P. 1
MAKALAH DAMPAK TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM PENDIDIKAN SAINS

MAKALAH DAMPAK TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM PENDIDIKAN SAINS

|Views: 860|Likes:
Published by Jul Hasratman
MAKALAH DAMPAK TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM PENDIDIKAN SAINS

Oleh Jul Hasratman D, S.Si

Diajukan Sebagai Salah Satu Tugas Mata Kuliah Landasan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Pembelajaran Sains

PROGRAM MAGISTER PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN ALAM PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS JAMBI 2012

PENDAHULUAN Teknologi Informasi dan Komunikasi atau TIK (bahasa Inggris : Information and Co mmunication Technology, disingkat ICT) dewasa ini tidak hanya menjadi alat yang digunakan dala
MAKALAH DAMPAK TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM PENDIDIKAN SAINS

Oleh Jul Hasratman D, S.Si

Diajukan Sebagai Salah Satu Tugas Mata Kuliah Landasan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Pembelajaran Sains

PROGRAM MAGISTER PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN ALAM PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS JAMBI 2012

PENDAHULUAN Teknologi Informasi dan Komunikasi atau TIK (bahasa Inggris : Information and Co mmunication Technology, disingkat ICT) dewasa ini tidak hanya menjadi alat yang digunakan dala

More info:

Published by: Jul Hasratman on Jan 22, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as TXT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/10/2013

pdf

MAKALAH DAMPAK TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM PENDIDIKAN SAINS

Oleh Jul Hasratman D, S.Si

Diajukan Sebagai Salah Satu Tugas Mata Kuliah Landasan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Pembelajaran Sains

PROGRAM MAGISTER PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN ALAM PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS JAMBI 2012

PENDAHULUAN Teknologi Informasi dan Komunikasi atau TIK (bahasa Inggris : Information and Co mmunication Technology, disingkat ICT) dewasa ini tidak hanya menjadi alat yang digunakan dalam dunia pendidikan akan tetapi telah dipandang sebagai suatu kebut uhan. Pada saat ini kita hidup di dalam masyarakat digital dimana penggunaan TIK telah hadir dimana-mana. TIK memainkan peranan yang signifikan baik di dalam ur usan pribadi maupun urusan pekerjaan. Teknologi Informasi (TI) adalah sebuah teknologi yang dipergunakan untuk mengelo la data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dengan berbagai macam cara dan prosedur guna menghasilkan informasi yang berkua litas dan bernilai guna tinggi, sementara Teknologi Komunikasi (TK) adalah tekno logi yang dipergunakan untuk mentransfer aneka informasi sehingga tepat guna, te pat sasaran, dan memiliki nilai. Meski dalam praktiknya, antara TI dan TK terkad ang tidak dapat dipisahkan antara satu sama lain. Hal ini disebutkan Lestari (20 11) bahwa TIK adalah suatu padanan yang tidak terpisahkan yang mengandung penge rtian luas tentang segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, p engelolaan, dan transfer informasi antar media. Secara umum TIK adalah semua aspek yang melibatkan teknologi, rekayasa, dan tekn ik pengelolaan yang digunakan dalam pengendalian dan pemrosesan informasi serta penggunaannya. Ada tiga komponen utama pembelajaran yang berbasis TIK yakni komp uter, multimedia, dan telekomunikasi. Penggunaan TIK merupakan suatu model pembe lajaran yang mendukung terwujudnya visi pendidikan global (Asyhar, 2011). Semakin tingginya tingkat aspek penggunaan TIK dalam dunia pendidikan, khususnya pendidikan sains, dipandang perlu untuk melakukan suatu kajian tentang dampakny a. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa ada dampak positif yang muncul de ngan hadirnya TIK di dalam dunia pendidikan, meski sebagian peneliti juga menyat akan bahwa ada dampak negatif dari kehadiran TIK ini. DISKUSI

Menurut Newhouse (2002), teknologi sebenarnya dikembangkan untuk memecahkan berb agai masalah atau kendala yang dihadapi oleh manusia dengan cara-cara yang produ ktif. Apabila tidak ada permasalahan, teknologi tidak dikembangkan dan tidak dia dopsi. Dengan kata lain kehadiran teknologi tidak diperlukan jika tidak ada perm asalahan yang ingin dipecahkan. Sebagai contoh permasalahan tentang jarak. Jarak yang jauh terhadap dua orang yang ingin berkomunikasi adalah sebuah kesulitan u ntuk melakukan hal itu. Dengan adanya teknologi komunikasi membuat keduanya menj adi mudah dan masalah jarak dapat di atasi. Bila kendala jarak tidak ada, sebena rnya teknologi komunikasi tidak diperlukan untuk keadaan tersebut. Sesuai dengan prinsip di atas, pemanfaatan TIK dalam dunia pendidikan pada dasar nya berperan untuk memecahkan berbagai kendala dunia pendidikan yang dihadapi. J adi TIK di sini bukan asal mengikuti perkembangan zaman, bukan asal keren dan ik ut-ikutan dengan tren. Dengan demikian, sebelum berpikir untuk menggunakan TIK m aka harus mampu menjawab pertanyaan : “Permasalahan pendidikan sains apa yang akan dipecahkan dengan TIK?”. Pertanyaan ini harus diajukan kepada pihak-pihak yang te rlibat sebagai pembuat keputusan dalam dunia pendidikan. (Newhouse, 2002). Melakukan proses pembelajaran dengan menggunakan teknologi merupakan suatu upaya bagaimana agar teknologi tersebut dapat mendukung tercapainya tujuan-tujuan pem eblajaran, termasuk taksonomi (levelitas pembelajaran), pemahaman, dan beberapa kebutuhan-kebutuhan khusus. (Shambaugh, 2006). Ada beberapa pertimbangan positif yang dituliskan oleh Akmal (2009) terkait pema nfaatan TIK dalam pendidikan di Indonesia yakni : masalah geografis meliputi mas alah waktu dan masalah sosial ekonomi Indonesia, Negara Republik Indonesia merup akan Negara kepulauan, daerah tropis dan pegunungan hal ini akan mempengaruhi te rhadap pengembangan infrastruktur pendidikan sehingga dapat menyebabkan distribu si informasi yang tidak merata, mengurangi ketertinggalan dalam pemanfaatan TIK dalam pendidikan dibandingkan dengan negara berkembang dan negara maju lainnya, akselerasi pemerataan kesempatan belajar dan peningkatan mutu pendidikan yang su lit diatasi dengan cara-cara konvensional, peningkatan kualitas sumber daya manu sia melalui pengembangan dan pendayagunaan teknologi informasi dan komunikasi, T IK akan membantu kinerja pendidikan secara terpadu sehingga akan terwujud manaje men yang efektif dan efisien, transparan dan akuntabel. Dengan kendala dan beberapa aspek pemanfaatan TIK sebagaimana diuraikan Akmal, k ehadiran TIK merupakan solusi atas beberapa persoalan pendidikan di Indonesia. 1. PENDIDIKAN SAINS DAN PEMANFAATAN TIK

Sebelum berbicara lebih jauh tentang dampak positif atau negatif TIK dalam pendi dikan sains. Ada baiknya perlu penjelasan singkat tentang pendidikan sains. Pend idikan sains adalah segala sesutu yang berhubungan dengan kegiatan dan pengalama n belajar tentang sains yakni ilmu yang merujuk kepada ilmu-ilmu alam meliputi k imia, fisika, biologi, astronomi, serta statistika dan matematika. Dari sekian banyak ilmu yang berada di dalam ruang lingkup sains, ilmu kimia ser ingkali diistilahkan sebagai pusat sains. Penggunaan TIK dalam pendidikan kimia saat ini tengah mengalami perkembangan yang amat pesat. Sebagai contoh, penggamb aran struktur kimia menggunakan chemdraw software yang pada awalnya setiap struk tur kimia digambar dengan cara manual. Dengan adanya aplikasi chemdraw, menggamb ar struktur kimia yang rumit menjadi lebih mudah dan cepat sekaligus tergambar s ecara terperinci. Pemanfaatan TIK juga dalam hal mencari bahan belajar dari sumber-sumber yang asl i dan diakui. Dalam menemukan artikel dari jurnal internasional, para peserta di dik dapat memperolehnya hanya dengan duduk di depan komputer yang terhubung deng an jaringan internet. Semua informasi tentang ilmu sains dapat tersaji dalam wak

tu cepat hanya dengan menggunakan fasilitas internet. Bahan belajar yang sudah d iperoleh kemudian disalin dan dipindahkan ke dalam USB, dapat juga dengan diceta k langsung sehingga dapat digunakan sebagai bahan pembelajaran. Salah satu cabang ilmu sains kimia yang memanfaatkan TI dimana ilmu ini sedang b erkembang pesat saat ini adalah ilmu kimia komputasi, yakni sejenis ilmu yang me nggunakan laboratorium kimia virtual. Seorang peneliti kimia komputasi tidak aka n bekerja dengan zat-zat kimia di laboratorium yang beberapa di antaranya berbah aya bagi tubuh apabila terpapar dalam waktu yang lama dan dengan konsentrasi pap aran yang tinggi. Seorang peneliti kimia komputasi akan berkutat dengan gambar-g ambar struktur menggunakan komputer dan beberapa aplikasi penunjang penelitian k imia komputasi. Kimia dapat juga berkolaborasi dengan ilmu biologi dan ilmu informatika membentu k suatu cabang ilmu yang dinamai bioinformatika. Cabang ilmu kimia ini adalah il mu yang mempelajari penerapan teknik komputasional untuk mengelola dan menganali sis informasi biokimia. Bidang ini mencakup penerapan metode-metode matematika, statistika, dan informatika untuk memecahkan masalah-masalah biologis, terutama dengan menggunakan sekuens DNA dan asam amino serta informasi yang berkaitan den gannya. Contoh topik utama bidang ini meliputi basis data untuk mengelola inform asi biologis, penyejajaran sekuens (sequence alignment), prediksi struktur untuk meramalkan bentuk struktur protein maupun struktur sekunder RNA, analisis filog enetik, dan analisis ekspresi gen (Wikipedia, 2012). 2. DAMPAK POSITIF TIK DALAM PENDIDIKAN SAINS

Menurut Newhouse (2002) apabila kita berbicara masalah dampak TIK dalam pendidik an maka ada beberapa hal yang ditinjau yakni : dampak terhadap proses pembelajar an, dampak terhadap kurikulum, dampak terhadap lingkungan belajar, dampak terhad ap guru dan aspek pedagoginya, dampak terhadap sekolah dan sistem pendidikan, se rta dampak terhadap siswa. Demikian juga dalam pendidikan sains, penulis berpend apat bahwa harus ada kajian yang lebih rinci tentang dampak pemanfaatan TIK pada masing-masing aspek tinjauan di atas. Secara umum dapat dikatakan bahwa penerap an TIK dalam pendidikan sains memiliki pengaruh yang sangat positif. Dalam makalah ini, setidaknya penulis menguraikan tiga hal secara singkat tentan g dampak dampak terhadap siswa dan implikasinya terhadap guru, dampak terhadap p roses pembelajaran, dan dampak terhadap lingkungan belajar. TIK memainkan peranan yang sangat penting dalam mengelola pendidikan sains menja di lebih relevan, memiliki daya tarik, dan mampu memberikan motivasi terhadap si swa. TIK juga menawarkan sebuah peluang untuk menghubungkan jurang pemisah antar a masyarakat umum dan kalangan akademisi. Siswa melalui TIK mampu belajar bagaim ana menemukan data, menginterpretasikan sebuah model, dan sumber-sumber rujukan dari internet yang mengantarkan mereka menjadi sukses baik di sekolah maupun di tempat bekerja. Salah satu keampuhan TIK dalam mengantarkan kesuksesan seorang s iswa terkait dalam pelajaran sains adalah bahwa TIK mampu merangsang aspek teori tis dan praktikal dalam pengajaran dan pembelajaran sains (Mork, 2005). Melalui pemanfaatan TIK, siswa mampu melakukan sebuah pengembangan sesuai dengan tingkat kemampuan masing-masing, siswa menjadi lebih tertarik terhadap proses p embelajaran yang mereka miliki, dan mampu mencapai hasil belajar melewati kuriku lumnya pada tingkat yang lebih tinggi (Newhouse, 2002). Menurut Mork di dalam disertasinya, kehadiran TIK mampu memunculkan dampak posit if yakni: 1) Sistem pembelajaran yang kompleks dapat disimulasikan, 2) Kurikulum dapat dipusatkan pada permasalahan otentik, paralel dengan kehidupan nyata, 3) Pemodelan dan visualisasi dapat digunakan untuk menjembatani antara pengalaman d an abstraksi, 4) topic-topik kontroversial dapat didiskusikan dengan para ahliny a di luar ruang kelas (Dede, 2000; Crosier, Cobb, & Wilson, 2002; Jorde,2003). L

ebih lanjut Mork menuliskan bahwa gagasan penggunaan TIK mampu meningkatkan moti vasi belajar siswa (Campbell, 1984; Rieber, 1991; Schofield, 1995; Strømme, 2004). Berbagai penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran yang dilaksanakan deng an menggunakan TIK ternyata memberikan efek positif sebagai berikut : • Investigasi secara nyata dalam membangun pengetahuan • Meningkatkan keaktifan belajar dan penilaian otentik • Memotivasi dan menantang siswa untuk memiliki ketertarikan • Menyediakan media untuk meningkatkan produktivitas dan kreativitas siswa • Menyediakan sarana pendukung untuk berpikir lebih tinggi • Meningkatkan independensi siswa • Meningkatkan kolaborasi dan kerja sama • Pembelajaran yang sesuai dengan siswa • Menyelesaikan persoalan ketidakmampuan fisik Ada beberapa pembuktian yang telah dilakukan bahwa pencapaian pendidikan di Erop a secara positif disebabkan oleh pemanfaatan TIK, tetapi kesimpulan ini tidak ha nya di dalam ruang lingkup penggunaan di sekolah. Hal ini juga tergantung bagaim ana TIK dikelola dan digunakan di dalam institusi pendidikan. TIK digunakan seba gai alat untuk mendukung dan meningkatkan eksistensi proses pembelajaran serta m endukung administrasinya. TIK tetap dipandang bukan untuk sebuah revolusi pembel ajaran dan pengajaran (Punie, 2008). Penggunaan TIK juga mampu menciptakan lingkungan belajar yang positif. Dalam pen ggunaan TIK, lingkungan belajar lebih terkesan sebagai “learner-centred”, dimana sis wa sebagai pusat pembelajaran. Proses pembelajaran konvensional umumnya lebih me ngarahkan kepada lingkungan dimana guru sebagai pusat lingkungan, disebut “teacher -centred”. Selain itu, pemanfaatan TIK juga mendorong sebuah lingkungan yang berpu sat pada pengetahuan (knowledge-centred). Masing-masing punya akses yang sama te rhadap ilmu pengetahuan sehingga tidak ada hal-hal yang ditutup-tutupi atau tida k diajarkan. TIK juga menawarkan sebuah lingkungan belajar yang berpusat pada pe nilaian dan berpusat pada komunitas, yakni adanya kerja sama dan kooperasi (Newh ouse, 2002). Berkaitan dengan pendidikan sains, secara khusus Webb (2008) menyatakan bahwa li ngkungan belajar sains yang diperkaya dengan TIK mampu: 1) Meningkatkan perkemba ngan aspek kognitif, 2) Memampukan pengalaman secara lebih luas, sehingga siswa dapat menghubungkan sains dengan pengalaman pribadi dan pengalaman nyata mereka, 3) Meningkatkan manajemen diri siswa serta memampukan mereka untuk melacak ting kat kemajuan belajar, sehingga guru leluasa memusatkan perhatian pada hal-hal ya ng mendukung pembelajaran dan pembelajaran untuk memampukan para siswa, dan 4) M emfasilitasi koleksi data dan presentasi data tersebut, sehingga dapat membantu siswa dalam memahami dan menginterpretasikan data tersebut. Dari hasil tinjauan literatur oleh La Velle et al (2002), disebutkan secara deta il bahwa Watson et al (1993) menyatakan penelitiannya tentang dampak TIK terhada p prestasi siswa mata pelajaran sains (di antara mata pelajaran lain). Watson ju ga menyediakan bukti bahwa siswa dengan menggunakan TIK akan melewatkan waktu le bih banyak dalam tugas pelajaran. Ada perubahan dalam perilaku dan motivasi sisw a dalam belajar serta peningkatan dalam hal ketertarikan dan kecenderungan menik mati aktivitas belajarnya. Pada tahun 1993, Morrison et al juga menunjukkan bukt i adanya peningkatan prestasi bagi siswa yang menggunakan laptop selama setahun pada semua kurikulum, termasuk sains. McFarlane and Friedler (1998) juga memperl ihatkan bukti yang jelas peningkatan proses pembelajaran menggunakan logging dat a. Adanya peningkatan penggunaan TIK telah memperkenalkan sebuah pendekatan pedagog i yang baru, termasuk di dalamnya pembelajaran Berbasis Sumber atau Resource Bas ed Learning (RBL) dimana pembelajaran ini memerlukan aset pendukung TIK. Secara khusus, mata pelajaran sains secara ekstrim memperoleh dampak positif dari kehad

iran RBL yang berkaitan dengan penggunaan TIK. Implementasi teknologi yang diduk ung oleh inquiry-kolaboratif mendorong guru sains untuk mendesain pendidikan seb agai suatu sistem terpadu yang menyediakan sejumlah peralatan relevan kepada sis wa, mengarahkan mereka untuk berkolaborasi secara efektif, dan meningkatkan seca ra epistemologi tingkat dan cara bekerja denganilmu pengetahuan (Givannini et al , 2010). Sebagaimana kita ketahui bahwa teknologi informasi dan komunikasi berkembang dar i adanya penelitian dan pengembangan ilmu-ilmu sains secara berkelanjutan dan te rpadu. Perkembangan TIK tidak terlepas dari perkembangan ilmu fisika dan kimia. Prinsip-prinsip teknologi selelu mementingkan ilmu fisika dalam perkembangannya, termasuk kimia sebagai bahan utama pada perangkat-perangkat teknologi tinggi. D engan mendekatkan TIK dalam pendidikan sains, siswa akan semakin terpacu dan mel ihat dari dekat aplikasi sains yang dipelajarinya (khususnya kimia dan fisika). Inilah yang menjadikan penggunaan TIK dalam pendidikan sains menjadi lebih mena rik dibandingkan dengan penggunaannya di dalam bidang ilmu non-eksakta (sosial). 3. DAMPAK NEGATIF TIK DALAM PENDIDIKAN SAINS

Penulis dengan keyakinan tinggi berdasarkan tinjauan pustaka yang dilakukan dan pengamatan di lapangan, bahwa hampir tidak ada dampak negatif yang ditimbulkan o leh TIK. Banyak pendapat lain menyebutkan bahwa ada dampak negatif penggunaan TIK dalam p endidikan sains. Akan tetapi menurut analisis yang dilakukan oleh penulis, dampa k negatif itu muncul sebagai kesalahan yang terjadi akibat tidak cekatan dalam m emanfaatkan sebuah peluang menjadi berdampak positif. Sebagai contoh adanya fasi litas “copy and paste” dalam aplikasi komputer. Ini tentu saja membuka kesempatan s emakin mudahnya proses plagiat dilakukan. Akan tetapi dalam masalah ini penulis berpikir bahwa fasilitas copy paste itu sebenarnya sebagai peluang untuk dijadik an sebagai dampak positif, yakni semakin cepatnya proses pemindahan data. Beberapa pendapat juga menyatakan bahwa kedekatan siswa dengan dunia TIK, khusus nya internet akan menjadikan mereka banyak meluangkan waktu di dunia internet de ngan bermain ‘game’ atau terkadang mengakses konten-konten negatif. Apabila penataan regulasi yang berlaku terkait dunia internet dapat ditingkatkan lagi maka hal i ni dapat dihindari. Langkah yang tepat diambil adalah dengan meningkatkan kesada ran dari semua pihak untuk menjaga peluang-peluang negatif tidak terjadi. Selain itu dengan adanya dampak negatif yang ‘diduga’ muncul dalam pemanfaatan TIK, maka perlu diantisipasi melalui pengelolaan penggunaan TIK secara baik. Apabila suatu dampak yang sebelumnya dipandang negatif, apabila diantisipasi dengan baik maka akan melahirkan potensi positif bahkan dapat dikategorikan sebagai dampak positif. Dampak negatif yang diianggap berimplikasi terhadap kepercayaan diri gu ru, sebagaimana disebutkan Newhouse (2002) bahwa dengan penggunaan TIK, siswa ma mpu belajar di luar keahlian dan kemampuan guru. Dalam kondisi ini siswa dapat s aja melebihi wawasan guru apabila guru tersebut tidak mampu mengimbanginya denga n hal yang serupa. Akan tetapi jika dikelola dengan baik, sebenarnya ini adalah potensi positif untuk menjadikan porses pembelajaran menjadi dinamis. Dampak negatif lain juga timbul akibat penggunaan TIK kurang terimplementasi den gan baik. Beberapa tantangan yang perlu dihadapi dalam hal mengimplementasikan p enggunaan TIK antara lain : kurang lengkapnya hardware, infrastruktur, akses yan g memadai terhadap software pendidikan, serta kelemahan guru dalam melaksanakan pendidikan berbasis TIK. (Mork, 2005). KESIMPULAN Pemanfaatan TIK dalam pendidikan sains dewasa ini tidak dapat dihindarkan lagi u ntuk mengikuti perkembangan global. Beberapa penelitian yang dilakukan oleh pene liti pendidikan sains menunjukkan bahwa TIK memiliki dampak positif terhadap pen didikan sains. Meskipun sebagian menyatakan ketidakyakinannya tentang dampak ini

. Beberapa sumber menyebutkan bahwa TIK memiliki dampak negatif terhadap pendidi kan sains yang sebenarnya dapat diarahkan menjadi dampak yang positif, tergantun g pola pengelolaan pada saat penggunaannya. Penulis menyarankan kepada para pengajar sains agar senantiasa melakukan proses perbaikan dan pengelolaan yang mantap di dalam menggunakan TIK sehingga dampak p ositifnya dapat diraih. DAFTAR PUSTAKA Newhouse, Paul. 2002. A Framework to Articulate the Impact of ICT on Learning in Schools. Specialist Educational Services, Perth, Western Australia. La Velle, Linda B., McFarlane, Angela., Brawn, Richard. 2002. Knowledge transfor mation through ICT in science education: A case study in teacher-driven curricul um development. Graduate School of Education, University of Bristol. Mork, Sonja M. 2005. Design and Implementation of the Web-Based Viten Program Ra dioactivity. University of Oslo Dissertation. Punie, Yves., Zinnbauer, Dieter., Cabrera, Marcelino. 2008. A Review of the Impa ct of ICT on Learning, Working Paper prepared for DG EAC, October 2006. Luxembou rg: Office for Official Publications of the European Communities. Akmal, Khoirul. 2009. Kecenderungan Global dalam Pemanfaatan TeknologiInformasi dan Komunikasi untuk Pendidikan diIndonesia. Diakses dari http://www.scribd.com (14 Januari 2012). Giovannini, Maria Lucia., Hunya, Márta., Lakkala, Minna., Moebius, Sibylle., Raymo nd, Cyrille., Simonnot, Brigitte., Traina, Ivan. Fostering the Use of ICT in Ped agogical Practices in Science Education. URL: http://www.elearningpapers.eu (Dia kses 14 Januari 2012). Lestari, Umi. 2011. Dampak Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Terhadap Akt ivitas Pendidikan. Makalah Tugas Mata Kuliah ICT, Program Pascasarjana UHAMKA. D iakses dari http://umilestari67.wordpress.com (14 Januari 2012). Asyhar, Rayandra. 2011. Kreatif Mengembangkan Media Pembelajaran. Gaung Persada (GP) Press Jakarta. Shambaugh, Neal., Magliaro, Susan G. 2006. Instructional Design : A Systematic A pproach for Reflective Practice. Pearson Education, Inc. United States of Americ a. http://www.wikipedia.com (diakses 14 January 2012).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->