P. 1
PENGERTIAN

PENGERTIAN

|Views: 389|Likes:
Published by Jufrie Jincuriqi

More info:

Published by: Jufrie Jincuriqi on Jan 22, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/20/2014

pdf

text

original

PENGERTIAN.

Gastroentritis ( GE ) adalah peradangan yang terjadi pada lambung dan usus yang memberikan gejala diare dengan atau tanpa disertai muntah (Sowden,et all.1996). Gastroenteritis diartikan sebagai buang air besar yang tidak normal atau bentuk tinja yang encer dengan frekwensi yang lebih banyak dari biasanya (FKUI,1965). Gastroenteritis adalah inflamasi pada daerah lambung dan intestinal yang disebabkan oleh bakteri yang bermacam-macam,virus dan parasit yang patogen (Whaley & Wong¶s,1995). Gastroenteritis adalah kondisis dengan karakteristik adanya muntah dan diare yang disebabkan oleh infeksi,alergi atau keracunan zat makanan ( Marlenan Mayers,1995 ). Dari keempat pengertian diatas penulis dapat menyimpulkan bahwa Gstroentritis adalah peradangan yang terjadi pada lambung dan usus yang memberikan gejala diare dengan frekwensi lebih banyak dari biasanya yang disebabkan oleh bakteri,virus dan parasit yang patogen. PATOFISIOLOGI. Penyebab gastroenteritis akut adalah masuknya virus (Rotravirus, Adenovirus enteris, Virus Norwalk), Bakteri atau toksin (Compylobacter, Salmonella, Escherihia Coli, Yersinia dan lainnya), parasit (Biardia Lambia, Cryptosporidium). Beberapa mikroorganisme patogen ini menyebabkan infeksi pada sel-sel, memproduksi enterotoksin atau Cytotoksin dimana merusak sel-sel, atau melekat pada dinding usus pada Gastroenteritis akut. Penularan Gastroenteritis bias melalui fekal-oral dari satu penderita ke yang lainnya. Beberapa kasus ditemui penyebaran patogen dikarenakan makanan dan minuman yang terkontaminasi. Mekanisme dasar penyebab timbulnya diare adalah gangguan osmotic (makanan yang tidak dapat diserap akan menyebabkan tekanan osmotic dalam rongga usus meningkat sehingga terjadi pergeseran air dan elektrolit kedalam rongga usus,isi rongga usus berlebihan sehingga timbul diare ). Selain itu menimbulkan gangguan sekresi akibat toksin di dinding usus, sehingga sekresi air dan elektrolit meningkat kemudian terjadi diare. Gangguan multilitas usus yang mengakibatkan hiperperistaltik dan hipoperistaltik. Akibat dari diare itu sendiri adalah kehilangan air dan elektrolit (Dehidrasi) yang mengakibatkan gangguan asam basa (Asidosis Metabolik dan Hipokalemia), gangguan gizi (intake kurang, output berlebih), hipoglikemia dan gangguan sirkulasi darah.

GEJALA KLINIS.

a.Diare. b.Muntah. c.Demam. d.Nyeri Abdomen e.Membran mukosa mulut dan bibir kering f.Fontanel Cekung g.Kehilangan berat badan h.Tidak nafsu makan i.Lemah

2.Dehidrasi ringan Kehilangan cairan 2 ± 5 % dari berat badan dengan gambaran klinik turgor kulit kurang elastis. b.Dehidrasi b.Renjatan hipovolemik c. apatis sampai koma.Pemberian cairan.Dehidrasi Sedang Kehilangan cairan 5 ± 8 % dari berat badan dengan gambaran klinik turgor kulit jelek.untuk Diare akut diatas umur 6 bulan dengan dehidrasi ringan. suara serak.Hco.Memberikan bahan makanan yang mengandung kalori. 2. penderita jatuh pre syok nadi cepat dan dalam.Diatetik : pemberian makanan dan minuman khusus pada penderita dengan tujuan penyembuhan dan menjaga kesehatan adapun hal yang perlu diperhatikan : 1.cairan diberikan peroral berupa cairan yang berisikan NaCl dan Na. Keterangan : a.KOMPLIKASI a.Cairan parenteral.Kal dan Glukosa. c. . b. otot-otot kaku sampai sianosis. Pada klien dengan dehidrasi ringan dan sedang. c. protein.Kejang d.pada klien Diare dengasn memperhatikan derajat dehidrasinya dan keadaan umum.Memberikan asi. penderita belum jatuh pada keadaan syok.Obat-obatan.Dehidrasi Berat Kehilangan cairan 8 ± 10 % dari bedrat badan dengan gambaran klinik seperti tanda-tanda dehidrasi sedang ditambah dengan kesadaran menurun. suara serak.cairan per oral. Dari komplikasi Gastroentritis.Intoleransi sekunder akibat kerusakan mukosa usus.Mal nutrisi f. Pemberian cairan.tingkat dehidrasi dapat diklasifikasikan sebagai berikut : a. Mengenai seberapa banyak cairan yang harus diberikan tergantung dari berat badan atau ringannya dehidrasi. Hal tersebut diatas adalah untuk pengobatan dirumah sebelum dibawa kerumah sakit untuk mencegah dehidrasi lebih lanjut.Hipoglikemia g. mineral dan makanan yang bersih.yang diperhitungkan kehilangan cairan sesuai dengan umur dan berat badannya. 1. PENATALAKSANAAN MEDIS a.Bakterimia e.atau sedang kadar natrium 50-60 Meq/I dapat dibuat sendiri (mengandung larutan garam dan gula ) atau air tajin yang diberi gula dengan garam. vitamin.

5. 2.3.1.4. Pemeriksaan kadar ureum dan creatinin untuk mengetahui pungsi ginjal.5. ‡ 7 jam berikutnya 12 ml / kg BB / jam = 3 tetes / kg BB / menit ( infus set 1 ml = 20 tetes ).2. 2.5. 2. 2.3. Dehidrasi sedang.3. Untuk anak umur 1 bulan ± 2 tahun dengan berat badan 3 ± 10 kg ‡ 1 jam pertama : 40 ml / kg BB / jam = 10 tetes / kg BB / menit (infus set 1 ml = 15 tetes atau 13 tetes / kg BB / menit.1.menyembuhkan serta menjaga kesehatan penderita. 1 jam pertama 20 ml / kg BB / jam atau 5 tetes / kg BB /i menit ( infus set 1 ml = 20 tetes ).2. sedangkan perkembangan adalah menitik beratkan pada aspek .makanan harus bersih. 16 jam berikutnya 105 ml / kg BBi oralit per oral. 2. Memberikan bahan makanan yang mengandung cukup kalori.2. 1. Hal ± hal yang perlu diperhatikan : 2. Memberikan Asi.protein.2.2.bila memungkinkan dengan menentukan PH keseimbangan analisa gas darah atau astrup. Untuk anak lebih dari 5 ± 10 tahun dengan berat badan 15 ± 25 kg. Diatetik ( pemberian makanan ).2.4.terutama dilakukan pada penderita diare kronik. ‡ 16 jam berikutnya 125 ml / kg BB oralit per oral bila anak mau minum.1. 2. 1 jam pertama 50 ± 100 ml / Kg BB / oral 2.2. jumlah.3. Obat antibiotik. Pemeriksaan tinja. Terafi diatetik adalah pemberian makan dan minum khusus kepada penderita dengan tujuan meringankan. 2. 2. 2.1. 1 jam pertama 25 ± 50 ml / Kg BB / hari 2.Dehidrasi ringan.4.2.bila memungkinkan. 2. Obat anti spasmolitik. 2. kemudian 125 ml / kg BB / hari. PEMERIKSAAN PENUNJANG 1.3.2.2.teruskan dengan 2A intra vena 2 tetes / kg BB / menit atau 3 tetes / kg BB / menit.bila anak tidaki mau minum dapat diteruskan dengan 2A intra vena 2 tetes / kg BB / menit atau 3 tetes / kg BB / menit.1.penulis menguraikan tentang pengertian dari pertumbuhan adalah berkaitan dengan masa pertumbuhan dalam besar. 7 jam kemudian 127 ml / kg BB oralit per oral. 1.1. 1.5.1. Pemeriksaan gangguan keseimbangan asam basa dalam darah astrup. 1 jam pertama 30 ml / kg BB / jam atau 8 tetes / kgi BB / menit ( infus set 1 ml = 15 tetes ) atau 10 tetes / kg BB / menit ( 1 ml = 20 tetes ).1. Kemudian 125 ml / Kg BB / oral 2.3.mineral dan vitamin.1. 2. Obat anti sekresi. Pemeriksaan laboratorium. Untuk anak lebih dari 2 ± 5 tahun dengan berat badan 10 ± 15 kg. ukuran atau dengan dimensi tentang sel organ individu. Obat-obatan.3. 2. pemeriksaan elektrolit intubasi duodenum untuk mengetahui jasad renik atau parasit secara kuantitatif. Dehidrasi berat. TUMBUH KEMBANG ANAK Berdasarkan pengertian yang didapat.

DAMPAK HOSPITALISASI TERHADAP ANAK. . tetapi sebenarnya ia sama sekali belum mengerti. 3.psikal assessment. Kognitif. tidak mau makan.anoreksia kemudian timbul diare. Mengeluarkan suara ma. Anak adalah merupakan makhluk yang unik dan utuh. Pada bayi ubun-ubun besar cekung.berat badan menurun. Mengangkat kepala dan dada sambil bertopang tangan. pa. Dapat merangkak mendekati benda atau seseorang. Mulai belajar meraih benda-benda yang ada didalam jangkauan ataupun diluar. ba walaupun kita berasumsi ia sudah dapat memanggil kita.analisa data dan penentuan masalah. Stress bila berpisah dengan orang yang berarti d. 2. Kaji data menurut Cyndi Smith Greenberg. Memegang kaki dan mendorong ke arah mulutnya. 1. Tumbuh kembang pada bayi usia 6 bulan. Tergantung pada orang tua c.1992 adalah : 1. g. 1. menarik diri. Pengkajian yang sistematis meliputi pengumpulan data.gelisah. 2. Bahasa. Mencengkram dengan seluruh telapak tangan.muntah. Tahap putus asa : berhenti menangis. 2. Berusaha memperluas lapangan.bila kehilangan banyak air dan elektrolit terjadi gejala dehidrasi. 2. sedih. bukan merupakan orang dewasa kecil. d. 1. Riwayat keperawatan. 2. Menangkap objek atau benda-benda dan menjatuhkannya 3.tonus dan turgor kulit berkurang. Memasukkan benda kedalam mulutnya. f. atau kekayaan orang tua yang nilainya dapat dihitung secara ekonomi. Tujuan keperawatan anak adalah meningkatkan maturasi yang sehat bagi anak. 2. Dapat tengkurap dan berbalik sendiri. 5. Tertawa dan menjerit karena gembira bila diajak bermain.2.selaput lendir mulut dan bibir kering. baik secara fisik.observasi. Mulai mencari benda-benda yang hilang.suhu tubuh meningkat.1. Tahap menolak : Samar-samar seperti menerima perpisahan. Awalan serangan : Awalnya anak cengeng. Identitas klien. e. intelektual dan emosional secara sosial dan konteks keluarga dan masyarakat. kurang aktif.frekwensi BAB lebih dari 4 kali dengan konsistensi encer. kesepian dan apatis e. Pengumpulan data diperoleh dengan cara intervensi. menerima hubungan dengan orang lain dan menyukai lingkungan PENGKAJIAN. Separation ansiety b. Motorik kasar. Keluhan utama : Faeces semakin cair. 3. Motorik halus. 4. a.perubahan bentuk atau fungsi pematangan organ individu termasuk perubahan aspek dan emosional. main.

3. Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan distensi abdomen.2. Kurang pengetahuan berhubungan dengan kurangnya informasi tentang penyakit.selaput lendir. 5. Pola tidur dan istirahat akan terganggu karena adanya distensi abdomen yang akan menimbulkan rasa tidak nyaman.prosedur yang menakutkan. 6. 1. 6. Pola nutrisi : diawali dengan mual.anopreksia. Inspeksi : mata cekung.5.2.kecemasan meningkat jika orang tua tidak mengetahui prosedur dan pengobatan anak. Pola hygiene : kebiasaan mandi setiap harinya. Pemeriksaan tinja.2. Gangguan integritas kulit berhubungan dengan iritasi. Riwayat penyakit yang diderita.3. Dirawat akan menjadi stressor bagi anak itu sendiri maupun bagi keluarga. 4.setelah menyadari penyakit anaknya.1. Pemerikasaan fisik.BAK sedikit atau jarang. 4.darah lengkap dan doodenum intubation yaitu untuk mengetahui penyebab secara kuantitatip dan kualitatif. Pemeriksaan tinglkat tumbuh kembang.3.frekwensi BAB yang berlebihan. Defisit volume cairan dan elektrolit kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan output cairan yang berlebihan.ubun-ubun besar.nadi cepat dan lemah.prognosis dan pengobatan.3.4. 5. 6. Perkusi : adanya distensi abdomen. 5. 3. Pemeriksaan penunjang. 2. Pemeriksaan sistematik : 6.mulut dan bibir kering.berat badan menurun.4. 6. 5. Aktivitas : akan terganggu karena kondisi tubuh yang lamah dan adanya nyeri akibat distensi abdomen. 6. 6. Palpasi : Turgor kulit kurang elastis 6.1.suhu tubuh tinggi. Pada anak diare akan mengalami gangguan karena anak dehidrasi sehingga berat badan menurun. Kebutuhan dasar. Gangguan kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubuingan dengan mual dan muntah. 5.2.4. .1. Riwayat psikososial keluarga.kesadran composmentis sampai koma. Pemeriksaan psikologis : keadaan umum tampak lemah. INTERVENSI Diagnosa 1. 6. Riwayat kesehatan masa lalu.pernapasan agak cepat. Auskultasi : terdengarnya bising usus. 6.anus kemerahan.2. DIAGNOSA KEPERWATAN. Cemas berhubungan dengan perpisahan dengan orang tua. 5. Defisit volume cairan dan elektrolit kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan output cairan yang berlebihan.2.riwayat pemberian imunisasi. 5.mereka akan bereaksi dengan marah dan merasa bersalah.menyebabkan penurunan berat badan pasien.2.muntah. Pola eliminasi : akan mengalami perubahan yaitu BAB lebih dari 4 kali sehari.

tanda-tanda infeksi tidak ada Intervensi : Ganti popok anak jika basah. Bersihkan bokong perlahan sabun non alcohol.muntah tidak ada. Kaji tingkat rasa nyeri. balan cairan seimbang Intervensi Observasi tanda-tanda vital. Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian therafi antipungi sesuai indikasi.Tujuan . mukosa mulut dan bibir lembab.dan auskultasi). Tujuan : Gangguan integritas kulit teratasi Kriteria hasil : Integritas kulit kembali normal. Diagnosa 4. Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian therafi analgetik sesuai indikasi. Kaji factor penyebab gangguan pemenuhan nutrisi. Kolaborasi dengan tim gizi dalam pemberian cairan rendah sodium. Gangguan kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubuingan dengan mual dan muntah. Observasi tanda-tanda dehidrasi. mual. Diagnosa 3. Timbang berat badan klien. Devisit cairan dan elektrolit teratasi Kriteria hasil Tanda-tanda dehidrasi tidak ada. Lakukan pemerikasaan fisik abdomen (palpasi. Tujuan : Nyeri dapat teratasi Kriteria hasil : Nyeri dapat berkurang / hiilang.perkusi. Berikan dan anjurkan keluarga untuk memberikan minum yang banyak kurang lebih 2000 ± 2500 cc per hari. ekspresi wajah tenang Intervensi : Observasi tanda-tanda vital.frekwensi BAB yang berlebihan. . Intervensi Kaji pola nutrisi klien dan perubahan yang terjadi. Tujuan Gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi teratasi Kriteria hasil Intake nutrisi klien meningkat. Observasi bokong dan perineum dari infeksi. pemeriksaan lab elektrolit. Beri kompres hangat pada daerah abdoment. Kolaborasi dengan tim gizi dalam penentuan diet klien. diet habis 1 porsi yang disediakan. iritasi tidak ada. Diagnosa 2. Gangguan integritas kulit berhubungan dengan iritasi. Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan distensi abdomen. Berikan diet dalam kondisi hangat dan porsi kecil tapi sering. Atur posisi yang nyaman bagi klien. Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian therafi cairan. Ukur infut dan output cairan (balanc ccairan). Beri zalp seperti zinc oxsida bila terjadi iritasi pada kulit.

Jelaskan tentang proses penyakit klien dengan melalui penkes. PENGERTIAN. Anjurkan pada keluarga unrtuk selalu mendampingi klien. Berikan kesempatan pada keluarga bila ada yang belum dimengertinya.alergi atau keracunan zat makanan ( Marlenan Mayers. ekspresi wajah tenang. Berikan mainan sesuai kesukaan klien. Kaji hal yang disukai klien. keluarga tidak banyak bertanya lagi tentang proses penyakit klien. Buat jadwal kontak dengan klien. Gastroenteritis diartikan sebagai buang air besar yang tidak normal atau bentuk tinja yang encer dengan frekwensi yang lebih banyak dari biasanya (FKUI. Bakteri atau toksin (Compylobacter. EVALUASI. 3.Kebutuhan nutrisi terpenuhi sesuai kebutuhantubuh. Penyebab gastroenteritis akut adalah masuknya virus (Rotravirus. 2. Kurang pengetahuan berhubungan dengan kurangnya informasi tentang penyakit. 5. Cemas berhubungan dengan perpisahan dengan orang tua. Escherihia Coli.1996).virus dan parasit yang patogen (Whaley & Wong¶s.et all.1995 ).1995).virus dan parasit yang patogen.1965).Diagnosa 5. Adenovirus enteris. Libatkan keluarga dalam pemberian tindakan pada klien.Pengetahuan kelurga meningkat. 6.prognosis dan pengobatan. PATOFISIOLOGI. Gastroenteritis adalah inflamasi pada daerah lambung dan intestinal yang disebabkan oleh bakteri yang bermacam-macam.Volume cairan dan elektrolit kembali normal sesuai kebutuhan. Tujuan : Klien akan memperlihatkan penurunan tingkat kecemasan Intervensi : Kaji tingkat kecemasan klien. Intervensi : Kaji tingkat pendidikan keluarga klien. Gastroentritis ( GE ) adalah peradangan yang terjadi pada lambung dan usus yang memberikan gejala diare dengan atau tanpa disertai muntah (Sowden. Diagnosa 6.Rasa nyaman terpenuhi. Dari keempat pengertian diatas penulis dapat menyimpulkan bahwa Gstroentritis adalah peradangan yang terjadi pada lambung dan usus yang memberikan gejala diare dengan frekwensi lebih banyak dari biasanya yang disebabkan oleh bakteri. 4. Yersinia dan . Tujuan Pengetahuan keluarga meningkat Kriteria hasil : Keluarga klien mengeri dengan proses penyakit klien. Libatkan keluarga dalam setiap tindakan. Salmonella. 1.Cemas pada klien teratasi.prosedur yang menakutkan. Virus Norwalk). Kaji faktor pencetus cemas. Gastroenteritis adalah kondisis dengan karakteristik adanya muntah dan diare yang disebabkan oleh infeksi. Kaji tingkat pengetahuan keluarga tentang proses penyakit klien.Integritas kulit kembali noprmal.

Penularan Gastroenteritis bias melalui fekal-oral dari satu penderita ke yang lainnya.tingkat dehidrasi dapat diklasifikasikan sebagai berikut : a. Mekanisme dasar penyebab timbulnya diare adalah gangguan osmotic (makanan yang tidak dapat diserap akan menyebabkan tekanan osmotic dalam rongga usus meningkat sehingga terjadi pergeseran air dan elektrolit kedalam rongga usus.Muntah.Hipoglikemia g. Akibat dari diare itu sendiri adalah kehilangan air dan elektrolit (Dehidrasi) yang mengakibatkan gangguan asam basa (Asidosis Metabolik dan Hipokalemia). Cryptosporidium).Dehidrasi b.Fontanel Cekung g.Nyeri Abdomen e. Dari komplikasi Gastroentritis. GEJALA KLINIS. penderita jatuh pre syok nadi cepat dan dalam. Beberapa mikroorganisme patogen ini menyebabkan infeksi pada sel-sel. parasit (Biardia Lambia.Dehidrasi Berat . gangguan gizi (intake kurang.Lemah KOMPLIKASI a.Demam.Bakterimia e. Gangguan multilitas usus yang mengakibatkan hiperperistaltik dan hipoperistaltik. c.isi rongga usus berlebihan sehingga timbul diare ). c. output berlebih).Kejang d. a. memproduksi enterotoksin atau Cytotoksin dimana merusak sel-sel.Dehidrasi ringan Kehilangan cairan 2 ± 5 % dari berat badan dengan gambaran klinik turgor kulit kurang elastis. b. hipoglikemia dan gangguan sirkulasi darah. penderita belum jatuh pada keadaan syok. suara serak.Tidak nafsu makan i.Membran mukosa mulut dan bibir kering f.Dehidrasi Sedang Kehilangan cairan 5 ± 8 % dari berat badan dengan gambaran klinik turgor kulit jelek. sehingga sekresi air dan elektrolit meningkat kemudian terjadi diare. suara serak.Renjatan hipovolemik c.Mal nutrisi f. Beberapa kasus ditemui penyebaran patogen dikarenakan makanan dan minuman yang terkontaminasi.Intoleransi sekunder akibat kerusakan mukosa usus.lainnya).Diare.Kehilangan berat badan h. d. Selain itu menimbulkan gangguan sekresi akibat toksin di dinding usus. atau melekat pada dinding usus pada Gastroenteritis akut. b.

2.1. Dehidrasi berat. otot-otot kaku sampai sianosis. 7 jam kemudian 127 ml / kg BB oralit per oral. kemudian 125 ml / kg BB / hari. 2.2.1.3. 1 jam pertama 25 ± 50 ml / Kg BB / hari 2.Cairan parenteral.cairan diberikan peroral berupa cairan yang berisikan NaCl dan Na.1. 2.2.2. Untuk anak umur 1 bulan ± 2 tahun dengan berat badan 3 ± 10 kg ‡ 1 jam pertama : 40 ml / kg BB / jam = 10 tetes / kg BB / menit (infus set 1 ml = 15 tetes atau 13 tetes / kg BB / menit.Dehidrasi ringan. 1 jam pertama 30 ml / kg BB / jam atau 8 tetes / kgi BB / menit ( infus set 1 ml = 15 tetes ) atau 10 tetes / kg BB / menit ( 1 ml = 20 tetes ).3.teruskan dengan 2A intra vena 2 tetes / kg BB / menit atau 3 tetes / kg BB / menit. 1.cairan per oral.bila anak tidaki mau minum dapat diteruskan . 2.atau sedang kadar natrium 50-60 Meq/I dapat dibuat sendiri (mengandung larutan garam dan gula ) atau air tajin yang diberi gula dengan garam. 2. Mengenai seberapa banyak cairan yang harus diberikan tergantung dari berat badan atau ringannya dehidrasi. c.Obat-obatan. b.1. Pemberian cairan. ‡ 16 jam berikutnya 125 ml / kg BB oralit per oral bila anak mau minum.Memberikan asi. 2. Pada klien dengan dehidrasi ringan dan sedang.Kehilangan cairan 8 ± 10 % dari bedrat badan dengan gambaran klinik seperti tanda-tanda dehidrasi sedang ditambah dengan kesadaran menurun. 1 jam pertama 50 ± 100 ml / Kg BB / oral 2. vitamin.2.pada klien Diare dengasn memperhatikan derajat dehidrasinya dan keadaan umum.1. Dehidrasi sedang.Pemberian cairan. ‡ 7 jam berikutnya 12 ml / kg BB / jam = 3 tetes / kg BB / menit ( infus set 1 ml = 20 tetes ).Diatetik : pemberian makanan dan minuman khusus pada penderita dengan tujuan penyembuhan dan menjaga kesehatan adapun hal yang perlu diperhatikan : 1.yang diperhitungkan kehilangan cairan sesuai dengan umur dan berat badannya.Memberikan bahan makanan yang mengandung kalori.1. Untuk anak lebih dari 2 ± 5 tahun dengan berat badan 10 ± 15 kg. PENATALAKSANAAN MEDIS a. 2.2. 2.untuk Diare akut diatas umur 6 bulan dengan dehidrasi ringan. Kemudian 125 ml / Kg BB / oral 2.2.3. protein. Keterangan : a.Hco. apatis sampai koma.Kal dan Glukosa. Hal tersebut diatas adalah untuk pengobatan dirumah sebelum dibawa kerumah sakit untuk mencegah dehidrasi lebih lanjut. mineral dan makanan yang bersih.

protein. 1. 5. Pemeriksaan kadar ureum dan creatinin untuk mengetahui pungsi ginjal. Dapat merangkak mendekati benda atau seseorang.dengan 2A intra vena 2 tetes / kg BB / menit atau 3 tetes / kg BB / menit. e. Memberikan bahan makanan yang mengandung cukup kalori.bila memungkinkan dengan menentukan PH keseimbangan analisa gas darah atau astrup. TUMBUH KEMBANG ANAK Berdasarkan pengertian yang didapat.3. bukan merupakan orang dewasa kecil. 1. Dapat tengkurap dan berbalik sendiri.3.mineral dan vitamin. Motorik kasar. Obat-obatan. 1 jam pertama 20 ml / kg BB / jam atau 5 tetes / kg BB /i menit ( infus set 1 ml = 20 tetes ).4. 2.4.5.4. Menangkap objek atau benda-benda dan menjatuhkannya 3. Tumbuh kembang pada bayi usia 6 bulan. Tujuan keperawatan anak adalah meningkatkan maturasi yang sehat bagi anak.1.2. 2. 2.makanan harus bersih. Hal ± hal yang perlu diperhatikan : 2. ukuran atau dengan dimensi tentang sel organ individu.5.1. Pemeriksaan laboratorium. Motorik halus.1. Diatetik ( pemberian makanan ). Memberikan Asi. Pemeriksaan tinja. 1. 2. . 2.3. Obat antibiotik. 2.bila memungkinkan. Untuk anak lebih dari 5 ± 10 tahun dengan berat badan 15 ± 25 kg. Obat anti sekresi.3. baik secara fisik. Mencengkram dengan seluruh telapak tangan. atau kekayaan orang tua yang nilainya dapat dihitung secara ekonomi. Memegang kaki dan mendorong ke arah mulutnya. Anak adalah merupakan makhluk yang unik dan utuh. Obat anti spasmolitik. 4. pemeriksaan elektrolit intubasi duodenum untuk mengetahui jasad renik atau parasit secara kuantitatif. Memasukkan benda kedalam mulutnya. 1.penulis menguraikan tentang pengertian dari pertumbuhan adalah berkaitan dengan masa pertumbuhan dalam besar.terutama dilakukan pada penderita diare kronik.2. Mengangkat kepala dan dada sambil bertopang tangan. jumlah. intelektual dan emosional secara sosial dan konteks keluarga dan masyarakat. 1. d.5. Mulai belajar meraih benda-benda yang ada didalam jangkauan ataupun diluar. 2. PEMERIKSAAN PENUNJANG 1. 2. 2.5. Terafi diatetik adalah pemberian makan dan minum khusus kepada penderita dengan tujuan meringankan. 2.2. 3. Pemeriksaan gangguan keseimbangan asam basa dalam darah astrup. sedangkan perkembangan adalah menitik beratkan pada aspek perubahan bentuk atau fungsi pematangan organ individu termasuk perubahan aspek dan emosional.menyembuhkan serta menjaga kesehatan penderita. 16 jam berikutnya 105 ml / kg BBi oralit per oral.

4. Riwayat keperawatan. main.gelisah.1. . Tertawa dan menjerit karena gembira bila diajak bermain. Awalan serangan : Awalnya anak cengeng.anoreksia kemudian timbul diare.BAK sedikit atau jarang. Riwayat penyakit yang diderita. Aktivitas : akan terganggu karena kondisi tubuh yang lamah dan adanya nyeri akibat distensi abdomen.psikal assessment.setelah menyadari penyakit anaknya. Stress bila berpisah dengan orang yang berarti d. Identitas klien.muntah.5. Mulai mencari benda-benda yang hilang. Tahap putus asa : berhenti menangis.bila kehilangan banyak air dan elektrolit terjadi gejala dehidrasi.menyebabkan penurunan berat badan pasien. Bahasa.1. a. tidak mau makan. pa. Pola nutrisi : diawali dengan mual. 3. Pola eliminasi : akan mengalami perubahan yaitu BAB lebih dari 4 kali sehari.4. menarik diri. ba walaupun kita berasumsi ia sudah dapat memanggil kita. menerima hubungan dengan orang lain dan menyukai lingkungan PENGKAJIAN. Riwayat kesehatan masa lalu.frekwensi BAB lebih dari 4 kali dengan konsistensi encer. kurang aktif.mereka akan bereaksi dengan marah dan merasa bersalah. Pengkajian yang sistematis meliputi pengumpulan data.selaput lendir mulut dan bibir kering. 1. Pola hygiene : kebiasaan mandi setiap harinya. 5. Mengeluarkan suara ma. Pemerikasaan fisik.3.2. 5. kesepian dan apatis e. Pola tidur dan istirahat akan terganggu karena adanya distensi abdomen yang akan menimbulkan rasa tidak nyaman. 2.tonus dan turgor kulit berkurang.1992 adalah : 1. g.anopreksia. 6. Kognitif.riwayat pemberian imunisasi. Keluhan utama : Faeces semakin cair.suhu tubuh meningkat.observasi. 5. 2. Tahap menolak : Samar-samar seperti menerima perpisahan.muntah. Riwayat psikososial keluarga.kecemasan meningkat jika orang tua tidak mengetahui prosedur dan pengobatan anak. 2. DAMPAK HOSPITALISASI TERHADAP ANAK. 5.f. Berusaha memperluas lapangan. 2.berat badan menurun. Pengumpulan data diperoleh dengan cara intervensi. Tergantung pada orang tua c. tetapi sebenarnya ia sama sekali belum mengerti. 5. Kebutuhan dasar. Dirawat akan menjadi stressor bagi anak itu sendiri maupun bagi keluarga. sedih.analisa data dan penentuan masalah.2. Pada bayi ubun-ubun besar cekung. 5. 3. Kaji data menurut Cyndi Smith Greenberg. Separation ansiety b.

3. Pemeriksaan tinglkat tumbuh kembang. Ukur infut dan output cairan (balanc ccairan). Defisit volume cairan dan elektrolit kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan output cairan yang berlebihan.prosedur yang menakutkan.pernapasan agak cepat. 6.anus kemerahan. Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan distensi abdomen. 6. 1. Kolaborasi dengan tim gizi dalam pemberian cairan rendah sodium.4. 6. Gangguan integritas kulit berhubungan dengan iritasi. Cemas berhubungan dengan perpisahan dengan orang tua.prognosis dan pengobatan. Tujuan . 4. 2.3. 6.berat badan menurun. Pemeriksaan psikologis : keadaan umum tampak lemah.mulut dan bibir kering. Berikan dan anjurkan keluarga untuk memberikan minum yang banyak kurang lebih 2000 ± 2500 cc per hari. mukosa mulut dan bibir lembab.suhu tubuh tinggi.2. Auskultasi : terdengarnya bising usus. 6.2.6. 6. Defisit volume cairan dan elektrolit kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan output cairan yang berlebihan. Perkusi : adanya distensi abdomen. Palpasi : Turgor kulit kurang elastis 6.ubun-ubun besar. DIAGNOSA KEPERWATAN.2. diet habis 1 porsi yang disediakan. Diagnosa 2. pemeriksaan lab elektrolit. Inspeksi : mata cekung.3.1.1.2.selaput lendir.2.4. Devisit cairan dan elektrolit teratasi Kriteria hasil Tanda-tanda dehidrasi tidak ada.kesadran composmentis sampai koma.2. .frekwensi BAB yang berlebihan.muntah tidak ada. Gangguan kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubuingan dengan mual dan muntah. Gangguan kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubuingan dengan mual dan muntah. mual. balan cairan seimbang Intervensi Observasi tanda-tanda vital. Tujuan Gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi teratasi Kriteria hasil Intake nutrisi klien meningkat. Observasi tanda-tanda dehidrasi. Pemeriksaan sistematik : 6. Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian therafi cairan.darah lengkap dan doodenum intubation yaitu untuk mengetahui penyebab secara kuantitatip dan kualitatif.nadi cepat dan lemah. INTERVENSI Diagnosa 1. Pada anak diare akan mengalami gangguan karena anak dehidrasi sehingga berat badan menurun. Pemeriksaan tinja. Pemeriksaan penunjang. Kurang pengetahuan berhubungan dengan kurangnya informasi tentang penyakit. 5.

Jelaskan tentang proses penyakit klien dengan melalui penkes. Berikan kesempatan pada keluarga bila ada yang belum dimengertinya. Diagnosa 5. Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian therafi antipungi sesuai indikasi. Cemas berhubungan dengan perpisahan dengan orang tua. Kolaborasi dengan tim gizi dalam penentuan diet klien. Kaji factor penyebab gangguan pemenuhan nutrisi. Intervensi : Kaji tingkat pendidikan keluarga klien. Tujuan : Klien akan memperlihatkan penurunan tingkat kecemasan . Diagnosa 4. Kaji tingkat pengetahuan keluarga tentang proses penyakit klien. tanda-tanda infeksi tidak ada Intervensi : Ganti popok anak jika basah. Bersihkan bokong perlahan sabun non alcohol. keluarga tidak banyak bertanya lagi tentang proses penyakit klien. ekspresi wajah tenang Intervensi : Observasi tanda-tanda vital. Beri kompres hangat pada daerah abdoment. Gangguan integritas kulit berhubungan dengan iritasi. Tujuan : Gangguan integritas kulit teratasi Kriteria hasil : Integritas kulit kembali normal.perkusi.prosedur yang menakutkan. Berikan diet dalam kondisi hangat dan porsi kecil tapi sering. iritasi tidak ada. Lakukan pemerikasaan fisik abdomen (palpasi. Tujuan Pengetahuan keluarga meningkat Kriteria hasil : Keluarga klien mengeri dengan proses penyakit klien. Diagnosa 3. Atur posisi yang nyaman bagi klien. Tujuan : Nyeri dapat teratasi Kriteria hasil : Nyeri dapat berkurang / hiilang. ekspresi wajah tenang. Kurang pengetahuan berhubungan dengan kurangnya informasi tentang penyakit. Diagnosa 6. Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian therafi analgetik sesuai indikasi. Libatkan keluarga dalam pemberian tindakan pada klien. Timbang berat badan klien.frekwensi BAB yang berlebihan.prognosis dan pengobatan. Observasi bokong dan perineum dari infeksi. Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan distensi abdomen. Kaji tingkat rasa nyeri.dan auskultasi). Beri zalp seperti zinc oxsida bila terjadi iritasi pada kulit.Intervensi Kaji pola nutrisi klien dan perubahan yang terjadi.

3.Pengetahuan kelurga meningkat. Kaji faktor pencetus cemas.Kebutuhan nutrisi terpenuhi sesuai kebutuhantubuh. Kaji hal yang disukai klien.Intervensi : Kaji tingkat kecemasan klien. Anjurkan pada keluarga unrtuk selalu mendampingi klien. 4. 2. Buat jadwal kontak dengan klien. Berikan mainan sesuai kesukaan klien.Rasa nyaman terpenuhi. 1.Integritas kulit kembali noprmal. . 6.Volume cairan dan elektrolit kembali normal sesuai kebutuhan. 5.Cemas pada klien teratasi. Libatkan keluarga dalam setiap tindakan. EVALUASI.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->