This is Google's cache of http://filsafatindonesia1001.wordpress.com/page/4/.

It is a snapshot of the page as it appeared on 12 Jan 2012 17:24:37 GMT. The current page could have changed in the meantime. Learn more Text-only version These search terms are highlighted: rasulullah pernah bersabda

Filsafat Berfikir
MENGAWALI MENGHIDUPKAN PESANTREN
Juni 19, 2010 Tinggalkan sebuah Komentar MENGAWALI MENGHIDUPKAN PESANTREN Oleh: Ading Nashrulloh A.Dz Alhamdulillah, sejak malam pertama saya mondok di Kampung ini, saya langsung laporan kepada Bapak RT selaku aparat pemerintah dan tokoh masyarakat. Di malam itu juga saya bertemu dengan tokoh masyarakat dan tokoh pemudanya. Saya telah mengungkapkan maksud, tujuan, visi dan misi kedatangan Kami dari Bandung ke tempat ini. Yaitu akan membangun pesantren di tanah wakaf dari Bapak Ir. Loka Sangganegra. Pesantren yang didedikasikan untuk anak-anak yatim dan dhuafa serta anak-anak yang tidak dhuafa. Besar harapan saya, tokoh-tokoh yang terhormat memberikan persetujuan, dukungan dan pernyataan untuk memberikan bantuan dalam wujud apapun untuk upaya kami itu. Respon mereka yang terhormat waktu itu adalah sangat positif. Sebab itu hilanglah rasa takut, hilang rasa sedih, muncul rasa gembira dalam dada kami. Menambah semangat dan tekad bagi kami untuk membangun pesantren tersebut. Pondok pesantren, sebagaimana umumnya pesantren, bertujuan untuk mencetak anak-anak menjadi orang-orang yang taat kepada agamanya dan menjadi penggerak keagamaan di masyarakatnya di masa depannya. Begitupun Baladil Amiin, mengikuti konsep yang telah dikenal secara umum tentang pesantren, hendak mewujudkan cita-cita tersebut. Saya atas nama pribadi, para pemrakarsa serta pendiri pondok pesantren Baladil Amiin mengucapkan terimakasih atas dukungan bapak-bapak sekalian. Ini merupakan kelanjutan langkah pertama kami ke sini dalam memulai membangun pesantren Baladil Amiin. Atas dukungan dan keberlangsungan upaya membangun Pondok Pesantren ini semoga menjadi cahaya keberkahan bagi masyarakat yang ada di sekitarnya. Menjadi salah satu sebab masyarakat di sini dihilangkan rasa khawatir dan takutnya dari hal-hal yang tidak diinginkan, dijauhkan dari rasa sedih karena kekurangan, dan senantiasa digembirakan oleh berbagai kemajuan di bidang apapun. Semoga Allah Swr mengabulkan harapan kita ini. Moga kami bisa menjadi menjadi kekuatan Bapak RT dalam membina masyarakat khususnya di bidang spiritualnya. Kami belum punya gambaran untuk bidang-bidang lainnya seperti bidang ekonomi untuk membantu kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat di sekitar ini.

Moga pula PP BA dapat mendampingi Yayasan Al-Ihsan dalam kerangka Syiar Islam. Atas kebaikan Bapak RT, Bapak Khaerul Anwar dan rekan Arif, Kami sekali lagi mengucapkan banyak-banyak terimakasih. Wassalamu’alaikum Wr.Wb. Disampaikan di Mesjid Bakda Pengajian Shubuh, Leuwiliang Bogor 15 Juni 2010, 2 Rajab 1431 H. Ditulis dalam Uncategorized Tags: motivasi

HARGA HIDUP
Juni 19, 2010 Tinggalkan sebuah Komentar HARGA HIDUP Oleh: Ading Nashrulloh A.Dz Pernahkan engkau bertanya, berapakah harga untuk sehari hidup di dunia? Saat mata terbuka melepas tidur lelap di malam yang suntuk, kita dibangunkan Allah untuk memulai hari. Banyak sekali pilihan yang mengikuti waktu demi waktu hingga kita kembali tertidur di malam berikutnya. Saat kita bangun, badan kembali segar, fikiran jernih, pandangan mata tajam, nafas lancar, dan detak kehidupan begemuruh di dada. Tak sedikit pun kekuatan pada diri kita untuk bisa kembali bangun dari tidur, Allah lah yang membangunkan kita kembali di hari ini. Dan andaikan di hargakan hidup sehari ini, berapakah biaya yang harus dikeluarkan? Tidakkah kita merasa sayang, bila perjalanan waktu hidup ini kita isi dengan perbuatan sia-sia atau malah perbuatan yang mendatangkan murka Allah dan kesengsaraan hidup di dunia dan akhirat? Marilah kita tafakuri semua hal yang pernah kita lakukan, betapa banyak ketololannya ketimbang kecerdasannya, akibat dari menuruti nafsu dan melupakan besarnya nikmat dari sisi Allah Swt. Alangkah besarnya nilai nikmat yang Allah berikan kepada kita di setiap waktu yang pernah kita jalani. Dengan mata yang indah kita bisa melihat, dengan melihat kita menatap dan memandang keindahan dunia beserta isinya. Dengan telinga kita mendengar dan dengan mendengar kita menjadi tahu kebenaran dan kebaikan, juga kesyahduan setiap bunyi-bunyian di alam ini. Kaki pun melangkah mengantarkan raga ke tempat-tempat di mana kita beroleh hikmah dan pelajaran. Tangan bekerja membuat barang-barang berharga. Tuhanlah yang mengkuasakan engkau semacam itu, dan sungguh lucu hidupmu jika akhirnya semua titipan yang berpotensi besar itu engkau pergunakan untuk durhaka kepadaNya. Seharusnya engkau bersyukur kepada Allah, berterimakasih atas semua anugrahNya, kini yang engkau perbuat adalah melalaikan semua perintah dan melalaikan dirimu sendiri mengenalNya.

Dirimu dan kehidupanmu sungguh amat mahal harganya, engkau harus tahu itu. Engkau harus menghargai hidupmu sendiri. Dan jalan satu-satunya agar engkau lurus dalam menimbang harga hidupmu adalah menyadari bahwa engkau diciptakan dari keadaan yang sangat lemah, lalu dikuatkan tubuh dan dibaguskan susunannya, lalu diperintahkan kepadamu untuk mengabdi kepadaNya. Jangan sia-siakan waktu-waktumu, karena akhirnya semua akan ada perhitungan dan pertanggungjawabannya. Allah yang menciptakanmu adalah Zat satu-satunya yang punya hal untuk engkau sembah. Engkau harus mau menyembahNya dengan segenap pengabdian dan keikhlasan melalui kesetiaanmu menjalankan apa-apa yang telah diajarkan kepadamu. Allah telah mengajarkan kepada umat manusia Dinul Islam. Tak perlu susah payah untuk memahami dan menjalankan Islam, sebab cikal bakal ajarannya telah ada dalam dadamu sendiri yaitu fitrah dan kekuatan untuk menjalaninya telah tersedia pada dirimu sendiri yaitu jiwa dan harta. Engkau hanya tinggal mengubah haluan hidupmu: kembalilah ke jalan Tuhanmu yang hak dan tinggalkan penyembahan kepada syaithan dan hawa nafsu. Itu adalah cara memberikan harga yang pantas bagi hidupmu di dunia. Bila aku menakar hidupku dengan nafsu, maka hidup akan dihargakan dengan nilai yang sangat murah. Aku akan menilai hidup ini menjadi sedikit saja nilainya, aku tidak lagi memberikan penghargaan terhadap hidupku sendiri. Aku rendahkan hidup dan aku celupkan hidup dalam kerendahan-kerendahan. Aku merasa telah mendapatkan kenikmatan yang besar dari perbuatan merendahkan hidupku, padahal yang benar adalah aku telah mendapatkan kesia-siaan yang luar biasa. Saat aku mengikuti nafsu dan setiap bisikan syaithan yang terkutuk, menilai ketika aku melakukan perbuatan-perbuatan rendah dan hina, aku telah melakukan hal-hal yang patut dan terpuji. Nanti di hari berikutnya aku kembali melakukan kerendahan demi kerendahan. Jangan sampai perkara yang demikian itu menimpa dirimu dan diriku. Hidup manusia bisa seharga neraka, bisa juga seharga surga. Untuk membeli surga telah ada alat tukarnya. Untuk membeli neraka telah pula ada alat tukarnya. Manusia hanya tinggal memilih mana yang ia minati. Adapun seluruh umat Islam akan masuk ke surga, kecuali yang tidak mau. Kenapa Umat Islam dijanjikan surga seluruhnya? Karena mereka adalah umat manusia yang pandai mengadakan perniagaan dengan Tuhannya. Mereka serahkan harta dan jiwanya di jalan Allah, yaitu dengan berjihad, berdakwah dan beramal sholeh dalam kerangka meninggikan kalimat Allah yaitu Islam. Mereka hidup di dalam ketaatan dan mati di dalam ketaatan pula. Adakah umat Islam yang enggan masuk surga? Ada jawabnya, yaitu orang Islam yang tidak mau taat kepada ajaran Nabi Muhammad Saw. Mereka hanya mengaku saja sebagai beragama Islam, tetapi sesungguhnya tidak menjalankan Islam. Ia hidup tidak taat pada Islam, dan meninggal pun dalam keadaan tidak taat kepada Islam. Hidup adalah sangat berharga. Alat untuk mengukur harga hidup adalah Islam. Jadi berapa harga hidupmu? Jawabnya seharga Islam. Berapa harga Islam? Seharga surga dan neraka. Maksudnya bila seseorang meninggalkan Islam, maka baginya neraka. Dan bila ia melaksanakan Islam, maka baginya surga. Kepahitan neraka adalah abadi dan kemanisan surga juga abadi. Hidupmu adalah abadi, di neraka atau surga tergantung kepada sikapmu kepada dan di dalam Islam. Betapa berharganya hidup manusia dan Islam yang harus jadi pegangannya. Andaikan manusia menyia-nyiakan hidup dan Islam, maka betapa ia telah merendahkan makna kehidupannya. Leuwiliang, Bogor, 30 Rabiul Akhir 1431 H

Kita terkadang terjebak dalam perbuatan nista dan dusta. apalagi jika fakta-fakta yang diberikan kepadamu. Artinya fakta yang membeberkan kesalahan-kesalahanmu. Sebab itu memiliki pengetahuan tentang perkara baik dan buruk. jika memang perbuatan kita salah. Jadi pada intinya penghinaan adalah ungkapan kebencian seseorang kepada orang lain lantaran ia membenci orang lain tersebut sehubungan dengan sifat dan perbuatan orang yang dibencinya itu. Mengapa orang menghina Israel? Sesungguhnya timbulnya penghinaan itu oleh dua sebab. Perasaan kita melakukan segala sesuatunya dengan baik-baik saja. Pertama. Tidak guna membela diri. 2010 Tinggalkan sebuah Komentar PENGHINAAN Oleh: Ading Nashrulloh A. yang menjadi alasan mereka melancarkan penghinaan adalah faktafakta kebenaran. yang tak luput dari kesalahan. Engkau akan menghina seseorang apabila engkau membenci dia karena sifatnya yang dalam takaranmu buruk. Sadarilah semua itu mungkin timbul dari benci yang menggantikan kedudukan cinta. Kedua. Artinya awalnya seseorang yang menghina dirimu selama ini adalah seseorang yang mencintaimu. di mana-mana. Ketika engkau dihina dan dicaci maki. ada yang salah dengan langkah kehidupan kita. Yang harus kita lakukan saat itu segera mengubah sikap dan kebiasaan yang buruk tersebut. dan upaya untuk mengamalkan kebaikan serta menjauhi keburukan. perlu ditanamkan dan dibiasakan dalam hidupmu. yang dihina memiliki sifat yang dibenci oleh yang menghina. yang menghina memiliki rasa kebencian kepada yang dihina. . Namun ternyata mengandung keburukan. Bahwa hidup ini tak selamanya mulus. Maka tergantikanlah rasa cintanya menjadi kebenciannya yang luar biasa. Sebaliknya orang akan menghina engkau. Penghinaan memiliki kaitan erat dengan konsep benci dan buruk. Terkadang orang berlebihan kata dan ucapan dalam mengungkapkan penghinaannya kepadamu. Saat kita dihina kita tersadar bahwa memang selama ini. Kita ini adalah manusia biasa. Penghinaan terkadang memiliki arti yang penting dan mengandung pelajaran yang berharga. dikutuk.Dz Marilah sekali-kali berfikir secara mendalam mengapa ada orang yang menghina orang. Israel dicacimaki. mengagumimu.Ditulis dalam Uncategorized Tags: motivasi PENGHINAAN Juni 19. dan menyayangimu lantaran kebaikan-kebaikanmu selama ini kepadanya. Namun akhirnya ia tahu bahwa dirimu ternyata penuh dengan dosa dan kemunafikkan. maka jalan terbaiknya adalah instrospeksi diri. saat engkau dibenci dan perbuatanmu buruk. Jangan bersedih hati dengan penghinaan yang dialamatkan kepadamu. Sehingga ia muntahkan rasa bencinya itu menjadi kata-kata penghinaan yang tiada tara.

Adapun langit dan bumi beserta segenap isinya akan menjadi saksi atas apapun yang engkau perbuat. Akibatnya adalah engkau akan membenci banyak orang. Namun di sisi lain engkau harus memiliki sifat pemaaf seluas-luasnya. 29 Jumadil Akhir 1431 H Ditulis dalam Uncategorized Tags: motivasi KEADAAN Juni 19. jangan engkau terlalu menonjolkan diri. Bogor. bahwa seseorang yang engkau benci selama ini. Karena boleh jadi penghinaannya menjadikan dirimu tersadar dan bangun dari kekhilafan yang selama ini engkau perbuat. Dimana engkau seharusnya bersikap lembut dan santun kepadanya. agar engkau sebisa mungkin menghindari perbuatan yang salah dan hina. karena dalam kenyataannya Israel telah berbuat keburukan yang banyak yang dibenci oleh segenap umat manusia. maka semua harus didasarkan pada kriteria yang Allah Swt tetapkan. Sehingga engkau tidak melanjutkan ke sikap menghina dirinya. Atau agar orang tidak mengatakan engkau seorang yang buruk perilakunya. maka sadarilah sedini mungkin. Sekalipun suatu ketika engkau berada di depan. Sehingga penghinaan itu boleh dikatakan suatu hadiah gratis yang engkau dapatkan dengan manfaat yang besar. engkau harus menjadi pendorong dalam kebaikan. syaithan yang terkutuk selalu menyertai langkah kita untuk menggoda kita. jadilah seseorang yang berwatak memberi teladan sebaik-baiknya. Jika alasanmu karena ia telah melakukan keburukan dan kejahatan. Namun bila terlanjur engkau ingin menghina orang lain. Dan Allah yang menciptakanmu akan tetap menjaga dan memperhatikan apa yang engkau butuhan selama hidup. juga jangan engkau berada di belakang. bila kita mau berlapang dada dan pandai dalam memaafkan dan memaklumi kesalahan orang lain. Bila engkau dihina oleh seseorang.Dz Setiap keadaan dan kemanapun kita melangkahkan kaki. Bila engkau membenci seseorang. Sebagaimana kini orang rame-rame menghina Israel. Agar engkau tidak jadi sasaran kebencian manusia. Berbuatlah yang wajar-wajar saja. 2010 Tinggalkan sebuah Komentar KEADAAN Oleh: Ading Nashrulloh A. Leuwiliang. Bahwa kehinaannya adalah memang apa adanya. janganlah membalas penghinaan itu dengan penghinaan lagi. Malaikat akan senantiasa mencatat setiap gerak dan lintasan matamu.Jangan berharap maaf dari orang lain. Padahal dunia akan menjadi damai. belum tentu disadarinya sebagai kesalahan. mungkin memiliki perhatian dan kebaikan kepada dirimu. di kala engkau bermaksiat kepadaNya ataupun tatkala . Dan jika engkau berada di belakang. maka siapakah manusia yang tidak pernah berbuat salah dan jahat kecuali para Nabi dan orangorang yang sholeh. karena kesalahan orang lain kepada dirimu.

banyak hal yang menjadi terbengkalai dan tidak terurus. tetapi di saat yang sama dengan bertani itu engkau lebih dekat kepada Allah Swt. Apa yang sedang engkau perbuat hari ini? Apakah suatu kebaikan ataukah kejahatan? Bila yang kau ukir adalah kebaikan. Memang kehidupan itu beraneka ragam. Karena hidup bagi manusia adalah perjuangan. Banyak saudara tak bisa kita santuni lagi. Siapa yang meninggalkan perjuangan. Betapa banyak manusia yang tertipu dengan keadaannya. tetapi diukur dari kapasitas spiritualnya. bukan soal apakah itu sakit atau lemah. maka ia sedang mencari kematiannya sendiri dalam keadaan hina dan tidak berharga. maka itu lebih mulia keadaannya dibanding dengan ketika engkau bekerja di kantoran namun membuatmu jauh dari Allah Swt. Dunia menjadi lebih sepi dibanding ketika kita sehat dan bertubuh kuat. dikarenakan ia jauh dari ilmu. kemuliaan atau kehinaannya diukur bukan dari ukuran materinya. tiada bandingannya. Sementara ada juga yang sakit tadi. Sungguh bila kita mengingat tentang makna nikmat hidup ini. Leuwiliang. sehat. Perjuangan atau jihad. lihatlah kelebihan apa yang Allah berikan kepadamu. dimakan cacing tanah. Berbuatlah yang besar-besar. Namun hidup kaya juga sesungguhnya lebih baik dari hidup miskin. Engkau bila miskin tetaplah tersemyum. Ada yang diberi kesempatan oleh Allah hingga ia menjadi orang yang kuat. Setiap keadaan kita. Sehingga ia pun jauhdari rahmat Allah Swt. Hati nuranimu akan selalu memberitahumu jika langkahmu akan tersesat. Ketika orang kaya atau miskin tersebut menjadikan setiap keadaan dirinya menjadi sarana untuk lebih dekat kepada Allah Swt. Di keadaan mana pun engkau dikondisikan Allah. Engkau yang kaya tetaplah tersenyum sekalipun mungkin hari ini sedang dililit utang dan tagihan segala macam. ibadah dan keberkahan. maka kenyataan bahwa hidup kita memberikan arti yang besar bagi orang-orang yang masih hidup dapat kita usahakan selagi hidup ini. 29 Rabiul Akhir 1431 H. maka beruntunglah. Betul hidup ini adalah sementara. adalah alam kehidupannya manusia.engkau taat kepada syariatNya. Ketika kita sakit. sekalipun engkau harus menderita dalam menjalaninya. Jika engkau hari ini bekerja sebagai petani. Banyak kawan dan rekan kerja tak bisa kita temui. Jangan menyangka bahwa hidup mewah dengan penghasilan besar adalah lebih baik dibanding dengan hidup miskin. Tetapi yang sementara ini bisa kita buat memiliki makna yang amat luas dan langgeng. tetapi cobalah untuk berbuat selalu hal yang dapat menjadikan dirimu dekat kepada Allah dan menjauhi setiap bisikan syaithan yang terkutuk. Keadaan hidup ini sungguh indah dan luar biasa. jangan tanggungtanggung. kaya dan berkeinginan tinggi untuk melanglang buana. tulangpun hancur lebur. Bogor. Ditulis dalam Uncategorized TUHAN KAMI ALLAH DAN KAMI BERTEGUH HATI . Boleh saja suatu masa nanti jasad kita terbujur kaku. Sungguh tiada hal patut disesali dan ditangisi.

Maka sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang sadar akan jati dirinya dan memenuhi konsekuensi kesadaran tersebut. menghalangi manusia dari Islam 3. Maka tak perlu beragama atau menyembah Tuhan. 2.Dz Bila kita bertanya. Mereka adalah golongan orang-orang yang tidak memiliki kesadaran tentang jati diri mereka yang sebenarnya. Tabiat manusia yang merugi dan celaka tersebut dalam kaitannya dengan usaha-usaha mereka dilihat dari urusan dunia dan agama. mengukur segala-galanya dari sudut duniawi. dapat kita perhatikan sebagai berikut: 1. meyakinkan bahwa manhaj mereka benar sedangkan Islam buruk. Orang yang rugi adalah orang yang menyangka ia telah berbuat baik dalam kehidupannya dan berharap Tuhan akan memberikan balasan pahala. keinginan siapakah kita hidup di dunia? Jawaban orang-orang yang beriman adalah keinginan dan kehendak Tuhan. Itulah manusia yang rugi. Seharusnya prasangka yang baik harus disertai dengan rasa takut kepadaNya yang mendorong ia taat kepadaNya. Siapa mereka? Mereka adalah manusia yang memiliki keyakinan bahwa keberadaannya di muka bumi ini ada dengan sendirinya. Tidak mudah untuk menyatakan sikap ini dan tidak mudah pula untuk tetap pada sikap ini. Mudah memang diucapkan. Manusia yang sadar dan patuh pada konsekuensi kesadaran adalah manusia yang paling beruntung.Juni 19. Ketiga ciri tersebut diungkapkan dalam al-Quran surat Ibrohim ayat 3. Bagaimana halnya orang-orang yang beruntung akan tabiatnya? Pada intinya mereka menyatakan Tuhan kami adalah Allah kemudian mereka berpegang teguh pada pendiriannya tersebut. dan ia pun melakukan penyembahan tersebut dengan mengikuti agamaNya. Ia sadar bahwa dirinya diciptakan Allah. Di antara manusia ada yang sadar bahwa dirinya di ciptakan dari ketiadaan menjadi ada. namun sesungguhnya ia tertipu dengan prasangkanya itu. bahwa mereka adalah makhluk. Namun ia enggan untuk memenuhi konsekuensi kesadaran itu. Setiap seruan kepada keimanan mereka menolak secara terang-terangan. Inilah golongan manusia yang beruntung di kehidupannya nanti. namun sulit untuk dijadikan sikap . Tuhanlah yang berkuasa atas hidup dan mati kita. Ia tidak mau beribadah kepadaNya. namun akhirnya ia malah mendapat siksa dariNya. Maka bagaimana mereka mempersiapkan diri untuk kehidupannya di akhirat kelak? Jangankan mempersiapkan. Banyak contoh manusia yang gagal dalam mempertahankan prinsipnya yang demikian itu. Sering manusia semacam ini memiliki prasangka yang baik kepada Tuhan. maka Allah adalah Dzat yang berhak di sembahnya. mereka sangat cinta dunia. percaya dan ingat pun mereka sama sekali tidak. Ia mengikuti agama itu dengan melaksanakan setiap perintah agama dengan keikhlasan. Ini akibat dari perbuatan yang tidak memenuhi konsekuensi kesadaran bahwa dirinya diciptakan. Dan ada lagi golongan manusia yang termasuk golongan yang celaka. 2010 Tinggalkan sebuah Komentar TUHAN KAMI ALLAH DAN KAMI BERTEGUH HATI Oleh Ading Nashrulloh A. sadar bahwa keberadaannya di muka bumi memiliki tugas sebagai hamba Tuhan. Mereka adalah adalah golongan manusia yang tertutup mata hatinya. Bahwa Tuhan itu tiada.

ahli sihir. orang-orang pun berhenti mengatakan ia berfikiran miring. keuntungan dan kelimpahan harta. Sikap adalah pilihan hidup dan memiliki konsekuensi yang mengikutinya. agar hidupmu bahagia dan engkau mau bersyukur kepadaNya. Adakah fikiran miring itu ada guna dan manfaatnya? Mengapa ada istilah fikiran miring? Konsep yang serupa dengan fikiran miring adalah fikiran gila. crazy. ada yang curam. ada yang datar. mareka yang mentertawakan itu mengakui akan kehebatan dan kebenaran Nabi Muhammad Saw. 2010 Tinggalkan sebuah Komentar MIRING Oleh: Ading Nashrulloh A.hidup dan dasar nilai kehidupan. majnun. orang-orang di sekitarnya mengatakan bahwa ia seorang yang berfikiran miring. Kepada kita yang muslim sering diceritakan kisah para Nabi yang mengalami ejekan dan hinaan dari kaumnya. Sementara ketika pandangan mereka diarahkan kepada jalan hidup yang lurus. Perjalanan sejarah akhirnya menunjukkan. Zaman edan adalah zaman di mana manusia memilih cara hidup miring. Di awal dakwahnya. Bagian bumi ini. Ketika ia memulai usaha itu.Dz Sukakah kamu bila aku panggil engkau orang yang berfikiran miring? Maukah engkau aku bangunkan rumah dengan tiang-tiang yang miring? Sukakah kamu bila aku tawarkan barang dengan harga miring? Bidang miring banyak manfaatnya. Leuwiliang Bogor 3 Rajab 1431 H Ditulis dalam Uncategorized Tags: istiqomah MIRING Juni 19. Nabi-nabi yang lain pun . Dahulu saya pernah mendengar penuturan dari seorang pengusaha MLM. fikiran miring itu artinya fikiran yang dianggap memiliki kecenderungan mengarah kepada jalan yang sesat dan menjauh dari kebenaran yang selama ini dipegang oleh umumnya manusia di sekitarnaya. maka berarti ini menyangkut urusan hari dan corak kehidupan yang akan kita bangun dengan segala bagian dan fase-fasenya. namun mereka sendiri merasa dan berfikiran bahwa jalan hidupnya lurus dan penuh dengan kebajikan. edan. Ketika kita mejadikan ucapan ini sebagai sikap dan prinsip. ketika ia sukses di MLM itu. kaumnya mengatakan beliau SAW adalah almajnun. pendusta. ada yang miring. ia ada diciptakan Allah untuk memudahkan hidup manusia. Secara umum. semua ada guna dan manfaatnya. Ia dikatakan demikian sebab ia melakukan perkara yang waktu itu masyarakat tidak memiliki pemahaman tentang MLM. mereka malah mengatakan jalan itu bengkok dan sesat. Sampai akhirnya. Salah satunya adalah Nabi Muhammad Saw. dan orang yang patut ditertawakan. Dalam hidup kita dituntut untuk menentukan sikap.

Bagaimana konsep Islam tentang kehidupan. hanya karena engkau memuja Allah dan mengikuti syariatNya. Itulah sebabnya Rasululloh sempat menangis ketika sahabatnya diminta membacakan ayat tentang betapa ruginya manusia yang menolak dakwahnya yang akan menyelamatkan hidupnya di dunia dan akhirat. kita pun harus secara konsisten mengatakan bahwa pemikirannya adalah miring. Bagi orang-orang muslim. itu adalah hal biasa. pertama-tama janganlah kamu berfikiran bahwa kamu sudah berbuat kebaikan. Tetapi katakanlah mudah-mudahan apa yang aku lakukan adalah kebaikan yang diridoi Allah Swt mengingat apa yang aku lakukan mengikuti petunjukNya.mengalami hal yang sama. Setiap orang akan ditanya oleh Tuhan di akhirat kelak mengapa ia mengikuti suatu jalan kehidupan. Dalam kenyataannya belum tentu seperti yang kita harapkan. sedangkan dirimu suka mengajak kepada orang lain berbuat baik. Jika engkau dibenci dan dikatakan berpikiran miring. . Bukan hanya ejekan dan hinaan. Ibaratnya jadilah santri seorang diri sebelum engkau menjadi kiyai bagi santri-santri yang akan datang kepadamu. Tetaplah belajar dan berbuat kebajikan selama-lamanya sampai tutup usia. dan selamanya yang sesat tidak akan pernah bisa seiring sejalan dengan yang benar. Terkadang kita hanya merasa benar saja dan menyandarkan diri kepada argumen-argumen yang dianggap benar oleh kita sendiri. merasa dan yakin bahwa kita sudah berada di jalan yang benar. jalan kehidupan dan cara pandang kehidupan adalah sudah jelas. Kau harus membiasakan diri diejek dan dihina oleh mereka yang tidak berilmu dan enggan mengabdi kepadaNya. ini sudah merupakan tabiat dan sunah kehidupan di muka bumi. maka kita akan melihat jalan pikiran selain Islam adalah sesat. yakni Islam. Ketika kita menempatkan diri sebagai orang yang membenarkan dan menjalankan Islam sebagai jalan kehidupan. Agar dirimu tidak berfikiran miring dalam arti yang hakiki menurut ukuran keimanan dan keislaman. yakni kita ini. engkau pun akan dikatakan orang yang berfikiran miring. Bila engkau melakukan perbuatan buruk. Kita harus memiliki kemauan mempelajari berbagai corak cara pandang manusia terhadap kehidupan. maka terlebih dahulu engkau pun melakukan perbuatan bajik juga. sebelum engkau menjadi seorang pengajar. Menjadi sosok yang baik dan benar dalam arti yang sebenarnya bukan perkara mudah. Selain Islam adalah sesat. Seringkali manusia. Dan siapa yang menyimpang sedikit saja dari ajaran Islam. Sebaik-baiknya sikap orang-orang yang beriman adalah berperilaku postif atas ajaran Islam ini. Seharusnya bilamana engkau ingin mengajak manusia berbuat kebajikan. Artinya ia harus membenarkan dan mengamalkannya tanpa reserve. malah siksaan dan pengusiran. tanpa harus menunggu ada orang yang menyertaimu atau tidak. semestinya kita pun tahu yang salah. Untuk menjadi benar. Jadilah engkau sebagai pembelajar yang aktif. tetapi hanya baru sebatas mendekati. Jangan heran bila engkau dikatakan kurang akal dan penipu. Apa yang engkau lakukan bisa jadi belum berupa kebaikan. realitas hakiki dan apa yang seharusnya dilakukan manusia telah dijelaskan dengan seterang-terangnya dalam ajarannya. Sebaliknya jangan heran bila engkau dikatakan berfikiran miring pula oleh orang-orang yang tidak menjadikan Islam sebagai landasan cara berfikirnya.

kita tahu bahwa itu dosa. sehingga ia termaafkan dengan sendirinya. atau melaporkan suatu hal yang menurut pandangannya adalah salah. Tetapi yang lebih anggun lagi adalah mengetahui sebab-sebab seseorang melakukan kesalahan. apakah orang yang melaporkan itu benar dengan laporannya. kita bukanlah malaikat. yakni Allah swt. Berbuat dosa adalah wajar dalam kehidupan manusia. 30 Rabiul Akhir 1431 H Ditulis dalam Uncategorized KESALAHAN Juni 19. Akibatnya adalah cacian dan makian yang keluar. artinya orang yang tidak mau mempergunakan akal fikirannya. maka ada dua hal yang harus diverifikasi. Bogor. Terkadang orang yang kita pandang salah. padahal belum tentu salah. Sehingga orang yang salah semakin membenci kebenaran. tidak benar-benar salah. Terkadang manusia melaporkan suatu kedustaan. Kita sering ingin meluruskan kesalahan orang lain dengan hati yang penuh dendam.Leuwiliang. Yang memiliki kemampuan menilai suatu kesalahan hanyalah orang-orang yang berilmu. Sesungguhna keanggunan seseorang dalam menyikapi kesalahan manusia adalah memaafkan dan memberikan kesempatan kepadanya untuk memperbaiki diri. sebab hal yang demikian menunjukkan tabiat seseorang yang jahil atau bodoh. Maka untuk itulah kita harus menjadi orang yang berilmu. Syaithan harus . hanya menjadi tidak wajar kalau terus menerus berbuat dosa. Belajarlah terus untuk berpengetahuan. Jika datang kepadamu laporan bahwa ada seseorang telah berbuat salah. dan terdorong jiwa kita untuk bertaubat kepadaNya. Bila kita menemukan orang lain berbuat salah. Hendaklah kita menyadari bahwa pada saat kita mengatakan bahwa seseorang salah. dosanya terampuni. kita sama saja manusia seperti dirinya yang juga tak lepas dari kesalahan. Kenapa taubat itu perlu? Karena ada Zat yang memiliki sifat dan hak untuk mengampuni. Begitupun jalan menuju surga tak satupun terlewat disampaikan Rasulullah Saw. Kedua. Artinya sekalipun ia tidak bertaubat. agar ketika kita berbuat suatu dosa. Pertama. Kita hanya boleh menegur pada saat ketika hatinya sudah mendekat dengan diri kita. hendaknya ditahan dulu jangan sampai menegurnya di waktu itu. Agar kata-kata yang kita ungkapkan kepadanya disertai dengan sikap yang lemah lembut. 2010 1 Komentar KESALAHAN Oleh: Ading Nashrulloh A. apakah yang dilaporkannya itu benar-benar berupa kesalahan. Sebab Allah pun memaafkan kesalahan orang yang berbuat salah karena kejahilannya. pada saat yang sama.Dz Jangan memperlakukan kesalahan orang lain dengan kejahatan dan kelicikan karena itu berarti kita sama saja. Semua jalan ke neraka sudah dijelaskan oleh agama.

Definisi takwa berikutnya adalah menjauhi segala larangan Allah. Dan sebagai wujud solidaritas kita kepada sesama manusia yang terperosok berbuat kesalahan adalah mengingatkan dirinya sebelum ajal atau kiamat tiba. Para ulama dan wali harus kita dekati. agar kita bisa menghindari jalan-jalannya. Allah bukanlah Zat yang Zhalim terhadap hamba-hambaNya. Jangan kita seperti orang dungu. yaitu bahwa takwa mengandung arti bersih hati. sementara ia menyangka bahwa dirinya akan selamat dengan kebodohannya itu. bisa karena ia tergoda oleh syaithan dan kesenganan mengikuti hawa nafsunya. Bogor. Kita adalah seperti juga orang lain. ketika manusia tunduk kepada syaitan. perlu dan membutuhkan suatu peringatan. taat kepadaNya dan keadaan bersih hati. tetapi hamba itulah yang zhalim terhadap dirinya sendiri sehingga menyebabkan dirinya masuk ke dalam kategori manusia yang dimurkai Allah dan kategori manusia yang menempuh jalan yang sesat. 2010 Tinggalkan sebuah Komentar TAKUT KEPADA ALLOH Oleh: Ading Nashrulloh Dan barang siapa yang taat kepada Allah dan rasul-Nya dan takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya. Dengan demikian inti sari takwa adalah takut kepada Allah. ini mengindikasikan bahwa takwa itu mengandung arti taat.dikenali dengan jeli. Sebab hati yang bersih itu pertama kali syaratnya harus jauh dari pelanggaran atas segala larangan Allah. Untuk urusan apa? Untuk menjerumuskan manusia kepada perbuatan-perbuatan yang salah. Selanjutnya definisi takwa adalah menjalankan segala perintah Allah. Sedangkan balasan bagi mereka . Leuwiliang. Syaithan itu adalah makhluk Allah yang memiliki tabiat paten untuk senantiasa menyertai manusia. 28 Rabiul Awal 1431 H Ditulis dalam Uncategorized TAKUT KEPADA ALLAH Mei 7. syaithan tak pernah patang mundur mendekati manusia. Bahkan ketika manusia itu sedang beramal sholeh sekalipun. ini mengindikasikan hal lain lagi. maka mereka adalah orang-orang yang mendapat kemenangan (24:52) Mengacu kepada definisi takwa yaitu mengadakan perlindungan dari azab Allah. Takut kepada Allah artinya takut terhadap azab yang telah menjadi ketetapanNya. mengindikasikan bahwa takwa itu mengandung arti takut. nasihat dan teguran dari orang lain tatkala kita salah langkah. agar kita bisa mengikuti langkah-langkah amal sholehnya. agar diri kita selamat dari ketertipuan hidup ini. yang memilih jalan kebodohan. ke mana pun manusia melangkah. Amal sholeh bisa berubah menjadi amal salah. Begitu setianya syaithan dekat dengan manusia di kala apapun yang dilakukan manusia. Jadi manusia berbuat salah bisa karena ia jahil.

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku. maka dosanya makin bertambah dan bertambah pula kehinaannya dan ia bergelimang dalam lautan dosa dan kemaksiatan. maka mereka adalah hamba-hamba Allah yang dekat denganNya dan memiliki kedudukan yang mulia di sisiNya. Bagi yang melaksanakan perintah tersebut maka ketakwaannya akan bertambah dan karena itu ia akan memperoleh kemuliaan dan ditujukiNya ke arah kebaikan. Orang yang takut kepada Allah. Dan ketika ia bertaubat dan terus berusaha menjaga diri dari perbuatan dosa. bukan menjauhiNya. tentu dia akan berusaha untuk membebaskan dirinya dari laknat dan kemarahanNya dan caranya adalah dengan mendekat kepadaNya. Takwa adalah bersih hati. Islam didirikan di atas pondasi yang bernama tauhid. “Maka janganlah kalian takut kepada manusia dan takutlah kalian kepada-Ku. Ketika seorang hamba berbuat zhalim atau dosa. maka itulah dosa di hati. Sesungguhnya Allah itu dekat bagi hamba-hambaNya yang sholeh. Yang ada pada dirinya adalah fitrah. Takwa adalah menjauhi segala larangan Allah. Cara mendekati Allah adalah dengan melaksanakan apa yang diwajibkanNya kepada hamba-hambaNya. Perintah Allah yang paling besar adalah Tauhid dan Islam. Asy-Syaikh Abdurrahman bin Hasan bin Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah dalam kitab beliau Fathul Majid mengatakan: “Takut berkedudukan tinggi dan mulia di dalam agama dan termasuk jenis ibadah yang banyak cakupannya yang wajib hanya diberikan kepada Allah subhanahu wa ta’ala. taat kepadaNya dan jauh dari perbuatan dosa yang menghasilkan keadaan hati yang bersih senantiasa. maka (jawablah). Taat kepada Allah bukanlah untuk kepentingan Dia yang Maha Kuasa. agar mereka selalu berada dalam kebenaran. ini merupakan konsekuensi dari perasaan takut kepada Allah. Hatinya putih bersih tanpa noda. Berikut adalah di antara ayat-ayat Al-Quran yang menjelaskan wajibnya takut kepada Allah. Seseorang jika takut kepada Allah. Takwa mengandung arti taat. Jika larangan Allah dilanggar. (2:186) 1. Takwa mengandung arti bersih hati. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku. Sedangkan bagi yang mengabaikannya. Karena takut adalah perintah maka takut itu wajib dan memiliki konsekuensi penting. PERINTAH TAKUT KEPADA ALLAH Sesungguhnya Allah memerintahkan kepada kaum mukminin agar mereka takut kepada-Nya. berusaha menjaga diri agar sampai melanggar larangan Allah. tetapi untuk kepentingan hamba itu sendiri. maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku. “Orang-orang yang menyampaikan risalah Allah mereka takut kepada-Nya dan mereka tidak . maka hati itu bersih lagi.” Banyak sekali ayat al-Quran dan Hadits yang menunjukkan tentang wajibnya takut kepada Allah Swt. bahwasanya Aku adalah dekat. “Karena itu janganlah kalian takut kepada mereka tetapi takutlah kepada-Ku jika kalian benarbenar orang yang beriman.” (Ali Imran: 175). Lawan dari tauhid adalah syirik dan lawan dari Islam adalah kafir. Karena takwa adalah usaha untuk terus menerus menjauhi larangan Allah. maka terkotorilah hati itu bagai noktah hitam di kaca yang bersih. Bersih hati adalah gambaran seorang yang baru lahir ke dunia.yang dimurkaiNya dan sesat jalannya adalah tiada lain azabNya di dunia dan di akhirat kelak.” (Al-Maidah: 44).

Rasululullah bersabda: “Barangsiapa takut kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai pembuat perhitungan.a. ia berkata. maka Aku akan beri rasa takut pada hari Aku menghimpun hambahamba-Ku. “Hai manusia. aku mendengar Rasulullah Saw bersabda: Ada tujuh golongan yang akan dinaungi Allah di bawah naungan-Nya. di antaranya seorang hamba yang “diajak” oleh seorang wanita yang memiliki kedudukan dan kecantikan. Al-Baihaqi) Rasulullah. yaitu Pemimpin yang adil. Bukhari) Rasulullah bersabda: “Puncak kebijaksanaan ialah takut kepada Allah. 742).” (Shahih. (Ingatlah) pada hari (ketika) kamu melihat kegoncangan itu. maka Allah menjadikannya takut kepada segala sesuatu. maka Allah menjadikan segala sesuatu takut kepadanya.” (Al-Ahzab: 39).merasa takut kepada seorang pun selain kepada Allah. arRahman[55]: 46). lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya dan gugurlah kandungan segala wanita yang hamil. dan orang yang sengsara ialah yang sengsara sejak dalam kandungan ibunya. keduanya berkumpul dan berpisah kerena Allah. “Maka janganlah kalian takut kepada mereka dan takutlah kalian kepada-Ku. “Mereka (malaikat) takut kepada Rabb mereka dan melakukan apa yang diperintahkan kepada mereka. Keragu-raguan (dalam beriman) termasuk kekufuran. “Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua surga. dan dia mengatakan: ‘Aku takut kepada Allah’. akan tetapi azab Allah itu sangat keras” (Qs. dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk.629 dan Muslim no. sesungguhnya kegoncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat). … (Qs. Dari Abu Hurairah r. al-Anfaal [8]: 2). Jika dia merasa aman dari-Ku di dunia.” (HR. pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya. Pemuda yang senantiasa beribadah kepada Allah semasa hidupnya. (HR. Tiap perkara yang akan datang adalah dekat. (HR.” (Al-Baqarah:150). al-Haj [22]: 1-2). aku tidak akan menghimpun pada diri hamba-hamba-Ku dua rasa aman dan dua rasa takut. Abu Nu’aim dan dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani di dalam Ash-Shahihah no. Barangsiapa tidak takut kepada Allah. Kepemudaan termasuk kelompok kegilaan (radikal). HR. Orang bahagia adalah yang dapat mengambil pelajaran dari (peristiwa) orang lain. padahal sebenarnya mereka tidak mabuk. Seorang lelaki yang diajak oleh seorang perempuan yang cantik dan berkedudukan untuk berzina tetapi dia . Rasulullah bersabda: “Dua mata yang diharamkan dari api neraka. Al-Bukhari no. bertakwalah kepada Tuhanmu. dan mata yang menjaga serta mengawasi Islam dan umatnya dari (gangguan) kaum kafir. Al-Baihaqi). Dua orang yang saling mencintai kerena Allah. Dan jika dia takut kepada-Ku di dunia maka Aku akan berikan rasa aman pada hari Aku menghimpun hamba-hamba-Ku. Sebaik-baik yang tertanam dalam hati adalah keyakinan. (HR.” (Qs.” (An-Nahl: 50) “Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka. yaitu mata yang menangis karena takut kepada Allah. Orang yang hatinya senantiasa terpaut dengan masjid. 1031 dari hadits Abu Hurairah) Syaddad bin Aus radiallahuanhu berkata: telah berkata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: “Demi kemuliaan dan keagunganku. beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tujuh golongan orang yang akan mendapatkan perlindungan pada hari yang tidak ada perlindungan kecuali perlindungan dari Allah.

Dari Tsauban r. maka Aku akan bemberikannya rasa aman di Hari Kiamat. Ibnu Hibban dalam kitab shahihnya]. Para sahabat berkata.” Dari ‘Adiy bin Hatim r. ia berkata. Al-Kinani penulis buku Mishbah Al-Zujajah berkata. Kemudian beliau memberikan kabar gembira kepadanya dengan surga. maka Aku akan memberikan rasa takut kepadanya di Hari Kiamat. Aku tidak akan menghimpun dua rasa takut dan dua rasa aman pada diri seorang hamba. Rasulullah Saw bersabda: Tidak ada seorang pun di antara kalian kecuali akan diajak bicara oleh Allah tanpa penerjemah. dari Nabi Saw. tapi mereka adalah kaum yang jika tidak dilihat oleh siapa pun ketika menghadapi perkara yang diharamkan Allah.. (Qs. niscaya tidak ada seorang pun yang putus asa dari rahmat-Nya. Hakim. tentang perkara yang diriwayatkan beliau dari Tuhannya.” Rasulullah Saw bersabda. “Ingatlah!. ketika Allah menurunkan ayat ini kepada Nabi-Nya: Wahai orang-orang yang beriman jagalah diri dan keluarga kalian dari Neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan bebatuan. . beliau bersabda: Aku akan memberitahukan beberapa kaum dari umatku. [HR.” [HR.. dan ternyata masih berdetak jantungnya. membacakan ayat ini kepada para sahabat. Di hari kiamat mereka datang dengan membawa kebaikan seperti gunung Tihamah yang putih. Kemudian Nabi Saw meletakkan tangan beliau di atas hatinya.a. maka pemuda itu pun mengucapkannya. Jika seorang mukmin mengetahui siksaan yang ada di sisi Allah. Allah berfirman: Demi kemulian-Ku. dari Nabi Saw. “Wahai anak muda ucapkanlah: ‘Tidak ada Tuhan selain Allah’”. maka ia tidak melihat kecuali apa yang pernah dilakukannya (di dunia). Jika ia merasa aman dari-Ku di dunia.a. sebutkanlah sifat mereka dan jelaskanlah keadaan mereka agar kami kami tidak termasuk bagian dari mereka sementara kami tidak mengetahuinya. [HR. “Wahai Rasulullah. apakah pemuda itu termasuk golongan kita?” Rasulullah bersabda. at-Tahrim [66]: 6). [Mutafaq ‘alaih]. ia berkata.. ia menshahihkannya dan disepakati oleh Adz-Dzahabi]. Jika ia takut kepada-Ku di dunia. Tsauban berkata. Lalu ia melihat ke depan maka ia tidak melihat kecuali Neraka ada di depan wajahnya. Pada suatu hari Rasulullah saw. “Wahai Rasulullah!. Tapi Allah menjadikannya bagaikan debu yang bertebarkan.berkata. mereka adalah bagian dari saudara kalian dan dari ras kalian. tiba-tiba ada seorang pemuda yang terjungkal pingsan. Kemudian Nabi Saw bersabda. Dari Abu Hurairah r. [HR.a. Orang yang memberi sedekah tetapi dia merahsiakannya seolah-olah tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diberikan oleh tangan kanannya. “Aku takut kepada Allah!”. niscaya tidak ada seorang pun yang tidak mengharapkan surga-Nya. Karena itu jagalah diri kalian dari Neraka meski dengan sebutir kurma. maka ia tidak melihat kecuali apa yang pernah dilakukannya (di dunia). Mereka suka bangun malam sebagaimana kalian. Muslim]. maka mereka melanggaranya. Isnad hadits ini shahih. apakah kalian tidak mendengar firman Allah: Yang demikian itu (adalah untuk) orang-orang yang takut (akan menghadap) ke hadirat-Ku dan yang takut kepada ancaman-Ku. Ibnu Majah. semoga Allah meridhai keduanya. Ia pun menengok ke kiri. dan seseorang yang mengingat Allah di waktu sunyi sehingga bercucuran air matanya. Dari Ibnu Abas. para perawinya terpercaya]. Kemudian ia menengok ke kanan. Jika orang kafir mengetahui rahmat yang ada di sisi Allah.

dan iri. artinya ialah takut jikalau ibadah kita tidak sempurna. Bukhari]. Ditanyakan kepada Rasulullah Saw manusia manakah yang paling utama? Rasulullah Saw bersabda. takut jikalau kita tidak mendapatkan ridha Allah. kedengkian. Takut adalah salah satu dari rukun ibadah dan merupakan syarat iman. “Wahai Rasulullah!. Al-Baihaki meriwayatkannya dalam kitab sunannya dari arah tersebut].(karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Rabb mereka. Dimana dengan adanya rasa takut. dan merekalah orang-orang yang pertama-tama memperolehnya. dan bersedekah. Kami sudah mengetahui maksud ‘jujur lisannya’. “Seperti inikah?” Abu Syihab berkata dengan tangannya –yang diletakkan– di atas hidungnya. “Bukan begitu. Tetapi mereka orang-orang yang berpuasa. al-Hakim at-Tafsir II/393 menyatakannya shohih dan disepakati oleh adz-Dzahabiy). Takut merupakan bentuk ibadah hati yang memiliki kedudukan agung dan mulia di dalam agama bahkan mencakup seluruh jenis ibadah. sifat jahat. Mereka takut jika amalannya tidak diterima. dan mereka merasa takut akan (tibanya) hari kiamat. [HR. sedang mereka tidak melihat-Nya.” Aku pernah bertanya kepada Rasulullah tentang ayat ini.Abdullah bin Mas’ud menceritakan kepada kami dua hadits. apakah yang dimaksud disini orang-orang yang meminum arak. rasa takut inilah yang juga dapat mencegah keinginan seseorang untuk berbuat maksiat. “Adalah hati yang takut (kepada Allah) dan bersih. Aisyah berkata. “Orang yang bening hatinya dan jujur lisannya. Rasa takut adalah pilar yang mesti ada dalam ibadah seorang muslim. Sedangkan orang yang jahat akan melihat dosa-dosanya seperti lalat yang menghampiri hidungnya. Dan orang-orang yang tidak menyekutukan Rabb mereka (sesuatu pun). takut jukalau dosa-dosa kita tidak diampuni. seorang hamba akan termotivasi untuk rajin mencari ilmu dan beribadah kepada Alloh semata agar bebas dari murka dan adzab-Nya. dengan hati yang takut.” (Qs. Oleh karena itu orang yang beribadah dengan rasa takut ini.” (Hadits shohih riwayat at-Tirmidiy Kitaabut-tafsir IX/19. namun apa yang dimaksud dengan ‘bening hatinya’?” Rasulullah Saw bersabda. Beribadah dengan penuh rasa takut (khauf). mereka tidak akan terjerumus ke dalam jurang kemaksiatan yang mengotori hati. al-Mukmin [23]: 60) Imam Tirmidziy meriwayatkan. “Sanad hadits ini shahih”.” [Al-Kinani berkata. Dan orangorang yang beriman kepada ayat-ayat Rabb mereka. “(Yaitu) orang-orang yang takut akan (azab) Tuhan mereka.” Para shahabat berkata. wahai putri as-Shiddiq. Di dalamnya tidak ada dosa. Mereka takut hal-hal yang dulu mereka lakukan dalam rangka mengabdi kepada Allah hilang begitu saja karena suatu kemaksiatan sekecil apapun. Mereka itulah orang-orang yang bersegera untuk berbuat kebaikan. salah satunya berasal dari Nabi Saw dan satu lagi dari dirinya sendiri ia berkata: Sesungguhnya orang yang beriman akan melihat dosa-dosanya seolah-olah ada di atas gunung. Selain itu. Dan orang-orang yang telah memberikan apa yang telah mereka berikan. sholat. Ia takut (dosa itu) jatuh menimpanya. “Sesungguhnya orang-orang yang berhati-hati karena takut kepada Robb mereka.” (Al Anbiya: 49). . kemudia ia berkata mengenai dosanya. Merekalah yang bersegera dalam kebaikan. berzina dan mencuri?” Rasululloh saw menjawab.

berbahaya atau mengganggu . sedangkan Dia Maha Kuat dan Kuasa atas diri kita. memohon perlindungan dari azabNya dan memohon petunjukNya agar kita berada dalam rahmatNya. takut tenggelam. takut api. PENGERTIAN TAKUT KEPADA ALLAH Definisi takut kepada Allah Takut adalah kesadaran bahwa diri kita lemah di hadapan Allah. yang menjadi sebab kita tidak berbuat durhaka padaNya. sesungguhnya para wali Allah itu tidak ada rasa takut dan sedih yang akan menyertai mereka. “Ketahuilah. Rohbah adalah khouf yang diikuti dengan tindakan meninggalkan sesuatu yang ditakuti. “Sesungguhnya yang merasa takut kepada Allah hanyalah orang-orang yang berilmu. Rasa takut itu nanti akan lenyap di akhirat bagi orang yang masuk surga. Ar Raaghib berkata: Khosyah adalah khouf yang tercampuri dengan pengagungan. yaitu takut kepada hal-hal yang bisa membahayakan jiwa seseorang seperti halnya orang takut hewan buas. Hal itu muncul didasarkan pada pengetahuan terhadap sesuatu yang ditakuti. Yunus: 62) Syaikh Al ‘Utsaimin menjelaskan.” (QS. Khouf sir. Bukhari Muslim). Penjelasannya sebagai berikut ini: Khouf artinya perasaan takut yang muncul terhadap sesuatu yang mencelakakan. Berfirman menceritakan kisah Nabi Musa alaihisallam: “Dia keluar dari negerinya dalam keadaan takut yang sangat.” (HR.” (QS. “Adapun aku. demi Allah… sesungguhnya aku adalah orang yang paling khosyah kepada Allah di antara kalian dan paling bertakwa kepada-Nya.2. Karena itulah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. Takut itu ada tiga macam : Khouf thabi’I. yaitu: khouf thabi’i. akan tetapi apabila rasa takut ini. Sedangkan makna khouf secara istilah adalah rasa takut dengan berbagai macam jenisnya. dan Rohbah. Takut jenis ini dibolehkan selama tidak melampaui batas. Khosyah serupa maknanya dengan khouf walaupun sebenarnya ia memiliki makna yang lebih khusus daripada khouf karena khosyah diiringi oleh ma’rifatullah ta’ala. menjadi sebab dia meninggalkan kewajiban atau melakukan yang diharamkan maka hal itu haram. Khosyah. takut yang bersifat tabiat. Ada tiga konsep utama yang berkaitan dengan takut kepada Allah. maka rasa takut semacam ini tidak membuat orangnya dicel. dengan begitu ia adalah khouf yang diiringi amalan. Yaitu Khauf . Khouf ibadah.” (Al-Qashash: 21) . Oleh sebab itu khosyah adalah rasa takut yang diiringi ma’rifatullah. Faathir: 28).

57) Perbuatan ini akan mengekalkan pelakunya di dalam neraka. rasa takut terhadap siksa neraka. “Janganlah kalian takut kepada manusia dan takutlah kalian kepada-Ku. yang mendorongmu untuk . maka takut yang seperti ini tidak boleh ada kecuali ditujukan kepada Allah ta’ala. Khouf sirr. (Thaahaa: 67) Dan seperti takutnya seseorang terhadap serigala yang akan memangsa kambingnya. pengagungan. rasa takut akan hilangnya iman dan lain sebagainya. namun takutnya seorang mukmin ialah takut akan pedihnya sakaratul maut. dan ketundukan diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala. rasa takut akan adzab kubur. hal. yaitu Nabi Musa). dan menghalalkan darah dan hartanya. Adapun menujukannya kepada selain Allah adalah syirik akbar. Rasa takut ada bermacam-macam sebagaimana dijelaskan di atas. ketahuilah sesungguhnya barang dagangan Allah itu adalah surga. sebagaimana tersebut di dalam hadits Khabab bin al-Arat dalam Shahih Bukhari. dan barangsiapa berangkat di waktu akhir malam niscaya dia mencapai tempat tujuan. Hal itu dikecualikan takut secara naluri (maka ini tidak terlarang). Imam Ibnu Abil `Izzi al-Hanaberkata: “Seorang hamba wajib untuk takut dan berharap (kepada Allah). takut yang bernilai ibadah. sebagaimana pernah terjadi pada Kaliimullah (Nabi yangdiajak bicara oleh Allah. Seorang mukmin itu tidak takut kepada siapapun kecuali kepada Allah. Ketahuilah sesungguhnya barang dagangan Allah itu mahal. Yang terpuji adalah yang tujuannya / akhirnya akan menghalangimu maksiat terhadap Allah. mengeluarkannya dari Islam. yaitu takut yang diiringi dengan penghinaan diri. Rasa takut semacam inilah yang harus ada dalam hati seorang hamba.” (Al-Maidah: 44). Rasulullah bersabda: Barangsiapa takut niscaya dia berangkat di waktu akhir malam. seperti halnya orang takut kepada penghuni kubur atau wali yang berada di kejauhan serta tidak bisa mendatangkan pengaruh baginya akan tetapi dia merasa takut kepadanya maka para ulama pun menyebutnya sebagai bagian dari syirik. dan sesungguhnya takut yang terpuji dan yang sebenarnya adalah yang menghalangi pemiliknya dari apa-apa yang diharamkan oleh Allah. Apabila (takut) itu melewati batas. seperti seseorangyang takut terhadap ular. (lihat Syarh Tsalatsatul Ushul. Maka Musa merasa takut dalam hatinya.” Syeikh Muhammad bin Shalih al ‘Utsaimin hazhahullah berkata: “Dan takut kepada Allah ada yang terpuji dan ada yang tidak terpuji. dikhawatirkan dia terjatuh pada sikap putus asa. yaitu memberikan takut ibadah kepada selain Allah. Allah berfirman. Kemudian bahwa takut kepada Allah yang sebenarnya dan yang terpuji adalah takut yang menghalangi pemiliknya dari apa-apa yang diharamkan oleh Allah dan mendorongnya untuk melaksanakan perintah-perintah-Nya. rasa takut akan mati dalam keadaan yang buruk (mati dalam keadaan sedang bermaksiat kepada Alloh). takut yang bernilai syirik.Khouf ibadah.

Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan.” Sehingga takut seorang hamba yang sebenarnya kepada Allah itu tidak sebagaimana takutnya Iblis/setan kepada Allah. sehingga di saat itu hamba tadi menyesali(dirinya) dan patah semangat.” Al-Hasan berkata: “Mereka telah beramal -demi Allah. (Al. Beliau menjawab: “Tidak wahai (Aisyah) anak ashShidiiq. apakah mereka adalah orang-orang yang berzina. dan mengatakan:”Tidak ada seorang manusiapun yang dapat menang terhadap kamu pada hari ini dan sesungguhnya saya ini adalah pelindungmu”. Dan orang-orang yang tidak mempersekutukan (sesuatupun) dengan Rabb mereka. tetap takutnya tidak mendorongnya untuk tunduk dan taat kepada-Nya. niscaya engkau lari darinya. sesungguhnya saya dapat melihat apa yang kalian tidak dapat melihat. minum khamr dan mencuri?”. dengan hati yang takut (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Rabb mereka. Mereka itu bersegera untuk mendapat kebaikankebaikan. setan itu balik ke belakang seraya berkata:”Sesungguhnya saya berlepas diri dari kamu. (Dan orang-orang yang memberihan apa yang telah mereka berikan.Maka tatkala kedua pasukan itu telah dapat sating lihat-melihat (berhadapan pada perang Badar-pen). sesungguhnya saya takut kepada Allah. meninggalkan larangan-larangan-Nya dan bersegera menjalankan berbagai kebaikan.”Dan Allah sangat keras siksaNya. bahkan dia enggan dan sombong/takabbur untuk taat kepada-Nya. Sesungguhnya seorang mukmin itu menggabungkan antara berbuat baik dengan takut (tidak .Anfal: 48) Demikianlah takut yang sebenarnya kepada Allah. serta mereka takut (seandainya amalan-amalan mereka) ditolak. akan tetapi mereka adalah orang-orang yang berpuasa. Sedangkan yang tidak terpuji adalah yang membawa seorang hamba menjadi putus asa dari rahmat Allah. dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya.dengan semua ketaatan-ketaatandan mereka telah bersunggah-sungguh padanya. karena sesungguhnyaapabila engkau takut terhadap-Nya. “Dan ketika setan menjadikan mereka memandang baik pekerjaan mereka. dia lari dari Rabbnya menuju Rabbnya. dengan hati yang takut)(Al-Mukminun: 60). “Sesungguhnya orang yang berhati-hati karena takut (terhadap siksa) Rabb mereka.” Imam Ibnu Abil `Izzi al-Hanajuga berkata:”Dan setiap orang. yang mendorong untuk menjalankan perintahperintah-Nya.melaksanakan shalat. niscaya engkau lari kepada-Nya. Maka seseorang yang takut (kepada Allah) itu. bershadagah dan mereka khawatir (amalan mereka) tidak diterima. Dan orangorang yang beriman terhadap ayat-ayat Rabb mereka. (Al-Mukminun: 57-61) Di dalam kitab Musnad Imam Ahmad dan Sunan at-Tirmidzi dari Aisyah yang berkata: Aku bertanya kepada Rasulullah tentang ayat ini. Karena setan itu juga takut kepada Allah. kecuali (takut) terhadap Allah Ta’ala. bisa jadi dia terusmenerus menjalankan kemaksiatan karena keputus-asaannya yang kuat. Allah memuji kepada orang yang mempunyai rasa takut semacam ini. apabila engkau takut terhadapnya.mengerjakan kewajiban-kewajiban dan meninggalkan apa-apa yang diharamkan.

” Dan firman-Nya: “Orang-orang laki-Iaki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak pulaoleh jual-beli dari mengingat Allah. maka . Dan mereka takut terhadap suatu hari yang (pada hart itu) hati dan penglihatan menjadi goncang. Dan siapa yang disesatkan Allah maka tidak ada seorangpan pemberi petunjuk baginya. dan (dari) mendirikan shalat.” (Az-Zumar: 36) Khauf sirr ini termasuk dosa yang besar. Hal ini termasuk jenis syirik ashghar (syirik kecil) yang meniadakan kesempurnaan tauhid. tempat-tempat/barang. Huud menjawab: “Sesungguhnya aku menjadikan Allah sebagai saksiku. sebab itu jalankanlah tipudayamu semnanya terhadapku dan janganlah kamu memberi tangguh kepadaku. dan(dari) membayarkan zakat. dan lain-lain. Sebagaimana firman Allah yang menghikayatkan perkataan kaum Nabi Huud Kami tidak mengatakan melainkan bahwa sebagian sesembahan kami telah menimpakan penyakit gila atas dirimu. Yaitu seseorang meninggalkan sesuatu / amalan yang wajib atau melakukan sesuatu / amalan yang haram karena takut kepada manusia. tempat-tempat/barang-barang yang dikeramatkan. mayat yang dikubur.akan menimpakan bencana (kesusahan/sesuatu yang tidak disakai) secara sirr (rahasia). Khauf ‘amali. bahkan termasuk syirik akbar (syirik besar) yang mengeluarkan seseorang dari agama Islam. dan saksikanlah olehmu sekalian bahwa sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan dari selain-Nya. Mereka takut kepadanya dan mereka menakut-nakuti dengannya kepada para ahlu tauhid tatkala para ahlu tauhid itu memperingatkan peribadahan mereka yang batil dan memerintahkan untuk mengikhlaskan ibadah hanya kepada Allah saja. thaghut. orang yang telah mati. makhluk yang tidak ada di hadapannya dari jin ataupun manusia. (An-Nur: 37) Takut Yang Tidak Benar Khauf sirri (i’tiqadi) Yaitu seseorang takut kepada selain Allah -baik kepada patung. Dan inilah yang menyebabkan turunnya firman Allah : “(Yang mendapatkan pahala yang besar yaitu orang-orang yang mentaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan-Sesungguhnya manusia (yaitu orang Quraisy) telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu.” (Huud: 54-55).barang keramat dan lainnya.diterima amalannya). berhala. karena itu takutlah kepada mereka”. Rasa takut seperti ini dewasa ini terjadi di kalangan para penyembah kubur. Juga firman-Nya tentang sikap orang-orang kar terhadap Rasulullah Bukankah Allah cukup untuk melindungi hamba-hamba-Nya? Dan mereka (orang-orang kar) mempertakuti kamu dengan (sesembahan-sesembahan) yang selain Allah. sedangkan orang munafik menggabungkan antara berbuat buruk dengan (merasa) aman (dari siksa Allah).

29. (Orang-orang kafir) berkata: “Apakah sesungguhnya kami benar-benar dikembalikan kepada kehidupan semula? (79:8-10) Sekali-kali tidak. Sesungguhnya kamu hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikuti peringatan dan yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah walaupun dia tidak melihatnya. Maka Allah barkata: “Hanya Akulah yang paling berhak engkaai takuti”. Takut secara khayalan.”(5:52) c. Maka berilah mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia. dishahihkan oleh al-Albani di dalam Shahih al-Jami’ no: 1814. atau (karena) mereka ragu-ragu ataukah (karena) takut kalau-kalau Allah dan rasul-Nya berlaku zalim kepada mereka? Sebenarnya. (36:11) b.77. Ahmad III/27. TAKUT KEPADA ALLAH DALAM AL-QURAN a. yang menjadikan pelakunya termasuk orang-orang yang penakut. kemudian dia akan menjawab: “Rabbku. Syeikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di berkata: 2HSR. Al-Quran itu peringatan bagi orang yang takut kepada Allah Thaahaa Kami tidak menurunkan Al Quran ini kepadamu agar kamu menjadi susah. Sebenarnya mereka tidak takut kepada negeri akhirat. (20”1-3). aku takut kepada manusia”. yaitu jika dia melihat satu perkara yang menjadi hak Allah dan menjadi kewajibannya dibicarakan. “Dan jika takut itu adalah takut secara khayalan. Takutnya orang munafik adalah kalau-kalau Allah berbuat zhalim Apakah (ketidak datangan mereka itu karena) dalam hati mereka ada penyakit. kemudian dia tidak mengatakannya. Rasulullah telah mohon perlindungan kepada Allah dari sifat penakut ini. Maka Allah akan bertanya( kepadanya pada hari Kiamat): “Apa yang menghalangimu antuk mengatakannya?”. seraya berkata: “Kami takut akan mendapat bencana.” 3. seperti takut tanpa sebab mendasar atau takut dengan sebab yang lemah. Dengan demikian keimanan yang sempurna. (74:53) . maka ini adalah takut yang tercela. Ibnu Hibban no:1845 dan Ibnu Majah no: 4008. Hati manusia pada waktu itu sangat takut Pandangannya tunduk. Takutnya orang kafir kepada Allah hanya terjadi pada saat terjadi pada hari kiamat dan itu menyebabkan mereka ingin dikembalikan ke dunia. tetapi sebagai peringatan bagi orang yang takut (kepada Allah). tawakkal dan sifat pemberani akan menolak jenis sifat penakut ini. (Ali ‘Imran: 173) Juga Rasulullah bersabda: “Janganlah salah seorang dari kalian menghinakan dirinya. mereka itulah orang-orang yang zalim. (24:50) Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (orang-orang munafik) bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani).perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: “Cukuplah Allah menjadi penalong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung”. karena termasuk akhlaq yang buruk.

maka aku takut mereka akan membunuhku. Takut kepada Allah berpengaruh pada jiwa sehingga jiwa itu tergerak untuk tidak berbuat zhalim “Sungguh kalau kamu menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku. maka utuslah dia bersamaku sebagai pembantuku untuk membenarkan (perkata.an)ku. aku sekali-kali tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu.Sehingga apabila mereka melihat azab yang diancamkan kepada mereka. telah membunuh seorang manusia dari golongan mereka. Rabb semesta Alam. (9:13) i. Orang yang takut kepada Allah akan mendapat keridoan Allah Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah syurga ‘Adn yang mengalir di bawahnya sungaisungai. (28:33). (72:24) d. Takut kepada Allah adalah pintu untuk mendapatkan pelajaran yang banyak oleh sebab itu berikanlah peringatan karena peringatan itu bermanfaat orang yang takut (kepada Allah) akan mendapat pelajaran. jika kamu benar-benar orang yang beriman. Syaithan menyembunyikan rasa takutnya tatkala masih menggoda manusia untuk kafir dan menyatakannya setelah manusia berhasil dijadikannya kafir (Bujukan orang-orang munafik itu adalah) seperti (bujukan) shaitan ketika dia berkata kepada manusia: “Kafirlah kamu”. padahal mereka telah keras kemauannya untuk mengusir Rasul dan merekalah yang pertama mulai memerangi kamu? Mengapakah kamu takut kepada mereka padahal Allah-lah yang berhak untuk kamu takuti. (87:911) h. Tuhan seru sekalian alam.” (28:35) e. maka ia berkata: “Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu. dan orang-orang yang celaka (kafir) akan menjauhinya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepadaNya. Sesungguhnya aku takut kepada Allah. (98:8) g.” (59:16) . Allah-lah yang berhak untuk kamu takuti dan itu sumber dari sifat berani melawan orangorang kafir Mengapakah kamu tidak memerangi orang-orang yang merusak sumpah (janjinya). Dan saudaraku Harun dia lebih fasih lidahnya daripadaku. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya. mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Perbuatan dosa secara naluri menimbulkan rasa takut akan akibatnya Musa berkata: “Ya Tuhanku sesungguhnya aku. maka mereka akan mengetahui siapakah yang lebih lemah penolongnya dan lebih sedikit bilangannya.” (5:28) f. karena sesungguhnya aku takut kepada Allah. sesungguhnya aku khawatir mereka akan mendustakanku. maka tatkala manusia itu telah kafir.

sedang bagi mereka tidak ada seorang pelindung dan pemberi syafa’atpun selain daripada Allah. jika kamu benar-benar orang yang beriman. Hati manusia pembangkang lebih keras dari batu tatapi batu takut kepada Allah Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu. dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah. (5:3) m. karena itu takutlah kepada mereka”. Sungguh Allah telah menolong kamu dalam peperangan Badar. karena itu janganlah kamu takut kepada mereka. Takut: berhati-hatilah menyalahi Rasul Sesungguhnya Allah telah mengetahui orang-orang yang berangsur. Dan Allah sekali-sekali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan. pasti Allah menolong.(3:175) “orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu. padahal Allah adalah penolong bagi kedua golongan itu. (67:12) Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua syurga (55:46) . maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung. Beri peringatan bagi yang takut pada Allah agar mereka bertakwa Dan berilah peringatan dengan apa yang diwahyukan itu kepada orang-orang yang takut akan dihimpunkan kepada Tuhannya (pada hari kiamat). mereka akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar. sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. tetapi takutlah kepadaKu. bahkan lebih keras lagi. supaya kamu mensyukuri-Nya. Agar tidak takut kepada selain Allah maka bertawakkallah padaNya. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu.angsur pergi di antara kamu dengan berlindung (kepada kawannya). (6:51) Kamu hanyalah pemberi peringatan bagi siapa yang takut kepadanya (79:45) k. Karena itu bertakwalah kepada Allah. (3:122-123) (Yaitu) orang-orang (yang mentaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: “Sesungguhnya manusia[250] telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu. Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakkal.” (3:173) Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah syaitan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya (orang-orang musyrik Quraisy). (24:63) l. Buah dari takut kepada Allah: ampunan dan pahala Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Tuhannya Yang tidak nampak oleh mereka. maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih. agar mereka bertakwa. (2:74) n. ketika dua golongan dari padamu ingin (mundur) karena takut. dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku. Padahal diantara batu-batu itu sungguh ada yang mengalir sungai-sungai dari padanya dan diantaranya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air dari padanya dan diantaranya sungguh ada yang meluncur jatuh.j. karena takut kepada Allah.

” Allah berfirman: “Jangan takut (mereka tidak akan dapat membunuhmu). (20: 67-68) Dan aku berdosa terhadap mereka. sesungguhnya dia telah melampaui batas. Itulah karunia Allah. Perbaiki hubungan persaudaraan Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Hal-hal yang tidak boleh ditakuti orang-orang mukmin 1). Dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya). dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir. Jika Takut pada Allah. sebab mengandung pesan-pesan yang penting. (26:14-15). (tetapi) takutlah kepada-Ku. Sampaikan apa yang mesti disampaikan Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia. sesungguhnya Kami bersamamu mendengarkan (apa-apa yang mereka katakan).” Dan kamu akan kupimpin ke jalan Tuhanmu agar supaya kamu takut kepada-Nya?” Lalu Musa memperlihatkan kepadanya mukjizat yang besar. Tidak takut akan kemiskinan . maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya. “Maka Musa merasa takut dalam hatinya. maka pergilah kamu berdua dengan membawa ayat-ayat Kami (mukjizat-mukjizat). Tetapi Fir´aun mendustakan dan mendurhakai. Jika Takut pada Allah.” Maka Allah mengazabnya dengan azab di akhirat dan azab di dunia. (5:44) p. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang yang takut (kepada Tuhannya). Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah. maka aku takut mereka akan membunuhku. diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendakiNya. barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya. yang berjihad dijalan Allah. Marilah kita kaji bagian ini. yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir. yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin. Tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela Hai orang-orang yang beriman. (79 :17-26). r. Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah. dan katakanlah (kepada Fir’aun): “Adakah keinginan bagimu untuk membersihkan diri (dari kesesatan). Kisah mengajak Firaun agar takut kepada Allah untuk orang yang takut kepada Allah “Pergilah kamu kepada Fir’aun. lagi Maha Mengetahui. Takutnya Nabi Musa dalam menghadapi Firaun Dalam al-Quran beberapa kali disingungg tentang rasa takutnya Nabi Musa ketika hendak menghadapi Firaun. s. (49:10) q. sesungguhnya kamulah yang paling unggul (menang). supaya kamu mendapat rahmat. (5:54). Maka dia mengumpulkan (pembesar-pembesarnya) lalu berseru memanggil kaumnya. 2). Seraya) berkata:”Akulah tuhanmu yang paling tinggi.o. Kami berkata: “janganlah kamu takut.

Tidak takut pada ancaman orang-orang kafir Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah syaitan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya (orang-orang musyrik Quraisy). Dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. Dan agar Kusempurnakan nikmat-Ku atasmu. dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan. tetapi takutlah kepadaKu. maka kamu menjadi orang-orang yang merugi. (3:175) 5). dan janganlah kamu lari kebelakang (karena takut kepada musuh). dan janganlah kamu mendekati perbuatanperbuatan yang keji. maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir. Tidak takut menghadapi musuh Hai kaumku. (2:150). masuklah ke tanah suci (Palestina) yang telah ditentukan Allah bagimu. sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu. Kami akan memberi rezki kepadamu dan kepada mereka. yang dengan Kitab itu diputuskan perkara orang-orang Yahudi oleh nabi-nabi yang menyerah diri kepada Allah. berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapa.Katakanlah: “Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu yaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia. Tidak takut kepada manusia Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi). (5:3) u. Kamilah yang akan memberi rezki kepada mereka dan juga kepadamu. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu. (5:44) 4). jika kamu benar-benar orang yang beriman. Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia. (17:31) 3). dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. karena itu janganlah kamu takut kepada mereka. Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah. dan supaya kamu mendapat petunjuk. disebabkan mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab Allah dan mereka menjadi saksi terhadapnya. (6:151) Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. (tetapi) takutlah kepada-Ku. dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar[518]. Rasa Takut akan hilang ketika orang mukmin memasuki surga . (5:21) t. baik yang nampak di antaranya maupun yang tersembunyi. Takut kepada Allah menyempurnakan Nikmat serta Hidayah Maka janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku (saja).” Demikian itu yang diperintahkan kepadamu supaya kamu memahami(nya). Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar. oleh orang-orang alim mereka dan pendeta-pendeta mereka.

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka. mereka berkata “Apakah yang telah difirmankan oleh Tuhan-mu?” Mereka menjawab: (Perkataan) yang benar”. maka mereka adalah orang. Dan di dunia kenikmatan yang akan diberikan kepada orang-orang yang takut kepada Allah adalah ketentraman batin. (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka mereka itu bersegera untuk mendapat kebaikan-kebaikan. Orang-orang yang memiliki sifat-sifat yang lahir dari rasa takut kepada Allah itu akhirnya akan sampai kepada apa yang telah dijanjikan oleh Allah yaitu surga yang penuh kenikmatan di akhirat kelak. ruku’lah kamu. Kemenangan yang besar itu adalah kemenangan di dunia dan kemenangan di akhirat kelak. dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan. itulah hari kekekalan. (9:20). Kemenangan yang besar akan diberikan kepada mereka yang takut kepada Allah Swt. (22:77).” (41:30) Dan tiadalah berguna syafa’at di sisi Allah melainkan bagi orang yang telah diizinkan-Nya memperoleh syafa’at itu. benda dan diri mereka. dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya” (23:57-61) w. supaya kamu mendapat kemenangan. (50:33-34) “Sesungguhnya orang-orang yang berhati-hati karena takut akan (azab) Tuhan mereka. Takut kepada Allah melahirkan sifat taat dan enggan melakukan kedurhakaan kepadaNya Sementara orang-orang yang tidak memiliki rasa takut kepada Allah. Semua itu merupakan pilar-pilar kemuliaan. sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan.orang yang mendapat kemenangan (24:52) Orang yang takut kepada Allah akan mendapatkan kemenangan yang besar dari sisi Allah Swt. maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih. juga kepada orang-orang yang berjihad di jalanNya “orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta. sujudlah kamu. keistiqomahan dalam beribadah. “(Yaitu) orang yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah sedang Dia tidak kelihatan (olehnya) dan dia datang dengan hati yang bertaubat. sehingga apabila telah dihilangkan ketakutan dari hati mereka. Dan orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Tuhan mereka Dan orang-orang yang tidak mempersekutukan dengan Tuhan mereka (sesuatu apapun). dengan hati yang takut. (78:31) . yang taat kepadaNya dan RasulNya. Mendapatkan kemenangan yang besar “Dan barang siapa yang taat kepada Allah dan rasul-Nya dan takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya. tenggelam dalam kemaksiatan dan kesesatan. dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu. “Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa mendapat kemenangan. adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah. hilangnya rasa sedih dan turunnya pertolongan dari sisiNya. masukilah syurga itu dengan aman. Juga kepada orang-orang yang berbuat kebajikan. dan Dia-lah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar (34:23) v. Di dunia yaitu kemenangan atas orang-orang kafir dan di akhirat kemenangan berupa masuk ke dalam surga. Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan. “Hai orang-orang yang beriman.

sesungguhnya salah seorang di antara kamu beramal dengan amalnya ahli surga.x. Takutlah kepada siksa neraka dan beratnya hari kiamat Dari Nu’man bin Basyir ra. Kita pun harus memohon kepada Allah agar kita dicatat menjadi ahli surga.” (HR Bukhari dan Muslim). Oleh karena itulah. ialah seseorang yang di bawah kedua tumitnya diletakkan dua bara api yang dapat mendidihkan otaknya. maka tibatiba ia melakukan amalan ahli neraka. dan ada pula yang disiksa dengan api sebatas bahunya. Sedangkan ia berpendapat bahwa tidak ada seorang pun yang lebih berat siksaannya daripada itu. Dan salah seorang di antara kamu sekalian beramal dengan amalnya ahli neraka. Takut kepada Allah akan membuat kita banyak menangis dan sedikit tertawa Dari Anas ra. padahal itu adalah siksaan yang paling ringan bagi ahli neraka. sehingga jarak antara dia dengan neraka hanya sehasta.. sampai ia akhirnya ia masuk neraka”. Sebagaimana diungkapkan dalam hadits di atas “namun karena ia telah tercatat sebagai ahli neraka. maka kita tidak bisa mengandalkan perbuatan kita semata untuk menghindari siksa neraka dan beroleh surgaNya. sehingga jarak antara dia dengan surga hanya sehasta. bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar. sampai ia akhirnya ia masuk neraka. Tetapi jika kita mengkaji lagi hadits di atas rupanya seseorang masuk ke neraka juga karena sudah ditakdirkan Allah bahwa dia memang telah dicatat. niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosadosamu. dan saya belum pernah mendengar khutbah yang seperti itu. Beliau bersabda : “Seandaimya kamu mengetahui apa yang . ia berkata : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya seringan-ringan siksa ahli neraka pada hari kiamat. Diperbaiki amalan-amalan dan diampuni dosa-dosanya “Hai orang-orang yang beriman. maka tiba-tiba dia mengamalkan amalan ahli surga sampai akhirnya ia masuk surga.. tetapi karena ia telah tercatat sebagai ahli surga. b. Dari Samurah bin Jundub ra. ada salah seorang di antara mereka yang terbenam dalam keringatnya sampai pada kedua daun telinganya. c.” (HR Bukhari dan muslim). (33:70-71). namun karena ia telah tercatat sebagai ahli neraka. Dari Ibnu Umar ra. maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar. ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : “Di kala manusia berdiri. ditetapkan sebagai ahli neraka. ia berkata : Nabi SAW bersabda : “Di antara ahli neraka ada yang disiksa dengan api sebatas pada kedua mata kakinya..” (HR Muslim). TAKUT KEPADA ALLAH DALAM AL-HADITS a. Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya. maka tiba-tiba ia melakukan amalan ahli neraka. Takut membuat kita berhati-hati dalam beramal Rasulullah SAW bersabda: Demi Zat yang tiada Tuhan selain Dia. sebatas kedua lututnya. sebatas pusarnya. menunggu panggilan Tuhan semesta alam. 4. ia berkata : “Rasulullah SAW pernah berkhutbah.” (HR Bukhari dan Muslim) Seseorang memperoleh Surga atau Neraka adalah akibat dari perbuatannya..

. Kemudian beliau bertanya: “Tahukah kalian. Takutlah kepada Allah.R Tirmidzi) . ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya aku melihat apa yang tidak kamu lihat. apa yang diberitakan oleh bumi?” Para sahabat menjawab : “Allah dan rasul-Nya yang lebih tahu. untuk apa ia pergunakan. dan ada pula yang terbenam sampai pada mulutnya. Tentang ilmunya.aku ketahui. ia berkata : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : “Pada hari kiamat matahari didekatkan kepada para makhluk.” (HR Muslim) d. di situ tidak ada tempat untuk bisa menyisipkan empat jari-jari melainkan ada malaikat yang meletakkan dahinya untuk bersujud kepada Allah Ta’ala.” Dari Al-Miqdad ra. saya tidak mengerti yang dimaksud oleh Rasulullah dengan mil itu. tiada yang terlihat kecuali api yang tepat di depannya. dan ia melihat ke depan. tiada terlihat kecuali amal yang pernah diperbuatnya. niscaya kalian akan sedikit sekali tertawa dan pasti akan banyak menangis.” Rasulullah SAW bersabda lagi : “Manusia tenggelam dalam keringat sesuai dengan amal perbuatannya.. sebatas pusarnya.” Sulaim bin ‘Amir yang meriwayatkan dari Al-miqdad. Bahkan.Tirmidzi) f. ilmu.. darimana ia peroleh dan untuk apa ia belanjakan. Ia berkata : Rasulullah SAW Membaca ayat “YAUMAIDZIN TUHADDITSU AKHBAARAHAA” (Pada hari itu bumi menceritakan beritanya). dan kamu tidak akan bersuka ria dengan istrimu diperaduan. ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : “Seorang di antara kalian akan berbicara langsung dengan Tuhannya. ia melihat ke kiri. Ia berkata : Rasulullah SAW Bersabda : “Kedua kaki seseorang tidak akan bergerak. apakah ukuran jarak pada perjalanan ataukah mil yang biasa dipakai untuk mencelaki mata. sebelum ditanya tentang umurnya. kalian akan keluar ke tempattempat yang ramai untuk mohon pertolongan kepada Allah Ta’ala. yang mereka perbuat di atasnya. seandainya kalian mengetahui apa yang aku ketahui. Bukhari dan Muslim) Dari Abu Zarr ra. kemudian ia melihat ke kanan.” (H. harta dan badan kita Dari Abu Barzah Nadlah bin `Ubaid Al –Aslamy ra. Takut kepada Allah dorongan untuk membentengi diri dari siksaNya dengan berbuat amalan baik Dari ‘Adiy bin Halim ra. Jika Takut kepada Allah maka berhai-hatilah dengan umur. untuk apa ia rusakkan. adalah bumi menjadi saksi terhadap semua perbuatan manusia. Di antara mereka ada yang terbenam sebatas kedua mata kakinya. Maka takutlah kalian terhadap neraka walaupun hanya bersedekah dengan separuh biji kurma. sehingga jaraknya kira-kira hanya satu mil. Demi Allah.” Rasulullah SAW memberikan isyarat dengan tangan ke arah mulut beliau. berkata : “Demi Allah. bumi akan menjadi saksi atas seluruh perbuatan kita Dari Abu Hurairah ra.” (HR Bukhari dan Muslim) e. Langit itu berkeriat-keriut . tiada terlihat kecuali amal yang pernah diperbuatnya.” Beliau bersabda : “Sesungguhnya berita bumi.” (HR.” Kemudian para sahabat Rasulullah SAW menutup wajah mereka sambil menangis terisak-isak. Tentang hartanya.R. padahal di antara dia dengan tuhannya tidak ada juru bahasa. baik laki-laki maupun perempuan. niscaya kalian akan sedikit sekali tertawa dan pasti akan benyak menangis. Bumi itu akan berkata : “Ia telah berbuat begini dan begitu pada hari ini dan hari itu : “Inilah yang diberitakan oleh bumi” (H. Dan tentang badannya. untuk apa ia habiskan.

Tatkala Rasulullah kembali kami pun ikut kembali. Takut kepada Allah berkonsekuensi untuk bersegera berbuat kebaikan Dari Abu Hurairah ra. ia pasti akan lebih cepat sampai pada tempat tujuan. kepada-Mu karena mengharap dan takut kepada-Mu.” (H. sehingga mereka tidak sempat memperhatikan hal-hal demikian itu. maka berlindunglah kepadaNya Dari Abu Sa`id Al-Khudriy ra.” (Ya Allah. sedangkan di dekat beliau ada seorang Badui... kapan ia diperintah untuk meniup sangkakalanya. Ingatlah bahwa dagangan Allah itu mahal.R Bukhari dan Muslim) i.. setelah aku terbangun pedang itu sedang terhunus di tangannya. sedangkan kami semua tertidur. Tiba-tiba Rasulullah SAW memanggil kami. Rasulullah SAW pun turun dan berpencar untuk berteduh di bawah pohon. waktu itu laki-laki dan perempuan berkumpul. Ingatlah bahwa dagangan Allah itu Surga.” Lalu orang ini berkata : “Siapakah yang dapat mencegah kamu dari seranganku ?” Aku menjawab : “Allah” (tiga kali). ia berkata : “Saya berperang bersama Nabi SAW menuju ke arah Najd.” Berita ini terasa berat sekali oleh para sahabat. ia berkata : “Saya mendengar Rasulullah SAW Bersabda : “Manusia akan dikumpulkan nanti pada hari kiamat dalam keadaan tidak beralas kaki dan telanjang bulat. saya menyerahkan diri kepada-Mu. Kita bersandar sepenuhnya kepada Allah dengan sepenuh harapan kepadaNya Dari Umarah Al-Barra’ bin ‘Azib ra. kemudian beliau bersabda “Sesungguhnya orang ini telah menghunus pedangku sewaktu aku tertidur. Takut kepada Allah. Ia berkata : “Rasulullah SAW Bersabda : “Siapa saja yang takut. kami merasa payah dan mengantuk. saya menyerahkan segala urusanku kepada-Mu dan saya menyandarkan punggungku.” Saya bertanya : “Wahai Rasulullah. Saya hadapkan wajahku kehadirat-Mu. pada saat itu urusannya sangat berat. Dari `Aisyah ra. Tidak ada tempat kembali dan tidak ada tempat berlindung kecuali hanya kepada- . mereka dapat saling memandang kepada yang lain?” Beliau menjawab : “Wahai `Aisyah. Bukhari dan Muslim) j. kemudian beliau bersabda : “Ucapkanlah “HASBUNALLAAHU WANI`MAL WAKIIL” (Allah yang mencukupi kami dan Ia sebaik-baik yang menjamin)” (H.R Tirmidzi) h.g. Ia berkata : Rasulullah SAW Bersabda : “Bagaimana aku bisa bersenang-senang padahal malaikat peniup sangkakala telah memasukkannya ke dalam mulut dan ia hanya menunggu ijin. dan siapa saja yang berangkat lebih pagi. ia berkata : “Rasulullah SAW bersabda : “Hai fulan apabila kau hendak tidur maka bacalah “ALLAHUMMA ASLAMTU NAFSII ILAIKA WAWAJJAHTU WAJHII ILAIKA WAFAWWADTU AMRII ILAIKA WA ALJA’TU DHAHRII ILAIKA RAGHBATAN WARAHBATAN ILAIKA LAA MALJA’A WALAA MANJAA MINKA ILLAA ILAIKA AAMANTU BIKITAABIKAL LADZII ANZALTA WA NABIYYIKAL LADZII ARSALTA.” (H. ia harus berangkat lebih pagi.R Tirmidzi). Menjadikan Allah sebagai tempat berlindung Dari Jabir ra. Di suatu lembah yang banyak pohon berduri. (HR. Kemudian orang itu tidak melakukan apa-apa dan langsung duduk. kemudian beliau menggantungkan pedangnya.

. Tidak perlu ada rasa khawatir terhadap ancaman yang datang dari selainNya Dari Abu Bakar As Shiddiq Abdullah bin Utsman bin Amir bin ‘Amr bin Ka’ab bin Sa’ad bin Taim bin Murrah bin Ka’ab bin Luay bin Ghalib Al-Quraisy At-Taimiy ra. Hurairah ra.” (HR.. (3) Seorang yang hatinya selalu digantungkan (dipertautkan) dengan masjid. Takut kepada Allah Berbuah Mendapatkan naungan di akhirat kelak. (4) Dua orang yang saling mencintai karena Allah.Bukhari dan Muslim) o. keduanya berkumpul dan berpisah karena Allah. sedekah apakah yang paling besar pahalanya ?” Beliau menjawab : “Bersedekahlah selama kamu masih sehat. seandainya salah seorang di antara mereka melihat ke bawah telapak kakinya dia pasti akan melihat kita. ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : “Takutlah kalian pada kezaliman karena kezaliman itu merupakan kegelapan pada hari kiamat. (5) Seorang laki- . padahal harta itu sudah menjadi hak si fulan (ahli warisnya).” (HR. Saya percaya dengan sepenuh hati terhadap Kitab-Mu yang telah Engkau turunkan dan terhadap Nabi-Mu yang telah engkau utus. “Takutlah kamu terhadap doa orang yang teraniaya karena tidak ada tirai yang menghalangi antara doanya dengan Allah. dan takutlah kamu pada kekikiran sebab orang-orang sebelum kalian binasa karena kekikiran.” (HR. ia ayah dan ibunya termasuk sahabat Nabi. ia berkata : “Tatkala kami berada di gua Tsur. (2) Pemuda yang senantiasa beribadah kepada Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Agung. Bukhari dan Muslim) l. dan jika kamu masih hidup sampai pagi harinya maka kamu akan memperoleh kebaikan.. kemudian saya berkata : “Wahai Rasulullah. takut miskin dan masih berkeinginan kaya. saya melihat kaki-kaki orang musyrik berada di atas kepala kami. dari Nabi SAW beliu bersabda : “Ada tujuh kelompok yang akan mendapat naungan Allah pada hari yang tiada naungan kecuali naungan-Nya. suka harta. maka matinya dalam keadaan bersih dari dosa.” Beliau menjawab : “Wahai Abu Bakar.. Tidak berbuat aniaya pada orang lain. Bukhari dan Muslim) k.) Dengan membaca doa ini. apakah yang kamu cemaskan terhadap dua orang sedangkan Allah ketiganya ?” (HR. Dan janganlah kamu menunda-nunda. bahkan itu merupakan kesempatan untuk bersedekah Dari Abu Hurairah ra. Menghindari kekikiran dan kezhaliman Dari Jabir ra. sehingga apabila nyawa sudah sampai di tenggorokan. ia berkata : Ada seseorang yang datang kepada Nabi SAW bertanya : “Wahai Rasulullah. Takut miskin adalah hal yang wajar dalam batas-batas tertentu. maka kamu baru berkata : “Untuk fulan sekian dan untuk fulan sekian.Bukhari dan Muslim) m.Muslim) n.” (HR. yaitu : (1) Pemimpin yang adil. dan hal itulah yang menyebabkan mereka mengadakan pertumpahan darah dan menghalalkan yang haram. apabila kalian mati pada malam itu.Mu.

[1] seorang pemimpin yang adil. Tidak akan masuk neraka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. disahihkan Syaikh al-Albani dalam Sahih Sunan at-Tirmidzi [1338]). dan mata yang berjaga-jaga di malam hari karena menjaga pertahanan kaum muslimin dalam [jihad] di jalan Allah. ia berkata : “HASBUNALLAH WANIKMAL WAKIL. [3] seorang lelaki yang hatinya bergantung di masjid. ‘Sesungguhnya aku takut kepada Allah’. Bukhari dan Muslim) p. “Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah pada hari ketika tidak ada naungan kecuali naungan-Nya. takutlah kalian kepada mereka. mata yang menangis karena merasa takut kepada Allah. Takut kepada Allah Jalan menuju Kejayaan Islam “Demi Allah. Ancaman yang dilancarkan orang-orang kafir malah menambah keyakinan orang mukmin akan kekuatan Allah Swt Dari Ibnu Abbas ra. Tirmidzi [1633]). [4] dua orang yang saling mencintai karena Allah. Oleh karena itu. dan [7] seorang yang mengingat Allah di kala sendirian sehingga kedua matanya mengalirkan air mata (menangis). s.” (HR. “Tidak akan masuk neraka seseorang yang menangis karena merasa takut kepada Allah sampai susu [yang telah diperah] bisa masuk kembali ke tempat keluarnya. Bukhari) r.laki ketika dirayu untuk berzina oleh wanita bangsawan yang berwajah cantik rupawan. secara sembunyi-sembunyi. laliu ia berkata : “Sesungguhnya aku takut kepada Allah. Allah pasti akan mengembangkan agama Islam ini hingga merata di Shan’a sampai ke Hadramaut dan masing-masing dari mereka tidak takut melainkan hanya kepada Allah. “Ada dua buah mata yang tidak akan tersentuh api neraka. Bukhari [629] dan Muslim [1031]). melebihi takutnya kambing terhadap serigala. Tirmidzi [1639].” (HR. [5] seorang lelaki yang diajak oleh seorang perempuan kerkedudukan dan cantik [untuk berzina] akan tetapi dia mengatakan. dan juga dibaca oleh Nabi Muhammad SAW ketika orang-orang kafir mengatakan : “Sesungguhnya orang-orang Quraisy telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kalian.” Akan tetapi perkataan itu malah menambah keimanan mereka serta mereka mengucapkan “HASBUNALLAAHU WANIKMAL WAKIIL. . sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diberikn oleh tangan kanannya.” (6) Seseorang yang mengelurkan sedekah. [2] seorang pemuda yang tumbuh dalam [ketaatan] beribadah kepada Allah ta’ala. (7) Dan seseorang yang mengingat Allah di tempat sunyi dan kedua matanya bercucuran air mata. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda. [6] seorang yang bersedekah secara sembunyi-sumbunyi sampai-sampai tangan kirinya tidak tahu apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya. Mendapat naungan dari Allah di Hari Kiamat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda. mereka berkumpul dan berpisah karena-Nya.” (HR.” (HR. kalimat ini pernah dibaca oleh Nabi Ibrahim as. Bukhari) q.” (HR.” (HR. Ketika beliau dilemparkan ke dalam api.

suatu ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadaku.” Lalu aku pun menoleh kepada beliau dan ternyata kedua mata beliau mengalirkan air mata. jika kalian benar-benar beriman. “Sesungguhnya mengalirnya air mataku sehingga membasahi kedua pipiku karena takut kepada Allah itu lebih aku sukai daripada aku berinfak emas yang besarnya seukuran tubuhku. Maka beliau menjawab. Al-A’raf : 156). sesungguhnya saya sangat senang dekat dengan anda.” v. “Pada suatu malam. beliau (nabi) berkata. rahmat. Sampai akhirnya ketika aku telah sampai ayat ini (yang artinya). an-Nisaa’ : 40). “Wahai Rasulullah. “Cukup. Dicintai Allah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. menangis karena takut kepada Allah itu jauh lebih aku sukai daripada berinfak uang seribu dinar!”.” (QS. Adapun dua bekas itu adalah.” (HR.” (HR. apakah saya bacakan al-Qur’an kepada anda sementara al-Qur’an itu diturunkan kepada anda?”. Teladan Takut kepada Allah Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu mengatakan. Ka’ab bin al-Ahbar rahimahullah mengatakan.” Maka akupun mulai membacakan kepadanya surat an-Nisaa’. yaitu tetesan air mata karena perasaan takut kepada Allah. “Dan takutlah kalian kepadaKu.” Maka kukatakan kepada beliau. Maka ‘Asiyah pun terdiam lalu mengatakan. Al-Bayyinah:8) Alloh memerintahkan khauf . dan tetesan darah yang mengalir karena berjuang [berjihad] di jalan Allah. Bukhari [4763] dan Muslim [800]). bekas/luka pada tubuh yang terjadi akibat bertempur di jalan Allah dan bekas pada tubuh yang terjadi karena mengerjakan salah satu kewajiban yang diberikan oleh Allah. Namun saya juga merasa senang . “Alloh ridla terhadap mereka dan mereka pun ridla kepadaNya.t. sampai di sini saja. “Lalu bagaimanakah ketika Kami datangkan saksi bagi setiap umat dan Kami jadikan engkau sebagai saksi atas mereka. ‘Demi Allah. Ali Imran: 175). “Jika seorang mukmin melakukan suatu kemaksiatan. Tirmidzi [1669] disahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Sahih Sunan at-Tirmidzi [1363]) u. “Bacakanlah al-Qur’an kepadaku. ia pasti menindaklanjutinya dengan salah satu dari dua hal yang akan menghantarkannya ke surga. takut akan siksa dan harapan akan ampunan. ‘Wahai Aisyah. dan menjadikannya syarat iman.” Alloh swt menyediakan petunjuk. “Sungguh. Lebih disukai Abdullah bin Umar radhiyallahu’anhuma mengatakan. Alloh berfirman. “Kabarkanlah kepada kami tentang sesuatu yang pernah engkau lihat yang paling membuatmu kagum pada diri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam?”. Dari Ubaidullah bin Umair rahimahullah. ilmu. biarkanlah malam ini aku sendirian untuk beribadah kepada Rabbku. dan keridhoan bagi hamba yang khauf kepadaNya. suatu saat dia pernah bertanya kepada Aisyah radhiyallahu’anha. “petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang takut kepada Rabb mereka (QS. Yahya bin Mu’adz berkata. Demikian itu bagi siapa saja yang takut kepada RabbNya (QS.! (QS. Maka beliau berkata.’ Maka aku katakan. “Tidak ada yang lebih dicintai oleh Allah selain dua jenis tetesan air dan dua bekas [pada tubuh]. “Sesungguhnya aku senang mendengarnya dibaca oleh selain diriku.

‘Kemudian beliau terus menangis sampai-sampai tanah [tempat beliau shalat] pun menjadi ikut basah [karena tetesan air mata]!”. Mu’adz radhiyallahu’anhu pun suatu ketika pernah menangis tersedu-sedu. Maka mereka pun bertanya mengenai keadaan dirinya. tak ubahnya seperti sebatang kayu (tidak bergerak) karena takut kepada Alloh swt. “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi…. Maka beliau pun menangis sampai-sampai air matanya membasahi mimbar! Dan pada hari itu orang-orang (yang mendengarkan) pun menangis dengan tangisan yang amat dalam. Bilal pun berkata. Maka beliau menjawab. Maka beliau menjawab. aku menangis karena jauhnya perjalanan yang akan aku lalui sedangkan bekalku teramat sedikit. dan aku tidak tahu akan ke manakah digiring diriku nanti?”. Maka ditanyakan kepadanya. “Aku bukan menangis gara-gara dunia kalian [yang akan kutinggalkan] ini. “Apa yang membuatmu menangis?”. Lalu datanglah Bilal untuk mengumandangkan adzan shalat (Subuh). .dst sampai selesai” (QS. seandainya aku adalah sehelai rambut yang tumbuh di tubuh seorang mukmin. Disahihkan Syaikh al-Albani dalam Sahih at-Targhib [1468] dan ash-Shahihah [68]). ‘Apakah aku tidak ingin menjadi hamba yang pandai bersyukur?! Sesungguhnya tadi malam telah turun sebuah ayat kepadaku. dan di dalam khutbahnya dia bercerita tentang neraka. “Apa yang membuatmu menangis?”. maka aku pun menangis. dia menjawab. Ibnu Hiban [2/386] dan selainnya.” Abu Musa al-Asya’ri radhiyallahu’anhu suatu ketika memberikan khutbah di Bashrah. Ketika dia melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menangis.” Adalah beliau bila berdiri sholat. Yang satu akan masuk surga dan satunya akan masuk ke dalam neraka. Kemudian ditanyakan kepadanya. Sedangkan aku tidak tahu akan termasuk golongan manakah aku di antara kedua golongan itu?”.’ Aisyah berkata.” Abu Bakr as-Shiddieq berkata. Suatu malam al-Hasan al-Bashri rahimahullah terbangun dari tidurnya lalu menangis sampaisampai tangisannya membuat segenap penghuni rumah kaget dan terbangun. sementara bisa jadi nanti sore aku harus mendaki jalan ke surga atau neraka. dan ditanyakan kepadanya. Aisyah mengatakan. anda menangis? Padahal Allah telah mengampuni dosa anda yang telah berlalu maupun yang akan datang?!’. Abu Hurairah radhiyallahu’anhu menangis pada saat sakitnya [menjelang ajal]. ‘Beliau terus menerus menangis sampaisampai basahlah bagian depan pakaian beliau!’. “Aku teringat akan sebuah dosaku.apa yang membuat anda senang. Namun. ‘Kemudian beliau bangkit lalu bersuci dan kemudian mengerjakan shalat. ‘Ketika beliau duduk [dalam shalat] maka beliau masih terus menangis sampai-sampai jenggotnya pun basah oleh air mata!’. Ali Imran : 190).” (HR. “Apa yang membuatmu menangis?!”. “Duhai. “Karena Allah ‘azza wa jalla hanya mencabut dua jenis nyawa. ‘Wahai Rasulullah. Aisyah melanjutkan. “Aku khawatir besok Allah akan melemparkan diriku ke dalam neraka dan tidak memperdulikanku lagi. al-Hasan al-Bashri rahimahullah pun pernah menangis. Maka Nabi pun menjawab. Maka beliau menjawab. sungguh celaka orang yang tidak membacanya dan tidak merenungi kandungannya! Yaitu ayat (yang artinya).’ Aisyah menceritakan.

maka pemuda itu pun mengucapkannya. adzab Rabbmu pasti benar-benar terjadi. Di pagi hari mereka nampak kusut.” Suatu pagi.” Mendengar itu Umar berkata. semoga Allah meridhai keduanya. dan ternyata masih berdetak jantungnya. membacakan ayat ini kepada para sahabat. apakah pemuda itu termasuk golongan kita?” Rasulullah bersabda. “ Alloh telah meramaikan berbagai kota dan membukakan berbagai negri dengan tanganmu. (QS Ath-Thuur : 7) Beliau menangis dan semakin menghebat tangis beliau sampai beliau sakit. apakah kalian tidak mendengar firman Allah: Yang demikian itu (adalah untuk) orang-orang yang takut (akan . pucat dan berdebu. “Menangislah! Jika tidak bisa maka usahakan untuk menangis.adz-Dzahabiy I/109). Jika berbicara tentang neraka. Ketika sampai pada ayat :” apabila sangkakala telah ditiup. Di antara dua mata mereka seperti ada lutut kambing. seakan-akan neraka ada di sekitar kami. “Aku ingin kalau bisa meninggalkan dunia ini tanpa pahala dan tanpa dosa. Musa bin Mas’ud berkisah. tiba-tiba ada seorang pemuda yang terjungkal pingsan. Kepadanya Abdullah bin ‘Abbas pernah berkata. jika salah seorang di antara kalian benar-benar mengerti.Umar bin Khatthab pernah membaca surat at-Thuur. dan akan sholat sampai patah tulang punggungnya. Kemudian Nabi Saw bersabda. Abdullah bin Amr bin ‘Ash bertutur. “Wahai anak muda ucapkanlah: ‘Tidak ada Tuhan selain Allah’”. seakan-akan neraka itu hanya diciptakan untuknya. Pada suatu hari Rasulullah saw. Beliau membaca surat alMuddatstsir. at-Tahrim [66]: 6). dengan bermuran durja dan membolak-balikkan telapak tangannya. “Sungguh aku pernah melihat para sahabat Nabi. pastilah ia akan berteriak sekeras-kerasnya sampai hilang suaranya. Ketika sampai pada ayat:”Sungguh. Al-Muddatstsir : 8-9) Beliau terisak-isak dan lalu meninggal dunia. Demi Alloh. “Wahai Rasulullah!. Adalah pada wajah beliau ada dua gais hitam lantaran banyak menangis. Hari itulah hari yang teramat susah. ‘Ali bin Abu Thalib berkata.” Lantas beliau berdiri dan sejak itu beliau tidak pernah kelihatan tertawa sampai dibunuh oleh Ibnu Muljam. Demi alloh hari-hari ini sepertinya aku menghabiskan malam bersama kaum ini dalam keadaanlalai. Pada hari ini aku tidak melihat sesuatu pun yang nenyerupai mereka. Kla kami bermajlis dengan Sufyan ats-Tsauriy. Kemudian Nabi Saw meletakkan tangan beliau di atas hatinya. seusai melaksanakan sholat shubuh. Mata mereka bercucuran air mata sampai-samaoai pakaian mereka basah karenanya. “jika ia datang. Dari Ibnu Abas. ia berkata. (Qs. Yang demikian itu karena kami melihat beapa takut dan khawatirnya ia. Zurarah bin Abu Aufa pernah mengimami orang-orang sholat shubuh. seakan-akan ia adalah seorang tawanan yang akan dipenggal lehernya. seakan-akan ia datang dari menguburkan teman karibnya. Seseorang menggambarkan keadaan Hasan al-Bashriy. Bila pagi tiba mereka pun berdzikir kepada alloh swt. Gerakan mereka hanyalah antara kening dan kaki. Mereka menghabiskan malam dengan bersujud dab berdiri membaca ayat-ayat Alloh swt. bergemuruh seperti pepohonan tertiup angin yang kencang. Para sahabat berkata. (QS. ketika Allah menurunkan ayat ini kepada Nabi-Nya: Wahai orang-orang yang beriman jagalah diri dan keluarga kalian dari Neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan bebatuan. Jika ia duduk. Kemudian beliau memberikan kabar gembira kepadanya dengan surga. dan orang-orang pun menjenguk beliau. (lihat al-‘ibar.

Munculnya kesadaran ini adalah buah dari makrifatullah dan mengenal diri yang diciptakanNya. INTISARI TAKUT KEPADA ALLAH Takut adalah kesadaran bahwa diri kita lemah di hadapan Allah. Jika kita perhatikan dari ayat-ayat al-Quran dan Hadits maka dapatlah kita simpulkan bahwa esensi takut kepada Allah ialah dalam kaitannya dengan dahsyatnya azab api neraka yang Allah sediakan bagi manusia yang berbuat zhalim dan aniaya. Dahulu manusia diciptakan dari tanah. disebabkan diberinya akal. sedangkan Dia Maha Kuat dan Kuasa atas diri kita. namun di hadapan Rabbnya. Inilah empat konsep yang merupakan intisari takut kepada Allah Swt. tidak bermain-main dan bersenda gurau. takut akan azabNya. .. tidak seperti di dunia. yang menjadi sebab kita tidak berbuat durhaka padaNya. [HR. Takut adalah kesadaran bahwa diri kita lemah di hadapan Allah. 5. “Bukankah Kami menciptakan kamu dari air yang hina” (77:20) Keberadaan manusia di muka bumi tidak bisa melepaskan nasib akhirnya yaitu akhirat. niscaya tidak ada seorang pun yang tidak mengharapkan surga-Nya. [HR. sekalipun mereka telah menyatakan keyakinannya akan adanya negeri akhirat itu. Manusia lemah dihadapan Allah. Mereka tidak memiliki suatu kekuatan pun untuk menghindar dari pertanyaan yang akan diajukan oleh Allah di sana. Hakim. dan senantiasa ingat akan adanya pengawasan dari Allah. Empat konsep ini dikandung dalam definisi di atas. sungguh manusia itu hina dan lemah bahkan merugi. Manusia betapapun mulia dan tingginya ketika dibandingkan dengan makhluk Allah yang lainnya. Jika orang kafir mengetahui rahmat yang ada di sisi Allah. kemudian keturunannya dari air yang hina. memohon perlindungan dari azabNya dan memohon petunjukNya agar kita berada dalam rahmatNya. buktinya ialah ia diciptakan. kesadaran bahwa diri kita lemah di hadapan Allah.a. hidayah dan alam semesta ini. tidak ada seorang pun manusia yang tidak mendatangi negeri akhirat yang di sana itu mereka dimintai pertanggung jawabannya atas seluruh perbuatannya. Diberitakannya keadaan neraka dan siksaan-siksaan yang terdapat di dalamnya adalah agar manusia bersungguh-sungguh dalam hidup ini. niscaya tidak ada seorang pun yang putus asa dari rahmat-Nya. Dari Abu Hurairah r. Pertama. ia menshahihkannya dan disepakati oleh Adz-Dzahabi]. Realisasi dari ketundukkan kepada Allah adalah beribadah kepadaNya dengan sepenuh kecintaan dan pengagungan dengan mengikuti syariat yang telah ditetapkanNya. sesungguhnya Rasulullah Saw bersabda:Jika seorang mukmin mengetahui siksaan yang ada di sisi Allah. Muslim]. Ini merupakan sebab utama dari munculnya rasa takut kepada Allah yang menimbulkan ketundukkan padaNya dan menghinakan diri di hadapanNya. kesadaran bahwa Allah adalah tempat kembali kita.menghadap) ke hadirat-Ku dan yang takut kepada ancaman-Ku. Kenyataannya memang kebanyakan manusia itu amat lalai dengan dirinya sendiri dan melupakan akan masa depannya di akhirat kelak.

sebagian bahkan ada yang cacat secara fisik dan mental. kecerdasan. tentara. Katakanlah: “Lari itu sekali-kali tidaklah berguna bagimu. Hanya saja mereka yang sadar akan kelemahan dirinya dan juga mengenal Tuhannya dengan baik. ketidakadilan sosial. jika kamu melarikan diri dari kematian atau pembunuhan. namun mereka sama sekali tidak berdaya di hadapan azab Allah Swt. berharta dan terhormat tanpa suatu usaha dan ikhtiar. maka jasad yang semula indah pun menjadi benar-benar busuk dan hancur menjadi tanah.” (33:16) Kesenangan dunia itu terasa saat badan sehat. mereka termasuk orangorang yang sangat hina. Kekuasaan. (26:183) Manusia banyak sekali memiliki kelemahan dan kehinaan di hadapan Allah Swt. maka bagaimanakah dengan nasib bangsa-bangsa terdahulu yang dihancurkan Allah Swt. darat dan udara. kecelakaan di laut. “Sesungguhnya orang-orang yang menentang Allah dan RasulNya. sedangkan orang-orang itu adalah lebih besar kekuatannya dari mereka? . lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang yang sebelum mereka. tanah longsor. Dan janganlah kamu merugikan manusia pada hak-haknya dan janganlah kamu merajalela di muka bumi dengan membuat kerusakan. perampokan. kebakaran. karena mereka merasa kuat dan perkasa dengan senjata. Sebab dengan makrifatullah. Tetapi perhatikanlah nasib manusia di muka bumi ini. ada pada orang-orang yang tidak beriman. yang akan memiliki rasa takut kepada Allah. Kehinaan sejati di dunia maupun di akhirat. Ini merupakan suatu kelemahan terbesar dari manusia. mereka mula-mula lahir dalam keadaan lemah. “Dan Allah-lah yang Maha Kaya sedangkan kamulah orang-orang yang berkehendak (kepadaNya)” (47:8) Dan apakah mereka tidak berjalan di muka bumi.” (58:20) Lihatlah pula bagaimana nasib manusia di muka bumi. makanan ada. bukankah mereka juga kaum yang kuat. peperangan. kemudian melewati masa muda dengan penuh perjuangan agar memiliki ilmu dan harta serta dihormati sesamanya dan akhirnya tua dengan kepikunan dan penutupnya adalah kematian yang tak seorang pun berdaya untuk menghindar darinya. Tidak ada seorang pun yang berilmu. pembunuhan. dan hubungan dengan sesama harmonis. saling cela dan hina. ilmu dan teknologinya. Setelah kematian tiba. gedung runtuh. Dan keadaan mereka itu lebih kuat daripada manusia zaman sekarang ini. bencana. Seandainya manusia tidak merasa takut kepada Allah . dan jika (kamu terhindar dari kematian) kamu tidak juga akan mengecap kesenangan kecuali sebentar saja. Semua ini mengakibatkan penderitaan bagi manusia. kondisi aman. tidak berilmu. harta mencukupi. telanjang. banjir. tidak berharta. Kekuatan Allah Swt yang membuatnya tertunduk dan tersungkur menyaksikan KebesaranNya melalui ayat-ayatNya. Penyakit. manusia akan mengenal Keagungan. Bukankah ini merupakan perkara yang melengkapi kelemahan dan ketidakberdayaan manusia terhadap tabiat dirinya sendiri dan alam tempat tinggalnya.manusia masih bisa berkelit dari tanggung jawab atas perbuatannya dengan kekuatan politik dan logikanya.

Akan tetapi mereka berlaku sombong di (muka) bumi. Begitu pula apabila disebut dengan dahsyatnya azab Allah baik berupa siksaan yang ditimpakan kepada orang-orang kafir di dunia ataupun azab berupa neraka di akhirat yang diberitakanNya dalam al-Quran. baik berupa al-Quran.” (6:15) “Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang takut kepada azab akhirat. maka baginya azab yang pedih. takut akan azabNya. Realisasi dari takut kepada Azab Allah adalah bertaubat dari dosa dan meninggalkan maksiat seraya meneguhkan ketaatan dan ketundukkan kepada Allah. Maka apakah mereka tidak mendengarkan? (32:26) Dan (juga) kaum ‘Aad dan Tsamud. Fir’aun dan Haman. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa. dan sungguh telah nyata bagi kamu (kehancuran mereka) dari (puing-puing) tempat tinggal mereka. Oleh karena itu salah satu bahan dasar ketakwaan kepada Allah adalah pengetahuan dan keimanan kepada azab Allah yang melahirkan sikap takut kepada Allah dan berhati-hati dari perbuatan yang dapat menjerumuskan manusia ke dalam azab-Nya itu. Karena setiap kedurhakaan adalah sebab datangnya azab.” (11:103) “Sesungguhnya yang dapat kamu beri peringatan hanya orang-orang yang takut kepada azab Tuhannya (sekalipun) mereka tidak melihatNya” (35:18) “…dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Munculnya rasa takut kepada azab Allah adalah dari kesadaran atas peringatan dan pengajaran yang Allah berikan melalui ayat-ayatNya. berapa banyak umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan sedangkan mereka sendiri berjalan di tempat-tempat kediaman mereka itu. dan tiadalah mereka orang-orang yang luput (dari kehancuran itu). dan (juga) Karun. Orang-orang yang telah mengenal dahsyatnya azab Allah akan bergetarlah hatinya bila disebut nama Allah. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka Musa dengan (membawa bukti-bukti) keteranganketerangan yang nyata. alam semesta dan diri kita sendiri. sedang mereka tidak melihat-Nya. Dan syaitan menjadikan mereka memandang baik perbuatan-perbuatan mereka. lalu ia menghalangi mereka dari jalan (Allah).(5:94) “Katakanlah: “Sesungguhnya aku takut akan azab hari yang besar (hari kiamat). Ini merupakan sebab utama kita berlindung kepadaNya dari hal-hal yang menjerumuskan diri kita kepada murkaNya. (16:22) Kedua. (29:38-39) Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa. dan mereka merasa takut akan (tibanya) hari kiamat. (35:44) Dan apakah tidak menjadi petunjuk bagi mereka. sedangkan mereka sendiri adalah orangorang yang sombong. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah). Barang siapa yang melanggar batas sesudah itu. (17:57) “(Orang yang bertakwa itu yaitu) orang-orang yang takut akan (azab) Tuhan mereka. jika aku mendurhakai Tuhanku. biarpun ia tidak dapat melihat-Nya. Kemudian kepada . sedangkan mereka adalah orang-orang berpandangan tajam. hati mereka mengingkari (keesaaan Allah). “sesungguhnya azab Tuhanmu adalah suatu yang (harus) ditakuti.Dan tiada sesuatupun yang dapat melemahkan Allah baik di langit maupun di bumi.” (21:49) “…supaya Allah mengetahui orang yang takut kepada-Nya. juga sebab utama kita tidak mendurhakaiNya. Maka orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat.

Kesadaran ini juga menumbuhkan cinta dan harap.” (24:37) “Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah. Bahwa setelah kematian tiba. yaitu orang-orang yang meyakini. Seseorang yang pandangan hidupnya telah dibentuk oleh worldview Islam meyakini bahwa suatu saat ia akan bertemu dan kembali kepada Tuhannya. Realisasi dari kesadaran ini adalah sikap berupaya untuk terus mencari tambahan hidayah dan iman dan sikap mengikuti setiap petunjuk Allah dan RasulNya. Sebagai mana dalam firman Allah Swt: “Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Sehingga perkara ini menimbulkan sikap sabar dan istiqomah. dan akan diberitakan-Nya kepadamu apa yang kamu perselisihkan (6:164) Ketiga. Ini adalah penumbuh utama takut akan azabNya. kesadaran bahwa Allah adalah tempat kembali kita. dan (dari) mendirikan sembahyang. dengan hati yang takut.” (76:7) “laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingati Allah. maka takutlah kepada-Nya. karena kesadaran ini berkedudukan sebagai peringatan dan pengajaran paling besar. tentu kita tidak akan pernah berani melakukan hal- . Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang. bahwa mereka akan menemui Tuhannya. Merasakan akan Pengawasan Allah di Setiap Waktu. kecuali bagi orang-orang yang khusyu’. Oleh karena itu timbullah rasa khawatir yang mendalam jikalau ia mendapatkan dirinya tidak membawa bekal ke negeri akhirat itu. Sehingga mengiringi ketundukkan kepada Allah dengan semangat untuk mencapai RahmatNya. (2:45-46). Ini merupakan kekuatan yang mencegah kita untuk melakukan hal yang dilarangNya setiap datang godaan dan bisian syaithanb. kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih. dan padang mahsyar digelar. Bahkan kesadaran ini merupakan inti dari orientasi hidup orang-orang yang beriman dan ahli ibadah. “Dan ketahuilah bahwasanya Allah mengetahui apa yang ada dalam hatimu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat.Tuhanmulah kamu kembali. (2:235) “Dan adalah Allah Maha Mengawasi segala sesuatu” (33:52). Bila rasa takut kepada Allah telah tumbuh di hati dan kemudian diikuti oleh perasaan diawasiNya. dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya. (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka” (23:60) “Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang.” (76:9) “Mereka menunaikan nazar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana. dan ketahuilah bahwa Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun.” (24:37 Keempat. “Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan. dan (dari) membayarkan zakat. maka seluruh perbuatannya akan dimintai pertanggungjawabannya nanti di hadapan Allah. Kesadaran bahwa Allah adalah tempat kembali merupakan kekuatan untuk melakukan hal-hal yang berat dalam hidup manusia.

Tetapi sekalipun demikian karena ia memiliki rasa takut kepada Allah.(7:201) Orang-orang yang beriman saat merasakan suatu pengawasan dari sisi Allah. bukan hanya dalam hubungannya dengan rasa takut. Seorang mukmin yang merasakan suatu muaqobah atau pengawasan Allah akan mencegah dirinya dari melakukan suatu dosa. maka efeknya banyak sekali. padahal mereka tidak melihatNya adalah bahwa merekalah yang akan dapat menerima peringatan dari sisi Allah Swt. Oleh Karena itu kunci utama untuk merasakan pengawasan dari sisi Allah adalah dengan cara memperbanyak mengingatiNya dan menyebut namaNya. agar dirinya tercegah dari melakukan suatu perbuatan yang dilarangNya sekaligus merasakan suatu pengawasanNya bahwa Dia selalu memberikan bimbingan kepadanya untuk melakukan ketaatan dan menyelesaikan persoalan yang tengah di hadapinya. mereka kemudian melupakanNya. mereka ingat akan Allah. maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya.” (35:18) “Sesungguhnya kamu hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikuti peringatan dan yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah walaupun dia tidak melihatnya. sebagaimana diungkapkan dalam al-Quran. ia akan segera bertaubat kepadaNya.” (5:94) Keutamaan yang dimiliki orang-orang yang takut kepada Allah. Mereka itulah contoh orang-orang yang tidak takut kepada Allah. Bahkan kita pun tidak akan pernah melakukan kelalaian dalam melaksanakan apa yang telah diwajibkanNya atas diri kita. “Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri. Orang yang takut kepada Allah.hal yang telah dilarangNya. Namun kita yakin Dia Melihat kita. namun ketika hilang musibah itu. mereka ingat kepada Allah. Karena itu orang-orang beriman akan senantiasa pula melakukan . Dia bahkan mengetahui apa yang kita sembunyikan di hati apalagi yang kita lahirkan. lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah?” (3:135) Orang tidaklah akan merasakan suatu pengawasan dari Allah. saat ia melakukan dosa. Namun bukan berarti ia bisa melepaskan diri dari dosa. tetapi takut bila dunianya berkurang. “Sesungguhnya yang dapat kamu beri peringatan hanya orang-orang yang takut kepada azab Tuhannya (sekalipun) mereka tidak melihatNya. Menyebut nama Allah dan mengingatiNya jangan hanya ketika kita ditimpa suatu musibah seperti kebanyakan manusia. tetapi juga dengan ikhlas dan cinta serta harap kepadaNya. “Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari syaitan. lewat pengajaran dan peringatan yang disampaikan oleh Rasul. Adapun orang-orang yang takut kepada Allah adalah orang yang senantiasa mengingat Allah.” (36:11) “supaya Allah mengetahui orang yang takut kepada-Nya. Maka berilah mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia. jika ia seorang yang melupakan Allah. Allah adalah Zat yang kita tidak bisa melihatNya. padahal ia tidak bisa melihatNya memiliki banyak keutamaan. biarpun ia tidak dapat melihat-Nya.

di waktu pagi dan petang. Itulah empat intisari takut kepada Allah Swt yang apabila ada di dada kita. takut akan azabNya. dan juga sadar bahwa Allah pula yang memiliki Rahmat bagi hambaNya. Bahkan pada dasarnya rasa takut itu harus senantiasa menyertai setiap langkah dan waktu-waktu kita. Haklikat perasaan takut kepada Allah adalah sikap berlindung kepada Allah. .berbagai kebajikan. 6. Menjadikan Allah sebagai tempat berlindung. Tetapi bagi mereka ada waktu yang tertentu (untuk mendapat azab) yang mereka sekali-kali tidak akan menemukan tempat berlindung dari padanya. sebab Allah yang akan membalas kebajikannya itu. (7:205) Intisari takwa ada 4 yaitu tahu kita lemah di hadapan Allah. HAKIKAT PERASAAN TAKUT KEPADA ALLAH Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut. (4:1). sebab ia adalah pilar keimanan dan pilar ibadah. maka akan munculah hakikat-hakikat berikut ini : Pertama. Jika Dia mengazab mereka karena perbuatan mereka. Oleh karena itu orangorang mukmin tidak menjadikan apapun dan siapapun untuk dijadikan tempat dia berlindung melainkan Allah. Keempat hal itu akan menopang dan jadi bukti bahwa kita takut kepada Allah Swt. Dalam setiap bagian atau cabang iman dan setiap bentuk ibadah kepada Allah berupa kewaijban-kewajiban syariat. sadar bahwa Allah tempat kembali dan ingat Allah senantiasa mengawasi. dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. yakni melalui RahmatNya. Takut kepada Allah artinya kita menjadikan Allah sebagai tempat berlindung. Orang mukmin wajib memiliki rasa takut semacam itu. takut akan azabNya. Seperti apakah gambaran karakter perasaan takut kepada Allah yang akan timbul pada diri orang-orang mukmin itu? Mengikuti konsepsi intisari takut kepada Allah. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu. senantiasa ingat bahwa Allah adalah tempat kita kembali dan merasakan akan pengawasan Allah di setiap waktu. Sehingga tempat berlindung manusia dari azab Allah adalah Allah sendiri. melaksanakan dan mengakhirinya. dan dengan tidak mengeraskan suara. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain. dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai. mesti di dalamnya terkandung rasa takut kepada Allah Swt ketika kita memulai. lagi mempunyai rahmat. (18:58). karena amalannya tidak akan sia-sia. kita akan merasakan suatu kemanfaatan yang besar dalam hidup ini. Orang yang takut kepada Allah adalah orang yang sadar akan besarnya azab Allah. “Dan Tuhanmulah yang Maha Pengampun. Takut yang intisarinya harus menjadi kekayaan rohaniah orang-orang mukmin. tentu Dia akan menyegerakan azab bagi mereka.

ketaatan dan kesetiaan kepada Allah akhirnya akan membuahkan ketenangan batin dan hilangnya perasaan sedih dan khawatir yang tidak beralasan. Itulah beberapa kandungan yang merupakan konsekuensi jika menjadikan Allah sebagai tempat kita berlindung. bisikan syaithan (lihat 23:97-98). mengikuti apapun yang dititahkanNya. Di akhirat kelak manusia tidak memiliki pelindung dan tidak bisa pula mengingkari dosa-dosa yang pernah dilakukan.Ketika orang mukmin menjadikan Allah sebagai tempat berlindung. Setia dalam menjalankan perintah-perintahNya. sedangkan Allah adalah zat yang Maha Kuasa atas segenap makhlukNya termasuk diri kita. Menyadari akan kelemahan ini dan Kekuasaan Allah. kejahatan tukang sihir. Apa arti menjadikan Allah sebagai pelindung? Pelindung artinya adalah penolong. Allah Pelindung orang-orang yang beriman. Dan dari sikapnya itu Allah mendatangkan ketentraman ke dalam hati orang-orang mukmin. (10:30) Kita menjadikan Allah sebagai tempat berlindung. yaitu ibadah. pelindung-pelindungnya ialah syaitan. Menjadikan Allah sebagai pelindung. melakukan ibadah kepadaNya dengan tulus ikhlas. karena di sana tak ada tempat untuk berlari dan meminta pertolongan. . Kita berlindung kepada Allah di akhirat kelak. penjaga. “. Kamu tidak memperoleh tempat berlindung pada hari itu dan tidak (pula) dapat mengingkari (dosa-dosamu). kejahatan malam. “Patuhilah seruan Tuhanmu sebelum datang dari Allah suatu hari yang tidak dapat ditolak kedatangannya. yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan (kekafiran). pengarah. ada persyaratan yang harus dipenuhinya. Kita berlindung kepada Allah dari kejahatan makhlukNya. Dan orang-orang yang kafir. tiap-tiap diri merasakan pembalasan dari apa yang telah dikerjakannya dahulu dan mereka dikembalikan kepada Allah Pelindung mereka yang sebenarnya dan lenyaplah dari mereka apa yang mereka ada-adakan. pemimpin. pembimbing. berkorban di jalanNya untuk meninggikan kalimatNya. pemberi petunjuk dan kemudahan. Yakni taat kepadaNya. maka kita berlindung kepada Allah. (2:257) Di tempat itu (padang Mahsyar). Jadi orang yang takut kepada Allah akan menjadikan Allah sebagai tempat perlindungannya. Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Tidak ada yang dapat menolong manusia jika azab telah datang kepada mereka. Hal ini terjadi karena pada saat seseorang menjadikan Allah sebagai tempat berlindung dan meminta pertolongan.(42:47). “Musa menjawab: “Aku berlindung kepada Allah agar tidak menjadi salah seorang dari orang-orang yang jahil”. karena kita memang lemah dan hina. mereka kekal di dalamnya. (2:67). maka tidaklah lagi ada dalam dadanya rasa kesedihan dan khawatir yang berlebihan. Kita berlindung kepada Allah dari sikap sombong manusia yang tidak beriman kepada negeri akhirat (lihat:40:27). dan berjanji untuk tidak menyimpang dari jalanNya. dan Dia diyakininya sebagai sebaik-baiknya tempat berlindung. Seperti itulah kita harus menjadikan Allah. dan untuk itu harus mengabdi kepadaNya. Oleh karena itu sebelum datang negeri akhrat yang di mana semua manusia akan dikumpulkan maka jadikanlah Allah sebagai tempat berlindung semenjak di dunia ini. jika ia mendurhakaiNya. bahkan Rasul pun tidak bisa menolong umatnya yang terkena azab itu. Manusia tidak akan menemukan pelindung selain Allah (lihat 18:27). dan pengawas. Ibadah. berarti kita berusaha menjadi hamba yang memenuhi kriteria untuk dilindungiNya. tidak hanya dari azabNya yang dahsyat. Begitu pula seorang hamba tidak ada yang dapat melindunginya saat azabNya. Mereka itu adalah penghuni neraka.

Tidak ada jalan lain bagi manusia untuk beroleh keberkahan hidup.JIka kita menjadikan Allah sebagai pelindung. Orang Mukmin yakin bahwa Allah Maha Mengetahui atas seluruh perbuatan manusia baik yang mukmin ataupun yang kafir. keselamatan. ada persaratan yang harus dipenuhi yakni. ketenangan dan kebaikan di dunia ini dan juga di akhirat kelak melainkan dengan mencari RahmatNya melalui ketundukan kepada agamaNya dengan ikhlas. Kedua. menghilangkan rasa kahwatir dan sedih dalam menghadapi beratnya medan jihad dan dakwah. mengabdi kepadaNya. Di sini orang mukmin memilki dua kesadaran sekaligus. tidak luput dari gangguan dan fitnah orang-orang kafir. Sifat manusia dalam mengabdi kepada Allah terbagi atas tiga kelas. Orang yang takut kepada Allah menyadari akan besarnya dan dahsyatnya azab Allah dan mengetahui sebab-sebab manusia ditimpa azabNya itu. “Bersabarlah (hai Muhammad) dan tiadalah kesabaranmu itu melainkan dengan pertolongan Allah dan janganlah kamu bersedih hati terhadap (kekafiran) mereka dan janganlah kamu bersempit dada terhadap apa yang mereka tipu dayakan. yang lalai dan yang mengabaikannya sama sekali. pertolongan dan kemenangan yang besar. yakni kesadaran berupa keyakinan bahwa Allah murka terhadap hambaNya yang durhaka padaNya dan kesadaran berupa keyakinan bahwa Allah senantiasa mengawasi perbuatan hamba-hambaNya. Allah Maha Mengetahui siapa saja di antara hamba-hambaNya yang taat dan mengetahui pula siapa yang durhaka padaNya. “Hai hamba-hamba-Ku. Ini merupakan hakikat yang menyatu dengan perasaan takut kepada Allah. bersegera melakukan perkara apa saja yang mendekatkan dirinya kepada RahmatNya. Pada bagian pertama telah disebutkan bahwa untuk memperoleh perlindungan dan pertolongan dari sisi Allah. tiada kekhawatiran terhadapmu pada hari ini dan tidak pula kamu bersedih hati. Ketiga. Serta menjadikan orang-orang mukmin itu sebagai orang-orang yang mulia di muka bumi atau pun di akhirat kelak. Meninggalkan perkara yang mendatangkan kemurkaanNya. maka Allah akan menurunkan ketentraman ke dalam jiwa kita. menggapai RahmatNya. Kehidupan kaum muslimin di dalam menjalankan dan mendakwahkan Islam.” (43:68). ia akan bersegera untuk menunaikanya. berhenti dan bertaubat dari maksiat dan kelalaian serta memperbaiki akhlak serta ibadah kita kepadaNya. Namun akhirnya Allah akan memberikan kepada umat Islam berupa hilangnya rasa sedih. Inilah hakikat yang muncul dari rasa takut kepada Allah Swt. dan tidak ada jalan menuju Rahmat Allah melainkan . Dan juga cobaan yang datang dari Allah sebagai ujian keimanan. tidak melalaikan apalagi mengabaikannya. Sikap bersegera menunaikan kewajiban kepada Allah merupakan suatu upaya manusiawi untuk menggapai Rahmat Allah.” (16:127). Orang yang takut kepada Allah belum dikatakan demikian keadaannya sebelum ia bersikap meninggalkan perkara yang mendatangkan kemurkaanNya. Allah akan menghilangkan rasa sedih pada diri orang-orang yang beriman karena keimanan dan amal sholehnya. lalu kita memenuhi konsekuensinya dengan mentaati Allah. Yakni yang bersegera. Dan buah dari kesadaran ini ialah Ia meninggalkan perkara yang mendatangkan kemurkaanNya walaupun ketika sendirian. Rasa takut kepada Allah adalah kesadaran bahwa tidak ada jalan keselamatan dari azab Allah melainkan Rahmat Allah. Bagaimana gambaran orang-orang yang memiliki perasaan takut kepada Allah dalam hubungannya dengan kewajiban-kewajiban yang harus ditunaikannya kepada Tuhannya? Jawabnya jelas. menjauhi dosa dan laranganNya.

menjalankan agama dengan iklash. Kesadaran itu selanjutnya menjadi cambuk dan tarikan untuk menunaikan apa saja yang diperintahkan Allah dengan segera. Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar. (9:100) Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah syurga ‘Adn yang mengalir di bawahnya sungaisungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepadaNya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya. (98:8) Keempat, Ia berusaha keras menyediakan penunjang-penunjang. Baik lahir maupun batin dalam mencapai upaya-upaya di atas. Pada bagian pertama takut kepada Allah menitikberatkan pada persoalan akidah, yakni menjadikan Allah sebagai tempat berlindung. Bagian kedua, menitikberatkan tindakan meninggalkan, yakni meninggalkan perbuatan yang dapat mendatangkan kemurkaan Allah. Sedangkan bagian ketiga menitikberatkan tindakkan melakukan, yakni melakukan hal yang dapat mendatangkan RahmatNya yakni ketaatan. Perjalanan hidup manusia tidak diam di satu titik derajat atau martabat, hal ini berhubungan dengan tabiat dunia serta jiwa manusai itu sendiri. Tabiat yang demikian menyebabkan manusia mengalami naik turun dalam berbagai hal. Keimanan manusia pun demikian. Terkadang naik, di lain waktu turun. Adapun orang-orang yang takut kepada Allah, memiliki karakter yang berusaha mengatasi tabiat ini. Mereka akan senantiasa meningkatkan keimanannya. Ia tidak membiarkan iman itu diam dalam satu derajat yang stagnan, apalagi membiarkannya turun. Tentu tidak demikian sifat orang yang takut kepada Allah. Dia akan senantiasa mengusahakan agar keimanannya menguat. Dan untuk itu ia menyiapkan penunjang-penunjangnya. Apa penunjang dari semua hal yang baru saja kita sebutkan di atas? Sepanjang yang dapat dikemukakan penulis dalam kesempatan kali ini, ada tiga perkara penting: ilmu, iman dan amal. Secara lahir ilmu adalah proses belajar, membaca, menyimak. Sedangkah secara batin ilmu adalah pemahaman. Iman secara lahir adalah ibadah, sedangkan secara batin adalah keyakinan kepada Allah. Amal secara lahir adalah gerak jasad, sedangkan secara batin adalah ikhlas. Hal-hal itulah yang harus kita persiapkan untuk menunjang akidah, perbuatan taat dan perbuatan meninggalkan maksiat itu. Kelima, ia senantiasa bertaubat atas dosa-dosa dan kemaksiatannya. Orang yang takut kepada Allah adalah hamba Allah yang senantiasa sadar bahwa dirinya tidaklah mungkin bisa melepaskan diri dari dosa. Dosa akan senantiasa menyertai perjalanan hidupnya, sekalipun diri telah bertekad kuat untuk menghindarinya. Karena itu ia akan senantiasa bertaubat dan beristighfar kepada Allah Swt. Sesungguhnya perbuatan dosa adalah perkara yang biasa dalam pandangan Allah, sebab Dia adalah Zat pemilik pemberi taubat kepada hambahambaNya. Perbuatan dosa bagi orang-orang yang beriman dalam suatu perkara hanya boleh terjadi satu kali saja, karena untuk berikutnya ia telah menyadari dan bertaubat atasnya. Ada dua

jenis dosa yang dilakukan manusia. Pertama, dosa yang dilatarbelakangi oleh sombong, ini sulit mendapat ampunan Allah Swt, contoh dosa ini adalah dosa yang dilakukan syaithan dan orangorang kafir. Mereka berbuat dosa karena sombong, yakni menolak kebenaran dan merendahkan orang lain. Kedua, dosa yang dilakukan karena dorongan nafsu, ini merupakan dosa yang sebagaimana pernah dilakukan oleh Nabi Adam dahulu ketik masih di surga. Dosa ini akan diampuni Allah, ketika manusia bertaubat kepadaNya. Ada satu jenis dosa lagi yang sulit ditaubati oleh pelakunya karena ia merasa melakukan sesuatu yang benar, yaitu para pelaku bid’ah. Salah satu dari ketiga jenis dosa ini, yakni dosa karena nafsu, tidak mungkin dihindari orang-orang mukmin. Sadar akan masalah ini, maka seorang mukmin akan senantiasa memohon ampun kepada Allah dalam sehari-harinya. Nabi Muhammad Saw membaca istighfar dalam sehari lebih dari enam puluh kali. Keenam, ia berprasangka yang baik bahwa Allah akan memberinya Rahmat dan AmpunanNya. Orang yang takut kepada Allah adalah orang yang tetap taat kepada Allah dan meninggalkan perbuatan dosa serta bertaubat kepadaNya, tentu dalam perkara ini ada hal lain yang mengiringinya selain takut (khauf), itulah roja. Orang yang takut kepada Allah adalah juga orang yang memiliki harap atau roja kepada Allah Swt. Ketika seseorang melakukan suatu ketaatan kepada Allah, bukankah ia sadar bahwa ketaatan itu banyak kekurangannya namun ia berprasangka baik bahwa Allah akan menerima amalannya dan memberinya RahmatNya. Dan ketika ia bertaubat atas dosa dan meniggalkan dosa-dosa, bukankah ia berharap Allah akan memberinya ampunan. Seorang hamba, ketika berdoa kepada Allah, tidak hanya meminta agar dijauhkan dari neraka, tetapi juga meminta kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Doa ini berangkat dari prasangka yang baik kepada Allah, bahwa sementara kebanyakan manusia hidup putus asa, diazab dan dimasukkan ke neraka karena ia bermaksiat kepada Allah dan menolak untuk taat padaNya, ia berharap Allah mencurahkan RahmatNya kepadanya dan orang-orang yang beramal sholeh. Dengan adanya harapan kepada Allah dan juga takut serta cinta kepadaNya, seseorang akan terdorong melakukan ketaatan kepadaNya dan menjauhi laranganNya. 7. PENGARUH TAKUT KEPADA ALLAH Takut hanya akan memiliki arti apabila disertai dengan sifat hati-hati. Begitu pun takut kepada Allah akan memiliki arti apabila disertai sifat berhati-hati dari hal yang dapat mendatangkan murka Allah Swt. Karena itu takut kepada Allah adalah takut dalam kaitannya dengan azabNya, murkaNya dan NerakaNya. Namun yang paling utama takut kepada Allah adalah takut akan KekuasaanNya. Sehingga takut kepada Allah itu menyangkut pula takut akan hari kiamat, takut akan shu’ul khatimah, takut akan azab kubur, takut akan fitnah. Sekalipun demikian takut kepada Allah pengaruhnya dalam sikap adalah menjauhi murkaNya yang berkonsekuensi mendekati RahmatNya. Menjauhi murka Allah artinya menjauhi perkara-perkara yang dapat mendatangkan murka dan azab Allah Swt. Berkaitan dengan sikap menjauhi murka Allah, ada tiga hal yang saling berkaitan, yakni pengetahuan, keimanan dan perbuatan. Seorang mukmin hendaknya mengetahui perkara-perkara yang dapat menimbulkan murka Allah, yang dapat menyeret seorang hamba ke

nerakaNya dan menjauhkan dari keridhaanNya. Setelah mengetahui hal-hal demikian maka berikutnya adalah menyesuaikan jiwa dan perasaan kita yakni dengan sikap membenarkan pengetahuan tersebut dan mempersiapkan kesungguhan untuk meninggalkan dan membersihkan perkara tersebut. Dan selanjutnya seseorang mesti memiliki sikap yang jelas dalam menghadapi perkara-perkara tersebut baik yang timbul dari dalam dirinya maupun lingkungannya. a. Menjauhi Perkara yang dapat mendatangkan Murka Allah Swt Perkara-perkara yang dapat mendatangkan kemurkaan Allah secara global adalah perbuatan syirik, kafir dan membuat kerusakan di muka bumi. Adapun secara terinci adalah berikut ini. Menjual diri dengan kekafiran Alangkah buruknya (hasil perbuatan) mereka yang menjual dirinya sendiri dengan kekafiran kepada apa yang telah diturunkan Allah, karena dengki bahwa Allah menurunkan karunia-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya diantara hamba-hamba-Nya. Karena itu mereka mendapat murka sesudah (mendapat) kemurkaan. Dan untuk orang-orang kafir siksaan yang menghinakan. (2:90). Sesungguhnya orang-orang yang menukar iman dengan kekafiran, sekali-kali mereka tidak dapat memberi mudharat kepada Allah sedikitpun; dan bagi mereka azab yang pedih. (3:177) Apakah kamu menghendaki untuk meminta kepada Rasul kamu seperti Bani Israil meminta kepada Musa pada jaman dahulu? Dan barangsiapa yang menukar iman dengan kekafiran, maka sungguh orang itu telah sesat dari jalan yang lurus. (2:108). Mereka itulah orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk, maka tidaklah beruntung perniagaan mereka dan tidaklah mereka mendapat petunjuk. (2:16) Itulah orang-orang yang membeli kehidupan dunia dengan (kehidupan) akhirat, maka tidak akan diringankan siksa mereka dan mereka tidak akan ditolong. (2:86) Mereka itulah orang-orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk dan siksa dengan ampunan. Maka alangkah beraninya mereka menentang api neraka! (2:175) Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. (2:217) Dan adapun orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit, maka dengan surat itu bertambah kekafiran mereka, disamping kekafirannya (yang telah ada) dan mereka mati dalam keadaan kafir. (9:125) Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, dan bermaksud memperbedakan antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya, dengan mengatakan: “Kami beriman kepada yang sebahagian dan kami kafir terhadap sebahagian (yang lain)”, serta bermaksud (dengan perkataan itu) mengambil jalan (tengah) di antara yang demikian (iman atau kafir), (4:150) Dan Al Quran yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu sungguh-sungguh akan menambah kedurhakaan dan kekafiran bagi kebanyakan di antara mereka. Dan Kami telah timbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka sampai hari kiamat. (5:64) akan tetapi Allah mengutuk mereka, karena kekafiran mereka. Mereka tidak beriman kecuali

(5:32). Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil. Orang-orang kafir itu telah menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah supaya mereka menyesatkan (manusia) dari jalan-Nya. Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang telah menukar nikmat Allah dengan kekafiran dan menjatuhkan kaumnya ke lembah kebinasaan? yaitu neraka jahannam. dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya.iman yang sangat tipis. dan itulah seburuk-buruk tempat kediaman. dan mereka kembali mendapat kemurkaan dari Allah dan mereka diliputi kerendahan. maka gembirakanlah mereka bahwa mereka akan menerima siksa yg pedih. kecuali jika mereka berpegang kepada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia. (3:21) Dan tidak ada yang mendustakan hari pembalasan itu melainkan setiap orang yang melampaui batas lagi berdosa yang apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami. Katakanlah: “Bersenang-senanglah kamu. (5:78) Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi yang memamg tak dibenarkan dan membunuh orang-orang yang menyuruh manusia berbuat adil. (4:46) Dan untuk orang-orang kafir disediakan minuman air yang panas dan azab yang pedih disebabkan kekafiran mereka. Yang demikian itu. Yang demikian itu disebabkan mereka durhaka dan melampaui batas. (4:170).” (14:28-30) Membunuh Seorang Mukmin Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya ialah Jahannam. maka gembirakanlah mereka bahwa mereka akan menerima siksa yg pedih. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. bahwa: barangsiapa yang membunuh seorang manusia. Yang demikian itu karena mereka kafir kepada ayatayat Allah dan membunuh para nabi tanpa alasan yang benar. mereka masuk kedalamnya. (3:112) Hal itu (terjadi) karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para Nabi yang memang tidak dibenarkan. (3:21) Durhaka dan Melampaui batas. disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. (2:61) Telah dila’nati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan Isa putera Maryam. kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya. Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi yang memamg tak dibenarkan dan membunuh orang-orang yang menyuruh manusia berbuat adil. Demikian itu (terjadi) karena mereka selalu berbuat durhaka dan melampaui batas. (maka kekafiran itu tidak merugikan Allah sedikitpun) karena sesungguhnya apa yang di langit dan di bumi itu adalah kepunyaan Allah. atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi. bukan karena orang itu (membunuh) orang lain. ia berkata: “Itu adalah dongengan orang-orang yang dahulu” (83:12-13) Mendustakan Rasul . (4:93). karena sesungguhnya tempat kembalimu ialah neraka. membunuh nabi dan mendustakannya Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada. (10:4) Dan jika kamu kafir.

(10:74) Murtad dari Islam Barangsiapa yang kafir kepada Allah sesudah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah). Maka alangkah hebatnya kemurkaan-Ku. Kami utus beberapa rasul kepada kaum mereka (masing-masing). dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. kecuali orang-orang yang kafir. maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya. barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya. . (40:58) Tidak ada yang memperdebatkan tentang ayat-ayat Allah. (34:45) Sesungguhnya telah berlalu sebelum kamu sunnah-sunnah Allah. maka rasul-rasul itu datang kepada mereka dengan membawa keterangan-keterangan yang nyata. Itulah karunia Allah. Dan orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan sedang orang. Demikianlah Kami mengunci mati hati orang-orang yang melampaui batas. dan mereka itulah penghuni neraka.Dan sesungguhnya orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (rasul-rasul-Nya). yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir. Maka alangkah hebatnya akibat kemurkaanKu. tetapi mereka tidak hendak beriman karena mereka dahulu telah (biasa) mendustakannya. yang berjihad dijalan Allah. (2:217) Hai orang-orang yang beriman. (40:4) Demikianlah Allah menyesatkan orang-orang yang melampaui batas dan ragu-ragu. (3:137) Kemudian sesudah Nuh. Demikianlah Allah mengunci mati hati orang yang sombong dan sewenang-wenang. (Yaitu) orang-orang yang memperdebatkan ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai kepada mereka. akan tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran. (67:18). yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin. diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendakiNya. lagi Maha Mengetahui. lalu dia mati dalam kekafiran. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat. Karena itu berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul). dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya).orang kafir Mekah itu belum sampai menerima sepersepuluh dari apa yang telah Kami berikan kepada orang-orang dahulu itu lalu mereka mendustakan rasul-rasul-Ku. maka mintalah perlindungan kepada Allah. (5:54) Memperdebatkan Ayat-ayat Allah (Yaitu) orang-orang yang memperdebatkan ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai kepada mereka. (40:35) Sesungguhhnya orang-orang yang memperdebatkan tentang ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai kepada mereka tidak ada dalam dada mereka melainkan hanyalah (keinginan akan) kebesaran yang mereka sekali-kali tiada akan mencapainya. Karena itu janganlah pulang balik mereka dengan bebas dari suatu kota ke kota yang lain memperdayakan kamu. maka kemurkaan Allah menimpanya dan baginya azab yang besar. mereka kekal di dalamnya. Amat besar kemurkaan (bagi mereka) di sisi Allah dan di sisi orang-orang yang beriman. maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat. kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa). (16:106) Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya.

padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. (4:60) Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah. (5:60) Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu ? Mereka hendak berhakim kepada thaghut. (40:34-35) Menjauhi KeridhaanNya Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka mengikuti apa yang menimbulkan kemurkaan Allah dan karena mereka membenci keridhaan-Nya. Kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya. (4:76) Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja). (3:162) Tidak Mempergunakan Akal Dan tidak ada seorangpun akan beriman kecuali dengan izin Allah. (16:36) Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam). sebab itu Allah menghapus (pahala) amal-amal mereka. karena sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah. dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya. sebab itu perangilah kawan-kawan syaitan itu. mereka menjadikannya buah ejekan dan permainan. dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut. Demikianlah Allah mengunci mati hati orang yang sombong dan sewenang-wenang. yaitu orang-orang yang dikutuki dan dimurkai Allah. dan jauhilah Thaghut itu”. Maka berjalanlah kamu dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orangorang yang mendustakan (rasul-rasul). tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud (48:29) Apakah orang yang mengikuti keridhaan Allah sama dengan orang yang kembali membawa kemurkaan (yang besar) dari Allah dan tempatnya adalah Jahannam? Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali. (5:58) Dan bahwasanya: orang yang kurang akal daripada kami selalu mengatakan (perkataan) yang melampaui batas terhadap Allah (72:4) Mengikuti Thaghut Katakanlah: “Apakah akan aku beritakan kepadamu tentang orang-orang yang lebih buruk pembalasannya dari (orang-orang fasik) itu disisi Allah. maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya.” Mereka itu lebih buruk tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yang lurus. sesungguhnya telah jelas jalan yang benar . Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya. (10:100) Dan apabila kamu menyeru (mereka) untuk (mengerjakan) sembahyang.Amat besar kemurkaan (bagi mereka) di sisi Allah dan di sisi orang-orang yang beriman. di antara mereka (ada) yang dijadikan kera dan babi dan (orang yang) menyembah thaghut?. Yang demikian itu adalah karena mereka benar-benar kaum yang tidak mau mempergunakan akal. (47:28) Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir. tetapi berkasih sayang sesama mereka.

dan apa yang mereka sendiri tiada mempunyai pengetahuan terhadapnya. Maka apakah kamu tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) ?” (6:80) (Mereka Kami utus) selaku rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar supaya tidak ada alasan bagi manusia membantah Allah sesudah diutusnya rasul-rasul itu. (2:165) Kamu tidak menyembah yang selain Allah kecuali hanya (menyembah) nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu membuat-buatnya. (22:3) Dan di antara manusia ada orang-orang yang membantah tentang Allah tanpa ilmu pengetahuan. Dia berkata: “Apakah kamu hendak membantah tentang Allah. dan mereka berkata: “Mereka itu adalah pemberi syafa’at kepada kami di sisi Allah.daripada jalan yang sesat. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat). dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal). (39:17) Memyembah selain Allah dan Berbuat syirik Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. padahal sesungguhnya Allah telah memberi petunjuk kepadaku. (22:71) Membantah Allah Dan orang-orang yang membantah (agama) Allah sesudah agama itu diterima maka bantahan mereka itu sia-sia saja. Dan . Mereka mendapat kemurkaan (Allah) dan bagi mereka azab yang sangat keras. (10:18) Dan mereka menyembah selain Allah. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut[162] dan beriman kepada Allah. (42:16) Di antara manusia ada orang yang membantah tentang Allah tanpa ilmu pengetahuan dan mengikuti setiap syaitan yang jahat. Keputusan itu hanyalah kepunyaan Allah.nya dan kembali kepada Allah. Itulah agama yang lurus.hamba-Ku. Dan bagi orang-orang yang zalim sekali-kali tidak ada seorang penolongpun. (31:20) Dan dia dibantah oleh kaumnya. sebab itu sampaikanlah berita itu kepada hamba. apa yang Allah tidak menurunkan keterangan tentang itu. maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus.” Katakanlah: “Apakah kamu mengabarkan kepada Allah apa yang tidak diketahui-Nya baik di langit dan tidak (pula) dibumi?” Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dan apa yang mereka mempersekutukan (itu).” Dan aku tidak takut kepada (malapetaka dari) sembahan-sembahan yang kamu persekutukan dengan Allah. tanpa petunjuk dan tanpa kitab (wahyu) yang bercahaya (22:8) Dan di antara manusia ada yang membantah tentang (keesaan) Allah tanpa ilmu pengetahuan atau petunjuk dan tanpa Kitab yang memberi penerangan. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. bagi mereka berita gembira. kecuali di kala Tuhanku menghendaki sesuatu (dari malapetaka) itu. (2:256) Dan orang-orang yang menjauhi thaghut (yaitu) tidak menyembah.” (12:40) Dan mereka menyembah selain daripada Allah apa yang tidak dapat mendatangkan kemudharatan kepada mereka dan tidak (pula) kemanfaatan. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. di sisi Tuhan mereka. bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya. Pengetahuan Tuhanku meliputi segala sesuatu. Allah tidak menurunkan suatu keteranganpun tentang nama-nama itu.

Mereka akan mendapat giliran (kebinasaan) yang amat buruk dan Allah memurkai dan mengutuk mereka serta menyediakan bagi mereka neraka Jahannam. Sesungguhnya mereka telah putus asa terhadap negeri akhirat sebagaimana orang-orang kafir yang telah berada dalam kubur berputus asa.. dan mereka akan kekal dalam siksaan. Bagaimanakah manusia dapat menghindari perkara-perkara yang dimurkai Allah Swt? Menyadari bahwa pelanggaran terhadap apa yang diharamkan dan dimurkai Allah itu dapat mengakibatkan kecelakaan baik di dunia dan di akhirat. ke dalam air yang sangat panas. Dan mereka bersumpah untuk menguatkan kebohongan. kemudian mereka dibakar dalam api. janganlah kamu jadikan penolongmu kaum yang dimurkai Allah. (60:13) Itulah beberapa hal yang dapat mendatangkan kemurkaan Allah yang harus kita jauhi. (4:165) Apakah kamu tidak melihat kepada orang-orang yang membantah ayat-ayat Allah? Bagaimanakah mereka dapat dipalingkan? ketika belenggu dan rantai dipasang di leher mereka. Bagaimana akibat ketika mereka tidak mengindahkan perintah-perintah Allah Swt.adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka. (40:69-73) Munafik dan Berprasangka buruk terhadap Allah “. maka janganlah kamu membelakangi mereka (mundur). (58:14) Mundur dari Medan Tempur Barangsiapa yang membelakangi mereka (mundur) di waktu itu. Dan (neraka Jahannam) itulah sejahat-jahat tempat kembali. yaitu kemurkaan Allah kepada mereka. sedang mereka mengetahui. seraya mereka diseret. (5:80) Hai orang-orang yang beriman. maka sesungguhnya orang itu kembali dengan membawa kemurkaan dari Allah. . dan tempatnya ialah neraka Jahannam. kecuali berbelok untuk (sisat) perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan yang lain. (48:6) Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang menjadikan suatu kaum yang dimurkai Allah sebagai teman? Orang-orang itu bukan dari golongan kamu dan bukan (pula) dari golongan mereka. (33:15) Tolong-menolong dengan orang-orang yang kafir Kamu melihat kebanyakan dari mereka (musyrik).” Dan adalah perjanjian dengan Allah akan diminta pertanggungan jawabnya. apabila kamu bertemu dengan orang-orang yang kafir yang sedang menyerangmu. (8:15) Dan sesungguhnya mereka sebelum itu telah berjanji kepada Allah: “Mereka tidak akan berbalik ke belakang (mundur). Mengetahui akibat-akibat buruk di dunia dapat kita teliti pada masyarakat manusia pernah hidup pada zaman dahulu ataupun sekarang. (8:16) Hai orang-orang yang beriman.dan supaya Dia mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan yang mereka itu berprasangka buruk terhadap Allah. Dan amat buruklah tempat kembalinya.

tawadlu artinya tunduk pada kebenaran secara konsisten sehingga ia berpihak dan mencintai orang-orang yang taat kepada Allah Swt. sebab itu jika seseorang takut kepada Allah maka takutnya itu akan mendorong timbulnya tawadlu. Sedangkan bersih hati timbul dari dijauhinya perbuatan dosa dan keharaman dan diikat hati itu dengan berbagai perbuatan yang baik. sehingga dengannya ia mampu menunaikan ibadah bahkan tetap berinfak. gangguan jiwa dan keruhnya hati dan wajah. karena merasa dirinya selama ini kotor dan banyak berbuat dosa. Wara’ artinya hati-hati secara cerdas sehingga ia tegas dalam menjauhi keharaman. Allah telah menjelaskan jalan menuju surga dan jalan menuju neraka. Sesungguhnya takut kepada Allah itu timbul dari taat dan taat timbul dari bersih hati. Selalu perbuatan haram itu bila dilakukan manusia menyebabkan manusia mengalami kelainan psikologis. dan sifat sabar atas kekurangan. waro. Takut kepada Allah bukanlah takut yang menghalangi seseorang untuk dekat dengan Allah Swt. dan ia tidak memiliki rasa takut kepada Allah. Takut kepada Allah dalam kaitannya dengan kebaikan ialah takut yang menariknya . syubhat dan ajakan hawa nafsu. Menghidupkan sistem bermasyarakat yang berbasis amar makruf nahyi munkar. Sebab perasaan itu malah membuat ia tidak memiliki takut yang disyariatkan. Bahkan bisa merusak tatanan masyarakat dan menimbulkan kezhaliman serta kerusakan. dan qonaah merupakan salah satu sifat syukur atas limpahan rizki. Apabila seseorang terhalang dari mendekat pada Allah Swt dan ia merasa takut untuk melakukan keutamaan yang dianjurkan Allah. Sifat hati-hati merupakan sebuah kesadaran yang amat mendukung sifat takut kepada Allah Swt. b. dan ia bersabar diwaktu kekurangan. tawadlu dan qona’ah. sifat dan perbuatan yang diharamkan Allah tersebut merupakan suatu ujian bagi manusia apakah manusia mau menghindarinya ataukan ia akan terus mengikuti hawa nafsunya. Di tengah masyarakat Islam. Manusia tinggal memilihnya. Lebih dari itu sifat hati-hati lahir berbarengan dengan sifat wara’. khusyu’ dan sabar. Perbuatan baik menggandeng sifat hati-hati dan takut. Maka orang yang mengikuti hawa nafsunya dan melanggar aturan Allah berarti telah memilih jalan menuju neraka. Takut kepada Allah itu sebangun dengan sifat taat dan bersih hati. Dalam hal ini qonaah artinya adalah merasa cukup dengan rizki yang ada. keluarga dan komponen kemasyarakatan senantiasa mengacu kepada terbentuknya masyarakat yang taat kepada hukum dan undang-undang Islam. bersegera melakukan kebaikan Takut hanya akan memiliki arti apabila disertai dengan sifat hati-hati. Begitu pun takut kepada Allah akan memiliki arti apabila disertai sifat berhati-hati dari hal yang dapat mendatangkan murka Allah Swt. sebab tidak dapat dipungkiri. Menyadari bahwa barang. Tidak ada masyarakat yang akan menerapkan sistem ini melainkan masyarakat Islam yang memilih dan berpihak kepada hukum Islam. maka seyogyanya perasaan takut semacam itu harus dibuang. orang yang banyak dosa dan gemar berbuat maksiat akan terhalang dirinya dari Allah. Sehingga takut kepada Allah tidak akan muncul tanpa dibarengi dengan sifat-sifat kebaikan.Menyadari bahwa tujuan dari diharamkannya perkara-perkara tersebut merupakan wujud penyelamatan Allah bagi manusia. ikhlash. pola pembinaan generasi. istiqomah.

Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas. Katakanlah: “Hai manusia. Kunci kebaikan adalah mengikuti petunjuk Allah Swt Jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu. Takwa dan Takut bahwa mereka akan kembali kepada Allah menjadi pendorong untuk melakukan kebaikan. dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya (23:61) Takut kepada Allah akan menjadi sebab turunnya Karunia Allah Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam taman-taman (syurga) dan mata airmata air. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu. Sehingga takut kepada Allah dalam kaitannya dengan amalan baik yang telah dilakukan adalah menjadi kekuatan untuk senantiasa mengevaluasi kualitas amalanamalannya. dengan hati yang takut. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri (42:23) Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula).” Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan. Takut kepada Allah juga berarti takut kalau kebaikan yang selama ini dilakukannya tidak diterimaNya. sesungguhnya teIah datang kepadamu kebenaran (Al Quran) dari . Takut kepada Allah adalah takut yang mendorong jiwa senantiasa merasa khawatir akan amalan jika masih banyak kekurangan dan banyak diselimuti dosa. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendakiNya di antara hamba-hamba-Nya dan Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Namun tidak berhenti sampai di situ. Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Tuhannya. (13:22) Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang beriman.untuk bersegera melakukan kebaikan. secara sembunyi atau terangterangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. mendirikan shalat. Takut kepada Allah adalah pengikat jiwa dengan kebaikan. (39:10). Bukan karena buruk sangka padaNya. sambil menerima segala pemberian Rabb mereka. (52:15-16) Balasan kebaikan adalah kebaikan Dan siapa yang mengerjakan kebaikan akan Kami tambahkan baginya kebaikan pada kebaikannya itu. (55:60). tetapi karena berfikir bahwa amal kebaikannya selama ini masih banyak kekurangan dan cacatnya. Rasa takut kepada Allah hakikatnya mendorong seseorang berlari ke arah rahmat Allah. dan menafkahkan sebagian rezki yang Kami berikan kepada mereka. maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. bertakwalah kepada Tuhanmu. maka tak ada yang dapat menolak kurniaNya. Mereka itu bersegera untuk mendapat kebaikan-kebaikan. (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka. orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik). Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat kebaikan. Sedangkan rahmat Allah hanya bisa dikejar dengan berbuat amal kebaikan yakni amal sholeh.

(2:177) Kemampuan untuk berbuat kebaikan adalah karunia yang amat besar Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami. dendam. kesabaran Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan. nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya. (41:34) c. disebabkan belum sempurnanya taubat kepadaNya.107108) Inti kebaikan adalah keimanan. lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan dan diantara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Takut kepada Allah adalah benteng jiwa dari keburukan. Sehingga orang yang takut kepada Allah akan senantiasa menjaga diri dari keburukan. musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta. maka bukan sebab yang dicarinya. malaikat-malaikat. penderitaan dan dalam peperangan. dilarang Allah. Dan barangsiapa yang sesat. dengki. dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji. bersegera meninggalkan keburukan Takut itu pula yang meredam sifat sombong. maka tentu saja orang yang takut kepadaNya akan bersegera meninggalkan perbuatan buruk tersebut. Takut kepada Allah dalam kaitannya dengan perbuatan yang buruk ialah takut yang mendorongnya untuk meninggalkan keburukan. maka sesungguhnya kesesatannya itu mencelakakan dirinya sendiri.Tuhanmu. Ini disadari oleh orang-orang yang beriman. sehingga perbuatan dosanya berkurang. sebab itu barangsiapa yang mendapat petunjuk maka sesungguhnya (petunjuk itu) untuk kebaikan dirinya sendiri. marah. maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia. akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah. Dan aku bukanlah seorang penjaga terhadap dirimu. anak-anak yatim. kitab-kitab. ibadah. cinta dunia. (35:32) Kebaikan dapat menyatukan hati manusia Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tetapi tidak berhenti sampai di sana saja. Yang demikian itu adalah karunia yang amat besar. dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan. ia bahkan merasa melihat dirinya banyak melakukan dosa-dosa dan merasa khawatir Allah belum mengampuninya. Dan apabila ia terlanjur melakukan perbuatan buruk itu oleh suatu sebab. mendirikan shalat. pengorbanan. dimurkai Allah. dan (memerdekakan) hamba sahaya. Maka sekalipun ia telah berusaha sekuat tenaga untuk menjauhi dosa. Keburukan adalah sesuatu yang dibenci Allah. dan menunaikan zakat. tetapi taubat kepadaNya Takut kepada Allah adalah takut yang mendorong jiwa senantiasa merasa khawatir kalau dosadosa tidak diampuniNya. Manusia tidak mungkin lepas dari kesalahan dan dosa. dan pengecut. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya). hari kemudian. dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa. .” (1. orang-orang miskin. dilaknat Allah. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik.

maka hendaklah seorang mukmin itu takut dan benar-benar menjaga lisannya.(HR. artinya: “Barangsiapa yang dapat menjaga (menjamin) untukku mulut dan kemaluannya. Bahkan selalu berusaha agar lisannya senantiasa basah dan sibuk dengan berdzikir kepada Allah. Dan siapa saja yang dimasukkan ke neraka maka itulah orang yang paling merugi. ghibah (bergosip) dan perkataan yang berlebih-lebihan dan tidak bermanfaat. Karena itu orang yang takut kepada Allah akan sangat takut apabila dirinya digolongkan ke dalam golongan orang-orang dicalonkan masuk ke neraka. At Tirmidzi). dan mereka tiada memberi syafaat melainkan kepada orang yang diridhai Allah. Karena nafsunya menuntutnya memperoleh sesuatu yang bisa menyenangkan diri serta menyingkirkan gundah gulana dan kesedihannya. meminum khamr dan berkata dusta…” Takut kepada Allah adalah takut kalau dirinya dimasukkan ke dalam nerakaNya dan dijauhkan dari SurgaNya. dan mereka itu selalu berhati-hati karena takut kepada-Nya. Dan ternyata hawa nafsunya tidak bisa merasa senang dan puas dengan cara berdzikir dan beribadah kepada Allah maka dia pun memilih mencari kesenangan dengan hal-hal yang diharamkan yaitu berbuat keji. Al Bukhari dan Muslim). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda: “Tanda sempurnanya Islam seseorang adalah meninggalkan sesuatu (perkataan) yang tidak berguna”. artinya: “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia berbicara yang baik. “Allah mengetahui segala sesuatu yang dihadapan mereka (malaikat) dan yang di belakang mereka. Pada lisannya Seseorang yang takut kepada Allah mempunyai kekhawatiran atau ketakutan sekiranya lisannya mengucapkan perkataan yang mendatangkan murka Allah. sesungguhnya seseorang itu akan memetik hasil ucapan lisannya. (HR. Kemudian dalam riwayat lain disebutkan.Takut kepada Allah adalah takut yang mendorong jiwa untuk meninggalkan ajakan nafsu dan syahwat. Di akhirat kelak tempat tinggal manusia hanya ada dua yakni surga dan neraka. aku akan memberi jaminan kepadanya syurga”. Terlebih lagi apabila dia sedang menginginkan sesuatu yang gagal diraihnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda. Sehingga dia menjaganya dari perkataan dusta. dengan bacaan Al Qur’an. Mereka yang masuk ke dalam surga adalah mereka yang amat beruntung. Al Bukhari). atau (kalau tidak bisa) maka agar ia diam”.” (21:28) 1). Syaikhul Islam berkata: “Apabila seorang insan tidak merasa takut kepada Allah maka dia akan memperturutkan hawa nafsunya. . Begitulah.(HR. dan mudzakarah ilmu.

sedangkan anggota badannya yang lain menjadi saksi atasnya. Firman Allah Ta’ala: Artinya: “Dan janganlah sebagian kamu memakan harta sebagian lain diantara kamu dengan jalan yang batil”. Sufyan Ats-Tsauri menjelaskan: “Barangsiapa menginfaq kan harta haram (di jalan Allah) adalah seperti seseorang mencuci pakaiannya dengan air kencing. dan memakannya hanya terbatas pada kebutuhannya saja. seperti bershadaqah. dan dosa itu tidak bisa dihapus kecuali dengan cara yang baik”. Ibnu Abbas menjelaskan. menipu. Bahkan dijelaskan dalam riwayat yang shahih bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyatakan. Orang mukmin selalu menggunakan tangannya untuk melakukan ketaatan. Pada perutnya Orang mukmin yang baik tidak akan memasuk kan makanan ke dalam perutnya kecuali dari yang halal. aniaya. Sudahkah kita takut kepada Allah dengan menjaga agar jangan sampai perut kita dimasuki harta yang diharamkan Allah ? 3). Harta yang diperoleh dengan cara haram selamanya tidak akan menjadi baik/suci sekalipun diinfaqkan di jalan Allah. Pada tangannya Orang mukmin yang takut kepada Allah akan menjaga tangannya agar jangan sampai dijulurkan kepada hal-hal yang diharamkan Allah seperti: (sengaja) menyentuh wanita yang bukan muhrim. menolong orang lain (dengan tangannya) karena dia takut di akhirat nanti tangannya akan berbicara di hadapan Allah tentang apa yang pernah dilakukan-nya.2).(Yasin: 65). dll. dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan”. Kedua dengan jalan permainan seperti berjudi.(Al Baqarah: 188). Sebagaimana firman Allah Ta’ala: Artinya: “Pada hari ini Kami tutup mulut mereka. memakan dengan cara batil ini ada dua jalan yaitu. itulah urgensi memperhatikan jalan mencari harta. Jadi. Dan tidak bermain dengan alat-alat permainan syetan seperti alat perjudian. Pertama dengan cara zhalim seperti merampas.berbuat zhalim. setiap jasad (daging) yang tumbuh dari harta haram maka neraka lebih pantas untuknya. mencuri. . taruhan dan lainnya.

dan memelihara kemaluannya. lebih dari sepuluh kali hati membayangkan. Pada pendengarannya Ini perlu kita renungi bersama. sehingga seorang mukmin akan selalu menjaga pendengarannya untuk tidak mendengarkan sesuatu yang diharamkan Allah. seperti. Sebab.”Hendaklah mereka menahan pandangan-nya. salah satu penyebabnya adalah ketidak mampuan seseorang menahan pandangannya. 6). dll. Maka bagaimanakah dengan kita? 4). Pada kakinya Seseorang yang takut kepada Allah akan melangkahkan kakinya ke arah ketaatan. semuanya itu akan dimintai tanggung jawabnya”. maka berbahagialah bagi siapa saja yang mampu menahannya. Pandangan merupakan panah api yang dilepaskan oleh iblis dari busurnya. (Al Israa’: 36). Maka. Firman Allah Ta’ala: “Sesungguhnya pendengaran. sudahkah kita menjadi orang yang takut kepada Allah dengan menahan pandangan kepada sesuatu yang diharamkanNya? 5). Itulah gambaran orang mukmin sejati yang takut kepada Allah di dalam menggunakan tangannya. Pada penglihatannya Penglihatan merupakan nikmat Allah Ta’ala yang amat besar. sekali seseorang memandang. penglihatan dan hati. Orang yang takut kepada Allah selalu menjaga pandangannya dan merasa takut apabila memandang sesuatu yang diharamkan Allah.”Sekiranya kulit saya ditempeli bara api yang panas.Bahkan salah seorang ulama salaf berkata.(An Nur: 30). Dan takut untuk melangkahkan kakinya ke tempat-tempat maksiat serta menyesal bila terlanjur melakukannya karena ingat . Allah berfirman: “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman. sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”.maka itu lebih aku sukai daripada saya harus menyentuh perempuan yang bukan muhrim”. seperti mendatangi shalat jama’ah. maka musuh Allah yaitu syetan tidak senang kalau nikmat ini digunakan sesuai kehendak-Nya. majlis ta’lim dan majlis dzikir. perzinaan dan pemerkosaan. Jika kita teliti banyaknya kemaksiatan dan kemungkaran yang merajalela. seperti nyanyian yang mengundang birahi beserta irama musiknya. Yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. tidak memandang dunia dengan pandangan yang rakus namun me-mandangnya hanya untuk ibrah (pelajaran) semata. Dan seorang mukmin akan menggunakan pendengarannya untuk hal-hal yang bermanfaat.

. maka turunlah ayat ini yang kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan bahwa bekas langkah (telapak) menuju masjid dicatat oleh Allah sebagai amal shaleh. Ia merasa aman ketika melanggar laranganNya dan merasa nyaman ketika meninggalkan kewajiban kepadaNya. Ia pun bergetar hatinya ketika mengingat bahwa dahulu ia sering melalaikan kewajiban-kewajibannya sehingga ia mencari jalan untuk menambah kebaikan dan amalan-amalannya di masa sekarang. apabila ia baik maka akan baik seluruh anggota tubuh. baik dalam wujud yang membuat umumnya manusia takjub ataupun dalam wujud yang membuat manusia umumnya menjadi takut dan lemah tak berdaya. Semua bekas langkah kaki akan dicatat oleh Allah ke mana dilangkahkan. dan menjaganya dari racun-racun hati. kapan. (Yaasin: 12). Karena itu semua telah dilarang Allah dan RasulNya dalam rangka menjaga kesucian hati. dan di mana seseorang melakukan suatu perbuatan. ke mana saja kaki melangkah. Asbabun nuzul ayat ini adalah : bahwa seorang dari Bani Salamah yang tinggal di pinggir Madinah (jauh dari masjid) merencanakan untuk pindah ke dekat masjid. Hal ini berbeda keadaannya dengan orang yang tidak memiliki rasa takut kepada Allah. kebencian. permusuhan.bahwa di hari kiamat kelak kaki akan berbicara di hadapan Allah. tetapi apabila ia jelek maka akan jeleklah semuanya. Hati yang mudah bergetar ini penting artinya dalam hal keimanan. Hati adalah penentu. Orang yang takut kepada Allah akan senantiasa bergetar tanda adanya rasa khawatir apabila ia mengingat dosa yang belum bertaubat atasnya sehingga mendorongnya untuk bersegera bertaubat. Firman Allah Ta’ala: “Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan”. Seorang mukmin akan takut jika dalam hatinya muncul sifat jahat seperti buruk sangka. hasad dan lain sebagainya kepada mukmin yang lain. Jika baik maka baiklah balasannya. Ini semua tidak lepas dari kaki yang dilangkahkan. sedang bumi yang dipijaknya akan menjadi saksi. sebab mudah mengingatkan akan sesuatu apabila terjadi kesalahan. Pada hatinya Seorang mukmin akan selalu menjaga hatinya dengan selalu berzikir dan istighfar supaya hatinya tetap bersih. tetapi jika buruk maka buruk pula balasannya. Takut kepada Allah dalam kaitannya dengan perintah dan laranganNya membuat hati bergetar saat melalaikan kewajibannya kepada Tuhannya dan saat ia melanggar laranganNya dilanggar. dan tidak ada yang tertinggal karena bumi yang diinjaknya akan mengabarkan kepada Allah tentang apa. Dan hati pun bergetar ketika melihat kedahsyatan Kemahakuasaan Allah yang terdapat di alam. maka ke manakah kaki kita banyak dilangkahkan ? 7). Bergetarnya hati saat dibacakan ayat-ayat Allah adalah tanda dari keimanan.

” Rasulullah Saw bersabda. beliau bersabda: Aku akan memberitahukan beberapa kaum dari umatku.Hati yang selalu bergetar adalah hati yang senantiasa mengingat Allah bahwa Dia Maha Keras Siksa dan AzabNya.a. Ia takut (dosa itu) jatuh menimpanya. “Ingatlah!. maka mereka melanggaranya. Sedangkan jika kamu jawab ‘tidak’. Tapi Allah menjadikannya bagaikan debu yang bertebarkan. Takut Kepada Allah menjaga pemiliknya untuk tidak berbuat maksiat kepada-Nya. Al-Kinani penulis buku Mishbah Al-Zujajah berkata. Berhati-hati dalam menghadapi kematian. Orang yang beriman kepada qadar akan Anda jumpai senantiasa takut kepada Allah dan suul khaatimah (akhir kematian yang buruk). Isnad hadits ini shahih. Dari Tsauban r. kamu telah berdusta. Siapapun yang bersikap durhaka. apabila segumpal daging itu baik. sebab dia tidak tahu apa yang akan terjadi padanya dan tidak juga merasa aman dari makar Allah. Mereka suka bangun malam sebagaimana kalian. sebutkanlah sifat mereka dan jelaskanlah keadaan mereka agar kami kami tidak termasuk bagian dari mereka sementara kami tidak mengetahuinya. maka akan baiklah seluruh tubuhnya. Ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati”. Abdullah bin Mas’ud menceritakan kepada kami dua hadits. [HR. Riwayat Al Bukhari dan Muslim). “Seperti inikah?” Abu Syihab berkata dengan tangannya –yang diletakkan– di atas hidungnya.”Jika kamu ditanya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda “Ketahuilah bahwa dalam jasad ini ada segumpal daging. maka diamlah. Sedangkan orang yang jahat akan melihat dosa-dosanya seperti lalat yang menghampiri hidungnya. para perawinya terpercaya]. Fudlail bin ‘Iyadl berujar. Tsauban berkata. tapi mereka adalah kaum yang jika tidak dilihat oleh siapa pun ketika menghadapi perkara yang diharamkan Allah. kemudia ia berkata mengenai dosanya.(HR. jangan menjawab! Sebab jika kamu jawab ‘ya’. mereka adalah bagian dari saudara kalian dan dari ras kalian. Ibnu Majah.” [HR. Bukhari] Tidak melanggar larangan Allah sekalipun tidak ada orang yang melihatnya. Rasa takut harus menghiasi perjuangan kita sebab rasa itulah yang akan membentengi diri kita dari terjatuh ke lubang yang penuh dengan duri dan mengokohkan kita agar tidak terseret hawa nafsu yang dikendarai oleh Iblis dan tentara-tentaranya. ‘Apakah kamu takut kepada Alloh?’. dan apabila ia jelek maka jeleklah seluruh tubuhnya. Melihat dosa bagai gunung yang siap menimpa. dari Nabi Saw. melanggar aturan dan ketetapanNya akan mendapatkan kemurkaan dan sanksi yang amat berat. “Wahai Rasulullah. maka kamu telah kafir . salah satunya berasal dari Nabi Saw dan satu lagi dari dirinya sendiri ia berkata: Sesungguhnya orang yang beriman akan melihat dosa-dosanya seolah-olah ada di atas gunung.. Di mana manusia tidak memiliki sedikit pun kekuatan untuk menahan beratnya siksa yang datang dari sisi Allah. Di hari kiamat mereka datang dengan membawa kebaikan seperti gunung Tihamah yang putih.

Dan hati pun diliputi rasa khusyu’ dan tenang. dan kalimat yang keluar dari dirinya. Anggota badan pun jadi beradab. Lahir dan batinnya disibukkan oleh sesuatu yang ia takutkan. mereka menyungkur sujud dan bertasbih serta memuji Rabbnya. Beginilah keadaan orang yang diliputi khauf. dan dengki. Tiada lagi kesibukannya selain usaha mendekatkan diri. sedangdia takut terhadap (siksa) akhirat dan mengharapkan rahmat Rabbnya?(Az-Zumar: 9) “Sesungguhnya orang-orang yang beriman terhadap ayat-ayat Kami. iri. muhasabah. Syahwat terbakar oleh khauf. (As-Sajdah: 15. Sedangkan di antara hadits-hadits yang menggabungkan antara keduanya antara lain: Sabda Rasulullah: “Seandainya seorang mukmin mengetahui siksaan yang ada di sisi Allah. dan mereka menafkahkansebagian dari rizki yang Kami berikan kepada mereka.” . dan bahwa Dia sesungguhnya Maha Pengampun lagi Maha Penyayang terhadap siapa yang bertaubat dan kembali kepada-Nya. jauh dari kesombongan. Ia tidak tahu apakah binatang itu lengah sehingga ia bisa melepaskan diri. Bahkan ia mampu menguasi segala kegundahan dan tahu bahayanya. dan sesungguhnya Dia adalahMaha Pengampun lagi Maha Penyayang. “(Apakah kamu hai orangng masyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri. atau sebaliknya ia justru menerkamnya maka hancurlah ia. adalahorang-orang yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat Kami. Maka ayat ini menggabungkan antara rahmat-Nya dan siksaan-Nya dan antara targhib (dorongan/anjuran untuk taat) dan tarhib (menakut-nakuti dari maksiat)supaya manusia tidak berputus asa dan supaya jiwa manusia itu selalu berada diantara khauf dan raja’. Maka ia tidak pernah pindah kepada selainNya. Ia selalu waspada terhadap segala pikiran. Dan seandainya orang kafir mengetahui rahmat yang ada di sisi Allah. sehingga kemaksiatan yang dulu disukai menjadi di benci.16) “Sesungguhnya Rabbmu amat cepat siksa-Nya. Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya(mereka mengerjakan shalat malam -pen). Sebagaimana banyak sekali nash-nash yang menggabungkan antara khauf dan raja’ didalam kitab Allah dan sunnah Rasul-Nya. niscaya tidak seorangpan berharap terhadap surga-Nya. mujahadah. di saat berdiri dihadapan mahkamah Rabbul `Alamin dan takut apabila amalan-amalan kebaikannya tidak diterima oleh Allah itu juga harus diiringi dengan raja’ (berharap) terhadap rahmat dan ampunan-Nya serta diterimanya amalan-amalannya di sisi Allah. Seperti madu. sedang mereka berdoa kepadaRabb mereka dengan rasa takut dan harap. sedang merekatidak menyombongkan diri. tidak ada tempat bagi yang lain disana. (Al-A’raf: 167) Dalam ayat ini Allah memberitakan bahwa Dia amat cepat siksa-Nya terhadap siapa yang bermaksiat kepada-Nya dan menyelisihi syari’at-Nya. langkah. niscaya tidak seorangpan berputus asa dari surga-Nya. orang yang suka pun menjadi tidak suka jika tahu madu itu mengandung racun.Khauf akan membakar syahwat yang diharamkan. dan memperhitungkan setiap desah nafas dan waktunya. Demikianlah bahwa khauf (takut) terhadap siksa Allah di akhirat. Keadaannya seperti dalam cengkeraman binatang buas.

Seseorang yang takut akan azab Allah. sehingga ibadah yang diperintahkan itu mengandung puncak merendahkan diri kepada Allah dengan puncak kecintaan kepada-Nya. Wajiblah Allah itu menjadi yang paling dicintai pada seorang hamba dari segala sesuatu. maka mereka sangat takut dan sekaligus juga berputus asa. jadilah orang itu benar-benar berputus asa dan rugi. Pada mulanya mereka tidak merasa khawatir dan takut akan kerasnya siksa Allah yang menyebabkan mereka berbuat jahat dan zhalim sekehendak hatinya. dan jika dia tidak baik dia berkata: “Aduh. Seseorang yang takut akan azab Allah. yaituAl-’Ubudiyah:”Dan ad-dien (agama) mengandung makna al-khudhu (ketundukan) dandzull (merendahkan/ menghinakan diri). Dan apabila satu dari kedua (sayap)nya kurang. seandainya manusia mendengarnya niscaya dia pingsan. kemana mereka akan membawanya (jasadku)?” Segala sesuatu mendengar suaranya kecuali manusia. apabila keduanya sempurna. jika dia baik dia berkata: “Segerakanlah aku. Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata di dalam kitabnya yang sangat berharga.” Kemudian tidak boleh terlupakan bahwa khauf dan raja’ yang membawa kepada khudhu’ (ketundukkan) dan tadzallul (merendahkan/ menghinakan diri) kepada Allah itu harus pula disertai dengan mahabbah kecintaan) kepada-Nya. Mereka pantas berkeadaan demikian disebabkan mereka mengabaikan dakwah Allah.“Apabila jenazah telah diletakkan dan dipikul oleh orang-orang laki-laki diatas pundak-pundak mereka. Sesungguhnya cinta dan harap adalah bagian dari intisari ketakwaan kepada Allah. al-Bukhari dari Ibnu Mas’ud. maka sempurnalah burung itu dan sempurnalah terbangnya.12Syarh al-Aqidah ath-Thahawiyah: 371. Namun ketika azab itu telah tampak di hadapan dirinya. Bahkan tidak ada yang berhak mendapatkan mahabbah dan dzull yang sempurna/mutlak kecuali Allah. maka ketika dia tidak menjadikan Allah sebagai tumpuan harapannya. dikatakan thariiq mu’abbad artinya adalah (jalan) yang menjadi rendah karena telah dipijak oleh telapak kaki. lalu dia menjadikan . dan neraka seperti itu juga”. jadilah burung itu di ambang kematian. Dan apabila kedua (sayap)nya tiada. dan wajib pula Allah itu menjadi yang paling besar/ agung padanya dari segala sesuatu. segerakanlah aku”. ( Muslim dari Abu Hurairah) Sabda beliau SAW : “Surga itu lebih dekat kepada salah seorang dari kalian dari pada tali sandalnya. sedang zat untuk berlindung dari azab Allah tidak ada lagi melainkan Allah itu sendiri melalui rahmatNya. Adapun bagi orang yang beriman dan beramal sholeh mereka takut kepada Allah dan sekaligus menjadikannya sebagai tempat berlindung. (HR. takut kepada Allah harus didampingi oleh kesadaran pendampingnya yaitu CINTA dan HARAP. Al-’ibadah asal maknanya juga dzull. Akan tetapi ibadah yang diperintahkan (oleh Allah) mengandung makna dzull dan makna hubb (mahabbah/kecintaan). Oleh sebab itu. disebabkan tidak ada yang dapat dijadikannya sebagai tempat berlindung. maka terjadilah kekurangan padanya. Puncak dari rasa takut itu hampir berdekatan dengan putus asa. takhrij Syeikh Muammad Nashiruddin al-Albani) Abu Ali ar-Rudzabari berkata: “Khauf (takut) dan raja’ (berharap) seumpama dua sayap burung. Ini dialami oleh orang-orang kafir ketika mereka melihat azab Allah itu dengan mata kepalanya sendiri baik di dunia maupun di akhirat kelak. Karena itu semua adalah sifat-sifat yang harus ada di dalam ibadah dan tidak boleh dipisah-pisahkan.

Dalam dua jenis usaha itu sesungguhnya terdapat harapan. adalah ditujukan kepada orang yang berzina dan minum khamr. dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir. Kedua. sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). mencuri. mengamalkan Kitabullah (Al-Qur’an).” (7:56) Biasanya takut itu dalam hubungannya dengan perbuatan dosa. insya Allah “Tidak ada doa mereka selain ucapan: “Ya Tuhan kami. Dalam riwayat Ibnu Sabiq dikatakan. dan ia merasa khawatir ibadahnya tersebut tidak diterima.a. orang itu tidak sampai berputus asa. Jadi ternyata takut pun memiliki kaitan dengan kebajikan. “Bukan”. Yakni rasa takut yang dibarengi harap dan cinta kepadaNya. Pembahasan tentang cinta dan harap ada pada intisari takwa sub taat kepada Allah. Takwa terdiri dari takut kepada Allah. “Apakah ditujukan pada orang yang berzina. Benarkan demikian? Orang yang beriman karena rasa takutnya kepada Allah maka dalam hubungannya dengan dosa ada dua: pertama ia akan berusaha untuk menjauhi dosa-dosa. Yakni harapan mendapat pahala karena meninggalkan dosa dan harapan mendapat ampunan karena taubat-taubatnya. Sedangkan harapan dalam hubungannya dengan perbuatan bajik. Kedua. ia berkata. Orang yang beriman karena harapnya kepada Allah maka dalam hubungannya dengan perbuatan bajik ada dua pula: pertama ia akan berusaha untuk mengerjakan kebajikan sesegera mungkin. Dalam dua jenis usaha itu sesungguhnya terdapat rasa takut. Wahai Rasulullah Saw!. (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka (Qs. Allah pernah berfirman Allah: Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan. tapi meski begitu dia takut kepada Allah?” Rasulullah Saw bersabda. dan minum khamr. Dan sesungguhnya. Al-Hakim dalam Al-Mustadrak.. Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik. tapi ia adalah orang yang menunaikan shaum. shalat.Allah sebagai tumpuan harapannya. al-Mukmin [23]: 60). “Bukan. Al-Baihaki dalam Asy-Sya’by. Inilah rasa takut kepada Allah yang dimiliki orang-orang beriman dan bertakwa. Allah memiliki azab yang sangat keras namun Allah pulalah tempat manusia berlindung dari azabNya melalui rahmatNya. ia menshahihkannya dan disetujui oleh Adz-Dzahabi]. “Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi. ia akan menyesali diri bila tidak sempat melakukan kebaikan-kebaikan di masa lalu. takut kepada Allah Azza Wa Jalla adalah pangkal hikmah dan intisari iman .” (3:147) Merasa khawatir ibadahnya tidak diterima Dari ‘Aisyah r. Dalam riwayat Waki dikatakan. ia akan bertaubat dari dosa-dosa yang dilakukannya. dan sedekah. dengan hati yang takut. Bagi hamba yang hanya tunduk kepada Allah dan takut kepada-Nya adalah mereka yang mengetahui kebesaran-Nya dan menunaikan hak-hak-Nya . Wahai Putri Abu Bakar AshShiddiq. Jadi ternyata harapan pun memiliki kaitan dengan dosa.” [HR. Qana’ah (merasa cukup) dengan sesuatu yang sedikit dan mempersiapkan bekal untuk menghadapi hari akhirat. Yakni takut amlannya tidak mendapat pahala karena banyak kekurangannya dan takut mendapat murkaNya lantaran kelalainnya dalam melakukan kebaikan di masa lalu. ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami dan tetapkanlah pendirian kami.

selalu bertakwa kepada Allah. Dan ia amat berharap tidak bertemu dengannya. Inilah hakikat mempersiapkan diri menghadapi hari untuk menempuh perjalanan yang panjang hari kematian. Manusia dengan tabiat fitrahnya. Akan tetapi sebaliknya. serta beramal untuk menghadapi hari akhir. berlindung pada-Nya. Bahkan dua kata “surga dan neraka” sudah tidak lagi menarik perhatian. berlaku zuhud.1). Dan mereka berhasil dengan gemilang. Oleh karena itulah. akhirat. apakah itu menjadi pendorong untuk menjauhi laranganlarangan-Nya? 3). baik ketika bersembunyi maupun tampak. baik ketika malam ataupun siang. Maka dari itu. apakah itu menjadi pendorong untuk melakukan amalan? 2). maka ia akan lari darinya dan takut bertemu dengannya. dan akan semakin mendekati-Nya. tatkala mendengar nasehat atau peringatan tentang kematian. dan juga telapak kaki mereka pecah-pecah karena lamanya mereka berdiri (untuk melakukan sholat malam). semua akan terlihat segala amalan dihadapan Allah yang akan diberikan ganjaran bagi seorang hamba untuk masuk kedalam surga atau neraka. Jika anda takut kepada Allah. dan baik ketika senang maupun berduka. hari akhirat dan bertemu dengan Allah. Hal inilah yang membuat seseorang dapat melaksanakan kewajiban-kewajiban-Nya. beramal kebajikan dan takut kepada Allah dengan sebenar-benarnya takut. Seorang hamba seharusnya dapat pula mengetahui bagaimana cara beribadah kepada-Nya dan berusaha untuk mendapatkan keridhaan-Nya. apakah itu membuat anda merasa diawasi oleh Allah dan dapat merasakan kehadiran-Nya Dengan takut pada Allah yang cukup kuat. Takut pada Allah adalah takut yang terpuji yang dapat menghantarkan pada tercapainya kesuksesan dan kesempurnaan memenuhi hak Allah. Bukankah sebaik-baik iman yang dilakukan oleh seorang hamba adalah amalan yang dilakukan berdasarkan ketetapan yang diturunkan Allah Ta’ala yang berpedoman kepada rambu-rambunya. yang dapat memanfaatkan waktu yang sedikit di dunia dengan sebaik-baiknya. Kebanyakan manusia pada saat ini. dan jalur-jalur dari Kitabullah Azza Wa Jalla dan Sunnah Nabi-Nya. dan selalu merasa diawasi oleh Allah dalam segala keadaan. tidak memperdulikannya apalagi mengambil pelajaran darinya. menjauhi larangan-larangan-Nya dan senantiasa merasa diawasi oleh Allah dan dapat merasakan kehadiran-Nya. Merekalah orang yang sebenar-benarnya takut kepada Allah. Dan pada hari perhitungan. Ketakutan pada Allah ialah takut terhadap neraka. dan berpisah dengan dunia. jika ia merasa takut terhadap makhluk. Para Salafush Sholih Radhiyallahu’anhum. kubur. lalu mengalihnya pada waktu yang panjang di akhirat. hendaklah seorang hamba mengetahui bagaimana cara bertakwa kepada Allah dan takut terhadap-Nya. hendaknya kita mengetahui . akan mampu mendorongnya untuk melakukan amalan. jika seseorang takut terhadap Sang Pencipta. bersandar pada-Nya. sehingga air mata merekapun berlinangan. menangis karena kurang memenuhi hak-Nya. Dunia tidak dapat melenakan mereka. Tentu hal ini terjadi karena telah hilangnya rasa takut kepada Allah. maka ia akan kembali menaatinya. Jika anda takut kepada Allah. Jika anda takut kepada Allah. batasan-batasannya.

cinta. berharap. Khouf adalah cambuk Alloh swt untuk menggiring hamba-hambaNya menuju ilmu dan amal agar mereka mendapatkan kedekatan dengan Alloh swt. cinta. cinta. tetapi bagi mereka yang kafir. Takut kepada Allah itu berdampak pada semakin menguatkan kebaikan diri kita dan berkurangnya kemaksiatan atau kejahatan diri kita. Tabi’in. Sesungguhnya dari definisi takut kepada Allah sebagaimana diungkapkan oleh penulis di atas di dalamnya terdapat dimensi harap. Artinya seseorang yang takut kepada Allah sewajarnya juga memiliki jiwa yang penuh harap. Sedangkan orang-orang kafir yakni yang hatinya dipenuhi rasa khawatir dan kesedihan dalam hidupnya itu justru adalah orang-orang yang tidak memiliki rasa takut kepadaNya. wanita Sholihah kepada Allah. Khouf inilah yang mencegah diri dari perbuatan maksiat dan mengikatnya dengan bentuk-bentuk ketaatan. dan taat kepada Allah Swt. Dzun Nun al-Mishriy pernah ditanya. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata: “Amalan hati seperti tawakkal. takut. Sedangkan orang kafir tidak memiliki apa-apa untuk membentengi diri dari azabNya. “Kapankah seorang hamba itu takut kepada Alloh?” Ia menjawab. Inilah ajaibnya rasa takut yang ada pada dada kaum Muslimin. dan taat kepada Allah Swt. Hal ini disebabkan karena mereka menjadikan Rahmat Allah sebagai benteng dari azabNya.” Abul . Dan ini berarti bahwa takut kepada Allah mengundang dan diundang oleh harap. Mereka malah merasakan ketenangan batin dan kegembiraan yang luar biasa. bila apa yang ditakuti telah ada di hadapan mata dan sedang di arahkan kepadanya. Disamping itu dampak dari takut kepada Allah adalah menguatnya keberanian kita untuk membela kebenaran Islam dan hilangnya rasa khawatir atas kezhaliman orang-orang kafir. dan sejenisnya serta sabar adalah wajib menurut kesepakatan para ulama. Takut itu menimbulkan rasa khawatir dan kesedihan pada diri seseorang. Orang yang takut kepada Alloh swt adalah orang yang meninggalkan perbuatanperbuatan yang ia khawatirkan hukumannya. “Jika ia mendudukkan dirinya sebagai orang sakit yang menahan diri (dari berbagai hal) khawatir jika sakitnya berkepanjangan. Akhirnya takut kepada Allah itu akan berdampak pada keyakinan bahwa kemenangan dunia dan akhirat akan berada di tangan kita. sedangkan Dia Maha Kuat dan Kuasa atas diri kita yang menjadi sebab kita tidak berbuat durhaka padaNya. Maka rasa khawatir dan kesedihan hanya akan dialami orang-orang kafir saja. Kita harus takut kepada Allah dengan cara kita menghindari perbuatan yang dapat membuat Dia murka. Bukan takut kepada Allah yang tidak memiliki dampak apa-apa pada perbuatan baik kita tersebut sebagaimana yang terdapat pada dada orang-orang kafir dan munafik atau syaithan. Sedangkan orang-orang mukmin yang hak. Inilah sasaran dari perintah Allah agar kita takut kepadaNya. Telah menjadi ketetapan Allah bahwa azab itu diperuntukkan bukan untuk orang-orang yang bertakwa. dan taat kepada Allah.” Takut adalah kesadaran bahwa diri kita lemah di hadapan Allah. memohon perlindungan dari azabNya dan memohon petunjukNya agar senantiasa berada dalam limpahan rahmatNya. padahal mereka adalah orang-orang yang memiliki rasa takut kepada Allah. dirinya tidak seperti itu. Takut kepada Allah itu merupakan tiang penyangga perilaku kita yang baik.bagaimana cara bertakwa kepada Allah dan takut terhadap-Nya seperti kadar takut para Sahabat.

Seseorang yang takut kepada Allah akan termotivasi untuk mengganti sifat-sifat buruk yang jadi sebab manusia masuk neraka dan menggantinya dengan upaya menanamkan sifat-sifat mulia dalam dirinya. menjaga kesucian diri. Faktor dari dalam ialah mengikuti hawa nafsu. Pada dasarnya manusia memiliki sifat-sifat mulia dan mencintainya disamping memiliki pula sifat-sifat buruk dan membencinya. dan harapan. Seperti apa sifat-sifat mulia? Sifat-sifat mulia pada diri manusia diturunkan dari sifat-sifat dari apa ia diciptakan. Taat kepada Allah mesti lahir dari hati yang bersih. hina dan rendah. “Siapa yang takut terhadap sesuatu ia akan lari darinya. Penyebab hati menjadi kotor tidak lain adalah pemikiran dan perbuatan yang menyimpang dari Islam. pada saat itu pula ia mencintai sifat-sifat mulia. Allah yang menciptakan manusia menurunkan sifat-sifatNya pada diri manusia sesuai dalam kadar kemanusiaan dan kemakhlukan. Manusia diciptakan dari tanah. Manusia senang dengan suatu proses . dan mengaitkan hati kepada Allah Swt. selanjutnya ia tumbuh besar di lingkungan peradabannya.Qasim al-Hakim bertutur. salah satunya. Manusia diciptakan Allah dari tanah melalui proses kelahiran dari kedua orang tuanya.” d. Manusia bisa memiliki sifat-sifat yang mulia dengan diawali. Jika mereka menghindari murka Allah. Salah satu thoghut adalah kekuatan lingkungan yang menolak Islam sebagai sumber acuan aturan kehidupan. Kemurkaan Allah adalah bagi mereka yang durhaka padaNya. Bagaimanakah mekanisme rasa takut kepada Allah dapat menguatkan sifat-sifat mulia pada diri manusia? Orang yang takut kepada Allah Swt berhati-hati dari setiap perkara yang dapat mendatangkan murka Allah Swt. Penyebab penyimpangan adalah karena faktor dari dalam dan dari luar. Thoghut yang lainnya adalah musuh-musuh Islam. Hal yang menyebabkan manusia mau mengikuti sifat-sifat buruk dan tidak peduli dengan sifat-sifat baik adalah hati yang kotor. Sedangkan faktor dari luar tiada lain itulah thoghut. menanamkan rasa takut kepada Allah. sedangkan keridoanNya adalah bagi mereka yang taat kepadaNya. mengisinya dengan berbagai sifat yang baik. Sebab tidak ada setelah kemurkaan Allah itu melainkan keridoanNya. menguatkan sifat-sifat mulia pada jiwa Takut kepada Allah adalah takut yang melahirkan sifat berani. Diantaranya tanah itu bersifat menghidupkan tumbuhan atas seizin Allah Swt. Upaya-upaya untuk meraih ketiga sifat ini tidak lepas dengan tertanamnya sifat-sifat mulia. Hati yang bersih adalah hati yang memiliki tiga ciri. maka pada gilirannya takut kepada Allah akan semakin menguatkan jiwa pada sifat-sifat mulia dan menjauhkannya dari sifat-sifat buruk. Rasa takut kepada Allah dapat menguatkan sifat-sifat mulia. Jadi rasa takut kepada Allah itu sejalan dengan upaya taat kepada Allah Swt. maka sejalan dengan itu mereka pun mencari keridoanNya. Hati manusia tidak mungkin mengumpulkan dua sifat yang bertolak belakang. dari siapa yang menciptakannya dan seperti bagaimana lingkungannya membesarkannya. Takut adalah takut yang menjaga dari keburukan dan mengikat pada kebaikan. di saat hati membenci sifat-sifat buruk. yaitu membuang darinya segala sifat yang buruk. Sehingga upaya untuk sampai kepada sifat-sifat yang mulia jalan-jalannya sesungguhnya banyak sekali dan terjal. Tanah memiliki sifat-sifat istimewa yang banyak sekali disamping ada juga tanah yang berkarakter buruk. Tetapi siapa yang takut kepada Alloh ia justru lari untuk mendekatinya.

Jika kita membuat daftar tentang sifat-sifat mulia maka jumlahnya akan sangat banyak sekali. disamping tentu keburukannya. namun hendaknya umat Islam harus sadar bahwa segala sifat yang baik dan mulia pernah diberikan contoh dan teladannya oleh Rasulullah SAW dan para Sahabatnya lebih dari pada sifat-sifat yang dimiliki oleh orang-orang kafir. agama yang ada pada suatu peradaban memiliki pengaruh yang besar pada jiwa manusia yang dengannya dalam diri mereka terbentuk karakter-karakter. Norma. Sesungguhnya sifat-sifat mulia yang telah sampai pada puncak-puncaknya pada manusia pernah ditampilkan pada diri para Nabi sebelum Nabi terakhir. Dalam hal ini peradaban ikut serta menanamkan siat-sifat yang baik dan mulia pada manusia. Semua manusia dengan segala kemuliaan dan keburukannya adalah sama dalam pandangan Allah Swt. . Tetapi mereka tentu saja memilliki beberapa sifat mulia yang tidak akan bertukar dengan sifat-sifat buruk yang juga ada pada mereka. yaitu ketakwaannya. Rasa takut kepada Allah Swt mematrikan sifat-sifat mulia pada pemikiran dan tingkah laku. kekuatannya. Baik tentang keberaniannya. para sahabatnya dan generasi penerusnya yang setia. semangat heroiknya. dan menjadi pelindung diri dari sifat-sifat buruk dan hina. Sebagai contoh. moral. Boleh jadi orang-orang kafir memiliki beberapa sifat mulia yang menonjol. dan yang tidak bertakwa itulah orang yang hina. kemajuan pemikirannya. keindahannya. adat. Orang yang bertakwa itulah yang mulia. maka upaya apapun akan ditempuh dengan sekuat tenaga untuk menghindari sifat-sifat hina itu atau membuangnya dari dada. orang-orang musyrik Qiraisy jahiliah. Manusia dibesarkan di tengah peradaban. sejak dulu hingga sekarang dan masa yang akan datang. kecuali satu hal saja yang membedakannya. secara garis besar mereka adalah hina disebabkan oleh penolakannya terhadap dakwah Rasulullah SAW. Nabi Muhammad SAW. bahkan boleh dikatakan jumlahnya sebanyak jumlah manusia. Sifat-sifat hina itu adalah menunjukkan pada jalan ke neraka. kewibawaannya dan lain sebagainya. kemakamurannya. cita-cita kekuasaannya. Setiap peradaban memiliki keistimewaan. kedermawanannya. sedangkan orang yang takut kepada Allah adalah orang yang sangat takut kepada azab neraka. Baik yang baik ataupun yang buruk. hati nurani.pertumbuhan dan membenci suatu kemandegan. Selanjutnya Allah menanamkan pula pada diri manusia berupa potensi akal. Masing-masing dari ketiga hal tersebut memiliki sifat-sifat mulia. dan didikan dari Allah Swt melalui Dinul Islam. disiplinnya. Semua itu merupakan pancaran dari ketakwaan yang ada pada dada mereka sebagai buah dari keimanan yang mendalam. Bila manusia berusaha untuk takut kepada Allah dengan sungguh-sungguh maka ia akan mengikatkan dirinya dengan sifat-sifat mulia. sopan santunnya. ketekunan dan kesabarannya. Apakah orang-orang yang tidak bertakwa sama sekali tidak memiliki sifat-sifat mulia? Orang-orang yang tidak bertakwa secara totalitas dan garis besarnya tidak memiliki kemuliaan. Sebaliknya sifat-sifat mulia itu menunjukkan jalan ke surga. dan emosi. kelembutannya. Maka seseorang yang takut kepada Allah akan memiliki motivasi yang kuat untuk meraih sifat-sifat mulia. Setiap orang adalah istimewa dan memiliki minimal satu keistimewaan yang tidak dimiliki oleh manusia manapun di muka bumi. Namun dalam beberapa hal tentu saja punya. disamping juga sifatsiat buruk. Katakanlah satu jasad dan ruh manusia memililki satu kemuliaan yang tidak dimiliki oleh jasad lainnya. hukum. keyakinan yang menghujam ke dalam dada.

Apalagi apabila lingkungannya adalah lingkungan jahiliah dan kufur. Orang-orang yang hidup di lingkungan pesantren. membaca al-Quran dan berdzikir serta menahan setiap ajakan hawa nafsu dan godaan syaithan. Hati-hati pula apabila kita tidak pernah diuji oleh Allah Swt. Karena pasangan yang paling cocok untuk manusia bagi hatinya adalah iman. RahmatNya dan BerkahNya. Penyakit yang paling parah adalah kekufuran. Yang ada adalah kegelapan dan kesesatan. Orang yang dijauhkan dari hidayah Allah adalah orang yang sedang diarahkan menuju kemurkaan Allah dan kesesatan. Maka berilah mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia. Hati-hatilah apabila kita jauh dari al-Quran dan as-Sunnah. (36:11) Orang yang dijauhkan dari hidayah Allah adalah orang yang sedang diarahkan menuju kemurkaan Allah dan kesesatan. Dan penguat obat itu adalah memiliki sifat Rabbaniyun. Sebaliknya terhadap petunjuk agama. Sesungguhnya kamu hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikuti peringatan dan yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah walaupun dia tidak melihatnya. dan melaksanakan shalat tahajud. maka tidak ada jalan menuju upaya menggapai RahmatNya. Keduanya saling menguatkan dan melahirkan.Sifat mulia memiliki kaitan yang erat dengan amal sholeh atau kebaikan. ia mesti terlebih dahulu meninggalkannya dan mencari lingkungan yang tepat untuknya. pabrik. mudah untuk melakukan itu semua. Itulah dasar dari obat penyakit hati. menambatkan hati dengan Hidayah Takut kepada Allah adalah takut yang mendorong jiwa tertambat dengan hidayah dan senantiasa merasa khawatir kalau Allah menjauhkan dirinya dari hidayahNya. pengkondisian dan lingkungan yang menunjang. setiap waktu? Caranya adalah dengan melaksanakan shalat. Untuk melakukan itu semua seseorang mesti membuat suatu kebiasaan. sebab tanpa hidayah. Dengan mengobati penyakit hati Obat hati yang paling mujarab adalah iman. Karena apabila kita jauh dari petunjuk dan tidak pernah diuji. Dengan cara mengobati hati. pertanda hidup jauh dari kasih sayang Allah Swt dan tipisnya keimanan. maka hati telah siap dan sedang berada dalam hidayah Allah Swt. Bagimana cara kita menambatkan hati dengan hidayah ? Caranya adalah: 1). hendaklah kita menambatkan hati kita kepadanya. e. Abu Uzair mengatakan orang yang takut kepada Allah akan merasa khawatir apabila ia terlempar jauh dari hidayahNya. Tetapi bagi orang-orang yang hidupnya di perkantoran. Sifat Rabbaniyun adalah kegemaran untuk belajar dan mengajarkan Al-Quran dan As-Sunnah. dan seterusnya harus berjuang keras untuk sampai kepada sifat-sifat tersebut. latihan. Dan pengokohnya adalah melaksanakan shaum sunat. Bagaimana manusia dapat meraih peningkatan keimanan setiap hari. Sedangkan rasa takut yang diharapkan adalah yang bisa menahan dan mencegah supaya (hamba) tidak melenceng dari jalan kebenaran. bersilaturahmi dengan para ulama dan orang-orang sholeh. Kekufuran hanya akan terobati oleh keimanan. alJamaah. Orang yang takut kepada Allah tentu saja rindu .

(barulah) ia mengatakan : “Sesungguhnya saya bertaubat sekarang. Memposisikan diri sebagai hamba yang taat Sesungguhnya perintah Allah itu berpusat pada Keimanan dan Ibadah. taat ibadah berdasar ilmu. Takut akan azab Allah baik di dunia ataupun di akhirat disamping melahirkan sifat wara’ atau hati-hati juga melahirkan suatu kemauan yang kuat untuk senantiasa bertaubat. (4:18) Muhammad Ash-Shayim (2000. Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka. salah satunya yang amat terkenal adalah taubat itu dilakukan sebelum ajal tiba atau matahari terbit dari barat. Empat ciri ini memiliki sifat yang sama yaitu mengekang diri dari perbuatan yang dapat mengudang kemurkaannya dan sifat-sifat buruk dan lecutan untuk mengikatkan diri dengan perbuatan baik dan sifat-sifat mulia. mereka masih berkesempatan untuk meraih karunia dan rido Allah Swt. Berapa . Menghukum diri apabila berbuat lalai 5).kepada hati yang bersih dan terbebas dari berbagai penyakit. ikhlas dan kehalalan. muhasabah.” Dan tidak (pula diterima taubat) orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran. Dengan suatu metode yang disebut dengan taubat. Manusia banyak yang berbuat durhaka kepada Tuhannya yang menyebabkan mereka dimurkai Allah dan dimasukkan ke neraka. inilalah yang melahirkan sifat muhasabah. Berdoa kepada Allah untuk dijaga atas keimanannya f. Seorang hamba yang taat adalah seorang yang beriman. 2). Kedua hal itu meminta syarat seperti ilmu. takut akan azab Allah baik di dunia ataupun di akhirat. muaqobah. dan sadar akan pengawasan dari Allah dalam setiap waktu. sabar dan khusyu’. yakin bahwa Allah adalah tempat kembali inilah yang melahirkan sifat qonaah. Berjuang keras untuk meningkatkan kualitas ibadah 4). dilakukan dengan ikhlas dan dengan jasad yang kuat lagi halal. Tetapi sesungguhnya sekalipun manusia berbuat dosa dan menzhalimi dirinya sendiri. inilah yang melahirkan sifat wara’ atau hati-hati. 3). dan mengikatkan diri dengan kebaikan. Bertaubat dari Dosa Orang yang takut kepada Allah memiliki empat ciri utama: yakni sadar bahwa dirinya lemah di hadapan Allah inilah yang melahirkan sifat tawadlu. Hati yang demikian itulah yang pantas untuk mendapatkan tambahan hidayah dari sisi Allah Swt. 20) mengatakan: taubat adalah suatu rahmat Allah yang diberikan kepada hambaNya dan merupakan pintu keselamatan bagi orang-orang yang berbuat maksiat agar terhindar dari kebinasaan. Taubat itu sendiri memiliki suatu metode. Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan siksa yang pedih.

Obyek taubat kita adalah perbuatan dosa. Orang-orang yang berbuat dosa yang tidak sempat bertaubat akan bertaubat di akhirat kelak. bertaubat atasnya apabila kita telah terlanjur melakukannya dan berhati-hati godaan syaithan yang bisa menjerumuskan kepada perbuatan-perbuatan tersebut. Alloh berfirman “kecuali orang-orang yang bertaubat. Namun taubat itu sama sekali tidak bermanfaat. Mengkhianati janji 3). Sebab di akhirat yang ada adalah perhitungan amal dan pembalasan atas amal perbuatan manusia.banyak orang-orang yang berdosa yang telah bertaubat dengan sebenar-benarnya taubat (taubat nashuha) mengalami hidup tentram dan digantikan kejahatan-kejahatan mereka oleh Allah dengan kebaikan-kebaikan. 1). Dan adalah Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Menerima Sogok 5). Hakikat taubat ialah kembali kepada kebenaran dan ketaatan kepada Allah. karangan Muhammad Ash-Shayim. Dosa juga dihubungkan dengan perbuatan yang dicintai Allah Swt. Ada tiga hal yang seyogyanya kita lakukan berkaitan dengan apa yang akan diterangkan tersebut yaitu: mengetahui dan memahaminya. Dosa adalah konsep yang erat kaitannya dengan perbuatan yang mengundang kemurkaan Allah Swt. Berlari dari medan tempur 6). Menyia-nyiakan shalat 4). Penyesalan akan bermanfaat apabila dilakukan di dunia ini sebelum ajal datang. Kekufuran 2). Mengurangi timbangan . beriman dan mengerjakan amal saleh. Dalam paragraph-paragraf berikut ini akan dituliskan 19 perbuatan yang mengundang rasa penyesalan manusia di akhirat kelak yang saya rangkum dari buku 19 orang yang menyesal pada hari kiamat. Durhaka kepada kedua orang tua 9). Berbuat kerusakan di muka bumi 7). Perbuatan yang dicintai Allah adalah ibadahnya manusia kepadaNya sebagai suatu kewajibannya yang utama. maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Taubat adalah suatu penyesalan. berdasar ilmu dan ikhlas. Seluruh perkara yang mendatangkan kemurkaan Allah berbuah dosa apabila dilakukan dan berpahala apabila dijauhi karena rasa ketaatan dan kecintaan kepadaNya. Di negeri akhirat manusia tidak lagi memiliki beban untuk beribadah atau melakukan ketaatan kepadaNya sebagaimana yang diwajibkanNya selama manusia hidup di dunia. (25:70) Tubat itu berarti penyelasan atas apa telah terjadi di masa lampau lalu dan bertekad untuk tidak mengulanginya serta meninggalkan segala bentuk dosa. Manusia akan berdosa apabila meninggalkan kewajiban ibadah tersebut dan berpahala apabila melakukaannya dengan sungguh-sungguh. Tukang sihir 8).

karena itu kita harus segera bertaubat kepada Allah atas segala kesalahan tersebut.” (3:151) “(Orang munafik itu) atau seperti (orang-orang yang ditimpa) hujan lebat dari langit disertai gelap gulita. karena sesungguhnya aku takut kepada Allah. dan itulah seburuk-buruk tempat tinggal orang-orang yang zalim. Rabb semesta Alam. disebabkan mereka mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah sendiri tidak menurunkan keterangan tentang itu. tiba-tiba sebahagian dari mereka (golongan munafik) takut kepada manusia (musuh).” (2:212) . maka ia berkata: “Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu. Menyakiti manusia 15). Suka Melaknat dan Mengumpat 19).” (9:56) (Bujukan orang-orang munafik itu adalah) seperti (bujukan) shaitan ketika dia berkata kepada manusia: “Kafirlah kamu”. karena (mendengar suara) petir. Menyakiti tetangga 13). maka tatkala manusia itu telah kafir. Dendam dan dengki 11). Tempat kembali mereka ialah neraka. guruh dan kilat. Menyekap pembantu dan merendahkan budak 14). Penjudi 18). (4:77) “Dan mereka (orang-orang munafik) bersumpah dengan (nama) Allah.sebab takut akan mati[28]. bahwa sesungguhnya mereka termasuk golonganmu. “Setelah diwajibkan kepada mereka berperang. akan tetapi mereka adalah orang-orang yang sangat takut (kepadamu). padahal mereka bukanlah dari golonganmu.10). 8. Dan Allah meliputi orang-orang yang kafir” (2:19). bahkan lebih sangat dari itu takutnya. mereka menyumbat telinganya dengan anak jarinya. Riya’ 12). Dan Allah memberi rezki kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya tanpa batas. Suka memfitnah 17).” (9:64) “Akan Kami masukkan ke dalam hati orang-orang kafir rasa takut.” Sesungguhnya Allah akan menyatakan apa yang kamu takuti itu. RASA TAKUT PADA DIRI ORANG-ORANG KAFIR Alloh Swtr berfirman: “Orang-orang yang munafik itu takut akan diturunkan terhadap mereka sesuatu surat yang menerangkan apa yang tersembunyi dalam hati mereka. Bakhil 16). seperti takutnya kepada Allah. Katakanlah kepada mereka: “Teruskanlah ejekan-ejekanmu (terhadap Allah dan rasul-Nya). Padahal orang-orang yang bertakwa itu lebih mulia daripada mereka di hari kiamat. Meratapi Kematian Itulah perbuatan-perbuatan yang sering dilakukan manusia yang mungkin kita pulalah pelakunya.” (59:16) “Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang kafir. dan mereka memandang hina orang-orang yang beriman.

bertambah-tambah dosa. itu justru supaya betambah-tambah dosanya (lihat 3:178). dia memberitahukannya kepada manusia ketika manusia telah berhasil disesatkannya. sombong dan dengki. Kedua. Keempat. dan kalaupun mereka di dunia diberikan kehidupan yang berkecukupan dan kaya atas harta dan kesenangan. memandang indah perbuatan buruk mereka. karena tidak memiliki rasa takut kepada Allah. mereka usahakan dan mereka berkorban atasnya akan sia-sia belaka. Orang yang kafir. Sementara apapun yang mereka perjuangkan. Di antara ahli kitab. memandang rendah iman. orang-orang kafir dengan segenap perbuatan dosanya akan mendapatkan balasan yang telah pasti. kenyataan yang melingkupi orang-orang kafir yang penjelasannya telah dimuat dalam al-Quran dan Sunnah RasulNya menjadi bahan pelajaran dan peringatan yang terbaik. Pertama. Mereka melupakan jika perbuatan maksiat mereka akan berujung di neraka kelak. namun itu tidak menolongnya. kehidupan yang sempit. Itulah liciknya iblis. yakni kalau Allah menurunkan wahyu yang menerangkan tentang keadaan hati mereka yang penuh dengan penyakit. syaithan memiliki rasa takut kepada Allah. bergelimang dalam kesesatan. tidak memperhatikan negeri akhirat. tetapi jika tetap membangkang dan menebarkan fitnah di tengah-tengah umat Islam. Demikian pula syaithan. Akhirnya mereka tidak memiliki apapun untuk kehidupannya di akhirat melainkan amalan buruk dan neraka yang menantinya. Orang munafik juga memiliki rasa takut kepada Allah. Akibat dari sifat-sifat diatas adalah tidak mampu melihat peringatan dan pelajaran dari Tuhan mereka. diganjar dengan neraka. Pengaruh dari ketiadaan rasa takut kepada Allah yang muncul dari sebab-sebab tadi adalah mendustakan Allah. mereka lebih memilih kekayaan dunia dari pada menyampaikan isi taurat dan injil yang benar. Orang-orang kafir merasakan suatu ketakutan kepada Allah hanya ketika azab atau siksa Allah sudah ada di hadapan matanya. seakan-akan dia tidak memiliki rasa takut itu. karena memperturutkan hawa nafsu dan bisikan syaithan dan mengikuti warisan orang tuanya yang tidak memiliki rasa takut pada Allah. dosa mereka bisa saja dihapus kalau mereka bertaubat. Orang kafir tidak menyadari akan kelemahan diri mereka sebagai makhluk. merasa tidak memiliki dosa. tentu mereka akan mengalami azab (lihat 8:38). menjadi teman syaithan di neraka. karena tidak memiliki rasa takut kepada Allah. memusuhi orang yang seharusnya dijadikan teman (Nabi) dan berteman dengan yang seharusnya dijadikan musuh (syaithan). dendam dan kekikiran. setiap orang telah mendapatkan dakwah Islam. Hendaknya bagi orang-orang mukmin.Orang-orang kafir adalah contoh nyata manusia yang tidak memiliki rasa takut kepada Allah. kemaksiatan yang menyebabkan mereka terhalang dari ketaatan. Sedangkan pada saat ia menggoda manusia. diliputi perasaan dendam. hidayah dan kenikmatan serta keindahan hidup. keras terhadap orang-orang mukmin. tanpa suatu balasan berupa kebaikan dari sisi Allah. Mereka tidak berfikir kalau penolakan mereka atas dakwah Islam merupakan suatu kerugian yang besar. dan orang kafir merupakan golongan . Terkait dosa-dosa mereka banyak hal berkonsekuensi atas orang-orang kafir itu. Mereka bergelimang dalam kesesatan. Ketiga. Akibatnya adalah mereka berada dalam keadaan terus menerus berbuat dosa. memandang sepele pada dosa dan tidak bertaubat atas perbuatan dosanya. tidak ada ampunan bagi orang kafir yang berbuat kezhaliman dan mereka semakin mudah saja melakukan kezhaliman yang semakin mendekatkan diri mereka ke neraka (lihat 4:168). Penyebab utama orang-orang kafir tidak memiliki rasa takut kepada Allah adalah karena mereka tidak mengenal Allah dengan sebenarnya. sebab waktu itu tidak ada lagi kesempatan untuk meminta pertolongan kepada Allah Swt. karena ditipu oleh kehidupan dunia.

mereka memandang rendah iman dan memandang tinggi kekafiran (lihat 2:108). Kesimpulannya: akibat dari tiadanya rasa takut kepada Allah. Ucapan itu tentu saja dusta belaka. Pertama. mereka tidak melihat bahwa kewajiban yang dibebankan pada manusia dari sisi Allah adalah sesuai dengan kadar kemampuan manusia itu sendiri dan untuk kemuliaan manusia itu sendiri. Allah sendiri menancapkan rasa takut ke dalam hati orang-orang kafir (lihat 8:12) atas kebesaran Islam (lihat: 5:3) dan kekuatan kaum mukminin (lihat 8:60). mereka mempergunakan logika untuk membenarkan tindakannya dalam menyalahi aturan Allah sehingga mereka dibantu syaithan untuk melihat kesalahan mereka sebagai sesuatu yang patut. Azab hanya diturunkan kepada kaum yang kepada mereka diturunkan wahyu (lihat 26:208). dan karena perbuatan zhalim mereka berupa perbuatan syirik (lihat 3:151).” (59:16). orang kafir larut dalam dosa dan mereka akan menemui akibat dari perbuatan dosa mereka. Kedua. dengan mengatakan bahwa ia berani menanggung dosa orang yang diajaknya. (lihat 29:13). Berbagai upaya mereka lakukan untuk membendung dakwah Islam. lahir pula beberapa resultan akibat dari ketiadaaan rasa takut kepada Allah. Perasaan takut muncul pada mereka saat melihat azab dari Allah itu turun. karena sesungguhnya aku takut kepada Allah. Orang-orang kafir itu tidak takut kepada Allah seperti yang kita definisikan. dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah untuk menghubungkannya dan membuat kerusakan di muka bumi (lihat 2:27). Ketiga. karena itu mereka takut bila Islam dan umatnya menjadi besar dan kuat. (lihat 29:12). itu artinya mereka memandang rendah kebenaran dan surga: mereka tidak menghargai Allah. maka mereka takut mati. sebab hakikatnya ia tidak memiliki kekuatan untuk menahan akibat dari dosa itu. maka ia berkata: “Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu. Terkait dengan kesesatan mereka. Akibat dari ucapan itu ialah dosanya bertambah-tambah. yaitu: azabNya baik di dunia maupun di akhirat. Karena itu ketika ia mengajak orang untuk durhaka kepada Allah.manusia yang menolaknya. . Rabb semesta Alam. siksa. tetapi mereka memiliki rasa takut. yaitu melanggar perjanjian Allah sesudah perjanjian itu teguh. “(Bujukan orang-orang munafik itu adalah) seperti (bujukan) shaitan ketika dia berkata kepada manusia: “Kafirlah kamu”. maka tatkala manusia itu telah kafir. seraya memandang agung atas kebatilan dan neraka dan mengagungkah nafsu dan syaithan. Mereka senang dengan kebatilan. mengintimidasi umat Islam dan menebarkan fitnah atas Islam kepada segenap manusia. artinya orang-orang yang pasti akan ditimpa azab. akibatnya mereka terjebak untuk memilih perbuatan-perbuatan yang justru membuat harkat dan derajat mereka terjatuh ke lembah kehinaan (lihat 23:62-64). Itulah sebabnya orang-orang kafir itu adalah musuh Islam dan umatnya. Kesimpulannya: akibat tiadanya rasa takut kepada Allah. Maka mereka rela membeli hidayah dengan kesesatan (lihat 2:16). Orang-orang kafir memiliki perasaan sangat cinta atas kehidupan dunia. itu akibat dari nafsu dan kesombongan mereka (lihat 45:32). yakni siksa dan azabNya. dan laknat dari sisi Allah Swt. benar dan terpuji (lihat:9:37). karena tiadanya rasa takut kepada Allah. takut miskin karena itu mereka amat kikir dan pendengki. Orang kafir merasa dan meyakini bahwa dosa itu tidak ada. Keempat. Orang-orang kafir pada dasarnya adalah orang-orang yang berdosa kepada Tuhannya. Maka itulah alasan azab ditimpakan pada mereka. mereka senang dengan perbuatan fasik. yakni dosanya ditambah dosa orang yang diajaknya kedalam kesesatan. Jadilah orang-orang kafir itu adalah musuh bagi kaum muslimin yang berada di dalam kebenaran (lihat 4:101). orang kafir lebih senang dengan kebatilan dan mereka akan terus membelanya dengan berbagai cara termasuk menyerang kebenaran yang datang dari sisi Allah.

Tidak ada suatu waktu dan tempat bagi manusia untuk bersembunyi dari pandangan Allah. Tempat mereka adalah jahannam dan itu adalah seburuk-buruknya tempat kembali. Harapan . Allah senantias mengawasi dan mencatat apa saja yang dilakukakannya. karena sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah. Allah Maha teliti atas setiap perbuatan manusia Takut kepada Allah adalah takut berkenaan karena Dia Maha teliti atas setiap perbuatan manusia dan senantiasa mengawasi setiap langkah-langkahnya. (4:76) Jika mereka merusak sumpah (janji)nya sesudah mereka berjanji. Sesungguhnya kesadaran ini cukup sebagai alasan mengapa kita harus takut kepada Allah. Allah akan memberikan catatan atas seluruh perbuatan manusia yang akan menjadi saksi nanti di negeri akhirat. dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu. dan ketahuilah. ALASAN TAKUT KEPADA ALLAH Takut adalah kesadaran bahwa diri kita lemah di hadapan Allah. sebab itu perangilah kawan-kawan syaitan itu. Kita diciptakan. jangan sampai dirinya melakukan suatu pelanggaran atau kelalaian. Hai Nabi. dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut. (66:9) 9. Inilah pengaruh dari rasa takut kepada Allah. Dan modal keberanian untuk berperang melawan orang kafir adalah rasa takut kepada Allah.Oleh karena itu kekafiran harus diperangi. a. perangilah orang-orang kafir dan orang-orang munafik dan bersikap keraslah terhadap mereka. perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu. karena sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang (yang tidak dapat dipegang) janjinya. agar supaya mereka berhenti. Orang yang merasa takut kepada Allah tidak mudah tergoda untuk melakukan kemaksiatan dan keharaman karena ia tahu. 99:12) Hai orang-orang yang beriman. Allah yang senantiasa memperhatikan seluruh gerak-geriknya adalah Dia yang telah menetapkan azab bagi hamba-hambaNya yang durhaka. sedangkan Dia Maha Kuat dan Kuasa atas diri kita. Maka pengaruh dari rasa takut itu adalah sikap berhati-hati dalam seluruh waktu dan tempat serta keadaan. Sehingga ia pun nantinya boleh berharap bahwa Allah akan membalasnya dengan kebaikan dan menolongnya dari setiap kesulitan yang akan dihadapinya di dunia maupun di akhirat. bahwasanya Allah bersama orang-orang yang bertakwa. dan mereka mencerca agamamu. sedangkan Allah adalah Pencipta kita. maka perangilah pemimpin-pemimpin orang-orang kafir itu. Untuk selanjutnya dijadikan timbangan keadilan untuk dibalas dengan surga atau neraka. (9:123). Orang-orang yang takut kepada Allah akan bersungguh-sungguh menjadikan setiap waktu dan tempatnya untuk melakukan kebaikan-kebaikan dan berusaha sekeras mungkin untuk menjauhi perkara-perkara yang melanggar laranganNya. Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah.

ini cukup beralasan. Mereka adalah bangsa-bangsa yang berfikir maju. Karena itu Allah Swt adalah Zat yang sepantasnya manusia takut hanya kepadaNya. c. etnis yang dihancurkan itu bukanlah golongan manusia yang bodoh secara teknologi dan sains serta peradaban. . Pada garis besarnya. ternyata secanggih apapun hasil pemikiran dan peradaban mereka tak mampu menahannya. Allah telah menetapkan adanya Azab dan Neraka Allah SWT telah menetapkan pula azab dan neraka untuk manusia dan jin ketika kedua makhluk itu tidak mengindahkan aturan. Betapa besar kekuasaan Allah atas dunia dan pada diri manusia maka seyogyanya manusia berserah diri dan pasrah kepadaNya melalui ketundukkan kita kepada agamaNya sepenuh kesadaran diri dan tidak banyak membantah terhadapNya. umat. dan malaikat. berkarakter modern pada zamannya. Amcaman Allah erupa azab. Bukti dan dalil tentang adanya azab Allah itu dapat kita baca dalam Al-Quran dan pada negerinegeri yang diazab Allah.manusia. sebab orang yang beriman melakukan amalan kebaikan adalah karena mengharap RahmatNya dan meninggalkan keburukan karena mengharap ampunanNya. ketetapan dan hukum Allah Swt. dan sadar akan hakikat keberadaan mereka di dunia. Tetapi mereka yang cerdas-cerdas itu tidak lagi membuka hatinya dan akal pikiranya utuk memahami dan menerima wahyu dan kedatangan para nabi. Allah telah menetapkan azab dunia bagi mereka yang terus menerus bergelimang dalam kesesatan. Tetapi seharusnya kita mendekat kepadaNya. Takut kita kepada Allah dibangkitkan bukan dengan cara menjauhiNya sebab tidak ada lagi tempat berlindung dari pengamatanNya. kehendak. bangsa. Sekuat apapun kekuatan yang dimiliki ala semesta.ketimbang kepada makhlukNya. ketika ditimpakan pada mereka. sebab Dialah yang menciptakan. maka takutlah kepada-Nya” (2:235) b. Jika Allah berkehendak diri kita. tanah yang kita injak. ketetapanNya yang harus dipenuhi oleh kedua makhluk itu. “Dan ketahuilah bahwasanya Allah mengetahui apa yang ada dalam hatimu. atau rumah yang kita bernaung di dalamnya hancur. jin. tak akan cukup untukmenyamai atau mengalahkan kekuatan Allah SWT. Ketika seruan iman telah sampai pada mereka dan bagi mereka ada azab neraka pula di akhirat. termasuk pada diri manusia berada dalam genggamanNya dan KekuasaanNya. Kekuatan yang mereka miliki itu bahkan asalnya dari sisi Allah Swt. Tidak ada satu pun kekuatan di muka bumi atau di langit juga di alam ghaib yang dapat mematahkan kekuatan. memelihara dan mengendalikannya. Mereka tertutup dengan kesombomgan dan kedzaliman (27:24). Apapun yang sedang berlangsung di alam semesta ini.bukan bangsa yang terbelakang dalam cara hidup dan berpikirnya. Allah adalah Dzat yang Maha Kuasa Allah Swt adalah Zat yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. memohon perlindunganNya melalui ibadah dan taqorub serta doa dan ikhtiar. maka akan hancurlah jadinya.

tak cukup sudah untuk mengantarkan kepada kebahagiaan dan kemuliaan sejati. Memiliki tetapi selalu dirundung rasa khawatir. belajar. Apakah artinya kota yang gemerlap. diri telah diberi tiga hal: akal. umat. takut. akal. Tetapi mengapa aturanNya tidak kita laksanakan? Padahal aturan Allah itu sendiri untuk kebaikan dan kemudahan hidup manusia sendiri. Namun mereka menolaknya. Yang dapat melindungi diri dari azabNya adalah RahmatNya. merasa kuat dan memandang rendah pada kebenaran wahyu. gelisah. Manusia tidak cukup kuat dengan akal dan buminya Manusia mestinya merasa takut jika hidupnya di dunia tidak bahagia. Semakin banyak karunia Allah yang dapat kita nikmati di situ pula akal memahami akan kebesaran Allah yang Maha Pencipta. sedangkan wahyu. Tapi di dalam waktu yang sama juga sombong. dan untuk itu mereka telah diberi akal dan waktu untuk memikirkan wahyu tersebut. dan putus asa. mengerti. ikuti wahyunya. namun hati gersang dan selalu gelisah akibat dari ketiadaan iman dan kehampaan dari bimbingan wahyu. kita campakkan. Manusia hendaknya mulai menyadari bahwa kecerdasan akal yang melahirkan sains dan teknologi serta pemikiran. lemah dan akhirnya mati. maka diberilah bangsa itu kemampuan berfikir yang maju sehingga dapat mengelola dunia sehingga makmur. Di sinilah kita harus berhati-hati dari sikap sombong dan zhalim. wahyu. kesenangan nafsu dan syahwat serta perut dan kendaraan yang terpenuhi.Oleh karena itu. Jasadnya kian lama kian tua. akal dan dunia pada manusia Allah Swt tidak akan menurukan azabNya kecuali apabila suatu bangsa. e. Kita tak punya kekuatan apa-apa karena itu mestilah kita takut kepada Allah Swt atas kekuasaanNya. Bukankah suatu hal yang sia-sia memiliki tapi tak menikmati. . Sedangkan dari wahyu ia terhalang. kita yang hidup di zaman teknologi serba maju sepesat sekarang ini. tak akan dapat melindungi diri dari azabNya. Takutlah kepada Allah. Dan bangsa kita berada pada urutan yang mengikutinya. juga bumi yang indah lengkap dan sempurna ini. d. maka disaat itulah azab turun. Allah Swt telah memberi kita sehingga dapat berfikir. dan karunia. dan karunia telah sampai kepada kita. Dan di akhirat masuk neraka. Sikap seperti ini telah lama berkembang di setiap zaman kehidupan manusia. Wahyu. Padahal manusia tak memiliki kehebatan apa-apa sekalipun atas jasadnya sendiri. Karena keduanya jadi sebab kita menolak dan terhalang dari wahyu. berteknologi dan mengembangkan sains. Bila Allah hendak mengazab suatu negeri. Allah telah memberikan wahyu. jangan sampai akal dan karunia kita rengkuh. Keadaan-keadaan semacam ini seyogyanya menyadarkan kita akan kebesaran Allah. lalu disampaikanlah kepada mereka wahyu agar mereka tunduk dan bersyukur.

bahwa siapa yang merasa cukup dengan akal dan alam semata dengan tujuan untuk menempuh jalan yang sehat . Dan janji Alloh itu pasti. bukanlah kesenangan yang mereka dapat. Jika selama ini. Alloh tidak akan mengubah ancamanNya. hanya karena seorang yang berdosa seorang raja. Manusia itu anehnya menginginkan rahmat tetapi senang menempuh kesesatan. Qorun. kita mengira bahwa azab belum turun mungkin itulah alat untuk menimpakan azabNya yang terberat. Oleh karena itu dalam hidup. Ketika manuia merasa cukup hanya dengan akal dan alam untuk menikmati hidupnya di dunia. Janganlah mengira bahwa bangsa Amerika misalnya. dia menurunkan azabNya. yang telah lama menempuh jalan kesesatan dan banyak berbuat zhalim kepada umat Islam. Jadilah mereka ditimpa azab dari sisiNya berupa azab batiniyah. cerdas. di mana pun dan kapan pun. Jika tidak. manusia harus taat pada wahyu. Dan pula senantiasa menurunkan azab kepada orang-orang yang memilih kesesatan. Bangsa ‘Aad. Azab Batiniah telah turun di sepanjang masa Allah senantiasa menurunkan rahmat bagi orang-orang yang mengikuti hidayahNya. rupawan dan banyak amal sosialnya. dapat melepaskan diri dari azab Allah. ancamanNya dan sifat-sifatNya yang memaksa yang tak dapat ditahan oleh manusia di mana pun dan siapapun. Dan siapa yang tunduk pada-Nya. Sesungguhnya wahyu turun untuk menyempurnakan karunia Allah pada manusia setelah manusia diberinya akal dan alam. tapi justru kepayahan kelelahan dan ketidak menentuan hidup. akibatnya dan kenyataannya . dia menurunkan Rahmat-Nya. Dan kenyataan bahwa dia dibentuk untuk beribadah kepada Allah. Janji Allah adalah pasti dan tiada perubahan Alloh swt telah membuat bukti atas ketetapan yang telah dibuatNya dan diberitahukan kepada manusia. maka penyakit-penyakit batiniah akan terus merenggut hidup manusia. Tsamud dan Madyan. hanya karena jumlah umat Islamnya banyak. sebagaiman Dia telah mencazab Firaun. . Dan tidak ada tempat bagi manusia untuk mencari aman jika azabNya telah turun.KekuatanNya. Allah akan tetap mengazab manusia yang menempuh jalan sesat. Lepasnya azab Allah dari suatu kaum bukan karena jumlah tapi karena kualitas keimanannya dan ketaatannya kepada wahyu. Dua kenyataan ini hanya dapat terpenuhi kebutuhannya oleh wahyu . g. Ancaman Allah ini berlaku untuk bangsa apa pun. JanjiNya. Manusia lebih patut merasa takut oleh keadaan-keadaan yang membuatnya terperosok dalam kehampaan dan ketidakjelasan arti dan tujuan hidupnya. Manusia akan senantiasa dikepung oleh berbagai keanehan dan keganjilan. jika mereka tidak mau bertaubat. Begitu pula jangan mengira bangsa kita pun dapat lepas dari azab Allah. Alloh tidak akan merubah janji-Nya itu . f. Mengapa? Sebab manusia terkait dengan dua kenyataan yang tak dapat dipuaskan oleh akal dan alam. Kesengsaraan jiwa yang terus menerus . yakni oleh Islam . kaya.

Manusia bagaiamana pun keadaannya sekarang. Janganlah kita merasa ragu akan kenyataan bahwa Allah merupakan tempat berlindung. Tidak ada tempat bergantung dan berlindung selain Allah Kepada siapakah manusia meminta perlindungan jika Allah telah menetapkan siksa baginya? Tidak ada tempat meminta perlindungan dari siksa Allah Swt. sandaran. dosa. yang akan mengadili seluruh manusia atas segala amal perbuatannya yang telah mereka buat selama di dunia. menipu pada diri kita. Dan bahwa apapun selain Allah yang hendak kita jadikan sebagai pelindung. Manusia akan memasuki negeri akhirat Allah adalah raja di hari kiamat. kesalahan. jahat. Dan itu artinya mereka telah memperosokkan diri kepada golongan sesat yang pantas mendapat azabNya. i. berdusta. hendaklah perkara itu menjadi bahan renungan bagi kita supaya kita takut kepada Allah.h. Kita tidak dapat berlindung kepada apapun dari azab Allah. Al-Hakiim yang Maha Adil. Jika tidak maka kita bergantung kepada ketiadaan. dia diberi hukuman dengan seadil-adilnya dan seberat-beratnya. Dan itulah sebabnya mengapa kita mesti menggantungkan seluruh urusan hidup kita kepadaNya. permusuhan. kejahatan. mereka yang masih hidup sedang bergerak menuju hari kiamat. kita khianati. selain kepada Allah sendiri melalui sikap taat kita kepadaNya. fujur dan siat membangkang. yakni menjadikan selain Allah sebagai perlindungannya. maksiat. j. Umat-umat yang kuat dahulu pun hancur binasa . dan kita curangi. Alasan ini mestinya menjadi kekuatan kesadaran bagi kita untuk tidak mencari tempat berlindung selain Allah Swt. Bertambahnya usia berarti dunia semakin menjauhi dan akhirat semakin mendekat. Begitu pun pikiran orang lain terhadap diri kita yang pernah kita zhalimi. aniaya. Azab Allah turun itu karena manusia memilih selain Allah sebagai tandingan dalam keyakinan. pengabdian dan tujuan sehinga mengakibatkan mereka tidak mau menerima kebenaran dari sisi Allah Swt. Dan implementasinya kita harus mengurangi dendam. Takut kepada Allah Sang Raja di Hari Kiamat hendaknya menyelusup ke dalam jiwa kita. Dan Allah Sang Khalik yang Maha Adil itu akan menghukum mereka dan juga kita atas segala dosa dan kecurangan. kita fitnah. kedudukannya amat lemah dan tidak memiliki apapun untuk memberikan perlindungan sekalipun banyak manusia bersikap aneh dan tidak wajar. curang. tidaklah patut dijadikan alasan untuk membenarkan tindakan tersebut. Dan kedatangan hari kiamat itu ialah sebagai tempat di mana amal diperhitungkan dan dibalas dengan seadil-adilnya. Selama di dunia kita selalu menghendaki agar orang lain yang pernah berbuat zhalim.

MANFAAT TAKUT KEPADA ALLAH Manfaat takut kepada Allah Swt pada intinya adalah mencegah diri kita dari melakukan perbuatan fujur dan terdorong untuk melakukan ketaatan yang sempurna kepada-Nya a. maka tidak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada perlindungan bagi mereka selain Dia. Tetapi akibat dari perbuatan mereka.” (QS 13:11) “Berhala-berhala yang mereka sembah selain Allah tidak dapat mengabulkan apapun bagi mereka. dan azab akhirat pasti lebih keras.” (QS 13:14) “Dan orang-orang kafir senantiasa ditimpa bencana disebabkan perbuatan mereka sendiri. Umat-umat terdahulu yang kuat-kuat itu hancur bukan karena dizhalimi oleh Allah Swt. Bahwa rahmatlah yang turun pada mereka ketika mereka taat kepadaNya. mestinya kita lebih takut lagi pada Allah Swt. . Padahal mereka adalah umat yang amat kuat. Tetapi manusia boleh memilih. tidak disukai oleh akal dan tidak disetujui oleh adat. lebih lemah dari mereka. Ketika seseorang telah tertanam di dadanya rasa takut kepada Allah maka itu karena dalam dirinya telah bekerja akal yang cerdas. sama sekali tidak akan mampu mengatasiNya. Apakah bagi kita yang lemah ini. imannya tipis. dan pergaulannya buruk. dan peradabannya. Memang Allah yang membuat ketetapan azab itu. dan maju teknologinya tetap saja mereka hancur binasa. keburukan dan cacat. Manusia hanya tinggal melaksanakan dengan kemampuan dan kemauan yang ada. Jadi peluang untuk mendapat rahmat dan terhindar dari azabNya terbuka lebar dan begitu pula jalan-jalannya telah disediakan. Sesungguhnya suatu kesempurnaan terjadi setelah terlebih dahulu dihilangkan darinya kekurangan.” (Qs 13:31) “Mereka mendapatkan siksaan dalam kehidupan dunia. Akhlak yang baik tidak akan sempurna tanpa diawali oleh upaya menghilankan akhlak yang buruk. Seandainya umat-umat terdahulu itu mau mengikuti dahwah para Nabi dan membelanya dengan segenap kemampuan yang ada tentu mereka pun akan terhindar dari azabNya yang keras. Kaum muslimin hendaklah menjadi contoh bagi manusia dalam pembelaannya pada kebenaran dan menunjukkan ketinggian ajaran Islam lewat perilaku. Seseorang tidak akan meninggalkan akhlak yang buruk selama akalnya lemah.” (13:34) 10.Mengapa kita harus takut kepada Allah Swt? Karena kita ini amatlah lemah untuk mengadakan suatu makar terhadapNya. Berapa banyak umat terdahulu yang tampil menjadi penentang para Nabi untuk menolak wahyu dan menolak mengabdi. “Dan apabila Allah menghendaki kebenaran terhadap suatu kaum. Menguatkan akhlak yang mulia Takut kepada Allah Swt akan menguatkan akhlak yang baik melalui dihindarinya akhlak-akhlak yang buruk dan rendah. Apakah mau azab atau rahmat. cerdas fikirannya. berdaya. pemikiran. Kita mengetahui bahwa akhlak yang buruk pada dasarnya adalah akhlak yang tidak dibenarkan oleh wahyu. Apapun yang kita usahakan untuk melawan ketetapan Allah. akhirnya terkalahkan.

Ia akan berusaha mengisi hari-harinya dengan melakukan berbagaia kebaikan dan ketakwaan sehingga ia terhindar dari azab yang pedih. Mereka seharusnya tidak menjadi penakut hanya karena kekuatan orang kafir itu lebih besar dari mereka. sebab ia takut akan akibatnya yang buruk. Dengan takut kepada Allah. akan mendorong seseorang melakukan kebaikan untuk menutupi berbagai kekurangan. dan matang pengalamannya dalam memahami liku-liku kehidupan. Adapun selain Allah. terkotori. Dengan cara itu terdapat harapan dihapusnya dosa akibat perbuatan buruk di masa lalu. tidak patut ditakuti. . Karena Dialah pemilik kekuatan yang tidak terkalahkan dan telah menetapkan azab bagi yang mendustakanNya. b. dan tidak berpengaruh. Tak sepatutnya orang Islam takut kepada orang kafir. Allah patut manusia takut padaNya. Dan bagaimana mekanisme seseorang mau bertaubat. c. pergaulan yang matang dengan orang-orang sholeh. maka ia akan berusaha beralih dari keadaan sesat dan pantas dimurkai kepada sifat-sifat tunduk dan mengikuti jalan-jalan yang lurus.iman yang kuat. Di saat itulah ia mulai akhlak-akhlak buruk. Takut kepada Allah merupakan kekuatan untuk menghentikan perbuatan buruk dan menggantinya denga perbuatan yang baik. dan menolak propaganda yang diserukan orang-orang kafir dalam kejahatan. Takut kepada Allah harus ditanamkan sebagai pendekatan agar manusia tunduk kepada aturanNya. di tangan siappun. dan kelalaian yang telah lalu. demikian pula halnya orang-orang mukmin tak perlu merasa takut dan gentar oleh kekuatan yang dimiliki orang-orang kafir. maka akhlak yang baik itu menjadi samar. rasa takut kepada Allah. kesalahan. Akhlak yang buruk selama masih bersanding dan bercampur dengan akhlak yangbaik. Tidak gentar menghadapi serangan musuh Orang takut kepada Allah. maka akhlak yang baik akan menguat. Memang sepatutnya manusia takut hanya kepada Allah. Seyogyanya kaum muslimin memiliki mental berani dalam menegakkan kebenaran. Bila seseorang menyadari bahwa azab Allah akan menimpa orang-orang yang dimurkaiNya dan menempuh jalan yang sesat. Dengan upaya yang membersihkan akhlak yang buruk. telah menempatkan urusannya secara adil. Azab Allah Swt bisa tidak terjadi pada seseorang yang berbuat dosa. apabila ia bersegera bertaubat dan menggantinya dengan amalan bajik. Dia mengendalikan apapun yang ada di negeri mananpun. ialah dengan menanamkan rasa takut kepadaNya. maka seseorang akan menghindari akhlak yang buruk. Dialah yang menguasai segenap yang ada di bumi dan di langit. Menggiatkan amal kebaikan Sejalan dengan dengan menguatnya akhlak yang baik. Sebab cara tersebut merupakan upaya untuk menghindari azabNya.

kecintaan. Semakin besar rasa takut manusia kepada Tuhannya. Dan ketika ia telah terjebak oleh kesenangan dunia. e. . hatinya mudah bergetar. maka semakin ia mengokohkan ketaatan. Untuk itulah maka ia akan senantiasa banyak mengingat dan berorientasi hidup pada akhirat dan tidak menjadikan dunia sebagai tumpuan rasa cinta dan kerinduannya. Manusia hanya dapat menempuh satu jalan untuk melindungi dirinya dari azab Allah. membuat kita bersandar padaNya. Pada gilirannya takut kepada Allah itu menjaga diri kita dari terperosok pada kelalaian. Takut kepada Allah Swt menggambarkan makrifat kita atas besarnya dan dahsyatnya siksa Allah atas hambaNya yang durhaka. Dan dia akan senantiasa bersungguh-sungguh menjauhi laranganNya dan menunaikan perintahperintahNya dengan penuh rasa khusyu’ dan penjagaan. dan dengan rasa takut kepada Allah. ia pun akan mendekat kepadaNya. cinta. Tidak akan terjadi sikap cinta pada dunia. tidak ada tempat untuk berlindung diri dari azabNya selain Allah itu sendiri. Dan untuk itu ia harus mendekatiNya dengan cara taat. Sebab dunia yang indah. dan harapan pada-Nya Ketika manusia takut kepada Allah. dan harapan kepadaNya untuk beroleh perlindungan dariNya dari azabNya dan dari segala hal yang dapat menyeretnya kepada azabNya. Seseorang yang benar-benar takut kepada Allah. Maka tidak ada kehendak lagi untuk membangkang padaNya ketika rasa takut telah menyelusup ke dalam jiwa. termasuk betapapun kuatnya kafir. bisa menjadi berubah menjadi negeri yang lebih baik. d. dan berharap hanya kepadaNya semata. Allah lah yang mesti kita takuti atas KemahakuasaanNya. maka selain Allah tak patut ditakutinya. yakni mengabdi kepada Allah dan menjalankan syariat agama. Sebab bagi manusia dan segenap makhluk. Dan akhirat yang berat. Sebab ia memandang agama adalah penghalang dari kemajuan dan kesenangan dunia. maka pada saat yang sama. Mengokohkan ketaatan. Orang yang lalai terhadap urusan akhirat akan melupakan tugasnya yang utama saat ini. Maka tak layak ditakuti. Senantiasa waspada dari kelalaian dan kesenangan dunia Lalai terhadap urusan akhirat dan senang dengan urusan duniawi merupakan keadaan terparah dari penyakit jiwa manusia. yaitu dengan meminta perlindungan dariNya. seiring dengan rasa takut kepada Allah. Dia akan memfokuskan hidupnya hanya untuk dunia semata. ia takut kalau dunia memenjarakannya dan takut jika akhirat menjadi masa suramnya. Ketika di dalam lubuk hati seseorang telah tertanam rasa takut kepada Allah Swt. maka hal itu tidak akan terjadi sifat lalai terhadap akhirat. cinta. karena kekuasaan dan ketetapan azabNya. Tetapi jika hati telah benar-benar merasa takut kepada Allah semata. ia akan menghalang-halangi manusia dari agama. bisa berubah menjadi siksa.Memang orang-orang kafir memiliki kekuatan yang besar untuk mengalahkan dan menyerang kaum muslimin di negeri manapun. air matanya mudah terurai. dia akan segera akan bersujud dan menangis ketika ayat-ayat Allah dibacakan.

syahwat dan nafsu itulah yang harus tunduk kepada hal yang sejalan dengan konsep takut kepada Allah. Dan agar kita tidak dimurkaiNya. . Berani membela kebenaran dan memberantas kebaikan Takut kepada Allah akan membuat kita tidak takut kepada selain Allah dalam kebenaran. Takut kepada Allah Swt akan menjadi benteng agar kita tidak sekali-kali tunduk pada dunia. Takut kehilangan iman dan pahala amalannya Ketika manusia terpaku oleh perhiasan dunia dan jatuh cinta kepadanya seraya memenuhi panggilan syahwat yang lepas dari bimbingan agama. tentu itu suatu tanda bahwa kita tidak merasa takut terhadap azab Allah. Dunia. maka itulah saat-saat iman semakin tipis dan saat-saat pahala dari amal kebaikan menjadi terhapus. Dan tidak ada yang dapat memalingkan diri kita dari itu kecuali kesenangan terhadap perhiasan dunia. kesenangan syahwat dan nafsu. Takut kepada Allah artinya khawatir kalau diri kita mendapat kemurkaan dariNya. Azab Allah hanya akan ditimpakan kepada orang yang tidak memiliki iman dan tidak memiliki amal kebaikan. f. syahwat. g. Kejahatan akan berkurang dan kehidupan agama akan bergairah jika kita banyak yang tampil sebagai penegak dan pembela kebenaran dan pemberantas kezhaliman dan kebatilan. syahwat dan nafsu. Seseorang yang takut kepada Allah tentu akan senantiasa tampil sebagai seorang dai yang selalu mengajak manusia kepada kebenaran dan melarang mereka berbuat keji. Takut kepada Allah Swt akan memancarkan suatu tindakan yang mengokohkan ketaatan dan tindakan mengingatkan manusia. Jika keadaannya terbalik. Kekafiran dan kefasikan. Sebab ia tahu dua keadaan itu adalah sebab turunnya siksa pada suatu kaum. maka harus membela kebenaran yang diturunkanNya dan tidak membiarkan manusia menyalahi kebenaran tersebut. Kita akan memiliki keberanian untuk membela agama dan melawan penghalang agama. Ia tidak ingin diri dan kaumnya terkena siksa tersebut. syahwat dan nafsu tidak dihindari tetapi dikendalikan. dunia. Ketika itu. Maka hal itu tidak akan terjadi pada orang-orang yang di dadanya terdapat rasa takut kepada Allah. Bagaimana kita akan merasa aman dari siksaNya tanpa sikap berpihak padaNya. dan nafsu dalam koridor iman dan tetap dapat memetik pahala dan memilikinya dan mengaturnya. lebih banyak yang pro kejahatan dan kontra terhadap agama. Dengan cara seperti itu maka seseorang tetap berdampingan dengan dunia. Sebab kita tahu tunduk pada ketiganya bertentangan dengan kesadaran rasa takut kepada Allah Swt. diawasi.Takut kepada Allah itulah yang parallel dengan kewaspadaan terhadap hal-hal yang dapat memalingkan orientasi akhirat. Dan itu berarti suatu proses lain menuju datangnya kemurkaan dan siksaan. Kehilangan iman dan pahala amal sholeh sama artinya dengan mengikuti kekafiran dan berbuat kefasikan selama hidup di dunia. Dia tidak akan berdiam diri melihat Islam dicampakkan dan melihat manusia lalai dari kewajibannya. diatur mengikuti pada ketaatan kepada syariat agamanya. merupakan sebab utama turunnya azab Allahg Swt.

musibah. beramal sholeh dan tidak mengulangi perbuatan yang buruk. rahmat. Karena itu ia akan melakuka perbuatan apapun yang dipandangnya baik dan menyangka telah banyak beramal. takut kepada Allah juga mendorong seseorang untuk senantiasa mengingat dahsyatnya siksa api neraka. Senantiasa berlindung dari godaan syetan yang dilaknat Manusia mengapa ada yang menjerumuskan diri ke dalam kesesatan dan perbuatan yang dimurkaiNya. tafakur. Bagaiamana cara kita banyak mengingat neraka tergantung kepada konsentrasi hidup kita selama ini. Bencana merupakan salah satu sumber hikmah bagi orang-orang yang beriman. Bahkan mengingat neraka itu ada pada doa ketika kita hendak memulai makan. mentafakuri bencana apapun yang menimpa manusia. Hanya mereka yang telah tertanam di dadanya rasa takutlah yang dapat menyelami makna bencana. dan berkah dari sisi Allah Swt. bagi orang yang takut kepada Tuhannya. Dan ibadah. Mengingat dahysatnya siksa api neraka harulah menjadi awal kita untuk senantiasa bertaubat. sakit menimpa dirinya. Mengingat siksa api neraka itu penting dan itu sejalan dengan penjelasan-penjelasan Allah melalui al-Quran tentang kepedihan dan kengerian neraka di akhirat. sehingga kita pun berdoa untuk memohon agar dihidarkan dari siksa neraka. Senantiasa mengingat dahsyatnya siksa siksa neraka Sejalan dengan hidup berorientasi akhirat. Dengan memperhatikan. Orang yang melupakan negeri akhirat tentu melupakan pula akan pertemuannya dengan Tuhannya dan lupa akan dahsyatnya siksa neraka. pengaturan dan kekuasaan Allah Swt sebagai suatu hikmah bagi orang-orang yang beriman. Takut kepada Allah adalah takut pula kepada siksaNya. Bahkan ia cenderung melakukan perbuatan yang bertentangan dengan agama. Sehingga ketika suatu bencana. Manakala hidup telah dicanangkan untuk nafsu dan syaithan. dan peristiwa kehidupan manusia. ialah karena memperturutkan nafsu dan bisikan syaithan. . j. Tidak banyak manusia yang dapat mengambil hikmah dari suatu bencana. Hikmah merupakan ilmu khusus yang diberikan kepada orang-orang yang beriman melalui penjelasan al-Quran dan Hadits RasulNya juga melalui intuisi dan akal suatu indra yang telah tercelup oleh didikan al-Quran dan Hadits. membaca al-Quran akan turut membantu untuk hal demikian itu. padahal semua itu sia-sia belaka.h. Mengambil Hikmah dari banyaknya bencana Hikmah adalah ilmu yang menunjukkan jalan menuju kehidupan yang dilimpahi keselamatan. maka hal itu semakin menguatkan imannya. rahmat. akan dijadikannya sebagai peringatan agar ia tambah dekat denganNya. dan berkah dari sisi Allah Swt. Jadi hikmah bisa di dapat melalui tafakur atas alam. Bencana dapat menjadi petunjuk menuju keselamatan. sekaligus sebagai hal yang dapat membuat hati orang kafir semakin keras dan membangkang. Bencana yang turun ke dunia ini selamanya senantiasa dalam pengawasan. i. pengalaman. maka tidak akan ada yang dapat diperolehnya melainkan azab Allah Swt.

ilmu dalam wujud memahami atas kandungan al-Quran dan As-Sunnah. yakni nafsu dan syaithan. dan kejahiliahan.”(18:2) “Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya. Bila kita senantiasa berlindung kepadaNya dari nafsu dan syaithan dan berusaha sungguh-sunggh untuk tidak mengikutinya. Ilmu dan Iman sumber makrifat yang benar Kita mesti mengetahui terlebih dahulu bahwa takut kepada Allah hanya akan terjadi jika seseorang itu beriman dan berilmu sekaligus. Jika tidak ada salah satunya. Sehingga akhirnya mereka tertimpa siksaan dunia dan akhirat itu ialah karena begitu kuatnya pengaruh dari nafsu dan syaithan. Betapa saat ini manusia yang banyak yang lalai dalam membentengi diri dari kedua hal tersebut. kesadran diri. Dengan perpaduan antara ilmu dan iman maka akan sampailah seseorang pada makrifat pada Tuhannya. dan petunjuk untuk berbuat yang bermanfaat bagi kehidupan dirinya. tetapi anehnya mereka tetap mengikuti nafsu dan syaithan itu. Dengan makrifat tersimpul berbagai hikmah. “Untuk mengingatkan akan siksa yang sangat pedih pada sisiNya. dan kesadaran. yang senantiasa menyertai kita kemanapun kita melangkah.Sekalipun banyak manusia yang menghendaki keselamatan. maka takut kepada Allah itu menjadi tidak ada. Apa tujuan al-Quran diturunkan? Di antaranya adalah untuk mengingatkan manusia dari azabNya. iman. kejahatan. Diantara hikmah yang terbesar yang dapat dicapai oleh orang yang beriman lagi berilmu ialah tentang kenyataan yang tak terpatahkan tentang Kemahakuasaan Allah-azabNya dan nerakaNya serta sifatNya Yang Maha Cermat dan Maha Adil. ia pun semakin besar rasa takutnya pada Allah Swt. 11. Dan sebab-sebab itu. maka terjagalah diri dan keluarga kita dari kesesatan. maka kita akan senantiasa berlindung kepada Allah dan hal yang menyebabkan kita terjerumus pada kesesatan dan perbuatan yang dimurkaiNya. Yang utama adalah bahwa iman harus disertai iman dan iman harus disertai ilmu. itu karena mereka lupa akan kedudukan dirinya dan kedudukan Tuhannya. Manakala rasa takut kepada Allah telah menghujam karena ilmu. atau beriman karena ilmu adalah sama saja halnya. Orang yang berilmu adalah orang yang paling memahami al-Quran dan as-Sunnah. hanyalah ulama” (35:28) Jadi orang yang paling berilmu adalah orang yang paling memahami al-Quran dan mengetahui kebesaran Allah dan paling mengetahui akan keras dan pedihnya siksa dari sisi Allah melalui informasi dari al-Quran sehingga berbarengan dengan iman yang kian mendalam. . ORANG YANG BERILMU PALING TAKUT KEPADA ALLAH Ilmu adalah apa-apa yang berasal dari al-Quran dan as-Sunnah. Inilah makrifatullah yang akan senantiasa menjadi pengingat orang-orang yang berilmu dan beriman akan dahsyatnaya siksa Allah. Sehingga pantaslah Allah menganjurkan manusia untuk berlindung dari syaithan dan berhati-hati dari nafsu. Seseorang yang berilmu karena iman. a. dirinya dan kehidupannya serta alam semesta ini. harus selalu kita waspadai dengan cara meminta perlindungan dari sisi Allah Swt.

Kedua hal itu adalah nikmat dan amal perbuatan kita. Ilmu membuat kita pandai berhitung Barangkali kita sering melupakan dua hal dalam hidup yang seharusnya kita pandai berhitung atas keduanya. ketaatan.menghisab nikmat. Orang yang berilmu karennya akan selalu takut kepada Allah melalui perasaan takut jika ia tak termasuk golongan orang-orang yang pandai bersyukur dan bertaubat. dan loyalitas juga kemajuan peradaban berkembang secara berkualitas berkat adanya ilmu. c. Sehingga orang tidak salah melangkah dalam berbuat. orang-orang yang sadar akan dahsyatnya azab Allah akan senantiasa berhati-hati dari hal yang jadi sebab ia ditimpa bencana dan siksa. Dan amal perbuatan yang selama ini ia lakukan dari perkara yang buruknya tak sempat ia bertaubat atasnya. azab dan keburukan. Ilmu memberi kesadaran kepada kita tentang arti perbuatan dan makna karunia hidup ini. Iman. berharap dan berucap. . tetapi ia tetap saja bodoh. usia dan kematangan ruhiyah maka orang-orang yang berilmu senantiasa semakin sering memandang perbuatannya dan nikmat dari sisi Allah. karena menempuh suatu jalan yang menjerumuskan dirinya pada ancaman tersebut. ia akan tak merasa takut. alam maka akan timbullah berbagai hikmah. Petunjuk dan kesadaran hakikatnya adalah apa-apa yang dapat mengantarkan kita pada penjagaan diri dan sesuatu yang mencelakakan. Sebaliknya dari itu. b. Ilmu merupakan kekayaan manusia yang akan senantiasa jadi pendongkrak martabat dan derajatnya. manusia. Ilmu membuat seseorang menyadari dua perkara di atas dan ia akan senantiasa khawatir ketika nikmat Allah yang selama ia rasakan tak mampu ia syukuri. Ilmu sumber petunjuk dan kesadaran Ilmu membuat segala sesuatu menjadi berkualitas. Ketika ilmu berfungsi sebagai petunjuk dan kesadaran dikaitkan dengan konsepsi Tuhan. baik hikmah yang mengantarakan manusia pada kekeaguman dan kecintaan kepada Tuhan atupun yang mengantarkannya kepada rasa takut dan taat padaNya. Manusia yang hanya fokus menjaga diri dari kemiskinan. Semakin luas pengetahuan tentang petunjuk hidup dan diri oleh kesadaran oleh kesadaran tentang realitas sejati dan segala yang ada tentu akan menjadi sumber utama dan penjagaan diri yang lebih berkualitas dan itu memiliki arti yang besar dalam hubungannya dengan kenyataan dengan azab Allah Swt. Betapa tinggi kedudukan ilmu dan orang yang memiliki ilmu. Kedua perkara ini harus kita hitung agar yang pertama agar menjadikan kita pandai bersyukur dan yang kedua membuat kita sering bertaubat. kematian dan ketertindasan. belumlah sampai kepada kategori berilmu yang bermanfaat.Memang orang tak sadar akan ancamannya apa yang sedang yang mengintai dirinya. Seiring dengan bertambahnya pengalaman. Ilmu adalah jembatan penghubung antara diri kita dengan perilaku yang senantias menghisab amal. Ilmu adalah sumber petunjuk dan kesadaran diri tentang realitas hakiki.

kebodohan. jika Allah menurunkan azabNya. kebodohan terbesar umat manusia. mengalihkan siksa Tuhannya jika siksa itu sudah tiba? Tentu tidak ada. Cahaya merupakan unsur terpenting untuk melihat. orang yang berilmu akan tidak henti-hentinya meminta perlindungan dari sisi Allah. Keyakinan orang yang berilmu akan semakin menjadikan dirinya lebih takut kepada Allah. Ilmu membuat manusia melihat kelemahan diri Orang yang berilmu adalah orang yang mengetahui tentang betapa lemahnya manusia dalam banyak sisi dan hal. Orang yang berilmu sangat besar keyakinannya bahwa azab Allah adalah pasti akan menimpa suatu kaum yang terus menerus melakukan pelanggaran terhadap syariat Allah. kepandiran ini bisa menimpa siapa saja. Ilmu ibarat cahaya. sekalipun ia termasuk orangorang yang cerdas. Oleh karenanya. dengan ilmu kita melihat kebenaran dan menjadikan keyakinan semakin mantap. e. Siapakah diantara manusia yang terkuat sekalipun yang dapat mencegah. Sementara kenyataan-kenyataan yang tampak banyak yang telah menunjukkan bahwa manusia tidak bisa lari dari siksaan ketika manusia membangkang Tuhannya. Demikian pula ilmu. Ketika ia melihat perilaku manusia yang menyimpang dari jalan Allah. Tetapi mengapa sekalipun pengajaran. supaya dirinya dijaga dari godaan syaithan yang terkutuk. berilmu. d. menahan. Ilmu banyak membuktikan tentang kenyataan ini. Sebab itu orang yang berilmu mudah dan cepat merasa berdosa apabila meninggalkan kewajiban sekalipun tampaknya kewajiban itu kecil dan sepele. Dan juga bersegera bertaubat sekalipun ia tidak melakukan kesalahan kecuali tampak kecil dalam pandangan umum. dan berkuasa. manusia tetap saja banyak yang memilih tetap kufur? Inilah kelemahan terbesar manusia. Kelemahan. Dan dengan melihat maka citra akan tampak jelas. Orang yang paling berilmu berarti orang yang paling menyaksikan bukti-bukti tentang azab yang menimpa orang-orang yang tidak bersyukur dan tetap menempuh jalan kesesatan. . bukti. teguh dan menghilangkan keraguan. peringatan. Karena itu orang yang berilmu akan senantiasa takut kepada Tuhannya mengingat dirinya yang sering berbuat salah sementara siksa itu pasti adanya. maka hatinya tergerak untuk seera mencegah dan memberantasnya. Inilah sebabnya orang yang berilmu dan beriman takut kepada keadaan yang dapat menjerumuskan pada kemurkaan Allah. dan lewat itulah kita mengetahui secara yakin.Dengan demikian pantaslah orang yang berilmu akan semakin takut kepada Allah atas kenyataan bahwa betapa besar karunia yang harus disyukurinya. Ilmu membuktikan kebenaran azab Azab itu menimpa manusia tatkala mereka tidak mau bersyukur dan melakukan perbuatan keliru terus menerus. nashihat tentang kerasnya azab dan sebab-sebab yang telah menimpa kaumkaum terdahulu telah berulangkali disampaikan dan ditunjukkan. karena rasa khawatirnya yang luar biasa. Dan Betapa banyak kelakuan yang harus ditaubatinya.

f. bila pahal aamalnya terhapus. sebenarnya. maka orang yang berilmu lagi beriman. ia sudah merasakan dan membayangkan dahsyatnya neraka tersebut. atau dosa tidak terhapus ia akan mendapat siksa. berkat ilmu dan makrifatnya. tetapi begitulah ia semakin takut bila dirinya dilemparkan ke neraka. karena ia berilmu. ataupun mencegah penyimpangan umat manusia. Inilah sikap dan keyakinan orang yang berilmu lagi beriman. terhadap Rasul tak mau beriman. berbakti. yang menyebabkan dirinya pasti akan menemukan kerugian yang besar. Baik amal itu termasuk amal yang baik ataupun berupa amal yang . Ia termasuk orang yang beramal baik. Ia yakin betul. Pertama. Ilmu membuat tanggung jawab jadi berat Orang yang paling berilmu akan menyadari bahwa ia memiliki tanggung jawab yang besar baik dalam mengabdi. Hal ini berbeda jauh dengan orang yang bodoh atau orang yang kafir terhadap Tuhannya ketika ia melakukan kemungkaran dan kedurhakaan. Ilmu meyakinkan akan janji Allah Janji Allah ada dua macam sehubungan dengan amal perbuatan manusia. Sehingga bilamana disebutkan dalam al-Quran tatkala ia membacanya. Jika tidak ia celaka. ia jeli melihat antara yang hak dengan yang batil. Azab Allah itu turun kepada umat manusia yang menyimpang jalan hidupnya yang telah diberinya dua perkara penting berupa karunia yang besar dan Rasul yang menyampaikan wahyu. Dan ia harus menjadi pembela dari yang hak serta menjadi pemberi peringatan bagi yang batil. Nanti di saat manusia banyak yang memperturutkan penyimpangan dan kesesatan. mereka tidak menempuh jalan yang tidak konsisten dengan kebenaran. Orang yang berilmu dan beriman terhadap siksa api neraka sekalipun mata kepalanya belum melihatnya. Bila ia berusaha ke arah itu. g. sekalipun mereka adalah orang-orang yang beriman. h. sangat besar rasa takutnya jika ia termasuk golongan orang-orang yang menjual ayat-ayat Allah. Terhadap janji Allah ini orang yang berilmu bersikap harap dan takut. maka ia aman. yang berkaitan dengan neraka. Sementara banyak manusia sekalipun telah berilmu. ia jatuh tersungkur dan menangis mengingat dosa-dosa atas kelalaian dan kekuragannya dalam beramal selama ini. hendak bagaimanakah tindakah orang-orang yang berilmu? Apakah mereka akan membiarkan saja ataukah tampil untuk memberikan peringatan? Dalam kenyataannya tidak sedikit orang yang berilmu tetapi enggan menjadi pembela kebenaran. Ilmu melihat maksiat sebagai bencana Hidup manusia tak dapat dipisahkan dengan amal baik dan amal buruk. tidak sedikit pun terbetik rasa takut kepada siksa api neraka. Allah akan berjanji akan memberikan pahala kepada yang beriman dan beramal sholeh dan Allah berjanji akan memberi siksa kepada yang kufur atau malas beramal sholeh. Dalam takutnya ia takut menjadi orang yang terhapus amal kebaikannya dan takut menjadi orang yang tak sempat bertaubat atas dosadosanya. Tetapi sikap mereka terhadap karunia tak mau bersyukur.

Orang yang berilmu adalah orang yang memiliki ilmu dan yakin ilmunya itu akan dimintai pertanggungjawabannya oleh Allah apakah ia mempergunakannya sebagai landasan amalannya sendiri ataukah amalannya tidak mengikuti pada ilmunya? . Ia melihat bukan pada amal buruknya itu sendiri tetapi melihat kepada siapa ia telah berbuat maksiat. Adapun orang yang berilmu secara luas dan benar. Maka ia selamanya tidak akan pernah berdiam diri melihat suatu kemaksiatan merajalela di kampungnya. Ia akan menggunakan ilmu untuk menipu manusia dan memperdaya dirinya. Ia menjadi orang yang tertipu dan berbalik menjadi pembela kebatilan. Orang yang dewasa dalam ilmunya. Ulama merasa khawatir jika ia tidak bisa beramal Allah akan meminta pertanggungjawaban kepada manusia atas ilmu yang dimiliki. sekalipun mereka di bawah dirinya dalam hal keilmuan. orang yang berilmu akan cepat-cepat meminta ampunan dari sisi Tuhannya. kemaslahatan. Dan ia senantiasa memohon agar ilmunya bermanfaat bagi dirinya dan masyarakatnya. yakni Alloh. yang melihatnya sebagai bencana. Ia tidak terlena dengan karena kecilnya atau sedikitnya dosa. tidak pernah sombong dengan ilmunya. Sifat dan keadaan ini menimpa banyak manusia yang berilmu. Bahkan ilmu menjadi sesuatu yang amat berbahaya dan mencelakakan ketika berada di tangan orang-orang yang jahat. Terhadap maksiat baik yang ia lakukan ataupun dilakukan oleh manusia. i. Ilmu bisa tidak memiliki manfaat ketika ilmu itu tidak diamalkan. orang yang berilmu justru merasa khawatir jika ilmunya tidak bermanfaat akibat berbagai sifat yang biasa menyertai orang yang berilmu umumnya.buruk memiliki manfaat masing-masing jika amal yang baik dijaga dari hal yang merusaknya dan amal yang buruk ditaubati dan diambilnya sebagai pelajaran dan peringatan. sebab amal baiknya tak sebanding dengan karunia Alloh yang dia terima. Adakalanya orang yang berilmu. Oleh karena itu sekecil apapun dosa yang telah diperbuat. Ulama khawatir ilmunya tidak bermanfaat bagi dirinya Orang yang berilmu meyakini bahwa ilmu itu sangat besar manfaatnya bagi manusia untuk kebaikan. Sekalipun demikian. Juga tidak pernah membangga-banggakan amal baiknya. Dalam menyikapi amal yang buruk. karena ilmunya ia terperangkap pada sifat sombong dan merasa paling sempurna. Lalu menghendaki manusia memuliakan dan menundukkan kepala kepadanya. j. ia tetap tawadlu dan merendahkan diri terhadap sesame orang-orang mukmin. Ia membanyangkan dosa atas amal yang buruk itu ibarat gunung yang siap menimpa dirinya. orang yang berilmu akan menganggapmya sebagai urusan yang berat dan besar. dan keselamatan.

Tapi takut mereka itu tak membawa manfaat. Adapun orang-orang yang tidak beriman maka ia mengingkari Allah dan hari kiamat. Orang yang berilmu sangat memperhitungkan dirinya agar senantiasa menjadi orang yang pertama-tama mengamalkan ilmunya. Bila seseorang telah meyakini. sekalipun . Dan dengan iman semacam itulah munculnya rasa takut kepadaNya. 12. Beriman kepada Allah berarti beriman bahwa Dia adalah Pencipta. Ia bukan menjadi pembela kehormatan agama dan umat. dan ilmu serta perbuatan. Ia khawatir menjadi sosok yang tidak takut kepada Allah tetapi takut kepada semua makhluknya. Ia merasa aman saja. Adapun orang yang berilmu yang lurus dalam berilmunya itu. agar kita menjadi hamba Tuhan yang takut kepadaNya. Sehingga kunci-kunci untuk merasa takut kepada Allah adalah taat. bukan orang yang banyak dosanya. sesuai dengan pengetahuan yang hak. menjualnya untuk kepentingan dunia dan bersikap tidak konsisten terhadap ilmu yang dia miliki. ia sadar akan suatu pertanggungjawaban yang akan diminta Allah nanti di akhirat. iman. Jadilah orang yang berilmu. sebab mereka akan disiksa di neraka. Orang yang beriman meyakini dan membenarkan bahwa dengan sifat-sifatnya yang Maha Adil itu. KUNCI-KUNCI UNTUK TAKUT KEPADA ALLAH Tidak setiap orang memiliki rasa takut kepada Allah. Mengapa justru orang yang taat pada Allah. dan ilmu serta apa-apa yang akan diterangkan pada halaman-halaman berikut ini. yang takut padaNya. Penguasa dan Pengatur alam semesta serta dirinya. ada sebagian yang menyembunyikan kebenaran. Iman Iman kepada Allah dan hari kiamat merupakan kunci utama takut kepada Allah Swt. a. takut kepada Allah dikarenaka iman. Iman inilah yang akan memunculkan keyakinan semacam itu. Orang-orang yang taat. Beriman artinya meyakini dan membenarkan.Di kalangan orang-orang yang berilmu. Inilah keistimewaan hikmah ini. Ia berfikir tidak ada konsep tentang balasan amal dan hari kiamat. Itulah tabiat orang-orang berilmu yang tidak beramal sesuai ilmunya. Kenyataan ini terjadi atas orang-orang yang berilmu. tentang Allah maka ia termasuk orang-orang yang beriman. Yang memiliki rasa takut kepada Allah hanyalah milik mereka yang taat kepadaNya. Bukannya mereka yang banyak dosanya? Di dunia orang yang taat takut padaNya dan nanti di akhirat orang berdosalah yang takut padaNya. Bagian dari iman pada Allah yang berkaitan dengan rasa takut padaNya. yakni sebagai orang yang berserah diri kepada Allah. membenerkan. Allah nanti di hari akhirat menyediakan dan meminta pertanggungjawaban pada manusia atas segala amal perbuatannya. Orang yang takut kepada Allah adalah orang yang taat.Oleh sebab itu ia merasa khawatir jika dirinya termasuk golongan orang-orang yang berilmu tapi hanya sekedar jadi tontonan manusia. ialah iman kepada sifatNya yang Maha Adil dan ketetapanNya tentang azab yang telah disediakan bagi orang-orang yang ingkar. Sehingga apapun perbuatan yang dia lahirkan sema sekali tanpa beban rasa takut kepada Allah Swt. malah menjadi pencaci maki kebenaran dan hak seraya membela kesesatan dan kebatilan.

Jadi ilmu dan iman memang merupakan pokok. Dan meneliti tentang sikap-sikap sesat yang terjadi dan bagaimana akibatnya. b. Maka di saat itu pun Rasul datang kepada mereka sebagai pemberi peringatan. Taat Taat merupakan inti dari takwa. neraka dan azab. Maka dengan kejelasan itu menjadi teguhlah sikap yang hendak diambil. Juga terkadang khouf lahir dari keduanya. Pangkal dari kesadaran diri atas hal yang dilakukan dan dikondisikan. Kebanyakan manusia yang tersesat itu ialah karena mereka tidak memiliki ilmu. dan rasa takut pada-Nya dapat melahirkan taat pada-Nya. maka ia telah menjadi bagian dari orang-orang yang kufur dan termasuk temannya syetan. Sebesar besarnya dan seluas luasnya perintah Allah adalah islam kaffah. maka dari itu datanglah Rasul sebagai pemberi penjelasan tentang jalan menuju kebenaran dan hakikat-hakikat yang layak diketahui oleh manusia. bukti dan dalil yang menjelaskan tentang kebenaran. As-Sya’biy perbah diseru “Hai alim (orang yang berilmu)!”. taat dapat melahirkan rasa takut pada-Nya. beliau berkata. Ilmu Ilmu itu menguatkan keyakinan. implementasi dari rasa iman dan ilmu. menguatkan kejelasan tentang segala sesuatu yang hak dan yang batil. Mereka tetap menempuh kesesatan sekalipun telah datang penjelasan. . Hal itu karena Alloh berfirman. Dan sebesar besarnya dan seluas luasnya apa yang Allah larang adlah langkah-langkah syetan. Bila seseorang ternyata tidak menjalankan islam secara kaffah dan justru ia mengikuti langkah-langkah syetan. Karena begitu pentingnya ilmu sebagai kunci untuk menanamkan rasa takut kepada Allah SWT. Khouf kepada Alloh swt bisa lahir dari ma’rifah kepada Alloh swt dan ma’rifah kepada sifatsifatNya. (QS : Fathir : 28).setiap hari pekerjaannya menumpuk-numpuk dosa yang akan mengundang siksa yang amat pedih. Jadi iman itu penting. wawasan dan pengamalannya tentang tanda-tanda kebesaran dan keadilan Tuhan hendaknya ia meneliti tentang bencana yang selama ini turun. Ilmu memberikan kejelasan tentang hakikat-hakikat hari kiamat. c. Khouf bisa juga lahir dari perasan banyaknya dosa yang telah diperbuat oleh seorang hamba. Bagaimana penjelasan bahwa taat dapat melahirkan rasa takut padaNya? Taat artinya melaksanakan apa yang Allah perintahkan dan meninggalkan apa yang Allah larang. “Sesungguhnya yang alim itu hanyalah yang takut kepada Alloh. Manusia tersesat karena mereka mengikuti hawa nafsunya.”Hanyasanya yang takut kepada Alloh di antara hambahambaNya adalah para ulama”. Dalam kaitannya dengan rasa takut pada Allah. maka ia telah nmengikuti. Takut kepada Allah atas azabNya yang keras hisabNya yang teliti hanya akan terjadi setelah ada iman dan ilmu yang menjelaskan perkara itu dari wahyu. naka seseorang pentinglah memiliki ilmu pengetahuan.

Ketika seseorang melakukan ketaatan berarti ia harus menyediakn dua kekuatan sekaligus. Kekuatan untuk menjalankan Islam dan kekuatan untuk melawan syaithan. Jika ia gagal mengadakan dua kekuatan itu, maka inilah hal yang dia takuti dan ia yakin akibatnya adalah kemurkaan dari sisi Allah. Lemahnya iman dan lemahnya ilmu adalah pokok pangkal dari lemahnya ketaatan. Seyogyanya manusia memperkuat iman yang ada dengan ilmu, dengan menambah ilmu. Kemudian diperkuat lagi iman itu dengan ketaatan itu sesuai dengan batas ilmu yang ada. Nanti pada gilirannya iman pun memperkuat ilmu dan ketaatan yang telah ada. d. Meneliti Perilaku Maksiat dan Kedurhakaan Jika manusia tidak segera bertaubat dan enggan melakukan ketaatan, ia terus melanggar ketentuan agama dan terus mengikuti setiap bisikan syaithan, maka dipastikan ia mendapatkan kerugian kecelakaan dan laknat. Kita akan menemukan bahwa pada orang-orang yang gemar bermaksiat dan durhaka, kerusakan pada roman wajahnya, tutur katanya, tindakan-tindakanya, makanannya, pola hidupnya, rumah tangganya, masyarakatnya dan cara ia bernegara. Jiwanya sakit, raganya rapuh. Mula-mula ia kehilangan keberkahan atas apa yang dia miliki dari harta dan jabatannya. Kemudian ia pun kehilangan rahmat Allah atas banyak perkara dalam hidupnya. Dan terakhir ia kehilangan keselamatan hidupnya sendiri di dunia maupun di akhirat. Ini adalah gambaran umum akibat dari maksiat dan kedurhakaan, yang dapat kita teliti sebagiannya pada kenyataan di lapangan dan kita yakini sebagiannya sebagaimana penjelasan dari wahyu. Kita akan banyak menemukan kebenaran janji Allah, bahwa atas orang-orang yang ahli maksiat dan durhaka, Allah akan menjadikannya berwajah hitam dan ia terhalang dari memahami AlQuran. Dua hal ini akan menimpa siapa saja bilamana ia menolak untuk taat pada Islam dan gemar mengikuti syaitan. Dengan penelitian ini maka seseorang yang telah taat, berilmu dan beriman akan merasakan pahitnya berbuat dosa dan terhadang dari Al-Quran, ia takut jika ia berbuat dosa. e. Meneliti bencana Fisik dan Psikis yang menimpa Manusia Dalam kehidupan sehari-hari ditengah manusia kita dewasa ini akan sering menemukan dua hal yang amat menonjol: perilaku maksiat dan bencana yang menghancurkan. Banyak manusia yang tertipu dalam memandang dua perkara ini. Mereka memandang antara keduanya tidak berkaitan. Maksiat ya maksiat bencana ya bencana padahal sebenarnya setiap bencana timbul akibat maksiat. Dan setiap maksiat pasti mengundang bencana. Bencana tidak datang tanpa adanya maksiat. Dan maksiat tidak mungkin tanpa diikuti bencana. Allah menetapkan perkara ini, sebagaimana ketetapanNya tentang gaya gravitasi, gaya aksi dan reaksi. Maksiat itu hanya disikapi dengan taubat, bila tak ingin bencana datang. Dan bencana yang telah datang harus disikapi dengan kembali pada kebenaran dan menghentikan kemaksiatan. Sikap ini hanya akan terjadi pada orang-orang yang telah memiliki dasar keimanan, ilmu dan ketaatan. Maksiat dan bencana terbesar pada diri manusia, ialah tatkala mereka tetap terhalang dari taubat

dan dari kembali pada kebenaran secara total. Dan inilah bencana fisika dan psikis yang paling nyata. Begitu banyak manusia semacam itu. Dan dari kita pun tak tertutup kemungkinan masuk kedalam golongannya sewaktu-waktu. Maka dari itu, betapa besar rasa khawatir kita. Dan dari sinilah semestinya kita takut padaNya semata. f. Makrifat atas Negri Akhirat dan Neraka Marifat artinya mengetahui secara hak yang disertai sikap membenarkan mmiliki konsekuensinya, dan tida ada keraguan atas kebenarannya. Kebalikan dari marifat adalah dusta. Meyakini sesuatu, menyatakan sesuatu tanpa atas dasar keterangan yang hak. Contoh suatu kedustaan adalah dogmatisme. Dengan makrifat, hidup menjadi logis, rasional, wajar, indah, lurus dan terarah. Dengan dogmatisme maka hidup digiring pada kegilaan. Segala-galanya menjadi brutal dan gila. Makrifat kepada akhirat dan neraka berarati meyakini adanya neraka dan surga berdasarkan ilmu dan keterangan yang hak, seraya membenarkan, memenuhi konsekuensinya, sehingga hidup pun benar-benar menjadi lurus dan indah. Makrifat pada akhirat dan neraka akan membawa kesadaran manusia pada rasa takut. Lalu bagaiamana rasa takut berbuat hidup yang lurus dan indah? Ternyata ketika kita benar-benar takut pada kegoncangan hari kiamat dan kedahsyatan neraka, maka rasa takut ini menjadi semacam rem bagi gejolak nafsu, syahwat dan setiap bisikan menuju kemaksiatan. Orang yang takut karena makriatnya pada akhirat dan neraka, akan selalu menjaga diri dari maksiat. Ia yakin sepenuh hati bahwa neraka itu ada sebagai tempat paling buruk bagi manusia yang dilalaikan oleh dunia. g. Makrifat atas Negeri yang Dihancurkan Banyaknya negeri terdahulu yang telah di hancurkan Allah. Mengetahuinya dapat menumbuhkan rasa takut padanya negri-negri yang dihancurkan itu menggambarkan betapa Allah tidak bersendagurau dengan ancamanNya. Atas orang-orang yang selalu ingkar kepadaNya. Hal ini seyogyanya menjadi cerminan bagi kita yang hidup di negeri Indonesia ini. Bila kita ingkar nasibnya akan sama dengan mereka. Bencana fisik dan psikis itu senantiasa berlangsung sampai hari ini atas orang-orang yang ingkar padaNya. Dalam pandangan orang-orang yang tidak beriman tampaknya bencana dan kehancuran itu tak memiliki kaitannya dengan Tuhan. Padahal alam ini Tuhanlah penguasanya. Dia menurunkan azabNya kepada orang-orang terdahulu, sebagai suatu pelajaran dan peringatan bagi orang-orang masa kini. Betapa bodohnya manusia yang tidak pandai mengambil pelajaran, perkara yang amat penting dalam hidupnya.

Memang kenyataannya manusia lebih banyak yang memilih melupakan dan pura-pura tidak tahu tentang perkara tersebut. Dan tenggelam dalam hayalan tentang kehidupan yang baik tanpa sautu bimbingan dari sisi Allah. Boleh jadi secara fisik dan materi, dalam beberapa masa mereka tangguh dalam peradaban, budaya, kota dan bangunan tapi sesungguhnya telah hancur, mental dan fikiran mereka akibat lupa peringatan. h. Makrifat atas Nasib dan Syaithan dan Orang-orang Kafir Syaithan dan orang-orang kafir tempat tinggalnya kelak adalah neraka. Apakah di dunia mereka mendapat azab atau tidak, di akhirat mereka telah pasti tempat tinggalnya di neraka yang amat mengerikan dan menyakitkan. DI neraka itu, tidak ada hal saat, sifat yang mengenakkan bagi penghuninya. Para penghuninya bahkan tidak ada seorang pun yang betah tinggal di sana. Sebab beratnya siksaan yang tiada terkira. Tapi aneh manusia sedang berlomba menuju barisan yang sedang digiring ke neraka. Ada apa wahai manusia ? Mengetahui tentang tabiat dan ujung kehidupan syaithan dan orang-orang kafir adalah penting untuk mengokohkan rasa takut kita kepada Allah Swt. Janji Allah dan siksaan yang akan menimpa syaihan dan orang kafir adalah pasti. Maka tak ada alasan bagi kita untuk mengikuti syaithan dan orang kafir jika menghendaki keselamatan di akhirat kelak. Antara Syaithan dan orang kafir dengan kita adalah sama dalam hal kedudukan sebagai makhluk Allah dan sebagai pengemban amanah untuk beribadah kepadaNya. Hanya saja syaithan dan orang kafir itu telah memilih untuk hidup menentang perintahNya. Jadi siapapun memiliki potensi dan kemungkinan untuk menjadi orang kafir dan syaithan. Untuk menjadi penghuni neraka kelak. Oleh sebab itu maka rasa takut kepada Allah akan semakin besar dengan kesadaran dan makrifat semacam ini. i. Makrifat atas Jalan Hidup yang Sesat Syaithan dan orang kafir itu sedang menempuh jalan yang sesat dan senantiasa mengajak manusia dan jin untuk bersama-same menempuh jalan tersebut. Apa jalan yang sesat itu? Jalan yang sesat adalah jalan yang menentang dan keluar dari petunjuk Allah Swt. Tidak ada jalan yang lain bagi manusia selain jalan Allah. Dan jalan Allah itu adalah Islam. Selain Islam adalah bukan jalan Allah karenanya jalan itu sesat. Di jalan itulah syaithan dan orang kafir berada dan bergerak. Makrifat atas agama-agama dan faham-faham dan filsafat-filsafat dan keyakinan-keyakinan selain Islam akan menyimpulkan bahwa agama yang benar adalah Islam. Dan pengikut selain Islam adalah orang-orang yang sesat dan pasti akan mendapat siksaan dari Allah. Agama-agama selain Islam adalah batil, sesat, menyimpang dan menggiring manusia menjadi pengikut syaithan. Dan jadilah mereka sebagai orang kafir, nanti di akhirat kelak akan memasuki neraka. Seorang mukmin yakin tentang perkara ini berdasarkan iman dan ilmu yang dia peroleh dari wahyu dan fakta. Dapatkah pengetahuan ini menngembangkan rasa takut kepada Allah? Ya, yakni melalui keyakinan bahwa hidup yang sesat tidaklah akan membawa akibatnya bagi

Tapi syaratnya harus dipenuhi. Pahala dan surga hanyalah Allah yang punya. Orang-orang yang takut kepada Allah akan berusaha keras untuk menjauhi perkara-perkara yang dapat mengantarkannya kepada Azab Allah tesebut. hukm-hukum buatan akal dijunjung setinggi langit. Syaratnya amal itu dilakukan atas dasar iman kepadaNya. dan menyakitkannya siksa itu. Sesungguhnya Dia-lah yang melimpahkan kebaikan lagi Maha Penyayang. Dan mengikuti petunjuknya. amal yang baik pun akhirnya menjadi sia-sia. Merasa bahwa hukum Tuhan tidak diperlukan lagi karena alasan bahwa tingkat pemikiran manusia telah maju.” Maka Allah memberikan karunia kepada kami dan memelihara kami dari azab neraka. KEMENANGAN DAN KEMULIAAN BAGI ORANG-ORANG YANG TAKUT KEPADA ALLAH Orang yang takut kepada Allah. mereka tiada disentuh oleh azab (neraka dan tidak pula) mereka berduka cita. sewaktu berada di tengah-tengah keluarga kami merasa takut (akan diazab). j. Dan Allah menyelamatkan orang-orang yang bertakwa karena kemenangan mereka. Ketika manusia dijauhkan dari api neraka. Ayat-ayat al-Quran tentang hukum dicampakkan. maka yang demikian itu merupakan kemenangan yang hakiki. sebagaimana dalam firmanNya: Mereka berkata: “Sesungguhnya kami dahulu. Kalau dua syarat ini tidak dipenuhi. sebab tidak mendapat balasan dari sisi Allah. diberikannya KEHIDUPAN YANG SEMPIT DI DUNIA. ini merupakan kesombongan. jika dirinya termasuk orang yang mengaku beriman dan banyak melakukan kebajikan tetapi hakikatnya ia termasuk orang yang mendustakan agama dan wahyu. akan berusaha semaksimal mungkin untuk menjauhi murkaNya. dan di AKHIRAT MASUK NERAKA. Ini bisa terjadi terutama pada manusia yang mengambil sebagian ayat dan mengingkari ayat yang lainnya. Mengingat akan perkara itu orang yang beriman akan takut kepada Allah.manusia melainkan suatu kecelakaan dan dijerumuskannya ke neraka. Ia menyangka telah banyak beramal bajik. Kita tentu merasa takut jika amal kita sia-sia karena kesombongan. hina. Begitulah nasib orang yang taat beragama tapi agamanya bukan Islam. dengan sebenar-benarnya rasa takut. Disebabkan oleh usahanya yang demikian itu maka dipeliharalah dirinya oleh Allah dari Azab api neraka. Sesungguhnya kami dahulu menyembah-Nya. (39:61) Dan barang siapa yang taat kepada Allah dan rasul-Nya dan takut kepada Allah dan bertakwa . dan bukan untuk mereka yang di luar Islam. 13. (52:27-29). Wujud murka Allah secara global ada tiga yaitu: dijauhkannya dari HIDAYAH. Kita membayangkan betapa sangat pedih. Makrifat atas Amal Perbuatan yang Sia-sia Amal yang baik pasti dibalas oleh kebaikan dari sisi Allah. tapi tidak ada yang memberinya pahala dan surga. Banyak manusia yang memilih kezhaliman semacam ini. Pantaslah kita merasa khawatir dengan keadaan masyarakat yang seperti ini.

malah mudah dikuasainya. dan semua itu adalah perintah agama. tetapi berakhlak buruk kepada binatang. contohnya adalah haram untuk dimakan. lebih tabah. Apabila kita hendak mengambil manfaat darinya. Sebab binatang lebih banyak jumlahnya. disertainya kita banyak sekali hiasan kehidupan. tetapi tidak serta merta wajib dibunuh dan dimusnahkan. 2010 Tinggalkan sebuah Komentar MENYAYANGI BINATANG Oleh: ADING NASHRULLOH BINATANG Binatang adalah bagian dari isi bumi yang diciptakan Allah untuk manusia. Memang tidak semua binatang halal dan aman bagi manusia. Di kebun binatang kita pun bisa melihat gajah. MENYAYANGI BINATANG Wajar jika manusia bersikap menyayangi binatang. ambillah sekedar kebutuhan saja. Menyayangi binatang adalah dengan memperhatikan keberlangsungan kehidupan mereka dan menjaga lingkungannya. sehingga menimbulkan kerugian yang amat besar. Andaikan hewan diberi akal seperti manusia. Banyak sekali contoh-contoh yang baik darinya yang bisa kita ambil hikmah dan nilainya. Semua atas bimbingan langsung dari . angsa. macan.orang yang mendapat kemenangan. ikan dan lain sebagainya. sembelihlah dengan pisau yang tajam. Babi. Binatang terkadang menimbulkan hama dan kerusakan pada tanaman yang kita tanam. Ditulis dalam Uncategorized MENYAYANGI BINATANG Mei 7. Banyak sekali manfaat yang dapat kita raih dengan adanya binatang. Hewan-hewan seluruhnya adalah anugrah dari sisi Allah yang patut disyukuri. lebih kuat. Jika hendak menyembelih hewan ternak yang halal dimakan. Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa mendapat kemenangan (78:31). Diantara binatang itu ada yang kita ambil bulunya. namun demikian jangan sampai kita berbuat aniaya terhadapnya. lebih disiplin. Hal ini pun jangan membuat kita berbuat tidak adil. Ular itu berbahaya bagi manusia. (24:52). Bagaimanakah seharusnya kita memperlakukan binatang-binatang? Kita pun ternyata mesti mau menyayanginya. HIKMAH Allah Swt sungguh Maha Membuat Perhitungan. BINATANG DI SEKITAR KITA Di manapun kita dihidupkan Allah Swt. ular. Binatang itu akan jadi saksi perilaku kita di hari kiamat kelak. lebih taat. Hewan-hewan yang ada di sekitar kita merupakan makhlukmakhluk yang unik dan menarik. Jangan kita termasuk orang yang rajin ibadah kepada Allah. Dalam beberapa hal jauh lebih cerdas. di negeri Indonesia ataupun bukan. Semua binatang dapat ditundukkan oleh tangan manusia. entog.kepada-Nya. maka mereka adalah orang. Dia tidak memberikan akal pada hewan. cacing. tenaganya dan lain sebagainya. Sebagai sifat yang baik dari diri kita. manusia tidak akan bisa menguasai hewan. dagingnya. Ada ayam. harimau.

Baik yang menyiksanya secara langsung. Cisarua. untuk menentukan ilmu mana yang mesti kita utamakan terlebih dahulu. Guru harus banyak dan indra mesti tajam. Begitu pentingnya ilmu. Akal harus cerdas. Perbuatan merupakan gambaran kadar ilmu seseorang. orang-orang menghabiskan hampir seperempat umurnya untuk sekolah hingga mencapai gelar sarjana. kursus adalah tempattempat yang sangat baik sekali untuk belajar. Alangkah kejinya orang-orang yang senang menyiksa binatang. Sekolah. hendaknya menjadi suatu acuan agar kita menjadi orang yang lebih bersyukur kepadaNya. KEBUTUHAN TERHADAP ILMU Ilmu merupakan suatu kebutuhan yang sangat besar peranannya dalam meningkatkan karir dan kehidupan seseorang. Ilmu memiliki kaitan erat dengan akal. madrasah. Setiap perhatian yang kita arahkan kepada hewan dan makhluk lainnya semacam pepohonan dan benda-benda tak hidup. Semua itu mesti diperhatikan. belum lagi jika hendak meraih gelar doktor. Sedangkan indra. Guru adalah orang yang memberikan kepada kita ilmu. Apa kenyataan hidup yang sebenarnya? Jawabnya adalah bahwa hidup akan berakhir dengan . maka hewan pun menjadi pelayan bagi manusia. 2010 Tinggalkan sebuah Komentar MENJADI ORANG YANG BERILMU Oleh: ADING NASHRULLOH ILMU Ilmu merupakan salah satu alat bagi manusia hidup di muka bumi. Pada dasarnya tempat belajar adalah baik untuk proses belajar. Manusia diberi akal. Sekalipun demikian menjadi orang yang berilmu dan terus belajar adalah perkara yang menyenangkan. tanpa mengecilkan peranan ilmu-ilmu yang lainnya. Akal merupakan alat untuk mengikat ilmu. perbuatan dan sumber ilmu. Sumber ilmu merupakan rujukan seseorang memiliki ilmu. Allah mengatakan dalam firmanNya bahwa seluruh isi muka bumi ini untuk manusia semata. sehingga dari sanalah ilmu diperoleh dengan relatif mudah bagi orang yang mampu bertahan di lembaga tersebut hingga mendapatkan ijazah. apalagi jika ia menduduki jabatan atau mengajar di lembaga pendidikan. Status sosial orang berilmu. Hal lainnya yang tak terpisahkan dari ilmu adalah guru dan indra. hewan tidak.Allah Swt. Namun hendaknya kita harus berfikir realistis. khususnya pendengaran merupakan pintu gerbang dari ilmu. Orang yang berfikir realistis adalah orang yang berfikir dan bertindak cerdas dalam menyikapi kenyataan hidup yang sebenarnya. dan sumber ilmu berupa buku mesti banyak. statusnya relatif lebih tinggi dari orang kebanyakan. Bandung Barat 4 Mei 2010 Ditulis dalam Uncategorized MENJADI ORANG YANG BERILMU Mei 7. ataupun dengan cara merusak lingkungan hidupnya. ILMU YANG BENAR Semua ilmu pada dasarnya memiliki keutamaan dan manfaat masing-masing. perbuatan mesti menunjang. pesantren.

Ilmu itu adalah ilmu tentang agama. Carilah guru yang bisa membimbing hidup lebih cerdas. Oleh sebab itu tanda menjadi orang yang berilmu adalah tidak pernah sombong dengan ilmu yang telah dimilikinya dan tidak pernah enggan untuk terus belajar pada siapapun. Cisarua. Orang yang realistis akan mengutamakan ilmu yang akan memberikan kepadanya petunjuk yang benar sehingga kehidupannya di dunia ini akan membuahkan bekal untuk di kehidupan yang abadi itu. namun dirinya pun lebih nyata tidak memiliki ilmu yang dimiliki orang lain.kematian dan setelah kematian akan disusul oleh kehidupan abadi. Tentu saja belajar kepada para ahli adalah yang sebaik-baiknya cara. TAFAKUR Ilmu yang diberikan Allah kepada manusia amatlah sedikit dan itupun dibagi-bagikan kepada setiap manusia. Ilmu agama yang benar pada diri seseorang adalah ilmu yang menjadi nilai dan kepribadian dirinya sehingga ia menjadi seorang yang berperilaku sholeh. 6 Mei 2010 Ditulis dalam Uncategorized « Halaman Sebelumnya — Halaman Berikutnya » Tentang penulis The author does not say much about himself Cari þÿ Navigasi • • Home Tentang Kategori: • • • • • artikel filsafat Artikel pendidikan Filsafat filsafat Islam Uncategorized Tautan: • • • bekal menuju akhirat e-Quran filsafat serius . Sehingga seseorang memiliki ilmu yang mungkin tidak dimiliki yang lainnya.

Blog pada WordPress.• • • • • • • • • • • • • • • • • Ilmupedia Insan sejati Islam kampus Islam kamus filsafat kamus filsafat kaskus P asep Tamim Panjang Pisan Pemikir persis Qosidah Islam radio Islam tempat bertanya tv Quran WordPress. Ikuti Follow Filsafat Berfikir Get every new post delivered to your Inbox.com.org Arsip: • • • • • • • • • • • • • • Oktober 2011 Agustus 2011 Juli 2011 Mei 2011 April 2011 Agustus 2010 Juni 2010 Mei 2010 Maret 2010 Desember 2009 November 2009 Oktober 2009 Agustus 2009 Juli 2009 Feed • • RSS RSS Komentar Theme: Supposedly Clean by Alvin Woon. .com WordPress.

com .þÿ Powered by WordPress.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful