Kode Etik Guru Indonesia 24 Februari 2011 Budisastro Tinggalkan komentar Go to comments Peranan guru semakin penting dalam

era global. Hanya melalui bimbingan guru yang profesional, setiap siswa dapat menjadi sumber daya manusia yang berkualitas, kompetitif dan produktif sebagai aset nasional dalam menghadapi persaingan yang makin ketat dan berat sekarang dan dimasa datang. Dalam melaksanakan tugas profesinya guru Indonesia menyadari sepenuhnya bahwa perlu ditetapkan Kode Etik Guru Indonesia sebagai pedoman bersikap dan berperilaku yang mengejewantah dalam bentuk nilai-nilai moral dan etika dalam jabatan guru sebagai pendidik putera-puteri bangsa BAGIAN SATU Pengertian, Tujuan, dan Fungsi Pasal 1 (1) Kode Etik Guru Indonesia adalah norma dan asas yang disepakati dan diterima oleh guru-guru Indonesia sebagai pedoman sikap dan perilaku dalam melaksanakan tugas profesi sebagai pendidik, anggota masyarakat, dan warga negara. (2) Pedoman sikap dan perilaku sebagaimana yang dimaksud pasa ayat (1) pasal ini adalah nilai-nilai moral yang membedakan perilaku guru yang baik dan buruk, yang boleh dan tidak boleh dilaksanakan selama menunaikan tugas-tugas profesionalnya untuk mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik, serta pergaulan sehari-hari di dalam dan di luar sekolah. Pasal 2 (1) Kode Etik Guru Indonesia merupakan pedoman sikap dan perilaku bertujuan menempatkan guru sebagai profesi terhormat, mulia, dan bermartabat yang dilindungi undang-undang. (2) Kode Etik Guru Indonesia berfungsi sebagai seperangkat prinsip dan norma moral yang melandasi pelaksanaan tugas dan layanan profesional guru dalam hubungannya dengan peserta didik, orangtua/wali siswa, sekolah dan rekan seprofesi, organisasi profesi, dan pemerintah sesuai dengan nilai-nilai agama, pendidikan, sosial, etika, dan kemanusiaan. BAGIAN DUA Sumpah/Janji Guru Indonesia Pasal 3 (1) Setiap guru mengucapkan sumpah/janji guru Indonesia sebagai wujud pemahaman, penerimaan, penghormatan, dan kesediaan untuk mematuhi nilai-nilai moral yang termuat di dalam Kode Etik Guru Indonesia sebagai pedoman bersikap dan berperilaku, baik di sekolah maupun di lingkungan masyarakat.

dan kompetensi profesional. Guru secara perseorangan atau bersama-sama secara terus-menerus berusaha menciptakan. Pasal 6 (1) Hubungan Guru dengan Peserta Didik: a. kompetensi kepribadian. memelihara. Guru berprilaku secara profesional dalam melaksanakan tugas mendidik. intelektual. kompetensi sosial. melatih. c. dan mengamalkan hak-hak dan kewajibannya sebagai individu. BAGIAN TIGA Nilai-nilai Dasar dan Nilai-nilai Operasional Pasal 5 Kode Etik Guru Indonesia bersumber dari: (1) Nilai-nilai agama dan Pancasila. b. (3) Nilai-nilai jatidiri. d. Guru menghimpun informasi tentang peserta didik dan menggunakannya untuk kepentingan proses kependidikan. f. warga sekolah. (2) Nilai-nilai kompetensi pedagogik. (2) Pengambilan sumpah/janji guru Indonesia dapat dilaksanakan secara perorangan atau kelompok sebelum melaksanakan tugas. harkat. dan spiritual. emosional. Guru membimbing peserta didik untuk memahami. dan mengembangkan suasana sekolah yang menyenangkan sebagai lingkungan belajar yang efektif dan efisien bagi peserta didik. dan anggota masyarakat. Pasal 4 (1) Naskah sumpah/janji guru Indonesia dilampirkan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari Kode Etik Guru Indonesia. sosial. dan martabat manusia yang meliputi perkembangan kesehatan jasmaniah. mengarahkan. Guru mengakui bahwa setiap peserta didik memiliki karakteristik secara individual dan masingmasingnya berhak atas layanan pembelajaran. menilai. mengajar. menghayati. membimbing. (3) Setiap pengambilan sumpah/janji guru Indonesia dihadiri oleh penyelenggara satuan pendidikan. e.(2) Sumpah/janji guru Indonesia diucapkan di hadapan pengurus organisasi profesi guru dan pejabat yang berwenang di wilayah kerja masing-masing. . Guru menjalin hubungan dengan peserta didik yang dilandasi rasa kasih sayang dan menghindarkan diri dari tindak kekerasan fisik yang di luar batas kaidah pendidikan. dan mengevaluasi proses dan hasil pembelajaran.

hukum. k. moral. c. kemajuan. d. p. dan keamanan. dan kemanusiaan. Guru berusaha membina hubungan kerjasama yang efektif dan efisien dengan orangtua/wali siswa dalam melaksanakan proses pendidikan. integritas. dan cita-cita anak atau anak-anak akan pendidikan. Guru tidak melakukan hubungan dan tindakan profesional dengan orangtua/wali siswa untuk memperoleh keuntungan-keuntungan pribadi. h. e. Guru berperilaku taat asas kepada hukum dan menjunjung tinggi kebutuhan dan hak-hak peserta didiknya. menimbulkan gangguan kesehatan. b. Guru bertindak dan memandang semua tindakan peserta didiknya secara adil. Guru terpanggil hati nurani dan moralnya untuk secara tekun dan penuh perhatian bagi pertumbuhan dan perkembangan peserta didiknya. Guru tidak menggunakan hubungan dan tindakan profesionalnya kepada peserta didik dengan cara-cara yang melanggar norma sosial. termasuk kemampuannya untuk berkarya. Guru membuat usaha-usaha yang rasional untuk melindungi peserta didiknya dari kondisi-kondisi yang menghambat proses belajar. l. Guru menjunjung tinggi hak orangtua/wali siswa untuk berkonsultasi denganya berkaitan dengan kesejahteraan. g. i. Guru merahasiakan informasi setiap peserta didik kepada orang lain yang bukan orangtua/walinya. f. m. Guru menjunjung tinggi harga diri. Guru memberikan informasi kepada orangtua/wali secara jujur dan objektif mengenai perkembangan peserta didik. (2) Hubungan Guru dengan Orangtua/Wali Murid : a. n. o. Guru tidak membuka rahasia pribadi peserta didiknya untuk alasan-alasan yang tidak ada kaitannya dengan kepentingan pendidikan. j. Guru memotivasi orangtua/wali siswa untuk beradaptasi dan berpartisipasi dalam memajukan dan meningkatkan kualitas pendidikan. Guru tidak menggunakan hubungan dan tindakan profesional dengan peserta didiknya untuk memperoleh keuntungan-keuntungan pribadi. Guru secara langsung mencurahkan usaha-usaha profesionalnya untuk membantu peserta didik dalam mengembangkan keseluruhan kepribadiannya. kebudayaan. dan tidak sekali-kali merendahkan martabat peserta didiknya. kesehatan. . dan agama. Guru berusaha secara manusiawi untuk mencegah setiap gangguan yang dapat mempengaruhi perkembangan negatif bagi peserta didik.g. Guru bekomunikasi secara baik dengan orangtua/wali siswa mengenai kondisi dan kemajuan peserta didik dan proses kependidikan pada umumnya.

. Guru membasiskan-diri pada nilai-nilai agama. Guru menjunjung tinggi martabat profesionalisme dan hubungan kesejawatan dengan standar dan kearifan profesional. Guru dengan berbagai cara harus membantu rekan-rekan juniornya untuk tumbuh secara profesional dan memilih jenis pelatihan yang relevan dengan tuntutan profesionalitasnya. Guru tidak menampilkan diri secara ekslusif dalam kehidupan bermasyarakat. Guru mememberikan pandangan profesional. j. c. e. b. dan reputasi sekolah. Guru menerima otoritas kolega seniornya untuk mengekspresikan pendapat-pendapat profesional berkaitan dengan tugas-tugas pendidikan dan pembelajaran. k. menjunjung tinggi nilai-nilai agama. (4) Hubungan Guru dengan Sekolah dan Rekan Sejawat: a. e. Guru bekerjasama secara arif dengan masyarakat untuk meningkatkan prestise dan martabat profesinya. Guru saling membimbing antarsesama rekan sejawat. f. hukum. h. h. Guru tidak membocorkan rahasia sejawat dan peserta didiknya kepada masyarakat. Guru memiliki beban moral untuk bersama-sama dengan sejawat meningkatkan keefektifan pribadi sebagai guru dalam menjalankan tugas-tugas profesional pendidikan dan pembelajaran. c. g. Guru memotivasi diri dan rekan sejawat secara aktif dan kreatif dalam melaksanakan proses pendidikan. Guru mengakomodasikan aspirasi masyarakat dalam mengembangkan dan meningkatkan kualitas pendidikan dan pembelajaran. moral. d. Guru melakukan semua usaha untuk secara bersama-sama dengan masyarakat berperan aktif dalam pendidikan dan meningkatkan kesejahteraan peserta didiknya. efektif. Guru menghormati rekan sejawat. g. Guru menciptakan suasana sekolah yang kondusif. Guru menciptakan suasana kekeluargaan di didalam dan luar sekolah. f. Guru menjalin komunikasi dan kerjasama yang harmonis. dan kemanusiaan dalam setiap tindakan profesional dengan sejawat. d. dan kemanusiaan dalam berhubungan dengan masyarakat. moral. b. i. dan efisien dengan masyarakat untuk memajukan dan mengembangkan pendidikan.(3) Hubungan Guru dengan Masyarakat : a. Guru peka terhadap perubahan-perubahan yang terjadi dalam masyarakat. Guru memelihara dan meningkatkan kinerja. prestasi.

Guru memantapkan dan memajukan organisasi profesi guru yang memberikan manfaat bagi kepentingan kependidikan. p. dan martabat profesionalnya. dan pujian yang dapat mempengaruhi keputusan atau tindakan-tindakan profesionalnya. n. (6) Hubungan Guru dengan Organisasi Profesinya : a. m. b. (5) Hubungan Guru dengan Profesi : a. Guru tidak melakukan tindakan dan mengeluarkan pendapat yang akan merendahkan marabat pribadi dan profesional sejawatnya. g. Guru terus menerus meningkatkan kompetensinya. o.l. Guru tidak menciptakan kondisi atau bertindak yang langsung atau tidak langsung akan memunculkan konflik dengan sejawat. moral. e. q. c. Guru berusaha mengembangkan dan memajukan disiplin ilmu pendidikan dan mata pelajaran yang diajarkan. Guru mengoreksi tindakan-tindakan sejawat yang menyimpang dari kaidah-kaidah agama. Guru tidak mengeluarkan pendapat dengan maksud menghindari tugas-tugas dan tanggungjawab yang muncul akibat kebijakan baru di bidang pendidikan dan pembelajaran. Guru tidak membuka rahasia pribadi sejawat kecuali untuk pertimbangan-pertimbangan yang dapat dilegalkan secara hukum. h. Guru tidak melakukan tindakan dan mengeluarkan pendapat yang akan merendahkan martabat profesionalnya. . Guru menerima tugas-tugas sebagai suatu bentuk tanggungjawab. Guru menjadi anggota organisasi profesi guru dan berperan serta secara aktif dalam melaksanakan program-program organisasi bagi kepentingan kependidikan. b. Guru tidak mengeluarkan pernyataan-keliru berkaitan dengan kualifikasi dan kompetensi sejawat atau calon sejawat. kemanusiaan. dan integritas dalam tindakan-tindakan profesional lainnya. Guru tidak mengoreksi tindakan-tindakan profesional sejawatnya atas dasar pendapat siswa atau masyarakat yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. f. pemberian. Guru tidak menerima janji. Guru menjunjung tinggi jabatan guru sebagai sebuah profesi. Guru menunjung tinggi tindakan dan pertimbangan pribadi dalam menjalankan tugas-tugas profesional dan bertanggungjawab atas konsekuensinya. d. inisiatif individual.

dan integritas dalam tindakan-tindakan profesional lainnya. Pelanggaran. dan pemerintah. Guru menerima tugas-tugas organisasi profesi sebagai suatu bentuk tanggungjawab. inisiatif individual. BAGIAN EMPAT Pelaksanaan. Guru berusaha menciptakan. . memelihara dan meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. e. f. dan ketentuan perundang-undangan lainnya. Guru aktif mengembangkan organisasi profesi guru agar menjadi pusat informasi dan komunikasi pendidikan untuk kepentingan guru dan masyarakat. Guru tidak menyatakan keluar dari keanggotaan sebagai organisasi profesi tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan. (2) Guru yang melanggar Kode Etik Guru Indonesia dikenai sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku. dan Sanksi Pasal 7 (1) Guru dan organisasi profesi guru bertanggungjawab atas pelaksanaan Kode Etik Guru Indonesia. Guru membantu program pemerintah untuk mencerdaskan kehidupan yang berbudaya. h. Undang-Undang tentang Guru dan Dosen. d. c. e. (2) Guru dan organisasi guru berkewajiban mensosialisasikan Kode Etik Guru Indonesia kepada rekan sejawat.c. Guru menunjung tinggi tindakan dan pertimbangan pribadi dalam menjalankan tugas-tugas organisasi profesi dan bertanggungjawab atas konsekuensinya. (7) Hubungan Guru dengan Pemerintah: a. g. b. Guru memiliki komitmen kuat untuk melaksanakan program pembangunan bidang pendidikan sebagaimana ditetapkan dalam UUD 1945. Guru tidak mengeluarkan pendapat dan bersaksi palsu untuk memperoleh keuntungan pribadi dari organisasi profesinya. UU tentang Sistem Pendidikan Nasional. penyelenggara pendidikan. Guru tidak melakukan tindakan pribadi atau kedinasan yang berakibat pada kerugian negara. Pasal 8 (1) Pelanggaran adalah perilaku menyimpang dan atau tidak melaksanakana Kode Etik Guru Indonesia dan ketentuan perundangan yang berlaku yang berkaitan dengan profesi guru. d. masyarakat. Guru tidak melakukan tindakan dan mengeluarkan pendapat yang dapat merendahkan martabat dan eksistensi organisasi profesinya. Guru tidak menghindari kewajiban yang dibebankan oleh pemerintah atau satuan pendidikan untuk kemajuan pendidikan dan pembelajaran.

Pasal 9 (1) Pemberian rekomendasi sanksi terhadap guru yang melakukan pelanggaran terhdap Kode Etik Guru Indonesia menjadi wewenang Dewan Kehormatan Guru Indonesia. organisasi profesi guru. (3) Rekomendasi Dewan Kehormatan Guru Indonesia sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib dilaksanakan oleh organisasi profesi guru. sedang. tidak diskriminatif. (3) Dewan Kehormatan Guru Indonesia menetapkan sanksi kepada guru yang telah secara nyata melanggar Kode Etik Guru Ind . dan berat. (2) Guru yang belum menjadi anggota organisasi profesi guru harus memilih organisasi profesi guru yang pembentukannya sesuai dengan peraturan perundang-undangan. (2) Pemberian sanksi oleh Dewan Kehormatan Guru Indonesia sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus objektif. atau pejabat yang berwenang. Bagian Lima Ketentuan Tambahan Pasal 10 Tenaga kerja asing yang dipekerjakan sebagai guru pada satuan pendidikan di Indonesia wajib mematuhi Kode Etik Guru Indonesia dan peraturan perundang-undangan.(3) Jenis pelanggaran meliputi pelanggaran ringan. (5) Siapapun yang mengetahui telah terjadi pelanggaran Kode Etik Guru Indonesia wajib melapor kepada Dewan Kehormatan Guru Indonesia. (4) Sanksi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) merupakan upaya pembinaan kepada guru yang melakukan pelanggaran dan untuk menjaga harkat dan martabat profesi guru. serta menjunjung tinggi Kode Etik Guru Indonesia. (6) Setiap pelanggar dapat melakukan pembelaan diri dengan/atau tanpa bantuan organisasi profesi guru dan/atau penasihat hukum sesuai dengan jenis pelanggaran yang dilakukan dihadapan Dewan Kehormatan Guru Indonesia. mengamalkan. dan tidak bertentangan dengan anggaran dasar organisasi profesi serta peraturan perundang-undangan. Bagian Enam Penutup Pasal 11 (1) Setiap guru harus secara sungguh-sungguh menghayati.

Inti nilai professional adanya sifat altruistis dari seorang propesional. dan norma yang dianut oleh sekelompok orang atau masyarakat tertentu.HUBUNGAN GURU DENGAN GURU . Membantu teman-teman untuk memperoleh promosi yang patut didapat. kode etik merupakan pola atauran atau tata cara etis sebagai pedoman berprilaku. kecuali jika kedudukannya yang resmi mengharuskan. dan lebih berorentasi pada pelayanan masyarakat umum. tata cara. mentingkan kesehjahteraan orang lain. 2. sekolah dan jabatan. Gibson dan Mitchel (1995. pedoman etis dalam melakukan suatu kegiatan atau pekerjaan. 1. Etis berarti sesuai dengan nilai-nilai. Etika hubugan guru dangan teman sejawat Menghendaki supaya guru menjalankan kewajiban-kewajibannya sebagai berikut : 1) Membantu dalam menentukan dan memjalankan kebijakan-kebijakan sekolah. Fungsi Kode Etik Keguruan. 3) 4) Menghargai dengan ikhlas bantuan yang diterima dan kemajuan-kemajuan yang dicapai. peserta didik. pimpinan. tanda. 5) Menjauhkan diri campur tangan perkara-perkara antara guru-guru dan murid-murid. Kode etik guru sesungguhnya merupakan pedoman yang mengatur hubungan guru dangan teman sejawat. C. 7) Berbicara secara konstruktif tentang guru-guru lain. Pengertian Kode Etik Secara etimologis kode etik berarti pola aturan. masyarakat dan dengan misi tugasnya. . Jalinan hubugan tersebut dilakukan untuk berbagai kepentingan terutama untuk kepentingan pekembangan siswa secara optimal. 6) Menjauhkan ocehan atau kecaman yang bersifat menentang tentang guru-guru lain. orang tua peserta didik. 2) Membantu teman-temannya dengan nasehat-nasehat yang konstruktif dan pikiran-pikiran yang membantu. Dengan kata lain. Etika hubungan guru dengan peserta didik. 8) Menggabungkan diri dengan aktif dalam organisasi-organisasi guru.449) menegaskan bahwa suatu kode etik menggambarkan nilai-nilai professional suatu profesi yang diterjemahkan kedalam standar prilaku anggotanya. akan tetapi melaporkan secara jujur kepada pejabat-pejabat yang berwenang dalam perkara-perkara yang menyangkut kesejahteraan muridmurid.

.Menuntut terciptanya hubungan berupa helping relationship (Brammer. 5) Jalinan hubungan antara guru dan atasan hendaknya selalu diarahkan untuk meningkatkan mutu dan pelayanan pendidikan yang menjadi tanggung jawab bersama. 10) Guru seyogyanya tidak memberi pelajaran tambahan kepada muridnya sendiri dengan memungut bayaran. Menurut norma ini guru hendaknya : 1) Mengakui bahwa kesejahteraan anak didik ialah kewajiban guru.hubungan ini ditandai dengan adanya prilaku empati. 6) Menghindarkan untuk mendasarkan keyakinan-keyakinan agama atau politik partainya kepada muridnya. 7) Guru selaku pendidik hendaknya selalu menjadikan dirinya suri teladan bagi anak didiknya. penerimaan dan penghargaan . social rasial atau agama. adil serta menumbuhkannya dengan tanggung jawab.1979) yaitu hubungan yang bersifat membantu dengan mengupayakan terjadinya iklim sekolah yang kondusif bagi perkembangan peserta didik . 9) Guru wajib menjunjung tinggi harga diri setiap murid. kehangatan dan perhatian. 5) Memegang dengan baik keterangan-keterangan yang bersifat rahasia tentang murid-muridnya dan menggunakan secara professional. 8) Di dalam melaksanakan tugasnya harus dijiwai dengan kasih saying. ekonomi. serta kekonkretan dan kekhususan ekspresi seorang guru. Etika hubungan guru dengan pimpinan di sekolah 1) 2) 3) Guru wajib melaksanakan perintah dan kebijaksanaan atasanya. Guru wajib menyimpan rahasia jabatan. mental. 4) Mengajui perbadaan antara murid-murid dan berusaha untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan individual. 4. 3) Bersikap ramah dan sopan terhadap anak didiknya. 2) Memperlakukan anak didik secara benar dan adil tanpa memandang sifat fisik. Etika hubungan guru dengan masyarakat.ketulusan dan keterbukaan. Guru wajib menghormati hierarki jabatan. politik. 4) Setiap saran dan kritik kepada atasan harus diberikan melalui prosedur dan forum yang semestinya. 3.

5. Menciptakan dan memelihara hubungan-hubungan yang ramah dan kooperatif dengan rumah. sehingga profesi ini menjadi bagian dari hidupnya. 3) Membantu memperkuat kepercayaan murid terhadap rumahnya sendiri dan menghindarkan ucapan yang mungkin merusak kepercayaan itu. 4) Menghormati masyarakat dimana ia bekerja dan bersikap setia kepada sekolah. Guru menghayati hubungan baik terhadap misi tugasnya sendiri. 4) Berusaha memperoleh pertumbuhan profesioanal secara kontinu dengan kegiatan kegiatan yang memperluas pandangan pendidikan dan meninggikan kecakapan-kecakapan untuk mengajar.Guru sangat perlu mememlihara hubungan baik dengan masyarakat yang lebih luas untuk kepentingan pendidikan. 5) Bekerja kearah tercapainya kondisi-kondisi materil yang diperlukan bagi pengabdian professional yang bermutu. dan negara. 3) Membuat jabatan guru demikian menarik dalam cita-cita dan praktek-praktek sehingga anakanak muda yang cakap dan bersungguh-sungguh akan ingin memasukinya. Mendukung dan membantu usaha-usaha untuk meninggikan syarat-syarat memasuki jabatan. masyarakat.mengadakan kerja sama dengan kalangan industri terdekat yang berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan.dengan berupaya meningkatakan profesionalisme dan kinerjanya melalui pendalaman ilimu keguruan terkini atau melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi serta berpartisipasi dalam keprofesian yang relevan. Etika hubungan guru dengan misi tugasnya sendiri. 5) Ikut serta aktif dalam kehidupan masyarakat.misalnya. Dalam hal ini guru hendaknya : 1) 2) Menghormati tanggung jawab dasar dari orang tua terhadap terhadap anak-anaknya. .Peningkatan kinerja dapat diawali dari mncintai profesi kependidikan. Beberapa tanggung jawab yang diharapkan dijalankan guru sebagai anggota organisasai profesinya : 1) 2) Memperhatikan kebanggaan yang sejati dalam jabatan guru. 6) Melaporkan kepada yang berwajib praktek-praktek yang korup dan tak hormat yang diketahui. bangsa.

(a) faktor bawaan. (b) bahan ajar yang diajarkan. Tetapi perjuangan guru tersebut tidak berhenti sampai disitu. Kita sadari. (g) pengetahuan terhadap penilaian. guna kelancaran proses pendidikan. seperti bakat. tugas guru ini sangat berkaitan dengan kompetensi profesionalnya. guru sebagai seorang pendidik juga membina sikap mental yang menyangkut aspek-aspek manusiawi dengan karakteristik yang beragam dalam arti berbeda antara satu siswa dengan lainnya. dan (b) faktor latihan. Walaupun pada kenyataannya masih terdapat hal-hal tersebut di luar bidang kependidikan. Pada dasarnya terdapat seperangkat tugas yang harus dilaksanakan oleh guru berhubungan dengan profesinya sebagai pengajar. (e) pengetahuan serta penguasaan metode dan model mengajar. (d) pengetahuan tentang filsafat dan tujuan pendidikan. Ciri seseorang yang memiliki kompetensi apabila dapat melakukan sesuatu.KOMPETENSI PROFESIONALISME GURU 22 November 2008 | dibaca 24616 kali | 4 komentar Tulisan ini berjudul Kompetensi Profesionalisme Guru dirujuk dari pendapat para ahli tentang apa dan bagaimana kompetensi seorang guru yang profesional. (c) pengetahuan tentang karakteristik siswa. kompetensi merupakan daya untuk melakukan suatu tindakan sebagai hasil dari pembawaan dan latihan. Banyak pengorbanan yang telah diberikan oleh seorang guru semata-mata ingin melihat anak didiknya bisa berhasil dan sukses kelak. seperti hasil belajar. memimpin. guru juga merasa masih perlu meningkatkan kompetensinya agar benar-benar menjadi guru yang lebih baik dan lebih profesional terutama dalam proses belajar mengajar sehari-hari. Dalam rangka turut serta mencerdaskan kehidupan bangsa. peranan guru sangat penting sekali untuk membentuk sumber daya manusia yang berkualitas dan berakhlak mulia. Hakikat profesi guru merupakan suatu profesi. dan mampu merencanakan. Guru yang memiliki kompetensi profesional perlu menguasai antara lain : (a) disiplin ilmu pengetahuan sebagai sumber bahan pelajaran. yakni . Menurut Soedijarto. hal ini sesuai dengan pendapat Munandar bahwa. Pendapat ini. bahwa peran guru sampai saat ini masih eksis. sebab sampai kapanpun posisi/peran guru tersebut tidak akan bisa digantikan sekalipun dengan mesin sehebat apapun. (f) penguasaan terhadap prinsip-prinsip teknologi pembelajaran. Tuntutan atas berbagai kompetensi ini mendorong guru untuk memperoleh informasi yang dapat memperkaya kemampuan agar tidak mengalami ketinggalan dalam kompetensi . mengapa ? Karena. menginformasikan dua faktor yang mempengaruhi terbentuknya kompetensi. yang berarti suatu jabatan yang memerlukan keahlian khusus sebagai guru dan tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang di luar bidang pendidikan.

c. salah satu unsur pembentuk kompetensi profesional guru adalah tingkat komitmennya terhadap profesi guru dan didukung oleh tingkat abstraksi atau kemampuan menggunakan nalar. Pada umumnya di sekolahsekolah yang memiliki guru dengan kompetensi profesional akan menerapkan pembelajaran dengan melakukan untuk menggantikan cara mengajar dimana guru hanya berbicara dan peserta didik hanya mendengarkan. Dengan kompetensi profesional tersebut. yakni dimasyarakat. Selain itu. dan partisipasi dalam proses penilaian. dibutuhkan tekad dan keinginan yang kuat dalam diri . ditandai oleh ciri-ciri sebagai berikut : a. c. Perhatian yang disisihkan untuk memerhatikan siswanya hanya sedikit. Sebaliknya. b. Keberhasilan guru dalam menjalankan profesinya sangat ditentukan oleh ketiganya dengan penekanan pada kemampuan mengajar. terdiri dari 3 (tiga) yaitu . a. yaitu guru yang profesional adalah guru yang kompeten (berkemampuan). Banyak bekerja untuk kepentingan orang lain. kurikulum. baik individual maupun tim. peserta didik secara aktif dilibatkan dalam memecahkan masalah. Kompetensi guru berkaitan dengan profesionalisme. yaitu pemahaman tentang pembelajaran. Perhatiannya terhadap siswa cukup tinggi. Keluaran yang bermutu dapat dilihat pada hasil langsung pendidikan yang berupa nilai yang dicapai siswa dan dapat juga dilihat dari dampak pengiring. Dengan demikian. mencari sumber informasi. Dalam suasana seperti itu. dapat diduga berpengaruh pada proses pengelolaan pendidikan sehingga mampu melahirkan keluaran pendidikan yang bermutu. bahwa untuk menjadi guru profesional yang memiliki akuntabilitas dalam melaksanakan ketiga kompetensi tersebut. kompetensi profesionalisme guru dapat diartikan sebagai kemampuan dan kewenangan guru dalam menjalankan profesi keguruannya dengan kemampuan tinggi. b. Adapun kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru. Perhatian utama guru hanyalah jabatannya. guru yang mempunyai tingkatan komitmen tinggi. Waktu dan tenaga yang dikeluarkan untuk melaksanakan tugasnya hanya sedikit. Guru yang rendah tingkat komitmennya. Karena itu. Kompetensi profesional seorang guru adalah seperangkat kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang guru agar ia dapat melaksanakan tugas mengajarnya dengan berhasil. data evaluasi. kolaborasi tentang pengembangan kurikulum. Semua hal yang disebutkan diatas merupakan hal yang dapat menunjang terbentuknya kompetensi guru. dan perkembangan manusia termasuk gaya belajar.profesionalnya. serta menyajikan dan mempertahankan pandangan dan hasil kerja mereka kepada teman sejawat dan yang lainnya. dan kompetensi profesional mengajar. kompetensi sosial. kompetensi pribadi. Sedangkan para guru dapat bekerja secara intensif dengan guru lainnya dalam merencanakan pembelajaran. Profesionalisme seorang guru merupakan suatu keharusan dalam mewujudkan sekolah berbasis pengetahuan. membuat keputusan tentang desain sekolah. Waktu dan tenaga yang dikeluarkan untuk melaksanakan tugasnya banyak. ditandai oleh ciri-ciri sebagai berikut .

mengamati/meneliti. Bertitik tolak dari pendapat para ahli tersebut diatas. Guru harus menyelidiki dan mendalami perbedaan peserta secara individual agar dapat melayani siswa sesuai dengan perbedaannya tersebut. Guru juga dapat melaksanakan evaluasi yang efektif serta menggunakan hasilnya untuk mengetahui prestasi dan kemajuan siswa serta menggunakan hasilnya untuk mengetahui prestasi dan kemajuan siswa serta dapat melakukan perbaikan dan pengembangan. Seiring dengan kemajuan teknologi informasi yang berkembang pesat. Guru harus dapat membangkitkan minat peserta didik untuk aktif dalam berpikir serta mencari dan menemukan sendiri pengetahuan. 10. 4. . Guru harus dapat membangkitkan perhatian peserta didik pada materi mata pelajaran yang diberikan serta dapat menggunakan berbagai media dan sumber belajar yang bervariasi. 7. agar peserta didik menjadi mudah dalam memahami pelajarannya yang diterimanya. Guru wajib memerhatikan dan memikirkan korelasi atau hubungan antara mata pelajaran dan/atau praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari. 2.setiap guru atau calon guru untuk mewujudkannya. Guru harus mengembangkan sikap peserta didik dalam membina hubungan sosial. Guru harus tetap menjaga konsentrasi belajar para peserta didik dengan cara memberikan kesempatan berupa pengalaman secara langsung. motivator. Guru harus dapat membuat urutan (sequence) dalam pemberian pelajaran dan penyesuaiannya dengan usia dan tahapan tugas perkembangan peserta didik. 6. 9. 3. dan pembimbing yang lebih banyak memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mencari dan mengolah sendiri informasi. guru tidak lagi hanya bertindak sebagai penyaji informasi. PROFESIONALISME GURU DALAM MENGAJAR Sebagai seorang guru perlu mengetahui dan menerapkan beberapa prinsip mengajar agar seorang guru dapat melaksanakan tugasnya secara profesional. maka yang dimaksud Kompetensi Profesionalisme Guru adalah orang yang memiliki kemampuan dan keahlian khusus dalam bidangnya sehingga ia mampu menjalankan tugas dan fungsinya sebagai seorang guru dengan hasil yang baik. baik dalam kelas maupun diluar kelas. 5. Guru perlu menghubungkan pelajaran yang akan diberikan dengan pengetahuan yang telah dimiliki peserta didik (kegiatan apersepsi). tetapi juga harus mampu bertindak sebagai fasilitator. diharapkan guru dapat menjelaskan unit pelajaran secara berulang-ulang hingga tanggapan peserta didik menjadi jelas. dan menyimpulkan pengetahuan yang didapatnya. 8. yaitu sebagai berikut : 1. Sesuai dengan prinsip repitisi dalam proses pembelajaran. Dengan demikian keahlian guru harus terus dikembangkan dan tidak hanya terbatas pada penguasaan prinsip mengajar seperti yang telah diuraikan diatas.

berbudi pekerti luhur dan berkepribadian yang santun dan bertanggungjawab. dan didukung dengan kompetensi profesionalisme. mengerti dan menyenangi dunia pendidikan. menerapkan prinsip mengajar yang baik serta mempunyai komitmen yang tinggi terhadap pendidikan. memiliki multi peran sehingga mampu menciptakan kondisi belajar mengajar yang efektif dan suasana sekolah yang kondusif. mengikuti perkembangan teknologi komunikasi dan informasi untuk dunia pendidikan. 8. 7. 6.KESIMPULAN : UNTUK MENJADI GURU PROFESIONAL. 4. . berjiwa sabar dan bisa dijadikan suri tauladan bagi anak didiknya. mempunyai program pengajaran yang jelas dan terarah sesuai dengan kurikulum. 3. SESEORANG HARUS : 1. baik dalam berkata maupun bersikap. mempunyai motivasi kerja yang baik sehingga dapat meningkatkan kinerja guru dalam proses belajar mengajar. 2. 5.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful