Manusia Sebagai Makhluk yang Unik OPINI | 07 October 2011 | 10:24 105 0 Nihil

Jika anda memasuki suatu ruang kelas 1 Sekolah Dasar, kemungkinan besar anda akan menemukan banyak sekali aktivitas-aktivitas yang sedang dilakukan oleh para peserta didik, seperti bermain kejar-kejaran, bercerita mengenai apapun yang menarik baginya, menyanyi, menulis, menggambar, membaca buku maupun hanya diam membisu saja. Sepintas, aktivitas tersebut memang wajar dan biasa saja. Dari berbagai aktivitas peserta didik, seorang pendidik seyogyanya sudah dapat memahami potensi apa yang ada dalam diri siswanya. Sang guru juga harus memahami bahwa setiap siswanya berbeda secara akademis, fisik, atau sosial pada level yang sama. Untuk mengoptimalkan potensi individu, seorang pendidik hendaknya melakukan pendekatan individualisasi dan mengurangi instruksi kelompok tradisional. Pengajaran yang berturut-turut, rutinitas yang tetap serta model pembelajaran yang konvensional hanya mengabaikan kompleksitas nyata otak kita. Setiap otak itu unik Menurut Eric Jensen dalam buku Brain ± Based Learning, variabilitas otak para pembelajar merefleksikan banyak faktor, termasuk genetika dan pengaruh-pengaruh lingkungan. Koneksi antara sel-sel yang tercipta sebagai hasil dari pengalaman membentuk peta kognitif personal kita. Peta retinotectal kita (berpikir dan persepsi) sangat bervariasi dan memperlihatkan fluktuasi yang besar dalam batasan-batasannya sepanjang waktu. Dalam sistem visual saja, kita memiliki lebih dari tiga puluh pusat interkoneksi otak, yang masing-masing memiliki petanya sendirisendiri. Pembelajaran terjadi ketika peta-peta ini, atau jaringan sel-sel saraf saling berbicara satu sama lain. Semakin terkoneksi jaringan-jaringan itu, semakin besar pemaknaan yang diperoleh seseorang dari pembelajaran. http://edukasi.kompasiana.com/2011/10/07/manusia-sebagai-makhluk-yang-unik/

Asas pendidikan yang kedua adalah asas Belajar Sepanjang Hayat. Ki Hajar Dewantoro. penulis juga bermaksud untuk ikut menjelaskan apa saja manifestasi ketiga asas pendidikan tersebut dalam dunia pendidikan Indonesia modern. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan secara singkat konsep dasar ketiga asas pendidikan di Indonesia tersebut. Asas yang pertama adalah asas Tut Wuri Handayani (berasal dari Bahasa Sansekerta yang berarti Jika di belakang mengawasi dengan awas ). maka di titik itu pulalah kita akan sering bersinggungan dengan apa yang disebut asas-asas dalam hal ini asas-asas pendidikan. Hal ini karena asas-asas pendidikan telah disepakati sebagai suatu kebenaran yang menjadi dasar atau tumpuan berpikir. baik pada tahap perancangan maupun pelaksanaan pendidikan (Tirtarahardja.Asas-asas Pendidikan Indonesia dan Manifestasinya dalam Sistem Pendidikan Indonesia Oleh: Irfan Nugroho Pengantar Ketika kita dihadapkan pada suatu tata kelola pendidikan. Sistem pendidikan Indonesia mengenal adanya tiga asas-asas pendidikan. Asas Tut Wuri Handayani Pertama kali dicetuskan oleh tokoh sentral pendidikan Indonesia. Selain itu. semboyan Tut Wuri Handayani merupakan satu dari tujuh asas Perguruan . 1994). sedang asas yang terakhir adalah asas Kemandirian dalam Belajar. pada medio 1922.

maka konsep Tut Wuri Handayani termanifestasi ke dalam sistem KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan). seperti apa yang tercantum dalam Undangundang Nomer 23 Tahun 2003. Maka bukan tidak mungkin. Dari kutipan tersebut kiranya dapat ditarik kesimpulan bahwasanya tujuan dari pembelajaran ala Taman Siswa dan pendidikan di Indonesia pada umumnya adalah menciptakan kehidupan yang tertib dan damai (Tata dan Tenteram. semboyan Tut Wuri Handayani termaktub dalam butir pertama yang berbunyi. Dengan sistem kurikulum yang terbaru ini. Peran guru dalam sistem KTSP lebih cenderung sebagai pemberi dorongan karena adanya pergeseran paradigma pengajaran dan pembelajaran. 1994: 120). dan tidak terus menerus dicampuri. dan hukuman dengan Sistem Among khas ala Perguruan Taman Siswa. pengawas. 1994: 119). Dalam KTSP. Sistem Among berkeyakinan bahwa guru adalah pamong. Perguruan Taman Siswa menggunakan asas tersebut untuk melegitimasi tekad mereka untuk mengubah sistem pendidikan model lama yang cenderung bersifat paksaan. Orde on Vrede) (Tirharahardja. Inti dari istilah berjalan sendiri tentunya sama dengan konsep dari mandiri yang dalam Asas Kemandirian dalam Belajar bermakna menghindari campur tangan guru namun (guru juga harus) selalu siap untuk ulur tangan apabila diperlukan (Tirtarahardja. Sesuai dengan semboyan Tut Wuri Handayani di atas. para pendidik (guru) diharapkan mampu melejitkan semangat atau motivasi peserta didiknya. Jika menilik Sistem Pendidikan Nasional Indonesia. yakni memberikan para peserta didik kesempatan untuk berjalan sendiri. efektif dan efisien manakala ada semangat yang kuat dari para peserta didik untuk mengembangkan dirinya melalui pendidikan. maka pamong atau guru di sini lebih cenderung menjadi navigator peserta didik yang diberi kesempatan untuk berjalan sendiri. Setiap orang mempunyai hak untuk mengatur dirinya sendiri dengan mengingat tertibnya persatuan dalam peri kehidupan. Dalam asas Perguruan Nasional Taman Siswa.Nasional Taman Siswa. perintah. Asas Kemandirian dalam Belajar Keberadaan Asas Kemandirian dalam Belajar memang satu jalur dengan apa yang menjadi agenda besar dari Asas Tut Wuri Handayani. Hal ini lantaran proses pengajaran dan pembelajaran hanya akan berjalan lancar. Dalam perkembangan selanjutnya. dari teacher oriented kepada student oriented. diperintah atau dipaksa (Tirtarahardja. jika KTSP juga merupakan wujud manifestasi dari asas pendidikan Indonesia Kemandirian dalam Belajar. dan pengarah kinerja para peserta didik. . guru bukan lagi sekedar penceramah melainkan pemberi dorongan.

peningkatan. dan organisator (Tirtarahardja. dan (5) mengakui kontribusi dari semua pengaruh pendidikan yang mungkin terjadi (Cropley. seorang guru yang berfaham Pembalajaran dan Pengajaran Kontekstual dituntut untuk mampu menjadi mentor dan guru privat (Johnson. pembaharuan. dalam Tirtarahardja. 1994: 121). (3) tujuan akhirnya adalah mengembangkan penyadaran diri setiap indiviu. menuntun. Umar Tirtarahardja (1994) lebih lanjut mengemukakan bahwa dalam Asas Kemandirian dalam Belajar. . 2009: 179). wujud manifestasi Asas Kemandirian dalam Belajar bukan hanya dalam berbentuk kurikulum KTSP. Dr. 1990: 25-26. 2009). seorang guru biasanya akan memantau siswa dalam belajar dan sesekali menyela proses belajar mereka untuk membenarkan. maka para peserta didik akan mampu membuat pilihan-pilihan positif tentang bagaimana mereka akan mengatasi kegelisahan dan kekacauan dalam kehidupan sehari-hari (Johnson. 1970: 2-3. Dengan kata lain. dan penyempurnaan secara sistematis. Oleh karena itu. namun juga fasilitator. dan member instruksi mendalam (Johnson. Johnson (2009) berpendapat bahwa dalam Pembelajaran Mandiri. guru yang hendak mewujudkan kemandirian peserta didik diharapkan mampu memberikan pengalaman yang membantu kepada siswa mandiri untuk menemukan cara menghubungkan sekolah dengan pengalaman dan pengetahuan mereka sebelumnya.1994: 123). namun juga dalam bentuk ko-kurikuler dan ekstra kurikuler sedang dalam lingkup perguruan tinggi terwujud dalam kegiatan tatap muka dan kegiatan terstruktur dan mandiri. Sebagai seorang guru privat. penyampai informasi. Konsep belajar sepanjang hayat sendiri telah didefinisikan dengan sangat baik oleh UNESCO Institute for Education. 2009: 177). Sulo Lipu La Sulo. Lebih lanjut Johnson mengungkapkan bahwa kelak jika proses belajar mandiri berjalan dengan baik. Dalam bukunya Contextual Teaching and Learning Elanie B. Kurikulum KTSP tentunya sangat membantu dalam agenda mewujudkan Asas Kemandirian dalam Belajar. Prof. (2) mengarah kepada pembentukan. lembaga di bawah naungan PBB yang terkonsentrasi dengan urusan pendidikan. guru tidak hanya sebagai pemberi dorongan. proses belajar mandiri atau Asas Kemandirian dalam Belajar akan mampu menggiring manusia untuk tetap Belajar sepanjang Hayatnya. yakni manusia Indonesia yang belajar sepanjang hayat. 1994: 123). Belajar sepanjang hayat merupakan pendidikan yang harus (1) meliputi seluruh hidup setiap individu. Asas Belajar sepanjang Hayat Mungkin inilah agenda besar pendidikan di Indonesia. Sebagai mentor.

