Cara Budidaya Bunga Melati yang Benar

Bunga melati hidup pada iklim panas tropik dengan tanah yang ringan dan berdrainase baik, kaya bahan organik dengan kelembaban baik. Di Indonesia nama bunga melati dikenal oleh masyarakat dengan sebutan Menuh (Bali), Meulu cut atau Meulu Cina (Aceh), Menyuru (Banda), Melur (Gayo dan Batak Karo), Manduru (Menado), Mundu (Bima dan Sumbawa) dan Manyora (Timor), serta Malete (Madura). Di Indonesia pusat persebaran budidaya bunga melati ada di daerah Pemalang, Purbalingga dan Tegal. Bibit melati juga dapat diperoleh dengan cara perundukkan dari cabang basal. Bibit bunga melati sendiri dapat diperoleh dengan pembibitan yang melalui pendederan di pot kantong plastik (polibag). Iklim yang diperlukan - Curah hujan 112±119 mm/bulan dengan 6±9 hari hujan/bulan, serta mempunyai iklim dengan 2±3 bulan kering dan 5±6 bulan basah. - Suhu udara siang hari 28-36 derajat C dan suhu udara malam hari 24-30 derajat C, - Kelembaban udara (RH) yang cocok untuk budidaya tanaman ini 50-80 %. - Selain itu pengembangan budi daya melati paling cocok di daerah yang cukup mendapat sinar matahari. Media tanam - Tanaman melati umumnya tumbuh subur pada jenis tanah Podsolik Merah Kuning (PMK), latosol dan andosol. - Tanaman melati membutuhkan tanah yang bertekstur pasir sampai liat, aerasi dan drainase baik, subur, gembur, banyak mengandung bahan organik dan memiliki. - Derajat keasaman tanah yang baik bagi pertumbuhan tanaman ini adalah pH=5±7. Ketinggian tempat Tanaman melati dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik di dataran rendah sampai dataran tinggi pada ketinggian 10-1.600 m dpl. Meskipun demikian, tiap jenis melati mempunyai daya adaptasi tersendiri terhadap lingkungan tumbuh. Melati putih (J,sambac) ideal ditanam di dataran rendah hingga ketinggian 600 m dpl, sedangkan melati Star Jasmine (J.multiflorum) dapat beradaptasi dengan baik hingga ketinggian 1.600 m dpl. Di sentrum produksi melati, seperti di Kabupaten Tegal, Purbalingga dan Pemalang (Jawa Tengah), melati tumbuh dengan baik di dataran rendah sampai dataran menengah (0-700 m dpl). Pemeliharaan bibit stek - Lakukan penyiraman secara kontinu 1±2 kali sehari. - Usahakan bibit stek mendapat sinar matahari pagi. - Pindahkan tanaman bibit stek yang sudah berakar cukup kuat (umur 1±23 bulan) ke dalam polybag berisi medium tumbuh campuran tanah, pasir dan pupuk organik (1:1:1). - Pelihara bibit melati secara intensif (penyiraman, pemupukan dan penyemprotan pestisida dosis rendah) hingga bibit berumur 3 bulan.

Pembukaan Lahan .500 ppm bila digunakan Ethrel. pemangkasan bentuk dilakukan untuk keperluan melati pot atau taman. Pada tanaman melati. tanaman melati membutuhkan ketersediaan air yang memadai. Pengairan dan Penyiraman tanaman Pada fase awal pertumbuhan.Bersihkan lokasi untuk kebun melati dari rumput liar (gulma). kapur bakar (Quick lime. Ciri dan umur panen . Fungsi/kegunaan pengapuran tanah masam adalah untuk menaikan pH tanah. tinggi 30-40 cm. J. Pupuk kandang dimasukkan pada tiap lubang tanam sebanyak 1-3 kg.000 ppm memberikan hasil bunga yang paling tinggi. Pengairan dilakukan 1-2 kali sehari yakni pada pagi dan sore hari. jarak antara bedeng 40±60 cm dan panjang disesuaikan dengan kondisi lahan. serta untuk menambah unsur-unsur Ca dan Mg. yakni 1. .{Ca(OH)2}. Dosis pupuk kandang berkisar antara 10-30 ton/hektar. sambac apabila dipangkas bagian cabang dan ranting-rantingnya secara cermat akan terbentuk tanaman yang mempunyai kanopi yang serasi terhadap ukuran pot dan wadahnya dengan jumlah bunga banyak. Penyemprotan tanaman Zat perangsang/zat pengatur Tumbuh (ZPT) dapat digunakan untuk mempertahankan dan meningkatkan produksi bunga. kemudian biarkan kering angin selama 15 hari Pembentukan Bedengan Membentuk bedengan selebar 100-120 cm.000 ppm untuk Cycocel atau 500-1.Olah tanah dengan cara di cangkul/dibajak sedalam 30-40 cm hingga gembur. Penyiapan lahan sebaiknya dilakukan pada musim kemarau/1-2 bulan sebelum musim hujan.45 kg/ tanaman. Cara pemberiannya: zat perangsang bunga disemprotkan pada seluruh bagian tanaman. Pengapuran tanaman Tanah yang pH-nya masam dapat diperbaiki melalui pengapuran. Konsentrasi yang dianjurkan 3.000 ppm±5. pepohonan yang tidak berguna/batu-batuan agar mudah pengelolaan tanah. kemudian campurkan secara merata dengan lapisan tanah atas. misalnya dengan kapur kalsit (CaCO3) dolomit {CaMg (CO3)2}. zat perangsang bunga yang berpengaruh baik terhadap pembungaan melati adalah Cycocel (Chloromiguat) dan Etherel. Demikian pula J. multiflorum dapat dibentuk menjadi tanaman yang tegak berbentuk payung dan penuh bunga dipermukaan kanopinya. Lubang tanam dibuat ukuran 40 x 40 x 40 cm dengan jarak antar lubang 100-150 cm. Tanaman tersebut menjadi sangat indah dan menarik apabila diletakkan pada posisi yang tepat di dalam suatu taman. Tanaman melati yang di semprot dengan Cycocel berkonsentrasi 5. Pengairan perlu secara kontinyu tiap hari sampai tanaman berumur kurang lebih 1 bulan. Pemangkasan tanaman Pemangkasan tanaman pada umumnya dimaksudkan untuk mendapatkan pertumbuhan dan perkembangan tanaman menjadi lebih baik seperti yang diinginkan. Cara pengairan adalah dengan disiram iar bersih tiap tanam hingga tanah di sekitar perakaran cukup basah. terutama bagian ujung dan tunas-tunas pembungaan. Pemupukan tanaman Tebarkan pupuk kandang di atas permukaan tanah. CaO)/kapur hidrat (Slakked lime.

yakni saat sinar suhu udara tidak terlalu panas. Cara Panen Pemetikan bunga melati sebaiknya dilakukan pada pagi sore. Tanaman melati mulai berbunga pada umur 7-12 bulan setelah tanam. Produksi bunga melati di Indoensia masih rendah yakni berkisar antara 20-25 kg/hektar/hari.html . Sumber : http://www.net/info/tanaman/cara-budidaya-bunga-melati-yangbenar.blogiztic. Panen bunga melati dapat dilakukan sepanjang tahun secara berkali-kali sampai umur tanaman antara 5-10 tahun. Setiap tahun berbunga tanaman melati umumnya berlangsung selama 12 minggu (3 bulan).Ciri-ciri bunga melati yang sudah saatnya dipanen adalah ukuran kuntum bunga sudah besar (maksimal) dan masih kuncup / setengah mekar.

gembur. Purbalingga dan Tegal. melati tumbuh dengan baik di dataran rendah sampai dataran menengah (0-700 m dpl).600 m dpl. aerasi dan drainase baik. Di sentrum produksi melati. porus. Umumnya bibit berasal dari stek cabang yang keras. Untuk keperluan penanaman secara luas hendaknya dipilih bibit yang sudah mempunyai perakaran baik dan berdaun penuh. Media Tanam 1. . serta mempunyai iklim dengan 2±3 bulan kering dan 5±6 bulan basah. banyak mengandung bahan organik dan memiliki. 3. Selain itu pengembangan budi daya melati paling cocok di daerah yang cukup mendapat sinar matahari. Derajat keasaman tanah yang baik bagi pertumbuhan tanaman ini adalah pH=5±7. Curah hujan 112±119 mm/bulan dengan 6±9 hari hujan/bulan. latosol dan andosol. Untuk budidaya melati secara komersial diperlukan tanah yang remah. tiap jenis melati mempunyai daya adaptasi tersendiri terhadap lingkungan tumbuh. Bibit yang baik dapat diperoleh dengan pembibitan yang melalui pendederan di pot kantong plastik (polibag). y SENTRA PENANAMAN Di Indonesia Pusat penyebaran tanaman melati terkonsentrasi di Jawa Tengah. Kelembaban udara (RH) yang cocok untuk budidaya tanaman ini 50-80 %. seperti di Kabupaten Tegal. 2. 2. Melati putih (J.Lingkungan tumbuh yang cocok untuk tanaman melati yaitu iklim panas tropik dan lebih disenangi pada tanah yang ringan dan berdrainase baik. subur. kaya bahan organik dengan kelembaban baik. terutama di Kabupaten Pemalang. dan setengah keras dengan panjang 5 atau 6 ruas. Tanaman melati umumnya tumbuh subur pada jenis tanah Podsolik Merah Kuning (PMK). 3. Meskipun demikian. Tanaman melati membutuhkan tanah yang bertekstur pasir sampai liat. 1968). Suhu udara siang hari 28-36 derajat C dan suhu udara malam hari 24-30 derajat C. 4.multiflorum) dapat beradaptasi dengan baik hingga ketinggian 1. Bibit melati juga dapat diperoleh dengan cara perundukkan dari cabang basal. sedangkan melati Star Jasmine (J. berpasir dan juga kaya bahan organik yang telah terdekomposisi (Pizzetti dan Coaker. y SYARAT PERTUMBUHAN Iklim 1. Ketinggian Tempat Tanaman melati dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik di dataran rendah sampai dataran tinggi pada ketinggian 10-1. Purbalingga dan Pemalang (Jawa Tengah).sambac) ideal ditanam di dataran rendah hingga ketinggian 600 m dpl. Namun demikian melati juga banyak ditanam pada tanah yang bervariasi jenisnya.600 m dpl.

Penyiapan tempat semai:  Siapkan tempat/wadah semai berupa pot berukuran besar/polybag.  Pindahkan tanaman bibit stek yang sudah berakar cukup kuat (umur 1± 23 bulan) ke dalam polybag berisi medium tumbuh campuran tanah. Siram medium semai dengan air bersih hingga basah.  Pelihara bibit melati secara intensif (penyiraman. Pengolahan Media Tanam 1. Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian 1. Pemeliharaan bibit stek:  Lakukan penyiraman secara kontinu 1±2 kali sehari. Pembukaan Lahan . 2.  Isikan medium semai ke dalam wadah hingga cukup penuh/setebal 20± 30 cm. medium semai (campuran tanah. pasir steril/bersih). pasir dan pupuk organik (1:1:1).  Usahakan bibit stek mendapat sinar matahari pagi. Teknik Penyemaian Benih : Tancapkan tiap stek pada medium semai 10±15 cm/sepertiga dari panjang stek.  Periksa dasar wadah semai dan berilah lubang kecil untuk pembuangan air yang berlebihan. 2. pemupukan dan penyemprotan pestisida dosis rendah) hingga bibit berumur 3 bulan. Tutup permukaan wadah persemaian dengan lembar plastik bening (transparan) agar udara tetap lembab.Budidaya Bunga Melati y PEDOMAN BUDIDAYA Pembibitan 1.

bentuk kultur perkebunan jarak tanam umumnya adalah 1 x 1. Bersihkan lokasi untuk kebun melati dari rumput liar (gulma). Bila tiap hektar lahan terdapat sekitar 60. pepohonan yang tidak berguna/batu-batuan agar mudah pengelolaan tanah. Cara Penanaman : Jarak tanam dapat bervariasi. Teknik penyulaman prinsipnya sama dengan tata laksana penanaman. Pupuk kandang dimasukkan pada tiap lubang tanam sebanyak 1-3 kg. tinggi 30-40 cm. saat sinar matahari tidak terlalu terik dan suhu udara tidak terlalu panas.1. Pembentukan Bedengan : Membentuk bedengan selebar 100-120 cm. Pembuatan Lubang Tanam : Bibit melati dalam polybag disiram medium tumbuh dan akar-akarnya. Lubang tanam dibuat ukuran 40 x 40 x 40 cm dengan jarak antar lubang 100-150 cm. kemudian biarkan kering angin selama 15 hari 2. Fungsi/kegunaan pengapuran tanah masam adalah untuk menaikan pH tanah. Pemupukan : Pemupukan tanaman melati dilakukan tiap tiga bulan sekali. Tiap lubang tanam ditanami satu bibit melati. STP 300-500 kg dan KCI . Waktu penyulaman sebaiknya dilakukan pada pagi/sore hari. kebutuhan pupuk dasar terdiri atas 180 kg TSP dan 120 kg KCI. Pemupukan : Tebarkan pupuk kandang di atas permukaan tanah. Penjarangan dan Penyulaman. Penentuan Pola Tanam : Sebulan sebelum tanam. 3. 4. Penyulaman seawal mungkin bertujuan agar tidak menyulitkan pemeliharaan tanam berikutnya dan pertumbuhan tanam menjadi seragam. kesuburan tanah dan jenis melati yang ditanam. air dan unsur hara.5 m).0 m x 1. CaO)/kapur hidrat (Slakked lime. kapur bakar (Quick lime. Teknik Penanaman 1.5 m. Penyiangan : Pada umur satu bulan setelah tanam. bibit melati diadaptasikan dulu disekitar kebun. hanya saja dilakukan pada lokasi/blok/lubang tanam yang bibitnya perlu diganti. stratos/asam humus Gro-Mate 2. sedang variasi lainnya adalah 40 x 40 cm. kebun melati sering ditumbuhi rumput-rumput liar (gulma). 3. Tanah dekat pangkal batang bibit melati dipadatkan pelan-pelan agar akar-akarnya kontak langsung dengan air tanah. misalnya dengan kapur kalsit (CaCO3) dolomit {CaMg (CO3)2}. Jenis dan dosis pupuk yang digunakan terdiri atas Urea 300-700 kg. Penyiapan lahan sebaiknya dilakukan pada musim kemarau/1-2 bulan sebelum musim hujan. Pengapuran : Tanah yang pH-nya masam dapat diperbaiki melalui pengapuran. Dosis pupuk kandang berkisar antara 10-30 ton/hektar. jarak antara bedeng 40±60 cm dan panjang disesuaikan dengan kondisi lahan. : Cara penyulaman adalah dengan mengganti tanaman yang mati/tumbuhan abnormal dengan bibit yang baru. tergantung pada bentuk kultur budidaya. kemudian campurkan secara merata dengan lapisan tanah atas. serta untuk menambah unsur-unsur Ca dan Mg. Olah tanah dengan cara di cangkul/dibajak sedalam 30-40 cm hingga gembur. 2.000 lubang tanam (jarak tanam 1. Bersama pemberian pupuk dasar dapat ditambahkan ³pembenah dan pemantap tanah ³ misalnya Agrovit. 3. 40 x 25 cm dan 100 x 40 cm. Lahan kebun yang siap ditanami diberi pupuk dasar terdiri atas 3 gram TSP ditambah 2 gram KCI per tanaman. Pemeliharaan Tanaman 1. Periode penyulaman sebaiknya tidak lebih dari satu bulan setelah tanam. Rumput liar ini menjadi pesaing tanaman melati dalam pemenuhan kebutuhan sinar matahari.{Ca(OH)2}. 2.

terutama jenis pupuk yang kaya unsur fosfor (P). y PEMANGKASAN .000 ppm untuk Cycocel atau 500-1. kecuali pada beberapa jenis melati. Konsentrasi yang dianjurkan 3. Pengairan dilakukan 1-2 kali sehari yakni pada pagi dan sore hari. 4.000 ppm±5. yakni 1. kemudian ditutup dengan tanah.45 kg/ tanaman. Waktu pemupukan adalah sebelum melakukan pemangkasan. Pemberian pupuk dapat dilakukan dengan cara disebar merata dalam parit di antara barisan tanaman / sekeliling tajuk tanaman sedalam 10-15 cm. Tanaman melati yang di semprot dengan Cycocel berkonsentrasi 5. sedangkan jenis melati Spnish Jasmine (J. grandiflorum) setinggi 90 cm dari permukaan tanah. seperti varietas Grand Duke of tuscany yang tipe pertumbuhannya tegak. tanaman melati membutuhkan ketersediaan air yang memadai.500 ppm bila digunakan Ethrel. Pemberian pupuk dapat meningkatkan produksi melati.sambac) dapat di pangkas pada ketinggian 75 cm dari permukaan tanah. Tinggi pemangkasan amat tergantung pada jenis melati. terutama bagian ujung dan tunas-tunas pembungaan.000 ppm memberikan hasil bunga yang paling tinggi. Pemupukan dapat pula dengan cara memasukan pupuk ke dalam lubang tugal di sekeliling tajuk tanaman melati.100-300 kg/ha/tahun. Lain-lain : Tanaman melati umumnya tumbuh menjalar. Pengairan dan Penyiraman : Pada fase awal pertumbuhan. Pengairan perlu secara kontinyu tiap hari sampai tanaman berumur kurang lebih 1 bulan.30) atau ketika matahari tidak terik menyengat. saat berbunga. Cara pemberiannya: zat perangsang bunga disemprotkan pada seluruh bagian tanaman. zat perangsang bunga yang berpengaruh baik terhadap pembungaan melati adalah Cycocel (Chloromiguat) dan Etherel. sesuai panen bunga dan pada saat pertumbuhan kurang prima.00) atau sore hari (pukul 15. officinale var. Waktu Penyemprotan Pestisida : Zat perangsang/zat pengatur Tumbuh (ZPT) dapat digunakan untuk mempertahankan dan meningkatkan produksi bunga. seperti Gandasil B (6-2030)/Hyponex biru (10-40-15) dan waktu penyemprotan pupuk daun dilakukan pada pagi hari (Pukul 09. 5. Cara pengairan adalah dengan disiram iar bersih tiap tanam hingga tanah di sekitar perakaran cukup basah. jenis melati putih (J. 6.30-16.

2. sambac yang tidak produktif karena telah berumur tua dapat dilakukan pemangkasan berat sampai sekitar 1/4 ± 1/3 tinggi tanaman aslinya. Ekosistem pertanian dikelola dengan cara: o penggunaan bibit sehat o sanitasi kebun o pemupukan berimbang o pergiliran tanaman yang baik o penggunaan tanaman perangkap. y HAMA DAN PENYAKIT Tanaman melati tidak luput dari gangguan hama dan penyakit. Stadium hama yang merusak tanaman melati adalah larva (ulat). pemangkasan tanaman perlu diikuti pengairan secara teratur dan pemberian pupuk secukupnya. 3. prinsip pokok dan prioritas teknologi pengendalian hama/penyakit . perdator. Budidaya melati J. sambac yang masih produktif. Pada tanaman melati. melepaskan musuh alami o mengurangi penggunaan pestisida organik sintetik yang berspektrum lebar/menggunakan pestisida selektif. Agar timbulnya tunas-tunas baru tersebut lebih cepat. memperbanyak.Pemangkasan tanaman pada umumnya dimaksudkan untuk mendapatkan pertumbuhan dan perkembangan tanaman menjadi lebih baik seperti yang diinginkan. dapat dilakukan pemangkasan pucuk setelah panen bunga selesai. Ulat palpita (Palpita unionalis Hubn) : o Hama ini termasuk ordo Lepidoptera dan famili Pyralidae. Pemangkasan juga merupakan salah satu komponen dari aspek pemeliharaan tanaman apabila yang dipangkas adalah cabang atau ranting yang sakit atau kering dan juga cabang ± cabang yang tidak produktif. Pengendalian hayati dilakukan secara maksimal dengan memanfaatkan musuh-musuh alami hama (parasitoid. patogen) dengan cara: o memasukan. Hama 1. Hal tersebut dimaksudkan untuk merangsang tumbuhnya tunas-tunas baru lebih cepat sehingga waktu berbunganya lebih awal. Pestisida digunakan secara selektif berdasarkan hasil pemantauan dan analisis ekosistem. Demikian pula J. Tanaman tersebut menjadi sangat indah dan menarik apabila diletakkan pada posisi yang tepat di dalam suatu taman. Tanaman J. J. . memelihara. sambac apabila dipangkas bagian cabang dan ranting-rantingnya secara cermat akan terbentuk tanaman yang mempunyai kanopi yang serasi terhadap ukuran pot dan wadahnya dengan jumlah bunga banyak. pemangkasan bentuk dilakukan untuk keperluan melati pot atau taman. 1. multiflorum dapat dibentuk menjadi tanaman yang tegak berbentuk payung dan penuh bunga dipermukaan kanopinya. Dengan pemangkasan berat tersebut akan tumbuh tunas-tunas baru yang produktif.

o Pengendalian: disemprot dengan insektisida yang mangkus. unionalis. Pengendalian: dilakukan dengan cara memotong bagian tanaman yang terserang berat dan menyemprotkan insektisida yang mangkus dan sangkil. o Pengendalian dilakukan dengan menyemprotkan insektisida yang mangkus.5 EC. o Gejala: menyerang dengan cara mengisap cairan permukaan daun. o Gejala: menyerang daun tanaman melati identik (sama) dengan serangan ulat P. 2. seperti Perfekthion 400 EC/Decis 2. misalnya Decis 2.5 EC. Hawar daun : o Penyebab: cendawan (jamur) Rhizcotonia solani Kuhn. Hama Lain. ranting dan pucuk tanaman melati. misalnya Bassa 500 EC/Nogos 50 EC. Cascade 50 EC/Lannate L . o Ciri: ngengat berwarna coklat dengan panjang badan rata-rata 12 mm dan panjang rentang sayap kurang lebih 24 mm berwarna coklat dan berbintikbintik transparan. Penggerek bunga (Hendecasis duplifascials) : o Hama ini termasuk ordo Lepidoptera dan famili Pyralidae. Thips (Thrips sp) : o Thrips termasuk ordo Thysanoptera dan famili Thripidae. misalnya Decis 2.5 EC. Ulat nausinoe (Nausinoe geometralis) : o Hama ini termasuk ordo Lepidoptera dan famili Pyralidae. Sisik peudococcus (Psuedococcus longispinus) : o Hama ini termasuk ordo Pseudococcidae dan famili Homoptera yang hidup secara berkelompok pada tangkai tunas dan permukaan daun bagian bawah hingga menyerupai sisik berwarna abu-abu atau kekuning-kuningan. 4. Pegasus 500 SC/Dicarzol 25 SP . . o Gejala: menyerang daun yang letaknya dekat permukaan tanah. : o Hama lain yang sering ditemukan adalah kutu putih (Dialeurodes citri) dan kutu tempurung (scale insects). o Gejala: menyerang bagian cabang tanaman melati. Perfekthion 400 E/Curacron 500 EC . 6. Hawar benang (Thread Blight) : o Penyebab: jamur Marasmiellus scandens (Mass). o Penyakit 1. 5.2. o Pengendalian: dilakukan dengan menyemprotkan insektisida yang mangkus. sehingga proses fotosintesis (metabolisme). terutama daun-daun muda (pucuk). Kuntum bunga yang terserang menjadi rusak dan kadang-kadang terjadi infeksi sekunder oleh cendawan hingga menyebabkan bunga busuk. Hama ini bersifat pemangsa segala jenis tanaman (polifag). o Pengendalian: dilakukan dengan cara mengurangi ragam jenis tanaman inang di sekitar kebun melati dan menyemprotkan insektisida yang mangkus : Mesurol 50 WP. 3. menyerang dengan cara mengisap cairan sel. Bergerombol menempel pada cabang. o Gejala: menyerang tanaman dengan cara mengisap cairan sel tanaman dan mengeluarkan cairan madu. o Gejala: menyerang tanaman melati dengan cara menggerek/melubangi bunga sehingga gagal mekar.

terutama pada bagian daun. penyebab abnormilitas perakaran tanaman. o Gejala: terjadi pembusukan yang tertutup oleh lapisan jamur berwarna merah jambu pada bagian tanaman terinfeksi apnodium sp.. Fusarium sp dan Phoma sp. Antraknosa : o Penyebab: jamur Colletotrichum gloesporoides. Penyakit ini menyerang batang dan cabang tanaman melati yang berkayu. Hawar bunga (Flower Blight) : o Penyebab: cendawan (jamur) Curvularia sp. Bintil akar oleh nematoda Meloidogyne incognito. dan Meliola jasmini Hansf. Penyakit ini umumnya menyerang daun-daun yang tua. o Gejala: pada permukaan daun yang terserang tampak bercak-bercak kemerahmerahaan dan berbulu. Bercak daun : o Penyebab: jamur Pestaloita sp. 5. 7. berwarna coklat muda dan kadang-kadang bunga berguguran. Jamur upas : o Penyebab: jamur Capnodium salmonicolor. 6. Jasmine . Virus kerdil penyebab terhambatnya pertumbuhan tanaman melati. 4. Karat daun (Rust) : o Penyebab: ganggang hijau parasit (Cephaleuros virescens Kunze). Serangan berat dapat menyebabkan mati ujung (die back). 8. et Stev. belang-belang daun dan kadang-kadang seluruh ranting dan pucuk menjadi kaku.3. o Gejala: bunga busuk. o Gejala: bercak-bercak berwarna coklat sampai kehitam-hitaman pada daun. Penyakit lain : o Busuk bunga oleh bakteri Erwinia tumafucuens. Bintik-bintik tersebut membesar dan memanjang berwarna merah jambu. Gejala serangan capnodium adalah permukaan atas daun tertutup oleh kapang jelaga berwarna hitam merata. o Gejala : terbentuk bintik-bintik kecil berwarna kehitam-hitaman.

com/2008/06/18/budidaya-melati/ http://amiere.000kg/ha. Cara Panen Pemetikan bunga melati sebaiknya dilakukan pada pagi sore. Tanaman melati mulai berbunga pada umur 7-12 bulan setelah tanam. sedangkan panen pada musim hujan mencapai 300-1. produksi bunga akan menurun dan 2 bulan kemudian meningkat lagi Prakiraan Produksi Produksi bunga melati paling tinggi biasanya pada musim hujan. Sumber : http://wuryan. Periode Panen Hasil panen bunga melati terbanyak berkisar antara 1-2 minggu. yakni saat sinar matahari tidak terlalu terik/suhu udara tidak terlalu panas. Selanjutnya. Produksi bunga melati di Indoensia masih rendah yakni berkisar antara 20-25 kg/hektar/hari.wordpress. Setiap tahun berbunga tanaman melati umumnya berlangsung selama 12 minggu (3 bulan).multiply. di Jawa Tengah.com/journal/item/118/Budidaya_Bunga_Melati_Jasmine_officinalle . Panen bunga melati dapat dilakukan sepanjang tahun secara berkali-kali sampai umur tanaman antara 5-10 tahun.7-1 ton/ha/th pada musim kemarau. Data produksi bunga melati di Indonesia berkisar 1.5±2 ton/ha/th pada musim hujan dan 0. y PASCAPANEN Pengumpulan Di tempat terbuka bunga melati akan cepat layu untuk mempertahankan/memperpanjang kesegaran bunga tersebut dihamparkan dalam tampah beralas lembar plastik kemudian disimpan di ruangan bersuhu udara dingin antara 0-5 derajat C. panen bunga melati pada musim kemarau menghasilkan 5±10 kg/hektar.y PANEN Ciri dan Umur Panen Ciri-ciri bunga melati yang sudah saatnya dipanen adalah ukuran kuntum bunga sudah besar (maksimal) dan masih kuncup / setengah mekar.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful