Pengenalan matematika anak usia dini

Posted June 1, 2011 by milafaila in ke-PAUD-an. 4 Comments

HAKIKAT PENGENALAN MATEMATIKA ANAK USIA DINI Definisi Matematika adalah ilmu tentang bilangan-bilangan, hubungan antar bilangan dan prosedur operasional yang digunakan dalam penyelesaian persoalan mengenai bilangan (pusat pembinaan dan pengembangan bahasa (1991). Matematika adalah bahasa yang melambangkan serangkaian makna dari pernyataan yang ingin di sampaikan (suriasumantri, 1982) Matematika sebagai ilmu tentang struktur dan hubungan-hubunganya memerlukan simbol-simbol untuk membantu memanipulasi aturan-aturan melalui operasi yang ditetapkan (Paimin, 1998) Kesimpulan, matematika adalah sesuatu yang berkaitan dengan ide-ide/konsep-konsep abstrak yang tersusun secara hirarkis melalui penalaran yang bersifat deduktif, sedangkan matematika di PAUD adalah kegiatan belajar tentang konsep matematika melalui aktifitas bermain dalam kehidupan sehari-hari dan bersifat ilmiah. TUJUAN PENGENALAN MATEMATIKA PADA ANAK USIA DINI: 1. A. Tujuan Umum Agar anak mengetahui dasar-dasar pembelajaran berhitung/ matematika, sehingga pada saatnya nanti anak akan lebih siap mengikuti pembelajaran matematika pada jenjang pendidikan selanjutnya yang lebih komplek. 1. B. Tujuan khusus 2. Dapat berpikir logis dan sistematis sejak dini melalui pengamatan terhadap benda-benda kongkrit, gambar-gambar atau angka-angaka yang terdapat di sekitar anak. 3. Dapat menyesuaikan dan melibatkan diri dalam kehidupan masyarakat yang dalam kesehariannya memerlukan keterampilan berhitung. 4. Memiliki ketelitian, konsentrasi, abstraksi dan daya apresiasi yang tinggi. 5. Memiliki pemahaman konsep ruang dan waktu serta dapat memperkirakan kemungkinan urutan sesuatu peristiwa terjadi di sekitarnya. 6. Memiliki kreativitas dan imajinasi dalam menciptakan sesuatu secara spontan. PRINSIP-PRINSIP PERMAINAN MATEMATIKA ANAK USIA DINI ü Permainan matematika di berikan secara bertahap diawali dengan menghitung benda-benda atau pengalaman peristiwa kongkrit yang dialami melalui pengamatan terhadap alam sekitar. ü Pengetahuan dan keterampilan pada permainan matematika diberikan secara bertahap menurut tingkat kesukaranya, misalya dari kongkrit ke abstrak, mudah ke sukar, dana dari sederhana ke yang lebih kompleks ü Permainan matematika akan berhasil jika anak-anak diberi kesempatan berpartispasi dan dirangsang untuk menyelesaikan masalah-masalahnya sendiri. ü Permainan matematika membutuhkan suasana menyenangkan dan memberikan rasa aman serta kebebasan bagi anak. Untuk itu diperlukan alat peraga/ media yang sesuai dengan tujuan, menarik, dan bervariasi, mudah digunakan dan tidak membahayakan. ü Bahasa yang digunakan didalam pengenalan konsep berhitung seyogyanya bahasa yang sederhana dan jika memungkinkan mengambil contoh yang terdapat di lingkungan sekitar anak. ü Dalam permainan matematika anak dapat di kelompokkan sesuai tahap penguasaan berhitung yaitu tahap konsep, masa transisi dan lambang. ü Dalam mengevaluasi hasil perkembangan anak harus dimulai dari awal sampai akhir kegiatan. MATERI II LANDASAN PENGENALAN MATEMATIKA ANAK USIA DINI Beberapa teori yang mendasari perlunya permainan matematika anak usia dini adalah sebagai berikut: 1. Tingkat Perkembangan Mental Anak Jean Piaget, menyatakan bahwa kegiatan belajar memerlukan kesiapan dalam diri anak. Artinya belajar sebagai suatu proses membutuhkan aktifitas baik fisik maupun psikis.selain itu kegiatan belajar pada anak harus disesuaikan dengan tahap-tahap perkembangan mental anak, karena belajar bagi anak harus keluar dari anak itu sendiri. Anak usia TK berada pada tahapan pra-operasional kongkrit yaitu tahap persiapan kearah pengorganisasian pekerjaan yang kongkrit dan berpikir intuitif dimana anak mampu mempertimbangkan tentang besar, bentuk dan benda-benda didasarkan pada interpretasi dan pengalamannya (persepsinya sendiri).

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Orborn (1981) perkembangan intelektual pada anak berkembang sangat pesat pada kurun usia nol sampai dangan pra-sekolah (4-6 tahun). Membantu anak belajar matematika secara alami melalui kegiatan bermain. 2. permainan matematika anak usia dini seyogyanya dilakukan melalui tiga tahapan penguasaan berhitung di jalur matematika yaitu: 1. 3. 3. Sejalan dengan beberapa teori yang telah dikemukakan di atas. bentuk. Piaget juga mengatakan bahwa untuk meningkatkan perkembangan mental anak ke tahap yang lebih tinggi dapat dilakukan dengan memperkaya pengalaman anak terutama pengalaman kongkrit. Masa transisi Proses berpikir yang merupakan masa peralihan dari pemahaman kongkrit menuju pengenalan lambang yang abstrak. karena usia TK sangat peka terhadap rangsangan yang diterima dari lingkungan. Misalnya lambang 7 untuk menggambarkan konsep bilangan tujuh. 1. Masa Peka Berhitung Pada Anak Perkembangan dipengaruhi oleh faktor kematangan dan belajar. mengembangkan konsep diri (perasaan mampu dan percaya diri). Peran guru dalam mengembangakan kegiatan belajar matematika adalah 1. untuk segera memberikan layanan dan bimbingan sehingga kebutuhan anak dapat terpenuhi dan tersalurkan dengan sebaik-baiknya menuju perkembangan kemampuan berhitung yang optimal. Penerimaan terhadap sejumlah kegiatan matematika yang dilakukan anak. dimana benda kongkrit itu masih ada dan mulai dikenalkan bentuk lambangnya. merah untuk menggambarkan konsep warna. 2. Penguasaan konsep Pemahaman atau pengertian tentang sesuatu dengan menggunakan benda dan peristiwa kongkrit. melatih kedisiplinan. jumlah. spontanitas. Apabila anak sudah menunjukan masa peka (kematangan) untuk berhitung. keberminatan. Bloom yang menyatakan bahwa 50% dari potensi intelektual anak sudah terbentuk usia 4 tahun kemudian mencapai sekitar 80% pada usia 8 tahun. maka orang tua dan guru di TK harus tanggap. karena dasar perkembangan mental adalah melalui pengalaman-pengalaman aktif dengan menggunakan benda-benda di sekitarnya. Hal ini akan mendorong kepercayaan diri untuk tetap berpikir. dan berbagi pengalaman tentang hal berbagai hal yang dialami anak. Diyakini bahwa anak akan lebih berhasil mempelajari sesuatu apabila yang ia pelajari sesuai dengan minat. Oleh sebab itu. 2. usia pra-sekolah sering kali disebut sebagai ³masa peka belajar´. konsep-konsep dasar lain dalam matematika. yang meliputi kegiatan yang dapat memotivasi anak untuk menemukan kesenangan dalam belajar. besar untuk . kebutuhan dan kemampuannya. 1.2.seperti pengenalan warna. ukuran. Apabila kegiatan berhitung diberikan melalui berbagai macam permainan tentunya akan lebih efektif karena bermain merupakan wahana belajar dan bekerja bagi anak. Anak yang mengalami masa bahagia berarti terpenuhinya segala kebutuhan baik fisik maupun psikis di awal perkembangannya diramalkan akan dapat melaksanakan tugas-tugas perkembangan selanjutnya. MANFAAT PERMAINAN MATEMATIKA UNTUK AUD 1. 3. bertanya.menggambarkan konsep ruang. 1. Peduli dan tertarik terhadap apa yang dikatakan anak. dan menghitung benda/ bilangan. PENGENALAN DINI KEMAMPUAN BERHITUNG . inisiatif. membangun rasa ingin tahu anak secara alami tentang bentuk. Menghindari ketakutan matematika sejak awal. tetapi merupakan cara belajar mendasar.Hal ini bukanlah sekedar proses pelatihan agar anak mampu membaca. dan apresiatif. Rasa ingin tahunya yang tinggi akan tersalurkan apabila mendapat stimulasi/rangsangan/motivasi yang sesuai dengan tugas perkembangan-nya. Hal ini akan mendorong anak untuk menceritakan pengalaman dan penemuan mereka. menulis dan berhitung. 3. Pernyataan didukung oleh Benyamin S. Membelajarkananak berdasarkan konsep matematika yang benar. Perkembangan Awal Menentukan Perkembangan Selanjutnya Hurlock (1993) mengatakan bahwa lima tahun pertama dalam kehidupan anak merupakan peletak dasar bagi perkembangan selanjutnya. Bloom bahkan menyatakan bahwa mempelajari bagaimana belajar (learning to learn) yang terbentuk pada masa pendidikan TK akan tumbuh menjadi kebiasaan di tingkat pendidikan selanjutnya. Lambang Merupakan visualisasi dari berbagai konsep. dan sebagainya. Pendidikan di TK sangat penting untuk mencapai keberhasilan belajar pada tingkat pendidikan selanjutnya. Anak usia TK adalah masa yang sangat strategis untuk mengenalkan berhitung di jalur matematika.

mengatur barisan dari anak yang paling tinggi/ pendek. Apabila ada anak yang cepat menyelesaikan tugas yang diberikan guru. Penggolongan Penggolongan (klasifikasi) adalah salah satu proses yang penting untuk mengembangakn konsep bilangan. 2000) memaparkan harapan matematika untuk anak usia dini. 3. 3. Anak usia dini sering membuat perbedaan. 4. diam. Supaya anak mampu menggolongkan atau menyortir benda-banda. membandingkan. Anak mulai menghitung benda-benda yang ada di sekitarnya secara spontan. kanan meletakkan dasar awal memahami geometri. 1. pengenalan aljabar dimulai dengan menyortir. 1. Anak mulai membanding bandingkan benda-benda dan peristiwa yang ada di sekitarnya. 1. menggambarkan. Anak mulai menyebut urutan bilangan tanpa pemahaman. Peka terhadap bilangan berarti tidak sekedar menghitung. Belajar konsep letak seperti dibawah. . yang dikembangkan oleh kelompok pendidik dari national council of Teacher of mathematics (NCTM. ³kesamaan´. menggolongkan. hal inii menunjukkan bahwa anak tersebut telah siap untuk diberikan permainan berhitung dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi. Kepekaan bilangan itu mencakup pengembangan rasa kuantitas dan pemahaman kesesuaian satu lawan satu. dll. di atas. dan memperluas pola akan memberi sumbangan kepada pemahaman anak-anak tentang penggolongan. Anak mulai melihat atribut-atribut yag sama dan berbeda pada gambar dan benda-benda. Kegiatan yang dapat mendukung kemampuan klasifikasi anak adalah: 1. terutama bila perbandingan itu melibatkan mereka secara pribadi. Secara spontan telah menunjukan ketertarikan pada aktivitas permainan berhitung. Bilangan Salah satu konsep matematika yang paling penting dipelajari anak adalah pengembangan kepekaan bilangan. 5.Ciri-ciri yang menandai bahwa anak sudah mulai menyenangi permainan berhitung antara lain: 1. Anak mulai menjumlah-jumlahkan atau mengurangi angka dan benda-benda yang ada di sekitarnya tanpa disengaja. Aljabar Menurut NTCM (2000). Apabila anak menunjukan tingkah laku jenuh. 6. 5.konsep-konsep yang bisa dipahami anak usia dini antara lain: 1. lingkaran. 2. Melalui pengalaman ini anak mengembangkan sebuah dasar kuat dalam konsep-konsep pengukuran. dan membandingkan ukuran benda-benda. menyelidiki bangunan dan memisahkan gambar-gambar biasa seperti segi empat. mengenal. acuh tak acuh atau mengalihkan perhatian pada hal lain. Menghitung ini menjadi landasan bagi pekerjaan dini anak-anak dengan bilangan. Menyusun Menyusun atau menata adalah tingkat lebih tinggi dari perbandingan. dan menyusun benda-benda menurut bentuk. ³keserupaan´. Pengukuran Ketika anak mempunyai kesempatan untuk pengalaman-pengalaman langsung untuk mengukur. 2. anak membutuhkan perhatian atau perlakuan yang lebih khusus dari guru. segitiga. jumlah. 1. Itu berarti. mereka harus mengembangkan pengertian tentang ³saling memiliki kesamaan´. dan sifat-sifat lain. Menyusun melibatkan perbandingan benda-benda yang lebih banyak. dan ³perbedaan´. hal ini menunjukan bahwa telah terjadi masalah pada anak. 1. Kegiatan menyusun dapat dilakukan didalam maupun luar kelas. Pola-pola Mengidentifikasi dan menciptakan pola dihubungkan dengan penggolongan dan penyortiran. mereka menjadi semakin tertarik pada hitung-menghitung. menempatkan benda-benda dalam satu urutan. menimbang. Ketika kepekaan terhadap bilangan anak-anak berkembang. Geometri Membangun konsep geometri pada anak di mulai dengan mengidentifikasi bentuk-bentuk. Membandingkan Adalah proses dimana anak membangun suatu hubungan antara dua benda berdasarkan atribut tertentu. misalnya menyusun buku yang diatur dari yang paling tebal. MATERI III STANDAR MATEMATIKA UNTUK ANAK USIA DINI The principles and strandards for school mathematics (prinsip dan standar untuk matematika sekolah). kiri. Hal yang perlu diperhatikan: 1. 2. 1. 4. mereka belajar konsep pengukuran. Anak-anak senang membuat pola di lingkungan mereka. 1.

2. tongkat.Perkiraan luas. Pelaksanaan bermain pola di kelompok A dan B dimulai dengan menggunakan pola yang mudah/sederhana untuk selanjutnya pola menjadi yang kompleks. segitiga. bulat telur (oval). geometri. Bermain Statistika Anak diharapkan dapat memiliki kemampuan untuk memahami perbedaan-perbedaan dalam jumlah dan perbandingan dari hasil pengamatan terhadap suatu objek (dalam bentuk visual). penggolongan. jari. setengah lingkaran. luas jumlah ataupun ruang. Bermain Geometri Anak diharapkan dapat mengenal dan menyebutkan berbagai macam benda.Perkiraan jumlah. langkah. seperti panjang. warna.1. mengumpulkan informasi tentang dirinya dan lingkungan mereka. dan isi melalui alat ukur alamiah. klasifikasi bilangan. Ini berarti mengemukakan pertanyaan. segi lima. dan statistika. Selain itu anak terlatih untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yan akan dihadapi. Analisis data dan probabilitas Percobaan dengan pengukuran. berdasarkan bentuk geometri dengan cara mengamati benda-bendayang ada disekitar anak misalnya lingkaran. transisi dan lambang yang terdapat di semua jalur metematika.Perkiraan waktu misalnya: ‡ Berapa hari biji tumbuh? ‡ Berapa lama kita makan? ‡ Berapa lama anak dapat memantulkan bola? ‡ Berapa ketukan gambarnya selesai? . dan menyampaikan informasi ini secara hidup. PERMAINAN BERHITUNG DI JALUR MATEMATIKA Kemampuan yang diharapkan dalam permainan berhitung di PAUD dapat dilaksanakan melalui penguasaan konsep. 5. bujur sangkar. misalnya: berapa jumlah ikan yang ada dalam aquarium? . 3. misalnya: berapa keping untuk menutupi meja? .Perkiraan ruang. Bermain Klasifikasi Anak diharapkan dapat mengelompokkan atau memilih benda berdasarkan jenis. . segi empat. dan lain-lain. tali. 6. yang meliputi pola. 1. fungsi. setelah melihat dua sampai tiga pola yang ditujukan oleh guru anak mampu membuat urutan pola sendiri sesuai dengan kreativitasnya. . besar. 7. tinggi. antara lain jengkal. 4. ukuran. estimasi. segi enam. Bermain Estimasi (Memperkirakan) Anak diharapkan dapat memiliki kemampuan memperkirakan (estimasi) sesuatu misalnya perkiraan terhadap waktu. lidi. transisi dan lambang sesuai dengan jumlah benda-benda pengenalan bentuk lambang dan dapat mencocokan sesuai dengan lambang bilangan. bentuk pasangannya sesuai dengan yang dicontohkan dan tugas yang diberikan oleh guru. Bermain Ukuran Anak Diharapkan dapat mengenal konsep ukuran standard yang bersifat informal atau alamiah. Bermain Bilangan Anak diharapkan mampu mengenal dan memahami konsep bilangan. Bermain pola Anak diharapkan dapat mengenal dan menyusun pola-pola yang terdapat disekitarnya secara berurutan. misalnya: berapa anak bergandengan untuk dapat mengelilingi kelas ini? 7. dan penyortiran merupakan dasar untuk memahami probabilitas dan analisis data.

Media audio visual Adalah alat-alat yang ´audible´ artinya dapat didengar dan yang ´visible´ artinya dapat dilihat. dan lain-lain. 5. (3) tahap operasional konkrit dan (4) tahap operasional formal. CD Pembelajaran matematika. menara ngka. dengan gambar. Jenisnya antara lain: bercakap-cakap bebas. media dan bentuk kegiatan yang akan dilakukan. tanpa alat peraga. a. 1. misalnya gambar. perasaan. Berbagai metode yang lain pada dasarnya dapat digunakan di dalam permainan berhitung. Pemilihan metode yang akan digunakan harus relevan dengan tujuan penguasaan konsep. 1. PEMANFAATAN MEDIA UNTUK PENGENALAN MATEMATIKA ANAK USIA DINI Media yang dapat digunakan untuk pembelajaran pengenalan matematika anak usia dini: 1. Metode Pemberian Tugas: Adalah pemberian kegiatan belajar mengajar dengan memberikan kesempatan kepada anak untuk melaksanakan tugas yang telah disiapkan oleh guru. 1. 2. dll. Adapun metode yang dapat digunakan antara lain: 1. 1. atau berdasarkan tema. dll. dll. Metode Eksperimen: Adalah metode kegiatan dengan melakukan suatu percobaan dengan cara mengamati proses dan hasil dari percobaan tersebut. Metode Demonstrasi: Adalah suatu cara untuk mempertunjukan atau memperagakan suatu objek atau proses dari suatu kegiatan atau peristiwa. Melalui pertanyaan guru. Metode Bercerita: Adalah cara bertutur kata dan menyampaikan cerita atau memberikan penerangan kepada anak secara lisan. bercerita dengan alat peraga. 2. Jenisnya antara lain. flashcard. 4. balok. Misalnya: kaset lagu anak-anak. kondisi dan kebutuhan serta tergantung kepada kreativitas guru. 3. Kemajuan kompetensi kognitif diasumsikan bertahap dan berurutan selama masa kanak-kanak Piaget melukiskan urutan tersebut ke dalam empat tahap perkembangan yang berbeda secara kualitatif yaitu : (1) tahap sensori motor. Metode Tanya Jawab: Dilaksanakan dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan yang dapat memberi-kan rangsangan agar anak aktif untuk berpikir. 6. Yang termasuk dalam media ini. Media visual Adalah media yang hanya dapat dilihat. pohon hitung). Tahap Sensorimotor (0 ± 2 tahun) . bahkan dengan pemanfaatan lingkungan sekitar ini akan lebih mendorong anak untuk memahami konsep matematika secara alamiah. model realia/ benda nyata. anak akan berusaha untuk memahaminya dan menemukan jawabannya. benda tiga dimensi (dadu angka. Lingkungan sekitar Lingkungan sekitar dapat dimanfaatkan untuk pengenalan matematika anak usia dini. eksperimen. eksplorasi. transisi dan lambang dengan berbagai variasi materi. berdasar-kan gambar seri. Metode Bercakap-cakap: Adalah salah satu penyampaina bahan pengembangan yang dilaksanakan melalui bercakap-cakap dalam bentuk tanya jawab antara anak dengan guru. Hal ini disesuaikan dengan situasi. Contoh kegiatanya antara lain pembelajaran diluar kelas. kartu angka. 3. 4. MATERI V PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK Para ahli psikologi perkembangan mengakui bahwa pertumbuhan itu berlangsung secara terus menerus dengan tidak ada lompatan.MATERI IV METODE PERMAINAN BERHITUNG Metode yang digunakan oleh guru adalah salah satu kunci pokok di dalam keberhasilan suatu kegiatan belajar yang dilakukan oleh anak. (2) tahap praoperasional. Misalnya pembelajaran dengan multimedia. dan kemauan anak untuk mempelajari isi tema. dll. atau anak dengan anak. televisi. Media audio Adalah media yang mengandung pesan dalam bentuk auditif (hanya dapat didengar) yang dapat merangsang pikiran.

Pada masa ini biasanya bayi keberadaannya masih terikat kepada orang lain bahkan tidak rdaya. kemampuan anak menggunakan gambar simbolik dalam berfikir. Menurut Piaget. cara yang dapat dilakukan antara lain: 1. c. Mendorong anak untuk belajar dari suatu masalah dan berusaha menyelesaikannya bersama. Perkembangan social emosi Matematika dapat mengembangkan rasa percaya diri anak. 3. ditandainya oleh desentrasi yang benar. 2. Cara yang dapat dilakukan antara lain: 1. dapat memikirkan kemungkinankemungkinan secara teratur atau sistematis untuk memecahkan masalah. 1. b. Sekalipun demikian. Logika seperti ini tidak dapat dilakukan oleh anak pada tahap sebelumnya. Ajukan pertanyaan yang anda tidak tahu jawabannya.Tahap sensorimotor ini ada pada usia antara 0 ± 2 tahun. Pada tahap ini anak dapat memprediksi berbagai kemungkinan yang terjadi atas suatu peristiwa. anak pada tahap ini sulit membayangkan bagaimana segala sesuatunya tampak dari perspektif orang lain. pemikiran itu khas bersifat egosentris. secara tidak langsung anak akan belajar mengenal banyak hal. 1. Menurut Piaget. Cara yang dilakukan antara lain: . tetapi sudah dapat membayangkan masalah dalam fikiran dan pengembangan hipotesis secara logis. Bersedia menerima tanggapan anak walaupun tentang hal yang tidak logis. Buatlah pertanyaan dalam beberapa jawaban. Memberikan kesempatan kepada anak untuk belajar dalam kelompok. dimana prosesnya bisa kembali pada titik awal berfikir secara logis. Tunjukkan bahwa guru menghargai kreatifitas anak. tetapi perkembangan bahasanya sudah sangat pesat. Tahap Praoperasional (2 ± 7 tahun) Dikatakan praoperasional karena pada tahap ini anak belum memahami pengertian operasional yaitu proses interaksi suatu aktivitas mental. 2. Dalam stadium ini yang penting adalah tindakan-tindakan konkrit dan bukan tindakantindakan yang imaginer atau hanya dibayangkan saja. Anak mampu menemukan kembali obyek yang disembunyikan. diantaranya: 1. Operasional Formal ( 11 ± 16 tahun) Pada tahap operasional formal anak tidak lagi terbatas pada apa yang dilihat atau didengar ataupun pada masalah yang dekat. Menawarkan bermacam-macam bahan secara terbatas. Perkembangan lain pada tahap ini ialah kemampuannya untuk berfikir secara sistematis. Perkembangan fisik Permainan matematika dapat mengembangkan keterampilan motorik halus. artinya anak mampu memperlihatkan lebih dari satu dimensi secara serempak dan juga untuk menghubungkan dimensi-dimensi itu satu sama lain. jika A < B dan B < C. maka A < C. perkembangan kognitif selama stadium sensorimotor. seperti dalam cara berfikir egosentris pada tahap operasional konkrit menjadi berkurang. PENGARUH PERMAINAN MATEMATIKA TERHADAP KEHIDUPAN ANAK Melalui permainan matematika. Matematika dapat mengajarkan anak tentang makna bekerjasama dan berbagi. Tahap Operasional Konkrit (7 ± 11 Tahun) Tahap operasional konkrit dapat digambarkan pada terjadinya perubahan positif ciri-ciri negatif tahap preoprasional. mulai pada masa bayi ketika ia menggunakan pengindraan dan aktivitas motorik dalam mengenal lingkungannya. d. 3. memecahkan masalah. tetapi secara perlahan-lahan melalui pengulangan dan pengalaman konsep obyek permanen lama-lama terbentuk. cara yang dapat dilakukan antara lain: 1. dan aktivitas bermain kreatif akan meningkat lebih jauh dalam beberapa tahun berikutnya. Perkembangan kreativitas Permainan matematika memberikan kesempatan kepada anak untuk menggunakan pikiran secara kreatif. Sebagai contoh. Mengupayakan anak agar tidak kehilangan rasa yakin. Hal ini sering dimanefestasikan dalam peniruan tertunda. intelegensi anak baru nampak dalam bentuk aktivitas motorik sebagai reaksi stimulus sensorik. Mendorong keberanian dan memberi dukungan atas usaha anak terhadap alasan matematis yang diyakininya. akan tetapi alatalat inderanya sudah dapat berfungsi. pemikiran pada tahap praoperasional terbatas dalam beberapa hal penting. 2. 3. Manipulasi simbol merupakan karakteristik esensial dari tahapan ini.

Cara yang dilakukan antara lain: 1. 2. Cara yang dilakukan antara lain: 1. Observasi/ pengamatan Adalah alat pengumpul data penilaian yang dilakukan dengan mencatat gejala tingkah laku yang tampak. 1. meletakkan buku pada almari. Percakapan Adalah penilaian yang dilakukan melalui percakapan atau cerita antara anak dengan guru. dll 1. 2. Mengupayakan agar pemecahan masalah dibuat sesuai pengalaman. dll 1. 1. 2. Memberi kesempatan untuk mengerjakan tugas sehari-hari seperti mengaduk juice. misalnya bercerita. Hasil karya. Misalnya: mengamati tingkah laku anak saat melakukan percobaan. Pemberian tugas Adalah cara penilaian dengan memberikan tugas-tugas tertentu sesuai dengan kemampuan yang akan diungkap. 1. Kegiatan matematika yang dapat dievaluasi melalui percakapan. Cara yang dilakukan antara lain: 1. Kegiatan yang dapat dinilai melalui pemberian tugas antara lain: 1. misalnya: ü Menata barang ü Mengurutkan benda sesuai dengan urutan ukuran ü Mengelompokkan warna. Mendorong anak untuk bermain aktif. Sabarlah saat anak berjuang untuk meletakkan pikiran ke dalam bahasa. 2. dll. atau anak dengan anak. Hargai setiap alasan anak karena alasan muncul sesuai dengan pertumbuhan mental. EVALUASI PERKEMBANGAN MATEMATIKA ANAK Ada beberapa alat evaluasi perkembangan matematika anak: 1. menceritakan tentang percobaab yang telah dilakukan. 1. Permainan matematika dapat mengembangkan keterampilan motorik halus. Perkembangan kognitif Permainan matematika dapat mengembangkan kognitif yang berhubungan dengan keterampilan masalah. Cara yang dilakukan antara lain: 1. Memberikan kesempatan menggunakan tubuh mereka secara bebas. 2. Tawarkan bahan yang dapat membuat mereka berkreasi pada pola-pola potongan visual mereka sendiri. KARAKTERISTIK ANAK BERKESULITAN BELAJAR MENGHITUNG 1. Permainan matematika dapat mengembangkan kognitif yang berhubungan dengan konsep dasar ilmu pasti. . misalnya: ü Meronce ü Menghubungkan benda dan angka ü Menebalkan angka. Permainan matematika dapat mengembangkan kognitif yang berhubungan dengan keterampilan logis dan beralasan. ukuran. Gunakan literature untuk mendorong anak agar dapat mengucapkan konsep matematis.Memberikan kesempatan yang luas untuk permainan manipulasi bahan seperti papan pasak. Tidak menyepelekan solusi yang kurang logis. 4. Persepsi visual dan spasial Cara yang dapat dilakukan antara lain: 1. 3. meronce. Beri kesempatan anak untuk menjelaskan bagaimana mereka mendapatkan jawaban pada pertanyaan matematika. 2. Dengan catatan ini guru dapat mendeteksi anak-anak yang mempunyai potensi pada matematika maupun anak-anak yang berkesulitan dalam menghitung sehingga kita dapat memberikan tindak lanjut yang sesuai. Portofolio Adalah pengumpulan hasil karya anak secara sistematik. Memberikan kegiatan menumpahkan atau mengunci/menutup untuk anak usia 2 dan 3 tahun. Anak usia 4 dan 5 tahun disediakan kegiatan yang lebih variasi seperti menggunting. 1. dsb. benda menurut bentuk. Hasil yang diperoleh dari mengatur sesuatu. dll. baik positif maupun negative. Dorong anak untuk mencoba puzzle sesuai level yang tepat. bongkar pasang. Catatan anekdot Adalah bentuk pencatatan tantang gejala tingkah laku anak yang khusus. menceritakan kembali cerita yang disampaikan.

kemarin. Kesulitan tersebut terjadi karena anak tidak memahami konsep relasi antara nilai dan simbolnya. Disamping dari lingkungan keluarga yang sulit bergaul. 1. Misalnya: >. < dan sebagainya. sehingga dapat terjalin komunikasi antar mereka dalam lingkungan. <. +. Asosiasi Visual-Motor. 1. gangguan fungsi otak dan lingkungan social yang tidak kondusif dapat menyebabkan anak mengalami kesulitan dalam memahami konsep kuantitas. 5. Mempertukarkan symbol. Contoh: Anak tidak tahu bahwa angka 3 lebih dekat ke angka 4 dari pada ke angka 6. 1. 1. Kekurangan pemahaman tentang nilai tempat. 3. Banyak sekali kekeliruan yang dilakukan anak dalam menghitung. Namun dengan semacam itu anak akan mengalami banyak kekeliruan jika lupa. -. seperti banyak. Gangguan hubungan keruangan. ada beberpa jenis kekeliruan yang biasa dilakuakan oleh anak berkesulitan belajar berhitung. 1. 1. 1. Penggunaan proses penghitungan yang keliru. Contoh dari bentuk asosiasi visual-motor adalah anak tidak dapat menghitung benda-benda secara berurutan sambil menyebutkan bilangannya ³satu. Pemahaman tersebut diperoleh anak karena adanya komunikasi dengan lingkungan sosial. Kesulitan memahami konsep kuantitas (jumlah) Pada umumnya anak-anak memahami tentang konsep kuantitas dari pergaulan mereka dengan lingkungan sosialnya. Anak biasanya lebih suka untuk menghafal yang berkaitan dengan konsep penjumlahan. Contoh: 19 21+ 13 Anak akan menghitung 1 + 9 +2 + 1 = 13 . sedikit. perkalian atau pembagian. >. empat. Contoh: 34 46+ 710 1. Kekurangan pemahaman dalam melakukan perhitungan. 4. Anak yang berkesulitan belajar sering mengalami kesulitan dalam berkomunikasi. 4. 1. Ini merupakan bentuk kesulitan belajar berhitung dalam perkataan dengan motoriknya. pengurangan. Kekeliruan Umum Anak Berkesulitan Belajar Berhitung Menurut Mulyono (1997). 2. Anak mungkin baru memegang benda yang ketiga tetapi telah mengucapkan ³lima´. yaitu: 1. Kesulitan semacam ini disebabkan adanya gangguan memori atau ingatan dan juga adanya persepsi fisual atau penglihatan. dua. seperti: 1. -. tujuh dan sebagainya. lima´. baik di dalam keluarga maupun di luar lingkungan keluarga. 1. : dan lain sebagainya. 1. besok dan sebagainya. Anak yang belum memahami nilai tempat suatu bilangan mengalami kesulitan yang berkenaan dengan penjumlahan atau pengurangan dengan cara bersusun. Satuan dan puluhan dijumlahkan tanpa memperhatikan nilai tempat. x.Menurut Lerner (1981: 357) ada beberapa karakteristik anak berkesulitan belajar berhitung. Tidak memperhatikan nilai tempat. Kesulitan memahami konsep waktu. Untuk itu guru dapat mengajarkan teknik mengingat urutan penjumlahan dan berusaha menanamkan kembali konsep yang belum dikuasai anak dengan cara peragaan. Pemahaman tentang waktu biasanya melipuit sebentar. Dengan kondisi tersebut dapat menyebabkan anak mengalami gangguan dalam memahami konsep-konsep hubungan keruangan yang dapat mengganggu pemahaman anak tentang sistem belajar secara keseluruhan. adanya gangguan fungsi otak juga dapat menyebabkan anak mengalami kesulitan dalam memahami konsep waktu. perkalian atau pembagian. Anak yang memiliki kesulitan belajar sering tidak memiliki lingkungan yang tidak kondusif bagi terjalinnya komunikasi yang intensif untuk memperoleh tentang konsep semacam itu. 2. lima. Anak sering kurang paham antara symbol penambahan. tiga. Bentuk asosiasi visual-motor merupakan bentuk kesulitan belajar yang lebih menekankan proses belajar mereka dengan cara hanya menghafal bilangan tanpa memahami maknanya. 1. Disamping itu. Kesulitan mengenal dan memahami symbol. Kekurangan pemahaman tentang symbol. pengurangan. Anak berkesulitan belajar matematika sering mengalami kesulitan dalam mengenal dan menggunakan simbol-simbol matematika seperti +. =. 3. lama.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful