RADIASI DAN RADIOLOGI

Pengertian
y Radiasi dapat diartikan sebagai energi yang dipancarkan dalam bentuk partikel atau gelombang. y

PROTEKSI RADIASI Tujuan proteksi radiasi : a. Pada pasien : Dosis radiasi harus sekecil mungkin sesuai keharusan klinis. b. Pada personil : Dosis radiasi yang diterima harus serendah mungkin dan dalam keadaan bagaimanapun juga tidak boleh melebihi dosis maksimum yang di perkenankan.

Satuan-Satuan Radiasi
1. Rontgen Rontgen adalah satuan pemaparan radiasi yg memberikan muatan 2,58.10-4 Coulomb per kg udara. 2. Rad Rad adalah satuan dosis serap.

1 rad : radiasi yang diperlukan untuk melepaskan tenega 100 erg dalam 1 gram bahan yang disinar (1 rad = 100 erg/gram) Rad tidak tergantung komponen bahan yang disinar dan tenaga radiasi, tetapi jumlah rad per R pemaparan berbeda dengan tenaga berkas sinar dan komposisi bahan serap. 3. Gray (Gy) 1 Gray= 100 rad 1Cgy= 1 rad 4. Rem(Rad Equivalent Man) Rem adalah satuan dosis ekuivalen. Rem = rad x factor kualitas Rem merupakan ukuran efek biologis akibat radiasi. Karena faktor kualitas untuk sinar x dan g = 1, maka Roentgen = 1 Rad = 1 Rem Karena tenaga yang dilepaskan ke dalam jaringan lunak oleh 1 Rontgen pemaparan hanya 5% lebih besar dari 1 Rad. 5. Sievert (Sv) 1 Sievert (Sv) = 100 rem 6. RBE (relatives biological effectivemen) Perbandingan dosis sinar x 250 K dengan dosis radiasi lain yang efek biologis sama dengan dosis sinar x 250 K dengan efek biologik tertentu / dosis radiasi lain dengan efek biologik yang sama.

Faktor kualitas berbagai jenis radiasi Jenis radiasi Sinar x Sinar gamma Partikel beta Proton Neutron lambat Neutron cepat Partikel alfa Faktor kualitas 1 1 1 5 3 10 20 Nilai batas yang diizinkan Untuk perorangan. dosis yang terakumulasi selama jangka waktu panjang atau hasil penyinaran tunggal yang mengandung kemungkinan kerusakan sitomatik atau genetik yang dapat diabaikan dan besar dosis ditentukan pada setiap efek yang sering terjadi terbatas pada akibat yang ringan. Jarak : Intensitas radiasi dipengaruhi oleh hukum kuadrat terbalik sehingga . Pengendalian tingkatan pemaparan radiasi Cara Pengendalian tingkatan pemaparan radiasi : 1. sehingga tidak akan dianggap tidak dapat diterima oleh seseorang yang tersinari dan oleh instansi yang berwenang dalam bidang medis.

2. Pemeriksaan sinar x hanya atas permintaan seseorang dokter. kursi fluoroskopi dan perisai yang dapat dipindah-pindah. . Jarak focus pasien jangan terlalu pendek. pakaian proteksi. maka dibuat dari timbal atau beton.Pembatasan waktu berkas diarahkan ke ruang tertentu. Pemakaian filtrasi maksimum pada sinar primer. Perisai : Digunakan bila ternyata jarak dan waktu tidak mencukupi. Pemakaian voltage yang lebih tinggi (bila mungkin) sehingga daya tembusnya lebih kuat 4. Hukum kuadrat terbalik: Intensitas sinar x berbanding terbalik dengan jarak pangkat dua. . Jenis perisai : Perisai primer: Memberi proteksi terhadap radiasi primer (berkas sinar gamna) Contoh: Tempat tabung sinar x dan kaca timbale pada Tabir fluoroskopi Perisai sekunder: Memberi proteksi terhadap radiasi sekunder (sinar bocor dan hambur) Contoh: Tabir sarat timbal pada tabir fluroskopi. . 3. Proteksi radiasi a.cara ini efektif. 2.Membatasi waktu generator dihidupkan. Pada pasien: 1.Pembatasan waktu ruang yang dipakai. 3. Waktu : Pemaparan dapat diatur dengan : .

6.5 mm Pb. 8. Hindari melakukan sinar tembus. Gunakan alat-alat pengukur sinar Rontgen. Contoh : pemeriksaan sinar tembus tidak boleh melebihi 5 menit pada salah satu bagian tubuh. Hindari penyinaran bagian-bagian tubuh tidak terlindungi 2. . 9. b. Alat-alat kelamin dilindungi. Akomodasi mata sebelum melakukan pemekrisaan sinar tembus paling sedikit selama 20 menit. Daerah yang disinari harus sekecil mungkin.Jarak focus kulit pada: .radiografi tidak boleh kurang dari 90 cm 5. Pada dokter pemeriksa dan petugas radiologi: 1. .sinar tembus tidak boleh kurang dari 45 cm. vitamin E dan vitamin C. apron atau gaun pelindung yanqg berlapis Pb dengan tebal maksimum 0. Waktu penyinaran sesingkat mungkin. Pasien hamil. misalnya dengan menggunakan konus (untuk radiografi) atau diafragma (untuk sinar tembus). Pemakaian sarung tangan. 3. Peningkatan sistem pertahanan seluler radiasi dengan antioksidan: Cystein. Hindari pemeriksaan sinar tembus tulang-tulang kepala (head fluoroscopy) 5. usahakan melakukan radiografi 4. 6. terutama trisemester pertama tidak boleh diperiksa radiologik. 7.

dinding luar ruang sinar x.7. Adanya kebocoran pada tabung pesawat. Pemeriksaan pesawat sebelum dipakai. Alat-alat yang dipakai untuk mencatat dosis personil : 1. 2. 2. Alat Pengukuran Radiasi Menggunakan Geiger-Muller Survey meter yang bacaannya berlangsung dalam mR/jam (milli Rontgen per jam) atau count per menit dengan penggunaannya di radio-diagnostik : 1. jendela kaca Pb. 8. Pemeriksaan rutin terhadap kemungkinan bocor / rusaknya perlengkapan. pintu.perlengkapan pelindung berlapis Pb. Memeriksa apakah alat-alat proteksi memenuhi syarat proteksi. Mengukur laju pemaparan radiasi di tempat-tempat personil bekerja. Contoh: Perlindungan terhadap bahaya elektris. Voltage yang aman dan lamanya. Dosimeter Saku: Pengukuran dosis yang mempunyai respon terhadap radiasi sebanding dengan jumlah pasangan ion yang dihasilkan selama perjalanan melalui elemen pendeteksian selain itu pengukurannya lebih teliti dari pada film badge. . Film Badge: Mencatat dosis radiasi yang diterima personil yang terkena berbagai jenis radiasi dan mampu mencatat dosis radiasi yang berasal dari sumber-sumber radiasi yang berlainan kualitasnya.

serta pada saat pesawat bekerja tidak terganggu interferensi gelombang. Untuk itulah perlu memahami aturan-aturan keselamatan kerja yang standar/baku. agar tidak mengenai bagian yang tidak perlu karena radiasi. main circuit breaker) dan besarnya kabel input harus sesuai aturan yang berlaku. Pengamanan kegiatan radiologi meliputi instalasi pesawat rontgen. Pengamanan meliputi pengamanan terhadap manusia. mA. 7) Harus dilengkapi dengan pembatas radiasi sinar guna. Collimator . Kegiatan Radiologi memerlukan peralatan khusus terhadap bahaya radiasi.Pengamanan Kegiatan Radiologi. buatan. 5) Tempat harus terlindungwaktu melakukan penyinaran kecuali hal-hal khusus. bahaya listrik. Sebelum melaksanakan atau menempatkan suatu pesawat rontgen. Operating Manual. S) serta dilengkapi tabel ekpose. 2) Pesawat rontgen tersebut harus dilengkapi pengamanan beban lebih. Instalasi pesawat radiologi. bahaya kebakaran serta bahaya yang disebabkan oleh tidak normalnya fungsi peralatan tersebut. 6) Operator berada diluar berkas sinar guna. listrik tegangan tinggi. sehingga kecelakaan dapat dihindari. dan berada tidak kurang dari 2 meter dari susunan tabung atau dibelakang pesawat. sekering. pengamanan pemanasan filamen dan proteksi radiasi 3) Grounding alat atau bagian-bagian dari pesawat harus sesuai dan dapat kita pastikan bahwa alat telah dihubungkan ke tanah untuk menghindari sengatan listrik terhadap operator maupun pasien. perlengkapan tsb adalah Diaphragma. Service manual berikut wiring diagram Pelaksanaan Instalasi Pesawat. 4) Pesawat harus dilengkapi pengatur atau pengontrol yang dikendalikan secara manual ataupun otomatis saat exposure. 1) Pengamanan pesawat dimulai dari instalasi listrik dari sumber PLN ( Generator) harus mempunyai Box input tersendiri dilengkapi pengamanan beban lebih (sakelar. yang perlu diteliti dan diperhatikan yaitu adanya dokumen-dokumen yang menyertai pesawat rontgen yang akan kita install nantinya. instalasi gedung serta mematuhi prosedur pengoperasian pesawat/alat. pengamana terhadap alat maupun pengamanan terhadap tabung sinarX. spesifikasi (KV.Dokumen tersebut meliputi : Merk.

sehingga tidak membahayakan mereka yang berada diluar ruang penyinaran.Bangunan/unit untuk Instalasi Radiologi. Dinding ruang penyinaran termasuk pintupintunya harus memberikan perlindungan yang memadai terhadap radiasi. Bagian utama pada bangunan radiologi adalah ruangan dimana diletakkan atau dipasang alat/pesawat pemancar radiasi serta alat pengendalinya. Ruang Operator. Untuk meningkatkan efisiensi pelayanan radiologi diperlukan sejumlah ruang pelengkap seperti misalnya antara lain : a). Luas serta bentuk ruang penyinaran tergantung pada jenis peralatan yang dipasang didalamnya. dimana pasien dapat mempersiapkan diri untuk mendapatkan palayanan radiologi. Disini ditempatkan kmponen pengendalian dari pesawat/ alat pemancar radiasi danmerupakan tempat operator melakukan tugasnya dalam mengendalikan penyinaran pasien untuk diagnostik maupun terapi. Dalam hal ini ada dua yakni : a). Karena didalam radiologi digunakan radiasi pengion yang dapat membahayakan lingkungan. Ruang Penyinaran. yang dapat diletakkan dalam satu ruangan atau dapat juga ditempatkan dalam ruangan yang terpisah. . b). tetapi harus memungkinkan operator selalu dapat mengawasi pasien yang mendapat penyinaran. maka dalam perencanaan ruang penyinaran harus diperhatikan sungguh-sungguh keselamatan kerja terhadap bahaya radiasi. Disini dilakukan pekerjaan penyinaran terhadap pasien untuk pemeriksaan diagnostik maupun pelayanan radioterapi. Bagian Utama. Ruang operator sebaiknya harus terpisah dari ruang penyinaran dengan dinding yang menjamin keselamatan operator radiasi. Bagia utama. Pada pengamanan radiologi terdapat bagian-bagian utama dan bagian pelengkap. Kabin pasien. Kegiatan radiologi medik memerlukan bangunan khusus yang luas serta bentuk dan konstruksinya disesuaikan dengan pekerjaan radiologi yang dilakukan. \roperator Bagian-bagian Pelengkap.

g). ruang loket pendaftaranpasien. f). ruang arsip dan sebagainya.b). 2. Konstruksi plafon. Ukuran ruang penyinaran sangat ditentukan oleh jenis alat/pemancar rasiasi yang dipasang didalamanya. konstruksi pondasi dan langit-langit ruang penyinaran memerlukan perhatian yang khusus. Pondasi Alat dan Saluran Kabel. Ruang proses film pada diagnostik rontgen. Toilet pasien dalam ruang penyinaran radiologi. 1. d). sehingga didalamnya dapat dipasang alat/pesawat pembangkit radiasi dengan baik dan memungkinkan pemanfaatan seluruh potensi alat/pesawat tersebut untuk pelayanan diagnostik maupun terapi. Luas lantai. Ruang administrasi. Untuk daerah yag rawan gempa. khusus untuk pemeriksaan diagnostik saluran pencernaan. Dinding Ruang penyinaran harus dapat menahan radiasi yang berasal dari alat/pesawat pemancar radiasi (radiasi primer) dan radiasi yang dihambur oleh pasien atau benda-benda . c). ruang tunggu dan sebagainya e). Workshop Syarat-syarat Umum untuk Ruang Penyinaran. Untuk alat/pesawat pemancar radiasi yang dipasang pada plafon (ceiling suspended) diperlukan konstruksi langit-langit bangunan penyinaran yang khusus diperhitungkan untuk dapat memikul beban pesawat dengan batas keamanan yang dikehendaki sesuai prosedur yang berlaku. 3. Ruang mesin atau komputer untuk alat-alat radiologi yang cangih. Dinding Ruang Penyinaran. Ruang penyinaran harus mempunyai luas lantai dan tinggi langit-langit (plafon) yang cukup. Pada lantai harus tersedia pondasi untuk mendirikan pesawat serta saluran-saluran kabel yang menghubungkan komponen pemancar radiasi dengan komponen mesin dan alat-alat pengendali penyinaran di ruang operator. Ruang periksa. 4.

. Jenis kelompok orang berada di ruang yang dilindungi. Luas lantai yang disediakan untuk kebebasan bergerak operator tidak termasuk tempat meja atau panel pengendali pesawat. c). Jarak sumber radiasi ke dinding penahan radiasi. Letak dan konstruksi ruang operator harus menjamin keselamatan operator terhadap bahaya radiasi yang berasal dari ruang radiasi yang diawasinya maupun ruang radiasi lain disekitarnya. Kebutuhan Luas Lantai. Tabel penahan radiasi primer dan sekunder tergantung pada : a).lain yang terkena radiasi dari alat/pesawat (radiasi sekunder) Pada umunya hanya dinding tertentu saja bahkan ada kalanya hanya sebagian dari dinding tersebut. g). d). saluran-saluran kabel serta bagian-bagian perlengkapan pesawat. Dinding-dinding ruang penyinaran yang hanya terkena radiasi hambur merupakan penahan radiasi sekunder). Ruangan operator dapat mempunyai sembarang bentuk geometri dengan ketentuan tidak ada ukuran yang terlalu sempit untuk bergerak bebas. Faktor penempatan ruangan yang dilindungi oleh penahan radiasi yang bersangkutan. Kekuatan sumber radiasi b). Syarat-syarat umum untuk ruang operator : a. f). Untuk operator harus disediakan luas lantai yang cukup untuk dapat bergerak leluasa dari panel pengendali ke dalam ruang penyinaran atau bagian pelengkap lainnya dari bangunan radiologi. Beban kerja pesawat. Limit dosis radiasi menurut peraturan yang berlaku untuk orang yang dilindungi terhadap radiasi. Bahan pembuat dinding ruang penyinaran. yang terkena berkas radiasi primer merupakan penahan radiasui primer (primer barrier). e). 5.

misalnya seperangkat cermin pemantul sebagai cadangan dalam hal terjadi kegagalan pada sistem elektronik d. Sistem Observasi pasien pada saat penyinaran.5 mm Al . Apron Timbal ( Lead Apron) Sarung tangan Timbal ( lead gloves) Pencegah Pelindung (protective shielding) Kaca Timbal (Lead Glass) Karet Timbal ( lead rubber) Filter yang digunakan : Filter untuk pesawat diagnostik secara umum : Tegangan Kerja Maksimum Nilai minimum Saringan total dalam kesetaraan saringan Dibawah 50 KV Sampai dengan 70 KV Diatas 70 KV ±100 KV Diatas 110 KV 0.b. Dinding ruang operator harus disediakan sekurang-kurangnya satu cara observasi pasien yang sedang mendapatkan pelayanan radiologi. maka luas penglihatan hendaknya sekurang-30 cm x 30 cm dengan tepi bawah serendah-rendahnya 125 cm diatas lantai ruang operator. Apabila untuk observasi pasien digunakan sistem elektronik. Diafragma cahaya (light beam diaphragm). sprt CCTV.5 mm Al 1.5 mm Al 2. Dinding ruang operator harus merupakan penahan radiasi yang tetap ( structure permanent). c. Fondasi dinding ruang operator serta fondasi lantai ruang penyinaran harus dibuat sedemikian rupa. Pelindung Gonad (gonad shield) Pelindung Ovarium (ovarium shield). sehingga operator selalu dapat melihat setiap jalan masuk ke dalam ruang penyinaran. Kaca jendela ini harus mempunyai nilai timbal sama seperti yang diperlukan untuk dinding ruang operator dimana kaca jendela itu dipasang. Alat untuk observasi ditempatkan sedemikian rupa. Ruang operator harus diberikan perisai radiasi yang menjamin keselamatan operator terhadap kebanyakan radiasi. maka harus disediakan sistem observasi yang lain sebagai cadangan. Apabila sistem untuk observasi pasien berupa suatu jendela.0 mm Al 2. Kebutuhan Perintang Radiasi. sehingga terjamin tidak ada radiasi dari dalam ruang radiasi setelah menembus lantai dapat dihamburkan keluar kembali ke ruang operator. Filter/Saringan Radiasi pada Pesawat Radiologi Alat-alat pelindung proteksi. Konus (conus).

lapangan Lengkung (Panoramic Dental X-ray Unit) (1).5 mm Pb untuk setiap penambahan tegangan 10 KV pada daerah yang dilindungi tarhadap radiasi hambur diukur dari kedua sisi tabir fluoroscopy membentang sekurang-kurangnya 60 cm kebawah. Harus dilengkapi dengan applicator atau kerucutkerucut yang mempunyai derajat perlindungan sama dengan dinding tabung. Susunan tabung sinar x harus diberikan saringan yang cukup untuk memperkecil dosis bagi pasien. Untuk Panoramic .5 mm Al.5 mm Al.Tabung rintgen dengan jendela Berrylium harus mempunyai saringan permanen sekurang kurangnya setara dengan 0. Nilai minimum kesetaraan saringan didalam berkas sinar guna tidak boleh kurang dari 2. sehingga jarak antara fokus dan permukaan kulit mempunyai jarak tertentu untuk itu harus sesuai dengan tabel dibawah ini : KV Maksimum Jarak Fokus Kulit Minimum Sampai dengan 60 KV Diatas 60 KV ± 75 KV Diatas 75 KV -. Perisai proteksi yang sesuai seperti palikator harus tersedia untuk memperkecil dosis kepada jaringan. Selama penyinaran harus dapat terjamin jarak fokus ke kulit minimum sebesar 20 cm (2).001 mm Pb untuk setiap penambahan 1 KV sampai 150 KV Filter untuk Rontgen Gigi. Harus dilengkapi pula dengan Apron pelindung radiasi dengan kesetaraan tidak kurang dari 0.jaringan yang tidak perlu disinari untuk memperoleh hasil radiografy yang memuaskan.100 KV 10 cm 20 cm 30 cm Untuk Panorama dengan tabung intra oral. Penyinaran harus dikendalikan hanya oleh kotak penutup rangkaian sebuah sakelar yang dibuat sedemikian rupa sehingga penyinaran hanya dapat terselenggara dengan menekan sekelar terus menerus. Alat yang menggunakan penguat gambar (Image Intensifier tube) dan TV monitor harus dilengkapi dengan tabir proteksi yang setara dengan ketebalan 2.0 mm Pb sampai dengan 100 KV dan harus ditambah 0. Alat dengan pembangkit tegangan tinggi jenis kondensator discharge harus dilengkapi dengan alat pengatur penyinaran berbentuk rana atau shutter untuk menahan sinar-x gelap (dark x ray) Filter untuk sinar tembus (Fluoroscopy).

e. asal saja tubuh tidak terkena radiasi yang berarti sampai umur 18 tahun. dan bahkan dapat diperluas hingga meliputi hewan-hewan. bila alat digunakan tidak berada disuatu ruangan khusus untuk itu. kamar gudang pada lantai diatas kamar rontgen atau dibawahnya). kamar tinggal. Proteksi Radiasi pada Penggunaan Sinar x. Proteksi terhadap radiasi tidak saja terjamin bagi pekerja. jalan atau kebun) yang berdekatan letaknya dengan daerah-daerah terkendali. Sewaktu direncanakan pembangunan gedung baru bagian roentgen yang penting diperhatikan adalah rencana proteksi sebagai pelengkap gambar denah bangunan dengan syarat-syarat penggunaan disamping gambar-gambar instalasi dan bangunan. Penempatan pesawat-pesawat rontgen di dalam bagian radiologi atau pembangunan atau perombakan/renovasi kamar-kamar pelayanan rontgen harus memenuhi peraturan-peraturan nasional tentang proteksi radiasi atau rekomendasirekomendasi internasional. Proteksi terhadap Radiasi.(3). Jadi jumlah radiasi yang boleh diterima oleh seorang pekerja yang berusia 30 tahun menurut rumus tadi adalah : (30-18)x5R = 12x5R= 60 R Hendaknya dicatat. Yang sangat memerlukan perhatian ialah efek somatik (kerusakan pada mereka yang terkena radiasi) dan efek genetik (kerusakan hanya pada keturunan dari mereka yang telah terkena radiasi) yang dapat ditimbulkan oleh dosis-dosis radiasi yang relatif kecil. Alat ini memerlukan alat proteksi sekitar alat. Seterusnya daerah pengawasan meliputi setiap kamar yang sewaktu-waktu ditempati oleh orang dan yang letak berdekatan dengan bagian rontgen (misalnya kamar arsip. Rencana proteksi radiasi mengelompokan antara daerah terkendali yang mencakup semua kamar dan daerah luar (misalnya ruangan kantor kamar ketik. Dosis maksimum perorangan yang diperkenankan yang menurut peraturan terbaru boleh diterima oleh manusia tanpa merusak kesehatan berjumlah 5 R pertahun. Daerah diluar bagian radiologi memerlukan pengawasan untuk melindungi penduduk terhadap bahaya radiasi. tetapi berlaku juga bagi penduduk secara keseluruhan. Untuk dosis akumulasi bagi seorang pekerja radiasi berlaku rumus sbb : D= (N-18)x5R Dimana N mrnyatakan umur dalam satuan tahun. Dosis lokal maksimum yang diperkenankan didaerah . bahwaa yang harus diperhatikan bukan hanya eksposi tunggal tetapi jumlah semua dosis eksposi yang lebih diterima.

Tetapi dengan memenuhi peraturan-peraturan ini saja elumlah terjamin dapat dihindarinya dosis-dosis tinggi yang tidak diperkenankan atau kerusakan-kerusakan akibat radiasi. Sebab itu. Kalau tangan. ruangan bawah lantai dan loteng. Dengan demikian dosis lokal yang diperkenankan dapat diambil 10 kali dosis yang diperkenankan didalam daerah pengawasan . walalupun yang sekecil-kecilnya.2 R perminggu.01 R perminggu Dosis perorangan atau dosis lokal maksimum yang diperkenankan sebagai satu-satunya pedoman bukanlah merupakan satusatunya ukuran yang dapat dijadikan patokan untuk proteksi radiasi. Ini adalah suatu keharusan mutlak berhuung . yang juga harus diperhatikan ialah faktor waktu. dan tinakantindakan perlindungan perorangan mana yang harus dilaksanakan. Semua orang yang dalam pekerjaannya berhubungan dengan sinar rontgen harus mengetahui bagaimana bertindak untuk kepentingan mereka sendiri dan kepentingan pasien. seperti radiologi dan staf medis dibagian radiologi. Walaupun kerusakan-kerusakan yang serius akibat radiasi dalam pekerjaan diagnostik rontgen merupakan suatu yang telah lampau dan jika terjadi adalah akibat kelalaian. waktu selama generator rontgen dihidupkan harus juga dimasukkan sebagai faktor tambahan dalam perhitungan. namun menjadi kewajiban pertama bagi semua pekerja radiasi untuk menekan eksposi terhadap radiasi yang merusak sampai serendah mungkin dan berusaha untuk menghindari setiap resiko radiasi. Untuk penduduk dan orang-orang yang bukan pekerja radiasi (tidak termasuk pasien) dosis lokal maksimum yang diperkenankan didalam pengawasan berjumlah 0. Mereka yang hanya sewaktu-waktu menempati kamar pelengkap seperti kamar arsip. yaitu 10 x 0.terkendali brjumlah : 5R pertahun = 0. Ini terlihat pada rumus untuk apa yang disebut ³kecepatan dosis lokal´ Kecepatan dosis lokal maksimum yang diperkenankan: Dosis bulanan maksimum yang diperkenankan Waktu pemancaran sinar Ini berarti bahwa untuk waktu pemancaran yang lebih singkat dosis lokal dapat dinaikkan. Uraian-uraian diatas hanya berkenan dengan standard-standard yang mengikat bagi pembuatan dan pemasangan pesawat rontgen dan untuk bangunan bagian-bagian radiologi.5 R pertahun = 0. maka dosis lokal maksimum yang diperkenankan adalah 60R pertahun=5R perbulan=1. dianggap berada ditempat itu tidak lebih dari 1/10 waktu pemancaran sinar.5R peretahun = 5R pertahun. berkenan dengan penyinaran seluruh tubuh yang meliputi alat-alat tubuh yang kritis seperti gonad.1R perminggu untuk para pekerja radiasi.4R perbulan = 0. lengan dan kaki yang terkena penyinaran.

5 mm pada potensial pembebanan Fluoroscopy sampai 70 KV. karena ia bekerja sangatberdekatan dengan pasien di dalam kamar sinar x. Radiasi hambur yang dipancarkan dari belakang pasien yang sedang berdiri (ditinjau dari si pemeriksa) menurut pemeriksaan dua kali lebih kuat dibanding dengan radiasi hambur yang keluar dari bagian depan pasien. Perlindungan bagi pemeriksa terhadap radiasi yang telah diperlemah sesudah menembus pasien terjamin apabila meja pemeriksaan diciptakan sesuai standar. Sinar-sinar diluar kerucut berkas sinar guna perlu diperhatikan secara khusus. misalnya Ioskop. Siregraph. Daerah disamping pasien merupakan wilayah radiasi khususnya sangat kuat. Perisai kaca timbal dari tabir fluorescen yang dipasang ada pemegang kaset atau peralatan spot film (explorator) menahan berkas sinar guna yang arahnya menuju pemeriksa. harus dikendalikan menurut penggarisan yang sama seperti pada pembangunan bagian-gabian radiologi ataupun pada pembuatan dan pemasangan pesawat-pesawat rontgen. Sireskop.dengankerusakan yang mungkin disebabkan oleh faktor-faktor biologi keturunan.Proteksi sinar x untuk para pemakai pesawat rontgen (radiolog dan staff bagian radiologi) . langit-langit dan dinding kamar rontgen juga menambah penghamburan yang menghasilkan radiasi tingkat tiga. yaitu sumbu sinar harus dipusatkan ke titik tengah tabir fluorescen. Proteksi sinar x untuk para pemakai pesawat rontgen.Proteksi sinar x terhadap para pekerja didaerah yang mengelilingi bagian radiologi. Tabung selalu menghendaki pemusatan yang tepat.. Radiasi yang bocor keluar menembus perisai tabung sama . Perlindungan perorangan terhadap radiasi. sehingga pembatasan berkas sinar guna masih dapat terlihat pada pasien dengan diameter 25 cm. yang terkena bahaya radiasi. Bahaya radiasi akan sagat berkurang apabila digunakan pesawat-pesawat pemeriksa yang dapat dikendalikan dari jarak jauh diperlengkapi dengan pesawat terapi sinar x . Sebab itu diperhatikan hal-halk berikut : . terutama radiasi sekunder yang keluar dari tubuh pasien dan memancar ke segala jurusan. Daun-daun penutup pada kolimator berkaqs sinar primer harus membuka hanya sampai suatu luas tertentu. Lantai. Arah dan pembatasan berkas sinar guna ditetapkan dengan jelas. Nilai timbal yang dianjurkan untuk perisai kaca timbal : 1. Pembebasan berkas sinar secara lateral dilakukan dengan diaphragma yang digerakkan dengan kabel atau motor. Dalam pekerjaan diagnostik rontgen yang melakukan pemeriksaan khususnya. 2 mm pada potensial pembebanan Fluoroscopy sampai 100 KV. Radiasi sekunder juga dihambur oleh udara atau bahan-bahan lain.

pekerjaan lebih cepat. pekerjaan dilakukan dalam keadaan cahaya terang pada siang hari atau pada cahaya penerangan yang agak redam tanpa kehilangan waktu untuk mengadaptasi gelap. Nilai maksimum yang diperkenankan untuk radiasi bocor seperti ini adalah : 100 mR perjam pada jarah 1 m dari bidang fokus pada pembenanan potensial 150 KV dan arus tabung yang terus menerus. setiap radiasi sekunder. dan dengan sarung tangan karet timbal sertta mengenakan pakaian proteksi sesuai dengan aturan internasional. (Nilai timbal sekurang-kurangnya setara 0. Jika eksposi harus dilakukan didalam . Proteksi perorangan dibuat menjadi lengkap dengan kursi proteksi radiasi yang dapat dipakai oleh sipemeriksa untuk duduk sewaktu membuat spot film dari pasien. Radiasi bocor hambur sekunder dan hambur tingkat 3 secara gabung disebut radiasi taburan.sekali tidak boleh diabaikan. tersier atau radiasi bocor segera lenyap dengan dihentiknnya berkas radiasi primer. 42 mR perjam utk seluruh irgan termasuk organ kritis 170 mR perjam utk tangan. si pemeriksa tidak lagi duduk atau berdiri secara sentral dibelakang peralatan spotfilm (explorator). radiasi ganas itu masih berada untuk beberapa waktu didalam kamar.5 mm pada 100KV). Orang awam sering menyatakan rasa takut untuk memasuki kamar rontgen karena menyangka bahwa seluruh ruangan penuh dengan sinar ganas. Proteksi radiasi untuk pemeriksaan radiografy telah menncukupi apabila peraturan-peraturan proteksi yang diterapkan untuk pekerjaan fluoroscopy dipenuhi. saat: Sebagian proteksi bagi si pemeriksa terhadap radiasi sekunder diperoleh dengan pembuatan meja pemeriksaan secara khusus.5 mm dalam sehari (30 jam/bulan) adalah sebagai berikut . tetapi berada agak kesebelah kiri disampingnya. seperti bingkai tabir fluorescen dimana dipasang peralatan pengendali yang terlindung terhadap radiasi. Kecepatan dosis lokal maksimum yang diperkenankan pada fluoroscopy dari pasien-pasien yang berdiri atau duduk dan dengan waktu pemancaran sinar 1. dan pelindung dada dari bahan karet timbal. Mereka menduga bahwa walaupun pekerjaan fluoroscopy atau radiography telah dihentikan. lengan dan pergelangan kaki.25 mm pada 70 KV dan 0. Sebab itu bagian ruangan disebelah kiri ini harus diberi perisai terhadap radiasi sekunder yang keluar dari pasien. Sebenarnya. Pada fluoroscopy dengantelevisi. Sebagai pengganti teknik fluoroscopy konvensional klasik maka penggunaan penguatan gambaran dengan televisi makin banyak dilakukan (keuntungannya penglihatanya lebih baik. Sedapat mungkin operator rontgen hendaknya menekan tombol elsposi dari kabin proteksi. dan bahaya radiasi yang lebih kecil).

Sikap tidak mengindahkan proteksi radiasi sering terlihat pada radiologi dental.5 mm dari tabung rontgen dan dari tubuh yang mendapat sinar tembus. Dalam hal ini sangat penting untuk mengenakan pakaian proteksi yang berat (nilai timbal 0. eksposi hendaknya dilepaskan dari suatu jarak dengan menggunakan seluruh panjang kabel yang dihubungkan dengan peralatan sakelar. Pada pemeriksaan radiografy yang sulit dilakukan. jenis film dan waktu pengolahan film. dimana staf medis harus berada sangat dekat dengan pasien (misalnya memegang anak kecil) harus digunakan perisai proteksi tambahan. Kalau sekiranya tidak tersedia kabin atau tabir proteksi radiasi. Suatu cara yang sangat lebih baik untuk pengukuran dosis ialah dengan memakai bungkusan atau film badge pada tubuh ( dosimetri . operator dapat memeriksa apakah persediaan film yang disimpan didalam kamar gelap atau ditempat lain terkena radiasi yang tidak dikehendaki. Pelaksanaan proteksi radiasi dan pengawasan keselamatan kerja terhadap proteksi radiasi bagi para pekerja yang terkena radiasi merupakan persoalan hukum dan pendidikan. Pengendalian eksposi dari jarak seperti ini sama sekali tidaklah berarti bahwa operator dibebaskan dari kewajiban mengenakan pakaian proteksi dari karet timbal. maka orang inipun harus mengenakan pakaian proteksi yang sama. yang tergantung pada kualitas radiasi. Orang yang berumur dibawah 18 tahun dan wanita hamil atau yang sedang menyusui sama sekali tidak dibenarkan untuk bekerja ditempat dimana ada resiko terkena radiasi bagi mereka. Denga demikian proteksi radiasi diperoleh dari jarak minimum 1.5 mm). Kebiasaan lain yang dianjurkan pada staf bagian gigi untuk meningkatkan proteksi radiasi ialah agar dokter gigi atau asistennya jangan sekali-kali memegang sendiri film dental. Tetapi sayang sekali peraturan-peraturan keselamatan kerja seringkali diabaikan sewaktu melakukan pemotretan dengan pesawat-pesawat rontgen kecil yang mobile. Untuk pengukuran dosis tidaklah cukup dengan memasukkan sebuah film dental ke dalam saku seseorang dan menafsirkan setiap penghitaman film sebagai suatu petunjuk yang pasti tentang bahaya radiasi yang terlalu tinggi. Kalau pasien anak kecil tersebut mungkin dipegang oleh orang yang mengantarnya. Tetapi sebaliknya diperlukan tatacara yang lebih majemuk untuk memeperkirakan bahaya yang sebenarnya. maka operator hendaknya melakukannya dari belakang tabir proteksi radiasi. lamanya waktu penyinaran film. Dengan diketahuinya faktor-faktor ini.5 mm) dan sarung tangan dari karet timbal (nilai timbal 0.kamar rontgen itu sendiri.

Pada fluoroscopy. dan apabila tidak disaring hanya menambah pembebanan radiasi yang tidak berguna bagi pasien. sehingga apabila film-film itu menjadi hitam. Bungkusan plastik ini berisikan sekumpulan filter logam. tetapi juga untuk memperkecil dosis pada pasien. tetapi juga menaikan dosis yang tidak perlu. Ukuran lapangan radiografy harus dibuat sekecil mungkin. Konus untuk radiografy harus cukup panjang. Pada fluoroscopy dan radiografy untuk menyingkirkan sinar. tidak hanya dapat ditentukan jumlah radiasi. Pada radiografy dental hendaknya diperhatikan agar tersedia konus yang diperlengkapi dengan diafragma lubang jarum dari timbal. jarak folus kulit tidak kurang dari 35 cm. tetapi juga kualitas radiasi Proteksi radiasi terhadap Pasien. ini dapat dicapai dengan mengunakan panel pendukung pada pesawat pemeriksa atau dengan pertolongan tongkat pengukur jarak. tidak saja untuk peningkatan kualitas gambar. Didalam film bagde ini terdapat dua buah film dengan kepekaan yang berbeda untuk menjangkau jarak pengukuran yang luas. sehingga diameter lapangan radiografy dapat diperkecil sampai maksimum 6 cm c). Teknik eksposi yang teliti dan pengolahan film yang efisien sangat penting. Menururt aturan filter total harus sekurang-kurangnya setara dengan 2 mm Al. Pemeriksaan dengan sinar rontgen hanya boleh dilakukan atas perintah seorang dokter. kolimator dan diafragma dengan penunjuk berkas sinar sangat perlu. Pengerasan berkas sinar dengan filter. Tetapi juga menaikkan dosis yang tidak perlu bagi pasien (dan pembebanan extra pada tabung rontgen) Sebab itu penyelesaian yang ideal adalah dengan penggunaan alat pengukur waktu pencucian . Dalam hal bagaimanapun juga tidak boleh ukuran film menentukan lapangan radiografy. d). Upaya untuk menekan dosis radiasi serendah mungkin dapat dicapai apabila pedoman-pedoman dibawah ini diperhatikan antara lain : a).sinar lunak yang berdaya tembus rendah. Pada Radiografy tidak diperkenankan penggunaan jarak fokus film yang angat kecil. Kelebihan eksposi dan waktu pengolahan yang terlalu singkat tidak saja menghasilkan foto rintgen dengan kontras yang buruk. sehingga ujungnya dapat mendekati kulit pasien. walaupun pada pesawat rontgen yang kecil. Penggunaan grid radiasi primer. karena hal ini akan memberikan eksposi kulit pasien dengan dosis yang lebih tinggi dari apa yang diperoleh pada jarak fokus film yang lazim sebesar 70 cm atau lebih. Sinar-sinar ini tidak menambah penghitaman film.film). b).

Sebab itu sebaiknya digunakan lembaran-lembaran penguat dari sumber yang sama jika mungkin denbgan tanggal pembuatan yang sama. Jika belum dilaksanakan dengan benar seperti hal diatas. hilangkan semua yang mungkin selalu dapat mengubah dosis yang jatuh pada film. atau dengan lembaran karet timbal yang menutupi daeral panggul. Pemeriksan kaset dan lembaran penguat. Pemilihan bahan-bahan pemotretan hendaknya tidak dikendalikan semata-mata oleh pandangan ekonomi. Kaset-kaset hendaknya diberi tanda yang jels untuk menyatakan yang jenis lembaran penguat yang diletakkan didalamnya (pada kaset kaset Siemens). Sebab itu dianjurkanpenggunaan kaset dari jenis yang sama. Seringkali dilakukan pemotretan ulangan yang berarti menambah dosis kepada pasien.film. Penggunaan screen film untuk menekan dosis pada pasien. Untuk mencapai tujuan ini. Untuk menjamin agar kondisi-kondisi pemotretan dapat selalu diulang. yaitu pembebanan radiasi yang lebh kecil (penggunaan film rontgen yang sangat peka). tetapi dilakukan dengan lebih memperhatikan norma-norma keselamatan. tangki pembangkit harus setiap hari ditambah sampai penuh dengan cairan penambah (replenisher) untuk mengganti cairan yang terbawa keluar oleh film. tetapi ³lembaran-lembaran universal´ dari sumber-sumber yang berbeda tidak seluruhnya mempunyai efek-efek yang sama. Cairan pembangkit dengan kualitas yang tetap adalah penting untuk memeperolah gambar yang bermutu dan membantu memperkecil dosis kepada pasien. Yang penting juga ialah. film yang dikombinasikan denga lembaran penguat berdefinisi tinggi (Jenis Ruby). (2). hendaknya cara pengolahan film distandarisir : (1). (4). bahwa pembangkit dipertahankan pada suhu sebesar 20 derajat celcius dengan pertolongan suatu tangki induk atau lebih baik dengan pertolongan pengendalian termostatik. meningkatkan kualitas diagnostik dan proteksi pasien. (3). Peletakan posisi pasien secara hati-hati dapat membantu hasil yang dicapai. (5) Gonad harus dilindungi terhadap radiasi primer dan radiasi sekunder. Lembaran-lembaran penguat yang bersamaan jenis harus mempunyai efek penguatan yang sama. Film yang lebih pekana dan yang memberi hasil yang tetap hendaknya selalu diutamakan. Dengan pelindung gonad atau perisai ovarium. e). dengan baju karet timbal atau celana karet timbal pada pemeriksaan anak . Pemotretan ulangan merupakan juga suatau pemborosan dipandang dari sudut ekonomi. dirangkaikan dengan mesin pengolahan film otomatis.

Pemotretan paru-paru dari pasien Tata tertip penggunaan untuk proteksi personil Personil dianjurkan memakai film badge terus menerus dan di ruang pesawat sinar x diagnostik personil: 1. Tidak boleh memegang pasien selama penyinaran 3. Dalam suatu proses radiografi processing room atau kamar gelap merupakan salah satu pendukung yang penting dalam menunjang keberhasilan suatu proses pemotretan . Bila memakai pesawat sinar x dental dan mobil x-Ray unit (tanpa perisai pelindung) harus berdiri di luar berkas sinar dan sejauh mungkin dari pasien.anak. Hal ini . Diharuskan menggunakan perisai dan pakaian proteksi yang tersedia 2.

Rinsing ( pembilasan ) . Manual processing Dengan menggunakan tenaga manusia yang melalui beberapa proses yaitu : Developer ( pembangkitan ) . Bagian kering ( dry side ) . Terlindungi dari sinar langsung tau sinar hambur d. contoh : meja.disebabkan karena processing room kita dapat mengubah film dari bayangan laten kedalam bayangan tampak Processing room disebut juga final proses akhir karena processing room merupakan rangkaian yang terakhir dalam suatu proses radiografi . Ukuran Processing Room atau Kamar Gelap Automatic prosessing : Sebaiknya bujur sangkar . Bersebelahan dengan ruang pemeriksaan dan dihubungkan dengan kaset heatch Interior Processing Room atau Kamar Gelap 1. contoh : tangki prosessing 2. dll . Pengertian Processing Room atau Kamar Gelap adalah suatu area atau tempat dilakukan pengolahan film sebelum dan sesudah di expose ( dari bayangan laten menjadi bayangan tetap ). Bagian basah ( wet side ) . b. . Luas : 10 m2. Automatic processing Dalam processing automatic hampir sama dengan processing manual hanya perbedaannya pada prosesnya tidak mengalami proses rinsing ( pembilasan ).film box.antara lain : · Mengisi/mengosongkan kaset · Memasukkan film kedalam processing automatic · Perawatan dan pemeliharaan processing automatis · Penyimpanan film yang belum di expose · Prosedur duplikasi atau substraksi · Silver recovery Jenis-Jenis Processing a. Tinggi : 3 m Manual prosessing : Sebaiknya memanjang . Fixing ( penetapan ) . Lokasi b. dan Drying ( pengeringan ). menggunakan tenaga mesin . Desain dan Kontruksi Processing Room atau Kamar Gelap a. Luas : 7 m2. Washing ( pencucian ) . Fungsi processing room. Mudah diakses jika dibutuhkan c. Tinggi : 3 m 10 m2 (memanjang) dengan maksud memudahkan pengaturan bahan-bahan dalam kamar gelap .

Syaratnya : v Tidak mudah rapuh dan keropos serta tahan terhadap cairan prosessing v Tidak licin dan mudah dibersihkan v Dapat menyerap cairan kimia v Berwarna cerah 2.60 % 5. kipas angin dll . Berfungsi sebagai pertukaran udara dalam kamar gelap . 2. Bahan cat yang tidak mudah terkelupas / cat minyak Ventilasi 1.7-3 m 2. porselin Dinding Syarat-syaratnya : · Harus terjamin proteksi radiasi · Warna cerah : seperti . Kelembaban 40 % . Suhu dalam ruangan180-220C 4. Bahan v Bitumen ( turunan aspal ) v Keramik. kream dll · Mudah dibersihkan · Dari bahan water proof / Porselin · Tahan terhadap korosi Syarat ketebalan : · Barium plaster 25cm campuran Ba2SO4 dengan semen · Batu bata yang ekuivalen dengan 2 mm Pb tebalnya 25cm disusun miring · Kombinasi antara batu bata dengan ½ bata yang dilapisi Barium plester setebal 1 ½ cm · Dari beton yang tebalnya 15 cm · Balok dengan batang carbon : 25 cm · Papan biasa dilapisi dengan 2mm Pb Langit-langit 1. . Ventilasi dibuat diatas loteng dengan bentuk cerobong asap atau bisa menggunakan AC.Spesifikasi Ruangan dan Kondisi Processing Room atau Kamar Gelap Lantai 1. merah jambu . Dan menjaga kestabilan dari cairan ± cairan prosesing . Tinggi kurang lebih 2. Diatur agar udara berotasi 6-10 kali/jam 3.

7 m Keuntungan : · Mudah dan cepat untuk melalui setiap waktu · Ventilasi processing room yang terus menerus Sistem berputar Menggunakan metal yang berbentuk silinder dengan bagian terbuka pada sisi untuk masuk . processing film.Efisien dari segala hal .Lebar lorong tidak lebih dari 0. Untuk dapat masuk ke dalam processing room. Labirin akan terlihat lebih efektif bila : .Praktis Sistem dinding penyekat ( Labirin ) Terdiri dari 2 lorong parallel perlu ruangan yang lebih luas dari sistem yang lain . perlu melangkah ke silinder dan dirotasikan secara manual sampai tiba diprocesing room .Panjang tiap lorong min 3 m . · Pintu tidak tembus cahaya Sistem 2 pintu . .Tiap pintu harus kokoh dan ditempatkan dengan baik untuk mencegah cahaya masuk ketika ditutup Sistem pintu zig-zag .Pintu Masuk Kamar gelap : Persyaratannya : · Kedap cahaya · Personil mudah masuk tanpa mengganggu jalannya processing · Harus memenuhi syarat processing · Dapat mengatur ventilasi Macam-macam pintu : Sistem 1 pintu · Lebih murah · Menghemat ruangan (ekonomis) · Memiliki pengunci otomatis yang dihubungkan dengan sistem pencahayaan sehingga ketika ruangan gelap.Permukaan tembok kasar dan dicat hitam . pintu terkunci .Tidak memakan tempat .Kunci otomatis .Menghemat tempat . Keuntungannya : hemat waktu .

letaknya didalam loading bench g. Automatic procesing Sirkulasi Air Sirkulasi air dialam kamar gelap harus selalu mengalir supaya kebersihan air dalam kamar gelap terus terjaga kebersihannya dan pada film tidak menimbulkan artefak . Cupboard. merah. tempat penyimpanan film yang belum terkena exspose f. Safe light diarahkan ke eternity sehingga yang digunakan adalah cahaya refleksi . Hanger film i. Warna safe light : · Hijau. film hopper dan aksesoris lainnya . Sarana dan prasarana yang harus terdapat pada kamar gelap a. Meja basah : tangki processing c. merupakan type paling baik untuk loading dan unloading casset . Cassette Hatch . b. Ditempatkan min 1. coklat : untuk film monocromatik . Termometer k.2 m dari permukaan tempat bekerja. Film Hopper . Meja kering : rak kaset.Safe light : Sebagai pengontrol processing film v Type langsung : Cahaya saft light langsung mengenai area bekerja. Timer l. Ditempatkan 2. Manual processing m. Tujuan sirkulasi air . Penerangan h. Label printer ( pencetak indentifikasi pasien ) d.1 m dari lantai . Tower dispenser untuk mengeringkan tangan j. alat bantu transport kaset yang dipasang pada pembatas kamar gelap dan kamar pemeriksaan e. tempat penyimpanan film dalam jumlah kecil untuk mengganti apabila persediaan film pada hopper habis. v Type tidak langsung : Merupakan penerangan umum . Kebanyakan film fotografi dengan sebagian dari film filografi Vising box : untuk mengecek hasil film processing Lampu Indikator : yang dipasang didepan pintu kamar gelap .Penerangan dalam Processing Room Penerangan Umum / General illumination : v Lampu pijar v Lampu neon Penerangan Khusus / Special Illumination : . X-Ray dan flomografi · Tanpa safe light : untuk film pankromatik . X-Ray film · Merah : untuk jenis orthokromatik .

Cassette hatch terdiri dari 2 kotak .Memperhatikan temperatur dan kelembaban udara .Membersihkan kamar gelap . Ban berjalan Syaratnya : · Tidak bersebelahan dengan ruang pemeriksaan · Ada proteksi radiasi untukmelindungi cassette Perawatan Processing Room atau Kamar Gelap .adalah untuk membersihkan film dari sisa-sisa developer dan fixer.Disiplin dalam bekerja . sehingga membutuhkan peralatan seperti : Transfor film : 1.Membersihkan tangki processing / sirkulasi air . yaitu : · Expose dan unexposed Syaratnya : · Tidak tembus radiasi · Tidak ada bocoran sinar · Bersifat interlock 2.Mengetes safe light .Menjaga agar tidak ada cahaya yang dapat menembus kamar gelap . Transpor Film Fungsinya untuk transportasi film dari kamar gelap ke ruang pemeriksaan atau sebaliknya.Membersihkan screen debgan alcohol atau air sabun . dengan demikian cairan yang terbawa air akan mengalir serta mendukung kualitas gambar yang baik .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful