1

SEJARAH PERADABAN ISLAM BANI UMAYYAH
Oleh : Mukholis, S.Ag.

BAB I PENDAHULUAN
Sepeninggal Ali bin Abu Thalib, gubernur Syam tampil sebagai penguasa Islam yang kuat. Masa kekuasaannya merupakan awal kedaulatan Bani Umayah. Keberhasilan Muawiyah dalam meraih jabatan khalifah dan membangun pemerintahan Bani Umayah bukan hanya akibat dari kemenangan diplomasi di Shiffin dan terbunuhnya Khalifah Ali saja, melainkan merupakan hasil akhir dari peristiwa-peristiwa politik yang dihadapinya dan karir politiknya yang cukup cemerlang. Jika dirunut secara kronologis, keberhasilan Muawiyah dilatar-belakangi oleh beberapa faktor dan peristiwa politik sebagai berikut. Pertama, sejak masa kekhalifahan Umar bin al-Khattab, kepribadian dan kematangan karir politiknya sudah nampak. Pada masa itu, ia diangkat menjadi gubernur Syam menggantikan Abu Ubaidah dan saudaranya, Yazid bin Muawiyah, yang meninggal dunia akibat serangan wabah penyakit yang sangat ganas. Dengan usianya yang masih muda, dia adalah politikus berpengalaman, dia tahu segala liku-liku persoalan. Karena itu, kedudukan Muawiyah sebagai gubernur ini terus bertahan hingga kekhalifahan Usman bin Affan dan awal kekhalifahan Ali bin Abu Thalib. Kedua, pada awal pemerintahan Ali bin Abu Thalib, Muawiyah diminta untuk meletakkan jabatan, tetapi ia menolaknya. Bahkan ia tidak mengakui kekhalifahan Ali dan memanfaatkan peristiwa berdarah yang menimpa Usman bin Affan untuk menjatuhkan legalitas kekuasaan Ali dengan membangkitkan kemarahan rakyat dan menuduh Ali sebagai orang yang mendalangi pembunuhan Usman, jika Ali tidak dapat menemukan dan menghukum pembunuh yang sesungguhnya.

Muawiyah pun mampu mengambil alih kuasa kekhalifahan dari tangan pendukung Ali dengan langkah-langkah yang menunjukkan bahwa dialah politikus hebat.750 M). Sementara itu. Pemerintahan corak Republik menjadi Monarchi (sulthanat/kingship) selain menerapkan corak pemeritahan yang turun temurun. Marwan(683-685). Semasa kepemimpinan muawiyah peta Islam melebar ke timur sampai Kabul. Sulaiman (715 -717). Meskipun tak bisa dipungkiri juga akan segala modus kelicikan yang beliau lakukan demi sebuah tampuk kepemimpinan. Dengan catatan kronologi di atas.720). Kandahar.Yazid I (680-683). al Walid I(705 -715). Berdirinya Dinasti Umayah Dinasti Umayah mengambil nama keturunan dari Umayah ibn Abdi syams ibn Abdul manaf. maka dinasti itu di sebut Dinasti Umayah yang selama pemeritahanya telah terjadi pergantian sebanyak 14 orang khalifah. Muawiyah dua(683). BAB II PEMBAHASAN A. Abdul malik(685 -705). di front barat panglima Uqbah Ibn Nafi¶ menaklukan Carthange (kartagona). kekuasan di tetapkan menjadi milik diri . Umar II(717. ibu kota Binzantium di Ifriqiyah dan mendirikan masjid bersejarah Qayrawan dengan membangun pusat kegiatan militer di kota Qayrawan. Ghazni. Ibrahim (744). Yazid III(744). cakap.2 Ketiga. bahkan sampai kota Bukhara. Mereka adalah Muawiyyah (661-68). desakan Muawiyah tersebut mengakibatkan terjadinya pertempuran sengit antara pihaknya dan pihak Ali sebagai khalifah di kota tua Shiffin yang berakhir dengan proses tahkim (arbitrase) pada tahun 37 H. Yazid II (720-724). Dari nama umayah tersebut. dan berpengalaman. dan Marwan II (744. Hisyam (724-743). bergandengan dengan pamannya Hasyim ibn µAbdi Manaf. Ia adalah salah seorang terkemuka persukuan pada zaman jahiliyah. Balakh.

di masa ini gerakan-gerakan ilmiyah telah berkembang pula. sejarah. 2007). hal. Sejalan dengan itu. cit. Meskipun demikian. sekretaris al-Hajjaj. Jaelani. tidak ada tahun). dikatakan bahwa Muawiyah merebut kekuasaan atas jalan yang licik dan kotor. Di bawah kepala dinas pos ini. [2] Bisri M. seperti dalam bidang keagamaan. perhatian pada syair arab jahiliyah pun muncul kembali sehingga bidang sastra Arab mengalami kemajuan. hal. 436 [3] Bisri M. Abdul Karim. sehingga menjadi negara islam yang besar dan luas. Meskipun. B. Tapi. bahasa-bahasa asal tidak sepenuhnya dihilangkan.[2] Kita bisa lihat pada zaman pemerintahan Abdul Malik. Dan kadetral di Hims digunakan sekaligus sebagai masjid dan gereja. Ensiklopedi Islam (Yogyakarta: Panji Pustaka.3 Dinasti Umayah. Dari persatuan berbagai bangsa dibawah naungan islam lahirlah benih-benih kebudayaan dan peradaban islam yang baru. 56. Hal inilah yang mendorong lahirnya seorang ahli bahasa seperti Sibawaih. loc. .[3] [1] M. Kemajuan Dinasti Umayyah Kemajuan Dinasti Umayyah dilakukan dengan ekspansi. Salih Ibn Abdur Rahman. Jaelani. John di Damaskus diubah menjadi masjid. Ialah yang pertama memunculkan jurang antara Arab dan Mawalli. Bani Umayyah lebih banyak memusatkan perhatian pada kebudayaan arab. dan filsafat. Karena. mencoba menjadikan bahasa arab sebagai bahasa resmi di seluruh negri. meskipun demikian beliau masih saja tegar dalam menghadapi perlawanan tersebut dengan langkah penyelesaian yang akurat. Masjid-masjid di semenanjung Arabia dibangun. orang-orang non arab telah banyak memeluk Islam dan mulai pandai menggunakan bahasa Arab. Islam di Asia Tengah (Yogyakarta: Bagaskara. Bidang pembangunan fisik pun tidak luput dari perhatian para khalifah bani umayyah. Ia pula yang pertama kali menerapkan Diwan Al-Khatim dan Diwan Al-Barid. Diwan-diwan itu kemudian berkembang maju pada masa Abdul Malik. 437. Selain itu. Perhatian bahasa Arab dimulai diberikan untuk menyempurnakan pengetahuan mereka tentang bahasa Arab. Pusat kegiatan ilmiyah ini adalah Kuffah dan Basrah di Iraq. Dalam pada itu. Muawiyah banyak sekali mendapatkan kecaman yang timbul dari berbagai kelompok masyarakat yang tidak merestui akan berdirinya Dinasti tersebut. hal.[1] Namun tak bisa dipungkiri bahwa pada masa pemerintahannya. katedral st. ia juga bangun pos-pos pemeriksaan supaya mudah mengontrol gerak musuh.

Bidang keagamaan berjalan karena besarnya motivasi keagamaan pada masa itu. 59 . Tahun Ketiga. Perkembangan Dinasti Umayah Pembangunan dan komunikasi yang kurang baik di berbagai provinsi dan kota. namun di sisi lain ia juga mengampanyekan bentuk pemerintahan monarki dengan mengangkat Yazid menjadi putera mahkota. Setelah pembantaian di Karbala. Karena hal tersebut. Ia dibaiat oleh rakyat dengan setengah hati terutama oleh penduduk Mekah dan Madinah. Pada masanya. yaitu pada tahun Pertama. Masa kekuasaan Yazid sangat singkat yaitu pada 680-683. bidang filsafat berjalan karena umat Islam pada akhir Bani Umayyah terpaksa menggunakannya dalam perdebatan dengan kaum Yahudi dan Nasrani serta diantara sesama penganut Islam. namun ia tetap membiarkannya. mereka berontak dan mengaku Abdullah ibn Zubair menjadi khalifah mereka. Husen terbunuh di Karbala menyebabkan golongan Syi¶ah lahir secara sempurna dan menjadi penentang utama kekuasaannya. Gubernur Madinah yang datang ke Damaskus untuk memprotes kebijakan pengangkatan Yazid sebagai putera mahkota.4 Di masa Umar bin Abdul Aziz pun. maka orang-orangpun berduyun-duyun menyatakan sumpah setia kepada Yazid. Pada masa beliau dilarang mencaci lawan politik dalam khutbah. Contohnya Marwan. Tahun Kedua.maka pedang yang akan meluruskannya. bahkan ia menyampaikan barang siapa tidak terima jika islam majubersama kepemimpinan model kesultanannya. Meskipun pemerintahannya Monarki. tentara Yazid menyerang dan membakar Ka¶bah.[4] Sekalipun muawiyah tahu. sering diundang para ulama dan fuqaha untuk mengkaji ilmu di dalam majelisnya. namun akhirnya ia dipecat. C. Satu sisi ia cukup membuka ruang demokrasi dengan berkonsultasi dengan anggota dewan majlis syura. cucu nabi. Adapun kebaikan yang diperbuat [4] Ibid. tentara Yazid menyerang habis-habisan kota Madinah dalam peperangan di Harra yang mengakibatkan citra pasukan islam tercoreng di muka sendiri. Yazid ditandai dengan tiga keburukan dan hanya satu kebaikan. hal. membuat Muawiyah berkonsultasi dengan majlis syura. bahwa kebanyakan sahabat terkemuka tidak terima dengan munculnya Yazid sebagai penggantinya. namun masih terdapat majelis syura yang menandakan tetap Demokratis.

[6] Sungguh sangat tepat bahwa untuk mewujudkan kemajuan suatu negara yaitu menghidupkan kebiasaan yang telah terlupakan sebagaimana halnya Abdul Malik. disisi lain musuh utama Umayah. Abdullah ibn Zubair masih khalifah yang mengendalikan Mekah dan Madinah selama 9 tahun. menunjukkan bahwa apabila kekuasaan sudah menjadi rebutan bagi seseorang. makmur. Sebagaimana pada masa khalifah Yazid. dan Fals. 38. karena yang ada dalam benak pemimpin yang demikian hanyalah kewibawaan dan pengaruh dirinya di mata rakyat saja. op. Sejarah Peradaban Islam (Jakarta: PT. Selain itu pertama kali dalam sejarah bahasa arab menggunakan titik (. 2008). Rajafindo Persada.) dan memperbaharui Qawa¶id yang sudah dimulai sejak Zaman Ali Bin Abi Thalib yang titugaskan kepada abu al-Aswad al-Duwaili. [5] Badri Yatim. . Abdul Malik meninggalkan negara yang aman tentram. cit.) dan koma (. ia menjadikan bahasa arab sebagai penyatu kaum sebagaimana halnya negara kita yang memiliki beragam bahasa. juga memperbaharui perpajakan. Semua lawan ia hadapi dengan cara yang berbeda dan akhirnya dapat membasmi kesemuanya. hal. Kemudian dia mendirikan kas negara di Damaskus. yaitu bahasa Indonesia sehingga memudahkan rakyatnya untuk saling mengenal satu sama lain. 37. sehingga hak dan kewajiban sebagai pemimpin tidak 100% dijadikan sebagai amanah. Saat menjelang wafat. Ia mampu mencetak mata uang Arab dengan nama Dinar. maka harapan keadilan dalam kepemimpinan kandas. Abdul Malik setelah menjadi khalifah menghadapi yang banyak tantangan. hal. ia menghidupkan kembali bahasa Arab yang merupakan bahasa utama kaum muslimin dan merupakan bahasa Al-Qur¶an namun sudah terlupakan. maka ia dijuluki sebagai pendiri Dinasti Umayah yang kedua. Dirham. [6] Badri Yatim. Disamping itu Abdul Malik juga meningkatkan pelayanan pos dan komunikasi. Periode Abdul Malik mulai memasuki periode keemasan dinasti Umayah. selain itu Khawarij dan Syi¶ah menggoyahkan pemerintahan Umayah.[5] Dari hal-hal yang terjadi pada masa khalifah Yazid. namun disatukan dalam satu bahasa. sejak tahun pertama sampai terakhir penuh dengan keburukan bahkan merupakan masa yang paling buruk dalam sejarah seperti halnya keberanian tentara Yazid membakar Ka¶bah yang sangat tidak mencerminkan ke-Islaman sedikitpun.5 Yazid yaitu mengangkat kembali Uqbah ibn Nafi¶ menjadi gubernur kedua kalinya di Ifriqiyah / Qayrawan. Satu sisi muncul Muchtar sebagai pembela kematian Husen di karbala.

Situasi semacam ini pun mengakibatkan munculnya konflik antar golongan. Sejarah Islam (Jakarta:Akbar. hal. Pada tahun 446 M mereka memproklamirkan berdirinya pemerintah Abbasyiah. 211. 2. namun Marwan menangkap pemimpinnya yang bernama Ibrahim lalu dibunuh. dan pandai dalam mengendalikan stabilitas negara. gerakan bawah tanah yang dilakukan oleh Bani Abbas mampu berjalan lancar dengan melakukan berbagai konsolidasi dengan Khawarij dan Syiah yang tidak pernah mengakui keberadaan Dinasti Umayah dari awal. sehingga menyebabkan suatu kejadian yang mengancam keamanan tidak segera diketahui oleh pusat. Keruntuhan Bani Umayah 1. segala kelonggaran kebijakan-kebijakan tersebut mendatangkan konsekuensi yang fatal terhadap keamanan pemerintahannya. hanya beberapa saja khalifah yang cakap. Semasa pemerintahan Umar II ini. para wazir dan panglima yang sudah berani korup dan mengendalikan negara. Di antara empat belas khalifah yang ada. kuat. 2007). dan sebagainya. pucuk gerakan diambil alih oleh seorang saudaranya bernama Abul Abbas as-Saffah yang berangkat bersama-sama dengan keluarganya menuju Kuffah.6 D. Faktor Eksternal Intervensi luar yang berpotensi meruntuhkan kekuasaaan Dinasti Umayah berawal pada saat Umar II berkuasa dengan kebijakan yang lunak.[7] Abbasyiah berkewajiban untuk menundukkan dua kekuasaan Bani Umayah [7] Ahmad al-Usairy. minum-minuman keras. Setelah dibunuh. di antara mereka pun hanya bisa mengurung diri di istana dengan hidup bersama gundik-gundik. Gerakan yang dilancarkan untuk mendirikan pemerintahan Bani Abbasyiah semakin kuat. Namun. barulah gerakan ini melancarkan permusuhan dengan Dinasti Umayah. Setelah Umar II wafat. . Selain itu. Selanjutnya mengenai lemahnya para khalifah yang memimpin. Faktor Internal Beberapa alasan mendasar yang sangat berpengaruh terhadap keruntuhan Dinasti Umayah adalah karena kekuasaan wilayah yang sangat luas tidak dibarengi dengan komunikasi yang baik. sehingga baik Khawarij maupun Syiah tak ada yang memusuhinya.

Antara pasukan Abdullah bin Ali dan Marwan pun bertempur dengan begitu sengitnya di lembah Sungai Dzab. maka benteng terakhir Dinasti Umayah yang diburu Abbasyiah pun tertuju kepada Yazid bin Umar yang berkududukan di Wasit. Di tengah pengambilan sikap damai itu lantas Yazid ditawari jaminan keselamatan oleh Abu Ja¶far al-Mansur yang akhirnya Yazid pun menerima baik tawaran tersebut dan disahkan oleh as-Saffah sebagai jaminannya. sehingga negeri Syam pun satu demi satu jatuh ke tangan Abbasyiah. al-Husna Zikra.7 yang besar. Ketika Syam ditaklukkan. E. pada saat itu Yazid mengambil sikap damai setelah mendengar berita kematian Marwan. 1997). Namun. di antaranya sebagai berikut. Berikut ini beberapa perbandingan tersebut. Syalabi.[8] Kedudukan kerajaan Abbasyiah tidak akan tegak berdiri sebelum khalifah-khalifah Umayah tersebut dijatuhkan terlebih dahulu. As-Saffah mengirim suatu angkatan tentara yang terdiri dari laskar pilihan untuk menentang Marwan. hal. berbeda dengan khalifah-khalifah dari Dinasti Umayah yang lain. khusus dalam masa kepemimpinan Khalifah Umar II. 34. Marwan tewas dipenggal kepalanya oleh pasukan Abbasyiah lalu dibawanya ke hadapan Khalifah Abu Abbas as-Saffah lantas bersujud. Komparasi al-Khulafa¶ al-Rasyidun dan Dinasti Umayah Berikut ini hal-hal yang membedakan masa kepemimpinan al-Khulafa¶ al-Rasyidun dan khalifah-khalifah dinasti umayah. yang sampai akhirnya pasukan Marwan pun kalah pada pertempuran itu. Abu Muslim al-Khurasani menuliskan sesuatu kepada as-Saffah yang menyebabkan Khalifah Bani Abbasyiah itu membunuh Yazid beserta para pengikutnya. Setelah kekalahan itu. Sepeninggal Marwan. Namun. Marwan pun tak kuasa lagi menyusun kekuatan. Sejarah dan Kebudayaan Islam III (Jakarta: PT. . Namun. Marwan melarikan diri ke Palestina dan berujung pada mautnya di daratan Mesir. ketika Yazid dan pengikutpengikutnya telah meletakkan senjata. yang satu dipimpin oleh Marwan bin Muhammad dan satu lagi oleh Yazid bin Umar bin Hubairah yang berpusat di Wasit. [8] A. dan mengangkat pamannya Abdullah bin Ali untuk memimpin tentara tersebut.

perintah khalifah segala-galanya dan harus dipatuhi. sedangkan dinasti umayah para khalifah bertahan dengan kekuatan.[9] Berpijak dari perbandingan di atas. menganggap diri mereka sebagai penguasa. Kebijakan yang diambil dan diterapkan hanya menjadi tameng kekuasaan yang menuntut keabsolutan. [9] Ibid.8 1) Pada masa al-khulafa al-Rasyidun system pemerintahan dijalankan atas dasar AlQur¶an. pengaruh jahiliyyah berkurang. Pemerintahan Dinasti Umayah lebih banyak diwarnai dengan noda darah yang terhunus sayatan pedang pasukan Umayah yang tak mencerminkan sama sekali beragama Islam. 7) Pada masa al-khulafa al-Rasyidun tidak memiliki hak terhadap bait al-mal. sedang pada masa dinasti umayah dalam kekhalifahan hanya merekalah yang menguasai. 3) Pada masa al-khulafa Al-Rasyidun bertahan karena dukungan rakyat. 6) Pada masa al-khulafa al-Rasyidun system demokrasi berjalan sedang pada masa dinasti umayah suara rakyat tidak dihiraukan. hal. . sedang pada masa dinasti umayah bait al-mal menjadi miliki khalifah sendiri. 5) Pada masa al-khulafa al-Rasyidun hak berbicara dijamin dan rakyat dapat langsung menghadap khalifah. dan ijma¶. sedangkan pada masa dinasti umayah hak bicara rakyat ditekan dan jika rakyat menghadap khalifahharus melewati perantara yang disebut hajib. khalifah menganggap sebagai pelayan masyarakat. maka jelaslah bagaimana corak jalannya pemerintahan Dinasti Umayah. sedangkan pada masa Dinasti Umayah dalam menjalankan roda pemerintahan. Track record Dinasti Umayah tidak sebaik catatan pemerintahan Khulafaur-Rasyidin. karenanya banyak sekali pemberontakan yang diselesaikan dengan tuntas. sementara pada masa dinasti umayah betambah. namun sejarah tetap mancatat akan ketidaksehatan pemerintahan yang dijalankan. sedangkan para khalifah dinasti umayah. hadits. 2) Pada masa Al-khulafa Al-Rasyidun. 4) Pada masa al-khulafa al-Rasyidun tidak ada satu sukuyang berkuasa terus menerus. 8) Pada masa al-khulafa al-Rasyidun. Memang. 65.

Ditambah lagi dengan ulah khalifah penerusnya yang kebanyakan tak bermoral. memudahkan berbagai serangkaian usaha untuk melancarkan kudeta. Terhitung hanyalah beberapa khalifah saja yang berkompeten dalam memangku jabatan khalifah yang disematkan kepada mereka. keberadaan Muawiyah sebagai khalifah peertama Dinasti Umayah di tengahtengah masyarakat muslim kala itu sangatlah banyak menuai berbagai kecaman dari berbagai kalangan di bawahnya.9 BAB III PENUTUP A. Sampai akhirnya Dinasti Umayah pun jatuh ditumpas Abbasyiah. maka seyogianya kita mampu mengambil pelajaran yang sarat dengan nilai luhur keislaman dengan mencamkan pada diri kita bahwa jabatan yang besar dan tinggi yang tersemat pada diri kita. sekalipun masih dicurigai. Hal itu terbukti dengan kinerja Muawiyah dalam membangun Dinastinya yang mendiskreditkan keberadaan Syiah (pengikut Ali). mereka mampu menghadirkan berbagai kemajuan dengan sebuah pencapaian gemilang yang sangat berarti bagi perkembangan Islam waktu itu. hendaknya kita mampu mensikapinya . kepandaian. dengan mengambil sebuah tindakan untuk membunuh mereka semua. sikap amoral yang ditunjukan oleh khalifah-khalifah yang tak bertanggung jawab dalam mengemban amanat. Ketidak sigapan sistem keamanan menangkal intervensi luar. Hikmah Berpijak dari kesimpulan di atas. B. Namun. dan kepiawaian mereka dalam memimpin. membuat kedaulatan Bani Umayah berada pada ambang kehancuran. Kesimpulan Dengan latar belakang keluarga Umayah yang sangat lihai dalam urusan politik pada masa jahiliyah. Dengan kecakapan. Beberapa golongan dengan terang-terangan menentang dan tidak mengakui kedaulatan Bani Umayah ini sebagai kedaulatan yang Islami.

Yatim. Ahmad. M. Jakarta: PT. . Al-Husna Zikra. 1997. Abdul. dan jajarannya yang gemar berfoya-foya. Rajafindo Persada. 2007. Islam di Asia Tengah. Jakarta: Akbar. Yogyakarta: Panji Pustaka. cukuplah sejarah menjadi sumber ibrah bagi kita untuk memperbaiki kualitas kehidupan dalam nuansa Islam yang senantiasa menaungi kita. Tidak perlu ada lagi pemimpin yang bersikap dan berlaku amoral yang hanya akan menjadi penyebab kehancuran suatu bangsa dan kaum. bahkan tidak memerdulikan lagi nasib rakyatnya. Oleh karena itu.. Akibatnya mereka pun hancur diserang pasukan yang selalu fokus dan siap dalam kobaran semangat yang membara untuk menghancurkannya. Jaelani. Sebagian khalifah. Bisri M. 2008. Sejarah Peradaban Islam. Sejarah Islam. Kita sendiri bisa melihat. bagaimana kedigdayaan Dinasti Umayyah runtuh karena penyalahgunaan jabatan pemerintahan. wazir. 2007. Sejarah dan Kebudayaan Islam III. Syalabi.10 sebagai amanat yang kelak akan dipertanggungjawabkan. Ensiklopedi Islam. Bukan sebagai sarana atau fasilitas kepuasan hawa nafsu. lalai dalam bertugas. DAFTAR PUSTAKA Al-Usairy. Karim. Jakarta: PT. tidak ada tahun. Badri. Yogyakarta: Bagaskara.

blogspot.11 http://suratanmakna.html .com/2011/05/sejarah-peradaban-islam-dinasti-umayah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful