Seni patung

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Belum Diperiksa

salah satu karya seni patung Seni patung adalah cabang seni rupa yang hasil karyanya berwujud tiga dimensi. Biasanya diciptakan dengan cara memahat, modeling (misalnya dengan bahan tanah liat) atau kasting (dengan cetakan).

Daftar isi
[sembunyikan]
• •

• •

1 Seni patung di Asia 2 Seni patung di Eropa o 2.1 Romawi Yunani Klasik o 2.2 Periode Gothik o 2.3 Renaisans o 2.4 Modernisme o 2.5 Seni patung kontemporer 3 Seni patung di Indonesia 4 Pematung Indonesia

[sunting] Seni patung di Asia

Berbagai macam jenis patung terdapat di banyak wilayah yang berbeda di Asia, biasanya dipengaruhi oleh agama Hindu dan Buddha. Sejumlah besar patung Hindu di Kamboja dijaga kelestariannya di Angkor, akan tetapi penjarahan terorganisir yang terjadi berdampak besar pada banyak situs peninggalan di negara itu. Lihat juga Angkor Wat. Di Thailand, kebanyakan patung dikhususkan pada bentuk Buddha. Di Indonesia, patungpatung yang dipengaruhi agama Hindu banyak ditemui di situs Candi Prambanan dan berbagai tempat di pulau Bali. Sedangkan pengaruh agama Buddha ditemui di situs Candi Borobudur. Di India, karya patung pertama kali ditemukan di peradaban Lembah Indus (3300-1700) SM. Ini adalah salah satu contoh awal karya patung di dunia. Kemudian, setelah Hinduisme, Buddhisme dan Jainisme berkembang lebih jauh, India menciptakan patungpatung tembaga serta pahatan batu dengan tingkat kerumitan yang besar, seperti yang terdapat pada hiasan-hiasan kuil Hindu, Jain dan Buddha. Artifak-artifak yang ditemukan di Republik Rakyat Cina berasal dari sekitar tahun 10.000 SM. Kebanyakan karya patung Tiongkok yang dipajang di museum berasal dari beberapa periode sejarah, Dinasti Zhou (1066-221 SM) menghasilkan bermacam-macam jenis bejana perunggu cetak dengan hiasan yang rumit. Dinasti Qin (221-206 SM) yang terkenal dengan patung barisan tentara yang dibuat dari terracota. Dinasti Han (206 SM 220AD) dengan patung-patung figur yang mengesankan kekuatan. Patung Buddha pertama ditemui pada periode Tiga Kerajaan (abad ketiga). Yang dianggap sebagai zaman keemasan Tiongkok adalah periode Dinasti Tang, pada saat perang saudara, patung-patung figur dekoratif dibuat dalam jumlah banyak dan diekspor untuk dana peperangan. Kemudian setelah akhir Dinasti Ming (akhir abad 17) hampir tidak ada patung yang dikoleksi museum, lebih banyak berupa perhiasan, batu mulia, atau gerabah--dan pada abad 20 yang gegap gempita sama sekali tidak ada karya yang dikenali sebagai karya patung, meskipun saat itu terdapat sekolah patung yang bercorak sosial realis pengaruh Soviet di awal dekade rezim komunis, dan pada pergantian abad, para pengrajin Tiongkok mulai mendominasi genre karya patung komersial (patung figur miniatur, mainan dsb) dan seniman garda depan Tiongkok mulai berpartisipasi dalam seni kontemporer Eropa Amerika. Di Jepang, karya patung dan lukisan yang tak terhitung banyaknya, seringkali di bawah sponsor pemerintah. Kebanyakan patung di Jepang dikaitkan dengan agama, dan seiring dengan berkurangnya peran tradisi Buddhisme, jenis penggunaan bahannya juga berkurang. Selama periode Kofun (abad ketiga), patung tanah liat yang disebut haniwa didirikan di luar makam. Di dalam Kondo yang berada di Horyu-ji terdapat Trinitas Shaka (623), patung Buddha yang berupa dua bodhisattva serta patung yang disebut dengan Para Raja Pengawal Empat Arah. Patung kayu (abad 9) mengambarkan Shakyamuni, salah satu bentuk Buddha, yang menghiasi bangunan sekunder di Muro-ji, adalah ciri khas dari patung awal periode Heian, dengan tubuh berat, dibalut lipatan draperi tebal yang dipahat dengan gaya hompa-shiki (ombak bergulung), serta ekspresi wajah yang terkesan serius dan menarik diri. Sekolah seni patung Kei, menciptakan gaya patung baru dan lebih realistik.

[sunting] Seni patung di Eropa
[sunting] Romawi Yunani Klasik
Seni patung klasik Eropa merujuk pada seni patung dari zaman Yunani Kuno, Romawi kuno serta peradaban Helenisasi dan Romanisasi atau pengaruh mereka dari sekitar tahun 500 SM sampai dengan kejatuhan Roma di tahun 476 AD, istilah patung klasik juga dipakai untuk patung modern yang dibuat dengan gaya klasik. Patung-patung klasik Eropa memiliki ciri-ciri sebagai berikut: 1. 2. 3. 4. Figur badan penuh: berupa laki-laki muda atletis atau wanita telanjang. Portrait: menunjukkan tanda-tanda usia atau karakter yang kuat. Memakai kostum serta atribut dewa-dewi klasik Peduli dengan naturalisme didasari dengan observasi, seringkali memakai model sungguhan.

Bentuk patung telanjang biasanya diterima secara luas oleh masyarakat, didasari pada lamanya tradisi yang mendukungnya. Tapi adakalanya, ada yang berkeberatan dengan tema ketelanjangan ini, biasanya dari kalangan fundamentalis moral dan relijius. Contohnya, beberapa patung Yunani koleksi Vatikan dihilangkan penisnya.

[sunting] Periode Gothik
Mata rantai yang menghubungkan seni, dalam hal ini adalah arsitektur, Eropa zaman pertengahan (Gothik) dengan seni arsitektur Romawi disebut dengan periode Romanesque. Karya dgseni patung Gothik awal adalah dari pengaruh agama Kristen, serta lahir dari dinding gereja dan biara. Patung yang terdapat di Chartres Cathedral (sekitar th. 1145) di Perancis merupakan karya patung awal zaman Gothik. Di Jerman, terdapat di Cathedral Bamberg dari tahun 1225. Di Inggris, karya patung hanya terbatas pada yang dipakai pada batu nisan serta dekorasi non figur (sebagian ini disebabkan karena ikonoklasme Cistercian). Di Italia, masih dipengaruh bentuk-bentuk zaman klasik, seperti yang terdapat pada mimbar Baptistery di Pisa serta di Siena.

[sunting] Renaisans
Pada zaman renaisans, seni patung juga turut dihidupkan kembali, bahkan dalam beberapa kasus lebih dulu dibandingkan dengan karya seni lain. Salah satu tokoh penting dalam masa ini adalah Donatello, dengan karya patung perunggunya, David (jangan keliru dengan David-nya Michelangelo). Ini merupakan karya patung awal zaman Renaisans. Demikian juga dengan Michelangelo yang selain membuat patung David, juga membuat Pietà. Patung David dari Michelangelo merupakan satu contoh gaya kontraposto dalam menggambarkan figur manusia. Masih ada beberapa periode dari zaman renaisans ke modernisme yang dipengaruhi oleh perubahan politik, gerakan kebudayaan atau hal lain, yaitu periode mannerisme, baroque dan neo klasik.

demikian juga pada irama volume dan ruang. Alberto Giacometti) atau lebih ekspresif. Carl Milles). Minimalisme. [sunting] Seni patung di Indonesia Seni patung di Indonesia adalah seni yang diciptaan dengan fungsinya sendiri . Futurisme. detail anatomi atau kostum dan lebih tertarik pada stilisasi bentuk. [sunting] Pematung Indonesia • • • • Dolorosa Sinaga Edhi Sunarso Gregorius Sidharta I Nyoman Nuarta . Kanada. gaya seni patung modern klasik kemudian diadopsi oleh dua penguasa totalitarian Eropa: Nazi Jerman dan Uni Soviet. Misalnya di beberapa tempat seperti Tiongkok. Istilah patung kinetik dipakai untuk patung yang dirancang untuk bisa bergerak. Seni patung modern klasik kurang berminat pada naturalisme. Gerakan modernis dalam karya seni patung menghasilkan karya Kubisme. Ia seringkali disebut sebagai seniman patung Impresionis. Alexander Calder. Beberapa seniman yang membuat karya patung kinetik adalah: Marcel Duchamp. stilisasi abstrak (Henry Moore. George Rickey dan Andy Warhol. Seiring dengan perkembangan waktu. Instalasi dan Pop art. Swedia dan Rusia diadakan festival patung es yang diselenggarakan secara berkala. Sementara di kawasan Eropa lain. contohnya di Bali patung digunakan untuk bersembahyang berbeda dengan daerah lain. [sunting] Seni patung kontemporer Patung domba Di zaman sekarang dimana seni kontemporer mulai berkembang pesat.sendiri. Jepang. patung bisa menjadi semacam 'seni pertunjukan'. gaya ini berubah menjadi bersifat dekoratif/art deco (Paul Manship.[sunting] Modernisme Auguste Rodin merupakan salah satu pematung Eropa terkenal dari awal abad 20.

karena muncul berbagai aliran baru seperti pada seni lukis dan cabang seni lainnya.000 tahun yang lalu dan boleh jadi juga karya Picasso yang baru saja diselesaikan pagi ini.? Merujuk kepada apa yang diutarakan oleh Sarah Newmeyer. karena seni tradisional merupakan sumber dari paham yang ada. sangat berbeda dengan seni kontemporer. Dari kedua penafsiran di atas. Bersifat religius dan magis Selalu mengacu pada . fashion dll Psikis: Mengurangi kejenuhan penikmat karya seni. Setiap karya seni modern selalu disertakan nama senimannya tersebut. Berikut adalah ciri-ciri dari seni tradisional : Nama seniman tidak disertakan pada karya. Ciri-ciri seni modern (Desain dan Seni Rupa) Minimalis Rasionalitas/Rationality Dominant bentuk-bentuk geometris Tidak ada unsur ornament Univeesal Fungsionalitas diprioritaskan Orisinalitas/kemurnian/purity Penguatan dalam konsep Kreativitas Memutus hubungan dengan sejarah 2. Sejarah dan tradisi dihidupkan kembali Ornamen dan dekorasi dianggap penting Kontradiksi (menyatu dengan yang lama) Seni dianggap sebagai bahasa atau system tanda (semiotika) Tidak mengedepankan fungsi Dari kedua aliran/paham di atas (modernisme dan postmodern).Seni Rupa Modern (Kontemporer) A. Perbedaan Modernisme dengan Posmodern (Seni Rupa dan Desain) Sebelum kita membahas perbedaan modernisme dengan postmodern dalam bidang seni. Unsur-unsur Modernisme Eksperimen Pembaruan (Inovation) Kebaruan (Novelty) Orisinalitas C. Seorang seniman modern akan melihat dunia yang sedang dihadapinya sebagai objek lukisan seolah-olah seperti baru saja objek itu diciptakan. cenderung mengagungkan fungsi menjadi nafas utama paham ini. Memberikan kemudahan masyarakat. Ciri-ciri dan Unsur Modernisme (Desain dan Seni Rupa) 1. karena seni kontemporer cenderung diartikan sebagai seni masa kini. Berikut adalah beberapa ciri postmodern yang menjadi sumber perbedaaannya dengan modernisme : Menolak gaya yang tunggal (universal)dan lebih memperjuangkan pluralisme gaya. Fungsi dan Tujuan Seni Modern 1. terbukti hanya menampilkan bentuk kaku. karena banyak penemuan-penemuan baru dari hasil eksperimen para seniman modern. Meningkatkan popularitas para seniman. perlu kita ketahui seperti apa ciri dari postmodern. 3. sehingga mengakibatkan msayarakat yang seragam. Bagaimana keterkaitan antara modernisme dengan kontemporer. Paham postmodern sangat sulit didefinisikan. 2. Karya seni modern cenderung mengedepankan kesederhanaan dan bersifat universal. B. mengabaikan keanekaragaman budaya bangsa-bangsa di dunia. sedangkan postmodern memberi ruang gerak yang lebih luas terhadap tumbuhnya kebudayaan bangsa-bangsa yang begitu berpariasi. Paham postmodern menyuarakan penentangannya terhadap kemapanan paham modern yang telah membawa manusia kehilangan jati dirinya. D. Pengertian Modernisme adalah aliran atau mazhab estetika pembaruan yang mengiringi perkembangan desain dan seni rupa pada umumnya menjelang abad ke-20. kita tentu tidak bisa lepas dari paham seni tradisional. karena seni modern selalu menyertakan nama senimannya pada setiap karya yang diciptakan. tetapi dari segi cirinya. karena dianggap sebagai karya bersama. Pada perkembangan akhir modernisme. serba kaku. kering dan mengakui seniman sebagai “MANUSIA JENIUS”. bahwa seni modern itu boleh jadi berupa gambar bison yang digoreskan 20. Seni tradisional adalah seni yang dibuat secara turun-temurun sebagai karya kolektif dari sebuah masyarakat. kita dapat membedakan antara modernisme dengan postmodern. Satu syarat yang masih dituntut oleh seni modern dan bahkan menjadi ciri khasnya ialah “kreativitas”. Memberi warna baru terhadap kebutuhan manusia baik secara fisik maupun psikis Fisik : Munculnya bentuk-bentuk desain arsitektur yang baru dan desain-desain lainnya seperti alat-alat transportasi.

com/2010/10/seni-rupa-modernkontemporer.blogspot.html Copyright aadesanjaya.budaya daerah setempat Ornamen selalu disertakan (diprioritaskan) Read more at: http://aadesanjaya.blogspot.com .

Hanya saja. golek. kulit. Pembentukan gaya seni rupa. Masa Perintisan .com/ Jejak panjang seni lukis modern Indonesia dirintis oleh Raden Saleh.blogspot. Seni lukis modern ini berjarak dengan seni lukis tradisional yang telah tumbuh dan berkembang berabad-abad sebelumnya. Punya karakter dan ciri khas sendiri. Seni rupa modern tidak lagi memahat patung nenek moyang dan menatah serta menyinggung tokoh-tokoh pewayangan dalam bermacam-macam bentuknya : wayang beber. Itulah judul salah satu lukisan legendaris hasil karya Raden Saleh Syarif Bustaman (1807 – 1880). krucil. BERBURU Banteng. Pendek kata. lantas tumbuh dan berkembang sejak era naturalisme-realis Mooi Indie hingga kembalinya gejala Realisme Romantik abad 21. pemilihan tema. 2008 at 8:09 am (artikel seni rupa) Berburu Banteng (R Saleh). seni rupa modern Indonesia sama sekali bersifat baru. ini tentu saja tidak masuk dalam kesadaran budaya mengimgat Indonesia saat itu masih merupakan bangsa terjajah. Foto: http://isandri. sebelum adanya kemerdekaan. perintisan seni lukis modern ini bagi bangsa Indonesia berlangsung ”secara tidak sengaja” atau ”tanpa direncanakan” mengingat terjadinya perintisan di tengah-tengah kegelapan dari zaman penjajahan. pemakaian bahan lukisan serta fungsi kegunaannya berbeda dengan seni lukis tradisional. Seni lukis modern sesungguhnya dimulai dengan masuknya penjajahan Belanda di Indonesia pada sekitar abad 17.100 Tahun Seni Lukis Modern Indonesia October 9. Dus. dengan wawasannya sebagai manusia budaya baru yang berpandangan universal. pelukis pribumi Indonesia yang disebut-sebut sebagai perintis aliran seni lukis modern (modern art) di tanah air. Raden Saleh melukis dengan maksud mengembangkan bakat seni pribadi atau potensi kreatif-artistik individu seniman.

Payen tertarik pada bakat Raden Saleh dan lantas berinisiatif memberikan bimbingan. Dalam surat seorang pejabat tinggi Belanda untuk Departemen van Kolonieen tertulis. Kebetulan pula di instansi itu ada pelukis keturunan Belgia. nyaris bersamaan dengan patahnya perlawanan Pangeran Diponegoro oleh Jenderal de Kock.Raden Saleh memang perintis seni lukis modern yang kesepian. terang gelap dan seterusnya. karakter. menilainya pantas mendapat ikatan dinas di departemennya. Caspar Reinwardt. Payen mengusulkan agar Raden Saleh bisa belajar ke Belanda. selama perjalanan ke Belanda Raden Saleh bertugas mengajari Inspektur Keuangan Belanda de Linge tentang adat-istiadat dan kebiasaan orang Jawa. bentuk. Kesenian. Namun. Terkesan dengan bakat luar biasa anak didiknya. Usul ini didukung oleh Gubernur Jenderal Van Der Capellen yang memerintah waktu itu (1819-1826) setelah ia melihat karya Raden Saleh. pendiri Kebun Raya Bogor sekaligus Direktur Pertanian.J Payen yang didatangkan dari Belanda untuk membuat lukisan pemandangan di Pulau Jawa untuk hiasan kantor Departemen van Kolonieen di Belanda. A. pada orang-orang Belanda atasannya di Batavia. Lahir dari rahim seorang ibu bernama Mas Adjeng Zarip Hoesen. Kegemaran menggambar mulai menonjol sewaktu bersekolah di sekolah rakyat (VolksSchool).Bahasa Jawa dan Bahasa Melayu. dan Ilmu Pengetahuan untuk Jawa dan pulau sekitarnya. Ia pun menugaskan Raden Saleh menggambar tipe-tipe orang Indonesia di daerah yang disinggahi. Kepiawaian teknik. ini cukup membantu Raden Saleh mendalami seni lukis Barat dan belajar teknik pembuatannya. Seorang kenalannya. dia diserahkan pamannya. Belanda. Tahun 1829. Payen juga mengajak pemuda Saleh dalam perjalanan dinas keliling Jawa mencari model pemandangan untuk lukisan. menjadi perhatian bagi pelukis-pelukis lain di Indonesia. Ciri khasnya adalah lebih banyak mengambil tema kehidupan kaum bangsawan dan kehidupan binatang.A. Ini menunjukkan kecakapan lain Raden Saleh. yang diterapkan dalam karya seni lukis tersebut. Bupati Semarang. Raden Saleh sejak kecil telah menampakkan bakat melukis yang kuat. . misalnya melukis dengan cat minyak. Payen memang tidak menonjol di kalangan ahli seni lukis di Belanda. Penguasaan teknik seni lukis masa akhir Renaissance Eropa yang bercorak realistisnaturalistis dengan jiwa romantis itu dilanjutkan oleh generasi pelukis Indonesia sepeninggal Raden Saleh. keberangkatannya itu menyandang misi lain. Keramahannya bergaul memudahkannya masuk ke lingkungan orang Belanda dan lembaga-lembaga elite Hindia-Belanda. namun mantan mahaguru Akademi Senirupa di Doornik. Saat itu dia tinggal di daerah Terbaya. Capellen membiayai Saleh belajar ke Belanda. dekat Semarang dan sejak usia 10 tahun. Prof.

namun pekerjaannya sebagai pelukis aliran realis-naturalis nantinya dilanjutkan oleh puteranya. Era Mooi Indie Baru kemudian pada awal abad ke-20. Wakidi di Padang (Sumatera Barat) sedangkan Pirngadi menetap di Jakarta. menempa diri dan mulai berkarya secara pribadi. Hanya saja. Dia memang tak mempunyai murid atau kawan yang mampu meneruskan bakat melukisnya. Alirannya sungguh berbeda dari para pelukis era Hindia Belanda. Wakidi (1889-1979) adalah pelukis berusia panjang. Masih sedikit jumlahnya. namun dia sendiri lahir di Plaju. . Dia memperoleh pendidikan di Kweekschool (Sekolah Pendidikan Guru) yang berdiri sejak 1837 di Bukittinggi. Wakidi (1889-1979) dan Raden Mas Pirngadi (1875-1936). Di sekolah inilah Wakidi mendalami pelajaran menggambar dan melukis (1903). atau sibuk dalam pergerakan nasional. perintis pergerakan nasional ”Budi Utomo”. Basoeki Abdullah (1915-1993). Abdullah wafat pada 1914. Mazhab Hindia Molek (1925-1938) ini tumbuh dan berkembang hingga menjelang kedatangan bala tentara Jepang. Diantaranya yang masih utuh adalah lukisan berjudul : Seorang tua dan Bola Dunia (1835). Tiga pelukis itu hidup berjauhan satu sama lain. Sumatera Selatan ini memilih untuk menetap di Sumatera Barat. Mereka adalah R Abdullah Suriosubroto (1878-1914). tetapi sesuai kenyataannya Abdullah malah belajar seni lukis di Den Haag. ada masa kekosongan yang cukup lama sejak wafatnya Raden Saleh pada 23 April 1880 di Bogor. Pelukis R Abdullah Suriosubroto adalah putera Dr Wahidin Sudirohusodo. Tetapi berlainan dengan ayahnya. Abdullah sama sekali tidak tertarik dengan dunia pergerakan.Yang menarik. muncullah sejumlah nama pelukis Indonesia yang dianggap pelanjut Raden Saleh. Harimau Minum (1863) dan Perkelahian dengan Singa (1870). dia mengambil jalan hidup berbeda. Bupati Majalengka (1852). Yang tertinggal ada hasil karyanya. Berburu Banteng (1851). Penangkapan Pangeran Diponegoro (1857). Dalam melukis pemandangan alam. Mereka berkarya tanpa pernah saling bertemu satu sama lain dan kemungkinan juga tidak banyak mengetahui karya satu sama lainnya. Dia berkesempatan belajar di negeri Belanda mengikuti tujuan ayahnya supaya Abdullah menempuh studi kedokteran. tema yang dilukis mirip yaitu berupaya menampilkan keindahan alam Indonesia. namun terbatas kemampuannya pada pelukisan keindahan alam. Wakidi yang orang tuanya asal Semarang. Hanya saja mereka belum menonjol saat itu. Ketiga pelukis itu lazim disebut masuk dalam mazhab Hindia Molek atau Mooi Indie. Abdullah dan Wakidi nampak lebih produktif maupun berkemampuan dibanding dengan Pirngadi yang tersita oleh pekerjaan rutinnya sebagai ilustrator museum antropologi di Jakarta. Abdullah menetap di Bandung (Jawa Barat). Saat itulah sejumlah pelukis pribumi Indonesia sedang belajar di berbagai sekolah.

Jadi. Dia menyelesaikan studinya di sekolah Katolik Solo untuk kemudian melanjutkan pendidikan seni lukisnya di Academic Voor Beldeende Kunsten sebagaimana mendiang ayahnya. Zaini. Nuzurlis Koto. AA Navis. Selain Basoeki Abdullah. Syafei pada tahun 1926. hingga petani. Poetera (Poesat Tenaga Rakyat). Alimin Tamin. Tumbijo. S Sudjojono. Nashar. Ipe Makruf. Nasjah Jamin. para pelukis lain yang masih meneruskan gaya realisme adalah R. Mara Karma. Diantara murid Wakidi tercatat tokoh proklamator Bung Hatta dan mantan Ketua MPRS Jenderal Besar Abdul Haris Nasution. Muslim Saleh. kaum buruh. Mukhtar Apin. Tidak hanya di Kweekschool. Namun setelah dewasa Abdullah yunior ini bertekad melanjutkan garis karya ayahnya. pemandangan alam dan lukisan binatang. beberapa tahun kemudian Wakidi ditawari menjadi guru di INS Kayutanam. Era Persagi . SIM (Seniman Indonesia Muda). seperti ada yang tergabung dalam sanggar Persagi (Persatuan Ahli Gambar Indonesia 1938-1942). maka tema-temanya pun mengalami perkembangan — tidak lagi terbatas pada keindahan alam. Soedarso. Adapun Basoeki Abdullah (1915-1993) memang tak pernah melihat wajah sang ayah. dan sebagainya. yang didirikan M. dia memperoleh tawaran menjadi guru lukis dan menggambar untuk membina dan mengasuh anak-anak pribumi yang menempuh pendidikan di Kweekschool. Mukhtar Jaos. Syamsul Bahar. Osmania dan banyak lagi hingga ke tokoh-tokoh muda saat ini. Surjo Subanto yang juga berkesempatan belajar di negeri Belanda dengan beberapa karyanya. Ada pula nama-nama seperti Lee Man Fong. Hanya saja. orang miskin. Affandi Koesoema dan Rustamdji. seperti potret ”Wanita dalam Baju Kurung” dan “Gadis Bermain Gitar”. Basoeki Abdullah rajin menggelar pameran lukisan di berbagai kota besar di Jawa dengan menampilkan karya-karya potret. Arby Samah. dia bertindak lebih maju. dia pelukis pertama sesudah Raden Saleh yang mampu melukis manusia. Tampak diantara model lukisan potretnya adalah Gusti Nurul dari Istana Mangkunegaran. pengamen. Diantara murid-muridnya terdapat tokoh berkesinambungan yang berkiprah dalam peta seni lukis nasional seperti Baharuddin MS. Surakarta dan Sri Paku Alam dari Yogyakarta. Sebagai penganut mazhab Hindia Molek. Di INS Wakidi ternyata juga disukai dan disenangi puluhan bahkan ratusan murid dan pengikut-pengikutnya. dengan muncul dan berkembangnya beberapa sanggar seni lukis di Indonesia. Mulailah muncul lukisan yang bersifat kritis-realis yang melukiskan soal-soal kehidupan dan penderitaan rakyat sehari-hari seperti kehidupan orang cacat.Mengingat kemampuan luar biasa yang dimiliki Wakidi di usia mudanya. Montingo Busye. Hasan Basri DT. binatang dan potret manusia saja. Para pelukis ini juga merupakan bagian salah satu dari gabungan dalam sanggar-sanggar seni lukis Indonesia.M. setamat disana.

Selain sebagai pelukis. serba enak. Kemudian SMP di Bandung dan SMA Taman Siswa di Yogyakarta. tempat Djon kecil sekolah. Batavia. Pengikut dan muridnya banyak. kemudian membawanya ke Batavia pada 1925. Mazhab Mooi Indie lantas dikecam dan dikritik habis. Pada 1937. Yudhokusumo. bagai air dan api. tenang dan damai. Madiun pada 1931. (Jakarta). Di sisi lain. Jan Frank. seorang guru HIS. Keikutsertaannya pada pameran itu. Ui Tiang Un. dan pecahnya Perang Asia Timur dengan Jepang sebagai pemenangnya mempengaruhi geliat seni lukis di tanah air. Pak Djon lahir dari keluarga transmigran asal Pulau Jawa. Subanto. Imandt. Paska Sumpah Pemuda. sejak 1935. Terutama pada kurun waktu 1935-1939. Tokoh-tokoh semacam Lee Man Fong. terjadilah polemik kebudayaan yang riuh rendah dalam media massa. dia juga kritikus seni lukis berlidah tajam. pengembangan pada teknik melukis sangat diperhatikan pada masa itu. sehingga komunitas seniman. Setelah itu. Siauw Tik Kwie. Djon menamatkan HIS di Jakarta. Rudolf Bonnet ikut pula berdebat. ia menjadi anak asuh. buruh perkebunan di Kisaran. Sudjojono adalah tokoh yang keras dan pemberang. Pak Djon – begitu panggilan akrabnya – kerap mengecam Basoeki Abdullah sebagai tidak nasionalistis. Bahkan sebenarnya sedari awal dia lebih mempersiapkan diri menjadi guru para calon pelukis. Sudjojono yang berbakat melukis dan banyak membaca tentang seni lukis modern Eropa. itu akhirnya lebih memilih jalan hidup sebagai pelukis profesional. Pirngadi. Berbeda dengan Affandi yang pendiam. Dia sempat mengajar di Taman Siswa. Rameli. sebagai awal yang mempopulerkan namanya sebagai pelukis. Sindudarsono Sudjojono (1913-1986) dan Affandi Koesoema (1907-1990) adalah dua tokoh yang paling menonjol pada masa itu. ia ditugaskan Ki Hajar Dewantara untuk membuka sekolah baru di Rogojampi. Setelah lulus Taman Guru di Perguruan Taman Siswa Yogyakarta.Zaman pergerakan yang ditandai dengan terselenggaranya Sumpah Pemuda 1928. karena hanya melukis perempuan cantik dan pemandangan alam. sehingga seni lukis realisme Indonesia makin memiliki identitas pribadi. dia pun ikut pameran bersama pelukis Eropa di Kunstkring Jakarya. Kritik Pak Djon itu tentu saja membuat berang Basoeki. dianggap hanya mengabadikan keindahan alam Indonesia saja dan kurang tanggap terhadap kenyataan di sekitarnya yang tidak semuanya indah. bersama pelukis Agus Djaja. Namun sejak usia empat tahun. Pak Djon dan Basoeki kemudian dianggap sebagai musuh bebuyutan. dan beberapa pelukis yang bekerja untuk bidang reklame di percetakan. melihat kecerdasan dan bakatnya dan mengangkatnya sebagai anak. Para pelukis tidak mau ketinggalan dan ikut ambil bagian. Abdulsalam. Sumatera Utara. dia mendirikan . Namun di luar itu. Pak Djon yang memang memulai karirnya sebagai seorang guru sekolah menengah dianggap pionir yang mengembangkan seni lukis modern khas Indonesia. Dia pun sempat kursus montir sebelum belajar melukis pada RM Pirngadi selama beberapa bulan dan pelukis Jepang Chioji Yazaki di Jakarta. Namun. Yudhokusumo. menjulukinya sebagai Bapak Seni Lukis Indonesia Baru. Henk Ngantung.

Rameli. H Hutagalung. Cap Go Meh. Namun. Pengungsi dan Seko. Barli. Pada umur 26 tahun. gadis kelahiran Bogor. Sukirno dan Surono. Pelukis Wakidi di Padang dan Hendrodjasmoro di Yogyakarta merupakan anggota di luar Jakarta. Sindusisworo. pada 1933. Kelompok Lima Bandung pimpinan Affandi ini memiliki andil . Sebelum mulai melukis. mulai dari HIS. ayah dari Basoeki Abdullah. Pemilihan objek itu lebih didasari hubungan batin. Saptarita Latif. dan memang menjadikan namanya tenar sama dengan tokoh bidang lainnya. Diangkat sebagai Ketua adalah Agus Djaja dengan anggota-anggota L Setijoso. Tentang Affandi Affandi sendiri adalah kelahiran Cirebon pada 1907. Koesoema. Syuaib Sastradiwirja. Yang penting isi jiwa ini tumpahkan di atas kanvas ! Lukisan Sudjojono punya ciri khas kasar. pengusaha Ciputra mempertemukan Pak Djon dan Basuki bersama Affandi dalam pameran bersama di Pasar Seni Ancol. Affandi dan Maryati dikaruniai seorang putri yang nantinya akan mewarisi bakat ayahnya sebagai pelukis. Dia putra dari R. MULO hingga AMS di jaman Belanda. menyebut pameran bersama ketiga raksasa seni lukis itu merupakan peristiwa sejarah yang penting. S Sudiardjo. dan simpati sehingga tampak bersahaja. Pak Djon menjadi Sekretaris dan sekaligus Juru Bicaranya. Usia Persagi tidak panjang.B. sosok manusia. Lukisannya yang monumental antara lain berjudul : Di Depan Kelambu Terbuka. Affandi menikah dengan Maryati. Di Persagi. seorang mantri ukur di pabrik gula di Ciledug. yaitu kelompok lima pelukis Bandung bersama Hendra Gunawan. yaitu Kartika Affandi. Pekerjaan ini tidak lama digeluti karena Affandi lebih tertarik pada bidang seni lukis. Cirebon. Ateng Rusy’an. serta suasana. ketika itu.Persatuan Ahli Gambar Indonesia (Persagi). Objek lukisannya lebih menonjol pada pemandangan alam. bakat seni lukisnya yang sangat kental mengalahkan disiplin ilmu lain dalam kehidupannya. Sudarso dan Wahdi. Affandi bergabung dalam kelompok Lima Bandung. Pendidikan formalnya cukup tinggi. Ketiga pelukis itu yakni Basoeki Abdullah. Semboyan ekstrim Persagi adalah : Teknik tidak penting. Beberapa bulan sebelum Pak Djon meninggal di Jakarta. cinta. Sekitar tahun 30-an. Abdulsalam. Wahdi adalah salah satu pelukis yang belajar langsung dari Abdullah Suriosubroto. goresan dan sapuan bagai dituang begitu saja ke kanvas. 25 Maret 1985. Affandi pernah menjadi guru dan pernah juga bekerja sebagai tukang sobek karcis dan pembuat gambar reklame bioskop di salah satu gedung bioskop di Bandung. S Tutur. Sehingga Menteri P&K Fuad Hassan. Sindudarsono Sudjojono dan Affandi itu hingga kini dianggap sebagai ikon maestro seni lukis Indonesia. Dibentuk 23 Oktober 1938 di salah satu Sekolah Dasar Jakarta di Gang Kaji dan bubar karena dipaksa Jepang pada 1942. T. Jakarta.

Kusnadi. Ketika republik ini diproklamasikan 1945. Pengamatan terhadap sensitivitas lingkungan diungkapkan secara lugas. dirasakan Affandi tidak mewakili kondisi masyarakat dengan kemelaratan akibat penjajahan.yang cukup besar dalam perkembangan seni rupa di Indonesia. Dalam karya ini ditampilkan seorang pengemis yang baru datang. Mereka inilah yang nantinya menghidupkan sanggar-sanggar lukisan yang menjamur di awal kemerdekaan (1945-1950-an) dan menjadi tempat penghidupan para pelukis. Pengamatan Affandi seperti ini menunjukkan keprihatinan jiwanya terhadap penderitaan sesama antara anak bangsa. lalu pergi. Hatta. Beberapa tokoh muda pelukis muncul di jaman Jepang yakni Otto Djaja. sehingga karyanya yang berjudul ”Pejuang Romusha” (1943) yang menampilkan rakyat dalam kemelaratan tidak disukai penguasa Jepang. Harjadi S. Affandi tertarik dengan tema kehidupan masyarakat kecil. para pelukis hidup susah seperti kebanyakan rakyat pada umumnya. Njoman Ngendon. aspirasinya tetap hidup karena wibawa Pak Djon dan Agus Djaja yang memberikan tuntutan melukis di jaman penjajahan yang singkat namun bengis itu. singkatan dari Poesat Tenaga Rakyat yang dipimpin empat serangkai : Soekarno. Prinsip mazhab Persagi tetap hidup yaitu untuk tidak terlalu menghiraukan teknik lukis. Affandi lebih tergugah mengungkapkan lewat tumpahan dan goresan warna kusam dan tema kemelaratan. Setelah itu pameran tunggal karya-karya Kartono Yudhokusumo. Baharuddin. banyak pelukis ikut . dan Pergi” (1944). Affandi sempat berpameran tunggal pada jaman ini. Menunggu. namun dari sisa ketegarannya masih bersemangat menjalani kehidupan walaupun dengan mengemis. Kelompok ini menjadi sebuah sebuah kelompok belajar bersama dan kerja saling membantu sesama pelukis yang ada di Bandung. saat jaman penjajahan Jepang (1942-1945). Memang. Ki Hadjar Dewantara dan K. kemudian meminta. Teknik melukis bentuk bahkan yang cenderung memperindah obyeknya seperti yang dilakukan angkatan Moi India atau India Jelita.H. Basoeki Abdullah dan Njoman Ngendon digelar pula secara berurutan. Era Revolusi Berakhirnya penjajahan Jepang dan tibanya Hari Kemerdekaan telah menggairahkan kehidupan para pelukis. Tema-tema kerakyatan menjadi dominasi dalam karya-karya Affandi. Mansyur. Raut muka pengemis yang kurus dengan pakaian lusuh. Pak Djon selama jaman Jepang diserahi memimpin Bagian Kebudayaan dari Poetera. Dalam melukis Affandi melangkah dengan lebih mengutamakan kebebasan berekspresi. Meski Persagi dibubarkan. selain lebih dahulu berani melukis. Dilandasi jiwa kerakyatan. Humanisme Affandi terlihat juga pada karyanya ”Dia Datang. termasuk sejumlah pelukis yunior. Kartono Yudokusumo. dengan izin dan perlindungan dari Pak Djon pada 1943. Dengan pengalaman dan melihat kondisi masyarakat yang menderita.

dan Basoeki Abdullah berhasil mengalahkan 87 pelukis Eropa dan Amerika. Dia berhasil keluar sebagai pemenang. sejumlah seniman terkemuka dari Jakarta dan Bandung turut juga hijrah. Di masa revolusi Basoeki Abdullah tidak berada di tanah air. . wah. Surono. S Sudjojono. Para pelukis kemudian beralih kepada potret nyata kehidupan masyarakat kelas bawah dan perjuangan menghadapi penjajah. wah. Inggris. Kata-kata itu diambil dari penutup pidato Bung Karno. Harjadi. Bisa jadi karena dia merasa terpojok pada serangan-serangan pedas pada karya-karyanya. Affandi mendapat tugas membuat poster. Era revolusi kemerdekaan di Indonesia membuat banyak pelukis Indonesia beralih dari tema-tema romantisme menjadi cenderung ke arah tema-tema kerakyatan. Pada 1946 berdirilah sanggar Seniman Masyarakat di Yogyakarta dipimpin oleh Affandi sebagai perkumpulan seni lukis pertama yang potensial. Basoeki banyak mengadakan pameran tunggal baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Rusli. maka dengan enteng Chairil ngomong : ”Bung. Tidak lama kemudian.ambil bagian. Yang dijadikan model adalah pelukis Dullah. Lalu kata-kata apa yang harus ditulis di poster itu? Kebetulan muncul penyair Chairil Anwar. Sudarso. gambar orang yang dirantai tapi rantai itu sudah putus. namanya diganti menjadi Seniman Indonesia Muda (SIM) dan kali ini pimpinan beralih ke S. Trubus. Sempat pula dia bermukim di Italia dan Prancis untuk belajar langsung dari para pelukis dengan reputasi dunia. Soedjojono lantas menanyakan kepada Chairil soal itu. Hampir separuh hidupnya dihabiskan di luar negeri diantaranya beberapa tahun menetap di Thailand dan diangkat sebagai pelukis istana Raja Bhumibol Adulyadej. Hendra. Malaysia. Para pelukis era SIM saat itu adalah Affandi. Portugal dan negara-negara lain. Suromo. Sekelompok pelukis siang-malam memperbanyaknya dan dikirim ke daerah-daerah. Gerbong-gerbong kereta dan tembok-tembok ditulisi antara lain ”Merdeka atau mati !”. dengan kepindahan ibukota negara ke Yogyakarta. Dia mendalami seni lukis di Eropa. Obyek lukisan yang hanya berhubungan dengan keindahan alam Indonesia dianggap sebagai tema yang kurang cocok dan anti revolusi. Dari manakah Chairil memungut kata-kata itu? Ternyata kata-kata itu biasa diucapkan pelacur-pelacur di Jakarta yang menawarkan dagangannya pada zaman itu ! Wah. 1 Juni 1945. Di tanah air. Basoeki Resobowo. Usut punya usut. antara lain karyanya pernah dipamerkan di Bangkok (Thailand). Jepang. Kartono Yudhokusumo. Poster itu idenya dari Bung Karno. Dullah. Lebih kurang 22 negara yang memiliki karya lukisan Basoeki Abdullah. digelar sayembara melukis. ayo Bung !” Dan selesailah poster bersejarah itu. Pada 6 September 1948 bertempat di Amsterdam sewaktu peringatan penobatan Ratu Belanda. Belanda. Sudjojono. Saat itulah. Lahirnya Pancasila. Itulah hasil karya anak-anak ex Persagi.

J. Bagong Kussudiardja. Sudiardjo. termasuk S Sudjojono. pada 1950 sebagian anggotanya seperti Nasjah Djamin. Pada 1947 sebagian anggota SIM pindah ke Surakarta. Lekra atau Lembaga Kebudayaan Rakyat adalah organisasi kebudayaan terbesar yang dekat dengan Presiden Soekarno. Rubai dan umaryo L. Kusnadi. Perkumpulan seni lukis lain yang sudah berdiri di Yogyakarta sejak 1945. Di Surakarta berdiri pula Himpunan Budaya Surakarta (HBS) dengan Ketuanya Dr Moerdowo sejak 1945 dan perkumpulan seni lukis Pelangi yang diketuai Sularko antara 1947 – 1949.Abdulsalam. misalnya. setelah era Affandi dengan kelompok Lima-nya. D Joes dan Zaini. berdiri pula perkumpulan-perkumpulan pelukis lain seperti Jiwa Mukti dan Pancaran Cipta Rasa dengan ketua masing-masing Barli dan Abedy. Dua tahun kemudian. Katamsi yang juga banyak melahirkan kader-kader pelukis muda. Trubus dan Sasongko berpisah dari SIM dan bersama dengan anggota baru seperti Kusnadi dan Sudjana Kerton mendirikan perkumpulan bernama Pelukis Rakyat. Didik Suardi. Srihadi Sudarsono dan lain-lain. Suparto. Sajono. Saptoto keluar dari Pelukis Rakyat karena tidak suka dengan pengaruh Lekra. Sumitro. Nasjah Djamin sebelum ke Jogjakarta sendiri . Henk Ngantung. Affandi pernah menjadi salah satu pimpinan dan masuk di bagian seni rupa bersama Basuki Resobowo. Affandi. Sekolah Menengah Guru Gambar didirikan di Yogyakarta oleh Djajengasmoro bersama R. Remy Silado. Dan pada 1948. Adapun di Bandung. Meski berbeda perkumpulan. sang Ketua. bahkan di penghujung tahun 1980-an berusaha direvitalisasi dengan menggelar pameran akbar karya para anggotanya seperti Jeihan. SIM dan Pelukis Rakyat mengadakan pameran bersama. Pada 1948. Sumitro. HBS ini berusia panjang. Bersama pelukis Sholihin. Lantas pada tahun yang sama. Saptoto dan C. mereka kerap menggelar pameran bersama. Kartono Yudhokusumo mendirikan pula Sanggar Seniman Bandung (SSB). Pameran sebagai hasil melukis bersama digelar pada waktu-waktu tertentu dalam sanggar saja. Ali bergabung pula dalam Pelukis Rakyat. Sasongko. Anggotanya bertambah dengan Trisno Sumardjo. para anggota Pelukis Rakyat yang keluar ini kemudian mendirikan perkumpulan yang ingin terbebas dari Lekra bernama Pelukis Indonesia.E. dengan kegiatan mengadakan kursus menggambar serta pembuatan poster-poster adalah Pusat Tenaga Pelukis Indonesia (PTPI) dengan Ketuanya Djajengasmoro dan anggota-anggota Sindusisworo (ex Persagi). Indrosugondo dan Prawito. Sudarso. dan sebagainya. Oesman Effendi. Wakidjan dan Srihadi. Pelukis Rakyat menggelar pameran pertama dri cabang baru seni rupa Indonesia di pendopo timur Museum Sonobudoyo. Terbit pula satu majalah seni rupa dengan nama Prolet Kult.J. Para anggota HBS kini tersebar di segala penjuru Indonesia. Mardian. Lekra dan Manikebu Rustamadji.

dengan Ketua Ismail Daulay. Kelompok ASRI dan Sanggar Bambu di Jogjakarta serta kubu seni lukis Bandung tentu saja tak menerima realitas ini. Tino Sidin ini belakangan hijrah ke Jakarta dan sering siaran di TVRI dalam acara menggambar untuk anak-anak. Samboja serta Liem Tjoe Ing. Handrio. Adapun di Bukit Tinggi (Sumatera Barat). Desakan dan tekanan Lekra (Lembaga Kebudayaan Rakyat) yang secara resmi mendesak para seniman. Ada 100 lebih pelukis tergabung disitu dan aktivitasnya ramai. Di Surabaya. Nashar. Zaini. pada 1946 berdiri perkumpulan Seniman Muda Indonesia. Lie Tjoen Tjay. Selain Lee Man Fong yang karya-karyanya unik karena memiliki dua gaya (Barat dan Chinese Art). Lekra didominasi para pelukis di Jakarta. ornamental dan didominasi bentuk datar. ada pula perkumpulan pelukis lain di Medan yang diketuai oleh Dr Djulham dengan anggotanya antara lain Tino Sidin. Arif Sudarsono dan Wardoyo. ada pula karya-karya atraktif dari Lim Wasim. Sjahri. Lee Man Fong. budayawan dan pelukis untuk secara agitatif memasukkan cita kerakyatan versi gerakan komunis membuat suasana kebebasan berekspresi sedikit terganggu. Sanggar Bambu melahirkan gaya dekoratif pada lukisan dengan garis serba meliuk. Nasjah Djamin. kini menjadi Fakultas Seni Rupa di Institut Seni Indonesia (ISI). pada tahun yang sama Seusai revolusi fisik. Mereka melawan. Navis dan Zanain. Sidharta dan Widayat di Yogyakarta.A. Pada 1952. Danarto. dipakai sebagai corong politik. Sementara di Jawa Timur. Ini adalah perkumpulan pelukis paling penting pada era 19501960-an karena memiliki ciri khas sendiri. pelukis dari era sebelum penjajahan Jepang mendirikan organisasi pelukis keturunan Tionghoa. Selain ASRI. Siauw Swi Tjing (kemudian merubah nama menjadi Chris Suharso). maraknya perhimpunan pelukis berlanjut dengan berdirinya Pelukis Indonesia Muda (PIM) di bawah pimpinan Gregorius. Seni lukis yang bercita kerakyatan yang sesungguhnya berkonotasi netral dan biasa. berdiri pula Sanggar Bambu dengan pimpinan Sunarto Pr dan Mulyadi W. Beberapa anggota Yin Hua ikut mewarnai sejarah seni lukis Indonesia. Wen Peor. Affandi dan Hendra Gunawan soal seni kerakyatan. Yin Hua pada 1955. Anggotanya kebanyakan mahasiswa-mahasiswa Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI). Anggota-anggota Sanggar Bambu antara lain adalah Syahwil. Oesman Effendi dan Trisno Sumardjo. Sesungguhnya Lekra menunggangi idealisme S Sudjojono. sejumlah pelukis mendirikan Gabungan Pelukis Muda di Madiun dengan Ketuanya Widagdo dan pada 1952 berdiri pula Sanggar Prabangkara di Surabaya dengan Ketuanya Karyono Ys.sebelumnya di Medan pernah mendirikan Angkatan Seni Rupa Indonesia (ASRI) bersama Hasan Djafar dan Hussein. Affandi kembali ke Jakarta dan mendirikan perkumpulan Gabungan Pelukis Indonesia dengan anggota-anggota antara lain Sutiksna. Disusul pada 1959. Lekra memasukkan gagasan tentang . disingkat SEMI yang diketuai Zetka dengan anggota antara lain A.

Buku babon seni lukis yang dibuat atas dasar perintah Bung Karno itu memuat 384 reproduksi koleksi seni Presiden Soekarno dan disusun oleh Dullah. yang hingga kini belum ada yang mampu menandinginya. Bung Karno menganggap pernyataan tersebut melemahkan semangat revolusi. sebuah tonggak sejarah seni lukis sempat dilahirkan yaitu terbitnya kitab seni lukis bersejarah berjudul : ”Lukisan-lukisan dan Patung-patung Koleksi Presiden Soekarno”. Para pelukis di berbagai kota kembali menikmati kebebasan menciptanya. . S Sudjojono. Ini adalah kitab seni rupa yang besar. dihambat lajunya. Lukisan tidak lagi dianggap sebagai penyampai pesan dan alat propaganda sebagaimana didengungkan Lekra. Buku ini berjasa besar sebagai referensi berharga bagi dunia seni lukis. tanpa perlu diganggu berbagai agitasi. Wakidi ada di sana. Antonio Blanco. Seni lukis kembali ke seni lukis. faham yang meletakkan politik sebagai panglima dalam kesenian. Dan yang 1 jilid berisi 167 patung dan porselen koleksi Presiden Soekarno. Dan para pelukis yang mendambakan kebebasan kreatif. Karya-karya bagus Abdullah Suriosubroto. Era Orde Baru Pada 30 September 1965 meletus Gerakan 30 September. Lalu diganyanglah Manikebu. Arie Smit. Seni lukis pada saat itu menjadi alat politik kelompok dominan yakni PKI. pelukis istana. dan jilid III dan IV terbit pada 1959. Dullah.peranan kesenian. perjalanan politik Indonesia segera berbalik. sehingga era ekspresionisme dimulai. Pada 1964 buku itu dicetak ulang dengan sejumlah reproduksi karya. Dengan begitu. Gerakan yang bertujuan untuk melawan pemaksaan ideologi komunisme membuat pelukis pada masa 1950-an memilih untuk membebaskan karya seni mereka dari kepentingan politik tertentu. Untuk edisi ini jumlah kitab menjadi lima seri. Affandi. dan celakanya Presiden Soekarno membela Lekra. termasuk seni lukis. yang juga salah satu pelukis istana pada masa jabatan berikutnya. namun lebih sebagai sarana ekspresi pembuatnya. Ada pula karya pelukis kelas dunia seperti Diego Rivera. Buku tersebut amat berarti bagi perkembangan seni lukis Indonesia. juga terhapuskan. Hendra Gunawan. Yang punya jabatan dan membela manikebu dicopot dari jabatannya. dalam perjuangan kelas. Kitab yang diedarkan ke seluruh dunia ini disusun oleh Lee Man Fong. Buku tersebut untuk jilid I dan II terbit pada 1956. Dan serentak dengan itu. Manifestasi Kebudayaan (Manikebu) itu ditentang sengit oleh Lekra. termasuk seni lukis. Meski kurun waktu ini penuh kemelut. Gerakan Manifesto Kebudayaan pun lahir pada 17 Agustus 1963. Yang ke 4 berisi 400 lukisan. Basoeki Abdullah. Juga karya pelukis asing yang pernah memberikan spirit pada dunia seni lukis Indonesia seperti Rudolf Bonnet. Lekra pun bubar.

yang baru saja diresmikan Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin. Abas Alibasyah. Kekayaan corak para pelukis makin beragam dan makin berkembang. Pelukis-pelukis seperti Nashar. Surealisme. A. Peransi. Widayat. Semuanya adalah pengajar Institut Teknologi Bandung (ITB) jurusan Seni Rupa. Daryono dan Krishna Mustajab. Namun karya . kubisme semua ada dan ambil bagian. Hanya saja.H. Oesman Effendi dan sebagainya.A. Umi Dahlan dan Haryadi Suadi. But Mochtar. Edhi Sunarso. Jakarta dan Bandung ditampilkan di ruang pamer. Mereka antara lain adalah Achmad Sadali. seperti karya-karya Srihadi Sudarsono. Kelompok ini bernaung di bawah bendera Kelompok Aksera atau Akademi Seni Rupa Surabaya. Surabaya yang selama ini jarang ambil bagian dalam hiruk pikuk pameran seni lukis mulai bangkit pada era 1970-an. Imam Bukhori. sesuai konvensi yang ada di lingkungan komunitas pelukis. dan Erna Pirous. Diantara tokoh-tokohnya adalah Gatot Kusumo. Serta yang generasinya di bawah mereka seperti Mustika dan Mulyadi. Banyak pelukis yang mampu berpameran tunggal.H. Jakarta pada April 1968. Sejumlah pengajar perguruan tinggi Seni Rupa juga ingin unjuk gigi.Setahun kemudian. Mujitha kesemuanya dari Jogja. Fadjar Sidik. Srihadi Sudarsono. Zaini. Realisme. O. Rustam Arief. Pada 1969 digelar pameran bersama antara dosen ASRI Jogjakarta bersama dosen Seni Rupa ITB Bandung di Jakarta. bila ada pelukis yang melakukan pameran tunggal. Supono. Ada 132 lukisan karya pelukis pilihan dari Yogyakarta. Nashar. Pameran bersama itu tampaknya hendak meredakan pertentangan dan pergulatan seru dua kubu seni lukis antara formalisme modernis ala ITB dan ekspresionisme nasionalis ala ASRI Jogjakarta yang terbentuk diantara mereka pada masa tersebut. Popo Iskandar serta Mustika membuktikan hal itu. T Sutanto. Suparto. Sejumlah nama besar ambil bagian diantaranya Agus Djaja (mantan Ketua Persagi jaman Jepang). D. Sanento Yuliman. Budiani. abstraksi. Kemudian yang lebih muda adalah Kusnadi. maka dia akan segera terangkat sebagai sosok yang lebih menggenggam citra pelukis profesional. Amang Rahman. Muncul sejumlah nama yang amat menjanjikan. Popo Iskandar dan Srihadi Sudarsono.D. Tentu banyak yang lain yang juga patut dibicarakan. Tampil saat itu Bagong Kussudiardjo. Aktivitas kebebasan ekspresi melukis ini terus berlanjut dengan pameran lukisan di Gedung Pola. Rajin berpameran dan lukisannya diburu para kolektor. O. wakil dari Bandung. Supono. Pirous. Aliran mereka jauh dari realisme sosial dan mengarah pada kubisme atau abstraksionisme. Zaini dan Oesman Effendi. Otto Djaja dan Affandi. Zaini dan Popo Iskandar menjadi nama-nama pelukis yang menonjol dan terkuat pada era 1970-an. Sejak itulah pameran demi pameran berlangsung tanpa pernah berhenti. pada 1966 sejumlah seniman yang bergabung dalam Grup Sebelas Seniman Bandung muncul dalam pameran besar di Jakarta. Era 1970-an adalah era kemapanan. Padahal. Impresionisme. November 1968 digelar Pesta Seni di Taman Ismail Marzuki (TIM).

rasional dan bahkan juga eksperimentatif tak mendapat tempat. karya Widayat berjudul ”Keluarga”. Sugeng Santoso dan Anyool Broto juga menciptakan tema seni lukis yang sejalan. Itulah yang ditampakkan oleh pelukis-pelukis muda seperti Nanik Mirna. Alex Papadimitrou. yakni lirisisme dan berkembangnya generasi abstrak dan imajinatif. Kusnadi dan Umar Kayam. Muncul-lah statemen Desember Hitam yang berisi tudingan bahwa seni lukis Indonesia sudah mati. Yogyakarta maupun Surabaya. Kelima karya dipilih oleh Dewan Juri yang terdiri dari Affandi. dekoratifisme. DKJ dianggap memihak pada seni lukis yang mapan. Pada 1973. Kelimanya adalah Karya Irsam berjudul ”Matahari di atas Taman”. Sejumlah pelukis muda.Nashar. Agustinus Sumargo lewat beberapa kali pameran mereka di Solo dan Jogjakarta. lukisan dan patung. Wardoyo Sugianto. Sudjoko. Pameran biennale ini juga memilih lima lukisan untuk diangkat sebagai yang terbaik. Panitia menolak tuduhan tersebut.D Pirous. Dia menggelar sejumlah kanvas kosong putih tanpa pigura. Bandung. Mereka terbawa oleh iklim progresif yang melanda sejumlah perguruan tinggi seni baik di Jakarta. Lirisisme pada seni lukis memiliki arti : getar perasaan atau emosi pelukis menjadi subyek utama yang menghidupi kanvas-kanvas. Di Bandung. Suatmadji dan Abdul Kholim melaju ke seni kolasi dan asemblasi. Pada pameran itu dipajang ratusan lukisan karya pelukis Indonesia untuk dilombakan. Muncullah lima nama dengan lima karya yang dianggap terbaik. Zaini dan Popo Iskandar mewakili semangat era 1970-an. karya Aming Prayitno dengan judul ”Pohon” serta karya A. Sedangkan pelukis J Eka Suprihadi. kiblat tradisi dan nasionalitas yang dicanangkan oleh panitia diprotes. karya Abas Alibasyah dengan judul ”Lukisan Wajah”. terutama Nashar dan A. Gejala yang menonjol dari progresivitas itu adalah munculnya bentuk-bentuk geometris dan matematis pada kanvaskanvas pelukis muda. Penyelenggaraan Biennale. Fadjar Sidik. Benturan ini akhirnya melahirkan polarisasi lirisisme dan antilirisisme dalam seni rupa Indonesia. Penetapan pemenang ini akhirnya berujung masalah. mahasiswa STSRI . Popo Iskandar.D. Pirous berjudul ”Tulisan Putih”. Harsono. Sejumlah pelukis muda memprotes karena perwujudan-perwujudan baru yang sifatnya anti-lirisisme. atau pameran seni lukis dwi warsa (dua tahunan) di Jakarta mulai digelar Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) pada 1974. Lirisisme Versus Anto Lirisisme Akan tetapi dominasi itu mendapat tantangan dari generasi pelukis yang lebih muda. Lirisisme. Danarto mengatakan kepada publik bahwa ia memaksudkan karyanya sekaligus sebagai arsitektur. Danarto menggebrak di TIM dan sekaligus menciptakan monumen gejala lirisisme versus progresivitas ini dengan pamerannya yang kontroversial.

Gerakan Seni Rupa Baru Ramai pelukis muda mencari idea baru dalam menghasilkan seni rupa baru. yang mengambil gubahan potretis. Pelukis Widayat lewat pameran tunggalnya pada 1985 dan 1990 menunjukkan bahwa dia adalah salah satu pelukis terkuat di Indonesia setelah Affandi. Tisna Sanjaya. Sanksi dari pimpinan Kampus STSRI ASRI ini mendapat simpati dari berbagai pihak. kemunculan Dede Eri Supria di penghujung 1970-an sangat memberikan harapan. Setidaknya dua kegiatan digelar. Mereka adalah Anyool Subroto. Wardoyo S. Widayat adalah salah satu pelukis yang memiliki semangat berkarya yang konstan dan ketangguhan memegang serta mengembangkan gaya. Suatmaji. Budi Sulistyo. Ivan Sagita. Dadang Christanto. Dengan lahirnya seni rupa baru. Ris Purwana. Sudarisman. Bachtiar Zainoel. Selain itu. termasuklah dalam mengeksplorasi efek multimedia. Hal itu terlihat dalam karya pelukis muda Indonesia seperti Tulus Warsito. amat bagus. Dede Eri Supria. Nanik Mirna. Karya-karyanya mengambil titik tolak bentuk realisme. Pada kurun ini. Kristiyanto. Pandu Sudewo. B. dan berjalan sebagai pelukis profesional. Elemen-elemen ruang. I Gusti Ayu Kadek Murniasih dan Agus Suwage. kebebasan cipta pada pelukis muda nampak lebih lepas. Nyoman Gunarsa dan Aming Prayitno serta generasi sesudahnya seperti Heri Dono. Karya-karyanya memendam teknik tinggi.ASRI di Jogjakarta mendapat sanksi. Satyagraha. Muryoto Hartoyo. Hardi. Kedua. Dan masalahmasalah sosial yang disentuhnya biasanya menggetarkan. Teknik Dede. T Sutanto. Dan gerakan ini bertahan hingga era 1980 dan 1990-an. Karya-karya pelukis yang pernah belajar di STSRI ASRI Jogjakarta ini umumnya berformat besar. Pertama. elemen-elemen gambar dan sebagainya. Dampak gerakan ini memang luar biasa. Mereka adalah Harsono. namun ia mengocoknya dalam tema-tema yang sosialistik dan kritis. Munni Ardhie. Nyoman Nuarta. Harsono. Marida Nasution. dengan pengungkapan yang dekoratif keprimitifan. Dede adalah salah seorang eksponen Seni Rupa baru yang paling serius. Tak hanya pelukis yang muncul tetapi juga grafikus dan beberapa pematung. pameran Seni Rupa Baru pada Agustus 1975 di TIM Jakarta. seni pemasangan dan seni video. Gerakan Seni Rupa baru ini memang menafikan imaji seni lukis konvensional terkait elemen-elemen lukisan. gerak dan waktu dianggap sah sebagai bentuk karya seni rupa. I Gusti Bagus Widjaja. Siti Adiyati dan Jim Supangkat. Sementara perwujudannya seringkali bernada surealistik. Bonyong Munni Ardhie. kesederhanaan orang-orang desa bahkan juga problem-problem sepakbola. . pameran di Gedung Karta Pustaka Jogjakarta berjudul Nusantara-Nusantara yang menampilkan karya-karya berbau sindiran dan karikatural. mereka turut melakukan seni persembahan. Ris Purwono dan Hardi. urbanisasi. Agustinus Sumargo dan Agus Dermawan T. Siti Adiyati. Pesertanya adalah Samikun. Haryadi Suadi. seperti kehidupan orang miskin kota.

tetapi merupakan bisnis alternatif investasi. Sukriyal Sadin. Hardi. dengan teknik impasto yang bagus. Ivan Sagito. dengan munculnya seni konsep (conseptual art): ”Instalation Art”. saat lima pelukis muda yakni J. Tisna Sanjaya (kelahiran 1958). P. ada kecenderungan bahwa aliran Mooi Indie tetap bertahan. Nisan Kristiyanto. Godod Sutejo. dan Pardoli Fadli berpameran bersama di Boulevard Lounge-Hotel Nikko Jakarta. Kurnia. Kemudian muncul berbagai alternatif semacam ”kolaborasi” sebagai mode 1996/1997. Kamso Kholiban. 9-15 April 2007. Syahnagra. Ini dibuktikan dari pameran pada 2007 lalu. Ivan Sagito dan tentu saja Dede Eri Supria. Akankah roda jaman berputar kembali ke awal setelah 100 tahun berlalu ? Kita lihat saja. Nama-nama pelukis generasi berikutnya juga patut dipuji karena konsistensi mereka dalam berkarya dan menggelar pameran. Agus Kamal. Tak lama kemudian. Nyoman Gunarsa. Itulah dia yang disebut aliran progresif. Amerika Serikat (2003). Salim M. Made Djirna. menawarkan tema-tema surealistik yang kaya dengan fantasi.B. Pande Gde Supada. I Gusti Ayu Kadek Murniasih (1966 – 2006) dan tentu saja yang paling akhir adalah Agus Suwage (kelahiran 1959). Sukamto DS. pada 2005 ada yang mencapai harga jual hingga Rp 1. yang pernah menjamur di berbagai pelosok kampus perguruan tinggi seni sekitar 1993-1996.S. rumah-rumah di kampung dia olah sedemikian rupa menjadikan unsur-unsur seni lukisnya yang aneh menyimpan greget keseraman. . Mereka juga sering tampil di berbagai galeri luar negeri. Johannesburg. seni lukis Indonesia terus berkembang dan muncul pula sejumlah profesi menjanjikan seperti art dealer yang menjadi penghubung antara pelukis dengan pihak gallery. Kemapanan seni lukis Indonesia memang akhirnya porak-poranda akibat intervensi gagasan post-modernisme yang membuahkan seni alternatif. dan ”Performance Art”. Lanny Andriani. Menampilkan seni lukis dalam berbagai ragam bentuk termasuk berkolaborasi dengan seni instalasi. Idran Yusup. Bersamaan itu pula seni lukis konvensional dengan berbagai gaya menghiasi galerigaleri. Konon karya pelukis yang kini tinggal di daerah Godean Yogyakarta ini. Sumur. Marida Nasution (kelahiran 1956). Obyek-obyeknya dia gali dari dunia kampung dan alam pedesaan di Yogyakarta. Pirous dan Amang Rahman. dia menggelar pameran tunggal di Afrika Selatan tepatnya di The Pretoria Art Museum.D.Reputasi Widayat ini juga ditunjukkan oleh beberapa pelukis lain yang melejit di kurun ini seperti Srihadi Sudarsono. Nama-nama tersebut diantaranya adalah Heri Dono (kelahiran 1960). Hening Swasona. Ipung Gozali. Yang menarik. Mereka menampilkan sejumlah lukisan beraliran realisme-romantik. Afrika Selatan (2000) dan terakhir di Red Mill Gallery. Ivan mengejutkan dunia seni rupa Indonesia saat mulai berpameran di Singapura. Iwan Sulistyo. Memasuki abad 21. A. Vermont Studio Centre. A. seperti Made Wianta. yang bukan lagi sebagai bentuk apresiasi terhadap masyarakat. Lukisannya kini banyak diperdagangkan di galeri-galeri besar dunia. Dadang Christanto (kelahiran 1957). Ikhlas Taufik (Tikes).3 milyar. wanita-wanita desa.

. yang diterbitkan Panitia Pameran KIAS 1990-1991).(Sumber utama tulisan ini adalah Buku dwi bahasa berjudul Perjalanan Seni Rupa Indonesia. dari Zaman prasejarah hingga Masa kini.

.Dirix Art Gallery Dirix Art Gallery didirikan pada tahun 1991 atas prakarsa Helfi Dirix dengan visi sebagai fasilitator dan mediator pengembangan seni rupa. modern.

misalnya pameran bersama seni lukis dosen ISI "Old and New". dan lain sebagainya. galeri ini tidak saja mengkoleksi karya-karya Affandi. Affandi. .kontemporer. Kegiatan galeri meliputi penyelenggaraan pameran-pameran tunggal dan bersama untuk bidang seni lukis dan patung. Dirix Art Gallery mencatat beberapa kegiatan yang cukup penting. Hal ini didorong oleh keprihatinannya terhadap terbatasnya ruang dan kesempatan bagi seniman muda untuk berpameran. Dalam perkembangannya. pameran bersama seni patung "Out Door. Sculpture In Freedom". Selama berdiri. Awalnya adalah sebagai tanda mata bagi kakeknya. tetapi juga karya seniman lainnya. melestarikan karya Affandi dan memasyarakatkan reproduksi karya Affandi.

Melukis adalah kegiatan mengolah medium dua dimensi atau permukaan dari objek tiga dimensi untuk mendapat kesan tertentu. dengan syarat bisa memberikan imaji tertentu kepada media yang digunakan. seperti kanvas.2 Kubisme o 3.6 Aliran lain .2 Seni lukis zaman klasik o 1. dan bahkan film di dalam fotografi bisa dianggap sebagai media lukisan. Medium lukisan bisa berbentuk apa saja. kertas. seni lukis adalah sebuah pengembangan yang lebih utuh dari menggambar.4 Plural painting o 3. Dengan dasar pengertian yang sama. ensiklopedia bebas Ada usul agar Lukisan digabungkan ke artikel atau bagian ini.4 Seni lukis zaman Renaissance o 1. papan.3 Romantisme o 3.1 Surrealisme o 3.3 Seni lukis zaman pertengahan o 1. Daftar isi [sembunyikan] • • • 1 Sejarah umum seni lukis o 1.Seni lukis Dari Wikipedia bahasa Indonesia.1 Zaman prasejarah o 1.5 Art nouveau 2 Sejarah seni lukis di Indonesia 3 Aliran seni lukis o 3. (Diskusikan) Seni lukis adalah salah satu cabang dari seni rupa.5 Seni lukis daun o 3. Alat yang digunakan juga bisa bermacam-macam.

gambar seekor banteng dibuat dengan proporsi tanduk yang luar biasa besar dibandingkan dengan ukuran tanduk asli. Salah satu teknik terkenal gambar prasejarah yang dilakukan orang-orang gua adalah dengan menempelkan tangan di dinding gua. Pencitraan ini dipengaruhi oleh pemahaman si pelukis yang menganggap tanduk adalah bagian paling mengesankan dari seekor banteng. Kemudahan ini memungkinkan gambar (dan selanjutnya lukisan) untuk berkembang lebih cepat daripada cabang seni rupa lain seperti seni patung dan seni keramik. Peninggalan-peninggalan prasejarah memperlihatkan bahwa sejak ribuan tahun yang lalu. Seperti gambar. sifat ini disebut juga dengan dwi-matra (dua dimensi. Hasilnya adalah jiplakan tangan berwana-warni di dindingdinding gua yang masih bisa dilihat hingga saat ini. atau kanvas. [sunting] Seni lukis zaman klasik . Ini disebut citra dan itu sangat dipengaruhi oleh pemahaman si pelukis terhadap objeknya. atau bahan lainnya. bukit. dimensi datar). sungai.• • • 4 Abstraksi 5 Pelukis terkenal Indonesia 6 Lihat pula [sunting] Sejarah umum seni lukis [sunting] Zaman prasejarah Secara historis. Misalnya. citra mengenai satu macam objek menjadi berbeda-beda tergantung dari pemahaman budaya masyarakat di daerahnya. Mereka mulai mahir membuat gambar dan mulai menemukan bahwa bentuk dan susunan rupa tertentu. Sebuah lukisan atau gambar bisa dibuat hanya dengan menggunakan materi yang sederhana seperti arang. bila diatur sedemikian rupa. lukisan kebanyakan dibuat di atas bidang datar seperti dinding. akan nampak lebih menarik untuk dilihat daripada biasanya. Karena itu. binatang. kapur. Pada satu titik. gunung. lalu menyemburnya dengan kunyahan dedaunan atau batu mineral berwarna. dan laut. lantai. seni lukis sangat terkait dengan gambar. kertas. ada orang-orang tertentu dalam satu kelompok masyarakat prasejarah yang lebih banyak menghabiskan waktu untuk menggambar daripada mencari makanan. Mereka mulai menemukan semacam cita-rasa keindahan dalam kegiatannya dan terus melakukan hal itu sehingga mereka menjadi semakin ahli. Dalam pendidikan seni rupa modern di Indonesia. Mereka adalah seniman-seniman yang pertama di muka bumi dan pada saat itulah kegiatan menggambar dan melukis mulai condong menjadi kegiatan seni. dan objek-objek alam lain seperti pohon. Objek yang sering muncul dalam karya-karya purbakala adalah manusia. Bentuk dari objek yang digambar tidak selalu serupa dengan aslinya. nenek moyang manusia telah mulai membuat gambar pada dinding-dinding gua untuk mencitrakan bagian-bagian penting dari kehidupan.

Seni lukis zaman klasik kebanyakan dimaksudkan untuk tujuan: • • Mistisme (sebagai akibat belum berkembangnya agama) Propaganda (sebagai contoh grafiti di reruntuhan kota Pompeii). Sehingga sulit sekali untuk menemukan lukisan yang bisa dikategorikan "bagus". [sunting] Seni lukis zaman pertengahan Sebagai akibat terlalu kuatnya pengaruh agama di zaman pertengahan. Ilmu pengetahuan dianggap sebagai sihir yang bisa menjauhkan manusia dari pengabdian kepada Tuhan. Seni rupa menemukan jiwa barunya dalam kelahiran kembali seni zaman klasik. Pada akhirnya. Akibatnya. Dukungan dari keluarga deMedici yang menguasai kota Firenze terhadap ilmu pengetahuan modern dan seni membuat sinergi keduanya menghasilkan banyak sumbangan terhadap kebudayaan baru Eropa. namun sebagai alat baru untuk merebut kembali kekuasaan yang dirampas oleh Turki. banyak sekali ilmuwan dan budayawan (termasuk pelukis) yang menyingkir dari Bizantium menuju daerah semenanjung Italia sekarang. Setelah kekalahan dari Turki. Beberapa agama yang melarang penggambaran hewan dan manusia mendorong perkembangan abstrakisme (pemisahan unsur bentuk yang "benar" dari benda). pengaruh seni di kota Firenze menyebar ke seluruh Eropa hingga Eropa Timur. Sains di kota ini tidak lagi dianggap sihir. seni lukis mengalami penjauhan dari ilmu pengetahuan. Di zaman ini lukisan dimaksudkan untuk meniru semirip mungkin bentuk-bentuk yang ada di alam. Tokoh yang banyak dikenal dari masa ini adalah: • • • • • Tomassi Donatello Leonardo da Vinci Michaelangelo Raphael [sunting] Art nouveau . Kebanyakan lukisan di zaman ini lebih berupa simbolisme. seni lukis pun tidak lagi bisa sejalan dengan realitas. Hal ini sebagai akibat berkembangnya ilmu pengetahuan dan dimulainya kesadaran bahwa seni lukis mampu berkomunikasi lebih baik daripada kata-kata dalam banyak hal. bukan realisme. [sunting] Seni lukis zaman Renaissance Berawal dari kota Firenze. Lukisan pada masa ini digunakan untuk alat propaganda dan religi.

Lukisan. Raden Saleh kemudian melanjutkan belajar melukis ke Belanda. Kemapanan seni lukis Indonesia yang belum mencapai tataran keberhasilan sudah diporak-porandakan oleh gagasan modernisme yang membuahkan seni alternatif atau seni kontemporer. dan “Performance Art”. karya-karya seni rupa. dan kriya diarahkan kepada kurva-kurva halus yang kebanyakan terinspirasi dari keindahan garisgaris tumbuhan di alam. sehingga melahirkan abstraksi. Barangbarang dibuat dengan sistem produksi massal dengan ketelitian tinggi. Lukisan tidak lagi dianggap sebagai penyampai pesan dan alat propaganda. sehingga berhasil menjadi seorang pelukis Indonesia yang disegani dan menjadi pelukis istana di beberapa negera Eropa. sebab dianggap menjilat kepada kaum kapitalis yang menjadi musuh ideologi komunisme yang populer pada masa itu. Perjalanan seni lukis Indonesia sejak perintisan R. Gerakan Manifesto Kebudayaan yang bertujuan untuk melawan pemaksaan ideologi komunisme membuat pelukis pada masa 1950an lebih memilih membebaskan karya seni mereka dari kepentingan politik tertentu. sehingga perkembangannya pun tidak melalui tahapan yang sama. Sebagai dampaknya. Namun seni lukis Indonesia tidak melalui perkembangan yang sama seperti zaman renaisans Eropa. biaya pembuatannya akan menjadi sangat mahal). sehingga era ekspresionisme dimulai. Selain itu. Bersama itu pula seni lukis konvensional dengan berbagai gaya menghiasi galeri-galeri. Saleh sampai awal abad XXI ini. Sebagai jawabannya. Kecenderungan seni rupa Eropa Barat pada zaman itu ke aliran romantisme membuat banyak pelukis Indonesia ikut mengembangkan aliran ini. Objek yang berhubungan dengan keindahan alam Indonesia dianggap sebagai tema yang mengkhianati bangsa. [sunting] Sejarah seni lukis di Indonesia Seni lukis modern Indonesia dimulai dengan masuknya penjajahan Belanda di Indonesia. Kemudian muncul berbagai alternatif semacam “kolaborasi” sebagai mode 1996/1997. alat lukis seperti cat dan kanvas yang semakin sulit didapat membuat lukisan Indonesia cenderung ke bentuk-bentuk yang lebih sederhana. tetapi merupakan bisnis alternatif investasi. yang pernah menjamur di pelosok kampus perguruan tinggi seni sekitar 1993-1996. Raden Saleh Syarif Bustaman adalah salah seorang asisten yang cukup beruntung bisa mempelajari melukis gaya Eropa yang dipraktekkan pelukis Belanda.Revolusi Industri di Inggris telah menyebabkan mekanisasi di dalam banyak hal. terasa masih terombangambing oleh berbagai benturan konsepsi. keahlian tangan seorang seniman tidak lagi begitu dihargai karena telah digantikan kehalusan buatan mesin. Era revolusi di Indonesia membuat banyak pelukis Indonesia beralih dari tema-tema romantisme menjadi cenderung ke arah "kerakyatan". dengan munculnya seni konsep (conceptual art): “Installation Art”. yang bukan lagi sebagai bentuk apresiasi terhadap masyarakat. seniman beralih ke bentukbentuk yang tidak mungkin dicapai oleh produksi massal (atau jika bisa. .

[sunting] Seni lukis daun Adalah aliran seni lukis kontemporer. senidaun. [sunting] Romantisme Merupakan aliran tertua di dalam sejarah seni lukis modern Indonesia. dimana daun memiliki warna khas dan tidak busuk jika ditangani dengan benar. Artinya. Pemandangan alam adalah objek yang sering diambil sebagai latar belakang lukisan. Seni lukis ini memanfaatkan sampah daun tumbuh-tumbuhan.wordpress. yang diberi warna atau tanpa pewarna.com [sunting] Aliran lain . Bahasa visual yang digunakan berpijak pada konsep PLURAL PAINTING. atau multi-style. multi-teknik. dimana lukisan tersebut menggunakan daun tumbuh-tumbuhan. Romantisme dirintis oleh pelukis-pelukis pada zaman penjajahan Belanda dan ditularkan kepada pelukis pribumi untuk tujuan koleksi dan galeri di zaman kolonial. Pelukis berusaha untuk membebaskan fikirannya dari bentuk fikiran logis kemudian menuangkan setiap bagian dari objek untuk menghasilkan sensasi tertentu yang bisa dirasakan manusia tanpa harus mengerti bentuk aslinya.[sunting] Aliran seni lukis [sunting] Surrealisme Lukisan aliran surrealisme ini kebanyakan menyerupai bentuk-bentuk yang sering ditemui di dalam mimpi dan sebenarnya bentuk dari gudang fikiran bawah sadar manusia. untuk menampilkan idiom-idiom agar relatif bisa mencapai ketepatan dengan apa yang telah tertangkap oleh intuisi mempergunakan idiom-idiom yang bersifat: multi-etnis. Lukisan dengan aliran ini berusaha membangkitkan kenangan romantis dan keindahan di setiap objeknya. Salah satu tokoh terkenal dari aliran ini adalah Pablo Picasso. Salah satu tokoh yang populer dalam aliran ini adalah Salvador Dali [sunting] Kubisme Adalah aliran yang cenderung melakukan usaha abstraksi terhadap objek ke dalam bentuk-bentuk geometri untuk mendapatkan sensasi tertentu. Salah satu tokoh terkenal dari aliran ini adalah Raden Saleh. [sunting] Plural painting Adalah sebuah proses beraktivitas seni melalui semacam meditasi atau pengembaraan intuisi untuk menangkap dan menterjemahkan gerak hidup dari naluri kehidupan ke dalam bahasa visual.

Abstraksi disebut juga sebagai salah satu aliran yang terdapat di dalam seni lukis.• • • • • • • Ekspresionisme Dadaisme Fauvisme Neo-Impresionisme Realisme Naturalisme De Stijl [sunting] Abstraksi Adalah usaha untuk mengesampingkan unsur bentuk dari lukisan. [sunting] Pelukis terkenal Indonesia • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • Affandi Agus Djaya Bagong Kussudiardja Barli Sasmitawinata Basuki Abdullah Djoko Pekik Dullah Ferry Gabriel Hendra Gunawan Herry Dim Jeihan Kartika Affandi Lee Man Fong Mario Blanco Otto Djaya Popo Iskandar Raden Saleh S. Teknik abstraksi yang berkembang pesat seiring merebaknya seni kontemporer saat ini berarti tindakan menghindari peniruan objek secara mentah. Unsur yang dianggap mampu memberikan sensasi keberadaan objek diperkuat untuk menggantikan unsur bentuk yang dikurangi porsinya. Sudjojono Srihadi Sri Warso Wahono Trubus Atim Pekok E.S . Darpo.

songket. Ciri-ciri * Penciptaannya selalu berdasarkan pada filosofi sebuah aktivitas dalam suatu budaya. warna. wayang golek. * Terikat dengan pakem-pakem tertentu. 1. meski pun tidak menutup kemungkinan adanya seni tradisional yang mirip antara dua daerah yang berdekatan. wayang beber. dan pencahayaan dengan acuan estetika. dan lain-lain. bentuk. Modern dan Kontemporer Seni rupa adalah cabang seni yang membentuk karya seni dengan media yang bisa ditangkap mata dan dirasakan dengan rabaan. bidang. Seni tradisional yang ada di suatu daerah berbeda dengan yang ada di daerah lain. Kesan ini diciptakan dengan mengolah konsep garis. . volume.Pengertian Seni Rupa Tradisional. SENI RUPA TRADISIONAL Pengertian Seni tradisional adalah unsur kesenian yang menjadi bagian hidup masyarakat dalam suatu kaum/puak/suku/bangsa tertentu. batik. Contoh Wayang kulit. tekstur. bisa berupa aktivitas religius maupun seremonial/istanasentris. ornamen pada rumah-rumah tradisional di tiap daerah.

Ciri-ciri * Konsep penciptaannya tetap berbasis pada sebuah filosofi . S. modern atau lebih tepatnya adalah sesuatu yang sama dengan kondisi waktu yang sama atau saat ini.Soedjojono dan pelukis era modern lainnya. Seniman Raden Saleh Syarif Bustaman. Misalnya lukisan yang tidak lagi terikat pada Rennaissance. Contoh Lukisan-lukisan karya Raden Saleh Syarif Bustaman. Soedjojono. * Tidak terikat pada pakem-pakem tertentu. S. Abdulah Sr. Otto Jaya S. Wakidi. Basuki Abdullah. SENI RUPA MODERN Pengertian Seni rupa modern adalah seni rupa yang tidak terbatas pada kebudayaan suatu adat atau daerah. dan Emira Sunarsa. SENI RUPA KONTEMPORER Pengertian Seni Kontemporer adalah salah satu cabang seni yang terpengaruh dampak modernisasi. 1. Abdul Salam. Kontemporer itu artinya kekinian. tetapi jangkauan penjabaran visualisasinya tidak terbatas. namun tetap berdasarkan sebuah filosofi dan aliran-aliran seni rupa. Ramli. Jadi seni kontemporer adalah seni yang tidak terikat oleh aturan-aturan zaman dulu dan berkembang sesuai zaman sekarang. lebih kreatif dan modern. Ciri-ciri * Tidak terikat oleh aturan-aturan zaman dulu dan berkembang sesuai zaman. Lukisan kontemporer adalah karya yang secara tematik merefleksikan situasi waktu yang sedang dilalui. Tutur. Agus Jaya Suminta. Pirngadi. * . Wahid Somantri. Begitu pula dengan tarian.1. Basuki Abdullah. Affandi.

hingga aksi politik. musik. . patung. alias meleburnya batas-batas antara seni lukis. grafis. teater. tari. kriya.Tidak adanya sekat antara berbagai disiplin seni.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful