P. 1
PENDIDIKAN SPIRITUALITAS

PENDIDIKAN SPIRITUALITAS

|Views: 113|Likes:
Published by NuRul Harahap

More info:

Published by: NuRul Harahap on Jan 21, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/16/2013

pdf

text

original

PENDIDIKAN SPIRITUALITAS DALAM MEMBANGUN KUALITAS HIDUP MAHASISWA Oleh: Ujang Saefuddin Rosyid, S.

Ag STAI LA TANSA MASHIRO Abstrak - Spiritualisasi pendidikan Islam sebenarnya lebih diarahkan pada kepentingan yang lebih luas, dimana pribadi-pribadi dipandang sebagai bagian terpenting dari ketahanan suatu bangsa dan Negara. Arah spiritualisasi dalam pendidikan Islam bukan pada memperbanyak materi-materi pelajaran dan jam pelajaran tentang akhlak dan tasawuf, akan tetapi memandang kegiatan pendidikan sebagai satu kesatuan yang integral yang melibatkan seluruh aspek kehidupan manusia yang tujuan akhirnya adalah perwujudan penyerahan mutlak kepada Allah. Sebenarnya pandangan ini berangkat dari pandangan universal tentang pembangunan manusia dan kemanusiaan seutuhnya, khususnya menghadapi fenomena peradaban baru yang dipicu percepatan perkembangan IPTEK, terutama teknologi informasi dan komunikasi. Dalam keadaan yang demikian ini munculah kesadaran spiritualitas baru, dimana tradisi-tradisi ritual keagamaan konvensional sudah dianggap tidak mampu menjawab tantangan itu semua, meskipun tidak mendorong dan memaksa untuk membuat agama baru Kata Kunci : Spiritualitas, Kualitas Hidup A. Pengantar Banyak sekali di antara kita yang menganggap bahwa spiritualitas adalah agama. Padahal sesungguhnya kedua hal tersebut sangat berbeda. Ketika kita sadar siapa diri kita sebenarnya, di mana tempat kita berada di alam semesta dan kemanakah tujuan hidup kita, berarti kita telah memasuki wilayah spiritualitas. Kecerdasan spiritual memiliki kekuatan untuk mentransformasi kehidupan kita dan bahkan dapat mengubah realitas kehidupan fisik di sekitar kita. Ada sebuah kisah menarik tentang hakikat kecerdasan spiritual sebagai berikut : Pada suatu sore menjelang malam, ada tiga orang tua yang sedang berdiri di depan pintu sebuah rumah. Ketiganya kelihatan seperti sedang dalam perjalanan jauh. Namun meskipun demikian tidak tampak tanda kelelahan atau kegetiran dari raut muka mereka. Beberapa saat kemudian keluarlah seorang wanita dari dalam rumah tersebut. Melihat ketiga orang tua tersebut, wanita ini menjadi iba dan mempersilahkan mereka untuk masuk ke rumah dan makan malam bersama dengan keluarga di rumah tersebut. Salah satu dari ketiga orang tua tersebut menjawab, Perkenalkan nama saya adalah WEALTH (yang berarti kekayaan), dia bernama SUCCESS (yang berarti kesuksesan), dan teman saya yang satu lagi bernama LOVE (yang artinya kasih). Kami tidak dapat masuk bersama-sama ke dalam rumah. Anda harus memilih sia 52

Karena dengan kekayaan kita dapat memiliki segalanya di dunia ini. Termasuk memiliki kemampuan sebagai pencipta realitas kehidupan yang berkualitas dan berkelimpahan (menjadi co-creator) 53 . kata sang suami. termasuk pikiran. ras. Berarti roh kita adalah sesuatu yang membuat kita hidup. yang membuat kita dapat hidup. Selain itu kata spiritus dapat mengandung arti sebuah bentuk alkohol yang dimurnikan. dan memiliki semua sifat-sifat ilahi. penuh kasih. karena mengetahui manakah yang lebih penting antara kekayaan. kesuksesan dengan cinta kasih. Spiritual berarti pula segala sesuatu di luar tubuh fisik kita. Jadi apa pun agama kita. bernapas dan bergerak. Kata ini berasal dari bahasa Latin. yang berarti napas. Menjadi cerdas spiritual berarti mampu melalui batasan atau sekat-sekat tersebut dan menemukan siapa diri kita yang sebenarnya serta tujuan kehidupan kita. Jadi Roh kita bersumber pada sumber yang sama. Diri kita yang sebenarnya adalah roh kita itu. Kisah ini menunjukkan bahwa seorang anak kecil dapat memperlihatkan kecerdasan spiritual yang tinggi. Tetapi sang istri lebih memilih SUCCESS untuk dapat menikmati kehidupan di dunia ini. maka kami berdua harus ikut ke dalam. WEALTH atau teman saya. mengapa kalian berdua juga mau masuk ke dalam rumah kami? Bukankah kalian berkata bahwa kalian tidak dapat masuk bersama-sama ke dalam rumah? Salah satu dari orang tua itu menjawab. Tetapi karena Anda mengundang LOVE. dua orang dari kami akan tetap tinggal di luar. dan karakter kita. Menjadi cerdas spiritual berarti kita lebih memahami diri kita sebagai makhluk spiritual yang murni. spiritus. Jika merujuk pada agama. maka masuklah LOVE ke dalam rumah. Kami hanya mengundang LOVE. Apakah Kecerdasan Spiritual itu? Kata spiritual memiliki akar kata spirit yang berarti roh. perasaan. tidaklah menjadi yang utama. kebangsaan dan tingkat pendidikan kita. Kita nantinya juga akan kembali menyatu dengan Sang Pemberi Kehidupan. Sehingga spiritual dapat diartikan sebagai sesuatu yang murni. Tetapi kemudian kedua orang tua yang lain juga mengikutinya masuk ke dalam rumah. Mengapa kita tidak memilih LOVE. status sosial ekonomi. yaitu Tuhan yang Mahakuasa. Bertanyalah wanita itu. Kemana pun LOVE pergi kami akan mengikutinya. Wherever there is love. Jika kalian mengundang saya. pada awal penciptaan manusia. Tuhan meniupkan roh atau napas kehidupan kepada manusia. Ketika sang isteri menyampaikan hal tersebut kepada ketiga orang tua tadi. Jelas bagi kita bahwa sang anak lebih cerdas secara spiritual. Akhirnya mereka sepakat untuk mengundang LOVE. sehingga kita bisa saling mengasihi dan menciptakan kedamaian dalam kehidupan kita. SUCCESS. there is also wealth and success. Kecerdasan spiritual berarti kemampuan kita untuk dapat mengenal dan memahami diri kita sepenuhnya sebagai makhluk spiritual maupun sebagai bagian dari alam semesta. Sudah jelas bagi kita untuk mengundang WEALTH ke dalam rumah. Roh bisa diartikan sebagai energi kehidupan. suku. suci. Tiba-tiba anak mereka yang berumur sebelas tahun menimpali.pa di antara kami yang Anda undang untuk masuk ke dalam ? Kemudian si wanita masuk kembali ke dalam rumah dan menceritakan kejadian tersebut kepada suaminya. Dengan memiliki kecerdasan spiritual berarti kita memahami sepenuhnya makna dan hakikat kehidupan yang kita jalani dan ke manakah kita akan pergi. golongan.

meliputi kebutuhan akan harga diri. self-actualization. Maslow menemukan bahwa. Spiritualitas dan Agama Setiap agama di dunia ini mengajarkan prinsip-prinsip dan teknik-teknik untuk mencapai kecerdasan spiritual atau aktualisasi diri.Spiritualitas Adalah Kebutuhan Tertinggi Kita. Kebutuhan keamanan dan keselamatan (Safety). Terlihat bahwa kebutuhan manusia berdasarkan pada urutan prioritas. kerendahhatian. Kebutuhan akan penghargaan (Esteem). interaksi dan kasih sayang. aktualisasi diri. meliputi kebutuhan akan pangan. dilanjutkan dengan motivasi karena hadiah (reward motivation) sebagai kecerdasan spiritual yang lebih baik. Seringkali kita justru menganggap ritual atau ibadah sebagai tujuan bukan sebagai cara. Maslow mendefinisikan aktualisasi diri sebagai sebuah tahapan spiritualitas seseorang. kasih. setiap manusia mengalami tahap-tahap peningkatan kebutuhan atau pencapaian dalam kehidupannya. B. tempat tinggal maupun kebutuhan biologis. keamanan dari kejadian atau lingkungan yang mengancam. kedamaian. Kebutuhan rasa memiliki. karena jika tidak kita takut akan menerima hukuman dari Tuhan (azab dan neraka). toleransi. status. sosial dan kasih sayang (Social). meliputi kebutuhan akan keamanan kerja. pengalaman spiritual adalah peak experience. Bahkan Maslow menyatakan bahwa pengalaman spiritual telah melewati hierarki kebutuhan manusia. sukacita. dalam Makalah nya Hierarchy of Needs menggunakan istilah aktualisasi diri (self-actualization) sebagai kebutuhan dan pencapaian tertinggi seorang manusia. plateau ± the farthest reaches of human nature. Pengalaman spiritual adalah puncak tertinggi yang dapat dicapai oleh manusia serta merupakan peneguhan dari keberadaannya sebagai makhluk spiritual. serta memiliki tujuan hidup yang jelas. berkeluarga. Pengalaman spiritual merupakan kebutuhan tertinggi manusia. Hanya jika seluruh kebutuhan fisiologis dan kejiwaan seseorang tercapai. dimulai dari kebutuhan dasar. kemerdekaan dari rasa takut ataupun tekanan. dan jika kita lakukan kita akan menerima pahala dan surga. pakaian. Tingkatan ketiga adalah motivasi karena memahami bahwa kitalah yang membutuhkan untuk menjalankan 54 . Menjalankan ibadah agama dengan motivasi karena ketakutan (fear motivation) menunjukkan kecerdasan spiritual yang paling bawah. Kebutuhan aktualisasi diri (self-actualization). dan misi untuk membantu orang lain mencapai tahap kecerdasan spiritual ini. dia dapat mencapai tahap perkembangan tertinggi yaitu. yang banyak berkaitan dengan unsur kejiwaan. yang banyak berkaitan dengan unsur biologis. tanpa memandang suku atau asal-usul seseorang. identity. Kebutuhan tersebut meliputi: Kebutuhan fisiologis (Physiological). intuisi. Kita melakukan ibadah sebagai sebuah kewajiban yang harus dilakukan. Ahli jiwa termashur Abraham Maslow. dan yang paling tinggi yaitu aktualisasi diri tersebutlah yang dimaksud dengan kebutuhan spiritual. dilanjutkan dengan kebutuhan yang lebih tinggi. berkelompok. and the like. Menurut Maslow. respek dan penghargaan dari pihak lain. meliputi kebutuhan akan persahabatan. prestise. going beyond humanness. meliputi kebutuhan untuk memenuhi keberadaan diri (self fulfillment) melalui memaksimumkan penggunaan kemampuan dan potensi diri. keceriaan. di mana seseorang berlimpah dengan kreativitas.

maka umat Islam merayakannya sebagai Idul Fitri atau kembali ke fitrah (sebagai makhluk spiritual yang suci dan murni) Keempat. Karena puasa merupakan sebuah proses bagi kita untuk membersihkan tubuh dari segala racun-racun dan sisa pembuangan metabolismo tubuh. Suatu tahapan meditatif ketika seseorang mencapai supra-sadar. Beramal bukan untuk kebutuhan orang lain semata. Dalam Kristen juga dikenal istilah lahir kembali. Semua agama mengajarkan cara untuk bersembahyang dan meditasi. Kita harus menyadari dan meyakini bahwa kita adalah ciptaan Tuhan dan memiliki potensi yang luar biasa untuk menjadi dan memiliki apa pun yang kita harapkan. Semua agama mengenal puasa. Dalam Islam hal ini adalah Syahadat. Oleh karena itu dalam Islam dikenal sebagai lailatul qadar. Kedua. dan tingkatan kecerdasan spiritual tertinggi adalah ketika kita menjalankan ibadah agama karena kita mengetahui keberadaan diri kita sebagai makhluk spiritual dan kebutuhan kita untuk menyatu dengan Sang Pencipta berdasarkan kasih (love motivation). selain bahwa puasa membantu kita untuk mencapai ketenangan (frekuensi gelombang otak yang rendah) sehingga kita dapat mencapai kesadaran tertinggi (superconsciousness).ibadah agama kita (internal motivation). Justru kita butuh untuk melakukan amal karena terbukti dalam penelitian bahwa rasa iba dan kasih sayang menstimulasi pembentukan hormon yang meningkatkan daya tahan tubuh dan kesehatan kita. bahwa barangsiapa tidak memperhatikan salah seorang dari sesamanya yang paling hina. Potensi dan peluang yang tidak terbatas inilah yang harus kita eksplorasi dan kembangkan dalam rangka mewujudkan impian-impian kita serta misi hidup kita bagi sesama dan dunia pada umumnya. Sedangkan dalam Kristen Protestan adalah Pengakuan Iman Rasuli (dalam bahasa Jawa disebut sebagai Sahadat Kalih Welas. yang jika tidak kita lakukan maka kita akan mati secara spiritual dalam arti kita semakin tidak dapat mencapai tahapan aktualisasi diri atau pemenuhan diri yang sempurna. serta memberi waktu bagi tubuh kita untuk beristirahat. Paling tidak ada lima hal yang diajarkan oleh agama untuk membantu kita meningkatkan kecerdasan spiritual kita. beramal dan mengucap syukur (Charity and Gratitude). Pada frekuensi rendah juga terjadi peremajaan sel-sel tubuh (rejuvenation) sehingga kita menjadi lebih sehat dan awet muda. Ketiga. yaitu suatu upaya ritual untuk menurunkan frekuensi gelombang otak kita sehingga mencapai alpha (relaks) sampai tahap meditatif pada keheningan yang dalam. Dalam Islam adalah Shalat. Sedangkan Yesus menyatakan hal ini secara tegas. berupa detoksifikasi yaitu pembuangan racun-racun. kreativitas. Beramal atau berbuat baik pada sesama merupakan ciri kecerdasan spiritual seseorang atau 55 . Artinya seseorang telah melalui tahap pemurnian dan menemukan keberadaan spiritualitasnya. Sembahyang lima waktu merupakan kebutuhan kita untuk memasuki frekuensi gelombang otak yang rendah. dia tidak layak memperoleh Kerajaan Surga. intuisi dan tuntunan Ilahi. Jadi terlihat jelas bahwa berpuasa adalah kebutuhan mutlak seseorang untuk memelihara kesehatannya. pembersihan diri. yaitu: Pertama. untuk mencapai kecerdasan yang lebih tinggi. ketenangan dan keheningan. dalam Islam dikenal sebagai zakat. yang sebenarnya merupakan tahap di mana otak kita membutuhkan istirahat untuk mencapai kejernihan dan ketenangan.dua belas keyakinan). Beramal dan mengucap syukur adalah sebuah pernapasan rohani. iman atau keyakinan. Ketika tahap pembersihan diri tercapai.

Sebagaimana keyakinan kita bahwa untuk mengubah dunia dimulai dengan mengubah satu orang saja. berkenaan dengan produksi dan konsumsi atau penggunaan dan penikmatan 56 benda-benda fisik. h. (Yogyakarta : Tiara Wacana. Nalar Spiritual Pendidikan Solusi Problem Filosofis Pendidikan. 93 5 Ibid. adalah jiwa. h. Tetapi dalam penggunaan istilah materiil-spiritual. Manusia selalu berada dalam kondisi bertumbuh secara rohani dan dalam proses pertumbuhan spiritualitas tersebut. 1996). Kelima. deep breathing. dia telah mencapai penyatuan dengan sang Pencipta. Ini adalah tahapan tertinggi dalam perjalanan spiritualitas seseorang. D. dan pada gilirannya kita semua akhirnya dapat mengubah bangsa ini dan menjadi pemimpin dalam tataran bangsa-bangsa lain di dunia. relaxing at alpha state. beramal dan mengucap syukur. C. Kedua adalah Spiritual Workouts. rela memaafkan. dan kesadaran yang dimiliki manusia untuk hidup dan menjalani kehidupan. 1996). Makhluk Spiritual dan Okultisme. yaitu Spiritual Thoughts. (Jakarta : Paramadina. pasrah. to thee my great savior I surrender all. dan jasmani-rohani dapat dirasakan perbedaannya. Ensiklopedi al-Qur an Tafsir al-Qur an berdasarkan Konsep-konsep Kunci. Saya dulu selalu bertanya.aktualisasi diri menurut istilah Maslow. 229 3 Jalaludin Rahmat. karena sebagai makhluk spiritual.1 Jika dalam hal ini kata spiritual lebih dekat dengan kata ruh . detoxifying. Sedangkan kehidupan spiritual bersangkutan dengan rasa batin yang tidak bisa diukur dengan kuantitas dan kualitas benda-benda. Karena jika kita menjadi lebih cerdas secara spiritual. yang berisi mengenai perilaku spiritual yang perlu kita kembangkan dalam kehidupan kita seperti: pengendalian diri. menjalin hubungan baik dan mencintai pekerjaan kita. Orang Kristen mengenal lagu yang syairnya sebagai berikut «« I surrender all. siapa tahu kita bisa membantu orang-orang yang kita cintai untuk juga berubah menjadi lebih baik. bahwa Makalah ini bukan dimaksudkan untuk menunjukkan tingkat kecerdasan spiritualitas kami. Bagaimana Menjadi Cerdas secara Spiritual? Setidaknya. Dalam Rukun selain keempat hal di atas. penyerahan diri secara total. yang biasanya dilawankan dengan kata jasmaniah/materiil. yang berisi tentang kebiasaan harian yang perla kita lakukan untuk sedikit demi sedikit meningkatkan kecerdasan spiritual kita. dan siapa tahu dapat mengubah bangsa kita yang sedang terpuruk dalam krisis multidimensi saat ini. Selain mungkin bahwa ada risiko meninggal dalam menjalankan ibadah haji. sekaligus kualitas batin bisa diciptakan dari benda-benda. mengapa orang naik Haji diberangkatkan dengan doa seperti orang mendoakan mereka yang meninggal. Bisa disimpulkan pula bahwa spiritual. (Jakarta : Paramadina. maka maknanya lebih dekat dengan jiwa dan semangat yang menyebabkan seseorang i tu hidup. Spiritualisasi dalam Proses Pembelajaran pada Proses Pendidikan Dalam khazanah Islam. Sekali lagi. 117 . rendah hati. kata spiritual sering diterjemahkan dengan rohaniah. di mana kita memiliki misi untuk menolong sesama kita. yaitu diri kita sendiri. tidak cemas. Ketiga Spiritual Behaviors. ruhaniah. semangat. sehingga kita semua dapat bersama-sama bertumbuh menjadi makhluk spiritual yang kemudian dapat mempengaruhi keluarga kita. Tujuan dari berbagai latihan (exercises) yang diuraikan dalam bab-bab di bagian kedua ini adalah untuk mencapai tahap meditatif melalui serangkaian latihan seperti: strecthing. berarti dia sudah menyerahkan hidupnya sepenuhnya kepada Sang Pencipta. h. cerdas secara spirituaitas ada tiga bagian.2 1 Dawam Rahardjo. hal tersebut bermakna bahwa ketika seseorang berangkat haji. Dia memiliki rasa pasrah secara total kepada Tuhan. h. Aku berserah hidupku seluruhnya. hal kelima dikenal dengan ibadah Haji. yang berisi renunganrenungan tentang makna dan hakikat berbagai hal yang bersifat spiritual. dan meditasi. Kehidupan materiil adalah kehidupan yang bersifat kebendaan. h. 2002). 213 4 Abdul Munir Mulkhan. 228 2 Ibid. yaitu ketika dia sudah tidak punya rasa kuatir akan apa yang akan terjadi.

Kekuatan ini didapat melalui latihan-latihan.5 Dalam hal ini perlu sejumlah konsep yang bisa dijadikan dasar pemikiran : Pertama. Kedua. jumlah pengetahuan siswa tentang ajaran tauhid dan akhlak belum menunjukkan kemampuan siswa untuk menolak perbuatan buruk dan memilih perbuatan baik. spiritualisasi dimaksudkan agar nilai-nilai pengetahuan dan ajaran yang ada pada seperangkat pembelajaran dan proses pendidikan mampu menjiwai dan membentuk kesadaran pada diri peserta didik. Abdul Munir Mulkhan memilih pemahaman dari makna spiritualitas dan spiritualisasi sebagai Ketahanan suatu ide dan pandangan atau paham di dalam diri orang atau kelompok sosial yang dtentukan oleh posisi dan seberapa ia berakar di dalam dunia batinnya . Spiritualisasi pendidikan Islam lebih terfokus pada strategi pendidikan yang bertujuan membentuk pribadi-pribadi siswa yang terintegrasi. Keempat. olah pikir dan batin.Dalam pandangan para Sufi. kecenderungan pembelajaran pada ranah kognisi bisa dikenali dari susunan kalimat buku ajar bidang studi. Dr. dan pembiasaan-pembiasaan yang disertai gerak batin menuju kualitas ketenangan jiwa yang sulit digambarkan secara rasional. Ketujuh. kemampuan berbuat baik dan menolak kejahatan lebih mungkin 57 . Ketiga Buku ajar yang disusun dengan pendekatan normatif dan narasi verbal yang terfokus pada kognisi siswa kurang memberi peluang bagi pengayaan pengalaman dan penumbuhan kesadaran. Kelima. pada diri tiap manusia dapat timbul kekutan luar biasa dengan bersandar pada kekuatan kemauan.3 Kaitannya dengan pendidikan. dan tidak cukup hanya dengan pendekatan normatif dan narasi verbal yang masuk ke dalam kepala peserta didik. mereka mudah mengulang perbuatan tersebut. proses belajar mengajar suatu bidang studi ditentukan oleh tujuan dan pola pemikiran dari bahan ajar yang tersedia.4 Untuk lebih memahami masalah di atas. seluruh bidang studi pendidikan Islam merupakan kesatuan sistematis yang menempatkan bidang studi tauhid sebagai dasar pembelajaran semua bidang studi. jika siswa hanya mempunyai sejumlah pengalaman menolak kejahatan dan memilih kebaikan. Integrasi kepribadian adalah pribadi setiap individu yang mampu bersikap terbuka dan peka terhadap setiap pertumbuhan dan perkembangan dirinya seiring dengan bertambahnya pengetahuan dan pengalamannya selama mengikuti proses pendidikan. Keenam.

). h. no. 1980). Pendidikan Islam dan Madrasah Hasan al-Bana (terj. (Jakarta : Bulan Bintang. 02/V Zulhijjah 1413 H/Juni 1993 M. 70-71 al-Qordhowi. 48 8 Tim Redaksi Ummi. 30 .6 6 Ibid. h. 7 Yusuf h.dikembangkan melalui studi sejarah tentang akibat logis dari kedua perbuatan tersebut.

9 Abdul Munir Mulkhan. cit.7 Dalam kerangka pemikiran ini. Arah spiritualisasi dalam pendidikan Islam bukan pada memperbanyak materimateri pelajaran dan jam pelajaran tentang akhlak dan tasawuf. Yusuf al-Qordhowi. terbentuklah umat yang tegar dan kehidupanpun mempunyai wajah baru di kalangan orang-orang yang sudah lama membenci kehidupan.. Sesungguhnya pembentukan umat. Spiritualisasi peradaban global dan iptek. penyimpangan dan tertipu dengan yang lainnya. mewujudkan cita-cita dan memperjuangkan prinsip-prinsip menurut umat supaya mempunyai kekuatan jiwa yang besar yang tampak dalam beberapa hal : kemauan kuat yang tak tergoyahkan. Dengan prinsip-prinsip kekuatan jiwa tadi. dimana tradisi-tradisi ritual keagamaan konvensional sudah dianggap tidak mampu menjawab tantangan itu semua.8 Sebenarnya pandangan ini berangkat dari pandangan universal tentang pembangunan manusia dan kemanusiaan seutuhnya. dalam mengulas pemikiran Hasan al-Bana tentang pentingnya spiritualisasi dalam pendidikan Islam. meyakininya dan menghormatinya. khususnya menghadapi fenomena peradaban baru yang dipicu percepatan perkembangan IPTEK. pendidikan bangsa. . bukan terletak di dalam format nilai. sistem dan struktur tradisional atau pun rasionalitas moderenisme dan pasca modernisme« Namun agenda mendesak bersama itu ialah pengembangan praktek keagamaan yang benar-benar fungsional bagi pemecahan berbagai permasalahan kemanusiaan. tetapi kehadiran Tuhan (Agama. mengetahui prinsip. akan tetapi memandang kegiatan pendidikan sebagai satu kesatuan yang integral yang melibatkan seluruh aspek kehidupan manusia yang tujuan akhirnya adalah perwujudan penyerahan mutlak kepada Allah.9 DAFTAR PUSTAKA Abdul Munir Mulkhan. h. 157 Dr. Jika demikian bukan agama baru yang akan lahir. mengajukan satu apresiasi bahwa : Krisis suatu negeri bahkan dunia ini adalah disebabkan krisis jiwa dan hati. pen. 155. menjauhkan diri dari kesalahan. (Yogyakarta : Tiara Wacana. Nalar Spiritual Pendidikan Solusi Problem Filosofis Pendidikan. dimana pribadi-pribadi dipandang sebagai bagian terpenting dari ketahanan suatu bangsa dan Negara. spiritualisasi pendidikan Islam lebih diarahkan pada kepentingan yang lebih luas. pengorbanan yang tak dapat dihalangi oleh nafsu tamak dan bakhil. yaitu lemahnya penjiwaan terhadap kebenaran hukum-hukum Allah. op. meskipun tidak mendorong dan memaksa untuk membuat agama baru. terutama teknologi informasi dan komunikasi. kesetiaan yang tangguh tidak berubah dan tidak khianat. Dalam keadaan yang demikian ini munculah kesadaran spiritualitas baru. 2002).) dalam wajah baru yaitu dengan tafsir ajaran-Nya yang lebih objektif bagi kemanusiaan. diharapkan terdidiknya dan terbinanya bangsa yang sadar.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->