Laporan Praktikum Fisika Dasar I

Tetapan Pegas
Disusun Oleh Aldi Muamar Aceng Bram Umar Zulfiqar Hesti Dianing Tyas Jeni Ainnur Fajarnisfi Reni Nurmayani 062110066 062110001 062110013 062110017 062110050

Asisten Praktikum Iman Kurniawan S.Si Rissa Ratimanjani S.Si

JURUSAN KIMIA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNVERSITAS PAKUAN BOGOR 2010

BAB I PENDAHULUAN

A. Tujuan Percobaan 1. Pengukuran dasar waktu 2. Mencari ketetapan pegas dengan menggunakan hukum Hooke 3. Menentukan massa efektof pegas

B. Dasar Teori Hukum Hooke untuk pegas dapat dituliskan sebagai

F = -kx

..(Rumus 1)

Jika pegas diletakkan vertical lalu dibebani massa M, maka berlaku hubungan:

Mg = kx

.. .(Rumus 2)

Yang artinya bahwa gaya pegas F = -kx diimbangi oleh gaya gravitasi Mg, sehingga massa M tetap dalam keadaan setimbang pada simpangan pegas x. Jika g, M, dan x dapat diketahui atau diukur, maka konstanta pegas dalam keadaan setimbang, lalu kita simpangkan, misalnya dengan menarik massa M ke bawah, dan kita lepaskan kembali, maka pada saat dilepaskan ada gaya pegas yang bekerja pada benda, dan kita lepaskan kembali, yang benda bergerak mula-mula kearah titik setimbang semula dan selanjutnya massa M akan bergerak harmonik. Gaya pegas ini menyebabkan benda mendapat percepatan yang arahnya selalu menuju ke titik setimbangnya yang diungkapkan dalam persamaan

Ma = -kx

.

.(Rumus 3)

1

Persamaan diatas berlaku Jika massa pegas diabaikan. hanya saja bagian yang dekat dengan massa M amplitudonya besar sesuai dengan amplitude gerak harmonik massa M. harga sebagian saja massa pegas yang peerlu diperhitungkan sehingga persamaan (4) dapat ditulis kembali sebagai: T ! 2T M  M ef M ! 2T k k (Rumus 5) M = massa yang begantung pada pegas Mef = massa efektif pegas Massa efektif pegas yaitu sebagian dari massa pegas yang efektif bergerak harmonik bersama-sama M. Untuk menghitung k dengan cara statis diperlukan harga g. g dapat ditentukan dengna percobaan getaran zat cair dalam pippa U. Harga k dan mef dapat ditentukan dengan grafik T2 terhadap M (gunakan metode kuadrat terkecil). Gerak harmonik yang dilakukan massa M mempunyai periode T ! 2T M k . bahkan ujung pegas yang jauh dari massa M merupakan bagian yang tidak ikut bergerak. Dengan demikian sebenarnya massa pegas tidak dapat diabaikan hanya saja kalau harus diperhitungkan. 2 . tetapi bagian yang jauh dari massa M mempunyai amplitudo yang kecil. . Jika zat cair pada salah satu pipa U disimpangkan sejauh x. (0<mef<mpegas).(Rumus 4) Sebenarnya pegas ikut bergerak harmonik.. dari titik setimbangnya maka benda tinggi zat cair pada kedua kaki pipa U adalah 2x.

(Rumus 7) Periode gerak harmonik adalah: T ! 2T l 2g . (Rumus 8) 3 ...Ini menyebabkan sistem tidak seimbang yaitu ada gaya yang menyebabkan seluruh zat cair bergerak harmonik sebesar: F = -2 x Asg (Rumus 6) Keterangan: A = Luas penampang kolom zat cair s = Massa jenis zat cair g = Percepatan gravitasi Sesuai dengan hukum Newton: F = ma sehingga didapatkan ma ma = -2 Asg m = massa seluruh zat cair .

Pipa U berisi cairan 5. Stopwatch 3. Alat Alat alat yang digunakan dalam percobaan ini. Ember tempat beban 2. Bahan Bahan-bahan yang digunakan dalam percobaan ini. Statip 2. antara lain: 1. Penggaris mal B. Skala baca 4.BAB II Alat dan Bahan A. Beban-beban tambahan 4 . antara lain: 1.

Dilangi poin 2 dan 3 sebanyak 5 kali. Menentukan Gravitasi (g) dari Getaran Kolom Zat Cair 1. semunya dalam bentuk tabel yang sesuai 4. Ditentukan waktu getar dari 20 kali ayunan.BAB III Metode Percobaan Metode percobaan yang digunakan ada tiga cara. B. 2. 3. 3. Zat cair akan melakukan gaya harmonik. Dikur panjang kolom zat cair menggunakan penggaris mal. 5 . 4. Diusahakan getaran ayunan dari ember tidak goyang ke kiri ataupun ke kanan. Ditimbanglah massa ember. tiap tiap beban dan pegas (diingat nomor urut tiaptiap beban). kemudian digetarkan. Digantungkan ember kosong pada pegas. Selanjutnya dikurangi keping keping beban dan dicatat pula kedudukan jarum petunjuk. Dicatat waktu yang diperlukan untuk melakukan 5 kali getaran penuh. dicatat pula tiap tiap perubahan beban dan perubahan panjang pegas. Menentukan Tetapan Pegas Secara Statis 1. Ember kosong digantung pada pegas. Dibuat kedudukan zat cair pada salah satu pipa U lebih tinggi dan kemudian dilepaskan. Menentukan Tetapan Pegas dan Massa Efektif Pegas dengan Cara Dinamis 1. yaitu: A. Dicatat massa dari tiap beban untuk waktu yang sesuai. Ditambahkan setiap kali keping keping beban dan ini menyebabkan pegas terantang. dicatat kedudukan jarum petunjuk pada skala (tabel). C. 2.

2. Diingat nomor urut beban. 6 . Ditambahkan beban dalam ember dan sekali lagi diayunkan untuk 20 kali ayunan penuh. Diulangi ini untuk tambahan beban yang lain (dibuat tabel).

Menentukan Tetapan Pegas Secara Statis massa (g) 6.30 12.06 28.90 37.66 1 2 3 4 5 6 7 8 x 3.90 8505.10 2.87 8528.9 3.00 50.02 8682.796 g (cm/s2) 931.82 0.6 T ( ºC ) 28 28 C(%) 77 77 A.98 l (cm) T (t/ getaran) 0.1 4 3.32 990.40 24.78 0.46 8456. Data Pengamatan 1.49 1029.60 30.80 18.35 978.2 931.82 0. 1 2 3 4 5 x getaran t (s) 4.08 x (cm) 0.7 2.52 8405.6 74.70 1.BAB IV Data Pengamatan dan Perhitungan Keadaan ruangan Sebelum percobaan Sesudah percobaan P ( cmHg ) 74. Menentukan Tetapan Pegas dan Massa Efektif Pegas dengan Cara Dinamis 7 .35 1084.88 8407.8 4.03 8384.57 8468.60 4.50 2.60 44.20 5.94 5 31.90 3. Menentukan Gravitasi (g) dari Getaran Kolom Zat Cair No.40 5.8 0.29 k (g/s2) 8918.76 0.90 3.1 3.7 5 31.

93 30.30 11.30 13.50 12.50 93.67 0.30 gram B.73 T 0. 0 1 2 3 4 5 6 7 8 x massa (g) 59.73 0.70 103. Menentukan Gravitasi (g) dari Getaran Kolom Zat Cair                     8 .71 0.03 13.40 12. Perhitungan 1.90 77.71 55.56 0.No.63 0.67 49.80 46.57 37.40 71.59 11.10 14.58 0.70 0.00 96.50 12.10 65.70 85.52 23.23 getaran t (s) 11.10 109.57 0.90 14.70 90.50 13.64 Mef 8.88 26.62 0.41 20 20 Massa pegas = 11.10 11.

Menentukan Tetapan Pegas Secara Statis           9 .                             2.

                                                      10 .

Menentukan Tetapan Pegas dan Massa Efektif Pegas dengan Cara Dinamis                              11 .                         3.

                                                                 12 .

41g 13 .                            = 30.

Kesalahan praktikan.BAB V PEMBAHASAN Untuk menentukan tetapan pegas k yang jumlahnya lebih dari satu dan dihubungkan satu dengan yang lainnya. Untuk pegas yang dipasang secara paralel 2. kurang hati dalam melakukan percobaan sehingga mempengaruhi perolehan data. 2. Definisi untuk periode adalah waktu yang diperlukan beban untuk menempuh satu getaran. 3. Jika kita perhatikan analisa data yang ada hasil tetapan pegas yang didapat tidak jauh berbeda. maka harga k total dapat dicari dengan : 1. pada cara dinamis ini sebagai massa awal adalah massa ember sebesar 59. sedangkan frekuensi adalah banyaknya getaran yang dilakukan beban dalam satu sekon. Untuk pegas yang dipasang secara seri Faktor nilai tetapan pegas ini juga dapat mempengaruhi periode yang dialami oleh pegas tersebut sehingga juga dapat mempengaruhi frekuensi dari pegas tersebut. Besar Y sama dengan beban yang bekerja dan besarnya k sama dengan A. Untuk cara dinamis. Sehingga periode didapat dari 14 . Pembulatan dalam perhitungan. Adapun masalah-masalah yang dapat menyebabkan perbedaan hasil akhir antara lain : 1. kurang cermat dalam mengambil data.1 gram dan digetarkan 20 kali. hati Untuk cara statis. dalam menganalisa data pada percobaan dengan cara statis digunakan regresi linier dan tidak menggunakan alat. Dimana k merupakan gradien garis lurus yang dibentuk oleh persamaan Y = Ax + B. Hal ini dilakukan untuk menghindari adanya titik yang keluar dari garis lurus pada grafik karena adanya angka-angka yang berbentuk pecahan (desimal) yang sulit diplotkan kedalam grafik. Kesalahan alat karena alat tidak bekerja sempurna.

pegas akan memberikan gaya pemulih pada benda tersebut yang arahnya ke kiri sehingga benda kembali ke posisi setimbangnya (gambar b). Untuk semakin memudahkan pemahaman dirimu. Terlebih dahulu kita tetapkan arah positif ke kanan dan arah negatif ke kiri. sehingga benda meluncur pada permukaan horisontal tanpa hambatan.pembagian antara waktu yang diperlukan untuk 20 kali getaran dengan banyaknya getaran yaitu 20 kali. Pada kedaan ini. Perlu diketahui bahwa gaya yang diberikan juga memiliki batas-batas tertentu. Untuk pegas dan karet. Massa benda kita abaikan. Demikian juga sebuah pegas tidak akan kembali ke bentuk semula jika diregangkan dengan gaya yang sangat besar. Apabila benda ditarik ke kanan sejauh +x (pegas diregangkan).sebaiknya dilakukan juga percobaan. benda yang dikaitkan pada ujung pegas berada dalam posisi setimbang (lihat gambar a). 15 . Jika sebuah gaya diberikan pada sebuah benda yang elastis. Jadi benda-benda elastis tersebut memiliki batas elastisitas. Sebuah karet bisa putus jika gaya tarik yang diberikan sangat besar. Hukum Hooke pada Pegas Misalnya kita tinjau pegas yang dipasang horisontal. melawati batas elastisitasnya. yang dimaksudkan dengan perubahan bentuk adalah pertambahan panjang. maka bentuk benda tersebut berubah. demikian juga dengan gaya gesekan. Setiap pegas memiliki panjang alami. di mana pada ujung pegas tersebut dikaitkan sebuah benda bermassa m. jika pada pegas tersebut tidak diberikan gaya. Elastis atau elastsisitas adalah kemampuan sebuah benda untuk kembali ke bentuk awalnya ketika gaya luar yang diberikan pada benda tersebut dihilangkan.

Ketika kita menarik pegas ke 16 . Besar gaya pemulih F ternyata berbanding lurus dengan simpangan x dari pegas yang direntangkan atau ditekan dari posisi setimbang (posisi setimbang ketika x = 0). Hukum ini dicetuskan oleh paman Robert Hooke (1635-1703). Tanda negatif menunjukkan bahwa gaya pemulih alias F mempunyai arah berlawanan dengan simpangan x.Sebaliknya. jika benda ditarik ke kiri sejauh -x. Secara matematis ditulis : Persamaan ini sering dikenal sebagai persamaan pegas dan merupakan hukum hooke. pegas juga memberikan gaya pemulih untuk mengembalikan benda tersebut ke kanan sehingga benda kembali ke posisi setimbang (gambar c). k adalah konstanta dan x adalah simpangan.

k adalah konstanta pegas. Semakin besar konstanta pegas (semakin kaku sebuah pegas). tetapi arah F ke kiri (berlawanan arah dengan simpangan x). hasil eksperimen membuktikan bahwa pertambahan panjang 17 . batang logam tersebut bertambah panjang sejauh (delta L) Jika besar pertambahan panjang (delta L) lebih kecil dibandingkan dengan panjang batang logam.kanan maka x bernilai positif. dari besi sampai tulang tetapi hanya sampai pada batas-batas tertentu. semakin kecil gaya yang diperlukan untuk meregangkan pegas. Bila tinjau sebuah batang logam yang digantung vertikal. sedangkan gaya F bekerja ke kanan. Jadi gaya F selalu bekeja berlawanan arah dengan arah simpangan x. kita akan memberikan gaya luar pada pegas. Konstanta pegas berkaitan dengan elastisitas sebuah pegas. Sebaliknya semakin elastis sebuah pegas (semakin kecil konstanta pegas). yang besarnya = mg dan arahnya menuju ke bawah (tegak lurus permukaan bumi). seperti yang tampak pada gambar di bawah. Sebaliknya jika pegas ditekan. Akibat adanya gaya berat. x berarah ke kiri (negatif). semakin besar gaya yang diperlukan untuk menekan atau meregangkan pegas. Hukum Hooke untuk benda non Pegas Hukum hooke berlaku juga untuk semua benda padat. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa x sebanding dengan gaya yang diberikan pada benda. Untuk meregangkan pegas sejauh x. yang besarnya sama dengan F = +kx. Pada benda bekerja gaya berat (berat = gaya gravitasi yang bekerja pada benda).

Jika pertambahan panjang benda mencapai titik patah. Perbandingan ini dinyatakan dengan persamaan : Persamaan ini kadang disebut sebagai hukum Hooke. seandainya pada ujung batang logam tersebut tidak digantungkan beban. maka panjang benda akan kembali seperti semula jika gaya yang diberikan tidak melewati batas elastisitas. Kita juga bisa menggantikan gaya berat dengan gaya tarik. Jika benda diberikan gaya yang sangat besar hingga melewati batas elastisitas. panjang benda tidak akan kembali seperti semula. benda tersebut akan berubah bentuk secara tetap.(delta L) sebanding dengan gaya berat yang bekerja pada benda. maka benda tersebut akan memasuki daerah plastis dan ketika gaya dihilangkan. Jika sebuah benda diberikan gaya maka hukum Hooke hanya berlaku sepanjang daerah elastis sampai pada titik yang menunjukkan batas hukum hooke. Besarnya gaya yang diberikan pada benda memiliki batas-batas tertentu. Jika benda diberikan gaya hingga melewati batas hukum hooke dan mencapai batas elastisitas. maka benda tersebut akan patah. tapi hukum Hooke tidak berlaku pada daerah antara batas hukum hooke dan batas elastisitas. 18 . Hubungan antara gaya dan pertambahan panjang (atau simpangan pada pegas) dinyatakan melalui grafik di bawah ini. Jika gaya sangat besar maka regangan benda sangat besar sehingga akhirnya benda patah.

Demikian juga. semakin kecil pertambahan panjangnya. Untuk materi penyusun yang sama. maka akan diperoleh persamaan sebagai berikut : Persamaan ini menyatakan hubungan antara pertambahan panjang (delta L) dengan gaya (F) dan konstanta (k). 19 . tetapi memiliki panjang dan luas penampang yang berbeda maka benda tersebut akan mengalami pertambahan panjang yang berbeda sekalipun diberikan gaya yang sama. sebaliknya semakin tebal benda. pertambahan panjang (delta L) suatu benda bergantung pada besarnya gaya yang diberikan (F) dan materi penyusun dan dimensi benda (dinyatakan dalam konstanta k). Materi penyusun dan dimensi benda dinyatakan dalam konstanta k.Berdasarkan persamaan hukum Hooke di atas. misalnya tulang dan besi. misalnya). Jika hubungan ini kita rumuskan secara matematis. makin besar besar pertambahan panjangnya. Benda yang dibentuk oleh materi yang berbeda akan memiliki pertambahan panjang yang berbeda walaupun diberikan gaya yang sama. besar pertambahan panjang sebanding dengan panjang benda mula-mula dan berbanding terbalik dengan luas penampang. besar pertambahan panjang (delta L) sebanding dengan panjang benda mula-mula (Lo) dan berbanding terbalik dengan luas penampang (A). ketika diberikan gaya yang sama. Makin panjang suatu benda. walaupun sebuah benda terbuat dari materi yang sama (besi. coba amati gambar di bawah ini terlebih dahulu. Jika kita membandingkan batang yang terbuat dari materi yang sama tetapi memiliki panjang dan luas penampang yang berbeda. Kalau dirimu bingung dengan panjang mula-mula atau luas penampang.

Pada persamaan ini tampak bahwa pertambahan panjang (delta L) sebanding dengan hasil kali panjang benda mula-mula (Lo) dan Gaya per satuan Luas (F/A). Secara matematis ditulis : Satuan tegangan adalah N/m2 (Newton per meter kuadrat) 20 . Tegangan Gaya per satuan Luas disebut juga sebagai tegangan.Besar E bergantung pada benda (E merupakan sifat benda).

Jadi modulus elastis sebanding dengan Tegangan dan berbanding terbalik Regangan. Secara matematis ditulis : Karena L sama-sama merupakan dimensi panjang. Jika hubungan antara tegangan dan regangan dirumuskan secara matematis. Di bawah ini adalah daftar modulus elastis dari berbagai jenis benda padat 21 . maka regangan tidak mempunyai satuan (regangan tidak mempunyai dimensi). Regangan merupakan ukuran perubahan bentuk benda dan merupakan tanggapan yang diberikan oleh benda terhadap tegangan yang diberikan. maka akan diperoleh persamaan berikut : Ini adalah persamaan matematis dari Modulus Elastis (E) alias modulus Young (Y).Regangan Regangan merupakan perbandingan antara perubahan panjang dengan panjang awal.

Kemudian dari analisa diatas diperoleh hasil:  Gravitasi : 990.BAB VI SIMPULAN Dari percobaan dan analisa diatas dapat disimpulkan bahwa setiap pegas memiliki tetapan yang berbeda yang menunjukan tingkat kekakuan dari pegas tersebut.41 Dengan rumus    gram > Massa Pegas (11.30gram) 22 .94 cm/s2 (batasan 980 cm/s2 1000 cm/s2) Dengan rumus   Konstanta pegas : 8528.66 g/cm2 Dengan rumus      Massa efektif pegas : 30.

Young. Jakarta : Penerbit Erlangga 23 . Fisika 2000. Bogor : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Pakuan. Fisika Universitas (terjemahan). 2001. 2010. Fisika untuk Sains dan Teknik Jilid 1. & Freedman. 2001. Caturwulan 2. 2001.. Jakarta : Penerbit Erlangga Paul A. Penerbit Erlangga. Marthen. Douglas C. Roger A. Hugh D. SMU kelas 1. Buku Penuntun Praktikum Fisika Dasar I. Resnick dan Walker. 6th Edition. 2000. Kanginan. Penerbit Erlangga. Jakarta : Penerbit Erlangga Halliday.. Tipler.DAFTAR PUSTAKA Anonim. Giancoli. Fundamental of Physics. 2002. Fisika Jilid I (terjemahan).

7 cm T = t/jumlah getaran = 4. Dari percobaan B tentukan harga k dengan menggunakan persamaan (2) Mg = kx Gunakan 2 cara.TUGAS AKHIR 1. Dengan menggunakan grafik (metode kwadrat terkecil) b.1s/5 = 0. Dari percobaan A tentukan harga g menggunakan persamaan (8)  Jawab Diketahui : jumlah getaran = 5 Waktu (t) = 4.35 g/s2 2. Dengan merata-ratakan harga k dari tiap kali penambahan beban Jawab 24 .1 sekon Panjang lintasan (l) = 31. yaitu : a.82s Ditanyakan : g?               = 931.

50 2.52 8405.56 b.60 44.57 8468. 44 . 18.90 37.4 . Merata-ratakan      25 .6 .6) 7957.40 24.6 . 37.90 8505. 12.06 28. 24.1 2 3 4 5 6 7 8 x massa (g) 6. 12.9 .40 5.20 5.3 .03 8384.66 a.52 8.60 4. Metode Kuadrat Terkecil (6.4 .90 3.6 .80 18. 44 .6) (k) = (6. 18. 37.90 3.6 .9 .29 k (g/s2) 8918. 24.46 8456.02 8682. 50.3 .8 .70 1.82k K = 929.60 30. 50.00 50.87 8528.88 8407. 30.8 .30 12. 30.08 x (cm) 0.10 2.

67 49.57 37.70 103.00 96.71 0.68 K = 20.40 71.10 .58 0.62 0.73 0.7 .67 0. 90 .4 .3.10 109. 0 1 2 3 4 5 6 7 8 x massa (g) 59.5 .7 .5 . 96.10 14.50 13.52 23.10 .70 0.59 11.50 12. 90 . 65.57 0.30 13.64 Mef 8. 93. 96. 71.7 .71 55.57 26 .9 .03 13. 77.88 26. 109. 103.70 85.73 T 0.50 93. 93. 65. 103.10 11.70 90. Dari percobaan C buat grafik antara T2 terhadap M dan dari grafik ini tentukan harga k dan massa efektif pegas (metode kuadrat terkecil) Jawab No.50 12.23 getaran t (s) 11.7 .90 14.80 46.90 77.56 0.63 0.10 65.7) 66066k = 3211.40 12. 71.1 .4 .9 . 109.93 30.30 11.7) (k) = (59.41 20 20 (59. 77.1 .

harga k didapatkan dengan membandingkan massa (m) dan periode (T). Sedangkan pada percobaan C merupakan tetapan pegas cara dinamis . Pada umumnya hasil yang diperoleh untuk harga k dari percobaan B dan C berbeda. harga k didapatkan dengan membandingkan massa (m) dan panjang pegas (x). 27 .             4. Apakah penyebabnya? Terangkan ! Jawab Pada percobaan B merupakan tetapan pegas cara statis .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful