DAMPAK PERANG DINGIN

Dampak Positif Selama Perang Dingin berlangsung perkembangan IPTEK maju pesat karena kedua Blok ini banyak melakukan pengembangan dan mempunyai hasil yang sangat bagus terutama masalah eksplorasi luar angkasa. Perang Dingin adalah sebutan bagi sebuah periode di mana terjadi konflik, ketegangan, dan kompetisi antara Amerika Serikat (beserta sekutunya disebut Blok Barat) dan Uni Soviet (beserta sekutunya disebut Blok Timur) yang terjadi antara tahun 1947² 1991. Persaingan keduanya terjadi di berbagai bidang: koalisi militer; ideologi, psikologi, dan tilik sandi; militer, industri, dan pengembangan teknologi; pertahanan; perlombaan nuklir dan persenjataan; dan banyak lagi. Ditakutkan bahwa perang ini akan berakhir dengan perang nuklir, yang akhirnya tidak terjadi. Istilah "Perang Dingin" sendiri diperkenalkan pada tahun 1947 oleh Bernard Baruch dan Walter Lippman dari Amerika Serikat untuk menggambarkan hubungan yang terjadi di antara kedua negara adikuasa tersebut. Dampak positif di tiap bidang : 1. Bidang Ekonomi

Dalam bidang ekonomi ternyata perang dingin juga membawa dampak positif pada perekonomian dunia. Baik itu secara sengaja maupun tidak sengaja. Hal ini ditandai dengan munculnya negara super power. Dengan adanya negara super power, maka perekonomian dunia banyak dikuasai oleh para pemegang modal. Mereka saling berlomba untuk mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya dengan cara menginvestasikan modal mereka ke negara-negara berkembang yang upah buruhnya masih relatif rendah. Sehingga keuntungan mereka juga melambung tinggi. Namun siapa sangka bahwa hal diatas juga berdampak baik bagi negara yang ditempati untuk membuka usaha para pemilik modal. Pertumbuhan ekonomi di negara itu juga akan tumbuh pesat. Jadi keduanya diuntungkan dalam usaha ekonomi ini. Pada saat itu negara pemilik modal yang berlomba-lomba untuk menguasai dunia perekonomian, secara tidak langsung juga membawa unsur politik didalamnya. Sehingga pemilik modal besar mendapatkan keuntungan besar, sementara negara yang modalnya terbatas keuntungannya juga kecil. Karena itu munculah istilah globalisasi ekonomi di masyarakat. Untuk mengatasi hal tersebut maka dilakukanlah beberapa tindakan seperti misalnya menyatukan mata uang. Contoh yang sangat terlihat adalah negara-negara di kawasan eropa yang menyatukan mata uang mereka menjadi euro. 2. Bidang Militer Karena adanya rasa iri di antara negara- negara yang berseteru, masing-masing negara mulai meningkatkan persenjataannya. Mereka melakukan hal ini agar tidak kalah dengan negara besar. Dengan begitu persaingan senjata semakin maju dan berkembang pesat. Itu semua memacu tiap negara untuk terus mengembangkan pertahanan negaranya masing-masing. 3. Bidang Sosial Budaya. Menyebarnya isu-isu HAM mulai sedikit demi sedikit mengglobal. Secara langsung adanya undang-undang tentang HAM mulai diakui, karena itu rakyat menyetujui peresmian HAM itu sendiri. Dengan adanya HAM, rakyat semakin percaya akan adanya demokrasi dan tidak ada lagi penindasan bagi kaum lemah. 4. Luar angkasa

. teknologi di era modern bukan lagi urusan individu atau komunitas berskala kecil. Bidang Militer Dengan adanya senjata nuklir yang dikembangkan secara pesat oleh kedua negara. Bidang Politik Dampak dalam bidang politik dapat kita lihat dari dibangunnya tembok berlin di Jerman sebagai batas antara Jerman Barat dan Jerman Timur. Dampak negatif di tiap bidang : 1. Dampak lainnya adalah terbaginya Jerman menjadi dua bagian yaitu Jerman Barat dan Jerman Timur yang dipisahkan oleh Tembok Berlin. yaitu Jerman Baran yang beribukota di Bonn dan Jerman Timur yang beribukota di Berlin. Ini adalah suatu organisasi pertahanan yang kira-kira menyetujui tentang perjanjian bahwa apabila salah satu negaranya diserang maka dianggap sebagai serangan terhadap NATO. yaitu liberal yang dianut jerman barat dan Komunis yang dianut jerman timut. namun dengan adanya perang dingin ini secara tidak langsung juga berdampak pada perkembangan ilmu pendidikan keruang angkasaan kita. ataupun ekonomi dan bentuk kesadaran nasional untuk menggali sumber-sumber alam yang ada. Ini juga bertujuan untuk mewujudkan produksi barang dengan skala yang besar. Amerika kemudian menandatangani terbentuknya NATO. Teknologi modern mempunyai tujuan-tujuan nasional pada wilayah ideologi. Hasilnya. 5. militer. kemudian bagaimana bentuknya. Pemerintah bersedia mengeluarkan dana yang besar demi kemajuan iptek di negara mereka. Terlepas dari siapa yang pertama kali mengabarkan berita ini. kita tidak akan tahu bagaimana bentuk tata surya kita. Setelah mengetahui hal ini maka pemerintah Uni Soviet menarik kembali rudal-rudal nuklirnya dari Kuba. kita semua menjadi tahu bahwa sebenarnya kita ada pada tata surya apa. Teknologi Pada masa perang dingin sains dan teknologi yang terpaut dengan kegiatan militer mendapat sorotan yang lebih dari pemerintah. Negara ini mengalami perpecahan karena adanya 2 paham yang berbeda berlaku di negara ini. Pada saat itu kedua negara yang bersengketa saling berlomba-lomba menunjukkan kepada dunia bahwa negara merekalah yang paling baik dengan menyebarkan doktrin-doktrin yang mereka miliki. Dalam perang dunia kedua negara ini memang sudah terbagi menjadi 2. 2. Mungkin jika tidak ada perang dingin. Saat itu memang sempat beredar rumor bahwa uni soviet sudah meletakkan nuklir-nuklirnya di kuba dan diarahkan ke Amerika. Pada periode ini tumbuh disiplin-disiplin ilmu yang mempelajari dampak sains pada masyarakat. Dampak Negatif Perang Dingin ini juga membawa dampak yang negatif pula. Di negara-negara maju. selama Perang Dingin berlangsung masyarakat mengalami ketakutan akan perang nuklir yang lebih dahsyat dari perang dunia kedua.Perang dingin ini juga membawa pengaruh besar pada perkembangan keruangangkasaan yang kita miliki. Karena untuk meningkatkan gengsi negara mereka maka mereka sama-sama berlomba untuk meluncurkan roket ke luar angkasa. Mendapat ancaman nuklir seperti itu Amerika tidak tinggal diam. maka masyarakat dunia mengalami ketakutan yang luar biasa akan adanya kemungkinan perang nuklir yang sebenarnya oleh kedua negara yang bersengketa itu.

banyak orang Jerman timur yang memutuskan untuk hijrah ke Jerman barat. Oleh sebab itu. Namun karena saat itu terjadi perang dingin antara Amerika dan Uni Soviet. Kemudian tembok ini sangat dikenal orang sebagai simbol bagi perang dingin. Uni soviet merasa tersinggung dengan adanya orang-orang pindah ke Jerman Barat. Kerena itu Uni soviet mendanai dan mendukung untuk membangun sebuah tembok yang berada di kota berlin yang menyebabkan terbelahnya kota itu. Diposkan oleh BeN-Ni di 20:01 . Jerman barat mengalami perkembangan yang jauh lebih pesat daripada Jerman timur.Dalam perjalanan pemerintahannya. uni soviet juga menyiagakan tentaranya agar menembaki orang-orang yang masih berani untuk menyebrang. Selain itu di tembok ini.

Tahun 1945. Kemudian muncullah model bipolar dengan kelahiran konsep balance of power (perimbangan kekuatan). Menurut Juwono Sudarsono. Untuk mengetahuinya tidak hanya mengandalkan pandangan pakar hubungan internasional tetapi juga perlu melihat kajian sejumlah pakar bisnis yang akibat globalisasi ekonomi penilaiannya menjadi sangat berharga. Blok Barat merupakan aktualisasi ajaran liberalisme dan kapitalisme.Pada saat bersamaan Jerman dan Jepang menjadi kekuatan baru dalam bidang ekonomi yang menandingi AS. Maka lahirlah suasana Perang Dingin dimana persaingan ideologi antara AS dan Soviet menghindari bentrokan langsung karena risiko perang nuklir. Pada bab ini akan ditelusuri corak hubungan internasional bagaimana yang akan muncul pada awal abad ke-21 nanti. Revolusi Dunia . perhatian kepada ekonomi politik internasional menjadi penting sesudah Sistem Bretton Wood runtuh tahun 1971-1972 yang semula jaminan emas menjadi pilar ekonomi dunia sejak akhir Perang Dunia II. modal dan pasar di negara-negara kaya. Keempat. dalam hubungan internasional muncul pokok masalah baru yakni ³3-in1´ berupa lingkungan hidup. Namun sejak 1949. Ketiga. Pasca Perang Dingin disebutkan Juwono telah melahirkan sedikitnya empat hal penting dalam hubungan internasional. Uni Soviet telah membuktikan keunggulannya dengan memiliki senjata nuklir seperti halnya Amerika Serikat. Perang Dingin berakhir dengan runtuhnya tembok Berlin pada 9 November 1989 serta menyatunya Jerman Barat dan Timur pada 3 Oktober 1990. Pertama. lebih tidak menentu dan lebih mengandung kompetisi meraih akses pada ilmu. Setelah Perang Dunia II. Tiadanya negara adidaya yang memasok kekuatan militer telah menimbulkan persaingan baru diantara negara anggota kawasan tertentu. Blok Barat dipimpin Amerika Serikat yang menghendaki ajaran komunis yang dibawa Blok Timur tidak menguasai dunia. 2011 Oleh Asep Setiawan Pendahuluan Hubungan internasional abad ke-20 ditandai dengan polarisasi dunia menjadi dua kutub raksasa yakni Blok Barat dan Timur. hak asasi manusia dan demokratisasi.By editor | Published: February 14. Kedua. Amerika Serikat memiliki supremasi dalam bidang senjata strategis. Ditambah pula dampak globalisasi ekonomi.[1] Perkembangan itu disusul dengan bubarnya Uni Soviet pada 25 Desember 1991 bersamaan dengan mundurnya Mikhail Gorbachev sebagai kepala negara. soal yang berkaitan dengan keamanan regional. Memasuki milenium ke-3 ini dunia menyaksikan corak hubungan antar bangsa yang juga baru. hubungan internasional ditandai dengan ikhtiar memelihara persatuan dan kesatuan bangsa menghadapi lingkungan internasional yang lebih kabur. Penemuan Bom Atom di akhir Perang Dunia II dan penggunaannya oleh Amerika Serikat telah mendorong Blok Timur yang kemudian dipimpin Uni Soviet berusaha mendapatkan teknologi tersebut. tahun 1989-1990.

sebanyak 41 persen manusia yang hidup di dunia tinggal di negara-negara bebas. negara yang sedang dalam transisi dari otoritarianisme menuju demokrasi pasar namun berisiko membeku dengan ekonomi politik dan sebagian sistem politik bebas. Perkembangan teknologi informasi memang sudah dirasakan sebagian besar lapisan masyarakat di planet bumi ini. ada baiknya melihat terlebih dahulu sedikitnya tiga revolusi yang berlangsung pada penghujung abad ke-20. Revolusi teknologi informasi. Charles Kegley menyebutkan. Francis Fukuyama menyatakan ajaran demokrasi liberal Barat telah menjadi universal dan bentuk terakhir pemerintahan yang bisa diterima manusia. negara-negara bermasalah yang tertinggal dari negara lainnya dan bahkan banyak berjuang untuk keluar dari ekstremisne etnik dan religius dan mungkin krisis separatisme. kabel optik fiber. Sejauh ini sulit diramalkan akan ke mana arah revolusi bidang teknologi ini. Sebuah organisasi yang memonitor kemajuan ke arah demokrasi. internet. Ketiga. 37 persen hidup di negara setengah bebas dan 22 persen berada di negara yang tidak bebas. faksimile. Huntington menyebutkan bahwa fenomena meluasnya ajaran demokrasi itu sebagai sebuah gelombang ketiga demokratisasi. Bahkan muncul pendapat. sebagai cara terbaik dalam memimpin masyarakat. Pertama. siaran televisi yang global serta satelit telah mempercepat aliran informasi menembus batas-batas negara tanpa bisa dihentikan. Salah satu perkembangan menarik dari perubahan geostrategis global seperti diuraikan dalam laporan tersebut adalah kemenangan gagasan demokrasi dan ekonomi pasar (democracy market). Dalam sebuah laporan berjudul Strategic Assessment 1997 yang diterbitkan Institute for National Strategic Studies (INSS) Amerika Serikat menyebutkan di dunia ini telah terjadi perubahan-perubahan strategis. Kedua. kecuali di Cina. pola Perang Dingin sedang digantikan oleh hubungan multiporal asimetris di mana AS sebagai negara paling kuat yang mengendalikan jaringan internasional. revolusi geostrategis. Di antaranya. antara 1974 sampai 1991. Oleh sebab itulah maka INSS membagi tiba kategori negara. Pertama. negara sukses melaksanakan tujuan demokrasi pasar. Kedua. Kemitraan ini secara langsung telah mengeluarkan Cina dari isolasionisme dunia menjadi lebih terbuka terhadap respons dunia. memperkirakan pada tahun 1992. Komputer. Patut dicatat pula fenomena baru dari kemitraan strategis antara AS dan Cina serta Cina dan Rusia.Sebelum melihat bagaimana corak hubungan internasional abad ke-21. sepertiga negara yang ada di muka bumi mengubah sistem politiknya menjadi demokrasi. dengan kemitraan itu Cina takkan lagi berubah menjadi ekstrem karena tidak merasa frustrasi dengan apa yang dinamakan oleh AS sebagai politik pembendungan Cina. Oleh karena itulah revolusi ini mempercepat penyebaran gagasan-gagasan politik yang semakin membuka mata masyarakat. AS melihat bahwa gagasan itu diterima di mana pun di dunia. . telepon genggam. Oleh karena itu. Meskipun demikian kekuatan negara lain penting karena berpengaruh di masing-masing kawasan. Freedom House.

Uni Eropa dan mungkin Cina. Bentuk aliansi juga mengalami perubahan berarti dari aliansi yang bersifat politik-militer menjadi aliansi atau persekutuan atau perhimpunan yang menekankan kerja sama ekonomi. tidak seperti pada Perang Dingin dengan dua poros. meningkatkan efektifitas dan efisensi sehingga bisa menggenjot pertumbuhan ekonomi. keterbukaan politik dan lingkungan menjadi vokal pada saat ini. Jika meminjam teori new institutionalism maka aspek kerja sama menjadi fokus untuk menggantikan aspek persaingan atau permusuhan. Tema-tema seperti hak asasi manusia. Berkurangnya fungsi pemerintahan pusat ini antara lain karena berkurangnya anggaran dan mungkin pula karena krisis anggaran di banyak negara. Pandangan baru Tidak hanya karena revolusi teknologi komunikasi. AS akan senantiasa mempertahankan kekuatannya dengan jalan apa pun meski tentu mengorbankan sekutunya. Diperkirakan pada awal abad ke-21. Dalam skema hubungan antarkekuatan besar terlihat AS masih berada di poros. Di banyak negara maju. Bahkan ada pula yang diserahkan ke sektor swasta. kemampuan pemerintah memobilisasi berbagai sumber untuk mendukung kepentingan nasionalnya masih bisa diandalkan. wilayah kontrol negara kini sedang menyusut. Kekuatan bisnis internasional juga telah meningkatkan kekuatannya dalam berhadapan dengan pemerintahan. tetapi juga karena dalam tataran ideologis sudah relatif tidak ada pertentangan yang menajam dan mendunia. Tidak mengherankan jika banyak terjadi swastanisasi perusahaan negara seperti di Rusia dan Cina. Menurut sebuah analisis telah terjadi tiga perubahan cepat dalam dekade ini dan hal ini sepertinya banyak menguntungkan negara adidaya seperti AS. Alasannya. terutama dalam penguasaan sumber daya alam. demokratisasi. Perdebatan teori itu kemudian bergeser pada semacam apologia bahwa memang tidak semua teori bertugas meramalkan kejadian internasional.Ketiga. Dari segi isu-isu internasional jelas sudah ada pergeseran berarti dari bidang ideologis yang termanifestasikan dari persaingan militer dan aliansi menjadi bernada ekonomi-politik. Pemerintah pusat cenderung memindahkan lebih banyak otoritasnya ke pemerintah lokal atau regional. Berkurangnya kekuasaan pemerintah ini terlihat seperti di Rusia. Gaddis bahkan pernah mengherankan mengapa teoriteori hubungan internasional yang ada sekarang tak bisa meramalkah berakhirnya Perang Dingin. justru isu-isu ini akan semakin menguat. Namun demikian tentu saja dalam saat-saat tertentu seperti selama perang. Seorang pakar hubungan internasional. kekuasaan dialihkan ke pemerintahan regional atau lokal. dana dan manusia. Fenomena ini telah memperkuat kecenderungan menuju masyarakat pluralis. AS. Berbeda dengan lima dekade lalu. Salah satu kecenderungan yang muncul adalah. . Memang teoritisi realis masih hidup dalam percaturan internasional namun gemanya tidak sehebat ketika Perang Dingin lahir dan berkembang sampai tumbangnya Uni Soviet tahun 1991. revolusi dalam pemerintahan.

masyarakat nanti akan menjadi yang pertama dalam sejarah kemanusiaan yang benar-benar menjadi kekuatan ekonomi global sejati. Kehadiran teori itu juga seperti membuktikan bahwa aneka ragam teori hubungan internasional meskipun lahir di tangan seorang atau sekelompok pakar Hubungan Internasional berpengalaman dari perguruan prestisius masih saja memiliki kelemahan. Inilah yang disebut Thurow sebagai piringan tektonik keempat.Apapun alasan dan argumentasinya. anggaran pemerintah. psikologi. Realisme telah melahirkan neorealisme. ideologi-ideologi masa depan . Ini bukan berarti mengecilkan perkembangan teori yang ada namun bahwa aspek hubungan internasional pada milenium baru itu berbeda bahkan tidak mustahil berbeda sama sekali dengan apa yang terlihat pada abad ke-20 Untuk mengetahui bagaimana pola hubungan internasional abad ke-21. Lester Thurow menyebutkan adanya lima kekuatan dunia. Graham Fuller dalam artikelnya The Next Ideology menegaskan. sejumlah pakar menguraikan versi masing-masing. Huntington membicarakan soal Clash of Civilisation antara Barat versus Islam atau Konfusius. Ia menilai. Persoalan yang dihadapai nanti adalah apa yang jadi ideologi masa depan. Kekuatan ketiga adalah tentang tiga hal yang sedang berjalan dalam masalah demografi. sepertiga manusia hidup di dunia komunis. Industri ini akan melahirkan lingkungan yang baru. ideologi dalam hubungan antar bangsa masih menjadi salah satu unsur penting. Masyarakat nanti bisa memproduksi apa saja dimana saja di muka bumi dan menjualnya dimana saja di muka bumi. bisnis. Piringan pertama adalah berakhirnya komunisme. ³Saya menyebutnya piringan ekonomi yang didasarkan pada konsep geologi dimana gempa bumi dan ledakan gunung berapi disebabkan oleh gerakan piringan raksasa benua yang disebut piringan tektonik yang mengambang di inti bumi. Pada saat yang sama. penduduk dunia tumbuh. bergerak dan juga semakin tua. Thurow berpendapat. Sedangkan kekuatan kelima dan terakhir seperti diungkapkan Thurow adalah untuk pertama kali dalam 200 tahun umat manusia takkan memiliki dunia unipolar dengan satu kekuatan ekonomi. Thurow melihat adanya gerakan dari industri berbasiskan sumber daya alam menuju industri berbasiskan otak manusia. Perkembangan ini saja telah memberikan semacam alasan bahwa memang revisi terhadap pemahaman hubungan internasional memerlukan revisi besar-besaran dan mengakar. jelas bahwa teori hubungan internasional mengalami perubahan format. Masa depan ideologi Seperti halnya pada abad ke-20. Kedua. Mereka akan bergabung kedalam dunia kapitalis. Menurut dia. politik atau militer yang dominan seperti hal yang terjadi pada abad ke-19 dengan Inggris dan pada abad ke-20 dengan kekuatan Amerika Serikat. Mulai 2025 di negara-negara industri. mayoritas penduduknya berusia di atas 65 tahun. Hal ini juga akan mengubah sosiologi. lima piringan tektonik ekonomi ini akan mendorong semua perubahan dan secara fundamental menciptakan kembali permukaan ekonomi bumi.

Namun tahun 1999 dapat disaksikan betapa cepatnya pemulihan yang dialami Korea Selatan. kandidat yang berperan potensial dari Dunia Ketiga untuk tampil adalah Indonesia. Aljazair. peralihan dari negara bangsa kedalam bentuk jaringan. Menurut Naisbitt. Mereka yang membuat secara ekonomi seperti Barat mungkin akan menyesuaikan pandangannya sederajat pada pertama kalinya. pada era masa depan. Krisis moneter yang menimpa Asia sejak 1997 telah menimbulkan keraguan akan kemampuan Asia memainkan peran dalam ekonomi dan politik dunia. Brasil dan Afrika Selatan. Corak Asia John Naisbitt telah memberikan indikasi bahwa abad ke-21 tidak bisa lepas dari pengaruh Asia. Kini sudah muncul kesadaran dari berbagai warga negara di Asia menyebut dirinya sebagai orang Asia.[3] Ia menyebutnya sebagai perasaan sebenarnya dari Asia sehingga disebutnya sebagai Asianisasi Asia. . Ini berkaitan dengan peralihan Asia yang didominasi Jepang menjadi kawasan yang didominasi jaringan Cina yang jumlahnya mencapai 57 juta jiwa. saat ini sedang disaksikan semacam kesadaran Asia. Pertama. Indonesia memang tertinggal dalam pemulihan tersebut karena adanya krisis politik yang berlangsung secara bersamaan dengan krisis politik. Ia menyebutkan. Pertama. proses penyaringan cita-cita yang sekarang berlaku tidaklah cukup.yang datang dari Dunia Ketiga akan menjadi penantang Barat. Ia menilainya akan memberikan kekuatan pada abad ke21. Thailand dan Malaysia. ia merumuskannya dalam nilai-nilai yang muncul dari ideologi Barat. Dalam karyanya. Etnik Cina ini hidup di luar jumlah yang mencapai 1. Dalam era masa datang. Ketiga. Ini mengindikasikan betapa kuatnya perasaan Asia diantara berbagai negara yang berbeda. Megatrends in Asia. Barat yang dominan akan memasuki masa pengkajian ulang tentang cara mengimplementasikan nilai-nilai filosofisnya.[2] Ia menilai. Kedua adalah keyakinan bahwa nilai etik dan politik demokrasi. Naisbitt memberikan contoh bagaimana pada tahun 1960-an seorang warga Inggris. Dunia Ketiga akan berkembang terus secara beraneka ragam dengan berbagai negara meraih tahap baru ³modernisasi´ di berbagai waktu. Tatanan lama tradisi Barat bukanlah model yang perlu diperjualbelikan ke seluruh dunia. Kedua. Munculnya ideologi baru itu merupakan konsekuensi dari keadaan vakum yang diakibatkan pupusnya pengaruh gaya Marxisme-Leninisme di Uni Soviet. sepertiga negara Dunia Ketiga takkan seperti itu dan akan membutuhkan bantuan dan dukungan untuk menghindari terseret kedalam tatanan dunia dalam konfrontasi antara tatanan Barat dan non-Barat. AS akan menghadapi tiga konvergensi. Untuk memahami bagaimana ideologi masa depan ini. bentuk ideologi mendatang merupakan gabungan dari nilai dan lembaganya.2 milyar di RRC. Jerman dan Perancis menyebut dirinya sebagai orang Eropa. Naisbitt menyebutkan ada delapan trend yang terjadi di Asia pada akhir abad ke-20.

Trend keenam yang disebutkan Naisbitt adalah perpindahan dari pekerjaan yang padat tenaga kerja menjadi padat teknologi. Baik dari segi jumlah penduduk maupun pertumbuhan ekonomi dalam dekade terakhir abad ke-20. Di Indonesia sendiri jumlah warga negara perempuan lebih banyak daripada pria. peralihan dari ekonomi yang dipicu ekspor menjadi ekonomi yang dipacu konsumer. Terdapat perubahan dari pertanian yang padat tenaga kerja menjadi sektor manufaktur dan jasa. Ketiga. kota-kota kecil dan pedesaan berubah menjadi wilayah urban yang besar. Dinamika ekonomi yang diperkenalkan dalam beberapa dekade ini telah menempatkan pasar sebagai pengendali pertumbuhan bukannya pemerintah. bahkan megapolitan lahir dari proses pembangunan ekonomi. Banyak negara di Asia telah menguasai teknologi tinggi yang memproduksi produk padat ilmu. Abad ke21 akan menjadi kawasan dominan. adanya peralihan dari Barat ke Asia dimana Asia diproyeksikan akan menjadi pusat dunia menggantikan Eropa. Pertumbuhan ekonomi yang dirangsang oleh ekspor yang berlangsung selama ini telah memunculkan standar hidup masyarakat asal ekspor. Kecenderungan yang muncul di Asia meski sempat terhenti karena krisis ekonomi akan melahirkan dominasi Asia menggantikan dominasi Barat . Kota-kota metropolitan. Kelima. Penutup Karakter hubungan internasional abad ke-21 akan ditandai dengan peralihan pertentangan ideologi menjadi persaingan ekonomi dan politik. Trend terakhir.Kecenderungan kedua. John Naisbitt juga memperhitungkan kecenderungan ke tujuh yakni peralihan dari dominasi pria dalam pekerjaan dengan munculnya kaum perempuan di berbagai sektor. Itulah sebabnya maka pasar memicu kebutuhan dan pengawasan baru terhadap ekonomi. bisnis dan pendidikan yang bergaya Asia karena lebih menempatkan tradisi masing-masing secara lebih terhormat. politik dan budaya. Selain itu akan muncul sebuah hubungan antar bangsa dimana Asia kemungkinan memainkan peran dalam ekonomi. Asia tidak disamai oleh Eropa sekalipun. Kemudian muncul kebutuhan akan pemerintahan. Masyarakat inilah yang kemudian menuntut kebutuhan baru bidang manufaktur yang kemudian mendorong industri. di Asia juga muncul kecenderungan apa yang disebut sebagai peralihan dari kontrol pemerintah menjadi kontrol pasar. Naisbitt menyebutkan sebagai peralihan dari pengaruh Barat kepada cara Asia. tulis Naisbitt. Keempat. seiring dengan perjalanan industrialisasi. Lagipula banyak kaum perempuan yang belajar sampai pendidikan tinggi sehingga akses kepada bidang kerja dengan keterampilan khusus bisa diraihnya. Tradisi Asia telah menjadi kebutuhan sesudah kemajuan ekonomi mewarnai Asia. Bidang pekerjaan yang padat tenaga kerja telah digantikan dengan pekerjaan yang menuntut pengetahuan tinggi. Ideologi baru akan muncul menggantikan ideologi tradisional Marxisme dan Kapitalisme.

London. MacMillan Publishing Company.Contemporary International Relations: A Guide to Theory. From Nation States to Networks dalam Rethinking The Future. Jakarta. Pustaka Jaya. ³The Next Ideology´. Hasilnya. 1971. . Viotti. World Politics. Sumber: theglobalpolitics. Perkembangan Studi Hubungan Internasional. dalam Foreign Policy. 224. DAFTAR PUSTAKA Sudarsono. Mochtar. London: Pinter. 1993. Jakarta: LP3ES. 1996. Jakarta:Pustaka Jaya. 1997. James E and Robert L Pfaltzgraff Jr.com dan asepsetiawan. 1994.Contending Theories of International Relations. Philadelphia:JB Lippincot Company.. Globalism. Martin¶s Press. AJR. negara-negara Asia memiliki posisi penting dalam percaturan politik dan ekonomi dunia. hal. London. Kegley. Paul R and Mark V Kauppi.3 [2] Graham Fuller. Groom.. Ilmu Hubungan Internasional. New York.com [1] Juwono Sudarsono. ³State of the Art Hubungan Internasional: Mengkaji Ulang Teori Hubungan Internasional ³dalam Perkembangan Studi Hubungan Internasional dan Tantangan Masa Depan. International Relations Theory: Realism.al. Spring 1995 [3] John Naisbitt. hal. 1994. Charles et. St. Dougherty. Juwono dkk. Rowan Gibson (editor). 1996 Masoed. 1993. Pluralism. Nicholas Brealy Publishing..setidaknya di kawasan ini. Juwono Sudarsono dkk.