html maksud siswa merupakan makhluk unik dan memiliki sifat universal Artikel dan berita tentang maksud siswa merupakan makhluk unik dan memiliki sifat universal mungkin telah berada pada daftar posting yang telah dipublis pada situs ini. maka Asas Belajar sepanjang Hayat juga termanifestasi dalam program pendidikan non-formal.com/2009/10/asas-asas-pendidikan-indonesia-dan. namun mungkin anda belum menuliskan kata kunci yang tepat.melodramaticmind. Sedang dalam konteks pendidikan di Indonesia. pada search di situs kafeilmu ini. maka pendekatan yang sangat mungkin digunakan untuk mencapai tujuan ini adalah melalui pendekatan Pembalajaran dan Pengajaran Kontekstual.com. Anda dapat melakukan pencarian dengan kata kunci yang lain. Selain KTSP yang notabene merupakan bagian dari pendidikan formal.html#ixzz1jneG9fDb siswa merupakan makhluk yang unik sekaligus memiliki sifat sifat universal apa implikasinya dalam dunia pendidikan khususnya pengajaran Artikel dan berita tentang siswa merupakan makhluk yang unik sekaligus memiliki sifat sifat universal apa implikasinya dalam dunia pendidikan khususnya pengajaran mungkin telah berada pada daftar posting yang telah dipublis pada situs ini. bila belum menemukan yang sesuai dengan siswa merupakan makhluk yang unik sekaligus memiliki sifat sifat universal apa implikasinya dalam dunia pendidikan khususnya pengajaran. Serta kami sertakan pula beberapa situs lain yang membahas maksud siswa merupakan makhluk unik dan memiliki sifat universal. konsep Pembelajaran dan Pengajaran Kontekstual sedikit banyak telah termanifestasi ke dalam sistem Kurikulim Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). seperti hubungan sosial dalam masyarakat dan keluarga tentunya. namun mungkin anda belum menuliskan kata kunci yang tepat.com/tema/maksud-siswa-merupakan-makhluk-unik-dan-memilikisifat-universal. Anda juga bisa request untuk memuat artikel tentang maksud siswa merupakan makhluk unik dan memiliki sifat universal pada kolom komentar.Jika diterapkan dalam sistem pendidikan yang berlaku saat ini. Bahkan anda dapat juga dapat mengirimkan artikel Anda ke email kami. seperti program pemberantasa buta aksara untuk warga Indonesia yang telah berusia lanjut. atau dengan melihat daftar post berikut ini yang mungkin mempunyai materi yang diinginkan. bila belum menemukan yang sesuai dengan maksud siswa merupakan makhluk unik dan memiliki sifat universal. http://www. mykafes@gmail. dan juga program pendidikan informal. Anda dapat melakukan pencarian dengan kata kunci yang . Read more: http://kafeilmu.

Sebagaimanamakhlukhidup. atauberinteraksilangsungdenganpihak lainyangmemberikan suatuaksiatautindakanpadadirinya. atau dengan melihat daftar post berikut ini yang mungkin mempunyai materi yang diinginkan. tumbuh-tumbuhandanjugabinatang. KeberadaanmanusiatersebutapabiladibandingkandenganciptaanTuhanlainnya. Bendamatitidakdapatberbuatapa-apa. Anda juga bisa request untuk memuat artikel tentang asas pendidikan untuk semua pada kolom komentar.MANUSIASEBAGAIMAHLUKBUDAYA1. manusiajugamempunyai akalyangdapatmemperhitungkantindakannya yangkompleks .3. Manusia merupakanmakhlukciptaanTuhanyangtertinggidanpalingberadabdibandingkan denganciptaanTuhanlainnya.lain.html#ixzz1jneQRjj8 asas pendidikan untuk semua Artikel dan berita tentang asas pendidikan untuk semua mungkin telah berada pada daftar posting yang telah dipublis pada situs ini.com/tema/siswa-merupakan-makhluk-yang-unik-sekaligusmemiliki-sifat-sifat-universal-apa-implikasinya-dalam-dunia-pendidikan-khususnyapengajaran.3.Sehinggabendamatiiniseringkalidijadikan alat untuk membantu atau menopang kehidupan manusia. Anda dapat melakukan pencarian dengan kata kunci yang lain.mempunyaiemosi.Sedangkanmanusia mempunyaitingkatanlebihtinggilagikarenaselainmempunyaiciri-cirisebagaimana makhlukhidupdiatas. namun mungkin anda belum menuliskan kata kunci yang tepat. namuntidakadasalahnyaperludikemukakanjuga mengenaihakekatmanusia itusendiri.namuniatidakdapatberpindah. Misalnyatumbuh-tumbuhantidakdapat:berjalan. serta lebih karena adanya dorongan nalurinya saja. Demikianpuladenganbinatang.html#ixzz1jneqb2oc 1. mykafes@gmail. Anda juga bisa request untuk memuat artikel tentang siswa merupakan makhluk yang unik sekaligus memiliki sifat sifat universal apa implikasinya dalam dunia pendidikan khususnya pengajaran pada kolom komentar. Read more: http://kafeilmu. yaitubendamati. mykafes@gmail.tumbuh-tumbuhanjugatumbuh danberkembang.tertawaketika disiramataudiberipupuk. Read more: http://kafeilmu.com/tema/asas-pendidikan-untuk-semua.namunapayangdilakukannyahanyadalam lingkupdan proses belajar yang terbatas. berlari.yangwalaupunia dapatberpindah-pindah. Bahkan anda dapat juga dapat mengirimkan artikel Anda ke email kami.1 Hakekat Keberadaan Manusia Sebelumnyatelahdibahasbahwamanusiasebagaimahluk individudansosial.marahketikaditebang. Serta kami sertakan pula beberapa situs lain yang membahas siswa merupakan makhluk yang unik sekaligus memiliki sifat sifat universal apa implikasinya dalam dunia pendidikan khususnya pengajaran.com. bila belum menemukan yang sesuai dengan asas pendidikan untuk semua. pada search di situs kafeilmu ini. Bahkan anda dapat juga dapat mengirimkan artikel Anda ke email kami.com. kecuali ada dorongan atau tindakan dari ciptaan Tuhan lainnya sebagaimakhlukhidupterhadapbendamatiitu. Serta kami sertakan pula beberapa situs lain yang membahas asas pendidikan untuk semua. mempunyaiemosidandapatberinteraksimaupunberkomunikasi. meresponketikadiajakberinteraksiatauberkomunikasi. atau dengan melihat daftar post berikut ini yang mungkin mempunyai materi yang diinginkan. pada search di situs kafeilmu ini.

Sumpah pemuda yang menyatakan bahwa Indonesia berbahasa satu yakni bahasa Indonesia sepertinya tidak terbukti. sistem perlambangan digunakan manusia sebagaimakhlukbudayadalamsegala bidangdalamberinteraksidanberkomunikasidengan manusia atau makhluk lainnya. atau siapa? Mungkin kita akan sama posisinya dengan guru dan pegawai itu jika pertanyaan bocah tersebut mampir ke saya dan anda yang juga adalah seorang guru.com/doc/44436778/4/MANUSIA-SEBAGAI-MAHLUK-BUDAYA Theosofi. Olehkarena itumanusia jugadikatakansebagaianimalsimbolikumyang mempunyaidoronganuntukmenciptasimbol-simbol tersebut. termasuk motto yang sudah menjadi sabda di dalam dunia pendidikan itu. Contohdari sistemperlambangandisiniadalahbahasa.19melaluiprosesbelajaryangterusmenerus. manusiaadalahmakhlukbudaya yangunik. Secaraumum.Dalam hubungannyadenganmanusiadikatakanjugasebagaimakhluk budayamakamanusiadiartikanjugasebagaimakhlukyangdengan kegiatanakalnyadapat mengubahdanbahkandapatmenciptakanrealitasmelaluisimbol-simbolatausistemperlambangan. Kalimat Ing Ngarso Sung Tulodo.Unikkarena antaramakhlukhidup yangsatudanlainnyaberbeda. Ki Hadjar Dewantara. Namun konteks kalimat ini disini tidak jelas dalam .manusiaadalah universalkarenasetiapmanusiadianugrahiTuhanakalyangdapatberkembangterusmelaluiprosesbelajarkebudayaandalammemenuhi kebutuhan-kebutuhanhidupnya.Sehinggamakhlukbudayadapatdiartikansebagaimakhluk yang memiliki pikiran atau akal budi. Ini bukan berarti kita anti terhadap hal berbau Jawa. anda.yangmelambangkansesuatuberdasarkansistempolahubunganantarabenda. siapapundandimanapunmanusiaberadaiaadalahmakhlukbudaya yang mempunyaiakalpikiran. tanpa didudukkan makna dan sejarah dibaliknya. http://www.Sedangkansebagaimakhlukbudaya. Selain bahasa.2001:169). Tut Wuri adalah kalimat yang dilontarkan Ki Hajar Dewantara yang bermakna ³Di depan memberi teladan. Budaya diartikan sebagai pikiran atau akal budi (PusatBahasaDiknas. melainkan dengan hal ini kita bisa mengukur dan bertanya kembali kepada diri kita tentang berbagai motto yang mencekoki anak didik kita dari kecil sampai dewasa. kenapa kita masih sering memakai istilah Jawa pada banyak hal. Siapa yang tahu jawaban bocah itu? Saya.lukisan. Sehinggadalamlingkupyang lebihluassebagaibagiandarikumpulan/kelompokmanusiaataumasyarakatakanmempunyaikebudayaan yangberagamkarenamerekaberpikirataumengalamiprosesbelajardalamberinteraksidanmenyesuaikandiridenganlingkungandan kebutuhannya masing-masing. Sederhananya. dan sebagainyadenganyangapayangdilambangkan.Dengandemikiansebagaianimal simbolikummanusiaadalahunikkarenatiapmanusiamempunyaikebutuhandankemampuanmenciptakanataumengekspresikan segalasesuatudenganlambangatausimbol-simbolitusecaraberbeda-beda. Sedangkandalamkonteksindividual. Selainitumanusiadikatakanpulasebagai makhluk budaya.tanda-tanda atauisyarat-isyarat.scribd.Secarauniversal. di belakang memberi dorongan´. Bahasadisinitidakhanya yangverbaltapijugaberupatulisan.dalamberperilaku.tindakan.Aspek yangterkaitdenganhakekatmanusiasebagaimakhlukbudayaantaralainadalahunik danuniversal. Ing Madyo Mangun Karso. perilakumanusiasebagaimakhlukbudaya merupakangabungandariadanyaunsur fisik/ragadanmental/kepribadiannya. di tengah memberi bimbingan.menciptakandanmengekspresikansimbol-simbol. dan Pendidkan Indonesia Dialog diatas sejatinya hanyalah representasi bahwa mental pendidikan bangsa ini adalah mental formil. Sehingga yangberkembangdalamdirimanusiaadalahtidakhanyaraganyanamunjuga ia berkembang secara emosional dan intelektual.

Doa iftitah dalam shalat daim pun.konteks apa. ta¶dib atau tarbiyah selalu didasari pada tauhid kepada Allahuta¶la. Seperti dikutip dari buku Bambang Dewantara. terlihat janggal dan aneh. tapi shalat daim dalam ³mazhab´ Taman Siswa saat itu adalah shalat dalam perspektif kebatinan yakni menjalankan kebaikan terus menerus. dan primbon jawa. objektif. Ki Hadjar berkeyakinan bahwa sumber gerak evolusi seluruh alam semesta adalah kasih sayang ilahi. Maka ia menjadi netral agama. . dan tanpa sekat keyakinan agama. Buya Hamka pernah menyatakan. Ki Hajar Dewantara memang terkenal sebagai penganut theosofi. shalat disini tidak seperti shalat umumnya umat Islam. Konteks inilah yang sekarang kita kenal dengan faham musyrik modern. Yang menjalankan ritual shalat Daim´ Dalam kepercayaan kebatinan. klenik. yang berjudul 100 Tahun Ki Hadjar Dewantara. ³Taman Siswa adalah gearakan abangan. Inilah yang disebut dengan isitlah kodrat alam yang diperhamba dan aspek yang dipertuhan dari setiap benda-benda. yakni pluralisme agama Ia mendirikan Perguruan Taman Siswa pada tahun 1922 di Yigyakarta yang sangat berkiblat ke Barat. Padahal dalam konsep pendidikan Islam. Ki Hadjar mengatakan bahwa semua agama di dunia sama karena mengajarkan asas kasih sayang kepada semua manusia dan mengajarkan perihal kedudukan manusia yang terhormat di hadapan tuhannya. Ia tidak bisa netral. Ketika menyinggung keberadaan Taman Siswa.

tetapi menjalankan ibadah dengan perilaku kebaikan sepanjang hari.htm Mataharsa y Perihal 14 Desember 2009 Ing Ngarso Sung Tulodo. di tengah .eramuslim. Tut Wuri Handayani. tahiyat adalah kuatnya tauhidku. daripada relijius tapi jahat. juga menyatakan bahwa Ki Hadjar Dewantara adalah seorang theosofi yang mengamalkan kebatinan. TUT WURI HANDAYANI´ (Di depan memberi teladan. Ia lebih mementingkan ³Hakikat´ daripada ³Syariat´. Orang yang mengamalkan hakikat tidak lagi beribadah dengan berpatokan pada aturan syariat. Karena kebenaran yang tertinggi adalah kebenaran itu sendiri. ING MADYO MANGUN KARSO. Dalam kepercayaan Kejawen tahap hakikat adalah perjumpaan dengan kebenaran. Duduk adalah tetapnya imanku. Berdirinya adalah hidup. Lebih baik jadi menjadi orang humanis. ³Apa pak Menteri juga tahu artinya?´ Mungkin begitu kata bocah kecil tadi ketika sampai di kantor Mendiknas. Islam mengajarkan makna yang jelas dan terukur. Ing Madyo Mangun Karso. Kalau sudah begitu. Islamku adalah kiblatnya. tidak memaki moto pendidikan yang jelas saja seperti: Iman. Tut Wuri Handayani Diarsipkan di bawah: Cerita. kiblatnya adalah menghadap fikiranku´ Niels Mulders. Pengalaman trissa @ 23:08 and Jaman masih sekolah dulu. dan Jihad. Opini. (pz) http://www. Ing Madyo Mangun Karso. kenapa kita yang katanya bermayoritas muslim. Atau Tauhid. I¶tidalnya adalah kupingku. hal ini lebih cocok dan dekat dengan ketakwaan daripada motto yang jelasjelas didirikan oleh penganut theosofi dan kita sendiri tidak mengerti apa maknanya: Ing Ngarso Sung Tulodo. bacaan ayatnya adalah mulutku. Ilmu. salamnya adalah makrifatnya. sujudnya adalah hidungku. Rukuknya adalah mataku. Kata berperilaku baik disitu adalah tanda kutip bagi kita? Berperilaku baik seperti apa? Tidak lain dalam konteks theosofi bahwa orang yang berperilaku baik tidak mesti beragama. Ilmu dan Amal. semboyan ³ING NGARSO SUNG TULODO. konsep menjadi orang baik dalam Islam tidak pernah dilepaskan dari sudut pandangan agama.com/berita/tahukah-anda/theosofi-dan-ing-ngarso-sung-tulodo-ingmadyo-mangun-karso-tut-wuri-handayani. dalam karyanya Mistisme Jawa seperti dikutip Artawijaya dalam bukunya ³Gerakan Theosofi´. Karena itu. Seperti sebuah harian cetak di Indonesia: Kebenaran tidak pernah memihak! Pertanyaannya sebetulnya sederhana.³Aku berniat shalat daim untuk selama hidupku.

Terutama ³Tut Wuri Handayani´ pasti melekat banget dalam ingatan. Ketika dia terjatuh dia akan berusaha untuk bangkit sendiri.com/2009/12/14/ing-ngarso-sung-tulodo-ing-madyo-mangunkarso-tut-wuri-handayani/ Aliran-aliran Pokok Pendidikan di Indonesia Filed under: Uncategorized April 29. bila sedang menghadapi permasalahan lebih cepat recoverynya daripada anak yang selalu terus menerus dibantu. Mudah-mudahan aku bisa memberikan pendidikan yang terbaik bagi anak-anakku : memberi tauladan. Yang sering kali salah kaprah. cenderung menunda-nunda dan berharap orang lain yang akan menyelesaikan masalahnya atau masalah itu hilang dengan sendirinya. Tapi memang begitulah aku cara aku mendidiknya. Aku membiarkan dia berjalan sendiri di depan sambil mengamati dari belakang. anak yang dimanja seringkali kurang memiliki kemampuan untuk menyelesaikan masalah. Tidak hanya mengajarkan anak-anak dengan teori-teori tetapi lebih kepada memberikan contoh melalui sikap dan kelakuan. http://mataharsa.blogdetik. 2011 1. Aliran-Aliran Pokok Pendidikan di Indonesia Tinggalkan komentar Dari berbagai aliran pendidikan di Indonesia ada dua aliran pokok yang perlu kita pelajari yaitu Pendidikan Taman Siswa dan Pendidikan INS (Institut Nasional Syafe¶i).memberi bimbingan. Anak yang mandiri. Dipandangan orang-orang di sekitarku mungkin mereka menganggap aku ibu yang tidak peduli kepada anaknya. di belakang memberi dorongan) sering banget dipropagandakan. tidak sebentar-sebentar mengandalkan orang tuanya untuk mengangkatnya.5 tahun) berjalan-jalan di sekitar rumah. posesif (mengawasi terus menerus. karena aku membiarkan dia berjalan sendiri dan terjatuh pula. Orang tua / guru senantiasa harus memberi bimbingan agar anak nantinya tetap berada di jalur yang benar. (Kayaknya gak mungkin deh« malah yang ada masalahnya makin bertambah) Prinsip semboyan ini: orangtua / guru semestinya menjadi tauladan bagi anaknya. yang namanya orang tua suka otoriter (ingin selalu dihormati / ditauladani dengan paksaan). Kebalikannya. sebaliknya aku membiarkan dia berdiri sendiri. Orang tua / guru harus memberi dorongan dan semangat agar anak mau maju. Biarkan orang mau berkata apa« aku bukan tidak peduli tapi justru aku mengajarkan anakku untuk menjadi anak yang mandiri. Baru terasa ketika si-anak menjadi dewasa. menjadi teman yang bersisian dan menjadi orang tua yang selalu mensupport mereka. Dan bila dia mulai menangis barulah aku turun tangan. Lalu dia terjatuh tapi aku tidak langsung mengangkatnya. Hal ini antara lain . Kenapa juga tiba-tiba inget sama semboyan ini?? Tiba-tiba saja tercetus dalam ingatan ketika sedang menemani anakku Keyke (1. cenderung membelenggu kebebasan anak dengan berbagai aturan) dan Mengkritik / mencela jika anak gagal mengerjakan pekerjaannya kurang sempurna.

serta sehat jasmaninya untuk menjadi anggota masyarakat yang berguna dan bertanggung jawab atas keserasian bangsa. sesuai dengan pandangan hidup bangsa Indonesia. Kemudian ditambahkan dengan asas kemerdekaan. asas kodrat alam. asas kebangsaan. wilayah. maupun kepentingan hasil pendidikan misalnya hanya untuk menyiapkan pegawai rendahan yang dibutuhkan oleh Belanda. 4) Bahwa pengajaran harus tersebar luas sampai dapat menjangkau kepada seluruh rakyat. dan keagamaan. Disamping itu waktu pendiriannya terutama karena mereaksi pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah kolonial Belanda yang sangat tidak menguntungkan kepentingan bangsa Indonesia. 3) Bahwa pengajaran harus berdasar pada kebudayaan dan kebangsaan sendiri. baik kesempatan yang diberikan. diskriminasi bangsa dan golongan. 1. . asas kebudayaan. a. baik berupa ikatan lahir maupun ikatan batin. tanah air.karena latar belakang dan kepentingan pendiriannya untuk semua bangsa secara umum tanpa melihat ras. suku. daerah. serta manusia pada umumnya. atau golongan tertentu saja. 5) Bahwa untuk mengejar kemerdekaan hidup yang sepenuhnya lahir maupun batin hendaknyadiusahakan dengan kekuatan sendiri. keyakinan. 1. 2) Bahwa pengajaran harus memberi pengetahuan yang berfaedah yang dalam arti lahir dan batin dapat memerdekan diri. dan menolak bantuan apapun dan dari siapapun yang mengikat. 7) Bahwa dalam mendidik anak-anak perlu adanya keiklasan lahir dan batin untuk mengobarkan segala kepentinganpribadi demi keselamatan dan kebahagiaan anak-anak. 2) Membangun anak didik menjadi manusia yang merdeka lahir dan batin. 6) Bahwa sebagai konsekuensi hidup dengan kekuatan sendiri maka harus mutlak harus membelanjai sendiri segala usaha yang dilakukan. dan asas kemanusiaan. Tujuan Taman Siswa 1) Sebagai badan perjuangan kebudayaan dan pembangunan masyarakat tertib dan damai. luhur akal budinya. Asas Taman Siswa 1) Bahwa setiap orang mempunyai hak mengatur dirinya sendiri dengan mengingat terbitnya persatuan dalam peri kehidupan umum. y Perguruan Kebangsaan Taman Siswa Perguruan Kebangsaan Taman Siswa didirikan oleh Ki Hajar Dewantara pada tanggal 3 Juli 1932 di yogyakarta. yakni dalam bentuk yayasan.

Dalam ruang lingkup eksternal Taman siwa membentuk pusatpusat kegiatan kemasyarakatan. Upaya-upaya yang dilakukan Taman Siswa Beberapa usaha yang dilakukan oleh taman siswa adalah menyiapkan peserta didik yang cerdas dan memiliki kecakapan hidup.1. . serta mencetak buku-buku pelajaran. 1. lembaga-lembaga pendidikan dari Taman indria sampai Sarjana Wiyata. Ruang Pendidik INS Kayu Tanam Ruang Pendidik INS (Indonesia Nederlandsche School) didirikan oleh Mohammad Sjafei pada tanggal 31 Oktober 1926 di Kayu Taman (sumatera Barat). dan sejumlah besar alumni perguruan. menyiapkan tenaga guru atau pendidik. 1. dan penerbitan mjalah anak-anak Sendi. Upaya-upaya Ruang Pendidik INS Kayu Tanam Beberapa usaha yang dilakukan oleh Ruang Pendidik INS Kayu Tanam antara lain menyelenggarakan berbagai jenjang pendidikan. 5) Mengusahakan mandiri dalam pembiayaan. Asas dan Tujuan Ruang Pendidik INS Kayu Tanam 1) Berpikir logis dan rasional 2) Keaktifan atau kegiatan 3) Pendidikan masyarakat 4) Memperhatikan pembawaan anak 5) Menentang intelektualisme 1. Hasil-hasil yang Dicapai Taman siswa telah berhasil menemukan gagasan tentang pendidikan nasional. 1. Tujuan Ruang pendidik INS Kayu Tanam adalah: 1) Mendidik rakyat ke arah kemerdekaan 2) Memberi pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat 3) Mendidik para pemuda agar berguna untuk masyarakat 4) Menanamkan kepercayaan terhadap diri sendiri dan berani bertanggung jawab. 1.

sehingga banyak diikuti oleh pakar pendidikan. Aliran naturalisme Aliran ini dipelopori oleh J. Anak menjadi rusak atau tidak baik karena campur tangan manusia (masyarakat). Yang membatasi hasil pendidikan anak adalah pembawan dan lingkungannya. Aliran naturalisme menyatakan bahwa semua anak yang dilahirkan pada dasarnya dalam keadaan baik.1. Aliran ini menyatakan bahwa bakat. . beberapa ruang pendidikan (jenjang persekolahan). dan sejumlah alumni. Hasil-hasil yang Dicapai Ruang Pendidik INS Kayu Tanam Ruang Pendidik INS Kayu Tanam mengupayakan gagasan-gagasan tentang pendidikan nasional (utamanya pendidikan keterampilan/kerajinan). Dalam mendidik seorang anak hendaknya dikembalikan kepada alam agar pembawaan yang baik tersebut tidak dirusak oleh pendidik. sehingga pendidikan memiliki peran penting yang dapat menentukan keberadaan anak. Aliran ini melihat keberhasilan seseorang hanya dari pengalaman (pendidikan) yang diperolehnya. pembawaan dan lingkungan atau pengalamanlah yang menentukan pembentukan pribadi seseorang. 3. Aliran empirisme mengutamakan perkembangan manusia dari segi empirik yang secara eksternal dapat diamati dan mengabaikan pembawaan sebagai sisi internal manusia. sehingga tidak perlu dididik untuk menjadi baik. Pendidikan hanya memiliki kewajiban untuk memberikan kesempatan kepada anak untuk tumbuh dengan sendirinya. Bakat yang merupakan pembawaan seseorang akan menentukan nasibnya. sedangkan pembawaaan yang berupa bakat tidak diakui. Aliran nativisme (aliran pesimistik) Tokoh aliran ini adalah Arthur Schoupenhauer. 4. ADVER TI SEMENT http://srilestari13. Rousseau. Orang yang ³berbakat baik´ akan tetap baik dan tidak perlu dididik.com/2011/04/29/aliran-aliran-pokok-pendidikan-di-indonesia/ 1. Dengan kata lain pengalaman adalah sumber pengetahuan. Aliran empirisme (aliran optimisme) Aliran ini dimotori oleh John Locke. Orang yang ³berbakat tidak baik´ akan tetap tidak baik. bukan dari kemampuan dasar yang merupakan pembawaan lahir. Aliran konvergensi Aliran ini dipelopori oleh William Stern. Aliran ini merupakan kebalikan dari aliran empirisme. Pendidikan hendaknya diserahkan kepada alam.J. Aliran nativisme menyatakan bahwa perkembangan seseorang merupakan produk dari pembawaan yang berupa bakat. Pendidikan dijadikan sebagai penolong kepada anak untuk mengembangkan potensinya.wordpress. karena ia tidak mungkin akan terjerumus menjadi tidak baik. Aliran ini lebih realitis. Manusia dilahirkan dalam keadaan kosong. 2.

Jawaban terhadap persoalan-persoalan tersebut di atas akan sangat tergantung atau sangat ditentukan oleh filsafat atau pandangan hidup kita. pendekatan filosofis dan pendekatan ilmiah.yaitu pendekatan religius.htm BEBERAPA LANDASAN DALAM PENDIDIKAN (1) Written by Munir Yusuf on February 1. tetapi memahami tujuan akhir. yaitu: radikal. Nilai dan tujuan hidup memang merupakan fakta. malainkan perlu perenungan yang lebih mendalam. 2010 13 Comments Landasan Filosofis dalam Pendidikan Dalam mempelajari pendidikan sebagai suatu teori.net/materi/ilmu_pendidikan/bab_5. http://www. ada beberapa pendekatan yang dilakukan. 3) Dengan cara-cara bagaimana cita-cita pendidikan dapat dicapai.http://moshimoshi. yaitu: 1) apakah pendidikan itu. 2) apa yang seharusnya dicapai oleh pendidikan. Dalam hubunganya dengan pendidikan.netne. Filsafat akan menelaah suatu realita dengan lebih luas.com/beberapa-landasan-dalam-pendidikan-1. Dari deskripsi tersebut dapat dipahami bahwa filsafat sesungguhnya menjadi salah satu sarana bagi upaya-upaya pemecahan dan penemuan di bidang pendidikan. Dengan pendekatan filosofis filsafat akan mencoba menjawab tiga pertanyaan pendidikan secara menyeluruh. yang bersumber kepada tujuan serta pandangan hidup manusia. pendidikan berhubungan langsung dengan tujuan hidup dan kehidupan individu maupun masyarakat yang menyelengarakan pendidikan. Pengetahuan atau teori pendidikan yang dihasilkan dengan pendekatan filsafat ini ialah ³filsafat pendidikan´. Pendidikan tidak dapat dipahami seluruhnya. sesuai dengan ciri-ciri berfikir filsafat. Seperti dipahami.muniryusuf.html . Pendekatan filsafat terhadap pendidikan adalah suatu pendekatan untuk menelaah dan memecahkan masalah-masalah pendidikan dengan menggunakan prnsip-prinsip filsafat. tetapi pembahsannya tidak bisa dilakukan hanya dengan menggunakan cara-cara yang dilakukan oleh ilmu pengetahuan lainnya. sistematis dan universal. Menurut henderson: ³Filsafat pendidikan adalah filsafat yang diterapkan untuk menelaah dan memecahkan masalah-masalah pendidikan´. tujuan pendidikan adalah bersumber dari tujuan hidup manusia demikian juga nilai menjadi pandangan hidup manusia.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful