P. 1
Dampak Imperial is Me Dan Kolonialisme Di Indonesia

Dampak Imperial is Me Dan Kolonialisme Di Indonesia

|Views: 921|Likes:
Published by Hamdala An

More info:

Published by: Hamdala An on Jan 23, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/29/2013

pdf

text

original

Dampak Kolonialisme dan Imperialisme Barat di Indonesia

1

KOLONIALISME DAN IMPERIALISME BARAT DI INDONESIA
Politik imperialisme modern berbeda dengan pelaksanaan politik imperialisme kuno sebelum terjadinya Revolusi Industri. Dalam politik imperialisme kuno, penguasaan daerah baru untuk memperoleh logam mulia (gold), untuk mendapatkan kejayaan bangsa (glory), dan menyebarkan ajaran injil (gospel). Imperialisme modern yang dilakukan oleh Negara-negara Eropa memiliki tiga tujuan:
1. Mendapatkan daerah pemasaran hasil industri 2. Mendapatkan daerah penghasil bahan mentah atau bahan baku. 3. Mendapatkan daerah penanaman modal.

Imperialisme modern dilatarbelakangi oleh kepentingan ekonomi Negara imperal. Imperialisme modern dilakukan dengan menguasai negara lain sebagai sumber penghasil bahan mentah dan tempat pemasaran hasil industri. Kolonialisme Kolonialisme muncul pasca-Revormasi Industri yang sebagai akibat dari adanya hasrat untuk mencari sumber daya alam yang sebesar-besarnya yang digunakan sebagai bahan industri di kawasan Eropa. Bermulai dari kepentingan berdagang, bangsa-bangsa Eropa ini kemudian mulai menjajah daerah-daerah yang didatangi menjadi miliknya. Hal ini semakin jelas setelah Perjanjian Zaragosa antara Portugis dan Spanyol di sepakati dengan membagi dunia atas dua bagian yang menjadi milik mereka. Dalam perkembangannya muncullah Negara Eropa lain, seperti Inggris, Belanda, Perancis yang juga menjajah daerah-daerah yang mereka datangi sebagai Negara jajahannya. Inilah yang disebut kolonialisme. Kolonialisme sering dihubungkan dengan imperialisme, walaupun pada dasarnya kedua istilah tersebut memiliki perbedaan yang mendasar dalam pola dan tujuannya. Kolonialisme bertujuan menguasai sumber daya ekonomi dan modal di suatu daerah, dengan cara menjajah daerah-daerah tersebut. Masuknya Bangsa Eropa Ke Indonesia Penjajahan Bangsa Spanyol Penjajahan samudra yang dilakukan bangsa Spanyol pertama kali dipimpin oleh Christhoper Columbus. Colombus mengajukan misi pelayaran kepada Raja Spanyol untuk menemukan daerah penghasil rempah-rempah di dunia Timur. Misi bertujuan Ekonomi ini disetujui oleh Raja Spanyol, pada tahun 1492, Colombus memulai misi penjelajahan bangsa Spanyol. Tujuan dari misi ini adalah untuk menemukan Kepulauan Hindia, daerah penghasil rempah-rempah.

Tugas Kelompok

ia mengira telah sampai di kepulauan Hindia. Berita bahwa Del Cano berhasil menemukan daerah penghasil rempah-rempah segera tersenar di penjuru Spanyol. kapal-kapal Spanyol berduyun-duyun dating ke Kepulauan Maluku. India bagian selatan. Pada tahun 1521 armada Spanyol mendarat dikepulauan Maluku. Seorang pastor yang menjalankan misi penyebaran agama Katolik ke Maluku adalah Santo Franciscus Xaverius. Tahun 1520. Pada tahun yang sama armada de Albuquerque sampai di Goa.Dampak Kolonialisme dan Imperialisme Barat di Indonesia 2 Di Kepulauan Bahama di Benua Amerika Colombus mendarat. Pada tahun 1511. sementara bangsa Portugis mendapatkan wilayah timur. Misi bangsa Portugis dipimpin oleh Bartholomeu Dias. Selai membawa misi ekonomi. Kepulauan Bahama kemudian dianggap sebagai wilayah jajahan Spanyol. Misi perjalanan Magellan dilanjutkan oleh Sabastian Del Cano. Ternate. Penjajahan Bangsa Portugis Bangsa Portugis menempuh jalur penjelajahan kearah timur karena adanya perjanjian Tordesillas pada tahun 1494 antara Spanyol dan Portugis. Di Goa. misi ini menyebarkan agama Katolik. Misi selanjutnya menguasai daerah Meksio. Namun ia tidak bisa melanjutkan misi perjalanan karena kerusakan kapal. pada tahun 1510. Bartholomeu Dias berhasil sampai Tanjung Harapan di ujung selatan Benua Afrika. Berdasarkan Perjajian tersebut. Akibatnya hingga tahun 1534. bangsa Spanyol mendapatkan wilayah sebelah barat dari kepulaun Cape Verde atau sebelah barat Afrika. de Albuquerque mendengar cerita tentang kekayaan daerah Malaka. ia juga menyebarkan agama Katolik di Ambon. Alfonso de Albuquerque bersama pasukannya menyerang Malak dan berhasil. Perjalanan selanjutnya dilakukan oleh Vasco da Gama yang mendarat di Calicut atau India pada tahun 1498. Pada saat mendaratkan kapalnya di Filipina sedang terjadi pertikaian antara-suku local. Ia berusaha mendamaikannya akan tetapi ia malah terbunuh dan meninggal pada 27 April 1521. Di Maluku pimpinan perjalanan Sabastian Del Cano membeli rempah-rempah dan membawanya ke Spanyol dengan kapal Victoria. Dari India. Ia berlayar mulai dari Sanlucar de barrameda Spanyol kea rah barat menuju bagian selatan Benua Amerika. Misi yang kedua dilakukan Ferdinand Magellan pada 20 september 1519. Portugis mengirim misi ekspedisi ke timur yang dipimpin oleh Alfonso de Albuquerque. hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya bentrokan antara kedua Negara tersebut dalam memperebutkan daerah yang baru. Pada tahun 1488. Tugas Kelompok . dengan menaklukan suku IndianAztec dan Indian Maya. dan Morotai. seorang pelaut Portugis yang mendapatkan perintah dari Raja Portugis. Maggelan mencapai Kepulauan Filipina.

Di kepulauan Malaka. Kedatangan Bangsa Inggris ke Indonesia Pada tahun 1600. Di Kepulauan Maluku. ekspedisi bangsa Portugis meneruskan perjalanan ke timur di bawah pimpinan Francisco Serro. ekspedisi Belanda berlayar ke Asia. Namun usaha dalam merebut pulau Sumatra kurang berhasil karena terdapat Kerajaan Aceh yang mendominasi perdagangan lada di pulau Sumatra. Pada thun 1595. Bangsa Portugis juga memperluas perdaganganya ke Pulau Jawa. Ambon dan Banda. Pemerintahan Belanda menyerah tanpa syarat. Maskapai Hindia Timur ini merupakan kongsi dagang inggris yang berpusat di India. para pedagang bangsa Portugis berusaha merahasiakan jalur perdagangan ke Benua Asia. Ratu Elizabeth 1 dari Inggris memberi hak Oktrooi kepada Maskapai Hindia Timur atau The East India Company (EIC). Inggris mendapat persaingan dari Portugis dalam usah mendapatkan rempah-rempah. Bangsa Portugis akhirnya sampai di Ternate. Misi pelayaran selanjutnya di pimpin oleh Sir Henry Middleton pada tahun 1604. Kedatangan Bangsa Belanda ke Indonesia Pada awalnya. Pada Juni tahun 1596 Cornelis de Houtman sampai di Banten. Ekspedisi ini dilakukan dengan empat buah kapal. Pada tahun 1602 Sir James Lancaster adalah orang pertama yang ditunjuk untuk memimpin armada palayaran Inggris ke dunia timur dan armada ini tiba di Aceh dan kemudian ia melanjutkan ke Banten. Maluku pada tahun 1512. menerbitkan catatan berisi peta-peta dan gambaran tentang wilayah dan barang dagangan bangsa Portugis. Namun. akhirnya jalur pelayaran bangsa Portugis ini berhasil diketahui bangsa lain.Dampak Kolonialisme dan Imperialisme Barat di Indonesia 3 Dari Malaka. Dari Banten misi pelayaran terus bergerak ke timur menuju Kepulauan Malaka. armada de Houtman berhasil mengangkut rempah-rempah dalam jumlah banyak. Setelah menguasai Malaka dan Maluku. Jan Huygen van Linschiten. bangsa Portugis bermaksud memperluas kekuasaannya ke Pulau Sumatera yang kaya akan lada. Tugas Kelompok . Armada bangsa Belanda yang dipimpin oleh Cornelis de Houtman. tentra Inggris menyerang wilayah-wilayah yang di kuasai Belanda. Middeton berhasil sampai ke Ternate. Pada tahun 1811. Seorang berkebangsaan Belanda yang bekerja pada perusahaan pelayaran Portugis. Tidore.

akibat sistem sewa tersebut tanah yang disewakan cenderung menjadi milik penyewa. sarana jalan dan beberapa pabrik gula. Tanah tersebut menjadi objek komersialisasi. Pajak tersebut dirasakan oleh rakyat lebih berat dibandingkan denganwajib kerja. Tanah pribadi yang dikuasai rakyat secara adat dapat disewakan selama 5 tahun. Apabila pada masa sistem tanam paksa perekonomian dikelola oleh negara maka sejak Undang-undang Agraria 1870 kegiatan ekonomi lebih banyak dijalankan oleh swasta. Penetrasi tersebut sering kali mengabaikan hak-hak rakyat menurut Tugas Kelompok . Tahun 1872 dikeluarkan Peraturan Hukumam Polisi bagi buruh yang meninggalkan kontrak kerja. Bukan hanya mengakibatkan terjadinya penderitaan dan kesengsaraan fisik. Selain mengakibatkan penderitaan dan kesengsaraan. tetapi juga psikhis. Setelah sistem tanam paksa dihapuskan pada tahun 1870 pemerintah kolonial menerapkan sistem ekonomi baru yang lebih liberal. Sistem tersebut ditandai dengan dikeluarkannya Undang-Undang Agraria tahun 1870.terutama di daerah perkebunan di luar Jawa. satu hal yang tidak kekenal sebelumnya dalam masyarakat tradisional di pedesaan. Komersialisasi telah menggantikan sistem ekonomi tradisional. Pada tahun 1880 ditetapkan Koeli Ordonanntie yang mengatur hubungan kerja antara koeli (buruh) dengan majikan. Dengan demikian. Para pengusaha dapat menyewa tanah dari guberneman dalam jangka 75 tahun. terjadi perubahan dalam masyarakat pedesaan terutama dalam melihat aset tanah yang dimilikinya. Menurut undang-undang tersebut penduduk pribumi diberi hak untuk memiliki tanah dan menyewakannya kepada perusahaan swasta. penetrasi kapitalisme sampai pada tingkat individu. budaya. bahkan akibatnya terasa hingga saat ini.Dampak Kolonialisme dan Imperialisme Barat di Indonesia 4 Dampak Kolonialisme dan Imperialisme di Indonesia Praktek imperialisme dan kolonialisme di Indonesia mempunyai dampak yang sangat besar bagi bangsa Indonesia. Kehidupan masyarakat Indonesia pada masa kolonial sangat dipengaruhi oleh sistem kolonial yang diterapkan oleh pemerintahan Hindia Belanda. Nilai uang telah menggantikan satuan ekonomi tradisional yang selama ini dijalankan oleh masyarakat pedesaan. Pajak dipungut dari semua warga desa yang kena wajib kerja. Di bidang ekonomi. pemerintah kolonial menetapkan pajak kepala pada tahun 1882. Dalam jangka panjang. Masalah sistem perburuhan dikeluarkan aturan yang ketat. Tanah milik petani menjadi objek dari kapitalisme. Sedangkan tanah pribadi dapat disewakan selama 20 tahun. Nilai-nilai kapitalisme mulai masik ke dalam struktur masyarakat Indonesia. marga. Walaupun wajib kerja dihapuskan sesuai dengan semangat liberalisme. dan aturan perundangan. Apabila sebelum adanya UU Agraria tahun 1870 tanah yang dimiliki tidak memiliki arti ekonomi yang penting kecuali untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari maka setelah dikeluarkannya undang-undang tersebut terjadi komersialisasiaset petani. imperialisme barat juga meninggalkan kosakata. baik di pedesaan maupun di perkotaan.

Melalui kedua sistem tersebut terjadi mobilitas tenaga kerja dari tempat tinggal mereka ke daerah perkebunan baik yang berada dalam satu pulau maupun luar pulau. Sistem ekonomi yang dijalankan oleh pemerintah kolonial Belanda adalah sistem tanam paksa dan sistem kapitalisme menurut Undang.Dampak Kolonialisme dan Imperialisme Barat di Indonesia 5 hukum adat.Undang Agraria tahun 1870. Nilai ekonomi uang telah menggantikan nilai ekonomi menurut cara-cara ekonomi tradisional seperti sistem barter dan lain-lain. Tugas Kelompok . sejak tahun 1870 terjadi pengirimam buruh besar-besaran dari Jawa ke daerah perkebunan di Sumatera. Misalnya.

sejak tahun 1808. ada juga yang kembali ke daerah asalnya atau ke daerah lain tempat mereka bekerja. Misalnya. di Jawa dibangun Jalan Raya Post (Groete Posweg) yang menghubungkan kotakota besar di Jawa. Pendidikan yang berkembang di Indonesia pada abad ke-19 menggunakan sistem yang diselenggarakan oleh Tugas Kelompok . Banyak penduduk yang berpindah dari satu kota ke kota lainnya karena alasan sekolah. Pada akhir abad ke. Terjadilah urbanisasi atau perpindahan penduduk dari desa ke kota. Namun demikian. Misalnya. Surabaya. jalan kereta api serta perhubungan laut dengan menggunakan kapal api. Jaringan perhubungan jalan kereta api tersebut telah mempercepat mobilitas penduduk dari satu kota ke kota lainnya. Makasar. Pontianak.Demikian juga dengan kota-kota lama menjadi incaran penduduk untuk bermukim . kondisi tersebut tidak hanya mengakibatkan terjadinya mobilitas hasil-hasil perkebunan dan barang tetapi juga telah mengakibatkan terjadinya mobilitas penduduk dari satu tempat ke tempat lainnya melalui jaringan jalan yang ada. Pada akhir abad ke-19 lahirlah kota pedalaman seperti Bandung. Pada akhir abad ke-19 terdapat 20. Semarang. Lulusan dari sekolah di sana ada yang tetap bermukin di kota tersebut. para priyayi dari berbagai kabupaten di Jawa Barat banyak yang berpindah ke Bandung untuk sekolah. Palembang.000 km jaringan jalan raya di Jawa. Sekolah-sekolah yang didirikan di perkotaan telah menarik minat yang besar dari penduduk sekitarnya. Sedangkan di pesisir pantai berkembang pula kota-kota pesirir seperti Tuban. Pada akhir abad ke-19 lahirlah kota-kota baru di pedalaman serta di pesisir pantai. Gresik. Misalnya sejak tahun 1863 telah dibangun jaringan rel kereta api antara Semarang dan Yogyakarta. Lahirnya kota-kota tersebut terkait dengan perkembangan ekonomi seperti perkebunan serta perdagangan antar pulau. Jaringan kereta api di Indonesia termasuk salah satu yang tertua di Asia. Kota-kota tersebut lahir karena di sekitarnya dikembangkan perkebunan.Dampak Kolonialisme dan Imperialisme Barat di Indonesia 6 Dampak dari imperialisme Belanda di Indonesia Transportasi Dibangunnya jaringan jalan raya. Transmigrasi Adanya jaringan jalan raya serta jalan kereta api dan hubungan laut telah membantu mempercepat pertumbuhan kota. Medan. Banten. Malang dan Sukabumi. Pembangunan tersebut dimaksudkan untuk menunjang kegiatan perkebunan. yang telah lama ada maupun kota baru seperti Kotaraja. Batavia. Padang.19 telah terhubung rel kereta api antara Jakarta-Surabaya. dan Banjarmasin. pengangkutan barang dan tenaga kerja. Bebarapa tahunkemudian disusul dengan rel antara Jakarta-Bogor. Pendidikan Pembangunan pendidikan telah mempercepat mobilitas penduduk.

Goedkoop. Sistem pendidikan ini lebih menekankan pada pendidikan agama. Sistem pendidikan Islam dilaksanakan melalui pondok pesantren dengan kurikulum yang terbuka serta staf pengajar yang berasal dari para kiai. Bahasa yang digunakan dalam persekolahan tersebut adalah bahasa Sunda. Sekolah-sekolah tersebut baru didirikan pada tahun 1840-an dan diperuntukkan bagi warga pribumi dari golongan menengah atau anak pegawai pemerintah. melalui sistem pendidikan ini telah dilahirkan banyak orang yang memiliki pandangan yang maju serta mampu melihat kondisi buruk masyarakat yang menjadi korban dari imperialisme Barat.Dampak Kolonialisme dan Imperialisme Barat di Indonesia 7 organisasi agama Kristen. Winter. Sistem penididikan yang dijalankan pemerintah kolonial Belanda menggunakan sistem Barat dengan menyediakan tempat berupa sekolah. Bersamaan dengan berkembangnya sistem pendidikan pesantren berkembang pula sistem pendidikan Barat. politik balas budi kepada bangsa Indonesia karena telah memberikan kemakmuran bagi negeri Belanda. pemerintah kolonial menerapkan sistem pendidikan Barat. kemampuan membaca huruf arab serta dengan menggunakanbahasa setempat. untuk kepentingan kesejahteraan rakyat Indonesia. Namun demikian. Sistem pendidikan pesantren dianggap lebih demokratis sebab membuka kesempatan pada semua golongan untuk memperoleh pendidikan di sana. Jawa. kalau ditinjau secara kritis. Hal ini terjadi setelah pemerintah kolonial Belanda berusaha menjalankan politik etis. kesehatan dan bangunan. tergantung dari lokasi sekolah tersebut. Untuk menyiapkan tenaga pengajar maka didirikan sekolah guru (kweekschool) di Sala (1852) dan Bandung serta Probolinggo (1866). Menyadari akan kondisi itu. Sistem tanam paksa telah menguras kekayaan negeri Indonesia dan dinikmati oleh warga negeri Belanda. Materi pelajaran umum dalam sistem ini hanya mendapat porsi yang lebih kecil. pelaksanaan politik etis sebenarnya bukan untuk balas budi. peternakan. Namun. sekolah yang didirikan adalah sekolah gubernemen di setiap kabupaten atau kota besar. Buku-buku yang dikarang oleh Holle. tetapi lebih diutamakan untuk kepentingan praktek imperialisme Belanda di Indonesia. Lulusan sekolah tersebut ditempatkan di sekolahsekolah gubernemen. Demikian juga dengan buku pelajaran. Pada awalnya. Sistem persekolahan Islam menggunakan sistem pesantren. kurikulum serta guru dengan jadwal teratur. Keberadaan sekolah tersebut mengakibatkan terjadinya kemajuan yang cukup pesat dalam bidang pendidikan di Hindia Belanda yang ditandai dengan Tugas Kelompok . pemerintah kolonial berusaha menjalankan politik etis melalui pendidikan dan pengajaran (edukasi). dengan tamengnya politik etis. peningkatan pertanian (irigasi) dan pemindahan penduduk (transmigrasi). Di luar itu. Sementara sebagian penduduk Indonesia terutama yang terlibat dalam sitem tanam paksa berada dalam kondisi menderita. Wilken dan lain-lain tersebut bersifat praktis dan dapat langsung diterapkan oleh pembaca. Pada tahun 1851 telah diterbitkan beberapa buku pelajaran mengenai pertanian. Katholik dan Islam. Madura atau Melayu.

Di luar sekolah di atas. 2) Bahasa pengantar diserahkan kepada sekolah masing-masing sesuai kebutuhan. Magelang. sekolah dokter hewan di Surabaya. administrasi. Kelompok terpelajar tersebut telah mampu meningkatkan status sosialnya dari yang berkedudukan rendah menjadi lebih baik. Sedangkan untuk rakyat kebanyakan didirikan tweede klasse atau sekolah kelas dua dengan mengguankan bahasa daerah sebagai bahasa pengantar. sejarah imperialisme di Indonesia ditandai dengan semakin banyaknya orang terpelajar yang memperoleh pendidikan Belanda. pemerintah kolonial juga mendirikan sekolah kelas satu atau eerste klasse untuk anak-anak priyayi dengan menggunaan bahasa Belanda sebagai bahasa pengantar.1883. pada tahun 1873 terdapat 5512 jumlah siswa di Jawa dan Madura dan meningkat menjadi 16214 tahun 1883.Dampak Kolonialisme dan Imperialisme Barat di Indonesia 8 meningkatnya jumlah siswa dan guru antara tahun 1873. Sekolah pribumi diarahkan agar lebih berakar pada kebudayan setempat. Di sekolah tersebut diajarkan mengenai hukum. Dengan demikian. Misalnya jika murid pribumi menghendaki bahasa Belanda sebagai bahasa pengantar maka sekolah harus memenuhinya. sekolah bidan di Weltevreden dan sekolah mantri cacar di Jakarta yang kemudian berubah menjadi Sekolah Dokter Jawa. Sekolah-sekolah tersebut diikuti oleh siswa dari kalangan priyayi atau para pamong praja dari lingkungan keraton atau pendopo kabupaten. hukum negara untuk menyiapkan calon pangreh praja. Tugas Kelompok . Menurut Sartono Kartodirjo (1988). meningkat menjadi 18694 sepuluh tahun kemudian. Di sekolah tersebut digunakan bahasa Belanda sebagai bahasa pengantar. Mereka bekerja di sektor pemerintahan sebagai pangreh praja serta pegawai swasta. Misalnya. Untuk memenuhi kebutuhan tenaga pangreh praja (birokrasi pemerintahan) maka didirikanlah hoofdenschool di Bandung. Pada tahun 1899 hoofdenschool berubah nama menjadi OSVIA (Opleidingschool voor Inlandsche Ambtenaren). Di tingkat perguruan tinggi didirkan sekolah pertanian di Bogor. Memasuki abad ke 20. perkembangan pendidikan abad ke-19 dipengaruhi oleh kecenderungan politik dan budaya sebagai berikut: 1) Pengajaran bersifat netral dan tidak didasarkan atas agama tertentu. Sedangkan untuk daerah lainnya terdapat 11276 jumlah siswa pada tahun 1873. pendidikan mengakibatkan mereka mengalami mobilitas sosial secara vertikal yang ditandai dengan status baru serta kedudukan baru dalam berbagai profesi. Probolinggo dan Tondano pada tahun 1878. 3) Sekolah-sekolah diarahkan untuk memenuhi kebutuhan praktis pekerjaan kejuruan. Hal ini dipengaruhi oleh faham humanisme dan liberalismedi Negeri Belanda. Faktor-faktor tersebutlah yang menjadi penyebab bahasa daerah dijadikan sebagai bahasa pengantar. Sedangkan untuk guru seluruh Indonesia meningkat dari 411 tahun 1873 menjadi 1241 sepuluh tahun kemudian.

mereka sedikit masih memiliki kebebasan.Dampak Kolonialisme dan Imperialisme Barat di Indonesia 9 Kelompok tersebut dinamakan sebagai homines novi atau orang-orang baru yang lahir karena pendidikan. Gerak langkah perempuan untuk mengembangkan dirinya menjadi sangat terbatas. Gelar-gelar kebangsawanan yang didapatkan menunjukkan beruratakarnya feodalisme dalam komunitas rakyat Jawa. Namun demikian. maka tidak dapat diharapkan dalam jangka waktu yang pendek memperbaiki struktur itu. karena dampaknya adalah mengkondisikan mereka terjerumus ke arah prostitusi (Wiriaatmadja. Pada abad ke-19 tradisi pembelengguan perempuan masih cukup kuat. Emansipasi Wanita Kedudukan kaum perempuan pada abad ke-19 masih rendah dibandingkan dengan kedudukan pria. Tradisi pingitan tersebut lebih menonjol pada anak gadis dari golongan bangsawan atau priyayi. Karena tradisi tersebut. dengan dikelilingi halaman yang luas tetapi sekitar halaman itu terdapat pagar tembok yang tinggi. kawin anak-anak. keadaan buruk tetap menimpa perempuan dari semua golongan seperti kawin paksa. Kondisi ini diperkuat oleh struktur sosial masyarakat feodal di Jawa yang menempatkan perempuan berada di bawah posisi laki-laki. Hukum adat yang menempatkan perempuan dalam posisi itu dibiarkan oleh pemeriantah kolonial karena kondisi itu tidak merugikan pemerintah kolonial. menutur adat. Mengenai pingitan. tidak diperbolehkan bergaul rapat dengan ayah ibunya. tunduk dan patuh kepada ayah-ibunya dan saudarasaudaranya yang lebih tua (Tashadi. perempuan tidak memiliki kebebasan ke luar rumah. Salah satu adat yang berkembang pada saat itu adalah poligami. poligami dan sebagainya. 1985). Tradisi tersebut tidak hanya berkembang pada masyarakat kelas bawah tetapi juga di kalangan golongan bangsawan. Menyangkut hubungan dengan orang tua. Kartini menjelaskan bahwa penjaraku adalah rumah besar. poligami sistem perseliran dan perceraian merupakan kesengsaraan bagi kaum perempuan. Pingitan ini tentu saja akan memutuskan komunikasi antara kaum perempuan dengan dunia di sekelilingnya. 1985). Tugas Kelompok . Perkawinan anak-anak. pada saat akan mendapatkan kenaikan pangkat akan menikah dengan perempuan dari derajat yang sama untuk mendapatkan anak dari golongan itu. Fenomena ini dijelaskan Siti Soemandari (1986:16): Banyak dari kalangan bangsawan Jawa yang awalnya menikah dengan perempuan kebanyakan. gadis-gadis yang menjelang dewasa. Sedangkan bagi anak-anak gadis kebanyakan. Ini membuktikan bahwa banyaknya permaduan dalam masyarakat bangsawan sudah menjadi tradisi feodal . Hal ini berarti bahwa prestise mendapatkan tempat yang tinggi pada masa itu. Mereka juga harus menghormati. Tradisi ini tidak beranjak dari tradisi lama dalam masyarakat feodal. Mereka merupakan kelompok pertama dalam masyarakat Indonesia yang pada awal abad ke-20 memiliki kesadaran nasional dan kemudian menjadi pelopor pergerakan nasional.

Organisasi ini di bentuk pada tahun 1912. Salah satu gerakan tersebut adalah gerakan emansipasi oleh R. Organisasi ini dibentuk atas prakarsa dari KH. Pandangan inilah yang memberikan inspirasi pada kaum perempuan terpelajar untuk memperjuangkan hak-hak mereka serta meningkatkan posisinya dalam kehidupan.A Sutinah Joyopranoto. Pada awalnya Ny. Ahmad Dahlan memberikan pendidikan kepada buruh-buruh batik. Pencintaan Ibu Kepada Anak Temurun (PIKAT). dan Perempuan Susilo di Pemalang (1918).K Pringgodigdo (1994) Kartini memiliki pandangan bahwa keburukan-keburukan yang menimpa perempuan adalah akibat dari kekurangan pengajaran. Untuk memperbaiki hidup perempuan. Dalam bukunya A. Ahmad Dahlan. Kartini yakni dengan pendidikan seorang perempuan dapat meningkatkan kedudukannya dan dapat memberikan jalan keluar dari semua penderitaan.R Rukmini dan Sadikin Tondokusumo.Dampak Kolonialisme dan Imperialisme Barat di Indonesia 10 Setelah dibukanya sekolah oleh pemerintah Belanda dan adanya kesempatan bagi warga pribumi untuk sekolah. Tujuannya adalah memberikan bantuan. timbulnya aspirasiaspirasi untuk mengadakan inovasi dan modernisasi menurut mode Barat. Kesadaran itu diwujudkan dalam bentuk berbagai gerakan sosial dan budaya. Menurut Cahyo Budi Utomo (1995). Purborini di Tegal (1917). sehingga timbullah kesadaran bahwa untuk mencapai kemajuan itu diperlukan suatu liberalisasi dari belenggu adat istiadat.A Sabarudin. Akibatnya. secara biologis ada dua jenis gerakan perempuan pada masa-masa awal abad XX. Putri Mardika merupakan organisasi keputrian tertua yang merupakan bagian dari Budi Utomo. terjadi perubahan cara pandang golongan terpelajar ini terhadap tradisi mereka. Tokoh-tokohnya adalah R. Pengajaran untuk perempuan sangat sedikit sekali.A Kartini. Salah satu organisasi keagamaan yang memperhatikan masalah kedudukan perempuan adalah organisasi Aisiyah. R. Beberapa di antaranya adalah Pawiyatan Perempuan di Magelang (1915). Setelah putri Merdiko lahirlah organisasiorganisasi perempuan baik yang dibentuk sendiri oleh kaum perempuan maupun organisasi yang beranggotakan kaum pria. Tokoh perempuan dari pendiri Aisiyah ini adalah Ny. Tugas Kelompok . Mereka melihat bahwa banyak tradisi setempat yang menghambat kemajuan. R. karena orang tua tidak mengizinkan anak-anak gadis pergi ke sekolah berhubung dengan adat istiadat. Putri Merdika memberikan beasiswa dan menerbitkan majalah bulanan.Ahmad Dahlan dan berdiri pada tahun 1917 setelah Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah. yakni organisasi lokal kedaerahan dan organisasi keagamaan. Hal ini dimaksudkan agar para buruh-buruh perempuan memperoleh wawasan dalam rangka memperbaiki kehidupannya. bimbingan dan penerangan pada gadis pribumi dalam menuntut pelajaran dan dalam menyatakan pendapat di muka umum. Aisyiyah di Yogyakarta (1918).

Tujuan terakhir ini menunjukan adanya sifat nasionalisme dalam organisasi-organisasi tersebut. Menurut Sukanti Suryocondro (1995). organisasi-organisasi tersebut bergerak dalam bidang sosial dan kultural. Tugas Kelompok . yaitu memperjuangkan nilai-nilai baru dalam kehidupan keluarga dan masyarakat.Dampak Kolonialisme dan Imperialisme Barat di Indonesia 11 Walaupun pendidikan yang diberikan adalah menyangkut materi keagamaan serta kemampuan baca dan tulis. Tujuan lainnya adalah keinginan untuk mempertahankan ekspresi kebudayan asli melawan aspek-aspek kebudayaan Barat.

4. Bidang Pendidikan a) Munculna golongan terpelajar b) Wanita di perbolehkan untuk bersekolah (masih hanya d kalangan tertentu saja) Setidaknya. Ada official/resmi seperti VOC (kala itu) dan ada juga yang independen seperti para sarjana-sarjana hukum Belanda yang tidak terkait dengan pihak kolonial. hendaknya perspektif mengenai istilah penjajah jangan hanya berkutat di situ saja (level penyebutan) walau kenyataannya bisa saja seperti itu. Adalah sistem pendidikan lokal termasuk sistem dan pendidikan hukumnya di negara kita telah mengalami reformasi dalam hal perbandingan dan pembaharuan sebagai akibat dari interaksi bangsa ini dengan sistem kolonial Belanda. a) Hilangnya kekuasaan Raja b) Campur tangan pihak asing terhadap urusan Istana c) Kewenangan Bupati berkurang dalam Pemerintahan. Tugas Kelompok . Mereka sebetulnya beragam. ada substansi positif dalam relasi antara Belanda dengan Indonesia yang tidak selalu dilihat dari sisi negatifnya saja. Mari kita terus mengenal dan mencoba membandingkan sistemnya antara satu negara dengan negara yang lain dengan lebih bijak tanpa harus terus-terusan menjustifikasinya secara negatif. Mungkin inilah yang disebut modernisasi perkembangan zaman dalam dunia ilmu pengetahuan khususnya pendidikan dan hukumnya dewasa ini. Bidang Sosial. 2. Sistim ekonomi uang mulai berkembang Munculnya istilah monopoli 3. a) b) c) d) Kehidupan ekonomi Bangsa Indonesia semakin merosot. a) Makin meluasnya kebudayaan barat.Dampak Kolonialisme dan Imperialisme Barat di Indonesia 12 Kesimpulan 1. Di sini juga. b) Timbulnya kegelisahan. sehingga kebudayaan tradisional mulai luntur. Kita tentunya ini harus bisa melihatnya secara komphrensif. Bidang Ekonomi. kekecewaan dan kebencian rakyat terhadap pemerintah Kolonial yang menimbulkan perlawanan. Bidang Politik. Kesejahteraan rakyat semakin menurun.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->