SISTEM NUMERASI

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Teori Bilangan

Oleh: KELOMPOK V Toni Adi Putranto Arif Rommi Setyawan Tutun Finfin Setianti Septi Rahayu Diah Susanti (09108241007 / 02) (09108241059/ 15 ) (09108241065/ 17) (09108244013/ 22) (09108244120/ 42)

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

2010

Beberapa sistem numerasi yang dikenal: 1. Banyaknya suku bangsa di dunia menyebabkan banyaknya sistem numerasi yang berbeda. tetapi suatu lambang menunjuk hanya pada satu bilangan.Sistem numerasi adalah sekumpulan lambang dan aturan pokok untuk menuliskan bilangan. Lambang yang menyatakan suatu bilangan disebut numeral/ lambang bilangan. Sistem Numerasi Babylonia (±2000 SM) Pertama kali orang yang mengenal bilangan 0 (nol) adalah Babylonian. Lambang dan simbol bilangan Mesir Vertical staff Heel Bone ( tulang lutut ) Scrool ( gulungan surat ) Lotus flower ( bunga Pointing finger ( telunjuk ) Polliwing / burbot ( berudu ) Astronished man ( orang astronis ) 2. dimana nilai suatu bilangan merupakan hasil penjumlahan nilai-nilai lambang-lambangnya. Oleh karena itu suatu bilangan dapat dinyatakan dengan bermacam-macam lambang. Sistem Numerasi Mesir Kuno (±3000 SM) Bersifat aditif. .

N. Sistem Numerasi Yunani Kuno (±600 SM) Ada 2 macam: • S. Yunani kuno alfabetik Digunakan setelah S. Yunani kuno attic Dilambangkan sederhana.000 6(20)2 = 2(20)1 = 18(20)0 = 2. Suku bangsa Maya sudah mengenal bilangan tak hingga.3. Sistem Numerasi Maya (±300 SM) Berbasis 20 dan ditulis secara tegak.400 40 18 + 258.N.N.458 dalam bilangan Maya 1(20)4 = 160.000 12(20)3= 96. dimana angka satu sampai empat dilambangkan dengan lambang tongkat. misal: 2→ ll • S. Contoh: menulis 258. 4. Yunani kuno attic.458 .

maka nilai angka yang lebih kecil menambah nilai angka sebelumnya .5. Sistem Numerasi Romawi (±100 SM) I =1. Sistem Numerasi Jepang-Cina (±200 SM) 7. X . X disebut DECEM L =50. X.500 . C . C disebut CENTUM M =1000 Persamaannya dengan sistem numerasi hindu arab adalah sama-sama menggunakan basis sepuluh. L disebut QUINQUAGINTA C =100. Sistem Numerasi Cina (±200 SM) 6. V disebut QUINQUE X =10.C . V. I disebut UNUS V =5 . 3= III 4≠IIII tetapi 4=IV 100≠ LL tetapi 100=C 2) Penjumlahan Jika suatu angka diikuti oleh angka yang lebih kecil. Contoh : 20 = XX . M ( tidak boleh diulang lebih dari 3x ). Yang boleh mengikuti adalah angka I. Perbedaan dengan sistem numerasi hindu arab adalah • • Sistem numerasi hindu arab menggunakan sistem nilai tempat Sistem numerasi romawi tidak menggunakan sistem nilai tempat 4 prinsip yang digunakan 1) Pengulangan Angka yang boleh diulang adalah I . L . D ) Contoh : VI =6 XI=11 MD=1.

5.000.4.750 M) Angka merupakan lambang bilangan Hindu-Arab Sifat-sifat: • Menggunakan 10 angka / digit yaitu 0. Artinya setiap sepuluh satuan dikelompokkan menjadi satu puluhan.234 1= ribuan 2= ratusan 3= puluhan 4= satuan .000 8. Misalnya : 10 = 1x101+0x100 205= 2x102+0x100+5x100 • Menggunakan aturan tempat Contoh: 1. setiap sepuluh puluhan menjadi satu ratusan.1. Antar suku dipisahkan oleh tanda plus ( + ). dan seterusnya. • Bilangan-bilangan yang lebih besar daripada 9 dinyatakan sebagai bentuk suku-suku yang merupakan kelipatan dari perpangkatan 10.9 • Menggunakan sistem bilangan dasar sepuluh.3.6.7. Sistem Numerasi Hindu-Arab (±300SM.8. maka nilai angka yang lebih kecil mengurangi nilai angka yang lebih besar Contoh : IX =9. CM =900 49≠IL tetapi 49=XLIX 999≠IM tetapi 999= CMXCIX 4) Perkalian Dengan menambahkan tanda strip ( ¯ ). X= 10.000 D = 500.3) Pengurangan Jika angka yang lebih kecil mendahului nilai angka yang lebih besar. dibaca bar diatas angka romawi maka akan menambah nilai angka tersebut menjadi 1000 x nya .2.

Contoh: 2. b4.. serta mempunyai aturan tempat. n2.. ..Beberapa konsep dalam sistem numerasi: 1.2. Aturan Multiplikatif Jika mempunyai suatu basis (misal b).b-1 dan mempunyai lambang untuk b2. b3.1.. Aturan tempat Jika lambang-lambang yang sama tetapi tempatnya beda mempunyai nilai yang berbeda Contoh: 4. Aturan pengelompokan sederhana Jika lambang yang digunakan mempunyai nilai-nilai n0. n1.3. Aturan Aditif Tidak menggunakan aturan tempat dan nilai dari suatu lambang didapat dari menjumlah nilai lambang-lambang pokok.… dan mempunyai aturan aditif 3.. Simbolnya sama nilainya sama dimanapun letaknya. maka mempunyai lambang-lambang bilangan 0.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful