P. 1
HARI KESAKTIAN PANCASILA

HARI KESAKTIAN PANCASILA

|Views: 188|Likes:
Published by Bara Putra

More info:

Published by: Bara Putra on Jan 22, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/16/2014

pdf

text

original

HARI KESAKTIAN PANCASILA

Oleh : Harsutejo Seperti kita ketahui pembunuhan enam orang jenderal dan seorang perwira pertama AD yang dilakukan oleh gerombolan militer G30S terjadi pada pagi hari 1 Oktober 1965, selanjutnya pasukan tersebut dilumpuhkan oleh RPKAD. Kejadian itu ditahbiskan sebagai Hari Kesaktian Pancasila dengan SK No.153/1967 27 September 1967, diteken oleh Pejabat Presiden Jenderal Suharto. Sebagai yang ditulis oleh wartawan senior Joesoef Isak, pentahbisan 1 Oktober sebagai Hari Kesaktian Pancasila merupakan "suatu perzinahan politik khas gaya Suharto, menggunakan gugurnya para jenderal dan Pancasila untuk melegitimasi kepemimpinannya. Apa yang dilakukan Suharto pada 1 Oktober 1965 ketika sebelumnya Kolonel Latief memberitahukan kepadanya tentang gerakan perwira muda yang akan menangkap sejumlah jenderal sebelum Hari ABRI 5 Oktober 1965? Bukankah justru Suharto yang mengkhianati Pancasila, mengkhianati Saptamarga dan para jenderal rekan-rekannya sendiri dengan membiarkan semua gerakan itu berlangsung? Kita semua baru tahu belakangan sesudah rencana konspirasi meledak – rupanya informasi Kol. Latief itu berkaitan dengan gerakan Letkol. Untung terhadap Jenderal Yani cs - tetapi apa yang dikerjakan Suharto yang sudah tahu beberapa hari sebelum kejadian berlangsung?" Jenderal Suharto justru menangguk di air keruh, dia bagian penting dari konspirasi itu dengan menempuh jalannya sendiri! Jenazah para jenderal tersebut dimasukkan ke dalam sebuah sumur tua di Lubang Buaya yang kemudian digali pada 4 Oktober 1965. Dalam keadaan emosional kesedihan orang banyak sejak penggalian jenazah, pemakaman di Kalibata, dimulailah kampanye hitam terhadap PKI dan ormas pendukungnya, utamanya Gerwani berupa dongeng horor fitnah tentang tindakan biadab terhadap para jenderal seiring dengan fitnah terhadap AURI dan petingginya. Setelah situasi matang, maka dilakukanlah gerakan militer untuk melakukan pembunuhan massal dengan menggunakan emosi tinggi sebagian rakyat terhadap anggota PKI dan siapa saja yang dianggap PKI serta pendukung Bung Karno yang lain di Jateng, Jatim, Bali, dan akhirnya di seluruh Indonesia. Hal ini dilanjutkan dengan pembersihan terhadap siapa saja, utamanya aparat yang mendukung BK, pertama-tama AURI selanjutnya di kalangan ABRI yang lain. Muaranya ialah menjatuhkan Presiden Sukarno. Hari Kesaktian Pancasila diabadikan dalam bentuk Monumen Pancasila Sakti yang terletak di Lubang Buaya, Pondokgede, Jakarta. Gagasan mendirikan monumen ini dituangkan dalam surat perintah Men Pangad Brigjen Hartono pada 2 Desember 1965, ketika pembantaian rakyar tak berdosa sedang berjalan. Disebutkan

Meski monumen ini berisi fitnah. Fitnah model itulah yang antara lain diabadikan dalam diorama pada apa yang disebut Monumen Pancasila Sakti di Lubang Buaya. Padahal dilihat dari sejarahnya bahwa bangsa ini dari awalnya adalah bangsa yang kaya akan . dengan fitnah paling kotor dan keji pun. tambahkanlah satu plakat yang mudah dibaca khalayak: "Di sini berdiri monumen kebohongan". Segerombolan perempuan Gerwani berteriak melompat-lompat. Lenin dan Aidit". haruslah didasarkan pada nilai-nilai dan semangat Pancasila. perebutan kekuasaan hendak meruntuhkan negara Pancasila RI. aktivis. penculikan. Memaknai dan Menjaga Kesaktian Pancasila Posted in Tajuk Rencana by Redaksi on Oktober 3rd. 2007 Pancasila mengandung makna yang amat penting bagi sejarah perjalanan Bangsa Indonesia. Artinya segala tindak tanduk dari orang-orang yang termaktub sebagai warga negara dari republik yang bernama Indonesia. Apakah dia sebagai seorang politisi. teror. (Dari naskah belum terbit). Betapa entengnya Pak Jenderal Dokter tersebut ikut memfitnah. Mayjen dokter Soedjono yang menulis buku Monumen Pancasila Sakti (1973) melukiskan apa yang disebutnya kebiadaban di Lubang Buaya antara lain seperti berikut. buruh. "Jenderal Prapto telah meninggal dianiaya oleh gerombolan haus darah yang tak mengenal Tuhan kecuali dewa-dewa mereka Marx. tapi kelak jangan sampai dihancurkan. Dengan tiada rasa kemanusiaan mereka memainkan pisau silet ke tubuh Jenderal Prapto. Karena itulah Pancasila dijadikan sebagai dasar negara ini. menari. yang tentunya sudah digodok dalam dinas intelijen. pembunuhan. Akan tetapi banyak kenyataan yang bisa membuktikan bahwa nilai-nilai dan semangat Pancasila sudah kurang membumi. agar kita semua belajar bahwa pernah ada masanya suatu rezim menghalalkan segala cara untuk menopang kekuasaannya. mahasiswa dan lain sebagainya.monumen tersebut merekam fakta-fakta pemberontakan G30S/PKI. birokrat. Kita tidak tahu apakah Pak Dokter yang tentunya orang saleh beragama ini di kemudian hari menyesal akan fitnah yang ikut disebarkannya dan menancap pada sebagian rakyat dan meracuni generasi muda Indonesia. Salah satu bukti bahwa semangat dan nilai Pancasila tidak membumi di negeri ini adalah terlihat dari kebersamaan dan persaudaraan kita yang mulai melemah.

harus dijadikan sebagai kesempatan untuk merefleksikan tentang pemaknaan nilai-nilai dan kesaktian Pancasila itu sendiri. jika kita paham akan makna dan nilai-nilai kesaktian Pancasila. kita seharusnya menguatkan dan memperlengkapi diri agar tidak terjerembab dalam lika-liku zaman sekarang ini. Peringatan Hari Kesaktian Pancasila setiap tanggal 1 Oktober. partai politik sebagai salah satu infrastruktur politik dan segala sesuatu yang hadir dan lahir di negara ini. Karena itu. Salah satunya adalah dengan menggali kembali nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila itu sendiri. Kaya akan perbedaan. termasuk kehidupan dalam berpolitik. Kemudian. termasuk kehidupan berpolitik. Karena itu. Nilai-nilai itulah yang kemudian kita maknai sebagai energi untuk membangun kembali jati diri bangsa ini. dihormati dan diperlakukan secara adil. Pancasila dan UUD 1945 sudah final dan tidak boleh lagi diganggu gugat sebagai landasan dan falsafah yang mengatur dan mengikat kehidupan berbangsa dan bernegara. baik dari segi suku. khususnya RUU Partai Politik (Parpol). Sebetulnya. Generasi baru tidak akan memiliki rasa percaya diri dan kebanggaan atas bangsa ini tanpa mengenali sesungguhnya sejarah kehidupannya. harus tunduk dan taat pada Pancasila. kita patut bertanya. Akan tetapi. Pancasila adalah dasar negara. Kita tidak lagi kembali ke belakang. Keberbedaan. Pancasila adalah asal tunggal dan menjadi sumber dari segala sumber hukum yang mengatur masyarakat Indonesia. bagaimana eksistensi budaya nasional yang bertumpu pada nilai-nilai budaya yang masih hidup dan dihayati oleh masyarakat dikembangkan dan dimanifestasikan dalam praxis kehidupan di masyarakat. Di tengah terpaan pengaruh kekuatan global. Bangsa ini bisa berdiri tegak. Hal ini penting khususnya bagi generasi muda bangsa ini. adalah bagaimana menata agar parpol lebih aspiratif terhadap keberadaan rakyat serta peranannya dalam konsolidasi demokrasi kita. apa gerangan yang terjadi dengan perubahan politik kita sehingga Pancasila tidak layak lagi dijadikan sebagai asas dari seluruh perikehidupan berbangsa dan bernegara. Tetapi lebih dijadikan sebagai potensi untuk memperkaya khasanah demokrasi.keberagaman. Belakangan ini. warna kulit bukan untuk dieksploitasi untuk kepentingan sesaat. maka perdebatan itu tidak perlu lagi terjadi. apalagi yang sifatnya individual. Ideologi Pancasila dan UUD 1945 tidak perlu lagi diperdebatkan lagi. Dia hanya perlu dihargai. keberagaman tidak perlu dihilangkan. Maka yang seharusnya diperdebatkan dengan cerdas dalam pembahasan Rancangan UndangUndang (RUU) paket politik. Keberagaman menjadi jati diri kita sebagai sebuah bangsa. Kemudian. bangsa ini adalah bangsa yang pluralistik. agama. Bahkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila tersebut adalah hasil dari penggalian karakter dan budaya masyarakat Indonesia. . termasuk kehidupan berpolitik? Adakah sesuatu yang berubah dengan sejarah kita? Sejarah kesaktian Pancasila adalah sejarah yang sangat berharga. terjadi perdebatan tentang penempatan Pancasila sebagai satu-satunya asas dalam pendirian partai. Tidak ada yang lain. beberapa waktu yang lalu khususnya ketika menjelang Pilkada di beberapa daerah. hanya jika mau kembali menghidupkan dan sekaligus mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila itu sendiri. Itu sudah menjadi kesepakatan masyarakat Indonesia ketika negara ini didirikan. Pancasila pun terbukti sangat ampuh sebagai pedoman kehidupan bersama. Singkatnya. keberagaman terkoyak-koyak oleh karena kepentingan politik sesaat.

dan kemenangan Soeharto dianggap membuktikan. PPKI. juga tercabut. termasuk tokoh-tokoh Islamis. G30S merupakan kekuatan anti-Pancasila. berhadapan dengan intoleransi dan . tidak berarti nilai dan fungsinya hilang. di mana semua warga sama kedudukannya. Hakikat Pancasila sebagai landasan persatuan bangsa Indonesia menjadi jelas pada 18 Agustus 1945. dengan mengabaikan perintah Presiden Soekarno (yang ditampung incommunicado oleh G30S) menumpas kekuatan G30S. Pancasila adalah jaminan atas kemungkinan balkanisasi Indonesia. sepakat menghapus tujuh kata yang mewajibkan syariat Islam kepada para pemeluk agama Islam. sama-sama memiliki kewajiban-kewajiban dan hak-hak dasar sebagai warga negara dan sebagai manusia. Malah tujuh tahun sesudah Orde Baru jatuh. Namun pada malam yang sama. Cabutlah Pancasila. Jadi. kemajemukan masyarakat Nusantara. tanpa diskriminasi. dan memaklumkan Dewan Revolusi sebagai penguasa tertinggi di Indonesia. dasar kesepakatan ratusan etnik dan suku di Nusantara untuk membentuk Indonesia.SAKTIKAH PANCASILA Oleh: SAKTIKAH PANCASILA Oleh: Franz Magnis-Suseno (Guru Besar Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara Jakarta) Selama Orde Baru. Kini orang jarang membicarakan Pancasila. Secara khusus Pancasila dipakai sebagai alat untuk membungkamkan segala tuntutan demokratisasi dan celaan terhadap pemerkosaan hak-hak asasi manusia.Mengapa kejadian-kejadian ini dianggap membutkikan kesaktian Pancasila? Menurut Orde Baru. Demikian menurut wacana Orde Baru. sama kewajiban. Namun. Mengapa? Pada tanggal 1 Oktober 1965 pagi-pagi Gerakan 30 September (G30S. Sejarah perumusan dan pengesahan Pancasila ini menunjukkan. nama yang dipilih mereka sendiri) menculik dan membunuh enam jenderal Angkatan Darat. tanpa membedakan antara mayoritas dan minoritas. Panglima Kostrad Mayjen Soeharto. Pancasila tak lain adalah kesepakatan rakyat Indonesia untuk membangun sebuah negara. tanpa membedakan antara warga negara kelas satu dan kelas dua. tanpa membedakan agama. Selama puluhan tahun. Atas desakan Hatta. tanggal 1 Oktober dirayakan sebagai Hari Kesaktian Pancasila. setiap usaha untuk mendongkel Pancasila pasti gagal. semua warga masyarakat punya kedudukan sama. Perlu diingat untuk apa Pancasila dicetuskan. Pancasila dicetuskan pertama kali oleh Soekarno untuk memecahkan konflik antara anggota BPUPKI yang mau mendasarkan Republik Indonesia atas nasionalisme sekuler dan mereka yang mau mendasarkannya pada agama Islam. dan sama haknya. Sekarang kesepakatan dasar itu perlu ditegaskan kembali. mau dan bisa membentuk satu bangsa Indonesia dalam satu negara Indonesia. Keseganan ini dapat dimengerti. Bahwa Pancasila disalahgunakan. Kapten Tendean. penegasan kembali Pancasila semakin mendesak. demi persatuan Indonesia. Pancasila tidak boleh kita diamkan. Penegasan kembali Hanya atas dasar Pancasila yang menjamin identitas semua komponen bangsa. Pancasila disalahgunakan guna membenarkan sistem Orde Baru yang kini dicela. Seakan-akan kita malu atau segan.

eksklusivisme yang makin tidak malu menunjukkan kepalanya. Sulawesi Utara. kesaktian Pancasila tergantung dari kita. dan sering menyiksa jutaan orang. persoalan perda-perda ini dijadikan fokus pembahasan. Bagi sebagian orang. Dimulai dengan petisi yang disampaikan 56 anggota DPR yang meminta pemerintah mencabut perda. Jelas. Implikasi Pancasila adalah negara dan kehidupan bangsa Indonesia harus ditata secara inklusif. salah satu kebiadaban terbesar di bagian kedua abad ke-20. Demikian juga beberapa kota seperti Cianjur. Tidak mudah memperoleh jawaban bagi sebuah negeri yang .Sesungguhnya persoalan syariat Islam bukanlah sesuatu yang baru di dalam sejarah republik ini. Itu semata-mata karena orientasi politik mereka. Tanggal 1 Oktober 1965 lebih tepat disebut Hari Pengkhiatan Pancasila. yang mencuri hak warga. Papua. Dalam majalah Gatra 6 Mei 2006. Tetapi bagi yang lainnya. yang menahan puluhan ribu orang lebih dari 10 tahun lamanya. Belum lagi petisi ini ditanggapi. Ia sudah dimulai ketika negara ini didirikan. oleh Andreas A Yewangoe Menarik juga apabila kita menyimak berbagai polemik tentang perda-perda dalam bulan-bulan terakhir ini. dan Wajo di Sulawesi Selatan. padahal banyak yang tidak terbukti. Gowa. atau membiarkan dibunuh. di atas dasar manakah republik ini didirikan. menurut Gatra. yang menangkap. Setidaknya di daerah-daerah yang penduduknya tidak terlalu lazim dengan halhal bernuansa Islam. Dan jelas juga Indonesia hanya akan menghindar dari nasib seperti Yugoslavia. Setiap kelompok dapat hidup menurut cita-citanya. Pancasila menuntut kesediaan rakyat Indonesia untuk saling menerima dalam kekhasan masingmasing.perda yang ditengarai bertentangan dengan UUD 1945 dan Pancasila. dan seterusnya. Rasanya kita semua tahu bagaimana mendasarnya diskusi-diskusi. semuanya pasti membatalkan kesepakatan Pancasila dan tekad untuk membentuk satu negara dan satu bangsa Indonesia. ada yang mengancam untuk melepaskan diri dari NKRI. Pancasila hanya sesakti tekad dan kesetiaan mereka yang komit padanya. Saktikah Pancasila? Tanggal 1 Oktober 1965 dan buntutnya membuktikan. Pamekasan. telah ada lagi kontra-petisi dari 134 anggota DPR lainnya yang justru meminta supaya tidak dengan mudah mencabut perdaperda seperti itu. Hal serupa juga ditemukan di Banten dan Riau.telah dijawab dengan berbagai pandangan-pandangan.seperti Kabupaten Bulukumba. ratusan ribu saudara dan saudari sebangsa. keberadaan perda ini disambut gembira.seperti NTT. dengan dalih mereka terlibat PKI/G30S. mencemaskan. entah dia mayoritas atau minoritas. Digambarkan berbagai kegairahan yang terdapat di daerah-daerah yang mau atau bahkan sudah menerapkan syariat Islam. dan Dompu. dan sering juga hak miliknya. Bahkan. Mataram. Kedua oleh mereka yang kemudian membunuh. Adanya perda-perda itu dilihat sebagai kebutuhan dari daerah yang menetapkannya. tetapi setiap usaha untuk memaksakan citacita salah satu kelompok. Pertama oleh mereka yang melakukan makar dan secara brutal membunuh sembilan perwira tinggi Angkatan Darat. bahkan perdebatan-perdebatan di dalam Panitia Persiapan Kemerdekaan ketika kemerdekaan negeri kita dicanangkan. Tasikmalaya. apabila kita kembali secara nyata pada komitmen yang terungkap dalam Pancasila. Pertanyaan mendasar.

sifat negara kebangsaan di. Mereka mencium adanya perlakuan "diskriminatif" kepada sebagian bangsa Indonesia dengan menerapkan hukum secara khusus itu. Sementara itu. Rupanya dalam perjalanan sejarah bersama itu. Penataran P4 digiatkan. Piagam itulah. Pancasila dianggap tidak bisa lagi dipergunakan di dalam mengelola negara dan bangsa. Bahkan untuk menyebutkannya saja orang menjadi segan. Termasuk pejabat-pejabat pemerintah. untuk mudahnya sebut saja "Islam" dan "kebangsaan" masing. perda-perda itu dinilai sebagai solusi menyelesaikan berbagai kemelut bangsa. Kendati penyusunanperda-perda itu terkesan praktis. "Lahirnya Pancasila" memberikan solusi. berbeda tetapi satu jua adanya.dimah UUD dari negara yang bakal didirikan. Panitia merumuskan naskah yang terkenal sebagai "Piagam Djakarta". Hal itu membuka peluang bagi Bung Karno sebagai Kepala Negara mengeluarkan Dekrit Presiden yang terkenal itu. Sidang Konstituante. Para pendiri negara pada waktu itu sungguh-sungguh berjiwa negarawan dan mempunyai visi jauh ke depan tentang persatuan dan kesatuan bangsa. Tetapi bersama dengan itu diperkenalkan pula sistem "Demokrasi Terpimpin" yang membuka jalan bagi kecenderungan kediktatoran Bung Karno. yang merupakan hasil pilihan rakyat dalam Pemilu 1955 tidak berhasil merumuskan dasar negara. apakah memang perlu kita mempertanyakan hal-hal yang bersifat ideologis pada saat ini? Atau.masing mempunyai cita-cita mendirikan negara ini di atas dasar yang menurut mereka sangat pas dengan kenyata.ketidaksejahteraan dan ketidakadilan yang meluas di tengah-tengah masyarakat kita? . Ketika era reformasi tiba meruntuhkan Orde Baru. yaitu untuk menjawab kepentingan-kepentingan tertentu di daerah.masyarakatnya sangat majemuk ditinjau dari berbagai segi: suku. Dinamika sejarah kita begitu bergeloranya. etnis. di mana dirumuskan secara jelas "dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi para pemeluknya" diharapkan menjadi Muka. ketimbang sebuah Weltanschauung yang mengayomi. Dua aliran besar pada waktu itu. Tetapi. UU Otonomi Daerah ikut mendorong timbulnya perda-perda yang dinilai tidak selalu sejalan dengan Pancasila dan Konstitusi. namun di belakangnya terkandung hal-hal yang bersifat ideologis. Pandangan beliau diambil-alih oleh "Panitia Sembilan" dengan "modifikasi" seperlunya. Solusi Bung Karno Tetapi Bung Karno. Pancasila telah menjadi alat kekuasaan dari sebuah rezim. agama. dan golongan. ras. tidakkah lebih produktif apabila kita mengarahkan seluruh perhatian kita kepada penyelesaian persoalanpersoalan konkret bangsa seperti kemiskinan.an bangsa kita pada waktu itu.tegaskan. Di beberapa daerah. pergumulan kita belum selesai dengan perumusan yang ada. Pancasila pun ikut terdorong ke belakang. justru anak kalimat itulah yang dicoret pada tanggal 18 Agustus 1945 setelah adanya keberatan dari wakil-wakil Indonesia Timur. sehingga dasar negara tetap menjadi persoalan. Persoalan Konkret Perkembangan-perkembangan ini membawa kita kepada pertanyaan lanjutan. melalui pidatonya yang terkenal. Orde Baru muncul sebagai "koreksi" terhadap Orde Lama. Maka terwujudlah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang bhinneka tunggal ika. maka Pancasila diproklamasikan sebagai asas tunggal. Sekali lagi. Trauma terhadap kemungkinan keterjebakan dalam diskusi tentang ideologi yang tidak habis-habisnya.

Tetapi kita didorong untuk mengisinya dengan berbagai kegiatan yang mencerminkan nilai-nilai yang terdapat di dalamnya. seperti NU misalnya telah menegaskan bahwa bagi mereka Pancasila telah definitif. Hidayat Nur Wahid benar ketika ia mengatakan bahwa sebelum Indonesia menjadi republik. Maka. Keindonesiaan mesti tertanam di dalam hati sanubari setiap anak bangsa yang berbeda-beda ini sebagai miliknya sendiri. kita akan gagal menjadi bangsa. kita mesti konsisten melaksanakan prinsip ini. Lalu. Pada waktu lalu Pancasila sudah dinyatakan sebagai sumber dari segala sumber hukum. sejarawan LIPI. Ia terdiri dari sekumpulan orang dengan derajat kemajemukan yang tinggi. Kalau tidak. untuk merumuskan kembali Pancasila sebagai dasar negara berdasarkan pidato yang Soekarno. namun ingin bersatu menyelesaikan berbagai persoalan bersama. Kalau kita benar-benar mau merevitalisasikannya. Menurut Asvi Warman Adam. pelurusan sejarah pun menyelip lewat buku sastra.Berbagai ormas Islam. dan menjadikan dokumen itu sebagai teks untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. yang dinamakannya Pancasila. itu dilakukan untuk menghilangkan peluang bagi pendukung Soekarno tampil di kancah politik nasional. Penulis adalah Ketua Umum PGI DICARI BUKU PANCASILA YANG BENER ADA ungkapan. tidak perlu lagi kita mempersoalkannya.kerajaan Islam itu bukan Indonesia sebagaimana yang dicita-citakan para pendiri bangsa. rekayasa sejarah lahirnya Pancasila. yang diketuai Soekarno. Dalam rangka perayaan itu istilah revitalisasi Pancasila dipakai secara luas. Pidato tersebut disampaikan di depan anggota Dokuritsu Zyunbi Tyoosakai (BPUPKI-Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia). terkait soal klaim bahwa yang pertama kali mengusulkannya adalah Muhammad Yamin. Tetapi revitalisasi dengan hanya mengucapkannya saja tidak cukup. ternyata sudah ada juga di pasaran. Nilai agama pun sesungguhnya tercermin di dalam Pancasila.kerajaan Islam. Inilah keindonesiaan itu. Namun. sejarah adalah milik para pemenang. Kopkamtib melarang peringatan lahirnya Pancasila. Begitu pula terhadap lahirnya Pancasila. sejak 1 Juni 1970. Keberadaan Pancasila pernah menjadi polemik. negeri-negeri ini terdiri dari kerajaan. Selain memberi legitimasi historis kepada Soeharto. >Pada 1 Juni 1945. Bahkan. berlangsung sejak awal Orde Baru untuk mengecilkan jasa Soekarno dan melebih-lebihkan peran Soeharto. Tetapi kerajaan. Soekarno berkesempatan menyampaikan gagasannya tentang dasar negara Indonesia Merdeka. Hanya dengan demikianlah kita bisa maju terus ke depan. kerja keras dari semua anak bangsa diminta sebagai wujud nilai-nilai Pancasila di dalam kehidupan sehari-hari. Inilah yang mesti terus-menerus dibina. Namun. Indonesia adalah sebuah novum di dalam sejarah. Selanjutnya BPUPKI membentuk Panitia Sembilan. bukan Soekarno. Kontroversi lahirnya Pancasila pun dimulai dengan terbitnya buku Nugroho Notosusanto berjudul "Naskah . Pilihan kata ini secara implisit mengindikasikan bahwa selama ini memang Pancasila telah mati suri. Beberapa waktu lalu kita merayakan Hari Lahir Pancasila. Ini berarti. setiap tanggal 1 Juni pun diperingati sebagai hari lahir Pancasila. ada tudingan masuk kategori sebagai manipulasi penguasa. Kita mesti sungguh-sungguh mengonkretkannya di dalam kehidupan sehari-hari. Termasuk juga di dalam menghasilkan berbagai produk hukum. pada 1 Juni 1945. buku-buku sejarah yang berbeda dengan versi pemerintah.

Maka. Beberapa saat setelah "Pancasila" pada 1 Juni 1945. dan tanggapan mereka terhadap "dunia" bangsa-bangsa asing yang berpapasan dengan mereka dalam lalu-lintas pergaulan internasional. "lahirlah" apa yang kemudian disebut "Pancasila" sebagai manifesti hak keberadaan. kata Asvi." katanya. tentu tidak fair. Tentang Kelahiran Pancasila Sakti [Rakyat Merdeka. "Kalau memang jasa itu benar. yang mampu mempersatukan semua suku dengan sub-kultur masing-masing. yang banyak menulis tentang pelurusan sejarah ini. kultur mereka." kata Asvi. Asvi. yang diajarkan di sekolah adalah versi pemerintah. Asvi pun menyoroti upaya-upaya pelurusan sejarah melalui buku sastra. oleh para hadirin dalam apa yang disebut sebagai "Badan Persiapan Kemerdekaan Indonesia" (Dokuritsu Zunbi Chasakai). ya jangan. rumusan Pancasila yang otentik adalah rumusan 18 Agustus 1945. Soekarno sebagai penggali Pancasila. Panitia Lima yang diketuai Hatta juga mengakui Soekarno yang pertama berpidato tentang Pancasila. 2 Juni 1999] Suku-suku primitif dimana-mana di permukaan planet. kata Asvi. Sejarah tidak ditulis dengan benar dan itu berlangsung selama puluhan tahun. diterima secara aklamasi sebagai dasar falsafah negara. tidak terkecuali suku-suku yang hidup di wilayah Nusantara. dan sebagaimana termaktub dalam UUD 1945 (18 Agustus 1945). yang disampaikan Muh. mengatakan bahwa hal tersebut bukan dimaksudkan untuk pengultusan seseorang. dalam bahasa Inggris juga disebut sebagai worldview. 1971). Departemen Pertahanan-Keamanan. "Itu kan membodohi bangsa. yang tidak memiliki Weltanschauung dan dengan demikian juga tidak memiliki jati diri. sesuai dengan tingkat peradaban mereka. Mengecilkan jasa seseorang. dan oleh tuntutan sejarah harus dibuang ke keranjang sampah. Menurut Nugroho. maka bagi suku-suku di Nusantara secara mutlak diperlukan suatu Weltanschauung. maka . berdasarkan hasil kerja Tim Sembilan yang dikenal sebagai Piagam Jakarta (22 Juni 1945). Hal ini diketahui dengan jelas oleh tidak saja para founding fathers Republik 17 Agustus 1945 yang telah tiada. Muh. Dijelaskan Asvi. Ketika oleh bangsa Indonesia disadari bahwa penjajahan kolonial tidak lagi cocok dengan rasa peri-keadilan dan peri-kemanusiaan. akan tetapi juga para pakar antropologi budaya yang tidak segan-segan mendalami disiplin mereka dan tidak menolak premis-premis dan spekulasi pakar-pakar lain. yang tidak kalah mutunya dengan bangsa-bangsa maju. Masalahnya kemudian. silahkan ditulis. pada 18 Agustus 1945. menurut antropolog tenar Margaret Mead." katanya. Maka pada 1 Juni 1945. guru dan murid jadi bingung. Kalau tidak. yaitu raison d'etre suatu bangsa yang ratusan tahun dijajah. seperti katakan saja Declaration of Independence atau "Manifesto Komunis" sekali pun. Yamin sendiri dalam bukunya mengakui. "Itu sangat menarik. Yaitu. memiliki pandangan hidup masing-masing. karena Pancasila yang termasuk dalam pembukaan UUD 1945 itu dilahirkan secara sah. Soekarno (1 Juni 1945)." kata Asvi. Dalam buku itu.Proklamasi jang otentik dan Rumusan Pantjasila jang otentik" (Pusat Sejarah ABRI. Yamin (29 Mei 1945). Sekarang ini standar buku pun belum berubah. seperti berbagai novel yang kini mulai banyak beredar. "Tapi. saat ini sudah ada juga buku-buku yang berbeda dengan versi pemerintah. yakni berlandaskan proklamasi. cara hidup dan cara mereka survive. Nugroho mengatakan bahwa ada empat rumusan Pancasila.

yakni mengikuti gagasan Letnan Gubernur Jenderal JH van Mook untuk menjadi negara federal. apa kira-kira jadinya Republik kita ini. Sudah jelas bahwa suatu negara federal semacam buatan JH van Mook dengan Luitenat Generaal Simon H Spoor atau penggantinya Luitenant Generaal Buurman van Vreeden yang menjadi panglima Tentara Federal Republik Indonesia Serikat. yaitu kehidupan demokratik bagi rakyat. untuk bersamasama. kestabilan keamanan yang bisa mengayomi seluruh warganegara republik kita. dan yang berhak penuh untuk menentukan nasib bangsa Indonesia di kemudian hari. jika mereka di kemudian hari tidak mau berkeping-keping dan musnah oleh benturan-benturan yang dihadirkan sejarah. oleh perumusan Ir. dan semua masalah yang tempo hari gelap gulita sudah mulai mmenunjukkan tanda-tanda terang.sebab searah dengan neo-kolonialisme dan tidak sesuai dengan peri-keadilan dan peri-kemanusiaan?. untuk tidak saja melakukan de-soekarnoisasi serta membasmi semangat kebangsaan dan patriotik dari bumi Nusantara. yaitu 54 tahun setelah Pancasila lahir. Bangsa kita sedang melalui masa transisi. dengan berusaha meninggalkan masa panjang yang kelam selama lebih dari tiga puluh tahun. kemajuan ekonomi yang bisa dinikmati oleh sebagian terbesar bangsa kita. . menuju ke arah yang menjadi idaman kita bersama. Kini. termasuk membalikkan arah perjalanan sejarah bangsa. dengan dalih "komunis. kita dihadapkan kepada persoalan baru sejarah.tidak kurang dari enamratus suku di Nusantara mulai sadar bahwa mereka dipersatukan dalam kesamaan nasib. mencoba merenungkan gejala-gejala berbahaya yang akhir-akhir ini muncul di tanah-air kita. dan subversi lain-lain". dengan melenyapkan Soehartoisme . Pada hari ini. menggantikan UUD 1945 (atau memulai babak baru sejarah. "BHINNEKA TUNGGAL IKA" KITA MENGHADAPI BAHAYA ! (Oleh : A. Sebab apa? Rakyatlah pemilik sah bumi Nusantara. penderitaan serta "kodrat" bahwa mau tidak mau mereka harus bersatu dan menjadikan bangsa Indonesia suatu nasion yang homogen. setelah Soeharto lengser keprabon. Islam fundamentalis. ketika itu. Moh Yamin) maka kita boleh mempertanyakan kepada diri kita sendiri. dan bangsa Indonesia akan tetap menjadi bangsa "inlander" yang harus takluk kepada "Mahkota Kerajaan Belanda". etapi. mengganti Pancasila dengan Weltanschauung lain. Soekarno (yang sehari sebelumnya disinggung pula oleh Mr. serta-merta mendudukkan Jenderal TNI Soeharto sebagai pengganti Soekarno. semangat kolonial Belanda dibantu oleh kekuatan-kekuatan reaksioner dari kapitalisme internasional berhasil gemilang untuk menyingkirkan Soekarno dari gelanggang politik di Indonesia. Kesemuanya terserah kepada rakyat Indonesia. Umar Said) Tulisan ini adalah sekedar _urun rembug_ dan sekaligus juga merupakan ajakan. seandainya tidak ada Pancasila dan tidak ada UUD 1945.

antara berbagai golongan dalam masyarakat (mohon catat : jadi. Kita menyaksikan bahwa mereka yang tadinya pernah tertipu oleh indoktrinasi rezim militer. atas nama bangsa. tetapi juga di kalangan birokrasi (pemerintahan). kabupaten. sekarang ini. jumlah mereka yang begitu itu cukup banyak. lebih dari separoh umur republik kita! Hiruk-pikuk akrobasi politik yang sedang digelar oleh para reformis gadungan dan pendukungpendukung gelap Orde Baru di DPR. Gejala yang paling menyolok adalah yang berikut ini : _kultur_ Orde Baru_ yang masih berakar kuat dalam fikiran banyak orang.. bahwa kekuatan Orde Baru masih cukup kuat. maka penting sekali bagi kita semua untuk tidak kesasar dalam membaca situasi yang semrawut seperti sekarang ini. terutama !) di tingkat propinsi. dalam berbagai bentuk pula . artinya. pincang. mereka tidak diam. yang menjadi tuntutan angkatan muda sebelum dan sesudah jatuhnya Suharto dalam tahun 1998. atau dikucilkan. Darmawanita dll. Karena itu. Dan gejalanya bukan hanya tercermin pada masih megahnya kantor-kantor Golkar. Pada intinya. Nalarnya begini: Suharto dkk (sekali lagi baca : pimpinan TNIAD. jelaslah bahwa kita harus mencampakkan ilusi bahwa sesudah Suharto dkk tumbang. kiranya dapat dilihat dengan kaca-mata yang demikian itu.perjuangan yang sengit antara kekuatan pro-rakyat atau pro-reformasi berhadapan dengan sisa-sisa kekuasaan politik Orde Baru. bahwa sisa-sisa kekuatan . Golkar. dari pengamatan perkembangan situasi akhir-akhir ini. Dan. Kekuatan Orde Baru ini bukan hanya terdapat di kalangan militer (terutama TNI-AD). tetapi juga (dan bahkan. dan. karena menyadari betapa jahatnya sistem politik yang lama. yang anggota keluarga mereka dibunuhi. selama puluhan tahun) menghadapi kekuatan laten pendukungpendukung Suharto dkk. tokoh-tokoh berbagai partai politik dan kalangan agama. Artinya. dan sebagian kalangan Islam) telah mengangkangi sambil sekaligus mengobrakabrik tatanan negara kita selama lebih dari 32 tahun. dengan amat sedih _ dan perasaan was-was _ banyak di antara kita dewasa ini menyaksikan bahwa harapan akan datangnya perbaikan di berbagai bidang itu masih jauh. terutama di kalangan _elite_. yang sampai sekarang masih_ bersemarak_ di seluruh Indonesia. PERJUANGAN INI AKAN PANJANG Mengingat itu semua. Artinya. bukan hanya mereka yang pro-PKI atau pro-Bung Karno saja. atas nama tegaknya hukum atau keadilan. Dan. Ini bisa kita saksikan dalam ucapan dan tingkah laku politik sebagian besar anggota DPR. bahkan kecamatan. Ketika berseliweran berbagai perbenturan kepentingan yang mengatasnamakan kepentingan rakyat. di ufuk sana! Ternyata. banyak orang mendapat kesan bahwa reformasi. Seperti yang bisa kita baca dalam media pers setiap hari. dan bukan pula pada masih banyaknya papan-papan nama Korpri. maka tugas kita bersama untuk memperbaiki kerusakan-kerusakan besar yang telah dibuat rezim Orde Baru akan bisa berjalan mulus dan cepat. MPR dan oleh berbagai tokoh masyarakat dewasa ini. dipersekusi.Tetapi. (dan ini kelihatan jelas sekali di banyak bidang). dan bukan hanya di Jakarta saja. bahkan sudah macet. atas nama agama atau Tuhan. tidak boleh diremehkan atau dianggap enteng saja. MPR. berjalan lambat. dalam menghadapi berbagai masalah gawat dan pelik yang dihadapi oleh bangsa kita dewasa ini. sekarang juga ikut dalam perjuangan. seyogyanyalah kita menanamkan persiapan mental : perjuangan ini akan makan waktu panjang! Sebab. sedang berkecamuk _ baik secara terbuka maupun tertutup.

yang berikut : . Tetapi. Tantangannya berat. dan makin menambah banyaknya kekisruhan yang sudah bertumpuk-tumpuk sebagai warisan zaman gelap itu. seperti yang sudah-sudah selama kekuasaan rezim militer Suharto dkk. berarti kemunduran ke belakang yang panjang bagi rakyat yang mendambakan perobahan-perobahan mendasar. atau merusak jiwa besar yang terkandung dalam Bhineka Tunggal Ika. Pedoman besar bangsa kita Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika akan. Sedikit kemajuan kehidupan demokrasi (kemerdekaan pers dan kebebasan berpolitik). atau _pengayoman_ atau _restu_ sang Bhineka Tunggal Ika. maka makin jelas pulalah keagungannya. Itu semua dengan tujuan untuk menggulingkan Gus Dur. kita juga bisa mengamati bahwa lambang negara dan bangsa yang agung itu hanyalah dijadikan pajangan saja. Demi kelanjutan reformasi. Karena itu. adalah kewajiban kita bersama untuk waspada dan siap-siap untuk menghadapi adanya _arus balik _. bahaya restorasi Orde Baru (dalam kemasan baru tetapi dengan isi yang itu-itu juga) adalah nyata. Pengalaman di masa-gelap yang lalu membuktikan bahwa pembodohan politik (dan perusakan moral!) yang dijalankan secara besar-besaran oleh kekuasaan yang lama itu telah membikin banyak orang lupa . dalam bentuknya yang bagaimanapun.Orde Baru masih kuat. Cukuplah sudah kiranya bangsa kita mengalami malapetaka yang bernama Orde Baru!. Jadi. PERSATUAN DALAM KERAGAMAN Seperti yang kita fahami atau hayati. kesatuan dalam keragaman. Sebab. Dalam bahasa yang polos.tentang kebesaran arti kedua pedoman besar kita itu. Dengan menyimak lebih lanjut masalah-masalah yang berkaitan dengan lambang negara kita itu.atau bahkan tidak mengerti . seperti kita saksikan di mana-mana. Penderitaan yang berkepanjangan akan bisa terulang lagi. dan risikonya juga besar. justru begitu banyak politik atau _kebijakan_ Orde Baru telah terang-terangan di bikin dalam ruanganruangan yang dihiasi oleh Bhineka Tunggal Ika. baik yang pemerintah atau pun swasta. akan dikentuti saja oleh para penguasa baru. akan bisa lepas. Sebab. Wawasan agung inilah yang telah ditegakkan oleh para pejuang kemerdekaan dan para pembangun bangsa Indonesia dalam tahun 20-an. dan merebut kembali kekuasaan politik. Orde Baru telah mengkhianati. Penjelasannya adalah. tetapi juga menyakitkan hati. kalau bahaya restorasi Orde Baru ini tidak kita cegah bersama-sama. yang tidak mempunyai arti apa-apa. Edisi kedua Orde Baru. antara lain. atau melecehkan. Memang. Terulangnya. yang sudah direbut oleh rakyat akhir-akhir ini. begitu banyak politik Orba yang ternyata terang-terangan bertentangan dengan jiwa atau isi yang dikandung dalam Bhineka Tunggal Ika. walaupun dengan bentuk baru. Dan ini merupakan kejahatan ganda. lambang Bhineka Tunggal Ika banyak dipasang di kantor-kantor atau gedung-gedung. Seolah-olah. segala kejahatan Orde Baru telah di buat dengan _kesaksian_. sekali lagi. akan makin membikin negara lebih porak-poranda lagi. seluruh kekuatan pro-rakyat dan pro-demokrasi perlu memobilisasi diri untuk mencegah kelahiran Orde Baru edisi kedua. Bhineka Tunggal Ika mengandung pesan : berbeda-beda tetapi satu. Kenyataan ini bukan saja memprihatinkan. dan juga mampu membikin onar politik. bersatu dalam perbedaan.

atau akan mau. Jadi. umpamanya : berbagai gejolak di daerah-daerah yang menginginkan kemerdekaan. sekali lagi. dan yang menggunakan sekitar 580 bahasa dan dialek. yang mengikrarkan : _satu bangsa. pertentangan antar-suku dan antar-agama. adat-istiadat. seluruh kekuatan proreformasi dan pro-demokrasi perlu mengatur barisan dan mempersatuan kekuatan untuk melawannya. melaksanakan reformasi secara tuntas dan sungguh-sungguh. Terhadap ungkapan orang yang semacam ini patutlah kiranya dijawab bahwa persatuan bangsa atau kesatuan negara selama itu adalah sebenarnya semu.. TNI-AD) yang merusak Bhineka Tunggal Ika. Reformasi yang sungguh-sungguh tidak mungkin dilakukan oleh para reformis gadungan yang bersekongkol dengan kekuatan-keuatan gelap Orde Baru. betapapun merdunya nyanyian yang mereka dendangkan. adalah omong kosong besar kalau para reformis gadungan akan bisa. untuk menggulingkan Gus Dur. Karenanya. suku dan agama. reformis gadungan ini . Dari sejarah kita mengetahui bahwa gerakan politik rakyat untuk melawan kolonialisme Belanda. 6% agama Protestan.Penduduk Republik Indonesia berjumlah sekitar 210 juta orang. Di antara penduduk yang begitu besar itu (ke-4 di dunia) kira-kira 87% memeluk agama Islam. kekuasaan militerlah (dalam hal ini. 3% agama Katolik. praktek. Persatuan yang sungguh-sungguh (artinya. dan aliran politik dalam semangat Sumpah Pemuda dalam tahun 1928. dan berbagai aspek lainnya. telah mempersatukan atau menyatukan berbagai golongan. kekuatan-kekuatan gelap Orde Baru beserta reformis gadungan sedang berusaha untuk tampil lagi di panggung kekuasaan politik. dari London sampai pegunungan Ural. Mereka sedang melakukan berbagai kegiatan (baik terbuka maupun tertutup) untuk menimbulkan berbagai keruwetan politik dan keonaran. mental atau _kultur_ Orde Baru. Dan dari sudut pandang itu pulalah kita bisa mengukur betapa besar kerusakan yang telah disebabkan oleh rezim militer Orde Baru. Sebab. agama (atau kepercayaan). dan di dasarkan pada ancaman ujung bayonet. Reformasi berarti talak-tiga dengan fikiran. bukan semu) tidak mungkin dibangun oleh suatu diktatur militer. Menghadapi bahaya ini. tuntutan otonomi yang lebih luas (catatan : tuntutan ini adil!). ketidak-percayaan kepada Pemerintah Pusat. dan selebihnya memeluk berbagai kepercayaan. Ketika membaca bagian di atas. 2% agama Hindu. Akibat kesalahan-kesalahan politik itulah yang sekarang sedang kita warisi dewasa ini. yang merupakan produk perjuangan yang begitu panjang oleh para perintis kemerdekaan dan pejuang pembebasan nasional. Mereka menghuni 6000 pulau dari seluruh jumlah kepulauan sebesar 17 508 pulau. dan pada intinya. mungkiin ada orang yang menyeletuk bahwa Orde Baru telah bisa berhasil mempersatukan bangsa atau menjaga kesatuan negara kita selama 32 tahun. satu tanah-air dan satu bahasa_. singkatnya. Kalau melihat angka-angka tersebut di atas maka nyatalah bahwa bangsa Indonesia memang terdiri dari beraneka ragam suku. Luas wilayahnya (darat dan laut) dari Sabang ke Merauke bisa menutupi seluruh Eropa. 1% agama Budha. Dan sekarang ini. kebiasaan hidup sehari-hari. yang terdiri dari sekitar 300 suku. Dari sudut pandang inilah kiranya kita bisa menilai betapa besarnya arti lambang Bhineka Tunggal Ika.

Bahkan mungkin lebih berbahaya. sebagai persiapan untuk menghadapi berbagai kemungkinan yang bisa terjadi dalam masa datang. Banyak negeri di dunia melihat pada sosok Gus Dur sebagai seoarang demokrat. agama. Sebab. tidak kecil jumlah orang yang menganggap Gus Dur sebagai pemersatu bangsa. BERJUANG TERUS Tetapi. berbagai bentuk kegiatan aksi aksi untuk membela kepentingan rakyat perlu digelar terus. faktor luarnegeri juga tidak kalah pentingnya. dengan segala cara. Sebab. termasuk yang tidak bisa disangka-sangka terlebih dulu (unexpeted factors. tanpa pandang bulu tentang suku.dan keonaran _ untuk menggulingkan Gus Dur. satu hal sudah jelas : kekuatan pro-reformasi harus menggunakan ruang demokrasi yang terbuka sekarang ini untuk terus mengembangkan kekuatannya. dengan menggunakan berbagai isyu (Buloggate.harus tetap terus dijadikan sasaran serangan besar-besaran yang dilancarkan oleh kekuatan demokrasi dan pro-reformasi. Untuk itu. Pada diri Gus Dur orang bisa melihat cemerlangnya lambang Bhineka Tunggal Ika yang sudah dicoreng-moreng oleh Orde Baru. baik dengan atau tanpa Gus Dur. Gus Dur berada di posisi yang jauh di depan Amien Rais dan sebangsanya. kalau Gus Dur bisa digulingkan. Peta situasi politik di Indonesia masih dinaungi oleh kabut gelap. yang jelas adalah bahwa Gus Dur mendapat simpati yang luas. yang sering terjadi dalam sejarah) akan menentukannya. maka bahaya restorasi Orde Baru mungkin akan bisa menjadi kenyataan. Di dalamnegeri sendiri. dalam kaitan dengan gencarnya serangan-serangan dari kubu anti-Gus Dur (yang pada dasarnya anti-reformasi ). Brunaigate. Dengan kalimat lain. dan kita tidak bisa meramalkan kapan dan bagaimana prahara akan terjadi. DENGAN ATAU TANPA GUS DUR. kalau seandainya Gus Dur bisa digulingkan. perlu menyadari bahwa reformasi harus jalan terus. kasus penggantian Kapolri dll dll). Faktor dalam negeri memang merupakan faktor penting. yang mengayomi minoritas agama atau suku. Dalam hal-hal itu semua. apakah Gus Dur akan bisa mereka gusur? Berbagai faktor. untuk mendongkelnya. maka kekuatan-kekuatan gelap Orde Baru akan mendapat peluang yang besar untuk melanjutkan kejahatan mereka terhadap rakyat dan negara. yang punya toleransi besar antar-agama dan antar-suku. Dengan menggelar berbagai kegiatan . Segala fihak. Namun. Namun. Imbangan kekuatan dalamnegeri (termasuk opini umum) masih akan naik turun. aliran politik. dari dunia internasional. . pada hakekatnya kaum reformis gadungan ini sedang menyatukan diri dengan kepentingan Suharto dkk. tetapi dalam situasi yang sedang dihadapi negeri kita dewasa ini. dan dukungan yang solid. yang sekarang berusaha. yang menghargai hak asasi manusia. mereka ini sama berbahayanya dengan sisa-sisa kekuatan Orde Baru yang masih bersembunyi di mana-mana. Apapun yang akan terjadi. ras. sebab mereka bisa menipu dengan topeng yang molek. berbagai hal sudah bisalah kiranya kita jadikan bahan pertimbangan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->