1/13/2012

DR. INGGRID TANIA

FORMULASI TABLET
BETA KAROTEN - VITAMIN C - VITAMIN E

1006733013

Teknologi Sediaan Farmasi
Program Magister Herbal Universitas Indonesia

FORMULASI TABLET BETA KAROTEN - VITAMIN C - VITAMIN E

I.

Pendahuluan: Teori Dasar Sediaan Tablet

1.1. Sediaan Tablet Menurut Farmakope Indonesia Edisi III Tahun 1979, tablet adalah sediaan padat, kompak, dibuat secara kempa cetak dalam bentuk tabung pipih atau sirkuler, kedua permukaannya rata atau cembung mengandung satu jenis obat atau lebih dengan atau tanpa zat tambahan.1,2 Sebagian besar tablet dibuat dengan cara pengempaan, dan merupakan bentuk sediaan yang paling banyak digunakan. Tablet kempa dibuat dengan memberikan tekanan tinggi pada serbuk atau menggunakan cetakan baja. Tablet dibuat dalam berbagai ukuran, bentuk, dan penandaan permukaan tergantung pada desain cetakan.2,3 Berdasarkan bentuk dan ukurannya, ada 3 (tiga) macam tablet, yaitu:4,5 i. Round tablets Tablet ini mempunyai diameter antara 7 hingga 12 mm ii. Shaped tablets Tablet ini memiliki bentuk oval, oblong, triangular, rectangular, square, atau hexagonal. iii. Micro-tablets Tablet ini memiliki diameter 2 mm

Gambar 1.1. Berbagai bentuk, ukuran, dan warna tablet 4,5

dr. Inggrid Tania 1006733013 | Teknologi Sediaan Farmasi

1

Macam-macam sediaan tablet antara lain:6 a. Tablet oral: • Tablet kempa • Tablet effervescent • Tablet hisap (lozenges) • Tablet kunyah (chewable) • Tablet salut (coated) • Tablet lepas lambat (sustained release) b. Tablet non oral: • Tablet bukal (ditempelkan di mukosa pipi) • Tablet sublingual (dipakai di bawah lidah)

1.2. Keuntungan dan Kerugian Sediaan Tablet Bentuk sediaan tablet mempunyai beberapa keuntungan, diantaranya adalah sebagai berikut:2,6 i. ii. iii. iv. v. vi. vii. viii. Keseragaman obat terkontrol Ketepatan dosis Biaya produksi yang relatif mudah dan murah Mudah dalam pengemasan dan distribusi Tahan penyimpanan (stabilitas baik) Mudah dibawa, mudah digunakan, dan praktis dalam penyajian Bentuk yang memikat Rasa pahit dan bau dapat ditutupi atau disalut Sedangkan kerugian bentuk sediaan tablet dibandingkan bentuk sediaan .lainnya adalah :6 i. Ada beberapa kondisi pasien yang tidak dapat menelan obat, misalnya jika pasien dalam keadaan tidak sadar, pasien anak-anak, pasien yang sukar menelan obat karena kondisi tertentu, dan sebagainya.
dr. Inggrid Tania 1006733013 | Teknologi Sediaan Farmasi 2

iii. bioavailabilitas.7 Proses granulasi akan meningkatkan karakteristik alir dan kompresi.7 Gambar 1. menjaga keseragaman kandungan. dan mengurangi waktu produksi. pemadatan (compaction).ii. Metode Pembuatan Tablet Pembuatan tablet merupakan proses dengan tahap-tahap yang kompleks. Inggrid Tania 1006733013 | Teknologi Sediaan Farmasi 3 . granulasi (granulation). pencampuran (blending). di mana sebelum dihasilkan sediaan akhir. tablet effervescent. terjadi perubahan karakteristik fisik berkali-kali dari bahan-bahan yang digunakan. Secara tradisional.9 . sehingga hasil akhir dari proses ini adalah tablet yang berkualitas baik dengan defek yang sangat minimal. Aksi obat cenderung lebih lama dibanding sediaan cair. 1. mengurangi segregasi. Granulasi adalah suatu proses penting yang dilakukan untuk memenuhi 2 (dua) persyaratan formulasi tablet yang utama yaitu kompaktibilitas dan fluiditas. Langkah-langkah pembuatan tablet7 dr. Beberapa macam tablet seperti tablet lepas lambat.2. pembuatan tablet diawali dengan proses granulasi. memerlukan teknologi yang lebih rumit dan biaya yang lebih tinggi. diantaranya reduksi ukuran partikel (particle size reduction) dan penetapan ukuran (sizing). pengeringan (drying).8. dan mengeliminasi partikel halus yang berlebihan. Beragam faktor yang berhubungan dengan prooses-proses tersebut dapat mempengaruhi keseragaman kandungan. Berbagai proses terlibat dalam pembuatan tablet. atau stabilitas. peningkatan produktivitas.3. dan kadang-kadang penyalutan (coating).

b. granulasi kering. Inggrid Tania 1006733013 | Teknologi Sediaan Farmasi 4 . Langkah–langkah yang diperlukan dalam pembuatan tablet dengan metode granulasi basah dibagi menjadi penimbangan dan pencampuran bahan-bahan. pencampuran bahan pelincir. ejeksi. tetapi dengan cara memadatkan massa yang jumlahnya besar dari campuran serbuk. dan tidak rapuh. pembuatan granulasi basah. kompresi. Pemilihan metode yang tepat membutuhkan investigasi mendalam terhadap bahan-bahan dalam suatu formula. (3) memperbaiki kecepatan pelarutan zat aktif untuk zat–zat yang bersifat hidrofob.2. Metode granulasi basah Metode granulasi basah merupakan metode yang paling sering digunakan dalam memproduksi tablet kompresi. dan bagaimana kerja atau interaksi di antara bahan-bahan tersebut. dan setelah itu memecahkannya dan menjadikan pecahan-pecahan ke dalam granul yang lebih kecil. granul tidak dibentuk oleh pelembaban atau penambahan bahan pengikat ke dalam campuran serbuk obat. pengayakan kering. dan disintegrasi. yaitu granulasi basah.6.9 a.8 Berikut ini dijelaskan secara singkat mengenai metode granulasi basah. keras.Secara umum metode pembuatan tablet dapat dilakukan dengan 3 metode. pengayakan adonan lembab menjadi granul. dr. Keuntungan granulasi basah antara lain: (1) meningkatkan kohesivitas dan kompresibilitas serbuk sehingga diharapkan tablet yang dibuat dengan mengempa sejumlah granul pada tekanan kompresi tertentu akan menghasilkan bentuk tablet yang bagus. pengeringan. Metode granulasi kering Pada metode granulasi kering. dengan perantara cairan pelarut yang cocok pada bahan pengikat.6-8 Pemilihan metode bergantung pada karakteristik individual dari bahan-bahan yang dipakai dan kemampuan alir. kombinasi bahan-bahan tersebut. dan pembuatan tablet menjadi kompresi. dan kempa langsung.7. (2) mencegah segregasi komponen penyusun tablet yang telah homogen sebelum proses pencampuran. granulasi kering. dan kempa langsung:2.

dan tahapan prosesnya pun sedikit. granulasi kering. Perbandingan langkah-langkah metode kempa langsung. Kempa langsung juga memiliki keuntungan. Tabel 1. prosesnya kering.1. dan granulasi basah10 dr. c. yaitu tidak memerlukan tenaga kerja yang banyak. Metode kempa langsung Metode cetak langsung ini digunakan untuk bahan-bahan yang memiliki sifat mudah mengalir sebagaimana juga sifat-sifat kohesifnya yang memungkinkan untuk langsung dikompresi dalam mesin tablet tanpa memerlukan granulasi basah atau kering. Inggrid Tania 1006733013 | Teknologi Sediaan Farmasi 5 .Keuntungan metode ini khususnya untuk bahan-bahan yang tidak dapat diolah dengan metode granulasi basah. karena kepekaannya terhadap uap air atau karena untuk mengeringkannya diperlukan temperatur yang dinaikkan.

diantaranya Pneumatic Dry Granulation (PDG) Technology™. dr. Melt Granulation Technology. Inggrid Tania 1006733013 | Teknologi Sediaan Farmasi 6 . Eksipien merupakan bahan selain zat aktif yang ditambahkan pada formulasi sediaan untuk berbagai tujuan atau fungsi.2 Beberapa kriterial umum yang esensial untuk eksipien yaitu:11 a. tidak mempengaruhi zat aktif dan obat. c. stabil secara fisika dan kimia. iii. dan Thermal Adhesion Granulation Process (TAGP). termasuk sediaan tablet. Untuk membantu selama proses pembuatan Melindungi. d. mendukung. yakni:11 i. tidak berbau. memenuhi peraturan perundangan.11. netral secara fisiologis. iv. tidak mempengaruhi bioavailabilitas obat.4. eksipien atau bahan penolong didefinisikan sebagai zat tambahan yang digunakan untuk merubah zat aktif menjadi bentuk sediaan farmasi yang sesuai untuk digunakan pada pasien. Foamed Binder Technologies (FBT). dan sedapat mungkin tidak berwarna. dibutuhkan zat aktif dan eksipien atau bahan tambahan.Selain 3 (tiga) metode granulasi di atas. ada metode granulasi mutakhir yang telah dikembangkan. Bahan tambahan dalam pembuatan tablet Dalam suatu sediaan farmasi.8 1. dan meningkatkan stabilitas dan bioavailabilitas Membantu dalam identifikasi produk Meningkatkan keamanan dan efektifitas produk selama distribusi dan penggunaan Bahan tambahan harus stabil. Granulex® Technology. tidak berasa. b. Steam Granulation.12 The International Pharmaceutical Excipients Council (IPEC) mendefinisikan eksipien sebagai substansi selain obat atau prodrug yang telah dievaluasi keamanannya dan dimaksudkan untuk sistem penghantaran obat untuk berbagai tujuan berikut. Freeze Granulation (FG) Technology. Moisture Activated Dry Granulation (MADG).11 Dalam buku Handbook of Pharmaceutical Excipients. ii. netral.

Bahan pengisi yang biasa digunakan diantaranya laktosa. kaolin. Inggrid Tania 1006733013 | Teknologi Sediaan Farmasi 7 . inert atau netral secara fisiologis dan stabil secara fisik dan kimia. tersedia dalam jumlah yang cukup. Bahan pengisi (filler/diluent) Bahan pengisi diperlukan untuk memungkinkan suatu pencetakan sehingga menjamin tablet memiliki ukuran atau massa yang dibutuhkan. 2. sukrosa. Klasifikasi bahan pengisi berdasarkan solubilitas7 INSOLUBLE TABLET FILLERS/DILUENTS SOLUBLE TABLET FILLERS/DILUENTS Starch Powdered cellulose Microcrystalline cellulose Calcium phosphates Lactose Sucrose Mannitol Sorbitol dr.e.15 1.14.6. secara umum komposisi sediaan tablet biasanya mengandung:2. Tabel 1.13 Jadi.2. baik dalam kombinasi dengan berbagai obat atau komponen tablet lain. kalsium karbonat. Bahan aktif Bahan tambahan atau pembantu (eksipien): a. sorbitol. manitol. dan bahan-bahan lainnya yang cocok.7. Bahan pengisi harus memenuhi persyaratan nontoksik. amilum. bebas dari mikroba patogen. dekstrosa. Walaupun eksipien bukan merupakan zat aktif. sellulosa. tersedia dalam jumlah yang cukup dan murah. harga cukup murah.10. Eksipien mempunyai fungsi yang sangat penting dalam formulasi tablet. serta bebas dari mikroba. Hal ini karena tidak ada satupun zat aktif yang dapat langsung dikempa menjadi tablet tanpa membutuhkan eksipien. eksipien berperan dalam menentukan kesuksesan produksi sediaan yang dapat diterima. f.

Klasifikasi bahan pengikat7 SUGARS NATURAL BINDERS SYNTHETIC/SEMISYNTHETIC POLYMER Sucrose Acacia Methyl Cellulose Liquid glucose Tragacanth Ethyl Cellulose Gelatin Hydroxy Propyl Methyl Cellulose (HPMC) Starch Paste Hydroxy Propyl Cellulose Pregelatinized Starch Sodium Carboxy Methyl Cellulose Alginic Acid Polyvinyl Pyrrolidone (PVP) Cellulose Polyethylene Glycol (PEG) Polyvinyl Alcohols Polymethacrylates dr. kekurangan bahan pengikat akan menghasilkan daya rekat yang lemah. Penggunaan bahan pengikat yang terlalu banyak akan menghasilkan massa granul yang terlalu basah dan granul yang terlalu keras.b. Sebaliknya. Inggrid Tania 1006733013 | Teknologi Sediaan Farmasi 8 . sehingga tablet akan rapuh dan terjadi capping.3. metilselulosa. povidon. gom akasia. karboksimetilselulosa. Tabel 1. sehingga tablet yang dihasilkan mempunyai waktu hancur yang lama. Bahan pengikat kering yang paling efektif adalah selulosa mikrokristal. Bahan pengikat (binder) Bahan pengikat ditambahkan dalam bentuk kering atau cairan selama granulasi basah untuk membentuk granul atau menaikkan kekompakan kohesi bagi tablet yang dicetak langsung. sukrosa. Bahan pengikat yang biasa digunakan adalah polivinil pirolidon (PVP). gelatin. dan pasta pati terhidrolisis.

Inggrid Tania 1006733013 | Teknologi Sediaan Farmasi 9 . Daftar bahan penghancur7 DISINTEGRANTS CONCENTRATION IN GRANULES (%W/W) SPECIAL COMMENTS Starch USP 5-20 Higher amount is required.4. mengembang dan menyebabkan tablet pecah menjadi bagian-bagiannya. PH 102) 5-15 - 10-20 Lubricant properties and directly compressible Solka floc® 5-15 Purified wood cellulose Alginic acid 1-5 Acts by swelling Na alginate Explotab® 2. selulosa mikrokristal. Bahan penghancur (disintegrant) Bahan penghancur ditambahkan guna memudahkan pecahnya atau hancurnya tablet ketika kontak dengan cairan saluran pernafasan.5-5 Crosslinked PVP dr. Dapat juga berfungsi menarik air ke dalam tablet.5-10 Acts by swelling 2-8 Sodium starch glycolate.c. Tabel 1. superdisintegrant. Contoh bahan penghancur yaitu pati dan selulosa yang termodifikasi secara kimia. asam alginat. dan povidon. Polyplasdone®(XL) 0. Fragmen-fragmen tablet itu mungkin sangat menentukan kelarutan selanjutnya dari obat dan tercapainya bioavailabilitas yang diharapkan. poorly compressible Starch 1500 Avicel®(PH 101.

antiadherents (mencegah perlengketan pada punch dan juga dinding die).Amberlite® (IPR 88) 0. Tabel 1.5-5 Ion exchange resin Methyl cellulose. bahan pelicin terdiri dari lubricants (mengurangi friksi diantara granulasi dan dinding die selama kompresi dan ejeksi). Daftar lubricants7 INSOLUBLE LUBRICANTS SOLUBLE LUBRICANTS Magnesium Stearate. Calcium Stearate.5. dan glidants (meningkatkan karakteristik alir dari granulasi). Sodium stearate Boric acid Talc Sodium benzoate Sterotex Sodium oleate Waxes Sodium acetate Stearowet Glyceryl behapate(Compritol®888) Sodium Lauryl sulfate (SLS) Magnesium lauryl sulfate (MLS) Liquid paraffin dr. Inggrid Tania 1006733013 | Teknologi Sediaan Farmasi 10 . Na CMC. 5-10 HPMC AC-Di-Sol® - 1-3 Direct compression 2-4 Wet granulation Carbon dioxide _ Created in situ in effervescent tablet d. Bahan pelicin (lubricant) Pada dasarnya.

Cab-O-Sil® and Syloid® DL-Leucine 3 – 10 Water soluble lubricant.7.Tabel 1. excellent antiadherents properties Sodium lauryl sulfate <1 Antiadherents with water soluble lubricant Stearates <1 Antiadherents with water insoluble lubricant Tabel 1. hydrated sodium silioaluminate dr. Daftar anti-adherents7 ANTIADHERENT RANGE (%W/W) COMMENT Talc 1–5 Lubricant with excellent antiadherents properties Corn starch 3 – 10 Lubricant with excellent antiadherents properties Colloidal silica 0.e. i.1 – 0. Inggrid Tania 1006733013 | Teknologi Sediaan Farmasi 11 .5 Does not give satisfactory results due to small surface area. Daftar glidants7 GLIDANTS Starch Talc Colloidal pyrogenic silica silica. syloid.6.

cara penuangan sampel.6 1. 2.1. perlu dilakukan evaluasi sifat fisik granul maupun evaluasi sifat fisik tablet. dan pengaruh getaran luar juga mempengaruhi waktu alir granul. Selain eksipien-eksipien utama di atas. Evaluasi Sifat Fisik Granul Evaluasi sifat fisik granul meliputi:2 1. Waktu alir Waktu alir yaitu waktu yang dibutuhkan sejumlah serbuk untuk mengalir. Inggrid Tania 1006733013 | Teknologi Sediaan Farmasi 12 . kondisi percobaan. Oleh karena itu. Waktu alir yang baik akan menghasilkan tablet yang memenuhi persyaratan. kadar bahan pelicin yang berlebihan perlu dihindari. Evaluasi Sifat Fisik Granul dan Tablet Dalam rangka evaluasi sediaan tablet. sifat alirnya dipengaruhi oleh beberapa faktor. ukuran partikel. magnesium stearat. terutama persyaratan keseragaman bobot. I. dan kandungan lembab. ada juga eksipien lain yang kadang-kadang diperlukan. Suatu granul atau serbuk dengan berat 100 gram dan waktu alir lebih dari 10 detik akan mengalami kesulitan pada waktu penabletan. asam palmitat. Sudut diam dr. bentuk partikel. bahan pelicin bersifat hidrofobik. panjang tangkai corong. diantaranya adalah rapat jenis. bahan perasa (flavoring agent / corigen saporis). Pada campuran serbuk atau granul. aluminium stearat. dan bahan pengharum (fragrance / corigen odoris). diameter corong (bagian atas dan bawah).5. porositas. misalnya bahan pewarna (coloring agent / corigen coloris).5. Contoh bahan pelicin yang biasa digunakan antara lain talk. asam stearat. Disamping itu. sehingga cenderung menurunkan kecepatan disintegrasi dan disolusi tablet. dan pati.Secara umumnya.

pengangkutan. 3.2 1. Bila sudutnya lebih besar atau sama dengan 400. serbuk akibat hentakan (tap) dan getaran (vibrating). biasanya daya mengalirnya kurang baik. Pengetapan Pengetapan menunjukkan penerapan volume sejumlah granul. Kerapuhan tablet Kerapuhan adalah parameter lain dari ketahanan tablet dalam pengikisan dan goncangan.Sudut diam adalah sudut maksimum yang dibentuk permukaan serbuk dengan permukaan horizontal pada waktu berputar. Inggrid Tania 1006733013 | Teknologi Sediaan Farmasi 13 . 1. dan dr.2.5. Persyaratan baku untuk tablet tidak bersalut dengan bobot rata-rata lebih dari 300 mg adalah tidak boleh lebih dari 2 tablet yang bobotnya menyimpang lebih dari 5% dan tidak satu tablet pun yang bobotnya menyimpang lebih dari 10% dari bobot rata-ratanya. Kekerasan tablet yang baik adalah 4-8 kg. pendistribusian kepada konsumen. dan terjadinya keretakan tablet selama pengemasan. Bila sudut diam lebih kecil atau sama dengan 300. Makin kecil indeks pengetapan makin kecil sifat alirnya. Evaluasi sifat fisik tablet Evaluasi sifat fisik tablet meliputi:1. Keseragaman bobot tablet Tablet ditimbang satu persatu sebanyak 20 tablet. Kekerasan tablet Kekerasan merupakan parameter yang menggambarkan ketahanan tablet dalam melawan tekanan-tekanan mekanik seperti goncangan. dihitung bobot rata-ratanya. biasanya menunjukkan bahwa bahan dapat mengalir bebas. 2. kikisan. 3. Granul atau serbuk dengan indeks pengetapan kurang dari 20% menunjukkan sifat alir baik.

jingga. ukuran. Studi Formulasi 2.0% menunjukkan bahwa tablet rapuh dan dianggap kurang baik. Kerapuhan di atas 1.1. Kerapuhan tablet yang masih diterima adalah kurang dari 1. Waktu hancur tablet tidak boleh lebih dari 15 menit II.Faktor-faktor yang mempengaruhi ketapuhan tablet yaitu bentuk.0%. Waktu hancur tablet Waktu hancur adalah waktu yang dibutuhkan untuk hancurnya tablet dalam medium yang sesuai. dan sifat mengembang dari bahan penghancur.9 g/mol Gambar 2. labu. nektarin. Rantai panjang dari ikatan ganda terkonyugasi memberikan warna jingga pada berbagai jenis sayuran seperti wortel. Inggrid Tania 1006733013 | Teknologi Sediaan Farmasi 14 . Struktur kimia beta karoten18 Beta karoten adalah salah satu dari 600 lebih karotenoid yang ada di alam.17 CH3 CH3 H3C H3C CH3 CH3 C40H56 CH3 CH3 H3C CH3 Molar mass 536. Waktu hancur tablet dipengaruhi oleh sifat granul dan kekerasan tablet. kecuali dinyatakan lain. Karotenoid merupakan pigmen kuning. 4. dan merah yang terdistribusi dr. aprikot. dan lain-lain.1.16. sehingga tidak ada bagian tablet yang tertinggal di atas kasa alat penguji. Beta karoten Beta karoten adalah senyawa terpene yang tersusun atas 8 (delapan) unit isoprene yang membentuk cincin pada tiap ujungnya.

Tabel 2. c. Sekitar 50 karotenoid alami dapat menghasilkan vitamin A. d. Makanan Sumber Beta Karoten Beta karoten merupakan provitamin A yang paling efisien yang terkandung berlimpah dalam bermacam-macam makanan kita. mustard. pepaya. brokoli. peach. selada air.1. chicory. mangga. kale (kubis/kol berdaun keriting kasar). Buah dan sayuran lain. Inggrid Tania 1006733013 | Teknologi Sediaan Farmasi 15 .luas pada beragam tanaman. Sayuran kuning atau jingga. misalnya aprikot. Beberapa makanan yang dikenal sebagai sumber beta karoten adalah sebagai berikut:16 a. Kandungan beta karoten dalam berbagai buah dan sayuran16 dr. Kadar kandungan beta karoten dalam buah dan sayuran bervariasi.1. turnips (lobak cina). dandelion. daun bit. misalnya bayam. Oleh karena itu.1. karotenoid tersebut dikenal sebagai karotenoid provitamin A. labu. nektarin. sour cherries. prune plums. cantaloupes (semangka kuning). escarole. carambolas. misalnya asparagus. Buah kuning atau jingga.16 2. kacang polong. winter squash. endive (andewi). summer squash. bergantung pada musim dan tingkat kematangan. Sayuran berdaun hijau tua. misalnya wortel. ubi. b.

Sebagai anti-oksidan. asam nukleat dan polisakarida. dan memelihara organ penglihatan. Fungsi Beta Karoten dan Indikasi Suplementasi Beta Karoten Secara singkat. mampu mengurangi risiko terjadinya penyakit kanker (terutama kanker kulit.2. dan lambung). esofagus. Proporsi karotenoid yang diserap akan menurun di saat asupan makanan meningkat.3.1. dan mengurangi risiko penyakit kardiovaskuler. porphyria erythropoetica congenita) polymorphous light dermatosis light urticaria intoleransi sinar ultra violet A (UVA). 2. sumber vitamin A (provitamin A) Vitamin A berguna untuk pertumbuhan dan perkembangan sel tubuh. b. beta karoten berfungsi sebagai:16-19 1. Sekitar 10-50% dari beta karoten total yang dikonsumsi diserap pada saluran pencernaan. protein. vitamin.2. anti-oksidan. pencegahan defisiensi vitamin A terapi light dermatoses: erythropoetic porphyria (protoporphyria. 2. meningkatkan fungsi sistem imun. hormon. beta karoten mampu menangkal radikal bebas dan memblok molekul oksigen reaktif. Absorpsi Beta Karoten Garam empedu dan lemak dibutuhkan dalam absorpsi beta karoten dalam usus halus bagian atas.1. maka indikasi klinis suplementasi beta karoten adalah sebagai berikut: a. Beberapa penelitian membuktikan bahwa beta karoten bersifat fotoprotektif. Dalam mukosa usus. Inggrid Tania 1006733013 | Teknologi Sediaan Farmasi 16 . beta karoten dikonversi dr. Mengingat fungsi beta karoten demikian penting. serta memperlambat penurunan fungsi kognitif akibat penuaan. sehingga dapat mengurangi kerusakan sel yang diakibatkan oleh proses oksidasi lemak.

Oleh karena itu. Bioavailabilitas Beta Karoten Bioavailabilitas beta karoten dipengaruhi oleh beberapa faktor.sebagian menjadi vitamin A (retinol) oleh enzim dioksigenase. beta karoten merupakan sumber vitamin A yang paling aman. 2. c. Adanya lemak dalam usus akan memfasilitasi penyerapan beta karoten. n-heksana.dan karbon disulfida.5. Pemrosesan makanan seperti dipotong-potong.16 Kristal beta karoten berwarna merah-coklat hingga ungu tua dan sangat sensitif terhadap panas dan oksidasi. Beta Karoten Skala Industri Beta karoten sintetik dalam bentuk kristak secara komersial sudah beredar di pasaran sejak tahun 1954. akan meningkatkan bioavailabilitas beta karoten. Mekanisme ini diregulasi oleh status vitamin A tiap-tiap individu. dihomogenisasikan secara mekanik. Beta karoten yang berasal dari suplemen makanan lebih besar diabsorpsi dibandingkan beta karoten dari makanan. Kristal ini tidak larut dalam air dan gliserol. Jika tubuh memiliki vitamin A yang cukup. maka konversi beta karoten menjadi vitamin A akan menurun. b.4.2.18 Gambar 2.1. antara lain:16 a. karena asupan beta karoten yang tinggi tidak akan mengakibatkan hipervitaminosis A.1.16 2. benzena. atau dimasak. larut sebagian dalam eter dan aseton. Kristal beta karoten berwarna merah-coklat dan kristalnya dalam cahaya terpolarisasi dr. kurang larut dalam alkohol dan lipid. namun larut dalam hidrokarbon terklorinasi (kloroform). Inggrid Tania 1006733013 | Teknologi Sediaan Farmasi 17 .

dan buah-buahan seperti stroberi. bergantung pada musim.16 Kadar kandungan vitamin C dalam buah dan sayuran bervariasi. mangga. jambu biji. Inggrid Tania 1006733013 | Teknologi Sediaan Farmasi 18 . kubis/kol.2. sayuran hijau (misalnya brokoli. Jika substansi ini dipanaskan dalam larutan. substansi ini akan mengalami isomerisasi hingga tercapai keseimbangan termodinamik.Pola ikatan ganda terkonyugasi dari molekul beta karoten memberi warna kuning fluoresen pada larutan. dan nama kimianya adalah L-ascorbic acid (2. Vitamin ini larut dalam air. blackcurrants. Buah jeruk. dehydro-L-ascorbic acid (2-oxo-L-gulonic acid. cabai. terutama dengan adanya cahaya. dan tomat juga merupakan sumber vitamin C yang penting.3. Vitamin C Vitamin C atau asam askorbat atau asam heksuronat atau vitamin antiskorbutik merupakan vitamin yang paling terkenal akan manfaatnya terhadap kesehatan.18 2. Struktur kimia vitamin C 2.2.1.g-lactone).3-endiol-L-gulonic acid-g-lactone). dan kiwi adalah sumber makanan yang kaya akan vitamin C. bayam. Dalam 1 (satu) gelas jus jeruk segar (100 gram) terkandung vitamin C sebesar 15 hingga 35 mg. Selain itu. kentang. Gambar 2.16 dr. Makanan Sumber Vitamin C Vitamin C tersebar luas dalam berbagai buah dan sayuran. brussels sprouts).

6. 5. Menstimulasi penyembuhan luka Vitamin C bersama zinc berperan penting dalam menyembuhkan luka.2.2. misalnya vitamin E. Inggrid Tania 1006733013 | Teknologi Sediaan Farmasi 19 .2. 2. 3.20 1. bersifat anti-alergi vitamin C dapat menghambat histamin. dan ligamen. sehingga tubuh dapat menetralisir polutan dan racun. Memelihara kesehatan gigi dan gusi Vitamin C mencegah terjadinya gusi berdarah dan perdarahan pada gigi. Fungsi Vitamin C Fungsi vitamin C diantaranya sebagai berikut:16. substansi interseluler yang memberikan struktur pada otot. mencegah timbulnya kanker lambung. bersifat anti-oksidan vitamin C mampu menangkal radikal bebas. memperkuat jaringan ikat vitamin C dibutuhkan dalam sintesis kolagen. dr.Tabel 2. tendon. sehingga mencegah terjadinya reaksi alergi. 4. menstimulasi sistem imun fungsi ini penting bagi tubuh dalam pertahanan diri terhadap infeksi. pembuluh darah.19. Kandungan vitamin C dalam berbagai buah dan sayuran16 2. terutama infeksi virus. dan menstimulasi anti-oksidan lainnya.

dan karnitin. Vitamin C dan kristalnya dalam cahaya terpolarisasi dr. Berperan dalam sintesis hormon peptida. sedangkan vitamin C dengan dosis yang lebih besar akan diserap melalui proses difusi. 2. hanya akan terserap 16%.5 g. Memelihara kesehatan mata Vitamin C bersama-sama zinc dan vitamin lain yang bersifat anti-oksidan dapat memperlambat degenerasi makula pada mata akibat penuaan.4. dan pada asupan sebesar 12 g.7. pada asupan sebesar 1 . vitamin C sintetik yang diproduksi dari glukosa dengan proses sintesis secara biokimia sudah identik dengan natural vitamin C. Vitamin C Skala Industri Sintesis asam askorbat pertama kali dilakukan pada tahun 1933. Pada asupan vitamin C sebesar 30 hingga 180 mg. Absorpsi Vitamin C Penyerapan vitamin C dalam usus halus bergantung pada jumlah vitamin C yang dikonsumsi. Vitamin C juga dibutuhkan dalam metabolisme empedu yang berimplikasi pada kadar kolesterol darah dan batu kandung empedu. neurotransmiter. Gambar 2.3. Saat ini. akan terserap 50%. 9.1.4. sekitar 70% hingga 90% akan terserap. Jika asupan vitamin C meningkat. 8. 2. kemudian dilanjutkan dengan produksinya dalam skala industri pada tahun 1938. Inggrid Tania 1006733013 | Teknologi Sediaan Farmasi 20 . Membantu penyerapan zat besi dan metabolisme empedu Vitamin C meningkatkan penyerapan zat besi dari makanan. maka penyerapannya akan berkurang.2.2. Vitamin C berkadar 500 mg atau kurang akan diserap melalui proses transpor aktif yang sodium-dependent.

serealia. kelapa sawit. dan gandum merupakan sumber vitamin E yang penting. dr. safflower.3. dan δ-tokoferol). kedelai.2. Struktur kimia vitamin E 2. Kandungan vitamin E dalam buah. Vitamin E mencakup 8 (delapan) senyawa yang terdapat di alam yang larut dalam lemak. Sumber vitamin E yang lain diantaranya biji-bijian dan sayuran berdaun. ikan. Tokoferol alami hanya ada dalam konfigurasi-RRR (RRR-α-tokoferol yang sebelumnya disebut sebagai d-α-tokoferol). kacang-kacangan. jagung. Inggrid Tania 1006733013 | Teknologi Sediaan Farmasi 21 . dan lain-lain). γ-tokoferol. bunga matahari. dengan 3 ikatan ganda dalam tokotrienol. dan produk susu tergolong relatif rendah. daging. Vitamin E Vitamin E atau tokoferol adalah kelompok senyawa yang tersusun dari cincin kromanol yang dapat disubstitusi dengan rantai jenuh sisi C16 dalam tokoferol.5. Gambar 2. Sedangkan empat senyawa yang kedua disebut tokotrienol. sayuran. Aktivitas biologis bentuk sintetik lebih rendah dibandingkan bentuk alami. Empat senyawa yang pertama disebut tokoferol (α-tokoferol.3. Senyawa α-tokoferol merupakan bentuk vitamin E yang paling banyak dan paling aktif di alam. β-tokoferol. Makanan Sumber Vitamin E Minyak tumbuh-tumbuhan (minyak zaitun.1. Sintesis kimia dari α-tokoferol menghasilkan campuran 8 (delapan) bentuk stereoisomerik yang berbeda yang disebut all-rac-α-tokoferol (atau dl-α-tokoferol).

Inggrid Tania 1006733013 | Teknologi Sediaan Farmasi 22 .2. Vitamin E sintetik diproduksi dari fossil plant material dengan cara kondensasi trimetilhidrokuinon dengan isofitol. dan regulasi fungsi sel yang lain. serta melindungi low density lipoprotein (LDL) dari oksidasi. dr. Ester tokoferol yang terdapat dalam suplemen makanan dan makanan olahan akan dihidrolisis terlebih dahulu sebelum diabsorpsi.3. dan mengurangi adhesi komponen sel darah pada endotelium.ekspresi gen.3. Anti-oksidan utama dalam tubuh yang larut dalam lemak Vitamin E mampu melindungi polyunsaturated fatty acids (PUFAs) dan komponen lain dalam membran sel dari oksidasi oleh radikal bebas. Kemudian Vitamin E diinkorporasikan ke dalam kilomikron dan dibawa oleh sistem limfatik ke hati. 2. Hal tersebut dikarenakan aksi dari protein hati (α-tocopherol transfer protein) yang menginkorporasikan α-tokoferol ke dalam lipoprotein yang membawa α-tokoferol tersebut ke jaringan yang berbeda. Vitamin E Skala Industri Vitamin E yang berasal dari sumber alami diperoleh dengan distilasi molekuler. serta menghambat agregasi trombosit.3. bergantung pada sekresi empedu dan fungsi pankreas yang adekuat.3. merangsang vasodilatasi. Berperan dalam transmisi sinyal antar sel. Fungsi Vitamin E Fungsi utama dari vitamin E adalah: 1.2. 2. dan sebagian besar dengan metilasi subsekuen dan esterifikasi dari produk edible vegetable oil.4. 2. Bentuk α-tokoferol merupakan bentuk vitamin E yang dominan di dalam darah dan jaringan. Absorpsi Vitamin E Vitamin E diabsorpsi di usus halus bersama dengan lemak.

Magnesium stearat (Peter Greven).Gambar 2.1. Penambahan vitamin C dan vitamin E. Serbuk kering beta karoten 10% DC dr. vitamin C. e. juga dimaksudkan untuk melindungi beta karoten dari oksidasi.1. c. digranulasi dengan pati 3% (Takeda Chemical). b. Asam askorbat C-97. Formulasi Denga mempertimbangkan sifat fisikokimia dan farmakodinamik dari beta karoten. Serbuk kering vitamin E asetat 50 % DC (BASF).1. Bahan-bahan Bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan tablet ini adalah sebagai berikut: a. Vitamin E dan kristalnya dalam sinar terpolarisasi III. dengan metode pembuatan kempa langsung. Ludipress (BASF). 3. 3. dan vitamin E. d. berikut ini akan dijelaskan mengenai rancangan formula tablet yang mengandung bahan aktif berupa beta karoten. Serbuk kering beta karoten 10% DC (Direct Compression) (BASF).6. selain karena manfaatnya terhadap kesehatan. Inggrid Tania 1006733013 | Teknologi Sediaan Farmasi 23 .

dengan rasa yang tajam. Asam askorbat C-97 mengandung asam askorbat 97% dan pati 3%. dan kelembaban. Serbuk ini sensitif terhadap oksigen. Jenis asam askorbat yang disiapkan secara khusus untuk metode kempa langsung adalah asam askorbat C-97.18 Serbuk kering beta karoten 10% DC merupakan serbuk free-flowing.18 Asam askorbat rentan terhadap instabilitas selama pemrosesan. digranulasi dengan pati 3% Serbuk asam askorbat merupakan serbuk putih sedikit kuning yang melelh pada suhu 190°C daengan dekomposisi. berwarna merah tua dengan sedikit berbau khas.1. Produk dibuat di dalam fluid bed granulator dan dalam bentuk granul. terutama pemrosesan menjadi tablet. Serbuk kering beta karoten 10% 3. diperlukan formulasi yang tepat yang dapat memproteksi dari oksidasi dengan tetap mempertahankan kekuatan tablet dan tanpa mempengaruhi pelepasan obat. tidak berbau. Serbuk kering beta karoten 10% DC mengandung tokoferol (E 306).Partikel Serbuk kering beta karoten 10% DC terdiri dari beta karoten yang dibenamkan ke dalam matriks gelatin dan sukrosa yang disalut dengan pati. panas. namun tahan terhadap tekanan. Oleh karena itu. dengan partikel pati berwarna putih yang mungkin terlihat. sodium askorbat (E 301) dan askorbil palmitat (E 304) sebagai anti-oksidan dan trikalsium fosfat (E 341) sebagai anti-caking agent. Inggrid Tania 1006733013 | Teknologi Sediaan Farmasi 24 .2. Serbuk tersusun atas partikel sferis dengan ukuran partikel yang seragam. Asam askorbat C-97.18 dr. cahaya.1.18 Gambar 3.

4. serbuk kering vitamin E asetat 50% DC 3. free-flowing. dengan partikel sferis dan tak berbau. Serbuk kering vitamin E asetat 50% DC Partikel serbuk kering vitamin E asetat 50% DC berisi DL-α-tocopheryl acetate 1–2 µm droplet yang dibenamkan dalam matriks gelatin dan sukrosa yang disalut pati.1.3.3.Gambar 3. terdiri dari laktosa monohidrat sebagai bahan pengisi (filler). Serbuk asam askorbat 97% dan pati 3% 3.1. Ludipress Ludipress merupakan pre-formed granules yang tidak berbau dan tidak berasa. Inggrid Tania 1006733013 | Teknologi Sediaan Farmasi 25 .18 Gambar 3.2. Serbuk kering vitamin E asetat 50% DC merupakan serbuk kering berwarna putih. Produk ini mengandung sodium aluminium silikat (E 554) sebagai anti-caking agent.21 dr. dan Kollidon CL bahan penghancur (disintegrant) dan flow improver. Kollidon 30 sebagai bahan pengikat (binder).18.

5. Serbuk ini berminyak saat disentuh.12 Gambar 3. ringan. Inggrid Tania 1006733013 | Teknologi Sediaan Farmasi 26 . Ludipress 3. dan lebih cost-effective 22 g effective.Ludipress digunakan sebagai eksipien tablet pada metode kempa langsung. Dengan menggunakan Ludipress. sehingga mampu menghasilkan tablet dengan resistensi mekanik yang baik dan friabilitas yang rendah.18 Gambar 3.12 Magnesium stearat merupakan serbuk putih yang sangat halus. dengan friabilitas pelepasan obat yang cepat. Ludipress dipilih karena material ini memiliki kemampuan alir atau flow yang sangat baik. sehingga langsung melekat pada kulit. Magnesium stearat tearat Magnesium stearat dengan rumus molekul [CH3(CH2)16COO]2Mg merupakan bahan pelicin (l (lubricant) yang sering digunakan pada pembuatan igunakan tablet dengan dosis/konsentrasi 0. Magnesium stearat dr. proses pembuatan tablet kempa langsung menjadi lebih cepat. Selain alasan di atas. lebih mudah.1.4.5.25% hingga 5.0% w/w. dan memiliki bau ringan menyerupai asam stearat dan memiliki rasa yang khas.

Bentuk partikel – menggunakan metode mikroskopik (Reprostar 3 apparatus. Table 3.3. Ukuran partikel – menggunakan sonic sieving and sorting (Gilsonic Ultrasiever GA-8 apparatus). Proporsi antara bahan aktif (beta karoten: vitamin C: vitamin E) diubah.1. sebagaimana terlihat pada tabel 3. Kadar kelembaban (halogen HR 73 Mettler Toledo humidity analyser). Sudut diam – menggunakan fix cone method. Rencana Penilaian Sifat Fisik Bahan-Bahan Penyusun Granul Aspek farmakoteknikal dari bahan-bahan penyusun granul yang perlu ditentukan adalah:18 a. dengan alat fotografi).3. beragam konsentrasi tablet beta karoten Formula Formula I Formula II Formula III Formula IV Beta karoten (mg) 6 6 7 12 Vitamin C (mg) 100 100 60 250 Vitamin E (mg) 30 30 25 125 dr. Pengetapan atau tapping behaviour (Vankel Tap Density tester device). 3.2.1. d. Haussner ratio dan Carr index (mengaplikasikan formula yang disebutkan pada literatur). Waktu alir dan laju alir – menggunakan pengukuran waktu alir pada sejumlah material melalui lubang-lubang dengan diameter standar (Erweka GDT apparatus). b. c. diformulasikan dan disiapkan. f. g. e. Inggrid Tania 1006733013 | Teknologi Sediaan Farmasi 27 . Formula dan Cara Pembuatan Tablet Empat seri tablet dengan formulasi yang berbeda.

yang terdiri dari langkah-langkah: dr. Beragam formulasi tablet beta karoten kuantitas mg/tablet Bahan-bahan Formula I Fungsi dalam Formula II Formula III Formula IV formulasi Beta-carotene dry powder 10% Ascorbic acid C-97 Vitamin E acetate dry powder 50% Filler. disintegrant disintegrant 60 60 50 250 Bahan aktif 60 60 70 120 Bahan aktif 100 100 60 250 Bahan aktif - 30 - 20 - 8 30 - 5 4 5 5 Lubricant 400 500 460 750 Tahapan selanjutnya adalah persiapan pembuatan tablet-tablet dengan metode kempa langsung. Tabel 3.Formulasi-formulasi empat seri tablet diperlihatkan pada tabel 3. binder. Ludipress 175 238 245 105 disintegrant dan flow improver Kollidon VA 64 Kollidon CL Magnesium stearate TOTAL Dry binder.2.2. Inggrid Tania 1006733013 | Teknologi Sediaan Farmasi 28 .

3. menggunakan VK 200 Tablet Hardness Tester uji disolusi.4. b. dan vitamin E. sedikit tidak beraturan. dan bahan aktifnya menyelubungi struktur granul. 4. dr. uji keregasan atau friabilitas. menggunakan metode HPLC e. Evaluasi organoleptik Keseragaman bobot Waktu hancur assay dari beta karoten. dilakukan penilaian sifat fisik dari bahan-bahan penyusun granul. f. Rencana Penilaian Sifat Fisik Tablet Tablet yang dihasilkan dievaluasi dengan melakukan tes-tes di bawah ini: a. menggunakan mesin eksentrik dengan diameter punch 12 mm. Campuran bahan dikempa dengan kekuatan pengempaan rata-rata sebesar 18 kN. IV. c. 2.1.1. d. diayak. Komponen-komponen pada tiap formulasi ditimbang. bahkan jika granul-granul ini berisi obat-obat dengan kuantitas yang berbeda. menggunakan Vankel friabilator uji kekerasan. menggunakan Vankel VK 7000 Dissolution Testing Station dan Camspec M330 spectrophotometer. Produk praproses ini mempunyai penampilan dasar yang sama. Evaluasi Sebelum dilakukan evaluasi terhadap tablet beta karoten – vitamin C – vitamin E. Evaluasi/Penilaian Sifat Fisik Bahan-Bahan Penyusun Granul Bahan-bahan penyusun memiliki bentuk yang hampir sferis. dan dicampur selama 5 menit dalam cubic mixer. asam askorbat. Inggrid Tania 1006733013 | Teknologi Sediaan Farmasi 29 .

1. menunjukkan tableting behaviour yang baik. Nilai bulk and tap density digunakan untuk menghitung Hausner ratio dan Carr index.2 35 Vitamin E acetate dry powder 50% Hampir sferis 275-350 8 32 dr. Sifat farmakoteknikal dari bahan-bahan penyusun granul karakteristik Beta-carotene dry powder 10% Bentuk partikel Bobot partikel (µm) Wakti alir (sec) Sudut diam (o) Hampir sferis 300-425 7. Inggrid Tania 1006733013 | Teknologi Sediaan Farmasi 30 . 40 35 35 30 26 % of particles 25 20 15 11 10 5 5 0 < 275 275 .425 µm untuk beta-carotene dry powder 10%.375 Particle size range (µm) µ 375 . dan antara 275 . antara 375 450 µm untuk ascorbic acid C-97.1. Analisis granulometri dari beta-carotene dry powder 10 % DC Nilai waktu alir dan sudut istirahat menunjukkan bahwa bahan-bahan memiliki kemampuan alir yang optimal.425 > 425 23 Gambar 4.350 µm untuk vitamin E acetate dry powder 50%.325 325 .Granulometri menunjukkan bahwa lebih dari 80% partikel memiliki ukuran antara 300 . Tabel 4.3 29 Ascorbic acid C97 Hampir sferis 375-450 8. Kadar kelembaban berada dalam batas normal yang tidak mempengaruhi stabilitas produk.

05 0.10 7 0.V10-V500 Bulk density (g/cm3) Tap density (g/cm3) Haussner balance Carr index (%) Kadar kelembaban (%) 6 0.8 Formula IV biplanar. berwarna merah-coklat 12 3. Hasil evaluasi/uji kuantitas dan kualitas tablet beta karoten Parameter Penampilan Formula I biplanar.80 1. di bawah ini.590 0.76 398.vitamin E (mg/tablet) -ascorbic acid (mg/tablet) Friabilitas (%) Kekerasan (N) Waktu hancur (min.15 4.55 1.1 105 8.06 56.59 1.600 0.8 12 3. Tabel 4.) 6.4 7.2.1 100 7.22 29.30 96.10 242.52 0.83 458.18 747.61 97.2.07 25. berwarna merah-coklat 12 4.2 93 7.630 0.755 1. Evaluasi/Penilaian Sifat Fisik Tablet Hasil evaluasi atau uji terhadap tablet diperlihatkan dalam tabel 4.12 29.675 1. Inggrid Tania 1006733013 | Teknologi Sediaan Farmasi 31 .21 17.3 90 7.8 Formula II biplanar.2.2 dr.198 16.05 497. berwarna merah-coklat 12 4.98 <0.3 Formula III biplanar.23 7 0.46 <0.1 12.144 12.730 1. berwarna merah-coklat Diameter (mm) tinggi (mm) Bobot rata-rata (mg) Assay: -beta-carotene (mg/tablet) .19 125.2 6.

Evaluasi Lain Selain evaluasi fisik.0 mg 15 minggu 7. misalnya Farmakope Eropa. friabilitas yang mimimum.3. pembuatan tablet beta karoten – vitamin C – vitamin E dapat dilakukan dengan mudah. dan waktu hancur yanng baik serta laju disolusi yang sangat baik.8 93. Inggrid Tania 1006733013 | Teknologi Sediaan Farmasi 32 . Penutup Dengan metode kempa langsung dan pemilihan bahan yang tepat serta formulasi yang sesuai.18 Selain formulasi yang telah ditampilkan di atas.3. misalnya uji stabilitas kimia.18 Tablet yang dihasilkan telah memenuhi spesifikasi kualitas yang disyaratkan oleh beragam Farmakope.6 4.8 mg V.7 93. perlu pula dilakukan evaluasi kimia. Tablet-tablet ini juga menunjukkan resistensi mekanik yang tinggi.2 92. Uji stabilitas kimia tablet beta karoten (40˚C. sehingga menjamin kestabilan produk dengan menghindari faktor panas dan kelembaban selama proses produksi. ada lagi beberapa formulasi tablet beta karoten – vitamin C – vitamin E yang dapat dibuat berdasarkan referensi lain. Berikut contoh formulasi dan cara pembuatannya:25 dr. yang hasilnya dapat berupa tabel di bawah ini:23. dan lain-lain. closed) 0 minggu Beta karoten 8.24 Tabel 4.Disolusi (%) setelah 30 menit 89.

Inggrid Tania 1006733013 | Teknologi Sediaan Farmasi 33 .dr.

jp/en/. 8. Farmakope Indonesia. Edisi III. Diakses 9 Januari 2012. Article-008: 48-54. Volume 5. J Pharm Pharmaceut Sci.pharmainfo. Suprapto. Thakkar JH. 2. Patel CA. 1995. Januari 2012. 6. Departemen Kesehatan RI. Gohel MC. 3. 1979.id/files. Diunduh dari: http://www. Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Bizen Chemical Co. ums.staff.ch/Vifor/en/services/. Gohel MC. Formulation and Processing. Vifor Pharma. 7. Surakarta: Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Departemen Kesehatan RI. Dinata LPD. Diakses 9 Januari 2012. Diunduh dari: http://www. Solanki HK.bizen-c.co.id/?p=29. Don) dengan Bahan Pengikat Gelatin dan Gom Arab pada Berbagai Konsentrasi. Recent Advances in Granulation Technology. International Journal of Pharmaceutical Sciences Review and Research. Inggrid Tania 1006733013 | Teknologi Sediaan Farmasi 34 . Diunduh dari: http://www.Ltd. Issue 3.ac. Diakses 9 Januari 2012. Solid Dosage Forms. Edisi III. Tablet: The Ruling Dosage Form Since Years.vifor. 10. Mengenal Bentuk-Bentuk Sediaan Obat (Sediaan Farmasi). Tousey MD. Farmakope Indonesia.ac. Saifullah TN. Diunduh dari: http://www. 9.ugm. Basuri. Pharmaceutical Technology TABLETING & GRANULATION. Formulasi Tablet Ekstrak Herba Tapak Dara (Catharantus roseus (L) G. 11. Diakses 9 Januari 2012.saifullah. 8(1). Dunduh dari: http://www. The Granulation Process 101: Basic Technologies for Tablet Making. 2005: 76-93. 5. Diakses 9 dr.DAFTAR PUSTAKA 1. 4. Skripsi. 2009. A Review of Co-processed Directly Compressible Excipients. November-December 2010. 2002: 8-13. Jakarta: Departemen Kesehatan RI.net/tablet-ruling-dosage-form-years/. Eksipien untuk Formulasi Sediaan Tablet. Jakarta: Departemen Kesehatan RI.

Inggrid Tania 1006733013 | Teknologi Sediaan Farmasi 35 . Sheskey PJ. 24. Challem J. Anonim. An Evidence-Based Update on Vitamins. 15. Schwartz JB. Vitamin Basics . 13. Antal I. Kalász H.com/article. Beta Carotene – A Beautiful Colorant and A Nutritional Precursor of Vitamin A. Nutritional ingredients that support healthy ageing. 19. BASF Ludipress® and Ludipress LCE Brochure. 17. Functional Ingredients. Volume 1. Diakses 9 Januari 2012. Diunduh dari: http://www. Editor. Tablet Formulation and Design. 2001: 55-56. ZMC.com/articles/2011/05/raw-materials-FunctionalExcipients/. 3rd Edition. New York: Informa Healthcare: 245. Volume I. 4th Edition. Spitzer V.. PharmPro Newsletter. Ludipress® and Ludipress LCE: The quickest route to direct tableting. LVI. Cretu E. et. Generic Drug Formulation. Editor. The New Era Of Functional Excipients . 23. 1989: 75-130. 22. dr.The Facts about Vitamins in Nutrition.An Innovative Approach In Design Of Dosage Forms.93 No. 2009. Ludipress. Dalam: Lieberman HA. Peck. Vol. January 2008: 32-40. 20. Handbook of Pharmaceutical Manufacturing Formulations – Compressed Solid Products.pharmaceuticalonline. Diakses 9 Januari 2012. Manufacturing Process and Characterization of Some BetaCarotene Tablets. 2008: 311-323. 13. Lachman L. Bühler V. 25. Current Medicinal Chemistry. 2007. New York: Marcel Dekker Inc. Banker. Niazi SK. Bühler V. 6th Edition. 21. 18. 1998: 93-94. Vol. Diunduh dari: http://www. Pharmaceutical Dosage Forms: Tablets. Baley. 14. McCurdy. 2nd Edition. Handbook of Pharmaceutical Excipients. Medicine and Health/Rhode Island. April 2010: 122-124. Generic Drug Formulation. 2nd Edition. BASF. Waldkirch: DSM.mvc/Ludipress-0001. Qiunn ME. ZMC Beta Carotene Brochure.12. 2006: 2535-2563. Hume AL.al. BASF.pharmpro. Rowe RC. London: Pharmaceutical Press. BASF. Drug Excipients. 16. FARMACIA. 3. Anonim.4. Orr KK. 2nd Edition.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful