P. 1
Dasar-dasar Pengetahuan Filsafat Ilmu

Dasar-dasar Pengetahuan Filsafat Ilmu

|Views: 1,927|Likes:
Published by Farid Yusqi

More info:

Published by: Farid Yusqi on Jan 19, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/10/2013

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ...

Bertanyalah seorang awam kepada ahli filsafat yang arif bijaksana, ”bagaimana caranya agar saya mendapat pengetahuan yang benar?. ”mudah saja”, jawab filsuf itu,” ketahuilah apa yang kau tahu dan ketahuilah apa yang kau tidak tahu”. Pengetahuan dimulai dengan rasa ingin tahu, kapastian dimulai dengan rasa ragu-ragu dan filsafat dimulai dengan kedua-duanya. Berfilsafat berarti berendah hati bahwa tidak semuanya akan pernah kita ketahui apa yang telah kita ketahui dalam kemestaan yang seakan tak terbatas ini. Akal adalah potensi rohaniah yang memiliki berbagai kesanggupan seperti kemampuan berfikir, menyadari, menghayati, mengerti dan memahami. Jadi pemikiran kesadaran, penghayatan, pengertian dan pemahaman semuanya merupakan istilah yang berarti bahwa kegiatan akal itu berpusat atau bersumber dari kesanggupan jiwa yang disebut dengan intelegensi (sifat kecerdasan jiwa. Berpikir di maksudkan untuk mengetahui sesuatu yang belum diketahui dengan kata lain bahwa kebenaranlah yang menjadi tujuan utamanya, dari proses berpikirnya yang mengatakan pengorganisasian dan pembudian pengalaman-pengalamannya secara empiris dan eksperimen di maksudkan dapat mencapai pengetahuan, tetapi apakah pengetahuan yang diperoleh adalah benar dan apa yang dimaksud kebenaran dalam ilmu pengetahuan? Kebenaran adalah adanya korespondensi, koherensi dan konsistensi antara subjek dan objek secara pragmatis, jadi ada dua kebenaran yang ingin di capai yaitu mutlak dan relative. Dikatakan relative karena kebenaran ini merupakan hasil pemikiran manusia dalam teori pengetahuan dan pengetahuan itu sendiri bukanlah sesuatu yang sudah selesai terpikirkan, tetapi sesuatu hal yang tidak pernah mutlak sebab ia masih selalu membuka diri untuk pemikiran kembali atau peninjauan ulang. B. Rumusan Masalah Adapun rumusan masalah yang akan penulis bahas dalam makalah ini adalah sebagai berikut: 1. Apa pengertian Ilmu dan Filsafat ? 2. Apa Pengartian dan Dasar-dasar Pengetahuan ? 3. Bagaimana Sumber Pengetahuan ? 4. Apa sarana Berpikir Ilmiah untuk memperoleh pengetahuan ?

1

B.BAB II PEMBAHASAN A. inilah karakteristik yang keua dari berpikir filsafat yaitu mendasar. Filsafat ilmu merupakan bagian dari epistemologi (filsafat pengetahuan) yang secara spesifik mengkaji hakikat ilmu (pengetahuan ilmiah). diapun mulai merambah pertanyaan lainnya. Pokok permasalahan yang dikaji filsafat mencakup tiga segi yakni apa yang disebut benar dan apa yang disebut dengan salah (logika). melemahkan bahkan akan ada yang merobohkan pemikiran itu. Science atau tepatnya Ilmu pengetahuan memilki arti spesifik bila 2 . Ketiga cabang ini kemudian berkembang luas hingga saat ini yang melahirkan berbagai cabang kajian filsafat yang kita jumpai seperti filsafat politik. Hal ini wajar karena “keistimewaan” filsafat adalah perselisihan. misalnya Dia ingin tahu kaitan ilmu dengan moral. mengkritik. Sedangkan Ilmu merupakan pengetahuan yang terorganisasi dan diperoleh melalui proses keilmuan. pergumulan pemikirannya itu berlangsung terus selamanya. Berfilsafat tentang ilmu berarti kita berterus terang kepada diri kita sendiri. maka dia menelaah segala masalah yang mungkin dapat dipikirkan oleh manusia. Suatu produk pemikiran filsafat selalu ada yang menguatkan. mana yang dianggap baik dan mana yang dianggap buruk (etika) dan apa yang termasuk indah dan apa yang termasuk jelek (estetika). Bagaimana saya ketahui bahwa ilmu merupakan pengetahuan yang benar? Karakteristik berpikir filsafat yang pertama adalah sifat menyeluruh. terjawab masalah yang satu. Pengertian dan Dasar-dasar Pengetahuan 1. Untuk membedakan janis pengetahuan yang satu dari pengetahuan yang lain. Kelakpun akan dijumpai yang satu menegaskan sedang yang lain mengingkari. Ilmu dan Filsafat Ilmu merupakan pengetahuan yang digumuli sejak di bangku sekolah sampai pada pendidikan tinggi. Selain itu membongkar tempat berpijak secara fundamental. Sedangkan proses keilmuan adalah cara memperoleh pengetahuan secara sistematsi tentang suatu sistem. Objek apa yang ditelaah ilmu? Bagaimana ujud yang hakiki dari objek tersebut? Bagaimana hubungan antara objek tadi denga daya tangkap indera manusia yang membuahkan pengetahuan?. Filsafat ilmu merupakan telaahan secara filsafat yang ingin menjawab beberapa pertanyaan mengenai hakikat ilmu seperti. Apakah yang sebenarnya ditelaah filsafat? Selaras dengan dasarnya yang spekulatif. Seorang ilmuan tidak puas lagi mengenal ilmu hanya dari segi sudut pandang ilmu itu sendiri. Dari proses metode ilmiah itu melahirkan “science”. Perolehan sistematis ini biasanya atau pada umunya berupa metode ilmiyah. Begitulah seterusnya akan selalu berada dalam bingkai dialektika. pendidikan dan agama. maka pertanyaan yang dapat diajukan adalah: Apa yang dikaji oleh pengetahuan itu (ontologi)? Bagaimana caranya mendapatkan pengetahuan tersebut (epistemologi)? Serta untuk apa pengetahuan termaksud dipergunakan (aksiologi)? Dengan mengetahui ketiga pertanyaan itu maka dengan mudah kita dapat membedakan berbagai jenis pengetahuan yang terdapat dalam khasanah kehidupan manusia. Apakah sebenarnya yang saya ketahui tentang ilmu?. mempersoalkan hal-hal yang pokok. Dia ingin melihat hakikat ilmu dalam konstelasi pengetahuan yang lainnya. Pengertian Pengetahuan Mendefinisikan pengetahuan merupakan kajian panjang sehingga terjadi pergulatan sejarah pemikiran filsafati dalam menemukan pengertian pengetahuan.

Tokoh awalnya adalah Plato (427-347). dimana berpikir logis diartikan sebagai kegiatan berpikir menurut suatu pola tertentu atau menurut logika tertentu dan sifat analitik dari proses berpikirnya. Penganut rasionalis tidak percaya dengan inderawi karena inderawi memiliki keterbatasan dan dapat berubah-ubah. Istilah yang digunakan Rene Descartes (1596-1650) sebagai tokoh rasionalis dengan nama “innete idea”. Aliran empirisme menyatakan bahwa pengetahuan itu diperoleh melalui pengalaman-pengalaman yang konkrit. baik secara nalar maupun lewat kegiatan lain seperti perasaan dan intusi. Penalaran ilmiah pada 3 . Pengetahuan yang tidak bisa diukur dan dibuktikan dengan empiric-realitas-material merupakan pengetahuan yang hayali. Penalaran mempunyai ciri. bersikap dan bertindak. Pertama. artinya kegiatan berpikir analisis adalah berdasarkan langkah-langka tertentu. merasa. 2. maka dalam rangka menemukan kebenaran.digandengkan dengan ilmu pengetahuan yaitu sebagai kajian keilmuan yang tersistematis sehingga menjadi teori ilmiah-obyektif ( dapat dibuktikan secara empiris ) dan prediktif ( menduga hasil empiris yang bisa diperiksa sehingga bisa jadi hasilnya bersesuaian atau bertentangan dengan realita empiris). yaitu: merupakan suatu proses berpikir logis. Kedua pendekatan ini merupakan cikal bakal lahirnya positivisme modern dalam kajian keilmuan. Penalaran menghasilkan pengetahuan yang dikaitkan dengan kegiatan berpikir dan bukan dengan perasaan. Menurutnya alam idea itu kekal. menyandarkan diri pada suatu analisis dan kerangka berpikir yang digunakan untuk analisis tersebut aalah logika penalaran yang bersangkutan. kita dapat bedakan jenis pengetahuan. Ditinjau dari hakikat usahanya. Mereka berdalih bahwa ide-ide bawaan itu tidak ada. Aristatoles dan para penganut Empirisme-Realisme menyangggah yang disampaikan oleh kaum Rasionalis. Pengetahuan dalam pandangan Rasionalis bersumber dari “Idea”. Aristatoles berkesimpulan bahwa ide-ide dan hukum yang universal itu muncul dirumuskan akal melalui proses pengamatan dan pengalaman inderawi. Dasar-dasar Pengetahuan Penalaran merupakan suatu proses berpikir dalam menarik sesuatu kesimpulan yang berupa pengetahuan. tidak berubah-ubah. pengetahuan yang didapatkan melalui usaha aktif dari manusia untuk menemukan kebenaran. Sikap dan tindakan yang bersumber pada pengetahuan yang didapat melalui kegiatan merasa atau berpikir. Sesuatu yang tidak mengalami perubahan itulah yang dapat dijadikan pedoman sebagai sumber ilmu pengetahuan. Untuk melakukan kagiatan analisis maka kegiatan penalaran tersebut harus diisi dengan materi pengetahuan yang berasal dari sumber kebenaran yaitu dari rasio (paham rasionalisme) dan fakta (paham empirisme). Hukum-hukum dan pemahaman yang universal bukan hasil bawaan tetapi diperoleh melalui proses panjang pengamatan empiric manusia. Kedua. pengetahuan yang didapat tidak dari kegiatan aktif menusia melainkan ditawarkan atau diberikan seperti ajaran agama. tahayul dan bohong (mitos). Manusia semenjak lahir sudah membawa idea bawaan sehingga tinggal mengingatnya kembali untuk menganalisa sesuatu itu. Manusia pada hakikatnya merupakan mahluk yang berpikir. Sedangkan aliran rasionalis berpendapat bahwa pengetahuan manusia didapatkan melalui penalaran rasional. Tidak semua kegiatan berpikir mendasarkan pada penalaran seperti perasaan dan intuisi.

Salah satu pembahasan dalam epistimoogi adalah sumber-sumber ilmu pengetahuan. mendasarkan diri pada rasional dan mendasarkan diri pada fakta. Sumber ilmu pengetahuan untuk mengatahui hakekat segala sesuatu bagi masyarakat relegius tidak cukup dengan menggunakan panca indera dan akal saja tetapi ada dua unsur lain yaitu ” wahyu ( revelation) dan ilham (intuisi)”. Penalaran merupakan proses berpikir yang membuahkan pengetahuan. Di dalam kamus besar bahasa Indonesia. seseorang tidak dapat melakukan kegiatan berpikir secara sitematis dan teratur. Sehingga para agamawan mengatakan bahwa kitab suci (wahyu) merupakan sumber ilmu pengetahuan yang disampaikan oleh manusia pilihan Tuhan kepada umat manusia D. Sumber pengetahuan pada masyarakat relegius berawal dari sesuatu yang sakral dan transenden. Bloch and Trager menyatakan bahwa bahasa adalah suatu sistem simbol-simbol bunyi arbitrer yang dipergunakan oleh suatu kelompok social sebagai alat untuk berkomunikasi. Pengertian Bahasa ada tiga yaitu: 4 . Sumber Pengetahuan Pada dasarnya terdapat dua cara yang pokok bagi manusia untuk mendapatkan pengetahuan yang benar. a. sudah barang tentu setiap ahli berbeda-beda cara menyampaikannnya. Pengertian Bahasa dan Fungsinya Banyak Ahli Bahasa yang telah memberi uraian tentang pengertian bahasa. Disamping itu adanya intuisi dan wahyu. Cara penarikan kesimpulan ini disebut dengan logika. seperti ”orang yang sedang terpusat pemikirannya pada suatu masalah tiba-tiba menemukan jawabannya. tanpa komunikasi apakah manusia layak disebut dengan mahluk social? Sebagai sarana komunikasi maka segala yang berkaitan dengan komunikasi tidak terlepas dari bahasa seperti berpikir sistemastis dalam menggapai ilmu dan pengetahuan dengan kata lain tanpa mempunyai kemampuan berbahasa. pertama.hakikatnya merupakan gabungan penalaran deduktif (terkait dengan rasionalisme) dan induktif (terkait dengan empirisme). Bahasa sebagai sarana komunikasi antar manusia tanpa bahasa maka tak ada komunikasi. Manusia tidak akan menemukan kebenaran yang hakiki selama meninggalkan yang essensi ini. Wahyu itu adalah salah satu dari wujud “Ketuhanan” dan ilham atau intuisi adalah termanifestaasikan dalam diri para nabi dan rasul. Penarikan kesimpulan dianggap benar jika penarikan kseimpulan dilakukan menurut cara tertentu tersebut. Tuhan merupakan sumber dan sebab pertama “causa prima” dari segala sesuatu. Agar pengetahuan yang dihasilkan dari penalaran itu mempunyai dasar kebenaran maka proses berpikir itu harus dilakukan dengan suatu cara tertentu. kelaziman tersebut membuat manusia jarang memperhatikan bahasa dan mengganggapnya sebagai suatu hal yang biasa seperti bernafas dan berjalan. Bahasa Bahasa memegang peranan penting dan suatu hal yang lazim dalam hidup dan kehidupan manusia. C. sementara Joseph Broam mengatakan bahwa bahasa adalah suatu sistem yang berstruktur dari simbol-simbol bunyi arbitirer yang dipergunakan oleh para anggota suatu kelompok social sebagai alat bergaul satu sama lain. Intuisi merupakan pengetahuan yang didapat tanpa melalui proses penalaran tertentu. Sarana Berpikir Ilmiah Untuk memperoleh Pengetahuan Adapun sarana berpikir ilmiah adalah sebagai berikut: 1.

dimanapun dilakukan bukan saja telah mendapat manfaat yang baik dari statistika tetapi sering harus menggunakannya. daftar informasi. Dunia penelitian atau riset. tingkah laku yang baik). Penetapan pikiran dan pengungkapan 3. angka-angka. 50. 2. 5 . Walupun tampak perbedaan. fungisnya untuk komunikasi disifatkan dengan ilmiah juga.000. dengan menguasai hal tersebut tujuan yang akan dicapai akan terwujud. Banyak persoalan Apakah itu hasil penelitian riset atapun pengamatan. grafik. Tiap bulan habis ± Rp. Statistika Disadari atau tidak. pertanyaan-pertanyaan seperti. analisis-analisis dan klasifikasi data. yang secara umum dapat dinyatakan bahwa fungsi bahasa adalah: 1. Bahasa sebagai sarana berpikir ilmiah Untuk dapat berpikir ilmiah. seseorang selayaknya menguasai kriteria maupun langkah-langkah dalam kegiatan ilmiah. baik yang dilakukan khusus ataupun berbentuk laporan dinyatakan atau dicatat dalam bentuk bilangan atau angka-angka kumpulan angka-angka itu sering disusun diatur disajikan dalam bentuk table atau daftar sering pula disertai dengan gambar-gambar yang biasa disebut diagram atau grafik supaya lebih dapat menjelaskan lagi tentang persoalan yang sedang dipelajari. ada 60% penduduk yang memerlukan perumahan permanen.• Sistem lambang bunyi berartikulasi (yang dihasilkan alat-alat ucap) yang dipakai sebagai alat komunikasi untuk melahirkan perasaan dan pikiran • Perkataan-perkataan yang dipakai oleh suatu bangsa • Percakapan (perkataan yang baik. pendapat ini saling melengkapi. Aliran filsafat bahasa dan psikolingustik melihat fungsi bahasa sebagai sarana untuk menyampaikan pikiran. Koordinator kegiatan masyarakat 2. perasaan dan emosi sedangkan aliran sosiolingustik berpendapat bahwa fungsi bahasa adalah sarana untuk perubahan masyarakat. yakni komunikasi ilmiah. 10% anak-anak SD mengalami putus sekolah tiap tahun dan sebagainya. Penyampaian pikiran dan perasaan 4. melalui riset yang dilakukan di laboratorium atau penelitian yang dilakukan di lapangan. sopan santun. dengan kata lain kegiatan berpikir ilmiah ini sangat berkaitan erat dengan bahasa. Penyenangan jiwa 5. Jadi bahasa dapat kita cirikan sebagai serangkaian bunyi yang mempunyai makna tertentu dalam suatu kelompok social tertentu. Sedangkan statistika berarti ilmu pengumpulan.untuk keperluan rumah tangga. kata statistika berarti table. baik pikiran yang berlandaskan logika induktif maupun deduktif. Dalam kamus ilmiah populer. untuk mengetahui apakah cara yang baru ditemukan lebih baik dari pada cara yang lama. Para pakar juga berselisih paham dalam hal fungsi bahasa. Bahasa sebagai alat komunikasi verbal yang digunakan dalam proses berpikir ilmiah dimana bahasa merupakan alat berpikir dan alat komunikasi untuk menyampaikan jalan pikiran kepada orang lain. statistika telah banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Pengurangan kegoncangan jiwa b. Ketika bahasa disifatkan dengan ilmiah. menggunakan bahasa yang baik dalam berpikir belum tentu mendapatkan kesimpulan yang benar apalagi dengan bahasa yang tidak baik dan benar. komunikasi ilmiah ini merupakan proses penyampaian informasi berupa pengetahuan. angka sebagai dasar untuk induksi.

statistika membantu kita untuk melakukan generalisasi dan menyimpulkan karasteristik suatu kejadian secara lebih pasti dan bukan terjadi secara kebetulan. 3. Terdapat dua cara penarikan kesimpulan yakni. seperti setengah tidak boleh lebih besar dari pada satu. sebagai bagian dari perangkat metode ilmiah. Kata Logika dapat diartikan sebagai penalaran karena penalaran merupakan suatu proses berpikir yang membuahkan pengetahuan.Jadi ringkasnya bisa kita katakan bahwa statistika adalah pengetahuan yang berhubungan dengan data. 6 . efisien tepat dan teratur mendapatkan kebenaran dan menghindari kekeliruan. Logika membantu manusia berpikir lurus. Logika Induktif dan Logika Deduktif logika induktif erat hubungannya dengan penarikan kesimpulan dari kasus-kasus individual nyata menjadi kesimpulan yang bersifat umum. Logika Logika adalah sarana berpikir sistematis. Cara penarikan kesimpulan ini disebut logika. Agar pengetahuan yang dihasilkan penalaran itu mempunyai dasar kebenaran maka proses berpikir itu harus dilakukan dengan suatu cara tertentu. Statistika merupakan sarana berpikir yang diperlukan untuk memproses pengetahuan secara ilmiah. pengelolaan dan penarikan kesimpulannya berdasarkan kumpulan data dan analisa yang dilakukan. karena itu berpikir logis adalah berpikir sesuai dengan aturanaturan berpikir. Sedangkan logika deduktif yang membantu kita dalam menarik kesimpulan dari hal yang bersifat umum menjadi kasus yang bersifat individual (khusus). valit dan dapat dipertanggung jawabkan. dimana logika secara luas dan dapat didefinisikan sebagai “pengkajian untuk berpikir secara benar.

BAB III PENUTUP A. 2. Pengetahuan manusia yang maju mengenai hal-hal yang empiric disebut ilmu ( science ). Kesimpulan Dari uraian pembahasan makalah diatas. Proses berfikir ilmiah adalah merupakan sekumpulan Langkahlangkah berpikir yang bersifat objektif. inilah karakteristik yang keua dari berpikir filsafat yaitu mendasar. rasional. 3. Seorang ilmuan tidak puas lagi mengenal ilmu hanya dari segi sudut pandang ilmu itu sendiri. Sumber ilmu pengetahuan untuk mengatahui hakekat segala sesuatu bagi masyarakat relegius tidak cukup dengan menggunakan panca indera dan akal saja tetapi ada dua unsur lain yaitu ” wahyu ( revelation) dan ilham (intuisi) Sarana Berpikir Ilmiah Untuk memperoleh Pengetahuan 5. Sarana-sarana yang dipakai untuk berpikir ilmiah adalah bahasa. 4. Selain itu membongkar tempat berpijak secara fundamental. Penalaran merupakan suatu proses berpikir dalam menarik sesuatu kesimpulan yang berupa pengetahuan. penulis dapat menyimpulkan beberapa kesimpulan sebagai berikut: 1. Pengetahuan dalam bahasa Inggris barasal dari kata “Knowledge” yang berarti pengetahuan. sistematis dan generalisasi 7 . misalnya Dia ingin tahu kaitan ilmu dengan moral. statistika dan logika 6. matematika. Karakteristik berpikir filsafat yang pertama adalah sifat menyeluruh. Dia ingin melihat hakikat ilmu dalam konstelasi pengetahuan yang lainnya.

Amin Abdullah.ϖ Pt. Jakarta: t. Kamus Al-Kautsarϖ Lengkap. Filsafat Ilmu. Drs. 1987 Cecep Sumarna. 3. Bandung: Pustaka Bani Quraisy. Raja Grafindo Persada. 2. Jakarta: 2004 Departemen Pendidikan danϖ Kebudayaan. 8 .ϖ Rajawali Press. Husen Al-Habsy. Mundiri.th Jujun S.ϖ Yogyakarta : Pustaka Palajar.2005. 4. Cet. I. 2006 M. 5. Logika. Bangil : Yayasan Pesantren Islam (YAPPI). Studi Agama . 6. 1999 Amsal Bakhtiar.DAFTAR PUSTAKA 1. Normativitas atau Historisitas?. Sumantri. Filsafat Ilmu. Sebuahϖ Pengantar Populer. Jakarta : Pustaka Sinar Harapan.ϖ Filsafat Ilmu (dari Hakikat menuju Nilai). Kamus Besar Bahasa Indonesia…Op.

terjawab masalah yang satu diapun mulai merambah pertanyaan lain.BAB I KE ARAH PEMIKIRAN FILSAFAT Da steh’ ich nun. Filsafat Pendidikan. Filsafat Hokum. 9 . si goblok yang malang! Tak lebih bijak sebelumnya) Faust Ilmu dan Fisafat. Pengetahuan dimulai dengan rasa ingin tahu. Dalam kaitan-kaitan ini akan dikaji hakikat beberapa saran berpikir ilmiah yakni. Filsafat Sejarah Dan Filsafat Matematika. Etika (Filsafat Moral). Berfilsafat didorong untuk mengetahui apa yang telah kita tahu dan apa yang kita belum tahu. Pada dasarnya buku ini mencoba membahas aspek ontologis. Setelah itu dibahas beberapa aspek yang berkaitan erat dengan kegiatan keilmuan seperti aspek moral. Bidang Telaah Filsafat. epistimologis dan aksiologis keilmuan sambil membandingkan dengan beberapa pengetahuan lain. Filsafat: Peneratas Pengetahuan. Berfilsafat tentang ilmu berarti kita berterus terang kepada diri kita sendiri. Filsafat Agama. (Nah disinilah aku. ich armer Tor! Und bin so klug als wie zuvor. Berfilsafat berarti berendah hati bahwa tidak semuanya akan pernah kita ketahui dalam kesemestaan yang seakan tak terbatas ini. Adalah Epistimologi (Filsafat Pengetahuan). Etestika (Filsafat Seni). Disini berarti bahwa filsafat merupakan langkah awal untuk mengetahui segala pengetahuan. Metafisika. apakah sebenarnya yang saya ketahui tentang ilmu? Apakah cirri-cirinya yang hakiki yang membedakan ilmu dengan pengetahuan-pengetahuan lainnya yang bukan ilmu? Dsb. Sesuai dengan fungsinya sebagai pionir dia mempermasalahkan hal-hal yang pokok. Sekiranya kita sadar bahwa filsafat adalah marinir bukan pionir karena bukan pengetahuan yang bersifat merinci. pendidikan dan kebudayaan. Politik (Filsafat Pemerintahan). Filsafat Ilmu. kepastian dimulai dengan rasa ragu-ragu dan filsafat dimulai dengan kedua-duanya. Filsafat menelaah segala masalah yang mungkin dapat dipikirkan oleh manusia. Kerangka Pengkajian Buku. Cabang Cabang Filsafat. bahasa. Filsafat ilmu merupakan bagian dari epistimologi yang secara spesifik mengkaji hakikat ilmu. logika. Akhirnya buku ini ditutup dengan pembahasan mengenai struktur penelitian dan penulisan ilmiah dengan harapan agar dapat membantu mereka yang berkarya dalam bidang keilmuan. matematika dan statistika. sosial.

Penalaran mempunyai ciri-ciri: proses berpikir logis dan analitis. Hakikat Penalaran. Misalnya bila kita menganggap bahwa. 2. Dengan penalaran inilah manusia mampu mengembangkan pengetahuannya dengan cepat dan mantap. Kriteria Kebenaran: 1. Teori Pragmatis dicetuskan oleh Charles S. Suatu pernyataan adalah benar jika pernyataan itu atau konsekuensi dari pernyataan itu mempunyai kegunaan praktis dalam kehidupan manusia. pada dasarnya terdapat dua cara kita mendapatkan pengetahuan yang benar yaitu mendasarkan diri pada rasio atau disebut rasionalisme dan mendasarkan diri pda pengalaman atau disebut empirisme. BAB III ONTOLOGI: HAKIKAT APA YANG DIKAJI Der Herr Gott wurfelt nicht! 10 . 3. Teori Koherensi yaitu suatu pernyataan dianggap benar bila pernyataan itu bersifat koheren atau konsisten dengan pernyataan-pernyataan sebelumnya yang dianggap benar. “semua manusia pasti akan mati” adalah suatu pernyataan benar maka pernyataan bahwa. Suatu pernyataan dalah benar jika materi pengetahuan yang dikandung pernyataan itu berkorespondensi (berhubungan) dengan obyek yang dituju oleh pernyataan tersebut. Misalnya jika seseorang mengatakan bahwa ibukota republik Indonesia adalah Jakarta maka pernyataan tersebut adalah benar sebab pernyataan itu dengan obyek yang bersifat faktual yakni Jakarta yang memang menjadi ibukota republik Indonesia. Sumber Pengetahuan. namun masih terdapat cara lain yaitu intusi (pengetahuan yang didapatkan tanpa melalui proses penalaran tertentu) dan wahyu merupakan pengetahuan yang disampaikan oleh tuhan kepada manusia lewat perantara nabi-nabi yang diutusnya).BAB II DASAR-DASAR PENGETAHUAN Penalaran adalah berpikir menurut suatu alur kerangka berpikir tertentu. Pierce (1839-1914). Logika didefinisikan sebagai pengkajian untuk berpikir secara sahih. Teori Korespondensi yang ditemukan oleh Bertrand Russell (1872-1970). “si polan adalah seorang manusia dan si polan pasti akan mati” adalah benar pula karena kedua pernyataan kedua adalah konsisten dengan pernyataan yang pertama.

Teori yang merupakan pengetahuan ilmiah yang mencakup penjelasan mengenai suatu faktor tertentu dari sebuah disiplin keilmuan. Dua cabang utamanya yaitu: 1. Filsafat moral yang kmudian menjadi ilmu-ilmu sosial (the social science) BAB IV EPISTIMOLOGI: CARA MENDAPATKAN PENGETAHUAN YANG BENAR Pengetahuan pada hakekatmya merupakan segenap apa yang kita ketahui tentang suatu obyek tertentu. Perumusan hipotesis 4. Asumsi adalah anggapan berdasar pengetahuan yang ada. langakahlangkahnya adalah sebagai berikut: 1. Penarikan kesimpulan. Peluang adalah kemungkinan kejadian. Penyusunan kerangka berpikir 3. Batas-Batas Penjelajahan Ilmu adalah pengalaman manusia dan pengetahuan yang secara empiris telah diuji kebenarannya.(Tuhan tidak melempar dadu!) Albert Einstein (1879-1955) Metafisika adalah bidang telaah filsafati yang merupakan tempat brpijak dari setiap pemikiran filsafati termasuk pemikiran ilmiah. Cabang-Cabang Ilmu. Metode Ilmiah merupakan prosedur dalam mendapatkan pengetahuan yang disebut ilmu. Pengujian hipotesis 5. Setiap jenis pengetahuan mempunyai cirri-ciri spesifik mengenai apa (ontologi). Perumusan Masalah 2. termasuk kedalamnya adalah ilmu. bagaimana (epistimologi) dan untuk apa (aksiologi) pengetahuan tersebut disusun. 11 . Filsafat alam yang kemudian menjadi ilmu-ilmu alam (the natural science) 2. Struktur Pengetahuan Ilmiah: 1.

3. filsafat 12 . Kata kunci: ilmu pengetahuan. ilmu. Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar Populer. Prinsip yang dapat diartikan sebagai pernyataan yang berlaku secara umum bagi sekelompok gejala-gejala tertentu yang mampu menjelaskan kejadian yang terjadi. Hukum yang merupakan pernyataan yang menyatakan hubungan antara dua variabel atau lebih dalam suatu kaitan sebab akibat. Jujun. DAFTAR PUSTAKA S.2. Postulat yang merupakan asumsi dasar yang kebenarannya kita terima tanpa dituntut pembuktiannya. 1990. Suriasumantri. 4. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

Paling tidak. pacar. yakni sifat selalu dan serba ingin tahu. Maka. dan kedewasaan. (2) pengalaman sekunder. Dan ketiga. Kita hanya dapat mengingat apa yang sebelumnya telah kita alami. Tanpa ingatan. Seandainya ingatan tak dapat kita andalkan maka kita tak dapat melakukan tugas sehari-hari seperti mengenal sahabat. pengalaman manusia yang beraneka ragam. Pertama. manusia mengembangkan kebudayaan. pikiran dan penalaran. ada tiga cirri pokok pengalaman manusia. Pengalaman Hal yang pertama dan paling utama yang mendasarkan pengetahuan adalah pengalaman. termasuk Yang Ilahi. karena manusia hidup sebenarnya tidak sekedar untuk kelangsungan hidup. Inilah pengalaman primer. Pertama. di sini akan dibahas pengalaman. saya dapat melihat teman-teman dengan kedua mata saya dan saya dapat mendengar komentar teman-teman dengan kedua telinga saya.[1] Sekedar contoh. Makhluk lain seperti binatang juga mempunyai pengetahuan. Ingatan mengandalkan pengalaman indrawi sebagai sandaran ataupun rujukan. Dengan membicarakan topik ini diharapkan kita mampu memahami unsur-unsur yang dapat membantu manusia untuk memiliki pengetahuan dalam hidupnya. Dengan keistimewaan itu pula manusia disebut sebagai satu-satunya makhluk yang mengembangkan pengetahuan secara sungguh-sungguh. Sedang manusia mengembangkan pengetahuannya itu untuk mengatasi kebutuhan kelangsungan hidupnya dan tidak henti-hentinya memikirkan hal-hal baru. Ingatan Pengtahuan manusia juga didasarkan pada ingatan sebagai kelanjutan dari pengalaman. Kedua. kesempatan. minat dan rasa ingin tahu. Kendati ingatan sering kabur dan tidak tepat. manusia mempunyai kemampuan berpikir menurut suatu alur kerangka berpikir tertentu. pengalaman manusia selalu bertambah seiring dengan pertambahan usia.Dasar-Dasar Pengetahuan Manusia adalah merupakan makhluk Tuhan yang tergolong sangat istimewa. akan tetapi pengetahuan yang ada padanya hanya terbatas pada kelangsungan hidupnya semata. Di dalamnya akan dibahas beberapa term yang berkaitan dengan pengetahuan itu sendiri. serta kebutuhan hidup manusia. yaitu pengalaman langsung akan persentuhan indrawi dengan benda-benda konkret di luar manusia dan peristiwa yang disaksikan sendiri. kegiatan penalaran kita menjadi mustahil. Karena untuk bernalar dan menarik kesimpulan dalam premis-premisnya kita menggunakan nalar. memberi makna kepada kehidupannya serta berusaha memanusiakan diri dalam hidupnya. lingkungan dan kenyataan. Sebelum berajak ke pembahasan-pebahasan yang lebih rumit tentang sub-sub filsafat sains terlebih dahulu kita membincangkan tentang dasar-dasar pengetahuan sebagai langkah menuju ke pemahaman yang lebih sistematis dan komprehensif. ingatan. logika. Pada dasarnya semua itu menunjukkan bahwa manusia dalam hidupnya memiliki tujuan-tujuan tertentu yang lebih tinggi dari sekedar untuk kelangsungan hidupnya. kesaksian. manusia mempunyai bahasa yang mampu mengomunikasikan informasi dan jalan pikiran yang melatarbelakangi informasi tersebut. dan lain-lain. Pengalaman adalah keseluruhan peristiwa yang terjadi dalam diri manusia dalam interaksinya dengan alam. Tanpa ingatan. namun lebih dari itu. Kedua. yaitu pengalaman tak langsung atau reflektif mengenai pengalaman primer. bahasa. saya sadar akan apa yang saya lihat dengan kedua mata saya dan sadar akan apa yang saya dengar dengan kedua telinga saya. pengalaman yang berkaitan dengan objek-objek tertentu di luar diri kita sebagai subjek. pengalaman indrawi tidak akan bertumbuh menjadi pengetahuan. di mana ia diberikan suatu sifat yang tidak dimiliki oleh makhluk yang lainnya. yang biasa disebut dengan “penalaran” (suatu proses berpikir dalam menarik suatu kesimpulan berupa pengetahuan). [ 13 . Dalam hidup dan kehidupannya. Adapun pengalaman sekunder. Pengalaman terbagi menjadi dua: (1) pengalaman primer. namun kita dalam kehidupan sehari-hari selalu mendasarkan pengetahuan kita pada ingatan baik secara teoritis dan praktis.

Tapi silogisme kategoris juga bisa bersifat negatif. Pikiran dan Penalaran Kegiatan pokok pikiran dalam mencari kebenaran dalam pengetahuan adalah penalaran. Kedua. “Bersikap rasional berarti menggunakan kecerdasan untuk menentukan tindakan terbaik dalam suatu keadaan. Penalaran adalah proses penarikan kesimpulan dari hal-hal yang telah diketahui sebelumnya. “Percaya” dimaksudkan untuk menerima sesuatu sebagai benar yang didasarkan pada keyakinan dan kewenangan atau jaminan otoritas orang yang memberi kesaksian. Inilah yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya. nalar adalah latihan intelektual untuk meningkatkan akal budi anak didik. Maka. Yang kita miliki hanyalah bukti ekstrinsik. ada beberapa pengetahuan yang kebenarannya dirujukkan kepada kesaksian seperti sejarah. Setidaknya ada tiga metode dalam proses penalaran. secara umum ada empat silogisme kategoris sejajar dengan empat jenis proposisi kategoris.” Ini definisi kasar. Bagi ekonom. Kesaksian “Kesaksian” dimaksudkan untuk penegasan sesuatu sebagai benar oleh seorang saksi kejadian atau peristiwa. Mengajukan pertanyaan yang tepat mengandaikan bahwa orang tahu di mana ia tahu dan di mana ia tidak tahu. Menurut Descartes. Walaupun demikian. dan kemakmuran. Nalar dalam kehidupan kita sehari-hari selalu diartikan rasionalitas. Maka. Rasa ingin tahu terkait erat dengan pengalaman mengagumkan dan mengesankan dengan keheranan yang dialami. silogisme kategoris yakni silogisme yang terdiri dari proposisi-proposisi yang bersifat kategoris. Sedang. Pertama. induksi yakni penalaran yang menarik kesimpulan umum (universal) dari kasus-kasus tertentu (partikular). dan agama secara metodologis. Minat mengarahkan perhatian ke hal-hal yang dialami dan dianggap penting untuk diperhatikan. mengajukan pertanyaan yang tepat adalah langkah pertama untuk memperoleh jawaban yang tepat. Untuk berkembang menjadi pengetahuan subjek yang mengalami harus memiliki minat dan rasa ingin tahu. Dalam mempercayai suatu kesaksian. Bagi seorang guru. hukum. Ini berarti bahwa dalam kegiatan mengetahui terdapat unsur penilaian. Pertama. beberapa pemikir menolak kesaksian sebagai salah satu dasar dan sumber pengetahuan karena kesaksian bisa keliru dan bersifat menipu. Afirmatif universal (A) : Semua manusia dapat mati Negatif universal (B) : Semua manusia tidak dapat hidup terus Afirmatif universal (I) : Beberapa orang dapat berenang [ 14 . deduksi yakni penalaran untuk merumuskan sebuah hipotesis berupa pernyataan umum yang kemungkinan pernyataannya masih perlu untuk diuji coba. ada tiga rumus yang menjadi dasar-dasar pengetahuan. Agar ingatan dapat dijadikan rujukan dan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya bagi pengetahuan. tapi berguna sebagai landasan untuk membangun suatu argumen. setidaknya ada dua syarat yang harus dipenuhi yakni: (1) kesaksian dan (2) konsisten. dan diajukan kepada orang lain untuk dipercaya. nalar adalah cara membela dan menyanggah kesaksian. kita tidak memiliki cukup bukti intrinsik untuk kebenarannya. nalar adalah sarana membagi sumber daya untuk meningkatkan efisiensi. Dan rasa ingin tahu mendorong untuk bertanya dan menyelidiki apa yang dialaminya dan menarik minatnya. Bagi seorang advokat. Nicholas Rescher mengatakan. Contoh: Semua manusia dapat mati Ken Arok adalah manusia Ken Arok dapat mati Contoh di atas adalah silogisme kategoris yang bersifat yang bersifat positif.Ingatan tidak selalu benar dan karenanya tidak selalu merupakan bentuk pengetahuan. [4] Minat dan Rasa Ingin Tahu Tidak semua pengalaman dapat dijadikan pengetahuan atau tidak semua pengalaman berkembang menjadi pengetahuan. Logika Dalam logika. Orang akan memperhatikan dan mengetahui apa apa yang ia anggap bernilai. yaitu proposisi yang berbentuk S itu P atau S itu bukan P. nalar adalah metode merancang percobaan untuk memeriksa hipotesis. daya guna. bagi ilmuwan.

32. hlm. Calne. Parakitri T. hlm. daya nalarnya menjadi amat berekembang dan pengetahuan tentang diri sendiri serta lingkungannya menjadi jauh melampaui kera seusianya. 36-7 5] Ibid. hlm. [ 2] Ibid. (1) Modus ponens: Kalau p – q Tetapi p Maka q (2) Modus tollens: Kalau p – q Tetapi q Maka q Bentuk-bentuk silogisme hipotetis lain tidak sahih. Sudarminta. hlm. Walaupun kebutuhan manusia yang mendasari pengetahuan termasuk ke dalam dimensi pragmatis pengetahuan tapi juga terdorong oleh rasa keingintahuan yang dimiliki oleh manusia itu sendiri. Tapi seorang anak mulai bisa berbahasa. Berbeda dengan binatang.. Dan ketiga. 34-5. 2002). kebutuhan manusia juga dapat mendasari dan mendorong manusia untuk mengembangkan pengetahuannya.Negatif partikular (O) : Beberapa orang tidak dapat berenang Kedua. terj. Maka.[9] ____________ [ 1] J.. 32-3 3] Ibid.[8] Kebutuhan Hidup Manusia Dalam interaksinya dengan dunia dan lingkungannya manusia membutuhkan pengetahuan. 6] Donald B. Manusia adalah makhluk yang mampu menciptakan alat. atau q. Epistemologi Dasar: Pengantar Filsafat Pengetahuan (Yogyakarta: Kanisius. Simbolon [ [ [ [ [ [ [ [ [ [ [ [ [ 15 . pada awalnya keduanya berkembang hampir sejajar.. 4] Ibid. Batas Nalar: Rasionalitas dan Perilaku Manusia. silogisme hipotetis yakni silogisme dalam proposisi bersyarat. Tanpa bahasa manusia tidak dapat mengungkapkan pengetahuannya. hlm.. 37-8. Dalam eksperimen antara bayi dan anak kera yang lahir secara bersama waktunya. Contoh: Atau p. dan kebijaksanaan dalam bertindak. silogisme disjungtif adalah silogisme yang sahih hanya dalam salah satu kemungkinan yang menyingkirkan kemungkinan-kemungkinan lain. memiliki strategi. manusia memperoleh pengetahuan tidak hanya didasarkan pada instingtif tapi juga kreatif. atau r Tapi bukan p dan bukan r Maka r[7] Bahasa Di samping logika penalaran juga mengandaikan bahasa.

40-1. Op. [ 7] J. 2005). Cit. 43-44 [ [ [ [ [ 16 .. 8] Ibid. 19-20... 42. hlm. hlm. 9] Ibid. Sudarminta.(Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia. hlm.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->