Kode Etik Guru Indonesia 24 Februari 2011 Budisastro Tinggalkan komentar Go to comments Peranan guru semakin penting dalam

era global. Hanya melalui bimbingan guru yang profesional, setiap siswa dapat menjadi sumber daya manusia yang berkualitas, kompetitif dan produktif sebagai aset nasional dalam menghadapi persaingan yang makin ketat dan berat sekarang dan dimasa datang. Dalam melaksanakan tugas profesinya guru Indonesia menyadari sepenuhnya bahwa perlu ditetapkan Kode Etik Guru Indonesia sebagai pedoman bersikap dan berperilaku yang mengejewantah dalam bentuk nilai-nilai moral dan etika dalam jabatan guru sebagai pendidik putera-puteri bangsa BAGIAN SATU Pengertian, Tujuan, dan Fungsi Pasal 1 (1) Kode Etik Guru Indonesia adalah norma dan asas yang disepakati dan diterima oleh guru-guru Indonesia sebagai pedoman sikap dan perilaku dalam melaksanakan tugas profesi sebagai pendidik, anggota masyarakat, dan warga negara. (2) Pedoman sikap dan perilaku sebagaimana yang dimaksud pasa ayat (1) pasal ini adalah nilai-nilai moral yang membedakan perilaku guru yang baik dan buruk, yang boleh dan tidak boleh dilaksanakan selama menunaikan tugas-tugas profesionalnya untuk mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik, serta pergaulan sehari-hari di dalam dan di luar sekolah. Pasal 2 (1) Kode Etik Guru Indonesia merupakan pedoman sikap dan perilaku bertujuan menempatkan guru sebagai profesi terhormat, mulia, dan bermartabat yang dilindungi undang-undang. (2) Kode Etik Guru Indonesia berfungsi sebagai seperangkat prinsip dan norma moral yang melandasi pelaksanaan tugas dan layanan profesional guru dalam hubungannya dengan peserta didik, orangtua/wali siswa, sekolah dan rekan seprofesi, organisasi profesi, dan pemerintah sesuai dengan nilai-nilai agama, pendidikan, sosial, etika, dan kemanusiaan. BAGIAN DUA Sumpah/Janji Guru Indonesia Pasal 3 (1) Setiap guru mengucapkan sumpah/janji guru Indonesia sebagai wujud pemahaman, penerimaan, penghormatan, dan kesediaan untuk mematuhi nilai-nilai moral yang termuat di dalam Kode Etik Guru Indonesia sebagai pedoman bersikap dan berperilaku, baik di sekolah maupun di lingkungan masyarakat.

Guru menghimpun informasi tentang peserta didik dan menggunakannya untuk kepentingan proses kependidikan. dan mengembangkan suasana sekolah yang menyenangkan sebagai lingkungan belajar yang efektif dan efisien bagi peserta didik. e. menghayati. (2) Nilai-nilai kompetensi pedagogik. mengarahkan. intelektual. dan mengevaluasi proses dan hasil pembelajaran. harkat. sosial. (3) Nilai-nilai jatidiri. dan mengamalkan hak-hak dan kewajibannya sebagai individu. Guru secara perseorangan atau bersama-sama secara terus-menerus berusaha menciptakan. kompetensi kepribadian. f. (2) Pengambilan sumpah/janji guru Indonesia dapat dilaksanakan secara perorangan atau kelompok sebelum melaksanakan tugas. dan kompetensi profesional.(2) Sumpah/janji guru Indonesia diucapkan di hadapan pengurus organisasi profesi guru dan pejabat yang berwenang di wilayah kerja masing-masing. . Guru membimbing peserta didik untuk memahami. d. c. mengajar. melatih. (3) Setiap pengambilan sumpah/janji guru Indonesia dihadiri oleh penyelenggara satuan pendidikan. Guru menjalin hubungan dengan peserta didik yang dilandasi rasa kasih sayang dan menghindarkan diri dari tindak kekerasan fisik yang di luar batas kaidah pendidikan. dan anggota masyarakat. memelihara. menilai. BAGIAN TIGA Nilai-nilai Dasar dan Nilai-nilai Operasional Pasal 5 Kode Etik Guru Indonesia bersumber dari: (1) Nilai-nilai agama dan Pancasila. emosional. membimbing. kompetensi sosial. Guru berprilaku secara profesional dalam melaksanakan tugas mendidik. Pasal 6 (1) Hubungan Guru dengan Peserta Didik: a. Pasal 4 (1) Naskah sumpah/janji guru Indonesia dilampirkan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari Kode Etik Guru Indonesia. dan martabat manusia yang meliputi perkembangan kesehatan jasmaniah. b. warga sekolah. Guru mengakui bahwa setiap peserta didik memiliki karakteristik secara individual dan masingmasingnya berhak atas layanan pembelajaran. dan spiritual.

g. Guru berperilaku taat asas kepada hukum dan menjunjung tinggi kebutuhan dan hak-hak peserta didiknya. b. Guru berusaha membina hubungan kerjasama yang efektif dan efisien dengan orangtua/wali siswa dalam melaksanakan proses pendidikan. f. o. hukum. dan keamanan. n. Guru tidak membuka rahasia pribadi peserta didiknya untuk alasan-alasan yang tidak ada kaitannya dengan kepentingan pendidikan. integritas. kemajuan. i. g. Guru menjunjung tinggi harga diri. c. Guru tidak menggunakan hubungan dan tindakan profesional dengan peserta didiknya untuk memperoleh keuntungan-keuntungan pribadi. kebudayaan. Guru bekomunikasi secara baik dengan orangtua/wali siswa mengenai kondisi dan kemajuan peserta didik dan proses kependidikan pada umumnya. e. h. Guru tidak menggunakan hubungan dan tindakan profesionalnya kepada peserta didik dengan cara-cara yang melanggar norma sosial. dan tidak sekali-kali merendahkan martabat peserta didiknya. k. . Guru memotivasi orangtua/wali siswa untuk beradaptasi dan berpartisipasi dalam memajukan dan meningkatkan kualitas pendidikan. dan cita-cita anak atau anak-anak akan pendidikan. Guru membuat usaha-usaha yang rasional untuk melindungi peserta didiknya dari kondisi-kondisi yang menghambat proses belajar. Guru berusaha secara manusiawi untuk mencegah setiap gangguan yang dapat mempengaruhi perkembangan negatif bagi peserta didik. moral. j. kesehatan. l. Guru memberikan informasi kepada orangtua/wali secara jujur dan objektif mengenai perkembangan peserta didik. Guru menjunjung tinggi hak orangtua/wali siswa untuk berkonsultasi denganya berkaitan dengan kesejahteraan. menimbulkan gangguan kesehatan. p. Guru tidak melakukan hubungan dan tindakan profesional dengan orangtua/wali siswa untuk memperoleh keuntungan-keuntungan pribadi. m. Guru secara langsung mencurahkan usaha-usaha profesionalnya untuk membantu peserta didik dalam mengembangkan keseluruhan kepribadiannya. (2) Hubungan Guru dengan Orangtua/Wali Murid : a. dan kemanusiaan. dan agama. Guru bertindak dan memandang semua tindakan peserta didiknya secara adil. d. Guru terpanggil hati nurani dan moralnya untuk secara tekun dan penuh perhatian bagi pertumbuhan dan perkembangan peserta didiknya. Guru merahasiakan informasi setiap peserta didik kepada orang lain yang bukan orangtua/walinya. termasuk kemampuannya untuk berkarya.

Guru saling membimbing antarsesama rekan sejawat. Guru menciptakan suasana sekolah yang kondusif. . moral. h. g. (4) Hubungan Guru dengan Sekolah dan Rekan Sejawat: a. d. Guru menghormati rekan sejawat. e. Guru tidak menampilkan diri secara ekslusif dalam kehidupan bermasyarakat. Guru dengan berbagai cara harus membantu rekan-rekan juniornya untuk tumbuh secara profesional dan memilih jenis pelatihan yang relevan dengan tuntutan profesionalitasnya. dan reputasi sekolah.(3) Hubungan Guru dengan Masyarakat : a. dan efisien dengan masyarakat untuk memajukan dan mengembangkan pendidikan. menjunjung tinggi nilai-nilai agama. Guru tidak membocorkan rahasia sejawat dan peserta didiknya kepada masyarakat. Guru mengakomodasikan aspirasi masyarakat dalam mengembangkan dan meningkatkan kualitas pendidikan dan pembelajaran. Guru peka terhadap perubahan-perubahan yang terjadi dalam masyarakat. b. g. d. dan kemanusiaan dalam setiap tindakan profesional dengan sejawat. c. Guru mememberikan pandangan profesional. prestasi. e. Guru menerima otoritas kolega seniornya untuk mengekspresikan pendapat-pendapat profesional berkaitan dengan tugas-tugas pendidikan dan pembelajaran. Guru memiliki beban moral untuk bersama-sama dengan sejawat meningkatkan keefektifan pribadi sebagai guru dalam menjalankan tugas-tugas profesional pendidikan dan pembelajaran. Guru melakukan semua usaha untuk secara bersama-sama dengan masyarakat berperan aktif dalam pendidikan dan meningkatkan kesejahteraan peserta didiknya. i. Guru memotivasi diri dan rekan sejawat secara aktif dan kreatif dalam melaksanakan proses pendidikan. j. f. dan kemanusiaan dalam berhubungan dengan masyarakat. h. hukum. moral. b. Guru menjalin komunikasi dan kerjasama yang harmonis. k. f. c. Guru membasiskan-diri pada nilai-nilai agama. Guru bekerjasama secara arif dengan masyarakat untuk meningkatkan prestise dan martabat profesinya. Guru memelihara dan meningkatkan kinerja. Guru menjunjung tinggi martabat profesionalisme dan hubungan kesejawatan dengan standar dan kearifan profesional. efektif. Guru menciptakan suasana kekeluargaan di didalam dan luar sekolah.

Guru tidak membuka rahasia pribadi sejawat kecuali untuk pertimbangan-pertimbangan yang dapat dilegalkan secara hukum. Guru menjunjung tinggi jabatan guru sebagai sebuah profesi. Guru berusaha mengembangkan dan memajukan disiplin ilmu pendidikan dan mata pelajaran yang diajarkan. (5) Hubungan Guru dengan Profesi : a. m. inisiatif individual. dan integritas dalam tindakan-tindakan profesional lainnya. Guru tidak menciptakan kondisi atau bertindak yang langsung atau tidak langsung akan memunculkan konflik dengan sejawat. b. kemanusiaan. pemberian. b. h. p. Guru menerima tugas-tugas sebagai suatu bentuk tanggungjawab. Guru menjadi anggota organisasi profesi guru dan berperan serta secara aktif dalam melaksanakan program-program organisasi bagi kepentingan kependidikan. Guru mengoreksi tindakan-tindakan sejawat yang menyimpang dari kaidah-kaidah agama. . c. Guru terus menerus meningkatkan kompetensinya. (6) Hubungan Guru dengan Organisasi Profesinya : a. Guru tidak mengoreksi tindakan-tindakan profesional sejawatnya atas dasar pendapat siswa atau masyarakat yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Guru menunjung tinggi tindakan dan pertimbangan pribadi dalam menjalankan tugas-tugas profesional dan bertanggungjawab atas konsekuensinya. d. dan pujian yang dapat mempengaruhi keputusan atau tindakan-tindakan profesionalnya. dan martabat profesionalnya. Guru tidak mengeluarkan pernyataan-keliru berkaitan dengan kualifikasi dan kompetensi sejawat atau calon sejawat. Guru tidak mengeluarkan pendapat dengan maksud menghindari tugas-tugas dan tanggungjawab yang muncul akibat kebijakan baru di bidang pendidikan dan pembelajaran. q. Guru tidak melakukan tindakan dan mengeluarkan pendapat yang akan merendahkan marabat pribadi dan profesional sejawatnya. moral. g. Guru tidak menerima janji. o. Guru memantapkan dan memajukan organisasi profesi guru yang memberikan manfaat bagi kepentingan kependidikan. Guru tidak melakukan tindakan dan mengeluarkan pendapat yang akan merendahkan martabat profesionalnya. e.l. f. n.

(2) Guru dan organisasi guru berkewajiban mensosialisasikan Kode Etik Guru Indonesia kepada rekan sejawat. Guru menunjung tinggi tindakan dan pertimbangan pribadi dalam menjalankan tugas-tugas organisasi profesi dan bertanggungjawab atas konsekuensinya. UU tentang Sistem Pendidikan Nasional. g. . penyelenggara pendidikan. inisiatif individual. c. f. Guru menerima tugas-tugas organisasi profesi sebagai suatu bentuk tanggungjawab. Pelanggaran. Guru tidak melakukan tindakan pribadi atau kedinasan yang berakibat pada kerugian negara. Guru aktif mengembangkan organisasi profesi guru agar menjadi pusat informasi dan komunikasi pendidikan untuk kepentingan guru dan masyarakat. Guru membantu program pemerintah untuk mencerdaskan kehidupan yang berbudaya. Pasal 8 (1) Pelanggaran adalah perilaku menyimpang dan atau tidak melaksanakana Kode Etik Guru Indonesia dan ketentuan perundangan yang berlaku yang berkaitan dengan profesi guru. masyarakat. e. dan pemerintah. memelihara dan meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. dan integritas dalam tindakan-tindakan profesional lainnya. dan Sanksi Pasal 7 (1) Guru dan organisasi profesi guru bertanggungjawab atas pelaksanaan Kode Etik Guru Indonesia. Guru berusaha menciptakan. d. Guru tidak melakukan tindakan dan mengeluarkan pendapat yang dapat merendahkan martabat dan eksistensi organisasi profesinya. Guru tidak menghindari kewajiban yang dibebankan oleh pemerintah atau satuan pendidikan untuk kemajuan pendidikan dan pembelajaran. (2) Guru yang melanggar Kode Etik Guru Indonesia dikenai sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku. h. b. BAGIAN EMPAT Pelaksanaan. (7) Hubungan Guru dengan Pemerintah: a. Guru memiliki komitmen kuat untuk melaksanakan program pembangunan bidang pendidikan sebagaimana ditetapkan dalam UUD 1945. d. Undang-Undang tentang Guru dan Dosen. Guru tidak menyatakan keluar dari keanggotaan sebagai organisasi profesi tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan. Guru tidak mengeluarkan pendapat dan bersaksi palsu untuk memperoleh keuntungan pribadi dari organisasi profesinya.c. e. dan ketentuan perundang-undangan lainnya.

(3) Jenis pelanggaran meliputi pelanggaran ringan. Bagian Enam Penutup Pasal 11 (1) Setiap guru harus secara sungguh-sungguh menghayati. Pasal 9 (1) Pemberian rekomendasi sanksi terhadap guru yang melakukan pelanggaran terhdap Kode Etik Guru Indonesia menjadi wewenang Dewan Kehormatan Guru Indonesia. Bagian Lima Ketentuan Tambahan Pasal 10 Tenaga kerja asing yang dipekerjakan sebagai guru pada satuan pendidikan di Indonesia wajib mematuhi Kode Etik Guru Indonesia dan peraturan perundang-undangan. dan tidak bertentangan dengan anggaran dasar organisasi profesi serta peraturan perundang-undangan. tidak diskriminatif. (5) Siapapun yang mengetahui telah terjadi pelanggaran Kode Etik Guru Indonesia wajib melapor kepada Dewan Kehormatan Guru Indonesia. sedang. (4) Sanksi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) merupakan upaya pembinaan kepada guru yang melakukan pelanggaran dan untuk menjaga harkat dan martabat profesi guru. dan berat. (6) Setiap pelanggar dapat melakukan pembelaan diri dengan/atau tanpa bantuan organisasi profesi guru dan/atau penasihat hukum sesuai dengan jenis pelanggaran yang dilakukan dihadapan Dewan Kehormatan Guru Indonesia. mengamalkan. atau pejabat yang berwenang. (3) Dewan Kehormatan Guru Indonesia menetapkan sanksi kepada guru yang telah secara nyata melanggar Kode Etik Guru Ind . serta menjunjung tinggi Kode Etik Guru Indonesia. organisasi profesi guru. (2) Guru yang belum menjadi anggota organisasi profesi guru harus memilih organisasi profesi guru yang pembentukannya sesuai dengan peraturan perundang-undangan. (2) Pemberian sanksi oleh Dewan Kehormatan Guru Indonesia sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus objektif. (3) Rekomendasi Dewan Kehormatan Guru Indonesia sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib dilaksanakan oleh organisasi profesi guru.

HUBUNGAN GURU DENGAN GURU . 7) Berbicara secara konstruktif tentang guru-guru lain.449) menegaskan bahwa suatu kode etik menggambarkan nilai-nilai professional suatu profesi yang diterjemahkan kedalam standar prilaku anggotanya. pimpinan. 6) Menjauhkan ocehan atau kecaman yang bersifat menentang tentang guru-guru lain. 5) Menjauhkan diri campur tangan perkara-perkara antara guru-guru dan murid-murid. Inti nilai professional adanya sifat altruistis dari seorang propesional. tanda. pedoman etis dalam melakukan suatu kegiatan atau pekerjaan. Gibson dan Mitchel (1995. Etis berarti sesuai dengan nilai-nilai. 2) Membantu teman-temannya dengan nasehat-nasehat yang konstruktif dan pikiran-pikiran yang membantu. Kode etik guru sesungguhnya merupakan pedoman yang mengatur hubungan guru dangan teman sejawat. Jalinan hubugan tersebut dilakukan untuk berbagai kepentingan terutama untuk kepentingan pekembangan siswa secara optimal. 1. dan norma yang dianut oleh sekelompok orang atau masyarakat tertentu. Dengan kata lain. masyarakat dan dengan misi tugasnya. 2. Etika hubugan guru dangan teman sejawat Menghendaki supaya guru menjalankan kewajiban-kewajibannya sebagai berikut : 1) Membantu dalam menentukan dan memjalankan kebijakan-kebijakan sekolah. dan lebih berorentasi pada pelayanan masyarakat umum. 3) 4) Menghargai dengan ikhlas bantuan yang diterima dan kemajuan-kemajuan yang dicapai. mentingkan kesehjahteraan orang lain. Membantu teman-teman untuk memperoleh promosi yang patut didapat. akan tetapi melaporkan secara jujur kepada pejabat-pejabat yang berwenang dalam perkara-perkara yang menyangkut kesejahteraan muridmurid. sekolah dan jabatan. C. tata cara. orang tua peserta didik. Pengertian Kode Etik Secara etimologis kode etik berarti pola aturan. kecuali jika kedudukannya yang resmi mengharuskan. Etika hubungan guru dengan peserta didik. Fungsi Kode Etik Keguruan. 8) Menggabungkan diri dengan aktif dalam organisasi-organisasi guru. peserta didik. . kode etik merupakan pola atauran atau tata cara etis sebagai pedoman berprilaku.

9) Guru wajib menjunjung tinggi harga diri setiap murid. politik. serta kekonkretan dan kekhususan ekspresi seorang guru. 3) Bersikap ramah dan sopan terhadap anak didiknya. . 6) Menghindarkan untuk mendasarkan keyakinan-keyakinan agama atau politik partainya kepada muridnya. Etika hubungan guru dengan pimpinan di sekolah 1) 2) 3) Guru wajib melaksanakan perintah dan kebijaksanaan atasanya. mental. Guru wajib menghormati hierarki jabatan. 2) Memperlakukan anak didik secara benar dan adil tanpa memandang sifat fisik. 7) Guru selaku pendidik hendaknya selalu menjadikan dirinya suri teladan bagi anak didiknya. 4. 3. penerimaan dan penghargaan . 10) Guru seyogyanya tidak memberi pelajaran tambahan kepada muridnya sendiri dengan memungut bayaran. Menurut norma ini guru hendaknya : 1) Mengakui bahwa kesejahteraan anak didik ialah kewajiban guru. adil serta menumbuhkannya dengan tanggung jawab.1979) yaitu hubungan yang bersifat membantu dengan mengupayakan terjadinya iklim sekolah yang kondusif bagi perkembangan peserta didik . Etika hubungan guru dengan masyarakat. 5) Jalinan hubungan antara guru dan atasan hendaknya selalu diarahkan untuk meningkatkan mutu dan pelayanan pendidikan yang menjadi tanggung jawab bersama. 4) Setiap saran dan kritik kepada atasan harus diberikan melalui prosedur dan forum yang semestinya.ketulusan dan keterbukaan. ekonomi. Guru wajib menyimpan rahasia jabatan.Menuntut terciptanya hubungan berupa helping relationship (Brammer. kehangatan dan perhatian. 5) Memegang dengan baik keterangan-keterangan yang bersifat rahasia tentang murid-muridnya dan menggunakan secara professional.hubungan ini ditandai dengan adanya prilaku empati. 8) Di dalam melaksanakan tugasnya harus dijiwai dengan kasih saying. 4) Mengajui perbadaan antara murid-murid dan berusaha untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan individual. social rasial atau agama.

Beberapa tanggung jawab yang diharapkan dijalankan guru sebagai anggota organisasai profesinya : 1) 2) Memperhatikan kebanggaan yang sejati dalam jabatan guru. 5) Ikut serta aktif dalam kehidupan masyarakat. Guru menghayati hubungan baik terhadap misi tugasnya sendiri. 4) Berusaha memperoleh pertumbuhan profesioanal secara kontinu dengan kegiatan kegiatan yang memperluas pandangan pendidikan dan meninggikan kecakapan-kecakapan untuk mengajar. 5) Bekerja kearah tercapainya kondisi-kondisi materil yang diperlukan bagi pengabdian professional yang bermutu.dengan berupaya meningkatakan profesionalisme dan kinerjanya melalui pendalaman ilimu keguruan terkini atau melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi serta berpartisipasi dalam keprofesian yang relevan. dan negara. 3) Membantu memperkuat kepercayaan murid terhadap rumahnya sendiri dan menghindarkan ucapan yang mungkin merusak kepercayaan itu.mengadakan kerja sama dengan kalangan industri terdekat yang berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan. 4) Menghormati masyarakat dimana ia bekerja dan bersikap setia kepada sekolah. 5. bangsa. Menciptakan dan memelihara hubungan-hubungan yang ramah dan kooperatif dengan rumah. masyarakat. . Dalam hal ini guru hendaknya : 1) 2) Menghormati tanggung jawab dasar dari orang tua terhadap terhadap anak-anaknya. sehingga profesi ini menjadi bagian dari hidupnya.Peningkatan kinerja dapat diawali dari mncintai profesi kependidikan. Etika hubungan guru dengan misi tugasnya sendiri.Guru sangat perlu mememlihara hubungan baik dengan masyarakat yang lebih luas untuk kepentingan pendidikan. 6) Melaporkan kepada yang berwajib praktek-praktek yang korup dan tak hormat yang diketahui.misalnya. Mendukung dan membantu usaha-usaha untuk meninggikan syarat-syarat memasuki jabatan. 3) Membuat jabatan guru demikian menarik dalam cita-cita dan praktek-praktek sehingga anakanak muda yang cakap dan bersungguh-sungguh akan ingin memasukinya.

dan (b) faktor latihan. tugas guru ini sangat berkaitan dengan kompetensi profesionalnya. Menurut Soedijarto. (g) pengetahuan terhadap penilaian. peranan guru sangat penting sekali untuk membentuk sumber daya manusia yang berkualitas dan berakhlak mulia. kompetensi merupakan daya untuk melakukan suatu tindakan sebagai hasil dari pembawaan dan latihan. Guru yang memiliki kompetensi profesional perlu menguasai antara lain : (a) disiplin ilmu pengetahuan sebagai sumber bahan pelajaran. Kita sadari. seperti hasil belajar. (c) pengetahuan tentang karakteristik siswa. yakni . Ciri seseorang yang memiliki kompetensi apabila dapat melakukan sesuatu. Hakikat profesi guru merupakan suatu profesi. menginformasikan dua faktor yang mempengaruhi terbentuknya kompetensi. guru sebagai seorang pendidik juga membina sikap mental yang menyangkut aspek-aspek manusiawi dengan karakteristik yang beragam dalam arti berbeda antara satu siswa dengan lainnya. hal ini sesuai dengan pendapat Munandar bahwa. Pendapat ini. (a) faktor bawaan. bahwa peran guru sampai saat ini masih eksis.KOMPETENSI PROFESIONALISME GURU 22 November 2008 | dibaca 24616 kali | 4 komentar Tulisan ini berjudul Kompetensi Profesionalisme Guru dirujuk dari pendapat para ahli tentang apa dan bagaimana kompetensi seorang guru yang profesional. yang berarti suatu jabatan yang memerlukan keahlian khusus sebagai guru dan tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang di luar bidang pendidikan. guna kelancaran proses pendidikan. mengapa ? Karena. Pada dasarnya terdapat seperangkat tugas yang harus dilaksanakan oleh guru berhubungan dengan profesinya sebagai pengajar. (e) pengetahuan serta penguasaan metode dan model mengajar. Dalam rangka turut serta mencerdaskan kehidupan bangsa. (f) penguasaan terhadap prinsip-prinsip teknologi pembelajaran. sebab sampai kapanpun posisi/peran guru tersebut tidak akan bisa digantikan sekalipun dengan mesin sehebat apapun. Walaupun pada kenyataannya masih terdapat hal-hal tersebut di luar bidang kependidikan. (b) bahan ajar yang diajarkan. Tuntutan atas berbagai kompetensi ini mendorong guru untuk memperoleh informasi yang dapat memperkaya kemampuan agar tidak mengalami ketinggalan dalam kompetensi . Tetapi perjuangan guru tersebut tidak berhenti sampai disitu. dan mampu merencanakan. memimpin. Banyak pengorbanan yang telah diberikan oleh seorang guru semata-mata ingin melihat anak didiknya bisa berhasil dan sukses kelak. seperti bakat. guru juga merasa masih perlu meningkatkan kompetensinya agar benar-benar menjadi guru yang lebih baik dan lebih profesional terutama dalam proses belajar mengajar sehari-hari. (d) pengetahuan tentang filsafat dan tujuan pendidikan.

peserta didik secara aktif dilibatkan dalam memecahkan masalah. Perhatian yang disisihkan untuk memerhatikan siswanya hanya sedikit. Keberhasilan guru dalam menjalankan profesinya sangat ditentukan oleh ketiganya dengan penekanan pada kemampuan mengajar. dibutuhkan tekad dan keinginan yang kuat dalam diri . Waktu dan tenaga yang dikeluarkan untuk melaksanakan tugasnya hanya sedikit. ditandai oleh ciri-ciri sebagai berikut : a. Profesionalisme seorang guru merupakan suatu keharusan dalam mewujudkan sekolah berbasis pengetahuan. yakni dimasyarakat. kompetensi sosial. c. kurikulum. Selain itu. Semua hal yang disebutkan diatas merupakan hal yang dapat menunjang terbentuknya kompetensi guru.profesionalnya. Perhatian utama guru hanyalah jabatannya. dapat diduga berpengaruh pada proses pengelolaan pendidikan sehingga mampu melahirkan keluaran pendidikan yang bermutu. Dengan kompetensi profesional tersebut. Sedangkan para guru dapat bekerja secara intensif dengan guru lainnya dalam merencanakan pembelajaran. Kompetensi profesional seorang guru adalah seperangkat kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang guru agar ia dapat melaksanakan tugas mengajarnya dengan berhasil. ditandai oleh ciri-ciri sebagai berikut . b. Adapun kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru. salah satu unsur pembentuk kompetensi profesional guru adalah tingkat komitmennya terhadap profesi guru dan didukung oleh tingkat abstraksi atau kemampuan menggunakan nalar. c. Perhatiannya terhadap siswa cukup tinggi. serta menyajikan dan mempertahankan pandangan dan hasil kerja mereka kepada teman sejawat dan yang lainnya. kompetensi pribadi. Kompetensi guru berkaitan dengan profesionalisme. Sebaliknya. kompetensi profesionalisme guru dapat diartikan sebagai kemampuan dan kewenangan guru dalam menjalankan profesi keguruannya dengan kemampuan tinggi. Dalam suasana seperti itu. data evaluasi. membuat keputusan tentang desain sekolah. kolaborasi tentang pengembangan kurikulum. yaitu guru yang profesional adalah guru yang kompeten (berkemampuan). Dengan demikian. mencari sumber informasi. Pada umumnya di sekolahsekolah yang memiliki guru dengan kompetensi profesional akan menerapkan pembelajaran dengan melakukan untuk menggantikan cara mengajar dimana guru hanya berbicara dan peserta didik hanya mendengarkan. Guru yang rendah tingkat komitmennya. dan partisipasi dalam proses penilaian. b. bahwa untuk menjadi guru profesional yang memiliki akuntabilitas dalam melaksanakan ketiga kompetensi tersebut. Keluaran yang bermutu dapat dilihat pada hasil langsung pendidikan yang berupa nilai yang dicapai siswa dan dapat juga dilihat dari dampak pengiring. terdiri dari 3 (tiga) yaitu . guru yang mempunyai tingkatan komitmen tinggi. dan kompetensi profesional mengajar. Karena itu. Banyak bekerja untuk kepentingan orang lain. a. yaitu pemahaman tentang pembelajaran. baik individual maupun tim. dan perkembangan manusia termasuk gaya belajar. Waktu dan tenaga yang dikeluarkan untuk melaksanakan tugasnya banyak.

dan menyimpulkan pengetahuan yang didapatnya. PROFESIONALISME GURU DALAM MENGAJAR Sebagai seorang guru perlu mengetahui dan menerapkan beberapa prinsip mengajar agar seorang guru dapat melaksanakan tugasnya secara profesional. . Guru perlu menghubungkan pelajaran yang akan diberikan dengan pengetahuan yang telah dimiliki peserta didik (kegiatan apersepsi).setiap guru atau calon guru untuk mewujudkannya. Guru juga dapat melaksanakan evaluasi yang efektif serta menggunakan hasilnya untuk mengetahui prestasi dan kemajuan siswa serta menggunakan hasilnya untuk mengetahui prestasi dan kemajuan siswa serta dapat melakukan perbaikan dan pengembangan. diharapkan guru dapat menjelaskan unit pelajaran secara berulang-ulang hingga tanggapan peserta didik menjadi jelas. guru tidak lagi hanya bertindak sebagai penyaji informasi. 6. Guru harus menyelidiki dan mendalami perbedaan peserta secara individual agar dapat melayani siswa sesuai dengan perbedaannya tersebut. agar peserta didik menjadi mudah dalam memahami pelajarannya yang diterimanya. Guru harus dapat membuat urutan (sequence) dalam pemberian pelajaran dan penyesuaiannya dengan usia dan tahapan tugas perkembangan peserta didik. maka yang dimaksud Kompetensi Profesionalisme Guru adalah orang yang memiliki kemampuan dan keahlian khusus dalam bidangnya sehingga ia mampu menjalankan tugas dan fungsinya sebagai seorang guru dengan hasil yang baik. Guru harus dapat membangkitkan perhatian peserta didik pada materi mata pelajaran yang diberikan serta dapat menggunakan berbagai media dan sumber belajar yang bervariasi. 5. Sesuai dengan prinsip repitisi dalam proses pembelajaran. 2. Guru harus tetap menjaga konsentrasi belajar para peserta didik dengan cara memberikan kesempatan berupa pengalaman secara langsung. Guru wajib memerhatikan dan memikirkan korelasi atau hubungan antara mata pelajaran dan/atau praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari. 9. motivator. yaitu sebagai berikut : 1. baik dalam kelas maupun diluar kelas. 10. mengamati/meneliti. Guru harus dapat membangkitkan minat peserta didik untuk aktif dalam berpikir serta mencari dan menemukan sendiri pengetahuan. 4. 7. Dengan demikian keahlian guru harus terus dikembangkan dan tidak hanya terbatas pada penguasaan prinsip mengajar seperti yang telah diuraikan diatas. 3. dan pembimbing yang lebih banyak memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mencari dan mengolah sendiri informasi. 8. Seiring dengan kemajuan teknologi informasi yang berkembang pesat. Bertitik tolak dari pendapat para ahli tersebut diatas. Guru harus mengembangkan sikap peserta didik dalam membina hubungan sosial. tetapi juga harus mampu bertindak sebagai fasilitator.

dan didukung dengan kompetensi profesionalisme. SESEORANG HARUS : 1. 4. mengikuti perkembangan teknologi komunikasi dan informasi untuk dunia pendidikan. 3. mempunyai program pengajaran yang jelas dan terarah sesuai dengan kurikulum. 5. menerapkan prinsip mengajar yang baik serta mempunyai komitmen yang tinggi terhadap pendidikan. mempunyai motivasi kerja yang baik sehingga dapat meningkatkan kinerja guru dalam proses belajar mengajar. .KESIMPULAN : UNTUK MENJADI GURU PROFESIONAL. berjiwa sabar dan bisa dijadikan suri tauladan bagi anak didiknya. baik dalam berkata maupun bersikap. memiliki multi peran sehingga mampu menciptakan kondisi belajar mengajar yang efektif dan suasana sekolah yang kondusif. mengerti dan menyenangi dunia pendidikan. 2. 6. berbudi pekerti luhur dan berkepribadian yang santun dan bertanggungjawab. 8. 7.