P. 1
Yang Dimaksud Dengan Unsur Unsur Negara Adalah Bagian

Yang Dimaksud Dengan Unsur Unsur Negara Adalah Bagian

|Views: 497|Likes:
Published by Asri Ambarwati

More info:

Published by: Asri Ambarwati on Jan 22, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/14/2012

pdf

text

original

1. Yang dimaksud dengan unsur unsur negara adalah bagian-bagian yang menjadikan negara itu ada.

Pada umumnya, unsur unsur terbentuknya negara harus memenuhi unsur berikut ini : A. Wilayah Pasal 25A UUD 1945, negara kesatuan Republik Indonesia adalah sebuah negara kepulauan yang berciri nusantara dengan wilayah yang batas-batas dan hak-haknya ditetapkan dengan Undang-Undang. Wilayah negara Indonesia berdasarkan Konferensi Meja Bundar (KMB) pada tanggal 27 Desember 1949 yang ditandatangani oleh pemerintah Indonesia dan pemerintah Belanda, meliputi seluruh daerah bekas jajahan Hindia Belanda. Sedang batas-batasnya ditentukan dengan perjanjian antarnegara tetangga, baik yang diadakan sebelum maupun sesudah merdeka. Derah yang merupakan tempat tinggal rakyat dan tempat pemerintah melakukan kegiatan merupakan wilayah negara dengan batas-batas tertentu. Batasbatas wilayah yang ditempati rakyat Indonesia sebagai berikut ini : • Wilayah Daratan Negara satu dengan yang lain sering terjadi perang dikarenakan masalah batas wilayah. Untuk menetapkan wilayah batas daratan pada umumnya ditentukan berdasarkan perjanjian antarnegara tetangga. Perbatasan antara 2 negara dapat berupa : 1. Perbatasan alam, seperti sungai, danau, pegunungan atau lembah. 2. Perbatasan buatan, seperti pagar tembok, pagar kawat berduri, tiang-tiang tembok. 3. Perbatasan menurut ilmu pasti, yakni dengan menggunakan garis lintang atau bujur pada peta bumi. Memasuki wilayah negara bangsa lain tanpa ijin negara yang bersangkutan merupakan pelanggaran wilayah. Untuk menghindari terjadinya pelanggaran, suatu negara memiliki suatu lembaga keimigrasian. • Wilayah Lautan Laut yang merupakan wilayah suatu negara disebut teritorial negara itu. Laut di luar teritorial disebut laut terbuka atau bebas. Tidak semua negara mempunyai wilayah laut seperti Swiss dan Mongolia. Pada umumnya batas wilayah laut teritorial 3 mil laut yang diukur dari garis pantai wilayah daratan suatu negara pada saat pantai surut. Untuk negara Indonesia batas wilayah laut teritorial mulai 21 Maret 1980 dengan batas Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) adalah selebar 200 mil dihitung dari garis dasar laut wilayah Indonesia. • Wilayah Udara Wilayah udara suatu negara ada diatas wilayah daratan dan lautan negara yang bersangkutan. Kekuasaan atas wilayah udara suatu negara diatur dalam perjanjian Paris tahun 1919.

Kedutaan adalah wakil suatu negara di negara lain yang mengurusi masalah politik. Pasal 26 UUD 1945 menyatakan tentang warganegara sebagai berikut ini : • “yang menjadi warganegara ialah orang-orang bangsa Indonesia asli dan orang-orang bangsa lain yang disahkan dengan undang-undang sebagai warganegara”. • “penduduk ialah warga negara Indonesia dan orang asing yang bertempat tinggal di Indonesia”. Orang-orang yang berdasarkan hukum merupakan anggota dari suatu negara disebut warganegara. Peraturan perundang-undangan yang mengatur kewarganegaraan sampai saat ini ialah Undang-Undang Nomor 62 tahun 1958. Rakyat Rakyat merupakan unsur terpenting dari negara. • “Hal-hal mengenai warga negara dan mengenai penduduk diatur dengan undang-undang”. Rakyatlah yang pertamatama berkepentingan supaya organisasi negara berjalan dengan lancar dan baik serta mampu mewujudkan tujuannya. orangnya disebut konsuler. C. 3 tahun 1976. Pemerintah yang Berdaulat Unsur konstitutif yang ketiga dari negara ialah pemerintah yang berdaulat. Tempat perwakilan yang disebut ekstrateritorial berarti tempat itu meskipun berada di wilayah negara lain tetapi dianggap wilayah negara yang diwakili. B. Bukan penduduk ialah orang-orang yang berada dalam suatu wilayah negara untuk sementara waktu. misalnya kantor kedutaan besar. Konsulat adalah wakil suatu negara di negara lain yang mengurusi masalah ekonomi perdagangan. misalnya wisatawan asing yang sedang berlibur di suatu negara lain atau para jemaah haji yang sedang melaksanakan rukun Islam ke-5 di Mekah. jo. Pemerintah adalah pemegang dan penentu kebijakan yang berkaitan dengan . UU No. Penduduk ialah orang-orang yang bertempat tinggal dan menetap di wilayah suatu negara. orangnya disebut duta. Sedangkan orang-orang yang tidak termasuk warganegara disebut orang asing. Orang-orang yang berstatus penduduk dan warganegara Indonesia berhak dan berkewajiban untuk ikut serta dalam pembelaan negara sesuai dengan bidangnya.• Daerah Ekstrateritorial Berdasarkan hukum internasional. kapal-kapal laut yang berlayar di laut terbuka berbendera suatu negara tertentu juga merupakan wilayah negara yang bersangkutan.

Pengakuan de jure Adalah pengakuan secara resmi sesuai dangan hukum internasional. karena kedaulatan merupakan sesuatu yang membedakan antara negara yang satu dengan yang lain. 2. suatu negara tetap berdiri asalkan memenuhi tiga unsur pokok. b. tetapi sifatnya hanya menerangkan saja tentang adanya negara. Ketiga unsur tersebut diatas disebut juga unsur konstitutif sedang unsur pengakuan negara lain disebut unsur deklaratif maksudnya agar negara itu dapat mengadakan hubungan internasional harus mendapat pengakuan dari negara lain. berdasar fakta bahwa negara itu ada. Wilayah negara dengan batas-batas tertentu. 7. KPK dibentuk karena institusi .pembelaan negara. D. yaitu pengakuan dari negara-negara lain. kedaulatan didasarkan atas kekuatan. Pengakuan Negara Lain Selain rakyat. dan pemerintah yang berdaulat. Peranan Komisi Pemberantas Korupsi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) adalah lembaga negara yang dalam melaksakan tugas dan wewenangnya bersifat independen dan bebas dari pengaruh kekuasaan manapun (Pasal 3 [41]). Pengakuan de facto Adalah pengakuan secara kenyataan. Kedaulatan artinya kekuasaan tertinggi. wilayah. Rakyat yang mendiami wilayah negara. Kekuasaan ke dalam berarti bahwa kekuasaan pemerintah itu dihormati dan ditaati oleh seluruh rakyat dalam negara itu. Adanya pengakuan dari negara-negara lain merupakan tanda bahwa negara baru itu telah diterima sebagai anggota baru dalam pergaulan antarnegara. 3. Pemerintah yang berdaulat. Tujuan dibentuknnya KPK tidak lain adalah meningkatkan daya guna dan hasil guna terhadap upaya pemberantasan tindak pidana korupsi. Di negara-negara demokrasi kedaulatan didasarkan atas persetujuan. Pengakuan negara lain ada dua macam. Dengan kata lain pengakuan dari negara lain hanya bersifat deklaratif saja. Masalah kedaulatan merupakan masalah yang sangat penting dalam suatu negara. Di negara diktaktor. Pengakuan dari negara-negara lain bukanlah merupakan unsur pembentuk negara. masih ada satu unsur lagi bagi negara. yaitu : a. Kekuasaan ke luar berarti bahwa kekuasaan pemerintahan itu dihormati dan diakui oleh negara-negara lain. Pemerintah yang berdaulat mempunyai kekuasaan ke dalam dan ke luar. Walaupun tanpa pengakuan negara lain. yaitu: 1.

Pemberantasan tindak pidana korupsi yang terjadi sampai sekarang belum dapat dilaksanakan secara optimal. dosen Hukum Tata Negara Universitas Indonesia mengatakan tidak ada upaya KPK dalam menjalankan peranannya memberantas korupsi bukan karena faktor keterlambatan dana. Sebenarnya hal ini bisa ditanggulangi dengan mengangkat Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal. yang juga anggota Komisi Nasional HAM dan praktisi hukum Bambang Widjayanto mengatakan bahwa KPK lebih menempatkan diri seperti akademisi. dan berkesinambungan. Tidak ada kinerja KPK karena sematamata pemimpin KPK bukan orang yang terbaik [11]. Faktor lain yang menghambat adalah kosongnya posisi Sekretaris Jendera KPK hampir delapan bulan setelah dibentuk. Karena korupsi telah merugikan keuangan negara. tidak punya gedung yang representatif dan tidak punya peralatan serta infra struktur untuk bergerak cepat. Karena hampir setengah setahun tidak menunjukkan kinerjanya maka KPK menuai keritik tajam dari pakar hukum Prof Dr. Peradilan. dan menghambat pembangunan nasional. Dia juga menambahkan bahwa sulitnya memberantas korupsi karena pemerintah khususnya pejabat-pejabat yang berwenang dalam memberantas korupsi sama sekali tidak memiliki kemauan politik (political will). Awal pembentukan KPK dengan semangat yang tinggi untuk memberantas korupsi. karena KPK juga dapat dana dari luar negeri maupun bantuan asistensi dari partnership. Untuk itulah dibentuk KPK yang mempunya wewenang luar biasa. Dalam tahun pertama menjalankan peranannya sebagai ujung tombak memerangi korupsi. Partai Politik dan Parlemen) yang seharusnya mencegah korupsi tidak berjalan bahkan larut dan terbuai dalam korupsi. Hal ini terbukti dengan KPK tidak punya penyidik sendiri. Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) bahwa KPK hanya mencari-cari alasan apabila ditagih tentang kinerja pimpinan KPK. perekonomian negara. Achmad Ali. Hal ini mengundang kritik miring dari berbagai pihak seperti Munarman. tidak punya pegawai. Kejaksaan. Cara penanganan korupsi harus dengan cara yang luar biasa. Selanjutnya Satya Arinanto. namun beberapa bulan terbentuk nampaknya KPK dibiarkan untuk mati suri.(Kepolisian. sehingga kalangan hukum menyebutnya sebagai suatu lembaga super (super body). intensif. Hal tersebut terjadi karena kesalahan pemerintah dan DPR pada waktu itu yang tidak serius memfasillitasi KPK untuk membangun infra struktur yang kuat. Begitu parahnya maka korupsi di Indonesia sudah dikategorikan sebagai tindak pidana luar biasa (extra ordinary crime). sehingga mengganggu jalannya roda administrasi. KPK menghadapi beberapa kendala yang klasik antara lain keterlambatan pencairan dana dari pemerintah. dan . Oleh karena itu pemberantasan korupsi perlu ditingkatkan secara professional.

Andi Hamzah menekankan bahwa dalam enam bulan pertama KPK baru mau mencari apa yang harus dikerjakan [10]. melibatkan aparat pengak hukum. laporan masyarakat mengenai tindak pidana korupsi tidak ditinjaklanjuti. c. Adanya hambatan penanganan tindak pidana korupsi karena campur tangan dari eksekutif. 4. 30 tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi [41] bahwa lembaga ini dapat bertindak mulai dari: 1.menjadi institusi wacana yang terlalu mengada-ada [13]. Jadi KPK mengambil sekaligus dua peranan yaitu tugas Kepolisian dan Kejaksaan yang selama ini tidak berdaya dalam memerangi korupsi. atau penelaahan terhadap instansi yang menjalankan tugas dan wewenang yang berkaitan dengan pemberantasan korupsi dan instansi yang dalam melaksanakan pelayanan publik (Pasal 8 Ayat (1) [41]). memonitor terhadap penyelenggaraan pemerintahan negara. 2. 5. Dalam menangani kasus KPK diberi kewenangan memperpendek jalur birokrasi dan proses dalam penuntutan. penyidikan dan penuntutan tindak pidana korupsi yang (Pasal 11 [41]): 1. yudikatif atau legislatif. penanganan tindak pidana korupsi ditujukan untuk melindungi pelaku korupsi yang sesungguhnya. Sebenarnya untuk melakukan peranannya KPK diberikan kewenangan yang luar biasa seperti yang diatur dalam Pasal 6 butir b. penanganan tindak pidana korupsi mengandung unsur korupsi. keadaan lain yang menurut pertimbangnan kepolisian atau kejaksaan. penyelengara negara dan orang lain yang ada kaitannya dengan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh aparat . mensupervisi terhadap instansi yang berwenang melakukan tindak pidana korupsi. 3. melakukan penyelidikan. KPK juga diberi kerwenangan untuk melakukan penyelidikan. Prof Dr. penanganan tindak pidana korupsi sulit dilaksanakan secara baik dan dapat dipertanggung jawabkan. dan penuntutan terhadap tindak pidana korupsi 3. atau 6. penyidikan. Selanjutnya KPK mengambil alih kasus korupsi yang sedang ditangani kepolisian atau kejaksaan apabila: 1. 2. proses penanganan tindak pidana korupsi tidak ada kemajuan/berlarutlarut/ tetunda tanpa alasan yang bisa dipertanggung jawabkan. melakukan tindakan pencegahan korupsi 4. Disamping itu KPK diberi kewenangan untuk melakukan pengawasan. d dan e UU. No. penelitian.

dan/atau 3. 2. penangkapan. meminta data kekayaan dan data perpajakan tersangka atau terdakwa kepada instansi terkait. menyangkut kerugian negara paling sedikit Rp1. meminta bantuan kepolisian atau instansi lain yang terkait untuk melakukan penangkapan.000 (satu miliar rupiah). lisensi serta konsesi yang dilakukan atau dimiliki oleh tersangka atau terdakwa yang diduga berdasarkan bukti awal yang cukup ada hubungannya dengan tindak pidana korupsi yang sedang diperiksa. dan penyitaan barang bukti diluar negeri. atau pihak lain yang terkait. 4.pengak hukum dan penyelengara negara. 5. mendapat perhatian dan meresahkan masyarakat.000. melakukan penyadapan dan merekam pembicaraan. maka KPK diberi tambahan kewenangan yang tidak dimiliki instititusi lain yaitu: 1. 8. peranan KPK melebihi dari Kepolisian dan Kejaksaan dimana Kepolisian dan Kejaksaan dapat mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan dan Penuntutan (SPPP) dalam perkara tindak pidana korupsi. 6. maka tidak heran kalau kalangan hukum menyebutnya sebagai lembaga super (superbody). meminta bantuan interpol Indonesia atau instansi penegak hukum negara lain untuk melakukan pencarian. Disamping itu. penahanan. memerintahkan kepada bank atau lembaga keuangan lainnya untuk memblokir rekening yang diduga hasil dari korupsi milik tersangka. transaksi perdagangan. dan penyitaan dalam perkara tindak pidana korupsi yang sedang ditangani. meminta keterangan kepada bank atau lembaga keuangan lainnya tentang keadaan keuangan tersangka atau terdakwa yang sedang diperiksa. 7. Melihat kewenangan KPK. menghentikan sementara suatu transaksi keuangan. sebaliknya berdasarkan Pasal 40 UU No 30/2002. dan perjanjian lainnya atau pencabutan sementara perizinan. Dengan kewenangan yang super tersebut KPK mampu mengeliminasi korupsi secara konseptual dan sistematis. Masyarakat tidak mau tahu akan keluh kesah KPK bekait dengan kurangya personil maupun kesendirian KPK dalam menangani tindak . memerintahkan kepada instansi yang terkait untuk melarang seseorang berpergian keluar negeri.000. KPK tidak berwenang mengeluarkan SPP untuk menghindari adanya main mata antara tersangka dan aparat KPK. 2. terdakwa. 3. penggeledahan. Untuk memerangi tindak pidana korupsi yang dikategorikan sebagai tindak pidana luara biasa (extra ordinary crime).

Azyumardi Azra bahwa ikan membusuk dari kepala. direktur Administrasi dan Keuangan RRI dibawa kepengadilan begitu juga dengan rekanan RRI. legislatif maupun yudikatif tetap diam terpaku mesti satu persatu fakta dipertontonkan. Dia menegaskan bahwa ditengah upaya semu perang terhadap korupsi yang dilakukan KPK. Bahkan beberapa kasus di atas tanpa rasa malu tak jarang koruptor dilindungi dengan kekuasaan dan cara-cara invisible hand. anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang mencoba menyuap salah seorang auditor BPK. mantan Gubernur Nangroe Aceh Darussalam menjadi tersangka korupsi pengadaan helikopter. jadi untuk memerangi korupsi mulailah dari pimpinan tertinggi di lembaga atau departemen tersebut. Lagi-lagi masyarakat dikejutkan dengan perlakuan diskriminasi KPK sewaktu memeriksa Bagir Manan karena tidak memanggil Bagir Manan di kantor KPK tapi malah datang kekantor dan diruangan Bagir Manan di MA. termasuk ketuanya Bagir Manan. Fahrani Husaini. kecuali kepura-puraan belaka. Hal ini terlihat bahwa perombakan kabinet yang baru-baru ini dilakukan oleh presiden sama sekali tidak menyentuh sekali bidang penegakan hukum. Selama itu tidak dilakukan maka perang terhadap korupsi tak ubahnya dengan berperang melawan angin dan hanya retorika . Bukankah untuk sudah disindir oleh Prof Dr. Dalam waktu tidak beberapa lama KPK menangkap pengacara Abdulah Puteh dan panitera Pengadilan Tinggi DKI Jakarta. Kasus ini sekaligus mengungkap praktik korupsi di tubuh KPU yang menyeret Nazarudin Syamsudin. Hingga kini kasusnya tidak jelas dan terkesan menguap ditelan awan. Ketua. Tahun 2005 merupakan kejutan dari pelaksanaan peran KPK dalam memerangi korupsi yaitu berhasil menangkap Mulyana Wira Kusuma. Komisi Pemberantas Korupsi mulai memainkan perannya dengan membawa mantan Abdullah Puteh. semua jadi penonton baik eksekutif. Kemudian Suratno. Dilanjutkan dengan tindakan KPK menangkap pengacara Probosutejo dan lima pegawai MA yang terlibat transaksi penerimaan uang suap sebanyak 6 miliar. KPK tidak akan bisa melaksanakan perannya secara optimal bilamana tidak didukung oleh keinginan dan tindakan nyata pemerintah dalam penegakan hukum. Rusadi Kantaprawira anggota KPU dan Pejabat Sekreris Jenderal KPU serta stafnya. Hal ini menyebabkan KPK menggeledah dan memeriksa tiga hakim agung. Ketua KPK mengakui dalam kata sambutannya memperingati dua tahun berdirinya lembaga tersebut bahwa perang terhadap korupsi yang dilakukannya bagaikan ??esunyian dan kesendirian??karena tidak ada kemauan yang serius ditingkat kekuasaan.pidana korupsi. terutama perang terhadap korupsi. Tidak ada satupun instansi yang mencoba memperbaiki sistemnya [37].

tidak adanya keinginan untuk memanfaatkan momen untuk memperbaiki sistem masing-masing instansi walaupun sudah dipertontonkan fakta demi fakta oleh KPK. pengayoman. Bukankah kita dapat melihat pergantian pucuk pimpinan Kepolisian berhasil memperbaiki kinerja. Hal ini mengakibatkan pil pahit dan terasa sakit bagi presiden terdahulu. Kesimpulan Dari uraian di atas nampak jelas bahwa sistem peradilan pidana Indonesia dalam hal ini Kepolisian. citra. Peradilan gagal total memerangi korupsi dan tidak dapat diharapkan untuk memerangi korupsi. kecuali kepura-puraan. Periode berlakunya UUD 1945 18 Agustus 1945. Dalam melaksanakan perannya memerangi korupsi. perlindungan dan pelayanan masyarakat. karena MPR dan DPR belum terbentuk. UUD 1945 tidak dapat dilaksanakan sepenuhnya karena Indonesia sedang disibukkan dengan perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Untuk itu diperlukan suatu lembaga yang super body memerangi korupsi di Indonesia. pelayan umum yang baik dan terbebas dari praktek korupsi.27 Desember 1949 Dalam kurun waktu 1945-1950. sayangnya lembaga super body yang ada seperti KPK tidak didukung oleh eksekutif. Akan kah pisang berbuah dua kali?. Tanggal 14 November 1945 . Kejaksaan. Namun. Karena mereka justru terlibat dan terbuai oleh korupsi. Instansi yang seharusnya memerangi korupsi hanya jadi penonton belaka dan tidak berusaha memperbaiki diri. Bahkan tanpa rasa malu tak jarang koruptor dilindungi dengan kekuasaan dengan cara-cara invisible hand. Korupsi sudah merupakan penyakit yang kronis hampir di setiap institusi pemerintah hingga disebut dengan extra ordinary crime. KPK masih diskriminatif karena tidak adanya kemauan di tingkat kekuasaan. legislatif maupun yudikatif sehinga kesendirian dan kesepian. akan kah keledai akan terperosok pada lobang yang sama untuk kedua kali ? Jawabannya dapat kita lihat langkah nyata yang akan dilakukan oleh pucuk pimpinan negara tercinta ini. 13. Sedangka lembaga negara lainnya masih terus terbuai dengan korupsi. Maklumat Wakil Presiden Nomor X pada tanggal 16 Oktober 1945 memutuskan bahwa KNIP diserahi kekuasaan legislatif. Di samping. Hal ini terbukti tidak dilakukannya pergantian pimpinan institusi di bidang penegakan hukum.semata-mata 5. Dari beberapa fakta sejarah kejatuhan beberapa presiden terdahulu karena masyarakat melihat bahwa perang melawan korupsi yang dicanangkan hanya retorika belaka/angin surga sehingga hilangnya simpati masyarakat yang mengimpikan negara yang bersih.

akibatnya pembangunan tidak berjalan lancar. masing-masing partai lebih memperhatikan kepentingan partai atau golongannya. bentuk pemerintahan dan bentuk negaranya federasi yaitu negara yang didalamnya terdiri dari negara-negara bagian yang masing masing negara bagian memiliki kedaulatan sendiri untuk mengurus urusan dalam negerinya. maka rakyat Indonesia sadar bahwa UUDS 1950 dengan sistem Demokrasi Liberal tidak cocok. terdapat berbagai penyimpangan UUD 1945. [sunting] Periode UUDS 1950 17 Agustus 1950 . [sunting] Periode berlakunya Konstitusi RIS 1949 27 Desember 1949 . sehingga pada tanggal 5 Juli 1959 mengumumkan dekrit mengenai pembubaran Konstituante dan berlakunya kembali UUD 1945 serta tidak berlakunya UUDS 1950 [sunting] Periode kembalinya ke UUD 1945 5 Juli 1959-1966 Perangko "Kembali ke UUD 1945" dengan nominal 50 sen Karena situasi politik pada Sidang Konstituante 1959 dimana banyak saling tarik ulur kepentingan partai politik sehingga gagal menghasilkan UUD baru.5 Juli 1959 Pada periode UUDS 50 ini diberlakukan sistem Demokrasi Parlementer yang sering disebut Demokrasi Liberal. di antaranya: • • Presiden mengangkat Ketua dan Wakil Ketua MPR/DPR dan MA serta Wakil Ketua DPA menjadi Menteri Negara MPRS menetapkan Soekarno sebagai presiden seumur hidup . Pada periode ini pula kabinet selalu silih berganti. maka pada tanggal 5 Juli 1959. Presiden Sukarno mengeluarkan Dekrit Presiden yang salah satu isinya memberlakukan kembali UUD 1945 sebagai undang-undang dasar.dibentuk Kabinet Semi-Presidensiel ("Semi-Parlementer") yang pertama.17 Agustus 1950 Pada masa ini sistem pemerintahan indonesia adalah parlementer. Setelah negara RI dengan UUDS 1950 dan sistem Demokrasi Liberal yang dialami rakyat Indonesia selama hampir 9 tahun. Pada masa ini. sehingga peristiwa ini merupakan perubahan sistem pemerintahan agar dianggap lebih demokratis. menggantikan Undang-Undang Dasar Sementara 1950 yang berlaku pada waktu itu. karena tidak sesuai dengan jiwa Pancasila dan UUD 1945. Akhirnya Presiden menganggap bahwa keadaan ketatanegaraan Indonesia membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa dan negara serta merintangi pembangunan semesta berencana untuk mencapai masyarakat adil dan makmur.

Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1985 tentang Referendum. terlebih dahulu harus minta pendapat rakyat melalui referendum. UUD 1945 mengalami 4 kali perubahan (amandemen) yang ditetapkan dalam Sidang Umum dan Sidang Tahunan MPR: • • • • Sidang Umum MPR 1999. Pemerintah menyatakan akan menjalankan UUD 1945 dan Pancasila secara murni dan konsekuen.• Pemberontakan Partai Komunis Indonesia melalui Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia [sunting] Periode UUD 1945 masa orde baru 11 Maret 1966. tanggal 1-11 Agustus 2002 → Perubahan Keempat UUD 1945 . tidak berkehendak akan melakukan perubahan terhadapnya Ketetapan MPR Nomor IV/MPR/1983 tentang Referendum yang antara lain menyatakan bahwa bila MPR berkehendak mengubah UUD 1945. tanggal 1-9 November 2001 → Perubahan Ketiga UUD 1945 Sidang Tahunan MPR 2002. serta mempertegas sistem pemerintahan presidensiil. adanya pasal-pasal yang terlalu "luwes" (sehingga dapat menimbulkan multitafsir). eksistensi negara demokrasi dan negara hukum. kedaulatan rakyat. tanggal 7-18 Agustus 2000 → Perubahan Kedua UUD 1945 Sidang Tahunan MPR 2001. Latar belakang tuntutan perubahan UUD 1945 antara lain karena pada masa Orde Baru. • [sunting] Periode 21 Mei 1998. serta kenyataan rumusan UUD 1945 tentang semangat penyelenggara negara yang belum cukup didukung ketentuan konstitusi. di antara melalui sejumlah peraturan: • • Ketetapan MPR Nomor I/MPR/1983 yang menyatakan bahwa MPR berketetapan untuk mempertahankan UUD 1945. [sunting] Periode UUD 1945 Amandemen Salah satu tuntutan Reformasi 1998 adalah dilakukannya perubahan (amandemen) terhadap UUD 1945. Dalam kurun waktu 1999-2002. Yaitu masa sejak Presiden Soeharto digantikan oleh B.19 Oktober 1999 Pada masa ini dikenal masa transisi.Habibie sampai dengan lepasnya Provinsi Timor Timur dari NKRI. serta hal-hal lain yang sesuai dengan perkembangan aspirasi dan kebutuhan bangsa. pembagian kekuasaan. tetap mempertahankan susunan kenegaraan (staat structuur) kesatuan atau selanjutnya lebih dikenal sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). tanggal 14-21 Oktober 1999 → Perubahan Pertama UUD 1945 Sidang Tahunan MPR 2000. kekuasaan tertinggi di tangan MPR (dan pada kenyataannya bukan di tangan rakyat). Tujuan perubahan UUD 1945 waktu itu adalah menyempurnakan aturan dasar seperti tatanan negara. UUD 1945 juga menjadi konstitusi yang sangat "sakral". kekuasaan yang sangat besar pada Presiden. yang merupakan pelaksanaan TAP MPR Nomor IV/MPR/1983.21 Mei 1998 Pada masa Orde Baru (1966-1998).J. Pada masa Orde Baru. Perubahan UUD 1945 dengan kesepakatan di antaranya tidak mengubah Pembukaan UUD 1945. HAM.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->