Membaca hasil lab darah rutin

Posted by hnz11 under Medical, My Writing | Tags: darah, hasil lab, hitung jenis, laboratorium | [22] Comments

Pemeriksaan darah rutin meliputi 6 jenis pemeriksaan; yaitu 1. 2. 3. 4. 5. 6. Hemoglobin / Haemoglobin (Hb) Hematokrit (Ht) Leukosit: hitung leukosit (leukocyte count) dan hitung jenis (differential count) Hitung trombosit / platelet count Laju endap darah (LED) / erythrocyte sedimentation rate (ESR) Hitung eritrosit (di beberapa instansi)

Hemoglobin (Hb) Nilai normal dewasa pria 13.5-18.0 gram/dL, wanita 12-16 gram/dL, wanita hamil 10-15 gram/dL Nilai normal anak 11-16 gram/dL, batita 9-15 gram/dL, bayi 10-17 gram/dL, neonatus 14-27 gram/dL
y

y

Hb rendah (<10 gram/dL) biasanya dikaitkan dengan anemia defisiensi besi. Sebab lainnya dari rendahnya Hb antara lain pendarahan berat, hemolisis, leukemia leukemik, lupus eritematosus sistemik, dan diet vegetarian ketat (vegan). Dari obatobatan: obat antikanker, asam asetilsalisilat, rifampisin, primakuin, dan sulfonamid. Ambang bahaya adalah Hb < 5 gram/dL. Hb tinggi (>18 gram/dL) berkaitan dengan luka bakar, gagal jantung, COPD (bronkitis kronik dengan cor pulmonale), dehidrasi / diare, eritrositosis, polisitemia vera, dan pada penduduk pegunungan tinggi yang normal. Dari obat-obatan: metildopa dan gentamisin.

Hematokrit Nilai normal dewasa pria 40-54%, wanita 37-47%, wanita hamil 30-46% Nilai normal anak 31-45%, batita 35-44%, bayi 29-54%, neonatus 40-68%

1

virus. diuretik. Kondisi lain yang dapat menyebabkan leukositosis yaitu: y y y y y Anemia hemolitik Sirosis hati dengan nekrosis Stres emosional dan fisik (termasuk trauma dan habis berolahraga) Keracunan berbagai macam zat Obat: allopurinol. dan sulfonamid. Penyebab dari segi obat antara lain antiepilepsi. parasit. Secara kasar. luka bakar. arsenik (terapi leishmaniasis). streptomisin. perlemakan hati. Leukosit rendah (disebut juga leukopenia) dapat disebabkan oleh agranulositosis. atropin sulfat. sirosis hati. infeksi virus (misalnya dengue). AIDS. kloramfenikol. Ambang bahaya adalah Ht >60%. sulfonamid. y Peningkatan jumlah netrofil (baik batang maupun segmen) relatif dibanding limfosit dan monosit dikenal juga dengan sebutan shift to the left. gagal jantung. diabetes melitus. antara lain penyakit Addison. Anak 10 tahun 4500-13500/mm3. dan overhidrasi.Hematokrit merupakan persentase konsentrasi eritrosit dalam plasma darah. Kondisi noninfeksi yang dapat menyebabkan shift to the left antara lain asma dan penyakit-penyakit alergi 2 . keracunan kimiawi. hematokrit biasanya sama dengan tiga kali hemoglobin. hemolisis. Bayi sampai balita rata-rata 5700-18000 sel/mm3. y y Ht tinggi (> 55 %) dapat ditemukan pada berbagai kasus yang menyebabkan kenaikan Hb. postpartum 9700-25700 sel/mm3 Segala macam infeksi menyebabkan leukosit naik. Leukosit (hitung jenis) Nilai normal hitung jenis y y y y y y Basofil 0-1% (absolut 20-100 sel/mm3 ) Eosinofil 1-3% (absolut 50-300 sel/mm3 ) Netrofil batang 3-5% (absolut 150-500 sel/mm3 ) Netrofil segmen 50-70% (absolut 2500-7000 sel/mm3 ) Limfosit 25-35% (absolut 1750-3500 sel/mm3 ) Monosit 4-6% (absolut 200-600 sel/mm3 ) Penilaian hitung jenis tunggal jarang memberi nilai diagnostik. dan polisitemia. infeksi atau sepsis hebat. pneumonia. dan beberapa antibiotik lainnya. kina. Ambang bahaya adalah Ht <15%. dehidrasi / diare. Ht rendah (< 30 %) dapat ditemukan pada anemia. anemia aplastik. Leukosit (Hitung total) Nilai normal 4500-10000 sel/mm3 Neonatus 9000-30000 sel/mm3. ibu hamil rata-rata 6000-17000 sel/mm3. baik infeksi bakteri. eritromisin. kecuali untuk penyakit alergi di mana eosinofil sering ditemukan meningkat. dan sebagainya. dan postkemoterapi. Infeksi yang disertai shift to the left biasanya merupakan infeksi bakteri dan malaria. barbiturat.

lupus.8-6.000-450. Sedangkan peningkatan jumlah limfosit dan monosit relatif dibanding netrofil disebut shift to the right.y lainnya.000 sel/mm3. konsumsi obat (kloramfenikol. kehamilan. Hitung eritrosit Nilai normal dewasa wanita 4. malaria. pria 4.2 juta sel/mm3.5-6. pemakaian kontrasepsi oral.000 sel/mm3. anemia sickle cell. gangguan nyeri. penurunan fungsi sumsum tulang. polisitemia. luka bakar. INH.000 sel/mm3. perdarahan berat. anemia. dan aspirin.1 juta sel/mm3. y y Penurunan trombosit (trombositopenia) dapat ditemukan pada demam berdarah dengue. penyakit imunologis.0-5. setelah beraktivitas berat. Saunders-Elsevier.5 juta sel/mm3. 2008. mieloma multipel. sirosis. asam mefenamat) Sumber: Chernecky CC & Berger BJ.000. ibu hamil.000 sel/mm3. y y Peningkatan jumlah eritrosit ditemukan pada dehidrasi berat. Penurunan jumlah eritrosit ditemukan pada berbagai jenis anemia. Biasanya trombositosis tidak berbahaya. Trombosit Nilai normal dewasa 150. Laju endap darah Nilai normal dewasa pria <15 mm/jam pertama. Kondisi noninfeksi yang dapat menyebabkan shift to the right antara lain keracunan timbal. malaria. keracunan merkuri (raksa). luka bakar. metildopa. polisitemia. wanita <30-40 mm/jam pertama Nilai normal wanita hamil 18-70 mm/jam pertama Nilai normal anak <10 mm/jam pertama y y LED yang meningkat menandakan adanya infeksi atau inflamasi. Nilai normal bayi 3. tetrasiklin. 3 . penyakit imunologis.8 juta sel/mm3. parasetamol. fenitoin. wanita <20 mm/jam pertama Nilai normal lansia pria <20 mm/jam pertama. Infeksi yang disertai shift to the right biasanya merupakan infeksi virus. dan penyakit keganasan. anak 150. anemia hemolitik. habis berolahraga. dan sepsis. Nilai ambang bahaya pada <30. LED yang sangat rendah menandakan gagal jantung dan poikilositosis.000-400. Laboratory Tests and Diagnostic Procedures 5th edition. luka bakar. kecuali jika >1.6-4. anemia perniciosa. anak 3. diare. dan polisitemia vera. Peningkatan trombosit (trombositosis) dapat ditemukan pada penyakit keganasan. dan penyakit jantung.

002 sampai 1. My Writing | Tags: hasil lab. diare / dehidrasi. demam. warna urin pagi (yang diambil sesaat setelah bangun pagi) sedikit lebih gelap dibanding urin di waktu lainnya. sedang minum obat diuretik. urin | Leave a Comment Warna urin Nilai normal: kekuningan jernih Dalam keadaan normal.(hnz) 22 May 2009 Membaca hasil lab urin Posted by hnz11 under Medical.016-1. sedang minum obat parkinson (levodopa). konsumsi vitamin tertentu.006. Berat jenis urin dewasa berkisar pada 1. atau diabetes insipidus. laksatif (fenolftalein). Berat jenis Nilai normal: 1. infeksi saluran kemih. konsumsi deferoksamin mesilat. Urin pagi memiliki berat jenis lebih tinggi daripada urin di waktu lain. kelebihan biliverdin. neonatus (bayi baru lahir) berkisar pada 1.030 g/mL Nilai ini dipengaruhi sejumlah variasi.022. sulfasalazin. dan konsumsi obat parkinson (levodopa). konsumsi antikoagulan oral. yaitu sekitar 1. Perubahan warna urin dapat terjadi karena beberapa hal. Seperti susu (disebut juga chyluria): filariasis atau tumor jaringan limfatik. Kuning gelap (seperti teh): hepatitis fase akut. methemoglobunuria.012. Oranye-merah: dehidrasi sedang. dan bayi antara 1.026. atau karena infeksi Pseudomonas pada saluran kemih. mengkonsumsi antibiotik (sulfonamid atau metronidazol). antara lain umur. trauma ginjal. y y y y y y y y Hitam: baru mengkonsumsi tablet besi (ferri sulfat). minum alkohol. laboratorium. Bening (tidak berwarna sama sekali): terlalu banyak minum. rifampisin. Coklat: gangguan fungsi ginjal. diabetes melitus. kelebihan vitamin B2 / riboflavin. Abnormalitas: y Berat jenis urin yang lebih dari normal menunjukkan gangguan fungsi ginjal.003 s/d 1. Biru: mengkonsumsi obat antidepresi (amitriptilin). antibiotika (nitrofurantoin dan kuinakrin). antibiotik saluran kemih (nitrofurantoin). ikterus obstruktif. Hijau: infeksi bakteri. 4 . kelebihan hormon antidiuretik. demam.

isoniazid. dan penurunan fungsi ginjal. nefritis tubular.0 (urin pagi).y Berat jenis urin yang kurang dari normal menunjukkan gangguan fungsi ginjal berat. atau konsumsi antibiotika (aminoglikosida). Glukosa urin positif tidak selalu berarti diabetes melitus.0-6. sesuai dengan mekanisme reaksi yaitu reduksi tembaga sulfat.5-8. Glukosa Nilai normal: negatif Di Indonesia. dan amfoterisin B. sindroma Fanconi). 0. Asam homogentisat bisa ada dalam urin dalam jumlah besar pada individu dengan gangguan metabolisme asam amino alkohol (fenilalanin dan tirosin).15 mg/24 jam (uji kuantitatif) 5 . Warna Biru Hijau Hijau kekuningan Kuning kehijauan Coklat Merah bata Hasil Negatif Sangat sedikit +1 +2 +3 +4 Pemeriksaan Benedict ini sebenarnya ditujukan untuk mendeteksi adanya glukosa. Dari faktor obat-obatan: diazoksid dan vitamin C. asidosis tuberkulosis ginjal. Penyakit hepar dan keracunan logam berat. karbamazepin).0 (urin sewaktu) y y pH lebih basa: habis muntah-muntah. pH lebih asam: diet tinggi protein atau diet tanpa kalori. walaupun memang penyakit ini yang paling sering memberi hasil positif pada uji glukosa urin. Faktor farmakologis (indometasin. Dari faktor obat-obatan: natrium bikarbonat. asam nikotinat. dan substansi reduktor lainnya (misalnya vitamin C) dalam urin. diabetes melitus. Makna lain yang mungkin: y y y y Penyakit ginjal (glomerulonefritis. Protein Nilai normal: negatif (uji semikuantitatif).03-0. infeksi atau batu saluran kemih. diabetes insipidus. pH Nilai normal: 5. asam homogentisat. Karena faktor ini pemeriksaan glukosuria di negara maju telah diganti dengan Clinistix. diuretik tiazid. Nutrisi parenteral total yang berlebihan (hiperalimentasi) dengan infus glukosa. glukosa urin biasanya diuji secara semikuantitatif dengan uji reduktor (Benedict). dan fenilketonuria. 4.

nekrosis tubular ginjal). Faktor farmakologis (amfoterisin B. asam sulfat 6%. berkepingan Bergumpalan Hasil abnormal (positif) dalam uji proteinuria dapat berarti: y y y y y y Masalah nonginjal (gagal jantung kongestif. atau positif s/d pengenceran 1/20 (WallaceDiamond) Urobilinogen klasik diperiksa dengan uji pengenceran Wallace-Diamond. Cara ini sudah banyak digantikan oleh uji dipstik modern yang bersifat kualitatif. penyakit glikogen. tanpa butiran Keruh. Warna Hasil kualitatif Kuning sampai kuning kehijauan Normal (negatif) Kuning oranye Positif Oranye kecoklatan Positif Urobilinogenuria dapat disebabkan oleh 6 . fenilbutazon. dan konsumsi obat-obatan tertentu (levodopa dan obat-obat anestetik). demam. infeksi saluran kemih. semua aminoglikosida. Hasil positif dapat ditemukan pada ketoasidosis diabetik. postpendarahan). atau dengan reagen strip. butiran halus Keruh. Pada anak-anak sering karena sindroma nefrotik atau penyakit bawaan (ginjal polikistik). butiran sedang Keruh. Untuk anak-anak di bawah 10 tahun nilai kuantitatif normal protein dalam urin sedikit lebih rendah daripada dewasa. Keganasan (leukemia dan keganasan tulang yang bermetastasis).0 gram/L 3. Reagen strip 0-0. asites. dan sekarang digunakan dipstik.1-1 Ehrlich U/dL (dipstik). yaitu <100 mg/24 jam.3 gram/L 1.2 gram/L 0. stres.Protein dapat diuji dengan asam sulfosalisilat 20%. Keton Nilai normal: negatif Uji ketonuria dimaksudkan untuk mendeteksi adanya produk sampingan penguraian karbohidrat dalam urin.05-0. Penyakit ginjal (lupus. Ketonuria dulu diperiksa dengan metode Rothera. keracunan). Proteinuria sementara (pada dehidrasi. sulfonamid). Pemeriksaan dengan reagen strip lebih banyak digunakan saat ini. alkoholisme. infeksi bakteri. diet tinggi protein.0 gram/L Hasil Negatif Sangat sedikit +1 +2 +3 +4 Asam sulfosalisilat Jernih Keruh.05 gram/L 0. Urobilinogen Nilai normal: 0. diet tinggi lemak.0 gram/L 10.

Sedangkan bentuk sel epitel abnormal dikaitkan dengan keganasan setempat. Eritrosit Nilai normal: 0-3 sel per lapang pandang besar Eritrosit dalam urin yang berlebihan (mikrohematuria) dapat ditemukan pada urin wanita menstruasi dan perlukaan pada saluran kemih. Nitrit Nilai normal: negatif (kurang dari 0. Bilirubinuria dapat disebabkan oleh: y y y Penyakit hepar (sirosis. maupun karena kebocoran glomerulus.y y y y Penyakit hepar dan empedu (hepatitis akut. Bilirubin Nilai normal: negatif. Keganasan (terutama hepatoma dan karsinoma saluran empedu). berbentuk skuamosa. infeksi. Infeksi atau sepsis. Leukosit Nilai normal: 2-4 sel per lapang pandang besar Leukosit yang berlebihan dalam urin (piuria) biasanya menandakan adanya infeksi saluran kemih atau kondisi inflamasi lainnya. atau kurang dari 100. termasuk efek hepatotoksisitas. Dari faktor farmakologis: kloramfenikol dan vitamin C menyebabkan urobilinogen urin berkurang. mononukleosis) Polisitemia vera ataupun anemia Keracunan timah hitam Tidak ada urobilinogen sama sekali dalam urin bermakna ada obstruksi komplit pada saluran empedu (kolelitiasis atau karsinoma pankreas). misalnya penolakan transplantasi ginjal. sirosis. Sel epitel Nilai normal: sekitar 10 sel per lapang pandang besar. maksimal 0.000 mikroorganisme/mL) Nitrit urin digunakan untuk skrining infeksi saluran kemih.34 mol/L. kolangitis) Infeksi tertentu (malaria. hepatitis alkoholik). Cast / inklusi 7 . Sel epitel yang lebih daripada jumlah normal berkaitan dengan infeksi saluran kemih dan glomerulonefritis.1 mg/dL. faktor trauma. baik oleh batu.

coli. jamur. antara lain E. Kecuali untuk urin midstream: < 1000/mL Nilai normal jamur dan parasit: negatif Bakteri yang dapat menimbulkan infeksi saluran kemih mungkin ditemukan dalam urinalisa. Pada urin asam dapat ditemukan kristal asam urat. Inklusi sitomegalik menunjukkan infeksi sitomegalovirus (CMV) atau campak. Ada juga sejumlah kristal yang dalam keadaan normal tidak ada. Pada urin basa mungkin terlihat kristal kalsium karbonat dan kalsium fosfat. dan parasit Nilai normal bakteri: negatif. dan bilirubin.Nilai normal: ditemukan cast hialin dalam jumlah sedang. Proteus vulgaris. Cast merupakan kumpulan sel-sel yang dikelilingi suatu membran. Pada urin netral ditemukan kristal kalsium oksalat. Biasanya cast selain hialin (misalnya cast eritrosit atau cast leukosit) menunjukkan kerusakan pada glomerulus (glomerulonefritis kronik). sistin. Kristal Nilai normal: ditemukan kristal dalam jumlah kecil Kristal yang ditemukan dalam urin tergantung pada pH urin yang diperiksa. tanpa adanya inklusi. Neisseria gonorrhoea dan Pseudomonas aeruginosa. Bakteri. 8 . antara lain kristal tirosin. Sedangkan parasit yang mungkin ditemukan dalam urin adalah Schistosoma haematobium dan mikrofilaria spesies tertentu. kolesterol.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful