3. BAGAIMANA PANDANGAN FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM MENGENAI ALAM, MANUSIA, ILMU PENGETAHUAN DAN PENDIDIKAN?

MANUSIA MENURUT FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM Manusia adalah subyek pendidikan, sekaligus juga obyek pendidikan. manusia dewasa yang berkebudayaan adalah subyek pendidikan yang berarti bertanggung jawab menyelenggareakan pendidikan. mereka berkewajiban secara moral atas perkembangan probadi anak-anak mereka, yang notabene adalah generasi peneruis mereka. manusia dewasa yang berkebudayaaan terutama yang berfrofesin keguruan (pendidikan) bertanggung jawab secara formal untuk melaksanakan misi pendidikan sesuai dengan tujuan dan nilai-nilai yang dikehendaki ,asyarakan bengsa itu. Manusia yang belum dewasa, dalam proses perkembangan kepribadiannya, baik menuju pembudayaan maupun proses kematangan dan intregitas, adalah obyek pendidikan. Artinya mereka adalah sasaran atau bahan yang dibina. Meskipun kita sadarai bahwa perkembangan kepribadian adalah self development melalui self actifities, jadi sebagai subjek yang sadar mengembangkan diri sendiri. ALAM MENURUT FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM Alam semesta adalah media pendidikan sekaligus sebagai sarana yang digunakan oleh menusia untuk melangsungkan proses pendidikan. Didalam alam semesta ini manusia tidak dapat hidup dan “mandiri” dengan sesungguhnya. Karena antara manusia dan alam semesta saling membutuhkan dan saling melengkapi antara satu dengan yang lainnya. Dimana alam semesta ini butuh manusia untuk merawat dan memeliharanya sedangkan manusia butuh alam semesta sebagai sarana berinteraksi dengan manusia lainnya Proses pendidikan yang berlangsung didalam antar aksi yangh pruralistis (antara subjek dengan lingkungan alamiah, sosial dan cultural) amat ditentukan oleh aspek manusianya. Sebab kedudukan manusia sebagai subyek didalam masyarakat, bahkan didalam alam semesta, memberikan konsekuensi tanggung jawab yang besar bagi diri manusia. Manusia mengembang amanat untuk membimbing masyarakat, memelihara alam lingkungan hidup bersama. bahkan manusia terutama bertanggung jawab atas martabat kemanusiaannyu (human dignity). Sejarah usaha manusia untuk mengerti dirinya sendiri, kepribadian manusia, sudah ada sejak ilmu pengetahuan itu ada. Ilmu jiwa (Psikologi) yang mula-mula sebaga ilmu jiwa metafisika adalah salah satu usaha tersebut. Makin mendalam manusia menyelidiki kepribadiannya, makin banyak problemanya yang timbul serta makin banyak rahasia yang minta jawaban. Karena manusia adalah mahluk yang unik dan penuh misteri dan rahasia. Manusia sebagai subyek dihadapkan kepada fenomena baru dalam kesadarannya, yakni menghadapi problem yang jauh lebih sulit dari pada problem-problem sebelumnya. manusia mulai bertanya, siapakah atau apakah aku ini sebenarnya. Manusia sebagai subyek menjadikan dirinya sendiri (pribadi dan keutuhan) sebagai obyek yang menuntut pengertian, pengetahuan atau pemahaman. “Kenalilah dirimu” adalah kata-kata klasik yang tetap mengandung makna

yang ideal. dan hipotesis yang bersumber ajaran Islam. maka pendidikan Islam bersifat terbuka dan akomodatif terhadap tuntutan zaman sesuai norma-norma Islam. bahkan juga amat subjektif. dan struktur keilmuan definitif yang satu sama lain saling berkaitan sebagai ilmu yang mandiri. Apa yang ia mengerti tentang kepribadiannya makin ia sadari sebagai suatu asumsi yang amat “dangkal’ dan relatif. Sehingga mereka dituntut untuk memenuhi semua persyaratan sebagai seorang pendidik yang ideal. Sedemikian jauh manusia masih belum yakin bahwa ia telah mengenali dirinya sendiri. khususnya amat bersifat pedagogis disamping bernilai filosofis. . menyeluruh dan integral. makin sukar ia mengerti identitasnya. Bahkan makin dalam ia menyelami dan memahami kepribadiannya. Teori adalah suatu konsep pemikiran manusia yang disusun secara sederhana tentang suatu bidang kehidupan yang tersusun berdasarkan fakta-fakta yang saling berkaitan dan mendukungnya. metode analisa yang bernafaskan Islam. Pendidikan merupakan upaya untuk pembudayaan manusia untuk merngembangkan potensinya secara optimal yang dalam pelaksanaannya sangat bergantung pada sang pendidik. teori. Sasaran pendidikan Islam adalah mengintegrasikan iman dan takwa dengan ilmu pengetahuan dalam pribadi manusia untuk mewujudkan kesejahteraan dunia-akhirat. Landasan Dasar Pengembangan Teorisasi Pendidikan Islam a. c. Hakikat pendidikan adalah segala upaya dan usaha untuk menjadikan manusia dewasa sesuai tujuan pendidikan b. moral dan fisik untuk menghasilkan manusia yang dewasa dan bertanggung jawab sebagai makhluk yang berbudi luhur. Persyaratan Ilmiah Persyaratan ilmiah ilmu pendidkan Islam adalah memiliki objek yang jelas. Azas pendidkan Islam adalah perkembangan dan pertumbuhan dalam perikehidupan yang seimbang dalam semua seluk beluk kehidupan secara adil. 1. Sehingga menjadi suatu produk pemikiran yang teruji dengan praktek yang berhubungan dengan berbagai variabel. Sedangkan pendidikan Islam adalah suatu sistem pendidikan yang berlandaskan ajaran Islam yang mencangkup semua aspek kehidupan yang dibutuhkan manusia sebagai hamba Alloh sebagaimana Islam sebagai pedoman kehidupan dunia dan akhirat. pandangan. merata. Sedangkan faktor pembawaan anak merupakan sasaran utama oleh para pendidik. ILMU PENGETAHUAN MENURUT FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM Ilmu pendidikan Islam adalah ilmu yang digunakan dalam proses pendidikan yang berdasarkan ajaran Islam sebagai pedoman umat manusia khususnya umat Islam. 2. Sejalan dengan perkembangan zaman dan tuntutan kebutuhan manusia yang semakin bertambah dan luas. Model dasar pendidian Islam adalah kemampuan dasar untuk berkembang dari setiap individu sebagai karunia Tuhan. d. Pendidikan adalah segala upaya . latihan dan sebagainya untuk menumbuh kembangkan segala potensi yang ada dalam diri manusia baik secara mental.

Tuhan. 3) Filsafat adalah usaha untuk mendapatkan gambaran keseluruhan. atau karena ada rencana. dan mengapa aku berada disini? Mengapa ada sesuatu? Apakah kedudukan kehidupan dalam alam yang besar ini ? Apakah alam itu bersahabat atau bermusuhan ? apakah yang terjadi itu telah terjadi secara kebetulan ? atau karena mekanisme. dan berfikir sungguh-sungguh tentang soal-soal yang pokok. Banyak orang termenung pada suatu waktu. mati. 2) Filsafat adalah suatu proses kritik atau pemikiran terhadap kepercayaan yang sikap yang sangat kita junjung tinggi. Apakah kehidupan itu. benar atau salah. keindahan atau kejelekan dan sebagainya. Kadang-kadang karena ada kejadian yang membingungkan dan kadang-kadang hanya karena ingin tahu. Teori mengembangkan sistem klasifikasi dan struktur dari konsep-konsep. arti kehidupan. Semua soal tadi adalah falsafi. ataukah ada maksud dan fikiran didalam benda . Dari beberapa definisi tadi bahwasanya semua jawaban yang ada di filsafat tadi hanyalah buah pemikiran dari ahli filsafat saja secara rasio. c. Memberikan informasi tentang pelaksanaan pendidikan dalam segala aspek bagi pengembangan ilmu pengetahuan. Teori harus dapat mengikhtisarkan fakta dan menerangkan sejumkah besar fakta. 5) Filsafat adalah sekumpulan problema-problema yang langsumg yang mendapat perhatian dari manusia dan yang dicarikan jawabannya oleh ahli-ahli filsafat. c. 1) Filsafat adalah sekumpulan sikap dan kepercayaan terhadap kehidupan dan alam yang biasanya diterima secara tidak kritis. b. Sebagai pengoreksi terhadap kekurangan teori-teori ilmu pendidikan Islam. Teori harus dapat menunjukkan kebutuhan-kebutuhan untuk dikembangkan penelitian secara lebih lanjut. Teori menetapkan adanya hubungan fakta yang ada. tentang sejarah. PENDIDIKAN MENURUT FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM Setiap orang memiliki filsafat walaupun ia mungkin tidak sadar akan hal tersebut. . Ini adalah arti yang formal. Teori harus dapat meramalkan fakta e. Tugas Fungsi Ilmu Pendidikan a. 4) Filsafat adalah sebagai analisa logis dari bahasa serta penjelasan tentang arti kata dan konsep. d. realisme. 4. Kita semua mempunyai ide-ide tentang benda-benda.3. pragmatisme. usaha untuk mendapatkan jawaban atau pemecahan terhadapnya telah menimbulkan teori-teori dan sistem pemikiran seperti idealisme. Definisi tersebut menunjukkan arti sebagai informal. Melakukan pembuktian terhadap teori-teori ilmu pendidikan Islam b. Hubungan Teori dengan Fakta a.

memusatkan perhatian padanya dan menciptakan sikap positif terhadapnya. berusaha menautkan sebab dan akibat. Dengan demikian filsafat adalah suatu kegiatan atau aktivitas yang menempatkan pengetahuan atau kebikasanaan sebagai sasaran utamanya.Oleh karena itu filsafat dimulai oleh rasa heran. 2) Ada pendidik. ibadah dan penyerahan diri kepada Allah saja. Selain itu terdapat pula teori lain yang mengatakan bahwa filsafat berasal dari kata Arab falsafah. 5) Dalam usaha tentu ada alat-alat yang dipergunakan. atau pengertian dari segi praktis. Marimba menyebutkan ada lima unsur utama dalam pendidikan. 4) Adanya dasar dan tujuan dalam bimbingan tersebut. melainkan cinta terhadap hikmah dan berusaha mendapatkannya. B. suka (loving). yang berasal dari bahasa Yunani. Filsafat juga memilki pengertian dari segi istilah atau kesepakatan yang lazim digunakan oleh para ahli. Marimba. dan berusaha menafsirkan pengalaman-pengalaman manusia. Selanjutnya bagaimanakah pandangan para ahli mengenai pendidikan dalam arti yang lazim digunakan dalam praktek pendidikan. melainkan juga mengatur cara mendapatkan kebahagiaan hidup di dunia termasuk di dalamnya mengatur masalah pendidikan. 3) Ada yang di didik atau si terdidik. dan kata Sophos yang berarti ilmu atau hikmah. Sebagai agama yang paling sempurna ia dipersiapkan untuk menjadi pedoman hidup sepanjang zaman atau hingga hari akhir. Berdasarkan rumusannya ini. Islam memiliki ajaran yang diakui lebih sempurna dan kompherhensif dibandingkan dengan agama-agama lainnya yang pernah diturunkan Tuhan sebelumnya. Pengertian Filsafat pendidikan Islam Secara harfiah. M. Terhadap pengertian seperti ini al-Syaibani mengatakan bahwa filsafat bukanlah hikmah itu sendiri.terdidik menuju terbentuknya kepribadian yang utama. misalnya mengatakan bahwa pendidikan adalah bimbingan atau pimpinan secara sadar oleh si pendidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani si .Dalam hubungan ini dijumpai berbagai rumusan yang berbeda-beda. Ahmad D. yaitu 1) Usaha (kegiatan) yang bersifat bimbingan. maka kita perlukan untuk meneliti bagaimana filsafat itu menjawabnya. Hanafi. Philosophia: philos berarti cinta. bertanya dan memikir tentang asumsiasumsi kita yang fundamental (mendasar). Sumber untuk mengatur . A. filsafat berarti cinta cinta terhadap ilmu atau hikmah. Selanjutnya ia menambahkan bahwa filsafat dapat pula berarti mencari hakikat sesuatu. mengatakan bahwa pengertian filsafat telah mengalami perubahan-perubahan sepanjang masanya. pimpinan atau pertolongan yang dilakukan secara sadar. Sebagai suatu agama. yang dikenal sebagai orang yang pertama yang menggunakan perkataan tersebut. Dari beberapa kutipan di atas dapat diketahui bahwa pengertian fisafat dar segi kebahsan atau semantik adalah cinta terhadap pengetahuan atau kebijaksanaan. Jadi. Sumber untuk mengatur masalah pendidikan.A. Sementara itu. Islam tidak hanya mengatur cara mendapatkan kebahagiaan hidup di akhirat. Dengan demikian. Philosophia berarti cinta kepada kebijaksanaan atau cinta kepada kebenaran atau lazimnya disebut Pholosopher yang dalam bahasa Arab disebut failasuf. dan. Pitagoras (481-411 SM). kata filsafat berasal dari kata Philo yang berarti cinta. dan sophia yang berarti pengetahuan. pembimbing atau penolong. hikmah (wisdom).

Al Qur’an dan Hadist tersebut menerangkan bahwa nabi adalah benar-benar pemberi petunjuk kepada jalan yang lurus. Langkah yang ditempuh al Qur’an ini ternyata amat strategis dalam upaya mengangkat martabat kehidupan manusia. Kini di akui dengan jelas bahwa pendidikan merupakan jembatan yang menyeberangkan orang dari keterbelakangan menuju kemajuan. sehingga beliau memerintahkan kepada umatnya agar saling memberi petunjuk. 2. dan pendidikan Islam. Dan sesungguhnya kamu benarbenarbenar memberi petunjuk kepada jalan yang benar (QS.Qur’an dan al Hadist sejak awal telah menancapkan revolusi di bidang pendidikan dan pengajaran. 90)” Dari ayat dan hadis di atas tadi dapat diambil kesimpulan : 1. telah mencanangkan program pendidikan seumur hidup ( long life education ). Nabi Muhammad SAW. serta dari ketertindasan menjadi merdeka. Dasar Pelaksanaan Pendidikan Islam Dasar Pelaksanaan Pendidikan Islam terutama adalah Al Qur’an dan al Hadist Firman Allah : “ Dan demikian kami wahyukan kepadamu wahyu (al Qur’an) dengan perintah kami. serta mengamalkan ajaran-Nya selama hayatnya.kehidupan dunia dan akhirat tersebut adalah al Qur’an dan al Sunnah. 3. maka beruntung dan memperoleh kemenangan ia” (al Ghazali. Bagi umat Islam maka dasar agama Islam merupakan fondasi utama keharusan berlangsungnya pendidikan. yang dapat diformulasikan sebagai usaha atau dalam bentuk pendidikan Islam. Karena ajaran Islam bersifat universal yang kandungannya sudah . Ihya Ulumuddin hal. dan seterusnya.Asy-Syura: 52)” Dan Hadis dari Nabi SAW : “ Sesungguhnya orang mu’min yang paling dicintai oleh Allah ialah orang yang senantiasa tegak taat kepada-Nya dan memberikan nasihat kepada hamba-Nya. dan dari kehinaan menuju kemuliaan. bahwa diantara sifat orang mukmin ialah saling menasihati untuk mengamalkan ajaran Allah. memberikan bimbingan. al Qur’an sebagaimana telah dibuktikan oleh para peneliti ternyata menaruh perhatian yang besar terhadap masalah pendidikan dan pengajaran. Sebagai sumber ajaran. Menurut Hadist Nabi. Demikian pula dengan al Hadist. Dari uraian diatas. tetapi kami menjadikan al Qur’an itu cahaya yang kami kehendaki diantara hamba-hamba kami. Bahwa al Qur’an diturunkan kepada umat manusia untuk memberi petunjuk kearah jalan hidup yang lurus dalam arti memberi bimbingan dan petunjuk kearah jalan yang diridloi Allah SWT. sebagai sumber ajaran Islam. terlihat bahwa Islam sebagai agama yang ajaran-ajarannya bersumber pada al. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah iman itu. sempurna akal pikirannya. di akui memberikan perhatian yang amat besar terhadap masalah pendidikan. penyuluhan.

II. Cet. Cet. Antara Filsafat dan Pendidikan. Pendidikan Islam mengidentifikasi sasarannya yang digali dari sumber ajarannya yaitu Al Quran dan Hadist. Jakarta. Filsafat Pendidikan Islam. Filsafat Pendidikan Islam. Zuhairini. Jakarta. 1983.A. Pendidikan itu memang suatu usaha yang sangat sulit dan rumit. pengetahuannya. terutama sekali dimasa modern dewasa ini. Usaha Nasional. Ali Saifullah H. Filsafat Pendidikan. Bulan Bintang.tercakup seluruh aspek kehidupan ini. agar si anak siap untuk memasuki lapangan penghidupan itu. 1984. Cet.. Logos Wacana Ilmu. Drs. 2. 2000 Titus. Bulan Bintang. 2002. Smith. 1995. Nolan. kecakapannya. Jakarta. 3.. meliputi empat pengembangan fungsi manusia : 1. IV. dkk. Abuddin Nata. Surabaya. M. Pendidikan dalam arti umum mencakup segala usaha dan perbuatan dari generasi tua untuk mengalihkan pengalamannya. Dimensi Etik dan Asketik Ilmu Pengetahuan Manusia (Kajian Filsafat Ilmu). Cet. Jakarta. guna melancarkan jalan dan memudahkan cara-cara bagi para guru dan pendidik dalam menyampaikan ilmu pengetahuan dan pengajaran kepada para peserta didik. Pendidikan menghendaki berbagai macam teori dan pemikiran dari para ahli pendidik dan juga ahli dari filsafat. . Cet. Menyadarkan manusia terhadap pencipta alam dan mendorongnya untuk beribadah kepada Nya DAFTAR PUSTAKA Ahmad Hanafi... I. I.. dengan sebaik-baiknya.. serta tanggung jawabnya terhadap ketertiban masyarakatnya. Prasetya.. I. Cet. serta keterampilannya kepada generasi muda untuk memungkinkannya melakukan fungsi hidupnya dalam pergaulan bersama. karenanya jika corak penghidupan itu berubah. Bumi Aksara. Persoalan-persoalan Filsafat. Corak pendidikan itu erat hubungannya dengan corak penghidupan. 1997 Achmad Charris Zubair. Menyadarkan secara individual pada posisi dan fungsinya ditengah-tengah makhluk lain serta tanggung jawab dalam kehidupannya. berubah pulalah corak pendidikannya. Bandung.A. LESFI. 1990. Menyadarkan fungsi manusia dalam hubungannya dengan masyarakat. Yogyakarta. Pengantar Filsafat Islam. M. Dra. Pustaka Setia.A. Drs. II. dan memakan waktu yang cukup banyak dan lama.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful