This is Google's cache of http://filsafatindonesia1001.wordpress.com/page/4/.

It is a snapshot of the page as it appeared on 12 Jan 2012 17:24:37 GMT. The current page could have changed in the meantime. Learn more Text-only version These search terms are highlighted: rasulullah pernah bersabda

Filsafat Berfikir
MENGAWALI MENGHIDUPKAN PESANTREN
Juni 19, 2010 Tinggalkan sebuah Komentar MENGAWALI MENGHIDUPKAN PESANTREN Oleh: Ading Nashrulloh A.Dz Alhamdulillah, sejak malam pertama saya mondok di Kampung ini, saya langsung laporan kepada Bapak RT selaku aparat pemerintah dan tokoh masyarakat. Di malam itu juga saya bertemu dengan tokoh masyarakat dan tokoh pemudanya. Saya telah mengungkapkan maksud, tujuan, visi dan misi kedatangan Kami dari Bandung ke tempat ini. Yaitu akan membangun pesantren di tanah wakaf dari Bapak Ir. Loka Sangganegra. Pesantren yang didedikasikan untuk anak-anak yatim dan dhuafa serta anak-anak yang tidak dhuafa. Besar harapan saya, tokoh-tokoh yang terhormat memberikan persetujuan, dukungan dan pernyataan untuk memberikan bantuan dalam wujud apapun untuk upaya kami itu. Respon mereka yang terhormat waktu itu adalah sangat positif. Sebab itu hilanglah rasa takut, hilang rasa sedih, muncul rasa gembira dalam dada kami. Menambah semangat dan tekad bagi kami untuk membangun pesantren tersebut. Pondok pesantren, sebagaimana umumnya pesantren, bertujuan untuk mencetak anak-anak menjadi orang-orang yang taat kepada agamanya dan menjadi penggerak keagamaan di masyarakatnya di masa depannya. Begitupun Baladil Amiin, mengikuti konsep yang telah dikenal secara umum tentang pesantren, hendak mewujudkan cita-cita tersebut. Saya atas nama pribadi, para pemrakarsa serta pendiri pondok pesantren Baladil Amiin mengucapkan terimakasih atas dukungan bapak-bapak sekalian. Ini merupakan kelanjutan langkah pertama kami ke sini dalam memulai membangun pesantren Baladil Amiin. Atas dukungan dan keberlangsungan upaya membangun Pondok Pesantren ini semoga menjadi cahaya keberkahan bagi masyarakat yang ada di sekitarnya. Menjadi salah satu sebab masyarakat di sini dihilangkan rasa khawatir dan takutnya dari hal-hal yang tidak diinginkan, dijauhkan dari rasa sedih karena kekurangan, dan senantiasa digembirakan oleh berbagai kemajuan di bidang apapun. Semoga Allah Swr mengabulkan harapan kita ini. Moga kami bisa menjadi menjadi kekuatan Bapak RT dalam membina masyarakat khususnya di bidang spiritualnya. Kami belum punya gambaran untuk bidang-bidang lainnya seperti bidang ekonomi untuk membantu kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat di sekitar ini.

Moga pula PP BA dapat mendampingi Yayasan Al-Ihsan dalam kerangka Syiar Islam. Atas kebaikan Bapak RT, Bapak Khaerul Anwar dan rekan Arif, Kami sekali lagi mengucapkan banyak-banyak terimakasih. Wassalamu’alaikum Wr.Wb. Disampaikan di Mesjid Bakda Pengajian Shubuh, Leuwiliang Bogor 15 Juni 2010, 2 Rajab 1431 H. Ditulis dalam Uncategorized Tags: motivasi

HARGA HIDUP
Juni 19, 2010 Tinggalkan sebuah Komentar HARGA HIDUP Oleh: Ading Nashrulloh A.Dz Pernahkan engkau bertanya, berapakah harga untuk sehari hidup di dunia? Saat mata terbuka melepas tidur lelap di malam yang suntuk, kita dibangunkan Allah untuk memulai hari. Banyak sekali pilihan yang mengikuti waktu demi waktu hingga kita kembali tertidur di malam berikutnya. Saat kita bangun, badan kembali segar, fikiran jernih, pandangan mata tajam, nafas lancar, dan detak kehidupan begemuruh di dada. Tak sedikit pun kekuatan pada diri kita untuk bisa kembali bangun dari tidur, Allah lah yang membangunkan kita kembali di hari ini. Dan andaikan di hargakan hidup sehari ini, berapakah biaya yang harus dikeluarkan? Tidakkah kita merasa sayang, bila perjalanan waktu hidup ini kita isi dengan perbuatan sia-sia atau malah perbuatan yang mendatangkan murka Allah dan kesengsaraan hidup di dunia dan akhirat? Marilah kita tafakuri semua hal yang pernah kita lakukan, betapa banyak ketololannya ketimbang kecerdasannya, akibat dari menuruti nafsu dan melupakan besarnya nikmat dari sisi Allah Swt. Alangkah besarnya nilai nikmat yang Allah berikan kepada kita di setiap waktu yang pernah kita jalani. Dengan mata yang indah kita bisa melihat, dengan melihat kita menatap dan memandang keindahan dunia beserta isinya. Dengan telinga kita mendengar dan dengan mendengar kita menjadi tahu kebenaran dan kebaikan, juga kesyahduan setiap bunyi-bunyian di alam ini. Kaki pun melangkah mengantarkan raga ke tempat-tempat di mana kita beroleh hikmah dan pelajaran. Tangan bekerja membuat barang-barang berharga. Tuhanlah yang mengkuasakan engkau semacam itu, dan sungguh lucu hidupmu jika akhirnya semua titipan yang berpotensi besar itu engkau pergunakan untuk durhaka kepadaNya. Seharusnya engkau bersyukur kepada Allah, berterimakasih atas semua anugrahNya, kini yang engkau perbuat adalah melalaikan semua perintah dan melalaikan dirimu sendiri mengenalNya.

Dirimu dan kehidupanmu sungguh amat mahal harganya, engkau harus tahu itu. Engkau harus menghargai hidupmu sendiri. Dan jalan satu-satunya agar engkau lurus dalam menimbang harga hidupmu adalah menyadari bahwa engkau diciptakan dari keadaan yang sangat lemah, lalu dikuatkan tubuh dan dibaguskan susunannya, lalu diperintahkan kepadamu untuk mengabdi kepadaNya. Jangan sia-siakan waktu-waktumu, karena akhirnya semua akan ada perhitungan dan pertanggungjawabannya. Allah yang menciptakanmu adalah Zat satu-satunya yang punya hal untuk engkau sembah. Engkau harus mau menyembahNya dengan segenap pengabdian dan keikhlasan melalui kesetiaanmu menjalankan apa-apa yang telah diajarkan kepadamu. Allah telah mengajarkan kepada umat manusia Dinul Islam. Tak perlu susah payah untuk memahami dan menjalankan Islam, sebab cikal bakal ajarannya telah ada dalam dadamu sendiri yaitu fitrah dan kekuatan untuk menjalaninya telah tersedia pada dirimu sendiri yaitu jiwa dan harta. Engkau hanya tinggal mengubah haluan hidupmu: kembalilah ke jalan Tuhanmu yang hak dan tinggalkan penyembahan kepada syaithan dan hawa nafsu. Itu adalah cara memberikan harga yang pantas bagi hidupmu di dunia. Bila aku menakar hidupku dengan nafsu, maka hidup akan dihargakan dengan nilai yang sangat murah. Aku akan menilai hidup ini menjadi sedikit saja nilainya, aku tidak lagi memberikan penghargaan terhadap hidupku sendiri. Aku rendahkan hidup dan aku celupkan hidup dalam kerendahan-kerendahan. Aku merasa telah mendapatkan kenikmatan yang besar dari perbuatan merendahkan hidupku, padahal yang benar adalah aku telah mendapatkan kesia-siaan yang luar biasa. Saat aku mengikuti nafsu dan setiap bisikan syaithan yang terkutuk, menilai ketika aku melakukan perbuatan-perbuatan rendah dan hina, aku telah melakukan hal-hal yang patut dan terpuji. Nanti di hari berikutnya aku kembali melakukan kerendahan demi kerendahan. Jangan sampai perkara yang demikian itu menimpa dirimu dan diriku. Hidup manusia bisa seharga neraka, bisa juga seharga surga. Untuk membeli surga telah ada alat tukarnya. Untuk membeli neraka telah pula ada alat tukarnya. Manusia hanya tinggal memilih mana yang ia minati. Adapun seluruh umat Islam akan masuk ke surga, kecuali yang tidak mau. Kenapa Umat Islam dijanjikan surga seluruhnya? Karena mereka adalah umat manusia yang pandai mengadakan perniagaan dengan Tuhannya. Mereka serahkan harta dan jiwanya di jalan Allah, yaitu dengan berjihad, berdakwah dan beramal sholeh dalam kerangka meninggikan kalimat Allah yaitu Islam. Mereka hidup di dalam ketaatan dan mati di dalam ketaatan pula. Adakah umat Islam yang enggan masuk surga? Ada jawabnya, yaitu orang Islam yang tidak mau taat kepada ajaran Nabi Muhammad Saw. Mereka hanya mengaku saja sebagai beragama Islam, tetapi sesungguhnya tidak menjalankan Islam. Ia hidup tidak taat pada Islam, dan meninggal pun dalam keadaan tidak taat kepada Islam. Hidup adalah sangat berharga. Alat untuk mengukur harga hidup adalah Islam. Jadi berapa harga hidupmu? Jawabnya seharga Islam. Berapa harga Islam? Seharga surga dan neraka. Maksudnya bila seseorang meninggalkan Islam, maka baginya neraka. Dan bila ia melaksanakan Islam, maka baginya surga. Kepahitan neraka adalah abadi dan kemanisan surga juga abadi. Hidupmu adalah abadi, di neraka atau surga tergantung kepada sikapmu kepada dan di dalam Islam. Betapa berharganya hidup manusia dan Islam yang harus jadi pegangannya. Andaikan manusia menyia-nyiakan hidup dan Islam, maka betapa ia telah merendahkan makna kehidupannya. Leuwiliang, Bogor, 30 Rabiul Akhir 1431 H

Ditulis dalam Uncategorized Tags: motivasi PENGHINAAN Juni 19. dan menyayangimu lantaran kebaikan-kebaikanmu selama ini kepadanya. . Perasaan kita melakukan segala sesuatunya dengan baik-baik saja. 2010 Tinggalkan sebuah Komentar PENGHINAAN Oleh: Ading Nashrulloh A. Israel dicacimaki.Dz Marilah sekali-kali berfikir secara mendalam mengapa ada orang yang menghina orang. Jangan bersedih hati dengan penghinaan yang dialamatkan kepadamu. apalagi jika fakta-fakta yang diberikan kepadamu. Ketika engkau dihina dan dicaci maki. jika memang perbuatan kita salah. Yang harus kita lakukan saat itu segera mengubah sikap dan kebiasaan yang buruk tersebut. perlu ditanamkan dan dibiasakan dalam hidupmu. Sebab itu memiliki pengetahuan tentang perkara baik dan buruk. yang tak luput dari kesalahan. Pertama. Kita ini adalah manusia biasa. maka jalan terbaiknya adalah instrospeksi diri. Sehingga ia muntahkan rasa bencinya itu menjadi kata-kata penghinaan yang tiada tara. Saat kita dihina kita tersadar bahwa memang selama ini. yang dihina memiliki sifat yang dibenci oleh yang menghina. Engkau akan menghina seseorang apabila engkau membenci dia karena sifatnya yang dalam takaranmu buruk. Jadi pada intinya penghinaan adalah ungkapan kebencian seseorang kepada orang lain lantaran ia membenci orang lain tersebut sehubungan dengan sifat dan perbuatan orang yang dibencinya itu. yang menjadi alasan mereka melancarkan penghinaan adalah faktafakta kebenaran. Terkadang orang berlebihan kata dan ucapan dalam mengungkapkan penghinaannya kepadamu. Penghinaan memiliki kaitan erat dengan konsep benci dan buruk. yang menghina memiliki rasa kebencian kepada yang dihina. Artinya awalnya seseorang yang menghina dirimu selama ini adalah seseorang yang mencintaimu. Mengapa orang menghina Israel? Sesungguhnya timbulnya penghinaan itu oleh dua sebab. Artinya fakta yang membeberkan kesalahan-kesalahanmu. Tidak guna membela diri. di mana-mana. Sebaliknya orang akan menghina engkau. Penghinaan terkadang memiliki arti yang penting dan mengandung pelajaran yang berharga. dikutuk. Namun ternyata mengandung keburukan. dan upaya untuk mengamalkan kebaikan serta menjauhi keburukan. ada yang salah dengan langkah kehidupan kita. Maka tergantikanlah rasa cintanya menjadi kebenciannya yang luar biasa. saat engkau dibenci dan perbuatanmu buruk. Sadarilah semua itu mungkin timbul dari benci yang menggantikan kedudukan cinta. Namun akhirnya ia tahu bahwa dirimu ternyata penuh dengan dosa dan kemunafikkan. Bahwa hidup ini tak selamanya mulus. mengagumimu. Kedua. Kita terkadang terjebak dalam perbuatan nista dan dusta.

Berbuatlah yang wajar-wajar saja. Dimana engkau seharusnya bersikap lembut dan santun kepadanya. Jika alasanmu karena ia telah melakukan keburukan dan kejahatan. Namun bila terlanjur engkau ingin menghina orang lain. Sekalipun suatu ketika engkau berada di depan. bila kita mau berlapang dada dan pandai dalam memaafkan dan memaklumi kesalahan orang lain. 2010 Tinggalkan sebuah Komentar KEADAAN Oleh: Ading Nashrulloh A. karena dalam kenyataannya Israel telah berbuat keburukan yang banyak yang dibenci oleh segenap umat manusia. karena kesalahan orang lain kepada dirimu. juga jangan engkau berada di belakang. Padahal dunia akan menjadi damai. janganlah membalas penghinaan itu dengan penghinaan lagi. Sebagaimana kini orang rame-rame menghina Israel. Dan Allah yang menciptakanmu akan tetap menjaga dan memperhatikan apa yang engkau butuhan selama hidup. Adapun langit dan bumi beserta segenap isinya akan menjadi saksi atas apapun yang engkau perbuat. bahwa seseorang yang engkau benci selama ini. syaithan yang terkutuk selalu menyertai langkah kita untuk menggoda kita. Malaikat akan senantiasa mencatat setiap gerak dan lintasan matamu. Bogor. agar engkau sebisa mungkin menghindari perbuatan yang salah dan hina. Dan jika engkau berada di belakang. 29 Jumadil Akhir 1431 H Ditulis dalam Uncategorized Tags: motivasi KEADAAN Juni 19. belum tentu disadarinya sebagai kesalahan. maka siapakah manusia yang tidak pernah berbuat salah dan jahat kecuali para Nabi dan orangorang yang sholeh. jadilah seseorang yang berwatak memberi teladan sebaik-baiknya. mungkin memiliki perhatian dan kebaikan kepada dirimu. Bila engkau dihina oleh seseorang. maka semua harus didasarkan pada kriteria yang Allah Swt tetapkan. engkau harus menjadi pendorong dalam kebaikan. Bila engkau membenci seseorang. Akibatnya adalah engkau akan membenci banyak orang. Agar engkau tidak jadi sasaran kebencian manusia. Karena boleh jadi penghinaannya menjadikan dirimu tersadar dan bangun dari kekhilafan yang selama ini engkau perbuat. Bahwa kehinaannya adalah memang apa adanya. Sehingga penghinaan itu boleh dikatakan suatu hadiah gratis yang engkau dapatkan dengan manfaat yang besar. jangan engkau terlalu menonjolkan diri.Jangan berharap maaf dari orang lain. di kala engkau bermaksiat kepadaNya ataupun tatkala .Dz Setiap keadaan dan kemanapun kita melangkahkan kaki. maka sadarilah sedini mungkin. Atau agar orang tidak mengatakan engkau seorang yang buruk perilakunya. Sehingga engkau tidak melanjutkan ke sikap menghina dirinya. Leuwiliang. Namun di sisi lain engkau harus memiliki sifat pemaaf seluas-luasnya.

Engkau bila miskin tetaplah tersemyum. kaya dan berkeinginan tinggi untuk melanglang buana. lihatlah kelebihan apa yang Allah berikan kepadamu. kemuliaan atau kehinaannya diukur bukan dari ukuran materinya. dikarenakan ia jauh dari ilmu. Ada yang diberi kesempatan oleh Allah hingga ia menjadi orang yang kuat. Banyak kawan dan rekan kerja tak bisa kita temui. Ditulis dalam Uncategorized TUHAN KAMI ALLAH DAN KAMI BERTEGUH HATI . tiada bandingannya. Ketika orang kaya atau miskin tersebut menjadikan setiap keadaan dirinya menjadi sarana untuk lebih dekat kepada Allah Swt. Jika engkau hari ini bekerja sebagai petani. tulangpun hancur lebur. ibadah dan keberkahan. Betul hidup ini adalah sementara. jangan tanggungtanggung. Di keadaan mana pun engkau dikondisikan Allah. dimakan cacing tanah. 29 Rabiul Akhir 1431 H. Perjuangan atau jihad. Ketika kita sakit. Apa yang sedang engkau perbuat hari ini? Apakah suatu kebaikan ataukah kejahatan? Bila yang kau ukir adalah kebaikan. Setiap keadaan kita. sehat. Hati nuranimu akan selalu memberitahumu jika langkahmu akan tersesat. tetapi diukur dari kapasitas spiritualnya. Sementara ada juga yang sakit tadi. Engkau yang kaya tetaplah tersenyum sekalipun mungkin hari ini sedang dililit utang dan tagihan segala macam. Sungguh bila kita mengingat tentang makna nikmat hidup ini. Keadaan hidup ini sungguh indah dan luar biasa. Siapa yang meninggalkan perjuangan. Banyak saudara tak bisa kita santuni lagi. maka ia sedang mencari kematiannya sendiri dalam keadaan hina dan tidak berharga. Leuwiliang. tetapi cobalah untuk berbuat selalu hal yang dapat menjadikan dirimu dekat kepada Allah dan menjauhi setiap bisikan syaithan yang terkutuk. banyak hal yang menjadi terbengkalai dan tidak terurus. Dunia menjadi lebih sepi dibanding ketika kita sehat dan bertubuh kuat. Boleh saja suatu masa nanti jasad kita terbujur kaku. Betapa banyak manusia yang tertipu dengan keadaannya. Memang kehidupan itu beraneka ragam. bukan soal apakah itu sakit atau lemah. Karena hidup bagi manusia adalah perjuangan.engkau taat kepada syariatNya. Namun hidup kaya juga sesungguhnya lebih baik dari hidup miskin. Tetapi yang sementara ini bisa kita buat memiliki makna yang amat luas dan langgeng. tetapi di saat yang sama dengan bertani itu engkau lebih dekat kepada Allah Swt. Sehingga ia pun jauhdari rahmat Allah Swt. maka kenyataan bahwa hidup kita memberikan arti yang besar bagi orang-orang yang masih hidup dapat kita usahakan selagi hidup ini. adalah alam kehidupannya manusia. Berbuatlah yang besar-besar. maka itu lebih mulia keadaannya dibanding dengan ketika engkau bekerja di kantoran namun membuatmu jauh dari Allah Swt. Sungguh tiada hal patut disesali dan ditangisi. maka beruntunglah. Bogor. Jangan menyangka bahwa hidup mewah dengan penghasilan besar adalah lebih baik dibanding dengan hidup miskin. sekalipun engkau harus menderita dalam menjalaninya.

Namun ia enggan untuk memenuhi konsekuensi kesadaran itu. Mereka adalah adalah golongan manusia yang tertutup mata hatinya. Mereka adalah golongan orang-orang yang tidak memiliki kesadaran tentang jati diri mereka yang sebenarnya. Tidak mudah untuk menyatakan sikap ini dan tidak mudah pula untuk tetap pada sikap ini. meyakinkan bahwa manhaj mereka benar sedangkan Islam buruk. sadar bahwa keberadaannya di muka bumi memiliki tugas sebagai hamba Tuhan. Manusia yang sadar dan patuh pada konsekuensi kesadaran adalah manusia yang paling beruntung. Ia sadar bahwa dirinya diciptakan Allah. Itulah manusia yang rugi. Maka bagaimana mereka mempersiapkan diri untuk kehidupannya di akhirat kelak? Jangankan mempersiapkan. Ia mengikuti agama itu dengan melaksanakan setiap perintah agama dengan keikhlasan. keinginan siapakah kita hidup di dunia? Jawaban orang-orang yang beriman adalah keinginan dan kehendak Tuhan. bahwa mereka adalah makhluk. 2010 Tinggalkan sebuah Komentar TUHAN KAMI ALLAH DAN KAMI BERTEGUH HATI Oleh Ading Nashrulloh A. Orang yang rugi adalah orang yang menyangka ia telah berbuat baik dalam kehidupannya dan berharap Tuhan akan memberikan balasan pahala. Setiap seruan kepada keimanan mereka menolak secara terang-terangan. Banyak contoh manusia yang gagal dalam mempertahankan prinsipnya yang demikian itu. Di antara manusia ada yang sadar bahwa dirinya di ciptakan dari ketiadaan menjadi ada. Dan ada lagi golongan manusia yang termasuk golongan yang celaka. namun sulit untuk dijadikan sikap . namun akhirnya ia malah mendapat siksa dariNya. dan ia pun melakukan penyembahan tersebut dengan mengikuti agamaNya. 2. Bahwa Tuhan itu tiada. namun sesungguhnya ia tertipu dengan prasangkanya itu. Tuhanlah yang berkuasa atas hidup dan mati kita. Sering manusia semacam ini memiliki prasangka yang baik kepada Tuhan. Tabiat manusia yang merugi dan celaka tersebut dalam kaitannya dengan usaha-usaha mereka dilihat dari urusan dunia dan agama. Inilah golongan manusia yang beruntung di kehidupannya nanti. menghalangi manusia dari Islam 3. Maka sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang sadar akan jati dirinya dan memenuhi konsekuensi kesadaran tersebut. mengukur segala-galanya dari sudut duniawi. Maka tak perlu beragama atau menyembah Tuhan. Ia tidak mau beribadah kepadaNya. mereka sangat cinta dunia. Bagaimana halnya orang-orang yang beruntung akan tabiatnya? Pada intinya mereka menyatakan Tuhan kami adalah Allah kemudian mereka berpegang teguh pada pendiriannya tersebut. percaya dan ingat pun mereka sama sekali tidak.Juni 19. Ketiga ciri tersebut diungkapkan dalam al-Quran surat Ibrohim ayat 3. dapat kita perhatikan sebagai berikut: 1.Dz Bila kita bertanya. Ini akibat dari perbuatan yang tidak memenuhi konsekuensi kesadaran bahwa dirinya diciptakan. Mudah memang diucapkan. Siapa mereka? Mereka adalah manusia yang memiliki keyakinan bahwa keberadaannya di muka bumi ini ada dengan sendirinya. maka Allah adalah Dzat yang berhak di sembahnya. Seharusnya prasangka yang baik harus disertai dengan rasa takut kepadaNya yang mendorong ia taat kepadaNya.

Dahulu saya pernah mendengar penuturan dari seorang pengusaha MLM. Zaman edan adalah zaman di mana manusia memilih cara hidup miring. Dalam hidup kita dituntut untuk menentukan sikap. Salah satunya adalah Nabi Muhammad Saw. namun mereka sendiri merasa dan berfikiran bahwa jalan hidupnya lurus dan penuh dengan kebajikan. 2010 Tinggalkan sebuah Komentar MIRING Oleh: Ading Nashrulloh A. Sampai akhirnya. crazy. Sikap adalah pilihan hidup dan memiliki konsekuensi yang mengikutinya. pendusta. orang-orang pun berhenti mengatakan ia berfikiran miring. ada yang datar. dan orang yang patut ditertawakan. keuntungan dan kelimpahan harta. agar hidupmu bahagia dan engkau mau bersyukur kepadaNya. Leuwiliang Bogor 3 Rajab 1431 H Ditulis dalam Uncategorized Tags: istiqomah MIRING Juni 19. mereka malah mengatakan jalan itu bengkok dan sesat. Nabi-nabi yang lain pun . Adakah fikiran miring itu ada guna dan manfaatnya? Mengapa ada istilah fikiran miring? Konsep yang serupa dengan fikiran miring adalah fikiran gila. ada yang curam. Perjalanan sejarah akhirnya menunjukkan. kaumnya mengatakan beliau SAW adalah almajnun. ketika ia sukses di MLM itu. ia ada diciptakan Allah untuk memudahkan hidup manusia. Di awal dakwahnya. ada yang miring. majnun. semua ada guna dan manfaatnya. Sementara ketika pandangan mereka diarahkan kepada jalan hidup yang lurus. fikiran miring itu artinya fikiran yang dianggap memiliki kecenderungan mengarah kepada jalan yang sesat dan menjauh dari kebenaran yang selama ini dipegang oleh umumnya manusia di sekitarnaya. Ketika kita mejadikan ucapan ini sebagai sikap dan prinsip. Secara umum. ahli sihir. edan.hidup dan dasar nilai kehidupan. orang-orang di sekitarnya mengatakan bahwa ia seorang yang berfikiran miring. maka berarti ini menyangkut urusan hari dan corak kehidupan yang akan kita bangun dengan segala bagian dan fase-fasenya.Dz Sukakah kamu bila aku panggil engkau orang yang berfikiran miring? Maukah engkau aku bangunkan rumah dengan tiang-tiang yang miring? Sukakah kamu bila aku tawarkan barang dengan harga miring? Bidang miring banyak manfaatnya. Kepada kita yang muslim sering diceritakan kisah para Nabi yang mengalami ejekan dan hinaan dari kaumnya. Ia dikatakan demikian sebab ia melakukan perkara yang waktu itu masyarakat tidak memiliki pemahaman tentang MLM. Ketika ia memulai usaha itu. Bagian bumi ini. mareka yang mentertawakan itu mengakui akan kehebatan dan kebenaran Nabi Muhammad Saw.

jalan kehidupan dan cara pandang kehidupan adalah sudah jelas. Untuk menjadi benar. Ketika kita menempatkan diri sebagai orang yang membenarkan dan menjalankan Islam sebagai jalan kehidupan. Dan siapa yang menyimpang sedikit saja dari ajaran Islam. Artinya ia harus membenarkan dan mengamalkannya tanpa reserve. Bila engkau melakukan perbuatan buruk. itu adalah hal biasa. Ibaratnya jadilah santri seorang diri sebelum engkau menjadi kiyai bagi santri-santri yang akan datang kepadamu. Seharusnya bilamana engkau ingin mengajak manusia berbuat kebajikan. engkau pun akan dikatakan orang yang berfikiran miring. Jika engkau dibenci dan dikatakan berpikiran miring. dan selamanya yang sesat tidak akan pernah bisa seiring sejalan dengan yang benar. Sebaik-baiknya sikap orang-orang yang beriman adalah berperilaku postif atas ajaran Islam ini. Bagi orang-orang muslim. Selain Islam adalah sesat. Agar dirimu tidak berfikiran miring dalam arti yang hakiki menurut ukuran keimanan dan keislaman. Bagaimana konsep Islam tentang kehidupan. sedangkan dirimu suka mengajak kepada orang lain berbuat baik. Kau harus membiasakan diri diejek dan dihina oleh mereka yang tidak berilmu dan enggan mengabdi kepadaNya. sebelum engkau menjadi seorang pengajar. Sebaliknya jangan heran bila engkau dikatakan berfikiran miring pula oleh orang-orang yang tidak menjadikan Islam sebagai landasan cara berfikirnya. pertama-tama janganlah kamu berfikiran bahwa kamu sudah berbuat kebaikan. malah siksaan dan pengusiran. Kita harus memiliki kemauan mempelajari berbagai corak cara pandang manusia terhadap kehidupan. tetapi hanya baru sebatas mendekati. tanpa harus menunggu ada orang yang menyertaimu atau tidak. Tetapi katakanlah mudah-mudahan apa yang aku lakukan adalah kebaikan yang diridoi Allah Swt mengingat apa yang aku lakukan mengikuti petunjukNya. Seringkali manusia. Bukan hanya ejekan dan hinaan. semestinya kita pun tahu yang salah. yakni kita ini. maka kita akan melihat jalan pikiran selain Islam adalah sesat. Setiap orang akan ditanya oleh Tuhan di akhirat kelak mengapa ia mengikuti suatu jalan kehidupan. Jadilah engkau sebagai pembelajar yang aktif.mengalami hal yang sama. Itulah sebabnya Rasululloh sempat menangis ketika sahabatnya diminta membacakan ayat tentang betapa ruginya manusia yang menolak dakwahnya yang akan menyelamatkan hidupnya di dunia dan akhirat. Menjadi sosok yang baik dan benar dalam arti yang sebenarnya bukan perkara mudah. Jangan heran bila engkau dikatakan kurang akal dan penipu. Dalam kenyataannya belum tentu seperti yang kita harapkan. maka terlebih dahulu engkau pun melakukan perbuatan bajik juga. . Terkadang kita hanya merasa benar saja dan menyandarkan diri kepada argumen-argumen yang dianggap benar oleh kita sendiri. Tetaplah belajar dan berbuat kebajikan selama-lamanya sampai tutup usia. kita pun harus secara konsisten mengatakan bahwa pemikirannya adalah miring. hanya karena engkau memuja Allah dan mengikuti syariatNya. yakni Islam. merasa dan yakin bahwa kita sudah berada di jalan yang benar. realitas hakiki dan apa yang seharusnya dilakukan manusia telah dijelaskan dengan seterang-terangnya dalam ajarannya. Apa yang engkau lakukan bisa jadi belum berupa kebaikan. ini sudah merupakan tabiat dan sunah kehidupan di muka bumi.

Terkadang orang yang kita pandang salah. hanya menjadi tidak wajar kalau terus menerus berbuat dosa. apakah orang yang melaporkan itu benar dengan laporannya. dosanya terampuni. Bila kita menemukan orang lain berbuat salah. kita bukanlah malaikat. Semua jalan ke neraka sudah dijelaskan oleh agama. Bogor. Terkadang manusia melaporkan suatu kedustaan. sebab hal yang demikian menunjukkan tabiat seseorang yang jahil atau bodoh.Leuwiliang. sehingga ia termaafkan dengan sendirinya. Maka untuk itulah kita harus menjadi orang yang berilmu. Kita hanya boleh menegur pada saat ketika hatinya sudah mendekat dengan diri kita. Akibatnya adalah cacian dan makian yang keluar. artinya orang yang tidak mau mempergunakan akal fikirannya. Kita sering ingin meluruskan kesalahan orang lain dengan hati yang penuh dendam. agar ketika kita berbuat suatu dosa. Sesungguhna keanggunan seseorang dalam menyikapi kesalahan manusia adalah memaafkan dan memberikan kesempatan kepadanya untuk memperbaiki diri. Jika datang kepadamu laporan bahwa ada seseorang telah berbuat salah. 30 Rabiul Akhir 1431 H Ditulis dalam Uncategorized KESALAHAN Juni 19. kita sama saja manusia seperti dirinya yang juga tak lepas dari kesalahan. Sebab Allah pun memaafkan kesalahan orang yang berbuat salah karena kejahilannya. kita tahu bahwa itu dosa. Kenapa taubat itu perlu? Karena ada Zat yang memiliki sifat dan hak untuk mengampuni. atau melaporkan suatu hal yang menurut pandangannya adalah salah. pada saat yang sama. tidak benar-benar salah. maka ada dua hal yang harus diverifikasi. Berbuat dosa adalah wajar dalam kehidupan manusia. padahal belum tentu salah. apakah yang dilaporkannya itu benar-benar berupa kesalahan. Yang memiliki kemampuan menilai suatu kesalahan hanyalah orang-orang yang berilmu. hendaknya ditahan dulu jangan sampai menegurnya di waktu itu. Kedua. Tetapi yang lebih anggun lagi adalah mengetahui sebab-sebab seseorang melakukan kesalahan.Dz Jangan memperlakukan kesalahan orang lain dengan kejahatan dan kelicikan karena itu berarti kita sama saja. Belajarlah terus untuk berpengetahuan. Artinya sekalipun ia tidak bertaubat. dan terdorong jiwa kita untuk bertaubat kepadaNya. Pertama. Agar kata-kata yang kita ungkapkan kepadanya disertai dengan sikap yang lemah lembut. Syaithan harus . Begitupun jalan menuju surga tak satupun terlewat disampaikan Rasulullah Saw. Hendaklah kita menyadari bahwa pada saat kita mengatakan bahwa seseorang salah. 2010 1 Komentar KESALAHAN Oleh: Ading Nashrulloh A. Sehingga orang yang salah semakin membenci kebenaran. yakni Allah swt.

2010 Tinggalkan sebuah Komentar TAKUT KEPADA ALLOH Oleh: Ading Nashrulloh Dan barang siapa yang taat kepada Allah dan rasul-Nya dan takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya. Dan sebagai wujud solidaritas kita kepada sesama manusia yang terperosok berbuat kesalahan adalah mengingatkan dirinya sebelum ajal atau kiamat tiba. Amal sholeh bisa berubah menjadi amal salah. syaithan tak pernah patang mundur mendekati manusia. 28 Rabiul Awal 1431 H Ditulis dalam Uncategorized TAKUT KEPADA ALLAH Mei 7. Bogor. agar kita bisa menghindari jalan-jalannya. Sebab hati yang bersih itu pertama kali syaratnya harus jauh dari pelanggaran atas segala larangan Allah. Dengan demikian inti sari takwa adalah takut kepada Allah. maka mereka adalah orang-orang yang mendapat kemenangan (24:52) Mengacu kepada definisi takwa yaitu mengadakan perlindungan dari azab Allah.dikenali dengan jeli. agar diri kita selamat dari ketertipuan hidup ini. ini mengindikasikan bahwa takwa itu mengandung arti taat. Begitu setianya syaithan dekat dengan manusia di kala apapun yang dilakukan manusia. taat kepadaNya dan keadaan bersih hati. perlu dan membutuhkan suatu peringatan. yang memilih jalan kebodohan. Untuk urusan apa? Untuk menjerumuskan manusia kepada perbuatan-perbuatan yang salah. ini mengindikasikan hal lain lagi. Bahkan ketika manusia itu sedang beramal sholeh sekalipun. nasihat dan teguran dari orang lain tatkala kita salah langkah. Takut kepada Allah artinya takut terhadap azab yang telah menjadi ketetapanNya. Kita adalah seperti juga orang lain. Definisi takwa berikutnya adalah menjauhi segala larangan Allah. bisa karena ia tergoda oleh syaithan dan kesenganan mengikuti hawa nafsunya. ke mana pun manusia melangkah. agar kita bisa mengikuti langkah-langkah amal sholehnya. mengindikasikan bahwa takwa itu mengandung arti takut. Jadi manusia berbuat salah bisa karena ia jahil. Syaithan itu adalah makhluk Allah yang memiliki tabiat paten untuk senantiasa menyertai manusia. Leuwiliang. sementara ia menyangka bahwa dirinya akan selamat dengan kebodohannya itu. Allah bukanlah Zat yang Zhalim terhadap hamba-hambaNya. Selanjutnya definisi takwa adalah menjalankan segala perintah Allah. yaitu bahwa takwa mengandung arti bersih hati. tetapi hamba itulah yang zhalim terhadap dirinya sendiri sehingga menyebabkan dirinya masuk ke dalam kategori manusia yang dimurkai Allah dan kategori manusia yang menempuh jalan yang sesat. Para ulama dan wali harus kita dekati. ketika manusia tunduk kepada syaitan. Jangan kita seperti orang dungu. Sedangkan balasan bagi mereka .

“Orang-orang yang menyampaikan risalah Allah mereka takut kepada-Nya dan mereka tidak . taat kepadaNya dan jauh dari perbuatan dosa yang menghasilkan keadaan hati yang bersih senantiasa. Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku. “Maka janganlah kalian takut kepada manusia dan takutlah kalian kepada-Ku. Bersih hati adalah gambaran seorang yang baru lahir ke dunia. maka itulah dosa di hati. Yang ada pada dirinya adalah fitrah. maka mereka adalah hamba-hamba Allah yang dekat denganNya dan memiliki kedudukan yang mulia di sisiNya. Islam didirikan di atas pondasi yang bernama tauhid. Karena takut adalah perintah maka takut itu wajib dan memiliki konsekuensi penting. Cara mendekati Allah adalah dengan melaksanakan apa yang diwajibkanNya kepada hamba-hambaNya. maka (jawablah).” Banyak sekali ayat al-Quran dan Hadits yang menunjukkan tentang wajibnya takut kepada Allah Swt. Asy-Syaikh Abdurrahman bin Hasan bin Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah dalam kitab beliau Fathul Majid mengatakan: “Takut berkedudukan tinggi dan mulia di dalam agama dan termasuk jenis ibadah yang banyak cakupannya yang wajib hanya diberikan kepada Allah subhanahu wa ta’ala. (2:186) 1. Takwa adalah menjauhi segala larangan Allah. Karena takwa adalah usaha untuk terus menerus menjauhi larangan Allah. Dan ketika ia bertaubat dan terus berusaha menjaga diri dari perbuatan dosa. Bagi yang melaksanakan perintah tersebut maka ketakwaannya akan bertambah dan karena itu ia akan memperoleh kemuliaan dan ditujukiNya ke arah kebaikan. berusaha menjaga diri agar sampai melanggar larangan Allah. Seseorang jika takut kepada Allah. Ketika seorang hamba berbuat zhalim atau dosa. bukan menjauhiNya. agar mereka selalu berada dalam kebenaran. tentu dia akan berusaha untuk membebaskan dirinya dari laknat dan kemarahanNya dan caranya adalah dengan mendekat kepadaNya. Taat kepada Allah bukanlah untuk kepentingan Dia yang Maha Kuasa. Takwa mengandung arti bersih hati. “Karena itu janganlah kalian takut kepada mereka tetapi takutlah kepada-Ku jika kalian benarbenar orang yang beriman. maka hati itu bersih lagi. Sedangkan bagi yang mengabaikannya. Perintah Allah yang paling besar adalah Tauhid dan Islam. Berikut adalah di antara ayat-ayat Al-Quran yang menjelaskan wajibnya takut kepada Allah. bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku. Lawan dari tauhid adalah syirik dan lawan dari Islam adalah kafir. Hatinya putih bersih tanpa noda. PERINTAH TAKUT KEPADA ALLAH Sesungguhnya Allah memerintahkan kepada kaum mukminin agar mereka takut kepada-Nya. Takwa adalah bersih hati. Takwa mengandung arti taat. tetapi untuk kepentingan hamba itu sendiri. maka terkotorilah hati itu bagai noktah hitam di kaca yang bersih.” (Al-Maidah: 44). maka dosanya makin bertambah dan bertambah pula kehinaannya dan ia bergelimang dalam lautan dosa dan kemaksiatan.” (Ali Imran: 175). ini merupakan konsekuensi dari perasaan takut kepada Allah. maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku. Jika larangan Allah dilanggar.yang dimurkaiNya dan sesat jalannya adalah tiada lain azabNya di dunia dan di akhirat kelak. Orang yang takut kepada Allah. Sesungguhnya Allah itu dekat bagi hamba-hambaNya yang sholeh.

Al-Baihaqi) Rasulullah. Al-Baihaqi). Orang yang hatinya senantiasa terpaut dengan masjid. maka Aku akan beri rasa takut pada hari Aku menghimpun hambahamba-Ku. yaitu mata yang menangis karena takut kepada Allah. keduanya berkumpul dan berpisah kerena Allah. maka Allah menjadikan segala sesuatu takut kepadanya. Orang bahagia adalah yang dapat mengambil pelajaran dari (peristiwa) orang lain. Abu Nu’aim dan dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani di dalam Ash-Shahihah no. aku tidak akan menghimpun pada diri hamba-hamba-Ku dua rasa aman dan dua rasa takut. Barangsiapa tidak takut kepada Allah. bertakwalah kepada Tuhanmu. lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya dan gugurlah kandungan segala wanita yang hamil. Sebaik-baik yang tertanam dalam hati adalah keyakinan. yaitu Pemimpin yang adil. al-Haj [22]: 1-2). dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk. Tiap perkara yang akan datang adalah dekat. akan tetapi azab Allah itu sangat keras” (Qs.” (An-Nahl: 50) “Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka. Pemuda yang senantiasa beribadah kepada Allah semasa hidupnya.a. Rasululullah bersabda: “Barangsiapa takut kepada Allah.merasa takut kepada seorang pun selain kepada Allah. Kepemudaan termasuk kelompok kegilaan (radikal). sesungguhnya kegoncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat). (HR. Keragu-raguan (dalam beriman) termasuk kekufuran. Dua orang yang saling mencintai kerena Allah. maka Allah menjadikannya takut kepada segala sesuatu. Jika dia merasa aman dari-Ku di dunia. “Mereka (malaikat) takut kepada Rabb mereka dan melakukan apa yang diperintahkan kepada mereka. (HR. padahal sebenarnya mereka tidak mabuk. al-Anfaal [8]: 2). Dan jika dia takut kepada-Ku di dunia maka Aku akan berikan rasa aman pada hari Aku menghimpun hamba-hamba-Ku. Bukhari) Rasulullah bersabda: “Puncak kebijaksanaan ialah takut kepada Allah. 1031 dari hadits Abu Hurairah) Syaddad bin Aus radiallahuanhu berkata: telah berkata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: “Demi kemuliaan dan keagunganku. beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tujuh golongan orang yang akan mendapatkan perlindungan pada hari yang tidak ada perlindungan kecuali perlindungan dari Allah. aku mendengar Rasulullah Saw bersabda: Ada tujuh golongan yang akan dinaungi Allah di bawah naungan-Nya. “Maka janganlah kalian takut kepada mereka dan takutlah kalian kepada-Ku. “Hai manusia. dan orang yang sengsara ialah yang sengsara sejak dalam kandungan ibunya.” (Al-Ahzab: 39).629 dan Muslim no. Seorang lelaki yang diajak oleh seorang perempuan yang cantik dan berkedudukan untuk berzina tetapi dia . pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya. di antaranya seorang hamba yang “diajak” oleh seorang wanita yang memiliki kedudukan dan kecantikan. Dan cukuplah Allah sebagai pembuat perhitungan. (HR. “Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua surga. HR. arRahman[55]: 46). Rasulullah bersabda: “Dua mata yang diharamkan dari api neraka. (Ingatlah) pada hari (ketika) kamu melihat kegoncangan itu. dan dia mengatakan: ‘Aku takut kepada Allah’. ia berkata.” (HR. 742). Dari Abu Hurairah r. Al-Bukhari no. … (Qs.” (Shahih. dan mata yang menjaga serta mengawasi Islam dan umatnya dari (gangguan) kaum kafir.” (Al-Baqarah:150).” (Qs.

ia berkata. Jika ia takut kepada-Ku di dunia. Hakim. dan seseorang yang mengingat Allah di waktu sunyi sehingga bercucuran air matanya. Pada suatu hari Rasulullah saw. dan ternyata masih berdetak jantungnya. Kemudian ia menengok ke kanan. Jika ia merasa aman dari-Ku di dunia. apakah pemuda itu termasuk golongan kita?” Rasulullah bersabda. ketika Allah menurunkan ayat ini kepada Nabi-Nya: Wahai orang-orang yang beriman jagalah diri dan keluarga kalian dari Neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan bebatuan.. Kemudian Nabi Saw meletakkan tangan beliau di atas hatinya.. “Ingatlah!. Lalu ia melihat ke depan maka ia tidak melihat kecuali Neraka ada di depan wajahnya. niscaya tidak ada seorang pun yang putus asa dari rahmat-Nya.” Rasulullah Saw bersabda. Dari Tsauban r. maka ia tidak melihat kecuali apa yang pernah dilakukannya (di dunia). Mereka suka bangun malam sebagaimana kalian. [HR. Para sahabat berkata. mereka adalah bagian dari saudara kalian dan dari ras kalian. maka Aku akan bemberikannya rasa aman di Hari Kiamat. semoga Allah meridhai keduanya. dari Nabi Saw. beliau bersabda: Aku akan memberitahukan beberapa kaum dari umatku. ia berkata. Ibnu Hibban dalam kitab shahihnya]. Jika seorang mukmin mengetahui siksaan yang ada di sisi Allah. apakah kalian tidak mendengar firman Allah: Yang demikian itu (adalah untuk) orang-orang yang takut (akan menghadap) ke hadirat-Ku dan yang takut kepada ancaman-Ku. Karena itu jagalah diri kalian dari Neraka meski dengan sebutir kurma. Al-Kinani penulis buku Mishbah Al-Zujajah berkata. Orang yang memberi sedekah tetapi dia merahsiakannya seolah-olah tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diberikan oleh tangan kanannya. Tapi Allah menjadikannya bagaikan debu yang bertebarkan. maka pemuda itu pun mengucapkannya. sebutkanlah sifat mereka dan jelaskanlah keadaan mereka agar kami kami tidak termasuk bagian dari mereka sementara kami tidak mengetahuinya. “Wahai anak muda ucapkanlah: ‘Tidak ada Tuhan selain Allah’”. Jika orang kafir mengetahui rahmat yang ada di sisi Allah..” [HR. “Wahai Rasulullah. membacakan ayat ini kepada para sahabat. maka mereka melanggaranya. [HR. [HR. Dari Abu Hurairah r.a. maka ia tidak melihat kecuali apa yang pernah dilakukannya (di dunia).a. tapi mereka adalah kaum yang jika tidak dilihat oleh siapa pun ketika menghadapi perkara yang diharamkan Allah. tentang perkara yang diriwayatkan beliau dari Tuhannya. Kemudian beliau memberikan kabar gembira kepadanya dengan surga. Di hari kiamat mereka datang dengan membawa kebaikan seperti gunung Tihamah yang putih. Muslim]. Allah berfirman: Demi kemulian-Ku. para perawinya terpercaya]. Ia pun menengok ke kiri. tiba-tiba ada seorang pemuda yang terjungkal pingsan. ia menshahihkannya dan disepakati oleh Adz-Dzahabi]. niscaya tidak ada seorang pun yang tidak mengharapkan surga-Nya. “Aku takut kepada Allah!”.berkata.a. . dari Nabi Saw. Rasulullah Saw bersabda: Tidak ada seorang pun di antara kalian kecuali akan diajak bicara oleh Allah tanpa penerjemah. (Qs. maka Aku akan memberikan rasa takut kepadanya di Hari Kiamat. “Wahai Rasulullah!.” Dari ‘Adiy bin Hatim r. Ibnu Majah. Aku tidak akan menghimpun dua rasa takut dan dua rasa aman pada diri seorang hamba. Isnad hadits ini shahih. Tsauban berkata. Dari Ibnu Abas. [Mutafaq ‘alaih]. Kemudian Nabi Saw bersabda. at-Tahrim [66]: 6).

” (Hadits shohih riwayat at-Tirmidiy Kitaabut-tafsir IX/19. Bukhari]. Takut merupakan bentuk ibadah hati yang memiliki kedudukan agung dan mulia di dalam agama bahkan mencakup seluruh jenis ibadah. dan mereka merasa takut akan (tibanya) hari kiamat.” (Al Anbiya: 49). dan bersedekah. “Sanad hadits ini shahih”. mereka tidak akan terjerumus ke dalam jurang kemaksiatan yang mengotori hati. Ditanyakan kepada Rasulullah Saw manusia manakah yang paling utama? Rasulullah Saw bersabda. Al-Baihaki meriwayatkannya dalam kitab sunannya dari arah tersebut]. wahai putri as-Shiddiq.” Aku pernah bertanya kepada Rasulullah tentang ayat ini. Dan orang-orang yang telah memberikan apa yang telah mereka berikan. Dan orang-orang yang tidak menyekutukan Rabb mereka (sesuatu pun). al-Hakim at-Tafsir II/393 menyatakannya shohih dan disepakati oleh adz-Dzahabiy). Tetapi mereka orang-orang yang berpuasa. Aisyah berkata. salah satunya berasal dari Nabi Saw dan satu lagi dari dirinya sendiri ia berkata: Sesungguhnya orang yang beriman akan melihat dosa-dosanya seolah-olah ada di atas gunung. Beribadah dengan penuh rasa takut (khauf). Mereka itulah orang-orang yang bersegera untuk berbuat kebaikan. dengan hati yang takut. “Orang yang bening hatinya dan jujur lisannya. Mereka takut jika amalannya tidak diterima. dan iri. [HR.(karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Rabb mereka. Dan orangorang yang beriman kepada ayat-ayat Rabb mereka. takut jikalau kita tidak mendapatkan ridha Allah. rasa takut inilah yang juga dapat mencegah keinginan seseorang untuk berbuat maksiat. kedengkian.” Para shahabat berkata.” (Qs. Di dalamnya tidak ada dosa. takut jukalau dosa-dosa kita tidak diampuni. Mereka takut hal-hal yang dulu mereka lakukan dalam rangka mengabdi kepada Allah hilang begitu saja karena suatu kemaksiatan sekecil apapun. “Adalah hati yang takut (kepada Allah) dan bersih. “Seperti inikah?” Abu Syihab berkata dengan tangannya –yang diletakkan– di atas hidungnya. apakah yang dimaksud disini orang-orang yang meminum arak. “(Yaitu) orang-orang yang takut akan (azab) Tuhan mereka. Dimana dengan adanya rasa takut. Oleh karena itu orang yang beribadah dengan rasa takut ini. “Wahai Rasulullah!.Abdullah bin Mas’ud menceritakan kepada kami dua hadits. “Bukan begitu. “Sesungguhnya orang-orang yang berhati-hati karena takut kepada Robb mereka. al-Mukmin [23]: 60) Imam Tirmidziy meriwayatkan. Takut adalah salah satu dari rukun ibadah dan merupakan syarat iman. namun apa yang dimaksud dengan ‘bening hatinya’?” Rasulullah Saw bersabda. Rasa takut adalah pilar yang mesti ada dalam ibadah seorang muslim. dan merekalah orang-orang yang pertama-tama memperolehnya. artinya ialah takut jikalau ibadah kita tidak sempurna. Ia takut (dosa itu) jatuh menimpanya. berzina dan mencuri?” Rasululloh saw menjawab. kemudia ia berkata mengenai dosanya. Sedangkan orang yang jahat akan melihat dosa-dosanya seperti lalat yang menghampiri hidungnya. Selain itu. sholat.” [Al-Kinani berkata. sifat jahat. Merekalah yang bersegera dalam kebaikan. . Kami sudah mengetahui maksud ‘jujur lisannya’. seorang hamba akan termotivasi untuk rajin mencari ilmu dan beribadah kepada Alloh semata agar bebas dari murka dan adzab-Nya. sedang mereka tidak melihat-Nya.

Yaitu Khauf . Takut itu ada tiga macam : Khouf thabi’I. menjadi sebab dia meninggalkan kewajiban atau melakukan yang diharamkan maka hal itu haram. Khouf ibadah. Bukhari Muslim). dan Rohbah.” (HR. Yunus: 62) Syaikh Al ‘Utsaimin menjelaskan. Berfirman menceritakan kisah Nabi Musa alaihisallam: “Dia keluar dari negerinya dalam keadaan takut yang sangat.2. PENGERTIAN TAKUT KEPADA ALLAH Definisi takut kepada Allah Takut adalah kesadaran bahwa diri kita lemah di hadapan Allah. takut api. Khosyah. sesungguhnya para wali Allah itu tidak ada rasa takut dan sedih yang akan menyertai mereka. Khouf sir. Takut jenis ini dibolehkan selama tidak melampaui batas. Faathir: 28). Ar Raaghib berkata: Khosyah adalah khouf yang tercampuri dengan pengagungan. akan tetapi apabila rasa takut ini. Khosyah serupa maknanya dengan khouf walaupun sebenarnya ia memiliki makna yang lebih khusus daripada khouf karena khosyah diiringi oleh ma’rifatullah ta’ala. yaitu: khouf thabi’i. takut yang bersifat tabiat. Ada tiga konsep utama yang berkaitan dengan takut kepada Allah. Karena itulah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. Oleh sebab itu khosyah adalah rasa takut yang diiringi ma’rifatullah.” (QS. dengan begitu ia adalah khouf yang diiringi amalan. Rasa takut itu nanti akan lenyap di akhirat bagi orang yang masuk surga. takut tenggelam. Hal itu muncul didasarkan pada pengetahuan terhadap sesuatu yang ditakuti. demi Allah… sesungguhnya aku adalah orang yang paling khosyah kepada Allah di antara kalian dan paling bertakwa kepada-Nya. memohon perlindungan dari azabNya dan memohon petunjukNya agar kita berada dalam rahmatNya. yang menjadi sebab kita tidak berbuat durhaka padaNya. sedangkan Dia Maha Kuat dan Kuasa atas diri kita. berbahaya atau mengganggu . yaitu takut kepada hal-hal yang bisa membahayakan jiwa seseorang seperti halnya orang takut hewan buas.” (QS. Sedangkan makna khouf secara istilah adalah rasa takut dengan berbagai macam jenisnya. “Ketahuilah. Penjelasannya sebagai berikut ini: Khouf artinya perasaan takut yang muncul terhadap sesuatu yang mencelakakan. Rohbah adalah khouf yang diikuti dengan tindakan meninggalkan sesuatu yang ditakuti. “Sesungguhnya yang merasa takut kepada Allah hanyalah orang-orang yang berilmu. maka rasa takut semacam ini tidak membuat orangnya dicel. “Adapun aku.” (Al-Qashash: 21) .

Yang terpuji adalah yang tujuannya / akhirnya akan menghalangimu maksiat terhadap Allah. rasa takut akan adzab kubur. ketahuilah sesungguhnya barang dagangan Allah itu adalah surga. Imam Ibnu Abil `Izzi al-Hanaberkata: “Seorang hamba wajib untuk takut dan berharap (kepada Allah). namun takutnya seorang mukmin ialah takut akan pedihnya sakaratul maut. Seorang mukmin itu tidak takut kepada siapapun kecuali kepada Allah. dan ketundukan diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala. takut yang bernilai syirik. sebagaimana tersebut di dalam hadits Khabab bin al-Arat dalam Shahih Bukhari. Maka Musa merasa takut dalam hatinya. (lihat Syarh Tsalatsatul Ushul. Rasa takut semacam inilah yang harus ada dalam hati seorang hamba. maka takut yang seperti ini tidak boleh ada kecuali ditujukan kepada Allah ta’ala. dan barangsiapa berangkat di waktu akhir malam niscaya dia mencapai tempat tujuan. seperti halnya orang takut kepada penghuni kubur atau wali yang berada di kejauhan serta tidak bisa mendatangkan pengaruh baginya akan tetapi dia merasa takut kepadanya maka para ulama pun menyebutnya sebagai bagian dari syirik. hal. Hal itu dikecualikan takut secara naluri (maka ini tidak terlarang). seperti seseorangyang takut terhadap ular. yaitu memberikan takut ibadah kepada selain Allah. dan menghalalkan darah dan hartanya. rasa takut akan hilangnya iman dan lain sebagainya.” Syeikh Muhammad bin Shalih al ‘Utsaimin hazhahullah berkata: “Dan takut kepada Allah ada yang terpuji dan ada yang tidak terpuji. rasa takut terhadap siksa neraka. dan sesungguhnya takut yang terpuji dan yang sebenarnya adalah yang menghalangi pemiliknya dari apa-apa yang diharamkan oleh Allah. 57) Perbuatan ini akan mengekalkan pelakunya di dalam neraka. yaitu takut yang diiringi dengan penghinaan diri. dikhawatirkan dia terjatuh pada sikap putus asa. takut yang bernilai ibadah. Adapun menujukannya kepada selain Allah adalah syirik akbar. Khouf sirr. yaitu Nabi Musa). mengeluarkannya dari Islam. (Thaahaa: 67) Dan seperti takutnya seseorang terhadap serigala yang akan memangsa kambingnya. sebagaimana pernah terjadi pada Kaliimullah (Nabi yangdiajak bicara oleh Allah. Apabila (takut) itu melewati batas. Rasa takut ada bermacam-macam sebagaimana dijelaskan di atas.” (Al-Maidah: 44). Allah berfirman. Rasulullah bersabda: Barangsiapa takut niscaya dia berangkat di waktu akhir malam. “Janganlah kalian takut kepada manusia dan takutlah kalian kepada-Ku.Khouf ibadah. pengagungan. Ketahuilah sesungguhnya barang dagangan Allah itu mahal. rasa takut akan mati dalam keadaan yang buruk (mati dalam keadaan sedang bermaksiat kepada Alloh). Kemudian bahwa takut kepada Allah yang sebenarnya dan yang terpuji adalah takut yang menghalangi pemiliknya dari apa-apa yang diharamkan oleh Allah dan mendorongnya untuk melaksanakan perintah-perintah-Nya. yang mendorongmu untuk .

tetap takutnya tidak mendorongnya untuk tunduk dan taat kepada-Nya. apabila engkau takut terhadapnya. sehingga di saat itu hamba tadi menyesali(dirinya) dan patah semangat. meninggalkan larangan-larangan-Nya dan bersegera menjalankan berbagai kebaikan. “Sesungguhnya orang yang berhati-hati karena takut (terhadap siksa) Rabb mereka. “Dan ketika setan menjadikan mereka memandang baik pekerjaan mereka. niscaya engkau lari darinya. minum khamr dan mencuri?”. dengan hati yang takut)(Al-Mukminun: 60).Maka tatkala kedua pasukan itu telah dapat sating lihat-melihat (berhadapan pada perang Badar-pen). (Al.mengerjakan kewajiban-kewajiban dan meninggalkan apa-apa yang diharamkan. Sesungguhnya seorang mukmin itu menggabungkan antara berbuat baik dengan takut (tidak . Mereka itu bersegera untuk mendapat kebaikankebaikan.” Al-Hasan berkata: “Mereka telah beramal -demi Allah. karena sesungguhnyaapabila engkau takut terhadap-Nya. kecuali (takut) terhadap Allah Ta’ala. apakah mereka adalah orang-orang yang berzina. bershadagah dan mereka khawatir (amalan mereka) tidak diterima. Maka seseorang yang takut (kepada Allah) itu. (Al-Mukminun: 57-61) Di dalam kitab Musnad Imam Ahmad dan Sunan at-Tirmidzi dari Aisyah yang berkata: Aku bertanya kepada Rasulullah tentang ayat ini.melaksanakan shalat. Allah memuji kepada orang yang mempunyai rasa takut semacam ini. dan mengatakan:”Tidak ada seorang manusiapun yang dapat menang terhadap kamu pada hari ini dan sesungguhnya saya ini adalah pelindungmu”. sesungguhnya saya takut kepada Allah. dia lari dari Rabbnya menuju Rabbnya. Dan orangorang yang beriman terhadap ayat-ayat Rabb mereka. niscaya engkau lari kepada-Nya. Sedangkan yang tidak terpuji adalah yang membawa seorang hamba menjadi putus asa dari rahmat Allah. yang mendorong untuk menjalankan perintahperintah-Nya. Dan orang-orang yang tidak mempersekutukan (sesuatupun) dengan Rabb mereka.” Sehingga takut seorang hamba yang sebenarnya kepada Allah itu tidak sebagaimana takutnya Iblis/setan kepada Allah. setan itu balik ke belakang seraya berkata:”Sesungguhnya saya berlepas diri dari kamu. Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan. sesungguhnya saya dapat melihat apa yang kalian tidak dapat melihat. bisa jadi dia terusmenerus menjalankan kemaksiatan karena keputus-asaannya yang kuat. akan tetapi mereka adalah orang-orang yang berpuasa.Anfal: 48) Demikianlah takut yang sebenarnya kepada Allah.”Dan Allah sangat keras siksaNya. (Dan orang-orang yang memberihan apa yang telah mereka berikan. Karena setan itu juga takut kepada Allah. dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya. dengan hati yang takut (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Rabb mereka. serta mereka takut (seandainya amalan-amalan mereka) ditolak. bahkan dia enggan dan sombong/takabbur untuk taat kepada-Nya.” Imam Ibnu Abil `Izzi al-Hanajuga berkata:”Dan setiap orang.dengan semua ketaatan-ketaatandan mereka telah bersunggah-sungguh padanya. Beliau menjawab: “Tidak wahai (Aisyah) anak ashShidiiq.

Sebagaimana firman Allah yang menghikayatkan perkataan kaum Nabi Huud Kami tidak mengatakan melainkan bahwa sebagian sesembahan kami telah menimpakan penyakit gila atas dirimu.akan menimpakan bencana (kesusahan/sesuatu yang tidak disakai) secara sirr (rahasia).diterima amalannya). thaghut.” (Az-Zumar: 36) Khauf sirr ini termasuk dosa yang besar. sedangkan orang munafik menggabungkan antara berbuat buruk dengan (merasa) aman (dari siksa Allah). Dan siapa yang disesatkan Allah maka tidak ada seorangpan pemberi petunjuk baginya. orang yang telah mati. makhluk yang tidak ada di hadapannya dari jin ataupun manusia. dan saksikanlah olehmu sekalian bahwa sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan dari selain-Nya. dan (dari) mendirikan shalat. Hal ini termasuk jenis syirik ashghar (syirik kecil) yang meniadakan kesempurnaan tauhid. dan lain-lain. dan(dari) membayarkan zakat. Huud menjawab: “Sesungguhnya aku menjadikan Allah sebagai saksiku. Juga firman-Nya tentang sikap orang-orang kar terhadap Rasulullah Bukankah Allah cukup untuk melindungi hamba-hamba-Nya? Dan mereka (orang-orang kar) mempertakuti kamu dengan (sesembahan-sesembahan) yang selain Allah. mayat yang dikubur. Rasa takut seperti ini dewasa ini terjadi di kalangan para penyembah kubur. tempat-tempat/barang-barang yang dikeramatkan. bahkan termasuk syirik akbar (syirik besar) yang mengeluarkan seseorang dari agama Islam.” Dan firman-Nya: “Orang-orang laki-Iaki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak pulaoleh jual-beli dari mengingat Allah. Yaitu seseorang meninggalkan sesuatu / amalan yang wajib atau melakukan sesuatu / amalan yang haram karena takut kepada manusia. Khauf ‘amali. Dan inilah yang menyebabkan turunnya firman Allah : “(Yang mendapatkan pahala yang besar yaitu orang-orang yang mentaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan-Sesungguhnya manusia (yaitu orang Quraisy) telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu. berhala. karena itu takutlah kepada mereka”.” (Huud: 54-55). (An-Nur: 37) Takut Yang Tidak Benar Khauf sirri (i’tiqadi) Yaitu seseorang takut kepada selain Allah -baik kepada patung. maka . sebab itu jalankanlah tipudayamu semnanya terhadapku dan janganlah kamu memberi tangguh kepadaku. Dan mereka takut terhadap suatu hari yang (pada hart itu) hati dan penglihatan menjadi goncang. Mereka takut kepadanya dan mereka menakut-nakuti dengannya kepada para ahlu tauhid tatkala para ahlu tauhid itu memperingatkan peribadahan mereka yang batil dan memerintahkan untuk mengikhlaskan ibadah hanya kepada Allah saja. tempat-tempat/barang.barang keramat dan lainnya.

Takut secara khayalan. yang menjadikan pelakunya termasuk orang-orang yang penakut. dishahihkan oleh al-Albani di dalam Shahih al-Jami’ no: 1814. Sebenarnya mereka tidak takut kepada negeri akhirat.” 3. Dengan demikian keimanan yang sempurna.29. seraya berkata: “Kami takut akan mendapat bencana. (Ali ‘Imran: 173) Juga Rasulullah bersabda: “Janganlah salah seorang dari kalian menghinakan dirinya.”(5:52) c. maka ini adalah takut yang tercela. Syeikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di berkata: 2HSR. kemudian dia akan menjawab: “Rabbku. kemudian dia tidak mengatakannya. TAKUT KEPADA ALLAH DALAM AL-QURAN a. Maka berilah mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia. “Dan jika takut itu adalah takut secara khayalan.77. Hati manusia pada waktu itu sangat takut Pandangannya tunduk. mereka itulah orang-orang yang zalim. aku takut kepada manusia”. Ahmad III/27. Maka Allah akan bertanya( kepadanya pada hari Kiamat): “Apa yang menghalangimu antuk mengatakannya?”. (20”1-3). Maka Allah barkata: “Hanya Akulah yang paling berhak engkaai takuti”. Rasulullah telah mohon perlindungan kepada Allah dari sifat penakut ini. (74:53) . Al-Quran itu peringatan bagi orang yang takut kepada Allah Thaahaa Kami tidak menurunkan Al Quran ini kepadamu agar kamu menjadi susah. yaitu jika dia melihat satu perkara yang menjadi hak Allah dan menjadi kewajibannya dibicarakan. Takutnya orang kafir kepada Allah hanya terjadi pada saat terjadi pada hari kiamat dan itu menyebabkan mereka ingin dikembalikan ke dunia. Takutnya orang munafik adalah kalau-kalau Allah berbuat zhalim Apakah (ketidak datangan mereka itu karena) dalam hati mereka ada penyakit. seperti takut tanpa sebab mendasar atau takut dengan sebab yang lemah. (36:11) b.perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: “Cukuplah Allah menjadi penalong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung”. Sesungguhnya kamu hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikuti peringatan dan yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah walaupun dia tidak melihatnya. tawakkal dan sifat pemberani akan menolak jenis sifat penakut ini. (Orang-orang kafir) berkata: “Apakah sesungguhnya kami benar-benar dikembalikan kepada kehidupan semula? (79:8-10) Sekali-kali tidak. karena termasuk akhlaq yang buruk. (24:50) Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (orang-orang munafik) bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani). tetapi sebagai peringatan bagi orang yang takut (kepada Allah). Ibnu Hibban no:1845 dan Ibnu Majah no: 4008. atau (karena) mereka ragu-ragu ataukah (karena) takut kalau-kalau Allah dan rasul-Nya berlaku zalim kepada mereka? Sebenarnya.

Perbuatan dosa secara naluri menimbulkan rasa takut akan akibatnya Musa berkata: “Ya Tuhanku sesungguhnya aku. (72:24) d.” (28:35) e.Sehingga apabila mereka melihat azab yang diancamkan kepada mereka. maka utuslah dia bersamaku sebagai pembantuku untuk membenarkan (perkata. jika kamu benar-benar orang yang beriman. Allah-lah yang berhak untuk kamu takuti dan itu sumber dari sifat berani melawan orangorang kafir Mengapakah kamu tidak memerangi orang-orang yang merusak sumpah (janjinya). maka mereka akan mengetahui siapakah yang lebih lemah penolongnya dan lebih sedikit bilangannya. (28:33). Dan saudaraku Harun dia lebih fasih lidahnya daripadaku. Takut kepada Allah berpengaruh pada jiwa sehingga jiwa itu tergerak untuk tidak berbuat zhalim “Sungguh kalau kamu menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku. Tuhan seru sekalian alam. karena sesungguhnya aku takut kepada Allah. (98:8) g. sesungguhnya aku khawatir mereka akan mendustakanku. Takut kepada Allah adalah pintu untuk mendapatkan pelajaran yang banyak oleh sebab itu berikanlah peringatan karena peringatan itu bermanfaat orang yang takut (kepada Allah) akan mendapat pelajaran. (9:13) i. aku sekali-kali tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu.” (59:16) . Sesungguhnya aku takut kepada Allah. Syaithan menyembunyikan rasa takutnya tatkala masih menggoda manusia untuk kafir dan menyatakannya setelah manusia berhasil dijadikannya kafir (Bujukan orang-orang munafik itu adalah) seperti (bujukan) shaitan ketika dia berkata kepada manusia: “Kafirlah kamu”. Orang yang takut kepada Allah akan mendapat keridoan Allah Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah syurga ‘Adn yang mengalir di bawahnya sungaisungai. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepadaNya. maka ia berkata: “Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu.an)ku. (87:911) h. Rabb semesta Alam. maka aku takut mereka akan membunuhku. mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. maka tatkala manusia itu telah kafir. padahal mereka telah keras kemauannya untuk mengusir Rasul dan merekalah yang pertama mulai memerangi kamu? Mengapakah kamu takut kepada mereka padahal Allah-lah yang berhak untuk kamu takuti.” (5:28) f. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya. dan orang-orang yang celaka (kafir) akan menjauhinya. telah membunuh seorang manusia dari golongan mereka.

jika kamu benar-benar orang yang beriman.angsur pergi di antara kamu dengan berlindung (kepada kawannya). padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah. sedang bagi mereka tidak ada seorang pelindung dan pemberi syafa’atpun selain daripada Allah. Karena itu bertakwalah kepada Allah. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu. pasti Allah menolong. (6:51) Kamu hanyalah pemberi peringatan bagi siapa yang takut kepadanya (79:45) k. Dan Allah sekali-sekali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan. padahal Allah adalah penolong bagi kedua golongan itu. Buah dari takut kepada Allah: ampunan dan pahala Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Tuhannya Yang tidak nampak oleh mereka.j. supaya kamu mensyukuri-Nya. agar mereka bertakwa. Padahal diantara batu-batu itu sungguh ada yang mengalir sungai-sungai dari padanya dan diantaranya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air dari padanya dan diantaranya sungguh ada yang meluncur jatuh. (67:12) Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua syurga (55:46) . Beri peringatan bagi yang takut pada Allah agar mereka bertakwa Dan berilah peringatan dengan apa yang diwahyukan itu kepada orang-orang yang takut akan dihimpunkan kepada Tuhannya (pada hari kiamat). bahkan lebih keras lagi. Hati manusia pembangkang lebih keras dari batu tatapi batu takut kepada Allah Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu. karena itu janganlah kamu takut kepada mereka. Takut: berhati-hatilah menyalahi Rasul Sesungguhnya Allah telah mengetahui orang-orang yang berangsur. dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku. Agar tidak takut kepada selain Allah maka bertawakkallah padaNya. karena itu takutlah kepada mereka”.(3:175) “orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu. mereka akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar. (24:63) l. (5:3) m. Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakkal. karena takut kepada Allah. (2:74) n. ketika dua golongan dari padamu ingin (mundur) karena takut. sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih. dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. tetapi takutlah kepadaKu. Sungguh Allah telah menolong kamu dalam peperangan Badar.” (3:173) Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah syaitan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya (orang-orang musyrik Quraisy). maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung. (3:122-123) (Yaitu) orang-orang (yang mentaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: “Sesungguhnya manusia[250] telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu.

2). lagi Maha Mengetahui. Seraya) berkata:”Akulah tuhanmu yang paling tinggi. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah. Maka dia mengumpulkan (pembesar-pembesarnya) lalu berseru memanggil kaumnya.” Allah berfirman: “Jangan takut (mereka tidak akan dapat membunuhmu). (20: 67-68) Dan aku berdosa terhadap mereka. sebab mengandung pesan-pesan yang penting. (5:54). Tetapi Fir´aun mendustakan dan mendurhakai. Perbaiki hubungan persaudaraan Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara.o. Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah. dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. (5:44) p. maka pergilah kamu berdua dengan membawa ayat-ayat Kami (mukjizat-mukjizat). maka aku takut mereka akan membunuhku. diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendakiNya. yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir. Hal-hal yang tidak boleh ditakuti orang-orang mukmin 1). (tetapi) takutlah kepada-Ku. dan katakanlah (kepada Fir’aun): “Adakah keinginan bagimu untuk membersihkan diri (dari kesesatan).” Maka Allah mengazabnya dengan azab di akhirat dan azab di dunia. sesungguhnya dia telah melampaui batas. Tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela Hai orang-orang yang beriman. (79 :17-26). s. Dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. yang berjihad dijalan Allah. Sampaikan apa yang mesti disampaikan Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia. yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin. Jika Takut pada Allah. Tidak takut akan kemiskinan . sesungguhnya Kami bersamamu mendengarkan (apa-apa yang mereka katakan). r. Itulah karunia Allah. (49:10) q.” Dan kamu akan kupimpin ke jalan Tuhanmu agar supaya kamu takut kepada-Nya?” Lalu Musa memperlihatkan kepadanya mukjizat yang besar. supaya kamu mendapat rahmat. sesungguhnya kamulah yang paling unggul (menang). Kami berkata: “janganlah kamu takut. maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya. Kisah mengajak Firaun agar takut kepada Allah untuk orang yang takut kepada Allah “Pergilah kamu kepada Fir’aun. “Maka Musa merasa takut dalam hatinya. Jika Takut pada Allah. Takutnya Nabi Musa dalam menghadapi Firaun Dalam al-Quran beberapa kali disingungg tentang rasa takutnya Nabi Musa ketika hendak menghadapi Firaun. dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya). barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya. maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir. Marilah kita kaji bagian ini. (26:14-15). Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang yang takut (kepada Tuhannya).

maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir. (5:44) 4). (5:3) u. oleh orang-orang alim mereka dan pendeta-pendeta mereka. Dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. Dan agar Kusempurnakan nikmat-Ku atasmu. Rasa Takut akan hilang ketika orang mukmin memasuki surga . (3:175) 5). dan supaya kamu mendapat petunjuk. (5:21) t. Kamilah yang akan memberi rezki kepada mereka dan juga kepadamu. karena itu janganlah kamu takut kepada mereka. baik yang nampak di antaranya maupun yang tersembunyi. dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan. sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. dan janganlah kamu mendekati perbuatanperbuatan yang keji. disebabkan mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab Allah dan mereka menjadi saksi terhadapnya. (2:150). (17:31) 3). (6:151) Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kami akan memberi rezki kepadamu dan kepada mereka. jika kamu benar-benar orang yang beriman. dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Tidak takut kepada manusia Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi). Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah.Katakanlah: “Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu yaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar. Tidak takut pada ancaman orang-orang kafir Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah syaitan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya (orang-orang musyrik Quraisy). dan janganlah kamu lari kebelakang (karena takut kepada musuh). Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu. dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar[518]. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu. Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia. berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapa. (tetapi) takutlah kepada-Ku.” Demikian itu yang diperintahkan kepadamu supaya kamu memahami(nya). yang dengan Kitab itu diputuskan perkara orang-orang Yahudi oleh nabi-nabi yang menyerah diri kepada Allah. Takut kepada Allah menyempurnakan Nikmat serta Hidayah Maka janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku (saja). tetapi takutlah kepadaKu. Tidak takut menghadapi musuh Hai kaumku. masuklah ke tanah suci (Palestina) yang telah ditentukan Allah bagimu. maka kamu menjadi orang-orang yang merugi. dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku.

itulah hari kekekalan. sehingga apabila telah dihilangkan ketakutan dari hati mereka. ruku’lah kamu. maka mereka adalah orang. dan Dia-lah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar (34:23) v. dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan. “Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa mendapat kemenangan. (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka mereka itu bersegera untuk mendapat kebaikan-kebaikan. Kemenangan yang besar itu adalah kemenangan di dunia dan kemenangan di akhirat kelak. keistiqomahan dalam beribadah. Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan. juga kepada orang-orang yang berjihad di jalanNya “orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta. Kemenangan yang besar akan diberikan kepada mereka yang takut kepada Allah Swt. sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan.orang yang mendapat kemenangan (24:52) Orang yang takut kepada Allah akan mendapatkan kemenangan yang besar dari sisi Allah Swt. Dan orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Tuhan mereka Dan orang-orang yang tidak mempersekutukan dengan Tuhan mereka (sesuatu apapun). (50:33-34) “Sesungguhnya orang-orang yang berhati-hati karena takut akan (azab) Tuhan mereka. masukilah syurga itu dengan aman. tenggelam dalam kemaksiatan dan kesesatan. Dan di dunia kenikmatan yang akan diberikan kepada orang-orang yang takut kepada Allah adalah ketentraman batin. Semua itu merupakan pilar-pilar kemuliaan. hilangnya rasa sedih dan turunnya pertolongan dari sisiNya. Juga kepada orang-orang yang berbuat kebajikan. Di dunia yaitu kemenangan atas orang-orang kafir dan di akhirat kemenangan berupa masuk ke dalam surga. benda dan diri mereka. “Hai orang-orang yang beriman. (9:20). supaya kamu mendapat kemenangan.Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka. dengan hati yang takut. adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah. dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu. yang taat kepadaNya dan RasulNya. mereka berkata “Apakah yang telah difirmankan oleh Tuhan-mu?” Mereka menjawab: (Perkataan) yang benar”. (22:77). “(Yaitu) orang yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah sedang Dia tidak kelihatan (olehnya) dan dia datang dengan hati yang bertaubat. dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya” (23:57-61) w. maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih. sujudlah kamu. (78:31) . Mendapatkan kemenangan yang besar “Dan barang siapa yang taat kepada Allah dan rasul-Nya dan takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya.” (41:30) Dan tiadalah berguna syafa’at di sisi Allah melainkan bagi orang yang telah diizinkan-Nya memperoleh syafa’at itu. Takut kepada Allah melahirkan sifat taat dan enggan melakukan kedurhakaan kepadaNya Sementara orang-orang yang tidak memiliki rasa takut kepada Allah. Orang-orang yang memiliki sifat-sifat yang lahir dari rasa takut kepada Allah itu akhirnya akan sampai kepada apa yang telah dijanjikan oleh Allah yaitu surga yang penuh kenikmatan di akhirat kelak.

maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar. menunggu panggilan Tuhan semesta alam. maka tiba-tiba dia mengamalkan amalan ahli surga sampai akhirnya ia masuk surga. ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : “Di kala manusia berdiri. Sebagaimana diungkapkan dalam hadits di atas “namun karena ia telah tercatat sebagai ahli neraka. Dari Ibnu Umar ra.. ia berkata : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya seringan-ringan siksa ahli neraka pada hari kiamat. ditetapkan sebagai ahli neraka. niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosadosamu. ia berkata : “Rasulullah SAW pernah berkhutbah.. sampai ia akhirnya ia masuk neraka”. Oleh karena itulah. TAKUT KEPADA ALLAH DALAM AL-HADITS a. ialah seseorang yang di bawah kedua tumitnya diletakkan dua bara api yang dapat mendidihkan otaknya. maka tiba-tiba ia melakukan amalan ahli neraka. Dan salah seorang di antara kamu sekalian beramal dengan amalnya ahli neraka.” (HR Bukhari dan muslim). dan saya belum pernah mendengar khutbah yang seperti itu.” (HR Muslim). ada salah seorang di antara mereka yang terbenam dalam keringatnya sampai pada kedua daun telinganya. Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya. Tetapi jika kita mengkaji lagi hadits di atas rupanya seseorang masuk ke neraka juga karena sudah ditakdirkan Allah bahwa dia memang telah dicatat. Sedangkan ia berpendapat bahwa tidak ada seorang pun yang lebih berat siksaannya daripada itu. padahal itu adalah siksaan yang paling ringan bagi ahli neraka.. b. Diperbaiki amalan-amalan dan diampuni dosa-dosanya “Hai orang-orang yang beriman. sebatas pusarnya.” (HR Bukhari dan Muslim).x.” (HR Bukhari dan Muslim) Seseorang memperoleh Surga atau Neraka adalah akibat dari perbuatannya. maka kita tidak bisa mengandalkan perbuatan kita semata untuk menghindari siksa neraka dan beroleh surgaNya. dan ada pula yang disiksa dengan api sebatas bahunya. sebatas kedua lututnya. maka tibatiba ia melakukan amalan ahli neraka. namun karena ia telah tercatat sebagai ahli neraka. c. bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar. tetapi karena ia telah tercatat sebagai ahli surga. Takut membuat kita berhati-hati dalam beramal Rasulullah SAW bersabda: Demi Zat yang tiada Tuhan selain Dia. Beliau bersabda : “Seandaimya kamu mengetahui apa yang . (33:70-71). sehingga jarak antara dia dengan neraka hanya sehasta. sehingga jarak antara dia dengan surga hanya sehasta. ia berkata : Nabi SAW bersabda : “Di antara ahli neraka ada yang disiksa dengan api sebatas pada kedua mata kakinya. 4. sesungguhnya salah seorang di antara kamu beramal dengan amalnya ahli surga. sampai ia akhirnya ia masuk neraka. Takut kepada Allah akan membuat kita banyak menangis dan sedikit tertawa Dari Anas ra. Dari Samurah bin Jundub ra. Takutlah kepada siksa neraka dan beratnya hari kiamat Dari Nu’man bin Basyir ra.. Kita pun harus memohon kepada Allah agar kita dicatat menjadi ahli surga.

untuk apa ia pergunakan. Bumi itu akan berkata : “Ia telah berbuat begini dan begitu pada hari ini dan hari itu : “Inilah yang diberitakan oleh bumi” (H. Kemudian beliau bertanya: “Tahukah kalian. harta dan badan kita Dari Abu Barzah Nadlah bin `Ubaid Al –Aslamy ra. Takutlah kepada Allah. sebatas pusarnya. Maka takutlah kalian terhadap neraka walaupun hanya bersedekah dengan separuh biji kurma.” Dari Al-Miqdad ra.” Rasulullah SAW bersabda lagi : “Manusia tenggelam dalam keringat sesuai dengan amal perbuatannya. ilmu. kemudian ia melihat ke kanan.” (H.” Kemudian para sahabat Rasulullah SAW menutup wajah mereka sambil menangis terisak-isak. niscaya kalian akan sedikit sekali tertawa dan pasti akan banyak menangis.” (HR.” (HR Muslim) d. apa yang diberitakan oleh bumi?” Para sahabat menjawab : “Allah dan rasul-Nya yang lebih tahu. sehingga jaraknya kira-kira hanya satu mil.R. Dan tentang badannya. yang mereka perbuat di atasnya...Tirmidzi) f. untuk apa ia rusakkan. Ia berkata : Rasulullah SAW Bersabda : “Kedua kaki seseorang tidak akan bergerak. Di antara mereka ada yang terbenam sebatas kedua mata kakinya. untuk apa ia habiskan. Takut kepada Allah dorongan untuk membentengi diri dari siksaNya dengan berbuat amalan baik Dari ‘Adiy bin Halim ra. dan kamu tidak akan bersuka ria dengan istrimu diperaduan. tiada terlihat kecuali amal yang pernah diperbuatnya. Jika Takut kepada Allah maka berhai-hatilah dengan umur. Tentang ilmunya. darimana ia peroleh dan untuk apa ia belanjakan. saya tidak mengerti yang dimaksud oleh Rasulullah dengan mil itu. bumi akan menjadi saksi atas seluruh perbuatan kita Dari Abu Hurairah ra. Bukhari dan Muslim) Dari Abu Zarr ra. ia melihat ke kiri. seandainya kalian mengetahui apa yang aku ketahui.” (HR Bukhari dan Muslim) e. tiada yang terlihat kecuali api yang tepat di depannya. niscaya kalian akan sedikit sekali tertawa dan pasti akan benyak menangis.aku ketahui. dan ia melihat ke depan. adalah bumi menjadi saksi terhadap semua perbuatan manusia. ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya aku melihat apa yang tidak kamu lihat.. di situ tidak ada tempat untuk bisa menyisipkan empat jari-jari melainkan ada malaikat yang meletakkan dahinya untuk bersujud kepada Allah Ta’ala.R Tirmidzi) . dan ada pula yang terbenam sampai pada mulutnya. tiada terlihat kecuali amal yang pernah diperbuatnya. Demi Allah. Langit itu berkeriat-keriut . Ia berkata : Rasulullah SAW Membaca ayat “YAUMAIDZIN TUHADDITSU AKHBAARAHAA” (Pada hari itu bumi menceritakan beritanya). ia berkata : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : “Pada hari kiamat matahari didekatkan kepada para makhluk.” Beliau bersabda : “Sesungguhnya berita bumi. Bahkan. baik laki-laki maupun perempuan. padahal di antara dia dengan tuhannya tidak ada juru bahasa. berkata : “Demi Allah. sebelum ditanya tentang umurnya. kalian akan keluar ke tempattempat yang ramai untuk mohon pertolongan kepada Allah Ta’ala. ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : “Seorang di antara kalian akan berbicara langsung dengan Tuhannya. apakah ukuran jarak pada perjalanan ataukah mil yang biasa dipakai untuk mencelaki mata.” Rasulullah SAW memberikan isyarat dengan tangan ke arah mulut beliau. Tentang hartanya.” Sulaim bin ‘Amir yang meriwayatkan dari Al-miqdad.

setelah aku terbangun pedang itu sedang terhunus di tangannya. Di suatu lembah yang banyak pohon berduri. Tidak ada tempat kembali dan tidak ada tempat berlindung kecuali hanya kepada- . Bukhari dan Muslim) j. ia pasti akan lebih cepat sampai pada tempat tujuan. Ingatlah bahwa dagangan Allah itu mahal. Kita bersandar sepenuhnya kepada Allah dengan sepenuh harapan kepadaNya Dari Umarah Al-Barra’ bin ‘Azib ra.g. kemudian beliau bersabda “Sesungguhnya orang ini telah menghunus pedangku sewaktu aku tertidur.” (H. (HR. Tiba-tiba Rasulullah SAW memanggil kami. Ingatlah bahwa dagangan Allah itu Surga.R Bukhari dan Muslim) i. Ia berkata : Rasulullah SAW Bersabda : “Bagaimana aku bisa bersenang-senang padahal malaikat peniup sangkakala telah memasukkannya ke dalam mulut dan ia hanya menunggu ijin. kapan ia diperintah untuk meniup sangkakalanya.” Lalu orang ini berkata : “Siapakah yang dapat mencegah kamu dari seranganku ?” Aku menjawab : “Allah” (tiga kali). ia berkata : “Saya berperang bersama Nabi SAW menuju ke arah Najd. Takut kepada Allah.R Tirmidzi) h. maka berlindunglah kepadaNya Dari Abu Sa`id Al-Khudriy ra. Tatkala Rasulullah kembali kami pun ikut kembali. kami merasa payah dan mengantuk. ia harus berangkat lebih pagi. sehingga mereka tidak sempat memperhatikan hal-hal demikian itu. Rasulullah SAW pun turun dan berpencar untuk berteduh di bawah pohon. Saya hadapkan wajahku kehadirat-Mu.” (Ya Allah... Ia berkata : “Rasulullah SAW Bersabda : “Siapa saja yang takut. Takut kepada Allah berkonsekuensi untuk bersegera berbuat kebaikan Dari Abu Hurairah ra. Dari `Aisyah ra. saya menyerahkan diri kepada-Mu.” Berita ini terasa berat sekali oleh para sahabat. sedangkan di dekat beliau ada seorang Badui. mereka dapat saling memandang kepada yang lain?” Beliau menjawab : “Wahai `Aisyah. ia berkata : “Rasulullah SAW bersabda : “Hai fulan apabila kau hendak tidur maka bacalah “ALLAHUMMA ASLAMTU NAFSII ILAIKA WAWAJJAHTU WAJHII ILAIKA WAFAWWADTU AMRII ILAIKA WA ALJA’TU DHAHRII ILAIKA RAGHBATAN WARAHBATAN ILAIKA LAA MALJA’A WALAA MANJAA MINKA ILLAA ILAIKA AAMANTU BIKITAABIKAL LADZII ANZALTA WA NABIYYIKAL LADZII ARSALTA. kemudian beliau menggantungkan pedangnya. Kemudian orang itu tidak melakukan apa-apa dan langsung duduk.. kepada-Mu karena mengharap dan takut kepada-Mu.R Tirmidzi). waktu itu laki-laki dan perempuan berkumpul. Menjadikan Allah sebagai tempat berlindung Dari Jabir ra.” (H. pada saat itu urusannya sangat berat. kemudian beliau bersabda : “Ucapkanlah “HASBUNALLAAHU WANI`MAL WAKIIL” (Allah yang mencukupi kami dan Ia sebaik-baik yang menjamin)” (H. ia berkata : “Saya mendengar Rasulullah SAW Bersabda : “Manusia akan dikumpulkan nanti pada hari kiamat dalam keadaan tidak beralas kaki dan telanjang bulat.” Saya bertanya : “Wahai Rasulullah. saya menyerahkan segala urusanku kepada-Mu dan saya menyandarkan punggungku. dan siapa saja yang berangkat lebih pagi. sedangkan kami semua tertidur.

Menghindari kekikiran dan kezhaliman Dari Jabir ra.” (HR.” Beliau menjawab : “Wahai Abu Bakar.Bukhari dan Muslim) m.” (HR. Saya percaya dengan sepenuh hati terhadap Kitab-Mu yang telah Engkau turunkan dan terhadap Nabi-Mu yang telah engkau utus. dan jika kamu masih hidup sampai pagi harinya maka kamu akan memperoleh kebaikan. ia berkata : Ada seseorang yang datang kepada Nabi SAW bertanya : “Wahai Rasulullah.” (HR. padahal harta itu sudah menjadi hak si fulan (ahli warisnya). Bukhari dan Muslim) k. (4) Dua orang yang saling mencintai karena Allah. sedekah apakah yang paling besar pahalanya ?” Beliau menjawab : “Bersedekahlah selama kamu masih sehat.Mu. takut miskin dan masih berkeinginan kaya. dan takutlah kamu pada kekikiran sebab orang-orang sebelum kalian binasa karena kekikiran.) Dengan membaca doa ini. dari Nabi SAW beliu bersabda : “Ada tujuh kelompok yang akan mendapat naungan Allah pada hari yang tiada naungan kecuali naungan-Nya. apabila kalian mati pada malam itu. yaitu : (1) Pemimpin yang adil. Dan janganlah kamu menunda-nunda. Tidak perlu ada rasa khawatir terhadap ancaman yang datang dari selainNya Dari Abu Bakar As Shiddiq Abdullah bin Utsman bin Amir bin ‘Amr bin Ka’ab bin Sa’ad bin Taim bin Murrah bin Ka’ab bin Luay bin Ghalib Al-Quraisy At-Taimiy ra. saya melihat kaki-kaki orang musyrik berada di atas kepala kami..Bukhari dan Muslim) o... ia ayah dan ibunya termasuk sahabat Nabi. Tidak berbuat aniaya pada orang lain. Hurairah ra. Takut kepada Allah Berbuah Mendapatkan naungan di akhirat kelak. apakah yang kamu cemaskan terhadap dua orang sedangkan Allah ketiganya ?” (HR. (5) Seorang laki- . sehingga apabila nyawa sudah sampai di tenggorokan. ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : “Takutlah kalian pada kezaliman karena kezaliman itu merupakan kegelapan pada hari kiamat. maka kamu baru berkata : “Untuk fulan sekian dan untuk fulan sekian. maka matinya dalam keadaan bersih dari dosa. (3) Seorang yang hatinya selalu digantungkan (dipertautkan) dengan masjid. dan hal itulah yang menyebabkan mereka mengadakan pertumpahan darah dan menghalalkan yang haram. suka harta. keduanya berkumpul dan berpisah karena Allah.” (HR. (2) Pemuda yang senantiasa beribadah kepada Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Agung.. Bukhari dan Muslim) l. Takut miskin adalah hal yang wajar dalam batas-batas tertentu. bahkan itu merupakan kesempatan untuk bersedekah Dari Abu Hurairah ra. kemudian saya berkata : “Wahai Rasulullah. seandainya salah seorang di antara mereka melihat ke bawah telapak kakinya dia pasti akan melihat kita. “Takutlah kamu terhadap doa orang yang teraniaya karena tidak ada tirai yang menghalangi antara doanya dengan Allah. ia berkata : “Tatkala kami berada di gua Tsur.Muslim) n.

laki ketika dirayu untuk berzina oleh wanita bangsawan yang berwajah cantik rupawan. [3] seorang lelaki yang hatinya bergantung di masjid. sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diberikn oleh tangan kanannya. Mendapat naungan dari Allah di Hari Kiamat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda. melebihi takutnya kambing terhadap serigala. Tirmidzi [1633]). mereka berkumpul dan berpisah karena-Nya. Oleh karena itu. Allah pasti akan mengembangkan agama Islam ini hingga merata di Shan’a sampai ke Hadramaut dan masing-masing dari mereka tidak takut melainkan hanya kepada Allah. [6] seorang yang bersedekah secara sembunyi-sumbunyi sampai-sampai tangan kirinya tidak tahu apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya. [2] seorang pemuda yang tumbuh dalam [ketaatan] beribadah kepada Allah ta’ala. Tirmidzi [1639]. (7) Dan seseorang yang mengingat Allah di tempat sunyi dan kedua matanya bercucuran air mata. Bukhari) q.” (HR. Bukhari) r. takutlah kalian kepada mereka. kalimat ini pernah dibaca oleh Nabi Ibrahim as. mata yang menangis karena merasa takut kepada Allah. Ketika beliau dilemparkan ke dalam api. [5] seorang lelaki yang diajak oleh seorang perempuan kerkedudukan dan cantik [untuk berzina] akan tetapi dia mengatakan.” (6) Seseorang yang mengelurkan sedekah. dan juga dibaca oleh Nabi Muhammad SAW ketika orang-orang kafir mengatakan : “Sesungguhnya orang-orang Quraisy telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kalian. [4] dua orang yang saling mencintai karena Allah. ‘Sesungguhnya aku takut kepada Allah’.” (HR. Takut kepada Allah Jalan menuju Kejayaan Islam “Demi Allah. Bukhari dan Muslim) p. dan mata yang berjaga-jaga di malam hari karena menjaga pertahanan kaum muslimin dalam [jihad] di jalan Allah. laliu ia berkata : “Sesungguhnya aku takut kepada Allah.” (HR. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda. . Bukhari [629] dan Muslim [1031]).” (HR. secara sembunyi-sembunyi.” (HR. Tidak akan masuk neraka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. disahihkan Syaikh al-Albani dalam Sahih Sunan at-Tirmidzi [1338]). “Ada dua buah mata yang tidak akan tersentuh api neraka.” Akan tetapi perkataan itu malah menambah keimanan mereka serta mereka mengucapkan “HASBUNALLAAHU WANIKMAL WAKIIL. [1] seorang pemimpin yang adil. s. ia berkata : “HASBUNALLAH WANIKMAL WAKIL. “Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah pada hari ketika tidak ada naungan kecuali naungan-Nya.” (HR. “Tidak akan masuk neraka seseorang yang menangis karena merasa takut kepada Allah sampai susu [yang telah diperah] bisa masuk kembali ke tempat keluarnya. dan [7] seorang yang mengingat Allah di kala sendirian sehingga kedua matanya mengalirkan air mata (menangis). Ancaman yang dilancarkan orang-orang kafir malah menambah keyakinan orang mukmin akan kekuatan Allah Swt Dari Ibnu Abbas ra.

Maka ‘Asiyah pun terdiam lalu mengatakan. “Kabarkanlah kepada kami tentang sesuatu yang pernah engkau lihat yang paling membuatmu kagum pada diri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam?”. “Alloh ridla terhadap mereka dan mereka pun ridla kepadaNya. “Sesungguhnya aku senang mendengarnya dibaca oleh selain diriku. ia pasti menindaklanjutinya dengan salah satu dari dua hal yang akan menghantarkannya ke surga.! (QS. biarkanlah malam ini aku sendirian untuk beribadah kepada Rabbku.” (HR. dan menjadikannya syarat iman. menangis karena takut kepada Allah itu jauh lebih aku sukai daripada berinfak uang seribu dinar!”. “Lalu bagaimanakah ketika Kami datangkan saksi bagi setiap umat dan Kami jadikan engkau sebagai saksi atas mereka. Bukhari [4763] dan Muslim [800]). Maka beliau menjawab. Al-A’raf : 156). rahmat.” (QS. yaitu tetesan air mata karena perasaan takut kepada Allah. “Jika seorang mukmin melakukan suatu kemaksiatan. sesungguhnya saya sangat senang dekat dengan anda. “petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang takut kepada Rabb mereka (QS. Yahya bin Mu’adz berkata. dan tetesan darah yang mengalir karena berjuang [berjihad] di jalan Allah. Dari Ubaidullah bin Umair rahimahullah.’ Maka aku katakan. Demikian itu bagi siapa saja yang takut kepada RabbNya (QS.” (HR.” Lalu aku pun menoleh kepada beliau dan ternyata kedua mata beliau mengalirkan air mata. “Dan takutlah kalian kepadaKu. suatu ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadaku. beliau (nabi) berkata. ‘Wahai Aisyah. Teladan Takut kepada Allah Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu mengatakan. Namun saya juga merasa senang . Alloh berfirman. “Bacakanlah al-Qur’an kepadaku.” v. Maka beliau berkata. Dicintai Allah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. “Sungguh. bekas/luka pada tubuh yang terjadi akibat bertempur di jalan Allah dan bekas pada tubuh yang terjadi karena mengerjakan salah satu kewajiban yang diberikan oleh Allah. ilmu. Lebih disukai Abdullah bin Umar radhiyallahu’anhuma mengatakan. Ali Imran: 175). dan keridhoan bagi hamba yang khauf kepadaNya. apakah saya bacakan al-Qur’an kepada anda sementara al-Qur’an itu diturunkan kepada anda?”. an-Nisaa’ : 40). sampai di sini saja.” Alloh swt menyediakan petunjuk. Adapun dua bekas itu adalah. suatu saat dia pernah bertanya kepada Aisyah radhiyallahu’anha. “Wahai Rasulullah. “Cukup. “Sesungguhnya mengalirnya air mataku sehingga membasahi kedua pipiku karena takut kepada Allah itu lebih aku sukai daripada aku berinfak emas yang besarnya seukuran tubuhku. Sampai akhirnya ketika aku telah sampai ayat ini (yang artinya). takut akan siksa dan harapan akan ampunan. ‘Demi Allah. “Tidak ada yang lebih dicintai oleh Allah selain dua jenis tetesan air dan dua bekas [pada tubuh]. jika kalian benar-benar beriman. “Pada suatu malam.” Maka akupun mulai membacakan kepadanya surat an-Nisaa’. Ka’ab bin al-Ahbar rahimahullah mengatakan.” Maka kukatakan kepada beliau.t. Tirmidzi [1669] disahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Sahih Sunan at-Tirmidzi [1363]) u. Al-Bayyinah:8) Alloh memerintahkan khauf .

’ Aisyah berkata. “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi…. Mu’adz radhiyallahu’anhu pun suatu ketika pernah menangis tersedu-sedu. Abu Hurairah radhiyallahu’anhu menangis pada saat sakitnya [menjelang ajal]. “Karena Allah ‘azza wa jalla hanya mencabut dua jenis nyawa. “Apa yang membuatmu menangis?”. Lalu datanglah Bilal untuk mengumandangkan adzan shalat (Subuh).dst sampai selesai” (QS. anda menangis? Padahal Allah telah mengampuni dosa anda yang telah berlalu maupun yang akan datang?!’. dia menjawab. seandainya aku adalah sehelai rambut yang tumbuh di tubuh seorang mukmin.” Abu Bakr as-Shiddieq berkata. Ketika dia melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menangis. Bilal pun berkata.’ Aisyah menceritakan. ‘Apakah aku tidak ingin menjadi hamba yang pandai bersyukur?! Sesungguhnya tadi malam telah turun sebuah ayat kepadaku. al-Hasan al-Bashri rahimahullah pun pernah menangis. ‘Beliau terus menerus menangis sampaisampai basahlah bagian depan pakaian beliau!’. Maka ditanyakan kepadanya.” Adalah beliau bila berdiri sholat. tak ubahnya seperti sebatang kayu (tidak bergerak) karena takut kepada Alloh swt. Maka beliau menjawab.apa yang membuat anda senang. Maka beliau menjawab. Kemudian ditanyakan kepadanya. Maka beliau menjawab. Aisyah mengatakan. Suatu malam al-Hasan al-Bashri rahimahullah terbangun dari tidurnya lalu menangis sampaisampai tangisannya membuat segenap penghuni rumah kaget dan terbangun. “Aku teringat akan sebuah dosaku. Ali Imran : 190).” Abu Musa al-Asya’ri radhiyallahu’anhu suatu ketika memberikan khutbah di Bashrah. . “Apa yang membuatmu menangis?”. Maka beliau pun menangis sampai-sampai air matanya membasahi mimbar! Dan pada hari itu orang-orang (yang mendengarkan) pun menangis dengan tangisan yang amat dalam. Ibnu Hiban [2/386] dan selainnya. “Aku bukan menangis gara-gara dunia kalian [yang akan kutinggalkan] ini. dan di dalam khutbahnya dia bercerita tentang neraka. “Duhai. “Aku khawatir besok Allah akan melemparkan diriku ke dalam neraka dan tidak memperdulikanku lagi. Disahihkan Syaikh al-Albani dalam Sahih at-Targhib [1468] dan ash-Shahihah [68]). maka aku pun menangis. sungguh celaka orang yang tidak membacanya dan tidak merenungi kandungannya! Yaitu ayat (yang artinya). sementara bisa jadi nanti sore aku harus mendaki jalan ke surga atau neraka. ‘Kemudian beliau bangkit lalu bersuci dan kemudian mengerjakan shalat. Maka Nabi pun menjawab. dan ditanyakan kepadanya. aku menangis karena jauhnya perjalanan yang akan aku lalui sedangkan bekalku teramat sedikit. Aisyah melanjutkan.” (HR. ‘Ketika beliau duduk [dalam shalat] maka beliau masih terus menangis sampai-sampai jenggotnya pun basah oleh air mata!’. Sedangkan aku tidak tahu akan termasuk golongan manakah aku di antara kedua golongan itu?”. Yang satu akan masuk surga dan satunya akan masuk ke dalam neraka. Maka mereka pun bertanya mengenai keadaan dirinya. dan aku tidak tahu akan ke manakah digiring diriku nanti?”. Namun. “Apa yang membuatmu menangis?!”. ‘Wahai Rasulullah. ‘Kemudian beliau terus menangis sampai-sampai tanah [tempat beliau shalat] pun menjadi ikut basah [karena tetesan air mata]!”.

maka pemuda itu pun mengucapkannya. Pada suatu hari Rasulullah saw. Para sahabat berkata. (Qs.adz-Dzahabiy I/109). apakah pemuda itu termasuk golongan kita?” Rasulullah bersabda. Al-Muddatstsir : 8-9) Beliau terisak-isak dan lalu meninggal dunia. Jika berbicara tentang neraka. Beliau membaca surat alMuddatstsir. Dari Ibnu Abas. dan ternyata masih berdetak jantungnya. (QS. adzab Rabbmu pasti benar-benar terjadi. Adalah pada wajah beliau ada dua gais hitam lantaran banyak menangis. apakah kalian tidak mendengar firman Allah: Yang demikian itu (adalah untuk) orang-orang yang takut (akan . “Aku ingin kalau bisa meninggalkan dunia ini tanpa pahala dan tanpa dosa. dan akan sholat sampai patah tulang punggungnya.” Lantas beliau berdiri dan sejak itu beliau tidak pernah kelihatan tertawa sampai dibunuh oleh Ibnu Muljam. semoga Allah meridhai keduanya. seakan-akan neraka ada di sekitar kami. seakan-akan ia datang dari menguburkan teman karibnya. Kepadanya Abdullah bin ‘Abbas pernah berkata. Ketika sampai pada ayat :” apabila sangkakala telah ditiup. Hari itulah hari yang teramat susah. pastilah ia akan berteriak sekeras-kerasnya sampai hilang suaranya. Jika ia duduk. “Sungguh aku pernah melihat para sahabat Nabi. Mata mereka bercucuran air mata sampai-samaoai pakaian mereka basah karenanya. Ketika sampai pada ayat:”Sungguh. Kemudian beliau memberikan kabar gembira kepadanya dengan surga. Seseorang menggambarkan keadaan Hasan al-Bashriy. “jika ia datang. dan orang-orang pun menjenguk beliau. Pada hari ini aku tidak melihat sesuatu pun yang nenyerupai mereka. membacakan ayat ini kepada para sahabat. Di antara dua mata mereka seperti ada lutut kambing. Gerakan mereka hanyalah antara kening dan kaki. “Wahai anak muda ucapkanlah: ‘Tidak ada Tuhan selain Allah’”. ia berkata. Kla kami bermajlis dengan Sufyan ats-Tsauriy. seakan-akan neraka itu hanya diciptakan untuknya. Musa bin Mas’ud berkisah.Umar bin Khatthab pernah membaca surat at-Thuur. Kemudian Nabi Saw bersabda. bergemuruh seperti pepohonan tertiup angin yang kencang. Demi alloh hari-hari ini sepertinya aku menghabiskan malam bersama kaum ini dalam keadaanlalai.” Mendengar itu Umar berkata. “Menangislah! Jika tidak bisa maka usahakan untuk menangis. Di pagi hari mereka nampak kusut. Yang demikian itu karena kami melihat beapa takut dan khawatirnya ia. seusai melaksanakan sholat shubuh. Abdullah bin Amr bin ‘Ash bertutur. Kemudian Nabi Saw meletakkan tangan beliau di atas hatinya. tiba-tiba ada seorang pemuda yang terjungkal pingsan.” Suatu pagi. Demi Alloh. (lihat al-‘ibar. Zurarah bin Abu Aufa pernah mengimami orang-orang sholat shubuh. (QS Ath-Thuur : 7) Beliau menangis dan semakin menghebat tangis beliau sampai beliau sakit. ketika Allah menurunkan ayat ini kepada Nabi-Nya: Wahai orang-orang yang beriman jagalah diri dan keluarga kalian dari Neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan bebatuan. pucat dan berdebu. dengan bermuran durja dan membolak-balikkan telapak tangannya. seakan-akan ia adalah seorang tawanan yang akan dipenggal lehernya. “Wahai Rasulullah!. Bila pagi tiba mereka pun berdzikir kepada alloh swt. at-Tahrim [66]: 6). ‘Ali bin Abu Thalib berkata. “ Alloh telah meramaikan berbagai kota dan membukakan berbagai negri dengan tanganmu. Mereka menghabiskan malam dengan bersujud dab berdiri membaca ayat-ayat Alloh swt. jika salah seorang di antara kalian benar-benar mengerti.

memohon perlindungan dari azabNya dan memohon petunjukNya agar kita berada dalam rahmatNya. Jika kita perhatikan dari ayat-ayat al-Quran dan Hadits maka dapatlah kita simpulkan bahwa esensi takut kepada Allah ialah dalam kaitannya dengan dahsyatnya azab api neraka yang Allah sediakan bagi manusia yang berbuat zhalim dan aniaya. Takut adalah kesadaran bahwa diri kita lemah di hadapan Allah. Hakim. Inilah empat konsep yang merupakan intisari takut kepada Allah Swt. Munculnya kesadaran ini adalah buah dari makrifatullah dan mengenal diri yang diciptakanNya. namun di hadapan Rabbnya. Dahulu manusia diciptakan dari tanah. [HR.menghadap) ke hadirat-Ku dan yang takut kepada ancaman-Ku. niscaya tidak ada seorang pun yang tidak mengharapkan surga-Nya. Ini merupakan sebab utama dari munculnya rasa takut kepada Allah yang menimbulkan ketundukkan padaNya dan menghinakan diri di hadapanNya. “Bukankah Kami menciptakan kamu dari air yang hina” (77:20) Keberadaan manusia di muka bumi tidak bisa melepaskan nasib akhirnya yaitu akhirat. Realisasi dari ketundukkan kepada Allah adalah beribadah kepadaNya dengan sepenuh kecintaan dan pengagungan dengan mengikuti syariat yang telah ditetapkanNya. sungguh manusia itu hina dan lemah bahkan merugi. takut akan azabNya. Pertama. [HR. Mereka tidak memiliki suatu kekuatan pun untuk menghindar dari pertanyaan yang akan diajukan oleh Allah di sana. Jika orang kafir mengetahui rahmat yang ada di sisi Allah. ia menshahihkannya dan disepakati oleh Adz-Dzahabi]. Kenyataannya memang kebanyakan manusia itu amat lalai dengan dirinya sendiri dan melupakan akan masa depannya di akhirat kelak. kemudian keturunannya dari air yang hina.a. Diberitakannya keadaan neraka dan siksaan-siksaan yang terdapat di dalamnya adalah agar manusia bersungguh-sungguh dalam hidup ini. sedangkan Dia Maha Kuat dan Kuasa atas diri kita. Muslim]. Manusia betapapun mulia dan tingginya ketika dibandingkan dengan makhluk Allah yang lainnya. hidayah dan alam semesta ini. . sekalipun mereka telah menyatakan keyakinannya akan adanya negeri akhirat itu. niscaya tidak ada seorang pun yang putus asa dari rahmat-Nya. Manusia lemah dihadapan Allah. yang menjadi sebab kita tidak berbuat durhaka padaNya. tidak ada seorang pun manusia yang tidak mendatangi negeri akhirat yang di sana itu mereka dimintai pertanggung jawabannya atas seluruh perbuatannya. buktinya ialah ia diciptakan. sesungguhnya Rasulullah Saw bersabda:Jika seorang mukmin mengetahui siksaan yang ada di sisi Allah. dan senantiasa ingat akan adanya pengawasan dari Allah.. INTISARI TAKUT KEPADA ALLAH Takut adalah kesadaran bahwa diri kita lemah di hadapan Allah. Empat konsep ini dikandung dalam definisi di atas. tidak seperti di dunia. disebabkan diberinya akal. kesadaran bahwa diri kita lemah di hadapan Allah. kesadaran bahwa Allah adalah tempat kembali kita. tidak bermain-main dan bersenda gurau. Dari Abu Hurairah r. 5.

tanah longsor. Kekuasaan.” (33:16) Kesenangan dunia itu terasa saat badan sehat. bencana. karena mereka merasa kuat dan perkasa dengan senjata. yang akan memiliki rasa takut kepada Allah. mereka termasuk orangorang yang sangat hina. bukankah mereka juga kaum yang kuat. sebagian bahkan ada yang cacat secara fisik dan mental. “Dan Allah-lah yang Maha Kaya sedangkan kamulah orang-orang yang berkehendak (kepadaNya)” (47:8) Dan apakah mereka tidak berjalan di muka bumi. Semua ini mengakibatkan penderitaan bagi manusia. kecerdasan. Tetapi perhatikanlah nasib manusia di muka bumi ini. ketidakadilan sosial. pembunuhan. kecelakaan di laut. Setelah kematian tiba. (26:183) Manusia banyak sekali memiliki kelemahan dan kehinaan di hadapan Allah Swt. Penyakit.” (58:20) Lihatlah pula bagaimana nasib manusia di muka bumi. kondisi aman. kemudian melewati masa muda dengan penuh perjuangan agar memiliki ilmu dan harta serta dihormati sesamanya dan akhirnya tua dengan kepikunan dan penutupnya adalah kematian yang tak seorang pun berdaya untuk menghindar darinya. Kehinaan sejati di dunia maupun di akhirat. telanjang. Seandainya manusia tidak merasa takut kepada Allah . lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang yang sebelum mereka. tidak berharta. Kekuatan Allah Swt yang membuatnya tertunduk dan tersungkur menyaksikan KebesaranNya melalui ayat-ayatNya. dan hubungan dengan sesama harmonis. darat dan udara. maka bagaimanakah dengan nasib bangsa-bangsa terdahulu yang dihancurkan Allah Swt. Hanya saja mereka yang sadar akan kelemahan dirinya dan juga mengenal Tuhannya dengan baik. Katakanlah: “Lari itu sekali-kali tidaklah berguna bagimu. berharta dan terhormat tanpa suatu usaha dan ikhtiar. makanan ada. “Sesungguhnya orang-orang yang menentang Allah dan RasulNya. Dan janganlah kamu merugikan manusia pada hak-haknya dan janganlah kamu merajalela di muka bumi dengan membuat kerusakan. kebakaran. ilmu dan teknologinya. peperangan. sedangkan orang-orang itu adalah lebih besar kekuatannya dari mereka? . Dan keadaan mereka itu lebih kuat daripada manusia zaman sekarang ini. perampokan. Sebab dengan makrifatullah. tidak berilmu. Tidak ada seorang pun yang berilmu. saling cela dan hina. harta mencukupi. Bukankah ini merupakan perkara yang melengkapi kelemahan dan ketidakberdayaan manusia terhadap tabiat dirinya sendiri dan alam tempat tinggalnya. mereka mula-mula lahir dalam keadaan lemah. dan jika (kamu terhindar dari kematian) kamu tidak juga akan mengecap kesenangan kecuali sebentar saja. banjir. jika kamu melarikan diri dari kematian atau pembunuhan. Ini merupakan suatu kelemahan terbesar dari manusia. gedung runtuh. tentara. namun mereka sama sekali tidak berdaya di hadapan azab Allah Swt.manusia masih bisa berkelit dari tanggung jawab atas perbuatannya dengan kekuatan politik dan logikanya. manusia akan mengenal Keagungan. ada pada orang-orang yang tidak beriman. maka jasad yang semula indah pun menjadi benar-benar busuk dan hancur menjadi tanah.

Karena setiap kedurhakaan adalah sebab datangnya azab.” (21:49) “…supaya Allah mengetahui orang yang takut kepada-Nya.(5:94) “Katakanlah: “Sesungguhnya aku takut akan azab hari yang besar (hari kiamat). (35:44) Dan apakah tidak menjadi petunjuk bagi mereka. Maka orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat. Orang-orang yang telah mengenal dahsyatnya azab Allah akan bergetarlah hatinya bila disebut nama Allah. sedangkan mereka sendiri adalah orangorang yang sombong. (16:22) Kedua. sedang mereka tidak melihat-Nya. Akan tetapi mereka berlaku sombong di (muka) bumi. Munculnya rasa takut kepada azab Allah adalah dari kesadaran atas peringatan dan pengajaran yang Allah berikan melalui ayat-ayatNya. Ini merupakan sebab utama kita berlindung kepadaNya dari hal-hal yang menjerumuskan diri kita kepada murkaNya. baik berupa al-Quran. alam semesta dan diri kita sendiri. Dan syaitan menjadikan mereka memandang baik perbuatan-perbuatan mereka. Maka apakah mereka tidak mendengarkan? (32:26) Dan (juga) kaum ‘Aad dan Tsamud.” (6:15) “Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang takut kepada azab akhirat. Barang siapa yang melanggar batas sesudah itu. Begitu pula apabila disebut dengan dahsyatnya azab Allah baik berupa siksaan yang ditimpakan kepada orang-orang kafir di dunia ataupun azab berupa neraka di akhirat yang diberitakanNya dalam al-Quran. dan (juga) Karun. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa. Oleh karena itu salah satu bahan dasar ketakwaan kepada Allah adalah pengetahuan dan keimanan kepada azab Allah yang melahirkan sikap takut kepada Allah dan berhati-hati dari perbuatan yang dapat menjerumuskan manusia ke dalam azab-Nya itu. Kemudian kepada . Realisasi dari takut kepada Azab Allah adalah bertaubat dari dosa dan meninggalkan maksiat seraya meneguhkan ketaatan dan ketundukkan kepada Allah. lalu ia menghalangi mereka dari jalan (Allah). juga sebab utama kita tidak mendurhakaiNya. biarpun ia tidak dapat melihat-Nya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka Musa dengan (membawa bukti-bukti) keteranganketerangan yang nyata. berapa banyak umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan sedangkan mereka sendiri berjalan di tempat-tempat kediaman mereka itu. dan tiadalah mereka orang-orang yang luput (dari kehancuran itu). Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah). dan mereka merasa takut akan (tibanya) hari kiamat. dan sungguh telah nyata bagi kamu (kehancuran mereka) dari (puing-puing) tempat tinggal mereka. takut akan azabNya. sedangkan mereka adalah orang-orang berpandangan tajam. (17:57) “(Orang yang bertakwa itu yaitu) orang-orang yang takut akan (azab) Tuhan mereka. Fir’aun dan Haman. “sesungguhnya azab Tuhanmu adalah suatu yang (harus) ditakuti. hati mereka mengingkari (keesaaan Allah).” (11:103) “Sesungguhnya yang dapat kamu beri peringatan hanya orang-orang yang takut kepada azab Tuhannya (sekalipun) mereka tidak melihatNya” (35:18) “…dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. maka baginya azab yang pedih.Dan tiada sesuatupun yang dapat melemahkan Allah baik di langit maupun di bumi. jika aku mendurhakai Tuhanku. (29:38-39) Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa.

yaitu orang-orang yang meyakini. Sehingga perkara ini menimbulkan sikap sabar dan istiqomah.” (24:37 Keempat. dan padang mahsyar digelar. Kesadaran ini juga menumbuhkan cinta dan harap. Sebagai mana dalam firman Allah Swt: “Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. dan (dari) membayarkan zakat.” (76:9) “Mereka menunaikan nazar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana. karena kesadaran ini berkedudukan sebagai peringatan dan pengajaran paling besar. dan (dari) mendirikan sembahyang. (2:235) “Dan adalah Allah Maha Mengawasi segala sesuatu” (33:52). kesadaran bahwa Allah adalah tempat kembali kita. Ini merupakan kekuatan yang mencegah kita untuk melakukan hal yang dilarangNya setiap datang godaan dan bisian syaithanb.Tuhanmulah kamu kembali. Ini adalah penumbuh utama takut akan azabNya. Merasakan akan Pengawasan Allah di Setiap Waktu. Realisasi dari kesadaran ini adalah sikap berupaya untuk terus mencari tambahan hidayah dan iman dan sikap mengikuti setiap petunjuk Allah dan RasulNya. dengan hati yang takut. (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka” (23:60) “Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang. Seseorang yang pandangan hidupnya telah dibentuk oleh worldview Islam meyakini bahwa suatu saat ia akan bertemu dan kembali kepada Tuhannya. dan ketahuilah bahwa Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun. (2:45-46). Bahwa setelah kematian tiba. “Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan. dan akan diberitakan-Nya kepadamu apa yang kamu perselisihkan (6:164) Ketiga. Kesadaran bahwa Allah adalah tempat kembali merupakan kekuatan untuk melakukan hal-hal yang berat dalam hidup manusia. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat. tentu kita tidak akan pernah berani melakukan hal- . maka takutlah kepada-Nya. kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih. Oleh karena itu timbullah rasa khawatir yang mendalam jikalau ia mendapatkan dirinya tidak membawa bekal ke negeri akhirat itu. Sehingga mengiringi ketundukkan kepada Allah dengan semangat untuk mencapai RahmatNya.” (24:37) “Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah. dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya. bahwa mereka akan menemui Tuhannya. kecuali bagi orang-orang yang khusyu’.” (76:7) “laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingati Allah. Bila rasa takut kepada Allah telah tumbuh di hati dan kemudian diikuti oleh perasaan diawasiNya. “Dan ketahuilah bahwasanya Allah mengetahui apa yang ada dalam hatimu. Bahkan kesadaran ini merupakan inti dari orientasi hidup orang-orang yang beriman dan ahli ibadah. maka seluruh perbuatannya akan dimintai pertanggungjawabannya nanti di hadapan Allah. Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang.

Dia bahkan mengetahui apa yang kita sembunyikan di hati apalagi yang kita lahirkan. tetapi takut bila dunianya berkurang. Menyebut nama Allah dan mengingatiNya jangan hanya ketika kita ditimpa suatu musibah seperti kebanyakan manusia. padahal ia tidak bisa melihatNya memiliki banyak keutamaan. Maka berilah mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia. jika ia seorang yang melupakan Allah. Tetapi sekalipun demikian karena ia memiliki rasa takut kepada Allah. lewat pengajaran dan peringatan yang disampaikan oleh Rasul.” (5:94) Keutamaan yang dimiliki orang-orang yang takut kepada Allah. bukan hanya dalam hubungannya dengan rasa takut. maka efeknya banyak sekali. biarpun ia tidak dapat melihat-Nya. Mereka itulah contoh orang-orang yang tidak takut kepada Allah. Karena itu orang-orang beriman akan senantiasa pula melakukan . lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah?” (3:135) Orang tidaklah akan merasakan suatu pengawasan dari Allah. Oleh Karena itu kunci utama untuk merasakan pengawasan dari sisi Allah adalah dengan cara memperbanyak mengingatiNya dan menyebut namaNya. Namun kita yakin Dia Melihat kita. mereka ingat akan Allah. agar dirinya tercegah dari melakukan suatu perbuatan yang dilarangNya sekaligus merasakan suatu pengawasanNya bahwa Dia selalu memberikan bimbingan kepadanya untuk melakukan ketaatan dan menyelesaikan persoalan yang tengah di hadapinya. “Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari syaitan. Namun bukan berarti ia bisa melepaskan diri dari dosa.” (36:11) “supaya Allah mengetahui orang yang takut kepada-Nya. Seorang mukmin yang merasakan suatu muaqobah atau pengawasan Allah akan mencegah dirinya dari melakukan suatu dosa. padahal mereka tidak melihatNya adalah bahwa merekalah yang akan dapat menerima peringatan dari sisi Allah Swt. namun ketika hilang musibah itu. “Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri. Bahkan kita pun tidak akan pernah melakukan kelalaian dalam melaksanakan apa yang telah diwajibkanNya atas diri kita.hal yang telah dilarangNya. Adapun orang-orang yang takut kepada Allah adalah orang yang senantiasa mengingat Allah.(7:201) Orang-orang yang beriman saat merasakan suatu pengawasan dari sisi Allah. mereka kemudian melupakanNya. Allah adalah Zat yang kita tidak bisa melihatNya. maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya. sebagaimana diungkapkan dalam al-Quran. mereka ingat kepada Allah. saat ia melakukan dosa. Orang yang takut kepada Allah. “Sesungguhnya yang dapat kamu beri peringatan hanya orang-orang yang takut kepada azab Tuhannya (sekalipun) mereka tidak melihatNya. ia akan segera bertaubat kepadaNya.” (35:18) “Sesungguhnya kamu hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikuti peringatan dan yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah walaupun dia tidak melihatnya. tetapi juga dengan ikhlas dan cinta serta harap kepadaNya.

lagi mempunyai rahmat. karena amalannya tidak akan sia-sia. sebab Allah yang akan membalas kebajikannya itu. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu. Seperti apakah gambaran karakter perasaan takut kepada Allah yang akan timbul pada diri orang-orang mukmin itu? Mengikuti konsepsi intisari takut kepada Allah. Takut kepada Allah artinya kita menjadikan Allah sebagai tempat berlindung. (4:1). dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai. (18:58). Jika Dia mengazab mereka karena perbuatan mereka. maka akan munculah hakikat-hakikat berikut ini : Pertama. 6. Orang yang takut kepada Allah adalah orang yang sadar akan besarnya azab Allah. HAKIKAT PERASAAN TAKUT KEPADA ALLAH Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut. Takut yang intisarinya harus menjadi kekayaan rohaniah orang-orang mukmin. “Dan Tuhanmulah yang Maha Pengampun. Keempat hal itu akan menopang dan jadi bukti bahwa kita takut kepada Allah Swt. dan juga sadar bahwa Allah pula yang memiliki Rahmat bagi hambaNya. (7:205) Intisari takwa ada 4 yaitu tahu kita lemah di hadapan Allah. sadar bahwa Allah tempat kembali dan ingat Allah senantiasa mengawasi. Oleh karena itu orangorang mukmin tidak menjadikan apapun dan siapapun untuk dijadikan tempat dia berlindung melainkan Allah.berbagai kebajikan. tentu Dia akan menyegerakan azab bagi mereka. senantiasa ingat bahwa Allah adalah tempat kita kembali dan merasakan akan pengawasan Allah di setiap waktu. Tetapi bagi mereka ada waktu yang tertentu (untuk mendapat azab) yang mereka sekali-kali tidak akan menemukan tempat berlindung dari padanya. Orang mukmin wajib memiliki rasa takut semacam itu. Dalam setiap bagian atau cabang iman dan setiap bentuk ibadah kepada Allah berupa kewaijban-kewajiban syariat. Bahkan pada dasarnya rasa takut itu harus senantiasa menyertai setiap langkah dan waktu-waktu kita. yakni melalui RahmatNya. Sehingga tempat berlindung manusia dari azab Allah adalah Allah sendiri. takut akan azabNya. sebab ia adalah pilar keimanan dan pilar ibadah. dan dengan tidak mengeraskan suara. Haklikat perasaan takut kepada Allah adalah sikap berlindung kepada Allah. Menjadikan Allah sebagai tempat berlindung. Itulah empat intisari takut kepada Allah Swt yang apabila ada di dada kita. melaksanakan dan mengakhirinya. kita akan merasakan suatu kemanfaatan yang besar dalam hidup ini. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain. takut akan azabNya. . di waktu pagi dan petang. dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. mesti di dalamnya terkandung rasa takut kepada Allah Swt ketika kita memulai.

pelindung-pelindungnya ialah syaitan. Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Jadi orang yang takut kepada Allah akan menjadikan Allah sebagai tempat perlindungannya. bisikan syaithan (lihat 23:97-98). dan untuk itu harus mengabdi kepadaNya. Ibadah. dan berjanji untuk tidak menyimpang dari jalanNya. sedangkan Allah adalah zat yang Maha Kuasa atas segenap makhlukNya termasuk diri kita. “. Kamu tidak memperoleh tempat berlindung pada hari itu dan tidak (pula) dapat mengingkari (dosa-dosamu).(42:47). yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Di akhirat kelak manusia tidak memiliki pelindung dan tidak bisa pula mengingkari dosa-dosa yang pernah dilakukan. dan pengawas. berarti kita berusaha menjadi hamba yang memenuhi kriteria untuk dilindungiNya. Itulah beberapa kandungan yang merupakan konsekuensi jika menjadikan Allah sebagai tempat kita berlindung. kejahatan tukang sihir. (10:30) Kita menjadikan Allah sebagai tempat berlindung.Ketika orang mukmin menjadikan Allah sebagai tempat berlindung. Hal ini terjadi karena pada saat seseorang menjadikan Allah sebagai tempat berlindung dan meminta pertolongan. Dan orang-orang yang kafir. Yakni taat kepadaNya. (2:67). penjaga. Menyadari akan kelemahan ini dan Kekuasaan Allah. pemimpin. kejahatan malam. Tidak ada yang dapat menolong manusia jika azab telah datang kepada mereka. pemberi petunjuk dan kemudahan. “Patuhilah seruan Tuhanmu sebelum datang dari Allah suatu hari yang tidak dapat ditolak kedatangannya. mereka kekal di dalamnya. tiap-tiap diri merasakan pembalasan dari apa yang telah dikerjakannya dahulu dan mereka dikembalikan kepada Allah Pelindung mereka yang sebenarnya dan lenyaplah dari mereka apa yang mereka ada-adakan. ketaatan dan kesetiaan kepada Allah akhirnya akan membuahkan ketenangan batin dan hilangnya perasaan sedih dan khawatir yang tidak beralasan. mengikuti apapun yang dititahkanNya. Setia dalam menjalankan perintah-perintahNya. Oleh karena itu sebelum datang negeri akhrat yang di mana semua manusia akan dikumpulkan maka jadikanlah Allah sebagai tempat berlindung semenjak di dunia ini. pembimbing. karena kita memang lemah dan hina. melakukan ibadah kepadaNya dengan tulus ikhlas. Apa arti menjadikan Allah sebagai pelindung? Pelindung artinya adalah penolong. pengarah. Begitu pula seorang hamba tidak ada yang dapat melindunginya saat azabNya. “Musa menjawab: “Aku berlindung kepada Allah agar tidak menjadi salah seorang dari orang-orang yang jahil”. tidak hanya dari azabNya yang dahsyat. Allah Pelindung orang-orang yang beriman. . Mereka itu adalah penghuni neraka. yaitu ibadah. Seperti itulah kita harus menjadikan Allah. Manusia tidak akan menemukan pelindung selain Allah (lihat 18:27). Menjadikan Allah sebagai pelindung. bahkan Rasul pun tidak bisa menolong umatnya yang terkena azab itu. maka kita berlindung kepada Allah. maka tidaklah lagi ada dalam dadanya rasa kesedihan dan khawatir yang berlebihan. Dan dari sikapnya itu Allah mendatangkan ketentraman ke dalam hati orang-orang mukmin. dan Dia diyakininya sebagai sebaik-baiknya tempat berlindung. berkorban di jalanNya untuk meninggikan kalimatNya. (2:257) Di tempat itu (padang Mahsyar). Kita berlindung kepada Allah dari sikap sombong manusia yang tidak beriman kepada negeri akhirat (lihat:40:27). Kita berlindung kepada Allah di akhirat kelak. Kita berlindung kepada Allah dari kejahatan makhlukNya. karena di sana tak ada tempat untuk berlari dan meminta pertolongan. ada persyaratan yang harus dipenuhinya. jika ia mendurhakaiNya.

maka Allah akan menurunkan ketentraman ke dalam jiwa kita. ada persaratan yang harus dipenuhi yakni. Dan juga cobaan yang datang dari Allah sebagai ujian keimanan. lalu kita memenuhi konsekuensinya dengan mentaati Allah. ketenangan dan kebaikan di dunia ini dan juga di akhirat kelak melainkan dengan mencari RahmatNya melalui ketundukan kepada agamaNya dengan ikhlas. menjauhi dosa dan laranganNya.” (16:127). Di sini orang mukmin memilki dua kesadaran sekaligus. menghilangkan rasa kahwatir dan sedih dalam menghadapi beratnya medan jihad dan dakwah. tiada kekhawatiran terhadapmu pada hari ini dan tidak pula kamu bersedih hati. berhenti dan bertaubat dari maksiat dan kelalaian serta memperbaiki akhlak serta ibadah kita kepadaNya. Yakni yang bersegera. Dan buah dari kesadaran ini ialah Ia meninggalkan perkara yang mendatangkan kemurkaanNya walaupun ketika sendirian. Tidak ada jalan lain bagi manusia untuk beroleh keberkahan hidup. “Bersabarlah (hai Muhammad) dan tiadalah kesabaranmu itu melainkan dengan pertolongan Allah dan janganlah kamu bersedih hati terhadap (kekafiran) mereka dan janganlah kamu bersempit dada terhadap apa yang mereka tipu dayakan.” (43:68). yang lalai dan yang mengabaikannya sama sekali. keselamatan. Serta menjadikan orang-orang mukmin itu sebagai orang-orang yang mulia di muka bumi atau pun di akhirat kelak. Orang yang takut kepada Allah belum dikatakan demikian keadaannya sebelum ia bersikap meninggalkan perkara yang mendatangkan kemurkaanNya.JIka kita menjadikan Allah sebagai pelindung. Pada bagian pertama telah disebutkan bahwa untuk memperoleh perlindungan dan pertolongan dari sisi Allah. menggapai RahmatNya. Ketiga. Namun akhirnya Allah akan memberikan kepada umat Islam berupa hilangnya rasa sedih. Sikap bersegera menunaikan kewajiban kepada Allah merupakan suatu upaya manusiawi untuk menggapai Rahmat Allah. mengabdi kepadaNya. Kehidupan kaum muslimin di dalam menjalankan dan mendakwahkan Islam. Orang Mukmin yakin bahwa Allah Maha Mengetahui atas seluruh perbuatan manusia baik yang mukmin ataupun yang kafir. ia akan bersegera untuk menunaikanya. Meninggalkan perkara yang mendatangkan kemurkaanNya. Ini merupakan hakikat yang menyatu dengan perasaan takut kepada Allah. Rasa takut kepada Allah adalah kesadaran bahwa tidak ada jalan keselamatan dari azab Allah melainkan Rahmat Allah. Allah akan menghilangkan rasa sedih pada diri orang-orang yang beriman karena keimanan dan amal sholehnya. dan tidak ada jalan menuju Rahmat Allah melainkan . Inilah hakikat yang muncul dari rasa takut kepada Allah Swt. yakni kesadaran berupa keyakinan bahwa Allah murka terhadap hambaNya yang durhaka padaNya dan kesadaran berupa keyakinan bahwa Allah senantiasa mengawasi perbuatan hamba-hambaNya. “Hai hamba-hamba-Ku. Bagaimana gambaran orang-orang yang memiliki perasaan takut kepada Allah dalam hubungannya dengan kewajiban-kewajiban yang harus ditunaikannya kepada Tuhannya? Jawabnya jelas. tidak luput dari gangguan dan fitnah orang-orang kafir. Allah Maha Mengetahui siapa saja di antara hamba-hambaNya yang taat dan mengetahui pula siapa yang durhaka padaNya. Sifat manusia dalam mengabdi kepada Allah terbagi atas tiga kelas. bersegera melakukan perkara apa saja yang mendekatkan dirinya kepada RahmatNya. pertolongan dan kemenangan yang besar. Kedua. Orang yang takut kepada Allah menyadari akan besarnya dan dahsyatnya azab Allah dan mengetahui sebab-sebab manusia ditimpa azabNya itu. tidak melalaikan apalagi mengabaikannya.

menjalankan agama dengan iklash. Kesadaran itu selanjutnya menjadi cambuk dan tarikan untuk menunaikan apa saja yang diperintahkan Allah dengan segera. Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar. (9:100) Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah syurga ‘Adn yang mengalir di bawahnya sungaisungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepadaNya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya. (98:8) Keempat, Ia berusaha keras menyediakan penunjang-penunjang. Baik lahir maupun batin dalam mencapai upaya-upaya di atas. Pada bagian pertama takut kepada Allah menitikberatkan pada persoalan akidah, yakni menjadikan Allah sebagai tempat berlindung. Bagian kedua, menitikberatkan tindakan meninggalkan, yakni meninggalkan perbuatan yang dapat mendatangkan kemurkaan Allah. Sedangkan bagian ketiga menitikberatkan tindakkan melakukan, yakni melakukan hal yang dapat mendatangkan RahmatNya yakni ketaatan. Perjalanan hidup manusia tidak diam di satu titik derajat atau martabat, hal ini berhubungan dengan tabiat dunia serta jiwa manusai itu sendiri. Tabiat yang demikian menyebabkan manusia mengalami naik turun dalam berbagai hal. Keimanan manusia pun demikian. Terkadang naik, di lain waktu turun. Adapun orang-orang yang takut kepada Allah, memiliki karakter yang berusaha mengatasi tabiat ini. Mereka akan senantiasa meningkatkan keimanannya. Ia tidak membiarkan iman itu diam dalam satu derajat yang stagnan, apalagi membiarkannya turun. Tentu tidak demikian sifat orang yang takut kepada Allah. Dia akan senantiasa mengusahakan agar keimanannya menguat. Dan untuk itu ia menyiapkan penunjang-penunjangnya. Apa penunjang dari semua hal yang baru saja kita sebutkan di atas? Sepanjang yang dapat dikemukakan penulis dalam kesempatan kali ini, ada tiga perkara penting: ilmu, iman dan amal. Secara lahir ilmu adalah proses belajar, membaca, menyimak. Sedangkah secara batin ilmu adalah pemahaman. Iman secara lahir adalah ibadah, sedangkan secara batin adalah keyakinan kepada Allah. Amal secara lahir adalah gerak jasad, sedangkan secara batin adalah ikhlas. Hal-hal itulah yang harus kita persiapkan untuk menunjang akidah, perbuatan taat dan perbuatan meninggalkan maksiat itu. Kelima, ia senantiasa bertaubat atas dosa-dosa dan kemaksiatannya. Orang yang takut kepada Allah adalah hamba Allah yang senantiasa sadar bahwa dirinya tidaklah mungkin bisa melepaskan diri dari dosa. Dosa akan senantiasa menyertai perjalanan hidupnya, sekalipun diri telah bertekad kuat untuk menghindarinya. Karena itu ia akan senantiasa bertaubat dan beristighfar kepada Allah Swt. Sesungguhnya perbuatan dosa adalah perkara yang biasa dalam pandangan Allah, sebab Dia adalah Zat pemilik pemberi taubat kepada hambahambaNya. Perbuatan dosa bagi orang-orang yang beriman dalam suatu perkara hanya boleh terjadi satu kali saja, karena untuk berikutnya ia telah menyadari dan bertaubat atasnya. Ada dua

jenis dosa yang dilakukan manusia. Pertama, dosa yang dilatarbelakangi oleh sombong, ini sulit mendapat ampunan Allah Swt, contoh dosa ini adalah dosa yang dilakukan syaithan dan orangorang kafir. Mereka berbuat dosa karena sombong, yakni menolak kebenaran dan merendahkan orang lain. Kedua, dosa yang dilakukan karena dorongan nafsu, ini merupakan dosa yang sebagaimana pernah dilakukan oleh Nabi Adam dahulu ketik masih di surga. Dosa ini akan diampuni Allah, ketika manusia bertaubat kepadaNya. Ada satu jenis dosa lagi yang sulit ditaubati oleh pelakunya karena ia merasa melakukan sesuatu yang benar, yaitu para pelaku bid’ah. Salah satu dari ketiga jenis dosa ini, yakni dosa karena nafsu, tidak mungkin dihindari orang-orang mukmin. Sadar akan masalah ini, maka seorang mukmin akan senantiasa memohon ampun kepada Allah dalam sehari-harinya. Nabi Muhammad Saw membaca istighfar dalam sehari lebih dari enam puluh kali. Keenam, ia berprasangka yang baik bahwa Allah akan memberinya Rahmat dan AmpunanNya. Orang yang takut kepada Allah adalah orang yang tetap taat kepada Allah dan meninggalkan perbuatan dosa serta bertaubat kepadaNya, tentu dalam perkara ini ada hal lain yang mengiringinya selain takut (khauf), itulah roja. Orang yang takut kepada Allah adalah juga orang yang memiliki harap atau roja kepada Allah Swt. Ketika seseorang melakukan suatu ketaatan kepada Allah, bukankah ia sadar bahwa ketaatan itu banyak kekurangannya namun ia berprasangka baik bahwa Allah akan menerima amalannya dan memberinya RahmatNya. Dan ketika ia bertaubat atas dosa dan meniggalkan dosa-dosa, bukankah ia berharap Allah akan memberinya ampunan. Seorang hamba, ketika berdoa kepada Allah, tidak hanya meminta agar dijauhkan dari neraka, tetapi juga meminta kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Doa ini berangkat dari prasangka yang baik kepada Allah, bahwa sementara kebanyakan manusia hidup putus asa, diazab dan dimasukkan ke neraka karena ia bermaksiat kepada Allah dan menolak untuk taat padaNya, ia berharap Allah mencurahkan RahmatNya kepadanya dan orang-orang yang beramal sholeh. Dengan adanya harapan kepada Allah dan juga takut serta cinta kepadaNya, seseorang akan terdorong melakukan ketaatan kepadaNya dan menjauhi laranganNya. 7. PENGARUH TAKUT KEPADA ALLAH Takut hanya akan memiliki arti apabila disertai dengan sifat hati-hati. Begitu pun takut kepada Allah akan memiliki arti apabila disertai sifat berhati-hati dari hal yang dapat mendatangkan murka Allah Swt. Karena itu takut kepada Allah adalah takut dalam kaitannya dengan azabNya, murkaNya dan NerakaNya. Namun yang paling utama takut kepada Allah adalah takut akan KekuasaanNya. Sehingga takut kepada Allah itu menyangkut pula takut akan hari kiamat, takut akan shu’ul khatimah, takut akan azab kubur, takut akan fitnah. Sekalipun demikian takut kepada Allah pengaruhnya dalam sikap adalah menjauhi murkaNya yang berkonsekuensi mendekati RahmatNya. Menjauhi murka Allah artinya menjauhi perkara-perkara yang dapat mendatangkan murka dan azab Allah Swt. Berkaitan dengan sikap menjauhi murka Allah, ada tiga hal yang saling berkaitan, yakni pengetahuan, keimanan dan perbuatan. Seorang mukmin hendaknya mengetahui perkara-perkara yang dapat menimbulkan murka Allah, yang dapat menyeret seorang hamba ke

nerakaNya dan menjauhkan dari keridhaanNya. Setelah mengetahui hal-hal demikian maka berikutnya adalah menyesuaikan jiwa dan perasaan kita yakni dengan sikap membenarkan pengetahuan tersebut dan mempersiapkan kesungguhan untuk meninggalkan dan membersihkan perkara tersebut. Dan selanjutnya seseorang mesti memiliki sikap yang jelas dalam menghadapi perkara-perkara tersebut baik yang timbul dari dalam dirinya maupun lingkungannya. a. Menjauhi Perkara yang dapat mendatangkan Murka Allah Swt Perkara-perkara yang dapat mendatangkan kemurkaan Allah secara global adalah perbuatan syirik, kafir dan membuat kerusakan di muka bumi. Adapun secara terinci adalah berikut ini. Menjual diri dengan kekafiran Alangkah buruknya (hasil perbuatan) mereka yang menjual dirinya sendiri dengan kekafiran kepada apa yang telah diturunkan Allah, karena dengki bahwa Allah menurunkan karunia-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya diantara hamba-hamba-Nya. Karena itu mereka mendapat murka sesudah (mendapat) kemurkaan. Dan untuk orang-orang kafir siksaan yang menghinakan. (2:90). Sesungguhnya orang-orang yang menukar iman dengan kekafiran, sekali-kali mereka tidak dapat memberi mudharat kepada Allah sedikitpun; dan bagi mereka azab yang pedih. (3:177) Apakah kamu menghendaki untuk meminta kepada Rasul kamu seperti Bani Israil meminta kepada Musa pada jaman dahulu? Dan barangsiapa yang menukar iman dengan kekafiran, maka sungguh orang itu telah sesat dari jalan yang lurus. (2:108). Mereka itulah orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk, maka tidaklah beruntung perniagaan mereka dan tidaklah mereka mendapat petunjuk. (2:16) Itulah orang-orang yang membeli kehidupan dunia dengan (kehidupan) akhirat, maka tidak akan diringankan siksa mereka dan mereka tidak akan ditolong. (2:86) Mereka itulah orang-orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk dan siksa dengan ampunan. Maka alangkah beraninya mereka menentang api neraka! (2:175) Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. (2:217) Dan adapun orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit, maka dengan surat itu bertambah kekafiran mereka, disamping kekafirannya (yang telah ada) dan mereka mati dalam keadaan kafir. (9:125) Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, dan bermaksud memperbedakan antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya, dengan mengatakan: “Kami beriman kepada yang sebahagian dan kami kafir terhadap sebahagian (yang lain)”, serta bermaksud (dengan perkataan itu) mengambil jalan (tengah) di antara yang demikian (iman atau kafir), (4:150) Dan Al Quran yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu sungguh-sungguh akan menambah kedurhakaan dan kekafiran bagi kebanyakan di antara mereka. Dan Kami telah timbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka sampai hari kiamat. (5:64) akan tetapi Allah mengutuk mereka, karena kekafiran mereka. Mereka tidak beriman kecuali

(3:112) Hal itu (terjadi) karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para Nabi yang memang tidak dibenarkan. (maka kekafiran itu tidak merugikan Allah sedikitpun) karena sesungguhnya apa yang di langit dan di bumi itu adalah kepunyaan Allah. dan mereka kembali mendapat kemurkaan dari Allah dan mereka diliputi kerendahan. (10:4) Dan jika kamu kafir. ia berkata: “Itu adalah dongengan orang-orang yang dahulu” (83:12-13) Mendustakan Rasul . disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. Yang demikian itu disebabkan mereka durhaka dan melampaui batas. dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya. (4:46) Dan untuk orang-orang kafir disediakan minuman air yang panas dan azab yang pedih disebabkan kekafiran mereka. kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya. Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil. (5:32).iman yang sangat tipis. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang telah menukar nikmat Allah dengan kekafiran dan menjatuhkan kaumnya ke lembah kebinasaan? yaitu neraka jahannam. Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi yang memamg tak dibenarkan dan membunuh orang-orang yang menyuruh manusia berbuat adil. Katakanlah: “Bersenang-senanglah kamu. mereka masuk kedalamnya. maka gembirakanlah mereka bahwa mereka akan menerima siksa yg pedih. (3:21) Durhaka dan Melampaui batas. bahwa: barangsiapa yang membunuh seorang manusia. dan itulah seburuk-buruk tempat kediaman. Yang demikian itu. Demikian itu (terjadi) karena mereka selalu berbuat durhaka dan melampaui batas. Yang demikian itu karena mereka kafir kepada ayatayat Allah dan membunuh para nabi tanpa alasan yang benar. Orang-orang kafir itu telah menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah supaya mereka menyesatkan (manusia) dari jalan-Nya. bukan karena orang itu (membunuh) orang lain. karena sesungguhnya tempat kembalimu ialah neraka. (4:170). maka gembirakanlah mereka bahwa mereka akan menerima siksa yg pedih. (2:61) Telah dila’nati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan Isa putera Maryam. maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. (5:78) Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi yang memamg tak dibenarkan dan membunuh orang-orang yang menyuruh manusia berbuat adil. atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi. kecuali jika mereka berpegang kepada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia.” (14:28-30) Membunuh Seorang Mukmin Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya ialah Jahannam. (3:21) Dan tidak ada yang mendustakan hari pembalasan itu melainkan setiap orang yang melampaui batas lagi berdosa yang apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami. (4:93). membunuh nabi dan mendustakannya Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada.

Maka alangkah hebatnya kemurkaan-Ku. . lagi Maha Mengetahui. Maka alangkah hebatnya akibat kemurkaanKu. Karena itu berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul). yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir. barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya. (40:35) Sesungguhhnya orang-orang yang memperdebatkan tentang ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai kepada mereka tidak ada dalam dada mereka melainkan hanyalah (keinginan akan) kebesaran yang mereka sekali-kali tiada akan mencapainya. yang berjihad dijalan Allah. Demikianlah Kami mengunci mati hati orang-orang yang melampaui batas. (40:58) Tidak ada yang memperdebatkan tentang ayat-ayat Allah. Amat besar kemurkaan (bagi mereka) di sisi Allah dan di sisi orang-orang yang beriman. (16:106) Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya. akan tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran. (34:45) Sesungguhnya telah berlalu sebelum kamu sunnah-sunnah Allah. maka mintalah perlindungan kepada Allah. Kami utus beberapa rasul kepada kaum mereka (masing-masing). lalu dia mati dalam kekafiran. (Yaitu) orang-orang yang memperdebatkan ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai kepada mereka. dan mereka itulah penghuni neraka. kecuali orang-orang yang kafir. (3:137) Kemudian sesudah Nuh. maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya. maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat. (67:18). (40:4) Demikianlah Allah menyesatkan orang-orang yang melampaui batas dan ragu-ragu. (5:54) Memperdebatkan Ayat-ayat Allah (Yaitu) orang-orang yang memperdebatkan ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai kepada mereka. dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela.orang kafir Mekah itu belum sampai menerima sepersepuluh dari apa yang telah Kami berikan kepada orang-orang dahulu itu lalu mereka mendustakan rasul-rasul-Ku. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat. Dan orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan sedang orang. Demikianlah Allah mengunci mati hati orang yang sombong dan sewenang-wenang. kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa). diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendakiNya. (2:217) Hai orang-orang yang beriman. mereka kekal di dalamnya. dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya). (10:74) Murtad dari Islam Barangsiapa yang kafir kepada Allah sesudah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah).Dan sesungguhnya orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (rasul-rasul-Nya). yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin. maka kemurkaan Allah menimpanya dan baginya azab yang besar. maka rasul-rasul itu datang kepada mereka dengan membawa keterangan-keterangan yang nyata. Itulah karunia Allah. Karena itu janganlah pulang balik mereka dengan bebas dari suatu kota ke kota yang lain memperdayakan kamu. tetapi mereka tidak hendak beriman karena mereka dahulu telah (biasa) mendustakannya.

(16:36) Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam). sesungguhnya telah jelas jalan yang benar . (5:60) Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu ? Mereka hendak berhakim kepada thaghut. Demikianlah Allah mengunci mati hati orang yang sombong dan sewenang-wenang. sebab itu Allah menghapus (pahala) amal-amal mereka. Maka berjalanlah kamu dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orangorang yang mendustakan (rasul-rasul). Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya. (4:76) Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja). tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud (48:29) Apakah orang yang mengikuti keridhaan Allah sama dengan orang yang kembali membawa kemurkaan (yang besar) dari Allah dan tempatnya adalah Jahannam? Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.” Mereka itu lebih buruk tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yang lurus. mereka menjadikannya buah ejekan dan permainan.Amat besar kemurkaan (bagi mereka) di sisi Allah dan di sisi orang-orang yang beriman. (40:34-35) Menjauhi KeridhaanNya Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka mengikuti apa yang menimbulkan kemurkaan Allah dan karena mereka membenci keridhaan-Nya. (4:60) Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah. Yang demikian itu adalah karena mereka benar-benar kaum yang tidak mau mempergunakan akal. di antara mereka (ada) yang dijadikan kera dan babi dan (orang yang) menyembah thaghut?. (3:162) Tidak Mempergunakan Akal Dan tidak ada seorangpun akan beriman kecuali dengan izin Allah. (5:58) Dan bahwasanya: orang yang kurang akal daripada kami selalu mengatakan (perkataan) yang melampaui batas terhadap Allah (72:4) Mengikuti Thaghut Katakanlah: “Apakah akan aku beritakan kepadamu tentang orang-orang yang lebih buruk pembalasannya dari (orang-orang fasik) itu disisi Allah. karena sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah. (10:100) Dan apabila kamu menyeru (mereka) untuk (mengerjakan) sembahyang. maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. sebab itu perangilah kawan-kawan syaitan itu. dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya. Kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya. padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut. yaitu orang-orang yang dikutuki dan dimurkai Allah. dan jauhilah Thaghut itu”. (47:28) Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir. tetapi berkasih sayang sesama mereka.

(39:17) Memyembah selain Allah dan Berbuat syirik Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah. (31:20) Dan dia dibantah oleh kaumnya. padahal sesungguhnya Allah telah memberi petunjuk kepadaku.daripada jalan yang sesat. (10:18) Dan mereka menyembah selain Allah. (2:165) Kamu tidak menyembah yang selain Allah kecuali hanya (menyembah) nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu membuat-buatnya. (2:256) Dan orang-orang yang menjauhi thaghut (yaitu) tidak menyembah. (22:3) Dan di antara manusia ada orang-orang yang membantah tentang Allah tanpa ilmu pengetahuan. Dia berkata: “Apakah kamu hendak membantah tentang Allah. bagi mereka berita gembira. apa yang Allah tidak menurunkan keterangan tentang itu.” (12:40) Dan mereka menyembah selain daripada Allah apa yang tidak dapat mendatangkan kemudharatan kepada mereka dan tidak (pula) kemanfaatan. dan apa yang mereka sendiri tiada mempunyai pengetahuan terhadapnya. Keputusan itu hanyalah kepunyaan Allah.” Dan aku tidak takut kepada (malapetaka dari) sembahan-sembahan yang kamu persekutukan dengan Allah. kecuali di kala Tuhanku menghendaki sesuatu (dari malapetaka) itu. maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. (22:71) Membantah Allah Dan orang-orang yang membantah (agama) Allah sesudah agama itu diterima maka bantahan mereka itu sia-sia saja. Maka apakah kamu tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) ?” (6:80) (Mereka Kami utus) selaku rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar supaya tidak ada alasan bagi manusia membantah Allah sesudah diutusnya rasul-rasul itu. Mereka mendapat kemurkaan (Allah) dan bagi mereka azab yang sangat keras. dan mereka berkata: “Mereka itu adalah pemberi syafa’at kepada kami di sisi Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat). Itulah agama yang lurus. Allah tidak menurunkan suatu keteranganpun tentang nama-nama itu. Dan . Pengetahuan Tuhanku meliputi segala sesuatu. Dan bagi orang-orang yang zalim sekali-kali tidak ada seorang penolongpun. dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal). (42:16) Di antara manusia ada orang yang membantah tentang Allah tanpa ilmu pengetahuan dan mengikuti setiap syaitan yang jahat. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. di sisi Tuhan mereka.” Katakanlah: “Apakah kamu mengabarkan kepada Allah apa yang tidak diketahui-Nya baik di langit dan tidak (pula) dibumi?” Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dan apa yang mereka mempersekutukan (itu). Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia.nya dan kembali kepada Allah. tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.hamba-Ku. sebab itu sampaikanlah berita itu kepada hamba. bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya. mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut[162] dan beriman kepada Allah. tanpa petunjuk dan tanpa kitab (wahyu) yang bercahaya (22:8) Dan di antara manusia ada yang membantah tentang (keesaan) Allah tanpa ilmu pengetahuan atau petunjuk dan tanpa Kitab yang memberi penerangan.

ke dalam air yang sangat panas. janganlah kamu jadikan penolongmu kaum yang dimurkai Allah. dan mereka akan kekal dalam siksaan. (33:15) Tolong-menolong dengan orang-orang yang kafir Kamu melihat kebanyakan dari mereka (musyrik). Dan amat buruklah tempat kembalinya.” Dan adalah perjanjian dengan Allah akan diminta pertanggungan jawabnya. dan tempatnya ialah neraka Jahannam. (58:14) Mundur dari Medan Tempur Barangsiapa yang membelakangi mereka (mundur) di waktu itu. apabila kamu bertemu dengan orang-orang yang kafir yang sedang menyerangmu. seraya mereka diseret. (4:165) Apakah kamu tidak melihat kepada orang-orang yang membantah ayat-ayat Allah? Bagaimanakah mereka dapat dipalingkan? ketika belenggu dan rantai dipasang di leher mereka. Sesungguhnya mereka telah putus asa terhadap negeri akhirat sebagaimana orang-orang kafir yang telah berada dalam kubur berputus asa. (8:16) Hai orang-orang yang beriman. Dan mereka bersumpah untuk menguatkan kebohongan. (5:80) Hai orang-orang yang beriman.. Mengetahui akibat-akibat buruk di dunia dapat kita teliti pada masyarakat manusia pernah hidup pada zaman dahulu ataupun sekarang. .adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. yaitu kemurkaan Allah kepada mereka. Bagaimanakah manusia dapat menghindari perkara-perkara yang dimurkai Allah Swt? Menyadari bahwa pelanggaran terhadap apa yang diharamkan dan dimurkai Allah itu dapat mengakibatkan kecelakaan baik di dunia dan di akhirat. kemudian mereka dibakar dalam api.dan supaya Dia mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan yang mereka itu berprasangka buruk terhadap Allah. (60:13) Itulah beberapa hal yang dapat mendatangkan kemurkaan Allah yang harus kita jauhi. (48:6) Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang menjadikan suatu kaum yang dimurkai Allah sebagai teman? Orang-orang itu bukan dari golongan kamu dan bukan (pula) dari golongan mereka. Dan (neraka Jahannam) itulah sejahat-jahat tempat kembali. (8:15) Dan sesungguhnya mereka sebelum itu telah berjanji kepada Allah: “Mereka tidak akan berbalik ke belakang (mundur). Mereka akan mendapat giliran (kebinasaan) yang amat buruk dan Allah memurkai dan mengutuk mereka serta menyediakan bagi mereka neraka Jahannam. maka sesungguhnya orang itu kembali dengan membawa kemurkaan dari Allah. kecuali berbelok untuk (sisat) perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan yang lain. Bagaimana akibat ketika mereka tidak mengindahkan perintah-perintah Allah Swt. Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka. maka janganlah kamu membelakangi mereka (mundur). (40:69-73) Munafik dan Berprasangka buruk terhadap Allah “. sedang mereka mengetahui.

Apabila seseorang terhalang dari mendekat pada Allah Swt dan ia merasa takut untuk melakukan keutamaan yang dianjurkan Allah. Manusia tinggal memilihnya. Perbuatan baik menggandeng sifat hati-hati dan takut. Maka orang yang mengikuti hawa nafsunya dan melanggar aturan Allah berarti telah memilih jalan menuju neraka. Wara’ artinya hati-hati secara cerdas sehingga ia tegas dalam menjauhi keharaman. sifat dan perbuatan yang diharamkan Allah tersebut merupakan suatu ujian bagi manusia apakah manusia mau menghindarinya ataukan ia akan terus mengikuti hawa nafsunya. Takut kepada Allah dalam kaitannya dengan kebaikan ialah takut yang menariknya . istiqomah. Sedangkan bersih hati timbul dari dijauhinya perbuatan dosa dan keharaman dan diikat hati itu dengan berbagai perbuatan yang baik. maka seyogyanya perasaan takut semacam itu harus dibuang. Allah telah menjelaskan jalan menuju surga dan jalan menuju neraka. Menyadari bahwa barang. tawadlu artinya tunduk pada kebenaran secara konsisten sehingga ia berpihak dan mencintai orang-orang yang taat kepada Allah Swt. Sebab perasaan itu malah membuat ia tidak memiliki takut yang disyariatkan. waro. tawadlu dan qona’ah. karena merasa dirinya selama ini kotor dan banyak berbuat dosa. Menghidupkan sistem bermasyarakat yang berbasis amar makruf nahyi munkar. dan sifat sabar atas kekurangan. Selalu perbuatan haram itu bila dilakukan manusia menyebabkan manusia mengalami kelainan psikologis. Sesungguhnya takut kepada Allah itu timbul dari taat dan taat timbul dari bersih hati. sehingga dengannya ia mampu menunaikan ibadah bahkan tetap berinfak. Takut kepada Allah itu sebangun dengan sifat taat dan bersih hati. Dalam hal ini qonaah artinya adalah merasa cukup dengan rizki yang ada. sebab itu jika seseorang takut kepada Allah maka takutnya itu akan mendorong timbulnya tawadlu. gangguan jiwa dan keruhnya hati dan wajah. dan ia bersabar diwaktu kekurangan. bersegera melakukan kebaikan Takut hanya akan memiliki arti apabila disertai dengan sifat hati-hati. pola pembinaan generasi. ikhlash. dan ia tidak memiliki rasa takut kepada Allah. keluarga dan komponen kemasyarakatan senantiasa mengacu kepada terbentuknya masyarakat yang taat kepada hukum dan undang-undang Islam. dan qonaah merupakan salah satu sifat syukur atas limpahan rizki. Sifat hati-hati merupakan sebuah kesadaran yang amat mendukung sifat takut kepada Allah Swt. orang yang banyak dosa dan gemar berbuat maksiat akan terhalang dirinya dari Allah. sebab tidak dapat dipungkiri. Takut kepada Allah bukanlah takut yang menghalangi seseorang untuk dekat dengan Allah Swt.Menyadari bahwa tujuan dari diharamkannya perkara-perkara tersebut merupakan wujud penyelamatan Allah bagi manusia. Lebih dari itu sifat hati-hati lahir berbarengan dengan sifat wara’. khusyu’ dan sabar. Tidak ada masyarakat yang akan menerapkan sistem ini melainkan masyarakat Islam yang memilih dan berpihak kepada hukum Islam. Di tengah masyarakat Islam. Bahkan bisa merusak tatanan masyarakat dan menimbulkan kezhaliman serta kerusakan. Sehingga takut kepada Allah tidak akan muncul tanpa dibarengi dengan sifat-sifat kebaikan. Begitu pun takut kepada Allah akan memiliki arti apabila disertai sifat berhati-hati dari hal yang dapat mendatangkan murka Allah Swt. b. syubhat dan ajakan hawa nafsu.

Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri (42:23) Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula). dengan hati yang takut. Takut kepada Allah juga berarti takut kalau kebaikan yang selama ini dilakukannya tidak diterimaNya.untuk bersegera melakukan kebaikan. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendakiNya di antara hamba-hamba-Nya dan Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. (39:10). dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya (23:61) Takut kepada Allah akan menjadi sebab turunnya Karunia Allah Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam taman-taman (syurga) dan mata airmata air. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas. Takwa dan Takut bahwa mereka akan kembali kepada Allah menjadi pendorong untuk melakukan kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik). Rasa takut kepada Allah hakikatnya mendorong seseorang berlari ke arah rahmat Allah. secara sembunyi atau terangterangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan. Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu. maka tak ada yang dapat menolak kurniaNya. (52:15-16) Balasan kebaikan adalah kebaikan Dan siapa yang mengerjakan kebaikan akan Kami tambahkan baginya kebaikan pada kebaikannya itu. Bukan karena buruk sangka padaNya. Takut kepada Allah adalah pengikat jiwa dengan kebaikan. sesungguhnya teIah datang kepadamu kebenaran (Al Quran) dari . (13:22) Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang beriman.” Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka. Sehingga takut kepada Allah dalam kaitannya dengan amalan baik yang telah dilakukan adalah menjadi kekuatan untuk senantiasa mengevaluasi kualitas amalanamalannya. Katakanlah: “Hai manusia. Mereka itu bersegera untuk mendapat kebaikan-kebaikan. Kunci kebaikan adalah mengikuti petunjuk Allah Swt Jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu. (55:60). bertakwalah kepada Tuhanmu. tetapi karena berfikir bahwa amal kebaikannya selama ini masih banyak kekurangan dan cacatnya. dan menafkahkan sebagian rezki yang Kami berikan kepada mereka. Namun tidak berhenti sampai di situ. mendirikan shalat. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat kebaikan. Takut kepada Allah adalah takut yang mendorong jiwa senantiasa merasa khawatir akan amalan jika masih banyak kekurangan dan banyak diselimuti dosa. Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Tuhannya. sambil menerima segala pemberian Rabb mereka. Sedangkan rahmat Allah hanya bisa dikejar dengan berbuat amal kebaikan yakni amal sholeh.

Dan barangsiapa yang sesat. Sehingga orang yang takut kepada Allah akan senantiasa menjaga diri dari keburukan. maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia. Tetapi tidak berhenti sampai di sana saja. bersegera meninggalkan keburukan Takut itu pula yang meredam sifat sombong. dengki. Ini disadari oleh orang-orang yang beriman. akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah. lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan dan diantara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. hari kemudian. (41:34) c. malaikat-malaikat. sehingga perbuatan dosanya berkurang. Yang demikian itu adalah karunia yang amat besar. pengorbanan.Tuhanmu. (2:177) Kemampuan untuk berbuat kebaikan adalah karunia yang amat besar Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami. dilaknat Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya). kitab-kitab. Manusia tidak mungkin lepas dari kesalahan dan dosa. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik. dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa. ibadah. Keburukan adalah sesuatu yang dibenci Allah. nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya.” (1. Dan apabila ia terlanjur melakukan perbuatan buruk itu oleh suatu sebab. penderitaan dan dalam peperangan. kesabaran Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan. Maka sekalipun ia telah berusaha sekuat tenaga untuk menjauhi dosa. dan pengecut. dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan. maka tentu saja orang yang takut kepadaNya akan bersegera meninggalkan perbuatan buruk tersebut. . tetapi taubat kepadaNya Takut kepada Allah adalah takut yang mendorong jiwa senantiasa merasa khawatir kalau dosadosa tidak diampuniNya. maka sesungguhnya kesesatannya itu mencelakakan dirinya sendiri. mendirikan shalat. Takut kepada Allah dalam kaitannya dengan perbuatan yang buruk ialah takut yang mendorongnya untuk meninggalkan keburukan. (35:32) Kebaikan dapat menyatukan hati manusia Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta. Takut kepada Allah adalah benteng jiwa dari keburukan. sebab itu barangsiapa yang mendapat petunjuk maka sesungguhnya (petunjuk itu) untuk kebaikan dirinya sendiri. dilarang Allah. dan menunaikan zakat. marah. cinta dunia. dendam. orang-orang miskin. Dan aku bukanlah seorang penjaga terhadap dirimu.107108) Inti kebaikan adalah keimanan. dan (memerdekakan) hamba sahaya. dimurkai Allah. disebabkan belum sempurnanya taubat kepadaNya. dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji. maka bukan sebab yang dicarinya. anak-anak yatim. ia bahkan merasa melihat dirinya banyak melakukan dosa-dosa dan merasa khawatir Allah belum mengampuninya.

meminum khamr dan berkata dusta…” Takut kepada Allah adalah takut kalau dirinya dimasukkan ke dalam nerakaNya dan dijauhkan dari SurgaNya. Bahkan selalu berusaha agar lisannya senantiasa basah dan sibuk dengan berdzikir kepada Allah. Sehingga dia menjaganya dari perkataan dusta. Begitulah. “Allah mengetahui segala sesuatu yang dihadapan mereka (malaikat) dan yang di belakang mereka. Di akhirat kelak tempat tinggal manusia hanya ada dua yakni surga dan neraka. Dan siapa saja yang dimasukkan ke neraka maka itulah orang yang paling merugi. Mereka yang masuk ke dalam surga adalah mereka yang amat beruntung. Karena itu orang yang takut kepada Allah akan sangat takut apabila dirinya digolongkan ke dalam golongan orang-orang dicalonkan masuk ke neraka.(HR. atau (kalau tidak bisa) maka agar ia diam”. Dan ternyata hawa nafsunya tidak bisa merasa senang dan puas dengan cara berdzikir dan beribadah kepada Allah maka dia pun memilih mencari kesenangan dengan hal-hal yang diharamkan yaitu berbuat keji. Pada lisannya Seseorang yang takut kepada Allah mempunyai kekhawatiran atau ketakutan sekiranya lisannya mengucapkan perkataan yang mendatangkan murka Allah. artinya: “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia berbicara yang baik. Al Bukhari dan Muslim). At Tirmidzi). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda: “Tanda sempurnanya Islam seseorang adalah meninggalkan sesuatu (perkataan) yang tidak berguna”. dan mereka tiada memberi syafaat melainkan kepada orang yang diridhai Allah. ghibah (bergosip) dan perkataan yang berlebih-lebihan dan tidak bermanfaat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda. maka hendaklah seorang mukmin itu takut dan benar-benar menjaga lisannya. (HR. sesungguhnya seseorang itu akan memetik hasil ucapan lisannya. Terlebih lagi apabila dia sedang menginginkan sesuatu yang gagal diraihnya. dan mereka itu selalu berhati-hati karena takut kepada-Nya. Kemudian dalam riwayat lain disebutkan.(HR. Karena nafsunya menuntutnya memperoleh sesuatu yang bisa menyenangkan diri serta menyingkirkan gundah gulana dan kesedihannya. aku akan memberi jaminan kepadanya syurga”. Syaikhul Islam berkata: “Apabila seorang insan tidak merasa takut kepada Allah maka dia akan memperturutkan hawa nafsunya. dengan bacaan Al Qur’an.Takut kepada Allah adalah takut yang mendorong jiwa untuk meninggalkan ajakan nafsu dan syahwat. dan mudzakarah ilmu. .” (21:28) 1). Al Bukhari). artinya: “Barangsiapa yang dapat menjaga (menjamin) untukku mulut dan kemaluannya.

Pada tangannya Orang mukmin yang takut kepada Allah akan menjaga tangannya agar jangan sampai dijulurkan kepada hal-hal yang diharamkan Allah seperti: (sengaja) menyentuh wanita yang bukan muhrim. menolong orang lain (dengan tangannya) karena dia takut di akhirat nanti tangannya akan berbicara di hadapan Allah tentang apa yang pernah dilakukan-nya. dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan”. itulah urgensi memperhatikan jalan mencari harta. Pada perutnya Orang mukmin yang baik tidak akan memasuk kan makanan ke dalam perutnya kecuali dari yang halal. Dan tidak bermain dengan alat-alat permainan syetan seperti alat perjudian.2). aniaya. Sudahkah kita takut kepada Allah dengan menjaga agar jangan sampai perut kita dimasuki harta yang diharamkan Allah ? 3). Pertama dengan cara zhalim seperti merampas. Kedua dengan jalan permainan seperti berjudi. Harta yang diperoleh dengan cara haram selamanya tidak akan menjadi baik/suci sekalipun diinfaqkan di jalan Allah.berbuat zhalim.(Yasin: 65).(Al Baqarah: 188). memakan dengan cara batil ini ada dua jalan yaitu. taruhan dan lainnya. Ibnu Abbas menjelaskan. menipu. dan dosa itu tidak bisa dihapus kecuali dengan cara yang baik”. setiap jasad (daging) yang tumbuh dari harta haram maka neraka lebih pantas untuknya. Sebagaimana firman Allah Ta’ala: Artinya: “Pada hari ini Kami tutup mulut mereka. Jadi. Orang mukmin selalu menggunakan tangannya untuk melakukan ketaatan. Firman Allah Ta’ala: Artinya: “Dan janganlah sebagian kamu memakan harta sebagian lain diantara kamu dengan jalan yang batil”. mencuri. sedangkan anggota badannya yang lain menjadi saksi atasnya. dan memakannya hanya terbatas pada kebutuhannya saja. Bahkan dijelaskan dalam riwayat yang shahih bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyatakan. . Sufyan Ats-Tsauri menjelaskan: “Barangsiapa menginfaq kan harta haram (di jalan Allah) adalah seperti seseorang mencuci pakaiannya dengan air kencing. seperti bershadaqah. dll.

6).Bahkan salah seorang ulama salaf berkata. Dan seorang mukmin akan menggunakan pendengarannya untuk hal-hal yang bermanfaat. Itulah gambaran orang mukmin sejati yang takut kepada Allah di dalam menggunakan tangannya. Jika kita teliti banyaknya kemaksiatan dan kemungkaran yang merajalela. sehingga seorang mukmin akan selalu menjaga pendengarannya untuk tidak mendengarkan sesuatu yang diharamkan Allah. lebih dari sepuluh kali hati membayangkan. seperti nyanyian yang mengundang birahi beserta irama musiknya.”Sekiranya kulit saya ditempeli bara api yang panas. Firman Allah Ta’ala: “Sesungguhnya pendengaran. Orang yang takut kepada Allah selalu menjaga pandangannya dan merasa takut apabila memandang sesuatu yang diharamkan Allah. majlis ta’lim dan majlis dzikir. sekali seseorang memandang. perzinaan dan pemerkosaan. sudahkah kita menjadi orang yang takut kepada Allah dengan menahan pandangan kepada sesuatu yang diharamkanNya? 5). salah satu penyebabnya adalah ketidak mampuan seseorang menahan pandangannya. Sebab. Yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Pada penglihatannya Penglihatan merupakan nikmat Allah Ta’ala yang amat besar. tidak memandang dunia dengan pandangan yang rakus namun me-mandangnya hanya untuk ibrah (pelajaran) semata. Pada pendengarannya Ini perlu kita renungi bersama. Allah berfirman: “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman. Dan takut untuk melangkahkan kakinya ke tempat-tempat maksiat serta menyesal bila terlanjur melakukannya karena ingat . maka berbahagialah bagi siapa saja yang mampu menahannya. dll. Maka. Maka bagaimanakah dengan kita? 4). sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”. semuanya itu akan dimintai tanggung jawabnya”. Pada kakinya Seseorang yang takut kepada Allah akan melangkahkan kakinya ke arah ketaatan.(An Nur: 30). penglihatan dan hati.maka itu lebih aku sukai daripada saya harus menyentuh perempuan yang bukan muhrim”. dan memelihara kemaluannya.”Hendaklah mereka menahan pandangan-nya. (Al Israa’: 36). seperti. seperti mendatangi shalat jama’ah. Pandangan merupakan panah api yang dilepaskan oleh iblis dari busurnya. maka musuh Allah yaitu syetan tidak senang kalau nikmat ini digunakan sesuai kehendak-Nya.

bahwa di hari kiamat kelak kaki akan berbicara di hadapan Allah. dan menjaganya dari racun-racun hati. maka ke manakah kaki kita banyak dilangkahkan ? 7). Seorang mukmin akan takut jika dalam hatinya muncul sifat jahat seperti buruk sangka. Hati yang mudah bergetar ini penting artinya dalam hal keimanan. permusuhan. Orang yang takut kepada Allah akan senantiasa bergetar tanda adanya rasa khawatir apabila ia mengingat dosa yang belum bertaubat atasnya sehingga mendorongnya untuk bersegera bertaubat. Ini semua tidak lepas dari kaki yang dilangkahkan. Dan hati pun bergetar ketika melihat kedahsyatan Kemahakuasaan Allah yang terdapat di alam. dan tidak ada yang tertinggal karena bumi yang diinjaknya akan mengabarkan kepada Allah tentang apa. apabila ia baik maka akan baik seluruh anggota tubuh. Firman Allah Ta’ala: “Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan”. kapan. kebencian. Hati adalah penentu. Jika baik maka baiklah balasannya. Pada hatinya Seorang mukmin akan selalu menjaga hatinya dengan selalu berzikir dan istighfar supaya hatinya tetap bersih. Bergetarnya hati saat dibacakan ayat-ayat Allah adalah tanda dari keimanan. tetapi jika buruk maka buruk pula balasannya. Karena itu semua telah dilarang Allah dan RasulNya dalam rangka menjaga kesucian hati. dan di mana seseorang melakukan suatu perbuatan. sedang bumi yang dipijaknya akan menjadi saksi. hasad dan lain sebagainya kepada mukmin yang lain. Ia merasa aman ketika melanggar laranganNya dan merasa nyaman ketika meninggalkan kewajiban kepadaNya. sebab mudah mengingatkan akan sesuatu apabila terjadi kesalahan. Ia pun bergetar hatinya ketika mengingat bahwa dahulu ia sering melalaikan kewajiban-kewajibannya sehingga ia mencari jalan untuk menambah kebaikan dan amalan-amalannya di masa sekarang. Hal ini berbeda keadaannya dengan orang yang tidak memiliki rasa takut kepada Allah. baik dalam wujud yang membuat umumnya manusia takjub ataupun dalam wujud yang membuat manusia umumnya menjadi takut dan lemah tak berdaya. Semua bekas langkah kaki akan dicatat oleh Allah ke mana dilangkahkan. tetapi apabila ia jelek maka akan jeleklah semuanya. ke mana saja kaki melangkah. . Takut kepada Allah dalam kaitannya dengan perintah dan laranganNya membuat hati bergetar saat melalaikan kewajibannya kepada Tuhannya dan saat ia melanggar laranganNya dilanggar. Asbabun nuzul ayat ini adalah : bahwa seorang dari Bani Salamah yang tinggal di pinggir Madinah (jauh dari masjid) merencanakan untuk pindah ke dekat masjid. maka turunlah ayat ini yang kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan bahwa bekas langkah (telapak) menuju masjid dicatat oleh Allah sebagai amal shaleh. (Yaasin: 12).

“Seperti inikah?” Abu Syihab berkata dengan tangannya –yang diletakkan– di atas hidungnya. Tapi Allah menjadikannya bagaikan debu yang bertebarkan. Berhati-hati dalam menghadapi kematian. Ibnu Majah. maka mereka melanggaranya. para perawinya terpercaya]. Di hari kiamat mereka datang dengan membawa kebaikan seperti gunung Tihamah yang putih. melanggar aturan dan ketetapanNya akan mendapatkan kemurkaan dan sanksi yang amat berat. Isnad hadits ini shahih.(HR. Tsauban berkata.” Rasulullah Saw bersabda.a. Siapapun yang bersikap durhaka. ‘Apakah kamu takut kepada Alloh?’. Takut Kepada Allah menjaga pemiliknya untuk tidak berbuat maksiat kepada-Nya. maka kamu telah kafir . jangan menjawab! Sebab jika kamu jawab ‘ya’. [HR. Ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati”. Sedangkan jika kamu jawab ‘tidak’.Hati yang selalu bergetar adalah hati yang senantiasa mengingat Allah bahwa Dia Maha Keras Siksa dan AzabNya. “Ingatlah!. “Wahai Rasulullah. kemudia ia berkata mengenai dosanya. Orang yang beriman kepada qadar akan Anda jumpai senantiasa takut kepada Allah dan suul khaatimah (akhir kematian yang buruk). dari Nabi Saw. apabila segumpal daging itu baik. Di mana manusia tidak memiliki sedikit pun kekuatan untuk menahan beratnya siksa yang datang dari sisi Allah. dan apabila ia jelek maka jeleklah seluruh tubuhnya. beliau bersabda: Aku akan memberitahukan beberapa kaum dari umatku. Bukhari] Tidak melanggar larangan Allah sekalipun tidak ada orang yang melihatnya. tapi mereka adalah kaum yang jika tidak dilihat oleh siapa pun ketika menghadapi perkara yang diharamkan Allah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda “Ketahuilah bahwa dalam jasad ini ada segumpal daging. mereka adalah bagian dari saudara kalian dan dari ras kalian.. salah satunya berasal dari Nabi Saw dan satu lagi dari dirinya sendiri ia berkata: Sesungguhnya orang yang beriman akan melihat dosa-dosanya seolah-olah ada di atas gunung. kamu telah berdusta. Fudlail bin ‘Iyadl berujar. maka akan baiklah seluruh tubuhnya. Dari Tsauban r. Abdullah bin Mas’ud menceritakan kepada kami dua hadits.” [HR.”Jika kamu ditanya. sebutkanlah sifat mereka dan jelaskanlah keadaan mereka agar kami kami tidak termasuk bagian dari mereka sementara kami tidak mengetahuinya. Riwayat Al Bukhari dan Muslim). Mereka suka bangun malam sebagaimana kalian. Al-Kinani penulis buku Mishbah Al-Zujajah berkata. Rasa takut harus menghiasi perjuangan kita sebab rasa itulah yang akan membentengi diri kita dari terjatuh ke lubang yang penuh dengan duri dan mengokohkan kita agar tidak terseret hawa nafsu yang dikendarai oleh Iblis dan tentara-tentaranya. sebab dia tidak tahu apa yang akan terjadi padanya dan tidak juga merasa aman dari makar Allah. Ia takut (dosa itu) jatuh menimpanya. Sedangkan orang yang jahat akan melihat dosa-dosanya seperti lalat yang menghampiri hidungnya. maka diamlah. Melihat dosa bagai gunung yang siap menimpa.

Syahwat terbakar oleh khauf. di saat berdiri dihadapan mahkamah Rabbul `Alamin dan takut apabila amalan-amalan kebaikannya tidak diterima oleh Allah itu juga harus diiringi dengan raja’ (berharap) terhadap rahmat dan ampunan-Nya serta diterimanya amalan-amalannya di sisi Allah. Anggota badan pun jadi beradab. niscaya tidak seorangpan berputus asa dari surga-Nya. dan sesungguhnya Dia adalahMaha Pengampun lagi Maha Penyayang. Maka ia tidak pernah pindah kepada selainNya. sedang merekatidak menyombongkan diri.16) “Sesungguhnya Rabbmu amat cepat siksa-Nya. Beginilah keadaan orang yang diliputi khauf. sehingga kemaksiatan yang dulu disukai menjadi di benci. Dan hati pun diliputi rasa khusyu’ dan tenang. Bahkan ia mampu menguasi segala kegundahan dan tahu bahayanya. dan kalimat yang keluar dari dirinya. sedang mereka berdoa kepadaRabb mereka dengan rasa takut dan harap. muhasabah. Demikianlah bahwa khauf (takut) terhadap siksa Allah di akhirat. tidak ada tempat bagi yang lain disana. Keadaannya seperti dalam cengkeraman binatang buas. (As-Sajdah: 15. mujahadah. Sebagaimana banyak sekali nash-nash yang menggabungkan antara khauf dan raja’ didalam kitab Allah dan sunnah Rasul-Nya. Seperti madu. Ia tidak tahu apakah binatang itu lengah sehingga ia bisa melepaskan diri. dan bahwa Dia sesungguhnya Maha Pengampun lagi Maha Penyayang terhadap siapa yang bertaubat dan kembali kepada-Nya. Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya(mereka mengerjakan shalat malam -pen). iri. (Al-A’raf: 167) Dalam ayat ini Allah memberitakan bahwa Dia amat cepat siksa-Nya terhadap siapa yang bermaksiat kepada-Nya dan menyelisihi syari’at-Nya. atau sebaliknya ia justru menerkamnya maka hancurlah ia. Lahir dan batinnya disibukkan oleh sesuatu yang ia takutkan.Khauf akan membakar syahwat yang diharamkan. adalahorang-orang yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat Kami. Tiada lagi kesibukannya selain usaha mendekatkan diri. orang yang suka pun menjadi tidak suka jika tahu madu itu mengandung racun. jauh dari kesombongan. langkah. Dan seandainya orang kafir mengetahui rahmat yang ada di sisi Allah. dan memperhitungkan setiap desah nafas dan waktunya. “(Apakah kamu hai orangng masyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri. dan mereka menafkahkansebagian dari rizki yang Kami berikan kepada mereka. Sedangkan di antara hadits-hadits yang menggabungkan antara keduanya antara lain: Sabda Rasulullah: “Seandainya seorang mukmin mengetahui siksaan yang ada di sisi Allah. Maka ayat ini menggabungkan antara rahmat-Nya dan siksaan-Nya dan antara targhib (dorongan/anjuran untuk taat) dan tarhib (menakut-nakuti dari maksiat)supaya manusia tidak berputus asa dan supaya jiwa manusia itu selalu berada diantara khauf dan raja’. dan dengki. sedangdia takut terhadap (siksa) akhirat dan mengharapkan rahmat Rabbnya?(Az-Zumar: 9) “Sesungguhnya orang-orang yang beriman terhadap ayat-ayat Kami.” . mereka menyungkur sujud dan bertasbih serta memuji Rabbnya. Ia selalu waspada terhadap segala pikiran. niscaya tidak seorangpan berharap terhadap surga-Nya.

maka terjadilah kekurangan padanya. segerakanlah aku”. Seseorang yang takut akan azab Allah. Bahkan tidak ada yang berhak mendapatkan mahabbah dan dzull yang sempurna/mutlak kecuali Allah. maka ketika dia tidak menjadikan Allah sebagai tumpuan harapannya. Akan tetapi ibadah yang diperintahkan (oleh Allah) mengandung makna dzull dan makna hubb (mahabbah/kecintaan). Wajiblah Allah itu menjadi yang paling dicintai pada seorang hamba dari segala sesuatu. takut kepada Allah harus didampingi oleh kesadaran pendampingnya yaitu CINTA dan HARAP. al-Bukhari dari Ibnu Mas’ud. Dan apabila satu dari kedua (sayap)nya kurang. Karena itu semua adalah sifat-sifat yang harus ada di dalam ibadah dan tidak boleh dipisah-pisahkan. jadilah burung itu di ambang kematian. Seseorang yang takut akan azab Allah. Al-’ibadah asal maknanya juga dzull. Pada mulanya mereka tidak merasa khawatir dan takut akan kerasnya siksa Allah yang menyebabkan mereka berbuat jahat dan zhalim sekehendak hatinya. kemana mereka akan membawanya (jasadku)?” Segala sesuatu mendengar suaranya kecuali manusia. Mereka pantas berkeadaan demikian disebabkan mereka mengabaikan dakwah Allah. dan jika dia tidak baik dia berkata: “Aduh. dikatakan thariiq mu’abbad artinya adalah (jalan) yang menjadi rendah karena telah dipijak oleh telapak kaki. dan neraka seperti itu juga”. seandainya manusia mendengarnya niscaya dia pingsan. Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata di dalam kitabnya yang sangat berharga. lalu dia menjadikan .12Syarh al-Aqidah ath-Thahawiyah: 371. (HR. maka sempurnalah burung itu dan sempurnalah terbangnya. Oleh sebab itu. sedang zat untuk berlindung dari azab Allah tidak ada lagi melainkan Allah itu sendiri melalui rahmatNya. yaituAl-’Ubudiyah:”Dan ad-dien (agama) mengandung makna al-khudhu (ketundukan) dandzull (merendahkan/ menghinakan diri). Adapun bagi orang yang beriman dan beramal sholeh mereka takut kepada Allah dan sekaligus menjadikannya sebagai tempat berlindung. jika dia baik dia berkata: “Segerakanlah aku. Namun ketika azab itu telah tampak di hadapan dirinya. maka mereka sangat takut dan sekaligus juga berputus asa. ( Muslim dari Abu Hurairah) Sabda beliau SAW : “Surga itu lebih dekat kepada salah seorang dari kalian dari pada tali sandalnya. apabila keduanya sempurna. Dan apabila kedua (sayap)nya tiada. dan wajib pula Allah itu menjadi yang paling besar/ agung padanya dari segala sesuatu. Puncak dari rasa takut itu hampir berdekatan dengan putus asa. takhrij Syeikh Muammad Nashiruddin al-Albani) Abu Ali ar-Rudzabari berkata: “Khauf (takut) dan raja’ (berharap) seumpama dua sayap burung. sehingga ibadah yang diperintahkan itu mengandung puncak merendahkan diri kepada Allah dengan puncak kecintaan kepada-Nya.“Apabila jenazah telah diletakkan dan dipikul oleh orang-orang laki-laki diatas pundak-pundak mereka. Sesungguhnya cinta dan harap adalah bagian dari intisari ketakwaan kepada Allah. disebabkan tidak ada yang dapat dijadikannya sebagai tempat berlindung. jadilah orang itu benar-benar berputus asa dan rugi. Ini dialami oleh orang-orang kafir ketika mereka melihat azab Allah itu dengan mata kepalanya sendiri baik di dunia maupun di akhirat kelak.” Kemudian tidak boleh terlupakan bahwa khauf dan raja’ yang membawa kepada khudhu’ (ketundukkan) dan tadzallul (merendahkan/ menghinakan diri) kepada Allah itu harus pula disertai dengan mahabbah kecintaan) kepada-Nya.

“Bukan”. “Apakah ditujukan pada orang yang berzina. ia berkata.. dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.Allah sebagai tumpuan harapannya. dengan hati yang takut. Dalam dua jenis usaha itu sesungguhnya terdapat harapan. dan sedekah.” (7:56) Biasanya takut itu dalam hubungannya dengan perbuatan dosa. (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka (Qs. ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami dan tetapkanlah pendirian kami. Allah pernah berfirman Allah: Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan.” [HR. Inilah rasa takut kepada Allah yang dimiliki orang-orang beriman dan bertakwa. Al-Baihaki dalam Asy-Sya’by. dan minum khamr. Takwa terdiri dari takut kepada Allah. takut kepada Allah Azza Wa Jalla adalah pangkal hikmah dan intisari iman . Dalam riwayat Waki dikatakan. Dalam dua jenis usaha itu sesungguhnya terdapat rasa takut. Pembahasan tentang cinta dan harap ada pada intisari takwa sub taat kepada Allah. Kedua. Sedangkan harapan dalam hubungannya dengan perbuatan bajik. Bagi hamba yang hanya tunduk kepada Allah dan takut kepada-Nya adalah mereka yang mengetahui kebesaran-Nya dan menunaikan hak-hak-Nya . ia akan bertaubat dari dosa-dosa yang dilakukannya. Yakni rasa takut yang dibarengi harap dan cinta kepadaNya. dan ia merasa khawatir ibadahnya tersebut tidak diterima. Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik. Yakni harapan mendapat pahala karena meninggalkan dosa dan harapan mendapat ampunan karena taubat-taubatnya. ia menshahihkannya dan disetujui oleh Adz-Dzahabi]. Kedua.” (3:147) Merasa khawatir ibadahnya tidak diterima Dari ‘Aisyah r. Dan sesungguhnya. insya Allah “Tidak ada doa mereka selain ucapan: “Ya Tuhan kami.a. Qana’ah (merasa cukup) dengan sesuatu yang sedikit dan mempersiapkan bekal untuk menghadapi hari akhirat. mengamalkan Kitabullah (Al-Qur’an). Allah memiliki azab yang sangat keras namun Allah pulalah tempat manusia berlindung dari azabNya melalui rahmatNya. adalah ditujukan kepada orang yang berzina dan minum khamr. tapi meski begitu dia takut kepada Allah?” Rasulullah Saw bersabda. al-Mukmin [23]: 60). shalat. Yakni takut amlannya tidak mendapat pahala karena banyak kekurangannya dan takut mendapat murkaNya lantaran kelalainnya dalam melakukan kebaikan di masa lalu. Jadi ternyata takut pun memiliki kaitan dengan kebajikan. Al-Hakim dalam Al-Mustadrak. “Bukan. Dalam riwayat Ibnu Sabiq dikatakan. Benarkan demikian? Orang yang beriman karena rasa takutnya kepada Allah maka dalam hubungannya dengan dosa ada dua: pertama ia akan berusaha untuk menjauhi dosa-dosa. Wahai Rasulullah Saw!. orang itu tidak sampai berputus asa. Orang yang beriman karena harapnya kepada Allah maka dalam hubungannya dengan perbuatan bajik ada dua pula: pertama ia akan berusaha untuk mengerjakan kebajikan sesegera mungkin. Wahai Putri Abu Bakar AshShiddiq. mencuri. ia akan menyesali diri bila tidak sempat melakukan kebaikan-kebaikan di masa lalu. tapi ia adalah orang yang menunaikan shaum. “Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi. sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Jadi ternyata harapan pun memiliki kaitan dengan dosa.

dan berpisah dengan dunia. dan baik ketika senang maupun berduka. akhirat. Kebanyakan manusia pada saat ini. baik ketika malam ataupun siang. Dan pada hari perhitungan. maka ia akan lari darinya dan takut bertemu dengannya. Dan ia amat berharap tidak bertemu dengannya. dan akan semakin mendekati-Nya. dan jalur-jalur dari Kitabullah Azza Wa Jalla dan Sunnah Nabi-Nya. sehingga air mata merekapun berlinangan. semua akan terlihat segala amalan dihadapan Allah yang akan diberikan ganjaran bagi seorang hamba untuk masuk kedalam surga atau neraka. maka ia akan kembali menaatinya. Merekalah orang yang sebenar-benarnya takut kepada Allah. Takut pada Allah adalah takut yang terpuji yang dapat menghantarkan pada tercapainya kesuksesan dan kesempurnaan memenuhi hak Allah. Jika anda takut kepada Allah. Akan tetapi sebaliknya. apakah itu membuat anda merasa diawasi oleh Allah dan dapat merasakan kehadiran-Nya Dengan takut pada Allah yang cukup kuat. jika seseorang takut terhadap Sang Pencipta. Tentu hal ini terjadi karena telah hilangnya rasa takut kepada Allah. tidak memperdulikannya apalagi mengambil pelajaran darinya. baik ketika bersembunyi maupun tampak. Para Salafush Sholih Radhiyallahu’anhum. selalu bertakwa kepada Allah. serta beramal untuk menghadapi hari akhir. akan mampu mendorongnya untuk melakukan amalan. batasan-batasannya. dan juga telapak kaki mereka pecah-pecah karena lamanya mereka berdiri (untuk melakukan sholat malam). Dan mereka berhasil dengan gemilang. bersandar pada-Nya. Jika anda takut kepada Allah. Ketakutan pada Allah ialah takut terhadap neraka. Bukankah sebaik-baik iman yang dilakukan oleh seorang hamba adalah amalan yang dilakukan berdasarkan ketetapan yang diturunkan Allah Ta’ala yang berpedoman kepada rambu-rambunya. berlindung pada-Nya. apakah itu menjadi pendorong untuk melakukan amalan? 2). yang dapat memanfaatkan waktu yang sedikit di dunia dengan sebaik-baiknya. lalu mengalihnya pada waktu yang panjang di akhirat. hendaknya kita mengetahui . menjauhi larangan-larangan-Nya dan senantiasa merasa diawasi oleh Allah dan dapat merasakan kehadiran-Nya. Seorang hamba seharusnya dapat pula mengetahui bagaimana cara beribadah kepada-Nya dan berusaha untuk mendapatkan keridhaan-Nya. menangis karena kurang memenuhi hak-Nya. tatkala mendengar nasehat atau peringatan tentang kematian. Maka dari itu. Jika anda takut kepada Allah. Manusia dengan tabiat fitrahnya.1). berlaku zuhud. Inilah hakikat mempersiapkan diri menghadapi hari untuk menempuh perjalanan yang panjang hari kematian. hari akhirat dan bertemu dengan Allah. Dunia tidak dapat melenakan mereka. Oleh karena itulah. dan selalu merasa diawasi oleh Allah dalam segala keadaan. beramal kebajikan dan takut kepada Allah dengan sebenar-benarnya takut. kubur. hendaklah seorang hamba mengetahui bagaimana cara bertakwa kepada Allah dan takut terhadap-Nya. Hal inilah yang membuat seseorang dapat melaksanakan kewajiban-kewajiban-Nya. apakah itu menjadi pendorong untuk menjauhi laranganlarangan-Nya? 3). jika ia merasa takut terhadap makhluk. Bahkan dua kata “surga dan neraka” sudah tidak lagi menarik perhatian.

cinta. Khouf inilah yang mencegah diri dari perbuatan maksiat dan mengikatnya dengan bentuk-bentuk ketaatan. dan taat kepada Allah Swt. Sedangkan orang kafir tidak memiliki apa-apa untuk membentengi diri dari azabNya. Artinya seseorang yang takut kepada Allah sewajarnya juga memiliki jiwa yang penuh harap. memohon perlindungan dari azabNya dan memohon petunjukNya agar senantiasa berada dalam limpahan rahmatNya.” Abul . dirinya tidak seperti itu. tetapi bagi mereka yang kafir. Inilah ajaibnya rasa takut yang ada pada dada kaum Muslimin. Takut itu menimbulkan rasa khawatir dan kesedihan pada diri seseorang. dan taat kepada Allah Swt. wanita Sholihah kepada Allah. bila apa yang ditakuti telah ada di hadapan mata dan sedang di arahkan kepadanya.” Takut adalah kesadaran bahwa diri kita lemah di hadapan Allah. cinta. Kita harus takut kepada Allah dengan cara kita menghindari perbuatan yang dapat membuat Dia murka. Maka rasa khawatir dan kesedihan hanya akan dialami orang-orang kafir saja. dan sejenisnya serta sabar adalah wajib menurut kesepakatan para ulama. Mereka malah merasakan ketenangan batin dan kegembiraan yang luar biasa. Takut kepada Allah itu merupakan tiang penyangga perilaku kita yang baik. Sesungguhnya dari definisi takut kepada Allah sebagaimana diungkapkan oleh penulis di atas di dalamnya terdapat dimensi harap. Sedangkan orang-orang mukmin yang hak. dan taat kepada Allah. Telah menjadi ketetapan Allah bahwa azab itu diperuntukkan bukan untuk orang-orang yang bertakwa.bagaimana cara bertakwa kepada Allah dan takut terhadap-Nya seperti kadar takut para Sahabat. takut. Khouf adalah cambuk Alloh swt untuk menggiring hamba-hambaNya menuju ilmu dan amal agar mereka mendapatkan kedekatan dengan Alloh swt. sedangkan Dia Maha Kuat dan Kuasa atas diri kita yang menjadi sebab kita tidak berbuat durhaka padaNya. Sedangkan orang-orang kafir yakni yang hatinya dipenuhi rasa khawatir dan kesedihan dalam hidupnya itu justru adalah orang-orang yang tidak memiliki rasa takut kepadaNya. cinta. Bukan takut kepada Allah yang tidak memiliki dampak apa-apa pada perbuatan baik kita tersebut sebagaimana yang terdapat pada dada orang-orang kafir dan munafik atau syaithan. Dzun Nun al-Mishriy pernah ditanya. “Kapankah seorang hamba itu takut kepada Alloh?” Ia menjawab. “Jika ia mendudukkan dirinya sebagai orang sakit yang menahan diri (dari berbagai hal) khawatir jika sakitnya berkepanjangan. Akhirnya takut kepada Allah itu akan berdampak pada keyakinan bahwa kemenangan dunia dan akhirat akan berada di tangan kita. Tabi’in. padahal mereka adalah orang-orang yang memiliki rasa takut kepada Allah. Hal ini disebabkan karena mereka menjadikan Rahmat Allah sebagai benteng dari azabNya. Takut kepada Allah itu berdampak pada semakin menguatkan kebaikan diri kita dan berkurangnya kemaksiatan atau kejahatan diri kita. Dan ini berarti bahwa takut kepada Allah mengundang dan diundang oleh harap. Orang yang takut kepada Alloh swt adalah orang yang meninggalkan perbuatanperbuatan yang ia khawatirkan hukumannya. berharap. Disamping itu dampak dari takut kepada Allah adalah menguatnya keberanian kita untuk membela kebenaran Islam dan hilangnya rasa khawatir atas kezhaliman orang-orang kafir. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata: “Amalan hati seperti tawakkal. Inilah sasaran dari perintah Allah agar kita takut kepadaNya.

Hal yang menyebabkan manusia mau mengikuti sifat-sifat buruk dan tidak peduli dengan sifat-sifat baik adalah hati yang kotor. mengisinya dengan berbagai sifat yang baik. Jika mereka menghindari murka Allah. yaitu membuang darinya segala sifat yang buruk. Taat kepada Allah mesti lahir dari hati yang bersih. Seperti apa sifat-sifat mulia? Sifat-sifat mulia pada diri manusia diturunkan dari sifat-sifat dari apa ia diciptakan.Qasim al-Hakim bertutur. Rasa takut kepada Allah dapat menguatkan sifat-sifat mulia. sedangkan keridoanNya adalah bagi mereka yang taat kepadaNya. Penyebab penyimpangan adalah karena faktor dari dalam dan dari luar. Sehingga upaya untuk sampai kepada sifat-sifat yang mulia jalan-jalannya sesungguhnya banyak sekali dan terjal. Kemurkaan Allah adalah bagi mereka yang durhaka padaNya. Sebab tidak ada setelah kemurkaan Allah itu melainkan keridoanNya. Bagaimanakah mekanisme rasa takut kepada Allah dapat menguatkan sifat-sifat mulia pada diri manusia? Orang yang takut kepada Allah Swt berhati-hati dari setiap perkara yang dapat mendatangkan murka Allah Swt. Sedangkan faktor dari luar tiada lain itulah thoghut. selanjutnya ia tumbuh besar di lingkungan peradabannya. Allah yang menciptakan manusia menurunkan sifat-sifatNya pada diri manusia sesuai dalam kadar kemanusiaan dan kemakhlukan. Salah satu thoghut adalah kekuatan lingkungan yang menolak Islam sebagai sumber acuan aturan kehidupan. menanamkan rasa takut kepada Allah. maka pada gilirannya takut kepada Allah akan semakin menguatkan jiwa pada sifat-sifat mulia dan menjauhkannya dari sifat-sifat buruk. dari siapa yang menciptakannya dan seperti bagaimana lingkungannya membesarkannya. Thoghut yang lainnya adalah musuh-musuh Islam. Pada dasarnya manusia memiliki sifat-sifat mulia dan mencintainya disamping memiliki pula sifat-sifat buruk dan membencinya. Faktor dari dalam ialah mengikuti hawa nafsu. dan mengaitkan hati kepada Allah Swt. Manusia bisa memiliki sifat-sifat yang mulia dengan diawali. menguatkan sifat-sifat mulia pada jiwa Takut kepada Allah adalah takut yang melahirkan sifat berani. Seseorang yang takut kepada Allah akan termotivasi untuk mengganti sifat-sifat buruk yang jadi sebab manusia masuk neraka dan menggantinya dengan upaya menanamkan sifat-sifat mulia dalam dirinya. Takut adalah takut yang menjaga dari keburukan dan mengikat pada kebaikan. Upaya-upaya untuk meraih ketiga sifat ini tidak lepas dengan tertanamnya sifat-sifat mulia. Hati yang bersih adalah hati yang memiliki tiga ciri. Tetapi siapa yang takut kepada Alloh ia justru lari untuk mendekatinya.” d. hina dan rendah. Hati manusia tidak mungkin mengumpulkan dua sifat yang bertolak belakang. pada saat itu pula ia mencintai sifat-sifat mulia. di saat hati membenci sifat-sifat buruk. dan harapan. maka sejalan dengan itu mereka pun mencari keridoanNya. salah satunya. “Siapa yang takut terhadap sesuatu ia akan lari darinya. Penyebab hati menjadi kotor tidak lain adalah pemikiran dan perbuatan yang menyimpang dari Islam. Manusia diciptakan dari tanah. menjaga kesucian diri. Manusia diciptakan Allah dari tanah melalui proses kelahiran dari kedua orang tuanya. Tanah memiliki sifat-sifat istimewa yang banyak sekali disamping ada juga tanah yang berkarakter buruk. Manusia senang dengan suatu proses . Diantaranya tanah itu bersifat menghidupkan tumbuhan atas seizin Allah Swt. Jadi rasa takut kepada Allah itu sejalan dengan upaya taat kepada Allah Swt.

kemakamurannya. secara garis besar mereka adalah hina disebabkan oleh penolakannya terhadap dakwah Rasulullah SAW. hati nurani. Orang yang bertakwa itulah yang mulia. Bila manusia berusaha untuk takut kepada Allah dengan sungguh-sungguh maka ia akan mengikatkan dirinya dengan sifat-sifat mulia. Jika kita membuat daftar tentang sifat-sifat mulia maka jumlahnya akan sangat banyak sekali.pertumbuhan dan membenci suatu kemandegan. Rasa takut kepada Allah Swt mematrikan sifat-sifat mulia pada pemikiran dan tingkah laku. namun hendaknya umat Islam harus sadar bahwa segala sifat yang baik dan mulia pernah diberikan contoh dan teladannya oleh Rasulullah SAW dan para Sahabatnya lebih dari pada sifat-sifat yang dimiliki oleh orang-orang kafir. disamping tentu keburukannya. Manusia dibesarkan di tengah peradaban. dan menjadi pelindung diri dari sifat-sifat buruk dan hina. Sebagai contoh. sedangkan orang yang takut kepada Allah adalah orang yang sangat takut kepada azab neraka. adat. Sesungguhnya sifat-sifat mulia yang telah sampai pada puncak-puncaknya pada manusia pernah ditampilkan pada diri para Nabi sebelum Nabi terakhir. Dalam hal ini peradaban ikut serta menanamkan siat-sifat yang baik dan mulia pada manusia. Setiap peradaban memiliki keistimewaan. keyakinan yang menghujam ke dalam dada. Masing-masing dari ketiga hal tersebut memiliki sifat-sifat mulia. Baik tentang keberaniannya. agama yang ada pada suatu peradaban memiliki pengaruh yang besar pada jiwa manusia yang dengannya dalam diri mereka terbentuk karakter-karakter. Selanjutnya Allah menanamkan pula pada diri manusia berupa potensi akal. kelembutannya. . Sifat-sifat hina itu adalah menunjukkan pada jalan ke neraka. cita-cita kekuasaannya. para sahabatnya dan generasi penerusnya yang setia. hukum. bahkan boleh dikatakan jumlahnya sebanyak jumlah manusia. disamping juga sifatsiat buruk. kewibawaannya dan lain sebagainya. Nabi Muhammad SAW. Baik yang baik ataupun yang buruk. ketekunan dan kesabarannya. kedermawanannya. orang-orang musyrik Qiraisy jahiliah. Maka seseorang yang takut kepada Allah akan memiliki motivasi yang kuat untuk meraih sifat-sifat mulia. Semua manusia dengan segala kemuliaan dan keburukannya adalah sama dalam pandangan Allah Swt. sopan santunnya. yaitu ketakwaannya. disiplinnya. kecuali satu hal saja yang membedakannya. kekuatannya. Setiap orang adalah istimewa dan memiliki minimal satu keistimewaan yang tidak dimiliki oleh manusia manapun di muka bumi. moral. Semua itu merupakan pancaran dari ketakwaan yang ada pada dada mereka sebagai buah dari keimanan yang mendalam. dan emosi. Katakanlah satu jasad dan ruh manusia memililki satu kemuliaan yang tidak dimiliki oleh jasad lainnya. sejak dulu hingga sekarang dan masa yang akan datang. keindahannya. Apakah orang-orang yang tidak bertakwa sama sekali tidak memiliki sifat-sifat mulia? Orang-orang yang tidak bertakwa secara totalitas dan garis besarnya tidak memiliki kemuliaan. dan yang tidak bertakwa itulah orang yang hina. maka upaya apapun akan ditempuh dengan sekuat tenaga untuk menghindari sifat-sifat hina itu atau membuangnya dari dada. Boleh jadi orang-orang kafir memiliki beberapa sifat mulia yang menonjol. Namun dalam beberapa hal tentu saja punya. Norma. semangat heroiknya. Sebaliknya sifat-sifat mulia itu menunjukkan jalan ke surga. kemajuan pemikirannya. Tetapi mereka tentu saja memilliki beberapa sifat mulia yang tidak akan bertukar dengan sifat-sifat buruk yang juga ada pada mereka. dan didikan dari Allah Swt melalui Dinul Islam.

pabrik. Yang ada adalah kegelapan dan kesesatan. mudah untuk melakukan itu semua. Hati-hati pula apabila kita tidak pernah diuji oleh Allah Swt. Kekufuran hanya akan terobati oleh keimanan. Sesungguhnya kamu hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikuti peringatan dan yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah walaupun dia tidak melihatnya. Bagaimana manusia dapat meraih peningkatan keimanan setiap hari. Orang-orang yang hidup di lingkungan pesantren. Abu Uzair mengatakan orang yang takut kepada Allah akan merasa khawatir apabila ia terlempar jauh dari hidayahNya. alJamaah. dan melaksanakan shalat tahajud. sebab tanpa hidayah. Itulah dasar dari obat penyakit hati. membaca al-Quran dan berdzikir serta menahan setiap ajakan hawa nafsu dan godaan syaithan. Bagimana cara kita menambatkan hati dengan hidayah ? Caranya adalah: 1). e. Orang yang takut kepada Allah tentu saja rindu . Penyakit yang paling parah adalah kekufuran. maka tidak ada jalan menuju upaya menggapai RahmatNya. RahmatNya dan BerkahNya. Dengan mengobati penyakit hati Obat hati yang paling mujarab adalah iman. Sedangkan rasa takut yang diharapkan adalah yang bisa menahan dan mencegah supaya (hamba) tidak melenceng dari jalan kebenaran. (36:11) Orang yang dijauhkan dari hidayah Allah adalah orang yang sedang diarahkan menuju kemurkaan Allah dan kesesatan. menambatkan hati dengan Hidayah Takut kepada Allah adalah takut yang mendorong jiwa tertambat dengan hidayah dan senantiasa merasa khawatir kalau Allah menjauhkan dirinya dari hidayahNya. Orang yang dijauhkan dari hidayah Allah adalah orang yang sedang diarahkan menuju kemurkaan Allah dan kesesatan. setiap waktu? Caranya adalah dengan melaksanakan shalat. Dengan cara mengobati hati. Dan penguat obat itu adalah memiliki sifat Rabbaniyun. hendaklah kita menambatkan hati kita kepadanya. Sebaliknya terhadap petunjuk agama. Sifat Rabbaniyun adalah kegemaran untuk belajar dan mengajarkan Al-Quran dan As-Sunnah. Maka berilah mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia. Tetapi bagi orang-orang yang hidupnya di perkantoran. Untuk melakukan itu semua seseorang mesti membuat suatu kebiasaan. Karena pasangan yang paling cocok untuk manusia bagi hatinya adalah iman. ia mesti terlebih dahulu meninggalkannya dan mencari lingkungan yang tepat untuknya. pertanda hidup jauh dari kasih sayang Allah Swt dan tipisnya keimanan.Sifat mulia memiliki kaitan yang erat dengan amal sholeh atau kebaikan. Keduanya saling menguatkan dan melahirkan. bersilaturahmi dengan para ulama dan orang-orang sholeh. Karena apabila kita jauh dari petunjuk dan tidak pernah diuji. Apalagi apabila lingkungannya adalah lingkungan jahiliah dan kufur. dan seterusnya harus berjuang keras untuk sampai kepada sifat-sifat tersebut. Dan pengokohnya adalah melaksanakan shaum sunat. latihan. pengkondisian dan lingkungan yang menunjang. Hati-hatilah apabila kita jauh dari al-Quran dan as-Sunnah. maka hati telah siap dan sedang berada dalam hidayah Allah Swt.

kepada hati yang bersih dan terbebas dari berbagai penyakit. Empat ciri ini memiliki sifat yang sama yaitu mengekang diri dari perbuatan yang dapat mengudang kemurkaannya dan sifat-sifat buruk dan lecutan untuk mengikatkan diri dengan perbuatan baik dan sifat-sifat mulia. Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka. dan mengikatkan diri dengan kebaikan. dan sadar akan pengawasan dari Allah dalam setiap waktu. (4:18) Muhammad Ash-Shayim (2000. Manusia banyak yang berbuat durhaka kepada Tuhannya yang menyebabkan mereka dimurkai Allah dan dimasukkan ke neraka. Takut akan azab Allah baik di dunia ataupun di akhirat disamping melahirkan sifat wara’ atau hati-hati juga melahirkan suatu kemauan yang kuat untuk senantiasa bertaubat. taat ibadah berdasar ilmu. Tetapi sesungguhnya sekalipun manusia berbuat dosa dan menzhalimi dirinya sendiri. Berjuang keras untuk meningkatkan kualitas ibadah 4). ikhlas dan kehalalan. dilakukan dengan ikhlas dan dengan jasad yang kuat lagi halal. Menghukum diri apabila berbuat lalai 5). Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan siksa yang pedih. Dengan suatu metode yang disebut dengan taubat. muaqobah. takut akan azab Allah baik di dunia ataupun di akhirat. salah satunya yang amat terkenal adalah taubat itu dilakukan sebelum ajal tiba atau matahari terbit dari barat. Bertaubat dari Dosa Orang yang takut kepada Allah memiliki empat ciri utama: yakni sadar bahwa dirinya lemah di hadapan Allah inilah yang melahirkan sifat tawadlu. 3). muhasabah. sabar dan khusyu’. 2). Berapa . inilalah yang melahirkan sifat muhasabah. 20) mengatakan: taubat adalah suatu rahmat Allah yang diberikan kepada hambaNya dan merupakan pintu keselamatan bagi orang-orang yang berbuat maksiat agar terhindar dari kebinasaan. Memposisikan diri sebagai hamba yang taat Sesungguhnya perintah Allah itu berpusat pada Keimanan dan Ibadah. Seorang hamba yang taat adalah seorang yang beriman. (barulah) ia mengatakan : “Sesungguhnya saya bertaubat sekarang.” Dan tidak (pula diterima taubat) orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran. mereka masih berkesempatan untuk meraih karunia dan rido Allah Swt. Hati yang demikian itulah yang pantas untuk mendapatkan tambahan hidayah dari sisi Allah Swt. Kedua hal itu meminta syarat seperti ilmu. yakin bahwa Allah adalah tempat kembali inilah yang melahirkan sifat qonaah. inilah yang melahirkan sifat wara’ atau hati-hati. Taubat itu sendiri memiliki suatu metode. Berdoa kepada Allah untuk dijaga atas keimanannya f.

Berlari dari medan tempur 6). Tukang sihir 8). Penyesalan akan bermanfaat apabila dilakukan di dunia ini sebelum ajal datang. Manusia akan berdosa apabila meninggalkan kewajiban ibadah tersebut dan berpahala apabila melakukaannya dengan sungguh-sungguh. Alloh berfirman “kecuali orang-orang yang bertaubat. 1). Berbuat kerusakan di muka bumi 7). Obyek taubat kita adalah perbuatan dosa. Di negeri akhirat manusia tidak lagi memiliki beban untuk beribadah atau melakukan ketaatan kepadaNya sebagaimana yang diwajibkanNya selama manusia hidup di dunia. karangan Muhammad Ash-Shayim. Orang-orang yang berbuat dosa yang tidak sempat bertaubat akan bertaubat di akhirat kelak. Mengurangi timbangan . Dosa adalah konsep yang erat kaitannya dengan perbuatan yang mengundang kemurkaan Allah Swt. (25:70) Tubat itu berarti penyelasan atas apa telah terjadi di masa lampau lalu dan bertekad untuk tidak mengulanginya serta meninggalkan segala bentuk dosa. Dosa juga dihubungkan dengan perbuatan yang dicintai Allah Swt. Taubat adalah suatu penyesalan. Dalam paragraph-paragraf berikut ini akan dituliskan 19 perbuatan yang mengundang rasa penyesalan manusia di akhirat kelak yang saya rangkum dari buku 19 orang yang menyesal pada hari kiamat. Dan adalah Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Kekufuran 2). Hakikat taubat ialah kembali kepada kebenaran dan ketaatan kepada Allah. Seluruh perkara yang mendatangkan kemurkaan Allah berbuah dosa apabila dilakukan dan berpahala apabila dijauhi karena rasa ketaatan dan kecintaan kepadaNya. Namun taubat itu sama sekali tidak bermanfaat. Sebab di akhirat yang ada adalah perhitungan amal dan pembalasan atas amal perbuatan manusia. berdasar ilmu dan ikhlas. Menerima Sogok 5). Menyia-nyiakan shalat 4). Ada tiga hal yang seyogyanya kita lakukan berkaitan dengan apa yang akan diterangkan tersebut yaitu: mengetahui dan memahaminya. Durhaka kepada kedua orang tua 9). beriman dan mengerjakan amal saleh. maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. bertaubat atasnya apabila kita telah terlanjur melakukannya dan berhati-hati godaan syaithan yang bisa menjerumuskan kepada perbuatan-perbuatan tersebut.banyak orang-orang yang berdosa yang telah bertaubat dengan sebenar-benarnya taubat (taubat nashuha) mengalami hidup tentram dan digantikan kejahatan-kejahatan mereka oleh Allah dengan kebaikan-kebaikan. Mengkhianati janji 3). Perbuatan yang dicintai Allah adalah ibadahnya manusia kepadaNya sebagai suatu kewajibannya yang utama.

Menyakiti tetangga 13). Rabb semesta Alam.10). Dan Allah meliputi orang-orang yang kafir” (2:19). mereka menyumbat telinganya dengan anak jarinya.” (59:16) “Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang kafir.” Sesungguhnya Allah akan menyatakan apa yang kamu takuti itu. karena itu kita harus segera bertaubat kepada Allah atas segala kesalahan tersebut. karena sesungguhnya aku takut kepada Allah. guruh dan kilat. bahkan lebih sangat dari itu takutnya. maka ia berkata: “Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu. seperti takutnya kepada Allah. Suka Melaknat dan Mengumpat 19). Bakhil 16). (4:77) “Dan mereka (orang-orang munafik) bersumpah dengan (nama) Allah. “Setelah diwajibkan kepada mereka berperang. Riya’ 12). Dan Allah memberi rezki kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya tanpa batas. tiba-tiba sebahagian dari mereka (golongan munafik) takut kepada manusia (musuh). Penjudi 18). Menyekap pembantu dan merendahkan budak 14). akan tetapi mereka adalah orang-orang yang sangat takut (kepadamu). karena (mendengar suara) petir. bahwa sesungguhnya mereka termasuk golonganmu. maka tatkala manusia itu telah kafir.” (2:212) .” (9:64) “Akan Kami masukkan ke dalam hati orang-orang kafir rasa takut. Suka memfitnah 17). Menyakiti manusia 15). dan mereka memandang hina orang-orang yang beriman. Katakanlah kepada mereka: “Teruskanlah ejekan-ejekanmu (terhadap Allah dan rasul-Nya). disebabkan mereka mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah sendiri tidak menurunkan keterangan tentang itu. Padahal orang-orang yang bertakwa itu lebih mulia daripada mereka di hari kiamat. 8. Tempat kembali mereka ialah neraka.” (3:151) “(Orang munafik itu) atau seperti (orang-orang yang ditimpa) hujan lebat dari langit disertai gelap gulita. dan itulah seburuk-buruk tempat tinggal orang-orang yang zalim. padahal mereka bukanlah dari golonganmu.sebab takut akan mati[28]. Meratapi Kematian Itulah perbuatan-perbuatan yang sering dilakukan manusia yang mungkin kita pulalah pelakunya. Dendam dan dengki 11). RASA TAKUT PADA DIRI ORANG-ORANG KAFIR Alloh Swtr berfirman: “Orang-orang yang munafik itu takut akan diturunkan terhadap mereka sesuatu surat yang menerangkan apa yang tersembunyi dalam hati mereka.” (9:56) (Bujukan orang-orang munafik itu adalah) seperti (bujukan) shaitan ketika dia berkata kepada manusia: “Kafirlah kamu”.

Orang-orang kafir adalah contoh nyata manusia yang tidak memiliki rasa takut kepada Allah. Ketiga. Hendaknya bagi orang-orang mukmin. Akibatnya adalah mereka berada dalam keadaan terus menerus berbuat dosa. dan kalaupun mereka di dunia diberikan kehidupan yang berkecukupan dan kaya atas harta dan kesenangan. Sedangkan pada saat ia menggoda manusia. yakni kalau Allah menurunkan wahyu yang menerangkan tentang keadaan hati mereka yang penuh dengan penyakit. memandang indah perbuatan buruk mereka. Demikian pula syaithan. seakan-akan dia tidak memiliki rasa takut itu. namun itu tidak menolongnya. merasa tidak memiliki dosa. karena tidak memiliki rasa takut kepada Allah. Sementara apapun yang mereka perjuangkan. Orang kafir tidak menyadari akan kelemahan diri mereka sebagai makhluk. Mereka bergelimang dalam kesesatan. kehidupan yang sempit. Terkait dosa-dosa mereka banyak hal berkonsekuensi atas orang-orang kafir itu. sombong dan dengki. memandang rendah iman. tanpa suatu balasan berupa kebaikan dari sisi Allah. Pengaruh dari ketiadaan rasa takut kepada Allah yang muncul dari sebab-sebab tadi adalah mendustakan Allah. mereka lebih memilih kekayaan dunia dari pada menyampaikan isi taurat dan injil yang benar. memusuhi orang yang seharusnya dijadikan teman (Nabi) dan berteman dengan yang seharusnya dijadikan musuh (syaithan). mereka usahakan dan mereka berkorban atasnya akan sia-sia belaka. bertambah-tambah dosa. Orang munafik juga memiliki rasa takut kepada Allah. karena tidak memiliki rasa takut kepada Allah. Di antara ahli kitab. Keempat. karena memperturutkan hawa nafsu dan bisikan syaithan dan mengikuti warisan orang tuanya yang tidak memiliki rasa takut pada Allah. orang-orang kafir dengan segenap perbuatan dosanya akan mendapatkan balasan yang telah pasti. setiap orang telah mendapatkan dakwah Islam. dia memberitahukannya kepada manusia ketika manusia telah berhasil disesatkannya. Akibat dari sifat-sifat diatas adalah tidak mampu melihat peringatan dan pelajaran dari Tuhan mereka. Mereka melupakan jika perbuatan maksiat mereka akan berujung di neraka kelak. dosa mereka bisa saja dihapus kalau mereka bertaubat. Kedua. syaithan memiliki rasa takut kepada Allah. tentu mereka akan mengalami azab (lihat 8:38). memandang sepele pada dosa dan tidak bertaubat atas perbuatan dosanya. kenyataan yang melingkupi orang-orang kafir yang penjelasannya telah dimuat dalam al-Quran dan Sunnah RasulNya menjadi bahan pelajaran dan peringatan yang terbaik. dendam dan kekikiran. Orang yang kafir. keras terhadap orang-orang mukmin. tidak memperhatikan negeri akhirat. menjadi teman syaithan di neraka. itu justru supaya betambah-tambah dosanya (lihat 3:178). dan orang kafir merupakan golongan . Penyebab utama orang-orang kafir tidak memiliki rasa takut kepada Allah adalah karena mereka tidak mengenal Allah dengan sebenarnya. kemaksiatan yang menyebabkan mereka terhalang dari ketaatan. sebab waktu itu tidak ada lagi kesempatan untuk meminta pertolongan kepada Allah Swt. hidayah dan kenikmatan serta keindahan hidup. bergelimang dalam kesesatan. diganjar dengan neraka. Itulah liciknya iblis. Akhirnya mereka tidak memiliki apapun untuk kehidupannya di akhirat melainkan amalan buruk dan neraka yang menantinya. Pertama. diliputi perasaan dendam. Orang-orang kafir merasakan suatu ketakutan kepada Allah hanya ketika azab atau siksa Allah sudah ada di hadapan matanya. Mereka tidak berfikir kalau penolakan mereka atas dakwah Islam merupakan suatu kerugian yang besar. tetapi jika tetap membangkang dan menebarkan fitnah di tengah-tengah umat Islam. karena ditipu oleh kehidupan dunia. tidak ada ampunan bagi orang kafir yang berbuat kezhaliman dan mereka semakin mudah saja melakukan kezhaliman yang semakin mendekatkan diri mereka ke neraka (lihat 4:168).

Karena itu ketika ia mengajak orang untuk durhaka kepada Allah. Berbagai upaya mereka lakukan untuk membendung dakwah Islam. yaitu melanggar perjanjian Allah sesudah perjanjian itu teguh. dan laknat dari sisi Allah Swt. Akibat dari ucapan itu ialah dosanya bertambah-tambah. Kesimpulannya: akibat tiadanya rasa takut kepada Allah. yakni siksa dan azabNya. orang kafir larut dalam dosa dan mereka akan menemui akibat dari perbuatan dosa mereka. Orang-orang kafir itu tidak takut kepada Allah seperti yang kita definisikan. karena itu mereka takut bila Islam dan umatnya menjadi besar dan kuat.manusia yang menolaknya. Azab hanya diturunkan kepada kaum yang kepada mereka diturunkan wahyu (lihat 26:208). karena tiadanya rasa takut kepada Allah. yaitu: azabNya baik di dunia maupun di akhirat. . Ketiga. Orang-orang kafir pada dasarnya adalah orang-orang yang berdosa kepada Tuhannya. siksa. orang kafir lebih senang dengan kebatilan dan mereka akan terus membelanya dengan berbagai cara termasuk menyerang kebenaran yang datang dari sisi Allah. dan karena perbuatan zhalim mereka berupa perbuatan syirik (lihat 3:151). Maka mereka rela membeli hidayah dengan kesesatan (lihat 2:16). lahir pula beberapa resultan akibat dari ketiadaaan rasa takut kepada Allah. Itulah sebabnya orang-orang kafir itu adalah musuh Islam dan umatnya. (lihat 29:13). dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah untuk menghubungkannya dan membuat kerusakan di muka bumi (lihat 2:27). Mereka senang dengan kebatilan. mereka mempergunakan logika untuk membenarkan tindakannya dalam menyalahi aturan Allah sehingga mereka dibantu syaithan untuk melihat kesalahan mereka sebagai sesuatu yang patut. Allah sendiri menancapkan rasa takut ke dalam hati orang-orang kafir (lihat 8:12) atas kebesaran Islam (lihat: 5:3) dan kekuatan kaum mukminin (lihat 8:60). Kesimpulannya: akibat dari tiadanya rasa takut kepada Allah. Ucapan itu tentu saja dusta belaka. takut miskin karena itu mereka amat kikir dan pendengki. Jadilah orang-orang kafir itu adalah musuh bagi kaum muslimin yang berada di dalam kebenaran (lihat 4:101). (lihat 29:12). Rabb semesta Alam. seraya memandang agung atas kebatilan dan neraka dan mengagungkah nafsu dan syaithan. Maka itulah alasan azab ditimpakan pada mereka. maka mereka takut mati. sebab hakikatnya ia tidak memiliki kekuatan untuk menahan akibat dari dosa itu. Orang kafir merasa dan meyakini bahwa dosa itu tidak ada. mereka memandang rendah iman dan memandang tinggi kekafiran (lihat 2:108). maka tatkala manusia itu telah kafir. Terkait dengan kesesatan mereka. Kedua. dengan mengatakan bahwa ia berani menanggung dosa orang yang diajaknya. akibatnya mereka terjebak untuk memilih perbuatan-perbuatan yang justru membuat harkat dan derajat mereka terjatuh ke lembah kehinaan (lihat 23:62-64).” (59:16). karena sesungguhnya aku takut kepada Allah. mereka senang dengan perbuatan fasik. itu artinya mereka memandang rendah kebenaran dan surga: mereka tidak menghargai Allah. Pertama. yakni dosanya ditambah dosa orang yang diajaknya kedalam kesesatan. mengintimidasi umat Islam dan menebarkan fitnah atas Islam kepada segenap manusia. maka ia berkata: “Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu. Perasaan takut muncul pada mereka saat melihat azab dari Allah itu turun. Keempat. itu akibat dari nafsu dan kesombongan mereka (lihat 45:32). mereka tidak melihat bahwa kewajiban yang dibebankan pada manusia dari sisi Allah adalah sesuai dengan kadar kemampuan manusia itu sendiri dan untuk kemuliaan manusia itu sendiri. tetapi mereka memiliki rasa takut. “(Bujukan orang-orang munafik itu adalah) seperti (bujukan) shaitan ketika dia berkata kepada manusia: “Kafirlah kamu”. Orang-orang kafir memiliki perasaan sangat cinta atas kehidupan dunia. artinya orang-orang yang pasti akan ditimpa azab. benar dan terpuji (lihat:9:37).

bahwasanya Allah bersama orang-orang yang bertakwa. dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu. Tempat mereka adalah jahannam dan itu adalah seburuk-buruknya tempat kembali. Dan modal keberanian untuk berperang melawan orang kafir adalah rasa takut kepada Allah. Hai Nabi. dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut. karena sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah. Untuk selanjutnya dijadikan timbangan keadilan untuk dibalas dengan surga atau neraka. dan ketahuilah. Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah. jangan sampai dirinya melakukan suatu pelanggaran atau kelalaian. Kita diciptakan. Allah akan memberikan catatan atas seluruh perbuatan manusia yang akan menjadi saksi nanti di negeri akhirat. Allah yang senantiasa memperhatikan seluruh gerak-geriknya adalah Dia yang telah menetapkan azab bagi hamba-hambaNya yang durhaka. Allah senantias mengawasi dan mencatat apa saja yang dilakukakannya. agar supaya mereka berhenti. a. Tidak ada suatu waktu dan tempat bagi manusia untuk bersembunyi dari pandangan Allah. karena sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang (yang tidak dapat dipegang) janjinya. sedangkan Allah adalah Pencipta kita. Sesungguhnya kesadaran ini cukup sebagai alasan mengapa kita harus takut kepada Allah. Maka pengaruh dari rasa takut itu adalah sikap berhati-hati dalam seluruh waktu dan tempat serta keadaan. dan mereka mencerca agamamu.Oleh karena itu kekafiran harus diperangi. Sehingga ia pun nantinya boleh berharap bahwa Allah akan membalasnya dengan kebaikan dan menolongnya dari setiap kesulitan yang akan dihadapinya di dunia maupun di akhirat. 99:12) Hai orang-orang yang beriman. sebab itu perangilah kawan-kawan syaitan itu. (66:9) 9. Inilah pengaruh dari rasa takut kepada Allah. Orang yang merasa takut kepada Allah tidak mudah tergoda untuk melakukan kemaksiatan dan keharaman karena ia tahu. Orang-orang yang takut kepada Allah akan bersungguh-sungguh menjadikan setiap waktu dan tempatnya untuk melakukan kebaikan-kebaikan dan berusaha sekeras mungkin untuk menjauhi perkara-perkara yang melanggar laranganNya. maka perangilah pemimpin-pemimpin orang-orang kafir itu. (9:123). ALASAN TAKUT KEPADA ALLAH Takut adalah kesadaran bahwa diri kita lemah di hadapan Allah. sedangkan Dia Maha Kuat dan Kuasa atas diri kita. (4:76) Jika mereka merusak sumpah (janji)nya sesudah mereka berjanji. perangilah orang-orang kafir dan orang-orang munafik dan bersikap keraslah terhadap mereka. Allah Maha teliti atas setiap perbuatan manusia Takut kepada Allah adalah takut berkenaan karena Dia Maha teliti atas setiap perbuatan manusia dan senantiasa mengawasi setiap langkah-langkahnya. perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu. Harapan .

maka takutlah kepada-Nya” (2:235) b. Takut kita kepada Allah dibangkitkan bukan dengan cara menjauhiNya sebab tidak ada lagi tempat berlindung dari pengamatanNya. “Dan ketahuilah bahwasanya Allah mengetahui apa yang ada dalam hatimu.ketimbang kepada makhlukNya.manusia. Betapa besar kekuasaan Allah atas dunia dan pada diri manusia maka seyogyanya manusia berserah diri dan pasrah kepadaNya melalui ketundukkan kita kepada agamaNya sepenuh kesadaran diri dan tidak banyak membantah terhadapNya. . jin. memelihara dan mengendalikannya. memohon perlindunganNya melalui ibadah dan taqorub serta doa dan ikhtiar. dan sadar akan hakikat keberadaan mereka di dunia. etnis yang dihancurkan itu bukanlah golongan manusia yang bodoh secara teknologi dan sains serta peradaban. termasuk pada diri manusia berada dalam genggamanNya dan KekuasaanNya. umat. ternyata secanggih apapun hasil pemikiran dan peradaban mereka tak mampu menahannya. Bukti dan dalil tentang adanya azab Allah itu dapat kita baca dalam Al-Quran dan pada negerinegeri yang diazab Allah. atau rumah yang kita bernaung di dalamnya hancur. sebab Dialah yang menciptakan. ketika ditimpakan pada mereka. Amcaman Allah erupa azab. Tetapi mereka yang cerdas-cerdas itu tidak lagi membuka hatinya dan akal pikiranya utuk memahami dan menerima wahyu dan kedatangan para nabi. Kekuatan yang mereka miliki itu bahkan asalnya dari sisi Allah Swt. Apapun yang sedang berlangsung di alam semesta ini. kehendak.ini cukup beralasan. Tidak ada satu pun kekuatan di muka bumi atau di langit juga di alam ghaib yang dapat mematahkan kekuatan. ketetapanNya yang harus dipenuhi oleh kedua makhluk itu. berkarakter modern pada zamannya. tanah yang kita injak. Karena itu Allah Swt adalah Zat yang sepantasnya manusia takut hanya kepadaNya.bukan bangsa yang terbelakang dalam cara hidup dan berpikirnya. Sekuat apapun kekuatan yang dimiliki ala semesta. Mereka adalah bangsa-bangsa yang berfikir maju. tak akan cukup untukmenyamai atau mengalahkan kekuatan Allah SWT. Tetapi seharusnya kita mendekat kepadaNya. Jika Allah berkehendak diri kita. Allah telah menetapkan azab dunia bagi mereka yang terus menerus bergelimang dalam kesesatan. bangsa. c. dan malaikat. sebab orang yang beriman melakukan amalan kebaikan adalah karena mengharap RahmatNya dan meninggalkan keburukan karena mengharap ampunanNya. ketetapan dan hukum Allah Swt. Mereka tertutup dengan kesombomgan dan kedzaliman (27:24). Allah telah menetapkan adanya Azab dan Neraka Allah SWT telah menetapkan pula azab dan neraka untuk manusia dan jin ketika kedua makhluk itu tidak mengindahkan aturan. Allah adalah Dzat yang Maha Kuasa Allah Swt adalah Zat yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. maka akan hancurlah jadinya. Ketika seruan iman telah sampai pada mereka dan bagi mereka ada azab neraka pula di akhirat. Pada garis besarnya.

Allah telah memberikan wahyu. Manusia tidak cukup kuat dengan akal dan buminya Manusia mestinya merasa takut jika hidupnya di dunia tidak bahagia. dan karunia. Manusia hendaknya mulai menyadari bahwa kecerdasan akal yang melahirkan sains dan teknologi serta pemikiran. berteknologi dan mengembangkan sains. Bila Allah hendak mengazab suatu negeri. Jasadnya kian lama kian tua. lemah dan akhirnya mati. Kita tak punya kekuatan apa-apa karena itu mestilah kita takut kepada Allah Swt atas kekuasaanNya. Takutlah kepada Allah. merasa kuat dan memandang rendah pada kebenaran wahyu. jangan sampai akal dan karunia kita rengkuh. wahyu. Di sinilah kita harus berhati-hati dari sikap sombong dan zhalim. mengerti. Memiliki tetapi selalu dirundung rasa khawatir. dan untuk itu mereka telah diberi akal dan waktu untuk memikirkan wahyu tersebut. kita campakkan. Tetapi mengapa aturanNya tidak kita laksanakan? Padahal aturan Allah itu sendiri untuk kebaikan dan kemudahan hidup manusia sendiri. Wahyu. tak akan dapat melindungi diri dari azabNya. Tapi di dalam waktu yang sama juga sombong. Keadaan-keadaan semacam ini seyogyanya menyadarkan kita akan kebesaran Allah. d. Namun mereka menolaknya.Oleh karena itu. sedangkan wahyu. Apakah artinya kota yang gemerlap. kita yang hidup di zaman teknologi serba maju sepesat sekarang ini. Karena keduanya jadi sebab kita menolak dan terhalang dari wahyu. dan putus asa. belajar. Yang dapat melindungi diri dari azabNya adalah RahmatNya. Sedangkan dari wahyu ia terhalang. Padahal manusia tak memiliki kehebatan apa-apa sekalipun atas jasadnya sendiri. kesenangan nafsu dan syahwat serta perut dan kendaraan yang terpenuhi. juga bumi yang indah lengkap dan sempurna ini. maka diberilah bangsa itu kemampuan berfikir yang maju sehingga dapat mengelola dunia sehingga makmur. dan karunia telah sampai kepada kita. takut. akal. tak cukup sudah untuk mengantarkan kepada kebahagiaan dan kemuliaan sejati. umat. gelisah. ikuti wahyunya. diri telah diberi tiga hal: akal. Semakin banyak karunia Allah yang dapat kita nikmati di situ pula akal memahami akan kebesaran Allah yang Maha Pencipta. namun hati gersang dan selalu gelisah akibat dari ketiadaan iman dan kehampaan dari bimbingan wahyu. . e. Dan di akhirat masuk neraka. akal dan dunia pada manusia Allah Swt tidak akan menurukan azabNya kecuali apabila suatu bangsa. Allah Swt telah memberi kita sehingga dapat berfikir. lalu disampaikanlah kepada mereka wahyu agar mereka tunduk dan bersyukur. maka disaat itulah azab turun. Sikap seperti ini telah lama berkembang di setiap zaman kehidupan manusia. Bukankah suatu hal yang sia-sia memiliki tapi tak menikmati. Dan bangsa kita berada pada urutan yang mengikutinya.

Sesungguhnya wahyu turun untuk menyempurnakan karunia Allah pada manusia setelah manusia diberinya akal dan alam. Jika selama ini. Jika tidak. hanya karena seorang yang berdosa seorang raja. Bangsa ‘Aad. kaya. Ancaman Allah ini berlaku untuk bangsa apa pun. JanjiNya. yakni oleh Islam . Tsamud dan Madyan. Begitu pula jangan mengira bangsa kita pun dapat lepas dari azab Allah. Mengapa? Sebab manusia terkait dengan dua kenyataan yang tak dapat dipuaskan oleh akal dan alam. ancamanNya dan sifat-sifatNya yang memaksa yang tak dapat ditahan oleh manusia di mana pun dan siapapun. Dan janji Alloh itu pasti. Azab Batiniah telah turun di sepanjang masa Allah senantiasa menurunkan rahmat bagi orang-orang yang mengikuti hidayahNya. Manusia lebih patut merasa takut oleh keadaan-keadaan yang membuatnya terperosok dalam kehampaan dan ketidakjelasan arti dan tujuan hidupnya. Oleh karena itu dalam hidup. Manusia akan senantiasa dikepung oleh berbagai keanehan dan keganjilan. . Allah akan tetap mengazab manusia yang menempuh jalan sesat. Manusia itu anehnya menginginkan rahmat tetapi senang menempuh kesesatan. dia menurunkan Rahmat-Nya. dapat melepaskan diri dari azab Allah. akibatnya dan kenyataannya . Dan siapa yang tunduk pada-Nya. hanya karena jumlah umat Islamnya banyak. Dan tidak ada tempat bagi manusia untuk mencari aman jika azabNya telah turun. Qorun. yang telah lama menempuh jalan kesesatan dan banyak berbuat zhalim kepada umat Islam. Dua kenyataan ini hanya dapat terpenuhi kebutuhannya oleh wahyu . maka penyakit-penyakit batiniah akan terus merenggut hidup manusia. tapi justru kepayahan kelelahan dan ketidak menentuan hidup. Kesengsaraan jiwa yang terus menerus . Janganlah mengira bahwa bangsa Amerika misalnya. Dan pula senantiasa menurunkan azab kepada orang-orang yang memilih kesesatan. Janji Allah adalah pasti dan tiada perubahan Alloh swt telah membuat bukti atas ketetapan yang telah dibuatNya dan diberitahukan kepada manusia. jika mereka tidak mau bertaubat. bukanlah kesenangan yang mereka dapat. dia menurunkan azabNya. Alloh tidak akan mengubah ancamanNya. kita mengira bahwa azab belum turun mungkin itulah alat untuk menimpakan azabNya yang terberat.KekuatanNya. Alloh tidak akan merubah janji-Nya itu . g. bahwa siapa yang merasa cukup dengan akal dan alam semata dengan tujuan untuk menempuh jalan yang sehat . Dan kenyataan bahwa dia dibentuk untuk beribadah kepada Allah. Lepasnya azab Allah dari suatu kaum bukan karena jumlah tapi karena kualitas keimanannya dan ketaatannya kepada wahyu. rupawan dan banyak amal sosialnya. Ketika manuia merasa cukup hanya dengan akal dan alam untuk menikmati hidupnya di dunia. manusia harus taat pada wahyu. sebagaiman Dia telah mencazab Firaun. f. cerdas. Jadilah mereka ditimpa azab dari sisiNya berupa azab batiniyah. di mana pun dan kapan pun.

menipu pada diri kita. Dan bahwa apapun selain Allah yang hendak kita jadikan sebagai pelindung. Begitu pun pikiran orang lain terhadap diri kita yang pernah kita zhalimi. Umat-umat yang kuat dahulu pun hancur binasa . Dan itu artinya mereka telah memperosokkan diri kepada golongan sesat yang pantas mendapat azabNya. dia diberi hukuman dengan seadil-adilnya dan seberat-beratnya. Dan Allah Sang Khalik yang Maha Adil itu akan menghukum mereka dan juga kita atas segala dosa dan kecurangan. aniaya. kita fitnah. Takut kepada Allah Sang Raja di Hari Kiamat hendaknya menyelusup ke dalam jiwa kita. i. selain kepada Allah sendiri melalui sikap taat kita kepadaNya. Manusia bagaiamana pun keadaannya sekarang. permusuhan. jahat. Kita tidak dapat berlindung kepada apapun dari azab Allah. berdusta. tidaklah patut dijadikan alasan untuk membenarkan tindakan tersebut. curang.h. hendaklah perkara itu menjadi bahan renungan bagi kita supaya kita takut kepada Allah. kejahatan. Dan implementasinya kita harus mengurangi dendam. j. Azab Allah turun itu karena manusia memilih selain Allah sebagai tandingan dalam keyakinan. dan kita curangi. Al-Hakiim yang Maha Adil. Jika tidak maka kita bergantung kepada ketiadaan. Dan kedatangan hari kiamat itu ialah sebagai tempat di mana amal diperhitungkan dan dibalas dengan seadil-adilnya. Janganlah kita merasa ragu akan kenyataan bahwa Allah merupakan tempat berlindung. yang akan mengadili seluruh manusia atas segala amal perbuatannya yang telah mereka buat selama di dunia. maksiat. kedudukannya amat lemah dan tidak memiliki apapun untuk memberikan perlindungan sekalipun banyak manusia bersikap aneh dan tidak wajar. fujur dan siat membangkang. Selama di dunia kita selalu menghendaki agar orang lain yang pernah berbuat zhalim. sandaran. Bertambahnya usia berarti dunia semakin menjauhi dan akhirat semakin mendekat. kita khianati. Alasan ini mestinya menjadi kekuatan kesadaran bagi kita untuk tidak mencari tempat berlindung selain Allah Swt. Tidak ada tempat bergantung dan berlindung selain Allah Kepada siapakah manusia meminta perlindungan jika Allah telah menetapkan siksa baginya? Tidak ada tempat meminta perlindungan dari siksa Allah Swt. pengabdian dan tujuan sehinga mengakibatkan mereka tidak mau menerima kebenaran dari sisi Allah Swt. Manusia akan memasuki negeri akhirat Allah adalah raja di hari kiamat. Dan itulah sebabnya mengapa kita mesti menggantungkan seluruh urusan hidup kita kepadaNya. kesalahan. dosa. yakni menjadikan selain Allah sebagai perlindungannya. mereka yang masih hidup sedang bergerak menuju hari kiamat.

“Dan apabila Allah menghendaki kebenaran terhadap suatu kaum. Akhlak yang baik tidak akan sempurna tanpa diawali oleh upaya menghilankan akhlak yang buruk.Mengapa kita harus takut kepada Allah Swt? Karena kita ini amatlah lemah untuk mengadakan suatu makar terhadapNya. Padahal mereka adalah umat yang amat kuat. mestinya kita lebih takut lagi pada Allah Swt. Kita mengetahui bahwa akhlak yang buruk pada dasarnya adalah akhlak yang tidak dibenarkan oleh wahyu.” (QS 13:14) “Dan orang-orang kafir senantiasa ditimpa bencana disebabkan perbuatan mereka sendiri. Apakah mau azab atau rahmat. Memang Allah yang membuat ketetapan azab itu. Sesungguhnya suatu kesempurnaan terjadi setelah terlebih dahulu dihilangkan darinya kekurangan. dan azab akhirat pasti lebih keras.” (Qs 13:31) “Mereka mendapatkan siksaan dalam kehidupan dunia. maka tidak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada perlindungan bagi mereka selain Dia. Bahwa rahmatlah yang turun pada mereka ketika mereka taat kepadaNya. dan peradabannya. . imannya tipis.” (QS 13:11) “Berhala-berhala yang mereka sembah selain Allah tidak dapat mengabulkan apapun bagi mereka. berdaya. Apapun yang kita usahakan untuk melawan ketetapan Allah. pemikiran. sama sekali tidak akan mampu mengatasiNya. Seandainya umat-umat terdahulu itu mau mengikuti dahwah para Nabi dan membelanya dengan segenap kemampuan yang ada tentu mereka pun akan terhindar dari azabNya yang keras. Manusia hanya tinggal melaksanakan dengan kemampuan dan kemauan yang ada. Apakah bagi kita yang lemah ini. cerdas fikirannya. Jadi peluang untuk mendapat rahmat dan terhindar dari azabNya terbuka lebar dan begitu pula jalan-jalannya telah disediakan. Seseorang tidak akan meninggalkan akhlak yang buruk selama akalnya lemah. Ketika seseorang telah tertanam di dadanya rasa takut kepada Allah maka itu karena dalam dirinya telah bekerja akal yang cerdas. Umat-umat terdahulu yang kuat-kuat itu hancur bukan karena dizhalimi oleh Allah Swt. Berapa banyak umat terdahulu yang tampil menjadi penentang para Nabi untuk menolak wahyu dan menolak mengabdi. lebih lemah dari mereka. Tetapi akibat dari perbuatan mereka. akhirnya terkalahkan. MANFAAT TAKUT KEPADA ALLAH Manfaat takut kepada Allah Swt pada intinya adalah mencegah diri kita dari melakukan perbuatan fujur dan terdorong untuk melakukan ketaatan yang sempurna kepada-Nya a.” (13:34) 10. Kaum muslimin hendaklah menjadi contoh bagi manusia dalam pembelaannya pada kebenaran dan menunjukkan ketinggian ajaran Islam lewat perilaku. tidak disukai oleh akal dan tidak disetujui oleh adat. dan pergaulannya buruk. dan maju teknologinya tetap saja mereka hancur binasa. Menguatkan akhlak yang mulia Takut kepada Allah Swt akan menguatkan akhlak yang baik melalui dihindarinya akhlak-akhlak yang buruk dan rendah. Tetapi manusia boleh memilih. keburukan dan cacat.

Sebab cara tersebut merupakan upaya untuk menghindari azabNya. Ia akan berusaha mengisi hari-harinya dengan melakukan berbagaia kebaikan dan ketakwaan sehingga ia terhindar dari azab yang pedih. telah menempatkan urusannya secara adil. dan tidak berpengaruh. Mereka seharusnya tidak menjadi penakut hanya karena kekuatan orang kafir itu lebih besar dari mereka. dan matang pengalamannya dalam memahami liku-liku kehidupan. Takut kepada Allah merupakan kekuatan untuk menghentikan perbuatan buruk dan menggantinya denga perbuatan yang baik. tidak patut ditakuti. di tangan siappun. Allah patut manusia takut padaNya. Dia mengendalikan apapun yang ada di negeri mananpun. pergaulan yang matang dengan orang-orang sholeh. Karena Dialah pemilik kekuatan yang tidak terkalahkan dan telah menetapkan azab bagi yang mendustakanNya. Tak sepatutnya orang Islam takut kepada orang kafir. Tidak gentar menghadapi serangan musuh Orang takut kepada Allah. maka ia akan berusaha beralih dari keadaan sesat dan pantas dimurkai kepada sifat-sifat tunduk dan mengikuti jalan-jalan yang lurus. ialah dengan menanamkan rasa takut kepadaNya. . kesalahan. Azab Allah Swt bisa tidak terjadi pada seseorang yang berbuat dosa. Dengan cara itu terdapat harapan dihapusnya dosa akibat perbuatan buruk di masa lalu. apabila ia bersegera bertaubat dan menggantinya dengan amalan bajik. demikian pula halnya orang-orang mukmin tak perlu merasa takut dan gentar oleh kekuatan yang dimiliki orang-orang kafir. Adapun selain Allah. Dialah yang menguasai segenap yang ada di bumi dan di langit. Di saat itulah ia mulai akhlak-akhlak buruk. maka akhlak yang baik akan menguat.iman yang kuat. Seyogyanya kaum muslimin memiliki mental berani dalam menegakkan kebenaran. dan menolak propaganda yang diserukan orang-orang kafir dalam kejahatan. Dan bagaimana mekanisme seseorang mau bertaubat. sebab ia takut akan akibatnya yang buruk. Dengan takut kepada Allah. Akhlak yang buruk selama masih bersanding dan bercampur dengan akhlak yangbaik. akan mendorong seseorang melakukan kebaikan untuk menutupi berbagai kekurangan. b. maka akhlak yang baik itu menjadi samar. Bila seseorang menyadari bahwa azab Allah akan menimpa orang-orang yang dimurkaiNya dan menempuh jalan yang sesat. dan kelalaian yang telah lalu. rasa takut kepada Allah. c. Takut kepada Allah harus ditanamkan sebagai pendekatan agar manusia tunduk kepada aturanNya. Menggiatkan amal kebaikan Sejalan dengan dengan menguatnya akhlak yang baik. maka seseorang akan menghindari akhlak yang buruk. Dengan upaya yang membersihkan akhlak yang buruk. terkotori. Memang sepatutnya manusia takut hanya kepada Allah.

Maka tak layak ditakuti. Sebab ia memandang agama adalah penghalang dari kemajuan dan kesenangan dunia. Maka tidak ada kehendak lagi untuk membangkang padaNya ketika rasa takut telah menyelusup ke dalam jiwa. maka selain Allah tak patut ditakutinya. karena kekuasaan dan ketetapan azabNya. Dan ketika ia telah terjebak oleh kesenangan dunia. seiring dengan rasa takut kepada Allah. bisa menjadi berubah menjadi negeri yang lebih baik. Dan akhirat yang berat. ia akan menghalang-halangi manusia dari agama. Sebab bagi manusia dan segenap makhluk. Senantiasa waspada dari kelalaian dan kesenangan dunia Lalai terhadap urusan akhirat dan senang dengan urusan duniawi merupakan keadaan terparah dari penyakit jiwa manusia. ia takut kalau dunia memenjarakannya dan takut jika akhirat menjadi masa suramnya. Ketika di dalam lubuk hati seseorang telah tertanam rasa takut kepada Allah Swt. Dan dia akan senantiasa bersungguh-sungguh menjauhi laranganNya dan menunaikan perintahperintahNya dengan penuh rasa khusyu’ dan penjagaan. maka hal itu tidak akan terjadi sifat lalai terhadap akhirat. maka pada saat yang sama. Dan untuk itu ia harus mendekatiNya dengan cara taat. dan dengan rasa takut kepada Allah. maka semakin ia mengokohkan ketaatan. kecintaan. Takut kepada Allah Swt menggambarkan makrifat kita atas besarnya dan dahsyatnya siksa Allah atas hambaNya yang durhaka. termasuk betapapun kuatnya kafir. Allah lah yang mesti kita takuti atas KemahakuasaanNya. hatinya mudah bergetar. yakni mengabdi kepada Allah dan menjalankan syariat agama. dan harapan kepadaNya untuk beroleh perlindungan dariNya dari azabNya dan dari segala hal yang dapat menyeretnya kepada azabNya. air matanya mudah terurai. Tetapi jika hati telah benar-benar merasa takut kepada Allah semata. Dia akan memfokuskan hidupnya hanya untuk dunia semata. yaitu dengan meminta perlindungan dariNya. ia pun akan mendekat kepadaNya. Pada gilirannya takut kepada Allah itu menjaga diri kita dari terperosok pada kelalaian. d. membuat kita bersandar padaNya. Sebab dunia yang indah. Tidak akan terjadi sikap cinta pada dunia. Mengokohkan ketaatan. tidak ada tempat untuk berlindung diri dari azabNya selain Allah itu sendiri. dia akan segera akan bersujud dan menangis ketika ayat-ayat Allah dibacakan. cinta. cinta. Manusia hanya dapat menempuh satu jalan untuk melindungi dirinya dari azab Allah. Semakin besar rasa takut manusia kepada Tuhannya.Memang orang-orang kafir memiliki kekuatan yang besar untuk mengalahkan dan menyerang kaum muslimin di negeri manapun. bisa berubah menjadi siksa. Untuk itulah maka ia akan senantiasa banyak mengingat dan berorientasi hidup pada akhirat dan tidak menjadikan dunia sebagai tumpuan rasa cinta dan kerinduannya. Orang yang lalai terhadap urusan akhirat akan melupakan tugasnya yang utama saat ini. dan berharap hanya kepadaNya semata. . e. Seseorang yang benar-benar takut kepada Allah. dan harapan pada-Nya Ketika manusia takut kepada Allah.

Dan tidak ada yang dapat memalingkan diri kita dari itu kecuali kesenangan terhadap perhiasan dunia. Takut kepada Allah Swt akan memancarkan suatu tindakan yang mengokohkan ketaatan dan tindakan mengingatkan manusia. maka itulah saat-saat iman semakin tipis dan saat-saat pahala dari amal kebaikan menjadi terhapus. kesenangan syahwat dan nafsu. Kejahatan akan berkurang dan kehidupan agama akan bergairah jika kita banyak yang tampil sebagai penegak dan pembela kebenaran dan pemberantas kezhaliman dan kebatilan. Takut kehilangan iman dan pahala amalannya Ketika manusia terpaku oleh perhiasan dunia dan jatuh cinta kepadanya seraya memenuhi panggilan syahwat yang lepas dari bimbingan agama. Jika keadaannya terbalik. Sebab ia tahu dua keadaan itu adalah sebab turunnya siksa pada suatu kaum. merupakan sebab utama turunnya azab Allahg Swt. diawasi. Dan itu berarti suatu proses lain menuju datangnya kemurkaan dan siksaan. Takut kepada Allah artinya khawatir kalau diri kita mendapat kemurkaan dariNya. syahwat dan nafsu tidak dihindari tetapi dikendalikan. dan nafsu dalam koridor iman dan tetap dapat memetik pahala dan memilikinya dan mengaturnya. syahwat dan nafsu itulah yang harus tunduk kepada hal yang sejalan dengan konsep takut kepada Allah. g. Ketika itu. . Seseorang yang takut kepada Allah tentu akan senantiasa tampil sebagai seorang dai yang selalu mengajak manusia kepada kebenaran dan melarang mereka berbuat keji. f. Bagaimana kita akan merasa aman dari siksaNya tanpa sikap berpihak padaNya. Maka hal itu tidak akan terjadi pada orang-orang yang di dadanya terdapat rasa takut kepada Allah. Azab Allah hanya akan ditimpakan kepada orang yang tidak memiliki iman dan tidak memiliki amal kebaikan. dunia. syahwat dan nafsu. diatur mengikuti pada ketaatan kepada syariat agamanya. Dunia. Kekafiran dan kefasikan. tentu itu suatu tanda bahwa kita tidak merasa takut terhadap azab Allah. Kita akan memiliki keberanian untuk membela agama dan melawan penghalang agama. Kehilangan iman dan pahala amal sholeh sama artinya dengan mengikuti kekafiran dan berbuat kefasikan selama hidup di dunia. Sebab kita tahu tunduk pada ketiganya bertentangan dengan kesadaran rasa takut kepada Allah Swt. Dan agar kita tidak dimurkaiNya. Takut kepada Allah Swt akan menjadi benteng agar kita tidak sekali-kali tunduk pada dunia. Berani membela kebenaran dan memberantas kebaikan Takut kepada Allah akan membuat kita tidak takut kepada selain Allah dalam kebenaran. Ia tidak ingin diri dan kaumnya terkena siksa tersebut. Dengan cara seperti itu maka seseorang tetap berdampingan dengan dunia. Dia tidak akan berdiam diri melihat Islam dicampakkan dan melihat manusia lalai dari kewajibannya. lebih banyak yang pro kejahatan dan kontra terhadap agama. syahwat. maka harus membela kebenaran yang diturunkanNya dan tidak membiarkan manusia menyalahi kebenaran tersebut.Takut kepada Allah itulah yang parallel dengan kewaspadaan terhadap hal-hal yang dapat memalingkan orientasi akhirat.

rahmat. sakit menimpa dirinya. Orang yang melupakan negeri akhirat tentu melupakan pula akan pertemuannya dengan Tuhannya dan lupa akan dahsyatnya siksa neraka. Senantiasa berlindung dari godaan syetan yang dilaknat Manusia mengapa ada yang menjerumuskan diri ke dalam kesesatan dan perbuatan yang dimurkaiNya. Bencana dapat menjadi petunjuk menuju keselamatan. mentafakuri bencana apapun yang menimpa manusia. bagi orang yang takut kepada Tuhannya. j. Bahkan ia cenderung melakukan perbuatan yang bertentangan dengan agama.h. Tidak banyak manusia yang dapat mengambil hikmah dari suatu bencana. dan peristiwa kehidupan manusia. Hanya mereka yang telah tertanam di dadanya rasa takutlah yang dapat menyelami makna bencana. sehingga kita pun berdoa untuk memohon agar dihidarkan dari siksa neraka. Mengingat dahysatnya siksa api neraka harulah menjadi awal kita untuk senantiasa bertaubat. Senantiasa mengingat dahsyatnya siksa siksa neraka Sejalan dengan hidup berorientasi akhirat. akan dijadikannya sebagai peringatan agar ia tambah dekat denganNya. Hikmah merupakan ilmu khusus yang diberikan kepada orang-orang yang beriman melalui penjelasan al-Quran dan Hadits RasulNya juga melalui intuisi dan akal suatu indra yang telah tercelup oleh didikan al-Quran dan Hadits. sekaligus sebagai hal yang dapat membuat hati orang kafir semakin keras dan membangkang. Jadi hikmah bisa di dapat melalui tafakur atas alam. takut kepada Allah juga mendorong seseorang untuk senantiasa mengingat dahsyatnya siksa api neraka. tafakur. padahal semua itu sia-sia belaka. Dan ibadah. ialah karena memperturutkan nafsu dan bisikan syaithan. dan berkah dari sisi Allah Swt. musibah. membaca al-Quran akan turut membantu untuk hal demikian itu. beramal sholeh dan tidak mengulangi perbuatan yang buruk. dan berkah dari sisi Allah Swt. pengaturan dan kekuasaan Allah Swt sebagai suatu hikmah bagi orang-orang yang beriman. rahmat. Bagaiamana cara kita banyak mengingat neraka tergantung kepada konsentrasi hidup kita selama ini. Dengan memperhatikan. . i. Manakala hidup telah dicanangkan untuk nafsu dan syaithan. Sehingga ketika suatu bencana. Bencana merupakan salah satu sumber hikmah bagi orang-orang yang beriman. maka hal itu semakin menguatkan imannya. Bahkan mengingat neraka itu ada pada doa ketika kita hendak memulai makan. pengalaman. maka tidak akan ada yang dapat diperolehnya melainkan azab Allah Swt. Takut kepada Allah adalah takut pula kepada siksaNya. Karena itu ia akan melakuka perbuatan apapun yang dipandangnya baik dan menyangka telah banyak beramal. Bencana yang turun ke dunia ini selamanya senantiasa dalam pengawasan. Mengingat siksa api neraka itu penting dan itu sejalan dengan penjelasan-penjelasan Allah melalui al-Quran tentang kepedihan dan kengerian neraka di akhirat. Mengambil Hikmah dari banyaknya bencana Hikmah adalah ilmu yang menunjukkan jalan menuju kehidupan yang dilimpahi keselamatan.

Seseorang yang berilmu karena iman.Sekalipun banyak manusia yang menghendaki keselamatan. itu karena mereka lupa akan kedudukan dirinya dan kedudukan Tuhannya. “Untuk mengingatkan akan siksa yang sangat pedih pada sisiNya. a. iman. Ilmu dan Iman sumber makrifat yang benar Kita mesti mengetahui terlebih dahulu bahwa takut kepada Allah hanya akan terjadi jika seseorang itu beriman dan berilmu sekaligus. maka takut kepada Allah itu menjadi tidak ada. dan kesadaran. Dan sebab-sebab itu. hanyalah ulama” (35:28) Jadi orang yang paling berilmu adalah orang yang paling memahami al-Quran dan mengetahui kebesaran Allah dan paling mengetahui akan keras dan pedihnya siksa dari sisi Allah melalui informasi dari al-Quran sehingga berbarengan dengan iman yang kian mendalam. maka kita akan senantiasa berlindung kepada Allah dan hal yang menyebabkan kita terjerumus pada kesesatan dan perbuatan yang dimurkaiNya. Yang utama adalah bahwa iman harus disertai iman dan iman harus disertai ilmu. kesadran diri. harus selalu kita waspadai dengan cara meminta perlindungan dari sisi Allah Swt. dirinya dan kehidupannya serta alam semesta ini. atau beriman karena ilmu adalah sama saja halnya. Diantara hikmah yang terbesar yang dapat dicapai oleh orang yang beriman lagi berilmu ialah tentang kenyataan yang tak terpatahkan tentang Kemahakuasaan Allah-azabNya dan nerakaNya serta sifatNya Yang Maha Cermat dan Maha Adil. Dengan makrifat tersimpul berbagai hikmah. Inilah makrifatullah yang akan senantiasa menjadi pengingat orang-orang yang berilmu dan beriman akan dahsyatnaya siksa Allah. ilmu dalam wujud memahami atas kandungan al-Quran dan As-Sunnah. tetapi anehnya mereka tetap mengikuti nafsu dan syaithan itu. Bila kita senantiasa berlindung kepadaNya dari nafsu dan syaithan dan berusaha sungguh-sunggh untuk tidak mengikutinya. 11. Betapa saat ini manusia yang banyak yang lalai dalam membentengi diri dari kedua hal tersebut. ia pun semakin besar rasa takutnya pada Allah Swt. Sehingga akhirnya mereka tertimpa siksaan dunia dan akhirat itu ialah karena begitu kuatnya pengaruh dari nafsu dan syaithan. Apa tujuan al-Quran diturunkan? Di antaranya adalah untuk mengingatkan manusia dari azabNya. Manakala rasa takut kepada Allah telah menghujam karena ilmu. Sehingga pantaslah Allah menganjurkan manusia untuk berlindung dari syaithan dan berhati-hati dari nafsu. Dengan perpaduan antara ilmu dan iman maka akan sampailah seseorang pada makrifat pada Tuhannya. yang senantiasa menyertai kita kemanapun kita melangkah. ORANG YANG BERILMU PALING TAKUT KEPADA ALLAH Ilmu adalah apa-apa yang berasal dari al-Quran dan as-Sunnah. yakni nafsu dan syaithan. . Jika tidak ada salah satunya. Orang yang berilmu adalah orang yang paling memahami al-Quran dan as-Sunnah. dan kejahiliahan.”(18:2) “Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya. kejahatan. dan petunjuk untuk berbuat yang bermanfaat bagi kehidupan dirinya. maka terjagalah diri dan keluarga kita dari kesesatan.

c. berharap dan berucap. tetapi ia tetap saja bodoh. alam maka akan timbullah berbagai hikmah.menghisab nikmat. orang-orang yang sadar akan dahsyatnya azab Allah akan senantiasa berhati-hati dari hal yang jadi sebab ia ditimpa bencana dan siksa. Ilmu adalah jembatan penghubung antara diri kita dengan perilaku yang senantias menghisab amal. Ilmu adalah sumber petunjuk dan kesadaran diri tentang realitas hakiki. dan loyalitas juga kemajuan peradaban berkembang secara berkualitas berkat adanya ilmu. Iman. Manusia yang hanya fokus menjaga diri dari kemiskinan. Ilmu membuat seseorang menyadari dua perkara di atas dan ia akan senantiasa khawatir ketika nikmat Allah yang selama ia rasakan tak mampu ia syukuri. Dan amal perbuatan yang selama ini ia lakukan dari perkara yang buruknya tak sempat ia bertaubat atasnya. . Sebaliknya dari itu. belumlah sampai kepada kategori berilmu yang bermanfaat. Orang yang berilmu karennya akan selalu takut kepada Allah melalui perasaan takut jika ia tak termasuk golongan orang-orang yang pandai bersyukur dan bertaubat. ia akan tak merasa takut. Kedua hal itu adalah nikmat dan amal perbuatan kita. Ilmu merupakan kekayaan manusia yang akan senantiasa jadi pendongkrak martabat dan derajatnya. Ilmu memberi kesadaran kepada kita tentang arti perbuatan dan makna karunia hidup ini. Betapa tinggi kedudukan ilmu dan orang yang memiliki ilmu. b. Seiring dengan bertambahnya pengalaman. Sehingga orang tidak salah melangkah dalam berbuat. baik hikmah yang mengantarakan manusia pada kekeaguman dan kecintaan kepada Tuhan atupun yang mengantarkannya kepada rasa takut dan taat padaNya. Petunjuk dan kesadaran hakikatnya adalah apa-apa yang dapat mengantarkan kita pada penjagaan diri dan sesuatu yang mencelakakan. Ilmu sumber petunjuk dan kesadaran Ilmu membuat segala sesuatu menjadi berkualitas. manusia. Kedua perkara ini harus kita hitung agar yang pertama agar menjadikan kita pandai bersyukur dan yang kedua membuat kita sering bertaubat. Semakin luas pengetahuan tentang petunjuk hidup dan diri oleh kesadaran oleh kesadaran tentang realitas sejati dan segala yang ada tentu akan menjadi sumber utama dan penjagaan diri yang lebih berkualitas dan itu memiliki arti yang besar dalam hubungannya dengan kenyataan dengan azab Allah Swt. kematian dan ketertindasan. ketaatan. Ilmu membuat kita pandai berhitung Barangkali kita sering melupakan dua hal dalam hidup yang seharusnya kita pandai berhitung atas keduanya. karena menempuh suatu jalan yang menjerumuskan dirinya pada ancaman tersebut.Memang orang tak sadar akan ancamannya apa yang sedang yang mengintai dirinya. azab dan keburukan. usia dan kematangan ruhiyah maka orang-orang yang berilmu senantiasa semakin sering memandang perbuatannya dan nikmat dari sisi Allah. Ketika ilmu berfungsi sebagai petunjuk dan kesadaran dikaitkan dengan konsepsi Tuhan.

Orang yang berilmu sangat besar keyakinannya bahwa azab Allah adalah pasti akan menimpa suatu kaum yang terus menerus melakukan pelanggaran terhadap syariat Allah. Tetapi mengapa sekalipun pengajaran. d. Cahaya merupakan unsur terpenting untuk melihat. Ilmu membuat manusia melihat kelemahan diri Orang yang berilmu adalah orang yang mengetahui tentang betapa lemahnya manusia dalam banyak sisi dan hal. bukti. Dan Betapa banyak kelakuan yang harus ditaubatinya. kepandiran ini bisa menimpa siapa saja. Oleh karenanya. dan lewat itulah kita mengetahui secara yakin. Ketika ia melihat perilaku manusia yang menyimpang dari jalan Allah. Orang yang paling berilmu berarti orang yang paling menyaksikan bukti-bukti tentang azab yang menimpa orang-orang yang tidak bersyukur dan tetap menempuh jalan kesesatan. karena rasa khawatirnya yang luar biasa. kebodohan. Inilah sebabnya orang yang berilmu dan beriman takut kepada keadaan yang dapat menjerumuskan pada kemurkaan Allah. Sementara kenyataan-kenyataan yang tampak banyak yang telah menunjukkan bahwa manusia tidak bisa lari dari siksaan ketika manusia membangkang Tuhannya. kebodohan terbesar umat manusia.Dengan demikian pantaslah orang yang berilmu akan semakin takut kepada Allah atas kenyataan bahwa betapa besar karunia yang harus disyukurinya. dengan ilmu kita melihat kebenaran dan menjadikan keyakinan semakin mantap. maka hatinya tergerak untuk seera mencegah dan memberantasnya. supaya dirinya dijaga dari godaan syaithan yang terkutuk. jika Allah menurunkan azabNya. Kelemahan. Sebab itu orang yang berilmu mudah dan cepat merasa berdosa apabila meninggalkan kewajiban sekalipun tampaknya kewajiban itu kecil dan sepele. Karena itu orang yang berilmu akan senantiasa takut kepada Tuhannya mengingat dirinya yang sering berbuat salah sementara siksa itu pasti adanya. nashihat tentang kerasnya azab dan sebab-sebab yang telah menimpa kaumkaum terdahulu telah berulangkali disampaikan dan ditunjukkan. manusia tetap saja banyak yang memilih tetap kufur? Inilah kelemahan terbesar manusia. menahan. peringatan. Keyakinan orang yang berilmu akan semakin menjadikan dirinya lebih takut kepada Allah. Ilmu banyak membuktikan tentang kenyataan ini. dan berkuasa. Siapakah diantara manusia yang terkuat sekalipun yang dapat mencegah. e. Dan juga bersegera bertaubat sekalipun ia tidak melakukan kesalahan kecuali tampak kecil dalam pandangan umum. berilmu. Dan dengan melihat maka citra akan tampak jelas. sekalipun ia termasuk orangorang yang cerdas. orang yang berilmu akan tidak henti-hentinya meminta perlindungan dari sisi Allah. Ilmu ibarat cahaya. mengalihkan siksa Tuhannya jika siksa itu sudah tiba? Tentu tidak ada. . teguh dan menghilangkan keraguan. Demikian pula ilmu. Ilmu membuktikan kebenaran azab Azab itu menimpa manusia tatkala mereka tidak mau bersyukur dan melakukan perbuatan keliru terus menerus.

yang menyebabkan dirinya pasti akan menemukan kerugian yang besar. Tetapi sikap mereka terhadap karunia tak mau bersyukur. Dan ia harus menjadi pembela dari yang hak serta menjadi pemberi peringatan bagi yang batil. berkat ilmu dan makrifatnya. sekalipun mereka adalah orang-orang yang beriman. tidak sedikit pun terbetik rasa takut kepada siksa api neraka. sangat besar rasa takutnya jika ia termasuk golongan orang-orang yang menjual ayat-ayat Allah. hendak bagaimanakah tindakah orang-orang yang berilmu? Apakah mereka akan membiarkan saja ataukah tampil untuk memberikan peringatan? Dalam kenyataannya tidak sedikit orang yang berilmu tetapi enggan menjadi pembela kebenaran. karena ia berilmu. Terhadap janji Allah ini orang yang berilmu bersikap harap dan takut. ataupun mencegah penyimpangan umat manusia. Hal ini berbeda jauh dengan orang yang bodoh atau orang yang kafir terhadap Tuhannya ketika ia melakukan kemungkaran dan kedurhakaan. Sementara banyak manusia sekalipun telah berilmu. Bila ia berusaha ke arah itu. yang berkaitan dengan neraka. ia sudah merasakan dan membayangkan dahsyatnya neraka tersebut. ia jatuh tersungkur dan menangis mengingat dosa-dosa atas kelalaian dan kekuragannya dalam beramal selama ini. ia jeli melihat antara yang hak dengan yang batil. Jika tidak ia celaka. terhadap Rasul tak mau beriman. Orang yang berilmu dan beriman terhadap siksa api neraka sekalipun mata kepalanya belum melihatnya. berbakti. bila pahal aamalnya terhapus. Sehingga bilamana disebutkan dalam al-Quran tatkala ia membacanya. atau dosa tidak terhapus ia akan mendapat siksa. sebenarnya. Ia yakin betul. Baik amal itu termasuk amal yang baik ataupun berupa amal yang .f. Dalam takutnya ia takut menjadi orang yang terhapus amal kebaikannya dan takut menjadi orang yang tak sempat bertaubat atas dosadosanya. tetapi begitulah ia semakin takut bila dirinya dilemparkan ke neraka. Ia termasuk orang yang beramal baik. Ilmu melihat maksiat sebagai bencana Hidup manusia tak dapat dipisahkan dengan amal baik dan amal buruk. maka orang yang berilmu lagi beriman. h. Allah akan berjanji akan memberikan pahala kepada yang beriman dan beramal sholeh dan Allah berjanji akan memberi siksa kepada yang kufur atau malas beramal sholeh. g. Nanti di saat manusia banyak yang memperturutkan penyimpangan dan kesesatan. maka ia aman. Inilah sikap dan keyakinan orang yang berilmu lagi beriman. Ilmu meyakinkan akan janji Allah Janji Allah ada dua macam sehubungan dengan amal perbuatan manusia. Azab Allah itu turun kepada umat manusia yang menyimpang jalan hidupnya yang telah diberinya dua perkara penting berupa karunia yang besar dan Rasul yang menyampaikan wahyu. mereka tidak menempuh jalan yang tidak konsisten dengan kebenaran. Pertama. Ilmu membuat tanggung jawab jadi berat Orang yang paling berilmu akan menyadari bahwa ia memiliki tanggung jawab yang besar baik dalam mengabdi.

buruk memiliki manfaat masing-masing jika amal yang baik dijaga dari hal yang merusaknya dan amal yang buruk ditaubati dan diambilnya sebagai pelajaran dan peringatan. Maka ia selamanya tidak akan pernah berdiam diri melihat suatu kemaksiatan merajalela di kampungnya. Adapun orang yang berilmu secara luas dan benar. orang yang berilmu akan menganggapmya sebagai urusan yang berat dan besar. Orang yang berilmu adalah orang yang memiliki ilmu dan yakin ilmunya itu akan dimintai pertanggungjawabannya oleh Allah apakah ia mempergunakannya sebagai landasan amalannya sendiri ataukah amalannya tidak mengikuti pada ilmunya? . Orang yang dewasa dalam ilmunya. Sekalipun demikian. Ia membanyangkan dosa atas amal yang buruk itu ibarat gunung yang siap menimpa dirinya. Ia menjadi orang yang tertipu dan berbalik menjadi pembela kebatilan. orang yang berilmu akan cepat-cepat meminta ampunan dari sisi Tuhannya. Bahkan ilmu menjadi sesuatu yang amat berbahaya dan mencelakakan ketika berada di tangan orang-orang yang jahat. Dalam menyikapi amal yang buruk. Ia akan menggunakan ilmu untuk menipu manusia dan memperdaya dirinya. Ia tidak terlena dengan karena kecilnya atau sedikitnya dosa. Juga tidak pernah membangga-banggakan amal baiknya. karena ilmunya ia terperangkap pada sifat sombong dan merasa paling sempurna. Terhadap maksiat baik yang ia lakukan ataupun dilakukan oleh manusia. sebab amal baiknya tak sebanding dengan karunia Alloh yang dia terima. orang yang berilmu justru merasa khawatir jika ilmunya tidak bermanfaat akibat berbagai sifat yang biasa menyertai orang yang berilmu umumnya. dan keselamatan. yang melihatnya sebagai bencana. Dan ia senantiasa memohon agar ilmunya bermanfaat bagi dirinya dan masyarakatnya. yakni Alloh. ia tetap tawadlu dan merendahkan diri terhadap sesame orang-orang mukmin. Ulama merasa khawatir jika ia tidak bisa beramal Allah akan meminta pertanggungjawaban kepada manusia atas ilmu yang dimiliki. Ulama khawatir ilmunya tidak bermanfaat bagi dirinya Orang yang berilmu meyakini bahwa ilmu itu sangat besar manfaatnya bagi manusia untuk kebaikan. Adakalanya orang yang berilmu. Ia melihat bukan pada amal buruknya itu sendiri tetapi melihat kepada siapa ia telah berbuat maksiat. Sifat dan keadaan ini menimpa banyak manusia yang berilmu. tidak pernah sombong dengan ilmunya. Lalu menghendaki manusia memuliakan dan menundukkan kepala kepadanya. sekalipun mereka di bawah dirinya dalam hal keilmuan. kemaslahatan. i. Oleh karena itu sekecil apapun dosa yang telah diperbuat. Ilmu bisa tidak memiliki manfaat ketika ilmu itu tidak diamalkan. j.

sebab mereka akan disiksa di neraka. Penguasa dan Pengatur alam semesta serta dirinya. tentang Allah maka ia termasuk orang-orang yang beriman. Beriman artinya meyakini dan membenarkan. a.Oleh sebab itu ia merasa khawatir jika dirinya termasuk golongan orang-orang yang berilmu tapi hanya sekedar jadi tontonan manusia. Kenyataan ini terjadi atas orang-orang yang berilmu. sekalipun . Ia bukan menjadi pembela kehormatan agama dan umat. Mengapa justru orang yang taat pada Allah. Iman Iman kepada Allah dan hari kiamat merupakan kunci utama takut kepada Allah Swt. Ia berfikir tidak ada konsep tentang balasan amal dan hari kiamat. 12. yakni sebagai orang yang berserah diri kepada Allah. Itulah tabiat orang-orang berilmu yang tidak beramal sesuai ilmunya. ada sebagian yang menyembunyikan kebenaran. dan ilmu serta apa-apa yang akan diterangkan pada halaman-halaman berikut ini. ia sadar akan suatu pertanggungjawaban yang akan diminta Allah nanti di akhirat. Ia merasa aman saja. Sehingga kunci-kunci untuk merasa takut kepada Allah adalah taat. agar kita menjadi hamba Tuhan yang takut kepadaNya. Orang yang takut kepada Allah adalah orang yang taat. bukan orang yang banyak dosanya.Di kalangan orang-orang yang berilmu. KUNCI-KUNCI UNTUK TAKUT KEPADA ALLAH Tidak setiap orang memiliki rasa takut kepada Allah. Bukannya mereka yang banyak dosanya? Di dunia orang yang taat takut padaNya dan nanti di akhirat orang berdosalah yang takut padaNya. Sehingga apapun perbuatan yang dia lahirkan sema sekali tanpa beban rasa takut kepada Allah Swt. Adapun orang-orang yang tidak beriman maka ia mengingkari Allah dan hari kiamat. Allah nanti di hari akhirat menyediakan dan meminta pertanggungjawaban pada manusia atas segala amal perbuatannya. Adapun orang yang berilmu yang lurus dalam berilmunya itu. menjualnya untuk kepentingan dunia dan bersikap tidak konsisten terhadap ilmu yang dia miliki. Bila seseorang telah meyakini. Inilah keistimewaan hikmah ini. membenerkan. Tapi takut mereka itu tak membawa manfaat. Jadilah orang yang berilmu. takut kepada Allah dikarenaka iman. Bagian dari iman pada Allah yang berkaitan dengan rasa takut padaNya. Dan dengan iman semacam itulah munculnya rasa takut kepadaNya. sesuai dengan pengetahuan yang hak. dan ilmu serta perbuatan. Orang yang beriman meyakini dan membenarkan bahwa dengan sifat-sifatnya yang Maha Adil itu. iman. Yang memiliki rasa takut kepada Allah hanyalah milik mereka yang taat kepadaNya. malah menjadi pencaci maki kebenaran dan hak seraya membela kesesatan dan kebatilan. Beriman kepada Allah berarti beriman bahwa Dia adalah Pencipta. Orang-orang yang taat. Orang yang berilmu sangat memperhitungkan dirinya agar senantiasa menjadi orang yang pertama-tama mengamalkan ilmunya. Ia khawatir menjadi sosok yang tidak takut kepada Allah tetapi takut kepada semua makhluknya. yang takut padaNya. ialah iman kepada sifatNya yang Maha Adil dan ketetapanNya tentang azab yang telah disediakan bagi orang-orang yang ingkar. Iman inilah yang akan memunculkan keyakinan semacam itu.

(QS : Fathir : 28). Ilmu memberikan kejelasan tentang hakikat-hakikat hari kiamat. Maka di saat itu pun Rasul datang kepada mereka sebagai pemberi peringatan. Taat Taat merupakan inti dari takwa. “Sesungguhnya yang alim itu hanyalah yang takut kepada Alloh. Sebesar besarnya dan seluas luasnya perintah Allah adalah islam kaffah. As-Sya’biy perbah diseru “Hai alim (orang yang berilmu)!”. c. Kebanyakan manusia yang tersesat itu ialah karena mereka tidak memiliki ilmu.”Hanyasanya yang takut kepada Alloh di antara hambahambaNya adalah para ulama”. Maka dengan kejelasan itu menjadi teguhlah sikap yang hendak diambil. Manusia tersesat karena mereka mengikuti hawa nafsunya. Karena begitu pentingnya ilmu sebagai kunci untuk menanamkan rasa takut kepada Allah SWT. Khouf bisa juga lahir dari perasan banyaknya dosa yang telah diperbuat oleh seorang hamba. beliau berkata. naka seseorang pentinglah memiliki ilmu pengetahuan. maka ia telah nmengikuti. wawasan dan pengamalannya tentang tanda-tanda kebesaran dan keadilan Tuhan hendaknya ia meneliti tentang bencana yang selama ini turun. Jadi ilmu dan iman memang merupakan pokok. bukti dan dalil yang menjelaskan tentang kebenaran. taat dapat melahirkan rasa takut pada-Nya. Hal itu karena Alloh berfirman. Dalam kaitannya dengan rasa takut pada Allah. menguatkan kejelasan tentang segala sesuatu yang hak dan yang batil. Pangkal dari kesadaran diri atas hal yang dilakukan dan dikondisikan. Mereka tetap menempuh kesesatan sekalipun telah datang penjelasan. dan rasa takut pada-Nya dapat melahirkan taat pada-Nya. Dan sebesar besarnya dan seluas luasnya apa yang Allah larang adlah langkah-langkah syetan. Juga terkadang khouf lahir dari keduanya. Dan meneliti tentang sikap-sikap sesat yang terjadi dan bagaimana akibatnya. Ilmu Ilmu itu menguatkan keyakinan. Takut kepada Allah atas azabNya yang keras hisabNya yang teliti hanya akan terjadi setelah ada iman dan ilmu yang menjelaskan perkara itu dari wahyu. Bila seseorang ternyata tidak menjalankan islam secara kaffah dan justru ia mengikuti langkah-langkah syetan. Khouf kepada Alloh swt bisa lahir dari ma’rifah kepada Alloh swt dan ma’rifah kepada sifatsifatNya. implementasi dari rasa iman dan ilmu. Bagaimana penjelasan bahwa taat dapat melahirkan rasa takut padaNya? Taat artinya melaksanakan apa yang Allah perintahkan dan meninggalkan apa yang Allah larang. maka dari itu datanglah Rasul sebagai pemberi penjelasan tentang jalan menuju kebenaran dan hakikat-hakikat yang layak diketahui oleh manusia. neraka dan azab. maka ia telah menjadi bagian dari orang-orang yang kufur dan termasuk temannya syetan. Jadi iman itu penting. .setiap hari pekerjaannya menumpuk-numpuk dosa yang akan mengundang siksa yang amat pedih. b.

Ketika seseorang melakukan ketaatan berarti ia harus menyediakn dua kekuatan sekaligus. Kekuatan untuk menjalankan Islam dan kekuatan untuk melawan syaithan. Jika ia gagal mengadakan dua kekuatan itu, maka inilah hal yang dia takuti dan ia yakin akibatnya adalah kemurkaan dari sisi Allah. Lemahnya iman dan lemahnya ilmu adalah pokok pangkal dari lemahnya ketaatan. Seyogyanya manusia memperkuat iman yang ada dengan ilmu, dengan menambah ilmu. Kemudian diperkuat lagi iman itu dengan ketaatan itu sesuai dengan batas ilmu yang ada. Nanti pada gilirannya iman pun memperkuat ilmu dan ketaatan yang telah ada. d. Meneliti Perilaku Maksiat dan Kedurhakaan Jika manusia tidak segera bertaubat dan enggan melakukan ketaatan, ia terus melanggar ketentuan agama dan terus mengikuti setiap bisikan syaithan, maka dipastikan ia mendapatkan kerugian kecelakaan dan laknat. Kita akan menemukan bahwa pada orang-orang yang gemar bermaksiat dan durhaka, kerusakan pada roman wajahnya, tutur katanya, tindakan-tindakanya, makanannya, pola hidupnya, rumah tangganya, masyarakatnya dan cara ia bernegara. Jiwanya sakit, raganya rapuh. Mula-mula ia kehilangan keberkahan atas apa yang dia miliki dari harta dan jabatannya. Kemudian ia pun kehilangan rahmat Allah atas banyak perkara dalam hidupnya. Dan terakhir ia kehilangan keselamatan hidupnya sendiri di dunia maupun di akhirat. Ini adalah gambaran umum akibat dari maksiat dan kedurhakaan, yang dapat kita teliti sebagiannya pada kenyataan di lapangan dan kita yakini sebagiannya sebagaimana penjelasan dari wahyu. Kita akan banyak menemukan kebenaran janji Allah, bahwa atas orang-orang yang ahli maksiat dan durhaka, Allah akan menjadikannya berwajah hitam dan ia terhalang dari memahami AlQuran. Dua hal ini akan menimpa siapa saja bilamana ia menolak untuk taat pada Islam dan gemar mengikuti syaitan. Dengan penelitian ini maka seseorang yang telah taat, berilmu dan beriman akan merasakan pahitnya berbuat dosa dan terhadang dari Al-Quran, ia takut jika ia berbuat dosa. e. Meneliti bencana Fisik dan Psikis yang menimpa Manusia Dalam kehidupan sehari-hari ditengah manusia kita dewasa ini akan sering menemukan dua hal yang amat menonjol: perilaku maksiat dan bencana yang menghancurkan. Banyak manusia yang tertipu dalam memandang dua perkara ini. Mereka memandang antara keduanya tidak berkaitan. Maksiat ya maksiat bencana ya bencana padahal sebenarnya setiap bencana timbul akibat maksiat. Dan setiap maksiat pasti mengundang bencana. Bencana tidak datang tanpa adanya maksiat. Dan maksiat tidak mungkin tanpa diikuti bencana. Allah menetapkan perkara ini, sebagaimana ketetapanNya tentang gaya gravitasi, gaya aksi dan reaksi. Maksiat itu hanya disikapi dengan taubat, bila tak ingin bencana datang. Dan bencana yang telah datang harus disikapi dengan kembali pada kebenaran dan menghentikan kemaksiatan. Sikap ini hanya akan terjadi pada orang-orang yang telah memiliki dasar keimanan, ilmu dan ketaatan. Maksiat dan bencana terbesar pada diri manusia, ialah tatkala mereka tetap terhalang dari taubat

dan dari kembali pada kebenaran secara total. Dan inilah bencana fisika dan psikis yang paling nyata. Begitu banyak manusia semacam itu. Dan dari kita pun tak tertutup kemungkinan masuk kedalam golongannya sewaktu-waktu. Maka dari itu, betapa besar rasa khawatir kita. Dan dari sinilah semestinya kita takut padaNya semata. f. Makrifat atas Negri Akhirat dan Neraka Marifat artinya mengetahui secara hak yang disertai sikap membenarkan mmiliki konsekuensinya, dan tida ada keraguan atas kebenarannya. Kebalikan dari marifat adalah dusta. Meyakini sesuatu, menyatakan sesuatu tanpa atas dasar keterangan yang hak. Contoh suatu kedustaan adalah dogmatisme. Dengan makrifat, hidup menjadi logis, rasional, wajar, indah, lurus dan terarah. Dengan dogmatisme maka hidup digiring pada kegilaan. Segala-galanya menjadi brutal dan gila. Makrifat kepada akhirat dan neraka berarati meyakini adanya neraka dan surga berdasarkan ilmu dan keterangan yang hak, seraya membenarkan, memenuhi konsekuensinya, sehingga hidup pun benar-benar menjadi lurus dan indah. Makrifat pada akhirat dan neraka akan membawa kesadaran manusia pada rasa takut. Lalu bagaiamana rasa takut berbuat hidup yang lurus dan indah? Ternyata ketika kita benar-benar takut pada kegoncangan hari kiamat dan kedahsyatan neraka, maka rasa takut ini menjadi semacam rem bagi gejolak nafsu, syahwat dan setiap bisikan menuju kemaksiatan. Orang yang takut karena makriatnya pada akhirat dan neraka, akan selalu menjaga diri dari maksiat. Ia yakin sepenuh hati bahwa neraka itu ada sebagai tempat paling buruk bagi manusia yang dilalaikan oleh dunia. g. Makrifat atas Negeri yang Dihancurkan Banyaknya negeri terdahulu yang telah di hancurkan Allah. Mengetahuinya dapat menumbuhkan rasa takut padanya negri-negri yang dihancurkan itu menggambarkan betapa Allah tidak bersendagurau dengan ancamanNya. Atas orang-orang yang selalu ingkar kepadaNya. Hal ini seyogyanya menjadi cerminan bagi kita yang hidup di negeri Indonesia ini. Bila kita ingkar nasibnya akan sama dengan mereka. Bencana fisik dan psikis itu senantiasa berlangsung sampai hari ini atas orang-orang yang ingkar padaNya. Dalam pandangan orang-orang yang tidak beriman tampaknya bencana dan kehancuran itu tak memiliki kaitannya dengan Tuhan. Padahal alam ini Tuhanlah penguasanya. Dia menurunkan azabNya kepada orang-orang terdahulu, sebagai suatu pelajaran dan peringatan bagi orang-orang masa kini. Betapa bodohnya manusia yang tidak pandai mengambil pelajaran, perkara yang amat penting dalam hidupnya.

Memang kenyataannya manusia lebih banyak yang memilih melupakan dan pura-pura tidak tahu tentang perkara tersebut. Dan tenggelam dalam hayalan tentang kehidupan yang baik tanpa sautu bimbingan dari sisi Allah. Boleh jadi secara fisik dan materi, dalam beberapa masa mereka tangguh dalam peradaban, budaya, kota dan bangunan tapi sesungguhnya telah hancur, mental dan fikiran mereka akibat lupa peringatan. h. Makrifat atas Nasib dan Syaithan dan Orang-orang Kafir Syaithan dan orang-orang kafir tempat tinggalnya kelak adalah neraka. Apakah di dunia mereka mendapat azab atau tidak, di akhirat mereka telah pasti tempat tinggalnya di neraka yang amat mengerikan dan menyakitkan. DI neraka itu, tidak ada hal saat, sifat yang mengenakkan bagi penghuninya. Para penghuninya bahkan tidak ada seorang pun yang betah tinggal di sana. Sebab beratnya siksaan yang tiada terkira. Tapi aneh manusia sedang berlomba menuju barisan yang sedang digiring ke neraka. Ada apa wahai manusia ? Mengetahui tentang tabiat dan ujung kehidupan syaithan dan orang-orang kafir adalah penting untuk mengokohkan rasa takut kita kepada Allah Swt. Janji Allah dan siksaan yang akan menimpa syaihan dan orang kafir adalah pasti. Maka tak ada alasan bagi kita untuk mengikuti syaithan dan orang kafir jika menghendaki keselamatan di akhirat kelak. Antara Syaithan dan orang kafir dengan kita adalah sama dalam hal kedudukan sebagai makhluk Allah dan sebagai pengemban amanah untuk beribadah kepadaNya. Hanya saja syaithan dan orang kafir itu telah memilih untuk hidup menentang perintahNya. Jadi siapapun memiliki potensi dan kemungkinan untuk menjadi orang kafir dan syaithan. Untuk menjadi penghuni neraka kelak. Oleh sebab itu maka rasa takut kepada Allah akan semakin besar dengan kesadaran dan makrifat semacam ini. i. Makrifat atas Jalan Hidup yang Sesat Syaithan dan orang kafir itu sedang menempuh jalan yang sesat dan senantiasa mengajak manusia dan jin untuk bersama-same menempuh jalan tersebut. Apa jalan yang sesat itu? Jalan yang sesat adalah jalan yang menentang dan keluar dari petunjuk Allah Swt. Tidak ada jalan yang lain bagi manusia selain jalan Allah. Dan jalan Allah itu adalah Islam. Selain Islam adalah bukan jalan Allah karenanya jalan itu sesat. Di jalan itulah syaithan dan orang kafir berada dan bergerak. Makrifat atas agama-agama dan faham-faham dan filsafat-filsafat dan keyakinan-keyakinan selain Islam akan menyimpulkan bahwa agama yang benar adalah Islam. Dan pengikut selain Islam adalah orang-orang yang sesat dan pasti akan mendapat siksaan dari Allah. Agama-agama selain Islam adalah batil, sesat, menyimpang dan menggiring manusia menjadi pengikut syaithan. Dan jadilah mereka sebagai orang kafir, nanti di akhirat kelak akan memasuki neraka. Seorang mukmin yakin tentang perkara ini berdasarkan iman dan ilmu yang dia peroleh dari wahyu dan fakta. Dapatkah pengetahuan ini menngembangkan rasa takut kepada Allah? Ya, yakni melalui keyakinan bahwa hidup yang sesat tidaklah akan membawa akibatnya bagi

Ketika manusia dijauhkan dari api neraka. Dan Allah menyelamatkan orang-orang yang bertakwa karena kemenangan mereka. tapi tidak ada yang memberinya pahala dan surga. Orang-orang yang takut kepada Allah akan berusaha keras untuk menjauhi perkara-perkara yang dapat mengantarkannya kepada Azab Allah tesebut. j. Merasa bahwa hukum Tuhan tidak diperlukan lagi karena alasan bahwa tingkat pemikiran manusia telah maju. dan di AKHIRAT MASUK NERAKA. mereka tiada disentuh oleh azab (neraka dan tidak pula) mereka berduka cita. Kalau dua syarat ini tidak dipenuhi. Mengingat akan perkara itu orang yang beriman akan takut kepada Allah. (52:27-29). Ini bisa terjadi terutama pada manusia yang mengambil sebagian ayat dan mengingkari ayat yang lainnya. sebagaimana dalam firmanNya: Mereka berkata: “Sesungguhnya kami dahulu. dengan sebenar-benarnya rasa takut. Dan mengikuti petunjuknya. Sesungguhnya kami dahulu menyembah-Nya. Pahala dan surga hanyalah Allah yang punya. Begitulah nasib orang yang taat beragama tapi agamanya bukan Islam. dan bukan untuk mereka yang di luar Islam. Makrifat atas Amal Perbuatan yang Sia-sia Amal yang baik pasti dibalas oleh kebaikan dari sisi Allah. Banyak manusia yang memilih kezhaliman semacam ini. hukm-hukum buatan akal dijunjung setinggi langit. Ia menyangka telah banyak beramal bajik. Kita membayangkan betapa sangat pedih. amal yang baik pun akhirnya menjadi sia-sia. dan menyakitkannya siksa itu. diberikannya KEHIDUPAN YANG SEMPIT DI DUNIA. hina. maka yang demikian itu merupakan kemenangan yang hakiki. Pantaslah kita merasa khawatir dengan keadaan masyarakat yang seperti ini. 13. Sesungguhnya Dia-lah yang melimpahkan kebaikan lagi Maha Penyayang. KEMENANGAN DAN KEMULIAAN BAGI ORANG-ORANG YANG TAKUT KEPADA ALLAH Orang yang takut kepada Allah.manusia melainkan suatu kecelakaan dan dijerumuskannya ke neraka.” Maka Allah memberikan karunia kepada kami dan memelihara kami dari azab neraka. akan berusaha semaksimal mungkin untuk menjauhi murkaNya. Ayat-ayat al-Quran tentang hukum dicampakkan. (39:61) Dan barang siapa yang taat kepada Allah dan rasul-Nya dan takut kepada Allah dan bertakwa . sebab tidak mendapat balasan dari sisi Allah. Syaratnya amal itu dilakukan atas dasar iman kepadaNya. Wujud murka Allah secara global ada tiga yaitu: dijauhkannya dari HIDAYAH. jika dirinya termasuk orang yang mengaku beriman dan banyak melakukan kebajikan tetapi hakikatnya ia termasuk orang yang mendustakan agama dan wahyu. Tapi syaratnya harus dipenuhi. Disebabkan oleh usahanya yang demikian itu maka dipeliharalah dirinya oleh Allah dari Azab api neraka. ini merupakan kesombongan. Kita tentu merasa takut jika amal kita sia-sia karena kesombongan. sewaktu berada di tengah-tengah keluarga kami merasa takut (akan diazab).

maka mereka adalah orang. lebih disiplin. Apabila kita hendak mengambil manfaat darinya. Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa mendapat kemenangan (78:31). Diantara binatang itu ada yang kita ambil bulunya. dan semua itu adalah perintah agama. ikan dan lain sebagainya. Di kebun binatang kita pun bisa melihat gajah. BINATANG DI SEKITAR KITA Di manapun kita dihidupkan Allah Swt. Memang tidak semua binatang halal dan aman bagi manusia. Ditulis dalam Uncategorized MENYAYANGI BINATANG Mei 7. ular. HIKMAH Allah Swt sungguh Maha Membuat Perhitungan. di negeri Indonesia ataupun bukan. Sebagai sifat yang baik dari diri kita. contohnya adalah haram untuk dimakan. 2010 Tinggalkan sebuah Komentar MENYAYANGI BINATANG Oleh: ADING NASHRULLOH BINATANG Binatang adalah bagian dari isi bumi yang diciptakan Allah untuk manusia. Bagaimanakah seharusnya kita memperlakukan binatang-binatang? Kita pun ternyata mesti mau menyayanginya. tetapi berakhlak buruk kepada binatang. MENYAYANGI BINATANG Wajar jika manusia bersikap menyayangi binatang. angsa. sehingga menimbulkan kerugian yang amat besar. ambillah sekedar kebutuhan saja. Binatang itu akan jadi saksi perilaku kita di hari kiamat kelak. cacing. Ular itu berbahaya bagi manusia. Hewan-hewan yang ada di sekitar kita merupakan makhlukmakhluk yang unik dan menarik. Babi. dagingnya. Dalam beberapa hal jauh lebih cerdas. Semua atas bimbingan langsung dari . Banyak sekali contoh-contoh yang baik darinya yang bisa kita ambil hikmah dan nilainya. Jika hendak menyembelih hewan ternak yang halal dimakan. lebih kuat. entog. namun demikian jangan sampai kita berbuat aniaya terhadapnya. harimau. Sebab binatang lebih banyak jumlahnya. lebih taat. macan. disertainya kita banyak sekali hiasan kehidupan. manusia tidak akan bisa menguasai hewan. tenaganya dan lain sebagainya. Dia tidak memberikan akal pada hewan. Hal ini pun jangan membuat kita berbuat tidak adil. Semua binatang dapat ditundukkan oleh tangan manusia. Ada ayam. Jangan kita termasuk orang yang rajin ibadah kepada Allah. sembelihlah dengan pisau yang tajam. tetapi tidak serta merta wajib dibunuh dan dimusnahkan. (24:52). Hewan-hewan seluruhnya adalah anugrah dari sisi Allah yang patut disyukuri. Andaikan hewan diberi akal seperti manusia.kepada-Nya. Binatang terkadang menimbulkan hama dan kerusakan pada tanaman yang kita tanam. Menyayangi binatang adalah dengan memperhatikan keberlangsungan kehidupan mereka dan menjaga lingkungannya.orang yang mendapat kemenangan. Banyak sekali manfaat yang dapat kita raih dengan adanya binatang. malah mudah dikuasainya. lebih tabah.

Status sosial orang berilmu. Apa kenyataan hidup yang sebenarnya? Jawabnya adalah bahwa hidup akan berakhir dengan . belum lagi jika hendak meraih gelar doktor. Namun hendaknya kita harus berfikir realistis. Allah mengatakan dalam firmanNya bahwa seluruh isi muka bumi ini untuk manusia semata. perbuatan dan sumber ilmu. Manusia diberi akal. ataupun dengan cara merusak lingkungan hidupnya. Bandung Barat 4 Mei 2010 Ditulis dalam Uncategorized MENJADI ORANG YANG BERILMU Mei 7. hewan tidak. Akal harus cerdas. Sekalipun demikian menjadi orang yang berilmu dan terus belajar adalah perkara yang menyenangkan. Baik yang menyiksanya secara langsung. ILMU YANG BENAR Semua ilmu pada dasarnya memiliki keutamaan dan manfaat masing-masing. statusnya relatif lebih tinggi dari orang kebanyakan. madrasah. kursus adalah tempattempat yang sangat baik sekali untuk belajar. apalagi jika ia menduduki jabatan atau mengajar di lembaga pendidikan. Semua itu mesti diperhatikan. Sedangkan indra. Ilmu memiliki kaitan erat dengan akal. orang-orang menghabiskan hampir seperempat umurnya untuk sekolah hingga mencapai gelar sarjana. Hal lainnya yang tak terpisahkan dari ilmu adalah guru dan indra. KEBUTUHAN TERHADAP ILMU Ilmu merupakan suatu kebutuhan yang sangat besar peranannya dalam meningkatkan karir dan kehidupan seseorang. Alangkah kejinya orang-orang yang senang menyiksa binatang. Sekolah. maka hewan pun menjadi pelayan bagi manusia. hendaknya menjadi suatu acuan agar kita menjadi orang yang lebih bersyukur kepadaNya. Setiap perhatian yang kita arahkan kepada hewan dan makhluk lainnya semacam pepohonan dan benda-benda tak hidup. perbuatan mesti menunjang. Begitu pentingnya ilmu. Perbuatan merupakan gambaran kadar ilmu seseorang. tanpa mengecilkan peranan ilmu-ilmu yang lainnya. Pada dasarnya tempat belajar adalah baik untuk proses belajar. Sumber ilmu merupakan rujukan seseorang memiliki ilmu. pesantren. Guru adalah orang yang memberikan kepada kita ilmu. Guru harus banyak dan indra mesti tajam. untuk menentukan ilmu mana yang mesti kita utamakan terlebih dahulu. Akal merupakan alat untuk mengikat ilmu. Orang yang berfikir realistis adalah orang yang berfikir dan bertindak cerdas dalam menyikapi kenyataan hidup yang sebenarnya.Allah Swt. khususnya pendengaran merupakan pintu gerbang dari ilmu. sehingga dari sanalah ilmu diperoleh dengan relatif mudah bagi orang yang mampu bertahan di lembaga tersebut hingga mendapatkan ijazah. Cisarua. 2010 Tinggalkan sebuah Komentar MENJADI ORANG YANG BERILMU Oleh: ADING NASHRULLOH ILMU Ilmu merupakan salah satu alat bagi manusia hidup di muka bumi. dan sumber ilmu berupa buku mesti banyak.

Orang yang realistis akan mengutamakan ilmu yang akan memberikan kepadanya petunjuk yang benar sehingga kehidupannya di dunia ini akan membuahkan bekal untuk di kehidupan yang abadi itu. Ilmu agama yang benar pada diri seseorang adalah ilmu yang menjadi nilai dan kepribadian dirinya sehingga ia menjadi seorang yang berperilaku sholeh. Ilmu itu adalah ilmu tentang agama. Sehingga seseorang memiliki ilmu yang mungkin tidak dimiliki yang lainnya. Cisarua. Tentu saja belajar kepada para ahli adalah yang sebaik-baiknya cara. Oleh sebab itu tanda menjadi orang yang berilmu adalah tidak pernah sombong dengan ilmu yang telah dimilikinya dan tidak pernah enggan untuk terus belajar pada siapapun. Carilah guru yang bisa membimbing hidup lebih cerdas. TAFAKUR Ilmu yang diberikan Allah kepada manusia amatlah sedikit dan itupun dibagi-bagikan kepada setiap manusia. 6 Mei 2010 Ditulis dalam Uncategorized « Halaman Sebelumnya — Halaman Berikutnya » Tentang penulis The author does not say much about himself Cari þÿ Navigasi • • Home Tentang Kategori: • • • • • artikel filsafat Artikel pendidikan Filsafat filsafat Islam Uncategorized Tautan: • • • bekal menuju akhirat e-Quran filsafat serius .kematian dan setelah kematian akan disusul oleh kehidupan abadi. namun dirinya pun lebih nyata tidak memiliki ilmu yang dimiliki orang lain.

Blog pada WordPress. .com WordPress.org Arsip: • • • • • • • • • • • • • • Oktober 2011 Agustus 2011 Juli 2011 Mei 2011 April 2011 Agustus 2010 Juni 2010 Mei 2010 Maret 2010 Desember 2009 November 2009 Oktober 2009 Agustus 2009 Juli 2009 Feed • • RSS RSS Komentar Theme: Supposedly Clean by Alvin Woon. Ikuti Follow Filsafat Berfikir Get every new post delivered to your Inbox.• • • • • • • • • • • • • • • • • Ilmupedia Insan sejati Islam kampus Islam kamus filsafat kamus filsafat kaskus P asep Tamim Panjang Pisan Pemikir persis Qosidah Islam radio Islam tempat bertanya tv Quran WordPress.com.

þÿ Powered by WordPress.com .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful