P. 1
Puasa

Puasa

|Views: 128|Likes:

More info:

Published by: Rona Taufiqul Rachmanita on Jan 19, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/18/2012

pdf

text

original

PUASA

By : Rona Taufiqul, Musrianty, Selma Karamy, Andri , Fortragina Class : VIII-1

Kata Pengantar
Segala puji hanya milik Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. Dia Yang mengulurkan tangan-Nya di siang hari agar bertaubat siapa yang berlaku maksiat di malam hari agar bertaubat orang yang berlaku dosa di siang hari. Penyusunan Dengan makalah ini dimaksudkan untuk mempermudah kita dalam mencari informasi tentang puasa. diterbitkannya buku ini maka problem kita dalam mencari informasi tentang puasa yang jarang orang mau untuk membacanya. Dan tentunya dengan diterbitkannya makalah ini Kepada kasih. maka pegetahuan dan kajian kita terhadap semua pihak atas yang telah membantu dalam dan puasa kian bertambah. penyusunan makalah ini , kami sampaikan Selanjutnya keterbatasan kekurangan banyak terima

penyusunan

yang ada dalam makalah ini kami sangat

mengharapkan tegur sapa dan kritik dari semua pembaca. Akhirnya kami berharap semoga makalah ini benar-benar barmanfaat, Amien.

Tarakan, 13 November 2009 Penyusun

Puasa, menahan diri dari makan dan minum 2

Daftar Isi
Daftar Isi..................................................................................................................... 3 Perintah dalam Al-Quran.........................................................................................5 Syarat wajib puasa :................................................................................................6 Syarat sah puasa :...................................................................................................6 Rukun puasa :..........................................................................................................6 Hikmah Puasa........................................................................................................20 Secara Aktivitas.....................................................................................................20 Puasa Ramadhan................................................................................................22

Puasa, menahan diri dari makan dan minum 3

A.

DESKRIPSI PUASA

Puasa dalam agama Islam artinya menahan diri dari makan dan minum serta segala perbuatan yang bisa membatalkan puasa, mulai dari terbit fajar hinggalah terbenam matahari, untuk meningkatkan ketakwaan seorang muslim. Perintah puasa difirmankan oleh Allah pada Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 183. Ibadat puasa adalah ibadah dikerjakan dengan berlapar dan berdahaga sepanjang hari iaitu sejak terbitnya fajar sodiq (masuk waktu Subuh) hingga terbenamnya matahari (masuk waktu Maghrib). Antara hikmah dan faedah ibadat puasa ialah menginsafkan diri bahawa kita pada hakikatnya adalah makhluk yang dhaif yang perlu sentiasa menghampirkan diri dan beribadat kepada Allah s.w.t. serta mengharapkan limpah kurnia-Nya. Berpuasa merupakan salah satu dari lima Rukun Islam. Terdapat puasa wajib dan puasa sunnah, namun tata caranya tetap sama.
1.

Pengertian Puasa wajib

Puasa wajib ramadhan adalah puasa dengan hukum wajib 'ain yang harus dilakukan oleh setiap orang islam beriman di bulan ramadan yang telah dewasa (akil balig), waras, mampu, merdeka dan tidak dalam safar sesuai dengan perintah langsung dari Allah SWT dalam firmanNya di dalam Kita Suci Al-Qur'an. Puasa merupakan ibadah wajib yang ada dalam rukun islam dengan menahan lapar dan haus serta hal-hal lain yang dapat membatalkan puasa mulai dari terbit fajar di timur hingga terbenam matahari di barat. Orang yang melanggar aturan puasa akan batal puasanya dan wajib mengganti puasanya dengan hari lain di luar romadon. Firman Allah Mengenai Puasa Ramadhan : "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa" (Q.S. Al-Baqarah: 183) Puasa, menahan diri dari makan dan minum 4

"(yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui." (Q.S. Al-Baqarah: 184). (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang didalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur`an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kalian hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagi kalian, dan tidak menghendaki kesukaran bagi kalian. Dan hendaklah kalian mencukupkan bilangannya dan hendaklah kalian mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepada kalian, supaya kalian bersyukur.” (Q.S. Al-Baqarah: 185)

Perintah dalam Al-Quran
Perintah berpuasa dari Allah terdapat dalam Al-Quran di surat AlBaqarah ayat 183. "Yaa ayyuhaladziina aamanuu kutiba alaikumus siyaamu kamaa kutiba 'alalladziina min qablikum la allakum tataquun" “ Wahai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan ke atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan ke atas umat-umat yang sebelum kamu, semoga kamu menjadi orang-orang yang bertaqwa."

Puasa, menahan diri dari makan dan minum 5

2.

Syarat dan Rukun Puasa

Syarat wajib puasa :
1. Beragama Islam 2. Berakal sehat 3. Baligh (sudah cukup umur) 4. Mampu melaksanakannya 5. Orang yang sedang berada di tempat (tidak sedang safar)

Syarat sah puasa :
1. Islam : tidak sah puasa orang kafir sebelum masuk Islam. 2. Akal : tidak sah puasa orang gila sampai kembali berakal. 3. Tamyiz : tidak sah puasa anak kecil sebelum dapat membedakan (yang balk dengan yang buruk). 4. Tidak haid : tidak sah puasa wanita haid, sebelum berhenti haidnya. 5. Tidak nifas : tidak sah puasa wanita nifas, sebelum suci dari nifas. 6. Niat : dari malam hari untuk setiap hari dalam puasa wajib. Hal ini didasarkan pada sabda Nabi : “Barangsiapa yang tidak berniat puasa pada malam hari sebelum fajar, maka tidak sah puasanya. ” (HR.Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah, An-Nasa’i dan At-Tirmidzi. Ia adalah hadits mauquf menurut At-Tirmidzi. Dan hadits ini menunjukkan tidak sahnya puasa kecuali diiringi dengan niat sejak malam hari, yaitu dengan meniatkan puasa di salah satu bagian malam.

Rukun puasa :
1. Niat 2. Meninggalkan segala hal yang membatalkan puasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari

3.

Macam-Macam Puasa Wajib
Puasa, menahan diri dari makan dan minum 6

1. Puasa Ramadan

FADHILAT PUASA RAMADHAN Puasa Ramadhan wajib dikerjakan setelah terlihatnya hilal, atau setelah bulan Sya’ban genap 30 hari. Puasa Ramadhan wajib dilakukan apabila hilal awal bulan Ramadhan disaksikan seorang yang dipercaya, sedangkan awal bulan-bulan lainnya ditentukan dengan kesaksian dua orang yang dipercaya. Puasa pada bulan Ramadhan difardhukan kepada setiap individu Muslim dan Muslimah yang telah 'aqil baligh dan ketiadaan uzur syar'i. Uzur puasa seperti sakit dan dalam perjalanan (musafir) sejauh 91km. atau lebih. Orang yang uzur boleh meninggalkan puasanya. tetapi wajib mengqadhanya pada hari dan bulan yang lain. Puasa Ramadhan adalah menjadi salah satu rukun Islam yang kelima. Pahala melakukannya tersangat besar, sebagaimana sabda Nabi Muhammad s.a.w. yang bermaksud: "Sesiapa berpuasa pada bulan Ramadhan dalam keadaan beriman dan kerana menuntutkan keredhaan Allah s.w.t., nescaya diampunkan dosadosanya yang telah lalu." (Rujuk: Al-Targhib II:206) Sabda Baginda Rasulullah s.a.w.: "Setiap amanalan anak Adam (manusia) itu digandakan satu kebaikan dengan sepuluh yang seumpamanya hingga kepada 700 kali ganda. Firman Allah s.w.t. (maksudnya) :" Kecuali puasa yang dikerjakan untuk Ku, maka Aku-lah yang membalasnya. Dia menahan syahwatnya dan meninggalkan makan kerana Aku" Bagi orang yang puasa itu ada dua kegembiraan, iaitu gembira ketika berbuka (atau berhari raya) dan gembira ketika menemui Tuhannya kelak. Dan, demi bau mulut orang yang berpuasa itu lebih harum daripada bau kasturi." (Riwayat Muslim dari Abu Hurairah)

Puasa, menahan diri dari makan dan minum 7

Para ulama mengatakan Anak kecil disuruh berpuasa jika kuat, hal ini untuk melatihnya, sebagaimana disuruh shalat pada umur 7 tahun dan dipukul pada umur 10 tahun agar terlatih dan membiasakan diri.
2. Puasa karena nazar

3. Puasa kifarat atau denda

4.

Hal-Hal yang dapat Membatalkan Puasa
dengan sengaja. Jika dilakukan karena lupa

a. Makan dan minum maka tidak batal puasanya b. Jima’ (bersenggama)

c. Memasukkan ma dalam perut. Termasuk dalam hal ini adalah suntikan yang mengenyangkan dan transfusi darah bagi orang yang berpuasa d. Mengeluarkan mani dalam keadaan terjaga karena onani, bersentuhan, ciuman, atau sebab lainnya dengan sengaja. Adapun keluar mani karena mimpi tidak membatalkan puasa karena keluarnya tanpa sengaja e. Keluarnya daah haid dan nifas. Manakala seorang wanita mendapati darah haid, atau nifas batallah puasanya, baik pada pagi hari atau sore hari sebelum terbenam matahari. f. Sengaja muntah, dengan mengeluarkan makanan atau minuman dari perut melalui mulut. Hal ini didasarkan pada sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. “ Barangsiapa yang muntah tanpa sengaja maka tidak wajib qadha, sedang barangsiapa yang muntah dengan sengaja maka wajib qadha”. (H.R. Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah dan At-Tirmidzi). Dalam lafazh lain disebutkan ; “ Barangsiapa muntah tanpa disengaja, maka ia tidak (wajib) mengganti puasanya.” Diriwayatkan oleh Al-Harbi dalam Gharibul Hadists (5/55/1) dari Abu Hurairah secara maudu’ dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam silsilatul Alhadists Ash-Shahihah No. 923

Puasa, menahan diri dari makan dan minum 8

g. Murtad dari Islam (semoga Allah

elindungi kita darinya).

Perbuatan ini menghapuskan segala amal kebaikan. Firan Allah ta’ala : Seandainya mereka mempersatukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amlan yang telah mereka kerjakan.” (Al-An’aam:88) Tidak batal puasa orang yang melakukan sesuatu yang membatalkan puasa karena tidak tahu, lupa atau dipaksa. Demikian pula jika jika tenggorokkannya kemasukan debu, lalat, atau air tanpa disengaja. Jika wanita nifas telah suci sebelum sempurna empat puluh hari, maka hendaknya ia mandi, shalat dan berpuasa

5.

Manyebutkan

amalan-amalan

sunnah

dalam puasa
Puasa merupakan salah satu amalan yang dicintai oleh Allah Subhanahu wa ta’ala yang mana Allah menjanjikan keutamaan dan manfaat yang besar bagi yang mengamalkannya, Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ّ ّ َ ّ ُ َ َ ‫قال الله ع َز وَجل: ك ُل ع َمل اب ْن آد َم ل َه إل الصيام. ففإ ِن ّه لفي وَأ َنفا أ َجفزي بفهِ. والصفيام‬ ِ ُ َ َ َ ِ َ ُ َ ّ َ ِ ِ ْ ُ َ ِ َ ِ َ ْ َ ْ ْ ْ ،‫جن ّة. فَإ ِذا كان ي َوْم صوْم ِ أ َحد ِك ُم فل ي َرفُث ول ي َصخب ول ي َجهَل. فَإ ِن شات َمه أ َحففد ٌ أ َو قففات َل َه‬ ٌ ُ َ ُ َ َ ْ َ َ َ َ ُ َ ُ َ ْ َ ْ َ ْ ْ َ ‫فَل ْيقل: إني صائ ِم – مرتين - وال ّذي نفس محمد بيده. ل َخل ُوف فَم الصائ ِم أ‬ ِ ُ ُ ْ َ ِ‫ّ ِ ط ْي َب عن ْد َ اللففه‬ ِ ِ َِ ٍ ّ َ ُ ُ ْ َ ِ َ ِّ ْ ُ َ ٌ َ ِ ِ َْ ّ َ ْ َ َ ‫ي َوْم القيامة من رِي ْح المسك. وَللصائ ِم ِ فَرحتان ي َفرحهُما: إ ِذا أ َفْط َر فَفرِح ب ِفِطفرِهِ. وَإ ِذا ل َقِفي‬ َ ْ ِ َ ُ َ ْ ِ َ َ ْ ّ ِ َ َ ْ ِ ِ َ َ ِ َ ِ ‫رب ّه فَرِح ب ِصوْمه‬ ِ ِ َ َ ُ َ “Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: Setiap amal anak Adam adalah untuknya kecuali puasa, sesungguhnya ia untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya, puasa adalah perisai, maka apabila salah seorang dari kalian berpuasa maka janganlah ia berkata-kata keji, dan janganlah berteriak-teriak, dan janganlah berperilaku dengan perilakunya orang-orang jahil, apabila seseorang mencelanya atau menzaliminya maka hendaknya ia mengatakan: Sesungguhnya saya sedang berpuasa (dua kali), demi Yang diri Muhammad ada di tanganNya, sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih wangi di sisi Allah pada hari kiamat dari wangi kesturi, dan bagi orang yang berpuasa Puasa, menahan diri dari makan dan minum 9

ada dua kebahagiaan yang ia berbahagia dengan keduanya, yakni ketika ia berbuka ia berbahagia dengan buka puasanya dan ketika berjumpa dengan Rabbnya ia berbahagia dengan puasanya.” (HR Bukhari, Muslim dan yang lainnya) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda, ‫ل ي َصوْم ع َب ْد ٌ ي َوْما في سب ِي ْل الله. إل باع َد َ الله، بفذ َل ِك اليفوْم، وَجهفه عفن النفار سفب ْعِي ْن‬ ِ ً َ ُ ُ َ ِ َ ِ َ ُ َ ْ ِ ُ َ ِ َ ِ َ َ ً ‫.خرِيفا‬ ْ َ “Tidaklah seorang hamba berpuasa satu hari di jalan Allah kecuali Allah akan menjauhkan wajahnya dari api neraka (dengan puasa itu) sejauh 70 tahun jarak perjalanan.” (HR. Bukhari Muslim dan yang lainnya) Sebagaimana jenis ibadah lainnya maka puasa haruslah didasari niat yang benar yakni beribadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala semata-mata serta dilaksanakan sesuai dengan tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Secara Syar’i makna puasa adalah “menahan diri dari makan, minum dan jima’ serta segala sesuatu yang membatalkannya dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari dengan niat beribadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala” , Maka jika seseorang menahan diri dari makan dan minum tidak sebagaimana pengertian di atas atau menyelisihi dari apa yang menjadi tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam maka tentu saja ini merupakan hal yang menyimpang dari syariat, termasuk perbuatan yang sia-sia dan bahkan bisa jadi mendatangkan kemurkaan Allah subhanahu wa ta’ala, Sunnah puasa antara lain : - Mengakhirkan makan sahur - Menyegerakan berbuka puasa setelah masuk waktunya - Memperbanyak ibadah, seperti membaca Al-Qur’an an salat sunnah

Puasa, menahan diri dari makan dan minum 10

- Memperbanyak

amal kebaikan seperti

bersedekah, tolong-

menolong dalam kebaikan, mendatangi pengajian, membantu fakir miskin dan meyantuni anak yatim - Berbuka dengan yang manis-manis,misalnya kurma, anggur, atau dengan air putuh - Member makanan kepada orang kepada orang lain yang berpuasa dan memperbanyak sedekah jariah - Berdo’a pada waktu berbuka puasa 6.

Orang-orang yang boleh tidak berpuas

1. Musafir Musafir adalah orang yang sedang bepergian jauh, oleh karena itu dia mendapatkan keringanan untuk tidak berpuasa sebagaimana firman Allah

“ dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka) maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu” ( Al-Baqarah:185) Azah bin Amr Al-Aslami, seorang sahabat yang banyak melakukan safar pernah bertanya kepada Rasulullah SAW: “ Apa boleh aku berpuasa dalam safar?” maka rasulullah bersabda yang artinya

Puasa, menahan diri dari makan dan minum 11

“ Berpuasalah jika kamu mau dan berbukalah jika kau mau” (HR.AlBukhari dan Muslim). 2. Sakit Seorang yang sakit boleh untuk berbuka apabila puasanya akan menyebabkan suatu mudharat, penyakitnya menjadi semakin parah atau dikhawatirkan terlambat kesembuhannya. Dalilnya juga adalah ayat di atas. 3. Haidh dan Nifas Haidh adalah darah kotor yang terjadi pada wanita dewasa secara alami pada waktu tertentu, bukan karena sebuah sebab khusus. Sedangka nifas adalh darah yang kelua dari rahim disebabkan karena melahirkan yang disertai dengan rasa sakit. Wanita yang mengalami haidh maupun nifas tidak boleh berpuasa. Mereka wajib mengqhodo’nya (menggantinya) nanti. Dahulu istri Rasulullah SAW, Aisyah pernah mengatakan “Kami haidh ketika puasa, tetapi kami hanya di[erintahkan untuk mengqodho’ puasa, tidak diperintahkan untuk mengqodho’ sholat (H.R. Al-Bukhari dan Muslim) 4. Kakek dan nenek yang sudah lanjut usia Kakek-kakek dan nenek-nenek yang sudah lanjut usia/sudah tua, bila mereka sudah tidak mampu lagi maka mereka bolrh tidak berpuasa. Namun mereka menggantinya dengan member makan seorang miskin setiap harinya Ibnu Abbas berkata: “ kakek dan nenek yang tidak mampu puasa harus member makan setiap harinya seorang miskin” ( HR.Al0 Bukhari ) 5. Wanita yang sedang hamil dan menyusui 6. Diantara rahmat Allah yang agung bagi hamba-Nya yang lemah adalah Allah member rukhsah ( keringanan kepada wanita yang hamil dan menyusui untuk tidak berpuasa. Rasulullah SAW bersabda, Puasa, menahan diri dari makan dan minum 12

“ Sesungguhnya Allah Tabaraka wa Ta’ala menggugurkan setengah salat atas orang musafis. Dan menggurkan kewjiban puasa ata musafir, wanita hamil dan menyusui

7.

Waktu yang diharamkan puasa

Waktu haram puasa adalah waktu saat umat Muslim dilarang berpuasa. Hikmah puasa adalah ketika semua orang bergembira, seseorang itu perlu turut bersama merayakannya.
• • •

Hari Raya Idul Fitri (1 Syawal) Hari Raya Idul Adha (10 Zulhijjah) Hari-hari Tasyrik (11, 12, dan 13 Zulhijjah)

8.

Puasa Sunnah

Puasa merupakan salah satu amalan yang dicintai oleh Allah Subhanahu wa ta’ala yang mana Allah menjanjikan keutamaan dan manfaat yang besar bagi yang mengamalkannya, Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ّ ّ َ ّ ُ َ َ ‫قال الله ع َز وَجل: ك ُل ع َمل اب ْن آد َم ل َه إل الصيام. ففإ ِن ّه لفي وَأ َنفا أ َجفزي بفهِ. والصفيام‬ ِ ُ َ َ َ ِ َ ُ َ ّ َ ِ ِ ْ ُ َ ِ َ ِ َ ْ َ ْ ْ ْ ،‫جن ّة. فَإ ِذا كان ي َوْم صوْم ِ أ َحد ِك ُم فل ي َرفُث ول ي َصخب ول ي َجهَل. فَإ ِن شات َمه أ َحففد ٌ أ َو قففات َل َه‬ ٌ ُ َ ُ َ َ ْ َ َ َ َ ُ َ ُ َ ْ َ ْ َ ْ ْ َ ‫فَل ْيقل: إني صائ ِم – مرتين - وال ّذي نفس محمد بيده. ل َخل ُوف فَم الصائ ِم أ‬ ِ ُ ُ ْ َ ِ‫ّ ِ ط ْي َب عن ْد َ اللففه‬ ِ ِ َِ ٍ ّ َ ُ ُ ْ َ ِ َ ِّ ْ ُ َ ٌ َ ِ ِ َْ ّ َ ْ َ َ ‫ي َوْم القيامة من رِي ْح المسك. وَللصائ ِم ِ فَرحتان ي َفرحهُما: إ ِذا أ َفْط َر فَفرِح ب ِفِطفرِهِ. وَإ ِذا ل َقِفي‬ َ ْ ِ َ ُ َ ْ ِ َ َ ْ ّ ِ َ َ ْ ِ ِ َ َ ِ َ ِ ‫رب ّه فَرِح ب ِصوْمه‬ ِ ِ َ َ ُ َ “Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: Setiap amal anak Adam adalah untuknya kecuali puasa, sesungguhnya ia untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya, puasa adalah perisai, maka apabila salah seorang dari kalian berpuasa maka janganlah ia berkata-kata keji, dan janganlah berteriak-teriak, dan janganlah berperilaku dengan perilakunya orang-orang jahil, apabila seseorang mencelanya atau menzaliminya maka hendaknya ia mengatakan: Sesungguhnya saya sedang berpuasa (dua kali), demi Yang diri Muhammad ada di tanganNya, sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih wangi di sisi Allah pada hari kiamat dari wangi kesturi, dan bagi orang yang berpuasa Puasa, menahan diri dari makan dan minum 13

ada dua kebahagiaan yang ia berbahagia dengan keduanya, yakni ketika ia berbuka ia berbahagia dengan buka puasanya dan ketika berjumpa dengan Rabbnya ia berbahagia dengan puasanya.” (HR Bukhari, Muslim dan yang lainnya) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda, ‫ل ي َصوْم ع َب ْد ٌ ي َوْما في سب ِي ْل الله. إل باع َد َ الله، بفذ َل ِك اليفوْم، وَجهفه عفن النفار سفب ْعِي ْن‬ ِ ً َ ُ ُ َ ِ َ ِ َ ُ َ ْ ِ ُ َ ِ َ ِ َ َ ً ‫.خرِيفا‬ ْ َ “Tidaklah seorang hamba berpuasa satu hari di jalan Allah kecuali Allah akan menjauhkan wajahnya dari api neraka (dengan puasa itu) sejauh 70 tahun jarak perjalanan.” (HR. Bukhari Muslim dan yang lainnya) Sebagaimana jenis ibadah lainnya maka puasa haruslah didasari niat yang benar yakni beribadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala semata-mata serta dilaksanakan sesuai dengan tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Secara Syar’i makna puasa adalah “menahan diri dari makan, minum dan dari jima’ terbit serta fajar segala hingga sesuatu yang membatalkannya ta’ala” , Maka jika seseorang menahan diri dari makan dan minum tidak sebagaimana pengertian di atas atau menyelisihi dari apa yang menjadi tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam maka tentu saja ini merupakan hal yang menyimpang dari syariat, termasuk perbuatan yang sia-sia dan bahkan bisa jadi mendatangkan kemurkaan Allah subhanahu wa ta’ala, Penyimpangan yang bisa terjadi diantaranya: 1. Berpuasa tidak dalam rangka beribadah kepada Allah Semisal seseorang yang berpuasa karena hendak mendapatkan bantuan dari jin/syaitan berupa sihir atau yang lainnya, atau bernazar puasa kepada selain Allah, maka perbuatan ini termasuk kesyirikan Puasa, menahan diri dari makan dan minum 14 terbenamnya

matahari dengan niat beribadah kepada Allah subhanahu wa

yang

besar

karena

memalingkan

ibadah

kepada

selain

Allah

subhanahu wa ta’ala. Adapun seseorang yang berpuasa semata-mata karena alasan kesehatan, walaupun hal ini boleh-boleh saja akan tetapi ia keluar dari pengertian puasa yang syar’i sehingga tidaklah ia termasuk orang yang mendapatkan keutamaan puasa sebagaimana yang dijanjikan Allah subhanahu wa ta’ala. 2.

Menyelisihi

tata

cara

Nabi

shallallahu’alaihi

wa

sallam,

diantaranya:
Mengkhususkan tata cara tertentu yang tidak dituntunkan oleh Nabi shallalahu ‘alaihi wa sallam, semisal puasa mutih (menyengaja menghindari makan daging atau yang lainnya), puasa sehari semalam tanpa tidur atau tanpa berbicara dengan menganggap hal ini memiliki keutamaan dan yang lainnya.

Mengkhususkan waktu tertentu yang tidak dikhususkan oleh Nabi tertentu tanpa dalil dari al-Qur’an dan sunnah, ataupun

shallallahu ‘alaihi wa sallam semisal mengkhususkan puasa pada hari atau bulan mengkhususkan jumlah hari yang tidak dikhususkan dalam syariat.

Maka seyogyanya kaum muslimin menahan diri dari beribadah tanda dasar ilmu atau tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sebuah hadits dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: َ َ ِ َ ُ ْ ّ ‫من ع َمل ع َمل ً ل َي ْس ع َل َي ْهِ أمرنا فَهُو رد‬ َ َ َ َ ْ َ “Barangsiapa yang melakukan suatu amalan yang tidak ada tuntunannya dari kami maka tertolak.” (HR. Muslim) Maka berikut ini adalah beberapa jenis puasa yang dianjurkan di dalam Islam di luar puasa yang wajib (Puasa Ramadhan) berdasarkan dalil-dalil yang syar’i, semoga kita diberi kemudahan untuk mengamalkannya berdasarkan ilmu dan terhindar dari perkara-perkara yang menyelisihi syariat Allah subhanahu wa ta’ala sehingga kita dapat memperoleh berbagai keutamaan dari apa-apa yang dijanjikan Allah subhanahu wa ta’ala. Puasa-puasa Sunnah yang Dituntunkan Dalam Islam Puasa, menahan diri dari makan dan minum 15

1. Puasa 6 hari pada bulan Syawwal Dari Abu Ayyub Al-Anshory bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‫من صام رمضان. ث ُم أ َت ْب َعَه ستا من شوال. كان ك َصيام ِ الد ّهْر‬ َ ِ َ َ َ َ َ َ َ َ ْ َ ّ ّ َ ْ ِ ّ ِ ُ ِ “Barang siapa berpuasa Ramadhan, kemudian melanjutkan dengan berpuasa enam hari pada bulan Syawal, maka seperti ia berpuasa sepanjang tahun.” (HR. Muslim) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, َ َ ِ‫صيام شهْر رمضان بعَشرة أشهُر، وَصيام ست ّةِ أيام ٍ ب َعْد َهُ ب ِشهرين، فَذ َل ِك صيام السن َة‬ ِ ُ َ ِ ّ َ َ َ َ ِ َ ُ َ ِ ُ َ ِ َ ّ ْ َ ٍ ْ ِ ْ “Puasa pada bulan Ramadhan seperti berpuasa sepuluh bulan , dan puasa enam hari setelahnya seperti berpuasa selama dua bulan, maka yang demikian itu (jika dilakukan) seperti puasa setahun.” (Hadits shahih Riwayat Ahmad) Catatan:

Puasa Syawal tidak boleh dilakukan pada hari yang dilarang berpuasa Puasa tersebut tidak disyaratkan harus berurutan, sebagaimana

di dalamnya, yakni pada hari Idul Fitri.

kemutlakan hadits –hadits di atas, akan tetapi lebih utama bersegera dalam kebaikan.

Jika ada kewajiban mengqodo’ puasa Ramadhan maka dianjurkan

mendahulukan qodo baru kemudian berpuasa Syawal 6 hari sebagaimana hadits dari Abu Ayyub Al-Anshori di atas.

2. Puasa pada hari Arafah bagi yang tidak sedang melaksanakan ibadah haji Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, َ َ ِ َ ّ َ ُ ِ َ ّ َ َ ْ ِ ُ ِ ْ َ ِ ُ‫صيام ُي َوْم ِ ع َرفَة أحت َسب ع َلى الله أن ي ُك َفر السن َة ال ّتي قَب ْل َه. والسن َة ال ّتي ب َعْد َه‬ َ ّ “Puasa pada hari Arofah, aku berharap kepada Allah agar mengampuni dosa-dosa setahun yang telah lalu dan setahun yang akan datang.” (HR. Muslim) Catatan:

Adapun bagi orang yang sedang melaksanakan ibadah haji, maka yang

lebih utama adalah tidak berpuasa pada hari Arofah sebagaimana yang

Puasa, menahan diri dari makan dan minum 16

diamalkan

oleh

Rasulullah

shallallahu

‘alaihi

wa

sallam

dan

para

shahabatnya.

3. Puasa pada hari Asyura’ (10 Muharrom) dan sehari sebelumnya Dari Abu Qotadah bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, َ ‫وَصيام ي َوْم ِ عاشوراء، أ َحت َسب ع َلى الله أ َن ي ُك َفر السن َة ال ّتي قَب ْل َه‬ َ َ ُ َ ِ َ ّ ْ ِ ُ ِ ْ ُ َ ِ ُ َ ّ “Puasa pada hari ‘Asyuro’, aku berharap kepada Allah agar mengampuni dosa-dosa setahun yang telah lalu.” (HR. Muslim) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, َ ُ ِ ْ ‫ل َئ ِن ب َقي ْت إ ِلى قاب ِل ل َصوْمن التاسع‬ َ ِ َ ّ َ ُ ٍ َ “Sungguh jika aku masih hidup sampai tahun depan aku akan berpuasa pada hari yang kesembilan.” (HR. Muslim) Catatan:

Adapun berpuasa pada hari yang ke sebelas maka dalilnya sangat

lemah, sehingga tidak bisa dijadikan sandaran.

4. Memperbanyak puasa pada bulan Sya’ban Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, dia berkata: ّ َ ِ َ ُ َ ُ َ َ ‫فَما رأ َي ْت رسوْل الله صلى الله ع َل َي ْه وَسل ّم ا ِست َك ْمل صيام شهْر إل رمضان، وَما رأ َي ْت ُفه‬ ِ َ َ َ َ ِ ٍ َ َ َ ِ َ َ ْ َ َ ُ ُ َ َ ‫.أ َك ْث َر صياما من ْه في شعْبان‬ ِ ُ ِ ً َ ِ َ َ َ َ “Saya tidak pernah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa sebulan penuh kecuali pada bulan Ramadhan, dan tidaklah saya melihat beliau memperbanyak puasa dalam suatu bulan seperti banyaknya beliau berpuasa pada bulan sya’ban.” (HR. Bukhari) Catatan:

Adapun mengkhususkan puasa atau amalan lainnya pada nisfu

sya’ban (pertengahan sya’ban), maka hal ini tidak ada tuntunannya dalam syariat, karena dalil-dalil yang ada sangat lemah dan bahkan ada yang maudhu (palsu).

Hendaknya tidak berpuasa pada hari syak (hari yang meragukan

apakah sudah masuk ramadhan atau belum), yakni sehari atau dua hari pada akhir Sya’ban, kecuali bagi seseorang yang kebetulan bertepatan dengan puasa yang biasa dilakukannya dari puasa-pusa Puasa, menahan diri dari makan dan minum 17

sunnah yang disyariatkan semisal puasa dawud atau puasa senin kamis. 5. Memperbanyak Puasa Pada Bulan Muharrom Berdasarkan hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ُ َ ُ َ ‫َ ِ َف‬ َ ُ‫أفْضل الصيام، ب َعْد َ رمضان، شهْر اللفه ال ْمحفرم و أفْضفل الصفلة ب َعْفد َ الفرِي ْضفة صفلة‬ ِ ّ َ ُ ّ َ ُ ِ ُ َ َ َ َ َ ِ َ ّ ‫الل َي ْل‬ ِ “Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah yakni bulan Muharrom, dan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam.” (HR. Muslim) 6. Puasa Hari Senin dan Kamis Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ُ َ ‫ت ُعْرض ال َع ْمال ي َوْم الث ْن َي ْن وال ْخمي ْس فَأ ُحب أ َن ي ُعْرض ع َملي وَأ َنا صائ ِم‬ ِ َ ِ َ َ ِ ْ ّ ِ َ ٌ َ َ َ َ ُ َ ِ “Amal-amal ditampakkan pada hari senin dan kamis, maka aku suka jika ditampakkan amalku dan aku dalam keadaan berpuasa.” (Shahih, riwayat An-Nasa’i) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya tentang puasa pada hari senin, beliau bersabda: َ َ َ َ َْ ُ ِ‫)ذاك ي َوْم وُل ِد ْت فِي ْه. وَي َوْم ب ُعِث ْت )أو أن ْزِل ع َل َي فِي ْه‬ ِ ٌ ٌ ُ ّ “Ia adalah hari ketika aku dilahirkan dan hari ketika aku diutus (atau diturunkan (wahyu) kepadaku ).” (HR. Muslim) 7. Puasa 3 hari setiap bulan Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dia berkata, ّ َ َ ّ ‫أوْصانى خل ِي ْلى صلى الله ُع َل َي ْه وَسل ّم ب ِثلث: صيام ِ ثلث َة أ َيام ٍ م فن ك ُفل ش فهْر، وَرك ْعَتفَفى‬ ِ َ ِ َ ٍ َ َ َ ِ ّ ِ َ َ ِ َ ْ ِ ٍ َ ‫الضحى، وأ َن أ َوتر قَبل أ َن أ‬ ‫َ ْ ْ َ ْ َ ْ نام‬ َ ُ َ َ “Kekasihku, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam Mewasiatkan kepadaku tiga perkara: puasa tiga hari setiap bulan, dua rakaat shalat dhuha, dan shalat witir sebelum tidur.” (HR. Bukhari Muslim) Lebih dianjurkan untuk berpuasa pada hari baidh yakni tanggal 13, 14 dan 15 bulan Islam (Qomariyah). Berdasarkan perkataan salah seorang sahabat radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Puasa, menahan diri dari makan dan minum 18

ّ َ ِ َ ْ ّ ُ ُ َ َ َ َ ‫أ َمرنا رسوْل الله صلى الله ُع َل َي ْه وَسل ّم أ َن ن َصوْم من الش فهر ِثلث َفة أ َيفّفام ِ الب َي ْفض: ثلث‬ َ َ ِ َ ِ ْ َ َ َ ِ َ ُ َ‫ع َشرة، و أ َرب َع ع َشرةَ ، وَخمس ع َشرة‬ َ ْ َ َ َ ْ َ ْ َ َ ْ َ ْ “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kami untuk berpuasa pada tiga hari ‘baidh’: tanggal 13, 14 dan 15.” (Hadits Hasan, dikeluarkan oleh An-nasa’i dan yang lainnya) 8. Berpuasa Sehari dan Berbuka Sehari (Puasa Dawud ‘alaihis salam) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: َ ِ ّ ‫أحب الصيام ِ إلى الله صيام داوُد، وأحب الصلة إ ِلى الله صفلةُ داوُد َ: كفَفان ي َنفام ن ِصفف‬ َ ْ َ ّ َ َ َ َ ُ َ ِ ِ َ ّ ّ َ ُ َ َ َ ِ ‫)الليل، وَي َقوم ث ُل ُث َه وَي َنام سد ُسه، وَكان ي ُفط ِر ي َوْما وَي َصوْم ي َوْما )متفق عليه‬ ُ ُ ُ ُ ً ً ُ َ ُ ُ َ ُ ُ ْ َ َ “Puasa yang paling disukai Allah adalah puasa Nabi Dawud, dan shalat yang paling disukai Allah adalah Shalat Nabi Dawud, adalah beliau biasa tidur separuh malam, dan bangun pada sepertiganya, dan tidur pada seperenamnya, adalah beliau berbuka sehari dan berpuasa sehari.” (Muttafaqun ‘alaihi) Beberapa Hal yang Terkait Dengan Puasa Sunnah

Boleh berniat puasa sunnah setelah terbit fajar jika belum

makan, dan minum serta tidak melakukan hal-hal yang membatalkan puasa, berbeda dengan puasa wajib maka niatnya harus dilakukan sebelum fajar.

Seseorang yang berpuasa sunnah diperbolehkan membatalkan

puasanya jika ia menghendaki, dan tidak ada qodho atasnya. Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha dia berkata: ّ َ ِ َ ‫َف‬ ُ ُ َ ّ َ َ ( ‫د َخل ع َل َي رسوْل الله صلى الله ُع َل َي ْه وَسل ّم ذات ي َفوْم ٍ فَقفال:) هَفل عن ْفد َك ُم شفيء ؟‬ ٌ ْ َ ْ ِ ْ ِ َ َ َ َ َ ُ َ َ َ ُ َ َ . ‫فَقل ْنا: ل. قال: ) فَإ ِنى إ ِذا صائ ِم ( ، ث ُم أ َتانا ي َوْما آخر. فَقل ْنا: يا رسوْل الله أ ُهْد ِي ل َنا حيففس‬ َ ِ ِ َ َ ّ َ ُ ْ َ َ َ ً ٌ َ ً ٌ َ َ َ َ ‫)فَقال: ) أريني ْه، فَل َقد ْ أ َصب َحت صائ ِما ( فَأ َك َل. )رواه مسلم‬ َ ِ ً َ ُ ْ ْ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam suatu hari datang kepadaku kemudian berkata: “Apakah engkau memiliki sesuatu (dari makanan)?”, kemudian kami berkata: “tidak”, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Kalau begitu saya berpuasa”, kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam datang pada hari yang lain Puasa, menahan diri dari makan dan minum 19

kemudian kami katakan: “Wahai Rasulullah sesungguhnya kami dihadiahi haisun (kurma yang dicampur minyak dan susu yang dihaluskan), maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Bawalah kemari, sesungguhnya aku tadi berpuasa”, kemudian beliau memakannya (HR. Muslim)

Seorang istri tidak boleh berpuasa sunnah sedangkan suaminya

bersamanya kecuali dengan seijin suaminya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: َ َ َ ِ‫ل ت َصوْم ال ْمرأةُ وَب َعْل ُها شاه ِد ٌ إل ب ِإ ِذ ْن ِه‬ ُ ُ ْ َ ِ “Janganlah seorang wanita berpuasa sedangkan

suaminya

menyaksikannya kecuali dengan seizinnya.” (HR. Bukhari Muslim)

9.

Hikmah

atau

fungsi

puasa

wajib

dan

sunnah dalam kehidupan

Hikmah Puasa
Ibadah shaum Ramadhan yang diwajibkan Allah kepada setiap mu’min adalah ibadah yang ditujukan untuk menghamba kepada Allah seperti yang tertera dalam QS. Al- Baqarah/2: 183. Hikmah dari ibadah shaum itu sendiri adalah melatih manusia untuk sabar dalam menjalani hidup. Maksud dari sabar yang tertera dalam al-Quran adalah ‘gigih dan ulet’ seperti yang dimaksud dalam QS. Ali ‘Imran/3: 146.

Secara Aktivitas
Puasa adalah menahan diri dari tidak bamyak bicara, tidak banyak melihat, tidak banyak makan dan minum, tidak banyak tidur. dan puasa juga merupakan tempat nya ibadah umat manusia yg mana setiap kebaikan di lipak gandakan pahalanya. Fungsi / tujuan puasa selama satu bulan penuh di bulan suci ramadhan adalah sangat baik, yaitu untuk meningkatkan ketaqwaan kita kepada Tuhan yang menciptakan kita Allah SWT. Di samping itu Puasa, menahan diri dari makan dan minum 20

juga terdapat banyak sekali guna dan manfaat dari melaksanakan puasa ramadhan yaitu baik untuk jasmani maupun rohani. Berikut Ramadhan : 1. Membuat kita lebih taqwa kepada Allah SWT. 2. Mendapatkan pahala yang melimpah ruah. 3. Memberikan efek yang menyehatkan tubuh kita dan dapat menyembuhkan berbagai penyakit. 4. Melatih kita untuk menahan nafsu bejat selama hidup di dunia fana. 5. Mendorong kita untuk selalu berbuat kebajikan. 6. Bisa memasukkan kita ke dalam surga jika kita telah mati. 7. Melatih sabar, pengendalian diri, disiplin, jujur, emosi, dll. 8. Mempersempit jalan aliran darah di mana setan berlalu-lalang. 9. Mempererat tali silaturahmi dengan sahur dan buka puasa bersama. 10. Menghilangkan dosa di antara manusia dengan saling maafmemaafkan di hari lebaran idul fitri kembali ke fitrah manusia. Berikut ini adalah beberapa Keutamaan Puasa Ramadhan : 1. Orang yang berpuasa ramadhan bisa masuk ke dalam surga arraiyan. 2. Puasa bisa menjadi penebus dosa. 3. Orang yang berpuasa akan mendapatkan kegembiraan. 4. Puasa adalah penangkal. 5. Mendapatkan ganjaran dari Allah tanpa hitungan. 6. Bau mulut orang yang melakukan puasa bagi Allah SWT wanginya lebih wangi dari bau kesturi. 7. Puasa dan Al-quran memberikan syafaat. Puasa hanya wajib bagi orang islam yang beriman kepada Allah SWT. Jika anda tidak beriman, maka anda tidak wajib puasa. Selamat menunaikan ibadah Puasa bagi yang menjalankannya. Semoga pol puasanya dan jangan lupa niat puasa sebelum menjalankan ibadah puasanya. Puasa, menahan diri dari makan dan minum 21 ini adalah beberapa Manfaat dan Hikmah Puasa

Puasa Ramadhan
Puasa merupakan exercise yang baik sekali bagi pengendalian diri, sekaligus menguji keimanan terhadap Sang Pencipta dengan menjalankan segala perintah dan menjauhkan diri dari laranganlarangan-NYA. Akan tetapi, sayang sekali banyak yang lupa, bahwa selama menjalankan ibadah puasa, aturan yang dibuat oleh al amir juga harus dipatuhi, seperti bertingkah laku yang baik saat mengendara di jalan raya, tidak membuang sampah sembarangan, dan hal-hal kecil lainnya yang berkaitan dengan hablim minna naas. Karena ini merupakan dosa-dosa kecil yang dapat mengurangi nilai dari puasa yang sedang dijalankan. Firmah Allah s.w.t. menjelaskan tentang hikmah puasa Ramadhan yang bermaksud: "Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan berpuasa atas kamu sebagaimana diwajibkan atas umat-umat yang terdahulu sebelum kamu, semoga kamu bertakwa" (Surah al-Baqarah:183) Dengan puasa juga, kita akan memperolehi kesihatan jasmani dan rohani. Sabda Nabi Muhammad s.a.w. yang bermaksud: "Berpuasalah kamu, tentu kamu akan sihat." Sabda Baginda Rasulullah s.a.w. lagi: "Perut besar itu adalah sarang penyakit dan banyak makan itu punca segala penyakit." Selain daripada itu, puasa juga mempunyai hikmah dan faedah seperti:

Tanda

bersyukur

kepada

Allah

s.w.t.

atas

limpah

kurnia

nikmatNya yang tidak terhingga

Mendidik nafsu ammarah (yang lebih banyak mengajak kepada

keburukan) agar berubah menjadi nafsu lawwamah dan seterusnya meningkat kepada nafsu mutmainnah yakni nafsu yang tenang tenteram, bersedia menjunjung titah perintah Allah s.w.t.

Puasa, menahan diri dari makan dan minum 22

Melatih dan mendidik jiwa supaya mempunyai sifat kasihan belas

terhadap orang-orang yang susah menderita dan kurang bernasib baik kehidupan mereka

Membersihkan diri daripada sifat-sifat mazmumah (keji) seperti Mendidik jiwa supaya bersifat sabar, tahan menanggung

tamak, sombong, hasad dengki dan lain-lain lagi

kesusahan dan pelbagai cabaran dalam menempuh perjuangan hidup

Memperolehi kecerdasan akal dan fikiran sebagaimana disebut

dalam satu riwayat maksudnya: "Orang yang lapar perutnya itu tajamlah fikirannya dan teranglah hatinya." Oleh kerana sangat besar faedah dan manfaatnya ibadah puasa kepada kita, maka selain puasa yang wajib pada bulan Ramadhan, ada lagi puasa-puasa sunat yang elok dilakukan sepanjang tahun iaitu seperti yang akan disebutkan nanti.

FADHILAT 1.

PUASA-PUASA

SUNNAT

SEPANJANG TAHUN Puasa enam hari dalam bulan Syawal
Fadhilat atau keutamaannya sangat besar

sebagaimana sabda Nabi Muhammad s.a.w. yang bermaksud: "Sesiapa berpuasa Ramadhan, kemudian diiringi dengan puasa (sunnat) enam hari dalam bulan Syawal adalah seperti puasa selama setahun." (Riwayat Muslim) Cara melakukannya yang terbaik (afdal) secara berturut-turut dan dimulakan pada hari kedua bulan Syawal, tetapi boleh dan sah dengan tidak berturut-turut, misalnya sehari puasa dua hari tidak, kemudian puasa lagi, asalkan genap enam hari didalam bulan Syawal. Malah sesetengah ulama mengharuskan puasa enam hari dalam bulan Syawal diniatkan berserta puasa qadha Ramadhan.

2.

Puasa hari 'Arafah (9 Zulhijjah)
Puasa, menahan diri dari makan dan minum 23

Disunatkan kepada orang yang tidak melakukan ibadah haji. Fadhilatnya sangat besar sebagaimana dijelaskan menerusi hadith daripada Abi Qatadah r.a. ujurnya, Rasullullah s.a.w. telah ditanya oleh sahabat mengenai puasa hari 'Arafah, sabdanya bermaksud: "Ia menghapuskan dosa setahun yang lalu dan tahuntahun kemudiannya." (Riwayatkan oleh Muslim dan al-Turmuzi) Menerusi hadith daripada Abi Qatadah r.a. juga bahawa Rasullullah s.a.w. bersabda yang bermaksud: "Puasa pada hari 'Arafah itu menghapuskan dosa dua tahun yang lalu dan tahun yang akan datanag." (Diriwayat oleh Muslim)

3.

Puasa pada bulan Muharram
Daripada Abi Hurairah r.a. katanya, telah bersabda

Rasullullah s.a.w. yang maksudnya: "Seafdal-afdal puasa selepas Ramadhan ialah puasa pada bulan Allah iaitu bulan Muharram dan seafdal-afdal solat selepas solat fardhu ialah solat malam." (Riwayat Muslim) Daripada Ibu 'Abbas r.a. katanya, telah bersabda Rasullullah s.a.w. maksudnya: "Sesiapa berpuasa pada hari 'Arafah nescaya terhapus dosanya dua tahun dan sesiapa berpuasa satu hari daripada bulan Muharram maka untuknya setiap sehari (mendapat pahala) 30 hari." (Dikeluarkan oleh al-Tabrani)

4.

Puasa pada hari 'Asyura (10 Muharram)
Daripada Abi Qatadah r.a. bahawasanya Rasullullah

s.a.w. telah ditanya mengenai puasa hari 'Asyura (yakni hari ke-10 bulan Muharram) maka sabda Baginda s.a.w. yang bermaksud: "Ia akan menghapuskan dosa setahun yang lalu." (Riwayat Muslim)

5.

Puasa hari Tasu'a (Tanggal 9 Muharram)
Ia disunatkan, namun Rasullullah s.a.w. belum

sempat mengerjakannya, bagaimanapun Baginda s.a.w. bersabda

Puasa, menahan diri dari makan dan minum 24

maksudnya: "Sesungguhnya jika aku hidup pada tahun hadapan, aku akan berpuasa pada 9 Muharra,." (Riwayat Ahmad dan Muslim) PERINGATAN Puasa sunnat pada hari ke-10 Muharram hendaklah digabungkan dengan hari sebelumnya iaitu pada hari ke-9 atau dengan hari selepasnya (yakni hari ke-11) dan lebih baik lagi dikerjakan tiga hari berturut-turut iaitu ke-9,ke-10 dan ke-11. Jika ditunggalkan 10 Muharram sahaja maka hukumnya makruh kerana menyerupai amalan orang Yahudi. Sabda Nabi Muhammad s.a.w yang bermaksud: "Berpuasalah pada hari 'Asyura (10 Muharram) dan jangalah menyamai perbuatan orang Yahudi; oleh itu berpuasalah sehari sebelum dan sehari sesudahnya." (Riwayat Imam Ahmad)

6.

Puasa bulan Sya'aban
Daripada Usamah bin Zaid r.a. katanya, aku berkata:

"Wahai Rasullullah, tidak saya lihat tuan hamba berpuasa satu bulan daripada bulan-bulan (dalam setahun selain Ramadhan) seperti tuan berpuasa pada bulan Sya'aban." Sabda Rasullullah s.a.w.: "Bulan ini (yakni bulan Sya'aban) ialah bulan yang manusia lalai padanya antara Rajab dan Ramadhan, pada hal ia (yakni bulan Sya'aban) adalah bulan diangkat amalan kepada Tuhan seru sekelian alam, maka aku suka amalanku diangkat dan aku berpuasa." (Riwayat al-Nasai) Ummu Salamah r.a. pula berkata: "Tidak pernah aku lihat Rasullullah s.a.w. berpuasa dua bulan berturut-turut melainkan pada bulan Sya'aban dan Ramadhan." (Riwayat al-Turmuzi)

7.

Puasa pada hari Isnin dan Khamis
Daripada Abi Hurairah r.a. daripada Rasullullah

s.a.w. sabdanya: "Diperlihatkan (kehadrat Allah s.w.t.) segala amalan itu pada hari Isnin dan Khamis, justeru saya suka ketika diperlihatkan amalan-amalanku itu sedang aku berpuasa." (Riwayat al-Turmuzi) Puasa, menahan diri dari makan dan minum 25

Menurut riwayat Muslim diterima daripada Abu Qatadah, pernah ditanyakan kepada Rasullullah sa.w. tentang puasa pada hari Isnin, maka Baginda s.a.w. menjawab dengan sabdanya yang bermaksud: Itulah hari yang padanya aku dilahirkan, padanya aku dibangkitkan menajdi Rasul dan padanya Al-Quran diturunkan kepadaku." (Subul al-Salam)

8.

Puasa hari Rabu, Khamis dan Jumaat
Daripada 'Ubaid bin Muslim al-Qurasyi daripada

bapanya r.a. ujurnya, aku bertanya atau ditanya oleh Baginda Rasullullah s.a.w. mengenai puasa dahar (sepanjang tahun), maka Baginda Rasullullah s.a.w. bersabda yang bermaksud: Tidak (maksudnya tidak dibenarkan puasa tersebut), kerana sesungguhnya untuk keluargamu atas dirimu ada hak. Oleh itu berpuasalah pada bulan Ramadhan dan yang mengikutinya (enam hari dalam bulan Syawal), dan pada setiap hari Rabu dan Khamis, maka anda sungguh telah (mendapat pahala) puasa sepanjang tahun dan anda juga telah berbuka." (Riwayat Abu Dawud, al-Nasai dan al-Turmuzi) Daripada Anas bin Malik r.a. bahawa beliau telah mendengar Rasullullah s.a.w. bersabda bermaksud: Sesiapa berpuasa pada hari Rabu, Khamis dan Jumaat, nescaya Allah s.w.t. membina untuknya sebuah istana disyurga daripada permata, yaqut dan zabarzad dan dicatat baginya bebas dari api neraka>" (Riwayat alTabrani) Menerusi riwayat daripada Ibnu Umar r.a., Nabi Muhammad s.a.w. bersabda yang bermaksud: "Sesiapa berpuasa pada hari Rabu, Khamis dan Jumaat, kemudian bersedekah pada hari Jumaat sedikit atau banyak, nescaya diampunkan semua dosanya hingga menjadi seperti bayi yang baru dilahirkan oleh ibunya, bersih daripada segala dosa." (Dikeluarkan oleh al-Tabrani)

Puasa, menahan diri dari makan dan minum 26

9.

Puasa pada hari Putih (13,14 dan 15

bulan Islam)
Diriwayatkan daripada Jarir r.a. daripada Nabi Muhammad s.a.w. yang bermaksud: "Berpuasa tiga hari pada setiap bulan adalah puasa sepanjang tahun iaitu puasa pada hari-hari putih pada hari 13,14 dan 15 (bulan Qamariyah)." (Riwayat al-Nasai dengan sanad yang sohih)

10. Puasa tiga hari pada setiap bulan
Diriwayatkan oleh Muslim daripada Abi Qatadah, bahawasanya Baginda Rasullullah s.a.w. bersabda maksudnya: "Puasa tiga hari pada setiap bulan, Ramadhan ke Ramadhan itulah puasa sepanjang masa." Mengenai berpuasa tiga hari pada setiap bulan, ada beberapa pendapat Ulama. Antaranya dikatakan puasa tiga hari itu ialah puasa pada 13,14 dan 15. Inilah pendapat kebanyakkan Ulama, antara lain Umar, Ibnu Mas'ud, Abu Zar, al-Syafi'i, Abu Hanifah, Ahmad dan Ishaq. Sementara al-Nakha'i berpendapat ialah puasa tiga hari pada akhir bulan.

11. tidak)

Puasa selang-seli (sehari puasa sehari
Hadith daripada Abdullah bin 'Amru ibnu al-'As r.a.

bahawasanya Nabi Muhammad s.a.w. bersabda yang bermaksud: "Telah sampai berita kepadaku bahawa anda berpuasa pada waktu siang dan berjaga (kerana beribadah) waktu malam. Jangan buat demikian kerana untuk jasadmu atas dirimu ada habuan, untuk matamu atas dirimu ada habuan dan untuk isterimu ada habuan. Puasalah dan berbukalah. Puasa tiga hari pada setiap bulan, maka dengan demikian anda mendapat pahala sepanjang tahun." Aku Puasa, menahan diri dari makan dan minum 27

berkata: " Wahai Rasullullah, aku mempunyai kekuatan (keupayaan untuk berpuasa). Sabda Baginda Rasullullah s.a.w. "Maka berpuasalah puasa NabiDaud a.s. iaitu berpuasalah sehari dan berbuka sehari." (Riwayat al-Bukhari dan Muslim) Daripada Abdullah bin 'Amru ibnu al'As katanya, telah bersabda Rasullullah sa.w. bermaksud: "Puasa yang paling disukai oleh Allah s.w.t. ialah puasa Nabi Daud dan solat yang paling disukai Allah s.w.t. ialah solat Nabi Daud, baginda tidur separuh malam dan bangun beribadah sepertiga malam dan tidur seperempat malam dan baginda berpuasa sehari dan berbuka sehari." (Riwayat al-Bukhari dan Muslim)

Daftar Pustaka

Shohih Fiqh Sunnah wa Adillatuhu wa Taudhih madzahib alShiyam Ramadhan, Muhammad bin Jamil Zainu Al-Wajiz Fi Fiqhis Sunnah wa Kitabil Aziz, Dr. Abdul Adzim Badawi

A’immah, Abu Malik Kamal bin As-Sayyid Salim
• •

http://tanbihul_ghafilin.tripod.com/fadhilatpuasawajibdansunnat.htm http://www.crayonpedia.org/mw/Kategori:SMP http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/puasa-sunnah.html http://www.google.co.id/#hl=id&q=Waktu+yang+diharamkan+untu k+berpuasa&meta=&aq=f&oq=Waktu+yang+diharamkan+untuk+berp uasa&fp=a8e5610364cc8fce

Puasa, menahan diri dari makan dan minum 28

http://www.google.co.id/#hl=id&source=hp&q=hikmah+puasa+waji b&btnG=Telusuri+dengan+Google&meta=&aq=f&oq=hikmah+puasa+ wajib&fp=a8e5610364cc8fce http://saef-jaza.blogspot.com/2009/03/mengenang-nabi-muhammadsawhikmah.html http://dhymas.wordpress.com/tag/manfaat-puasa/ http://ibnujafar86.wordpress.com/2009/07/30/hukum-hukum-yangberkaitan-dengan-puasa-ramadhan/ http://media.isnet.org/islam/Quraish/Wawasan/Muhammad3.html

Puasa, menahan diri dari makan dan minum 29

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->