P. 1
PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL

PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL

|Views: 161|Likes:
Published by Resti Yulia

More info:

Published by: Resti Yulia on Jan 18, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/13/2015

pdf

text

original

Paper 2011

PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL

1.

Konsep Dasar dan Karakteristik Pembelajaran Kontekstual Contextual Teaching and Learning (CTL) dikembangkan oleh The

Washington State Concortium for Contextual Teaching and Learning, yang melibatkan 11 perguruan tinggi, 20 sekolah dan lembaga-lembaga yang bergerak dalam dunia pendidikan di Amerika Serikat. Di indonesia Contextual Teaching and Learning (CTL) lebih dikenal dengan istilah pembelajaran kontekstual. Menurut Elaine B. Johnson (2002: 65) pembelajaran kontekstual adalah sebuah sistem yang menyeluruh. Pembelajaran kontekstual terdiri dari bagianbagian yang saling terhubung, jika bagian-bagian ini terjalin satu sama lain maka akan dihasilkan pengaruh yang melebihi hasil yang diberikan bagian-bagiannya secara terpisah. Seperti halnya biola, cello, klarinet dan alat musik lainnya di dalam sebuah orkestra yang menghasilkan bunyi yang berbeda-beda yang secara bersama-sama menghasilkan musik, demikian juga bagian-bagian pembelajaran kontekstual yang terpisah melibatkan proses-proses yang berbeda, yang ketika digunakan secara bersama-sama dapat memampukan para siswa membuat hubungan yang menghasilkan makna. Menurut Sabandar (2003: 2) pembelajaran kontekstual adalah suatu konsep tentang pembelajaran yang membantu guru-guru untuk menghubungkan isi bahan ajar dengan situasi-situasi dunia nyata, serta memotivasi siswa untuk melakukan koneksi-koneksi diantara pengetahuan dan penerapannya ke dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga, warga Negara, dan pekerja serta terlibat aktif dalam kegiatan belajar yang dituntut dalam pelajaran. Senada dengan Sabandar (2003), Elaine B. Johnson (2002: 35) juga mengemukakan bahwa pembelajaran kontekstual melibatkan para siswa dalam aktivitas penting yang membantu mereka mengaitkan pelajaran akademis dengan konteks kehidupan nyata yang mereka hadapi. Dengan mengaitkan keduanya, para siswa mampu melihat makna di dalam tugas sekolah. Ketika para siswa menyusun proyek atau menemukan permasalahan yang menarik, ketika mereka membuat pilihan dan menerima tanggung jawab, mencari informasi dan menarik

R.Y

Page 1

guru kreatif R. Dengan pembelajaran kontekstual ini siswa hendaknya dapat mengembangkan keterampilan dan pemahaman konsep matematis untuk menerapkan dalam kehidupan sehari-hari.Paper 2011 kesimpulan. 2010: 60). Berdasarkan pemaparan tentang pembelajaran kontekstual di atas kita dapat menarik tiga hal yang harus dipahami dalam pembelajaran kontekstual. Pembelajaran kontekstual merupakan suatu sistem pengajaran yang paling cocok dengan otak yang menghasilkan makna dengan menghubungkan muatan akademis dengan konteks dari kehidupan sehari-hari siswa (Johnson. b) Pembelajaran kontekstual mendorong agar siswa dapat menemukan hubungan antara materi yang dipelajari dengan situasi kehidupan nyata. 2002: 57). tidak membosankan d) Belajar dengan bergairah e) Pembelajaran terintegrasi f) Menggunakan berbagai sumber g) Siswa aktif h) Sharing dengan teman i) Siswa kritis. yakni.Y Page 2 . dan membuat mempertanyakan keputusan. c) Pembelajaran kontekstual mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan. a) Kerjasama b) Saling menunjang c) Menyenangkan. mengatur. yakni. dan dengan cara ini mereka menemukan makna. Terdapat beberapa karakteristik dalam proses pembelajaran yang menggunakan pembelajaran kontekstual (Kesuma. menyentuh. menyusun. menyelidiki. ketika mereka secara aktif memilih. merencanakan. mereka mengaitkan isi akademis dengan konteks dalam situasi kehidupan. a) Pembelajaran kontekstual menekankan kepada proses keterlibatan siswa untuk menemukan materi.

artikel. laporan hasil praktikum. Kultur-kultur dan keterkaitannya mempengaruhi bagaimana pendidik mengajar. seting sekolah dan seting komunitas yang lebih luas. e) Responsive terhadap budaya (cultural responsiveness). karangan siswa dan lain-lain. 2. c) Berpikir tingkat tinggi (higher order thinking).Y Page 3 .Paper 2011 j) Dinding dan lorong-lorong penuh dengan hasil kerja siswa. d) Kurikulum yang terkait dengan standar (standard curriculum) yaitu konten pembelajaran dikaitkan dengan berbagai standar lokal.Unsur Penting Dalam Pembelajaran Kontekstual Owens dan Smith mengidentifikasikan bahwa terdapat enam unsur penting yang saling berkaitan dalam pembelajaran kontekstual. rekan-rekan pendidik. humor dan lain-lain k) Laporan kepada orang tua tidak hanya rapor tetapi hasil karya siswa. dan komunitas di mana mereka mendidik. f) Penilaian autentik (authentic assessment). penggunaan portofolio. apa yang dipelajari. daftar isian. Unsur . siswa mengakses R. Berbagai kultur individu dan kelompok mempengaruhi pembelajaran. diterapkan pada seting dan fungsi lain saat ini dan di kemudian hari. rubrik. yakni. nasional. Siswa difasilitasi untuk mengembangkan berpikir kritis dan kreatif dalam memperoleh data. gambar. Pembelajaran relevan dengan kehidupan siswa. distrik. observasi. memahami suatu isu. terdiri atas pemahaman. atau menyelesaikan suatu masalah. Paling sedikit ada perspektif yang harus diperhatikan yaitu individu siswa. Penggunaan multiple strategi asesmen yang secara valid merefleksikan out-come yang actual. a) Belajar bermakna (meaningful learning). relevansi personal dan nilai yang dikaitkan siswa pada konten tentang apa yang dipelajari. b) Penerapan pengetahuan (knowledge application) terdiri atas kemampuan untuk melihat bagaimana. kelompok siswa. Hal ini meliputi asesmen projek dan aktifitas siswa. asosiasi dan industri. yang diharapkan oleh siswa. Pendidik harus memahami dan menghargai nilai-nilai keyakinan dan kebiasaan siswa. peta-peta.

menemukan hal-hal yang berguna bagi dirinya dan bergelut dengan gagasangagasan. Dengan dasar itu.Y Page 4 . Dalam proses pembelajaran. 2010: 62-69) yakni konstruktivisme (constructivism). tetapi harus dikonstruksi melalui pengalaman nyata. Menurut Suparno (dalam Kesuma. 3. 2010: 63) secara garis besar prinsip-prinsip konstruktivisme yang diambil adalah.Paper 2011 belajar mereka sendiri dan menggunakan setiap asesmen untuk meningkatkan belajar mereka. (1) Pengetahuan dibangun oleh siswa sendiri. kecuali dengan kearifan siswa sendiri untuk bernalar. bertanya (questioning). refleksi (reflection). Siswa perlu dikondisikan untuk terbiasa memecahkan masalah. Ilmu pengetahuan bukanlah seperangkat fakta. pembelajaran harus dikemas menjadi proses mengkonstruksi bukan menerima pengetahuan. Berikut ini akan diuraikan secara singkat tentang masing-masing komponen utama dari pembelajaran kontekstual tersebut. R. (2) Pengetahuan tidak dipindahkan dari guru ke siswa. masyarakat belajar (learning community). siswa membangun sendiri pengetahuannya dengan cara terlibat aktif dalam proses pembelajaran. atau kaidah yang siap untuk diambil dan diingat. Konstruktivisme (constructivism) Konstruktivisme merupakan landasan filosofis dari pembelajaran kontekstual bahwa ilmu pengetahuan itu pada hakekatnya dibangun sendiri oleh siswa tahap demi tahap. menemukan (inquiry). sedikit demi sedikit. baik secara personal maupun secara sosial. konsep. pemodelan (modeling). Asas ± Asas dalam Pembelajaran Kontekstual Asas ± asas sering juga disebut komponen ± komponen. a. melalui proses yang tidak terlalu mulus. dan penilaian sebenarnya (authentic assessment). Terdapat tujuh komponen utama dalam pembelajaran kontekstual (Kesuma. dengan demikian kegiatan pembelajaran berpusat pada siswa (student centered learning).

para siswa dilatih intuk berpikir kritis. ataupun juga antara siswa dengan keluarganya. melalui proses inkuiri. Dengan demikian.Paper 2011 (3) Siswa aktif mengkonstruksi secara terus menerus. (4) Guru sekedar membantu menyediakan sarana dan situasi agar proses konstruksi siswa berjalan mulus. bertanya mempunyai peran sangat penting dalam proses pembelajaran. pembuatan hipotesis dan interpretasi. membuat keputusan dan melatih keterampilan. pembentukan model dan pengujian model. Bertanya (questioning) Belajar pada hakikatnya adalah bertanya dan menjawab. Pada dasarnya bertanya dapat dipandang sebagai refleksi dari keingintahuan setiap manusia sedangkan menjawab pertanyaan dapat dipandang sebagai pencerminan dari kemampuan seseorang dalam berpikir. sehingga terjadi perubahan konsep menuju konsep yang lebih rinci. kritis. siswa gengan guru. b. serta refleksi. Pembelajaran berbasis inkuiri ini memberikan kesempatan pada siswa untuk terlibat aktif dalam melakukan investigasi untuk menemukan sendiri konsep serta memberikan pengalaman kepada siswa tentang memecahkan masalah. logis. guru bertugas memancing siswa agar siswa dapat menemukan materi sendiri. Mengajukan pertanyaan dapat diterapkan pada setiap aktivitas belajar siswa dengan siswa.Y Page 5 . R. Pada proses pembelajaran kontekstual. Menemukan (inquiry) Inkuiri merupakan suatu rangkaian proses pembelajaran yang didasarkan pada pencapaian dan penemuan melalui proses berpikir secara sistematis. dan analitis. siswa dengan orang lain. Inkuiri melibatkan observasi. c. Oleh karena itu. karena dalam pertanyaan-pertanyaan guru dapat membimbing dan mengarahkan siswa untuk menemukan inti dari setiap materi. lengkap serta sesuai dengan konsep ilmiah.

Penilaian Sebenarnya (authentic assessment) Penilaian Sebenarnya adalah proses yang dilakukan guru untuk mengumpulkan informasi tentang perkembangan belajar yang dilakukan siswa. diadaptasi atau dimodifikasi oleh siswa.Paper 2011 d. g. Pemodelan (modeling) Pemodelan merupakan proses pembelajaran dengan memperagakan sesuatu sebagai contoh yang dapat ditiru oleh setiap siswa. e. Peran guru yakni membimbing siswa dalam membuat hubungan-hubungan antara pengetahuan yang dimiliki sebelumnya dengan pengetahuan yang baru ia dapatkan. antar teman. antar kelompok. R. ataupun antara yang tahu kepada yang belum tahu. Ini berarti bahwa hasil belajar dapat diperoleh dari hasil sharing dengan orang lain. Refleksi merupakan respon terhadap aktifitas atau pengalaman yang baru saja didapat. Pemodelan tidak selalu oleh guru. dengan begitu siswa dapat merasa memperoleh sesuatu yang berguna bagi dirinya tentang apa yang baru dipelajarinya. f. 2010: 67) menemukan bahwa bimbingan belajar dari kawan itu empat kali lebih efektif untuk meningkatkan prestasi di bidang matematika dan membaca dibandingkan jika jumlah murid dalam kelas dikurangi atau waktu pengajaran diperpanjang serta jauh lebih efektif dibandingkan dengan instruksi individual dengan komputer. Refleksi (reflection) Refleksi merupakan cara berpikir tentang apa yang baru dipelajari atau berpikir ke belakang tentang apa yang sudah dilakukan di masa lalu. Satu telaah di Stanford university (Dave Meieer dalam Kesuma. dengan begitu biasanya konsep akan lebih mudah dipahami oleh siswa. Dalam pembelajaran komtekstual perlu adanya model untuk ditiru. akan tetapi dapat juga memanfaatkan siswa yang pandai atau memiliki kemampuan. Masyarakat Belajar (learning community) Hakikat dari masyarakat belajar yakni masyarakat yang saling berbagi satu sama lain.Y Page 6 .

materi pembelajaran. Sekali lagi.Y Page 7 . yaitu dengan data apa siswa dapat diamati partisipasinya dalam pembelajaran. Menyusun Rencana Pembelajaran Berbasis Kontekstual Dalam pembelajaran kontekstual. a. Secara umum tidak ada perbedaan mendasar format antara program pembelajaran konvensional dengan program pembelajaran kontekstual. Nyatakan kegiatan pertama pembelajarannya. Atas dasar itu.Paper 2011 Dalam pembelajaran kontekstual. c. b. apakah pengalaman belajar siswa memiliki pengaruh yang positif terhadap perkembangannya. Nyatakan tujuan umum pembelajarannya. baik intelektual maupun mental siswa. langkah-langkah pembelajaran. yang membedakannya hanya pada penekanannya. Materi Pokok dan Pencapaian Hasil Belajar. Penilaian ini dilakukan untuk mengetahui apakah siswa benar-benar belajar atau tidak. yang berisi skenario tahap demi tahap tentang apa yang akan dilakukan bersama siswanya sehubungan dengan topik yang akan dipelajarinya. Rincilah media untuk mendukung kegiatan itu d. Dalam program tercermin tujuan pembelajaran. yaitu sebuah pernyataan kegiatan siswa yang merupakan gabungan antara Standar Kompetensi. Program pembelajaran konvensional lebih menekankan pada deskripsi tujuan yang akan dicapai (jelas dan operasional). Buatlah skenario tahap demi tahap kegiatan siswa e. program pembelajaran lebih merupakan rencana kegiatan kelas yang dirancang guru. akan tetapi juga proses belajar melalui penilaian nyata. program yang dirancang guru benar-benar rencana pribadi tentang apa yang akan dikerjakannya bersama siswanya. saran pokok dalam penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) berbasis kontekstual adalah sebagai berikut. Kompetensi dasar. 4. R. Nyatakan authentic assessmentnya. sedangkan program untuk pembelajaran kontekstual lebih menekankan pada skenario pembelajarannya. dan authentic assesmennya. keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh aspek hasil belajar seperti tes saja. media untuk mencapai tujuan tersebut. Dalam konteks itu.

Diagram Tahapan Pembelajaran Kontekstual Tahapan ± tahapan model pembelajaran kontekstual tersebut akan diuraikan di bawah ini. Secara berkelompok siswa melakukan kegiatan dan berdiskusi tentang masalah yang ia bahas. tahap ini akan memenuhi rasa keingintahuan siswa tentang fenomena kehidupan lingkungan sekelilingnya. Eksplorasi Pada tahap ini siswa diberi kesempatan untuk menyelidiki dan menemukan konsep melalui pengumpulan. R. dan pengambilan tindakan. Bila perlu guru memancing dengan memberikan pertanyaan yang problematik tentang fenomena kehidupan sehari ± hari melalui kaitan konsep ± konsep yang dibahas tadi dengan pendapat yang mereka miliki.Paper 2011 5.Y Page 8 . b. a. INVITASI EKSPLORASI PENJELASAN DAN SOLUSI PENGAMBILAN TINDAKAN Diagram 1. Secara keseluruhan. penjelasan dan solusi. eksplorasi. Siswa diberi kesempatan untuk mengkomunikasikan. penginterpretasikan data dalam sebuah kegiatan yang telah dirancang guru. Tahapan pembelajaran tersebut dapat dilihat pada diagram berikut. yaitu: invitasi. mengikutsertakan pemahamannya tentang konsep tersebut. Invitasi Pada tahap ini. pengorganisasian. Model Pembelajaran Kontekstual dan Penerapannya Tahapan model pembelajaran kontekstual meliputi empat tahapan. siswa didorong agar mengemukakan pengetahuan awalnya tentang konsep yang dibahas.

maka siswa dapat menyampaikan gagasan. Secara garis besar. mengguanakan pengetahuan dan keterampilan. Pengambilan Tindakan Pada tahap ini siswa dapat membuat keputusan. Laksanakan sejauh mungkin kegiatan inkuiri untuk semua topik c. membuat rangkuman dan Pembelajaran Kontekstual dapat diterapkan dalam kurikulum apa saja. Lakukan penilaian yang sebenarnya dengan berbagai cara Berdasarkan tahapan ± tahapan serta unsur ± unsur pembelajaran kontekstual di atas. d. dan kelas yang bagaimanapun keadaannya. dan mengkonstruksi sendiri pengetahuan dan keterampilan barunya b. R.unsur berikut. Ciptakan masyarakat belajar. e. bidang studi apa saja. Pembelajaran Kontekstual dalam kelas cukup mudah. berbagai informasi dan gagasan. menggunakan keputusan. Lakukan refleksi di akhir pertemuan g. membuat model. ringkasan. kembangkan sifat ingin tahu siswa dengan bertanya. Penjelasan dan Solusi Saat siswa memberikan penjelasan ± penjelasan solusi yang didasarkan pada hasil observasinya ditambah dengan penguatan guru. mengajukan saran baik secara individu maupun kelompok yang berhubungan dengan pemecahan masalah.Paper 2011 c. d. maka langkah ± langkah pembelajaran kontekstual dapat kita susun sebagai berikut. Hadirkan model sebagai contoh pembelajaran f. mengajukan pertanyaan lanjutan. Kembangkan pemikiran bahwa anak akan belajar lebih bermakna dengan cara bekerja sendiri. langkah pembelajaran kontekstual harus mengandung unsur . a.Y Page 9 .

R.Y Page 10 . Di dalam kelas a.Paper 2011 Pendahuluan (1) Guru menjelaskan kompetensi yang harus dicapai serta manfaat dari proses pembelajaran dan pentingnya materi yang akan dipelajari. kesesuaian dengan cara kerja alam tersebut menjadi alasan mendasar yang menyebabkan sistem pembelajaran kontekstual memiliki kekuatan yang luar biasa untuk meningkatkan kinerja siswa. c. Prinsip ± Prinsip Pembelajaran Kontekstual Cara mengajar para instruktur yang menggunakan komponen ± komponen pembelajaran kontekstual sesuai dengan cara kerja alam. Inti Di lapangan (1) Siswa melakukan observasi sesuai dengan pembagian tugas kelompok (2) Siswa mencatat hal ± hal yang mereka temukan tadi sesuai dengan alat observasi yang telah mereka tentukan sebelumnya. 6. (2) Guru menjelaskan prosedur pembelajaran kontekstual: 1) Siswa dibagi dalam beberapa kelompok sesuai dengan jumlah siswa 2) Tiap kelompok ditugaskan untuk melakukan observasi 3) Melalui observasi siswa ditugaskan untuk mencatat berbagai hal yang berhubungan dengan hasil temuan saat observasi tadi. Penutup Dengan bantuan guru siswa menyimpulkan hasil observasi sekitar masalah temuan sesuai dengan indikator hasil belajar yang harus dicapai. (3) Guru melakukan tanya jawab sekitar tugas yang harus dikerjakan oleh siswa. Oleh karena itu. Siswa mendiskusikan hasil temuan ± temuan mereka sesuai dengan kelompoknya masing ± masing b. Siswa merepresentasikan/melaporkan hasil diskusi Setiap kelompok menjawab setiap pertanyaan yang diajukan oleh kelompok lain.

saling mendengarkan untuk menemukan persoalan. disparitas. Pembelajaran dan pengajaran kontekstual berhasil terutama karena sasaran utamanya untuk mencari makna dengan menghubungkan pekerjaan akademik dengan kehidupan keseharian dan beragam elemennya sesuai dengan tiga prinsip dasar alam. 1992). diferensiasi. variasi. saling mengemukakan gagasan. dan lingkungan tenpat tinggal adalah sistem kehidupan.Y Page 11 . kekompleksan. Tiga prinsip ilmiah dalam CTL: a. mengolah data. Bekerjasama (collaborating) untuk membantu peserta didik belajar secara efektif dalam kelompok. 1996. keterkaitan. yaitu kesalingbergantungan. prinsip ± prinsip ini mengatur dan menopang segala sesuatu termasuk sistem kehidupan. Margulis & Sagan. juga dengan penemuan ± penemuan para psikolog dan ahli ilmu saraf. keberagaman. Prinsip Kesaling-Bergantungan (Intedependensi) Prinsip ini membuat hubungan yang bermakna (making meaningfull connections) antara proses pembelajaran dan konteks kehidupan nyata sehingga peserta didik berkeyakinan bahwa belajar merupakan aspek yang esensial bagi kehidupan di masa datang. tempat kerja. 1995. Bukan sekadar suatu abstraksi. pengaturan diri. Prinsip ini mengajak para pendidik mengenali keterkaitan mereka dengan pendidik lainnya. membantu peserta didik untuk berinteraksi dengan orang lain. 2000. Johnson & Broms. sekolah. dan pengaturan diri sendiri (Capra. Sedangkan organisasi diri terwujud dalam istilah manifestasi diri. kesaling-bergantungan bisa diidentifikasi melalui istilah kebergantungan. stakeholder. otonomi dan pertahanan diri. Swimme & Berry. Dalam dunia organisasi manusia. komunitas. Organisasi ± organisasi manusia seperti keluarga. saling melengkapi. Diferensiasi dikenal dengan istilah kebhinekaan. peserta didik. mengumpulkan data. prinsip dalam keberadaan. dan lingkungannya. dan menentukan R. oleh karena itu juga mengikuti ketiga prinsip tersebut.Paper 2011 Berbagai pengamatan ilmiah yang teliti dan akurat menunjukkan keseluruhan alam semesta ditopang dan diatur oleh tiga prinsip.

menciptakan solusi dan dengan kritis menilai bukti. Prinsip Perbedaan (Diferensiasi) Prinsip diferensiasi adalah mendorong peserta didik menghasilkan keberagaman. efektif. dan menyenangkan sehingga menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. kreatif. pebedaan.Y Page 12 . dipertahankan. dan disadari oleh peserta didik sendiri. Peserta didik secara sadar harus menerima tanggung jawab atas keputusan dan perilaku sendiri. dan sintesa data. mengembangkan rencana. guna pemecahan masalah. Prinsipnya menyatukan berbagai pengalaman dari masing-masing peserta didik untuk mencapai standar akademik yang tinggi (reaching high standards) melalui pengidentifikasian tujuan dan memotivasi peserta didik untuk mencapainya. pandangan baru sekaligus menemukan minat pribadi. Terciptanya berpikir kritis dan kreatif (critical and creative thinking) di kalangan peserta didik dalam rangka pengumpulan. kekuatan imajinasi. membuat pilihan. analisis. menganalisis informasi. dalam rangka mencapai tujuan secara penuh makna (meaningfullness). Melalui interaksi antar siswa akan diperoleh pengertian baru. Terciptanya kemandirian dalam belajar (self-regulated learning) yang dapat mengkontruksi minat peserta didik untuk belajar mandiri dalam konteks tim dengan mengkorelasikan bahan ajar dengan kehidupan nyata. dalam rangka merealisasikan seluruh potensinya. dalam rangka menciptakan dan mengembangkan gaya belajar (style of learning) yang paling sesuai sehingga dapat mengembangkan potensinya seoptimal mungkin secara aktif. inovatif. R. Terciptanya kemampuan peserta didik untuk mengidentifikasi potensi pribadi. Prinsip Pengaturan Diri Prinsip pengaturan diri menyatakan bahwa proses pembelajaran diatur. b.Paper 2011 alternatif pemecahan masalah. menilai alternatif. c. dan keunikan. kemampuan mereka dalam bertahan dan menemukan sisi keterbatasan diri.

Krismanto. AL (2003).Y Page 13 .Paper 2011 Daftar Pustaka Johnson. Kesuma. (2002). Beberapa Teknik. Yogyakarta: Pusat Pengembangan Penataran Guru Matematika. (2005). S. California: Kaifa. (2010). Contextual Teaching and Learning. D. Model dan Strategi dalam Pembelajaran Matematika. Yogyakarta: Rahayasa Research and Training. Bandung: Alfabeta R. Elaine B. Konsep dan Makna Pembelajaran. Contextual Teaching and Learning. Sagala.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->