ALGORITMA PEMROGRAMAN TINGKAT DASAR

Perangko dari Rusia pada Gambar 5.1. di samping ini bergambar seorang pria dengan nama Muhammad ibn M s al-Khw rizm . Bagi kalian yang sedangberkecimpung dalam dunia komputer maka seharusnya mengetahui siapa orang di samping ini. Dia adalah seorang ilmuwan Islam yang karya-karyanya dalam bidang matematika, astronomi, astrologi dan geografi banyak menjadi dasar perkembangan ilmu modern. Dan dari namanya istilahyang akan kita pelajari dalam bab ini muncul. Dari Al-Khawarizmi kemudian berubah menjadi algorithm dalam Bahasa Inggris dan diterjemahkan menjadi algoritma dalam Bahasa Indonesia. Standar kompetensi algoritma pemrograman dasar terdiri atas empat kompetensi dasar. Dalam penyajian pada buku ini, setiap kompetensi dasar memuat uraian materi, dan latihan. Ringkasan diletakkan pada setiap akhir bab. Kompetensi dasar pada bab ini adalah menjelaskan variabel, konstanta dan tipe data, membuat algoritma/logika alur pemrograman, menerapkan pengelolaan array, dan mengoperasikan file. Sebelum mempelajari kompetensi ini ingatlah kembali sistem operasi, prinsip pemecahan masalah, dan materi-materi pendukung dari mata pelajaran matematika. Pada akhir bab, tercantum soal-soal latihan yang disusun dari soal-soal yang mudah hingga soal-soal yang sulit. Latihan soal ini digunakan untuk mengukur kemampuan terhadap kompetensi dasar ini. Artinya setelah mempelajari kompetensi dasar ini secara mandiri dengan bimbingan guru sebagai fasilitator, ukurlah sendiri kemampuan dengan mengerjakan soal-soal latihan tersebut.

(Sumber: www.wikipedia.org) Gambar 5.1. Perangko bergambar Muhammad ibn M s al-Khw rizm . 94 Rekayasa Perangkat Lunak TUJUAN Setelah mempelajari bab ini diharapkan pembaca akan mampu : o Menjelaskan variabel, konstanta dan tipe data o Membuat algoritma/logika alur pemrograman o Menerapkan pengelolaan array o Mengoperasikan file

5.1. VARIABEL, KONSTANTA DAN TIPE DATA Variabel, konstanta dan tipe data merupakan tiga hal yang akan selalu kita jumpai ketika kita membuat program. Bahasa pemrograman apapun dari yang paling sederhana sampai yang paling kompleks, mengharuskan kita untuk mengerti ketiga hal tersebut. 5.1.1. Variabel Variabel adalah tempat dimana kita dapat mengisi atau mengosongkan nilainya dan memanggil kembali apabila dibutuhkan. Setiap variabel akan mempunyai nama (identifier) dan nilai. Perhatikan contoh berikut.

Hal ini memperlambat proses kerja compiler. username = ³joni´ Nama = ³Al-Khawarizmi´ Harga = 2500 HargaTotal = 34000 Pada contoh 5..+.1. Sedangkan untuk variabel biasanya hanya ditentukan nama variabel dan tipe datanya tanpa isian nilai data. Pada sebagian besar bahasa pemrograman. Jadi konstanta adalah juga variabel bedanya adalah pada nilai yang disimpannya. seperti : .2. Apabila variabel tidak dideklarasikan maka setiap kali compiler bertemu dengan variabel baru pada kode program akan terjadi waktu tunda karena compiler harus membuat variabel baru. harga dan HargaTotal adalah nama dari variabel sedangkan ³joni´. <.2. (. 2500 dan 34000 adalah nilai dari masing-masing variabel. maka sebuah varibel lebih baik diperlakukan sebagai konstanta. Nilai-nilai ini akan tersimpan di dalam nama variabel masing-masing sepanjang tidak kita rubah. Jika nilai datanya sepanjang program berjalan tidak berubahubah. Demikian juga . Pemberian nama variabel harus mengikuti aturan yang ditetapkan oleh bahasa pemrograman yang kita gunakan. Nama. biasanya nilai data dari konstanta diberikan langsung di bagian deklarasi konstanta. compiler akan menolak untuk melanjutkan proses kompilasi.1. Penamaan yang benar Penamaan yang salah namasiswa nama siswa (salah karena menggunakan spasi) XY12 12X (salah karena dimulai dengan angka) harga_total harga. di atas. Namun secara umum ada aturan yang berlaku untuk hampir semua bahasa pemrograman. *. Contoh penamaan variabel. ) dan lain-lain. ‡ Tidak boleh menggunakan spasi pada satu nama variabel.total (salah karena menggunakan karakter . /. Pada sebuah kode program. username.) JenisMotor Jenis Motor (salah karena menggunakan spasi) alamatRumah for (salah karena menggunakan kata kunci bahasa pemrograman) 5. -. Rekayasa Perangkat Lunak 95 ‡ Nama variabel tidak boleh mengandung karakter-karakter khusus. Spasi bisa diganti dengan karakter underscore (_).1. Aturan-aturan tersebut yaitu: ‡ Nama variabel harus diawali dengan huruf. ‡ Nama variabel tidak boleh menggunakan kata-kata kunci d bahasa pemrograman Contoh 5. variabel harus dideklarasikan lebih dulu untuk mempermudah compiler bekerja. &. Konstanta Konstanta adalah variabel yang nilai datanya bersifat tetap dan tidak bisa diubah. Aturan penamaan variabel juga berlaku untuk penamaan konstanta. Nama variabel dan nilai. Bahkan pada beberapa bahasa pemrograman.Contoh 5. ³Al-Khawarizmi´. >.

3. Manual dan petunjuk pada masing-masing bahasa pemrograman pada bagian tipe data harus diperhatikan dengan seksama. 96 Rekayasa Perangkat Lunak Gambar 5. misalnya tipe data Single adalah tipe data untuk bilangan pecahan dengan presisi yang terbatas.2. Ada banyak tipe data yang tersedia tergantung jenis bahasa pemrograman yang dipakai. Tipe Data Tipe data adalah jenis data yang dapat diolah oleh komputer untuk memenuhi kebutuhan dalam pemrograman komputer.3. Salah satu tugas penting seorang programmer adalah memilih tipe data yang sesuai untuk menghasilkan program yang efisien dan berkinerja tinggi. Jenis yang termasuk dalam tipe data numeric antara lain integer (bilangan bulat). Tipe data numeric Tipe data numeric digunakan pada variabel atau konstanta untuk menyimpan nilai dalam bentuk bilangan atau angka.2. Semua bahasa pemrograman menyediakan tipe data numeric. int main() { . Selain jenis. Kode Program A Hasil eksekusi Program A #include using namespace std.aturan penetapan tipe data. Perhatikan contoh berikut. Namun secara umum dapat dikelompokkan seperti pada Gambar 5. dan float (bilangan pecahan). dalam bahasa pemrograman juga diterapkan presisi angka yang digunakan. sebaiknya kita tentukan dengan pasti tipe datanya.14159 berulang-ulang. Sedangkan tipe data composite adalah tipe data bentukan yang terdiri dari dua atau lebih tipe data primitive. 5.1. kita dapat membuat pi sebagai konstanta. sedangkan tipe data Double adalah tipe data untuk bilangan pecahan dengan presisi yang lebih akurat. Tipe data primitive adalah tipe data dasar yang tersedia secara langsung pada suatu bahasa pemrograman. jika kita membuat program perhitungan matematik yang menggunakan nilai pi (3. Setiap variabel atau konstanta yang ada dalam kode program. Rekayasa Perangkat Lunak 97 Penentuan tipe data numeric untuk suatu variabel/konstanta harus sangat berhati-hati. Contoh 5. Penggunaan konstanta pi akan lebih memudahkan penulisan kode program dibanding harus mengetikkan nilai 3. Penggunaan tipe data numeric. Ketepatan pemilihan tipe data pada variabel atau konstanta akan sangat menentukan pemakaian sumberdaya komputer (terutama memori komputer). hanya berbeda dalam jenis numeric yang diakomodasi. Pada bab-bab berikutnya yang membahas aplikasi bahasa pemrograman bagian ini akan diuraikan lebih lanjut. Pengelompokkan tipe data. Sebagai contoh.14159) yang mungkin akan muncul dibanyak tempat pada kode program.

5" c =" 5/9" p =" X" q =" X" q =" X/Y.8.8"> using namespace std."> using namespace std." a =" 3. cout << "X = " << huruf = " << huruf << endl." a =" Command1" caption =" ³HEY!!!´" fontbold =" True" luas =" 0." a =" 1" b =" 0)" a =" 1. cout << "X =" << y =" << y << endl." akhir =" (nilai" a =" 1.15" z ="25. char* kata = "Java". x = 5.2030" hari_dlm_minggu =" (Nol." a =" 1. cout << " z ="" x ="12" y ="2. cout << "X =" << y =" << y << endl. cout << " kata =" " x =" 5" huruf =" A" kata =" Java" trecord_siswa =" Record" waktulahir =" ³01/01/1997´" waktulahir =" ³13:03:05" waktulahir =" ³02/23/1998" waktulahir =" #02/23/1998" batasindeks =" 1." nama_bulan =" (Nol. y = 2. y = 2. x = 12.15. z." b =" 9" a =" 3). float y. int main() { int x.20" rentangtahun =" 1950. char huruf = 'A'. x = 12.int x. cout << " z ="" x ="12" y ="2. z = x * y. y = 2. x = 12.15.. z = x * y. cout << " z ="" x ="12" y ="2. int main() { // Mendeklarasikan array A dengan 3 buah elemen bertipe int int A[3]. float y. . z.15" z ="25"> using namespace std. float y. int main() { int x.8" integer =" bilangan"> using namespace std. cout << "X =" << y =" << y << endl.. int main() { int x. z = x * y." a =" A" a =" A" x =" 1" y =" 0" z =" 0" z =" 1" x =" 1" y =" 1. // Mengisikan nilai elemen array A[0] = 5. z.15" z ="25.15.

24. quick sort. antara lain bubble sort.N adalah batas atas dari indeks .A[1] = 10.24. Pengurutan Data pada Array Permasalahan lain dalam array yang juga banyak digunakan adalah bagaimana mengurutkan elemen-elemen dari variabel array tersebut.A adalah bilangan yang kita cari Gambar 5. Perhatikan kembali Contoh 5. Bagaimanakah caranya agar isi elemenelemen tersebut terurut dari besar ke kecil atau sebaliknya? Ada beberapa algoritma yang dapat digunakan untuk mengurutkan sekumpulan bilangan. 5.22. Selama kondisi ini dipenuhi maka pencarian akan terus dilakukan. Perhatikan contoh berikut. Flowchart untuk pencarian bilangan. Bubble sort dilakukan dengan cara membandingkan dua bilangan yang berurutan letaknya. Perhatikan bahwa di sini kita menggunakan ³dan´ yang artinya kedua kondisi harus dipenuhi agar dianggap benar.3.Bil[I] adalah nama variabel array yang berisi bilangan . Jika urutan letaknya benar maka dilanjutkan dengan . Pada contoh tersebut terlihat bahwa isi elemen-elemen dari array tidak dalam posisi berurutan. // Menampilkan nilai elemen array cout<<"Nilai elemen ke-1 = "<<<"Nilai elemen ke-2 = "<<<"Nilai elemen ke-3 = "<<> A. algoritma ini mudah dimengerti dan banyak digunakan. Pengurutan dengan bubble sort. Penyelesaian: Kita akan menggunakan metode bubble sort untuk mengurutkan array ini.I adalah variabel counter sekaligus indeks . Pada buku ini kita akan membahas satu algoritma yaitu bubble sort. Meskipun kinerjanya tidak sebaik algoritma yang lain. Urutkan dari mulai nilai terkecil sampai ke yang paling besar. Arti dari kondisi ini adalah jika nilai indeks I kurang dari batas atas indeks dan isi dari Bil[I] tidak sama dengan bilangan yang kita cari.3. shell sort. selection sort. Misalkan sebuah variabel array dengan nama Bil yang terdiri dari 5 elemen yang masing-masing berisi bilangan "5 1 4 2 8". dan lain-lain. A[2] = 20. Pencarian akan hanya akan berhenti jika salah satu kondisi atau kedua kondisi tidak dipenuhi lagi. maka pencarian akan diteruskan pada indeks yang lebih tinggi. Rekayasa Perangkat Lunak 125 Contoh 5. Flowchart Keterangan . Sehingga misalnya Bil[I] mempunyai isi yang sama dengan A maka pencarian akan dihentikan karena kondisi pada While sudah tidak dipenuhi lagi.

23. Sehingga tabel baru kita buat seperti berikut. namun dengan Bil[1] sebagai patokan.4. Sehingga kita perlu menukar isi dari dua elemen array ini. Pertama kita bandingkan antara Bil[0] dengan Bil[1]. isi dari Bil[0] tidak sesuai letaknya karena lebih besar dari isi Bil[1]. Bil[1] = 5 dan Bil[2] = 4. Hal ini terus dilakukan sampai pada perbandingan Bil[3] dengan Bil[4]. Langkah berikutnya kita membandingkan Bil[1] dengan Bil[2]. OPERASI FILE . Kedua tabel tersebut adalah sebagai berikut. Bil[0] = 5 sedangkan Bil[1] = 1. Berdasarkan aturan bubble sort. Karena kita baru menggunakan satu kali putaran dengan Bil[0] sebagai patokan. Perhatikan tabel array berikut. sebenarnya urutan bilangan sudah benar. Jika tidak maka tukar letak dari dua bilangan tersebut. Kondisi awal adalah pada posisi J = 0. tapi algoritma belum berhenti karena algoritma belum memeriksa putaran yang berikutnya. 5.membandingkan dua bilangan berikutnya. Sehingga diperlukan dua putaran lagi dengan dengan dasar masing-masing pembanding adalah Bil[2] dan Bil[3]. Sehingga Bil[0] = 1 dan Bil[1] = 5 (perhatikan baris pada J = 1). Hal ini karena Bil[0] pasti sudah berisi bilangan paling kecil. J Bil[0] Bil[1] Bil[2] Bil[3] Bil[4] 051428 115428 214528 314258 414258 Pada posisi akhir dari tabel di atas. J Bil[0] Bil[1] Bil[2] Bil[3] Bil[4] 114258 212458 312458 412458 Pada posisi tabel di atas. Marilah kita terapkan algoritma ini. Kita akan lakukan perbandingan lagi. kita lihat bahwa bilangan belum terurut sepenuhnya. 126 Rekayasa Perangkat Lunak J Bil[0] Bil[1] Bil[2] Bil[3] Bil[4] 212458 312458 412458 J Bil[0] Bil[1] Bil[2] Bil[3] Bil[4] 312458 412458 Kalau digambarkan dalam bentuk flowchart akan tampak seperti pada Gambar 5. sehingga kembali kita harus menukar isi dari elemen ini (perhatikan baris J = 2).

Algoritma Pembacaan Data pada File .Record tidak perlu dibaca berurutan . Perbedaan utama dari kedua jenis file data ini adalah dapat dilihat pada tabel berikut. Contoh 5. nomor telepon. #1. menulis. field n Close buffer number Modus O menunjukkan file ini dibuka untuk ditulisi. membaca dan menutup harus menggunakan notasi tersebut.2. Maka untuk menuliskan data adalah sebagai berikut.dat´ yang field-nya adalah nama siswa. Ada dua jenis file yaitu file program dan file data. . field 2.dat akan ditempatkan dalam buffer no 1. Gambar 5. Contoh penerapan algoritma penulisan data. ³nama file data´ Write .25.Pengubahan serta penambahan record tertentu sukar dilakukan .4. Rekayasa Perangkat Lunak 127 File data berurutan File data acak . File program berisi kode-kode program sedangkan file data hanya berisi data. .Panjang field untuk setiap record harus sama .1. Misalkan kita punya file data dengan nama ³siswa. hanya modusnya yang berbeda. Flowchart untuk pengurutan bilangan. .Record atau baris data harus dibaca berurutan mulai dari yang pertama . sehingga file digunakan untuk menyimpan data tersebut. ³siswa. Algoritma Penulisan Data pada File Algoritma yang digunakan untuk penulisan data untuk file data berurutan maupun acak secara prinsip sama.File seringkali digunakan untuk menyimpan data agar data tidak hilang.4. alamat.Panjang field untuk setiap record tidak perlu sama . field 1. File data terdiri dari dua jenis yaitu file data berurutan (sequential data file) dan file data acak (random-access data file). Notasi ini harus sama digunakan di seluruh progam di atas. Artinya kalau kita menempatkan suatu file dengan nomor buffer #1 maka ketika membuka. Demikian juga bila kita menempatkan pada buffer no #2. Close #1 Notasi #1 menunjukkan siswa.. Berikut ini adalah algoritma penulisan data dalam SE. Data atau yang ada dan dihasilkan pada program akan hilang ketika program diakhiri.dat´ Write #1.23.Pengubahan serta penambahan record lebih mudah dilakukan 5. . Open ³O´. 5. Open ³modus´.

. ³nama file data´ While not EOF: Input . Ringkasan ‡ Variabel adalah tempat dimana kita dapat mengisi atau mengosongkan nilainya dan memanggil kembali apabila dibutuhkan. Jika belum maka baris-baris data akan dibaca dan dicetak sampai baris terakhir. character. ‡ Tipe data adalah jenis data yang dapat diolah oleh komputer untuk memenuhi kebutuhan dalam pemrograman komputer. tetapi modus yang digunakan tidak O tetapi I. Contoh penerapan algoritma penulisan data. Setelah berhenti. File data dengan nama ³siswa. Sedangkan pernyataan print digunakan untuk mencetak data ke layar komputer. field 2. Pernyataan input digunakan untuk mengambil data dari file untuk dimuat ke dalam program. . image. field 1. obyek dan variant. Open ³I´. date time. Print . I adalah input yang berarti file data dibuka untuk dibaca datanya sebagai input. ‡ Konstanta adalah variabel yang nilai datanya bersifat tetap dan tidak bisa diubah. ‡ Algoritma dapat ditulis dengan cara Structured English.Algoritma membaca data algoritmanya hampir sama dengan menuliskan data. Contoh 5. ‡ Pada struktur percabangan. algoritma memberikan hasil yang benar. subrange. dan bolean. Tipe data primitive terdiri dari numeric. ‡ Struktur berurutan terdiri satu atau lebih instruksi. . nomor telepon.25 yang field-nya adalah nama siswa. Maka untuk membaca data adalah sebagai berikut. ‡ Algoritma adalah urutan langkah-langkah logis penyelesaian masalah yang disusun secara sistematis. field n Print field 1. Pseudocode dan Flowchart. End while Close buffer number 5. program akan berpindah urutan . Open ³modus´.26.. Tiap instruksi dikerjakan secara berurutan sesuai dengan urutan penulisannya.. . Setiap variabel akan mempunyai nama (identifier) dan nilai. ‡ Tipe data dapat dikelompokkan menjadi tipe data primitive dan tipe data composite. field 2. Algoritma harus benar dan harus berhenti.5. field n End while Close buffer number 128 Rekayasa Perangkat Lunak Pernyataan While Not EOF digunakan untuk memeriksa apakah sudah ada pada baris terakhir dari data.dat´ seperti pada contoh 5. record/struct. . enumerasi. Sedangkan tipe data composite terdiri dari array. Berikut ini algoritmanya dalam SE. alamat.dat´ While not EOF: Input #2. #2. . ³siswa.

Metode pembacaan dan penulisan dibedakan dari modusnya.pelaksanaan jika suatu kondisi yang disyaratkan dipenuhi. setiap elemen diakses langsung melalui indeksnya. ‡ Struktur pengulangan terdiri dari dari kondisi pengulangan dan badan pengulangan dan dapat dilakukan dengan For dan While. ‡ File data ada yang bersifat urut dan ada yang acak. Rekayasa Perangkat Lunak 129 ‡ Array adalah struktur data yang menyimpan sekumpulan elemen yang bertipe sama. . Operasi pencarian pada array dapat dilakukan dengan cara linear search sedangkan pengurutan dengan metode bubble sort.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful