BAB 2.

LANDASAN TEORI

Bab ini akan membahas tentang landasan teori tentang mata pelajaran Ekonomi di SMA, pendidikan berkarakter, pembelajaran berbasis karakter, media komputer interaktif, hasil belajar, kerangka konsep berfikir, dan hipotesis. Landasan teori dalam bab ini disertai dengan indikator-indakator dari variabel penelitian yang digunakan. 2.1 Mata Pelajaran Ekonomi di SMA Dalam kurikulum KTSP Mata pelajaran Ekonomi di SMA merupakan mata pelajaran yang harus diajarkan mulai dari kelas X dan pada kelas XI dan XII pada jurusan IPS. Pada mata pelajaran Ekonomi di SMA mencakup perilaku ekonomi dan kesejahteraan yang berkaitan dengan masalah ekonomi yang terjadi di lingkungan. Isi dari mata pelajaran Ekonomi meliputi aspek-aspek yaitu perekonomian, ketergantungan, spesialisasi dan pembagian kerja, perkoperasian, kewirausahaan, akuntansi dan manajemen. Berdasarkan isi dari mata pelajaran Ekonomi tersebut, maka dengan belajar ekonomi siswa diharapkan dapat mempunyai sikap bijak, rasional dan bertanggungjawab dengan memiliki pengetahuan dan keterampilan ilmu ekonomi, manajemen, yang bermanfaat bagi diri sendiri, rumah tangga, masyarakat, dan negara serta membuat keputusan yang bertanggung jawab mengenai nilai-nilai sosial ekonomi. 2.1.1 Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Mata pelajaran Ekonomi di SMA diadakan tidak hanya menyiapkan siswa untuk bisa atau pandai dalam teori-teori ekonomi, namun lebih jauh lagi yaitu memahami sejumlah konsep ekonomi untuk mengkaitkan peristiwa dan masalah

7

kelangkaan dan sistem Ekonomi Kompetensi Dasar 1.ekonomi dengan kehidupan sehari-hari. yaitu tentang apa.1 Mengidentifikasi sistem Ekonomi untuk memecahkan masalah Ekonomi 2. tidak cocok dikembangkan pada KD mendeskripsikan circulair flow diagram.1 Mendeskripsikan berbagai sumber Ekonomi yang langka dan kebutuhan manusia yang tidak terbatas 3. tapi akan cocok diterapkan pada bab yang membahas sumber daya alam. bagaimana dan untuk siapa barang diproduksi 4.2 Mendeskripsikan Circulair Flow Diagram 2. . Melihat dari tujuan tersebut maka isi dari mata pelajaran Ekonomi harus dapat diterapkan dalam kehidupan nyata. Misalnya karakter peduli lingkungan.1 Mengidentifikasi hilangnya kesempatan pada tenaga kerja bila melakukan produksi di bidang lain 5.3 Mendeskripsikan peran konsumen dan produsen 2.1 Mendeskripsikan pola perilaku konsumen dan produsen dalam kegiatan Ekonomi 2. standar kompetensi dan kompetensi dasar merupakan acuan dalam menentukan karakter apa yang akan dikembangkan. hal itu karena tidak semua karakter cocok dikembangkan di tiap standar kompetensi dan komptensi dasar.1 Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Ekonomi Standar Kompetensi 1.1 Mengidentifikasi masalah pokok Ekonomi. Adapun standar kompetensi dan kompetensi dasar pada mata pelajaran Ekonomi kelas X semester 1 adalah sebagai berikut: Tabel 2. Memahami konsep Ekonomi dalam kaitannya dengan kegiatan Ekonomi konsumen dan produsen Sumber: Buku paket mata pelajaran Ekonomi untuk SMA/MA 2011 Dalam pembelajaran berbasis karakter. Memahami permasalahan Ekonomi dalam kaitannya dengan kebutuhan manusia.1 Mengidentifikasi kebutuhan manusia 2.

Jujur 3. Pembelajaran sebagai suatu sistem instruksional mengacu pada pengertian sebagai perangkat komponen yang saling bergantung satu sama lain untuk mencapai tujuan (Djamarah. Nilai-nilai karakter tersebut yaitu: Table 2. 2010). Pembelajaran bukan hanya usaha untuk menyampaikan informasi dari guru ke siswa. 2002:10). yaitu “pembelajaran yang mengembangkan nilai-nilai karakter bangsa kepada peserta didik selama proses pembelajaran sehingga mereka memiliki nilai karakter dalam dirinya. Hal itu sesuai dengan pengertian tentang pembelajaran berbasis karakter. dan menerapkan dalam kehidupannya” (kemendiknas. Religius 2. Nilai-nilai Karakter Nilai Karakter 1. bersikap dan bertindak siswa dalam kehidupan sehari-harinya. Toleransi Nilai Karakter 10.9 2. Semangat Kebangsaan 11. Cinta Tanah Air 12. nasionalis. melainkan juga berusaha menanamkan pengetahuan dan nilai-nilai tertentu kepada siswa sehingga akan mengubah cara pandang. sebagai anggota masyarakat serta warga negara yang religius. pembelajaran berbasis karakter merupakan suatu metode atau alat untuk terlaksananya pendidikan berbasis karakter tersebut disekolah. Oleh sebab itu. dan menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan dirinya. Tujuan pendidikan berbasis karakter tersebut yaitu supaya siswa memiliki karakter luhur dalam dirinya. Sedangkan menurut Koesoema (2010) Pembelajaran berbasis karakter adalah pembelajaran menumbuhkan karakter positif siswa melalui pengembangan nilai-nilai karakter secara intensif dalam proses pembelajaran. berfikir. Menghargai Prestasi . produktif dan kreatif. Pendidikan berbasis karkater adalah suatu sistem pendidikan yang tidak hanya mementingkan tingkat intelegensi siswa namun juga mengembangkan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa pada diri peserta didik.2 Pembelajaran Berbasis Karakter Pendidikan sekarang ini berorientasi pada pendidikan berbasis karakter.

8. Gemar Membaca 16. Berdasarkan dari beberapa pengertian dan penjelasan diatas dapat disimpulkan yang dimaksud dengan pembelajaran berbasis karakter adalah pembelajaran yang menumbuh kembangkan nilai karakter pada diri peserta didik selama proses pembelajaran sehingga menjadi karakter dirinya. Disiplin Kerja Keras Kreatif Mandiri Demokratis Rasa Ingin Tahu 13. Bersahabat/Komunikatif 14. Tujuan dibuat indikator tersebut adalah sebagai dasar peniliaan oleh guru terhadap siswa apakah karakter yang dikembangkan sudah menjadi karkater pada diri siswany atau belum. 2. Cinta Damai/Hormat Dan Santun 15. 7. 5. dan menentukan apakah karakter tersebut masih akan dilanjutkan penerapannya dalam pembelajaran atau tidak. Buku Pelatihan Pengembangan Pendidikan Budaya Dan Karakter Bangsa Karakter-karakter diatas merupakan karakter yang diharapkan dimiliki oleh seorang siswa. dan pada materi apa. serta akhirnya seorang guru dapat menentukan metode apa yang akan digunakan guna mengembangkan karakter tersebut. 6. sehingga sesuai dengan tujuan dari pendidikan yaitu menjadikan peserta didik yang berkarakter.1 Karakter Kemandirian . Hal itu karena karakter kedisiplinan dan kemandirian dirasa oleh peneliti lebih mempunyai peran besar dari karakter-karakter yang lainnya terhadap hasil belajar siswa. pembelajaran berbasis karakter akan difokuskan pada karkakter kedisiplinan dan kemandirian.4. Seorang guru harus memperhatikan karakter tersebut diatas tujuannya yaitu untuk menentukan jangka waktu karakter tersebut akan dikembangkan. Peduli Sosial Tanggung Jawab Sumber. Peduli Lingkungan 17. Mengacu pada latar belakang penelitan ini.2. 9. Pada setiap nilai karkater yang dikembangkan dalam pembelajaran berbasis karakter tersebut ada indikator-indikator untuk melihat ketercapaian karakter yang dikembangkan.

Dalam mata pelajaran Ekonomi seorang guru dapat mengembangkan kemandirian bagi siswanya dengan penggunaan metode diskusi kelompok pada sub bab tertentu. dapat menyususn ekspresi atau gagasan yang dimengerti orang lain. Tidak tergantung kepada orang lain (Independent) 2. Hal itu sesuai dengan pengertian kemandirian “kemandirian adalah sikap dan prilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas” (Kemendiknas. http/www. Dalam penelitian ini variabel .jhargis. menghemat waktu dalam menyelesaikan tugasnya. mengatur belajar dan waktu secara efisien dan memperoleh skor atau nilai dalam pelajaran (Hargis. mengevaluasi dan mengatur belajarnya secara efektif. Misalnya pada materi perilaku konsumen. dapat berfikir sendiri. Contoh sikap kemandirian yaitu dalam mengerjakan tugas siswa dengan inisiatif sendiri membentuk kelompok belajar atau berkerja sendiri dengan mencari referensi-referensi diperpustakaan untuk mengerjakan tugasnya. misalnya diskusi kelompok. Sehingga dalam proses belajar mengajar seorang guru harus selalu melatih dan mengembangkan kemandirian kepada peserta didik melalui metode-metode tertentu. menggunakan kemampuan diri sendiri untuk menyelesaikan suatu masalah secara bebas.11 Kemandirian merupakan suatu sikap yang perlu ditanamkan untuk mengatur dan membina diri seseorang kearah yang lebih baik tanpa tergantung kepada orang lain. seorang guru dapat memberikan studi kasus tentang kondisi nyata yang ada untuk dibahas dengan mengaitkan dengan teori tentang perilaku konsumen. Menurut Robert (1990: 93) “seseorang dikatakan mandiri jika: dapat bekerja sendiri secara fisik. 2008:4) kemandirian mencangkup tiga aspek yaitu: 1. progresif. Menurut Smart (dalam Kana. dan kegiatan yang dilakukan disahkan sendiri secara emosional”. 2010:34).com). Menetapkan hak mengurus sendiri atau berperilaku bebas dan original (Autonomi). dan penuh inisiatif. Seseorang yang memiliki kemandirian belajar tinggi cenderung belajar lebih baik. Percaya diri (Self Reliance) 3. penugasan dan lain sebagainya.

memandang kesulitan sebagai tantatangan. Hal itu dikarenakan rasa percaya diri merupakan cerminan dari kemandirian yang dimiliki siswa. 2010:16). Siswa yang memiliki rasa percaya yang tinggi dia akan tidak mudah tergantung kepada orang lain. yaitu “Percaya diri merupakan rasa bahwa dirinya berkompeten atau mampu untuk melakukan suatu tugas yang menjadi syarat keberhasilan atau untuk mencapai prestasi” (Yana. Indikator karakter kemandirian dalam penelitian ini adalah: 1.karakter kemandirian dikaji oleh beberapa indikator. Tidak tergantung kepada orang lain 3. Dalam penerapan pembelajaran berbasis karakter pengembangan karakter kemandirian yang dilakukan oleh guru dikatakan berhasil jika rasa percaya diri seorang siswa telah muncul atau kelihatan dalam pembelajaran. membangun makna. 2010). Berperilaku berdasarkan inisiatif sendiri a. Percaya diri 2. Percaya Diri Rasa percaya diri sangat penting dimiliki oleh seseorang begitu juga dengan siswa yang sedang belajar disekolah. Tidak Tergantung Kepada Orang Lain Guru mengembangkan karakter kemandirian dalam penerapan pembelajaran berbasis karkater salah satu tujuannya adalah menghilangkan rasa ketergantungan siswa kepada siswa lain dalam proses pembelajaran yaitu dalam mengerjakan tugas. b. . memahami pencapaian keberhasilan tidak cukup hanya dengan usaha dan kemampuan saja namun dengan kontrol diri (Hadayati. Hal tersebut sesuai dengan pengertian tentang percaya diri. Karkateristik seseorang yang memiliki rasa percaya diri adalah memilih tujuan. selalu berusaha semaksimal mungkin dan percaya akan kemampuan dirinya sendiri. Kepercayaan pada diri sendiri adalah percaya akan kemampuan yang dimiliki untuk mengerjakan tugas atau menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi. Percaya diri dalam proses pembelajaran sangat penting dimiliki oleh seorang siswa.

Karena dengan kedisiplinan seseorang akan selalu mematuhi peraturan yang berlaku dan mampu mengatur dirinya demi ketercapaian tujuan yang diharapkan.2 Karakter Kedisiplinan Sikap disiplin merupakan suatu sikap yang sangat penting yang harus dimiliki oleh setiap siswa. “kedisiplinan adalah kepatuhan untuk menghormati dan melaksanakan suatu sistem yang mengharuskan orang untuk tunduk pada keputusan. Misalnnya dengan inisiatif sendiri seorang siswa membentuk kelompok belajar. 3)…agar seorang siswa dapat belajar baik maka dia harus bersikap disiplin. Hal tersebut sesuai dengan arti kedisiplinan menurut Rasdiyanah (1998: 28). Seorang siswa yang memiliki karakter kemandirian adalah berperilakuk berdasarkan inisiatif sendiri dalam mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru. Berperilaku Berdasarkan Inisiatif Sendiri Perilaku yang berdasarkan inisiatif sendiri adalah perilaku yang bebas dan original dalam menentukan apa-apa yang harus dilakukan dan terbaik. Sikap disiplin siswa dapat tumbuh dan berkembang dengan melakukan latihan-latihan yang dapat memperkuat diri sendiri dengan jalan membiasakan diri untuk patuh kepada peraturan-peraturan yang ada. mencari referensi diperpustakaan atau memanfaatkan layanan internet dalam menyelesaikan tugas yang diberikan guru. Dengan demikian kedisiplinan merupakan sesuatu yang berkenaan dengan pengendalian diri seseorang terhadap bentuk-bentuk peraturan. 2. c. Tidak tergangtung kepada orang lain artinnya sikap atau perilaku yang tidak mengandalkan orang lain dalam mengerjakan tugas atau menghadapi persoalan yang dihadapi.13 ujian dan dalam kehidupan sehari-harinnya. yang kemudian akan menjadi karakter dirinya yang melekat sepanjang hidupnya. selalu berusaha semaksimal mungkin baik dengan bekerja sendiri maupun membentuk kelompok. Menurut Sulistiowati (2001. . perintah atau peraturan yang berlaku”.2. Dengan membiasakan diri untuk berdisiplin lambat laun akan tumbuh kesadaran pada diri siswa untuk mematuhi segala paraturan yang ada.

karakter kedisiplinan dapat dikembangkan di setiap bab maupun sub bab. Karena dengan selalu hadir tepat waktu siswa dapat mengikuti pelajaran secara penuh. sehingga mendapatkan seluruh informasi yang diajarkan. Membiasakan mematuhi peraturan 3. begitu juga dengan kebiasaan hadir tepat waktu. Seperti yang dikemukakan oleh Deny (2011) seorang siswa dapat dikatakan disiplin jika selalu mengikuti pelajaran tepat waktu. Membiasakan ditetapkan Berdasarkan dari pengertian dan penjelasan diatas. tingkah laku dan perbuatan seseorang yang tumbuh dari kesadaran dirinya untuk belajar dengan mematuhi dan melaksanakan segala peraturan. Tanpa adanya kesadaran akan keharusan melaksanakan peraturan yang sudah ditentukan sebelumnya. Siswa harus terus dilatih dan dipaksa untuk membiasakan hadir tepat waktu dalam mengikuti pelajaran disekolah. selain itu menunjukkan tingkat kedisiplinan siswa. Sedangkan cara melatihnya bisa pengerjaan tugas dengan prosedur yang . pengajaran tidak mungkin berjalan secara optimal. Suatu sikap dapat menjadi kebiasaan dilakukan dengan latihan dan paksaan. Membiasakan Hadir Tepat Waktu Membiasakan hadir tepat waktu dalam mengikuti pelajaran merupakan suatu sikap yang sangat penting. Hal itu karena karakter kedisiplinan merupakan salah satu aspek pendidikan yang sangat penting untuk diperhatikan. Membiasakan hadir tepat waktu 2.Dalam mata pelajaran Ekonomi. Dalam lingkungan sekolah khususnya dalam kelas tingkat kedisiplinan dapat dilihat jika indikatorindikator kedisiplinan mucul atau terlihat. maka dapat diambil kesimpulan bahwa kedisiplinan adalah perwujudan dari sikap. a. Indikator-indikator karakter kedisiplinan dalam penelitian ini adalah: 1. Pemaksaan dilakukan dengan sebuah peraturan yang harus dipatuhi. dan pemberian sanksi jika tidak mematuhi peraturan tersebut.

Membiasakan Ditetapkan Prosedur-prosedur yang diberikan oleh guru dalam menyelesaikan tugas tertentu. 2000: 97). sama halnya dengan peraturan yang harus ditaati oleh seorang siswa. Membiasakan Mematuhi Peraturan Hakikat disiplin adalah pernyataan sikap mental individu maupun masyarakat yang mencerminkan rasa ketaatan. Untuk meningkatkan kedisiplinan bagi siswa dalam lingkungan sekolah dibuatlah peraturan yang mengikat dan sanksi yang tegas. Karena mereka sadar dan tau kewajiban dirinya sebagai pelajar dan akan memanfaatkan waktus semaksimal mungkin untuk mencapai tujuan tertentu demi kepantingan dirinya sebagai pelajar. jika terlambat diberi sanksi yang melatih siswa dalam pemahaman pelajaran yang diajarkan. Selain itu dengan siswa bersikap disiplin maka prestasi siswa dengan sendirinya akan terangkat.15 dilakukan saat proses pembelajaran maupun diluar pembelajaran. dia mengharuskan kepada siswanya untuk hadir tepat waktu pada saat jam pelajaran Ekonomi. contohnya guru Ekonomi. Diberlakukannya sanksi yang tegas bertujuan untuk memaksa siswa untuk mematuhi peraturan. kepatuhan. Sehingga jika siswa dilatih untuk mengerjakan tugas sesuai dengan prosedur tertentu maka tingkat kedisiplinan siswa tersebut dalam mematuhi peraturan juga terlatih. Dalam proses belajar mengajar contoh pengembangan kedisiplinan bagi siswa adalah guru selalu memberikan prsedur-prosedur yang harus dilakukan siswa dalam pengerjakan tugas. yang didukung kesadaran untuk memunaikan tugas dan kewajiban dalam rangka pencapaian tujuan (Rahman. sedangkan dalam penggunaan media komputer interaktif. siswa diberikan arahanPengerjaan Tugas Dengan Prosedur Yang . Harapan jika seorang siswa telah terbiasa mentaati peraturan yang dibuat akan menjadi karakter dirinya artinya seorang siswa dengan rasa kesadaran dirinya akan bersikap disiplin meski ada tidaknya peraturan tertulis dan sanksi yang tegas. misalnya dihukum mengerakan soal atau meresume pelajaran yang sebelumnya. c. dimana siswa dinilai dari kesesuaian akan prosedur tersebut. b.

Misalnya untuk meningkatkan karkater kemandirian siswa tiap hari diharuskan belajar mandiri dan diberikan tugas-tugas mandiri. Menurut Rubiyanto dan Haryanto (2010:122-123) kelebihankelebihan pembelajaran berbasis karakter antara lain: a. selain itu pada karakter tertentu guru dituntut mampu menciptakan suasana yang mendukung pembentukan karakter tersebut.2. Misalnya pada materi mengidentifikasi sistem Ekonomi untuk memecahkan masalah Ekonomi dalam mata pelajaran Ekonomi. b. sehingga jika karakter tertentu masih belum tampak maka dilakukan perubahan-perubahan dalam proses pembelajaran guna mencapai karkater tersebut. hal itu karena pembelajaran berpusat pada siswa. 2. begitu juga dengan pembelajaran berbasis karakter. yaitu aspek kognitif. Dalam mata pelajaran Ekonomi siswa tidak hanya dapat menguasai materi tetapi juga dituntut dapat bersikap dan bertindak serta mempraktikkan langsung dalam kehidupannya sehari-hari materi yang telah didapat. Salah satu kendalanya dalam penerapan pembelajaran ini antara lain membutuhkan waktu yang lebih banyak. baik dalam penggunaan komputer maupun sumber rujukan jika memanfaatkan media internet. .arahan. Terlepas dari kekurangankekurangan diatas tentu saja begitu banyak kelebihan yang di dapat dari pembelajaran berbasis karakter. afektif dan psikomotorik.3 Kelebihan Pembelajaran Berbasis Karakter Semua pembelajaran yang diterapkan oleh seorang guru memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Membantu guna dalam mengidentifikasikan kesulitan-kesulitan yang dihadapi dan mencarikan alternative pemecahannya. Maka karena pengembangan karakter dilakukan secara berkesinambungan. Siswa dituntut untuk berfikir kreatif dan kritis serta besikap mandiri hal itu karena siswa dituntut untuk mampu mendeskripsikan hubungan sistem Ekonomi dengan pemecahan masalah Ekonomi. Pembelajaran berbasis karakter merupakan model yang evektif untuk mengembangkan program pembelajaran terpadu.

grafik atau model sekarang ini beralih kemedia elektronik. mengolah data dan memberi hasil pengeluaran dalam bentuk informasi.17 c. Dengan banyaknya fasilitas komputer yang ditawarkan. “Media interaktif merupakan sistem media penyampaian yang menyajikan materi video dan suara. berani dikritik. salah satunya adalah komputer. d. “Komputer adalah peralatan elektronik yang menerima data. gambar. Dapat mengembangkan kemampuan berfikir kritis. berani mengemukakan pendapat. mau menghargai pendapat orang lain. Maka kemampuan untuk mengemukakan pendapat dan menerima kritikan serta mau menerima pendapat orang lain sangat diperlukan. Pada Mata pelajaran Ekonomi di SMA kelas X. kreatif. Unsur media interaktif yaitu audio-visual (termasuk animasi). Dengan kata lain media interaktif hanya bisa dilakukan dengan bantuan . siswa lebih banyak mendapatkan teori-teori dalam ilmu Ekonomi dari pada urian atau perhitungan. Terlebih dari pembahasan materi yang sifatnya problematik atau kontrofersial. dan reflektif. baik berupa teks. Mampu melatih siswa dalam berkomunikasi seperti. maupun video Syamsuardi (2004:7)”. 2. mampu merangsang siswa mengembangkan kemampuan berfikirnya.3 Media Komputer Interaktif Seiring kemajuan teknologi. Selain itu menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia media interaktif adalah alat perantara atau penghubung berkaitan dengan komputer yang bersifat saling melakukan aksi antar hubungan dan saling aktif. kegiatan pembelajaran ini lebih banyak berpusat pada siswa. dan respon itu yang menentukan kecepatan dan sekuensi penyajian” Aryad (2006: 36). perkembangan media pembelajaran semakin meningkat. Dalam prakteknya pada mata pelajaran Ekonomi. sehingga siswa dapat diberi kesempatan untuk turut serta dalam diskusi kelompok. media ini dapat memiliki unsur interaktif yaitu adanya interaksi timbal balik antara pengguna dengan media tersebut. Pada awalnya media merupakan media konvensional misalnya berupa gambar. tetapi juga memberikan respon yang aktif.

4. 5. namun penggunaannya harus sesuai dengan materi yang akan diajarkan.komputer. 181). 2010: 6) Berdasarkan beberapa pengertian diatas maka dapat disimpulkan yang dimaksud dengan media komputer interaktif adalah penggunaan komputer sebagai media pembelajaran yang memiliki unsur interaktif dengan pemanfaatan program tertentu yang digunakan untuk menyampaikan pesan dalam proses belajar mengajar. Meskipun media komputer interaktif mempunyai banyak fasilitas sebagai media. 2011. 2. tanpa komputer suatu media tidak dapat memiliki unsur interaktif karena diharuskan memiliki beberapa unsur media yang komplek. 6. Dalam belajar pembelajaran suatu media baik itu media konvensional seperti gambar dan grafik maupun media dengan komputer dibuat berdasarkan materi ajar yang akan disampaikan kepada peserta didik.1 Kesesuaian dengan Materi Ajar Media merupakan suatu alat yang digunakan untuk menyampaikan pesan atau iformasi. Tujuan pengajaran Bahan pelajaran Metode mengajar Tersedia alat yang dibutuhkan Pribadi pengajar Minat dan kemampuan pembelajaran Situasi pengajaran yang sedang berlangsung (Hujair.3. Hal itu sesuai yang dengan pernyataan Hujair tentang pertimbangan pemilihan media yang digunakan dalam proses pembelajaran. 7. Dalam penelitian ini variabel media komputer interaktif dikaji oleh beberapa indikator. indikator media komputer interaktiff dalam penelitian ini adalah kesesuaian dengan materi ajar 2. Hal itu karena media merupakan rangkuman dari materi ajar yang akan disampaikan dengan format dan bentuk yang . Hal itu sesuai denggan pengertian media komputer yaitu “Media komputer adalah penggunaan komputer sebagai media pembelajaran dengan pemanfaatan program tertentu” (Hujair. Petimbangan utama dalam pemilihan media adalah harus sesuai dengan: 1. 3.

kemudahan penggunaan. maka dia sewaktu-waktu dapat membuka dan belajar. Misalnya dengan format penyajian dengan bentuk presentasi menggunakan LCD maupun dengan menambahkan unsur interaktif atau adanya stimulus dan respon didalamnya. Salah satu kekurangan media komputer adalah membutuhkan biaya yang mahal dalam pengadaannya. b) Komputer dapat menciptakan iklim belajar yang efektif bagi pembelajar yang lambat (slow learner). Begitu banyaknya sarana yang ada dalam media komputer sehingga seorang memungkinkan membuat media dengan berbagai bentuk dan format penyajian. media komputer memiliki banyak sekali kelebihan dari pada media-media pembelajaran lainnya. tetapi juga dapat membantu dan memacu efektifitas belajar bagi pembelajar yang lebih cepat (fast learner). dan biaya pengadaan.3.19 berbeda. dengan banyaknya fasilitas yang dimiliki. selain itu membutuhkan keahlian khusus dalam pengoperasiannya. Misalkan seorang siswa memiliki kekurangan dalam menerima pelajaran tentang permintaan. karena komputer memiliki fasilitas penyimpanan. 2. dengan catatan file tersebut di save. namun juga tidak terlepas dari kekurangan. namun dalam pembuatanya harus sesuai dengan tujuan dari media tersebut yaitu mempermudah penyampaian dan penerimaan informasi atau pesan. dan dibuat dengan memperhatikan estitika atau keindahan. Misalnya seorang guru dapat membuka kembali informasi yang pernah diberikan kepada siswa. Terlepas dari itu semua. . Sehingga media dengan komputer juga harus sesuai dengan materi ajar atau informasi yang akan disampaikan pada peserta didik.2 Kelebihan Media Komputer Interaktif Komputer sebagai media memiliki beberapa kelebihan. Meskipun begitu banyak kelebihan yang ada dalam media komputer. Adapun kelebihan-kelebihan media komputer interaktif adalah sebagai berikut: a) Komputer memiliki kemampuan menayangkan kembali informasi yang telah ditayangkan.

dan animasi grafik (graphic animation) dan menyebabkan komputer mampu menyampaikan informasi dan pengetahuan dengan tingkat realisme yang tinggi. Sedangkan menurut Tu’u (2004. Dengan kemampuan ini. f) Penggunaan komputer dalam proses belajar dapat meningkatkan hasil belajar dengan penggunaan waktu dan biaya yang relatif kecil. 75)Hasil belajar adalah hasil yang dicapai siswa ketika mengikuti dan mengerjakan tugas dan kegiatan pembelajaran di sekolah. 2011:185). 2. mengakibatkan komputer dapat dijadikan sebagai sarana untuk pembelajaran yang bersifat individual (individual learning). Perubahan tersebut dapat diartikan terjadinya . atau angka nilai dari hasil evaluasi yang dilakukan oleh guru terhadap tugas siswa dan ulangan-ulangan yang ditempuhnya. Dan program komputer sering dijadikan sebagai sarana untuk melakukan kegiatan belajar yang bersifat simulasi. e) Komputer memiliki kemampuan dalam mengintegrasikan komponen warna. Dalam proses pembelajaran disekolah hasil belajar dibuktikan dan ditunjukkan melalui nilai. Penggunaan program simulasi dapat mengurangi biaya bahan dan peralatan untuk melakukan percobaan (Benny dalam Hujair. 2003: 348). Selain ditunjukkan dengan nilai hasil belajar tampak sebagai terjadinya perubahan tingkah laku pada diri siswa. Contoh yang tepat untuk ini adalah program komputer simulasi untuk melakukan percobaan pada mata kuliah sains dan teknologi.4 Hasil Belajar Siswa Hasil belajar merupakan hasil yang dicapai setelah seseorang mengadakan suatu kegiatan belajar yang terbentuk dalam bentuk suatu nilai hasil belajar yang diberikan oleh guru (Slameto.c) Komputer dapat diprogram agar mampu memberikan umpan balik terhadap hasil belajar dan memberikan pengukuhan terhadap prestasi belajar pembelajar dan kemampuan komputer untuk merekam hasil belajar. d) Komputer dapat dirancang agar dapat memberikan sarana bagi pembelajar untuk melakukan kegiatan belajar tertentu. musik.

sekaligus mengembangkan karakter-karakter positif bagi siswa dengan tujuan karakter tersebut dapat menjadi karakter dalam diri siswa. . pemahaman. yang secara garis besar membaginya kedalam tiga ranah yaitu ranah kognitif. Dalam penelitian ini peneliti lebih menekankan kepada hasil belajar pada rana kognitif yaitu hasil ulangan atau ujian siswa. peningkatan kemampuan berfikir dan pemecahan masalah. baik hasil yang dicapai (nilai).21 peningkatan dan pengembangan yang lebih baik dibanding sebelumnya. perubahan tingkah laku atau kedewasaannya”. Ranah kognitif berkenaan dengan hasil belajar intelektual. jika karakter tersebut telah menjadi karakter dalam diri siswa maka pembelajaran berbasis karakter juga membantu meningkatkan kemampuan dalam diri siswa tersebut. Dalam sistem pendidikan nasional rumusan tujuan pendidikan menggunakan klasifikasi hasil belajar dari Bloom begitu juga dengan tujuan pembelajaran berbasis karakter. Jadi hasil belajar Ekonomi adalah akibat dari suatu aktifitas yang dapat diketahui perubahannya dalam pengetahuan. Sehingga dapat dikatakan hasil belajar siswa disekolah dipengaruhi oleh kemampuan siswa dan kualitas pembelajaran. hal itu karena pembelajaran lebih berpusat pada siswa. Faktor dari dalam yaitu tingkat kemampuan siswa dan faktor dari luar salah satunya yang paling dominan mempengaruhi hasil belajar siswa adalah kualitas pembelajaran yaitu tinggi rendahnya atau efektif tidaknya proses pembelajaran dalam mencapai tujuan pembelajaran. keterampilan dan nilai sikap setelah melalui suatu ujian dalam mata pelajaran Ekonomi. ranah afektif berkenaan denggan sikap dan ranah psikomotor berkenaan dengan hasil belajar keterampilan dan kemampuan bertindak. Hal itu sesuai dengan pernyataan Horward Kysley dalam sujana (1990: 22)” hasil belajar dapat dilihat dari hasil yang dicapai siswa. Hasil belajar siswa dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor dari dalam diri siswa sendiri dan faktor dari luar atau lingkungan. Pembelajaran berbasis karakter dirasa dan dinilai oleh para ahli mempunyai tingkat efektifitas yang tinggi dalam mencapai tujuan pembelajaran. ranah afektif dan ranah psikomotorik. dari tidak sopan menjadi sopan dan sebagainya. misalnya dari tidak tahu menjadi tahu.

2010:47). Dalam penerapan pembelajaran berbasis karakter dibutuhkan alat bantu atau media pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan anak (Rubiyanto dan Haryanto. disamping faktor lingkungan. sangat sabar dalam .Berdasarkan pengertian-pegertian diatas hasil belajar adalah hasil yang dicapai siswa dalam proses belajar mengajar yang ditunjukkan dengan nilai atau skor.5 Dasar Teori Tentang Pengaruh Pembelajaran Berbasis Karakter dengan Penggunaan Media Komputer Interaktif Terhadap Hasil Belajar Siswa Pembelajaran berbasis karakter mengembangkan karakter siswa secara intensif dalam pembelajaran. yaitu faktor yang ada didalam diri seseorang dan termasuk dalam faktor non-intelektual. Pendapat lain tentang penggunaan media dalam proses pembelajaran adalah yang dikemukan oleh Daniel yaitu “salah satu kompetensi proses belajar mengajar bagi seorang pengajar adalah keterampilan mengajak dan membangkitkan mahasiswa berpikir kritis. dalam arti ikut mendukung dan dapat menimbulkan hambatan. Allen (dalam Harsono. dan perubahan tingkah laku tertentu yang dilakukan dengan prosedur tertentu. tidak pernah lupa. Karakter mempunyai peran penting dalam pengembangan potensi sesorang. Hasil belajar dalam penelitian ini adalah hasil ulangan harian siswa. 2010:17)“menjelaskan bahwa faktor karakter dapat menyebabkan seseorang menjadi mampu berprestasi sesuai dengan potensinya. Komputer mempunyai peranan yang sangat penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang mencakup tutor. Karakter merupakan faktor intrapersonal. dalam proses perkembangan seseorang. tidak pernah bosan. Wenar (1994) mengatakan bahwa faktor intrapersonal merupakan salah satu faktor yang ikut berperan. karena komputer dapat memberikan kefektifan belajar dengan cara yang lebih individual. 3. tutee dan tools dalam implementasi dan aplikasi bidang ilmu lain maupun dalam pengembangan IPTEK itu sendiri. Dengan komputer dapat mengakomodasi siswa yang lamban menerima pelajaran. atau sebaliknya menjadi seorang yang bermasalah”.

Dalam penelitian ini ada dua variabel yang diteliti variabel bebas pembelajaran berbasis karakter dengan penggunaan media komputer interaktif (X) sedangkan variabel terikatnya adalah hasil belajar (Y).akter dengan media komputer interaktif (X) : indikator: (Y) indikator Hasil Belajar Siswa 23 dilihat dari hasil ulangan harian yang memberikan kesempatan peserta didik untuk berkerja mandiri pengerjaan tugas oleh siswa. melakukan kegiatan aktu laboratorium atau simulasi karena tersedianya animasi grafik. dan mengakomodasi siswa yang lamban menerima pelajaran. menjalankan instruksi seperti yang diinginkan program yang digunakan. Komputer dapat merangsang siswa untuk mengerjakan latihan. dan musik yang raturan ugas dengan prosedur yang ditetapkan dapat menambah realisme. Kerangka berfikir .6 Kerangka Berfikir Kerangka berfikir dibuat untuk lebih mempermudah peneliti dalam memahami masalah yang diteliti. 2. r Gambar. warna. Bedasarkan pendapat-pendapat oleh para ahli diatas maka dapat diketahui bahwa pembelajaran berbasis karakter dengan penggunaan media komputer interaktif dapat meningkatkan hasil belajar siswa karena dapat mengembangkan karkater.

2. Ada pengaruh yang signifikan penerapan pembelajaran berbasis karakter dengan penggunaan media komputer interaktif terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ekonomi kelas X SMAN Balung tahun ajaran 2011/2012. . 2.7 Hipotesis Penelitian Berdasarkan tinjauan pustaka di atas maka hipotesis sementara dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. SMAN Balung tahun ajaran 2011/2012. Diduga salah satu karakter mempunyai pengaruh paling dominan terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ekonomi kelas X.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful