Pengertian Peran

Peranan berasal dari kata peran, berarti sesuatu yang menjadi bagian atau memegang pimpinan yang terutama. Peranan menurut Levinson sebagaimana dikutip oleh Soejono Soekamto, sebagai berikut: ìPeranan adalah suatu konsep prihal apa yang dapat dilakukan individu yang penting bagi struktur sosial masyarakat, peranan meliputi norma-norma yang dikembangkan dengan posisi atau tempat seseorang dalam masyarakat, peranan dalam arti ini merupakan rangkaian peraturan-peraturan yang membimbing seseorang dalam kehidupan kemasyarakatanî. Menurut Biddle dan Thomas, peran adalah serangkaian rumusan yang membatasi perilaku-perilaku yang diharapkan dari pemegang kedudukan tertentu. Misalnya dalam keluarga, perilaku ibu dalam keluarga diharapkan bisa memberi anjuran, memberi penilaian, memberi sangsi dan lain-lain.

A.PERAN
Peranan merupakan aspek dinamis dari kedudukan, yaitu seorang yang melaksanakanh a k ha k da n kewa jiba nnya. Art inya, apabila seseora ng mela ksa na ka n ha k d a n kewajibannya sesuai dengan kedudukannya, maka dia telah menjalankan suatu peranan.Suatu peranan paling tidak mencakup tiga hal berikut :1.Peranan meliputi nor ma-nor ma yang dihubungkan dengan posisi atau tempatseseorang dalam masyarakat2.Peranan merupakan suatu konsep perihal apa yang dapat dilakukan oleh individudalam masyarakat sebagai organisasi3.Peranan juga dapat dikatakan sebagai perilaku individu yang penting bagi struktur sosial.P er a n a n y a n g m e l e k a t p a d a d i r i s es e o r a n g h a r u s a d i b e d a k a n d e n g a n p o s i s i d a l a m per gaulan masyarakat. Posisi seseorang dalam masyarakat (social-position) merupakanunsur statis yang menunjukkan tempat individu dalam masyarakat. Peranan lebih banyak m e n u n j u k p a d a f u n g s i , p e n y e s u a i a n d i r i , d a n s eb a g a i s u a t u p r o s es . J a d i , s e s e o r a n g menduduki suatu posisi dalam masyarakat serta menjalankan suatu peranan

arti profesionalisme
Profesionalisme berasal dan kata profesional yang mempunyai makna yaitu berhubungan dengan profesi dan memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya, (KBBI, 1994). Sedangkan profesionalisme adalah tingkah laku, keahlian atau kualitas dan seseorang yang professional (Longman, 1987). -------------------------------Istilah profesi sudh cukup dikenal oleh semua pihak, dan senantiasa melekat pada guru karena tugas guru sesungguhnya merupakan suatu jabatan professional. Untuk memperoleh pemahaman yang lebih tepat, berikut ini akan dikemukakan pengertian profesi dan kemudian akan dikemukakan pengertian profesi guru. Biasanya sebutan profesi selalu dikaitkan dengan pekerjaan atau jabatan yang dipegang oleh seseorang, akan tetapi tidak semua pekerjaan atau jabatan dapat disebut profesi karena profesi menuntut keahlian para pemangkunya. Hal ini mengandung arti bahwa suatu pekerjaan atau jabatan yang disebut profesi tidak dapat dipegang oleh sembarang orang, akan tetepi memerlukan suatu persiapan melelui pendidikan dan pelatihan yang dikembangkan khusus untuk itu. Ada beberapa istilah lain yang dikembangkan yang bersumber dari istilah profesi yaitu istilah professional, profesionalisme, profesionalitas, dan profesionaloisasi secara tepat, berikut ini akan diberikan pengkelasan singkat mengeni pengertian istilah0istilah tersebut. Professional mempunyai makna yang mengacu kepada sebutan tentang orang yang menyandang suatu profesi dan sebutan tentang penampilan seseorang dalam mewujudkan unjuk kerja sesuai dengn

Penyandangan dan penampilan professional ini telah mendapat pengakuan.pdii. yaitu pemerintah dan atau organisasi profesi.lipi. melatih.profesinya. baik dalam kaitan dengan jabatan ataupun latar belakang pendidikan formalnya. sebutan profesionalitas lebih menggambarkan suatu keadaan derajat keprofesian seseorang dilihat dari sikap. Profesionalisme adalah sebutan yang mengacu kepada sikap mental dalam bentuk komitmen dari para anggota suatu profesi untuk senantiasa mewujudkan dan meningkatkan kualitas profesionalnya. sertifikat. Profesionalitas adalah sutu sebutan terhadap kualitas sikap para anggota suatu profesi terhadap profesinya serta derajat pengetahuan dan keahlian yang mereka miliki untuk dapat melakukan tugastugasnya. Ia akan selalu mengembangkan dirinya sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman sehingga keberadaannya senantiasa memberikan makna proesional. Dalam UU Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen (pasal 1) dinyatakan bahwa: Guru adalah pendidik professional dengan tugas utama mendidik. Sebutan guru professional juga dapat mengacu kepada pengakuan terhadap kompetensi penampilan unjuk kerja seorang guru dalam melaksanakan tugas-tugasnya sebagai guru. Dalam hal ini guru diharapkan memiliki profesionalitas keguruan yang memadai sehingga mampu melaksanakantugasnya secara efektif. pada jenjang pendidikan dasar dan pendidikan menengah . Pada dasarnya profesionalisasi merupakan sutu proses berkesinambungan melalui berbagai program pendidikan dalam jabatan (in-service). formal.upi.edu/?mod=article/vie . Pengakuan ini dinyatakan dalam bentuk surat keputusan. Sedang secara informal pengakuan itu diberikan oleh masyarakat luas dan para pengguna jasa suatu profesi. menilai dan mengevaluasi peserta didik pada jalur pendidikan formal. akta. Dalam RUU Guru (pasal 1 ayat 4) dinyatakan bahwa: professional adalah kemampuan melakukan pekerjaan sesuai dangan keahlian dan pengabdian diri kepada pihak lain . baik segara formal maupun informal. Dengan demikian. dan sistematis. dan keahlian yang diperlukan untuk melaksanakan tugasnya. dan profesi bagi seseorang yang mengabdikan dirinya dalam bidang pendidikan melalui interaksi edukatif secara terpola. mengrahkan. membimbing. Guru professional akan tercermin dalam penampilan materi referensi: http://www. Pengakuan secara formal diberikan oleh suatu badan atau lembaga yang mempunyai kewenangan untuk itu. pengetahuan. Dengan profesionalisasi. Profesionalisasi adalah sutu proses menuju kepada perwujudan dan peningkatan profesi dalam mencapai suatu kriteria yang sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. ijazah. Dengan demikian.go. para guru secara bertahap diharapkan akan mencapai suatu derajat kriteria profesional sesuai dengan standar yang telah ditetapkan menurut Undang-undang nomer 14 tahun 2005 yaitu berpendidikan akademik S-1 atau D-IV dan telah lulus Sertifikasi Pendidikan. dsb baik yang menyangkut kualifikasi maupun kompetensi. Sebagai contoh misalnya sebutan guru professional adalah guru yang telah mendapat pengakuan secara formal berdasarkan ketentuan yang berlaku. Seorang guru yang memiliki profesionalisme yang tinggi akan tercermin dalam sikap mental serta komitmenya terhadap perwujudan dan peningkatan kualitas professional melalui berbagai cara dan strategi. posisi. mengajar.id/profesionalis guru profesional: untuk pendidikan bermutu http://geografi. Guru adalah suatu sebutan bagi jabatan. sebutan profesional didasarkan pada pengakuan formal terhadap kualifikasi dan kompetensi penampilan unjuk kerja suatu jabatan atau pekerjaan tertentu.

Keadaan aktif dan menyenangkan tidaklah cukup jika proses pembelajaran tidak efektif. Profesionalitas merupakan sikap para anggota profesi benar2 menguasai. Dengan begitu. Sehingga seorang profesional harus memadukan dalam diri pribadinya kecakapan teknik yang diperlukan untuk menjalankan pekerjaannya. Pertama unsure keahlian dan kedua unsur panggilan.Profesi. suatu tujuan atau suatu rangkaian kwalitas yang menandai atau melukiskan coraknya suatu profesi . Kreatif. profesional. Efektif. dan juga kematangan etik. bukan proses pasif yang hanya menerima kucuran ceramah guru tentang pengetahuan. Hal ini juga pengaruh terhadap penampilan atau performance seseorang dalam melakukan pekerjaan di profesinya. Profesionalitas. yaitu tidak menghasilkan . Profesi mengharuskan tidak hanya pengetahuan dan keahlian khusus melalui persiapan dan latihan. Jika pembelajaran tidak memeberikan kesempatan kepada siswa untuk berperan aktif. Penguasaan teknik saja tidak membuat seseorang menjadi profesional . tetapi dalam arti profession terpaku juga suatu panggilan . mempertanyakan. Profesionalisme mengandung pula pengertian menjalankan suatu profesi untuk keuntungan atau sebagai sumber penghidupan Profesionalisasi adalah proses atau perjalanan waktu yang membuat seseorang atau kelompok orang menjadi profesional. Belajar memang merupakan suatu proses aktif dari si pembelajar dalam membangun pengetahuannya. dan mengemukaan gagasan. Keduaduanya harus menyatu Profesionalisme merupakan komitmen para anggota suatu profesi untuk meningkatkan kemampuannya secara terus menerus. tingginya waktu curah perhatian terbukti meningkatkan hasil belajar. profesionalisme. profesionalitas dan profesionalisasi Profesi merupakan suatu jabatan atau pekerjaan yang menuntut keahlian atau keterampilan dari pelakunya. Peran aktif dari siswa sangat penting dalam rangka pembentukan generasi yang kreatif. Kretaif juga dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa. sungguh2 kepada profesinya. Aktif dimaksudkan bahwa dalam proses pembelajaran guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya. Profesionalisasi Pengertian Profesi. Profesionalisme merupakan suatu tingkah laku. Propesionalisme. Apa itu PAKEM? PAKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif. maka arti profession mengandung dua unsur. Menurut hasil penelitian. Menyenangkan adalah suasana belajarmengajar yang menyenangkan sehingga siswa memusatkan perhatiannya secara penuh pada belajar sehingga waktu curah perhatiannya (´time on task´) tinggi. maka pembelajaran tersebut bertentangan dengan hakikat belajar. dan Menyenangkan. Profesional adalah orang yang menyandang suatu jabatan atau pekerjaan yang dilakukan dengan keahlian atau keterampilan yang tinggi. yang mampu menghasilkan sesuatu untuk kepentingan dirinya dan orang lain. Tetapi dalam kata profession yang berasal dari perbendaharaan Angglo Saxon tidak hanya terkandung pengertian pekerjaan saja. Profesional.

guru menggunakan. termasuk cara belajar kelompok. Jika pembelajaran hanya aktif dan meyenangkan tetapi tidak efektif. ‡ Guru mendorong siswa untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah. dan cocok bagi siswa. ‡ Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif. untuk mengungkapkan gagasannya.Mencari informasi .Menulis laporan/cerita/puisi .Berkunjung keluar kelas Guru menggunakan alat bantu dan sumber belajar yang beragam. misalnya : . Semua mata pelajaran. Bagaimana pelaksanaan PAKEM? Komponen Pembelajaran Hal Baru Yang Berbeda Dengan Kebiasaan Pembelajaran Selama Ini Guru merancang dan mengelola KBM yang mendorong siswa untuk berperan aktif dalam pembelajaran.percobaan . maka pembelajaran tersebut tak ubahnya seperti bemain biasa. pengamatan. ‡ Gambar ‡ Studi kasus ‡ Nara sumber ‡ Lingkungan Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan keterampilan Siswa: ‡ Melakukan percobaan. menyenangkan. atau wawancara ‡ Mengumpulkan data/jawaban dan mengolahnya sendiri ‡ Menarik kesimpulan ‡ Memecahkan masalah.Diskusi Kelompok . PAKEM dapat digambarkan sebagai berikut: ‡ Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat. Secara garis besar.Memecahkan masalah . mencari rumus sendiri ‡ Menulis laporan/hasil karya lain dengan kata-kata sendiri Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan gagasannya sendiri secara lisan atau tulisan Melalui : ‡ Diskusi ‡ Lebih banyak pertanyaan terbuka hasil karya yang merupakan pemikiran anak sendiri Guru menyesuaikan bahan dan kegiatan belajar dengan kemampuan siswa ‡ Siswa dikelompokkan sesuai dengan kemampuan (untuk kegiatan tertentu) . dan melibatkan siswa dalam menciptakan lingkungan sekolahnya. ‡ Guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik dan menyediakan ¶pojok baca¶. D. Guru melaksanakan KBM dalam kegiatan yang beragam. ‡ Guru menggunakan berbagai alat bantu dan berbagai cara dalam membangkitkan semangat.apa yang harus dikuasai siswa setelah proses pembelajaran berlagsung. misal: ‡ Alat yang tersedia atau yang dibuat sendiri. sebab pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai. termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik.

anak dapat bekerja berpasangan atau dalam kelompok. Pertanyaan yang dimulai dengan kata-kata ³Apa yang terjadi jika«. Mengembangkan ruang kelas sebagai lingkungan belajar yang menarik Ruang kelas yang menarik merupakan hal yang sangat disarankan dalam PAKEM. melainkan berbeda sesuai dengan dengan kecepatan belajarnya. Hasil pekerjaan siswa sabaiknya dipajangkan untuk memenuhi ruang kelas seperti itu. merupakan pembelajaran yang subur seperti yang dimaksud. atau kelompok. anak orang miskin. 2. Kedua jenis berpikir tersebut. antara lain dengan sesering-seringnya memberikan tugas atau mengajukan pertanyaan yang terbuka. 4. Berdasarkan pengalaman. anak perlu juga menyelesaikan tugas secara perorangan agar bakat individunya berkembang. anak sejak kecil secara alami bermain berpasangan atau berkelompok dalam bermain. tugas guru adalah mengembangkannya. hasil pekerjaan yang dipajangkan diharapkan memotivasi siswa untuk bekerja lebih baik dan menimbulkan inspirasi bagi siswa lain. 3. berasal dari rasa ingin tahu dan imajinasi yang keduanya ada pada diri anak sejak lahir. anak akan menyelesaikan tugas dengan baik bila mereka duduk berkelompok. Yang dipajangkan dapat berupa hasil kerja perorangan. Duduk seperti ini memudahkan mereka unuk berinteraksi dan bertukar pikiran. diagram. kreatif. Hal tersebut memerlukan kemampuan untuk berpikir kritis dan kreatif. 5. anak kota. memanfaatkan perilaku anak dalam pengorganisasian belajar Sebagai makhluk social. atau anak bukan Indonesia ± selama mereka normal ± terlahir memiliki kedua sifat itu. Memahami sifat yang dimiliki anak Pada dasarnya anak memiliki sifat : rasa ingin tahu dan berimajinasi. Semua anak dalam kelas tidak selalu mengerjakan kegiatan yang sama. benda asli. Anak-anak yang memiliki kemampuan lebih dapat dimanfaatkan untuk membantu temannya yang lemah (tutor sebaya).guru mengajukan pertanyaan yang menantang. dan kemampuan memecahkan masalah Pada dasarnya hidup ini adalah memecahkan masalah. anak orang kaya. kita dapat membantunya bila mendapat kesulitan sehingga anak tersebut belajar secara optimal. puisi. dan guru mendorong anak untuk melakukan percobaan. Mengenal anak secara perorangan Para siswa berasal dari lingkungan yang bervariasi dan memiliki kemampuan yang berbeda. kapan. dapat membantu guru dalam KBM karena dapat . dan Menyenangkan) perbedaan individual perlu diperhatikan dan harus tercermin dalam kegiatan pembelajaran. Apa yang harus diperhatikan dalam melaksanaka pakem? 1.Mengembangkan kemampuan berpikir kritis. nisalnya. karangan. Suasana pembelajran yang ditunjukkan oleh guru memuji anak karena hasil karyanya. model. peta. anak Indonesia.´ yang umumnya tertutup hanya ada satu jawaban yang benar). Dengan mengenal kemampuan anak. Pajangan dapat berupa gambar. dan kreatif untuk melahirkan alternative pemecahan masalah. Namun demikian.‡ Bahan pelajaran disesuaikan dengan kemampuan kelompok tersebut ‡ Tugas perbaikan atau pengayaan diberikan Guru mengaitkan KBM dalam pengalaman siswa sehari-hari ‡ Siswa menceritakan atau memanfaatkan pengalaman sendirinya. Ruang kelas yang penuh dengan pajangan hasil pekerjaan siswa. Kedua sifat tersebut merupakan modal dasar bagi berkembangnya sikap/berpikir kritis dan kreatif. Oleh karena itu. Kegiatan pembelajaran merupakan salah satu lahan yang harus kita olah sehingga subur bagi berkembangnya kedua sifat anugerah Tuhan tersebut. Selain itu.´ Lebih baik daripada yang dimulai dengan kata-kata ³Apa. kritis dan kreatif. Dalam melakukan tugas atau membahas sesuatu. Anak desa. berapa. ‡ Siswa menerapkan hal yang dipelajari dalam kegiatan sehari-hari Menilai KBM dan kemajuan belajar siswa secara terus menerus ‡ Guru memantau kerja siswa ‡ Guru memberikan umpan balik E. Efektif. berpasangan. dan ditata dengan baik. Dalam PAKEM (Pembelajaran Aktif. Perilaku ini dapat dimanfaatkan dalam pengorganisasian belajar. dan sebagainya. kritis untuk menganalisis masalah.

Berkembangnya rasa takut sangat bertentangan pada ¶PAKEM¶. dan tidak tergantung kepada guru/orang laian bila mereka mempelajari hal-hal yang baru. Belajar dengan menggunakan lingkungan tidak harus keluar kelas. Hakekat belajar c. membuat tulisan. Penggunaan lingkungan sebagai sumber beajar sering membuat anak merasa senang dalam belajar. Karakteristik lulusan yang dikehendaki a. serta menganggap mengajar sebagai kegiatan menciptakan suasana yang mengembangkan inisiatif dan tanggung jawab belajar si pembelajar sehingga berkeinginan terus untuk belajar selama hidupnya. Selain itu. anak orang kaya. Bahkan dari lingkungan dapat dibawa ke ruang kelas untuk menghemat biaya dan waktu. baik yang datang dari guru itu sendiri maupun dari temannya. 8. tetapi juga dipakai sebagai objek kajian (sumber belajar). anak Indonesia. F. 2. maka perlu membuktikan pemahaman itu melalui pembuatan persiapan PAKEM dan melaksanakan dengan baik. dan bukan guru sebagai penuang air ke dalam gelas kosong. Pemberian umpan balik dari guru kepada siswa merupakan salah satu bentuk interaksi antara guru dan siswa. Karateristik anak b. anak kota anak orang miskin. yang dilakukan oleh si pembelajar. Sering bertanya. bukan oleh si pengajar. dan membuat gambar/diagram. dan mengungkapkan gagasan merupakan tanda-tanda aktif mental.Oleh karena itu. Guru harus konsisten memeriksa hasil pekerjaan siswa dan memberikan komentar dan catatan. berhipotesis.dan imajinasi bagi prilaku kreatif. atau takut dimarahi jika salah. an anak bukan Indonesia semuanya selama normal mereka memiliki kedua hal tersebut. Umpan balik hendaknya lebih mengungkap kekuatan daripada kelemahan siswa. mengklasifikasikan. Pemanfaatan lingkungan dapat mengembangkan sejumlah keterampilan seperti mengamati (dengan seluruh indera). 1. Hal ini dimaksudkan agar siswa lebih percaya diri dalam menghadapi tugas-tugas belajar selanjutnya.social. 7. atau budaya) merupakan sumber yang sangat kaya untuk bahan belajar anak. Mengapa Perlu Belajar Aktif ? Paling sedikit ada tiga alasan mengapa Belajar Aktif perlu dterakan a. cara memberikan umpan balik pun harus secara santun. Sifat ngin tahu merupakan modal dasar bagi perkembangnya sikap kritis. Anak desa. guru hendaknya menghilangkan penyebab rasa takut tersebut.dijadikan rujukan ketika mambahas suatu masalah. Aktif mental lebih diinginkan daripada aktif fisik. Membedakan antara aktif fisik dan akif mental Banyak guru yang sudah merasa puas bila menyaksikan para siswa keliahatan sibuk bekerja dan bergerak. 6. mencatat. Memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar Lingkungan (fisik. Apa Pendekatan Belajar Aktif ? Pedekatan Belajar Aktif adalah cara pandang yang menganggap belajar sebagai kegiatan membangun makna/pengertian terhadap pengalaman dan informasi. PENDEKATAN BELAJAR AKTIF Setelah memahami pengertian dan gambaran PAKEM. Jadi belajar itu menganggap guru lebih sebagai tukang kebun yang memelihara tanaman. Apalagi jika bangku dan meja diatur berkelompok serta siswa duduk saling berhadapan. merumuskan pertanyaan. Menganggap siswa lebih sebagai tanaman yang memiliki kemampuan untuk tumbuh sendiri daripada sebagai gelas kosong yang hanya dapat penuh bila ada yang mengisi. mempertanyakan gagasan orang lain. Karakteristik anak Pada dasarnya anak dilahirkan dengan memiliki sifat ingin tahu dan imajinasi. Keadaan tersebut bukanlah ciri yang sebenarnya dari PAKEM. masih perlu tentang pendekatan belajar aktif. Lingkungan dapat berperan sebagai media belajar. takut disepelekan. Memberikan umpan balik yang baik untuk meningkatkan kegiatan belajar Mutu hasil belajar akan meningkat bila terjadi interaksi dalam belajar. dalam sekolah dalam mengembangkan PAKEM ini. Syarat perkembangannya aktif mental adalah tumbuhnya perasaan tidak takut : takut ditertawakan. Catatan guru berkaitan dengan pekerjaan siswa lebih bermakna bagi pengembangan diri siswa daripada hanya sekedar angka. .

3. oleh si pembelajar. kritis ‡ Mandiri. dan karakteristik lulusan yang dikehendaki. Mandiri berarti berani dan mampu bertindak tanpa selalu tergantung pada orang lain. yaitu lulusan yang peka. lulusan yang diinginkan adalah generasi yang : ‡ Peka ‡ Mandiri (termasuk kreatif). Karakteristik Lulusan yang Dikehendaki Agar mampu bertahan dan berhasil dalam hidup. mandiri. Pengalaman Anak akan belajar banyak melalui berbuat. Pada saat orang lain mempertanyakan pendapata kita atau apa yang kita . b. Peka berarti berpikir tajam. hakekat belajar. dan tangap terhadap pikiran dan perasaan orang lain. dan/atau saling menjelaskan. maka Belajar Aktif tampaknya merupakan pendekatan belajar-mengajar yang cocok untuk menghasilkan luusan yang dikehendaki itu. c. kritis. Mengenal ada benda tenggelam dan terapung dalam air lebih mantap bilamencobanya sendiri daripada hanya menerima penjelasan guru. Belajar bukanlah proses menyerap pengetahuan yang sudah jadi bentukan guru. pikiran dan perasaan si pembelajar. dan d. Pengetahuan dibangun sendiri oleh si pembelajar. dan bertanggung jawab. Interaksi c. Pengalaman b. posisi pendekatan belajar atif dapat dilihat dalam gambar berikut: Masukan Proses Hasil Siswa ‡ Sifat ingin tahu ‡ imajinasi Pendekatan Belajar Aktif Lulusan ‡ Peka. Dalam kontek Proses BelajarMengajar. saling bertanya dan mempertanyakan. dan ‡ Bertangung jawab. pengalaman langsung men gaktifkan lebih banyak indra daripada hanya melalui mendengarkan. terhadap informasi dan pengalaman. Bertanggung jawab berarti siap menerima akibat dari keputusan dan tinakan yang diambil. Mengingat ketiga alasan tersebut: Karateristik anak. Pengalaman a. Refleksi a. Hakekat Belajar Belajar adalah proses menemukan dan membangun makna/pengertian.kreatif ‡ Bertangung jawab Gamabr di atas menujukkan bahwa bila hasil tidak seperti yang diharapkan. maka jelas penyebabnya adalah proses belajar mengajar (PMB) yang tidak benar ´bahan baku´ (masukan) sudah memiliki sifat ingin tahu dan imajinasi yang merupakan bahan dasar bagi ciri-ciri lulusan tersebut.b. yang disaring melalui persepsi. Komunikasi. Bagamana suasana Belajar Aktif ? Suasana belajar megajar yang membuat siswa melakukan : a. Interaksi Belajar akan terjadi dan meningkat kualitasnya bila berlangsung dalam suasana interaksi dengan orang lain: berdiskusi. kreatif. kritis.

Sesuai dengan pengertian mengajar di atas yaitu menciptakan suasana yang mengembangkan ini siatif dan tanggunng jawab belajar siswa. yang berupa pertanyaan yang menantang (=membuat siswa berfikir) dapat merupakan pemicu bagi siswa untuk melakukan refleksi tentang apa yang sedang dipikirkan atau dipelajari. maka sikap dan prilaku guru hendaknya : ‡ Terbuka. sehingga memiliki gagasan yang lebih mantap. ‡ Tidak kikir untuk memuji menghargai siswa. Pengungkapan pikiran. c. seperti lukisan. tidak mentertawakan. 5. kemudian melakukan perbaikan.dan alat peraga sederhana. ‡ Tidak memtertawakan pendapat atau hasil karya siswa sekalipun kurang berkualitas. teks pidato. ‡ Letak bangku dan meja diatur sedemikian rupa sehingga siswa leluasa untuk bergerak. ‡ Mendorong siswa untuk tidaK takutnsalah dan berani menanggung resiko. baik dalam rangka mengemukakan gagasan sendiri maupun menilai gagasan orang lain akan memantapkan pemahaman seseorang tentang apa sedang dipikirkan atau dipelajari. ‡ Berisi banyak hasil kerja siswa. ‡ Memberi umpan balik terhadap hasil kerja siswa. Ruang kelas yang menunjang Belajar Aktif ‡ Berisi banyak sumber belajar. d. maka orang itu akan merenungkan kembali (Refleksi) gagasannya. ‡ Menunmbuhka rasa percaya diri siswa. lidi. Sikap guru yang menerapkan Belajar Aktif. Refleksi Bila seseorang mengungkapkan gagasannya kepada orang laian dan mendapat tanggapan. ‡ Tidak terlalu cepat membantu siswa. Komunikasi Pengungkapan pikiran dan perasaan. baik lisan maupun tulis. 4. puisi. tanaman. Refleksi dapat terjadi sebagai akibat dari interaksi dan komunikasi. dan alat hasil percobaan.kerjakan. Kegiatan apa saja dalam Belajar Aktif KOMPONEN KEGIATAN SISWA KEGIATAN GURU PENGALAMAN ‡ Melakukan pengamatan ‡ Melakukan percobaan ‡ Membaca ‡ Melakukan wawancara ‡ Menghitung ‡ Mengukur ‡ Membuat sesuatu ‡ Menciptakan kegiatan yang beragam ‡ Mengamatai siswa bekerjadan sesekali mengajukan pertanyaan yang menantang INTERAKSI ‡ Berdikusi ‡ Mendengarkan dan sesekali mengajukan pertanyaan yang menantang ‡ Mengajukan pertanyaan ‡ Mendengarkan. laporan percobaan. dan memberi kesempatan terlebih dahulu kepada siswa lain untuk menjawab ‡ Meminta pendapat orang lain ‡ Mendengarkan ‡ Meminta pendapat siswa lain . seperti buku dan benda yang nyata. ‡ Membiasakan siswa untuk mendengarkan bila guru siswa berbicara. ‡ Mentolelir. 6. tugas individu yang memecahan masalah. salah dan mendorong untuk memperbaiki. maka kita terpacu untuk berfikir menguraikan lebih jelas lagi sehingga kualitas pendapat itu menjadi lebih baik. seperti batu. ‡ Menghargai perbedaan pendapat. mau mendengarkan pendapat siswa. ‡ Berisi banyak alat bantu belajar. merupakan kebutuhan setiap manusia dalam rangka mengngkapkan dirinya untuk mencapai kepuasan. Umpan balik dari guru atau siswa lain terhdap hasil kerjanya seorang siswa.

pengalaman kehidupan sehari-hari lebih berarti daripada pendidikan formal. paham. Filosofi pendidikan Pendidikan biasanya berawal saat seorang bayi itu dilahirkan dan berlangsung seumur hidup. mendengarkan perbincangan kelompok. sesekali mengajukan pertanyaan yang menantang. by: R. non formal adalah pengetahuan yang didapat manusia (Peserta didik) dalam kehidupan sehari-hari (berbagai pengalaman) baik yang dia rasakan sendiri atau yang dipelajarai dari orang lain (mengamati dan mengikuti). sering kali lebih mendalam dari yang disadari mereka. Pendidikan bisa diperoleh baik secarah formal dan nonformal. kecerdasan. Formaldiperoleh dalam kita mengikuti progam-program yang sudah dirancang secara terstruktur oleh suatu intitusi. "Saya tidak pernah membiarkan sekolah mengganggu pendidikan saya. sesekai duduk bersama kelompok. pengendalian diri. departemen atau kementrian suatu Negara.A. dan lebih dewasa serta mampu membuat manusia (Peserta Didik) lebih kritis dalam berpikir. Pend.‡ Memberi komentar ‡ Mendengarkan. akhlak mulia. walaupun pengajaran anggota keluarga berjalan secara tidak resmi . Seperti kata Mark Twain." Anggota keluarga mempunyai peran pengajaran yang amat mendalam. Gerungan Pendidikan Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan. Pend. kepribadian. Pendidikan adalah proses pembelajaran yang didapat oleh setiap manusia (Peserta Didik) untuk dapat membuat manusia (Peserta Didik) itu mengerti. memberi kesempatan kepada siswa lain untuk memberi pendapat tentang komentar tersebut ‡ Bekerja dalam kelompok ‡ Berkeliling ke kelompok. Bagi sebagian orang. dan sesekali memberikan komentar pertanyaan yang menantang KOMUNIKASI ‡ Mendemontrasikan/ ‡ Mempertunjukkan ‡ Menjelaskan ‡ Memperhatikan/Memberi komentar/pertanyaan yang menantang ‡ Berbicara ‡ Bercerita ‡ Menceritakan ‡ Mendengarkan/Memberi kompentar/Mempertanyakan ‡ Melaporkan lisan/tulis ‡ Mengemukakan pikiran/pendapat (lisan/Tulis) ‡ Tidak mentertawakan ‡ Memajangkan hasi karya ‡ Memantau agar pajangan dalam jangkauan baca siswa REFLEKSI ‡ Memikirkan kembali hasil kerja/pikiran sendiri ‡ Mempertanyakan ‡ Meminta siswa lain untuk memberikan komentar/pendapat Pengertian Pendidikan. serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Pendidikan bisa saja berawal dari sebelum bayi lahir seperti yang dilakukan oleh banyak orang dengan memainkan musik dan membaca kepada bayi dalam kandungan dengan harapan ia bisa mengajar bayi mereka sebelum kelahiran.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful