P. 1
A

A

|Views: 262|Likes:
Published by Arie Cbtani

More info:

Published by: Arie Cbtani on Jan 22, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/11/2015

pdf

text

original

1 A.

SALEP Salep merupakan sediaan semi solid yang mengandung satu atau lebih zat aktif yang larut atau terdispersi dalam basis salep yang sesuai. Salep memiliki criteria sebagai berikut: 1. Aman (tidak toksik, tidak iritatif) 2. Efektif dan efisien 3. Stabil dalam penyimpanan 4. Basis salep mampu membawa zat aktif dan melepaskannya pada tempat aksi 5. Memiliki viskositas dan daya sebar sedemikian rupa sehingga mudah dikeluarkan dari kemasan dan mudah dioleskan secara merata Basis salep yang umum digunakan dalam pembuatan salep adalah: 1. Basis salep hidrokarbon

Basis ini merupakan basis dengan karakteristik berminyak, dapat berasal dari mineral alam, ataupun dihasilkan oleh serangga (lebah) atau tanaman Contoh: vaselinum album (White petrolatum), vaselinum flavum (yellow petrolatum), paraffin, cera alba (white wax), cera flava (yellow wax) 2. Basis salep serap

Basis ini merupakan basis yang mampu menyerap sejumlah air dengan tetap menunujukkan stabilitas sediaan. Contoh: adeps lanae, lanolin 3. Basis salep emulsi

Basis ini merupakan basis dengan sistem emulsi, dimana merupakan sistem disperse air dan minyak yang ditabilkan dengan emulgator. Sering dikenal sebagai basis tercuci air (water washable base) Contoh : cold cream (tipe A/M);vanishing cream (tipe M/A) 4. Basis salep larut air

Basis ini merupakan basis yang larut dalam air Contoh: Polietilen glikol Pada pembuatan salep, dikenal kaidah pembuatan salep yang merupakan warisan dari Farmakope Belanda edisi V, yaitu: 1. Zat aktif yang larut dalam basis, dilarutkan dalam basis, jika perlu dengan pemanasan 1

CREAM Cream merupakan sediaan semisolid yang menggunakan basis emulsi. merupakan emulgator internal yang digunakan dalam reaksi selanjutnya 2. sorbitol. 2 . membentuk sabun dan gliserol. dapat mengandung zat aktif (obat) atau tidak mengandung zat aktif (kosmetika). 4. Cream menjadi alternatif pillihan sediaan semisolid karena jika dibandingkan dengan salep (unguenta) yang bukan berbasis emulsi. Dalam pembuatan krim. Dalam segi absorpsi. Nipasol Humektan merupakan bahan yang higroskopis. dilarutkan dalam air sebanyak yang dapat diserap oleh basis sale 3. harus diaduj sampai dingin B. cream lebih menunjukkan keunggulan yaitu pada aspek kelembutan. Terkait bahwa cream merupakan sediaan semisolid berbasis emulsi. span Humektan. sehingga kulit akan terlembabkan dan obat dapat terpenetrasi dengan baik. 6. dapat bertipe A/M ataupun M/A. Basis yang dibuat dengan cara peleburan. Asam lemak. maka kriteria cream sama dengan kriteria untuk sediaan emulsi. contoh: BHA. Reaksi penyabunan Reaksi ini merupakan reaksi kimia antara sejumlah asam lemak dalam komposisi cream yang direaksikan dengan basa kuat. Zat aktif yang larut dalam air.2 rendah 2. karena mengandung air yang dapat membantu proses hidrasi pada kulit. membentuk suatu emulsi yang distabilkan oleh sabun sebagai emulgator internal. sehingga kondisi kelembaban kulit dapat terjaga. Zat aktif yang tidak larut dalam air maupun basis. contoh : asam steara2. contoh: Nipagin. dengan air. dalam kondisi asam lemak yang meleleh. dan bahwa cream relatif tidak meninggalkan kesan berminyak (greasy) jika dibanding salep dengan basis bukan basis emulsi. Basis cream biasanya terdiri dari: 1. Basa kuat. BHT Pengawet. contoh: gliserol. diayak dengan ayakan ukuran 100 sebelum didispersikan dalam basis 4. yaitu: 1. secara umum ada 2 macam reaksi yang terjadi. propilen glikol Antioksidan. Dalam sediaan cream ini juga sering ditambahkan emulgator eksternal untuk lebih menjamin stabilitas fisik dari cream tersebut. 5. Reaksi emulsifikasi Reaksi ini merupakan reaksi fisika antara sisa asam lemak yang tidak tersabunkan. contoh: tween. mampu mempertahankan kandungan air dalam sediaan (mencegah kekeringan sediaan) serta mendukung hidrasi kulit. 3. cream juga lebih baik jika dibanding salep. kelunakan. contoh : triethanolamin Emulgator eksternal. Sabun yang terjadi.

yang mengembangkan gelling agent Humektan Pengawet Antoksidan D. meninggalkan lapisan tipis transparan yang elastic pada permukaan kulit. 2. 3. Biasanya nampak batas antara gelling agent dengan cairaContoh: bentonit magma. Veegum® 2. Hydrogel Merupakan gel dengan cairan berupa air. Jenis gelling agent a. apakah terlarut atau terdispersi dalam gel). sangat tergantung dengan bahan lain. biasanya untuk menghantarkan minyak yang merupakan zat aktif dalam sediaan tersebut. kehalusan dan kelembutan sediaan. Hydrogel sangat umum diaplikasikan dalam desain sediaan semisolid dengan keunggulannya yang samasekali tidak menimbulkan kesan berminyak (greasy). 5. dan bahwa saat diaplikasikan. Organogel Organogel atau oleaogel merupakan gel dengan cairan berwujud minyak. 6. Gel organik Merupakan gel dengan gelling agent yang memiliki rantai atom C. atau merupakan suatu polymer dengan kemampuan mengembang setelah bersentuhan dengan cairan. tidak ada batasan antara gelling agent dengan cairan Contoh: gel dengan gelling agent CMC-Na. b. 4. Jenis cairan yang terperangkap a. dengan mengurangi kesan berminyak dalam aplikasinya. c. Biasanya terbentuk satu fase. Suatu gel dapat mengandung komponen: 1. GEL Gel merupakan sediaan semisolid yang mengandung cairan yang terperangkap dalam suatu matriks 3 dimensi yang terbentuk dari gelling agent yang mengembang. Gel dapat dikategorikan menurut: 1. dapat memberikan daya tarik sehubungan dengan kejernihan sediaan (namun tidak semua htdrogel jernih. Carbopol b. PASTA 3 .3 C. Zat aktif Gelling agent à bahan pembentuk ge Cairan à untuk hidrogel berupa air. Gel inorganik Merupakan gel dengan gelling agent suatu bahan inorganic. Emulgel Merupakan gel dengan cairan berbentuk emulsi.

minyak lemak.Emulgator/ bahan pengemulsi : Disesuaikan dengan jenis dan sifat krim yang dikehendaki. Na2CO3. 50 Cara : . . yang mengandung bahan abrasif) ataupun sebagai bahan intermediet pembuatan salep. Na biboras). dsb.4 Pasta merupakan sediaan semisolid yang mengandung banyak partikel solid yang terdispersi dalam basis. NaOH.Vaselin Flavum dilelehkan lebih dulu .Tipe krim : 1. Fasa minyak ¢ bahan obat yang larut dalam minyak. Trietanolamin/ TEA. Polietilenglikol/ PEG. Na setostearil alkohol. Propilenglikol. sebelum dicampurkan dengan basis yang lain (contoh: pembuatan pasta ZnO dengan minyak mineral pada peracikan Zinc Oxide ointment. paraffin liquidum.Definisi : sediaan semi padat yang mengandung 1 atau lebih bahan obat yang ditujukan untuk pemakaian topikal. Cream.ZnO (diayak lebih dulu) + Amylum Tritici gerus ad homogen . gerus ad homogen KRIM/ CREAM (CREMORES) . adepslanae. vaselin. . unguentum simplex. lanolin. (Mengandung air tidak kurang dari 60%) . Linimentum dan Gel) PASTA (PASTAE) . Span dsb).Tambahkan lelehan. cetaceum. Krim tipe A/M (w/o) .Formula dasar krim : 1. Surfaktan (Na lauril sulfat. baru dicampur dengan bahan padat dalam keadaan panas agar lebih tercampur dan homogen. Gliserin. adepslanae. setil alkohol.Contoh : pasta zinci oxydi/ zinci pasta R/ ZnO 25 Amyl. 2. sesaat sebelum disatukan dengan white ointment dengan metode levigasi SALEP (Pasta. cera. 4 . bersifat asam Contoh : asam stearat. Krim tipe M/A (o/w) . minyak lemak dan parafin liquidum. bersifat basa Contoh : Na tetraborat (borax. Bahan padatnya lebih dari 50%. Pasta dapat digunakan sebagai agen pembersih gigi (pasta gigi. Tritici 25 Vaselin Flav. . Fasa air ¢ bahan obat yang larut dalam air. .Bahan dasar pasta : vaselin.Definisi : sediaan semi padat berupa emulsi yang mengandung satu atau lebih bahan obat yang terlarut/ terdispersi dalam bahan dasar yang sesuai. KOH. air terdispersi dalam minyak . polisorbatum/ Tween. stearil alkohol. paraffin solidum. minyak terdispersi dalam air 2.Pembuatan : bahan dasar yang berbentuk setengah padat dicairkan lebih dulu.

18%).Contoh : Vanishing krim R/ Asam stearat 15 Cera alba 2 Vaselin album 8 TEA 1. contoh : pewarna. pewangi.5 a.Definisi : sediaan cair atau kental mengandung analgetik atau zat yang mempunyai sifat Rubefacient untuk melemaskan otot/ menghangatkan.Pembuatan : -> Bagian lemak/ fasa minyak dilebur diatas penangas air. cera alba.Stabilitas Krim : krim dapat rusak jika terjadi : a.Lelehkan fasa minyak (asam stearat. Tween.Larutkan fasa air (TEA dan propilenglikol) dalam air panas . Untuk tipe A/M Sabun Polivalen. CMC. lotio benzylis benzoat 5 .Masukan sisa air sedikit demi sedikit aduk sampai membentuk krim . -> Bagian air/ fasa air dilarutkan dengan air panas. -> Campur kedua fasa tersebut (bagian air dimasukan ke dalam fasa minyak) dalam keadaan sama-sama panas (70 ² 800C) dalam mortir panas. Untuk tipe M/A Sabun monovalen (TEA. . Emulgid.Pembuatan : 1. perubahan salah satu fasa secara berlebihan. Caseinum. Terjadi penyabunan Contoh : Linimen amoniak. Perubahan suhu b.Bahan dasar : Lanolin. Emulgid.05%) b. Tidak boleh digunakan untuk kulit yang luka/ lecet. Nipasol/propil paraben (0. Pektin. Span. K stearat. vaselin album) .02-0. b.Masukan fasa air ke dalam fasa minyak aduk ad homogen . -> Aduk sampai terjadi suatu campuran berbentuk krim. . Bahan pengawet Contoh : Nipagin/Metil paraben (0. Cholesterol. Gelatin. . Mencampur seperti pada pembuatan salep Contoh : Linimen metil salisilat/ gondopuro 2. Perubahan komposisi. Amonium stearat). emulgator tidak tercampur LINIMENTUM (OBAT GOSOK/ OLESAN) .6 Cara : .Bahan tambahan : a.12-0.5 Propilenglikol 8 Aquadest 65. Bahan tambahan lain (bila perlu). . Na lauril sulfat. Adepslanae. digunakan untuk obat luar. Cera. kuning telur. Cera . Na stearat.

Contoh : R/ Mentolum 1 Metil salisilat 1 Cera alba 0. terpenetrasi oleh suatu cairan. Gelatin. HPMC. Amylum. Gel dua fase : terdiri dari jaringan partikel kecil yang terpisah. Pektin.Macam Gel : a.Panaskan di atas penangas air sampai gelatin larut. ditutup rapat . dimasukan ke dalam pot gelas. mentol. Tilosa. . Carbomer) .Panaskan (gojog) sampai semua bahan mencair GEL/ JELLY (GELONES) .Contoh : R/ Gelatin 20 Aqua 40 Gliserin 25 ZnO 15 Cara : . kadang-kadang digunakan juga senyawa anorganik yang hidrofilik seperti Tragakan. Na alginat. Jika ukuran partikel dari fase terdispersi besar disebut magma (misal : magma bentonit) .5 Adepslanae ad 10 Cara : . . aduk sampai rata dan dingin. biarkan sampai mengembang. . turunan Selulosa (Na CMC.Cera alba.6 3. metil salisilat. Terbentuk emulsi Contoh : Peruvianum emulsum I dan II .Bahan dasar : Umumnya hidrokoloid organik.Masukan ZnO dan gliserin gerus ad homogen.Masukan gelatin dan air dalam botol bermulut lebar.Definisi : sediaan semi padat berupa suspensi yang dibuat dari partikel anorganik yang kecil atau molekul organik yang besar. adepslanae. .Masukan dalam botol. 6 . Gel fase tunggal : terdiri dari makro molekul organik yang tersebar merata dalam suatu cairan b.

7 7 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->