P. 1
Metode Penelitian

Metode Penelitian

|Views: 118|Likes:
Published by Ardhie Devv Way

More info:

Published by: Ardhie Devv Way on Jan 23, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/28/2012

pdf

text

original

`Metode Penelitian A.

Alat dan Bahan Dalam menyusun alat ini, dibutuhkan alat dan bahan sebagai berikut : 1. Sensor Suhu IC LM35 Untuk mendeteksi suhu digunakan sebuah sensor suhu LM35 yang dapat dikalibrasikan langsung. LM 35 ini difungsikan sebgai basic temperature sensor spertipada gambar di bawah ini.

Gambar A.1 LM 35 Basic Temperatur Sensor IC LM 35 sebagai sensor suhu yang teliti dan terkemas dalam bentuk Integret Circuit (IC), dimana Output tegangan keluaran sangat linear berpadanan dengan oerubahan suhu. Sensor suhu ini berfungsi sebagai pengubah dari besaran fisis suhu ke besaran tegangan yang memiliki koefisien sebesar 10 mV/°C yang berarti bahwa kenaikan suhu 1°C maka akan terjadi kenaikan tegangan sebesar 10mV.

Gambar A.2 LM 35 Rangkaian Pengukur Suhu

Beroperasi pada tegangan 4 sampai 30 V d. Dikalibrasi langsungdalam Celcius Sensor suhu LM35 merupakan IC sensor temperature yang akurat yang tegangan keluarannya linear dalam satuan celcius. Jadi LM35 memiliki kelebihan dibandingkan dengan sensor temperature linear dalam satuan Kelvin. Rangkaian tidak rumit e. keluaran LM35 adalah 0. Pada umumnya sensor LM 35 akan naik sebesar 10 mV setiap kenikan 1°C ( 300mV pada 30°C). karena tidak memerlukan pambagian dengan konstanta tegnagan yang besar dan keluarannya unutk mendapatkan nilai dalam satuan celcius yang tepat. Low self-heating. Rentang suhu yang jauh. dan sifat ketepatan dalam pengujian membuat proses interface untuk membaca atau mengontrol sirkuit lebih mudah. karena selain murah. Pin V+ dari LM35 dihubungakn kecatu daya. . LM#% memiliki kelebihankelebihan sebagai berikut : a.08 oC c. LM 35 dimaksdukan unutk beroperasi pada -55 °C hingga +150°C. LM35 memiliki impedansi keluaran yang rendah. keluaran yang yang linear. Harga Cukup Murah g.3 LM 35 Bentuk FisikLM 35 Pengukuran secara langsung saatsuhu ruang. Cocok unutk aplikasi jarak jau h. Tidak memerlukan pengkondisian sinyal f.3V ( 300mV).LM 35 ialah sensor temperature paling banyak digunkan unutk praktek. lineraitasnya juga lumayan bagus. sebesar 0. antara -55 sampai +150 oC b. Gambar A. Tegangan ini diolah dengan menggunkan rangkain pengkondisi sinyal agar sesuai dengan tahapan masukan ADC.

seperti yang ditunjukkan oleh gambar berikut ini : Sesuai dengan gambar diatas. Tampilan seven segmen segment mempunyai dua tipe : Light Emitting Diode (LED) dan Liquid Crystal Display (LCD). Pada seven segment tipe common katoda. maka anodanya harus diberi tegangan minimal 3 volt atau logika high.pin GND dihubungkan ke Ground dan pn Vout. Demikian juga untuk segment lainnya.seperti ditunjukkan pada gambar berikut: Sesuai gambar diatas. dengan demikian maka segment a akan menyala. .yang menghasilkan tegangan analog hasil pengindera suhu dihibingkan ke pin (+) dan ADC 0804. Pada seven segment tipe common anoda. Misalnya jika segment a akan dinyalakan. Misalnya jika segment a akan dinyalakan. Seven segment terdiri dari 2 konfigurasi. maka untuk menyalakan salah satu segment. maka untuk menyalakan salah satu segment. maka anoda pada segment a harus diberi tegangan minimal 3 volt atau logika high. Seven Segment Seven segment merupakan cacah segment minimum yang dipergunakan untuk menampilkan angka 0 sampai 9 seperti yang diilustrasikan pada gambar di bawah ini : Sejumlah karakter alphabet juga bias disajikan menggunakan tampilan seven segment ini. Maka katodanya harus diberi tanggapan 0 volt atau logika low. Dimana disini kita akan membahas tentang karakteristik dari LED. dengan demikian maka segment a akan menyala/ demikian juga untuk segment lainnya. katoda dari setiap LED dihubungkan menjadi satu kemudian dihubungkan ke ground dan anoda masingmasing LED berfungsi sebagai input dari seven segment. maka katoda pada segment a harus diberi tanggapan 0 volt atau logika low. yaitu common anoda dan common katoda. anoda dari setiap LED dihubungkan ke sumber tegangan positip dan katoda dari masing-masing LED berfungsi sebagai input dari seven segment.

2. akan lebih mudah jika dikonversikan terlebih dahulu dalam bentuk digital.Analog to Digital Converter (ADC) 0804 Didalam dunia elektronik.maka dibutuhkan suatu peralatan tambahan yang disebut Analog to Digital (ADC) yang terkemas dalam bentuk chip IC. Penyimpanandata dalam bentuk digital lebih baik karena data disimpan dalam bentuk bilangan biner. Oleh karena itu pemprosesan sinyal secara digital dapat diibaratkan dengan operasi matematika bilangan biner.pemprosesan berbasis computer dapat lebih mudah dan dapat melakukan pemprosesan yang kompleks dengan hardware dan software. analog dan digital. Sinyal-sinyal dalam bentuk digital yang berbentuk segi empat merupakan representasi bilangan biner. Selain itu kerusakan penyimpanan data secara digital dapat diperbaharui. Umumya secara alami. dan menyimpan informasi data dalam bentuk analog. Sinyal digital memiliki ketahanan yang lebih tinggi terhadap noise dan dapat dipublikasikan secara sempurnatanpa degradasi. berkomunikasi. Untuk dapat mengubah data dalam bentuk digital. Karakter ADC Analog to Digital Converter (ADC) adalah sebuah piranti yang dirancang untuk mengubah sinyal-sinyal analog menjadi sinyal-sinyal digital. Umumnya digunakan ADC 0805 8 bit untuk mengubah rentang sinyal analog 0 – 5 V menjadi level digital 0 – 255. 3. kuantitas fisik di dunia ini dalam bentuk analog.IC jenis . kita umumnya bermain dengan 2 bentuk sinyal. ADC berfungsi untuk mengubah sinyal analaog menjadi sinyaldigital. Dengan sinyal digital. IC ADC 0804 dianggap dapat memenuhi kebutuhan dari rangkaian yang dibuat. Hampir semua system elektronik mutakhir saat ini menggunakan pengolahan sinyal dan pentransmisian sinyal dalam bentuk digital. Alasan mengapa digunakan sinyal dalam bentuk digital proses pengolahan maupun pentransmisian dikarenakan sinyal digital memiliki kelebihan-kelebihan sebagai berikut : 1. Lalu mengapa dibutuhkan representasi digital yang sebenarnya secara alami adalah analog? Jawabannya adalah jika kita ingin alat elektronik menginterpretasikan.

Sehingga resolusinya adalah 5V/255 = 19.1 RC). Jika hanya satu masukan. ADC banyak tersedia di pasaran. Dalam blog diagram akan memperlihatkan diagram blok tersebut. maka Vin(-) dihubungkan ke ground. ADC menggunakan Vcc= +5 sebagai tegangan referensi. Prinsip kerja ADC 0804 Ada banyak cara yang dapat digunakan untuk mengubah sinyal analog menjadi sinyal digital yang nilai proposional. c.6mV.ini akan bekerja secara cermat dengan menambahkan sedikit komponen sesuai dengan spesifikasi yang harus diberikan dan dapat mengkonversikan secara tepat suatu masukan tegangan. Pada operasi normal. Hal-hal yang juga diperhatikan dalam penggunaakn ADC ini adalah tegangan maksimum yang dapat dikonversikan oleh ADC dari rangkaian pengkondisi sinyal. b. dan masukan analog memiliki jangkauan dari 0 sampai 5V pada skala penuh. resolusi. ketepatan dan waktu konversinya. Memiliki pembangkit detak (clock) internal yang menghasilkan frekuensi F-1/(1. Jenis ADC yang biasanya digunakan dalam perancangan adalah jenis successive approximation convertion atau pendekatan bertingkat yang memiliki waktukonversi jauh lebih singkat dan tidak tergantung pada nilai analog masukan analognya atau sinyal yang akan dirubah. dengan R dan C adalah komponen eksternal. Beberapa karakteristikdari ADC 0804 adalah sebagai berikut : a. Memiliki 2 masukan analog yaituVin(+) dan Vin(-) sehingga memperbolehkan selisih (diferensial). d. Kaki 8 adalah ground analog. Dengan kata lain. . Kaki 10 adalah ground digital. Mengubah tegangan analog menjadi keluaran digital 8 bit. pewaktu eksternal ADC. tegangan masukan analog yang sebenarnya adalah selisih dari masukan kedua pin {analog Vin = Vin(+) – Vin(-)}. tipe keluaran. Memiliki koneksi ground yang berbeda antara tegangan digital dan analog.

dan kelaran D/A merupakan nilai analog yang ekivalen dengan register SAR/ Apabila konversi telah dilaksanakan. Vin(+) dan Vin(-). rangkaian kembali mengirim sinyal selesai konversi yang berlogika rendah. Selama proses perhitungan.Dalam hal ini jangkauan masukan analog mulai normal. konversi akan diselesaikan sesuda 8 clock. ADC 0804 menggunkan Vcc=+5 Volt sebagai tegangan referensi. Sisi turun sinyal iniakan menghasilkan data digital yang ekivalen kedalam register buffer. Untuk operasi normal. Deretan data biner dihitung naik oleh register kemudian menghitung dengan mencoba seluruh nilai bit mulai dari MSB dan diakhiri dengan LSB.Prinsip kerja dari converter A/D adalah semua bit-bit diset kemudian diuji melalui pendekatan berturut-turut untuk mencari nilai yang paling tepat. ADC 0804 menggunakan Vcc = +5Volt sebagai tegangan referensi. Masukan analog sebenarnya (Vin) sama dengan selisih antara tegangan-tegangan yang dihubungkan dengan ke dua pin masukannya. tegangan ini harus dihubungkan dengan Vin(+) sedangkan Vin(-) digroundkan. Dengan rangkaian yang paling cepat. karena IC ini adalah SAC 8-bit. sehingga dapat menerima masukan deferens. IC ADC 0804 mempunyai dua masukan analog. resolusinya akan sama dengan ‘n = menyatakan jumlah bit keluaran IC analog to digital converter . Dengan demikian. Kalau masukan analog berupa tegangan tunggal. register akan memonitor output kompartor untuk melihat jika perhitungan biner kurang atau lebih besar dari input analog. yaitu Vin = Vin(+) – Vin(-). keluaran digital akan tetap tersimpan sekalipun akan dimulai sikluskonversi yang baru. Dalam hal ini jangkauan masukan analog mulai dari 0 sampai 5 Volt.

Pin ini digunakan sebagai clock internal dengan menambah rangkaian RC. Pin 9 ( Vref/2) . adapun fungsi dari ke 20 buah pin tersebut adalah a.Fungsi Pin-Pin pada ADC 0804 Terdapat 20 buah pin ADC 0804.dihubungkan dengan masukan negative jika Vin + dihubungkan dengan ground dan Vin + akan dihubungkan kemasukan positif jika Vin. c. Pin 8 (AGND) dan Pin 10 (DGND) Pin ini dihubungkan dengan Ground f. b.dihubungkan dengan ground. Pin 6 (Vin+) dan Pin 7 (Vin-) Merupakan pin masukan unutk tegangan analog. Vin + dan Vin – adalah sinyal masukan deferensi. Pin 4 dan 19 ( Clock in Clock R ) Merupakan masukan dari schmittrigger. Pin 5 (INTR) Merupakan Pin keluaran yang digunkan dalam system mikroprosessor.WR) Merupakan masukan control digital dengan level tegangan logika TTL. Pin ini menunjukkan bahwa konversi telah selesai Pin ini kan mengeluarkan logika tinggi bila konversi dimulai dan akan mengeluarkan logika rendah bila konversi selesai d. e. Pin CS dan RD jika tidak aktif maka keluaran digital akan berada pada keadaan impedansi tinggi. Pin WR bila dibuat aktif bersamaan CS akan memulai dengan konversi.RD. Vin. Pin 1-3 ( CS.

bahan material seperti karet. Pin 11-18 (bus data 8 bit ) Merupakan jalur keluaran 8 bit. tetapi tidak menutup kemungkinan untuk dibuat dari material yang lain. Pin 20 (V+) Pin ini dihubungkan ke VCC 5 Volt. sehingga dinamakan konduktor. Kebalikan dari bahan yang konduktif. Bahan—bahan tersebut menghantar arus listrik dengan baik. Pada dasarnya semua bahan memiliki sifat resistif namun beberapa bahan tembaga perak emas dan bahan metal umumnya memiliki resistansi yang sangat kecil.Merupakan pin masukan tegangan referensi. karbon memiliki resistansi yang lebih besar menahan aliran elektron dan disebut sebagai insulator Kapasitor Kapasitor adalah komponen elektronika yang dapat menyimpan muatan listrik. Resistor Resistor komponen pasif elektronika yang berfungsi untuk membatasi arus listrik yang mengalir. yang digunakan sebagai referensi untuk tegangan masukan dari pin 6 dan 7. Berdasarkan kelasnya resistor dibagi meniadi 2 yaitu : Fixed Resistor dan Variable Resistor Dan umumnya terbuat dari carbon film atau metal film. Struktur sebuah kapasitor terbuat dari 2 bush plat metal yang dipisahkan oleh suatu bahan dielektrik. g. gelas. Maka muatan-muatan positif akan mengumpul pada salah satu kaki elektroda metalnya clan pada saat yang lama muatan-muatan negatif terkumpul pada ujung metal yang satu lagi. Pin merupakan data MSB dan Pin 18 merupakan data LSB h. Muatan elektrik ini "tersimpan" . Muatan positif tidak dapat mengalir menuju ujung kutub negatifdan sebaliknya muatan negatif tidak bisa menuju ke ujung kutub positif karena terpisah oleh bahan elektrik yang non-konduktif. Bahan-bahan dielektrik yang umumnya dikenal misalnya udara . vakum. keramik. galas dan lain-lain. Jika kedua ujung plat metal diberi tegangan listrik.

arus mengalir. Selama kapasitor melakukan pengisian. . Dengan cara penggabungan seperti dapat diperoleh dua buah dioda sehingga menghasilkan transistor NPN. Yang membedakan tiap-tiap kapasitor adalah dielektriknya. dan kolektor. Didalamnya 2 buah pelat elektroda yang saling berhadapan dan dipisahkan oleh sebuah insulator. Dan penyimpan energi listrik. Kapasitor merupakan komponen pasif elektronika yang sering dipakai didaIam merancang suatu sistem yang berfungsi untuk mengeblok arus DC.. Filter. Terminal itu disebut emitor. Aliran arus tersebut akan berhenti bila kapasitor telah penuh. Transistor Transistor adalah komponen elektronika yang mempunyai tiga buah terminal. basis. Ketika kapasitor diberikan tegangan DC maka energy listrik disimpan pada tiap elektrodanya. Berikut ini adalah jenis– jenis kapasitor yang dipergunakan dalam perancangan ini.selama tidak ada konduktif pada ujung-ujung kakinya. Sedangkan bahan yang digunakan sebagai insulator dinamakan dielektrik. Transistor seakan-akan dibentuk dari penggabungan dua buah dioda. Di alum bebas phenomena kapasitor terjadi pada saat terkumpulnya muatan-muatan positif dan negatif diawan. Dioda satu dengan yang lain digabungkan dengan cara menyambungkan salah satu sisi dioda yang senama.

transistor tersebut dalam keadaan ON seperti pada gambar . Semua komponen di dalam rang. Transistor silikon PNP.3 Volt. Dengan menganalogikan transistor sebagai saklar. tetapi pada kenyataannya VCE bernilai 0 sampai 0. dikatakan 1. 4. Transistor germanium PNP. Anak panah yang terdapat didalam symbol menunjukkan arah yang melalui transistor. 3. Didalam pemakaiannya transistor dipakai sebagai komponen saklar (switching) dengan memanfaatkan daerah penjenuhan (saturasi) dan daerah penyumbatan (cut off) yang ada pada karakteristik transistor. Pada daerah penjenuhan nilai resistansi persambungan kolektor emiter secara ideal Sama dengan nol atau kolektor dan emiter terhubung langsung (short). Keadaan ini menyebabkan tegangan kolektor emiter (VCE) = 0 Volt pada keadaan ideal. Oleh karma itu.Bahan mentah yang digunakan untuk menghasilkan bahan N dan bahan P adalah silikon dan germanium.kaian transistor dengan simbol. Transistor silikon NPN. 2. Transistor germanium NPN.

2. 3. dan perakitan. sehingga blower dapat dikendalikan oleh mikrokontroler AT89S51. Perancangan Diagram Blok Rangkaian Diagram blok merupakan gambaran dasar dari rangkaian sistem yang akan dirancang. Prosedur dan Langkah Kerja Pembuatan alat ini dilakukan dalam tiga tahap. Adapun diagram blok dari sistem yang dirancang adalah seperti yang diperlihatkan pada gambar berikut ini: MIKROKONTR OLLER SEVEN SEGMENT 1. selanjutnva mikrokontroller akan menampilkan nilai suhu yang terukur pads seven segment kemudian membandingkannya dengan data tenentu untuk kemudian mengambil tindakan (menghidupkan/mematikan blower). mikrokontroler AT89S51 berfungsi untuk mengolah data digital yang dikirimkan oleh ADC0804. pembuatan. i. 5. yaitu perancangan. AC berfungsi untuk mendinginkan ruangan yang akan dikendalikan oleh mikrokontroler setelah mendapatkan data dari sensor suhu (LM35). Sensor suhu (LM35) berfungsi untuk mengukur suhu ruangan kemudian output sensor ini akan diinputkan ke ADC0804. sehingga data tersebut dapat diolah oleh mikrokontroler AT89S51. . Setiap diagram blok mempunyai fungsi masing-masing. Relay berfungsi sebagai perantara antara mikrokontroler yang memiliki tegangan 5 volt DC dengan blower yang memiliki tegangan 220 volt AC.B. ADC0804 berfungsi untuk merubah tegangan analog dari sensor suhu menjadi data digital 8 bit. 4.

Kemudian 12 volt AC akan disearahkan dengan menggunakan dua buah dioda. selanjutnya 12 volt DC akan diratakan oleh kapasitor 3300 UF. Perancangan Power Supplay (PSA) Rangkaian ini berfingsi untuk mensupplay tegangan ke seluruh rangkaian yang ada.6. Output dari LM35 ini dimasukkan sebagai input ADC rangkaiannya seperti pada gambar dibawah ini : . digunkan LM35 yang merupakan sensor suhu. B. A. Rangkaian PSA yang dibuat terdiri dari dua keluaran. yaitu 5 volt don 12 volt. Tegangan 12 volt DC langsung diambil dari keluaran 2 buah dioda penyearah. keluaran 5 volt digunakan untuk mensupplay tegangan ke seluruh rangkaian. sedangkan keluaran 12 volt digunakan untuk mensuplay tegangan ke relay. Dua buah dioda berikutnya berfungsi untuk menahan arus yang ada pada regulator agar tidak balik jika terjadi penarikan arus sesaat dari tegangan 12 volt. Regulator tegangan 5 volt (7805) digunakan agar keluaran yang dihasilkan tetap 5 volt walaupun terjadi perubahan pads tegangan memasukannya. LCD / Display berfungsi untuk menampilkan hasil pembacaan suhu pads sensor suhu (LM35) yang berada dalam ruangan. Rangkaian power supplay ditunjukkan pada gambar berikut ini Ganibar : Rangkaian power or Supplay (PSA) Trafo CT merupakan trafo stepdown yang berfungsi untuk menurunkan tegangan dari 220 volt AC menjadi 12 volt AC. LED hanya sebagai indikator apabila PSA dinyalakan. Perancangan Rangkaian Sensor Suhu dan ADC ( Analog to Digital Converter ) Untuk mengetahui temperature dalam ruangan.

kemudian keluaran 9 volt ini dimasukkan kedalam regulator tegangan 5 volt (7805). . Output dari LM35 diinputkan ke pin 6 ADC yang merupakan pin input. Dengan demikian walaupun tegangan masukan turun setengahnya. ini berarti setiap perubahan tegangan yang terjadi pada input ini maka akan terjadi perubahan pada output ADC. Tegangan 5 volt inilah yang menjadi tegangan refrensi ADC.Gamabar : Rangkaian sensor Suhu dan ADC Agar output yang dihasilkan oleh ADC bagus. Keluaran dari rangkaian sensor suhu dihubungkan ke rangkaian ADC untuk diubah datanya menjadi data biner agar dapat dikenali oleh mikrokontroler AT89S51. Oleh sebab itu pada rangkaian ADC di atas tegangan masukan 12 volt dimasukkan ke dalam IC regulator tegangan 9 volt ( 7809) agar keluarannya menjadi 9 volt. karena perubahan tegangan refrensi pada ADC akan merubah output ADC tersebut. maka tegangan refrensi ADC harus benar-benar stabil. kemudian outputnya dihubungkan ke rangkaian pembagi tegangan. sehingga keluarannya menjadi 5 volt. Untuk mendapatkan Vref/2 digunakan dioda zener 5 volt. tegangan refrensi ADC tetap 5 volt. Output dari ADC dihubungkan ke mikrokontroler. yaitu dari 12 volt menjadi 6 volt. sehingga setiap perubahan output ADC yang disebabkan oleh perubahan inputnya (sensor temperatur LM 35) akan diketahui oleh mikrokontoler.

untuk menghubungkan rangkaian dengan 220 V AC digunakan relay. maka kumparan akan menghasilkan medan magnet.C. jika kita gunakan kaki 3 dan kaki 4 pads relay sebagai saklar untuk menghidupkan/mematikan lampu maka kita dapat menghidupkan mematikan blower dengan cars mengaktifkan atau menon-aktifkan relay. Dengan demikian. Cara kerjanya lama dengan proses menghidupkan alarm yang telah dijelaskan sebelumnya. Pada rangkaian ini digunakan relay 12 volt. Perancangan Rangkaian Relay Relay ini berfungsi sebagai saklar elektronik yang menghidup dan mematikan peralatan elektronik ( dalam hal ini AC ). dimana medan magnet ini akan menarik logam yang mengakibatkan saklar (kaki 3) terhubung ke kaki 4. ini berarti jika transistor dalam keadaan aktif maka kolektor akan terhubung ke emitor dimana emitor langsung . Rangkaian relay pengendali AC tampak seperti gambar di bawah ini : Pada rangkaian di atas. Relay merupakan salah satu komponen elektronik yang terdiri dari lempengan logam sebagai saklar dan kumparan yang berfungsi untuk menghasilkan medan magnet. Pada rangkaian ini untuk mengaktifkan atau menon-aktifkan relay digunakan transistor tips NPN. Dari gambar dapat dilihat bahwa negatif relay dihubungkan ke kolektor dari transistor NPN (2SC945). ini berarti jika positif relay (kaki 1) dihubungkan ke somber tegangan 12 volt dan negatif relay (kaki 2) dihubungkan ke ground.

Tanga adanya dioda arus sesaat yang besar itu akan mengalir ke transistor. Transistor ripe PNP akan aktif jika mendapat tegangan 0 volt pada basisnya. LED indikator ini akan coati jika relay tidak aktif. dimana basis transistor ini mendapatkan input dari kolektor transistor 0945. Penghantaran hanya terjadi ketika relay dinon-aktilkan. D. Untuk mencegah kerusakan pada transistor tersebut sebuah dioda hares dihubungkan ke relay tersebut. Dioda dihubungkan secara terbalik sehingga secara normal dioda ini tidak menghantarkan. LED indikator ini dikendalikan oleh sebuah transistor jenis PNP. keadaan ini menyebabkan tidak aktif. yang mengakibatkan kerusakan pada transistor. Sebaliknya jika transistor tidak aktif. jika relay aktif dan sebaliknya. Rangkaian display seven segment ditunjukan pada gambar berikut ini : . dimana LED indikator ini akan menyala. Rangkaian ini juga dilengkapi dengan LED indicator. pada saat ini arus akan terns mengalir melalui kumparan dan arus ini akan dialirkan ke dioda. sehingga tegangan pada kolektor menjadi 12 volt.terhubung ke ground yang menyebabkan tegangan di kolektor menjadi 0 volt. Perancangan Display Seven Segment Rangkaian display seven segment ini berfungsi unutk menampilkan nilai dari hasil pengukuran temperature. Maka kolektor tidak terhubung ke emitor. Kumparan pada relay akan menghasilkan besar menghasilkan tegangan singkat yang bes r ketika relay dinon-aktifkan dan ini dapat merusak transistor yang ada pada rangkaian ini. keadaan ini akan mengakibatkan relay aktif.

Komponen tersebut adalah : 1. Transistor – untuk. Jika perendaman telah selesai dan telah dibilas dengan air.. Sensor – untuk mendeteksi sinyal alam dan mengubahnya dalam satuan elektrik yang dikenal oleh komponen elektronika. setrika ditekan dan digosok diatas kertas transfer untuk beberapa lama hingga kertas terlihat kehitaman. Papan PCB lalu direndam pada cairan H2O. Dioda – untuk. sementara setrika dipanaskan. Jika dirasa telah cukup jelas. dan berikut screenshotnya : Layout yang telah jadi kemudian di flip horizontal lalu di print dengan menggunakan printer inkjet menggunakan kertas transfer. timah dan panaskan solder. Setelah itu. kertas transfer ditempelkan dengan gambar bertemu dengan permukaan bertimah PCB dan direkatkan pada permukaan satunya untuk mencegah kertas bergeser pada proses penyetrikaan. Perakitan 1.. Lay out yang dibuat seperti pada gambar sketsa/desain yang telah diberikan sebelumnya. Papan PCB dengan layout telah selesai. Resitor – untuk memberikan tahanan agar supply tegangan yang diberikan ke komponen-komponen tertentu sesuai dengan standar atau keinginan. 2. setelah itu dilanjutkan dengan proses pembuatan “power supply?” Blablabla.ii. Komponen-komponen penyusun selanjutnya merupakan hasil manufaktur pabrik. PCB yang telah lengkap dengan lay out jalur komponen berfungsi sebagai tempat melekatnya komponen dan juga menyalurkan arus listrik tanpa harus menggunakan kabel jumper yang berlebihan lagi. Pembuatan Pembuatan alat ini dimulai dari pembuatan lay out PCB menggunakan komputer dengan software Altium. 5.... iii. kertas dilepaskan dan akan tercetak pada papan PCB. dilanjutkan dengan pengeboran PCB dengan menggunakan mata bor ukuran kecil untuk meletakkan kaki-kaki komponen.. Mikrokontroler – untuk menyimpan dan menjalankan program-program yang telah disimpan sebelumnya. . 3.. Mulai proses penyetrikaan. 4. Siapkan bagian-bagian penyusun alat.

C. Prosedur/Langkah Pengujian Alat yang telah dibuat kemudian mendapatkan proses pengujian dengan urutan langkah sebagai berikut : 1.2. Tunggu beberapa saat hingga alat memberikan respon sambil tetap melakukan langkah 2. 4. Pengujian dengan melakukan langkah 2 tetap dilanjutkan untuk 5 menit selanjutnya (total 10 menit). Catat suhu normal (suhu normal 25derajat Celcius). suhu ruangan telah menjadi 25derajat Celcius seperti yang diinginkan (keadaan normal). 2. 6. Gunakan termometer untuk mengukur tinggi suhu ruangan hingga mencapai suhu 35derajat Celcius. Untuk memberikan simulasi suhu ruangan yang panas. dan pada menit kelima setelah AC menyala. matikan solder. Alat dan AC cadangan dinyalakan. Setelah itu pasang ini itu dengan proses yang sama pada langkah 2. Hair dryer dan alat dimatikan. 4. Setelah dilakukan pengujian selama 5 menit. 5. Hubungkan komponen yang tidak dapat dijangkau oleh layout PCB dengan menggunakan kabel jumper. 3. Alat telah selesai dirakit. . Ujian selesai. Pasang komponen-komponen elektronika pada PCB sesuai dengan tempatnya di lubang-lubang kaki PCB yang telah disiapkan. alat memberikan respon dengan menyalakan AC. Teknik Analisis Data Analisis data akan dilakukan secara deskriptif. D. Rekatkan kaki-kaki komponen dengan melelehkan timah di kaki komponen dengan menggunakan solder. 5. 3. sekitar 5 meter dari sensor alat dinyalakan sebuah hair dryer yang diatur ke panas maksimal dan diarahkan di sekitar sensor.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->