P. 1
INTERAKSI OBAT

INTERAKSI OBAT

5.0

|Views: 2,391|Likes:
Published by Yulia Susanti

More info:

Published by: Yulia Susanti on Jan 21, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/18/2013

pdf

text

original

INTERAKSI OBAT

Oleh :
1. 2. 3. 4. 5. 6.

Asep Arifin Emma Amalia Mashuri M. Yunus Rabima Yulia T. Susanti

Introduction
Interaksi Obat

Peristiwa dimana aksi suatu obat diubah atau dipengaruhi oleh : Obat  makanan senyawa lain  

yang diberikan secara bersamaan

Survei mengenai polifarmasi pada pasien yang dirawat di rumah sakit : insiden efek samping pada pasien yang mendapat 0-5 obat adalah 3. Bukti adanya interaksi obat : Jika secara klinis.5%. dengan pertimbangan adanyapengakuan lebih dari 8% rumah sakit serta lebih dari 20% reaksi obat berakibat tidak baik. .Introduction Pengobatan dengan beberapa obat sekaligus (polifarmasi) memudahkan terjadinya interaksi obat. sedangkan yang mendapat 16-20 macam obat adalah 54%.

antikoagulan. Contoh : glikosida jantung. dan obatobat sitostatik. .Interaksi obat dianggap penting secara klinik jika : berakibat meningkatkan toksisitas dan / atau mengurangi efektivitas obat yang berinteraksi terutama menyangkut obat dengan batas keamanan yang sempit (indeks terapi yang rendah atau slope log DEC yang curam).

RISK FACTORS INTERAKSI OBAT 1. Obat-obat dengan index terapi sempit Contoh : Lithium Carbamazepine Phenitoin Theopylline Digoxin Cyclosporin Phenobarbitone Warfarin .

RISK FACTORS INTERAKSI OBAT 2. . Survey dari National Social Life. Pasien yang beresiko tinggi Pasien paruh baya mempunyai resiko lebih tinggi karena interaksi obat. diperoleh data 29% populasi orang tua mengkonsumsi lebih dari 5 resep obat dan 68% dari data tadi menggunakan juga obat OTC dan suplemen. Health and Aging project terhadap 3005 warga Amerika dengan umur 57-85 tahun pada rentang waktu July 2005 ± Maret 2006.

Contoh : Kasus jus buah anggur dan terfenadine memperlihatkan peningkatan resiko cardiotoxicity karena pada sebagian kecil pasien memiliki sedikit metaboliser terfenadine.RISK FACTORS INTERAKSI OBAT 3. . Sifat genetik Populasi manusia yang memiliki genetik dengan kecenderungan terjadinya interaksi obat adalah sekitar 10%.

ii) Obat-obat dengan ratio efek toksik yang rendah (low toxic theurapeutic ratio) artinya perbandingan antara dosis toksik dan dosis terapi tidak besar. Kenaikan sedikit dosis saja sudah menyebabkan efek toksik. Obat obyek Obat yang aksinya dipengaruhi atau diubah oleh obat lain Ciri-ciri : i) Adanya sedikit perubahan terhadap dosis/ kadar obat akan menyebabkan perubahan besar pada efek terapi yang timbul. .Jenis obat dalam Interaksi Obat : 1.

prokainamid)  Glikosida jantung (digoksin)  Antihipertensi  Kontrasepsi oral steroid  Antibiotika gol aminoglikosida  Obat-obat sitotoksik  Obat-obat SSP .Jenis obat dalam Interaksi Obat : Contoh-contoh obat obyek antara lain:  Antikoagulansia (warfarin)  Antikejang  Hipoglikemia(tolbutamid.klorpropamid)  Anti-aritmia ( lidokain.

fenilbutazon. i) . Obat presipitan Obat yang mempengaruhi atau mengubah aksi atau efek obat lain Ciri-ciri : Obat-obat dengan ikatan protein yang kuat yang akan menginhibisi obat-obat lain dengan ikatan protein lebih lemah sehingga akan menyebabkan kadar yang bebas meningkat dalam darah dan efek toksik meningkat. sulfa.Jenis obat dalam Interaksi Obat : 2. Contoh : aspirin.

fenilbutason. karbamasepin. fenitoin.simetidin akan menyebabkan kadar obat meningkat sehingga terjadi efek toksik.Ciri-Ciri Obat Presipitan : ii) Obat-obat yang mampu menghambat (inhibitor) atau merangsang enzim-enzim yang memetabolisir obat dalam hati. Obat-obat yang bersifat sebagai penghambat metabolisme adalah kloramfenikol. misalnya rifampisin. alopurinol. fenobarbital akan mempercepat eliminasi (metabolisme) sehingga dalam darah kadarnya berkurang. .

obat-obat golongan diuretika dll. . misalnya probenesid.Ciri-Ciri Obat Presipitan : iii) Obat ± obat yang dapat mempengaruhi / merubah fungsi ginjal sehingga eliminasi obat-obat lain dapat termodifikasi.

Interaksi Farmasetis B.Interaksi Obat A. Interaksi Farmakokinetika a) Absorpsi b) Distribusi c) Interaksi Metabolisme hepatik d) interaksi Eksresi melalui ginjal .

Interaksi Metabolisme Hepatik .

Interaksi Metabolisme Hepatik .

Interaksi Obat C. Secara Tidak Langsung . Interaksi Farmakodinamik 1. Secara Langsung 2.

teofilin. b) Obat yang memerlukan pengaturan dosis teliti : Obat antidiabet oral.awarfarin. digoksin. antihipertensi . lithium.Interaksi Obat Ada bermacam-macam kelompok obat yang lebih mungkin terlibat dalam interaksi obat yang bermakna secara klinis : a) Obat yang indeks terapinya sempit : Antiepilepsi. siklosporin.

fenitoin. . karbamazepin. griseofulvin. rifampisin d) Penghambat enzim : Amiodaron. diltiazem. metronidazol. barbiturat. simetidin. eritromisin. siprofloksasin.Interaksi Obat c) Penginduksi enzim : Asap rokok.

Berkurangnya efek samping misalnya : kombinasi INH ± vit B6 Kelemahan : . dan .Kombinasi Obat Tujuan : Terjadi peningkatan efek terapi obat misalnya : kotrimoksazol dan amosiklave.Kemungkinan terjadi efek samping.Terjadi interaksi obat .Rasio dosis tidak terkendali .

tetapi ketika makanan dengan karbohidrat tinggi berpengaruh sebaliknya. . Pada saat pengobatan dengan theophylline hindari konsumsi makanan atau minuman yang mengandung cafein.Interaksi Obat dengan Makanan / Minuman Contoh : Obat Asthma theophylline Makanan dengan lemak tinggi dapat meningkatkan jumlah theophylline dalam tubuh. karena theophilline dan cafein sama-sama dapat menstimulasi sistem syaraf pusat.

Herbal ini juga menginduksi enzim hati dan/atau menginduksi P-glycoprotein dalam usus halus . digoxin. John`s wort atau Hypericum perforatum secara farmakokinetik berinteraksi dengan warfarin. cyclosporin dan indinavir. G.5% : mungkin bisa dievaluasi dan dibuktikan 13% : terdokumentasi dengan baik. melaporkan : Herbal St. et al.5% : tidak bisa dievaluasi 18. Di Cargo.Interaksi Obat dengan Obat Herbal Pada tahun 2002 dari 108 kasus yang diduga terjadi interaksi obat-obat herbal : 68.

.Interaksi Obat dengan Obat Herbal Herbal Kava-kava atau Piper methysticum secara farmakodinamik berinteraksi dengan obat parkinson levodopa. berakibat mengurangi efikasi levodopa karena kava memiliki dopamine reseptor antagonois.

.Penanganan Interaksi Obat a) b) c) Hindari kombinasi obat yang berinteraksi Penyesuaian dosis Pemberian informasi obat yang menyeluruh.

Terima Kasih .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->