RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) PEMBELAJARAN SASTRA

KELAS X SEMESTER 1
Disusun untuk memenuhi mata kuliah Pembelajaran Sastra yang dibina oleh Bapak Roekhan

Disusun oleh: Fida Pangesti 108211410532

UNIVERSITAS NEGERI MALANG FAKULTAS SASTRA JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA, SASTRA INDONESIA, DAN DAERAH November 2010

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Siswa mampu memaparkan nilai-nilai cerpen dalam forum diskusi dengan argumentasi yang tepat. Materi Pembelajaran Nilai-Nilai Dalam Karya Sastra Karya sastra itu bersifat dulce et utile. Tujuan Pembelajaran 1.2 Menemukan nilai-nilai cerita pendek melalui kegiatan diskusi : 1. Di dalamnya terkandung nilai-nilai yang dapat memperhalus budi pekerti. nilai moral. Membahas cerita pendek melalui kegiatan diskusi : 6. nilai budaya. a. Siswa mampu menemukan nilai budaya cerpen 5. dan nilai sosial. Siswa mampu menemukan nilai moral cerpen 3. Menemukan nilai sosial cerpen 3. misalnya nilai agama. I. Nilai agama . Menemukan nilai moral cerpen 2. II. Ada bermacam-macam nilai yang terkandung dalam karya sastra. Siswa mampu menemukan nilai agama cerpen 2. Memaparkan nilai-nilai cerpen dalam forum diskusi dengan argumentasi yang tepat.Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi Waktu Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator : SMA Negeri 1 Pagak : Bahasa dan Sastra Indonesia : X/I : 4 x 45 menit : 6. artinya di samping bersifat menghibur. Menemukan nilai pendidikan cerpen 5. Siswa mampu menemukan nilai sosial cerpen 4. Menemukan nilai budaya cerpen 4. juga bermanfaat.

mempunyai pengharapan atau optimism bahwa Tuhan akan memberikan Rahmat kepadaNya. kepasrahan. Sifat-sifat luhur ini . merendahkan diri serta khusyuk kepadaNya. Melalui cerita. Secara umum. (6) husnudhan. meyakini bahwa sesungguhnya Tuhan itu ada. Akhlak atau moralitas manusia kepada Tuhan di antaranya: (1) beriman. pembaca dapat memetik pelajaran berharga. Sebuah karya fiksi ditulis pengarang untuk menawarkan model kehidupan yang diidealkannya. (7) tawakal. menjalankan perintah dan menjauhi laranganNya. budi pekerti. dalam beribadah hendaklah sungguh-sungguh. (2) taat. dan tingkah laku tokoh. selalu memuji dan menyebut Tuhan dengan nama-nama Yang Maha Sempurna. Dalam hal ini. kewajiban. b. permohonan. (4) tadharru’ dan khusyuk. sikap. kekuasaan Tuhan. dan sebagainya. sikap.Nilai agama adalah nilai-nilai moral yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan. melaksanakan segala perintah dan menjauhi segala laranganNya. Fiksi mengandung penerapan moral dalam sikap dan tingkah laku para tokoh sesuai dengan pandangannya tentang moral. Menurut Alwi (1997:131) bahwa etika manusia terhadap Tuhan dapat berupa bentuk pengakuan keesaan Tuhan. berbaik sangka kepada Tuhan. kewajiban manusia beribadah kepadaNya dengan ikhlas dan pasrah. memercayakan sepenuhnya kepada Tuhan dan senantiasa bersyukur. Moral pun berhubungan dengan akhlak. kemahasempurnaan Tuhan atau dalam bentuk penyerahan diri. Nilai moral Moral pada karya sastra merupakan unsur yang disampaikan pengarang dan merupakan makna terdalam dari sebuah karya sastra. bersyukur kepada Tuhan dan setiap saat berbakti kepadaNya. moral menyaran pada pengertian ajaran tentang baik buruk yang diterima umum mengenai perbuatan. ataupun susila. (3) ikhlas. (5) ar-raja’. pesan moral pada cerita fiksi berhubungan dengan sifat-sifat luhur kemanusiaan.

dan adat istiadat. dan nilai budaya itu. hasil kegiatan dan penciptaan batin manusia seperti kepercayaan. hubungan manusia dengan manusia lain dalam lingkup sosial. c. tidak lagi bersifat kebangsaan. 2. kebiasaan. hubungan manusia dengan lingkungan alam sekitarnya. apalagi perseorangan. seni.hakikatnya bersifat universal. nilai budaya adalah suatu yang dianggap sangat berpengaruh dan dijadikan pegangan bagi suatu masyarakat. Jadi. 3. hubungan manusia dengan dirinya sendiri. kreasi. Wujud moral dalam karya fiksi dapat berupa hal-hal berikut: 1. Jadi. Oleh karena itu. Nilai budaya adalah lapisan paling abstrak dan luas ruang lingkupnya. suatu sistem nilai budaya biasanya berfungsi sebagai pedoman tertinggi bagi kelakuan manusia. kesenian. Nilai budaya merupakan nilai yang ada dan berkembang di dalam masyarakat. yaitu. hubungan manusia dengan Tuhannya. Artinya. seperti aturan-aturan khusus. Koentjaraningrat (1984: 8-25) mengemukakan bahwa nilai budaya itu adalah tingkat pertama kebudayaan ideal atau adat. Nilai budaya tampak dari peralatan yang dihasilkan atau digunakan. Nilai budaya Budaya adalah akal budi manusia. tradisi dan lain-lain. Sistem tata kelakuan manusia yang tingkatnya lebih konkrit. 4. Suatu sistem nilai-nilai budaya terdiri atas konsepsikonsepsi yang hidup dalam alam pikiran sebagian besar warga masyarakat mengenai halhal yang harus mereka anggap amat bernilai dalam hidup. (1) nilai budaya dalam hubungan manusia dengan Tuhan (2) nilai budaya dalamnhubungan manusia dengan alam (3) nilai budaya dalam hubungan manusia dengan masyarakat . hukum. hasil. Nilai budaya tampak dari keberadaan segala yang dihasilkan atau dilakukan manusia untuk kesejahteraan hidupnya. sikap ini diakui oleh dunia. Djamaris (1996: 3) mengungkapkan bahwa nilai budaya dikelompokkan ke dalam lima pola hubungan.

Berbeda antara kebudayaan satu dengan kebudayaan yang lain. 2. Dalam hal ini ada interaksi yang dikehendaki dan ada yang ditolak. seperti memberi. Ciri – ciri dari nilai sosial adalah sebagai berikut : 1. Kontekstual 2. enggan memberikan bantuan. menolong. Ceramah 3. Langkah-Langkah Pembelajaran . Merupakan hasil interaksi antar warga masyarakat. Penugasan IV. III. Metode Pembelajaran 1. Dipelajari melalui sosialisasi. Ekonomi Sastra (Learning Cyrcle + Jigsaw) 4. Pengaruh dari nilai tersebut berbeda pada setian anggota masyarakat. tidak mau memberi. Memberi dan menolong. d. dan tidak berpartisipasi dalam kegiatan sosial bukan nilai yang dikehendaki. 4. 5. 8. termasuk nilai sosial yang dikehendaki. 3. Nilai sosial Nilai sosial itu berkaitan dengan interaksi antaranggota masyarakat. 6. merupakan bagian dari usaha manusia dalam memenuhi kebutuhannya. dan tenggang rasa. 7. Sebaliknya.(4)nilai budaya dalam hubungan manusia dengan orang lain atau sesamanya (5) nilai budaya dalam hubungan manusia dengan dirinya sendiri. Disebarkan dari individu yang satu keindividu yang lain. yang merupakan warga masyarakat. Mempengaruhi perkembangan diri seseorang. cenderung berkaitan antara yang satu dengan yang lain dan membentuk kesatuan nilai.

misalnya: a. Modal  Guru dan siswa berdialog berkenaan dengan nilai dalam cerpen. dan 4 (begitu pula sebaliknya) di rumah kelompok 2.3. 2. dan nilai budaya pada masing-masing kelompok. nilai sosial. nilai moral. dalam formasi kedua . Kelompok 1 dengan topik nilai agama dalam cerpen akan menjelaskan produknya pada kelompok 2. Guru mengawali pembelajaran dengan salam pembuka 2. Guru melaksanakan apersepsi dengan bertanya kepada siswa. yaitu nilai agama.  Guru membagikan uang palsu kepada masing-masing kelompok dan menjelaskan aturan mainnya. Cerpen apa yang pernah kalian baca? b. nilai moral. Belanja  Siswa membeli cerpen dari guru  Siswa membaca cerpen yang telah dibelinya 3.  Guru membagi siswa menjadi 4 kelompok besar dan member topic nilai agama. dan nilai budaya.3. Guru mengisi daftar hadir siswa kemudian menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini 3. nilai sosial. Adakah nilai moral yang disampaikan pengarang di dalam cerita tersebut? b) Kegiatan inti 1. atau 4. Artinya. Adakah hal menarik atau mengesankan dari cerita tersebut? c.a) Kegiatan awal 1. Pemasaran (distribusi)  Ketua kelompok membagi anggota yang berpencar  Anggota kelompok berpencar ke kelompok lain untuk menjelaskan hasil diskusi kelompok asal. Produksi  Siswa berdiskusi tentang materi kelompok  Siswa berusaha menghasilkan produk berupa analisis nilai berdasarkan kelompok  Siswa mencari bukti berupa kutipan yang memperkuat produk jawaban 4.

Guru memberikan penjelasan tentang kegiatan pembelajaran pada pertemuan berikutnya 5. Alat dan Sumber  Alat  Sumber : Cerpen Robohnya Surau Kami dan uang palsu : Naskah cerpen yang diunduh dari internet Buku teks bahasa Indonesia untuk SMA kelas X semester I Penerbit Erlangga . c) Kegiatan akhir 1.3. 3.  Guru membuka forum besar dalam kelas  Konsumen menyampaikan hasil produk yang dipasarkan produsen. Reward didasarkan pada jumlah uang yang diperoleh (kualitas produksi kelompok) dan keaktifan anggota kelompok dalam forum diskusi besar di kelas.ini masing-masing kelompok memasarkan produknya (hasil diskusi kelompok). Guru memotivasi siswa untuk semakin gemar membaca cerpen-cerpen yang berkualitas 3. dan 4 terbahas semua. Guru dan siswa menentukan kelompok mana yang mendapatkan reward. 2. menambahi. Siswa dan guru merefleksikan nilai-nilai serta kecakapan hidup yang dapat dipetik dari pembelajaran cerpen 4. Reaksi Konsumen  Anggota kelompok yang berpencar kembali ke kelompok asal.  Anggota kelompok lain membeli produk dengan uang palsu. dan seterusnya sehingga produksi dari kelompok 1. Siswa bersama guru menyimpulkan hasil diskusi dari pembahasan cerpen 2. Produk kelompok 1 disampaikan oleh kelompok 2. Harga disesuikan dengan kelengkapan informasi yang diberikan. Guru mengakhiri pembelajaran dengan salam V. 5.  Guru memberikan refleksi berupa pelurusan pendapat yang kurang tepat. dan juga memuji. dan 4 (saling melengkapi).

.VI. Nilai Agama  Ketaatan tokoh kakek dalam beribadah  ketakutan tokoh kakek melakukan sesuatu yang dapat merusak ibadahnya  Sifat sabar dan tawakal dari tokoh kakek  Sifat ikhlas yang dimiliki tokoh kakek terlihat dalam keredhoannya membantu mengasah pisau tanpa mengharapkan upah  Adanya penghitungan dosa dan pahala manusia di akhirat  Masuknya orang-orang yang berat amal kebajikannya kedalam surga dan sebaliknya. Instrumen 1. Teknik b. Rambu-rambu Jawaban Nilai-nilai yang terkandung di dalam cerpen Robohnya Surau Kami: a. b. 4. 3. Nilai Moral  Tidak boleh mengejek orang lain  Jangan cepat marah kalau ada orang yang mengejek atau menasehati kita karena ada perbuatan kita yang kurang layak di hadapan  Jangan cepat bangga akan perbuatan baik yang kita lakukan karena hal ini bisa saja baik di hadapan manusia tetapi tetap kurang baik di hadapan Tuhan itu. 2. Penilaian a. : Tes unjuk kerja : Daftar pertanyaan tertulis untuk bahan diskusi sebagai sarana menguji penguasaan konsep nilai-nilai dalam cerpen Apakah nilai agama yang terdapat dalam cerpen tersebut? Apakah nilai moral yang terdapat dalam cerpen tersebut? Apakah nilai sosial yang terdapat dalam cerpen tersebut? Apakah nilai budaya yang terdapat dalam cerpen tersebut? Berikan alasan (kutipan) dalam setiap argumentasimu! 5. orang-orang yang berat dosanya kedalam neraka  Haji Soleh selalu menghentikan larangan Alla dengan tidak pernah berbuat jahat  Keyakinan Haji soleh dalam berdo’a dengan selalu menyebut nama Allah.

Nilai Budaya  Budaya yang kental pada masyarakat adalah budaya Islam karena sebagian besar penduduknya beragama Islam  Mata pencaharian penduduk RUBRIK PENILAIAN KINERJA INDIVIDU DALAM DISKUSI KELOMPOK NAMA KELAS/NO. c. ABSEN TANGGAL PENILAIAN KOMPETENSI DASAR : : : : NILAI ASPEK RINCIAN Terlibat secara aktif dan Partisipasi Dan Sikap Diri penuh inisiatif Prosedural dan kooperatif terhadap aturan main Memerhatikan dan menghargai pendapat orang lain Runtut. Nilai Sosial  Tidak boleh mementingkan diri sendiri  Membina hubungan baik dengan tetangga d. terstruktur Bahasa dengan baik Komunikatif (mudah dipahami) Kurang D (65) Cukup C (70) Baik B (75) Amat Baik A (80) . Kita jangan terpesona oleh gelar dan nama besar sebab hal itu akan mencelakakan diri pemakainya.

Pd NIP. Kepala SMAN 1 Pagak Guru Mata Pelajaran Drs.Pd NIP. 108211410528 . 5 November 2010 Mengetahui.Efektif (singkat dan jelas) Diksi variatif dan tepat konteks Pembicaraan tidak menyimpang dari topik Kualitas pendapat/ Gagasan dan menyasar ke substansi persoalan Gagasan orisinal dan kreatif (tidak meniru) Usulan disertai alasan/bukti pendukung Konsisten atas pendapatnya sendiri JUMLAH SKOR Malang. Sunaryo. S. M. 131 572 816 Fida Pangesti.

kadang-kadang uang. sukses terbesar baginya ialah karena semua pelakupelaku yang diceritakannya menjadi model orang untuk diejek dan ceritanya menjadi pemeo akhirnya." "Ajo Sidi?" Kakek tidak menyahut. Tapi kakek ini sudah tidak ada lagi sekarang. Beginilah kisahnya. Di sudut benar ia duduk dengan lututnya menegak menopang tangan dan dagunya. Dan di pelataran kiri surau itu akan Tuan temui seorang tua yang biasanya duduk di sana dengan segala tingkah ketuaannya dan ketaatannya beribadat. Apakah Ajo Sidi telah . Sebagai pembual. Biasanya Kakek gembira menerimaku. Orang-orang suka minta tolong kepadanya. hanya akan menjumpai gambaran yang mengesankan suatu kesucian yang bakal roboh. Ajo Sidi bisa mengikat orang2orang dengan bualannya yang aneh-aneh sepanjang hari. Tapi sebagai garin ia tak begitu dikenal. Sebagai penjaga surau. Ketika sekali ia menceritakan bagaimana sifat seekor katak. maka untuk selanjutnya pemimpin tersebut kami sebut pemimpin katak. Tapi sekali ini Kakek begitu muram. Tiba-tiba aku ingat lagi pada Kakek akan kedatangan Ajo Sidi kepadanya. membeloklah ke jalan sempit itu. Tapi ini jarang terjadi karena ia begitu sibuk dengan pekerjaannya. Ia lebih dikenal sebagai pengasah pisau. Pandangannya sayu ke depan. Kemudian aku duduk di sampingnya dan aku jamah pisau itu.AA Navis (1956) Kalau beberapa tahun yang lalu Tuan datang ke kota kelahiranku dengan menumpang bis. Pada simpang kecil ke kanan. secepat perempuan mencopoti pekayuannya. Di depannya ada kolam ikan. Maka kira-kira sekilometer dari pasar akan sampailah Tuan di jalan kampungku. Sekali enam bulan ia mendapat seperempat dari hasil pemunggahan ikan mas dari kolam itu. Karena ia begitu mahir dengan pekerjaannya itu. Sudah bertahun-tahun ia sebagai garin. Hingga anak-anak menggunakannya sebagai tempat bermain. Sekali hari aku datang pula mengupah kepada Kakek. Sudah lama aku tak ketemu dia. sebuah asahan halus. Ada-ada saja orang-orang di sekitar kampungku yang cocok dengan watak pelakupelaku ceritanya. si pembual itu. karena aku suka memberinya uang. yang tak hendak memelihara apa yang tidak dijaga lagi. dan kebetulan ada pula seorang yang ketagihan jadi pemimpin berkelakukan seperti katak itu. Dan kerobohan itu kian hari kian cepat berlangsungnya. Dan di ujung jalan nanti akan Tuan temui sebuah surau tua. seolaholah ada sesuatu yang mengamuk pikirannya. sedang ia tak pernah meminta imbalan apa-apa. Orang-orang memanggilnya Kakek. Dan aku tanya Kakek. Tidak pernah aku melihat Kakek begitu durja dan belum pernah salamku tak disahutinya seperti saat itu. simpang yang kelima. Dan yang terutama ialah sifat masa bodoh manusia sekarang. Aku senang mendengar bualannya. Maka aku ingat Ajo Sidi. yang airnya mengalir melalui empat buah pancuran mandi. Ia sudah meninggal. "Pisau siapa. Tuan akan berhenti di dekat pasar. Dan tinggalah surau itu tanpa penjaganya. kulit sol panjang. penjaga surau itu. Melangkahlah menyusuri jalan raya arah ke barat. dan pisau cukur tua berserakan di sekitar kaki Kakek. Secepat anak-anak berlari di dalamnya.Lampiran I ROBOHNYA SURAU KAMI . Ia hidup dari sedekah yang dipungutnya sekali se-Jumat. Dan sekali setahun orang-orang mengantarkan fitrah Id kepadanya. Kakek tidak mendapat apa-apa. Tapi yang paling sering diterimanya ialah ucapan terima kasih dan sedikit senyum. Kek?" "Ajo Sidi. sering suka mencopoti papan dinding atau lantai di malam hari. Orang laki-laki yang minta tolong. memainkan segala apa yang disukai mereka. Jika Tuan datang sekarang. memberinya sambal sebagai imbalan. memberinya imbalan rokok. Sebuah belek susu yang berisi minyak kelapa. Dan biang keladi dari kerobohan ini ialah sebuah dongengan yang tak dapat disangkal kebenarannya. Dan aku ingin ketemu dia lagi. Orang-orang perempuan yang minta tolong mengasahkan pisau atau gunting. Perempuan yang kehabisan kayu bakar.

kataku bila aku kagum. Aku puji-puji Dia. dia takkan diam lagi." Ketika Kakek terdiam agak lama. Aku jadi belas kepadanya. Aku tanya lagi Kakek. Segala kehidupanku. Dalam hatiku aku mengumpati Ajo Sidi. 'di akhirat Tuhan Allah memeriksa orang-orang yang sudah berpulang. 'Engkau?' 'Aku Saleh. Haji Saleh namaku. Di tangan mereka tergenggam daftar dosa dan pahala manusia. bertambah yang di belakang. aku menyelakan tanyaku. Sudah lama aku tak marah-marah lagi. Sudah begitu lama aku berbuat baik. Dan ingin tahuku menjadikan aku nyinyir bertanya. Aku biarkan Kakek dengan pertanyaannya sendiri. Dan akhirnya Kakek bercerita lagi. Ketika dilihatnya orang-orang yang masuk neraka. bukan? Terkutukkah perbuatanku? Dikutuki Tuhankah semua pekerjaanku?" Tapi aku tak perlu menjawabnya lagi. Dan ketika ia melihat orang yang masuk surga. tapi aku sudah tua. punya anak.membuat bualan tentang Kakek? Dan bualan itukah yang mendurjakan Kakek? Aku ingin tahu. Orang tua menahan ragam. kuserahkan kepada Allah Subhanahu wataala.' kata Ajo Sidi memulai. bukan? Tak kuingat punya istri. Sebab aku tahu. "Sedari mudaku aku di sini. Maklumlah di mana-mana ada perang. Takut aku kalau imanku rusak karenanya. Tapi begitulah kira-kiranya. "Bagaimana katanya. beribadat. Tak pernah aku menyusahkan orang lain. Sambil tersenyum bangga ia menyembah Tuhan. Akhirnya sampailah giliran Haji Saleh. lahir batin. Kek?" "Ia tak mengatakan aku terkutuk. Lalat seekor enggan aku membunuhnya. bukan? Kau tahu apa yang kulakukan semua. Lalu aku tanya Kakek lagi. Begitu banyak orang yang diperiksa. Aku pukul beduk membangunkan manusia dari tidurnya. Haji Saleh itu tersenyum-senyum saja. "Kau kenal padaku. ibadatku rusak karenanya. karena ia sudah begitu yakin akan dimasukkan ke surga. 'Masya Allah'. Kek?" "Siapa?" "Ajo Sidi. 'Alhamdulillah' kataku bila aku menerima karunia-Nya. kalau Kakek sudah membuka mulutnya. Kedua tangannya ditopangkan di pinggang sambil membusungkan dada dan menekurkan kepala ke kuduk." Ingin tahuku dengan cerita Ajo Sidi yang memurungkan Kakek jadi memuncak." "Kurang ajar dia. Berat hatinya bercerita barangkali. "Pada suatu waktu. ia melambaikan tangannya. Sudah begitu lama aku menyerahkan diriku kepada-Nya. Sedari mudaku. lalu ia yang bertanya padaku. 'Astagfirullah' kataku bila aku terkejut. Susut di muka. "Apa ceritanya. Dan Tuhan akan mengasihi orang yang sabar dan tawakal. Kek?" Tapi Kakek diam saja. Aku bangun pagi-pagi. bukan? Sedari kau kecil aku sudah di sini. sangkamu? Akan dikutukinya aku kalau selama hidupku aku mengabdi kepada-Nya? Tak kupikirkan hari esokku. Bagai tak habis-habisnya orang yang berantri begitu panjangnya. Tapi kini aku dikatakan manusia terkutuk. Karena aku telah berulang-ulang bertanya. "Ia katakan Kakek begitu. "Kenapa?" "Mudah-mudahan pisau cukur ini. Aku bersuci. Tapi aku lebih ingin mengetahui apa cerita Ajo Sidi yang begitu memukuli hati Kakek. Lalu Tuhan mengajukan pertanyaan pertama. menggoroh tenggoroknya. Marahkah Tuhan kalau itu yang kulakukan." "Kakek marah?" "Marah? Ya kalau aku masih mudah. karena aku yakin Tuhan itu ada dan pengasih dan penyayang kepada umatnya yang tawakal. bibirnya menyunggingkan senyum ejekan. Dan Tuhan memeriksa dengan segala sifat-Nya. Aku tak ingin cari kaya. bikin rumah. Aku baca Kitab-Nya. Aku sembahyang setiap waktu. supaya bersujud kepada-Nya. Apakah salahnya pekerjaanku itu? Tapi kini aku dikatakan manusia terkutuk. yang kuasah tajam-tajam ini. punya keluarga seperti orang-orang lain." Dan aku melihat mata Kakek berlinang. Umpan neraka. seolah hendak mengatakan 'selamat ketemu nanti'." Kakek menjawab. tahu? Tak kupikirkan hidupku sendiri.' . Dan di antara orang-orang yang diperiksa itu ada seorang yang di dunia dinamai Haji Saleh. Tapi karena aku sudah ke Mekah. Para malaikat bertugas di samping-Nya. bertawakal kepada Tuhan.

Tapi ia insaf. bagaimana?' suatu suara melengking di dalam . tentu ada lagi yang belum dikatakannya. 'Kalau begitu. kami juga heran. Tengoklah itu orang-orang senegeri dengan kita semua. Tapi sebagaimana Haji Saleh. 'Ini sungguh tidak adil. dan bertanya kenapa mereka dinerakakan semuanya. teguh beriman? Dan itu semua sudah kita kerjakan selama hidup kita. Tuhanku. Benar.' 'Lain?' 'Sudah kuceritakan semuanya. dan tak kurang ketaatannya beribadat. Nama bagiku. Ia tak mengerti apa yang dikehendaki Tuhan daripadanya dan ia percaya Tuhan tidak silap. setiap malam. walaupun dunia seluruhnya penuh oleh dosa-dosa yang dihumbalangkan iblis laknat itu. Tak pernah aku berbuat jahat. Lalu Haji Saleh mendekati mereka. Dan aku selalu berdoa. Aku selalu membaca Kitab-Mu. mendoakan kemurahan hati-Mu untuk menginsafkan umat-Mu. 'Bukankah kita disuruh-Nya taat beribadat. Dan ia tambah tak mengerti dengan keadaan dirinya. Tapi kini kita dimasukkanNya ke neraka. tak ada pekerjaanku selain daripada beribadat menyembah-Mu. Dan ia menangis.' 'Sungguh tidak ada lagi yang kaukerjakan di dunia selain yang kauceritakan tadi?' 'Ya.' Haji Saleh yang sudah kuyu mencobakan siasat merendahkan diri dan memuji Tuhan dengan pengharapan semoga Tuhan bisa berbuat lembut terhadapnya dan tidak salah tanya kepadanya. Bahkan dalam kasih-Mu.' kata orang-orang itu mengulangi ucapan Haji Saleh. o. ooo.' 'Lain?' Haji Saleh tak dapat menjawab lagi. ia telah menceritakan segalanya. Tapi kalau ada yang aku lupa katakan. Bahkan setiap masa aku menyebut-nyebut nama-Mu.' 'Memang tidak adil. Tapi setiap air matanya mengalir.' 'Lain?' 'Segala tegah-Mu kuhentikan.'Aku tidak tanya nama. Alangkah tercengang Haji Saleh.' 'Ya. Tuhan yang Mahabesar. o. Tuhanku. karena semua orang yang dilihatnya di neraka itu tak kurang ibadatnya dari dia sendiri. bahwa pertanyaan Tuhan bukan asal bertanya saja.' 'Lain?' 'Ya. kita harus minta kesaksian atas kesalahan kita. ketika aku sakit. Tapi menurut pendapatnya.' Dan malaikat dengan sigapnya menjewer Haji Saleh ke neraka. Ia telah menceritakan segala yang ia kerjakan. Tuhanku. Api neraka tiba-tiba menghawakan kehangatannya ke tubuh Haji Saleh.' 'Ya. nama-Mu menjadi buah bibirku juga. anu Tuhanku. diisap kering oleh hawa panas neraka itu.' 'Masuk kamu. Tapi Tuhan bertanya lagi: 'Tak ada lagi?' 'O. Tuhanku. Haji Saleh tidak mengerti kenapa ia dibawa ke neraka. tak perlu. 'Sudah hamba-Mu ceritakan semuanya. itulah semuanya.' 'Apa kerjamu di dunia?' 'Aku menyembah Engkau selalu. Adil dan Mahatahu.' 'Lain?' 'Setiap hari. Ia tak tahu lagi apa yang harus dikatakannya. Tuhanku. Ia termenung dan menekurkan kepalanya. Tuhanku. orang-orang itu pun.' 'Benar. 'Lain lagi?' tanya Tuhan.' Sorakan yang lain membenarkan Haji Saleh. lagi Pengasih dan Penyayang. 'Kalau Tuhan tidak mau mengakui kesilapan-Nya. menyebut-nyebut nama-Mu. o. kalau-kalau Ia silap memasukkan kita ke neraka ini. Bahkan ada salah seorang yang telah sampai empat belas kali ke Mekah dan bergelar syekh pula. Benar.' kata salah seorang di antaranya. 'Bagaimana Tuhan kita ini?' kata Haji Saleh kemudian. merintih kesakitan. karena di neraka itu banyak teman-temannya di dunia terpanggang hangus. Nama hanya buat engkau di dunia.' 'Kita harus mengingatkan Tuhan. tak mengerti juga. aku pun bersyukur karena Engkaulah yang Mahatahu.

atas nama orang-orang yang cinta pada-Mu.' 'Tanahnya yang mahakaya raya. Dan dengan suara yang menggeletar dan berirama indah. Ya. di negeri yang tanahnya subur itu?' 'Ya benarlah itu. saling memeras.' Mereka bersorak beramai-ramai. dan berbagai bahan tambang lainnya. Dan yakinlah mereka sekarang. 'Kami ini adalah umat-Mu yang tinggal di Indonesia. sedang hasil tanahmu orang lain juga yang mengambilnya. dan diangkut ke negerinya.' 'Tapi seperti kamu juga.' 'Engkau tetap rela melarat. tapi kau malas. apa yang disebutnya tidak dimasukkan ke hatinya. bukan?' 'Sungguhpun anak cucu kami itu melarat. penuh oleh logam. Tuhanku. bukan?' 'Benar. Tuhanku. Itulah negeri kami. Kitab-Mu mereka hafal di luar kepala. Tak sesat sedikit pun kami membacanya. Dan Tuhan bertanya. Sungguh laknat mereka itu. Sedang harta bendamu kaubiarkan orang lain mengambilnya untuk anak cucu mereka. Setuju.' 'Kalau ada. 'Kalian mau apa?' Haji Saleh yang jadi pemimpin dan juru bicara tampil ke depan. 'Di negeri di mana tanahnya begitu subur. Benar. Tuhan kami. saling menipu. 'Apa kita revolusikan juga?' tanya suara yang lain. hingga kamu dengan kamu selalu berkelahi. Aku beri kau negeri yang kaya raya. memprogandakan keadilan-Mu. Karena fajar kegembiraan telah membayang di wajahnya kembali. Maka sebelum terjadi hal-hal yang tak diingini. minyak. Kitab-Mu kami hafal di luar kepala kami. Kau lebih suka beribadat saja. Yang penting bagi kami ialah menyembah dan memuji Engkau. Engkau masukkan kami ke neraka. Benar. Tuhan kami yang Mahabesar. hingga anak cucumu teraniaya semua. Tapi bagi kami soal harta benda itu kami tak mau tahu. Setuju. maka di sini. kenapa engkau biarkan dirimu melarat. 'Yang penting sekarang. Sungguh laknat penjajah itu. Di dunia dulu dengan demonstrasi saja. yang rupanya di dunia menjadi pemimpin gerakan revolusioner. yang paling taat menyembahMu. Kami yang menghadap-Mu ini adalah umat-Mu yang paling taat beribadat.' sebuah suara menyela.' 'O. bahwa Tuhan telah silap menjatuhkan hukuman kepada mereka itu. di mana penduduknya sendiri melarat?' 'Ya.' 'Karena kerelaanmu itu.kelompok orang banyak itu. Tuhanku. banyak yang kita peroleh. Benar. ia memulai pidatonya: 'O. dan lain-lainnya. hingga tanaman tumbuh tanpa ditanam?' 'Benar.' 'Cocok sekali. Akan tetapi. mari kita berdemonstrasi menghadap Tuhan. 'Setuju. Lalu mereka berangkatlah bersama-sama menghadap Tuhan.' 'Dan hasil tanahmu.' 'Negeri yang lama diperbudak orang lain?' 'Ya. Tuhanku. Ya. 'Itu tergantung pada keadaan.' kata Haji Saleh. tapi mereka semua pintar mengaji. . Kamilah orang-orang yang selalu menyebut nama-Mu. bukan?' 'Benar. mereka yang mengeruknya. Dan engkau lebih suka berkelahi antara kamu sendiri. memuji-muji kebesaran-Mu. bukan?' 'Benar.' kata Haji Saleh. Itulah negeri kami. Hingga kami tak mendapat apa-apa lagi. Tuhanku. Tuhanku. Tuhanku. Itulah dia negeri kami. kami menuntut agar hukuman yang Kaujatuhkan kepada kami ditinjau kembali dan memasukkan kami ke surga sebagaimana yang Engkau janjikan dalam kitab-Mu. Benar.' 'Di negeri yang selalu kacau itu.' Mereka mulai menjawab serentak.' 'Kalian di dunia tinggal di mana?' tanya Tuhan. Kita resolusikan. Tuhanku. Kami rela sekali. 'Kita protes.' 'Di negeri. bukan? 'Ada. bukan?' 'Benar. anak cucumu tetap juga melarat. karena beribadat tidak mengeluarkan peluh. Tuhanku yang Mahakuasa setelah kami Engkau panggil kemari.

" "Kakek?" "Ya. sehingga mereka kucar-kacir selamanya. Lalu aku tanya dia. "Siapa yang meninggal?" tanyaku kaget. karena itu kau taat bersembahyang." ---------------------------------- . Kamu semua mesti masuk neraka. tapi engkau tak mempedulikan mereka sedikitpun. Sedang aku menyuruh engkau semuanya beramal kalau engkau miskin.' " Demikianlah cerita Ajo Sidi yang kudengar dari Kakek. 'Tidak. Tapi Haji Saleh ingin juga kepastian apakah yang dikerjakannya di dunia itu salah atau benar. Ia menggoroh lehernya dengan pisau cukur. Aku cari Ajo Sidi ke rumahnya. "Ia sudah pergi. mabuk disembah saja.tidak membanting tulang. Dan besoknya. Tidak." tanyaku kehilangan akal sungguh mendengar segala peristiwa oleh perbuatan Ajo Sidi yang tidak sedikit pun bertanggung jawab. menyembah Tuhan di dunia?' tanya Haji Saleh. Cerita yang memurungkan Kakek. "Ya. Letakkan di keraknya!' Semua pucat pasi tak berani berkata apa-apa lagi. "Tidak ia tahu Kakek meninggal?" "Sudah. "dan sekarang ke mana dia?" "Kerja" "Kerja?" tanyaku mengulangi hampa. Inilah kesalahanmu yang terbesar. Dan ia meninggalkan pesan agar dibelikan kain kafan buat Kakek tujuh lapis. Tapi aku berjumpa dengan istrinya saja. Tahulah mereka sekarang apa jalan yang diridai Allah di dunia. karena engkau terlalu mementingkan dirimu sendiri." kataku seraya cepat-cepat meninggalkan istriku yang tercengang-cengang. Tapi ia tak berani bertanya kepada Tuhan. bersaudara semuanya. terlalu egoistis. "Kakek. Ia bertanya saja pada malaikat yang menggiring mereka itu. dia pergi kerja. istriku berkata apa aku tak pergi menjenguk. hingga kerjamu lain tidak memuji-muji dan menyembahku saja. Kesalahan engkau. Kau takut masuk neraka." "Astaga! Ajo Sidi punya gara-gara. Malaikat. kalau kami. ketika aku mau turun rumah pagi-pagi." jawab istri Ajo Sidi. 'Salahkah menurut pendapatmu. Tadi subuh Kakek kedapatan mati di suraunya dalam keadaan yang mengerikan sekali. Tapi engkau melupakan kehidupan kaummu sendiri. Hai. Padahal engkau di dunia berkaum." "Dan sekarang. melupakan kehidupan anak istrimu sendiri. Engkau kira aku ini suka pujian. halaulah mereka ini kembali ke neraka.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful