Serat kasar

1. Serat kasar ialah sisa bahan makanan yang telah mengalami proses pemanasan dengan asam kuat dan basa kuat selama 30 menit yang dilakukan dilaboratorium. hemiselulosa dan pektin. kanker koloni.1 Latar Belakang Serat sangat penting dalam proses pencernaan makanan dalam tubuh. . PENDAHULUAN 1. penyakit jantung koroner dan batu ginjal. Sedangkan serat dari sayur buah dan kacang-kacangan cenderung bersifat soluble (Widjanarko. getah (secrete dan reserve gums). Ada pula yang termasuk polisakarida non struktural . Meskipun umumnya tergolong karbohidrat kompleks. hamoroid. Serat dalam makanan (dietary fiber) bukanlah satu kelompok bahan pangan yang memiliki sifat kimia yang mirip. 2000). Oat yang berasal dari biji-bijian (cereals) umumnya bersifat insoluble. Berdasarkan sifat fisik kimia dan manfaat nutrisinya serat dalam makanan dapat dikelompokkan dalam 2 jenis larut (soluble) dan tidak larut (insuble) dalam air. kekurangan serat dapat menyebabkan konstipasi. 2003). Ada yang berasal dari polisakarida penyusun dinding sel tumbuhan (struktural) : selulosa. Kekurangan serat juga dihubungkan dengan berbagai penyakit gastrointestinal (Almatsier. Kelompok lain adalah polisakarida asal rumput (agar. Dengan proses seperti ini bila merusak beberapa macam serat yang tidak dapat dicerna oleh manusia dan tidak dapat diketahui komposisi kimia tiap-tiap bahan yang membentuk dinding sel (Pi wang. Serat yang sauble cenderng bercampur dengan air membentuk jaringan gel (seperti agar) atau jaringan yang pekat. apenaistis. alverticulity. Namun berdasarkan sifat kimiawi sebenarnya mereka sangat heterogen. 2008). carragenans dan alginates). diabetes militus. Sedangkan serat yang insoluble umumnya bersifat higoroskopis mampu menahan air 20 kali dari beratnya.

1. tanggal 27 Mei 2010 pada pukul 15. 1. .3 Waktu dan Tempat Praktikum Gizi Ikani pada materi Analisa Serat Kasar dilaksanakan pada hari Kamis. Tujuan dilakukan praktikum Gizi Ikani dengan materi Analisa Serat Kasar ialah agar paktikan dapat melakukan analisa kadar seratnya dalam bahan pangan khususnya pada rumput laut.2 Maksud dan Tujuan Maksud dilakukan praktikum Gizi Ikani dengan materi Analisa Serat Kasar ialah untuk mengetahui cara analisa dan prosedur serat kasar dalam bahan pangan.00 wib ± selesai di Laboratorium Sentral Ilmu Hayati Universitas Brawijaya Malang.

.5 gr 0. Prosentase 91. Klasifikasi rumput laut jenis Euchema adalah sebagai berikut : Divisio Kelas Bangsa Suku Marga Jenis : Rhodophyta : Rhodohyceae : Gigartinales : Silerisceae : Eucheuma : Euchema Spinosum (Euchema denticulatum) Euchema cottoni (kappaphycus alvareali) Table 1.32 gr 26 kkal/107 k 0.58 mg 0.86 mg 67 mg 226 mg 9 mg 5 mg 0. rumput laut tergolong tanaman berderajat rendah. umumnya tubuh melekat pada substrat tertentu tidak mempunyai akar. Rumput laut pun dapat melekat pada tumbuhan lain secara epifitik.2.1 Karakteristik Sampel Menurut Anggadiredja et al. PENDAHULUAN 2. (2006). Kandungan nutrisi Euchema sp dalam setiap 100 gram porsi makanan Komposisi Air Energi Protein Lemak total Karbohidrat Serat Makanan Gula Kalsium Fe Mg K Na P Zn Cu Mn Se Vit.3 mg 85 mg .373 m 0.75 gr 0. tetapi hanya menyerupai batang yang disebut thallus.87 mg 2.C Vit.28 gr 54 mg 1.54 gr 0. K Folat Sumber : Wibowo (2009).03 gr 6.061 mg 0.7 mg 43 mg 0. batang maupun daun sejati. E Vit.

Jumlah kalori yang dihasilkan 1 gram karbohidrat menghasilkan 4 kal (kkal).. Euchema sp mempunyai thallus silindris. Rumput laut jenis Euchema cottoni menghasilkan karegenan yang dapat bereaksi dan berfungsi baik dengan gula.Menurut Winarno (1996) dalam Wirjainadi et. 2004). Komposisi utama dari rumput laut yang dapat digunakan sebagai bahan pangan adalah karbohidrat. 2009). pektin dan hemiselulosa tersedia dalam jumlah yang cukup. gula atau glukogen) merupakan zat gizi sumber energi paling penting bagi makhluk hidup karena molekulnya menyediakan unsur karbon yang akan digunakan oleh sel secara kimia. Senyawa-senyawa ini mengandung unsur karbon. Menurut Muchtadi (2009). berwarna merah atau merah oklat yang disebabkan oleh pigmen fikoeritin.. tetapi karna kandungan karbohidrat sebagian besar terdiri dari senyawa gumi yaki polimer olisakarida yang berbentuk serat. memperbaiki proses pencernaan dan penyerapan sari makanan serta memperbaiki usus (Suryaningrum et. Definisi Karbohidrat Karbohidrat merupakan sumber energi utama dalam kebanyakan makanan kita. permukaan yang licin. al. oksigen dan dihasilkan oleh tanaman dengan proses fotosintesa (Gaman dan Sherington. 2007). Bentuk karbohidrat yang ada dicerna dalam bahan pangan pada umumnya adalah zat pati dan berbagai jenis gula seperti sukrosa. al.2.15% dari berat keringnya. Karbohidrat merupakan sumber kalori yang murah. Pada hakekatnya Euchema sp tidak mempunyai akar. hidrogen. memiliki benjolan dari duri berdekatan kedaerah pangkal (Olviany.. karbohidrat (dalam hal ini pati. tetapi tidak tercerna (Buckle et. gum dan lain ±lain (Astawan et. Beberapa golongan karbohidrat menghasilkan serat-serat makanan (dietary fiber) yang berguna bagi pencernaan (Winarno. 2006). 2002). al. (2002). Kandungan gizi rumput laut terpenting justu pada trace element. 2. batang dan daun yang berfungsi seperti pada tumbuhan darat tetapi euchema sp terdiri dari semacam batang yang disebut thallus. Karbohidrat merupakan sumber kalori utama bagi seluruh penduduk dunia. karbohidrat dapat . Karbohidrat adalah kelompok nutrient yang penting dalam susunan makanan. dikenal sebagai diatary fiber maka hanya sebagian kecil saja dari kandungan karbohidrat yang dapat diserap dalam sistem pencernaan manusia..1 ± 0. khususnya yodium yang berkisar 0. pati. 1992). fruktosa dan laktosa sedangkan selulosa. al. Rumput laut dapat bermanfaat untuk membersihkan usus. sebagai sumber energi.

Amilum digunakan oleh hewan dan manusia apabila ada kebutuhan untuk memproduksi energi. yang mana molekul menandakan mengandung atom karbon panjang dengan atom hidrogen dan oksigen pada rasio yang sama.. dan disakarida. karbohidrat terdapat sebagai polisakarida yang dibuat dalam tumbuhan dengan cara fotosintesis. disakarida. H dan O dan terdiri dari beberapa kelompok yang paling sederhana dan kompleks (Sasmito. 2003).. 2. mengingat rumus rumus empirisnya berupa CnH2nOn atau mendekati Cn (H2o)n yaitu karbon yang mengalami hidratasi (Sudarmadji et al. ` Menurut Fenname (1996). Disamping dalam tumbuhan. Karbohidrat sederhana terdiri atas monosakarida. gula. atas ikatan 2 tiap 2 atom C ada II molekul air. Dalam makanan kita. seperti mereka terjadi di air. Karbohidrat kompleks terdiri atas polisakarida (2 ikatan monosakarida) dan serat (polisakarida non pati). Tumbuhan merupakan gudang yang menyimpan kabohidrat dalam bentuk amilum dan selulosa. 2. . alkohol. Karbohidrat adalah salah satu komponen bahan pangan yang secara kimiawi molekulya tersusun oleh atom C. sebagai berikut: 1. Karbohidrat adalah polihidroksi aldehid atau polihidroksiketon dan meliputi kondensal polimer ± polimernya terbentuk. karbohidrat adalah komponen dalam makanan yang merupakan sumber energi yang utama bagi organisme hidup. istilah karbohidrat menyarankan suatu komposisi unsur secara umum yang memiliki nama Cx(HzO)y. dalam tubuh hewan dan manusia juga terdapat karbohidrat yang merupakan sumber energi yaitu glikogen. Nama karbohidrat dipergunakan pada senyawa ± senyawa tersebut. terdapat 2 golongan karbohidrat yaitu karbohidrat kompleks dan karbohidrat sederhana.didefinisikan sebagai tanaman aldehid atau keton dari alkali polihidrik karena mengandung gugus hidroksi lebih dari satu atau sebagai senyawa yang menghasilkan turunan tersebut apabila dihidrolisis. Menurut Poedjiadi dan Supriyanti (2007). 2005). Bagaimanapun mayoritas besar komponen alami karbohidrat diproduksi oleh organisme hidup yang tidak mempunyai rumusan empiris ini.Macam Karbohidrat Menurut Almatsier (2009).3 Macam .

H dan O yang berdasarkan gugus susunan gulanya dapat dibedakan monosakarida. sedangkan ketosa mempunyai satu gugus keton. karbohidrat dapat dikelompokan menjadi 3: a) Monosakarida Monosakarida merupakan salah satu molekul yang terdiri lima atau enam atom monosakarida yang mengandung satu gugus aldehid disebut aldosa. Polisakarida yaitu karbohidrat yang tersusun atas banyak gugusan gula sederhana (monosakarida) ada yang dapat dicerna (tepung/pati dan ekstrin) dan ada yang tidak . oligosakarida.Menurut Winarno (2004). dan polisakarida. karbohidrat terdiri dari unsur C. ialah monosakarida. Menurut Sasmito (2005). Yang dapat dicerna ialah zat tepung (amilum) dan dekstrin dan yang tidak dapat dicerna adalah selulosa. bila sukrosa (sukrosa atau gula tebu) terdiri dari molekulglukosa dan fruktosa. Oligosakarida terdiri dari disakarida (sukrosa. karbohidrat terdiri dari beberapa kelompok dari yang paling sederhana seperti pentosa dan heksosa (monosakarida) sampai yang paling kompleks misalnya selulosa (polisakarida). laktosa terdiri dari molekul glukosa dan galaktosa. fruktosa). dekstrin. Monosakarida (C6H12O6) merupakan karbohidrat yang tersusun atas satu gugusan atau gula paling sederhana terdiri dari molekul tunggal. Dengan demikian maka kedalam kelompok oligosakarida termasuk gula yang mengandung 2 sampai 10 molekul gula sederhana. karbohidrat yang terdapat di dalam makanan pada umumnya hanya tiga jenis. b) Oligosakarida Oligosakarida merupakan polimer dari 2-10 monosakarida dan biasanya bersifat larut dalam air. Menurut Sediaoetama (2004). yaitu yang dapat dicerna dan yang tidak dapat dicerna. pentosan dan galaktan. Mono dan disakarida terasa manis. c) Polisakarida Polisakarida merupakan polimer yang terdiri dari lebih 10 monomer monosakarida. Polisakarida dalam bahan berfungsi sebagai penguat tekstur (selulosa. hemiselulosa. glikogen. Di dalam bahan makanan nabati terdapat dua jenis polisakarida. 2. maltosa). pektin. dan polisakarida dengan uraian sebagai berikut : 1. lignin) dan sebagai sumber energy(pati. Menurut Kartasapoetra dan Marsetyo (2005). 3. disakarida. Olisakarida yang terdiri 2 molekul disebut disakarida dan bila 3 molekul disebut tritosa. sedangkan polisakarida tidak mempunyai rasa (tawar). trisakarida dan tetrasakarida.

Pada tahun 1974 ia mengemukakan bahwa serat terdiri dari polisakarida yang terdapat pada dinding sel. . Terutama jaringan parenkim Buah-buahan dan sayuran Beberapa terlignifikasi jaringan glikoprotein Selulosa. Serat yang dapat larut dalam air adalah pectin. mucilage. pektin) dan tidak larut dalam air. fenolit dan Tabel 2. substansi pekat. lignin dan polisakarida yang tersimpan dalam tanaman dan alga (Poedjiadi dan Supriyanti. Komponen serat pangan dalam berbagai bahan pangan menurut Muchtadi (2001). 2003). hemiselulosa dan beberapa hemiselllulosa dan beberapa glikoprotein Hemiselullosa.dapat dicerna (selilosa. Serat makanan terutama terdiri dari selulosa. hemiselulosa. lignin. gum tanaman. Ada 2 macam golongan serat yaitu yang tidak dapat larut air dan yang dapat larut air. dan lignin. 2009). Serat makanan yang diterjemahkan dari dietary fiber menurut Trowall (192) merupakan bagian sel tanaman yang tidak dapat dicernakan oleh enzin dalam tubuh kita. pectin. hemiselulosa dan lignin. lignin. sebagai berikut : Jenis bahan pangan Jenis jaringan Komponen serat pangan Selulosa. Sserat yang tidap larut dalam air adalah selulosa. glikan dan alga (Almatsier. Komponen serat kasar dalam bahan pangan. Disamping itu terdapat senyawa-senyawa lain seperti hemiselulosa. ester. ester fenol ester. gum mucilage. jenis glikoprotein Hemiselulosa. hemiselulosa. glikoprotein selulosa. pectin dan gel pectin (Budianto. 2007). lipid tumbuhan dan zat-zat yang tidak dapat diidentifikasi. 2.4 Macam-macam Serat Kasar Polisakarida sebagai penguat tekstur atau penghasil serat (dietary fiber) seperti selulosa. umumnya tidak berasa atau berasa pahit. Jaringan parenkim Serealia dan hasil olahannya Jaringan terlignifikasi selulosa.

Konsumsi serat rata-rata sebesar 25 gram/hari dapat dianggap cukup untuk memelihara kesehatan tubuh (Garrow J. 2003). Insoluble Fiber (serat tak terlarut) banyak dijumpai dalam sayuran dan kulit gandum (Departemen Gizi dan Kesehatan Masyarakat Fakultas kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia. Konsumsi buah dan sayuran segar.Dissebutkan bahwa kebutuhan serat untuk tubuh manusia sangatlah bervariasi menurut pola makanan dan tidak ada anjuran kebutuhan sehari secara khusus untuk serat makanan. beberapa jenis kacang-kacangan dan beberapa biji-bijian seperti oat dan barley. serat makanan yang tidak larut air (lapisan luar biji-bijian dan kacang-kacangan. kebutuhan serat untuk orang Indonesia seharusnya berkisar antara 25-35 gram perhari.al. 5. 2. biji-bijian dan rumput laut) mempunyai sifat-sifat sebagai berikut : y Mampu menyerap air . Sampai saat ini kecukupan konsumsi serat pangan belum ditetapkan pihak yang berwenang. inti wortel. Perbandingan serat larut dan serat tidak larut yang konsumsi sebaiknya 1:3 (Muchtadi. Di Indonesia pada saat ini tidak ada kekhawatiran kekurangan makan serat. kcang-kacangan. Cara untuk mencukupi kebutuhan serat sebagai berikut : 1. Makan kulit dan juga membrane buah yang sudah dibersihkan. padi-padian. Lembaga kanker amerika menganjurkan makan 20-30 gram serat sehari. 4. 2.. 2010). Makan beraneka ragam makanan dalam jumlah yang cukup. Pria membutuhkan 38 gram serat perhari. 1993) dalm Wirjatmadi et. Menurut Minarno dan Hariani (2008). Minum cukup air dan mengkonsumsi serat dari bahan makanan alami. sedangkan wanita 25 gram perhari (Noorastuti dan Nugraheni.6 Sumber Serat Kasar Serat yang terlarut air terdapat pada buah-buahan. Menurut Cyberhealth (2002). sayuran dan buahbuahan dalam jumlah yang cukup (Almatsier. 2001).. bagian sekam dan dedak . kacang-kacangan. bila dipertahankan pola makanan yang ada dengan makanan pokok. S. 2009). buah-buahan. Kebutuhan serat pria dan wanita berbeda. Konsumsi sereal ataupun roti gandum yang kaya serat. et. tetapi anjuran konsumsi menetapkan konsumsi serat pangan untuk orang dewasa sehat adalah sekitar 20-30 gram perhari. 3. apel dan jambu biji) member volume atau isi dalam lambung sehingga menimbulkan rasa kenyangyang lama. 2003) Demikian pula.al. tidak ada anjuran kebutuhan sehari secara khusus untuk serat makanan. Serat makanan yang larut dalam air (sayuran.

y y y Dapat membentuk larutan dengan viskositas atau kekentalan yang tinggi. Mampu mengikat asam empedu Dapat mengalami peragian atau fermentasi. .

. aquadest dan NaOH saat didihkan : Untuk mengambil 3 tetes antifoam : Untuk mengambil larutan NaOH dan Aquadest : Untuk mengambil alcohol 15ml : Untuk tempat H2SO4 200ml : Untuk Menakar aquadest. : Sebagai pelarut lemak. aquadest dan NaOH : Sebagai sumber panas pada pendingin balik : Untuk menghaluskan sampel : Sebagai kondensator : Untuk membantu proses penyaringan : Untuk menimbang sampel dengan ketelitian 0. NaOH dan alcohol sesuai kebutuhan.1 Alat dan Fungsi Alat-alat yang digunakan dalam praktikum analisa kadar serat kasar adalah : y y y y y y y Erlenmeyer 500ml : Untuk tempat sampel Beaker glass 300ml Pipet tetes Pipet volume 10ml Pipet volume 25ml Beaker glass 250ml Gelas ukur : Untuk tempat H2SO4. 3.01 gr : Untuk membantu menghisap larutan kedalam pipet volum : Untuk mendinginkan sampel : Untuk mengeringkan sampel selama 24 jam pada suhu 100oC : Untuk menakar aquadest sesuai kebutuhan. H2SO4. : Sebagai pelarut dalam analisa serat kasar.3. MATERI DAN METODE 3. y y y y y y y y y y y Cawan petri Hot plate Kompor listrik Blender Pendingin balik Corong Timbangan digital Bola hisap Desikator Oven Gelas ukur 100ml : Tempat sampel saat dikeringkan dalam oven : Untuk mendidihkan larutan H2SO4. : Untuk menyerap uap air dalam desikator : Untuk mengikat ion OH: Sebagai pelarut dalam analisa serat kasar.2 Bahan dan Fungsi Bahan-bahan yang digulakan dalam praktikum materi analisa serat kasar ialah : y y y y y y y Rumput laut (Euchema cottoni) : sampel analisa kadar serat Aquadest Silica gel K2SO4 10% H2SO4 200ml NaOH Alcohol : Sebagai pelarut dan pengencer.

: Untuk mencuci peralatan : Untuk membersihkan peralatan. :Untuk member tanda pada sampel dan larutan yang .y y y Air Tissue Kertas label digunakan.

ditambahkan 200ml H2SO4 mendidih dan ditutup dengan pendinginbalik selama 30 menit Disarung dengan kertas saring dan dicuci dengan aquadest 10ml Dipindahkan seridu yang tersisa kedalam Erlenmeyer 250ml dan dicuci dengan larutan NaOH mendidih Didinginkan pada pendingin balik 30 menit Disaring dengan kertas saring dan dicuci dengan larutan K2SO4 10% dicuci dengan aquadest mendidih dan dengan alcohol 15ml Dikeringkan kertas saring dan sampel pada suhu 100oC selama 2 jam Didinginkan dalam desikator Ditimbang beratnya Hasil (berat residu adalah berat serat kasar) . dimasukkan erlen meyer 600ml Ditambahkan antifoam 3 tetes.3 Skema Kerja Sampel kering halus Ditimbang 5 gr.3.

prinsipnya di dalam analisa penentuan serat kasar siperhitungkan banyaknya zat-zat yang tidak larut dalam asam encer pada kondisi tertentu. (2007).3.. terdiri dari 2 tahapan yaitu pelarutan dengan asam dan pelarutan dengan basa. Kedua macam proses digesti ini dilakukan dalam keadaan tertutup pada suhu terkontrol (mendidih) dan sedapat mungkin dihilangkan dari pengaruh luar.4 Metode Penelitian Metode yang digunakan pada praktikum gizi ikani dengan materi analisa serat kasar adalah penentuan serat kasar. Menurut Sudarmadji et. 2. al. . Defatting. yaitu menghilangkan lemak yang terkandung dalam sampel menggunakan pelarut lemak. Digestion. Langkah-langkah yang dilakukan dalam analisa ialah : 1.

ditambah 3 tetes anti koam yang berfungsi mencegah timbulnya gelembung pada proses pemanasan dalam pendingin balik.1 gram dan dimasukkan kedalam erlemenyer 600 ml.25 gram H2SO4 pekat / 100 ml = 0. Penambah H2SO4 berfungsi untuk memecah dinding sel rumput laut ( digesti sampai suasana asam ). dimana fungsi dari pendingin balik yaitu mencairkan kembali uap air yang terbentuk. Fungsi dari K2SO4 10% ialah untuk menghilangkan protein. Setelah itu disaring dengan kertas saring yang kering dan sudah diketahui beratnya sambil dicuci dengan larutan K2SO4 10%. Sampel yang telah kering dan halus ditimbang 5 gram dengan timbangan analitik dengan ketelitian 0. al.0225 N H2SO4 ).4. (2007) bertujuan untuk mengetahui penilaian kualitas bahan makanan karna merupakan indeks dan menentukan nilai gizi yang terdapat dalam bahan pangan. Dengan demikian presentase serat dapat dipakai untuk menetukan kemurnian suatu bahan atau efesiensi suatu proses. Setelah itu.2 Analisa Prosedur Pada praktikum gizi ikan dengan materi analisa serat kasar ini menurut Sudarmadji. . Selanjutnya didinginkan dalam desikator 15-20 menit dan ditimbang beratnya. Kemudian ditutup dengan pendingin balik. Kemudian saring supernatan dengan kertas saring dan residu yang tertinggal dalam erlemenyer dicuci dengan aquadest mendidih 10 ml. lalu didinginkan selama 30 menit.. Kemudian kertas saring dan sampel dikeringkan dalam oven pada suhu 100°C selama 2 jam. PEMBAHASAN 4. Selanjutnya didinginkan pada pendinginan balik selama 30 menit. Juga dapat digunakan untuk mengevaluasi suatu prose pengolahan bahan makanan. Selanjutnya dikeringkan dalam oven selama semalam pada suhu 105°C untuk mengeringkan sampel. et. Setelah residu dipindahkan lagi secara kuantitatif dari kertas saring kedalam erlenmeyer 250 ml dengan menggunakan spatula dan dicuci dengan NaOH yaitu untuk memecah dinding sel rumput laut ( digesti sampai suasana basa ). ( 1. Dan juga ditambah H2SO4 mendidih sebanyak 200 ml. pertama yang dilakukan ialah menghaluskan sampel rumput laut dengan blender dan mortar dengan tujuan agar memperluas permukaan sampel. Fungsi alkohol adalah untuk melarutkan lemak vitamin dan mineral serta menetralkan pH. Praktikum ini menggunakan sampel rumput laut. Kemudian dicuci lagi dengan aquadest mendidih dan juga 15 ml alkohol 95%.

sedangkan pada hasil terendah pada kelompok 2 sebesar 17.568 gram.021 gram. kelompok 3 sebesar 20.16%. kelompok 5 sebesar 15.Dihitung % serat kasar dengan rumus : % serat kasar = x 100% 4. kelompok 4 sebesar 18.121 gr dan berat cawan 43. Penyakit yang disebabkan kekurangan serat yaitu terjadi divertikulasi ( Almatsier.1%.3 Analisa Hasil Berdasarkan hasil yang diperoleh pada praktikum gizi ikan pada materi serat kasar dengan sampel rumput laut (Euchema cottoni) didapatkan hasil sebagai berikut kelompok 1 dengan jumlah kadar serat kasar 19. kelompok 2 sebesar 17.02%.24% dan kelompok 6 sebesar 22%. Pada praktikum ini didapat serat kasar tertinggi dengan sampel rumput laut pada kelompok 6 sebesar 22% dengan berat akhir 44.1% dengan berat cawan 41. . Lembaga kanker Amerika menganjurkan makan serat 20-30 gram sehari. 2003 ).12%.

24%.5 N yang berturut-turut dipanaskan selama 30 menit. divertinulosis. batu ginjal dan gastriintestinal. Prinsip analisa serat kasar adalah semua zat-zat organik yang tidak dapat larut dalam H2SO4 0. agar dalam bahan pangan dapat diperoleh data yang akurat. kanker kalon. serta alat-alat praktikum ditambah agar kegiatan praktikum dapat berjalan dengan efisien waktu. diabetes militus. PENUTUP 5.1 Kesimpulan Berdasarkan praktikum gizi ikani pada materi analisa serat kasar maka dapat disimpulkan bahwa : Karbohidrat merupakan senyawa yang terbentuk dari molekul karbon. Semakin tinggi kadar serat dalam suatu makanan dianggap makin rendah nilai gizi makanan tersebut dan serat dibutuhkan sekisar 25-30 gram serat setiap hari. Manfaat nutrisi serat kasar adalah mengurangi gangguan sembelit (congtipatian) appenditis. Sumber serat adalah serat makanan yang tidak larut dalam air (lapisan luar biji-bijian dan kacang-kacangan dan lain sebagainya) dan serat makanan yang larut dalam air (sayuran. . dan terdiri dari selulosa dengan sedikit lignin dan rentosa. penyakit jantung koroner. hydrogen dan oksigen.3 N dan larutan NaOH 1.2 Saran Saran yang diberikan untuk praktikum gizi ikani pada materi analisa kadar serat kasar yaitu sebaiknya praktikan lebih teliti dalam melakukan analisa serat kasar. hemoroid. buah-buahan. Karbohidrat dapat dibagi menjadi 3 golongan yaitu monosakarida. Berdasarkan data dan perhitungan diketahui kadar serat kasar terbesar pada kelompok 6 yaitu sebesar 22% sedangkan kadar terendah pada kelompok 5 yaitu sebesar 15.5. 5. disakarida dan polisakarida. Serat kasar adalah residu dari bahan makanan atau pertanian setelah diperlakuan dengan asam alkali mendidih. padi-padian).

2004. Wooton. 1997. 2005. D. Edward. b. Achmad & Heri. Semarang Winarno. Yogyakarta . Ilmu Gizi (kesehatan dan Produktivitas Kerja). B. Jakarta Muchtadi. D. PT. P. Kimia Pangan dan Gizi. PT Gramedia Pustaka Utama. Bogor Monosit tikus yang disuntik Alaksan Fakultas Kedokteran. 2009. A. 2007. Ilmu Gizi Untuk Mahasiswa dan Profesi Jilid 1. 1992. 2006. A. Jurnal Penelitian Medika Eksakta Vol. dan Marsetyo. 1 April 2002 Kertasapoetra. Dasar-Dasar Biokimiawi. G. 2009. Ilmu Pangan UI Press.I. dan FMT Supriyanti. Penebar Swadaya. Efek Diet Rumput Laut Euchema Coffoni FPIK.. Rinek Cipta. M. Gizi Anti Penuaan Dini. Yogyakarta Poedjiadi. B Haryono dan Suhardi. Raja biafin du Perkasa. A. Jakarta Anggadiredja. Liberty. Jakarta Wirjatmadi B. Yogyakarta Wibowo. B. Jakarta Gaman P. 2007. UI Press. B.. Jakarta Departemen Gizi dan Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia.DAFTAR PUSTAKA Almatsier. S. B. 2007. Adrianti dan S purwati. Pemanfaatan Rumput Laut (Euchema cottoni) dalam meningkat nilai kandungan serat dan yodium Tepung Terigu dalam Pembuatan mie basah. Malang . R. Nutrisi dan Mikrobiologi Edisi Kedua Gadjah Mada University Press. Bandung Sasmito. 2010. M dan K. TAG. S. Ilmu Pangan Pengantar Ilmu Pangan. Linerty. K. Gramedia Pustaka Utama. Universitas Diponegoro. 2005. 2002. Depok Buckle. 2009. Analisa Bahan Makanan dan Pertanian. Alfabeta. 2010. J . IPB. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Dasar-dasar Pengawetan Bahan Pangan Fkultas Perikanan Universitas Brawijaya. Prosedure Analisa Untuk Bahan Makanan dan Pertanian. Jakarta Sudarmadji. Dian Rakyat. 13 No. F. Gizi dan Kesehatan Masyarakat Edisi Revisi.. H. Sherrington. Jakarta Sediaoetama.. Rumput Laut. Fleet dan M. A. Sri.

02 % serat kasar Kelompok 5 = X 100% = 15.LAMPIRAN Perhitungan Kadar Serat Kasar Rumus : % serat kasar = Kelompok 1      x 100% = X 100% = 19.12 % serat kasar Kelompok 4 = X 100% = 18.1 % serat kasar Kelompok 3 = X 100% = 20.16% serat kasar Kelompok 2 = X 100% = 17.24 % serat kasar Kelompok 6 = X 100% = 22 % serat kasar .