P. 1
Etika Internet

Etika Internet

|Views: 339|Likes:
Published by budi rahardjo
Pengantar Etika Menggunakan Internet
Pengantar Etika Menggunakan Internet

More info:

Published by: budi rahardjo on Jan 18, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/29/2013

pdf

text

original

etikaberinternet

1

Etika (Ber)internet
Budi Rahardjo budi@insan.co.id http://rahard.wordpress.com Bandung, Desember 2010
Etika (Ber)internet ....................................................................................................................... 1   1   Ribut di Dunia Maya .............................................................................................................. 5   2   Etika .......................................................................................................................................... 7   2.1   Bagaimana etika diajarkan? ........................................................................................... 7   3   Etika di Dunia Maya............................................................................................................... 8   3.1   Etika dalam menggunakan email ................................................................................. 8   3.1.1   Dilarang melakukan spamming ............................................................................ 8   3.1.2   Dilarang mengirimkan attachment dalam ukuran besar ................................ 9   3.1.3   Dilarang meneruskan email tanpa ijin................................................................ 9   3.1.4   Dilarang memalsukan identitas ......................................................................... 10   3.1.5   Dilarang menggunakan huruf besar semua ..................................................... 10   3.1.6   Mengutip dengan benar ...................................................................................... 11   3.2   Etika dalam milis ........................................................................................................... 12   3.2.1   Dilarang meneruskan tulisan ke milis lain....................................................... 13   3.2.2   Dilarang mendiskusikan topik yang tidak sesuai ........................................... 13   3.2.3   Dilarang ngobrol pribadi antar dua orang ...................................................... 14   3.2.4   Dilarang menebar isyu tidak benar .................................................................. 14   3.2.5   Dilarang melakukan Top Posting ...................................................................... 14   3.3   Etika Yang Terkait Dengan Blog ............................................................................... 14   3.3.1   Dilarang copy-paste tulisan dari blog orang lain ........................................... 15   3.3.2   Dilarang menggunakan tulisan atau gambar tanpa ijin ................................. 15   3.3.3   Dilarang memberikan komentar yang berisi spam ....................................... 16   3.4   Etika di jejaring sosial .................................................................................................. 16   3.4.1   Dilarang menyaru menjadi orang lain .............................................................. 17   3.4.2   Dilarang mengganggu orang lain ....................................................................... 17   4   Penutup .................................................................................................................................. 18  

etikaberinternet

2

etikaberinternet Di sebuah account di situs jejaring sosial (social network) facebook.com ada status seperti ini: “Sedang mengerjakan tugas dan belajar” Kemudian ada orang yang memberikan komentar “Ah kamu mah bodo. Mau belajar gimana juga pasti gak lulus. Dasar bodo!” Langsung sang pemiliki account naik pitam. Kebetulan sang pemilik account tidak kenal dengan yang memberikan komentar. Kesal dia. “Gak usah komentar di sini! Gak usah datang ke sini.” “Suka-suka gua. Mau komentar di sini atau di mana aja, terserah gue!” “Apa maunya sih kamu???” … Kejadian yang mirip seperti ini terjadi bukan sekali dua kali, tetapi berulang. Dunia maya kemudian menjadi ajang perseteruan. Duh, padahal seharusnya dunia maya menjadikan tempat yang menyenangkan, tetapi malah menjadi tempat yang menyebalkan. Cerita di atas bukan hanya khayalan karena baru-baru ini memang terjadi sebuah kasus di sebuah jejaring sosial facebook.com dimana seorang pengguna merasa tidak berkenan dengan komen yang muncul di statusnya. Pengguna tersebut kemudian melaporkan pemberi komen ke Polisi. Heboh. Orang bertanya-tanya mengapa kasus seperti ini bisa sampai berakhir menjadi pengaduan ke polisi? Apakah tidak bisa diselesaikan dengan cara lain? Ada kejadian lain yang kali ini terjadi di sebuah mailing list (milis). Seorang anggota milis membuat tulisan – lebih tepatnya sebuah keluhan atau kritik – yang kemudian dianggap sebagai pencemaran nama baik oleh pihak yang dia kritik. Kasusnya juga maju ke meja pengadilan. Ini kasus Prita yang terkenal itu. Salah siapa? Nah, sekarang kejadian lain. Seorang mahasiswa perguruan tinggi (yang kebetulan berasal dari tempat saya bekerja) sedang menonton pertandingan sepak bola. Saking kesalnya dia dengan lawan tim kesayangannya dia, dia menuliskan sesuatu di status account facebooknya yang bernada SARA. Akibatnya dia diprotes orang sampai ada demo ke kampus. Hasilnya, dia kena skorsing 3 semester dari tempat dia kuliah. Ini hanya untuk sebuah komentar yang mungkin keluar secara spontan. Apakah kejadian seperti ini akan terulang dan bertambah banyak? Menurut saya jawabannya adalah ya, jika kondisi internet tetap seperti ini. Ada yang hilang, yaitu etika berinternet. Inilah yang akan menjadi pembahasan dari tulisan ini.

3

etikaberinternet Dunia maya tidak hanya internet. Dunia telepon atau handphone pun bisa kita anggap dunia maya. Namun pembahasan dalam tulisan ini memang lebih berat atau fokus kepada internet, meskipun apa yang diuraikan bisa dilebarkan ke lingkungan maya non-internet. Pernahkah Anda menerima telepon dari seseorang, yang tiba-tiba membuka pembicaraan dengan bertanya (seperti dialog di bawah ini)? “Ini siapa?” “Lho, Anda kan yang menelepon. Kok malah bertanya ini siapa???” Banting itu telepon. Penelepon tidak beretika! Ketika telepon dulu mulai dipasang (duluuu sekali), ada proses sosialiasi bagaimana menggunakan telepon yang baik dan benar. Kita diajari untuk bersopan-santun dalam menggunakan telepon. Pertama kali kita sebagai penelepon harus menyapa dahulu. “Halo. Selamat pagi.” Setelah itu, sang penelepon memperkenalkan dirinya dan menyatakan kepada siapa telepon itu ditujukan. “Saya Fulan. Bisakah saya berbicara dengan Fulini?” Sementara itu pengguna komputer dan internet tidak pernah diajari untuk bersopansantun. Dianggap bisa saja. Mudah-mudahan buku ini bisa memberikan pencerahan.

4

etikaberinternet

5

1 Ribut di Dunia Maya
Silang pendapat merupakan hal yang biasa selama hal ini bisa dilakukan dengan kepala dingin. Namun sayangnya ternyata ribut di dunia maya lebih sulit dikendalikan dibandingkan dengan ribut di dunia nyata. Mengapa keributan bisa mudah terjadi di dunia maya? Ada beberapa alasan yang bisa kita bahas bersama-sama. Tidak ada feedback langsung. Salah satu kesulitan kita dalam berkomunikasi tanpa tatap muka adalah kita kehilangan umpan balik atau feedback dari lawan bicara kita. Feedback ini bisa dalam bentuk intonasi suara, yang tiba-tiba meninggi atau keras ketika kita marah, atau pelan dan melemah ketika kita sedih. Atau bisa juga feedback ini dalam bentuk body language atau bahkan hanya sekedar sorotan mata. Jika ada perkataan kita yang membuat seseorang tidak berkenan, langsung bisa terlihat (terasa) efeknya. Dia bisa berkerut, mengepalkan tangan, membuang muka, mata melotot, tersenyum, atau bahkan ... bogem melayang. Kita dapat langsung minta maaf, mengubah cara bicara kita, atau … tetap tidak peduli. Intinya adalah efek dari apa yang kita katakan bisa langsung kita ketahui. Hal ini tidak dapat dilakukan dengan komunikasi tanpa tatap muka. Memang ada emoticons1 yang dapat digunakan untuk menyatakan perasaan kita seperti tersenyum :) dan atau menangis :((, tetapi emoticons tersebut juga ada batasnya. Tidak ada interaksi langsung. Salah satu fitur komunikasi di dunia maya adalah komunikasi secara asinkron, yaitu pihak yang bekomunikasi tidak harus online secara bersamaan. Jawaban tidak harus segera kita peroleh. Kita bisa mengirimkan email saat ini dan mendapat jawaban keesokan harinya. Di satu sisi ini menguntungkan karena lawan bicara tidak harus online pada saat yang bersamaan. Kadang susah mengatur jadwal agar kedua belah pihak yang berkomunikasi online pada saat yang bersamaan. Mungkin yang satu sedang di jalan mengemudikan kendaraannya atau sedang rapat atau sedang tidur (karena berbeda zona waktu), sementara yang satunya siap untuk diskusi atau sebaliknya. Di sisi lain, karena asinkron, impak dari tulisan kita baru terasa setelah kita mendapat jawaban. Adanya jeda waktu ini bisa menimbulkan kekesalan. Sekarang kita berharap bahwa lawan bicara kita harus menjawab sesegera mungkin. Adanya media komunikasi yang bermacam-macam (internet, 3G) membuat tidak ada alasan untuk menunda membaca pesan kita. Dalam bayangan kita, orang yang kita tuju pasti sudah baca pesan kita, tetapi dia tidak mau membalas. Kesal jadinya. Anonimity brings cowardness. Dunia maya memungkinkan kita untuk menjadi anonim2. “On the internet, nobody knows you’re a dog,” demikian sebuah lelucon yang sangat terkenal dengan gambar dua ekor anjing yang sedang mengakses internet.
1

Emoticons adalah upaya untuk menunjukkan perasaan kita dengan menggunakan karakter yang ada di keyboard. Misalnya untuk tersenyum bisa kita gunakan “gambar” seperti ini :-) Daftar emoticons secara lengkap dapat dilihat di …

etikaberinternet Kita dapat membeli nomor handphone prepaid tanpa perlu memberikan identitas yang jelas. Kita dapat membuka account palsu di layanan Yahoo!, gmail, facebook. Kita dapat menjadi siapa saja yang kita mau. Ada manfaat dari anonim, seperti misalnya jika kita ingin melaporkan sesuatu tetapi ada ancaman terhadap keamanan kita. Jadi ada manfaat dari fitur ini. Namun seringkali fitur ini digunakan secara berlebihan dan diluar manfaat sesungguhnya (abuse). Sayangnya lagi anonim ini menimbulkan kepengecutan. Seseorang bisa menghina, mengucapkan sumpah serapah, atau melakukan hal lain yang menyebalkan dengan identitas yang tidak dikenal itu. Dia menjadi tidak bertanggungjawab. Beranggapan bebas sebebas-bebasnya. Banyak orang mengira bahwa di dunia maya kita bisa berlaku seenak kita. Bebas. Tidak ada batas. Padahal sesungguhnya tetap ada aturan-aturan yang harus kita ikuti. Sopan santun di dunia nyata berlaku juga untuk dunia maya. Kalau di dunia nyata tidak boleh memaki-maki orang, maka di dunia mayapun kita tidak boleh memaki-maki sembarangan. Salah satu salah pengertian yang sering terjadi adalah kita beranggapan bahwa dunia maya adalah dunia yang privat, padahal sesungguhnya ada banyak bagian dunia maya yang merupakan ruang publik. Ketika kita berhubungan dengan ruang publik, maka ada aturan publik yang harus diikuti. Kita tidak dapat berbuat sebebas-bebasnya. Tidak paham etika. Ini dia … banyak orang yang tidak tahu bahwa ada etika dalam hidup di dunia maya. Seperti halnya kehidupan di dunia nyata, dunia maya pun memiliki tata krama. Cara mengirimkan email pun ada tata caranya. Kirim SMS juga ada etikanya. Etika harus diajarkan. Yang tidak tahu harus diberitahu dengan cara diajarkan.

6

2

Sebenarnya ada mekanisme yang membatasi anonim. Ada mekanisme untuk mencari tahu (meskipun tidak mudah dan membutuhkan skill yang tinggi). Hati-hati dengan menggunakan fitur anonim ini karena banyak orang yang merasa anonim padahal tidak.

etikaberinternet

7

2 Etika
“Ethics is a moral philosophy – philosophical thinking about right and wrong.”3 “Ethics, a major branch of philosophy, encompasses right conduct and good living.”4
Banyak orang yang menggunakan agama sebagai basis dari etikanya. Ada juga yang menggunakan professional codes atau association codes, seperti misalnya the Association for Computing Machinery (ACM) Code of Ethics, sebagai basis dari etika. Etika berinternet secara umum dapat direduksi menjadi beberapa poin, tetapi ada daerah abu-abu yang memang sulit untuk disepakati. Jangan berasumsi bahwa jika biasa dilakukan berarti itu diperbolehkan secara hukum (legal). Jika tidak yakin, lebih baik bertanya. Jangan lakukan hal kepada orang lain yang tidak ingin kita derita. Cek apakah kita bangga dengan apa yang kita lakukan.

2.1 Bagaimana etika diajarkan?
Saat ini saya tidak melihat adanya upaya untuk mengajarkan etika secara terprogram atau terencana di Indonesia. Banyak orang tua yang berharap bahwa etika ini diajarkan di sekolah. Sementara itu pengelola sekolah beranggapan bahwa anak-anak diajarkan etika di rumah. Akibatnya saling menunggu dan tidak ada yang mengajarkan etika. Demikian pula masyarakat tidak mengajarkan etika di Indonesia ini. Di luar negeri, masyarakat mengajarkan etika. Sebagai contoh di luar negeri, di bis ada stiker yang mengatakan “berikan tempat duduk untuk orang tua atau ibu-ibu hamil”. Bukannya mereka bodoh dan tidak tahu hal itu, tetapi hal ini tetap diajarkan secara eksplisit oleh masyarakat. Sementara itu, di kita, hal semacam ini tidak diajarkan secara eksplisit dan orang-orang beranggapan semua orang sudah mengerti. Jangan salahkan generasi muda jika mereka tidak berperilaku seperti yang kita inginkan karena kita tidak pernah mengajarkan etika kepada mereka.

“It takes a village to raise a child”...
Hal-hal yang dibahas di atas berlaku untuk etika di dunia nyata. Bagaimana dengan mengajarkan etika di dunia maya? Nampaknya kondisinya lebih parah lagi. Kebanyakan orang beranggapan bahwa karena dunia maya itu “tidak nyata”, maka kita tidak perlu memberikan effort untuk melakukan pengajaran soal etika.
3

George Beekman dan Michael J. Quinn, “Tomorrow’s Technology and You,” 8th edition, Pearson International Edition, 2008.
4

Wikipedia, http://en.wikipedia.org/wiki/Ethics_%28disambiguation%29. Diakses 31 Januari 2011.

Online.

etikaberinternet

8

3 Etika di Dunia Maya
Ketika internet dikembangkan, penggunanya hanya terbatas yaitu orang-orang di lingkungan perguruan tinggi dan lembaga penelitian. Jumlah penggunanya relatif sedikit. Pada saat itu sumber daya internet juga masih terbatas. Kecepatan akses internet sangat lambat dan banyak yang dilakukan melalui jaringan telepon (dial up). Karena internet dapat dianggap sebuah lingkungan yang baru dengan sumber daya yang terbatas, maka ada beberapa (banyak) panduan untuk pengguna internet. Panduan ini diperlukan agar penggunaan internet yang terbatas tersebut bisa lancar dan memuaskan banyak pihak. Sebagai contoh, pada masa itu akses internet mungkin menggunakan dial up yang lambat. Bayangkan jika seseorang menyertakan email (dalam ukuran Megabytes) ke dalam email tanpa diminta oleh yang dituju. Hampir dapat dipastikan penerima email akan mencak-mencak karena dia harus bersusah payah mengambil email tersebut (dan kemungkinan dia harus membayar mahal pula). Untuk itu dibuat aturan, misalnya untuk mailing list, yaitu dilarang mengirimkan attachment yang lebih besar dari sekian bytes. Panduan-panduan ini kemudian muncul dalam bentuk tanya jawab yang kemudian dikenal dengan istilah “Frequently Asked Questions” atau FAQ. Ada banyak FAQ yang dikembangkan untuk berbagai layanan di internet. Etika di dunia internet sendiri kemudian dikenal dengan istilah “netiket” atau “netiquette”. Ada beberapa netiket untuk penggunaan email, mailing list (milis), blog, dan forum.

3.1 Etika dalam menggunakan email
Email merupakan salah satu aplikasi utama Internet. Bisa dikatakan hampir semua pengguna internet memiliki alamat email. Untuk itu etika dalam menggunakan email merupakan sebuah hal yang esensial. Berikut ini daftar secara singkat apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam menggunakan email. Uraian lengkapnya menyusul. • • • • • • Dilarang melakukan spamming Jangan mengirimkan berkas (attachment) dalam ukuran besar Jangan meneruskan (forward) email orang tanpa ijin Jangan memalsukan identitas Jangan menggunakan huruf besar Kutip seperlunya dan dengan cara yang benar

Selain daftar di atas, ada beberapa hal lain yang dibahas di beberapa netiket yang tersedia di Internet.

3.1.1 Dilarang melakukan spamming
Spamming adalah mengirimkan email yang tidak diminta (unsolicited email) ke banyak orang. Biasanya spamming ini berisi iklan (dan bahkan penipuan). Jika kita memang membutuhkan informasi dari seseorang, maka kita akan meminta. Yang tidak disukai

etikaberinternet adalah tiba-tiba banyak iklan yang dikirimkan ke kita tanpa kita memintanya. Sangat menyebalkan, bukan? Untuk itu kita jangan melakukan spamming ke orang lain. Analogi dengan dunia nyata adalah mengirimkan surat, selebaran, atau brosur iklan ke setiap rumah. Hanya saja kalau mengirimkan surat di dunia nyata ada biayanya (dan mungkin juga mahal). Sementara itu di dunia maya, mengirimkan email sangat murah. Akibatnya orang dengan seenaknya saja mengirimkan email, termasuk spamming ini. Spamming merupakan hal yang tidak disukai orang karena menghabiskan tempat di mailbox kita dan yang terlebih penting adalah menghabiskan waktu kita (untuk menghapus email tersebut). Biar hanya sekedar menghapus email, email yang tidak penting ini sudah mengambil atensi kita. Di beberapa tempat, spamming bahkan dianggap sebagai melanggar hukum! Anda bisa kena hukuman jika melakukan spamming. Di Indonesia, hal ini masih dibahas apakah perlu dibuatkan hukumnya atau dibiarkan saja. Itulah sebabnya kita jangan melakukan spamming. Salah-salah, bukan hanya dianggap tidak beretika saja tetapi malah masuk bui.

9

3.1.2 Dilarang mengirimkan attachment dalam ukuran besar
Dahulu email hanya berupa teks saja sehingga ukuran email tidak begitu besar. Maklum pada jaman itu komputer kebanyakan masih menggunakan terminal hijau yang hanya dapat menampilkan teks saja. Saat ini kita bisa menyertakan gambar, lagu, dokumen yang bukan teks (misalnya berkas yang kita hasilkan dengan wordprocessor atau program untuk membuat slide presentasi), atau obyek apa pun ke dalam email. Obyek yang kita sertakan ini menjadi “attachment” dari email kita. Masalahnya adalah biasanya ukuran obyek yang disertakan cukup besar sehingga mengganggu banyak orang, terutama yang akses internetnya lambat (dan mahal). Bahkan di beberapa tempat ada mail sever yang membatasi ukuran attachment. Jika berkas attachmentnya melebihi ukuran tertentu, maka email ditolak. Khususnya untuk mailing list, jangan mengirimkan attachment ke mailing list. Hal ini disebabkan pelanggan milis berbeda-beda kualitas koneksi internetnya. Ada yang koneksi internetnya sangat lambat (misalnya aksesnya melalui handphone) sehingga attachment sangat mengganggu bagi dia. Secara umum jangan mengirimkan attachment ke milis. Simpan attachment di tempat lain (misalnya tempat upload file gratisan) dan di email yang dikirimkan ke milis sertakan alamat tempat kita meletakkan attachment tersebut. Ini lebih sopan.

3.1.3 Dilarang meneruskan email tanpa ijin
Meneruskan (forward) email orang merupakan hal yang mudah. Kita tinggal klik “forward” dan tulis alamat email tujuan, maka email tersebut diteruskan ke tujuan. Saking mudahnya, banyak orang yang meneruskan email pribadi ke berbagai mailing list. Masalahnya, seringkali email merupakan komunikasi yang privat. Kebanyakan orang (atau malah semua orang) berharap bahwa komunikasi privat kita tetap menjadi privat. Meneruskan email tanpa ijin merupakan pelanggaran terhadap privasi. Jika Anda ingin meneruskan email seseorang, katakanlah karena isinya sangat menarik, sebaiknya Anda minta ijin dahulu kepada yang menuliskan email. Umumnya jika tulisannya tidak rahasia atau privat, sang penulis pasti mengijinkan. Minta ijin ini merupakan tata krama yang harus kita jaga.

etikaberinternet Jika kebetulan email yang kita teruskan ternyata tidak benar isinya (misalnya menjelek-jelekkan sebuah produk), maka kita bisa ikut terkena kasus hukum melakukan pencemaran nama baik (meskipun bukan kita yang membuat email aslinya). Beberapa kali terjadi kasus orang membuat email palsu, “produk xyz tidak halal” kemudian mengirimkannya ke berbagai milis. Anda merasa bahwa informasi itu penting dan kemudian meneruskannya ke milis lain tanpa memeriksa kebenaran dari informasi itu. Anda bisa dijerat hukum dengan hanya meneruskan email tersebut.

10

3.1.4 Dilarang memalsukan identitas ... on the internet, nobody knows you’re a dog
Di dunia nyata agak susah bagi kita untuk memalsukan identitas. Bisa, tapi tidak mudah. Ada faktor fisik yang membatasi hal ini. Sebagai contoh, dengan kumis dan brewok ini saya tidak bisa mengaku sebagai seorang wanita. Hilangnya faktor fisik di dunia maya memudahkan kita untuk mengaku sebagai siapa pun. Kita bisa mengaku sebagai laki-laki atau perempuan. Meskipun bisa, sulit untuk melakukan verifikasi hal ini. Identitas yang sering dipalsukan adalah identitas yang digunakan untuk mengirim email. Memalsukan email sangat mudah. Sama mudahnya dengan memalsukan surat biasa. Tentu saja ada cara untuk mencari tahu keaslian surat atau email, tetapi ini adalah kerjaan penyidik. Umumnya orang biasa tidak mudah mengetahui email itu palsu atau bukan. Hal yang perlu diperhatikan bahwa memalsukan identitas ini bisa berakibat fatal. Bisa jadi ini menjadi kasus hukum dan masuk ke meja pengadilan. Itulah sebabnya jangan palsukan identitas orang lain. Jika Anda membutuhkan anonimitas, gunakan fitur anonim tetapi jangan menyaru menjadi orang lain.

3.1.5 Dilarang menggunakan huruf besar semua
MENGAPA ANDA TIDAK BOLEH MENULISKAN PESAN DENGAN HURUF BESAR SEMUA??? Coba apa yang ada di benak Anda ketika membaca tulisan di atas? Ya, Anda benar. Pemahaman kita adalah orang yang menuliskan pesan tersebut sedang berteriak atau MARAH! Penggunaan huruf besar memang menjadi sebuah cara untuk menunjukkan emosi kita dalam bentuk teks. Maklum, lawan bicara kita tidak bisa mendengarkan kita. Kalau dalam pembicaraan, kita bisa bersuara keras dan meninggi. Dalam email, terpaksa kita menggunakan huruf besar. Ada satu kejadian lucu. Pernah saya tanyakan kepada mahasiswa saya mengapa kita tidak boleh menuliskan pesan dalam huruf besar semua? Ada mahasiswa yang menjawab bahwa huruf besar lebih menghabiskan bandwidth jaringan dibandingkan dengan huruf kecil (sehingga bisa jadi lebih mahal). Ha ha ha. Salah! Secara jaringan, penggunaannya sama saja.

etikaberinternet

11

3.1.6 Mengutip dengan benar
Sering dalam membalas email kita ingin mengutip tulisan sebelumnya. Cara yang mengutip adalah menyertakan tulisan sebelumnya dengan membubuhi tanda “>” di depannya. Ini contohnya: Dalam email sebelumnya si Fulan menulis: ... > kita tetapkan saja pertemuan menjadi hari Senin > karena semua orang bisanya hari Senin. ... Saya sepakat dengan Fulan. Saya juga bisanya hari Senin. Setuju??? -- budi Contoh di atas merupakan sebuah contoh kutipan yang baik. Kutipan ditandai dengan “>” dan yang dikutip dipotong secukupnya, tidak seluruh email. Bagi pembaca akan jelas mana bagian yang dikutip dan bagian mana opini penulis. Seringkali, karena kemudahan dan kemalasan, kita kutip seluruh email (bahkan beserta footer atau bagian akhir dari email atau milis yang biasanya berisi iklan). Kemudian kutipan kita dikutip oleh orang lain (dengan menyertakan semuanya), kemudian dikutip lagi kesemuannya, … dan seterusnya. Berikut ini saya ambilkan contoh footer dari mailing list “Ikatan Alumni ITB (IA-ITB)”. Banyak mailing list yang lain juga memiliki konfigurasi yang serupa.
*** Ajak Alumni ITB lain bergabung di milis IA-ITB. Buat kerjasama yuk ! Manajemen email di milis IA-ITB ada di bawah. Selamat mencoba :-) Cihuyyy, sudah lebih 1.500 anggota Senyum-ITB Facebook. Terima kasih :-) Tolong sebar terus ke jaringan Anda. Ajak masyarakat dan keluarga ikut ya Komentar & lihat foto di http://facebook.com/pages/SenyumITB/100802856927 Anggota: 5.830 Diperbarui: 1 September 2009 -------------------------------------------------------------------*** IA-ITB *** - Kerjasama merajut Prestasi Dunia Persahabatan, Ide, Iptek, Desain, Seni, Bisnis, & Kerjasama http://groups.yahoo.com/group/IA-ITB Managed by: 99Venus International (http://99Venus.net ) & IA-ITB http://www.IA-ITB.com http://IA-ITB.blogspot.com --------------------------------------------------------------------Manajemen email di milis IA-ITB yang lebih detil di blog IA-ITB :-) Klik http://IA-ITB.blogspot.com/2009/07/manajemen-milis-ia-itb.html Mengatur mode terima email dengan ganti-ganti 3 cara terima berikut : 1. IA-ITB-normal@yahoogroups.com = email terima normal (individual emails) 2. IA-ITB-digest@yahoogroups.com = email terima ringkasan (daily digest)

etikaberinternet
3. IA-ITB-nomail@yahoogroups.com = tidak terima email / libur sementara Cara berlangganan / Ganti email : 1. IA-ITB-subscribe@yahoogroups.com = email berlangganan milis IA-ITB 2. IA-ITB-unsubscribe@yahoogroups.com = email berhenti dari milis IA-ITB Milis IA-ITB di Facebook: Ikut & lihat 928 wajah di http://Facebook.com/group.php?id=39676223082 Isi & lihat 1.156 profil di http://groups.yahoo.com/group/IA-ITB/database Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/IA-ITB/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/IA-ITB/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:IA-ITB-digest@yahoogroups.com mailto:IA-ITB-fullfeatured@yahoogroups.com <*> To unsubscribe from this group, send an email to: IA-ITB-unsubscribe@yahoogroups.com <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

12

Perhatikan pada contoh footer di atas, betapa panjangnya teks di footer tersebut. Bayangkan jika kita membalas email tersebut dan menyertakan footernya, kemudian program yang mengelola mailing list juga menambahkan footer lagi, betapa banyaknya baris informasi yang dikirimkan secara percuma. Belum lagi kalau balasan email kita kemudian dibalas lagi oleh orang lain, dengan menyertakan footernya lagi. Berlipat jadi tiga jumlah footernya. Dan seterusnya …, dan seterusnya. Lebih menarik lagi kalau balasan kita hanya berisi satu baris atau bahkan satu kata: “setuju!”. (Sementara footer tetap diteruskan.) Wah, bisa kita lihat betapa besar penghamburan data yang dikirimkan secara percuma. [contoh mengutip yang salah] Program mail reader kita memang dengan mudah bisa menyembunyikan kutipan atau footer sehingga tampilan menjadi nyaman, tetapi sebetulnya sampah kutipan tersebut masih ada. Bagi orang lain yang menggunakan mail reader sederhana, misalnya yang membaca email dengan menggunakan handphone, kutipan yang tidak perlu tersebut sanggat mengganggu karena tidak bisa dihilangkan (dan memboroskan penggunaan internet).

3.2 Etika dalam milis
Milis merupakan forum diskusi (tertutup) dengan menggunakan media dalam bentuk email. Pada mulanya untuk mengirimkan email ke beberapa orang sekaligus digunakan fitur “Carbon Copy” (Cc). Agar balasan email juga didistribusikan ke semua orang

etikaberinternet maka balasan email juga harus di-Cc-kan. Hal ini tidak masalah untuk jumlah orang yang sedikit, katakan di bawah 10 orang. Untuk jumlah pengikut diskusi yang banyak, ratusan dan bahkan ribuan orang, maka mekanisme Cc sangat tidak cocok. Maka muncullah mailing list (milis) yang dikelola oleh sebuah program mailing list manager. Email yang kita kirimkan ke milis akan didistribusikan ke seluruh anggota pelanggan milis tersebut. Etika dalam menggunakan milis sebenarnya mengikuti etika dalam penggunaan email. Hanya saja milis dibuat untuk mendiskusikan topik tertentu atau kumpulan orang dengan keterkaitan tertentu (misalnya alumni sekolah, kelompok keahlian, dan seterusnya). Maka topik yang dibahas seharusnya hanya yang terkait dengan alasan terbentuknya milis tersebut. Ada tambahan batasan lagi dalam milis yaitu karena penerima email lebih banyak dan kondisi mereka berbeda-beda (ada yang akses internetnya lambat, ada yang hanya bisa menggunakan teks – tidak bisa menggunakan HTML, ada yang menggunakan perangkat handphone). Itulah sebabnya, mengirimkan attachment di milis misalnya, sangat tidak disukai. Beberapa setingan milis bahkan tidak dapat meneruskan attachment. Hal-hal yang kurang disukai atau dilarang dalam milis antara lain: • • • • • mengirimkan attachment dalam ukuran besar; meneruskan artikel atau tulisan dari milis lain ke milis ini; mendiskusikan topik yang tidak sesuai dengan fokus milis; ngobrol antara dua orang yang seharusnya bisa dilakukan di jalur pribadi; jangan menebar isyu tidak benar

13

3.2.1 Dilarang meneruskan tulisan ke milis lain
Salah satu hal yang sering dilakukan di milis adalah orang meneruskan isi mail (diskusi) ke milis lain. Sebetulnya hal ini boleh-boleh saja, selama kita meminta ijin dahulu ke penulis email. (Namanya juga etika.) Hal yang sebaliknya – yaitu meneruskan isi milis lain ke milis kita – sebaiknya tidak dilakukan. Kadang ada orang yang merasa isi topik dari milis lain menarik bagi anggota milis kemudia dia teruskan email dari milis lain tersebut itu ke milis kita. Perlu diperhatikan bahwa mungkin anggota milis ini juga sudah menjadi anggota milis lain tersebut sehingga dia mendapatkan pesan tersebut berkali-kali.

3.2.2 Dilarang mendiskusikan topik yang tidak sesuai
Milis biasanya dibentuk untuk mendiskusikan topik tertentu. Milis tentang musik progressive rock, misalnya, membahas hal-hal yang terkait dengan topik itu. Akan sangat menyebalkan jika ada orang yang kemudian mengirimkan tulisan dan mamaksa untuk mendiskusikan politik atau ekonomi misalnya. Itu sudah di luar topik, atau out of topik (OOT). Jika kita tertarik dengan politik, misalnya, kita akan bergabung dengan milis yang memang membahas hal itu bukan? Sesekali melemparkan topik yang tidak sesuai dengan tema atau fokus dari milis mungkin tidak mengapa, tetapi jika terlalu sering ini akan membuat anggota menjadi tidak nyaman. Mungkin ada yang keluar atau mengundurkan diri dari keanggotaan

etikaberinternet milis karena tidak nyaman ini. Sayang kan? Seharusnya orang yang selalu OOT ini lah yang harusnya dikeluarkan dari milis. Jika kita ingin mendiskusikan yang OOT, maka subyek dari email kita sebaiknya didahului dengan kata “OOT”. Subject: “[OOT] Foto-foto meeting kemarin”

14

3.2.3 Dilarang ngobrol pribadi antar dua orang
Milis diciptakan untuk berdiskusi secara kelompok, bukan untuk diskusi pribadi. Kadang ada orang yang berdiskusi berdua, berhalo-halo. Mereka lupa bahwa mereka berdiskusi di milis yang dibaca oleh ratusan atau ribuan orang. Ini seperti dua orang ngobrol pribadi di panggung, sementara ratusan orang-orang mendengarkan pembicaraan yang tidak nyambung.

3.2.4 Dilarang menebar isyu tidak benar
Harus kita ingat bahwa sedikit banyak milis merupakan forum yang agak publik. Email merupakan bentuk komunikasi yang privat, satu-ke-satu. Sementara milis dihuni oleh banyak orang. Untuk itu berhati-hatilah kita dalam berpendapat di milis. Salah-salah kita bisa memulai atau menebarkan isyu yang tidak benar dan bisa menjadi kasus legal. [Referensi UU ITE]

3.2.5 Dilarang melakukan Top Posting
Yang dimaksud dengan “top posting” adalah menuliskan komentar kita di atas tulisan yang kita kutip. Contohnya adalah sebagai berikut: Ya, tulisan kamu bagus. Ini pendapat saya. -- budi > Ini tulisan orang lain yang kita komentari. > Letaknya di bawah tulisan atau komentar kita. > Inilah yang disebut dengan top posting. Larangan melakukan “top posting” bisa jadi tidak relevan lagi saat ini. (Inikah contoh perubahan etika terhadap waktu?) Saat ini jarang orang yang keberatan dengan keberadaan top posting ini, meskipun ini pernah menjadi sebuah aturan utama di berbagai milis. Lebih jauh lagi, perangkat handphone BlackBerry misalnya ketika kita gunakan untuk menjawab email (baik email pribadi maupun email di milis) melakukan top posting ini. Mungkin pengembang aplikasi BlackBerry tidak tahu aturan ini? Atau memang aturan dilarang melakukan top posting sudah tidak berlaku lagi? Entahlah.

3.3 Etika Yang Terkait Dengan Blog
Blog merupakan halaman web yang berisi tulisan kita, yang kita perbaharui secara berkala. Blog dapat dianggap sebagai singkatan dari “web log”, yang berarti catatan web. Blog dapat dianggap sebagai pengembangan dari web site (situs web), halaman web. Dahulu seorang pemilik web site harus mengerti HTML dan berbagai skil teknis

etikaberinternet lainnya untuk melalukan update. Itulah sebabnya tidak terlalu banyak situs web. Blog menyediakan berbagai fitur yang memudahkan pengguna untuk menuliskan isi web tanpa perlu harus memiliki skil teknis tertentu. Maka blog mulai terkenal. Isi dari blog bermacam-macam. Ada yang menggunakannya untuk menuliskan catatan harian pribadinya, seperti diary. Ada juga yang menggunakannya untuk memberikan tutorial, marketing, berbagai keperluan bisnis, dan menyebarkan berita harian – seperti surat kabar. Beberapa hal yang perlu diperhatikan jika kita membuat blog antara lain: • • • Dilarang copy-paste tulisan dari blog orang lain Dilarang menggunakan tulisan atau gambar tanpa ijin Dilarang memberi komentar yang berupa spam

15

3.3.1 Dilarang copy-paste tulisan dari blog orang lain
Salah satu kesalahan yang sering dilakukan oleh pemula adalah mengambil tulisan milik orang lain dan memasangnya di blog dia. Tujuan awalnya sederhana, yaitu adalah agar blognya tidak kosong. Atau secara umum sang pemilik blog kehabisan ide sehingga dia “mencuri” tulisan orang lain. Bukan hanya idenya yang dicuri, tetapi tulisannya dicopy-and-paste. Sebetulnya “miminjam” ide dari orang lain tidak masalah selama kita tuliskan ulang ide tersebut dengan cara dan gaya bahasa kita kemudian kita berikan kredit (acknowledgement) kepada pemilik ide, misalnya dengan membuat referensi ke pemilik ide tersebut. Umumnya sang pemilik ide tidak keberatan. Yang membuat jengkel itu adalah ketika ada orang mengambil tulisan kita mentah-mentah kemudian memasangnya di blognya seolah-olah dia yang menuliskan tulisan ini. Perlu diingat bahwa tulisan itu memiliki hak cipta (copyrights). Jika sang penulis asli berkeberatan, maka mungkin saja Anda diadukan ke pihak yang berwajib karena melanggar hak cipta. Untuk itu jangan sekali-kali melakukan copy-paste tulisan dari blog orang lain ke blog kita. Jika memang kita kehabisan ide, ya jangan mencomot mentah-mentah begitu. Biarkan blog kita kosong saja. Ide untuk mengisi blog itu sangat banyak dan bisa diperoleh (bisa mudah, bisa susah). Sebagai contoh, buat tulisan hari ini tentang apa saja yang dimulai dari huruf “A”. Misalnya kita buat tulisan tentang “Ambarukmo”, “Amarah”, “Aman”, “Adil”, “Apa?”. Kemudian besok kita buat tulisan tentang sesuatu yang dimulai dari huruf “B”, misalnya “Bandung”, “Batagor”, “Bangun”, “Bingung?”. Besoknya lagi huruf “Ca” dan seterusnya. Mudah bukan? Kapan-kapan saya akan menceritakan bagaimana menemukan ide untuk tulisan-tulisan di blog kita.

3.3.2 Dilarang menggunakan tulisan atau gambar tanpa ijin
Yang ini agak lebih longgar dibandingkan larangan sebelumnya. Jika pada larangan sebelumnya kita mengambil tulisan “plek” persis (semua) dari orang lain, maka larangan kali ini adalah menggunakan sebagian dari tulisan atau gambar (foto, image) karya orang lain. Di dunia akademik istilahnya adalah plagiat. Jika Anda memang ingin menggunakan (mengutip) tulisan atau gambar orang lain, kutiplah dengan benar. Sebutkan sumbernya. Sebetulnya Anda tidak harus

etikaberinternet memberitahukan orang yang Anda kutip, jika Anda sudah membuatkan referensi ke dia, tetapi sebagai sopan santun ada baiknya juga jika Anda memberitahu yang bersangkutan. Untuk penggunaan gambar (foto, image) malah sebetulnya Anda harus meminta ijin terlebih dahulu.

16

3.3.3 Dilarang memberikan komentar yang berisi spam
Ada orang yang sering datang ke halaman blog orang lain dan memberikan komentar yang tidak nyambung dengan tulisannya dan sebetulnya hanya ingin melakukan spamming. Sang komentator ini hanya menuliskan barang yang ingin dia jual, atau sejenisnya. Ini sangat tidak disukai. Berbagai situs blog menyediakan fitur untuk menandai spam dan kemudian memfilter komentar yang dilakukan oleh spammer. Jika Anda dianggap sebagai spammer, maka Anda tidak bisa menuliskan komentar di blog yang Anda sukai. Lebih jauh lagi, jika Anda sudah dianggap mengganggu (annoying), maka orang bisa melaporkan Anda ke penyedia jasa Internet Anda agar Anda diblokir karena menimbulkan ketidaknyamanan kepada pengguna internet lainnya.

3.4 Etika di jejaring sosial
Jejaring sosial (social network) ternyata merupakan aplikasi yang sangat disukai oleh orang Indonesia. Ada banyak layanan jejaring sosial. Yang populer di Indonesia adalah facebook, kaskus, koprol, friendster (meskipun mulai berkurang), dan multiply. Selain mereka tentunya masih banyak jejaring sosial yang ukurannya lebih kecil atau bersifat tertutup (closed user group). Facebook.com merupakan jejaring sosial yang paling populer saat buku ini ditulis. Sebelumnya, friendster lah yang lebih terkenal. Dalam waktu kurang dari 5 tahun, facebook tiba-tiba menggeser popularitas friendster di Indonesia. Di negara lain memang statistiknya berbeda, misalnya bisa jadi myspace atau orkut lah yang lebih populer di sana. Di Indonesia, facebook kebanyakan diakses dengan menggunakan perangkat handphone. Bahkan facebook dapat dianggap sebagai aplikasi yang mendongkrak penjualan handphone. Hampir semua handphone menampilkan fitur bisa untuk mengakses facebook. Gambar berikut ini menunjukkan statistik dari pengguna facebook dunia. Dapat dilihat bahwa di dalam skala dunia, pengguna facebook dari Indonesia menempati ranking kedua terbanyak setelah Amerika Serikat.

etikaberinternet

17

Gambar 1. Statistik Pengguna Facebook (Akhir November 2010)

Tingkah laku kita di dunia jejaring sosial ini semestinya mirip dengan tingkah laku di dunia nyata. Jika kita sopan dan santun di dunia nyata, mengapa kita tidak melakukan hal yang sama di dunia maya? Komunikasi dan interaksi kita di lingkungan jejaring sosial seharusnya juga tetap santun. Internet memang bisa mengubah banyak hal. Misalnya batas-batas antara tua dan muda yang sering menjadi penghalang dalam interaksi di dunia nyata menjadi hilang. Jika di dunia nyata kita sering “rikuh pekewuh”, ternyata di dunia maya kita bisa menjadi kurang ajar! Jika hal ini tidak ditata, maka jadinya ribut.

3.4.1 Dilarang menyaru menjadi orang lain
Pencurian identitas (identity theft) merupakan hal yang mudah di dunia maya. Ini menjadi masalah besar karena kita tidak dapat melihat secara langsung orang yang bersangkutan. Seseorang bisa mengaku menjadi siapa saja. Kita bisa mengaku menjadi siapa saja. Penyaruan ini bisa menimbulkan masalah dan bahkan bisa maju ke meja pengadilan jika orang yang kita ambil identitasnya berkeberatan terhadap penipuan ini. Saya sebetulnya tidak menyarankan Anda untuk memberikan informasi yang berlebihan tentang diri Anda. Bahkan sekedar tanggal lahir pun sebaiknya tidak dituliskan di profil Anda. Jaga privasi Anda. Ada kekhawatiran informasi pribadi Anda ini digunakan orang untuk menipu (misalnya meminta uang kepada kawan-kawan Anda). Jadi jangan menyaru menjadi orang lain tetapi jangan pula memberikan informasi yang berlebihan tentang diri kita.

3.4.2 Dilarang mengganggu orang lain
Definisi dari “mengganggu” ini bisa bermacam-macam, misalnya terus menerus memberikan komentar di halaman orang lain, sampai kepada memberi komentar yang menyebalkan. Mungkin maksud kita adalah melucu, tetapi bagi orang yang bersangkutan mungkin malah menyebalkan.

etikaberinternet

18

4 Penutup
Mudah-mudahan tulisan ini bermanfaat dan membuat kita lebih nyaman “hidup” di dunia maya. Kenyamanan ini merupakan tanggungjawab kita bersama. Tentu saja Anda bisa melanggar netiket, tetapi tannggung sendiri akibatnya! Kalau dahulu Anda bisa berdalih tidak tahu, nah sekarang Anda sudah tahu (karena membaca tulisan ini). Salah sendiri … hi hi hi. Maaf saya hanya becanda (tapi sebetulnya ini merupakan hal yang serius). Sebetulnya saya tidak terlalu suka dengan banyak memberikan larangan, akan tetapi saya belum dapat menemukan bentuk lain yang lebih baik dari format ini. Jadi mohon maaf jika saya berkesan menggurui dengan memberikan larangan ini dan itu. Maaf. Mudah-mudahan di kesempatan lain saya bisa membuat tulisan yang lebih baik dari ini.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->