Paper Kepemimpinan - Teori

PEMIMPIN MENURUT TEORI SIFAT (TRAIT THEORY

)
A. Pendahuluan

Ada banyak definisi mengenai kepemimpinan. Hal ini dikarenakan banyak sekali orang yang telah mencoba mendefinisikan konsep kepemimpinan tersebut. Namun demikian, semua definisi kepemimpinan yang ada mempunyai beberapa unsur yang sama. Sarros dan Butchatsky (1996), "leadership is defined as the purposeful behaviour of influencing others to contribute to a commonly agreed goal for the benefit of individual as well as the organization or common good". Menurut definisi tersebut, kepemimpinan dapat didefinisikan sebagai suatu perilaku dengan tujuan tertentu untuk mempengaruhi aktivitas para anggota kelompok untuk mencapai tujuan bersama yang dirancang untuk memberikan manfaat individu dan organisasi. Keberhasilan seorang pemimpin dapat ditentukan oleh sifat-sifat, perangai atau ciri-ciri yang dimiliki oleh pemimpin itu. Sifat tersebut dapat berupa sifat fisik atau sifat psikologis. Untuk menjadi seorang pemimpin yang berhasil sangat ditentukan kemampuan pribadi pemimpin. Kemampuan pribadi yang dimaksud adalah kualitas seseorang dengan berbagai macam sifat-sifat, perangai atau ciri-ciri di dalamnya. Oleh karena itu timbul usaha para ahli untuk meneliti dan memerinci lebih jauh kualitas seorang pemimpin yang berhasil di dalam melaksanakan tugas-tugas kepemimpinannya, kemudian hasil-hasil tersebut dirumuskan ke dalam sifat-sifat umum seorang pemimpin. Usaha tersebut melahirkan dan berkembang menjadi teori kepemimpinan yang disebut ³teori sifat-sifat kepemimpinan´ atau ³traits theory of leadership´

B. Berbagai Macam Pendapat

Tokoh yang mengupas sifat kepemimpinan adalah Barnard, Ordway Tead, Millet, Stogdill, Davis, G.R. Terry, Ruslan Abdulgani, dan sebagainya. Usaha yang dilakukan para ahli sangat heterogen. Berbagai pendapat yang berbeda-beda diantaranya adalah :

1. Ordway Tead Ada sepuluh macam sifat atau perangai yang harus dimiliki seorang pemimpin, yaitu : 1. Energi jasmani dan rohani (physical and nervous energy) 2. Kepastian akan maksud dan arah tujuan (a sense of purpose and direction) 3. Antusiasme atau perhatian yang besar (anthusiasm)

1

| Kepemimpinan dan Negosiasi

Kemampuan melihat organisasi sebagai satu keseluruhan (the ability to see an enterprise as a whole). Kecakapan mengajar (teaching skill) 10. Kecakapan teknis (technical mastery) 7. Cerdas (intelligence) 9. Pemimpin harus lebih matang dan lebih luas dalam hal yang berkaitan dengan kemasyarakatan sehingga mudah mengendalikan keadaan. Kesetiaan (faith) Sifat-sifat tersebut untuk para pemimpin pada umumnya. Ada empat sifat yang perlu dimiliki oleh seorang pemimpin. d. Pemimpin diharapkan harus selalu mempunyai dorongan yang besar untuk dapat menyelesaikan sesuatu. penuh rasa persahabatan dan ketulusan hati (friendlieness and effecticeness) 5. Mempunyai kemampuan mengadakan hubungan antar manusia (human relations attitudes). Ramah tamah. Mempunyai motivasi dan keinginan berprestasi yang datang dari dalam (inner motivation and avhievement desires). c. John D. Millet Menurut John D. d. serta mempunyai keyakinan dan kepercayaan pada diri sendiri. Integritas atau pribadi yang bulat (integrity) 6. c. tetapi pada prakteknya kesepuluh sifat tersebut tidak harus bersama-sama dimiliki oleh seorang pemimpin melainkan sangat bergantung pada tingkat kondisi dari pengikutnya. Intelegensia (intelligence). Kemampuan melimpahkan atau mendelegasikan wewenang (the ability to delegate authority). Kematangan dan keluasan pandangan social (social maturity and breadth). yaitu : a. Mudah mengambil keputusan (decisioness) 8. Memiliki kecerdasan yang lebih tinggi daripada bawahannya b.Millet. 3. yaitu: a. Kemampuan menanamkan kesetiaan (the ability to command loyality). 2 | Kepemimpinan dan Negosiasi . Kemampuan mengambil keputusan-keputusan (the ability to make decisions). kerja sama sosial. 2. Keith Davis Dalam bukunya yang berjudul Human Behavior at Work : Human relations and Organizational Behavior. b. Davis mengemukakan empat macam kelebihan-kelebihan sifat-sifat yang perlu dimilki oleh pemimpin.4.

imajinasi (imagination). energi. kerja sama (cooperation). yaitu : a. pengendalian emosi (emotional control). kecakaan bergaul (social skill). Periode 1904-1947 Dalam tahap ini. meliputi gelar kesarjanaan (scholarship). mood optimission). pengetahuan (knowlwdge). berat badan (weight). optimis (mood controle. kawasan (insight). meliputi kecerdasan (intelligence). kegiatan olah raga (biosocial activity). kesehatan. kemampuan menyesuaikan (adaptability). penampilan (apperence). Barnard Ada dua sifat utama yang perlu dimiliki pemimpin. b. keberanian (courage). Sifat-sifat pribadi yang meliputi : fisik. kemampuan berbicara (fluency of speak). scholarship. pengetahuan (perception). keberhasilan dalam olah raga (athletic accomplishment). daya tanggap (perception). wibawa (popularity. harga diri dan keyakinan (integrity and conviction). Pemimpin perlu berorientasi pada bawahan.Pemimpin harus selalu lebih mengetahui terhadap bawahannya. Tinggi badan (height). pengetahuan (knowledge). 4. prestige). introvers dan extrovers (introversion ± extraversion). percaya pada diri sendiri (self confidence). keaslian (originality). berbagai keunggulan (dominance). gejala fisik. pengendalian diri. kemampuan berbicara (verbal facility). Ralph Stogdill Berdasarkan penelitian Stogdill ada dua periode penelitian yaitu periode 1904-1947 dan periode 1948-1970. yaitu keunggulan seorang pemimpin di dalam : keyakinan (determination). ketenaran. tekun. dan kemampuan menilai (judgement) 2) Achievement. teknologi (technology). ketekunan (persistence). semangat (initiative. Chester I. 3 | Kepemimpinan dan Negosiasi . aktivitas sosial dan mobilitas (social activity and mobility). daya ingat (memory). daya tahan (endurance). persistence. 5. keaslian. ambition). kepemimpinan ditandai dengan berbagai sifat yang meliputi : usia (chronological age). sebab dalam kehidupan organisasi diperlukan adanya kerja sama atau saling ketergantungan antara anggota-anggota kelompok. kemampuan menilai dan mengambil keputusan (judgement and decision). Sifat-sifat pribadi yang mempunyai watak yang lebih subjektif. a. social and economic status. inisiatif. kecakapan (skill). kewaspadaan (alertness). Sifat-sifat di atas dikelompokkan ke dalam komponen pokok : 1) Capacity. tanggung jawab (responsibility).

weight (berat badan). ketidakserasian). self confidence. mobility (mobilitas) 3) Intellegence and ability (kecerdasan dan kecakapan) : intelligence judgement. ketekunan (persistence). status. keunggulan). ethical conduct. Stognill mengemukakan kelompok lain yaitu situasi (situation) yang meliputi mental level. appearance. agresif (aggressiveness). nonconformity (kebebasan. objectivity. adjustment. pengendalian). decisiveness (kemampuan menilai. b. kerja sama). initiative (kepelaporan. resourcefulness (banyak akal budinya). energy (aktivitas. creativity. humor Status. responsible in pursuit of objectives (bertanggung jawab dalam mencapai tujuan). meliputi berdikari (independability). drive for responsibility (dorongan bertanggung jawab). biasa). social status (status sosial). interest of followers. kerja sama (cooperation). objectives to be achieved. inisiatif. mudah menyesuaikan diri (adaptability). meliputi kedudukan sosial ekonomi (social economic position).3) Responsibility. meliputi aktif. nurturance administrative (berjiwa ability. persistence against (tangguh menghadapi halangan). aggressiveness. kemampuan bergaul (social ability). dan sebagainya. tolerance of stress. strongth of conviction (kuat pendirian). inisiatif). emotional balance. percaya pada diri sendiri (self confidence). task orientation (berorientasi pada tugas). anthusiasm. needs. | Kepemimpinan dan Negosiasi . ketenaran (popularity) Selain lima kelompok di atas. kerapihan). ascendance. 2) Social background (latar belakang sosial) : education (pendidikan). 6) Social characteristic (semangat kerja sama) : ability to enlist cooperative (kesanggupan attractiveness 4 untuk (daya memperoleh tarik). enterprise. originality. alertness (ketekunan). independence. grooming (penampilan. desire to excel (dorongan berprestasi. kekuatan). age (usia). control (penguasaan emosi. assertiveness. adaptability (penyesuaian diri). normality (penyesuaian diri. skills. 5) Task related characteristic (ciri-ciri yang berorientasi pada tugas) : achievement drive. knowledge 4) Personalty (kepribadian). unggul). pengambilan keputusan). though-mindedness. cooperative mengasuh). personal integrity. extroversion. height (tinggi badan). Periode 1948-1970 Pada tahap ini ada banyak variabel yang dikelompokkan menjadi komponen pokok sebagai berikut : 1) Physical characteristics (ciri-ciri fisik) : activity. keinginan untuk unggul (desire to exel) 4) 5) Participation. dominance (pengaruh.

6. nilai-nilai ajaran kepemimpinan dunia luar yang bertentangan dengan kepribadian. prestige. Empu Prapanca dan Ruslan Abdulgani Para pendahulu kita sesungguhnya telah mewariskan nilai-nilai kepemimpnan yang sangat tinggi dan mulia. sociability. Seorang pemimpin mempunyai pengabdian yang tinggi dan keikhlasan berkorban demi tujuan Negara. pengendalian diri. Di dalam ajarannya terkandung nilai-nilai moral yang lebih awal harus ditanamkan sehingga akan mendarah daging dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan berbangsa dan bernegara. Kelima belas sifat-sifat pemimpin tersebut adalah sebagai berikut : 1) Wijnana ± Sikap Bijaksana Pemimpin hendaklah bersikap bijaksana. kecakapan saling berhubungan) social participation. interpersonal skills (kemampuan bekerja sama. daya penggerak bagi bawahan dan lingkungannya c. dan sebagainya pada hakikatnya bersumber dari nilai-nilai Pancasila b. kewajiban. Sebagai perbandingan dengan pendapat dari luar tentang kepemimpinan perlu diketengahkan ajaran tentang kepemimpinan yang dikemukakan oleh Empu Prapanca dan Ruslan Abdulgani. Bila pemimpin sudah menguasai secara baik nilai-nilai kepemimpinan yang diwariskan nenek moyang. negaranya ataupun pribadinya sebagai pemimpin sehingga tidak mudah putus asa dalam mencari jalan keluar dari masalah yang dihadapi 2) Mantra wira ± sebagai pembela Negara sejati Berkeberanian mutlak dalam kebenaran dan kesetiaan tanpa reserve dalam menjunjung cita-cita Negara. yang merupakan sifat-sifat yang dimiliki oleh seorang pemimpin besar yang berhasil. diplomacy.popularity. Nilai-nilai moral yang mencerminkan berbagai petunjuk. Sifat kepemimpinan tersebut masih relevan sampai saat ini. Ada tiga alasan prinsip : a. penuh hikmah dan ketekunan. Ajaran kepemimpinan ³keteladanan´ menempatkan pemimpin sebagai tokoh panutan yang ucapan. tact. 5 | Kepemimpinan dan Negosiasi . a. Empu Prapanca ³Panca Dasa Kepemimpinan Shri Mahapatih Gajah Mada´ Gajah Mada telah menggariskan sifat pemimpin yang baik yang disebut Panca Dasa yang dilukiskan dalam buku Negara Kertagama buah tangan Empu Prapanca. nasihat. perilaku dan tindakannya selalu dijadikan contoh. sama hakikatnya mereka telah memiliki benteng yang dapat diandalkan untuk menghadapi infilterasi. terutama didalam mengatasi suatu kesukaran dan atau kegentingan yang menimpa organisasinya.

terbuka 6 | Kepemimpinan dan Negosiasi . atasan. 6) Wakjnana ± pandai berpidato dan berdiplomasi Memiliki kepandaian dalam berpidato dalam lingkungan kecil maupun di depan umum. rendah diri. termasuk juga ahli dalam berdiplomasi. 7) Sajjawopasama ± tidak sombong. karena hal-hal di atas merupakan senjata ampuh dalam membangkitkan kesadaran rakyat yang dibawakan oleh pandangan hidup dan aliran politiknya. bermuka manis. bisa mengenang kejadian masa lalu. mudah member hati kepada orang lain. selalu kreatif penuh dengan inisiatif yang menuju ke arah kebaikan dan kesejahteraan daripada negara. bisa menerka kejadian yang akan dating. kreatif Bersifat rajin dan sungguh-sungguh dalam menjalankan segala pekerjaan. dan wartama. merasa lebih unggul dan bangga pada kesanggupan diri sendiri. 10) Disyacitta ± jujur. pemaaf dan selalu mendekatkan diri kepada kawan seperjuangan serta rakyat yang dipimpinnya. manusiawi Bersifat tidak sombong. teguh iman dalam pahit getirnya perjuangan bagaikan batu karang di dasar samudra. tidak mudah runtuh oleh suatu kesedihan melainkan senantiasa menunjukkan sikap yang bangun tegak. Merupakan sifat yang sangat sulit didapat oleh seorang pemimpin 8) Dhirottsaha ± bersifat rajin. Ini merupakan syarat utama kepemimpinan yang menentukan kuat serta tegaknya seorang pemimpin. Sifat ini menghindarkan pemimpin dari sifat takabur. Pemimpin yang demikian tidak akan mengabaikan kepercayaan yang dipikulnya dan bekerja lebih tekun dalam mewujudkan kepentingan umum. Nagat. dapat menentukan sikap dan mengambil keputusan pada masa sekarang dengan tepat 4) Matanggawa ± mendapat kepercayaan dari bawahan Pemimpin harus mendapatkan kepercayaan yang tinggi dari bawahannya. periang Bersifat gembira/periang. 9) Tan Lalana ± bersifat gembira. terutama kepada Negara dan pimpinannya dapat menghindarkan dari pengkhianatan terhadap Negara dan rakyatnya.3) Wicaksanang Naya ± bijaksana ± kemampuan menganalisa dan mengambil keputusan Seorang pemimpin bijaksana dalam bermain politik dengan berpedoman pada Tri kala yaitu : Atita. 5) Satya bakti haprabhu ± loyal pada atasan Taat setia dan bakti kepada pemimpin. karena nasib Negara itu adalah nasib juga nasib dari dirinya sendiri.

namun kasih saying tetap diutamakan. 11) Tan Satrisna ± Tidak egois Tidak terikat pada pemberian. yaitu : 1) Moral dan akhlak 2) Jiwa dan semangat 3) Ketajaman intelek dan persepsi 4) Ketekunan dan kekuatan jasmaniah C. Sifat ini bukan berarti kejam. Ruslan Abdulgani Seorang pemimpin harus mempunyai kelebihan dari yang dipimpin. Kelemahan tersebut antara lain : 7 | Kepemimpinan dan Negosiasi . kewibawaan seseorang akan selalu dapat dipertahankan. tidak bersifat egoistis yang mengutamakan diri sendiri. Beberapa kelemahan Teori yang dikemukakan di atas disamping mendapat pertentangan dari berbagai pihak. sifat ini perlu dimiliki oleh setiap pengendali organisasi/pemerintahan. perdamaian kita hormati. sehingga ketaatan dari bawahan dapat terpelihara. sebab mereka menjadi sorotan dan contoh dari bawahannya/rakyatnya 15) Anayakan Musuh ± mampu membinasakan lawan Setiap pemimpin harus sanggup memusnahkan musuh Negara dan musuh masyarakat. jujur dan dapat menerima pendapat orang lain.Bersifat baik. untuk mengagungkan Negara agar tetap memperoleh wibawa dari bawahan 14) Sumantri ± sebagai abdi Negara yang baik Menunjukkan sikap dan sifat sebagai abdi Negara yang baik. 13) Ginong Pratidina ± tekun menegakkan kebenaran Selalu tekun untuk menegakkan kebenaran. Kelebihan tersebut meliputi empat hal. 12) Masihi Samastha Bhuwana ± bersifat penyayang. cinta alam Pemimpin bersifat penyayang dan cinta pada seluruh alam dengan keyakinan hidup. b. dalam prakteknya mempunyai kelemahan yang sulit dipraktekkan. namun tidak gentar menumpahkan darah dalam pembelaan keagungan Negara dari musuh yang akan menistakan kedaulatan Negara. Dengan adanya kelebihan. selalu mau menerima pemikiran-pemikiran orang lain walaupun dari bawahannya.

Sifat-sifat yang unggul tersebut di atas merupakan kepribadian pemimpin yang didalamnya mengandung arti luas : kecakapan. ketekunan. imajinasi. daya tangkap. tidak mempunyai analisis bagaimana sifat-sifat itu kaitannya dengan keberhasilan seorang pemimpin 3. memerlukan sifat pemimpin yang tertentu pula. 8 | Kepemimpinan dan Negosiasi . Tidak selalu ada relevansi antara-antara sifat yang dianggap unggul tersebut dengan efektivitas kepemimpinan 4. Teori sifat terlalu bersifat deskriptif. keberanian. Dengan berbagai keunggulan yang dimiliki pemimpin. kewibawaan seorang pemimpin akan selalu dapat dipertahankan. Diantara para pendukung teori tersebut tidak ada kekompakan sehingga timbul berbagai pendapat diantara para pendukung teori tersebut 2. atau tokoh yang selalu diteladani oleh bawahannya. keyakinan. setiap pemimpin dalam kehidupan organisasi. Terlalu sulit untuk menentukan dan mengukur masing-masing sifat yang berbeda-beda satu dengan yang lain 5. D. Simpulan Dalam kepemimpinan yang menerapkan prinsip keteladanan. pengetahuan. kejujuran.1. Kepemimpinan yang menganut prinsip ³keteladanan´ akan berhasil melaksanakan tugas-tugas kepemimpinannya apabila prinsip-prinsip teori sifat dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. daya tahan. Sebagai tokoh panutan yaitu tokoh yang dianut oleh bawahannya. harga diri dan berbagai nilai moral yang lain. Situasi dan kondisi tertentu dimana kepemimpinan dilaksanakan. daya ingat. ditampilkan sebagai tokoh panutan. harus selalu memberikan contoh-contoh positip terhadap bawahannya. sehingga ketaatan dari bawahan dapat terpelihara.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.