‫ تتتتتت تتتتتت تتتتت تتتت تتتتتتت‬SELAMAT TAHUN BARU = ‫تت‬ ‫ت‬ ‫ت‬ ‫ت ت‬ ‫ت‬ = ◕▄███▄◕──◕▄██▄◕──◕▄███◕──◕▄███▄◕ ◕▀──██◕─◕██──██◕───◕██◕──◕▀──██◕ ◕──██◕──◕██──██◕───◕██◕────◕██◕ ◕─██◕───◕██──██◕───◕██◕───◕██◕

◕█████◕──◕▀██▀◕───◕▄██▄◕─◕█████◕ = HAPPY NEW YEAR = ‫تت‬

REKAYASA ANTISIPASI BENCANA BANJIR
Abdul Hamid, H, Ir, M.Eng, Prof. Pengertian Banjir, ada yang menyebutnya bah / air bah, adalah peristiwa terbenamnya daratan (yang biasanya kering) karena volume air yang meningkat. Banjir juga dapat didefinisikan sebagai debit ekstrim dari suatu sungai; untuk Kota Pontianak adalah Sungai Kapuas dan Sungai Landak. Banjir dapat terjadi karena peluapan air yang berlebihan di suatu tempat akibat hujan besar, peluapan air sungai, pecahnya bendungan sungai atau akibat badai tropis. Banjir dan gejala kebalikannya, kekeringan, merupakan gejala / fenomena yang mempunyai latar belakang yang kini kian kompleks, merupakan bagian dari siklus iklim. Gejala itu kelihatannya non-diskriminatif, melanda negara negara maju yang manajemen lingkungannya bagus, maupun negara miskin dan ‘berkembang’ seperti India dan Indonesia, yang masih berkekurangan dalam manajemen lingkungan., atau bahkan belum menerapkan sama sekali manajemen lingkungan. Banjir sebagai fenomena alam dapat merupakan / menciptakan petaka bagi manusia. Intervensi manusia terhadap alam kian memperbesar petaka yang terjadi akibat banjir. Kini, banjir sudah merupakan bagian dari fenomena global. Ketika banjir merupakan gejala alam, ia dengan tidak begitu sulit bisa diramalkan karena menjadi bagian dari siklus iklim, tetapi ketika ia menjadi fenomena global maka ramalan banjir dapat sering meleset. Penyebab Sesungguhnya kejadian banjir adalah hasil interaksi manusia dan alam yang keduanya saling memengaruhi dan dipengaruhi. Menunjuk faktor tunggal penyebab banjir dengan demikian menjadi tidak bijaksana dan kemungkinan besar, bahkan akan dapat salah arah. Penyebabnya tidak hanya melibatkan alam, tetapi juga manusia; juga lokal dan global. Dengan demikian penyebabnya bukan hanya masalah teknis, tetapi juga nonteknis. Penyebab banjir antara lain :

Curah hujan yang sangat tinggi. Sebagai contoh, pada tahun 2004, BMG mencatat curah hujan di Kota Pontianak Oktober 182,0 mm selama 17 hari, September 308,9 mm selama 21 hari, November 351,3 mm selama 22 hari, dan Desember 421,6 mm selama 25 hari. Pada tahun 2005, untuk bulan September 229,6 mm selama 16 hari, Oktober 538,3 mm selama 23 hari, dan November tercatat sebanyak 234,8 mm. selama 18 hari; Pasang surut air laut; Kirim air hujan dari pehuluan; Kerusakan kawasan Daerah Aliran Sungai ( DAS ) Kapuas dan Landak, dimana daya tampung palung sungai menjadi kecil;

• • •

kecamatan. atau dicaplok menjadi lahan rumah sehingga aliran air menjadi tersumbat atau tidak lancar. kota/ kabupaten (dinas terkait). guna meminimalisir akibat dan dampak negatifnya. Telah tidak berfungsinya berbagai jenis kawasan lindung untuk menyerap air akibat ulah manusia. Pembicaraan harus dilakukan bersama antara pemerintah propinsi. meningkatkan jumlah dan kualitas vegetasi penutup tanah maupun daya tampung jaringan hidrologi DAS. • • Banjir yang terjadi dengan waktu yang lama mengakibatkan terganggunya sejumlah besar aktifitas masyarakat. demikian pula kerusakan biofisik yang diakibatkannya. Oleh karena itu perlu dilakukan rekayasa antisipasi bencana banjir. Menyediakan dana bencana alam setiap tahun. Sejumlah infrastruktur penting menjadi rusak. Tindakan dalam pengelolaan DAS meliputi bidang-bidang biofisik. Satuan khusus ini dapat terdiri dari gabungan instansi terkait seperti dinas-dinas. Terjadi perubahan tata air permukaan karena perubahan rona alam yang diakibatkan oleh pemukiman. TNI/Polri. dan kelembagaan. Gelombang besar / Tsunami akibat gempa bumi menyebabkan banjir pada daerah pesisir pantai pada wilayah tertentu di tanah air. gejala ketidakteraturan dan ekstremitas cuaca. Tingginya sedimentasi. pemberdayaan masyarakat. Rekayasa tersebut antara lain adalah : • Perbaikan sistem DAS. Kenaikan suhu mejadikan gejala El Nino dan La Nina menjadi dominan. Tanah yang mempunyai daya serapan air yang buruk. Permukaan air tanah yang tinggi (daerah datar). Korban jiwa dan kerugian materi pun sering mengikuti setiap terjadi bencana banjir. karena banyak yang tersumbat. ditutup. Kian meluasnya permukaan tanah yang tertutup / ditutup. Dalam perencanaan pengendalian banjir. Buruknya penanganan sampah kota serta tidak memadainya infrastruktur pengendali air permukaan.• • • • • • • Saluran air yang tidak berfungsi dengan baik. yang menyebabkan sungai dan parit cepat mendangkal. Membentuk satuan khusus untuk mengantisipasi kemungkinan datangnya banjir . tidak dapat per daerah administratif yang ada dalam satu kawasan. dan yang mengacaukan iklim terutama di kawasan Pasifik. Penyimpangan iklim yang disebut gejala El Nino dan La Nina. Caranya antara lain dengan menanami kembali kawasan DAS dengan tanaman yang akarnya mampu meretensi air dan melakukan perbaikan bila terdapat penyempitan saluran air atau jaringan hidrologi. karena besarnya peluang (opportunity sets) bagi perorangan / perusahaan merusak sumber daya alam akibat berbagai fungsi lembaga-lembaga publik yang tidak jalan sebagaimana mestinya. sehingga air mengalir pada permukaan. Jumlah curah hujan melebihi kemampuan tanah untuk menyerap air. desa. Perubahan / instabilitas iklim yang disertai badai tropis. Perlu diketahui bahwa Indonesia termasuk salah satu negera didunia dengan persentase sekitar 10-12% dari bencana alam yang terjadi di dunia. Satpol PP termasuk juga melibatkan masyarakat secara aktif. pemecahannya perlu ditinjau dari sudut pandang kawasan DAS. • • . industri dan pertanian.

dan bimbingan tentang cinta lingkungan secara berkesinambungan. Pemberdayaan masyarakat dengan penyuluhan. Solusi global untuk mengatasi penyimpangan iklim adalah ikut membantu mengurangi emisi gas dari industri untuk mengurangi ‘effek rumah kaca’. Dalam hal ini perlu pengaturan / ketentuan pemerintah daerah. Dalam hal ini dapat digunakan radar hujan yang bisa memprediksi curah hujan sesaat. sebagai upaya meningkatkan moto : Hidup harmonis dengan banjir. sebagai pengembang teknologi sangat berarti untuk melangkah bersama dalam memberdayakan peran aktif masyarakat sebagai upaya pengendalian banjir. Meningkatkan akan kesadaran lingkungan : Belajar dari banjir. Menerapkan pendekatan manajemen wilayah dan manajemen lingkungan. Memberikan peringatan dini banjir yang dapat dilakukan beberapa hari sampai satu hari sebelum terjadi dengan menginformasikan pada instansi terkait. Dalam hal ini. maka lingkungan hidup seharusnya menjadi program yang penting bagi setiap partai politik. tetapi diresap ke dalam tanah atau ke dalam sumur resapan. terutama di kawasan hilir. Karena Indonesia sedang mengalami demokratisasi di mana awal keputusan di ranah publik selalu didahului oleh program partai politik. tokoh. Sejauh ini perhatian terhadap sistem manajemen seperti ini masih amat rendah. Menerapkan manajemen pengendalian tata air permukaan yang berbasis daerah aliran sungai yang memerlukan kelembagaan yang lintas sektoral dan lintas wilayah. Bila kemungkinan banjir sudah diketahui sejak dini. tetapi . Mengkritisi daerah rendah di tepian sungai. mempelajari jenis intervensi yang dilakukan manusia yang merusak lingkungan sehingga mengganggu siklus hidrologi. dan perguruan tinggi. Mengembangkan kembali bangunan rumah panggung. diintensifkan sebagai program pembangunan pemerintah daerah. karena penyebab dan rekomendasi yang dikemukakan dari waktu ke waktu lebih banyak yang itu-itu juga. Air hujan di setiap rumah/bangunan tidak dialirkan ke selokan. Merumuskan kebijakan agar penduduk hidup dalam batas-batas yang aman dari banjir. terutama di sekitar tepian sungai Kapuas dan Landak. Semua sektor dan tiap wilayah bertindak sendiri untuk mengakali banjir sehingga masalahnya tidak akan pernah terselesaikan. dan pemuka masyarakat sebagai sosok anutan. • • • • • • • Pada dasarnya apa yang dikemuka di atas bukanlah hal yang baru. kampanye. Alat ini dapat memprediksi intensitas dan lamanya hujan yang akan terjadi hingga H minus 4. sebagai bagian dalam sistem peringatan dini banjir. genangan. Membangun komitmen mencegah / mengatasi banjir secara berkesinambungan. maka masyarakat dan pemerintah daerah dapat bersama-sama mengantisipasinya.• • • • • • Mewaspadai gelagat sungai besar di daerah Kalbar umumnya. normalisasi (dalam air khusus) sungai-sungai Kapuas dan Landak khususnya dan anak-anak sungai terkait. Sungai Kapuas dan Landak serta anak-anak sungainya khususnya. peran pemerintah sebagai fasilitator. lembaga swadaya masyarakat (LSM) sebagai pendamping pembangunan.

Budidaya Lorong 5. PERTANYAAN. JAKARTA. Banjir memang tanggungjawab kita bersama. Dam Parit 7. SEHINGGA TDK MUNGKIN KEBAL THD KEMUNGKINAN TERGENANG BANJIR. Disamping itu komitmen yang jelas dan berkelanjutan dari pemerintah daerah / kota. MAKA SAMPAI KAPANPUN BANJIR TIDAK DAPAT DICEGAH. tetapi bagaimana mengaktifkan fungsi dan peranan lembaga / institusi terkait sehingga mampu mencegah peluang bagi perorangan / perusahaan untuk merusak sumberdaya alam. para wakil rakyat serta masyarakat sangat diperlukan dalam mengantisipasi terjadinya serta dampak negatif yang ditimbulkannya. KOTA-KOTA BESAR BANYAK YG TUMBUH DAN BERKEMBANG DI DATARAN BANJIR. apapun yang dilakukan pemerintah tidak akan efektif kalau tidak ada perubahan perilaku perilaku warga kota Pontianak khususnya. DATARAN BANJIR YANG SAAT INI SDH BERKEMBANG A.. 2011 @ 12:00 pm  BILA KITA SEPAKAT BAHWA BANJIR DLM TULISAN DIATAS ITU ADALAH SUNGAI YG MELUAP SEHINGGA MENGGENANGI DATARAN BANJIR (FLOOD-PLAIN). Agroforestry 2. Bendungan Bawah Tanah 4. Kumpulan teknologi yang oleh WordPress diurut secara alfabetis ini dikutip dari berbagai sumber (yang disebutkan pada tiap akhir tulisan). YG BERLANGSUNG SEJAK DAHULU KALA. Daerah Konservasi Air Tanah 6. Dam Pengendali (Check Dam) .tampaknya senantiasa kurang adanya pembaruan landasan kebijakan yang memungkinkan penyebab-penyebab banjir dapat diminimalkan. tetapi perlu diingat pula bahwa persoalan yang paling mendasar saat ini bukan terletak pada tingkah laku perorangan. SURABAYA. atau warga Kalbar umumnya. Teknologi Pengendalian Banjir Rangkaian halaman yang berinduk pada halaman “Teknologi Pengendalian Banjir” ini adalah kumpulan teknologi / metode / teknik yang dapat diterapkan baik pada skala persil lahan maupun pada skala kawasan. mana antisipasi bencana banjirnya ????? Komentar oleh Ria — Mei 20.L MENJADI KOTA PONTIANAK ADALAH TERBENTUK OLEH ENDAPAN YANG TERBAWA LUAPAN SUNGAI PADA SAAT BANJIR. A. Areal Peresapan Air Hujan 3. Kumpulan teknologi yang sempat kami kumpulkan adalah: 1.L BANGKOK. DSB. Patut disadari bahwa untuk mencegah banjir.

Saluran / Parit Resapan 30. atau Situ 27. Embung 10.8. Deep Tunnel Reservoir System 9.Sawah 31.Mulsa 18.Waduk Resapan .Tanggul / Pagar Pekarangan 38.Polder 24.Rorak / Parit Buntu 28.Pengolahan Tanah/Penanaman Menurut Kontur 23.Penampungan Air Hujan 20.Kolam Konservasi Air Hujan.Waduk Pengendali Banjir 42.Rain Gardens 25.Sabuk Resapan 29.Sumur Resapan 36.Tirta Sangga Jaya (TSJ) 41.Guludan 11. Telaga.Lubang Galian Tanah 15.Teras 40.Tanaman Penutup Tanah 37.Penanaman Dalam Strip 21.Revitalisasi Danau.Kolam Retensi 14.Lubang Resapan Biopori 16.Kolam / Balong 12.Strip Rumput 34.Modifikasi Lansekap 17.Retarding Basin 26. 13.Stormwater Detention Pond 32.Mulsa Vertikal (Slot Mulch) 19.Strip Penyangga Riparian 33.Sumur Injeksi 35.Pengolahan Tanah Minimum 22.Teknologi Modifikasi Cuaca 39.

diacu dalam Lugiarti (2004). Proses partisipasi masyarakat melibatkan partisipan dalam mendefinisikan bagaimana mereka berpartisipasi. Proses partisipasi masyarakat mengkomunikasikan kepada partisipan bagaimana input mereka digunakan atau tidak digunakan. berbagi manfaat dari program pembangunan dan evaluasi program pembangunan. (1) partisipasi dalam / melalui kontak dengan pihak lain sebagai awal perubahan sosial. 1997). baik dalam arti menerima. Sedangkan Migley (1986) melihat partisipasi sebagai upaya memperkuat kapasitas individu dan masyarakat untuk mendorong mereka dalam menyelesaikan permasalan yang mereka hadapi. Proses partisipasi masyarakat memberi partisipan informasi yang mereka butuhkan dengan cara bermakna. 7. memelihara. 3. Partisipasi masyarakat meliputi jaminan bahwa kontribusi masyarakat akan mempengaruhi keputusan. maupun dalam arti menolaknya. yaitu keterlibatan masyarakat dalam menilai tingkat pelaksanaan pembangunan. Masyarakat harus memiliki suara dalam keputusan tentang tindakan yang mempengaruhi kehidupan mereka. (3) partisipasi dalam perencanaan termasuk pengambilan keputusan. partisipasi adalah keterlibatan masyarakat dalam proses perencanaan dan pembuatan keputusan tentang apa yang dilakukan. partisipasi adalah proses pemberian peran kepada individu bukan hanya sebagai subyek melainkan sebagai aktor yang menetapkan tujuan. yang diacu dalam Daniels dan Walker (2005): 1. dan mengembangkan hasil pembangunan. yang diacu dalam Harahap (2001). menerima dengan syarat. partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan dapat dipilah meliputi. Proses partisipasi masyarakat mengkomunikasikan dan memenuhi kebutuhan proses semua partisipan. Proses partisipasi masyarakat berupaya dan memfasilitasi keterlibatan mereka yang berpotensi untuk terpengaruh. dalam pelaksanaan program dan pengambilan keputusan untuk berkontribusi sumberdaya atau bekerjasama dalam organisasi atau kegiatan khusus. Sedangkan menurut Ndraha (1990). Survey partisipasi oleh The International Association of Public Participation telah mengidentifikasi nilai inti partisipasi sebagai berikut (Delli Priscolli. menyatakan alasan pembenar partisipasi masyarakat dalam pembangunan: . Korten (1988) dalam pembahasannya tentang berbagai paradigma pembangunan mengungkapkan bahwa dalam paradigma pembangunan yang berpusat pada rakyat. 4. 2. (2) partisipasi dalam memperhatikan / menyerap dan memberi tanggapan terhadap informasi. (4) partisipasi dalam pelaksanaan operasional. Tjokrowinoto (1987). 6. diacu dalam Hasibuan (2003).Partisipasi Masyarakat Pengertian Partisipasi Masyarakat Menurut Cohen dan Uphoff (1977). mengendalikan sumber daya dan mengarahkan proses yang mempengaruhi kehidupannya. 5. (5) partisipasi dalam menerima.

Dengan mengajak masyarakat dengan spektrum yang lebih luas dalam proses pembuatan keputusan. 2000. khususnya kelompok yang selama ini termarjinalisasikan. Dengan melibatkan stakeholders dan berdiskusi dengan pihak-pihak yang akan menerima atau berpotensi menerima akibat dari suatu kegiatan / proyek. Kapoor. Blumenthal. Partisipasi memperluas wawasan penerima proyek pembangunan. 2. hal itu dapat menghindari ketidakpastian dan kesalahan interpretasi tentang suatu isu / masalah. dan kreatifitas.Partisipasi dipandang sebagai pencerminan hak-hak demokratis individu untuk dilibatkan dalampembangunan mereka sendiri. 2001. Partisipasi merupakan lingkungan yang kondusif baik bagi aktualisasi potensi manusia maupun pertumbuhan manusia. partisipasi merupakan akibat logis dari dalil tersebut. (c) mengakomodir pengetahuan lokal. Rakyat adalah fokus sentral dan tujuan akhir pembangunan. 4. serta UNDP. 3. maka partisipasi dapat: (a) meningkatkan representasi dari kelompok-kelompok komunitas. Partisipasi menyediakan lingkungan yang kondusif baik bagi aktualisasi potensi manusia maupun pertumbuhan manusia 9. 10. dan kondisi lokal yang tanpa keberadaannya akan tidak terungkap. sehingga memperluas kisaran ketersediaan pilihan alternatif. 3.1. 2000). Partisipasi membantu terbangunannya transparansi komunikasi dan hubungan-hubungan kekuasaan di antara para stakeholders. Partisipasi menciptakan suatu lingkungan umpan balik arus informasi tentang sikap. Dovers. 2000. kebutuhan. maka para . Thomsen (2003) memaparkan keuntungan dan kerugian dari partisipasi masyarakat. (b) membangun perspektif yang beragam yang berasal dari beragam stakeholders. Keuntungan dari partisipasi masyarakat adalah: 1. 2. Partisipasi menimbulkan harga diri dan kemampuan pribadi untuk dapatturut serta dalam keputusan penting yang menyangkut masyarakat. 2000. Partisipasi memperluas basis pengetahuan dan representasi. Partisipasi dapat meningkatkan pendekatan iteratif dan siklikal dan menjamin bahwa solusi didasarkan pada pemahaman dan pengetahuan lokal. 11. Arus informasi ini tidak dapat dihindari untuk berhasilnya pembangunan. 6.Partisipasi merupakan cara yang efektif membangun kemampuan masyarakat untuk pengelolaan program pembangunan guna memenuhi kebutuhan lokal. 7. Keuntungan dan Kerugian Partisipasi Masyarakat Dengan mengacu pada berbagai referensi (Anon. Pembangunan dilaksanakan lebih baik dengan dimulai dari dimana rakyat berada dan dari apa yang mereka miliki. pengalaman. Partisipasi menopang pembangunan 8. aspirasi. Dengan membuka kesempatan dalam proses pengambilan keputusan. Partisipasi akan memperluas jangkauan pelayanan pemerintah kepada seluruh lapisan masyarakat. 5.

maka partisipan dapat meninggalkan proses tersebut. Partisipasi akan mendorong kepemilikan lokal. . Proses partisipasi dapat digunakan untuk memanipulasi sejumlah besar warga masyarakat. Hasil yang diperoleh dari usaha-usaha kolaboratif lebih mungkin untuk diterima oleh seluruh stakeholders. 4. tidak dikembangkan dalam kerangka kerja institusional yang mendukung atau terjadi kekurangan sumber daya untuk penyelesaian atau keberlanjutan suatu proyek. kecewa karena hanya sedikit hasil yang diraih. partisipasi dapat menambah biaya dan waktu dari sebuah proyek tanpa ada jaminan bahwa partisipasi itu akan memberikan hasil yang nyata. Sedangkan kerugian yang mungkin muncul dari pendekatan partisipatif adalah: 1. (b) jika tidak direncanakan secara hati-hati. kegiatan yang dilakukan akan lebih relevan dengan kepentingan masyarakat lokal dan akan lebih efektif. Pelibatan masyarakat lokal dapat membantu terciptanya hasil (outcomes) yang berkelanjutan dengan menfasilitasi kepemilikan masyarakat terhadap proyek dan menjamin bahwa aktivitas-aktivitas yang mengarah pada keberlanjutan akan terus berlangsung. Proses partisipasi seringkali menyebabkan ketidakstabilan hubungan sosial politik yang ada dan menyebabkan konflik yang dapat mengancam terlaksananya proyek. 4. Jika proses partisipasi dimanipulasi. 5. Partisipasi secara sadar atau tidak sadar dapat merugikan kepada mereka yang terlibat jika: (a) para ahli yang melakukan proses ini memanipulasi partisipasi publik untuk kepentingannya. Pada wilayah-wilayah dimana di dalamnya terdapat ketidakadilan sosial.pembuat keputusan dapat memperluas pengalaman masyarakat dan akan memperoleh umpan balik dari kalangan yang lebih luas. komitmen dan akuntabilitas. Pendekatan partisipatif akan meningkatkan pengetahuan dari tiap stakeholders tentang kegiatan / aksi yang dilakukan oleh stakholders lain. padahal usaha yang dilakukan oleh masyarakat telah cukup besar. Partisipasi dapat menyebabkan konflik. 3. Partisipasi dapat memperlemah (disempower) masyarakat. Pengetahuan ini dan ditambah dengan peningkatan interaksi antar sesama stakeholders akan meningkatkan kepercayaan diantara para stakeholders dan memberikan kontribusi yang positif bagi peningkatan modal sosial. 2. Partisipasi dapat menjadi mahal dalam pengertian bahwa waktu dan biaya yang dikeluarkan dipersepsikan sebagai sesuatu yang mahal bagi masyarakat lokal. Dengan demikian. Partisipasi dapat membangun kapasitas masyarakat dan modal sosial. proses partisipasi akan dilihat sebagai sesuatu yang mewah dan pengeluaran-pengeluaran untuk proses itu tidak dapat dibenarkan ketika berhadapan dengan kemiskinan yang akut.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful