P. 1
Tugas Fisika Roket

Tugas Fisika Roket

|Views: 555|Likes:
Published by Akbar Rabka

More info:

Published by: Akbar Rabka on Jan 18, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/08/2013

pdf

text

original

Roket

href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cdoclo%5CLOCALS%7E1%5CTemp %5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml">

Latar Belakang
Momentum adalah hasil kali sebuah benda dengan kecepatan benda itu pada suatu saat. Impuls merupakan hasil kali gaya dengan waktu yang ditempuhnya. Untuk mengetahui dan lebih memahami mengenai impuls dan momentum, kita dapat melihat bagaimana cara kerja prinsip roket.

Roket merupakan wahana luar angkasa, peluru kendali, atau kendaraan terbang yang mendapatkan dorongan melalui reaksi roket terhadap keluarnya secara cepat bahan fluida dari keluaran mesin roket. Aksi dari keluaran dalam ruang bakar dan nozle pengembang, mampu membuat gas mengalir dengan kecepatan hipersonik sehingga menimbulkan dorongan reaktif yang besar untuk roket.
Dorongan roket dan jet merupakan penerapan yang menarik dari hukum III Newton dan Kekekalan momentum. Roket memiliki tangki yang berisi bahan bakar hodrogen cair dan oksigen cair. Bahan bakar tersebut dibakar dalam ruang pembakaran sehingga menghasilkan gas lalu dibuang melalui mulut pipa yang terletak dibelakang roket. Akibatnya terjadi perubahan momentum pada gas selama selang waktu tertentu

Tujuan
Mengetahui Bagian-bagian roket Mengetahui prinsip cara kerja roket Memahami hubungan momentum, hukum Newton dan cara kerja roket

Roket
Roket merupakan wahana luar angkasa, peluru kendali, atau kendaraan terbang yang mendapatkan dorongan melalui reaksi roket terhadap keluarnya secara cepat bahan fluida dari keluaran mesin roket. Aksi dari keluaran dalam ruang bakar dan nozle pengembang, mampu

maka gaya yang anda berikan adalah F A ke B. Tanda negatif menunjukkan bahwa arah gaya reaksi tersebut berlawanan dengan gaya aksi yang anda berikan. Sedangkan bahan bakar cair tidak bisa dimampatkan. digambarkan pada kaki anda. yaitu sekitar 300 m/s Bahan bakar roket ada dua jenis yaitu bahan bakar cair dan bahan bakar padat. Gaya yang diberikan oleh batu kepada kaki anda adalah – F B ke A. yang berisi. Bumi bergerak ke arah batu yang jatuh karena massa bumi sangat besar maka percepatan yang dialami bumi sangat kecil (Ingat hubungan antara massa dan percepatan pada persamaan hukum II Newton). maka benda kedua memberikan gaya kepada benda yang pertama. Prinsip kerja dari roket berbahan bakar cair dan padat sama saja. dan gaya ini bekerja pada batu. yang besarnya sama dan berlawanan arah. Tetapi roket yang berbahan bakar padat mempunyai kelebihan yaitu mampu menyimpan bahan bakar dengan jumlah besar untuk ruang penyimpanan yang sama. Ingat bahwa kedua gaya tersebut (gaya aksi-gaya reaksi) bekerja pada benda yang berbeda. di mana hasil pembakaran menghasilkan gaya dorong ke atas. seperti gaya gravitasi yang menarik buah mangga kesayangan anda. Roket terbang dengan kecepatan supersonik. Misalnya ketika anda menendang sebuah batu. Ketika kita menjatuhkan batu. Jika anda menggambar tanda panah yang melambangkan interaksi kedua gaya ini. Kadang-kadang kedua gaya tersebut disebut pasangan aksi-reaksi. Kedua gaya tersebut memiliki besar yang sama tetapi berlawanan arah. Hukum Newton III Pergerakan Roket sesuai dengan hukum Newton ke 3. Secara matematis Hukum III Newton dapat ditulis sebagai berikut : F A ke B = – F B ke A F A ke B adalah gaya yang diberikan oleh benda A kepada benda B. Gaya aksi dan reaksi adalah gaya kontak yang terjadi ketika kedua benda bersentuhan. sedangkan gaya yang diberikan batu kepada kaki anda. Walaupun demikian. Ada aksi maka ada reaksi. Gaya total yang bekerja pada bumi dan batu besarnya sama. gas dan oksigen cair. antara bumi dan batu saling dipercepat satu dengan lain. . roket digerakan dari hasil pembakaran bahan bakar minyak. karena bahan bakarnya telah dipadatkan. Setelah bahan bakar roket dinyalakan. tetapi bumi juga bergerak .membuat gas mengalir dengan kecepatan hipersonik sehingga menimbulkan dorongan reaktif yang besar untuk roket Pada awal perkembangannya. pancaran gas yang keluar dari roket akan menimbulkan ledakan beruntun kebawah sehingga mendorong roket ke atas dan roket dapat melaju ke udara. misalnya. Apabila sebuah benda memberikan gaya kepada benda lain. – F B ke A. sedangkan F B ke A adalah gaya yang yang diberikan benda B kepada benda A. bumi juga bergerak menuju batu. Walaupun secara makroskopis tidak tampak. maka gaya F A ke B digambar pada batu. Hukum III Newton juga berlaku untuk gaya tak sentuh. Persamaan Hukum III Newton di atas juga bisa kita tulis sebagai berikut : Faksi = -Freaksi Hukum warisan Newton ini dikenal dengan julukan hukum aksi-reaksi. Berbeda dengan Hukum I Newton dan Hukum II Newton yang menjelaskan gaya yang bekerja pada benda yang sama. batu bergerak menuju ke permukaan bumi.

Jadi sistem ini tergantung pada misi yang di emban roket. Sistem Populasi Sistem propulsi (propultion system) adalah mesin yang digunakan sebagai tenaga pendorong rodet. Sistem Beban Sistem beban merupakan tempat untuk membawa wahana. dan alat komonikasi. Badan roket ini juga dilapisi dengan lapisan kusus untuk melindungi nya dari panas yang berlebihan saat menembus atmosfir bumi dan juga untuk melindungi dari dingin yang berlebihan. Jika untuk mengorbitkan satelit. Komponen utama roket terdiri dari empat bagian yaitu. sistem propulsi roket V2 terdiri dari tangki oksidasi. sistem pemandu (guidance system) dan sistem propulsi (propultion system). komputer. batu juga membalas gaya tarik bumi. Bumi menarik batu. Bagian-Bagian Roket Kita tentu sering mendengar kiprah tentang penluncuran roket untuk berbagai kepentingan. Rangka Rangka atau badan roket (rocket frame) terbuat dari bahan yang ringan dan kuat seperti titanium dan aluanium. radar. karena rangka berfungsi sebagai pelindung . pompa. Cara Kerja Roket Dorongan roket dan jet merupakan penerapan yang menarik dari hukum III Newton dan . bilik pembakaran dan nozel. Sistem pemandu roket ini dilengkapi dengan sensor. Baik untuk meluncurkan satelit untuk tujuan damai maupun untuk tujuan perang Sekarang ini kita akan mempelajari bagian-bagian roket yang mampu menghantarkan satelit ke ruang angkasa ini. di mana besar gaya tersebut sama namun arahnya berlawanan. Sistem propulsi roket secara garis besar menggunakan roket berbahan bakar padat dan roket berbahan bakar cair.menuju batu atau benda yang jatuh akibat gravitasi. Sirip di pasang pada bagian bawah roket untuk menjaga stabilitas selama peluncuran. rangka (structure sistem). maka rancangannya pun harus disesuaikan Sistem Pemandu Sistem pemandu (guidance system) merupakan alat yang akan menuntun roket ke orbit yang di tuju. Beban (payload system).

Bahan bakar tersebut dibakar dalam ruang pembakaran sehingga menghasilkan gas lalu dibuang melalui mulut pipa yang terletak dibelakang roket.Dorongan roket dan jet merupakan penerapan yang menarik dari hukum III Newton dan Kekekalan momentum. di mana arahnya ke bawah. Roket memiliki tangki yang berisi bahan bakar hodrogen cair dan oksigen cair. Jadi bisa dikatakan bahwa terdapat gaya total pada gas yang disemburkan roket ke belakang. di mana besar gaya reaksi = gaya aksi. Sebagai tanggapan. Berdasarkan hukum II Newton. perubahan momentum selama suatu selang waktu tertentu = gaya total. hanya arahnya berlawanan. Akibatnya terjadi perubahan momentum pada gas selama selang waktu tertentu. Roket bergerak bukan karena tekanan semburan gasnya mendorong udara. karena di luar . gas memberikan gaya reaksi kepada roket. Gaya total tersebut merupakan gaya aksi yang diberikan oleh roket kepada gas. Gaya reaksi yang diberikan oleh gas tersebut yang mendorong roket ke atas.

Roket bergerak karena adanya semburan propelan. adalah roket.Roket bergerak bukan karena tekanan semburan gasnya mendorong udara. Dengan massa gas yang disemburkan dengan kecepatan tertentu. . menyebabkan roket mendapatkan gerak majunya. Pada roket air. semburan propelan digantikan dengan campuran air dan udara bertekanan tertentu. Dengan semua hal diatas roket dapat bergerak melawan gravitasi bumi. dan penerapan impuls dan momentum. Prinsip Dorongan Roket Suatu penerapan hukum fisika yang begitu hebat. Percobaan sederhananya dilakukan dengan oleh astronot dengan sarung tangan karet (bersfungsi sama dengan balon) yang dipasangi sedotan minuman berperang seperti roket. yang didasari atas hukum ketiga Newton. Prinsip yang digunakan hukum kekekalan momentum. karena di luar angkasa tidak ada udara. Tekanan udara yang keluar dari sarung tangan karet yang semula ditiup memberi efek dorongan.

dikatakan bahwa gaya eksterna yang bekerja pada suatu benda atau sistem akan mengakibatkan laju perubahan momentum benda tersebut. roket telah membakar sebesar ∆m bahan bakar sehingga kecepatan roket bertambah sebesar ∆v dan ∆v akan terus bertambah besar terhadap t dan gas hasil pembakaran memiliki kecepatan keluar sebesar -u konstan... Dari hal tersebut kita akan menurunkan persamaan untuk gaya dorong yang mengakibatkan roket dapat melawan gravitasi. dan juga impuls dan momentum..Dari hukum ketiga Newton. bahwa ketika suatu benda mengerjakan gaya pada benda lain. setelah ∆t. sehingga untuk roket (momentum roket) P1=0 P2= (m-∆m)∆v maka F-(m-∆m)g=(m-∆m)∆v/∆t... maka suku (∆m)g bisa kita abaikan terhadap suku lainnya. maka benda yang dikerjakan gaya akan mengerjakan gaya pada benda yang mengerjakan gaya padanya. Asumsikan ketika t=0. maka ∆m→0 juga..(1) untuk gas yang keluar dari roket dengan massa ∆m (momentum gas) P1=0 P2=-(∆m)u maka -(F+(∆m)g)=-(∆m)u/∆t F=((∆m)u/∆t)-((∆m)g) untuk lim ∆t →0.. sehingga persamaan diatas menjadi . roket diam sehingga massa roket ditambah massa bahan bakar adalah m. gaya ini disebut gaya aksi-reaksi yang besarnya sama. namun arahnya berkebalikan.

(2) dengan dm/dt adalah laju pembakaran bahan bakar dan persamaan diatas merupakan persamaan gaya dorong roket sekarang lihat persamaan 1 F-(m-∆m)g=(m-∆m)∆v/∆t F-(m-∆m)g=(m∆v/∆t)-(∆m∆v/∆t) untuk lim ∆t →0. mendorongnya ke depan.dv/dt = ukeluar |dm/dt| + Feks besaran ukeluar |dm/dt| dinamakan dorongan roket : Fdorongan = ukeluar |dm/dt| Ketika roket bergerak didekat permukaan bumi. maka ∆m→0 juga dan ∆v→0 juga. maka suku (∆m∆v/∆t) dan (∆m)g bisa kita abaikan terhadap suku lainnya. gaya ini negative karena gaya ini langsung . dan dari hukum ketiga Newton... maka pada rumus umum. sehingga persamaan diatas menjadi F-mg=(m. Roket mendorong melawan gas buangannya sendiri. Persamaan Roket : m.F=(u)(dm/dt). maka persamaan 3 akan menjadi (u)ln(mawal/makhir)-(gt2-gt1)=vt-v0...(3) Persamaan 3 merupakan persamaan untuk kecepatan roket ketika waktu t dengan syarat V0=0 dan tawal=0 Jika kita mengasumsikan V0≠0 dan tawal≠0....dt= ∫ (dv) (u)ln(mawal/makhir)-gt=vt. gaya eksternal Feks adalah berat roket.(4) Inilah persamaan umum untuk kecepatan roket dengan syarat u haruslah harga mutlak. Roket mengerjakan gaya pada gas buang. Sebuah roket mendapatkan dorongan dengan membakar bahan bakar dan membuang gas yang terbentuk lewat belakang. yang mendorong kembali melawan roket tersebut.dv/dt) (u)(dm/dt)-mg=(m. gas mengerjakan gaya yang sama dan berlawanan pada roket.. Dalam persamaan Roket.. Momentum yang hilang karena gas yang dikeluarkan sama dengan momentum yang yang diperoleh roket.... karena saat awal kita sudah memasukkan u negatif.. u harus harga mutlak.dv/dt) (u)(dm/dt(m))-g=(dv/dt) sehingga untuk mendapatkan kecepatan roket ketika t maka kita integralkan persamaan diatas dari t=o sampai t dan dari m sampai m saat t ∫(u)(dm/(m))-∫g...

waktu untuk membakar bahan bakar tb. Jika berat kosong hanya 10 persen dari massa awal total. kita dapatkan : vf – vi = -gtb . kita mendapatkan : vf – vi = + ukeluar In mi/mf -gtb persamaan di atas menyatakan perubahan kecepatan roket yang bergerak dalam medan gravitasi yang konstan yang dinyatakan dalam kelajuan pembuangan. seandainya roket bergerak ke atas. dan rasio massa awal terhadap massa akhir. 90 persen massa awal adalah bahan bakar. Jadi. Dengan menggunakan –In mf/mi = In (mi/mf). Untuk roket yang bergerak dengan vi = 0 dan tanpa gaya eksternal.3 ukeluar . rasio mi/mf ketika bahan bakar habis adalah 10. Setelah kita mensubstitusi Fkeluar = -mg dan membagi dengan m. maka harus mengetahui kelajuan pembuangan relatif terhadap roket uex dan laju pembakaran bahan bakar roket |dm/dt|. dorongan harus lebih besar dibandingkan berat roket jika roket harus dipercepat ke atas. Pemecahan persamaan ini rumit karena m tidak konstan.ukeluar In mi/mf Dalam persamaan di atas kita telah menggunakan ∫(dm/m) = In m. kelajuan akhir akan sama dengan : vf = ukeluar In 10 = 2. Untuk roket yang bergerak dalam ruang bebas tanpa gaya eksternal. perubahan kecepatan diberikan oleh : vf – vi = + ukeluar In mi/mf (tanpa gaya eksternal) massa roket tanpa bahan bakar sama sekali dinamakan berat roket kosong(payload).ukeluar dm/m dengan menganggap bahwa g konstan dan mengintegrasi dari t=0 sampai t=tb ketika bahan bakar terbakar sempurna.berlawanan dengan arah kecepatan. artinya. maka persamaannya menjadi : dv/dt = -g + ukeluar/ m |dm/dt| Untuk memecah persamaan diatas guna memperoleh kecepatan v. tetapi merupakan fungsi waktu. Dengan demikian persamaan di atas menjadi : dv = -gdt .

Nah sekarang baru tekan si alumunium sampai rapat. Kemudian ujung paper clip tersebut masukkan ke dalam lubang tabung alumunium foil tadi sehingga menyentuh kepala batang korek api. tapi menarik untuk dibuat karena alat dan bahan yang diperlukan banyak kita temui di rumah dan warung terdekat. Ingat membentuk tabung. Gulung lagi alumunium foil 2-3 kali. Ambil dan luruskan paper clip. Potong bagian kepala dari batang korek api dan letakkan di atas alumunium foil.Percobaan Fisika Asyik : Roket Mini Ya walaupun roket ini tidak sebagus roket air. Ingat jangan menyentuh alumunium tapi kepala korek api ya. Lihat gambar! Langkah percobaan : • Gulung bagian ujung kiri alumunium foil sehingga membentuk tabung dengan bagian kepala korek api di tengahnya. kemudian sobek sisanya. Gunting Gunting alumunium foil dengan lebar 8 cm x 3 cm. Alat dan bahan : • • • • • • • Alumunium foil Kotak korek api + batang korek api Penjepit kertas (paper clip) Jarum atau segala apapun yang lurus pokoknya. Lihat gambar! • • • . jangan ditekan alumunium foilnya.

Usahakan agar si roket membentuk sudut 45 derajat. Ayo kenapa? Lihat gambar! • Akhirnya ayo kita nyalakan roketnya! • Maka terbanglah si roket mini ke angkasa. landasannya. dan si ujung alumunium yang dekat korek api diputar kemudian digunting.• • • • • Si ujung alumunium yang dekat paper clip diputar sampai erat. (Ga juga sih palingan cuma 8-10 meter dah turun lagi) . Selesai deh roket sederhananya. Lepaskan paper clip terus masukkan jarum pada lubang bekas paper clip tadi. yang kita perlukan sekarang ialah Landasannya bisa dari bungkus korek api atau sisa alumunium foil.

maka terjadi pengumpulan gas yang sangat tinggi di dalam roket. maka si kepala korek api ini akan terbakar dan menimbulkan panas dan gas.Konsep Fisika : Korek api itu (kepalanya) merupakan bahan bakar yang baik untuk roket mini ini. Karena gas tersebut dikelilingi oleh tembok alumunium foil. Ketika roket mini ini dinyalakan. Dan akhirnya si roket terbang karena dorongan dari gas tersebut. .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->