TUGAS KMB MAKALAH TENTANG ABLASIO RETINA

Dosen pengampu : Ns. Mujib Akhis S, S. Kep

Disusun Oleh : NAMA NIM PRODI : Eli Kusumarini : 1001020 : DIII Keperawatan / 2B

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KARYA HUSADA SEMARANG 2011

20 September 2011 Penulis .KATA PENGANTAR Puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan runianyaahmat dan karunianya kepada saya sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul : ³Ablasio Retina¶¶ Makalah ini berisikan tentang informasi Pengertian ablasio retinayang membahas penyebab atau gejala . Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembacanya. saya sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut serta dalam membantu pembuatan makalah ini. Akhir kata. Didalam makalah ini saya menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. pengobatan serta pencegahan. Semarang. kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu saya harapkan demi kesempurnaan makalah ini. Oleh karena itu.

A. keadaan ini merupakan masalah mata yang serius dan dapat terjadi pada usia berapapun. Retina adalah jaringan tipis dan transparan yang peka terhadap cahaya. cahaya yang melalui lensa akan difokuskan ke retina. Ablasio retina lebih besar kemungkinannya terjadi pada orang yang menderita rabun jauh (miopia) dan pada orang orang yang anggota keluarganya ada yang pernah mengalami ablasio retina. walaupun biasanya terjadi pada orang usia setengah baya atau lebih tua. ablasio retina dapat menyebabkan cacat penglihatan atau kebutaan yang menetap. . Pengertian Ablasio adalah suatu keadaan lepasnya retina sensoris dari epitel pigmen retina (RIDE). Retina melapisi dinding mata bagian dalam. Sel-sel retina yang peka terhadap cahaya inilah yang menangkap ³gambar´ dan menyalurkannya ke otak melalui saraf optik. akibat trauma atau sebagai komplikasi dari diabetes. seperti tumor. peradangan hebat. berfungsi seperti film pada kamera foto. Ablasio retina dapat pula disebabkan oleh penyakit mata lain. yang terdiri dari sel-sel dan serabut saraf. Bila tidak segera dilakukan tindakan.

2002). Trauma g. Malformasi kongenital b.Bentuk ablasio retina yang lain yaitu ablasio retina traksi ( Traction Retinal Detachment ) dan ablasio retina eksudatif (Exudative Retinal Detachment) umumnya terjadi sekunder dari penyakit lain. Pengobatan 5. Bagian retina yang terlepas tidak akan berfungsi dengan baik dan di daerah itu timbul penglihatan kabur atau daerah buta.Korpus vitreum melekat erat pada beberapa lokasi. yang terjadi karena adanya kekeruhan di vitreus oleh adanya darah. Floaters (terlihatnya benda melayang-layang). atau karena trauma. Penyebab 2. tetapi yang lebih sering mengakibatkan kerusakan dan robekan pada retina adalah menyusutnya korpus vitreum. Diagnosa 4. dikenal sebagai ablasio retina regmatogen (Rhegmatogenous Retinal Detachment). Sebagian besar ablasio retina terjadi akibat adanya satu atau lebih robekanrobekan atau lubang-lubang di retina. Perubahan degeneratif dalam vitreus atau retina (C. Neoplasma f. Kelainan metabolisme c. Kadang-kadang proses penuaan yang normal pun dapat menyebabkan retina menjadi tipis dan kurang sehat. Penyebab a. oleh peradangan. Gejala 3. Ablasio retina eksudatif dapat terjadi karena adanya kerusakan epitel pigmen retina ( pada keadaan normal berfungsi sebagai outer barrier ). ia dapat menarik sebagian retina ditempatnya melekat. Kontraksi jaringan parut tersebut dapat menarik retina sehingga terjadi ablasio retina.Bila sudah ada robekan-robekan retina. Pencegahan 1. Pada sebagian besar kasus retina baru lepas setelah terjadi perubahan besar struktur korpus vitreum. Korpus vitreum dapat pula menyusut pada bola mata yang tumbuh menjadi besar sekali (kadang-kadang ini merupakan akibat dari rabun jauh). karena peningkatan permeabilitas dinding pembuluh darah oleh berbagai sebab atau penimbunan cairan yang terjadi pada proses peradangan. Ablasio retina traksi disebabkan adanya jaringan parut ( fibrosis ) yang melekat pada retina. Gejala Gejala yang sering dikeluhkan penderita adalah : 1. Cairan ini akan mengisi celah potensial antara dua lapisan tersebut diatas sehingga mengakibatkan retina lepas. sehingga menimbulkan robekan atau lubang pada retina. Inflamasi intraokuler e. bahan jernih seperti agar-agar yang mengisi bagian tengah bola mata. Penyakit vaskuler d. Bila korpus vitreum menyusut.Beberapa jenis penyusutan korpus vitreum merupakan hal yang normal terjadi pada lanjut usia dan biasanya tidak menimbulkan kerusakan pada retina. . Pembahasan 1. h. Suzanne. cairan dari korpus vitreum dapat masuk ke lubang di retina dan dapat mengalir di antara lapisan sensoris retina dan epitel pigmen retina. Smelzer.B. pigmen retina yang lepas atau degenerasi vitreus itu sendiri.

Pada umumnya fungsi penglihatan akan lebih j. Photopsia/Light flashes(kilatan cahaya). tanpa adanya sumber cahaya di sekitarnya. Penurunan tajam penglihatan. 3. Tetapi seberapa jauh penglihatan dapat dipulihkan dalam jangka enam bulan sesudah tindakan operasi tergantung pada sejumlah faktor. penderita mengeluh penglihatannya sebagian seperti tertutup tirai yang semakin lama semakin luas. tergantung pada luasnya lapisan retina yang lepas dan kerusakan yang terjadi. Lebih dari 90% lepasnya retina dapat direkatkan kembali dengan teknik-teknik bedah mata modern. Diagnosa Untuk menentukan apakah ada ablasio retina maka dokter spesialis mata akan melakukan pemeriksaan mata menyeluruh terutama bagian dalam mata. Pada beberapa kasus bila retina itu sendiri sangat berkerut dan menciut maka retina mungkin harus didorong ke dinding mata untuk sementara waktu dengan mengisi rongga yang tadinya berisi korpus vitreum dengan udara. meskipun kadang-kadang diperlukan lebih dan satu kali operasi. menahan agar kedua jaringan itu tetap menempel sampai jaringan parut terbentuk dan melekatkan lagi robekan. Pengobatan y Operasi Teknik operasinya bermacam macam. Ada semacam tirai tipis berbentuk parabola yang naik perlahan-lahan dari mulai bagian bawah bola mata dan akhirnya menutup pandangan. dapat terjadi penurunan tajam penglihatan yang berat. Dalam operasi ini korpus vitreum dan jaringan ikat di dalam retina yang mengkerut dikeluarkan dari mata. yang umumnya terjadi sewaktu mata digerakkan dalam keremangan cahaya atau dalam keadaan gelap. Kadang-kadang cairan harus dikeluarkan dari bawah retina untuk memungkinkan retina menempel kembali ke dinding belakang mata. 4. dengan laser atau dengan panas diatermi (aliran listrik dimasukkan dengan sebuah jarum). Dalam operasi ini dilakukan pula tindakan untuk menciptakan jaringan parut yang akan merekatkan robekan retina. . Pada keadaan yang telah lanjut. tetapi semuanya dirancang untuk mendekatkan dinding mata ke lubang retina. y Prognosis Bila retina berhasil direkatkan kembali mata akan mendapatkan kembali sebagian fungsi penglihatan dan kebutaan total dapat dicegah.2. Pada ablasio retina yang lebih rumit mungkin diperlukan teknik yang disebut vitrektomi. misalnya dengan pembekuan. Seringkali sebuah pita silikon atau bantalan penekan diletakkan di dinding luar mata untuk dengan lembut menekan dinding belakang mata ke retina. gas atau minyak silikon. Beberapa pemeriksaan yang dilakukan untuk mengetahui keutuhan retina: y Oftalmoskopi direk dan indirek y Ketajaman penglihatan y Tes refraksi y Respon refleks pupil y Gangguan pengenalan warna y Pemeriksaan slit lamp y Tekanan intraokuler y USG mata y Angiografi fluoresensi y Elektroretinogram. i.

y Penderita diabetes sebaiknya mengontrol kadar gula darahnya secara seksama. y Jika anda memiliki risiko menderita ablasio retina. Bila retina tidak dapat direkatkan kembali. maka mata akan terus menurun penglihatannya dan akhirnya menjadi buta.sedikit pulih bila ablasio retina telah terjadi cukup lama atau muncul pertumbuhan jaringan di permukaan retina. Pencegahan y Gunakan kaca mata pelindung untuk mencegah terjadinya trauma pada mata. k. periksakan mata minimal setahun sekali . Korpus vitreum yang terus menyusut dan munculnya pertumbuhan jaringan di permukaan retina menyebabkan tidak semua retina yang terlepas dapat direkatkan kembali.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful