P. 1
IMPLEMENTASI PELAKSANAAN OTONOMI DAERAH DALAM KONTEKS DESENTRALISASI PEMBANGUNAN TERHADAP PERENCANAAN PENDIDIKAN DI KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE.

IMPLEMENTASI PELAKSANAAN OTONOMI DAERAH DALAM KONTEKS DESENTRALISASI PEMBANGUNAN TERHADAP PERENCANAAN PENDIDIKAN DI KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE.

|Views: 552|Likes:
Published by Jerry Makawimbang

More info:

Published by: Jerry Makawimbang on Jan 19, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/17/2013

pdf

text

Metode yang paling umum digunakan dalam penelitian kualitatif adalah

wawancara dan observasi. Kemampuan melakukan wawancara dan observasi

merupakan kemampuan dasar yang perlu dimiliki oleh peneliti kualitatif. Dasar

ketrampilan wawancara dan observasi berperan besar dalam pelaksanaan

33

metodemetode yang lebih praktis (Poerwandari, 2001, h. 64). Di dalam penelitian

ini, akan digunakan empat macam metode pengumpulan data, yaitu: wawancara,

observasi, materi audiovisual, dan dokumen. Berikut ini adalah penjelasan dari

masing-masing metode yang akan digunakan dalam penelitian ini.

1. Wawancara

Wawancara adalah percakapan dan tanya jawab yang diarahkan untuk

mencapai tujuan tertentu. Wawancara kualitatif dilakukan bila peneliti bermaksud

untuk memperoleh pengetahuan tentang makna-makna subjektif yang dipahami

individu berkaitan dengan topik yang diteliti (Poerwandari, 2001, h. 75).

Wawancara pada dasarnya dibagi menjadi tiga, yaitu: wawancara terstruktur,

semi-terstruktur, dan tidak terstruktur. Di dalam penelitian ini, akan digunakan

wawancara dengan bentuk semi-terstruktur. Wawancara untuk penelitian ini akan

dilakukan dengan cara berhadapan langsung dengan subjek penelitian. Di dalam

proses wawancara ada pedoman wawancara yang sangat umum, dengan

mencantumkan hal-hal penting yang harus ditanyakan tanpa menentukan urutan

pertanyaan. Pedoman wawancara ini digunakan untuk mengingatkan mengenai

aspek-aspek yang harus dibahas sekaligus menjadi daftar pengecek aspek relevan

yang perlu dibahas atau ditanyakan (Patton dikutip dalam Poerwandari, 2001, h.

76). Guba dan Lincoln (dikutip dalam Moleong, 2002, h. 137) menyatakan bahwa

untuk penelitian kualitatif sebaiknya digunakan wawancara terbuka. Wawancara

terbuka maksudnya adalah subjek mengetahui bahwa mereka sedang

diwawancarai dan mengetahui pula apa maksud wawancara tersebut. Di dalam

penelitian ini akan digunakan jenis wawancara tersebut. Menurut Smith et al

(dikutip dalam Poerwandari, 2001, h. 77) di dalam menyusun pertanyaan untuk

wawancara, harus diperhatikan beberapa aspek, antara lain: pewawancara harus

bersifat netral, tidak diwarnai nilai-nilai tertentu, dan tidak mengarahkan.

Kemudian juga perlu dihindari penggunaan istilah-istilah yang canggih, resmi,

ataupun tinggi, serta perlunya menggunakan pertanyaan terbuka, bukan

pertanyaan tertutup. Pertanyaan perlu diformulasikan secara jelas, sederhana,

singkat, dan tidak mengandung beberapa pesan pertanyaan sekaligus. Di dalam

pelaksanaan wawancara, ada beberapa hal yang juga harus diperhatikan, yaitu:

menyiapkan diri menjadi penerima informasi yang baik; menghindari banyak

34

bicara; mencoba untuk melakukan probe, yaitu teknik tersamar untuk memancing

subjek berbicara, probe ini harus bersifat netral atau tidak mengarahkan jawaban

subjek, peneliti juga perlu untuk bersikap peka dalam menghadapi subjek. Di

dalam pengambilan data nantinya, perlu menjalin rapport (hubungan baik) dengan

orang yang akan diwawancarai sekaligus menjaga netralitas data.

2. Observasi

Observasi dikaitkan dengan kegiatan memperhatikan secara akurat, mencatat

fenomena yang muncul, dan mempertimbangkan hubungan antar aspek dalam

fenomena tersebut (Poerwandari, 2001, h. 70). Observasi sering dianggap mudah

oleh para peneliti, padahal sebenarnya dibutuhkan latihan agar bisa mahir dalam

observasi. Alat perekam pun tidak sepenuhnya sempurna, karena kadang-kadang

ada proses yang tidak terekam kamera atau tape recorder. Kesulitan ini bisa

diatasi dengan menyediakan lembaran - lembaran khusus untuk dicatat di

lapangan. Memori peneliti sangat terbatas dan mudah terganggu dengan

banyaknya informasi dari luar sehingga perlu untuk dilakukan pencatatan

langsung setelah observasi. Buford Junker (dikutip dalam Moleong, 2002, h. 127)

membagi peran pengamat dalam sebuah observasi penelitian menjadi tiga. Peran

yang akan digunakan adalah peran yang ketiga, yaitu subjek mengetahui bahwa

dirinya sedang diobservasi untuk sebuah penelitian. Oleh karena itu, diharapkan

subjek tetap bisa berlaku seperti adanya dan memberikan informasi yang

diperlukan oleh pengamat sekaligus peneliti. Catatan observasi akan dilaporkan

secara faktual, deskriptif dan akurat. Hasil observasi dicatat pada catatan lapangan

dengan menuliskan pula tanggal dan waktu pencatatan.

3. Materi audiovisual

Materi audiovisual adalah salah satu metode penunjang wawancara dan

observasi yang sangat penting yang digunakan untuk menyimpan apa yang dilihat

dan didengarkan agar lebih awet dan bisa diulang kapan saja. Peralatan

audiovisual yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah recorder dan

kamera. Recorder akan digunakan untuk merekam wawancara dengan subjek

maupun dengan narasumber secara audio, sedangkan kamera akan digunakan

35

untuk mengambil beberapa foto subjek. Satu hal yang penting dalam penyiapan

alat audiovisual adalah dengan benar-benar memeriksa dan menguji coba alat

tersebut terlebih dahulu agar nantinya dalam pelaksanaan wawancara dan

observasi tidak terjadi kesalahan-kesalahan yang akan merugikan peneliti sendiri.

4. Dokumen

Metode pengumpulan data yang keempat adalah penggunaan dokumen.

Dokumen yang akan digunakan adalah dokumen publik yang sifatnya resmi,

seperti SK pengangkatan CPNS, SK pengangkatan PNS, SK kenaikan pangkat

dan golongan, dan juga ijazah tanda lulus kuliah. Penggunaan dokumen bisa

digunakan untuk bukti keberadaan subjek dan analisis data (Poerwandari, 2001, h.

69).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->