BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Pengalaman kehilangan dan duka cita adalah hal yang esensial dan normal dalam kehidupan manusia membiarkan pergi melepaskan dan terus melangkah terus terjadi ketika individu menjalani tahap pertumbuhan dan perkembangan normal dengan mengucapkan selamat tinggal kepada tempat orang, impian dan benda-benda yang disayangi. Kehilangan memungkinkan individu berupa dan terus berkembang serta memenuhi potensi diri. Kehilangan dapat direncanakan diharapkan atau terjadi tiba-tiba dan proses berduka yang mengikutinya jarang terjadi dengan nyaman atau menyenangkan. Walaupun tidak nyaman namun kehilangan juga dapat kehilangan kadang-kadang bermanfaat dan menghancurkan individu. Oleh karena itu, memenuhi kebutuhan spiritual individu yang berduka merupakan aspek Asuhan Keperawatan yang sangat penting. Respon emosional dan spiritual klien saling terkait ketika klien menghadapi penderitiaan dengan kesadaran akan kemampuan mengkaji penderitaan klien, perawat dapat meningkatkan rasa sejahtera. Memberi klien kesempatan untuk menceritakan penderitaanya

1.2 Rumusan Masalah 1. Apa pengertian dan pembagian dari kehilangan dan duka cita ? 2. Bagaimana proses pembuatan Asuhan keperawatan Jiwa pada pasien dengan kehilangan dan duka cita ? 1.3 Tujuan Penyusunan 1.3.1 Tujuan Umum Untuk memenuhi tugas mata kuliah Ilmu Keperawatan Jiwa pada semester V, dan diharapkan bagi mahasiswa agar mampu memahami tentang gangguan atas kehilangan dan duka cita dan dapat membuat asuhan keperawatan pada pasien dengan kehilangan dan duka cita.

1 Askep Pada Klien Dengan Kehilangan dan Brduka

1.3.2

Tujuan Khusus

1. Mampu melakukan pengkajian keperawatan pada klien dengan kehilangan dan berduka 2. Mampu menentukan masalah keperawatan pada klien dengan kehilangan dan berduka 3. Mampu merencanakan asuhan keperawatan pada klien dengan kehilangan dan berduka 4. Mampu melaksanakan tindakan sesuai perencanaan keperawatan pada klien dengan kehilangan dan berduka 5. Mampu melakukan evaluasi keperawatan pada klien dengan kehilangan dan berduka

2 Askep Pada Klien Dengan Kehilangan dan Brduka

BAB II PEMBAHASAN

2.1. Konsep Dasar dan Teori 2.1.1. Pengertian Kehilangan (Loss) Menurut Iyus yosep dalam buku keperawatan jiwa 2007, Kehilangan adalah suatu keadaan Individu berpisah dengan sesuatu yang sebelumnya ada, kemudian menjadi tidak ada, baik terjadi sebagian atau keseluruhan. Kehilangan merupakan pengalaman yang pernah dialami oleh setiap individu selama rentang kehidupan, sejak lahir individu sudah mengalami kehilangan dan cenderung akan mengalaminya kembali walaupun dalam bentuk yang berbeda. Berdasarkan penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa kehilangan merupakan suatu keadaan gangguan jiwa yang biasa terjadi pada orang- orang yang menghadapi suatu keadaan yang berubah dari keadaan semula (keadaan yang sebelumya ada menjadi tidak ada). 2.1.2. Pengertian Berduka Cita (Grieving) Grieving adalah reaksi emosional dari kehilangan dan terjadi bersamaan dengan kehilangan baik karena perpisahan, perceraian maupun kematian. Bereavement adalah keadaan berduka yang ditunjukan selama individu melewati rekasi 2.1.3. Bentuk-Bentuk Kehilangan 1. Kehilangan orang yang berarti. 2. Kehilangan kesejahteraan. 3. Kehilangan milik pribadi. 2.1.4. Sifat Kehilangan 1. Tiba ± tiba (Tidak dapat diramalkan) Kehilangan secara tiba-tiba dan tidak diharapkan dapat mengarah pada pemulihan dukacita yang lambat. Kematian karena tindak kekerasan, bunuh diri, pembunuhan atau pelalaian diri akan sulit diterima.

3 Askep Pada Klien Dengan Kehilangan dan Brduka

2. Berangsur ± angsur (Dapat Diramalkan) Penyakit yang sangat menyulitkan, berkepanjangan, dan menyebabkan yang ditinggalkan mengalami keletihan emosional (Rando:1984). 2.1.5. Tipe Kehilangan 1. Actual Loss Kehilangan yang dapat dikenal atau diidentifikasi oleh orang lain, sama dengan individu yang mengalami kehilangan. Contoh : kehilangan anggota badan, uang, pekerjaan, anggota keluarga. 2. Perceived Loss ( Psikologis ) Kehilangan Sesuatu yang dirasakan oleh individu lingkungan yang berharga. 3. Anticipatory Loss Perasaan kehilangan terjadi sebelum kehilangan terjadi. Individu memperlihatkan perilaku kehilangan dan berduka untuk suatu kehilangan yang akan berlangsung. Sering terjadi pada keluarga dengan klien (anggota) menderita sakit terminal. 2.1.6. Lima Kategori Kehilangan 1. Kehilangan objek eksternal. Kehilangan benda eksternal mencakup segala kepemilikan yang telah menjadi usang berpinda tempat, dicuri, atau rusak karena bencana alam. Kedalaman berduka yang dirasakan seseorang terhadap benda yang hilang bergantung pada nilai yang dimiliki orng tersebut terhadap nilai yang dimilikinya, dan kegunaan dari benda tersebut. 2. Kehilangan lingkungan yang telah dikenal Kehilangan yang berkaitan dengan perpisahan dari lingkungan yang telah dikenal mencakup lingkungan yang telah dikenal Selama periode tertentu atau kepindahan secara permanen. Contohnya pindah ke kota baru atau perawatan diruma sakit. 3. Kehilangan orang terdekat Orang terdekat mencakup orangtua, pasangan, anak-anak, saudara sekandung, guru, teman, tetangga, dan rekan kerja. Artis atau atlet terkenal bersangkutan namun tidak dapat dirasakan / dilihat oleh orang lain. Contoh : Kehilanga masa remaja,

4 Askep Pada Klien Dengan Kehilangan dan Brduka

menolak pengobatan . 3) Tidak jarang ia menunjukkan perilaku agresif. 5 Askep Pada Klien Dengan Kehilangan dan Brduka . detak jantung cepat. akan terus menerus mencari informasi tambahan. Orang tersebut tidak hanya mengalami kedukaan akibat kehilangan tetapi juga dapat mengalami perubahan permanen dalam citra tubuh dan konsep diri. ´itu tidak mungkin´. saya tidak percaya bahwa itu terjadi´. Tahapan Proses Kehilangan Dan Berduka Menurut Kubler Ross ( 1969 ) terdapat 5 tahapan proses kehilangan: 1. orang tertentu atau ditujukan kepada dirinya sendiri. 5. dengan mengatakan ³Tidak. 3) Reaksi fisik yang terjadi pada fase pengingkaran adalah letih. mual. lemah. Riset membuktikan bahwa banyak orang menganggap hewan peliharaan sebagai orang terdekat. 2) Bagi individu atau keluarga yang mengalami penyakit terminal. gangguan pernafasan. pucat. 2. menangis gelisah. Kehilangan aspek diri Kehilangan aspek dalam diri dapat mencakup bagian tubuh. Anger ( Marah ) 1) Fase ini dimulai dengan timbulnya kesadaran akan kenyataan terjadinya kehilangan. fungsi fisiologis. 4.7. Denial ( Mengingkari ) 1) Reaksi pertama individu yang mengalami kehilangan adalah syok. tidak tahu harus berbuat apa. Kehilangan hidup Kehilangan dirasakan oleh orang yang menghadapi detik-detik dimana orang tersebut akan meninggal. dan menuduh dokter dan perawat yang tidak becus. diare.mumgkin menjadi orang terdekat bagi orang muda. tidak percaya atau menolak kenyataan bahwa kehilangan itu terjadi. bicara kasar. atau psikologis. 2) Individu menunjukkan perasaan yang meningkat yang sering diproyeksikan kepada orang yang ada di lingkungannya. 2.1. Kehilangan dapat terjadi akibat perpisahan atau kematian.

susah tidur. mengunjungi keluarga dsb. 6 Askep Pada Klien Dengan Kehilangan dan Brduka . 3) Gejala fisik yang sering diperlihatkan adalah menolak makanan. tidak mudah bicara. membuat surat warisan. . 5. Depression ( Bersedih yang mendalam) 1) Klien dihadapkan pada kenyataan bahwa ia akan mati dan hal itu tidak bias di tolak. 2) Menerima kenyataan kehilangan. 3) Klien tampak sering berdoa. muka merah.susah tidur. atau dengan ungkapan yang menyatakan keputusasaan. letih. kadang-kadang bersikap sebagai pasien yang sangat baik dan menurut. 3. klien merasa damai dan tenang. 4. nadi cepat. tangan mengepal. dorongan libido menurun. atau ³Sekarang saya telah siap untuk pergi dengan tenang setelah saya tahu semuanya baik´.4) Respon fisik yang sering terjadi pada fase ini antara lain. berpartisipasi aktif. perasaan tidak berharga. 4) Fase menerima ini biasanya dinyatakan dengan kata-kata seperti ´saya betul-betul menyayangi baju saya yang hilang tapi baju baru saya manis juga´. gelisah. duduk diam dengan satu focus pandang. kadang klien ingin ditemani keluarga / perawat. serta menyiapkan dirinya menerima kematian. 4) Cenderung menyelesaikan urusan yang bersifat pribadi. 2) Individu pada fase ini sering menunjukkan sikap antara lain menarik diri. Bergaining ( Tawar Menawar ) 1) Fase ini merupakan fase tawar menawar dengan memohon kemurahan Tuhan. 2) Respon ini sering dinyatakan dengan kata-kata ´kalau saja kejadian itu bisa ditunda maka saya akan sering berdoa´. 3) Apabila proses berduka ini dialami oleh keluarga maka pernyataannya sebagai berikut sering dijumpai ´kalau yang sakit bukan anak saya´. Acceptance (menerima) 1) Fase ini berkaitan dengan reorganisasi perasaan kehilangan.

Mutual Pretence Klien dan keluarga mengetahui bahwa prognosa penyakit klien adalah penyakit terminal. 2. Recognition ( Pengenalan ) 3. orang tercinta. Repudiation ( Penolakan ) 2.8. bagian tubuh Jatuhnya Adam Air Tenggelamnya Kapal Orang yang berarti Levina Sampah longsor Orang yang berarti Banjir banding Harta benda. menerima dan mengembalikannya pada Allah SWT. orang yang berarti. berserah diri. tetangga yang baik Rumah. bagian tubuh. 7 Askep Pada Klien Dengan Kehilangan dan Brduka . Rumah. kesehatan.1. 3. status. pekerjaan. bagian tubuh.9. pekerjaan. Closed Awareness Klien dan keluarga tidak menyadari akan kemunkinan dan tidak mengerti mengapa klien sakit dan mereka merasa seolah-olah klien bias sembuh. orang yang berarti. Reconciliation (Pemulihan /reorganisasi ) Menurut Stuart and Sunden ( 1991 ) 3 fase : 1. pesawat Orang yang berarti. lingkungan yang baik. 2. lingkungan yang baik. No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Contoh Stressor dan Bentuk Kehilangan di Indonesia Jenis Stressor Gempa dan Tsunami di Aceh Lumpur Lapindo Gempa di Yogjakarta Jenis Kehilangan Rumah.1. orang tercinta. 2. PHK di IPTN Pekerjaan. harga diri Banjir Jakarta Harta benda. namun berupaya untuk tidak menyinggung atau membicarakan hal tersebut secara terbuka. Open Awarenes Klien dan keluarga menyadari dan mengetahui akan adanya kematian dan merasa perlu untuk mendiskusikannya. makna rumah yang lama.Menurut Lambert and Lambert ( 1985 ) 3 fase : 1. Prespektif Agama Terhadap Kehilangan Dilihat dari perpektif agama hal-hal yang harus diperhatikan oleh individu untuk mengatasi kehilangan yang dialaminya adalah sabar. kesehatan.

Kesehatan Jasmani : Individu dengan keadaan fisik sehat. Persepsi yang adekuat tentang kehilangan 2. e. Dukungan yang adekuat ketika berduka akibat kehilangan 3. b. Faktor Genetic : Individu yang dilahirkan dan dibesarkan di dalam keluarga yang mempunyai riwayat depresi akan sulit mengembangkan sikap optimis dalam menghadapi suatu permasalahan termasuk dalam menghadapi perasaan kehilangan.1 Pengkajian Pengkajian meliputi upaya mengamati dan mendengarkan isi duka cita klien: apa yang dipikirkan. d. Struktur Kepribadian Individu dengan konsep yang negatif.2. selalu dibayangi oleh masa depan yang suram. 1991). Pengalaman Kehilangan di Masa Lalu : Kehilangan atau perpisahan dengan orang yang berarti pada masa kana-kanak akan mempengaruhi individu dalam mengatasi perasaan kehilangan pada masa dewasa (StuartSundeen. Perilaku koping yang adekuat selama proses 1) Faktor predisposisi Faktor predisposisi yang mempengaruhi rentang respon kehilangan adalah: a. Kesehatan Mental : Individu yang mengalami gangguan jiwa terutama yang mempunyai riwayat depresi yang ditandai dengan perasaan tidak berdaya pesimis. Beberapa percakapan yang merupakan bagian pengkajian gar mengetahui apa yang mereka pikir dan rasakan adalah : 1.2. biasanya sangat peka dalam menghadapi situasi kehilangan. 8 Askep Pada Klien Dengan Kehilangan dan Brduka . perasaan rendah diri akan menyebabkan rasa percaya diri yang rendah yang tidak objektif terhadap stress yang dihadapi. dikatakan. cenderung mempunyai kemampuan mengatasi stress yang lebih tinggi dibandingkan dengan individu yang mengalami gangguan fisik c. dirasakan. dan diperhatikan melalui perilaku.2 Teori Askep pada Klien dengan Kehilangan dan Berduka 2. pola hidup yang teratur.

2) Faktor presipitasi Ada beberapa stressor yang dapat menimbulkan perasaan kehilangan. Sakit kepala. 4) Respon Spiritual a. a. Perubahan sistem imune dan endokrin 6) Respon Emosional a. Regresi dan disosiasi sering ditemukan pada pasien depresi yang dalam. Merasa bersalah 9 Askep Pada Klien Dengan Kehilangan dan Brduka . Tidak memilki harapan. Tidak bertenaga e. Kehilangan kesehatan b. Kehilangan harta benda atau orang yang dicintai f. Regresi. cemas b. Dalam keadaan patologis mekanisme koping tersebut sering dipakai secara berlebihan dan tidak tepat. Kehilangan kasih sayang secara nyata ataupun imajinasi individu seperti: kehilangan sifat bio-psiko-sosial antara lain meliputi. Intelektualisasi. Kecewa dan marah terhadap Tuhan b. Supresi dan Proyeksi yang digunakan untuk menghindari intensitas stress yang dirasakan sangat menyakitkan. Penderitaan karena ditinggalkan atau merasa ditinggalkan c. Gangguan nafsu makan c. Kebencian c. Palpitasi. gangguan pencernaan f. Kehilangan peran dalam keluarga d. Kehilangan kewarganegaraan 3) Mekanisme koping Koping yang sering dipakai individu dengan kehilangan respon antara lain: Denial. Kehilangan fungsi seksualitas c. Merasa sedih. kehilangan makna 5) Respon Fisiologis a. Disosiasi. Kehilangan posisi di masyarakat e. insomnia b. Berat badan turun d. Represi.

e. Mencari aktivitas dan refleksi personal selama fase reorganisasi 2. Iritabilitas dan sikap bermusuhan d. upaya bunuh diri atau pembunuhan h. perilaku mencari c.d. Keinginan yang kuat untuk mengembalikan ikatan dengan individu atau benda yang hilang h. Kemungkinan melakukan gestur. Menangis tidak terkontrol b. Saat fase reorganisasi. Depresi. Menyimpan benda berharga orang yang telah meninggal padahal ingin membuangnya f. Gangguan asumsi dan keyakinan b. Emosi yang berubah-ubah f. Analisa Data 1. Data subjektif: 1) Merasa sedih 2) Merasa putus asa dan kesepian 3) Kesulitan mengekspresikan perasaan 4) Konsentrasi menurun 10 Askep Pada Klien Dengan Kehilangan dan Brduka . Mempertanyakan dan berupaya menemukan makna kehilangan c. Berupaya mempertahankan keberadaan orang yang meninggal d.2. Penderitaan dan kesepian yang berat g.2. Mencari dan menghindari tempat dan aktivitas yang dilakukan bersama orang yang telah meninggal. Sangat gelisah. Percaya pada kehidupan akhirat dan seolah-olah orang yang meninggal adalah pembimbing. muncul rasa mandiri dan percaya diri 7) Respon Kognitif a. 8) Perilaku Individu dalam proses berduka sering menunjukkan perilaku seperti : a. putus asa selama fase disorganisasi dan keputusasaan i. apati. Perasaan mati rasa e. Kemungkinan menyalahgunakan obat atau alkohol g.

Tawarkan makanan kepada klien tanpa memaksanya untuk makan. 6. tingkat aktivitas 2. Dorong klien untuk merawat dirinya sendiri.2. Dorong klien untuk mengkaji pola koping pada situasi kehilangan masa lalu saat ini. pola tidur. 4. 5. 7.3. Gunakan komunikasi yang efektif. Izinkan penyangkalan yang adaptif. menjelaskan tiga diagnosis keperawatan untuk proses berduka yang berdasarkan pada pada tipe kehilangan. Intervensi Intervensi untuk klien yang berduka 1. Dorong klien untuk meninjau kekuatan dan kemampuan personal. Dorong atau bantu klien untuk mendapatkan dan menerima dukungan. 3. Kaji persepsi klien dan makna kehilangannya. 1) Tawarkan kehadiran dan berikan pertanyaan terbuka 2) Dorong penjelasan 3) Ungkapkan hasil observasi 4) Gunakan refleksi 5) Cari validasi persepsi 6) Berikan informasi 7) Nyatakan keraguan 8) Gunakan teknik menfokuskan 9) Berupaya menerjemahkan dalam bentuk perasaan atau menyatakan hal yang tersirat 11 Askep Pada Klien Dengan Kehilangan dan Brduka .2. Data objektif: 1) Menangis 2) Mengingkari kehilangan 3) Tidak berminat dalam berinteraksi dengan orang lain 4) Merenungkan perasaan bersalah secara berlebihan 5) Adanya perubahan dalam kebiasaan makan. Diagnosa keperawatan Lynda Carpenito (1995). 2. 2.4. dalam Nursing Diagnostic Application to Clinicsl Pratice.2.

8. menunjukkan sikap menerima. Bina hubungan dan pertahankan keterampilan interpersonal seperti : 1) Kehadiran yang penuh perhatian 2) Menghormati proses berduka klien yang unik 3) Menghormati keyakinan personal klien 4) Menunjukan sikap dapat dipercaya. ikhlas dan memberikan jawaban yang jujur terhadap pertanyaan pasien tentang sakit.  Dorong pasien untuk berbagi rasa. jujur. dapat diandalkan. c) Fase tawar menawar  Bantu pasien untuk mengidentifikasi rasa bersalah dan perasaan takutnya. 12 Askep Pada Klien Dengan Kehilangan dan Brduka . d) Fase depresi  Identifikasi tingkat depresi dan resiko merusak diri pasien. b) Fase marah  Beri dukungan pada pasien untuk mengungkapkan rasa marahnya secara verbal tanpa melawan dengan kemarahan. konsisten 5) Inventori diri secara periodik akan sikap dan masalah yang berhubungan dengan kehilangan a.  Bantu pasien mengurangi rasa bersalah. Prinsip Intervensi Keperawatan pada Pasien dengan Respon Kehilangan 1) Bina dan jalin hubungan saling percaya 2) Diskusikan dengan klien dalam mempersepsikan suatu kejadian yang menyakitkan dengan pemberian makna positif dan mengambil hikmahnya 3) Identifikasi kemungkinan faktor yang menghambat proses berduka 4) Kurangi atau hilangkan faktor penghambat proses berduka 5) Beri dukungan terhadap repon kehilangan pasien 6) Tingkatkan rasa kebersamaan antara anggota keluarga 7) Ajarkan teknik logotherapy dan psychoreligious therapy 8) Tentukan kondisi pasien sesuai dengan fase berikut : a) Fase Pengingkaran  Beri kesempatan kepada pasien untuk mengungkapkan perasaannya. pengobatan dan kematian.

4) Menganjurkan pasien untuk mengikuti program lanjutan bila diperlukan.5. 4) Ikutsertakan anak dalam upacara pemakaman atau pergi ke rumah duka. 3) Menyiapkan perangkat kenangan. b. Prinsip Intervensi Keperawatan pada Anak dengan Respon Kehilangan 1) Beri dorongan kepada keluarga untuk menerima kenyataan serta menjaga anak selama masa berduka. serta membetulkan konsepnya yang salah. 5) Menjelaskan kepada pasien/ keluarga ciri-ciri respon yang patologis serta tempat mereka minta bantuan bila diperlukan. Klien dapat membina hubungan yang baik dengan orang lain 4. termasuk pemuka agama. 2. Klien mampu minum obat dengan cara yang benar 13 Askep Pada Klien Dengan Kehilangan dan Brduka . Klien menunjukkan tanda-tanda penerimaan terhadap kehilangan 3. Prinsip Intervensi Keperawatan pada Orangtua dengan Respon Kehilangan (Kematian Anak) 1) Bantu untuk diakan sarana ibadah. c. 3) Bantu anak melalui proses berkabung dengan memperhatikan perilaku yang diperhatikan oleh orang lain. 2) Gali konsep anak tentang kematian.e) Fase penerimaan  Bantu pasien untuk menerima kehilangan yang tidak bisa dihindari. 2) Menganjurkan pasien untuk memegang/ melihat jenasah anaknya. Evaluasi 1. Klien mampu mengungkapkan perasaannya secara spontan 2.2. Klien mempunyai koping yang efektif dalam menghadapi masalah akibat kehilangan 5.

M meninggal karena kecelakaan. Pengkajian : Ny. Selain itu. Pengobatan sebelumnya : tidak berhasil 3. : 09.0570 I.01. 1. M Korban NY. Pernah mengalami gangguan jiwa di masa lalu : Tidak 2. Ny. usia 33 tahun mempunyai seorang suami yang bekerja di suatu perusahaan sebagai tulang punggung keluarga. M juga tidak mau berinteraksi dengan orang lain dan merasa gelisah sehingga susah tidur. Identitas Klien Nama Umur II. M Saksi 14 Askep Pada Klien Dengan Kehilangan dan Brduka . Askep Kasus Kasus : Ny.02. M mengalami stress setelah seminggu yang lalu suami Ny. Faktor Predisposisi 1. Alasan Masuk Keluarga pasien mengatakan bahwa Ny. III. tidak berminat dalam berinteraksi dengan orang lain. IV. M. Keluhan Utama Pasien mengalami merasa putus asa dan kesepian. Sejak kejadian tersebut. M : 33 Tahun Tanggal Pengkajian : 20 ± 11 ± 2011 RM No. Ny. Seminggu yang lalu suami Ny. mengingkari kehilangan. M sering melamun dan selalu mengatakan jika suaminya belum meninggal. tidak berminat dalam berinteraksi dengan orang lain. Trauma Jenis trauma Usia Kehilangan 30 tahun Aniaya fisik Penolakan Kekerasan dalam keluarga Tindakan criminal Lain ± lain Pelaku Anak Ny. M meninggal.BAB III TINJAUAN KASUS A.

Identitas diri : pasien adalah seorang ibu rumah tangga 15 Askep Pada Klien Dengan Kehilangan dan Brduka .  Masalah keperawatan : Berduka disfungsional V. TD : 110/80 mmHg S: 36 C o N : 90 x/mnt RR : 24 x/mnt TB : 168 Cm 2. 3 : y y y Pasien tidak pernah mengalami gangguan jiwa sebelumnya Pasien belum pernah dibawa ke RSJ atau pengobatan lainnya Pasien perana kehilangan anaknya saat berumur 30 tahun. 1. Pemeriksaan Fisik 1. M 2. Pengalaman masa lalu yang tidak menyenangkan ? Pasien pernah mengalami kehilangan suami dan anaknya. Adakah anggota keluarga yang gangguan jiwa : Tidak ada 5. sakit pada perut. b. Ukuran : BB : 46 Kg 3. 2. Psikososial 1.  Masalah keperawatan : Berduka disfungsional 4.  Masalah keperawawatan : Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh VI. Konsep diri : a.Jelaskan No. Citra tubuh : bagian tubuh yang disukai adalah perut karena bagian perutnya perna ada bayi buah hatinya. Keluhan fisik : Ada Jelaskan : Pasien mengeluhkan nyeri kepala. Genogram : Ny.

Kegiatan ibadah : pasien menjalankan ibadahnya dengan tekun  Masalah keperawatan : tidak ada VII. Aktivasi motorik Lesu. Pembicaraan Lambat. Harga diri : pasien merasa dirinya tidak berharga karena tidak ada lagi anak dan suaminya.  Masalah keperawatan : devisit aktivitas 16 Askep Pada Klien Dengan Kehilangan dan Brduka .  Masalah keperawatan : Penginkaran kehilangan 3. Hubungan social : a. Ny. Ideal diri : Pasien ingin tetap bersama dengan anak dan suaminya dan klien mengingkari tasa kehilangan suaminya. e. pasien hanya berdiam diri di kamar atau di taman dan jarang beraktifitas. Status Mental 1. Nilai dan keyakinan : pasien menganut agama Islam b. M tidak berminat dalam berinteraksi dengan orang lain  Masalah keperawatan : Kerusakan komunikasi sosial 4. M meninggal.  Masalah keperawatan : tidak ada 3. b. c. pasien berkomunikasi dengan baik dengan perawat namun harus sedikit dipaksa terlebih dahulu. Peran serta dalam kegiatan kelompok masyarakat : Klien sering mengikuti kegiatan masyarakat. d. Peran : pasien merupakan ibu rumah tangga yang hanya mengharapkan penghasilan suaminya. Spiritual a.  Masalah keperawatan : Anoreksia 2. tetapi klien tidak ada perubahan dalam pola makan (klien tidak nafsu makan).c. meskipun klien seorang ibu rumah tangga. Penampilan Pasien memakai baju seragam pasien dengan benar (Rapi). Orang yang berarti : orang yang terdekat dengan pasien adalah Ibunya tetapi ibunya kini sakit sakitan karena sudah tua. Hambatan dalam berhubungan dengan orang lain : Setelah osuami Ny.

klien menginkari kehilangan suaminya. wajah pasien tanpa ekspresi b. Proses pikir (arus dan bentuk pikir) : normal b. Persepsi ± sensorik Apakah ada gangguan : ada Halusinasi : tidak ada Ilusi : tidak ada  Masalah keperawatan : tidak ada a. Isi pikir : normal 7. bagaimana dia hidup tanpa suaminya  Masalah keperawatan : Ansietas berhubungan dengan keadaan di masa yang akan datang setelah kehilangan suaminya 17 Askep Pada Klien Dengan Kehilangan dan Brduka . Memori Masih ingat dengan semua kejadian termasuk saat pemakaman suaminya namun tidak menerima kenyataan tersebut. Afek dan emosi a. Afek Datar. Kemampuan penilaian Klien takut atau cemas. Terdapat gangguan orientasi orang  Masalah keperawatan : perubahan proses pikir 8.  Masalah keperawatan : tidak ada 9. Alam perasaan (emosi) Menangis  Masalah keperawatan : Resiko menganiaya diri 5. Tingkat kesadaran Bingung. Interaksi selama wawancara : Kontak mata kurang  Masalah keperawatan : kerusakan komunikasi 6. Tingkat konsentrasi dan berhitung Tidak mampu berkonsentrasi  Masalah keperawatan : perubahan proses pikir 10.4.

Perawatan diri Kegiatan hidup sehari ± hari Bantuan total Mandi ² Kebersihan ² Makan ² BAK ² BAB ² Ganti pakaian ²  Masalah keperawatan : tidak ada b. Kemampuan klien memnuhi kebutuhan : Kemampuan memenuhi kebutuhan Makanan Keamanan Perawatan kesehatan Pakaian Transportasi Tempat tinggal Keuangan 2. dan frekuensi kudapan sehari : 2 kali y Nafsu makan : Menurun y Berat badan : menurun BB saat ini : 46 Kg BB terendah : 46 Kg BB tertinggi : 55 Kg  Masalah keperawatan : perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh Bantua minimal ² ¥ ¥ ² ² ² Ya Tidak ¥ ¥ ¥ ¥ ¥ ¥ ¥ 18 Askep Pada Klien Dengan Kehilangan dan Brduka . Daya tilik diri Mengingkari penyakit yang di deritanya. Kebutuhan Perencanaan Pulang 1.11. Kegiatan hidup sehari ± hari a. menanggap dirinya tidak mengalami sakit dan hanya sedih saja  Masalah keperawatan : perubahan proses pikir VIII. Nutrisi y Apakah anda puas dengan pola makan anda ? puas y Apakah anda makan memisahkan diri ? Tidak y Frekuensi makan sehari : 3 Kali.

00 WIB bangun jam : 04.00 Rata ± rata tidur malam : 5 jam y Apakah ada gangguan tidur : sulit untuk tidur  Maslah keperawatan : gangguan pola tidur 3. Klien memiliki system pendukung y y y y Keluarga : Ada Terapis : Ada Teman sejawat : Tidak ada Kelompok social : Tidak ada Jelaskan : keluarga dan perawat mendukung kesembuhan pasien dengan memotivasi bahwa dia bisa sehat kembali dan bisa gembira lagi 5. Apakah klien menikmati saat bekerja. Kemampuan klien dalam hal ± hal berikut ini : y Mengantisipasti kebutuhan sendiri : Ya y Membuat keputusan berdasarkan keinginan sendiri : Tidak y Mengatur penggunaan obat : Tidak y Melakukan pemeriksaan kesehatan : Tidak  Masalah keperawatan : konflik pengambilan keputusan 4.c. Tidak y Apakah ada kebiasaan tidur siang. susah untuk memulai tidur y Apakah merasa segar setelah bangun tidur. pasien lebih senang berdiam diri  Masalah keperawatan : Defisit aktifitas IX. Mekanisme Koping ADAPTIF Bicara dengan orang lain Mampu menyelesaikan maasalah Teknik relaksasi Aktivitas konstriktif Olah raga Lain ± lain 19 Askep Pada Klien Dengan Kehilangan dan Brduka . Tidur y Apakah ada masalah tidur. kegiatan produktif atau hobi ? Tidak Menikmati. Tidak ada y Apakah ada yang menolong anda mempermudah untuk tidur ? tidak ada y Tidur malam jam : 11. Ya.

Masalah Psikososial Dan Lingkungan 1. Pengetahuan Kurang Tentang Apakah klien mempunyai masalah yang berkaitan dengan pengetahuan yang kurang tentang suatu hal ? Koping. Masalah dengan pelayanan kesehatan : Tidak ada  Masalah keperawatan : Tidak ada XI.MALADAPTIF Minum alcohol ¥ Reaksi lambat / berlebihan Bekerja berlebihan Menghindar Menciderai diri Lain ± lain Pasien belum mampu melakukan koping yang efektif terhadap dirinya  Masalah keperawatan : koping individu tak efektif X. Masalah dengan pekerjaan : Tidak ada 6. Masalah berhubungan dengan lingkungan 3. Daftar Masalah Keperawatan Sindroma trauma perkosaan Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh 20 Askep Pada Klien Dengan Kehilangan dan Brduka . Aspek Medis Diagnose medic : Depresi Terapi medic : Diazepam  Masalah keperawatan : Tidak ada XIII. Masalah dengan ekonomi : ada 8. Spesifiknya : lebih suka menyendiri 4. Maslah dengan pendidikan : Tidak ada 5. 2. 1. pasien belum mampu melaksanakan koping terhadap dirinya  Masalah keperawatan : Kurang pengetahuan XII. Masalah dengan perumahan : Tidak ada 7. Masalah dengan dukungan kelompok : Tidak ada 2.

konflik pengambilan keputusan 13.XIV. 4. kondisi lemas DO : BB Pasien 46 Kg (Kurus). 2. koping individu tak efektif 15. Kurang pengetahuan 2. 5. makannya juga sedikit pasien masih banyak. perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh 11. Analisa data TGL 20-11 -2011 20-11 -2011 DATA disayanginya selalu pergi meninggalkannya DO : Pasien tanpak menangis DS : Pasien mengatakan nafsu makannya Perubahan nutrisi kurang MASALAH Disfungsional TTD DS : Pasien mengatakan kenapa orang yang Kehilangan menurun. Daftar Diagnosa Keperawatan Berduka disfungsional Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh Pengingkaran kehilangan Kerusakan komunikasi social Anoreksia Devisit aktivitas Resiko menganiaya diri kerusakan komunikasi perubahan proses piker 10. 7. sisa makanan dari kebutuhan Tubuh 20. Defisit aktifitas 14. gangguan pola tidur 12. 6. 3.11 DS : Pasien mengatakan tidak semangat Pengingkaran -2011 bahwa suaminya sekarang sedang bekerja DO : Pasien tanpak menunggu suaminya pulang 20 112011 ± DS : Pasien mengatakan susah untuk memulai Gangguan pola tidur DO : Pasien gelisah dan tidur larut malam tidur kehilangan 21 Askep Pada Klien Dengan Kehilangan dan Brduka . 8. 9. 1.

Pohon masalah MK 2 : Isolasi sosial Defisit Aktifitas MK 1: Kehilangan Disfungsional & Pengingkaran kehilangan Koping Individu tak efektif MK 3 : Ansietas Kehilangan dan duka cita 22 Askep Pada Klien Dengan Kehilangan dan Brduka .3.

Rencana Keperawatan Jiwa No. mengungkapkan perasaaanya M dapat 2. Menunjukan perhatian pada 2. berkabung 3. Menanyakan melalui proses berkabung. Untuk mengetahui pengalaman tentang kehilangan dan berduka klien sebelumnya pada Ny. Dx 1 Perencanaan Tujuan KH M Tindakan keperawatan dapat 1. M. Menjelaskan menyelaesaikan masa dengan tuntas. M 4. No.M selama masa 23 Askep Pada Klien Dengan Kehilangan dan Brduka . menerima. bahwa suaminya meninggal bukan tidur. Ny. 3. Ny.M bahwa suaminya telah meninggal M pengalamannya kematian. Setelah dialakukan 1. Hubungan saling percaya. dapat memudahkan dalam tindakan seterusnya. mengurangi bersalah rasa 3. mengerti arti sakit dan kematian M dapat keluarga. M baik melalui kata-kata maupun dengan sikap. Untuk meyakinkan Ny. tindakan keperawatan M dapat Rasional saling 1. Ny. ikhlas. Tgl 1. 2. 4. dan empati selama 1 x 24 jam. Ny. Membina percaya hubungan antara Ny. Agar agar Ny. 5. kepada Ny. Meminta orang yang kepada keluarga/ 5. Sebagai wujud perhatian kita Ny.M tidak merasa kepergian berarti sendirian suaminya setelah menemani Ny. dengan sikap jujur.4.

tidak terus menangis dan bersedih klien untuk perasaan untuk 1.M untuk 6. Menejlaskan kepada Ny. M tidak merasa atas M kematian perasaan dari klien bahwa suaminya meninggal bukan karena akibat dia. Untuk mengetahui ungkapan mengungkapkan perasaannya dengan menanyakan apa yang dipikirkan selama suaminya masih hidup sampai sekarang. 8. Agar Ny. M 8. Membantu mengungkapkan mengungkapkan pengingkarannya memaksa kenyataan.berduka bila perlu mengijinkan untuk tinggal bersama mereka. Pasien penginkaran 2. Mendorong bersalah suaminya Agar Ny. 6.M 7. Pasien menerima kenyataan dapat orang yang pasien sudah meninggal tidak perlu ditangisi dapat 1. 7. untuk tanpa menerima mengungkapkan pengikaran terhadap kehilangan 24 Askep Pada Klien Dengan Kehilangan dan Brduka . bahwa 2. Menjelaskan pada Ny. Mendorong Ny. 1 Setelah dialakukan tindakan keperawatan selama 1 x 24 jam Pasien melalui dapat fase 1.

Menjelaskan kepada pasien. Untuk berarti bagi pasien untuk menjelaskan apa yang telah terjadi. Untuk mengalami kehilangan. 3. Meningkatkan kesadaran klien akan kehilangan yang pasien secara bertahap tentang kehilangan harus dihadapi. 3. Untuk meyakinkan klien akan kematian itu pasti meyakinkan klien Askep Pada Klien Dengan Kehilangan dan Brduka . bahwa perasaan tersebut wajar terjadi pada orang pasien yang untuk 4. 4. Sebagai bentuk / sikap untuk minat dan perhatian apa yang dikatakan oleh pasien. Mendengarkan dengan penuh 2.pengingkarannya dengan wajar tanpa kesulitan 2. Membantu menghindari tindakan memakai mekanisme koping yang lain seperti menangis / berbicara. 6. Mengikutsertakan orang yang 5. 5. 25 meyakinkan klien mengenai hal yang sebenarnya terjadi yang beresiko lainnya. Meningkatkan kenyataan kesadaran 6.

pasien merasa dan lebih dihargai mampu 2. 10. Pasien dengan lingkungannya merasa 1. Dapat yang dapat klien dengan dan keadaan yang positif bagi klien membangkitkan semangat memudahkan beraktivitas lingkungan barunya berkomunikasi dan aspek positif yang dimiliki 2. Sebagai motivasi dan dukungan pasien kenyataan. Memberi nonverbal. Mengetahui kemampuan dan aspek positif yang dimiliki pasien berinteraksi dengan 26 Askep Pada Klien Dengan Kehilangan dan Brduka .7. Menjawab semua pertanyaan 9. 9. 2 Setelah dilakukan 1. Bantu dapat klien untuk dapat lebih percaya diri beradptasi dengan lingkungan barunya. Pasien tindakan keperawatan selama 3 x 24 jam. Mengidenfikasi pasien kemampuan dukungan secara 10. Sebagai bentuk umpan balik pasien dengan singkat dan jelas. 2. Sebagai bentuk ungkapan perasaan klien untuk menerima klien untuk menerima kenyataan mencoba mengungkapkan rasa marahnya.Sikap 1. Membantu klien untuk 8. Memberi dukungan atas usaha 7. 8.

pasien dapat 2.lingkungannya 3. Memberikan pujian yang wajar 6. Kecemasan berkurang 1. Sebagai umpan yang positif bagi klien 27 Askep Pada Klien Dengan Kehilangan dan Brduka . Klien dapat rileks tindakan keperawatan selama 3 x 24 jam. Untuk menyakinkan klien 2. Agar pasien merasa lebih kemampuan pasien yang masih dapat digunakan 4. Agar pasien bisa meningkatkan kemampuannya diberi pujian pasien merasa dihargai kemampuan yang dipilih terhadap keberhasilan pasien 7. Tunjukkan respon menerima klien 2. Mengisi waktu luang pasien jadwal 1. dalam 6. Mengidentifikasi yang dimiliki pasien kegiatan yang akan dilatih sesuai pasien 5. Dengan pasien 7. Melatih pasien dengan kemampuan sesuai 5. Menganjurkan memasukkan kegiatan harian 3 Setelah dilakukan 1. Membantu pasien berguna kemampuan memilih 4. Membantu pasien menilai 3. Berikan respon empati dengan berfokus pada perasaan bukan pada kenyataan yang terjadi.

e. Identifikasi pemikiran yang negatif dan Bantu untuk menurunkannya melalui interupsi atau substitusi. Bantu klien untuk 3. logika dan kesimpulan yang dibuat klien.mengurangi ansietas depan akan kehilangan di masa 3. b. Evaluasi ketepatan persepsi klien. g. f. d. Agar klien bisa merasa lega 4. Bantu klien untuk meningkatkan pemikiran yang positif. Beri perawatan individu sebagai manusia layaknya. Bantu klien untuk menurunkan tingkat kecemasannya : a. 4. Diskusikan tentang masalah yang dihadapi klien tanpa memintanya untuk menyimpulkannya. c. mengekspresikan perasaannya. 28 Askep Pada Klien Dengan Kehilangan dan Brduka . Beri waktu untuk klien berespon. Sediakan waktu untuk berdiskusi dan bina hubungan yang sifatnya supportif.

Tgl 20-11 . Evaluasi Keperawatan No. 2 S : Pasien mengatakan sudah bisa berkomunikasi dengan keluarga dan masyarakat O: y Pasien terlihat berbicara dengan anggota keluarga A : masalah teratsi P : Intervensi dihentikan 3. DX 1 kehendak tuhan O: y y Pasien tampak lebih tenang Pasien tanpak tidak menangis NO.5.2011 Evaluasi S : Pasien mengatakan bahwa kematian sudah TTD A : masalah teratasi P : Intervensi dihentikan 2. 1. 3 S : Pasien sudah tidak cemas lagi O: y Pasien Nampak terlihat berbicara dengan pasien atau perawat lain A : maslah Teratasi P : Intervensi dihentikan 29 Askep Pada Klien Dengan Kehilangan dan Brduka .

STRATEGI PELAKSANAAN KEPERAWATAN PADA KLIEN KEHILANGAN DAN BERDUKA (SP 1) I. selamat pagi Ibu M. suami Ibu M meninggal karena kecelakaan. Proses keperawatan 1. Kondisi klien Ibu M. Selain itu.00 nanti dan saya yang akan merawat Ibu.00 sampai 14. Seminggu yang lalu. Tahap orientasi 1. Nama Ibu siapa? Ibu senangnya dipanggil apa?´ 30 Askep Pada Klien Dengan Kehilangan dan Brduka . Saya perawat yang dinas pagi ini dari pukul 07. Salam terapeutik: ³Assalamu¶alaikum. memperkenalkan diri perawat sambil berjabat tangan dengan klien y Dorong klien untuk mengungkapkan pikiran dan perasaannya. Ibu M juga tidak mau berinteraksi dengan orang lain dan merasa gelisah sehingga susah tidur. 2. Dengarkan setiap perkataan klien. Diagnosa keperawatan Kehilangan Disfungsional & Pengingkaran kehilangan berhubungan dengan koping individu tidak efektif terhadap respon kehilangan pasangan 3. tetapi tidak bersifat menghakimi y Ajarkan klien teknik relaksasi 4. Sejak kejadian tersebut. Beri respon. Saya Rensita. usia 33 tahun mempunyai seorang suami yang bekerja di suatu perusahaan sebagaitulang punggung keluarga. Strategi pelaksanaan A. Tujuan khusus y Klien dapat membina hubungan saling percaya dengan perawat dan klien dapat merasa aman dan nyaman saat berinteraksi dengan perawat y y Klien mampu mengungkapkan pikiran dan perasaannya Klien merasa lebih tenang Bina hubungan saling percaya dengan klien dengan cara mengucapkan salam terapeutik. Ibu M sering melamun dan selalu mengatakan jika suaminya belum meninggal. Tindakan keperawatan y II. Ibu bias memanggil saya suster Rensi.

tahan sebentar. termasuk saya ataupun Ibu sendiri. hidup matinya seseorang semua sudah diatur oleh Tuhan. Tahap kerja 1. bisa Ibu jelaskan kepada saya bagaimana perasaan Ibu M saat ini?´ : ³Kalau begitu. Tapi kondisi sebenarnya memang suami Ibu telah meninggal. Topik keadaan ibu? b. seperti itu. Kontrak: a. Waktu : Saya rasa 30 menit cukup Bu. Sabar ya. Ibu bisa mencoba mencari pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan keluarga Ibu. Evaluasi / validasi: ³Baiklah. Ibu bersedia?´ c. ³Saya tidak bermaksud untuk tidak mendukung Ibu.´ B. kemudian hembuskan perlahanlahan. bagus sekali Bu. Ibu harus berusaha menerima kenyataan ini.´ 31 Askep Pada Klien Dengan Kehilangan dan Brduka . Ibu masih punya saudara-saudara. ³Saya mengerti Ibu sangat sulit menerima kenyataan ini. anak-anak dan orang lain yang sayang dan peduli sama Ibu.´ 4. bagaimana keadaan Ibu M hari ini?´ 3. Ibu tidak akan bertemu dengan suami Ibu karena beliau memang sudah meninggal.´ 7. ³Ya. Coba sekarang Ibu tarik napas yang dalam.´ 8. ³Baiklah Ibu M. sekarang Ibu ikuti teknik relaksasi yang saya lakukan. Bu ´ 3. ³Ibu sudah bisa memahaminya?´ 6.2. ³Ibu tidak perlu cemas.´ 5. bagaimana jika kita berbincang-bincang sebentar tentang 2. jika Ibu pulang ke rumah nanti. Saya percaya Ibu mempunyai keahlian yang bias digunakan. Tempat : ³Ibu mau kita berbincang-bincang dimana? Di sini saja? Baiklah. Ibu juga tidak akan hidup sendiri. Bu. Umur Ibu masih muda. Meninggalnya suami Ibu juga merupakan kehendak-Nya sebagai Maha Pemilik Hidup. Itu sudah menjadi kehendak Tuhan. Tidak ada satu orang pun yang dapat mencegahnya. Tapi coba Ibu pikir. ³Untuk mengurangi rasa cemas Ibu. ³Ibu.

hal-hal yang Ibu dapatkan dari perbincangan kita tadi dan coba Ibu ulangi teknik relaksasi yang telah kita lakukan. Ibu dapat melakukan teknik tersebut. coba Ibu jelaskan lagi. Evaluasi: y (subjektif): ³Bagaimana perasaan Ibu sekarang? Apa Ibu sudah mulai memahami kondisi yang sebenarnya terjadi?´ y (objektif) : ³Kalau begitu. Kontrak yang akan datang: ´Sudah 30 menit ya. Tahap terminasi 1.C. Ibu dapat mengingat kembali perbincangan kita hari ini. Assalamu¶alaikum. Tindak Lanjut : ³Ya. Saya rasa perbincangan kita kali ini sudah cukup. 3. saya permisi dulu ya Bu. Mungkin besok kita bisa berbincang-bincang di taman depan ya Bu. Besok sekitar jam 09.00 saya akan datang kembali untuk membicarakan tentang hobi Ibu.´ ³Apa ada yang ingin Ibu tanyakan? Baiklah.´ 2. bagus sekali Bu.´ 32 Askep Pada Klien Dengan Kehilangan dan Brduka . Nah. kalau tidak ada. setiap kali Ibu merasa cemas. Dan setiap kali Ibu merasa Ibu tidak terima dengan kenyataan ini. Bu.

pagi ini dari pukul 07. 2. selamat pagi Ibu M. Ia juga masih melamun dan merasa gelisah sehingga tidurnya tidak nyenyak.´ 2. Ibu M sudah mulai menunjukkan rasa penerimaan terhadap kehilangan. Bu. Hari ini kita bertemu untuk membicarakan hobi Ibu di taman depan. Diagnosa keperawatan Isolasi sosial berhubungan dengan koping individu tidak efektif terhadap respon kehilangan pasangan 3. Salam terapeutik: ³Assalamu¶alaikum. Proses keperawatan 1. Pengkajian Pada pertemuan kedua. Strategi pelaksanaan A. Kontrak: ³Sesuai janji yang kita sepakati kemarin ya. Bu. Masih ingat dengan saya Bu? Ya. ia masih menarik diri dari lingkungan dan orangorang sekitarnya.Berikan klien pujian setiap kali klien melakukan kegiatan dengan benar II.´ 33 Askep Pada Klien Dengan Kehilangan dan Brduka . Evaluasi validasi: ³Bagaimana keadaan Ibu hari ini? Apa sudah lebih baik dari kemarin? Bagus kalau begitu´ 3.Libatkan klien dalam setiap aktivitas kelompok. Saya rasa 30 menit seperti kemarin cukup ya. Seperti kemarin. Tahap orientasi 1. betul sekali.00 nanti dan saya yang akan merawat Ibu. Tindakan keperawatan . terutama aktivitas yang ia sukai . Bu. Saya suster rensi. Tujuan khusus Klien tidak menarik diri lagi daan dapat membina hubungan baik kembali dengan lingkungannya maupun dengan orang-orang di sekitarnya 4.00 sampai 14. Namun.STRATEGI PELAKSANAAN KEPERAWATAN PADA KLIEN KEHILANGAN DAN BERDUKA (SP 2) I.

´ 13. pasti suara Ibu bagus. Tahap kerja 1.´ 34 Askep Pada Klien Dengan Kehilangan dan Brduka . bagus sekali Bu. bagaimana kalau sekarang Ibu saya ajak bergabung dengan yang lain untuk bermain voli? Tampaknya di sana banyak orang yang juga ingin bermain voli. suara Ibu juga cukup bagus.B. Bu. ³Selain bermain voli.´ 11. ³Ibu-ibu. ³Apa Ibu pernah mengikuti lomba voli? Wah. ³Ternyata Ibu hobi bermain voli ya? Tidak semua orang bisa bermain voli lho. ³Ngomong-ngomong tentang hobi Ibu bermain voli.´ 10. Ibu bias melakukan hobi Ibu ini bersama-sama dengan yang lain. Bisa Ibu menunjukkan sedikit bakat menyanyi Ibu pada saya?´ 5.´ 8. Ibu M juga akan bermain voli bersama-sama. Ibu pernah memenangi lomba voli antarwarga di daerah rumah Ibu. kegiatan ini juga dapat membuat Ibu berhubungan lebih baik dengan yang lainnya dan Ibu tidak merasa kesepian lagi. ini Ibu M. ³Nah. sekarang bisa Ibu tunjukkan teknik-teknik yang baik dalam bermain bola voli?´ 12. Ibu M ini jago bermain voli. ³Wah.´ 6. Buktinya.´ 3. ³Nah. ³Cukup sering juga ya Bu. ³Wah ternyata Ibu memang berbakat menyanyi. ternyata Ibu hebat juga ya dalam bermain voli.´ 9. Bu. Apakah Ibu sudah memikirkan hobi yang Ibu senangi?´ 2. Selain itu. lho. Ibu bias melakukan kegiatan ini bersama-sama yang lain. Ibu hebat. saat Ibu sedang merasa emosi tapi tidak mampu meluapkannya. ternyata Ibu juga hobi menyanyi. Pasti kemampuan Ibu dalam bermain voli sudah terlatih. berapa sering Ibu biasanya bermain voli dalam seminggu?´ 7. ³Ibu M. ³Nah. apa Ibu mempunyai hobi yang lain lagi?´ 4. kenalkan. ³Wah.

saya permisi dulu ya.00 setelah makan pagi.´ 35 Askep Pada Klien Dengan Kehilangan dan Brduka . Kita ketemu di ruangan Ibu saja. waktu kita sudah hampir habis ya Bu.´ 2. Kontrak yang akan datang: ³Nah. Atau Ibu dapat melakukan kegiatan ini paling tidak dua kali dalam seminggu. Tindak Lanjut : ³Baiklah Bu.C. ya? Apa ada yang ingin Ibu tanyakan? Baiklah. Assalamu¶alaikum. Tahap terminasi 1.´ 3. kalau tidak. Evaluasi: (subjektif): ³Bagaimana perasaan Ibu sekarang? Apa sudah lebih baik dibandingkan kemarin?´ (objektif): ³Sekarang coba Ibu ulangi lagi apa saja manfaat yang dapat Ibu dapatkan dengan melakukan kegiatan yang Ibu senangi. Besok jam 08. Bu. saya akan kembali lagi untuk mengajarkan Ibu cara meminum obat dengan benar. kalau begitu Ibu dapat bermain voli saat Ibu sedang merasa emosi.

sesuai dengan janji kita yang kemarin. di kamar ini saja. Salam terapeutik: ³Assalamu¶alaykum. Kontrak: ³Ibu tidak bisa tidur dengan nyenyak ya? Baiklah.´ 36 Askep Pada Klien Dengan Kehilangan dan Brduka . Tahap orientasi 1. Evaluasi validasi: ³Bagaimana keadaan Ibu hari ini? Apa semalam Ibu bisa tidur dengan nyenyak?´ 3.STRATEGI PELAKSANAAN KEPERAWATAN PADA KLIEN KEHILANGAN DAN BERDUKA (SP 3) I. Namun. Proses Keperawatan 1. Pengkajian Pada pertemuan ketiga. Diagnosa keperawatan Ansietas berhubungan dengan keadaan di masa yang akan datang setelah kehilangan pasangan 3. selamat pagi Ibu M. 2. tidur tidak nyenyak. Saya rasa 15 menit saja cukup ya Bu. bahkan sulit tidur. Ibu M mengaku ia masih terbayang akan suaminya saat ia akan tidur. saya akan memberitahu Ibu obat yang harus Ibu minum untuk mengurangi kecemasan Ibu dan agar Ibu dapat tidur dengan nyenyak. Tujuan khusus Klien dapat mengetahui aturan yang benar dalam meminum obat Ansietas klien berkurang sehingga klien dapat tidur dengan nyenyak Ajarkan klien cara meminum obat dengan benar Awasi klien saat minum obat 4.´ 2. Tindakan keperawatan - II. Ibu M juga mau membalas sapaan ataupun senyuman jika ada perawat ataupun orang lain yang menyapanya ataupun tersenyum padanya. Hal tersebut membuat Ibu M merasa gelisah. Strategi Pelaksanaan A. Ibu M sudah mulai tidak banyak melamun dan mulai membuka dirinya kepada orang-orang sekitarnya.

´ 2. Ibu dapat meminum air yang banyak. Ibu bias tidur dengan nyenyak. ousing. Yang warna putih ini namanya BDZ. Kalau pikiran Ibu tenang. ³Nah.´ 8. Kalau Ibu sudah mengerti. atau bahkan muntah.´ 7. ³Jika setelah minum obat ini mulut Ibu menjadi terasa kering sekali. Ini ada beberapa macam obat-obatan yang harus Ibu minum.´ 9. yang warna kuning ini adalah HLP.B. pastikan dulu ya Bu. Ini juga harus Ibu minum agar perasaan Ibu bisa rileks dan Ibu tidak lagi merasakan cemas yang berlebihan. Ibu bisa minum banyak air untuk mengatasinya agar mulut Ibu tidak kering. Evaluasi: (subjektif): ³Apa Ibu sudah mengerti apa saja obat yang harus Ibu minum dan bagaimana prosedur sebelum meminumnya?´ (objektif): ³Bagus.´ 37 Askep Pada Klien Dengan Kehilangan dan Brduka . dan jam 7 malam. Masing-masing obat satu butir saja. ³Nah. sebelum ibu meminum obatnya. Fungsi dari obat ini agar pikiran Ibu bisa lebih menjadi tenang.´ 4. atau mual. Tindak Lanjut : ³Seperti yang sudah saya katakan tadi ya Bu. Dan kalau Ibu merasa gatal-gatal.´ 2. ³Ooh. jam 1 siang.´ 3. Tahap kerja 1. Tahap terminasi 1. ³Nah Bu. ³Kemudian. coba ulangi lagi apa saja obat yang harus Ibu minum dan apa saja prosedur meminum obatnya. ³Ini obatnya ada dua macam ya Bu. obatnya sesuai atau tidak. ³Tapi jika ada efek samping yang berlebihan seperti gatal-gatal. pusing. jam 7 pagi. jika setelah minum obat mulut Ibu terasa kering. jadi Ibu tidak tahan dengan rasa pahitnya ya? Kalau begitu. ³Apa Ibu mempunyai keluhan dalam meminum obat?´ 6. Ibu bisa panggil saya atau perawat lain yang sedang bertugas. setelah Ibu minum obat Ibu bisa memakan permen agar rasa pahitnya dapat berkurang.´ 5. Obat-obatan ini juga harus diminum setelah Ibu makan. Ibu juga jangan lupa perhatikan waktunya agar obat tersebut dapat diminum tepat waktu. kita langsung mulai saja ya Bu. semua obat ini diminum tiga kali sehari ya Bu.´ C. Ibu dapat menghubungi saya atau perawat lain yang sedang bertugas.

Kontrak yang akan datang: ³Baiklah Bu.´ 38 Askep Pada Klien Dengan Kehilangan dan Brduka .´ ³Sebelum saya pergi apa ada yang ingin Ibu tanyakan? Baiklah Bu. saya permisi dulu. Kita bertemu di ruangan ini saja ya Bu.00 setelah makan siang. kalau tidak ada.3. nanti jam 14. saya akan datanhg kembali untuk memantau perkembangan Ibu. Assalamu¶alaikum.

3. harus disesuaikan dengan kebutuhan klien pada saat itu. Kesimpulan Berdasarkan data-data yang diperoleh. Kesehatan Jasmani 3. Di dalam menangani pasien dengan respon kehilangan.1. aspek diri. Adapun saran-saran yang dapat kami sampaikan sebagai berikut: 1. lingkungan yang dikenal.BAB IV PENUTUP 4. Pengalaman Kehilangan di Masa Lalu 5. Selalu mendokumentasikan semua tindakan keperawatan baik yang kritis maupun yang tidak. orang terdekat. Dalam perumusan diagnosa keperawatan. diperlukan prinsipprinsip keperawatan yang sesuai. Dalam perencanaan tindakan. misalnya pada anak atau pada orang tua dengan respon kehilangan (kematian anak). 2. Pengkajian yang dapatdilakukan yaitu dengan mengidentifikasi faktor predisposisi dan fektor presipitasi. dan kehilangan hidup. Genetic 2. Kesehatan Mental 4. 39 Askep Pada Klien Dengan Kehilangan dan Brduka . Kehilangan bisa meliputi kehilangan objek eksternal. akhirnya dapat disimpulkan bahwa kehilangan merupakan suatu keadaan gangguan jiwa yang bisa terjadi pada orangorang yang menghadapi suatu keadaan yang berubah dari keadaan semula (keadaan yang sebelumnya ada menjadi tidak ada). Dimana factor predisposisi meliputi : 1. harus diprioritaskan sesuai dengan kebutuhan maslow ataupun kegawatan dari masalah. maka kami menganggap perlu adanya sumbang saran untuk memperbaiki dan meningkatkan mutu asuhan keperawatan. Struktur Kepribadian 4.2 Saran Setelah kami membuat kesimpulan tentang asuhan keperawatan pada klien dengan respon kehilangan dan berduka (Loss and Grief).

Jakarta : EGC Iyus. Anna Keliat. Refika Aditama : Bandung 40 Askep Pada Klien Dengan Kehilangan dan Brduka . 2009. 2007.DAFTAR PUSTAKA Budi. Keperawatan Jiwa. Yosep. Model Praktik Keperawatan Profesional Jiwa.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful