P. 1
ANTOLOGI PUISI TEATER FATARIA 2012

ANTOLOGI PUISI TEATER FATARIA 2012

|Views: 654|Likes:
Published by Maman Regal
Hidup hanya se-x
Mati hanya se-xx
Maka Berbuatlah se-xxx
Hidup hanya se-x
Mati hanya se-xx
Maka Berbuatlah se-xxx

More info:

Published by: Maman Regal on Jan 20, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/20/2012

pdf

text

original

Antologi Puisi Teater Fataria 2012/Edisi I

1

Antologi Puisi Teater Fataria 2012/Edisi I Dhibuh Sorang Pngemis datang kerumah kmaren. baru dia mau bicara istriku yang baru datang dari belanja teriak keras mlengking pas di depan mukanya. Istri tetangga sebelah susul teriak histeris suaminya bunuh diri setelah pertengkaran slama 2 hari Anak prmpuanku brteriak pelan berulang-ulang entah apa yg dlakukn dkamar mandi. Sementara Ibuku sudah seminggu ni membisu dan tidak lagi kdapur dia habiskan hari-hari di tempat sholat menguras air mata dengan do'a-do'a. eh…. bapakku diam saja bibirnya gemetar mengeluarkan asap menatap nanar ke ladang depan rumah September,2009

Elung

2

Antologi Puisi Teater Fataria 2012/Edisi I Pamekasan, okt 09 HISTERIA malam-malam yang menyimpan rahasia kebenaran dan kejahatan. melahirkan batu karang juga pohon-pohon. menjadi laut juga hutan. aku masih tinggal di terik lengkap dengan bayang-bayang. malam bulan terang, malam lampu temaram. aku tinggal lengkap dengan bayang2. malas, kesal,aku terancam. aku pergi tetap dengan bayang2. kegelap aku sampai tak lagi dengan bayang2. September, 2009

3

Antologi Puisi Teater Fataria 2012/Edisi I Persembahan Sebuah pagi yang mengagumkan, matahari berkerudung mendung Hadiah pertama untuk tanah yang mendekap darah dan tulang daun hijau negriku Do'a-do'a penjuru dunia sejuk dalam haul kemegahan sejarah Disinilah kembang seroja dan api suci menyatu dalam sumpah abadi

Elung Sparrow dini hari yang gemetar, rembulan tengelam ke samudra. tiga arus lembut deras bersekutu menjadi kekuatan maha dahsyat. habislah aku.........! November, 2009 Hidup mati mati hidup Di waktu aku hidup Di saat itu pula aku mati Karena aku tak tahu apa yang telah aku lakukan? Di saat aku mati Di waktu itu pula aku hidup Karena aku tahu apa yang telah aku lakukan Itulah hidup, mati-mati hidup Te4ra dion 2008

4

Antologi Puisi Teater Fataria 2012/Edisi I Sajak-sajak te4ra welly 08" Penjara Suci Di ruang kegelapan yang penuh dengan kemunafikan Aku lahir dalam kehinaan Aku tumbuh dalam kesuraman Kini…… Aku menjadi bagian dari orang-orang yang nista Darah dan dagingku membeku menjadi dosa Hati nuraniku kini sudah terlena Oleh buaian cinta belaka Dalam karangkeng kesucian Aku mengabdi dengan kesetiaan Aku hidup penuh kesopanan Dan kini…… Aku mati dalam keimanan Kun fayakun…….

5

Antologi Puisi Teater Fataria 2012/Edisi I Ketulusan hati Sedihku, sakitku, kuterima Kurela, kupasrah, jalanku…… Ini suratan aku dicoba Demi rahmat-Mu kumemohon Ya…. Allah ridhai ketulusan hati Ya…. Allah beri aku ketabahan Ya…. Allah aku sanggup berkorban Demi rahmat-Mu ya….. Allah Hari kemenangan Sebulan penuh puasa Menahan haus dan lapar Menahan nafsu dan amarah Meningkatkan keimanan dan ketakwaan Membutuhkan cinta dan keridhaan Meraih sabar dan keikhlasan. Bila panas menerka sampai kemuara tahta Langitpun terbanting ditangisi bidadari Embunpun berlara mengejar gemoruh tertatih-tatih Menggapai sembilu di atas mega Kemana aku harus injakkan kaki ini Sedang dunia tak peduli lagi Atas keadaan dan keberadaanku Selamat tinggal masa lalu Semoga hari-harimu terangi rambulan

6

Antologi Puisi Teater Fataria 2012/Edisi I Dari sinar yang senantiasa setia temani Di peraduan malam Sajak Te4ra Ching Hong Gapailah Tuhan Tidak ada kematian karena satu dalam hakikat Satu dalam satu adalah sejati manusia Semuanya tidak ada awal dan akhir Karena semuanya abadi dalam hakikat sejati Kafirlah dari hegemoni agar nampak rahsia diatas rahasia Murtadlah dari kebenaran mata karena itu bisu dan buta Satukanlah hati agar lahir tuhan sejati Pasti satu, ibarat laut dan pantai Gugatlah tuhan agar iri tuhannya indra Iblis bisa menggugat apalagi kita bukan Mari semua gugat agar berselerayan darah-darah tuhan Tuhan Allah, tuhan ibu, tuhan anak adalah benar Benarkah mereka agar tumbuh yang satu Jangan takut, ragu dan gentar Karena semua wujud dalam satu, ha….ha…ha….. Kafir………!! Murtad…….!! Benar……….! Cing Hong Tuan ataukah Tuhan Tuan!!!!!!!!!!!!!!! Tuhan !!!!!!! Saudara!!!!!!!!!!!!!!! Mas!!!!!!!!!!!!!!!! Taretan!!!!!!!!!!!!!!

7

Antologi Puisi Teater Fataria 2012/Edisi I Siapa dirimu Dari mana dirimu Kenapa dirimu Ada apa denganmu Jalanmu bagiku adalah kebisuan yang terluka Kata-katamu bagiku adalah malaikat mungkar yang berwajah seram tapi benar Sedangkan etika, and moralmu bagiku adalah jejak nabimu Tapi isi hatimu Sendiri Tahu hanyalah tuhanmu sendiri Teruskanlah isi hatimu sendiri berjalan di atas siratul mustakimmu Padahal umatmu tidak tahu menahu tentang kebenaranmu Umatmu juga tercipta dari otak-otak manusia yang sebelumnya Terus!!!!!!!!!!!!! Kenapa kamu sendiri mengubah otak mereka yang mendoktrin sendiri untuk tidak menyembahmu !!!!!!!!!!!!!! Pikirkanlah dirimu dan pikirkanlah umatmu !!!! Sebelum mereka menyembah berhala yang tidak dipercaya selama ini Selamat berjuang tuan, mas, taretan, ! Aku dan ummatmu butuh orang yang dipercaya Bukan titah yang terlema !!!!!!!!!!!!! Satu ikatan bathin yang tertindas CITA-CITA Joe : Lagi belajar apa bien? Obien : Lagi belajar fisika Joe : Dari kemaren, ente belajar fisika terus, kenapa? Obien : Soalnya fisika adalah pelajaran yang akan mengantarku menuju cita-citaku Joe : Oh ya ! Emangnya cita-citamu apa? Obien : Penjual buku fisika

8

Antologi Puisi Teater Fataria 2012/Edisi I Joe : ???!!#?!#@$???

TANAH ABANG Pemuda Jawa: "Maaf, saya orang baru di Jakarta, baru datang dari Jawa....eeeee....apakah ini Tanah Abang ?" Pemuda Batak: "Oh, bukan....ini bukan tanah aku, sumpah ! Aku> juga baru datang dari Medan, jadi aku juga tak tahu ini tanah siapa ?"

IPS Pada saat pelajaran IPS di kelas... Pak Guru: "Anto, siapakah nama monyet yang muncul pada cerita Ramayana?" Anto: "Hanoman, Pak!" Pak Guru: "Sekarang kamu Budi, siapakah nama kekasih Rama?" Budi: "Shinta, Pak!" Pak Guru: "Sekarang kamu Badu, mengapa Rama memilih Shinta?" Badu: "Karena kulit Shanti tak seputih kulit Shinta!"

9

Antologi Puisi Teater Fataria 2012/Edisi I SOK GAYA DI AS Sekedar pelepas stress, ini hanya cerita humor aja ttg pengalaman orang Indonesia yg baru dateng ke Amerika...... Mendengar keberhasilan teman sekampung yg merantau ke Amerika, Mat Kelor tergiur pula utk mengadu peruntungan disana. Apalagi demi melihat emak si pepen, janda penjual gado-gado di gang betet, kini adalah satu2nya yg berumah tingkat dua. Entah suratan nasib baik sedang berada ditangannya, dengan mudah Mat kelor berhasil mendapatkan visa. Dan dg uang pinjaman dari ncang joni, juragan kambing, ia kemudian berangkat ke City of Los Angeles. Rupanya nasib baik masih bersama Mat kelor. Walaupun dg kemampuan bahasa Inggris yg pas2an, ia diterima bekerja disebuah pabrik. Hari pertama bekerja, seorang karyawan berkulit hitam bertanya kepadanya, "Hey, man what,s your name?", " mat kelor " jawabnya, " "Is Mat Monroe your cousin?" tanya si hitam lagi. "Yeah, man. His grandpa and my grandpa are grandpa-grandpa," jawab Mat Kelor setengah

10

Antologi Puisi Teater Fataria 2012/Edisi I bercanda. Maksudnya, kakeknya dan kakek saya kakek-kakek. Tinggal si hitam terbengong-bengong tak mengerti. Esoknya seorang karyawan lain keturunan Latino berkomentar setelah tahu namanya, "So your name is Mat Kelor, huh? Hot man, Mucho kalor" Rupanya Mat kelor salah mengerti. Dianggapnya dia diejek lagi hot, karena banyak pegawai wanita. Dengan ketus ia menjawab, "Hot-hot, your face is so far away!" maksudnya muke lu jauh ! Nasib tak dapat ditolak untungpun tak dapat diraih. Baru sebulan bekerja, pabrik mengalami kekurangan order. Yang pertama di-lay off adalah mereka yg baru masuk bekerja, termasuk Mat Kelor. Pusing memikirkan kerjaan, mat kelor punya ide, kenapa tidak menjadi tukang parkir aja? Profesi seperti ini, konon belum ada di AS. Apalagi pas holiday season pasti banyak orang kesulitan mendapatkan tempat parkir. Lagi-lagi Mat Kelor berangkat ke Wall Mart. Sesampai disana terlihat seorang nenek tua yg sedang maju mundur hendak memarkir mobilnya. Segera instink mat kelor bekerja. Dengan gaya profesional ala juru

11

Antologi Puisi Teater Fataria 2012/Edisi I parkir di planet senin ia memberi aba-aba, "Ok mam, back ...back...!" maksudnya mundur-mundur. "Now revenge!" maksudnya balas. Si nenek jadi kebingungan. "Don't stop, mam. Enter your teeth!" Masukin giginya, maksud Mat Kelor. Karena tambah kebingungan si nenek malah nabrak kendaraan di sebelahnya. Seorang polisi yg kebetulan lewat segera datang ketempat kejadian dan bertanya kepada Mat Kelor, "Hey man did you see what,s happening?" "Break not eat sir!" jawab Mat Kelor maksudnya remnya nggak makan. Takut kena masalah, mat kelor menyelinap dan lari ke dalam store. Karena takut ditanya KTPnya, ia jadi sakit perut. Lalu bertanya kepada seorang kasir,"Hey, man, where i can throw big water?" Maksudnya dimana bisa buang air besar. Sang kasir menjawab, "You can do in front of the store, sir." "Sial, apes bener gue hari ini," gerutu Mat Kelor. "Udah gagal jadi tukang parkir, eh ketemu kasir gila. Masak gue di suruh buang hajat di depan toko!"

12

Antologi Puisi Teater Fataria 2012/Edisi I

“MOTO FATARIA” HIDUP HANYA SEKALI MATI HANYA SEKALI MAKA BERBUATLAH BERKALI-KALI SEBAB DIAM TAK BERBUAT APA-APA TAK MENGHASILKAN APA-APA TAK MEMBERIKAN APA-APA ADALAH KEMATIAN YANG SESUNGGUHNYA

13

Antologi Puisi Teater Fataria 2012/Edisi I TAK TENTU ARAH Apa yang harus aku lakukan ketika aku sendirian Semua orang sama-sama pergi Tinggal aku sendiri Aku bagaikan mati dalam kehidupan Aku melihat ka setiap sudut arah Semua orang sama-sama tenang dan gembira Entah apa yang harus aku lakukan untuk mencapai ketenangan anak mas rantau ………raj………..

14

Antologi Puisi Teater Fataria 2012/Edisi I TAKDIR Tuhan………!! Apa yang kau takdirkan kepadaku? Kau takdirkan aku miskin Aku tidak mau miskin Tuhan………!! Kau takdirn apa kepadaku? Kau takdirkan aku sengsara Aku tidak mu sengsara Tuhan………!! Kau takdirkan apa kepadaku? Kau takdirkan aku bingung Aku tidak mau bingung Tuhan………!! Kau takdirkan apa kepadaku? Tuhan………!! Dimana kau sembunyikan takdirku? Tuhan………!! Apa yang kau takdirkan kepadaku? Anak mas rantau ………raj………...

15

Antologi Puisi Teater Fataria 2012/Edisi I TAHUN YANG BERLALU Setahun sudah berlalu Haruskah aku terus begini? Siang, malam taktentu arah Hanya untuk mencapai tujuan ku Jiwa, raga yang telah luluh Hanya untuk mendapatkan kasih sayangmu Tapi kua tetap membisu Untuk menjawab pertanyaan ku Kau telah membuatkku putus harapan Tapi Aku sadar kau adalah sang penyang dalam hidupku anak mas rantaw ……raj…………… TEMAN Teman adalah teman Teman yang sejati adalah teman yang sampai mati Tapi kali ini bedah Teman adalah lawan Karena teman adalah syetan Pertama kawan Kedua lawan Itulah teman Anak mas rantaw ……raj……………

MALAM

16

Antologi Puisi Teater Fataria 2012/Edisi I Malam kali ini adalah malam yang malang bagi dunia Karena malam tidak akan pernah abadi Sampai kapan pun malam tidak akan pernah abadi Malam Malam adalah kegelapan Malam Malam adalah keributan Tapi kadang-kadang Malam adalah sunyi Malam tempatnya mimpi Malam adalah indah Malam tempatnya dakwah Anak mas rantaw ………………….

17

Antologi Puisi Teater Fataria 2012/Edisi I MALAS Malas adalah teman yang tidak bisa dipisahkan dari kita malas adalah dari kita sendiri malas adalah raja manusia manusia tunduk pada kemalasan malas adalah musuh bagi manusia dengan adanya malas manusia bisa celaka sengsara manusia selalu gagal dalam hidupnya karena malas MALAS… Malah adalah kita Malas adalah nyawa Anak mas rantaw ………………….

18

Antologi Puisi Teater Fataria 2012/Edisi I KEGELAPAN MADU BOKONG SEMOK Kucoba lari dari maksiat tapi aku tak sanggup menghindarinya anganku menerawang sampai ke angkasa tapi aku tdak menemukan apa-apa hanya tanda-tanya yang selalu memaksa pikiranku untuk menjawab terlalu banyak materi yang hinggap di pikiranku hingga aku bisa menyimpulkan semua itu hanya satu… dibalik kesatuan itu aku buta hingga akhirnya aku memutuskan… kegelapan adalah kenyataan yang tidak dapat dielakkan dalam pariwara kehidupan di balik kegelapan aku melihat syaitan mengalir di urat nadi yang selalu mengikuti peredaran darah aku sadar kegelapan bukan satu wadah kekafiran tapi cermin dalam meratapi kegelisahan yang ada disitu pula setan merupakan pelita… dalam pembebasan perjauangan kemanusiaan karena kubu-kubu yang dibangun… adalah penentuan surga yang sebenarnya… surga

SINGA PADANG PASIR Cing-hong Deraian air mata berselerayan laksana ombak Darah berserakan dimana-mana menjadi bukti history Pedang menghunus kesegala arah tuk menumpas rezim-rezim

19

Antologi Puisi Teater Fataria 2012/Edisi I Pantang mundur tuk meraih kesejahteraan Umar bin khataf menjadi singa di padang pasir Taringnya menggoncang kerajaan Abu lahab Dengan tatapan matanya matahari menjadi kedau Mengamuk bagaikan halilintar yang menyambar Denyut jantung berbunyi dak duk dak duk Karna gertakan satria bersorban Tuturnya. Kan ku tumpas syaitan yang menghalangi jalan tuhan Biar menjadi kabut hitam yang menghantui neraka Laksana ombak yang menghantam karang sampi ludas Dialah penebas ranjau-ranjau kebutaan Pantang mundur walau halilintar menyambar Karena dia orang yang telah memenggal kepala syaitan

YES TELER Teler, teler oh……… teler Kau perkosa ibuku Kau renggut nyawa ayahku Hingga aku tak berdaya Karna manis bibirmu menggoda Kau goda aku, kau bius aku

20

Antologi Puisi Teater Fataria 2012/Edisi I Akhirnya kujatuh dalam pelukanmu Lupa pada ibu, lupa pada ayah Karna kau perbudak aku Hingga aku menyembah-Mu Sabda-Mu menggugah hatiku Sampai-sampai aku mempertuhankanmu Ini tuhan..? kok teler o…o…o… yes perkosa aku agar kumerasakan-Mu Terima kasih kau bawa aku kealam yesus Alam yang dilindungi tuhan Persetan dengan ibu Persetan dengan ayah Biar aku menikmati tubuh tuhan

Cing Hong

21

Antologi Puisi Teater Fataria 2012/Edisi I WANITA BERWAJAH DEWA Di selat mata kumelihat dia Genggam tangannya mesra Hasrat hati selalu memanggil namanya Tuk berpacot dalam mahligainya Engkau wanita setengah dewa Bersilat lidah dengan madu kata Bertingkah seperti dewa Hingga menggugat hati tuk bercinta

Anganku berterbangan di angkasa Tuk menggapai pelamina cinta yang membara cinta yang bersarang Inikah Engkaulah insan penyegar mata di dada Menyilaukan hati hingga tercipta rasa cinta Hingga aku lupa pada semuanya Bergelora sukma di dada Apakah makna cinta Memandang wajahnya jantik jelita Hingga kutak berdaya Aduh hai...........! indahnya Hingga kumabuk kepaya Semilir angin surga Membuatku larut dalam cinta Hatiku dirantai pesona berahma Bersulam semu tuk memburuknya Aku tersipu dalam dunia fana Deraian air mata menjadi purnama Permadani beralaskan sutra Hingga kuterbuai oleh bujuk rayunya Kau sulap mata dengan cinta Hingga kau menjadi penawar dalam duka Keayuanmu meruntuhkan iman hamba Hingga kutak berdaya sebagai insan biasa Pada pesan singkat yang terakhir, adakah kau membacanya-? Oleh O'onks Teara Mata Hujan · 6 April 2011 Cing hong

22

Antologi Puisi Teater Fataria 2012/Edisi I Salah seorang yang namanya tak mau disebutkan disini dan hampir saja ia tertimbun diantara berbagai kesibukanku yang entah mengirim pesan singkat ke ponsel jadulku, awalnya aku enggan untuk sekedar membukanya, -karena memang akhir-akhir ini aku seringkali agak cuek dengan yang namanya ponsel"sedang apa di malam hujan ini? Masih ingat kan sama aku? A...

Kepada Ibu yang setiap pagi menyeduh nira Di rumah : tempat dimana seluruh doa berdiam DARI SEBENTUK RINDU -kali ini aku tak bisa pulang, sebab dendam di dada masih jua belum terselamatkanPeluk pagi kota aneh ini, bu aroma yang sama adalah biasa diperdagangkan seperti aroma gairah tubuh yang aku tindih semalam Peluk pagi kota aneh ini, bu di kepalaku tumbuh ribuan musim, kantong plastik kecamuk kacau terkadang juga aroma kewanitaan Peluk pagi kota aneh ini, bu perihal keseluruhan aroma adalah nira yang mengucur dari setiap persinggahan kelelakian ritul pagi yang sama Pamekasan, 06/04/2011 WAJAHMU dibalik WAJAHKU

23

Antologi Puisi Teater Fataria 2012/Edisi I Colaboration Jangan kau dustai aku karena aku tahu siapa kamu sebenarnya Kau selalu bersembunyi dibalik keanggunganmu Setiap kuberkata kau selalu mengelak dibalik lisanmu Entah mengapa kau selalu begitu setiap waktu setiap saat Dan bahkan didetik-detik kedipku Dengan sebab yang tak tentu dan semu Jangan racuni diriku dengan langkahmu yang tak jelas Kamu hanya bisa buang ludah dipagi hari Apa maumu? Apa yang bisa kau ambil dariku? Katakan… Katakan sebelum malam menjemput hari-harimu Bolak balik kata bukan mauku Itu hanya gonggongan anjing ditengah malam Sungguh aku muak dengan taktik kotormu Kuhanya bisa pasrahkan pada Tuhanku Hanya Dia yang bisa eksikusi dirimu Ditengah malam kegelapan

Pamekasan, 03 juli 2009

DERU HATI MENGGEBU jhono_lenjang

24

Antologi Puisi Teater Fataria 2012/Edisi I Tatkala ketingtang menyambut pagiku Meskipun sang mentari tak begitu lebar membuka senyumnya Namun kusapa dengan raut wajah kusamku Mulut bungkam penuh sampah kata semalam Diketinggian lantai tiga itu Pintu-pintu sesak dengan para kaum intelektual Saling bangga akan daerah kelahirannya Selang-seling bergantian tak kunjung reda Aku diantara mereka termangu terdiam bisu Mataku terbelalak, terpojok dengan kesilauan sinar hawa Maju, mundur, dan menepi ditembok tak bermakna Kuintip dibalik tirai-tirai kesuraman Kucari secercah kepastian hati yang tertambat Ditengah kerumunan warna warni kegelapan kebeningan aura wajahnya menerangi pijakan langkahku Dikala aku tampakkan sukma-sukma kepastian Diriku hadir untuknya Menyatukan darah Madura dan jawa Surabaya, 28 juli 2008

BELENGGU MISTERI Jhono_lenjang Ruang,waktu dalam pijakan berserakan Roh-roh bergelantungan dalamn jiwa tak pasti Senyum,tawa menghias cakrawala bisu

25

Antologi Puisi Teater Fataria 2012/Edisi I Gontai lesuh,lusuh tak berdarah Kaku,beku tak bernyawa Pintu tertutup rapat Jalan-jalan buntu tak berarah Satu bercabang-cabang tanda tanya Kemana sudah keyakinan dirimu Kepalan tanganmu retak tak bermakna Kau bukan kekurangan cairan energi Dan bukan tak tau Namun dirimu yang tidak mau tau Topengmu yang terlalu besar Tak cukup berpaling dari misterimu Belenggu membungkus gerakmu Kini sirna tak terlahat lagi Pamekasan,

Malam yang bagaimana ini Padahal baru kemarin rasanya kita merayakan pesta tahunan ini Layaknya pesta para bintang Kita saling tukar cerita kebanggaan bersama Tertawa riang gembira Malam yang bagaimana ini

26

Antologi Puisi Teater Fataria 2012/Edisi I Padahal kita takpernah berbagi hutang kesedihan Layaknya nabi sulaiman dengan para pengikut setianya Kita saling berbagi dengan sesama Kekayaan sejati bersama putri zeba Malam yang bagai mana ini Kau datang namun takpernah kukenal Menjelang bangun ku bermimpi kembali Menjajaki kedalaman air dikanal Datang Hutang Rentang Bintang Gemerlap Terlelap Cuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuh Malam ini datang kau mainkan kendang untukku Mabuk sampai kepala benar-benar pusing Muntah mulutku dengan namamu Allah ku Allah ku ilah Allah ku rabbi Huwa Haii Muntah mulut mutlak mu mu mu mu mu mu mu mu mu Maaf Malam yang bagai mana ini Sampai dadaku panas sekali Otakku kau ada Gila

27

Antologi Puisi Teater Fataria 2012/Edisi I Mahrus Ali Raja Mungli Fataria, 21 02 09 01:02 INI BUKAN SEKEDAR TIBA-TIBA Kita bertemu dengan peraturan yang sempurna Tatap muka dengan sedikit rasa malu Jabat tangan dengan sedikit rasa hangat Kau sebut namamu………………. Akupun begitu……….. Tidak ada satupun orang akan segera melupakan kejadian seperti ini Dan tidak ada satupun kedewaasaan seseorang tanpa terkapar dalam ketersesatan yang bernama nafsu berahi. Aku masih ingat pribahasa kuno yang semakin tidak diindahkan " kalo mau kencing jangan ditempat yangterbuka, Jadilah ayam piaraan yang keluar dari sarangnya". Kalau kau sahabat aku akan bilang semoga aku tidak mencintaimu sebagai dua pasang saudara Kalau kau saudara pasti aku bilang semoga aku tidak mencintaimu sebagai dua pasang kekasih Kalau kau kekasihku tidak ada pilihan lain bahwa kita harus melakukannya secara sempurna dan semoga menjadi cinta yang tidak tergesa-gesa CARPE DIEM………….. CINTA TIDAK BUTA TAPI MEMAHAMI Pamekasan 280209 06.00 Mahrusali

28

Antologi Puisi Teater Fataria 2012/Edisi I Kak kakak kak kakak aku panggil sepuluh kali kau tidak mendengarku : lim-zee Kak aku ada perlunya sebentar : ada apa dik: tolong beliin bensin sepedaku kehabisan bensin. :ris-zee Pakai kalungnya, awas kalau tidak dipakai berdosa lo ya: eenk_ris Ini tidak berarti apa-apa kan……..? Ris-enk Eh kalung baru nih bagus lo: a-ris Mas mau ini ambil :ris-a Aku benci sama kamu mas :ris-a Maaaaf : yayayayay Ayo makan Ris Mas do dasternya kayak gini??? Bukan cari yang agak tuaan sedikit lag Kalo mau makan ambil sendiri didapur Kita duduk dirumput situ Oi besok malam minggu mau kemana………. Dikosanku aja masak masak Ayo kekantin Malas ada pakmui Beli gorengan ya……… Aku mimpi cak mhs pacaran sama ris :jo2 Aku mimpi malah lebih dari itu ; dod Aku sdh ada yang baru ; colid Aku pulang yamas Aku mau nganterin gorengannya tapi tunggu didepan aku males ketemu pakmui…….. Gorengannya jadi rebutan sudah habis….. Capek deh

29

Antologi Puisi Teater Fataria 2012/Edisi I FATARIA BAHAGIA DAN GELISAH "KITA" Ternyata kau juga bisa tergesa-gesa saat di panggil Menit kesepuluh kau tiba Meski aku bahagia Namun ternyata gelisah juga Lampiran cerita yang belum pernah menjadi pertunjukan Selalu kita diskusikan rampung dengan adegan panggung masyaAllah aku bahagia masyaAllah aku gelisah datangmu berteriak "apa kabar cinta………………….?" Segenap kaget aku jawab "maaf aku bahagia, maaf aku gelisah" Sumali pergi panen kacang Gagad pergi bekerja Amardi, apakah masih tidur? Murahap, rumahmu seperti gedung pertunjukan Mas khoirul, kapan kau bercerita lagi? Tentang mimpi-mimpi perselingkuhan alam yang kadang memberikan angin segar kehidupan romantis. Misda'I hari hari ini kau selalu menghilang Mas cendol, upacara malam takmungkin aku lupa bersamamu Jo, datanglah dengan sempurna kewibawaanmu Sir, saat ini musim tembakau Eh disini juga ada rasid, teruslah buat virus omong kosongmu hehehe

Adam di hatiku Fataria

30

Antologi Puisi Teater Fataria 2012/Edisi I Mari kita teruskan perjalanan ini dengan cepat Sebelum pertunjukan dimulai kita harus segera ada dalam kebingungan yang utuh

Welly, kau datang setelah itu minta antar, merespon hari hari kesibukan yang lain Beby, belum sempurna jika lalapan itu belum kita lahap sampai tuntas dan kau akan bilang "sejube' datang" Vina, sudah sembuhkah cintamu? Hur, aku juga tau pakong, karena sebelum hari ini aku juga pernah mengalami umur sekilas cinta lokasi Risky, biar semua mengalir saja, mereka juga manusia biasa Biasa bicara Biasa curiga Biasa menulis Biasa menangis, padahal kita tetap biasa biasa saja. Ya kita manusia biasa dan memang biasa biasa saja Hawa dihatiku Fataria Pertunjukan sudah mau dimulai Kita segera masuk, cari posisi aman dari fitnah yang kadang juga mustajab Disini cerita dimulai Lampu hidup Kau tertawa meneriakkan kata yang pernah menjelma kaget bersama "apa kabar Cinta……….?" Dan kita serentak menjawab "maaf aku bahagia, maaf aku gelisah" Lampu black out Pertunjukan selesai Carpe diem

31

Antologi Puisi Teater Fataria 2012/Edisi I Cinta adalah pertunjukan teater yang paling apresiatif Kemarin aku singgah dan maaf kita harus merebahkan kepala pada pohon rindang yang bernama keluarga fataria, 260409 setelah hari ini aku mampir lagi.

32

Antologi Puisi Teater Fataria 2012/Edisi I BISMILLAH Sakit semua tubuh ini tanpamu Sakau serasa terbang Pun tak sekeren bersamamu Minuman itu temani malam siang panas dingin kita Sembari mencerabut bincang kehidupan para rasul Aku yang takpernah turun dari altar Menjunjungmu keatas kesadaran Aku takkuat lagi menahan mual Muntahkan sedikit air panas dingin itu Kita bersama tertawa Tidur diujung mimpi yang takpernah kita temui Jalanan mulai ramai saat kita malas menikmati pagi Memulai dengan menjelajah kembali birahi Semalam hanya diskripsi tubuhmu yang indah Dan pagi ini diskripsi itu berubah menjadi tubuhmu adalah birahi Sekarang aku mulai menafsir apa yang akan kau katakan "masuklah! Karena jalanan akan semakin ramai penuh macet Bila kau yang perkasa ikut keluar bersama mereka yang membawa bekas sakit semalam" Kehidupan kita adalah malam panas dingin tubuhmu Hangat pagi siang kita kembali bercumbu Begitulah setiap hari kita bersama Namun sudah begitu lama aku biarkan kau sekarat Dan akupun tetap terbang Terbang tinggi Tinggi sekali Sekali lagi aku terbang Terbang dimalam panas dinginmu Hangat pagi siang kita terus bercumbu

33

Antologi Puisi Teater Fataria 2012/Edisi I Terus begitu……………. Begitu terus………….. Kita ajak semua masuk biar jalanan tetap sepi Dihangat pagi siang percumbuan kita Bismillah kita diam………. Bismillah kau cantik………. Bismillah aku yang perkasa……… Ternyata kita sudah bersama lagi Diatas altar menjunjung nama para penganut sabda yang sakti Duduklah disampingku sembari membersihkan Riak kotoran kita semalam Lihatlah mereka mulai menatap gembira kita yang nyata Tertegun……….kemudian………. Lihatlah mereka bersorak soraikan keampuhan jiwa kita yang terus terbang Bismillah kita ajak mereka Bismillah kita gembira Bismillah Engkau maha agung Mahrus ali kau tulis semuanya Ampuh melukiskan sabda keagungan Mahrus ali kau sangat berani melakukan ini Mahrus ali aku tidak berkhianat Bismillah kiamat masih sangat lama Amiiiiiiiiiiiiiiiiiiin………………… Pamekasan, 180309 UNTUKMU Sekujur hatiku hanya untukmu Kaullah penawar dalam hidup ini didalam hatiku terukir namamu

34

Antologi Puisi Teater Fataria 2012/Edisi I Yang akan abadi disepanjang masa Ingin rasanya ku memedam rasa Terasa siksa jiwaku Hadirlah dalam hidupku Kusiram dengan madu Agar tumbuh selalu Belaian kasih sayangmu Kan kuiikat dengan urat-uratku Biar dunia tahu akan makna itu Kasih yang tiada tara Kasih yang tiada awal dan akhir Redup hatiku hanya untukmu Bersemilah selalu Tumbuh-tumbuh tumbuhlah namamu Berselerayan sutra-sutra yang penuh janji-janji Pasti ada rasa cinta.

SEMUA MENJADI SATU Ketika mata menjadi buta Tersingkaplah tabir misteri Ketika telinga menjadi tuli Terdengarlah semua Ketika hati talah memutuskan pastilah sirna kehidupan ini

35

Antologi Puisi Teater Fataria 2012/Edisi I Kehidupan jasmani Kehidupan yang bukan kehidupan Tidak ada sesuatu kalau tidak ada zat yang Satu Zat itu tidak akan ada ketika tidak ada hakekatnya Rembulan akan nampak ketika manusia tahu siapa dirinya Tidak ada yang terahasia tidak ada yang menutupi Karena manunggaling itulah semuanya Semuanya sesuatu yang berproses bersumber pada sesuatu yang tidak ada kerena itu ada dalam ketidakadaan semuanya tidak ada yang benar yang benar adalah perwujudan

36

Antologi Puisi Teater Fataria 2012/Edisi I SATU CINTA Kulitku terangsang oleh rabaan tuhan Disepanjang waktu aku merasakan manisnya bibir tuhan Hingga aku lupu pada keluarga teman karena ulahmu tuhan Disetiap kamu melangkah ratapan matamu mengikutiku Aku tidak bisa lari dirimu Kau tidak bisa lepas dariku tuhan Selamanya kita akan perpacot Dalam mahligai wahdah yang diringi dengan alunan namamu allah allah allah Itulah aku karena akulah semua itu bukan siapa-siapa Batin ini adalah abu ruh Jazat ini abu basar Diantara keduanya adalah aku yang menyatu Hingga tidak ada perbedaan dibalik kegelapan awan Hanya ketaqwaanlah yang mengantar hamba Ddalam belaian cinta asmaramu tuhan.

37

Antologi Puisi Teater Fataria 2012/Edisi I AKU LUAS Jagat raya terbentang luas Semua mata menyaksikan kebisuan itu Tahu akan semua itu Tapi sayang mata indera tertutup Tiap kali tuhan menampakkan wajahnya Tapi akal mengikuti hawa nafsu Sesungguhnya dibalik wajah-wajah tuhan Tersirat anugrah keelokan dalam kehidupan Sejauh mana mata hati memandang Semakin dekat tuhan pada hamba Gebiar tuhan bersenggama dengan makluknya Menuju pariwara kehidupan yang nyata Demi cinta dan kasih yang terbina Ketika pajar kehidupan mengggugah tuhan untuk bercinta Saatnya hati berpelukan dengan sarinya yang amat dalam Mengukir cinta dalam dialog cipta dan karsa Agar terikat dalam bidikan putra kaula gusti Itulah aku yang menyatakan akulah aku

38

Antologi Puisi Teater Fataria 2012/Edisi I BUSYET Sudah diberikan sinar kehidupan Sudah diberikan akal dan kekuasaan Tapi semua lunglai dalam kebingungan Buta dalam kenyataan kerena ulah tuhan-tuhan kecil Mereka ingkar dengan janji-janjinya Mereka rakus terhadap keayuan hingga lupa terhadap kewajibannya Karena terbius oleh anggur Syaitan Tidakkah mereka mendengar tangisan-tangisan yang memilukan Tidakkah mereka melihat masa yang kelaparan Dimanakah letak keadilanmu Kau usung nama kami kau janjikan harapan bermadu Namun akhirnya kau renggus hak ku Munafik Biadap Itulah suara hati kami Kami tidak bisa berbuat karena kami tidak memiliki tangan-tangan tuhan Lihat lihat Para pejuang yang membebaskan kita dari penjajah Hanya untuk kebersamaan beneka tunggal ika Ayo, ayo bangkit Ayo, sadar ayo ayo Ayo bangunlah Sadarlah biadab

39

Antologi Puisi Teater Fataria 2012/Edisi I CINTAKU PADAKU Lunglai gemulai mata hati Berbisik bermadu titipan ilahi Jauh mata memandang tuk menggapai dekapan Ilahi hingga sepi dalam dekapanmu ya rabbi diikeheningan malam nan sahdu purnama datang mendekatiku hingga terhanyut dalam lautan cintamu semuanya menjadi saksi bisu dalam lamunan cintaku padamu samarina menjelma di sanubariku menyiram hati agar hidup dipangkuanmu suci hati karena cintamu yang amat dalam hiduplah aku dalam genggamanmu cintaku padamu laksana laut dan pantai yang menyatu dalam benih-benihmu dan syahdu dalam alunan melodi yang menggebu-gebu lentara sucimy menumbuhkan sejuta makna hingga aku selalu menyebut namamu allah allah allah

40

Antologi Puisi Teater Fataria 2012/Edisi I BERANI Cucuran air mata membasahi buli pertiwi Menjadi bisu yang abadi Perkasa pantang mundr demi sejati Itulah hakekat yang hakiki Bom bardir mematikan insani Karena manusia makhluk jasmani Jangan takut tuhan maha sakti Itulah sandaran manusia Syaitan-syaitan musuh yang pasti Mari basmi demi kesucian pasti Agar mati dalam keadaan suci Itulah harapan nabi yang sejati Aduh malangnya nasib bangsa ini Karena racun yang mewarnai Dimankah pejuang yang pemberani Apakah hidup dalam keadaan mati Buta mata hati buta rasa buta nurani Warna-warni kehidupan ini hingga buta mata hati Hidup inii hanya satu kali jangan kecewakan harapan ini Bangunlah dari mimpi-mimpi agar nanti hidup pasti

CINTA BERSARANG

41

Antologi Puisi Teater Fataria 2012/Edisi I Tuhan kau bersarang di otakku Hingga aku tak bisa tidur Disetiap hembusan nafasku Selalu menyebut namamu Kumenangis karena rindu Ku bahagia karena dekapanmu Mau makan teringat padamu Kenapa kau perpudak perasaanku Hingga tidak bisa lupa padamu Apakah ini yang dinamakan cintamu padaku Atau aku yang mencintamu Oh… Tuhan

TAKJUB MEMANDANG Lautan terbentang luas

42

Antologi Puisi Teater Fataria 2012/Edisi I Takjub mata memadang Bergelombang searah dengan terpaan angin Menyilaukan mata Diringi irama ombak Kehijauan alam menggoda hati dengan sejuta pesona Di keharibaanmu aku bersendu Atas naungan samarina yang melebur hati Berkontemplasi dengan semua yang ada Hingga lahir hiasan intan berduri Ingin rasanya terbang seperti burung Yang menghayukan sayap sebebas-bebasnya Kesetiaan mentari meratapi perjanan hidup tanpa henti Hingga memulai ikatan cinta satu sama lain Runpun hijau memikat mata dengan sejuta lentara Mengingatkanku pada taman surga Inikah deraian hidup, air yang terang berbisik di belakangku Dan dedaunan melambaikan tangan atas kehadiranku tapi aku tidak tahu apaMaksudnya, gunungpun berdiri dengan gagah perkasa. Mengajariku dengan bisikan nurani agar menjadi seperti dia Awanpun berkelompok-kelompok mengukir kebesaran sang pencipta derayan ombak Yang berbondong-bondong mengiringi angin hingga aku tersipu dibalik rahasia itu Ya rabbi Maha besar engkau atas semua ini dengan sekujur nafasmu aku bisa bernaung di balik semuanya rasa terima kasih tidak ada batasnya hingga aku tak tahu harus berbuat apa? MADANGN JLDLL? Tidak ada kata tidak ada aral Semuanya mati dalam buayaan mu Anganku menerawang di semenanjung lautan Maka berbisik namumu di kedalaman sanubari

43

Antologi Puisi Teater Fataria 2012/Edisi I Aaaaaa aaaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaa , aduhai Tidak ada lagi Inilah semuanya Langkah demi langkah matahari mulai tidur Dipangkuan kabut hitam Untuk membuka mata esok hari Semuanya mulai menghitam Hingga terasa sepi dan sunyi Yang menyelubungi Mata dan rasa Hanya bersahut-sahutan dalam putusan ultra violet Dipagi hari tanpak wajah berseri-seri Meratapi muara dengan irama matahari samarina ombak Yang bertalu-talu Hingga alam menampakkan keromantisannya kepadaku Dengan buaian pantai yang merayuku Sambil berkata Tubuh halus bagaikan sutra tersenyum bibir pantai dengan semua itu Menjadi saksi bisu karena aku tersipu oeh bujuk cinta yang memburu Ingin rasanya ku ukir langit dengan luapan air laut Agar semuanya tahu bahwa aku mencintainya Oh… rona Kau tampakkan kemulusanmu Dipelupuk mataku menari, dan berdendang mengikuti ombak yang bergebu-gebu Aku tak tahu dengan semua ini aku terharu Hingga wajahmu tak luntur dalam hatiku TANYA TUHAN Kukejar tuhan dengan akal pikiran Tapi tak sampai tuk menggapainya Ku coba perotes kebenarannya Tapi tak mampu ku gapai kesalahannya Kucoba menafikan nya

44

Antologi Puisi Teater Fataria 2012/Edisi I Tapi perasa memberontak semua itu Ku coba melenyapkan semua perasaan Tapi esok hari iya menjelma tanpa ku sadari Aku tak tahu harus bilang apa Aku tak tahu harus bagaimana Aku bingung harus kemana Haruskah aku bertekuk lutut pada realitas Bukan aku takut pada kekafiran Bukan aku menolak semua pemahaman Tapi aku ragu padamu tuhan Karna aku tak tahu semua maksudmu Bukan aku mendustakan seruan nabimu Justru aku seperti ini karena ulahnya Aku tahu semuanya ada jawaban Tapi aku tak tahu kapan waktu menjawab

HIDUP DALAM MATI Terbit mentari pagi menerangi alam kehidupan Tidak ada aral yang membentangkan sayapnya Tuk menghentikan ratapan sang surya dalam sejarah kehidupan Ia berkuasa dalam gugusan benda-benda langit Ia menjadi sumber tata surya Untuk kehidupan makhluk yang bernyawa Diakhir masa semuanya akan binasa dan berubah pada kehidupan yang nyata Kehidupan yang tidak ada akhir yaitu kehidupan dalam mati

45

Antologi Puisi Teater Fataria 2012/Edisi I Mungkinkah seorang hamba mampu membawa romantisme percintaannya ke alam Yang lebih luas ataukah terhempit oleh jurang-jurang kehidupan Semuanya mistery yang akan terungkap esok hari Sendu merdu menggugat hatiku Hingga ku terbuai dalam lentara mustika cinta

ANGGUR DARAH TUHAN Tidak perang yang membebaniku karena aku lepaskan semua yang membebani biat semuanya mengaduh akan dosa-dosaku karena ini adalah sorgaku sorga yang membekas sorga yang membebasku anggur adalah nabi bagiku yang membius sejuta pesona tangan tertengadah dalam kedamaian

46

Antologi Puisi Teater Fataria 2012/Edisi I hingga semua buhul buhul hilang diterpa badai gerimis datang tanpa diundang membawa mawar dengan warna yang mengilaukan hingga aku tenggelam dalam lautan anggur berenang dalam lautan kasturi kuihat bidadari memanggil namaku dengan kata kata yang melipur lara hingga aku merasakan kesejukan air matanya indah surgaku, surga yang tidak ada kata sia sia anggur adalah obatku dalam menjumpai surga ya…aku tau manusia bosan dengan prilakuku kubirkan semua gaduh rapuh kelak akan hilang ya aku tahu seruling bambu akan menembus perut tuhan karena itu idaman agar ia mengalirkan darah untukku.

BERTANYA-TANYA Sukma di dada selalu menghantui jasmani Mencakar langit dengan ketajaman hati Tuk mencapai hakikat makna sejati Hari hari meratapi langkah pasti Membumikan keharibaan hati Yang penuh dengan mesteri Cukup satu kali robbi izzati Dalam ratapan sirullah sirunnabi Kurela api membakar semua jasad ini Agar aku mati sebelum hidup lagi Takjub memadang zat maha sakti Mengukir hati dengan nama nabi refolusi

47

Antologi Puisi Teater Fataria 2012/Edisi I Agar aku menjadi syetan dalam ratapan manusiawi Bukan aku lari dari fitrah ini Karena aku melihat syetan membawa obor abadi Demi membuka cengkraman tali ilahi Membawa alam menuju relefansi.

WANITA MANIS RUPA Wanita selalu menghantuiku dengan sejuta senyuman Membuka hati tuk membuka perasaan Madu-madunya bergelora dimataku sebagai insan Apaka ini yang dikatakan syetan? Apakah ini yang dikatakan tubuh tuhan? Belaian rambutnya mengndangku tuk bersenggama dalam perasaan Wajahnya menerangiku laksana matahari kehidupan Oh gusti Alangkah indahnya ciptaan mu apalagi engkau send merdunya yang memberkasi sinar kehidupan Membuatku takberdaya dalam lamunan Senyumnya, matanya, kulitnya, gesture tubuhnya membuatku lupa padamu tuhan

48

Antologi Puisi Teater Fataria 2012/Edisi I Kuteringat kisah lamaku"adam dan hawa" Karena aku tidak mampu dengan godaannya yng menawan Hingga akhirnya aku terlempar dalam ratapan kesulitan Mungkinkah sejara lama terulang dimasa sekarang Ataukah aku membuat pandangan pada kenyataan.

PILIH SURGA ATAU NERAKA Terik sinar sang surya membuka semua mata Hingga akhirnya manusia berbodong bondong Tuk menggapai kehidupan yang nyaman Demi berlangsungnya hidup yang aman Keayuan dunia membisikinya sepanjang waktu Pada akhirnya kemenangan dan kekalahan ada di tangan mereka Siapa bisa menemukan cahaya dalam perjalanan Ialah mereka yang berada dijalan tuhan Bibir pantaipun akan menyaksikan petualangan Dalam meraih kesatuan dna kebenaran Semua akan terungkap Ketika manusia meninggalkan jasadnya Itulah akhir dimana surga dan neraka akan datang Semua akan menjadi bayangan yang kekal Bayangan manis atau buruk itulah yang membekas

49

Antologi Puisi Teater Fataria 2012/Edisi I Pada kenyataan yang diterima salam kehidupan yang sebenarnya.

CINTA PADA PECINTA Cukup satu kali aku bilang cinta Biar aku sengsara dalam kepahitan Asal aku bahagia dalam cinta Cintaku laksana ombak dan lautan Kutakkan rela cintaku terbagi dua Kutakkan rela tangan jahil menyentuhnya Kutakkan rela semuanya mencampuri noda Karena nafasku bergantungan padanya Kulihat ombak besendu merdu Kurasakan samarina mengelus tubuhku Kurasa kehangatan cinta yang tiada tara Semua melaarutkanku dalam mimpi-mimpi manisku Jejak langkahnya membekas di pelupuk hati Menjadi taming cinta yang suci

50

Antologi Puisi Teater Fataria 2012/Edisi I Terhamparlah permadani Hingga aku sujud dalam mehligainya Aku lahir atas nama cinta Yang bersemi dipandang asmara Hingga aku buta atas semua Karena aku sangat mencintainya Kupastikan datang membawa lentera Dengan sejuta makna nurani Yang membelenggu buhul-buhulku Hingga aku tak berdaya olehnya Sudah berakhir semua Takkan berubah keputusannya Itulah cinta yang dibawa mati Cinta yang dicintai, itulah cinta. MATERI Jagad ini adalah materi Hidup ini adalah materi Perasaan ini adalah materi Semua yang ada dan tidak ada ia semua materi Itu materi yang mengandung sejuta arti Pastikan semua itu satu yang abadi Agar terbuka rasa hati Terbuka akal ini Bangun dalam indera yang mati Menuju langkah pasti Demi hidup dalam materi.

51

Antologi Puisi Teater Fataria 2012/Edisi I BULAN PUDAR - Munajat pagi untuk malam(Faqih Usma Dedja) dibawah rembulan yang memudar cahayanya malam itu sunyi menerbangkan masa lalu: saat-saat indah bersamamu kemudian berguguran satu-satu di hatiku habis sudah semua musnah cukup ku kenang meski tak senang kedalaman cinta membuatku tak percaya kau akan pergi begitu saja kalimat perpisahan yang kau ucap alirkan lahar panas; gejala awal hancurnya gunung harap di dadaku aku bukan Ibrahim yang tak hangus meski dibakar juga bukan daud yang kebal senapan sebab aku tak punya baju besi; aku rapuh saat kau pergi pun aku mengurung diri mengawini sepi tak ingin kabar ini sampai pada Qays dan Layla, pada Romeo dan Juliet juga Tristan dan Isolde kalau aku gagal memilikimu hidupku getir pada sungai tanpa muara rinduku mengalir Pamekasan, 02 November 2007

kembali, langit menuangkan kesetiaannya pada bumi lewat hujan yang jatuh siang ini.

52

Antologi Puisi Teater Fataria 2012/Edisi I tanah-tanah di kotaku basah, sungai-sungai meluap, digenangnya rindu ; riak dan dalam bermuara ke hatimu pamekasan, 13 Januari 2012

SERUAS DETAK saudaraku, tuhan tak pernah mengajari kita untuk melupakan-Nya meski salah dan lupa milik kita maka tanamlah di dasar hati paling taqwa pun aku, tak pernah menyuruhmu melupakanku ;saudara sekandung rindu -anak pertama dari perkawinan cinta dan waktumaka ingatlah dalam memoar paling rindu Sumenep, 2005

53

Antologi Puisi Teater Fataria 2012/Edisi I BATU AIR MATA suatu senja di alun-alun kota aku melihat perempuan jelita duduk tepat di bawah kamboja :menatap cincin di jari manisnya airmatanya menetes bening sebening mutiara kata-kata mengalir dari mulutnya “aku tak bosan mencintaimu walau laut telah mengabarkan kematianmu bersama kapal yang tenggelam 12 juli lalu” senja ini ia masih sendiri di tempat biasa ia menanti tunangannya yang tak juga kembali Pamekasan, 2006

“Air Mata”

54

Antologi Puisi Teater Fataria 2012/Edisi I “Puisi Maman_Regal” jangan kau mudah menyimpang air mata dalam hati sebab, itu akan membuatmu semakin tenggalam dalam kesedihan lepaskan saja dengan air matamu karena dengan air mata semua akan sirna mengikuti setiap tetesan yang dikeluarkan maman, 16 Januari 2012 (Pink_Net.com)

aku sudah muak dengan basa-basimu yang selalu memberiku harapan yang tak pasti untuk hanya sekedar menaruh luka ber-api-api.

“Tangisan Air Mata”

55

Antologi Puisi Teater Fataria 2012/Edisi I biarkan tangisan air mata kerinduan ini mengalir biarkan tangisan air darah perawan membeku dan biarkan semuanya menjadi tanda bahwa aku ;pun setia menunggu

DIATAS SAJADAH CINTA di tengah malam ku bentangkan selembar sajadah tua, antara sedih dan bimbang dan bersimpuh dalam pilu. Hening malam......... ayat-ayat suci mengalir beruntai seiring air mata yang menghujan di tengah malam, ratusan bahkan ribuan kali do'aku panjatkan sejuk mengalir dalam ragaku pelan-pelan kupejamkan mata hanya satu yang mampu terucap di lisanku ya robbi........... satu kanlah hatiku dengan kekasihku Pl. Mandangin, 12 Agustus 2009 abdul rahman “UUS” terlalu banyak yang bersandang nama uus sehingga aku bingung uus yang mana yang aku cari dalam mimpiku?????

56

Antologi Puisi Teater Fataria 2012/Edisi I "PERMINTAAN TERAKHIRKU UNTUK TUHAN KELAK" Aku rela bila jasad dan rohku di sambut kedatangnya di neraka, malaikat munkar nakir mencabik-cabik jantungku yang setiap hari bernafaskan aroma maksiat. Tapi sebelum jasad dan rohku masuk ke jurang kesakitan (neraka jahannam) kabulkan satu permintaanku "berilah tempat surga yang dijanjikan oleh tuhan, setara dengan tempat nabi dan rasulku seperti selisihnya telapak jari antara telapak tengah dengan telapak tunjuk jari yang kanan, yaitu ibuku………. Sebelum ibu kau masukkan ke tempat itu maka akan aku haramkan jasad dan rohku kau mencabiknya walau aku berlumut dosa." 20-12-11 “DI BUS TERMINAL” setan-setan malam masih saja berkiaran di bus terminal mencari mangsa yang tercabut imannya. sehingga dia bisa masuk dengan leluasa dan meracuni hatinya dengan sosok nafsu yang membara. sudah banyak korban yang terperangkap di pinggir jalan taman arek lancor dengan memakai celana pendek, warna kulit kuning langsep itu semua karena olahnya jin iprit bermata satu ketawa sebab misinya terkabulkan.

57

Antologi Puisi Teater Fataria 2012/Edisi I AIR MATA IBU Tak kuasa rasa-Nya meratapi tangis dari sosok ibu yang selama ini memberiku sepenggal cahaya dan kasih sayang. Air mata ibu tak hentihentinya membasahi pipi indahnya, mata yang terlihat sayu kini tak lagi ayu. Sampai kapan aku bisa meredam tangis itu, merubahnya menjadi mutiara salju yang membuatnya tersenyum berseri-seri! Sementara aku terlalu bersetubuh dengan egoku yang membara. "Ibu aku minta maaf" sambil merangkul ibunya, "Kenapa kamu harus minta maaf apa yang kau perbuat kepadaku sehingga kau meminta maaf, bukankah kau tak punya salah sama aku" ibu kaget dan matanya remang-remang seakanakan ingin menguapkan air matanya, "tidak ibu, tidak ada apa-apa aku cuman ngerasa aja kalau aku punya salah sama kamu" air matanya membeku karena tak ingin ibunya melihatnya menangis. Tapi rasa ibu begitu tajam, setajam pedang Syaidina Ali, sesuatu dibalik tirai keindahan senyuman itu bisa dirasakan oleh sang ibu, karena jiwa dan raga antara aku dan ibu telah bersatu, dan menjadi satu bagian yang tak bisa dipisahkan sampai akhir nanti. Semenjak itu dari pemberang- katanku ke kampus, ibu menimangku dalam setiap detik langkahku dengan penuh Tanya………….? Perasaannya masih membara dan akhirnya air mata ibu berlinang membasahi pipinya mengiringi langkah jejakku yang meronta-ronta dalam kegelapan. "ah…………………….." inikah yang harus aku berikan kepada ibu,

58

Antologi Puisi Teater Fataria 2012/Edisi I inikah aku.. …….…., Aku benar-benar manusia yang tak tahu balas budi, setiap langkahku hanya membuat tangis……., tangis…….., tangis……. Air mata ibu. Ibu sekali lagi, ucapan terakhir dari anakmu yang selalu menyakiti hatimu ini "Maafkan Aku…., Maafkan aku……" aku takkan meminta maaf ke siapapun sebelum aku meminta maaf dan bersujud kepadamu, ibu. Maman, (Mandangin, 20-Desember 2011

59

Antologi Puisi Teater Fataria 2012/Edisi I PEMBAHARUAN PARADIGMA BANGSA Acapkali dimata publik terjadi fenomena anarkis terjadi, dan tindakan-tindakan distruktif yang mengakibatkan keharmonisan antar bersaudara, berkeluarga dan masyarakat enggan dalam membangun solidaritas yang menjungjung pada manusia yang anrtosias dalam estetika peradaban, langkah demi langkah kesengitab aksi radikal membangun peradapan kanibal yang di song-song oleh antek-antek fasesme, matrealisme,kapitalisme dan komonisme hingga menggelobal atau tertanam dalam masyarakat madani. Pernyataan yang ditawarkan oleh paham-paham isme menjadi kenyataan yang tidak bisa di pungkiri lagi seperti penindasan orang-orang kapitalis pada warga yang ada dinegara tetangga seperti Malaysia . dan masih banyak lagi tindakantindakan distruktif yang berada dalam cengkraman politik kapitalisme. Pemerintahan sebagai leader yang meninjau negara dengan pusaka bangsa ( pancasila dan UUD 1945) masih belum mampu memenage mengorganisir tindakan-tindakan yang mewadahi masyarkat, sering kali masyarakat menyaksikan berita penyelundupan dari negara asing baik kasus narkoba, heroin dan sekutunya. Tetapi kebijakan/ kepedulian negara itu? Pada warganya sangat prihatin dan berusaha semaksimal mungkin untuk membebaskan dari tangantangan negara luar seperti penyelundup dari amerika yang tertangkap di Indonesia, realitanya negara itu berhasil membebaskan. Dari tragedy yang ada dapat di kerucutkan orang-orang yang menjadi jembatan aspirasi rakyat belum mamu menghidupkan ruh pancasila, UUD 45 dan falsafah keduanya. Tetapi bukan acuan yang mumtaz dalam menyikapi itu ataupun menyalahkannya, karenasemua itu lahir dari SDM (sumber daya manusia) yang tidak berkualitas dan produktif dalam menyikapi bara sengketa yang berkecamuk dalam masyarakat terbuka, justru dari itu harus ada pembaharuan yang memanilisir dan interpretasi yang mampu melahirkan manusia proposional yang bisa meminimalisir masa kini menyiksa rakyat kecil yang disebabkan peluasan ekonomi capital, hal

60

Antologi Puisi Teater Fataria 2012/Edisi I ini sudah mengkristal di seluruh penjuru dunia maka peperangan idealis politis, religius, materialis dan ekonomi yang akan menentukan keharmonisan suatu bangsa. Satu abad lebih Indonesia terkurung oleh hegemoni-hegemoni kemunafikan dan penindasan-penindasan walaupun pada akhirnya Indonesia merdeka tapi bisa dalam sunjektifitas aksi dan terobsesi oleh ideologi legenda kolonialisme, komonisme maju ke depan dan menggapai cita-cita nasional. Terkadang dibenak fikiran masyarakat ada sebuah analisa keprihatian bangsa seperti Indonesia negara yang kaya tapi miskin, "Indonesia warganya banyak tapi dan kekayaan alamnya melimpah tetapi yang menikmati negara luar", kenapa Indonesia kaya tetapi miskin? Mengapa mereka rela hasil jerih payah bersama dinikmati orang luar sebagian masyarakat Indonesia sadar dan pintar namun kenapa mau dibodohi? Oleh karena langkah awal dalam pembenahan masyarakat umumnya harus mewujudkan renovasi diri dan menanamkan pada diri pribadi since of be longing (rasa memiliki) terhadap bangsa dan masa agar bisa mengkikis anarkis baik berbentuk fisik ataupun non fisik. Yang jelas untuk meraih keinginan yang besar harus besar pula pengorbanan dan jiwa kepahlawanan. Kalau Indonesia bisa terlepas dari cengkraman para penjajah dan sekutunya mengapa tidak Indonesia meraih puncak pancasila, hanya saja kesadaran berbangsa, kesadaran beragama dan sifat-sifat revolusioner belum bisa terealisasi secara signifikan oleh karena itu stimulus artikulasi perlu dicermati antar seksama untuk memanfestasi solidaritas ditengah-tengah masyarakat umum guna memberdayakan SDM (sumber daya manusia) supaya mampu menjalin persatuan dan kesatuan. Peradaban suci yang di idamkan oleh citra nasionalisme harus dibebaskan dari sekte-sekte yang membelenggu baik dari segi kultural, sosial, etika, religi dan interpretasi yang mengatasi namakan nusa dan bangsa maka harus ada substansi dan falsafah paradigma pansila pada masyarakat umumnya terlebih dalam bisa memberantas paham yang melanda pikiran dan kecerobohan bertindak dalam menangguli idaman bangsa.

61

Antologi Puisi Teater Fataria 2012/Edisi I Pasti yang menjadi proritas kebersamaan masyarakat umum adalah kesepadanan pernyataan dan kenyataan yang sudah disepakati, kalau mencoba melirik konsep yang ditawarkan oleh aristoteles tentang "kenyataan dan pernyataan". Teorinya yang dikenal yaitu korres pondensi, dimana pencarian kebenaran tersebut harus sesuai dengan dua hal itu ,paradigmanya memang sacral diterima secara seksama karena yang diinginkan kebersamaan yang sesuai dengan pernyataan dan kenyataan. Maka dari itu peran utama dalam memobilisa untuk kedaulatan berada di tangan –tangan kita khususnya pemerintah ‫إن ف ايد السباب حياة الرئمه وف أقدمهم وامرها‬

62

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->