Fungsi keluarga menurut BKKBN (1992

)
Menurut BKKBN (Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional) bahwa fungsi keluarga dibagi menjadi 8. Fungsi keluarga yang dikemukakan oleh BKKBN ini senada dengan fungsi keluarga menurut Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 1994, yaitu : 1. Fungsi keagamaan, yaitu dengan memperkenalkan dan mengajak anak dan anggota keluarga yang lain dalam kehidupan beragama, dan tugas kepala keluarga untuk menanamkan bahwa ada kekuatan lain yang mengatur kehidupan ini dan ada kehidupan lain setelah di dunia ini. 2. Fungsi sosial budaya, dilakukan dengan membina sosialisasi pada anak, membentuk norma-norma tingkah laku sesuai dengan tingkat perkembangan anak, meneruskan nilainilai budaya keluarga. 3. Fungsi cinta kasih, diberikan dalam bentuk memberikan kasih sayang dan rasa aman, serta memberikan perhatian diantara anggota keluarga. 4. Fungsi melindungi, bertujuan untuk melindungi anak dari tindakan-tindakan yang tidak baik, sehingga anggota keluarga merasa terlindung dan merasa aman. 5. Fungsi reproduksi, merupakan fungsi yang bertujuan untuk meneruskan keturunan, memelihara dan membesarkan anak, memelihara dan merawat anggota keluarga 6. Fungsi sosialisasi dan pendidikan, merupakan fungsi dalam keluarga yang dilakukan dengan cara mendidik anak sesuai dengan tingkat perkembangannya, menyekolahkan anak. Sosialisasi dalam keluarga juga dilakukan untuk mempersiapkan anak menjadi anggota masyarakat yang baik 7. Fungsi ekonomi, adalah serangkaian dari fungsi lain yang tidak dapat dipisahkan dari sebuah keluarga. Fungsi ini dilakukan dengan cara mencari sumber-sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, pengaturan penggunaan penghasilan keluarga untuk memenuhi kebutuhan keluarga, dan menabung untuk memenuhi kebutuhan keluarga di masa datang. 8. Fungsi pembinaan lingkungan Hal-hal yang berkaitan dengan KRR (Triad KRR) bagian pertama  Seksualitas  HIV/AIDS  NAPZA Seksualitas Seksualitas merupakan semua yang berhubungan dengan manusia sebagai makhluk seksual.  Emosi  Kepribadian  Sikap  dll Asal kata Seks yang artinnya • Jenis Kelamin ○ Laki-laki ○ Perempuan • Reproduksi seksual ○ Membuat Bayi • Organ seks ○ Laki-laki --> Penis ○ Perempuan --> Luar dan Dalam • Rangsangan/Gairah Seksual ○ Seperti getaran di dalam tubuh • Hubungan Seks ○ Organ seks laki-laki bertemu organ seks perempuan (penetrasi) Yang akan dibahas: • Organ reproduksi • Pubertas • Kehamilan Konsekuensi HUS bebas & tidak aman: ○ KTD ○ Aborsi ○ IMS (termasuk HIV / AIDS)

○ Organ reproduksi  PerempuanLuar : bibir luar, bibir dalam,Klitoris dan mulut vagina. Dalam : Ovarium, Fimbrae, Tuba falopi, Uterus, Cervix, Vagina, Mulut Vagina.  Laki-lakiPenis, Glans, Uretra, Vas deferens, Epidydimis, Testis, Scrotum, Kelenjar Prostat, Vesikula Seminalis, Kandung Kencing. EREKSI  pengerasan & pembesaran pada penis ketika pembuluh darah di penis dipenuhi dgn darah  Ereksi bisa terjadi karena rangsangan seksual.  Ketidakmampuan ereksi lebih dikenal dengan sebutan impotensi. Ejakulasi  Keluarnya air mani yang mengandung sperma melalui saluran kemih di batang penis  Ejakulasi yang terjadi secara alami (tidak disadari) disebut mimpi basah.  Ejakulasi yang terjadi oleh rangsangan pada diri sendiri disebut onani Pubertas Pubertas adalah masa tubuh berubah dari anak-anak ke dewasa. Pubertas terjadi pada usia untuk perempuan awal terjadi 11/12 tahun dan akhir pada usia 17/18 tahun, sedangkan Laki-laki awal pubertas pada usia 13/14 dan akhir pada usia 17/18 tahun. Pubertas terjadi karena adanya perubahan kerja hormon, untuk laki-laki yaitu testosteron dan Perempuan yaitu Esterogen Progesteron. Perubahan Fisik Perubahan Fisik : • Perempuan ○ Organ      • Laki-laki ○ Organ  

Reproduksi Rahim Payudara Panggul membesar Timbulnya ovulasi Tumbuh rambut di Ketiak, Sekitar Vagina Reproduksi Penis, buah zakar dan testis bertambah besar Tumbuh rambut di ketiak, atas bibir (kumis), bawah bibir (janggut), sekitar penis, dada

Perubahan fisik (laki-laki dan perempuan) • Pertumbuhan tinggi dan berat badan • Perubahan suara • Tumbuhnya jakun • Peningkatan produksi kelenjar minyak dan keringat • Pertumbuhan dan perkembangan organ pernapasan dan peredaran darah Perubahan psikilogis • Sensitif : Mudah tersinggung, mudah marah • Irasional • Stress • Takut • Ingin mandiri • Ekspresif • Selalu ingin tahu • Perhatian terhadap lawan jenis/ingin dipuja • Setia terhadap KLP seusia • Mudah terpengaruh APA ITU HIV / AIDS Pengertian HIV/AIDS AIDS ( Acquired Immune Deficiency Syndrome) adalah suatu penyakit yang menghancurkan sistem kekebalan tubuh manusia. AIDS disebabkan oleh masuknya virus yang bernama HIV (Human Immunodeficiency Virus) ke dalam tubuh manusia. HIV dengan cepat akan melumpuhkan sistem kekebalan manusia. Setelah sistem kekebalan tubuh lumpuh, seseorang penderita AIDS biasanya akan meninggal karena suatu penyakit (disebut penyakit sekunder) yang biasanya akan dapat dibasmi oleh tubuh seandainya sistem kekebalan itu masih baik. AIDS merupakan penyakit yang paling ditakuti pada saat ini. HIV, virus yang menyebabkan penyakit ini, merusak sistem pertahanan tubuh (sistem imun), sehingga orang-orang yang menderita penyakit ini kemampuan untuk mempertahankan dirinya dari serangan penyakit menjadi berkurang. Seseorang yang positif mengidap HIV, belum tentu mengidap AIDS. Banyak kasus di mana seseorang positif mengidap HIV, tetapi tidak menjadi sakit dalam jangka waktu yang lama. Namun, HIV yang ada pada tubuh seseorang akan terus merusak sistem imun. Akibatnya, virus, jamur dan bakteri yang biasanya tidak berbahaya menjadi sangat berbahaya karena rusaknya sistem imun tubuh.

Gejala Orang yang Terinfeksi HIV/AIDS Sebenarnya belum ada ditemukan gejala-gejala yang pasti untuk menentukan seseorang terkena HIV/AIDS kecuali harus melalui tes darah. Namun gejala-gejala yang umum orang yang tertular HIV/AIDS biasanya adalah: * Berat badan turun secara mencolok, biasanya lebih dari 10% dalam waktu 1 bulan; * Demam lebih dari 38oC, disertai keringat tanpa sebab yang jelas pada malam hari; *Diare kronis lebih dari 1 bulan; *Rasa lelah berkepanjangan; *Pembesaran kelenjar getah bening yang menetap, biasanya di sekitar leher dan lipatan paha; *Gatal-gatal; *Herpes kulit; serta *Kelainan lain pada kulit, rambut, mata, rongga mulut, alat kelamin dan lainnya. Bagaimana HIV/AIDS Menyerang Tubuh Animasi 1. Sel T pembantu menyerang patogen Dalam keadaan sehat, sistem kekebalan tubuh dapat membasmi kebanyakan virus, bakteri dan patogen yang menyerang tubuh. Animasi. 2. Virus AIDS membunuh sel T pembantu Ketika virus AIDS menginfeksi tubuh, sel-sel T pembantu dirusak sehingga menyebabkan lemahnya sistem kekebalan. Animasi.3.V irus menyerang tubuh Pada saat sistem kekebalan rusak, tubuh menjadi semakin mudah terkena penyakit dan tubuh menjadi tak berdaya melawannya. Penyakit inilah yang biasanya menjadi penyebab kematian pada penderita AIDS. Cara HIV/AIDS Ditularkan AIDS adalah salah satu penyakit yang menular. Namun penularannya tak semudah seperti virus influenza atau virus-virus lainnya. Virus HIV dapat hidup di seluruh cairan tubuh manusia, akan tetapi yang mempunyai kemampuan untuk menularkan kepada orang lain hanya HIV yang berada dalam: darah, cairan vagina dan sperma. Cara penularan HIV/AIDS yang diketahui adalah melalui: * Transfusi darah dari pengidap HIV; * Berhubungan seks dengan pengidap HIV; * Sebagian kecil (25-30%) ibu hamil pengidap HIV kepada janinnya. * Alat suntik atau jarum suntik/alat tatoo/tindik yang dipakai bersama dengan penderita HIV/AIDS; serta * Air susu ibu pengidap AIDS kepada anak susuannya. Mencegah HIV/AIDS Cara mencegah masuknya suatu penyakit secara umum di antaranya dengan membiasakan hidup sehat, yaitu mengkonsumsi makanan sehat, berolah raga, dan melakukan pergaulan yang sehat. Beberapa tindakan untuk menghindari dari HIV/AIDS antara lain: * Hindarkan hubungan seksual diluar nikah dan usahakan hanya berhubungan dengan satu pasangan seksual. * Pergunakan selalu kondom, terutama bagi kelompok perilaku resiko tinggi. * Seorang ibu yang darahnya telah diperiksa dan ternyata positif HIV sebaiknya jangan hamil, karena bisa memindahkan virusnya kepada janin yang dikandungnya. Akan bila berkeinginan hamil hendaknya selalu berkonsultasi dengan dokter. * Orang-orang yang tergolong pada kelompok perilaku resiko tinggi hendaknya tidak menjadi donor darah. * Penggunaan jarum suntik dan alat tusuk lainnya seperti; akupunktur, jarum tatto, jarum tindik, hendaknya hanya sekali pakai dan harus terjamin sterilitasnya. * Jauhi narkoba, karena sudah terbukti bahwa penyebaran HIV/AIDS di kalangan panasun (pengguna narkoba suntik) 3-5 kali lebih cepat dibanding perilaku risiko lainnya. Di Kampung Bali Jakarta 9 dari 10 penasun positif HIV Persepsi Salah Tentang HIV/AIDS AIDS adalah penyakit yang disebabkan oleh virus HIV yang sampai sekarang belum ditemukan obat dan vaksinnya yang benar-benar bermanfaat untuk mengatasi AIDS. Itulah sebabnya AIDS merupakan salah satu penyakit yang paling ditakuti pada saat ini. Munculnya anggapan yang salah terhadap tindakan dan prilaku sehubungan dengan HIV/AIDS semakin mengukuhkan penyakit ini untuk ditakuti. Oleh sebab itu perlu diketahui bahwa HIV/AIDS tidak menular melalui: * Bekerja bersama orang yang terkena infeksi HIV. * Gigitan nyamuk atau serangga lain. * Sentuhan tangan atau saling pelukan. * Hubungan Seks dengan menggunakan kondom. * Penggunaan alat makan bersama. * Penggunaan toilet bersama. *Semprotan bersin atau batuk. Jenis-jenis Narkoba

dan juga dalam cairan.akhir ini Cara penggunaan heroin yang disuntikkan dapat memicu terjadinya penularan HIV/AIDS dan hepatitis C. 1982) Narkoba adalah singkatan dari Narkotika. Efek codein lebih lemah daripada heroin. hilangnya rasa sakit. Pembeliannya pun harus dengan resep dokter.kecil dan digulung menjadi rokok disebut joints(di Indonesia disebut pocong). Heroin memberikan efek yang sangat cepat terhadap si pengguna.sekolah. Heroin mempunyai kekuatan yang dua kali lebih kuat dari morfin(sering digunakan untuk medikasi) dan merupakan jenis opiat yang paling sering disalahgunakan orang di Indonesia pada akhir . kampus bahkan orang . d. dimana daun dari tanaman belukar ini biasanya dikunyah-kunyah oleh penduduk setempat untuk mendapatkan efek stimulan. dia akan mengalami rasa sakit yang berkesinambungan/sakaw/ gejala putus obat. dan potensinya untuk menimbulkan ketergantungaan rendah. Demerol Nama lainnya adalah Demerol adalah pethidina.Codein sering juga digunakan sebagai obat batuk untuk batuk yang kronis. dan itu bisa secara fisik maupun mental. Pengaruh tersebut berupa pembiusan. masalah ini sangat mengkhawatirkan karena sudah memasuki sekolah .Saat ini tidak ada satu kecamatan pun di Indonesia yang terbebas dari narkoba. Ganja dikenal dapat memicu psikosis. kadang-kadang disertai dengan timbulnya halusinasi (gangguan persepsi visual dan pendengaran). Cannabis/ganja/cimenk Semua bagian dari tanaman ini mengandung kanabinoid psikoaktif. Macam-macam Narkotika a. THC(delta-9-tetrahydrocannabinol) disimpan di dalam lemak pada tubuh dan dapat dideteksi sampai enam minggu setelah memakai. Psikotropika. Obat ini bisa di temukan dalam bentuk pil. Demerol sering juga digunakan untuk pengobatan. mengurangi kelelahan. dsb. rangsangan semangat . gangguan cara berpikir. rasa lapar dan untuk memberikan efek eforia. Ganja juga bisa memicu dan mencampuradukkan antara kecemasan dan depresi. stroke dan psikosis e. dipotong kecil . Dan jika orang itu berhenti mengkonsumsi heroin. Opioid Opioid atau opiat berasal dari kata opium. paranoid. Salah satu masalah yang hingga saat ini di banyak negara merupakan masalah serius adalah masalah narkoba di Indonesia. Dampak jangka pendek lain penggunaan kokain adalah depresi. dikeringkan. Heroin termasuk kelompok opiate.(BNN. Narkotika Adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman.Ekstasi akan mendorong tubuh . bubuk. 2003) 1. kejang. Biasanya dijual dalam bentuk pil atau cairan jernih.) Heroin adalah obat bius yang sangat mudah membuat seseorang kecanduan karna efeknya sangat kuat. baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menimbulkan pengaruh tertentu bagi penggunanya. seperti untuk meningkatkan daya tahan. Bahan/zat adiktif yang merupakan obat-obat yang sangat berbahaya untuk di salah gunakan. Kokain Kokain adalah salah satu zat adiktif yang sering disalahgunakan. ilusi. perubahan alam perasaan. Kokain merupakan alkaloid yang didapatkan dari tanaman belukar Erythroxylon coca. Demerol dijual dalam bentuk pil dan cairan tidak berwarna.orang yang sudah mempunyai pekerjaan mapan dapat terpengaruh penggunaan narkoba. Narkoba adalah suatu zat. Akan mengikat pikiran dan dapat membuatmu menjadi ketagihan. Psikotropika Zat/obat yang dapat menurunkan aktivitas otak atau merangsang susunan syaraf pusat dan menimbulkan kelainan perilaku. Codein Codein termasuk garam / turunan dari opium / candu. Jenis-jenis yang termasuk psikotropika  Ecstasy/Ineks Ecstasy (methylen dioxy methamphetamine)/MDMA adalah salah satu jenis narkoba yang dibuat secara ilegal di sebuah laboratorium dalam bentuk tablet. b. yang jika dimasukkan ke dalam tubuh. banyak yang dihadapi oleh negara baik negara maju maupun negara berkembang semakin banyak masalah tak tekecuali dengan negara kita. terutama bagi mereka yang memiliki latar belakang (gen) schizophrenia. halusinasi atau timbulnya khayalan yang menyebabkan efek ketergantungan bagi pemakainya. Opium disaripatikan dari opium poppy(papaver somniferum) & disuling untuk membuat morfin. diare. akan mempengaruhi fungsi fisik dan/atau psikologis (kecuali makanan. serangan jantung. 2. kodein & heroin (1847) Opium digunakan selama berabad-abad sebagai penghilang rasa sakit dan untuk kenikmatan (mencegah batuk.Pada era globalisasi ini. Asap ganja mengandung tar 3 kali lebih banyak dan karbonmonoksida 5 kali lebih banyak daripada rokok biasa.Bentuk yang paling poten berasal dari sari tanaman ganja yang dikeringkan dan berwarna coklat-hitam yang disebut hashish atau hash. stamina. air atau oksigen). Biasanya disebabkan oleh penggunaan jarum suntik dan peralatan lainnya secara bersamaan. yang berasal dari Amerika Selatan. c. jus dari bunga opium. (WHO. Tanaman ganja biasanya dipotong.

cemas. agresi(menyerang). ~ Mual. Empat puluh dua jenis dari bahan-bahan kimia tersebut. Berdasar dari banyak kasus. maka si penggunanya akan merasakan hal-hal yang sebaliknya. Ecstasy ini mempengaruhi reseptor dopamin di otak sehingga bila efek zat ini habis dapat menimbulkan depresi dan paranoid. itu hanya bersifat sementara waktu saja. eforia. Kekurangan cairan tubuh dapat terjadi sebagai akibat dari pengerahan tenaga yang tinggi dan lama. Zat-zat kimia yang berbahaya sering dicampur dalam tablet atau kapsul ecstasy. maka akan begaimanakah nasib bangsa ini selanjutnya? Untuk itu informasi mengenai narkoba perlu diluruskan kepada semua orang. golongan anak muda yang menjadi pewaris bangsa. Jangan bilang kalau hanya sebagian jenis narkoba saja yang mematikan. biar ngga gampang dicuci otak atau dibujuk untuk memakai narkoba.berisikan racun yang dapat merusak tubuhmu dan memicu kanker. hal itu juga akan membentengi dirimu dari desakan untuk mencoba-coba narkoba. .Lain lagi dengan ganja(kanabis). Ingatlah selalu kalau narkoba akan mengacaukan perasaanmu. Satu hal yang perlu kamu ingat narkoba merupakan obat-pbatan yang mengandung zat atau kandungan yang dapat membuat kamu ketagihan.untuk melakukan aktivitas yang melampaui batas maksimum dari kekuatan tubuh itu sendiri. ~ Paranoid dan depresi. ~ Gangguan jiwa berat. Niscaya. Nah. Bukan hanya kasus ini marak di ibukota melaikan hingga di kota-kota lain di Indonesia.  Shabu-shabu Nama kimianya adalah methamphetamine. Obat ini berbentuk kristal maupun tablet. Namun tidak demikian adanya. seseorang akan mudah dicekoki narkoba ketika dirinya sedang dalam keadaan down. tidak mempunyai warna maupun bau Obat ini mempunyai pengaruh yang kuat terhadap syaraf diantaranya : ~ Merasa nikmat. ~ Susah tidur. sifat yang paling umum adalah rasa penasaran. Namun rasa penasaran itu akan merusak ketika kamu ingin mengetahui rasa narkoba meskipun Cuma sekali. kasus peredaran dan penyalahgunaan narkoba semakin marak saja. namun sebagian lagi justru menyehatkan. Tahun-tahun belakangan ini. Tapi hal itu tidak mudah dilakukan ketika orang harus menghadapi persoalan-persoalan sulit. atau depresi. ~ Meningkatkan perilaku berisiko. gigi terus mengunyah. Hal ini agar kita tidak mudah dibohongi apalagi dimanfaatkan untuk kepentingan sekelompok orang. Tidak memandang dari status sosial mana dia berada. Jangan berfikir bahwa narkoba adalah dewa penyelamatmu. enerjik. Biasakan mengadu kepada Tuhan tentang perasaan sedih dan duka yang sedang kamu rasakan. PENCEGAHAN NARKOBA Pencegahan dan Pengobatan Rata PenuhPencegahan dan Pengobatan Pencegahan Narkoba lagi narkoba lagi. meskipun hanya sekali Namanya anak muda. yang sering menyebabkan kematian.000 bahan kimia. panik. tidak memandang dari daerah mana dia berasal. Sebenarnya sifat ini bisa positif jika memberikan pengetahuan bagi kamu. 1. Namanya hidup. Zat-zat ini justru seringkali lebih berbahaya dibandingkan kandungan ecstasy yang ada. Dia akan selalu mendengar dan membantu keluh-kesah umatNya. pasti ada suka dan dukanya. Dari hasil penelitian Departemen Kesehatan dari Australia Barat dikatakan bahwa rokok yang kamu hisap itu mengandung kurang lebih 4. Secara otomatis. ~ Kehilangan nafsu makan. geraham lengket. waspada. 3. bikin stress. Kalau pun seseorang pemakai narkoba merasa punya perasaan gembira dan nyaman. kamu perlu meningkatkan iman dan ketakwaanmu pada Tuhan. Sekali kamu mencobanya. Orang-orang yang menjadi korban ketergantungan narkoba semakin beragam dan meningkat dari tahun ke tahun. malah akan menambah banyak persoalanmu. Jika banyak dari generasi muda sepertimu sekarang ketergantungan narkoba.maka seumur hidup kamu akan ketagihan. ~ Agitasi(mengamuk). Termasuk kamu. Untuk itu kamu harus selalu waspada. 2. Berdasarkan riset medis. tidak melihat latar belakang keluarga baik-baik ataukah berantakan. sosial & percaya diri (bila digunakan lebih dari biasanya). berkeringat. Alangkah indahnya jika dunia ini dipenuhi suasana yang asyik-asyik terus. Tidak heran jika akhirnya si pengguna akan mencari dan menagih narkoba yang sama. jenis narkoba ini dapat mempengaruhi sistem syaraf dan memperlambat kegiatan dalam otak bahkan dapat memicu gangguan jiwa berat jika kamu memiliki keturunan genetika yang berisiko tinggi. Berbentuk kristal seperti gula atau bumbu penyedap masakan. Makanya. bukan? Orang akan mudah mengontrol dirinya ketika merasa senang dan riang. kamu harus tahu beberapa hal tentang narkoba seperti dibawah ini : 1. rumit. Ketika pengaruh narkoba itu habis. Jangan pernah berfikir untuk mencoba. merokok saja dapat membahayakan tubuhmu.

Jika gagal. saran dan kritik yang membangun. Ketergantungan Obat Jl. Selektif memilih teman jalan ataupun temen dekat Teman yang baik adalah teman yang selalu ada didekatmu. Jika di antara kita ada yang rajin beronani ria dan ingin mengendalikannya (dengan alasan apapun). 23 Pondok Labu. anemia dan kurang gizi. baik buat yang sudah berpengalaman apalagi yang baru mencobanya. Cisarua Indonesia (0251) 255502 (021) 330989 REPRODUKSI SEHAT REMAJA Usia Anak dan Remaja merupakan suatu periode transisi dalam upaya menemukan jatidiri kedewasaan biologis dan psikologis. TIPS MENGHENTIKAN ONANI TIPS MENGHENTIKAN ONANI Terlepas dari sikap kita masing-masing terhadap onani dan alasan yang mendasarinya. memaksa. kehamilan remaja. maka otak. Jurong no. karena anak dan remaja dipersiapka sebagai generasi penerus bangsa yang bersikap mandiri dan produktif. 112 . Contohnya. Pendekatan keluarga merupakan suatu yang sangat penting untuk merancang program dan aktifitas masa depan. 5. sehingga dapat memberikan pandangan untuk memecahkan masalah secara bersama. Jika seseorang menggunakan secara berlebihan dalam satu waktu. Tertarik? Coba kita lihat : Niat. maka akan terjadi kerusakan otak yang parah. Secara umum dapat disimpulkan bahwa memberdayakan lembaga keluarga melalui BKR sebagai wadah komunikasi interaksi dan tukar pengalaman serta pemikiran antara keluarga-keluarga yang mungkin sedang atau akan menghadapi masalah yang sama. asalkan waspada jika ada seseorang yang baru dikenal langsung memintamu untuk merasakan ‘nikmatnya’ narkoba. siapkan hadiah dan hukuman sebagai imbalan. Nah. berikut ini ada sejumlah hal yang bisa dilirik sebagai langkah-langkah untuk mengurangi (kalau bisa. Atas dasar pemikiran itulah.11 Cawang Jakarta Timur 021-8008881 Rumah Sakit Marzuki Makhdi Jl. lever dan ginjal si penghirup dapat rusak. penanganan yang lebih intensif. Haryono No. Namun kalau kamu pakai tanpa izin dokter atau pun mencampurnya dengan obat.Kalau ecstasy merupakan jenis narkoba yang dibuat dari kumpulan bahan kimia. Sedangkan putaw atau heroin adalah zat yang berasal dari popi opium. Fatmawati Jakarta Selatan FAN Campus Jl. .28 . target dan strategi serta waktu evaluasi kemajuan mesti ditetapkan sejak awal. harus mendapat perhatian. Permasalahan lain yang saat ini terjadi dimasyarakat seperti kenakalan remaja. itu bukan teman namanya! Bergaul boleh dengan siapa saja. baik dalam pelajaran. Bogor . Dr. baik dalam keadaan senang maupun duka.obatan lain. Pengobatan Berikut ini adalah beberapa pusat rehabilitasi yang ada di Indonesia : Balai Kasih Sayang Pamardisiwi Jl. kembalikan saja. tentunya kita setuju bahwa "segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik". Salah satu upaya yang sangat strategis adalah melalui bimbingan dan pembinaan anak dan remaja dalam keluarga yang dilakukan sedini mungkin dengan pendekatan yang aktual dan contoh serta keteladanan dari orang tua. Jakarta Selatan Indonesia (021) 7690455 (021) 7540604 RS. zat ini biasa digunakan sebagai penghilang rasa sakit (analgesia). penyalahgunaan obat narkotik. bunga yang tumbuh di iklim panas dan kering. Dengan menghirup zat-zat inhalan tersebut. Pakai narkoba dengan cara menghirup uap lem atau zat lain adalah murah tapi mematikan Penggunaan narkoba dengan cara menghirup/inhalen. Ingat. yang umumnya disebut “sniffing glue” atau “ngelem” adalah sangat berbahaya! “Ngelem” dapat menyebabkan kematian mendadak(sudden sniffing death syndrome). Pengaruhnya sama dengan amfetamin dan halusinogen. MT. Jati Indah I No. dampak yang harus ditanggung adalah kematian. menghilangkan) kebiasaan onani. Teman yang baik juga harus mampu memberi masukan. Semeru No. dari berbagai penelitian bahwa permasalahan yang dihadapi remaja adalah kurangnya informasi yang benar dan bertanggung jawab tentang Reproduksi Remaja. Tapi kalau temanmu berusaha merayu. Juga. 4. Teman yang baik adalah seorang yang juga bisa mengajakmu meraih prestasi. maka perlu dilakukan upaya pembinaan ketahanan keluarga dengan berbagai pendekatan.Jawa Barat Indonesia (0251) 382952 (0251) 382052-3 Wisma Adiksi Jl. Khusus untuk keluarga yang mempunyai anak remaja. bukan berarti jadi kuper (kurang pergaulan) jika kamu tidak bergaul dengan orang-orang pemakai narkoba. tontonlah. Karena itu usia anak dan remaja merupakan periode kritis tetapi strategis untuk tetap dibina. apalagi memerasmu untuk mengkonsumsi narkoba. hal ini sama saja dengan membahayakan hidupmu sendiri! Bagaimana tidak? Dengan pemakaian dosis tinggi. olahraga atau pun ekstrakurikuler lainnya. sehingga dapat menjadi modal dan potensi pemrakarsa dan penggerak pembangunan yang handal sehingga mampu memberikan nilai tambah dalam pembangunan segala bidang. sewalah film kesukaan. Jika berhasil memenuhi target. Untuk kedokteran. tujuan.

Walau usia masih tergolong anak-anak. Orangtua. Remaja menganggap orangtua sebagai jasa valet saja. Remaja sudah mulai menunjukkan jati diri. Nah. tiga. main game) atau lebih baik mandi keramas. sebuah keluarga sebaiknya sesering mungkin bercengkerama. Ada kalanya orangtua bersikap permisif. tentunya. Biasanya onani dilakukan di pagi hari dan menjelang tidur pada malam hari. bila mereka berada dalam risiko.” ujar penulis buku Teen Stages: How to Guide the Journey to Adulthood ini. orangtua mulai menyadari bahwa pola asuh terhadap remaja belum berhasil. Syaratnya. pilih aktivitas yang menimbulkan kantuk. selalu sibukkan dirimu dengan tugas-tugas yang harus dikerjakan. Hal ini membuat anak hanya sedikit mengandalkan orangtua sebagai pembimbing. Jika langkah 4) berhasil. Namun. misalnya memeluk. dan seterusnya. Misalnya. lanjutnya. Jika pingin tidur lagi. Secara global. atau koreksi lagi untuk meningkatkan kualitas PR-mu. Kata Mellor. Masuk ke Kehidupan Sekolah . pilihlah sebuah aktivitas dari daftar untuk dilakukan pada saat kita ingin beronani saat menghadapi masalah. dan bukan di kamar anak. setidaknya empat kali seminggu. lanjutkan dengan PR untuk besok. Dikatakan Ken Mellor. Nah.Punya diary? Nggak ada salahnya untuk melihat catatan kegiatan "O" itu. Nah. Menurut Mellor. dan lainnya. Nah. Nah. supaya tidak terjadi salah paham. Di masa-masa inilah orangtua kerap bersitegang dengan remaja.” Oke saja memberi batasan pribadi pada anak remaja. Biasanya remaja lebih senang berkumpul bersama teman sebaya ketimbang dengan orangtua. olahraga juga menghabiskan tenaga yang sedianya digunakan untuk onani. kejadian apa yang mengiringinya. KIAT DAMPINGI REMAJA Pola asuh remaja perlu cara khusus. merangkul. Anda bisa mengajak si remaja menceritakan kegiatannya hari itu. Sebuah penelitian yang dilakukan Canadian Institute for Health Information (CIHI) mengungkapkan lima hal penting yang perlu dimiliki orangtua agar anak-anaknya tumbuh sebagai pribadi yang sehat dan gembira. Orangtua juga mesti membuat panduan atas tontonan dan permainan (games) yang diperbolehkan dan dilarang. Keadaan ini tentu tidak sehat. silakan beronani kecuali di waktu-waktu tersebut. Tetap Mengawasi Sangat penting bagi orangtua untuk menyelidiki kehidupan anak-anaknya guna mengetahui apa saja yang terjadi pada mereka. Ngapain pakai lihat catatan segala? Untuk bikin kalender pencapaian target. tetapi kadang orangtua memiliki pengertian yang keliru atas proporsi dari respek. jika PR untuk hari ini sudah dikerjakan. Nah. tak hanya mendefinisikannya saja. saya tidak akan ragu membacanya. tindak kekerasan yang tergolong ringan dalam video games bisa menyebabkan pikiran dan tindakan agresif dan menurunkan perilaku suka menolong. Keluarga yang makan malam bersama. Mengobrol Mellor menyarankan orangtua untuk tidak pelit memberikan sentuhan pada anak. Kemudian tuliskan "Onani" (dan aktivitas lain yang berkaitan dengan seks) pada nomor satu. Cara lain. sehingga dorongan seksual juga meningkat. Mellor juga mengingatkan orangtua agar tidak memberi aturan secara sewenang-wenang. kita bisa pilih: Berusaha kembali tidur atau tetap bangun. Onani juga menjadi pilihan pada waktu tidak bisa tidur atau terjaga di tengah waktu tidur. Jika lewat sebuah "pemandangan yang indah". pada jam berapa saja dilakukan. orangtua seolah-olah lebih menjadi pemberi jasa bagi anaknya yang bertindak sebagai konsumen. Bagi yang muslim bisa dilanjutkan dengan shalat tahajud. selain teknik karet gelang di atas. Jika ingin tetap terjaga. Katakan kepada anak bahwa apa yang ia lihat akan membentuk kesadarannya. Nah. mengatakan bahwa hasil riset tersebut akan memberi jalan berbeda dalam melihat solusi sebuah masalah. ahli pengasuhan dari Melbourne seperti dikutip Good Health & Medicine. misalnya berapa kali sehari / seminggu. Tidak hanya sampai di situ. lakukan aktivitas yang disukai dan menuntut konsentrasi (misalnya. kita bisa menjepret lengan kita untuk mengalihkan perhatian. usahakan untuk selalu berada di tengah-tengah orang lain. “Anak-anak itu perlu dimanajeri. pakailah karet gelang di tangan. tetaplah berolahraga dan hindarilah hal-hal yang mendorong untuk onani. Susunlah sebuah daftar berjudul "Aktivitas yang Kusukai". anak remajanya 75 persen cenderung jarang terlibat dengan obat-obatan terlarang dan perilaku yang berisiko. ia tak bisa diperlakukan seperti anak kecil. berpikir bahwa menjadi tugas mereka untuk memuaskan anak-anak ketimbang memasukkannya ke dunia ini. Bisa dengan cara menempatkan televisi dan komputer hanya di ruang terbuka atau ruang keluarga. Onani juga sering dilakukan pada saat tidak ada orang di sekitar kita untuk diajak komunikasi. International Society for Research on Aggression mengungkapkan. haruslah aktivitas yang bisa kita lakukan. Elizabeth GyorfiDyke. Aturan perlu diberi penjelasan dengan jelas. kemudian aktivitas nomor dua. coba langkah selanjutnya: Biasanya onani dilakukan pada saat kita menghadapi suatu masalah. Jadi. menyenangkan. tidak hanya didukung dan dilayani. dan kita butuh "rekreasi" sejenak untuk melupakannya. dimana dan pada suasana apa saja onani dilakukan. Olahraga bisa meningkatkan vitalitas. Onani sering jadi kelanjutan dari ngelamun jorok. kurangi konsumsi menu "sjurasic" itu kalau memang pingin mengurangi onani. seorang peneliti. Onani juga biasanya dilakukan setelah melihat sesuatu yang syuuur. orangtua juga mesti duduk bersama mereka dan mengobrol. “Saya tidak akan membaca buku harian anak-anak saya. Tapi. ada baiknya orangtua membuat aturan. dan positif. Terutama karena orangtua agak kesulitan mengatasi emosi dan tekanan lain yang secara alami muncul pada remaja.

Latar Belakang Pada tahun 2008 diperkirakan jumlah penduduk Indonesia 227 juta. “Remaja laki-laki kurang dapat menoleransi cara pengajaran dan kemampuan interpersonal atau karakter guru yang jelek. peningkatan kualitas dan pengarahan mobilitas penduduk agar mampu menjadi sumber daya yang tangguh bagi pembangunan dan ketahanan nasional. amati guru yang mengajar. Untuk membuat ia tetap fokus pada sekolah. PENDEWASAAN USIA PERKAWINAN DAN HAK-HAK REPRODUKSI BAGI REMAJA INDONESIA KATA PENGANTAR Dengan mengucapkan puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. maka sudah selayaknya kependudukan menjadi titik sentral dalam perencanaan pembangunan. Dan mereka tidak akan belajar dari orang yang tidak menyukai mereka. Orangtua sebaiknya memberi contoh karena mereka tetap jadi panutan bagi anak-anak. tetapi pikirannya bisa ke mana-mana. keraguan diri dan ketakutan akan penolakan juga hadir dalam diri mereka. Semoga apa yang telah dilakukan dapat bermanfaat bagi generasi yang akan datang. Jakarta. UNFPA). Steve Biddulph. Banyak Berteman Laporan lain dari CIHI menyebutkan. dinamis. Diharapkan buku ini menjadi buku bacaan bagi para pembina. untuk itu kami mengharapkan kritik. saran dan masukan bagi penyempurnaan buku Pendewasaan Usia Kawin dan Hak-Hak Reproduksi Bagi Remaja Indonesia ini. gambaran usia kawin di Indonesia dan pendewasaan usia perkawinan dan perencanaan keluarga. sehingga dapat disesuaikan dengan perkembangan program PUP dari waktu ke waktu. Buku Pendewasaan Usia Kawin dan Hak-Hak Reproduksi Bagi Remaja Indonesia ini merupakan pengembangan dari beberapa materi yang berkaitan dengan program Pendewasaan Usia Perkawinan sebelumnya. Di sisi lain. sejalan dengan masa remajanya. sesuai dengan perkembangan kebijakan dan program yang dilaksanakan. Kami menyambut dengan gembira atas diterbitkannya buku ini. Menurut ahli pola pengasuhan dari Australia. Indonesia menghadapi banyak masalah berkaitan dengan bidang kependudukan yang dikhawatirkan akan menjadi masalah besar dalam pembangunan apabila tidak ditangani dengan baik. Ii Disadari buku ini masih belum sempurna. anak mungkin masuk ke dalam kelas. Muhammad Basir Palu. pengelola program KRR dan para remaja di seluruh Indonesia.Saat bersekolah. remaja yang berteman dengan rekan sebayanya memiliki harga diri yang lebih tinggi dan secara menyeluruh sehat. dan menjadi pelajar yang kuat secara mental maupun spiritual. orangtua sebaiknya membantu atau paling tidak menemaninya saat mengerjakan pekerjaan rumah. remaja akan cuek dengan pelajaran di sekolah. sasaran dan ruang lingkup. MH.” sebut Mellor. sehingga Buku Pendewasan Usia Kawin dan Hak-Hak Reproduksi Bagi Remaja Indonesia dapat diterbitkan. Bila memungkinkan. “Keunikan seseorang perlu diperkuat.A. kala ia berada di luar teman sebayanya. Anda perlu memandunya. BPS. hak – hak Reproduksi yang berisi tentang pengertian.” Kalau sudah begitu. Jadi Sukarelawan Laporan CIHI menunjukkan hampir 75 persen remaja yang menjadi sukarelawan tumbuh “sehat”. (Proyeksi Penduduk Indonesia tahun 2000-2025. Selanjut pada bab terakhir diuraikan tentang Pendewasaan Usia Perkawinan berisi tentang pengertian pendewasaan usia perkawinan. H. sesuai dengan kondisi dan situasi wilayah masing-masing. Dalam buku ini diuraikan tentang pendahuluan yang berisi tentang latar belakang. mencintai tantangan. BKKBN Dr. kualitas dan mobilitas penduduk. berkat rahmat dan karuniaNya.A iii PENDAHULUAN A. Undang-Undang No. Orangtua sebaiknya mendorong anak-anaknya untuk terlibat dalam kegiatan sosial. tujuan. masalah-masalah dan caracara pemenuhannya. Sp. 10 Tahun 1992 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Sejahtera telah mengamanatkan perlunya pengendalian kuantitas. Oktober 2008 Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Rerpoduksi. Pendewasaan Usia Perkawinan bertujuan untuk memberikan pengertian dan kesadaran kepada remaja agar 2 . itu bisa menjadi pertanda yang mesti dikhawatirkan oleh orangtua. Tetapi. Orangtua juga mesti terlibat dalam kehidupan sekolah anak. Permasalahan kependudukan pada dasarnya terkait dengan kuantitas. Akhirnya kami mengucapkan terima kasih yang sebesarbesarnya kepada semua pihak yang terlibat dalam proses penyiapan materi Pendewasaan Usia Kawin dan Hak-Hak Reproduksi Remaja di Indonesia. Mengingat buku ini bersifat umum maka pelaksanaan dilapangan masih memerlukan penjabaran lebih teknis. BAPPENAS. Salah satu program pembangunan yang berkaitan dengan kependudukan adalah Program Keluarga Berencana yang bertujuan mengendalikan jumlah penduduk diantaranya melalui program Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP). jenis hak-hak reproduksi bagi remaja. Sejalan dengan cita-cita mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

dan sebagainya). bahagia sejahtera. mereka dapat mempertimbangkan berbagai aspek berkaitan dengan kehidupan berkeluarga. yang dilakukan oleh School of Public Health. Kerangka Tegar Remaja merujuk pada hasil evaluasi program Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) tahun 1990-2000. hobi. Meningkatkan pengetahuan pembina. Tujuan Khusus a. yaitu segala sesuatu yang positif yang terdapat pada diri remaja (pengetahuan. sekolah. Tujuan Umum Meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja dan pengelola program KRR tentang hak-hak reproduksi pada remaja serta perlunya pendewasaan usia perkawinan dalam rangka mewujudkan Tegar Remaja menuju Tegar Keluarga dalam mewujudkan keluarga norma keluarga kecil. yaitu remaja yang menunda usia perkawinan. teman.A. Cerita Remaja Indonesia 2. berperilaku sehat. yaitu (1) peningkatan assets/capabilities remaja. HIV dan AIDS dan NAPZA). kesiapan fisik. Pemerintah. Tujuan 1. Afrika dan Amerika Latin (World Bank Report. resources dan second chance. media massa.E.Pendewasan Usia Kawin dan Hak-Hak Reproduksi Bagi Remaja Indonesia C. Tegar remaja adalah membangun setiap remaja Indonesia menjadi TEGAR. 2005 dan evaluasi program Kesehatan Reproduksi Remaja di Asia. B. pengelola program KRR dan remaja berkaitan dengan hakhak . Program KRR dengan peningkatan dan pengembangan ketiga faktor tersebut akan menghasilkan Tegar Remaja (TR). sikap. teladan dan model bagi remaja sebaya. 4 Pendewasan Usia Kawin dan Hak-Hak Reproduksi Bagi Remaja Indonesia C. Program KRR apabila tidak dilaksanakan dengan pengembangan ke tiga faktor pendukung tersebut diatas akan mengakibatkan meningkatnya jumlah remaja yang bermasalah (RB).E. 2007). agar bisa sembuh dan kembali hidup normal. minat dan sebagainya).I.I. Sebaliknya apabila program KRR didukung oleh ketiga faktor pendukung. yaitu jaringan dan dukungan yang dapat diberikan kepada remaja dan program KRR oleh semua stakeholders terkait (orang tua. University of Michigan.A. USA.R. mental dan socialekonomi serta menentukan jumlah dan jarak kelahiran. menginternalisasi norma-norma keluarga kecil bahagia sejahtera dan menjadi contoh.R.R. menghindari resiko TRIAD KRR (Seksualitas. Tujuan PUP seperti ini berimplikasi pada perlunya peningkatan usia kawin yang lebih dewasa sehingga berdampak pada penurunan total fertility rate (TFR) Program Pendewasaan Usia Perkawinan didalam pelaksanaannya telah diintegrasikan dengan program Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) yang merupakan salah satu program pokok Pembangunan Nasional yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM 20042009). Cerita Remaja Indonesia program KRR yang dilaksanakan melalui pengembangan faktor-faktor pendukung (promotive faktor) yaitu: asset.A.E. perlaku. Kerangka Tegar Remaja adalah strategi 3 Pendewasan Usia Kawin dan Hak-Hak Reproduksi Bagi Remaja Indonesia C. (3) Pemberian pelayanan kedua/second chance kepada remaja yang telah menjadi korban triad KRR. organisasi remaja. (2) pengembangan resources/opportunities. Arah kebijakan Program Kesehatan Reproduksi Remaja adalah mewujudkan Tegar Remaja dalam rangka Tegar Keluarga untuk mencapai Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera.I. Cerita Remaja Indonesia didalam merencanakan keluarga. idola.

Ruang Lingkup Ruang Lingkup meliputi informasi mengenai jenis dan pengertian Hak-hak Reproduksi. Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD). komponen dan proses) yang dimiliki oleh remaja baik secara fisik. Psikotropika.A. 5. Napza. Meningkatkan pengetahuan pembina. Cerita Remaja Indonesia 8. bahagia dan sejahtera. Alkohol.E. yaitu remaja yang berperilaku sehat. Pemuda (Youth) adalah penduduk usia 15-24 tahun (UNFPA). b. Sasaran (audience) Sasaran yang terkait dengan Buku Pendewasaan Usia Perkawinan ini adalah: 1) Pembina dan Pengelola program KRR (Provinsi. emosional dan spiritual.reproduksi. Kesehatan Reproduksi Remaja adalah suatu kondisi sehat yang menyangkut sistem reproduksi (fungsi. mental dan ketergantungan. yaitu virus yang menurunkan sistem kekebalan tubuh manusia. pengelola program KRR dan remaja berkaitan dengan pendewasaan usia perkawinan C. bercita-cita mewujudkan Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera serta menjadi contoh. Napza. Pengertian dan Batasan 1. dihirup (melalui hidung) atau disuntik yang menimbulkan efek tertentu terhadap fisik. 4. 3. 9.E. yaitu resiko-resiko yang berkaitan dengan Seksualitas. 7.A. terhindar dari risiko TRIAD (Seksualitas. masalah-masalah dalam pemenuhan hak reproduksi bagi remaja dan materi pendewasaan usia perkawinan (masa menunda kehamilan dan kelahiran. HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. arborsi dan resiko perilaku seks sebelum nikah. Program KB adalah upaya peningkatan kepedulian dan peran serta masyarakat melalui pendewasaan usia 5 Pendewasan Usia Kawin dan Hak-Hak Reproduksi Bagi Remaja Indonesia C. Sasaran dan Ruang Lingkup 1.I. 2) Remaja 2. 6. TRIAD KRR adalah tiga resiko yang dihadapi oleh remaja. AIDS adalah singkatan dari Acquired Immuno Deficiency Syndrome. 6 Pendewasan Usia Kawin dan Hak-Hak Reproduksi Bagi Remaja Indonesia C. yaitu zat-zat kimiawi yang dimasukkan kedalam tubuh manusia baik secara oral (melalui mulut). idola dan sumber informasi bagi teman sebayanya.R. yaitu kumpulan dari berbagai gejala penyakit akibat turunnya kekebalan tubuh individu yang didapat akibat HIV. Resiko seksualitas adalah sikap dan perilaku seksual remaja yang berkaitan dengan Infeksi Menular Seksual (IMS). Program KRR adalah suatu program untuk memfasilitasi terwujudnya Tegar Remaja. Kabupaten/Kota. masa menjarangkan kehamilan dan masa mencegah kehamilan) D. 2. Kelurahan/Desa). Kecamatan. Cerita Remaja Indonesia perkawinan. pengaturan kelahiran. dan Zat Adiktif lainnya. model. HIV dan AIDS) menunda usia pernikahan. HIV dan AIDS. Napza adalah singkatan dari Narkotika. Generasi Muda (Young Generation) adalah .R. Remaja (Adolescent) adalah penduduk usia 10–19 tahun (WHO). mental. pembinaan ketahanan keluarga untuk mewujudkan keluarga kecil. Orang Muda (Young people) adalah penduduk usia 10–24 tahun (UNFPA dan WHO).I.

Penanggung Jawab Bidang Administrasi.R. Pendidik Sebaya KRR adalah remaja yang punya komitmen dan motivasi yang tinggi sebagai nara sumber bagi kelompok remaja sebayanya dan telah mengikuti pelatihan Pendidik Sebaya KRR dengan mempergunakan Modul dan Kurikulum standard yang telah disusun oleh BKKBN. idola dan sumber informasi bagi teman sebayanya. Bahkan harus diusahakan apabila seseorang gagal mendewasakan usia perkawinannya. Hak-hak Repoduksi Hak reproduksi secara umum diartikan sebagai hak yang dimiliki oleh individu baik 8 Pendewasan Usia Kawin dan Hak-Hak Reproduksi Bagi Remaja Indonesia C. Life Skills menurut Undang-undang Sistim Pendidikan Nasional Nomor 20 tahun 2003 adalah pendidikan non formal yang memberikan ketrampilan non formal. memberi dukungan dan aktif membina PIKKRR. sehingga mencapai usia minimal pada saat perkawinan yaitu 20 tahun bagi wanita dan 25 tahun bagi pria. Tegar Remaja adalah remaja-remaja yang menunda usia pernikahan.E. 17.E. Total Fertility Rate (TFR) yaitu rata-rata jumlah anak yang dimiliki oleh wanita selama usia reproduksinya C. Pendidik Sebaya dan Konselor Sebaya. PUP bukan sekedar menunda sampai usia tertentu saja tetapi mengusahakan agar kehamilan pertamapun terjadi pada usia yang cukup dewasa.R. dan vokasional untuk bekerja secara mandiri.E. Pembina PIK-KRR adalah seseorang yang mempunyai kepedulian yang tinggi terhadap masalah-masalah remaja. sosial. Cerita Remaja Indonesia pria maupun perempuan yang berkaitan dengan keadaan reproduksinya. Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) adalah upaya untuk meningkatkan usia pada perkawinan pertama. berperilaku sehat. intelektual/akademis. bercita-cita mewujudkan Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera dan menjadi contoh. HIV dan AIDS.I. 10. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) atau organisasi pemuda/ remaja lainnya. baik yang berasal dari Pemerintah.A. Pengelola PIK-KRR adalah pemuda/remaja yang punya komitmen dan mengelola langsung PIK-KRR serta telah mengikuti pelatihan dengan mempergunakan Modul dan Kurikulum standard yang telah disusun oleh BKKBN. 13. Cerita Remaja Indonesia 12. Konselor Sebaya KRR adalah Pendidik Sebaya yang punya komitmen dan motivasi yang tinggi untuk memberikan konseling KRR bagi kelompok remaja sebayanya yang telah mengikuti pelatihan konseling KRR dengan mempergunakan Modul dan Kurikulum standard yang telah disusun oleh BKKBN. Pengelola PIK-KRR terdiri dari Ketua. 16.A. 11. 15. Dalam istilah KIE disebut sebagai anjuran untuk mengubah bulan madu menjadi tahun madu. Remaja sebagai sasaran program KRR adalah penduduk usia 1024 tahun yang belum menikah. Napza.I. 14.I.R. maka penundaan kelahiran anak pertama harus dilakukan. Penanggung Jawab Bidang Program/kegiatan. Cerita Remaja Indonesia 9 BAB II . model. terhindar dari resiko Seksualitas.A. .penduduk usia 12-24 tahun (World Bank). 7 Pendewasan Usia Kawin dan Hak-Hak Reproduksi Bagi Remaja Indonesia C.

Orang lain dapat saja berupaya merubah pikiran atau keyakinan tersebut namun tidak dengan pemaksaan akan tetapi dengan melakukan upaya Komunikasi. Cerita Remaja Indonesia mempertimbangkan berbagai hal sebagai dampak dari KIE dan advokasi yang dilakukan petugas. Hak untuk bebas dari penganiayaan dan perlakuan buruk termasuk perlindungan dari perkosaan. 10 Pendewasan Usia Kawin dan Hak-Hak Reproduksi Bagi Remaja Indonesia C. Remaja laki-laki maupun perempuan berhak mendapatkan perlindungan dari kemungkinan berbagai perlakuan buruk di atas karena akan sangat . Namun demikian. Cerita Remaja Indonesia b.A. penyiksaan dan pelecehan seksual.E. yaitu: a. Perbedaan yang ada harus diakui dan tidak boleh menyebabkan terjadinya kerugian atas diri yang bersangkutan. Hak mendapatkan informasi dan pendidikan kesehatan reproduksi.HAK-HAK REPRODUKSI PADA REMAJA A. Contoh: seorang remaja yang positif HIV berhak mendapatkan perawatan dan pelayanan ARV (Anti Retroviral) sehingga kemungkinan mengalami infeksi opportunities dapat diperkecil. Bila ini terjadi maka orang tersebut tidak boleh serta merta dikucilkan atau dijauhi dalam pergaulan. Setiap remaja berhak mendapatkan informasi dan pendidikan yang jelas dan benar tentang berbagai aspek terkait dengan masalah kesehatan reproduksi Contohnya: seorang remaja harus mendapatkan informasi dan pendidikan perihal kesehatan reproduksinya.A. ditentukan ada 12 hak-hak reproduksi.I.I. d. kekerasaan. Setiap remaja berhak untuk berpikir atau mengungkapkan pikirannya tentang kehidupan yang diyakininya. Informasi dan Edukasi (KIE) atau advokasi.R. hak reproduksi bagi remaja yang paling dominan dan secara sosial dan budaya dapat diterima di Indonesia mencakup 11 hak. Hak mendapatkan pelayanan dan perlindungan kesehatan reproduksi. Contoh: seseorang dapat saja mempunyai pikiran bahwa banyak anak menguntungkan bagi dirinya dan keluarganya.R. 1. Pengertian dan Jenis Hak-Hak Reproduksi Hak reproduksi merupakan bagian dari hak azasi manusia yang melekat pada manusia sejak lahir dan dilindungi keberadaannya. Macam-macam Hak-hak reproduksi Berdasarkan Konferensi Internasional Kependudukan dan Pembangunan (ICPD) di Kairo 1994.E. Sehingga pengekangan terhadap hak reproduksi berarti pengekangan terhadap hak azasi manusia. c. 2. Hak untuk kebebasan berfikir tentang kesehatan reproduksi. Setiap remaja memiliki hak untuk mendapatkan pelayanan dan perlindungan terkait dengan kehidupan reproduksinya termasuk terhindar dari resiko kematian akibat proses reproduksi. Upaya merubah pikiran atau keyakinan tersebut boleh dilakukan sepanjang dilakukan sendiri oleh yang bersangkutan setelah 11 Pendewasan Usia Kawin dan Hak-Hak Reproduksi Bagi Remaja Indonesia C. Pengertian Hak-hak Reproduksi Hak reproduksi secara umum diartikan sebagai hak yang dimiliki oleh individu baik pria maupun perempuan yang berkaitan dengan keadaan reproduksinya.

I. serta mendapatkan informasi yang sejelas-jelasnya dan sebenarbenarnya dan kemudahan akses untuk mendapatkan pelayanan informasi tentang Kesehatan Reproduksi Remaja.A. Cerita Remaja Indonesia Contoh.berpengaruh pada kehidupan reproduksi.E. Contoh: Perkosaan terhadap remaja putri misalnya dapat berdampak pada munculnya kehamilan yang tidak diinginkan oleh bersangkutan maupun oleh keluarga dan lingkungannya. Penganiayaan atau tindakan kekekerasan lainnya dapat berdampak pada trauma fisik maupun psikis yang kemudian dapat saja berpengaruh pada kehidupan reproduksinya. Contoh :Dalam konteks adanya hak tersebut.A. h. Hak mendapatkan manfaat dari Kemajuan Ilmu Pengetahuan yang terkait dengan kesehatan reproduksi. karena mungkin pengetahuan tersebut adalah hal yang paling baru untuk remaja. Hak untuk hidup (hak untuk dilindungi dari kematian karena kehamilan dan proses melahirkan) Setiap perempuan yang hamil dan akan melahirkan berhak untuk mendapatkan perlindungan dalam arti mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik sehingga terhindar dari kemungkinan kematian dalam proses kehamilan dan melahirkan tersebut. Jikapun klien berkeputusan untuk memiliki anak sedikit. Contoh Dalam konteks program KB. 13 Pendewasan Usia Kawin dan Hak-Hak Reproduksi Bagi Remaja Indonesia C.R. 12 Pendewasan Usia Kawin dan Hak-Hak Reproduksi Bagi Remaja Indonesia C. Keluarga tidak boleh menghalanghalangi dengan berbagai alasan. dan lingkungan tidak boleh melakukan pemaksaan jika seseorang ingin memiliki anak dalam jumlah besar. Hak ini terkait dengan adanya kebebasan berpikir dan menentukan sendiri kehidupan reproduksi yang dimiliki oleh seseorang. e. g. maka petugas berkewajiban untuk memberi informasi kepada remaja. f. Hak untuk menentukan jumlah anak dan jarak kelahiran Setiap orang berhak untuk menentukan jumlah anak yang dimilikinya serta jarak kelahiran yang diinginkan. Hak atas kebebasan dan keamanan berkaitan dengan kehidupan reproduksi. maka seseorang harus dijamin keamanannya agar tidak terjadi” pemaksaaan” atau “pengucilan” atau munculnya ketakutan dalam diri . pemerintah. hal tersebut harus merupakan keputusan klien itu sendiri.I. Cerita Remaja Indonesia Contoh: Jika petugas mengetahui tentang Kesehatan Reproduksi Remaja. Yang harus dilakukan adalah memberikan pemahaman sejelas-jelasnya dan sebenar-benarnya mengenai dampak negatif dari memiliki anak jumlah besar dan dampak positif dari memiliki jumlah anak sedikit. masyarakat.E. Setiap remaja berhak mendapatkan manfaat dari kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan terkait dengan kesehatan reproduksi. Pada saat melahirkan seorang perempuan mempunyai hak untuk mengambil keputusan bagi dirinya secara cepat terutama jika proses kelahiran tersebut berisiko untuk terjadinya komplikasi atau bahkan kematian.R.

kualitas dan mobilitas penduduk. Banyaknya kasus pernikahan usia dini dan kehamilan tidak diinginkan menyebabkan pertambahan penduduk makin cepat (setiap tahun bertambah sekitar 3.sering cekcok. Cerita Remaja Indonesia data tentang prosentase pemakaian alat kontrasepsi masih tetap dimungkinkan informasi tersebut dipublikasikan sepanjang tidak mencantumkan indentitas yang bersangkutan. i. sehingga mencapai usia minimal pada saat perkawinan yaitu 20 tahun bagi wanita dan 25 tahun bagi pria.I. Karena pertumbuhan penduduk tinggi. Pendewasaan Usia Perkawinan diperlukan karena dilatarbelakangi beberapa hal sebagai berikut: 1. Persiapan fisik. biologis 2. Persiapan keyakinan dan atau agama B. Mardiya Latar Belakang Permasalahan kependudukan pada dasarnya terkait dengan kuantitas. Beberapa persiapan yang dilakukan dalam rangka berkeluarga antara lain: 1. peningkatan kualitas dan pengarahan mobilitas penduduk agar mampu menjadi sumber daya yang tangguh bagi pembangunan dan ketahanan nasional. PUP bukan sekedar menunda sampai usia tertentu saja tetapi mengusahakan agar kehamilan pertamapun terjadi pada usia yang cukup dewasa. Menikah dalam usia muda menyebabkan keluarga sering tidak harmonis. Contoh: Petugas atau seseorang yang memiliki informasi tentang kehidupan reproduksi seseorang tidak boleh “membocorkan” atau dengan sengaja memberikan informasi yang dimilikinya kepada orang lain. Hak atas kerahasiaan pribadi dengan kehidupan reproduksinya Setiap individu harus dijamin kerahasiaan kehidupan kesehatan reproduksinya misalnya informasi tentang kehidupan seksual.individu karena memiliki hak kebebasan tersebut. 2.2 juta jiwa) 4. Pengertian Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) adalah upaya untuk meningkatkan usia pada perkawinan pertama.A. kualitasnya rendah 5. Semakin banyaknya kasus pernikahan usia dini. 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga telah mengamanatkan perlunya pengendalian kuantitas.E. Jika informasi dibutuhkan sebagai dana untuk penunjang pelaksanaan program. misalnya 14 Pendewasan Usia Kawin dan Hak-Hak Reproduksi Bagi Remaja Indonesia C. PENDEWASAAN USIA PERKAWINAN Oleh Drs. Banyaknya kasus kehamilan tidak diinginkan 3. rentan terhadap perceraian. terjadi KDRT. masa menstruasi dan lain sebagainya. terjadi perselingkuhan. Persiapan Pendidikan dan ketrampilan 5. Undang-Undang No.R. Persiapan mental 3. Persiapan sosial ekonomi 4. Salah satu program pembangunan yang berkaitan dengan kependudukan adalah Program Keluarga Berencana yang bertujuan mengendalikan jumlah penduduk diantaranya melalui program Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP). Bahkan harus diusahakan apabila seseorang gagal .

nifas serta bayinya. mental.mendewasakan usia perkawinannya. Tujuan PUP seperti ini berimplikasi pada perlunya peningkatan usia kawin yang lebih dewasa. kesiapan fisik. 2) Masa menjarangkan kehamilan dan 3) Masa mencegah kehamilan. cedema. proteinuria) 3) Eklamsia (keracunan kehamilan) 4) Timbulnya kesulitan persalinan 5) Bayi lahir sebelum waktunya 6) Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) 7) Fistula Vesikovaginal (merembesnya air seni ke vagina) Fistula Retrovaginal ( keluarnya gas dan feses/tinja ke vagina) 9) Kanker leher rahim Penundaan kehamilan pada usia dibawah 20 tahun ini dianjurkan dengan menggunakan alat kontrasepsi sebagai berikut: a. oleh karena peserta masih muda dan sehat b. Pendewasaan usia perkawinan merupakan bagian dari program Keluarga Berencana Nasional. adalah apabila dilahirkan oleh seorang ibu yang telah berusia 20 tahun. Kemungkinan timbulnya risiko medik sebagai berikut: 1) Keguguran 2) Preeklamsia (tekanan darah tinggi. Dalam istilah KIE disebut sebagai anjuran untuk mengubah bulan madu menjadi tahun madu. oleh seorang ibu dibawah usia 20 tahun akan dapat mempengaruhi kesehatan ibu dan anak yang bersangkutan. Kondisi rahim dan panggul belum berkembang optimal sehingga dapat mengakibatkan risiko kesakitan dan kematian pada saat persalinan. Tujuan Tujuan program pendewasaan usia perkawinan adalah Memberikan pengertian dan kesadaran kepada remaja agar didalam merencanakan keluarga. Program Pendewasaan Usia kawin dan Perencanaan Keluarga merupakan kerangka dari program pendewasaan usia perkawinan. maka dianjurkan untuk menunda kehamilan. pendidikan. karena pasangan sering bersenggama (frekuensi tinggi) sehingga . mereka dapat mempertimbangkan berbagai aspek berkaitan dengan kehidupan berkeluarga. Masa Menunda Perkawinan dan Kehamilan Kelahiran anak yang baik. emosional. Beberapa alasan medis secara objektif dari perlunya penundaan usia kawin pertama dan kehamilan pertama bagi istri yang belum berumur 20 tahun adalah sebagai berikut: a. Kondom kurang menguntungkan. dengan menggunakan alat kontrasepsi seperti yang akan diuraikan dibawah ini. Prioritas kontrasepsi adalah oral pil. Kerangka ini terdiri dari tiga masa reproduksi. Kelahiran anak. sosial. Kerangka ini dapat dilihat seperti bagan dibawah ini. Program PUP memberikan dampak pada peningkatan umur kawin pertama yang pada gilirannya akan menurunkan Total Fertility Rate (TFR). Oleh sebab itu sangat dianjurkan apabila seorang perempuan belum berusia 20 tahun untuk menunda perkawinannya. ekonomi serta menentukan jumlah dan jarak kelahiran. yaitu: 1) Masa menunda perkawinan dan kehamilan. maka penundaan kelahiran anak pertama harus dilakukan. C. 1. Apabila sudah terlanjur menjadi pasangan suami istri yang masih dibawah usia 20 tahun. b.

Untuk menjarangkan kehamilan dianjurkan menggunakan alat kontrasepsi. that were single and unemployed. AKDR/Spiral/IUD yangdigunakan harus dengan ukuran terkecil. MOP). p=0. this study applied the Fishbein and Ajzen’s Theory of Reason Action to investigate the behavior intention of delayed marriage. Hubungan Sikap terhadap Penundaan Usia Perkawinan dengan Intensi Penundaan Usia Perkawinan Posted on 19. Alat kontrasepsi yang dianjurkan bagi PUS usia diatas 35 tahun adalah sebagai berikut: a. Delayed marriage intention. The subject were 200 female students of Gadjah Mada university. A. Oct. Masa Mencegah Kehamilan Masa pencegahan kehamilan berada pada periode PUS berumur 35 tahun keatas. AKDR/Spiral/IUD bagi yang belum mempunyai anak merupakan pilihan kedua. Pil kurang dianjurkan karena pada usia ibu yang relatif tua mempunyai kemungkinan timbulnya akibat sampingan.5260. Akan tetapi dianjurkan setelah kelahiran anak pertama langsung menggunakan alat kontrasepsi spiral (IUD). sehingga resiko-resiko medik yang diuraikan diatas tidak terjadi. 3. yang dikenal sampai sekarang dalam program Keluarga Berencana Nasional. Pilihan ke dua kontrasepsi adalah IUD/AKDR/Spiral c. subjective norm and delayed marriage intention were collected by using third closed questionnaires and were analyzed by using Pearson product-moment. Secara empirik diketahui bahwa PUS sebaiknya melahirkan pada periode umur 20-35 tahun. 2008 by ave in Riset THIS Study examined the relationship between attitude toward delayed marriage and subjective norm and delayed marriage intention.4904.akan mempunyai kegagalan tinggi. c. Pendahuluan Masa dewasa awal adalah salah satu tahapan perkembangan manusia yang memiliki masa terpanjang sepanjang rentang kehidupan seseorang. The study employed purposive sampling technique.00) Keywords: Attitude toward delayed marriage. Sehingga jarak ideal antara dua kelahiran bagi PUS kelompok ini adalah sekitar 7-8 tahun. Pemakaian alat kontrasepsi pada tahap ini dilaksanakan untuk menjarangkan kelahiran agar ibu dapat menyusui anaknya dengan cukup banyak dan lama. Subjective norm. Pilihan utama penggunaan kontrasepsi pada masa ini adalah kontrasepsi mantap (MOW. Pada masa dewasa awal individu dianggap telah siap . In particular. The data for attitude toward delayed marriage. 2. Kontrasepsi yang akan dipakai diharapkan berlangsung sampai umur reproduksi dari PUS yang bersangkutan yaitu sekitar 20 tahun dimana PUS sudah berumur 50 tahun. partial correlation. b.00). Sebab secara empirik diketahui melahirkan anak diatas usia 35 tahun banyak mengalami resiko medik. Dalam periode 15 tahun (usia 20-35 tahun) dianjurkan untuk memiliki 2 anak. (2) there was a very significant and positive correlation between subjective norm and delayed marriage intention (r=0. Masa Menjarangkan kehamilan Masa menjarangkan kehamilan terjadi pada periode PUS berada pada umur 20-35 tahun. and regression analysis. p= 0. Pencegahan kehamilan adalah proses yang dilakukan dengan menggunakan alat kontrasepsi. pada dasarnya cocok untuk menjarangkan kelahiran. Semua kontrasepsi. Patokannya adalah jangan terjadi dua balita dalam periode 5 tahun. The results showed that (1) there was a very significant and positive correlation between between attitude toward delayed marriage and delayed marriage intention (r=0.

Wanita yang menikah pada usia yang relatif muda (kurang dari 15 tahun) akan memiliki anak yang lebih banyak dari mereka yang menikah pada usia yang lebih dewasa (Adiotomo. 1983). setelah perkenalan yang singkat. di dalamnya terdapat banyak konsekuensi yang harus dihadapi sebagai suatu bentuk tahap kehidupan baru individu dewasa dan pergantian status dari lajang menjadi seorang istri yang menuntut adanya penyesuaian diri terus-menerus sepanjang perkawinan (Hurlock. Bertitik tolak dari latar belakang permasalahan di atas. Berdasarkan permasalahan tersebut peneliti tertarik untuk mengkaji faktor-faktor yang dianggap berpengaruh terhadap terjadinya penundaan usia perkawinan dengan menggunakan teori tindakan beralasan ( Theory of Reason Action) yang dikembangkan oleh Ajzen dan Fisbhein. 1986) dikemukakan bahwa partisipasi dalam karir pekerjaan sebelum perkawinan dapat menunda usia perkawinan. 1986). sehingga sering digunakan alasan seseorang belum menikah karena “masih sekolah”. 1963). maka permasalahan yang akan diteliti dalam . Perkawinan di usia dewasa akan menjamin kesehatan reproduksi ideal bagi wanita sehingga kematian ibu melahirkan dapat dihindari. Pendidikan dikatakan sebagai alternatif lain (terutama bagi gadis) dari melangsungkan perkawinan. 1963).menghadapi suatu perkawinan. individu yang tidak memiliki kesiapan menuju kehidupan perkawinan belum dapat disebut layak untuk melakukan perkawinan. Sebaliknya. karena teori ini merupakan satu kerangka model yang dapat digunakan dalam menganalisis atau memprediksi perilaku manusia yang kompleks. 1997). seperti yang dikemukakan oleh Havigurst bahwa lima dari tugas perkembangan dewasa awal merupakan kegiatan-kegiatan pokok yang bersangkutan dengan kehidupan berkeluarga (Papalia and Olds. akan tetapi terdapat indikasi bahwa perkawinan belia cacat sejak permulaan karena biasanya pasangan memasukinya dengan terburu-buru. Perkawinan bukanlah hal yang mudah. Terlebih lagi laporan dari Badan Survei Kesuburan Dunia dan Survei Demografi Kesehatan Dunia menyebutkan bahwa rata-rata usia perkawinan pertama wanita Indonesia masih termasuk dalam kategori usia kawin yang rendah yang sangat berpengaruh pada tingkat fertilitas (Malhotra. sehingga mereka dianjurkan untuk melakukan penundaan atau pendewasaan usia perkawinan. Peneliti tertarik menggunakan teori tindakan beralasan dalam penelitian ini. Dikatakan pula bahwa meskipun usia tidak dapat dijadikan sebagai satu-satunya faktor yang bertanggung jawab dalam proporsi kegagalan perkawinan. tentu saja penundaan usia perkawinan menjadi masalah mendesak yang perlu mendapatkan perhatian besar dari pemerintah untuk menghindari angka kelahiran yang tidak terkendali. Di Indonesia penundaan usia perkawinan banyak dijumpai di kota-kota besar terutama mereka yang berkonsentrasi pada kemajuan prestasi dalam karir dan pendidikan. Dalam laporan penelitian Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (BPS. Individu yang memiliki kesiapan untuk menjalani kehidupan perkawinan akan lebih mudah menerima dan menghadapi segala konsekuensi persoalan yang timbul dalam perkawinan (Landis and Landis. Penundaan usia perkawinan sampai pada usia dewasa dianggap banyak memberikan keuntungan bagi seorang individu. Hampir semua studi yang dilakukan berkaitan dengan hubungan antara usia perkawinan dengan kebahagiaan perkawinan menunjukkan bahwa peluang kebahagiaan dalam perkawinan lebih rendah tercapai jika pria menikah sebelum usia 20 tahun dan wanitanya menikah sebelum usia 18 tahun (Landis. Perkawinan di usia dewasa juga akan memberikan keuntungan dalam hal kesiapan psikologis dan sosial ekonomi. walaupun usianya sudah mencapai bahkan melampaui rata-rata usia perkawinan yang berlaku di masyarakat. 1993). Bagi Negara Indonesia yang menempati urutan ke 5 penduduk terpadat di dunia. Oleh karena itu penundaan usia perkawinan banyak dianjurkan pada mereka yang belum memiliki kesiapan menuju kehidupan perkawinan. dan seringkali tanpa pertimbangan matang mengenai realitas yang akan mereka hadapi setelah menikah.

yang memuat dua aspek pokok. Keyakinan akan hasil atau manfaat dari penundaan usia perkawinan meliputi empat aspek yaitu. Referen dalam hal ini adalah orang tua. dan norma subyektif yang diyakini oleh individu. 1988). tokoh agama dan tokoh masyarakat. Semakin positif atau mendukung norma subyektif yang diyakini oleh individu terhadap penundaan usia perkawinan. Sikap terhadap penundaan usia perkawinan terbentuk oleh keyakinan akan penundaan usia perkawinan. Berdasarkan model teori tindakan beralasan dijelaskan bahwa untuk melakukan penundaan usia perkawinan. yang berasal dari orang-orang yang dianggap berpengaruh dan mempengaruhi individu (referen significant others) untuk melakukan penundaan usia perkawinan. sebaliknya semakin negatif sikap individu terhadap penundaan usia perkawinan. kesiapan psikologis. Evaluasi atau penilaian bersifat menguntungkan atau tidak menguntungkan. yaitu: (1) keyakinan akan harapan normatif referen terhadap penundaan usia perkawinan. saudara. maka semakin kuat intensi individu tersebut untuk melakukan penundaan usia perkawinan. Adakah hubungan antara norma subyektif dengan intensi penundaan usia perkawinan. kesiapan sosial dan kesiapan ekonomi sebagai hasil atan manfaat yang dapat diperoleh apabila individu melakukan penundaan usia perkawinan. Ada hubungan positif antara norma subyektif dengan intensi penundaan usia perkawinan. Kedua komponen tersebut adalah sikap individu terhadap penundaan usia perkawinan. Evaluasi terhadap hasil perilaku adalah merupakan penilaian dari individu terhadap aspek kesiapan biologis. teman. kesiapan sosial dan kesiapan ekonomi (Landis. Keyakinan akan harapan normatif referen mengacu pada seberapa besar harapan-harapan yang dipersepsi oleh individu yang berkaitan dengan penundaan usia perkawinan. berharga atau merugikan. yaitu: (1) keyakinan akan hasil atau manfaat yang diperoleh dari penundaan usia perkawinan. kesiapan psikologis.penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut : 1. Ada hubungan positif antara sikap pada penundaan usia perkawinan dengan intensi penundaan usia perkawinan. Berdasarkan teori yang dikemukakan di atas. menyenangkan atau tidak menyenangkan. Motivasi untuk patuh mengacu pada seberapa besar motivasi dari individu untuk mematuhi harapan-harapan dari orangorang yang dianggap penting tersebut. 1963). ditentukan oleh adanya intensi individu untuk melakukan penundaan usia perkawinan atau tidak. Semakin positif sikap individu terhadap penundaan usia perkawinan. . Ada dua komponen yang menjadi antaseden atau penentu intensi penundaan usia perkawinan. dan (2) motivasi untuk mematuhi setiap harapan normatif referen tersebut. tetangga. Adakah hubungan antara sikap terhadap penundaan usia perkawinan dengan intensi penundaan usia perkawinan 2. maka semakin kuat intensi individu untuk melakukan penundaan usia perkawinan. maka semakin lemah intensi individu untuk melakukan penundaan usia perkawinan. aspek kesiapan biologis. maka akan semakin lemah intensi individu untuk melakukan penundaan usia perkawinan. 2. sebaliknya semakin negatif norma subyektif yang diyakini oleh individu terhadap penundaan usia perkawinan. maka hipotesis penelitian ini dirumuskan sebagai berikut : 1. baik atau tidak baik. B. Norma subyektif terbentuk dari keyakinan normatif yang terdiri dari dua aspek pokok. Kajian teori Penelitian ini mengaplikasikan model tindakan beralasan yang dikemukakan oleh Fishbein dan Ajzen dalam memahami intensi penundaan usia perkawinan (Ajzen. dan (2) evaluasi terhadap masing-masing hasil yang diperoleh dari penundaan usia perkawinan.

5% untuk kategori sangat tinggi. intensi penundaan usia perkawinan sebesar 48. Penundaan perkawinan akan memberikan waktu lebih banyak bagi mereka untuk membentuk identitas pribadi sebagai individu yang matang secara biologis. psikologis.C. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis korelasi productmoment Pearson. psikologis. Sumbangan efektif sikap terhadap penundaan usia perkawinan terhadap intensi penundaan usia perkawinan sebesar 12.685. baik keuntungan dari segi biologis. Hal ini berarti ada hubungan positif dan sangat signifikan antara sikap pada penundaan usia perkawinan dengan intensi penundaan usia perkawinan. Sebagian besar subyek penelitian memiliki sikap yang positif terhadap penundaan usia perkawinan (77. analisis korelasi parsial dan analisis regresi. dapat diterima. p= 0. Dari hasil analisis di atas dapat disimpulkan bahwa.5%. p= 0. D. p= 0. sosial dan ekonomi.5% untuk kategori tinggi dan 22% untuk kategori sangat tinggi. Hal ini berarti ada hubungan positif dan sangat signifikan antara sikap pada penundaan usia perkawinan.000. sosial dan ekonomi. sosial dan . dapat diterima. berarti sekitar 53% dipengaruhi oleh faktor lain. tingkat sosial. yakni: “ada hubungan positif antara sikap terhadap penundaan usia perkawinan dengan intensi penundaan usia perkawinan”. Hasil uji analisis regresi didapatkan nilai R Square sebesar 0. sumbangan efektif norma subyektif sebesar 47%. Uji hipotesis pertama dengan analisis productmoment menunjukkan nilai r= 0. belum menikah dan belum bekerja. apabila norma subyektif dikendalikan. Hal ini berarti hipotesis pertama yang diajukan dalam penelitian ini.597. Hal ini sesuai dengan pendapat Landis (1963) yang mengatakan bahwa penundaan atau pendewasaan usia perkawinan akan mempengaruhi kesiapan individu terutama kesiapan psikologis.5%. Hal ini berarti ada hubungan positif dan sangat signifikan antara norma subyektif dengan intensi penundaan usia perkawinan.2% dipengaruhi oleh faktor lain. Analisis korelasi parsial menunjukkan nilai r sebesar 0. Pemenuhan kriteria tersebut merupakan usaha untuk mengendalikan pengaruh variabel usia. usia 2225 tahun. Hal ini berarti ada hubungan positif dan sangat signifikan antara norma subyektif dengan intensi penundaan usia perkawinan. berarti sekitar 87.5%). Dari analisis korelasi product moment dan korelasi parsial juga didapatkan adanya hubungan yang positif dan sangat signifikan antara norma subyektif dan intensi penundaan usia perkawinan. Hal ini berarti mereka memiliki keyakinan yang tinggi bahwa penundaan usia perkawinan akan memberikan keuntungan bagi mereka.4904 dengan p= 0.000. Metode Penelitian Subyek penelitian adalah individu yang berada dalam tahap masa perkembangan dewasa awal. Uji hipotesis kedua dengan analisis product-moment menunjukkan hasil r= 0.000. dengan menggunakan analisis korelasi product moment dan korelasi parsial ternyata didapatkan hubungan yang positif dan sangat signifikan antara sikap terhadap penundaan usia perkawinan dengan intensi penundaan usia. apabila sikap pada penundaan usia perkawinan dikendalikan. untuk kategori tinggi dan 24.000. dan tingkat pendidikan terhadap variabel tergantung penelitian ini.8%. status mahasiswi. Hasil analisis korelasi parsial menunjukkan nilai r sebesar 0. norma subyektif 50.5260. Hasil dan Pembahasan Hasil uji deskriptif menunjukkan sebagian besar subyek penelitian memiliki sikap terhadap penundaan usia perkawinan dalam kategori tinggi yakni sebesar 77.666. Pengambilan subyek penelitian menggunakan teknik purposive sampling. Hal ini berarti hipotesis kedua yang berbunyi “ada hubungan positif antara norma subyektif dan intensi penundaan usia perkawinan”.

Kesiapan psikologis diartikan sebagai kesiapan individu dalam menjalankan peran sebagai suami atau istri. Banyaknya peraturan-peraturan dan larangan-larangan sosial bagi sebuah perkawinan membuktikan adanya perhatian yang besar dari masyarakat untuk sebuah perkawinan yang akan terjadi. 1963). khususnya untuk interrelasi yang sangat intim dalam bentuk perkawinan. serta bersedia untuk bersosialisasi dengan masyarakat dan budaya yang berlainan. serta untuk menjamin stabilitas dan kelangsungan kelompok masyarakat itu sendiri. Selain kesiapan secara sosial. sehingga mampu melakukan adaptasi sosial. tidak mudah bimbang dan putus asa. karena sangat esensial bagi setiap bentuk hubungan dan interrelasi diri di tengah masyarakat. kesiapan ekonomi juga dianggap merupakan manfaat yang akan . Lebih lanjut dikatakan bahwa integrasi sosial perlu dipelajari oleh setiap individu. Kesiapan secara sosial juga merupakan pertimbangan penting bagi penetapan waktu perkawinan. memandang pernikahan sebagai sebuah fase dalam kehidupan yang akan dapat mendatangkan berbagai persoalan baru yang tentunya memerlukan tanggung jawab lebih besar (Landis. Hal ini sesuai dengan pendapat Landis bahwa individu yang siap secara psikologis untuk menikah akan bersikap flexibel dan adaptif dalam menjalin hubungan dengan orang lain. Kesiapan biologis menjadi salah satu pertimbangan penting subyek penelitian dalam menunda perkawinan. stabil dan individu dapat merasakan kepuasan dalam perkawinannya kelak. Kesiapan biologis mengacu kepada kematangan seksual yang dimilki individu sehingga mampu mendapatkan keturunan dan siap menerima konsekuensi sebagai orang tua (hamil. Oleh karena itu kesiapan psikologis sangat diperlukan dalam memasuki kehidupan perkawinan agar individu siap dan mampu menghadapi berbagai masalah yang timbul dengan cara yang bijak. melahirkan. dan tidak memilki kecemasan yang berlebihan terhadap perkawinan. meliputi pengetahuan akan tugasnya masing-masing dalam rumah tangga. Keuntungan dari perkawinan yang dilakukan oleh individu yang siap secara psikologis adalah mereka akan menyadari implikasi dari sebuah perkawinan dan menyadari arti dari perkawinan bagi kehidupannya. Perkawinan bukan hanya hubungan antara dua pribadi. Subyek penelitian berkeyakinan bahwa menunda perkawinan akan memberi manfaat dalam meningkatkan kesiapan individu dalam menjalankan status baru dalam masyarakat sebagai suami atau istri dengan segala konsekuensinya. Semua bentuk kesiapan ini mendukung individu untuk dapat menjalankan peran baru dalam keluarga yang akan dibentuknya agar perkawinan yang dijalani selaras. dan mampu mengintegrasikan diri di tengah masyarakat. akan tetapi menganggap perkawinan sebagai sesuatu yang wajar untuk dijalani. akan tetapi juga merupakan suatu lembaga sosial yang diatur oleh masyarakat yang beradab untuk menjaga dan memberi perlindungan bagi anakanak yang akan dilahirkan dalam masyarakat tersebut. menyusui dan mengasuh anak).ekonomi. Kesiapan psikologis menjadi alasan kedua subyek penelitian untuk menunda perkawinan. 1963). dalam memasuki kehidupan perkawinan yang berarti juga akan meningkatkan stabilitas perkawinan sehingga kegagalan perkawinan dapat dihindari (Landis. Kartono (1987) mengatakan kesiapan secara sosial diperlukan karena akan membawa seseorang dari masa yang kekanak-kanakan penuh egosentrisme kepada akseptuasi sepenuhnya dari pertanggungjawaban sebagai manusia dewasa ditengah masyarakat.

Sikap masyarakat yang menganggap bahwa pekerjaan lebih penting daripada perkawinan. Masyarakat pada golongan ini cenderung untuk melakukan perkawinan terlambat. yakni pendidikan. Golongan masyarakat ini cenderung menunda perkawinan sampai dirasa mantap untuk memasuki kehidupan perkawinan.diperoleh subyek penelitian dari menunda perkawinan. memiliki mata pencaharian yang mantap sehingga mampu memenuhi segala kebutuhan rumah tangga. Perkawinan yang dilaksanakan pada usia dewasa akan membuat orangtua yakin bahwa anak-anak mereka cukup mampu bertanggung jawab pada perkawinannnya dan tidak akan terlalu ikut campur pada permasalahan yang mungkin saja terjadi dalam kehidupan perkawinan mereka. Hal ini juga dapat mengurangi friksi yang mungkin terjadi dengan keluarga pasangan (Laswell. Individu yang menikah pada usia muda akan cenderung bergantung pada orangtua secara finansial maupun emosional. Masyarakat yang memiliki sikap demikian. meskipun mereka bebas memilih pasangannya sendiri seperti yang terjadi di Indonesia. Berdasarkan penggolongan sikap masyarakat di atas terlihat bahwa referen atau orang-orang yang dianggap penting oleh subyek penelitian termasuk dalam golongan kedua. 2.Taiwan dan Jepang. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Malhotra (1997) yang menunjukkan bahwa keterlibatan orangtua dalam keputusan penetapan waktu perkawinan anak-anaknya tetap berlangsung. China . 1987). pekerjaan. Kesiapan ekonomi juga berarti adanya kemampuan merencanakan dan mengelola keuangan dengan baik. kesiapan mental dan lain-lain (Sarwono. Sikap masyarakat yang mengaggap bahwa perkawinan merupakan suatu hal yang penting dan jika diperbolehkan akan dilakukan sebelum mencapai umur tertentu. Perkawinan pada masyarakat Indonesia tidak hanya berhubungan atau melibatkan pasangan yang akan melakukan perkawinan. Mereka memiliki keyakinan bahwa perkawinan merupakan sebuah fenomena yang universal. masyarakat Indonesia yang tinggal di perkotaan dan dengan status sosial menengah keatas termasuk dalam golongan kedua. Srilangka. dan tidak lagi bergantung pada orang tua. sosial dan ekonomi diperlukan untuk menjamin kelangsungan masa depan sebuah perkawinan. 1991: 475-487). akan tetapi sekaligus juga merupakan perkawinan “dua keluarga”. Otani (1991) mengelompokkan tiga jenis sikap masyarakat terhadap perkawinan sebagai berikut: 1.5%) dan sangat tinggi (22%). Hal ini berarti subyek penelitian memiliki keyakinan bahwa orangorang penting dalam kehidupan mereka (significant others) menyarankan untuk menunda usia perkawinan. Dukungan significant others yang tinggi pada penundaan usia perkawinan disebabkan karena mereka menyadari bahwa persiapan yang lebih matang terutama dari segi kesiapan psikologis. 3. Norma subyektif yang diyakini oleh sebagian besar subyek penelitian berada dalam kategori tinggi (50. hanya saja penetapan waktu . 1997). Secara teoritis norma sosial terhadap perkawinan merupakan perwujudan sikap anggota masyarakat terhadap sesuatu yang berkaitan dengan masalah perkawinan. Kesiapan ekonomi berarti individu mampu untuk mandiri. Sarwono (1997) mengatakan bahwa penundaan usia perkawinan dapat disebabkan karena norma sosial semakin lama menuntut persyaratan yang semakin tinggi untuk dilangsungkannya sebuah perkawinan. pada umumnya menerima perkawinan yang diatur oleh orangtua. Hal ini sesuai dengan pendapat Otani yang mengatakan bahwa. Sikap masyarakat yang menganggap bahwa perkawinan merupakan suatu masa yang mutlak harus dilakukan dan sedapat mungkin dilakukan sebelum mencapai umur tertentu. bahkan sebagian besar memilih untuk tidak melakukan perkawinan (Ontani. artinya secara cepat atau lambat seseorang akan melangsungkan perkawinan. dan subyek penelitian memiliki motivasi yang besar untuk mematuhinya.

psikologis.685. 1988) yang mengatakan bahwa penundaan perkawinan akan terjadi pada pria dan wanita. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Manning dan Singarimbun (2000) yang menunjukkan bahwa pendidikan memang memberi andil yang cukup besar terhadap penundaan usia perkawinan. namun fenomena “social o’clock” belum sepenuhnya hilang. usia memang tidak selalu menjadi standar tingkah laku. Hubungan yang positif dan sangat signifikan antara sikap terhadap penundaan usia perkawinan dengan intensi penundaan usia perkawinan. menandakan subyek penelitian meyakini bahwa mereka akan mendapatkan utility yang lebih besar jika melakukan penundaan usia perkawinan. sehingga ketergantungan secara ekonomis pada orang lain merupakan sesuatu hal yang tabu dan sedapat mungkin harus dihindari.5%) disebabkan oleh beberapa hal antara lain: 1. Seperti telah dijelaskan pada dasar teori. Hasil penelitian ini sesuai dengan pendapat yang dikemukakan oleh Becker (Openheirmen. 1999). Dalam masyarakat maju. Sebagian besar subyek penelitian memiliki intensi penundaan usia perkawinan dalam kategori tinggi (48. namun masih sering dipakai sebagai standar tingkah laku bagi individu. Masyarakat masih menaruh pengharapan tertentu mengenai tingkah laku yang sesuai untuk usia-usia tertentu. sehingga mereka belum memiliki kemandirian secara ekonomis untuk menuju kehidupan perkawinan. dan ekonomis. terutama pada masa sesudah remaja. sehingga penundaan atau pendewasaan usia perkawinan merupakan sebuah hal yang wajar dan biasa untuk dilakukan. Walaupun tidak selalu mutlak demikian. yang menujukkan koefesien korelasi sebesar 0. Dari penjelasan di atas dapat diketahui bahwa sikap terhadap penundaan usia perkawinan. Perkawinan mensyaratkan adanya kemandirian secara ekonomis dari pasangan. Seluruh subyek penelitian belum bekerja. terutama kesiapan psikologis dan sosial ekonomi. 2. Usia yang muda saat memasuki perkawinan biasanya berkaitan dengan ketidaksiapan secara sosial. Prioritas utama subyek penelitian adalah menyelesaikan kuliah dan meraih prestasi sebaik-baiknya. jika sikap terhadap perilaku dan norma subyektif tinggi. Usia subyek penelitian juga merupakan faktor yang menyebabkan tingginya intensi untuk melakukan penundaan usia perkawinan. maka intensi untuk menampilkan perilaku juga akan tinggi. Pada model perilaku beralasan dijelaskan. Tingginya dukungan normatif untuk melakukan penundaan usia perkawinan yang diyakini oleh subyek penelitian. norma subyektif dan intensi penundaan usia perkawinan subyek penelitian berada dalam kategori tinggi. 3. menyebabkan intensi untuk melakukan penundaan usia perkawinan menjadi tinggi. Seluruh subyek penelitian masih berstatus mahasiswa sehingga masalah perkawinan belum menjadi masalah yang mendesak untuk dipikirkan. maka semakin tinggi pula usia kawin individu tersebut. Hubungan yang positif dan sangat signifikan juga diperoleh antara norma subyektif dengan intensi penundaan usia perkawinan. Hal ini terbukti dengan dihasilkannya hubungan yang positif dan sangat signifikan antara sikap terhadap penundaan usia perkawinan dengan intensi penundaan usia perkawinan.perkawinan menuntut persyaratan yang semakin tinggi. Pengharapan masyarakat ini kemudian . Individu yang memiliki pendidikan tinggi akan mengalokasikan waktu yang lebih panjang untuk mengenyam pendidikan. bahwa pembagian fase kehidupan seorang individu kebanyakan mempunyai sifat normatif (Monk. Hal ini sesuai dengan kecenderungan masyarakat untuk selalu berusaha memperoleh standar tingkah laku.%5) dan sangat tinggi (24. jika terdapat utility yang lebih besar yang akan diperoleh pria dan wanita tersebut daripada jika mereka tidak melakukan penundaan perkawinan. Semakin tinggi pendidikan yang diraih seorang individu. Lebih muda usia kawin berarti besar peluang untuk tidak stabilnya sebuah perkawinan. Hal ini berarti norma subyektif yang diyakini oleh subyek penelitian berpengaruh secara positif terhadap intensi penundaan usia perkawinan subyek penelitian.

akan berpengaruh lebih besar daripada variabel sikap yang memuat keyakinan akan hasil perilaku dan evaluasi terhadap hasil perilaku. 2. maka intensi berperilaku tersebut akan lebih banyak dipengaruhi oleh variabel sikap dari pada variabel norma subyektif. semakin negatif norma subyektif. Dalam penelitian ini norma subyektif memiliki korelasi yang lebih besar dari pada sikap terhadap penundaan usia perkawinan. dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: 1. yang mengaplikasikan model perilaku terencana dalam memahami intensi pengemudi untuk mematuhi aturan-aturan mengemudi. Hal ini berarti sikap terhadap penundaan usia perkawinan memiliki mempunyai peran yang cukup besar terhadap penundaan usia perkawinan. Ada korelasi positif dan sangat signifikan antara sikap terhadap penundaan usia perkawinan dengan intensi penundaan usia perkawinan. Sebaliknya. Attitude. Berdasarkan kesimpulan yang dikemukakan di atas. maka semakin kuat intensi penundaan usia perkawinan subyek penelitian. Sebaliknya. maka akan semakin kuat intensi penundaan usia perkawinan subyek penelitian. dan mempengaruhi keputusannya dalam berperilaku tertentu. Hal ini disebabkan karena penundaan usia perkawinan merupakan perilaku yang secara langsung ataupun tidak. . maka semakin lemah intensi penundaan usia perkawinan subyek penelitian. beberapa saran yang dapat dikemukakan adalah sebagai berikut: 1. ketika individu membentuk intensi berperilaku yang bersifat pribadi dan tidak berhubungan dengan pihak lain. tempat tinggal (desa dan kota) dan status (menikah dan belum menikah) untuk memperoleh informasi yang lebih mendalam tentang penundaan usia perkawinan. maka bagi instansi yang memiliki program pendewasaan usia perkawinan hendaknya memberikan perhatian utama terhadap opini dari referen subyek yang dijadikan target program pendewasaan usia perkawinan. Daftar Pustaka Ajzen. 2. hendaknya difokuskan pada pengubahan sikap yang lebih favorable terhadap penundaan usia perkawinan 3. 1988. Bagi peneliti selanjutnya yang tertarik meneliti penundaan usia perkawinan. Hal ini berarti bahwa semakin positif sikap subyek penelitian terhadap penundaan usia perkawinan. semakin rendah sikap subyek penelitian terhadap penundaan usia perkawinan. and Behavior. Sebaliknya. Sumbangan efektif sikap terhadap penundaan usia perkawinan sebesar 12. Personality. Mengingat besarnya peran dari norma subyektif terhadap intensi penundaan usia perkawinan.diinternalisasikan oleh individu. jenis kelamin (pria dan wanita). Parker (2002) mengatakan bahwa ketika seseorang membentuk intensi berperilaku tertentu yang membawa akibat-akibat atau berhubungan dengan pihak lain. maka semakin lemah pula intensi penundaan usia perkawinan subyek penelitian. Hal ini berarti semakin positif norma subyektif. maka variabel norma subyektif yang memuat keyakinan akan pandangan pihak yang dianggap penting (significant others) dan motivasi untuk memenuhi harapan referen. berhubungan dengan pihak-pihak lain terutama pihak yang dianggap penting oleh subyek penelitian. Sosialisasi pendewasaan usia perkawinan pada subyek yang menjadi target program pendewasaan usia perkawinan. Ada korelasi positif dan sangat signifikan antara norma subyektif dengan intensi penundaan usia perkawinan. England: Open University Press. Milton Keynes. Alasan ini sesuai dengan gagasan yang dikemukakan oleh Merseliust (2002). Hal ini berarti norma subyektif berperan besar terhadap peningkatan intensi penundaan usia perkawinan. E. Penutup Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dikemukakan di atas. I.8% terhadap intensi penundaan usia perkawinan. misalnya. hendaknya mempertimbangkan faktor lain dari pemilihan subyek. Sumbangan efektif norma subyektif sebesar 47% terhadap intensi penundaan usia perkawinan.

S. Wirawan (1997).B. Belief. Time Distribution in The Process to Marriage and Pregnancy in Japan. 1987. sebagai pedoman . di Banda Aceh. California: Wodsworth Publishing Company.P dan Haditono. Tidak diterbitkan. American Journal of Sociology. M. Yogyakarta: PPS UGM. isu penyerasian jumlah pertumbuhan penduduk ini hendaknya dijadikan isu strategis pembangunan. Third Edition. “Program KB bukan membatasi kelahiran. Inc.K. Fourth Edition.Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. 1987. 45: 475-487. Papalia. melainkan menyerasikannya. K. 1963. I. 49: 563-591. tapi juga bertanggung jawab terhadap penyerasian pertumbuhan penduduk. (2002). Edisi kelima. sebut Anwar sangat dibutuhkan “grand design” induk kependudukan. Journal Marriage and Family. Sarwono.M. Lasswell. Jakarta: Gramedia. Hurlock. Elizabeth. Sally Wendkos. Marriage and The Family. Knoers. Ditulis oleh Elok Halimatus Sa`diyah.” jelas Anwar. Gender and The Timing of Marriage: Rural-Urban Differences in Java. Psikologi Remaja. Sydney: Addison-Wesley Publishing Company. 1993. Oleh karena itu. Landis. Norma Subyektif dan Kontrol Perilaku yang dipersepsi dengan intensi Kepatuhan Wajib Pajak Membayar Pajak Penghasilan. diperkirakan tahun 2050 penduduk di Indonesia akan mencapai dua kali lipat dari jumlah sekarang dan angka ini melebihi jumlah penduduk Amerika bahkan China. A. V. S. Jakarta: Raja Griya Persada Sumber: Jurnal PsikoIslamika VII yang diterbitkan oleh Fakultas Psikologi UIN Malang. Jakarta Fishbein.T. Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan.com) – Program Keluarga Berencana (KB) diharapkan bisa dimasukkan sebagai isu strategis pembangunan di setiap daerah di Indonesia sehingga bisa menyerasikan pertumbuhan penduduk. Second Edition. Monks. Kamis (17/2). Kartini. Saat ini. 1986. & Ajzen. “Jika jumlah penduduk kita tidak bisa dikendalikan. Theory of marriage timing. And Lassell. 1975. Judson dkk. Psikologi Perkembangan: Pengantar dalm Berbagai Bagiannya.J. 1999. Anwar M Diah. Marseliust.. Marcia. Diane E. Malhotra. New York: Mc Graw Hill Book Company. Jakarta: Penerbit Erlangga. Berkeley: Prentice Hall. 1991. Kartono. F. Psikologi Wanita. 1986. Thomas. and Olds. Anju. Intention and Behavior: An Introduction to Theory and Reseach. (51) 434-449. Building a Succsessfull Marriage. Pola Umur Perkawinan. Dosen Fakultas Psikologi UIN Malang Daerah diharapkan tetapkan KB sebagai isu strategis By on 18 Februari 2011 Banda Aceh (Solopos. Dan sangat diharapkan program pembangunan di daerah didasarkan pada penyerasian jumlah pertumbuhan penduduk. Attitude. sehingga kualitas sumber daya manusia bisa terus meningkat. Oppenheimer.” kata Inspektur Utama BKKBN Pusat.Biro Pusat Satistik. (1988). Hubungan Sikap. Tesis. Population Studies. Human Development. Otani. BKKBN tidak hanya bertanggungjawab dalam program KB semata. 1997.

angka pertumbuhan penduduk tahunan di periode 2000-2010. Hal ini bertujuan mengendalikan lekahiran. Dalam analisis kelahiran. yang sebagian besar adalah demografer. pengamat ini mungkin belum bertanya. jumlah anak yang “banyak” itu lahir dari berapa banyak ibu. karena ia membandingkannya dengan kondisi Indonesia saat ini yang sudah mempunyai angka kelahiran yang rendah. Beberapa tulisan yang mencoba menjelaskan angka/ statistik itu dapat dilihat di mletiko. Mereka mengatakan bahwa ancaman ini muncul karena kurangnya perhatian pemerintah terhadap isu keluarga berencana sejak reformasi yang dimulai di tahun 1998. kita melihat jumlah anak per ibu. Masalah kependudukan menjadi sangat serius di Indonesia bukan karena jumlah penduduknya yang besar melainkan karena kualitasnya yang kurang. kematian mobilitas dan meningkatkan daya saing. mencoba melihat statistik itu dengan lebih mendalam.” katanya. Ancaman peledakan penduduk pun tidak ada. 8 Februari 2011 Akhir akhir ini di Indonesia terdapat perdebatan di kalangan pengamat isu kependudukan di Indonesia. Sekarang 3-4 anak sudah dikatakan banyak. jumlah ini sama dengan jumlah proyeksi penduduk Indonesia untuk tahun 2013. Mereka rajin menakut-nakuti pemerintah dan wakil rakyat akan kemungkinan terjadinya peledakan penduduk di Indonesia. kini pemerintah dan DPR telah memberikan perhatian yang lebih besar pada isu kependudukan. Lihat “tulisan terkait” di bawah tulisan ini.” ujar Anwar. Itu mungkin sebabnya si pengamat mengatakan jumlah kelahiran di suatu desa masih tinggi. Mereka menyimpulkan bahwa tak ada peledakan penduduk di Indonesia. Mereka memperlihatkan bagaimana membaca statistik/ angka yang disebut kelompok pertama itu. tapi bila kurang menguntungkan dan kurang berkualitas justru akan menjadi beban.pembangunan kependudukan. Kelompok kedua. “Dan untuk ini perlu dilakukan kajian analisis untuk fokus pada sasaran pembangunan kependudukan. “Jumlah penduduk besar memang modal pembangunan. Dana untuk BKKBN juga makin sedikit. Mereka menyebut jumlah penduduk hasil sensus 2010. Selain itu. Dana untuk program kependudukan juga meningkat. Maka ia kaget kalau melihat ada orang orang yang masih mempunyai 3 atau 4 orang anak. Peledakan penduduk lanjut usia justru merupakan ancaman yang serius di Indonesia. Mereka katakan bahwa di desa desa mereka sering melihat jumlah anak yang banyak. Satu kelompok sangat aktif menyuarakan adanya ancaman peledakan penduduk di Indonesia seperti yang terjadi 40 dan 30 tahun yang lalu. dan jumlah bayi yang lahir tiap tahun di Indonesia. Kelompok ini mengutip beberapa statistik kependudukan untuk memperlihatkan ancaman tersebut. bukan jumlah anak di suatu desa. Kata mereka. Kelompok pertama ini merasa berhasil dengan strategi “menakut-nakuti” pemerintah dan anggota DPR dengan “ancaman peledakan penduduk”. juga tidak jelas berapa banyak yang disebut “banyak” oleh kelompok pertama ini. antara “JUMLAH ANAK YANG DIINGINKAN” DAN ISU “PELEDAKAN PENDUDUK” Aris Ananta Untuk MLETIKO. Kelompok pertama juga menanyakan ke orang di desa tersebut. yakni terciptanya sumber daya manusia yang berkualitas. mereka ingin punya anak berapa? . Tetapi. Yang dapat terjadi justru adalah Indonesia akan mengalami kekurangan tenaga kerja kira kira 30-40 tahun ke depan. Saat ini Indonesia memiliki jumlah penduduk tercatat sebanyak 237. 30-40 tahun yang lalu adalah lumrah melihat seorang Ibu mempunyai 6 sampai 8 anak.6 juta jiwa. terutama di beberapa propinsi dan kabupaten. Kelompok pertama kemudian juga menunjukkan “data” lain.

“anak yang tidak diinginkan” bukan lah hal yang baik untuk para ibu dan orangtua pada umumnya. berarti ada anak yang tidak diinginkan oleh ibu ibu. Lebih lanjut. jumlah anak yang diinginkan merupakan hubungan terbalik dengan penggunaan kontrasepsi. kalau pun jumlah anak yang dilahirkan itu besar.Pengamat dari kelompok ini mendapatkan jawaban yang mengejutkan. menurut pengamat ini. Dengan harga yang makin tinggi ini. dan semakin banyak anak yang sudah dilahirkan. dan menjadi hak asasi mereka. masyarakat sudah tidak dapat lagi “dipaksa” memakai kontrasepsi. dan dapat benar benar mencegah kelahiran. karena mereka merasa harga kontrasepsi terlalu mahal. Kelompok kedua kemudian mempertanyakan. Oleh sebab itu. hal ini disebut “unmet need”(kebutuhan yang tak terpuaskan) . sudah biasa bila angka kelahiran dan jumlah yang yang diinginkan berfluktuasi. Sementara itu. akan semakin besar jawaban untuk jumlah anak yang diinginkan. Lebih lanjut. dengan makin berkurangnya dana untuk BKKBN. Masyarakat makin sulit mencari kontrasepsi yang bermutu. Keinginan besar untuk penggunaan kontrasepsi yang bermutu menyebabkan “harga” penggunaan kontrasepsi menjadi lebih mahal. Statistik itu sudah menunjukkan angka rendah. murah. Dalam jargon demografi. Kalau mereka memberikan jawaban yang lebih rendah dari jumlah anak yang sudah dilahirkan. tidak mengagetkan bahwa para ibu enggan menggunakan kontrasepsi. kalau pun angka “”jumlah anak yang diinginkan” tidak menurun. berapa jumlah anak yang mereka inginkan. namun mereka tidak mampu membeli kontrasepsi. yaitu antara 4 dan 5 anak. Kini. sangat mungkin jumlah anak yang diinginkan tidak akan turun lagi. statistik itu tidak akan meningkat. untuk membaca statistik “jumlah anak yang diinginkan” kita harus melihat lebih dahulu berapa anak yang sudah dilahirkan oleh para ibu itu. dan sudah mempunyai anak berapa? Semakin tinggi usia ibu. Di era demokrasi seperti saat ini. untuk mengetahui apakah betul “Jumlah anak yang diinginkan” telah meningkat? Dugaan saya. Dengan keinginan jumlah anak yang besar itu. Sangat berkurangnya subsisi untuk alat kontrasepsi dan makin susahnya mencari kontrasepsi merupakan dua faktor penting lain yang mendorong peningkatan harga kontrasepsi. hal ini bukan sama dengan yang terjadi di tahun 60-an dan 70-an. “data” ini merupakan petunjuk apa yang akan terjadi masa depan. Kita perlu menunggu survai nasional selanjutnya. Selain itu. Padahal. subsidi untuk kontrasepsi makin kecil. mereka akan menjawab sekitar 4 atau 5. tetapi banyak ibu ibu lain yang justru menginginkan jumlah anak yang makin sedikit. atau tidak ingin berkeluarga sama sekali. apakah sampel di “desa” itu representatif untuk Indonesia? Berapa persen ibu ibu di Indonesia yang menginginkan jumlah anak yang besar itu? Ibu ibu yang ditanya itu umur berapa. Mungkin saja ada yang menginginkan jumlah anak yang lebih besar. tidak menutup kemungkinan banyak perempuan yang tidak ingin punya anak. menurut kelompok pertama ini. . kita tidak perlu menyimpulkan adanya “ancaman peledakan penduduk”. kalau mereka ditanya. maka Indonesia mendapat ancaman peledakan penduduk. Mereka juga ingin kontrasepsi yang bermutu (quality contraception)—kontrasepsi yang aman. Dalam suasana angka kelahiran yang sudah di sekitar replacement. mereka sudah tahu perlunya mengatur kelahiran. Jadi. penggunaan kontrasepsi sangat tergantung pada harga penggunaan kontrasepsi. Maka. Singkat kata. seperti di Indonesia saat ini. karena angka kelahiran sudah rendah. mahalnya penggunaan kontrasepsi dapat membuat jumlah anak yang diinginkan meningkat. Pemakaian kontrasepsi sudah menjadi pilihan mereka secara sadar. harga untuk mengatur jumlah kelahiran tak terjangkau. ketika orang belum tahu bahwa jumlah kelahiran dapat diatur. Pada statistik yang rendah ini. Bahkan. Maka.

dan kesehatan yang baik. 2 Februari 2011 Tiap tahun Indonesia mendapatkan tambahan bayi sebanyak 4. isu “peledakan penduduk” tampaknya kini mulai digulirkan lagi. Tanpa makanan. Untuk membangkitkan kembali perhatian pemerintah pada program KB. Lebih lanjut. sebuah keluarga dengan 6 orang anak atau lebih merupakan hal yang biasa. perhatian pemerintah pada program KB berkurang dengan amat drastis. Kalau beras dan cabai mahal. Adanya program ini telah berhasil menekan angka kelahiran menjadi relatif rendah. Indonesia sedang mendapatkan “ancaman peledakan penduduk”! Itulah beberapa pendapat yang belum lama ini muncul di sebuah harian nasional. Kurangnya perhatian ini menyebabkan banyaknya penduduk Indonesia yang tidak dapat memperoleh alat kontrasepsi yang mereka harapkan. Keluarga dengan anak yang banyak pun akan mengalami kesulitan untuk meningkatkan kesejahteraan para orangtua dan anak anak mereka. isu peledakan penduduk mulai jarang didengar. informasi tidak lengkap. pendidikan. terjadilah “unmet need” terhadap kontrasepsi. padahal mereka sangat ingin mengatur kelahiran mereka. sudah semakin jarang kita menemui keluarga dengan 4 orang anak. bukan ditakut-takuti dengan “ancaman peledakan penduduk”—sesuatu yang sebetulnya tidak ada. Kekuatiran adanya peledakan penduduk ini telah mendorong terciptanya program nasional Keluarga Berencana (KB) di tahun 1969. Di tahun 60-an. Mereka menjadi beban perekonomian yang besar. Pemerintah Orde Baru memberikan perhatian yang sangat besar pada program KB. .Pemerintah dan DPR harus kita “beritahu” dengan benar.5 juta. minuman. Di sini lah pemerintah perlu berperan: meningkatkan penyediaan kontrasepsi yang bermutu (*) KELAHIRAN RENDAH. di tahun 60-an. kita menguatirkan terjadinya pertumbuhan penduduk yang luar biasa karena terjadinya jumlah kelahiran yang sangat besar. Kini muncul kebutuhan baru yang tak terpuaskan di masyarakat. sebuah keluarga dengan 6 orang anak sudah merupakan pengecualian. mereka tidak malu berteriak. pakaian. Jumlah ini hampir sama dengan jumlah penduduk Singapura. Artinya. mereka akan malu untuk berdemonstrasi. kita dapat sampaikan ke pemerintah dan DPR bahwa isu Keluarga Berencana kini menjadi makin penting secara politis. ketidak-puasan yang terpendam ini dapat menjadi bom waktu secara politik. minuman. kesehatan dan pendidikan. Jumlah kelahiran yang besar berarti biaya yang besar untuk makanan. bayi bayi ini akan menjadi penduduk dewasa yang tidak sehat dan tidak berpendidikan. tiap tahun Indonesia mendapatkan bayi dalam jumlah yang hampir sama dengan jumlah penduduk di Singapura. Tetapi. dan pendidikan pada bayi bayi ini dan ketika kelak mereka makin besar? Memang. Salah satunya adalah seperti yang disebut di awal tulisan ini. Isu peledakan penduduk ini sesungguhnya pernah menjadi topik yang penting di tahun 60-an hingga 80an di Indonesia. Kalau kontrasepsi yang bemutu makin mahal. Saat ini. Harga mahal. setelah reformasi yang dimulai di tahun 1998. Sebagai gantinya. Isu “peledakan penduduk” menjadi ramai setelah hasil sementara sensus penduduk tahun 2010 untuk pertama kalinya diumumkan oleh Presiden dalam Pidato Kenegaraan menyambut HUT ke-65 Proklamasi Kemerdekaan RI di Gedung MPR/DPR/DPD RI tanggal Agustus 2010. sulit didapat. Memang. Program “2 anak cukup” yang dicanangkan pemerintah sejak tahun 70-an tampaknya telah menjadi kenyataan saat ini. KEMANA ARAH PROGRAM KB? Evi Nurvidya Arifin Untuk MLETIKO. Luar biasa! Bagaimana kita akan memberi makan. Bahkan. kesehatan. harga terjangkau dan mudah didapat. Dalam bahasa teknis-demografis. Akibatnya. yaitu kebutuhan untuk berkontrasepsi yang bermutu–aman.

Saat ini. tidak mengejutkan bila kita mendapatkan jumlah bayi yang banyak dari mereka. saya menduga bahwa angka kelahiran di Indonesia bahkan sudah di bawah replacement level dan angka kelahiran akan cenderung terus menurun dengan sedikit fluktuasi. Oleh sebab itu. saya menghitung bahwa kelahiran sebanyak kira kira 4. murah. murah. Selanjutnya. program KB semestinya tidak lagi diukur dengan penurunan angka kelahiran. Jumlah bayi di Indonesia juga tidak dapat kita bandingkan dengan penduduk China. Ini angka yang sudah amat rendah. Mereka ini memang baru di awal usia reproduksi mereka. Mereka dapat Kegagalan pemenuhan kebutuhan dasar ini dapat mengungkapkan secara terbuka bila mereka kesulitan mendapatkan beras atau cabai. jumlah bayi yang lahir di Indonesia tidak boleh dibandingkan dengan penduduk Singapura. termasuk yang miskin. Namun. fokusnya padaquality contraception–pelayanan yang bermutu. Dengan penduduk Indonesia yang berjumlah 237. Jumlah bayi itu mengacu pada angka kelahiran kasar sebesar 18 per 1000 penduduk. Program KB kini harus berfokus ke quality contraception. kekecewaan yang terpendam ini suatu ketika dapat meledak. dan mereka yang tinggal di daerah yang sulit terjangkau. Bermutu dalam arti risiko kegagalan yang kecil. suatu angka yang telah berada disekitarreplacement level.menyebutkan jumlah kelahiran bayi per tahun yang hampir sama dengan jumlah penduduk Singapura.5 juta itu lebih dari separohnya berasal dari ibu-ibu berusia muda. Walau begitu. Mereka yang mempunyai uang dapat memperoleh pelayanan yang baik dari sektor swasta. agar terjangkau semua masyarakat. dan mudah diperoleh. yaitu kira kira 5 juta. suatu angka kelahiran yang sudah rendah. Semoga pemerintah Indonesia dapat segera memberikan perhatian yang besar lagi pada program Keluarga Berencana. dan mudah didapatkan telah menjadi salah satu kebutuhan dasar penduduk Indonesia.6 juta. program KB dengan fokus pada quality contraception tidak dapat diserahkan pada pasar. Dengan pengukuran yang lebih baik. Namun. dan di tempat yang terpencil. Akibatnya. tetapi mereka akan enggan mengatakan secara terbuka kekecewaan mereka terhadap ketersediaan alat kontrasepsi. kira kira 1. Namun. suatu angka yang memperlihatkan bahwa seorang ibu secara rata rata melahirkan satu bayi perempuan yang akan bertahan hidup sampai usia reproduksinya. menimbun frustasi di masyarakat.3. (*) . Kesimpulannya adalah bahwa “peledakan penduduk” bukan lagi merupakan isu kita saat ini. karena jumlah penduduk Singapura sangart kecil. Kebutuhan untuk alat kontrasepsi telah menjadi amat besar.5 milyar penduduk. yaitu dengan TFR (total fertility rate). yang paling tepat adalah membandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia sendiri. Oleh sebab itu. Bermutu dalam arti pengguna kontrasepsi sadar benar akan kebaikan dan kelemahan alat kontrasepsi yang dipakai. data 4. jumlah bayi itu sesungguhnya relatif kecil. Maka. dan mempunyai dampak sosial dan politik yang besar. Justru karena angka kelahiran di Indonesia sudah rendah. Walau begitu. jumlah 4. Angka yang disebutkan di awal tulisan ini mungkin benar.5 juta bayi ini tidak memberikan indikasi telah terjadi peledakan jumlah bayi atau peledakan penduduk di Indonesia. yang jumlah penduduknya amat besar. antara 20-29 tahun. Alat kontrasepsi dan pelayanan KB yang bermutu. yang tidak mampu mendapatkan informasi yang lengkap. Jadi. kita sangat membutuhkan program KB. Bermutu dalam arti pengguna benar-benar faham akan manfaat pengaturan kelahiran. dan mudah diperoleh di mana pun di Indonesia.5 juta bayi itu kira-kira menghasilkan angka 2. Alat dan pelayanan kontrasepsi ini pun harus murah. program KB harus mampu menjangkau mereka yang tidak mempunyai uang. yaitu memberikan pelayanan KB yang bermutu. saya tidak mengatakan bahwa program KB sudah tidak dibutuhkan lagi. murah.

saya langsung gembira. suatu angka yang sudah relatif rendah. dugaan saya. Karena data dasarnya underestimate. tiga tahun sebelum dilakukan sensus menghasilkan proyeksi penduduk pada 2010 sejumlah 234. Demografer dari lembaga internasional pun belum tentu benar. masalah pendidikan. Badan Pusat Statistik (BPS). dari peledakan penduduk itu. terlalu kecil dibandingkan dengan hasil yang sesungguhnya. proyeksi mereka juga underestimate. jumlah penduduk Jakarta akan . Perbedaan seperti inilah yang kemudian membuat beberapa teman mengatakan bahwa pemerintah Indonesia telah melakukan kesalahan. para demografer (termasuk BPS) telah membuat perkiraan yang benar. Dengan angka ini. penduduk Indonesia akan berjumlah 235. Mereka mengatakan. Jumlah ini lebih besar dari proyeksi yang dibuat para demografer dalam dan luar negeri. Kalau tak ada migrasi masuk yang lebih besar dari migrasi keluar. sebenarnya hasil cacahan sensus penduduk pada 2000 underestimate. saya membuat proyeksi penduduk Indonesia hingga 2025. Ada yang kemudian mengatakan bahwa ledakan penduduk sebagai sebab permasalahan sosialekonomi. pada 1994. pada 2050 jumlah penduduk Indonesia akan menurun. 18 Januari 2011 Saya sangat kaget ketika salah satu harian nasional kembali mengungkap isu ancaman ledakan penduduk di Indonesia. perbedaan 1.Beberapa demografer lupa bahwa mereka membandingkan sensus penduduk 2010 dengan sensus penduduk sebelumnya. Itu dapat menjadi penyebab jumlah penduduk di sensus 2010 lebih besar dari yang diproyeksikan para demografer. dan berbagai masalah ekonomi lainnya.1 juta pada 2010. Namun.Ancaman Peledakan Penduduk pada Pembangunan Ekonomi? Aris Ananta Untuk Seputar Indonesia. Mereka kemudian mengatakan berbagai akibat negatif. Indonesia pada 2010 sudah berada di bawah replacement level. angka kelahiran di Indonesia sudah rendah. Dengan demikian. Karena itu. tidak ada ledakan jumlah penduduk. Artinya. Bahkan. Lebih lanjut.banyak daerah Indonesia. mungkin saja yang salah justru para demografer tersebut. khususnya pada perekonomian.6 juta. yaitu sensus penduduk 2000.2 juta. Ini seperti kemacetan yang terjadi di mana-mana. pemerintah telah melakukan kesalahan dalam kebijakan. Jakarta. Dalam proyeksi itu. Artinya. hasil sensus penduduk 2010 tidak mengagetkan. Menurut saya. penghitungan pertumbuhan penduduk 2000–2010 menjadi terlalu tinggi.0% itu tidak penting. seperti Yogyakarta. dan Jawa Timur telah berada di bawah replacement level. baik dalam negeri maupun luar negeri. sensus penduduk Indonesia 2010 menghasilkan jumlah penduduk Indonesia sebesar 237. Padahal. Beberapa teman langsung ramai mengatakan adanya ancaman tersebut. Namun. Akibatnya. Sebab. termasuk Jakarta. Bahkan. Terry Hull. Saat ini. masih tingginya kemiskinan. Yang lebih penting lagi. Mereka mengatakan. cobalah melihat proyeksi penduduk yang dibuat sebelum sensus penduduk 2000. Data dasar yang mereka peroleh juga dari BPS. para demografer tersebut menggunakan data pada 2000 sebagai data dasar untuk proyeksi mereka.6 juta. dalam waktu 40 tahun jumlah penduduk Indonesia akan berhenti bertambah. Pendapat mereka ini mungkin benar. Misalnya. di jurnal Bulletin of Indonesian Economic Studies baru-baru ini telah dengan tepat menceritakan betapa sensus penduduk 2000underestimate. Isu ini pernah muncul pada Agustus tahun lalu. saat melihat hasil sensus penduduk 2010 yang hasilnya 237. hasilnya mirip sekali dengan dugaan saya pada 1994. Sudah berada di sekitar replacement level. begitu hasil sementara sensus penduduk 2010 diumumkan pemerintah. program Keluarga Berencana gagal karena kurangnya perhatian dari pemerintah.

Angka yang relatif amat rendah.6 juta. dengan ukuran yang lebih tepat. Ini tentu tidak menguntungkan bagi kita. kekecewaan yang terpendam ini dapat “meledak” suatu ketika. Singkatnya. murah. Masyarakat sudah ingin membatasi kelahiran mereka. Bermutu dalam arti masyarakat tahu betul alasan memakai alat kontrasepsi. Bermutu dalam arti menggunakan alat kontrasepsi yang risiko kegagalannya kecil. Namun. Sebab. pelayanan keluarga berencana yang bermutu. jumlah 4. mereka tidak melihat dalam konteks Indonesia. sekitar 2. serta mengetahui keuntungan dan kerugian alat tersebut. Tentu saja penyuluhan mengenai pentingnya keluarga berencana tetap perlu diteruskan. Jumlah bayi itu sesungguhnya.5 juta bayi per tahun. masyarakat membutuhkan quality contraception. Masyarakat tetap perlu disadarkan bahwa mereka dapat mengatur jumlah kelahiran anak mereka.(*) . kita tidak perlu merisaukan adanya “ledakan penduduk” seperti yang diungkapkan salah satu harian nasional tersebut. Bermutu dalam arti akibat sampingan yang makin kecil.5 juta dapat terlihat besar untuk penduduk Singapura yang hanya 5 juta. Bayangkan. saya sependapat dengan beberapa teman tersebut bahwa pemerintah telah kurang memperhatikan program Keluarga Berencana sejak reformasi pada 1998. Alat kontrasepsi kini telah menjadi salah satu kebutuhan dasar penduduk Indonesia. kegagalan pemerintah (program KB) dalam menyediakan alat kontrasepsi yang murah dan bermutu dapat membuat keresahan di masyarakat. Angka yang sudah relatif kecil. Semoga pemerintah Indonesia dapat mengelakkan terjadinya “peledakan kekecewaan” ini dengan kembali memberikan perhatian yang besar pada program Keluarga Berencana.mencerminkan angka kelahiran total (total fertility rate). pemerintah kembali meningkatkan perhatian pada Keluarga Berencana. Perbedaan dengan program pada 1970-an adalah bahwa program saat ini harus tidak berfokus pada penurunan angka kelahiran. Walau begitu. Sudah saatnya. Kalau penurunan angka kelahiran terus terjadi.3. angka kelahiran di Indonesia telah rendah. Jumlah bayi itu hanya mencerminkan angka kelahiran kasar 18 bayi per 1.000 penduduk. Jumlah 4. dan mudah didapatkan. Saat ini. Karena alat kontrasepsi telah menjadi salah satu kebutuhan dasar penduduk Indonesia.5 juta itu jumlah yang kecil dibanding penduduk Indonesia yang berjumlah 237. sekitar replacement level. yakni dengan fokus pada quality contraception. yang dikatakan beberapa teman sebagai “bukti”adanya peledakan penduduk di Indonesia? Mereka menunjukkan jumlah ini hampir sama dengan jumlah penduduk Singapura. penurunan jumlah penduduk Indonesia dan banyak daerah di Indonesia akan terjadi lebih awal. tiap tahun Indonesia mendapat tambahan jumlah bayi sebesar jumlah penduduk Singapura! Namun. Namun. kata mereka. Bagaimana dengan data bahwa sekarang terdapat 4. walau mereka akan enggan untuk menyuarakannya secara terbuka.menurun paling lambat pada 2050.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful