KODE MODUL OPKR-30-002B SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN BIDANG KEAHLIAN TEKNIK MESIN PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK MEKANIK

OTOMOTIF

PERBAIKAN KOPLING DAN KOMPONEN-KOMPONENNYA

BAGIAN PROYEK PENGEMBANGAN KURIKULUM DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2004

KATA PENGANTAR
Modul OPKR-30-002B tentang Perbaikan Kopling dan

Komponen-komponennya ini digunakan sebagai panduan kegiatan belajar untuk membentuk salah satu kompetensi, yaitu : melepas, mengganti, memperbaiki dan menyetel unit kopling dan sistem pengoperasiannya. Modul ini digunakan untuk siswa peserta diklat pada SMK Program Keahlian Teknik Mekanik Otomotif. Modul ini memberikan latihan untuk mempelajari dan penyetelan jenis-jenis,

konstruksi, prinsip kerja, pemeriksaan, pelepasan/ penggantian, perbaikan unit kopling dan sistem pengoperasiannya. Modul ini terbagi menjadi dua kegiatan belajar. Kegiatan belajar ke-1 membahas tentang jenis-jenis, konstruksi, prinsip kerja, pemeriksaan, pelepasan/ penggantian, perbaikan dan penyetelan unit kopling. Kegiatan belajar ke1 membahas tentang jenis-jenis, konstruksi, prinsip kerja, pemeriksaan, pelepasan/ penggantian, perbaikan dan penyetelan sistem pengoperasian kopling. Penyusun menyadari banyak kekurangan dalam penyusunan modul ini, sehingga saran dan masukan yang konstruktif sangat penyusun harapkan. Semoga modul ini banyak memberikan manfaat. Yogyakarta, Penyusun, Desember 2004

Tim Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta

iii

DAFTAR ISI MODUL
Halaman HALAMAN SAMPUL ……………………………………………………………………………… i HALAMAN FRANCIS ……………………………………………………………………………… ii KATA PENGANTAR ……………………………………………………………………………… iii DAFTAR ISI ………………………………………………………………………………………… iv PETA KEDUDUKAN MODUL ………………………………………………………………… vi PERISTILAHAN/GLOSSARY……………………………………………………………… ix I. PENDAHULUAN ……………………………………………………………………………… 1 A. DESKRIPSI ……………………………………………………………………….. 1 B. PRASYARAT …………………………………………………………………………………… 1 C. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL …………………………………………………… 1 1. Petunjuk Bagi Peserta Diklat ………………………………………………………… 1 2. Petunjuk Bagi Guru …………………………………………………………………………… 2 D. TUJUAN AKHIR ……………………………………………………………………………… 3 E. KOMPETENSI ………………………………………………………………………………… 4 F. CEK KEMAMPUAN ………………………………………………………………………… 6 II. PEMELAJARAN ……………………………………………………………………………… 7 A. RENCANA BELAJAR PESERTA DIKLAT .………………………………… 7 B. KEGIATAN BELAJAR ……………………………………………………………………… 7 1. Kegiatan Belajar 1 : Jenis-jenis dan Prinsip Kerja Kopling ……………………… 7 a. Tujuan kegiatan belajar 1 ………………………………………… 7 b. Uraian materi 1 …………………………………………………………………… 7 c. Rangkuman 1 ……………………………………………………………………… 34 d. Tugas 1 ……………………………………………………………………………… 34 e. Tes formatif 1 …………………………………………………………………… 34 f. Kunci jawaban formatif 1 …………………………………………………… 36 g. Lembar kerja 1 ………………………………………………………………… 41 2. Kegiatan Belajar 2 : Jenis-jenis dan Prinsip Kerja Sistem Pengoperasian Kopling .................................................... a. Tujuan kegiatan belajar 2 …………………………………………

43 43

iv

EVALUASI ……………………………………………………………………………… 73 A.PENUTUP ………………………………………………………………………………………… 87 DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………………………………………… 88 v . Tugas 2 ……………………………………………………………………………… 67 e. KUNCI JAWABAN ……………………………………………………………………74 C. PERTANYAAN …………………………………………………………………………73 B. Lembar kerja 2 ………………………………………………………………… 71 III. Uraian materi 2 …………………………………………………………………… 43 c. Kunci jawaban formatif 2 …………………………………………………… 68 g. Rangkuman 2 ……………………………………………………………………… 66 d.b. KRITERIA KELULUSAN ………………………………………………………………6 8 IV. Tes formatif 2 …………………………………………………………………… 67 f.

PETA KEDUDUKAN MODUL A. vi OPKR-30-002B . Diagram Pencapaian Kompetensi Diagram ini menunjukkan tahapan atau tata urutan pencapaian kompetensi yang dilatihkan pada peserta diklat dalam kurun waktu tiga tahun. serta kemungkinan multi entry–multi exit yang dapat diterapkan.

Keterangan Diagram Pencapaian Kompetensi Kode OPKR 10-001B OPKR 10-002B OPKR 10-003B OPKR 10-005B Kompetensi Pelaksanaan pemeliharaan/ servis komponen Pemasangan sistem hidrolik Pemeliharaan/servis sistem hidrolik Pemeliharaan/servis dan perbaikan kompresor udara dan komponen-komponennya Melaksanakan prosedur pengelasan. pematrian. pematrian. dan pemotongan dengan panas dan pemansan Pembacaan dan pemahaman gambar teknik Penggunaan dan pemeliharaan alat ukur Mengikuti prosedur kesehatan dan keselamatan kerja Penggunaan dan pemeliharaan peralatan dan perlengkapan tempat kerja Konstribusi komunikasi di tempat kerja Pelaksanaan operasi penangan an secara manual Pemeliharaan/servis engine dan komponen-komponennya Pemeliharaan/servis sistem pendingin dan komponenkomponennya Perbaikan sistem pendingin dan komponen-komponennya Overhaul komponen sistem pendingin Pemeliharaan/servis sistem bahan bakar bensin Pemeliharaan/servis sistem injeksi bahan bakar diesel Pemeliharaan/servis kopling dan komponen-komponennya sistem pengoperasian Perbaikan kopling dan komponenkomponennya Overhaul kopling dan komponenkomponennya Pemeliharaan/servis transmisi manual Pemeliharaan/servis transmisi otomatis Judul Modul Pelaksanaan pemeliharaan/ servis komponen Pemasangan sistem hidrolik Pemeliharaan/servis sistem hidrolik Pemeliharaan/servis dan perbaikan kompresor udara dan komponen-komponennya Melaksanakan prosedur pengelas-an. dan pemotongan dengan panas dan pemansan Pembacaan dan pemahaman gambar teknik Penggunaan dan pemeliharaan alat ukur Mengikuti prosedur kesehatan dan keselamatan kerja Penggunaan dan pemeliharaan peralatan dan perlengkapan tempat kerja Konstribusi komunikasi di tempat kerja Pelaksanaan operasi penanganan secara manual Pemeliharaan/servis engine dan komponen-komponennya Pemeliharaan/servis sistem pendingin dan komponenkomponennya Perbaikan sistem pendingin dan komponen-komponennya Overhaul komponen sistem pendingin Pemeliharaan/servis sistem bahan bakar bensin Pemeliharaan/servis sistem injeksi bahan bakar diesel Pemeliharaan/servis kopling dan komponen-komponennya sistem pengoperasian Perbaikan kopling dan komponen-komponennya Overhaul kopling dan komponen-komponennya Pemeliharaan/servis transmisi manual Pemeliharaan/servis transmisi otomatis OPKR 10-006B OPKR 10-009B OPKR 10-010B OPKR 10-016B OPKR 10-017B OPKR 10-018B OPKR 10-019B OPKR 20-001B OPKR 20-010B OPKR 20-011B OPKR 20-012B OPKR 20-014B OPKR 20-017B OPKR 30-001B OPKR 30-002B OPKR 30-003B OPKR 30-004B OPKR 30-007B vii .

dan perbaikan sistem pengaman ke listrikan dan komponennya Pemasangan kelengkapan kelistrikan tambahan (assesoris) Perbaikan sistem Pengapian Memelihara/servis sistem AC (Air Conditioner) Judul Modul Pemeliharaan/servis unit final drive/ gardan Pemeliharaan/servis poros roda penggerak Perbaikan poros penggerak roda Perakitan dan pemasangan sistem rem dan komponenkomponennya Pemeliharaan/servis sistem rem Perbaikan sistem rem Overhaul komponen sistem rem Pemeriksaan sistem kemudi Perbaikan sistem kemudi Pemeriksaan sistem suspensi Pemeliharaan/servis sistem suspensi Balans roda/ban Melepas. pengujian.Kode OPKR 30-010B OPKR 30-013B OPKR 30-014B OPKR 40-001B Kompetensi Pemeliharaan/servis unit final drive/gardan Pemeliharaan/servis poros roda penggerak Perbaikan poros penggerak roda Perakitan dan pemasangan sistem rem dan komponen-komponennya Pemeliharaan/servis sistem rem Perbaikan sistem rem Overhaul komponen sistem rem Pemeriksaan sistem kemudi Perbaikan sistem kemudi Pemeriksaan sistem suspensi Pemeliharaan/servis sistem suspensi Balans roda/ban Melepas. Kedudukan Modul Modul dengan kode OPKR-30-002B tentang “Perbaikan Kopling dan Komponen-komponennya” ini merupakan prasyarat untuk menempuh modul OPKR-30-003B. dan perbaikan sistem pengaman ke listrikan dan komponennya Pemasangan kelengkapan kelistrikan tambahan (assesoris) Perbaikan sistem Pengapian Memelihara/servis sistem AC (Air Conditioner) OPKR OPKR OPKR OPKR OPKR OPKR OPKR 40-002B 40-003B 40-004B 40-008B 40-009B 40-012B 40-014B OPKR 40-016B OPKR 40-017B OPKR 40-019B OPKR 50-001B OPKR 50-002B OPKR 50-007B OPKR 50-008B OPKR 50-009B OPKR 50-011B OPKR 50-019B B. perbaikan. memasang dan menyetel roda Pembongkaran. perbaikan. pengujian. pengujian. dan pemasangan ban luar dan ban dalam Pengujian. dan perbaikan sistem penerangan dan wiring Pemasangan. dan perbaikan sistem penerangan dan wiring Pemasangan. viii . pemeliharaan/servis dan penggantian baterai Perbaikan ringan pada rangkaian/sistem kelistrikan Pemasangan. pengujian. pemeliharaan/servis dan penggantian baterai Perbaikan ringan pada rangkaian/ sistem kelistrikan Pemasangan. memasang dan menyetel roda Pembongkaran. dan pemasangan ban luar dan ban dalam Pengujian.

Kopling Magnet yaitu suatu kopling yang menggunakan gaya magnet untuk mencapai fungsi kerjanya. sedangkan pada arah yang berlawanan tidak meneruskan putaran dan daya. FWD/ AWD/ 4WD (Four Wheel Drive) yaitu suatu jenis kendaraan dengan roda penggeraknya adalah roda depan dan belakang. FR (Front Engine Rear Drive) yaitu suatu jenis kendaraan dengan mesin di bagian depan kendaraan dan sebagai roda penggeraknya adalah roda belakang. Kopling Hidrolik yaitu suatu kopling yang menggunakan gaya hidrolis untuk mencapai fungsi kerjanya. Master Silinder yaitu salah satu bagian dari sistem hidrolis yang merupakan suatu pompa pembangkit tekanan.PERISTILAHAN / GLOSSARY FF (Front Engine Front Drive) yaitu suatu jenis kendaraan dengan mesin di bagian depan kendaraan dan sebagai roda penggeraknya adalah roda depan. yang kita operasionalkan dengan tenaga mekanik (injakan kaki) ix . Kopling yaitu suatu perangkat/ sistem yang merupakan bagian dari sistem pemindah tenaga yang berfungsi untuk memutus dan menghubungkan putaran dan daya dari mesin ke unit pemindah tenaga selanjutnya dengan lembut dan cepat. Kopling Gesek yaitu suatu kopling yang menggunakan gaya gesek mekanis untuk mencapai fungsi kerjanya. Kopling Satu Arah (One Way Clutch) yaitu suatu unit kopling yang hanya meneruskan putaran dan daya pada satu arah saja.

Mekanisme Mekanik yaitu suatu sistem pengoperasian dengan menggunakan tenaga mekanik dengan batang (linkage) maupun dengan kabel (cable). yang pada umumnya dengan menggunakan perbandingan-perbandingan roda gigi. Transmisi yaitu salah satu bagian dari sistem pemindah tenaga yang berfungsi untuk mendapatkan variasi momen dan kecepatan sesuai dengan kondisi jalan dan kondisi pembebanan.Mekanisme Hidrolik yaitu suatu sistem pengoperasian dengan menggunakan tenaga hidrolis dengan suatu master silinder dan release silinder/ actuating silinder. sehingga poros engkol dapat berputar terus guna manghasilkan langkah usaha kembali (kesinambungan kerja). x . Roda Gila (Fly Wheel) yaitu salah satu komponen motor yang berfungsi sebagai penyeimbang putaran motor (balancer) sekaligus penyimpan tenaga putar yang dihasilkan oleh putaran poros engkol. RR (Rear Engine Rear Drive) yaitu suatu jenis kendaraan dengan mesin di bagian belakang kendaraan dan sebagai roda penggeraknya adalah roda belakang. Release Silinder yaitu salah satu bagian dari sistem hidrolis yang merupakan suatu silinder aktuator yang mengaktualisasikan tekanan hidrolis dari master silinder menjadi tenaga mekanis pada pistonnya/ push rod.

identifikasi kerusakan. Prasyarat mempelajari modul OPKR-30-002B antara lain adalah OPKR-30-001B. Kegiatan belajar ke-2 membahas tentang jenis-jenis konstruksi. Petunjuk Bagi Peserta Diklat Untuk memperoleh hasil belajar secara maksimal. Setelah mempelajari modul ini siswa diharapkan dapat memahami konstruksi dan cara kerja unit kopling dan sistem pengoperasiannya. dalam menggunakan modul ini maka langkah-langkah yang perlu dilaksanakan antara lain : 1 . cara kerja. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL 1. cara kerja. metode perbaikan dan penyetelan sistem pengoperasian kopling serta standar prosedur keselamatan kerja. DESKRIPSI Modul OPKR-30-002B tentang “Perbaikan Kopling dan Komponen-komponennya” ini membahas beberapa hal penting yang perlu diketahui agar dapat melepas/membongkar. Modul ini terdiri atas dua cakupan materi yang akan dipelajari meliputi: Kegiatan belajar ke-1 membahas tentang jenis-jenis konstruksi. identifikasi kerusakan. efisien dan aman. peserta diklat pada Bidang Keahlian Mekanik Otomotif harus sudah menyelesaikan modul-modul prasyarat seperti terlihat dalam diagram pencapaian kompetensi maupun peta kedudukan modul. C. B. merakit/memasang unit kopling dan sistem pengoperasian kopling beserta komponenkomponennya secara efektif. metode perbaikan dan penyetelan unit kopling serta standar prosedur keselamatan kerja. PRASYARAT Sebelum memulai modul ini.BAB I PENDAHULUAN A.

2). b. Petunjuk Bagi Guru Dalam setiap kegiatan belajar guru atau instruktur berperan untuk: a. 3). Pahami setiap langkah kerja (prosedur praktikum) dengan baik. Setelah selesai. 5). Membantu siswa dalam merencanakan proses belajar 2 . Sebelum melaksanakan praktikum. Kerjakan setiap tugas formatif (soal latihan) untuk mengetahui seberapa besar pemahaman yang telah dimiliki terhadap materi-materi yang dibahas dalam setiap kegiatan belajar. Untuk melakukan kegiatan praktikum yang belum jelas. kembalikan alat dan bahan ke tempat semula d. Gunakan alat sesuai prosedur pemakaian yang benar. ulangi lagi pada kegiatan belajar sebelumnya atau bertanyalah kepada guru atau instruktur yang mengampu kegiatan pembelajaran yang bersangkutan. c.a. 2. identifikasi (tentukan) peralatan dan bahan yang diperlukan dengan cermat. harus meminta ijin guru atau instruktur terlebih dahulu. Bila ada materi yang kurang jelas. siswa dapat bertanya pada guru yang mengajar kegiatan belajar tersebut. perhatikanlah hal-hal berikut ini : 1). Untuk kegiatan belajar yang terdiri dari teori dan praktik. Bacalah dan pahami dengan seksama uraian-uraian materi yang ada pada masing-masing kegiatan belajar. 4). 6). Jika belum menguasai level materi yang diharapkan. Perhatikan petunjuk-petunjuk keselamatan kerja yang berlaku.

dan konstruksi unit kopling dengan baik. pembongkaran. prinsip kerja.b. praktik baru. Membantu siswa untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang diperlukan untuk belajar. Membimbing c. TUJUAN AKHIR Setelah mempelajari secara keseluruhan materi kegiatan belajar dalam modul ini siswa diharapkan : 1. 2. Memahami jenis-jenis. pemeriksaan dan penggantian kerusakan unit kopling dan komponennya dengan prosedur yang 3 . 4. e. Melakukan pembongkaran. siswa melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar Membantu siswa dalam memahami konsep. prinsip kerja. Memahami jenis-jenis. 3. Merencanakan seorang ahli dari tempat kerja (DU/ DI) untuk membantu jika diperlukan D. Melakukan tepat. Mengorganisasikan kegiatan belajar kelompok jika diperlukan f. pemeriksaan dan penggantian kerusakan sistem pengoperasian kopling dan komponennya dengan prosedur yang tepat. dan konstruksi sistem pengoperasian kopling dengan baik. dan menjawab pertanyaan siswa mengenai proses belajar siswa d.

Uraian kompetensi dan subkompetensi ini dijabarkan seperti di bawah ini. Melepas/ mengganti unit kopling dan komponenkomponennya Kriteria Unjuk Kerja ? Pelepasan dan penggantian kopling dan komponennya dilaksanakan tanpa menyebabkan kerusakan terhadap komponen/ sistem lainnya ? Informasi yang benar diakses dari spesifikasi pabrik dan dipahami ? Semua prosedur pelepasan dan penggantian dilaksanakan berdasarkan spesifikasi pabrik ? Seluruh kegiatan pelepasan dan penggantian dilaksanakan berdasarkan SOP (standard operation Procedures ). dengan subkompetensi melepas/ mengganti unit kopling dan komponen-komponennya serta membongkar/ memperbaiki komponen-komponen sistem pengoperasian kopling. Lingkup Belajar ? Konstruksi dan prinsip kerja kopling ? Identifikasi kerusakan dan metode perbaikan ? Penyetelan kopling ? Standar prosedur keselamatan kerja Materi Pokok Pembelajaran Sikap ? Hati-hati bekerja di bawah mobil/ kendaran ? Memperhatikan faktorfaktor keselamatan kerja dan lingkungan Pengetahuan ? Memahami konstruksi dan cara kerja kopling (sesuai dengan penggunaan) ? P rosedur meleps/ mengganti dan penyetelan unit kopling dan komponenkomponennya ? Persyaratan keamanan perlengkapan kerja ? Persyaratan keamanan kendaraan ? Kebijakan perusahaan ? Persyaratan perlindungan diri Keterampilan ? Membongkar. peraturan perundang -undangan dan prosedur kebijakan perusahaan.E. memeriksa dan mengganti kerusakan kopling dan komponennya 4 . KOMPETENSI Modul OPKR-30-002B membentuk kompetensi perbaikan kopling dan komponen-komponennya. undangundang K -3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja). KOMPETENSI : Perbaikan kopling dan komponen-komponennya KODE : OPKR-30-002B DURASI PEMELAJARAN : 80 Jam @ 45 menit Kompetensi Perbaikan kopling dan komponenkomponennya Sub Kompetensi 1.

Kompetensi Sub Kompetensi 2. pembongkaran dan penyetelan ? Persyaratan keamanan perlengkapan kerja ? Persyaratan keamanan kendaraan ? Kebijakan perusahaan ? Persyaratan perlindungan diri Keterampilan ? Membongkar dan memperbaiki kerusakan sistem pengoperasian kopling dan komponennya 5 . Lingkup Belajar ? Konstruksi dan prinsip kerja sistem pengoperasian kopling ? Identifikasi kerusakan dan metode perbaikan ? Penyetelan sistem pengoperasian kopling ? Standar prosedur keselamatan kerja Materi Pokok Pembelajaran Sikap ? Teliti dan cermat dalam mendiagnosis sistem kopling dan penggerak Pengetahuan ? Prosedur perbaikan. Membongkar/ memperbaiki komponenkomponen sistem pengoperasian kopling Kriteria Unjuk Kerja ? Pelepasan dan penggantian sistem pengoperasian kopling dan komponennya dilaksanakan tanpa menyebabkan kerusakan terhadap komponen/ sistem lainnya ? Informasi yang benar diakses dari spesifikasi pabrik dan dipahami ? Semua prosedur pelepasan dan penggantian dilaksanakan berdasarkan spesifikasi pabrik ? Seluruh kegiatan pelepasan dan penggantian dilaksanakan berdasarkan SOP (standard operation Procedures ). undangundang K -3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja). peraturan perundang -undangan dan prosedur kebijakan perusahaan.

Melepas/ mengganti unit kopling dan komponenkomponennya 2. isilah dengan cek list ( ) kemampuan yang telah dimiliki siswa ? dengan sikap jujur dan dapat dipertanggung jawabkan : Sub Kompetensi Pernyataan Jawaban Ya Tidak Bila jawaban ‘Ya’. memperbaki & merakit/ memasang sistem pengoperasian kopling & komponen-komponennya dengan baik Soal Tes Formatif 1. kerjakan 1. mengganti dan merakit/ memasang unit kopling dan komponen-komponennya dengan baik Saya mampu melepas/ membongkar. Membongkar/ memperbaiki komponen-komponen sistem pengoperasian kopling Saya mampu melepas/ membongkar. 6 Apabila siswa menjawab Tidak. Soal Tes Formatif 2. pelajari modul ini . CEK KEMAMPUAN Sebelum mempelajari modul OPKR-30-002B. mengganti.F.

RENCANA BELAJAR PESERTA DIKLAT Rencanakan setiap kegiatan belajar anda dengan mengisi tabel di bawah ini dan mintalah bukti belajar kepada guru jika telah selesai mempelajari setiap kegiatan belajar. Melepas/ mengganti unit kopling dan komponenkomponennya 2. Kegiatan Belajar 1 : Jenis-jenis dan Prinsip Kerja Kopling a. Tujuan Kegiatan Belajar 1 1) Siswa dapat memahami jenis-jenis. Tempat Belajar Alasan Perubahan Paraf Guru Jenis Kegiatan 1. KEGIATAN BELAJAR 1. Membongkar/ memperbaiki komponen-komponen sistem pengoperasian kopling Tanggal Waktu B. dan konstruksi unit kopling dengan benar. 2) Siswa dapat melepas/ mengganti unit kopling dan komponenkomponennya dengan benar. 7 .BAB II PEMELAJARAN A. Kopling berfungsi untuk menghubungkan dan memutuskan putaran mesin ke transmisi. Uraian Materi 1 1) Pengertian Kopling Kopling ( clutch) terletak di antara mesin dan transmisi. b. prinsip kerja.

8 . yaitu daya dan putaran harus betul-betul tidak diteruskan. harus memiliki syaratsyarat minimal sebagai berikut : a) Harus dapat memutus dan menghubungkan putaran mesin ke transmisi dengan lembut. Lembut berarti terjadinya proses pemutusan dan penghubungan adalah secara bertahap. Kerja kopling dalam memutus dan menghubungkan daya dan putaran tersebut harus cepat atau tidak banyak membutuhkan waktu. kopling harus dapat memutuskan daya dan putaran dengan sempurna. Kenyamanan berkendara menuntut terjadinya pemutusan dan penghubungan tenaga mesin berlangsung dengan lembut. sedangkan pada saat kopling tidak dioperasionalkan. b) Harus dapat memindahkan tenaga mesin dengan tanpa slip Jika kopling sudah menghubung penuh maka antara fly wheel dan plat koping tidak boleh terjadi slip sehingga daya dan putaran mesin terpindahkan 100%. c) Harus dapat memutuskan hubungan dengan sempurna dan cepat.Gambar 1. Konstuksi letak unit kopling (clutch) pada kendaraan Kopling dalam pemakaian dikendaraan. Pada saat kita operasinalkan. kopling harus menghubungkan daya dan putaran 100%.

Ditinjau dari bentuk bidang geseknya kopling dibedakan menjadi 2 yaitu : (1) Kopling piringan (disc clutch) Kopling piringan adalah unit kopling dengan bidang gesek berbentuk piringan atau disc. (2) Kopling konis (cone clutch) Kopling konis adalah unit kopling dengan bidang gesek berbentuk konis.2) Jenis-jenis kopling a) Kopling Gesek Dinamakan kopling gesek karena untuk melakukan pemindahan daya adalah dengan memanfaatkan gaya gesek yang terjadi pada bidang gesek. 9 . Konstruksi unit kopling plat tunggal (2) Kopling plat ganda/ banyak Kopling plat banyak adalah unit kopling dengan jumlah piringan lebih dari satu. Ditinjau dari jumlah piringan/ plat yang digunakan kopling dibedakan menjadi 2 yaitu : (1) Kopling plat tunggal Kopling plat tunggal adalah unit kopling dengan jumlah piringan koplingnya hanya satu. Gambar 2.

Konstruksi unit kopling plat banyak Gambar 5.Gambar 3. Konstruksi unit kopling plat ganda Gambar 4. Plat kopling pada unit kopling plat banyak 10 .

(2) Kopling kering Kopling kering adalah unit kopling dengan bidang gesek (piringan atau disc) tidak terendam cairan/ minyak (dan bahkan tidak boleh ada cairan/ minyak). saat meneruskan putaran tidak terjadi slip maka dipasangkan pegas penekan. 11 . Untuk mendapatkan sehingga penekanan yang kuat daya saat dan memerlukan media kerja. Sedangkan kekurangannya : penekanan kopling berat. Kopling pegas spiral Adalah unit kopling dengan pegas penekannya berbentuk spiral. kopling dibedakan menjadi : (1).Gesekan antar bidang/ permukaan komponen tentu akan menimbulkan panas. Ditinjau dari pegas penekannya. jika kampas kopling aus maka daya tekan berkurang. Dalam pemakaiannya dikendaraan kopling dengan pegas coil memiliki kelebihan : penekanannya kuat dan kerjanya cepat/ spontan. Aplikasi kopling basah umumnya pada jenis atau tipe plat banyak. Ditinjau dari kopling dibedakan menjadi : (1) Kopling basah Kopling basah adalah unit kopling dengan bidang gesek (piringan atau disc) terendam cairan/ minyak. sehingga pendinginan. tekanan pada plat penekan kurang merata. lingkungan/media bergesekan. dimana kenyamanan berkendara yang diutamakan dengan proses kerja kopling tahapannya panjang. sehingga banyak terjadi gesekan/slip pada bidang gesek kopling dan perlu pendinginan.

sehingga kebanyakan kopling pegas diaphragm ini digunakan kendaraan ringan yang mengutamakan kenyamanan. Kopling gesek pegas diaphragma 12 .terpengaruh oleh gaya sentrifugal pada kecepatan tinggi dan komponennya lebih banyak. Gambar 7. Penggunaan pegas diaphragma mengatasi kekurangan dari pegas spiral. Namun pegas diaphragma mempunyai kekurangan : kontruksinya tidak sekuat pegas spiral dan kurang responsive pada (kerjanya lebih lambat). Kopling gesek dengan pegas spiral (2). Kopling pegas diaphragma Adalah unit kopling dengan pegas penekannya berbentuk diaphragma. sehingga kebanyakan kopling pegas spiral ini digunakan pada kendaraan lambat. menengah dan berat yang mengutamakan kekuatan dan bekerja pada putaran Gambar 6.

plate Kampas dengan kopling dikeling. Plat kopling Plat kopling adalah komponen unit kopling yang berfungsi menerima dan meneruskan tenaga mesin dari roda penerus dan plat penekan ke input shaft transmisi. Plat kopling dipasangkan pada alur-alur input shaft transmisi. Kampas kopling (facing) dipasangkan pada plat kopling untuk memperbesar pada gesekan.Konstruksi kopling Gesek Fly Wheel Release Fork Disc Clutch Engine Shaft Input Shaft Transmisi Pressure Lever Release Bearing Clutch Cover Pressure Spring Pressure Plate Gambar 8. dipasangkan cushion 13 . Plat Kopling (Disc clutch) Clutch Hub Facing (kampas Torsion spring dumper Disc plate (Plat kopling Paku keling/ rivet Gambar 9. Kopling gesek tipe plat tunggal (1). Bagian-bagian plat kopling terlihat pada gambar 3. Bagian plat kopling yang beralur dan berhubungan dengan input shaft transmisi dinamakan clutch hub.

namun perpindahan tenaga tidak bisa lembut. pegas penekan. Pada tipe boss drive plat penekan dihubungkan ke rumah kopling oleh strap (plat baja) dalam arah radial dari boss. meneruskan putaran dan pada saat akselerasi dan deselerasi diredam oleh torsion dumper. Tipe corded strap drive plat penekan ditahan oleh tiga buah plat pada rumah kopling sehingga daya 14 . Rumah kopling tipe boss drive Clutch cover unit terdiri dari plat penekan. Rumah kopling. (2). Terdapat dua jenis torsion dumper yakni torsion rubber dumper dan torsion spring dumper. Ditinjau dari konstruksinya clutch cover dibedakan menjadi tiga yakni: boss drive type clutch cover.Cushion plate dengan dipasangkan pada plat kopling juga Hentakan saat kopling mulai dikeling. Pada tipe boss drive plat penekan dipasangkan pada rumah kopling dengan boss sehingga konstruksinya kuat. radial strap type clutch cover dan corded strap drive tipe clutch cover. Tipe radial strap type clutch cover dan corded strap drive tipe clutch cover. tuas penekan dan rumah kopling. plat penekan dan pegas penekan Gambar 10.

elastisitas plat tersebut memungkinkan perpindahan tenaga terjadi dengan lembut. sehingga plat kopling akan slip. Gesekan antara plat kopling dengan fly wheel dan plat penekan tidak terjadi sehingga putaran mesin tidak diteruskan. Gambar 11. tekanan pedal tersebut akan diteruskan oleh mekanisme penggerak sehingga akan mendorong plat penekan melawan sebagain/ setengah tekanan pegas penekan sehingga tekanan plat penekan ke fly wheel berkurang. Kekuatan gesekan diatur oleh pegas penekan yang dikontrol oleh pengemudi melalui mekanisme penggerak kopling. tekanan pedal tersebut akan diteruskan oleh mekanisme penggerak sehingga akan mendorong plat penekan melawan tekanan pegas penekan sehingga plat kopling tidak mendapat tekanan. Gesekan antara plat kopling dengan fly wheel dan plat 15 . Jika pedal kopling ditekan sebagian/ setengah. Rumah kopling tipe radial strap drive dan chorded strap Cara kerja kopling gesek Kopling berfungsi untuk memindahkan tenaga secara halus dari mesin ke transmisi melalui adanya gesekan antara plat kopling dengan fly wheel dan plat penekan. Jika pedal kopling ditekan penuh.

16 .penekan kecil sehingga putaran dan daya mesin diteruskan sebagian. Cara kerja kopling b) Kopling Magnet Dinamakan kopling magnet karena untuk melakukan pemindahan daya dengan memanfaatkan gaya magnet. Dengan demikian putaran dan daya mesin diteruskan sepenuhnya (100%) tanpa slip. Kopling jenis ini kebanyakan hanya digunakan sebagai kopling pada kompresor air conditioner (AC). Plat penekan menghimpit plat kopling ke fly wheel dengan kuat sehingga terjadi gesekan kuat dan berputar bersamaan. Gambar 12. Magnet yang digunakan adalah magnet remanent yang dibangkitkan dengan mengalirkan arus listrik ke dalam sebuah lilitan kawat pada sebuah inti besi. Listrik yang dibangkitkan atau tersedia dikendaraan adalah listrik arus lemah sehingga magnet yang dibangkitkan tidak cukup kuat untuk dijadikan sebagai kopling pemindah daya utama. Apabila pedal dilepaskan maka gaya pegas akan kembali mendorong dengan penuh plat penekan.

kopling bekerja memutuskan driving dan driven. Outer Race Sprag Inner Race Outer Race Spring Roller Inner Race Gambar 14. Jika kecepatan driving lebih rendah dari driven. kopling bekerja menghubungkan driving dan driven. Jika kecepatan driving lebih tinggi dari driven.Gambar 13. Konstuksi unit kopling magnet c) Kopling Satu Arah ( one way clutch/ free wheeling clutch/ over runing clutch) Kopling satu arah merupakan kopling otomatis yang memutus dan menghubungkan poros penggerak (driving shaft) dan yang digerakkan (driven shaft) tergantung pada perbandingan kecepatan putaran sudut dari poros-poros tersebut. Ada dua jenis one way clutch yakni sprag type dan roller type. Tenaga hidrolis didapat dengan menempatkan 17 . Kopling satu arah tipe sprag dan tipe roller d) Kopling Hidrolik Dinamakan kopling hidrolik karena untuk melakukan pemindahan daya adalah dengan memanfaatkan tenaga hidrolis.

Gambar 15. Stator adalah mekanisme pengatur arah aliran fluida agar tidak terjadi aliran yang merugikan tetapi justru aliran yang menguntungkan sehingga didapatkan peningkatan momen/ torsi.cairan/ minyak pada suatu wadah/ mekanisme yang diputar. Pemeriksaan. Penggantian dan Pemasangan Kopling Kegiatan/ uraian ini bertujuan mempelajari cara membongkar. Pump impeller merupakan mekanisme pompa yang membangkitkan tenaga hidrolis pada fluida. turbin runner dan stator. memeriksa. Konstuksi unit kopling fluida Komponen utama pada unit kopling hidrolik adalah : pump impeller. Turbin runner adalah mekanisme penangkap tenaga hidrolis fluida yang dibangkitkan pump impeller. Fluida yang bertenaga inilah yang digunakan sebagai penerus/ pemindah tenaga. 3) Pembongkaran. sehingga cairan akan terlempar/ bersirkulasi oleh adanya gaya sentrifugal akibat putaran sehingga fluida mempunyai tenaga hidrolis. a) Pembongkaran 18 . memperbaiki dan memasang kembali unit kopling dan komponen-komponennya.

Lepaskan baut pengikat satu persatu dan kemudian lepaskan clutch cover dan clutch disc Gambar 16. Release cylinder unit (dengan pipa tetap terpasang) (2). Kendorkan baut-baut pengikat rumah kopling ke fly wheel dengan urutan menyilang secara bertahap dan merata. Unit transmisi dan sistem pemindahnya Pada umumnya jika unit transmisi sudah dilepas. sehingga secara mudah dapat dilepaskan dengan melepas pengunci release fork terhadap porosnya. Release fork dan release bearing akan terlepas. Langkah-langkahnya adalah : (1). sampai tekanan tidak ada tekanan pegas (4). maka unit release bearing dan release fork akan terbawa pada rumah transmisi. Pembongkaran unit kopling 19 .Pada kendaraan. Unit kopling segera dapat dilepas/ dibongkar setelah unit transmisi dilepas. kemudian tarik keluar porosnya dari rumah transmisi. sebelum dapat membongkar unit kopling haruslah terlebih dahulu melepas komponen-komponen lain yang terkait/ menghalangi. Propeller unit (kendaraan tipe RWD atau 4WD) (3). antara lain: (1). Buatlah tanda pada rumah kopling dan fly wheel (2). Pasangkan center clutch atau alat bantu yang lain untuk menahan plat kopling pada tempatnya (3).

Jagalah kebersihan permukaan clutch disc.Hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain adalah : (1). Buatlah tanda pada fly wheel dan clutch cover Gambar 18. Gunakan alat penekan/ press untuk menekan clutch cover menahan tekanan pegas kopling. Jangan sampai terkena minyak atau gemuk. debu dan beram-beram yang dapat mengganggu kinerja kopling. Pembuatan tanda pada clutch cover dan fly wheel 20 . dengan langkah-langkah sebagai berikut : (1). Pada kopling dengan pegas spiral unit rumah kopling dan plat penekan dapat dengan mudah dibingkar. (3). Penekanan clutch cover unit kopling (2). Gambar 17. (2). Bersihkanlah kotoran. pressure plate dan fly wheel. Lepaskan baut-baut pengikat rumah kopling ke fly wheel maupun baut penahan penyetel tinggi tuas pembebas (3). Lepaskan clutch cover dengan hati-hati jangan sampai clutch disc terjatuh.

Lepaskan clutch cover (6). luka bekas gesekan/ terbakar. Pemeriksaan pertama yang dapat dilakukan adalah secara fisual. (5). sehingga tidak memerlukan pembersihan pada pelumasannya. Melepas clutch cover unit kopling (7). Lepaskan pin dan release lever Gambar 20. Lepaskan pegas-pegas penekan Gambar 19. adalah dengan melihat apakah ada kotoran. Lepaskan secara pelan-pelan penekanan alat penekan. luka bekas gesekan/ 21 . Melepas clutch cover unit kopling b) Pemeriksaan. Jika ada kotoran. tergores dan atau retak.(4). Perbaikan dan Penggantian Unit Kopling (1) Release bearing Release bearing umumnya merupakan unit bearing tertutup dengan tipe pelumasan permanen.

tergores dan itu hanya sedikit dapat dibersihkan dengan kertas amplas yang halus.terbakar. Gambar 21. Jika putaran kasar dan atau terasa ada tahanan sebaiknya ganti! (b) Tahan hub dan case dengan tangan kemudian gerakkan pada semua arah untuk memastikan selfcentering system agar tidak tersangkut. Jika ada kotoran. tergores dan itu hanya sedikit 22 . Hub dab casae harus bergerak kira-kira 1 mm. luka bekas gesekan/ terbakar. Pengujian release bearing Pemeriksaan release bearing dengan cara pengujian kerja sebagai berikut : (a) Putar bearing dengan tangan dan berilah tenaga pada arah axial. luka bekas gesekan/ terbakar. tergores dan atau retak. Jika kekocakan berlebihan atau macet sebaiknya diganti dengan yang baru! (2) Pegas Penekan dan Tuas Pembebas Pemeriksaan pegas penekan dan tuas pembebas dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu : (a) Pemeriksaan secara fisual. ganti dengan unit yang baru. Jika kerusakannya parah. adalah dengan melihat apakah ada kotoran.

Kedalaman maksimal adalah 0. Pengukuran keausan pegas (c) Pemeriksaan dengan SST dan filler gauge (thickness gauge). Pemeriksaan keausan pegas (b) Lakukan pengukuran kedalaman dan lebar keausan bekas gesekan release bearing.0 mm. Jika keausan melebihi spesifikasi ganti dengan yang baru! Gambar 23. sebainya diganti. Gambar 22. Dengan bantuan SST dan Filler gauge.6 mm dan lebar maksimal 5. periksa kerataan permukaan ujung pegas diphragm atau 23 . Jika kerusakannya parah.dapat dibersihkan dengan kertas amplas yang halus.

Demikian juga dengan ketidaksikuan pegas penekan (lihat 24 . Pemeriksaan kerataan tinggi pegas (d) Pemeriksaan dengan dial indikator Dengan dial indikator dan alat pemutar juga dapat dilakukan pengukuran ketidakrataan permukaan ujung pegas diphragm atau ujung tuas pembebas. Untuk memudahkan pengukuran pasanglah dial dengan magnetik base pada mesin. Gambar 25. Penyimpangan maximal : 0.5 mm. Selisih pengukuran atau ketidakrataan maximal 0.ujung tuas pembebas. Pemeriksaan kerataan tinggi pegas (e) Pemeriksaan panjang dan kesikuan pegas penekan Panjang bebas pegas penekan mempunyai limit yang bervariasi tergantung ukuran kopling unit. Gambar 24.5 mm.

Pengukuran tegangan pegas penekan (g) Perbaikan/ penyetelan 25 .buku manual). Gambar 26. Semakin besar unit kopling biasanya limit/ tolerensi semakin besar. Pengukuran panjang dan kesikuan pegas penekan (f) Pemeriksaan tegangan pegas penekan Tegangan pegas penekan sangat berpengaruh pada kekuatan kerja kopling dalam meneruskan putaran dan daya mesin. karena akan membuat penekanan kopling tidak merata. Spesifikasi tegangan pegas dapat dilihat pada buku manual kendaraan. Perbedaan antar pegas juga tidak boleh terlalu besar. Gambar 27. Semakin berat suatu kendaraan maka akan semakin kuat/ besar tegangan pegas penekan yang digunakan.

berikut! Gambar 28.Bila penyimpangan tidak masuk dalam spesifikasi. Penyetelan kerataan tinggi pegas o Tuas pembebas Penyetelan tuas pembebas dilakukan dengan mengatur baut penyetel pada pengikat tuas pembebas dan plat penekan dengan bantuan SST pengukur kerataan. Penyetelan kerataan tinggi tuas pembebas (3) Plat Penekan Pemeriksaan plat penekan dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu : 26 . lakukan penyetelan kerataan : o Pegas diaphragm Pada pegas diaphragm lakukan penyetelan ketinggian dan kerataan dengan SST seperti terlihat pada gb. Setelah kerataan tepat. maka kunci dan keraskan mur penahan pengunci. Gambar 29.

(a) Pemeriksaan secara fisual. luka bekas gesekan/ terbakar. 27 . Gambar 30. ratakan dengan menggunakan mesin bubut atau ganti dengan plat penekan yang baru. ganti dengan plat penekan baru. Jika ada kotoran. adalah dengan melihat apakah ada kotoran. luka bekas gesekan/ terbakar. (4) Plat Kopling Pemeriksaan plat kopling dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu : (a) Pemeriksaan secara fisual. tergores dan itu hanya sedikit dapat dibersihkan dengan kertas amplas yang halus. bubut perbaiki atau jika dengan tidak menggunakan memungkinkan. tergores dan atau retak. luka bekas gesekan/ terbakar.5 mm. Jika kerusakannya mesin parah. Jika ada kotoran. luka bekas gesekan/ terbakar. adalah dengan melihat apakah ada kotoran. (b) Lakukan pengukuran kerataan plat kopling dengan straigh edge dan filler gauge. adalah 0. Ketidakrataan max. Pengukuran kerataan plat penekan (c) Jika ketidakrataannya melebihi spesifikasi. tergores dan itu hanya sedikit dapat dibersihkan dengan kertas amplas yang halus. tergores dan atau retak.

Pengukuran kedalaman paku keling Penggantian kampas kopling dilakukan dengan cara melepas kampas kopling lama dengan merusak paku kelingnya dengan bor. (b) Pemeriksaan dan pengukuran kedalaman paku keling dengan jangka sorong.3 mm. ganti kampas kopling atau ganti dengan plat kopling baru.Jika kerusakannya parah. Penggantian kampas kopling 28 . memasang kampas kopling baru dengan paku keling baru dengan urutan menyilang. Gambar 31. minimal 0. Gambar 32. Jika kedalaman sudah melebihi spesifikasi. Batas kedalaman paku keling. keolengan Lakukan plat pengetesan dengan kerataan bantuan dan roller kopling instrumen dan dial indikator. ganti kampas kopling atau ganti dengan plat kopling baru.

(e) Pemeriksaan run-out plat kopling. Gambar 33. ganti dengan plat kopling unit baru. Pengukuran run-out plat kopling (5) Fly Wheel Pemeriksaan plat kopling dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu : (a) Pemeriksaan secara fisual. Jika macet atau longgar ganti dengan plat kopling baru.(c) Pemeriksaan kekocakan atau kerusakan torsion dumper. Jika ada kotoran. gantilah plat kopling dengan yang baru. tergores dan itu hanya sedikit dapat dibersihkan dengan kertas 29 . plat kopling harus bergerak dengan mudah tetapi tidak longgar. tergores dan atau retak pada bidang geseknya. luka bekas gesekan/ terbakar. Dengan rollerinstrumen (mesin/alat-pemutar) dan dial indikator periksalah run-out plat kopling! Bila run-out melebihi 0. adalah dengan melihat apakah ada kotoran. Jika ditemukan kekocakan dan kerusakan pada torsion dumper. (d) Pemeriksaan keausan atau kerusakan alur-alur hub.8 mm. Kaitkan/ pasangkan plat kopling pada input shaft transmisi. luka bekas gesekan.

amplas yang halus. Jika kerusakannya parah, ganti dengan plat kopling baru. (b) Pemeriksaaan keausan gigi-gigi ring gear dari keausan dan kerusakan. Jika terdapat kerusakan, ganti dengan ring gear yang baru. Penggantian ring gear adalah dengan cara dipanaskan pada suhu 80 s.d. 100oC, kemudian lepaskan ring gear lama dan pasangkan ring gear baru dengan menggunakan mesin press. Pemanasan tidak boleh melebihi 120oC karena bisa mengubah sifat logam. (c) Pemeriksaan run-out fly wheel. Dengan dial indikator periksalah run-out fly wheel! Bila run-out melebihi 0.2 mm, gantilah fly wheel.

Gambar 34.

Pengukuran run-out fly wheel

(d) Pemeriksaan Pilot Bearing. Putarkan bearing dan beri tenaga pada arah axial. Jika putaran kasar dan terdapat kekocakan yang berlebihan, ganti dengan pilot bearing yang baru.

Gambar 35.

Pemeriksaan pilot bearing

30

Penggantian pilot bearing dilakukan dengan melepas pilot bearing lama dengan SSt sliding hamer dan kemudian memasangkan pilot bearing baru.

Gambar 36.

Melepas dan Memasang pilot bearing

c) Pemasangan Pemasangan unit kopling dengan pegas spiral adalah diawali dengan merakit unit plat penekan dan rumah kopling. Pemasangan adalah dengan urutan sebagai berikut : (a) Letakkan pressure plate pada dudukan alat penekan. (b) Pasangkan pegas penekan pada dudukannya di plat penekan. (c) Pasangkan clutch cover dibelakang pegas penekan dengan posisi yang tepat. (d) Pasangkan pressure lever pada dudukannya di clutch cover (e) Lakukan penekanan clutch cover dengan alat penekan sehingga pegas penekan tertekan sehingga baut pemegang/ penyetel pressure lever dapat dipasangkan.

Gambar 37.

Pemasangan unit kopling

31

(f) Lepaskan

tekanan

mesin

penekan,

dan

lakukan

penyetelan tinggi pressure lever. Setelah unit clutch cover terpasang, pemasangan kampas kopling dan unit kopling dapat dilakukan. Prosedur pemasangannya adalah sebagai berikut : (a) Berilah sedikit gemuk khusus pada alur plat kopling (clutch hub). (b) Masukkan center clutch pada clutch hub dan atur posisi plat kopling.

Gambar 38.

Pemasangan center clutch

(c) Pasangkan plat kopling pada fly wheel dengan panduan center clutch dan atur posisinya supaya tepat di tengah. (d) Pasangkan clutch cover unit dengan memperhatikan tanda yang telah kita buat pada saat pembongkaran dan ketepatan knock pin. (e) Pasangkan baut-baut pengikat clutch cover (f) Lakukan pengerasan baut-baut pengikat secara bertahap. Mulailah pengerasan dari baut yang paling dekat dengan knock pin secara menyilang. Sebelum baut dikeraskan, pastikan lagi posisi plat kopling dengan mengatur posisi center clutch.

32

Gambar 40. release lever dan release bearing pada dudukannya dengan sebelumnya diberikan sedikit gemuk/ grease khusus pada beberapa bagian yang bergesekan. rakitlah/ pasang unit transmisi. Gambar 39.(g) Keraskan baut pengikat sesuai momen spesifikasi pengencangan yaitu berkisar 195 kg cm atau 19 N-m. Pelumasan bagian-bagian unit kopling Setelah semua komponen unit kopling terpasang. 33 . pasangkan release lever shaft. Pastikan bahwa pengunci release fork terhadap porosnya dan release bearing terhadap release fork terpasang dengan baik. Pemasangan unit kopling Setelah unit kopling terpasang dengan baik. unit pemindah transmisi. propeller (kendaraan tipe FR dan FWD) dan release cylinder.

Jenis-jenis kopling antara lain adalah kopling gesek. 5). tuas penekan. Lakukan pengamatan unit kopling gesek plat banyak pada sepeda motor. plat kopling. 3). bantalan pembebas dan garpu pembebas. 2). Pemeriksaan unit kopling secara visual meliputi kondisi plat kopling. serta kerataan/ run-out fly wheel. kopling magnet dan kopling fluida. 6). Tes Formatif 1 1). buatlah gambar sederhana (sket) dan jelaskan prinsip kerjanya! e. Penyetelan pada unit kopling adalah penyetelan tinggi diaphragm spring dan atau ketinggian tuas penekan. Tugas 1. tegangan pegas penekan. Kopling berfungsi untuk menghubung dan memutuskan putaran mesin ke transmisi dengan lembut. Pemeriksaan dengan pengukuran meliputi pengukuran kerataan plat penekan. Komponen utama sebuah unit kopling gesek. pegas penekan. kopling satu arah. Uraikan komponen konstruksi utama sebuah unit kopling gesek. plat penekan. pegas penekan dan alur-alur input shaft transmisi. dan jelaskan fungsi masing-masing komponen! 34 . kedalaman paku keling dan kerataan/ run-out plat kopling.c. 7). d. plat penekan. Pemeriksaan dengan pengecekan fungsi/ kerja meliputi release bearing. yaitu : rumah kopling. Rangkuman 1 1). back-lash input shaft transmisi dan hub plat kopling. torsin dumper dan hub serta pilot bearing. 1). kesikuan dan panjang pegas penekan. 4).

2). Buatlah gambar sederhana (sket) plat kopling dan jelaskan bagian-bagian serta fungsinya! 3). Sebutkan pemeriksaan apa saja yang dilakukan pada plat kopling dan jelaskan cara pemeriksaannya! 5). Jelaskan langkah-langkah merakit unit kopling yang telah terbongkar! 35 . Buatlah gambar sederhana (sket) pemeriksaan release bearing dan jelaskan pemeriksaannya! 4).

f. Plat penekan Berfungsi untuk menekan plat kopling terhadap fly wheel dengan adanya tekanan pegas penekan. b). Garpu pembebas Berfungsi untuk meneruskan gaya dorong/ tarik dari pedal kopling untuk menekan bantalan pembebas. Bantalan pembebas Berfungsi untuk meneruskan gaya dorong dari release fork ke tuas pembebas/ pegas diaphragm pada saat pedal kopling ditekan. Tuas penekan Berfungsi untuk meneruskan gaya pedal kopling yang melalui penekan f). e). Komponen konstruksi utama sebuah unit kopling gesek adalah: a). c). sebagai tumpuan tuas penekan serta untuk memungkinkan terjadinya pemutusan dan penghubungan tenaga mesin dengan akurat dan cepat. Pegas penekan Berfungsi untuk memberikan gaya tekan kepada plat penekan d). bantalan pembebas untuk menekan pegas 36 . Rumah kopling/ tutup kopling Berfungsi untuk dudukan komponen-komponen unit kopling. g). Plat kopling Berfungsi untuk meneruskan tenaga mesin dari fly wheel dan plat penekan ke input shaft transmisi. Kunci Jawaban Formatif 1 1).

Disc plate Berfungsi sebagai rangka utama dari unit plat kopling untuk menahan beban kerja. f). Paku keling/ rivet Berfungsi untuk menyatukan kampas kopling dan cushion plate serta menyatukan cushion plate dan disc plate. c). Kampas kopling/ facing Berfungsi untuk memperbesar gesekan. Torsion dumper Berfungsi untuk meredam hentakan/ puntiran saat kopling mulai menghubungkan/ meneruskan putaran dan pada saat akselerasi maupun deselerasi d). Cushion plate Berfungsi untuk dudukan facing atau kampas kopling serta memperhalus kerja kopling. Clutch Hub Facing (kampas kopling) Torsion spring dumper Disc plate (Plat kopling ) Paku keling/ rivet 37 . Clutch hub Berfungsi sebagai tempat perkaitan unit plat kopling dengan input shaft transmisi yang memungkinkan unit plat kopling dapat bergerak sedikit maju dan mundur. sehingga effisiensi pemindahan tenaga dan daya mesin optimal. Bagian-bagian plat kopling meliputi : a).2). b). e).

b) Pemeriksaan dan pengukuran kedalaman paku keling dengan jangka sorong.3 mm. sebaiknya diganti! 4). minimal 0. tergores dan atau retak. Batas kedalaman paku keling. ganti dengan plat kopling baru. ganti dengan unit yang baru. Jika kedalaman sudah melebihi spesifikasi. Jika putaran kasar dan atau terasa ada tahanan sebaiknya ganti dengan yang baru! b) Tahan hub dan case dengan tangan kemudian gerakkan pada semua arah untuk memastikan self-centering system agar tidak tersangkut. Hub dab casae harus bergerak kira-kira 1 mm.3). luka bekas gesekan/ terbakar. Jika kerusakannya parah. adalah dengan melihat apakah ada kotoran. Pemeriksaan Release bearing : a) Putar bearing dengan tangan dan berilah tenaga pada arah axial. tergores dan itu hanya sedikit dapat dibersihkan dengan kertas amplas yang halus. ganti dengan yang baru. Jika kekocakan berlebihan atau macet 38 . Pemeriksaan pada plat kopling meliputi : a) Pemeriksaan secara fisual. Jika ada kotoran. luka bekas gesekan/ terbakar. c) Pemeriksaan kekocakan atau kerusakan torsion dumper. Jika ditemukan kekocakan dan kerusakan pada torsion dumper.

5). f) Lepaskan tekanan mesin penekan.d) Pemeriksaan keausan atau kerusakan alur-alur hub. Kaitkan/ pasangkan plat kopling pada input shaft transmisi. c) Pasangkan clutch cover dibelakang pegas penekan dengan posisi yang tepat. e) Pemeriksaan run-out plat kopling.8 mm. Dengan roller-instrumen (mesin/alat-pemutar) dan dial indikator periksalah run-out plat kopling! Bila run-out melebihi 0. Jika macet atau longgar ganti dengan plat kopling baru. Prosedur pemasangannya adalah sebagai berikut : 39 . dengan urutan sebagai berikut : a) Letakkan pressure plate pada dudukan alat/ mesin penekan. Langkah-langkah merakit unit kopling yang telah terbongkar adalah sebagai berikut : Pemasangan diawali dengan merakit unit plat penekan dan rumah kopling. b) Pasangkan pegas penekan pada dudukannya di plat penekan. Setelah unit clutch cover terpasang. dan lakukan penyetelan tinggi pressure lever. plat kopling harus bergerak dengan mudah tetapi tidak longgar. pemasangan kampas kopling dan unit kopling dapat dilakukan. gantilah plat kopling dengan yang baru. d) Pasangkan pressure lever pada dudukannya di clutch cover e) Lakukan penekanan clutch cover dengan alat/ mesin penekan sehingga pegas penekan tertekan sehingga baut pemegang/ penyetel pressure lever dapat dipasangkan.

g) Keraskan baut pengikat sesuai momen spesifikasi pengencangan yaitu berkisar 195 kg cm atau 19 N-m. Pastikan bahwa pengunci release fork terhadap porosnya dan release bearing terhadap release fork terpasang dengan baik. e) Pasangkan baut-baut pengikat clutch cover f) Lakukan pengerasan baut-baut pengikat secara bertahap. Setelah semua komponen unit kopling terpasang. Sebelum baut dikeraskan. 40 . Setelah unit kopling terpasang dengan baik. d) Pasangkan clutch cover unit dengan memperhatikan tanda yang telah kita buat pada saat pembongkaran dan ketepatan knock pin. pastikan lagi posisi plat kopling dengan mengatur posisi center clutch. propeller (kendaraan tipe FR dan FWD) dan unit release cylinder. pasangkan release lever shaft. release lever dan release bearing pada dudukannya dengan sebelumnya diberikan sedikit gemuk/ grease khusus pada beberapa bagian yang bergesekan. c) Pasangkan plat kopling pada fly wheel dengan panduan center clutch dan atur posisinya supaya tepat di tengah.a) Berilah sedikit gemuk khusus pada alur plat kopling b) Masukkan center clutch pada clutch hub dan atur posisi plat kopling. rakitlah/ pasang unit transmisi. Mulailah pengerasan dari baut yang paling dekat dengan knock pin secara menyilang. unit pemindah transmisi.

2) Keselamatan Kerja a). Perhatikan instruksi praktikum yang disampaikan oleh guru/instruktur. Grease/ gemuk f). Alat ukur yang diperlukan sesuai dengan kebutuhan e). ulir atau bagian lainnya dengan palu besi secara langsung f). Peralatan tangan. Bila perlu mintalah buku manual dari mesin yang digunakan. e). Lembar Kerja 1 1) Alat dan Bahan a). Lap / majun. Pasanglah plat kopling dengan center clutch. kunci pas/ring (sesuai kebutuhan) d). Jangan memukul poros. 1 unit kopling gesek plat tunggal pegas diaphragm c). d). b). b). Mintalah ijin dari instruktur anda bila hendak melakukan pekerjaan yang tidak tertera pada lembar kerja. Persiapkan alat dan bahan praktikum secara cermat. sehingga posisi plat kopling betul-betul tepat ditengah. 1 unit kopling gesek plat tunggal pegas spiral b). Gunakanlah peralatan tangan sesuai dengan fungsinya. Ikutilah instruksi dari instruktur/guru atau pun prosedur kerja yang tertera pada lembar kerja.g. c). c). efektif dan seefisien mungkin. 3) Langkah Kerja a). Lakukan pembongkaran unit kopling dengan langkah yang efektif dan sistematik! (perhatikan buku manual) 41 .

Lakukan kerusakan.d). Lakukan pemeriksaan dengan pengamatan dan yang pengukuran pada komponen-komponen kopling sudah dilepas ( fly wheel. b). pemasangan kemungkinan kembali perbaikan serta kemungkinan akibat jika kerusakan terjadi dan dibiarkan! terhadap komponenkomponen yang dibongkar secara efektif dan efisien! h). plat kopling. 42 . Buatlah laporan praktikum secara ringkas dan jelas. Buatlah catatan-catatan penting kegiatan praktikum secara ringkas! f). kemungkinan penyebab g). pegas penekan. plat penekan. bereskan kembali peralatan dan bahan yang telah digunakan seperti keadaan semula serta bersihkan tempat kerja! 4) Tugas a). Diskusikan mengenai kondisi komponen. Diskusikan inovasi usaha apa yang bisa dikembangkan setelah anda mengetahui tentang sistem kopling plat dengan pegas coil maupun pegas diaphragm! i). Buatlah rangkuman pengetahuan baru yang anda peroleh setelah mempelajari materi pada kegiatan belajar 1. Setelah selesai. tuas penekan dan bantalan pembebas)! e).

prinsip kerja. apalagi jika banyak belokan/ tekukan. Cable mechanism (mekanik kabel) Menggunakan media sebuah kabel baja untuk meneruskan gerakan pedal ke garpu pembebas. Mekanisme ini mempunyai kerugian gesek yang besar antara kabel dan selongsongnya. yaitu : sistem mekanik dan sistem hidrolik. Uraian Materi 2 1) Sistem pengoperasian kopling Sistem pengoperasian kopling adalah sebuah unit mekanisme untuk mengoperasionalkan kopling yaitu memutus dan menghubungkan putaran dan daya mesin ke unit pemindah daya selanjutnya (transmisi). dan konstruksi sistem pengoperasian kopling dengan benar. a) Sistem pengoperasian kopling tipe mekanik (1). Pada perkembangan saat ini. Elastisitas bahan kabel menyebabkan mekanisme ini tidak 43 . 2) Siswa dapat melepas/ mengganti sistem pengoperasian kopling dan komponen-komponennya dengan benar. Secara umum terdapat dua mekanisme penggerak kopling. Tujuan Kegiatan Belajar 2 1) Siswa dapat memahami jenis-jenis. pada kendaraan-kendaraan beban menengah dan beban berat menggunakan sistem pneumatik-hidrolik. Kegiatan Belajar 2 : Jenis-jenis dan Prinsip kerja S istem Pengoperasian Kopling a.2. b. Keuntungan dari mekanisme ini adalah konstruksinya sederhana dan karena sifat kabel yang fleksible maka penempatannya juga fleksible dan tidak memerlukan ruang gerak yang besar.

(2). Linkage mechanism (mekanik batang) Mekanisme batang mempunyai keuntungan elastisitas bahan lebih kecil sehingga kuat dan spontanitas kerja lebih baik. Konstuksi cable mechanism Clutch pedal Pressure plate Fly wheel Release fork Clutch Pressure lever Clutch disc Release bearing Input shft transmisi Clutch cover Coil spring Gambar 42. Konstuksi linkage mechanism 44 . Kelemahan/ kekurangan sistem ini adalah karena media penerusnya adalah batang. E – Ring Release lever Release cable Pedal Hub Release fork Gambar 41.bekerja dengan spontan dan kurang kuat untuk beban berat. maka untuk penempatannya menjadi lebih sulit dan perlu ruang gerak yang lebih besar.

Bila putaran mesin berkurang maka intensitas tekanan centrifugal plate juga berkurang. sehingga centrifugal plate akan tertarik sehingga menekan plat kopling ke back plate/ fly wheel.(3). Centrifugal mechanism (mekanik sentrifugal) Gambar 43. Pengoperasian kopling tipe hidrolik 45 . b) Sistem pengoperasian kopling tipe hidrolik Master cy linder Flexible hose Clutch cover Release fork Release cylinder Gambar 44. Konstuksi mekanisme penggerak centrifugal Jika mesin berputar maka bandul sentrifugal akan terlempar keluar oleh gaya sentrifugal.

Pengoperasian kopling tipe hidrolik adalah merupakan sistem pemindahan tenaga melalui fluida cair/ minyak. Dengan dibuat adanya perbandingan diameter (luas bidang) pada master cylinder lebih kecil dari release cylinder maka akan didapatkan peningkatan tenaga. 46 . Gaya/tenaga dihitung dengan persamaan sebagai berikut: d P ? Q ? K ? 22 d1 Dimana : P Q K d1 d2 = = = = = 2 gaya pada release cylinder gaya tekan pedal rem perbandingan tuas pedal kopling diameter master cylinder diameter release cylinder Komponen sistem hidrolik lebih banyak dibandingkan sistem mekanik. Prinsip yang digunakan pada sistem hidrolik ini adalah pengaplikasian hukum Pascal. memungkinkan diberikan perbandingan diameter master dan release silinder sehingga penekanan pedal kopling jauh lebih ringan. dimana jika ada fluida dalam ruang tertutup diberi tekanan maka tekanan tersebut akan diteruskan ke segala arah dengan sama besar. tetapi mempunyai keuntungan yang mampu mengatasi kekurangan sistem penggerak mekanik yaitu : kehilangan tenaga karena gesekan lebih kecil sehingga penekanan pedal kopling lebih ringan. pemindahan tenaga lebih cepat dan lebih baik. penempatan fleksibel karena fluida dialirkan melalui fleksible hose.

Konstuksi master cylinder girling type Check valve Piston Inlet valve Gambar 46. Komponen utama dari sistem hidrolik ini adalah: master silinder dan release silinder. yakni tipe girling dan tipe portlees. (1). Konstuksi master cylinder portless type 47 .Kekurangan dari sistem hidrolik adalah konstruksinya rumit dan dapat terjadi kegagalan fungsi jika terdapat udara di dalam sistem. Master Silinder Ada 2 tipe master silinder yang umum digunakan pada sistem pengoperasian kopling. Spacer Cylinder cup Compression spring Piston Gambar 45.

(a). maka lubang pada ujung piston akan tertutup oleh adanya tekanan minyak yang menekan spacer. cylinder cup dan spacer. Gambar 47. Tipe Girling Cara kerja master silinder tipe girling adalah sebagai berikut : Pada saat piston mulai bergerak menekan minyak di dalam silinder. Kerja penekanan awal Pada saat piston bergerak lebih maju. Spacer Cylinder cup Compression spring Piston Gambar 48. sehingga tekanan minyak yang ke release cylinder semakin tinggi dan mampu menekan piston release cylinder mendorong push rod. Kerja efektif master silinder 48 . tekanan minyak akan mengalir ke reservoir melalui lubang ujung piston. sehingga minyak akan mengalir ke reservoir dan ke release cylinder melalui flexible hose dengan tekanan yang kecil.

Kerja akhir master (b). maka minyak dari release cylinder akan mengalir kembali ke reservoir sampai tekanan minyak normal kembali. Gambar 49.Pada saat tekanan pedal hilang. sehingga minyak reservoir mengalir ke dalam silinder. Tipe Portless Cara kerja master silinder tipe portless adalah sebagai berikut : Chamber A Gambar 51. Kerja efektif master silinder tipe portless 49 . yang menyebabkan kevakuman pada silinder. Kerja pengembalian tekanan Pada saat piston telah kembali pada posisi awal karena tekanan compression spring. Gambar 50. maka compression spring akan mendorong piston bergerak mundur.

maka tekanan fluida akan turun. Jika pedal terus ditekan maju. gaya yang mempertahankan conecting rod akan hilang dan conecting rod akan bergerak maju oleh gaya conical spring. sehingga inlet valve akan menutup. Pada jenis adjustable type untuk menyesuaikan jarak bebas ujung release fork dilakukan dengan menyetel 50 . Release Cylinder Tipe release silinder yang umum digunakan ada tiga yakni adjustable type. piston akan kembali mundur oleh tekanan compression spring. non adjustable dan free adjustable type. Gaya balik conical spring maka minyak dari release cylinder kembali ke master cylinder dan recervoir. Kerja akhir (normalisasi tekanan) (2). piston bergerak maju dan minyak melalui valve inlet mengalir ke reservoir dan release cylinder dengan tekanan yang rendah/ kecil. sehingga spring retainer akan menarik conecting rod ke arah luar an in-let valve terbuka.Pada saat pedal kita tekan. yang mengakibatkan tekanan fluida yang ke release silinder naik. Gambar 52. Bila pedal kopling dibebaskan.

dimana non-adjustable ini panjang push rodnya dapat distel sehingga dapat dijaga release bearing tidak selalu menempel pada pressure lever atau diaphragm spring. Konstuksi release cylinder adjustable dan non-adjustable type Clutch disc Fly Wheel Release fork Spring Piston Push-rod Gambar 54. Non adjustable type menyempurnakan free adjustable type. Pada tipe ini release bearing selalu menempel pada pressure lever atau diaphragm spring. Kebebasan Kopling (free play) Free play adalah kebebasan yang terdapat pada sistem kopling pada saat pedal kopling mulai ditekan 51 . Konstuksi release cylinder free-adjustable type (3). Free edjustable type tidak memerlukan penyetelan karena penyetelan akan terjadi secara otomatis oleh pegas. Piston Mur penyetel Piston Mur penyetel Gambar 53.mur penyetelnya.

Merupakan jarak dari ujung push-rod sampai dengan piston pada saat pedal kopling tidak ditekan.sampai dengan release bearing mulai menyentuh diaphragm spring atau pressure lever. Free Play Gambar 55. Kebebasan minyak kopling 52 . tetapi memerlukan beberapa waktu untuk mencapai langkah efektif. Kebebasan master cylinder dan push-rod (b) Kebebasan minyak kopling Merupakan jarak mulai dari push-rod master cylinder menekan piston sampai tertutupnya lubang ke recervoir. (a) Kebebasan master cylinder dan push-rod. Dengan adanya kebebasan kopling maka sistem kopling tidak akan bekerja pada saat kopling tidak ditekan dan tidak lngsung bekerja saat pedal ditekan. Gambar 56.

antara lain yaitu : sistem pneumatik memicu sistem hidrolik. 3.hidrolik/ servo . Gambar 57. pada saat pedal kopling bebas. sistem hidrolik memicu sistem pneumatik.(c). Kebebasan release fork Merupakan jarak mulai dari push-rod release cylinder bergerak sampai release bearing menyentuh diphragm spring atau pressure lever. 53 . Sistem penggerak kopling servo-hidrolik Model sistem pengoperasian kopling tipe pneumatik hidrolik.8 mm Kebebasan release fork c) Sistem pengoperasian kopling tipe pneumatik .hidrolik OIL RESERVOIR COMPRESSED AIR FROM COMPRESSOR Air Recervoir MASTER CYLINDER PUSH ROD FREE PLAY PISTON PUSH ROD CLUTCH BOOSTER CLUTCH ASSEMBLY Gambar 58.

Pada gambar di atas. sistem pneumatik memicu sistem hidrolik kemudian sistem hidroliknya memicu sistem pneumatik berikutnya. 54 . serta sistem pneumatik murni. piston booster dihubungkan ke piston sistem hidrolik berikutnya.sistem hidrolik memicu sistem pneumatik kemudian sistem pneumatiknya memicu sistem hidrolik berikutnya. Sistem pneumatik kemudian memicu sistem hidrolik berikutnya. dicontohkan sistem hidrolik mengaktifkan sistem pneumatik. Sedangkan pada tipe sistem hidrolik memicu sistem pneumatik kemudian sistem pneumatiknya memicu sistem hidrolik. Booster merupakan salah satu komponen penting dalam sistem tersebut. Konstruksi booster kopling servo-hidrolik Piston booster langsung dihubungkan ke piston dan push-rod kemudian release fork. tidak melalui mekanisme hidrolik. Konstruksi booster adalah sebagai berikut : Gambar 59.

55 . Kopling dibebaskan Tekan pedal kopling setengah ? Tekanan fluida timbul didalam master silinder ? Relay valve beroperas ? Poppet valve terbuka ? Tekanan udara menggerakan power piston ? Timbul tekanan negatip dibelakang hidrolik piston ? Fluida kembali sedikit dari relay piston ? Tekanan udara tertutup ? Power piston berhenti beroperasi (tenaga kopling berkurang sebagai reaksi penekanan pedal) Kekurangan tekanan udara Tekan pedal kopling ? Tekanan fluida timbul didalam master silinder ? Hidrolik piston bergerak ? Push rod kopling beroperasi ? Clutch outer lever beroperasi ? Release bearing beroperasi ? Release lever beroperasi ? Pressure plate terpisah dari disc clutch ? Disc clutch bebas (Relay valve piston. tetapi tidak dapat menggerakan power piston bila tekanan udara rendah). Prinsip Kerja Sistem Pengoperasian Kopling Tipe Pneumatik – Hydraulic Kopling tidak berhubungan Tekan pedal kopling ? Tekanan fluida di dalam master kopling naik ? Relay valve bekerja ? Poppet valve terbuka ? Tekanan udara mengoperasikan power piston ? Piston hidrolik bergerak ? Outer lever kopling beroperasi ? Release bearing beroperasi ? Pressure plate tidak menekan disc clutch ? disc clutch bebas Kopling berhubungan Lepas pedal kopling ? tekanan fluida di dalam master kopling berkurang ? Relay valve kembali ? Poppet valve tertutup ? Tekanan udara keluar dari lubang pernapasan ? Power piston kembali ? Hydrolik piston kembali ? Release bearing kembali ? Release lever kembali ke posisi semula oleh tekanan pegas ? Pressure plate menekan disc clutch ? Disc clutch berhubungan. poppet valve dan power piston beroperasi.(1).

Kerja booster pada saat membebaskan kopling 56 . terbagi 2 yaitu : ? Hydraulc piston (bergerak kekanan) ? Push rod hydraulic cylinder (bergerak ke kanan) ? Relay valve piston (bergerak kekanan) ? Poppet valve terbuka (tekanan udara langsung masuk ke ruang A) ? Power piston bergerak ke kanan (udara dalam ruang B keluar melalui pernapasan) ? Push rod booster bergerak kekanan ? Hydraulc piston (bergerak kekanan) ? Push rod hydraulic cylinder (bergerak ke kanan) Dengan demikian hydraulic piston didorong oleh dua tenaga yaitu tekanan master cylinder dan tekanan booster. Booster Kopling (Clutch Booster) Cara kerja clutch booster membebaskan kopling Pedal kopling ditekan ? Minyak mengalir masuk clutch booster. Bila servo udara/ booster rusak maka sistem pengoperasian tetap bekerja tetapi membutuhkan tenaga penekanan pedal yang lebih besar.(2). Gambar 60.

Pemeriksaan.Urutan aliran tenaganya adalah sebagai berikut : Pedal kopling ditekan ? Minyak mengalir masuk clutch booster. fluida akan kembali ke master cylinder. Kerja booster pada saat menghubungkan kopling 2) Pembongkaran. sehingga pegas pengembali mengembalikan seluruh bagian booster/ servo ke posisi semula. ? Relay valve piston (tidak bekerja) Cara kerja clutch booster menghubungkan kopling Begitu pedal kopling dibebaskan. menyebabkan tekanan udara di dalam ruang A akan keluar melalui pernapasan Gambar 61. terbagi 2 yaitu : ? Hydraulc piston (Hydraulic piston bergerak kekanan) ? Push rod (bergerak kekanan oleh tekanan dari master cylinder saja). Penggantian dan Pemasangan Sistem Pengoperasian Kopling a) Clutch Pedal 57 .

9) (5) Lepaskan pedal (no. 8) (4) Lepaskan pegas pengembali pedal (no. (2) Lepaskan mur pengunci poros pedal (no. kopling ruang berada pada ruang pengemudi. sangat untuk bekerja melepasnya Gambar 62.Pedal sehingga terbatas. 4) (3) Lepaskan baut poros pedal (no. 11) Komponen-komponen unit pedal kopling jarang mengalami kerusakan. 10) (6) Lepaskan bushing-bushing poros pedal (no. 1) dan melepas pin penahan push-rod (no. bushing dan 58 . Bagian-bagian mekanisme pedal kopling Pembongkaran unit pedal kopling dapat dilakukan dengan langkah sebagai berikut : (1) Lepaskan push-rod dengan melepas split pin (no. 2). kecuali karet stopper.

Jika ditemukan kondisinya aus/ rusak/ lemah maka gantilah dengan yang baru.1) pada pin penahan push rod b) Clutch Master Cylinder 3 2 1 Gambar 63. Urutan melepas master silinder kopling 59 . Setelah dilakukan pemeriksaan dan penggantian (bila diperlukan) lakukan pemasangan kembali dengan langkah-langkah sebagai berikut : (1) Pasangkan bushing-bushing baru pada poros pedal (no. 3) pada pedal (7) Pasangkan pin penahan push-rod (no.4) dengan washer dan spring washernya (6) Pasangkan push-rod (no. bushing dan pegas pengembali. Setelah unit pedal kopling terbongkar maka periksalah secara visual kondisi stopper.8) dengan washer dan spring washernya (5) Pasangkan mur pengunci poros pedal (no.pegas pengembali. 2) (8) Pasangkan split pin (no.9) (4) Pasangkan baut poros pedal (no.11) (2) Pasangkan pedal pada frame dudukannya (3) Pasangkan pegas pengembali (no.

bongkarlah dengan langkah-langkah sebagai berikut : 60 . ada yang berada di ruang pengemudi namun ada juga yang berada di ruang mesin depan.Clutch master cylinder pada umumnya berada di depan pedal kopling. Setelah master cylinder berada di luar. maka berhatihatilah jangan sampai minyak kopling mengenai cat. Bawalah master cylinder dengan wadah atau bungkuslah dengan kain lap. Melepas pipa minyak pada master silinder kopling Hal yang perlu diperhatikan dalam melepas master adalah karena minyak kopling merusak cat. Jika minyak kopling mengenai cat bersihkan dengan segera dan hati-hati dengan kain lap yang menyerap cairan. tergantung dari jenis kendaraan. (2) Lepaskan pipa minyak dari master cylinder (3) Lepaskan baut/ mur pengikat master cylinder ke body (4) Tarik keluar/ lepaskan master silinder Gambar 64. Jumlah minyak pada recervoir harus selalu dijaga dalam jumlah yang cukup. Melepas master silinder dapat dilakukan dengan langkah–langkah sebagai berikut : (1) Lepaskan unit push rod dari unit pedal kopling dengan melepas pin penguncinya.

Gambar 67. Gambar 65.(1) Tekan push rod maju/ ke dalam dan lepaskan snap ring dengan tang snap ring. Membuka klip piston master silinder kopling 61 . Melepas klip master silinder (2) Tarik keluar push-rod (3) Keluarkan piston unit dengan udara bertekanan Gambar 66. Mengeluarkan piston unit master silinder (4) Lakukan pembongkaran piston unit dengan meluruskan piston klip.

valve assembly dan pegas. 1 2 3 4 5 6 8 9 7 Gambar 68. diamater piston. 5. piston dan seal. Spring retainer. Langkah-langkah perakitannya adalah sebagai berikut : (1) Merangkai piston unit dan menguncinya dengan menekan dan membengkokkan klip piston 62 .(5) Lakukan pemeriksaan komponen-komponen yang sudah dibongkar. 8. Push rod. 7. Bagian-bagian master silinder kopling Bagian-bagian master cylinder sebagaimana terlihat pada gambar di atas. Valve stopper. yaitu : 1. yang antara lain : Diameter master silinder. 4. Conical spring. 2. Snap ring. Valve assembly Setelah dilakukan pemeriksaan dan pengukuran serta dilakukan perbaikan maupun penggantian komponen yang tidak layak pakai maka pekerjaan selanjutnya adalah merangkai master cylinder unit. 3. 6. Piston and piston seal. Compression spring. Recevoir tank. 9.

piston dan sealnya.(2) Memasukkan piston unit ke dalam silinder master dengan sebelumnya diberikan pelumasan dengan minyak kopling pada silinder. Mengunci piston master silinder dengan snap ring Setelah bagian-bagian master cylinder sudah terakit dengan baik. Melepas ke 63 . Mengunci klip piston master silinder kopling (3) Pasangkan push-rod (4) Tekan push rod maju/ ke dalam dan pasangkan snap ring dengan tang snap ring Gambar 70. maka pasangkan master cylinder dudukannya dengan langkah-langkah sebagai berikut : (1) Pasangkan master silinder ke dudukannya (2) Pasangkan baut pengikat master cylinder ke body (3) Pasangkan unit push-rod ke unit pedal kopling (4) Pasangkan pipa minyak ke master cylinder c) Clutch Release Cylinder Release cylinder terletak dekat pada unit kopling dan biasanya dibautkan pada rumah transmisi. Gambar 69.

Gambar 72.Release Cylinder dapat dilakukan dengan langkah–langkah sebagai berikut : (1) Lepaskan pipa minyak dari release cylinder (tutup ujung pipa minyak supaya minyak tidak tumpah) (2) Lepaskan baut pengikat release cylinder (3) Lepaskan release cylinder dari dudukannya Gambar 71. Mengeluarkan piston master cylinder 64 . Melepas clutch release cylinder (4) Keluarkan piston release cylinder dengan udara bertekanan.

65 . diamater piston. Bagian-bagian release silinder kopling (5) Lakukan pemeriksaan komponen .komponen yang sudah dibongkar. dengan sebelumnya pastikan semua komponen bersih dan pada piston dan silinder diberi minyak sebagai pelumasan saat memasang. Setelah pemeriksaan dan penggantian dilakukan maka release cylinder dapat dirakit kembali dengan langkah kebalikan langkah pembongkaran. piston dan seal dan pegas.Gambar 73. (6) Lakukan penggantian jika ada komponen yang rusak. Bleeding dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut : (1) Buka tutup bleeder screw dan pasangkan selang plastik transparan pada bleeder screw. d) Air Bleeding Mekanisme penggerak kopling tipe hidrolik harus dibleeding untuk mengeluarkan udara yang masuk ketika pipapipa dan atau komponen lain dilepas atau karena kebocoran sistem. yang antara lain : diameter release silinder.

(2) Letakkan ujung selang yang lain pada wadah untuk menampung limpahan minyak. Pemasangan kelengkapan membleeding (3) Pompa pedal kopling dengan perlahan-lahan beberapa waktu. Sistem pengoperasian kopling adalah sebuah unit mekanisme untuk mengoperasionalkan kopling. yaitu : mekanisme mekanik. (4) Tahan pedal pada posisi menekan kemudian kendorkan bleeder screw untuk mengeluarkan udara yang tercampur minyak. yaitu : mekanik kabel. mekanik batang dan mekanik centrifugal 66 . hidrolik dan pneumatik-hidrolik. Gambar 74. 2). Mekanisme mekanik ada tiga jenis. 3). Rangkuman 2 1). (6) Jika sudah tidak terdapat gelembung udara pada minyak. Terdapat tiga mekanisme penggerak kopling. keraskan bleeding screw dan lepaskan selang dan lakukan pengecekan kerja kopling c. (5) Lakukan langkah ke-3 dan ke-4 sampai tidak terdapat gelembung udara pada minyak.

Tugas 2. Mekanisme penggerak kopling tipe hidrolik harus dibleeding untuk mengeluarkan udara yang masuk ketika pipa-pipa dan atau komponen lain dilepas atau karena kebocoran sistem. Ada dua tipe master silinder kopling.4). yaitu adjustable. Jelaskan apa yang dimaksud dengan sistem pengoperasian kopling! 2). jenis-jenis release silinder! jenis-jenis sistem pengoperasian 67 . 1). 6). Jelaskan dengan gambar cara kerja master silinder tipe portless! 5). Buatlah gambar sederhana (sket) unit mekanisme penggerak kopling tipe mekanik pada sepeda motor dan jelaskan prinsip kerjanya! e. Uraikan konsep menaikkan/ melipat gandakan tenaga/ gaya dorong pada sistem mekanisme penggerak kopling tipe hidrolis! 4). non adjustable dan free adjustable type. 5). Sebut dan jelaskan kopling! 3). Tes Formatif 2 1). yaitu girling dan portless. Ada tiga tipe release cylinder kopling. Sebutkan dan beri penjelasan singkat. d.

c) Mekanisme Pneumatik-hidrolik/ servo-hidrolik Yaitu sistem pengoperasian kopling atau mekanisme penggerak kopling yang memanfaatkan kombinasi sistem hidrolik (menggunakan fluida cair) dan sistem pneumatik (menggunakan fluida gas) untuk mengoperasionalkan kopling. flexible hose dn release cylinder. 2). Komponen utamanya meliputi master cylinder. 3). yaitu : a) Mekanisme mekanik Yaitu sistem pengoperasian kopling atau mekanisme penggerak kopling yang memanfaatkan sistem mekanis baik itu kabel. b) Mekanisme Hidrolik Yaitu sistem pengoperasian kopling atau mekanisme penggerak kopling yang memanfaatkan sistem hidrolik (menggunakan fluida cair) untuk mengoperasionalkan kopling. Konsep meningkatkan tenaga pada sistem pengoperasian kopling tipe hidrolik adalah dengan mengaplikasikan hukum Pascal. Sistem pengoperasian untuk kopling adalah sebuah kopling unit (yaitu mekanisme mengoperasionalkan memutus dan menghubungkan tenaga mesin ke unit pemidah tenaga selanjutnya/ transmisi). Kunci Jawaban Formatif 2 1).f. Gaya/tenaga dihitung dengan persamaan sebagai berikut : 68 . batang maupun centrifugal untuk mengoperasionalkan kopling. Untuk meningkatkan tenaga/ gaya dorong dilakukan dengan membuat diameter master cylinder lebih kecil daripada diameter release cylinder. Terdapat tiga sistem pengoperasian kopling.

sehingga inlet valve menutup lubang ke recervoir. Saat piston terus bergerak maju.P ? Q? K? Dimana : P Q K d1 d2 = = = = = d 22 d12 gaya pada release cylinder gaya tekan pedal rem perbandingan tuas pedal kopling diameter master cylinder diameter release cylinder 4). tenaga spring retainer (yang ditahan oleh conecting rod) akan naik/ timbul dan mengkibatkan conecting rod bergerak maju dengan adanya tenaga conical spring. Ruang “A“ terpisah dari ruang “B“ sehingga tekanan hidrolis di ruang A naik dan tekanan ini diteruskan ke release cylinder. Cara kerja master cylinder tipe portless adalah sebagai berikut : Bila pedal kopling ditekan maka piston akan bergerak maju dan mendorong minyak mengalir melalui inlet valve ke recervoir dan ke release cylinder. 69 .

Pada jenis adjustable type untuk menyesuaikan jarak bebas ujung release fork dilakukan dengan menyetel mur penyetelnya. Setelah piston mundur. 5). conecting rod tertarik ke dalam oleh retainer spring sehingga inlet valve membuka saluran ke recervoir dan minyak di ruang “A“ dan “B“ berhubungan kembali. non adjustable type dan free adjustable type. 70 . Non adjustable type menyempurnakan free adjustable type.Bila pedal dibebaskan piston akan terdorong mundur oleh tekanan pegas sehingga tekanan hidrolik berkurang. Tipe release silinder yang umum digunakan ada tiga yakni adjustable type. Free edjustable type tidak memerlukan penyetelan karena penyetelan akan terjadi secara otomatis oleh pegas. dimana nonadjustable ini panjang push rodnya dapat distel sehingga dapat dijaga release bearing tidak selalu menempel pada pressure lever atau diaphragm spring. Pada tipe ini release bearing selalu menempel pada pressure lever atau diaphragm spring.

3) Langkah Kerja a). 1 unit sistem penggerak kopling tipe hidrolik d). Jangan memukul poros. Perhatikan instruksi praktikum yang disampaikan oleh guru/instruktur. 1 unit sistem penggerak kopling tipe pneumatik-hidrolik e). Gunakanlah peralatan tangan sesuai dengan fungsinya. e). 1 unit sistem penggeak kopling tipe mekanik batang c). sehingga posisi plat kopling betul-betul tepat ditengah. Persiapkan alat dan bahan praktikum secara cermat. 1 unit sistem penggerak kopling tipe mekanik kabel b). 2) Keselamatan Kerja a). c). Pasanglah plat kopling dengan center clutch. kunci pas/ring atau tang snap-ring (menyesuaikan kebutuhan). b). Lap / majun. Lembar Kerja 2 1) Alat dan Bahan a). Peralatan tangan.g. f). efektif dan seefisien mungkin. 71 . Bila perlu mintalah buku manual dari mesin yang digunakan. d). Ikutilah instruksi dari instruktur/guru atau pun prosedur kerja yang tertera pada lembar kerja. ulir atau bagian lainnya dengan palu besi secara langsung f). Mintalah ijin dari guru anda bila hendak melakukan pekerjaan yang tidak tertera pada lembar kerja. b).

efisien dan pemeriksaan pada dengan pengamatan dan sistem sistematik! (perhatikan buku manual) pengukuran komponen-komponen pengoperasian kopling yang sudah dilepas! e). Lakukan kopling d). hidrolik maupun pneumatikhidrolik! i). b). kemungkinan perbaikan serta kemungkinan akibat jika kerusakan terjadi dan dibiarkan! g). Buatlah belajar 2. Setelah selesai. Lakukan pemasangan kembali terhadap komponenkomponen yang dibongkar secara efektif dan efisien! h). Diskusikan inovasi usaha apa yang bisa dikembangkan setelah anda mengetahui tentang sistem pengoperasian kopling baik tipe mekanik. rangkuman pengetahuan baru yang anda peroleh setelah mempelajari materi pada kegiatan 72 . Lakukan pembongkaran unit sistem pengoperasian dengan langkah yang efektif. Buatlah laporan praktikum secara ringkas dan jelas. Diskusikan mengenai kondisi komponen. kemungkinan penyebab kerusakan. Buatlah catatan-catatan penting kegiatan praktikum secara ringkas.c). f). bereskan kembali peralatan dan bahan yang telah digunakan seperti keadaan semula serta bersihkan tempat kerja! 4) Tugas a).

prinsip kerja master silinder tipe portless pada sistem pengoperasian kopling tipe hidrolik! 5.BAB III EVALUASI A. Jelaskan langkah pembongkaran master silinder tipe portless pada sistem pengoperasian kopling tipe hidrolik! 73 . Jelaskan dengan disertai gambar. Jelaskan langkah pembongkaran unit kopling plat tunggal dengan pegas spiral! 3. Jelaskan dengan disertai gambar. prinsip kerja kopling gesek! 2. Jelaskan pemeriksaan yang dilakukan pada unit kopling saat pembongkaran dan jelaskan bagaimana memeriksanya! 4. PERTANYAAN 1.

tekanan pedal tersebut akan diteruskan oleh mekanisme penggerak sehingga akan mendorong plat penekan melawan tekanan pegas penekan sehingga plat kopling tidak mendapat tekanan. fly wheel dan plat penekan kecil dan bahkan tidak bergesekan sehingga putaran mesin tidak diteruskan. KUNCI JAWABAN 1. Dengan demikian putaran dan daya mesin diteruskan sepenuhnya (100%) tanpa slip. Plat penekan menghimpit plat kopling ke fly wheel dengan kuat sehingga terjadi gesekan kuat dan berputar bersamaan. 2. Apabila pedal dilepaskan maka gaya pegas akan kembali mendorong dengan penuh plat penekan.B. Langkah-langkah melepas unit kopling dengan pegas spiral adalah : a. tekanan pedal tersebut akan diteruskan oleh mekanisme penggerak sehingga akan mendorong plat penekan melawan sebagian/ setengah tekanan pegas penekan sehingga tekanan plat penekan ke fly wheel berkurang. Gesekan antara plat kopling dengan fly wheel dan plat penekan kecil sehingga putaran dan daya mesin diteruskan sebagian. Gesekan plat kopling. Prinsip kerja kopling gesek adalah sebagai berikut : Jika pedal kopling ditekan sebagian/ setengah. sehingga plat kopling akan slip. Jika pedal kopling ditekan penuh. Berilah/ buatlah tanda pada rumah kopling dan fly wheel 74 .

Lepaskan baut pengikat satu persatu dan kemudian lepaskan clutch cover dan clutch disc Hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain adalah : a.b. c. Lepaskan clutch cover (jangan sampai clutch disc terjatuh). Buatlah tanda pada fly wheel dan clutch cover 75 . sampai tekanan tidak ada tekanan pegas d. Gunakan alat penekan/ press untuk menekan clutch cover menahan tekanan pegas kopling. dengan langkah sebagai berikut : a. Pasangkan center clutch atau alat bantu yang lain untuk menahan plat kopling pada tempatnya c. debu dan beram-beram yang dapat mengganggu kinerja kopling. Jangan sampai terkena minyak atau gemuk. b. Bersihkanlah kotoran. Kendorkan baut-baut pengikat rumah kopling ke fly wheel dengan urutan menyilang secara bertahap dan merata. b. pressure plate dan fly wheel. Lepaskan baut-baut pengikat rumah kopling ke fly wheel maupun baut penahan penyetel tinggi tuas pembebas c. Jagalah kebersihan permukaan clutch disc. Pada kopling dengan pegas spiral unit rumah kopling dan plat penekan dapat dengan mudah dibongkar.

Pemeriksaan yang dilakukan pada saat pembongkaran unit kopling adalah sebagai berikut : a. Lepaskan clutch cover f. Lepaskan pin dan release lever 3.d. e. Hub dab casae harus bergerak kira-kira 1 mm. Pemeriksaan Pegas Penekan dan Tuas Pembebas dengan cara sebagai berikut : 76 . Jika kekocakan berlebihan atau macet sebaiknya diganti dengan yang baru! b. Pemeriksaan release bearing dengan cara pengujian kerja sebagai berikut : 1) Putar bearing dengan tangan dan berilah tenaga pada arah axial. Jika putaran kasar dan atau terasa ada tahanan sebaiknya ganti dengan yang baru! 2) Tahan hub dan case dengan tangan kemudian gerakkan pada semua arah untuk memastikan self-centering system agar tidak tersangkut. Lepaskan pegas-pegas penekan g. Lepaskan secara pelan-pelan penekanan alat penekan.

tergores dan atau retak. luka bekas gesekan/ terbakar. tergores dan itu hanya sedikit dapat dibersihkan dengan kertas amplas yang halus.1) Pemeriksaan secara fisual. luka bekas gesekan/ terbakar. ganti dengan unit yang baru. Jika kerusakannya parah.5 mm. Selisih pengukuran atau ketidakrataan maximal 0. 2) Lakukan pengukuran kedalaman dan lebar keausan bekas gesekan release bearing. adalah dengan melihat apakah ada kotoran. Jika ada kotoran. Jika keausan melebihi spesifikasi ganti dengan yang baru! 3) Pemeriksaan dengan SST dan filler gauge (thickness gauge).0 mm. Kedalaman maksimal adalah 0.6 mm dan lebar maksimal 5. Dengan bantuan SST dan Filler gauge. periksa kerataan permukaan ujung pegas diphragm atau ujung tuas pembebas. 77 .

Spesifikasi tegangan pegas dapat dilihat pada buku manual kendaraan. 5) Pemeriksaan panjang dan kesikuan pegas penekan Panjang bebas pegas penekan mempunyai limit yang bervariasi tergantung ukuran kopling unit. Semakin berat suatu kendaraan maka akan semakin kuat/ besar tegangan pegas penekan yang digunakan. 6) Pemeriksaan tegangan pegas penekan Tegangan pegas penekan sangat berpengaruh pada kekuatan kerja kopling dalam meneruskan putaran dan daya mesin.4) Pemeriksaan dengan dial indikator Dengan dial indikator dan alat pemutar juga dapat dilakukan pengukuran ketidakrataan permukaan ujung pegas diphragm atau ujung tuas pembebas.5 mm. Semakin besar unit kopling biasanya limit/ toleransi semakin besar. Untuk memudahkan pengukuran pasanglah dial dengan magnetik base pada mesin. Penyimpangan maximal : 0. 78 . Demikian juga dengan ketidaksikuan pegas penekan (lihat buku manual).

Ketidakrataan max. c. luka bekas gesekan/ terbakar. karena akan membuat penekanan kopling tidak merata. Jika kerusakannya parah. 7) Pemeriksaan/ pengukuran kerataan tuas pembebas Pengukuran kerataan tuas pembebas dilakukan dengan bantuan SST pengukur kerataan. adalah dengan melihat apakah ada kotoran. luka bekas gesekan/ terbakar. perbaiki dengan menggunakan mesin bubut atau jika tidak memungkinkan. Pemeriksaan plat penekan adalah dengan cara : 1) Pemeriksaan secara fisual. tergores dan atau retak. 79 . ganti dengan plat penekan baru. adalah 0.Perbedaan antar pegas juga tidak boleh terlalu besar.5 mm. tergores dan itu hanya sedikit dapat dibersihkan dengan kertas amplas yang halus. Jika ada kotoran. 2) Pengukuran kerataan plat kopling dengan straigh edge dan filler gauge.

d. Batas kedalaman paku keling. 3) Pemeriksaan kekocakan atau kerusakan torsion dumper. 80 . tergores dan atau retak. 4) Pemeriksaan keausan atau kerusakan alur-alur hub. tergores dan itu hanya sedikit dapat dibersihkan dengan kertas amplas yang halus. plat kopling harus bergerak dengan mudah tetapi tidak longgar. adalah dengan melihat apakah ada kotoran. ganti dengan plat kopling unit baru. Jika macet atau longgar ganti dengan plat kopling baru. Jika kerusakannya parah. Jika ada kotoran. Kaitkan/ pasangkan plat kopling pada input shaft transmisi. 2) Pemeriksaan dan pengukuran kedalaman paku keling dengan jangka sorong. Jika ditemukan kekocakan dan kerusakan pada torsion dumper. luka bekas gesekan/ terbakar. minimal 0. ganti kampas kopling atau ganti dengan plat kopling baru. Jika kedalaman sudah melebihi spesifikasi. luka bekas gesekan/ terbakar.3 mm. Pemeriksaan plat kopling adalah dengan cara sebagai berikut : 1) Pemeriksaan secara fisual. ganti kampas kopling atau ganti dengan plat kopling baru.

5) Pemeriksaan run-out plat kopling. Jika ada kotoran. ganti dengan ring gear yang baru. Jika kerusakannya parah. Penggantian ring gear adalah dengan cara dipanaskan pada suhu 80 s. tergores dan itu hanya sedikit dapat dibersihkan dengan kertas amplas yang halus. luka bekas gesekan/ terbakar. Dengan roller-instrumen (mesin/alat-pemutar) dan dial indikator.8 mm. Jika terdapat kerusakan. Pemanasan tidak boleh melebihi 120oC karena bisa mengubah sifat logam.2 mm. gantilah fly wheel dengan yang baru. luka bekas gesekan/ terbakar. periksalah run-out plat kopling! Bila run-out melebihi 0. ganti dengan yang baru. 100oC. e. 2) Pemeriksaan keausan gigi-gigi ring gear dari keausan dan kerusakan.d. Dengan dial indikator periksalah run-out fly wheel! Bila run-out melebihi 0. adalah dengan melihat apakah ada kotoran. Pemeriksaan fly wheel adalah dengan cara sebagai berikut : 1) Pemeriksaan secara fisual. 81 . ganti dengan plat kopling baru. 3) Pemeriksaan run-out fly wheel. kemudian lepaskan ring gear lama dan pasangkan ring gear baru dengan menggunakan mesin press. tergores dan atau retak pada bidang geseknya.

yang mengakibatkan tekanan fluida yang ke release silinder naik. sehingga inlet valve akan menutup. ganti dengan pilot bearing yang baru. Jika putaran kasar dan terdapat kekocakan yang berlebihan.4) Pemeriksaan Pilot Bearing. 82 . Jika pedal terus ditekan maju. 4. Putarkan bearing dan beri tenaga pada arah axial. Kerja master silinder tipe portless pada sistem pengoperasian kopling tipe hidrolik adalah sebagai berikut : Pada saat pedal kita tekan. gaya yang mempertahankan conecting rod akan hilang dan conecting rod akan bergerak maju oleh gaya conical spring. push-rod akan mendorong piston bergerak maju dan minyak melalui valve inlet mengalir ke reservoir dan release cylinder dengan tekanan yang rendah/ kecil.

Gaya balik conical spring maka minyak dari release cylinder kembali ke master cylinder dan recervoir. 5.Bila pedal kopling dibebaskan. Lepaskan pipa minyak dari master cylinder 83 . Lepaskan unit push rod dari unit pedal kopling dengan melepas pin penguncinya. piston akan kembali mundur oleh tekanan compression spring. sehingga spring retainer akan menarik conecting rod ke arah luar an in-let valve terbuka. maka tekanan fluida akan turun. Langkah pembongkaran master silinder pada sistem pengoperasian kopling tipe hidrolik adalah sebagai berikut : a. b.

lakukan pembongkaran dengan langkah-langkah sebagai berikut : a. Jika minyak kopling mengenai cat bersihkan dengan segera dan hati-hati dengan kain lap yang menyerap cairan. Tarik keluar push-rod c. Bawalah master cylinder dengan wadah atau bungkuslah dengan kain lap. Tekan push rod maju/ ke dalam dan lepaskan snap ring dengan tang snap ring b.c. Setelah master cylinder berada di luar. Keluarkan piston unit dengan udara bertekanan 84 . Lepaskan baut/ mur pengikat master cylinder ke body d. maka berhati-hatilah jangan sampai minyak kopling mengenai cat. Tarik keluar/ lepaskan master silinder Hal yang perlu diperhatikan dalam melepas master adalah karena minyak kopling merusak cat.

d. Lakukan pembongkaran piston unit dengan meluruskan piston klip.

Bagian-bagian master cylinder dapat dilihat seperti pada gambar di bawah, yaitu meliputi : 1. Recevoir tank, 2. Snap ring, 3. Push rod, 4. Piston and piston seal, 5. Spring retainer, 6. Compression spring, 7. Valve stopper, 8. Conical spring, 9. Valve assembly

Bagian-bagian master silinder kopling

85

C. KRITERIA KELULUSAN
Aspek Kognitif (soal no 1 s/d 5) Ketelitian pemeriksaan pendahuluan Ketepatan prosedur praktik Ketepatan analisis hasil praktik Ketepatan waktu Keselamatan kerja Nilai Akhir Skor (1-10) Bobot 3 1 2 2 1 1 Syarat lulus, nilai minimal 70 dengan skor setiap aspek minimal 7 Nilai Keterangan

Kriteria Kelulusan : 70 s.d. 79 : memenuhi kriteria minimal dengan bimbingan 80 s.d. 89 : memenuhi kriteria minimal tanpa bimbingan 90 s.d. 100 : di atas minimal tanpa bimbingan

86

BAB IV PENUTUP
Siswa yang telah mencapai syarat kelulusan minimal dapat

melanjutkan ke modul OPKR-30-003B. Sebaliknya, apabila mahasiswa dinyatakan tidak lulus, maka mahasiswa harus mengulang modul ini dan tidak diperkenankan untuk mengambil modul selanjutnya. Jika siswa telah lulus menempuh semua modul, maka siswa berhak memperoleh sertifikat kompetensi.

87

N-Step Step 2 Chasis Training Materials text.DAFTAR PUSTAKA Anonim (1994). www. Training Manual Drive Train Group. howstuffworks. Anonim (tt). Step 2 Materi Pelajaran Chassis Group.com 88 . NISSAN. How Clutches Work. Toyota-Astra Motor. Jakarta : Penerbit PT. Karim Nice (2000). Toyota-Astra Motor. Anonim (2004). Jakarta : Penerbit PT. Jakarta : Penerbit PT.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful