika Takut pada Allah. sesungguhnya kamulah yang paling unggul (menang). Dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. sesungguhnya dia telah melampaui batas. dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir. Maka dia mengumpulkan (pembesar-pembesarnya) lalu berseru memanggil kaumnya. Tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela Hai orang-orang yang beriman. yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir. Kisah mengajak Firaun agar takut kepada Allah untuk orang yang takut kepada Allah “Pergilah kamu kepada Fir’aun. Itulah karunia Allah. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang yang takut (kepada Tuhannya). sebab mengandung pesan-pesan yang penting. sesungguhnya Kami bersamamu mendengarkan (apa-apa yang mereka katakan). Seraya) berkata:”Akulah tuhanmu yang paling tinggi. (79 :17-26). diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendakiNya. Jika Takut pada Allah.” Maka Allah mengazabnya dengan azab di akhirat dan azab di dunia. “Maka Musa merasa takut dalam hatinya. Hal-hal yang tidak boleh ditakuti orang-orang mukmin 1). Kami berkata: “janganlah kamu takut.o. maka pergilah kamu berdua dengan membawa ayat-ayat Kami (mukjizat-mukjizat). (5:54). Perbaiki hubungan persaudaraan Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. yang berjihad dijalan Allah. dan katakanlah (kepada Fir’aun): “Adakah keinginan bagimu untuk membersihkan diri (dari kesesatan). Tidak takut akan kemiskinan .” Dan kamu akan kupimpin ke jalan Tuhanmu agar supaya kamu takut kepada-Nya?” Lalu Musa memperlihatkan kepadanya mukjizat yang besar.

Kami akan memberi rezki kepadamu dan kepada mereka. (17:31) 3). (5:44) 4). maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir.Katakanlah: “Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu yaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia. dan janganlah kamu lari kebelakang (karena takut kepada musuh). Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia. Rasa Takut akan hilang ketika orang mukmin memasuki surga . Takut kepada Allah menyempurnakan Nikmat serta Hidayah Maka janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku (saja). dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Tidak takut kepada manusia Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi). Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar. Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah. Tidak takut pada ancaman orang-orang kafir Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah syaitan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya (orang-orang musyrik Quraisy). masuklah ke tanah suci (Palestina) yang telah ditentukan Allah bagimu. Kamilah yang akan memberi rezki kepada mereka dan juga kepadamu. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu. (6:151) Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. (5:3) u. (2:150). dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku. (5:21) t. (tetapi) takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu. dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar[518]. dan janganlah kamu mendekati perbuatanperbuatan yang keji. (3:175) 5). Dan agar Kusempurnakan nikmat-Ku atasmu. yang dengan Kitab itu diputuskan perkara orang-orang Yahudi oleh nabi-nabi yang menyerah diri kepada Allah. oleh orang-orang alim mereka dan pendeta-pendeta mereka. dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan. dan supaya kamu mendapat petunjuk. sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. karena itu janganlah kamu takut kepada mereka. tetapi takutlah kepadaKu.” Demikian itu yang diperintahkan kepadamu supaya kamu memahami(nya). Tidak takut menghadapi musuh Hai kaumku. jika kamu benar-benar orang yang beriman. baik yang nampak di antaranya maupun yang tersembunyi. maka kamu menjadi orang-orang yang merugi. berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapa. disebabkan mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab Allah dan mereka menjadi saksi terhadapnya.

orang yang mendapat kemenangan (24:52) Orang yang takut kepada Allah akan mendapatkan kemenangan yang besar dari sisi Allah Swt. Dan di dunia kenikmatan yang akan diberikan kepada orang-orang yang takut kepada Allah adalah ketentraman batin. dan Dia-lah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar (34:23) v. sujudlah kamu. “Hai orang-orang yang beriman. hilangnya rasa sedih dan turunnya pertolongan dari sisiNya. adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah. Kemenangan yang besar akan diberikan kepada mereka yang takut kepada Allah Swt. Juga kepada orang-orang yang berbuat kebajikan. benda dan diri mereka.” (41:30) Dan tiadalah berguna syafa’at di sisi Allah melainkan bagi orang yang telah diizinkan-Nya memperoleh syafa’at itu. dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya” (23:57-61) w. (22:77). Semua itu merupakan pilar-pilar kemuliaan. dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu. dengan hati yang takut. keistiqomahan dalam beribadah. juga kepada orang-orang yang berjihad di jalanNya “orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta. maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih. tenggelam dalam kemaksiatan dan kesesatan. dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan. mereka berkata “Apakah yang telah difirmankan oleh Tuhan-mu?” Mereka menjawab: (Perkataan) yang benar”. maka mereka adalah orang.Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka. Dan orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Tuhan mereka Dan orang-orang yang tidak mempersekutukan dengan Tuhan mereka (sesuatu apapun). sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan. Orang-orang yang memiliki sifat-sifat yang lahir dari rasa takut kepada Allah itu akhirnya akan sampai kepada apa yang telah dijanjikan oleh Allah yaitu surga yang penuh kenikmatan di akhirat kelak. Takut kepada Allah melahirkan sifat taat dan enggan melakukan kedurhakaan kepadaNya Sementara orang-orang yang tidak memiliki rasa takut kepada Allah. (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka mereka itu bersegera untuk mendapat kebaikan-kebaikan. “(Yaitu) orang yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah sedang Dia tidak kelihatan (olehnya) dan dia datang dengan hati yang bertaubat. Mendapatkan kemenangan yang besar “Dan barang siapa yang taat kepada Allah dan rasul-Nya dan takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya. Di dunia yaitu kemenangan atas orang-orang kafir dan di akhirat kemenangan berupa masuk ke dalam surga. “Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa mendapat kemenangan. sehingga apabila telah dihilangkan ketakutan dari hati mereka. Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan. Kemenangan yang besar itu adalah kemenangan di dunia dan kemenangan di akhirat kelak. (9:20). masukilah syurga itu dengan aman. ruku’lah kamu. itulah hari kekekalan. yang taat kepadaNya dan RasulNya. (78:31) . (50:33-34) “Sesungguhnya orang-orang yang berhati-hati karena takut akan (azab) Tuhan mereka. supaya kamu mendapat kemenangan.

.” (HR Bukhari dan muslim). 4. sampai ia akhirnya ia masuk neraka. ia berkata : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya seringan-ringan siksa ahli neraka pada hari kiamat. dan saya belum pernah mendengar khutbah yang seperti itu. ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : “Di kala manusia berdiri. b. niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosadosamu. maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar. Tetapi jika kita mengkaji lagi hadits di atas rupanya seseorang masuk ke neraka juga karena sudah ditakdirkan Allah bahwa dia memang telah dicatat. sehingga jarak antara dia dengan surga hanya sehasta. Sebagaimana diungkapkan dalam hadits di atas “namun karena ia telah tercatat sebagai ahli neraka. maka tiba-tiba ia melakukan amalan ahli neraka. Kita pun harus memohon kepada Allah agar kita dicatat menjadi ahli surga. Dari Ibnu Umar ra. sampai ia akhirnya ia masuk neraka”. (33:70-71).” (HR Bukhari dan Muslim) Seseorang memperoleh Surga atau Neraka adalah akibat dari perbuatannya. sebatas pusarnya.. ia berkata : “Rasulullah SAW pernah berkhutbah.. padahal itu adalah siksaan yang paling ringan bagi ahli neraka. Oleh karena itulah. Beliau bersabda : “Seandaimya kamu mengetahui apa yang . Dari Samurah bin Jundub ra. Diperbaiki amalan-amalan dan diampuni dosa-dosanya “Hai orang-orang yang beriman. ia berkata : Nabi SAW bersabda : “Di antara ahli neraka ada yang disiksa dengan api sebatas pada kedua mata kakinya. tetapi karena ia telah tercatat sebagai ahli surga. TAKUT KEPADA ALLAH DALAM AL-HADITS a. maka tibatiba ia melakukan amalan ahli neraka. Takut membuat kita berhati-hati dalam beramal Rasulullah SAW bersabda: Demi Zat yang tiada Tuhan selain Dia. c. dan ada pula yang disiksa dengan api sebatas bahunya. menunggu panggilan Tuhan semesta alam. Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya. bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar.x. Takutlah kepada siksa neraka dan beratnya hari kiamat Dari Nu’man bin Basyir ra. maka kita tidak bisa mengandalkan perbuatan kita semata untuk menghindari siksa neraka dan beroleh surgaNya. ialah seseorang yang di bawah kedua tumitnya diletakkan dua bara api yang dapat mendidihkan otaknya. ada salah seorang di antara mereka yang terbenam dalam keringatnya sampai pada kedua daun telinganya. sehingga jarak antara dia dengan neraka hanya sehasta. Sedangkan ia berpendapat bahwa tidak ada seorang pun yang lebih berat siksaannya daripada itu. namun karena ia telah tercatat sebagai ahli neraka. Takut kepada Allah akan membuat kita banyak menangis dan sedikit tertawa Dari Anas ra. maka tiba-tiba dia mengamalkan amalan ahli surga sampai akhirnya ia masuk surga. ditetapkan sebagai ahli neraka. Dan salah seorang di antara kamu sekalian beramal dengan amalnya ahli neraka. sesungguhnya salah seorang di antara kamu beramal dengan amalnya ahli surga. sebatas kedua lututnya.” (HR Bukhari dan Muslim).” (HR Muslim)..

untuk apa ia rusakkan. Di antara mereka ada yang terbenam sebatas kedua mata kakinya. Ia berkata : Rasulullah SAW Membaca ayat “YAUMAIDZIN TUHADDITSU AKHBAARAHAA” (Pada hari itu bumi menceritakan beritanya). sehingga jaraknya kira-kira hanya satu mil. ilmu. Demi Allah. sebelum ditanya tentang umurnya. padahal di antara dia dengan tuhannya tidak ada juru bahasa. untuk apa ia pergunakan. niscaya kalian akan sedikit sekali tertawa dan pasti akan banyak menangis.” (HR Bukhari dan Muslim) e.” Rasulullah SAW memberikan isyarat dengan tangan ke arah mulut beliau. ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya aku melihat apa yang tidak kamu lihat. Dan tentang badannya.” Dari Al-Miqdad ra. Bumi itu akan berkata : “Ia telah berbuat begini dan begitu pada hari ini dan hari itu : “Inilah yang diberitakan oleh bumi” (H. apa yang diberitakan oleh bumi?” Para sahabat menjawab : “Allah dan rasul-Nya yang lebih tahu. apakah ukuran jarak pada perjalanan ataukah mil yang biasa dipakai untuk mencelaki mata. Ia berkata : Rasulullah SAW Bersabda : “Kedua kaki seseorang tidak akan bergerak. darimana ia peroleh dan untuk apa ia belanjakan. berkata : “Demi Allah. Takut kepada Allah dorongan untuk membentengi diri dari siksaNya dengan berbuat amalan baik Dari ‘Adiy bin Halim ra.” Rasulullah SAW bersabda lagi : “Manusia tenggelam dalam keringat sesuai dengan amal perbuatannya. tiada yang terlihat kecuali api yang tepat di depannya. Langit itu berkeriat-keriut . kalian akan keluar ke tempattempat yang ramai untuk mohon pertolongan kepada Allah Ta’ala. Bahkan. dan kamu tidak akan bersuka ria dengan istrimu diperaduan. bumi akan menjadi saksi atas seluruh perbuatan kita Dari Abu Hurairah ra.” Sulaim bin ‘Amir yang meriwayatkan dari Al-miqdad.” (H. di situ tidak ada tempat untuk bisa menyisipkan empat jari-jari melainkan ada malaikat yang meletakkan dahinya untuk bersujud kepada Allah Ta’ala. niscaya kalian akan sedikit sekali tertawa dan pasti akan benyak menangis. yang mereka perbuat di atasnya. baik laki-laki maupun perempuan.” (HR. Tentang ilmunya. adalah bumi menjadi saksi terhadap semua perbuatan manusia.aku ketahui. dan ia melihat ke depan. tiada terlihat kecuali amal yang pernah diperbuatnya.. seandainya kalian mengetahui apa yang aku ketahui. ia berkata : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : “Pada hari kiamat matahari didekatkan kepada para makhluk.Tirmidzi) f.” Kemudian para sahabat Rasulullah SAW menutup wajah mereka sambil menangis terisak-isak. tiada terlihat kecuali amal yang pernah diperbuatnya. harta dan badan kita Dari Abu Barzah Nadlah bin `Ubaid Al –Aslamy ra. dan ada pula yang terbenam sampai pada mulutnya.” (HR Muslim) d. Jika Takut kepada Allah maka berhai-hatilah dengan umur. Takutlah kepada Allah.R Tirmidzi) . Kemudian beliau bertanya: “Tahukah kalian. ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : “Seorang di antara kalian akan berbicara langsung dengan Tuhannya.. saya tidak mengerti yang dimaksud oleh Rasulullah dengan mil itu.R.. sebatas pusarnya. kemudian ia melihat ke kanan. untuk apa ia habiskan. Tentang hartanya. ia melihat ke kiri. Maka takutlah kalian terhadap neraka walaupun hanya bersedekah dengan separuh biji kurma.” Beliau bersabda : “Sesungguhnya berita bumi. Bukhari dan Muslim) Dari Abu Zarr ra.

. Tatkala Rasulullah kembali kami pun ikut kembali. Di suatu lembah yang banyak pohon berduri. Dari `Aisyah ra. kemudian beliau bersabda : “Ucapkanlah “HASBUNALLAAHU WANI`MAL WAKIIL” (Allah yang mencukupi kami dan Ia sebaik-baik yang menjamin)” (H. maka berlindunglah kepadaNya Dari Abu Sa`id Al-Khudriy ra.. sedangkan di dekat beliau ada seorang Badui. pada saat itu urusannya sangat berat.R Tirmidzi). ia berkata : “Saya mendengar Rasulullah SAW Bersabda : “Manusia akan dikumpulkan nanti pada hari kiamat dalam keadaan tidak beralas kaki dan telanjang bulat. sehingga mereka tidak sempat memperhatikan hal-hal demikian itu.g. ia berkata : “Rasulullah SAW bersabda : “Hai fulan apabila kau hendak tidur maka bacalah “ALLAHUMMA ASLAMTU NAFSII ILAIKA WAWAJJAHTU WAJHII ILAIKA WAFAWWADTU AMRII ILAIKA WA ALJA’TU DHAHRII ILAIKA RAGHBATAN WARAHBATAN ILAIKA LAA MALJA’A WALAA MANJAA MINKA ILLAA ILAIKA AAMANTU BIKITAABIKAL LADZII ANZALTA WA NABIYYIKAL LADZII ARSALTA. Tidak ada tempat kembali dan tidak ada tempat berlindung kecuali hanya kepada- . Rasulullah SAW pun turun dan berpencar untuk berteduh di bawah pohon. Bukhari dan Muslim) j. Ia berkata : “Rasulullah SAW Bersabda : “Siapa saja yang takut.. Takut kepada Allah. ia harus berangkat lebih pagi. (HR. kapan ia diperintah untuk meniup sangkakalanya. Ingatlah bahwa dagangan Allah itu Surga.R Bukhari dan Muslim) i. kemudian beliau bersabda “Sesungguhnya orang ini telah menghunus pedangku sewaktu aku tertidur. setelah aku terbangun pedang itu sedang terhunus di tangannya. dan siapa saja yang berangkat lebih pagi. Saya hadapkan wajahku kehadirat-Mu. kami merasa payah dan mengantuk. Tiba-tiba Rasulullah SAW memanggil kami. waktu itu laki-laki dan perempuan berkumpul. ia berkata : “Saya berperang bersama Nabi SAW menuju ke arah Najd.” (H. sedangkan kami semua tertidur.” Lalu orang ini berkata : “Siapakah yang dapat mencegah kamu dari seranganku ?” Aku menjawab : “Allah” (tiga kali). saya menyerahkan diri kepada-Mu.R Tirmidzi) h. mereka dapat saling memandang kepada yang lain?” Beliau menjawab : “Wahai `Aisyah. ia pasti akan lebih cepat sampai pada tempat tujuan. Takut kepada Allah berkonsekuensi untuk bersegera berbuat kebaikan Dari Abu Hurairah ra. kemudian beliau menggantungkan pedangnya. Menjadikan Allah sebagai tempat berlindung Dari Jabir ra. Kemudian orang itu tidak melakukan apa-apa dan langsung duduk.” Berita ini terasa berat sekali oleh para sahabat.” Saya bertanya : “Wahai Rasulullah. kepada-Mu karena mengharap dan takut kepada-Mu. Ia berkata : Rasulullah SAW Bersabda : “Bagaimana aku bisa bersenang-senang padahal malaikat peniup sangkakala telah memasukkannya ke dalam mulut dan ia hanya menunggu ijin.” (H. saya menyerahkan segala urusanku kepada-Mu dan saya menyandarkan punggungku. Kita bersandar sepenuhnya kepada Allah dengan sepenuh harapan kepadaNya Dari Umarah Al-Barra’ bin ‘Azib ra. Ingatlah bahwa dagangan Allah itu mahal.” (Ya Allah.

Tidak berbuat aniaya pada orang lain. saya melihat kaki-kaki orang musyrik berada di atas kepala kami.” (HR. Bukhari dan Muslim) l.Bukhari dan Muslim) m.” (HR. maka kamu baru berkata : “Untuk fulan sekian dan untuk fulan sekian. Takut kepada Allah Berbuah Mendapatkan naungan di akhirat kelak.” (HR. bahkan itu merupakan kesempatan untuk bersedekah Dari Abu Hurairah ra. Bukhari dan Muslim) k. (4) Dua orang yang saling mencintai karena Allah. (5) Seorang laki- . ia berkata : Ada seseorang yang datang kepada Nabi SAW bertanya : “Wahai Rasulullah.. dari Nabi SAW beliu bersabda : “Ada tujuh kelompok yang akan mendapat naungan Allah pada hari yang tiada naungan kecuali naungan-Nya. apakah yang kamu cemaskan terhadap dua orang sedangkan Allah ketiganya ?” (HR. padahal harta itu sudah menjadi hak si fulan (ahli warisnya). dan jika kamu masih hidup sampai pagi harinya maka kamu akan memperoleh kebaikan.Muslim) n. (3) Seorang yang hatinya selalu digantungkan (dipertautkan) dengan masjid. yaitu : (1) Pemimpin yang adil. “Takutlah kamu terhadap doa orang yang teraniaya karena tidak ada tirai yang menghalangi antara doanya dengan Allah. ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : “Takutlah kalian pada kezaliman karena kezaliman itu merupakan kegelapan pada hari kiamat.) Dengan membaca doa ini. sehingga apabila nyawa sudah sampai di tenggorokan. apabila kalian mati pada malam itu. seandainya salah seorang di antara mereka melihat ke bawah telapak kakinya dia pasti akan melihat kita.” (HR. ia ayah dan ibunya termasuk sahabat Nabi. ia berkata : “Tatkala kami berada di gua Tsur... dan takutlah kamu pada kekikiran sebab orang-orang sebelum kalian binasa karena kekikiran. (2) Pemuda yang senantiasa beribadah kepada Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Agung. Hurairah ra.Bukhari dan Muslim) o.Mu.” Beliau menjawab : “Wahai Abu Bakar. dan hal itulah yang menyebabkan mereka mengadakan pertumpahan darah dan menghalalkan yang haram. Tidak perlu ada rasa khawatir terhadap ancaman yang datang dari selainNya Dari Abu Bakar As Shiddiq Abdullah bin Utsman bin Amir bin ‘Amr bin Ka’ab bin Sa’ad bin Taim bin Murrah bin Ka’ab bin Luay bin Ghalib Al-Quraisy At-Taimiy ra. keduanya berkumpul dan berpisah karena Allah.. maka matinya dalam keadaan bersih dari dosa. Takut miskin adalah hal yang wajar dalam batas-batas tertentu. Menghindari kekikiran dan kezhaliman Dari Jabir ra. Dan janganlah kamu menunda-nunda. kemudian saya berkata : “Wahai Rasulullah. Saya percaya dengan sepenuh hati terhadap Kitab-Mu yang telah Engkau turunkan dan terhadap Nabi-Mu yang telah engkau utus. takut miskin dan masih berkeinginan kaya. suka harta. sedekah apakah yang paling besar pahalanya ?” Beliau menjawab : “Bersedekahlah selama kamu masih sehat.

Oleh karena itu.” (HR.laki ketika dirayu untuk berzina oleh wanita bangsawan yang berwajah cantik rupawan. “Ada dua buah mata yang tidak akan tersentuh api neraka. dan [7] seorang yang mengingat Allah di kala sendirian sehingga kedua matanya mengalirkan air mata (menangis). ia berkata : “HASBUNALLAH WANIKMAL WAKIL.” (HR.” Akan tetapi perkataan itu malah menambah keimanan mereka serta mereka mengucapkan “HASBUNALLAAHU WANIKMAL WAKIIL. secara sembunyi-sembunyi. [3] seorang lelaki yang hatinya bergantung di masjid. Takut kepada Allah Jalan menuju Kejayaan Islam “Demi Allah. [6] seorang yang bersedekah secara sembunyi-sumbunyi sampai-sampai tangan kirinya tidak tahu apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya.” (HR. Bukhari [629] dan Muslim [1031]). dan juga dibaca oleh Nabi Muhammad SAW ketika orang-orang kafir mengatakan : “Sesungguhnya orang-orang Quraisy telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kalian.” (6) Seseorang yang mengelurkan sedekah. sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diberikn oleh tangan kanannya. “Tidak akan masuk neraka seseorang yang menangis karena merasa takut kepada Allah sampai susu [yang telah diperah] bisa masuk kembali ke tempat keluarnya. kalimat ini pernah dibaca oleh Nabi Ibrahim as. Tirmidzi [1633]).” (HR. mereka berkumpul dan berpisah karena-Nya. “Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah pada hari ketika tidak ada naungan kecuali naungan-Nya. laliu ia berkata : “Sesungguhnya aku takut kepada Allah. Allah pasti akan mengembangkan agama Islam ini hingga merata di Shan’a sampai ke Hadramaut dan masing-masing dari mereka tidak takut melainkan hanya kepada Allah. Ancaman yang dilancarkan orang-orang kafir malah menambah keyakinan orang mukmin akan kekuatan Allah Swt Dari Ibnu Abbas ra.” (HR. mata yang menangis karena merasa takut kepada Allah. ‘Sesungguhnya aku takut kepada Allah’. Ketika beliau dilemparkan ke dalam api. (7) Dan seseorang yang mengingat Allah di tempat sunyi dan kedua matanya bercucuran air mata. [2] seorang pemuda yang tumbuh dalam [ketaatan] beribadah kepada Allah ta’ala. dan mata yang berjaga-jaga di malam hari karena menjaga pertahanan kaum muslimin dalam [jihad] di jalan Allah.” (HR. Mendapat naungan dari Allah di Hari Kiamat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda. [5] seorang lelaki yang diajak oleh seorang perempuan kerkedudukan dan cantik [untuk berzina] akan tetapi dia mengatakan. Bukhari) q. [1] seorang pemimpin yang adil. . Bukhari) r. [4] dua orang yang saling mencintai karena Allah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda. takutlah kalian kepada mereka. Tidak akan masuk neraka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. disahihkan Syaikh al-Albani dalam Sahih Sunan at-Tirmidzi [1338]). melebihi takutnya kambing terhadap serigala. Bukhari dan Muslim) p. Tirmidzi [1639]. s.

dan menjadikannya syarat iman. jika kalian benar-benar beriman. Dicintai Allah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.” Maka akupun mulai membacakan kepadanya surat an-Nisaa’. yaitu tetesan air mata karena perasaan takut kepada Allah. Adapun dua bekas itu adalah. “Sungguh.” Maka kukatakan kepada beliau. Yahya bin Mu’adz berkata. “Dan takutlah kalian kepadaKu. “Sesungguhnya aku senang mendengarnya dibaca oleh selain diriku. biarkanlah malam ini aku sendirian untuk beribadah kepada Rabbku. “Tidak ada yang lebih dicintai oleh Allah selain dua jenis tetesan air dan dua bekas [pada tubuh]. “Cukup. Al-A’raf : 156). Bukhari [4763] dan Muslim [800]).t. “Alloh ridla terhadap mereka dan mereka pun ridla kepadaNya. menangis karena takut kepada Allah itu jauh lebih aku sukai daripada berinfak uang seribu dinar!”. Sampai akhirnya ketika aku telah sampai ayat ini (yang artinya). bekas/luka pada tubuh yang terjadi akibat bertempur di jalan Allah dan bekas pada tubuh yang terjadi karena mengerjakan salah satu kewajiban yang diberikan oleh Allah. Demikian itu bagi siapa saja yang takut kepada RabbNya (QS. Teladan Takut kepada Allah Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu mengatakan.” (HR. “Lalu bagaimanakah ketika Kami datangkan saksi bagi setiap umat dan Kami jadikan engkau sebagai saksi atas mereka. suatu saat dia pernah bertanya kepada Aisyah radhiyallahu’anha. Maka beliau berkata. dan tetesan darah yang mengalir karena berjuang [berjihad] di jalan Allah. “Bacakanlah al-Qur’an kepadaku. sesungguhnya saya sangat senang dekat dengan anda.” (HR. Maka ‘Asiyah pun terdiam lalu mengatakan. beliau (nabi) berkata. apakah saya bacakan al-Qur’an kepada anda sementara al-Qur’an itu diturunkan kepada anda?”.’ Maka aku katakan. sampai di sini saja. Lebih disukai Abdullah bin Umar radhiyallahu’anhuma mengatakan. “Sesungguhnya mengalirnya air mataku sehingga membasahi kedua pipiku karena takut kepada Allah itu lebih aku sukai daripada aku berinfak emas yang besarnya seukuran tubuhku.” Lalu aku pun menoleh kepada beliau dan ternyata kedua mata beliau mengalirkan air mata.” (QS. suatu ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadaku. “Pada suatu malam. ‘Wahai Aisyah. “petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang takut kepada Rabb mereka (QS.! (QS. dan keridhoan bagi hamba yang khauf kepadaNya. Al-Bayyinah:8) Alloh memerintahkan khauf . Ka’ab bin al-Ahbar rahimahullah mengatakan. takut akan siksa dan harapan akan ampunan. rahmat. ilmu. ‘Demi Allah.” Alloh swt menyediakan petunjuk. Dari Ubaidullah bin Umair rahimahullah. Maka beliau menjawab. “Wahai Rasulullah. Ali Imran: 175). “Kabarkanlah kepada kami tentang sesuatu yang pernah engkau lihat yang paling membuatmu kagum pada diri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam?”. an-Nisaa’ : 40). Alloh berfirman.” v. ia pasti menindaklanjutinya dengan salah satu dari dua hal yang akan menghantarkannya ke surga. “Jika seorang mukmin melakukan suatu kemaksiatan. Tirmidzi [1669] disahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Sahih Sunan at-Tirmidzi [1363]) u. Namun saya juga merasa senang .

Maka Nabi pun menjawab.apa yang membuat anda senang. Aisyah melanjutkan. seandainya aku adalah sehelai rambut yang tumbuh di tubuh seorang mukmin. “Apa yang membuatmu menangis?”. Maka beliau menjawab. Maka beliau menjawab. Ali Imran : 190). tak ubahnya seperti sebatang kayu (tidak bergerak) karena takut kepada Alloh swt. Mu’adz radhiyallahu’anhu pun suatu ketika pernah menangis tersedu-sedu. Ketika dia melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menangis. . dan ditanyakan kepadanya.’ Aisyah berkata. ‘Apakah aku tidak ingin menjadi hamba yang pandai bersyukur?! Sesungguhnya tadi malam telah turun sebuah ayat kepadaku. ‘Wahai Rasulullah. aku menangis karena jauhnya perjalanan yang akan aku lalui sedangkan bekalku teramat sedikit.” Abu Musa al-Asya’ri radhiyallahu’anhu suatu ketika memberikan khutbah di Bashrah. maka aku pun menangis. “Aku khawatir besok Allah akan melemparkan diriku ke dalam neraka dan tidak memperdulikanku lagi. Maka beliau menjawab. dan aku tidak tahu akan ke manakah digiring diriku nanti?”. Sedangkan aku tidak tahu akan termasuk golongan manakah aku di antara kedua golongan itu?”. Bilal pun berkata. ‘Beliau terus menerus menangis sampaisampai basahlah bagian depan pakaian beliau!’. ‘Kemudian beliau terus menangis sampai-sampai tanah [tempat beliau shalat] pun menjadi ikut basah [karena tetesan air mata]!”. Abu Hurairah radhiyallahu’anhu menangis pada saat sakitnya [menjelang ajal]. Namun. ‘Ketika beliau duduk [dalam shalat] maka beliau masih terus menangis sampai-sampai jenggotnya pun basah oleh air mata!’. “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi…. “Apa yang membuatmu menangis?”. Disahihkan Syaikh al-Albani dalam Sahih at-Targhib [1468] dan ash-Shahihah [68]). dia menjawab. al-Hasan al-Bashri rahimahullah pun pernah menangis. “Karena Allah ‘azza wa jalla hanya mencabut dua jenis nyawa. ‘Kemudian beliau bangkit lalu bersuci dan kemudian mengerjakan shalat.’ Aisyah menceritakan. sungguh celaka orang yang tidak membacanya dan tidak merenungi kandungannya! Yaitu ayat (yang artinya). Aisyah mengatakan.” Adalah beliau bila berdiri sholat. dan di dalam khutbahnya dia bercerita tentang neraka. “Aku bukan menangis gara-gara dunia kalian [yang akan kutinggalkan] ini. Maka ditanyakan kepadanya.” Abu Bakr as-Shiddieq berkata. “Apa yang membuatmu menangis?!”.” (HR. “Aku teringat akan sebuah dosaku. anda menangis? Padahal Allah telah mengampuni dosa anda yang telah berlalu maupun yang akan datang?!’. Yang satu akan masuk surga dan satunya akan masuk ke dalam neraka. Lalu datanglah Bilal untuk mengumandangkan adzan shalat (Subuh). Maka beliau pun menangis sampai-sampai air matanya membasahi mimbar! Dan pada hari itu orang-orang (yang mendengarkan) pun menangis dengan tangisan yang amat dalam. “Duhai.dst sampai selesai” (QS. sementara bisa jadi nanti sore aku harus mendaki jalan ke surga atau neraka. Suatu malam al-Hasan al-Bashri rahimahullah terbangun dari tidurnya lalu menangis sampaisampai tangisannya membuat segenap penghuni rumah kaget dan terbangun. Kemudian ditanyakan kepadanya. Ibnu Hiban [2/386] dan selainnya. Maka mereka pun bertanya mengenai keadaan dirinya.

Kemudian Nabi Saw meletakkan tangan beliau di atas hatinya. Kemudian beliau memberikan kabar gembira kepadanya dengan surga. Ketika sampai pada ayat:”Sungguh. pastilah ia akan berteriak sekeras-kerasnya sampai hilang suaranya. seakan-akan neraka itu hanya diciptakan untuknya.” Mendengar itu Umar berkata. (QS. semoga Allah meridhai keduanya. Mereka menghabiskan malam dengan bersujud dab berdiri membaca ayat-ayat Alloh swt. membacakan ayat ini kepada para sahabat. seakan-akan ia datang dari menguburkan teman karibnya. Para sahabat berkata. dengan bermuran durja dan membolak-balikkan telapak tangannya. Pada suatu hari Rasulullah saw. Demi Alloh. Beliau membaca surat alMuddatstsir. Di pagi hari mereka nampak kusut. ‘Ali bin Abu Thalib berkata. (Qs. Mata mereka bercucuran air mata sampai-samaoai pakaian mereka basah karenanya. adzab Rabbmu pasti benar-benar terjadi. Hari itulah hari yang teramat susah. ketika Allah menurunkan ayat ini kepada Nabi-Nya: Wahai orang-orang yang beriman jagalah diri dan keluarga kalian dari Neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan bebatuan. tiba-tiba ada seorang pemuda yang terjungkal pingsan. Di antara dua mata mereka seperti ada lutut kambing. “jika ia datang. bergemuruh seperti pepohonan tertiup angin yang kencang. pucat dan berdebu. Seseorang menggambarkan keadaan Hasan al-Bashriy.Umar bin Khatthab pernah membaca surat at-Thuur. Musa bin Mas’ud berkisah. Yang demikian itu karena kami melihat beapa takut dan khawatirnya ia. Ketika sampai pada ayat :” apabila sangkakala telah ditiup. Jika berbicara tentang neraka. “Wahai anak muda ucapkanlah: ‘Tidak ada Tuhan selain Allah’”. Bila pagi tiba mereka pun berdzikir kepada alloh swt. Demi alloh hari-hari ini sepertinya aku menghabiskan malam bersama kaum ini dalam keadaanlalai. “ Alloh telah meramaikan berbagai kota dan membukakan berbagai negri dengan tanganmu. dan akan sholat sampai patah tulang punggungnya. Gerakan mereka hanyalah antara kening dan kaki. Pada hari ini aku tidak melihat sesuatu pun yang nenyerupai mereka. Al-Muddatstsir : 8-9) Beliau terisak-isak dan lalu meninggal dunia. dan ternyata masih berdetak jantungnya. Kla kami bermajlis dengan Sufyan ats-Tsauriy. Dari Ibnu Abas. Jika ia duduk. Adalah pada wajah beliau ada dua gais hitam lantaran banyak menangis. seakan-akan ia adalah seorang tawanan yang akan dipenggal lehernya.adz-Dzahabiy I/109). dan orang-orang pun menjenguk beliau. Zurarah bin Abu Aufa pernah mengimami orang-orang sholat shubuh. seusai melaksanakan sholat shubuh. “Sungguh aku pernah melihat para sahabat Nabi. Kepadanya Abdullah bin ‘Abbas pernah berkata. apakah kalian tidak mendengar firman Allah: Yang demikian itu (adalah untuk) orang-orang yang takut (akan . jika salah seorang di antara kalian benar-benar mengerti. Abdullah bin Amr bin ‘Ash bertutur. “Wahai Rasulullah!. apakah pemuda itu termasuk golongan kita?” Rasulullah bersabda. (QS Ath-Thuur : 7) Beliau menangis dan semakin menghebat tangis beliau sampai beliau sakit. maka pemuda itu pun mengucapkannya. seakan-akan neraka ada di sekitar kami. “Menangislah! Jika tidak bisa maka usahakan untuk menangis. “Aku ingin kalau bisa meninggalkan dunia ini tanpa pahala dan tanpa dosa.” Lantas beliau berdiri dan sejak itu beliau tidak pernah kelihatan tertawa sampai dibunuh oleh Ibnu Muljam. Kemudian Nabi Saw bersabda. ia berkata.” Suatu pagi. at-Tahrim [66]: 6). (lihat al-‘ibar.

yang menjadi sebab kita tidak berbuat durhaka padaNya. ia menshahihkannya dan disepakati oleh Adz-Dzahabi]. Ini merupakan sebab utama dari munculnya rasa takut kepada Allah yang menimbulkan ketundukkan padaNya dan menghinakan diri di hadapanNya.. [HR. INTISARI TAKUT KEPADA ALLAH Takut adalah kesadaran bahwa diri kita lemah di hadapan Allah. takut akan azabNya. Manusia betapapun mulia dan tingginya ketika dibandingkan dengan makhluk Allah yang lainnya. Munculnya kesadaran ini adalah buah dari makrifatullah dan mengenal diri yang diciptakanNya. buktinya ialah ia diciptakan. Dahulu manusia diciptakan dari tanah. Diberitakannya keadaan neraka dan siksaan-siksaan yang terdapat di dalamnya adalah agar manusia bersungguh-sungguh dalam hidup ini. Hakim. sungguh manusia itu hina dan lemah bahkan merugi. niscaya tidak ada seorang pun yang putus asa dari rahmat-Nya. Takut adalah kesadaran bahwa diri kita lemah di hadapan Allah. kesadaran bahwa Allah adalah tempat kembali kita. niscaya tidak ada seorang pun yang tidak mengharapkan surga-Nya. tidak bermain-main dan bersenda gurau. Mereka tidak memiliki suatu kekuatan pun untuk menghindar dari pertanyaan yang akan diajukan oleh Allah di sana. kesadaran bahwa diri kita lemah di hadapan Allah. sesungguhnya Rasulullah Saw bersabda:Jika seorang mukmin mengetahui siksaan yang ada di sisi Allah. Inilah empat konsep yang merupakan intisari takut kepada Allah Swt. disebabkan diberinya akal.a. hidayah dan alam semesta ini. sedangkan Dia Maha Kuat dan Kuasa atas diri kita. dan senantiasa ingat akan adanya pengawasan dari Allah. tidak ada seorang pun manusia yang tidak mendatangi negeri akhirat yang di sana itu mereka dimintai pertanggung jawabannya atas seluruh perbuatannya. Jika kita perhatikan dari ayat-ayat al-Quran dan Hadits maka dapatlah kita simpulkan bahwa esensi takut kepada Allah ialah dalam kaitannya dengan dahsyatnya azab api neraka yang Allah sediakan bagi manusia yang berbuat zhalim dan aniaya. Dari Abu Hurairah r. Kenyataannya memang kebanyakan manusia itu amat lalai dengan dirinya sendiri dan melupakan akan masa depannya di akhirat kelak. “Bukankah Kami menciptakan kamu dari air yang hina” (77:20) Keberadaan manusia di muka bumi tidak bisa melepaskan nasib akhirnya yaitu akhirat.menghadap) ke hadirat-Ku dan yang takut kepada ancaman-Ku. Muslim]. Jika orang kafir mengetahui rahmat yang ada di sisi Allah. namun di hadapan Rabbnya. . Pertama. kemudian keturunannya dari air yang hina. Realisasi dari ketundukkan kepada Allah adalah beribadah kepadaNya dengan sepenuh kecintaan dan pengagungan dengan mengikuti syariat yang telah ditetapkanNya. sekalipun mereka telah menyatakan keyakinannya akan adanya negeri akhirat itu. memohon perlindungan dari azabNya dan memohon petunjukNya agar kita berada dalam rahmatNya. Manusia lemah dihadapan Allah. Empat konsep ini dikandung dalam definisi di atas. [HR. 5. tidak seperti di dunia.

telanjang. gedung runtuh. tidak berharta. namun mereka sama sekali tidak berdaya di hadapan azab Allah Swt. Dan keadaan mereka itu lebih kuat daripada manusia zaman sekarang ini. manusia akan mengenal Keagungan. Ini merupakan suatu kelemahan terbesar dari manusia. Hanya saja mereka yang sadar akan kelemahan dirinya dan juga mengenal Tuhannya dengan baik. lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang yang sebelum mereka. tanah longsor. Seandainya manusia tidak merasa takut kepada Allah . harta mencukupi. kebakaran. Penyakit. tidak berilmu. peperangan. yang akan memiliki rasa takut kepada Allah. sebagian bahkan ada yang cacat secara fisik dan mental.” (58:20) Lihatlah pula bagaimana nasib manusia di muka bumi. Sebab dengan makrifatullah. kecelakaan di laut. makanan ada. Dan janganlah kamu merugikan manusia pada hak-haknya dan janganlah kamu merajalela di muka bumi dengan membuat kerusakan. dan hubungan dengan sesama harmonis. ketidakadilan sosial. karena mereka merasa kuat dan perkasa dengan senjata. Semua ini mengakibatkan penderitaan bagi manusia. Tidak ada seorang pun yang berilmu. Kekuasaan. Tetapi perhatikanlah nasib manusia di muka bumi ini. maka bagaimanakah dengan nasib bangsa-bangsa terdahulu yang dihancurkan Allah Swt. Katakanlah: “Lari itu sekali-kali tidaklah berguna bagimu.” (33:16) Kesenangan dunia itu terasa saat badan sehat. kondisi aman. dan jika (kamu terhindar dari kematian) kamu tidak juga akan mengecap kesenangan kecuali sebentar saja. kemudian melewati masa muda dengan penuh perjuangan agar memiliki ilmu dan harta serta dihormati sesamanya dan akhirnya tua dengan kepikunan dan penutupnya adalah kematian yang tak seorang pun berdaya untuk menghindar darinya. perampokan. bencana. darat dan udara. tentara. “Sesungguhnya orang-orang yang menentang Allah dan RasulNya. bukankah mereka juga kaum yang kuat. Setelah kematian tiba. “Dan Allah-lah yang Maha Kaya sedangkan kamulah orang-orang yang berkehendak (kepadaNya)” (47:8) Dan apakah mereka tidak berjalan di muka bumi. jika kamu melarikan diri dari kematian atau pembunuhan. (26:183) Manusia banyak sekali memiliki kelemahan dan kehinaan di hadapan Allah Swt. pembunuhan. Kehinaan sejati di dunia maupun di akhirat. kecerdasan. ilmu dan teknologinya. berharta dan terhormat tanpa suatu usaha dan ikhtiar. mereka mula-mula lahir dalam keadaan lemah. banjir.manusia masih bisa berkelit dari tanggung jawab atas perbuatannya dengan kekuatan politik dan logikanya. ada pada orang-orang yang tidak beriman. Bukankah ini merupakan perkara yang melengkapi kelemahan dan ketidakberdayaan manusia terhadap tabiat dirinya sendiri dan alam tempat tinggalnya. Kekuatan Allah Swt yang membuatnya tertunduk dan tersungkur menyaksikan KebesaranNya melalui ayat-ayatNya. saling cela dan hina. sedangkan orang-orang itu adalah lebih besar kekuatannya dari mereka? . mereka termasuk orangorang yang sangat hina. maka jasad yang semula indah pun menjadi benar-benar busuk dan hancur menjadi tanah.

(35:44) Dan apakah tidak menjadi petunjuk bagi mereka. dan sungguh telah nyata bagi kamu (kehancuran mereka) dari (puing-puing) tempat tinggal mereka. (17:57) “(Orang yang bertakwa itu yaitu) orang-orang yang takut akan (azab) Tuhan mereka. berapa banyak umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan sedangkan mereka sendiri berjalan di tempat-tempat kediaman mereka itu. Kemudian kepada . sedang mereka tidak melihat-Nya.” (21:49) “…supaya Allah mengetahui orang yang takut kepada-Nya. dan tiadalah mereka orang-orang yang luput (dari kehancuran itu). Oleh karena itu salah satu bahan dasar ketakwaan kepada Allah adalah pengetahuan dan keimanan kepada azab Allah yang melahirkan sikap takut kepada Allah dan berhati-hati dari perbuatan yang dapat menjerumuskan manusia ke dalam azab-Nya itu. baik berupa al-Quran. juga sebab utama kita tidak mendurhakaiNya. Munculnya rasa takut kepada azab Allah adalah dari kesadaran atas peringatan dan pengajaran yang Allah berikan melalui ayat-ayatNya.” (11:103) “Sesungguhnya yang dapat kamu beri peringatan hanya orang-orang yang takut kepada azab Tuhannya (sekalipun) mereka tidak melihatNya” (35:18) “…dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Maka orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat. alam semesta dan diri kita sendiri. maka baginya azab yang pedih. Fir’aun dan Haman. jika aku mendurhakai Tuhanku. sedangkan mereka sendiri adalah orangorang yang sombong. “sesungguhnya azab Tuhanmu adalah suatu yang (harus) ditakuti. Dan syaitan menjadikan mereka memandang baik perbuatan-perbuatan mereka. Begitu pula apabila disebut dengan dahsyatnya azab Allah baik berupa siksaan yang ditimpakan kepada orang-orang kafir di dunia ataupun azab berupa neraka di akhirat yang diberitakanNya dalam al-Quran. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah). Maka apakah mereka tidak mendengarkan? (32:26) Dan (juga) kaum ‘Aad dan Tsamud. Akan tetapi mereka berlaku sombong di (muka) bumi. Realisasi dari takut kepada Azab Allah adalah bertaubat dari dosa dan meninggalkan maksiat seraya meneguhkan ketaatan dan ketundukkan kepada Allah. takut akan azabNya. (16:22) Kedua.Dan tiada sesuatupun yang dapat melemahkan Allah baik di langit maupun di bumi.(5:94) “Katakanlah: “Sesungguhnya aku takut akan azab hari yang besar (hari kiamat). hati mereka mengingkari (keesaaan Allah).” (6:15) “Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang takut kepada azab akhirat. (29:38-39) Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa. sedangkan mereka adalah orang-orang berpandangan tajam. lalu ia menghalangi mereka dari jalan (Allah). biarpun ia tidak dapat melihat-Nya. Barang siapa yang melanggar batas sesudah itu. Ini merupakan sebab utama kita berlindung kepadaNya dari hal-hal yang menjerumuskan diri kita kepada murkaNya. dan (juga) Karun. Karena setiap kedurhakaan adalah sebab datangnya azab. Orang-orang yang telah mengenal dahsyatnya azab Allah akan bergetarlah hatinya bila disebut nama Allah. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka Musa dengan (membawa bukti-bukti) keteranganketerangan yang nyata. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa. dan mereka merasa takut akan (tibanya) hari kiamat.

dan (dari) mendirikan sembahyang. (2:45-46). Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat. kecuali bagi orang-orang yang khusyu’.” (76:7) “laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingati Allah. Sehingga perkara ini menimbulkan sikap sabar dan istiqomah. Bahkan kesadaran ini merupakan inti dari orientasi hidup orang-orang yang beriman dan ahli ibadah. (2:235) “Dan adalah Allah Maha Mengawasi segala sesuatu” (33:52). Kesadaran ini juga menumbuhkan cinta dan harap. bahwa mereka akan menemui Tuhannya. yaitu orang-orang yang meyakini. dan akan diberitakan-Nya kepadamu apa yang kamu perselisihkan (6:164) Ketiga. Sehingga mengiringi ketundukkan kepada Allah dengan semangat untuk mencapai RahmatNya. tentu kita tidak akan pernah berani melakukan hal- .” (76:9) “Mereka menunaikan nazar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana. dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya. “Dan ketahuilah bahwasanya Allah mengetahui apa yang ada dalam hatimu. karena kesadaran ini berkedudukan sebagai peringatan dan pengajaran paling besar. Ini merupakan kekuatan yang mencegah kita untuk melakukan hal yang dilarangNya setiap datang godaan dan bisian syaithanb. Bahwa setelah kematian tiba. dan padang mahsyar digelar. Bila rasa takut kepada Allah telah tumbuh di hati dan kemudian diikuti oleh perasaan diawasiNya. Kesadaran bahwa Allah adalah tempat kembali merupakan kekuatan untuk melakukan hal-hal yang berat dalam hidup manusia. Seseorang yang pandangan hidupnya telah dibentuk oleh worldview Islam meyakini bahwa suatu saat ia akan bertemu dan kembali kepada Tuhannya. kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih. maka seluruh perbuatannya akan dimintai pertanggungjawabannya nanti di hadapan Allah. (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka” (23:60) “Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang. Sebagai mana dalam firman Allah Swt: “Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Realisasi dari kesadaran ini adalah sikap berupaya untuk terus mencari tambahan hidayah dan iman dan sikap mengikuti setiap petunjuk Allah dan RasulNya.” (24:37) “Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah.” (24:37 Keempat. Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang. kesadaran bahwa Allah adalah tempat kembali kita.Tuhanmulah kamu kembali. maka takutlah kepada-Nya. Merasakan akan Pengawasan Allah di Setiap Waktu. “Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan. Oleh karena itu timbullah rasa khawatir yang mendalam jikalau ia mendapatkan dirinya tidak membawa bekal ke negeri akhirat itu. Ini adalah penumbuh utama takut akan azabNya. dengan hati yang takut. dan (dari) membayarkan zakat. dan ketahuilah bahwa Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun.

Adapun orang-orang yang takut kepada Allah adalah orang yang senantiasa mengingat Allah. bukan hanya dalam hubungannya dengan rasa takut. Bahkan kita pun tidak akan pernah melakukan kelalaian dalam melaksanakan apa yang telah diwajibkanNya atas diri kita. Orang yang takut kepada Allah. padahal mereka tidak melihatNya adalah bahwa merekalah yang akan dapat menerima peringatan dari sisi Allah Swt. lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah?” (3:135) Orang tidaklah akan merasakan suatu pengawasan dari Allah. mereka kemudian melupakanNya. Menyebut nama Allah dan mengingatiNya jangan hanya ketika kita ditimpa suatu musibah seperti kebanyakan manusia. Oleh Karena itu kunci utama untuk merasakan pengawasan dari sisi Allah adalah dengan cara memperbanyak mengingatiNya dan menyebut namaNya.” (36:11) “supaya Allah mengetahui orang yang takut kepada-Nya.” (35:18) “Sesungguhnya kamu hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikuti peringatan dan yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah walaupun dia tidak melihatnya. jika ia seorang yang melupakan Allah. “Sesungguhnya yang dapat kamu beri peringatan hanya orang-orang yang takut kepada azab Tuhannya (sekalipun) mereka tidak melihatNya. “Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari syaitan. Allah adalah Zat yang kita tidak bisa melihatNya. Namun bukan berarti ia bisa melepaskan diri dari dosa. namun ketika hilang musibah itu. tetapi takut bila dunianya berkurang. biarpun ia tidak dapat melihat-Nya. maka efeknya banyak sekali. lewat pengajaran dan peringatan yang disampaikan oleh Rasul. Namun kita yakin Dia Melihat kita. Mereka itulah contoh orang-orang yang tidak takut kepada Allah. Seorang mukmin yang merasakan suatu muaqobah atau pengawasan Allah akan mencegah dirinya dari melakukan suatu dosa. Tetapi sekalipun demikian karena ia memiliki rasa takut kepada Allah. padahal ia tidak bisa melihatNya memiliki banyak keutamaan. Maka berilah mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia. sebagaimana diungkapkan dalam al-Quran. mereka ingat akan Allah. Karena itu orang-orang beriman akan senantiasa pula melakukan . Dia bahkan mengetahui apa yang kita sembunyikan di hati apalagi yang kita lahirkan. agar dirinya tercegah dari melakukan suatu perbuatan yang dilarangNya sekaligus merasakan suatu pengawasanNya bahwa Dia selalu memberikan bimbingan kepadanya untuk melakukan ketaatan dan menyelesaikan persoalan yang tengah di hadapinya. mereka ingat kepada Allah.(7:201) Orang-orang yang beriman saat merasakan suatu pengawasan dari sisi Allah.” (5:94) Keutamaan yang dimiliki orang-orang yang takut kepada Allah. tetapi juga dengan ikhlas dan cinta serta harap kepadaNya. saat ia melakukan dosa. maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya.hal yang telah dilarangNya. “Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri. ia akan segera bertaubat kepadaNya.

Dalam setiap bagian atau cabang iman dan setiap bentuk ibadah kepada Allah berupa kewaijban-kewajiban syariat. Menjadikan Allah sebagai tempat berlindung. sebab ia adalah pilar keimanan dan pilar ibadah. Takut yang intisarinya harus menjadi kekayaan rohaniah orang-orang mukmin. Haklikat perasaan takut kepada Allah adalah sikap berlindung kepada Allah. Seperti apakah gambaran karakter perasaan takut kepada Allah yang akan timbul pada diri orang-orang mukmin itu? Mengikuti konsepsi intisari takut kepada Allah. sebab Allah yang akan membalas kebajikannya itu. di waktu pagi dan petang. senantiasa ingat bahwa Allah adalah tempat kita kembali dan merasakan akan pengawasan Allah di setiap waktu. Oleh karena itu orangorang mukmin tidak menjadikan apapun dan siapapun untuk dijadikan tempat dia berlindung melainkan Allah. Itulah empat intisari takut kepada Allah Swt yang apabila ada di dada kita. dan juga sadar bahwa Allah pula yang memiliki Rahmat bagi hambaNya. karena amalannya tidak akan sia-sia. Orang mukmin wajib memiliki rasa takut semacam itu. (18:58). dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai. Takut kepada Allah artinya kita menjadikan Allah sebagai tempat berlindung. HAKIKAT PERASAAN TAKUT KEPADA ALLAH Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut. kita akan merasakan suatu kemanfaatan yang besar dalam hidup ini. tentu Dia akan menyegerakan azab bagi mereka. Tetapi bagi mereka ada waktu yang tertentu (untuk mendapat azab) yang mereka sekali-kali tidak akan menemukan tempat berlindung dari padanya. Bahkan pada dasarnya rasa takut itu harus senantiasa menyertai setiap langkah dan waktu-waktu kita. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain. (7:205) Intisari takwa ada 4 yaitu tahu kita lemah di hadapan Allah. 6.berbagai kebajikan. dan dengan tidak mengeraskan suara. takut akan azabNya. melaksanakan dan mengakhirinya. . Orang yang takut kepada Allah adalah orang yang sadar akan besarnya azab Allah. yakni melalui RahmatNya. mesti di dalamnya terkandung rasa takut kepada Allah Swt ketika kita memulai. “Dan Tuhanmulah yang Maha Pengampun. takut akan azabNya. maka akan munculah hakikat-hakikat berikut ini : Pertama. sadar bahwa Allah tempat kembali dan ingat Allah senantiasa mengawasi. lagi mempunyai rahmat. Sehingga tempat berlindung manusia dari azab Allah adalah Allah sendiri. (4:1). Jika Dia mengazab mereka karena perbuatan mereka. dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Keempat hal itu akan menopang dan jadi bukti bahwa kita takut kepada Allah Swt. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.

sedangkan Allah adalah zat yang Maha Kuasa atas segenap makhlukNya termasuk diri kita. tidak hanya dari azabNya yang dahsyat. dan Dia diyakininya sebagai sebaik-baiknya tempat berlindung. mereka kekal di dalamnya. bisikan syaithan (lihat 23:97-98). kejahatan tukang sihir. dan untuk itu harus mengabdi kepadaNya. Kamu tidak memperoleh tempat berlindung pada hari itu dan tidak (pula) dapat mengingkari (dosa-dosamu). penjaga. Setia dalam menjalankan perintah-perintahNya. Dan dari sikapnya itu Allah mendatangkan ketentraman ke dalam hati orang-orang mukmin. maka tidaklah lagi ada dalam dadanya rasa kesedihan dan khawatir yang berlebihan. pengarah.(42:47). Ibadah. . bahkan Rasul pun tidak bisa menolong umatnya yang terkena azab itu. Apa arti menjadikan Allah sebagai pelindung? Pelindung artinya adalah penolong. yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan (kekafiran). ada persyaratan yang harus dipenuhinya. Manusia tidak akan menemukan pelindung selain Allah (lihat 18:27). Dan orang-orang yang kafir. (10:30) Kita menjadikan Allah sebagai tempat berlindung. Hal ini terjadi karena pada saat seseorang menjadikan Allah sebagai tempat berlindung dan meminta pertolongan. Yakni taat kepadaNya. “Musa menjawab: “Aku berlindung kepada Allah agar tidak menjadi salah seorang dari orang-orang yang jahil”. kejahatan malam. Begitu pula seorang hamba tidak ada yang dapat melindunginya saat azabNya. pembimbing. pelindung-pelindungnya ialah syaitan. melakukan ibadah kepadaNya dengan tulus ikhlas. (2:67). berkorban di jalanNya untuk meninggikan kalimatNya. dan pengawas. berarti kita berusaha menjadi hamba yang memenuhi kriteria untuk dilindungiNya. dan berjanji untuk tidak menyimpang dari jalanNya. maka kita berlindung kepada Allah. “. Mereka itu adalah penghuni neraka. (2:257) Di tempat itu (padang Mahsyar). yaitu ibadah.Ketika orang mukmin menjadikan Allah sebagai tempat berlindung. Kita berlindung kepada Allah dari kejahatan makhlukNya. pemimpin. ketaatan dan kesetiaan kepada Allah akhirnya akan membuahkan ketenangan batin dan hilangnya perasaan sedih dan khawatir yang tidak beralasan. “Patuhilah seruan Tuhanmu sebelum datang dari Allah suatu hari yang tidak dapat ditolak kedatangannya. pemberi petunjuk dan kemudahan. Seperti itulah kita harus menjadikan Allah. Menjadikan Allah sebagai pelindung. tiap-tiap diri merasakan pembalasan dari apa yang telah dikerjakannya dahulu dan mereka dikembalikan kepada Allah Pelindung mereka yang sebenarnya dan lenyaplah dari mereka apa yang mereka ada-adakan. jika ia mendurhakaiNya. karena di sana tak ada tempat untuk berlari dan meminta pertolongan. mengikuti apapun yang dititahkanNya. Di akhirat kelak manusia tidak memiliki pelindung dan tidak bisa pula mengingkari dosa-dosa yang pernah dilakukan. Oleh karena itu sebelum datang negeri akhrat yang di mana semua manusia akan dikumpulkan maka jadikanlah Allah sebagai tempat berlindung semenjak di dunia ini. Tidak ada yang dapat menolong manusia jika azab telah datang kepada mereka. Kita berlindung kepada Allah di akhirat kelak. Kita berlindung kepada Allah dari sikap sombong manusia yang tidak beriman kepada negeri akhirat (lihat:40:27). Allah Pelindung orang-orang yang beriman. Itulah beberapa kandungan yang merupakan konsekuensi jika menjadikan Allah sebagai tempat kita berlindung. Menyadari akan kelemahan ini dan Kekuasaan Allah. karena kita memang lemah dan hina. Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Jadi orang yang takut kepada Allah akan menjadikan Allah sebagai tempat perlindungannya.

Bagaimana gambaran orang-orang yang memiliki perasaan takut kepada Allah dalam hubungannya dengan kewajiban-kewajiban yang harus ditunaikannya kepada Tuhannya? Jawabnya jelas. Kehidupan kaum muslimin di dalam menjalankan dan mendakwahkan Islam. Ini merupakan hakikat yang menyatu dengan perasaan takut kepada Allah. tidak luput dari gangguan dan fitnah orang-orang kafir. ada persaratan yang harus dipenuhi yakni. menjauhi dosa dan laranganNya. ketenangan dan kebaikan di dunia ini dan juga di akhirat kelak melainkan dengan mencari RahmatNya melalui ketundukan kepada agamaNya dengan ikhlas. Dan juga cobaan yang datang dari Allah sebagai ujian keimanan. Tidak ada jalan lain bagi manusia untuk beroleh keberkahan hidup. Di sini orang mukmin memilki dua kesadaran sekaligus. lalu kita memenuhi konsekuensinya dengan mentaati Allah. Namun akhirnya Allah akan memberikan kepada umat Islam berupa hilangnya rasa sedih. menggapai RahmatNya. Pada bagian pertama telah disebutkan bahwa untuk memperoleh perlindungan dan pertolongan dari sisi Allah. tiada kekhawatiran terhadapmu pada hari ini dan tidak pula kamu bersedih hati. Allah Maha Mengetahui siapa saja di antara hamba-hambaNya yang taat dan mengetahui pula siapa yang durhaka padaNya. ia akan bersegera untuk menunaikanya. menghilangkan rasa kahwatir dan sedih dalam menghadapi beratnya medan jihad dan dakwah.JIka kita menjadikan Allah sebagai pelindung. Meninggalkan perkara yang mendatangkan kemurkaanNya. yang lalai dan yang mengabaikannya sama sekali. yakni kesadaran berupa keyakinan bahwa Allah murka terhadap hambaNya yang durhaka padaNya dan kesadaran berupa keyakinan bahwa Allah senantiasa mengawasi perbuatan hamba-hambaNya. tidak melalaikan apalagi mengabaikannya. Yakni yang bersegera. mengabdi kepadaNya.” (43:68). Inilah hakikat yang muncul dari rasa takut kepada Allah Swt. Allah akan menghilangkan rasa sedih pada diri orang-orang yang beriman karena keimanan dan amal sholehnya. Ketiga. Serta menjadikan orang-orang mukmin itu sebagai orang-orang yang mulia di muka bumi atau pun di akhirat kelak. Orang yang takut kepada Allah belum dikatakan demikian keadaannya sebelum ia bersikap meninggalkan perkara yang mendatangkan kemurkaanNya. pertolongan dan kemenangan yang besar. Sikap bersegera menunaikan kewajiban kepada Allah merupakan suatu upaya manusiawi untuk menggapai Rahmat Allah. Dan buah dari kesadaran ini ialah Ia meninggalkan perkara yang mendatangkan kemurkaanNya walaupun ketika sendirian.” (16:127). keselamatan. Orang Mukmin yakin bahwa Allah Maha Mengetahui atas seluruh perbuatan manusia baik yang mukmin ataupun yang kafir. maka Allah akan menurunkan ketentraman ke dalam jiwa kita. Orang yang takut kepada Allah menyadari akan besarnya dan dahsyatnya azab Allah dan mengetahui sebab-sebab manusia ditimpa azabNya itu. dan tidak ada jalan menuju Rahmat Allah melainkan . “Bersabarlah (hai Muhammad) dan tiadalah kesabaranmu itu melainkan dengan pertolongan Allah dan janganlah kamu bersedih hati terhadap (kekafiran) mereka dan janganlah kamu bersempit dada terhadap apa yang mereka tipu dayakan. Sifat manusia dalam mengabdi kepada Allah terbagi atas tiga kelas. Kedua. Rasa takut kepada Allah adalah kesadaran bahwa tidak ada jalan keselamatan dari azab Allah melainkan Rahmat Allah. “Hai hamba-hamba-Ku. berhenti dan bertaubat dari maksiat dan kelalaian serta memperbaiki akhlak serta ibadah kita kepadaNya. bersegera melakukan perkara apa saja yang mendekatkan dirinya kepada RahmatNya.

menjalankan agama dengan iklash. Kesadaran itu selanjutnya menjadi cambuk dan tarikan untuk menunaikan apa saja yang diperintahkan Allah dengan segera. Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar. (9:100) Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah syurga ‘Adn yang mengalir di bawahnya sungaisungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepadaNya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya. (98:8) Keempat, Ia berusaha keras menyediakan penunjang-penunjang. Baik lahir maupun batin dalam mencapai upaya-upaya di atas. Pada bagian pertama takut kepada Allah menitikberatkan pada persoalan akidah, yakni menjadikan Allah sebagai tempat berlindung. Bagian kedua, menitikberatkan tindakan meninggalkan, yakni meninggalkan perbuatan yang dapat mendatangkan kemurkaan Allah. Sedangkan bagian ketiga menitikberatkan tindakkan melakukan, yakni melakukan hal yang dapat mendatangkan RahmatNya yakni ketaatan. Perjalanan hidup manusia tidak diam di satu titik derajat atau martabat, hal ini berhubungan dengan tabiat dunia serta jiwa manusai itu sendiri. Tabiat yang demikian menyebabkan manusia mengalami naik turun dalam berbagai hal. Keimanan manusia pun demikian. Terkadang naik, di lain waktu turun. Adapun orang-orang yang takut kepada Allah, memiliki karakter yang berusaha mengatasi tabiat ini. Mereka akan senantiasa meningkatkan keimanannya. Ia tidak membiarkan iman itu diam dalam satu derajat yang stagnan, apalagi membiarkannya turun. Tentu tidak demikian sifat orang yang takut kepada Allah. Dia akan senantiasa mengusahakan agar keimanannya menguat. Dan untuk itu ia menyiapkan penunjang-penunjangnya. Apa penunjang dari semua hal yang baru saja kita sebutkan di atas? Sepanjang yang dapat dikemukakan penulis dalam kesempatan kali ini, ada tiga perkara penting: ilmu, iman dan amal. Secara lahir ilmu adalah proses belajar, membaca, menyimak. Sedangkah secara batin ilmu adalah pemahaman. Iman secara lahir adalah ibadah, sedangkan secara batin adalah keyakinan kepada Allah. Amal secara lahir adalah gerak jasad, sedangkan secara batin adalah ikhlas. Hal-hal itulah yang harus kita persiapkan untuk menunjang akidah, perbuatan taat dan perbuatan meninggalkan maksiat itu. Kelima, ia senantiasa bertaubat atas dosa-dosa dan kemaksiatannya. Orang yang takut kepada Allah adalah hamba Allah yang senantiasa sadar bahwa dirinya tidaklah mungkin bisa melepaskan diri dari dosa. Dosa akan senantiasa menyertai perjalanan hidupnya, sekalipun diri telah bertekad kuat untuk menghindarinya. Karena itu ia akan senantiasa bertaubat dan beristighfar kepada Allah Swt. Sesungguhnya perbuatan dosa adalah perkara yang biasa dalam pandangan Allah, sebab Dia adalah Zat pemilik pemberi taubat kepada hambahambaNya. Perbuatan dosa bagi orang-orang yang beriman dalam suatu perkara hanya boleh terjadi satu kali saja, karena untuk berikutnya ia telah menyadari dan bertaubat atasnya. Ada dua

jenis dosa yang dilakukan manusia. Pertama, dosa yang dilatarbelakangi oleh sombong, ini sulit mendapat ampunan Allah Swt, contoh dosa ini adalah dosa yang dilakukan syaithan dan orangorang kafir. Mereka berbuat dosa karena sombong, yakni menolak kebenaran dan merendahkan orang lain. Kedua, dosa yang dilakukan karena dorongan nafsu, ini merupakan dosa yang sebagaimana pernah dilakukan oleh Nabi Adam dahulu ketik masih di surga. Dosa ini akan diampuni Allah, ketika manusia bertaubat kepadaNya. Ada satu jenis dosa lagi yang sulit ditaubati oleh pelakunya karena ia merasa melakukan sesuatu yang benar, yaitu para pelaku bid’ah. Salah satu dari ketiga jenis dosa ini, yakni dosa karena nafsu, tidak mungkin dihindari orang-orang mukmin. Sadar akan masalah ini, maka seorang mukmin akan senantiasa memohon ampun kepada Allah dalam sehari-harinya. Nabi Muhammad Saw membaca istighfar dalam sehari lebih dari enam puluh kali. Keenam, ia berprasangka yang baik bahwa Allah akan memberinya Rahmat dan AmpunanNya. Orang yang takut kepada Allah adalah orang yang tetap taat kepada Allah dan meninggalkan perbuatan dosa serta bertaubat kepadaNya, tentu dalam perkara ini ada hal lain yang mengiringinya selain takut (khauf), itulah roja. Orang yang takut kepada Allah adalah juga orang yang memiliki harap atau roja kepada Allah Swt. Ketika seseorang melakukan suatu ketaatan kepada Allah, bukankah ia sadar bahwa ketaatan itu banyak kekurangannya namun ia berprasangka baik bahwa Allah akan menerima amalannya dan memberinya RahmatNya. Dan ketika ia bertaubat atas dosa dan meniggalkan dosa-dosa, bukankah ia berharap Allah akan memberinya ampunan. Seorang hamba, ketika berdoa kepada Allah, tidak hanya meminta agar dijauhkan dari neraka, tetapi juga meminta kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Doa ini berangkat dari prasangka yang baik kepada Allah, bahwa sementara kebanyakan manusia hidup putus asa, diazab dan dimasukkan ke neraka karena ia bermaksiat kepada Allah dan menolak untuk taat padaNya, ia berharap Allah mencurahkan RahmatNya kepadanya dan orang-orang yang beramal sholeh. Dengan adanya harapan kepada Allah dan juga takut serta cinta kepadaNya, seseorang akan terdorong melakukan ketaatan kepadaNya dan menjauhi laranganNya. 7. PENGARUH TAKUT KEPADA ALLAH Takut hanya akan memiliki arti apabila disertai dengan sifat hati-hati. Begitu pun takut kepada Allah akan memiliki arti apabila disertai sifat berhati-hati dari hal yang dapat mendatangkan murka Allah Swt. Karena itu takut kepada Allah adalah takut dalam kaitannya dengan azabNya, murkaNya dan NerakaNya. Namun yang paling utama takut kepada Allah adalah takut akan KekuasaanNya. Sehingga takut kepada Allah itu menyangkut pula takut akan hari kiamat, takut akan shu’ul khatimah, takut akan azab kubur, takut akan fitnah. Sekalipun demikian takut kepada Allah pengaruhnya dalam sikap adalah menjauhi murkaNya yang berkonsekuensi mendekati RahmatNya. Menjauhi murka Allah artinya menjauhi perkara-perkara yang dapat mendatangkan murka dan azab Allah Swt. Berkaitan dengan sikap menjauhi murka Allah, ada tiga hal yang saling berkaitan, yakni pengetahuan, keimanan dan perbuatan. Seorang mukmin hendaknya mengetahui perkara-perkara yang dapat menimbulkan murka Allah, yang dapat menyeret seorang hamba ke

nerakaNya dan menjauhkan dari keridhaanNya. Setelah mengetahui hal-hal demikian maka berikutnya adalah menyesuaikan jiwa dan perasaan kita yakni dengan sikap membenarkan pengetahuan tersebut dan mempersiapkan kesungguhan untuk meninggalkan dan membersihkan perkara tersebut. Dan selanjutnya seseorang mesti memiliki sikap yang jelas dalam menghadapi perkara-perkara tersebut baik yang timbul dari dalam dirinya maupun lingkungannya. a. Menjauhi Perkara yang dapat mendatangkan Murka Allah Swt Perkara-perkara yang dapat mendatangkan kemurkaan Allah secara global adalah perbuatan syirik, kafir dan membuat kerusakan di muka bumi. Adapun secara terinci adalah berikut ini. Menjual diri dengan kekafiran Alangkah buruknya (hasil perbuatan) mereka yang menjual dirinya sendiri dengan kekafiran kepada apa yang telah diturunkan Allah, karena dengki bahwa Allah menurunkan karunia-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya diantara hamba-hamba-Nya. Karena itu mereka mendapat murka sesudah (mendapat) kemurkaan. Dan untuk orang-orang kafir siksaan yang menghinakan. (2:90). Sesungguhnya orang-orang yang menukar iman dengan kekafiran, sekali-kali mereka tidak dapat memberi mudharat kepada Allah sedikitpun; dan bagi mereka azab yang pedih. (3:177) Apakah kamu menghendaki untuk meminta kepada Rasul kamu seperti Bani Israil meminta kepada Musa pada jaman dahulu? Dan barangsiapa yang menukar iman dengan kekafiran, maka sungguh orang itu telah sesat dari jalan yang lurus. (2:108). Mereka itulah orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk, maka tidaklah beruntung perniagaan mereka dan tidaklah mereka mendapat petunjuk. (2:16) Itulah orang-orang yang membeli kehidupan dunia dengan (kehidupan) akhirat, maka tidak akan diringankan siksa mereka dan mereka tidak akan ditolong. (2:86) Mereka itulah orang-orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk dan siksa dengan ampunan. Maka alangkah beraninya mereka menentang api neraka! (2:175) Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. (2:217) Dan adapun orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit, maka dengan surat itu bertambah kekafiran mereka, disamping kekafirannya (yang telah ada) dan mereka mati dalam keadaan kafir. (9:125) Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, dan bermaksud memperbedakan antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya, dengan mengatakan: “Kami beriman kepada yang sebahagian dan kami kafir terhadap sebahagian (yang lain)”, serta bermaksud (dengan perkataan itu) mengambil jalan (tengah) di antara yang demikian (iman atau kafir), (4:150) Dan Al Quran yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu sungguh-sungguh akan menambah kedurhakaan dan kekafiran bagi kebanyakan di antara mereka. Dan Kami telah timbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka sampai hari kiamat. (5:64) akan tetapi Allah mengutuk mereka, karena kekafiran mereka. Mereka tidak beriman kecuali

dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya. dan mereka kembali mendapat kemurkaan dari Allah dan mereka diliputi kerendahan. bukan karena orang itu (membunuh) orang lain. Katakanlah: “Bersenang-senanglah kamu. (4:170). (3:112) Hal itu (terjadi) karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para Nabi yang memang tidak dibenarkan. (5:32). Orang-orang kafir itu telah menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah supaya mereka menyesatkan (manusia) dari jalan-Nya. maka gembirakanlah mereka bahwa mereka akan menerima siksa yg pedih. mereka masuk kedalamnya. atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi. Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi yang memamg tak dibenarkan dan membunuh orang-orang yang menyuruh manusia berbuat adil. Yang demikian itu. membunuh nabi dan mendustakannya Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada. bahwa: barangsiapa yang membunuh seorang manusia. (2:61) Telah dila’nati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan Isa putera Maryam. Yang demikian itu karena mereka kafir kepada ayatayat Allah dan membunuh para nabi tanpa alasan yang benar. karena sesungguhnya tempat kembalimu ialah neraka. disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (5:78) Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi yang memamg tak dibenarkan dan membunuh orang-orang yang menyuruh manusia berbuat adil. Yang demikian itu disebabkan mereka durhaka dan melampaui batas. (maka kekafiran itu tidak merugikan Allah sedikitpun) karena sesungguhnya apa yang di langit dan di bumi itu adalah kepunyaan Allah. dan itulah seburuk-buruk tempat kediaman. Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang telah menukar nikmat Allah dengan kekafiran dan menjatuhkan kaumnya ke lembah kebinasaan? yaitu neraka jahannam. Demikian itu (terjadi) karena mereka selalu berbuat durhaka dan melampaui batas. kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya. maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya.iman yang sangat tipis. maka gembirakanlah mereka bahwa mereka akan menerima siksa yg pedih.” (14:28-30) Membunuh Seorang Mukmin Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya ialah Jahannam. (3:21) Dan tidak ada yang mendustakan hari pembalasan itu melainkan setiap orang yang melampaui batas lagi berdosa yang apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami. (3:21) Durhaka dan Melampaui batas. (10:4) Dan jika kamu kafir. (4:93). kecuali jika mereka berpegang kepada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia. ia berkata: “Itu adalah dongengan orang-orang yang dahulu” (83:12-13) Mendustakan Rasul . Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil. (4:46) Dan untuk orang-orang kafir disediakan minuman air yang panas dan azab yang pedih disebabkan kekafiran mereka.

(5:54) Memperdebatkan Ayat-ayat Allah (Yaitu) orang-orang yang memperdebatkan ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai kepada mereka. maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya. (16:106) Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya. mereka kekal di dalamnya. yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin. kecuali orang-orang yang kafir. (34:45) Sesungguhnya telah berlalu sebelum kamu sunnah-sunnah Allah. Maka alangkah hebatnya kemurkaan-Ku. Demikianlah Kami mengunci mati hati orang-orang yang melampaui batas. Karena itu berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul). Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat. Amat besar kemurkaan (bagi mereka) di sisi Allah dan di sisi orang-orang yang beriman. Dan orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan sedang orang. lalu dia mati dalam kekafiran. barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya. Demikianlah Allah mengunci mati hati orang yang sombong dan sewenang-wenang. maka kemurkaan Allah menimpanya dan baginya azab yang besar. lagi Maha Mengetahui. (40:58) Tidak ada yang memperdebatkan tentang ayat-ayat Allah. Kami utus beberapa rasul kepada kaum mereka (masing-masing).orang kafir Mekah itu belum sampai menerima sepersepuluh dari apa yang telah Kami berikan kepada orang-orang dahulu itu lalu mereka mendustakan rasul-rasul-Ku. (2:217) Hai orang-orang yang beriman. (10:74) Murtad dari Islam Barangsiapa yang kafir kepada Allah sesudah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah). (3:137) Kemudian sesudah Nuh.Dan sesungguhnya orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (rasul-rasul-Nya). maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat. akan tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran. (40:4) Demikianlah Allah menyesatkan orang-orang yang melampaui batas dan ragu-ragu. (40:35) Sesungguhhnya orang-orang yang memperdebatkan tentang ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai kepada mereka tidak ada dalam dada mereka melainkan hanyalah (keinginan akan) kebesaran yang mereka sekali-kali tiada akan mencapainya. (67:18). kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa). dan mereka itulah penghuni neraka. (Yaitu) orang-orang yang memperdebatkan ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai kepada mereka. diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendakiNya. yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir. tetapi mereka tidak hendak beriman karena mereka dahulu telah (biasa) mendustakannya. dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya). maka mintalah perlindungan kepada Allah. Maka alangkah hebatnya akibat kemurkaanKu. maka rasul-rasul itu datang kepada mereka dengan membawa keterangan-keterangan yang nyata. Itulah karunia Allah. . Karena itu janganlah pulang balik mereka dengan bebas dari suatu kota ke kota yang lain memperdayakan kamu. yang berjihad dijalan Allah.

Amat besar kemurkaan (bagi mereka) di sisi Allah dan di sisi orang-orang yang beriman. dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya. (4:60) Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah. Demikianlah Allah mengunci mati hati orang yang sombong dan sewenang-wenang. (10:100) Dan apabila kamu menyeru (mereka) untuk (mengerjakan) sembahyang. karena sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya. tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud (48:29) Apakah orang yang mengikuti keridhaan Allah sama dengan orang yang kembali membawa kemurkaan (yang besar) dari Allah dan tempatnya adalah Jahannam? Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali. (3:162) Tidak Mempergunakan Akal Dan tidak ada seorangpun akan beriman kecuali dengan izin Allah. (4:76) Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja). sesungguhnya telah jelas jalan yang benar . yaitu orang-orang yang dikutuki dan dimurkai Allah. (5:58) Dan bahwasanya: orang yang kurang akal daripada kami selalu mengatakan (perkataan) yang melampaui batas terhadap Allah (72:4) Mengikuti Thaghut Katakanlah: “Apakah akan aku beritakan kepadamu tentang orang-orang yang lebih buruk pembalasannya dari (orang-orang fasik) itu disisi Allah. dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut. maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. mereka menjadikannya buah ejekan dan permainan. tetapi berkasih sayang sesama mereka. di antara mereka (ada) yang dijadikan kera dan babi dan (orang yang) menyembah thaghut?. Yang demikian itu adalah karena mereka benar-benar kaum yang tidak mau mempergunakan akal. (16:36) Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam). padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu.” Mereka itu lebih buruk tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yang lurus. Kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya. (5:60) Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu ? Mereka hendak berhakim kepada thaghut. Maka berjalanlah kamu dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orangorang yang mendustakan (rasul-rasul). sebab itu perangilah kawan-kawan syaitan itu. dan jauhilah Thaghut itu”. sebab itu Allah menghapus (pahala) amal-amal mereka. (47:28) Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir. (40:34-35) Menjauhi KeridhaanNya Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka mengikuti apa yang menimbulkan kemurkaan Allah dan karena mereka membenci keridhaan-Nya.

maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. (42:16) Di antara manusia ada orang yang membantah tentang Allah tanpa ilmu pengetahuan dan mengikuti setiap syaitan yang jahat. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Dia berkata: “Apakah kamu hendak membantah tentang Allah. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut[162] dan beriman kepada Allah.” Katakanlah: “Apakah kamu mengabarkan kepada Allah apa yang tidak diketahui-Nya baik di langit dan tidak (pula) dibumi?” Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dan apa yang mereka mempersekutukan (itu). (22:3) Dan di antara manusia ada orang-orang yang membantah tentang Allah tanpa ilmu pengetahuan. sebab itu sampaikanlah berita itu kepada hamba. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Allah tidak menurunkan suatu keteranganpun tentang nama-nama itu.” Dan aku tidak takut kepada (malapetaka dari) sembahan-sembahan yang kamu persekutukan dengan Allah. apa yang Allah tidak menurunkan keterangan tentang itu. mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya. (39:17) Memyembah selain Allah dan Berbuat syirik Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah.” (12:40) Dan mereka menyembah selain daripada Allah apa yang tidak dapat mendatangkan kemudharatan kepada mereka dan tidak (pula) kemanfaatan. bagi mereka berita gembira. (31:20) Dan dia dibantah oleh kaumnya. dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal). Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat).hamba-Ku. dan mereka berkata: “Mereka itu adalah pemberi syafa’at kepada kami di sisi Allah. Pengetahuan Tuhanku meliputi segala sesuatu. Dan . tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. dan apa yang mereka sendiri tiada mempunyai pengetahuan terhadapnya. (2:256) Dan orang-orang yang menjauhi thaghut (yaitu) tidak menyembah. di sisi Tuhan mereka. Dan bagi orang-orang yang zalim sekali-kali tidak ada seorang penolongpun.nya dan kembali kepada Allah. Mereka mendapat kemurkaan (Allah) dan bagi mereka azab yang sangat keras. (2:165) Kamu tidak menyembah yang selain Allah kecuali hanya (menyembah) nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu membuat-buatnya. Keputusan itu hanyalah kepunyaan Allah. (10:18) Dan mereka menyembah selain Allah. padahal sesungguhnya Allah telah memberi petunjuk kepadaku. tanpa petunjuk dan tanpa kitab (wahyu) yang bercahaya (22:8) Dan di antara manusia ada yang membantah tentang (keesaan) Allah tanpa ilmu pengetahuan atau petunjuk dan tanpa Kitab yang memberi penerangan. Itulah agama yang lurus. (22:71) Membantah Allah Dan orang-orang yang membantah (agama) Allah sesudah agama itu diterima maka bantahan mereka itu sia-sia saja.daripada jalan yang sesat. Maka apakah kamu tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) ?” (6:80) (Mereka Kami utus) selaku rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar supaya tidak ada alasan bagi manusia membantah Allah sesudah diutusnya rasul-rasul itu. kecuali di kala Tuhanku menghendaki sesuatu (dari malapetaka) itu.

(8:15) Dan sesungguhnya mereka sebelum itu telah berjanji kepada Allah: “Mereka tidak akan berbalik ke belakang (mundur). Dan amat buruklah tempat kembalinya. seraya mereka diseret. Dan (neraka Jahannam) itulah sejahat-jahat tempat kembali. (8:16) Hai orang-orang yang beriman. . maka janganlah kamu membelakangi mereka (mundur). Sesungguhnya mereka telah putus asa terhadap negeri akhirat sebagaimana orang-orang kafir yang telah berada dalam kubur berputus asa. ke dalam air yang sangat panas. (4:165) Apakah kamu tidak melihat kepada orang-orang yang membantah ayat-ayat Allah? Bagaimanakah mereka dapat dipalingkan? ketika belenggu dan rantai dipasang di leher mereka. (60:13) Itulah beberapa hal yang dapat mendatangkan kemurkaan Allah yang harus kita jauhi. dan mereka akan kekal dalam siksaan. yaitu kemurkaan Allah kepada mereka. dan tempatnya ialah neraka Jahannam.” Dan adalah perjanjian dengan Allah akan diminta pertanggungan jawabnya. (33:15) Tolong-menolong dengan orang-orang yang kafir Kamu melihat kebanyakan dari mereka (musyrik). Bagaimana akibat ketika mereka tidak mengindahkan perintah-perintah Allah Swt. sedang mereka mengetahui.dan supaya Dia mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan yang mereka itu berprasangka buruk terhadap Allah. kecuali berbelok untuk (sisat) perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan yang lain.. kemudian mereka dibakar dalam api. Dan mereka bersumpah untuk menguatkan kebohongan. (40:69-73) Munafik dan Berprasangka buruk terhadap Allah “. Mengetahui akibat-akibat buruk di dunia dapat kita teliti pada masyarakat manusia pernah hidup pada zaman dahulu ataupun sekarang. Bagaimanakah manusia dapat menghindari perkara-perkara yang dimurkai Allah Swt? Menyadari bahwa pelanggaran terhadap apa yang diharamkan dan dimurkai Allah itu dapat mengakibatkan kecelakaan baik di dunia dan di akhirat. janganlah kamu jadikan penolongmu kaum yang dimurkai Allah. (48:6) Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang menjadikan suatu kaum yang dimurkai Allah sebagai teman? Orang-orang itu bukan dari golongan kamu dan bukan (pula) dari golongan mereka. (5:80) Hai orang-orang yang beriman. (58:14) Mundur dari Medan Tempur Barangsiapa yang membelakangi mereka (mundur) di waktu itu. maka sesungguhnya orang itu kembali dengan membawa kemurkaan dari Allah.adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. apabila kamu bertemu dengan orang-orang yang kafir yang sedang menyerangmu. Mereka akan mendapat giliran (kebinasaan) yang amat buruk dan Allah memurkai dan mengutuk mereka serta menyediakan bagi mereka neraka Jahannam. Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka.

pola pembinaan generasi. Di tengah masyarakat Islam. Takut kepada Allah dalam kaitannya dengan kebaikan ialah takut yang menariknya . bersegera melakukan kebaikan Takut hanya akan memiliki arti apabila disertai dengan sifat hati-hati. Dalam hal ini qonaah artinya adalah merasa cukup dengan rizki yang ada.Menyadari bahwa tujuan dari diharamkannya perkara-perkara tersebut merupakan wujud penyelamatan Allah bagi manusia. tawadlu artinya tunduk pada kebenaran secara konsisten sehingga ia berpihak dan mencintai orang-orang yang taat kepada Allah Swt. b. syubhat dan ajakan hawa nafsu. dan ia tidak memiliki rasa takut kepada Allah. orang yang banyak dosa dan gemar berbuat maksiat akan terhalang dirinya dari Allah. Sedangkan bersih hati timbul dari dijauhinya perbuatan dosa dan keharaman dan diikat hati itu dengan berbagai perbuatan yang baik. Apabila seseorang terhalang dari mendekat pada Allah Swt dan ia merasa takut untuk melakukan keutamaan yang dianjurkan Allah. sehingga dengannya ia mampu menunaikan ibadah bahkan tetap berinfak. Begitu pun takut kepada Allah akan memiliki arti apabila disertai sifat berhati-hati dari hal yang dapat mendatangkan murka Allah Swt. keluarga dan komponen kemasyarakatan senantiasa mengacu kepada terbentuknya masyarakat yang taat kepada hukum dan undang-undang Islam. ikhlash. Sehingga takut kepada Allah tidak akan muncul tanpa dibarengi dengan sifat-sifat kebaikan. Maka orang yang mengikuti hawa nafsunya dan melanggar aturan Allah berarti telah memilih jalan menuju neraka. maka seyogyanya perasaan takut semacam itu harus dibuang. Sifat hati-hati merupakan sebuah kesadaran yang amat mendukung sifat takut kepada Allah Swt. Menyadari bahwa barang. Perbuatan baik menggandeng sifat hati-hati dan takut. Takut kepada Allah itu sebangun dengan sifat taat dan bersih hati. waro. Sesungguhnya takut kepada Allah itu timbul dari taat dan taat timbul dari bersih hati. gangguan jiwa dan keruhnya hati dan wajah. Menghidupkan sistem bermasyarakat yang berbasis amar makruf nahyi munkar. dan qonaah merupakan salah satu sifat syukur atas limpahan rizki. sebab tidak dapat dipungkiri. khusyu’ dan sabar. Sebab perasaan itu malah membuat ia tidak memiliki takut yang disyariatkan. tawadlu dan qona’ah. istiqomah. Allah telah menjelaskan jalan menuju surga dan jalan menuju neraka. Lebih dari itu sifat hati-hati lahir berbarengan dengan sifat wara’. karena merasa dirinya selama ini kotor dan banyak berbuat dosa. Tidak ada masyarakat yang akan menerapkan sistem ini melainkan masyarakat Islam yang memilih dan berpihak kepada hukum Islam. Bahkan bisa merusak tatanan masyarakat dan menimbulkan kezhaliman serta kerusakan. Wara’ artinya hati-hati secara cerdas sehingga ia tegas dalam menjauhi keharaman. Selalu perbuatan haram itu bila dilakukan manusia menyebabkan manusia mengalami kelainan psikologis. dan ia bersabar diwaktu kekurangan. dan sifat sabar atas kekurangan. sebab itu jika seseorang takut kepada Allah maka takutnya itu akan mendorong timbulnya tawadlu. sifat dan perbuatan yang diharamkan Allah tersebut merupakan suatu ujian bagi manusia apakah manusia mau menghindarinya ataukan ia akan terus mengikuti hawa nafsunya. Manusia tinggal memilihnya. Takut kepada Allah bukanlah takut yang menghalangi seseorang untuk dekat dengan Allah Swt.

Takut kepada Allah adalah pengikat jiwa dengan kebaikan. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas. (13:22) Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang beriman. orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik). Sehingga takut kepada Allah dalam kaitannya dengan amalan baik yang telah dilakukan adalah menjadi kekuatan untuk senantiasa mengevaluasi kualitas amalanamalannya. Mereka itu bersegera untuk mendapat kebaikan-kebaikan. Rasa takut kepada Allah hakikatnya mendorong seseorang berlari ke arah rahmat Allah. dengan hati yang takut.untuk bersegera melakukan kebaikan. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri (42:23) Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula). (52:15-16) Balasan kebaikan adalah kebaikan Dan siapa yang mengerjakan kebaikan akan Kami tambahkan baginya kebaikan pada kebaikannya itu. Takut kepada Allah adalah takut yang mendorong jiwa senantiasa merasa khawatir akan amalan jika masih banyak kekurangan dan banyak diselimuti dosa. Takwa dan Takut bahwa mereka akan kembali kepada Allah menjadi pendorong untuk melakukan kebaikan. Bukan karena buruk sangka padaNya. (39:10). sambil menerima segala pemberian Rabb mereka. Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Tuhannya. Kunci kebaikan adalah mengikuti petunjuk Allah Swt Jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu. mendirikan shalat.” Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. maka tak ada yang dapat menolak kurniaNya. Katakanlah: “Hai manusia. maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan bumi Allah itu adalah luas. dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya (23:61) Takut kepada Allah akan menjadi sebab turunnya Karunia Allah Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam taman-taman (syurga) dan mata airmata air. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat kebaikan. (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka. sesungguhnya teIah datang kepadamu kebenaran (Al Quran) dari . bertakwalah kepada Tuhanmu. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendakiNya di antara hamba-hamba-Nya dan Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Sedangkan rahmat Allah hanya bisa dikejar dengan berbuat amal kebaikan yakni amal sholeh. (55:60). dan menafkahkan sebagian rezki yang Kami berikan kepada mereka. Namun tidak berhenti sampai di situ. tetapi karena berfikir bahwa amal kebaikannya selama ini masih banyak kekurangan dan cacatnya. Takut kepada Allah juga berarti takut kalau kebaikan yang selama ini dilakukannya tidak diterimaNya. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu. secara sembunyi atau terangterangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan. Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan.

tetapi taubat kepadaNya Takut kepada Allah adalah takut yang mendorong jiwa senantiasa merasa khawatir kalau dosadosa tidak diampuniNya. dilaknat Allah. ia bahkan merasa melihat dirinya banyak melakukan dosa-dosa dan merasa khawatir Allah belum mengampuninya. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik.Tuhanmu. ibadah. lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan dan diantara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. dan (memerdekakan) hamba sahaya. sebab itu barangsiapa yang mendapat petunjuk maka sesungguhnya (petunjuk itu) untuk kebaikan dirinya sendiri. Yang demikian itu adalah karunia yang amat besar. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya). dan pengecut. Manusia tidak mungkin lepas dari kesalahan dan dosa. dimurkai Allah. Maka sekalipun ia telah berusaha sekuat tenaga untuk menjauhi dosa. bersegera meninggalkan keburukan Takut itu pula yang meredam sifat sombong. sehingga perbuatan dosanya berkurang. dengki.107108) Inti kebaikan adalah keimanan. malaikat-malaikat. Dan apabila ia terlanjur melakukan perbuatan buruk itu oleh suatu sebab. Dan barangsiapa yang sesat. (35:32) Kebaikan dapat menyatukan hati manusia Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. mendirikan shalat. Sehingga orang yang takut kepada Allah akan senantiasa menjaga diri dari keburukan. dilarang Allah. orang-orang miskin. Ini disadari oleh orang-orang yang beriman. musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta. anak-anak yatim. maka sesungguhnya kesesatannya itu mencelakakan dirinya sendiri. akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah. (2:177) Kemampuan untuk berbuat kebaikan adalah karunia yang amat besar Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami. Takut kepada Allah adalah benteng jiwa dari keburukan. (41:34) c. maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia. maka tentu saja orang yang takut kepadaNya akan bersegera meninggalkan perbuatan buruk tersebut. Keburukan adalah sesuatu yang dibenci Allah. disebabkan belum sempurnanya taubat kepadaNya. Takut kepada Allah dalam kaitannya dengan perbuatan yang buruk ialah takut yang mendorongnya untuk meninggalkan keburukan. pengorbanan. nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya. hari kemudian. dendam. marah. dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa. dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji.” (1. maka bukan sebab yang dicarinya. Dan aku bukanlah seorang penjaga terhadap dirimu. kitab-kitab. Tetapi tidak berhenti sampai di sana saja. penderitaan dan dalam peperangan. dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan. kesabaran Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan. dan menunaikan zakat. . cinta dunia.

Al Bukhari dan Muslim).” (21:28) 1). dan mereka itu selalu berhati-hati karena takut kepada-Nya. meminum khamr dan berkata dusta…” Takut kepada Allah adalah takut kalau dirinya dimasukkan ke dalam nerakaNya dan dijauhkan dari SurgaNya. Begitulah. Karena itu orang yang takut kepada Allah akan sangat takut apabila dirinya digolongkan ke dalam golongan orang-orang dicalonkan masuk ke neraka. At Tirmidzi). Dan ternyata hawa nafsunya tidak bisa merasa senang dan puas dengan cara berdzikir dan beribadah kepada Allah maka dia pun memilih mencari kesenangan dengan hal-hal yang diharamkan yaitu berbuat keji. Karena nafsunya menuntutnya memperoleh sesuatu yang bisa menyenangkan diri serta menyingkirkan gundah gulana dan kesedihannya. Al Bukhari). dan mereka tiada memberi syafaat melainkan kepada orang yang diridhai Allah. Pada lisannya Seseorang yang takut kepada Allah mempunyai kekhawatiran atau ketakutan sekiranya lisannya mengucapkan perkataan yang mendatangkan murka Allah. artinya: “Barangsiapa yang dapat menjaga (menjamin) untukku mulut dan kemaluannya. ghibah (bergosip) dan perkataan yang berlebih-lebihan dan tidak bermanfaat. artinya: “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia berbicara yang baik. Bahkan selalu berusaha agar lisannya senantiasa basah dan sibuk dengan berdzikir kepada Allah. sesungguhnya seseorang itu akan memetik hasil ucapan lisannya. Kemudian dalam riwayat lain disebutkan. (HR. atau (kalau tidak bisa) maka agar ia diam”. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda: “Tanda sempurnanya Islam seseorang adalah meninggalkan sesuatu (perkataan) yang tidak berguna”. Syaikhul Islam berkata: “Apabila seorang insan tidak merasa takut kepada Allah maka dia akan memperturutkan hawa nafsunya. dengan bacaan Al Qur’an. maka hendaklah seorang mukmin itu takut dan benar-benar menjaga lisannya. aku akan memberi jaminan kepadanya syurga”.(HR. dan mudzakarah ilmu. Mereka yang masuk ke dalam surga adalah mereka yang amat beruntung. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda. Di akhirat kelak tempat tinggal manusia hanya ada dua yakni surga dan neraka. “Allah mengetahui segala sesuatu yang dihadapan mereka (malaikat) dan yang di belakang mereka. Dan siapa saja yang dimasukkan ke neraka maka itulah orang yang paling merugi. .(HR. Sehingga dia menjaganya dari perkataan dusta. Terlebih lagi apabila dia sedang menginginkan sesuatu yang gagal diraihnya.Takut kepada Allah adalah takut yang mendorong jiwa untuk meninggalkan ajakan nafsu dan syahwat.

dan memakannya hanya terbatas pada kebutuhannya saja. Bahkan dijelaskan dalam riwayat yang shahih bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyatakan. memakan dengan cara batil ini ada dua jalan yaitu.berbuat zhalim. Sudahkah kita takut kepada Allah dengan menjaga agar jangan sampai perut kita dimasuki harta yang diharamkan Allah ? 3). taruhan dan lainnya.2). itulah urgensi memperhatikan jalan mencari harta. Firman Allah Ta’ala: Artinya: “Dan janganlah sebagian kamu memakan harta sebagian lain diantara kamu dengan jalan yang batil”. Jadi. . dan dosa itu tidak bisa dihapus kecuali dengan cara yang baik”. Pada perutnya Orang mukmin yang baik tidak akan memasuk kan makanan ke dalam perutnya kecuali dari yang halal. mencuri. aniaya. Pada tangannya Orang mukmin yang takut kepada Allah akan menjaga tangannya agar jangan sampai dijulurkan kepada hal-hal yang diharamkan Allah seperti: (sengaja) menyentuh wanita yang bukan muhrim. menipu.(Al Baqarah: 188). dll. setiap jasad (daging) yang tumbuh dari harta haram maka neraka lebih pantas untuknya.(Yasin: 65). dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan”. Sebagaimana firman Allah Ta’ala: Artinya: “Pada hari ini Kami tutup mulut mereka. Dan tidak bermain dengan alat-alat permainan syetan seperti alat perjudian. menolong orang lain (dengan tangannya) karena dia takut di akhirat nanti tangannya akan berbicara di hadapan Allah tentang apa yang pernah dilakukan-nya. Sufyan Ats-Tsauri menjelaskan: “Barangsiapa menginfaq kan harta haram (di jalan Allah) adalah seperti seseorang mencuci pakaiannya dengan air kencing. Kedua dengan jalan permainan seperti berjudi. seperti bershadaqah. Pertama dengan cara zhalim seperti merampas. Harta yang diperoleh dengan cara haram selamanya tidak akan menjadi baik/suci sekalipun diinfaqkan di jalan Allah. sedangkan anggota badannya yang lain menjadi saksi atasnya. Orang mukmin selalu menggunakan tangannya untuk melakukan ketaatan. Ibnu Abbas menjelaskan.

tidak memandang dunia dengan pandangan yang rakus namun me-mandangnya hanya untuk ibrah (pelajaran) semata. Pandangan merupakan panah api yang dilepaskan oleh iblis dari busurnya. lebih dari sepuluh kali hati membayangkan. sekali seseorang memandang.”Sekiranya kulit saya ditempeli bara api yang panas. semuanya itu akan dimintai tanggung jawabnya”. seperti nyanyian yang mengundang birahi beserta irama musiknya. Firman Allah Ta’ala: “Sesungguhnya pendengaran. dll. Dan takut untuk melangkahkan kakinya ke tempat-tempat maksiat serta menyesal bila terlanjur melakukannya karena ingat . 6). salah satu penyebabnya adalah ketidak mampuan seseorang menahan pandangannya. majlis ta’lim dan majlis dzikir. Itulah gambaran orang mukmin sejati yang takut kepada Allah di dalam menggunakan tangannya. Orang yang takut kepada Allah selalu menjaga pandangannya dan merasa takut apabila memandang sesuatu yang diharamkan Allah. sehingga seorang mukmin akan selalu menjaga pendengarannya untuk tidak mendengarkan sesuatu yang diharamkan Allah. seperti mendatangi shalat jama’ah. penglihatan dan hati. (Al Israa’: 36). Pada pendengarannya Ini perlu kita renungi bersama.maka itu lebih aku sukai daripada saya harus menyentuh perempuan yang bukan muhrim”.Bahkan salah seorang ulama salaf berkata. dan memelihara kemaluannya. Maka bagaimanakah dengan kita? 4). Pada kakinya Seseorang yang takut kepada Allah akan melangkahkan kakinya ke arah ketaatan. sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”.(An Nur: 30). maka berbahagialah bagi siapa saja yang mampu menahannya. sudahkah kita menjadi orang yang takut kepada Allah dengan menahan pandangan kepada sesuatu yang diharamkanNya? 5). Yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Maka. Dan seorang mukmin akan menggunakan pendengarannya untuk hal-hal yang bermanfaat. seperti. Pada penglihatannya Penglihatan merupakan nikmat Allah Ta’ala yang amat besar. Sebab. Allah berfirman: “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman.”Hendaklah mereka menahan pandangan-nya. Jika kita teliti banyaknya kemaksiatan dan kemungkaran yang merajalela. maka musuh Allah yaitu syetan tidak senang kalau nikmat ini digunakan sesuai kehendak-Nya. perzinaan dan pemerkosaan.

Seorang mukmin akan takut jika dalam hatinya muncul sifat jahat seperti buruk sangka. ke mana saja kaki melangkah. Semua bekas langkah kaki akan dicatat oleh Allah ke mana dilangkahkan. . Hal ini berbeda keadaannya dengan orang yang tidak memiliki rasa takut kepada Allah. tetapi apabila ia jelek maka akan jeleklah semuanya. Ia pun bergetar hatinya ketika mengingat bahwa dahulu ia sering melalaikan kewajiban-kewajibannya sehingga ia mencari jalan untuk menambah kebaikan dan amalan-amalannya di masa sekarang. Hati yang mudah bergetar ini penting artinya dalam hal keimanan. maka ke manakah kaki kita banyak dilangkahkan ? 7). sebab mudah mengingatkan akan sesuatu apabila terjadi kesalahan. Pada hatinya Seorang mukmin akan selalu menjaga hatinya dengan selalu berzikir dan istighfar supaya hatinya tetap bersih. dan menjaganya dari racun-racun hati. Ia merasa aman ketika melanggar laranganNya dan merasa nyaman ketika meninggalkan kewajiban kepadaNya. apabila ia baik maka akan baik seluruh anggota tubuh. Firman Allah Ta’ala: “Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan”. dan tidak ada yang tertinggal karena bumi yang diinjaknya akan mengabarkan kepada Allah tentang apa. Hati adalah penentu. maka turunlah ayat ini yang kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan bahwa bekas langkah (telapak) menuju masjid dicatat oleh Allah sebagai amal shaleh. Asbabun nuzul ayat ini adalah : bahwa seorang dari Bani Salamah yang tinggal di pinggir Madinah (jauh dari masjid) merencanakan untuk pindah ke dekat masjid. Ini semua tidak lepas dari kaki yang dilangkahkan. kebencian. Dan hati pun bergetar ketika melihat kedahsyatan Kemahakuasaan Allah yang terdapat di alam. tetapi jika buruk maka buruk pula balasannya. Orang yang takut kepada Allah akan senantiasa bergetar tanda adanya rasa khawatir apabila ia mengingat dosa yang belum bertaubat atasnya sehingga mendorongnya untuk bersegera bertaubat. Bergetarnya hati saat dibacakan ayat-ayat Allah adalah tanda dari keimanan. Jika baik maka baiklah balasannya. kapan. baik dalam wujud yang membuat umumnya manusia takjub ataupun dalam wujud yang membuat manusia umumnya menjadi takut dan lemah tak berdaya. sedang bumi yang dipijaknya akan menjadi saksi.bahwa di hari kiamat kelak kaki akan berbicara di hadapan Allah. dan di mana seseorang melakukan suatu perbuatan. permusuhan. Takut kepada Allah dalam kaitannya dengan perintah dan laranganNya membuat hati bergetar saat melalaikan kewajibannya kepada Tuhannya dan saat ia melanggar laranganNya dilanggar. hasad dan lain sebagainya kepada mukmin yang lain. Karena itu semua telah dilarang Allah dan RasulNya dalam rangka menjaga kesucian hati. (Yaasin: 12).

salah satunya berasal dari Nabi Saw dan satu lagi dari dirinya sendiri ia berkata: Sesungguhnya orang yang beriman akan melihat dosa-dosanya seolah-olah ada di atas gunung.Hati yang selalu bergetar adalah hati yang senantiasa mengingat Allah bahwa Dia Maha Keras Siksa dan AzabNya. Berhati-hati dalam menghadapi kematian. Al-Kinani penulis buku Mishbah Al-Zujajah berkata. Ia takut (dosa itu) jatuh menimpanya.(HR. Rasa takut harus menghiasi perjuangan kita sebab rasa itulah yang akan membentengi diri kita dari terjatuh ke lubang yang penuh dengan duri dan mengokohkan kita agar tidak terseret hawa nafsu yang dikendarai oleh Iblis dan tentara-tentaranya. sebab dia tidak tahu apa yang akan terjadi padanya dan tidak juga merasa aman dari makar Allah. Di mana manusia tidak memiliki sedikit pun kekuatan untuk menahan beratnya siksa yang datang dari sisi Allah. Di hari kiamat mereka datang dengan membawa kebaikan seperti gunung Tihamah yang putih. Tsauban berkata. Ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati”. Tapi Allah menjadikannya bagaikan debu yang bertebarkan. Ibnu Majah. para perawinya terpercaya]. ‘Apakah kamu takut kepada Alloh?’. Orang yang beriman kepada qadar akan Anda jumpai senantiasa takut kepada Allah dan suul khaatimah (akhir kematian yang buruk). Isnad hadits ini shahih. beliau bersabda: Aku akan memberitahukan beberapa kaum dari umatku. kamu telah berdusta. maka mereka melanggaranya. Mereka suka bangun malam sebagaimana kalian. “Seperti inikah?” Abu Syihab berkata dengan tangannya –yang diletakkan– di atas hidungnya. jangan menjawab! Sebab jika kamu jawab ‘ya’. dan apabila ia jelek maka jeleklah seluruh tubuhnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda “Ketahuilah bahwa dalam jasad ini ada segumpal daging. Sedangkan jika kamu jawab ‘tidak’. Bukhari] Tidak melanggar larangan Allah sekalipun tidak ada orang yang melihatnya. Melihat dosa bagai gunung yang siap menimpa. Dari Tsauban r. Sedangkan orang yang jahat akan melihat dosa-dosanya seperti lalat yang menghampiri hidungnya. maka akan baiklah seluruh tubuhnya. maka kamu telah kafir . Fudlail bin ‘Iyadl berujar. tapi mereka adalah kaum yang jika tidak dilihat oleh siapa pun ketika menghadapi perkara yang diharamkan Allah.”Jika kamu ditanya. Siapapun yang bersikap durhaka. mereka adalah bagian dari saudara kalian dan dari ras kalian. kemudia ia berkata mengenai dosanya. Abdullah bin Mas’ud menceritakan kepada kami dua hadits. Riwayat Al Bukhari dan Muslim). melanggar aturan dan ketetapanNya akan mendapatkan kemurkaan dan sanksi yang amat berat.” Rasulullah Saw bersabda. “Ingatlah!. “Wahai Rasulullah.. dari Nabi Saw.a. Takut Kepada Allah menjaga pemiliknya untuk tidak berbuat maksiat kepada-Nya. [HR. apabila segumpal daging itu baik.” [HR. sebutkanlah sifat mereka dan jelaskanlah keadaan mereka agar kami kami tidak termasuk bagian dari mereka sementara kami tidak mengetahuinya. maka diamlah.

dan sesungguhnya Dia adalahMaha Pengampun lagi Maha Penyayang.16) “Sesungguhnya Rabbmu amat cepat siksa-Nya. Keadaannya seperti dalam cengkeraman binatang buas. (Al-A’raf: 167) Dalam ayat ini Allah memberitakan bahwa Dia amat cepat siksa-Nya terhadap siapa yang bermaksiat kepada-Nya dan menyelisihi syari’at-Nya. Maka ia tidak pernah pindah kepada selainNya. niscaya tidak seorangpan berputus asa dari surga-Nya. dan memperhitungkan setiap desah nafas dan waktunya. di saat berdiri dihadapan mahkamah Rabbul `Alamin dan takut apabila amalan-amalan kebaikannya tidak diterima oleh Allah itu juga harus diiringi dengan raja’ (berharap) terhadap rahmat dan ampunan-Nya serta diterimanya amalan-amalannya di sisi Allah. iri. niscaya tidak seorangpan berharap terhadap surga-Nya. dan kalimat yang keluar dari dirinya. Beginilah keadaan orang yang diliputi khauf. langkah. Lahir dan batinnya disibukkan oleh sesuatu yang ia takutkan. Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya(mereka mengerjakan shalat malam -pen). Demikianlah bahwa khauf (takut) terhadap siksa Allah di akhirat. “(Apakah kamu hai orangng masyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri.Khauf akan membakar syahwat yang diharamkan. Seperti madu. tidak ada tempat bagi yang lain disana. Ia selalu waspada terhadap segala pikiran. adalahorang-orang yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat Kami. Tiada lagi kesibukannya selain usaha mendekatkan diri. jauh dari kesombongan. Anggota badan pun jadi beradab. muhasabah. dan bahwa Dia sesungguhnya Maha Pengampun lagi Maha Penyayang terhadap siapa yang bertaubat dan kembali kepada-Nya. Dan hati pun diliputi rasa khusyu’ dan tenang. mujahadah. atau sebaliknya ia justru menerkamnya maka hancurlah ia. Sebagaimana banyak sekali nash-nash yang menggabungkan antara khauf dan raja’ didalam kitab Allah dan sunnah Rasul-Nya. Dan seandainya orang kafir mengetahui rahmat yang ada di sisi Allah. Sedangkan di antara hadits-hadits yang menggabungkan antara keduanya antara lain: Sabda Rasulullah: “Seandainya seorang mukmin mengetahui siksaan yang ada di sisi Allah. sedangdia takut terhadap (siksa) akhirat dan mengharapkan rahmat Rabbnya?(Az-Zumar: 9) “Sesungguhnya orang-orang yang beriman terhadap ayat-ayat Kami. sedang mereka berdoa kepadaRabb mereka dengan rasa takut dan harap. orang yang suka pun menjadi tidak suka jika tahu madu itu mengandung racun. Syahwat terbakar oleh khauf. Ia tidak tahu apakah binatang itu lengah sehingga ia bisa melepaskan diri. mereka menyungkur sujud dan bertasbih serta memuji Rabbnya. dan mereka menafkahkansebagian dari rizki yang Kami berikan kepada mereka. dan dengki.” . sehingga kemaksiatan yang dulu disukai menjadi di benci. Maka ayat ini menggabungkan antara rahmat-Nya dan siksaan-Nya dan antara targhib (dorongan/anjuran untuk taat) dan tarhib (menakut-nakuti dari maksiat)supaya manusia tidak berputus asa dan supaya jiwa manusia itu selalu berada diantara khauf dan raja’. Bahkan ia mampu menguasi segala kegundahan dan tahu bahayanya. (As-Sajdah: 15. sedang merekatidak menyombongkan diri.

al-Bukhari dari Ibnu Mas’ud. dan wajib pula Allah itu menjadi yang paling besar/ agung padanya dari segala sesuatu. maka terjadilah kekurangan padanya.” Kemudian tidak boleh terlupakan bahwa khauf dan raja’ yang membawa kepada khudhu’ (ketundukkan) dan tadzallul (merendahkan/ menghinakan diri) kepada Allah itu harus pula disertai dengan mahabbah kecintaan) kepada-Nya. Al-’ibadah asal maknanya juga dzull. Pada mulanya mereka tidak merasa khawatir dan takut akan kerasnya siksa Allah yang menyebabkan mereka berbuat jahat dan zhalim sekehendak hatinya. Namun ketika azab itu telah tampak di hadapan dirinya.“Apabila jenazah telah diletakkan dan dipikul oleh orang-orang laki-laki diatas pundak-pundak mereka. seandainya manusia mendengarnya niscaya dia pingsan. Bahkan tidak ada yang berhak mendapatkan mahabbah dan dzull yang sempurna/mutlak kecuali Allah. Wajiblah Allah itu menjadi yang paling dicintai pada seorang hamba dari segala sesuatu. dan jika dia tidak baik dia berkata: “Aduh. ( Muslim dari Abu Hurairah) Sabda beliau SAW : “Surga itu lebih dekat kepada salah seorang dari kalian dari pada tali sandalnya. takut kepada Allah harus didampingi oleh kesadaran pendampingnya yaitu CINTA dan HARAP. jadilah orang itu benar-benar berputus asa dan rugi. Seseorang yang takut akan azab Allah. Puncak dari rasa takut itu hampir berdekatan dengan putus asa. Akan tetapi ibadah yang diperintahkan (oleh Allah) mengandung makna dzull dan makna hubb (mahabbah/kecintaan). jadilah burung itu di ambang kematian. Dan apabila kedua (sayap)nya tiada. disebabkan tidak ada yang dapat dijadikannya sebagai tempat berlindung. yaituAl-’Ubudiyah:”Dan ad-dien (agama) mengandung makna al-khudhu (ketundukan) dandzull (merendahkan/ menghinakan diri).12Syarh al-Aqidah ath-Thahawiyah: 371. maka mereka sangat takut dan sekaligus juga berputus asa. lalu dia menjadikan . Adapun bagi orang yang beriman dan beramal sholeh mereka takut kepada Allah dan sekaligus menjadikannya sebagai tempat berlindung. Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata di dalam kitabnya yang sangat berharga. Dan apabila satu dari kedua (sayap)nya kurang. Ini dialami oleh orang-orang kafir ketika mereka melihat azab Allah itu dengan mata kepalanya sendiri baik di dunia maupun di akhirat kelak. segerakanlah aku”. (HR. maka sempurnalah burung itu dan sempurnalah terbangnya. kemana mereka akan membawanya (jasadku)?” Segala sesuatu mendengar suaranya kecuali manusia. Mereka pantas berkeadaan demikian disebabkan mereka mengabaikan dakwah Allah. sehingga ibadah yang diperintahkan itu mengandung puncak merendahkan diri kepada Allah dengan puncak kecintaan kepada-Nya. takhrij Syeikh Muammad Nashiruddin al-Albani) Abu Ali ar-Rudzabari berkata: “Khauf (takut) dan raja’ (berharap) seumpama dua sayap burung. maka ketika dia tidak menjadikan Allah sebagai tumpuan harapannya. jika dia baik dia berkata: “Segerakanlah aku. Oleh sebab itu. dikatakan thariiq mu’abbad artinya adalah (jalan) yang menjadi rendah karena telah dipijak oleh telapak kaki. Sesungguhnya cinta dan harap adalah bagian dari intisari ketakwaan kepada Allah. Seseorang yang takut akan azab Allah. dan neraka seperti itu juga”. sedang zat untuk berlindung dari azab Allah tidak ada lagi melainkan Allah itu sendiri melalui rahmatNya. apabila keduanya sempurna. Karena itu semua adalah sifat-sifat yang harus ada di dalam ibadah dan tidak boleh dipisah-pisahkan.

Bagi hamba yang hanya tunduk kepada Allah dan takut kepada-Nya adalah mereka yang mengetahui kebesaran-Nya dan menunaikan hak-hak-Nya . Dalam riwayat Ibnu Sabiq dikatakan. Wahai Putri Abu Bakar AshShiddiq. dan ia merasa khawatir ibadahnya tersebut tidak diterima. Yakni rasa takut yang dibarengi harap dan cinta kepadaNya.” (7:56) Biasanya takut itu dalam hubungannya dengan perbuatan dosa. dan minum khamr. Inilah rasa takut kepada Allah yang dimiliki orang-orang beriman dan bertakwa. “Bukan”. Orang yang beriman karena harapnya kepada Allah maka dalam hubungannya dengan perbuatan bajik ada dua pula: pertama ia akan berusaha untuk mengerjakan kebajikan sesegera mungkin. mencuri. Takwa terdiri dari takut kepada Allah. Qana’ah (merasa cukup) dengan sesuatu yang sedikit dan mempersiapkan bekal untuk menghadapi hari akhirat.. Jadi ternyata harapan pun memiliki kaitan dengan dosa. Dalam riwayat Waki dikatakan. ia berkata. Dalam dua jenis usaha itu sesungguhnya terdapat rasa takut.” (3:147) Merasa khawatir ibadahnya tidak diterima Dari ‘Aisyah r. ia menshahihkannya dan disetujui oleh Adz-Dzahabi].” [HR. Dalam dua jenis usaha itu sesungguhnya terdapat harapan. “Bukan.Allah sebagai tumpuan harapannya. Benarkan demikian? Orang yang beriman karena rasa takutnya kepada Allah maka dalam hubungannya dengan dosa ada dua: pertama ia akan berusaha untuk menjauhi dosa-dosa. mengamalkan Kitabullah (Al-Qur’an). takut kepada Allah Azza Wa Jalla adalah pangkal hikmah dan intisari iman . orang itu tidak sampai berputus asa. (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka (Qs. shalat.a. dan sedekah. Kedua. dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir. Allah pernah berfirman Allah: Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan. Yakni harapan mendapat pahala karena meninggalkan dosa dan harapan mendapat ampunan karena taubat-taubatnya. “Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi. insya Allah “Tidak ada doa mereka selain ucapan: “Ya Tuhan kami. adalah ditujukan kepada orang yang berzina dan minum khamr. tapi meski begitu dia takut kepada Allah?” Rasulullah Saw bersabda. ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami dan tetapkanlah pendirian kami. ia akan menyesali diri bila tidak sempat melakukan kebaikan-kebaikan di masa lalu. Wahai Rasulullah Saw!. Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik. tapi ia adalah orang yang menunaikan shaum. al-Mukmin [23]: 60). Allah memiliki azab yang sangat keras namun Allah pulalah tempat manusia berlindung dari azabNya melalui rahmatNya. Jadi ternyata takut pun memiliki kaitan dengan kebajikan. Yakni takut amlannya tidak mendapat pahala karena banyak kekurangannya dan takut mendapat murkaNya lantaran kelalainnya dalam melakukan kebaikan di masa lalu. Al-Baihaki dalam Asy-Sya’by. “Apakah ditujukan pada orang yang berzina. Sedangkan harapan dalam hubungannya dengan perbuatan bajik. ia akan bertaubat dari dosa-dosa yang dilakukannya. sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Kedua. dengan hati yang takut. Al-Hakim dalam Al-Mustadrak. Dan sesungguhnya. Pembahasan tentang cinta dan harap ada pada intisari takwa sub taat kepada Allah.

dan baik ketika senang maupun berduka. berlindung pada-Nya. Seorang hamba seharusnya dapat pula mengetahui bagaimana cara beribadah kepada-Nya dan berusaha untuk mendapatkan keridhaan-Nya. hari akhirat dan bertemu dengan Allah. semua akan terlihat segala amalan dihadapan Allah yang akan diberikan ganjaran bagi seorang hamba untuk masuk kedalam surga atau neraka. dan jalur-jalur dari Kitabullah Azza Wa Jalla dan Sunnah Nabi-Nya. Jika anda takut kepada Allah. Jika anda takut kepada Allah. maka ia akan kembali menaatinya. dan akan semakin mendekati-Nya. bersandar pada-Nya. akhirat. apakah itu menjadi pendorong untuk melakukan amalan? 2). Dunia tidak dapat melenakan mereka. tatkala mendengar nasehat atau peringatan tentang kematian. Inilah hakikat mempersiapkan diri menghadapi hari untuk menempuh perjalanan yang panjang hari kematian. batasan-batasannya. Bukankah sebaik-baik iman yang dilakukan oleh seorang hamba adalah amalan yang dilakukan berdasarkan ketetapan yang diturunkan Allah Ta’ala yang berpedoman kepada rambu-rambunya. Dan ia amat berharap tidak bertemu dengannya. maka ia akan lari darinya dan takut bertemu dengannya. Akan tetapi sebaliknya. apakah itu membuat anda merasa diawasi oleh Allah dan dapat merasakan kehadiran-Nya Dengan takut pada Allah yang cukup kuat. Manusia dengan tabiat fitrahnya. Maka dari itu. Tentu hal ini terjadi karena telah hilangnya rasa takut kepada Allah. berlaku zuhud. akan mampu mendorongnya untuk melakukan amalan. Dan mereka berhasil dengan gemilang. Hal inilah yang membuat seseorang dapat melaksanakan kewajiban-kewajiban-Nya. dan berpisah dengan dunia. dan juga telapak kaki mereka pecah-pecah karena lamanya mereka berdiri (untuk melakukan sholat malam). lalu mengalihnya pada waktu yang panjang di akhirat. Takut pada Allah adalah takut yang terpuji yang dapat menghantarkan pada tercapainya kesuksesan dan kesempurnaan memenuhi hak Allah. Bahkan dua kata “surga dan neraka” sudah tidak lagi menarik perhatian. menangis karena kurang memenuhi hak-Nya. yang dapat memanfaatkan waktu yang sedikit di dunia dengan sebaik-baiknya. beramal kebajikan dan takut kepada Allah dengan sebenar-benarnya takut. baik ketika malam ataupun siang. Merekalah orang yang sebenar-benarnya takut kepada Allah. Dan pada hari perhitungan. Para Salafush Sholih Radhiyallahu’anhum. kubur. sehingga air mata merekapun berlinangan. selalu bertakwa kepada Allah. Kebanyakan manusia pada saat ini. Ketakutan pada Allah ialah takut terhadap neraka. dan selalu merasa diawasi oleh Allah dalam segala keadaan. baik ketika bersembunyi maupun tampak. menjauhi larangan-larangan-Nya dan senantiasa merasa diawasi oleh Allah dan dapat merasakan kehadiran-Nya. Oleh karena itulah. tidak memperdulikannya apalagi mengambil pelajaran darinya. Jika anda takut kepada Allah.1). hendaklah seorang hamba mengetahui bagaimana cara bertakwa kepada Allah dan takut terhadap-Nya. hendaknya kita mengetahui . jika ia merasa takut terhadap makhluk. jika seseorang takut terhadap Sang Pencipta. apakah itu menjadi pendorong untuk menjauhi laranganlarangan-Nya? 3). serta beramal untuk menghadapi hari akhir.

Artinya seseorang yang takut kepada Allah sewajarnya juga memiliki jiwa yang penuh harap. memohon perlindungan dari azabNya dan memohon petunjukNya agar senantiasa berada dalam limpahan rahmatNya. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata: “Amalan hati seperti tawakkal. wanita Sholihah kepada Allah. takut. cinta.” Abul . Dan ini berarti bahwa takut kepada Allah mengundang dan diundang oleh harap. Sedangkan orang-orang kafir yakni yang hatinya dipenuhi rasa khawatir dan kesedihan dalam hidupnya itu justru adalah orang-orang yang tidak memiliki rasa takut kepadaNya. Inilah sasaran dari perintah Allah agar kita takut kepadaNya. Sedangkan orang-orang mukmin yang hak.” Takut adalah kesadaran bahwa diri kita lemah di hadapan Allah. berharap. Inilah ajaibnya rasa takut yang ada pada dada kaum Muslimin. dan taat kepada Allah Swt. padahal mereka adalah orang-orang yang memiliki rasa takut kepada Allah. tetapi bagi mereka yang kafir. Orang yang takut kepada Alloh swt adalah orang yang meninggalkan perbuatanperbuatan yang ia khawatirkan hukumannya. dan sejenisnya serta sabar adalah wajib menurut kesepakatan para ulama. sedangkan Dia Maha Kuat dan Kuasa atas diri kita yang menjadi sebab kita tidak berbuat durhaka padaNya. dan taat kepada Allah Swt. bila apa yang ditakuti telah ada di hadapan mata dan sedang di arahkan kepadanya. Tabi’in. Dzun Nun al-Mishriy pernah ditanya. Khouf adalah cambuk Alloh swt untuk menggiring hamba-hambaNya menuju ilmu dan amal agar mereka mendapatkan kedekatan dengan Alloh swt. Mereka malah merasakan ketenangan batin dan kegembiraan yang luar biasa. cinta. dirinya tidak seperti itu. Akhirnya takut kepada Allah itu akan berdampak pada keyakinan bahwa kemenangan dunia dan akhirat akan berada di tangan kita. Disamping itu dampak dari takut kepada Allah adalah menguatnya keberanian kita untuk membela kebenaran Islam dan hilangnya rasa khawatir atas kezhaliman orang-orang kafir. Takut kepada Allah itu berdampak pada semakin menguatkan kebaikan diri kita dan berkurangnya kemaksiatan atau kejahatan diri kita. dan taat kepada Allah. Sesungguhnya dari definisi takut kepada Allah sebagaimana diungkapkan oleh penulis di atas di dalamnya terdapat dimensi harap. Kita harus takut kepada Allah dengan cara kita menghindari perbuatan yang dapat membuat Dia murka.bagaimana cara bertakwa kepada Allah dan takut terhadap-Nya seperti kadar takut para Sahabat. Maka rasa khawatir dan kesedihan hanya akan dialami orang-orang kafir saja. Takut itu menimbulkan rasa khawatir dan kesedihan pada diri seseorang. Telah menjadi ketetapan Allah bahwa azab itu diperuntukkan bukan untuk orang-orang yang bertakwa. “Kapankah seorang hamba itu takut kepada Alloh?” Ia menjawab. cinta. Hal ini disebabkan karena mereka menjadikan Rahmat Allah sebagai benteng dari azabNya. Khouf inilah yang mencegah diri dari perbuatan maksiat dan mengikatnya dengan bentuk-bentuk ketaatan. “Jika ia mendudukkan dirinya sebagai orang sakit yang menahan diri (dari berbagai hal) khawatir jika sakitnya berkepanjangan. Sedangkan orang kafir tidak memiliki apa-apa untuk membentengi diri dari azabNya. Takut kepada Allah itu merupakan tiang penyangga perilaku kita yang baik. Bukan takut kepada Allah yang tidak memiliki dampak apa-apa pada perbuatan baik kita tersebut sebagaimana yang terdapat pada dada orang-orang kafir dan munafik atau syaithan.

salah satunya. Penyebab hati menjadi kotor tidak lain adalah pemikiran dan perbuatan yang menyimpang dari Islam.Qasim al-Hakim bertutur. Kemurkaan Allah adalah bagi mereka yang durhaka padaNya. Rasa takut kepada Allah dapat menguatkan sifat-sifat mulia. Upaya-upaya untuk meraih ketiga sifat ini tidak lepas dengan tertanamnya sifat-sifat mulia. Manusia bisa memiliki sifat-sifat yang mulia dengan diawali. Manusia diciptakan Allah dari tanah melalui proses kelahiran dari kedua orang tuanya. Sehingga upaya untuk sampai kepada sifat-sifat yang mulia jalan-jalannya sesungguhnya banyak sekali dan terjal. hina dan rendah. menjaga kesucian diri. maka pada gilirannya takut kepada Allah akan semakin menguatkan jiwa pada sifat-sifat mulia dan menjauhkannya dari sifat-sifat buruk. “Siapa yang takut terhadap sesuatu ia akan lari darinya. selanjutnya ia tumbuh besar di lingkungan peradabannya. Penyebab penyimpangan adalah karena faktor dari dalam dan dari luar. Jika mereka menghindari murka Allah. Seperti apa sifat-sifat mulia? Sifat-sifat mulia pada diri manusia diturunkan dari sifat-sifat dari apa ia diciptakan. Hal yang menyebabkan manusia mau mengikuti sifat-sifat buruk dan tidak peduli dengan sifat-sifat baik adalah hati yang kotor. dan mengaitkan hati kepada Allah Swt. Hati manusia tidak mungkin mengumpulkan dua sifat yang bertolak belakang. Tanah memiliki sifat-sifat istimewa yang banyak sekali disamping ada juga tanah yang berkarakter buruk. Sebab tidak ada setelah kemurkaan Allah itu melainkan keridoanNya. Salah satu thoghut adalah kekuatan lingkungan yang menolak Islam sebagai sumber acuan aturan kehidupan. maka sejalan dengan itu mereka pun mencari keridoanNya. Faktor dari dalam ialah mengikuti hawa nafsu. Bagaimanakah mekanisme rasa takut kepada Allah dapat menguatkan sifat-sifat mulia pada diri manusia? Orang yang takut kepada Allah Swt berhati-hati dari setiap perkara yang dapat mendatangkan murka Allah Swt. pada saat itu pula ia mencintai sifat-sifat mulia.” d. Manusia diciptakan dari tanah. Seseorang yang takut kepada Allah akan termotivasi untuk mengganti sifat-sifat buruk yang jadi sebab manusia masuk neraka dan menggantinya dengan upaya menanamkan sifat-sifat mulia dalam dirinya. Jadi rasa takut kepada Allah itu sejalan dengan upaya taat kepada Allah Swt. menguatkan sifat-sifat mulia pada jiwa Takut kepada Allah adalah takut yang melahirkan sifat berani. Pada dasarnya manusia memiliki sifat-sifat mulia dan mencintainya disamping memiliki pula sifat-sifat buruk dan membencinya. Diantaranya tanah itu bersifat menghidupkan tumbuhan atas seizin Allah Swt. Thoghut yang lainnya adalah musuh-musuh Islam. Hati yang bersih adalah hati yang memiliki tiga ciri. Tetapi siapa yang takut kepada Alloh ia justru lari untuk mendekatinya. mengisinya dengan berbagai sifat yang baik. Takut adalah takut yang menjaga dari keburukan dan mengikat pada kebaikan. yaitu membuang darinya segala sifat yang buruk. Taat kepada Allah mesti lahir dari hati yang bersih. dari siapa yang menciptakannya dan seperti bagaimana lingkungannya membesarkannya. menanamkan rasa takut kepada Allah. Sedangkan faktor dari luar tiada lain itulah thoghut. di saat hati membenci sifat-sifat buruk. sedangkan keridoanNya adalah bagi mereka yang taat kepadaNya. dan harapan. Allah yang menciptakan manusia menurunkan sifat-sifatNya pada diri manusia sesuai dalam kadar kemanusiaan dan kemakhlukan. Manusia senang dengan suatu proses .

Jika kita membuat daftar tentang sifat-sifat mulia maka jumlahnya akan sangat banyak sekali. maka upaya apapun akan ditempuh dengan sekuat tenaga untuk menghindari sifat-sifat hina itu atau membuangnya dari dada. Selanjutnya Allah menanamkan pula pada diri manusia berupa potensi akal. Baik yang baik ataupun yang buruk. kedermawanannya. Norma. Namun dalam beberapa hal tentu saja punya. kelembutannya. Setiap orang adalah istimewa dan memiliki minimal satu keistimewaan yang tidak dimiliki oleh manusia manapun di muka bumi. sedangkan orang yang takut kepada Allah adalah orang yang sangat takut kepada azab neraka. dan didikan dari Allah Swt melalui Dinul Islam. para sahabatnya dan generasi penerusnya yang setia. . cita-cita kekuasaannya. agama yang ada pada suatu peradaban memiliki pengaruh yang besar pada jiwa manusia yang dengannya dalam diri mereka terbentuk karakter-karakter. dan emosi. moral. Sebaliknya sifat-sifat mulia itu menunjukkan jalan ke surga. Dalam hal ini peradaban ikut serta menanamkan siat-sifat yang baik dan mulia pada manusia. sopan santunnya. Masing-masing dari ketiga hal tersebut memiliki sifat-sifat mulia. Tetapi mereka tentu saja memilliki beberapa sifat mulia yang tidak akan bertukar dengan sifat-sifat buruk yang juga ada pada mereka. Bila manusia berusaha untuk takut kepada Allah dengan sungguh-sungguh maka ia akan mengikatkan dirinya dengan sifat-sifat mulia. ketekunan dan kesabarannya. kemakamurannya. Baik tentang keberaniannya. orang-orang musyrik Qiraisy jahiliah. semangat heroiknya. disamping juga sifatsiat buruk. bahkan boleh dikatakan jumlahnya sebanyak jumlah manusia. hukum. keyakinan yang menghujam ke dalam dada. disiplinnya. kekuatannya. Setiap peradaban memiliki keistimewaan. dan yang tidak bertakwa itulah orang yang hina. keindahannya. Rasa takut kepada Allah Swt mematrikan sifat-sifat mulia pada pemikiran dan tingkah laku.pertumbuhan dan membenci suatu kemandegan. Nabi Muhammad SAW. dan menjadi pelindung diri dari sifat-sifat buruk dan hina. kemajuan pemikirannya. Manusia dibesarkan di tengah peradaban. disamping tentu keburukannya. namun hendaknya umat Islam harus sadar bahwa segala sifat yang baik dan mulia pernah diberikan contoh dan teladannya oleh Rasulullah SAW dan para Sahabatnya lebih dari pada sifat-sifat yang dimiliki oleh orang-orang kafir. Maka seseorang yang takut kepada Allah akan memiliki motivasi yang kuat untuk meraih sifat-sifat mulia. kecuali satu hal saja yang membedakannya. secara garis besar mereka adalah hina disebabkan oleh penolakannya terhadap dakwah Rasulullah SAW. Semua itu merupakan pancaran dari ketakwaan yang ada pada dada mereka sebagai buah dari keimanan yang mendalam. Apakah orang-orang yang tidak bertakwa sama sekali tidak memiliki sifat-sifat mulia? Orang-orang yang tidak bertakwa secara totalitas dan garis besarnya tidak memiliki kemuliaan. Orang yang bertakwa itulah yang mulia. kewibawaannya dan lain sebagainya. Semua manusia dengan segala kemuliaan dan keburukannya adalah sama dalam pandangan Allah Swt. sejak dulu hingga sekarang dan masa yang akan datang. yaitu ketakwaannya. Katakanlah satu jasad dan ruh manusia memililki satu kemuliaan yang tidak dimiliki oleh jasad lainnya. Sebagai contoh. Boleh jadi orang-orang kafir memiliki beberapa sifat mulia yang menonjol. Sifat-sifat hina itu adalah menunjukkan pada jalan ke neraka. adat. hati nurani. Sesungguhnya sifat-sifat mulia yang telah sampai pada puncak-puncaknya pada manusia pernah ditampilkan pada diri para Nabi sebelum Nabi terakhir.

maka hati telah siap dan sedang berada dalam hidayah Allah Swt. Bagaimana manusia dapat meraih peningkatan keimanan setiap hari. dan melaksanakan shalat tahajud. alJamaah. Dan penguat obat itu adalah memiliki sifat Rabbaniyun.Sifat mulia memiliki kaitan yang erat dengan amal sholeh atau kebaikan. hendaklah kita menambatkan hati kita kepadanya. Apalagi apabila lingkungannya adalah lingkungan jahiliah dan kufur. Untuk melakukan itu semua seseorang mesti membuat suatu kebiasaan. Dengan mengobati penyakit hati Obat hati yang paling mujarab adalah iman. (36:11) Orang yang dijauhkan dari hidayah Allah adalah orang yang sedang diarahkan menuju kemurkaan Allah dan kesesatan. Orang yang dijauhkan dari hidayah Allah adalah orang yang sedang diarahkan menuju kemurkaan Allah dan kesesatan. dan seterusnya harus berjuang keras untuk sampai kepada sifat-sifat tersebut. membaca al-Quran dan berdzikir serta menahan setiap ajakan hawa nafsu dan godaan syaithan. Orang yang takut kepada Allah tentu saja rindu . e. Orang-orang yang hidup di lingkungan pesantren. Karena apabila kita jauh dari petunjuk dan tidak pernah diuji. Keduanya saling menguatkan dan melahirkan. pabrik. Dengan cara mengobati hati. Karena pasangan yang paling cocok untuk manusia bagi hatinya adalah iman. bersilaturahmi dengan para ulama dan orang-orang sholeh. Penyakit yang paling parah adalah kekufuran. Sebaliknya terhadap petunjuk agama. menambatkan hati dengan Hidayah Takut kepada Allah adalah takut yang mendorong jiwa tertambat dengan hidayah dan senantiasa merasa khawatir kalau Allah menjauhkan dirinya dari hidayahNya. Sifat Rabbaniyun adalah kegemaran untuk belajar dan mengajarkan Al-Quran dan As-Sunnah. latihan. ia mesti terlebih dahulu meninggalkannya dan mencari lingkungan yang tepat untuknya. setiap waktu? Caranya adalah dengan melaksanakan shalat. Yang ada adalah kegelapan dan kesesatan. Kekufuran hanya akan terobati oleh keimanan. maka tidak ada jalan menuju upaya menggapai RahmatNya. mudah untuk melakukan itu semua. Itulah dasar dari obat penyakit hati. Sesungguhnya kamu hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikuti peringatan dan yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah walaupun dia tidak melihatnya. pertanda hidup jauh dari kasih sayang Allah Swt dan tipisnya keimanan. Maka berilah mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia. Bagimana cara kita menambatkan hati dengan hidayah ? Caranya adalah: 1). sebab tanpa hidayah. Sedangkan rasa takut yang diharapkan adalah yang bisa menahan dan mencegah supaya (hamba) tidak melenceng dari jalan kebenaran. Tetapi bagi orang-orang yang hidupnya di perkantoran. Hati-hatilah apabila kita jauh dari al-Quran dan as-Sunnah. Abu Uzair mengatakan orang yang takut kepada Allah akan merasa khawatir apabila ia terlempar jauh dari hidayahNya. Hati-hati pula apabila kita tidak pernah diuji oleh Allah Swt. Dan pengokohnya adalah melaksanakan shaum sunat. RahmatNya dan BerkahNya. pengkondisian dan lingkungan yang menunjang.

sabar dan khusyu’. Memposisikan diri sebagai hamba yang taat Sesungguhnya perintah Allah itu berpusat pada Keimanan dan Ibadah. Takut akan azab Allah baik di dunia ataupun di akhirat disamping melahirkan sifat wara’ atau hati-hati juga melahirkan suatu kemauan yang kuat untuk senantiasa bertaubat. 20) mengatakan: taubat adalah suatu rahmat Allah yang diberikan kepada hambaNya dan merupakan pintu keselamatan bagi orang-orang yang berbuat maksiat agar terhindar dari kebinasaan.” Dan tidak (pula diterima taubat) orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran. Hati yang demikian itulah yang pantas untuk mendapatkan tambahan hidayah dari sisi Allah Swt. muhasabah. Menghukum diri apabila berbuat lalai 5). inilah yang melahirkan sifat wara’ atau hati-hati. yakin bahwa Allah adalah tempat kembali inilah yang melahirkan sifat qonaah. Berjuang keras untuk meningkatkan kualitas ibadah 4). Taubat itu sendiri memiliki suatu metode. inilalah yang melahirkan sifat muhasabah. 3). muaqobah.kepada hati yang bersih dan terbebas dari berbagai penyakit. takut akan azab Allah baik di dunia ataupun di akhirat. Berapa . Kedua hal itu meminta syarat seperti ilmu. (barulah) ia mengatakan : “Sesungguhnya saya bertaubat sekarang. mereka masih berkesempatan untuk meraih karunia dan rido Allah Swt. Manusia banyak yang berbuat durhaka kepada Tuhannya yang menyebabkan mereka dimurkai Allah dan dimasukkan ke neraka. dilakukan dengan ikhlas dan dengan jasad yang kuat lagi halal. Seorang hamba yang taat adalah seorang yang beriman. Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka. salah satunya yang amat terkenal adalah taubat itu dilakukan sebelum ajal tiba atau matahari terbit dari barat. Tetapi sesungguhnya sekalipun manusia berbuat dosa dan menzhalimi dirinya sendiri. Empat ciri ini memiliki sifat yang sama yaitu mengekang diri dari perbuatan yang dapat mengudang kemurkaannya dan sifat-sifat buruk dan lecutan untuk mengikatkan diri dengan perbuatan baik dan sifat-sifat mulia. Bertaubat dari Dosa Orang yang takut kepada Allah memiliki empat ciri utama: yakni sadar bahwa dirinya lemah di hadapan Allah inilah yang melahirkan sifat tawadlu. (4:18) Muhammad Ash-Shayim (2000. Dengan suatu metode yang disebut dengan taubat. Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan siksa yang pedih. 2). ikhlas dan kehalalan. Berdoa kepada Allah untuk dijaga atas keimanannya f. taat ibadah berdasar ilmu. dan mengikatkan diri dengan kebaikan. dan sadar akan pengawasan dari Allah dalam setiap waktu.

Berbuat kerusakan di muka bumi 7). beriman dan mengerjakan amal saleh. Dan adalah Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Perbuatan yang dicintai Allah adalah ibadahnya manusia kepadaNya sebagai suatu kewajibannya yang utama. Tukang sihir 8). Dalam paragraph-paragraf berikut ini akan dituliskan 19 perbuatan yang mengundang rasa penyesalan manusia di akhirat kelak yang saya rangkum dari buku 19 orang yang menyesal pada hari kiamat. Alloh berfirman “kecuali orang-orang yang bertaubat. Ada tiga hal yang seyogyanya kita lakukan berkaitan dengan apa yang akan diterangkan tersebut yaitu: mengetahui dan memahaminya. Taubat adalah suatu penyesalan. berdasar ilmu dan ikhlas. Dosa juga dihubungkan dengan perbuatan yang dicintai Allah Swt. Manusia akan berdosa apabila meninggalkan kewajiban ibadah tersebut dan berpahala apabila melakukaannya dengan sungguh-sungguh. Berlari dari medan tempur 6). Dosa adalah konsep yang erat kaitannya dengan perbuatan yang mengundang kemurkaan Allah Swt. 1). Hakikat taubat ialah kembali kepada kebenaran dan ketaatan kepada Allah. Orang-orang yang berbuat dosa yang tidak sempat bertaubat akan bertaubat di akhirat kelak. Sebab di akhirat yang ada adalah perhitungan amal dan pembalasan atas amal perbuatan manusia. Seluruh perkara yang mendatangkan kemurkaan Allah berbuah dosa apabila dilakukan dan berpahala apabila dijauhi karena rasa ketaatan dan kecintaan kepadaNya. Obyek taubat kita adalah perbuatan dosa.banyak orang-orang yang berdosa yang telah bertaubat dengan sebenar-benarnya taubat (taubat nashuha) mengalami hidup tentram dan digantikan kejahatan-kejahatan mereka oleh Allah dengan kebaikan-kebaikan. Mengurangi timbangan . bertaubat atasnya apabila kita telah terlanjur melakukannya dan berhati-hati godaan syaithan yang bisa menjerumuskan kepada perbuatan-perbuatan tersebut. Mengkhianati janji 3). Penyesalan akan bermanfaat apabila dilakukan di dunia ini sebelum ajal datang. Durhaka kepada kedua orang tua 9). karangan Muhammad Ash-Shayim. Kekufuran 2). (25:70) Tubat itu berarti penyelasan atas apa telah terjadi di masa lampau lalu dan bertekad untuk tidak mengulanginya serta meninggalkan segala bentuk dosa. Di negeri akhirat manusia tidak lagi memiliki beban untuk beribadah atau melakukan ketaatan kepadaNya sebagaimana yang diwajibkanNya selama manusia hidup di dunia. maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Namun taubat itu sama sekali tidak bermanfaat. Menerima Sogok 5). Menyia-nyiakan shalat 4).

guruh dan kilat. Bakhil 16).sebab takut akan mati[28]. Katakanlah kepada mereka: “Teruskanlah ejekan-ejekanmu (terhadap Allah dan rasul-Nya). maka ia berkata: “Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu. maka tatkala manusia itu telah kafir. akan tetapi mereka adalah orang-orang yang sangat takut (kepadamu).” (3:151) “(Orang munafik itu) atau seperti (orang-orang yang ditimpa) hujan lebat dari langit disertai gelap gulita. (4:77) “Dan mereka (orang-orang munafik) bersumpah dengan (nama) Allah. seperti takutnya kepada Allah. Padahal orang-orang yang bertakwa itu lebih mulia daripada mereka di hari kiamat. Rabb semesta Alam. Menyakiti tetangga 13). dan mereka memandang hina orang-orang yang beriman.10). “Setelah diwajibkan kepada mereka berperang.” (2:212) . bahwa sesungguhnya mereka termasuk golonganmu. Suka Melaknat dan Mengumpat 19). padahal mereka bukanlah dari golonganmu. Tempat kembali mereka ialah neraka. Dan Allah meliputi orang-orang yang kafir” (2:19). bahkan lebih sangat dari itu takutnya. Menyekap pembantu dan merendahkan budak 14).” (9:56) (Bujukan orang-orang munafik itu adalah) seperti (bujukan) shaitan ketika dia berkata kepada manusia: “Kafirlah kamu”. Dendam dan dengki 11). mereka menyumbat telinganya dengan anak jarinya. Meratapi Kematian Itulah perbuatan-perbuatan yang sering dilakukan manusia yang mungkin kita pulalah pelakunya. RASA TAKUT PADA DIRI ORANG-ORANG KAFIR Alloh Swtr berfirman: “Orang-orang yang munafik itu takut akan diturunkan terhadap mereka sesuatu surat yang menerangkan apa yang tersembunyi dalam hati mereka.” Sesungguhnya Allah akan menyatakan apa yang kamu takuti itu. Penjudi 18). karena itu kita harus segera bertaubat kepada Allah atas segala kesalahan tersebut.” (9:64) “Akan Kami masukkan ke dalam hati orang-orang kafir rasa takut. Riya’ 12). karena sesungguhnya aku takut kepada Allah. 8. karena (mendengar suara) petir. Menyakiti manusia 15).” (59:16) “Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang kafir. Suka memfitnah 17). dan itulah seburuk-buruk tempat tinggal orang-orang yang zalim. disebabkan mereka mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah sendiri tidak menurunkan keterangan tentang itu. Dan Allah memberi rezki kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya tanpa batas. tiba-tiba sebahagian dari mereka (golongan munafik) takut kepada manusia (musuh).

tanpa suatu balasan berupa kebaikan dari sisi Allah. Ketiga. tidak ada ampunan bagi orang kafir yang berbuat kezhaliman dan mereka semakin mudah saja melakukan kezhaliman yang semakin mendekatkan diri mereka ke neraka (lihat 4:168). Keempat. namun itu tidak menolongnya. Orang yang kafir. hidayah dan kenikmatan serta keindahan hidup. yakni kalau Allah menurunkan wahyu yang menerangkan tentang keadaan hati mereka yang penuh dengan penyakit. memandang sepele pada dosa dan tidak bertaubat atas perbuatan dosanya. karena ditipu oleh kehidupan dunia. diganjar dengan neraka. karena tidak memiliki rasa takut kepada Allah. dosa mereka bisa saja dihapus kalau mereka bertaubat. itu justru supaya betambah-tambah dosanya (lihat 3:178). Mereka melupakan jika perbuatan maksiat mereka akan berujung di neraka kelak. memandang indah perbuatan buruk mereka. keras terhadap orang-orang mukmin. seakan-akan dia tidak memiliki rasa takut itu.Orang-orang kafir adalah contoh nyata manusia yang tidak memiliki rasa takut kepada Allah. bergelimang dalam kesesatan. dia memberitahukannya kepada manusia ketika manusia telah berhasil disesatkannya. bertambah-tambah dosa. Penyebab utama orang-orang kafir tidak memiliki rasa takut kepada Allah adalah karena mereka tidak mengenal Allah dengan sebenarnya. Orang-orang kafir merasakan suatu ketakutan kepada Allah hanya ketika azab atau siksa Allah sudah ada di hadapan matanya. Terkait dosa-dosa mereka banyak hal berkonsekuensi atas orang-orang kafir itu. karena memperturutkan hawa nafsu dan bisikan syaithan dan mengikuti warisan orang tuanya yang tidak memiliki rasa takut pada Allah. tetapi jika tetap membangkang dan menebarkan fitnah di tengah-tengah umat Islam. Akhirnya mereka tidak memiliki apapun untuk kehidupannya di akhirat melainkan amalan buruk dan neraka yang menantinya. Pertama. mereka usahakan dan mereka berkorban atasnya akan sia-sia belaka. Akibatnya adalah mereka berada dalam keadaan terus menerus berbuat dosa. mereka lebih memilih kekayaan dunia dari pada menyampaikan isi taurat dan injil yang benar. Sementara apapun yang mereka perjuangkan. kemaksiatan yang menyebabkan mereka terhalang dari ketaatan. Hendaknya bagi orang-orang mukmin. sebab waktu itu tidak ada lagi kesempatan untuk meminta pertolongan kepada Allah Swt. Itulah liciknya iblis. orang-orang kafir dengan segenap perbuatan dosanya akan mendapatkan balasan yang telah pasti. merasa tidak memiliki dosa. memandang rendah iman. sombong dan dengki. Demikian pula syaithan. Mereka bergelimang dalam kesesatan. setiap orang telah mendapatkan dakwah Islam. memusuhi orang yang seharusnya dijadikan teman (Nabi) dan berteman dengan yang seharusnya dijadikan musuh (syaithan). Pengaruh dari ketiadaan rasa takut kepada Allah yang muncul dari sebab-sebab tadi adalah mendustakan Allah. dendam dan kekikiran. dan kalaupun mereka di dunia diberikan kehidupan yang berkecukupan dan kaya atas harta dan kesenangan. Di antara ahli kitab. karena tidak memiliki rasa takut kepada Allah. Orang munafik juga memiliki rasa takut kepada Allah. Mereka tidak berfikir kalau penolakan mereka atas dakwah Islam merupakan suatu kerugian yang besar. tidak memperhatikan negeri akhirat. Kedua. tentu mereka akan mengalami azab (lihat 8:38). dan orang kafir merupakan golongan . Orang kafir tidak menyadari akan kelemahan diri mereka sebagai makhluk. diliputi perasaan dendam. kenyataan yang melingkupi orang-orang kafir yang penjelasannya telah dimuat dalam al-Quran dan Sunnah RasulNya menjadi bahan pelajaran dan peringatan yang terbaik. Sedangkan pada saat ia menggoda manusia. syaithan memiliki rasa takut kepada Allah. Akibat dari sifat-sifat diatas adalah tidak mampu melihat peringatan dan pelajaran dari Tuhan mereka. kehidupan yang sempit. menjadi teman syaithan di neraka.

Orang-orang kafir pada dasarnya adalah orang-orang yang berdosa kepada Tuhannya. yakni siksa dan azabNya. Perasaan takut muncul pada mereka saat melihat azab dari Allah itu turun. Orang-orang kafir memiliki perasaan sangat cinta atas kehidupan dunia. Orang-orang kafir itu tidak takut kepada Allah seperti yang kita definisikan. maka ia berkata: “Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu. lahir pula beberapa resultan akibat dari ketiadaaan rasa takut kepada Allah. . Ucapan itu tentu saja dusta belaka. mereka tidak melihat bahwa kewajiban yang dibebankan pada manusia dari sisi Allah adalah sesuai dengan kadar kemampuan manusia itu sendiri dan untuk kemuliaan manusia itu sendiri. Kedua. Orang kafir merasa dan meyakini bahwa dosa itu tidak ada. Jadilah orang-orang kafir itu adalah musuh bagi kaum muslimin yang berada di dalam kebenaran (lihat 4:101). (lihat 29:13). Mereka senang dengan kebatilan. orang kafir lebih senang dengan kebatilan dan mereka akan terus membelanya dengan berbagai cara termasuk menyerang kebenaran yang datang dari sisi Allah. Maka itulah alasan azab ditimpakan pada mereka.manusia yang menolaknya. dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah untuk menghubungkannya dan membuat kerusakan di muka bumi (lihat 2:27). Pertama. Akibat dari ucapan itu ialah dosanya bertambah-tambah. tetapi mereka memiliki rasa takut. dengan mengatakan bahwa ia berani menanggung dosa orang yang diajaknya. maka tatkala manusia itu telah kafir. Kesimpulannya: akibat dari tiadanya rasa takut kepada Allah. mengintimidasi umat Islam dan menebarkan fitnah atas Islam kepada segenap manusia. mereka senang dengan perbuatan fasik. Keempat. akibatnya mereka terjebak untuk memilih perbuatan-perbuatan yang justru membuat harkat dan derajat mereka terjatuh ke lembah kehinaan (lihat 23:62-64). seraya memandang agung atas kebatilan dan neraka dan mengagungkah nafsu dan syaithan. karena tiadanya rasa takut kepada Allah. takut miskin karena itu mereka amat kikir dan pendengki. Berbagai upaya mereka lakukan untuk membendung dakwah Islam. yakni dosanya ditambah dosa orang yang diajaknya kedalam kesesatan. karena sesungguhnya aku takut kepada Allah. Azab hanya diturunkan kepada kaum yang kepada mereka diturunkan wahyu (lihat 26:208). itu akibat dari nafsu dan kesombongan mereka (lihat 45:32). yaitu melanggar perjanjian Allah sesudah perjanjian itu teguh. dan karena perbuatan zhalim mereka berupa perbuatan syirik (lihat 3:151). artinya orang-orang yang pasti akan ditimpa azab.” (59:16). benar dan terpuji (lihat:9:37). yaitu: azabNya baik di dunia maupun di akhirat. mereka memandang rendah iman dan memandang tinggi kekafiran (lihat 2:108). Kesimpulannya: akibat tiadanya rasa takut kepada Allah. “(Bujukan orang-orang munafik itu adalah) seperti (bujukan) shaitan ketika dia berkata kepada manusia: “Kafirlah kamu”. orang kafir larut dalam dosa dan mereka akan menemui akibat dari perbuatan dosa mereka. maka mereka takut mati. sebab hakikatnya ia tidak memiliki kekuatan untuk menahan akibat dari dosa itu. dan laknat dari sisi Allah Swt. Ketiga. Allah sendiri menancapkan rasa takut ke dalam hati orang-orang kafir (lihat 8:12) atas kebesaran Islam (lihat: 5:3) dan kekuatan kaum mukminin (lihat 8:60). Itulah sebabnya orang-orang kafir itu adalah musuh Islam dan umatnya. Maka mereka rela membeli hidayah dengan kesesatan (lihat 2:16). karena itu mereka takut bila Islam dan umatnya menjadi besar dan kuat. Karena itu ketika ia mengajak orang untuk durhaka kepada Allah. Terkait dengan kesesatan mereka. Rabb semesta Alam. mereka mempergunakan logika untuk membenarkan tindakannya dalam menyalahi aturan Allah sehingga mereka dibantu syaithan untuk melihat kesalahan mereka sebagai sesuatu yang patut. itu artinya mereka memandang rendah kebenaran dan surga: mereka tidak menghargai Allah. siksa. (lihat 29:12).

Dan modal keberanian untuk berperang melawan orang kafir adalah rasa takut kepada Allah. a. jangan sampai dirinya melakukan suatu pelanggaran atau kelalaian. 99:12) Hai orang-orang yang beriman. Orang-orang yang takut kepada Allah akan bersungguh-sungguh menjadikan setiap waktu dan tempatnya untuk melakukan kebaikan-kebaikan dan berusaha sekeras mungkin untuk menjauhi perkara-perkara yang melanggar laranganNya. Allah akan memberikan catatan atas seluruh perbuatan manusia yang akan menjadi saksi nanti di negeri akhirat. Allah senantias mengawasi dan mencatat apa saja yang dilakukakannya. Maka pengaruh dari rasa takut itu adalah sikap berhati-hati dalam seluruh waktu dan tempat serta keadaan. Sehingga ia pun nantinya boleh berharap bahwa Allah akan membalasnya dengan kebaikan dan menolongnya dari setiap kesulitan yang akan dihadapinya di dunia maupun di akhirat. (9:123). perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu.Oleh karena itu kekafiran harus diperangi. sebab itu perangilah kawan-kawan syaitan itu. Hai Nabi. Tidak ada suatu waktu dan tempat bagi manusia untuk bersembunyi dari pandangan Allah. ALASAN TAKUT KEPADA ALLAH Takut adalah kesadaran bahwa diri kita lemah di hadapan Allah. agar supaya mereka berhenti. sedangkan Allah adalah Pencipta kita. Untuk selanjutnya dijadikan timbangan keadilan untuk dibalas dengan surga atau neraka. Tempat mereka adalah jahannam dan itu adalah seburuk-buruknya tempat kembali. sedangkan Dia Maha Kuat dan Kuasa atas diri kita. bahwasanya Allah bersama orang-orang yang bertakwa. Sesungguhnya kesadaran ini cukup sebagai alasan mengapa kita harus takut kepada Allah. dan ketahuilah. perangilah orang-orang kafir dan orang-orang munafik dan bersikap keraslah terhadap mereka. Orang yang merasa takut kepada Allah tidak mudah tergoda untuk melakukan kemaksiatan dan keharaman karena ia tahu. maka perangilah pemimpin-pemimpin orang-orang kafir itu. Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah. Harapan . dan mereka mencerca agamamu. (66:9) 9. (4:76) Jika mereka merusak sumpah (janji)nya sesudah mereka berjanji. Inilah pengaruh dari rasa takut kepada Allah. dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut. Kita diciptakan. karena sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah. Allah Maha teliti atas setiap perbuatan manusia Takut kepada Allah adalah takut berkenaan karena Dia Maha teliti atas setiap perbuatan manusia dan senantiasa mengawasi setiap langkah-langkahnya. dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu. karena sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang (yang tidak dapat dipegang) janjinya. Allah yang senantiasa memperhatikan seluruh gerak-geriknya adalah Dia yang telah menetapkan azab bagi hamba-hambaNya yang durhaka.

c. Karena itu Allah Swt adalah Zat yang sepantasnya manusia takut hanya kepadaNya. Apapun yang sedang berlangsung di alam semesta ini. sebab orang yang beriman melakukan amalan kebaikan adalah karena mengharap RahmatNya dan meninggalkan keburukan karena mengharap ampunanNya. Allah adalah Dzat yang Maha Kuasa Allah Swt adalah Zat yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Kekuatan yang mereka miliki itu bahkan asalnya dari sisi Allah Swt. Mereka tertutup dengan kesombomgan dan kedzaliman (27:24). Tidak ada satu pun kekuatan di muka bumi atau di langit juga di alam ghaib yang dapat mematahkan kekuatan. Ketika seruan iman telah sampai pada mereka dan bagi mereka ada azab neraka pula di akhirat. etnis yang dihancurkan itu bukanlah golongan manusia yang bodoh secara teknologi dan sains serta peradaban. . ternyata secanggih apapun hasil pemikiran dan peradaban mereka tak mampu menahannya. sebab Dialah yang menciptakan. Bukti dan dalil tentang adanya azab Allah itu dapat kita baca dalam Al-Quran dan pada negerinegeri yang diazab Allah. atau rumah yang kita bernaung di dalamnya hancur. kehendak. ketetapan dan hukum Allah Swt. ketika ditimpakan pada mereka. Allah telah menetapkan adanya Azab dan Neraka Allah SWT telah menetapkan pula azab dan neraka untuk manusia dan jin ketika kedua makhluk itu tidak mengindahkan aturan. Betapa besar kekuasaan Allah atas dunia dan pada diri manusia maka seyogyanya manusia berserah diri dan pasrah kepadaNya melalui ketundukkan kita kepada agamaNya sepenuh kesadaran diri dan tidak banyak membantah terhadapNya.ini cukup beralasan. Tetapi mereka yang cerdas-cerdas itu tidak lagi membuka hatinya dan akal pikiranya utuk memahami dan menerima wahyu dan kedatangan para nabi. Mereka adalah bangsa-bangsa yang berfikir maju. bangsa. Pada garis besarnya. Amcaman Allah erupa azab. maka akan hancurlah jadinya. memelihara dan mengendalikannya. tak akan cukup untukmenyamai atau mengalahkan kekuatan Allah SWT. Sekuat apapun kekuatan yang dimiliki ala semesta. termasuk pada diri manusia berada dalam genggamanNya dan KekuasaanNya.manusia. “Dan ketahuilah bahwasanya Allah mengetahui apa yang ada dalam hatimu. ketetapanNya yang harus dipenuhi oleh kedua makhluk itu. Jika Allah berkehendak diri kita. Tetapi seharusnya kita mendekat kepadaNya. tanah yang kita injak. maka takutlah kepada-Nya” (2:235) b. dan sadar akan hakikat keberadaan mereka di dunia. memohon perlindunganNya melalui ibadah dan taqorub serta doa dan ikhtiar. dan malaikat.bukan bangsa yang terbelakang dalam cara hidup dan berpikirnya. umat. Allah telah menetapkan azab dunia bagi mereka yang terus menerus bergelimang dalam kesesatan. jin. berkarakter modern pada zamannya.ketimbang kepada makhlukNya. Takut kita kepada Allah dibangkitkan bukan dengan cara menjauhiNya sebab tidak ada lagi tempat berlindung dari pengamatanNya.

namun hati gersang dan selalu gelisah akibat dari ketiadaan iman dan kehampaan dari bimbingan wahyu. kita campakkan. sedangkan wahyu. . Manusia tidak cukup kuat dengan akal dan buminya Manusia mestinya merasa takut jika hidupnya di dunia tidak bahagia. Memiliki tetapi selalu dirundung rasa khawatir. Dan di akhirat masuk neraka. Kita tak punya kekuatan apa-apa karena itu mestilah kita takut kepada Allah Swt atas kekuasaanNya. merasa kuat dan memandang rendah pada kebenaran wahyu. Sikap seperti ini telah lama berkembang di setiap zaman kehidupan manusia.Oleh karena itu. Bila Allah hendak mengazab suatu negeri. jangan sampai akal dan karunia kita rengkuh. akal dan dunia pada manusia Allah Swt tidak akan menurukan azabNya kecuali apabila suatu bangsa. maka disaat itulah azab turun. Padahal manusia tak memiliki kehebatan apa-apa sekalipun atas jasadnya sendiri. dan putus asa. lemah dan akhirnya mati. Namun mereka menolaknya. belajar. Keadaan-keadaan semacam ini seyogyanya menyadarkan kita akan kebesaran Allah. Takutlah kepada Allah. Jasadnya kian lama kian tua. Wahyu. dan karunia telah sampai kepada kita. Manusia hendaknya mulai menyadari bahwa kecerdasan akal yang melahirkan sains dan teknologi serta pemikiran. ikuti wahyunya. Bukankah suatu hal yang sia-sia memiliki tapi tak menikmati. dan untuk itu mereka telah diberi akal dan waktu untuk memikirkan wahyu tersebut. Allah Swt telah memberi kita sehingga dapat berfikir. wahyu. juga bumi yang indah lengkap dan sempurna ini. kesenangan nafsu dan syahwat serta perut dan kendaraan yang terpenuhi. akal. umat. diri telah diberi tiga hal: akal. Sedangkan dari wahyu ia terhalang. mengerti. Di sinilah kita harus berhati-hati dari sikap sombong dan zhalim. Tetapi mengapa aturanNya tidak kita laksanakan? Padahal aturan Allah itu sendiri untuk kebaikan dan kemudahan hidup manusia sendiri. tak akan dapat melindungi diri dari azabNya. berteknologi dan mengembangkan sains. e. Apakah artinya kota yang gemerlap. Dan bangsa kita berada pada urutan yang mengikutinya. dan karunia. Karena keduanya jadi sebab kita menolak dan terhalang dari wahyu. d. tak cukup sudah untuk mengantarkan kepada kebahagiaan dan kemuliaan sejati. lalu disampaikanlah kepada mereka wahyu agar mereka tunduk dan bersyukur. Allah telah memberikan wahyu. kita yang hidup di zaman teknologi serba maju sepesat sekarang ini. Tapi di dalam waktu yang sama juga sombong. maka diberilah bangsa itu kemampuan berfikir yang maju sehingga dapat mengelola dunia sehingga makmur. Yang dapat melindungi diri dari azabNya adalah RahmatNya. takut. Semakin banyak karunia Allah yang dapat kita nikmati di situ pula akal memahami akan kebesaran Allah yang Maha Pencipta. gelisah.

dapat melepaskan diri dari azab Allah. g. Alloh tidak akan mengubah ancamanNya. Jika tidak. Jadilah mereka ditimpa azab dari sisiNya berupa azab batiniyah. Bangsa ‘Aad. hanya karena seorang yang berdosa seorang raja. Dan janji Alloh itu pasti. f. maka penyakit-penyakit batiniah akan terus merenggut hidup manusia. kaya. bahwa siapa yang merasa cukup dengan akal dan alam semata dengan tujuan untuk menempuh jalan yang sehat . Alloh tidak akan merubah janji-Nya itu . hanya karena jumlah umat Islamnya banyak. Oleh karena itu dalam hidup. bukanlah kesenangan yang mereka dapat. Lepasnya azab Allah dari suatu kaum bukan karena jumlah tapi karena kualitas keimanannya dan ketaatannya kepada wahyu. Janganlah mengira bahwa bangsa Amerika misalnya. Dan kenyataan bahwa dia dibentuk untuk beribadah kepada Allah. rupawan dan banyak amal sosialnya. Mengapa? Sebab manusia terkait dengan dua kenyataan yang tak dapat dipuaskan oleh akal dan alam. Dan tidak ada tempat bagi manusia untuk mencari aman jika azabNya telah turun. Begitu pula jangan mengira bangsa kita pun dapat lepas dari azab Allah.KekuatanNya. yakni oleh Islam . Manusia itu anehnya menginginkan rahmat tetapi senang menempuh kesesatan. akibatnya dan kenyataannya . Manusia akan senantiasa dikepung oleh berbagai keanehan dan keganjilan. dia menurunkan Rahmat-Nya. sebagaiman Dia telah mencazab Firaun. . jika mereka tidak mau bertaubat. Manusia lebih patut merasa takut oleh keadaan-keadaan yang membuatnya terperosok dalam kehampaan dan ketidakjelasan arti dan tujuan hidupnya. cerdas. tapi justru kepayahan kelelahan dan ketidak menentuan hidup. Janji Allah adalah pasti dan tiada perubahan Alloh swt telah membuat bukti atas ketetapan yang telah dibuatNya dan diberitahukan kepada manusia. Dua kenyataan ini hanya dapat terpenuhi kebutuhannya oleh wahyu . Azab Batiniah telah turun di sepanjang masa Allah senantiasa menurunkan rahmat bagi orang-orang yang mengikuti hidayahNya. Allah akan tetap mengazab manusia yang menempuh jalan sesat. di mana pun dan kapan pun. dia menurunkan azabNya. Qorun. kita mengira bahwa azab belum turun mungkin itulah alat untuk menimpakan azabNya yang terberat. ancamanNya dan sifat-sifatNya yang memaksa yang tak dapat ditahan oleh manusia di mana pun dan siapapun. Dan pula senantiasa menurunkan azab kepada orang-orang yang memilih kesesatan. Jika selama ini. Ancaman Allah ini berlaku untuk bangsa apa pun. JanjiNya. manusia harus taat pada wahyu. Sesungguhnya wahyu turun untuk menyempurnakan karunia Allah pada manusia setelah manusia diberinya akal dan alam. Dan siapa yang tunduk pada-Nya. yang telah lama menempuh jalan kesesatan dan banyak berbuat zhalim kepada umat Islam. Ketika manuia merasa cukup hanya dengan akal dan alam untuk menikmati hidupnya di dunia. Kesengsaraan jiwa yang terus menerus . Tsamud dan Madyan.

permusuhan. berdusta. dia diberi hukuman dengan seadil-adilnya dan seberat-beratnya. kita fitnah. i. Begitu pun pikiran orang lain terhadap diri kita yang pernah kita zhalimi. sandaran. Tidak ada tempat bergantung dan berlindung selain Allah Kepada siapakah manusia meminta perlindungan jika Allah telah menetapkan siksa baginya? Tidak ada tempat meminta perlindungan dari siksa Allah Swt. Janganlah kita merasa ragu akan kenyataan bahwa Allah merupakan tempat berlindung. Manusia akan memasuki negeri akhirat Allah adalah raja di hari kiamat. Azab Allah turun itu karena manusia memilih selain Allah sebagai tandingan dalam keyakinan. curang. Umat-umat yang kuat dahulu pun hancur binasa . Jika tidak maka kita bergantung kepada ketiadaan. Dan implementasinya kita harus mengurangi dendam. jahat. kejahatan. Dan itulah sebabnya mengapa kita mesti menggantungkan seluruh urusan hidup kita kepadaNya. kita khianati.h. kedudukannya amat lemah dan tidak memiliki apapun untuk memberikan perlindungan sekalipun banyak manusia bersikap aneh dan tidak wajar. hendaklah perkara itu menjadi bahan renungan bagi kita supaya kita takut kepada Allah. kesalahan. dosa. Alasan ini mestinya menjadi kekuatan kesadaran bagi kita untuk tidak mencari tempat berlindung selain Allah Swt. menipu pada diri kita. Bertambahnya usia berarti dunia semakin menjauhi dan akhirat semakin mendekat. Dan bahwa apapun selain Allah yang hendak kita jadikan sebagai pelindung. Al-Hakiim yang Maha Adil. aniaya. tidaklah patut dijadikan alasan untuk membenarkan tindakan tersebut. j. Takut kepada Allah Sang Raja di Hari Kiamat hendaknya menyelusup ke dalam jiwa kita. fujur dan siat membangkang. Dan Allah Sang Khalik yang Maha Adil itu akan menghukum mereka dan juga kita atas segala dosa dan kecurangan. Dan kedatangan hari kiamat itu ialah sebagai tempat di mana amal diperhitungkan dan dibalas dengan seadil-adilnya. Dan itu artinya mereka telah memperosokkan diri kepada golongan sesat yang pantas mendapat azabNya. Kita tidak dapat berlindung kepada apapun dari azab Allah. Manusia bagaiamana pun keadaannya sekarang. pengabdian dan tujuan sehinga mengakibatkan mereka tidak mau menerima kebenaran dari sisi Allah Swt. dan kita curangi. mereka yang masih hidup sedang bergerak menuju hari kiamat. selain kepada Allah sendiri melalui sikap taat kita kepadaNya. maksiat. yakni menjadikan selain Allah sebagai perlindungannya. Selama di dunia kita selalu menghendaki agar orang lain yang pernah berbuat zhalim. yang akan mengadili seluruh manusia atas segala amal perbuatannya yang telah mereka buat selama di dunia.

” (QS 13:11) “Berhala-berhala yang mereka sembah selain Allah tidak dapat mengabulkan apapun bagi mereka. Padahal mereka adalah umat yang amat kuat. Jadi peluang untuk mendapat rahmat dan terhindar dari azabNya terbuka lebar dan begitu pula jalan-jalannya telah disediakan. dan maju teknologinya tetap saja mereka hancur binasa.” (QS 13:14) “Dan orang-orang kafir senantiasa ditimpa bencana disebabkan perbuatan mereka sendiri. dan pergaulannya buruk. lebih lemah dari mereka. berdaya. Ketika seseorang telah tertanam di dadanya rasa takut kepada Allah maka itu karena dalam dirinya telah bekerja akal yang cerdas. Apapun yang kita usahakan untuk melawan ketetapan Allah. Apakah bagi kita yang lemah ini. Seseorang tidak akan meninggalkan akhlak yang buruk selama akalnya lemah. Akhlak yang baik tidak akan sempurna tanpa diawali oleh upaya menghilankan akhlak yang buruk. MANFAAT TAKUT KEPADA ALLAH Manfaat takut kepada Allah Swt pada intinya adalah mencegah diri kita dari melakukan perbuatan fujur dan terdorong untuk melakukan ketaatan yang sempurna kepada-Nya a. Umat-umat terdahulu yang kuat-kuat itu hancur bukan karena dizhalimi oleh Allah Swt. Sesungguhnya suatu kesempurnaan terjadi setelah terlebih dahulu dihilangkan darinya kekurangan. Berapa banyak umat terdahulu yang tampil menjadi penentang para Nabi untuk menolak wahyu dan menolak mengabdi. pemikiran. sama sekali tidak akan mampu mengatasiNya. Menguatkan akhlak yang mulia Takut kepada Allah Swt akan menguatkan akhlak yang baik melalui dihindarinya akhlak-akhlak yang buruk dan rendah. keburukan dan cacat. “Dan apabila Allah menghendaki kebenaran terhadap suatu kaum.” (13:34) 10. Tetapi akibat dari perbuatan mereka. Seandainya umat-umat terdahulu itu mau mengikuti dahwah para Nabi dan membelanya dengan segenap kemampuan yang ada tentu mereka pun akan terhindar dari azabNya yang keras. Kita mengetahui bahwa akhlak yang buruk pada dasarnya adalah akhlak yang tidak dibenarkan oleh wahyu. Apakah mau azab atau rahmat. imannya tipis. Memang Allah yang membuat ketetapan azab itu.” (Qs 13:31) “Mereka mendapatkan siksaan dalam kehidupan dunia. Bahwa rahmatlah yang turun pada mereka ketika mereka taat kepadaNya. cerdas fikirannya. dan azab akhirat pasti lebih keras. .Mengapa kita harus takut kepada Allah Swt? Karena kita ini amatlah lemah untuk mengadakan suatu makar terhadapNya. tidak disukai oleh akal dan tidak disetujui oleh adat. Tetapi manusia boleh memilih. maka tidak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada perlindungan bagi mereka selain Dia. akhirnya terkalahkan. mestinya kita lebih takut lagi pada Allah Swt. Kaum muslimin hendaklah menjadi contoh bagi manusia dalam pembelaannya pada kebenaran dan menunjukkan ketinggian ajaran Islam lewat perilaku. Manusia hanya tinggal melaksanakan dengan kemampuan dan kemauan yang ada. dan peradabannya.

Bila seseorang menyadari bahwa azab Allah akan menimpa orang-orang yang dimurkaiNya dan menempuh jalan yang sesat. Azab Allah Swt bisa tidak terjadi pada seseorang yang berbuat dosa. Tidak gentar menghadapi serangan musuh Orang takut kepada Allah. Mereka seharusnya tidak menjadi penakut hanya karena kekuatan orang kafir itu lebih besar dari mereka. apabila ia bersegera bertaubat dan menggantinya dengan amalan bajik. Ia akan berusaha mengisi hari-harinya dengan melakukan berbagaia kebaikan dan ketakwaan sehingga ia terhindar dari azab yang pedih. tidak patut ditakuti. maka akhlak yang baik itu menjadi samar. rasa takut kepada Allah. ialah dengan menanamkan rasa takut kepadaNya. dan menolak propaganda yang diserukan orang-orang kafir dalam kejahatan. maka ia akan berusaha beralih dari keadaan sesat dan pantas dimurkai kepada sifat-sifat tunduk dan mengikuti jalan-jalan yang lurus. Memang sepatutnya manusia takut hanya kepada Allah. di tangan siappun. c. Dialah yang menguasai segenap yang ada di bumi dan di langit. sebab ia takut akan akibatnya yang buruk. Seyogyanya kaum muslimin memiliki mental berani dalam menegakkan kebenaran. Dengan cara itu terdapat harapan dihapusnya dosa akibat perbuatan buruk di masa lalu. terkotori. demikian pula halnya orang-orang mukmin tak perlu merasa takut dan gentar oleh kekuatan yang dimiliki orang-orang kafir. Takut kepada Allah merupakan kekuatan untuk menghentikan perbuatan buruk dan menggantinya denga perbuatan yang baik. Tak sepatutnya orang Islam takut kepada orang kafir. Adapun selain Allah. dan tidak berpengaruh. Akhlak yang buruk selama masih bersanding dan bercampur dengan akhlak yangbaik. kesalahan. Sebab cara tersebut merupakan upaya untuk menghindari azabNya. Di saat itulah ia mulai akhlak-akhlak buruk. Dengan takut kepada Allah. Allah patut manusia takut padaNya. maka akhlak yang baik akan menguat. Dan bagaimana mekanisme seseorang mau bertaubat.iman yang kuat. akan mendorong seseorang melakukan kebaikan untuk menutupi berbagai kekurangan. Karena Dialah pemilik kekuatan yang tidak terkalahkan dan telah menetapkan azab bagi yang mendustakanNya. Dia mengendalikan apapun yang ada di negeri mananpun. telah menempatkan urusannya secara adil. dan kelalaian yang telah lalu. Takut kepada Allah harus ditanamkan sebagai pendekatan agar manusia tunduk kepada aturanNya. Dengan upaya yang membersihkan akhlak yang buruk. . Menggiatkan amal kebaikan Sejalan dengan dengan menguatnya akhlak yang baik. maka seseorang akan menghindari akhlak yang buruk. b. dan matang pengalamannya dalam memahami liku-liku kehidupan. pergaulan yang matang dengan orang-orang sholeh.

Untuk itulah maka ia akan senantiasa banyak mengingat dan berorientasi hidup pada akhirat dan tidak menjadikan dunia sebagai tumpuan rasa cinta dan kerinduannya. Takut kepada Allah Swt menggambarkan makrifat kita atas besarnya dan dahsyatnya siksa Allah atas hambaNya yang durhaka. Ketika di dalam lubuk hati seseorang telah tertanam rasa takut kepada Allah Swt. ia pun akan mendekat kepadaNya. hatinya mudah bergetar. Semakin besar rasa takut manusia kepada Tuhannya. dan harapan kepadaNya untuk beroleh perlindungan dariNya dari azabNya dan dari segala hal yang dapat menyeretnya kepada azabNya. termasuk betapapun kuatnya kafir. Allah lah yang mesti kita takuti atas KemahakuasaanNya. Maka tak layak ditakuti. cinta. dan berharap hanya kepadaNya semata. Tetapi jika hati telah benar-benar merasa takut kepada Allah semata. . dan harapan pada-Nya Ketika manusia takut kepada Allah. Dan dia akan senantiasa bersungguh-sungguh menjauhi laranganNya dan menunaikan perintahperintahNya dengan penuh rasa khusyu’ dan penjagaan. Senantiasa waspada dari kelalaian dan kesenangan dunia Lalai terhadap urusan akhirat dan senang dengan urusan duniawi merupakan keadaan terparah dari penyakit jiwa manusia. Dan untuk itu ia harus mendekatiNya dengan cara taat. Dan ketika ia telah terjebak oleh kesenangan dunia. maka semakin ia mengokohkan ketaatan. ia takut kalau dunia memenjarakannya dan takut jika akhirat menjadi masa suramnya.Memang orang-orang kafir memiliki kekuatan yang besar untuk mengalahkan dan menyerang kaum muslimin di negeri manapun. cinta. Sebab dunia yang indah. dan dengan rasa takut kepada Allah. maka selain Allah tak patut ditakutinya. yakni mengabdi kepada Allah dan menjalankan syariat agama. karena kekuasaan dan ketetapan azabNya. Dan akhirat yang berat. Seseorang yang benar-benar takut kepada Allah. d. Pada gilirannya takut kepada Allah itu menjaga diri kita dari terperosok pada kelalaian. Orang yang lalai terhadap urusan akhirat akan melupakan tugasnya yang utama saat ini. Sebab bagi manusia dan segenap makhluk. air matanya mudah terurai. membuat kita bersandar padaNya. Dia akan memfokuskan hidupnya hanya untuk dunia semata. maka hal itu tidak akan terjadi sifat lalai terhadap akhirat. e. Maka tidak ada kehendak lagi untuk membangkang padaNya ketika rasa takut telah menyelusup ke dalam jiwa. ia akan menghalang-halangi manusia dari agama. Sebab ia memandang agama adalah penghalang dari kemajuan dan kesenangan dunia. Manusia hanya dapat menempuh satu jalan untuk melindungi dirinya dari azab Allah. seiring dengan rasa takut kepada Allah. maka pada saat yang sama. bisa berubah menjadi siksa. Mengokohkan ketaatan. tidak ada tempat untuk berlindung diri dari azabNya selain Allah itu sendiri. dia akan segera akan bersujud dan menangis ketika ayat-ayat Allah dibacakan. yaitu dengan meminta perlindungan dariNya. bisa menjadi berubah menjadi negeri yang lebih baik. kecintaan. Tidak akan terjadi sikap cinta pada dunia.

Jika keadaannya terbalik. lebih banyak yang pro kejahatan dan kontra terhadap agama. Sebab kita tahu tunduk pada ketiganya bertentangan dengan kesadaran rasa takut kepada Allah Swt. dunia.Takut kepada Allah itulah yang parallel dengan kewaspadaan terhadap hal-hal yang dapat memalingkan orientasi akhirat. Dengan cara seperti itu maka seseorang tetap berdampingan dengan dunia. syahwat. Dan tidak ada yang dapat memalingkan diri kita dari itu kecuali kesenangan terhadap perhiasan dunia. diatur mengikuti pada ketaatan kepada syariat agamanya. merupakan sebab utama turunnya azab Allahg Swt. . Dunia. Kehilangan iman dan pahala amal sholeh sama artinya dengan mengikuti kekafiran dan berbuat kefasikan selama hidup di dunia. Sebab ia tahu dua keadaan itu adalah sebab turunnya siksa pada suatu kaum. Seseorang yang takut kepada Allah tentu akan senantiasa tampil sebagai seorang dai yang selalu mengajak manusia kepada kebenaran dan melarang mereka berbuat keji. Bagaimana kita akan merasa aman dari siksaNya tanpa sikap berpihak padaNya. dan nafsu dalam koridor iman dan tetap dapat memetik pahala dan memilikinya dan mengaturnya. f. Azab Allah hanya akan ditimpakan kepada orang yang tidak memiliki iman dan tidak memiliki amal kebaikan. Takut kepada Allah artinya khawatir kalau diri kita mendapat kemurkaan dariNya. syahwat dan nafsu. g. Maka hal itu tidak akan terjadi pada orang-orang yang di dadanya terdapat rasa takut kepada Allah. maka harus membela kebenaran yang diturunkanNya dan tidak membiarkan manusia menyalahi kebenaran tersebut. kesenangan syahwat dan nafsu. Ketika itu. syahwat dan nafsu itulah yang harus tunduk kepada hal yang sejalan dengan konsep takut kepada Allah. Takut kepada Allah Swt akan menjadi benteng agar kita tidak sekali-kali tunduk pada dunia. Takut kepada Allah Swt akan memancarkan suatu tindakan yang mengokohkan ketaatan dan tindakan mengingatkan manusia. Kejahatan akan berkurang dan kehidupan agama akan bergairah jika kita banyak yang tampil sebagai penegak dan pembela kebenaran dan pemberantas kezhaliman dan kebatilan. Berani membela kebenaran dan memberantas kebaikan Takut kepada Allah akan membuat kita tidak takut kepada selain Allah dalam kebenaran. Dia tidak akan berdiam diri melihat Islam dicampakkan dan melihat manusia lalai dari kewajibannya. syahwat dan nafsu tidak dihindari tetapi dikendalikan. Dan itu berarti suatu proses lain menuju datangnya kemurkaan dan siksaan. Ia tidak ingin diri dan kaumnya terkena siksa tersebut. Dan agar kita tidak dimurkaiNya. tentu itu suatu tanda bahwa kita tidak merasa takut terhadap azab Allah. Kita akan memiliki keberanian untuk membela agama dan melawan penghalang agama. diawasi. maka itulah saat-saat iman semakin tipis dan saat-saat pahala dari amal kebaikan menjadi terhapus. Kekafiran dan kefasikan. Takut kehilangan iman dan pahala amalannya Ketika manusia terpaku oleh perhiasan dunia dan jatuh cinta kepadanya seraya memenuhi panggilan syahwat yang lepas dari bimbingan agama.

musibah. dan berkah dari sisi Allah Swt. Hanya mereka yang telah tertanam di dadanya rasa takutlah yang dapat menyelami makna bencana. . maka hal itu semakin menguatkan imannya. i. Senantiasa berlindung dari godaan syetan yang dilaknat Manusia mengapa ada yang menjerumuskan diri ke dalam kesesatan dan perbuatan yang dimurkaiNya. Mengingat dahysatnya siksa api neraka harulah menjadi awal kita untuk senantiasa bertaubat. beramal sholeh dan tidak mengulangi perbuatan yang buruk. j. pengalaman. Bagaiamana cara kita banyak mengingat neraka tergantung kepada konsentrasi hidup kita selama ini. rahmat. Sehingga ketika suatu bencana. padahal semua itu sia-sia belaka. dan berkah dari sisi Allah Swt. sekaligus sebagai hal yang dapat membuat hati orang kafir semakin keras dan membangkang. tafakur. dan peristiwa kehidupan manusia. ialah karena memperturutkan nafsu dan bisikan syaithan. Tidak banyak manusia yang dapat mengambil hikmah dari suatu bencana. Takut kepada Allah adalah takut pula kepada siksaNya. Karena itu ia akan melakuka perbuatan apapun yang dipandangnya baik dan menyangka telah banyak beramal. rahmat. bagi orang yang takut kepada Tuhannya. mentafakuri bencana apapun yang menimpa manusia. Bencana merupakan salah satu sumber hikmah bagi orang-orang yang beriman. takut kepada Allah juga mendorong seseorang untuk senantiasa mengingat dahsyatnya siksa api neraka. Bencana dapat menjadi petunjuk menuju keselamatan. Mengingat siksa api neraka itu penting dan itu sejalan dengan penjelasan-penjelasan Allah melalui al-Quran tentang kepedihan dan kengerian neraka di akhirat. membaca al-Quran akan turut membantu untuk hal demikian itu. Dan ibadah. pengaturan dan kekuasaan Allah Swt sebagai suatu hikmah bagi orang-orang yang beriman.h. Bencana yang turun ke dunia ini selamanya senantiasa dalam pengawasan. Senantiasa mengingat dahsyatnya siksa siksa neraka Sejalan dengan hidup berorientasi akhirat. Orang yang melupakan negeri akhirat tentu melupakan pula akan pertemuannya dengan Tuhannya dan lupa akan dahsyatnya siksa neraka. akan dijadikannya sebagai peringatan agar ia tambah dekat denganNya. Mengambil Hikmah dari banyaknya bencana Hikmah adalah ilmu yang menunjukkan jalan menuju kehidupan yang dilimpahi keselamatan. sakit menimpa dirinya. sehingga kita pun berdoa untuk memohon agar dihidarkan dari siksa neraka. Bahkan ia cenderung melakukan perbuatan yang bertentangan dengan agama. Dengan memperhatikan. maka tidak akan ada yang dapat diperolehnya melainkan azab Allah Swt. Jadi hikmah bisa di dapat melalui tafakur atas alam. Hikmah merupakan ilmu khusus yang diberikan kepada orang-orang yang beriman melalui penjelasan al-Quran dan Hadits RasulNya juga melalui intuisi dan akal suatu indra yang telah tercelup oleh didikan al-Quran dan Hadits. Bahkan mengingat neraka itu ada pada doa ketika kita hendak memulai makan. Manakala hidup telah dicanangkan untuk nafsu dan syaithan.

maka takut kepada Allah itu menjadi tidak ada. iman. atau beriman karena ilmu adalah sama saja halnya. ia pun semakin besar rasa takutnya pada Allah Swt. ilmu dalam wujud memahami atas kandungan al-Quran dan As-Sunnah. maka kita akan senantiasa berlindung kepada Allah dan hal yang menyebabkan kita terjerumus pada kesesatan dan perbuatan yang dimurkaiNya. Betapa saat ini manusia yang banyak yang lalai dalam membentengi diri dari kedua hal tersebut. Manakala rasa takut kepada Allah telah menghujam karena ilmu. Jika tidak ada salah satunya. dan kejahiliahan. Dan sebab-sebab itu. 11. kejahatan. dirinya dan kehidupannya serta alam semesta ini. yakni nafsu dan syaithan. dan kesadaran. . harus selalu kita waspadai dengan cara meminta perlindungan dari sisi Allah Swt. Dengan perpaduan antara ilmu dan iman maka akan sampailah seseorang pada makrifat pada Tuhannya. ORANG YANG BERILMU PALING TAKUT KEPADA ALLAH Ilmu adalah apa-apa yang berasal dari al-Quran dan as-Sunnah. Sehingga akhirnya mereka tertimpa siksaan dunia dan akhirat itu ialah karena begitu kuatnya pengaruh dari nafsu dan syaithan. dan petunjuk untuk berbuat yang bermanfaat bagi kehidupan dirinya. Ilmu dan Iman sumber makrifat yang benar Kita mesti mengetahui terlebih dahulu bahwa takut kepada Allah hanya akan terjadi jika seseorang itu beriman dan berilmu sekaligus. hanyalah ulama” (35:28) Jadi orang yang paling berilmu adalah orang yang paling memahami al-Quran dan mengetahui kebesaran Allah dan paling mengetahui akan keras dan pedihnya siksa dari sisi Allah melalui informasi dari al-Quran sehingga berbarengan dengan iman yang kian mendalam. Diantara hikmah yang terbesar yang dapat dicapai oleh orang yang beriman lagi berilmu ialah tentang kenyataan yang tak terpatahkan tentang Kemahakuasaan Allah-azabNya dan nerakaNya serta sifatNya Yang Maha Cermat dan Maha Adil. Sehingga pantaslah Allah menganjurkan manusia untuk berlindung dari syaithan dan berhati-hati dari nafsu. kesadran diri. Inilah makrifatullah yang akan senantiasa menjadi pengingat orang-orang yang berilmu dan beriman akan dahsyatnaya siksa Allah. Orang yang berilmu adalah orang yang paling memahami al-Quran dan as-Sunnah.Sekalipun banyak manusia yang menghendaki keselamatan. yang senantiasa menyertai kita kemanapun kita melangkah. tetapi anehnya mereka tetap mengikuti nafsu dan syaithan itu. Seseorang yang berilmu karena iman.”(18:2) “Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya. “Untuk mengingatkan akan siksa yang sangat pedih pada sisiNya. Yang utama adalah bahwa iman harus disertai iman dan iman harus disertai ilmu. Dengan makrifat tersimpul berbagai hikmah. a. itu karena mereka lupa akan kedudukan dirinya dan kedudukan Tuhannya. Apa tujuan al-Quran diturunkan? Di antaranya adalah untuk mengingatkan manusia dari azabNya. maka terjagalah diri dan keluarga kita dari kesesatan. Bila kita senantiasa berlindung kepadaNya dari nafsu dan syaithan dan berusaha sungguh-sunggh untuk tidak mengikutinya.

Ilmu merupakan kekayaan manusia yang akan senantiasa jadi pendongkrak martabat dan derajatnya. b. belumlah sampai kepada kategori berilmu yang bermanfaat. manusia. baik hikmah yang mengantarakan manusia pada kekeaguman dan kecintaan kepada Tuhan atupun yang mengantarkannya kepada rasa takut dan taat padaNya.Memang orang tak sadar akan ancamannya apa yang sedang yang mengintai dirinya. Seiring dengan bertambahnya pengalaman. Ilmu membuat kita pandai berhitung Barangkali kita sering melupakan dua hal dalam hidup yang seharusnya kita pandai berhitung atas keduanya. kematian dan ketertindasan. orang-orang yang sadar akan dahsyatnya azab Allah akan senantiasa berhati-hati dari hal yang jadi sebab ia ditimpa bencana dan siksa. tetapi ia tetap saja bodoh. Ilmu adalah sumber petunjuk dan kesadaran diri tentang realitas hakiki. karena menempuh suatu jalan yang menjerumuskan dirinya pada ancaman tersebut. Kedua hal itu adalah nikmat dan amal perbuatan kita. azab dan keburukan. Iman.menghisab nikmat. alam maka akan timbullah berbagai hikmah. Orang yang berilmu karennya akan selalu takut kepada Allah melalui perasaan takut jika ia tak termasuk golongan orang-orang yang pandai bersyukur dan bertaubat. Ilmu membuat seseorang menyadari dua perkara di atas dan ia akan senantiasa khawatir ketika nikmat Allah yang selama ia rasakan tak mampu ia syukuri. Betapa tinggi kedudukan ilmu dan orang yang memiliki ilmu. c. ketaatan. ia akan tak merasa takut. . Ilmu adalah jembatan penghubung antara diri kita dengan perilaku yang senantias menghisab amal. Ilmu sumber petunjuk dan kesadaran Ilmu membuat segala sesuatu menjadi berkualitas. Manusia yang hanya fokus menjaga diri dari kemiskinan. Ketika ilmu berfungsi sebagai petunjuk dan kesadaran dikaitkan dengan konsepsi Tuhan. usia dan kematangan ruhiyah maka orang-orang yang berilmu senantiasa semakin sering memandang perbuatannya dan nikmat dari sisi Allah. dan loyalitas juga kemajuan peradaban berkembang secara berkualitas berkat adanya ilmu. Semakin luas pengetahuan tentang petunjuk hidup dan diri oleh kesadaran oleh kesadaran tentang realitas sejati dan segala yang ada tentu akan menjadi sumber utama dan penjagaan diri yang lebih berkualitas dan itu memiliki arti yang besar dalam hubungannya dengan kenyataan dengan azab Allah Swt. Petunjuk dan kesadaran hakikatnya adalah apa-apa yang dapat mengantarkan kita pada penjagaan diri dan sesuatu yang mencelakakan. Kedua perkara ini harus kita hitung agar yang pertama agar menjadikan kita pandai bersyukur dan yang kedua membuat kita sering bertaubat. Sehingga orang tidak salah melangkah dalam berbuat. Ilmu memberi kesadaran kepada kita tentang arti perbuatan dan makna karunia hidup ini. Sebaliknya dari itu. Dan amal perbuatan yang selama ini ia lakukan dari perkara yang buruknya tak sempat ia bertaubat atasnya. berharap dan berucap.

Siapakah diantara manusia yang terkuat sekalipun yang dapat mencegah. Dan juga bersegera bertaubat sekalipun ia tidak melakukan kesalahan kecuali tampak kecil dalam pandangan umum. Karena itu orang yang berilmu akan senantiasa takut kepada Tuhannya mengingat dirinya yang sering berbuat salah sementara siksa itu pasti adanya. Sementara kenyataan-kenyataan yang tampak banyak yang telah menunjukkan bahwa manusia tidak bisa lari dari siksaan ketika manusia membangkang Tuhannya. peringatan. menahan. Dan dengan melihat maka citra akan tampak jelas. d. mengalihkan siksa Tuhannya jika siksa itu sudah tiba? Tentu tidak ada. Tetapi mengapa sekalipun pengajaran. Orang yang berilmu sangat besar keyakinannya bahwa azab Allah adalah pasti akan menimpa suatu kaum yang terus menerus melakukan pelanggaran terhadap syariat Allah. Kelemahan. Oleh karenanya. berilmu.Dengan demikian pantaslah orang yang berilmu akan semakin takut kepada Allah atas kenyataan bahwa betapa besar karunia yang harus disyukurinya. manusia tetap saja banyak yang memilih tetap kufur? Inilah kelemahan terbesar manusia. Cahaya merupakan unsur terpenting untuk melihat. teguh dan menghilangkan keraguan. nashihat tentang kerasnya azab dan sebab-sebab yang telah menimpa kaumkaum terdahulu telah berulangkali disampaikan dan ditunjukkan. supaya dirinya dijaga dari godaan syaithan yang terkutuk. . sekalipun ia termasuk orangorang yang cerdas. maka hatinya tergerak untuk seera mencegah dan memberantasnya. bukti. Orang yang paling berilmu berarti orang yang paling menyaksikan bukti-bukti tentang azab yang menimpa orang-orang yang tidak bersyukur dan tetap menempuh jalan kesesatan. Ilmu ibarat cahaya. kepandiran ini bisa menimpa siapa saja. Inilah sebabnya orang yang berilmu dan beriman takut kepada keadaan yang dapat menjerumuskan pada kemurkaan Allah. dan berkuasa. jika Allah menurunkan azabNya. e. orang yang berilmu akan tidak henti-hentinya meminta perlindungan dari sisi Allah. Ilmu membuat manusia melihat kelemahan diri Orang yang berilmu adalah orang yang mengetahui tentang betapa lemahnya manusia dalam banyak sisi dan hal. dengan ilmu kita melihat kebenaran dan menjadikan keyakinan semakin mantap. Ketika ia melihat perilaku manusia yang menyimpang dari jalan Allah. Ilmu banyak membuktikan tentang kenyataan ini. karena rasa khawatirnya yang luar biasa. Demikian pula ilmu. Keyakinan orang yang berilmu akan semakin menjadikan dirinya lebih takut kepada Allah. Sebab itu orang yang berilmu mudah dan cepat merasa berdosa apabila meninggalkan kewajiban sekalipun tampaknya kewajiban itu kecil dan sepele. Ilmu membuktikan kebenaran azab Azab itu menimpa manusia tatkala mereka tidak mau bersyukur dan melakukan perbuatan keliru terus menerus. Dan Betapa banyak kelakuan yang harus ditaubatinya. kebodohan terbesar umat manusia. kebodohan. dan lewat itulah kita mengetahui secara yakin.

Ia yakin betul.f. Tetapi sikap mereka terhadap karunia tak mau bersyukur. yang berkaitan dengan neraka. bila pahal aamalnya terhapus. berkat ilmu dan makrifatnya. Pertama. Nanti di saat manusia banyak yang memperturutkan penyimpangan dan kesesatan. Sehingga bilamana disebutkan dalam al-Quran tatkala ia membacanya. Bila ia berusaha ke arah itu. Inilah sikap dan keyakinan orang yang berilmu lagi beriman. Dalam takutnya ia takut menjadi orang yang terhapus amal kebaikannya dan takut menjadi orang yang tak sempat bertaubat atas dosadosanya. berbakti. maka ia aman. Ilmu melihat maksiat sebagai bencana Hidup manusia tak dapat dipisahkan dengan amal baik dan amal buruk. Hal ini berbeda jauh dengan orang yang bodoh atau orang yang kafir terhadap Tuhannya ketika ia melakukan kemungkaran dan kedurhakaan. sebenarnya. Terhadap janji Allah ini orang yang berilmu bersikap harap dan takut. sekalipun mereka adalah orang-orang yang beriman. Jika tidak ia celaka. Orang yang berilmu dan beriman terhadap siksa api neraka sekalipun mata kepalanya belum melihatnya. yang menyebabkan dirinya pasti akan menemukan kerugian yang besar. ia jatuh tersungkur dan menangis mengingat dosa-dosa atas kelalaian dan kekuragannya dalam beramal selama ini. tetapi begitulah ia semakin takut bila dirinya dilemparkan ke neraka. Dan ia harus menjadi pembela dari yang hak serta menjadi pemberi peringatan bagi yang batil. Baik amal itu termasuk amal yang baik ataupun berupa amal yang . terhadap Rasul tak mau beriman. atau dosa tidak terhapus ia akan mendapat siksa. Sementara banyak manusia sekalipun telah berilmu. ia jeli melihat antara yang hak dengan yang batil. Allah akan berjanji akan memberikan pahala kepada yang beriman dan beramal sholeh dan Allah berjanji akan memberi siksa kepada yang kufur atau malas beramal sholeh. Azab Allah itu turun kepada umat manusia yang menyimpang jalan hidupnya yang telah diberinya dua perkara penting berupa karunia yang besar dan Rasul yang menyampaikan wahyu. Ia termasuk orang yang beramal baik. ia sudah merasakan dan membayangkan dahsyatnya neraka tersebut. g. ataupun mencegah penyimpangan umat manusia. h. karena ia berilmu. maka orang yang berilmu lagi beriman. tidak sedikit pun terbetik rasa takut kepada siksa api neraka. Ilmu meyakinkan akan janji Allah Janji Allah ada dua macam sehubungan dengan amal perbuatan manusia. mereka tidak menempuh jalan yang tidak konsisten dengan kebenaran. sangat besar rasa takutnya jika ia termasuk golongan orang-orang yang menjual ayat-ayat Allah. Ilmu membuat tanggung jawab jadi berat Orang yang paling berilmu akan menyadari bahwa ia memiliki tanggung jawab yang besar baik dalam mengabdi. hendak bagaimanakah tindakah orang-orang yang berilmu? Apakah mereka akan membiarkan saja ataukah tampil untuk memberikan peringatan? Dalam kenyataannya tidak sedikit orang yang berilmu tetapi enggan menjadi pembela kebenaran.

kemaslahatan. Ulama merasa khawatir jika ia tidak bisa beramal Allah akan meminta pertanggungjawaban kepada manusia atas ilmu yang dimiliki. Terhadap maksiat baik yang ia lakukan ataupun dilakukan oleh manusia. Dalam menyikapi amal yang buruk. i. Ulama khawatir ilmunya tidak bermanfaat bagi dirinya Orang yang berilmu meyakini bahwa ilmu itu sangat besar manfaatnya bagi manusia untuk kebaikan. yakni Alloh. orang yang berilmu akan menganggapmya sebagai urusan yang berat dan besar. Bahkan ilmu menjadi sesuatu yang amat berbahaya dan mencelakakan ketika berada di tangan orang-orang yang jahat. Sekalipun demikian.buruk memiliki manfaat masing-masing jika amal yang baik dijaga dari hal yang merusaknya dan amal yang buruk ditaubati dan diambilnya sebagai pelajaran dan peringatan. j. Juga tidak pernah membangga-banggakan amal baiknya. Ia membanyangkan dosa atas amal yang buruk itu ibarat gunung yang siap menimpa dirinya. yang melihatnya sebagai bencana. tidak pernah sombong dengan ilmunya. karena ilmunya ia terperangkap pada sifat sombong dan merasa paling sempurna. dan keselamatan. Dan ia senantiasa memohon agar ilmunya bermanfaat bagi dirinya dan masyarakatnya. Orang yang berilmu adalah orang yang memiliki ilmu dan yakin ilmunya itu akan dimintai pertanggungjawabannya oleh Allah apakah ia mempergunakannya sebagai landasan amalannya sendiri ataukah amalannya tidak mengikuti pada ilmunya? . Oleh karena itu sekecil apapun dosa yang telah diperbuat. Orang yang dewasa dalam ilmunya. orang yang berilmu akan cepat-cepat meminta ampunan dari sisi Tuhannya. sekalipun mereka di bawah dirinya dalam hal keilmuan. ia tetap tawadlu dan merendahkan diri terhadap sesame orang-orang mukmin. Ia melihat bukan pada amal buruknya itu sendiri tetapi melihat kepada siapa ia telah berbuat maksiat. Sifat dan keadaan ini menimpa banyak manusia yang berilmu. orang yang berilmu justru merasa khawatir jika ilmunya tidak bermanfaat akibat berbagai sifat yang biasa menyertai orang yang berilmu umumnya. Ia akan menggunakan ilmu untuk menipu manusia dan memperdaya dirinya. Maka ia selamanya tidak akan pernah berdiam diri melihat suatu kemaksiatan merajalela di kampungnya. Ia tidak terlena dengan karena kecilnya atau sedikitnya dosa. Adakalanya orang yang berilmu. Ilmu bisa tidak memiliki manfaat ketika ilmu itu tidak diamalkan. Adapun orang yang berilmu secara luas dan benar. Lalu menghendaki manusia memuliakan dan menundukkan kepala kepadanya. sebab amal baiknya tak sebanding dengan karunia Alloh yang dia terima. Ia menjadi orang yang tertipu dan berbalik menjadi pembela kebatilan.

ialah iman kepada sifatNya yang Maha Adil dan ketetapanNya tentang azab yang telah disediakan bagi orang-orang yang ingkar. dan ilmu serta apa-apa yang akan diterangkan pada halaman-halaman berikut ini. Allah nanti di hari akhirat menyediakan dan meminta pertanggungjawaban pada manusia atas segala amal perbuatannya. Inilah keistimewaan hikmah ini. Orang yang takut kepada Allah adalah orang yang taat. membenerkan. Beriman kepada Allah berarti beriman bahwa Dia adalah Pencipta. malah menjadi pencaci maki kebenaran dan hak seraya membela kesesatan dan kebatilan. iman. Ia berfikir tidak ada konsep tentang balasan amal dan hari kiamat. Beriman artinya meyakini dan membenarkan. Bila seseorang telah meyakini. agar kita menjadi hamba Tuhan yang takut kepadaNya. Jadilah orang yang berilmu. Sehingga apapun perbuatan yang dia lahirkan sema sekali tanpa beban rasa takut kepada Allah Swt.Oleh sebab itu ia merasa khawatir jika dirinya termasuk golongan orang-orang yang berilmu tapi hanya sekedar jadi tontonan manusia. menjualnya untuk kepentingan dunia dan bersikap tidak konsisten terhadap ilmu yang dia miliki. 12. Mengapa justru orang yang taat pada Allah. Penguasa dan Pengatur alam semesta serta dirinya. Bukannya mereka yang banyak dosanya? Di dunia orang yang taat takut padaNya dan nanti di akhirat orang berdosalah yang takut padaNya. Orang yang berilmu sangat memperhitungkan dirinya agar senantiasa menjadi orang yang pertama-tama mengamalkan ilmunya. Orang yang beriman meyakini dan membenarkan bahwa dengan sifat-sifatnya yang Maha Adil itu. Kenyataan ini terjadi atas orang-orang yang berilmu. Tapi takut mereka itu tak membawa manfaat. ada sebagian yang menyembunyikan kebenaran. Iman inilah yang akan memunculkan keyakinan semacam itu. sesuai dengan pengetahuan yang hak. tentang Allah maka ia termasuk orang-orang yang beriman. ia sadar akan suatu pertanggungjawaban yang akan diminta Allah nanti di akhirat. a. sebab mereka akan disiksa di neraka. Dan dengan iman semacam itulah munculnya rasa takut kepadaNya. takut kepada Allah dikarenaka iman. Orang-orang yang taat. dan ilmu serta perbuatan. bukan orang yang banyak dosanya.Di kalangan orang-orang yang berilmu. Ia merasa aman saja. Adapun orang-orang yang tidak beriman maka ia mengingkari Allah dan hari kiamat. sekalipun . Yang memiliki rasa takut kepada Allah hanyalah milik mereka yang taat kepadaNya. Sehingga kunci-kunci untuk merasa takut kepada Allah adalah taat. Itulah tabiat orang-orang berilmu yang tidak beramal sesuai ilmunya. Iman Iman kepada Allah dan hari kiamat merupakan kunci utama takut kepada Allah Swt. yang takut padaNya. Bagian dari iman pada Allah yang berkaitan dengan rasa takut padaNya. Adapun orang yang berilmu yang lurus dalam berilmunya itu. KUNCI-KUNCI UNTUK TAKUT KEPADA ALLAH Tidak setiap orang memiliki rasa takut kepada Allah. yakni sebagai orang yang berserah diri kepada Allah. Ia khawatir menjadi sosok yang tidak takut kepada Allah tetapi takut kepada semua makhluknya. Ia bukan menjadi pembela kehormatan agama dan umat.

Dan meneliti tentang sikap-sikap sesat yang terjadi dan bagaimana akibatnya. Hal itu karena Alloh berfirman. naka seseorang pentinglah memiliki ilmu pengetahuan. Sebesar besarnya dan seluas luasnya perintah Allah adalah islam kaffah. bukti dan dalil yang menjelaskan tentang kebenaran. b. menguatkan kejelasan tentang segala sesuatu yang hak dan yang batil. Dan sebesar besarnya dan seluas luasnya apa yang Allah larang adlah langkah-langkah syetan. dan rasa takut pada-Nya dapat melahirkan taat pada-Nya.setiap hari pekerjaannya menumpuk-numpuk dosa yang akan mengundang siksa yang amat pedih. . wawasan dan pengamalannya tentang tanda-tanda kebesaran dan keadilan Tuhan hendaknya ia meneliti tentang bencana yang selama ini turun. implementasi dari rasa iman dan ilmu. maka ia telah nmengikuti. Ilmu Ilmu itu menguatkan keyakinan. Bila seseorang ternyata tidak menjalankan islam secara kaffah dan justru ia mengikuti langkah-langkah syetan. As-Sya’biy perbah diseru “Hai alim (orang yang berilmu)!”. Jadi iman itu penting. Khouf bisa juga lahir dari perasan banyaknya dosa yang telah diperbuat oleh seorang hamba. (QS : Fathir : 28). Jadi ilmu dan iman memang merupakan pokok. maka dari itu datanglah Rasul sebagai pemberi penjelasan tentang jalan menuju kebenaran dan hakikat-hakikat yang layak diketahui oleh manusia. Karena begitu pentingnya ilmu sebagai kunci untuk menanamkan rasa takut kepada Allah SWT. Takut kepada Allah atas azabNya yang keras hisabNya yang teliti hanya akan terjadi setelah ada iman dan ilmu yang menjelaskan perkara itu dari wahyu. beliau berkata. Pangkal dari kesadaran diri atas hal yang dilakukan dan dikondisikan. Ilmu memberikan kejelasan tentang hakikat-hakikat hari kiamat. Maka dengan kejelasan itu menjadi teguhlah sikap yang hendak diambil. Khouf kepada Alloh swt bisa lahir dari ma’rifah kepada Alloh swt dan ma’rifah kepada sifatsifatNya. c. neraka dan azab. Bagaimana penjelasan bahwa taat dapat melahirkan rasa takut padaNya? Taat artinya melaksanakan apa yang Allah perintahkan dan meninggalkan apa yang Allah larang. Maka di saat itu pun Rasul datang kepada mereka sebagai pemberi peringatan. Dalam kaitannya dengan rasa takut pada Allah. taat dapat melahirkan rasa takut pada-Nya. Kebanyakan manusia yang tersesat itu ialah karena mereka tidak memiliki ilmu. Mereka tetap menempuh kesesatan sekalipun telah datang penjelasan. Manusia tersesat karena mereka mengikuti hawa nafsunya. “Sesungguhnya yang alim itu hanyalah yang takut kepada Alloh.”Hanyasanya yang takut kepada Alloh di antara hambahambaNya adalah para ulama”. Taat Taat merupakan inti dari takwa. maka ia telah menjadi bagian dari orang-orang yang kufur dan termasuk temannya syetan. Juga terkadang khouf lahir dari keduanya.

Ketika seseorang melakukan ketaatan berarti ia harus menyediakn dua kekuatan sekaligus. Kekuatan untuk menjalankan Islam dan kekuatan untuk melawan syaithan. Jika ia gagal mengadakan dua kekuatan itu, maka inilah hal yang dia takuti dan ia yakin akibatnya adalah kemurkaan dari sisi Allah. Lemahnya iman dan lemahnya ilmu adalah pokok pangkal dari lemahnya ketaatan. Seyogyanya manusia memperkuat iman yang ada dengan ilmu, dengan menambah ilmu. Kemudian diperkuat lagi iman itu dengan ketaatan itu sesuai dengan batas ilmu yang ada. Nanti pada gilirannya iman pun memperkuat ilmu dan ketaatan yang telah ada. d. Meneliti Perilaku Maksiat dan Kedurhakaan Jika manusia tidak segera bertaubat dan enggan melakukan ketaatan, ia terus melanggar ketentuan agama dan terus mengikuti setiap bisikan syaithan, maka dipastikan ia mendapatkan kerugian kecelakaan dan laknat. Kita akan menemukan bahwa pada orang-orang yang gemar bermaksiat dan durhaka, kerusakan pada roman wajahnya, tutur katanya, tindakan-tindakanya, makanannya, pola hidupnya, rumah tangganya, masyarakatnya dan cara ia bernegara. Jiwanya sakit, raganya rapuh. Mula-mula ia kehilangan keberkahan atas apa yang dia miliki dari harta dan jabatannya. Kemudian ia pun kehilangan rahmat Allah atas banyak perkara dalam hidupnya. Dan terakhir ia kehilangan keselamatan hidupnya sendiri di dunia maupun di akhirat. Ini adalah gambaran umum akibat dari maksiat dan kedurhakaan, yang dapat kita teliti sebagiannya pada kenyataan di lapangan dan kita yakini sebagiannya sebagaimana penjelasan dari wahyu. Kita akan banyak menemukan kebenaran janji Allah, bahwa atas orang-orang yang ahli maksiat dan durhaka, Allah akan menjadikannya berwajah hitam dan ia terhalang dari memahami AlQuran. Dua hal ini akan menimpa siapa saja bilamana ia menolak untuk taat pada Islam dan gemar mengikuti syaitan. Dengan penelitian ini maka seseorang yang telah taat, berilmu dan beriman akan merasakan pahitnya berbuat dosa dan terhadang dari Al-Quran, ia takut jika ia berbuat dosa. e. Meneliti bencana Fisik dan Psikis yang menimpa Manusia Dalam kehidupan sehari-hari ditengah manusia kita dewasa ini akan sering menemukan dua hal yang amat menonjol: perilaku maksiat dan bencana yang menghancurkan. Banyak manusia yang tertipu dalam memandang dua perkara ini. Mereka memandang antara keduanya tidak berkaitan. Maksiat ya maksiat bencana ya bencana padahal sebenarnya setiap bencana timbul akibat maksiat. Dan setiap maksiat pasti mengundang bencana. Bencana tidak datang tanpa adanya maksiat. Dan maksiat tidak mungkin tanpa diikuti bencana. Allah menetapkan perkara ini, sebagaimana ketetapanNya tentang gaya gravitasi, gaya aksi dan reaksi. Maksiat itu hanya disikapi dengan taubat, bila tak ingin bencana datang. Dan bencana yang telah datang harus disikapi dengan kembali pada kebenaran dan menghentikan kemaksiatan. Sikap ini hanya akan terjadi pada orang-orang yang telah memiliki dasar keimanan, ilmu dan ketaatan. Maksiat dan bencana terbesar pada diri manusia, ialah tatkala mereka tetap terhalang dari taubat

dan dari kembali pada kebenaran secara total. Dan inilah bencana fisika dan psikis yang paling nyata. Begitu banyak manusia semacam itu. Dan dari kita pun tak tertutup kemungkinan masuk kedalam golongannya sewaktu-waktu. Maka dari itu, betapa besar rasa khawatir kita. Dan dari sinilah semestinya kita takut padaNya semata. f. Makrifat atas Negri Akhirat dan Neraka Marifat artinya mengetahui secara hak yang disertai sikap membenarkan mmiliki konsekuensinya, dan tida ada keraguan atas kebenarannya. Kebalikan dari marifat adalah dusta. Meyakini sesuatu, menyatakan sesuatu tanpa atas dasar keterangan yang hak. Contoh suatu kedustaan adalah dogmatisme. Dengan makrifat, hidup menjadi logis, rasional, wajar, indah, lurus dan terarah. Dengan dogmatisme maka hidup digiring pada kegilaan. Segala-galanya menjadi brutal dan gila. Makrifat kepada akhirat dan neraka berarati meyakini adanya neraka dan surga berdasarkan ilmu dan keterangan yang hak, seraya membenarkan, memenuhi konsekuensinya, sehingga hidup pun benar-benar menjadi lurus dan indah. Makrifat pada akhirat dan neraka akan membawa kesadaran manusia pada rasa takut. Lalu bagaiamana rasa takut berbuat hidup yang lurus dan indah? Ternyata ketika kita benar-benar takut pada kegoncangan hari kiamat dan kedahsyatan neraka, maka rasa takut ini menjadi semacam rem bagi gejolak nafsu, syahwat dan setiap bisikan menuju kemaksiatan. Orang yang takut karena makriatnya pada akhirat dan neraka, akan selalu menjaga diri dari maksiat. Ia yakin sepenuh hati bahwa neraka itu ada sebagai tempat paling buruk bagi manusia yang dilalaikan oleh dunia. g. Makrifat atas Negeri yang Dihancurkan Banyaknya negeri terdahulu yang telah di hancurkan Allah. Mengetahuinya dapat menumbuhkan rasa takut padanya negri-negri yang dihancurkan itu menggambarkan betapa Allah tidak bersendagurau dengan ancamanNya. Atas orang-orang yang selalu ingkar kepadaNya. Hal ini seyogyanya menjadi cerminan bagi kita yang hidup di negeri Indonesia ini. Bila kita ingkar nasibnya akan sama dengan mereka. Bencana fisik dan psikis itu senantiasa berlangsung sampai hari ini atas orang-orang yang ingkar padaNya. Dalam pandangan orang-orang yang tidak beriman tampaknya bencana dan kehancuran itu tak memiliki kaitannya dengan Tuhan. Padahal alam ini Tuhanlah penguasanya. Dia menurunkan azabNya kepada orang-orang terdahulu, sebagai suatu pelajaran dan peringatan bagi orang-orang masa kini. Betapa bodohnya manusia yang tidak pandai mengambil pelajaran, perkara yang amat penting dalam hidupnya.

Memang kenyataannya manusia lebih banyak yang memilih melupakan dan pura-pura tidak tahu tentang perkara tersebut. Dan tenggelam dalam hayalan tentang kehidupan yang baik tanpa sautu bimbingan dari sisi Allah. Boleh jadi secara fisik dan materi, dalam beberapa masa mereka tangguh dalam peradaban, budaya, kota dan bangunan tapi sesungguhnya telah hancur, mental dan fikiran mereka akibat lupa peringatan. h. Makrifat atas Nasib dan Syaithan dan Orang-orang Kafir Syaithan dan orang-orang kafir tempat tinggalnya kelak adalah neraka. Apakah di dunia mereka mendapat azab atau tidak, di akhirat mereka telah pasti tempat tinggalnya di neraka yang amat mengerikan dan menyakitkan. DI neraka itu, tidak ada hal saat, sifat yang mengenakkan bagi penghuninya. Para penghuninya bahkan tidak ada seorang pun yang betah tinggal di sana. Sebab beratnya siksaan yang tiada terkira. Tapi aneh manusia sedang berlomba menuju barisan yang sedang digiring ke neraka. Ada apa wahai manusia ? Mengetahui tentang tabiat dan ujung kehidupan syaithan dan orang-orang kafir adalah penting untuk mengokohkan rasa takut kita kepada Allah Swt. Janji Allah dan siksaan yang akan menimpa syaihan dan orang kafir adalah pasti. Maka tak ada alasan bagi kita untuk mengikuti syaithan dan orang kafir jika menghendaki keselamatan di akhirat kelak. Antara Syaithan dan orang kafir dengan kita adalah sama dalam hal kedudukan sebagai makhluk Allah dan sebagai pengemban amanah untuk beribadah kepadaNya. Hanya saja syaithan dan orang kafir itu telah memilih untuk hidup menentang perintahNya. Jadi siapapun memiliki potensi dan kemungkinan untuk menjadi orang kafir dan syaithan. Untuk menjadi penghuni neraka kelak. Oleh sebab itu maka rasa takut kepada Allah akan semakin besar dengan kesadaran dan makrifat semacam ini. i. Makrifat atas Jalan Hidup yang Sesat Syaithan dan orang kafir itu sedang menempuh jalan yang sesat dan senantiasa mengajak manusia dan jin untuk bersama-same menempuh jalan tersebut. Apa jalan yang sesat itu? Jalan yang sesat adalah jalan yang menentang dan keluar dari petunjuk Allah Swt. Tidak ada jalan yang lain bagi manusia selain jalan Allah. Dan jalan Allah itu adalah Islam. Selain Islam adalah bukan jalan Allah karenanya jalan itu sesat. Di jalan itulah syaithan dan orang kafir berada dan bergerak. Makrifat atas agama-agama dan faham-faham dan filsafat-filsafat dan keyakinan-keyakinan selain Islam akan menyimpulkan bahwa agama yang benar adalah Islam. Dan pengikut selain Islam adalah orang-orang yang sesat dan pasti akan mendapat siksaan dari Allah. Agama-agama selain Islam adalah batil, sesat, menyimpang dan menggiring manusia menjadi pengikut syaithan. Dan jadilah mereka sebagai orang kafir, nanti di akhirat kelak akan memasuki neraka. Seorang mukmin yakin tentang perkara ini berdasarkan iman dan ilmu yang dia peroleh dari wahyu dan fakta. Dapatkah pengetahuan ini menngembangkan rasa takut kepada Allah? Ya, yakni melalui keyakinan bahwa hidup yang sesat tidaklah akan membawa akibatnya bagi

dan bukan untuk mereka yang di luar Islam. Wujud murka Allah secara global ada tiga yaitu: dijauhkannya dari HIDAYAH. dan menyakitkannya siksa itu. 13. Dan Allah menyelamatkan orang-orang yang bertakwa karena kemenangan mereka. Makrifat atas Amal Perbuatan yang Sia-sia Amal yang baik pasti dibalas oleh kebaikan dari sisi Allah. Orang-orang yang takut kepada Allah akan berusaha keras untuk menjauhi perkara-perkara yang dapat mengantarkannya kepada Azab Allah tesebut. akan berusaha semaksimal mungkin untuk menjauhi murkaNya. Dan mengikuti petunjuknya. sebab tidak mendapat balasan dari sisi Allah. tapi tidak ada yang memberinya pahala dan surga. j. Kita tentu merasa takut jika amal kita sia-sia karena kesombongan. sebagaimana dalam firmanNya: Mereka berkata: “Sesungguhnya kami dahulu. Kalau dua syarat ini tidak dipenuhi. Kita membayangkan betapa sangat pedih. Mengingat akan perkara itu orang yang beriman akan takut kepada Allah. KEMENANGAN DAN KEMULIAAN BAGI ORANG-ORANG YANG TAKUT KEPADA ALLAH Orang yang takut kepada Allah. (39:61) Dan barang siapa yang taat kepada Allah dan rasul-Nya dan takut kepada Allah dan bertakwa . (52:27-29). Sesungguhnya Dia-lah yang melimpahkan kebaikan lagi Maha Penyayang. dan di AKHIRAT MASUK NERAKA. Pahala dan surga hanyalah Allah yang punya. Merasa bahwa hukum Tuhan tidak diperlukan lagi karena alasan bahwa tingkat pemikiran manusia telah maju. Sesungguhnya kami dahulu menyembah-Nya. Ayat-ayat al-Quran tentang hukum dicampakkan. sewaktu berada di tengah-tengah keluarga kami merasa takut (akan diazab). Begitulah nasib orang yang taat beragama tapi agamanya bukan Islam. Tapi syaratnya harus dipenuhi. dengan sebenar-benarnya rasa takut. ini merupakan kesombongan.” Maka Allah memberikan karunia kepada kami dan memelihara kami dari azab neraka. hukm-hukum buatan akal dijunjung setinggi langit. Ia menyangka telah banyak beramal bajik. Ketika manusia dijauhkan dari api neraka. Syaratnya amal itu dilakukan atas dasar iman kepadaNya. hina. mereka tiada disentuh oleh azab (neraka dan tidak pula) mereka berduka cita. Pantaslah kita merasa khawatir dengan keadaan masyarakat yang seperti ini. diberikannya KEHIDUPAN YANG SEMPIT DI DUNIA. maka yang demikian itu merupakan kemenangan yang hakiki. Banyak manusia yang memilih kezhaliman semacam ini. Disebabkan oleh usahanya yang demikian itu maka dipeliharalah dirinya oleh Allah dari Azab api neraka. Ini bisa terjadi terutama pada manusia yang mengambil sebagian ayat dan mengingkari ayat yang lainnya.manusia melainkan suatu kecelakaan dan dijerumuskannya ke neraka. jika dirinya termasuk orang yang mengaku beriman dan banyak melakukan kebajikan tetapi hakikatnya ia termasuk orang yang mendustakan agama dan wahyu. amal yang baik pun akhirnya menjadi sia-sia.

Binatang terkadang menimbulkan hama dan kerusakan pada tanaman yang kita tanam. lebih kuat. Banyak sekali contoh-contoh yang baik darinya yang bisa kita ambil hikmah dan nilainya. sembelihlah dengan pisau yang tajam. manusia tidak akan bisa menguasai hewan. tetapi tidak serta merta wajib dibunuh dan dimusnahkan. harimau. maka mereka adalah orang. Sebab binatang lebih banyak jumlahnya. Ular itu berbahaya bagi manusia. dagingnya. Apabila kita hendak mengambil manfaat darinya. Binatang itu akan jadi saksi perilaku kita di hari kiamat kelak. lebih disiplin. tenaganya dan lain sebagainya. Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa mendapat kemenangan (78:31). Di kebun binatang kita pun bisa melihat gajah. Andaikan hewan diberi akal seperti manusia. malah mudah dikuasainya. Sebagai sifat yang baik dari diri kita. Semua atas bimbingan langsung dari . angsa. BINATANG DI SEKITAR KITA Di manapun kita dihidupkan Allah Swt. Dia tidak memberikan akal pada hewan. cacing. tetapi berakhlak buruk kepada binatang. 2010 Tinggalkan sebuah Komentar MENYAYANGI BINATANG Oleh: ADING NASHRULLOH BINATANG Binatang adalah bagian dari isi bumi yang diciptakan Allah untuk manusia.kepada-Nya. Diantara binatang itu ada yang kita ambil bulunya. lebih taat.orang yang mendapat kemenangan. dan semua itu adalah perintah agama. Jangan kita termasuk orang yang rajin ibadah kepada Allah. Hal ini pun jangan membuat kita berbuat tidak adil. Ada ayam. di negeri Indonesia ataupun bukan. Menyayangi binatang adalah dengan memperhatikan keberlangsungan kehidupan mereka dan menjaga lingkungannya. sehingga menimbulkan kerugian yang amat besar. ambillah sekedar kebutuhan saja. Semua binatang dapat ditundukkan oleh tangan manusia. disertainya kita banyak sekali hiasan kehidupan. contohnya adalah haram untuk dimakan. Bagaimanakah seharusnya kita memperlakukan binatang-binatang? Kita pun ternyata mesti mau menyayanginya. Babi. MENYAYANGI BINATANG Wajar jika manusia bersikap menyayangi binatang. (24:52). ular. entog. Jika hendak menyembelih hewan ternak yang halal dimakan. Dalam beberapa hal jauh lebih cerdas. Memang tidak semua binatang halal dan aman bagi manusia. Hewan-hewan seluruhnya adalah anugrah dari sisi Allah yang patut disyukuri. Ditulis dalam Uncategorized MENYAYANGI BINATANG Mei 7. HIKMAH Allah Swt sungguh Maha Membuat Perhitungan. Banyak sekali manfaat yang dapat kita raih dengan adanya binatang. ikan dan lain sebagainya. lebih tabah. Hewan-hewan yang ada di sekitar kita merupakan makhlukmakhluk yang unik dan menarik. namun demikian jangan sampai kita berbuat aniaya terhadapnya. macan.

untuk menentukan ilmu mana yang mesti kita utamakan terlebih dahulu. pesantren. KEBUTUHAN TERHADAP ILMU Ilmu merupakan suatu kebutuhan yang sangat besar peranannya dalam meningkatkan karir dan kehidupan seseorang. Cisarua. Allah mengatakan dalam firmanNya bahwa seluruh isi muka bumi ini untuk manusia semata. khususnya pendengaran merupakan pintu gerbang dari ilmu. sehingga dari sanalah ilmu diperoleh dengan relatif mudah bagi orang yang mampu bertahan di lembaga tersebut hingga mendapatkan ijazah. kursus adalah tempattempat yang sangat baik sekali untuk belajar. ataupun dengan cara merusak lingkungan hidupnya. Pada dasarnya tempat belajar adalah baik untuk proses belajar. Alangkah kejinya orang-orang yang senang menyiksa binatang. Begitu pentingnya ilmu. Perbuatan merupakan gambaran kadar ilmu seseorang. Sekalipun demikian menjadi orang yang berilmu dan terus belajar adalah perkara yang menyenangkan. tanpa mengecilkan peranan ilmu-ilmu yang lainnya. Akal harus cerdas. belum lagi jika hendak meraih gelar doktor. Ilmu memiliki kaitan erat dengan akal. 2010 Tinggalkan sebuah Komentar MENJADI ORANG YANG BERILMU Oleh: ADING NASHRULLOH ILMU Ilmu merupakan salah satu alat bagi manusia hidup di muka bumi. Namun hendaknya kita harus berfikir realistis. madrasah.Allah Swt. Bandung Barat 4 Mei 2010 Ditulis dalam Uncategorized MENJADI ORANG YANG BERILMU Mei 7. Guru harus banyak dan indra mesti tajam. Manusia diberi akal. ILMU YANG BENAR Semua ilmu pada dasarnya memiliki keutamaan dan manfaat masing-masing. Orang yang berfikir realistis adalah orang yang berfikir dan bertindak cerdas dalam menyikapi kenyataan hidup yang sebenarnya. Guru adalah orang yang memberikan kepada kita ilmu. apalagi jika ia menduduki jabatan atau mengajar di lembaga pendidikan. perbuatan mesti menunjang. Sekolah. perbuatan dan sumber ilmu. maka hewan pun menjadi pelayan bagi manusia. hendaknya menjadi suatu acuan agar kita menjadi orang yang lebih bersyukur kepadaNya. Sumber ilmu merupakan rujukan seseorang memiliki ilmu. Status sosial orang berilmu. Akal merupakan alat untuk mengikat ilmu. orang-orang menghabiskan hampir seperempat umurnya untuk sekolah hingga mencapai gelar sarjana. Sedangkan indra. Semua itu mesti diperhatikan. Apa kenyataan hidup yang sebenarnya? Jawabnya adalah bahwa hidup akan berakhir dengan . Baik yang menyiksanya secara langsung. statusnya relatif lebih tinggi dari orang kebanyakan. Hal lainnya yang tak terpisahkan dari ilmu adalah guru dan indra. Setiap perhatian yang kita arahkan kepada hewan dan makhluk lainnya semacam pepohonan dan benda-benda tak hidup. hewan tidak. dan sumber ilmu berupa buku mesti banyak.

Ilmu itu adalah ilmu tentang agama. TAFAKUR Ilmu yang diberikan Allah kepada manusia amatlah sedikit dan itupun dibagi-bagikan kepada setiap manusia. namun dirinya pun lebih nyata tidak memiliki ilmu yang dimiliki orang lain. Cisarua. Carilah guru yang bisa membimbing hidup lebih cerdas. Oleh sebab itu tanda menjadi orang yang berilmu adalah tidak pernah sombong dengan ilmu yang telah dimilikinya dan tidak pernah enggan untuk terus belajar pada siapapun.kematian dan setelah kematian akan disusul oleh kehidupan abadi. Tentu saja belajar kepada para ahli adalah yang sebaik-baiknya cara. 6 Mei 2010 Ditulis dalam Uncategorized « Halaman Sebelumnya — Halaman Berikutnya » Tentang penulis The author does not say much about himself Cari þÿ Navigasi • • Home Tentang Kategori: • • • • • artikel filsafat Artikel pendidikan Filsafat filsafat Islam Uncategorized Tautan: • • • bekal menuju akhirat e-Quran filsafat serius . Orang yang realistis akan mengutamakan ilmu yang akan memberikan kepadanya petunjuk yang benar sehingga kehidupannya di dunia ini akan membuahkan bekal untuk di kehidupan yang abadi itu. Ilmu agama yang benar pada diri seseorang adalah ilmu yang menjadi nilai dan kepribadian dirinya sehingga ia menjadi seorang yang berperilaku sholeh. Sehingga seseorang memiliki ilmu yang mungkin tidak dimiliki yang lainnya.

Blog pada WordPress.com. .com WordPress. Ikuti Follow Filsafat Berfikir Get every new post delivered to your Inbox.• • • • • • • • • • • • • • • • • Ilmupedia Insan sejati Islam kampus Islam kamus filsafat kamus filsafat kaskus P asep Tamim Panjang Pisan Pemikir persis Qosidah Islam radio Islam tempat bertanya tv Quran WordPress.org Arsip: • • • • • • • • • • • • • • Oktober 2011 Agustus 2011 Juli 2011 Mei 2011 April 2011 Agustus 2010 Juni 2010 Mei 2010 Maret 2010 Desember 2009 November 2009 Oktober 2009 Agustus 2009 Juli 2009 Feed • • RSS RSS Komentar Theme: Supposedly Clean by Alvin Woon.

þÿ Powered by WordPress.com .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful