Sejarah Perbankan -Pengertian, Asas, Fungsi, dan Tujuan

Usaha perbankan dimulai dari zaman Babylonia, dilanjutkan ke zaman Yunani Kuno dan Romawi. Pada saat itu, kegiatan utama bank hanya sebagai tempat tukar menukar uang. Selanjutnya, kegiatan bank berkembang menjadi tempat penitipan dan peminjaman uang. Uang yang disimpan oleh masyarakat, oleh bank dipinjamkan kembali ke masyarakat yang membutuhkannya. Sementara itu, mengenai sejarah perbankan di Indonesia tidak terlepas dari zaman penjajahan Hindia Belanda. Pada saat itu terdapat beberapa bank yang memegang peranan penting di Hindia Belanda antara lain: De Javasche NV, De Post Paar Bank, De Algemenevolks Crediet Bank, Nederland Handles Maatscappij (NHM), Nationale Handles Bank (NHB), dan De Escompto Bank NV. Di samping itu, terdapat pula bank-bank milik pribumi, Cina, Jepang, dan Eropa lainnya. Bank-Bank tersebut antara lain: Bank Nasional Indonesia, Bank Abuah Saudagar, NV Bank Boemi, The matsui Bank, The Bank of China, dan Batavia Bank. Di zaman kemerdekaan perbankan di Indonesia bertambah maju dan berkembang lagi. Beberapa bank Belanda dinasionalisir oleh pemerintah Indonesia. Bank-bank yang ada di zaman awal kemerdekaan, antara lain: a. Bank Negara Indonesia yang didirikan tanggal 5 Juli 1946 kemudian menjadi BNI 1946. b. Bank Rakyat Indonesia yang didirikan tanggal 22 Februari 1946. Bank ini berasal dari DE ALGEMENE VOLKCREDIET bank atau Syomin Ginko. c. Bank Surakarta MAI (Maskapai Adil Makmur) tahun 1945 di Solo. d. Bank Indonesia di Palembang tahun 1946. e. Bank Dagang Nasional Indonesia tahun 1946 di Medan. f. Indonesia Banking Corporation tahun 1946 di Yogyakarta, kemudian menjadi Bank Amerta. g. NV Bank Sulawesi di Manado tahun 1946. h. Bank Dagang Indonesia NV di Banjarmasin tahun 1949.

Pengertian Bank Menurut Undang-Undang RI Nomor 10 Tahun 1998 tanggal 10 November 1998 tentang Perbankan, yang dimaksud dengan bank adalah “badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak”. Berdasarkan pengertian di atas, bank merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang keuangan, artinya aktivitas perbankan selalu berkaitan dalam bidang keuangan.

dengan menerima tabungan dari nasabah dan meminjamkannya kepada pihak yang membutuhkan dana. bank menyediakan uang tunai. ekonomi suatu negara akan menngkat. Tanpa adanya penyediaan alat pembayaran yang efesien ini. Untuk ini. Ini adalah peran bank yang paling penting dalam kehidupan ekonomi. Sebagai tempat menghimpun dana dari masyarakat Bank bertugas mengamankan uang tabungan dan deposito berjangka serta simpanan dalam rekening koran atau giro. Fungsi tersebut merupakan fungsi utama bank. fungsi bank di Indonesia adalah: a. Kedua. dan kartu kredit. orang tidak dapat memperoleh pinjaman dan bisnis tidak dapat dibangun karena mereka tidak memiliki dana pinjaman. Fungsi. Pertama. sebagai penyedia mekanisme dan alat pembayaran yang efesien bagi nasabah. dan Tujuan Perbankan Indonesia Berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan. dan stabilitas nasional ke arah peningkatan kesejahteraan rakyat banyak. Demokrasi ekonomi itu sendiri dilaksanakan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. 10 Tahun 1998. Sebagai penyalur dana atau pemberi kredit Bank memberikan kredit bagi masyarakat yang membutuhkan terutama untuk usaha-usaha produktif. Berdasarkan asas yang digunakan dalam perbankan. Jasa bank sangat penting dalam pembangunan ekonomi suatu negara. berarti bank meningkatkan arus dana untuk investasi dan pemanfaatan yang lebih produktif. pertumbuhan ekonomi. b. maka tujuan perbankan Indonesia adalah menunjang pelaksanaan pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan pembangunan dan hasilhasilnya.Asas. uang hanya berdiam di saku seseorang. Berdasarkan UU No. Berikut di bawah ini adalah macam-macam dan jenis-jenis bank yang ada di Indonesia beserta arti definisi / pengertian masing-masing bank. perbankan Indonesia dalam melakukan usahanya berasaskan demokrasi ekonomi dengan menggunakan prinsip kehati-hatian. Jasa perbankan pada umumnya terbagi atas dua tujuan. arti perbankan Oleh anooggn Secara umum bank adalah suatu badan usaha yang memiliki wewenang dan fungsi untuk untuk menghimpun dana masyarakat umum untuk disalurkan kepada yang memerlukan dana tersebut. Tanpa adanya arus dana ini. maka barang hanya dapat diperdagangkan dengan cara barter yang memakan waktu. MENGENAL PRODUK SIMPANAN DI BANK . tabungan. Bila peran ini berjalan dengan baik.

Bank kerap disebut sebagai urat nadi kegiatan ekonomi suatu negara. Itu baru keuntungan kotornya. Pada gilirannya. lo. keuntungan yang didapat dari selisih itu masih harus dikurangi lagi untuk membayar biaya-biaya operasional si bank. kan? Karena itu. Kalau belum tahu. kalau Anda menyimpan uang di bank (misalnya deposito). Tidak ada bisnis yang akan buka kalau tidak ada uang. kurang uang akan menyebabkan ekonomi negara menjadi lesu. maka pada negara. Kelak mungkin bisa kita bahas produk-produk pinjaman. kurang darah akan menyebabkan lesu. Dengan demikian kita bisa mendayagunakan produk-produk itu semaksimal mungkin sesuai dengan kebutuhan kita. Pada kenyataannya. seperti gaji pegawai dan biaya-biaya kantor yang lain. Bank adalah lembaga yang bisnis utamanya adalah menyimpan dan meminjam dana dari masyarakat. kenapa Anda tetap mau membuka rekening dan menyimpan uang di sana? Tidak usah khawatir pembaca. Tulisan kali ini akan membahas sedikit tentang apa itu bank.Anda pasti pernah berurusan dengan bank. produk perbankan dapat dibedakan menjadi dua: produk-produk simpanan dan produk-produk pinjaman. Anda mungkin akan mendapatkan suku bunga 10 persen per tahun. bank akan meminjamkan uang itu ke masyarakat. GIRO . Sebagai contoh. saya sendiri sudah membuka rekening tabungan sendiri di bank sejak saya SMA. nadi adalah “saluran” yang bertugas mengantar zat-zat (yang terdapat dalam darah) dari satu bagian tubuh ke bagian tubuh yang lain. Tapi kalau saya tanya apakah ada di antara Anda yang tahu apa sih sebenarnya bank itu. Ini karena uang adalah darah yang menggerakkan perekonomian. dan apa saja produk-produk yang dijual oleh bank. sekalipun saya sendiri juga tidak tahu apa yang dimaksud dengan bank (padahal orang tua saya dulu bekerja di bank). Selisih persentase itulah yang menjadi keuntungan bank. Anda pun tidak mau berbisnis kalau tidak ada iming-iming uangnya. Tadi telah dikatakan. bahwa bisnis utama bank adalah sebagai lembaga penyimpanan uang dan peminjaman uang. dan pihak yang meminjam uang itu harus membayar bunga kepada bank yang lebih tinggi dari 10 persen. Karena itu. Kalau pada manusia. tidak berlebihan rasanya jika kita mengenal lebih jauh tentang produk-produk yang ada dalam bank. saya yakin tidak semuanya bisa menjawab. 1. Pada manusia misalnya. terutama produk simpanannya. Tulisan kali ini akan membahas lebih dulu produk-produk simpanan di bank dan bagaimana memaksimalkan manfaatnya.

Sedangkan giro bilyet adalah surat berharga di mana orang yang Anda beri giro tersebut tidak bisa menguangkan giro itu di bank. maka bunga itu biasanya kecil dan sering disebut dengan istilah “jasa giro”. di mana rekening ini dilengkapi fasilitas pembayaran dengan cek dan giro bilyet. maka hampir semua bank mengenakan biaya administrasi kepada nasabahnya yang langsung dipotong dari rekening gironya tiap bulan. Bila Anda bertransaksi dengan pihak lain. dan bukan untuk benar-benar menabung. Kenapa bisa begitu? Jawabannya adalah karena saat ini tabungan tidak saja digunakan sebagai sarana menyimpan uang saja. jumlah setoran terkecil adalah Rp 250. Hampir setiap orang merasa wajib memiliki tabungan di Bank.Rekening Giro adalah rekening yang uangnya bisa diambil setiap hari. Di dalam laporan tersebut tertulis kapan dan untuk apa saja serta berapa jumlah uang yang keluar masuk dalam rekening Anda. tujuan seseorang dalam menabung di bank bisa dibagi menjadi dua. Contohnya seperti menabung untuk bisa membeli kebutuhan tertentu. Sebagai timbal balik atas pelayanan dan fasilitas yang diberikan. maka Anda bisa membayarnya dengan menggunakan cek atau giro bilyet. transfer. Tapi pada saat ini. karena ingin benar-benar menabung untuk bisa mengumpulkan sejumlah dana tertentu pada masa yang akan datang. Rekening giro biasanya tidak memberikan bunga. tetapi juga ditambah dengan fasilitas lain yang sebetulnya sudah agak diluar dari maksud menabung itu sendiri. setiap bulan Anda akan mendapatkan rekening koran (semacam laporan rutin) yang dikirimkan ke alamat Anda tiap bulan. Contohnya seperti rekening yang uangnya digunakan untuk membayar belanja bulanan. 2. TABUNGAN Tabungan adalah produk simpanan di bank yang penyetoran maupun penarikannya dapat dilakukan kapan saja. Nah. Cek adalah surat berharga di mana orang yang Anda beri cek ini bisa langsung menguangkannya di bank. tapi harus disetorkan lebih dulu ke rekeningnya. Tidak hanya di satu bank. biasanya bank memberikan jasa giro maksimal sebesar 1 – 2 persen dari jumlah saldo (biasanya) terendah yang menjadi ketentuan minimal dalam sebulan. Kedua. Kalaupun ada bank yang memberikan bunga. fasilitas ATM. Pada saat ini. Dengan memiliki rekening giro. Minimal setoran untuk rekening giro berbeda-beda pada tiap bank. Jadi kalau dilihat. hanya ingin menjadikan tabungan sebagai rekening penampungan. Barulah setelah itu uang akan cair di dalam rekeningnya. Contohnya seperti fasilitas debet.000 (untuk rekening giro perorangan) dan Rp 500. dan lain sebagainya. Pertama. di sini fasilitas . tetapi juga di dua atau tiga bank sekaligus.000 (untuk rekening giro perusahaan).

bunga yang diberikan tidak sama. apakah bank Anda membolehkan nasabah tabungan melakukan penarikan sampai jumlah saldo di bawah minimum dan berapa denda yang dikenakan jika saldo sampai mencapai di bawah minimum? Sebaiknya pilihlah tabungan yang mensyaratkan saldo minimal paling kecil sehingga Anda bisa lebih leluasa melakukan penarikan dari tabungan Anda Bunga tabungan diberikan bank agar dana yang tersimpan di tabungan dapat berkembang. Anda juga dijanjikan pemberian bunga tertentu yang bisa Anda nikmati pada saat deposito itu jatuh tempo. Buku tabungan biasanya juga harus dibawa saat akan melakukan penarikan tunai di kasir. maka uang Rp 1 juta tersebut baru bisa Anda ambil setelah 3 bulan berlalu. Bunga tabungan biasanya dihitung tiap akhir bulan dari saldo ratarata harian pada bulan tersebut. . Tentunya. DEPOSITO Deposito adalah produk simpanan di bank yang penyetoran maupun penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu saja. Tapi saat ini ada juga Bank yang tidak membebankan biaya administrasi pada tabungan.000 maka saldo minimal juga Rp 25. Dalam laporan tersebut tertulis kapan dan untuk apa saja serta berapa jumlah uang yang keluar masuk dalam rekening Anda.000. Periksalah kembali berapakah ketentuan saldo minimal di tabungan Anda. Sebagai contoh. semakin banyak saldo yang mengendap bunga yang diberikan semakin tinggi. Begitu juga dengan jumlah setoran awal dan saldo minimal yang diminta. Saldo minimal adalah jumlah minimal yang harus disisakan pada tabungan Anda. kalau Anda menaruh uang Rp 1 juta pada deposito yang berjangka waktu 3 bulan. Biasanya. berapa pun jumlah uang Anda di tabungan bunganya tetap sama. Ada juga bank yang mengganti buku tabungan dengan rekening koran yang dikirimkan ke alamat Anda setiap bulan. Setoran awal adalah jumlah minimal yang harus disetorkan sebagai syarat pembukaan tabungan. sehingga nasabah semakin rajin menabung. Sebagai timbal balik atas pelayanan dan fasilitas yang diberikan. maka hampir semua Bank mengenakan biaya administrasi kepada nasabahnya yang langsung dipotong dari tabungannya tiap bulan. Setoran awal dan saldo minimal pada tabungan biasanya sama. Bisa juga diberikan secara bertingkat. misalnya jika setoran awal adalah Rp 25. 3.berupa Kartu ATM dan Kartu Debet baru benar-benar dipakai. Tapi komposisi antara keduanya bisa saja tidak sama tergantung peraturan di banknya. Buku tabungan digunakan sebagai media pencatatan transaksi Anda. Artinya pada jumlah saldo yang berbeda. Bunga tabungan bisa diberikan secara single rate. Artinya.

Secara umum. karena jarangnya transaksi melalui rekening deposito. 10 tahun 1998 tentang perbankan. dan ruang lingkup usaha bank) Bank merupakan lembaga keuangan yang sangat penting dalam perekonomian. 682/XIII © 2000 Safir Senduk & Rekan karakteristik perbankan (Pengertian. besarnya pada tiap bank bervariasi. Keuntungan lainnya dari deposito adalah tidak dikenakannya biaya administrasi bulanan.Bunga deposito biasanya lebih tinggi dibanding bunga tabungan. fungsi. Minimal setoran untuk penempatan deposito lebih besar. bank didefinisikan sebagai lembaga keuangan yang usaha pokoknya adalah menghimpun dana dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit serta memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran dan peredaran uang. Walupun demikian pemotongan tetap ada yaitu sebesar pajak deposito yang diperhitungkan dari bunga deposito yang Anda dapatkan. bank merupakan lembaga keuangan yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kembali dalam bentuk pinjaman (kredit) dan atau bentuk lainnya. Menurut undang-undang No. dengan tujuan untuk meningkatkan taraf hidup orang banyak. tapi saat ini yang paling minimal adalah sebesar Rp 500.000. Inilah biasanya yang menjadi daya tarik utama deposito. Tidak seperti tabungan yang dapat dibuka dengan setoran awal yang kecil. . Dikutip dari Tabloid NOVA No. Ini karena uang Anda akan “dikunci” selama jangka waktu tertentu sehingga bank merasa perlu untuk menjanjikan suku bunga yang lebih tinggi dibanding suku bunga pada rekening tabungan yang uangnya bisa Anda tarik kapan saja.

Sedangkan non-bank financial intermediaries bertindak sebagai capital market intermediaries yang mengumpulkan likuiditas yang sudah ada (bank deposit) dari savers dengan long position dan menginvestasikannya pada investor dengan short . Ia juga menjelaskan bahwa bank merupakan perantara keuangan (financial intermediaries). menurut Bossone (2001). karena ia menimbulkan aliran dana dari pihak yang tidak produktif kepada pihak yang produktif dalam mengelola dana. sehingga menimbulkan interaksi antara orang yang membutuhkan pinjaman untuk membiayai kebutuhan hidupnya.Mishkin (2001: 8). Pertama. Bank Indonesia (2006: 5). Bank tidak melanjutkan likuiditas yang sudah ada. melancarkan transaksi perdagangan dan peredaran uang. hal ini akan membantu mendorong perekonomian menjadi lebih efisien dan dinamis. sebagai lembaga yang menyalurkan dana ke masyarakat dalam bentuk kredit. dengan orang yang memiliki kelebihan dana dan berusaha menjaga keuangannya dalam bentuk tabungan dan deposito lainnya di bank. Financial intermediation merupakan suatu aktivitas penting dalam perekonomian. mengkategorikan fungsi bank sebagai financial intermediaries ini ke dalam tiga hal. Kedua. Selanjutnya. Beberapa karakteristik yang membedakan bank dengan non-bank financial intermediaries. adalah sebagai berikut: bank menciptakan likuiditas dalam bentuk bank’s own liabilities atau surat utang yang dibuat untuk peminjam. secara sederhana menjelaskan bank sebagai lembaga keuangan yang menerima deposito dan memberikan pinjaman. tetapi menambah likuiditas sistem setiap saat bank mengadakan kredit baru kepada perusahaan melalui penciptaan deposit. dan yang ketiga. sebagai lembaga yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan.

Kedua. sebagai lembaga penanaman aset finansial. adalah sebagai berikut. Sedangkan non-bank mengembangkan pengetahuan tentang prospek usaha jangka panjang. dan perubahan pada faktor fundamental ekonomi. perbankan berperan khusus dalam memobilisasikan simpanan masyarakat untuk disalurkan dalam bentuk kredit dan pembiayaan lain kepada dunia usaha. terkait dengan fungsi bank sebagai lembaga kepercayaan untuk menyimpan dana masyarakat. terutama pasar uang domestik dan . dan efisien. terutama dalam sistem pembayaran moneter. Pertama. bank berperan khusus dalam penciptaan uang dan mekanisme sistem pembayaran dalam perekonomian. Ketiga. trend pasar (market trends). aman. Tiga hal tersebut menurut George (1997). juga faktor jangka pendek dan pengembangan product market. Keberadaan perbankan memungkinkan berbagai transaksi keuangan dan ekonomi dapat berlangsung lebih cepat. sebagai lembaga intermediasi keuangan. Bank memiliki peranan yang sangat penting dalam perekonomian. bank memiliki peran penting dalam mengembangkan pasar keuangan. Hal ini akan memperbesar dan mempermudah proses mobilisasi dan alokasi sumber-sumber dana dalam perekonomian. aktivitas ekonomi dapat diselenggarakan dengan biaya rendah. kebutuhan likuiditas. aliran pembayaran. Dengan adanya bank. investasi potensial.position. bank memberikan pengetahuan pada peminjamnya (borrowers) tentang operasi harian. Bank juga memiliki tiga karakteristik khusus yang berbeda dalam fungsinya bila dibandingkan dengan lembaga keuangan lainnya.

Studi Ekonomi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia. bank dibutuhkan sebagai lembaga kepercayaan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan menyimpan dana. Dari sisi makro. Risiko ini terkait dengan masalah likuiditas dari perantara keuangan (bank) karena ada kemungkinan bagi deposan untuk menarik dana yang mereka simpan melebihi dari biasanya. seperti simpanan masyarakat ke dalam bentuk aset finansial lain. 2006: 431–433).valuta asing. Ketiga fungsi penting tersebut terkait dengan peran bank baik dari sisi mikro maupun makro. Sumber: Bank Indonesia. 2002. bank dibutuhkan karena peran pentingnya dalam proses penciptaan uang dan sistem pembayaran. Peran tersebut menempatkan bank sebagai lembaga keuangan yang berperan penting dalam pada sistem perekonomian kita. serta dalam mendorong efektivitas mekanisme transmisi kebijakan moneter dan efisiensi alokasi sumber dana dalam perekonomian (Warjiyo. Risiko Likuiditas Bank Risiko likuiditas (liquidity risk) merupakan salah satu jenis risiko yang dapat dialami oleh bank sebagai lembaga perantara keuangan (fianancial intermediary). hal ini dapat terjadi pada saat perekonomian sedang mengalami gejolak ekonomi (seperti fluktuasi nilai tukar) yang menyebabkan para . Sebagai contoh. maupun dalam melakukan berbagai transaksi ekonomi dan keuangan. Jakarta. Dari sisi mikro. memperoleh kredit dan pembiayaan lain. Bank berperan dalam mentransformasikan aset finansial. yaitu kredit dan suratsurat berharga yang dikeluarkan pemerintah dan bank sentral.

biasanya pemerintah melakukan penjaminan terhadap dana yang disimpan oleh para penabung. Penurunan nilai aset terjadi jika pemerintah tidak lagi memberikan jaminan pada pinjaman bank. maka kepercayaan masyarakat terhadap kinerja perbankan akan semakin menurun. sehingga menimbulkan bank run. Berikut beberapa teori tentang penyebab dan dampak terjadinya bank runs (Bank Indonesia. sehingga semakin banyak nasabah yang menarik uangnya dari bank. Hal ini mengakibatkan kinerja dari bank seolah–olah sangat sehat dibandingkan dengan kondisi yang sebenarnya. Pemerintah juga dapat bertindak sebagai the lender of the last resort. Masyarakat (nasabah) yang menyimpan uang di bank mulai tidak yakin akan kemampuan bank dalam memenuhi kewajibannya secara penuh. Pada saat industri perbankan tidak memiliki pertahanan yang kuat dalam menjalankan usahanya. Untuk mengatasi masalah ini. sehingga terjadi persaingan dalam menyalurkan kredit. 2002: 34–46): Teori penyebab bank run Moral hazard dan penurunan aset Dalam teori ini diasumsikan bahwa banyak bank yang memperoleh fasilitas berupa kemudahan mendapatkan pinjaman dengan tingkat bunga yang aman dari pemerintah. karena penjaminan tersebut akan menyebabkan para penabung merasa aman dan mempercayai sistem perbankan. Krisis kepercayaan yang diikuti oleh penarikan dana secara besar–besaran dari bank oleh nasabah ini disebut sebagai bank runs.penabung menarik dananya dari bank yang sakit maupun pada bank yang sehat. Jika hal ini semakin memperburuk kondisi perbankan. maka risiko–risiko tersebut dapat menyerang sektor perbankan. dengan memberikan bantuan likuiditas kepada bank yang mengalami masalah likuiditas. sehingga .

Pihak bank melakukan investasi utamanya untuk jangka panjang. bank runs tidak akan merubah volume deposito dalam pengertian bahwa nasabah yang tidak percaya kepada suatu bank memindahkan dananya kepada bank lain.mengubah ekspektasi investor karena mereka merasa dananya tidak aman lagi. Contagion effect Ketidakpercayaan pada suatu bank juga akan membawa ketidakpercayaan kepada sistem perbankan secara keseluruhan. Sebaliknya. Disintermediasi dan likuidasi Diasumsikan bahwa pihak bank adalah pihak yang baik. sehingga membutuhkan pembiayaan dana yang bersifat jangka panjang. sehingga penyebab utama terjadinya krisis dan asset deflation adalah financial panic (bank runs) yang tidak diikuti oleh kebijakan yang tepat. Bank runs terjadi pada saat ketidakpercayaan investor atau nasabah diwujudkan dengan menarik dana mereka dalam jumlah besar. Teori tentang dampak bank runs No contagion effect Berdasarkan teori no contagion effect. sehingga total simpanan dalam sistem perbankan akan tetap jumlahnya. koalisi antar bank (dimana bank yang mengalami excess liquidity mengalirkan dananya kepada bank yang kekurangan likuiditas) akan mengurangi efek bank runs lebih lanjut. Keadaan ini menyebabkan bank mudah terserang panik finansial. sehingga akan menimbulkan .

panics. Contagion effect dari bank runs suatu bank terjadi jika nasabah menarik dananya dari bank yang gagal dan yang masih baik dalam waktu yang sama tanpa adanya proses pemindahan deposito. 2002. Jakarta. Studi Keuangan Bantuan Likuiditas Bank Indonesia. Tingkat kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat kepada lembaga keuangan menentukan eksistensi dari lembaga keuangan (bank) tersebut yang akhirnya berpengaruh kepada kelancaran aliran dana dalam sistem perekonomian negara kita. Jakarta. maka risiko ini akan memberikan effect nya kepada para masyarakat. Contagion effect dapat ditentukan dengan membandingkan uang kartal terhadap simpanan dana pihak ketiga (DPK) dalam sistem perbankan (rasio C/D). bank dituntut agar mampu mengelola berbagai risiko yang harus dihadapi oleh lembaga perantar keuangan. Sumber: Bank Indonesia. Studi Ekonomi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia. 2002. . Jika tidak. Sebagai lembaga keuangan yang berperan penting bagi sistem perekonomian di negara kita. ——————.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful