HIPERTENSI DALAM KEHAMILAN

HIPERTENSI DALAM KEHAMILAN BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Ada banyak kasus dimana wanita hamil dengan hipertensi mampu menjaga kehamilan sampai dengan kelahiran dengan selamat. Dengan bantuan medis selama kehamilan, komplikasi selama kehamilan dapat dicegah. Bagaimanapun juga, hipertensi selama kehamilan selalu dibutuhkan perhatian khusus. Wanita hamil yang menderita hipertensi dimulai sebelum hamil, memiliki kemungkinan komplikasi pada kehamilannya lebih besar dibandingkan dengan wanita hamil yang menderita hipertensi ketika sudah hamil. Karena beberapa wanita hamil memiliki kemungkinan menderita hipertensi selama kehamilan karena beberapa factor. Banyak akibat yang bisa ditimbulkan oleh hipertensi. Resiko terbesar hipertensi pada wanita hamil adalah kerusakan pada ginjal. Pada kasus yang lebih serius, ibu bisa menderita preeclampsia atau keracunan pada kehamilan, yang akan sangat membahayakan baik baik ibu maupun bagi janin. Selain itu hipertensi bisa menyebabkan kerusakan pembuluh darah, stroke, dan gagal jantung di kemudian hari. Hipertensi merupakan problema yang paling sering terjadi pada kehamilan. Bahkan,kelainan hipertensi pada kehamilan beresiko terhadap kematian janin dan ibu. Karena itu,deteksi dini terhadap hipertensi pada ibu hamil diperlukan agar tidak menimbulkan kelainan serius dan menganggu kehidupan serta kesehatan janin di dalam rahim. B. Rumusan masalah Dari latar belakang yang telah dipaparkan maka rumusan masalah pada laporan kasus ini adalah ”bagaimanakah asuhan kebidanan pada ny.N dengan Hipertensi dalam kehamilan di Puskesmas Pekapuran Raya” C. Tujuan a. Tujuan khusus Untuk mengetahui asuhan kebidanan pada ny.N dengan Hipertensi dalam kehamilan di Puskesmas Pekapuran Raya b. Tujuan umum - Mengetahui pengertian hipertensi dalam kehamilan - Mengetahui etiologi hipertensi dalam kehamilan - Mengetahui patofisiologi hipertensi dalam kehamilan - Mengetahui tanda dan gejala hipertensi dalam kehamilan - Mengetahui komplikasi hipertensi dalam kehamilan - Mengetahui penatalaksanaan hipertensi dalam kehamilan D. Manfaat 1. Bagi Petugas Kesehatan Dapat menambah wawasan dan informasi dalam penanganan hipertensi dalam kehamilan 2. Bagi Mahasiswa Dapat menambah ilmu pengetahuan dan dapat menerapkan penanganan hipertensi dalam

Hipertensi sekunder adalah hipertensi yang disebabkan/ sebagai akibat dari adanya penyakit lain. yaitu penurunan tekanan sistolik rata-rata 5 mmHg dan tekanan darah diastolik 10 mmHg. Secara umum HDK dapat didefinisikan sebagai kenaikan tekanan darah sistolik > 140 mmHg dan atau tekanan darah diastolik > 90 mmHg yang diukur paling kurang 6 jam pada saat yang berbeda. B. Pada sekitar 1-2%.13 Penurunan tahanan perifer total disebabkan oleh menurunnya tonus otot polos pembuluh darah. Selama persalinan tekanan darah meningkat. maka disebut hipertensi sekunder. Hipertensi primer atau esensial adalah hipertensi yang tidak / belum diketahui penyebabnya (terdapat pada kurang lebih 90 % dari seluruh hipertensi). Pada kehamilan trimester kedua akan terjadi perubahan tekanan darah. curah jantung meningkat 40% dalam kehamilan. Keadaan ini disebabkan oleh meningkatnya aktifitas sistem renin – angiotensin aldosteron dan juga sistem saraf simpatis. Perubahan tersebut mulai terjadi pada kehamilan 8 minggu dan mencapai puncak pada usia kehamilan 20-30 minggu. alkohol atau garam dalam makanan.kehamilan BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Hipertensi primer kemungkinan memiliki banyak penyebab. penyebabnya adalah kelainan hormonal atau pemakaian obat tertentu (misalnya pil KB). gaya hidup yang tidak aktif (malas berolah raga). yang selanjutnya meningkat kembali dan mencapai tekanan darah normal pada usia kehamilan trimester ketiga. Jika penyebabnya diketahui. renal dan endokrin. Tekanan darah juga meningkat 4-5 hari post partum dengan peningkatan rata-rata adalah sistolik 6 mmHg dan diastolik 4 mmHg. jika stres telah berlalu. Kegemukan (obesitas). penyebabnya adalah penyakit ginjal. Patofisiologi Selama kehamilan normal terdapat perubahan-perubahan dalam sistem kardiovaskuler. Pada keadaan istirahat. Pengertian Hipertensi dalam kehamilan (HDK). Volume darah yang beredar juga meningkat 40% . Pada sekitar 5-10% penderita hipertensi. Perubahan ini akan berbeda dengan respons patologi yang timbul pada HDK. Etiologi / penyebab Hipertensi berdasarkan penyebabnya dibagi menjadi 2 jenis : 1. hal ini terjadi karena respon terhadap rasa sakit dan karena meningkatnya beban awal akibat ekspulsi darah pada kontraksi uterus. Tahanan perifer menurun pada usia kehamilan trimester pertama. adalah suatu keadaan yang ditemukan sebagai komplikasi medik pada wanita hamil dan sebagai penyebab morbiditas dan mortalitas pada ibu dan janin. 2. maka tekanan darah biasanya akan kembali normal C. Penyebab hipertensi lainnya yang jarang adalah feokromositoma. yaitu tumor pada kelenjar adrenal yang menghasilkan hormon epinefrin (adrenalin) atau norepinefrin (noradrenalin). stres. peningkatan ini melebihi jumlah sel darah . Stres cenderung menyebabkan kenaikan tekanan darah untuk sementara waktu. beberapa perubahan pada jantung dan pembuluh darah kemungkinan bersama-sama menyebabkan meningkatnya tekanan darah. bisa memicu terjadinya hipertensi pada orang-orang memiliki kepekaan yang diturunkan.

Klasifikasi Stadium 1 (Hipertensi ringan) 140-159 mmHg 90-99 mmHg Stadium 2 (Hipertensi sedang) 160-179 mmHg 100-109 mmHg Stadium 3 (Hipertensi berat) 180-209 mmHg 110-119 mmHg Stadium 4 (Hipertensi maligna) 210 mmHg atau lebih 120 mmHg atau lebih G. Hipertensi gestasional: hipertensi pada kehamilan yang timbul pada trimester akhir kehamilan. Penatalaksanaan medis Obat tradisional • murbei • daun cincau hijau • seladri (tidak boleh lebih 1-10 gr per hari. Eklamsia: preeklamsia yang disertai dengan kejang. 4. E. yaitu: 1. Manifestasi klinik Hipertensi pada kehamilan dapat diklasifikasikan dalam 4 kategori. namun tanpa disertai gejala dan tanda preeklamsia. Preeklamsia superimposed pada hipertensi kronik: preeklamsia yang terjadi pada perempuan hamil yang telah menderita hipertensi sebelum hamil. sehingga hemoglobin dan viskositas darah menurun. Hipertensi gestasional berkaitan dengan timbulnya hipertensi kronik suatu saat di masa yang akan datang. Terjadi penurunan tekanan osmotik plasma darah yang menyebabkan peningkatan cairan ekstraseluler. Hipertensi kronik: hipertensi (tekanan darah lebih dari 140/90 mmHg yang diukur setelah beristirahat selama 5-10 menit dalam posisi duduk) yang telah didiagnosis sebelum kehamilan terjadi atau hipertensi yang timbul sebelum mencapai usia kehamilan 20 minggu. karena dapat menyebabkan penurunan tekanan darah secara drastis) • bawang putih (tidak boleh lebih dari 3-5 siung sehari) • Rosela • daun misai kucing • minuman serai.merah. teh serai yang kering atau serai basah(fresh) diminum 3 kali sehari. 3. Preeklamsia-Eklamsia: peningkatan tekanan darah yang baru timbul setelah usia kehamilan mencapai 20 minggu. disertai dengan penambahan berat badan ibu yang cepat akibat tubuh membengkak dan pada pemeriksaan laboratorium dijumpai protein di dalam air seni (proteinuria). F. bersifat sementara dan tekanan darah kembali normal setelah melahirkan (postpartum). 2. Komplikasi Stroke Kegagalan jantung Kerusakan ginjal. Dalam . sehingga timbul edema perifer yang biasa timbul pada kehamilan normal D.

2002). rasa panas. tachycardia. 1993). dan kategori D pada trimester dua dan tiga. Tidak mengganggu aliran darah utero plasenta. termasuk penderita preeklampsia berat. dan sakit di dada. Tensipas (Kalbe Farma) tablet salut selaput 125 mg. dkk.seminggu dapat nampak penurunan tekanan darah tinggi Anti hipertensi Pada preeklampsia berat anti hipertensi diberikan jika tekanan darah 180/110 mmHg. Sebenarnya banyak pilihan anti hipertensi yang dapat diberikan. Efek samping hydralazine adalah sakit kepala. Bekerja menurunkan tahanan perifer dan tidak menurunkan aliran darah ke otak. Obat antihipertensi golongan Angiotensin-Converting Enzym Inhibitor (ACE Inhibitor) dan Angiotensin II Receptor Blockers (ARBs) mutlak dikontraindikasikan pada ibu hamil dengan hipertensi. Dari beberapa obat yang telah disebutkan diatas. National Institute of Health (NIH. 2000) menganjurkan pemberian kortikosteroid pada semua wanita dengan usia kehamilan 24-34 minggu yang berisiko melahirkan preterm. 250 mg. Kalau diberi intravena efeknya sudah terlihat dalam 2-5 menit dan mencapai puncaknya setelah 15 menit. tetapi pilihan yang pertama adalah hydralazine. β-bloker (labetalol). Medopa (Armoxindo) tablet salut selaput 250 mg. 2003). Hydralazine dapat diberikan peroral atau parentral. dan diuretik (tiazid). Semua kehamilan ≤ 34 minggu yang akan diakhiri diberikan kortiko steroid dalam bentuk dexamethasone atau betamethasone. atau pemberian dexamethasone 6 mg intra-vena empat dosis dengan interval 12 jam Terapi farmakologis dapat dilakukan dengan penggunaan obat-obatan antihipertensi golongan α2-agonis sentral (metildopa). metildopa merupakan obat pilihan utama untuk hipertensi kronik parah pada kehamilan (tekanan diastolik lebih dari 110 mmHg) yang dapat menstabilkan aliran darah uteroplasenta dan hemodinamik janin. obat ini termasuk beta-bloker. Nifedipine termasuk calcium channel antagonist. Kalau diberi peroral.. dan perasaan gelisah. efek kerjanya sudah terlihat dalam 5-10 menit dan mencapai puncaknya setelah 60 menit dan dapat bekerja sampai 6 jam. Nama Dagang: Dopamet (Alpharma) tablet salut selaput 250 mg. bila diberikan intravena sudah dapat dilihat efeknya dalam 5–15 menit. Kerjanya cepat. Pemberian betamethasone 12 mg intra-muskuler dua dosis dengan interval 24 jam. Nifedipine adalah satu-satunya pilihan obat untuk hipertensi mudah penggunaannya. Mekanisme kerja nifedipine adalah dengan vasodilatasi arteriol. Kortiko steroid Pada preeklampsia berat kortiko steroid hanya diberikan pada kehamilan preterm < 34 minggu dengan tujuan untuk mematangkan paru janin (Magan E. dapat diulang setiap 30 menit sesuai kebutuhan. dan ginjal. Kerja obat ini dapat berlangsung 4 jam. Efek samping obat ini adalah sakit kepala. hanya diberikan peroral dengan dosis 10-20 mg. Obat anti hipertensi yang juga banyak digunakan adalah nifedipine (Brown. Mekanisme kerja hydralazine adalah dengan merelaksasi otot pada arteriol sehingga terjadi penurunan tahanan perifer. vasodilator (hidralazin). namun obat tersebut berpotensi menyebabkan tetatogenik.. Meskipun ACE Inhibitor dan ARBs memiliki factor resiko kategori C pada kehamilan trimester satu. dapat diberikan peroral atau intravena. Hyperpax . Obat ini termasuk golongan α2agonis sentral yang mempunyai mekanisme kerja dengan menstimulasi reseptor α2-adrenergik di otak. Obat anti hipertensi yang juga banyak digunakan adalah labetalol. Tujuan pemberian anti hipertensi adalah untuk mencegah terjadinya cardiovaskuler atau cerebrovaskuler accident (Zhang J. jantung. sesak nafas.. F.

Lamanya : 4-7 hari e.. RMK : 40 / 2 Nama Mahasiswa : Kartika Dewi Tgl/Jam Pengkajian: 04 – 08 – 2010/ Jam..08. Menarche umur : 12 tahun b.00 NIM : S. Riwayat Haid a... HPHT : 15 – 01 ..... Riwayat Obstetri . Najiliah Umur : 42 Tahun Agama : Islam Suku/Bangsa : Banjar / Indonesia Pendidikan : SMA Pekerjaan : IRT Alamat : Lokasi II 2.. Kawin pertama kali umur 17 tahun.2010 5. Dismenorhoe : Tidak pernah g... Identitas Istri Nama : Ny.. Riwayat Perkawinan Kawin 1 kali. Keluhan Utama : Ibu mengatakan hamil 7 bulan. Riwayat Keluarga Berencana a........ Masalah : Tidak ada ..(Soho) tablet salut selaput 100 mg BAB III TINJAUAN KHUSUS ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL TRIMESTER III HAMIL 28 MINGGU DI PUSKESMAS PEKAPURAN RAYA No.. Banyaknya : 3 kali ganti pembalut / hari f.. Jenis : Pil Andalan b..Taksiran Partus : 22 – 10 . SUBJECTIVE DATA 1..2010 h...355 A.. Lama : 11 tahun c.. Teratur/tidak : Teratur d....... Siklus : 28 hari c.............. dengan suami sekarang sudah 25 tahun 4.. 6.09.BUAT SENDIRI YA. dan mengeluh kepala sedikit pusing 3.

Frekuensi : 3-4x sehari . ikan. Tidur dan Istirahat .Warna : kuning jernih .Pantangan : tidak ada b. Keluhan/Masalah yang dirasakan ibu No Keluhan / Masalah Umur Kehamilan Tindakan Oleh Ket 1.Warna : kecoklatan BAK♣ .Bau : pesing c.Trimester II : 1 kali . TT I : belum diberikan TT II : belum diberikan e. asma dan penyakit menular lainnya. Frekuensi periksa kehamilan : . DM. Keadaan Kehamilan Sekarang a. b.Masalah : tidak ada f.Frekuensi gosok gigi : 2x sehari . DM.Riwayat kesehatan keluarga : keluarga mempunyai penyakit hipertensi tetapi tidak ada penyakit kronik seperti jantung. Nutrisi .Trimester III : 1 kali d.Frekuensi : 2x sehari .Porsi makan : 1 piring . Eliminasi BAB♣ . asma dan penyakit menular lainnya. Mulai periksa sejak usia kehamilan : 2 bulan c.Malam hari : 8 jam . Mual 1-12 mgg konseling bidan Sdh dberikan 9. Aktifitas : Aktifitas ibu mengerjakan pekerjaan rumah tangga e. Riwayat Kesehatan a. Pola Kebutuhan Sehari-hari a. Personal Hygiene . Selama hamil ibu periksa di : di PKM Pekapuran Raya b. Pola Seksual : sesuai kebutuhan .Frekuensi ganti pakaian/jenis : sesuai kebutuhan d.Jenis yang dikonsumsi : nasi. 8.Trimester I : 2 kali .Konsistensi : lembek . sayur .Frekuensi : 1x sehari .Siang hari : Tidak pernah .Frekuensi mandi : 2x sehari . Riwayat kesehatan ibu : ibu mempunyai hipertensi tapi tidak pernah menderita penyakit keturunan seperti jantung.7.

Sebelum hamil : 52 kg . Kesadaran : compos menthis c. sklera tidak ikterik . Hubungan sosial ibu dengan mertua. b.Hewan piaraan : tidak ada g. tidak ada secret. Tanggapan ibu terhadap kehamilannya : ibu sangat senang akan kehamilannya sekarang. Respirasi 20x/menit 2. puting menonjol . tidak ada retraksi dada. Inspeksi . Tinggi badan : 144 cm e.Mata : konjungtiva tidak anemis. Nadi 80x/menit Suhu 36. Yang menanggung biaya ANC dan persalinan : suami B.Masalah : tidak ada 10. tidak ada pengeluaran. pertumbuhan rambut merata.Leher : tidak tampak pembesaran kel. dan bekas luka operasi. Pemecahan masalah dari ibu : dengan berdiskusi e.Sekarang : 49 kg d.Mulut : tidak pucat.5 °C. Jumlah penghasilan keluarga : cukup j. Pengetahuan ibu terhadap kehamilannya : ibu banyak tau dari pengalaman sebelumnya dan dari bidan atau keluarga f. tidak ada serumen . tidak ada colosma gravidarum. Lingkungan yang berpengaruh . Keadaan umum : baik b. tidak ada pernapasan cuping hidung . Tyroid dan vena jugularis . LILA : 25 cm f.Ibu tinggal bersama : suami dan anak . tidak ada caries gigi .Hidung : simetris.Muka : tidak pucat. Tanggapan ibu terhadap keadaan dirinya : ibu mengerti tentang dirinya yang sedang hamil dan ibu menyukainya. Data Psikososial dan Spiritual a.Telinga : simetris. ibu tidak sabar lagi untuk segera melahirkan c.Kepala : kulit kepala bersih. tampak hiperpigmentasi areola. tidak rontok . OBJECTIVE DATA 1.tidak pecah2. Tanda Vital : TD 160/100 mmHg. Penentu pengambil keputusan dalam keluarga : suami i. ada linea nigra dan strie gravidarum . Palpasi . orang tua.Dada/mamae : simetris. keluarga : baik h. Berat badan .Tungkai : tidak tampak oedem dan varises b. tidak oedem . Pemeriksaan umum a. Ketaatan ibu beribadah : ibu dapat melakukan sholat 5 waktu d. Pemeriksaan khusus a.Perut : tidak ada linea alba.

Perkusi . melenting .HB 11 gr% . bulat. Menjelaskan penyebab pusing yang ibu rasakan dan cara mengatasinya penyebab pusing karena perubahan hemodynamis. hindari berdiri terlalu lama dalam lingkungan ang hangat atau sesak. BB=49kg. tidak melenting.Leopold IV : bagian terbawah belum masuk PAP (Konvergen) . “ibu mengerti dan bersedia mengetahui penyebab dan penanganan pusing” 3. hindari berbaring dalam posisi telentang sebaiknya jangan menggunakan bantal ketika tidur. tidak ada nyeri tekan♣ Abdomen♣ .TBJ : 18-12 x 155 = 1842 gram Tungkai : tidak teraba oedem dan varises♣ c. PLANNING 1. Auskultasi DJJ ( + ) . frekuensi 145 x/menit d. Taksiran partus 22-10-2010 “Ibu mengetahui hasil pemeriksaan” 2.Kepala♣ : tidak ada massa/benjolan. keras. Memberikan konseling seperti : . ( . 2 jari diatas pusat .Makan-makanan bergizi / cukup kalori dan rendah lemak . bagian fundus teraba lunak.Mengurangi pemakaian garam sampai kurang dari 2. cara mengatasinya dengan bangun secara perlahan setelah bangun tidur. Diagnosa Kebidanan : G4P3A0 umur kehamilan 28 minggu. Kebutuhan : Konseling D.Refleks Patella : Kiri / Kanan .Reduksi negatif C. ( + ) / (+ ) . Masalah : pusing c. tidak ada nyeri tekan Leher♣ : tidak teraba pembesaran kel. janin tunggal hidup intra uterin dengan hipertensi sedang b.) / ( . umur kehamilan 28 mgg. magnesium dan kalium yang cukup) dan . Pemeriksaan Penunjang Laboratorium : .Leopold : TFU=18 cm. Memberitahukan hasil pemeriksaan yaitu TD= 160/100mmhg. terdengar jelas. ASSESMENT a.) 3.Leopold III : bagian terbawah ibu teraba bulat.3 gram natrium atau 6 gram natrium klorida setiap harinya (disertai dengan asupan kalsium.Leopold II : bagian kanan ibu teraba keras panjang seperti papan dan bagian kiri ibu teraba bagian terkecil janin .tyroid dan vena jugularis Dada/Mamae : tidak ada massa.Cek ginjal : Kiri / Kanan.Albumin negatif .

tekanan darah ibu 160/100 Sedangkan untuk penatalaksanaan Hipertensi Pada Kehamilan untuk melindungi ibu dari berbagai komplikasi termasuk kardiovaskuler dan melanjutkan kehamilannya sampai persalinan yang aman.menjaga kebersihan pakaian dan personal hygiene terutam daerah genetalia “ ibu mengerti konseling yang diberikan” 4. tidak anemis.Keluar air ketuban sebelum waktunya .Gerakan bayi berkurang atau bahkan tidak ada . proteinuria < +2 ( 1 gr/hari). keadaan janin baik (USG. Terapi Konservatif Terapi konservatif dilakukan bila tekanan darah terkontrol ( sistolik < 140 mmHg. tidak tampak dan teraba oedem dan tidak tampak pucat diwajah ibu.olahraga teratur dengan jaln kaki dipagi hari . 1. mungkin karena infeksi/malaria .mengurangi alkohol. diwajah . Tata laksana ini meliputi pengelolaan secara umum dan khusus baik konservatif maupun dengan terminasi kehamilan . Stress test). ditangan.B12 3 x 1 “obat sudah diberikan” 6.Bengkak dikaki. . .Nifedipin 3 x 1 . Dari pemeriksaan kepana Ny. Menganjurkan ibu untuk kunjungan ulang lagi minimal 1 minggu sekali pada tanggal 11-082010 dan jika tekanan darah belum turun disertai keluhan lain atau jika menemukan tanda bahaya kehamilan segera ketenaga kesehatan “ Ibu bersedia dan mengerti untuk kunjungan ulang lagi” BAB IV PEMBAHASAN Dipuskesmas Pekapuran Raya kasus dengan hipertensi dalam kehamilan dalam jangka waktu mulai dari januari sampai agustus tercatat 8 orang. Menganjurkan ibu merencanakan tempat dan penolong persalinan jika tekanan darah ibu belum menurun sebaiknya ibu melahirkan dirumah sakit.hindari asap rokok .Ibu muntah terus menerus dan tidak mau makan “ ibu mengetahui tanda-tanda bahaya kehamilan” 5. Memberikan therapy / pengobatan yaitu : . Memberitahu tanda-tanda bahaya kehamilan seperti : . N didapatkan albumin dan reduksi negative. “ ibu bersedia dan mengerti bahwa kehamilan dengan hipertensi tidak bias ditolong dirumah” 7.Perdarahan .Sakit kepala kadang kala dapat menyebabkan kejang.Kalk 1 x 1 .istirahat teratur seperti malam hari 8 jam siang hari 1 jam .000. sakit yang setelah istirahat masih sakit .Demam tinggi. HB 11 gr%. trombosit > 100. diastolik 90 mmHg.

disertai penyakit lain ( kardiovaskular. gangguan penglihatan . Apabila kehamilan < 36 minggu.Ada beberapa konsensus kapan kita menggunakan obat anti hipertensi pada HDK antara lain: a. 2. proteinuria <+2. ditemukan hal-hal dibawah ini maka dilakukan terminasi kehamilan.Pergerakan janin menurun . Jika HDK disertai proteinuria berat dan kehamilan > 36 minggu maka terminasi kehamilan perlu dilakukan. Pantau kemungkinan edema paru.Oliguria < 400 ml/ 24 jam . Pengobatan Medikamentosa Tujuan dalam menurunkan tekanan darah telah disepakati dianggap optimal bila sistolik < 140 mmHg dan diastolik < 90 mmHg. c. . maka dilakukan terapi konservatif jika : tekanan darah stabil < 150mmHg dan diastolik < 95 mmHg.Kejang dan tanda-tanda perdarahan intracerebral pada eklampsia Dari Sudut Janin .000. kalsium. jangan sampai terjadi overload cairan ϖ Kateterisasi urine untuk pemantauan pengeluaran urine dan proteinuria ϖ Jika jumlah urin kurang dari 30 ml perjam hentikan magnesium sulfat (Mg SO4) dan berikan cairan IV (NaCl 0.Bila tekanan darah sistolik > 139 mmHg dan atau diatolik > 89 mmHg pada wanita hamil dengan gejala klinis. dan obat-obat pencegah hipertensi dalam kehamilan balum terbukti ϖJika tekanan diastole tetap lebih dari 110 mmhg.Sakit kepala hebat. proteinuria. cairan dan garam tidak dapat mencegah hipertensi dalam kehamilan. mual.9 % atau ringer laktat) pada kecepatan 1 liter per 8 jam. trombosit > 100. b. Setelah observasi 1-2 jam Bila tekanan darah sistolik > 169 mmHg dan atau diastolik > 109 mmHg tanpa gejala klinis. bahkan dapat berbahaya bagi janin manfaat aspirin.Fungsi ginjal dan hepar memburuk . Segera Bila tekanan darah sistolik > 169 mmHg dan diastolik > 109 mmHg dengan gejala klinis.Faktor yang sangat menentukan terapi konservatif adalah umur kehamilan.Suspek abruptio placenta . muntah . ginjal). Dari Sudut Ibu: . Setelah observasi 24-48 jam .Tekanan darah sistolik > 170 mmHg dan atau diastolik > 110 mmHg .Bila tekanan darah sistolik > 139 mmHg dan atau diastolik > 89 mmHg sebelum kehamilan 28 minggu tanpa proteinuria . keadaan janin dan ketuban normal.Nyeri epigartium berat.Olygohidro amnion 3. Super imposed hypertension Pencegahannya dapat Pembatasan kalori. berikan obat anti hipertensi sampai tekanan diastole diantara 90-100mmhg ϖ Pasang infuse dengan jarum besar (16 gauge atau lebih) ϖ Ukur keseimbangan cairan. Terminasi Kehamilan Bila selama terapi konservatif.Edema paru dan sianosis .

dan denyut jantung janin setiap jam ϖ Auskultasi paru untuk mencari tanda-tanda edema paru ϖ Hentikan pemberian cairan IV dan berikan diuretik misalnya furosemid 40 mg I. Bagi mahasiswa dan tenaga kesehatan untuk dapat lebih dini mengetahui komplikasi dan kelainan mulai dari masa hamil sehingga dapat memberikan penanganan sesuai keluhan . kematian janin di dalam rahim. Selain itu.V. atau kateter foley Penanganan Pasca Persalinan Anti konvulsan diteruskan sampai 24 jam setelah persalinan atau kejang terakhir Teruskan terapi anti hipertensi jika tekanan diastole masih 110 mmhg atai lebih BAB V PENUTUP A. hipertensi pada kehamilan juga masih merupakan sumber utama penyebab kematian pada ibu B. dan kelahiran prematur). refleks. kejang disertai aspirasi muntah dapat mengakibatkan kematian ibu dan janin ϖ Observasi tanda-tanda vital. Hipertensi pada kehamilan dapat menyebabkan morbiditas/ kesakitan pada ibu (termasuk kejang eklamsia. edema paru (cairan di dalam paru). paritasnya tidak boleh lebih dari 3 karena memicu hipertensi kronik 2. KESIMPULAN Hipertensi merupakan salah satu masalah medis yang kerapkali muncul selama kehamilan dan dapat menimbulkan komplikasi pada 2-3 persen kehamilan. sekali saja jika ada edema paru ϖ Nilai pembekuan darah dengan uji pembekuan sederhana (bedside clotting test). Penundaan persalinan meningkatkan resiko untuk ibu dan janin ϖ Periksa serviks.ϖ Jangan tinggalkan pasien sendirian . Bagi ibu hamil lebih menjaga asupan nutrisi. Jika pembekuan tidak terjadi sesudah 7 menit kemungkinan terdapat koagulopati Saat persalinan penangannya : ϖ Persalinan harus diusahakan segera setelah keadaan pasien stabil. matangkan serviks dengan misoprostol. kemudian induksi persalinan dengan oksitosin atau prostaglandin ϖ Jika persalinan pervaginam tidak dapat diharapkan dalam 12 jam (pada eklampsia) atau dalam 24 jam (pada preeklmapsia) lakukan sectio caesarea) ϖ Jika denyut jantung janin < 100 kali/mnt atau 180 kali/mnt lakukan sectio caesarea ϖ Jika serviks belum matang janin hiduplakukan secsio caesarea ϖ Jika anestesi untuk seksio sesarea tidak tersedia. perdarahan otak. solusio plasenta/ plasenta terlepas dari tempat melekatnya di rahim. SARAN 1. umur 25-35 tahun untuk hamil. jika serviks matang lakukan pemecahan ketuban. prostaglandin. dan penggumpalan/ pengentalan darah di dalam pembuluh darah) serta morbiditas pada janin (termasuk pertumbuhan janin terhambat di dalam rahim. gagal ginjal akut. atau jika janin mati atau terlalu kecil maka usahakan lahir pervaginam.

M. 2005. 202-210.com/2011/01/hipertensi-dalam-kehamilan. 2000. 2006. B. and Posey. Wells.J.M. The New England Journal of Medicine. G. in DiPiro. 1-7 Diposkan oleh KaRtika dEWi di 22:20 Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Berbagi ke Twitter Berbagi ke Facebook Label: HIPERTENSI DALAM KEHAMILAN http://xa-dewie. ISO (Informasi Spesialite Obat Indonesia) Volume 42.. 47-49..F.. Jakarta Anonim. 257-265 Sibai. Talbert. dan Chames. (Eds. M. 57. The Journal of Family Practice. et all.T. Jakarta Lacy.. IONI (Informatorium Obat Nasional Indonesia) 2000. G. 1998.USA Saseen. 2007.. Lexi Company. “Treatment of Hypertension in Pregnant Women”.html . Pharmacotherapy: A Pathophysiologic Approach.. dan Carter. P. “Treatment of Hypertension in Pregnant Women”. L.). R. J. 1921. USA Sibai.blogspot...M.R. 6th Edition. 1034. 2003. Yee. Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia. DepKes RI.. J. Hypertension.G. Volume 335.C.L. British Medical Journal.L. B... B.. “Drug treatment during pregnancy”. 1996. Drug Information Hanbook 14th edition. Volume 15 Rubin. B.DAFTAR PUSTAKA Anonim. McGraw-Hill Companies. C. Matzke.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful