P. 1
Peraturan Kepala BPSDM Ttg Pedoman Diklat Kepelautan

Peraturan Kepala BPSDM Ttg Pedoman Diklat Kepelautan

|Views: 4,626|Likes:
Published by Muhamad Adib Hasan

More info:

Published by: Muhamad Adib Hasan on Jan 20, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/10/2014

pdf

text

original

Rkabadan-pedoman penyelenggaraan diklat-final

PERATURAN KEPALA BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN NOMOR : SK. 2162/HK.208/XI/DIKLAT-2010 TENTANG PEDOMAN PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEPELAUTAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN, Menimbang : a. bahwa dalam rangka melaksanakan ketentuan dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM.43 Tahun 2008 tentang Pendidikan dan Pelatihan, Ujian Keahlian Pelaut, serta Sertifikasi Kepelautan, diperlukan penyusunan pedoman penyelenggaraan Diklat Kepelautan; b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud huruf a di atas, perlu menetapkan Peraturan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan tentang Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Kepelautan; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301); 2. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 64, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4849); 3. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2000 tentang Kepelautan (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 13, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3929); 4. Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2004 tentang Penyusunan Rencana Kerja dan anggaran Kementerian Negara/Lembaga (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4406). 5. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 41, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4496);
1

Rkabadan-pedoman penyelenggaraan diklat-final

6. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2009 tentang Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Departemen Perhubungan; 7. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 23, Tambahan Lembaran Negara Nomor 5105); 8. Keputusan Bersama Menteri Perhubungan, Menteri Pendidikan Nasional dan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor KM. 41 Tahun 2003, Nomor 5/U/KB.2003 Nomor KEP.208A/MEN/2003 tentang Sistem Standar Mutu Kepelautan Indonesia; 9. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM. 52 Tahun 2007 tentang Pendidikan dan Pelatihan Transportasi, sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM.64 Tahun 2009; 10. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM.43 Tahun 2008 tentang Pendidikan dan Pelatihan, Ujian Keahlian Pelaut, serta Sertifikasi Kepelautan; 11. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 32 Tahun 2009 tentang Mekanisme Pendirian Badan Hukum Pendidikan, Perubahan Badan Hukum Milik Negara atau Perguruan Tinggi, dan Pengakuan Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi sebagai Badan Hukum Pendidikan ; 12. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM. 60 tahun 2010 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja di lingkungan Departemen Perhubungan; Memperhatikan : Keputusan Dirjen Hubla Nomor PH. 33/I/5 /DJPL-10 tentang Sistem dan Prosedur Penyelenggaraan Ujian Keahlian Pelaut dan Sertifikasi Kepelautan; MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN KEPALA BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN TENTANG PEDOMAN PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEPELAUTAN.

2

Rkabadan-pedoman penyelenggaraan diklat-final

BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam peraturan ini yang dimaksud dengan : 1. Pendidikan Kepelautan adalah pendidikan dalam berbagai jalur, jenis dan jenjang untuk mendapatkan dan/atau meningkatkan keahlian dan keterampilan guna memperoleh ijazah/sertifikat pelaut. Pendidikan dan Pelatihan Kepelautan selanjutnya disingkat Diklat Kepelautan adalah pendidikan kepelautan untuk mencapai tingkat keahlian dan keterampilan tertentu sesuai dengan jenjang dan jenis kompetensi yang ditujukan untuk pengawakan kapal niaga Diklat Keahlian Pelaut adalah diklat dalam berbagai jalur, jenis dan jenjang untuk meningkatkan keahlian guna mendapatkan sertifikat keahlian pelaut. Diklat Keterampilan Khusus Pelaut adalah diklat untuk mendapatkan kecakapan dan keterampilan untuk melakukan tugas dan/atau fungsi tertentu di kapal. Lembaga Diklat Kepelautan adalah lembaga diklat yang diselenggarakan oleh Pemerintah atau masyarakat sesuai ketentuan peraturan perundangundangan. Rekomendasi adalah hasil penilaian pemenuhan kriteria penyelenggaraan pendidikan kepelautan. Sistem Standar Mutu adalah Sistem Standar Mutu Kepelautan Indonesia yang ditetapkan oleh Keputusan Bersama Menteri Perhubungan, Menteri Pendidikan Nasional dan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan diklat kepelautan. Sertifikat Keahlian Pelaut adalah bukti pengakuan terhadap kompetensi untuk melakukan pekerjaan sebagai pelaut. Sertifikat Keterampilan Khusus Pelaut adalah bukti pengakuan kecakapan dan keterampilan untuk melakukan tugas dan fungsi khusus di kapal. Praktik Laut adalah bagian dari kegiatan pembelajaran pada Diklat Kepelautan berupa praktik berlayar untuk peserta pendidikan dan pelatihan kepelautan di kapal niaga dengan ukuran kapal, tenaga penggerak utama dan daerah pelayaran yang ditetapkan sesuai dengan sertifikat yang akan diperoleh.
3

2.

3.

4.

5.

6. 7.

8.

9. 10. 11.

Menteri adalah Menteri yang memiliki tugas dan tanggung jawab di bidang perhubungan. serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan. yang diterbitkan dan ditandatangani oleh Kepala/Direktur/Ketua Lembaga Diklat Kepelautan dan diketahui oleh Kepala Pusat atau diatur dalam peraturan tersendiri. 19. tutor. dosen. widyaiswara. Pendidik Tidak Tetap tetap adalah Pendidik yang bekerja paruh waktu yang berstatus sebagai tenaga pendidik tidak tetap pada Lembaga Diklat Kepelautan tertentu. jenis dan jenjang untuk meningkatkan keahlian guna mendapatkan sertifikat keahlian pelaut. Diklat Keahlian Pelaut yang selanjutnya disebut DKP adalah diklat dalam berbagai jalur. Direktur Jenderal adalah Direktur Jenderal yang memiliki tugas dan tanggung jawab di bidang perhubungan laut. 14. Kepala Pusat adalah Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut. Kepala Badan adalah Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan yang memiliki tugas dan tanggung jawab di bidang pengembangan sumber daya manusia perhubungan. (1) Pedoman penyelenggaraan Diklat Kepelautan disusun dengan maksud untuk memberi arah dan petunjuk kepada Lembaga Diklat Kepelautan dalam penyelenggaraan Diklat Kepelautan. instruktur. konselor. dan sebutan lain yangsesuai dengan kekhususannya. fasilitator. Pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru.Rkabadan-pedoman penyelenggaraan diklat-final 12. 17. 4 . 21. 18. 15. Pendidik Tetap adalah Pendidik yang bekerja penuh waktu yang berstatus sebagai tenaga pendidik tetap pada Lembaga Diklat Kepelautan tertentu. Pendidikan Vokasi adalah pendidikan tinggi yang mempersiapkan peserta didik untuk memiliki pekerjaan dengan keahlian terapan tertentu maksimal setara dengan program sarjana. pamong belajar. Surat Tanda Tamat Pendidikan Kepelautan yang selanjutnya disebut STTPK adalah Surat Keterangan telah menyelesaikan DKP. 16. BAB II MAKSUD DAN TUJUAN Pasal 2 13. 20.

b. (3) Rincian lebih lanjut mengenai Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Kepelautan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2). b. persyaratan penerimaan peserta didik. diselenggarakan secara Nonformal.Rkabadan-pedoman penyelenggaraan diklat-final (2) Pedoman penyelenggaraan Diklat Kepelautan disusun dengan tujuan untuk: a. tercantum pada Lampiran I s. c. b. mengatur penerimaan peserta didik dan tata cara pelaksanaan Diklat Kepelautan dalam rangka tercapainya penyelenggaraan Diklat Kepelautan sesuai dengan sistem standar mutu kepelautan. mengoptimalkan peran dan fungsi Lembaga Diklat Kepelautan dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas pelaut kapal niaga. dan pengendalian penyelenggaraan Diklat Kepelautan. dan pemberian pengesahan program. c. Diklat Keahlian Pelaut. dan tata cara pelaksanaan evaluasi Diklat Kepelautan: (1) (2) (3) pemberian rekomendasi izin pelaksanaan Diklat Kepelautan. diselenggarakan dengan sistem terbuka melalui tatap muka. BAB IV PELAKSANAAN DIKLAT KEPELAUTAN Pasal 4 Diklat Kepelautan meliputi: a. persyaratan dan pelaksanaan Diklat Kepelautan. pengawasan. Jalur Diklat Kepelautan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 huruf b. BAB III RUANG LINGKUP Pasal 3 Ruang lingkup pengaturan pedoman penyelenggaraan Diklat Kepelautan pada Peraturan ini meliputi: a. Diklat Kepelautan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2). pencabutan izin. 5 . dan memberikan petunjuk pelaksanaan.d XLVII. dan Diklat Keterampilan Khusus Pelaut. diselenggarakan secara Formal dan Nonformal. Pasal 5 (1) (2) (3) Jalur Diklat Kepelautan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 huruf a.

Sistem pengujian (school tests and examination system). peralatan pengajaran (general teaching means). and retention). dan fasilitas perpustakaan dan internet (library and internet facilities). s. f. h. Sistem manajemen mutu (quality management system). Pasal 7 Jenis Pendidikan Formal Kepelautan mencakup Pendidikan Kejuruan. program Iitbang (research and development program). r. e.Rkabadan-pedoman penyelenggaraan diklat-final Pasal 6 Jenjang Pendidikan Formal Kepelautan terdiri atas pendidikan menengah dan pendidikan tinggi. l. evaluasi dari siswa dan system (feedback from students and industry). k. d. penerimaan siswa (students admission. i. dokumentasi administrasi (administrative documentation). perbandingan tenaga pengajar dan siswa (instructor student ratio). persyaratan akademik (faculty requirements). b. perizinan (authorization). p. j. jenjang dan jenis Diklat Kepelautan dalam bentuk satuan pendidikan diselenggarakan oleh Pemerintah. n. persyaratan tenaga pengajar (instructor requirements). kurikulum (curriculum). o. fasilitas pengajaran (campus/public spaces/offices/class room and laboratories). Pasal 8 (1) Jalur. q. Akademik. beban tenaga pengajar (instructors teaching load). persyaratan pengembangan program (development program requirements). struktur organisasi (organization). BAB V PERSYARATAN DIKLAT KEPELAUTAN Bagian Kesatu Jenis Persyaratan Pasal 9 Lembaga Diklat Kepelautan wajib memenuhi persyaratan dalam pelaksanaan Diklat Kepelautan yang meliputi: a. strategi diklat (education and training strategies). dan Vokasi. 6 (2) . dilaksanakan oleh Lembaga Diklat Kepelautan. c. selection. visi dan misi (mission statement). g. Pemerintah Daerah dan/atau masyarakat. Satuan pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). m.

Rekomendasi sebagaimana dimaksud pada ayat (3). Rekomendasi sebagaimana dimaksud pada ayat (3). c. b. Lembaga Diklat Kepelautan yang melaksanakan Diklat Keahlian Pelaut serta Diklat Keterampilan Khusus Pelaut wajib memiliki pengesahan (approval) dari Direktur Jenderal. c. didelegasikan kepada Kepala Pusat. (8) 7 . meliputi hasil audit dan penilaian terhadap: a.Rkabadan-pedoman penyelenggaraan diklat-final Bagian Kedua Persyaratan untuk Lembaga Diklat Kepelautan Paragraf 1 Perizinan (authorization) Pasal 10 (1) Lembaga Diklat Kepelautan yang melaksanakan Diklat Keahlian Pelaut wajib memiliki izin penyelenggaraan yang diterbitkan oleh: a. dan peralatan diklat (equipment and teaching materials). Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan Nasional bagi Sekolah Menengah Kejuruan Pelayaran bertaraf internasional. diberikan berdasarkan laporan hasil penilaian evaluasi dari Tim Kerja yang dibentuk oleh Kepala Pusat. berlaku paling lama 5 (lima) tahun dan diterbitkan dengan tanda tangan Kepala Pusat atas nama Kepala Badan. diterbitkan setelah mendapatkan rekomendasi dari Kepala Badan. Rekomendasi sebagaimana dimaksud pada ayat (3). organisasi dan sumber daya manusia (organization and staff resources). Pengesahan (approval) sebagaimana dimaksud pada ayat (2). sarana dan prasarana diklat (infra-provision teaching facilities). b. (3) (4) (5) (6) (7) Rekomendasi sebagaimana dimaksud pada ayat (3). disusun sesuai dengan format laporan sesuai dengan IMO Model Course dan QSS. dan Dinas yang membidangi pendidikan di Kabupaten/Kota bagi Sekolah Menengah Kejuruan Pelayaran. (2) Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional bagi Perguruan Tinggi. Laporan hasil penilaian evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (6).

memberikan makna bagi kehidupan anggota organisasi. d. merupakan hasil audit dan penilaian terhadap pembuktian obyektif bahwa sistem standar mutu telah terimplementasi secara efektif khususnya dilihat dari aspek competence education and training. Pasal 14 (1) Visi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 ayat (1). harus jelas dan mampu: a. Rincian lebih lanjut mengenai prosedur penerbitan Rekomendasi serta bentuk dan format Rekomendasi. tercantum pada Lampiran LI dalam Peraturan ini. dan menjembatani keadaan sekarang dengan keadaan masa depan. membentuk suatu standar keunggulan. (2) menarik komitmen dan menggerakkan anggota organisasi.Rkabadan-pedoman penyelenggaraan diklat-final Pasal 11 (1) Lembaga Diklat Kepelautan yang telah mendapatkan rekomendasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (3). c. Pengesahan (approval) sebagaimana disebut pada ayat (1). Paragraf 2 Visi dan Misi (mission statement) Pasal 13 (1) Visi merupakan suatu gambaran yang menantang tentang keadaan masa depan yang berisikan cita dan citra yang ingin diwujudkan oleh Lembaga Diklat Kepelautan. 8 . b. diukur dengan kemampuan misi dalam mencapai tujuan dan sasaran lembaga. Pasal 12 (1) Rekomendasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (2) dan Pasal 6. (2) (2) (2) Misi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 ayat (2). dievaluasi secara berkala setiap 1 (satu) tahun sekali oleh Kepala Pusat. dijadikan dasar pertimbangan untuk mendapatkan pengesahan (approval) program Diklat Kepelautan dari Direktur Jenderal. Misi merupakan pernyataan yang menggambarkan tujuan dan sasaran yang harus diemban atau dilaksanakan oleh Lembaga Diklat Kepelautan sebagai penjabaran visi yang telah ditetapkan.

yang memuat: a. ketentuan yang mendukung kesinambungan diklat kepelautan. c. d. dan persyaratan yang terkait dengan standar metodologi dan teknik diklat. wajib mengembangkan kebijakan dan strategi untuk memastikan bahwa Diklat Kepelautan selalu dilaksanakan secara benar untuk menjamin mutu program Diklat Kepelautan. Arah dan petunjuk pelaksanaan Diklat Kepelautan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) Tujuan strategis sebagaimana dimaksud pada ayat (1). berdasarkan pada petunjuk pelaksanaan IMO Model Course. c.Rkabadan-pedoman penyelenggaraan diklat-final Paragraf 3 Strategi Diklat Pasal 15 (1) Lembaga Diklat Kepelautan wajib memiliki rencana strategi diklat yang memuat arah dan petunjuk pelaksanaan Diklat Kepelautan yang digunakan dalam rangka mencapai tujuan strategis. harus mendefinisikan secara jelas dan transparan mengenai tanggung jawab manajemen dalam organisasi lembaga yang melaksanakan program Diklat Kepelautan. b. Certification and Watchkeeping for Seaferers 1978 (STCW 1978. 9 . b. (3) manajemen. pengaturan program Diklat Kepelautan: 1) Lembaga Diklat Kepelautan harus memiliki kantor yang dipimpin oleh Pendidik tetap untuk mengatur program Diklat Kepelautan. harus disesuaikan dengan formulasi yang diatur dalam International Convention on Standards of Training. mempunyai organ pelaksana program Diklat Kepelautan. Paragraf 4 Struktur Organisasi (organization) Pasal 16 Struktur organisasi dari Lembaga Diklat Kepelautan yang menyelenggarakan Diklat Keahlian Pelaut harus memenuhi kriteria berikut ini: a.

memiliki pengalaman berlayar pada tingkat manajerial di kapal dengan daerah pelayaran tak terbatas atau pengalaman kerja di Direktur Jenderal/industri maritim selama 5 (lima) tahun. 10 . peralatan serta perlengkapannya. memberikan pengarahan kepada peserta didik sebelum berangkat praktik laut (prala) dan setelah selesai prala terkait dengan buku panduan prala. memiliki kesarjanaan yang relevan dengan program Diklat Kepelautan. organisasi Lembaga Diklat Kepelautan harus memiliki unit perawatan (maintenance division). maka Lembaga Diklat Kepelautan tersebut harus memiliki Satuan Layanan Praktik Laut (Shipboard Training Office). c) d) 3) apabila program Diklat Kepelautan yang peserta didiknya wajib melaksanakan praktik laut..Rkabadan-pedoman penyelenggaraan diklat-final 2) Pendidik tetap harus memiliki kualifikasi akademik yang relevan. dan ditetapkan dengan Surat Keputusan Pimpinan Lembaga Diklat Kepelautan dengan persyaratan sebagai berikut: a) b) memiliki sertifikat keahlian pelaut tingkat manajerial sebagaimana ditentukan dalam STCW 1978 dan amandemennya. Satuan Layanan Praktik Laut paling sedikit harus: (a) memiliki kerjasama dengan perusahaan angkutan laut yang kapalnya berlayar atau operasi sesuai dengan sertifikat yang akan didapatnya dalam hal penempatan peserta didik untuk melakukan praktik laut. pengalaman. sanggup memantau dan bekerjasama dengan pemilik atau operator kapal dalam mengevaluasi kinerja peserta didik selama di atas kapal. Satuan Layanan Praktik Laut (Shipboard Training Office) wajib bertanggung jawab terhadap administrasi dan koordinasi aktivitas dan terpenuhinya persyaratan peserta didik yang akan praktik laut. membantu peserta didik dalam penempatan praktik laut di kapal. (b) (c) (d) (e) 4) dalam menjamin kesesuaian infrastruktur dengan penggunaan yang optimal dari permesinan. dan menjaga rekaman daftar peserta didik praktik laut. memiliki pengalaman mengajar selama 2 (dua) tahun.

pengaturan program Diklat Kepelautan: 1) 2) Lembaga Diklat Kepelautan harus memiliki kantor yang dipimpin oleh Pendidik tetap untuk mengatur program Diklat Kepelautan. pengalaman. organisasi Lembaga Diklat Kepelautan harus memiliki unit perawatan (maintenance division). dan evaluasi program. dan evaluasi program. tanggung jawab manajemen dalam organisasi lembaga yang melaksanakan program Diklat Kepelautan harus didefinisikan secara jelas dan transparan. program dapat dilaksanakan oleh lembaga yang melaksanakan program pendidikan di luar bidang maritim. dengan persyaratan sebagai berikut: a) b) e. c. b. memiliki pengalaman mengajar selama 2 (dua) tahun. Pendidik tetap harus memiliki kualifikasi yang relevan. belajar. peralatan serta perlengkapannya. belajar. f. presentasi. dan aktivitas pengajaran. dalam menjamin kesesuaian infrastruktur dengan penggunaan yang optimal dari permesinan. Lembaga Diklat Kepelautan harus memiliki unit jaminan mutu internal dalam rangka untuk: 1) 2) perencanaan.Rkabadan-pedoman penyelenggaraan diklat-final 5) Lembaga Diklat Kepelautan harus memiliki unit jaminan mutu internal dalam rangka untuk: (a) (b) perencanaan. disain. dan komunikasi. d. Pasal 17 Struktur organisasi dari Lembaga Diklat Kepelautan yang menyelenggarakan Diklat Keterampilan Khusus Pelaut. 11 . dan aktivitas pengajaran. memiliki sertifikat keterampilan khusus yang sesuai dengan program diklat yang diselenggarakan sebagaimana ditentukan dalam STCW 1978 dan amandemennya. wajib mengembangkan kebijakan dan strategi untuk memastikan bahwa Diklat Kepelautan selalu dilaksanakan secara benar untuk menjamin mutu program Diklat Kepelautan. dan komunikasi. disain. presentasi. harus memenuhi kriteria berikut ini: a.

Pendidik yang diberi penugasan khusus untuk supervisi laboratorium untuk mata kuliah/pelajaran profesional tidak diharuskan memiliki sertifikat keahlian ANT-III atau ATT-III. Pendidik untuk mata kuliah/pelajaran profesional pada tingkat manajerial sebagaimana ditetapkan pada Tabel A-II/2atau A-III/2 dari STCW 1978 beserta amandemennya harus memiliki sertifikat keahlian ANT-I.Rkabadan-pedoman penyelenggaraan diklat-final Paragraf 5 Persyaratan Pendidik (instructor requirements) Pasal 18 (1) Persyaratan Pendidik pada Lembaga Diklat Kepelautan menyelenggarakan Diklat Keahlian Pelaut. yang Pendidik untuk mata kuliah/pelajaran NON PROFESI umum harus memiliki paling rendah ijazah S1 atau Diploma IV dan diharuskan mengajar mata kuliah/pelajaran yang menjadi spesialisasinya saja. . e. Pendidik untuk mata kuliah/pelajaran profesional pada tingkat operasional sebagaimana ditetapkan pada Tabel A-II/1atau A-III/1 dari STCW 1978 beserta amandemennya harus memiliki sertifikat keahlian serendah-rendahnya ANT-III atau ATT-III. Pendidik yang mengajarkan/melatih mata kuliah/pelajaran yang menuntut pemakaian simulator harus terlebih dahulu menerima petunjuk tentang teknik pelatihan dan memiliki pengalaman dalam mengoperasikan simulator yang harus dipakainya. g. kecuali Pancasila (Kewarganegaraan) dapat diajar oleh sarjana apa pun yang telah berpengalaman mengajar Pancasila (Kewarganegaraan). Pendidik laboratorium harus memiliki kualifikasi profesional dan pengalaman yang relevan dengan pengoperasian laboratorium yang ditanganinya. f. Contoh: Sarjana matematika hanya boleh mengajar matematika saja. ATT-I. Pendidik untuk mata kuliah/pelajaran profesional pada tingkat operasional harus memiliki pengalaman berlayar sebagai perwira jaga di atas kapal berukuran 3000 GT atau 3000 kW pada daerah pelayaran tak terbatas. 12 c. ANT-II atau ATT-II dengan pengalaman berlayar pada pelayaran tak terbatas sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun setelah dimilikinya sertifikat tersebut. Pendidik untuk mata kuliah/pelajaran profesional pada tingkat manajerial harus memiliki pengalaman sekurang-kurangnya 1 (satu) tahun mengajar pada tingkat operasional. d. sebagai berikut: a. b.

Pendidik baru diperbolehkan mengajar pada masing-masing topik/pokok bahasan sebagai asisten Pendidik di bawah pengawasan Pendidik yang profesional. Pendidik yang diberi penugasan khusus untuk supervisi peralatan pada masing-masing topik/pokok bahasan harus memiliki kualifikasi profesional dan pengalaman yang relevan dengan pengoperasian peralatan yang ditanganinya. Pendidik yang mengajar pada masing-masing topik/pokok bahasan harus memiliki pengalaman paling sedikit 1 (satu) tahun mengajar.d XLVII dalam Peraturan ini. Semua Pendidik mata kuliah/pelajaran profesional wajib menyelesaikan diklat yang memenuhi persyaratan IMO Model Course 6. (2) Rincian persyaratan Pendidik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sebagaimana tercantum pada Lampiran XXV s. Dalam kurun waktu 12 (dua belas) bulan tersebut.09 and IMO Model Course 3. b.d XXIV dalam Peraturan ini. Pendidik baru untuk mata kuliah/pelajaran profesional wajib menyelesaikan diklat yang memenuhi persyaratan IMO Model Course 6. dia diperbolehkan mengajar mata kuliah/pelajaran pada tingkat operasional sebagai asisten Pendidik di bawah pengawasan Pendidik yang profesional.12. Paragraf 6 Persyaratan Pengembangan Program (development program requirements) Pasal 20 (1) Lembaga Diklat Kepelautan yang menyelenggarakan Diklat Keahlian Pelaut harus menyediakan program pengembangan Pendidik dalam rangka meningkatkan profesionalitas pendidik untuk memastikan kesesuaian dan kemutakhiran Diklat Keahlian Kepelautan. Pasal 19 (1) Persyaratan Pendidik untuk Lembaga Diklat Kepelautan menyelenggarakan Diklat Keterampilan Khusus. (2) Persyaratan Pendidik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sebagaimana tercantum pada Lampiran I s. c.Rkabadan-pedoman penyelenggaraan diklat-final h.09 dalam waktu 12 (dua belas) bulan terhitung mulai tanggal penugasannya. i. 13 . yang Pendidik yang mengajar pada masing-masing topik/pokok bahasan harus memiliki sertifikat sesuai dengan IMO Model Course yang relevan. d. sebagai berikut: a.

harus dapat diikuti oleh semua Pendidik. b.05. Paragraf 7 Beban Pendidik (instructors teaching load) Pasal 21 (1) (2) Ketentuan umum beban mengajar tatap muka maksimum untuk seorang Pendidik paling banyak 40 (empat puluh) jam pelajaran per minggu. f. program bea-siswa atau program hibah. masa orientasi untuk Pendidik baru. Formula untuk jumlah hari paling banyak mengajar bagi Pendidik tidak tetap adalah = % beban jam mengajar maksimum dalam 1 (satu) minggu x 0. dan program peningkatan kompetensi bagi Pendidik. dan pemisahan atau penempatan.Rkabadan-pedoman penyelenggaraan diklat-final (2) Program pengembangan Pendidik sebagaimana dimaksud pada ayat (1). d. b. bantuan pembiayaan diklat atau potongan biaya diklat. Paragraf 8 Persyaratan Akademik (faculty requirements) Pasal 22 (3) (4) Lembaga Diklat Kepelautan wajib menyediakan petunjuk kepegawaian pada bagian yang melaksanakan program diklat kepelautan yang memuat informasi dan kebijakan tentang: a. pelatihan dalam memenuhi persyaratan sebagai Pendidik. 14 . Jumlah jam mengajar harus dibatasi paling banyak 8 (delapan) jam pelajaran per hari serta tersedia waktu yang cukup untuk makan siang dan istirahat. penerimaan pegawai. golongan gaji. fungsi dan tanggung jawab. manfaat untuk pegawai (asuransi kesehatan dan tunjangan kesejahteraan). evaluasi. Pendidik yang memiliki unjuk kerja sangat memuaskan dapat diizinkan untuk mendapat beban tambahan 6 (enam) jam pelajaran per minggu dengan ketentuan bahwa jumlah mata kuliah atau pelajaran tidak lebih dari 2 (dua). c. dan kode etik pegawai. e. g. retensi. e. d. promosi jabatan. yang paling sedikit memuat: a. sistem peringkat. c.

Jumlah paling sedikit intruktur mata kuliah/pelajaran umum adalah 2 (dua) orang. III. V.Rkabadan-pedoman penyelenggaraan diklat-final Paragraf 9 Perbandingan Tenaga Pengajar dan Siswa (instructor student ratio) Pasal 23 (1) Jumlah instruktur pelaut untuk setiap program harus tidak kurang dari 3 (tiga) orang yang paling sedikit terdiri dari 2 (dua) instruktur senior dan 1 (satu) asisten instruktur. IV. Sistem standar mutu Annex A – Part 1 (Minimum Standards) berisi struktur dan deskripsi dari berbagai mata kuliah/pelajaran yang merupakan bagian integral dari standar minimum Diklat Kepelautan. dan 15 (2) (3) (4) (5) (2) (3) (4) . membuat MOA dengan Lembaga Diklat Kepelautan yang telah mendapat pengesahan (approval) dari Direktur Jenderal untuk melaksanakan program pelatihan. b. Pengembangan/perubahan terhadap kurikulum inti diizinkan setelah mendapat persetujuan dari Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. seorang instruktur. dan VI dari STCW ’78 beserta amandemennya dan merupakan bagian dari Kurikulum program Diklat Kepelautan. Jumlah siswa paling banyak 30 (tiga puluh) orang per kelas untuk mata kuliah atau pelajaran yang bersifat teoretikal. harus: a. mendokumentasikan pelaksanaan Diklat Kepelautan sebagai bukti aktual pelaksanaan MOA. Jumlah siswa untuk praktik di laboratorium dan aktivitas kelompok. atau supervisor akan melatih kelompok siswa yang anggotanya paling banyak 10 (sepuluh) orang. Jumlah paling sedikit instruktur untuk program Diklat Kepelautan pada suatu Lembaga Diklat Kepelautan minimal memiliki rasio instruktur-siswa = 1 : 20. Paragraf 10 Kurikulum (curriculum) Pasal 24 (1) Lembaga Diklat Kepelautan wajib mematuhi kurikulum yang diterbitkan atau disahkan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan untuk setiap program Diklat Kepelautan yang dilaksanakannya. Lembaga Diklat Kepelautan yang tidak memiliki fasilitas untuk melaksanakan pelatihan prasyarat sebagaimana ditetapkan dalam Bab II.

mengikuti diklat. Realisasi Anggaran Belanja atau Realisasi Bisnis Anggaran Tahunan. memelihara. termasuk GBPP (Teaching Plan) dan SAP (Teaching Unit). selesai prala. l. p. b. k. o. dokumen yang relevan dengan kegiatan lembaga seperti peraturan yang terkait dengan kependidikan. q. bagan menghadapi bencana alam dan kebakaran. kurikulum. jadual pelajaran atau kuliah pada tahun yang sedang berjalan. i. akan praktik laut (lulus ujian pra-prala). f. Lembaga Diklat Kepelautan memenuhi ketentuan kesehatan dan keselamatan kerja. Izin Mendirikan Bangunan (IMB). dan jadual pemakaian ruang kelas atau laboratorium atau simulator. sedang prala. dan dokumen atau sertifikat yang oleh peraturan perundang-undangan diwajibkan untuk dimiliki seperti sertifikat kepemilikan tanah atau yang semacam itu. j. dan bahan praktik. h. Paragraf 11 Dokumentasi Administrasi (administrative documentation) Pasal 25 Setiap Lembaga Diklat Kepelautan wajib menyediakan. dan AMDAL. melaporkan pelaksanaan MOA kepada Kepala Pusat dengan tembusan Kepala Badan sebelum dimulainya tahun ajaran baru. Daftar Riwayat Hidup dari seluruh pegawai baik yang terlibat kegiatan belajar mengajar maupun yang tidak terlibat kegiatan belajar mengajar. n. dan memutakhirkan dokumen dan sertifikat sebagai berikut: a. daftar laboratorium. m.Rkabadan-pedoman penyelenggaraan diklat-final c. Izin Penyelenggaraan Diklat. Rencana Anggaran Belanja (RAB) atau Rencana Bisnis Anggaran (RBA) Tahunan. statistik kinerja ujian diploma dan ujian keahlian pelaut baik pra-prala maupun pasca-prala. 16 . peralatan diklat. g. Akte Pendirian Lembaga Diklat Kepelautan. c. dan lulus ujian keahlian pelaut pasca prala dalam waktu 5 (lima) tahun terakhir. e. d. statistik siswa atau peserta didik atau peserta diklat yang lulus seleksi diklat. prospectus atau brosur atau leaflet Lembaga Diklat Kepelautan. dan Pengesahan Program Diklat. Rekomendasi Penyelenggaraan Diklat Kepelautan. dokumen yang menyatakan kepemilikan gedung atau hak guna bangunan. simulator. struktur organisasi Lembaga Diklat Kepelautan.

and retention) Pasal 26 (1) Lembaga Diklat Kepelautan wajib mematuhi kriteria penerimaan dan seleksi sebagai berikut: a.Rkabadan-pedoman penyelenggaraan diklat-final Paragraf 12 Penerimaan Siswa (students admission. dan memiliki Akte Kelahiran dan Kartu Tanda Penduduk atau kartu identitas lain yang legal. sebagaimana diatur dalam Lampiran Peraturan ini. dan memiliki ijazah formal dan atau ijazah kompetensi sesuai jenis DKKP yang akan diikuti. Pasal 28 Ketentuan lebih lanjut mengenai persyaratan peserta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 ayat (1) huruf a dan Pasal 27 ayat (1) huruf a. persyaratan umum peserta: 1) 2) sehat jasmani dan rohani. Pasal 27 (1) Lembaga Diklat Keterampilan Khusus Pelaut wajib mematuhi kriteria penerimaan dan seleksi sebagai berikut: a. pembiayaan dan pengumumannya diatur oleh Pimpinan Lembaga Diklat Kepelautan. pembiayaan.d XXIV Peraturan ini. (2) Rincian lebih lanjut mengenai persyaratan penerimaan siswa sebagaimana dimaksud pada ayat (1).d XLVII Peraturan ini. 17 . persyaratan umum penerimaan siswa: 1) 2) b. diatur dalam Lampiran I s. diatur oleh kepala Badan dengan Peraturan tersendiri. sebagaimana tercantum dalam Lampiran XXV s. Rincian persyaratan peserta didik sebagaimana dimaksud pada ayat (1). selection. sehat jasmani dan rohani. b. dan pengumumannya merupakan kebijaksanaan Lembaga Diklat Kepelautan. (2) pelaksanaan penerimaan peserta termasuk tanggal. secara umum pelaksanaan pengujian penerimaan siswa termasuk tanggal pengujian.

termasuk daftar peserta ujian. yang melakukan penilaian hasil belajar dinyatakan dengan nilai 10. dan 0. kemajuan. dan Lembaga Diklat Kepelautan wajib menyimpan dokumen yang terkait pelaksanaan ujian. dan Ujian Akhir Program Studi. ujian skripsi. Pelaksanaan ketentuan mengenai tata cara penilaian sebagaimana dimaksud pada ayat (2). D. 2. Untuk penyelesaian program Diploma III disyaratkan penulisan Kertas Kerja.9. dan ujian kertas kerja. Ujian dapat diselenggarakan melalui ujian tengah semester. serta hasil pelaksanaan ujian. (4) Lembaga Diklat Kepelautan wajib memiliki prosedur dan petunjuk untuk melayani peserta ujian yang tidak puas atau keberatan terhadap hasil ujian. setiap peserta ujian diuji oleh 2 (dua) orang penguji yang memenuhi persyaratan kualifikasi. sebagaimana tercantum pada Lampiran LII dalam Peraturan ini. Ujian Akhir Semester. Lembaga Diklat Kepelautan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (1) huruf a. pertanyaan atau soal ujian dan jawabannya. dan E. Lembaga Diklat Kepelautan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (1) huruf a.7.8. Pasal 30 (1) Penilaian terhadap kegiatan. (2) (3) b. dalam pelaksanaan ujian lisan. dan ayat (4). untuk setiap mata ujian. penugasan. Komite Nasional Pengawas Mutu Kepelautan Indonesia melakukan verifikasi untuk memastikan bahwa bobot dan tingkat ujian memenuhi kriteria evaluasi yang relevan dengan persyaratan Konvensi STCW. 1. yang masing-masing bernilai 4.Rkabadan-pedoman penyelenggaraan diklat-final Paragraf 13 Sistem Pengujian (school tests and examination system) Pasal 29 (1) Lembaga Diklat Kepelautan wajib mengembangkan dan melaksanakan sistem tes dan ujian sekolah (sub sumatif dan sumatif) sesuai dengan standar dan kebijakan nasional. yang melakukan penilaian hasil belajar dinyatakan dengan huruf A. kehadiran.6. dan 5. Ujian dapat dilaksanakan secara tertulis atau lisan: a. untuk program Diploma IV penulisan Skripsi. 18 (2) (3) (4) (5) (6) . dan pengamatan oleh Pendidik. dan kemampuan peserta didik dilakukan secara berkala yang dapat berbentuk ujian. B. 3. C. ayat (3).

12. Maksud dari program umpan balik yaitu untuk mengevaluasi kinerja lembaga diklat dalam kaitannya dengan kebutuhan industri. (2) (3) 19 . Lembaga Diklat Kepelautan sebagaimana dimaskud pada ayat (1). dan kemampuan peserta didik dilakukan pada saat kegiatan berlangsung dan pada akhir kegiatan Pengujian sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dan hasil dari program ini dipublikasi dalam majalah lembaga diklat atau terbitan yang dapat disebarluaskan. Penguji Keterampilan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) (3) Paragraf 14 Evaluasi dari Siswa dan Industri (feedback from students and industry) Pasal 33 (1) Lembaga Diklat Kepelautan harus mengembangkan program umpan balik dari para lulusan diklat dan perusahaan angkutan laut yang mempekerjakan para lulusan. dilaksanakan oleh Penguji Keterampilan pada masing-masing topik/topik bahasan yang diusulkan oleh Lembaga Diklat dan ditetapkan oleh Kepala Badan atau pejabat yang ditunjuk. Pengumpulan umpan balik dapat mempergunakan instrument interviu atau kuesioner.Rkabadan-pedoman penyelenggaraan diklat-final Pasal 31 (1) Lembaga Diklat Kepelautan yang menyelenggarakan Diklat Keterampilan Khusus wajib mengembangkan dan melaksanakan sistem tes dan ujian keterampilan mengacu kepada ketentuan yang berlaku. harus memenuhi persyaratan: a. kemajuan. menjadi Pendidik pada Lembaga Diklat yang menyelenggarakan Diklat Keterampilan Khusus Pelaut. wajib memiliki prosedur dan petunjuk untuk melayani peserta ujian yang tidak puas atau keberatan terhadap hasil ujian. memiliki sertifikat TOE sesuai IMO Model Course 3. b. Pasal 32 (1) (2) Pengujian terhadap kegiatan.

dan pengembangan Pendidik. dan QMET. b. perincian jumlah dan kualifikasi mengajar. pedoman dan prosedur tentang: 1) 2) 3) (2) penerimaan peserta didik. b. output dan outcome dari program. pelatihan. dan sistem umpan balik (feed back) dari peserta didik dan pemakai lulusan. rekrutmen. TQM. perincian sarana praktik yang dimiliki sesuai yang ditetapkan dalam peraturan ini. c.Rkabadan-pedoman penyelenggaraan diklat-final Paragraf 15 Program Litbang (research and development program) Pasal 34 Setiap Lembaga Diklat Kepelautan harus memiliki ketentuan tentang penelitian dan pengembangan (litbang) dalam rangka memberdayakan instruktur dan siswa/peserta diklat untuk melakukan penelitian guna pengembangan program Diklat Kepelautan serta pengembangan industri pelayaran. perincian strategi akademik termasuk program diklat yang akan dilaksanakan. mencakup aspek input. atau Lembaga Diklat Kepelautan yang ditandatangani pimpinan. f. bagan struktur organisasi. Paragraf 16 Sistem Manajemen Mutu (quality management system) Pasal 35 (1) Lembaga Diklat Kepelautan harus memiliki Sistem Manajemen Mutu yang memberikan informasi atau data dalam bentuk buku yang berisikan: a. e. pernyataan misi Sekolah. ISO 9000 series: 2008. SNI ISO 9001:2008 (E). 20 . nama dan kualifikasi internal auditor. d. proses. Sistem manajemen mutu sebagaimana dimaksud pada ayat (1). c. e. g. d. atau model lain yang telah disahkan oleh Badan Standardisasi Nasional. Akademi. Pasal 36 (1) (2) Lembaga Diklat Kepelautan harus menetapkan dan melaksanakan suatu sistem manajemen mutu dalam pengelolaan seluruh program. Lembaga Diklat Kepelautan wajib membangun dan menerapkan sistem manajemen mutu menurut salah satu model standar mutu berikut ini: a.

perpustakaan. c. b. sistem alarm kebakaran. e. f. g. Ketentuan mengenai Manajemen Lembaga Diklat Keahlian sebagaimana tercantum pada Lampiran L Peraturan ini. (3) evakuasi ketika terjadi kebakaran. Perhatian juga harus diberikan kepada pencegahan gangguan-gangguan dari luar seperti suara bising dan bau termasuk pencegahan agar kelas yang satu tidak mengganggu kelas yang lain. 21 . Kampus dan bangunannya harus diperlengkapi dengan perlengkapan yang relevan dan memenuhi kebutuhan dan memiliki prosedur keselamatan sebagai berikut: a. dan dormitory yang cukup untuk menampung jumlah siswa yang telah diterima jika lembaga diklat mengasramakan peserta diklatnya. ruang instruktur. kantin atau kafetaria. dan fasilitas P3K. gedung atau ruangan-ruangan administrasi atau ketatausahaan. misalnya aktivitas praktik bengkel (workshops) tidak boleh mengganggu kegiatan di kelas. c. Lembaga Diklat Kepelautan yang telah menetapkan dan melaksanakan sistem manajemen mutu sebagaimana dimaksud pada ayat (1). d. dikelola oleh Sekretariat Standar Mutu dengan mekanisme penjaminan mutu yang bersifat berjenjang mulai dari unit terkecil sampai ke tingkat manajemen Lembaga Diklat Kepelautan. satuan pengamanan kampus. b. trek dan lapangan untuk olah raga dan/atau gelanggang olah raga. wajib melaksanakan audit mutu internal paling sedikit 1 (satu) kali setiap tahun.Rkabadan-pedoman penyelenggaraan diklat-final (3) Sistem manajemen mutu sebagaimana dimaksud pada ayat (1). d. toilet untuk pria dan wanita. Pelaut (4) (5) Paragraf 17 Fasilitas Pengajaran (campus/public spaces/offices/class room and laboratories) Pasal 37 (1) Lembaga Diklat Kepelautan yang menyelenggarakan Diklat Keahlian Pelaut untuk tata letak bangunan kampus harus didisain untuk menciptakan lingkungan belajar yang efektif. (2) Kampus harus menyediakan fasilitas penunjang sebagai berikut: a.

Laboratorium Kimia. podium instruktur. Laboratorium Fisika. d. penataan kabel listrik yang aman. dan Laboratorium Bahasa. Teknika: 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) Laboratorium Komputer. boleh e. Ruang kelas harus memenuhi persyaratan minimum ruangan sebagai tambahan persyaratan umum yaitu: 1) 2) luas ruang kelas untuk 30 (tiga puluh) siswa/peserta diklat = 7 m x 8 m. ventilasi udara yang baik. ruang Permesinan. Laboratorium Penanganan Muatan Kapal. Laboratorium Dasar Keselamatan. dan ruangan dilengkapi dengan papan tulis. c. 22 . Laboratorium Penanganan Muatan Kapal. Nautika: 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) 10) 11) 12) 13) b. Persyaratan umum sebuah ruangan untuk kegiatan belajar mengajar: 1) 2) 3) 4) 5) pencahayaan yang baik. Laboratorium Navigasi. dan Laboratorium Bahasa. Laboratorium Komputer. Laboratorium Otomasi. Elektronika: Rincian mengenai fasilitas untuk Jurusan Elektronika akan diatur lebih lanjut dengan Peraturan tersendiri. Lembaga Diklat Kepelautan wajib menyediakan fasilitas berikut ini: a. Laboratorium Kimia.Rkabadan-pedoman penyelenggaraan diklat-final (4) Untuk melaksanakan program Diklat Keahlian Pelautan. Laboratorium Kecakapan Pelaut. Laboratorium Otomasi. Laboratorium Kecakapan Pelaut. Simulator Radar/ARPA. terlindung dari suara bising yang berasal dari luar. Simulator GMDSS. Laboratorium Listrik dan Elektronik. Laboratorium Dasar Keselamatan. Laboratorium Fisika. kursi dan meja. dan material yang dipakai dalam ruangan tidak membahayakan kesehatan.

dan Alat pemadam kebakaran listrik (Electric-fire extinguishers). ruangan yang dilengkapi dengan peralatan elektronik yang sensitif harus memiliki: a) b) c) Pengatur suhu ruangan (Air-conditioning) dan/atau pengatur kelembaban ruangan (dehumidifier). Untuk penggunaan fasilitas tersebut. . harus memiliki: 1) 2) 3) 4) pemutus aliran listrik darurat (Emergency-stop power supply). Ruang laboratorium atau bengkel harus memenuhi persyaratan minimum ruangan sebagai tambahan persyaratan umum yaitu: 1) 2) ruang gerak yang memadai seluas 2 (dua) m² untuk setiap siswa (peserta diklat). saat praktik ditentukan harus memakai pakaian kerja. perlengkapan P3K.CO2. maka lembaga diklat tersebut dapat menggunakan fasilitas (termasuk instruktur yang memenuhi persyaratan kualifikasi) yang dimiliki oleh Lembaga Diklat Kepelautan lain yang telah mendapatkan pengesahan program dari Direktur Jenderal. dan tempat penyimpanan yang aman untuk bahan yang mudah terbakar. h. Catatan: Setiap laboratorium/bengkel/simulator harus memiliki daftar inventaris barang/peralatan. 23 j. ruangan yang dilengkapi dengan mesin. Lembaga Diklat Kepelautan wajib: 1) membuat Perjanjian Pelaksanaan (MOA) dalam penggunaan fasilitas dan peralatan yang dimiliki oleh lembaga diklat kepelautan lain yang telah mendapatkan pengesahan program dari Direktur Jenderal. i. AVR dan UPS. Lembaga Diklat Kepelautan melaporkan realisasi MOA kepada Kepala Badan dan ditembuskan kepada Kepala Pusat. maka harus disediakan: 1) lemari penyimpanan pakaian kerja (Lockers). dan 2) fasilitas untuk mencuci. dan 3) setiap tahun pada bulan Desember. alat pemadam. g. Lembaga Diklat Kepelautan belum memiliki 1 (satu) atau lebih dari fasilitas di atas yang terkait diklat kompetensi. 2) menyimpan rincian rekaman implementasi MOA.Rkabadan-pedoman penyelenggaraan diklat-final f.

ruang gerak yang memadai seluas 2 (dua) m² untuk setiap siswa (peserta diklat). dan ruangan dilengkapi dengan papan tulis. e. dan toilet untuk pria dan wanita. b. e. dan material yang dipakai dalam ruangan tidak boleh membahayakan kesehatan. b. podium instruktur. c. penataan kabel listrik yang aman. kursi dan meja. c. d. (5) Ruang laboratorium atau bengkel harus memenuhi persyaratan minimum ruangan sebagai tambahan persyaratan umum pada Lembaga Diklat Kepelautan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi: a. luas ruang kelas untuk 30 (tiga puluh) siswa/peserta diklat = 7 m x 8 m. (3) (4) Ruang kelas harus memenuhi persyaratan minimum ruangan sebagai tambahan persyaratan umum pada Lembaga Diklat Kepelautan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi: a. ruangan yang dilengkapi dengan peralatan elektronik yang sensitif harus memiliki: 1) Pengatur suhu ruangan (Air-conditioning) dan/atau pengatur kelembaban ruangan (dehumidifier). pencahayaan yang baik. d. perpustakaan. Lembaga Diklat Kepelautan yang menyelenggarakan Diklat Keterampilan Khusus selain harus mempunyai hal-hal sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 24 .d. terlindung dari suara bising yang berasal dari luar. harus juga memiliki peralatan sebagaimana tercantum dalam Lampiran Peraturan Diklat Kepelautan sebagaimana tercantum pada Lampiran XXV s.Rkabadan-pedoman penyelenggaraan diklat-final Pasal 38 (1) Lembaga Diklat Kepelautan yang menyelenggarakan Diklat Keterampilan Khusus harus mempunyai kampus yang menyediakan fasilitas penunjang sebagai berikut: a. ventilasi udara yang baik. b. Persyaratan umum sebuah ruangan untuk kegiatan belajar mengajar pada Lembaga Diklat Kepelautan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi: a. b. XLVII Peraturan ini. ruang instruktur. (2) gedung atau ruangan-ruangan administrasi atau ketatausahaan. kantin atau kafetaria.

CO2. 3) perlengkapan P3K. dan 4) tempat penyimpanan yang aman untuk bahan yang mudah terbakar. harus memiliki: 1) pemutus aliran listrik darurat (Emergency-stop power supply). LCD projectors. dan bahan-bahan keperluan latihan di laboratorium yang sesuai dengan tuntutan IMO model course yang relevan.Rkabadan-pedoman penyelenggaraan diklat-final 2) 3) c. Video player dan Televisi (Video equipment). dan Alat pemadam kebakaran listrik (Electric-fire extinguishers). dan 2) fasilitas untuk mencuci. b. 2) alat pemadam. saat praktik ditentukan harus memakai pakaian kerja. maka harus disediakan: 1) lemari penyimpanan pakaian kerja (Lockers). Catatan: Setiap laboratorium/bengkel/simulator harus memiliki daftar inventaris barang/peralatan. dan bahan-bahan keperluan latihan di laboratorium yang sesuai dengan tuntutan GBPP (lesson plans). f. Lembaga Diklat Kepelautan yang menyelenggarakan Diklat Keterampilan Khusus Pelaut wajib menyediakan bahan praktik dalam jumlah yang cukup termasuk cadangannya (stock). Sound system. Slide projector. perkakas. dan Layar (Screens). Overhead projectors. (2) Selain kewajiban sebagaimana tersebut pada ayat (1). AVR dan UPS. d. Selain kewajiban sebagaimana tersebut pada ayat (1). perkakas. e. (1) Lembaga Diklat Kepelautan yang menyelenggarakan Diklat Keahlian Pelaut dan Diklat Keterampilan khusus wajib menyediakan peralatan audiovisual guna menunjang proses belajar-mengajar seperti: a. Lembaga Diklat Kepelautan yang menyelenggarakan Diklat Keahlian Pelaut wajib menyediakan bahan praktik dalam jumlah yang cukup termasuk cadangannya (stock). (3) 25 . Paragraf 18 Peralatan Pengajaran (general teaching means) Pasal 39 d. ruangan yang dilengkapi dengan mesin. c.

merupakan tolak ukur yang harus dipenuhi oleh Lembaga Diklat Kepelautan. Setiap lembaga diklat wajib menyediakan minimum 1 (satu) set fasilitas internet untuk setiap 100 (seratus) siswa/peserta diklat. yang meliputi: a. dan PC software yang dimasukkan ke dalam daftar inventaris barang perpustakaan. Standar Sarana dan Prasarana. buku-buku dan publikasi yang relevan dan dalam jumlah yang cukup untuk keperluan pelaksanaan Diklat Kepelautan. d. Bagian Ketiga Standar Pelayanan Minimal Pasal 41 (1) Persyaratan dalam pelaksanaan Diklat Kepelautan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9. bahan referensi penunjang untuk mata pelajaran/kuliah nautika dan teknika yang mutakhir. Standar Pembiayaan. e. b. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan. buku-buku dan publikasi harus paling sedikit memenuhi persyaratan berikut ini: a. Standar pengelolaan. publikasi International Maritime Organization (IMO) yang relevan. b. d. DVD. harus mencakup Standar Pelayanan Minimal Diklat Kepelautan. c. 26 (2) . Standar Kompetensi Kelulusan. Standar isi. f. Standar Proses. h.Rkabadan-pedoman penyelenggaraan diklat-final Paragraf 19 Fasilitas Perpustakaan dan Internet (library and internet facilities) Pasal 40 (1) Lembaga Diklat Kepelautan yang menyelenggarakan Diklat Keahlian Pelaut dan Diklat Keterampilan Khusus wajib memiliki perpustakaan yang dikelola oleh staf yang profesional. dan majalah dan publikasi yang terkait dengan industri maritim. Selain buku-buku referensi. Standar Pelayanan Minimal sebagaimana dimaksud pada ayat (1). g. c. dan Standar Penilaian Pendidikan. (3) buku-buku referensi umum yang dipersyaratkan untuk Diklat kepelautan. (2) Siswa/peserta diklat dan instruktur harus memiliki akses internet untuk keperluan mencari dokumen.

memuat kerangka dasar dan struktur kurikulum. Standar isi sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Paragraf 1 Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Pasal 45 Lembaga Diklat Kepelautan yang menyelenggarakan Diklat Keahlian Pelaut menggunakan kurikulum berbasis kompetensi. beban belajar.Rkabadan-pedoman penyelenggaraan diklat-final (3) Standar Pelayanan Minimal Diklat Kepelautan disempurnakan secara terencana. dan pengawasan Diklat Kepelautan dalam rangka mewujudkan mutu Diklat Kepelautan. kurikulum tingkat satuan pendidikan dan kalender pendidikan atau akademik. Pasal 42 Standar Pelayanan Minimal Diklat Kepelautan berfungsi sebagai dasar perencanaan. pelaksanaan. 27 . terarah. Bagian Ketiga Standar Isi Pasal 44 (1) (2) Standar isi mencakup lingkup materi dan tingkat kompetensi untuk mencapai kompetensi kelulusan pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. dan berkelanjutan sesuai dengan tuntutan perubahan di bidang pelayaran. Pasal 43 Standar Pelayanan Minimal Diklat Kepelautan bertujuan menjamin mutu Diklat Kepelautan dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat. Pasal 46 Ketentuan lebih lanjut mengenai kurikulum berbasis kompetensi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45 dan kerangka dasar dan struktur kurikulum dikembangkan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan dan diatur dengan Peraturan Kepala Badan tersendiri mengenai kurikulum dan silabus.

diatur dengan Keputusan Pimpinan Lembaga Diklat Kepelautan tersendiri. Beban belajar untuk satuan pendidikan nonformal Diklat Keterampilan untuk mendapatkan sertifikat ketrampilan pelaut menggunakan jam pembelajaran sesuai paket diklat dengan sistem tatap muka. penugasan terstruktur. dan kegiatan mandiri tidak terstruktur. Beban belajar untuk satuan pendidikan formal Diklat Kepelautan tingkat tinggi untuk mendapatkan sertifikat keahlian pelaut menggunakan satuan kredit semester (sks) setiap minggu setiap semester dengan sistem tatap muka. penugasan terstruktur. sesuai kurikulum yang diatur oleh Kepala Badan. minggu efektif belajar. dan kegiatan mandiri tidak terstruktur. dan kegiatan mandiri tidak terstruktur.Rkabadan-pedoman penyelenggaraan diklat-final Paragraf 2 Beban Belajar Pasal 47 (1) Beban belajar untuk Diklat Keahlian Pelaut tingkat menengah untuk mendapatkan sertifikat keahlian pelaut menggunakan jam pembelajaran setiap minggu setiap semester dengan sistem tatap muka. masa ujian dan hari libur. (2) (3) (4) (2) 28 . dimana 1sks teori setara dengan 1 (satu) jam pelajaran dan 1 (satu) sks praktikum setara dengan 2 (dua) jam pelajaran teori. Ketentuan lebih lanjut mengenai hari libur sebagaimana dimaksud ayat (1). penugasan terstruktur. Beban belajar untuk satuan pendidikan nonformal Diklat Kepelautan untuk mendapatkan sertifikat keahlian pelaut menggunakan jam pembelajaran setiap minggu dengan sistem tatap muka. sesuai kurikulum yang diatur oleh Kepala Badan. waktu pembelajaran efektif. penugasan terstruktur. dan kegiatan mandiri tidak terstruktur. Paragraf 3 Kalender Pendidikan / Akademik Pasal 48 (1) Kalender pendidikan atau kalender akademik mencakup permulaan tahun ajaran atau perkuliahan. sesuai kurikulum yang diatur oleh Kepala Badan. sesuai kurikulum yang diatur oleh Kepala Badan.

inspiratif. dan kemandirian sesuai dengan bakat dan minat. kreativitas. supervisi. meliputi kompetensi untuk seluruh mata pelajaran atau kelompok mata pelajaran dan mata kuliah atau kelompok mata kuliah. serta memberi ruang yang cukup bagi prakarsa. Pasal 50 Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran. meliputi pemantauan. 29 (2) (2) . dan pengawasan proses pembelajaran untuk terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dan efisien. pelaksanaan proses pembelajaran.Rkabadan-pedoman penyelenggaraan diklat-final Bagian Keempat Standar Proses Pasal 49 (1) Proses pembelajaran pada setiap Lembaga Diklat Kepelautan diselenggarakan secara interaktif. dilakukan oleh Kepala Pusat. dan penilaian hasil belajar. Pengawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). harus memperhatikan jumlah maksimal peserta didik per kelas dan beban mengajar maksimal per pendidik. dan rasio maksimal jumlah peserta didik setiap pendidik. memotivasi peserta didik untk berpartisipasi aktif. materi ajar. Bagian Kelima Standar Kompetensi Lulusan Pasal 53 (1) (2) Standar kompetensi lulusan digunakan sebagai pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik dari Lembaga Pendidikan Kepelautan. Pasal 51 Pelaksanaan proses pembelajaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 49 ayat (2). metode pengajaran. Standar kompetensi lulusan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dan perkembangan fisik serta psikologis. dan pengambilan langkah tindak lanjut yang diperlukan. sumber belajar. menyenangkan. evaluasi. Setiap Lembaga Diklat Kepelautan melakukan perencanaan proses pembelajaran. rasio maksimal buku teks pelajaran setiap peserta didik. Pasal 52 (1) Pengawasan proses pembelajaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 49 ayat (2). pelaporan. menantang. penilaian hasil pembelajaran.

dan laboran. Standar kompetensi selain yang diatur pada ayat (4). sumber pembelajaran pustakawan.Rkabadan-pedoman penyelenggaraan diklat-final (3) (4) Kompetensi lulusan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2). sehat jasmani dan rohani. ayat (2) dan ayat (3). Tenaga kependidikan pada perguruan tinggi harus memiliki kualifikasi. XLVII Peraturan ini. teknisi. (2) (3) 30 . mencakup sikap. Standar kompetensi lulusan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Kualifikasi sebagaimana dimaksud pada ayat (2). Tenaga kependidikan pada Diklat Keahlian Pelaut nonformal harus memiliki kualifikasi dan keahlian minimal sesuai dengan Diklat Kepelautan yang diselenggarakan. dan keterampilan. Bagian Keenam Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan Paragraf 1 Pendidik Pasal 54 (5) (1) Pendidik harus memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agenda pembelajaran. Kualifikasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1).d. dan sertifikasi sesuai dengan bidang tugasnya. akan diatur dalam pedoman pendidikan masing-masing Lembaga Diklat Kepelautan. merupakan tingkat pendidikan minimal yang harus dipenuhi oleh seorang pendidik yang dibuktikan dengan ijasah dan/atau sertifikat keahlian yang relevan. untuk jenis diklat keahlian nautika dan teknika diatur dalam Sistim Standar Mutu (Quality Standard System/QSS) Pendidikan Kepelautan Indonesia. pengetahuan. keahlian. serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan Diklat Kepelautan. Paragraf 2 Tenaga kependidikan Pasal 55 (2) (3) (1) Tenaga kependidikan pada Diklat Keahlian Pelaut formal paling sedikit terdiri atas pengelola atau penyelenggara. tercantum sebagaimana Lampiran I s.

biaya operasi. Bagian Kedelapan Standar Pengelolaan Pasal 58 Pengelolaan Lembaga Pendidikan Kepelautan wajib menerapkan suatu sistem manajemen mutu. dan modal kerja tetap.Rkabadan-pedoman penyelenggaraan diklat-final Paragraf 3 Pengawasan Pasal 56 (1) (2) (3) Pengawasan Lembaga Diklat Kepelautan dalam bentuk audit terhadap Sistem Manajemen Mutu. Pemeliharaan sarana dan prasarana sebagaimana dimaksud ayat (1) dan ayat (2). Bagian Kesembilan Standar Pembiayaan Pasal 59 (1) (2) Biaya pendidikan terdiri atas biaya investasi. meliputi biaya penyediaan sarana dan prasarana. Biaya investasi diklat kepelautan yang dimaksud pada ayat (1). Pengawasan internal pada Diklat Kepelautan dilakukan oleh pengawas satuan pendidikan yang bersangkutan. Setiap Lembaga Diklat Kepelautan wajib memiliki prasarana sesuai Standar Mutu Kepelautan Indonesia. Pengawasan eksternal audit Diklat Kepelautan dilakukan oleh Kepala Pusat dan Komite Nasional Pengawas Mutu Kepelautan Indonesia. pengembangan sumber daya manusia. Bagian Ketujuh Standar Sarana dan Prasarana Pasal 57 (1) (2) (3) Setiap Lembaga Diklat Kepelautan wajib memiliki sarana sesuai dengan Sistem Standar Mutu Kepelautan Indonesia. dilakukan secara berkala dan berkesinambungan. 31 . dan biaya personal.

Rkabadan-pedoman penyelenggaraan diklat-final (3) Biaya Operasional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dan penilaian hasil belajar praktikum atau assesmen. bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar. gaji pendidik dan tenaga kependidikan serta segala tunjangan. asuransi. terdiri atas: a. bahan dan peralatan pendidikan habis pakai. meliputi biaya pendidikan yang harus dikeluarkan oleh peserta didik. Paragraf 2 Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik Pasal 61 (1) Penilaian hasil belajar terdiri atas: a. c. b. b. uang lembur konsumsi. meliputi biaya: a. dan memperbaiki proses pembelajaran. (2) penilaian hasil belajar teori atau eksaminasi. 32 . c. dan lain sebagai. biaya operasi pendidikan tak langsung berupa daya. (3) Penilaian hasil belajar digunakan untuk: a. (4) Biaya personal sebagaimana dimaksud pada ayat (1). c. jasa telekomunikasi. penilaian hasil belajar oleh Lembaga Diklat Kepelautan. penilaian hasil belajar oleh pendidik. penilaian pencapaian keahlian peserta didik. b. dan skenario ujian untuk penilaian hasil belajar praktikum. Bagian Kesepuluh Standar Penilaian dan Pengujian Pendidikan Paragraf 1 Umum Pasal 60 Penilaian pada Lembaga Diklat Kepelautan. air. dan pengujian diselenggarakan oleh Dewan Penguji Keahlian Pelaut untuk lembaga diklat kepelautan yang menyelenggarakan program studi nautika dan teknika. b. Bentuk alat penilaian hasil belajar terdiri atas: a. b. pajak. naskah ujian untuk penilaian hasil belajar teori. pemeliharaan sarana dan prasarana.

dalam melakukan kajian disesuaikan dengan jumlah program studi yang akan dilaksanakan oleh Lembaga Diklat Kepelautan yang bersangkutan. dan Sekretariat Komite Nasional Pengawas Mutu Kepelautan Indonesia (KNPMKI). b.Rkabadan-pedoman penyelenggaraan diklat-final Paragraf 3 Penilaian Hasil Belajar oleh Lembaga Diklat Kepelautan Pasal 62 (1) Penilaian hasil belajar oleh Lembaga Diklat Kepelautan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 60 huruf b.IV ANT/ATT II atau Sarjana.q Dirkappel Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. (3) Tim sebagaimana dimaksud pada ayat (2). c. Penilaian hasil belajar oleh Lembaga Diklat Kepelautan dilaksanakan dalam sebuah forum yang dihadiri oleh seluruh pendidik terkait dan tenaga kependidikan serta didokumentasikan dalam sebuah berita acara. berpendidikan paling sedikit Strata B/D. (2) Direktur Jenderal c. b. memiliki kualifikasi sebagai Auditor/Penilai. BAB VI TATA CARA PELAKSANAAN EVALUASI Bagian Kesatu Pemberian Rekomendasi Pelaksanaan Diklat Kepelautan Pasal 63 (1) Lembaga Diklat Kepelautan mengajukan permohonan untuk mendapatkan rekomendasi kepada Kepala Badan c.q Kepala Pusat dengan tembusan tanpa lampiran kepada: a.. dan memahami Sistem Standar Mutu Kepelautan Indonesia. (2) (3) Permohonan rekomendasi tersebut dikaji oleh Tim yang terdiri atas paling sedikit 3 (tiga) orang dalam jumlah ganjil yang diusulkan oleh Kepala Pusat dan ditetapkan oleh Kepala Badan dengan kualifikasi: a. bertujuan untuk menilai pencapaian standar keahlian lulusan untuk semua pelajaran. Penilaian hasil belajar harus mempertimbangkan hasil penilaian peserta didik oleh pendidik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 60 huruf a. 33 .

ISO 9000 series: 2008. atau model lain yang telah disahkan oleh Badan Standardisasi Nasional. atau rekomendasi kategori A : apabila Lembaga Diklat Kepelautan memiliki kemampuan untuk mencapai standar mutu 100% (seratus persen). SNI ISO 9001:2008 (E). (5) Rekomendasi sebagaimana dimaksud pada ayat (4). Hasil kajian terhadap berkas permohonan yang tidak memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud Pasal 63 ayat (3).Rkabadan-pedoman penyelenggaraan diklat-final Pasal 64 (1) Hasil kajian oleh Tim Pengkaji yang telah memenuhi persyaratan yang ditentukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 63 ayat (3). c. b. akan dikembalikan kepada Pemohon. dilanjutkan dengan penilaian lapangan untuk memeriksa kesesuaian data dan kondisi lapangan. Hasil kajian dari Tim Pengkaji disampaikan kepada Kepala Pusat yang selanjutnya dijadikan acuan pembuatan format rekomendasi dengan kesimpulan dapat/tidaknya diberikan Rekomendasi atas permohonan tersebut. rekomendasi kategori C : apabila Lembaga Diklat Kepelautan memiliki kemampuan untuk mencapai standar mutu di bawah 75% (tujuh puluh lima persen). diberikan berdasarkan kajian yang disesuaikan dengan pedoman penyelenggaraan Diklat Kepelautan sebagaimana dimaksud dalam Lampiran Peraturan ini. dengan klasifikasi: a. (6) 34 . Kepala Pusat atas nama Kepala Badan akan mengeluarkan rekomendasi pelaksanaan Diklat Kepelautan. Penilaian untuk mencapai standar mutu sebagaimana dimaksud pada ayat (5) dilakukan dengan metode: a. a. c. d. dan QMET. rekomendasi kategori B : apabila Lembaga Diklat Kepelautan memiliki kemampuan untuk mencapai standar mutu antara 75% (tujuh puluh lima persen) sampai dengan di bawah 100% (seratus persen). (2) (3) (4) b. TQM.

b. Direktur Perkapalan dan Kepelautan. dan hasil review manajemen (management review meeting) lembaga yang merupakan tindak lanjut audit mutu internal Lembaga Diklat Kepelautan yang bersangkutan. b. untuk Lembaga Diklat Pelaut yang menyelenggarakan Diklat Keahlian Pelaut. (4) Sejak pengajuan permohonan diterima oleh Direktur Jenderal c. rekomendasi kategori C: permohonan pengesahan program akan ditolak. untuk Lembaga Diklat Pelaut yang menyelenggarakan Diklat Keterampilan Khusus Pelautdiberikan dengan kriteria: a. memberikan penilaian lapangan (site assessment) dalam hal status ketidaksesuaian dan/atau kekurangan dinyatakan selesai (closed). b. atau Rekomendasi kategori A: pemohon tidak perlu melampirkan MOA.q. meminta Lembaga Diklat Kepelautan untuk melakukan tindakan perbaikan (corrective measure) apabila ditemukan ketidaksesuaian (non conformity) atau kekurangan (deficiency). dilakukan proses: a. menilai dokumen (document assessment). (2) Rekomendasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a. rekomendasi dari Kepala Badan. rekomendasi kategori B: pemohon harus melampirkan Kesepakatan Bersama (MOA) dengan Lembaga Diklat Kepelautan yang telah mendapatkan pengesahan program tertentu dari Direktur Jenderal disertai bukti obyektif bahwa MOA dilaksanakan secara efektif.q Direktur Perkapalan dan Kepelautan dengan melampirkan: a. c. atau tidak memenuhi persyaratan. terdiri atas: a. 35 . memenuhi persyaratan. c. (3) Rekomendasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a. b.Rkabadan-pedoman penyelenggaraan diklat-final Bagian Kedua Pemberian Pengesahan Program Pasal 65 (1) Lembaga Diklat Kepelautan yang menyelenggarakan Diklat Keahlian Pelaut dan Diklat Keterampilan Khusus Pelaut mengajukan permohonan untuk mendapatkan pengesahan (approval) program kepada Direktur Jenderal c.

BAB VII KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 68 Ketentuan lebih lanjut mengenai pembinaan mental dan moral peserta diklat kepelautan diatur lebih lanjut oleh Kepala Badan dengan Peraturan tersendiri. Pasal 67 (2) Proses dan prosedur pemberian rekomendasi dan pengesahan (approval) bagi Lembaga Diklat Kepelautan sebagaimana tersebut dalam Pasal 65. tenaga pengajar.Rkabadan-pedoman penyelenggaraan diklat-final d. dan memberikan sertifikat pengesahan program sesuai dengan program diklat yang diusulkan dalam hal status ketidaksesuaian dan/atau kekurangan dinyatakan selesai. Pasal 66 (1) Sertifikat pengesahan program sebagaimana dimaksud dalam Pasal 65 ayat (3) huruf e. berlaku selama 5 (lima) tahun dan setiap tahun dilakukan verifikasi tahunan (surveillance/ annual verification) oleh Direktur Jenderal. atau elemen mutu lainnya. (5) Ketentuan mengenai penilaian sebagaimana diatur pada ayat (3). e. meminta Lembaga Diklat Kepelautan untuk melakukan tindakan perbaikan apabila ditemukan ketidaksesuaian antara pelaksanaan di lapangan dengan prosedur yang terdokumentasi atau kekurangan peralatan. Apabila dalam verifikasi tahunan dijumpai ketidaksesuaian yang pengaruhnya signifikan terhadap mutu (major NC) dan tidak dapat diperbaiki dalam waktu yang disepakati antara auditor dan auditee. dilakukan dengan metode Scoring yang akan diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. tercantum pada Lampiran LI Peraturan ini. 36 . pengesahan program akan dibekukan atau dibatalkan oleh Direktur Jenderal setelah mendengar pertimbangan Komite Nasional Pengawas Mutu Kepelautan Indonesia.

dan Keputusan Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Perhubungan Nomor SK. dan Keputusan Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Perhubungan Nomor SK.602/Diklat-98 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan Kepelautan. BAB IX PENUTUP Pasal 70 Pada saat Peraturan ini berlaku.119 Tahun 1998 tentang Persyaratan dan Prosedur Penerimaan Peserta Diklat.002/Diklat-2000 tentang Penyelenggaraan Diklat TPK di luar BP3IP. 412/DL.002/Diklat-2000 tentang Penyelenggaraan Diklat TPK di luar BP3IP. 412/DL.233/HK.15/DL-002/DIKLAT-2001 tentang Pemberian Tinggi Maritim. SK. 37 . semua Peraturan pelaksanaan dari Keputusan Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Perhubungan Nomor SK.Rkabadan-pedoman penyelenggaraan diklat-final BAB VIII KETENTUAN PERALIHAN Pasal 69 Pelaksanaan Diklat Teknis Profesi Kepelautan (DTPK) yang sedang berlangsung sesuai dengan Keputusan Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Perhubungan Nomor SK. dan Keputusan Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Perhubungan Nomor SK. Keputusan Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Perhubungan Nomor SK. dan Keputusan Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Perhubungan Nomor SK.15/DL-002/DIKLAT2001 tentang Pemberian Tinggi Maritim dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.119 Tahun 1998 tentang Persyaratan dan Prosedur Penerimaan Peserta Diklat.233/HK.002/Diklat-2000 tentang Penyelenggaraan Diklat TPK di luar BP3IP diberikan batas waktu pelaksanaan sampai dengan 9 (Sembilan) bulan setelah peraturan ini ditetapkan harus segera menyesuaikan. tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan Peraturan ini atau belum diganti. Keputusan Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Perhubungan Nomor SK. Keputusan Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Perhubungan Nomor SK.119 Tahun 1998 tentang Persyaratan dan Prosedur Penerimaan Peserta Diklat.602/Diklat-98 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan Kepelautan dan SK.233/HK.602/Diklat-98 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan Kepelautan. 412/DL. Pasal 71 Pada saat peraturan ini berlaku.

Irjen Kementerian Perhubungan. 6. Konsep Dikoreksi Dikoreksi Disetujui Disetujui NAMA Endang Puji Lestari Sutardjo Marihot S.Sekretaris Badan Pengembangan SDM Phb. MAMAHIT Pembina Utama Madya (IV/d) NIP. Menteri Perhubungan.Rkabadan-pedoman penyelenggaraan diklat-final Pasal 72 Peraturan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. BOBBY R. Kemenhub. 5. 2. PROSES Disetujui NAMA Sunaryo JABATAN Dirjen Perhubungan Laut TANGGAL PARAF Ditetapkan di pada tanggal JAKARTA 16 November 2010 KEPALA BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN ttd CAPT. PH. Wawan Darwan JABATAN Kasubag Hukum Kerjasama Setdan Pengembangan SDM Phb. Ketua DPKP. 2. 19560912 198503 1 002 Tembusan disampaikan Kepada Yth. 9. Dirjen Perhubungan Laut.Kabag Umum Setdan Pengembangan SDM Phb. TANGGAL PARAF 38 . Setjen. 5. Ketua Komite Nasional Pengawas Mutu Kepelautan Indonesia.Kapuspeng SDM Perhubungan Laut PH. Marihot S. Setjen. NO. Kepala Biro Kepegawaian dan Organisasi. NO. 12. 3. Kepala Biro Hukum dan KSLN. 11. 4. PROSES Peny. 1. Kepala Pusdiklat Perhubungan Laut. 8. Para Pimpinan UPT Diklat di Lingkungan Badan Diklat Perhubungan. 10. : 1. Sekjen Kementerian Perhubungan. 4. Para Pimpinan Lembaga Diklat Kepelautan yang diselenggarakan oleh masyarakat. Kabag Program Puspeng SDM Phb Laut PH. 7. Menteri Keuangan. 3. 1. Kemenhub.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->