P. 1
GANGGUAN-SOMATOFORM

GANGGUAN-SOMATOFORM

|Views: 227|Likes:
Published by Seprianto Ruslan

More info:

Published by: Seprianto Ruslan on Jan 21, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/27/2015

pdf

text

original

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang 1.2. Tujuan BAB II. PEMBAHASAN 2.1. Definisi 2.2. Epidemiologi 2.3. Klasifikasi 2.4. Kriteria Diagnostik 2.4.1. Kriteria diagnostik untuk gangguan somatik 2.4.2. Kriteria diagnostik untuk gangguan konversi 2.4.3. Kriteria diagnotsik untuk gangguan hipokondriasis 2.4.4. Kriteria diagnostik untuk gangguan dismorfik tubuh 2.4.5. Criteria gangguan diagnostic untuk gangguan nyeri 2.5. Penatalaksanaan 2.5.1. Pungsi Untuk Tujuan Terapi 2.5.2. Terapi Medikamentosa BAB III. KESIMPULAN DAFTAR PUSTAKA

i ii

1 2

3 3 4 5 5 18

18 21 21 22 11

bertahak. Pasien biasanya telah sering pergi ke berbagai macam dokter ( doctor shopping ). Keluhan ini biasanya sudah berlangsung lama dan biasanya keluhannya berulang-ulang namun berganti-ganti tempat. keparahan.1 Ganguan ini ditandai dengan adanya keluhan-keluhan berupa gejala fisik yang bermacammacam dan hampir mengenai semua sistem tubuh. Suatu diagnosis gangguan somatoform mencerminkan penilaian klinisi bahwa faktor psikologis adalah suatu penyumbang besar untuk onset. Kadang juga terdapat keluhan disfungsi seksual dan gangguan haid.1 Latar Belakang Gangguan somatisasi adalah suatu kelompok gangguan yang memiliki gejala fisik ( sebagai fisik(sebagaicontohnya. Gejala dan keluhan somatik adalah cukup serius untuk menyebabkan penderitaan emosional yang bermakna pada pasien atau gangguan pada kemampuan pasien unt untuk berfungsi di dalam peranan sosial atau pekerjaan. tulang belakang. nyeri. Pasien juga sering mengeluhkan rasa sakit di berbagai organ atau sistem tubuh. punggung. 2 . Gangguan somatoform adalah tidak disebabkan oleh purapura yang disadari atau gangguan buatan. baal dan pedih. Keluhan yang paling sering biasanya berhubungan dengan sistem organ gastrointestinal ( perasaan sakit. dada atau nyeri saat berhubungan badan. terbakar.BAB I PENDAHULUAN 1. Beberapa pasien bahkan ada yang sampai dilakukan operasi namun hasilnya negatif. mual dan muntah ) dan keluhan pada kulit seperti rasa gatal. persendian. dan durasi gejala. mual. dan pusing) di mana tidak dapat ditemukan penjelasan medis yang adekuat. kesemutan. misalnya nyeri kepala. kembung.

lebih mengetahui bagaimana cirri-ciri gangguan somatisasi yang nantinya akan mudah untuk mendiagnosa secara pati gangguan ini. setiap pembaca khususnya kalangan medis. yang nantinya memberikan efek postif atau kesembuhan yang diharapkan.Gangguan ini lebih sering terjadi pada wanita daripada pria.k berfungsi di dalam peranan sosial atau pekerjaan. sehingga pengobatan dapat diberikan secara maksimal dan tepat. . Dan juga untuk memberikan informasi tentang bagaimana cara penanganan dari gangguan somatisasi ini. 1. Biasanya bermula sebelum usia 30an dan telah berlangsung beberapa tahun.2 Tujuan Makalah ini disusun dengan harapan. Pasien biasanya tidak mau menerima pendapat dokter bahwa mungkin ada dasar psikologis yang mendasari gejalanya.

nyeri. Selain itu gangguan ini juga berbeda pula dengan sindrom Muchausen yaitu suatu tipe gangguan factitious yang ditandai oleh kepura-puraan mengenai simtom medis. Lebih banyak pada wanita. Suatu diagnosis gangguan somatoform mencerminkan penilaian klinisi bahwa faktor psikologis adalah suatu penyumbang besar untuk onset. dan pusing) di mana tidak dapat ditemukan penjelasan medis. Biasanya dimulai . yang berarti ³tubuh´. Gangguan somatoform adalah tidak disebabkan oleh pura-pura yang disadari atau gangguan buatan. atau kepura-puraan simtom yang bertujuan untuk mendapatkan hasil yang jelas.3 Gangguan somatoform adalah suatu kelompok gangguan yang memiliki gejala fisik (sebagai contohnya. Gangguan ini juga berbeda dengan gangguan factitious yaitu suatu gangguan yang ditandai oleh pemalsuan simtom psikologis atau fisik yang disengaja tanpa keuntungan yang jelas. namun tidak ada abnormalitas organik yang dapat ditemukan penyebabnya.3 2.BAB II PEMBAHASAN 2. mual. keparahan.1 Defenisi Kata somatoform ini di ambil dari bahasa Yunani soma. Dalam gangguan somatoform. dan durasi gejala. berkisar antara 2-20 dari 1000 penduduk. Gejala dan keluhan somatik adalah cukup serius untuk menyebabkan penderitaan emosional yang bermakna pada pasien atau gangguan pada kemampuan pasien untuk berfungsi di dalam peranan sosial atau pekerjaan. orang memiliki simtom fisik yang mengingatkan pada gangguan fisik.2 Epidemiologi Penyakit ini sering didapatkan . Gangguan somatoform berbeda dengan malingering. Pasien pada umumnya mempunyai riwayat keluhan fisik yang banyak.

Riwayat keluarga biasanya menunjukkan hal yang sama terutama pada wanita. pembedahan. Sebelumnya pasien telah banyak mendapat diagnosis.4 2. dan banyak menderita alegi. pasien yang benar benar masuk kriteria biasanya telah hidup dengan didominasi dengan pengalaman medik dan mungkin telah mengalami gangguan hubungan interpersonal. Hipokondriasis Terpaku pada keyakinan bahwa dirinya menderita penyakit yang serius. 2. Pasien ini terus mencari penerangan medis untuk gejala yang dideritanya dan bersedia untuk melakukan berbagai test medis. walaupun dia tahu hal tersebut jarang yang memberikan hasil. biasanya hasilnya adalah normal.Gangguan konversi Merupakan bentuk perubahan yang mengakibatkan adanya perubahan fungsi fisik yang tidak dapat dilacak secara medis. atau ada gangguan kecil. makan banyak obat. .3 Klasifikasi 5 Adapun bentuk gangguan tersebut adalah sebagai berikut : 1. gangguan ini muncul dalam konflik atau pengalaman traumatik yang memberikan keyakinan akan adanya penyebab psikologis. Ketakutan akan adanya penyakit terus ada meskipun secara medis telah diyakinkan. dan riwayat anti sosial pada pria. Sensasi atau nyeri fisik biasa sering diasosiasikan dengan gejala penyakit kronis tertentu.4 Fenomena ini dapat berupa spectrum yang ringan yang akan memperberat gangguan somatisasi.sebelum berumur 30 tahun. uji klinik.

Riwayat banyak keluhan fisik yang dimulai sebelum usia 30 tahun yang terjadi selama periode beberapa tahun dan membutuhkan terapi. pekerjaan. 4. Gangguan nyeri Ditandai oleh gejala nyeri yang semata-mata berhubungan dengan faktor psikologis atau secara bermakna dieksaserbasi oleh faktor psikologis. Gangguan Somatisasi Keluhan fisik yang muncul berulang mengenai simtom fisik yang tidak ada dasar organis yang jelas. dengan gejala individual yang terjadi pada . Gangguan ini akan membawa seseorang pada perilaku kompulsif .1Kriteria diagnostik untuk gangguan somatisasi : A.4. Tiap kriteria berikut ini harus ditemukan. seperti berulang-ulang berdandan. dll. yang menyebabkan gangguan bermakna dalam fungsi sosial.3. atau fungsi penting lain. 5.4 Kriteria Diagnostik1 2. Menganggap orang tidak memperhatikannya karena kerusakan tubuh yang dimilikinya (dipersepsikannya). DSM-IV juga memiliki dua criteria diagnostic residual untuk gangguan somatoform 2. Gangguan Dismorfik Tubuh Terpaku pada kerusakan fisk yang dibayangkan atau berlebih-lebihan. B. Ditandai oleh kepercayaan palsu atau persepsi yang berlebih-lebihan bahwa suatu bagian tubuh mengalami cacat. Gangguan ini menyebabkan seseorang untuk melakukan kunjungan medis berkali-kali atau menyebabkan hendaya yang signifikan dalam fungsi.

perut. rektum. hilangnya sensasi atau nyeri. ketulian. Salah satu (1)atau (2): 1. dada. keluhan fisik atau gangguan sosial atau pekerjaan yang ditimbulkannya adalah melebihi apa yang diperkirakan dan riwayat . anggota gerak. diare. perdarahan menstruasi berlebihan. gejala disosiatif seperti amnesia. tiap gejala dalam kriteria B tidak dapat dijelaskan sepenuhnya oleh sebuah kondisi medis umum yang dikenal atau efek langsung dan suatu zat (misalnya efek cedera. paralisis atau kelemahan setempat. atau alkohol) 2. disfungsi erektil atau ejakulasi. sulit menelan atau benjolan di tenggorokan.sembarang waktu selama perjalanan gangguan: 1. Satu gejala pseudoneurologis: riwayat sekurangnya satu gejala atau defisit yang mengarahkan pada kondisi neurologis yang tidak terbatas pada nyeri (gejala konversi seperti gangguan koordinasi atau keseimbangan. selama menstruasi. kebutaan. Dua gejala gastrointestinal: riwayat sekurangnya dua gejala gastrointestinal selain nyeri (misalnya mual. Jika terdapat kondisi medis umum. atau intoleransi terhadap beberapa jenis makanan) 3. atau hilangnya kesadaran selain pingsan). kembung. Empat gejala nyeri: riwayat nyeri yang berhubungan dengan sekurangnya empat tempat atau fungsi yang berlainan (misalnya kepala. 4. punggung. pandangan ganda. afonia. obat. sendi. muntah sepanjang kehamilan). menstruasi tidak teratur. selama hubungan seksual. retensi urin. atau selama miksi) 2. Satu gejala seksual: riwayat sekurangnya satu gejala seksual atau reproduktif selain dari nyeri (misalnya indiferensi seksual. muntah selain dari selama kehamilan. Setelah penelitian yang diperlukan. C. kejang. medikasi. halusinasi.

D. atau sebagai perilaku atau pengalaman yang diterima secara kultural. setelah penelitian yang diperlukan. atau temuan laboratorium. Gejala atau defisit tidak dapat. dijelaskan sepenuhnya oleh kondisi medis umum. 2. C. atau fungsi penting lain atau memerlukan pemeriksaan medis. tidak terjadi semata-mata selama perjalanan gangguan somatisasi. B. F. Gejala atau defisit tidak ditimbulkkan secara sengaja atau dibuat-buat (seperti pada gangguan buatan atau berpura-pura). pekerjaan. Satu atau lebih gejala atau defisit yang mengenai fungsi motorik volunter atau sensorik yang mengarahkan pada kondisi neurologis atau kondisi medis lain. atau oleh efek langsung suatu zat. Sebutkan tipe gejala atau defisit: -Dengan gejata atau defisit motorik -Dengan gejala atau defisit sensorik .penyakit. E.4.2 Kriteria diagnostik untuk Gangguan Konversi A. Gejala tidak ditimbulkan secara sengaja atau dibuat-buat (seperti gangguan buatan atau pura-pura). Gejala atau defisit tidak terbatas pada nyeri atau disfungsi seksual. pemeriksaan fisik. Gejala atau defisit menyebabkan penderitaan yang bermakna secara klinis atau gangguan dalam fungsi sosial. Faktor psikologis dipertimbangkan berhubungan dengan gejala atau defisit karena awal atau eksaserbasi gejala atau defisit adalah didahului oleh konflik atau stresor lain. D. dan tidak dapat diterangkan dengan lebih baik oleh gangguan mental lain.

B. Preokupasi dengan bayangan cacat dalam penampilan. 2. C. Preokupasi menyebabkan penderitaan yang bermakna secara klinis atau gangguan dalam fungsi sosial.4. kekhawatiran orang tersebut adalah berlebihan dengan nyat.4. . D. B.4 Kriteria Diagnostik untuk Gangguan Dismorfik Tubuh A. atau fungsi penting lain. Preokupasi tidak dapat diterangkan lebih baik oleh gangguan kecemasan umum. gangguan depresif berat. gangguan panik. atau gangguan somatoform lain. Lama gangguan sekurangnya 6 bulan. cemas perpisahan.-Dengan kejang atau konvulsi -Dengan gambaran campuran 2. E. atau fungsi penting lainnya. gangguan obsesif-kompulsif. F. tipe somatik) dan tidakterbatas pada kekhawatiran tentang penampilan (seperti pada gangguan dismorfik tubuh). Pereokupasi dengan ketakutan menderita. pekerjaan. Preokupasi menyebabkan penderitaan yang bermakna secara kilnis atau gangguan dalam fungsi sosial. Keyakinan dalam kriteria A tidak memiliki intensitas waham (seperti gangguan delusional. atau ide bahwa ia menderita. pekerjaan.3 Kriteria Diagnostik untuk Hipokondriasis A. suatu penyakit serius didasarkan pada interpretasi keliru orang tersebut terhadap gejalagejala tubuh. Jika ditemukan sedikit anomali tubuh. Perokupasi menetap walaupun telah dilakukan pemeriksaan medis yang tepat dan penentraman.

Gejala atau defisit tidak ditimbulkan secara sengaja atau dibuat-buat (seperti pada gangguan buatan atau berpura-pura). eksaserbasi atau bertahannnya nyeri. E. 2. Nyeri pada satu atau lebih tempat anatomis merupakan pusat gambaran klinis dan cukup parah untuk memerlukan perhatian klinis. atau gangguan psikotik dan tidak memenuhi kriteria dispareunia .4.C. atau fungsi penting lain. Preokupasi tidak dapat diterangkan lebih baik oleh gangguan mental lain (misalnya.5 Kriteria Diagnostik untuk Gangguan Nyeri A. ketidakpuasan dengan bentuk dan ukuran tubuh pada anorexia nervosa). kecemasan. kemarahan. Nyeri menyebabkan penderitaan yang bermakna secara klinis atau gangguan dalam fungsi sosial. C. Nyeri tidak dapat diterangkan lebih baik oleh gangguan mood. pekerjaan. D. Faktor psikologis dianggap memiliki peranan penting dalam onset. B.

yang semuanya tidak ada yang dapat dijelaskan sepenuhnya melalui pemeriksaan fisik atau laboratorium. satu gejala seksual.BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan . mual. Selama perjalanan penyakit. dan satu gejala neurologis semu. dua gejala gastrointestinal. Untuk diagnosis gangguan somatoform. gangguan hipokondriasis.6 . dan pusing) di mana tidak dapat ditemukan penjelasan medis yang adekuat3 -Klasifikasi gangguan somatisasi adalah: gangguan konversi. gangguan dismorfik body. gangguan nyeri. nyeri. pasien harus telah mengeluhkan sekurangnya empat gejala nyeri.5 . DSM-IV mengharuskan onset usia sebelum 30 tahun.Gangguan somatisasi adalah suatu kelompok gangguan yang memiliki gejala fisik ( sebagai fisik(sebagaicontohnya.DSM-IV menyederhanakan kriteria diagnostik yang diajukan di dalam DSM-III-R. gangguan somatisasi.

Kaplan H. Grebb J. Pardamean E. Tangerang : Binarupa Aksara Publisher. Sadock B.DAFTAR PUSTAKA 1. . di unduh dari http://www.com/prosidim/gangguansomatisasi. Somatoform.idijakbar. 2010.htm 2. Sinopsis psikiatri ilmu pengetahuan perilaku psikiatri klinis. .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->