P. 1
Karang Taruna

Karang Taruna

|Views: 185|Likes:
Published by D'vens Matiker'z

More info:

Published by: D'vens Matiker'z on Jan 22, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/12/2015

pdf

text

original

Karang Taruna

Kamis, 09 Juni 2011
Pedoman Dasar Karang Taruna Terbaru 2010
PERATURAN MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 77 / HUK / 2010 TENTANG PEDOMAN DASAR KARANG TARUNA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : Mengingat : a. bahwa Karang Taruna merupakan salah satu organisasi sosial kemasyarakatan yang diakui keberadaannya dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial sebagaimana tercantum dalam Pasal 38 ayat (2) huruf d, Bab VII tentang Peran Masyarakat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial; b. bahwa dengan perkembangan Karang Taruna yang semakin berperan di dalam masyarakat dan untuk lebih meningkatkan efektivitas kegiatannya, perlu dilakukan penyempurnaan terhadap Peraturan Menteri Sosial RI Nomor 83/HUK/2005 tentang Pedoman Dasar Karang Taruna; c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Menteri Sosial RI tentang Pedoman Dasar Karang Taruna; 1. Undang-Undang RI Nomor 28 Tahun 1985 tentang Organisasi Kemasyarakatan (Lembaran Negara RI Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 4844); 2. Undang-Undang RI Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 4437) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 12 Tahun 2008 (Lembaran Negara RI Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 4844); 3. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 12, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4967); 2 4. Peraturan Pemerintah RI Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, Dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara RI Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 4737); 5. Peraturan Pemerintah RI Nomor 50 Tahun 2007 tentang Tata Cara Pelaksanaan Kerja Sama Daerah (Lembaran Negara RI Tahun 2007 Nomor 112, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4761); 6. Peraturan Presiden RI Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara 7. Peraturan Presiden RI Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi, Tugas, dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara; 8. Peraturan Menteri Sosial RI Nomor 82/HUK/2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Sosial; 9. Peraturan Menteri Sosial RI Nomor 129/HUK/2008 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Sosial Daerah Provinsi dan Daerah Kabupaten/Kota; MEMUTUSKAN :

Menetapkan : PERATURAN MENTERI SOSIAL TENTANG PEDOMAN DASAR KARANG TARUNA. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan ini yang dimaksud dengan : 1. Karang Taruna adalah organisasi sosial kemasyarakatan sebagai wadah dan sarana pengembangan setiap anggota masyarakat yang tumbuh dan berkembang atas dasar kesadaran dan tanggung jawab sosial dari, oleh dan untuk masyarakat terutama generasi muda di wilayah desa/kelurahan terutama bergerak dibidang usaha kesejahteraan sosial. 2. Anggota Karang Taruna yang selanjutnya disebut Warga Karang Taruna adalah setiap anggota masyarakat yang berusia 13 (tiga belas) tahun sampai dengan 45 (empat puluh lima) tahun yang berada di desa/kelurahan. 3 3. Forum Pengurus Karang Taruna adalah wadah atau sarana kerjasama Pengurus Karang Taruna, dalam melakukan komunikasi, informasi, konsultasi, koordinasi, konsolidasi dan kolaborasi, sebagai jejaring sosial Pengurus Karang Taruna Kecamatan, Kabupaten, Provinsi dan Nasional. 4. Desa atau yang disebut dengan nama lain, selanjutnya disebut desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat, berdasarkan asal-usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam sistem Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 5. Majelis Pertimbangan Karang Taruna (MPKT) adalah wadah berhimpun mantan pengurus Karang Taruna dan tokoh masyarakat lain yang berfungsi memberikan nasehat, mengarahkan, saran dan/atau pertimbangan demi kemajuan Karang Taruna. 6. Kesejahteraan Sosial adalah kondisi terpenuhinya kebutuhan material, spiritual, dan sosial warga negara agar dapat hidup layak dan mampu mengembangkan diri sehingga dapat melaksanakan fungsi sosialnya. 7. Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial adalah upaya yang terarah, terpadu, dan berkelanjutan yang dilakukan Pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam bentuk pelayanan sosial guna memenuhi kebutuhan dasar setiap warga negara, yang meliputi rehabilitasi sosial, jaminan sosial, penguatan sosial, dan perlindungan sosial. BAB II ASAS DAN TUJUAN Pasal 2 Karang Taruna berasaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Pasal 3 Karang Taruna bertujuan untuk mewujudkan : a. pertumbuhan dan perkembangan setiap anggota masyarakat yang berkualitas, terampil, cerdas, inovatif, berkarakter serta memiliki kesadaran dan tanggung jawab sosial dalam mencegah, menangkal, menanggulangi dan mengantisipasi berbagai masalah kesejahteraan sosial, khususnya generasi muda; b. kualitas kesejahteraan sosial setiap anggota masyarakat terutama generasi muda di desa/kelurahan secara terpadu, terarah, menyeluruh serta berkelanjutan; c. pengembangan usaha menuju kemandirian setiap anggota masyarakat terutama generasi muda; dan d. pengembangan kemitraan yang menjamin peningkatan kemampuan dan potensi generasi muda

perlindungan sosial. Pasal 5 Karang Taruna memiliki tugas pokok secara bersama-sama dengan Pemerintah. dunia usaha akademisi dan potensi lainnya yang memberikan dukungan terhadap kemajuan Karang Taruna. dan memelihara kearifan lokal. (4) Ketentuan lebih lanjut mengenai Petunjuk Pelaksanaan Tata Cara Keorganisasian diatur oleh Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan. dan f. TUGAS POKOK DAN FUNGSI Pasal 4 Karang Taruna berkedudukan di desa/kelurahan di dalam wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. memperkuat. yang mekanisme pembentukkanya diatur melalui keputusan Forum Pengurus Karang Taruna Nasional dan dipertanggungjawabkan pada Rapat Kerja Nasional. . khususnya generasi muda. memperkuat dan memelihara kesadaran dan tanggung jawab sosial setiap anggota masyarakat terutama generasi muda untuk berperan secara aktif dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial. 5 (2) Untuk melaksanakan koordinasi. dan Pemerintah Kabupaten/Kota serta masyarakat lainnya menyelenggarakan pembinaan generasi muda dan kesejahteraan sosial. Provinsi dan Nasional sebagai sarana organisasi Karang Taruna yang pelaksanaannya melalui para pengurus di setiap lingkup wilayah masing – masing. pemberdayaan sosial dan diklat setiap anggota masyarakat terutama generasi muda. Pemerintah Provinsi. Pasal 8 Untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsi Karang Taruna sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 dan Pasal 6. d. dibentuk Forum Pengurus Karang Taruna di Kecamatan. dibentuk Majelis Pertimbangan Forum Pengurus Karang Taruna yang terdiri atas para mantan pengurus dan mantan pembina yang memiliki fungsi konsultasi dan pengarah bagi kepengurusan Karang Taruna dan kepengurusan Forum Pengurus Karang Taruna. menumbuhkan. meningkatkan Usaha Ekonomi Produktif. Bhineka Tunggal Ika dan tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia. konsultasi. Kabupaten/Kota. 4 BAB III KEDUDUKAN. KEANGGOTAAN DAN KEPENGURUSAN Bagian Pertama Keorganisasian Pasal 7 (1) Keorganisasian Karang Taruna berada di desa/kelurahan yang diselenggarakan secara otonom oleh Warga Karang Taruna setempat. (3) Karang Taruna dan/atau Forum Pengurus Karang Taruna dapat membentuk wadah yang menghimpun para tokoh masyarakat. menyelenggarakan kesejahteraan sosial meliputi rehabilitasi. komunikasi. memelihara dan memperkuat semangat kebangsaan. c. jaminan sosial.secara terarah dan berkesinambungan. koordinasi. pemerhati Karang Taruna. e. informasi. b. mencegah timbulnya masalah kesejahteraan sosial. BAB IV KEORGANISASIAN. Pasal 6 Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5. Karang Taruna mempunyai fungsi: a. dan kerja sama. menumbuhkan.

bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. dan disahkan dengan ketentuan sebagai berikut : a. b. b. dengan masa bhakti 3 (tiga) tahun. ditetapkan. BAB V MEKANISME KERJA Pasal 12 (1) Karang Taruna bersifat otonom. ditetapkan dan disahkan dalam Temu Karya Forum Pengurus Karang Taruna provinsi dan dikukuhkan oleh Gubernur setempat dengan masa bhakti 5 (lima) tahun. dengan masa bhakti 5 (lima) tahun. (2) Mekanisme hubungan kerja antara Karang Taruna dengan Forum Pengurus Karang Taruna di Kecamatan. dan berskala lokal. dan d. Forum Pengurus Karang Taruna Nasional dipilih. mempunyai hak dan kewajiban yang sama tanpa membedakan asal keturunan. Provinsi dan Nasional bersifat koordinatif. berumur 17 (tujuh belas) tahun sampai dengan 45 (empat puluh lima) tahun. (3) Kepengurusan Forum Pengurus Karang Taruna dipilih. sosial. c. dan agama. memiliki pengetahuan dan keterampilan berorganisasi. (2) Warga Karang Taruna sebagaimana dimaksud pada ayat (1). suku dan budaya. memiliki pengalaman serta aktif dalam kegiatan Karang Taruna. Bagian Ketiga Kepengurusan Pasal 10 (1) Pengurus Karang Taruna dipilih secara musyawarah dan mufakat oleh Warga Karang Taruna setempat dan memenuhi syarat – syarat untuk diangkat sebagai pengurus Karang Taruna yaitu : 6 a. dengan masa bhakti 5 (lima) tahun. . dan disahkan dalam Musyawarah Warga Karang Taruna di desa/kelurahan dan dikukuhkan oleh Kepala Desa/Lurah setempat. Kabupaten/Kota. dan kolaboratif secara fungsional. dan disahkan melalui Temu Karya Forum Pengurus Karang Taruna di kecamatan dan dikukuhkan oleh Camat setempat. pendirian politik.Bagian Kedua Keanggotaan Pasal 9 (1) Keanggotaan Karang Taruna menganut sistim stelsel pasif yang berarti seluruh anggota masyarakat yang berusia 13 tahun sampai dengan 45 tahun dalam lingkungan desa/kelurahan atau komunitas adat yang sederajat merupakan Warga Karang Taruna. terbuka. jenis kelamin. (2) Kepengurusan Karang Taruna desa/kelurahan dipilih. Forum Pengurus Karang Taruna Provinsi dipilih. dengan masa bhakti 5 (lima) tahun. Pasal 11 Ketentuan lebih lanjut mengenai Persyaratan dan Tata Cara Pelaksanaan Temu Karya diatur oleh Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan. kedudukan sosial. pengabdian di kesejahteraan sosial. Forum Pengurus Karang Taruna Kabupaten/Kota dipilih. c. ditetapkan. Forum Pengurus Karang Taruna Kecamatan dipilih. golongan. ditetapkan. setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. ditetapkan. d. ditetapkan dan disahkan dalam Temu Karya Nasional Forum Pengurus Karang Taruna dan dikukuhkan oleh Menteri Sosial RI. dan e. dan disahkan dalam Temu Karya Karang Taruna kabupaten/kota dan dikukuhkan oleh Bupati/Walikota. konsultatif. kemauan dan kemampuan.

Menteri Dalam Negeri. d. . Pembina Teknis. c. c. Tingkat Provinsi adalah Kepala Instansi Sosial Provinsi.masing Gubernur Provinsi. Pembina Umum. (4) Hubungan kerja antar Forum Pengurus Karang Taruna sebagaimana dimaksud pada ayat (3). 8 b. Tingkat Provinsi adalah Gubernur. melakukan pembinaan umum di Provinsi dan mengukuhkan kepengurusan FPKT Provinsi. melakukan pembinaan umum di Kecamatan dan mengukuhkan kepengurusan FPKT Tingkat Kecamatan. Pasal 15 Pembina Utama Karang Taruna sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 huruf a adalah Presiden RI. Pasal 16 (1) Pembina Umum Karang Taruna sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 huruf b meliputi : a. (3) Hubungan kerja antara Forum Pengurus Karang Taruna dengan Instansi/Lembaga/ Organisasi lainnya bersifat kemitraan. melakukan pembinaan umum secara nasional. dan e. diatur tersendiri yang ditetapkan melalui Rapat Kerja Nasional Forum Pengurus Karang Taruna.7 (3) Hubungan kerja antar Forum Pengurus Karang Taruna bersifat koordinatif. Pembina Utama. c. dan e. b. Pasal 13 (1) Hubungan kerja antara Karang Taruna Desa/Kelurahan dengan Kepala Desa/Lurah bersifat pembinaan. Tingkat Pusat adalah Menteri Sosial. Pasal 17 (1) Pembina Fungsional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 huruf c meliputi : a. kolaboratif. melakukan pembinaan umum di desa/kelurahan. melakukan pembinaan umum di Kab/Kota dan mengukuhkan kepengurusan FPKT Kabupaten/Kota. Gubernur. dan d. (2) Pembina Umum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) melakukan pembinaan sebagai berikut : a. b. d. Camat. Pembina Fungsional. mengukuhkan kepengurusan Karang Taruna desa/kelurahan. Bupati/Walikota. memfasilitasi kegiatan Karang Taruna di desa/kelurahan. serta mengkoordinasikan pelaksanaan pembinaan umum oleh masing. Tingkat Pusat adalah Menteri Dalam Negeri. BAB VI PEMBINA KARANG TARUNA Pasal 14 Pembina Karang Taruna meliputi : a. Kepala Desa/Lurah. (2) Hubungan kerja Karang Taruna dan Forum Pengurus Karang Taruna dengan Kementerian Sosial dan Instansi Sosial Daerah bersifat pembinaan fungsional. konsultatif dan kemitraan fungsional secara vertikal. b. Tingkat Kabupaten/Kota adalah Bupati/Walikota. Tingkat Desa/Kelurahan adalah Kepala Desa/Lurah. Tingkat Kecamatan adalah Camat.

BAB VII PROGRAM KERJA Pasal 19 Setiap Karang Taruna bertanggung jawab untuk menetapkan program kerja berdasarkan mekanisme. dan c. b. f. Karang Taruna dapat membentuk unit teknis. secara fungsional di dalam pelaksanaan fungsi koordinasi. usaha ekonomis produktif. peningkatan usaha kesejahteraan sosial. Pasal 18 (1) Pembina Teknis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 huruf d meliputi : a. memberikan stimulasi. 9 Pasal 20 (1) Program Kerja Karang Taruna terdiri dari pembinaan dan pengembangan generasi muda. secara fungsional. melakukan program percontohan. kolaborasi dan kerja sama pada kepengurusan FPKT Kecamatan. dan d. melakukan sosialisasi. Gubernur. kemitraan dan lain-lain sesuai kebutuhan. d. rekreasi olahraga dan kesenian. menengah dan panjang. Tingkat Kabupaten/Kota adalah Instansi/Dinas terkait tingkat Kabupaten/Kota. menetapkan Pedoman Umum Karang Taruna. Tingkat Provinsi adalah Instansi/Dinas Terkait tingkat Provinsi. Pasal 22 Tanggung jawab dan wewenang Menteri Sosial sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 ayat (2) meliputi : a. informasi. memberikan penghargaan. Kabupaten/Kota. memberikan bimbingan dan pengembangan terhadap Karang Taruna sesuai tugas pokok dan fungsinya dalam pelaksanaan program. komunikasi. menetapkan standar dan indikator secara nasional. program dan kegiatan dalam rangka pemberdayaan dan pengembangan Karang Taruna selaku Orsos kemasyarakatan Kepemudaan di desa/kelurahan. (2) Program kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disusun sebagai hasil musyawarah/mufakat berdasarkan rencana jangka pendek. dan Pemerintah Kabupaten/Kota. Provinsi sampai Nasional. b. (2) Tanggung jawab dan wewenang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan oleh Menteri Sosial. penguatan organisasi. bimbingan keorganisasian Karang Taruna. Pemerintah Provinsi. Tingkat Kecamatan adalah Seksi Kesejahteraan Sosial pada kantor Kecamatan. (2) Pembina teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dan Bupati/Walikota. (3) Untuk melaksanakan program kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2). b. kemampuan dan kebutuhan Karang Taruna setempat. dan d. e. c. memfasilitasi.c. Tingkat Pusat adalah Kementerian dan Lembaga Pemerintah Non Departemen. potensi. . BAB VIII TANGGUNG JAWAB DAN WEWENANG Pasal 21 (1) Penyelenggaraan Program Karang Taruna menjadi tanggung jawab dan wewenang Pemerintah. c. sumber. (2) Pembina Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) melakukan pembinaan : a. Tingkat Kabupaten/Kota adalah Kepala Instansi Sosial Kabupaten/Kota.

Keputusan Camat untuk pengukuhan Forum Pengurus Karang Taruna di Kecamatan setempat. Keputusan Gubernur untuk Pengukuhan Forum Pengurus Karang Taruna di Provinsi setempat. melakukan pembinaan kemitraan dengan Forum Pengurus Karang Taruna. melaksanakan koordinasi. melaksanakan tugas dekonsentrasi bidang Pemberdayaan Karang Taruna. h. b. e. g. Pasal 23 Tanggung jawab dan wewenang Gubernur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 ayat (2) meliputi : a. g. (3) Pelantikan Pengurus Karang Taruna Desa/Kelurahan dan Forum Pengurus Karang Taruna di Kecamatan sampai dengan Nasional sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilakukan oleh Pejabat yang berwenang sesuai dengan tingkat lingkup wilayahnya masing-masing. melaksanakan tugas desentralisasi bidang Pemberdayaan Karang Taruna. melakukan monitoring. dan i. c. f. memberikan penghargaan. melakukan sosialisasi. melakukan program pengembangan. d. Pasal 24 Tanggung jawab dan wewenang bupati/walikota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 ayat (2) meliputi : a. dan i. melaksanakan koordinasi. melaksanakan koordinasi. melakukan penumbuhan Karang Taruna. e. c. melaksanakan pembinaan lanjutan. memantapkan Sumber Daya Manusia. melakukan monitoring. dan e. melakukan sosialisasi. f. c. (2) Keputusan Pejabat yang berwenang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah: a. b. melakukan pemutakhiran data Karang Taruna. BAB IX PENGUKUHAN DAN PELANTIKAN Pasal 25 (1) Pengukuhan Pengurus Karang Taruna Desa/Kelurahan dan Forum Pengurus Karang Taruna di lingkup Kecamatan sampai dengan Nasional dilakukan dengan Keputusan Pejabat yang berwenang sesuai dengan lingkup kewenangannya. 10 d.g. melaksanakan tugas pembantuan. melakukan pembinaan kemitraan dengan Forum Pengurus Karang Taruna. 11 BAB X KEUANGAN Pasal 26 . dan h. Keputusan Menteri Sosial untuk Pengukuhan Forum Pengurus Karang Taruna Nasional. d. b. melakukan monitoring. Keputusan Kepala Desa/Lurah untuk pengukuhan Pengurus Karang Taruna Desa/Kelurahan. memberikan penghargaan. h. Keputusan Bupati/Walikota untuk pengukuhan Forum Pengurus Karang Taruna di Kabupaten/Kota setempat.

panji.Keuangan Karang Taruna dapat diperoleh dari : a. bantuan Masyarakat yang tidak mengikat. BAB XI IDENTITAS DAN LAMBANG Pasal 28 (1) Karang Taruna wajib memiliki identitas lambang bendera. pakaian dinas lapangan. (2) Identitas Karang Taruna terdiri atas bendera. topi dan atribut Karang Taruna. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 21 September 2010 Diposkan oleh KARANG TARUNA di 08:53 0 komentar Label: Pedoman Dasar Karang Taruna Mars Karang Taruna Lirik Lagu Mars Karang Taruna Kami pemuda pemudi Indonesia Yang tergabung satu dalam Karang Taruna Kami penerus cita-cita bangsa Demi kejayaan Republik Indonesia Karang Taruna milik kita semua Pengemban amanat bangsa tercinta Menuju cita-cita Pancasila Negara adil makmur sentosa Semoga Tuhan selalu bersama kita Dalam menunaikan tugas mulia Bersatu padulah kita semua . (3) Mekanisme penggunaan identitas Karang Taruna diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan. maka Peraturan Menteri Sosial RI Nomor 83 / HUK / 2005 tentang Pedoman Dasar Karang Taruna. b. dinyatakan tidak berlaku. 12 Pasal 30 Peraturan Menteri Sosial ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. BAB XII PENUTUP Pasal 29 Dengan ditetapkanya Peraturan ini. efisien. pakaian dinas harian. d. c. dan e. efektif dan akuntabilitas. bantuan/Subsidi dari Pemerintah. dan lagu mars serta hymne. usaha sendiri yang diperoleh secara syah. Pasal 27 Pengelolaan keuangan Karang Taruna wajib dilakukan secara transparan. iuran Warga Karang Taruna. usaha-usaha lain yang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-udangan yang berlaku.

Bachtiar Chamsyah. 2. Karang Taruna adalah Organisasi Sosial wadah pengembangan generasi muda yang tumbuh dan berkembang atas dasar kesadaran dan tanggung jawab sosial dari. Karang Taruna.. 27 September 2009 Pedoman Dasar Karang Taruna Pedoman Dasar Karang Taruna di atur dalam Peraturan Menteri Sosial Republik Indonsia No : 83 /HUK / 2005 ditetapkan di Jakarta pada tanggal 27 Juli 2005 yang ditanda tangani oleh Menteri Sosial Republik Indonesia Bp..Dibawah panji Karang Taruna Kami pemuda pemudi Indonesia Yang tergabung satu dalam Karang Taruna Kami penerus cita-cita bangsa Demi kejayaan Republik Indonesia Karang Taruna milik kita semua Pengemban amanat bangsa tercinta Menuju cita-cita Pancasila Negara adil makmur sentosa Semoga Tuhan selalu bersama kita Dalam menunaikan tugas mulia Bersatu padulah kita semua Dibawah panji Karang Taruna 2x Bersatu. GUNADI SAID Diposkan oleh KARANG TARUNA di 08:37 0 komentar Label: Mars Karang Taruna Minggu.. oleh dan untuk masyarakat terutama generasi muda di wilayah desa/kelurahan atau komunitas adat sederajat dan terutama bergerak dibidang usaha kesejahteraan sosial. SE yang isi sebagai berikut : BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan ini yang dimaksud dengan : 1.. Bersama...... ...... Anggota Karang Taruna adalah setiap generasi muda dari usia 11 tahun sampai dengan 45 tahun yang berada didesa/kelurahan atau komunitas adat sederajat. By... Berpadu. H.

TUGAS POKOK DAN FUNGSI Pasal 3 (1) Setiap Karang Taruna berkedudukan di desa/kelurahan atau komunitas adat sederajat didalam wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia.3. BAB III KEDUDUKAN. b. Komunitas Adat Sederajat adalah warga masyarakat yang tinggal dan hidup bersama di daerah yang dibatasi oleh wilayah adat dan kedudukannya sederajat dengan desa/kelurahan. BAB II ASAS DAN TUJUAN Pasal 2 (1) Setiap Karang Taruna berdasarkan Pancasila (2) Tujuan Karang Taruna adalah : a. Majelis Pertimbangan Karang Taruna ( MPKT ) adalah wadah penghimpun mantan pengurus Karang Taruna dan tokoh masyarakat lain yang berjasa dan bermanfaat bagi kemajuan Karang Taruna. 4. d. Termotivasinya setiap generasi muda warga Karang Taruna untuk mampu menjalin toleransi dan menjadi perekat persatuan dalam keberagaman kehidupan bermasyarakat. Terbentuknya jiwa dan semangat kejuangan generasi muda warga Karang Taruna yang trampil dan berkepribadian serta berpengetahuan. terpadu dan terarah serta berkesinambungan oleh Karang Taruna bersama pemerintah dan komponen masyarakat lainnya. c. f. Terwujudnya pembangunan kesejahteraan sosial generasi muda di desa/kelurahan atau komunitas dat sederajat yang dilaksanakan secara komprehensif. Terwujudnya pertumbuhan dan perkembangan kesadaran tanggung jawab sosial setiap generasi muda warga Karang Taruna dalam mencegah. berbangsa dan bernegara. Tumbuhnya potensi dan kemampuan generasi muda dalam rangka mengembangkan keberdayaan warga Karang Taruna. . g. menangkal. menanggulangi dan mengantisipasi berbagai masalah sosial. e. Terwujudnya kesejahteraan sosial yang semakin meningkat bagi generasi muda di desa/kelurahan atau komunitas adat sederajat yang memungkinkan pelaksanaan fungsi sosialnya sebagai manusia pembangunan yang mampu mengatasi masalah kesejahteraan sosial dilingkungannya. yang tidak memiliki hubungan struktural dengan Kepengurusan Karang Tarunanya. Terjalinnya kerjasama antara generasi muda warga Karang Taruna dalam rangka mewujudkan taraf kesejahteraan sosial bagi masyarakat.

Penyelenggara rujukan. BAB V KEORGANISASIAN Pasal 5 (1) Keanggotaan Karang Taruna diatur berdasarkan aspirasi warga Karang Taruna yang bersangkutan di desa/kelurahan atau komunitas adat sederajat setemapat. memupuk dan meningkatkan kesadaran tanggung jawab sosial generasi muda. Penyelenggara pemberdayaan masyarakat terutama generasi muda di lingkungannya secara komprehensif. . Penyelenggara Usaha Kesjahteraan Sosial. Penanaman pengertian. g. b. kerjasama. f. c. baik yang bersifat preventif. jiwa kekeluargaan. Penguatan sistem jarngan komunikasi. golongan. suku dan budaya. j. informasi dan kemitraan dengan berbagai sektor lainnya. Pemupukan kreatifitas generasi muda untuk dapat mengembangkan tanggung jawab sosial yang bersifat rekreatif. rehabilitatif maupun pengembangan potensi generasi muda di lingkungannya. (2) setiap generasi muda dalam kedudukannya sebagai warga Karang Taruna mempunyai hak dan kewajiban yang sama tanpa membedakan asal keturunan. (3) setiap Karang Taruna melaksanakan fungsi : a. d. pendirian politik dan agama. dan advokasi sosial bagi penyandang masalah kesejahteraan sosial. kreatif. Penyelenggara usaha-usaha pencegahan permasalahan sosial yang aktual. selanjutnya disebut sebagai warga Karang Taruna. Penumbuhan dan pengembangan semangat kebersamaan. i.(2) Setiap Karang Taruna mempunyai tugas poko secara bersama-sama dengan Pemerintah dan komponen masyarakat lainnya untuk menanggulangi berbagai masalah kesejahteraan sosial terutama yang dihadapi generasi muda. Penyelenggara kegiatan pengembangan jiwa kewirausahaan bagi generasi muda dilingkungannya. BAB IV KEANGGOTAAN Pasal 4 (1) Keanggotaan Karang Taruna menganut sistim stelsel pasif yang berarti seluruh generasi muda dalam lingkungan desa/kelurahan atau komunitas adat sederajat yang berusia 11 tahun sampai 45 tahun. ekonomis produktif dan kegiatan praktis lainnya dengan mendayagunakan segala sumber dan potensi kesejahteraan sosial dilingkungannya secara swadaya. terpadu dan terarah serta berkesinambungan. edukatif. e. kedudukan sosial. kesetiakawanan sosial dan memperkuat nilai-nilai kearifan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. h. pendampingan. Penyelenggara Pendidikan dan Pelatihan Bagi Masyrakat. jenis kelamin.

dapat dibentuk wadah di lingkup Kecamatan. d.(2) Untuk memantapkan komunitas. c. (3) Kepengurusan Karang Taruna sesuai dengan keorganisasiannya diatur sebagi berikut : a. pertukaran informasi dan kolaborasi antar Karang taruna. c. Pengurus dilingkup Kecamatan yang disahkan dalam Temu Karya Kecamatan adalah sebagai pengembangan jaringan komunikasi. informasi dan kolaborasi antar Karang Taruna dalam lingkup/wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan dikukuhkan oleh Menteri Sosial. Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. e. kemauan dan kemampuan. g. f. kerjasama. Pengurus di lingkup Nasional yang disahkan dalam Temu Karya Nasional adalah sebagi pengembangan jaringan komunikasi. informasi dan kolaborasi antar Karang Taruna dalam lingkup/wilayah Kecamatan dan dikukuhkan oleh Camat setempat. Pengurus dilingkup Kabupaten/Kota yang disahkan dalam Temu Karya Kabupaten/Kota adalah sebagai pengembangan jaringan komunikasi. kerjasama. Dapat membaca dan menulis. e. Memiliki pengetahuan dan ketrampilan berorganisasi. b. Provinsi dan Nasional sebagai sarana organisasi Karang Taruna yang pemantapannya melalui para pengurus disetiap lingkup masing-masing. b. Provinsi dan Nasional disesuaikan dengan kebutuhan dimasing-masing lingkup. Pengurus Karang Taruna Desa/Kelurahan atau Komunitas Adat Sederajat yang terpilih dan disahkan dalam Temu Karya di wilayahnya adalah sebagi pelaksana organisasi dalam wilayah yang bersangkutan dan dikukuhkan oleh Kepala Desa/Lurah atau Kepala/Ketua Komunitas Adat Sederajat setempat. d. Pengurus di lingkup Provinsi yang disahkan dalam Temu Karya Provinsi adalah sebagai pengembangan jaringan komunikasi. (2) Susunan Pengurus Karang Taruna dapat dibentuk sesuai dengan kebutuhan. Sebagai warga penduduk setempat dan bertempat tinggal tetap. (4) Susunan pengurus disetiap lingkup Kecamatan Kabupaten/Kota. . kerjasama. Memiliki pengalaman serta aktif dalam kegiatan Karang Taruna. Setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. informasi dan kolaborasi antar Karng Taruna dalam lingkup/wilayah Kabupaten/Kota dan dikukuhkan oleh Bupati/Walikota setempat. informasi dan kolaborasi antar Karang Taruna dalam lingkup/wilayah Provinsi dan dikukuhkan oleh Gubernur setempat. Berumur 17 tahun sampai dengan 45 tahun. pengabdian di bidang sosial. kerjasama. BAB VI KEPENGURUSAN Pasal 6 (1) Pengurus Karang Taruna dipilih secara musyawarah dan mufakat oleh warga Karang Taruna yang bersangkutan dan memenuhi syarat-syarat untuk diangkat sebagai pengurus Karang Taruna yaitu : a. kerjasama. Kabupaten/Kota.

Provinsi dan Nasional adalah bersifat koordinatif. dan advokasi. Rapat Pengurus Harian. Rapat Kerja. Rapat Konsultasi. maka diadakan Forum pertemuan Karang Taruna yang diatur sebagai berikut : a. 2]. d. . (4) Untuk mendayagunakan pranata jaringan komunikasi. Kabupaten/Kota. Rapat Pimpinan. kerjasma dan kolaborasi antar Karang taruna dengan wadah pengurus dilingkup Kecamatan. Penyelenggara mekanisme pengambilan keputusan organisasi. Forum-forum pertemuan Karang Taruna sebagaimana dimaksud pada ayat (4) huruf a diatas. 4]. pendampingan. mengembangkan dan memperkuat sistem jaringan kerjasama (networking) antar Karang Taruna serta dengan pihak lain yang terkait. informasi. c. Pengelola sistem informasi dan komunikasi. konsistensi dan citra organisasi. Rapat Pengurus Pleno. b. konsolidasi dan sosialisasi dalam rangka memelihara solidaritas. konsultatif dan kolaboratif secara fungsional serta bukan operasional.BAB VII MEKANISME KERJA Pasal 7 (1) Pengurus Karang Taruna Desa/Kelurahan atau Komunitas Adat Sederajat melaksanakan fungsi-funfsi operasional dibidang kesejahteraan sosial sebagi tugas poko Karang Taruna dan fungsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (3) serta program kerja lainnya yang dilaksanakan bersama Pemerintah dan komponen terkait sesuai dengan Peraturan Prundangundangan yang berlaku. (2) Pengurus disetiap lingkup yang ditetapkan sebagai pranata jaringan komunikasi. 5]. dan apabila hal itu tidak tercapai maka keputusan diambil berdasarkan suara terbanyak. kerjasama dan kolaborasi antar Karang Taruna mulai dari pengurus dilingkup Kecamatan sampai dengan Nasional melaksanakan fungsi sebagi berikut : a. (3) Mekanisme hubungan komunikasi. Pemberdaya. b. 6]. c. 3]. d. Bentuk-bentuk Forum terdiri dari : 1]. dinyatakan sah apabila dihadiri oleh lebeih dari setengah jumlah peserta/pengurus dari lingkup yang bersangkutan. informasi. informasi. kerjasama dan kolaborasi anatr Karang Taruna yang lebih berdayaguna dan berhasilguna. Mekanisme Forum pertemuan tersebut diatur lebih lanjut dalam Pedoman pelaksanaan Karang Taruna. Pengambilan keputusan dalam setiap Forum pertemuan Karang Taruna wajib dilakukan secara musyawarah dan mufakat. Temu Karya.

(2) Surat Keputusan Pejabat yang berwenang tersebut pada ayat (1) diatas adalah : a. Pengurus Karang Taruna berkedudukan di desa/kelurahan atau Komunitas Adat Sederajat setempat. c. Rekomendasi usulan guna perubahan tersebut. b. BAB VIII PENGUKUHAN DAN PELANTIKAN PENGURUS Pasal 8 (1) Pengukuhan Pengurus Karang Taruna Desa/Kelurahan atau Komunitas Adat Sederajat dan Pengurus di lingkup Kecamatan sampai dengan Nasional dilakukan dengan Surat Keputusan Pejabat yang berwenang sesuai dengan tingkatan lingkupnya. 2]. 3]. Masa bakti Pengurus Karang Taruna di Desa/Kelurahan atau Komunitas Adat Sederajat paling lama 3 (tiga) tahun dan Pengurus di lingkup Kecamatan sampai dengan Nasional. d. . (5) Kedudukan.e. Surat Keputusan Bupati/ Walikota untuk pengukuhan Pengurusu di lingkup Kabupaten/Kota setempat. Surat Keputusan Camat untuk pengukuhan Pengurus dilingkup Kecamatan setempat. Surat Keputusan Menteri Sosial untuk pengukuhan Pengurus dilingkup Nasional. diatur sebagai berikut : 1]. b. pemilihan dan masa bakti pengurus sebagai berikut : a. Kabupaten/Kota dan Provinsi berkedudukan di Ibukota masingmasing dan pengurus dilingkup Nasional berkedudukan di Ibukota Negara. Forum Pertemuan Karang Taruna yang diadakan secara Nasional dan Khusus dalam rangka usulan untuk bahan perubahan Pedoman Dasar/Pedoman pelaksanaan Karang Taruna. Usulan perubahan Pedoman Dasar/Pedoman Rumah Tangga Karang Taruna dapat dinyatakan sah apabila didasarkan pada persetujuan minimal 2/3 (dua pertiga) dari jumlah Provinsi peserta yang hadir dan mendapat persetujuan dari Pembina Fungsional Pusat ( Departemen Sosial). Pengurus dilingkup Kecamatan. diusulkan sebagi bahan untuk disahkan atau ditetapkan oleh Menteri Sosial. e. Surat Keputusan Kepala Desa/Lurah atau Komunitas Adat Sederajat untuk pengukuhan Pengurus Karang Taruna setempat. Surat Keputusan Gubernur untuk pengukuhan Pengurus di lingkup Provinsi setempat. Pemilihan pengurus dilakukan secara musyawarah dan mufakat dalam Temu Karya serta wajib memenuhi persyaratan yang telah ditentukan. c. masing-masing selama 5 (lima) tahun serta dapat dipilih kembali untuk yang kedua kalinya serta memenuhi persyaratan yang berlaku. Minimal 2/3 (dua pertiga) dari jumlah peserta/pengurus dari lingkup Provinsi diseluruh wilayah Indonesia harus hadir ditambah unsur dari Departemen Sosial selaku Pembina Fungsional.

Pembina Umum a]. Pembina Teknis. Menteri dalam Negeri Selaku Pembina Umum 2).(3) Pelantikan Pengurus Karang Taruna Desa/Kelurahan atau Komunitas Adat Sederajat dan Pengurus dilingkup Kecamatan samapai dengan Nasional dilakukan oleh Pejabat yang berwenang sesuai dengan tingkatan lingkupnya masing-masing. Pembina Fungsional dan Pembina Teknis. Desa/Kelurahan atau Komunitas Adat Sederajat yang terkait dengan Penyediaan dukungan bagi peningkatan Fungsi Karang Taruna di wilayah setempat. Kepala Dinas/Instansi Sosial Provinsi b]. (3) Pembina Umum. b. Bupati/Walikota untuk Kabupaten/Kota c]. c]. Pembina Fungsional : a]. BAB IX PEMBINA Pasal 9 (1) Karang Taruna sebagai Organisasi Sosial Generasi Muda diesluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. 3). di Pusat dan di daerah adalah : a. Pembina Fungsional dan Pembina Teknis sebagimana dimaksud pada ayat (1) . Gubernur untuk Provinsi b]. . Camat untuk Kecamatan d]. Menteri Sosial selaku Pembina Fungsional 3). a]. Pimpinan Instansi/Lembaga/Badan Daerah Provinsi yang terkait b]. Pimpinan Departemen/Kementerian Negara/Lembaga atau Badan Negara yang terkait sebagai Pembina Teknis Karang Taruna. Kepala Seksi/Unit yang tugasnya berkaitan langsung dengan bidang kesejahteraan sosial di Kecamatan dan/atau di Desa/Kelurahan atau Komunitas Adat Sederajat. Kepala Desa/Lurah atau Komunitas Adat Sederajat untuk Desa/Kelurahan atau Komunitas Adat Sederajat 2). Pimpinan Unit Kecamatan. Pembina di Pusat terdiri : 1). (2) Pembina Utama sebagimana dimaksud pada ayat (1) adalah Presiden Republik Indonesia. Pimpinan Instansi/Jawatan/Lembaga atau Badan daerah Kabupaten/Kota yang terkait. memiliki Pembina Utama. Pembina di Daerah terdiri dari : 1). Kepala Dinas/Instansi Sosial Kabupaten/Kota c].

Bantuan Masyarakat yang tidak mengikat d. (2) Majelis Pertimbangan Karang Taruna dipimpin oleh seorang Ketua merangkap anggota. Usaha-usaha lain yang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. panji. iuran Warga Karang Taruna b. Pasal 12 (1) Karang Taruna dapat membentuk Unit Teknis sesuai dengan kebutuhan pengembangan organisasi dan program-programnya. Bantuan/Subsidi dari Pemerintah e. BAB XII IDENTITAS Pasal 13 (1) Karang Taruna dapat memiliki identitas lambang bendera. dan para anggota yang jumlahnya ditentukan sesuai dengan jumlah mantan aktivis Karang Taruna di wilayahnya masing-masing ditambah beberapa tokoh yang dianggap layak. apabila memungkinkan. BAB XI MAJELIS PERTIMBANGAN DAN UNIT TEKNSI KARANG TARUNA Pasal 11 (1) Setiap Karang Taruna dapat membentuk Majelis Pertimbangan Karang taruna ( MPKT ) pada forum tertinggi ( Temu Karya ) di masing-masing wilayahnya yang kemudian dikukuhkan oleh forum tersebut. .BAB X KEUANGAN Pasal 10 Keuangan Karang Taruna dapat diperoleh dari : a. seorang Sekretaris dan beberapa orang Wakil Sekretaris ( sesuai kebutuhan) merangkap anggota. yang telah ditetapkan dalam Keputusan Menteri Sosial RI Nomor 65/HUK/KEP/XI/1982 dan lagu mars serta hymne. (2) Unit Teknis dimaksudkan merupakan bagian yang tidak terpisahklan dari kelembagaan Karang Taruna dan pembentukannya harus melalui meakanisme pengambilan keputusan dalam forum yang representatif dan sesuai kapasitasnya untuk itu. (3) Unit Teknis disahklan dan dilantik oleh Karang Taruna yang membentuknya dan harus berkoordinasi serta mempertanggungjawabkan kinerjanya kepada Karang Taruna yang membentuknya. Usaha sendiri yang diperoleh secara syah c.

(2) Identitas yang telah ditetapkan dan/atau digunakan tersebut menjadi identitas resmai Karang Taruna dan hanya dapat dirubah dengan Keputusan Menteri Sosial. Diposkan oleh KARANG TARUNA di 02:30 0 komentar Logo Karang Taruna . (3) Mekanisme penggunaan identitas Karang Taruna diatur lebih lanjut dalam Pedoman pelaksanaan Karang Taruna. dinyatakan tidak berlaku lagi. dengan ketentuan apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan akan dibetulkan sebagaimana mestinya. (3) Peraturan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. maka keputusan Menteri Sosial RI Nomor 11/HUK/ 1988 tentang Pedoman Dasar Karang Taruna. BAB XIV PENUTUP Pasal 15 (1) Hal-hal yang belum diatur dalam Peraturan ini. setiap Karang Taruna dapat menyusun dan/atau menyesuaikan Anggaran Rumah Tangga berdasarkan Pedoman Dasar Karang Taruna ini. (2) Dengan ditetapkannya Peraturan ini. BAB XIII KETENTUAN LAIN Pasal 14 Sesuai dengan kebutuhan. akan diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal Pemberdayan Sosial.

• Pedoman Dasar Karang Taruna Pedoman Dasar Karang Taruna di atur dalam Peraturan Menteri Sosial Republik Indonsia No : 83 /HUK / 2005 ditetapkan di Jakarta pada tanggal . • ...Diposkan oleh KARANG TARUNA di 02:09 2 komentar Beranda Langgan: Entri (Atom) Top of Form diberdayakan oleh Bottom of Form Entri Populer • Pedoman Dasar Karang Taruna Terbaru 2010 PERATURAN MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 77 / HUK / 2010 TENTANG PEDOMAN DASAR KARANG TARUNA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA ME... • Mars Karang Taruna Lirik Lagu Mars Karang Taruna Kami pemuda pemudi Indonesia Yang tergabung satu dalam Karang Taruna Kami penerus cita-cita bangsa Demi kejay...

Logo Karang Taruna .

Armand Perdana ditugaskan untuk melakukan survey lokasi sekaligus mewawancarai stakeholder proyek tersebut pada tanggal 1-6 April 2011. Budi Jatmiko 3. . 3. Sehubungan dengan akan dimulainya proyek pembangunan apartemen Mulia Jaya di Kabupaten Magelang.SURAT TUGAS ———– No: …./NIK. NIP. Instansi : ……………………………………………. maka nama-nama berikut di bawah ini: 1. 15 Maret 2011 PT Maju Terus Andi Ardumas Manajer Proyek BIODATA PESERTA PELATIHAN FUMIGASI KAPAL DI WISMA INDUSTRI BOGOR TANGGAL 04 s. Pangkat / Gol : ……………………………………………./NRK. Segala biaya yang timbul untuk melaksanakan tugas ini dibebankan ke biaya proyek yang bersangkutan sesuai aturan yang berlaku. 4. Nama Lengkap : ……………………………………………. 5. Yogyakarta. 6. Alamat Kantor : ……………………………………………. : …………………………………………….d 08 MEI 2010 Mohon diisi dengan huruf cetak 1. Eko Susilo 2. Demikianlah surat tugas ini dibuat untuk digunakan sebagaimana mestinya.. ……………………………………………. Jabatan Sekarang : ……………………………………………. 2.

Pendidikan : ……………………………………………. Peserta.. 7. ……………………… EMail ……………………... Telp/Fax. ……………………………………………..Telp/Fax...... 8.... ……………………… EMail …………………….( ……………………………… ) . Alamat Rumah : …………………………………………….

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->