P. 1
Kalimat Dalam Bahasa Indonesia

Kalimat Dalam Bahasa Indonesia

|Views: 438|Likes:
Published by Rhies Nua
KALIMAT
DALAM

BAHASA INDONESIA

1

POLA DASAR KALIMAT BAHASA IDONESIA 1. Kalimat Dasar Berpola S P


(1) Mereka / sedang berenang. (P: kata kerja) S P (2) Kami / sedang menyanyi. (P: kata kerja) S P (3) Ayahnya / guru SMA. (P: kata benda) S P (4) Mereka / petani. (P: kata benda) S P (5) Gambar itu / bagus. (P: kata sifat) S P (6) Anaknya / pandai. (P: kata sifat) S P (7) Peserta penataran ini / empat puluh orang. (P: kata bilangan) S P (8) Rumahnya / banyak. (P:
KALIMAT
DALAM

BAHASA INDONESIA

1

POLA DASAR KALIMAT BAHASA IDONESIA 1. Kalimat Dasar Berpola S P


(1) Mereka / sedang berenang. (P: kata kerja) S P (2) Kami / sedang menyanyi. (P: kata kerja) S P (3) Ayahnya / guru SMA. (P: kata benda) S P (4) Mereka / petani. (P: kata benda) S P (5) Gambar itu / bagus. (P: kata sifat) S P (6) Anaknya / pandai. (P: kata sifat) S P (7) Peserta penataran ini / empat puluh orang. (P: kata bilangan) S P (8) Rumahnya / banyak. (P:

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Rhies Nua on Jan 19, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/16/2015

pdf

text

original

KALIMAT

DALAM

BAHASA INDONESIA

1

POLA DASAR KALIMAT BAHASA IDONESIA 1. Kalimat Dasar Berpola S P 
              

(1) Mereka / sedang berenang. (P: kata kerja) S P (2) Kami / sedang menyanyi. (P: kata kerja) S P (3) Ayahnya / guru SMA. (P: kata benda) S P (4) Mereka / petani. (P: kata benda) S P (5) Gambar itu / bagus. (P: kata sifat) S P (6) Anaknya / pandai. (P: kata sifat) S P (7) Peserta penataran ini / empat puluh orang. (P: kata bilangan) S P (8) Rumahnya / banyak. (P: kata bilangan) S P
2

2. Kalimat Dasar Berpola S P O 


(9) Mereka / sedang menyusun / karangan ilmiah. S P O (10) Dia / sedang mencabuti / rumput. (11) Kami / akan mendiskusikan / masalah ekonomi.  

3

3. Kalimat Dasar Berpola S P Pel.
(12) Anaknya / beternak / ayam.  S P Pel.  (13) Dia / menjadi / pengusaha terkenal. 

(14) Indonesia / merupakan / negara  kepulauan. 


(15) Saya / kedatangan / tamu.
4

4. Kalimat Dasar Berpola S P O Pel. (16) Dia / mengirimi / saya / surat. S P O Pel. (17) Beliau / menugasi / kami / membuat karya ilmiah. (18) Mereka / memberi / saya / beasiswa. (19) Dia / membelikan / saya / kamus. (20) Pak Hamid / membuatkan / anaknya / layang-layang. layang(21) Dia / memanggilkan / saya / taksi
5 

       

5. Kalimat Dasar Berpola S P K (22) Mereka / berasal / dari Surabaya. S P K (23) Kami / tinggal / di Bandung. (24) Kita / berada / di Majalengka. (25) Mereka / bermukim / di Gunung Kidul. (26) Kue ini / terbuat / dari terigu. 

    

6

6. Kalimat Dasar Berpola S P O K
(27) Kami / memasukkan / pakaian / ke dalam lemari. S P O K (28) Dia / meletakkan / tangannya / di atas kemudi. (29) Tini / mengeluarkan / kuitansi / dari laci mejanya. 

  

7

KALIMAT YANG BAIK DAN BENAR 
   

Benar: sesuai dengan aturan atau kaidah yang berlaku. - tata bunyi (fonologi) - ejaan - tata bahasa (bentukan kata, susunan kalimat) - kosakata Baik: dapat menyampaikan pesan/informasi secara tepat. - ketepatan memilih ragam yang sesuai (topik, tujuan, pembaca/pendengar, situasi) - bernalar (logis)
(1) Dia mencarikan pekerjaan untuk saya. (baik, tetapi tidak benar) (2) Kucing itu telah wafat dengan sukses. (benar, tetapi tidak baik) 

   



8

CiriCiri-ciri Kalimat yang Baik dan Benar 

   

1. 2. 3. 4. 5.   

Kalimat Memiliki Subjek yang Jelas Kalimat Memiliki Predikat yang Jelas Bagian Kalimat Majemuk tidak Dipenggal Kalimat Disusun secara Padu Kalimat Memiliki Bentuk-bentuk yang BentukSejajar (Paralel) 6. Kalimat Disusun dengan Kata-kata yang KataHemat 7. Kalimat dengan Ketunggalan Arti (Tidak Ambigu) 8. Kalimat harus Logis
9

1. Kalimat Memiliki Subjek yang Jelas Contoh kalimat yang tidak bersubjek: 


(1)Untuk pengumpulan data/menggunakan/teknik observasi dan wawancara. K P O Perbaikan: (1a) Pengumpulan data / menggunakan / teknik observasi dan wawancara. S P O (1b) Untuk pengumpulan data / digunakan / teknik observasi«. K P S (1c) Untuk pengumpulan data /peneliti /menggunakan /teknik observasi«. /peneliti K S P O (2) Di desa yang kami teliti / memerlukan / tambahan Puskesmas. K P O Perbaikan: (2a) Desa yang kami teliti / memerlukan / tambahan Puskesmas. S P O (2b) Di desa yang kami teliti / diperlukan / tambahan Puskesmas. Puskesmas. K P S 

      

     

10

Contoh kalimat yang tidak bersubjek: 


(3) Dalam masyarakat Jawa / mengenal / sistem religi. K P O Perbaikan: (3a) Masyarakat Jawa / mengenal / sistem religi. S P O (3b) Dalam masyarakat Jawa / dikenal / sistem religi. religi. K P S (4) Berdasarkan hasil rapat / memutuskan / bahwa penerimaan K P O pegawai baru dilakukan secara bertahap Perbaikan: (4a) Hasil rapat / memutuskan / bahwa penerimaan pegawai baru dapat«. S P O (4b) Berdasarkan hasil rapat, / penerimaan pegawai baru / dapat K S P dilakukan / secara bertahap K
11 

     

    



2. Kalimat Memiliki Predikat yang Jelas 

(1) Untuk mendapatkan data yang valid, peneliti harus ke lapangan. lapangan. (1a) Untuk mendapatkan data yang valid,/peneliti /harus pergi / ke lapangan. /harus K S P K (1b) Untuk mendapatkan data yang valid,/peneliti /harus terjun /ke lapangan. /harus /ke K S P K  

 



(2) Penelitian ini untuk memperoleh data tentang penghidupan masyarakat nelayan. (2a) Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh data tentang penghidupan masyarakat nelayan. (2b) Penelitian ini dilaksanakan untuk memperoleh data tentang penghidupan masyarakat nelayan. 

  

(3) Gedung bertingkat itu yang mengganggu lalu lintas penerbangan. (3a) Gedung bertingkat itu / mengganggu / lalu lintas penerbangan. S P O
12 

3. Bagian Kalimat Majemuk tidak Dipenggal   

(1) Para peserta penataran datang terlambat. Sehingga mereka tidak dapat mengikuti acara pembukaan. (2) Dalam penelitian ini tidak semua data dapat dikumpulkan. Karena lokasi penelitian sulit dijangkau kendaraan. (3) Data primer adalah data yang diperoleh di lapangan. Sedangkan data sekunder adalah data yang diperoleh melalui bahanbahan-bahan kepustakaan. (1a) Para peserta penataran datang terlambat sehingga mereka tidak dapat mengikuti acara pembukaan. (2a) Dalam penelitian ini tidak semua data dapat dikumpulkan karena lokasi penelitian sulit dijangkau kendaraan. (2b) Karena lokasi penelitian sulit dijangkau kendaraan, dalam penelitian ini tidak semua data dapat dikumpulkan. (3a) Data primer adalah data yang diperoleh di lapangan, sedangkan data sekunder adalah data yang diperoleh melalui bahanbahan-bahan kepustakaan.
13    

4. Kalimat Disusun secara Padu  

(a) salah menggunakan kata depan
Salah membicarakan tentang mengharapkan akan berdasarkan pada Benar membicarakan berbicara tentang mengharapkan berharap akan berdasarkan berdasar pada    

(b) salah menempatkan kata keterangan (modalitas atau aspek)
Salah saya harus perbaiki kita telah bahas saya akan coba Benar harus saya perbaiki saya harus memperbaiki telah kita bahas kita telah membahas akan saya coba saya akan mencoba
14 

     

Contoh Kepaduan:   

(1) Kami akan membicarakan tentang sistem pendidikan di Indonesia. (1a) Kami akan membicarakan sistem pendidikan di Indonesia. (1b) Kami akan berbicara tentang sistem pendidikan di Indonesia. (2) Dia sangat mengharapkan akan belas kasihan orang lain. (2a) Dia sangat mengharapkan belas kasihan orang lain. (2b) Dia sangat berharap akan belas kasihan orang lain. (3) Pengambilan keputusan harus berdasarkan pada musyawarah. (3a) Pengambilan keputusan harus berdasarkan musyawarah. (3b) Pengambilan keputusan harus berdasar pada musyawarah.
15  

   

Contoh Kepaduan: 
 

(4) Laporan ini saya harus perbaiki secepatnya. (4a) Laporan ini harus saya perbaiki secepatnya. (4b) Saya harus memperbaiki laporan ini secepatnya. (5) Kita telah bahas masalah tersebut dalam diskusi kita bulan lalu. (5a) Telah kita bahas masalah tersebut dalam diskusi kita bulan lalu. (5b) Kita telah membahas masalah tersebut dalam diskusi kita bulan lalu. (6) Saya akan coba mengatasi masalah ini. (6a) Akan saya coba mengatasi masalah ini. (6b) Saya akan mencoba mengatasi masalah ini.
16    

 

5. Kalimat Memiliki Bentuk-bentuk yang Sejajar Bentuk(Paralel) Contoh Kesejajaran/Keparalelan:  

 

(1) Kegiatan yang telah kami lakukan adalah mengumpulkan informasi, pencarian bahan bacaan, dan menyusun rancangan. bacaan, rancangan. - mengumpulkan informasi (kata kerja: me-kan) me- pencarian bahan bacaan (kata benda: pe-an) pe- menyusun rancangan (kata kerja: me-) me(1a) Kegiatan yang telah kami lakukan adalah mengumpulkan informasi, mencari bahan bacaan, dan menyusun rancangan. bacaan, - mengumpulkan informasi (kata kerja: me-kan) me- mencari bahan pustaka (kata kerja: me-) me- menyusun rancangan (kata kerja: me-) me(1b) Kegiatan yang telah kami lakukan adalah pengumpulan informasi, pencarian bahan bacaan, dan penyusunan rancangan. - pengumpulan informasi (kata benda: pe-an) pe- pencarian bahan bacaan (kata benda: pe-an) pe17 - penyusunan rancangan (kata benda: pe-an) pe-  

  

   

Contoh Kesejajaran/Keparalelan: 

(2) Tunjangan yang akan diberikan Pemkot Bandung adalah Rp50.000,00 per bulan untuk guru PNS dan bagi guru honorer tiap bulannya Rp25.000,00. Rp25.000,00. - RP50.000,00 per bulan untuk guru PNS - bagi guru honorer tiap bulannya Rp25.000,00 (2a) Tunjangan yang akan diberikan Pemkot Bandung adalah Rp50.000,00 per bulan untuk guru PNS dan Rp25.000,00 per bulan untuk guru honorer. honorer. - Rp50.000,00 per bulan untuk guru PNS - Rp25.000,00 per bulan untuk guru honorer (2b) Tunjangan yang akan diberikan Pemkot Bandung adalah untuk guru PNS Rp50.000,00 per bulan dan untuk guru honorer Rp25.000,00 per bulan. bulan. - untuk guru PNS RP50.000,00 per bulan - untuk guru honorer Rp25.000,00 per bulan
18 

  

  



6. Susunan Kalimat dengan Kata-kata yang Hemat KataContoh Kehematan: 

(a) Tidak mengulang subjek yang sama dalam kalimat majemuk (1) Setelah makalah ini diperbaiki, makalah ini akan segera dipresentasikan. (1a) Setelah diperbaiki, makalah ini akan segera dipresentasikan. (2) Surat ini harus ditandatangani terlebih dahulu sebelum surat ini dikirimkan. (2a) Surat ini harus ditandatangani terlebih dahulu sebelum dikirimkan. (b) Tidak menjamakkan kata yang bermakna jamak Takhemat Hemat para tokoh-tokoh tokohpara tokoh tokohtokoh-tokoh rombongan guru-guru gururombongan guru guruguru-guru seluruh surat-surat suratseluruh surat suratsurat-surat (3) Kepala Sekolah MA Putri telah melakukan rapat dengan para tokoh-tokoh PUI. tokohPUI. (3a) Kepala Sekolah MA Putri telah melakukan rapat dengan para tokoh PUI. (3b) Kepala Sekolah MA Putri telah melakukan rapat dengan tokoh-tokoh PUI. tokoh(4) Rombongan guru-guru melakukan aksi demonstrasi ke Yayasan PUI. guru(4a) Rombongan guru melakukan aksi demonstrasi ke Yayasan PUI. (4b) Guru-guru melakukan aksi demonstrasi ke Yayasan PUI. Guru19 

 

 

          

 

Contoh Kehematan: 

(c) Menghilangkan bentuk yang bersinonim
Takhemat Hemat sangat rapi rapi sekali demi untuk agar supaya walaupun« «, tetapi« sangat rapi sekali demi untuk   

agar supaya 



walaupun«, tetapi«

20

Contoh Kehematan: 

(d) Menghilangkan kata superordinat pada kata yang merupakan hiponiminya 

surat kabar (superordinat)

Kompas, Pikiran Rakyat, Gala Media, Media Indonesia 

warna (superordinat) 

kuning

merah

hijau

putih

hitam
21

Contoh Kehematan: 


(5) Kami berlangganan surat kabar Kompas. Kompas. (5a) Kami berlangganan Kompas. Kompas. (6) Dia mengenakan baju berwarna kuning. kuning. (6a) Dia mengenakan baju kuning. kuning. (e) Menghilangkan kata saling pada kata kerja resiprokal Takhemat Hemat saling pukul-memukul pukulpukul-memukul pukulsaling memukul saling kait-mengait kaitkait-mengait kaitsaling mengait pengaruh-memengaruhi pengaruhsaling memengaruhi 

  

 

 



saling pengaruh-memengaruhi pengaruh- 

(7) Kedua pemuda yang sedang berkelahi itu saling pukul-memukul. pukul-memukul. (7a) Kedua pemuda yang sedang berkelahi itu pukul-memukul. pukul-memukul. (7b) Kedua pemuda yang sedang berkelahi itu saling memukul. memukul.
22 



Bagian Ungkapan Idiomatik Sebaiknya Tidak Dihilangkan
Salah 

Benar bergantung kepada/pada terdiri atas sesuai dengan sejalan dengan berkaitan dengan dibandingkan dengan sehubungan dengan

bergantung/tergantung terdiri sesuai sejalan berkaitan dibandingkan sehubungan      

23

7. Susunan Kalimat dengan Ketunggalan Arti (Tidak Ambigu)   

(1) Mereka mengeluarkan botol bir dari dapur yang menurut hasil penelitian berisi cairan racun. Yang berisi cairan racun itu botol bir atau dapur? dapur? Jika yang berisi cairan racun itu botol bir, susunan bir, kalimatnya: (1a) Dari dapur, mereka mengeluarkan botol bir yang menurut hasil penelitian berisi cairan racun. (2) Pria dan wanita yang memakai pita akan mengikuti lomba balap karung. Siapa yang memakai pita, wanita saja atau wanita dan pria? Jika yang memakai pita itu wanita saja, pria? saja, susunan kalimatnya: (2a) Wanita yang memakai pita dan pria akan 24 mengikuti lomba balap karung.   

8. Kalimat harus Logis 

(1) Pembangunan jembatan yang diperkirakan menghabiskan dana sekitar dua miliar itu akan dibangun tahun depan. *Pembangunan dibangun? - Pembangunan dilaksanakan/dilakukan/dimulai - Jembatan dibangun (1a) Pembangunan jembatan yang diperkirakan menghabiskan dana sekitar dua miliar itu akan dilaksanakan/ dilakukan/dimulai tahun depan. (1b) Jembatan yang diperkirakan menghabiskan dana sekitar dua miliar itu akan dibangun tahun depan. (2) Dengan memanjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, Esa, makalah ini selesai penulis susun. (2a) Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas kehendak-Nya makalah ini dapat diselesaikan. kehendak-  

    

25

8. Kalimat harus Logis Contoh lain: 
 

(3) Kontraktor tidak jadi memilih lokasi tersebut karena sering kebanjiran. kebanjiran. Jika subjek anak kalimat (3) ditampilkan, struktur kalimatnya akan menjadi: (3) *Kontraktor tidak jadi memilih lokasi tersebut karena (kontraktor) sering *Kontraktor (kontraktor) kebanjiran. kebanjiran. Perbaikan: (3a) Kontraktor tidak jadi memilih lokasi tersebut karena lokasi tersebut sering kebanjiran. (3b) Lokasi tersebut tidak jadi dipilih oleh kontraktor karena sering kebanjiran. kebanjiran. (4) Hadiah itu dititipkannya kepada petugas tata usaha karena tidak bertemu dengan kepala sekolah. (4) *Hadiah itu dititipkannya kepada petugas tata usaha karena (hadiah itu) tidak *Hadiah bertemu dengan kepala sekolah. Perbaikan: (4a) Hadiah itu dititipkannya kepada petugas tata usaha karena dia tidak bertemu dengan kepala sekolah. (4b) Dia menitipkan hadiah itu kepada petugas tata usaha karena tidak bertemu dengan kepala sekolah.
26 

    

 

Contoh kalimat yang tidak logis 

(5) Putusan pengadilan tingkat banding diucapkan paling lama dua minggu setelah sidang banding pertama dilakukan. (6) Mayat wanita yang tewas itu sebelumnya dikabarkan sering keluar masuk rumah sakit. sakit. (7) Penduduk Desa Sidoarjo berbondong-bondong berbondongmenunggu iring-iringan jenazah Pak Sumo, warga desa iringSumo, mereka yang malang itu. (8) Saya lebih menyukai sate ayam daripada kambing. kambing.   

27

PERLATIHAN
I. Contoh kalimat yang tidak bersubjek 1. Setelah di Singapura, di Indonesia akan mengadakan pameran industri pesawat terbang. 2. Bagi perusahaan-perusahaan yang sudah go public bisa menjual berbagai perusahaanobligasi untuk mengatasi kesulitan dana tersebut. 3. Pengobatan kanker relatif mahal; untuk pasien stadium lanjut memerlukan dana puluhan juta rupiah. 4. Untuk mengetahui baik atau buruknya pribadi seseorang dapat dilihat dari tingkah lakunya sehari-hari. sehari5. Berdasarkan penelitian menemukan berbagai kesalahan berbahasa dalam media massa cetak. 6. Bagi mahasiswa yang belum melakukan registrasi dapat menghubungi pihak SBA. 7. Pada Bab IV skripsi ini tidak mengemukakan simpulan, tetapi mengemukakan hasil analisis. 8. Dalam konferensi negara-negara nonblok tidak memutuskan tempat negarapenyelenggaraan konferensi berikutnya. 9. Menurut ahli kependudukan itu mengatakan bahwa perkembangan jumlah penduduk masih melaju cepat, terutama di kota-kota besar. kota10. Di antara masalah nasional yang penting itu mencantumkan masalah kesusastraan sebagai masalah utama.

28

PERLATIHAN
II. Contoh kalimat yang tidak berpredikat
1.

2.

3.

Bahasa Indonesia yang merupakan bahasa nasional kita yang berasal dari bahasa Melayu. Makalah ini untuk memenuhi salah satu syarat ujian mata kuliah Agama. Film yang sangat ditunggu-tunggu pemutarannya itu yang akan ditungguditayangkan di RCTI.

III. Contoh kalimat majemuk yang terpenggal
1.

2.

3.

Dalam pendaftaran di Bandung digunakan identitas asli pendaftar. Sedangkan di kota lain digunakan identitas yang lain. Forum memutuskan bahwa skripsi mahasiswa tersebut tidak sah. Karena semua data yang terdapat di dalamnya merupakan hasil rekayasa si penulis. Matahari bergerak turun di balik pegunungan. Dan semua peserta jambore berangsur meninggalkan tempat kemah.
29

PERLATIHAN
IV. Contoh kalimat yang tidak padu 1. Pada Bab I penulis membahas tentang latar belakang masalah. 2. Makalah ini membahas mengenai pengaruh bahasa Inggris terhadap bahasa Indonesia. 3. Banyak buku kami telah baca, tetapi kami tidak temukan petunjuk penggunaan bahasa Indonesia secara baik dan benar. 4. Saya akan coba untuk menyelesaikan masalah tersebut. V. Contoh kalimat yang tidak sejajar (tidak paralel) 1. Khotbah Jumat yang baik akan berpengaruh terhadap meningkatnya wawasan keislaman, pembentukan kepribadian muslim, dan mengokohkan keimanan dan ketakwaan. 2. Segala usaha telah dilakukan untuk mengatasi masalah devaluasi dan penanganan masalah keuangan pada umumnya. 3. Pengembangan produksi yang baik memerlukan sarana yang baik pula, misalnya matangnya rencana, karyawan yang terampil, serta dana yang memadai. 4. LangkahLangkah-langkah penelitian yang dilakukan adalah pengumpulan, mencatat, mengklasifikasi, serta penganalisisan data. 5. Tahap akhir penyelesaian gedung itu adalah pengecatan seluruh tembok, terpasangnya sistem pembagian air, dan mengatur ruang.
30

PERLATIHAN
VI. Contoh kalimat yang tidak hemat 1. Kita diwajibkan untuk saling tolong-menolong dengan sesama tolongdisebabkan karena kita adalah makhluk sosial. 2. Ibadah haji adalah merupakan kumpulan simbol-simbol yang simbolsangat indah sekali. 3. Uraian pidatonya amat panjang sekali sehingga akibatnya pendengar menjadi bosan. 4. Yang menjadi informan dalam penelitian ini hanya laki-laki yang lakisudah bekerja saja. 5. Seminar itu berlangsung mulai dari pukul 09.00-12.00. 09.006. Sejak dari kemarin saya susah tidur. 7. Jika Anda sudah memenuhi semua persyaratan yang ditentukan, Anda boleh mengikuti perkuliahan. 8. Untuk sementara waktu, melonjaknya harga berbagai barangbarangbarang tidak perlu dirisaukan. 9. Setelah penjahat itu ditahan beberapa kali, penjahat itu akhirnya kembali ke jalan yang benar. 10. Paragraf adalah rangkaian kalimat-kalimat yang berkaitan yang kalimatmengandung satu gagasan.
31

PERLATIHAN
VII. Contoh kalimat yang bermakna ganda
1. 2. 3. 4.

Istri lurah yang menderita epilepsi itu sangat ramah. Uang kuliah mahasiswa baru akan dinaikkan per 1 Januari 2007. Mereka tidak paham dan mengerti masalah politik. Bayi yang mendapat ASI lebih sedikit mengandung virus dibandingkan dengan bayi yang mendapat susu botol.

VIII. Contoh kalimat yang tidak logis
1. 2.

3.

4.

5.

6.

Waktu dan tempat kami persilakan. Larutan penyegar ini dapat menghilangkan panas dalam, sariawan, bibir pecah-pecah, dan hidung tersumbat. pecahLaporan ini dibuat untuk menyempurnakan kekurangan pada laporan yang lalu. Karena terbukti bersalah, hakim ketua menjatuhkan vonis 10 tahun penjara kepada terdakwa. Setelah dibahas secara mendalam, semua peserta menyetujui usulan tersebut. Sebelum dijual, para petugas terlebih dahulu memperbaiki mesin tik itu.
32

Selamat menulis

33

Selamat Bekerja

34

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->